MAKALAH SISTEM POLITIK INDONESIA

Posted: f9,09 by milyandra in Uncategorized

7 KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt atas terselesainya makalah ini, selawat dan salam tak lupa kami sanjungkan kepada Nabi.Muhammad Swa. Makalah ini kami susun dengan tujuan agar memudahkan kita dalam proses belajar mengajar, guna menambah wawasan bagi rerkan-rekan sehingga kita semua mampu untuk berfikir agar menjadi lebih maju. Terima kasih kepada Bapak selaku dosen pembimbing kami, terima kasih pula kepada rekanrekan yang telah berpartisipasi sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Akhir kata, tiada gading yang tak retak, demikian pula dengan makalah ini, masih jauh dari ke sempurnaan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang dapat membangun tetap kami nantikan demi kesempurnaan makalah ini.

Penulis

BAB I SISTEM POLITIK INDONESIA 1. A. SEJARAH SISTEM POLITIK INDONESIA

pelaku-saranan-tujuan dan pengambilan keputusan. Regulasi individu sering memunculkan benturan pendapat. 3. karena sistem ini dikelilingi oleh lingkungan yang memiliki tantangan dan tekanan. pertambangan yang ketika datang para penanam modal domestik itu akan memberikan pemasukan bagi pemerintah berupa pajak. Kapabilitas Distributif. Kapabilitas sistem adalah kemampuan sistem untuk menghadapi kenyataan dan tantangan. 4. Dalam proses politik biasanya di dalamnya terdapat interaksi fungsional yaitu proses aliran yang berputar menjaga eksistensinya. Perubahan ini besaran maupun isi aliran berupa input dan output. Kapabilitas simbolik. yaitu kemampuan Sumber daya alam dan sumber daya manusia. Pengaruh ini akan memunculkan perubahan politik. Seperti pengelolaan minyak tanah. Demikian pula dengan pajak sebagai pemasukan negara itu harus kembali didistribusikan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Semakin diterima kebijakan yang dibuat pemerintah maka semakin baik kapabilitas simbolik sistem. Proses politik mengisyaratkan harus adanya kapabilitas sistem. Dalam menyelenggaran pengawasan tingkah laku individu dan kelompok maka dibutuhkan adanya pengaturan. hal ini mengakibatkan keterlibatan masyarakat terkekang. Sedangkan pada masa modern sekarang ahli politik melihatnya dari tingkat prestasi (performance level) yaitu seberapa besar pengaruh lingkungan dalam masyarakat. Kapabilitas Ekstraktif. Pandangan mengenai keberhasilan dalam menghadapi tantangan ini berbeda diantara para pakar politik. misalkan seperti sembako yang diharuskan dapat merata distribusinya keseluruh masyarakat. Kemampuan SDA biasanya masih bersifat potensial sampai kemudian digunakan secara maksimal oleh pemerintah. Sistem politik merupakan sistem yang terbuka. Pajak inilah yang kemudian menghidupkan negara. Pendekatan yang harus dilakukan dengan pendekatan integratif yaitu pendekatan sistem.Sejarah Sistem Politik Indonesia bisa dilihat dari proses politik yang terjadi di dalamnya. lingkungan luar masyarakat dan lingkungan internasional. . Dalam melakukan analisis sistem bisa dengan pendekatan satu segi pandangan saja seperti dari sistem kepartaian. Proes mengkonversi input menjadi output dilakukan oleh penjaga gawang (gatekeeper). Seperti ketika pemerintah membutuhkan maka kemudian regulasi diperketat. tetapi juga tidak bisa dilihat dari pendekatan tradisional dengan melakukan proyeksi sejarah yang hanya berupa pemotretan sekilas. atau dari kelompok infrastruktur politik dan dari lingkungan internasional. Terdapat 5 kapabilitas yang menjadi penilaian prestasi sebuah sistem politik : 1. Adapun pelaku perubahan politik bisa dari elit politik. SDA yang dimiliki oleh masyarakat dan negara diolah sedemikian rupa untuk dapat didistribusikan secara merata. 2. artinya kemampuan pemerintah dalam berkreasi dan secara selektif membuat kebijakan yang akan diterima oleh rakyat. Kapabilitas Regulatif (pengaturan). Ahli politik zaman klasik seperti Aristoteles dan Plato dan diikuti oleh teoritisi liberal abad ke-18 dan 19 melihat prestasi politik dikuru dari sudut moral. Namun dalam menguraikannya tidak cukup sekedar melihat sejarah Bangsa Indonesia tapi diperlukan analisis sistem agar lebih efektif.

output berupa kebijakan pemerintah sejauh mana dipengaruhi oleh masukan atau adanya partisipasi masyarakat sebagai inputnya akan menjadi ukuran kapabilitas responsif. bahkan sekarang banyak negara yang memiliki kapabilitas ekstraktif berupa perdagangan internasional. Kapabilitas responsif. yang terdiri dari 2 hal: 1. PROSES POLITIK DI INDONESIA Sejarah Sistem politik Indonesia dilihat dari proses politiknya bisa dilihat dari masa-masa berikut ini: v v v v v v Masa prakolonial Masa kolonial (penjajahan) Masa Demokrasi Liberal Masa Demokrasi terpimpin Masa Demokrasi Pancasila Masa Reformasi Masing-masing masa tersebut kemudian dianalisis secara sistematis dari aspek : y y y y y y y y y Penyaluran tuntutan Pemeliharaan nilai Kapabilitas Integrasi vertikal Integrasi horizontal Gaya politik Kepemimpinan Partisipasi massa Keterlibatan militer . partisipasi atau pertengahan. 2. Gaya agregasi kepentingan masyarakat ini bisa dilakukans ecara tawaran pragmatik seperti yang digunakan di AS atau pengejaran nilai yang absolut seperti di Uni Sovyet atau tradisionalistik. Pembangunan politik masyarakat berupa mobilisasi. B. Sebuah negara tidak bisa sendirian hidup dalam dunia yang mengglobal saat ini.5. dalam proses politik terdapat hubungan antara input dan output. Minimal dalam kapabilitas internasional ini negara kaya atau berkuasa (superpower) memberikan hibah (grants) dan pinjaman (loan) kepada negara-negara berkembang. 1. Pembangunan politik pemerintah berupa stabilitas politik. 6. Ada satu pendekatan lagi yang dibutuhkan dalam melihat proses politik yaitu pendekatan pembangunan. kapabilitas dalam negeri dan internasional.

y y Aparat negara Stabilitas Bila diuraikan kembali maka diperoleh analisis sebagai berikut : Masa prakolonial (Kerajaan) Penyaluran tuntutan ± rendah dan terpenuhi Pemeliharaan nilai ± disesuikan dengan penguasa atau pemenang peperangan Kapabilitas ± SDA melimpah Integrasi vertikal ± atas bawah Integrasi horizontal ± nampak hanya sesama penguasa kerajaan Gaya politik ± kerajaan Kepemimpinan ± raja. pangeran dan keluarga kerajaan Partisipasi massa ± sangat rendah Keterlibatan militer ± sangat kuat karena berkaitan dengan perang Aparat negara ± loyal kepada kerajaan dan raja yang memerintah Stabilitas ± stabil dimasa aman dan instabil dimasa perang Masa kolonial (penjajahan) Penyaluran tuntutan ± rendah dan tidak terpenuhi Pemeliharaan nilai ± sering terjadi pelanggaran ham Kapabilitas ± melimpah tapi dikeruk bagi kepentingan penjajah Integrasi vertikal ± atas bawah tidak harmonis Integrasi horizontal ± harmonis dengan sesama penjajah atau elit pribumi Gaya politik ± penjajahan. politik belah bambu (memecah belah) Kepemimpinan ± dari penjajah dan elit pribumi yang diperalat Partisipasi massa ± sangat rendah bahkan tidak ada .

muncul solidarity makers dan administrator Gaya politik ± ideologis Kepemimpinan ± angkatan sumpah pemuda tahun 1928 Partisipasi massa ± sangat tinggi.Keterlibatan militer ± sangat besar Aparat negara ± loyal kepada penjajah Stabil tapi dalam kondisi mudah pecah Masa Demokrasi Liberal Penyaluran tuntutan ± tinggi tapi sistem belum memadani Pemeliharaan nilai ± penghargaan HAM tinggi Kapabilitas ± baru sebagian yang dipergunakan. atas bawah dan bawah atas Integrasi horizontal. ekonomi tidak maju Integrasi vertikal ± atas bawah Integrasi horizontal ± berperan solidarity makers. distributif dan simbolik. Gaya politik ± ideolog. bahkan muncul kudeta Keterlibatan militer ± militer dikuasai oleh sipil Aparat negara ± loyak kepada kepentingan kelompok atau partai Masa Demokrasi terpimpin Penyaluran tuntutan ± tinggi tapi tidak tersalurkan karena adanya Front nas Pemeliharaan nilai ± Penghormatan HAM rendah Kapabilitas ± abstrak. nasakom Kepemimpinan ± tokoh kharismatik dan paternalistik Partisipasi massa ± dibatasi .disintegrasi. kebanyakan masih potensial Integrasi vertikal ± dua arah.

konsep pembangunan Kepemimpinan ± teknokrat dan ABRI Partisipasi massa ± awalnya bebas terbatas. kemudian lebih banyak dibatasi Keterlibatan militer ± merajalela dengan konsep dwifungsi ABRI Aparat negara ± loyal kepada pemerintah (Golkar) Stabilitas stabil Masa Reformasi Penyaluran tuntutan ± tinggi dan terpenuhi Pemeliharaan nilai ± Penghormatan HAM tinggi Kapabilitas ±disesuaikan dengan Otonomi daerah Integrasi vertikal ± dua arah. pragmatik.Keterlibatan militer ± militer masuk ke pemerintahan Aparat negara ± loyal kepada negara Masa Demokrasi Pancasila Penyaluran tuntutan ± awalnya seimbang kemudian tidak terpenuhi karena fusi Pemeliharaan nilai ± terjadi Pelanggaran HAM tapi ada pengakuan HAM Kapabilitas ± sistem terbuka Integrasi vertikal ± atas bawah Integrasi horizontal ± nampak Gaya politik ± intelek. atas bawah dan bawah atas Integrasi horizontal ± nampak. muncul kebebasan (euforia) Gaya politik ± pragmatik Kepemimpinan ± sipil. purnawiranan. politisi Partisipasi massa ± tinggi .

DAFTAR PUSTAKA Mata Kuliah yang disajikan oleh Penulis. 1.Keterlibatan militer ± dibatasi Aparat negara ± harus loyal kepada negara bukan pemerintah BAB II PENUTUP 1. Berisi ringkasan materi dan informasi nilai yang diperoleh mahasiswa. Name: Uwes Fatoni . KESIMPULAN Sejarah Sistem Politik Indonesia bisa dilihat dari proses politik yang terjadi di dalamnya. KRITIK DAN SARAN Bagi para pembaca dan rekan-rekan yang lainnya. Kapabilitas sistem adalah kemampuan sistem untuk menghadapi kenyataan dan tantangan.Sc. maka penulis mengharapkan dengan rendah hati agar lebih membaca buku-buku ilmiah dan buku-buku lainnya yang berkaitan dengan judul ³ SISTEM POLITIK INDONESI ´. jika ingin menambah wawasan dan ingin mengetahui lebih jauh. Jadikanlah makalah ini sebagai sarana yang dapat mendorong para mahasiswa/i berfikir aktif dan kreatif. mengasisteni Dr. M. Fisher Zulkarnaen. Pandangan mengenai keberhasilan dalam menghadapi tantangan ini berbeda diantara para pakar politik. Dalam melakukan analisis sistem bisa dengan pendekatan satu segi pandangan saja seperti dari sistem kepartaian. Namun dalam menguraikannya tidak cukup sekedar melihat sejarah Bangsa Indonesia tapi diperlukan analisis sistem agar lebih efektif. Kritik dan saran yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi perbaikan dan kesempurnaan Makalah kami.

Location: Bandung. Jawa Barat. . Indonesia Staf Pengajar Fakultas Dakwah UIN SGD Bandung sejak tahun 2002. di kutip dan di edit seperlunya dari internet pada tanggal 12 Desember 2008.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful