P. 1
laporan ptk

laporan ptk

|Views: 458|Likes:
Published by andalengin

More info:

Published by: andalengin on May 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/19/2013

pdf

text

original

Sections

BAB I PENDAHULUAN

A.

LATAR BELAKANG MASALAH Ilmu Kimia merupakan bidang ilmu baru bagi siswa kelas X. Oleh karena itu perlu dikenalkan dan ditanamkan konsepnya kepada siswa sejak awal . Selain itu mareri kimia yang sebagian besar bersifat abstrak cukup menyulitkan guru dalam menanamkan konsep. Untuk itu seorang guru harus pandai memanfaatkan situasi sehingga membuat siswa termotivasi dalam mengikuti pembelajaran dengan baik . Menurut data yang ada bahwa Proses Belajar Mengajar selama ini cenderung berlangsung secara konvensional atau menggunakan strategi

pembelajaran tradisional artinya kebanyakan guru hanya mentransformasi ilmu ke siswa dengan menggunakan metode ceramah saja. Padahal sesuai kurikulum 2004 yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi guru dituntut untuk menjadikan peserta didik mampu mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan standar yang ditetapkan dengan mengintegrasikan life skill, sedang guru hanya bertindak sebagai fasilitator saja. Sebenarnya banyak metode pembelajaran yang ada, hanya saja tidak semua metode bisa digunakan untuk semua jenis materi. Hal ini disebabkan karena masing-masing materi mempunyai karakteristik yang berbeda. Bertolak dari kenyataan diatas peneliti mencoba untuk mencari terobosan baru dalam menanamkan konsep yang mungkin lebih disukai siswa.

Selama ini peneliti beranggapan bahwa untuk menanamkan konsep ikatan kimia pada siswa cukup sulit, untuk itu salah satu konsep yang peneliti anggap paling mewakili adalah pembelajaran dengan menggunakan metode role playing.Dengan metode ini penulis berharap bahwa siswa akan termotivasi sehingga mampu menerima dan mencerna materi dengan lebih mudah.Selain itu dengan metode ini peneliti berharap agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan nyaman dan menyenangkan. Untuk mewujudkan semua itu peneliti mencoba mengangkat judul dalam penelitian tindakan kelas adalah “ PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR KIMIA MELALUI METODE ROLE PLAYING PADA KELAS X-1 SMAN 1 BANYUWANGI .”

B.

RUMUSAN MASALAH Dari uraian latar belakang diatas maka metode pembelajaran role playing peneliti anggap cukup tepat untuk digunakan dalam menanamkan konsep ikatan kimia pada siswa, sehingga berdampak pada peningkatan motivasi belajar siswa sekaligus mampu meningkatkan ketuntasan belajar siswa. Berdasarkan hal diatas dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut : 1.Apakah penggunaan metode role playing dapat meningkatkan motivasi belajar kimia . 2.Apakah penggunaan metode role playing dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa

3

C. BATASAN MASALAH Pada penelitian tindakan kelas ini materi pembelajaran dibatasi pada kompetensi dasar Ikatan Kimia yang diberikan pada kelas X Semester 2 SMA Negeri 1 Banyuwangi. Metode Role Playing adalah menggambarkan pemodelan pembentukan ion positif dan negatif pada ikatan ion.

D. TUJUAN PENELITIAN Dari berbagai uraian yang sudah dibahas diatas maka tujuan penelitian dapat disusun sebagai berikut : 1. Meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi pelajaran kimia melalui metode role playing 2. Meningkatkan ketuntasan belajar siswa melalui metode role playing pada pembelajaran ikatan kimia. 3. Mendorong para guru untuk lebih inovatif dan kreatif dalam proses pembelajaran Kimia sehingga kwalitas pembelajaran meningkat.

E. HIPOTESA TINDAKAN Hipotesa pada penelitian ini adalah “ Jika metode Role Playing diterapkan dalam pembelajaran ikatan kimia, motivasi belajar kimia akan meningkat “. F. MANFAAT PENELITIAN Penelitian Tindakan Kelas ini diharapkan dapat memberi manfaat sebagai berikut :

Bagi Siswa

1. Meningkatkan motivasi belajar siswa khususnya untuk materi Ikjatan Kimia dalam pembelajaran kimia. 2. Meningkatkan jumlah siswa yang tuntas belajar • Bagi guru

1. Meningkatkan kwalitas guru dalam proses pembelajaran 2. Merangsang guru untuk lebih inovatif dan kreatif • Bagi Sekolah

1. Memberikan nilai tambah bagi sekolah dengan semakin meningkatnya mutu pendidikan 2. Memberi masukan pada sekolah tentang metode pembelajaran yang nantinya bisa digunakan guru bidang studi lain sehingga proses pembelajaran lebih variatif

E.melibatkan siswa secara aktif . M. untuk membangkitkan motivasi peserta didik . Melihat kondisi semacam ini seorang guru harus pandai memanfaatkan situasi dengan sebaik-baiknya sehingga siswa termotivasi untuk mempelajarinya. Mulyasa.BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Usman (1996) memberikan beberapa variable pendukung antara lain : .Pd (2005:85). sedikitnya ada 4 cara yaitu : kehangantan dan keantusiasan . Selain itu metode pembelajaran yang bervariasi sangat penting untuk membuat suasana pembelajaran lebih kondusif.peragaan dalam pengajaran Banyak faktor yang berhubungan dengan peningkatan motivasi siswa.menarik minat dan perhatian siswa . hanya saja terintegrasi dalam pelajaran IPA. Disamping itu untuk menciptakan suasana belajar lebih kondusif.membangkitkan motivasi belajar siswa . Menurut Dr. Bagi siswa klas X pelajaran kimia merupakan pelajaran baru meskipun sebenarnya pelajaran ini sudah ada sejak SMP.menimbulkan rasa ingin tahu . Hakekat Pembelajaran.

Peran guru adalah menyediakan suatu suasana dimana siswa harus membangun sendiri pengetahuan dalam benaknya. dengan catatan siwa sendiri yang harus memanjat tangga tersebut (Slavin. Menurut teori konstruktivis hal penting dalam psikologi pendidikan adalah bahwa guru tidak hanya sekedar memberikan pengetahuan pada siswa . Maslow (1984) untuk membangkitkan motivasi digunakan ancangan kebutuhan yaitu : kebutuhan fisik kebutuhan akan rasa aman kebutuhan social kebutuhan akan penghargaan kebutuhan untuk mewujudkan diri Jika semua kebutuhan sudah terpenuhi maka motivasi dengan sendirinya akan muncul.. 1994:80) Sehubungan dengan hal diatas maka untuk meningkatkan motivasi belajar siswa tentunya minat terhadap materi pembelajaran dimunculkan dulu dengan memperhatikan kebutuhan mereka Oleh karena saat ini siswa lebih suka hal-hal yang bersifat ringan dan menyenangkan . .mengemukakan ide yang bertentangan .memperhatikan minat belajar Menurut Abraham A. Guru dapat memberikan anak tangga yang membawa siswa ke pemahaman yang lebih tinggi. maka peneliti mengaitkan hal diatas dengan penggunaan metode role playing sebagai alternatif pemecahannya.

(2004) PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri melalui refleksi diri . Guru memvalidasi kesimpulan secara umum 10. Masing-masing siswa duduk di kelompoknya sambil memperhatikan skenario yang dimainkan 7. Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua hari sebelum pelaksanaan kegiatan pembelajaran 3.Frank Lyman (1985) memberikan langkah-langkah metode role playing sebagai berikut : 1. Membentuk kelompok siswa yang anggotanya terdiri + 5 orang pada tiaptiap kelompok 5. B. bercermin. Secara umum tujuan diadakannya PTK adalah dalam rangka guru bersedia untuk mengintrospeksi diri . Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai dalam pembelajaran 4. merefleksi dan mengevaluasi dirinya . Guru menyusun skenario yang akan ditampilkan 2. Selesai pementasan masing-masing kelompok berdiskusi untuk mengambil kesimpulan sekaligus mengerjakan LKS 8. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya 9. Memanggil siswa yang ditunjuk untuk memerankan skenario 6.Hakekat Penelitian Tindakan Kelas Menurut Wardani dkk. Evaluasi.

observasi (obseving) dan 4. Dalam penelitian kali ini penulis melakukan penelitian dengan mengacu pada Model Kurt Lewin yaitu melalui 4 tahapan dalam setiap siklusnya. 3. 2. aksi atau tindakan (acting) . refleksi (reflecting) . Keempat tahap tersebut meliputi : 1.sendiri sehingga kemampuannya sebagai seorang pengajar diharapkan lebih profesional. Perencanaan (planning) .

RENCANA TINDAKAN Dalam penelitian ini tindakan yang akan dilakukan peneliti untuk meningkatkan motivasi sekaligus ketuntasan belajar siswa melalui tahapantahapan sebagai berikut : 1. Menyiapkan skenario pembelajaran. Menyiapkan instrumen berupa angket siswa untuk mengetahui motivasi awal siswa sebelum diadakan perbaikan metode pembelajaran. Menganalisis data yang diperoleh 7. Melaksanakan kegiatan pembelajaran siklus I sesuai dengan tahapan pada metode role playing mulai dari pembentukan kelompok sampai dengan evaluasi. Mengulangi kegiatan nomor 1 sampai dengan nomor 9 untuk menyiapkan kegiatan siklus II 11. 2.B. Skenario yang disiapkan berisi tentang materi ikatan ion . dimulai dari proses pembentukan ion sampai terbentuknya ikatan. Menyusun laporan. LKS dan soal evaluasi 3. 5. Menentukan jadwal pelaksanaan penelitian 4. . lembar observasi yang digunakan untuk kolaborator untuk mengamati kegiatan pembelajaran. Mengevaluasi kegiatan pembelajaran 8. Refleksi dan revisi 10. Mengumpulkan data-data selama proses pembelajaran 6. Membuat suatu kesimpulan 9.

Siswa SMAN 1 Gondanglegi sebagian besar berasal dari keluarga golongan menengah kebawah. meskipun begitu kerawanan keamanan cukup tinggi. Siswa yang dijadikan subyek penelitian adalah siswa kelas X E dengan jumlah siswa sebanyak 40 orang. Kehidupan masyarakat sangat agamis. Masyarakat sekitar lokasi sekolah merupakan masyarakat yang heterogen.BAB III METODE PENELITIAN SETTING PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Gondanglegi yang berlokasi di Jln Raya Ketawang 02 Gondanglegi kabupaten Malang SMA Negeri 1 Gondanglegi terletak + 15 km arah selatan kota Malang. sebagian kecil suku Arab dan Cina. . Kondisi siswa di kelas ini cukup beragam. baik kemampuan akademik maupun kondisi sosial mereka. sebagian besar suku Jawa dan Madura. Motivasi sebagian besar masyarakat terhadap pendidikan tidak terlalu tinggi sehingga sarana dan prasarana yang dimiliki siswa sangat minim. maka frekuensi keterlambatan siswa cukup tinggi. Karena sebagian besar tempat tinggal siswa jauh dari lokasi sekolah dan kebanyakan siswa ke sekolah dengan menggunakan kendaraan umum.

LKS untuk 2 siklus dan soal evaluasi untuk 2 siklus Adapun alur dari penelitian tersebut adalah : PERENCANAAN Pembuatan rencana pembelajaran Pembuatan skenario pembelajaran Pelaksanaan KBM Pengamatan Refleksi . Tahap berikutnya adalah mempersiapkan penelitian dengan langkah berikut : .membuat rencana pembelajaran . lembar observasi untuk pengamat (kolaborator).menentukan jadwal pelaksanaan penelitian .membuat instrumen berupa angket pra penelitian maupun pasca penelitian.PERSIAPAN PENELITIAN Langkah persiapan yang dilakukan dalam penelitian ini diawali dengan observasi pra penelitian untuk mengetahui motivasi awal siswa dalam pembelajaran kimia.

memberi pertanyaan sebagai pra pengetahuan . pelaksanaan.membentuk kelompok siswa dan menunjuk siswa yang berperan sebagai pemain Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan siklus I melalui tahap-tahap berikut : .menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran .memotivasi siswa . Siklus I Perencanaan Rencana kegiatan siklus I meliputi : .mempersilahkan siswa yang bertugas untuk memainkan peranannya . lembar observasi. Secara umum siklus ini meliputi perencanaan. setiap siklus berlangsung sesuai jumlah pertemuan dalam kompetensi dasar yang dipelajari.membuat skenario pembelajaran .SIKLUS PENELITIAN Kegiatan penelitian ini dilakukan selama 2 bulan yaitu dimulai akhir bulan Agustus 2005 sampai dengan pertengahan bulan Oktober 2005.membuat angket. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus . LKS dan soal evaluasi . pengamatan dan refleksi.memberikan angket dan LKS tentang ikatan ion .

.kolaborator mengamati serta mencatat kedalam lembar observasi semua hal yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran Refleksi Dari hasil pengamatan dan catatan-catatan yang ada selama kegiatan siklus I berlangsung diadakan evaluasi dan perbaikan-perbaikan untuk masuk ke siklus berikutnya.membuat angket.membuat skenario pembelajaran .guru memvalidasi kesimpulan secara umum .peneliti dan pengamat memperhatikan siswa dalam tiap-tiap kelompok dan mengisi lembar observasi .peneliti mengamati dan mencatat setiap kejadian yang muncul .setiap kelompok secara bergantian maju kedepan kelas untuk menyimpulkan hasil diskusinya.evaluasi .menutup pelajaran Pengamatan . . LKS dan soal evaluasi .siswa berdiskusi untuk menyimpulkan skenario yang sudah dimainkan sekaligus membahas LKS . lembar observasi. Siklus II Perencanaan Rencana kegiatan siklus II meliputi : .

setiap kelompok secara bergantian maju kedepan kelas untuk menyimpulkan hasil diskusinya.kolaborator mengamati serta mencatat kedalam lembar observasi semua hal yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran .membagikan angket tentang metode role playing untuk diisi oleh siswa .evaluasi .mempersilahkan siswa yang bertugas untuk memainkan peranannya . .memberikan LKS tentang ikatan kovalen .siswa berdiskusi untuk menyimpulkan skenario yang sudah dimainkan sekaligus membahas LKS .peneliti mengamati dan mencatat setiap kejadian yang muncul .memberi pertanyaan sebagai pra pengetahuan .guru memvalidasi kesimpulan secara umum .menutup pelajaran Pengamatan .peneliti dan pengamat memperhatikan siswa dalam tiap-tiap kelompok dan mengisi lembar observasi .menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran ..memotivasi siswa .membentuk kelompok siswa dan menunjuk siswa yang berperan sebagai pemain Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan siklus II melalui tahap-tahap berikut : .

LKS . Indikator siswa yang memiliki motivasi tinggi antara lain : a. mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian dan keseriusan b. Kriteria keberhasilan penelitian ini mencakup peningkatan motivasi belajar siswa terhadap materi pembelajaran kimia yang diamati dari tingkah laku siswa selama penelitian dan ketuntasan belajar siswa yang semakin meningkat.Refleksi Dari hasil pengamatan dan catatan-catatan yang ada selama kegiatan siklus II berlangsung diadakan evaluasi dan perbaikan-perbaikan untuk masuk ke siklus berikutnya seandainya memungkinkan. skenario pembelajaran dan daftar nilai hasil evaluasi. lembar observasi untuk pencatatan pada saat proses pembelajaran . Ketuntasan hasil belajar siswa dalam pembelajaran kimia . soal evaluasi. D. INSTRUMEN Instrumen yang digunakan berupa angket siswa yang memuat data tentang respon siswa terhadap pembelajaran kimia dan metode yang digunakan. motivasi belajar siswa dilihat dari angket dan pengamatan selama KBM c.

Hal ini dilakukan sebagai langkah awal untuk mengetahui motivasi belajar siswa terhadap proses belajar kimia sehingga peneliti bisa menentukan strategi mengajar yang lebih baik untuk pembelajaran berikutnya. Perencanaan. HASIL PENELITIAN 1. SIKLUS PERTAMA Dengan mengingat penelitian tindakan kelas harus dilakukan secara alami. maka pelaksanaan siklus I direncanakan bersamaan dengan mulainya materi Kompetensi Dasar ikatan kimia. Tahap berikutnya peneliti membuat suatu skenario pembelajaran yang intinya menerangkan tentang bagaimana karakteristik atom-atom dalam usahanya untuk menstabilkan diri sampai terjadinya proses ikatan kimia untuk membentuk senyawa ion.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. . Sebelum pelaksanaan KBM. sehingga kegiatan penelitian terintegrasi dengan Kegiatan Pembelajaran sebagaimana pelajaran yang telah berlangsung selama ini. Rencana yang dilakukan peneliti untuk memulai siklus I adalah dengan menyebarkan angket tentang minat siswa secara umum terhadap mata pelajaran kimia. a. peneliti menginformasikan metode pembelajaran Role Playing ini kepada siswa sehingga pada saat pelaksanaan siswa sudah memahami.

Oleh karena pada skenario ini membutuhkan pemaian pemeran. maka peneliti menunjuk dua orang siswa yang peneliti anggap cukup mampu untuk memerankan peran yang telah dirtencanakan dalam skenario tersebut. elektron valensi dan kemampuan unsur untuk menstabilkan diri sebagai pra pengetahuan siswa dengan menunjuk salah seorang anggota kelompok untuk menuliskan jawaban di papan tulis. Langkah berikutnya. Selanjutnya peneliti mulai membuka pelajaran dengan menuliskan Kompetensi Dasar yang akan dipelajari serta menekankan tentang tujuan pembelajaran.Pelaksanaan. Karena jumlah siswa dalam satu kelas ada 40 siswa maka pembagian kelompok bisa merata dengan jumlah 8 kelompok. Pembentukan kelompok ini didasarkan atas jumlah siswa dalam satu kelas. Dua hari sebelum pelaksanaan siklus I skenario pembelajaran diserahkan kepada siswa yang bertugas sebagai tokoh pemeran untuk dipelajari. b. Selanjutnya peneliti membagi siswa dalam kelompok-kelompok. pemerataan kemampuan siswa serta pemerataan jenis kelamin siswa. Masingmasing kelompok terdiri atas 5 siswa. . Sebelum pelajaran dimulai peneliti minta kepada setiap anggota kelompok menempati dan bergabung dengan kelompok masing-masing. peneliti memberikan pertanyaan awal tentang konfigurasi elektron. Tahap berikutnya peneliti mempersilahkan siswa yang bertugas memerankan skenario untuk maju kedepan kelas dan melaksanakan tugasnya .

peneliti dan pengamat menemukan hal-hal sebagai berikut :  Siswa kelihatan lebih bersemangat dan nampak antusias untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dibandingkan sebelumnya ketika pembelajaran dilakukan secara konvensional.  Pemeran agak kelihatan kaku dalam melakukan “Acting” sesuai dengan skenario. c. Agar lebih jelas .sementara itu setiap kelompok mengamati dengan seksama.Pengamatan. setiap kelompok yang diwakili salah satu anggotanya secara bergilir menyampaikan hasil diskusinya. Dari hasil pengamatan . Setelah memerankan tugasnya siswa diminta bergabung dengan kelompoknya untuk berdiskusi dan mengerjakan LKS( Lembar Kerja Siswa) yang telah dibagikan.  Perhatian siswa terhadap proses pembelajaran cukup bagus. pemeran diminta untuk mengulangi adegan sekali lagi. kemudian peneliti melakukan validasi hasil kesimpulan siswa serta mempersilahkan siswa kembali ke tempat duduk masing-masing untuk mengerjakan soal evaluasi. yaitu semua terpusat pada guru (teacher oriented)  Siswa kelihatan agak kurang nyaman dengan hadirnya kolaborator (pengamat). ini dapat diamati dari tingkah laku siswa yang setiap saat menoleh kebelakang untuk melihat kolaborator. Dari hasil diskusi . .

sementara itu ada kelompok yang hampir semua anggotanya sangat aktif.1 Hasil Angket Pra Penelitian Tidak No 1. Pernyataan Senang dengan pelajaran kimia Senang dengan guru kimia Senang membaca buku kimia Merasa bahwa kimia pelajaran yang sulit Memperhatikan ketika Ya 28 siswa 34 siswa 21 siswa 14 siswa Tidak 10 siswa 4 siswa 15 siswa 20 siswa 12 siswa 1 siswa 11 siswa 12 siswa Tahu 2 siswa 2 siswa 4 siswa 6 siswa 3 siswa 11 siswa 17 siswa diajar 28 siswa kimia Tahu manfaat belajar kimia 36 siswa Merasa ada harapan lain dalam 18 siswa belajar kimia Akan menggeluti bidang kimia 11 siswa Dari kegiatan evaluasi diperoleh hasil sebagai berikut : . 8.  Ada beberapa anggota kelompok yang masih kurang aktif dalam kegiatan diskusi sehingga hanya didominasi oleh sebagian anggota yang lain. Nilai hasil evaluasi dan angket prapenelitian dapat dilihat dari tabel berikut : Tabel 4. Ada kelompok yang kurang berani maju untuk mempresentasikan hasil diskusinya. 3. 2. 5. 4. 6. 7. hal ini dapat diamati dari anggota kelompok yang saling menunjuk temannya ketika mendapat giliran untuk maju.

Refleksi Berdasarkan hasil angket siswa dapat diketahui bahwa secara umum siswa menyukai pelajaran kimia sekaligus gurunya. 3. d. Tabel 4. Mungkin penyebab semua ini adalah metode pembelajaran yang kurang variatif sehingga siswa kurang termotivasi untuk mempelajari kimia sekaligus berpengaruh pada kurangnya keinginan siswa untuk menggeluti bidang kimia di masa mendatang. Siswa yang memperoleh nilai lebih besar atau sama dengan 65 sebanyak 29 siswa. Sebagian siswa selalu memperhatikan bila sedang diajar kimia.1.2 Rentangan Perolehan Nilai Siswa No 1. 4.5 % 15 % Prosentase Berdasarkan data tersebut angka ketuntasan siswa adalah 72.5 % 57. Perolehan Nilai < 50 51 – 64 65 – 80 > 80 Jumlah siswa 11 siswa 23 siswa 6 siswa 0 27. . Siswa yang memperoleh nilai kurang dari 65 sebanyak 11 siswa 2. Untuk itu motivasi siswa dalam mempelajari kimia memang perlu sekali ditingkatkan. tetapi hampir separo siswa merasa kesulitan dalam menerima pelajaran. 2.5 %.

maka untuk selanjutnya kondisi ini perlu dipertahankan. Dari temuan hasil evaluasi diperoleh data bahwa jumlah siswa yang tuntas belajar ( mempunyai nilai lebih besar atau sama dengan 65 ) sebanyak 29 . tetapi ada juga yang pasif.  Adanya kelompok yang cukup aktif. Untuk itu melalui diskusi antara peneliti dan pengamat pada siklus berikutnya perlu diadakan perubahan posisi kelompok sehingga keaktifan kelompok merata. untuk itu pada pembelajaran berikutnya perlu dijelaskan pada siswa bahwa kedudukan kolaborator hanya terbatas sebagai pengamat saja tanpa ada kaitan dengan tingkah laku siswa maupun penilaian. Dari hasil pengamatan pada saat pembelajaran di siklus I ditemukan fakta bahwa :  Siswa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran .Salah satu cara untuk meningkatkan motivasi siswa adalah dengan penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi dan disesuaikan dengan materi yang diajarkan.  Siswa merasa kurang nyaman ketika kolaborator berada dalam ruangan.  Mengingat pemeran skenario kurang semangat / agak kaku dalam memainkan peranannya maka pada siklus berikutnya perlu diadakan pergantian pemain. misalnya dengan memberi pertanyaan individu yang harus dijawab oleh siswa tersebut. Untuk materi ikatan kimia peneliti mencoba menggunakan metode Role Playing sebagai alternatifnya. Sedangkan adanya anggota kelompok yang kurang aktif memang perlu diberi motivasi khusus .

1 Perbandingan Ketuntasa belajar siswa pada RP-1 siklus 1dengan Nilai Awal (NA) 74 72 70 68 66 64 62 60 58 56 54 Ketuntasan NA RP-1 .1 berikut ini yang menggambarkan peningkatan ketuntasan belajar pada kondisi awal ( NA ) dibandingkan dengan pada siklus pertama. Grafik 4. tugas).siswa yaitu sekitar 72. Melihat perbandingan hasil evaluasi diatas sudah nampak perubahan meskipun belum begitu besar. tanya jawab. Hal tersebut dapat terlihat pada grafik 4. jumlah siswa yang tuntas mencapai 61. pada Kompetensi Dasar sebelumnya dengan menggunakan metode belajar konvensional (ceramah.3 %.5 %. Sebagai bahan pertimbangan.

maka peneliti mencoba untuk menjelaskan pada siswa bahwa kedudukan kolaborator hanya terbatas sebagai pengamat tanpa mempengaruhi nilai siswa baik kognitif maupun afektif. pada tahap awal yang dilakukan oleh peneliti adalah menuliskan Kompetensi Dasar dan tujuan pembelajaran. Tentang ketidaknyamanan siswa dengan adanya kolaborator. b. sudah harus diserahkan kepada siswa yang akan bertugas sebagai pemeran dua hari sebelum pelaksanaan kegiatan pembelajaran siklus kedua.Pelaksanaan Berdasarkan temuan-temuan yang ada pada siklus I. Berdasarkan temuan yang ada pada siklus I peneliti mencoba untuk mengubah posisi kelompok dengan membagi rata siswa yang kelihatan aktif pada pelaksanaan pembelajaran di siklus I. SIKLUS KEDUA a. Siswa yang ditugasi untuk memerankan dalam skenario silus kedua dipilihkan dari siswa lain yang bukan pemeran pada siklus I yang peneliti anggap lebih mampu. skenario yang pada dasarnya menjelaskan tentang rumus Lewis dan proses pembentukan ikatan kovalen .2. Seperti halnya pada siklus I. Seperti halnya pada siklus I . Perencanaan Pada siklus kedua ini peneliti memulai dengan pembuatan skenario pembelajaran. maka pelaksanaan kegiatan siklus II mengulangi kegiatan yang ada pada siklus I setelah mengalami perbaikan-perbaikan ataupun revisi. .

Selesai pelaksanaan evaluasi siswa diberi kesempatan untuk mengisi angket yang berhubungan dengan metode role playing. kemudian mempersilahkan kelompok yang sudah selesai untuk lebih dulu mempresentasikan hasil diskusinya. Kali ini yang ditunjuk adalah siswa yang peneliti anggap tidak aktif pada saat kegiatan siklus I. Setelah pemeran menyelesaikan tugasnya. Tahap berikutnya siswa kembali diminta bergabung dengan kelompok masing-masing yang telah mengalami perubahan posisi. sementara itu yang bertugas memerankan skenario mempersiapkan diri untuk tampil kedepan. Tahap akhir dari kegiatan pelaksanaan siklus II adalah menutup kegiatan pembelajaran. Setelah semua kelompok menyelesaikan tugasnya peneliti memvalidasi hasil / kesimpulan Tahap berikutnya adalah evaluasi dan pengisian angket. peneliti mencoba berjalan berkeliling ke masing-masing kelompok untuk memberi motivasi. setiap kelompok berdiskusi untuk membahas apa yang telah dilakukan oleh pemeran sekaligus mengerjakan LKS yang sudah dibagikan Sementara siswa berdiskusi. Meskipun jawaban yang diberikan salah. Siswa diminta untuk kembali ketempat duduk masing-masing untuk mengerjakan soal evaluasi . .Untuk menggali kemampuan awal siswa sebelum memasuki materi ikatan kovalen. maka peneliti memberikan pertanyaan sebagai pra pengetahuan. peneliti tetap memberikan penghargaan atas keberaniannya dalam menjawab. Hal ini peneliti anggap sebagai salah satu upaya untuk memotivasi siswa.

6. Beberapa siswa yang sebelumnya kurang aktif dalam siklus 1 sudah mulai menunjukkan keaktifannya.c. 2. Pengamatan Berdasarkan pelaksanaan kegiatan siklus II diperoleh data dan temuantemuan antara lain : 1. Hal ini dapat diutunjukkan oleh tasbel 4.5 % naik 10 % dibandingkan pada siklus pertama. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dari 40 siswa yang diteliti yang mendapatkan nilai kurang dari 65 sebanyak 5 siswa. Masih ada sebagian kecil siswa yang kurang aktif dalam diskusi kelompok. 4. Siswa mulai tidak terpengaruh lagi kolaborator atau pengamat.Ketuntasa belajar siswa pada siklus kedua meningkat menjadi 82.3 berikut ini. Semangat siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran masih tinggi. 5. No 1. Rencana Jumlah Jumlah tuntas 33 yang Jumlah yang Prosentase tidak tuntas 5 ketuntasan 82. baik ketika menjawab pertanyaan maupun saat berdiskusi dengan siswa lain. 3. untuk nilai lebih dari 65 sebanyak 33 siswa sedangkan 2 orang siswa tidak masuk sekolah karena sakit. Selesai kegiatan pembelajaran sebagian besar siswa mengajukan permohonan kepada peneliti (guru pengajar ) agar menggunakan metode role playing pada pembelajaran berikutnya.5 % dan terbiasa dengan kehadiran Pembelajaran peserta tes RP-2 38 .

Untuk itu pada materi lain yang sesuai. pada kegiatan pembelajaran yang .4 Hasil Angket Respon Siswa tentang KBM No 1. Refleksi. 2. akan menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri yang tinggi. metode ini bisa digunakan. 6. Dengan pemberian motivasi dan penghargaan pada diri siswa . 5. Pernyataan Menyukai metode ceramah saja Menyukai metode diskusi saja Menyukai metode yang bervariasi Metode role playing menarik untuk materi Ya 2 siswa 5 siswa 37 siswa 35 siswa Tidak 36 siswa 33 siswa 1 siswa 3 siswa 4 siswa 5 siswa 6 siswa ikatan kimia Lebih termotivasi belajar kimia dengan 34 siswa metode role playing Lebih mudah memahami pembelajaran 33 siswa 32 siswa dengan metode role playing Secara umum menyukai metode role playing d. 7. Dari angket yang sudah diisi siswa diperoleh data sebagai berikut : Tabel 4. Oleh karena itu hal ini perlu dilakukan dan ditingkatkan berikutnya. Hasil pengamatan pada siklus II diperoleh gambaran bahwa secara umum siswa bersemangat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan metode role playing. 4. 3.7.

Penguasaan komunikasi dan gerak akting seorang siswa dalam menjalankan perannya dapat ditingkatkan melalui kegiatan “ Teater “ pada pelajaran Bahasa Indonesia maupun kegiatan Ekstrakurikuler. Guru atau peneliti hendaknya memberikan perhatian khusus bagi beberapa siswa yang belum menunjukkan keaktifannya dalam suatu kelompok. Perlu adanya keterlibatan siswa dalam menyusun skenario permainan yang akan diperankan dalam metode Role Playing. Motivasi Siswa Dalam Kegiatan Pembelajaran Berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas.Dengan adanya permintaan sebagian besar siswa untuk mengulang penggunaan metode role playing pada pembelajaran berikutnya menunjukkan bahwa siswa termotivasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. melalui pengamatan pada siklus pertama menunjukkan peningkatan motivasi pada siklus kedua.PEMBAHASAN 1. Untuk sebagian kecil siswa yang masih kurang aktif sebaiknya diberikan perlakuan khusus setelah melihat latar belakangnya. lebih lebih menyangkut konsep yang baru dimana siswa belum menguasai. Jika pada . Jika skenario dapat berjalan dengan baik dan siswa menjalankan perannya dengan sempurna berimbas pada efisiensi waktu dan penguasaan materi kimianya. Kontribusi siswa dalam pembuatan skenario dapat menambah penguasaan seseorang untuk menguasai isi maupun ” acting ” yang harus diperagakan dalam suatu konsep pembelajaran kimia. B. Melalui lintas mata pelajaran khususnya pelajaran Bahasa Indonesia dapat mendukung terhadap “ Acting “ peran seorang pemain dalam metode Role Playing.

Sejumlah 34 siswa dari 38 peserta yang mengikuti pembelajaran atau 89 % siswa menyatakan lebih termotivasi belajar kimia dengan menggunakan metode Role Playing. Berdasarkan angket tersebut diperoleh data bahwa metode ceramah (C) hanya mendapatkan 5 % siswa yang menyatakan senang terhadap metode tersebut. tampak pada grafik 4. 92 % siswa menyatakan menyukai metode Role Playing untuk pembelajaran ikatan kimia.2 Metode Pembelajaran yang disukai Siswa 100 80 60 40 20 0 Metode Pem belajaran C D R 2. Hal ini ditunjukkan oleh data angket sejumlah 33 siswa atau 87 % siswa menyatakan lebih mudah memahami pelajaran ikatan kimia melalui metode role playing (R). Jika dibandingkan ketika Nilai Awal .Hasil Evaluasi Kegiatan evaluasi dilakukan pada bagian akhir dari setiap siklus yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana daya serap siswa terhadap penguasaan materi yang telah diberikan oleh peneliti.hasil angket yang diberikan siswa pada siklus kedua. sedangkan metode diskusi ( D ) disenangi oleh 5 orang siswa atau 13 %.2 berikut ini. Jika dibuatkan grafik diantara metode yang disenangi oleh siswa. Dan secara umum siswa dapat lebih mudah menguasai materi ikatan kimia melalui metode role playing tersebut. Grafik 4.

Jika dibuatkan grafik ketuntasan akan terlihat pada grafik 4.(NA) atau sebelum diadakan kegiatan siklus pertama jumlah siswa yang tuntas adalah 61 %. Siswa merasa lebih senang dan termotivasi yang cukup tinggi untuk mengikuti pembelajaran.3 Ketuntasa Belajar Siswa 100 80 60 40 20 0 Ketuntasan Belajar NA RP-1 RP-2 BAB V SIMPULAN DAN SARAN . Pada siklus kedua siswa sudah lebih baik menyerap mata pelajaran kimia melalui metode role playing. Sehingga hal ini berdampak yang sangat positif terhadap penguasaan konsep ikatan kimia yang sedang dipelajari melalui metode role playing. Oleh karena itu pada hasil evaluasi setelah siklus kedua jumlah siswa yang tuntas mengalami kenaikan menjadi 82. tetapi pada siklus pertama telah mengalami peningkatan yang cukup baik yaitu mencapai 72.5 % siswa yang telah tuntas atau mencapai SKM ( Standar Kompetensi Minimal ).5 %.3 berikut ini. Grafik 4.

Sebaiknya setiap guru menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi yang disesuaikan dengan materi yang diajarkan. Melihat keberhasilan penerapan metode Role Playing sebagai mana disebutkan di atas. Seharusnya guru tidak segan untuk selalu memberikan penghargaan kepada siswa supaya lebih termotivasi. Penggunaan metode Role Playing mampu meningkatkan prosentase jumlah siswa yang tuntas belajar.A. 2. dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut : 1. 3. SARAN 1. Metode Role Playing mernbuat siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran kimia. guru merasa tertantang untuk lebih inovatif dan kreatif dalam setiap kegiatan pembelajaran. 3. 4. SIMPULAN Berdasarkan uraian pada hasil penelitian dan pembahasan tersebut di atas. DAFTAR RUJUKAN . Penggunaan metode Role Playing dalam mata pelajaran kimia mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. 2. Dalam setiap kegiatan pembelajaran sebaiknya guru selalu memberikan dorongan pada siswa agar lebih termotivasi dalam mengikuti KBM. B.

Work Shop (Life Skill) Maslow. Nusa Media . Jakarta Mulyasa E. Model-model Pembelajaran Inovatif sebagai solusi mengakhiri dominasi pembelajaran guru. Dr. Menjadi Guru Profesional . 2004. M. Menjadi Guru Profesional.2005. .1984. Bandung Usman. Bandung Wibawa. Uzer Drs.Pd . Departemen Pendidikan Nasional. Dr. Abraham . 2003. Jakarta Lampiran 1. PT Pustaka Binaman Presindo. Penelitian Tindakan Kelas. Motivasi dan Kepribadian. 1996. Melvin L. PT Remaja Rosda Karya . Jakarta Silberman . Active Learning.2004.Departemen Pendidikan Nasional . Basuki. PT Remaja Rosda Karya.

1.2. a.RENCANA PEMBELAJARAN (RP-1) SIKLUS PERTAMA Mata Pelajaran Kelas / Semester Peeneliti Standart Kompetensi : Kimia : X/2 : Dra. Mendiskripsikan Struktur atom . sifat periodik unsur dan ikatan kimia serta struktur molekul dan sifat-sifatnya.2. Kegiatan awal ( 10 menit ) - : 2 x 45 menit Guru menyediakan semua instrumen yang diperlukan.2. Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilan dengan cara berikatan dengan unsur lain 1. Kompetensi Dasar : 1.2. Menjelaskan proses terjadinya ikatan ion dan contoh senyawanya. Isripah : 1. 38 - Membagikan angket dan meminta siswa untuk mengisinya Menuliskan tujuan pembelajaran . Mendiskripsikan kemungkinan terjadinya ikatan kimia dengan menggunakan tabel periodik Indikator : 1. Kegiatan Pembelajaran. Alokasi waktu 1.

Kegiatan akhir ( 5 menit ) menyimpulkan kembali hasil pembelajaran menutup pembelajaran dengan memberi motivasi siswa. Media / Alat dan sumber pelajaran : .- Memberikan pertanyaan awal sebagai pra pengetahuan siswa. Kegiatan inti ( 75 menit ) meminta siswa untuk bergabung dengan kelompok masing-masing mempersilahkan siswa yang bertugas sebagai pemain untuk memerankan skenario yang telah dipelajari siswa yang lain diminta untuk memperhatikan pementasan selesai pementasan . Catatan : Selama pembelajaran berlangsung guru bersama kolaborator mencatat semua kejadian yang muncul . pemain diminta untuk mengulang sekali lagi siswa berdiskusi untuk menyimpulkan skenario yang telah dimainkan serta mengerjakan LKS yang telah dibagikan setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya guru memvalidasi hasil kesimpulan siswa guru menunjuk kelompok untuk mengerjakan LKS ke papan mengadakan evaluasi c. b. 39 2.

LKS (terlampir Evaluasi :  Prosedur : tes akhir (post tes)  Jenis tes : lisan dan tulis  Alat evaluasi : terlampir Lampiran 2 RENCANA PEMBELAJARAN (RP-2) . skenario pembelajaran .Media : angket .

2. Mendiskripsikan kemungkinan terjadinya ikatan kimia dengan menggunakan tabel periodik Indikator : 1. Kompetensi Dasar : 1.2.SIKLUS KEDUA Mata Pelajaran Kelas / Semester Peneliti Standart Kompetensi : Kimia : X/2 : Dra. Alokasi waktu 1. Mendiskripsikan Struktur atom . Kegiatan inti ( 70 menit ) . sifat periodik unsur dan ikatan kimia serta struktur molekul dan sifat-sifatnya. Menjelaskan proses terjadinya ikatan kovalen dan contoh senyawanya. Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilan dengan cara berikatan dengan unsur lain 1.2.1.2.  Menuliskan tujuan pembelajaran  Memberikan pertanyaan awal sebagai pra pengetahuan siswa. 41 : 2 x 45 menit b. Kegiatan Pembelajaran. Kegiatan awal ( 5 menit )  Guru menyediakan semua instrumen yang diperlukan. a. Isripah : 1.

 menutup pembelajaran dengan memberi motivasi siswa. Kegiatan akhir ( 10 menit )  menyimpulkan kembali hasil pembelajaran  membagikan angket untuk diisi oleh siswa. meminta siswa untuk bergabung dengan kelompok masing-masing  mempersilahkan siswa yang bertugas sebagai pemain untuk memerankan skenario yang telah dipelajari  siswa yang lain diminta untuk memperhatikan pementasan  selesai pementasan siswa berdiskusi untuk menyimpulkan skenario yang telah dimainkan serta mengerjakan LKS yang telah dibagikan  setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya  guru memvalidasi hasil kesimpulan siswa  guru menunjuk kelompok untuk mengerjakan LKS ke papan  mengadakan evaluasi c. skenario pembelajaran . Catatan : Selama pembelajaran berlangsung guru bersama kolaborator mencatat semua kejadian yang muncul. Media / Alat dan sumber pelajaran : Media : angket . LKS (terlampir Evaluasi : Prosedur Jenis tes : tes akhir (post tes) : lisan dan tulis Alat evaluasi : terlampir Lampiran 3 Skenario Pembelajaran . 2.

” : (sambil mengambil kartu milik Na yang dibuang ) “ Wah. namaku sekarang menjadi ion klorida. Saya punya 17 buah electron. Seperti halnya Natrium . toh saya sekarang sudah tidak butuh lagi. makasih ya. sebaiknya kartuku yang satu ini saya buang saja ya ( sambil membuang satu kartunya ). maka sebaiknya saya ambil satu electron saja dari luar supaya electron valensiku menjadi 8. Cl : “ Hey. Saya punya 11 elektron sehingga saya punya 3 kulit. Nah. Jumlah kulit saya juga 3 lho ( sambil memperlihatkan kartunya ).Siklus Pertama Na keluar dengan membawa kartu yang mewakili jumlah electron yang dimiliki. boleh nggak ?” Na Cl : “ Okelah. tentunya teman-teman tahu kan caranya menjadi stabil ? Nah. saya juga ingin stabil. Tapi kalo saya harus membuang 7 elektron bisa-bisa energiku terkuras habis. mau tahu nggak ? Yah. sekarang saya telah menjadi ion negatif. Nah sekarang saya sudah menjadi ion Na+ . Nih ambil. nama saya klor. Jadi sekarang saya punya nama baru . Coba lihat ( sambil menunjukkan kartunya ). saya bernama Natrium. Na : “ Halo. toh kamu nggak membutuhkan lagi. Saya punya 7 elektron valensi.” 43 .” Cl keluar dengan membawa kartu yang mewakili jumlah electron yang dimiliki. gimana kalo punyamu yang kamu buang tadi saya ambil saja. Tapi saya ingin stabil.

” Na dan Cl saling berdekatan kemudian bergandengan tangan. Perlu teman-teman ketahui ya. tadi kamu kan sudah keberi satu elektronku.” Cl : Gimana ya . sementara aku ion positif. Na dan Cl : “ Nah teman-teman. Toh ini saling menguntungkan bagi kita. senyawa yang kami bentuk ini namanya senyawa ion. Lampiran 4 . okelah aku setuju. Sekarang kamu sudah menjadi ion negatif. sekarang kami sudah bersatu. Kami saling berikatan satu sama lain dengan ikatan ion karena kami terbentuk dari ion positif dan ion negatif. setuju nggak? Maksudku kita ini saling mengikatkan diri gitu lho.Na : “ O iya. Gimana kalo kita bersatu saja.” Na dan Cl masuk kembali tetap dengan bergandengan tangan.

O iya. ada yang mau nyarikan aku pasangan nggak? “ (sambil berjalan masuk kembali) Hidrogen keluar lagi sambil menengok kiri kanan. yang sekiranya dapat diajak kerja sama supaya aku bisa stabil. Gimana . namaku atom klor. kemana saja teman-teman ini ya. perkenalkan nama saya atom Hodrogen. gitu lho. kok nggak ada satupun yang nongol disini? Biasanya disini rame banget lo. elektron valensiku ada 7 sehingga aku masih punya satu elektron yang belum punya pasangan. padahal aku ngebet banget lo segera punya pasangan biar aku bisa hidup lebih teratur. H : “ Hari sudah begini siang. Kasihan dech aku. ( sambil berjalan dia kipas-kipaskan kartu tersebut) H : “ Wah . kemana aja teman-teman ini ya. aku kan belum memperkenalkan diri ya. Saya termasuk unsure non logam. Nah. Aku punya 3 kulit.” 45 . padahal saya ingin segera punya pasangan lho. Mungkin masih pada sibuk ya.Skenario Pembelajaran Siklus Kedua Hidrogen keluar dengan membawa kartu yang bertuliskan jumlah electron valensi yang dimiliki. Siapa mau berteman denganku?” ( sambil masuk berjalan kembali) Cl : “ Lho. Saya lagi mencari teman nich. sepi sekali. Saya hanya punya satu kulit saja dengan satu electron. kenapa masih tetap belum ada teman yang datang ya. Baiklah.

saya kira semua unsure mesti pengin stabil. sehingga nggak ada yang dirugikan. Kami sekarang telah bersatu membentuk senyawa dengan ikatan kovalen. “ Cl : “ Wah kebetulan sekali nich. Tadi saya dengar katanya kamu pengin stabil. O iya kamu punya berapa electron valensi? Kali aja kita bisa kerja sama. aku nyumbang satu dan kamu satu. Yuk kita saling berikatan!” H dan Cl saling mendekat kemudian saling bergandengan tangan.Dari arah yang berlawanan datang klor sambil membawa kartu electron valensinya. Belum punya pasangan lagi. (keduanya masuk kembali tetap dengan bergandengan tangan) . H dan Cl : “ Nah teman-teman inilah pasangan kami. Makanya kami ini termasuk senyawa kovalen. sementara kamu punya satu juga kan ? Kita bergabung yuk. apa kabar? Aku pengin cari teman buat sharing nich.” Cl : “ Aku punya 7 elektron valensi. Masa situ nggak? Jangan bohong lo. akhirnya kita bisa bekerja sama ya. Cl : “ Halo sobat. bener nggak? H : “ Tentu dong. Gimana denganmu?” H : “ Aku sich punya satu electron saja. Jadi masih ada satu electron yang belum punya pasangan. Maklum kulitku Cuma satu. mau nggak?” H : “ Baguslah. aku punya satu yang belum berpasangan.

Diketahui unsur-unsur berikut : a. 9F d. 2. pasangan mana saja yang dapat membentuk ikatan ion? a. Ca = 20 . F = 9 . 12 Mg : 2e 8e 2e untuk stabil membebaskan 2 elektron membentuk ion Mg2+ . b. Apa yang dimaksud dengan ikatan ion? 3. 12Mg b. 19K dengan 17Cl Jelaskan terbentuknya ikatan ion pada senyawa berikut : b. CaCl2 a. 8O Tentukan konfigurasi electron dan ion yang dibentuk untuk menjadi stabil. 11Na dengan 19K 4. NaF Diketahui nomor atom Na = 11 . a. 16S c. Diantara pasangan unsur dibawah ini. Cl = 17 Kunci Jawaban : 1.Lampiran 3 : Soal Evaluasi SOAL EVALUASI SIKLUS I 1.

Soal nomor 4 = 20 Jumlah skor maksimum = 70 .Ca2+ ( 2e 8e 8e ) Cl ( 2e 8e 7e ) + 1e ------------.----------.NaF b. 16 S : 2e 8e 6e untuk stabil mengambil 2 elektron membentuk ion S= c. 8O : 2e 6e untuk stabil mengambil 2 elektron membentuk ion O= 2. Ca ( 2e 8e 8e 2e ) -------------.Ca2+Cl2.Na+ ( 2e 8e ) + 1e F ( 2e 7e ) + 1e ------.Na+F. Na ( 2e 8e 1e) ------. 9F : 2e 7e untuk stabil mengambil 1 elektron dari luar membentuk ion Fd.------------. Soal nomor 1 = 20 2.( 2e 8e ) Na+ + F.-----------------. 3.Cl.b. Na dengan K tidak bisa membentuk ikatan ion karena keduanya membentuk ion positif sedangkan K dan Cl bisa membentuk ikatan ion karena K membentuk ion positif (elektron valensinya 1) dan Cl membentuk ion negatif (elektron valensinya 7) 4.---------------. Soal nomor 3 = 20 4.CaCl2 Skor : 1.( 2e 8e 8e ) Ca2+ + 2Cl. Soal nomor 2 = 10 3. a. Ikatan yang terjadi karena penggabungan ion positif dan ion negatif.Cl.

BCl3 Diketahui : Nomor atom N = 7 . H = 1 . O H N H H b S b. Cl B Cl Cl . B = 5 . 9 F 3. Unsur-unsur yang mempunyai karakteristik bagaimana yang dapat membentuk ikatan kovalen ? Kunci soal : 1. NH3 b. F c. O = 8 . 8 O b. 2. H O H c. Ikatan yang terjadi karena penggunaan bersama pasangan electron.SOAL EVALUASI SIKLUS II 1. Tentukan rumus Lewis dan rumus struktur dari : a. 3. a. Tuliskan rumus Lewis dari : a. 16 S c. H2O c. a. Cl = 17 4. Apa yang dimaksud dengan ikatan kovalen ? 2.

Soal nomor 3 = 45 4.a. Cl B Cl Cl 4. Soal nomor 4 = 10 Jumlah skor maksimum = 95 . Soal nomor 2 = 30 3. Soal nomor 1 = 10 2. Antara unsur non logam dan non logam atau unsure-unsur yang mempunyai beda elektronegativitas kecil atau bahkan tanpa beda elektronegativitas Skor : 1. . H O H c. H N H H b.

Terangkan cara pembentukan ikatan ion antara : a. 20 Ca e. Tentukan konfigurasi electron unsure-unsur dibawah ini : a. 11 Na b. 19 K c. K dengan Cl membentuk senyawa KCl b. 8 O f.Lampiran 3 : Lembar Kerja Siswa LEMBAR KERJA SISWA (SIKLUS I) 1. 17 Cl d. 16 S 2. Ca dengan O membentuk senyawa CaO .

5 B c. BF3 . Tentukan rumus Lewis dan rumus struktur dari senyawa kovalen berikut : a. 9 F d. 6 C b. Na dengan S membentuk senyawa Na2S LEMBAR KERJA SISWA (SIKLUS II) 1. Tuliskan rumus elektron valensi dan rumus Lewis dari unsure-unsur berikut : a.c. 17 Cl f. 15 P e. 8 O 2.

11. 12. PCl3 c. Nama Siswa Angga Putra Prasetya Anggawan Ramadan Anggit Ferry Irawan Aprilia Kristanti Arif Winarko Aris Fahrizal Bambang Supriadi Denny Prasetya Dita Puspasari Dwi Rindoyono Dwi Setiawan Dwi Setyowati Endah Suci Pratiwi Jumlah Nilai 83 85 70 80 65 68 70 55 80 68 90 75 63 . 2. Hasil evaluasi siklus I No 1. 10. CO2 Lampiran 4 : Hasil evaluasi siswa.b. 3. 7. 6. 8. 9. 4. 13. 5.

4. 20. 2. 28. 21. 22. 31. Nama Siswa Angga Putra Prasetya Anggawan Ramadan Anggit Ferry Irawan Aprilia Kristanti Arif Winarko Aris Fahrizal Bambang Supriadi Jumlah Nilai 80 89 90 64 73 82 93 . 3. 15. 34. 17. 35. Erna Setyowati Faridatus Sri Ika Rokhayani Gilang Febriawan Ima Ruhmayati Indra Wahyu Widiwati Irvan Adi Prasetyo Kriswanti Lutfi Dyah Febrianita Mariya Ulfa Choiroch Maulidia Tria Latifatul Mohamad Amirudin Muktasim Billah Nanul Hidayah Nevy Widianti Nur Aini Phista Kharisma Rimma Gialia Riries Esmalasari Risma Novianti Shifa Galih Anjaz Silvina Dewi Tetha Dika Phisvita Devi Vicky Choirul Abidin Wiwik Indrawati Wiyoko Yeni Dwi Astutik Yunatan Tofan Kristanto 80 55 68 73 58 78 60 75 73 70 75 83 75 58 68 90 62 55 60 70 53 85 63 78 55 77 68 Hasil evaluasi siklus II No 1. 25. 6. 7. 33. 18. 36. 27. 5. 29. 24. 23. 30. 38. 19. 40. 26. 32. 37.14. 39. 16.

11. 17. 32. 22. 12. 19. 35. 10. 29. 34. 31. 33. 30.8. 28. 13. 18. 40. 24. Denny Prasetya Dita Puspasari Dwi Rindoyono Dwi Setiawan Dwi Setyowati Endah Suci Pratiwi Erna Setyowati Faridatus Sri Ika Rokhayani Gilang Febriawan Ima Ruhmayati Indra Wahyu Widiwati Irvan Adi Prasetyo Kriswanti Lutfi Dyah Febrianita Mariya Ulfa Choiroch Maulidia Tria Latifatul Mohamad Amirudin Muktasim Billah Nanul Hidayah Nevy Widianti Nur Aini Phista Kharisma Rimma Gialia Riries Esmalasari Risma Novianti Shifa Galih Anjaz Silvina Dewi Tetha Dika Phisvita Devi Vicky Choirul Abidin Wiwik Indrawati Wiyoko Yeni Dwi Astutik Yunatan Tofan Kristanto 85 84 63 82 75 75 89 80 69 68 78 73 89 90 76 80 85 73 64 73 90 62 71 76 63 71 75 84 93 85 78 . 23. 26. 9. 27. 36. 25. 16. 14. 15. 39. 21. 20. 37. 38.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->