You are on page 1of 34

Kumpulan Artikel Kedokteran dan Artikel Kesehatan.

Sabtu, 26 Juni 2010

Endometritis adalah infeksi atau desidua endometrium, dengan ekstensi ke dalam miometrium dan jaringan parametrial. Endometritis endometritis dibagi menjadi obstetri dan nonobstetric. Ini adalah penyebab paling umum dari demam selama periode postpartum. penyakit radang panggul (PID) adalah pendahulu umum di populasi nonobstetric.

Patofisiologi

Endometritis adalah infeksi pada endometrium atau desidua, dengan ekstensi ke dalam miometrium dan jaringan parametrial. Endometritis biasanya terjadi akibat infeksi naik dari saluran kelamin bawah. Dari perspektif patologis, endometritis dapat diklasifikasikan sebagai akut vs kronis. Endometritis akut ditandai dengan kehadiran neutrofil dalam kelenjar endometrium. Endometritis kronis ditandai dengan adanya sel plasma dan limfosit dalam stroma endometrium.

Dalam populasi nonobstetric, PID dan prosedur ginekologi invasif adalah prekursor paling

umum untuk endometritis akut. Dalam populasi obstetri, infeksi pascapersalinan adalah pendahulu yang paling umum. Endometritis kronis pada populasi obstetri biasanya terkait dengan produk konsepsi ditahan setelah melahirkan atau aborsi elektif. Dalam populasi nonobstetric, endometritis kronis telah terlihat dengan infeksi, seperti klamidia, tuberkulosis, dan bakteri vaginosis, dan adanya suatu alat kontrasepsi.

Frekuensi

Amerika Serikat

Insiden bervariasi tergantung pada rute pengiriman dan populasi pasien. Setelah melahirkan melalui vagina, insiden adalah 1-3%. Setelah kelahiran sesar berkisar antara kejadian, 13-90%, tergantung pada faktor risiko dan apakah antibiotik profilaksis perioperatif telah diberikan. Mortalitas / Morbiditas

* Infeksi pada saluran genital adalah penyebab paling umum dari morbiditas nifas. Morbiditas nifas didefinisikan sebagai suhu 100,4 ° F (38 ° C) atau lebih tinggi terjadi dalam 2 dari 10 hari pertama pasca melahirkan, eksklusif dari 24 jam pertama. Di masa lalu, infeksi dipertanggungjawabkan hingga 16% dari kematian ibu. * Dalam populasi nonobstetric, seiring endometritis dapat terjadi di hingga 70-90% dari kasus didokumentasikan salpingitis.

Usia

gangguan ini mempengaruhi perempuan usia reproduksi.

Klinis

Riwayat

Diagnosis biasanya didasarkan pada temuan klinis.

* Demam * Lower sakit perut * Lokhia berbau busuk dalam populasi obstetri * Abnormal pendarahan vagina * Abnormal discharge vagina * Dispareunia (mungkin hadir pada pasien dengan penyakit panggul [inflamasi PID]) * Disuria (mungkin hadir pada pasien dengan PID) * Malaise

Fisik

* Demam, biasanya terjadi dalam 36 jam setelah melahirkan, pada populasi obstetri * Lower sakit perut * Uterine kelembutan * Adnexal kelembutan jika ada salpingitis terkait * Lokhia berbau busuk * Takikardia

Penyebab

* Endometritis adalah penyakit yang melibatkan polymicrobial, rata-rata, 2-3 organisme. * Dalam banyak kasus, itu muncul dari infeksi naik dari organisme yang ditemukan dalam flora normal vagina adat. * Umumnya organisme terisolasi termasuk urealyticum Ureaplasma, Peptostreptococcus, vaginalis Gardnerella, bivius Bacteroides, dan kelompok B Streptococcus. * Chlamydia telah dikaitkan dengan endometritis postpartum akhir-onset. * Enterococcus diidentifikasi di hingga 25% dari perempuan yang telah menerima profilaksis sefalosporin. * Rute pengiriman adalah faktor yang paling penting dalam pengembangan endometritis postpartum. Penelitian yang lebih baru mendukung administrasi antibiotik profilaksis pra operasi, yang dikaitkan dengan penurunan 53% di endometritis tanpa dampak apapun pada sepsis neonatorum yang dicurigai atau terbukti atau NICU admission.1 * Mayor faktor risiko termasuk kelahiran sesar, pecah membran lama, tenaga kerja yang panjang dengan beberapa pemeriksaan vagina, ekstrem umur pasien, dan status sosial ekonomi rendah. * Minor faktor yang berkontribusi termasuk ibu anemia, janin pemantauan internal yang berkepanjangan, operasi lama, dan anestesi umum. * Vaginosis bakteri telah dikaitkan dengan endometritis setelah melahirkan sesar dan dengan PID setelah trimester pertama aborsi elektif.

Artikel Terkait

Posting Lebih BaruPosting LamaBeranda

FANS Blog www.FKUNHAS.co.cc PERHATIAN:

Blog

Blog www.fkunhas.co.cc bukanlah bagian dari suatu universitas/instansi/departemen, dan semua artikel yang ada dalam blog ini

Kedokteran

tidak ada sangkut pautnya dengan universitas/instansi/departemen tertentu.

Arsip Blog

Asma (1)

Ataxia (1)

CHF (1)

Diare (1)

FDA (1)

GERD (2)

Herpes (1)

Kanker (2)

KB (1)

Mioma (1)

PVS (1)

Stroke (1)

Virus (1)

Sabtu, 07 Agustus 2010

Komplikasi dan Penyakit Dalam Masa Nifas dan Penangannya

KOMPLIKASI DAN PENYAKIT DALAM MASA NIFAS SERTA PENANGANANNYA 1. INFEKSI NIFAS

  • a. Definisi

Infeksi nifas mencakup semua peradangan yg disebabkan oleh masuknya kuman- kuman kedalam alat-genital genital pd wktu persalinan dan nifas.

Demam dalam nifas sering disebabkan infeksi nifas, ditandai dengan suhu 38 ºC yg terjadi selama 2 hari berturut-turut.

Kuman2 penyebab infeksi dapat berasal dari eksogen atau endogen, kuman2nya seperti streptococcus, bacil coli, staphylococcus.

  • b. Faktor Predisposisi Perdarahan Trauma persalinan Partus lama Retensio plasenta KU ibu (anemia dan malnutrition)

  • c. Patologi

Patologi infeksi nifas sama dgn infeksi luka. Infeksi itu dapat:

Terbatas pada lukanya (infeksi luka perineum, vagina, serviks atau endometrium) Infeksi itu menjalar dari luka ke jaringan sekitarnya (thrombophlebitis, parametritis, salpingitis, peritonitis)

  • d. Macam-macam infeksi nifas :

ENDOMETRITIS

  • 1. Merupakan jenis infeksi yg paling sering, kuman-kuman memasuki endometrium biasanya pd luka bekas insersio plasenta & dalam waktu singkat mengikutsertakan seluruh endometrium.

  • 2. Pd batas antara daerah yg meradang & daerah sehat trdapat lapisan terdiri atas leukosit. Leukosit akn membuat pagar pertahanan & disamping itu akan keluar serum yg mengandung zat anti.

  • 3. Gambaran klinik tergantung jenis dan virulensi kuman, daya tahan penderita, dan derajat trauma pada jalan lahir. Kadang-kadang lokea tertahan oleh darah, sisa-sisa plasenta dan selaput ketuban. Keadaan ini dinamakan lokeometra.

  • 4. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan suhu.

PERITONITIS

  • 1. Infeksi nifas dapat menyebar melalui pembuluh limfe di dlm uterus langsung mencapai peritonium shg menyebabkan peritonitis.

  • 2. Peritonitis yg hanya terbatas pd daerah pelvis, gejalanya tidak seberat pd peritonitis umum.

  • 3. Penderita demam, perut bawah nyeri, tetapi keadaan umum tetap baik. Sedangkan pd peritonitis umum suhu meningkat mjd tinggi, nadi cepat dan kecil, perut kembung dan nyeri. Muka mejadi pucat, mata cekung dan kulit muka dingin.

  • 4. Penanganan:

Ø Lakukan nasogastric suction Ø Berikan infus (NaCl atau RL) Ø Berikan antibiotika sehingga bebas panas selama 24 jam:

- Ampisilin 2 gr IV, kemudian 1 gr setiap 6 jam, ditambah gentamicin 5 mg/kgBB IV dosis tunggal/hari dan metronidazol 500mg IV setiap 8 jam.

Laparotomi diperlukan untuk pembersihan perut (peritoneal lavage) BENDUNGAN ASI

  • 1. Definisi

Bendungan ASI adalah pembendungan air susu karena penyempitan duktus laktiferi atau oleh kelenjar yang tidak dikosongkan dengan sempurna atau karena kelainan pada putting susu (Mochtar, 1996).

Menurut Huliana (2003) payudara bengkak terjadi karena hambatan aliran darah vena atau saluran kelenjar getah bening akibat ASI terkumpul dalam payudara. Kejadian ini timbul karena produksi yang berlebihan, sementara kebutuhan bayi pada hari pertama lahir masih sedikit.

  • 2. Patologi Faktor predisposisi terjadinya bendungan ASI antara lain :

Faktor hormon Hisapan bayi Pengosongan payudara Cara menyusui Faktor gizi Kelainan pada puting susu

  • 3. Patofisiologi

Gejala yang biasa terjadi pada bendungan ASI antara lain payudara penuh terasa panas, berat dan keras, terlihat mengkilat meski tidak kemerahan.

ASI biasanya mengalir tidak lancar, namun ada pula payudara yang terbendung membesar, membengkak dan sangat nyeri, puting susu teregang menjadi rata.

ASI tidak mengalir dengan mudah dan bayi sulit mengenyut untuk menghisap ASI. Ibu kadang-kadang menjadi demam, tapi biasanya akan hilang dalam 24 jam (Mochtar, 1998).

  • 4. Penatalaksanaan

Upaya pencegahan untuk bendungan ASI adalah :

Menyusui dini, susui bayi sesegera mungkin (setelah 30 menit) setelah dilahirkan

Susui bayi tanpa jadwal atau ondemand

Keluarkan ASI dengan tangan atau pompa, bila produksi melebihi kebutuhan bayi

Perawatan payudara pasca persalinan Upaya pengobatan untuk bendungan ASI adalah :

Kompres hangat payudara agar menjadi lebih lembek

Keluarkan sedikit ASI sehingga puting lebih mudah ditangkap dan dihisap oleh bayi.

Sesudah bayi kenyang keluarkan sisa ASI Untuk mengurangi rasa sakit pada payudara, berikan kompres dingin

Untuk mengurangi statis di vena dan pembuluh getah bening lakukan pengurutan (masase) payudara yang dimulai dari putin kearah korpus. (Sastrawinata, 2004)

INFEKSI PAYUDARA

  • 1. Definisi

Dalam masa nifas dapat terjadi infeksi dan peradangan pada mammae terutama pada primipara. Tanda-tanda adanya infeksi adalah rasa panas dingin disertai dengan kenaikan suhu, penderita merasa lesu dan tidak ada nafsu makan. Penyebab infeksi adalah staphilococcus aureus. Mamae membesar dan nyeri dan pada suatu tempat, kulit merah, membengkak sedikit, dan nyeri pada perabaan. Jika tidak ada pengobatan bisa terjadi abses.

  • 2. Berdasarkan tempatnya infeksi dibedakan menjadi :

    • a. Mastitis yang menyebabkan abses dibawah areola mamae.

    • b. Mastitis ditengah-tengah mammae yang menyebabkan abses ditempat itu.

    • c. Mastitis pada jaringan dibawah dorsal dari kelenjar-kelenjar yang menyebabkan abses antara mammae dan otot-otot dibawahnya.

  • 3. Pencegahan

  • Perawatan putting susu pada laktasi merupakan usaha penting untuk mencegah mastitis. Perawatan terdiri atas membersihkan putting susu dengan minyak baby oil sebelum dan sesudah menyusui untuk menghilangkan kerak dan susu yang sudah mengering. Selain itu juga memberi pertolongan kepada ibu menyusui bayinya harus bebas infeksi dengan stafilococus. Bila ada luka

    atau retak pada putting sebaiknya bayi jangan menyusu pada mammae yang bersangkutan, dan air susu dapat dikeluarkan dengan pijitan. 4. Pengobatan Segera setelah mastitis ditemukan pemberian susu pada bayi dihentikan dan diberikan pengobatan sebagai berikut :

    Berikan kloksasilin 500 mg setiap 6 jam selama 10 hari. Sangga payudara Kompres dingin Bila diperlukan berikan parasetamol 500 mg per oral setiap 4 jam. Ikuti perkembangan 3 hari setelah pemberian pengobatan Bila ada abses, nanah perlu dikeluarkan dengan sayatan sedikit mungkin pada abses, dan nanah dikeluarkan sesudah itu dipasang pipa ketengah abses, agar nanah bisa keluar. Untuk mencegah kerusakan pada duktus laktiferus sayatan dibuat sejajar dengan jalannya duktus-duktus. Atau jika terdapat masa padat, mengeras dibawah kulit yang kemerahan :

    Berikan antibiotik kloksasilin 500 mg per oral 4 kali sehari selama 10 hari atau eritromisin 250 mg per oral 3 kali sehari selama 10 hari

    Drain abses :

    o Anestesi umum dianjurkan

    o Lakukan insisi radial dari batas puting ke lateral untuk menghindari cidera atau duktus

    o Gunakan sarung tangan steril o Tampon longgar dengan kasa o Lepaskan tampon 24 jam ganti dengan tampon kecil

    Jika masih banyak pus tetap berikan tampon dalam lubang dan buka tepinya

    Yakinkan ibu tetap menggunakan kutang Berikan paracetamol 500 mg bila perlu Evaluasi 3 hari THROMBOPHLEBITIS

    Penjalaran infeksi melalui vena. Sering terjadi dan menyebabkan kematian. Dua golongan vena yg memegang peranan yaitu:

    Vena-vena dinding rahim lig. Latum (vena ovarica, vena uterina, dan vena hipogastrika) atau disebut tromboplebitis pelvic

    Vena-vena tungkai (vena femoralis, poplitea, dan saphena) atau disebut tromboplebitis femoralis

    Tromboplebitis pelvic

    Yg paling sering meradang adalah vena ovarica, karena pd vena ini mengalirkan darah dr luka bekas plasenta.

    Penjalarannya yaitu dr vena ovarica kiri ke vena renalis, vena ovarica kanan ke cava inferior

    Tromboplebitis femoralis

    Dari trombophelebitis vena saphena magna atau peradangan vena femoralis sndr

    Penjalaran thrombophebitis vena terin

    Akibat parametritis : thrombophlebitis pd vena femoralis mgkn tjd krn aliran darah lambat didaerah lipat paha krn vena tertekan lig.inguinale.

    Thrombophlebitis femoralis tjd oedem tungkai yg mulai pd jari kaki dan naik ke kaki, betis, dan paha. Biasanya hanya 1 kaki yg bengkak tapi kadagn keduanya.

    Penyakit ini dikenal dgn nama phlegmasia alba dolens (radang yg putih & nyeri)

    LUKA PERINIUM

    Luka akan menjadi nyeri, merah dan bengkak akhirnya luka terbuka dan mengeluarkan getah bernanah.

    2. PERDARAHAN POST PARTUM DAN PENANGANNYA

    • a. Pengertian

    Perdarahan post partum adl perdarahan lebih dari 500-600 ml selama 24 jam stl anak lahir.

    • b. Tahap perdarahan Post Partum Early post partum (primer), tjd 24 jam pertama stl bayi lahir Late post partum (sekunder), tjd lebih dr 24 jam pertama stl bayi lahir

    • c. Hal-hal yang menyebabkan perdarahan Post Partum Atonia uteri

      • 1. Definisi Gagalnya uterus berkontraksi dgn baik stl persalinan

      • 2. Penyebab Umur yg terlalu muda/terlalu tua Paritas (multipara dan grandemulti) Partus lama Uterus terlalu regang atau besar (pd gemelli,bayi besar) Kelainan uterus Faktor sosial ekonomi

      • 3. Penanganan Segera lakukan massage uterus dan suntikan ergometrin scr IV. jika tindakan ini tdk berhasil lakukan kompresi bimanual pd uterus.

    4. Gambar

    Retenio plasenta

    • 1. Definisi :

    Keadaan dimana plasenta blm lahir dlm wktu lebih dr 30 menit setelah bayi lahir

    • 2. Penyebab :

    • Plasenta blm lepas dr dinding uterus, menurut perlekatannya dibagi mejadi:

    • a. Plasenta normal

    • b. Plasenta adesiva

    • c. Plasenta inkreta

    • d. Plasenta akreta

    • e. Plasenta prekreta

    • Plasenta sdh lepas akan tetapi blm dilahirkan

    • 3. Penanganan :

    • a. Manual plasenta

    • b. Perasat Crede

    • c. Perasat brant

    Inversio Uteri 1. Definisi :

    Keadaan dmn keadaan fundus uteri terbalik sebagian atau seluruhnya ke dalam kavum uteri.

    • 2. Inversio Uteri di bagi mejadi :

      • a. Inversio uteri ringan : Fundus uteri terbalik menonjol dalam kavum uteri, namun blm keluar dr ruangan rongga rahim

      • b. Inversio uteri sedang : fundus uteri terbalik & sdh masuk dlm vagina

      • c. Inversio uteri berat : uterus & vagina smuanya terbalik & sebagian udh keluar vagina

  • 3. Penyebab :

    • a. Uterus lembek, lemah, tipis dindingnya

    • b. Grandemultipara

    • c. Kelemahan alat kandungan (tonus otot rahim yg lemah)

    • d. Tekanan intra abdominal yg tinggi (ex. Mengejan / batuk)

  • 4. Penanganan :

    • a. Perbaiki KU ibu

    • b. Berikan Oksigen

    • c. Infus IV cairan elektrolit dan transfusi darah

    • d. Setelah itu lakukan reposisi dengan anestesi umum

  • Robekan jalan lahir

    • 1. Robekan jalan lahir mrpk penyebab ke2 tersering dr perdarahan PP

    • 2. Gejala : perdarahan segera, darah segar mengalir segera stlh bayi lahir, kontraksi uterus baik, plasenta baik, kadang ibu terlihat pucat, lemah , menggigil.

    • 3. Robekan perinium di bagi 4 :

    Tingkat 1 :

    Robekan hanya pada selaput lender vagina atau tanpa mengenai, kulit perineum

    Tingkat 2 :

    Robekan mengenai selaput lender vagina & otot perinea transversalis tapi tidak mengenai springter ani.

    Tingkat 3 :

    Robekan mengenai seluruh perinium & otot springter ani Tingkat 4 :

    Robekan sampai mukosa rectum

    Sebagian plasenta yg tertinggal (plasenta restan) 3. GANGGUAN PSIKOLOGIS MASA NIFAS a. Post Partum Blues

    Disebabkan oleh perubahan perasaan yg dialami ibu saat hamil sehingga sulit menerima kehadiran bayinya. Biasanya muncul sekitar 2 hari smp 2 mgg sejak kelahiran bayi.

    Sebetulnya ini hal yg normal & akan hilang dengan sndrnya sekitarnya 10-14 hari stlh melahirkan.

     

    Etiologi :

    1.

    Perubahan Hormon

    2.

    Stress

    3.

    ASI tdk keluar

    4.

    Frustasi yg tdk mau tdr

    5.

    Kelelahan pasca kelahiran

    6.

    Suami yg tidak mau membantu

    7.

    Problem dgn org tua dan mertua

    8.

    Takut kehilangan bayi

    • 9. Takut untuk memulai hubungan suami istri

      • 10. Bayi sakit

      • 11. Rasa bosan si ibu dan problem dgn si sulung

    Adakalanya ibu merasakan kesedihan krn kebebasan, otonomi, interaksi sosial, kemandiriannya berkurang hal ini menyebabkan depresi post partum

    b. Depresi Post Partum Gejala2 :

    1.

    Merasa bosan & sedih atau menangis sesudah melahirkan.

     

    2.

    Mudah marah, tersinggung dan perasaan lebih sensitif kala melihat bayi menangis, sering muntah, tanpa sadar kadang suka memarahi sang bayi.

    3.

    Merasa tersinggiung, bersalah, & malu selama di RS.

     

    4.

    Nafsu makan hilang, dan takut menyentuh bayi

     

    5.

    Tidak ada perhatian untuk penampilan pribadi

    6.

    Gejala fisik seperti banyak wanita sulit bernafas atau berdebar2.

     

    Penanganan :

     

    1.

    Pelajari diri sendiri

     

    2.

    Tidur & makan yg cukup

     

    3.

    Olah raga

     

    4.

    Hindari perubahan hidup sblm dan ssdh melahirkan

     

    5.

    Beritahukan perasaan anda

     

    6.

    Dukungan keluarga & orang lain

     

    7.

    Persiapan diri dengan baik

     

    8.

    Lakukan pekerjaan rumah tangga

     

    9.

    Dukungan emosional

     

    c. Post Partum Psikosa Definisi

     
     

    Adalah

    depresi

    yang

    terjadi

    pada

    minggu

    pertama

    dalam

    6

    minggu

    setelah

    melahirkan.

     

    Penyebab

     
     

    Disebabkan karena wanita menderita bipolar disorder atau masalah psikiatrik lainnya yang disebut schizoaffektif disorder. Wanita tersebut mempunyai resiko tinggi untuk terkena post partum psikosa.

    Gejala

     
     

    Gejala yang sering terjadi adalah:

     

    1.

    Delusi

    3.

    Gangguan saat tidur

    • 4. Obsesi mengenai bayi

    Gambaran Klinik

    1. Terkena perubahan mood secara drastis, dari depresi ke kegusaran dan berganti menjadi euforia dalam waktu singkat.

    2. Penderita kehilangan semangat dan kenyamanan dalam beraktifitas,sering menjauhkan diri dari teman atau keluarga, sering mengeluh sakit kepala dan nyeri dada, jantung berdebar-berdebar serta nafas terasa cepat.

    Pencegahan

    Untuk mengurangi jumlah penderita ini sebagai anggota keluarga hendaknya harus lebih memperhatikan kondisi dan keadaan ibu serta memberikan dukungan psikis agar tidak merasa kehilangan perhatian.

    Saran kepada penderita untuk:

    • 1. Beristirahat cukup

    • 2. Mengkonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang

    • 3. Bergabung dengan orang-orang yang baru

    • 4. Bersikap fleksible

    • 5. Berbagi cerita dengan orang terdekat

    • 6. Sarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis

    Penanganan

    • 1. Farmakologis

    Penanganan dalam tingkat dini terdiri atas psikoanalisis dan obat-obat sedatif dalam dosis tinggi (konsultasi dgn Dokter, Psikolog, Psikiater)

    • 2. Tenaga kesehatan

    o Yakinkan calon ibu bahwa kehamilan dan persalinan merupakan hal yang normal dan wajar sejak kunjungan awal ANC.

    o Ajarkan dan berikan latihan-latihan relaksasi otot dan pernafasan o Hindari kata-kata yang mematahkan semangat klien

    o Tetap jaga wibawa, bila pasien mencoba melucu (tidak ikut tertawa saat pasien mencoba menarik kita untuk tertawa)

    o Perhatikan adanya kelainan-kelainan fisik

    o Tinjau keluarga untuk menlihat toleransi dan penerimaan/pengertian terhadap kondisi pasien serta untuk terapi dan pengawasan selanjutnya.

    Perjalanan penyakit dan pengobatan

    • 1. Perjalanan penyakit bervariasi dan bergantung pada penyebab penyakit

    • 2. Keparahan psikosis post partum mengharuskan diberikannya terapi farmakologis dan pada sebagian besar kasus dilakukan rawat inap.

    Terapi Gangguan Jiwa

    Saat ini tersedia sejumlah besar obat psikotropika untuk mengatasi gangguan jiwa. Sebagian wanita hamil yang memerlukan farmakoterapi telah menderita penyakit jiwa berat, misalnya gangguan bipolar, gangguan skizoafektif, skizofrenia atau depresi mayor berulang. Wanita lain yang memerlukan terapi adalah mereka yang mengalami gangguan emosi yang berkembang selama kehamilan.

    • 1. Antidepresan

    o Depresi berat memerlukan terapi dan pada sebagian besar kasus, manfaat terapi melabihi risikonya.

    o Antidepresan trisiklik seperti amitriptilin, doksepin, imipramin, dan nortriptilin sering digunakan untuk gangguan-gangguan depresif.

    o Efek samping pada ibu adalah hipotensi ortostatik dan konstipasi. Sedasi juga sering terjadi, sehingga obat golongan ini sangat bermanfaat bagi masalah tidur yang berkaitan dengan depresi

    o Inhibitor monoamin oksidase (MAOI) adalah antidepresan yang sangat efektif yang semakin jarang digunakan karena menyebabkan hipotensi ortostatik. Pengalaman dengan inibitor selektif ambilan ulang serotonin (selective serotonin reuptake inhibitors, SSRI), termasuk fluoksetin dan sertralin, menyebabkan obat golongan ini menjadi terapi primer bagi sebagian besar penyakit depresi. Obat-obat ini tidak menimbulkan hipotensi ortostatik atau sedasi sehingga lebih disukai daripada antidepresan lain.

    • 2. Antipsikotik

    o Wanita dengan sindrom-sindrom kejiwaan yang berat seperti skizofrenia, gangguan skizoafektif, atau gangguan bipolar sangat mungkin memerlukan terapi antipsikotik selama kehamilan.

    o Antipsikotik tipikal adalah golongan antagonis dopamine.

    o Klozapin adalah satu-satunya antipsikotik atipikal yang tersedia, dan obat ini memiliki kerja yang berbeda tetapi tidak diketahui.

    o Potensi dan efek samping berbagai antipsikotik berbeda-beda. Obat-obat yang berpotensi lebih rendah, klorpromazin dan tioridazin, memiliki efek antikolinergik yang lebih besar serta bersifat sedatif.

    • 3. Litium

    Keamanan litium selama kehamilan masih diperbebatkan. Selain kekhawatiran tantang teratogenesitas, juga perlu dipertimbangkan indeks terapetiknya yang sempit. Pernah dilaporkan toksisitas litium pada neonatus yang mendapat ASI.

    • 4. Benzidiazepin

    o Obat golongan ini mungkin diperlukan selama kehamilan bagi wanita dengan gangguan cemas yang parah atau untuk pasien psikotik yang agitatif atau mengamuk.

    o Diazepam mungkin menyebabkan depresi neurologis berkepanjangan pada neonatus apabila pemberian dilakukan dekat dengan kelahiran.

    o Terapi dengan kejutan listrik untuk depresi selama kehamilan kadang-kadang diperlukan pada pasien dengan gangguan mood mayor yang parah dan tidak berespon terhadap terapi farmakologis.

    0 komentar:

    Poskan Komentar

    Pengikut Arsip Blog

    Mengenai Saya

      <a href=Komplikasi dan Penyulit Kehamilan Trimester III Komplikasi dan Penyulit Kehamilan Trimester III J uli (5) Mengenai Saya Endah Purnasari, S.Si.T Lihat profil lengkapku Template Travel. Gambar template oleh Jason Morrow . Didukung oleh Blogger . ∑ SUBSCRIBE TO THE FEED ... ∑ POSTSCOMMENTS Top of Form Enter Sear Bottom of Form Online Tutorial & Business Tutorial Kuliah dan Bisnis Online Tentang Situs ini Situs ini berisi tutorial kuliah dan bisnis online. Materi kuliah yang ada di blog ini adalah catatan kuliah, dari penulis dan istri, kalau ada pertanyaan silahkan berikan komentar. Penulis Tidak Bertanggung Jawab atas isi dari situs ini, kalau ada kesalahan mohon diluruskan dan silahkan kirimkan kritik dan saran ke e-mail di : aglocoon@gmail.com ∑ HOMEINFO NOKIAANOTHER PAGE Jadikan Semuanya Lebih Baik Semoga Kita Bisa Memaknai Setiap Arti Hidup ... Sukses dan Keberkahan Untuk Kita Semua .. Jayalah Terus Blogger Indonesia ... Untuk pemasangan Iklan di Blog ini hubungi : aglocoon@gmail.com ∑ INFO BLACKBERRY TERBARU ∑ ∑ SITEMAP " id="pdf-obj-18-26" src="pdf-obj-18-26.jpg">

    Template Travel. Gambar template oleh Jason Morrow. Didukung oleh Blogger.

    SUBSCRIBE TO THE FEED ...

     

     

     
     

    Top of Form

    Enter Sear

    Enter Sear
     

    Bottom of Form

    Tutorial Kuliah dan Bisnis Online

    Tentang Situs ini

    Situs ini berisi tutorial kuliah dan bisnis online. Materi kuliah yang ada di blog ini adalah catatan kuliah, dari penulis dan istri, kalau ada pertanyaan silahkan berikan komentar. Penulis Tidak Bertanggung Jawab atas isi dari situs ini, kalau ada kesalahan mohon diluruskan dan silahkan kirimkan kritik dan saran ke e-mail di : aglocoon@gmail.com

    Jadikan Semuanya Lebih Baik

    Semoga Kita Bisa Memaknai Setiap Arti Hidup ...

    Sukses

    dan Keberkahan Untuk Kita

    Semua

    ..

    Jayalah

    Terus Blogger Indonesia ...

    Untuk

    pemasangan Iklan di Blog ini hubungi :

    aglocoon@gmail.com

    <a href=INFEKSI NIFAS Posted on 18:30 komentar (1) Label: Kebidanan PRINSIP DASAR  Infeksi pada dan melalui traktus genitalis setelah persalinan disebut infeksi nifas. Suhu 38˚C atau lebih yang terjadi antara hari ke 2-10 postpartum dan diukur peroral sedikitnya 4 kali sehari disebut morbiditas puerperalis. Kenaikan suhu tubuh yang terjadi di dalam masa nifas, dianggap sebagai infeksi nifas jika tidak diketemukan sebab-sebab ekstragenital. Beberapa faktor predisposisi :  • Kurang gizi atau malnutrisi, • Anemia, • Higiene, • Kelelahan, • Proses persalinan bermasalah : - Partus lama/macet, - Korioamnionitis, - Persalinan traumatik, - Kurang baiknya proses pencegahan infeksi, - Manipulasi yang berlebihan, - Dapat berlanjut ke infeksi dalam masa nifas. Penyebab Infeksi Nifas : 1. Streptococcus haemolitikus aerobicus (penyebab infeksi yang berat). 2. Staphylococcus aureus. 3. Escherichia coli. 4. Clotridium Welchii Cara terjadinya infeksi 1. Tangan penderita atau penolong yang tetutup sarung tangan pada pemeriksaan dalam atau operasi membawa bakteri yang sudah ada dalam vagina ke dalam uterus. Kemungkinan lain ialah bahwa sarung tangan atau alat-alat yang dimasukkan ke dalam jalan lahir tidak sepenuhnya bebas dari kuman-kuman. 2. Droplet infeksion. Sarung tangan atau alat-alat terkena kontaminasi bakteri yang berasal dari hidung atau tenggorokan dokter atau pembantu-pembantunya. Oleh karena itu, hidung dan mulut petugas harus ditutup dengan masker. 3. Infeksi rumah sakit (hospital infection) Dalam rumah sakit banyak sekali kuman-kuman patogen berasal dari penderita-penderita di seluruh rumah sakit. Kuman-kuman ini terbawa oleh air, udara, alat-alat dan benda-benda rumah sakit yang sering dipakai para penderita (handuk, kain-kain lainnya). 4. Koitus pada akhir kehamilan sebenarnya tidak begitu berbahaya, kecuali bila ketuban sudah pecah. " id="pdf-obj-19-2" src="pdf-obj-19-2.jpg">

    Posted on 18:30 komentar (1) Label: Kebidanan PRINSIP DASAR

    Infeksi pada dan melalui traktus genitalis setelah persalinan disebut infeksi nifas. Suhu 38˚C atau lebih yang terjadi antara hari ke 2-10 postpartum dan diukur peroral sedikitnya 4 kali sehari disebut morbiditas puerperalis. Kenaikan suhu tubuh yang terjadi di dalam masa nifas, dianggap sebagai infeksi nifas jika tidak diketemukan sebab-sebab ekstragenital. Beberapa faktor predisposisi :• Kurang gizi atau malnutrisi, • Anemia, • Higiene, • Kelelahan, • Proses persalinan bermasalah :

    • - Partus lama/macet,

    • - Korioamnionitis,

    • - Persalinan traumatik,

    • - Kurang baiknya proses pencegahan infeksi,

    • - Manipulasi yang berlebihan,

    • - Dapat berlanjut ke infeksi dalam masa nifas.

    Penyebab Infeksi Nifas :

    • 1. Streptococcus haemolitikus aerobicus (penyebab infeksi yang berat).

    • 2. Staphylococcus aureus.

    • 3. Escherichia coli.

    • 4. Clotridium Welchii

    Cara terjadinya infeksi

    • 1. Tangan penderita atau penolong yang tetutup sarung tangan pada pemeriksaan dalam atau

    operasi membawa bakteri yang sudah ada dalam vagina ke dalam uterus. Kemungkinan lain ialah

    bahwa sarung tangan atau alat-alat yang dimasukkan ke dalam jalan lahir tidak sepenuhnya bebas dari kuman-kuman.

    • 2. Droplet infeksion. Sarung tangan atau alat-alat terkena kontaminasi bakteri yang berasal dari

    hidung atau tenggorokan dokter atau pembantu-pembantunya. Oleh karena itu, hidung dan mulut petugas harus ditutup dengan masker.

    • 3. Infeksi rumah sakit (hospital infection)

    Dalam rumah sakit banyak sekali kuman-kuman patogen berasal dari penderita-penderita di

    seluruh rumah sakit. Kuman-kuman ini terbawa oleh air, udara, alat-alat dan benda-benda rumah sakit yang sering dipakai para penderita (handuk, kain-kain lainnya).

    • 4. Koitus pada akhir kehamilan sebenarnya tidak begitu berbahaya, kecuali bila ketuban sudah

    pecah.

    5. Infeksi intrapartum, sering dijumpai pada kasus lama, partus terlantar, ketuban pecah lama, terlalu sering periksa dalam. Gejalanya adalah demam, dehidrasi, lekositosis, takikardi, denyut jantung janin naik, dan air ketuban berbau serta berwarna keruh kehijauan. Dapat terjadi amnionitis, korionitis dan bila berlanjut dapat terjadi infeksi janin dan infeksi umum.

    Faktor Predisposisi Partus lama, partus terlantar, dan ketuban pecah lama. Tindakan obstetri operatif baik pervaginam maupun perabdominal. Tertinggalnya sisa-sisa uri, selaput ketuban, dan bekuan darah dalam rongga rahim. Keadaan-keadaan yang menurunkan daya tahan seperti perdarahan, kelelahan, malnutrisi, pre- eklamsi, eklamsi dan penyakit ibu lainnya (penyakit jantung, tuberkulosis paru, pneumonia, dll).

    Klasifikasi Infeksi terbatas lokalisasinya pada perineum, vulva, serviks dan endometrium. Infeksi yang menyebar ke tempat lain melalui : pembuluh darah vena, pembuluh limfe dan endometrium.

    Penanganan umum Antisipasi setiap kondisi (faktor predisposisi dan masalah dalam proses persalinan) yang dapat berlanjut menjadi penyulit/komplikasi dalam masa nifas. Berikan pengobatan yang rasional dan efektif bagi ibu yang mengalami infeksi nifas. Lanjutkan pengamatan dan pengobatan terhadap masalah atau infeksi yang dikenali pada saat kehamilan ataupun persalinan. Jangan pulangkan penderita apabila masa kritis belum terlampaui. Beri catatan atau instruksi tertulis untuk asuhan mandiri di rumah dan gejala-gejala yang harus diwaspadai dan harus mendapat pertolongan dengan segera. Lakukan tindakan dan perawatan yang sesuai bagi bayi baru lahir, dari ibu yang mengalami infeksi pada saat persalinan. Berikan hidrasi oral/IV secukupnya.

    ENDOMETRITIS

    Jenis infeksi yang paling sering ialah endometritis. Kuman-kuman memasuki endometrium, biasanya pada luka bekas insersio plasenta, dan dalam waktu singkat mengikutsertakan seluruh endometrium. Pada infeksi dengan kuman yang tidak seberapa patogen, radang terbatas pada endometrium. Gambaran klinik tergantung jenis dan virulensi kuman, daya tahan penderita, dan derajat trauma pada jalan lahir. Biasanya demam mulai 48 jam postpartum dan bersifat naik turun (remittens). His royan dan lebih nyeri dari biasa dan lebih lama dirasakan. Lochia bertambah banyak, berwarna merah atau coklat dan berbau. Lochia berbau tidak selalu menyertai endometritis sebagai gejala. Sering ada sub involusi. Leucocyt naik antara 15000-30000/mm³. Sakit kepala, kurang tidur dan kurang nafsu makan dapat mengganggu penderita. Kalau infeksi tidak meluas maka suhu turun dengan berangsur-angsur dan turun pada hari ke 7-10. Pasien sedapatnya diisolasi, tapi bayi boleh terus menyusu pada ibunya. Untuk kelancaran pengaliran lochia, pasien boleh diletakkan dalam letak fowler dan diberi juga uterustonika. Pasien disuruh minum banyak.

    PARAMETRITIS

    Parametritis adalah infeksi jaringan pelvis yang dapat terjadi beberapa jalan :

    Penyebaran melalui limfe dari luka serviks yang terinfeksi atau dari endometritis. Penyebaran langsung dari luka pada serviks yang meluas sampai ke dasar ligamentum. Penyebaran sekunder dari tromboflebitis. Proses ini dapat tinggal terbatas pada dasar ligamentum latum atau menyebar ekstraperitoneal ke semua jurusan. Jika menjalar ke atas, dapat diraba pada dinding perut sebelah lateral di atas ligamentum inguinalis, atau pada fossa iliaka. Parametritis ringan dapat menyebabkan suhu yang meninggi dalam nifas. Bila suhu tinggi menetap lebih dari seminggu disertai rasa nyeri di kiri atau kanan dan nyeri pada pemeriksaan dalam, hal ini patut dicurigai terhadap kemungkinan parametritis. Pada perkembangan proses peradangan lebih lanjut gejala-gejala parametritis menjadi lebih jelas. Pada pemeriksaan dalam dapat diraba tahanan padat dan nyeri di sebelah uterus dan tahanan ini yang berhubungan erat dengan tulang panggul, dapat meluas ke berbagai jurusan. Di tengah-tengah jaringan yang meradang itu bisa tumbuh abses. Dalam hal ini, suhu yang mula-mula tinggi secara menetap menjadi naik turun disertai dengan menggigil. Penderita tampak sakit, nadi cepat, dan perut nyeri. Dalam ⅔ kasus tidak terjadi pembentukan abses, dan suhu menurun dalam beberapa minggu. Tumor di sebelah uterus mengecil sedikit demi sedikit, dan akhirnya terdapat parametrium yang kaku. Jika terjadi abses selalu mencari jalan ke rongga perut yuang menyebabkan peritonitis, ke rectum atau ke kandung kencing.

    PERITONOTIS

    Peritonitis dapat berasal dari penyebaran melalui pembuluh limfe uterus, parametritis yang meluas ke peritoneum, salpingo-ooforitis meluas ke peritoneum atau langsung sewaktu tindakan perabdominal. Peritonitis yang terlokalisir hanya dalam rongga pelvis disebut pelvioperitonitis, bila meluas ke seluruh rongga peritoneum disebut peritonitis umum, dan ini sangat berbahaya yang menyebabkan kematian 33% dari seluruh kematian akibat infeksi. Gambaran klinis dan diagnosis :

    Pelvioperitonitis : demam, nyeri perut bagian bawah, nyeri pada pemeriksan dalam, kavum douglasi menonjol karena adanya abses (kadang-kadang). Bila hal ini dijumpai maka nanah harus dikeluarkan dengan kolpotomi posterior, supaya nanah tidak keluar menembus rektum. Poeritonitis umum adalah berbahaya bila disebabkan oleh kuman yang patogen. Perut kembung, meteorismus dan dapat terjadi paralitik ileus. Suhu badan tinggi, nadi cepat dan kecil, perut nyeri tekan, pucat, muka cekung, kulit dingin, mata cekung yang disebut muka hipokrates. Diagnosa dibantu dengn pemeriksaan laboratorium.

    PENCEGAHAN Masa Kehamilan Mengurangi atau mencegah faktor-faktor predisposisi seperti anemia, malnutrisi dan kelemahan serta mengobati penyakit-penyakit yang diderita ibu. Pemeriksaan dalam jangan dilakukan kalau tidak ada indikasi yang perlu. Begitu pula koitus pada hamil tua hendaknya dihindari atau dikurangi dan dilakukan hati-hati karena dapat menyebabkan pecahnya ketuban, kalau ini terjadi infeksi akan mudah masuk dalam jalan lahir. Masa Persalinan • Hindari pemeriksaan dalam berulang, lakukan bila ada indikasi dengan sterilitas yang baik, apalagi bila ketuban telah pecah. • Hindari partus terlalu lama dan ketuban pecah lama.

    • Jagalah sterilitas kamar bersalin dan pakailah masker, alat-alat harus suci hama. • Perlukaan-perlukaan jalan lahir karena tindakan baik pervaginam maupun perabdominal dibersihkan, dijahit sebaik-baiknya dan menjaga sterilitas. • Pakaian dan barang-barang atau alat-alat yang berhubungan dengan penderita harus terjaga kesuci-hamaannya. • Perdarahan yang banyak harus dicegah, bila terjadi darah yang hilang harus segera diganti dengan transfusi darah. Masa Nifas • Luka-luka dirawat dengan baik jangan sampai kena infeksi, begitu pula alat-alat dan pakaian serta kain yang berhubungan dengan alat kndung kencing harus steril. • Penderita dengan infeksi nifas sebaiknya diisolasi dalam ruangan khusus, tidak bercampur dengan ibu sehat. • Tamu yang berkunjung harus dibatasi.

    PENGOBATAN SECARA UMUM Sebaiknya segera dilakukan pembiakan (kultur) dan sekret vagina, luka operasi dan darah serta uji kepekaan untuk mendapatkan antibiotika yang tepat dalam pengobatan. Berikan dalam dosis yang cukup dan adekuat. Karena hasil pemeriksaan memerlukan waktu, maka berikan antibiotika spektrum luas (broad spektrum) menunggu hasil laboratorium. Pengobatan mempertinggi daya tahan tubuh penderita, infus atau transfusi darah diberikan, perawatan lainnya sesuai dengan komplikasi yang dijumpai

    Top of Form

    Temukan a

    Temukan a

    Bottom of Form Top of Form

    Ketik E-mail Kamu Disini Untuk Mendapatkan Materi Kuliah Terbaru -(Askep,Askeb,Info Kesehatan,Bisnis online, Keperawatan,Kebidanan,dll):

    Artikel Terkait:

    Kebidanan

    Bottom of Form

    1 komentar:

    • 1. Galaktosa mengatakan ... 8 Desember 2010 04:24 Terima kasih atas infonya

    Link ke posting ini

    Info Gadget Terbaru

    Our Sponsor :

    Atasi EJAKULASI DINI Rekomendasi BOYKE BPOM, Aman

    FOREDIGEL-Herbal Oles Menjadikan Anda Pria Perkasa

    KUNJUNGI WWW.MCUO.NET

    Panduan ebook, video, bonus Kama Sutra! Tanpa oba

    Mudah, Cepat, Otomatis Bekerja 24 Jam

    Panduan Berbentuk Ebook, Buku dan CD Video

    dbc-network Oriflame terbukti paling cocok mengant

    Hanya Dengan Modal 25rb, Kita Bisa menghasilkan Sa

    ∑ <a href=All About Business & Information Indikasi sectio caesarea Our Sponsor : OLES HERBAL UTK KUAT TAHAN LAMA REKOMENDASI BOYKE! Atasi EJAKULASI DINI Rekomendasi BOYKE BPOM, Aman RAHASIA PERKASA 5-8 JAM REKOMENDASI BOYKE! FOREDIGEL-Herbal Oles Menjadikan Anda Pria Perkasa INVESTASI 95 RIBU HASIL 30 JUTA/BULAN, MAU ? KUNJUNGI WWW.MCUO.NET Perbesar PENIS dan TAHAN LAMA hanya 169rb Panduan ebook, video, bonus Kama Sutra! Tanpa oba CARA CEPAT PEMULA DAPAT UANG DARI INTERNET Mudah, Cepat, Otomatis Bekerja 24 Jam TAMBAH UKURAN,TAHAN LAMA, dsb Tanpa Obat Panduan Berbentuk Ebook, Buku dan CD Video Bantu Suami Cari Duit di Oriflame Online yuk ... dbc-network Oriflame terbukti paling cocok mengant Kerja Sampingan Hanya Dengan Modal 25rb, Kita Bisa menghasilkan Sa KumpulBlogger.com " id="pdf-obj-24-43" src="pdf-obj-24-43.jpg">
    ∑ <a href=All About Business & Information Indikasi sectio caesarea Our Sponsor : OLES HERBAL UTK KUAT TAHAN LAMA REKOMENDASI BOYKE! Atasi EJAKULASI DINI Rekomendasi BOYKE BPOM, Aman RAHASIA PERKASA 5-8 JAM REKOMENDASI BOYKE! FOREDIGEL-Herbal Oles Menjadikan Anda Pria Perkasa INVESTASI 95 RIBU HASIL 30 JUTA/BULAN, MAU ? KUNJUNGI WWW.MCUO.NET Perbesar PENIS dan TAHAN LAMA hanya 169rb Panduan ebook, video, bonus Kama Sutra! Tanpa oba CARA CEPAT PEMULA DAPAT UANG DARI INTERNET Mudah, Cepat, Otomatis Bekerja 24 Jam TAMBAH UKURAN,TAHAN LAMA, dsb Tanpa Obat Panduan Berbentuk Ebook, Buku dan CD Video Bantu Suami Cari Duit di Oriflame Online yuk ... dbc-network Oriflame terbukti paling cocok mengant Kerja Sampingan Hanya Dengan Modal 25rb, Kita Bisa menghasilkan Sa KumpulBlogger.com " id="pdf-obj-24-45" src="pdf-obj-24-45.jpg">

    Disclaimer Blog Tutorial Kuliah

    Blog ini didedikasikan untuk dunia pendidikan di Indonesia, artikel dan materi kuliah di blog ini adalah kumpulan dari banyak buku dan literatur (baik cetak maupun elektronik) dan adakalanya merupakan pemikiran penulis sendiri, penulis mohon maaf kalau ada kesalahan dan upaya ini semata untuk berbagi. Kalau ada penulis buku yang artikelnya ada di blog ini dan tidak dicantumkan nama penulisnya, silahkan hubungi admin:aglocoon@gmail.com, kami berkenan untuk mencatumkan nama anda ataupun menghapus artikel tersebut dari blog ini. Semoga blog ini berguna untuk kita semua.

    MYCATEGORIES

    GPS (1)

    Hacker (1)

    Ilmu Manajemen Ilmu MarketingIlmu PemerintahanIlmu PenerbanganIlmu Pengetahuan dan TeknologiIlmu Perdagangan dan JasaIlmu PerhotelanIlmu PlanologiIlmu PolitikIlmu PsikologiIlmu SejarahIlmu SosialIlmu Studi PembangunanIlmu Teknologi InformasiInfo BisnisInfo GiziInfo KesehatanInfo PerbankanKampanye Damai IndonesiaKebidananKemoterapiKeperawatan AnakKeperawatan GerontikKeperawatan JiwaKeperawatan KeluargaKeperawatan KomunitasKeperawatan MaternitasKeperawatan Medikal BedahKeperawatan perioperatifKeperawatan/Nursing TutorialKewarganegaraan/PPKNKewirausahaanKimia Analis dan IndustriKomputerKontes SEO Stop Dreaming Start ActionKumpulan ASKEPKumpulan Contoh Tugas AkhirKumpulan LeafletKumpulan PuisiKumpulan SAPKumpulan

    SoalKumpulan Template/ThemesKumpulan Video PembelajaranLamaran KerjaLirik LaguLOWONGAN BANK JABAR 2009Lowongan KerjaLowongan Kerja 2009Lowongan PNSMatematikaMateri Kuliah KeperawatanMedia/Jejaring SosialMP3

    GratisMusik/MP3NeobuxNeonatusObat-obatanOlahraga/SportsPemogramanPengkajian

    Kebutuhan OksigenasiPeringkat Perguruan Tinggi IndonesiaPNEUMONIAPopular TagsPOST PartumPrinterSemua tentang TwitterSeputar BlackBerrySeputar InternetSeputar LaptopSeputar PenyakitSeputar RadioSetting Internet AxisSistem PernapasanStop Dreaming Start ActionTelemedisinTelkomselThe Best Affiliates Web In The World/Situs Affliasi TerbaikTips and TrikTop Sitestraffic on your blogTumbuh Kembang AnakTutorial KomputerTutorial Tentang PajakTV DigitalUpacara AkademikUSB Laser Pointer TermurahWater Seal Drainage (WSD)WordpressYouTube