P. 1
Buletin at-Taqwa Bulan Mei 2011

Buletin at-Taqwa Bulan Mei 2011

|Views: 30|Likes:
Published by denglodak

More info:

Published by: denglodak on May 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

05/18/2011

pdf

www.at-taqwa.

org

“Menuju Islam Yang Kaffah”

Mei 2011

Tuntunan Islam Bagi Para Makelar
Ust. Dr. Muhammad Arifin Badri
Alhamdulillah, salawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan sahabatnya. Saudaraku, mungkin Anda merasa segan untuk terjun ke dunia bisnis. Banyak alasan yang mendasari keseganan Anda ini, di antaranya ialah karena faktor modal. Saudaraku, besarkan harapan dan tidak perlu berkecil hati! Betapa banyak pengusaha sukses yang merintis kesuksesannya dari titik nol. Bila Anda bertanya kepada mereka, "Apa modal awal bisnis Anda?" Mereka hanya bisa menggelengkan kepala, sebagai ungkapan bahwa pada awalnya mereka tidak memiliki modal sepeser pun. Lalu, apa yang menjadikan mereka berani terjun ke dunia bisnis? Ketauhilah, Saudaraku. Seringkali, yang menjadikan mereka bernyali besar sehingga menekuni dunia bisnis hanyalah kepercayaan diri. Mereka percaya bahwa mereka memiliki kemampuan dan merasa yakin bisa mendapatkan kepercayaan. Bila demikian adanya, maka apa yang menjadikan Anda segan untuk turut menekuni dunia bisnis? Bukankah Anda meyakini bahwa bisnis--alias perniagaan--adalah salah satu ladang rezeki yang terbaik? "Dari sahabat Rafi' bin Khadij, ia menuturkan, 'Dikatakan (kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam), 'Wahai Rasulullah, penghasilan apa yang paling baik?' Beliau menjawab, 'Hasil karya seseorang dengan tangannya sendiri dan setiap perniagaan yang baik.''" (HR. Ahmad, AthThabrani, dan Al-Hakim; oleh Syeikh Al-Albani dinyatakan sebagai hadis sahih) Saudaraku, banyak celah usaha terbuka lebar di depan Anda! Salah satunya ialah menjadi perantara--alias moderator--atau lebih akrab disebut "makelar". Saudaraku, bila Anda telah menemukan celah ini dan Anda merasa cocok untuk memasukinya, maka alangkah baiknya bila terlebih dahulu mengetahui cara syariat agama memberi bantuan bagi Anda. 1. Jujur Kejujuran adalah kepribadian yang seyogianya mendasari setiap aktivitas seorang muslim. Sahabat Sa'ad bin Abi Waqqas berkata, "Seorang muslim itu bisa saja memiliki tabiat pengkhianat dan pendusta." (HR. AlBaihaqi) Dalam dunia percaloan, betapa sering kita mendapatkan saudarasaudara kita melanggar prinsip ini. Ada yang mengaku sebagai pemilik barang, sehingga ia bernegosiasi dengan calon pembeli. Padahal, pemilik barang sesungguhnya tidak pernah memberi wewenang untuk mengadakan negosiasi atau akad penjualan. Ia hanya mendapatkan kepercayaan mencarikan calon pembeli atau calon penjual. Di antara sikap mediator, yang nyata merusak kepribadiannya sebagai muslim, ialah menyalahi ketentuan harga jual yang diamanahkan kepadanya. Menaikkan harga jual tanpa persetujuan dari pemilik barang demi mengambil selisih harga jual lebih tinggi dari yang dijanjikan pemilik barang. Bisa saja, barang yang diamanahkan kepadanya itu tidak laku jual atau paling kurang tepat menemukan pembeli. Pada suatu hari, sahabat Hakim bin Hizam--seorang pengusaha-bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang permasalahan yang sering dihadapinya, "Wahai Rasulullah, sebagian orang mendatangiku ingin membeli sesuatu yang tidak/belum aku miliki. Ia menginginkan agar aku terlebih dahulu membeli barang yang ia inginkan dari pasar, lalu aku menjualnya kembali kepadanya." Rasulullah menjawab, "Janganlah engkau menjual sesuatu yang tidak engkau miliki."(HR. Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah) 1

UCAPAN TERIMA KASIH
Takmir At-taqwa menyampaikan beribu ribu terimakasih kepada segenap muslimin dan muslimat yang telah memberikan sumbangannya untuk renovasi Musolla AL- MUJAHIDIN di Desa Ngebruk, Sumber Pucung, Malang melalui takmir attaqwa. Jumlah infaq yang terkumpul sebesar 1.650.000,- dan telah diserah terimakan oleh Ketua dan Bendahara kepada Bpk. Imam selaku perwakilan dari panitia renovasi pada tanggal 8 April 2011 bertempat di Masjid Attaqwa Perumahan YTL Jawa Timur. Jazakumulloh khoiron kasiro. (Muhammad Bagir Alatas) 2. Perjelas hak Anda Saudaraku, syariat Islam mengajarkan agar kita senantiasa menghormati kepemilikan hak-hak saudara kita. Oleh karena itu, penuhi prinsip perniagaan, mulai dari kejelasan status, hak, hingga kewajiban. Memperjelas hak dan kewajiban, sejak awal akad, menjadikan Anda tenang dan menjauhkan diri dari persengketaan. Ketahuilah, setiap akad atau transaksi, yang berpeluang menyulut persengketaan antara sesama muslim, biasanya diharamkan dalam Islam. Karenanya, sekali lagi, perjelaslah hak dan kewajiban Anda sebelum melangkah lebih jauh. Inilah yang mendasari sahabat Umar bin Al-Khatthab untuk menyatakan, "Penentu hak adalah persyaratan." (HR. Ibnu Abi Syaibah dan Al-Baihaqi; oleh Al-Albani dinyatakan sebagai riwayat yang sahih) Ketahuilah, Saudaraku! Hak Anda sebagai mediator hanyalah fee atau upah yang telah disepakati dengan pemberi amanah. Adapun selebihnya adalah hak pemilik amanah, bukan milik Anda. Karenanya, Anda berkewajiban untuk menghormati dan tidak sepantasnya melanggar hak saudara Anda tanpa izin dan keridhaan darinya. "Tidaklah halal harta seorang muslim kecuali dengan dasar kerelaan jiwa darinya." (HR. Ahmad, AdDaraquthni, dan Al-Baihaqi; oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar dan Al-Albani dinyatakan sebagai hadis sahih) Pendek kata, sebesar apa pun hak yang telah dijanjikan oleh pemilik amanah dan telah Anda setujui, maka hanya itulah hak yang layak Anda tuntut dan wajib ia berikan. "Kaum muslimin senantiasa memenuhi persyaratan mereka." (HR. Abu Daud, Al-Hakim, dan AlBaihaqi; oleh Al-Albani dinyatakan sebagai hadis sahih) 3. Hindarilah khianat terselubung Di dunia ini, banyak orang bermuka dua; berkesan menolong atau belas kasihan, namun sesungguhnya menyimpan kebengisan. Karenanya, dalam dunia percaloan, Anda seringkali menemukan mediator yang terkesan berpihak kepada Anda, tapi tanpa Anda sadari--sebenarnya--ia sedang bersekongkol dengan penjual untuk mengeruk harta Anda. Misalnya, bila Si A memiliki toko bahan bangunan, yang biasanya menjual genting seharga Rp 1.000,00 (seribu rupiah) per genting, tetapi karena Konsumen B datang ke toko tersebut dengan dibawa oleh Si C yang berprofesi sebagai tukang bangunan maka Si A menjual gentingnya kepada Si B seharga Rp 1.050,00 (seribu lima puluh rupiah) per genting, dengan perhitungan: Rp 1.000,00 adalah harga genting sebenarnya, dan Rp 50,00 adalah fee untuk C yang telah berjasa membawa konsumen ke toko Si A. Saudaraku, bila Anda telah menemukan celah ini dan Anda merasa cocok untuk memasukinya, maka alangkah baiknya bila terlebih dahulu Anda mengetahui tuntunan syariat agama bagi Anda. Sudah barang tentu, ketika A menaikkan harga penjualan dari Rp 1.000,00 menjadi Rp 1.050,00 dengan perhitungan seperti di atas, tanpa sepengetahuan B. Pada kasus seperti ini B dirugikan, karena ia dibebani Rp 50,00 sebagai fee untuk C, tanpa ada kesepakatan terlebih dahulu. Padahal biasanya, si C telah mendapatkan fee dari si B yang setimpal atas jasanya memilihkan toko dan barang yang dibeli. Sikap seperti ini tentu bertentangan dengan firman Allah ta'ala, "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan

INFAQ, ZAKAT, & SHODAQOH bisa disalurkan melalui Takmir Masjid At-Taqwa atau transfer ke Rekening BCA 20-10-21-35-95 KCP KrakJuga bertentangan dengan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, saan a/n Budhi Santoso/Yusuf Effendy. "Tidak boleh melakukan tindakan yang dapat menimbulkan kerugian pada orang lain, juga tidak dibenarkan membalas dengan yang melebihi perbuatan. Barang siapa yang melakukan perbuatan yang merugikan orang lain, proses pembelian barang secara langsung di desa, lantas dijual ke kota. niscaya Allah timpakan kerugian kepadanya. Barang siapa yang melakukan Solusi ini memiliki banyak nilai positif. Di antaranya: perbuatan yang menyusahkan orang lain, niscaya Allah menimpakan kePertama: Banyak barang, yang oleh masyarakat desa, dikira tidak susahan kepadanya." (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi) memiliki nilai ekonomis. Padahal, barang itu laku untuk dijual setelah ada Bila pemilik toko memberi fee kepada Si C tanpa menaikkan harga jual masyarakat kota yang terjun ke desa. Imam Ibnu Rusyd Al-Hafid berkata, maka itu tidak salah. Atau, sebelumnya pemilik toko memberitahukan "Banyak barang yang kurang bernilai di mata penduduk kampung; berbeda kepada pembeli bahwa harga genting ditambah fee yang akan deberikan dengan penduduk kota. Di kampung, jauh lebih murah. Bahkan, banyak kepada mediator, dan ternyata pembeli mengizinkan, maka ini dibenarkan. barang yang dapat diperoleh di kampung dengan gratis, tanpa harus membayar." (Bidayatul Mujtahid, 2:134) 4. Jangan merusak hubungan mutualisme masyarakat Roda perekonomian desa akan berjalan dinamis seiring dengan terjunSaudaraku, sering kali, kita merasakan begitu harmonisnya hubungan nya para pedagang ke desa. Oleh karena itu, dahulu, Sa'id bin Musayyib penduduk desa dan kota. Mereka hidup saling berdampingan, bergantung mengatakan, "Sesungguhnya, orang yang memonopoli barang itu terlaknat, antara satu dengan yang lain. Proses saling memberi dan menerima telah dan orang yang mendatangkan barang dari kampung itu dilapangkan rezeberjalan dengan baik. Karenanya, tidak ada alasan lain kecuali hubungan kinya." (Riwayat Abdurrazzaq dan lainnya) mereka terjalin dengan landasan atau asas saling menguntungkan. Bukan malah sebaliknya, menguntungkan satu belah pihak semata, sementara Kedua: Menutup pintu kejahatan para calo yang biasanya sarat dengan pihak lain harus menanggung kerugian. sifat tamak; suatu sifat yang selalu melekat pada diri seorang calo. Akibat ambisi mendapatkan keuntungan besar, tak jarang, para calo mempermaiAsas saling menguntungkan inilah yang diharapkan menjadi titik temu di nkan perputaran barang, sehingga mereka dapat dengan leluasa mengeruk antara mereka dalam satu jalinan atau ikatan yang harmonis, sarat dengan keuntungan. Tak peduli, seandainya ada pihak yang sengaja dirugikan. kerahmatan. Tentunya, juga tak ada pihak yang dirugikan. Dengan diharamkannya percaloan antara masyarakat desa--yang meruSyariat Islam melarang adanya pihak ketiga yang turut langsung men- pakan pemilik bahan-bahan kebutuhan pokok--dengan masyarakat kota, gambil keuntungan dari hubungan mereka. Pihak ketiga itu ialah para me- kejahatan para calo dapat ditanggulangi. diator alias "calo" atau "makelar" yang berperan menjualkan barang milik Saudaraku, dengan mencermati teks hadis tersebut, jelaslah bahwa masyarakat desa kepada konsumen dari kota. Rasulullah shallallahu 'alaihi hukum ini tidak berlaku pada perdagangan barang tambang atau perdaganwa sallam bersabda, "Janganlah penduduk kota menjualkan barang milik gan internasional karena pemilik barang tambang adalah orang-orang kota penduduk desa!" Aku (Thawus, yaitu murid Ibnu Abbas) bertanya kepada yang mengetahui harga barang yang berlaku di pasaran, baik perorangan, Ibnu Abbas tentang maksud sabda beliau "Janganlah penduduk kota menperusahaan atau bahkan negara. jualkan barang milik penduduk desa!" Beliau menjawab, "Yaitu tidak menjadi calo (mediator penjualan)." (Muttafaqun 'alaih) Pendek kata, hukum ini hanya berlaku pada penjualan barang dagangan milik masyarakat desa atau yang semakna dengan mereka. Yaitu, Dalam konteks kekinian, kita bisa mengambil contoh dari pasar-pasar orang-orang yang tidak menguasai pasar dan harga yang berlaku padanya. tradisional. Banyak calo yang menawarkan jasa kepada masyarakat desa (Al-Mughni oleh Ibnu Qudamah, 4:150; Fathul Bari oleh Ibnu Hajar, 4:371) untuk menjualkan barangnya. Proses penawaran tersebut sudah pasti diikuti dengan pengharapan imbalan sebesar yang ia inginkan. Para calo akan Demikianlah empat ketentuan yang seyogianya dipahami sebelum Anda mengatakan bahwa masyarakat desa akan mendapatkan untung yang be- hendak menekuni profesi sebagai mediator penjualan atau pembelian. Walsar. Tak henti-hentinya para calo mengiming-imingi keuntungan berlipat. lahu a'lam bish-shawab. Malah, ada juga yang hiperbolis, dengan rayuan bahwa mereka akan memPenulis: Ust. Dr. Muhammad Arifin Badri , Doktor lulusan Universitas Islam beri harga berbeda dibandingkan harga penawaran calo lain. Madinah, Arab Saudi. Pendidikan S1, S2, dan S3 beliau diselesaikan di Meski begitu, benarkah kondisi demikian yang terjadi? Tidak! Pada jurusan yang sama, yaitu jurusan Fikih, Fakultas Syariah. Beliau adalah kenyataannya, masyarakat desa hanya diuntungkan sekali dan dirugikan pembina Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI), pengasuh milis berkali-kali. Masyarakat kota, biasanya, membeli barang dagangan dari Syariah PM-Fatwa, majalah Pengusaha Muslim, dan website Pengusahadesa untuk diolah menjadi barang yang siap dikonsumsi masyarakat luas. Muslim.com Dengan demikian, bila masyarakat kota mendapatkan bahan baku dengan harga mahal, hasil produksinya pun akan dijual dengan harga yang mahal. Artikel www.PengusahaMuslim.com Masyarakat desa pun akan menikmati barang produksi dengan harga yang mahal. Oleh karena itu, pada hadis lain, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan keterkaitan harga ini, dengan sabdanya, "Janganlah penduduk kota menjualkan (menjadi calo penjualan) barang milik penduduk desa! Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengkhususkan Al-Arsy dengan beBiarkanlah sebagian masyarakat dikaruniai rezeki oleh Allah dari sebagian berapa kekhususan yang membedakanya dari sekalian makhluk yang lain lainnya." (Riwayat Muslim) karena Al-Arsy memiliki kedudukan yang tinggi disisi Allah Subhanahu wa Walaupun para calo mendatangkan keuntungan, baik bagi dirinya mau- Ta'ala sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebut kata Al-Arsy pun masyarakat desa, tetapi keuntungan itu juga menyisakan kesusahan sebanyak dua puluh satu kali didalam Al Quran dan hal ini menunjukkan bagi semua masyarakat. Bila ini tidak segera dicegah, bukan mustahil bila ketinggian kedudukan dan martabat di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala oleh ketimpangan ekonomi akan terus terjadi. Celakanya, bila sudah menjadi karena itu Allah Subhanahu wa Ta'ala memuji dirinya dalam banyak ayat mental dan membudaya, tak akan didapati suatu keseimbangan hubungan dengan mengatakan dialah pemilik Al-Arsy yang agung dan besar lagi mulia, seperti dalam firmanNya. antara desa dan kota. Dan Dia adalah Rabb yang memiliki 'Arsy yang agung". [AtBila dirunut lebih panjang lagi, akan banyak dampak ikutan lainnya. Karenanya, di sinilah terlihat betapa pentingnya kehadiran Islam yang men- Taubah/9:129] gatur kehidupan seproporsional mungkin. Islam lebih mendahulukan keKatakanlah:"Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empentingan masyarakat luas dibanding kepentingan segelintir orang. punya 'Arsy yang besar?" [Al-Mu'minuun/23:86] Penjelasan hukum percaloan antara masyarakat desa dengan masyarakat kota ini adalah pendapat yang dianut oleh Mazhab Maliki, Asy-Syafi'i, Hadiri Kajian Rutin Setiap Kamis Malam Jum’at dan Hanbali. (Al-Mughni karya Ibnu Qudamah, 4:150; Fathul Bari oleh Ibnu Hajar Al-Atsqalani, 4:371; Bidayatul Mujtahid, 2:134. Keterangan ini juga Pembicara : Ustad Abu Kharisman selaras dengan fatwa Komite Tetap untuk Riset Ilmiah dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia, fatwa no. 14409)

yang berlaku suka-sama-suka di antara kamu." (QS. An-Nisa:29)

KEKHUSUSAN (KARAKTERISTIK) AL-ARSY

Tempat : Masjid At-Taqwa OHC

Solusi Sudah saatnya para calo berperan secara positif. Artinya, melakukan 2

Waktu : Ba’da Sholat Maghrib Berjama’ah

secara langsung bahwa dia adalah makhluk yang paling dekat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan hal ini sebagaimana dikatakan Ibnu Mas'ud Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya;tidak ada ilah (yang Radhiyallahu 'anhu. berhak disembah) selain Dia, Rabb (Yang mempunyai) 'Arsy yang mulia. Antara langit ketujuh dan kursi lima ratus tahun dan antara kursi dan air [Al-Mu'minuun/23:116] lima ratus tahun dan Al Arsy diatas air dan Allah Subhanahu wa Ta'ala Dalam ayat-ayat diatas Allah Subhanahu wa Ta'ala mensifatkan kepada diatas Al Arsy [4] kita bahwa Al-Arsy itu agung dan mulia, agung karena dia adalah makhluk yang paling besar dan paling tinggi sehingga Allah Subhanahu wa Ta'ala Dan berkata Ibnu Taimiyah rahimahullah : Adapun Al Arsy maka dia berupa menjadikanya sebagai tempat bersemayamNya dan mulia karena dia kubah sebagaimana diriwayatkan dalam As Sunan karya Abu Daud dari memiliki kedudukan yang berbeda dari makhluk-makhluk yang lainnya dan jalan periwayatan Jubair bin Muth’im, dia berkata : Telah datang menemui dia memiliki sifat-sifat yang tinggi dan mulia, sebagaimana firman Allah Rasulullah seorang A’rob dan berkata : Wahai Rasulullah jiwa-jiwa telah Subhanahu wa Ta'ala: susah dan keluarga telah kelaparan- dan beliau menyebut hadits- sampai berkata Rasulullah ` (Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai 'Arsy, Yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikeSesungguhnya Allah diatas ArsyNya dan ArsyNya diatas langit-langit hendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan dan bumi, seperti begini dan memberikan isyarat dengan jari-jemarinya (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat). [Al-Mu'min/40:15] seperti kubah. [5] Yang mempunyai singgasana, lagi Maha Mulia [Al-Buruuj/85:15] Juga menunjukkan keagungan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan keting- Dan tentang ketinggiannya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bergian ArsyNya yang berada diatas seluruh makhluqnya apalagi Allah l telah sabda : banyak menghubungkannya dengan namanya "Arrohman" yang tentunya Jika kalian meminta, mintalah Al Firdaus, karena dia syurga yang paling mengandung satu keistimewaan yang tidak dimiliki selainnya, seperti firman utama dan yang paling tinggi dan diatasnya adalah Arsy Allah, dan darinya Allah Subhanahu wa Ta'ala : terpancar sungai-sungai syurga. [6] (Yaitu) Yang Maha Pemurah, yang bersemayam di atas 'Arsy. Dan jelaslah dengan hadits-hadits ini bahwa Al Arsy adalah makhluq [Thaahaa/20:5] yang paling tinggi dan dia seperti kubah [7] Yang Menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya 3. Al Arsy Adalah Makhluk Yang Terbesar Dan Teragung Serta Terberat dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih menAl Arsy merupakan makhluk Allah Subhanahu wa Ta'ala yang paling getahui (Muhammad) tentang Dia. [Al-Furqaan/25:59] besar dan luas serta agung dan ini Allah Subhanahu wa Ta'ala berikan agar sesuai dan pantas sebagai tempat bersemayamnya Dia Subhanahu wa Dalam ayat ini terkandung pengertian bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ta'ala berada diatas makhluk yang paling luas dan paling besar yang dapat melingkupi seluruh makhluk yang lainnya. Al Quran dan As Sunnah telah menunjukkan Kebesaran dan keluasan Al Arsy seperti firman Allah Subhanahu wa Ta'ala : Oleh karena itu perlulah kita mengetahui kekhususan-kekhususan AlArsy yang diberikan Allah Subahnahu wa Ta'ala kepadanya. Dan Dia adalah Rabb yang memiliki 'Arsy yang agung. [AtTaubah/9:129] DIANTARA KEKHUSUSANNYA. Berkata Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat ini: bermakna Dialah 1. Tempat Bersemayamnya Allah Subhanahu wa Ta'ala. pemilik dan pencipta segala sesuatu; karena Dia Rabb yang memiliki Al Ini merupakan kekhususan yang paling besar dan agung yang dimiliki Al Arsy yang agung yang merupakan atapnya para makhluk dan semua makArsy dimana karena inilah Al Arsy memiliki kekhususan-kekhususan yang hluk dari langit dan bumi dan yang ada pada keduanya dibawah Al Arsy.[8] lainnya. Masalah bersemayamnya Allah Subhanahu wa Ta'ala di atas Al Dan dari hadits-hadits Nabi adalah sabda beliau Shallallahu 'alaihi wa salArsy telah ditunjukkan oleh Alkitab dan Assunnah, disebutkan dalam Al lam. Quran sebanyak tujuh tempat dan tentunya penyebutan yang berulangSesungguhnya Allah diatas ArsyNya dan ArsyNya diatas langit-langit ulang ini menegaskan keagungan dan arti pentingnya Al Arsy ditambah dan bumi, seperti begini dan memberikan isyarat dengan jari-jemarinya dengan banyaknya hadits-hadits yang menunjukkan dengan tegas kebenaseperti kubah.[9] ran hal tersebut. Disini Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menyerupakan Al Arsy seperti Sesungguhnya madzhab salaf dari para sahabat, tabiin dan yang lainkubah atas alam ini yang terdiri dari langit-langit dan bumi serta isinya dan nya berpendapat bahwa Allah Subhanhu wa Ta'ala bersemayam diatas Al seperti atap untuk keduanya, disini sangat jelas menunjukkan keagungan, Arsy dengan tanpa takyif (membagaimanakannya), tamtsil (menyerupainya kebesaran dan keluasan Al Arsy, bukan hanya lebih besar dari langit-langit dengan makhluk), Tahrif (menyelewengkan makna yang sebenarnya) dan dan bumi akan tetapi keluasannya tidak dapat dibayangkan oleh kita, sebaTa'thil (menolaknya) [1], karena Allah Subhanahu wa Ta'ala bersemayam gaimana dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada diatas ArsyNya dengan persemayaman yang sesuai dengan kebesaran dan Abu Dzar Radhiyallahu 'anhu. keagunganNya. Adapun hakikat bersemayamnya Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak diketahui oleh kita dan bertanya tentang hal itu satu kebidahan, Wahai Abu Dzar tidaklah langit yang tujuh dibanding kursi kecuali karena Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak memperlihatkan kepada kita haki- seperti lingkaran (gelang) yang dilemparkan ke tanah lapang, dan besarnya kat dzatNya, maka bagaimana kita dapat mengetahui bagaimana bersema- Al Arsy dibandingkan dengan kursi seperti lebih besarnya tanah lapang dari yamnya Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Dia yang berfirman: lingkaran (gelang). Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa Dan dalam riwayat yang lain. yang dikehendaki-Nya. [Al-Baqarah/2:255] Tidak langit yang tujuh dan bumi yang tujuh dan apa yang ada diantara 2. Al-Arsy Adalah Makhluk Yang Tertinggi Dan Menjadi Atapnya Para dan di dalamnya dibandingkan dengan kursi kecuali seperti lingkaran Makhluk Yang Lain. (gelang) yang dilempar ke tanah lapang, dan kursi dengan apa yang ada didalamnya dibandingkan dengan Al Arsy seperti lingkaran (gelang) tersebut Diantar kekhususan yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada Al Arsy adalah menjadikannya sebagai makhluk paling dekat denganNya Buletin At-Taqwa diterbitkan oleh Takmir Masjid At-Taqwa dan yang paling tinggi lebih tinggi dari langit, bumi dan syurga dan dia meruPT YTL Jawa Timur - Paiton - Indonesia pakan atapnya, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Ketua: Budhi Santoso Jika kalian meminta, mintalah Alfirdaus, karena dia adalah tengahtengah syurga dan yang paling tinggi dan diatasnya adalah Arsy Allah, dan darinya terpancar sungai-sungai syurga.[2] Wakil: Arief Saptahadi Sekretaris: Jaiman Bendahara : Yusuf Effendi

Berkata Abu Abdillah Muhammad bin Abdillah bin Abi Zamaniin dalam kitabnya Ushulussunnah: dan dari pendapat Ahlussunnah adalah Allah telah At-Taqwa menerima sumbangan artikel/tulisan bertema pengetahuan Islam. menciptakan AlArsy dan mengkhususkannya dengan berada diatas dan Tulisan bisa dikirimkan ke Seksi Syiar & Dakwah (Redy Hartono : redy@atketinggian diatas semua makhluqNya kemudian bersemayam diatasnya. [3] taqwa.org) atau Bagian Bulletin (Heri Yuono : heri@at-taqwa.org) atau takmir@at-taqwa.org. Ketinggian Al Arsy sebagai makhluk yang paling tinggi menunjukkan 3

kami (diperkenankan) menempati tempat dalam jannah di mana saja kami kehendaki". Maka jannah itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang Berkata Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu. beramal. Dan kamu (Muhammad) akan melihat melaikat-malaikat berlingkar Kursi tempat kedua telapak kaki dan Al Arsy tidak mampu mengukurnya disekeliling 'Arsy bertasbih sambil memuji Rabb-nya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan:"Segala puji bagi kecuali Allah Subhanahu wa Ta'ala. [11] Allah, Rabb semesta alam". [Az-Zumar/39:74-75] Disamping Al Arsy ini adalah makhluk terbesar dan terluas, diapun terberat, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'alaihai wa sallam kepada Ju- Berkata Syeikhul Islam : Adapun Al Arsy tidaklah masuk dalam makhlulmakhluk yang diciptakan dalam waktu enam hari dan tidak pula dibelah dan wairiyah. dipecah, bahkan hadits-hadits yang masyhur menegaskan apa yang telah Sungguh aku katakan setelah kamu empat kalimat tiga kali, seandainya ditunjukkan Al Quran tentang ketidak punahan Al Arsy, sebagimana dalam ditimbang dengan apa yang kamu ucapkan sejak hari ini maka sungguh dia Ash Shohih bahwa atapnya syurga 'Adn adalah Al Arsy, Rasulullah Shallaldapat menyamainya, Subhanallah wa bihamdihi, 'adada kholqihi wa ridho lahu 'alaihi wa sallam bersabda: nafsihi wa zinata Arsyihi wa midada kalimatihi.[12] Jika kalian meminta, mintalah Alfirdaus, karena dia syurga yang paling Berkata Ibnu Taimiyah : Maka ini menjelaskan bahwa berat Al Arsy utama dan yang paling tinggi dan diatasnya adalah Arsy Allah, dan darinya paling berat timbangannya.[13] terpancar sungai-sungai syurga. [18] pada tanah lapang tersebut. [10] Demikianlah kekhususan (karakteristik) Al Arsy menurut Ahlus Sunnah wal 4. Al Arsy Tidak Termasuk Yang Digenggam Dan Digulung Ketika Hari Jamaah. Semoga bermanfaat. Kiamat. [Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 08/Tahun V/1422H/2001M Diterbitkan Ini merupakan kekhususan yang juga dimiliki oleh selainnya dan telah Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton kita ketahui bahwa Al Arsy diciptakan sebelum diciptakannya langit dan Gondangrejo Solo 57183 Telp. 08121533647, 08157579296] bumi sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menetapkan taqdir-taqdir seluiruh makhluk sebelum diödiciptakannya langit dan bumi lima puluh ribu tahun, beliau bersabda: dan Arsy Nya ada diatas air. [14] Dan telah kita ketahui bahwa langit dan bumi serta isinya akan di genggam dan digulung serta diganti seperti firman Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang Inilah kisah seorang wanita yang dibakar oleh thaghut Fir'aun. semestinya pada hal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari Fir'aun juga membakar anak-anaknya dalam sebuah wadah mirip kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya.Maha Suci Dia dan tungku yang besar. Aroma tubuh yang terbakar menyebar ke setiap Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. [Az-Zumar/39:67] sudut. Balasannya, Allah menjadikan aromanya dan aroma anakanaknya sedemikian harum menyebar di langit. Rasulullah mencium Dan firmanNya yang lain. aroma wangi itu manakala beliau Mi’raj ke langit di malam Isra'. (Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan Ahmad meriwayatkan dalam Musnad-nya dari Abdullah bin Abbas (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. berkata bahwa Rasulullah bersabda, "Pada malam aku ber-Isra', aku mencium aroma yang harum. Aku bertanya, 'Wahai Jibril, aroma harum [Ibrahim/14:48] apa ini?' Jibril menjawab, 'Ini adalah aroma wanita penyisir putri Fir'aun Juga firmanNya. dan anak-anak wanita itu.' Aku bertanya, 'Bagaimana kisahnya?' (Yaitu) pada hari Kami menggulung langit sebagai menggulung lem- Jibril menjawab, 'Suatu hari, ketika dia sedang menyisir putri Fir'aun, baran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan per- tiba-tiba sisir jatuh dari tangannya. Dia berkata, 'Bismillah.' Putri Fir'aun tama baegitulah Kami akan mengulangnya. Itulah janji yang pasti Kami berkata kepadanya, 'Bapakku.' Dia menjawab, 'Bukan, akan tetapi Tutepati, sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya. [Al-Anbiyaa/ : hanku dan Tuhan bapakmu adalah Allah.' Putri Fir'aun berkata, 'Aku akan sampaikan itu kepada bapakku.' Dia menjawab, 'Lakukanlah.' 104] Maka putri Fir'aun menyampaikan hal itu kepada bapaknya. Fir'aun Dan dalam shohihain dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anh, beliau berkata, memanggilnya dan bertanya, 'Wahai fulanah, apakah kamu mempuntelah bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. yai Tuhan selain aku?' Dia menjawab, 'Ya, Tuhanku dan Tuhanmu Allah Subhnahu wa Ta'ala mengenggam bumi pada hari Kiamat dan adalah Allah.' Lalu Fir'aun memerintahkan agar dihadirkan seekor sapi dari menggulung langit dengan tangan kananNya kemudian berkata : Aku raja tembaga. Setelah dipanaskan, dia memerintahkan agar wanita ini berikut anak-anaknya dilempar ke dalamnya. Wanita itu berkata, penguasa, mana para raja penguasa dunia. [15] 'Aku ada perlu denganmu.' Fir'aun bertanya, 'Apa keperluanmu?' Wanita Dan dalam riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhu dengan lafadz. menjawab, 'Aku ingin kamu mengumpulkan tulang- tulangku dan Allah Subhnahu wa Ta'ala menggulung langit-langit pada hari Kiamat tulang anak-anakku dalam sebungkus kain lalu mengubur kami.' Fir'aun kemudian mengambil mereka dengan tangan kananNya kemudian berkata : menjawab, 'Itu menjadi hakmu atas kami.' Aku raja penguasa, mana para penindas, mana orang-orang yang somJibril berkata, 'Lalu anak-anaknya dihadirkan. Satu per satu dilembong. [16] par ke dalamnya di depan matanya, sampai akhirnya tiba giliran bayDemikianlah keadaan hari Kiamat langit dan bumi dihancurkan dan inya yang masih menyusu. Wanita ini maju mundur, maka bayinya tersisa beberapa makhluq yang tidak dihancurkan dan dipunahkan oleh berkata kepadanya, 'Wahai Ibuku, masuklah karena adzab dunia lebih Allah Subhanahu wa Ta'ala, seperti Syurga, Neraka, Al Arsy menurut ke- ringan daripada adzab Akhirat.' Maka dia pun masuk'." sepakatan Ahlus Sunnah [17], maka Al Arsy di hari Kiamat tidak ikut Ibnu Abbas berkata, "Ada empat bayi yang berbicara: Isa bin Maryam, digulung bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan bayi Juraij, saksi Yusuf, dan putra wanita penyisir putri Fir'aun." langit di gulung dan di hancuran Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagaimana Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad-nya dari Ibnu Abbas ditunjukkan oleh firmanNya. (3/309) cetakan Al-Maktab Al-Islami), (5/30 cetakan Muassasatur Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya Risalah), no. (2821-2823). Para Muhaqqiq Musnad menyatakannya sekali bentur. Maka pada hari itu terjadilah Kiamat, dan tebelahlah langit hasan dan mereka menisbatkannya kepada Thabrani dan Ibnu Hibban. menjadi lemah. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan Haitsami setelah menyebut hadis ini mengatakan, "Diriwayatkan pada hari itu delapan orang Malaikat menjungjung Arsy Rabbmu di atas ke oleh Ahmad, Bazzar, Thabrani dalam Al- Kabir dan Al-Ausath. Di kepala mereka.[Al Haaqqah : 14-17] dalam sanadnya terdapat Atha' bin As-Saib. Dia tsiqah, tetapi hafaDemikian juga dalam surat Az Zumar setelah menjelaskan keadaan hari Kiamat, penduduk Neraka dan penduduk Syurga kemudian diakhiri dengan firmanNya. “Janganlah kamu merasa hina dan bersedih hati, padahal Dan mereka mengucapkan:"Segala puji bagi Allah yangtelah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang 4

WANITA PENYISIR PUTRI FIR'AUN

kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman.” (Ali Imran: 139)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->