Makalah ini telah diketahui dan disahkan Oleh Pada tanggal

Sidoarjo, Mengetahui Kepala Sekolah Pembimbing

Drs. Ashuri

Sirojul Munir

Motto Pacaran bukan segalanya buat kami, tapi belajar adalah yang utama buat kami semua.

kami anak 3 IPS kepada Bapak yang telah membimbing kami semua. Bapak Sirojul Munir Sebagai rasa ungkapan terima kasih. Adik-adik kelas kami. 2.Hal ini saya persembahkan Kepada 1. .

Zainul Abidin. Sri Utami. Kepada semua pihak yang telah memungkinkan makalah ini selesai. Semoga bermanfaat. penyusunan makalah ini dimaksudkan sebagai salah satu ungkapan rasa terima kasih kami kepada bapak. Penulis Kami berlima . karena kami dapat kesempatan untuk diskusi dan menyajikan materi yang sedang dibahas dengan kejadian aktual mendapat porsi yang cukup. khususnya saudara Iin Kusrini. Eko Sudarsono.Kata Pengantar Makalah ini kami susun berdasarkan kemampuan kami berlima. Uswatun Khasanah yang banyak memberikan bantuan dari segi teknik penulisan dan penyajian kami haturkan banyak terima kasih. Sidoarjo. Penyajian materi yang bapak berikan sangat berarti bagi kami.

...................................... I II III IV V VI 1 2 3 4 8 9 Menggunakan Kata Kerja.............................................................................................................. 20 Menggunakan Konjungsi Tertentu..............DAFTAR ISI Halaman Judul Halaman Pengesahan Halaman Motto Halaman Persembahan Halaman Kata Pengantar Halaman Daftar Isi Memahami Makna Kosakata. 19 Menggunakan Konjungsi..................................................................................................... 15 Menggunakan Ejaan................ Memahami Perubahan Bentuk Kata........................ Menggunakan Beragam Kalimat................................................................................................................................. 10 Menganalisis Unsur Bawah Kata Tertentu............................................................................................................................... 21 .. 17 Menggunakan Gaya Bahasa Figuratif........ 13 Merumuskan Ikhtisar............................................................................. 11 Memahami Gejala Perubahan.............................................................................................................................................. Istilah-Istilah.................................................................................................................. 12 Menggunakan Kalimat Seru............................................... Menyusun Kalimat............................................................ Menggunakan Sufiks.................... 16 Menggunakan Tanda Baca................................................................................................................................................................................................................................................ 18 Menggunakan Kutipan Dalam Penyusunan Karya Tulis.......... 14 Menyusun Kalimat Tesis............................................................................................

2. 5.Memahami Makna Kosakata Pasangkan kata-kata di lajur kiri dengan maknanya di lajur kanan dengan menggunakan tanda panah! Tiap makna hanya boleh digunakan satu kali. 4. 3. 2. natural drastis resesi andal trend = = = = = alamiah keras dan berpengaruh cepat kelesuan dalam kegiatan dagang dapat dipercaya sedang digemari sindikasi dinamika paceklik mustahil inflasi = = = = = gabungan beberapa perusahaan tenaga yang menggerakkan musim kekurangan bahan makanan tidak mungkin kemerosotan nilai uang karena banyaknya uang beredar = = = = = penjatahan pelaksanaan pembebasan dari suatu kewajiban jalan bebas hambatan gaya berat . 4. 3. Jalan tol 5. Gravitasi B 1. Pengalokasian 2. Dispensasi 4. Implementasi 3. A 1. C 1. 5.

Dalam hal-hal tertentu. adaptasi. dan –or atau –ur Sufiks asing pembentuk kata benda diserap bersama bentuk dasarnya. Sufiks –ika menyatakan ilmu seperti disebut pada kata dasar: genetika. Sufiks –asi menyatakan proses seperti yang disebut pada kata dasar: argumentasi. direktur – direktris. -or atau –ur didampingi –tris untuk menyatakan pelaku yang wanita: aktor – aktris. liberalisme. direktur. kondektur. stabilitas. -ika.Menggunakan Sufiks Asing –isme. Sufiks –tas menyatakan hal seperti disebut pada kata dasar: kriminalitas. . Sufiks –or atau –ur menyatakan orang yang melakukan sesuatu yang disebut pada kata dasar: korektor. -asi. -ika. -asi. -or atau –ur dengan fungsi sebagi berikut. diktator. -tas. -tas. antibiotika. Sufiks pembentuk kata benda terdiri dari: -isme. Sufiks –isme menyatakan paham seperti yang disebut pada kata dasar: nasionalisme.

akan semakin sulit dipahami isinya. Disamping itu. kalimat panjang dan kalimat pendek memenuhi fungsi lain. Panjang pendeknya sebuah kalimat pendek agak sulut ditetapkan batasannya. Sebaliknya. Sebuah kesimpulan jelas tidak dapat dirumuskan di dalam kalimat-kalimat yang sangat panjang. kalimat panjang dapat digunakan untuk menyampikan informasi yang berfungsi sebagai penunjang. Kalimat pendek digunakan oleh penulis ketika ingin menekankan hal-hal penting yang hrus diingat oleh pembacanya. yaitu mengupayakan pemahaman dan penekanan terhadap isi amanat yang disampaikan. Semakin panjang kalimat. .Menyusun kalimat panjang dan kalimat pendek Penggunaan kalimat panjang dan kalimat pendek di dalam tulisan merupakan suatu cara mengadakan variasi kalimat agar tulisan tetap terasa segar. tetapi dalam sebuah kalimat yang pendek. Diperkirakan sekitar 20 kata dengan struktur kalimat yang baik dan jelas.

sinkop. dan haplologi.  Epentesis atau mesogog: Penambahan sebuah fanem atau lebih ditengah- tengah kata. Contoh : sloka candra  seloka  candera. cendera. Perubahan bentuk kata tersebut ada yang disebut epentesis (mesogog).Memahami perubahan bentuk kata Suatu kata dapat mengalami perubahan bentu. tentukan perubahan bentuk kata apa yang terdapat pada kata-kata tersebut! Tulis jawabanmu di dalam boks! . cindera  Sinkop: penanggalan sebuah fonem atau lebih di tengah-tangah sebuah kata: Contoh : utpatti niyata  upeti  nyata  Haplologi: penghilangan satu suku kata di tengah-tengah sebuah kata. Contoh: samanantara (sansekerta : sama + an + antara)  sementara Garis bawahi kata-kata yang mengalami perubahan bentuk dalam kalimatkalimat berikut! Kemudian. Contoh : akasa gopala  angkasa  gembala  Anaptiksis atau suara bakti: penambahan suatu bunyi di antara dua fenom dalam sebuah kata untuk memperlancar ucapan sebuah kata. anaptiksis (suara bakti).

baik berujud penambahan maupun penghilangan fonem tertentu. kaart boek  kartu  buku  Monoftongisasi : proses perubahan bentuk kata yang berujud sebuah diftong menjadi sebuah monoftong. perubahan bentuk kata dapat dilihat dari sudut penggabungan bunyi yang berdekatan. paragog. parceiro manteiga  pesero  mentega  Diftongisasi : proses perubahan bentuk kata yang berujud sebuah monoftong menjadi sebuah diftong. anggota topan  anggauta  taufan . Jenisjenis perubahan bentuk kata tersebut antara lain apokop. Di samping itu. dan diftongisasi.  Apokop : proses penanggalan sebuah fonem atau lebih pada akhir sebuah kata. pelangit adjectiva  pelangi  adjektif  Paragog : proses penambahan suatu fonem pada akhir sebuah kata. monoftongisasi.Memahami Perubahan Bentuk Kata Perubahan bentuk kata dapat juga terjadi pada akhir kata.

disebut asimilasi total. bila hanya sebagian saja yang disamakan disebut asimilasi parsial. disimilasi. Asimilasi total : in-moral  immoral  imoral al-salam  assalam dituliskan satu bunyi. a. . Asimilasi parsial : in-perfect  imperfek in-port  impor  asalam Dalam bahasa Indonesia. b.Memahami Perubahan Bentuk Kata Kata-kata dalam bahasa Indonesia dapat mengalami proses asimilasi.  Asimilasi : Perubahan bentuk kata yang berujud dua fonem yang tidak sama dijadikan sama. dan elipsis. dua fonem yang sama itu ditetapkan hanya  Disimilasi : proses perubahan bentuk kata yang berujud dua buah fonem yang sama dijadikan tidak sama. Misalnya : rapport (Inggris) sajjan (Sanskerta) Misalnya : auto mobil bagai itu  mobil  begitu  lapor  sarjana  Elipsis : proses penanggalan kata atau bagian tertentu sebuah konstruksi. Bila fonem yang disamakan itu identik atau sama betul.

yang disebut matemasis : lebat  tebal. kata-kata juga mengalami perubahan bentuk.  Perubahan yang terjadi karena dua buah fonem bertukar tempat dalam sebuah kata. istri 8. Perubahan apa yang terdapat pada kata-kata berikut? Tulis jawabanmu di tempat yang disediakan! Perhatikan contoh! 1. yang disebut aferesis : tathapi  tetapi  tapi. selain mengalami perubahan makna. lemari 5. Perubahan bentuk kata mencakup hal-hal berikut. percaya 6. usap 3. mpu 9. asmara 7.  Penambahan sebuah fonem pada awal sebuah kata.Memahami Perubahan Bentuk Kata Dalam perjalanan sejarah. reca           lajur sapu beting almari pracaya smara stri empu esa arca metatesis metatesis metatesis metatesis metatesis aferesis aferesis protesis protesis metatesis . mas  emas. jalur 2. sa 10. resap  serap. tebing 4. yang disebut protesis : lang  elang.  Penghilangan sebuah fonem atau lebih pada awal sebuah kata.

Kalimat Harapan Gunakanlah bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bila berbicara di antara suku-suku bangsa dengan dialek yang berbeda! Kalimat Perintah Kalimat Pengandaian . misalnya. dan (6) Kalimat Seru. Apakah sebagai bahasa persatuan. kalimat perintah. Kalimat tersebut bisa diubah menjadi kalimat seperti berikut. kalimat dibagi atas : (1) Kalimat Berita. kalimat harapan. dan kalimat seru. Perhatikan contoh berikut! Sebagai bahasa persatuan.Menggunakan Beragam Kalimat Berdasarkan Tujuan Berdasarkan tujuan atau sasaran yang akan dicapai. kalimat pengandaian. bahasa Indonesia digunakan oleh suku-suku bangsa dengan dialek yang berbeda. (2) Kalimat Tanya. (5) Kalimat Pengandaian. dapat diubah menjadi kalimat tanya. (4) Kalimat Harapan. Sebuah kalimat berita. (3) Kalimat Perintah. bahasa Indonesia digunakan oleh suku-suku bangsa dengan dialek yang berbeda? Kalimat Tanya Mudah-mudahan Saudara menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bila berbicara diantara suku-suku bangsa dengan dialek yang berbeda.

memancarkan cahaya yang memancarkan banyak cahaya sebuah enzim yang mengkatalisasi reaksi oksidasi dan lusiferin indikator (petunjuk) yang berupa makhluk hidup (bios) detektor (alat pencatat) berupa makhluk hidup isyarat yang ditunjukkan oleh makhluk hidup cambuk. cemeti. Pelajarilah istilah umum dalam bidang biologi dan bidang fisika berikut ini! Luminare Luminesensi Bioluminesensi Lux Lucere Luciferax Lusiferase Bioindikator Biodetektor Bioisyarat Flagela Autoinduksi Autoinduser Agensia Reagensia Reagen Akuatik Toksin Toksik Toksisitas Terestrial Fisiologis Mikroorganisme Mikrotoksik Lakton : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : memberikan cahaya terang pemancaran cahaya pemancaran cahaya cahaya. biasa dipakai untuk mengetes darah bertalian dengan air. bermacam-macam anhidridasiklis yang dibentuk dari asam hidroksi Polipeptida : polimer yang terdiri dari tiga atau lebih molekul asam amino .Jika berbicara di antara suku-suku bangsa dengan dialek yang berbeda. cerah bercahaya. semacam sulur induksi sendiri penginduksi sendiri penyebab (agere = membuat) reagen zat kimia yang berguna untuk menimbulkan reaksi kimiawi bahan yang dipakai dalam reaksi kimia. Saudara diharapkan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. perairan (aqua = air) zat racun yang dibentuk dan dikeluarkan oleh organisme yang bertalian dengan zat racun kadar keracunan yang bertalian dengan tanah (terra) limu yang berkaitan dengan fungsi dan kegiatan kehidupan makhluk hidup (organisme) kecil (mikro) yang sedikit mengandung racun ester intramolekul yang terjadi oleh reaksi antara gugus hidroksil dan gugus karboksil yang terletak di satu molekul.

.

.  Intransitif Berpelengkap Verba : dapat diikuti sebuah kata kerja (verba) sebagai pelengkapnya. datang. Kata kerja intransitif dapat dibagi lagi atas beberapa kelompok seperti disebutkan berikut ini. Contoh dalam kalimat : Aku pergi mencari kakakku.  Intransitif Berpelengkap Nomina : dapat diberi pelengkap nomina. menangis. Misalnya : pergi. terutama kata kerja (verba) yang menyatakan gerak.  Intransitif Biasa : tidak menghendaki keterangan atau pelengkap apapun. Ibu bercerita tentang kejadian semalam. Contoh dalam kalimat : Perbuatan itu berbahaya bagi dirinya. Contoh dalam kalimat : Mereka mandi di kali. Paman datang menjenguk adiknya. bercerita.Menggunakan Kata Kerja Intransitif Bila sebuah kata kerja tidak menghendaki pelengkap berupa objek. kata kerja itu disebut kata kerja intransitif. Misalnya: berbahaya. Adik menangis sejadi-jadinya. tetapi harus dirangkaikan dengan sebuah kata perangkai. Misalnya mandi.

+ satu. satukan dibentuk dari satu + -kan. b. . penyatuan dibentuk dari menyatukan + proses pembendaan. unsur bawahan langsung dari menyatukan adalah me. sedangkan unsur bawahan langsung pembentuk bersatu adalah ber.Menganalis Unsur Bawah Kata Tertentu Untuk memahami makna atau status sebuah kata jadian dengan lebih baik. Jadi. Persatuan dibentuk dari satu + proses pembendaan. kata persatuan dan penyatuan mengalami proses berikut. menyatukan dibentuk dari me. unsur bawahan yang langsung membentuk persatuan adalah bersatu dan proses pembendaan. b. unsur bawahan langsung dari kata penyatuan adalah menyatukan dan proses pembendaan.+ satukan. Bersatu dibentuk dari ber. harus ditelusuri proses terjadinya tahap demi tahap. apakah kata persatuan dan penyatuan langsung dibentuk dari kata satu yang memperoleh konfiks per. kita perlu mengetahui bagaimana proses terjadinya kata tersebut. a.+ -an. Ternyata. Misalnya. c. I.+ -an dan peN.+ -satu  bersatu. II.+ satukan. Jadi. Ternyata tidak demikian! Dalam hal ini. sementara unsur bawahan langsung dari satukan adalah satu + -kan. a.

diadakan penyesuaian dengan bunyi yang paling mirip. ia mencari bentuk-bentuk yang sudah ada dalam bahasa Indonesia. Dalam keadaan demikian. yaitu perubahan bentuk kata-kata asing mengikuti bentukbentuk morfologis yang ada dalam bahasa Indonesia. karena perkembangan pendidikan. bunyi-bunyi bahasa yang diserap melalui kata-kata tersebut terpaksa diadaptasi atau disesuaikan dengan bunyi yang paling dekat dengan bunyi bahasa penyerap. Demikian juga kata “prakara” dari bahasa Sanskerta disesuaikan dengan bentuk pe. bunyi bahasa Belanda dalam kata-kata seperti berikut ini disesuaikan dengan sistem bunyi yang paling mirip dengan bunyi-bunyi tersebut. Akibatnya. Ketika diserap ke dalam bahasa Indonesia. Seperti contoh berikut. misalnya prefiks se. voorschot  persekot vacantie  pakansi Demikian juga ketika menghadapi bahasa Arab-Persia. Oleh karena itu. Faktor pertama yang dihadapi adalah bagaimana menyerap sebuah kata sementara sistem fonologinya tidak menunjukkan kesamaan dengan bahasa yang bersangkutan. sistem fonologi bahasa Indonesia pada waktu itu tidak sejalan dengan sistem fonologi bahasa Belanda. kenyataan lain yang harus diakui adalah bahwa kontak atau perkenalan antarbahasa menyebabkan terjadinya proses penyerapan dari satu bahasa ke dalam bahasa yang lain. Memahami Gejala Adaptasi Morfologis Disamping adaptasi fonologis.untuk disesuaikan dengan bentuknya. Orang Indonesia yang berkenalan dengan bahasa Belanda berusaha mengambil kata-kata bahasa Belanda. . Terbentuklah kata “sekilwak” dalam bahasa Indonesia. Biasanya. Karena sistem fonologinya tidak sejalan. penyerapan kata-kata itu di kemudian hari lebih banyak mengikuti sistem fonologi bahasa-bahasa asing tersebut. fadhluli  peduli Dalam perkembangan lebih lanjut. adaptasi morfologis disertai adaptasi fonologis Kata bahasa Belanda “schildwacht” misalnya. terdapat juga perubahan bentuk yang disebut adaptasi morfologis.Memahami Gejala Perubahan Adaptasi Fonologis Kenyataan yang harus disadari adalah bahwa setiap bahasa memiliki ciri yang berbeda. orangorang Indonesia mampu mengucapkan bunyi-bunyi yang tadinya tidak dikenal dalam bahasanya. Akan tetapi. Sementara itu.yang ada dalam bahasa Indonesia sehingga terjadi bentuk “perkara”.

Menggunakan Kalimat Seru Kalimat seru adalah kalimat yang mengungkapkan perasaan hati. alangkah. Kalimat ini biasanya ditandai oleh kata-kata atau ungkapan-ungkapan tertentu. kata sifatnya harus dijelaskan dengan keterangan derajat sekali. amat. kalimat seru cukup menggunakan kata sifat. Misalnya. seperti sungguh. kecuali kata-kata sifat deverbal yang mengandung imbuh me. Selain itu kalimat seru dapat pula dinyatakan dengan kalimat inversi dengan intonasi yang lebih tinggi. betapa. atau keheranan terhadap suatu hal. (5) (6) (7) (8) Alangkah membingungkan ucapannya itu! Alangkah menertawakan perbuatan itu! Alangkah membingungkannya ucapannya itu! Alangkah menertawakannya perbuatan itu! (Benar) (Benar) (Salah) (Salah) . kekaguman. Sebaliknya. betapa dan ditambah kata sifat. dan sebagainya. bila menggunakan kalimat inversi. Misalnya : (1) (2) (3) (4) Tinggi sekali gedung itu! Sungguh tinggi gedung itu! Betapa tinggi gedung itu! Alangkah tingginya gedung itu! Ungkapan dengan menggunakan alangkah biasanya diikuti kata sifat dengan bentuk –nya.kan. alangkah. Bila menggunakan kata-kata sungguh.

Tetapkan alinea yang tidak terlalu penting bagi tema! 4. Tetapkan alinea yang sama sekali tidak penting karena dapat diabaikan dalam ikhtisar! 5.Merumuskan Ikhtisar Ikhtisar berbeda dari ringkasan karena bagian-bagiannya disajikan tidak secara proporsional. Tetapkan terlebih dahulu tema wacana! 2. bagian yang kurang penting disajikan sedikit. dan bagian yang sama sekali tidak penting dapat diabaikan. Bagian yang penting akan disajikan lebih banyak. Rumuskan ikhtisar wacana “Perekonomian Indonesia” secara berkelompok dengan pedoman berikut! 1. Rumuskan ikhtisar berdasarkan ketentuan 1 sampai dengan 4! . Tetapkan alinea-alinea yang benar-benar merupakan perincian tema tersebut! 3.

Topik Tujuan : Sumber Daya Air : Menunjukkan bahwa sumber daya air merupakan kebutuhan terpenting yang harus disediakan pemerintah. Untuk sebuah topik “sumber daya air” misalnya. yaitu topik dan tujuan. Perumusan dengan cermat sebuah kalimat tesis akan menjadi landasan yang baik dan kuat untuk pengembangan alinea. sumber daya air merupakan kebutuhan terpenting yang harus disediakan pemerintah untuk mendukung roda pembangunan. Kalimat tesis : Dari antara sekian banyak hal yang butuh perhatian. dirumuskan tujuan dan kalimat tesis seperti berikut. Tema atau tesis tersebut harus mengandung dua unsur.Menyusun Kalimat Tesis Tema atau tesis biasanya dinyatakan dengan sebuah kalimat. Perhatikan bahwa dalam kalimat tesis harus ditempatkan topik dan tujuan dalam gagasan sentral kalimat! .

Abad ke-20. Hamengku Buwono IX.  Angka digunakan untuk menulis beberapa lambang bilangan yang dipakai secara berurutan. 945. seperti dalam perincian dan pemaparan : Kendaraan yang disiapkan untuk mengangkut penumpang umum terdiri dari 75 bus.75 (lima ratus lima puluh lima dan tujuh puluh lima perseratus rupiah). Abad Kedua Puluh Tingkat V. atau kamar pada alamat : Jalan Matraman Raya 119 Hotel Karya Wisata. Pasal 5. halaman 355.000-an atau uang sepuluh ribuan  Lambang Bilangan Tingkat Hamengku Buwono ke-9. dan 100 bemo.235. Saya lampirkan tanda terima uang sebesar 555. Pahami pedoman penulisan bilangan berikut ini!  Lambang Bilangan yang Mendapat Akhiran –an tahun ‘50-an atau tahun lima puluhan uang 5000-an atau uang lima ribuan uang 10. 1. Bab ke-2. rumah. 250 juta orang  Bilangan yang Harus Ditulis dengan Angka dan Huruf Saya lampirkan tanda terima uang sebesar Rp 555. Tingkat ke-5 Tingkat Kelima  Bilangan Utuh yang Besar Dapat dilambangkan dengan angka sebagian supaya lebih mudah dibaca 3 miliar rupiah.  Angka digunakan untuk melambangkan nomor jalan. 20 helicak. Hamengku Buwono Kesembilan Bab II. Bab Kedua Abad XX. . Surah Yasin : 9. 30 mikrolet.75 (lima ratus lima puluh lima dan tujuh puluh lima perseratus) rupiah.  Angka digunakan untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci: Bab X. Kamar 235.Menggunakan Ejaan : Penulisan Bilangan Perhatikan pedoman penulisan bilangan berikut ini!  Angka digunakan untuk menulis bilangan yang dinyatakan dengan tiga kata atau lebih : 134.

(1) Jenis energi apa yang biasa digunakan penduduk? (2) Apa kegunaan energi tersebut bagi rakyat banyak? (3) Apa dampak negatif yang ditimbulkannya? (4) Apa jalan keluar yang kamu sarankan untuk mengubah pola penggunaan energi tradisional tersebut? (5) Apa saja yang harus dilakukan untuk menempuh jalan keluar tersebut? .Menulis Karangan Ekspositoris Susunlah sebuah karangan ekspositoris mengenai energi yang digunakan secara tradisional di daerahmu! Pertanyaan-pertanyaan berikut dapat kamu gunakan sebagai pedoman.

tanda baca adalah perlambangan unsur suprasegmental bahasa. seperti: titik. Oleh karena itu. harus ditempatkan lurus secara vertikal.  Ada tanda baca yang harus dipisahkan dari huruf atau kata sebelumnya seperti: kurung buka dan tanda petik buka. bila suara naik dengan lagu tanya atau berakhir dengan suara keras memerintah. Penempatan tanda baca juga memperhatikan beberapa cara berikut. tanda tanya. prinsip umum menggunakan tanda baca adalah sebagai berikut. Bila nada suara naik dan berhenti sebentar.  Ada tanda baca yang harus segera ditempatkan sesudah huruf atau kata terakhir.  Didasarkan pada unsur suprasegmental atau intonasi. yaitu adanya unsur sintaksis yang juga mempengaruhi penggunaan tanda baca. Berarti. (b) unsur-unsur sintaksis yang tidak erat hubungannya harus dipisahkan dengan tanda baca.  Sesudah kurung buka dan sebelum kurung tutup tidak boleh diberi spasi. Namun. tanda seru. yakni: (a) unsur-unsur sintaksis yang erat hubungannya tidak boleh dipisahkan dengan tanda baca. koma. tanda baca pertama-tama didasarkan pada perhentian-perhentian yang terdapat dalam sebuah ujaran. yaitu perlambangan intonasi bahasa. ada juga prinsip lain yang kadang-kadang menyalahi prinsip tersebut. kecuali untuk mengemukakan pemerian sejumlah pokok dari atas ke bawah atau memisahkan pelaku dari percakapan dalam drama.Menggunakan Tanda Baca Bila ejaan (penulisan huruf. bila suara turun dan berhenti.  Titik dua umumnya berlaku seperti pedoman pertama. dan tanda petik tutup. titik koma.  Didasarkan pada hubungan sintaksis. perlambangan dengan tanda baca itu masih belum sempurna. apa yang telah dicapai sejauh ini sudah cukup memadai. semuanya diberi tanda baca. kata. dan sebagainya) merupakan perlambangan bunyi bahasa. Walaupun demikian. . Di samping unsur-unsur suprasegmental yang menjadi pedoman penempatan tanda baca. kurung tutup.

Misalnya : Kartini kecil itu turut memperjuangkan persamaan haknya. sebagai. Misalnya : Bibirnya seperti delima merekah.  Epitet : acuan yang menyatakan sifat atau ciri khusus sesuatu atau seseorang. Gaya bahasa figuratif ini dapat dibedakan atas jenis-jenis berikut.Menggunakan Gaya Bahasa Figuratif Gaya bahasa figuratif (bersifat kiasan atau lambang) didasarkan pada makna yang menyimpang dari kata-kata yang digunakan. sama. Misalnya : Lihatlah Hercules kita sudah tiba. Misalnya : Para pemuda adalah bunga bangsa.  Eponim : semacam acuan dengan menyebut seseorang karena sifat tertentu sehingga nama itu dipakai untuk menyatakan sifat tersebut.  Persamaan atau Simile : perbandingan yang bersifat eksplisit. tempat.  Personifikasi atau Prosopopoeia : bahasa kiasan yang menggambarkan benda-benda mati seolah-olah memiliki sifat manusia. biasanya mempergunakan katakata : seperti. dan laksana. bagaikan. biasanya dalam bentuk singkat. Orang itu benar-benar buaya darat.  Alusio : gaya yang mengusahakan sugesti kesamaan antara orang. . atau peristiwa. yaitu langsung menyatakan sesuatu sama dengan hal lain. Misalnya : Lonceng pagi sudah membangunkan kami. Misalnya : angin yang meraung di tengah malam yang gelap menambah lagi ketakutan kami.  Metafora : semacam analogi yang membandingkan dua hal secara langsung. “Lonceng pagi” menyatakan “kokok ayam”.

maka cara penyusunan kutipannya adalah sebagai berikut! 1. Data dari sumber lisan dan tertulis tersebut dalam karya tulis disebut kutipan. Wajib menggunakan tanda kutip pembuka dan tanda kutip penutup (“…”) pada awal dan akhir kutipan. Oleh karena itu. kutipan 1 – 4 baris juga diketik dengan spasi rangkap. 2. Sumber kutipan bisa ditulis langsung pada akhir kutipan atau pada catatan kaki di kaki halaman karya tulis ilmiah. Bagaimanakah konvensi penggunaan tersebut? Pelajarilah uraian berikut! Kutipan terdiri atas dua kelompok. kamu perlu mencari data dan pendapat dari nara sumber untuk mengembangkan karya tulismu. Data itu bisa diperoleh dari sumber lisan dan sumber tertulis. Kutipan Langsung 1 – 4 Baris Jika kamu mengutip pendapat dan data dari sumber lain yang banyaknya antara 1 sampai 4 baris. Biasanya. Untuk menggunakan kutipan dalam penyusunan karya tulis. jarak ketikan karya ilmian adalah dua spasi (atau spasi rangkap). Kutipan langsung dibedakan atas dua kelompok. yaitu kutipan langsung yang terdiri atas 1 – 4 baris dan kutipan langsung yang terdiri atas lebih dari 4 baris.Menggunakan Kutipan dalam Penyusunan Karya Tulis Jika menyusun sebuah karya tulis. 3. kamu perlu mengetahui konvensi penggunaan kutipan. . yaitu kutipan langsung dan kutipan tak langsung.

lagipula. c. lagi. melompat dengan lincah dari papan loncat. sekali-sekali kehadiran konjungsi diperlukan untuk mengekplisitkan hubungan antar-klausa atau karena hubungan yang terbalik. bersenam sebentar di ruang tunggu. Konjungsi aditif antara lain dan. sebelumnya bersenam sebentar di ruang tunggu. a. Maksud ketiga kalimat tersebut adalah: pelaku mula-mula bersenam sebentar di ruang tunggu. entah … entah … . serta. Ia segera ke kolam renang.Menggunakan Konjungsi Walaupun ada suatu pedoman umum untuk tidak terlalu sering atau terlalu banyak menggunakan konjungsi dalam tulisan. kemudian melompat dengan lincah dari papan loncat. apa(kah) … atau …. Tentu saja kalimat yang paling sesuai untuk menyatakan maksud ini adalah kalimat pertama. baik … baik …. melompat dengan lincah dari papan loncat. Konjungsi yang akan dilatihkan di sini adalah konsungsi aditif atau ajungtif dan konjungsi disjungtif. Ia segera ke kolam renang sesudah bersenam sebentar di ruang tunggu. lalu menuju kolam renang. melompat dengan lincah dari papan loncat. Ia segera ke kolam renang. b. Konjungsi disjungtif antara lain atau. Misalnya. baik … maupun ….

sambil.Menggunakan Konjungsi Tertentu Beberapa konjungsi yang perlu diperhatikan dalam tulisan adalah konjungsi korelatif. kian … kian …. sedangkan. bahwasanya. hatta. akan..  Konjungsi Korelatif : menghubungkan dua klausa karena yang satu mempengaruhi yang lain atau melengkapi yang lain: semakin . penegas situasi. bertambah … bertambah …. . sebermula. kalakian. demikian … sehingga …  Konjungsi Situasi : menjelaskan bahwa perbuatan terjadi atau berlangsung dalam suatu keadaan atau situasi tertentu: sedang. syahdan. padahal.  Konjungsi Pengantar Kalimat : memulai satu kalimat atau merangkaikan kalimat pertama alinea dengan kalimat-kalimat alinea sebelumnya: maka. dan pengantar kalimat. semakin …. adapun. arkian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful