BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Material Logam adalah unsur kimia yang mempunyai sifat-sifat kuat, liat, keras, penghantar listrik dan panas, serta mempunyai titik cair tinggi. Bijih logam ditemukan dengan cara penambangan yang terdapat dalam keadaan murni yaitu emas, perak, bismut, platina, dan ada yang bercampurdengan unsur-unsur seperti karbon, sulfur, fosfor, silicon, serta kotoran seperti tanah liat, pasir, dan tanah. Bijih logam yang ditemukan dengan cara penambangan terlebih dahulu dilakukan proses pendahuluan sebelum diolah dalam dapur pengolahan logam dengan cara dipecah sebesar kepalan tangan, dipilih yang mengandung unsur logam, dicuci dengan air untuk mengeluarkan kotoran dan terakhir dikeringkan dengan cara dipanggang untuk mengeluarkan uap yang mengandung air. Selain logam ada yang disebut dengan istilah bukan logam (non metal) dan unsur metaloid (yang menyerupai logam). Logam dapat dibagi dalam beberapa golongan, yaitu: 1. Logam berat :Besi, nikel, krom, tembaga, timah putih, timah hitam dan seng. 2. Logam Ringan :Alumunium, magnesium, titanium, kalsium,

Kalium, Natrium, dan Barium. 3. Logam Mulia :Emas, Perak, dan Platina.

Universitas Sumatera Utara

4. Logam Tahan Api

:Wolfram, molibden, titanium, dan zirkonium.

Dalam penggunaan serta pemakaiannya, logam pada umumnya tidak merupakam senyawa logam, tetapi merupakan paduan. Logam dan paduannya merupakan bahan teknik yang penting, dipakai untuk konstruksi mesin, kendaraan, jembatan, bangunan, dan pesawat terbang. Sehubungan dengan pemakaiannya pada teknik mesin, sifat logam yang penting adalah sifat mekanis, fisik, dan kimia yang sangat menentukan kualitasnya. Logam dapat dibagi dalm dua golongan yaitu logam ferro atau logam besi dan logam nonferro yaitu logam bukan besi. 1. Logam ferro (besi) Logam ferro adalah suatu logam paduan yang terdiri dari campuran unsur karbon dengan besi. Untuk menghasilkan suatu logam paduan yang mempunyai sifat yang berbeda dengan besi dan karbon maka dicampur dengan bermacam logam lainnya. Jenis logam ferro adalah sebagai berikut:  Besi tuang  Besi tempa  Baja lunak  Baja karbon sedang  Baka karbon tinggi
 Baja karbon tinggi dengan campuran  

Universitas Sumatera Utara

kegetasan. tahan aus.. Sifat logam pada pembebanan tarik Universitas Sumatera Utara . Sifat mekanis logam meliputi kekuatan. baik beban statis atau beban dinamis pada suhu biasa. keliattan. keuletan. Beban statis dapat berupa beban tarik. kekerasan.     Tembaga (Cu) Alumunium (Al) Timbel (Pb) Timah (Sn) 2. suhu tinggi maupun suhu dibawah 0°C. dan kombinasi dari beban tersebut. dan beban jalar. Kekenyalan. a. Logam nonferro antara lain sebagai berikut. Sementara itu.Sifat Mekanis Yang dimaksud dengan sifat mekanis suatu logam adalah kemampuan atau kelakuan logam untuk menahan beban yang diberikan. batas penjalaran. beban dinamis dapat berupa beban tiba-tiba. baik besar maupun arahnya berubah menurut waktu. geser. berubah-ubah. tekan lentur. puntir.2. beban statis adalah beban yang tetap. dan kekuatan stress rupture. Logam Nonferro Logam nonferro adalah logam yang tidak mengandung unsure besi (Fe).2 Karakteristik Bahan Logam 1.

