Catatan Harian Seorang Penghulu

Penataran “Mengapa Pak? Mengapa anak saya tidak bisa menjadi wali untuk adik perempuannya?

” tanya wanita itu sambil mengusap air mata dengan jari-jarinya. Saya tercekat tak bisa langsung menjawab. Pertanyaan seperti inilah yang sering membungkam mulut saya. Saya tak kuasa memberi penjelasan yang tegas atau keterangan yang pasti. Wanita itu datang seorang diri ke KUA. Tidak ada yang menemaninya. Tidak orangtuanya, tidak pula kakak, atau pun calon suaminya. Ia turun dari motor tukang ojek dengan kepala tertunduk. Pakaiannya sangat sederhana, kaos pendek berkerah, dan celana jins yang usang. Wajahnya tampak sunyi, tanpa emosi, tanpa senyuman, seperrti ladang yang lama tak diguyur hujan. Dengan langkah gontai ia berjalan memasuki kantor. Tanpa berkata-kata, tanpa salam, dan tanpa melihat kiri kanan, ia langsung duduk di kursi tamu. Ia tertunduk diam, sementara tangannya memegangi sepucuk amplop coklat yang telah lusuh dan sobek. Tatapan matanya kosong. Seorang staf kantor mendekatinya dan menanyakan maksud kedatangannya. Ia berkata pelan, “Pak Ketib1 minta saya datang ke sini.” Saya langsung paham. Ia mau mengikuti penataran calon pengantin yang biasa dilakukan di KUA beberapa hari sebelum pelaksanaan akad nikah. Saya segera mendekatinya dan menyiapkan berkas-berkas persyaratan nikahnya. Lalu saya meminta gadis itu mengikuti saya ke ruang penataran. Sebenarnya bukan benar-benar ruang penataran, melainkan ruang kerja penghulu. Jika hanya ada satu atau dua pasang pengantin, penataran sering digelar di ruang penghulu. Ia bangkit berdiri lalu berjalan di belakang saya. Tanpa suara. Kami masuki sebuah ruangan yang sempit dan pengap. Hanya ada dua buah meja dan beberapa kursi di ruangan itu. Cuaca yang cukup panas semakin membuat suasana di ruang itu tidak nyaman. Saya duduk di belakang meja dan mempersilahkan gadis itu duduk. Gadis itu tetap diam tanpa kata-kata. Wajahnya kini terlihat muram dan berduka. Kepalanya tertunduk dan kedua tangannya memegang erat amplop coklat yang terlihat semakin usang dan keriput. Seperti biasa, saya langsung memeriksa berkas-berkas persyaratan nikahnya. Sering kali muncul masalah berkaitan dengan asal-usul, nama, dan tanggal lahir pengantin yang mereka keluhkan setelah buku kutipan akta nikah mereka terima. Ada yang mengeluhkan kesalahan huruf pada namanya atau kesalahan tanggal lahirnya. Karena itulah kami tekankan agar setiap calon pengantin datang langsung ke KUA untuk mencocokkan segala bentuk administrasi sehingga tidak ada kesalahan dan keluhan di kemudian hari. Birokrasi memang rumit, perbedaan satu huruf pada akta kelahiran dan akta nikah bisa menggagalkan seseorang dapat gaji atau pensiun. Itulah administrasi. Ruwet dan kadang-kadang memuakkan. Namun, kata yang enggak jelas asal-usulnya itu, entah dari para meneer Belanda atau para bule Inggris, memiliki kesaktian luar biasa.2 Ketika seseorang mengatakan, “Administrasinya Pak?” serta merta ia akan mendapatkan uang dari orang yang ditanya. Bahkan, lebih hebat lagi, kita cukup menyebut akronimnya, “a-d-m Pak,” dan tanpa menunggu lama, uang atau amplop berisi uang telah
1

Di beberapa daerah, sebutan untuk ini dikenal dengan nama lain, seperti Lebay atau Amil—petugas di tingkat kelurahan atau desa yang biasa menangani pernikahan atau kematian. 2 Konon kata administrasi berasal dari bahasa Latin Abad Pertengahan, administrat, administrare, yang berarti melayani dan mengelola.

1

berpindah tangan. Itulah kesaktian a-d-m. Meminjam kata-kata Barthes, kata yang sederhana ini mengandung lapis-lapis makna yang sangat banyak dan luas. Ia bisa berarti sehelai kertas, sepucuk surat, uang, persyaratan, rezeki, dan lain-lain. Setiap orang dapat menggali makna untuk kata itu sekehendak hatinya. Bisa jadi kelak, kata itu akan berarti kematian atau kehidupan. Nama calon suami gadis itu Marjuki, berasal dari kabupaten yang sama dengan calon istrinya. Pada kolom pekerjaan tak tertera apa pun, hanya sebuah garis pendek. Tanda itu bisa berarti apa saja, tetapi biasanya mengandung makna konotasi yang jelas: Marjuki tidak punya pekerjaan, alias pengangguran. Dan nama gadis itu, pengantin yang muram dan berduka, Neneng Juleha. Mungkin kalau ia lahir di Arab, namanya akan berbunyi “Zulaykhâ”—dengan akhiran huruf khâ seperti nama pecinta Yusuf. Sama dengan calon suaminya, tak ada sepenggal pun kata pada kolom pekerjaan. Jadi, sangat mungkin ia pun pengangguran. Dan seperti calon suaminya, pendidikan terakhirnya hanya sekolah dasar (S1). Dan pada kolom orang tua Neneng tercantum alamat yang berbeda dengan alamatnya. Jadi, ia dan bapaknya tidak tinggal serumah. Kelak saya tahu bahwa ia tinggal bersama bapak angkatnya. Ibunya telah meninggal, sedangkan bapaknya sudah menikah lagi dan tak mampu menafkahi anak tertuanya itu sehingga menitipkannya kepada saudaranya. Sejak kecil ia tinggal bersama orangtua angkatnya itu. Saya pikir, bukan karena saudaranya itu lebih kaya, tetapi karena ibunya lebih miskin sehingga saudaranya itu mau menerima Neneng sebagai anak angkatnya. Anda tak perlu merasa kaya untuk punya anak angkat. Cukup dengan merasa lebih kaya dibanding orang lain, Anda bisa dapatkan banyak anak. Namun, sangat jarang orang yang mau merasa kaya untuk urusan seperti ini. Neneng Juleha tak banyak bicara. Ia tetap muram dan berduka. Ia hanya menjawab seperlunya setiap pertanyaan saya. Sering kali ia hanya mengangguk atau menggelengkan kepala. Urusan administrasi persyaratan beres. Kini tinggal penataran. Seperti kata administrasi, kata ini pun tak jelas asal-usul dan juntrungan maknanya. Kata ini pilih kasih. Ia tidak dapat menerima semua bentuk awalan dan akhiran. Anda tidak akan mendengar seseorang berkata, “Ia sedang menatari anaknya” atau, “Ia sedang menatarkan anaknya kepada seorang kyai”, dan lain-lain. Kata ini lahir begitu saja dengan awalan atau akhiran, atau keduanya—ditatar, menatar, dan penataran. Ia lahir begitu saja tanpa ayah atau ibu. Tak pernah kita dengar seseorang menyebutkan kata “tatar” kecuali disandingkan dengan nama tempat—seperti “tatar Sunda” atau “tatar Kuningan”. Selayaknya “administrasi”, juntrungan maknanya pun tak jelas. Jika dilekati akhiran “an”, maknanya akan jauh berbeda dengan makna penataran. Lebih dari satu dasawarsa yang lampau, kata ini lebih sakti daripada kata administrasi. Seseorang bisa tak lulus sekolah, tak bisa jadi pegawai negeri, tak dapat mengajar, dan bahkan bisa dipenjara jika salah memperlakukan kata ini. Setidak jelas makna katanya, penataran calon pengantin pun tidak jelas juntrungannya. Sejatinya, kegiatan itu dilakukan agar setiap calon pengantin bisa menghadapi dan menjalani kehidupan rumah tangga dengan lebih baik dan lebih sejahtera. Namun, tujuan itu terlampau luhur dan absurd, karena mereka hanya mendapatkan beberapa menit perjumpaan dengan si penatar. 2

Bagaimanapun, saya harus melakukan penataran. Ini menyangkut urusan administrasi, birokrasi, dan harga diri. Tentu saja. Harga diri seorang penghulu di antaranya melakukan penataran calon pengantin. Harga diri seorang guru adalah menggurui, bukan hanya datang dan mendiskusikan acara tivi atau angka kredit sertifikasi dengan teman-teman gurunya; harga diri seorang wartawan adalah mewartakan, bukan mengancam atau bersilaturahmi. Untuk itulah kami, penghulu, digaji oleh negara. Demi harga diri! Karena itulah saya kembali menghadapi Neneng Juleha kekasih Marjuki ini untuk memberikan tataran kepadanya mengenai berbagai aspek kehidupan rumah tangga. Nah, di sinilah sering muncul masalah. Kehidupan rumah tangga adalah sebentuk kehidupan yang rumit dan luas cakupannya. Ia meliputi persoalan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan. IPOLEKSOSBUDHANKAM-X. Huruf ex adalah akronim untuk seks. Ya, urusan terakhir itu sangat penting, bahkan sering kali menjadi sebab kehancuran rumah tangga. Tetapi entah mengapa pemerintah Orde Baru tidak memasukkannya dalam penataran. Seharusnya, selain ipoleksosbudhankam, mereka juga menyertakan pelajaran biologis—bukan biologi—atau seks, yang disingkat X, dengan beberapa tingkatan X, XX, dan XXX. Penatar harus mampu menyampaikan semua pelajaran itu, karena memang semuanya berpengaruh terhadap keberlangsungan rumah tangga. Tidak mustahil, sepasang suami istri bercerai karena SBY tidak terpilih sebagai presiden. Fakta membuktikan, banyak pasangan yang bercerai karena tidak terpilih menjadi anggota legislatif. Lebih tragis lagi, banyak orang yang bunuh diri karena salah satu pasangan tak jadi anggota DPR. Ada pula yang bercerai karena beda partai atau beda afiliasi calon bupati. Karena itu, pengantin butuh pelajaran politik. Tidak jarang, seorang wanita marah-marah kepada suaminya karena ia malas ikut gotong royong membersihkan got; atau seorang laki-laki memarahi istrinya karena kebanyakan ikut arisan. Karenanya, pengantin butuh pelajaran sosial. Sering diberitakan seorang ibu gantung diri atau gantung bayi karena dihimpit persoalan ekonomi. Maka, setiap calon pengantin harus dibekali pelajaran ekonomi, mikro maupun makro. Ada pula pasangan yang saling lempar piring karena masakan yang dingin dan tidak enak. Karena itulah dibutuhkan keahlian memasak. Banyak pula karena perbedaan budaya atau ideologi, suami istri saling cakar dan saling banting. Semuanya penting. Semuanya berkaitan dengan kehidupan pernikahan. Dan yang lebih penting adalah pelajaran X. Karena urusan inilah banyak orang yang mengkhianati pasangannya dan berselingkuh dengan orang lain. Karena urusan inilah banyak ginekolog yang jadi pesohor; banyak penerbit yang bisa tetap hidup karena menerbitkan Kamasutra Arab, Kamasutra Cina, atau Kamasutra Bule. Mungkin yang tidak akan muncul hanya Kamasutra Sunda, karena budaya Sunda yang cenderung introvert dan sangat menabukan urusan X, atau karena terlalu banyak basabasi. Itulah rumitnya kehidupan rumah tangga. Para calon pengantin juga harus belajar bagaimana melempar, membidik, menahan pukulan, dan lain-lain. Kendalanya, pertemuan antara penatar dan petatar hanya berlangsung dalam waktu yang sangat singkat. Kesibukan para calon pengantin, kemalasan petugas, jarak yang cukup jauh antara tempat tinggal pengantin dan KUA, dan sebab-sebab lain menjadi kendala yang menghalangi intensitas perjumpaan antara penatar dan petatar. Mungkin akan lain ceritanya jika penataran pengantin diatur dengan regulasi yang ketat seperti Penataran P-4, dan dibagi ke dalam beberapa tingkatan: pertama, muda, madya, dan 3

pembina. Setiap pengantin yang sudah mengikuti penataran tingkat madya bisa menatar pengantin pemula, dan seterusnya... untunglah tak pernah ada regulasi seperti itu sehingga para calon pengantin tidak wajib datang ke KUA dan para penghulu seperti saya bisa berleha-leha, ngopi, baca koran, main solitaire, dan menulis catatan harian. Para kepala KUA bisa bersantai di kursi putar sambil menghitung setoran. Tak terbayangkan, betapa sibuk kami jika penataran pengantin diatur sedemikian rupa seperti P-4, dilengkapi dengan berbagai perangkat, media, alat ajar, dan lain-lain. Ditambah lagi dengan tugas lapangan, observasi, dan lain-lain. Sungguh ajaib, Penataran P-4 bisa bertahan sedemikian lama dengan segala kerumitannya. Atas prestasinya mengabadikan penataran, sepertinya mantan Presiden Soeharto layak mendapat penghargaan Kalpataru. Huh. Karena kendala itulah banyak calon pengantin yang tidak datang ke KUA untuk mengikuti penataran calon pengantin. Dan jika ada yang berbaik hati datang, mereka hanya akan mendapatkan waktu perjumpaan yang singkat, setengah atau paling lama dua jam. Ngapain lama-lama? Tidak ada Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk kegiatan itu. Andai saja ada celah korupsi dalam bidang penataran pengantin, tentu kegiatan ini akan lebih semarak, dan para penghulu akan lebih bergairah menatar para calon pengantin. Namun, seperti itulah kenyataannya. Tak banyak waktu perjumpaan antara kami dan para calon pengantin. Di sinilah dibutuhkan kejelian, kepintaran, dan muslihat untuk menentukan aspek apa sajakah dari ipoleksosbudhankam-x itu yang harus diutamakan. Perbedaan latar belakang sosial, budaya, ekonomi, dan pendidikan setiap calon pengantin meniscayakan setiap petugas untuk cerdas memilah dan cerdik memilih. Agak kurang pas seandainya pengantin yang keluaran SD, bekerja sebagai buruh tani, dan tinggal di pinggiran hutan kita suguhi materi tentang budaya metroseksual atau komunikasi interpersonal. Pada tahap inilah diperlukan kecerdikan untuk menelisik latar belakang sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, dan agama calon pengantin. Biasanya, ketika seorang atau sepasang calon pengantin datang untuk mendaftar atau mengikuti penataran, saya akan berlaku bak detektif. Saya akan perhatikan pakaiannya, kendaraan yang dibawanya, tingkah lakunya, juga tutur kata dan gaya bicaranya. Kadang-kadang dengan melihat sekilas pada raut muka dan pandangannya, saya bisa menebak sifat mereka, apakah pendiam, pemarah, ekstrovert, introvert, dan lain-lain. Mata adalah jendela hati, demikian kata Imam Ali ibn Abu Thalib. Lihatlah matanya, kita akan menyaksikan penderitaan, amarah, kebencian, kebahagiaan, dendam, partai pilihannya, gaya hubungan seks yang paling disukainya, dan lain-lain. Saat jendela terbuka, kita akan mengetahui isi rumah. Barulah setelah membuka jendela, saya akan memilah materi apa yang layak untuk disampaikan kepadanya. Saya pikir, penataran macam apa pun, kecuali P-4, tidak akan berbekas lama dalam pikiran seseorang, dan tidak akan pernah menjadi rujukan ketika ia hadapi suatu permasalahan dalam hidupnya. Saat seorang suami marah dan menampar istrinya karena salah menyeterika baju, misalnya, ia tidak akan mengingat apa yang dulu dikatakan penghulu agar selalu bersikap sabar, tabah, dan menyayangi istri. Atau, saat seorang istri murka, melempar piring, gelas, atau kompor—yang terakhir ini jarang terjadi—karena melihat suaminya membonceng bekas pacarnya dulu, ia pun tidak akan teringat pada wejangan penghulu yang menasihatinya agar bersabar dan memperlakukan suami dengan baik. 4

Itulah target maksimal saya dalam melakukan penataran: pengantin merasa ada seseorang yang mau mendengar dan menjaga rahasia mereka. padahal baru beberapa tahun berlalu. ada di antara calon pengantin itu yang tidak segan datang ke KUA. dan dekat dengan sumber air. Di sinilah. Dan alhamdulilah. Benar-benar saya melakukannya karena takdir telah menetapkan saya menjadi penghulu. Saya menganggap setiap calon pengantin yang datang ke KUA sebagai sahabat atau keluarga dekat sehingga mereka tak sungkan-sungkan bertutur tentang diri mereka. tetapi kepada petugas KUA karena merasa rahasia mereka akan terjaga. Atau setelah jauh melangkah. selama beberapa tahun berkarir sebagai penghulu. dan berbagai hal lainnya. Target maksimalnya. sekali lagi. diperlukan kejelian untuk memahami kondisi kejiwaan seseorang yang kita hadapi. Kita bagaikan berjalan menuju Kota Bahagia tetapi harus melewati hutan belantara. Salah satu di antaranya adalah pasangan yang istrinya seorang mualaf. dan kebencian akan terpatri selamanya di dalam hati. 5 . dan waktu serta materi ujiannya telah ditentukan. sebagai penghulu. setidaknya ada tiga pasang calon pengantin yang suka berkunjung atau mencegat saya di perjalanan kemudian menceritakan suka duka kehidupan rumah tangga mereka. saya sendiri tidak ingat lagi. saya berharap apa yang disampaikan akan berbekas setidaknya sehari dua hari di benak para calon pengantin. Saking nikmatnya. tidak ada handbook atau manual untuk menjalani kehidupan rumah tangga. Sekali lagi. menatar para calon pengantin yang datang ke KUA semata-mata untuk menjalankan tugas dan memelihara harga diri. dengan pasangan kita akan menghadapi berbagai macam rintangan dan kesulitan. Sebab. dan harga diri saya terletak di sana. Saya tak pernah mengikuti buku pedoman penataran pra-nikah yang diterbitkan oleh Departemen Agama. saya harus menyampaikan materi tentang hukum dan aturan pernikahan. kita bisa berbicara dan berdiskusi mengenai materi yang benar-benar ia butuhkan. Kita tidak pernah tahu kapan ujian akan datang dan dalam bentuk apa. dalam waktu hanya satu atau paling lama dua jam. terlalu banyak materi yang harus disampaikan dalam waktu yang sangat singkat. sedangkan kata-kata fitnah. permasalahan. Dengan demikian.Sungguh. ada juga pasangan yang begitu memasuki hutan langsung berkemah di tempat yang teduh. Jika kelak menghadapi permasalahan dalam keluarga. jenjang kenaikan kelasnya. Kata-kata tentang kebenaran akan mudah dilupakan. Suaminya sering datang atau menelepon untuk berdiskusi tentang bagaimana membimbing istrinya agar mau beribadah dan menjalankan tugas sebagai istri sesuai dengan ajaran Islam. Kita. ataukah pilihan berganda. mereka robohkan tenda. dan menetap selamanya di tempat itu tidak mau menyeberangi hutan untuk sampai ke kota tujuan. fikih munakahat. Tidak ada handbook untuk membentuk keluarga yang bahagia dan harmonis. apa yang disampaikan penghulu dalam khutbah nikahnya saat saya menikah. Bayangkan. Kehidupan pernikahan tidak seperti sekolahan yang kurikulumnya. essay. kesulitan. Saya. atau perampok. tiba-tiba ada jurang menghadang. Kendati demikian. indah. dan lain-lain. tuduhan. pembinaan keluarga sakinah. atau tebing yang terlampau terjal. mereka tidak menceritakannya kepada orang lain. Namun. Mungkin baru berjalan beberapa langkah kita langsung berhadapan dengan hewan buas. membangun rumah yang permanen. Sedikit pun tak ada obsesi bahwa para calon pengantin akan menempuh kehidupan rumah tangga yang bahagia karena saya telah menatarnya.

6 . dan kesejahteraan keluarga. Dan yang sangat mengagumkan. Saya menetap dan berkemah di kelas satu sambil menikmati semilir angin yang bertiup lembut.keagamaan. tercantum bahwa mereka menyampaikan semua materi itu dalam penataran pengantin. ketika melihat lampiran usulan kenaikan pangkat penghulu. Di antaranya karena urusan penataran inilah selama delapan tahun menjadi pegawai negeri. Benar-benar menakjubkan. semua materi itu bisa mencapai 50 SKS. pangkat dan golongan saya gak naik-naik. dua semester penuh. Jika dikuliahkan.

jangan ini. Pada bagian atas formulir tertera nama dokter pemeriksa dan tempat tugasnya. Gadis yang datang seorang diri tanpa ditemani kekasihnya itu tetap diam selama pemeriksaan syarat-syarat pernikahan dan penataran calon pengantin. yang berwarna merah dan putih. Anda harus membawa surat pemeriksaan kesehatan dari Puskesmas. beberapa hari sebelum berangkat ke Arab Saudi. Pengantin yang datang ke KUA sambil membawa surat dari Puskesmas. Mereka bicara muluk-muluk tentang pentingnya kesehatan bagi para calon pengantin. Semua itu dilakukan demi terciptanya generasi masa depan yang kuat. kemudian meminta sampel urine untuk memeriksa apakah calon pengantin itu sudah hamil atau belum. dan bangsa ini sehat. Jika Anda ingin melaksanakan ibadah haji untuk pemberangkatan tahun berikutnya. anak keturunan kita sehat. semuanya dianggap sehat. jangan itu. — saya tanyakan apakah sudah memeriksakan kesehatannya ke puskesmas? Neneng anggukkan kepala. dll. pemerintah nyaris selalu mencampuri urusan ibadah dan menjadikan kesehatan sebagai persyaratan. Saya membuka amplop coklat keriput itu. Itu hanya untuk mendaftarkan diri. dan tidak kalah dari bangsa lain. Setiap calon pengantin harus membayar enam puluh sembilan ribu rupiah untuk setiap suntikan. dan lembar terakhir berukuran lebih besar. Ia hanya mengangguk atau menggelengkan kepala saat saya tanyakan beberapa pertanyaan. dan ia langsung memberikan amplop yang sedari tadi dipegangnya. Di ujung bagian bawah terrangkai tulisan: “Telah diperiksa dengan teliti atas permintaan sendiri yang menunjukkan: …” Ada beberapa poin di bawah kalimat bertitik dua tersebut. Tidak hanya dalam urusan nikah. 7 . betapa banyak kebohongan yang kami lakukan untuk beribadah kepada-Mu. agar kita sehat. Lalu saya tanyakan surat tembusan dari puskesmas. pintar. Anda kembali harus memeriksakan kesehatan. Nanti. Apa sebab? Karena puskesmas hanya menyuntikkan semacam cairan vaksin anti tetanus yang sering disebut dengan akronim TT1 dan TT2. Dalam semua lembar kertas yang kami terima. tidak ada seorang pun yang gagal melaksanakan akad nikah karena sakit asma atau kanker. Di dalamnya ada tiga lembar kertas. sepengetahuan saya selama menjabat karir sebagai tukang menjepret berkas persyaratan nikah dan penulis buku kutipan akta nikah. tidak ada seorang pun yang dikatakan sakit. kali ini ditambah keharusan menyuntikkan serum dari substraksi minyak babi —katanya sih sekarang mah udah diganti dengan substraksi minyak onta—ke dalam tubuh Anda. Usai memeriksa semua berkas persyaratan dan menyampaikan sedikit we-jangan —karena isinya lebih banyak berupa larangan: jangan anu. Beberapa tetes cairan itu harganya lumayan mahal. Ia tidak berkata-kata. lalu di bawahnya tertera nama Neneng Juleha. 2 Nikah vs Zinah 1 Kita kembali ke Neneng Juleha kekasih Marjuki bin Kasmad. Ia terus menundukkan kepala sambil mempermainkan amplop coklat lusuh di tangannya. Semuanya itu dilakukan demi kepentingan kita semua. Namun. Sungguh cita-cita yang mulia. Jadi. kualitas hubungan kita dengan Tuhan tidak bisa dilepaskan dari keridaan Departemen Kesehatan.Catatan Harian No. Dua lembar formulir ukuran A-5. Inilah fungsi lain pemerintah: mengharuskan setiap orang yang ingin menikah untuk memeriksakan kesehatan. Ya Allah.

Mereka beralasan masih bekerja di Jakarta dan tidak dapat pulang untuk menjalani pemeriksaan. dan bahwa hidung adalah jendela ingus. kembali saya berkata. Saya membiarkannya sejenak. Saya mencoba membangunkan Neneng Juleha dari tafakurnya yang sangat khusyuk. PH. Karena itu. kalau benar tolong katakan iya atau anggukkan kepala dan kalau tidak gelengkan kepala atau katakan tidak.. seukuran f-4. demi hukum. berat badan. Di depan nilai plus itu tertera tulisan “( ±12 mgg. Lalu terdengar suara. reduksa. test kehamilan. HB darah. saya harus mendapat jawaban yang pasti. kadang-kadang ada pengantin yang enggan diperiksa di Puskesmas karena menyadari bahwa dirinya telah berbadan dua. Namun. dan blood/sang. Marjukilah yang menghamili Neneng.Ini belum seberapa. kalimat ini pun sepertinya salah dipilih). protein. serta test kehamilan. Saya bilang kepadanya. sediman. dua belas minggu. Kami tidak bisa mencatat dan menyetujui pernikahan Neneng jika yang menghamili bukan Marjuki bin Kasmad.” Tangisannya reda.. bensidin.)” yang berarti usia kehamilannya kurang lebih 12 minggu. Tidak ada laki-laki lain yang pernah singgah di hatiku atau di atas pahaku. justru nilai plus itulah yang membuat Neneng terus tepekur sejak memasuki KUA. leucosit. Ini semata-mata urusan hukum. Pelajar mana pun tidak mau mendapatkan nilai minus (-). petugas puskesmas hanya mengisi kolom tinggi dan berat badan. “Jadi. Para pembuat sinetron itu tak tahu bahwa mata adalah jendela hati. “Enggak. urobilin. Tetapi jika yang menghamili Neneng adalah Marjuki. disertai anggukan 8 . bahkan ia mendapatkan nilai plus (+) pada kolom test kehamilan.” Neneng tidak menunjukkan reaksi apa-apa.. saya ingin memastikan apakah yang menghamilimu itu Marjuki bin Kasmad atau orang lain sebab. Mereka ini biasanya memberikan uang lebih ke Puskesmas dan meminta surat keterangan dari institusi tersebut tanpa perlu mendatanginya. saya terus bicara. Ada pula yang membawa dulu surat keterangan dari Puskesmas. kami menerima pendaftaranmu dan pernikahanmu akan tetap dilaksanakan. ia tak hanya meneteskan air mata. nitrit. Persis seperti adegan-adegan sinema Indonesia yang selalu membodohi penonton dengan menyuarakan apa yang sedang dipikirkan pelaku sinetron. glucosa. berubah sedikit. “Hanya dia seorang yang aku cintai dan mencintaiku. Pada lembar yang lebih besar.. Tetapi. tertera kolom-kolom detil pemeriksaan yang meliputi tinggi badan. meski mulut Neneng tak mengeluarkan kata-kata. BTA. bilirubin. Setelah tangisannya agak reda. Neng. “Pertama. ketons. Saya tahu. kemudian dengan berbagai cara mengubah keterangan yang diterakan di surat tersebut. tetapi menangis keras.. lalu garis bibirnya yang sedari tadi lurus semata. “Lembar pemeriksaan ini menunjukkan bahwa kamu sedang hamil.” ternyata suara itu hanya bergema dalam pikiran saya. Apakah benar orang yang menghamilimu itu Marjuki bin Kasmad?” Sesaat bola mata Neneng Juleha berputar dan bersirobok dengan bola mata saya. Meskipun wajahnya menghadap lurus ke wajah saya. menafsirkan pandangan matanya yang langsung berhadapan dengan muka saya tetapi tidak memandang saya. Entah karena tidak memahami arti kata-kata bule itu atau karena malas.” suara saya sontak tersekat karena tiba-tiba Neneng Juleha meraung keras. Surat pemeriksaan atas nama Neneng Juleha itu menunjukkan bahwa kesehatannya baik. golongan darah. saya gak berpikir bahwa kamu wanita nakal yang mungkin dijelajahi beberapa laki-laki (setelah dipikirkan. tatapannya tetap kosong. Rupanya saya salah memilih kalimat.

Saya mencoba lebih menohok. yang menikahkannya adalah wali hakim. suamimu. janin yang sedang kaukandung merupakan tanggung jawab bapaknya. Saya kembali mencoba menghiburnya. Saya ingin memanggilnya dengan panggilan yang tidak pernah ia dengar sebelumnya. 9 . lepaskanlah prasangka sinetronis seperti itu. demi harga diri sebagai penghulu. seorang anak lahir di dalam nikah. Salah kalau ada orang yang bilang ‘anak lahir di luar nikah’. pernikahan tetap bisa dilakukan asalkan dengan orang yang menghamilimu. tetapi menurut hukum Islam. melainkan kepala KUA atau penghulu. Entah. Kali ini Neneng lebih cepat menjawab. Sisi kepala saya yang bengal itu tak mau diam. termasuk di antaranya kepala KUA sebagai wakil sulthon. Ia tidak punya hak untuk menikahkannya. Ia gelengkapn kepala disertai tatapan mata yang cukup tajam menusuk. “Jadi Neng. Mau tak mau. tetapi segera saya tepis pikiran itu.” Sisi kepala saya yang lain tiba-tiba bersuara. Ia tidak bisa disebut Saleha binti Marzuki. penjelasan saya dianggapnya tidak aneh. “Kelak. Mungkin pertanyaan itu tetap membuatnya terluka. Jangan-jangan ia dihamili oleh ayah angkatnya dan karena kepentingan harga diri ia dipaksa kawin dengan seorang laki-laki. Karenanya. dia adalah anak Marjuki. Dasar penghulu lebay. nama bapaknya tidak boleh disebutkan. Seseorang tidak bisa dan tidak boleh memikul tanggung jawab atas sperma orang lain. Sangat jarang kasus seperti itu. ngomong apa sih? Mungkin karena ia sendiri sering melihat yang melaksanakan ijab-kabul pernikahan bukan bapaknya pengantin perempuan. tidak berhak menjadi walinya. “Secara biologis. Ah. Sebab. Kelak. tak tertafsirkan. dia bukan anak Marjuki. kemudian ada seorang heri (bahasa Sunda untuk hero) yang bersedia menikahinya. jika kamu melahirkan. Jangan-jangan tafsiran saya salah.” Pandangan matanya masih bilang. nanti. jika anak perempuanmu mau menikah. bagaimana jika seorang perempuan diperkosa dan si pemerkosanya melarikan diri. jika kamu melahirkan dan anakmu perempuan maka ayahnya. ketika ijab kabul pernikahan anakmu yang perempuan. “Jadi. dua puluh tahun ke depan. “JULEE”. manggil orang kok pake nama bulan. Marjuki bin Kasmad. Jadi sekali lagi. penguasa. pertanyaan saya simpan untuk di-share di facebook. tetapi dibikinnya di luar nikah. kependekan dari Juleha (teringat seorang karib dengan nama tengah July). di masa depan. adakah orang lain yang pernah berhubungan badan dengan Neneng selain Marjuki bin Kasmad?” Saya kembali bertanya. Kini. Kebanyakan yang terjadi. Sisi kepala saya yang lain tak bisa menjawab pertanyaan itu. yaitu Marjuki bin Kasmad tidak punya hak wali atas anakmu itu. jangan-jangan lakon Neneng memang seperti lakon sinetron. orang yang menghamilimulah yang bertanggung jawab atas kehidupan anakmu itu. mungkin seperti itulah makna pandangan matanya jika saya memanggilnya dengan panggilan Julee. “Neng. bolehkah laki-laki itu menikahi perempuan malang itu? Sekali lagi seperti lakon sinetron. Karenanya. Hak itu pindah ke hakim yang mewakili sulthan. saya tiba pada bagian yang sering membekap suara.” kepala Neneng Juleha yang tertunduk tiba-tiba tengadah. tetapi tampaknya ia belum paham benar.” Pandangan matanya semakin gelap. “Kemudian. bukan orang lain.kepala yang cukup mantap. Kepastian pertama sudah didapatkan. meskipun kamu sedang hamil. karena ia dibikin di luar institusi pernikahan. yang wajib mendidik dan menafkahinya. kalau anakmu perempuan. saya harus menyampaikannya.

Pertanyaan seperti itulah yang sering membekap saya. atau anak perempuan adiknya dst. Saya butuh narik nafas panjang berkali-kali untuk menenangkan diri. anak yang lahir dari hasil zina dianggap bi lâ abin—tak punya bapak. .. “Mengapa Pak? Mengapa anak saya tidak bisa menjadi wali untuk adik perempuannya?” ujarnya zambil mengusap air mata. laki-laki maupun perempuan. Dalam hukum fikih. melainkan karena soal ini sudah menjejaki ranah yang sangat sakral: keimanan.Kalau anakmu laki-laki maka anak itu tidak boleh menjadi wali atas adiknya yang perempuan. Kesulitannya bukan karena masalah ini berkaitan dengan ipoleksosbudhankam-x. Itulah kalimat yang mengawali catatan ini. 10 . lalu memutuskan untuk melanjutkan bagian ini pada catatan berikutnya.. Jari-jari saya tergagap saat menuliskan baris-baris ini. Saya sering kesulitan memilih kata-kata untuk memberikan jawaban atas pertanyaan serupa itu. saat itulah terdengar satu-satunya kalimat yang keluar dari bibir Neneng Juleha kekasih Marjuki bin Kasmad sehingga saya tak perlu menafsirkan pandangan matanya. Secara otomatis pula anak laki-laki hasil zina tidak mewarisi hak perwalian dari bapaknya. Detik pertama anak itu dilahirkan. otomatis ia telah terputus dari garis pertaliannya dengan bapak.” Nah..

secara substansial—Neneng Juleha pasti berkerut jika mendengar kata ini—sesungguhnya ada kesamaan antara nikah dan zinah. tanpa pasangan. karena kata itu menggambarkan perasaan tenang dan khusyuk setelah atau ketika melakukan sesuatu. atau enggan memublikasikan karya mereka di media massa karena takut didemo oleh para pendukung agama a-poetik yang tidak pernah mengenal Rolland Barthes. hingga perangkat keras (hardware) seperti aneka buah dan sayur-sayuran. Nikah dan zinah sama-sama menghasilkan perasaan tuma’nînah. ternyata bermunculan penyair-facebookers. masa sih?). atau dua laki-laki dan satu perempuan—trisome. Kata nikah mengandung arti harfiah zawj dan wath’u. tanpa “h”. secara. meliputi perangkat lunak (software) seperti buku. “Tetapi emang bener juga sih. aku tak tahu padanan Indonesia untuk kata transliterasi) yang tepat untuk kata Arab “zinâ” adalah zina. karena ketika para penyair kesulitan memasarkan buku kumpulan puisi. yang artinya berpasangan dan bersenggama (sama kan dengan pengertian zinah. entah satu laki-laki dua perempuan. pengalaman kalee. Dan sepertinya. dan juga kakek-kakek yang berpuisi karena tak bisa menjual diri. Neneng Juleha pasti berkerut lagi. 11 . berpasangan dan bersenggama). Ada pula yang zina segitiga. pada praktiknya. Dalam kajian seksologi. bantal guling.” ujar sebagian pembaca). merenah. Zinah 2 Secara harfiah. kurang lebih sama antara KPK yang di-versus-kan dengan POLISI. gambar. Ini penting. Perasaan seperti itulah yang muncul setelah nikah atau zinah (kalau mendengar atau membaca tulisan ini. Ya. misalnya. sebetulnya transliterasi (Wang. Tetapi memang. tinjauan linguistik. ada orang yang zina berjamaah. Kata tuma’nînah sendiri agak sulit ditemukan padanannya dalam bahasa Indonesia. dua nama yang substansinya sama tetapi praktiknya sering kali berlawanan. Selain itu. dikenal istilah transvestisme. entah itu berupa haiku atau pun balada yang panjang dan membosankan. Nyaris semua orang bikin puisi. Pemilihan kata “zinah” untuk judul ini semata-mata demi mengejar aspek poetik sehingga terdengar ritmis. tak terjumlah lagi remaja yang bikin puisi sambil mengeksplorasi kata-kata dengan ragam emoticon dan akronim yang tak tentu pedomannya. dan lelah. Karena itulah saya pergunakan kata zinah untuk mendampingi kata nikah agar terdengar lebih ritmis dan puitis. Kendati demikian. Semuanya berpuisi. ada nenek berpuisi karena kehilangan keperawanan dan harga diri (gila. Konon para kaisar Romawi sering menggelar acara semisal ini. Banyak pula orang yang berzina sendirian. sesungguhnya kata nikah tak layak di-versuskan dengan kata zinah. yaitu pada efek atau dampak keduanya. Ada bapak rumah tangga atau mantan pejabat yang berpuisi mengenang keindahan masa lalu ketika masih berkuasa. 3 Nikah vs. yaitu kelainan seksual ketika seseorang—kebanyakan laki-laki—mendapatkan kenikmatan seksual dengan mengenakan pakaian lawan jenis.Catatan Harian No. ada ibu rumah tangga yang berpuisi mengenang kebahagiaan bersama-sama suami membuat sambal terasi. aliran zinah seperti inilah yang paling banyak pengikutnya. Bahkan beberapa sekte agama tertentu menjadikan zinah berjamaah sebagai bagian ritual agar mencapai tuhan. Macam-macamlah media yang dipergunakan untuk zina-personal ini. dan juga yang tukar pasangan.

ku Akang dikantunkeun heula. dalam bentuk tulisan. Setiap saat seharusnya hanya Allah yang ada dalam hati kita. atau Nasrani. Hati dan jiwa manusia dalam keadaan suci ketika mereka dilahirkan. Semestinya. kecantikan. Majusi. pezinah disejajarkan dengan musyrik. Maka. dan memesona yang berputar-putar di dalam batok kepala seseorang yang kemudian diejawantahkan dalam bentuk perbuatan senggama dengan seseorang—sejenis atau pun beda jenis kelamin—atau pun dilakukan seorang diri dengan mempergunakan media tertentu. Tentu saja ketika tangan atau mata berzinah. Disebutkan dalam sebuah hadis qudsi bahwa Dia berfirman. melainkan hati dan jiwanya. Di sinilah letak pengharaman zinah—mohon maaf kepada para fukaha dan para alim. biasanya seluruh anggota tubuh lain akan ikut berzinah karena semuanya dikomando oleh pikiran. Dalam Alquran. yang semua itu menyingkirkan Allah dari dalam hati dan pikiran. tanpa bantuan media atau perangkat apa pun seseorang bisa melakukan zinah. bening. Karena itulah kita mengenal zinah mata. Karenanya. hati kita hanya dipenuhi oleh Allah.4 Seorang pezinah dianggap sama dengan orang yang menyekutukan Allah. 12 . dan akhirnya realitas Ilahi. Afiliasi keberagamaan seseorang tergambar dalam hatinya. Sorry Ben. Sebab. melainkan hati dan jiwanya.Jika ditelusuri lebih jauh. belum tentu orang yang berkalung Salib adalah seorang Kristen. belum tentu orang yang mengenakan kaos bertuliskan lafal Allah adalah muslim. perbedaannya hanya terletak pada penempatan huruf yâ. Dan bukan pula jasadnya yang kemudian bisa berubah menjadi Yahudi. karena ia memenuhi hatinya dengan kekotoran. Semestinya pikiran (baca: hati) selalu dalam keadaan bersih. dalam hati mukmin seperti inilah Allah menempat. kata zinah dapat diartikan sebagai suatu tampilan atau perhiasan yang sangat indah. kata zinâ satu akar kata dengan kata zînah yang berarti perhiasan atau sesuatu yang dipergunakan untuk memperindah atau mempercantik. rada beurat yeuh topikna keur ente mah. Jika kedua etimologi itu dipadupadankan. semua anggota tubuh bisa menerjemahkan frame-frame indah dalam pikiran ke dalam perbuatan nyata. cantik. terutama Prof. zinah jempol kaki. Mungkin karena itulah Alquran menyejajarkan seorang pezinah dengan seorang musyrik. antara Zainal Abidin dan Zinal Abidin. Zinah diharamkan karena pikiran dipenuhi fantasi tentang keindahan. Perhatikanlah firman Allah: seorang pezinah (laki-laki) tidak menikahi kecuali seorang pezinah (perempuan) atau seorang musyrikah. zinah tangan. zinah telinga. Maaf Ben. realitas segala di sekitarnya. dan kenikmatan yang fana. topikna rada panas yeuh. atau koruptor. lumayan berat nih temanya untuk kamu. tolong dibetulkan. Bukan tubuhnya yang suci. hanya hati seorang mukmin yang dapat menampungku. “Bumi dan langit tidak dapat menampungku. Adalah hati yang menentukan afiliasi ketuhanan seseorang. (Lihat surat al-Nur ayat kedua dan seterusnya). syirik dikenal sebagai penyimpangan ideologis yang paling parah. satu-satunya dosa yang tidak diampuni adalah dosa syirik—menyekutukan Allah. Sebab. Dan. yang mengatakan bahwa semua manusia dilahirkan dalam keadaan suci. jika simpulan saya ini salah. 3 4 Maaf Neng Julee. menawan. zinah kaki. Afif. Kakanda tinggal dulu karena memasuki topik yang lumayan panas nih. zinah telunjuk. Bahkan. Punten Neng Julee. dan ragam zinah organis lain. tiada cela atau kotoran sehingga bisa memantulkan realitas diri.3 Syariat mengharamkan zinah karena perbuatan itu mengotori pikiran. bukan jasadnya. karena semua anak yang lahir dilumuri najis (darah Jenderal!). Bahkan. atau artis.” Inilah pengertian fithrah dalam hadis Nabi saw.

Merasa kurang puas. selain memuncratkan cairan lendir serupa putih telor. dan ia kembali memasukkan barangnya ke lubang aorta. manusia terus melakukan eksplorasi. masyarakat Barat telah menganggapnya biasa. Kemana-mana mereka membawanya. Bayangkan saja. Hasilnya. ia mengalihkan sumber energi mesinnya dari accu ke instalasi listrik rumah. Karena banyak laki-laki yang seperti itu. Listrik 240 volt mengalir deras tak terbendung dan langsung menyetrum barang laki-laki itu sehingga ia langsung terkapar tanpa sempat berteriak “Yes!” Ada banyak lagi penyimpangan seks yang dilakukan manusia. Hasilnya luarbiasa. Ketika seseorang tuma’ninah dari aktivitas seksual. dalam salah satu episode 1000 ways to die. ada banyak laki-laki yang menikah dengan boneka wanita terbuat dari karet. Zinah diharamkan karena zat adiktif itu mendorong seseorang untuk teruuuuuuuus melakukan hubungan badan. masochisme. Saking banyaknya. Seperti itulah dampak yang dimunculkan zat seksual yang menyerang otak manusia. zat kimia itu langsung bekerja menstimulai otak untuk kembali mengupayakan berbagai cara agar cairan putih bening itu kembali bisa dimuncratkan. Hubungan badan yang dilakukan antara laki-laki dan perempuan. Andai saja substansi zat itu dapat diekstraksi menjadi sesuatu yang benar-benar 5 Maaf kepada anak-anak Akidah Filsafat. Seringai puas terlihat pada wajah si gila itu. karena telah berkali-kali mencobanya. terutama di negerinegeri Barat. Kesamaan lain antara zinah dan nikah adalah karena keduanya sama-sama mengandung zat adiktif berbahaya. eksistensialisme (yang terakhir adalah jenis penyimpangan seksual baru yang menjadikan hubungan seks sebagai hakikat keberadaan manusia—punten ah ka barudak akidah filsafat. Dan di sinilah kegilaannya. Dia membeli jantung sapi yang cukup besar. Satu pasangan. Ada para petualang cinta yang memadukan hubungan seks dengan lompat bangji (bungee jumping). melakukan hubungan seks di atas sebuah jembatan atau tempat yang sangat tinggi. mencari caracara dan media baru untuk memuaskan harta seksualnya. kemudian memasangkan seperangkat mesin sederhana dengan tenaga accu sehingga membuat jantung sapi itu berdegup seperti jantung sapi yang masih hidup. ia benar-benar mencapai klimaks. dan mereka pun melakukan hubungan seks dengan bonekanya. Mereka menghiasi boneka pasangannya itu dengan pakaian dan perhiasan layaknya manusia. Seiring perkembangan zaman. pedofilia. tetapi juga— didorong hasrat ilmiah untuk terus melakukan ujicoba—dengan orang lain agar mendapatkan sensasi yang berbeda. juga memuncratkan semacam zat kimia berbahaya ke dalam pikiran.5). Zat ini pulalah yang melahirkan ragam penyimpangan seksual. Ada beberapa contoh nyata betapa manusia semakin kreatif menemukan pelampiasan hasrat seksual. Foxcrime menayangkan kisah seorang laki-laki sakit jiwa. heureuy. 13 . ini hanya candaan.kesementaraan. Contoh lain. dan kefanaan. Dia memasukkan penisnya ke lubang jantung itu dan merasakan sensasinya. tidak hanya dengan pasangannya yang biasa. masyarakat telah imun dan menganggap penyimpangan itu sebagai hal biasa. Jantung sapi itu berdegup lebih cepat. Rupanya. kegilaan itu belum cukup. ekstremisme. lakilaki dan perempuan. Karena itulah yang layak menikahi pezinah adalah pezinah lain atau musyrik—bukan muslim apalagi mukmin. kemudian saat intercourse mereka lompat dengan tubuh berdempetan satu sama lain. Mungkin penyimpangan jenis ini termasuk jenis fetishisme ekstrim. Apa yang akan saya tuturkan ini bukan rekaan. melainkan kenyataan.

karena dampaknya yang sangat merusakan jiwa manusia. Inilah aspek lain yang menyebabkan syariat mengharamkan zinah. karena tanpa pernikahan. tanpa diketahui siapa yang punya. niscaya ia akan dimasukkan ke dalam zat-zat terlarang (NAFZA-X). dan jelas. air bening kental itu bisa muncrat di mana-mana. rapi. 14 .kasat mata. Zinah menyebabkan ketidakteraturan sosial (chaos). Bagian ini secara khusus akan dielaborasi pada sebuah surat elektronik yang saya kirimkan kepada seorang kawan yang menanyakan tentang pernikahan beda agama. Hubungan badan dilegalkan oleh syariat jika dilakukan dalam institusi pernikahan. Semuanya semata-mata agar terbangun situasi sosial yang teratur.

mungkin karena pelafalannya yang sederhana. Bahkan.Catatan Harian Seorang Penghulu No. pada 15 . Kasihan jika gadis murung itu ditinggalkan berlama-lama. dan banyak hasrat lain yang setiap saat menggedor kepala saya. Kata tobat terlalu mudah diucapkan dan terlalu sering didengar. Ketika Allah memerintahkan. mungkin jauh lebih kotor dari pikiran Neneng Julee sendiri. dan seluruh bagian tubuh lainnya. Hanya saja. karena hak perwalian pindah ke tangan hakim (representasi sulthân—yang direpresentasikan lagi oleh kepala KUA atau pejabat yang lebih tinggi lagi.. atau setidaknya yang radarada jahat. ia tetap khusyuk dalam tafakurnya. hasrat untuk diakui dan dihormati. hasrat ganti mobil butut yang catnya terlihat seperti kusen rumah. Sesekali saya mendengar isaknya yang tertahan. duniawi. 4 Tobat Kita kembali kepada Neneng Juleha kekasih Marjuki bin Kasmad. Hasrat untuk berkuasa. lebih tuma’ninah. hasrat bikin film sendiri. KASI URAIS di tingkat Kabupaten. Broery gitu lho. Pegang teguhlah tali Allah yang kokoh (hablillâh al-matîn). Namun. Selama saya menyampaikan penataran. zinah disejajarkan dengan syirik. atau Kepala Kandepag. dan membuatnya sulit kembali ke fithtrah—kondisi asali. sebagaimana telah diungkapkan di depan. Saya sendiri telah melakukan banyak zinah. hasrat untuk dapat banyak harta. Pikiran dan jiwa saya ini tidak sebening cermin. begitu banyak ragam cairan yang mengotori pikiran saya. Begitu banyak hal dan rupa yang mengaburkan dan semakin menjauhkan saya dari Tuhan. lebih indah. Dan poin terakhir yang agak berat saya sampaikan adalah bahwa ia harus bertobat atas segala kesalahannya dengan mendirikan shalat tobat dan meminta ampunan kepada Allah. hasrat untuk jadi penulis populer. Orang yang berzina dianggap telah menyekutukan Allah karena ia memenuhi pikirannya dengan sesuatu yang kotor. semua itu merupakan zina—fantasi pikiran untuk merasakan sesuatu yang lebih nikmat.). Pertobatan mesti dilakukan karena. saya sirami. atau anak perempuan saudaranya. tubuh dan jiwa saya justru diikat dengan aneka ikatan yang sulit dilepaskan sehingga ikatan tali Allah lepas dan kemudian terlupakan begitu saja. pikiran ini dipenuhi banyak hasrat lain yang semakin mengotori jiwa ini. dengan kaki. dan terlalu sering dikatakan para mubalig. hati. ia dan calon suaminya harus menandatangani surat pernyataan yang mengakui bahwa janin yang dikandungnya adalah anak Marjuki bin Kasmad dan bahwa kelak jika ia melahirkan anak perempuan maka Marjuki tidak boleh menjadi walinya. dst. Saya merasa berat menyampaikan poin terakhir itu karena seakan-akan kalimat itu menohok jantung saya sendiri. Begitu banyak zat adiktif yang terus menstimulasi otak saya untuk berbuat jahat. Dan jika anak yang dilahirkannya adalah laki-laki maka anak tersebut tidak punya hak untuk menjadi wali atas adiknya yang perempuan jika adiknya itu hendak menikah. dengan tangan. dan saya tumbuhkan dalam batok kepala saya. ia sendiri punya hak wali atas anaknya yang perempuan. Sejatinya. oh no! Saya tegaskan bahwa ia tetap bisa melangsungkan pernikahan dengan Marjuki bin Kasmad. tentu saja yang dibikin di dalam institusi pernikahan. dan lebih abadi. dan sementara. Tidak hanya hasrat kepada perempuan.. dst. kepala. Bagian ini terasa berat saya katakan karena saya sendiri berlumur dosa— secara. Jika pikiran Neneng Julee hanya dikotori cairan putih mirip lendir. Begitu banyak benih syirik yang sekian lama saya tanam.

Semua persyaratan telah lengkap. Begitu mudah setiap orang mengatakan dan menganjurkan tobat. dan kelupaan. kata yang sederhana itu sangat sulit dijalani. keinginan. jiwa itu dikotori berbagai macam hasrat. tobat berarti kita harus berjuang agar kembali menjadi fitrah. Dalam keadaan fithrah jiwa manusia menyatu dengan ruh Ilahi. Wajahnya yang sunyi di saat datang pertama kali. memandang sekejap ke arah saya (saat itulah dua pandangan beradu. Neneng Juleha. yang menegaskan bahwa setiap manusia dilahirkan dalam keadaan suci maka tobat adalah upaya terus-terusan. dan tanpa senyuman. pohon yang rindang dan indah di sisi jalan menarik kita untuk meneduh dan melupakan perjalanan. 16 . dan tobat nasional. seorang gadis cantik melambaikan tangan mengajak kita menepi dan berteduh di bawah kelopak matanya yang lembut.momen-momen tertentu.” penggalan terakhir hanya terucap dalam pikiran saya. yang menambah job para kyai. tobat regional (provinsi). Namun. kata tobat (tâba-yatûbutawbah) berarti kembali atau pulang. Tingkatan itu disesuaikan dengan jamaah yang hadir dan pejabat serta muballig yang memimpin pertobatan. pertobatan menjadi komoditas politik untuk menarik massa. perempuan dengan kaos berkerah pendek dan celana jeans usang. para kyai itu mendapat order memimpin pertobatan jamaah. penyimpangan. mencoba membuat sketsa pada selembar cermin yang kotor penuh debu dan telah dipenuhi gambar aneka warna. jalan pulang menuju realitas Ilahi yang mahasuci. Secara harfiah. lalu berbalik pergi. tanpa jeda. Karena itulah kita mengenal beberapa tingkatan tobat. “Neng. karena keduanya sama-sama suci. Jika saat dilahirkan kita dalam keadaan fitrah. Padahal. Semestinya setiap saat kita bisa kembali ke jalan Allah. Kembali pada hadis fithrah di atas. Ketika negeri ini banyak dilanda bencana. jutaan pikiran melayang. Kalau kita sedang berjalan di jalan besar kemudian menemui persimpangan dan kita salah mengambil jalan maka kita harus kembali ke jalan utama agar sampai ke tempat tujuan. untuk kemudian menikah. aneka warna. tanpa lelah. Kamu bisa bertobat. Saya khusyuk dalam tafakur. kamu bisa menikah. Mungkin saat kita berjalan. tetap sunyi ketika ia beranjak pulang. dan tanpa bosan untuk mengembalikan jiwa ke dalam keadaan fithrah. dan muncrat lagi. Kadang-kadang ada juga proyek pertobatan. Amplop coklat kucel terjatuh di ambang pintu. seperti tobat lokal (setingkat kabupaten). tanpa salam. pemandangan. Begitu banyak hal yang membetot dan menggoda kita agar menjauhi jalan utama—jalan keselamatan. Setelah dilahirkan ke dunia. kekasih Marjuki bin Kasmad. dan pengalaman hidup telah mengaburkan pandangan kita sehingga kita sulit mencari jalan kembali. ke maqam fithrah. Atau mungkin. Penguasa menggelontorkan dana APBN atau APBD untuk menggelar ritual penyucin diri semacam itu. Tobat adalah hasrat yang disertai tindak untuk kembali ke jalan utama—jalan keselamatan. frame-frame peristiwa bertebaran silih berganti—ngawawaas ieu mah). Tobat merupakan perjuangan untuk mengembalikan jiwa ke dalam keadaannya yang suci dan fithrah. Itulah pengertian tobat.

Lima belas kilometer perjalanan dari rumah ke kantor harus ditempuh setiap hari. Padarama. “Mengapa enggak boncengan saja?” saya bertanya. bekerja. hari ini saya harus berangkat lebih pagi. Setelah lima menit perjalanan. yang bisa menyiasati segala cuaca tak memedulikan terik matahari yang menyengat. Saya baru saja pulang menghadiri sebuah acara pernikahan melalui perjalanan yang panjang. mereka terus melakukan aktivitas. bukan berasal dari bahasa Indoensia yang cenderung berkonotasi matre suka-dana) kami bergerak menuju desa tetangga. Masing-masing membawa satu motor. saya langsung bergerak menuju medan perjuangan. tidak yang melata. di tengah cuaca seperti apa pun. ada tiga prajurit kavaleri yang siap bertempur. sambil membetulkan pecinya yang miring ke kanan. “Saya tidak hapal jalan pintasnya Pak. atau di tempat lain disebut amil. dengan daun-daun yang rontok semua. memasuki jalan sawah dengan lebar kurang dari setengah meter. dan beranak pinak. tim penjemput sudah menunggu. “Lalu kenapa bawa ojek segala?” tanya saya kepada Ketib. Kapan pun. yang terbang. Kami segera berangkat.Catatan Harian No. Dari kantor saya harus bersepedamotor delapan kilometer ke arah desa Sukadana. Pada beberapa bagian kami harus turun dari kendaraan karena melewati selokan kecil dengan sepotong batu pipih untuk menyeberang. Tak peduli di tengah guyuran hujan atau pun di bawah terik matahari. hewan berakal ini tidak mengenal musim kawin. dan tidur. persis seperti seorang komandan peleton memberi isyarat untuk bergerak perlahan menuju sarang musuh. termasuk peci. 5 Cinta Sepanjang Jalan Tak biasanya. pernah juga di hari raya—dasar manusia! Hari ini.” ujar Ketib. Hanya tanah merah dengan rerumputan mengering di kedua sisinya. manusia bisa kawin. udara pagi ini terasa sangat panas. Tanpa mampir lebih dahulu ke kantor. Tidak seperti hari-hari biasa. termasuk hari ini. demi efektifitas. Pemandangannya lebih mirip medan perang Paschandaele di Kanada pada PD II. Setibanya di alun-alun desa. Berbeda dari hewan lain. Tiba di Padarama. Saya baru paham isyaratnya ketika tiba di belakangnya dan 17 . juga pulpen. termasuk hari sabtu dan minggu. Tak seekor pun binatang yang terlihat sepanjang perjalanan pulang. Semua binatang memilih bersembunyi dan berteduh di sarangnya masing-masing di tengah cuaca kemarau yang memanggang. melelahkan. saya tersentak! Pemandu yang sekaligus komandan kavaleri berhenti lalu memberi isyarat: tangan kirinya digerakkan naik turun bergelombang. karena jalan setapak itu tak dilapisi beton atau hamparan batu. dan menegangkan. maupun yang loncatloncat. Namun manusia. Jadwal harus ditepati. Harga diri harus dilunasi. Maka. atau pasar sekunder. sedang tangan kanannya mengacungkan jari telunjuk lurus ke langit. seorang tukang ojek dan Ketib. “Jalannya sulit Pak. jas yang sudah belel. repot kalau boncengan. jarak yang harus saya tempuh lebih jauh lagi. nyaris subuh. Dari alun-alun desa Sukadana (nama desa ini berasal dari bahasa Arab sûq yang berarti pasar dan danâ yang berarti bawah. pasukan kavaleri bergerak ke pinggiran desa. yang berjarak sekitar empat kilo melewati hutan jati yang tak pantas disebut hutan karena pohon-pohon jatinya masih sangat kecil hanya sebesar betis orang dewasa. Kami harus ekstra hati-hati.” jawab lebe. Semua perbekalan dan senjata telah lengkap. Dua orang.

kemudian menyeberangi sebuah jembatan gantung dari anyaman bambu selebar setengah meter. Seneng banget mereka melihat orang-orang pendek berkulit tembaga. Yang bikin saya miris. air sungai tak terlalu dalam. lalu melipat celana hingga lutut. Setelah berbasah ria. Kami lebih berkuasa. jalan setapak itu menanjak curam.melihat jalan di hadapan saya. Ada alasan tersendiri mengapa Belanda bikin jalan yang berputar-putar. Tuntas menghadiri dan mencatat pernikahan itu. Namun. tapi membutuhkan waktu yang lebih lama karena harus melewati wilayah Kabupaten Cirebon. Komandan kavaleri langsung mengoper gigi ke gigi satu. Saya oper gigi REVO ke gigi satu dan dengan gerakan terbata-bata saya susuri tanjakan curam itu hingga akhirnya tiba di puncak bukit. dan berkas pernikahan yang kusut tak karuan. dan membunuhi orang Indian Amerika menjadi hiburan tersendiri bagi si petualang gila itu. nyaris tegak lurus. Kampung itu masih termasuk wilayah desa Sukadana. yaitu agar mereka lebih lama menjajah dan menyiksa. sekali lagi kami masuki jalan sawah. Untunglah saat itu musim kemarau. karena tidak terlalu tinggi. Mereka tiba di puncak dan melambaikan tangan. Kami harus menuruni bukit. Disusul kemudian lebe yang tak kalah gesit dari si komandan. Harga diri harus ditegakkan. Jika mereka pernah ke sini. Mungkin itu tafsir seringai mereka. untuk mencapainya kami harus menyusuri jalan yang berputar dan sulit. Sebentar kemudian ia telah tiba di puncak dan melambaikan tangan. lalu bergerak lincah menyusuri tanjakan menghindari batu-batu besar. Sepanjang perjalanan pulang tak henti-hentinya 18 . Di musim hujan. tanpa kain menutupi punggung. Ada jalan yang lebih besar. lalu melipat celananya sampai di atas lutut. kami harus tinggalkan motor di sana. seperti bintang iklan petualangan Djarum Super. Sial! Komandan kavaleri curang. dan ada juga yang sebesar semangka. Saya tersenyum puas. kami kembali bersiap-siap menempuh perjalanan yang cukup berat. ia dorong motornya melewati bebatuan dan arus sungai hingga tiba di seberang. Persis seperti Columbus yang mendarat di kepulauan Amerika dan menjajah bangsa Indian. memukul. Tahu rasa dia! Sekolah boleh saja lebih tinggi. dan berkas pernikahan ke bagasi motor. sepatu yang terlipat karena sesak dalam bagasi. Nama kampung itu Patapan. pos keberangkatan kami. menanggalkan sepatu dan memasukkannya ke dalam kantong keresek. melinggis. lalu kembali memasuki jalan sawah. Andrenalin saya terlonjak seketika. Mau tak mau saya harus mengikutinya. bukan setapak curam seperti ini. bukan bikin jembatan atau menerobos bukit. hanya dilapisi bebatuan sebesar alpukat. dan kembali menyeberangi sungai yang sama namun lebih ke hilir. sementara saya harus memasukkan sepatu. Sepertinya. zipur. Lima menit kemudian kami tiba di masjid tempat pelaksanaan akad nikah dengan baju kuyup oleh keringat. mencangkul. Sebuah bukit kecil. Entah siapa yang dulu bertapa di sana. kaos kaki. meratakan jalan sambil dipecuti para mandor yang sama pendeknya namun berkulit lebih terang. Saya dapat melihat seringai mereka. Petualangan belum berakhir. Meskipun puncak bukit terlihat jelas. daerah ini tak pernah tersentuh para meneer dan mevrow Belanda. Mungkin berasal dari kata Pertapaan. Jalan setapak yang dibuat (entah kapan) oleh pasukan pendahulu. kami lebih jago. berputar. tentu mereka akan bikin jalan yang melingkar-lingkar memutari bukit. Saya kembali melihat seringai komandan kavaleri di depan saya. Ia matikan mesin motornya. Dengan santai. Penghulu juga bisa jadi offroader. tetapi di jalanan ini. jalan curam itu cukup membuat saya gentar dan berkeringat lebih deras. Dia telah menyiapkan kantong keresek. dan tiba di pinggir sebuah sungai yang cukup lebar. Mencambuki.

Mungkin karena itu orang-orang mengatakan “jatuh cinta” atau “fall in love”. Seperti kisah Laila Majnun. Pengantin laki-laki yang menikah di Patapan hari itu juga berasal dari daerah yang cukup jauh. Bekasi. tidak ada telpon kabel. Mereka jatuh begitu saja ke dalam kubangan cinta. sementara tidak ada angkutan umum. bagi sebagian orang. itulah misteri cinta. penjara. Tetapi. 19 . tanpa pernah menyadari siapa yang mendorong atau membetotnya. rupa. atau menjelajah sendiri ke sana sebagai backpacker. bagaimana saya apel ke sana.saya berpikir. menjadi offroader atau naked traveller. Jebakan dan perangkap itu menjadi semakin kuat dan ketat ketika mereka menikah dan memasuki kehidupan rumah tangga.. bagaimana seandainya istri saya. Itulah arti akad—ikatan. Rahasia perjodohan manusia. Poin pentingnya. imbuh Neneng Juleha. dan sinyal GSM pun musnah tak berbekas. Mungkin pengantin itu ditendang dari helikopter. Kau tak bisa lagi berlari sekehendak hati. atau harta. dan membuat gila. cinta itu rahasia. Cinta tak mengenal jarak. jebakan yang penuh kenikmatan. Mereka seperti dijebak dan diperangkap sehingga tak bisa menghindar atau melarikan diri. Saya tak melihat mobil pengantar atau kendaraan lain. membutakan pandangan. atau naked traveller. Teni Saptariah Martini binti Djajuli Winata Putra berasal dari Patapan Sukadana. belenggu..

Seperti orang yang penasaran. lalu kembali zoom out. Motor merah itu menggilas sebuah lubang yang cukup dalam dan lebar di jalanan hutan jati itu. fade in dari jarak yang cukup jauh. Lalu tiba-tiba kamera menampakkan sebuah benjolan daging berwarna sawo—yang matang banget—dengan puncak yang sedikit kemerahan. takkan mau dibelah dua atau ditarik ke samping. Atau lebih tepatnya ngantuk. Hanya saja. Tapi secara perlahan kamera zoom out. Sebuah jerawat. Bekas-bekas jerawat tampak seperti noda hitam. Kamera kembali bergerak ke bawah menyorot bagian-bagian lain wajah pengendara motor itu—masih dengan modus SCU. Ada pula bekas jerawat itu yang tidak meninggalkan noda. Harinya pun masih hari yang sama. dengan lubang yang besar seperti dua gua kembar di tebing karang yang terjal dan kasar. dan juga juga tidak terlalu tipis.Catatan Harian No. Tubuhnya terlonjak. Sayu dan ngantuk di matanya seketika lenyap berganti kilatan-kilatan waspada. Tampak bulir-bulir keringat bening. 20 . Kamera terbang menjauh. Bagi orang itu. tapi tak cukup hitam untuk menjadi tahi lalat. si pengendara terlonjak kaget. Alisnya pun tidak terlalu tebal seperti Tuan Takur. ternyata bukan jerawat. Setidaknya di atas kelopak matanya ada sebuah garis yang memisahkan mata dari bidang dahi yang mengilat tanpa lubang. susah diatur. atau apakah di depannya ada bahaya atau tidak. Hembus angin hutan jati yang kering mendukung kenakalan rambut itu. Kamera kembali zoom in kali ini lebih lama. lalu menukik kembali ke arah hutan jati. Tampak sepasang bola mata yang tidak terlalu besar. Wajahnya tampak sangat lelah. dan. nakal. Tanpa helm. secara tidak sopan kamera ambil mode SCU—super close up—menyusuri bagian-bagian wajah. dengan sinar matahari yang sama memanggang. 6 Gentong Pernikahan Seting tempatnya tidak berubah. si pemilik seharusnya dapat mengendus apakah seseorang menyukainya atau tidak. terlihat rambutnya bergelombang. Hidung. tiba-tiba ada bagian diri saya yang berubah menjadi kamera yang terbang melayang ke angkasa. menyusuri jalanan dari awal tanjakan hingga akhirnya menemukan seorang manusia di atas sepeda motor merah. pun tidak sipit. juga mungkin hatinya. Kamera mengambil modus fade in hingga di frame tampak jelas sebentuk wajah yang gak bagusbagus amat. menyorot tajam dengan mode zoom in ke arah jalanan kecil di tengah hutan jati. coklat kehitaman. karena lubang hidung yang besar itu luput berkoordinasi dengan matanya yang kecil sayu. Kamera terus bergerak ke atas. mengilat bagai butir berlian. tetapi membuat lubang pori-pori yang cukup besar sehingga saat di-fade in-bidang wajah tampak seperti permukaan batu halus yang aus berlubang karena ribuan tahun diterpa garam air laut. sepertinya. dengan gerakan melayang jauh ke atas sementara moncongnya tetap mengarah ke hutan jati. Sayu. Namun. tak berlaku peribahasa “rambut adalah mahkota”. Penderitaan semakin sempurna dengan banyaknya lubang yang cukup dalam. Jalanan semakin menanjak dengan bebatuan sebesar semangka dan alpukat di manamana. Dengan lubang sebesar itu. Rambut seperti itu. dan pohon-pohon jati sebesar betis orang dewasa yang telanjang tanpa daun dan sebagian kulitnya merekah. jatuh satu-satu menyusuri dataran yang kasar dan berlubang. Dibetot ke belakang dengan satu tarikan lurus ke belakang pun malah mumbul di bagian depan.

Habis tanjakan yang cukup curam. Sukadana. Orang yang membawanya. Gerak motor melambat. lalu turun dan mendekati orang yang diapit tumpukan gentong sambil membawa sebuah bungkusan plastik yang diambil dari cantelan motornya. pertanyaan bodoh! Mungkin itu tafsir delikan matanya. cukup tinggi untuk lolos audisi presenter. jalanan terlihat datar. Saya sudah bawa bekal dari rumah. Di tengah cuaca yang panas memanggang. Tempurung lututnya hitam mengilat. Tukang gentong itu tidur. dua tumpukan gentong dengan pikulannya yang terpasang dan tukang gentong itu terlihat seperti timbangan pada lambang depkumham.” 21 . hanya hamparan hutan jati dengan rerumputan yang kuning terbakar. koyak di beberapa bagian. Siapa lagi yang butuh informasi itu! “Saya penghulu Pak. Laki-laki kerempeng itu mengenakan kaos partai yang sudah belel. Berkat itu untuk Bapak saja. “Ikut ngaso Pa. buat bekal di jalan. Hanya saja. seorang laki-laki kerempeng. Dari jauh. kamera zoom out sekaligus fade out. Ada nasi sama lauknya. saya tidak bisa menerimanya. warna bagian kanan berbeda dari bagian kiri. Mungkin tukang gentong itu masih ada hubungan darah dengan Neneng Julaeha.Untunglah. tak tertutup celananya yang hanya sebatas lutut. Sandal jepitnya seperti pasangan suami-istri. “Icalan gentong Pa?”—pertanyaan bodoh! Persis seperti reporter tv menanyai seorang ibu yang rumahnya hancur akibat kebakaran. Saya baru pulang dari menghadiri pernikahan di Patapan. orang kurus itu tidur. Kamera terus mengikutinya. Si pengendara menghentikan motor tepat di samping tumpukan gentong. Di tengah kehusyukannya berkendara. Betul. di tengah alas jati yang terlihat seperti medan perang. Kepalanya tertunduk di antara dua lututnya yang kurus hitam. hanya menyunggingkan sedikit senyuman.” Masih tak ada suara. Sekali lagi delikan. “Bagaimana perasaan Ibu?” Tak ada suara. pohon. Kakinya yang juga hitam seperti tembaga. terimakasih. lumayan Pa. berkilat dibilas keringat. Sebuah topi laken tergeletak di samping pantatnya. Dua tumpukan gentong itu diletakkan begitu saja di bawah sebuah pohon yang cukup besar. Tetapi di depannya terlihat tanjakan lain. Hanya lelah luar biasa. Entah karena dengus nafas si hidung besar atau karena sudah cukup beristirahat. Rupanya ia tidur. Ia tidak mengatakan apa-apa. Si hidung besar berkata. yang diam membisu selama penataran dan wawancara. atau ketenangan dan kepasrahan luar biasa yang bisa membuat seseorang tidur dalam keadaan seperti itu. motor berhenti lalu tiba-tiba berbalik arah menuju dua tumpukan gentong. tetapi tergeletak di tanah. Wajahnya tak terlihat.” sekali lagi delikan. yang menelisik saksama onggokan manusia itu dengan segala piranti hidupnya. Kamera mengikuti tatapan mata si hidung besar. tak ada suara. tukang gentong itu bangun dari tidurnya dan terlihat sedikit kaget mendapati di depannya seorang laki-laki muda membawa kantong plastik hitam. diapit oleh dua tumpukan gentong besar-besar. mungkin berasal dari pabrik yang berbeda. Naib. kiri-kanan jalan tak ada jurang. ia melihat seonggok manusia di sisi kanannya. Hanya rambutnya. “Ini saya dapet berkat dari yang punya hajat.” “Enggak Pak. tidak securam tanjakan sebelumnya. Lewat beberapa meter dari tumpukan gentong itu. tampak tepekur di bawah pohon. Maaf. dua beban timbangannya tidak mengambang. hanya anggukan dengan mata sedikit menyipit—tepatnya mendelik.

Berliter-liter udara bergegas masuk terhirup lubang hidungnya. Meskipun disimpan di pojok dapur. Kalau tidak. Bagi sebuah keluarga. Biar pikulan seimbang. Berliter-liter udara kembali memasuki lubang hidungnya.” Sekali lagi delikan. Hidup kita 22 .” Si penghulu terdiam tak kuasa berkata apa-apa. “Saya juga ikhlas menolaknya. langsung menghadapi calon pengantin itu. kebahagiaan. saya harus mengikatkan sebuah batu. benda itu merupakan benda rumah tangga yang sakral. Sebuah perjalanan ADAP—Antar Desa Antar Propinsi. mereka akan membawa gentong ke rumah baru mereka. lalu berkata. lalu Padarama. Hanya sedikit anggukan kepala.” “Oh. sepasang calon pengantin telah menunggu untuk mendaftar dan mengikuti penataran.Semburat kekecewaan terlihat pada wajah si naib. terimalah. tanah liat. “Mangga atuh Pak. Terimakasih. satu dipakai untuk menyimpan beras. saya mau terus ke kantor. kesakinahan. di kantor. kosmos. Batu itu diikatkan pada salah satu sisi pikulan. di Padarama. Begitu juga saat satu keluarga pindahan rumah. Setibanya. kehidupan rumah tangga itu seperti orang yang jualan gentong. Ia bangkit berdiri. “Bapak bawa gentong ini darimana Pak?” “Ciledug. atau pun yang lainnya. Ketika satu gentong terjual. Entah karena terlalu merasa lelah atau terlalu bersemangat. Kamera zoom in. Biasanya ada dua gentong. setinggi apa pun peradaban manusia.” Tak ada jawaban. dengan keringat masih bercucuran. ada satu gentong yang terjual. Cukup lama tidak ada suara di antara kedua orang itu. Kamera menjauh. nih. Jika kedua gentong itu terisi. Si naib mengeluarkan sebungkus rokok dan berkata. yang pertama dibawa adalah gentong. keduanya memiliki peran penting untuk menjaga keutuhan rumah tangga. Ketika sepasang pengantin menikah. Kalian tahu gentong? Dulu. “Ngerokok Pak?” “Enggak Pak.” kata si naib sambil menunjuk perutnya. isi dan penuhilah keduanya karena. Terus seperti itu hingga akhirnya semua gentong terjual. Tadi. ia akan mencari batu seberat gentong yang terjual agar pikulan menjadi seimbang.” “Oh.” desah si naib. “Penyeimbang. kali ini tafsirnya: baru ketemu udah ngasih penyakit! Musnah sudah seluruh persediaan kata-kata milik si naib. insya Allah derita dan kesulitan rumah tangga macam apa pun. Kemajuan peradaban telah mengganti gentong dengan kosmos yang lebih praktis dan bersih. gentong yang ini. gentong adalah lambang kehidupan. yang sering disebut juga padaringan. pahamilah filosofi tukang gentong. dan satunya lagi dipakai untuk tempat air. terimakasih. apa pun wujud gentong Anda. lewat desa Kalimati. lalu CU ke arah batu yang ditunjuk si naib. “Ini batu untuk apa Pak?” tiba-tiba terdengar lagi suara si naib. dapat diselesaikan. terbang menjauh mengikuti kepergian si naib di atas motornya. saya harus memecahkan gentong seukuran yang terjual. si naib.” berliter-liter udara dihembuskan. Tapi. Kamera zoom out.” desak si penghulu. “Selain itu. “Saya ikhlas kok Pak. semua usaha dan kerja keras yang dilakukannya semata-mata untuk memenuhi gentong. zoom out lalu fade out. lalu nyerocos tak terhentikan (kamera CU): “Untuk menciptakan rumah tangga yang sakinah.

dan tidur. wa ilâ rabbika farghab. Fa’inna ma‘alyusri yusrâ. bersiaplah menghadapi persoalan lain. kemudian membiarkan mereka pulang. si naib meminta calon pengantin itu menandatangani berkas-berkas pernikahan. Usai kepergian kedua calon pengantin itu. Kedua calon pengantin itu melongo. bekerja. ditegaskan sekali lagi inna ma‘al-yusri yusrâ. Tak seekor pun binatang yang terlihat sepanjang perjalanan pulang. Namun manusia. si naib duduk lepas menyandarkan punggungnya di kursi putar.” Si naib berhenti sejenak. udara pagi ini terasa sangat panas. Semua binatang memilih bersembunyi dan berteduh di sarangnya masing-masing di tengah cuaca kemarau yang memanggang. bersiapsiaplah untuk menghadapi masalah lain hingga akhirnya kematian datang menuntaskan seluruh masalah. Keseimbangan dan keharmonisan rumah tangga hanya akan terwujud bila kita menghadapi kesulitan dan kesenangan dengan ketenangan jiwa. tidak yang melata. Tak peduli di tengah guyuran hujan atau pun di bawah terik matahari.pun seperti itu. dan kepada Tuhanmulah selayaknya kau berharap. Tanpa berpanjang kata lagi. mereka terus melakukan aktivitas. maupun yang loncat-loncat.. yang terbang. betul-betul melongo karena mulut dan matanya membentuk huruf O. Berbeda dari hewan lainnya. mungkin mereka kaget diberondong oleh juru bicara tukang gentong.. yang bisa menyiasati segala cuaca tak memedulikan terik matahari yang menyengat. Ketika usai menghadapi suatu masalah. hewan berakal ini tidak mengenal musim kawin. kita harus mengalami dinamika hidup agar diri kita seimbang hingga akhirnya mencapai kesempurnaan. Begitu kata Allah dalam surah alam nasyrah. 23 . Faidzâ faraghta fanshab—saat keluar dari suatu persoalan. lalu mengambil catatan hariannya dan mulai menulis: Tak semestinya. Kamera zoom out lalu berputar mengikuti pandangan si naib yang memandangi calon pengantin di depannya.

Ia tak dapat menggerakkan tangan untuk melepas lakban karena kedua tangannya terborgol ke kursi. Perampok itu tertawa terbahak-bahak menyaksikan pemandangan di depannya. No. Mereka bersepakat. Perempuan itu menarik nafas lega. perampok itu tak tergiur melihat tubuh si perempuan yang tak berdaya. Seluruh isi perutnya diaduk dan naik ke mulut. Saat si suami datang. si perampok berjongkok. 7 Sayang.Catatan Harian Seorang Penghulu. Coba Anda bayangkan seandainya seorang penghulu memiliki mulut berbau busuk seperti mulut si perampok. Jika investasi itu tak dijaga. perampok itu ngeloyor pergi membawa barang curian. 7 Maret 2011 Salah satu investasi paling penting bagi seorang penghulu—terlebih lagi kepala KUA— yang harus dijaga dengan baik adalah mulut. jutaan macam bau yang membusuk di dalam mulut si perampok serabutan terhirup hidung si wanita. beberapa penghulu menundukkan kepalanya hingga nyaris beradu dengan kepala si 24 . eksistensi seorang penghulu patut dipertanyakan. Kontan. perempuan itu disiksa himpunan bau busuk kotoran yang terbang dari mulut si perampok. kemudian melangkah pergi. menundukkan kepalanya hingga hidungnya bersentuhan dengan hidung si wanita lalu. Tak lama kemudian perampok yang sesungguhnya datang mengenakan topeng ski. saluran nafas dan paru-parunya dipenuhi muntahan isi perutnya yang tak bisa dikeluarkan. Kisah ini benar-benar nyata terjadi. Usai tertawa. Untunglah. Kau Pasanganku. sesaat sebelum melangkahkan kakinya keluar rumah. Naas bagi perempuan itu. ia tak bisa memuntahkan isi perutnya karena mulutnya dibekap lakban. suami akan berpura-pura menjadi perampok dan pemerkosa sementara istrinya memborgol tubuhnya sendiri pada sebuah kursi seraya membekap mulutnya dengan lakban. tiba-tiba pintu depan rumahnya dicongkel seseorang. Setelah berhadapan. ia tersentak mendapati istrinya mati terkapar karena jalan nafasnya tersumbat. Otomatis dada wanita itu kembali berdebar kencang. Sayang. Bukan Belahan Jiwaku Selajambe. Namun sial. ia tertawa terbahak-bahak: “HAHAHAHA…” dengan mulut yang terbuka lebar. dengan dada berdebar-debar menantikan kedatangan suami yang akan berperan sebagai perampok. “Ha ha ha … kamu benar-benar telah membuat pekerjaanku jauh lebih mudah. serta tangan dan tubuhnya telah diborgol. membalikkan tubuh mendekatinya. otomatis ia harus berhadapan dengan pengantin laki-laki dengan jarak yang sangat dekat. Kemudian ia menghadapi pasangan pengantin yang hendak menikah. tanpa diduga-duga. Ketika mulutnya telah tersumpal. perampok itu. Di waktu yang sama. Mungkin di antara pembaca ada yang pernah nonton acara 1000 ways to die di sebuah stasiun tv kabel. baik dalam pengertian harfiah maupun metaforis. Akibatnya benar-benar tragis. Karena itulah saya tekankan di sini. Senin. Karena wali pengantin wanita mewakilkan pelaksanaan akad nikah kepada si penghulu. didorong rasa lucu melihat tingkah si perempuan. Ini fakta tak terbantahkan.” Ia melangkah mendekati si perempuan yang tersentak kaget karena tak menyangka akan didatangi perampok beneran. Ia memilih mengambil perhiasan dan barang-barang yang diinginkan. Bahkan. Pada salah satu episode diceritakan ada seorang perempuan yang menelepon suaminya yang masih di kantor dan mendiskusikan cara unik mendapatkan pengalaman bercinta yang berbeda. mulut merupakan modal paling penting yang dimiliki seorang penghulu—bahkan modal utama bagi siapa pun. Kisah nyata itu menyuguhkan gambaran nyata betapa bau mulut bisa membunuh seseorang.

Sering kali saya tak dapat mengistirahatkan mulut saya berlama-lama. doa. zakat. saya tiupkan mantra pada segelas air yang kemudian diminumkan kepada si pengantin. pengantin itu menahan desakan isi perutnya. sepertinya peristiwa seperti itu belum pernah terjadi dalam kenyataan. “mulutmu harimaumu”. Agak siang sedikit. Aneka macam bau pasti berhamburan dari mulutnya. ijab-kabul. Nyaris setiap saat mereka harus berkata-kata. dan lain-lain hingga waktu menjelang lohor. takkan bisa kaki berlari. membicarakan apa pun. Entahlah. atau setelah diberi amplop silaturahim. Ini pengertian mulut secara harfiah. dua kali saya pernah komat-kamit seperti itu. telah membuat mual jin yang merasukinya dan memilih minggat dari tubuh gadis itu. Biasanya. lalu membasahi kerongkongan dan perutnya. atau urusan agama lain. di luar profesi sales asuransi. Saya tak tahu kabar dai itu saat ini. Kadang-kadang sejak pagi buta saya harus berbusa-busa menyampaikan khutbah nikah. kadang-kadang muncul bapak-bapak atau ibu-ibu yang ingin konsultasi membicarakan urusan rumah tangga mereka.pengantin dengan tujuan agar suaranya lebih jelas terdengar oleh si pengantin. dan bau mulut saya selalu manjur mengusir jin. setelah rokok di meja habis. dari pengertian metaforis. Saya harus pandai menjaga kata-kata. Keadaan seperti itulah yang saya rasakan sejak menjabat sebagai kepala KUA di sebuah kecamatan terpencil di Kuningan. atau mungkin ia teringat mantan kekasihnya. Saya harus benar-benar menjaga mulut agar tidak menyakiti dan menyinggung perasaan orang lain. Belum lagi petugas desa. tetapi jika lisan lukai hati. Mungkin bau mulut saya yang pindah ke air dalam gelas. 25 . setibanya di kantor. Nyaris sebagian besar waktu dan energinya dihabiskan untuk berkata-kata. barulah mereka mau beranjak pergi. pasti ada harapan sembuh. Karena tak mau mengganggu kekhusyukan upacara nikah dan karena enggan mempermalukan si penghulu. sebagaimana kata pepatah. Pada saat-saat tertentu. kuwu atau pun ketib. Tidak hanya menjaga ucapan. masih banyak alasan minggat. atau mungkin ditutup-tutupi karena tak mau membuat malu penghulu. terbang melintasi udara. Hari ini pun saya harus mempekerjakan mulut saya sejak pagi hingga menjelang lohor. yang datang membincangkan urusan pendaftaran nikah. gadis itu kembali tenang. membicarakan apa pun. muncul wartawan yang ingin silaturahim. Setelah komat-kamit. Ada kawan kepala KUA yang berurusan dengan polisi karena ucapannya menyinggung wartawan. wakaf. Bisa jadi ia tidak mati akibat menahan muntah. menjaga lisan. Belum lama beristirahat setelah menempuh 40 kilo perjalanan yang melelahkan. Ada pula kepala KUA yang didemo warga karena menolak pendaftaran nikah dengan kata-kata yang kasar. Penghulu harus menjaga mulutnya. kemana obat akan dicari”. penghulu harus menjaga kata-katanya. tausiah. karena kemampuan berkata-kata itulah modal utamanya. tetapi jika artis cantik menghampiri. dan hinggap di hidung si pengantin. Mungkin sekarang kata-kata penutup cermahnya telah berubah menjadi: “jika janda-janda datang mendekat. saya pernah diharuskan komat-kamit baca mantra ketika seorang calon pengantin perempuan tiba-tiba menangis histeris sebelum akad nikah. Mungkin. Sementara. profesi lain yang paling banyak mengandalkan mulut adalah sales pernikahan—penghulu dan kepala KUA. Mulut semakin sibuk saat tiba musim kawin. tetapi sangat mungkin ia jatuh sakit usai akad nikah. atau seperti kata-kata penutup seorang dai seribu umat “jika pedang lukai tubuh.” Pagi-pagi sekali. Ajaib. kadang-kadang sebagai kepala kantor saya sudah harus berbual-bual karena ada pegawai yang ingin ngobrol. entahlah. Sepanjang berkarir sebagai penghulu. Mungkin ia histeris saat melihat penghulu yang datang jauh lebih keren dibanding calon suaminya.

Saya hanya membahas satu topik dalam kesempatan itu. biarkan saya yang bicara. Sejak pasangan calon pengantin itu memasuki ruangan saya. defence mechanism mendorong mereka menyembunyikan keburukan diri mereka. entah kurang tinggi. “Iya Pak. kelak setelah menikah. Coba Bapak pikirkan. “Saya sudah paham. biasanya sifat-sifat buruk. latar belakang. mereka tidak ridha menerima kekurangan yang dimiliki pasangannya. Neng Ilah ini. si calon pengantin laki-laki berkata tegas. seperti mudah marah.” ujarnya sambil menunjuk calon istrinya. kadang-kadang menyitir ayat Alquran dan hadis Nabi. Tak jarang pula saya menyitir teori dr. Soal keridhaan ini benar-benar penting karena tanpa keridhaan kedua pihak. Usai memberikan penataran. Pokoknya. “suka banget berbohong Pak. ketika saya menelepon. Namun. menyitir petuah para ahli psikologi. Bagaimana saya akan tenang meninggalkan istri jika dia suka berbohong. pelit. Tadinya saya hanya akan memeriksa kelengkapan pendaftaran dan kemudian menyuruhnya pulang. Namun. dan istri mengabaikan suami. Boyke dan ahli genealogi lain saat mengajari mereka cara efektif agar cepat punya anak. ia kembali berkata. pencemburu. ceritanya itu benar-benar menyakitkan calon istrinya. Mulailah mulut saya berbusabusa. Maka. saya kembali memasuki ruangan kerja dan beristirahat sejenak sambil menyeruput segelas kopi yang telah dingin. Karena itulah keridhaan menerima pasangan mutlak diperlukan. pekerjaan. Selang setengah jam dari penataran. tiba-tiba ia mengakhiri obrolan dengan alasan ada tamu atau keperluan lain. latar belakang. bagaimana pikiran suami akan tenang di perantauan. Atau. atau kurang duit. “Cukup!” saya hentikan bicaranya dengan suara yang cukup lantang. Sekarang.” 26 . atau pun kecenderungan buruknya. kurang mancung. Dari kajian psikologi. rupanya mulut saya belum saatnya beristirahat. Saya bekerja di Jakarta sementara dia tinggal dulu di sini bersama orangtuanya. suami akan mencampakkan istri. saya tak berniat lama-lama memberikan penataran. Berani juga nih orang. dan lain-lain muncul ke permukaan. kurang lebih 50 kilo dari kecamatan ini. dan keluarganya. karena mekanisme pertahanan diri keduanya menjadi longgar. Belum ligar kejut saya. “Kadang-kadang saya merasa kesal. sekali lagi keluarlah petuah suci dari Naib Keramat—julukan ini saya dapatkan karena saya tinggal di Kramatmulya. Saya enggan menuliskan semua ucapan laki-laki itu tentang calon istrinya. pengantin laki-laki bilang bahwa ia datang langsung dari rumahnya di kecamatan Maleber. Setelah menikah. khusus untuk mengikuti penataran calon pengantin. Saya benar-benar tak tega menyuruhnya pulang. usai saya berkata-kata tentang keridhaan menerima keadaan pasangan masing-masing termasuk sifat.” Laki-laki itu terus nyerocos membincangkan sifat buruk calon istrinya. ngomongin kejelekan calon istri kepada orang lain di depan orangnya. yakni bahwa masing-masing pihak. Ketika berpacaran biasanya kedua pihak menunjukkan bagian terbaik diri mereka. kurang gemuk. kebiasaan.saya sudah harus menatar tiga pasang calon pengantin. baik sifat. atau bahkan teori sosiologi dan ekonomi. Sebab. ketika saya tanyakan sesuatu. calon suami dan calon istri. rido menikah dengan pasangannya tanpa ada paksaan dari siapa pun. karena saya lihat kaki kiri wanita itu menjejak-jejak kaki calon suaminya. saat ngobrol. yaitu tentang keridhaan untuk menikah sebagaimana tercantum pada lembar N3—Surat Persetujuan Mempelai. ia selalu memberikan jawaban berbelit-belit hingga melupakan inti pertanyaan saya. seorang pemuda memasuki ruangan didampingi seorang gadis.” Saya tersentak mendengar ujarannya. Namun.

bentuk coet dan mutu sungguh jauh berbeda. Itu lebih santun daripada yang kamu lakukan barusan. tetapi agar manusia berpasangan. mungkin karena tadi malam saya makan pepes ikan. Jadi. Dalam Alquran disebutkan: di antara tandatanda kekuasaan-Nya Dia menciptakan dari jiwa kalian pasangan untuk kalian merasa tenang—litaskunû ilayhâ. dan meluncurlah khutbah nikah yang disampaikan jauh sebelum akad nikah: “Karena itulah Allah berkehendak menjadikan kalian sebagai pasangan. karakter. yang biasanya terbuat dari batu atau kayu. Jika memang kamu ingin membahas persoalan ini. Tujuan pernikahan bukanlah untuk menyamakan sifat dan kebiasaan. Hanya ada satu kesamaan: keduanya sama-sama terbuat dari batu. Wanita itu menunjukkan raut muka tersinggung. seperti itulah persatuan antara suami dan istri. Untunglah wanita itu tidak histeris mendengar penuturan calon suaminya sehingga saya tak perlu komat-kamit. apa pasangan sendok?” “Garpu Pak. Namun.Laki-laki itu terdiam. dari sorot matanya saya tahu. saya mohon maaf. dan latar belakang yang berbeda-beda satu sama lain. saya kembali memandang si calon suami. Ente tak bisa bersikukuh untuk mengubah sifat istri ente. Nasihatilah dia Pak. 27 . Hanya satu persamaannya: keduanya sama-sama manusia. Saya berpaling kepada calon pengantin wanita dan bertanya. ia mengakui kebenaran cerita calon suaminya meskipun tak suka jika aibnya itu diceritakan dengan cara yang begitu gamblang. bukan sendok lagi. Agar ente tahu. dan kebiasaan istri ente agar sesuai dengan gambaran ideal yang ada dalam pikiran ente. Masing-masing memiliki bentuk. Ia tak mau aibnya dibongkar di depan orang lain. tapi saya ingin agar dia mengubah sifatnya itu yang suka bohong Pak. “Bener gak?” Perempuan itu tak mengeluarkan sepatah pun kata.” hanya itu metafor terdekat yang saya ingat. “pernikahan bukanlah panci presto yang dengan cepat mengubah ikan segar menjadi pepes ikan yang empuk sampai tulang-tulangnya. sifat. mutu. Ia pasti merasa malu. pasangan sendok adalah garpu. tetapi pandangan matanya berganti-ganti antara wajah saya dan wajah calon istrinya. sebaiknya tadi kamu masuk lebih dahulu ke ruangan saya dan bilang kepada saya agar membahas tema tersebut dalam penataran. Kamu harus menjaga kehormatan dan harga dirinya.” “Ya. atau kayu. “Ente tidak bisa menikah dengan tujuan untuk mengubah sifat. Jika calon istrimu memiliki kekurangan karena suka berbohong. Ente tahu pasangan coet?”6 “Iya Pak. bahan untuk membuatnya. menarik nafas panjang. Tak sepantasnya kamu menceritakan aib calon istrimu sendiri kepada orang lain sementara ia ada di sisimu. Tujuan pernikahan adalah agar kalian berpasangan dengan seseorang yang membuat hati kalian tenang. Keduanya pun memiliki fungsi yang berbeda. Sederhananya. karakter. kamu pun punya kekurangan. yaitu banyak omong. Hanya satu kesamaan keduanya. kebiasaan. Garpu dan sendok adalah sepasang alat untuk makan meskipun keduanya berbeda bentuk dan berbeda fungsi.” Naib Keramat mulai kesal. sifat seorang 6 Alat untuk menumbuk atau menggiling bumbu masakan. Ente tahu. Bayangkan saja Pak…” “Saya bilang cukup. Setelah mendapatkan konfirmasi itu. pernikahan bukanlah persatuan antara dua manusia yang sama atau agar dua orang menjadi sama.” “Ente lihat sendiri. Allah tidak menghendaki kesamaan.” “Iya Pak.

dididik. tetapi keduanya berusaha mencapai satu tujuan yang sama. semua manusia sama. dua puluh. semua itu membentuk seseorang sehingga menjadi seperti yang ente lihat saat ini. jangan harap ente bisa mengubahnya begitu saja. Bagaimana orangtua memperlakukan dirinya saat masih ada di dalam rahim hingga kemudian dilahirkan. dan cenderung menyimpan rasa sakitnya dalam hati maka kita tak mungkin mengubahnya seketika menjadi orang yang benar-benar ekstrovert. orang yang terbuka dan banyak cakap seperti ente. malas. Istri kita adalah pasangan jiwa kita. tetapi sama-sama dipakai untuk melancarkan makan. bukan belahan jiwa kita. bukan belahan jiwa. suka main. Selama kalian saling mencintai dan bisa menjaga cinta itu sepanjang zaman. yaitu dalam keadaan fitrah: bening dan jernih. atau Ali ibn Abi Thalib. Jadi.” Saya kemudian bertanya kepada si calon pengantin laki-laki. Sama halnya. sementara pasangan jiwa menunjukkan adanya perbedaan dalam berbagai hal. niscaya kalian bisa menempuh bahtera rumah tangga dan tiba di pulau tujuan dengan selamat. Jika ente menjadikan pernikahan sebagai tujuan untuk mengubah sifat calon istri ente agar sesuai dengan yang ente inginkan. bahkan lima puluh tahun pernikahan belum tentu bisa mengubah sifat seseorang hingga sesuai dan sama dengan sifat pasangannya.” “Maka. Keadaan jiwa manusia pun seperti itu. bukan belahan jiwamu. Padahal sejatinya. Kebiasaan dan sifat istri ente yang suka berbohong dan berkelit—jika memang benar —itu terbentuk selama puluhan tahun. Orang Indonesia terlalu manis menerjemahkan kata soulmate. dan tumbuh menjadi manusia dewasa. Namun. Bagaikan garpu dan sendok yang berbeda bentuk dan fungsi. Jangan pernah memiliki obsesi untuk mengubah sifat istri atau 28 .” “Ridho menikah dengannya?” “Ridho Pak.” “Dengan segala kekurangan dan kelebihannya?” “Iya Pak. kehidupannya bersama keluarga dan masyarakat telah mengubah dan mewarnai dirinya. tak ada masalah. sombong. kata itu berarti “pasangan sejiwa” atau “teman sejiwa”. atau tinggi hati maka kita tak bisa memaksanya berubah seketika menjadi suami seperti Nabi Muhammad. Jika calon istri kita seorang yang pendiam. jika suami kita suka berdusta. Dibutuhkan jutaan tahun untuk mengubah batu menjadi berlian. selalu ingin dipuji.manusia dewasa itu telah terbentuk selama puluhan tahun sejak ia belum dilahirkan hingga ia beranjak dewasa. Istrimu adalah pasanganmu. dan jutaan tahun lagi dibutuhkan jika ente ingin mengubahnya kembali menjadi menjadi batu. ente sendiri keburu mati sebelum cita-cita itu terwujud. yang populer bersama populernya Sule. Pergaulannya dengan orangtua. Jika seorang anak tumbuh di rumah yang penghuninya gemar marah-marah atau suka berbohong maka ia akan tumbuh menjadi orang yang pemarah atau pembohong. Istri adalah batu asahan bagi suami dan suami adalah batu asahan bagi istri. Sepuluh. Maka. butuh waktu yang juga sangat lama untuk mengubahnya kembali menjadi fitrah. Keduanya harus saling mengasah agar pisau masing-masing semakin tajam dan bersih. “Kamu cinta Neng Ilah kan?” “Iya Pak. Belahan jiwa mengindikasikan kesamaan dalam berbagai aspeknya—seperti sebutir semangka yang dibelah dua. sifat dan kebiasaan orangtua dan orang-orang terdekatnya. menjadi belahan jiwa. lebih suka memendam perasaan. Memang ketika dilahirkan. bersama-sama membentuk sifatnya saat ini.

Ia beranggapan bahwa dirinya akan merasa bahagia jika dapat mengubah sifat istrinya menjadi istri yang baik sesuai dengan keinginanya. Karena itulah saya berniat mengakhiri khutbah nikah dan bertanya kepada si calon suami. Namun. Bukan hanya kalian yang punya masalah seperti ini. Percayalah. Setelah menikah.” Saya menarik nafas panjang sambil memerhatikan raut muka pasangan di hadapan saya. Suaminya berusaha dan menghabiskan energi untuk mengubah sifat istrinya. Ada istri yang sejak kecil dimanjakan orangtuanya. Ia menggantungkan kebahagiaan dirinya kepada kebahagiaan orang lain. Semakin kita bahagia. jauh dekatnya cahaya itu tergantung seberapa besar kebahagiaan kita. Alih-alih berubah. Jangan menggantungkan kebahagiaanmu pada kebahagiaan orang lain. jika diri kita bahagia. semakin jauh pancaran cahayanya dan semakin banyak orang yang ikut merasa bahagia. dipenuhi segala kebutuhannya. Perhatikanlah apa kekurangan yang ada pada dirimu. itu sikap dan tekad yang keliru.suamimu. Orang yang paling sukses adalah yang tetap merasa bahagia meskipun diliputi banyak kekurangan. Jika tak juga bisa diperbaiki. kemudian berjuanglah untuk memperbaikinya. Jika menemukan kekurangan pada diri pasanganmu jangan terobsesi untuk mengubahnya. Mereka tampak khusyuk mendengarkan. Kebahagiaan bagaikan cahaya yang menyebar ke segala arah. semua orang yang ada di sekitar kita pun akan merasa bahagia. “Bagaimana. dan menjadi ratu di rumahnya. ia justru merusak jiwanya sendiri. Kebahagiaan diri kita tidak bergantung pada orang lain. Persoalan menjadi rumit jika salah satu pihak—biasanya suami—memaksa dan terobsesi mengubah sifat serta karakter istrinya. Agar ente tahu. kelak suatu saat. Kepala keduanya tertunduk. Pelajarilah karakter masing-masing. Orang yang sukses adalah orang yang tetap merasa bahagia meskipun orang-orang di sekeliling memusuhinya. karena kamu akan dibinasakan rasa lelah dan gelisah.” 29 . kamu mengerti?” “Tidak Pak. sifat-sifatnya itu tak berubah. Yang harus kamu lakukan adalah mengevaluasi diri sendiri dan bercermin. kita mati sedang dalam keadaan berusaha memperbaiki. lieur…. setidaknya ketika Tuhan mematikan kita. Semua pasangan suami-istri memiliki soal yang sama karena mereka berbeda satu sama lain.

16 Desember 2010 30 .Cinta Sepanjang Jalan (Season #2) Selajambe.

serem juga ya jabatan ini) sudah menjabat sebagai pe-el-te untuk KUA lain. punten ka para staf. serta sebuah cangkir keramik besar berwarna putih. Jauh di atas sana. Dari namanya. Di bawah kepala kantor departemen agama kabupaten ada Kepala Seksi Urusan Agama Islam. yaitu sebagai Kepala Urusan Agama. seraya menikmati embusan kipas angin yang terus berputar sepanjang hari. Mending kalau staf dijadikan sebagai tongkat penuntun untuk membantu berjalan. staf adalah sekelompok orang yang bekerja untuk seorang pemimpin. Sebab. staf itu seperti para dayang atau para abdi dalem. Sebenarnya ada pertimbangan lain kenapa saya ditunjuk menjadi pe-el-te kepala KUA. Lalu turun ke propinsi dan kabupaten. Tahun itu. watak. Anda tahu sendiri eksistensi sebatang tongkat. Ia hanyalah sebatang atau sepotong kayu tanpa makna jika tak dipegang atau digunakan seseorang. perilaku. yang semestinya meliputi seluruh urusan agama-agama di Indonesia. Saya sendiri bukan staf. sebuah kipas angin yang tanpa lelah berputar sambil menengok ke kiri dan ke kanan. saya dapatkan jabatan itu tanpa perjuangan. Entah bagaimana dasarnya. heureuy ieu mah… Pengertian staf (dari b. (baca: pe-el-te. sesekali menyeruput kopi hitam dari cangkir besar. ihhh … menilik namanya. Tapi. Tetapi wewenang pejabat di bawahnya menjadi lebih luas lagi. tetapi pada praktiknya. Keempat benda itu mampu mengubah kedudukan. pemimpin urusan agama disebut menteri agama. dan gaya saya. Selama sebulan lebih saya harus duduk di balik meja besar itu. hanya urusan agama Islam yang ditanganioleh KUA. selebihnya adalah staf. tetapi kadang-kadang ada yang nyebut saya “Pak Pgs (biasanya dibaca pe-je-es. memutar-mutarkan kursi seperti seorang anak kecil yang sedang bermain. selama sebulan lebih itu saya menjadi “Bapak Akronim”. tidak hanya Pak Penghulu. Mungkin kalau di zaman kerajaan dulu. pemimpinnya masih meliputi seluruh agama. Inggris. tanpa sogokan. ada penurunan fungsi dan wewenang. Weleh-weleh. Jabatan itu begitu saja turun ke pangkuan saya semata-mata karena tak ada pejabat lain di Kantor Urusan Agama. atau pentungan. Lebih banyak pejabat yang secara sewenang-wenang menjadikan staf sebagai alat pentungan untuk memukul orang lain. bukan hanya Islam. Tidak ada wakil kepala KUA atau Kasubag TU. Terus terang saja. tanpa kampanye. dalam b. karena ia hanya mengurusi urusan agama Islam. Jadi. Selama sebulan lebih pula saya dapat jabatan dan sebutan baru. ada dua kepala KUA yang pergi membimbing jemaah haji. kepala KUA mesti mengurusi semua agama. Kayaknya. tetapi penghulu. Selama sebulan lebih saya harus menggantikan tugas kepala KUA yang pergi ke Makkah untuk menjadi pembimbing ibadah haji—katanya. dan tanpa mobilisasi massa. Hanya ada kepala KUA dan Penghulu. Inggris staff) seperti itu jauh lebih baik daripada pengertian yang lainnya. kalau di zaman kerajaan.Pe-El-Te Sebuah meja jati besar dengan bagian atas ditutupi kaca. bukan singkatan dari peletuk atau peleton)”. yaitu karena Kepala Seksi URAIS atau Urusan Agama Islam (atasannya para kepala KUA. 31 . entah siapa yang bodoh)” atau ada juga yang nyebut saya “Pak Plt. Pokoknya. staff juga berarti tongkat. banyak juga pejabat negeri ini yang memegang pengertian kedua. penamaan institusi dan jabatan di negeri ini sepertinya gak karuan. Seperti namanya. sebuah kursi putar yang juga besar dan tinggi. tidak hanya Islam. Dari namanya. posisi saya mungkin sebagai bangsawan atau adipati.

Ya. melainkan masalah karena kelebihan uang. semua tugas Anda telah disiapkan dan akan berjalan seperti biasa. dilengkapi kipas angin yang suka nengok kiri-kanan. membawa setumpuk berkas pernikahan untuk diperiksa. saya akan titip pesan kepada staf agar bilang: “Pak pe-el-te tidak ada di kantor. Mungkin Anda bilang. dibuatkan akta nikah yang nanti saya tandatangani. Selain itu. atau fotokopi surat nikah untuk dilegalisasi. anggaran sewa gedung/tanah. dan anggaran-anggaran lainnya. Sebab. dan sebuah cangkir keramik besar berwarna putih. Ketika Anda duduk di balik meja besar ini. lalu memasuki ruangan untuk baca koran atau bikin catatan harian. seperti yang dialami para panitia pembangunan masjid atau panitia PHBN dan PHBI. Belum lagi anggaran untuk pemeliharaan kantor. Namun. anggaran itu berlebih. dan mereka akan patuh berbohong. Akhirnya.” atau “Pak pe-el-te sedang rapat di Kabupaten”. pintu dan ruangan itu menjadi benteng yang melindungi saya dari gangguan “nyamuk pers”—ini istilah yang sering dikutip oleh almarhum Mahbub Djunaedi untuk menyebut para wartawan. apalagi susah-susah baca buku “Rich Dad Poor Dad”. Anda tak memerlukan perencanaan. Setelah saya acc. sebagai pe-el-te. dll. itu persoalan klasik (klise). karena berbagai formulir untuk pencatatan nikah dari N1 sampai Nsekian telah dicetak dan disediakan negara. termasuk akta nikah dan akta-akta lainnya. Jika ada wartawan—agak berat juga menyebut mereka wartawan karena kerjaan mereka hanya silaturahim—yang tidak saya kehendaki. Saat menjadi pe-el-te. menyalami para staf. Orang lain akan memandang dan memperlakukan Anda juga dengan cara yang berbeda. Misalnya. masuk”. Untuk kantor kecil seperti KUA di tempat saya. Lebih khusus. juga anggaran rapat-rapat dan pembinaan.Kendati demikian. Kalau ada staf atau tamu yang ingin menemui saya. Pagi hari datang. dan tak ada seorang pun yang suka gigitannya. Sesekali staf memasuki ruangan. saya pergunakan uang berlebih itu untuk menggelar acara bahstul masail nikah—semacam seminar untuk membahas 32 . pintu ruangan saya—selama sebulan itu —selalu tertutup. stempel. seperti jabatan saya yang berupa singkatan. atau buku manajemen dan chicken soup lainnya. Bayangkan saja. masalah keuangan yang saya hadapi sebagai pe-el-te bukan karena kekurangan uang. Nah. sebenarnya saya tidak punya wewenang untuk mengurusi masalah itu. Kesulitan baru muncul ketika berurusan dengan masalah keuangan. atau evaluasi pekerjaan. negara menyediakan anggaran untuk melengkapi keperluan alat tulis kantor (ATK) sebanyak dua juta rupiah. para orangtua pengantin atau pengantin itu sendiri memberikan uang yang jauh lebih banyak daripada jumlah yang harus disetorkan ke negara. dengan kewenangan yang saya miliki sebagai pe-el-te. mulai dari kwitansi. untuk penyusunan laporan. analisis. secara otomatis Anda memiliki maqam yang berbeda. materai. di atas kursi putar yang tinggi-besar. saya harus mengatur uang berlebih itu agar bisa mengakomodasi semua mulut yang menganga dan tangan yang terbuka mengharapkan pemberian. berkas-berkas itu dibawa kembali. mereka akan mengetuk pintu lebih dahulu. Jika saya tak menjawab “ya. bendahara sudah menyiapkan berbagai hal yang dibutuhkan. kerjaan saya juga singkat-singkat saja. mereka tak berani buka pintu. Masalah keuangan yang sebenarnya muncul ketika terjadi banyak peristiwa pernikahan yang terdaftar di KUA. ternyata asyik juga jadi pe-el-te. Beruntunglah. yang biasanya dipakai untuk ngecat dinding. Mereka disebut nyamuk karena ada di manamana. Anda tak perlu repot-repot menerapkan taktik manajemen SWOT. Selain itu. Biasanya. karena bahkan evaluasi pun bisa kita akali. kelebihan uang.

Dia bilang. “Itu bukan urusan kamu. Ketika saya bilang bahwa sebagian uang itu telah saya pergunakan untuk acara bahtsul masail dan barangbarang kebutuhan kantor. sebagian mengeluh karena menurut mereka jumlah yang seharusnya mereka terima lebih besar dibanding yang saya setorkan. barang-barang kebutuhan kantor itu harus dibeli dari uang negara dan disesuaikan dengan arahan dari pusat. “tentu saja. Lalu saya membeli kipas angin agar tidak hanya kepala KUA yang dapat menikmati sejuknya embus angin. Masih juga berlebih. saya pergunakan uang itu untuk membeli lapang tenis meja agar staf KUA lebih sehat dan bisa melayani masyarakat secara lebih baik—ciyee. karena KUA adalah Kantor Urusan Agama. berapa jatah yang harus disetorkan kepada para pejabat di tingkat kabupaten.” Saya pergi tinggalkan mereka sambil mengumpat. saya mendapat teguran dari kepala KUA “sejati” karena membeli barang-barang itu. ciyee. Saya juga belikan rice cooker agar mereka tidak perlu membeli makan siang di warung. Namun kelak. 33 .berbagai persoalan seputar hukum pernikahan yang dihadiri para kyai dan petugas pembantu penghulu di desa-desa se kecamatan. Ketika memberikan setoran itu kepada mereka. Masalah lain muncul karena saya tidak tahu persis. ciyee. mereka bilang. ini urusan agama. bukan kantor urusan uang”.

dengan kerudung a la Mbak Tutut. Kendati demikian. yang mengubah dan mewarnai diri kita. Saat itu saya masih menjabat sebagai pe-el-te kepala KUA sehingga punya hak untuk duduk di balik meja jati besar di sebuah ruangan yang cukup luas. Siang itu. semua itu adalah dunia. Sungguh. begitu juga perlakuan orang lain kepada kita. dan tidak juga kurus. saya tidak membual. tidak gemuk. Tubuhnya tidak tinggi dan tidak juga pendek. Saking panasnya. Yang tersisa saat ini tinggal saya seorang dan dua orang pegawai honorer. Sosok wanita yang datang tergesagesa ini terlihat menarik meskipun pakaiannya acak-acakan dengan warna yang serabutan. gaya bicara. andai saja ia di-make over. ada orang yang sekali tidak berubah oleh pakaian atau pun harta yang dimilikinya. watak. begitu kata orang Arab. sikap kita saat naik dan bawa mobil Honda City akan berbeda dengan sikap dan tingkah laku kita saat bawa mobil Carry 1000 atau Carry Bueuk. tepat di sisi saya yang duduk santai sambil memutar-mutarkan kursi. menyelinap dan menyerbu ruangan kepala KUA. pegawai yang paling rajin adalah pegawai honorer. Matanya bulat berbinar-binar. Proporsional saja. dan cangkir besar yang menemani hari-hari saya sebagai pe-el-te Kepala KUA selama sebulan lebih. Seorang anak kecil berumur sekitar setahun. yang berarti “inilah aku”. penampilannya tidak akan kalah dari Neno Warisman. Desember 2007 Suatu siang. dan bahkan sebagiannya iseng nangkring di bulu-bulu hidung. tanpa menunggu jawaban. saya tak dapat membayangkan ada orang yang dengan bangga menepuk dadanya sambil mengucapkan 34 . pakaian. dan minta izin untuk pulang. pintu ruangan sudah terbuka. gaya bicara dan tingkah laku kita akan berbeda dengan saat kita memakai kaos dan celana jeans. saya dekatkan kipas angin. perhiasan. hâ anâ dzâ. meskipun ketika duduk di hadapan saya ia lebih banyak menundukkan kepala. begitu juga ukurannya. Ia datang tidak sendirian. ketika kita mengenakan stelan lengkap dengan jas dan dasi. Namun kesunyian itu tidak lama bertahta. tergopoh-gopoh masuk lalu duduk di hadapan saya. Sebagaimana meja. Seorang wanita. terlihat tidur pulas di pangkuannya. Usianya belum lagi beranjak tua. semua itu adalah aksiden —lekatan atau tempelan. dan perhiasaan yang kita kenakan seketika dapat mengubah diri. kursi. Debu jalanan dihamburkan kendaraan. Keadaan batinnya sama sekali tidak terpengaruh oleh kondisi lahirnya. sebagian staf sudah pulang ke rumah masing-masing.Marital Rape Ciawigebang. perhiasan. menempel di tembok kantor. masuk ruangan. Sama halnya. Pakaian. Coba saja. dan tingkah laku kita akan berubah sesuai dengan pakaian. dan perilaku kita. serta mau mengenakan kerudung berlapislapis dan jilbab yang berjumbai-jumbai. Diri kita yang sejati adalah ketika semua lekatan atau tempelan itu dilepaskan. cuaca Ciawigebang dan sekitarnya benar-benar panas. Tapi. Ada di antara mereka yang mengetuk pintu. karena tiba-tiba pintu ruangan saya diketuk dengan suara yang agak keras. Kantor benar-benar sepi. Kalau kata anak-anak filsafat. Tak ada kerutan pada wajahnya yang putih. Seperti di banyak tempat lain. Sikap. mungkin sekitar 35 atau 37 tahun. Sebenarnya. atau kendaraan yang kita pakai. dan ada pula yang berlalu begitu saja. sekitar pukul satu. Kalau menurut bahasa agama. Itulah orang yang zuhud dan ikhlas. dandanan. Dan. atau pun barang-barang yang kita miliki akan mengubah sikap dan perilaku kita.

” “Saya capek Pak. bukan perceraian. Beberapa jenak ia tetap diam—seperti menimbang-nimbang. Namun. Lalu. suami saya itu seorang tukang kayu. (Sebenarnya bagian ini lebih menarik jika disampaikan dalam bahasa aslinya. ia langsung tinggalkan saya dan kembali nyerut kayu. Saya tanyakan maksud kedatangannya. Bayangin saja Pak. 35 .” kalimat baku yang biasa disampaikan pelayan publik itu rupanya dapat membangkitkan semangat si Ibu untuk bercerita.” Saya tersenyum mendengar cerita kembaran Neno Warisman ini. bagaimana caranya Pak? Saya sudah tidak tahan lagi. Gak kuat. dan setelah adeknya muntah. Jadi. Yang bikin saya kesel dan sebel. kalau tidak nyerut kayu ya menggergaji. “Dia akan maksa saya layanin dia kapan pun adeknya itu bangkit dan menyesakkan celananya. karena membuat mereka berbeda dan istimewa dibanding orang lain. Kalau saya bilang kapan saja. Setiap harinya. Suami saya itu demen banget gituan Pak. Kalau mau bercerai. bahasa Sunda. “Katakan saja Bu. bukan kepala KUA. ia menarik nafas panjang dan berkata. mudah-mudahan saya bisa membantu. Tetapi. kecuali bagian tentang o yes o no. atau mengamplas. Cuaca panas dan menurunnya kadar hormon adrenalin di siang hari membuat mata saya terasa berat. Mestinya saya ikuti anjuran Rasulullah saw.“hâ anâ dzâ” tanpa pakaian melekati tubuhnya. Aksiden atau tempelan itu penting—bagi sebagian orang. faktual. Ingin saya katakan bahwa saya pe-el-te.” ucapnya bersemangat. Ibu harus ke pengadilan agama. tapi keinginan itu saya tahan. terlebih lagi keringat yang terus mengucur membuat semua debu dan serbuk kayu menempel di seluruh tubuhnya. saya menyerah.” ujarnya sambil menahan senyum. “Saya agak malu menyampaikannya…” ucapnya pelan lalu berhenti dan memandangi wajah anak kecil di pangkuannya. Lekatan yang istimewa akan membuat orang lain tabik sambil menundukkan kepala kepada mereka. O yes o no sebentar. mungkin pernikahan Ibu masih bisa dipertahankan. Tanpa peduli siang atau malam. “Saya ingin bercerai dari suami saya. agar lebih nasional dan universal. Mungkin karena alasan inilah para pejabat dan anggota dewan bersikukuh meminta fasilitas dan kendaraan yang khusus dan istimewa. karena tiba-tiba suaranya terdengar lebih keras. Karena wanita itu tetap diam dan tak juga mengeluarkan kata-kata. Saya sendiri tak berniat memulai pembicaraan. kami siap memberikan konsultasi atau penasihatan perkawinan. Wanita-muda-tanpa-aksiden-istimewa itu tak berkata apa-apa selama beberapa waktu. Lebih tua dari saya …” ucapannya mengambang. sesuai dengan tuntutan jam biologis dalam tubuh saya. ><“Wah …. untuk tidur sejenak setelah Lohor (qaylûlah). saya pilih bahasa Indonesia—meski tidak seluruhnya EYD). Kalau sedang nyerut tiba-tiba adeknya bangun. memang begitu keadaannya. betapa kotornya dia. “Saya pikir. mereka ingin berbeda dari rakyat biasa. Kami di KUA biasanya menangani urusan pernikahan. pikirkan lagi. bapak kepala KUA itu sudah tua. Perlu saya bilang. Sebab. ini benar-benar terjadi. sebelum mengajukan gugatan cerai. Kalau itu saya tidak bisa membantu. Bapak bayangin. dia selalu mengikuti dorongan adeknya. dia akan langsung menarik tangan saya dan menyeret saya memasuki kamar.

jika dia mau. Ketika mau gituan pun dia tak banyak bicara. dan tidak bisa menikmati hubungan seks yang dipaksakan suami mereka. Tapi. “Tak peduli saya sedang tidur. karena selalu ada saja yang pesan perabot rumah tangga seperti lemari. ranjang. karena merasa malu atau karena beranggapan bahwa sebagai istri mereka harus patuh pada suami. ibu itu takkan mau meminta suaminya datang ke KUA. cobalah Ibu bujuk suami Ibu agar mau datang ke sini. Dia langsung seret saja tangan saya. saya tak bisa lagi merasakannya. di zaman Romawi kuno. Saya sendiri yakin. 36 . Persoalan ini tidak bisa diselesaikan jika suami Ibu tak pernah diajak ngobrol. Setelah ditimang-timang sebentar. “Bu. ngasuh anak. Saya siap membantu jika Ibu datang ke sini bersama suami Ibu. atau sedang bersih-bersih rumah. Dulu. yang sekian lama harus merasa tersiksa. untuk urusan seperti ini. saya harus ikuti kemauannya. dia akan memarahi dan menampar saya. sentuhan.” Si Ibu diam tak menjawab. Atau. Mungkin ia terganggu mendengar obrolan tujuh belas tahun ke atas itu… Atau mungkin ia kesal sama ibunya karena selama dua tahun memberikan air susu yang tercemar air liur bapaknya. atau yang lainnya. bahkan dibolehkan membunuhnya jika dianggap istrinya melakukan sesuatu perbuatan yang merugikan suami. “Neno Warisman” ini mengalami marital rape. anak itu tak lagi nangis dan berjalan-jalan di dalam ruangan saya. Disebut petting karena orang yang melakukannya seperti sedang bermain-main dengan hewan peliharaan seperti kucing atau anjing. yang berarti hewan peliharaan. meskipun setiap saat diperkosa. dia langsung ciumi saya. atau remasan untuk tujuan seksual. Biasanya.” Itu namanya petting bu. Sesekali saja ia bicara dan ngobrol dengan saya. “Selain masalah suami yang demen banget gituan. Kebutuhan ekonomi kamu tercukupi. saya merasa tersiksa. Bahkan di negara-negara liberal seperti Amerika dan Inggris hingga tahun 1970-an. Si Ibu tidak mendengar ucapan saya karena hanya tercetus dalam pikiran. kalau saya sedang berada di kamar. Sangat jarang wanita yang berani mengungkapkan persoalan seperti itu. saya harus tetap melayani kemauannya meskipun dia gak masukin adeknya. Saya harus ngobrol dengan suami Ibu. Bahkan. seorang suami bisa menceraikan istrinya sekehendak hatinya. Mungkin banyak wanita seperti dia. kasus seperti ini seperti gunung es. memberi hukuman fisik. Atau. marital rape tidak bisa diadukan ke pengadilan karena dianggap sebagai persoalan privat rumah tangga. tapi tangisannya tak juga reda. Jika tidak. atau perkosaan dalam atau atas nama perkawinan. Saya tidak bisa menikmati hubungan seks dengan suami saya. Kasus yang mengemuka hanyalah sebagian kecil dari kenyataan yang terjadi. saat saya kedatangan tamu bulanan. Berasal dari kata pet. Saya takut. tanpa basa-basi lagi…” ceritanya terhenti. “Neno Warisman” itu mencoba menenangkan anaknya. nyuci pakaian. Bapaknya anak-anak itu pendiam. dan gerepean. sakit. rabaan. karena anak di pangkuannya bangun dari tidurnya dan nangis. keadaan rumah tangga kami cukup baik. saya tidak bisa membantunya. Ia kembali bercerita.Dalam istilah hukum. Begitu juga masalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) atau domestic violence. Rasanya.” si Ibu melanjutkan ceritanya. “Dia tidak mau mendengar kata tidak atau bentuk penolakan lain.” “Pernah tidak Ibu membicarakan masalah ini dengan suami Ibu?” “Boro-boro ngobrolin masalah seperti itu Pak.

dekat kantor ini.” “Repot juga kalau begitu … Sekali lagi.” Mungkin Ibu itu pusing mendengar omongan saya atau mungkin ia tak setuju jika suaminya disebut sakit jiwa. atau kepada siapa saja yang bisa menjadi penengah dan penasihat perkawinan. Sebenarnya suami Ibu itu sakit. 37 . Saya bisa ke sini karena kebetulan diminta suami saya untuk nagih uang ke seorang saudara yang tinggal di sini. karena tidak lama kemudian ia berpamitan dan pergi meninggalkan KUA. Mungkin bisa diobati dan disembuhkan. sebelum mengajukan gugatan cerai. tetapi sakit atau kelainan jiwa. dia pasti marah-marah. Lebih baik lagi jika suami Ibu mau menemui psikiater atau ahli jiwa. tetapi harus dengan bantuan ahli jiwa. Bukan sakit jasmani tentu saja. cobalah membujuk suami Ibu untuk datang ke sini.“Jangankan begitu Pak. saya siap membantu seandainya Ibu mau mengajak suami Ibu untuk ngobrol di sini. Kalau saja Bapaknya anak-anak tahu saya ke sini. Jadi.

jika petugas menggabungkan kedua profesi itu. Seandainya saya diinterogasi polisi. yang penting bawa isi celana) Lebih menyebalkan lagi. Matahari seakan enggan menunjukkan dirinya. menyambut. mereka harus booking berbulan-bulan sebelumnya karena padatnya jadwal si penceramah-pelawak-penyanyi itu. yaitu akad nikah. Ada seorang sinden yang melantunkan tembang Sunda dan setiap tembang mengatur gerak langkah si Lengser. tentang kewajiban suami-istri.Nikah = Senggama Pernahkah Anda melihat atau mungkin membayangkan ijab-kabul nikah yang dijalani oleh seorang pengantin yang bisu atau tuli? Jika tidak. Benarbenar unjuk gigi. Butuh tiga sampai empat tembang hingga si pengantin laki-laki berjalan mendekati orang tua 38 . ada di antara Anda yang pernah menghadiri acara serah-terima dan petugasnya menggabungkan sekaligus tiga profesi: penceramah. acara serah-terima berubah menjadi ajang lomba pantun dan lomba ceramah. Upacara akad nikah selalu harus didahului acara serah-terima pengantin laki-laki. tentang rumah tangga yang ideal. saya sedang off-job. langit tertutup awan. ada beberapa pengantin yang mengawali acara serah-terima dengan upacara adat. dan membawa si pengantin menuju pelaminan. misalnya seperti ini: Ti Cikijing ka Randubawa. yakni sebagai penceramah sekaligus pelawak. Dan yang paling menjengkelkan. berjalan dengan langkah yang sangat lamban dan membosankan mendekati si pengantin. yang disebut Lengser. seorang penari yang mengenakan pakaian pencak dan riasan muka ditua-tuain. Acaranya tidak seperti itu. Ada juga petugas yang justru menjadikan momen seperti itu sebagai kesempatan unjuk gigi. Buktinya. Pada suatu pagi Ahad di bulan November. Di pagi Ahad yang berawan itu. Mending kalau hanya berjalan. biarlah saya bercerita. Saya yakin. Anehnya. atau pergaulan sosial. pelawak. dan penyanyi. Bayangkan. Karena itulah saya menyanggupi permintaan seorang kawan untuk menjadi petugas penerima calon pengantin laki-laki. banyak petugas yang menyerahkan atau menerima ternyata punya hasrat terpendam untuk menjadi penceramah atau penasihat perkawinan. saat pengantin laki-laki datang. Entah siapa yang memulai tradisi ini. dan lain-lain. Untunglah saya belum pernah menemuinya. sebagian besar manusia Indonesia menyukai para penceramah seperti itu. Bahkan. karena ia mengucapkan pantun-pantun seronok yang mengundang tawa hadiri. dan saya akan langsung mengaku. mereka tak perlu menyiksa agar saya mengaku. nu penting nyandak eusi calana (dari Cikijing ke Randubawa. mereka berani membayar mahal penceramah yang pandai melawak dan bernyanyi. Cukup saja hadirkan petugas pernikahan semacam itu. Tapi itu belum seberapa. Akibatnya. Mereka bicara panjang lebar tentang berbagai hal. tidak ada peristiwa pernikahan yang harus saya hadiri. ketemunya di Jalaksana Biar tak menjinjing dan membawa. Yang lebih mengesalkan seorang penghulu seperti saya. Sering kali acara itu membuat molor acara utama. entah siapa yang ditakutinya. pendakna di Jalaksana Wios teu jingjing teu bawa.

Usai acara serah-terima tanpa upacara ngadat. alias bisu. ia kembali termenung saat tiba pada acara ijab-kabul. Bayangkan. waktu sepanjang 2 x 60 menit saya habiskan hanya untuk duduk dan menunggu. Saya bisa lihat jelas keterkejutannya. sesuai dengan waktu yang tertera di pendaftaran nikah. karena begitu saja mukanya memucat dan langsung bisik-bisik kepada wali mempelai perempuan yang duduk di sampingnya. dia terkejut saat mengetahui bahwa mempelai laki-laki tidak bisa bicara. Karena itulah setiap kali mau menghadiri peristiwa nikah. Tetapi.mempelai wanita. Namun. langit masih tertutup awan. petugas penghulu segera memandu acara akad nikah dan memeriksa-ulang kelengkapan berkas persyaratan nikah. saya datang menghadiri sebuah acara pernikahan tepat pukul delapan pagi. 39 . Beberapa kejap kemudian ia mulai bisa menguasai diri dan melanjutkan acara dengan menyampaikan ceramah singkat tentang pernikahan. Acara kemudian dilanjutkan dengan lomba ceramah dan lomba bodor. “Pake upacara ngadat tidak?” Pagi Ahad itu. Sepertinya ia memikirkan cara katakata yang tepat untuk melaksanakan ijab-kabul dengan seorang mempelai yang tunawicara. Untunglah gumpalan awan itu tidak menghitam dan menurunkan butir-butir air. dikalungi bunga. dan kemudian digandeng menuju pelaminan. Pernah suatu kali. saya selalu bertanya kepada calon pengantin atau pembantu penghulu di desa. tetapi baru bisa memandu acara akad nikah dua jam setelahnya.

warna-warni. lebih banyak pepohonan yang terlihat dibanding manusia. kata itu bukan bikinan orang Sunda. bukan serapan dari bahasa Belanda atau bahasa lain. yang akan dirasakan. begitu saja hati kita dirambati hasrat dan keinginan. Saat kita saksikan pemandangan yang indah. seperti yang dilihat Neo di ujung perjalanannya dalam trilogi Matrix. apalagi dilengkapi senyuman. sekitar 39 juta kubik air yang ditampung waduk itu dipergunakan untuk mengairi area pesawahan yang membentang di daerah Timur Kuningan. kenangan dan kecintaan pada kampung halaman lebih penting daripada lahan luas yang dijanjikan di daerah trans. dan tidak menyenangkan. Sebagian masyarakat harus mengorbankan harta. Entahlah. Tetapi yang pasti. hingga saat ini 40 . atau bahkan menjadi kesal dan kelam saat menyaksikan pemandangan yang menyedihkan. Entahlah. baik kotoran manusia atau pun hewan. pembangunan waduk ini dilanjutkan pada 1954 di masa pemerintahan Soekarno dan diresmikan pada 1961. Pada hari minggu atau hari libur lain. misalnya melihat bocah kecil dengan pakaian compang-camping mengais makanan di tempat sampah. raut muka yang berseri. mengapa disebut waduk. atau melihat wajah yang kelam. menyaksikan riakriak kecil air permukaan waduk yang terlihat kelam dan dalam. Seperti itulah dua sisi pembangunan. sebagian masyarakat Cirebon. semata-mata untuk menikmati pemandangan atau kesejukannya. Apakah hanya kegelapan. pemerintah harus menenggelamkan lahan yang meliputi delapan desa. Sepertinya. Sebaliknya. Terhenti cukup lama karena peralihan kekuasaan. seperti ketika berdoa sambil menutup mata? Ataukah saya akan melihat berkas-berkas cahaya. dan kehampaan. Kata itu berarti kotoran. begitu saja hati kita diliputi kesenangan dan ketenangan. Bagi banyak orang.Kunjungan Pertama Selajambe. Kini. untuk membuat waduk yang luasnya mencapai 472 ha itu. rumah. Kuningan. Entahlah. Begitu kuat hubungan antara pandangan dan hati. Mereka memilih tinggal di daerah pinggiran waduk dan beranak-pinak di sana. Sebab. kata “waduk” mengandung makna yang jorok. 21 Oktober 2010 Sepanjang perjalanan. banyak orang mengunjungi tempat wisata ini. atau saat melihat benda yang menawan. terang dan lebih terang. apa yang akan terjadi jika mata saya tak berfungsi. bagaimana rasaya seandainya saya tak punya penglihatan. Pada 1932. termasuk beberapa pabrik gula di sana dapat menikmati air yang mengalir dari sana. hati kita akan mengerut sedih. Mungkin karena itu pulalah Rasul menganjurkan kita agar senantiasa bermuka cerah dan memperbanyak senyuman. kata itu memang asli bikinan orang Indonesia. kesenyapan. Para penduduk yang rumahnya dikaramkan tak mau mengikuti saran pemerintah untuk transmigrasi. pemerintah kolonial Belanda memulai pembangunan waduk ini. yaitu Waduk Darma. mungkin karena kami belum pernah melalui jalanan ini. niscaya akan menerbitkan rasa senang pada orang yang melihatnya. atau berada di tempat yang kotor dan menjijikkan. tanah. Dalam bahasa Sunda. begitu nyata dan terasa hubungan antara mata dan semesta. sama halnya ketika kita saksikan wajah yang rupawan. baik sebagai petani maupun peternak ikan keramba. dan kenangan akan tanah air demi kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat lain. Perjalanan terasa sangat panjang. atau kendaraan. Bahkan. Kami baru saja melewati salah satu objek wisata yang terkenal di Kab. cemberut. Konon.

Perjalanan belum juga berujung. Mungkin bagi orang Kuningan. Akhirnya. berkelok-kelok. perjalanan mulai terasa membosankan. Namun. Kami terus bergerak menyusuri jalanan berliku. Fisik jalannya pun mulus. Kiri kanan jalan dipenuhi pepohonan. hamparan air waduk dengan riaknya yang kecil akan terlihat indah. dan beberapa kawan terus menggerutu. Jalanan berkelok dan penuh lubang belum berakhir. Sensasinya akan dirasakan berbeda oleh orang yang sekian lama tinggal dekat lautan. Perjalanan dari rumah hingga kawasan Darma memang tidak membosankan. dan kedamaian yang dirasakan di lingkungan sekitar waduk. Tempat tujuan belum juga terlihat. Kendati demikian. anakku. keheningan.saya tak pernah berharap. 41 . kebun dan hutan. Selain menikmati udara yang sejuk. Saya bilang konon. karena keindahan bersifat pribadi. Beberapa penumpang. pada sebuah batu yang sangat besar. tanpa lubang atau kerutan. mereka dapat menikmati kesejukan dan keheningan yang dirasakan di sekitar waduk. ketika mulai berbelok ke arah Selajambe. Jalanan kecil. berbeda bagi setiap orang. kami melihat sederet tulisan: SELAMAT DATANG DI KECAMATAN SELAJAMBE. dan sepertinya tidak akan pernah berharap kehilangan penglihatan. yang jauh dari pantai dan lautan. para pelancong itu datang untuk menikmati pemandangan yang—konon—indah. bagi yang tak menyukai keindahan pemandangannya. Beberapa kali kami berpapasan dengan truk atau mobil bak pengangkut kayu. diselingi rumah-rumah penduduk dan sawah. juga hutan di daerah ini. termasuk istriku. Kendaraan macam itulah yang rupanya turut andil merusak jalanan. dan penuh lubang serta kerutan. Di kiri kanan jalan kita dapat melihat hamparan sawah dan pepohonan di sepanjang jalan yang berliku-liku dan naik turun.

Akhirnya. demi efektifitas pekerjaan. karena ada dua wilayah kecamatan yang tak berkepala. dari delapan penghulu seangkatan. Mereka pun sudah lama melintang di dunia kepenghuluan. lebih baik saya tetap menjadi penghulu atau staf administrasi. saya menjadi kepala KUA. Tetapi saya yakin. ke sanalah saya akan ditempatkan. Memang. Saat istri saya menyatakan kesiapannya. saya tak mungkin pulang pergi setiap hari dari rumah ke kantor. Saya bilang kepadanya. Atasan terus mendesak agar saya menerima jabatan itu. Memang saya gemar menulis. Kemarin. dua KUA itu terlalu enak bagi pejabat yang baru promosi seperti saya. Sebab. Kepala Kementerian Agama Kab. Saya sendiri tidak pernah tahu di mana akan ditempatkan hingga datang saat pelantikan. saya memutuskan menerima jabatan itu. tiga bulan setelah penawaran itu. tinggal saya seorang yang belum beranjak golongan. di mana saya akan ditempatkan. Memang ada perkiraan. Kuningan melantik saya sebagai Kepala KUA Kec. Kami harus menempuh jarak 42 km untuk tiba di Kantor Urusan Agama Kec. Konon. kami tiba di tempat tujuan. Beberapa bulan sebelumnya tawaran itu datang. Jadi. dibutuhkan waktu satu jam. Bahkan. mereka sudah tahu akan ditempatkan di mana jauh-jauh hari sebelum pelantikan. beberapa bisa melakukan tawar-menawar. tinggal saya dan seorang kawan yang belum jadi kepala KUA. dari sepuluh kawan seangkatan. kemungkinan besar. atau sebagian orang menyebutnya “Naib”. Saya bilang saat itu. mengarang laporan dan SPJ tak memberi saya inspirasi atau pencerahan. agar punya lebih banyak waktu luang untuk membaca dan menulis. Bahkan. dua Naib yang akan dimutasi adalah Naib Selajambe dan Naib Cibeureum. Delapan tahun sebagai PNS. Solusinya. 20 Oktober 2010. Saya sering pusing saat atasan minta saya bikin SPJ atau laporan bulanan dan tahunan. kemungkinan saya akan ditempatkan di wilayah pinggiran.Sumpah Jabatan Kuningan. Perjalanan yang jauh dan membosankan ini harus kami tempuh karena tugas dan kewajiban yang harus saya jalani. Selajambe. Selajambe. tentu saya yang minta bawahan untuk bikin SPJ dan laporan. Saya berusaha mengelak dan menghindar. Saya hanya bilang. yaitu Kalimanggis dan Luragung. Dan yang lebih penting. kabar terdengar. 42 . itu pun dengan kecepatan yang lumayan tinggi. jika tawaran itu diterima. Tapi. Tak pernah terbayangkan sebelumnya. tanggung jawab sebagai bawahan lebih ringan dibanding atasan. Jadi. golongan saya masih bercokol di tiga A. masih banyak orang lain yang lebih pantas dan berkeinginan. barulah saya putuskan untuk menerima jabatan itu. Jika saya menjadi kepala KUA. wilayah yang cukup jauh. saya sudah ngobrol dulu dengan istri. Dan. mungkin saya harus ngontrak rumah atau kamar di sana. Sementara jika mempergunakan motor. Dan. Sebelum memutuskan untuk menerima jabatan itu. Tugas itu selalu saja melibatkan pelajaran mengarang. Saya sendiri tidak pernah mempersoalkan. Penata Muda. Alasan itu tentu tak saya sampaikan kepada atasan yang menawarkan jabatan. entah daerah selatan atau daerah timur. butuh waktu satu setengah hingga dua jam jika kita mempergunakan mobil. 21 Oktober 2010 Setelah perjalanan yang cukup melelahkan. kamu harus mempersiapkan mental karena mungkin akan lebih sering ditinggalkan. menurut kawan-kawan yang sudah jadi kepala KUA. mungkin wilayah itu akan diberikan kepada pejabat yang akan dimutasi.

saya menanggungjawabi urusan agama Islam di sebuah kecamatan. tetap saja saya bertanggung jawab atas urusan agama Islam di kecamatan itu. Selajambe. baik merasa lebih senang atau pun lebih sedih. dua orang naib promosi dan dua orang naib mutasi. dan muamalah. “Ente jangan bilang seenaknya. Kini. Soal itulah yang saya bilang ketika seorang kawan mengatakan. Namun. Isak tangis mengiringi sumpah jabatan yang saya ucapkan. Perubahan baru terjadi ketika kami. Anda bisa bayangkan. Bahkan menjadi manusia biasa saja saya masih tak mampu memenuhi tanggung jawab. ibadah. Sama halnya. ekspresi itulah yang bisa saya lakukan. dengan menjadi kepala KUA. Tapi. Ente sadar. saya sedih karena itu. kepala Analis Kepegawaian membacakan Surat Keputusan. Atau mungkin sebenarnya menggambarkan ketidakmampuan saya untuk mengemban tanggung jawab itu. “Duh. saat itu. itu menjadi tanggung jawab saya. Tak ada perubahan perasaan. Saya bilang tegas-tegasan. Biarlah sebagian orang menyebut saya cengeng. juga kepada orangtua. Saya benar-benar diliputi rasa sedih luar biasa. Ane nangis karena beban kewajiban yang jauh lebih berat. maju ke depan khalayak untuk mengucapkan sumpah jabatan. Jika ada paham keagamaan yang menyimpang dari aras utama umat Islam. tidak mementingkan kesejahteraan diri ane sendiri. yang meliputi aspek akidah. gak usah bersedih. Ane nangis bukan karena mendapat tempat yang jauh. tanggung jawab saya lebih lebar dan lebih berat. saya pun bertanggung jawab atas peningkatan pemahaman masyarakat terhadap agama mereka. Memang tugas-tugas tertentu seperti pendidikan agama dan penyuluhan dilimpahkan pada pejabat lain. Ente sadar. ane udah memberi sebelum dilantik. begitu pula terhadap tingkat kehamilan di luar nikah dan kesejehteraan keluarga muslim. pengawas dan penamas. Nanti juga pindah ke tempat yang lebih dekat. kepada diri sendiri. Bayangkan. Mungkin tangisan itu melambangkan keberserahan diri saya karena tidak dapat menghindari tanggung jawab itu. kini saya memiliki tanggung jawab yang lebih besar sebagai seorang pejabat. yang isinya di antaranya menyebutkan bahwa saya diangkat sebagai Kepala KUA Kec. ane bersumpah akan mengutamakan kesejahteraan masyarakat dan bawahan. jadi enggak terliputi dalam sumpah jabatan itu. ketika SK itu dibacakan. kepada anak dan istri. Untung saja. 43 . tidak ada yang lain.” Sepanjang acara pelantikan itu memang saya nyaris terus mengeluarkan air mata.Akhirnya. Dia pikir. Saya juga bertanggung jawab atas kehalalan makanan yang dikonsumsi umat Islam. Ane bersumpah tidak akan memberi atau menerima apa pun di luar hak yang boleh ane terima.” Dia nyangka saya nangis saat pelantikan karena mendapatkan tempat tugas yang jauh. itu salah satu hal yang paling sulit dalam pekerjaan ini. Sebabnya mungkin karena saya tidak pernah tahu daerah itu dan apa kelebihannay dibanding daerah lain.

biasanya aku tak langsung bekerja... (sambil mengusap muka). Biasanya setelah menempuh perjalanan pulang. aku bisa lebih khusyuk mengerjakannya. amiin .. aku menulis catatan harian seperti ini. Bukan karena banyak pekerjaan yang harus diselesaikan sehingga aku mesti lembur. ya Allah. Tak hanya jauh. Apanya jangan males .Doa Anakku Selajambe. tak ada yang mau kulakukan selain rebahan atau ngopi dan baca buku. kadang-kadang aku lebih produktif menulis ketika nginap di kantor. Karena sunyi dan tak ada televisi.. Doa setelah shalat Asar bersama ibunya. karena kalau tidak. kantornya jangan jauh-jauh biar Apanya ga bobo di kantor. Tak ada gairah untuk menulis atau ngedit dan menerjemahkan. Dalam sepekan. Apa jangan males. Aku sengaja mandi di kantor. ga ninggaling Neng sama Ibu. Begitu pun sebaliknya. mondok di kantor. 44 . atau nulis berbagai hal lain yang ingin kutulis. jalanan yang rusak penuh lubang dan kerutan membuatku semakin malas. kan deket Ciawi mah. ya Allah. kantor apanya di Ciawi aja. Ya Allah. Jika tak ada order. biasanya aku merasa malas dan enggan mengerjakan apa-apa selain chatting dan browsing. Bukan pula karena keranjingan ngantor atau workaholic. Jika ada order nerjemahkan atau ngedit. kadang-kadang aku nginap di kantor satu atau dua malam. 21 Desember 2010 Malam ini aku kembali menjalani program Doktor. saat tiba di kantor dari rumah. Aku mondok di kantor semata-mata karena perjalanan menuju rumah yang begitu jauh. Nengnya udah tau kantor Ciawimah kan ada warungnya.

meskipun hujan setiap hari mengguyur bumi. 7 Desember 2010 Seperti hari-hari lainnya.Mereka Bicara tentang Haji Selajambe. cuaca di Selajambe tetap terasa panas. 45 .

46 .

Padat. >< Sebagaimana telah aku sampein di telepon. aku udah liat rangkaian ayat-ayat tentang pernikahan beda agama. Kawan. konteks sosialnya kentara banget. selayaknya orang yang dibekap. dia mengetahui masalah ini dan jawabannya. Titik.” Tetapi masalahnya tidak sesederhana itu. Dalil-dalil Alquran maupun hadis tidak memberi peluang sama sekali bagi pernikahan wanita muslim dengan pria non-muslim. Memang. dan karena kau berprofesi sebagai penghulu. Yah. Dari beberapa ayat tentang nikah. yang saat ini eksistensinya diperdebatkan. seorang sarjana agama dari UIN Syahid Jakarta. Tapi saya tahu. Karena kerumitan itulah saya tak bisa langsung menuliskan jawaban untuk kawan saya itu. 47 . juga berbicara dalam konteks pengaturan sosial. masalah yang ditanyakan seorang kawan ini lebih rumit dan substantif. termasuk soal pewarisan dan pengurusan harta anak yatim. Tentu saja dia pun mengetahui hukum Islam yang tidak membolehkan perkawinan beda agama—kecuali laki-laki muslim menikahi muhshanât Ahli Kitab. Tentu saja saya bisa memberikan jawaban yang tegas: “Ya. minuman. Dia tak boleh menikah dengan kekasihnya. Berbeda dengan kasus Neneng Julee. saya tak bisa berkata-kata saat membaca surel itu. terutama yang berurusan dengan makanan. Saya tahu. Setelah memerhatikan ayat-ayat dan hadis tersebut.Pernikahan Sebagai Penanda Ded. Singkat. Membekap. Aku punya seorang kawan perempuan yang ingin menikah dengan kekasihnya tetapi keluarganya tidak menyetujuinya karena kekasihnya itu beragama Katolik. Sementara ayat-ayat dalam surah al-Nur. ada satu hal yang ingin kutanyakan. Bagaimana menurutmu? Begitu bunyi sebuah surat elektronik dari seorang kawan di Jakarta. Saya merasa perlu melihat kembali dengan saksama ayat-ayat Alquran dan hadis yang menjelaskan masalah ini dan menjadi sumber pelarangan nikah lintas agama. mulailah saya menuliskan jawaban untuk kawan saya: Salam. yang di dalamnya ada sekilas pembicaraan tentang kebolehan menikahi perempuan non-muslim. tak mungkin kita memilih untuk jatuh cinta pada siapa. yang halal dan yang haram bagi umat Islam. karena Nasrani dan Yahudi saat ini dianggap bukan Ahli Kitab. kalimat yang dijadikan dalil tentang kebolehan menikahi perempuan baik-baik (muhshanât) dari kalangan Ahlul Kitab diselipkan di dalam ayat tentang makanan yang dihalalkan bagi umat Islam. Kawan saya ini. Kau jangan bernafsu untuk kemudian menafsirkan bahwa muhshanât adalah sejenis makanan. Bahkan. dia menginginkan jawaban yang berbeda. Baiklah kita lihat ayat-ayat itu lebih detail. sebagai kawan. atau mungkin jawaban sama dengan dalih yang berbeda. Ayat-ayat tentang nikah yang dituturkan dalam surah al-Nisa jelas-jelas berkaitan erat dengan ayat-ayat lain tentang pengaturan urusan domestik. aku setuju dengan sikap keluarga perempuan itu. Mereka berdalih bahwa cinta itu tak terprediksi. sebenarnya ini masalah pilihan. bisa jadi sebagian orang bilang peraturan ini tidak manusiawi karena mengekang kebebasan seseorang untuk mencintai atau hidup bersama dengan orang pilihannya. termasuk Kaktolik atau pun Dektolik.

Sama halnya. darah. seorang laki-laki boleh menikahi saudara perempuannya. Dibanding soal pengurusan anak dan persoalan domestik lainnya. pernikahan semacam ini tidak dibolehkan. maka anak lakilaki tertua. Misalnya. dalam tradisi Romawi kuno. bibi. Ayat tentang wanita atau pria mana yang boleh dinikahi dalam surah al-Nisa berada dalam konteks hubungan antarumat Islam. dan sebaliknya. adik. atau binatang yang disembelih sebagai korban bagi sesembahan selain Allah. atau saudara sesusuan dan sebagainya. 48 . dalam tradisi Arab pra-Islam. adik atau kakak. ketika cinta sudah memilih—kayak judul sinteron—yang harus dilakukan adalah mencari dalil yang membolehkan agar ikatan cinta itu tetap terjaga—waduh aku jadi kayak penulis roman picisan gini. Sementara ayat dalam surah al-Nur berbicara tentang hubungan antara muslim dan non-muslim. atau saudara si mati boleh mewarisi janda si mati. menurutmu.Karenanya. Kenapa? Aku pikir sih jawabannya berhubungan dengan keteraturan sosial. persoalan pernikahan mendominasi ayat-ayat Alquran tentang urusan domestik. uwa. dalam tradisi agama-agama lain pun. semisal Katolik. Pada rangkaian ayatayat itulah muncul pernyataan bahwa seorang muslim (pria) boleh menikahi wanita baikbaik (muhshanât) dari kalangan Ahlul Kitab. khususnya persoalan makanan dan minuman. Tapi kemudian kita tahu. Mungkin akan lebih terelaborasi kalo kita ngobrol. Aku rasa sih sederhana saja. bahwa kaum muslim tidak boleh menghalalkan apa yang telah diharamkan Allah. Atau bahwa kaum muslim tidak boleh makan bangkai. tuhannya umat Islam pun gak mau terjadi social chaos karena jalinan pernikahan yang gak “bener”. dsb. Dalam konteks yang sama. jika ada seorang laki-laki yang mati. kenapa kita gak boleh menikahi bibi kita sendiri? Atau kenapa kita gak boleh menikahi ibu kita sendiri? Dulu. anak. Khitab ayat itu memang ditujukan khusus untuk umat Islam: Seorang tidak boleh menikahi ibu. Jadi ayat tersebut sama sekali tidak berbicara tentang pernikahan antaragama.

Maskan Rumah jadi sumber kedamaian. Pembahasan hukum Islam dan penjabaran program KUA kepada masyarakat. Salam buat anak-anak. bukan impor keresahan. Bukan keresahan. pasangan serasi. Ciberung Perkenalan. 11 Maret 2011 Jumat Keliling Bersama Kanit Binmas Mapolsek Selajambe Di Masjid Neglasari. kangen. Terjadi dialog yang cukup hangat antara kami dan masyarakat.Jumat. Subhanallah. ka cai jadi salewi ka darat jadi salebak. Barakallah 49 . teman. Istri. dateng ke rumah untuk mendapat kedamaian. galura nyangreud galih anu wening. pinuh ku kasinugerahan. ibu anak-anak. genah merenah tumaninah. sapapait samamanis. silih simbeuh ku ka deudeh. silih siram ku kaheman. sareuneut saigel sapihanean.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful