1

Tuli Akibat ³Paparan´Bising (Noise Induced Hearing Loss) Pada Pekerja Laut
Contoh Kasus Tanya : Dokter yang terhormat, saya berumur 48 tahun, bekerja di kamar mesin kapal laut sebagai Second Engineer sejak 16 tahun lalu. Saya merasakan kedua telinga berdenging terutama sehabis bekerja di kamar mesin. Saya tidak tahu kapan mulainya, tetapi pada awalny saya a tidak merasa perlu untuk berobat karena saya pikir nantinya akan hilang sendiri, misalnya bila saya menguap, bunyi denging menghilang.Tetapi sejak 5-6 bulan terakhir, bunyi denging makin kuat dan terdengar terus-menerus sehingga membuat saya gelisah, sukar tidur, cepat marah dan tidak dapat berkonsentrasi. Akhir-akhir ini saya mengalami kesulitan berkomunikasi dengan orang lain apalagi bila berada di ruang yang agak bising. Saya berobat ke Singapura dan saat itu pendengaran saya diperiksa dengan alat dan disimpulkan menderita ´Noise induced hearing loss´. Selanjutnya saya diberi lima macam obat tetapi sampai saat ini penyakit tersebut tidak berkurang. Saya juga berobat secara tradisional tetapi sama sekali tidak membantu. Pertanyaan saya, apakah saya akan menjadi tuli? Apakah ada cara untuk menyembuhkannya? Apakah saya harus menjalani operasi agar bisa sembuh? Mohon informasi sejelasnya dari dokter. Tn. WS, di Pulomas, Jakarta Timur Jawab: Dari apa yang Anda tuliskan, sangat mungkin apa yang didiagnosis dokter di Singapura itu benar. Noise induced hearing loss dalam bahasa Indonesia disebut Tuli Akibat Bising (TAB). TAB adalah suatu kelainan atau gangguan pendengaran berupa penurunan fungsi indera pendengaran akibat terpapar oleh bising dengan intensitas yang berlebih terus- menerus dalam waktu lama. Kekerapan TAB saat ini cukup tinggi, di Amerika saja mencapai 9 juta jiwa. Di Indonesia saat ini tidak ada data yang akurat karena sampai kini masih sangat sedikit perusahaan/industri yang melakukan uji pendengaran (hearing test) pada calon karyawan dan selanjutnya diikuti dengan pemeriksaan secara berkala (regular hearing test). Penyebab gangguan pendengaran pada tenaga kerja adalah bising yang dihasilkan dari kegiatan di lingkungan kerja seperti mesin industri atau mesin kendaraan yang dikemudikan. Beberapa peralatan industri yang menghasilkan bising cukup tinggi intensitasnya adalah mesin percetakan buku atau suratkabar, generator pembangkit tenaga listrik, mesin kapal terutama mesin turbin, mesin diesel bahkan termasuk mesin bajaj. Beberapa sumber bising lain, misalnya aktivitas pekerjaan di galangan kapal, konser musik heavy metal, letusan senjata api, ledakan bom atau pun mercon ukuran besar, dan kegemaran mendengarkan musik melalui head phone dengan volume besar.

2

Bising adalah bunyi yang tidak diinginkan, mengganggu, mempunyai sumber dan menjalar melalui media perantara. Secara fisik, bising merupakan gabungan berbagai macam bunyi dengan berbagai frekuensi yang hampir tidak mempunyai periodisitas, tidak mempunyai arti, tidak berguna dan memiliki intensitas yang selalu berubah secara acak setiap saat. Bising dapat berbahaya bila intensitasnya telah melampaui nilai ambang batas (NAB) yang diperbolehkan dan lama paparannya melampaui batas waktu yang diperkenankan. Sebagai ilustrasi ditampilkan tabel perbandingan waktu dan kesetaraan intensitas paparan. Dari tabel di atas dapat kita lihat berapa lama seseorang diperkenankan berada di ruangan yang mempunyai inensitas kebisingan tertentu. Sebagai contoh, bila seorang bekerja di dalam ruangan dengan intensitas bising sebesar 93-95 dB dan tanpa alat pelindung telinga, maka ia hanya boleh berada di ruangan itu selama 4 jam, pada kebisingan 96-100 dB hanya boleh selama 2 jam, dan seterusnya. Hasil penelitian menunjukkan, intensitas bising sekitar 90-100 dB dengan lama papar harian antara 8-9 jam dalam jangka waktu 9-10 tahun dapat mengakibatkan TAB. Pada beberapa keadaan, misalnya penderita kencing manis, penggunaan obat yang bersifat ototoksis (streptomisin, kina, dan sebagainya) secara terus-menerus, penderita penyakit jantung atau memiliki riwayat gangguan pendengaran secara genetik, maka TAB akan lebih cepat terjadi. Jadi intensitas bising yang diterima telinga dan atau makin lama waktu papar harian maka akan cepat pula menderita TAB. Bising dengan intensitas yang cukup tinggi dengan waktu papar cukup lama akan menimbulkan kerusakan pada sel-sel rambut (hair cells) yang terdapat di telinga bagian dalam (cochlea). Sel rambut adalah sel yang berfungsi mengubah energi akustik menjadi rangsang listrik untuk dapat diteruskan ke pusat persepsi pendengaran di otak. Sehingga kerusakan pada sel rambut menyebabkan terganggunya proses mendengar dengan akibat terjadi penurunan fungsi pendengaran. Pada awalnya hanya bersifat sementara, tetapi bila paparan bising berlangsung terus maka kerusakan akan menetap. Kerusakan pendengaran juga akan lebih cepat terjadi bila intensitas meningkat tajam secara tiba-tiba (high explosive) seperti ledakan bom atau mercon berukuran besar (trauma akustik). Gejala Gejala awal yang sering dikeluhkan adalah sensasi telinga berdenging (tinitus) yang hilang timbul. Tinitus akan menjadi terus-menerus atau akan menjadi lebih keras sensasinya bila paparan bising ulangan atau terpapar bising dengan intensitas lebih besar. Tinitus akan lebih mengganggu bila berada dalam suasana sunyi atau pada saat penderita akan tidur sehingga sebagian penderita TAB sulit berkonsentrasi dan sukar tidur. Gejala lain adalah penurunan fungsi pendengaran, akibatnya pasien akan mengeluh sulit bercakap-cakap terutama bila berada dalam ruangan yang cukup ramai (Cocktail party deafness). Lebih jauh lagi penderita sulit bercakap-cakap walaupun berada dalam ruangan yang sunyi. Untuk memastikan diagnosis perlu ditanyakan riwayat terpapar bising, perlu pemeriksaan audio-metri nada murni (Pure tone audiometry). Pada pemeriksaan audiometri nada murni gambaran khas berupa takik (notch) pada frekuensi 4 kHZ.

3

Apakah ada pengobatan yang ampuh? Sayang sekali sampai saat ini belum ada pengobatan atau tindakan medis yang memberi hasil memuaskan. Pada tahap awal diberi beberapa macam obat seperti neurotropik dan sebagainya. Tentu perlu diikuti tindakan pencegahan terhadap paparan bising. Pada keadaan sudah terjadi gangguan pendengaran berat, dibutuhkan alat bantu dengar untuk memudahkan komunikasi. Pencegahan TAB adalah menggunakan alat pelindung telinga (Ear plug, ear muff atau kombinasi) secara benar pada saat sedang bekerja di ruangan yang bising, melakukan rotasi kerja, mengurangi produksi bising, mengisolasi mesin dengan dinding pembatas, dan melakukan pemeliharaan mesin secara rutin. Pada akhirnya saat dapat mendengar dengan baik dan jelas, kita lupa betapa pentingnya memelihara kesehatan telinga dan pendengaran, tetapi pada saat pendengaran kita telah terganggu dan rusak baru disadari betapa sepi dan terasingnya kita dari pergaulan. Dr. Hari Purnama, SpTHT Dokter Spesialis THT RS. Mediros

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.