meskipun dibebani dibawah kekuatan statis. b. Kekuatan kelelahan suatu logam adalah tegangan bolak-balik tertentu. Kelelahan adalah gejala patah dari bahan disebabkan oleh beban yang berubah-ubah. yaitu suuatu perubahan yang akan segera hilang kembali apabila beban ditiadakan. Sifat logam pada pembebanan dinamis Bahan yang dibebani secara dinamis akan lelah dan patah. d. c. Deformasi plastis yaitu.Bila suatu logam dibebani beban tarik maka akan mengalami deformasi. Penjalaran Yang dimaksud dengan penjalaran adalah pertambahan panjang secara terus menerus pada beban yang konstan. Deformasi elastis. Sifat Logam Terhadap Beban tiba-tiba Universitas Sumatera Utara . suatu perubahan bentuk yang tetap ada meskipun bebanyang menyebabkan deformasi ditiadakan. Deformasi ini dapat terjadi secara elastis dan secara plastis. Sementera itu. Bila suatu bahan mengalami pembebanan tarik terteentu dan tetap maka pertambahan panjangnya mungkin tidak berhenti sampai bahan tersebut patah atau mungkin berhenti tergantung pada besarnya beban tarik tersebut. yaitu perubahan ukuran atau bentuk karena pengaruh beban yang dikenakan padanya. batas kelelahan adalah tegangan bolak-balik tertinggi yang dapat ditahan oleh logam itu sampai banyak balikan tak terhingga.

dan kemampuan dikerjakan dengan mesin (mampu mesin). akibat bahan dikenai beban tibatiba. yang dilakukan pada bahan uji dan diberikan tarikan menurut standar yang telah ditentukan. besi cor kelabu sifat tekanannya kira-kira empat kali lebih besar dari sifat tariknya. daya tahan aus. Sifat penekanan Sifat ini hampir sama dengan sifat tarikan. Sifat ini banyak hubungannnya dengan sifat kekuatan. Sifat Logam terhadap Geser dan Puntir Universitas Sumatera Utara . Untuk melihat sifat tersebut dilakukan percobaan pukul. Sebagai contoh. untuk bahan getas besaran sifat tekanannya cenderung lebih tinggi dari sifat tariknya. e. Sifat kekerasan Logam Kekerasan adalah ketahanan bahan terhadap deformasi plastis karena pembebanan setempat pada permukaan berupa goresan atau penekanan. Cara pengujian ada yga macam yaitu Goresan Menjatuhkan bola baja. g.Bila deformasi mempunyai kecepatan regangan yang tinggi maka bahan umumnya akan mengalami patah getas. dan Penekanan f.

h. tegangan geser di permukaan maksimum dan di sumbu nol. Kebanyakan logam pada suhu tinggi mempunyai sifat plastis yang baik dan cenderung bertambah dngan kenaikan suhu. i. karena akan terjadi pembengkokan. Yang lebih praktis adalah memberikan beban punter pada sumbu suatu bahan yang berbentuk tabung. kemudian beban tersebut dihilangkan maka energi yang dibutuhkan untuk mengubah bentuk asal selalu lebih rendah dari energi untuk deformasi elastis. Tahanan dalam adalah kemampuan logam untuk meredam beban atau getaran tiba-tiba. Universitas Sumatera Utara . Sifat itu penting untuk dipertimbangkan dalam pengolahan bentuk suatu logam. Pada pengujian ini besarnya tegangan geser tidak sama dari permukaan kepusat. Sifat Redaman Logam Apabila suatu logam ditarik atau ditekan sehingga terjadi deformasi elastis.Pengujian geser suatu bahan akan sulit dilakukan dengan cara member beban berlawanan pada titik yang berlainan (tidak terletak pada suatu garis lurus dan salah satu arah beban). yaitu mudah retak karena deformasi disebabkan karena adanya suatu beban pada suhu tersebut. Sifat itu penting. Logam yang tidak plastis pada suhu tinggi disebut getas panas. Hal itu terjadi karena adanya tahanan dalam. Sifat Plastis Sifat plastis adalah kemampuan suatu logam atau bahan dalam keadaan padat untuk dapat diubah bentuk yang tetap tanpa pecah. Bila gejala ini terjadi pada suhu kamar biasa disebut getas dingin. karena penekanan atau tarikan tersebut.

3 Bahan Pelat Seng (Zn) Seng adalah logam yang kedua setelah Cu yang diproduksi secara besar sebagai logam bukan besi. dan pengoksidasian bahan tersebut. perubahan ukuran. Kerusakan tersebut berupa gejala korosi. dan struktur karena proses pemanasan.2. mampu cor. Pengujian yang dilakukan antara lain pengujiian mampu las. Sifat karena pengaruh panas antara lain mencair. b.Sifat Kimia Sifat kimia dari suatu bahan mencakup kelarutan bahan tersebut pada larutan. mampu mesin. basa atau garam. Hal ini sangatt penting dalam praktek. tetapi titik cairnya juga rendah Universitas Sumatera Utara .Sifat Pengerjaan atau Sifat Teknologis Sifat pengerjaan logam adalah sifat suatu bahan yang timbul dalam proses pengolahannya. 3. Kekuatannya rendah. a. 4. Hampir semua sifat kimia erat hubungannya dengan kerusakan secara kimia.  2.sifat itu harus diketahui lebih dahulu sebelum pengolahan bahan dilakukan. Sifat listrik yang terkenal adalah tahanan dari suatu bahan terhadap aliran listrik atau sebaliknya sebagai daya hantar listrik. seperti adanya pengaruh panas dan listrik.Sifat Fisik Sifat fisik adalah sifat bahan karena mengalami peristiwa fisika. dan mampu keras.

terhadap korosi. yang umumnya dipakai untk penggunaan yang praktis dan perhiasan pada komponen mobil. tetapi seng memberikan permukaan yang sangat bagus. Juga dipergunakan sebagai bahan pelat batere kering dan untuk keperluan percetakan. panel instrumen. umur pakai dari matres – matres tuang semprot sangat panjang. Juga pekerjaan yang rumit dan berdinding tipis dapat dengan baik dibuatnya. Lebih dari setengah dari produksi tuang semprot seng dipakai di industri mobil ( seperti pompa bensin. Dengan paduan ini dapat menghasilkan paduan coran berbentuk rumit. dan ia dapat dikerjakan dengan kecepatan produksi yang tinggi. terutama baja. Salah satu sifat yang sangat dihargai dari seng ialah ketahanan korosinya terhadap udara luar. perkakas listrik untuk dapur.419°C dan hampir tidak rusak diudara biasa. yang dipergunakan untuk pelapisan pada besi. Universitas Sumatera Utara . Oleh karena itu maka ia banyak dipakai untuk melindungi logam –logam lain.    Massa jenis seng : 7140 kg/m 3 Titik Lebur seng : 419 0 C Titik Uap kira –kira 900 0 C Sifat – sifat mekanisnya tidak begitu baik. pegangan untuk mesin-mesin kantor dan sebagainya. tombol pintu dan sebagainya ). Paduan 4%Al-1%Cu-Mg-Zn terutama dipergunakan untuk pengecoran cetak. atau dipakai untuk logam murni.

mesin tik. dengan 4 % Gambar 2.4 Bahan Isolasi (Bahan Penyekat) Universitas Sumatera Utara . untuk talang atap. Selanjutnya seng itu sebanyak 20 – 30 % dipakai sebagai unsure paduan di dalam logam – logam lain. bahwa ia merupakan bahan tuang yang baik sekali : terutama untuk penuangan.karena seng itu mudah untuk disolder atau dipatri. seng merupakan paduan ringan. termasuk dalam proses pembuatan Alat Pengering Kunyit dan lain –lain.1 Pelat Seng 2. Suatu sifat lain dari seng ialah. Sebagai bahan murni seng banyak dipakai dalam bentuk pelat. alumunium dan 1 % tembaga. seng mudah dpakai. pengisap debu. dan selubung baterai.Contoh –contoh selanjutnya : siku – siku bagian mesin cuci. penutup atap. aparatur foto. Untuk penerapan sebagai tutup atap.

Bahan isolasi (penyekat) suara.Bahan isolasi adalah bahan yang menyekat. agar panas yang dihasilkan dari pembakaran tidak terbuang. Daya tahan suhu yang tinggi d. Bahan isolasi (penyekat) getaran. Massa jenis rendah.     Bahan isolasi (penyekat) listrik. Bahan penyekat panas harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. Bahan isolasi (penyekat) panas. Bahan isolasi dibedakan menjadi beberapa bahan (penyekat) sebagai berikut. Pada perancangan alat pengering digunakan triplek (kayu) sebagai bahan penyekat panas. Bahan ini penting artinya dalam konstruksi bangunan dan kostruksi mesin. Universitas Sumatera Utara . Koefisien panas harus rendah b. Daya tahan lembab (air) yang baik c. Bahan penyekat panas hampir tidak boleh mengantar panas. Penyekat panas ini diletakkan di bagian samping kiri dan kanan alat pengering. yang artinya yang tidak mengantar.

bahan bakar cair. Batu bara tempa c.5 Bahan Bakar Bahan bakar terbagi atas tiga jenis diantaranya. Pada proses pengeringan ini bahan bakar yang digunakan adalah bahan bakar batu bara jenis briket. Antrasit Jenis-jenis bahan bakar yang dibuat dari batu bara : a. bahan bakar gas. Jenis-jenis batu bara : a. Batu bara nyala api b. Batu bara ketel d.Gambar 2. bahan bakar padat. Kokas Universitas Sumatera Utara .2 Bahan Penyekat Panas Triplek 2.

.b. Memateri adalah menyambung logam dengan menggunakan logam-lumer. Briket ini sesuai pula dipakai untuk keperluan rumah tangga. butir halus itu berturut-turut diberi pengerjaan sebagai berikut: pengeringan. pencampuran dengan pek. Briket Briket dibuat dari batu bara halus.90°C. lalu ditempa dalam cetakan.6 Bahan Penyambungan Untuk pembuatan/pembentukan model alat pengering ini penyambungan dilakukan dengan cara di pateri (memateri). pemanasan sampai 80 . Batu bara tepung c. sedangkan logam yang akan disambung itu tidak dilumerkan. Gambar 2. Jadi titik lumer dari paduan pateri itu harus lebih rendah dari pada titik lumer bagian-bagian yang akan disambungkan Universitas Sumatera Utara .3 Bahan Bakar (Briket) 2.

paduan pateri itu menyisihkan bahan cairan dan Sesudah itu baru berpadu dengan logam yang akan disambung (lihat tabel 2.4 Proses pematerian Untuk pekerjaan memateri diperlukan permukaan logam yang bersih dan bebas dari oksid.1) dengan demikian terjadi suatu sambungan yang biasanya lebih kuat dari pada paduan pateri sendiri. Ketika sedang memateri. Selain itu bahan cairan tersebut harus dapat mencegah pembentukan oksidasi selanjutnya. Universitas Sumatera Utara .Gambar 2. Untuk keperluan tersebut logam harus dibersihkan terlebih dahulu dengan cara mekanis dan sesudah itu oksid yang terjadi setelah dibersihkan dapat dilarutkan dengan menggunakan bahan cairan tertentu.

Nyala api (pada 300°C kadar timah rendah) 3. alat pemindah panas di industrui. terutama industri proses. Anwir B.Tabel 2. baut pateri (pada kadar timah tinggi) hal-hal penting sambungan kuat sambungan tidak kuat. tujuan penyematan mekanis. nyala api 2. oven 1. penghantar listrik dan penyepuhan timah Pateri lunak Timah pateri Sampai 2.M. Analisis perubahannya dan perancangannya melibatkan konveksi dan konduksi.1 Jenis-jenis pateri Jenis pateri Pateri keras paduan pateri tembaga pateri.J. Jakarta. Bhratara. Jilid 2.penukar panas dibedakan beberapa jenis yaitu :   HE untuk memanasi ( contoh pemanas = heater) HE untuk mendinginkan ( contoh pendingin = cooler ) Universitas Sumatera Utara . kebanyakan hanya melibatkan peristiwa konduksi dan konveksi. (penerjemah). penutupan. Alat pemindah panas tersebut adalah panas penukar (Heat Exchanger = HE). Dengankata lain.S. perak pateri Titik lumer Diatas 300°C sistim pematrian 1.“Ilmu Bahan Logam”. dicelupkan 3. meyelesaikan yang tidak rata. 1994) 2. oven (sumber: Beumer B. dicelupkan 4.7 Alat Perpindahan Kalor Pemindah panas yang khas adalah alat yang dapat memindahkan panas atau energi dari suatu fluida ke fluida yang lain melalui suatu permukaam yang padat.

sehingga atom-atom tersebut dapat memindahkan panas.  HE untuk menguapkan ( contoh penguap = evaporator. Didalam cairan atau gas. ketel uap = boiler) HE untuk mengembunkan ( contoh pengembun = condensor) Di dalam HE selalu melibatkan dua fluida melalui batasan dibawah ini :   Fluida pendingin dan yang didinginkan Fluida pemanas dan yang dipanaskan  2. yaitu :    Perpindahan Kalor Konduksi Perpindahan Kalor Konveksi Perpindahan Kalor Radiasi a.8 Mekanisme Perpindahan Kalor Mekanisme Perpindahan Kalor dibagi menjadi tiga . panas dihantar oleh tumbukan antar molekul. Dalam benda padat perpindahan panas timbul karena gerakan antar atom pada temperatur yang tinggi. Perpindahan Kalor Konduksi Adanya gradient temperatur akan terjadi perpindahan panas. Persamaan Dasar Konduksi : q = -k A dT dX Universitas Sumatera Utara .

Perpindahan Kalor Konveksi Perpindahan panas terjadi secara konveksi dari pelat ke sekeliling atau sebaliknya. Gambar 2.Keterangan : q = laju perpindahan panas k = konduktifitas termal A = luas penampang dT b.5 Perpindahan Panas Konveksi Universitas Sumatera Utara . Perpindahan panas konveksi dibedakan menjadi dua yaitu konveksi bebas dan konveksi paksa.

adalah : TW > T  q = h A (Tw – T  ) Keterangan : q = laju perpindahan panas h = koefisien perpindahan panas konveksi A= luas permukaan Tw = temperatur dinding T  = temperature sekeliling Universitas Sumatera Utara .Pada konveksi pelat akan mendingin lebih cepat Gambar 2.6 Kovensi Paksa Adapun persamaan dasar konveksi.

sedang panas sensible adalah panas yang berkaitan dengan kenaikan atau penurunan temperatur tanpa perubahan fasa. Perpindahan Kalor Radiasi Perpindahan panas oleh perjalanan foton yang tak terorganisasi.T2 4 ) Keterangan : q = laju perpindahan panas A = luas permukaan  = tetapan Stefan boltzman T1.T2 = temperatur permukaan Gabungan Konduksi. Konveksi & Radiasi Universitas Sumatera Utara . diperhitungkan sebagai panas. Setiap benda-benda terus-menerus memancarkan foton secara serampangan didalam arah.Prinsip Perpindahan kalor Secara Konveksi Panas yang dipindahkan pada peristiwa konveksi dapat berupa panas laten dan panas sensible. Persamaan Dasar Radiasi : q =  A (T1 4 . dan energi netto yang dipindahkan oleh foton tersebut. Panas laten adalah panas yang menyertai proses perubahan fasa. c.waktu.

Penguapan ini terjadi karena kandungan air diudara mempunyai kelembapan yang cukup rendah. Dan Radiasi 2. akibat penambahan (perpindahan) energi panas terjadilah proses penguapan air dari dalam bahan ke permukaan bahan atau proses perubahan fasa cair menjadi fasa uap. Proses perpindahan panas. Kedua proses tersebut diatas dilakukan dengan cara menurunkan Kelembapan relatif udara dengan mengalirkan udara panas disekeliling bahan sehingga tekanan uap air bahan lebih besar dari tekanan uap air di udara sekeliling Universitas Sumatera Utara . Konduksi.                  Gambar 2.9 Proses Perpindahan Panas Konveksi Alamiah dan Peralatan Pengering Prinsip dasar proses pengeringan adalah terjadinya pengurangan kadar air atau penguapan kadar air oleh udara karena perbedaan kandungan uap air antara udara sekeliling dan bahan yang dikeringkan. Pada saat proses pengeringan.7 Gabungan Konveksi. proses perpindahan massa uap air atau pengalihan kelembapan dari permukaan bahan kesekeliling udara. akan berlangsung beberapa proses yaitu: Proses perpindahan massa.

Karena adanya perbedaan temperatur antara ruang pembakaran dengan lemari pengering. maka terjadi perpindahan panas konveksi alamiah didalam alat pengering. maka perpindahan panas Universitas Sumatera Utara . Udara panas didalam lemari pengering mempunyai densitas yang lebih kecil dari udara panas diruang pembakaran sehingga terjadi aliran udara. Salah satu segi analisa yang paling penting adalah mengetahui apakah aliran fluida tersebut laminar atau turbulen. dengan masingmasing partikel fluida mengikuti lintasan yang lancar serta malar (kontiniu). Bila suatu fluida mengalir secrara laminar sepanjang suatu permukaan yang mempunyai suhu berbeda dengan suhu fluida.perbedaan tekanan ini meneyebabkan terjadinya aliran uap air dari bahan keudara luar. Dalam aliran laminar. Sebagai kebalikan dari gerakan laminar. Untuk meningkatkan perbedaantekanan udara antara permukaan bahan dengan udara sekelilingnya dapat dilakukan dengan memanaskan udara yang dihembuskan ke bahan. aliran dari garis aliran (streamline) bergerak dalam lapisan-lapisan. Kedua jenis aliran ini memberikan pengaruh yang besar terhadap perpindahan panas konveksi. Energi panas yang berasal dari hasil pembakaran menyebabkan naiknya temperature ruang pembakaran. Partikel fluida tersebut tetap pada urutan yang teratur tanpa saling mendahului. Makin panas udara yang dihembuskan mengelilingi bahan. gerakan partikel fluida dalam aliran turbulen berbentuk zig-zag dan tidak teratur. maka banyak pula uap air yang dapat di ttarik oleh udara panas pengering.bahan yang di keringkan. Cara perpindahan panas konveksi erat kaitannya dengan gerakan atau aliran fluida.

A. Karena itu. Setelah kiat melakukan neraca energi terhadap sistem aliran itu. diperlukan neraca energi disamping analisis dinamika fluida dan analisi lapisan batas yang terjadi.Dt Pada sistem konveksi bebas dikenal suatu variable tak berdimensi baru yang sangat penting dalam penyelesaian semua persoalan konveksi alami. kenaikan laju pencampuran ( turbulensi ) akan juga menaikkan laju perpindahan panas dengan cara konveksi Untuk menganalisa distribusi temperatur dan laju perpindahan panas pada peralatan pngeringan. dan kita tentukan pengaruh aliran itu tehadap beda temperatur dalam fluida maka distribusi temperature dan laju perpindahan panas dari permukaan yang dipanaskan ke fluida yang ada diatasnya dapat diketahui. Keseimbangan energi panas dapat dilihat dalam rumusan berikut: Qudout = mudCpdT = Qin = mairLHair Perpindahn panas konveksi dinyatakan dalm bentuk: Qkonveksi = hc. Partikel-partikel iniberperan sebagai pembawa energy dan memindahkan energi dengan cara bercampur dengan partikel fluida tersebut. Sebaliknya dalam aliran turbulen mekanisme konduksi diubah dan dibantu oleh banyak sekali pusaran-pusaran (eddies) yang membawa gumpalan fluida melintasi garis aliran.terjadi dengan konduksi molekulardalam fluida maupun bidang antara (interface) fluida dan permukaan. yaitu angka Grashof Gr yang peranannya sama dengan peranan angka Reynolds dalam Universitas Sumatera Utara .

sistem konveksi paksa. Koefisien perpindahan panas konveksi bebas rata-rata untuk berbagai situasi dapat dinyatakan dalam bentuk fungsi: = C (GrƒPrƒ)m ƒ dimana subscrip f menunjukkan bahwa semua sifat-sifat fisik harus di evaluasi pada suhu film. Grƒ = g . β = 1/T. Tƒ = T  Tw 2 Produk perkalian antara angka grashof dan angka prandtl disebut angka Rayleigh: Ra = Gr . (Tw  T) L3 v2 Dimana koefisien muai volume β untuk gas ideal. Pr Universitas Sumatera Utara . didefinisikan sebagai perbandingan antara gaya apung dengan gaya viskositas di dalam sistem aliran konveksi alami.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful