REFERAT RADIOLOGI

OSTEOSARKOMA

Disusun Oleh : Mirna Pujiastuti 05 – 060

KEPANITERAAN KLINIK ILMU RADIOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA JAKARTA 2010

Sayangnya penderita kanker tulang kerap datang dalam keadaan sudah kanjut sehingga penanganannya menjadi lebih sulit. dengan usia berkisar antara 10-25 tahun. Pembentukannya berasal dari seri osteoblas dari sel mesenkim primitif. Di RSCM jenis tumor tulang osteosarkoma merupakan tumor ganas yang sering didapati yakni 22% dari seluruh jenis tumor tulang dan 31% dari seluruh tumor tulang ganas. Bagian tulang yang sering terkena adalah bagian yang paling aktif pertumbuhan epifisenya.LATAR BELAKANG Osteosarkoma merupakan neoplasma tulang primer yang sangat ganas. Tumor ini tumbuh di bagian metafisis tulang. Osteosarkoma merupakan tumor ganas primer tulang yang paling sering kedua setelah multiple myeloma dengan prognosis yang buruk. dan tulang wajah. Jika tidak segera ditangani maka timor dapat segera menyebar ke organ lain. sementara penyembuhannya sangat menyakitkan karena terkadang memerlukan pembedahan radikal diikuti kemotherapi. Sekitar 75% penderita betrahan hidup sampai 5 tahun setelah penyakitnya terdiagnosis. Jumlah kasus meningkat lagi setelah umur 50 tahun yang disebabkan oleh adanya degenerasi maligna. Dari jumlah kasus tumor tulang 90% kasus datang dalam stadium lanjut. bagian proksimal humerus. Tetapi pada akhir masa remaja penyakit ini lebih banyak ditemukan pada anak laki-laki. Angka harapan hidup penderita kanker tulang mencapai 60% jika belum terjadi penyebaran ke paru-paru. Osteosarkoma merupakan tumor ganas primer tulang yang paling sering dengan prognosis yang buruk. Angka kejadian pada anak laki-laki sama dengan anak perempuan. kaki. Sampai sekarang penyebab pasti belum diketahui. DEFINISI Osteosarkoma merupakan suatu keganasan yang berasal dari sel primitif pada bagian metafise dari tulang panjang pada orang muda. Osteosarkoma lebih sering menyerang kelompok usia 15-25 tahun (pada usia pertumbuhan). Menurut Errol Hutagalung seorang guru besar dalam Ilmu Bedah Orthopedy Universitas Indonesia. Tetapi tidak menutup kemungkinan menyerang tulang-tulang lain seperti tulang-tulang pada tangan. bagian proksimal tibia atau fibula. Pada penderita . dan bagian pelvis. Osteosarkoma banyak menyerang remaja dan dewasa muda. dalam kurun waktu 10 tahun (1995-2005) tercatat 455 kasus tumor tulang yang terdiri dari 327 kasus tumor tulang ganas (72%) dan 128 kasus tumor tulang jinak (28%). Rata-rata penyakit ini terdiagnosis pada umur 15 tahun. yaitu bagian distal femur. terutama pada penyakit Paget.

proximal tibia (20%) dimana pertumbuhan tulang tinggi. Kebanyakan dari osteoma varian juga menunjukan predileksi yang sama. echondromatosis. namun 75% dari osteosarkoma masuk dalam kategori klasik atau konvensional. seperti pada osteosarkoma teleangiectatic. terkecuali lesi gnatic pada mandibula dan maksila. dan (3) lokasi seperti pada osteosarkoma parosteal dan periosteal. terutama pada distal femur (52%). osteosarkoma postradisi. tetapi ada beberapa factor predisposisi terjadinya osteosarkoma. atau osteosarkoma epitheloid. lesi intrakortikal. Lokasi Osteosarkoma konvensional muncul paling sering pada metafisis tulang panjang. dan hereditary multiple exostoses. Faktor lingkungan : Terpapar radiasi juga merupakan factor predisposisi Predisposisi genetic : dysplasia tulang. dan fibroblastic. chondroblastic. Tempat lainnya yang juga sering adalah metafisis humerus proximal (9%). dan osteosarkoma sekunder karena penyakit paget yang biasanya muncul pada pelvis dan femur proximal. Lokasi osteosarkoma paling sering adalah metafisis dimana area ini merupakan are pertumbuhan tulang panjang. . termasuk penyakit Paget. ETIOLOGI Penyebab osteosarkoma belum diketahui secara pasti. yaitu : Pertumbuhan tulang yang cepat sebagai factor predisposisi osteosarkoma. dapat dilihat dengan meningkatnya insidens pada anak yang sedang tumbuh. osteosarkoma small cell. osteosarkoma dapat berkembang sebagai komplikasi dari penyakit paget yang berprognosis buruk. Sedangkan sisanya sebesar 25% diklasifikasikan sebagai “varian” berdasarkan (1) karakteristik klinik seperti pada kasus osteosarkoma rahang. atau osteosarkoma paget (2) karakteristik morfologi. Penyakit ini biasanya menyebar dari metafisis ke diafisis atau epifisis. lesi periosteal. yang termasuk osteosarkoma osteoblastik. Riwayat trauma MANIFESTASI KLINIS Klasifikasi Klasifikasi dari osteosarkoma merupakan hal yang kompleks. fibrous dysplasia.yang lebih tua.

Sindrom dari osteosarkoma multipel ditunjukan pada adanya multipel tumor pada berbagai tulang. dengan 85% sampai 90% metastase berada pada paru-paru. Neoplasma yang agresif ini menimbulkan kemerahan dan rasa hangat di kulit. Karena keganasan ini sering muncul di metafise dekat dengan persendian. Meningkatnya vaskularisasi kulit di daerah tumor. Pemeriksaan fisik Pemeriksaan fisik biasanya terbatas pada tumor primer. Gambaran klinis pasien dengan osteosarkoma Metastase Bukti radiologis dari deposit metastase pada paru dan tempat lainnya ditemukan pada 10% sampai 20% pasien pada saat diagnosis. yang pada awalnya ringan dan hilang timbul. Teraba massa yang lunak dan hangat. tergantung dari ukuran massa dan lokasinya. pulsasi atau bruit dapat ditemukan.Gejala Gejala yang paling sering muncul berupa rasa sakit. metastase pada tulang lainnya dapat soliter atau multipel. maka hal ini dapat mempengaruhi fungsi persendian. Pasien dengan dugaan tumor akan ditemukan penurunan berat badan dan gejala anemia. Menurunnya pergerakan sendi atau range of motion menunjukkan persendian ikut terkena. Gangguan pernafasan dapat ditemukan apabila telah terjadi penyebaran luas ke paru-paru. dengan keterlibatan metafisis yang simetris.Pasien dapat mengeluhkan adanya pembengkakan. Diagnosa banding • Kondrosarkoma . tetapi secara cepat menjadi lebih berat dan menetap. Tempat metastase lainyya yang paling sering adalah pada tulang.

Pemeriksaan radiologik merupakan pemeriksaan yang penting dalam usaha menegakan diagnosis tumor tulang. MRI digunakan untuk menentukan distribusi tumor pada tulang dan penyebaran pada jaringan lunak sekitarnya. Ada penyebaran ke jaringan lunak sekitar dengan osifikasi pada batas periosteal garis tulang melebar ke daerah ekstraoseus. Daerah kerusakan tulang diikuti dengan abnormalitas tulang yang baru dibentuk. Ketika dicurigai adanya osteosarkoma. Osteosarkoma terlebih dahulu bermetastasis ke paru-paru dalam perjalanan penyakitnya. Keganasan ini akan terus merusak korteks dari metafise dan memacu terjadinya fraktur patologis. Osteosarkoma tumbuh secara cepat dan bersifat destruksi local. Diagnosis pasti dapat juga ditegakan dengan pemeriksaan radiologis. Tumor ini melewati medula sampai ke daerah epifiseal. CT kurang sensitif apabila dibandingkan dengan MRI untuk evaluasi lokal dari tumor namun dapat digunakan untuk .• • • Ewing’s sarcoma Giant cell tumor osteomielitis PATOGENESIS Tumor ini biasanya terdapat pada metafise tulang panjang dimana tulang itu hancur dan digantikan tulang baru. PEMERIKSAAN RADIOLOGIS Radiografi Pemeriksaan X-ray merupakan modalitas utama yang digunakan untuk investigasi.

dimana proses destruksi merupakan proses utama. periost mengalami iritasi atau terangkat. tumor tumbuh dari ujung metaphisis kearah diaphisis dan sedikit reaksi periosteal dan terjadi destruksi korteks. berupa garis. metafisis.mendeteksi metastase pada tulang atau tumor synchoronous. misalnya radang atau neoplasma. maka periost akan membentuk tulang dibawahnya yang dikenal sebagai periosteal. Gambaran campuran antara proses destruksi dan proses pembentukan tumor tulang . Sunray terjadi sebelum metastase tumor. Kortek menuju ke jaringan lunak dan menyebabkan jaringan lunak bengkak. 3.garis tipis (seperti sinar) yang tegak lurus dengan aksis tulang. Antara metafisis dan epifisis terdapat lempeng epifisis. Korteks dan spongiosa dapat dilihat pada foto rontgen. yang diakibatkan oleh banyak pembentukan tumor tulang. Gambaran osteolitik. tetapi periost tidak. dan sebagainya Pada osteosarkoma terdapat 3 gambaran radiologi.neonatus banyak epifisis tulang belum mengalami osifikasi sehingga belum dapat dilihat pada foto rontgen. dan periost. dan diafisis. Gambaran osteoblastik. Sunburst merupakan gambaran seprti ledakan matahari. terdapat pula reaksi periosteal berupa sunray atau sun burst. Pada codmann’s triangle ini biasanya terjadi kalsifikasi dan pembengkakan 2. tetapi MRI seluruh tubuh dapat menggantikan bone scan. spongiosa. Beberapa hal yang perlu diingat kembali dalam rangka menganalisis tumor tulang pada foto rontgen adalah : pada anak-anak tulang panjang dibagi dalam epifisis. Pada bentuk ini terjadi kalsifikasi jaringan lunak sehingga densitas meningkat. Tulang terdiri atas 3 komponen yaitu korteks. Gambaran tumor tampak lebih putih dengan batas irreguler. yaitu 1. Gambaran reaksi periosteal bermacam-macan • • • Berupa garis-garis yang sejajar dengan korteks disebut lamelar Berupa garis-garis yang tegal lurus pada korteks disebut sunray appearance Berupa seperti renda. Bila karena suatu proses dalam tulang. Bentuk ini mempunyai batas tak tegas dengan gambaran spikula dan segitiga codmann (codmann triangle).

Ketika tumor keluar dari korteksnya terjadi reaktivasi pembentukan tulang baru yang menyebabkan peningkatan periosteum (segitiga Codman). 1 2 3 1. Batas endosteal kurang jelas.X-Ray Tampak tanda-tanda destruksi tulang yang berawal pada medula dan terlihat sebagai daerah yang radiolusen dengan batas yang tidak tegas. saat itulah terbentuk suatu garis tulang baru. Dari reaksi periosteal itu hanya sisanya yaitu pada tepi yang masih dapat dilihat. selain korteks juga tulang subperiosteal akan dirusak oleh tumor yang meluas keluar tulang. Kedua gambaran itu merupakan tanda khas untuk osteosarcoma. yaitu daerah berawan osteolitik yang disertai dengan daerah osteoblastik. Terkadang korteks terbuka dan tumor melebar ke jaringan sekitarnya. Pada kebanyakan tumor ini terjadi penulangan ( ossifikasi ) dalam jaringan tumor sehingga gambaran radiologiknya variable bergantung pada banyak sedikitnya penulangan yang terjadi. mineralisasi osteoid diantara jaringan lunak. . melebar keluar dari korteks yang disebut efek sunrays. Foto polos dari osteosarkoma dengan gambaran Codman triangle (arrow) dan difus. Pada stadium dini gambaran tumor ini sukar dibedakan dengan osteomielitis. Dengan membesarnya tumor. Pada stadium yang masih dini terlihat reaksi periosteal yang gambarannya dapat lamelar atau seperti garis-garis tegak lurus pada tulang ( sunray appearance ). berbentuk segitiga dan dikenal sebagai segitiga Codman. Pemeriksaan X-ray didapat bermacam-macam gambaran.

Reaksi periosteal ketika tumor telah menembus kortek. Gambaran cross-sectional memberikan gambaran yang lebih jelas dari destruksi tulang dan penyebaran pada jaringan lunak sekitarnya daripada foto polos. namun merupakan modalitas yang sangat berguna untuk menentukan metastasis pada paru.2. CT terutama sangat membantu ketika perubahan periosteal pada tulang pipih sulit untuk diinterpretasikan. CT sangat berguna dalam evaluasi berbagai osteosarkoma varian. CT jarang digunakan untuk evaluasi tumor pada tulang panjang. Pada osteosarkoma telangiectatic dapat memperlihatkan fluid level. . terutama pada area dengan anatomi yang kompleks (contohnya pada perubahan di mandibula dan maksila pada osteosarkoma gnathic dan pada pelvis yang berhubungan dengan osteosarkoma sekunder). sunburst appearance CT Scan CT dapat berguna secara lokal ketika gambaran foto polos membingungkan. Perubahan periosteal berupa Codman triangles (white arrow) dan masa jaringan lunak yang luas (black arrow). CT dapat memperlihatkan matriks mineralisasi dalam jumlah kecil yang tidak terlihat pada gambaran foto polos. 3. dan jika digunakan bersama kontras dapat membedakan dengan lesi pada aneurysmal bone cyst dimana setelah kontras diberikan maka akan terlihat peningkatan gambaran nodular disekitar ruang kistik.

osteosarcoma of proximal tibia CT Scan: Telangiectatic Osteosarcoma of Proximal Tibia Xray: Telangiectatic Osteosarcoma of Proximal Tibia . axial view.CT scan.

Untuk tujuan stadium dari tumor. Penilaian dari penyebaran tumor ekstraoseus melibatkan penentuan otot manakah yang terlibat dan hubungan tumor dengan struktur neurovascular dan sendi sekitarnya. penilaian hubungan antara tumor dan kompartemen pada tempat asalnya merupakan hal yang penting. Keterlibatan epifisis oleh tumor telah diketahui sering terjadi daripada yang diperkirakan. dan sulit terlihat dengan gambaran foto polos. Deposit sekunder pada sisi lain dari tulang dinamakan transarticular skip metastase.MRI: Telangiectatic Osteosarcoma of Proximal Tibia Multiple Fluid-Fluid Levels are Demonstrated MRI MRI merupakan modalitas untuk mengevaluasi penyebaran lokal dari tumor karena kemampuan yang baik dalam interpretasi sumsum tulang dan jaringan lunak. Fitur yang penting dari penyakit intraoseus adalah jarak longitudinal tulang yang mengandung tumor. sendi dan jaringan lunak yang tertutupi fascia merupakan bagian dari kompartemen. dan adanya skip metastase. Keterlibatan epifisis dapat didiagnosa ketika terlihat intensitas sinyal yang sama dengan tumor yang terlihat di metafisis yang berhubungan dengan destruksi fokal dari lempeng pertumbuhan. Penyebaran tumor intraoseus dan ekstraoseus harus dinilai. keterlibatan epifisis. Hal ini penting untuk menghindari pasien mendapat reseksi yang . MRI merupakan tehnik pencitraan yang paling akurat untuk menentuan stadium dari osteosarkoma dan membantu dalam menentukan manajemen pembedahan yang tepat. Skip metastase merupakan fokus synchronous dari tumor yang secara anatomis terpisah dari tumor primer namun masih berada pada tulang yang sama. Tulang. Pasien dengan skip metasase lebih sering mempunyai kecenderungan adanya metastase jauh dan interval survival bebas tumor yang rendah.

Keterlibatan sendi dapat didiagnosa ketika jaringan tumor terlihat menyebar menuju tulang subartikular dan kartilago.melebihi dari kompartemen yang terlibat. Ultrasound .

karena penggunaan CT atau MRI dapat menimbulkan artefak pada bahan metal. Pada tahun 1980 Enneking memperkenalkan sistem stadium berdasarkan derajat. karena tumor ini sangat jarang untuk bermetastase ke kelenjar limfa. Untuk osteosarcoma low-grade gambaran rontgen menunjukkan gambaran radioopak pada masa tulang di permukaan atau mengelilingi tulang.Ultrasonography tidak secara rutin digunakan untuk menentukan stadium dari lesi. Sistem ini dapat digunakan pada semua tumor muskuloskeletal (tumor tulang dan jaringan lunak). Untuk menjadi intra kompartemen. Karena osteosarkoma menunjukkan peningkatan ambilan dari radioisotop maka bone scan bersifat sensitif namun tidak spesifik. dan adanya metastase. Komponen utama dari sistem stadium berdasarkan derajat histologi (derajat tinggi atau rendah). skip lesion dan metastase paruparu dapat juga dideteksi. Pada CT scan dan MRI akan menunjukkan perbatasan antara tumor dengan jaringan lunak sekitarnya. Nuclear Medicine Osteosarcoma secara umum menunjukkan peningkatan ambilan dari radioisotop pada bone scan yang menggunakan technetium-99m methylene diphosphonate (MDP). tetapi tidak bisa digunnakan untuk mengevaluasi komponen intermedula dari lesi. Untuk kepentingan secara praktis maka . Bone scan sangat berguna untuk mengeksklusikan penyakit multifokal. penyebaran ekstrakompartemen. Ultrasonography mungkin merupakan modalitas pencitraan satu satunya yang dapat menemukan rekurensi dini secara lokal. STAGING OSTEOSARKOMA Stadium konvensional yang biasa digunakan untuk tumor keras lainnya tidak tepat untuk digunakan pada tumor skeletal. korteks tidak rusak dan biasanya ada jarak antara korteks dan tumor. Pada pasien dengan implant prostetik. Jika osteosarkoma telah menyebar keluar dari periosteum maka derajatnya menjadi IIB. Untuk tumor dengan keganasan tinggi pada pemeriksaan rontgen akan menunjukkan defek superficial dari korteks tetapi pada CT scan dan MRI dapat melihat sebagai suatu masa jaringan lunak yang lebih besar. lokasi anatomi dari tumor (intrakompartemen dan ekstrakompartemen). Lesi tersebut mempunyai derajat IIA pada sistem Enneking. osteosarkoma harus berada diantara periosteum. Ultrasonography berguna sebagai panduan dalam melakukan percutaneous biopsi. dan ada tidaknya metastase. Meskipun ultrasonography dapat memperlihatkan penyebaran tumor pada jaringan lunak. namun skip lesion paling konsisten jika menggunakan MRI.

Obat yang efektif adalah Dexorubicin. lebih dari 80% pasien menderita rekurensi tumor yang biasanya berada pada paru-paru.pasien digolongkan menjadi dua yaitu pasien tanpa metastase (localized osteosarkoma) dan pasien dengan metastse (metastatic osteosarkoma) PENATALAKSANAAN & TERAPI Preoperatif kemoterapi diikuti dengan pembedahan limb sparing dan diikuti dengan postoperatif kemoterapi merupakan standar manajemen. Ifosfamide. Penggunaan neoadjuvant kemoterapi terlihat tidak hanya mempermudah pengangkatan tumor karena ukuran tumor telah mengecil. Cisplatin. namun juga dapat memberikan parameter faktor prognosa. b) Pembedahan . sehingga radioterapi tidak mempunyai peranan penting dalam manajemen rutin. a) Medikamentosa Sebelum penggunaan kemoterapi osteosarkoma ditangani secara primer hanya dengan pembedahan (amputasi). Osteosarkoma merupakan tumor yang radioresisten. Tingginya tingkat rekurensi mengindikasikan bahwa saat diagnosis pasien mempunyai mikrometastase. Pada penelitian terlihat bahwa adjuvant kemoterapi efektif dalam mencegah rekurensi pada pasien dengan tumor primer lokal yang dapat diredeksi. Oleh karena hal tersebut maka penggunaan adjuvant terapi sangat penting pada penanganan pasien dengan osteosarkoma. dan Methrotexate tinggi dosis tinggi dengan Leucovorin. Meskipun dapat mengontrol tumor secara lokal dengan baik.

Tujuan utama dari reseksi adalah keselamatan pasien. • Rotationplasty : teknik ini biasanya sesuai untuk pasien dengan tumor yang berada pada distal femur dan proximal tibia. namun lebih dari 80% pasien dengan osteosarkoma pada ekstremitas dapat ditangani dengan pembedahan limb salvage dan tidak membutuhkan amputasi. namun jika dapat dilakukan pembedahan dengan reseksi batas bebas tumor maka pembedahan limb salvage dapat dilakukan. Reseksi harus sampai batas bebas tumor. otot) biasanya tidak diperlukan. Kemudian bagian distal dari kaki dirotasi 180 derajat . terutama bila ukuran tumor yang besar sehingga alternatif pembedahan hanya amputasi. Prothesis: rekonstruksi sendi dengan menggunakan protesis dapat soliter atau expandable. Tipe dari pembedahan yang diperlukan tergantung dari beberapa faktor yang harus di evaluasi dari pasien secara individual. Durabilitas merupakan permasalahan tersendiri pada pemasangan implant untuk pasien remaja. • • Allograft : penyembuhan graft dan infeksi dapat menjadi permasalahan terutama selama kemoterapi. Jika memungkinkan maka dapat dilakukan rekonstruksi limb salvage yang harus dipilih berdasarkan konsiderasi individual sebagai berikut : • Autologus bone graft : hal ini dengan atau tanpa vaskularisasi. Batas radikal didefinisikan sebagai pengangkatan seluruh kompartemen yang terlihat (tulang. Semua pasien dengan osteosarkoma harus menjalani pembedahan jika memungkinan reseksi dari tumor primer. Dapat pula muncul penolakan graft. Fraktur patologis dengan kontaminasi semua kompartemen dapat mengekslusikan penggunaan terapi pembedahan limb salvage. namun hal ini membutuhkan biaya yang besar. Pada pasien yang mempunyai lempeng pertumbuhan yang imatur mempunyai pilihan yang terbatas untuk fiksasi tulang yang syabil (osteosynthesis). Pada beberapa keadaan amputasi mungkin merupakan pilihan terapi. degan tingkat 5 year survival rate sebesar 50-70% dan sebesar 20% pada penanganan sengan hanya radikal amputasi. Selama reseksi tumor pembukuh darah diperbaiki dengan cara end to end anastomosis untuk mempertahankan patensi dari pembuluh darah. Penolakan tidak muncul pada tipe graft ini dan tingkat infeksi rendah. sendi. Hasil dari kombinasi kemoterapi dengan reseksi terlihat lebih baik jika dibandingkan dengan amputasi radikal tanpa terapi adjuvant.

Oleh karena itu direkomendasikan untuk melakukan bilateral thoracotomy untuk metastase yang bilateral (masing masing dilakukan terpisah selama beberapa minggu).  . namun lapangan pembedahan lebih baik jika menggunakan lateral thoracotomy. c) Penanganan jangka panjang  Rawat inap  siklus kemoterapi : hal ini secara umum memerlukan pasien untuk masuk rumah sakit untuk administrasi dan monitoring. Cisplatin. Reseksi lobar atau pneumonectomy biasanya siperlukan untuk mendapatkan batas bebas tumor. Rawat jalan  Hitung jenis darah : pengukuran terhadap hitung jenis darah dilakukan dua kali seminggu terhadap granulocyte coloy simulating factor (G-CSF) pasien. biasanya sekitar 10 minggu. Reseksi dan metastase juga dilakukan pada saat ini. dan Methrotexate. Pasien yang ditangani dengan agen alkylating dosis tinggi mempunyai resiko tinggi untuk myelodysplasia dan leukemia. Meskipun nodul yang bilateral dapat di reseksi melalui media sternotomy. • Resection of pulmonary nodul : nodul metastase pada paru-paru dapat disembuhkan secara total dengan reseksi pembedahan. Prosedur ini dilakukan pada saat yang sama dengan pembedahan tumor primer.dan disatukan dengan bagian proksimal dari reseksi.  Demam dan neutropenia : dipelukan antibiotik intravena  Kontrol lokal : penanganan di rumah sakit diperlukan untuk kontrol lokal dari tumor (pembedahan). pengukuran G-CSF dapat dihentikan ketika hitung neutrophil mencapai nilai 1000 atau 5000/µ L.  Kimia darah : sangat penting untuk mengukur kimia darah dan fungsi hati pada pasien dengan nutrisi parenteral dengan riwayat toksisitas terutama jika penggunaan antibiotik yang nephrotoxic atau hepatotoxic dilanjutkan. Ifosfamide. Obat aktif termasuk Dexorubicin. Oleh karena itu hitung darah harus selalu dilakukan secara periodik. Rotasi ini dapat membuat sendi ankle menjadi sendi knee yang fungsional.

a) Lokasi tumor Lokasi tumor mempunyai factor prognostic yang signifikan pada tumor yang terlokalisai. KOMPLIKASI Paget’s Sarkoma Walau paget’s disease termasuk komplikasi yang jarang dalam keganasan. dengan frekuensi yang menurun seiring waktu. adanya metastase. monitoring rekurensi : monitoring harus tetap dilanjutkan terhadap lab darah dan radiografi. kardiologi dan neurologi. namun kebanyakan osteosarkoma pada pasien berusia di atas 50 tahun sering menderita komplikasi ini dan masuk dalam kategori paget’s sarcoma Gejala yang sering timbul adalah nyeri dan adanya pembengkakan Pada kasus lanjut dapat terjadi kemungkinan fraktur X-ray : gambaran destruksi tulang dan invaginasi jaringan lunak Termasuk tumor dengan level keganasan tinggi Pada kebanyakan pasien ditemukan metastasis ke paru-paru bersamaan dengan tumor tersebut terdiagnosa Penanganan sangat mengecewakan walaupun dengan pembedahan radikal/amputasi dan kemoterapi. maka pasien dipertimbangkan sebagai survivors jangka panjang. Individu ini harus berkunjung untuk monitoring dengan pemeriksaan yang sesuai dengan terapi dan efek samping yang ada termasuk evaluasi hormonal. psychososial. Secara umum kunjungan dilakukan setiap 3 bulan selama tahun pertama. rata-rata kemungkinan bertahan hidup dalam 5 tahun sangat rendah Hanya dapat dilakukan kemoterapi atau radioterapi dengan tujuan paliatif Prognosis buruk PROGNOSIS Factor yang mempengaruhi prognosis termasuk lokasi dan besar dari tumor. kemudian 6 bulan pada tahun kedua dan seterusnya. dan derajat nekrosis yang dinilai setelah kemoterapi.  Follow up jangka panjang : ketika pasien sudah tidak mendapat terapi selama lebih dari 5 tahun. Diantara tumor yang berada pada ekstremitas. reseksi yang adekuat. lokasi yang lebih distal mempunyai nilai prognosa yang lebih baik daripada tumor yang berlokasi lebih .

Reseksi yang lengkap dari tumor sampai batas bebas tumor penting untuk kesembuhan. Osteosarkoma yang berada pada pelvis sekitar 7-9% dari semua osteosarkoma dengan tingkat survival sebasar 20-50%. b) Ukuran tumor Tumor yang berukuran besar menunjukan prognosa yang lebih buruk dibandingkan tumor yang lebih kecil. . Tingkat kesembuhan pasien dengan nekrosis yang sedikit atau sama sekali tidak ada. atau reseksi metastase pada pasien dengan metastase. Tumor yang berada pada tulang belakang mempunyai resiko yang paling besar untuk progresifitas dan kematian. namun bagaimanapun juga adanya nodul yang terdeteksi bukan berarti metastase. meskipun secara keseluruhan prediksi bebas tumor hanya sebesar 20% sampai 30% untuk pasien dengan metastase saat diagnosis. Prognosis juga terlihat lebih baik pada pasien degan nodul pulmoner yang sedikit dan unilateral. Derajat nekrosis yang lebih besar atau sama dengan 90% dari tumor primer setelah induksi dari kemoterapi mempunyai prognosa yang lebih baik daripada derajat nekrosis yang kurang dari 90%. dan respectability dari metastase. Pasien yang menjalani pengangkatan lengkap dari tumor primer dan metastase setelah kemoterapi mungkin dapat bertahan dalam jangka panjang. Ukuran tumor dihitung berdasarkan ukuran paling panjang yang dapat terukur. bila dibandingkan dengan nodul yang bilateral. c) Metastase Pasien dengan tumor yang terlokalisasi mempunyai prognosa yang lebih baik daripada yang mempunyai metastase. e) Nekrosis tumor setelah induksi kemoterapi Kebanyakan protocol untuk osteosarkoma merupakan penggunaan dari kemoterapi sebelum dilakukan reseksi tumor primer. dimana pasien ini mempunyai derajat rekurensi 2 tahun yang lebih tinggi. Pasien dengan skip metastase dan osteosarkoma multifocal terlihat mempunyai prognosa yang lebih buruk. jumlah metastase. lebih tinggi bila dibandingkan dengan tingkat kesembuhan pasien tanpa kemoterapi. d) Reseksi tumor Kemampuan untuk direseksi dari tumor mempunyai factor prognosa karena osteosarkoma relative resisten terhadap radioterapi.proksimal. dengan paru-paru merupakan tempat tersering lokasi metastase. Prognosa pasien dengan matastase bergantung pada lokasi metastase. Derajat nekrosis dari tumor setelah kemoterapi tetap merupakan factor prognostic. Sekitar 20% pasien akan mempunyai metastase pada saat di diagnose.

html . Sutton David.com) 8. Osteosarcoma. 5. 3. 2. Biasanya pasien meninggal karena telah terjadi penyebaran secara hematogen ke paru-paru dan hati. Salter Robert. DAFTAR PUSTAKA 1. Classic. (http://www. 136 – 46. 379 – 403.2007.Angka keselamatan setelah 5 tahun untuk pasien osteosarkoma sekitar 63% (1974-1994). London: Churchill Livingstone. 164 – 7.2006. Sjahriar : Radiologi Diagnostik. Rasad. Lippincott Company. William & Wilkins. 1999. Philadelphia: J. (online). http://www. Hal 81. 4. serta tulang-tulang lain.com/ebooks/PrinciplesPracticeofPediatricOncology/sid1 599635.blogspot. Jakarta. Essetials of Radiologic Imaging Fifth Edition. Paul and Juhl’s.msdlatinamerica. 1992. Presentasi secara umum rendah untuk bertahan hidup. Edisi Kedua.wikipedia. Textbook of Disorders and Injuries of the Musculoskeletal System Third Edition.B. http://en. Vol 1. A Textbook of Radiology and Imaging Fifth Edition.emedicine. http://ortho-mania. Hide G.org/wiki/Osteosarcoma 7. Balai Penerbit FKUI. 1987.com/ 6.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful