BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang PKL Pada era globalisasi pada saat ini, dunia pendidikan sangat membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, kita sebagai mahasiswa harus ikut serta dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional agar dapat tercapai sumber daya manusia yang handal dan berkualitas. Demikian juga dengan salah satu program pemerintah yang menetapkan tujuan pendidikan yaitu untuk menghasilkan manusia yang terampil dan layak kerja di berbagai sektor pembangunan dimana pembangunan nasional pada saat ini mempunyai tujuan untuk menciptakan manusia yang berkualitas dan mandiri dalam segala suasana. Dalam proses awal tercapainya tujuan tersebut, saya selaku mahasiswa akan berupaya mengaplikasikan ilmu yang saya dapatkan diperkuliahan, khususnya dalam masalah perpajakan. Untuk meningkatkan penerimaan pajak, maka pemerintah dalam hal ini selain merombak struktur juga meningkatkan keterampilan petugas pajak agar masa yang akan datang pemerintah tidak merasa kekurangan petugas pajak yang terampil. Oleh karena itu, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi yang mempunyai Program Studi Akuntansi D III mewajibkan kepada seluruh mahasiswa dapat menyelesaikan program studinya dengan mengadakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) sebagai syarat untuk menyelesaikan program studi tersebut. Selain dari pada itu, tujuan dari dilaksanakannya Praktik Kerja

1

2

Lapangan adalah memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa di lapangan secara langsung agar mahasiswa dapat mempraktikkan teori-teori yang telah diberikan oleh dosen-dosen yang berkualitas pada Program Studi D III Akuntansi FISE UNY. Sebelum melaksanakan PKL, mahasiswa ditinjau ke lapangan terlebih dahulu dengan bimbingan dan pengarahan sedemikian rupa oleh dosen pembimbing PKL. Untuk melaksanakan PKL mahasiswa harus melakukan persiapan PKL sebagai berikut: 1. Pembekalan oleh Dosen Pembimbing. 2. Meminta surat pengantar PKL ke bagian Akademik untuk mengajukan permohonan PKL. 3. Mengajukan permohonan PKL kepada Ketua Program Studi dan atau oleh Ketua Pengelola Kampus UNY Kampus Wates. 4. Menyampaikan Surat Pengantar ke tempat PKL, dalam hal ini Kantor Pelayanan Pajak Wates. 5. Menanyakan persetujuan Praktik Kerja Lapangan. 6. Setelah mendapatkan kepastian atau ijin dari KPP Pratama Wates, kemudian memulai Praktik Kerja Lapangan. 7. Setelah selesai melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan, praktikan berkewajiban membuat laporan Praktik Kerja Lapangan. Melalui PKL ini diharapkan kepada mahasiswa agar dapat menghadapi dan memecahkan masalah-masalah yang ada di lapangan serta dapat menerapkan berbagai pengetahuan dan keterampilan yang berfungsi

3

untuk masa yang akan datang terutama untuk mahasiswa tersebut. Oleh karena itu mahasiswa harus melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan ini dengan penuh tanggungjawab agar mendapatkan pengalaman kerja nyata sesuai dengan yang diharapkan. Praktik Kerja Lapangan merupakan kewajiban yang diberikan oleh bagian Akademik Universitas Negeri Yogyakarta kepada mahasiswa sebagai syarat kelulusan. Sebagai usaha untuk memenuhi kewajiban tersebut, mahasiswa memilih Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates yang terletak di Jalan Ring Road Utara No. 10 Pugeran, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai tempat pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan. Lokasinya yang sangat strategis dengan sarana prasarana yang mendukung membuat mahasiswa bisa lebih bersemangat dalam melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates. Praktikan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan di KPP Pratama Wates dimulai sejak tanggal 01 Februari sampai dengan 01 April 2011.

B. Tujuan PKL Secara umum, maksud dan tujuan dilaksanakannya Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa sebagai calon profesional agar dapat menjembatani kesenjangan antara teori profesi yang didapat di bangku kuliah dan praktik profesi pada dunia kerja nyata. Sedangkan tujuan khusus dilaksanakannya Praktik Kerja Lapangan adalah sebagai berikut:

4

1. Memiliki pengetahuan yang cukup luas pada masalah sosial untuk melaksanakan praktik profesional dalam konteks masyarakat dan untuk menjadi professional leadership. 2. Memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mempraktikkan profesi akuntansi. 3. Mampu bekerja secara efektif dalam bidang akuntansi. 4. Mampu bekerja secara fleksibel dalam bidang non akuntansi. 5. Adanya keinginan untuk terus belajar meningkatkan keterampilan dan pengetahuan profesi maupun non profesi.

C. Manfaat PKL Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan memberikan manfaat dan memberikan arti penting, antara lain: 1. Bagi Mahasiswa Dengan diadakannya kegiatan Praktik Kerja Lapangan

diharapkan dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa sebagai pelaksana. Adapun manfaat yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut: a. Menambah wawasan di bidang perpajakan tidak hanya di bidang akuntansi saja. b. Memperkenalkan secara langsung kepada mahaasiswa/mahasiswi situasi dunia kerja agar nantinya dapat membedakan antara dunia kerja dan dunia pendidikan.

5

c. Mempelajari perilaku dan keahlian baru serta mempelajari bentuk kerja secara tim dan kerjasama. d. Mempraktikkan dan menerapkan ilmu pengetahuan serta

mengaplikasikannya ke dalam kehidupan nyata sesuai dengan apa yang diperoleh selama masa perkuliahan. e. Belajar untuk mempertinggi prestasi. f. Persiapan karir pekerja dan menambah pengalaman kerja. 2. Bagi Universitas Negeri Yogyakarta Manfaat dari kegiatan Praktik Kerja Lapangan yang didapat oleh Universitas sebagai tempat pendidikan yang mampu menyiapkan caloncalon tenaga yang profesional. Manfaat tersebut antara lain sebagai berikut: a. Meningkatkan kurikulum tepat guna sehingga mampu mencapai standar mutu pendidikan. b. Menambah hubungan kerjasama antara Universitas dengan Instansi/ Lembaga pemerintah khususnya pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates. c. Meningkatkan profesionalitas, memperluas wawasan serta menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan mahasiswa/mahasiswi dalam menerapkan ilmunya khususnya di bidang perpajakan. d. Mengusahakan adanya umpan balik untuk merevisi kurikulum. e. Mendorong kemajuan alumni dimasa yang akan datang.

6

f. Mempromosikan sumber-sumber potensial dari Universitas Negeri Yogyakarta. 3. Bagi Tempat Praktik Kerja Lapangan Manfaat adanya mahasiswa yang melakukan kegiatan Praktik Kerja Lapangan bagi perusahaan atau Instansi tempat Praktik Kerja Lapangan antara lain: a. Meningkatkan mutu dengan PKL jangka pendek untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. b. Membina kerjasama antara Instansi pemerintah khususnya pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates dengan Universitas Negeri Yogyakarta. c. Dapat menambah sumber ide-ide baru dari Universitas Negeri Yogyakarta melalui Praktik Kerja Lapangan.

BAB II DESKRIPSI KPP PRATAMA WATES

A. Sejarah Berdirinya KPP Pratama Wates Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates didirikan sejak tanggal 30 Oktober 2007, yang kemudian diresmikan pada tanggal 05 November 2007. Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates beroperasi di bawah naungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melalui koordinasi Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Seperti halnya Kantor Pelayanan Pajak lainnya di seluruh Indonesia, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates mempunyai wilayah kerja yang telah ditentukan. Wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates meliputi seluruh kawasan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Wates membawahi 12 kecamatan, yaitu meliputi Nanggulan, Pengasih, Wates, Sentolo, Panjatan, Lendah, Galur, Temon, Kokap, Girimulyo, Kalibawang, dan Samigaluh. Sejak dilakukannya pemecahan menjadi Kantor Pelayanan Pajak tersendiri, dimana tidak tergabung lagi dalam Kantor Pelayanan Pajak Yogyakarta II, hingga sekarang Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama

Wates belum memiliki gedung tersendiri secara mandiri di daerah yang meliputi wilayah kerjanya. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Wates masih menjadi satu kesatuan dengan gedung Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Daerah Istimewa Yogyakarta, yang terletak di Jalan Ring Road Utara No. 10

7

8

Pugeran, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Wates menempati gedung Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Daerah Istimewa Yogyakarta pada sebagian dari lantai I yang digunakan khusus untuk Tempat Pelayanan Terpadu (TPT) dan Seksi Pelayanan, dan pada semua bagian lantai VI yang difungsikan untuk mayoritas aktivitas operasional, administrasi, dan kinerja seksi-seksi lain yang terdapat di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Wates. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Wates mempunyai 66 orang pegawai, 10 (sepuluh) orang satpam, dan 2 (dua) orang cleaning service. Guna mempermudah dan memperlancar pelayanan yang diberikan kepada Wajib Pajak yang berada di wilayah kerjanya, KPP Pratama Wates hingga saat ini masih mengoperasikan dan memfungsikan Kantor Penyuluhan dan Pengamatan Potensi Perpajakan Wates sebagai Pos Pelayanan. Pos Pelayanan tersebut berlokasi di Jalan Khudori No. 53 Wates, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pegawai yang ditempatkan di Pos Pelayanan tersebut sebanyak 5 (lima) orang pegawai dan 2 (dua) orang satpam.

B. Kedudukan, Tugas, Fungsi, dan Tujuan KPP Pratama Wates 1. Kedudukan KPP Pratama Wates Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama merupakan unsur pelaksanaan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Dalam arti bahwa DJP membawahi kantor wilayah (Kanwil) seluruh Indonesia. Kanwil inilah yang membawahi KPP dimana DJP akan mempertanggungjawabkan

9

semuanya itu kepada Menteri Keuangan sebagai pertanggungjawaban atas tugas pokoknya di bidang penerimaan negara sektor pajak. Kedudukan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Wates yang belum berlokasi di wilayah kerjanya, dimana masih berada dalam satu kesatuan gedung Kantor Wilayah DJP Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi salah satu kendala untuk memberikan pelayanan yang optimal secara langsung kepada Wajib Pajak. Guna mempermudah dan memperlancar pelayanan yang diberikan kepada Wajib Pajak yang berada di wilayah kerjanya, KPP Pratama Wates hingga saat ini masih mengoperasikan dan memfungsikan Kantor Penyuluhan dan Pengamatan Potensi Perpajakan Wates sebagai Pos Pelayanan. Pos Pelayanan tersebut berlokasi di Jalan Khudori No. 53 Wates, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pegawai yang ditempatkan di Pos Pelayanan tersebut sebanyak 5 (lima) orang pegawai dan 2 (dua) orang satpam. 2. Tujuan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates Sebagai Kantor Pelayanan Pajak yang mempunyai tujuan untuk memudahkan para Wajib Pajak dalam memenuhi kewajiban pembayaran pajaknya, karena pada pajak itu sendiri juga akan dimanfaatkan oleh para Wajib Pajak itu sendiri. Kantor Pelayanan Pajak mempunyai tujuan yang khusus yaitu: a. Sebagai tempat pengumpulan dan pengolahan data-data perpajakan. b. Untuk menyajikan semua informasi-informasi perpajakan dan

menggali potensi perpajakan.

10

c. Dapat juga untuk mengekstensifikasi dari semua Wajib Pajak yang dipungut pajaknya. d. Sebagai tempat penatausahaan dan pengecekan Surat Pemberitahuan dari Wajib Pajak. e. Penatausahaan dan pengecekan atas Surat Pemberitahuan, penyusunan dan pemantauan Laporan Masa PPN, PPh, PPnBM dan PTLL. f. Tempat untuk penatausahaan, penerimaan, penagihan, penyelesaian keberatan dan restitusi PPN, PPh, PPnBM dan PTLL. g. Verifikasi dan penerapan bagi sanksi perpajakan. h. Pengutusan pemberitahuan Surat Ketetapan Pajak. i. Pengutusan tatausaha dari Rumah Tangga Kantor Pelayanan Pajak.

3. Tugas Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates Sesuai dengan SK Menteri Keuangan, Pasal 58 disebutkan bahwa tugas pokok KPP Pratama adalah melaksanakan penyuluhan, pelayanan, dan pengawasan Wajib Pajak di bidang Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan atas Barang Mewah dan Pajak Tak Langsung Lainnya dalam wilayah wewenangnya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu Kantor Pelayanan Pajak mempunyai tugas melakukan kegiatan operasional di bidang Pajak Negara di dalam daerah dan berwenang berdasarkan Kebijaksanaan teknis yang ditetapkan Direktorat Jendral Pajak. Kebijaksanaan teknis yang dimaksudkan adalah kegiatan operasional dalam penetapan perpajakan misalnya pemberian Nomor

11

Pokok Wajib Pajak, pemungutan pajak dan restitusi. Sedangkan yang dimaksud dengan Pajak Negara adalah Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dan Pajak Tidak Langsung Lainnya (PTLL). 4. Fungsi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates Dalam melaksanaan tugas seperti Pasal 58, Kantor Pelayanan Pajak menyelenggarakan fungsi antara lain:
a. Pengumpulan, pencarian dan pengolahan data, pengamatan potensi perpajakan, penyajian informasi perpajakan, penetapan dan penerbitan produk hukum perpajakan. b. Pengadministrasian dokumen dan berkas perpajakan, penerimaan dan pengolahan Surat Pemberitahuan (SPT), serta penerimaan surat lainnya. c. Pengawasan, pembayaran masa Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Bea Perolehan atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). d. Penatausahaan piutang pajak, penerimaan, penagihan, penyelesaian keberatan penatausahaan banding, dan penyelesaian restitusi Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Bea Perolehan atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). e. Pelaksanaan pemeriksaan sederhana dan penerapan sanksi perpajakan. f. Pengawasan kepatuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak. g. Pelaksanaan penyuluhan dan konsultasi perpajakan.

12

h. Pelaksanaan Intensifikasi dan Ekstensifikasi. i. Pelaksanaan administrasi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates.

C. Visi, Misi dan Motto KPP Pratama Wates 1. Visi KPP Pratama Wates Dalam menjalankan tugas-tugasnya Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates mempunyai Visi sebagai berikut: “Menjadi Institusi pemerintah yang menyelenggarakan sistem administrasi perpajakan yang efektif, efisien, dan dipercaya masyarakat dengan integritas dan profesionalisme yang tinggi”. Dari penggalan kalimat visi yang pertama menegaskan bahwa Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates ingin menjadi institusi pemerintah yang menjalankan sistem administrasi perpajakan modern, efektif, efisien, dan dipercaya masyarakat. Efektif dan efisien artinya Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates melakukan pengukuran dan pertanggungjawaban terhadap sistem modern yang dijalankan tersebut. Dipercaya masyarakat memiliki arti yaitu Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates memastikan masyarakat yakin bahwa sistem administrasi perpajakan memberi manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, bangsa dan negara. Modern, efektif, efisien, dan dipercaya masyarakat mengacu pada penyelenggaraan sistem dimana dibutuhkan peran dari sumber daya manusia sebagai subjek penyelenggaraan sistem tersebut. Peran dari sumber daya manusia diangkat melalui kata integritas dan profesionalisme, sehingga sistem

13

administrasi perpajakan dimaksud di atas dilaksanakan oleh sumber daya manusia yang berintegritas dan memiliki profesionalisme tinggi. 2. Misi KPP Pratama Wates Dalam rangka pencapaian visi diperlukan misi. Misi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates adalah: “Menghimpun penerimaan pajak negara berdasarkan undang-undang perpajakan yang mampu mewujudkan kemandirian pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui sistem administrasi perpajakan yang efektif dan efisien”. Misi tersebut menjelaskan bahwa keberadaan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates adalah untuk menghimpun pajak dari masyarakat guna menunjang pembiayaan pemerintah yang dijalankan melalui sistem administrasi perpajakan yang efektif dan efisien. Sistem administrasi tersebut dapat diukur dan dipertanggungjawabkan dalam rangka melayani masyarakat secara optimal untuk menjalankan hal dan kewajiban perpajakannya. 3. Motto KPP Pratama Wates Dalam menjalankan tugasnya sebagai pelayanan masyarakat di bidang perpajakan, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates memiliki motto yaitu “JUST yang berarti Jujur, Simpatik dan Transparan” Dengan motto tersebut diharapkan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Wates dalam menjalankan tugasnya dapat berlaku jujur, simpatik dan transparan terhadap masyarakat.

14

D. Struktur Organisasi KPP Pratama Wates Struktur organisasi merupakan wadah bagi sekelompok orang yang bekerjasama dalam usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Struktur organisasi menyediakan pengadaan personil yang memegang jabatan tertentu dan masing-masing diberi tugas, wewenang dan tanggung jawab sesuai dengan jabatannya. Hubungan kerja dalam organisasi dituangkan dalam struktur organisasi yang merupakan gambaran sistematis tentang hubungan kerja dari orang-orang yang menggerakkan organisasi dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan. Struktur organisasi sangat penting untuk terlaksananya fungsi pengorganisasian dengan baik sebab dengan adanya struktur organisasi akan terlihat jelas tugas dan wewenang dari setiap bagian yang terdapat dalam hierarki organisasi dan ini akan memudahkan setiap karyawan untuk menjalankan tugas dan fungsinya. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Wates mempunyai tugas melaksanakan pelayanan, pengawasan administrasi, dan pemeriksaan

sederhana terhadap wajib pajak di bidang Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dalam wilayah wewenangnya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Adapun struktur organisasi pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Wates adalah sebagai berikut:

1. Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates

15

2. Sub Bagian Umum 3. Seksi Pengolahan Data dan Informasi 4. Seksi Pelayanan 5. Seksi Ekstensifikasi Perpajakan 6. Seksi Pengawasan dan Konsultasi I (Waskon I) 7. Seksi Pengawasan dan Konsultasi II (Waskon II) 8. Seksi Pemeriksaan 9. Seksi Penagihan 10. Kelompok Jabatan Fungsional

STRUKTUR ORGANISASI KPP PRATAMA WATES
KEPALA KANTOR

SUB BAGIAN UMUM

SEKSI EKSTENSIFIKASI PERPAJAKAN

SEKSI PDI

SEKSI PELAYANAN

SEKSI PEMERIKSAAN

SEKSI PENAGIHAN

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

SEKSI WASKON I

SEKSI WASKON II

Gambar 1. Struktur Organisasi KPP Pratama Wates

16

E. Uraian Tugas KPP Pratama Wates 1. Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates Mempunyai tugas mengkoordinir tugas-tugas yang ada di KPP Pratama Wates sesuai dengan kebijakan, keputusan dan arahan dari Direktur Jendral Pajak serta mengkoordinir pelaksanaan tugas para Kepala Seksi di KPP Pratama Wates. 2. Sub Bagian Umum Mempunyai tugas urusan kepegawaian, keuangan, tata usaha dan rumah tangga. Sub Bagian Umum terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha dan Kepegawaian Tugasnya adalah menyelenggarakan tugas pelayanan di bidang tata usaha dan kepegawaian dengan cara melakukan pengurusan surat, pengetikan dan pengadaan, pencetakan berkas, penyusunan arsip, tata usaha kepegawaian, dan pengiriman laporan agar dapat menunjang kelancaran tugas Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Wates. b. Bagian Keuangan Tugasnya adalah merencanakan kebutuhan dana dan melakukan urusan pendanaan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Wates. c. Bagian Rumah Tangga Tugasnya adalah melakukan seluruh urusan rumah tangga dan urusan perlengkapan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates dari segi material agar dapat menunjang kelancaran jalannya pekerjaan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Wates.

17

3. Seksi Pengolahan Data dan Informasi Seksi Pengolahan Data dan Informasi (PDI) terdiri dari seorang Kepala Seksi pengolahan data dan informasi yang tugasnya adalah mengkoordinasikan urusan pengolahan data dan penyajian informasi, pembuatan monografi pajak, penggalian potensi perpajakan, serta ekstensifikasi wajib pajak, dan intensifikasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kepala Seksi Pengolahan Data dan Informasi (PDI) membawahi koordinator pelaksana yang tugasnya adalah: a. Menerima dan memanfaatkan data intern (dari seksi terkait di KPP Pratama Wates) dan data ekstern (di luar KPP Pratama Wates: Pemda Wates, Asosiasi, Notaris dan PPAT, dan pihak ketiga lainnya). b. Mengidentifikasi data intern dan data ekstern untuk dikategorikan menjadi data dikenal dan data tidak dikenal. c. Mengirimkan data dikenal ke seksi yang terkait dan KKP di luar KPP Pratama Wates. d. Mengirimkan data tidak dikenal ke KPP di luar KPP Pratama Wates, bila alamat pada data tersebut bukan merupakan wilayah kerja KPP Pratama Wates. e. Melakukan perekaman data ke menu Sistem Informasi Perpajakan (SIP) KPP Pratama Wates. f. Mengirimkan back up data harian KPP Pratama Wates.

18

g. Mengirimkan back up data KPP Pratama Wates ke Kanwil DJP Yogyakarta II secara priodik 2 (dua) minggu sekali. h. Melaksanakan transfer data mingguan ke Kantor Pusat. i. Membuat himbauan NPWP/ NPPKP kepada wajib pajak, baik orang pribadi maupun badan. 4. Seksi Pelayanan Seksi Pelayanan terdiri dari seorang Kepala Seksi Pelayanan yang tugasnya adalah mengkoordinasikan pelayanan pada Tempat Pelayanan Terpadu (TPT), penatausaan pendataan, pemindahan dan pencabutan identitas wajib pajak lainya, kearsipan berkas penelitian Surat

Pemberitahuan (SPT) dan surat wajib pajak lainnya, kearsipan berkas wajib pajak, serta penertiban Surat Ketetapan Pajak (SKP) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kepala Seksi Pelayanan membawahi koordinator pelaksana yang tugasnya adalah: a. Melakukan urusan penerimaan Surat Pemberitahuan (SPT), surat wajib pajak lainnya, melakukan penatausahaan pendaftaran, dan pencabutan identitas wajib pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. b. Melakukan penelitian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan, dan penyelesaian permohonan penundaan penyampaian SPT sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

19

c. Melaksanakan urusan tata usaha penerbitan Surat Ketetapan Pajak (SKP) dan kearsipan wajib pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 5. Seksi Pengawasan dan Konsultasi (Waskon) Waskon adalah salah satu seksi pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama di seluruh Indonesia. Seksi ini terbentuk setelah Kantor Pelayanan Pajak melakukan modernisasi, dimana pembagian seksi pada Kantor Pelayanan Pajak tidak lagi berorientasi pada jenis pajak, tetapi pembagian seksi pada Kantor Pelayanan Pajak berorientasi pada fungsi seksi. Waskon adalah singkatan dari dua suku kata yaitu pengawasan dan konsultasi. Fungsi umum dari seksi Waskon adalah melakukan pengawasan dan konsultasi terhadap wajib pajak dalam hal menjalankan seluruh kegiatan administrasinya. Seksi Waskon dipimpin oleh seorang Kepala Seksi (Kasi), yang tugasnya adalah mengkoordinir seluruh tugastugas pada Seksi Waskon. Dan Kepala Seksi Waskon dibantu oleh Accounter Representative (AR). Tugas dari Accounter Representative adalah melaksanakan tugas-tugas teknis pada Seksi Waskon I, seperti: a. Memberikan penjelasan tentang kegiatan administrasi perpajakan yang harus dipenuhi oleh wajib pajak. b. Menjadi tempat konsultasi dan konseling para wajib pajak.

c. Membuat surat-surat, seperti surat teguran, surat ucapan terima kasih, surat pemberitahuan kepada wajib pajak, dan lain sebagainya. d. Memeriksa Surat Pemberitahuan (SPT) yang disampaikan wajib pajak.

20

e. Mendisposisikan surat-surat, seperti surat masuk dan surat keluar. f. Memberikan aturan kepada wajib pajak untuk menghitung pajak dan mengisi Surat Pemberitahuan (SPT). g. Membuat data base Wajib Pajak.

Seksi Waskon pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Wates dibagi menjadi 2 (dua) bagian: 1) Seksi Pengawasan dan Konsultasi I 2) Seksi Pengawasan dan Konsultasi II Pada prinsipnya tugas dari kedua seksi tersebut adalah sama, dan yang membedakan hanyalah pembagian wilayah kerjanya. Hal ini diberlakukan dengan tujuan untuk mempermudah tugas dan fungsi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates. 6. Seksi Pemeriksaan Tugas pokok seksi ini melakukan penatausahaan dan pengolahan SPT, melakukan verifikasi atas SPT Masa Pajak Pertambahan NIlai (PPN), pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), dan Pajak Tidak Langsung Lainnya (PTLL), serta memantau dan menyusun laporan perkembangan pengusaha kena pajak dan keputusan SPT Masa. Seksi ini mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut: a. Pemantauan dan penatausahaan SPT masa PPN dan PPnBM. b. Penerimaan, penatausahaan, dan pengecekan SPT PPN, PPnBM, dan Pajak Tidak Langsung Lainnya.

21

c. Menelaah dan menyusun laporan perkembangan pengusaha kena pajak dan kepatuhan SPT Masa PPN, PPnBM, dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. d. Mengkonfirmasikan faktur pajak. e. Verifikasi atas SPT Masa PPN, PPnBM, dan Pajak Tidak Langsung Lainnya pengusaha kena pajak tidak terdaftar dan yang tidak memasukkan SPT Masa. 7. Seksi Penagihan Mempunyai tugas melakukan penatausahaan piutang pajak, penagihan, penundaan dan angsuran serta pembuatan usulan penghapusan piutang pajak. Seksi Penagihan terdiri dari : a. Koordinator Pelaksanaan Tata Usaha Piutang Pajak yang mempunyai tugas membantu urusan penatausahaan piutang pajak, pengusulan penghapusan piutang pajak, penundaan dan angsuran. b. Koordinator Pelaksanaan Penagihan Aktif yang mempunyai tugas membantu penyiapan surat teguran, surat paksa, surat perintah penyitaan, sita, usulan lelang dan dukungan penagihan lainnya. 8. Seksi Ekstensifikasi Perpajakan Dalam istilah perpajakan di Indonesia, Ekstensifikasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk memberikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) kepada wajib pajak orang pribadi yang berstatus sebagai pengurus, komisaris, pemegang saham/ pemilik dan pegawai, wajib pajak

22

orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha dan/ atau memiliki tempat usaha di pusat perdagangan dan/ atau pertokoan. Kegiatan Ekstensifikasi ini dilaksanakan oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Wates melalui Seksi Ekstensifikasi perpajakan. Tugas seksi Ekstensifikasi Perpajakan adalah melakukan pengamatan potensi perpajakan, pendataan objek dan subjek pajak, dan penilaian objek pajak dalam rangka ekstensifikasi. Dasar peraturannya adalah: a. Per-16/PJ/2007 tentang Pemberian Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Orang Pribadi yang berstatus sebagai pengurus, komisaris, pemegang saham/ pemilik dan pegawai melalui pemberi kerja/ bendaharawan pemerintah. b. Per-116/PJ/2007 tentang Ekstensifikasi Wajib Pajak Orang Pribadi melalui Pendataan Objek Pajak Bumi dan Bangunan, sebagaimana telah diubah melalui Per-32/PJ/2008. c. Per-35/PJ/2008 tentang Kewajiban Pemilik Nomor Pokok Waji Pajak (NPWP) dalam rangka pengalihan hak atas tanah dan/ atau bangunan. 9. Kelompok Jabatan Fungsional Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. Sikap kelompok dikoordinasikan oleh

23

pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Kepala Kantor Wilayah, atau Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang bersangkutan. Jumlah Jabatan Fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.

BAB III DESKRIPSI KEGIATAN PKL

Praktik Kerja Lapangan merupakan kegiatan untuk memperkenalkan praktikan pada dunia kerja secara nyata dan sesungguhnya. Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang dilaksanakan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates yang beralamatkan di Jalan Ring Road Utara No.10 Pugeran, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Wates dilaksanakan selama 2 bulan, tepatnya dari tanggal 01 Februari sampai dengan tanggal 01 April 2011. Praktikan melaksanakan PKL lima hari dalam satu minggu, yaitu hari Senin sampai hari Jumat dan dilakukan sesuai dengan kesepakatan yang telah ditetapkan oleh Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates dengan praktikan, yaitu di mulai dari pukul 07.30 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB, tetapi khusus hari Jumat hanya sampai pukul 11.30 WIB. Praktikan mempunyai kesempatan untuk melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan di tiga Seksi yaitu Seksi Pelayanan, Seksi Pengolahan Data dan Informasi (PDI), dan Seksi Penagihan. Secara umum tugas yang diperoleh praktikan di tiga seksi tersebut adalah melakukan pembukuan, Entry data, pengecekan data dan perekaman. Pada minggu pertama dan kedua setelah penempatan praktikan mendapat tugas membukukan Surat Setoran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (SSB) dan Surat Setoran Pajak (SSP) di buku register penelitian SSB. Pada minggu ketiga, keempat, ketujuh, kedelapan, sampai

24

25

berakhirnya PKL praktikan mendapatkan tugas merekam SPT dan membuat daftar pangiriman SPT. Pada minggu kelima dan keenam praktikan memdapat tugas melakukan Entry data dan pengecekan data (cross check). Tugas dan pekerjaan selama PKL berlangsung dapat dikelompokkan dan dideskripsikan menjadi beberapa kelompok antara lain: 1. Pembukuan hasil penelitian SSB Pelaksanaannya: a. Mencatat nomor urut, nama wajib pajak, tanggal penyetoran, besarnya SSB dan SSP, NTPN yang terdapat pada lembar bukti penerimaan negara jika ada, Nomor Pokok Wajib Pajak, Nomor Ketetapan, Nomor Objek Pajak (NOP), nama pemotong pajak, dan penerima pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) pada buku Register Penelitian
Surat Setoran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (SSB).

b. Setelah selesai dicatat Surat Pemberitahhuan (SPT) diberi nomor sesuai dengan nomor urut yang terdapat pada buku register hasil penelitian SSB. 2. Perekaman Surat Pemberitahuan (SPT) Praktikan melakukan perekaman SPT sebagai berikut: a. Perekaman Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPh Pasal 21 dan atau 26 Pelaksanaannya: 1) Membuka program Internet Explorer dengan memasukkan alamat pada kolom address.

26

2) Memasukkan password dan username untuk membuka aplikasi Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak (SIDJP), setelah itu akan terbuka aplikasi Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak (SIDJP). 3) Pada tampilan aplikasi Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak (SIDJP) kemudian memilih menu PPh Pasal 21/26 Masa atau Masa 2009 sesuai dengan tahun pajaknya. Apabila tahun pajaknya 2008 ke bawah maka yang dipilih menu PPh Pasal 21/26 Masa, sedangkan jika tahun pajaknya 2009 ke atas maka menu yang dipilih PPh Pasal 21/26 Masa 2009. 4) Masukkan SPT Induk sesuai dengan yang ada pada lembar SPT. 5) Masukkan lampiran yang tersedia sesuai dengan lembar lampiran yang ada. 6) Setelah selesai memasukkan semua lampiran pilih menu selesai untuk melakukan validasi SPT tersebut. 7) Lakukan validasi dan apabila hasilnya balance kemudian klik selesai. 8) Setelah selesai melakukan perekaman, lembar SPT diberi tanda tangan pada kolom pengolahan SPT. b. Perekaman Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPh Pasal 23 dan atau 26 Pelaksanaannya: 1) Membuka program Internet Explorer dengan memasukkan alamat pada kolom address.

27

2) Memasukkan password dan username untuk membuka aplikasi Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak (SIDJP), setelah itu akan terbuka aplikasi Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak (SIDJP). 3) Pada tampilan aplikasi Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak (SIDJP) kemudian memilih menu PPh Pasal 23/26 Masa atau Masa 2009 sesuai dengan tahun pajaknya. Apabila tahun pajaknya 2008 ke bawah maka yang dipilih menu PPh Pasal 23/26 Masa, sedangkan jika tahun pajaknya 2009 ke atas maka menu yang dipilih PPh Pasal 23/26 Masa 2009. 4) Masukkan SPT Induk sesuai dengan yang ada pada lembar SPT. 5) Masukkan lampiran yang tersedia sesuai dengan lembar lampiran yang ada yang meliputi bukti potong pasal 23, bukti potong pasal 26, dan surat setoran pajak. 6) Setelah selesai memasukkan semua lampiran pilih menu selesai untuk melakukan validasi SPT tersebut. 7) Lakukan validasi dan apabila hasilnya balance kemudian klik selesai. 8) Setelah selesai melakukan perekaman, lembar SPT diberi tanda tangan pada kolom pengolahan SPT. c. Perekaman SPT Tahunan Orang Pribadi 1770 S Pelaksanaannya: 1) Membuka program Internet Explorer dengan memasukkan alamat pada kolom address.

28

2) Memasukkan password dan username untuk membuka aplikasi SIDJP, setelah itu akan terbuka aplikasi Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak (SIDJP). 3) Pada tampilan aplikasi Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak (SIDJP) kemudian memilih menu PPh Tahunan 1770 S Masa atau Tahunan 2009 sesuai dengan tahun pajaknya. Apabila tahun pajaknya 2008 ke bawah maka yang dipilih menu PPh Tahunan 1770 S Masa, sedangkan jika tahun pajaknya 2009 ke atas maka menu yang dipilih PPh Tahunan 1770 S Masa 2009. 4) Masukkan SPT Induk sesuai dengan yang ada pada lembar SPT. 5) Masukkan lampiran yang tersedia sesuai dengan lembar lampiran yang ada yang meliputi bukti potong dan surat setoran pajak. 6) Setelah selesai memasukkan semua lampiran pilih menu selesai untuk melakukan validasi SPT tersebut. 7) Lakukan validasi dan apabila hasilnya balance kemudian klik selesai. 8) Setelah selesai melakukan perekaman, lembar SPT diberi tanda tangan pada kolom pengolahan SPT. d. Perekaman SPT Tahunan Orang Pribadi 1770 SS Pelaksanaannya: 1) Membuka program Internet Explorer dengan memasukkan alamat pada kolom address.

29

2) Memasukkan password dan username untuk membuka aplikasi SIDJP, setelah itu akan terbuka aplikasi Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak (SIDJP). 3) Pada tampilan aplikasi Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak (SIDJP) kemudian memilih menu PPh Tahunan 1770 SS Masa atau Tahunan 2009 sesuai dengan tahun pajaknya. Apabila tahun pajaknya 2008 ke bawah maka yang dipilih menu PPh Tahunan 1770 SS Masa, sedangkan jika tahun pajaknya 2009 ke atas maka menu yang dipilih PPh Tahunan 1770 S Masa 2009. 4) Masukkan SPT Induk sesuai dengan yang ada pada lembar SPT. 5) Masukkan lampiran yang tersedia sesuai dengan lembar lampiran yang ada yang meliputi bukti pemotongan 1721-A1 dan 1721-A2. 6) Setelah selesai memasukkan semua lampiran pilih menu selesai untuk melakukan validasi SPT tersebut. 7) Lakukan validasi dan apabila hasilnya balance kemudian klik selesai. 8) Setelah selesai melakukan perekaman, lembar SPT diberi tanda tangan pada kolom pengolahan SPT. e. Perekaman Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPh Pasal 22 Pelaksanaannya: 1) Membuka program Internet Explorer dengan memasukkan alamat pada kolom address.

30

2) Memasukkan password dan username untuk membuka aplikasi SIDJP, setelah itu akan terbuka aplikasi Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak (SIDJP). 3) Pada tampilan aplikasi Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak (SIDJP) kemudian memilih menu PPh Pasal 22 Masa atau Masa 2009 sesuai dengan tahun pajaknya. Apabila tahun pajaknya 2008 ke bawah maka yang dipilih menu PPh Pasal 22 Masa, sedangkan jika tahun pajaknya 2009 ke atas maka menu yang dipilih PPh Pasal 22 Masa 2009. 4) Masukkan SPT Induk sesuai yang ada pada lembar SPT. 5) Masukkan lampiran yang tersedia sesuai dengan lembar lampiran yang ada yang meliputi bukti pemungutan dan surat setoran pajak. 6) Setelah selesai memasukkan semua lampiran pilih menu selesai untuk melakukan validasi SPT tersebut. 7) Lakukan validasi dan apabila hasilnya balance kemudian klik selesai. 8) Setelah selesai melakukan perekaman, lembar SPT diberi tanda tangan pada kolom pengolahan SPT. 3. Membuat daftar pengiriman SPT Pelaksanaannya: a. Membuka program Microsoft Office Excel yang telah tersimpan arsip wajib pajak. b. Melakukan copy sheet yang sudah dibuat untuk mempermudah pembuatan daftar pengiriman SPT.

31

c. Memberikan nama jenis SPT sesuai dengan SPT yang dibuat daftar pengiriman di bagian atas. d. Memasukkan NPWP wajib pajak. e. Setelah selesai data dicetak dengan mesin printer. 4. Pengecekan SPT (cross check) Pelaksanaannya: a. Membuka program Internet Explorer dengan memasukkan alamat pada kolom address. b. Memasukkan password dan username untuk membuka aplikasi SIDJP, setelah itu akan terbuka aplikasi Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak (SIDJP). c. Pilih menu monitoring SPT, setelah terbuka masukkan jenis SPT dan tahun pajaknya. d. Setelah itu cocokkan SPT hasil monitoring dengan SPT yang bermasalah apakah ada SPT yang jumlah kurang bayarnya sama atau tidak. e. Pengecekan selesai. 5. Entry data Pelaksanaannya: a. Membuka program Internet Explorer dengan memasukkan alamat pada kolom address. b. Memasukkan password dan username untuk membuka aplikasi SIDJP, setelah itu akan terbuka aplikasi Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak (SIDJP).

32

c. Pilih menu laporan-laporan setelah itu pilih laporan sisa tagihan pajak. d. Masukkan NPWP wajib pajak dan nama Kantor Pelayanan Pajak Pratama. e. Setelah itu daftar sisa tagihan pajak dicetak. f. Apabila daftar sisa tagihan pajak masih kurang bayar maka dilakukan pengecekan di daftar piutang pajak yang ada di aplikasi Microsoft Office Excel yang telah dibuat. g. Setelah dicocokkan daftar sisa tagihan pajak dipisahkan antara yang nihil dan kurang bayar.

BAB IV REFLEKSI KEGIATAN PKL

A. Secara Umum Dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh suatu Lembaga/Instansi tertentu mempunyai kelebihan dan kekurangan, adapun tujuan dari refleksi kegiatan ini dimaksudkan agar setelah selesai melaksanakan PKL dan terjun di dalam dunia kerja yang nyata, praktikan dapat memikirkan kembali dan merefleksikan pengalaman yang telah didapat selama pelaksanaan PKL, untuk diambil hikmahnya agar bermanfaat dalam dunia kerja nyata. Disini praktikan mencoba merefleksikan dengan mendeskripsikan apa yang telah dialami oleh praktikan selama melaksanakan PKL. Selama dua bulan praktikan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates. Kegiatan PKL dapat dimanfaatkan untuk lebih memahami apa yang telah didapatkan di bangku perkuliahan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan bidang perpajakan. Bisa membandingkan antara teori yang didapat di bangku kuliah dengan praktik di dunia kerja yang nyata, ternyata tidak seluruhnya sama dan hanya sebagian kecil dari materi kuliah yang dapat diterapkan dalam Praktik Kerja Lapangan. Dengan demikian praktikan mendapat motivasi untuk lebih memahami atau mendalami hal-hal baru pada saat Praktik Kerja Lapangan. Banyak sekali tambahan pengalaman, wawasan dan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan.

33

34

Pada awal masuk Praktik Kerja Lapangan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates muncul banyak sekali perasaan, diantaranya praktikan sedikit merasa tidak percaya diri, agak bingung dengan apa yang akan dilakukan dan bagaimana cara membuat suasana menjadi lebih baik, takut dan khawatir akan tidak bisa menyelesaikan masalah pekerjaan sehingga bisa mengakibatkan hasil atau dampak yang kurang baik terhadap pihak aktivitas akademik atau mengecewakan terhadap pihak yang terkait dalam hal ini Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates. Praktikan mulai masuk PKL pada hari Selasa tanggal 01 Februari 2011 pukul 07.30 WIB. Praktikan menemui Sub Bagian Umum kemudian berkenalan dan diberi penjelasan tentang peraturan yang harus dipatuhi selama pelaksanaan PKL. Setelah kiranya cukup mendapatkan pengarahan tentang tata cara dan peraturan-peraturan yang harus ditaati praktikan selama berada di tempat Praktik Kerja Lapangan, praktikan diantar ke Seksi Pelayanan oleh Bapak Aprisca Sanggra Pramudya Hernanda. Pada Seksi Pelayanan praktikan mendapat arahan dan bimbingan tugas-tugas yang harus dikerjakan pada Seksi Pelayanan oleh Ibu Heni Retno Wati selaku Pembimbing sekaligus Kepala Seksi Pelayanan, setelah kiranya cukup memperoleh arahan dan bimbingan, praktikan diperkenalkan dengan karyawan-karyawan di seksi tersebut. Pada minggu pertama dan minggu kedua setelah penempatan praktikan mendapatkan tugas membukukan Surat Setoran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (SSB) ke dalam buku register penelitian SSB dan pada minggu ketiga, keempat dan kelima praktikan mendapatkan tugas

35

merekam Surat Pemberitahuan (SPT). Pada minggu keenam dan ketujuh praktikan mendapatkan tugas melakukan Entry data. Pada minggu kedelapan dan sampai berakhirnya PKL, praktikan kembali diberi tugas merekam Surat Pemberitahuan (SPT). Dalam masa pelatihan praktikan ternyata tidak terlepas dari kesalahan dan ketidaktelitian. Untuk itu perlu adanya kesabaran dan tentu saja tidak malu untuk bertanya pada pembimbing sehingga sedikit demi sedikit praktikan menjadi terampil dan giat dalam menyelesaikan pekerjaan. Dengan adanya pelatihan ini praktikan memperoleh pengalaman dan pengetahuan cukup banyak mulai dari ilmu teknologi dan kedisiplinan dalam bekerja serta bersosialisasi antar karyawan. Praktikan juga dapat mengetahui situasi dan konflik yang terjadi di instansi pemerintah. Hari terakhir praktikan melaksanakan PKL, praktikan merasa sedih karena harus meninggalkan tempat PKL dan berpisah dengan para karyawan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama yang selama ini telah memberikan pengetahuan, bantuan dan pengalaman yang sangat berharga bagi praktikan. Para karyawan juga merasa sedih karena kehadiran praktikan sudah dianggap seperti keluarga di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates, sehingga ada perasaan haru pada saat praktikan berpamitan dengan mereka. Meskipun demikian praktikan merasa puas telah menyelesaikan PKL dan meninggalkan kesan yang baik selama melaksanakan PKL dan praktikan juga mendapat banyak pengalaman baru dan berharga dalam dunia kerja, bersosialisasi, dalam menghadapi orang banyak, dan pengetahuan serta pengalaman tentang perpajakan. Praktikan juga diberi pesan dan nasihat oleh

36

para pegawai yang kelak akan berguna bagi praktikan apabila akan terjun di dalam dunia kerja yang sesungguhnya.

B. Secara Khusus Selama pelaksanaan PKL praktikan mengamati beberapa hal di dalam Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates yang nantinya akan dijadikan bekal untuk mengembangkan diri praktikan, antara lain sebagai berikut: 1. Pembukuan Surat Setoran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (SSB) Pembukuan Surat Setoran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (SSB) yaitu membukukan hasil penelitian Surat Setoran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (SSB) ke dalam buku register penelitian SSB yang mencakup nomor urut, nama wajib pajak, tanggal penyetoran, besarnya SSB dan SSP, NTTPN yang terdapat pada lembar bukti penerimaan negara jika ada, nomor pokok wajib pajak (NPWP), nomor ketetapan, nomor objek pajak (NOP), nama pemotong pajak, dan penerima pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Surat Setoran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (SSB) yang akan dibukukan sangatlah banyak jumlahnya sehingga diperlukan kesabaran dan ketelitian dalam menyelesaikannya. Pada awal melaksanakan pekerjaan, praktikan merasa grogi dan takut melakukan sedikit kesalahan karena belum berpengalaman dan ini merupakan pertama kalinya praktikan terjun di dunia kerja nyata.

37

Praktikan merasa senang karena selalu dibantu dan diberi pelajaran oleh pegawai atau karyawan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates, sehingga tercipta rasa kekeluargaan yang tinggi dalam bekerja. Praktikan selalu menikmati setiap pekerjaan yang diberikan dan hasilnyapun sangat memuaskan. Praktikan merasa sangat percaya diri walaupun sebagai praktikan tetapi sudah dipercaya dengan pekerjaan-pekerjaan perkantoran. Pengalaman yang didapat praktikan ketika mengerjakan tugas yang diberikan, praktikan menjadi lebih memahami pekerjaan yang ada di suatu instansi dan bisa sedikit lebih mengerti dalam pembukuan hasil penelitian SSB. 2. Perekaman Surat Pemberitahuan (SPT) Perekaman Surat Pemberitahuan (SPT) yaitu dengan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak (SIDJP) pada komputer dan memilih menu sesuai dengan jenis SPT yang akan direkam. Setelah memilih menu SPT, praktikan memasukkan atau merekam SPT induk dan lampiran-lampiran yang ada sesuai dengan yang tertera pada lembar SPT tersebut. Setelah selesai praktikan melakukan validasi dan apabila hasilnya sudah balance, klik selesai untuk mengakhiri proses perekaman dan pada lembar SPT diberi tanda tangan sebagai bukti SPT telah selesai direkam. Dalam kegiatan ini praktikan dirasa tidak terlalu sulit tetapi didalam pengerjaannya praktikan butuh konsentrasi dan ketelitian karena data yang dikerjakan sangat banyak dan terkadang data tersebut tidak lengkap sehingga hasilnya tidak balance dan perlu

38

dilakukan

pengecekan.

Dengan

adanya

pelatihan

ini

praktikan

memperoleh pengalaman dan pengetahuan cukup banyak mulai dari ilmu teknologi yang khususnya dalam perekaman SPT dan pengalaman lain seperti kedisiplinan kerja dalam bekerja serta bersosialisasi antar karyawan. 3. Membuat daftar pengiriman SPT Pembuatan daftar pengiriman SPT yaitu dengan menggunakan aplikasi Microsoft Office Excel yang telah terprogram dengan rumus pada komputer. Praktikan membuka aplikasi Microsoft Office Excel yang telah tersimpan arsip wajib pajak serta melakukan copy sheet yang sudah dibuat untuk mempermudah pembuatan daftar pengiriman SPT. Setelah itu praktikan memberikan nama jenis SPT di bagian atas dan memasukkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) wajib pajak pada kolom NPWP. Setelah selesai daftar pengantar pengiriman SPT dicetak pada mesin printer. Dalam kegiatan ini praktikan tidak merasa kesulitan tetapi didalam pengerjaannya praktikan butuh ketelitian agar tidak salah dalam pengerjaannya. Dengan adanya pelatihan ini praktikan memperoleh pengetahuan cukup banyak pada aplikasi Microsoft Office Excel. 4. Pengecekan SPT (cross check) Pengecekan SPT (cross check) yaitu dengan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak (SIDJP) pada komputer, praktikan mencocokkan SPT yang ada pada perekaman Surat

Pemberitahuan (SPT) dan pada menu monitoring Surat Pemberitahuan

39

(SPT). Apabila SPT yang kurang bayar terdapat pada monitoring SPT sesuai dengan jumlah kurang bayar dan nomor ketetapannya maka SPT dianggap telah selesai direkam, akan tetapi jika SPT tersebut dapat di unlock maka dilakukan perbaikan pada perekaman SPT tersebut sesuai dengan yang ada pada lembar SPT. Pada kegiatan ini praktikan tidak merasa terlalu kesulitan, akan tetapi diperlukan ketelitian dan konsentrasi untuk mengerjakannya. Dengan adanya pelatihan ini praktikan

memperoleh pengalaman cukup banyak khususnya dalam kegiatan cross check. 5. Entry data Entry data yaitu dengan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak (SIDJP) pada komputer, praktikan membuka menu laporan-laporan untuk melakukan entry daftar sisa tagihan pajak Pajak Penghasilan dan PPN. Praktikan memasukkan NPWP ke dalam kolom yang tersedia dan nama Kantor Pelayanan Pajak Pratama. Setelah selesai daftar sisa tagihan pajak dicetak dengan mesin printer. Untuk daftar sisa tagihan pajak yang kurang bayar dicocokkan dengan daftar piutang pajak yang telah dibuat pada aplikasi Microsoft Office Excel. Dalam melaksanakan pekerjaan ini praktikan merasa senang karena tidak begitu sulit dan pekerjaan juga tidak terlalu banyak namun demikian praktikan berusaha untuk tetap teliti dan tanggungjawab dalam pengerjaannya.

40

C. Peluang dan Kendala 1. Peluang Dalam melaksanakan PKL di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates, praktikan mendapatkan bekal keterampilan, pengetahuan dan pengalaman untuk dijadikan bekal terjun ke dunia kerja yang sesungguhnya. Dengan adanya PKL, mahasiswa atau praktikan diberi gambaran tentang bagaimana bekerja secara profesional dan

bertanggungjawab terhadap setiap pekerjaan yang dilakukan. Selain itu praktikan juga harus siap dalam menghadapi persaingan global, dimana dunia kerja sesungguhnya tidak semudah yang diperkirakan oleh praktikan. Walaupun tugas atau pekerjaan selama melaksanakan PKL kurang sesuai dengan profesi praktikan yaitu di bidang akuntansi. Akan tetapi dengan PKL ini memberikan peluang bagi praktikan apabila ingin bekerja di bidang perpajakan, seperti konsultan pajak atau pada perusahaan yang berkaitan dengan perpajakan. 2. Kendala Dalam pelaksanaan PKL di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates khususnya di Seksi Penagihan yang terletak di lantai 6 ada beberapa kendala yaitu udara di dalam ruangan kantor terasa panas, hal itu disebabkan karena ada beberapa AC yang sudah tidak berfungsi lagi, sehingga kenyamanan bekerja di dalam ruangan kurang nyaman. Selain itu prasarana utama di Seksi Penagihan dan Seksi Pengolahan Data dan

41

Informasi (PDI) sering terjadi aplikasi yang eror jika sudah siang padahal aplikasi tersebut penting. Oleh karena itu, praktikan memberikan masukan kepada karyawan/karyawati atau petugas yang terkait untuk memperbaiki AC dan aplikasi tersebut, agar kenyamanan dan kelancaran tugas dapat terlaksana dengan baik.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari Praktik Kerja Lapangan di Kantor Pratama Wates adalah sebagai berikut: 1. Praktikan dapat mengetahui cara merekam Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) Masa PPh Pasal 21/26 yang telah lunas/nihil serta yang masih kurang bayar. 2. Praktikan dapat mengetahui cara merekam Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) Masa PPh Pasal 23/26 yang masih kurang bayar. 3. Praktikan dapat mengetahui cara merekam Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) Masa PPh Pasal 22 yang masih kurang bayar. 4. Praktikan dapat mengetahui cara merekam Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) Tahunan Orang Pribadi 1770 S dan SPT Tahunan OP 1770 SS. 5. Praktikan dapat mengetahui cara mengecek Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) Masa PPh Pasal 21/26, Pasal 23/26 dan Pasal 22 dengan aplikasi lokal dan Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak. 6. Praktikan dapat mengetahui cara membukukan hasil penelitian SSB pada buku register penelitian Surat Setoran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (SSB). 7. Praktikan mengetahui cara membuat pengantar pengiriman Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) dengan aplikasi Microsoft Office Excel.

42

43

8. Praktikan mengetahui cara melakukan pengecekan Daftar Sisa Tagihan Pajak di dalam Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak. 9. Pelaksanaan PKL sangatlah penting dan berguna sebagai sarana yang baik untuk melatih dan mempraktikkan teori yang telah didapatkan di bangku kuliah. 10. PKL sangat melatih mental serta dorongan untuk berdisiplin dalam etos kerja yang profesional, sehingga praktikan dapat menyiapkan diri untuk terjun langsung. 11. Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates kepercayaan, kerjasama, komunikasi, dan saling pengertian di antara karyawan dengan pemimpin sangat diperlukan dalam dunia kerja.

B. Implikasi 1. Pelaksanaan praktik kerja di dunia kerja nyata akan lebih mematangkan teori yang diperoleh di bangku kuliah. Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan awal mula dari praktikan menghadapi dunia kerja secara nyata. 2. Antara dunia pendidikan dengan dunia kerja sejalan dalam artian dunia pendidikan memberi teori-teori tentang suatu bidang keahlian, sementara di dunia kerja memberikan pengetahuan nyata sebagaimana penerapan teori-teori di lapangan. 3. Dengan diadakan PKL ini, akan lebih meningkatkan kemampuan kerja. Praktikan juga harus berusaha untuk semaksimal mungkin melaksanakan tugas-tugas yang diberikan.

44

C. Saran 1. Bagi Universitas Negeri Yogyakarta a. Dapat meningkatkan pelayanan akademik dan administrasi khususnya dalam persiapan Praktik Kerja Lapangan bagi mahasiswa. b. Melakukan ikatan kerjasama dengan Instansi/Lembaga/Perusahaan yang menjadi rekan khususnya dalam pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan. 2. Bagi Kantor Pratama Wates a. Berikan kepercayaan kepada praktikan karena dengan kepercayaan praktikan dapat menunjukan potensi yang dimilikinya. b. Pertahankan hubungan kerjasama yang baik antara karyawan dan karyawati dengan praktikan agar pekerjaan yang diberikan dapat diselesaikan dengan baik. f. Kedisiplinan untuk para pegawai perlu ditingkatkan. g. Seorang pegawai yang baik haruslah profesioanal dalam bekerja, memiliki jiwa disiplin, teliti dan mau bekerja sama dengan baik. h. Pertahankan sifat salam tegur sapa dan senyum. i. Jaringan komputer harus lebih ditingkatkan agar dalam perekaman dapat berjalan dengan baik tanpa ada hambatan. 3. Bagi Dosen Pembimbing PKL Melakukan monitoring terhadap mahasiswa bimbingannya pada saat PKL agar dosen pembimbing mengetahui tugas-tugas apa saja yang dikerjakan oleh mahasiswa di tempat PKL, sehingga dosen pembimbing mengetahui

45

gambaran yang jelas tentang apa yang dideskripsikan dan direfleksikan mahasiswa dalam laporan PKL. 4. Bagi Mahasiswa a. Praktikan harus mengutamakan kedisiplinan kerja dan motivasi kerja yang tinggi untuk menjadikan mahasiswa yang mempunyai etos kerja yang baik dan profesional dalam segala bidang. b. Praktikan harus lebih komunikatif dan tidak kaku agar dapat diminimalisasi dalam mengerjakan pekerjaan. c. Mahasiswa lebih aktif, memiliki keterampilan dan cakap dalam segala bidang karena hal itu sangat dibutuhkan bagi Instansi-instansi atau perusahaan. Dengan berbekal ketrampilan dan kelebihan akan lebih memudahkan dalam melaksanakan tugas. kesalahan

DAFTAR PUSTAKA

Dapan, M. Kes. dan kawan-kawan (2011). Panduan Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan Program Diploma III. Kulon Progo : UNY kampus Wates. Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, UNY. (2011). Catatan Harian Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan. Yogyakarta: UNY. Haryanti. (2010). Laporan Praktik Kerja Lapangan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sleman. Kulon Progo: UNY kampus Wates. Menteri Keuangan RI (2001). Susunan dan Tugas Koordinasi Pelaksanaan di Lingkungan Direktorat Jendral Pajak. Jakarta : Menteri Keuangan Republik Indonesia No.535/KMK.01/2001. Situs Pajak: http:www.pajak.go.id. 12 Maret 2011.

46

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful