P. 1
Media Relation Paper

Media Relation Paper

|Views: 132|Likes:
Published by Rhegyna Ghifarina

More info:

Published by: Rhegyna Ghifarina on May 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2011

pdf

text

original

Nama : Ghina Ghifarina Nim : 08321125

Tugas paper Media Relation

Media dan Opini Publik dalam Media Relation

Memasuki era ini tidak dapat dipungkiri lagi bahwa tumbuh kembang manusia pada zaman modern kini tidak terlepas dari peran media. Saat ini kita tentu sudah sangat familiar dengan kata media massa bahkan tidak bisa dielakkan lagi bahwa pembentukan mentalitas manusia pada zaman modern kini tidak bisa terhindar dari gesekan media. Pendidikan karakter manusia pun selalu diikuti dengan embel-embel media, entah itu media cetak, elektronik, maupun media internet. Media telah menjadi jembatan arus informasi yang selalu hilir-mudik pada kehidupan manusia. Terlebih lagi pada manusia perkotaan di negara-negara maju. Hal ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang semakin pesat. Media massa itu sendiri adalah alat komunikasi baik cetak maupun elektronik yang membawa pesan kepada khalayak luas, misalnya televisi, radio, surat kabar, dan lain sebagainya. Media memiliki kemampuan dan juga kegunaanya bagi kita, media massa saat ini bisa disebut telah menjadi salah satu aspek utama dalam kehidupan sehari-hari kita. Banyak orang yang merasa kurang puas jika dalam satu hari saja belum mengkonsumsi media massa, entah itu menonton TV, membaca surat kabar, menedengarkan radio, ataupun mengakses media massa online seperti misal detik.com ataupun kompas.com, serta yang ditawarkan oleh media massa pun bermacam-macam, mulai dari berita atau informasi, pendidikan atau edukasi, norma-norma masyarakat, dan juga tak ketinggalan beragam hiburan. Semua fungsi media massa itu telah memberikan efek yang bermacam-macam kepada masyarakat, salah satu efek terbesarnya adalah terbentuknya opini publik. Salah satu fungsi dari media massa itu sendiri adalah membentuk opini publik, jadi secara langsung maupun tidak langsung, media massa bisa mempengaruhi cara pikir bahkan tindakan masyarakat yang mengkonsumsinya.

karena pada dasarnya komunikasi itu proses interaksi sosial. Yang penulis maksud tentang perdebatan disini adalah adanya perbedaan cara pandang tentang suatu isu. ketika teknologi masih terbatas maka seseorang harus melakukan komunikasi secara langsung. Media massa itu sendiri menurut Habermas (1997 : 27) adalah merupakan ruang publik. Secara tidak langsung dengan makna keberadaan media itu sendiri telah menjadi sarana dalam upaya perluasan ide-ide. seiring dengan peningkatan teknologi. Marshall McLuhan. bukan sebagai orang yang dengan kepentingan bisnis atau politik tertentu. Beragam peristiwa dan informasi yang sampai kepada masyarakat melalui media tidak terlepas dari peranan media massa dalam hubungannya dengan penyajian informasi dan cara media menginterpretasi suatu kejadian. Dengan peran tersebut. 2001 : 23). Pemberitaan di media massa sangat terkait dengan pembentukan citra. Jika dikaitkan dengan pendapat Habermas diatas. Tiap-tiap orang pada dasarnya sebagai individu yang privat. Adanya jaminan bagi mereka untuk berkumpul dan mengekspresikan ide dan gagasan serta pendapat secara bebas tanpa ada perasaan takut atau tekanan dari pihak manapun. Akan tetapi. media memainkan peranan penting untuk konstruksi realitas sosial. seorang sosiolog Kanada mengatakan bahwa ´media is the extension of men´. Media massa seakan-akan berperan sebagai ³sutradara´ dalam menjalankan debat publik tersebut hingga akhirnya membentuk opini publik. Pada awalnya. Maka keakuratan data dan keterpercayaan suatu berita harus dijunjung tinggi. Dalam konteks tersebut. bisa dikatakan bahwa media massa pun memfasilitasi adanya interaksi atas gagasan atau ide yang dimiliki oleh individu dalam masyarakat. media massa menjadi sebuah agen dalam membentuk citra di masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa tiap-tiap individu berhak dan memiliki hak yang sama untuk masuk ke dalam public shere. Dengan kata lain media massa memberikan tempat untuk terjadinya perdebatan publik. berita keliru yang tersebar akan berkembang menjadi opini publik yang juga keliru.Mengingat fungsinya sebagai pemberi informasi. serta melaksanakan komunikasi dan dialog. media massa menjadi sarana dalam memberikan informasi. media massa sudah seharusnya memberikan ³update an´ berita mengenai kabar informasi terkini dan teraktual yang terkait kepada publik. yang digunakan untuk menyusun makna yang membentuk citra tersendiri mengenai dunia dan bertukar citra melalui simbol-simbol. Peranan media massa tersebut tentunya tidak dapat dilepaskan dari arti keberadaan media itu sendiri. . Jika tidak. gagasan-gagasan dan pemikiran terhadap kenyataan sosial (Dedy Jamaluddin Malik.

Dampak media massa dapat meluas kepada siapapun secara holistik dan secara simultan. Oleh karena itu. pembangunan gedung DPR yang baru. Dampak media massa dapat membawa masyarakat menuju suatu perubahan. jangan serta-merta terpancing sebelum mengetahui kebenaran dari suatu pemberitaan. peristiwa atau orang tertentu. Peran media menjadi sangat vital karena bertanggung jawab dalam membentuk opini masyarakat. tanggung jawab media sangat besar dalam menggerakkan opini publik. kasus Antasari Ashar. Kekuatan media massa mempengaruhi pendapat dan sepak terjang khalayak untuk itu media bersifat sangat powerfull. Jika medianya sendiri sudah tidak memerhatikan kaidah-kaidah dan norma-norma yang berlaku. berita mentah yang sampai pada kita akan berkembang menjadi pencitraan yang negatif dan membuat kita menjadi berburuk sangka terhadap suatu organisasi. tentu saja secara tidak langsung opini yang berkembang di masyarakat akan banyak terpengaruh oleh media. Sebuah pemikiran yang tersampaikan pada masyarakat akan menjadi dasar bagi tindakan masyarakatnya. Media tidak hanya sanggup mempengaruhi opini publik. Maka media memiliki pertanggungjawaban yang besar dalam upaya membangun bangsa. Dampak media massa bisa kita lihat pada fenomena perilaku masyarakat yang lebih mudah bersifat ³beringas´ begitu mendapat suatu informasi atau berita. kasus korupsi dan lain lain. Berbagai rentetan peristiwa peristiwa misalnya dalam kasus buaya vs cicak. Opini yang berkembang di masyarakat akan menjelma menjadi sikap dan mentalitas dari masyarakat itu sendiri. Namun di samping itu masyarakat pun dituntut untuk bisa berlaku arif dan bijak dalam menyikapi suatu pemberitaan yang diperolehnya. Jadi secara tidak langsung pembentukan opini publik di masyarakat bisa direncanakan. tapi juga tindakan publik. Opini publik itu sendiri terbentuk bisa dengan cara menyebarkan informasi secara berkala kepada publik atau masyarakat. kemudian diberitakan oleh media massa (cetak dan elektronik). Mereka terpengaruh begitu saja oleh pemberitaan media tanpa pernah men-check dan recheck-nya terlebih dahulu. pemberitaan yang simpang-siur dan belum jelas kebenarannya akan berkembang menjadi pandangan dan pola pikir yang salah dalam menyikapi suatu kejadian. Media massa sebagai penggerak opini publik menjadikannya sebagai alat pengonstruksi masyarakat. Hampir di semua aspek kehidupan yang dibahas oleh media massa bisa dibentuk opini publik. Bisa saja. . Bisa saja.Pandangan masyarakat terhadap suatu permasalahan di negeri kita pun tidak terlepas dari peran media.

Media dan Opini Publik terkait Media Relation Seiring dengan perkembangannya dan tingginya kebutuhan organisasi akan tenaga yang menguasai seluk beluk media. Dalam posisi ini. jadilah yang disebut dengan public opinion (opini publik). direncanakan (planned opinion) dan tidak direncanakan (unplanned opinion). . Ia mempunyai organisasi. Ia muncul dengan sendirinya tanpa rekayasa. jika opini publik bisa disebabkan oleh dua hal. Media massa mempunyai kekuatan untuk memperkuat dan mempercepat tersebarnya sebuah opini. Opini publik yang direncanakan dikemukakan karena memang ada sebuah rencana tertentu yang disebarkan media massa agar menjadi opini publik. kemudian diperbincangkan di tengah masyarakat. Opini publik adalah opini yang berkembang karena pengaruh pemberitaan dari media massa. Yosal Iriantara (2005 : 32). mengharuskan perusahaan harus ahli dalam menjalin dan menggunakan media relation dan bagaimana menggunakan media massa dalam membentuk dan menanggapi opini publik yang beredar di lingkungan masyarakat dalam hubungannya dengan organisasi/perusahaan untuk keuntungan perusahaan atau dapat juga buat keuntungan diri sendiri. Dalam posisi ini. pengaruhnya juga sampai ke pembaca. kemudian menjadi pembicaraan publik karena publik menganggap isu itu penting untuk diperbincangkan. Dari pengertian tersebut tampak bahwa fungsi dari media relations adalah simpul atau ruang dimana perusahaan atau organisasi membina sekaligus menjalin hubungan dengan publik. Jadi media massa memberitakan fakta-fakta yang berasal dari pendapat para narasumber tertentu atas fakta perseteruan antara ³Cicak vs Buaya´. media massa hanya mengagendakan sebuah peristiwa dan memberitakannya. kinerja dan target yang jelas. Lain halnya dengan opini publik yang tidak direncanakan.Rentetan peristiwa itu kemudian diikuti oleh opini-opini yang dibangun diatas fakta-fakta yang berasal dari opini narasumber. penonton atau pendengarnya (audiens). Media hanya sekadar memuat sebuah peristiwa yang terjadi. opini bisa berkembang dengan baik atau tidak sangat tergantung dari pemberitaan apa yang disiarkan media massa itu. Tak heran. Jika opiniopini itu diberitakan oleh media massa. dan jika audiens tersebut terpengaruh oleh pemberitaan dari media massa itu. mengartikan media relations merupakan bagian dari Public Relations eksternal yang membina dan mengembangkan hubungan baik dengan media massa sebagai sarana komunikasi antara organisasi dengan publik untuk mencapai tujuan organisasi. Publik hanya mereaksi dari apa yang diakses audiens lewat media massa.

membaca kecenderungan. Juga untuk melihat perkembangan informasi sebagai acuan apa dan bagaimana perusahaan harus bertindak dalam menentukan langkah-langkah strategis untuk mempersuasif publik. komunikasi ini dilakukan untuk menjaga hubungan yang harmonis dan dinamis dengan melibatkan pihak internal sendiri.Hubungan ini dilakukan guna mencapai target dan tujuan perusahaan itu sendiri yang paling tidak selaras dengan kepentingan publik. Media pun harus dimanfaatkan agar tidak ada informasi-informasi yang beredar yang bisa merusak citra perusahaan. pemerintah. konsumen. menyatakan bahwa media relations di dalam bagian Public Relations memiliki paling tidak tiga tanggung jawab fungsional. Media disini digunakan semaksimal mungkin untuk menjangkau sekaligus untuk melihat apa dan bagaimana respon publik terhadap perusahaan. dan kelompok dalam yang berada dalam lingkup perusahaan. organisasi mau tidak mau harus membutuhkan sebuah hubungan baik dengan media menjadi salah satu unsur terpenting dalam aktivitas Public Relations. pemegang saham. Hal ini lebih dikarenakan dewasa ini media massa sudah menjadi bagian dari banyak orang. Stakeholder. Ketiga. Nyaris tak ada kegiatan yang tak melibatkan media massa dalam kehidupan kita. media relations memiliki fungsi atau peran pertama berkenaan dengan komunikasi. Kedua. Pertama. relasi media. Perusahaan perlu berelasi dengan media dalam mencari dan memberikan informasi guna mencapai tujuan perusahaan. Mengutip pendapat John Vivian (2008). . membuat laporan liputan media atau mendokumentasikan kegiatan sedangkan analisis adalah kegiatan yang membutuhkan kepekaan tentang bagaimana menghadapi ataupun menanggapi opini publik. dan sebagainya adalah pihak yang bisa membentuk opini publik terhadap perusahaan. Oleh karenanya. manajer. bentuk relasi ini mengoptimalkan komunikasi dengan pihak-pihak di luar perusahaan. relasi internal. seperti para karyawan. relasi eksternal. Untuk itu sebagai praktisi PR harus di tuntut untuk mampu menguasai dan melakukan hal teknis yang terkait dengan ketrampilan kita dalam media relation seperti menulis siaran pers. atau merumuskan permasalahan berdasarkan berbagai data yang dimilikinya. kedua berkenaan dengan pemberian informasi atau memberi tanggapan pada pemberitaan media atas nama organisasi atau klien. Tentu sudah sangat dimengerti bahwa secara teori. Hubungan ini harus dibina agar tidak ada miss communication di kemudian hari. Pihak-pihak inilah yang nanti menjadi acuan seberapa kuat citra perusahaan di luar. relasi ini dijalin perusahaan yang melakukan komunikasi dengan pihak media massa.

. Sangat kompleks dan banyak hal yang harus diperhatikan. Hasil dari kegiatan ini kemudian bisa digunakan sebagai masukan maupun bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan organisasi selanjutnya. seorang PR dalam kaitannya dengan media relations juga harus memberikan service yang menyeluruh mulai dari konsep. pemahaman alur kerja media hingga bagaimana cara berhadapan dan menjalin hubungan dengan media. Melihat tugas media relations tersebut jelas bahwasannya peran seorang media relations dalam menyukseskan program dan perencanaan strategi PR menjadi sangat krusial dan penting. Seorang praktisi PR yang profesional adalah dengan pengalamannya yang sangat menguasai pemetaan media (mediascape). tracking. mengatur dan menyelenggarakan event (press conference / editor gathering / lainnya) termasuk juga melakukan fungsi memonitor. analisa dan reporting. Mengapa diperlukan media relation. press release yang kemudian dikemas dalam bentuk press kit juga secara professional menjalankan tugasnya dalam melakukan monitoring. hingga membuat sebuah report dari kegiatan publisitas tersebut kemudian menyerahkannya ke klient yang selanjutnya dibahas di tingkat manajemen. menjalin dan membina hubungan baik dengan media memang bukan sesuatu hal yang mudah. media relations adalah berhubungan dengan para wartawan dalam upaya untuk membina hubungan yang baik dengan media siaran. Hal-hal yang menjadi perhatian dalam menjalankan fungsi media relations adalah mempersiapkan. bagaimana membuat sebuah event yang menarik dan melibatkan media serta aspek-aspek lainnya hingga teknik penulisan naskah Public Relations. kliping dan menganalisa publisitas (atau sering disebut sebagai aktivitas event management) yang ada terkait dengan pemberitaan organisasi. cetak. Dengan demikian tak ada salahnya organisasi mempercayakan hal ini kepada perusahaan yang memang memiliki network ke media dan juga kedekatan hubungan dengan masing-masing media termasuk memahami secara baik seluk-beluk media massa. perencanaan dan penanganan event maupun dalam menghadapi media termasuk mempersiapkan konsep dan format undangan media. dan online. Lebih jauh. karena urusan menjaga.Berlandaskan pada definisi media relations. Secara sederhana bisa diilustrasikan bahwasanya menjalin hubungan baik dengan media ini seperti halnya kita menjalin hubungan dengan pasangan.

Daftar Pustaka : Habermas. Remaja Rosdakarya. Teori Komunikasi Massa. Media Massa dan Krisis Komunikasi Politik. 1999.. . Yosal. eds. dan Praktik. Vivian. London. dalam Novel Ali. Jurgen and Leach. Bandung : PT. 2008. Dedy Djamaluddin.Routledge. Pendekatan. Rethinking Architecture. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. Media Relations. Malik. A Reader in Cultural Theory. John. 2005. 1997. Peradaban Komunikasi Politik . Neil. Konsep. Prenada Media:Jakarta. Iriantara.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->