PEDOMAN TEKNIS

Draft Pertama November 2008

Pedoman Teknis Instalasi Pengisian, Transportasi, Penanganan dan Penggunaan serta Pemeriksaan Berkala Tabung LPG
Disampaikan pada Lokakarya ” Penyusunan Pedoman Teknis Instalasi Pengisian, Transportasi, Penanganan dan Penggunaan serta Pemeriksaan Berkala Tabung LPG” tanggal 2 Desember 2008 di The Park Lane, Venue Park Lane III

Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Jakarta, 2008

DAFTAR ISI
BAB 1. RUANG LINGKUP 2. 3. 4. ACUAN NORMATIF ISTILAH DAN DEFINISI PEDOMAN TEKNIS OPERASI INSTALASI PENGISIAN LPG 4.1 Operasi Penerimaan LPG 4.1.1 Ruang lingkup 4.1.2 Persyaratan Umum 4.1.3 Kualifikasi Personil 4.1.4 Fasilitas Penerimaan LPG 4.1.5 Prosedur penerimaan LPG dari Skid Tank 4.1.5.1 Sebelum Penerimaan 4.1.5.2 Selama penerimaan 4.1.5.3 Setelah penerimaan 4.1.6 Operasi Penerimaan LPG dalam tabung LPG dengan kapasitas air 0,5 liter s/d 150 liter WC 4.1.6.1 Sebelum penerimaan 4.1.6.2 Selama penerimaan 4.1.6.3 Setelah penerimaan 4.1.7 Operasi Penerimaan Tabung LPG Kosong baru dan lama Operasi penanganan dan penimbunan LPG 4.2.1 Persyaratan umum 4.2.2 Kualifikasi personil 4.2.3 Fasilitas penimbunan 4.2.3.1 Gudang penimbunan 4.2.3.2 Sistem Listrik 4.2.3.3 Sistem hidran 4.2.3.4 Alat pemadam 4.2.3.5 Area parkir 4.2.4 Fasilitas tangki timbun LPG 4.2.4.1 Tangki penimbun sebagai bejana tekan 4.2.4.2 Perlengkapan tangki timbun 4.2.5 Prosedur penanganan tabung LPG 4.2.6 Prosedur penyimpanan tabung LPG di dalam gedung 4.2.7 Prosedur penyusunan Tabung dalam Gudang Penimbunan 4.2.7.1 Tanpa Fasilitas Forklift 4.2.7.2 Dengan Fasilitas Forklift 4.2.8 Mengatasi Kebocoran pada kerangan tabung LPG Operasi Pengisian LPG 4.3.1 Persyaratan Umum 4.3.2 Persyaratan Khusus 4.3.3 Kualifikasi Personil 4.3.4 Fasilitas dan Peralatan Halaman 1 1 3 7 7 7 7 7 8 9 9 9 10 10 10 10 11 11 12 12 13 13 13 14 14 14 14 14 15 16 16 17 17 17 18 18 19 19 19 20 20

4.2

4.3

4.3.5 4.3.6

4.3.7

4.3.8

4.3.9

Penandaan dan Tanda Peringatan 4.3.5.1 tangki 4.3.5.2 Tabung LPG Prosedur klasifikasi tabung sebelum pengisian 4.3.6.1 Tabung yang layak untuk pengisian 4.3.6.2 Tabung harus dilakukan pemeriksaan berkala 4.3.6.3 Tabung memerlukan perbaikan Pedoman teknis pengisian LPG 4.3.7.1 Jumlah pengisian LPG yang aman 4.3.7.2 Komposisi campuran LPG yang aman 4.3.7.3 Ketepatan Penimbangan 4.3.7.4 Metode Pengisian Prosedur pengisian LPG ke Skid Tank di Depot LPG/Filling Plant 4.3.8.1 Persiapan sebelum Pengisian LPG ke Skid Tank 4.3.8.2 Prosedur selama pengisian LPG ke Skid Tank 4.3.8.3 Penyelesaian Pengisian LPG ke Skid Tank Prosedur pengisian LPG ke tabung dengan kapasitas air 0,5 liter s/d 150 liter WC. 4.3.9.1 Persiapan Pengisian Tabung LPG dengan kapasitas air 0,5 liter s/d 150 liter WC 4.3.9.2 Pelaksanaan Pengisian Tabung LPG dengan kapasitas air 0,5 liter s/d 150 liter WC 4.3.9.3 Pedoman Pemeriksaan setelah Pengisian

21 21 21 22 22 22 22 23 23 23 23 23 24 24 24 24 25 25 25 25 31 31 31 31 31 32 32 33 33 33 33 33 33 33 34 35 35 36 36 36 37 38 39 39 39 40

4.4

Operasi Penyerahan LPG 4.4.1 Persyaratan Umum 4.4.2 Kualifikasi Personil 4.4.3 Fasilitas Penyaluran/Penyerahan 4.4.3.1 Melalui Laut/Air (Kapal / Tongkang) 4.4.3.2 Melalui Darat. 4.4.4 Prosedur Operasi Penyerahan LPG dengan Rail Tank Wagon 4.4.4.1 Sebelum Pengisian 4.4.4.2 Selama Pengisian 4.4.4.3 Setelah Pengisian 4.4.5 Prosedur Operasi Penyerahan LPG dengan Skid Tank 4.4.5.1 Sebelum Pengisian 4.4.5.2 Setelah Pengisian 4.4.6 Prosedur Operasi Penyerahan LPG Kepada SPPBE 4.4.7 Prosedur Penukaran Tabung LPG dari SPPBE untuk Retest 4.4.8 Prosedur Operasi Penyerahan LPG kepada Dealer 4.4.9 Prosedur Pengawasan Penyerahan LPG Pedoman Keselamatan Kerja Dalam Keadaan Darurat Instalasi Pengisian LPG 4.5.1 Pedoman Umum Keselamatan Kerja 4.5.2 Pedoman Keselamatan Kerja dalam Keadaan Darurat 4.5.3 Prosedur Tanggap Darurat 4.5.4 Prosedur Penanggulangan Kebocoran/Penyebaran LPG 4.5.5. Instalasi Pengisian Gas yang tidak memiliki fasilitas Odorisasi 4.5.6 Prosedur Penanggulangan Kebakaran LPG 4.5.6.1 Ketentuan Umum 4.5.6.2 Kebakaran Kecil

4.5

6.1 Pengecekan visual 5.3 Kebakaran Besar Tanda-tanda Keadaan Darurat 4.6.5.7 5.4.5. pemindahan dan pengirimanTabung 5.8 .8 Pengecatan Jenis-Jenis Pemeliharaan 5.5.4.5.3.2 Panduan pemeliharaan 5.6.5 5.6.2 Tanda evakuasi 4.3 Prosedur klasifikasi tabung 5.1 Peringatan Tanda Bahaya 4.5.1 5.8 Prosedur penandaan.7 Cat dan marka tabung 5.4 5.2 Fasilitas/Peralatan Pemeliharaan Tabung LPG dan Kerangan Pedoman teknis pemeliharaan tabung LPG 5.10 Prosedur penerimaan tabung yang terseleksi Persyaratan Tabung Baru 5.5.9 Penetapan klasifikasi pemeliharaan 5.2 5.4.4 Kebocoran 5.6.1 Prosedur tertulis 5.3 Ruang Lingkup Kualifikasi Personil Fasilitas Pemeliharaan Tabung LPG 5.2 Pengujian ulang dengan pengecatan 5.5.6.5.3.1 Objek Pemeliharaan 5.7.6 5.6.2 Prosedur klasifikasi tabung 5.3 Tanda keamanan aman Kejadian alam yang tidak normal 40 41 41 41 41 42 43 43 43 43 43 44 45 45 45 45 46 47 47 48 48 49 49 49 49 50 50 51 51 51 51 51 51 51 51 51 52 52 55 55 56 56 PEDOMAN TEKNIS PEMELIHARAAN TABUNG LPG 5.3 Pemeliharaan peralatan pencegah kebakaran Prosedur pemeliharaan tabung LPG 5.8 5.7 Sambungan las 5.6 Pemeriksaan Foot Ring 5.3 Perbaikan 5.3 Ketahanan Hidrostatik 5.5.5.5 Pemeriksaan Hand Guard 5.6.2 Dimensi 5.5.5.5.7.1 Sifat tampak 5.7.4.7.5.4 Perbaikan dan Penggantian Kerangan Persyaratan Bengkel Perbaikan/Repair 5.5.5.1 Pengujian ulang tanpa pengecatan 5.4 Sifat Kedap Udara 5.7 4.5 Ketahanan pecah (uji bursting) 5.7.7.6. 4.7.6 Ketahanan expansi volume tetap 5.

9.2 Ruang lingkup Persyaratan Kendaraan Pengangkut LPG 6.2 Skid Tank 6.9.9. PEDOMAN TEKNIS TRANSPORTASI LPG 6.9 Pedoman Keselamatan Kerja Dalam Keadaan Darurat Instalasi Pengisian LPG 5.4.6 6.4.9.2 Persyaratan khusus Kualifikasi Personil 6.9.9.1 Prosedur Penanggulangan Kebocoran/Penyebaran LPG 6.2 Persyaratan Skid Tank Rigid LPG 6.4 Skid Tank Trailler 6.9.1 Peringatan Tanda Bahaya 5.6.4.9.7 7.1 6.3.9.4.5.3.2.2 Persyaratan khusus Fasilitas transportasi LPG 6.5.4.4.5 6.1 RTW (Rail Tank Wagon) 6.3 Kelengkapan Skid Tank 6.4.5 Prosedur Penanggulangan Kebakaran LPG 5.2.5.10 6.1 Persyaratan umum 6.2.3 6.1 Persyaratan mobil Skid Tank untuk LPG 6.4 Truk 6.9.6.7.1 Pedoman Umum Keselamatan Kerja 5.3 Tanda keadaan aman Kejadian alam yang tidak normal 56 57 57 58 58 60 60 60 61 61 61 61 61 62 63 63 63 63 63 64 64 64 65 65 66 66 67 67 67 68 68 69 70 70 71 71 72 72 76 5.5 Persyaratan Muatan 6.6 Tanda-tanda Keadaan Darurat 5.4 Prosedur Penanggulangan Kebocoran/Penyebaran LPG 5.2 Tanda evakuasi 5.5.3 Kebakaran besar 5.6.2.4.2.1 Persyaratan Umum 6.4.4 6.9.2 Pedoman Keselamatan Kerja dalam Keadaan Darurat 5.7. PEDOMAN TEKNIS INSPEKSI BERKALA TABUNG LPG .9.2.3 Prosedur Tanggap Darurat 5.2 Prosedur Penanggulangan Kebakaran LPG 6.2 Kebakaran Kecil 5.1 Ketentuan Umum 5.4.2.3 Skid Tank semi Trailler 6.5 Tanki Jalur Lintas Pengangkutan LPG Prosedur Pengangkutan Tabung LPG Prosedur Pengendalian Keadaan Darurat diperjalanan 6.

5 Ruang Lingkup Kualifikasi Personil Kriteria Perusahaan Jasa Inspeksi Jarak waktu antara Pemeriksaan Berkala Prosedur Inspeksi Berkala 7.6.4 Kerusakan ulir Operasi penyelesaian 7.5.5 7.7.2 7.7.2 Pengujian tekanan hidrolik Pemeriksaan visual bagian dalam tabung Uji Kebocoran dan Uji Pneumatik 7.1 7.3.9 7.2 Prosedur Uji Ekspansi volumetric 7.1 Umum 7.1 7.2 Laporan pengujian 7.5.4 7.5.7 Identifikasi isi Prosedur inspeksi tabung LPG baru Periode inspeksi Laporan Hasil Inpeksi dan Pengujian 7.5 Marking 7.4.3 Ulir eksternal 7.3 Umum Prosedur pengujian Pemeriksaan visual bagian luar tabung (eksternal) 7.6.7.7.4 Valving 7.3 7.6.5.5.5.6.3 Kerusakan yang terlihat mata Prosedur Uji Tambahan 7.7 7.5.10.1 Rekaman 7.6 7.7.1 Persiapan pemeriksaan visual untuk bagian luar tabung 7.7.7.6 Pemeriksaan ulir atau drad tabung 7.3.7.7 7.5.8 7.3 Tare Mass 7.6.10 .3 Peralatan uji 7.7.7.7.1 Umum 7.5.5.5.5.6.3.4.1 Persiapan tabung 7.4 7.2 7.5.5.5.6 Referensi tanggal periode inspeksi berikutnya 7.2 Prosedur pemeriksaan 7.10.2 Ulir internal 7.2 Persiapan tabung 7.7.4 Prosedur 76 76 76 76 77 77 77 77 77 77 78 82 82 82 82 83 83 83 83 83 84 84 84 85 85 85 85 85 85 85 85 85 85 85 85 86 86 86 86 86 86 7.1 pengeringan 7.1 Umum 7.5.5.5.2 Purging 7.

4.3 Tata cara Penggunaan Tabung LPG di Pengecer (toko/warung) Tata cara Penggunaan Tabung LPG di Rumah Tangga 8.2 Pedoman Keselamatan Kerja dalam Keadaan Darurat 7.5.11.1 Persyaratan penempatan tabung 8.2 Tata Cara pemasangan peralatan Pengawasan Pemerintah terhadap produk dan Tabung LPG 8.11.5.11.5.4 Tanda-tanda Keadaan Darurat Kejadian alam yang tidak normal 87 87 88 88 89 90 91 91 91 92 92 93 93 93 93 94 94 94 94 95 95 95 97 97 98 99 7.11.4.2 Kebakaran Kecil 7.11.6 Bibliografi .7.11.3 8.5.2 8.1 Ketentuan Umum 7.4 Ruang Lingkup Petunjuk Pemilihan Tabung Karakteristik umum LPG Tata cara penggunaan tabung LPG di sektor industry.3 Prosedur Tanggap Darurat 7.4.2 Pengawasan pemerintah terhadap tabung LPG Spesifikasi LPG 8.1 Pengawasan Pemerintah terhadap produk LPG 8.11 Pedoman Keselamatan Kerja Dalam Keadaan Darurat Instalasi Pengisian LPG 7.5.4 Prosedur Penanggulangan Kebocoran/Penyebaran LPG 7.3 Kebakaran Besar 7.6.5 Prosedur Penanggulangan Kebakaran LPG 7.11.5 8.5.11.1 Pedoman Umum Keselamatan Kerja 7. komersial dan Pengecer 8.11.6.1 Tata cara penanganan tabung LPG 8.2 Tata cara penyimpanan Tabung LPG di Industri dan Komersial 8.1 8. PEDOMAN TEKNIS PENGGUNAAN LPG UNTUK END USER 8.12 8.

Tabel 4. Table 5 Table 6 Tabel 7 Lokasi tangki timbun di atas tanah Jarak Aman Tabung Terhadap Batas Pagar dan Bangunan Pada Instalasi Pengisian LPG Jarak Aman Antara Titik Pengisian/Penyerahan dengan lokasi lain Pada Instalasi Pengisian LPG Kebutuhan jumlah alat pemadam kebakaran Kerusakan – Kerusakan Fisik Pada Dinding Tabung Korosi Pada Dinding Tabung Kerusakan Lain Halaman 15 27 28 41 79 80 81 . Tabel 3.DAFTAR TABEL Tabel Tabel 1 Tabel 2.

Gambar 3 Gambar 4 Gambar 5 Gambar 6 Persyaratan Jarak Antar Fasilitas di Instalasi Pengisian LPG Tanda peringatan pada Instalasi pengisian LPG Ukuran dan bentuk plakat pada kendaraan pengangkut LPG Penempatan plakat pada kendaraan pengangkut LPG Ukuran dan penempatan tulisan nama perusahaan pada kendaraan pengangkut LPG Petunjuk penggunaan gas LPG Halaman 29 29 74 74 75 96 .DAFTAR GAMBAR Gambar Gambar 1. Gambar 2.

302/DRJD/2004 tentang Pengangkutan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Jalan Standar Nasional Indonesia.3.725/AJ. penanganan.6 1 . penanganan. 1. Prosedur penggunaan tabung LPG secara aman dan memenuhi aspek keselamatan.2. RUANG LINGKUP Pedoman teknis instalasi pengisian. Pedoman teknis ini menetapkan persyaratan teknis untuk pengoperasian pengisian.3. TRANSPORTASI. 1. pengisian. Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi No. penggunaan dan pemeriksaan berkala tabung LPG. Pedoman teknis ini meliputi : 1.1. SNI 13-3619-1994 “Penanganan Tabung Bertekanan”.3.4 2.2. penggunaan dan pemeriksaan berkala tabung LPG ini dibuat untuk dapat dipahami. 84.PEDOMAN TEKNIS INSTALASI PENGISIAN. penyimpanan. 2. SNI 15-1591-2006 “Katup Tabung Baja LPG”. 1. persyaratan uji tabung dan bengkel perbaikan. Prosedur pemeliharaan. Standar Nasional Indonesia. Standar Nasional Indonesia. transportasi. penanganan. PENANGANAN DAN PENGGUNAAN SERTA PEMERIKSAAN BERKALA TABUNG LPG 1. transportasi. Pedoman teknis ini dimaksudkan untuk menjamin bahwa prosedur pengoperasian pengisian.5 2.3. Isi dari pedoman teknis ini adalah sebagai berikut : 1. SK.1 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 136. ACUAN NORMATIF 2.3. jenis pemeliharaan. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4152). penyimpanan.K/38/DJM/1998 tentang Pedoman dan Tata Cara Pemeriksaan Keselamatan Kerja atas Instalasi. Peralatan dan Teknik yang dipergunakan dalam Usaha Pertambangan Minyak dan Gas Bumi dan Pengusahaan Sumberdaya Panas Bumi Keputusan Dirjen Perhubungan Darat No. Prosedur pemeriksaan berkala tabung LPG 2.4. penanganan.3 2. SNI 1452-2007 “ Tabung Baja LPG”. penggunaan dan pemeriksaan berkala tabung LPG terlaksana secara terkontrol dan aman 1. dimengerti dan dilaksanakan oleh setiap Badan Usaha Migas yang melakukan kegiatan usaha niaga dan dapat digunakan dalam pembinaan serta pengawasan keselamatan Migas. Prosedur penerimaan.2 2. 1. transportasi. penyaluran dan keselamatan kerja dalam keadaan darurat.1.3.

21 ISO 140001-2004 dan OHSAS 18001-1999 butir 4. 2. 2 .18 Australian Standard AS 2337. 2. during and after filling.17 ASME VIII Division 1 Boiler & Pressure Vessel Code-Rules for Construction of Pressure Vessels.K/38/DJM/1998 tentang Pedoman dan Tata Cara Pemeriksaan Keselamatan Kerja atas Instalasi.19 API Publication 2510A Fire Protection for LPG Storage Facilities 2. Australian/New Zealand Standard AS/NZS 1596:2008 The Storage and Handling of LP Gas International Standard ISO 10691: 2004 Gas Cylinders-Refillable welded steel cylinders for liquefied petroleum gas (LPG)-Procedures for checking before.11 International Standard ISO 10464:2004 Gas Cylinders-Refillable welded steel cylinders for liquefied petroleum gas (LPG)-Periodic inspection and testing.8 2.14 British Standard : BS EN 13952:2003 LPG equipment and accessoriesFilling procedures for LPG cylinders. 2.7 Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor 84.20 API Publication 910 – Eight Edition. during and after filling. Peralatan dan teknik yang dipergunakan dalam Usaha Pertambangan Minyak dan gas Bumi dan Pengusahaan Sumber daya Panas bumi. 2.13 International Standard ISO 24431:2006 Gas Cylinders-Cylinders for compressed and liquefied gases – Inspection at time of filling. 2.16 NFPA 58 : Storage and Handling of Liquefied Petroleum Gases 2.15 British Standard : BS EN 1439:1997 Transportable refillable welded steel cylinders for liquefied petroleum gas (LPG)-Procedure for checking before. 2. November 1997 : Above ground Storage Tank Rules and Regulation.12 International Standard ISO 10460:2005 Gas Cylinders-Welded carbon steel gas cylinders-Periodic inspection and testing.2. Inspection and Test – Gas Cylinder 2.7.10 International Standard ISO 11622:2005 Gas Cylinders-Conditions for filling gas cylinders 2.9 2. 2.1 – 2004 Gas Cylinder Test Stations Part 1: General Requirements.4. 2.

8. Filling Plant Instalasi pengisian LPG baik dalam bentuk tabung atau Skid Tank Dealer Penyalur LPG dari Filling Plant ke pihak konsumen Afkir Adalah tabung yang tidak dapat diperbaiki dan tidak memenuhi ketentuan yang berlaku serta dinyatakan tidak lulus uji oleh pihak yang berwenang sehingga tidak dapat digunakan untuk mengemas LPG.3. 3.4.12. memiliki pengalaman serta mampu membuat keputusan yang objektif terhadap subjeknya. Evaquation Pump Jenis pompa yang dipakai untuk mengeluarkan uap atau gas sisa yang masih terdapat dari dalam tanki dan tabung kemasan LPG.9. 3.1. digunakan untuk mengemas atau menyimpan LPG dengan kapasitas pengisian 0.11. Tabung Adalah tabung bertekanan yang terbuat dari plat baja. Check Scale Timbangan yang digunakan untuk mengecek kebenaran dari pengisian tabung-tabung. 3. 3. 3.3 ISTILAH DAN DEFINISI 3. Skid Tank Kontainer dengan kapasitas di atas 1000 lb kapasitas air yang dipergunakan untuk mengangkut LPG sebagai sebuah paket dan dapat dipasang atau dilepas di atas kendaraan pengangkut. 3. 3.5 liter sampai 150 liter kapasitas air. 3.10. 3 . Dealer Penyalur LPG dari Filling Plant ke Konsumen 3. Cap Protector Tutup pelindung kerangan tabung LPG pada kemasan 50 kg Conveyor Alat pengangkut tabung LPG kosong maupun isi di LPG Filling Plant Competent person Seseorang yang telah mendapatkan pelatihan.7.5. Liquefied Petroleum Gas (LPG) Merupakan produk minyak dan gas bumi berupa campuran hidrokarbon gas yang dicairkan dengan komposisi utama propane dan butane dengan sedikit hidrokarbon gas lain. 3.2. 3. seperti truk atau trailer.6.

15. Forklift Alat/kendaraan pengangkut dan pengangkat tabung LPG yang menggunakan sistem hidrolik untuk memindahkan tabung dari kendaraan ke tempat penimbunan dan sebaliknya.17.23. LPG loading package Merupakan suatu unit pompa (compressor) mentransfer LPG ke dalam container yang dipakai untuk 3. Fixed Tank Tangki yang dipasang mati pada truk sebagai alat angkut LPG 3. pada dasarnya terdiri atas propane. 3.14.16. cair atau gas yang mudah terbakar 3.19.25. 3.22. pengangkutan dan penanganannya. 3. Liquefied Petroleum Gases (LPG) Suatu produk minyak dan gas bumi berupa gas hidrokarbon yang dicairkan dengan tekanan untuk memudahkan penyimpanan.24. Filling Nozzle Ujung pipa atau selang penyalur LPG pada instalasi pengisian LPG 3.13. 3. Hydrostatic Test Pengujian terhadap bejana tekan atau tabung LPG kosong dengan cara memasukkan air bertekanan ke dalamnya.3.20. Hand Guard Bagian atas tabung yang berfungsi sebagai alat pelindung kerangan dan untuk mengangkat tabung LPG.21.18. Flamable Setiap zat. Filling Capacity Jumlah LPG maksimum yang boleh diisikan ke dalam suatu tangki atau tabung agar tangki atau tabung tersebut tidak penuh cairan . LPG Filling Machine Merupakan suatu unit pengisian tabung-tabung LPG yang terdiri dari : • Timbangan 4 . Inspector Individu atau personil yang ditunjuk oleh pihak yang berkompeten untuk melakukan inspeksi dan pengujian terhadap subyek yang telah ditetapkan. butane atau campuran keduanya. 3. Flamable Gas Tanda peringatan tentang gas yang mudah terbakar dan tertulis pada dinding Skid Tank dan RTW 3. 3. Intertank Transfer Adalah pemindahan LPG dari suatu tangki timbun ke tangki timbun lainnya yang dilakukan untuk kepentingan operasional instalasi. 3. baik padat.

Safe Capacity Kapasitas maksimum tangki timbun yang dapat digunakan secara aman.32.29. dimana tabung LPG telah dinyatakan lulus uji sehingga dapat diedarkan selama 5 tahun mendatang. 3. handguard & footring. 3. sebagai syarat tabung LPG dapat digunakan atau diedarkan kembali. 3. 3. Panel Board Meja pengontrol untuk penempatan semua alat-alat atau instrumentasi selama kegiatan operasi. pengelasan ulang sambungan las yang masih dapat diperbaiki.28. Product Transfer Surat pemberitahuan permintaan pemindahan LPG dalam kemasan dari instalasi satu ke instalasi lainnya. berkarat.35. 12 dan 50 kg 3. Resertifikasi Adalah pengesahan kembali pemakaian tabung LPG oleh pihak yang berwenang. 3.• • Kerangan-kerangan pengisi tabung Master penyetelan volume atau berat pengisian untuk 3.30. Sand Blasting Pembersihan dinding luar tabung LPG dari kerak.27. Level Gauge Alat yang digunakan untuk mengukur ketinggian isi cairan LPG di dalam tangki dengan bantuan pelampung 3. 3. Repair tabung Adalah kegiatan perbaikan terhadap tabung dan bagian-bagiannya yang rusak. marka tidak jelas atau hilang dan tabung yang telah selesai direpair sehingga menyebabkan kerusakan pada bagian body tabung.33. Pressure Gauge Alat pengukur tekanan gas (uap) dan cairan 3.26.36. Repaint Adalah pengecatan ulang tabung LPG yang telah pudar.31. Retest Adalah rangkaian kegiatan pengujian ulang tabung LPG dengan mengacu kepada ketentuan keselamatan kerja yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang. Safety Kerangan Kerangan yang tekanan kerjanya di set pada suatu tekanan maksimum dan apabila tekanan gas di dalam tangki lebih besar dari tekanan maksimum maka gas akan keluar.34. 3. meliputi penggantian kerangan. mengelupas. karat dan bekas cat dengan semprotan pasir sebelum dilakukan pengecatan ulang 5 . 3.

3. Pallet Wadah penyusunan tabung. Segel Alat yang dipasang pada tutup yang berfungsi untuk menjamin isi tabung 3. Sealing Tool Merupakan peralatan yang digunakan untuk pemasangan seal cap tabung LPG 3. Ullage Ruangan kosong yang dihitung dari permukaan cairan LPG sampai reference point 3. WC (Water Capacity) Kapasitas suatu container atau tabung LPG dalam satuan volume.38.42. tulisan atau kombinasi gambar dan tulisan atau bentuk lain yang memuat informasi tentang barang dan pelaku usaha yang disertakan pada produk atau ditempelkan dan merupakan bagian kemasan barang. SPPBE Stasiun pengisian dan pengangkutan bulk LPG 3. terbuat dari bahan yang kokoh dan dibuat sedemikian rupa sehingga memudahkan dalam penyusunan tabung LPG dan pengambilannya. misalnya liter atau satuan massa misalnya kg apabila tabung tersebut diisi dengan air.43.40. Label Setiap keterangan mengenai barang yang berbentuk gambar.37. 6 .39.3. 3.41.

fasilitas. operasi penanganan dan penimbunan LPG. Tabung harus teridentifikasi dengan benar selama proses penerimaan tabung gas.5 liter sampai dengan 150 liter.1. operasi pengisian dan penyerahan LPG yang aman dan terkontrol.1. Seluruh personil yang ditugaskan untuk melakukan penerimaan LPG dan telah mendapatkan pelatihan tata cara penerimaan LPG dan penanganannya.1 Ruang Lingkup Ruang lingkup operasi penerimaan LPG meliputi persyaratan umum.2 Persyaratan Umum Persyaratan umum kegiatan operasi penerimaan LPG diantaranya meliputi : a. Tabung dan kerangannya berada dalam kondisi layak edar sesuai dengan ISO 10691. Mengetahui pengetahuan tentang produk LPG dan bahayanya c. 4. Kualifikasi Personil Kualifikasi personil yang dimaksudkan dalam pedoman teknis ini mencakup persyaratan yang harus dipenuhi sesuai dengan standar yang ditetapkan. tabung LPG dan kerangan masih layak edar dan belum memasuki waktu inspeksi berkala dan pengujian sesuai dengan ISO 10460 dan ISO 24431. d. persyaratan personil. kondisi skid tank. Teknis operasi di Instalasi Pengisian LPG dimulai dari : 4. peralatan dan personil yang melakukan penerimaan dan penimbunan harus memenuhi persyaratan keselamatan. Pada saat penerimaan. tempat. b. Pedoman teknis operasi penerimaan LPG ini dimaksudkan untuk menjelaskan tata cara penerimaan LPG dengan kapasitas besar dari tangki dan penerimaan LPG dalam tabung berkapasitas air 0. PEDOMAN TEKNIS OPERASI INSTALASI PENGISIAN LPG Pedoman Teknis Operasi ini dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang kegiatan operasi di Instalasi Pengisian LPG yang dimulai dari kegiatan operasi penerimaan.1. d.3 7 . Lokasi. ISO 11755 dan ISO 24431. Pelatihan sebaiknya diberikan minimal setiap 3 tahun sekali dan terdokumentasi 4. Tahapan kegiatan operasi berikut ini harus dilaksanakan secara prosedural untuk menjamin keselamatan dan keamanan kerja di Instalasi Pengisian LPG. fasilitas peralatan dan prosedur penerimaan LPG berdasarkan aturan standar yang disetujui oleh pihak yang berwenang.1 Operasi Penerimaan LPG 4. c.4. Memiliki sertifikat yang masih berlaku dan dikeluarkan oleh instansi yang berwenang. yaitu diantaranya : a. b.

4.5 liter s/d 150 liter WC (Water Capacity). • Palet • Rubber 8 . Fasilitas penerimaan dengan Skid Tank Skid tank yang digunakan berukuran 1 ton s/d 14 ton Fasilitas penerimaan LPG dengan skid tank meliputi : • Pipa atau selang • Quick coupling • Valve (Kerangan) • Stronner • Pompa • Manometer • Grounding cable • Level gauge • Alat timbang • Peralatan segel • Alat pemadam api c.1. Fasilitas penerimaan LPG dengan tangki timbun meliputi : • Kompresor • Pompa • Valve (kerangan) • Pressure relief valve • Pipa atau selang • Level gauge • Manometer • Alat keselamatan dan keamanan kerja b. Spesifikasi tangki timbun yang terkait dengan tekanan operasi ditetapkan dalam ASME Section VIII ”Pressure Vessel Code”. Fasilitas penerimaan dengan tangki timbun Fasilitas tangki timbun dirancang untuk tekanan tinggi.5 liter sampai dengan 150 liter. Fasilitas penerimaan LPG melalui darat meliputi : a. Fasilitas untuk penerimaan tabung LPG terdiri dari : • Forklift. Fasilitas penerimaan LPG dalam tabung LPG Fasilitas penerimaan tabung LPG dengan kapasitas air 0.4 Fasilitas penerimaan LPG Yang dimaksudkan dengan fasilitas penerimaan LPG dalam pedoman ini adalah fasilitas dan peralatan yang dapat mendukung jalannya proses operasi penerimaan LPG dengan Skid Tank dan tabung LPG yang berkapasitas air 0.

Memastikan bahwa LPG sudah mengalir ke tangki yang telah disiapkan c. g. Apabila terjadi kebocoran. Memastikan peralatan fire and safety dalam kondisi baik dan berfungsi d.1. b. Melakukan pengukuran Ullage. Sebelum penerimaan Kegiatan operasi sebelum penerimaan meliputi : a. Setiap penerimaan LPG dari Skid Tank harus dilengkapi dengan dokumen. Pemeriksaan dokumen meliputi: • Surat jalan • Dokumen bukti pengiriman produk LPG • Tiket tangki • Certificate of Quality • Certificate of Quantity Discharge f. d. h. Membuka semua kerangan yang terkait k.1.4. j. tekanan dan tinggi permukaan cairan dalam skid tank. flow rate dan kesiapan instalasi penerima. Memasang sambungan LPG cair dan Vapor LPG dalam Skid Tank lewat flexible hose dengan pipa-pipa yang sesuai agar tersambung menuju tangki timbun. menutup kerangan dan melakukan perbaikan secepatnya. waktu.5 Prosedur penerimaan LPG dari Skid Tank Prosedur penerimaan LPG dari Skid Tank dimulai dengan kegiatan operasi sebelum penerimaan. 9 . Menghidupkan pompa transfer 4. Melakukan pemeriksaan segel dan kode lokasi pemuatan terhadap semua kerangan pembongkaran dari Skid Tank. Memastikan ada ullage yang cukup c. 4. i. Jika terdapat kerangan Skid Tank yang tidak disegel.1. harus dibuatkan surat pernyataan yang ditanda tangani penerima dan petugas Skid Tank. Selama Penerimaan Kegiatan selama proses penerimaan terdiri dari : a. yaitu : • Pengukuran Ullage dilakukan dengan Rotary Gauge • Pengukuran Temperatur dilakukan dengan Termometer yang melekat pada Skid Tank. selama proses penerimaan dan setelah proses penerimaan. Specific Gravity dan Temperatur.5.2. Melakukan komunikasi agar pihak pengirim dan penerima siap untuk pelaksanaan pemompaan meliputi jumlah. e. Petugas penerima harus selalu berada di tempat e.1. Pengawasan jalur pipa dari Skid Tank sampai tangki timbun dari kemungkinan kebocoran b.5. Pengukuran dan pencatatan suhu. pemompaan dihentikan.

selama penerimaan dan setelah penerimaan. c. Pemindahan tabung-tabung isi ke tempat penimbunan tabung isi atau gudang penyimpanan.6 Operasi Penerimaan LPG dalam tabung LPG dengan kapasitas air 0. Melakukan pengukuran Specific Gravity dan Temperatur. b.1. Menghentikan operasi penerimaan apabila cuaca buruk dan banyak petir.1. g. Semua kerangan Skid Tank harus ditutup rapat dan disegel oleh petugas penerima. Menghitung jumlah tabung LPG isi sesuai dengan dokumen pengiriman 4.1. penyok.2.1. segera melakukan pemeriksaan contoh LPG ke laboratorium dan pembongkaran ditunda. f. Pengukuran Specific Gravity. c. Selama Penerimaan Kegiatan operasi selama penerimaan tabung meliputi a. h. Memeriksa keutuhan segel/safety seal cap masingmasing tabung. pompa transfer dimatikan b. Jika terjadi selisih yang melebihi batas toleransi (± 0. segera dibuatkan Letter of Protest. bekas terbakar dan marka yang tidak jelas. Jika hasil pengukuran SG 60/60oF berada dalam kisaran. Setelah Penerimaan Kegiatan setelah proses penerimaan adalah : a. maka pembongkaran LPG dapat diteruskan. Menyelesaikan seluruh dokumen penerimaan 4. meliputi pemeriksaan bagian luar tabung terhadap adanya karat. dibuatkan berita acara penerimaan yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.5. Apabila pengukuran SG 60/60oF hasilnya di luar kisaran SG LPG.5 liter s/d 150 liter WC (Water Capacity). Melepaskan sambungan Quick Coupling (liquid dan vapour) dan bonding cable d. e. 10 . h. 4.5 % wt). Pemeriksaan visual. Sebelum Penerimaan Kegiatan operasi sebelum penerimaan meliputi : a.6.3. 4. Jika hasil pengukuran tidak ada masalah.1. Inlet tangki penerima juga ditutup dan disegel.• f. Operasi penerimaan tabung LPG dengan kapasitas air 0.6. goresan. g. Setelah tangki Skid Tank kosong.5 liter s/d 150 liter WC meliputi kegiatan operasi sebelum penerimaan.

Pemindahan tabung dari truk tidak boleh dilakukan dengan kasar (dibanting atau digelindingkan) c.6. • Jumlah tabung LPG isi yang rusak. Yang dimaksudkan dengan operasi penerimaan tabung LPG kosong baru dan lama adalah kegiatan penerimaan tabung baru dan lama dalam kondisi belum terisi dan siap untuk diisikan dengan produk LPG setelah melalui tahapan penyeleksian tabung. b. Membuat Nota Claim terhadap tabung yang rusak/bocor/kosong kepada transportir yang mengangkut. Tabung-tabung LPG yang diterima harus dilengkapi dengan dokumen-dokumen pengangkutan LPG yang sah. Menyelesaikan seluruh dokumen penerimaan 4. yaitu : • Tabung yang tidak sesuai dengan spesifikasi (mengacu pada SNI 1452-2007) • Tabung bukan milik instansi resmi yang diijinkan pemerintah 11 . Jika secara administratif sudah dipenuhi. Tabung kosong baru dan isi ulang diperiksa dan angkanya dicocokkan yang tertera dalam dokumen dengan kenyataan untuk jumlah dan jenis tabung yang akan diserahkan. Membuat berita acara penerimaan yang berisi : • Jumlah tabung LPG isi dalam kondisi baik dan layak edar. maka pembongkaran/penerimaan tabung dapat dilaksanakan. d.7 Operasi Penerimaan Tabung LPG Kosong baru dan lama. e. 4. Apabila terjadi kebocoran/kekosongan pada tabung. c. Apabila kebocoran tidak bisa diatasi. kosong dan menandatangani penerimaan pada dokumen bukti penyerahan produk LPG • Memisahkan tabung yang rusak/bocor/kosong dan kirimkan kembali ke Depot pengirim dengan dilengkapi dokumen bukti pengiriman produk LPG c. f. e. Menghitung kembali jumlah tabung LPG isi yang sudah dipindahkan dan mencocokkan kembali dengan jumlah yang ada pada dokumen.3. b. a. harus dapat di atasi dengan baik. Penyusunan tabung maksimum berdasarkan pada ukuran atau kapasitas masing-masing tabung sesuai dengan standar yang telah di tetapkan.1.1. Selesai Penerimaan Kegiatan operasi pada akhir penerimaan adalah : a. d. kosongkan isinya dan pisahkan/isolasikan tabung tersebut dengan memberikan tanda. Tabung kosong yang tidak memenuhi persyaratan harus disingkirkan. Tabung-tabung kosong LPG baru dan isi ulang diseleksi satu persatu sesuai dengan persyaratan keselamatan. bocor.b.

2 Operasi Penanganan dan Penimbunan LPG Pedoman ini menjelaskan tentang persyaratan penanganan dan penimbunan LPG. o. h. tabung ex repair. Tabung-tabung kosong ex LPG dan tabung-tabung yang telah terisi LPG harus ditangani dengan baik. m. k. dilempar. Belum di tes atau disyahkan oleh instansi yang berwenang untuk tabung baru • Habis masa beredarnya (harus diretest ) untuk tabung kosong isi ulang • Nozzle tidak dilengkapi rubber seal (tabung dengan kapasitas kecil) • Lapisan cat yang tidak baik • Foot ring yang las-lasannya terlepas • Hand rail yang las-lasannya terlepas • Kerangan bocor atau rusak ujung permukaannya. g.1 Persyaratan Umum Persyaratan umum dalam penanganan dan penyimpanan tabung LPG mencakup : 12 . • 4. Tabung-tabung kosong harus dihindari dari alat pemanas. Meletakkan tabung kosong di atas ban berjalan (conveyor) dengan posisi yang baik sesuai pengelompokkan tabung. tabung yang sudah di retest sebelum di isi harus di vakum terlebih dahulu. l. Tabung LPG baru. Dilarang menempatkan tabung kosong di tempat-tempat yang berpotensi sebagai penyalur arus listrik. fasilitas dan prosedur yang harus dipenuhi suatu instalasi pengisian LPG agar dapat beroperasi dengan baik dan aman.f.2. n. Usahakan tabung kosong yang pertama kali masuk. Untuk tabung-tabung berkapasitas besar harus dilengkapi tutup pelindung (Cap Protector) agar tetap dipasang pada tempatnya selama penanganan. i. dibanting. Tidak dibenarkan menumpuk tabung-tabung kosong di lantai bangunan tempat pengisian hingga menutup seluruh lantai kerja atau menyulitkan untuk bergeraknya petugas. kecuali untuk maksud pemeriksaan atau pengisian guna melindungi kerangan dari kemungkinan terbentur benda keras. j. Tabung-tabung harus ditangani dan diperlakukan sesuai dengan persyaratan pemeliharaan sehingga tidak merusak tabung dan perlengkapannya. saluran pipa atau unit lainnya yang dapat digunakan sebagai penyalur ARDE dari mesin-mesin las listrik. jangan ditangani secara kasar. tabung itu pula yang pertama kali keluar ( First In – First Out ). dijatuhkan atau menyentuh benda-benda logam lainnya. 4. Dilarang menggunakan tabung kosong sebagai alat penahan atau pengganjal.

e. Mengetahui pengetahuan tentang produk LPG dan sifat fisikakimianya. di dekat tangga atau dalam area umum demi keselamatan. tempat. Lantai terbuat dari bahan yang tidak mudah menimbulkan percikan api/bunga api. gereja. Fasilitas penimbunan LPG minimal terdiri dari : 4. Harus dapat menentukan jumlah maksimum tabung yang dapat disimpan dalam tempat penimbunan atau penyimpanan. fasilitas.3. ventilasi terletak di bagian paling bawah atau sejajar dengan lantai yang letaknya berlawanan arah dan pada bagian atap f.3 Fasilitas Penimbunan Yang dimaksud dengan fasilitas penimbunan dalam pedoman teknis ini adalah fasilitas yang digunakan guna menunjang kegiatan operasi penanganan dan penimbunan LPG. Bangunan dan ruangan khusus penyimpanan tabung LPG tidak boleh berdekatan dengan tempat dan bangunan umum seperti.2 Kualifikasi Personil Kualifikasi personil yang dimaksudkan dalam pedoman teknis ini mencakup persyaratan yang harus penuhi sesuai dengan standar yang ditetapkan.2. sekolah. menjaga kenaikan temperatur. Pelatihan sebaiknya diberikan minimal setiap 3 tahun sekali dan terdokumentasi 4. Seluruh personil yang ditugaskan untuk melakukan penanganan dan penimbunan LPG telah mendapatkan pelatihan tata cara penyimpanan LPG dan penanganannya. c.a. Memiliki sertifikat yang masih berlaku dan dikeluarkan oleh instansi yang berwenang. Tabung tidak boleh ditempatkan di dekat pintu keluar. rumah sakit. yaitu : a. Mengetahui tingkat resiko bahaya dari penanganan dan penimbunan LPG. b. Lokasi. 13 .2. lapangan olah raga tempat-tempat dimana massa biasa berkumpul 4. b.1 Gudang penimbunan Gudang yang digunakan untuk menimbun LPG dalam tabung bertujuan untuk melindungi tabung LPG dari pengaruh cuaca (panas dan hujan). Penempatan tabung selama penimbunan harus memperhatikan kondisi lingkungan. peralatan dan personil yang melakukan penanganan dan penimbunan LPG harus memenuhi persyaratan keselamatan. yaitu tidak boleh terpapar matahari. Bangunan tempat penimbunan memiliki ventilasi yang cukup. c. meminimalkan terjadinya kerusakan fisik dan benturan. d. e.2. g. d.

rumah-rumah. beton dilapis dengan flinkote. Sistem hidran Air diperlukan untuk memproteksi area skid tank dan gudang penimbunan dari bahaya api.2.4 4. b. atau disimpan dalam tangki bertekanan normal pada suhu rendah.2. dengan lantai yang menggunakan bahan yang tidak menimbulkan percikan api misalnya kayu.3 4.3.5 meter dari lokasi api tebuka.2 Sistem listrik Instalasi peralatan listrik yang dimaksud adalah penyalur petir.3. mobile. grounding/bounding cable. alat telekomunikasi dan instrumentasi serta sistem peringatan awal yang sesuai dengan IP Electrical Safety Code.3. penerangan. Untuk penyediaan air ini bisa dilakukan dengan sistem hidran. d. 4. Area parkir Area parkir yang tersedia harus memadai sehingga untuk mobil truck yang mengangkut LPG termasuk skid tank dapat parkir paling sedikit berjarak 50 ft ( 15 m ) dari bangunanbangunan seperti bengkel. Sistem ventilasi bagian bawah harus cukup baik. fixed monitor dan fixed spray system. c.2. Dry Chemical Powder yang cocok untuk kebutuhan LPG.2. sedangkan dinding bisa terbuat dari asbes atau tanpa dinding.5 4.2. Tangki timbun LPG bertekanan dirancang dan dikonstruksi berdasarkan standar ASME VIII (The American Society of Mechanical Engineers) 14 . 4.4 Fasilitas tangki timbun LPG LPG disimpan dalam tangki dalam bentuk cair dan untuk mempertahankan keadaan ini maka LPG dapat disimpan dalam tangki bertekanan pada suhu normal. Konstruksi harus terbuat dari bahan yang tidak mudah terbakar untuk rangka bangunan. Alat pemadam Harus dilengkapi dengan jenis racun api BCF. Dasar atau lantai gudang selain padat juga dibuat lebih tinggi (setinggi lantai bak truk/pengangkut) untuk memudahkan pemasukan dan pengeluaran tabung LPG dari dan ke kendaraan pengangkut. Jarak gudang dengan lokasi sumber api sesuai dengan Standard Institute Petroleum Marketing Safety Code.3. sekolah dan tempat keramaian yang berjarak paling sedikit 22. Untuk setiap luas lantai 230 m2 tersedia minimal 4 buah serbuk kimia kering.Beberapa persyaratan yang perlu diperhatikan untuk bangunan gudang penimbunan adalah sebagai berikut : a.

b. Pipa drain untuk mengosongkan isi tangki i. Jarak minimal penempatan tangki timbun di atas tanah terhadap fasilitas lain dapat dilihat pada tabel 1 di bawah ini.4. Tabel 1. digunakan untuk kapasitas kecil dengan diameter dalam 2000-25000 mm.VIII dan API standard 2510. 4. Lokasi tangki timbun di atas tanah Kapasitas tangki Jarak minimum terhadap tangki LPG lain (m) 1. maka persyaratan penempatan tangki harus memperhatikan jarak terhadap fasilitas lain berdasarkan pada kapasitasnya.5 2 4 (3) 5 (3. Untuk tangki timbun LPG yang dibangun di atas tanah. Alat penunjuk suhu e. c. g. dan harus ditera 2 tahun sekali oleh yang berwenang.5) 8 (5) 10 (6) 11 14 15 17 20 25 45 Jarak minimum tangki terhadap tempat2 umum atau jalur kereta api (m) Jarak minimum tangki terhadap tempat yang dilindungi (m) (kliter) ≥ 0.5 3 6 (4. Lubang orang. ditempatkan secara mendatar atau horizontal.5 1 2 5 8 10 15 20 50 100 200 500 Diameter dari tangki terbesar 15 . yang masih berlaku. Sertifikat konstruksi / ijin penggunaan dari yang berwenang. Tangga j. Alat penunjuk tekanan (pressure gauge) d. Dan lain-lain yang dianggap perlu.2. yang digunakan untuk perbaikan/pembersihan.5) 6 (4) 7 8 9 10 11 12 22 1. Tangki timbun LPG bertekanan dirancang dalam bentuk : • Spherical tanks yang digunakan untuk kapasitas besar • Cylindrical tanks. Alat penunjuk tinggi permukaan cairan dalam tangki f. Pipa-pipa penghubung yang digunakan untuk operasi h. Katup pengaman yang bekerja dengan baik.1 Tangki penimbun sebagai bejana tekan harus memiliki persyaratan : a.

2. Mengangkut tabung gas dengan posisi berdiri dan diikat dengan jumlah tabung tidak melebihi kapasitas alat angkut. Penanganan tabung yang harus memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan dan menghindari dari kemungkinan jatuh atau membentur benda keras. Tabung-tabung harus senantiasa diperlakukan sedemikian rupa sehingga tidak merusak tabung maupun perlengkapannya. pemeliharaan dan keamanan adalah meliputi : a. h. e.3.5 Prosedur penanganan tabung LPG Prosedur penanganan tabung LPG meliputi : a. Thermimeter f.4. operasi dan pemeliharaan Jarak terhadap tangki penyuplai sedekat mungkin Tidak ditempatkan pada lokasi yang dapat menimbulkan potensi kebocoran pada komponen lain 4. Emergency safety valve (inlet dan outlet) c. d.2. Sight glass 4. • • • Penempatan pompa sebaiknya memperhatikan : Persyaratan keamanan. Outlet dan Inlet valve d. Manometer e.4.2 Perlengkapan tangki timbun yang harus ada untuk mendukung jalannya operasi. f. b. g. c.4. Water cooling sistem g. Pompa transfer merupakan alat yang diperlukan untuk menyalurkan LPG dari tangki timbun ke tempat lain dimana karakteristik desain dan operasinya ditentukan berdasarkan kebutuhan dan pemilihannya tergantung pada : • Laju alir yang dibutuhkan • NPSH (Net Positive Suction Head) • Konsumsi daya • Persyaratan differential head b.2. Dilarang mengangkut tabung gas LPG dengan tali baja (wire rope). Penyusunan tabung harus disesuaikan dengan persyaratan yang telah ditentukan pihak berwenang berdasarkan kapasitas masingmasing tabung. Tidak dibenarkan menumpuk tabung-tabung kosong maupun isi 16 . Memindahkan/membongkar tabung-tabung kosong dari truk ketempat yang ditentukan LPG Filling Plant. digelindingkan atau dibanting. Pemindahan tabung gas tidak boleh dengan cara diseret. Pompa transfer a. Safety valve b.

Kemudian menempatkan plakat sedemikian rupa sehingga mudah terbaca. Tabung tidak boleh ditempatkan pada lokasi yang dapat menghalangi keluar masuknya personil dan dijauhkan dari bahanbahan yang mudah terbakar c.7.2 lt WC dapat ditumpuk maksimum 2 (dua) susun tabung. Apabila terjadi penambahan lokasi penyimpanan pada lantai dan gedung yang sama.2. Tabung-tabung LPG harus dipisahkan minimal 3 m dari gas pengoksidasi. Jarak dengan bangunan-bangunan umum atau kemungkinan ada sumber api minimum 50 feet (± 15 m). • Penyusunan tabung harus dikelompokkan sesuai dengan kapasitasnya • Tabung isi harus disusun terpisah dengan tabung kosong. • Memisahkan tabung yang rusak/cacat. bocor dan diberi tanda untuk tabung-tabung tersebut. harus dipasang tanda larangan merokok dan tanda larangan melakukan kegiatan yang dapat menimbulkan percikan bunga api. 4. Tabung tetap dijaga pada posisi berdiri setiap saat dan dilindungi dari benturan fisik d.1 Tanpa Fasilitas Forklift • Menangani tabung-tabung kosong sama seperti tabungtabung yang sudah isi. e. Kerangan tabung harus tertutup apabila tidak digunakan. sedangkan tabung kosong dapat ditumpuk maksimum 3 (tiga) 17 . b. atau dapat menyulitkan untuk bergerak 4. Tabung dan kelengkapannya harus diperiksa terhadap kebocoran sebelum digunakan atau disimpan dengan menggunakan sabun dan air atau larutan deterjen untuk mendeteksi kebocoran g.6 Prosedur penyimpanan tabung LPG di dalam gedung (bangunan) a. Pada tempat dan bangunan dimana LPG disimpan atau ditimbun. pemotongan dll.2. f. maka harus ada pemisahan minimal 300 feet (91.7 Prosedur penyusunan Tabung dalam Gudang Penimbunan 4.dilantai bangunan tempat pengisian hingga menutup seluruh lantai kerja. kecuali tabung LPG dan gas pengoksidasi merupakan bagian dari system yang digunakan untuk pengelasan.2. • Tabung harus disusun tegak dengan memperhatikan : 1) Tabung isi maupun kosong kapasitas 108 lt WC tidak boleh ditumpuk 2) Tabung isi dengan kapasitas 26.4 m) h. oleh karena itu perlu diberu plakat (board) yang bertuliskan “tabung isi” dan “Tabung kosong”.

• • • • • 4.2.7.2

susun tabung, Jarak minimum antara dinding dengan tabung LPG 100 cm. Agar mudah menghitungnya jumlah tabung setiap baris dalam kelompok (blok) harus dibuat sama. Memastikan safety plug (plastic) harus selalu terpasang pada kerangannya. Untuk menghindari jatuhnya susunan tabung maupun kemungkinan pencurian, tabung dapat diikat menggunakan tali baja dan dikunci. Jarak antara kelompok susunan tabung harus cukup aman untuk kegiatan penimbunan dan penyaluran. Tabung ditempatkan untuk maksud penyimpanan dan penimbunan, dan tidak boleh untuk

Dengan Fasilitas Forklift • Dengan adanya fasilitas forklift maka dimungkinkan menyusun tabung LPG lebih dari 2 susun. Dalam hal ini tabung ditempatkan didalam pallet. • Dalam penggunaan palet harus memperhatikan ketentuanketentuan berikut ini : 1) Bahan pallet tidak boleh dari bahan besi atau sejenisnya 2) Konstruksi pallet harus diatur sedemikian rupa sehingga memudahkan didalam penyusunan dan pengambilannya, cukup kuat untuk menahan beban diatasnya. 3) Ukuran pallet harus disesuaikan dengan kemampuan forklift. 4) Jarak gang (aisle) didalam gudang harus cukup aman untuk pergerakan forklift. 5) Jumlah tumpukan tabung ukuran 26.2 lt WC dalam satu pallet maksimum 2 (dua) susun, sedangkan jumlah tumpukan pallet disesuaikan dengan kemampuan forklift dan lantai. 6) Mengikat tabung dalam pallet agar tumpukan stabil.

4.2.8

Mengatasi Kebocoran pada kerangan tabung LPG a. Apabila terjadi kebocoran pada kerangan usahakanlah memperbaiki dengan cara memebersihkan kerangan dan menghilangkan kotoran – kotoran yang mungkin ada pada kerangan dengan menekan spindle kerangan, sehingga kotoran yang mungkin melekat pada dudukan kerangan hilang atau mungkin dudukan dari kerangan kurang sempurna. b. Memberi tanda bahaya di daerah tersebut. c. Pada tabung tersebut diberi tanda yang cukup jelas. d. Menghindarkan kemungkinan suatu campuran yang dapat menyala (campuran mudah menyala, bilamana konsentrasi gas LPG dalam udara mencapai 1 sampai 2 %). e. Menyediakan alat pemadam kebakaran dengan jumlah yang cukup.

18

f.

Bilamana terjadi kebocoran diluar kerangan, maka cara mengatasinya adalah sama seperti diatas. Selanjutnya tabung tersebut tidak boleh dipergunakan lagi dan tabung tersebut dinyatakan sebagai tabung afkir.

4.3

Operasi Pengisian LPG Pedoman teknis operasi pengisian LPG menjelaskan tentang persyaratan umum dan khusus, kualifikasi personil, fasilitas dan peralatan operasi pengisian di Depot, Filling Plant dan SPPBE serta prosedur pengisian LPG ke dalam tangki dengan kapasitas besar dan ke dalam tabung dengan kapasitas air 0,5 liter sampai dengan 150 liter, mengacu pada standar yang telah ditetapkan.

4.3.1

Persyaratan Umum Persyaratan umum dalam operasi pengisian LPG menetapkan bahwa : • Lokasi, tempat, fasilitas, peralatan dan personil yang melakukan pengisian harus memenuhi persyaratan keselamatan. • Tangki/tabung hanya dapat di isi oleh petugas yang berkompeten dan terdaftar pada organisasi pemilik tabung. • Pada saat pengisian, kondisi tabung LPG dan kerangan masih layak edar dan belum memasuki waktu inspeksi berkala sesuai dengan ISO 10460 dan ISO 24431. • Tabung dan kerangannya berada dalam kondisi layak edar sesuai dengan ISO 10691, ISO 11755 dan ISO 24431. • Tabung harus dilengkapi dengan kerangan yang sesuai dan dengan kerangan outlet yang tepat • Filling ratio tabung tidak boleh berlebih • Pengisian dengan volume tidak bisa dilakukan pada tabung-tabung yang tidak dilengkapi dengan penunjuk level cairan (liquid level gauge). • Pengisian harus dihentikan apabila terjadi kesalahan yang menyebabkan kebocoran gas. • Agen, dealer atau pengecer tidak diperbolehkan melakukan kegiatan pengisian LPG ke dalam tabung sesuai dengan Standar AS/NZS 1596:2008. Persyaratan Khusus Persyaratan khusus operasi pengisian LPG menetapkan bahwa : a. Lokasi titik pengisian atau titik pengisian tabung sekurangkurangnya : • 6 m dari tempat yang dilindungi • 3 m dari tempat umum, batas pagar, tempat pembuangan, basement dan tangki penyimpan (storage tank) LPG. b. Tekanan maksimum pengisian diatur tidak boleh lebih rendah dari dua per tiga tekanan uji tabung dan harus mengantisipasi kemungkinan peningkatan tekanan dan kenaikan temperature sehingga tidak melebihi tekanan uji.

4.3.2

19

c. Memeriksa dan menimbang berat tabung kosong yang tertera pada tabung sebelum ditempatkan pada filling machine, mengacu pada standar ISO 13769 d. Memastikan bahwa filling machine dalam kondisi baik dengan memeriksa filling hose, koneksi tabung serta peralatan otomatis penyuplai LPG apakah dapat berfungsi dengan baik. e. Pengisian dengan pompa, maka laju pompa harus disesuaikan dengan ukuran tabung agar meminimalkan resiko pengisian berlebih. f. Tekanan pengisian tidak boleh mencapai tekanan buka dari kerangan keselamatan (safety kerangan) yang terpasang. g. Melakukan inspeksi kebocoran dengan cermat dan teliti. h. Jika ditemukan kebocoran pada tabung, segera dieliminasi dan dikosongkan melalui sarana evacuation pump dan kemudian direparasi. i. Melakukan penimbangan ulang untuk meyakinkan bahwa volume LPG dalam tabung sesuai dengan berat yang ditentukan.

4.3.3

Kualifikasi Personil Persyaratan personil yang dapat melaksanakan kegiatan pengisian LPG ke dalam tangki atau tabung, adalah : a. Seluruh personil yang ditugaskan untuk melakukan pengisian LPG adalah personil yang berkompeten. b. Memiliki sertifikasi personil dan mendapatkan pelatihan tata cara pengisian LPG dan penanganannya. c. Mengetahui pengetahuan tentang produk LPG dan bahayanya d. Memiliki sertifikat yang masih berlaku dan dikeluarkan oleh instansi yang berwenang. e. Pelatihan sebaiknya diberikan minimal setiap 3 tahun sekali dan terdokumentasi f. Melaksanakan tugas sesuai dengan instruksi kerja yang telah ditetapkan.

4.3.4

Fasilitas dan Peralatan Fasilitas pengisian dalam pedoman teknis ini harus memenuhi standar minimal untuk menjamin terlaksananya kegiatan pengisian produk LPG secara tepat dan aman. Fasilitas pengisian dalam pedoman teknis ini meliputi fasilitas pengisian di Depot, Filling Plant dan SPPBE, yaitu : a. Area pengisian dan parkir khusus b. LPG transfer pump, vacuum pump, evacuation pump dan kompresor c. LPG Filling Machine d. Conveyor e. Alat Timbang f. Leakage Tester g. Seal cap equipment

20

Filling Shed k.5.3.3. Keep Fire Away harus tampak dari luar pagar dan dari titik akses. 4.3. metering.h. Kubangan air untuk menghilangkan muatan listrik statis pada Skid Tank i. Quick release coupling m. Penandaan Kerangan Kerangan seperempat putaran harus diberi tanda sesuai dengan persyaratan berikut : • Tanda harus menunjukkan arti yang jelas untuk posisi membuka dan menutup. pengatur tekanan atau penunjuk batas cairan harus ditandai untuk menunjukkan apakah kerangan tersambung ke ruang cairan atau uap. b. Nozzle. Control cabinet n. dispenser o. Pedoman pengoperasian alat 4. 4. • Jenis kerangan globe dan angle sebaiknya ditandai secara permanen dengan arah membuka.1 Tangki a. No Ignition Sources. l. • Jenis kerangan lain untuk keselamatan.2 Tabung LPG a.5. tabung dan kerangan LPG. Setiap tabung LPG harus diberi tanda dan peringatan yang jelas dan mudah dibedakan 21 . Bumper j. Selang. No Smoking.5 Penandaan dan Tanda Peringatan Yang dimaksud dengan penandaan adalah pemberian marka berupa label atau tulisan untuk memberikan informasi tentang identitas dan peringatan tanda bahaya yang dapat ditimbulkan baik pada tangki penimbun. Data Tangki • Kapasitas tangki dalam water capacity • Berat kosong • Tekanan uji (test pressure) • Tekanan kerja (working pressure) • Tanggal terakhir inspeksi internal dan tanggal terakhir inspeksi kerangan • Simbol atau plakat minimal berdiameter 100 mm • Tanda peringatan Flammable Gas.

3 4. tabung harus menjalani perbaikan sesuai dengan ISO 10464.b.3. Tidak ditemukan adanya kebocoran pada tabung Tabung harus dilakukan pemeriksaan berkala Tabung harus menjalani pemeriksaan berkala sesuai dengan ISO 10464.6. misalnya simbol dan tanda peringatan • Flammable Gas-No Smoking atau No Flame • Highly Flammable LPG • No Naked Lights c.3.6 Prosedur klasifikasi tabung sebelum pengisian Untuk tabung LPG dengan kapasitas 0.1 Tabung yang layak untuk pengisian Tabung yang layak untuk dilakukan pengisian produk LPG adalah tabung yang memiliki kriteria kondisi sebagai berikut : a.3. Simbol dan tanda peringatan yang terpasang pada bagian muka tabung harus tampak jelas. Tabung tidak dapat teridentifikasi waktu pengujiannya.6. jika ditemukan salah satu kondisi berikut: a. Tabung memerlukan perbaikan Jika ditemukan salah satu kondisi berikut. yaitu : 4.1 s/d 4. Terdapat simbol inspeksi berkala e. d.5 liter hingga 150 liter. tabungtabung LPG kosong harus diperiksa dan dipisahkan berdasarkan klasifikasi 4. Data tabung • Kapasitas tangki dalam water capacity • Berat kosong • Tekanan uji (test pressure) • Tekanan kerja (working pressure) • Tanggal terakhir inspeksi internal dan tanggal terakhir inspeksi kerangan 4.2 4.6. Tabung hampir mendekati tanggal atau waktu pengujian. Penandaan pada tabung tidak jelas dan sulit diidentifikasi. Tertera Indikasi berat dan kapasitas volumenya (water capacity) c. c. Sesuai dengan desain dan spesifikasi tabung (SNI 14522007) b.3. Secara visual tabung dan kerangan tidak mengalami kerusakan f.6. Tabung belum memasuki masa pengujian atau tanggal inspeksi berkala.6.3. b.3.3 22 .

Timbangan di set pada berat yang ditentukan dan otomatis berhenti jika proses pengisian tabung LPG sudah cukup.3.7. b.95 kali densitas fasa cairan pada suhu 50oC. pegangan tabung dan foot ringnya terlepas. Tabung yang mengalami kerusakan dan terjadi penebalan. timbangan yang digunakan harus terkoreksi untuk setiap tabung. Ketepatan Penimbangan Timbangan yang digunakan dalam proses pengisian harus telah diperiksa akurasinya minimal sekali dalam sehari. Pengisian berdasarkan volume. b. b. Tabung telah terkorosi secara jelas atau ditemukan adanya pengelasan c. Pengisian berdasarkan berat. Untuk tabung yang digunakan pada daerah dengan iklim khusus.3. dan fasa cairan tidak boleh mengisi tabung hingga suhu 60oC.3. Pengisian tabung yang dilakukan berdasarkan berat dan volume.a.3 4. c. Tabung.7. tabung penyok atau terdapat bekas terbakar. Prosedur pengisian yang dimiliki harus dapat menjamin bahwa tidak terjadi pengisian LPG berlebih.7. Metode Pengisian Metode pengisian LPG yang dilakukan mencakup : a.4 23 . pihak yang berkompeten harus menentukan filling ratio maksimum untuk masing-masing campuran komposisi LPG. d. Komposisi campuran LPG yang aman a.3. 4. kerangan dan alat pelepas tekanan (pressure relief device) mengalami kebocoran dan rusak.7.7 Pedoman teknis pengisian LPG Kondisi yang harus diperhatikan pada saat pengisian LPG adalah sebagai berikut : 4.2 4. Tabung-tabung harus diiisi dengan komposisi campuran LPG yang tepat. Isi berat maksimum per liter (water capacity) harus sama dengan 0. alat penunjuk level cairan harus diperiksa agar dapat beroperasi dengan baik 4. b.1 Jumlah pengisian LPG yang aman Prosedur pengisian LPG yang aman adalah : a.3. Penanganan khusus harus dilakukan untuk menjamin tidak ada kontaminan yang dapat menyebabkan korosi.

Menghentikan pompa dan kompresor b.8.3.3. Menutup semua kerangan yang berhubungan dengan pengisian 4. Memeriksa dokumen pengiriman/penyerahan yang terdiri atas: • Masa berlakunya • Pengesahan dokumen penyerahan • Memeriksa kuantitas di dokumen penyerahan apakah sesuai dengan kapasitas Skid Tank c. seperti: • Dokumen penyerahan • Fasilitas pengisian • Segel b. Filling ratio LPG ke dalam tangki harus tepat dan tidak boleh berlebih. Melengkapi material dan alat yang diperlukan. Penyelesaian Pengisian LPG ke Skid Tank Kegiatan penyelesaian pengisian LPG ke Skid Tank terdiri dari : a. c. selama proses pengisian dan kegiatan penyelesaian pengisian seperti yang dijelaskan di bawah ini. Seluruh kerangan yang berhubungan dengan pengisian ke Skid Tank dibuka dan pompa mulai dijalankan. Pengisian dihentikan jika ada sumber nyala di dalam lokasi pengisian atau jika terjadi kesalahan yang menyebabkan kebocoran gas. e.2 4. Menempatkan Skid Tank di bangsal pengisian dengan posisi yang tepat dan benar d. Personil yang melakukan pengisian menguasai operasi pengisian LPG dan harus dapat menjamin bahwa pengisian tangki tidak berlebih. Memeriksa kondisi lokasi pengisian dan pastikan tidak ada sumber nyala api di sekitar lokasi.3.3.8. Memeriksa data tangki agar yakin bahwa tangki telah sesuai dengan jenis LPG yang akan diisikan dan nama pemiliknya. Memeriksa isi tangki dan pastikan tangki memiliki ullage yang cukup.8. d.1 Persiapan sebelum Pengisian LPG ke Skid Tank a. 4. h. Sambungan harus dipastikan aman Prosedur selama pengisian LPG ke Skid Tank Prosedur yang harus dilakukan adalah : a. g. Personil pelaksana menguasai atau telah terbiasa dengan sistim kerangan dan prosedur pengisian yang tepat dan benar.3 24 . b.8 Prosedur pengisian LPG ke Skid Tank di Depot LPG/Filling Plant Prosedur pengisian LPG di Depot atau Filling Plant meliputi kegiatan persiapan sebelum pengisian. f.4.

h. Memeriksa fungsi alat timbang untuk pengecekan tabung c.3.c. Operator harus memeriksa lokasi dengan berjalan kaki di sekitar kendaraan untuk memastikan bahwa mesin kendaraan telah dimatikan dan tidak boleh dijalankan hingga seluruh uap telah menyebar dengan aman. Memasukkan tabung ke mesin pengisi satu persatu j.5 liter s/d 150 liter WC (Water Capacity). mencatat posisi presentase rotto gauge dan segel kerangan Skid Tank d. 1 tabung untuk setiap 25 tabung dan dicatat dalam formulir random timbangan. Untuk pengisian akhir. Memeriksa apakah ada udara bertekanan dalam tabung dan bila ada.1 Persiapan Pengisian Tabung LPG dengan kapasitas air 0. kirimkan ke bagian penerimaan dan penimbunan untuk ditukar dengan tabung yang layak edar. Menghidupkan LPG Transfer Pump d. g. a. Mobil Skid Tank keluar dari bangsal pengisian atau timbangan untuk proses selanjutnya g. Sambungan listrik dan antistatic dilepas e. Melakukan pelumasan pada Conveyor b. 4. d. Menyusun tabung kosong pada tempat yang telah ditentukan dan penyusunan tabung tidak boleh lebih dari ketentuan.5 liter s/d 150 liter WC. Memeriksa dan menghitung jumlah tabung apakah sesuai dengan jumlah yang tertera dalam dokumen. i. jika tidak segera dipasangkan. Memeriksa lokasi titik pengisian terhadap potensi sumber nyala. e.3. Melakukan setting pada tiap filling point antara berat tabung + berat isi + 0.9 25 . a.3. buanglah udara bertekanan tersebut dengan cara membuka kerangan pada kerangan tabung. f.2 kg (faktor koreksi) LPG. c.5 liter s/d 150 liter WC (Water Capacity). Memeriksa semua peralatan yang diperlukan agar tersedia pada tempatnya b. f. Memasukkan tabung satu persatu ke tiap-tiap filling point e.9. Jika terjadi kelebihan muatan dievakuasi ke tanki timbun Prosedur pengisian LPG ke tabung dengan kapasitas air 0.2. 4. Untuk tabung yang tidak layak edar. Memeriksa apakah kerangan tabung dilengkapi dengan rubber seal. Memeriksa tabung secara visual sesuai ketentuan untuk penentuan layak tidaknya tabung tersebut di isi ulang LPG dan diedarkan. 4.9. Menimbang tabung secara random. Pelaksanaan Pengisian Tabung LPG dengan kapasitas air 0.

Transfer Pump dimatikan Memasang Security Seal Cup atau segel di bagian atas untuk tabung yang telah di isi Menutup kerangan yang terkait dengan pengisian Pedoman Pemeriksaan setelah Pengisian a. Memeriksa jumlah pengisian Setiap tabung yang telah diisi harus diperiksa dengan cara ditimbang untuk menjamin tidak terjadi kelebihan pengisian dalam batas toleransi yang ditentukan oleh pihak terkait atau dengan menggunakan Ullage dalam tabung. n. j. h. Tabung yang tidak bocor ditimbang secara random. menggunakan spray gun pada setiap kerangan tabung. plug dan pelindung kerangan harus diperiksa untuk setiap tabung yang telah diisi sebelum pengiriman. m.9.f. Pemeriksaan penutup kerangan atau plugs Sealing caps (seal). k. Pemeriksaan kebocoran • Setiap tabung yang telah diisi harus dilakukan pemeriksaan kebocoran. • Apabila terjadi kebocoran. Setelah selesai. Melakukan tes kebocoran pada setiap kerangan tabung yang keluar dari filling point . c.3. lalu kirimkan ke Bagian Penerimaan dan Penimbunan untuk diganti dengan tabung yang siap pakai. segera lakukan pembuangan kelebihan produk LPG dan dilakukan pemeriksaan ulang. • Kebocoran tabung harus ditangani sesuai dengan prosedur pemeliharaan. Tabung-tabung yang isinya kurang ditambahkan di area Filling Point. Tabung yang bocor dieliminasi dan dikosongkan isinya. berikan tanda dengan kapur tulis. • Mengeliminasi tabung yang bocor dan isinya dikosongkan d. Penyambungan kerangan tabung pada tiap-tiap filling point dan mulai dilakukan pengisian Filling point otomatis akan berhenti mengisi jika berat tabung telah sesuai dengan setting timbangan. dengan menimbang 1 tabung dari 25 tabung.3. b. Tindakan dalam penanganan pengisian tabung berlebih Apabila terjadi pengisian berlebih produk LPG ke dalam tabung. i. g. • Melakukan tes kebocoran dengan mengoleskan air sabun. 4. 26 . l.

Tabel 2. 6 meter Tdk disyaratkan 1 meter 1 meter 7.5 3 Meter Tidak di Syaratkan Tdk disyaratkan 0 . Jarak Aman Tabung Terhadap Batas Pagar dan Bangunan Pada Instalasi Pengisian LPG KAPASITAS ISI AIR DALAM SATU TABUNG TANGKI ELPIJI ( M3) TERPASANG DIBAWAH TANAH ATAU SETENGAN TERPENDAM JARAK MINIMUM DIATAS PERMUKAAN TANAH ANTAR TABUNGTABUNG TANKITANKI Sampai dengan 0. 5 meter 1/4 x jumlah diameter tan ki 27 . 0 s/d 1 . 6 3 meter 3 meter 3 meter 3 meter 3 meter 7 .6 s/d 114 114 s/d 265 265 s/d 341 341 s/d 454 454 s/d 757 757 s/d 3785 Diatas 3785 15 meter 15 meter 15 meter 15 meter 15 23 30 38 61 91 122 meter meter meter meter meter meter meter 1 . 9 1 . 5 s/d 1 . 0 1 . 9 s/d 7 .

6 3 meter meter meter meter meter 7 8 9 10 22. Bangunan‐bangunan yang tidak dilengkapi  dinding tahan api Bangunan terbuka (tanpa dinding) berada  dibawah permukanan titik pengisian/penyera han Sepanjang garis batas/pagar diatas permu‐ kaan Tempat terbuka/lapangan dimana terdapat  suatu kegiatan yang melibatkan banyak orang. Jarak Aman Antara Titik Pengisian/Penyerahan dengan lokasi lain Pada Instalasi Pengisian LPG No. termasuk tempat bermainnya anak sekolah. Jalan Raya Jalur utama kereta api Tabung/tangki yang berisi produk lain Api terbuka MINIMUM JARAK ARAH HORIONTAL 3 5 7. jalan tol.6 15 7.5 meter 28 .Tabel 3.6 meter meter meter 4 5 3 15 meter meter 6 3 7. kegiatan atletik maupun lapangan untuk kegiatan lainnya Jalur dimana lewatnya kegiatan banyak orang termasuk jalan raya.  Dari titik penyerahan pada lokasi tem‐      pat pendistribusian b. 1 2 3 L O K A S I Bangunan‐bangunan yang dilengkapi dengan dinding tahan api. trotoar (gili‐gili) : a. Dari titik penyerahan terhadap lokasi      lainnya. ja‐ lan tapak.

Persyaratan Jarak Antar Fasilitas di Instalasi Pengisian LPG 29 .Gambar 1.

Gambar 2. Tanda peringatan pada Instalasi pengisian LPG Dilarang menghidupkan mesin Lingkaran dan garis miring Simbol Instruksi : Merah : Hitam : Hitam Dilarang Mengaktifkan Handphone Lingkaran dan garis miring Simbol Instruksi : Merah : Hitam : Hitam Dilarang menyalakan api/korek api Lingkaran dan garis miring : Merah Simbol : Hitam Instruksi : Hitam Dilarang merokok Lingkaran dan garis miring Simbol Instruksi : Merah : Hitam : Hitam Dilarang Kontak langsung dengan Lingkaran dan garis miring : Merah LPG dapat menyebabkan Simbol : Hitam Dingin yang membakar Instruksi : Hitam Dilarang Mengisi Untuk Silinder/Tabung Jangan sampai melebihi batas pengisian 80 % maksimum Tulisan : Merah 30 .

Telah mendapatkan pelatihan tata cara penyerahan LPG c. Bonding Cable j. Strainer g. Loading arm l. SPPBE dan Agen atau dealer. • Tabung dan kerangannya berada dalam kondisi layak edar sesuai dengan ISO 10691. Quick Release Coupling m. Manifold k. 4. ISO 11755 dan ISO 24431. Thermometer. Pipa / slang d. • Pada saat penyerahan. Manometer i. Dermaga b. Kualifikasi Personil Personil yang memenuhi kualifikasi untuk melaksanakan operasi penyerahan LPG adalah : a. • Tabung hanya dapat di serahkan oleh personil yang bertugas dan terdaftar pada perusahaan pemilik tangki atau tabung.4. kualifikasi personil dan prosedur operasi penyerahan LPG dalam tangki dan tabung di Filling Plant. Kerangan e.2 4.4.4.1 Persyaratan Umum Persyaratan umum dalam operasi pengisian LPG menetapkan bahwa : • Lokasi. Pompa f. • Melalui darat : RTW dan skid tank 4. Memiliki kemampuan untuk membuat laporan administrasi.3 31 .4 Operasi Penyerahan LPG Pedoman teknis operasi penyerahan LPG menjelaskan tentang fasilitas. 4. Meter arus h. Fasilitas Penyaluran/Penyerahan Fasilitas penyaluran /penyerahan LPG dapat dilakukan : • Melalui laut/air : Kapal /tongkang. fasilitas. kondisi tangki dan tabung LPG serta kerangan masih layak edar dan belum memasuki waktu inspeksi berkala sesuai dengan ISO 10460 dan ISO 24431. tempat.1 Melalui Laut/Air (Kapal / Tongkang) Fasilitas penyaluran / penyerahan LPG melalui laut/air adalah peralatan/fasilitas perlengkapan yang harus ada selama proses penyerahan di atas air yang meliputi : a.3. peralatan dan personil yang melakukan penyerahan LPG harus memenuhi persyaratan keselamatan. Memahami prosedur penyerahan dan penyaluran LPG b. Mooring buoy c.4.4.

tanki dengan kapasitas di atas 50 kg dapat berupa : a. yang berukuran 1 ton. Sebelum Pengisian a. Manometer e.2 Melalui Darat.1. Penyerahan atau penyaluran LPG melalui darat dapat dilakukan dengan : • Rail Tank Wagon (RTW) • Skid Tank Rail Tank Wagon Fasilitas Penyaluran LPG melalui RTW adalah peralatan/perlengkapan yang ada diantara outlet tanki timbun sampai dengan inlet RTW. Tangki yang dirancang untuk penimbunan sementara LPG dan penggunaannya sebagai alat angkut dari satu lokasi ke lokasi lain. yaitu : a. 4 ton.3. Thermometer j.4. Fasilitas penyalurannya sama dengan : 4. Pipa / slang b. Level Gauge f. Kerangan c. yang dapat dijelaskan sebagai berikut : 4. Quick Release Coupling h. b. Strainer i.4.4 Prosedur Operasi Penyerahan LPG dengan Rail Tank Wagon Prosedur operasi penyerahan LPG dengan RTW meliputi operasi pengisian LPG sebelum. Menyeleksi dan mencatat nomor dan kapasitas RTW yang akan di isi 32 . 7 ton. 8 ton.4.3 lt WC dan 108 lt WC Container / tabung LPG yang akan digunakan harus memenuhi syarat dari pihak atau instansi yang berkompeten 4.3. Skid Tank.4. 9 ton. Container yang ada pada pengisian LPG terdiri atas : • Skid tank. 14 ton • Tabung 26.4. selama proses pengisian dan setelah pengisian. Pompa d.2 Penyaluran LPG menggunakan container a.4. Khusus mobil tanki untuk penyaluran LPG. Alat Timbang. Grounding cable g.

Skid Tank segera meninggalkan Filling Shed c. d.3.4. minimum 1 ton ex Depot LPG Filling Plant atau Kilang LPG. Polisi kendaraan tersebut.2. Selama Pengisian a. Penyerahan fisik LPG dalam bentuk skid tank LPG. yang dapat dijelaskan sebagai berikut : a. b. Mencatat No. Menutup kerangan jika isi sudah terpenuhi b. Pengemudi mengambil dokumen penyerahan yang telah di isi oleh petugas yang berwenang. Dokumen penyerahan dibuat untuk pengambilan LPG ex Depot LPG Filling Plant atau Kilang LPG.2.4. Saluran inlet dan outlet di segel d. 4. Menghubungkan selang pengisian antara filling point dengan bottom loading atau menggunakan loading arm. Melepaskan selang atau hose pengisian c. 4. Membuka kerangan dan pompa dijalankan e.4. 33 .4.4. Menyelesaikan semua dokumen pengiriman f.4. Lepaskan grounding/bonding cable e. Di pintu gerbang. dokumen penyerahan dan identifikasi lain.6 Prosedur Operasi Penyerahan LPG Kepada SPPBE Prosedur operasi penyerahan LPG kepada SPPBE meliputi operasi penyerahan produk LPG dalam tangki dan tabung dengan berbagai kapasitas. Sebelum Pengisian Sebelum memasuki tempat pengisian (Filling Shed) di pintu masuk petugas memeriksa : a.b. c.5 Prosedur Operasi Penyerahan LPG dengan Skid Tank Prosedur operasi penyerahan LPG dengan Skid tank meliputi operasi sebelum pengisian selama proses pengisian dan setelah pengisian.5. Sesudah Pengisian a. Menghubungkan grounding/bonding cable c. Memeriksa jumlah isi dan kapasitas tangki dengan melihat flow meter dan roto gauge (rotary level gauge) 4.4. Setelah Pengisian a.4. Menyerahkan dokumen penyerahan yang berlaku dan jumlahnya sesuai dengan kapasitas Skid Tank maupun No. 4. Memeriksa saluran pengisian dari kemungkinan kebocoran b. Persyaratan keselamatan kerja b. Pada akhir kegiatan. Mengatur flow meter sesuai kapasitas RTW 4.5. b. petugas memeriksa dokumen penyaluran serta tinggi cairan LPG pada roto gauge dan segel pada inlet kerangan.1. matikan pompa dan tutup semua kerangan. yang dapat dijelaskan sebagai berikut : 4.

kendaraan/truck harus memenuhi persyaratan safety sebagai alat angkut tabung LPG dan sopir serta kernet harus memenuhi/mematuhi ketentuan yang berlaku di perusahaan. e.c. untuk unit operasi yang mempunyai Depot LPG Filling Plant dan secara geografis dekat dengan SPPBE tersebut. untuk unit operasi yang belum ada Depot LPG (Depot LPG Filling Plant) atau secara geoografis jauh dari SPPBE tersebut. g. k. Instalasi / Depot LPG Pelaksana harus selalu mempunyai buffer stock tabung LPG yang cukup dan baik (siap diisi) yang sewaktuwaktu dapat dipergunakan untuk mengganti tabung LPG yang tidak layak pakai di SPPBE. mengunjungi SPPBE dan menukar tabung yang perlu retest yang sudah terkumpul di SPPBE dengan tabung yang baik. Petugas dari perusahaan LPG memastikan kembali tabung yang dianggap tidak layak di SPPBE tersebut dengan mememriksa setiap tabung yang terdapat di SPPBE. d. e.4. Pelaksanaan pengambilan/penukaran tabung LPG diatur oleh: • Depot LPG Filling Plant. Pemberian Transportation Fee dan Filling Fee diperhitungkan pada harga LPG. Tabung LPG yang tidak layak pakai yang terkumpul di instalasi/Depot dapat diserahkan ke Depot LPG (Depot LPG Filling Plant) yang mempunyai fasilitas pemeliharaan tabung LPG. Pelaksanaan pengangkutan tersebut dapat dilakukan dengan cara sewa/kontrak dengan ketentuan. d. dengan membawa sejumlah tabung LPG yang baik. Setiap kegiatan penukaran/serah terima tabung LPG dibuat berita acara dan dokumennya direkam. c. SPPBE menjual LPG ke Dealer sesuai yang telah ditetapkan oleh perusahaan. baik yang ditangani oleh perusahaan sendiri atau oleh pihak ketiga (rekanan). b. Petugas yang ditunjuk oleh perusahaan LPG harus petugas yang memahami betul kondisi tabung yang layak dan yang tidak layak pakai. SPPBE memisahkan tabung yang diterima dari Dealer yang secara visual kurang baik atau habis masa operasinya. menjadi tanggung jawab SPPBE dan disita oleh perusahaan untuk dimusnahkan dengan tidak diberi ganti rugi kepada SPPBE. f. i. 34 . Harga jual LPG ke Dealer sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan dan disetujui oleh instansi terkait. Apabila terdapat tabung palsu atau bukan dari perusahaan yang diterima oleh SPPBE. Instalasi / depot BBM. j. h. 4.7 Prosedur Penukaran Tabung LPG dari SPPBE untuk Retest a. Petugas dari perusahaan LPG atau perusahaan lain yang telah ditunjuk secara periodik sesuai dengan jadwal yang disepakati bersama antara Perusahaan LPG dan SPPBE.

mutu dan kelengkapan safety. Faktor lain yang diperiksa meliputi : • Surat –surat perijinan • Stock tabung kosong dan tabung afkir. mobil pengangkut LPG maupun tempat penjualan c. Dan apabila perlu Tim untuk memeriksa mengenai kelayakan asset yang digunakan SPPBE tersebut. termasuk kualitas dan kuantitasnya 35 . b. Penyerahan fisik LPG kepada Dealer dalam bentuk tabung atau skid tank LPG. Semua biaya yang timbul berkenan dengan pelaksanaan penukaran tabung LPG dari SPPBE menjadi beban perusahaan/Badan Usaha. dapat secara langsung atau melalui pengecer atau system home to home service.9 Prosedur Pengawasan Penyerahan LPG a. Kendala yang dihadapi dalam memasarkan LPG 5. Harga LPG yang dijual ke konsumen sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. berasal dari Depot LPG.4.4. harga LPG tersebut ditambah dengan biaya transport yang besarnya ditetapkan oleh perusahaan. Pola penyaluran LPG ke konsumen 4. meliputi administrasi. Kelengkapan peralatan pemasaran LPG dan sistem safety di gudang. b. dilakukan oleh kepala penjualan perusahaan yang bersangkutan). stock seal cap plastik dan rubber seal • Kelengkapan transportasi LPG • Sistem safety di SPPBE • Pelaksanaan handling tabung LPG • Pengawasan terhadap mutu LPG. mutu pelayanan terhadap konsumen serta mengenai : 1. Harga jual tabung LPG isi dan konsumen 3. c. 4. Filling Plant atau SPPBE.l. Dealer menjual LPG ke konsumen. Kegiatan pengawasan terhadap Dealer dan SPPBE oleh tim terpadu oleh perusahaan dengan cara sebagai berikut : Mengawasi kegiatan penyaluran LPG oleh Dealer di rayon kerjanya. 4. mutu dan kelengkapan safety di SPPBE. Stock tabung isi dan kosong 2.8 Prosedur Operasi Penyerahan LPG kepada Dealer a. Secara berkala memeriksa administrasi. Kegiatan pengawasan dilakukan dengan sistem pengawasan intern (mengenai administrasi penjualan LPG didalam perusahaan atau badan usaha. Untuk daerah di luar radius 60 km.

kejadian kebakaran. f.4. i. keselamatan kerja personil. 4. Pedoman Umum Keselamatan Kerja a. sehingga semua personil yang terlibat dapat memahami tugas. Dilarang berjalan di atas pipa saluran e. Seluruh daerah Instalasi Pengisian LPG merupakan daerah terlarang untuk merokok dan menyalakan api. Merokok di larang keras kapan saja kecuali dalam lokasi-lokasi yang khusus diijinkan oleh Manajemen. kejadian tumpahan/kebocoran LPG. keselamatan lingkungan dan keselamatan instalasi pengisian LPG. b. Pedoman Keselamatan Kerja dalam Keadaan Darurat Pedoman Keselamatan Kerja dalam Keadaan Darurat meliputi : Prosedur tanggap darurat untuk kondisi tidak normal. h. d. Dilarang mengganti atau menukar alat atau perkakas secara tidak baik. yakinkan bahwa surat ijin atau surat keterangan yang diperlukan telah diperoleh. j. g. laporan dan pemberitahuan secara jelas. Pedoman Keselamatan Kerja dalam Keadaan Darurat minimal terdiri dari : 36 .5.5. c. 4. Mencatat keadaan-keadaan yang berpotensi bahaya atau keadaan yang sudah dikatagorikan bahaya dengan cara melaporkan kepada kepala instalasi. Petugas tidak boleh meninggalkan pekerjaan sampai petugas yang menggantikan telah diberitahu mengenai keadaan pekerjaan.5 Pedoman Keselamatan Kerja Dalam Keadaan Darurat Instalasi Pengisian LPG Pedoman teknis instalasi LPG ini disusun dalam rangka menjamin keselamatan migas yang meliputi keselamatan umum. Petugas harus berusaha membersihkan tempat pekerjaan segera setelah pekerjaan selesai.1. Menjaga semua perkakas`dan peralatan bersih dan ditempatkan pada yang seharusnya. Dilarang menyalakan api dan sumber-sumber api lainnya seperti pekerjaan las tanpa surat ijin kerja panas. Dilarang membawa mancis. Janganlah mencoba menjalankan atau menggerakkan mesinmesin atau alat-alat yang tidak diperlukan. sesuai dengan aturan dan standar yang telah ditetapkan. wewenang dan tanggung jawabnya secara jelas. korek api atau benda apa saja yang dapat menimbulkan bunga api atau api ke dalam ”daerah instalasi”. kecuali pada lokasilokasi yang khusus diperbolehkan oleh Manajemen.2. Pedoman keselamatan kerja dalam keadaan darurat harus dapat menunjukkan suatu garis perintah/komando. k. kecelakaan kerja dan kegagalan sistem kerja alat. Sebelum melakukan pekerjaan. tegas dan disiplin sehingga dapat mengendalikan dan mengatasi keadaan darurat dengan baik.

Site Plant 4. Sesudah melapor dan atas petunjuk Kepala instalasi. j. Menjelaskan keadaan darurat secara ringkas . Semua panggilan keadaan darurat harus diketahui dengan ucapan ”INI KEADAAN DARURAT”. menggunakan pemadam api dsb. Jika terjadi suatu keadaan darurat. tabung meledak dll. layanan darurat dan no. Memberitahukan lokasi keadaan darurat secara benar dan tepat. Apabila sistim alarm umum gagal. Suatu sistim alarm harus dapat didengar di seluruh daerah instalasi pengisian LPG untuk memperingatkan personil akan keadaan darurat yang mungkin akan terjadi. c. f. Yang mudah dihubungi. mengamati keadaan dan meyakinkan bahwa prosedur keadaan darurat dilaksanakan dengan baik.• • • • • • • • Daftar nama personil. h. 37 . b. l. Prosedur Tanggap Darurat a. g. i.3. nomor personil/petugas dan bagian/tempat bertugas. Telepon/no. personil di daerah tersebut akan mengambil tindakan langsung untuk mengatasi masalah atau menjaga agar tidak meluas sampai bantuan tiba. Kepala instalasi harus mendengarkan laporan. Cara yang benar untuk melaporkan keadaan darurat harus berbicara dengan jelas dan terang serta memberikan informasi yang tepat. seperti mematikan pompa. e. seperti kebakaran. Kepala instalasi langsung menuju ke tempat kejadian. Memperkenalkan diri nama. petugas yang bertanggung jawab harus langsung merespon untuk mengendalikan keadaan darurat di daerah instalasi. petunjuk lisan keadaan darurat akan diberikan dengan menggunakan radio dan sistim siaga keadaan darurat. m. k. d. gas atau cairan hidrokarbon yang bocor harus segera melaporkan pada kepala instalasi tentang masalah dan situasinya. Jalur komando keadaan darurat Uraian tugas dan tanggung jawab Kerjasama dengan pihak lain yang terkait Safety briefing dan pelaporan Pengendalian rekaman Area penyimpanan dan penimbunan tabung harus diberi tanda plakat dan peringatan untuk tidak merokok. mengaktifkan sistim sprinkler. menutup kerangan.5. mengajukan pertanyaan dan menginstruksikan tindakan apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi keadaan darurat. Petugas yang menemukan adanya api. Setiap petugas bertanggung jawab untuk mengamati keadaankeadaan di daerah kegiatannya dan menanggulangi atau melaporkan segera setiap kejadian yang tidak biasa di daerah itu.

Apabila sumber kebocoran/penyebaran gas telah ditemukan. d. g.4. h. agar segera berusaha mencari tahu sumbernya. motor bakar dll) harus dimatikan. hentikan semua aktifitas yang berkaitan dengan penerimaan dan penyerahan produk LPG f. Karena LPG sifatnya dingin. k. gas yang terlepas akibat penguapan cairan LPG akan menimbulkan campuran udara dan gas hidrokarbon yang berpotensi menimbulkan kebakaran. masyarakat/penduduk yang ada di sekitar lokasi instalasi dalam radius 50 m. Setiap pekerja yang mengetahui adanya kebocoran atau penyebaran LPG yang ditandai dengan terciumnya bau tertentu. m. Petugas emergensi bertanggung jawab untuk mengukur konsentrasi gas di sekeliling tumpahan untuk menjamin bahwa daerah dalam jarak 300 m adalah aman. Kepala satuan penyelamatan produk LPG dan bagian yang terkait harus memeriksa situasi pada lokasi kejadian kemudian meneliti dan menyelidiki sumber kebocoran dan berupaya mengatasi dan memperbaikinya. segera memberitahukan dan melapor kepada kepala satuan penyelamatan produk LPG. Zona yang berbahaya mungkin akan meluas apabila konsentrasi gas dalam jarak 300 m lebih tinggi dari pada 60 % dari Titik Nyala Terendah (TNT) gas. Melarang/menghimbau kepada para pekerja. i. Semua kegiatan perbaikan yang tidak ada hubungannya dengan kejadian dalam jarak 300 m dari kabut gas harus dihentikan dan semua sumber api (mesin las. untuk tetap tenang dan tidak melakukan kegiatan yang menggunakan atau dapat menimbulkan nyala api terbuka. Menyiapkan regu penanggulangan keadaan darurat serta pompa pemadam dan perlengkapannya agar setiap saat siap segera melakukan tindakan atas berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Tindakan yang segera dan tepat dalam menanggulangi kejadian tersebut harus ditangani sesuai dengan pedoman prosedur sebagai berikut : a. 38 . serta mengaktifkan water sprinkler system. e. gas ini akan mengkondensasi air dari udara dan disebut kabut gas. Melakukan tindakan segera untuk mengatasi masalah atau agar masalah tidak meluas sampai bantuan tiba. Orang-orang yang tidak berkepentingan dalam menangani kejadian tersebut harus mengungsi dari daerah kejadian dan tidak boleh berada di daerah 300 m dari kabut gas. l. Apabila tindakan di atas tidak berhasil. Menghentikan semua aktifitas pengisian produk LPG dan menutup semua kerangan yang diperkirakan akan memutuskan atau paling tidak akan mengurangi besarnya penyebaran gas LPG dan mengeluarkan kendaraan angkutan tabung LPG. c. Karena berat jenis uap LPG lebih berat dari udara. seperti menutup kerangan atau mengisolasi pipa atau tabung yang bocor.4. b. j. maka uap LPG akan merambat di atas tanah sebelum menyebar di atmosfir.5. Prosedur Penanggulangan Kebocoran/Penyebaran LPG Apabila LPG tertumpah di tanah. mengaktifkan sistim alat pemadam kebakaran dsb.

6. 39 . harus dilengkapi dengan : a. Alat pernapasan harus dipakai oleh personil yang bertugas`dalam mengatasi keadaan darurat tersebut. b. detektor sebaiknya di atur/diset untuk gas dengan LEL terendah.5. Air tidak boleh diarahkan langsung ke tumpahan LPG karena ini akan membentuk gumpalan uap gas yang lebih besar.5. 4. p. seperti : alat pemadam kebakaran ringan.5. Terkena cairan LPG dapat menyebabkan luka bakar dingin . b. Apabila jenis gas yang disimpan lebih dari satu.n. o. Ketentuan Umum a.5. fire monitor. Instalasi Pengisian Gas yang tidak memiliki fasilitas odorisasi Untuk menjaga sistem kemanan dan keselamatan instalasi. tirai air (water curtain). Tersedia peralatan perlindungan kebakaran yang cukup. Prosedur Penanggulangan Kebakaran LPG Prosedur penanggulangan kebakaran LPG harus memenuhi persyaratan penanggulangan kebakaran seperti dalam ketentuan umum berikut ini : 4. q.6. alat bantu pernapasan dsb. Apabila ini terjadi. Fungsi dari detektor gas • Menghentikan aliran gas • Menginisiasi berfungsinya alarm pada level 105 desibel dan alarm tersedia 4. Emergency shut-down system Instalasi Pengisian LPG yang tidak memiliki fasilitas odorisasi harus dilengkapi dengan suatu Emergency shut-down system yang secara otomatis menghentikan aliran gas jika detektor gas mendeteksi adanya konsentrasi gas di udara lebih dari 25 % LEL (lower explosive limit).1. Hanya High Expansion Foam (HEF) dengan ratio pengembangan busa 500 : 1 yang boleh digunakan dalam pengendalian penguapan tumpahan LPG agar penyebaran uap gas di atmosfir dapat terkendali. Penempatan detektor gas Detektor gas harus dipasang : • Di sekitar instalasi LPG • Pada titik pemuatan LPG jika pengisian langsung tidak digunakan • Pada titik penggunaan gas yang tidak diodorisasi c. hangatkan bagian yang terkena dengan air hangat yang bersih sampai warnanya menjadi merah dan segera ke dokter untuk memperoleh pengobatan. Alat pemadam kebakaran yang sesuai harus tersedia di tempat dan dapat digunakan kapan saja.

sehingga kebakaran menjalar lebih luas dan besar.3. f. maka prosedur yang harus dilakukan adalah : • Kebakaran LPG tidak boleh dimatikan sebelum sumber bahan bakar atau kebocoran ditutup.2. segera bertindak sendiri dan berusaha sedapat mungkin untuk memadamkan kebakaran dengan alat pemadam api yang sesuai dan yang berada di dekat lokasi kejadian. 4. Apabila tumpahan LPG berkembang menjadi kebakaran. Jumlah alat pemadam kebakaran ringan yang tersedia tergantung dari jumlah LPG yang disimpan. Personil pengamat kebakaran harus petugas yang berkompeten dan telah mendapatkan pelatihan kebakaran atau sudah berpengalaman sebagai regu bantuan keadaan darurat. • Kerangan harus segera ditutup karena panas radiasi secara tidak langsung akan membahayakan personil merusak alat-alat di daerah yang terbakar tersebut. maka langkah penanggulangan lanjutan adalah : 4. Kepala penanggulangan kebakaran dan anggotanya membawa perlengkapan yang diperlukan segera menuju ke lokasi kebakaran untuk mengevaluasi kejadian dan sekaligus melaksanakan penanggulangan kebakaran yang belum padam. Segera melapor kepada kepala penanggulangan kebakaran yang sedang bertugas dengan menyebutkan identitas pelapor. b.6.c. jenis yang terbakar dan tindakan yang telah dilakukan. Apabila keadaan seperti ini terjadi. Komunikasi harus dibuat antara kawasan kerja dan pengontrolan supaya mudah mengirimkan bantuan bila keadaan darurat terjadi. alat pemadam api tepung kering (dry powder) harus dipakai. d. • Usahakan mengurangi radiasi panas kebakaran LPG dan mengendalikan api yang dapat membahayakan peralatan atau semakin besarnya api dengan menggunakan HEF (High Expansion Foam) ke genangan LPG yang terbakar atau dengan melindungi peralatan di sekeliling kejadian dengan semprotan air.5. 40 . Kebakaran Kecil a. d. c. Tabel 4 menunjukkan jumlah APAR yang dibutuhkan berdasarkan jumlah LPG yang disimpan. e. Pengamat kebakaran yang siap siaga tidak boleh melakukan pekerjaan lain bila sedang bertugas sebagai pengamat kebakaran.5. Kebakaran Besar a. lokasi kejadian. Apabila kebakaran yang terjadi tidak berhasil diatasi.6. Setiap pekerja yang mengetahui terjadinya kebakaran kecil.

7.000 15. Klakson berbunyi selama 2 menit terus menerus b. 4. Menghubungi para komandan satuan tugas dalam organisasi keadaan darurat untuk segera melakukan tindakan sesuai tugas dan tanggung jawabnya masingmasing. Personil yang berada di dalam gedung atau kantor. e. c.1.5. Petugas mengamankan daerah yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan perintah atasan. segera meninggalkan kantor atau gedung menuju muster area dan selanjutnya akan diungsikan oleh petugas. c. diantaranya : 4.000 Jumlah Pemadan Kebakaran (9 kg) 2 3 4 4. Bekerjasama dan berkoordinasi dengan pihak lain di luar perusahaan dalam pelaksanaan pemadaman kebakaran. Tabel 4. Klakson akan berbunyi 5 detik ”ON” dan 5 detik ”OFF” secara terus menerus b. Petugas penanggulangan keadaan darurat menuju dan melapor ke bagian kebakaran e. Personil lain menghentikan semua kegiatan dan menuju assembly poin terdekat.2. 4.7. d. Membunyikan tanda bahaya alarm d.7.000 – 25. Melakukan evakuasi personil yang masih berada di dalam dan di sekitar area kebakaran. Kebutuhan jumlah alat pemadam kebakaran Jumlah LPG yang disimpan (kg) Hingga 5000 5000 – 15. Tanda-tanda Keadaan Darurat Tanda-tanda keadaan darurat meliputi beberapa kondisi. Petugas keamanan wajib mengamankan daerah kejadian dan mengamankan instalasi pengisian LPG secara keseluruhan. Klakson akan berbunyi 10 detik ”ON” dan 2 detik ”OFF” secara terus menerus selama 2 menit. Peringatan Tanda Bahaya a.5. Tanda Keadaan Aman a.3. Personil yang berada di assembly point akan diungsikan oleh petugas. Tanda Evakuasi a. 41 .5.5.b. c.7.

Semua personil kembali ke tempat kerja dan bekerja seperti biasa. 42 . gelombang pasang dll.5.b.8. 4. banjir. badai topan. Kejadian alam yang tidak normal Kejadian alam yang tidak normal meliputi gempa bumi. orang lain dan asset perusahaan atau badan usaha. kecuali kalau ada instruksi lain dari Petugas. Langkah yang harus dilakukan setiap personil dan atau petugas Badan Usaha jika terjadi kondisi alam seperti dimaksudkan di atas adalah berusaha secepat mungkin untuk melakukan langkah-langkah pengamanan baik untuk diri sendiri.

tahun).5. Bejana-bejana bertekanan ini harus ditandai dengan kode-kode tertentu misalnya kapan harus di test ulang (bulan. tabung LPG dan resiko bahayanya f.2 Kualifikasi Personil Kualifikasi personil yang dipersyaratkan di dalam standar yang dimaksud adalah : a. jenis-jenis pemeliharaan tabung. kode wilayah serta tanda lain yang dianggap perlu.3. fasilitas pemeliharaan tabung. Pelatihan sebaiknya diberikan minimal setiap 3 tahun sekali dan terdokumentasi e.1 Objek Pemeliharaan Yang dimaksud dengan objek pemeliharaan adalah kemasan atau tabung bertekanan dan kerangan yang dipakai pada operasi penyaluran LPG. c. berat kotor dari bejana tekan dan tanda pengesahan dari pihak yang berwenang. a. 5.3 Objek dan Fasilitas/Peralatan Pemeliharaan 5. Prosedur operasi harus diperbaharui ketika terdapat perubahan yang mempengaruhi operasi sistem. PEDOMAN TEKNIS PEMELIHARAAN TABUNG LPG Pedoman tertulis harus menjadi dasar untuk melakukan kegiatan pemeliharaan tabung LPG. 5. mutu. Memiliki pengetahuan mengenai produk LPG. prosedur pemeliharaan dan bengkel perbaikan. Seluruh personil yang berkompeten dan ditugaskan untuk melaksanakan pemeliharaan tabung LPG. Telah mendapatkan pelatihan tata cara pemeliharaan tabung LPG dan penanganannya. Ruang lingkup pedoman teknis ini juga meliputi penetapan kualifikasi personil pemeliharaan tabung. Memiliki sertifikat yang masih berlaku dan dikeluarkan oleh instansi yang berwenang. b. 43 . d. Tabung LPG / bejana bertekanan Kemasan ini diadakan oleh pihak Badan Usaha dengan sertifikasi yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang. teknik klasifikasi.1 Ruang Lingkup Pedoman teknis pemeliharaan tabung LPG ini menjelaskan mengenai teknis pemeliharaan yang harus dilakukan terhadap tabung dan kerangan LPG yang beredar atau digunakan agar kondisinya selalu terpelihara dalam keadaan baik dan memenuhi aspek keselamatan kerja berdasarkan pada ketentuan yang telah ditetapkan. Memiliki pengetahuan mengenai bagaimana mengatasi keadaan darurat 5.

Fungsi : Untuk mengeringkan bagian dalam tabung setelah proses hydrostatic test. Equipment ini meliputi : • Plunger / hydrostatic pump • Water jacket • Panel instrument • Water pump. 5) Bottle turn unit dan blower heater.b. 4) Drainage unit Fungsi : Dengan udara bertekanan disemprotkan ke dalam tabung untuk mengeluarkan air dari dalam tabung yang selesai ditest. Kerangan Kerangan adalah alat untuk membuka dan menutup yang terpasang di outlet tabung 5. 11) Evacuation pump. 44 . Fungsi : Menguji hydrostatic. 9) Painting booth Fungsi : Pengecatan tabung.2 Fasilitas /Peralatan Pemeliharaan Tabung LPG dan Kerangan Peralatan minimal yang harus dimiliki untuk dapat melaksanakan pemeliharaan / retest tabung LPG antara lain : 1) Hydrostatic test equipment.3. water drainage unit dan lain-lain. untuk mengetahui kebocoran tabung dan besarnya pengembangan tetap. 3) Chain hoist Fungsi : Untuk memasukkan dan mengeluarkan tabung yang akan di test dalam water jacket. 10) Air Compressor Fungsi : Suplai udara bertekanan untuk alat-alat seperti : kerangan fitting machine. 6) Lamp for inspection into bottle Fungsi : Lampu dengan voltage rendah untuk memeriksa bagian dalam tabung. 2) Gas Separator. Fungsi : Untuk menetralisisr / mengurangi konsentrasi gas LPG di sekitar work shop pada waktu proses gas free tabung LPG yang akan ditest dengan cara mengisi air ke dalam tabung. 7) Sand blasting machine Fungsi : Membersihkan / mengupas cat lama sebelum proses pengecatan 8) Kerangan Fitting Machine Fungsi : Melepas atau memasang kembali kerangan.

2 5. 5.4. Perpipaan e. 12) Peralatan perbengkelan umum.4. Kontraktor yang bertugas untuk melakukan pemeliharan harus menjamin bahwa tiap-tiap petugas yang melakukan pemeliharaan sudah terlatih atau dalam pengawasan yang ketat dari orang yang terlatih untuk melakukan prosedur pemeliharaan.4.4. Riwayat pemeliharaan untuk fasilitas yang tidak ditempati harus dijaga di lokasi tersebut atau lokasi lain yang memungkinkan.4 Riwayat pemeliharaan harus disimpan selama peralatan tersebut ada. 5. Perlindungan fisik c.1 Prosedur tertulis ini harus mencakup persyaratan berikut : a.1 Harus menyiapkan dan mengimplementasikan program pemeliharaan untuk semua peralatan pemadam kebakaran di dalam sistem 5. Tabung LPG Panduan pemeliharaan 5.3. Peralatan tambahan f.Fungsi : Untuk memindahkan sisa LPG dalam tabung yang akan diuji/repair.4.1 Panduan pemeliharaan harus mencakup inspeksi rutin dan prosedur pemeliharaan untuk alat pencegahan keadaan darurat dan terjadwal.2 Tiap-tiap fasilitas harus menjaga riwayat dari kegiatan pemeliharaan dari peralatan yang digunakan untuk menyimpan dan mentransfer LPG.2. Kontrol terhadap korosi b.2.2.2. Pemeliharaan peralatan pencegah kebakaran 5.4. 5. 5. Kontainer g. 5.4.3 Riwayat peralatan harus dibuat dan mudah diakses oleh petugas berwenang yang memiliki wewenang selama jam kerja normal.4. Hoses d.4 Pedoman teknis pemeliharaan tabung LPG Orang yang melakukan pemeliharaan instalasi pengisian LPG harus terlatih dalam menghadapi keadaan darurat pada sistem dan melakukan tahapan prosedural dalam proses pemeliharan dan pengujian.3 45 .

2 5. Pemadam api otomatis yang menggunakan air harus sesuai dengan NFPA 25.5.4.3. Standard for Portable Fire Extinguisher”. “Standard for the inspection.5 Prosedur Pemeliharaan Tabung LPG 46 . Alat pemadam api portable harus dirawat sesuai dengan NFPA 10.4 Kegiatan pemeliharaan untuk alat pelindung kebakaran harus terjadwal sehingga jumlah peralatan yang harus diservice dan dikembalikan dari service dalam jumlah yang minimum. testing.3 5.4.3.4. 5. dan maintenance of water-based fire protection system”.3.

Tabung yang masih layak edar Tabung yang masih layak edar memiliki kondisi sebagai berikut : • Sesuai dengan desain dan spesifikasi tabung • Tertera Indikasi berat dan kapasitas volumenya (water capacity) • Tabung belum memasuki masa pengujian atau tanggal inspeksi berkala. • Cat mengelupas lebih dari 20% c. d. tabung harus menjalani pemeriksaan berkala sesuai dengan ISO 10464. tidak laik pakai dan atau kadaluarsa untuk kemudian disisihkan dan ditukarkan dengan tabung rolling yang baik dan kemudian tabung-tabung tersebut diklasifikasikan sesuai dengan kriteria kerusakannya yaitu : Retest. • Tabung telah terkorosi secara jelas atau ditemukan adanya pengelasan • Tabung. Tabung yang tidak laik pakai Kriteria tabung yang tidak laik pakai adalah : 5. Prosedur klasifikasi tabung Untuk tabung LPG dengan kapasitas 0. Filling Plant dan SPPBE. • Tabung tidak dapat teridentifikasi waktu pengujiannya. tabungtabung LPG kosong harus diperiksa dan dipisahkan berdasarkan klasifikasi sebagai berikut : a. bertujuan untuk melakukan pengecekan/penyeleksian secara visual tabung-tabung yang penampilannya buruk.5. yaitu : • Tabung yang mengalami kerusakan dan terjadi penebalan. tabung harus menjalani perbaikan sesuai dengan ISO 10464. saat dan setelah proses pengisian. pegangan tabung dan foot ringnya terlepas. Tabung yang memerlukan perbaikan Jika ditemukan salah satu kondisi berikut.5.5 liter hingga 150 liter. merupakan seleksi tabung LPG kosong dari agen sebelum dilakukan pengisian. Retest Dengan Repaint. Repaint.1 Pengecekan visual Pengecekan Visual dilakukan di Depot. • Terdapat simbol inspeksi berkala • Secara visual tabung dan kerangan tidak mengalami kerusakan • Tidak ditemukan adanya kebocoran pada tabung b. kerangan dan alat pelepas tekanan (pressure relief device) mengalami kebocoran dan rusak. Kriteria tabung yang harus dilakukan pengujian adalah : • Tabung hampir mendekati tanggal atau waktu pengujian.5. Repair Lainnya dan Afkir. tabung penyok atau terdapat bekas terbakar. Tabung harus dilakukan inspeksi dan pengujian Jika ditemukan kondisi tabung sebagai berikut.2 47 . • Penandaan pada tabung tidak jelas dan sulit diidentifikasi. Repair Penggantian Kerangan.

5.5. Pelendungan/benjol • Terdapat pelendungan/benjolan pada dinding tabung dengan maximum benjolan sebesar 1% terhadap keliling tabung. • Jumlah maximum lekukan tajam adalah 2 (buah) dalam arah memanjang. kerangan bocor.• • • • • Tidak memenuhi standar keselamatan kerja seperti: bocor. • Tebal dinding tabung pada daerah yang terluka tidak kurang dari 1 x tebal dinding minimum yang diperbolehkan. Lekuk Tajam • Terdapat lekuk tajam dengan lekukan bcrsudut tajam scdangkan perrmukaan bahan tabung tidak ditembus.5. • Maximum benjolan hanya 1 (satu) buah.3 Pemeriksaan Bentuk (Deformasi) a. • Panjang luka tajam harus kurang dari 75 mm.4 Kebocoran a. maka tabung harus diperbaiki 48 . Catatan : Jika terjadi penyimpangan dari salah satu kerusakan tersebut diatas maka tabung harus di Afkir. Lekuk • Terdapat lekukan yang tidak tajam pada pemukaan dinding tabung dimana permukaan bahan tidak ditembus. Jika terjadi kebocoran pada bagian pengelasan bodi dan neckring. Jika terjadi kebocoran pada badan tabung (bukan pada pengelasan) dan atau kebocoran ulir (neck ring) yang tidak dapat diperbaiki. c. luka atau benjol pada dinding tabung. 5. • Kedalaman lekukan tidak boleh lebih dari l/10 diameter lekukan. d. Tabung Kadaluarsa Habis masa edarnya dilihat dari bulan dan tahun masa berlaku f. maka tabung harus di Afkir b. kerangan penyok. Luka tajam • Lekukan bersudut tajam dimana permukaan bahan terluka (tersobek). Terdapat bekas terbakar pada bodi tabung Terdapat korosi (karat) pada tabung lebih dari 15% dari luas permukaan tabung Terdapat kerusakan pada Hand Guard atau Foot Ring e. bodi penyok. b. Kerangan rusak Kerangan rusak artinya kerangan yang tidak dapat dipergunakan lagi dan tidak dapat dipasang pada tabung LPG karena terjadi cacat atau tidak berfungsi. • Diameter lekukan tidak boleh lebih dari '/4 diameter tabung. dll Terdapat lekuk.

ditukarkan dengan tabung yang baik dari Bengkel Pemeliharaan. Foot ring yang rusak harus diganti dengan yang baru dengan mengacu kepada ketentuan Welding Proeedure Specification (W. Jika terjadi kerusakan Hand Guard pada tempat yang tidak berhubungan langsung dengan badan tabung dapat diperbaiki 5. Seleksi dan pemberian tanda pada tabung dilakukan oleh Petugas SPPBE / DEPOT/ LPG Filling. logo/marka tidak dapat terbaca/hilang maka tabung tersebut harus di perbaiki Catatan : Semua tabung yang telah habis masa edarnya harus di lakukan uji ulang Semua tabung yang masuk dalam katagori perbaikan tetapi masa edarnya akan habis kurang dari 6 bulan kedepan maka tabung tersebut harus diuji ulang dan lakukan pengecatan kembali.7 Cat dan marka tabung Tabung yang catnya buram/pudar.5 Pemeriksaan Hand Guard a.6 Pemeriksaan Foot Ring a. Bagi petugas yang menyeleksi tabung-tabung LPG (di LPG Filling Plant.P. Jika kerusakan yang terjadi pada Foot Ring berupa penyok yang dapat dikembalikan ke bentuk awal.8 Prosedur Penandaan. Foot Ring yang rusak adalah Foot Ring yang kerusakannya berupa penyok yang tidak dapat dikembalikan ke bentuk awalnya. Tabung-tabung yang terseleksi dan telah dikumpulkan di Filling Plant/SPPBE/DEPOT. b. 5. Catatan : Bagi Bengkel Pemeliharaan yang berlokasi di' SPPBE/LPG Filling Plant maka petugas Badan Usaha akan mendatangi lokasi Bengkel Pemeliharaan sesuai jadwal yang disepakati. korosi/keropos.5. serta memberi tanda pada tabung tersebut sesuai dengan klasifikasinya b.5.5. b.5. mengelupas lebih dari 20 %. Pemindahan dan PengirimanTabung a. Jika penggantian Foot Ring akan mengakibatkan kerusakan pada bodi tabung maka tabung harus di Afkir 5. c.S) yang berlaku. Pengambilan dan pemindahan tabung yang terseleksi dilakukan oleh Petugas dari Bengkel Pemeliharaan. dengan ketentuan sebagai berikut : 49 . Jika berhubungan dengan badan tabung tidak boleh ada yang rusak/cacat. sambungan las cincin Foot Ring yang dapat diperbaiki tanpa merusak tabung maka tabung harus diperbaiki d. SPPBE/DEPOT) wajib menuliskan identitas dan jumlah tabung yang diseleksi.5.

luka dan penyok) pada badan tabung yang melebihi ketentuan • Terdapat bekas terbakar pada badan tabung. b.9 Penetapan Klasifikasi Pemeliharaan Penetapan klasifikasi pemeliharaan tabung bertujuan untuk memeriksa dan menetapkan klasifikasi proses pemeliharaan tabung oleh Bengkel Pemeliharaan. Tabung yang dinyatakan tidak layak isi atau tidak layak operasi disebut tabung rusak. Tidak dapat diperbaiki • Tidak lulus uji hidrostatik • Rusak ulir neck ring • Handguard rusak dan harus diganti • Bocor pada permukaan badan tabung • Karat yang melebihi ketentuan • Deformasi (lekuk. • Tabung-tabung yang dievaluasi dan dikategorikan Afkir oleh Petugas Badan Usaha. 5. mengelupas. 5.5. atas biaya Bengkel Pemeliharaan. dikumpulkan untuk kemudian dievaluasi dan ditetapkan klasifikasi proses pemeliharaannya oleh petugas Badan Usaha • Tabung-tabung yang telah dievaluasi dan ditetapkan klasifikasinya oleh petugas Badan Usaha dibawa oleh Bengkel Pemeliharaan untuk diproses lebih lanjut di Bengkel Pemeliharaan. • Tempat pelaksanaan Klasifikasi Pemeliharaan TabungLPG Filling Plant / Depot Badan Usaha 50 . Masih dapat diperbaiki • Kerangan rusak • Foot-ring rusak • Handguard rusak yang masih dapat diperbaiki • Body tabung pudar.5. • Tabung-tabung yang dievaluasi dan ditetapkan tidak masuk klasifikasi (masih layak edar) harus dikirim kembali oleh Bengkel Pemeliharaan ke SPPBE/LPG Filling Plant tempat pengambilannya. Tabung rusak diklasifikasikan menjadi : a.10 Prosedur penerimaan tabung yang terseleksi • Tabung-tabung yang terseleksi dari SPPBE/LPG Filling Plant yang dibawa oleh Bengkel Pemeliharaan. maka tabung-tabung tersebut harus dipisahkan dan diganti dengan tabung Rolling Badan Usaha. Petugas Badan Usaha datang kelokasi Bengkel Pemeliharaan sesuai jadwal yang disepakati bersama. berkarat dan marka tidak jelas.• • Semua tabung yang akan diproses harus sudah diperiksa dan ditetapkan klasifikasinya oleh petugas Badan Usaha. • Bocor pada sambungan las • Bocor pada celah neck ring • Kerangan.

6 5. Tabung tidak boleh pecah dengan inisiasi pecahan berawal dari sambungan las.5.3 5. Pengecatan Salah satu persyaratan tabung baru adalah harus pengecatan sesuai dengan SNI 1452-2007. Sertifikasi tabung baru dilakukan melalui pengujian dengan metode test sesuai dengan ketentuan instansi pemerintah yang berwenang dan memenuhi persyaratan mutu sebagai berikut : 5.6.5 5.6 Persyaratan Tabung Baru Tabung-tabung baru yang akan di operasikan /diedarkan harus dinyatakan lulus pengujian dan mendapatkan sertifikat pengujian dari instansi pemerintah yang berwenang. tidak boleh terjadi cacat pengelasan yang dapat mengurangi kekuatan dalam pemakaian.1 Sifat tampak Setiap permukaan tabung baja LPG tidak boleh ada cacat atau kurang sempurna dalam pengerjaannya yang dapat mengurangi kekuatan dan keamanan dalam penggunaannya. rigi – rigi las harus rata. dan tidak boleh lebih kecil dari 80 kg/cm2 untuk tabung tipe diatas 15 kg sampai 50 kg.6. penyok dan perubahan bentuk. Sambungan las Sambungan las harus mulus.8 dilakukan 5. Dimensi • Lingkaran tabung • Kelurusan Ketahanan Hidrostatik Setiap tabung harus tahan terhadap tekanan hidrostatik dengan tekanan sebesar 31 kg/cm2 dan pada tekanan tersebut tidak boleh ada rembasan air atau kebocoran dan tidak boleh terjadi perubahan bentuk.6. Ketahanan pecah (uji bursting) Tabung ditekan secara hidrostatik sampai pecah. Tidak boleh terjadi kebocoran dan tampak perubahan bentuk.6.6.2 5.6.6. Ekspansi volume tetap yang terjadi tidak boleh lebih besar dari 1/5000 volume awal.6. butir 10. seperti : luka gores. Tekanan saat pecah tidak boleh lebih kecil dari 110 kg/cm2 untuk tipe 3 kg sampai 15 kg.7 5.4 5. Ketahanan expansi volume tetap Tabung ditekan secara hidrostatik dengan tekanan sebesar 31 kg/cm2 selama 30 detik. Sifat Kedap Udara Tabung yang telah dilengkapi dengan katup harus kedap udara/tidak boleh bocor.8 51 .

1 Pengujian ulang tanpa pengecatan Tabung yang telah kedaluwarsa atau 6 bulan kedepan mendekati masa edarnya tetapi mempunyai tampilan masih baik. minimal mengandung informasi sebagai berikut . jika masa edarnya kurang dari 5 tahun harus diperiksa secara visual. 52 . c. Purging Gas Sebelum dilakukan pelepasan kerangan. Pemeriksaan Kerangan • Setiap Kerangan yang telah berumur 5 tahun harus diganti. • Identitas perusahaan/logo • Nomor urut pembuatan • Berat kosong tabung • Tahun pembuatan • Tekanan pengujian • Volume air • Lingkaran merah pada cincin leher Penandaan lain yang sebaiknya tercantum pada setiap tabung adalah : • Jenis isi gas dalam tabung • Berat isi • Tekanan desain • Bulan dan tahun pemeriksaan berkala • Nama dan alamat importer di Indonesia (untuk tabung impor) 5.Dalam SNI 1452-2007 dinyatakan bahwa setiap tabung yang telah dinyatakan lulus uji harus diberi penandaan. Pencatatan Identitas Tabung Identitas tabung yang akan diproses dicatat: .7 Jenis-Jenis Pemeliharaan Proses pemeliharaan tabung oleh Bengkel Pemeliharaan terdiri dari • Retest tanpa Pengecatan • Retest dengan Pengecatan • Pengecatan • Perbaikan dan penggantian kerangan • Perbaikan lain dan Afkir 5.Tahun pembuatan/tahun retest terakhir . dapat digunakan lagi.7. pemeliharaannya terdiri dari : a.Nomor Tabung .Jenis Perbaikan b. apabila masih baik. harus dilakukan penurunan tekanan dengan cara mengeluarkan gas yang berada dalam tabung.

dengan ketentuan pengujian adalah: • Jika terdapat kotoran ataupun material lain didalam tabung. harus dikoreksi dan tabung diuji ulang. • Tekanan pengujian tidak boleh lebih dari 10 % atau 2 bar.Keluarkan air dari tabung dan keringkan dengan menggunakan Drainage Unit. maka cara mengatasinya adalah sama seperti diatas. • Jika terdapat kebocoran. • Jika kotoran ataupun material lain yang terdapat dalam tabung tidak dapat dikeluarkan dan atau terdapat korosi dalam badan tabung maka tabung tersebut harus di Afkir. dilas atau diservis ulang sesuai dengan prosedur tertulis yang disetujui pihak yang berkompeten.• • Apabila terjadi kebocoran pada kerangan usahakanlah memperbaiki dengan cara membersihkan kerangan dan menghilangkan kotoran – kotoran yang mungkin ada pada kerangan dengan menekan spindle kerangan. Pengujian Hidrostatik Pelaksanaan Pengujian Hidrostatik melalui beberapa tahapan sebagai berikut : • Tekanan pengujian ditentukan dari tekanan yang tercantum pada tabung • Tekanan tabung dinaikkan secara bertahap sampai tekanan pengujian tercapai. Penimbangan Tabung Penimbangan tabung harus ditetapkan lagi atau diulangi jika terjadi penggantian kerangan pada tabung. Selanjutnya tabung dipisahkan. • Tekanan pengujian dipertahankan selama paling cepat 30 detik hingga pengujian selesai. Pemeriksaan Bagian Dalam Tabung Untuk memeriksa bagian dalam tabung digunakan lampu khusus inspeksi yaitu lampu voltase rendah. Bagian dalam tabung diperiksa dari kotoran dan cacat lain. mana yang lebih kecil. harus dikeluarkan. f. e. Selanjutnya tabung tersebut tidak boleh dipergunakan lagi dan tabung tersebut dinyatakan sebagai tabung afkir. • Tabung yang tidak bocor tetapi nampak adanya penyimpangan permanent sebaiknya dipertimbangkan untuk memperoleh hasil pengujian yang memuaskan. • Tabung-tabung yang tidak lulus pengujian harus ditolak. sehingga kotoran yang mungkin melekat pada dudukan kerangan hilang atau mungkin dudukan dari kerangan kurang sempurna. Tabung yang ditolak diklasifikasikan sesuai kondisi masing-masing tabung untuk diperbaiki. Bilamana terjadi kebocoran diluar kerangan. Tabung LPG yang sudah ditest keluarkan dari bejana (bila menggunakan water jacket). d. 53 .

• Tanda segi empat di stamp dua tempat untuk tabung yang tidak lulus pengujian. pada sisi luar kaki Hand Guard kanan i. Tanda-tanda tersebut dicantumkan dengan cara distamping pada sisi luar kaki kiri Hand Guard. Quality Control Setiap tahapan proses dan hasil proses retest tabung dilakukan pengecekan visual meliputi hasil stamping. • Contoh penulisan pada sisi luar kaki kiri Hand Guard adalah: h. Apabila terdapat kebocoran pada ulir neckring maka kerangan tabung tersebut dibuka kembali untuk diperbaiki. Pasang kerangan Sebelum kerangan dipasang.g. Stamping/pemarkaan uji ulang Tabung yang telah melalui proses pemeriksaan/testing harus diberi tanda : • Tanda lingkaran pada hand guard untuk yang memenuhi syarat. 54 . satu tanda pada hand guard dan lainnya pada badan tabung di tempat yang mudah terlihat. marka dan pemasangan kerangan j. Setelah dipasang seal tape kemudian kerangan dipasangkan pada tabung dengan menggunakan mesin dengan ketentuan torsi 18-20 kgf/cm atau sisa ulir kerangan adalah 3-5 ulir. 4 kg/cm2. Ganti Marka Sablon Bulan/Tahun Uji Ulang Selanjutnya Marka lama pada Hand Guard tabung ditimpa dengan cat tabung standar (biru). bagian ulir kerangan harus dililitkan seal tape (minimal 15 lilitan). Sablon dibuat dengan menggunakan tinta sablon/cat warna putih. dilakukan Leakage Test dengan menggunakan udara bertekanan min. Leakage Test/Test Kebocoran Setelah pemasangan Kerangan. • Bulan dan Tahun pengetesan serta kode lokasi pengetesan. k. kemudian disablon sesuai dengan Bulan dan tahun uji ulang berikutnya.

a diatas.b tersebut diatas c. Pencatatan Identitas Tabung Ketentuan pelaksanaan Pencatatan Identitas Tabung sesuai butir 5. Untuk pengecatan dapat dilihat pada SNI 1452-2007. Hydrostatik Test Ketentuan pelaksanaan Hydrostatik Test sesuai butir 5.1. perbaikannya harus sesuai dengan spesifikasi SNI 1452. 55 .l. 5.c tersebut diatas d. Silinder yang bocor pada bagian pengelasan harus diperbaiki oleh lembaga yang memiliki kewenangan dan kompeten untuk melakukannya setelah isinya dibuang.7. f.2 Pengujian ulang dengan pengecatan Tabung yang harus di Retest dan di cat ulang adalah tabung yang sudah habis atau mendekati masa edarnya dan catnya sudah pudar/rusak atau cat nya masih baik tetapi perlu dilakukan penambahan Plate Balancer (memerlukan proses pengelasan) yang sesuai dengan beratnya.7.7. Silinder yang masih dapat diperbaiki harus diberi tanda atau label yang menunjukkan keterangan dapat diperbaiki. baik tabung afkir maupun tabung yang lulus uji Titik pada kotak tersebut (sisi luar kaki kiri Hand Guard) adalah bagian yang harus diisikan (distamping) oleh Bengkel Pemeliharaan.7. Sertifikasi Tabung yang telah selesai pada tahapan proses retest harus disertifikasi dan mendapatkan pengesahan dari instansi pemerintah yang berwenang. 5. Silinder yang diperbaiki harus dites ulang sesuai persyaratan SNI 1452.1. Pemeriksaan Kerangan Ketentuan pelaksanaan Pemeriksaan Kerangan sesuai butir 5.e tersebut diatas.3 Perbaikan a. Purging Gas Ketentuan pelaksanaan Purging Gas sesuai butir 5. segera setelah silinder terdeteksi kerusakannya pada saat visual inspeksi. Pengecatan Sebelum dilakukan pengecatan harus didahului dengan proses pembersihan dengan cara shot blasting di seluruh permukaan tabung. Perbaikan tidak dapat dilakukan di bagian silinder yang dirijek. Buka Kerangan Ketentuan pelaksanaan Buka Kerangan sesuai butir 5. Setelah pengelasan. b.1. Pemeliharaannya terdiri : a.7.d tersebut diatas e.7.1. b.1.7. silinder harus ditimbang ulang dan ditandai ulang berat kosongnya pada silinder. Silinder yang menunjukkan adanya kerusakan tetapi masih dapat diperbaiki.

dapat digunakan lagi. keselamatan lingkungan dan keselamatan instalasi pengisian LPG.8 Persyaratan Bengkel Perbaikan/Repair a.5.4 Perbaikan dan penggantian kerangan a. Bengkel perbaikan sudah tersertifikasi/terakreditasi untuk pengujian tabung dan telah mendapatkan ijin untuk pengujian tabung. apabila masih baik. Memiliki bangunan bengkel. Setiap Kerangan yang telah berumur 5 tahun harus diganti. tegas dan disiplin sehingga dapat mengendalikan dan mengatasi keadaan darurat dengan baik. 5. Memenuhi persyaratan LK3 yang meliputi : • APAR • Alarm tanda bahaya • Sarana penampungan limbah g. yaitu : • Badan Usaha (LPG Filling Plant dan Depot) • SPPBE • Bengkel Swasta b. sehingga semua personil yang terlibat dapat memahami tugas. Metode /prosedur pengujian mengacu pada standar berdasarkan peraturan instansi pemerintah yang berwenang. gudang dan kantor d. 56 . wewenang dan tanggung jawabnya secara jelas. Silinder yang bocor dan rusak atau kerangan yang bocor harus dibuang isinya dengan memperhatiakan aspek keselamatan. laporan dan pemberitahuan secara jelas. jika masa edarnya kurang dari 5 tahun harus diperiksa secara visual. Memiliki sarana pengangkutan e. 5. kerangan yang bocor atau rusak harus diperbaiki sesuai manual produsen sehingga memenuhi SNI atau diganti. Memiliki fasilitas dan peralatan yang lengkap dalam proses perbaikan tabung f.7. Pemotongan tabung menjadi dua atau lebih secara tidak teratur d. b. Pemotongan pada leher tabung secara tidak teratur c. Pedoman keselamatan kerja dalam keadaan darurat harus dapat menunjukkan suatu garis perintah/komando.7. sesuai dengan aturan dan standar yang telah ditetapkan. c. Pemecahan dengan cara terkontrol dan aman 5. keselamatan kerja personil. Tabung dihancurkan dengan menggunakan peralatan mekanik b.5.9 Pedoman Keselamatan Kerja Dalam Keadaan Darurat Instalasi Pengisian LPG Pedoman teknis instalasi LPG ini disusun dalam rangka menjamin keselamatan migas yang meliputi keselamatan umum. Memiliki personil yang berkompeten dan telah mendapatkan sertifikat pelatihan dari instansi berwenang. Tabung Afkir (tidak bisa dipakai) a.

Sebelum melakukan pekerjaan. b. kecelakaan kerja dan kegagalan sistem kerja alat. Yang mudah dihubungi.9. d. Petugas tidak boleh meninggalkan pekerjaan sampai petugas yang menggantikan telah diberitahu mengenai keadaan pekerjaan.1 Pedoman Umum Keselamatan Kerja a.5. kecuali pada lokasi-lokasi yang khusus diperbolehkan oleh Manajemen.2 Pedoman Keselamatan Kerja dalam Keadaan Darurat Pedoman Keselamatan Kerja dalam Keadaan Darurat meliputi : Prosedur tanggap darurat untuk kondisi tidak normal. Telepon/no. Dilarang mengganti atau menukar alat atau perkakas secara tidak baik. g. Mencatat keadaan-keadaan yang berpotensi bahaya atau keadaan yang sudah dikatagorikan bahaya dengan cara melaporkan kepada kepala instalasi. korek api atau benda apa saja yang dapat menimbulkan bunga api atau api ke dalam ”daerah instalasi”. layanan darurat dan no. Menjaga semua perkakas`dan peralatan bersih dan ditempatkan pada yang seharusnya. j. Dilarang membawa mancis. Petugas harus berusaha membersihkan tempat pekerjaan segera setelah pekerjaan selesai. Janganlah mencoba menjalankan atau menggerakkan mesin-mesin atau alat-alat yang tidak diperlukan. kejadian tumpahan/kebocoran LPG. Seluruh daerah Instalasi Pengisian dan pemeliharaan LPG merupakan daerah terlarang untuk merokok dan menyalakan api. kejadian kebakaran. Pedoman Keselamatan Kerja dalam Keadaan Darurat minimal terdiri dari : • Daftar nama personil. 5. k. Dilarang berjalan di atas pipa saluran e. Merokok di larang keras kapan saja kecuali dalam lokasi-lokasi yang khusus diijinkan oleh Manajemen. Dilarang menyalakan api dan sumber-sumber api lainnya seperti pekerjaan las tanpa surat ijin kerja panas.9. • Site Plant 57 . h. • Jalur komando keadaan darurat • Uraian tugas dan tanggung jawab • Kerjasama dengan pihak lain yang terkait • Safety briefing dan pelaporan • Pengendalian rekaman • Area penyimpanan dan penimbunan tabung harus diberi tanda plakat dan peringatan untuk tidak merokok. c. yakinkan bahwa surat ijin atau surat keterangan yang diperlukan telah diperoleh. i. f.

menggunakan pemadam api dsb. Jika terjadi suatu keadaan darurat. b. menutup kerangan. g. Memperkenalkan diri nama. Kepala instalasi langsung menuju ke tempat kejadian. seperti mematikan pompa. d. Menjelaskan keadaan darurat secara ringkas . Semua panggilan keadaan darurat harus diketahui dengan ucapan ”INI KEADAAN DARURAT”.9. j.3 Prosedur Tanggap Darurat a. Setiap pekerja yang mengetahui adanya kebocoran atau penyebaran LPG yang ditandai dengan terciumnya bau tertentu. Suatu sistim alarm harus dapat didengar di seluruh daerah instalasi pengisian LPG untuk memperingatkan personil akan keadaan darurat yang mungkin akan terjadi. Karena LPG sifatnya dingin. m. i. mengaktifkan sistim sprinkler.9. Memberitahukan lokasi keadaan darurat secara benar dan tepat. Apabila sistim alarm umum gagal. mengamati keadaan dan meyakinkan bahwa prosedur keadaan darurat dilaksanakan dengan baik. 5. f. l. tabung meledak dll. mengajukan pertanyaan dan menginstruksikan tindakan apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi keadaan darurat. agar segera berusaha mencari tahu sumbernya. k. Tindakan yang segera dan tepat dalam menanggulangi kejadian tersebut harus ditangani sesuai dengan pedoman prosedur sebagai berikut : a. petunjuk lisan keadaan darurat akan diberikan dengan menggunakan radio dan sistim siaga keadaan darurat.5. gas yang terlepas akibat penguapan cairan LPG akan menimbulkan campuran udara dan gas hidrokarbon yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Cara yang benar untuk melaporkan keadaan darurat harus berbicara dengan jelas dan terang serta memberikan informasi yang tepat.4 Prosedur Penanggulangan Kebocoran/Penyebaran LPG Apabila LPG tertumpah di tanah. Setiap petugas bertanggung jawab untuk mengamati keadaankeadaan di daerah kegiatannya dan menanggulangi atau melaporkan segera setiap kejadian yang tidak biasa di daerah itu. gas ini akan mengkondensasi air dari udara dan disebut kabut gas. nomor personil/petugas dan bagian/tempat bertugas. Petugas yang menemukan adanya api. c. h. Kepala instalasi harus mendengarkan laporan. e. gas atau cairan hidrokarbon yang bocor harus segera melaporkan pada kepala instalasi tentang masalah dan situasinya. petugas yang bertanggung jawab harus langsung merespon untuk mengendalikan keadaan darurat di daerah instalasi. seperti kebakaran. 58 . Sesudah melapor dan atas petunjuk Kepala instalasi. personil di daerah tersebut akan mengambil tindakan langsung untuk mengatasi masalah atau menjaga agar tidak meluas sampai bantuan tiba.

k. masyarakat/penduduk yang ada di sekitar lokasi instalasi dalam radius 50 m. Terkena cairan LPG dapat menyebabkan luka bakar dingin . Apabila tindakan di atas tidak berhasil. Kepala satuan penyelamatan produk LPG dan bagian yang terkait harus memeriksa situasi pada lokasi kejadian kemudian meneliti dan menyelidiki sumber kebocoran dan berupaya mengatasi dan memperbaikinya. Orang-orang yang tidak berkepentingan dalam menangani kejadian tersebut harus mengungsi dari daerah kejadian dan tidak boleh berada di daerah 300 m dari kabut gas. g. c. n. motor bakar dll) harus dimatikan. Melakukan tindakan segera untuk mengatasi masalah atau agar masalah tidak meluas sampai bantuan tiba. q. hentikan semua aktifitas yang berkaitan dengan penerimaan dan penyerahan produk LPG f. Petugas emergensi akan menentukan zona yang aman sesudah pengukuran konsentrasi gas dilakukan. l. e. j. untuk tetap tenang dan tidak melakukan kegiatan yang menggunakan atau dapat menimbulkan nyala api terbuka. h. maka uap LPG akan merambat di atas tanah sebelum menyebar di atmosfir. i. Hanya High Expansion Foam (HEF) dengan ratio pengembangan busa 500 : 1 yang boleh digunakan dalam pengendalian penguapan tumpahan LPG agar penyebaran uap gas di atmosfir dapat terkendali. Apabila ini terjadi. Karena berat jenis uap LPG lebih berat dari udara. Alat pernapasan harus dipakai oleh personil yang bertugas`dalam mengatasi keadaan darurat tersebut. hangatkan bagian yang terkena dengan air 59 . o. Menghentikan semua aktifitas pengisian produk LPG dan menutup semua kerangan yang diperkirakan akan memutuskan atau paling tidak akan mengurangi besarnya penyebaran gas LPG dan mengeluarkan kendaraan angkutan tabung LPG. serta mengaktifkan water sprinkler system. Semua kegiatan perbaikan yang tidak ada hubungannya dengan kejadian dalam jarak 300 m dari kabut gas harus dihentikan dan semua sumber api (mesin las. Apabila sumber kebocoran/penyebaran gas telah ditemukan. p. Air tidak boleh diarahkan langsung ke tumpahan LPG karena ini akan membentuk gumpalan uap gas yang lebih besar. segera memberitahukan dan melapor kepada kepala satuan penyelamatan produk LPG. Zona yang berbahaya mungkin akan meluas apabila konsentrasi gas dalam jarak 300 m lebih tinggi dari pada 60 % dari Titik Nyala Terendah (TNT) gas. Petugas emergensi bertanggung jawab untuk mengukur konsentrasi gas di sekeliling tumpahan untuk menjamin bahwa daerah dalam jarak 300 m adalah aman. m. mengaktifkan sistim alat pemadam kebakaran dsb. Melarang/menghimbau kepada para pekerja. d.b. Menyiapkan regu penanggulangan keadaan darurat serta pompa pemadam dan perlengkapannya agar setiap saat siap segera melakukan tindakan atas berbagai kemungkinan yang akan terjadi. seperti menutup kerangan atau mengisolasi pipa atau tabung yang bocor.

• Kerangan harus segera ditutup karena panas radiasi secara tidak langsung akan membahayakan personil merusak alat-alat di daerah yang terbakar tersebut. d. alat bantu pernapasan dsb. Tersedia peralatan perlindungan kebakaran yang cukup. seperti : alat pemadam kebakaran ringan.hangat yang bersih sampai warnanya menjadi merah dan segera ke dokter untuk memperoleh pengobatan.9. tirai air (water curtain). 5. maka prosedur yang harus dilakukan adalah : • Kebakaran LPG tidak boleh dimatikan sebelum sumber bahan bakar atau kebocoran ditutup. Alat pemadam kebakaran yang sesuai harus tersedia di tempat dan dapat digunakan kapan saja. 5. c. Personil pengamat kebakaran harus petugas yang sudah mendapatkan pelatihan kebakaran atau sudah berpengalaman sebagai regu bantuan keadaan darurat. segera bertindak sendiri dan berusaha sedapat mungkin untuk memadamkan kebakaran dengan alat pemadam api yang sesuai dan yang berada di dekat lokasi kejadian.2 60 . 5. • Usahakan mengurangi radiasi panas kebakaran LPG dan mengendalikan api yang dapat membahayakan peralatan atau semakin besarnya api dengan menggunakan HEF (High Expansion Foam) ke genangan LPG yang terbakar atau dengan melindungi peralatan di sekeliling kejadian dengan semprotan air.5. b. Segera melapor kepada kepala penanggulangan kebakaran yang sedang bertugas dengan menyebutkan identitas pelapor. Kebakaran Kecil a. Pengamat kebakaran yang siap siaga tidak boleh melakukan pekerjaan lain bila sedang bertugas sebagai pengamat kebakaran.9. Setiap pekerja yang mengetahui terjadinya kebakaran kecil. Komunikasi harus dibuat antara kawasan kerja dan pengontrolan supaya mudah mengirimkan bantuan bila keadaan darurat terjadi. c. e.1 Ketentuan Umum a. Apabila keadaan seperti ini terjadi. lokasi kejadian.5. jenis yang terbakar dan tindakan yang telah dilakukan.9.5 Prosedur Penanggulangan Kebakaran LPG Pekerjaan panas dilakukan di daerah yang dikatagorikan sebagai ”daerah panas” memerlukan seorang pengamat kebakaran yang siap siaga terhadap bahaya kebakaran. alat pemadam api tepung kering (dry powder) harus dipakai. Apabila tumpahan LPG berkembang menjadi kebakaran. fire monitor. b.

Personil yang berada di assembly point akan diungsikan oleh petugas.2 5. Personil lain menghentikan semua kegiatan dan menuju assembly poin terdekat. segera meninggalkan kantor atau gedung menuju muster area dan selanjutnya akan diungsikan oleh petugas. kecuali kalau ada instruksi lain dari Petugas. Petugas keamanan wajib mengamankan daerah kejadian dan mengamankan instalasi pengisian LPG secara keseluruhan. Personil yang berada di dalam gedung atau kantor.9.6. b.6.6 Tanda-tanda Keadaan Darurat Tanda-tanda keadaan darurat meliputi beberapa kondisi.5. c. Kepala penanggulangan kebakaran dan anggotanya membawa perlengkapan yang diperlukan segera menuju ke lokasi kebakaran untuk mengevaluasi kejadian dan sekaligus melaksanakan penanggulangan kebakaran yang belum padam.6. c.d. Membunyikan tanda bahaya alarm d.9. Bekerjasama dan berkoordinasi dengan pihak lain di luar perusahaan dalam pelaksanaan pemadaman kebakaran. Melakukan evakuasi personil yang masih berada di dalam dan di sekitar area kebakaran. diantaranya : 5. Menghubungi para komandan satuan tugas dalam organisasi keadaan darurat untuk segera melakukan tindakan sesuai tugas dan tanggung jawabnya masingmasing. 5. sehingga kebakaran menjalar lebih luas dan besar. Klakson akan berbunyi 5 detik ”ON” dan 5 detik ”OFF” secara terus menerus b. Tanda Evakuasi a. c. 5.9. Klakson akan berbunyi 10 detik ”ON” dan 2 detik ”OFF” secara terus menerus selama 2 menit.3 61 .3 Kebakaran Besar a. Apabila kebakaran yang terjadi tidak berhasil diatasi. Petugas mengamankan daerah yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan perintah atasan.1 Peringatan Tanda Bahaya a. Petugas penanggulangan keadaan darurat menuju dan melapor ke bagian kebakaran e. maka langkah penanggulangan lanjutan adalah : b. 5. Klakson berbunyi selama 2 menit terus menerus b. Tanda Keadaan Aman a. Semua personil kembali ke tempat kerja dan bekerja seperti biasa.9. e.9. d.

badai topan. gelombang pasang dll.10 Kejadian alam yang tidak normal Kejadian alam yang tidak normal meliputi gempa bumi. Langkah yang harus dilakukan setiap personil dan atau petugas Badan Usaha jika terjadi kondisi alam seperti dimaksudkan di atas adalah berusaha secepat mungkin untuk melakukan langkah-langkah pengamanan baik untuk diri sendiri. banjir.5. orang lain dan asset perusahaan atau badan usaha. 62 .

c. bentuk dan contoh penempatan dapat dilihat pada Gambar 3. Jati diri pengemudi yang ditempatkan pada dashboard f. Ruang Lingkup Pedoman teknis transportasi LPG menetapkan persyaratan kendaraan pengangkut LPG. yaitu Kendaraan harus kuat dan terbuat dari bahan yang tahan api d. Persyaratan teknis dan laik jalan Pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan dibuktikan dengan surat tanda lulus uji kendaraan b. Surat Ijin Pengangkutan c. e. j. yang sekurang-kurangnya dapat merekam kecepatan kendaraan dan perilaku pengemudi dalam mengoperasikan kendaraannya. Alat pemantau unjuk kerja pengemudi . keselamatan. d. Kotak obat lengkap dengan isinya g. 6. PEDOMAN TEKNIS TRANSPORTASI LPG 6. Rancangan kendaraan harus mendapat sertifikat uji dari instansi yang berwenang. Harus memenuhi aspek perancangan kendaraan yang memenuhi persyaratan teknologi.2 Persyaratan Khusus Persyaratan khusus untuk kendaraan pengangkut LPG harus dapat memenuhi aspek perancangan kendaraan dan aspek konstruksi sebagai berikut : a. Konstruksi kendaraan harus memberikan pertimbangan teknologi pada berat kendaraan dan muatan.2. Nama perusahaan yang dicantumkan pada sisi kiri. Nomor telepon pusat pengendali operasi yang dapat dihubungi jika terjadi keadaan darurat. yang dicantumkan pada sebelah kiri dan kanan kendaraan pengangkut.2. persyaratan pengemudi. 6. kelaikan jalan dan kelestarian lingkungan. kerangka 63 .depan dan belakang kendaraan dengan ukuran. kanan dan belakang kendaraan dengan ukuran sebagaimana dalam Gambar 4. Kendaraan harus memenuhi aspek konstruksi. daya penggerak. Plakat yang dilekatkan pada sisi kiri.2.1.1 Persyaratan Umum Persyaratan umum kendaraan pengangkut LPG yang harus dipenuhi adalah : a.6. jalur lintas kendaraan dan prosedur pengoperasian angkutan LPG serta keadaan darurat di jalan. Perlengkapan keadaan darurat 6. Persyaratan Kendaraan Pengangkut LPG Setiap kendaraan pengangkut LPG harus memenuhi persyaratan umum dan persyaratan khusus sesuai dengan jenis dan karakteristik bahan yang diangkut. h. b. kanan . Alat pemadam kebakaran i.

f. sifat dan karakteristik LPG b. Kendaraan harus dilengkapi dengan Alat komunikasi. ban. 6. b.3. j. terutama pada saat membelok. g. segitiga pengaman. Sistim suspensi dan ban yang digunakan harus dapat menjamin kestabilan kendaraan. Ban yang digunakan memperhatikan beban maksimum yang bisa diterima setiap ban. Tangki yang tidak dipasang secara permanen harus tetap pada kendaraan pengangkut dan harus menggunakan pengikat yang memenuhi persyaratan. l. dongkrak dan lampu senter. karakteristik jalan dsb. k.1 Persyaratan umum Persyaratan umum pengemudi diantaranya : a. Memiliki pengetahuan mengenai bahan berbahaya yang diangkutnya. m.2 64 . seperti klasifikasi.3. 6. Kualifikasi Personil Pengemudi kendaraan pengangkut LPG harus memenuhi persyaratan umum dan persyaratan khusus.3. Mendapatkan pelatihan mengenai tata cara pengangkutan dan memiliki sertifikat yang diberikan oleh instansi yang berwenang c. i. Sambungan bongkar muat harus dipasangkan pada tangki secara kaku dan berjarak tidak lebih dari 40 mm di bawah bidang datar melalui garis sumbu gardan. Sistim suspensi harus dapat membagi beban pada setiap roda secara merata. Memiliki pengetahuan mengenai : • Jaringan jalan dan kelas jalan • Kelaikan kendaraan bermotor • Tata cara pengangkutan bahan Persyaratan khusus Persyaratan khusus pengemudi meliputi : a. seperti cara penanggulangan kecelakaan c. h. Memiliki pengetahuan mengenai bagaimana mengatasi keadaan jika terjadi suatu kondisi darurat. Bumper untuk melindungi dari kemungkinan benturan langsung dari belakang harus memenuhi persyaratan. n. lampu tanda bahaya. e.landasan. Jarak tanah untuk komponen tangki dan peralatan pengaman atau pelindung tidak boleh kurang dari 250 mm pada jarak 1 meter dari setiap sumbu atau 350 mm pada lokasi lain. pada saat kendaraan belum dimuati. Jarak antara bagian belakang ruang kemudi dengan bagian tangkiyang terdekat dengan ruang kemudi tidak boleh kurang dari 75 mm. Sistem rem harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Memiliki pengetahuan dan keterampilan mengenai tata cara 6. Memiliki Surat izin Mengemudi sesuai dengan golongan dan kendaran yang dikemudikannya.

di depan dan di belakang dengan latar belakang yang kontras dengan kata “Bahan Bakar Gas mudah terbakar” dengan huruf yang berukuran minimum 400 mm x 400 mm dengan warna hitam dan latar belakang putih d. 6. RTW harus secara jelas diberi tanda di kedua sisi. hanya dapat dilakukan apabila RTW dinyatakan bebas dari cairan / gas yang mudah terbakar. dan harus diperbaiki di luar ruangan dan tidak ada sumber api dalam jarak 8 meter atau jaringannya tidak dinyatakan sebagai sumber apabila diputuskan aliran listriknya.1. e.4. seperti tidak mudah panik. Memiliki fisik yang sehat 6. b. RTW harus dibersihkan dalam wkurun waktu 3 tahun sekali dan 5 tahun sekali untuk inspeksi f. bertanggung jawab dan tidak mudah jenuh menghadapi pekerjaan dan situasi yang monoton. RTW (Rail Tank Wagon) Persyaratan Rail Tank Wagon yang harus dipenuhi diantaranya adalah : a. Memiliki pengetahuan mengenai ketentuan pengangkutan LPG. RTW harus ditempatkan minimal 8 meter dari sumber api g. Untuk perbaikan. 65 . sabar.4. RTW yang dipergunakan sebagai alat angkut LPG harus dirancang khusus untuk mengangkut LPG. Fasilitas transportasi dalam pedoman ini meliputi pengangkutan LPG dalam bentuk curah dengan menggunakan kemasan besar. seperti truk tangki atau tangki portabel dan pengangkutan LPG dalam bentuk non curah yang dilakukan dengan kemasan tabung yang diangkut dengan menggunakan kendaraan pengangkut biasa sepanjang keamanannya dapat dijamin selama dalam perjalanan. Fasilitas transportasi LPG Yang dimaksudkan dengan fasilitas transportasi LPG adalah segala perlengkapan sarana transportasi dan persyaratannya yang berfungsi melancarkan proses kegiatan pengangkutan LPG sampai ke konsumen atau end user dengan aman dan selamat. label dan simbol e. Material yang digunakan harus dari besi Alloy atau yang disahkan oleh pejabat yang berwenang c.pengangkutan LPG d. seperti penggunaan plakat. Memiliki kemampuan psikologi yang lebih tinggi. RTW harus dilengakapi dengan papan portable dengan tulisan “Dilarang Merokok atau memasang lampu Tanpa Isolasi” dengan ukuran tulisan besar yang dapat terbaca dalam jarak 8 meter. f. Masing-masing jenis kendaraan pengangkut LPG memiliki persyaratan yang berbeda dan dijelaskan di bawah ini.

Harus mempunyai bumper belakang untuk melindungi tangki pipa-pipa dan alat bantu lainnya b. Baterei / accu harus dilindungi oleh lempengan penahan api. Bumper harus dirancang untuk dapat menahan tekanan sebesar 2 x massa tank wagon muatan penuh d. gesekan dan harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga jauh dari kemungkinan kerusakan isolasi karena panas. skid tank semi trailer dan skid tank trailer. • • Skid tank rigid adalah mobil yang dilengkapi dengan tangki tetap yang melekat pada chasis kendaraan tersebut. Persyaratan mobil Skid Tank untuk LPG : Persyarataan mobil skid tank yang harus dipenuhi adalah : a. Skid Tank Skid Tank adalah jenis tangki yang memiliki kapasitas di atas 1000 lb kapasitas air yang digunakan untuk mengangkut LPG curah dan dapat dipasang atau dilepas lagi di atas kendaraan pengangkut truk atau trailer. c. Semua jaringan pipa tangki diberi tanda sesuai dengan fungsi masing-masing. 66 . • 6.2. Harus ada alat pemadam kebakaran BCF atau pemadam dengan serbuk kering.h. dan dapat dipisahkan / dilepaskan. diantaranya skid tank rigid.4. f. adalah skid tank yang dilengkapi dengan rangkaian tangki yang melekat pada rangka dan roda tersendiri. Skid Tank semi trailer adalah mobil tanki dilengkapi dengan tarikan tanki dan merupakan satu rangkaian yang dapat dilepas / dipisahkan Skid tank trailler . e. Jaringan kabel listrik harus terisolir dari rangka dan harus diamankan serta dilindungi dari kerusakan-kerusakan mekanik. Kendaraan skid tank ada beberap jenis.4. 6.1. Tangki dan jaringan pipa harus dicat dengan warna putih mengkilap g.2. Bumper harus terletak minimum 400 nm dari belakang tangki dan paling sedikit 150 nm di belakang setiap peralatan yang dipergunakan untuk memuat atau mengosongkan tangki. voltage nominal tidak melebihi 24 volt.

Panjang tangki tidak boleh melebihi panjang rangka sendiri baik ke belakang atau ke depan.3.4. mesin harus tertutup plat logam (plat besi) d. Persyaratan Skid Tank Rigid LPG. c. Hubungan mobil tunda dengan tangki trailer harus sesuai dan dilengkapi pin pengaman /pengikat / per penekan yang mempunyai kekuatan patah dari penghubung atau pin pengaman minimal 2 x berat trailer sendiri. Safety kerangan dapat terbuka pada tekanan 27 kg/cm2 b. h. Harus ada roto gauge d. Sistem rem untuk ban belakang dari trailer harus berfungsi serta dipasang nomor polisi dan lampu sesuai ketentuan lalu lintas / DLLAJR. Tangki terbuat dari bahan yang tidak mudah terbakar dengan konstruksi yang sesuai serta memenuhi persyaratan dari instansi yang berwenang. Mobil tunda (penarik) harus dilengkapi dengan ban ganda pada bagian belakang b. Skid tank rigid LPG memiliki persyaratan minimal sebagai berikut : a. c.2. Berat tanki dengan muatan tidak boleh melebihi batas kemampuan rangka kendaraan tersebut serta disesuaikan dengan kelas jalan yang dilewati. Skid Tank semi Trailler Kendaraan jenis skid tank semi trailer memiliki persyaratan sebagai berikut : a.4. Jarak antara cabin belakang dengan dinding tangki minimum 50 cm 6. Skid Tank Trailler Persyaratan kendaraan jenis skid tank trailer yang harus dipenuhi adalah : a. f. Lebar tangki tidak boleh melebihi lebar kendaraan / kabin serta panjang tangki tidak boleh melebihi panjang sisa chassis.2. Antara skid dengan rangka diberi perantara kayu keras. e. g. Ban muka dan belakang 67 . Bagian depan dari tangki trailer dilengkapi dengan minimal sebuah tiang penyangga yang dapat diatur ketinggiannya guna menunjang berat tangki & muatan bila rangkaian dilepas. Harus ada pressure gauge.6.2.4.2. 6. Tangki harus melekat pada rangka dan tidak goyah dengan diikat dengan mur baut.4. Antara cabin dan tangki.

Lampu rotary warna merah yang dipasang pada samping kanan atas. Kapasitas tangki mobil ditandai dengan level indicator gauge / roto gauge 6. maka konstruksinya dimungkinkan mempunyai ruang kosong. Kelengkapan Skid Tank Skid tank harus dilengkapi dengan peralatan sebagai berikut : a.0% dari kapasitas penuh isi tangki yang bersangkutan. Dalam Kota 40 km/jam. Luar Kota 60 km/jam.kiri kanan harus terpasang ganda. Batas isi aman. b.4. d. Tanda peringatan dilarang menumpang dengan tinggi huruf 7 cm dan cat warna putih dipasang di bawah nama perusahaan (PT) pada kedua sisi pintu mobil g. Tanda peringatan “ Max kecepatan ” i. 6. Rangkaian mobil tangki dan trailer dilengkapi dengan pin dan 2 buah rantai keselamatan (terbungkus karet) yang kuat daya tariknya dan dihubungkan dengan kaitan. Surat kir dan formalitas lain yang berlaku b. Lampu-lampu signal dan perlengkapan yang lain yang diperlukan c. ii. Setiap mobil tangki hanya dibenarkan diisi dengan satu jenis produk. Untuk menghindari adanya perubahan volume akibat kenaikan suhu. • Batas isi aman setiap skid tank harus sesuai dengan kapasitas. Cabin di cat dengan warna merah dan dilengkapi simbol / lambang perusahaan ukuran 15 x 15 cm serta nama perusahaan dengan tinggi huruf 5 cm dengan cat warna kuning pada kedua sisi pintu mobil (lihat gambar Skid Tank) f. b. Batas isi aman sesuai kapasitas. Spot board dicat warna hitam 68 . Jika terdapat/dilengkapi sekat harus berlobang sehingga antar compartment saling berhubungan. max 90. Bendera merah ukuran 20 x 30 cm dipasang pada samping kanan atas. e. Persyaratan Muatan Muatan yang akan diangkut oleh mobil tangki harus memenuhi persyaratan di bawah ini : a.5. serta tidak menggeser di jalanan pada saat kendaraan berjalan.4.3.2. h. Mobil tangki harus dilengkapi dengan STNK. Kapasitas muatan tangki trailer tidak boleh sama atau melebihi muatan yang ditetapkan tangki dari mobil tangki sendiri.

Tangki dicat dengan warna putih yang dilengkapi dengan gambar/lambang BADAN USAHA ukuran 600 x 600 mm dan dibelakangnya tulisan LPG berwarna merah dengan ukuran tinggi huruf 350 mm serta tulisan BADAN USAHA berwarna biru dengan tinggi huruf 200 mm. Busi tertutup / terisolasi e. Mesin penggerak harus dapat distarter bukan diengkol dan ditutup plat logam besi : b. o. k. Right hand drive ( kemudi di kanan). g. 3) Untuk tangki berisi propana – butana (mix). Ditandai sama dengan butane Tanda peringatan Dilarang Merokok dipasang pada bagian samping bawah. Knalpot.4. kanan. Ban harus baik. Saringan udara pada karburator harus terpasang d. h. j. Rem harus bekerja dengan baik tidak mengocok. Sekering asli dan tidak boleh diganti dengan kawat k. dan belakang mobil tangki. m. • Ban tengah merah ( 100mm) • Huruf pada ban tengah B (cat hitam) dengan tinggi 50 mm pada kedua sisinya. Semua aliran listrik tertutup /terisolasi j. Gerakan kemudi maksimum 60 o 69 . ( gambar terlampir pada lampiran ) Isi dalam kg di atas kiri. Kabel listrik i. l. tidak gundul. n. Rem tangan juga harus bekerja dengan baik. 6. Bumper depan dan belakang dicat dengan warna hitam dengan garis/strip kuning 45o (dapat berupa spot light)/ Kode identifikasi kir / izin masuk instalasi / Depot dari KK/LL setempat dipasang pada plat belakang spot board. Kode warna pita lingkaran diletakkan pada bagian belakang tangki dengan rincian : 1) Untuk tangki berisi butana. • Cat warna dasar biru tua (200 mm). Simbol transportasi bahan bakar gas mudah terbakar dipasang pada bagian samping kanan dan kiri belakang. Cut out ditutup.5 cm sebagai pembatas • Ban tengah merah (100 mm) • Huruf pada ban tengah P ( cat hitam ) dengan dengan tinggi huruf 50 mm pada kedua sisinya. c.i. dilekatkan pada dinding samping tangki. Dinamo starter terlindung f.4. Truk Truk pengangkut LPG memiliki persyaratan sebagai berikut : a. 2) Untuk tangki berisi propana • Cat warna dasar putih ( 200 mm) dengan garis hitam selebar 0. tidak makan sebelah. muka dan belakang dengan tinggi huruf 7 cm.

mantap dan ketahanan yang baik. terowongan dan jalan yang sempit. seperti daerah kemacetan lalulintas. 6. 6. Tingkat bahaya muatan dan jenis bahan yang diangkut c.5. Accu dipasang dalam kap mesin yang tertutup atau disamping chassis dengan kotak khusus dengan dilengkapi tutup. Pemeriksaan racun api dilakukan setiap 3 bulan sekali. dan keadaan darurat mudah diambil. p. Racun api CO2 atau BCF ukuran 2 atau 3 lbs ditempatkan di tempat yang mudah terlihat/diambil dalam cabin. o. f. Jalur Lintas Pengangkutan LPG Pengangkutan LPG di jalan harus memenuhi ketentuan aspek keselamatan dan keamanan yang dapat dijelaskan di bawah ini.1 Jalur lintas pengangkutan LPG harus memperhatikan : a. harus dibuatkan tempat khusus yang rapat serta tak mudah terbakar / benturan. tekanan pengisian. 70 . Bak truck terbuat dari kayu. tempat penyimpanan bahan berbahaya. Tangga dipasang di bagian depan. guncangan dalam perjalanan dan lain-lain. ditambah safety factor 35 Kpa atau = 3. Skid Tank harus dilengkapi dengan grounding dari kawat khusus/tembaga dan dilengkapi dengan crocodile clamp. Tidak melalui daerah rawan sepanjang lintasan. Tanki Konstruksi tangki sedemikian rupa sehingga mampu menahan tekanan statis dari LPG. Bahan tangki aluminium alloy atau dari besi plat seperti low carbon steel / low alloy steel. Bentuk tangki oval panjang agar mampu mengurangi goncangan. Tidak melalui daerah padat penduduk. Muatan kendaraan pengangkut LPG tidak boleh melebihi berat kotor dari berat kendaraan pengangkut LPG.5.5 kg/cm2.5. Bila disimpan di luar. Frekwensi pengangkutan dan jenis kemasan d. g.l. e. diikat. samping atau belakang tangki. Kelas jalan yang dilalui b.4. Tidak melalui tanjakan dan belokan yang membahayakan atau tidak memungkinkan dilalui kendaraan pengangkut LPG. Racun api jenis bubuk kering yang ukuran siap pakai 20 lbs dipasang di belakang cabin luar. 6. n. Perlu dipasangkan penyangga tangki yang kuat dibuat dari balok besi “U” untuk memperkuat kedudukan tangki. Tidak boleh dipasang dibawah tangki. Tempat alat/kunci disimpan dalam cabin. q. depot bahan bakar dan jalur listrik tegangan tinggi. Kotak P3K ditempatkan dalam cabin yang dilengkapi dengan obat P3K & zalf bakar. m.

b. Tidak diperbolehkan ada orang lain yang ikut dalam pengangkutan LPG. Tabung-tabung sebaiknya disusun secara aman. Tabung harus diangkut dalam posisi berdiri. selain personil yang ditunjuk. Laporan rencana lintas angkutan Setiap pengangkutan LPG curah. lintas yang dilalui. • Lampu tanda bahaya berwarna kuning yang ditempatkan di atas atap ruang kemudi • Rambu portable • Kerucut pengaman • Segitiga pengaman • Dongkrak. juga harus dilengkapi dengan perlengkapan keadaan darurat sebagai berikut : • Alat komunikasi antara pengemudi dengan pusat ppengendali operasi dan atau sebaliknya. tempattempat pemberhentian dan tujuan (tempat pembongkaran) kepada pihak yang terkait. h. Prosedur Pengangkutan Tabung LPG a. pita pembatas. sebaiknya melaporkan rencana lintas angkutan mulai dari asal tempat pemuatan. Penumpukan tabung harus dilakukan tidak lebih dari ¼ tinggi dari top layer tabung . dengan alat pengaman tekanan secara langsung berhubungan dengan ruang uap dari tabung. tidak lebih tinggi dari sisi truk.2 Daerah padat penduduk Dalam kondisi tertentu pengangkutan LPG dapat melalui daerah padat penduduk dengan syarat harus disertai pengawalan oleh petugas yang bertanggung jawab di bidang lalu lintas dan angkutan. Gas Mudah Terbakar dan Dilarang Merokok. c. e.6. Setiap kendaraan pengangkut LPG harus dilengkapi minimal alat pemadam api (portable fire extinguisher) yang memiliki kapasitas minimum 9 kg bahan kimia kering. 6. Kendaraan pengangkut LPG lebih dari 225 kg harus dilengkapi tanda peringatan yang mudah dibaca dan jelas dilihat.7. Prosedur Pengendalian Keadaan Darurat diperjalanan Kendaraan pengangkut LPG selain harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. serbuk gergaji • Lampu senter • Warna kendaraan khusus 71 .5. diantaranya : Awas Bahaya ! . Tabung LPG kecil dapat diangkut dalam kendaraan penumpang hingga batas 40 kg. 6. Tabung-tabung harus diikat dengan posisi aman untuk meminimalkan kemungkinan bergeser. Kendaraan pengangkut tabung LPG sebaiknya kendaraan jenis bak terbuka. Tabung LPG tidak boleh memiliki indikasi kebocoran sebelum dimuat ke atas kendaraan pengangkut LPG. roboh atau mengalami kerusakan fisik d.3 6.5. i.6. f. g.

maka pengemudi harus melakukan tanggap darurat sebagai berikut : a.• • Pedoman pengoperasian kendaraan untuk keadaan normal dan darurat Ganjal roda yang cukup kuat. c. Karena berat jenis uap LPG lebih berat dari udara. serta mengaktifkan water sprinkler system. Zona yang berbahaya mungkin akan meluas apabila konsentrasi gas dalam jarak 300 m lebih tinggi dari pada 60 % dari Titik Nyala Terendah (TNT) gas. Apabila ini terjadi. lalu memeriksa situasi pada lokasi kejadian dan menyelidiki sumber kebocoran serta berupaya mengatasi dan memperbaikinya. Orang-orang yang tidak berkepentingan dalam menangani kejadian tersebut harus mengungsi dari daerah kejadian dan tidak boleh berada di daerah 300 m dari kabut gas. Menyiapkan regu penanggulangan keadaan darurat serta pompa pemadam dan perlengkapannya agar setiap saat siap segera melakukan tindakan atas berbagai kemungkinan yang akan terjadi.7. Prosedur Penanggulangan Kebocoran/Penyebaran LPG Apabila LPG tertumpah diperjalanan.2. Air tidak boleh diarahkan langsung ke tumpahan LPG karena ini akan membentuk gumpalan uap gas yang lebih besar. seperti menutup kerangan atau mengisolasi tabung yang bocor. e. Menghubungi petugas emergensi untuk mengukur konsentrasi gas di sekeliling tumpahan untuk menjamin bahwa daerah dalam jarak 300 m adalah aman. Prosedur Penanggulangan Kebakaran LPG a Alat pemadam kebakaran yang sesuai harus tersedia di kendaraan pengangkut LPG dan dapat digunakan kapan saja. Melarang/menghimbau kepada masyarakat/penduduk yang ada di sekitar lokasi dalam radius 50 m dan tidak melakukan kegiatan yang dapat menimbulkan nyala api terbuka. 6. k. 72 .7. 6. Melakukan tindakan segera untuk mengatasi masalah atau mengupayakan agar masalah tidak meluas hingga bantuan tiba. Menghentikan kendaraan di tempat yang aman. hangatkan bagian yang terkena dengan air hangat yang bersih sampai warnanya menjadi merah dan segera ke dokter untuk memperoleh pengobatan.1. Petugas emergensi akan menentukan zona yang aman sesudah pengukuran konsentrasi gas dilakukan. Terkena cairan LPG dapat menyebabkan luka bakar dingin . l. i. f. Menghentikan semua aktifitas pengisian produk LPG dan menutup semua kerangan yang diperkirakan akan memutuskan atau paling tidak akan mengurangi besarnya penyebaran gas LPG dan mengeluarkan kendaraan angkutan tabung LPG. b. g. maka uap LPG akan merambat di atas tanah sebelum menyebar di atmosfir. mengaktifkan sistim alat pemadam kebakaran dsb. h. d. j. Alat pernapasan harus dipakai oleh personil yang bertugas`dalam mengatasi keadaan darurat tersebut.

Melakukan evakuasi personil yang masih berada di sekitar area kebakaran. 73 . Kebakaran LPG tidak boleh dimatikan sebelum sumber bahan bakar atau kebocoran ditutup. alat pemadam api tepung kering (dry powder) harus dipakai. jenis yang terbakar dan tindakan yang telah dilakukan. lokasi kejadian. Apabila kebakaran yang terjadi tidak berhasil diatasi. Kepala penanggulangan kebakaran dan anggotanya membawa perlengkapan yang diperlukan segera menuju ke lokasi kebakaran untuk mengevaluasi kejadian dan sekaligus melaksanakan penanggulangan kebakaran yang belum padam. Apabila keadaan seperti ini terjadi.b c d e f g h i j k Menghubungi petugas yang sudah mendapatkan pelatihan kebakaran atau sudah berpengalaman sebagai regu bantuan keadaan darurat. Bekerjasama dan berkoordinasi dengan pihak lain di luar perusahaan dalam pelaksanaan pemadaman kebakaran. sehingga kebakaran menjalar lebih luas dan besar. Komunikasi harus terus dilakukan antara pengemudi dan bagian pengontrolan supaya mudah mengirimkan bantuan bila keadaan darurat terjadi. Segera melapor kepada kepala penanggulangan kebakaran yang sedang bertugas dengan menyebutkan identitas pelapor. maka langkah penanggulangan lanjutan adalah : Menghubungi para komandan satuan tugas dalam organisasi keadaan darurat untuk segera melakukan tindakan sesuai tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Kerangan harus segera ditutup karena panas radiasi secara tidak langsung akan membahayakan personil dan merusak alat-alat di daerah yang terbakar tersebut.

74 .Gambar 3 Gambar 4.

75 .Gambar 5.

76 . Migas) dan telah terdaftar di Ditjen Migas. Seluruh personil yang telah mendapatkan pelatihan. Mampu membedakan tabung LPG yang layak dan tidak layak edar dengan tepat dalam seluruh aspek pengujian (berkompeten) f. d. Pedoman teknis ini dapat digunakan untuk melakukan pemeriksaan berkala tabung LPG yang meliputi pemeriksaan tabung baru. Harus memiliki pengetahuan dan wawasan yang cukup untuk memahami kondisi dan peduli terhadap bahaya yang ditimbulkan apabila salah dalam melakukan inspeksi c. Penentuan inspeksi berkala tergantung pada isi pedoman tertulis yang telah disetujui oleh pihak yang berkompeten. Pedoman ini diterapkan untuk tabung-tabung yang dilindungi oleh suatu sistem pencegahan korosi eksternal dan di desain sesuai dengan SNI 1452-2007 atau standard konstruksi dan desain yang setara. Migas.5 liter sampai dengan 150 liter. 7. 7.3 Kriteria Perusahaan Jasa Inspeksi a. berpengalaman dan mampu memberikan keputusan yang objektif terhadap subjek yang di inspeksi. pemeriksaan tabung lama dan kerangannya. Telah terdaftar dan ditunjuk oleh Ditjen.4 Jarak waktu antara Pemeriksaan Berkala Penentuan jarak waktu antara pemeriksaan berkala tergantung pada isi pedoman tertulis yang telah disetujui oleh pihak yang berkompeten sesuai dengan kondisi pada Annex A Standar ISO 10464:2004 Jarak waktu antara pemeriksaan berkala adalah 15 tahun sesuai dengan lampiran A. Pelatihan sebaiknya diberikan minimal setiap 3 tahun sekali dan terdokumentasi e. PEDOMAN TEKNIS INSPEKSI BERKALA TABUNG LPG 7. bertindak mewakili dan atas nama inspektor dari Pemerintah (Ditjen.1 Ruang Lingkup Pedoman teknis inspeksi berkala tabung LPG dimaksudkan untuk memberikan informasi mengenai prosedur pengujian dan inspeksi berkala tabung LPG dengan kapasitas air 0. Pelaksanaan inspeksi dapat dipercepat tidak lebih dari 10 tahun jika terdapat kondisi khusus dimana dalam Annex A tidak terpenuhi. 7.8. Memiliki sertifikat yang masih berlaku dan dikeluarkan oleh instansi yang berwenang.7. b.2 Kualifikasi Personil a. Perusahaan Jasa Inspeksi harus memiliki SDM yang berkompeten dan bersertifikat b. Inspektor dari pihak ke III.

5.3.2 Prosedur pemeriksaan Seluruh permukaan tabung harus diperiksa oleh personil yang berkompeten terhadap adanya : 7. Uji kebocoran dan uji pneumatic d.5. tabung silinder diperiksa bagian dalamnya dari beberapa kemungkinan korosi atau kerusakan lain yang dapat mempengaruhi kualitas tabung.2 7. Uji kebocoran pneumatic untuk tabung-tabung LPG dengan kapasitas air 6. oli atau benda asing yang menempel. • Jika diperlukan pembersihan secara mekanik. c. • Diperlukan kehati-hatian untuk mencegah kerusakan pada tabung • Tabung-tabung yang dipakai dengan suatu proses yang dapat mengikis bahan material tabung harus diperiksa ketebalan dindingnya. yaitu : a. 7. aspal. Dilakukan untuk mengetahui ketebalan dinding tabung dan tekanan burstingnya.3 77 . chemical cleaning atau metode lain yang sesuai. umumnya terdiri dari pemeriksaan tabung bagian luar secara visual sesuai yang tertulis pada bagian 7.5. Tabung sebaiknya diperiksa ulang setelah dibersihkan. Tekanan bursting actual terbukti sama atau lebih dari : • 35 bar untuk tabung yang didesain untuk butane • 70 bar untuk tabung yang di desain untuk propana • Setelah sisa cairan residu dibuang dan tekanan dalam tabung dihilangkan.3. korosi. Pemeriksaan visual bagian luar tabung (eksternal) 7. Prosedur pengujian Dalam setiap kegiatan prosedur pemeriksaan berkala.5. Uji Ekspansi pneumatic yang dilakukan oleh pihak pemerintah atau pihak lain yang terkait. shot blasting. seluruh material tersebut harus dibersihkan dengan cara steel wire brushing.5. salah satu prosedur berikut ini harus dilakukan.5.1 Persiapan pemeriksaan visual untuk bagian luar tabung • Apabila permukaan tabung telah bersih dari cat. maka tekanan actual burst adalah sama dengan atau melebihi : • 35 bar untuk tabung yang di desain untuk pemakaian butane • 70 bar untuk tabung yang di desain untuk pemakaian propane e.1 Umum Penentuan prosedur inspeksi berkala tergantung dari isi skema tertulis yang disetujui oleh pihak yang berkompeten. Pemeriksaan visual bagian dalam tabung. pelaksanaannya dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak dinding tabung. Pengujian tekanan hidrolik b.3. water jet abrasive cleaning.5 Prosedur Inspeksi Berkala 7.5 liter atau lebih kecil.7. Apabila diperlukan dan dipersyaratkan oleh peraturan nasional.

tabel 4 dan tabel 5 di bawah kondisi pengecualian dan dengan persetujuan personil yang berkompeten.2. Korosi. penebalan . tonjolan. 7. Kerusakan lainnya atau kerusakan akibat terbakar . kerak. untuk selanjutnya dilakukan pengujian atau tidak dapat digunakan lagi.5. 78 . apabila tabung telah lulus tekan seperti yang tercantum pada pengujian tekanan hidrolik.3 Setiap tabung yang di reject oleh personil yang berkompeten. ketebalan dinding tabung dapat kurang dari nilai desain minimum. lokasi dimana air dapat terperangkap pada bagian dasar tabung. harus dipisahkan untuk direkondisi. mengacu pada kriteria rejection pada Tabel 8. goresan.3 Kerusakan yang terlihat mata Kriteria reject untuk kerusakan material tabung terdapat pada table 3. antara badan tabung dengan selubung kerangan dan korosi yang tidak terlihat mata.• • • Penyok. cungkilan.3. Penerapan kriteria rejection terdapat pada Tabel 8. pertemuan antara badan tabung dengan foot ring.1. petunjuk untuk rejection seperti dalam Table 8.

dimana peot melebihi 2 % dari diameter luar tabung Sebuah bekas/jejak tajam dimana metalnya terkelupas. retak. cut dan bulge pada permukaannya Apabila hitungan asli dari ketebalan dinding diketahui. Batasan Rijek/penolakan Di tolak untuk semua kasus Jika kedalaman penyoknya melebihi 25% dari ketebalan maka akan ditolak Terpotong atau tercongkel Pertemuan antara lubang dan gouge Tonjolan yang mengandung lubang dan gouge Retak Pada titik temu dari 2 atau lebih lubang dan gouge Sebuah tekanan pada tabung yang mana terdapat sebuah lubang atau gouge Ada celah atau rebekan pada tabung Tempelan/lapisan Material pelapis pada dinding tabung yang telihat seperti sambungan. dan kedalaman jejak adalah dibawah hitungan minimum dari kebebalan dinding maka kasus ini dapat diterima Tapi apabila hitungan asli dari ketebalan dinding tidak diketahui maka harus ditolak untuk semua kasus Ditolak untuk semua kasus Bila ukuran penyok .Table 5 Kerusakan – Kerusakan Fisik Pada Dinding Tabung Kerusakan Tonjolan Penyok Uraian Kelihatan menonjol pada tabung Sebuah tekanan pada tabung yang menyebabkan rusaknya lapisan metal. lubang atau gouge melebihi ukuran maka ditolak sebagai kerusakan individu Ditolak untuk semua kasus Ditolak untuk semua kasus 79 .

Bila total panjang dari korosi pada beberapa tempat melebihi 50 % dari keliling tabung 2.6 mm Korosi permukaan Korosi Umum Ketika kedalaman penetrasi dari lubang melebihi 0.Table 6 Korosi Pada Dinding Tabung Kerusakan Korosi pada lubang isolasi Uraian Lubang pada metal yang terjadi pada daerah isolasi konsentrasinya tidak melebihi 1 pit per 500 mm2 dari luas area Pengurangan ketebalan dinding melebihi Pengurangan ketebalan dinding melebihi 20 % dari permukaan dinding Sebuah rangkaian dari lubang2 atau rongga Batasan Rijek/penolakan Bila kedalaman lubang melebihi 0.4 mm atau bila kedalaman korosi tidak dapat terukur Korosi piting atau garis atau korosi channel Korosi Celah Korosi celah terjadi pada daerah titik pertemuan foot ring dengan tabung 80 .2 mm 1.4 mm Ketika kedalaman penetrasi dari lubang melebihi 0. Bila kedalaman korosi tidak terukur Bila kedalaman penetrasi melebihi 0.4 mm 3. Bila kedalaman penetrasi melebihi 0.

Tabel 7 Kerusakan Lain Kerusakan Tutup Tekanan Percikan Api Uraian Kerusakan tutup yang berasal dari perubahan profil tabung Terbakarnya logam dasar dari tabung. sebuah efeek panas yang kuat atau melepaskan logam dengan menggores Lokalisir panas dari tabung. atau sebuah level batasan penyimpamgan harus disetujui olah petugas yang berwenang Ditolak untuk semua kasus Kerusakan akibat api Ditolak untuk semua kasus 81 . biasanya melalui ‐ Pemanasan cat ‐ Kebakaran dari logam ‐ Distorsi dari tabung ‐ Mencairnya bagian dari valve logam ‐ Mencairnya komponene komponen dari plastik Batasan Rijek/penolakan Ditolak untuk semua kasus.

Pengujian tekanan hidrolik a.5. Pelaksanaan Pengujian Hidrostatik • Tekanan pengujian ditentukan dari tekanan yang tercantum pada tabung • Tekanan tabung dinaikkan secara bertahap sampai tekanan pengujian tercapai. • Jika terdapat kebocoran. seperti flexible tubing. • Tabung LPG dibersihkan dengan cara membasahkan bagian luar permukaan tabung dan mengeringkannya. b. pressure gauge. 7. • Tekanan pengujian tidak boleh lebih dari 10 % atau 2 bar.5. • Menyiapkan dan memastikan bahwa peralatan pengujian. dilas atau diservis ulang sesuai dengan prosedur tertulis yang disetujui pihak yang berkompeten. • Tabung-tabung dengan kerangan yang tidak berfungsi dipisahkan dan dibawa ke tempat yang aman untuk penggantian. Selanjutnya tabung dipisahkan. misalnya air atau minyak tanah. maka tabung harus diperiksa bagian dalamnya untuk 82 . • Menggunakan pressure gauge yang terkalibrasi dan mampu membaca tekanan pengujian tabung. Tabung yang ditolak diklasifikasikan sesuai kondisi masing-masing tabung untuk diperbaiki.5.5. fitting dan komponen lainnya dalam kondisi baik. • Tabung-tabung yang tidak lulus pengujian harus ditolak. • Kerangan tabung yang telah dilepas diperiksa dan diperbaiki.2 7. kerangan. Persiapan • Menggunakan cairan sebagai media. • Tekanan pengujian dipertahankan selama paling cepat 30 detik hingga pengujian selesai.5 Pemeriksaan visual bagian dalam tabung Setelah membersihkan sisa residu cair dan menghilangkan tekanan dalam tabung. mana yang lebih kecil. • Tabung yang tidak bocor tetapi nampak adanya penyimpangan permanent sebaiknya dipertimbangkan untuk memperoleh hasil pengujian yang memuaskan.1 Persiapan tabung • Tabung dikosongkan dari adanya cairan dan tekanannya dihilangkan dalam suatu kondisi yang terkontrol dan aman sebelum proses pengujian.4.4.7.4 Prosedur Uji Tambahan 7. harus dikoreksi dan tabung diuji ulang.

Pengecekan kebocoran harus dilakukan untuk keseluruhan tabung dan sebaiknya dicelupkan ke dalam air. Pelapisan akhir harus dilakukan setelah pengujian dengan tujuan tidak untuk menutupi potensi kebocoran. Pengecatan kembali (repainting) sebelum pengujian sebaiknya terbatas untuk lapisan primer.5. Tabung-tabung harus diisi dengan media untuk pengujian tekanan dan tekanan dijaga atau dipertahankan selama 5 detik hingga 7 detik sampai pengujian selesai.2 Pembersihan tabung bagian dalam harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah kerusakan pada dinding tabung dan setelah dibersihkan harus diperiksa kembali. valve tersebut sebaiknya dipasang kembali sebelum pengujian.1 Umum Tabung harus ditempatkan dalam suatu kubangan air dilengkapi dengan alat pengukur ekspansi dan diberi tekanan 83 . b.5. Tekanan uji pneumatic untuk tabung harus ditentukan sebelum pengujian dimulai. Tabung bagian dalam perlu dibersihkan secara mekanik dari berbagai kotoran dan benda asing.6. Jika pressure relief valve dilepas. Beberapa tabung yang tidak lulus tes harus direkondisi atau tidak digunakan lagi. Apabila dilengkapi dengan kerangan pengaman (pressure relief valve). d.7. jarak pengamanan harus dijaga antara tekanan uji pneumatic dan tekanan setting dari pressure relief valve.6. Jika diperlukan pressure relief valve dilepas`dan ujungnya ditutup selama pengujian. Tekanan dapat diturunkan selama pemeriksaan kebocoran.5. Tekanan uji pneumatic harus sama dengan tekanan uji hidrolik. Penurunan tekanan sebaiknya tidak kurang dari kenaikan tekanan pada temperature acuan yang diberikan dalam standar desain.5.mengetahui adanya tanda-tanda tabung terkorosi atau adanya kerusakan lain yang dapat mempengaruhi integritas tabung. 7.2 7.7 Uji Ekspansi Volumetric 7.5.1 Umum Tabung di uji dalam suatu batasan yang aman untuk melindungi tabung di bawah kondisi tekanan pneumatic.6 Uji Kebocoran dan Uji Pneumatik 7. c. Tabung-tabung yang menunjukkan korosi internal harus diganti dan dievaluasi sesuai dengan table 8. Prosedur a. 7.

7.4 84 .5 kali tekanan uji maksimum tabung.2 Persiapan Tabung • Tabung dikosongkan dari adanya cairan dan tekanannya dihilangkan dalam suatu kondisi yang terkontrol dan aman sebelum proses pengujian. Jika terdapat kebocoran dalam sistem tekanan. 7. c.7. Seluruh sambungan dalam sistem dipastikan tidak bocor Sistem pengukuran ekspansi harus memiliki akurasi ± 2 % atau lebih baik lagi Prosedur a. e. Tabung sebaiknya tidak menunjukkan ekspansi tetap yang lebih besar dari 10 % dari ekspansi maksimumnya.3 7. • Kerangan tabung yang telah dilepas diperiksa dan diperbaiki. Pengukur takanan harus terkalibrasi dan diperiksa ke akuratannya dengan menggunakan master pengukur tekanan pada jarak tertentu dan sebaiknya tidak kurang dari 1 kali sebulan.5. harus dilakukan koreksi dan tabung diujikan kembali. Selanjutnya tabung diisolasi. Tekanan pengujian harus ditetapkan dari tekanan uji yang tercantum pada tabung b.7. Tekanan pengujian dipertahankan selama paling cepat 30 detik hingga pengujian selesai. • Tabung-tabung dengan kerangan yang tidak berfungsi dipisahkan dan dibawa ke tempat yang aman untuk penggantian. Flexible tubing harus memiliki karakteristik yang dapat mencegah patah.5. Pengukur tekanan yang digunakan mampu membaca tekanan uji tabung sesuai dengan standar yang disetujui.dengan menggunakan air. Peralatan Uji Seluruh peralatan yang diperlukan disiapkan. minyak tanah atau cairan lain yang sesuai. Master pengukur tekanan harus direkalibrasi sesuai dengan persyaratan nasional. d.5. diantaranya : • Pipa • Flexible tubing • Kerangan-kerangan • Fitting • Komponen pendukung Peralatan uji di desain untuk menjaga tekanan 1. 7. Tekanan tabung dinaikkan secara perlahan sampai tekanan uji tercapai.

5 7.2.7.7.1 Umum Apabila terjadi penggantian kerangan selama pemeriksaan berkala. Ulir eksternal Ulir bagian luar dari leher tabung yang diperlukan untuk operasional harus dipastikan integritas dan kemungkinan adanya kerusakan.3 7.6 Pemeriksaan ulir atau drad tabung 7. Ulir internal Ulir internal tabung secara visual dapat terlihat apakah bentuknya sesuai dan kondisinya bersih.7. 7.6. sampai 7.3 7. perhatian khusus yang harus dilakukan adalah mencegah timbulnya korosi internal Purging Udara dihilangkan dari dalam tabung. 7. Identifikasi tempat pengujian atau personil yang melakukan pengujian Tanggal pemeriksaan berkala.1 Pengeringan Setelah uji hidrolik.7 Operasi Penyelesaian 7.2 7.6 85 .4.2 7.6.6.7.7.7. Kerusakan ulir Kerusakan yang terdapat pada ulir dapat diperbaiki oleh personil yang berkompeten apabila perbaikan tersebut diperlukan dan diijinkan.6.4 7.6. Valving Kerangan yang sesuai dan dipasang pada tabung harus menggunakan seal yang aman Marking Apabila pemeriksaan berkala telah selesai dilakukan. Tinggi bidang penandaan (marka) paling pendek 4 mm Referensi tanggal periode inspeksi berikutnya Tanggal pemeriksaan berkala berikutnya harus teridentifikasi pada bagian tabung sesuai dengan aturan yang berlaku. ulir atau drad tabung harus diperiksa sesuai dengan butir 7. masing-masing tabung harus dilengkapi dan ditandai dengan informasi sebagai berikut . Tare Mass Penimbangan tabung harus ditetapkan lagi atau diulangi jika terjadi penggantian kerangan pada tabung.4 7.7. Tabung tidak boleh dibiarkan terbuka tanpa adanya kerangan atau penutup.6. misalnya dengan evakuasi atau dibersihkan dengan menggunakan LPG.

7. Melakukan evaluasi untuk setiap kali pekerjaan inspeksi selesai. Pemeriksaan visual pada bagian dalam tabung. Periode inspeksi atau jangka waktu pemeriksaan tidak selalu sama bagi setiap konstruksi tabung.7 Identifikasi isi Isi tabung harus teridentifikasi sesuai dengan aturab yang berlaku. Untuk tabung LPG dengan kapasitas air < 5. c. b.10.10 Laporan Hasil Inpeksi dan Pengujian 7. Tabung LPG baru harus bersih. b. Data elektronik 7. inspeksi periodik dilakukan maksimal 10 tahun sekali dengan melakukan pengujian eksternal tabung.10. meliputi dokumen jaminan mutu yaitu certificate of quality (spesifikasi tabung) dan certificate of quantity. 7.5 kg.9 Periode Inspeksi a. Untuk tabung LPG dengan kerangan yang dapat diganti. • Pemeriksaan kondisi cat pada tabung • Pemeriksaan kondisi lapisan pelindung dinding tabung. Inspeksi atau pemeriksaan bagian luar dianjurkan paling lama setiap 5 tahun atau seperempat dari sisa umur korosi. Inspektor memeriksa dan mengevaluasi kelengkapan seluruh dokumen. Waktu pelaksanaan inspeksi juga dipengaruhi oleh perawatan pada tabung tersebut.7. 7. c. kosong.8 Prosedur Inspeksi Tabung LPG Baru Penentuan prosedur inspeksi tabung LPG baru tergantung pada isi rencana tertulis yang telah disetujui oleh pihak yang berwenang. • Pemeriksaan label atau penandaan pada tabung. misalnya propane komersial. d. tidak ditemukan adanya gas dan aman untuk dilakukan pengisian pada saat inpeksi. Pemeriksaan visual bagian luar tabung. Prosedur Inspeksi tabung baru adalah : a.2 Laporan Pengujian Pemilik tabung diminta untuk memberikan keterangan terkait dengan data tabung yang dimilikinya. meliputi : • Pemeriksaan bentuk dan ukuran bagian-bagiannya • Identifikasi kerusakan pada bagian permukaan tabung. d. Rekaman pengujian alat c. inspeksi periodik dilakukan maksimal 10 tahun sekali dengan melakukan pengujian eksternal dan internal tabung.7. Rekaman tabung b.1 Rekaman a. 86 .

Dilarang membawa mancis. Merokok di larang keras kapan saja kecuali dalam lokasi-lokasi yang khusus diijinkan oleh Manajemen. 7. Hasil uji eksternal d. Seluruh daerah Instalasi Pengisian LPG merupakan daerah terlarang untuk merokok dan menyalakan api. Memberikan saran dan rekomendasi cara-cara untuk memperbaiki atau mengganti bagian yang cacat berdasarkan prosedur. diperlukan data sebagai berikut : • Nama dan lokasi tempat pengujian terakhir • Nomor dan tanggal hasil pengujian serta penandatangan hasil uji • Nomor seri dan spesifikasi tabung c.11. seluruh data diperlukan untuk disesuaikan dengan spesifikasi tabung yang dikeluarkan oleh pihak yang berkompeten b. korek api atau benda apa saja yang dapat menimbulkan bunga api atau api ke dalam ”daerah instalasi”. Pemeriksaan berat h. Tanda tangan dari personil yang berwenang l. Tanda lulus uji j. Pedoman keselamatan kerja dalam keadaan darurat harus dapat menunjukkan suatu garis perintah/komando. keselamatan lingkungan dan keselamatan instalasi pengisian LPG. 7. Intergritas hasil uji f. kecuali pada lokasi-lokasi yang khusus diperbolehkan oleh Manajemen. Tahapan Perbaikan i. b. Tanggal pengujian g. Hasil uji internal e. c. Membuat kesimpulan hasil evaluasi inpeksi n. Pernyataan hasil uji k. keselamatan kerja personil. Untuk tabung yang diuji ulang.1 Pedoman Umum Keselamatan Kerja a. Nama dan kontak detail dari pemilik tabung m.Suatu laporan pengujian harus memberikan informasi sbb: a. Catatan data hasil inspeksi beserta saran perbaikan diserahkan pada pihak yang berwenang sebagai laporan hasil inpeksi. sesuai dengan aturan dan standar yang telah ditetapkan. Dilarang menyalakan api dan sumber-sumber api lainnya seperti pekerjaan las tanpa surat ijin kerja panas. Untuk tabung-tabung baru. wewenang dan tanggung jawabnya secara jelas. laporan dan pemberitahuan secara jelas. sehingga semua personil yang terlibat dapat memahami tugas. o. 87 .11 Pedoman Keselamatan Kerja Dalam Keadaan Darurat Instalasi Pengisian LPG Pedoman teknis instalasi LPG ini disusun dalam rangka menjamin keselamatan migas yang meliputi keselamatan umum. tegas dan disiplin sehingga dapat mengendalikan dan mengatasi keadaan darurat dengan baik.

88 . Yang mudah dihubungi. kejadian tumpahan/kebocoran LPG. kecelakaan kerja dan kegagalan sistem kerja alat. Memberitahukan lokasi keadaan darurat secara benar dan tepat. Petugas harus berusaha membersihkan tempat pekerjaan segera setelah pekerjaan selesai.11. Telepon/no. layanan darurat dan no. Suatu sistim alarm harus dapat didengar di seluruh daerah instalasi pengisian LPG untuk memperingatkan personil akan keadaan darurat yang mungkin akan terjadi. h. j. kejadian kebakaran. • Jalur komando keadaan darurat • Uraian tugas dan tanggung jawab • Kerjasama dengan pihak lain yang terkait • Safety briefing dan pelaporan • Pengendalian rekaman • Area penyimpanan dan penimbunan tabung harus diberi tanda plakat dan peringatan untuk tidak merokok • Site Plant 7. Semua panggilan keadaan darurat harus diketahui dengan ucapan ”INI KEADAAN DARURAT”. Sebelum melakukan pekerjaan. g. Pedoman Keselamatan Kerja dalam Keadaan Darurat minimal terdiri dari : • Daftar nama personil. c. b.2 Pedoman Keselamatan Kerja dalam Keadaan Darurat Pedoman Keselamatan Kerja dalam Keadaan Darurat meliputi : Prosedur tanggap darurat untuk kondisi tidak normal. k. Apabila sistim alarm umum gagal. 7. Petugas tidak boleh meninggalkan pekerjaan sampai petugas yang menggantikan telah diberitahu mengenai keadaan pekerjaan. f.11. Janganlah mencoba menjalankan atau menggerakkan mesin-mesin atau alat-alat yang tidak diperlukan. e.3 Prosedur Tanggap Darurat a. Cara yang benar untuk melaporkan keadaan darurat harus berbicara dengan jelas dan terang serta memberikan informasi yang tepat.d. i. yakinkan bahwa surat ijin atau surat keterangan yang diperlukan telah diperoleh. petunjuk lisan keadaan darurat akan diberikan dengan menggunakan radio dan sistim siaga keadaan darurat. Dilarang berjalan di atas pipa saluran e. Menjaga semua perkakas`dan peralatan bersih dan ditempatkan pada yang seharusnya. d. Dilarang mengganti atau menukar alat atau perkakas secara tidak baik. Mencatat keadaan-keadaan yang berpotensi bahaya atau keadaan yang sudah dikatagorikan bahaya dengan cara melaporkan kepada kepala instalasi.

Menjelaskan keadaan darurat secara ringkas . b. nomor personil/petugas dan bagian/tempat bertugas. Melakukan tindakan segera untuk mengatasi masalah atau agar masalah tidak meluas sampai bantuan tiba. segera memberitahukan dan melapor kepada kepala satuan penyelamatan produk LPG. hentikan semua aktifitas yang berkaitan dengan penerimaan dan penyerahan produk LPG 89 .4 Prosedur Penanggulangan Kebocoran/Penyebaran LPG Apabila LPG tertumpah di tanah. m. gas ini akan mengkondensasi air dari udara dan disebut kabut gas. Setiap pekerja yang mengetahui adanya kebocoran atau penyebaran LPG yang ditandai dengan terciumnya bau tertentu. agar segera berusaha mencari tahu sumbernya. d. mengamati keadaan dan meyakinkan bahwa prosedur keadaan darurat dilaksanakan dengan baik. j. personil di daerah tersebut akan mengambil tindakan langsung untuk mengatasi masalah atau menjaga agar tidak meluas sampai bantuan tiba. Petugas yang menemukan adanya api. gas yang terlepas akibat penguapan cairan LPG akan menimbulkan campuran udara dan gas hidrokarbon yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Sesudah melapor dan atas petunjuk Kepala instalasi. g. gas atau cairan hidrokarbon yang bocor harus segera melaporkan pada kepala instalasi tentang masalah dan situasinya. c. seperti mematikan pompa. Memperkenalkan diri nama. seperti menutup kerangan atau mengisolasi pipa atau tabung yang bocor. Kepala instalasi langsung menuju ke tempat kejadian. mengajukan pertanyaan dan menginstruksikan tindakan apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi keadaan darurat. k. mengaktifkan sistim alat pemadam kebakaran dsb. 7.11. l. Apabila sumber kebocoran/penyebaran gas telah ditemukan. Jika terjadi suatu keadaan darurat. Kepala instalasi harus mendengarkan laporan. Tindakan yang segera dan tepat dalam menanggulangi kejadian tersebut harus ditangani sesuai dengan pedoman prosedur sebagai berikut : a. Karena LPG sifatnya dingin. Apabila tindakan di atas tidak berhasil. Setiap petugas bertanggung jawab untuk mengamati keadaankeadaan di daerah kegiatannya dan menanggulangi atau melaporkan segera setiap kejadian yang tidak biasa di daerah itu. seperti kebakaran. i. tabung meledak dll. e. menutup kerangan. petugas yang bertanggung jawab harus langsung merespon untuk mengendalikan keadaan darurat di daerah instalasi. Kepala satuan penyelamatan produk LPG dan bagian yang terkait harus memeriksa situasi pada lokasi kejadian kemudian meneliti dan menyelidiki sumber kebocoran dan berupaya mengatasi dan memperbaikinya.f. h. mengaktifkan sistim sprinkler. menggunakan pemadam api dsb.

Zona yang berbahaya mungkin akan meluas apabila konsentrasi gas dalam jarak 300 m lebih tinggi dari pada 60 % dari Titik Nyala Terendah (TNT) gas. Terkena cairan LPG dapat menyebabkan luka bakar dingin . j. Menyiapkan regu penanggulangan keadaan darurat serta pompa pemadam dan perlengkapannya agar setiap saat siap segera melakukan tindakan atas berbagai kemungkinan yang akan terjadi. 90 . Melarang/menghimbau kepada para pekerja. Karena berat jenis uap LPG lebih berat dari udara. l. untuk tetap tenang dan tidak melakukan kegiatan yang menggunakan atau dapat menimbulkan nyala api terbuka.11. Menghentikan semua aktifitas pengisian produk LPG dan menutup semua kerangan yang diperkirakan akan memutuskan atau paling tidak akan mengurangi besarnya penyebaran gas LPG dan mengeluarkan kendaraan angkutan tabung LPG. h. serta mengaktifkan water sprinkler system. g.5. o. q. k.11.1 Ketentuan Umum a. 7. Petugas emergensi bertanggung jawab untuk mengukur konsentrasi gas di sekeliling tumpahan untuk menjamin bahwa daerah dalam jarak 300 m adalah aman. 7.5 Prosedur Penanggulangan Kebakaran LPG Pekerjaan panas dilakukan di daerah yang dikatagorikan sebagai ”daerah panas” memerlukan seorang pengamat kebakaran yang siap siaga terhadap bahaya kebakaran. i.f. Semua kegiatan perbaikan yang tidak ada hubungannya dengan kejadian dalam jarak 300 m dari kabut gas harus dihentikan dan semua sumber api (mesin las. Orang-orang yang tidak berkepentingan dalam menangani kejadian tersebut harus mengungsi dari daerah kejadian dan tidak boleh berada di daerah 300 m dari kabut gas. hangatkan bagian yang terkena dengan air hangat yang bersih sampai warnanya menjadi merah dan segera ke dokter untuk memperoleh pengobatan. Alat pernapasan harus dipakai oleh personil yang bertugas`dalam mengatasi keadaan darurat tersebut. motor bakar dll) harus dimatikan. Hanya High Expansion Foam (HEF) dengan ratio pengembangan busa 500 : 1 yang boleh digunakan dalam pengendalian penguapan tumpahan LPG agar penyebaran uap gas di atmosfir dapat terkendali. Air tidak boleh diarahkan langsung ke tumpahan LPG karena ini akan membentuk gumpalan uap gas yang lebih besar. Alat pemadam kebakaran yang sesuai harus tersedia di tempat dan dapat digunakan kapan saja. n. m. Petugas emergensi akan menentukan zona yang aman sesudah pengukuran konsentrasi gas dilakukan. p. maka uap LPG akan merambat di atas tanah sebelum menyebar di atmosfir. Apabila ini terjadi. masyarakat/penduduk yang ada di sekitar lokasi instalasi dalam radius 50 m.

Menghubungi para komandan satuan tugas dalam organisasi keadaan darurat untuk segera melakukan 7. jenis yang terbakar dan tindakan yang telah dilakukan. lokasi kejadian.b.5. alat pemadam api tepung kering (dry powder) harus dipakai. segera bertindak sendiri dan berusaha sedapat mungkin untuk memadamkan kebakaran dengan alat pemadam api yang sesuai dan yang berada di dekat lokasi kejadian. Kebakaran Besar a. 7. Komunikasi harus dibuat antara kawasan kerja dan pengontrolan supaya mudah mengirimkan bantuan bila keadaan darurat terjadi. d. Segera melapor kepada kepala penanggulangan kebakaran yang sedang bertugas dengan menyebutkan identitas pelapor.2 Kebakaran Kecil a. c. c. maka langkah penanggulangan lanjutan adalah : b.11. • Kerangan harus segera ditutup karena panas radiasi secara tidak langsung akan membahayakan personil merusak alat-alat di daerah yang terbakar tersebut. maka prosedur yang harus dilakukan adalah : • Kebakaran LPG tidak boleh dimatikan sebelum sumber bahan bakar atau kebocoran ditutup. Setiap pekerja yang mengetahui terjadinya kebakaran kecil. Personil pengamat kebakaran harus petugas yang sudah mendapatkan pelatihan kebakaran atau sudah berpengalaman sebagai regu bantuan keadaan darurat. alat bantu pernapasan dsb. Apabila tumpahan LPG berkembang menjadi kebakaran.11.3 91 . • Usahakan mengurangi radiasi panas kebakaran LPG dan mengendalikan api yang dapat membahayakan peralatan atau semakin besarnya api dengan menggunakan HEF (High Expansion Foam) ke genangan LPG yang terbakar atau dengan melindungi peralatan di sekeliling kejadian dengan semprotan air. Apabila keadaan seperti ini terjadi. tirai air (water curtain). seperti : alat pemadam kebakaran ringan. b. fire monitor. e. Tersedia peralatan perlindungan kebakaran yang cukup. sehingga kebakaran menjalar lebih luas dan besar. Apabila kebakaran yang terjadi tidak berhasil diatasi. d. Kepala penanggulangan kebakaran dan anggotanya membawa perlengkapan yang diperlukan segera menuju ke lokasi kebakaran untuk mengevaluasi kejadian dan sekaligus melaksanakan penanggulangan kebakaran yang belum padam.5. Pengamat kebakaran yang siap siaga tidak boleh melakukan pekerjaan lain bila sedang bertugas sebagai pengamat kebakaran.

7. Tanda Evakuasi • Klakson akan berbunyi 5 detik ”ON” dan 5 detik ”OFF” secara terus menerus • Personil yang berada di assembly point akan diungsikan oleh petugas. Peringatan Tanda Bahaya • Klakson berbunyi selama 2 menit terus menerus • Petugas mengamankan daerah yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan perintah atasan. Membunyikan tanda bahaya alarm d. badai topan. segera meninggalkan kantor atau gedung menuju muster area dan selanjutnya akan diungsikan oleh petugas. c. b. • Petugas penanggulangan keadaan darurat menuju dan melapor ke bagian kebakaran • Personil lain menghentikan semua kegiatan dan menuju assembly poin terdekat.c. Bekerjasama dan berkoordinasi dengan pihak lain di luar perusahaan dalam pelaksanaan pemadaman kebakaran. diantaranya : a. gelombang pasang dll. 7.12 Kejadian alam yang tidak normal Kejadian alam yang tidak normal meliputi gempa bumi. Melakukan evakuasi personil yang masih berada di dalam dan di sekitar area kebakaran. banjir. e. • Personil yang berada di dalam gedung atau kantor. 92 . Langkah yang harus dilakukan setiap personil dan atau petugas Badan Usaha jika terjadi kondisi alam seperti dimaksudkan di atas adalah berusaha secepat mungkin untuk melakukan langkah-langkah pengamanan baik untuk diri sendiri.4 Tanda-tanda Keadaan Darurat Tanda-tanda keadaan darurat meliputi beberapa kondisi. kecuali kalau ada instruksi lain dari Petugas.11.5. • Petugas keamanan wajib mengamankan daerah kejadian dan mengamankan instalasi pengisian LPG secara keseluruhan. orang lain dan asset perusahaan atau badan usaha. • Semua personil kembali ke tempat kerja dan bekerja seperti biasa. Tanda Keadaan Aman • Klakson akan berbunyi 10 detik ”ON” dan 2 detik ”OFF” secara terus menerus selama 2 menit.

komersial dan rumah tangga. Memeriksa keutuhan segel kerangan c. Karena berat jenis LPG lebih besar dari udara. Tidak berwarna. oleh karena itu diberikan odor untuk mempermudah mengidentifikasi kebocoran. Memeriksa adanya seal d. Memeriksa kondisi tabung secara visual. komersial maupun rumah tangga. konsumen harus mengetahui kriteria tabung yang aman untuk digunakan. Penggunaan LPG oleh konsumen umumnya sebagai bahan bakar di sector industri. LPG yang disalurkan dan diperdagangkan sampai ke konsumen (end user) merupakan LPG dengan komposisi propane dan butane dan kandungan gas lain seperti etana dan pentane dalam jumlah yang relative kecil.1 Ruang Lingkup Pedoman teknis ini meliputi petunjuk pemilihan tabung LPG sebelum digunakan. Tabung LPG yang telah diisi dan siap edar disalurkan dari Depot/Filling Plant ke Agen dan konsumen di sector industri. apabila terjadi kebocoran LPG di dalam ruangan. mengetahui karakteristik umum produk LPG dan tata cara penggunaan tabung LPG yang tepat dan benar baik di sektor industri. d. seperti : • Tidak ada goresan • Tabung tidak dipenuhi karat • Tidak ditemukan adanya bagian yang terbakar • Tidak cacat. baik cairan maupun uap LPG 93 . penyok. PEDOMAN TEKNIS PENGGUNAAN LPG UNTUK END USER Pedoman teknis penggunaan tabung LPG untuk End User dapat digunakan sebagai petunjuk penting bagi konsumen atau end user mengenai tata cara penggunaan LPG dalam tabung yang benar dan aman. Berat jenis LPG lebih besar dari udara. yaitu : a. 8.2 Petunjuk pemilihan tabung Untuk mengetahui kondisi tabung yang akan digunakan. komersial dan rumahtangga bahkan kini untuk sektor transportasi. b. 8. maka uap LPG tidak langsung menyebar b. yaitu : a.8. benjol dsb. Memiliki daya pemanasan yang tinggi c. tata cara penggunaan tabung LPG dan pengawasan Pemerintah terhadap produk dan tabung LPG di dalam negeri. LPG tidak berbau. Marka pada tabung harus terlihat jelas 8.3 Karakteristik umum LPG. Yang harus diperhatikan oleh konsumen dalam penggunaan LPG yang aman untuk memenuhi kebutuhan energinya adalah memahami kondisi tabung yang layak untuk digunakan.

e. Sensitif terhadap api f. Bersifat mudah terbakar (flammable) g. Bersih, mudah dan aman dalam pengangkutan dan penyimpanannya.

8.4

Tata cara penggunaan tabung LPG di sektor industri, komersial dan pengecer. Penggunaan LPG di sector industri, komersial dan pengecer dimulai dari penanganan tabung LPG isi dari LPG Filling Plant, Agen atau dealer. Umumnya tabung yang digunakan di sector industri adalah tabung berukuran 50 kg dan di sektor komersial, misalnya hotel dan restaurant menggunakan LPG berukuran 50 kg dan 12 kg. Sedangkan pada pengecer (toko/warung) menjual tabung berukuran 12 kg dan 3 kg. Tata cara penanganan dan penyimpanannya adalah sebagai berikut : 8.4.1 Tata cara penanganan tabung LPG a. Menangani tabung LPG dengan cara yang aman dan hindari dari kemungkinan jatuh atau membentur benda keras. b. Memindahkan tabung LPG dengan posisi berdiri dan diikat dengan jumlah tabung tidak melebihi kapasitas alat angkut. c. Menghindari pemindahan tabung gas dengan cara diseret, digelindingkan atau dibanting. Tata cara penyimpanan tabung LPG di Industri dan komersial. a. Dilarang menyimpan tabung gas LPG di tempat yang langsung terpapar panas matahari atau sumber panas lainnya, di tempat yang lembab dan korosif. b. Tidak boleh menyimpan tabung LPG melebihi kapasitas gudang penimbunnya c. Tabung LPG berukuran 50 kg tidak boleh disusun bertingkat. d. Tabung LPG berukuran 12 kg, dapat disusun maksimal 2 e. Tabung tidak boleh di letakkan di dekat pintu keluar dan atau di dekat tangga. f. Tidak boleh menyimpan tabung LPG dalam satu ruangan dengan tabung gas jenis lain. Tata cara penyimpanan tabung LPG di pengecer (toko/warung) a. Dilarang menyimpan tabung gas LPG di tempat yang langsung terpapar panas matahari atau dekat dengan sumber panas dan di tempat yang lembab dan korosif. b. Dilarang menyimpan tabung LPG dalam ruangan yang tidak memiliki sirkulasi udara atau ventilasi yang cukup. c. Tabung LPG berukuran 12 kg dapat disusun maksimal 2 d. Tabung LPG berukuran 3 kg dapat disusun maksimal 3 e. Tabung LPG tidak boleh di letakkan di dekat pintu keluar dan atau di dekat tangga. f. Tidak boleh menyimpan tabung LPG dalam satu ruangan dengan tabung gas jenis lain.

8.4.2

8.4.3

94

8.5

Tata cara Penggunaan Tabung LPG di Rumah Tangga Penggunaan tabung LPG di sektor rumah tangga meliputi persyaratan lokasi dan kondisi penempatan tabung serta tata cara pemasangan peralatan. 8.5.1 Persyaratan penempatan tabung a. Tabung LPG ditempatkan dalam ruangan yang memiliki sirkulasi udara yang baik. b. Disarankan untuk membuat ventilasi udara di bagian bawah dekat lantai ruangan . c. Letakkan kompor gas di bagian yang mendatar dan jauh dari bahan yang mudah terbakar d. Posisi tabung harus selalu berdiri tegak dan terhindar dari panas matahari. 8.5.2 Tata Cara pemasangan peralatan a. Dilarang menggunakan tabung gas tanpa seal dan regulator. b. Eratkan klem pada kedua ujung selang sebelum memasang regulator pada tabung LPG. c. Pastikan pemutar/tombol kompor gas harus dalam keadaan mati (off) saat menghubungkan kompor dengan tabung LPG. d. Segel plastik di katup tabung LPG dilepaskan dan regulator dipasang. e. Setelah regulator terpasang, putar knopnya searah jarum jam sebesar 90 derajat sehingga posisinya horizontal. f. Pastikan regulator tidak kendur atau kemungkinan dapat terlepas. g. Kemudian putar knop regulator searah jarum jam sebesar 90 derajat hingga posisinya vertical agar gas LPG mengalir ke kompor. h. Periksa dahulu kompor dan tabung sebelum menyalakan api. i. Selang harus terhindar dari panas dan tidak boleh tertindih. j. Bila ada kebocoran gas, bau khas LPG akan tercium.

95

PETUNJUK PENGGUNAAN GAS LPG

PETUNJUK PENGGUNAAN GAS LPG

96

Butana dan Campuran ditetapkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan gas Bumi Nomor 25K/36/DDJM/1990. 0048/2005 tentang Standard an Mutu (Spesifikasi) serta Pengawasan Bahan Bakar Minyak . maka pemerintah yang dalam hal ini Dirjen. seperti pada Tabel 9.Jen. Pelaksanaan pengambilan sample dan analisa LPG dilakukan oleh instansi yang berwenang yang ditunjuk oleh Dit.2 Dalam melakukan pengawasannya. 97 . Butana.1 Pengawasan Pemerintah terhadap produk LPG Pengawasan pemerintah terhadap produk LPG Berdasarkan atas landasan hukum : 1. Pelaksanaan pengawasan mutu produk LPG dilaksanakan pemerintah dalam hal ini Ditjen. pemerintah juga harus memberikan sarana penyuluhan dan konsultasi mengenai mutu LPG dengan instansi terkait sebagai bagian dari upaya pembinaan pengusaha dan pengelola bisnis LPG di Indonesia.K/24/DJM/2006 tentang Tata Cara Pengawasan Bahan Bakar Minyak. Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi No. Migas harus memantau kesesuaian mutu LPG di titik akhir distribusi dengan membandingkannya terhadap spesifikasi LPG yang telah ditetapkan pemerintah baik spesifikasi LPG Propana. Migas dan memiliki fasilitas laboratorium analisis gas LPG yang telah terakreditasi dan bersifat independent. PP No. SPPBE dan agen di seluruh daerah yang tersebar di Indonesia. 36 tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hilir Migas (Pasal 6 huruf a) 2.1 dan Spesifikasi LPG untuk kendaran bermotor ditetapkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor 2527K/24/DJM/2007. Spesifikasi LPG Propana. LPG. Peraturan Menteri ESDM No. Atas dasar hal tersebut di atas. Migas bekerjasama dengan instansi terkait untuk melakukan evaluasi mutu LPG secara terencana dan terprogram setiap tahunnya.6 Pengawasan Pemerintah terhadap produk dan Tabung LPG 8. LPG campuran maupun spesifikasi LPG kendaraan bermotor. LNG dan Hasil Olahan yang dipasarkan di dalam negeri (Pasal 3) 3.8. LNG dan hasil olahan Maka Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi harus melindungi produsen dan konsumen dari penyimpangan kualitas atau mutu LPG yang beredar di pasar dalam negeri. 8757. Bahan Bakar Gas. Bahan Bakar Gas. Migas merencanakan dan menentukan titik sampling di setiap kilang.6. LPG.Jen. Bahan Bakar lain. depot. Bahan Bakar lain. seperti pada Tabel 9. Dit.

Klasifikasi tabung baja LPG dalam SNI 1452:2007 yang beredar dan digunakan oleh konsumen adalah : • Tabung LPG 3 kg dan isi 6. 98 .6.Migas bekerjasama dengan instansi terkait yang ditunjuk yang memiliki fasilitas laboratorium pengujian tabung LPG yang telah terakreditasi dan bersifat independent 8. Objek Pengawasan Objek pengawasan tabung LPG meliputi semua jenis dan tipe tabung baja yang beredar dan digunakan oleh konsumen.2.6.6. Pencantuman label • Label pada tabung LPG minimal mengandung informasi : • Identitas perusahaan • Tipe • Nomor urut pembuatan • Berat kosong tabung • Tahun pembuatan • Tekanan uji • Berat isi b.5 liter • Tabung LPG 12 kg dan isi 26. Aspek Pengawasan Aspek pengawasan tabung baja LPG meliputi pencantuman label dan standar mutu produk a.2. Pelaksanaan pengawasan tabung LPG dapat dilaksanakan oleh pemerintah dalam hal ini Dit.2 Pengawasan pemerintah terhadap tabung LPG Pengawasan pemerintah terhadap tabung LPG dapat menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang telah ditetapkan pemerintah yaitu SNI 1452-2007 tentang Tabung baja LPG dan SNI 05-2301-1991 tentang Katup Pengaman untuk Kegunaan Umum.Jen. Standar mutu tabung LPG.2 liter • Tabung LPG 50 kg dan isi 108 liter 8.1.2. disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku dalam SNI 1452-2007 tentang tabung baja LPG.8.

Transporatable refillable welded steel cylinder for liquefied petroleum gas (LPG)-Design and Construction. Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor : 04/M-IND/PER/1/2007. Eramina Kencana – BADAN USAHA.1 – 2004 Gas Cylinder Test Stations Part 1: General Requirements. ISO 22991 : 2004 Gas Cylinder. ISO 11625 : 2007 Gas cylinder Safe Handling International Standard ISO 15995 : 2006 Gas cylinders .Specifications and testing of LPG cylinder kerangans – Manually operated International Standard ISO 13769 : 2002 Gas cylinders-Stamp marking International Standard ISO 14245 : 2006 Gas cylinders-Specification and testing of LPG cylinder kerangans-Self closing International Standard ISO 2929 : 2002 Rubber hoses and hose assemblies for bulk fuel delivery by truck-Specification International Standard ISO 10297:2006 Transportable gas cylinders-Cylinder keranganSpecification and type testing. 99 . International Standard ISO 4706 : 1989 Refillable welded steel gas cylinders API Standar 2510 Design and Construction of LPG Installation SNI 05-2301-1991 Australian standard (Threaded Outlet) Katup Pengaman – Kegunaan Umum AS 2473 – 1996 Kerangans for Compressed Gas Cylinders Keputusan Menteri Perhubungan No. Inspection and Test – Gas Cylinder International Standard ISO 10297:2006 Transportable gas cylinders-Cylinder valveSpecification and type testing. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM 69 tahun 1993 tentang Penyelenggaraan Angkutan Barang di Jalan. Spesifikasi Teknis Katup Tabung Baja LPG. KM 69 tahun 1993 tentang Penyelenggaraan Angkutan Barang di Jalan.Bibliografi British Standard : BS EN 14334:2005 Inspection and Testing of LPG road tankers Australian Standard AS 2337. Pedoman Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakan Stasiun Pengisian Bahan Bakar LPG PT.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful