AL-ISLAM

Hlm 4

Telah hadir Tabloit dwi mingguan MEDIA UMAT Berlangganan Hubungi Abu Syahid 081372344852

KOMENTAR AL-ISLAM:
BPK pada semester II 2010 menemukan 3.760 kasus dengan potensi kerugian negara Rp 3,87 triliun dan US $ 156,43 juta (detik.com, 5/4) 1. Reformasi ternyata hanya menghasilkan janji-janji politik. Faktanya pengelolaan pemerintahan yang menggunakan uang rakyat tidak kunjung bersih dari penyimpangan dan potensi korupsi yang merugikan rakyat. 2. Umat butuh perubahan rezim dan sistem kapitalisme yang menjadi biang keroknya dan ganti terapkan Islam dan syariahnya. Mulai 1 April, Pemerintah menerapkan penjatahan BBM bersubsidi. Setiap SPBU mendapatkan jatah sesuai dengan yang sudah ditetapkan. Jika kuota habis, SPBU harus mengalihkan konsumen untuk membeli pertamax atau biodiesel. (Lihat, mediaindonesia.com, 1/4). 1. Itulah doktrin kapitalisme neo liberal yang disakralkan: subsidi BBM harus dihilangkan dan BBM harus diliberalisasi. Akibatnya rakyat buntung dan sebaliknya asing untung. 2. Satu lagi kebijakan pemerintah makin menyengsarakan rakyatnya. Dalam Islam, sumber energi termasuk BBM adalah milik rakyat. Negara harus mengelolanya dan semua hasilnya dikembalikan kepada rakyat.

AL-ISLAM
Melanjutkan Kehidupan Islam Edisi 551/8 April 2011

DPR: DEWAN PENGKHIANAT RAKYAT?
Salah satu isu hangat belakangan ini adalah rencana DPR membangun gedung baru. Awalnya, DPR beralasan karena gedung DPR yang ada saat ini mengalami 'kemiringan' beberapa derajat. Berikutnya DPR beralasan karena gedung yang ada saat ini sudah tidak memadai; ruangan masingmasing anggota DPR sudah terasa sempit, apalagi ada penambahan staf ahli masingmasing anggota DPR di setiap ruangan. Rencana awal, pembagunan gedung itu akan menghabiskan biaya sekitar Rp 1,8 triliun rupiah. Saat masyarakat menganggap besarnya biaya itu terlalu mahal, DPR pun men“diskon”nya beberapa kali hingga menjadi hanya Rp 1,138 triliun saja saat ini. Luas ruangan bagi setiap anggota DPR di gedung baru nanti direncanakan 111 meter persegi dengan total biaya per-ruangan sekitar Rp 800 juta. Itu belum termasuk mebel dan laptop (Detiknews.com, 5/4/2010). Lebih dari itu, dalam maket awal, gedung DPR baru ini juga dilengkapi dengan fasilitas layaknya hotel, antara lain kolam renang dan spa. Awalnya, nyaris tak ada penolakan dari para anggota DPR terkait rencana tersebut. Namun belakangan, sebagian fraksi/anggota di DPR berbalik arah. Tidak aneh jika berubahnya sikap sebagian fraksi ini dianggap hanya merupakan upaya pencitraan saja. Pasalnya, perubahan sikap tersebut baru terjadi setelah berbagai kompenen masyarakat ramai-ramai memprotes rencana yang dianggap anti rakyat itu, apalagi dalam kondisi masih banyaknya rakyat miskin yang tak punya rumah. Meski demikian, beberapa anggota DPR tetap ngotot. Salah satunya adalah Ketua DPR Marzuki Alie yang bersikeras bahwa rencana pembangunan telah melalui prosedur yang benar. Ia justru mempersoalkan sejumlah fraksi di DPR yang berubah sikap dalam masalah itu (Republika, 5/4/2010). Lebih dari itu, Ketua DPR Marzuki Alie menilai rakyat tidak perlu diajak bicara terkait dengan proyek gedung baru tersebut, karena mereka tidak paham. "Ini cuma orang-orang elite yang paham yang bisa membahas ini (pembangunan gedung baru DPR), rakyat biasa tidak bisa dibawa," ujar Marzuki Alie kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta, Jumat (1/4/2011) (Inilah.com, 5/4/20110).

Hadirilah,....
Daurah Tokoh Peduli Syariah oleh Ustz. M. Faturahman, 17 April 2011, untuk registrasi peserta SMS ke 081372344852, ACARA GRATISS

Hadirilah,....
Bedah Buletin Al Islam
Setiap Ahad

Bukan Kasus Pertama
Kengototan DPR untuk mengegolkan rencana pembangunan gedung baru tersebut hanyalah salah satu dari sikap anti rakyat yang ditunjukkan DPR. Pada awal pelantikan para anggotanya saja, DPR telah menghamburkan uang rakyat miliaran rupiah. Padahal, seperti

bada’ magrib
Masjid Baitul Jamil

Perumahan Puri Granit Indah Darussalam

Buletin Dakwah AL-ISLAM terbit setiap Jum’at. Dipublikasikan oleh: HIZBUT TAHRIR INDONESIA. Alamat: Gedung Pusat Dakwah Hizbut Tahrir Indonesia Crowne Palace, Jl. Prof. Soepomo Nomer 24, Jakarta Selatan 12790 Telp : 021-8353253 Fax: 021-8353254, website: http://www.hizbut-tahrir.or.id, email: info@al-islam.or.id. Untuk berlangganan hubungi: Abu Nabhan 085264129002 diskusi hubungi: Abu Syahid 081372344852 . Infak: Rp 250,-/eks.

Waktu Zuhur Jum’at, 8 April 2011 M 04 Jumadil Awal 1432 H Kab. Karimun dan sekitarnya 12.09 WIB

“Hai orang-orang yang beriman penuhilah seruan Allah dan Rasul...”

Sebagaimana kita ketahui. Yuna Farhan. BBM menjadi langka dan mahal. Menurut Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran.8 triliun Rupiah di APBN-P 2010 menjadi 13. telah dikuasai pihak asing.” Sahabat bertanya. selama ini DPR abai terhadap nasib rakyat secara umum. Pasalnya. bersabda: Segera Kembali pada Sistem Islam Jelas. tetapi juga di hadapan Allah di akhirat kelak. jangan aneh jika saat ini lebih dari 90 persen energi. dll. Pemerintah justru memangkas belanja fungsi kesehatan dari 19. (HR ath-Thabari).9 triliun dalam RAPBN 2011 menjadi Rp 24. setiap kali kunjungan ke luar negeri. pada tahun 2010 dana studi banding DPR RI mencapai Rp 162. Faktanya. Karena itu. Hanya kepada merekalah kepercayaan dan amanah selayaknya digantungkan. pada akhir tahun 2010 tercatat masih ada 31. UU tersebut sarat dengan nuansa liberalisasi ekonomi. yang justru berpotensi menyengsarakan rakyat. di dalam negeri sendiri sering terjadi kelangkaan energi dan migas. Sebab. Setjen DPR saat itu menganggarkan Rp 26 miliar atau sekitar Rp 46. Mengkhianati Amanah. Dari hasil analisis Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) terhadap APBN 2011. Hal ini wajar belaka. acara pelantikan tersebut lebih bersifat seremonial belaka. UU SDA. Yunani. UU Listrik. Koalisi Masyarakat Sipil memperkirakan. lalu membengkak menjadi Rp 19. dengan alasan untuk menghemat anggaran. Afrika Selatan dan sejumlah negara Eropa. Sayangnya. Pasalnya. Padahal dari berbagai data. ditemukan data bahwa anggaran 'pelesiran' membengkak: dari rencana Rp 20.000 (Sekitar Rp 20 juta). mengkhianati amanah rakyatnya sendiri.5 triliun dalam APBN-P (Republika. RAPBN 2011 yang diajukan Pemeritah harus mendapat persetujuan DPR hingga bisa disahkan menjadi APBN 2011. Menurut FITRA.5 juta peranggota untuk biaya pindah tugas (tiket keluarga anggota Dewan dan biaya pengepakan) bagi anggota baru terpilih dari luar Jakarta (Kompas. Namun. Amanah menjadi wakil rakyat tidak saja harus dipertanggungjawabkan di hadapan rakyat di dunia. ﻓ َﺎ‬ ‫َﺈ ﺿﻴﻌﺖ ـﻣ ﻬﻧﺔ ﻓ َ ِﺮ ﺴ ﻋﺔ َﻘ‬ ‫ﻛ ْءﻒ إﺿ ﻋﺘﻬ ﻗ إ ﺳﺪ ﻷ ْءﺮ إﻟ ﻏ ْءﺮ ﻠﻪ ﻓ َ ِﺮ‬ ِ ‫َﻴ َ ِ َﺎ َ ُ َﺎ ؟ َﺎ َ: َ َا ُ ِ َ اْء َﻣ ُ َِﻰ َﻴ ِ َﻫْءِ ِ َﺎﻬﻧْءﺘﻈ‬ «َ َ ‫اﻟ ﱠﺎ‬ ‫ﺴ ﻋﺔ‬ “Jika amanah diabaikan maka tunggulah kehancurannya. Rasulullah saw. umat saat ini wajib segera kembali ke sistem pemerintahan Islam yang menerapkan syariah Islam secara total atas mereka. Disamping itu. dalam demokrasi yang berdaulat memang bukan rakyat. Jumlah anggaran perjalanan di atas. di hadapan rakyat pun para w a k i l r a k y a t t i d a k b i s a mempertanggungjawabkan amanah rakyat yang mereka wakili. pembatasan BBM bersubsidi itu pasti menyebabkan kenaikan harga barang atau inflasi.Akibatnya. Celakanya. Ujung-ujungnya rakyat secara umum jugalah yang harus menanggung akibatnya. Akibatnya. kebijakan untuk menaikkan harga BBM atau pembatasan subsidi BBM selalu menjadi pilihan Pemerintah. Padahal. Anggaran yang dialokasikan untuk menanggulangi gizi buruk pada balita hanya Rp 209. belanja perjalanan adalah belanja yang terus membengkak setiap tahunnya.6 triliun Rupiah di APBN 2011. Pemerintah menetapkan anggaran perjalanan Rp 16. DPR malah sering mengeluarkan UU seperti UU Migas. Baginda Nabi saw. bersabda: :َ ‫»ﻓِ َا ُ ِ َ ِ اْءﻷَ َﺎ َ ُ َﺎﻬﻧْءﺘﻈ ِ اﻟــ َﺎ َ َ . Wallâh a'lam bi ash-shawâb [] « ُ َ َ َ ‫» َ ِلﺎﻳرْءﻤﭼﺎ َ ِﻤﭼﻦْء َ َ َﺎ‬ ‫ﻻ إ َن ﻟ َ ﻻ اﻣ ﻬﻧﺔ ﻟﻪ‬ Tidak ada iman bagi orang yang tidak amanah. “Bilamana amanah diabaikan?” Rasul menjawab. malah menyetujui APBN anti rakyat yang diajukan Pemerintah. Lagi-lagi. UU Penanaman Modal. Karena itu. misalnya. seperti diketahui. Menuai Laknat Menjadi wakil rakyat sesungguhnya adalah amanah. pelantikan Anggota DPR Terpilih Periode 2009-2014 saat itu tampak mewah karena menelan biaya sekitar Rp 11 miliar hanya untuk acara sekitar dua jam saja. seperti yang diprediksi oleh BPS.” (HR al-Bukhari dan Muslim). tiap anggota Dewan mendapat uang saku sebesar Rp 2028 juta dan uang representasi US$ 2. untuk satu balita hanya dialokasikan sekitar Rp 50 ribuan/balita/tahun atau sekitar Rp 4 ribuan/balita/bulan.6 triliun. Sebab. Bahkan menurut analisis FITRA. Metro TV (7/9/2009) menyebutkan biaya pembuatan pin anggota DPR saja mencapai Rp 5 juta perorang.com. Umat harus segera menegakkan Khilafah Islam dengan segera mengangkat penguasa (khalifah) yang beriman dan bertakwa. DPR malah setali tiga uang dengan Pemerintah. DPR. misalnya. kebijakan yang menyengsarakan rakyat itu sering disetujui DPR. Pertanyaannya: layakkah terus-menerus berharap kepada wakil rakyat yang justru sering mengkhianati amanah rakyat yang mereka wakili? Tentu tidak! Sudah terlalu banyak bukti bahwa DPR—juga Pemerintah—yang notabene produk dari sistem demokrasi sekular. Pertanyaannya: pedulikah DPR terhadap semua ini yang notebene sangat terkait dengan kepentingan rakyat? Jawabannya: Tidak! DPR justru tampak abai kalau menyangkut kepentingan rakyat dan sebaliknya sangat peduli kalau menyangkut kepentingan dirinya sendiri. amanah wajib dijaga dan . sekaligus mengangkat para wakil rakyat yang amanah. Lalu baru beberapa bulan dilantik dan belum menunjukkan kinerjanya. Dalam APBN 2010 pun. jauh lebih besar dari jumlah anggaran Jamkesmas 2011 yang hanya sebesar Rp 5. 'studi banding' itu dinilai banyak kalangan lebih merupakan pelesiran para anggota DPR menggunakan uang rakyat. Kasus di atas hanyalah secuil contoh betapa DPR lebih peduli terhadap dirinya sendiri ketimbang terhadap rakyat yang mereka wakili.94 miliar dan berpotensi menimbulkan tindak pidana korupsi (Bisnis. Muara dari liberalisasi ekonomi tidak lain adalah penyerahan kedaulatan atas sumberdaya alam milik rakyat kepada pihak asing. 9/9/2009). Kepada merekalah demokrasi berkhidmat. tak ada tindakan nyata dari DPR untuk mendesak Pemerintah agar mengeluarkan kebijakan yang bisa mengentaskan rakyat dari kemiskinan.02 juta jiwa penduduk miskin di negeri ini. Membengkaknya anggaran perjalanan di APBN 2011 ini tentu bukan semata karena peran Pemerintah. bukan kepada rakyat. Yang terjadi. sebaliknya haram untuk dikhianati.biasa.2 triliun. saat ini puluhan juta rakyat di negeri ini masih dihimpit kemiskinan. 17/1/2011). UU BHP. tetapi elit wakil rakyat yang berkolabirasi dengan penguasa dan para pemilik modal. Dan biaya Rp 11 miliar itu baru dari KPU saja. ke Amerika. Adapun dari DPR sendiri. 16/9/2010). beberapa waktu lalu ramai diberitakan tentang kunjungan para anggota DPR ke luar negeri dengan alasan 'studi banding'. misalnya. Bukan hanya tidak peduli. Karena itu. Sebagaimana kita ketahui.5 triliun dalam APBN 2011. misalnya APBN 2011.1 juta balita yang mengalami gizi buruk. “Jika suatu perkara diserahkan kepada bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya. Tentu saja semua itu legal berdasarkan UU yang diproduksi DPR. tak selayaknya umat ini berharap kepada mereka yang tidak amanah. di tengah kemiskinan jutaan rakyat negeri ini. Di sisi lain. di Indonesia terdapat 4. Sumberdaya minyak dan gas (migas) juga telah banyak dikuasai pihak asing. Pemerintah memutuskan melakukan pembatasan BBM bersubsidi.com. tetapi juga DPR.5 miliar. Amanah ini berkaitan erat dengan faktor keimanan. UU Minerba. Artinya. jangankan di hadapanAllah di akhirat kelak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful