ANALISIS INPUT-OUTPUT PERANAN INDUSTRI KERTAS DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA

OLEH RUSLI RAMLI H14101122

DEPARTEMEN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2006

RINGKASAN

RUSLI RAMLI. Analisis Input-Output Peranan Industri Kertas dalam Perekonomian Indonesia (dibimbing oleh ARIEF DARYANTO). Proses industrialisasi di Indonesia telah yang dimulai dari sejak pelita I telah mengakibatkan transformasi struktural dalam perekonomian Indonesia. Hal ini ditandai dengan semakin menurunnya kontribusi sektor primer (pertanian) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sementara sektor sekunder dan tersier seperti industri pengolahan kontribusinya terhadap PDB terus mengalami peningkatan. Salah satu sektor industri pengolahan yang berkembang pesat adalah sektor industri kertas. Hal yang menyebabkan industri ini terus berkembang pesat di Indonesia antara lain adalah kemudahan mendapatkan baku dan tenaga kerja yang murah. Pada akhir tahun 2000 kapasitas terpasang industri kertas nasional telah mencapai sekitar 9,1 juta ton per tahun, produksi sebesar 6,8 juta ton, ekspor sebesar 2,8 juta ton, dan konsumsinya yang telah mencapai 4,2 juta ton. Data-data tersebut di atas menunjukkan bahwa industri kertas sangat potensial untuk terus dikembangkan khususnya untuk meningkatkan penerimaan devisa negara. Selain perkembangannya yang pesat tersebut, industri kertas juga mempunyai pengaruh dan hubungan timbal balik terhadap industri atau sektor lainnya karena komoditi kertas yang dihasilkan oleh industri ini dapat sebagai input sektor industri lain dan sebaliknya industri kertas juga membutuhkan input dari sektor lain tersebut. Berdasarkan kondisi di atas, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana peran sektor industri kertas bagi perekonomian Indonesia Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari BPS Pusat Jakarta dan instansi terkait lainnya. Analisis yang digunakan yaitu Analisis Input-Output (I-O) dari Tabel I-O Indonesia Tahun 2000 transaksi domestik atas dasar harga produsen klasifikasi 175 sektor melalui program Microsoft Excel 2003. Pendekatan model I-O yang digunakan dalam penelitian ini adalah model sisi permintaan (demand-side model), hal ini dikarenakan faktor permintaan merupakan faktor eksogen yang mempengaruhi perekonomian. Berdasarkan analisis deskriptif dari Tabel I-O Indonesia tahun 2000 transaksi domestik atas dasar harga produsen yang diagregasi menjadi 22 sektor, industri kertas memiliki peran yang tidak begitu besar terhadap struktur perekonomian Indonesia seperti struktur permintaan, nilai tambah bruto, struktur ketenagakerjaan, ekspor-impor dan pembentukan output sektoral. Hal ini dapat dilihat dari kecilnya nilai industri kertas pada masing-masing struktur tersebut bila dibandingkan dengan sektor perekonomian lainnya. Dilihat dari sisi permintaan antara dan permintaan akhir, industri kertas memiliki permintaan akhir (Rp 10.800.775 juta) yang lebih besar daripada permintaan antaranya (Rp 13.970.847 juta) yang menandakan bahwa output industri kertas lebih banyak digunakan untuk konsumsi langsung (masyarakat, pemerintah, dan ekspor) daripada sebagai input untuk sektor lainnya.

Dilihat dari rasio upah gaji terhadap surplus usaha (0,43) dalam struktur nilai tambah bruto, dapat identifikasi bahwa pada industri kertas terjadi ketimpangan distribusi pendapatan antara pihak perusahaan dengan tenaga kerjanya. Kemudian dari struktur ketenagakerjaan dapat diketahui bahwa industri ini mampu menyerap tenaga kerja sebesar 118.454 jiwa. Berdasarkan analisis struktur ekspor-impor dapat diketahui bahwa industri kertas mengalami surplus perdagangan sebesar Rp 4.617.531 juta sedangkan dari pembentukan output sektoral industri kertas menyumbang sebesar Rp 24.771.662 juta atau sekitar 0,92 persen dari total output sektoral perekonomian. Dari hasil analisis keterkaitan per sektornya (keterkaitan industri kertas terhadap berbagai sektor perekonomian Indonesia), industri ini memiliki keterkaitan yang tinggi terhadap sektor hulu dan hilirnya. Pada keterkaitan ke depan industri kertas memiliki keterkaitan yang tinggi terhadap sektor industri barang dari kertas (0,3183) dan industri percetakan (0,2448), sedangkan pada keterkaitan ke belakangnya, industri kertas memiliki keterkaitan kuat terhadap industri pulp (0,0944) yang merupakan sektor penghasil input bahan bakunya. Berdasarkan hasil analisis koefisien penyebaran dapat diketahui bahwa industri kertas kurang memiliki kemampuan untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya. Sedangkan dari hasil analisis kepekaan penyebaran industri kertas merupakan industri yang memiliki kemampuan yang kuat dalam mendorong sektor hilirnya. Pada analisis elastisitas input-output dapat diketahui bahwa industri kertas cukup responsif terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya dalam hal output dengan nilai elastisitas output sebesar 1,0023. Sementara dari hasil elastisitas pendapatannya (0,0522) industri ini kurang responsif terhadap perubahan permintaan akhir sektor lain dalam hal pendapatan dan jika dilihat dari hasil elastisitas tenaga kerjanya (0,6093), perubahan permintaan akhir sektor lain kurang berpengaruh terhadap perubahan tenaga kerja dalam sektor industri kertas tersebut. Berdasarkan ranking elastisitas, industri kertas termasuk dalam salah satu dari sepuluh sektor kunci perekonomian Indonesia (peringkat keenam). Hal ini mengindikasikan bahwa sektor industri ini memiliki respon yang tinggi terhadap perubahan permintaan akhir sektor lain dalam hal peningkatan output, pendapatan, maupun tenaga kerjanya, sehingga sektor ini mempunyai kemampuan yang cukup besar dalam berkontribusi untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan. Bersama dengan sektor kunci lainnya, industri kertas merupakan sektor prioritas yang harus dikembangkan oleh pemerintah sebagai policy makers karena kontribusinya terhadap perekonomian tersebut

ANALISIS INPUT-OUTPUT PERANAN INDUSTRI KERTAS DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA Oleh RUSLI RAMLI H14101I22 Skripsi Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Ilmu Ekonomi DEPARTEMEN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2006 .

Ec. M. Dosen Pembimbing. Ketua Departemen Ilmu Ekonomi. Rina Oktaviani. Menyetujui. Dr. 131 644 945 Mengetahui. 131 846 872 Tanggal Kelulusan: . NIP. MS NIP. Arief Daryanto. Ir. Nama Mahasiswa Nomor Registrasi Pokok Program Studi Judul Skripsi : Rusli Ramli : H14101122 : Ilmu Ekonomi : Analisis Input-Output Peranan Industri Kertas dalam Perekonomian Indonesia dapat diterima sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Ilmu Ekonomi. Dr. Ir.INSTITUT PERTANIAN BOGOR FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN DEPARTEMEN ILMU EKONOMI Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang disusun oleh. Institut Pertanian Bogor. Fakultas Ekonomi dan Manajemen.

Juni 2006 Rusli Ramli H14101122 . Bogor.PERNYATAAN DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI ADALAH BENAR-BENAR HASIL KARYA SAYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIGUNAKAN SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN.

Pada tahun yang sama penulis diterima di SMUN 1 Karawang dan lulus pada tahun 2001. dan HMI Komisariat FEM. Propinsi Jawa Barat. Pada tahun 2001 penulis melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi untuk meraih gelar sarjana. penulis aktif di berbagai organisasi intra dan ekstra kampus seperti BEM-H. . dari pasangan Apun Sanusi dan Yoyoh. Penulis masuk IPB melalui jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) dan diterima sebagai mahasiswa Program Studi Ekonomi dan Studi Pembangunan pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen. penulis menamatkan Sekolah Dasar pada SDN Ciwaringin 1. Jenjang pendidikan penulis dilalui dengan lancar. kemudian melanjutkan ke SLTPN 1 Telagasari dan lulus pada tahun 1998. Formasi.RIWAYAT HIDUP Penulis bernama Rusli Ramli lahir pada tanggal 20 Juli 1983 di Karawang. Penulis merupakan anak pertama dari satu bersaudara. Selama menjadi mahasiswa.

Penulis mengharapkan adanya hasil positif sebagai masukan dalam pembangunan industri kertas nasional selanjutnya. Institut Pertanian Bogor.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Judul skripsi ini adalah “Analisis Input-Output Peranan Industri Kertas dalam Perekonomian Indonesia“. Arief Daryanto. saran serta bimbingan dalam pembuatan skripsi ini. Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.Ec. Fakultas Ekonomi dan Manajemen.1r. Judul ini dipilih penulis karena merupakan topik yang menarik dalam perkembangan industri nasional dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. skripsi ini juga merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Ilmu Ekonomi. M. bagi penulis khususnya dan kalangan pendidikan umumnya. Semoga karya ini dapat bermanfaat. Selain itu. Ucapan terima kasih juga penulis ucapkan kepada seluruh pihak lainnya yang telah membantu terlaksananya penelitian ini baik dari instansi maupun perorangan yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Juni 2006 Rusli Ramli H14101122 . Bogor. terutama kepada Bapak Dr. yang telah memberi masukan.

.....................................................5.............................................. V........ PENDAHULUAN ......................... DAFTAR GAMBAR .................1........................ Penelitian-Penelitian Terdahulu ........................5. 4.. II...........................2..........................2..... 2................................1.... 3.....1............. 2.................1............. 2................................................................................................................................. 2.. 2..............5.......... Kerangka Pemikiran Teoritis ......3... 1............. 2...........................2.. 2.................. Perumusan Masalah ... Manfaat Penelitian . 3. Integrasi Vertikal Pada Industri Kertas ...................4... Model Input-Output ............ 4............................... Analisis Dampak Penyebaran ..... 1................ Jenis dan Sumber Data ......................................................... Perkembangan Industri Kertas ............. Latar Belakang ................. Tujuan Penelitian ........................ GAMBARAN UMUM INDUSTRI ......................... 3....... Definisi dan Sejarah Kertas...2.... Analisis Keterkaitan .....2.......................... 3...................................................... TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN .......................................................................... DAFTAR LAMPIRAN.................2......................................................... Profil Industri Kertas................................... 1....... Ruang Lingkup.....3............................................. 3..................1. 2....DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL.................................................3............................ 1........... 3.......................2.................... Koefisien Input...... METODE PENELITIAN.................................. 1...................6..............5..................................... Elastisitas Input-Output...................4.............. III............................2......... Kerangka Pemikiran Konseptual .....................................................................................2.......3............................................ Struktur Tabel Input-Output......... Metode Analisis ..........................................1.... Konsep Pembangunan Industri Kertas .............................................................................2..... x xi xii 1 1 4 5 5 6 7 7 8 11 13 16 16 19 22 25 25 25 26 27 29 31 33 33 34 .............. I...........

..... Elastisitas Pendapatan .......... 5...... 5....1...2................................... LAMPIRAN.4.. 5......................... 5........4.......... 5.. 5............ Struktur Output Sektoral ...................................3..... Keterkaitan ke Belakang Industri kertas ..6. 5.............2............. Elastisitas Tenaga Kerja........................3............... 36 37 47 47 47 49 51 53 55 56 56 58 59 61 62 63 65 67 67 68 70 71 73 75 75 76 78 80 ..........1...................1... 5...2.......................... 5.....................1....... DAFTAR PUSTAKA ........4......... Koefisien Penyebaran.2................1.......................2......................... 5................................................2.................... Kepekaan Penyebaran .......3. 5............................................... 5.................................. Keterkaitan Langsung Sektor-Sektor Perekonomian .................. 5.... 5........................... 6............................................................ 5........ Struktur Ketenagakerjaan....3...................... Keterkaitan Langsung dan Tidak Langsung ................2...... V................1............................... 5.............. VI.............................3................................ 5.............3........... Implikasi Kebijakan ...................................... 5.................................... Profil Beberapa Perusahaan Kertas Indonesia ............................. Analisis Keterkaitan ......1.1........ Kesimpulan ........................................................... HASIL DAN PEMBAHASAN.............................5.. Elastisitas Output .....................4................................... Struktur Nilai Tambah Bruto ..... Peranan Industri Kertas Dalam Perekonomian Indonesia........... 6.......4.................. Struktur Permintaan Industri Kertas ............. Elastisitas Input-Output. Integrasi Vertikal dan Pasar Industri Kertas Indonesia............2........ 5..............2.........4........ KESIMPULAN DAN SARAN ......... Keterkaitan ke Depan Industri Kertas ................. Saran.........1....5.......... Sektor-Sektor Kunci dalam Perekonomian Indonesia .............. 4......2........1.............. Struktur Ekspor dan Impor.......... 5...2....... Analisis Koefisien dan Kepekaan Penyebaran.......3............2....................4.......

4........................1...................... 4......................... Struktur Tabel Input-Output...........DAFTAR TABEL Nomor Halaman 1................. 2......................................... Hasil Penelitian Terdahulu Tentang Keterkaitan ... Produktifitas dan Nilai Upah Sektoral Indonesia Tahun 2000 .. Boards PT................ Boards PT.... 4.......................... 5. Jumlah Tenaga kerja....... 4..........4......... 2 1.................. Ekspor dan Konsumsi Industri Kertas Indonesia Tahun 1994-2003.... Komposisi Sektoral PDB 1960-2003 Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 ............. . Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry per 30 Desember 2004 ...............................2.3......................3.....2........... Hasil Penelitian Terdahulu Tentang Dampak Penyebaran.......................... Indah Kiat Pulp & Paper Tbk per 30 September 2004 ...... 5...5. Kapasitas Produksi........... Boards PT........................ 2. Profil Industri Pulp dan Kertas Indonesia Tahun 2003 .......1........ Boards PT..................... 2.......... Konsumsi Kertas Per Kapita Penduduk Indonesia 1993-2002.......................7.......................................... 5................................ 4..... Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk per 30 September 2004 ....... 5.................6.............. Impor. Permintaan Antara dan Permintaan Akhir Sektor-sektor Perekonomian di Indonesia Tahun 2000. Kapasitas Terpasang Perusahaan Industri Kertas 2003..... 4.......... 4.............. Rasio Upah Terhadap Surplus Usaha......................................... 3 13 14 19 34 35 38 40 42 43 46 48 50 51 52 .... 4...1......2. Nilai Tambah Bruto Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Indonesia Tahun 2000 .............................1.......... Pindo Deli Pulp & Paper Mills per 30 September 2004 ...2........3............................

......................13.......... Struktur Ekspor dan Impor Indonesia Tahun 2000 ....................................................... 5.6....7......... 5........5................................ 5......... 5.....11..................5..................................................10.... Struktur Pembentukan Output Sektoral Terhadap Perekonomian Indonesia ....... 5...... Nilai Keterkaitan Berbagai Sektor Perekonomian di Indonesia . Keterkaitan ke Depan Industri Kertas terhadap Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia ..................9...... Sektor Kunci Perekonomian Menurut Ranking Elastisititas Input-Output Indonesia Tahun 2000 ...................................... 5................... 5....... 5....12....... Keterkaitan ke Belakang Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia ... 54 56 57 60 61 64 66 69 71 ............................................. Elastisitas Input-Output Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Tahun 2000 ................ Kepekaan Penyebaran Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia................ Koefisien Penyebaran Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia..8.........

...........................DAFTAR GAMBAR Nomor 1....... Halaman 24 .............. Bagan Alur Pendekatan Studi ..........

.. ........ Matriks Koefisien Teknis Klasifikasi 22 Sektor .... Halaman 81 82 86 88 Klasifikasi Sektor Tabel Input-Output Indonesia Tahun 2000 ................ Matriks Kebalikan Leontief Klasifikasi 22 Sektor....... 3..........................DAFTAR LAMPIRAN Nomor 1.............. Tabel Input-Output Indonesia Tahun 2000 Klasifikasi 22 Sektor .......... 4............ 2.........

sementara sektor industri khususnya industri pengolahan baru menyumbang 8.9 persen).4 persen dari PDB (Tabel 1. Perubahan struktur semacam ini menyebabkan kesempatan kerja semakin banyak. Pada tahun-tahun berikutnya dapat dilihat bahwa sektor industri pengolahan terus mengalami kenaikan dalam hal kontribusinya terhadap PDB sedangkan sektor pertanian sebaliknya terus mengalami penurunan kontribusi terhadap PDB. Kemudian pada tahun 1967 industri pengolahan telah menyumbang 51. 2002).8 persen terhadap PDB sedangkan sektor pertanian mempunyai kontribusi terhadap PDB sebesar 8. dan pendayagunaan sumber-sumber baru serta perbaikan teknologi akan semakin tinggi (Jhingan. dan motivasi yang secara radikal. Pola pertumbuhan ekonomi secara sektoral di Indonesia agaknya sejalan dengan kecenderungan proses transformasi struktural yang terjadi di berbagai negara di dunia. sektor pertanian merupakan sektor penyumbang terbesar terhadap PDB (53. yang mencakup peralihan lembaga. Latar Belakang Proses industrialisasi di Indonesia yang dimulai sejak Pelita I telah mengakibatkan transformasi struktural di Indonesia. PENDAHULUAN 1.I. dimana terjadi penurunan kontribusi sektor pertanian (sektor primer) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pada tahun 1960. produktifitas buruh.1.4 persen. Hal tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa sektor industri . Perubahan struktural mengandung arti peralihan dari masyarakat pertanian tradisional menjadi ekonomi industri modern.1). stok modal. sementara kontribusi sektor sekunder dan tersier cenderung meningkat. sikap sosial.

6 15.8 1.7 24.3 6.1 0.2 1.8 3.2 6.6 0.9 3.9 7.6 18.0 3.7 2.9 1989 20.3 6.7 6.6 3.49 7.9 1983 22.4 0. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai eksportir . sektor industri pulp dan kertas telah menyumbang 90 persen dari total penerimaan ekspor kehutanan.8 3.9 14.1 3.1.7 8.0 16.5 1993 17.3 2. hotel dan restoran Pengangkutan dan komunikasi Keuangan.7 8.3 9.9 5.6 15.64 15.4 0.7 1. Tabel 1.57 2003 16. sewa dan jasa perusahaan Jasa-jasa Sumber : BPS.4 1973 40.1 12. Komposisi Sektoral PDB 1960-2003 Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 (persen) Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan penggalian Industri Pengolahan Listrik dan air minum Bangunan/konstruksi Perdagangan.1 5.5 1998 17.0 3.3 3.9 21. Dari sisi kontribusi terhadap penerimaan negara.0 6.6 10. Salah satu dari sektor industri pengolahan tersebut yang berkembang pesat sampai saat ini adalah industri pulp dan kertas.5 16.8 20. 1960 53.9 10.4 Industri pulp dan kertas adalah industri yang berkembang dengan tingkat pertumbuhan 20 persen per tahun pada beberapa dekade terakhir.4 5.52 5.84 25.3 1.7 12.6 13.4 5.6 16.6 5. Pasar bagi hasil industri pulp dan kertas masih terbuka luas karena konsumsi kertas per kapita terus meningkat dari tahun ke tahun.5 0.7 0.5 3. 2003.2 pengolahan telah menggeser peranan sektor pertanian dalam pembangunan nasional berkaitan dengan peralihan struktur perekonomian masyarakat Indonesia dari orientasi pada sektor primer (pertanian) kepada orientasi sektor industri.3 3.8 6.3 4.57 9.5 1.9 5.9 16.2 1967 51.2 3.0 14.5 0.

970 3.783.280 4.065.487. 2003.420 4.345.800.080 6.350 3.630 199.000 Ekspor 826.560 4.945 5.472.700 261.240 2001 10. Hal itu ditambah apabila melihat dalam sekitar satu dekade terakhir ini.260 1998 9.135 2.479. Sementara itu fokus khusus pada sektor industri kertas (diluar dari industri pulp).000 2000 9.119.904. ialah bahwa produk kertas cenderung banyak yang ditujukan untuk pasar luar negeri.600 1997 7.849.100 2. Ekspor.641.054.500 3.600 2. dan Konsumsi Industri Kertas Indonesia Tahun 1994-2003 (ton) Tahun Kapasitas Produksi Impor 171. adalah bahwa produk kertas harganya banyak ditentukan dalam nilai dolar.837.882.490 1996 7. baik kapasitas. Ada tiga alasan utama yang melatarbelakangi pentingnya sumbangan industri ini.399.300.110 197.580 7.282.800.730 2.520 1.210 2.446.000 2. industri ini masih dapat diandalkan dalam membantu penerimaaan devisa negara (Rosadi dan Vidyatmoko.840 249.120.833.560 1999 9. Tabel 1.180 6. ekspor maupun .800 212.951. Impor. Produksi.430 3.200 924.970 2002 10.000 1994 4.2.000 Konsumsi 2.595.168.800 1995 5.220 1.000 130.821.212.800 2.913.000 8. alasan kedua.180 6. 2002).390 3. 2002).000 2003 Sumber: Asosiasi Pulp dan Kertas. pertama.300 140.198.530 5.015.695 250.935 5.000 3.720.224.950. industri ini merupakan salah satu industri yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian Indonesia. sehingga dalam masa krisis ekonomi yang dihadapi Indonesia.425. Kapasitas.805.960 2.3 pemimpin dalam bidang kehutanan di dunia sejak 1987 (Karseno dan Mulyaningsih.097.116. yaitu komponen impor yang digunakan dalam proses produksi nilainya tidak lebih dari 30 persen.290 4. jumlah produksi. dan ketiga.130 143.200.600.

2. Perumusan Masalah Pentingnya industri kertas yang besar tidak terlepas dari kondisi yang dimilikinya.4 konsumsi dalam industri kertas terus mengalami kenaikan setiap tahunnya (Tabel 1. Berdasarkan kondisi inilah dirasakan penting untuk melakukan analisis lebih lanjut tentang peranan industri kertas terhadap perekonomian Indonesia. I. Begitu juga dalam hal tenaga kerja. angkatan kerja produktif di Indonesia mencapai puluhan juta orang. Dalam hal bahan baku. Peran industri kertas dalam hubungannya dengan sektor-sektor perekonomian tersebut dapat dilihat dari bagaimana struktur perekonomiannya bila dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya dan keterkaitannya dengan sektor-sektor lainnya . sehingga bahan baku untuk pembuatan kertas tersedia banyak di Indonesia. Namun pentingnya industri kertas ini tidak semata-mata hanya karena keunggulan komparatifnya saja tapi juga karena peranannya dalam hubungannya terhadap sektor-sektor lain dalam perekonomian Indonesia baik sektor industri maupun non-industri dan bagaimana sektor-sektor lain tersebut mempengaruhi industri kertas sehingga terjadinya hubungan timbal balik yang mengarah pada peningkatan pertumbuhan sektor-sektor dalam perekonomian secara keseluruhan. misalnya. Indonesia termasuk negara penyedia bahan baku pulp terbesar karena mempunyai hutan terluas kedua di dunia. Keunggulan yang lebih banyak mengandalkan sumber bahan baku yang berlimpah dengan harga yang relatif murah serta tenaga kerja dengan upah buruh yang relatif rendah.2). Sampai saat ini industri kertas Indonesia memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan negara lain.

Bagaimana peran sektor industri kertas dalam sektor kunci perekonomian Indonesia? 1. beberapa permasalahan yang dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut: 1. Menganalisis keterkaitan sektor industri pengolahan dengan sektor-sektor perekonomian lainnya di Indonesia . ekspor-impor dan output sektoral? 2. nilai tambah. Berapa besar peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian Indonesia dalam struktur permintaan. nilai tambah. Bagaimana keterkaitan sektor industri kertas dengan sektor-sektor lainnya di Indonesia? 3.3. ketenagakerjaan. Bagaimana peran sektor industri kertas dalam mendorong dan menarik pertumbuhan sektor hulu dan hilirnya? 4. ekspor-impor dan output sektoral 2.5 tersebut. Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah di atas maka tujuan penulisan skripsi ini adalah: 1. bagaimana kemampuan industri kertas dalam mendorong sektor hulu dan hilirnya dan bagaimana peran industri kertas dalam sektor kunci perekonomian Indonesia. Menganalisis peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian Indonesia dalam struktur permintaan. ketenagakerjaan. Berdasarkan latar belakang dan uraian di atas.

industri barangbarang dari kertas yang tidak memproduksi kertasnya terlebih dahulu dan bukan pula industri percetakan atau penerbitan. Ruang Lingkup Industri kertas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah industri yang terdiri dari perusahaan-perusahaan yang mengolah bahan baku kertas menjadi produk kertas yang merupakan barang jadi yang dapat di langsung dikonsumsi ataupun barang setengah jadi yang akan digunakan sebagai input oleh industri lain. . kertas tissue (tissue paper). 1.4. Dengan kata lain industri kertas dalam penelitian ini bukan industri pulp.6 3. kertas lapis dan non lapis (coated and uncoated paper).4. Menganalisis peran sektor industri kertas dalam sektor kunci perekonomian Indonesia 1. Kertas yang dimaksud adalah jenis kertas seperti kertas tulis cetak (writingprinting paper). kertas rokok (cigarette paper) dan sebagainya. Manfaat Penelitian Penulis mengharapkan penelitian ini dapat berkontribusi secara positif terhadap perencanaan kebijakan pembangunan industri kertas nasional pada khususnya maupun industri lain pada umumnya oleh pihak-pihak yang terkait didalamnya maupun bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan untuk melakukan penelitian tentang industri kertas Indonesia. Menganalisis peran sektor industri kertas dalam mendorong dan menarik pertumbuhan sektor hulu dan hilirnya 4.

1. bangsa-bangsa dahulu menggunakan tablet dari tanah liat yang dibakar. Kertas dikenal sebagai media utama untuk menulis. yang dihasilkan dengan kompresi serat. Definisi dan Sejarah Kertas Kertas adalah bahan yang tipis dan rata. mencetak serta melukis dan banyak kegunaan lain yang dapat dilakukan dengan kertas misalnya sebagai kertas pembersih (tissue) yang dapat digunakan untuk hidangan maupun kebersihan. Hal ini dapat ditemui dari pennggalan peradaban bangsa Sumeria. bambu. Perancis misalnya atau papel dalam bahasa Spanyol yang berarti kertas (Wikipedia.II. Serat yang digunakan biasanya adalah alami dan mengandung selulosa (Wikipedia 2005). Peradaban Mesir kuno menyumbangkan papirus sebagai media tulis menulis. bahkan daun lontar yang dirangkai seperti yang telah ditemukan pada naskah-naskah kuno nusantara beberapa abad yang lalu. meskipun pengunaan papirus masih dirasakan sangat mahal. papier dalam bahasa Belanda. Jerman. Penggunaan papirus sebagai media tulis menulis ini digunakan pada peradaban Mesir kuno pada masa bangsa Fir’aun kemudian menyebar keseluruh Timur Tengah sampai Romawi di Laut Tengah dan ke seluruh Eropa. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI 2. Dari kata papirus (papyrus) itulah dikenal sebagai paper dalam bahasa Inggris. Adanya kertas merupakan revolusi baru dalam dunia tulis menulis yang menyumbangkan arti besar dalam peradaban dunia. Sebelum ditemukan kertas. prasasti dari batu. sutera. kayu. . kulit atau tulang binatang. 2005).

teknik pembuatan kertas tersebut jatuk ke tangan orang-orang Arab pada masa Abbasiyah terutama setelah kalahnya pasukan Dinasti Tang dalam pertempuran sungai Talas pada tahun 751 Masehi dimana para tawanan-tawanan perang mengajarkan cara pembuatan kertas kepada orang-orang arab sehingga dizaman Abbasiyah. munculah pusat-pusat industri kertas baik di Baghdad maupun Samarkand dan kota-kota industri lainnya.2. kimia. 2. atau dengan tangan sehingga menjadi barang jadi atau setengah . Tsai Lun menemukan kertas dari bahan bambu yang mudah didapat di seluruh Cina pada tahun 101 Masehi. 2005).8 Tercatat dalam sejarah adalah peradaban Cina yang menyumbangkan kertas bagi dunia. Pada akhirnya. Penemuan ini akhirnya menyebar ke Jepang dan Korea seiring menyebarnya bangsa-bangsa Cina ke timur dan berkembangnya peradaban di kawasan itu meskipun pada awalnya cara pembuatan kertas merupakan hal yang sangat rahasia. Menurut Puspitawati (2000) industri pengolahan merupakan suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan mengubah suatu barang dasar secara mekanis. Bintaro (1968) dalam Muchtar (1997) mengemukakan industri pengolahan ialah setiap usaha yang merupakan unit produksi yang membuat barang untuk kebutuhan masyarakat di suatu tempat tertentu. Konsep Pembangunan Industri Kertas Ada beberapa pengertian industri secara definisi yang sekurang-kurangnya akan disampaikan dua definisi. kemudian meyebar ke Italia dan India lalu Eropa khususnya setelah perang Salib dan jatuhnya Grenada dari bangsa Moor ke tangan orang-orang Spanyol serta ke seluruh dunia (Wikipedia.

Berdasar pada dua pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa industri kertas merupakan suatu kegiatan atau usaha mengolah barang dasar atau bahan baku kertas agar memiliki nilai yang lebih baik untuk keperluan masyarakat di suatu tempat tertentu. Kendati perkembangan sektor industri kertas mengalami kemajuan yang pesat salah satunya terlihat dari perkembangan produksi.9 jadi dan atau barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya dan sifatnya lebih dekat kepada pemakai akhir. yakni struktur ekonomi dengan titik berat pada industri yang maju dan didukung oleh pertanian yang tangguh. sebagai berikut : 1. konsumsi. akan tetapi banyak masalah dan tantangan yang dihadapi dalam perjalanannya untuk memiliki keunggulan daya saing yang tinggi. 1997). kapasitas maupun ekspornya. khususnya pada era ekolabelling dan otonomi daerah pada saat ini. Sumber pertumbuhan agribisnis pulp dan kertas terutama bersumber dari pemanfaatan sumber daya alam dan tenaga kerja tidak terampil (fase factordriven). Karakteristik dari industri ini adalah sumber bahan baku kayu . ada 3 fase pembangunan industri pulp dan kertas agar memiliki keunggulan daya saing. Pada hakekatnya pembangunan industri ditujukan untuk menciptakan struktur ekonomi yang kokoh dan seimbang. Oleh karenanya. pembangunan industri secara nyata harus menjadi penggerak utama peningkatan laju pertumbuhan ekonomi dan sekaligus dapat menjadi penyedia lapangan kerja yang sudah mulai tidak tertampung pada sektor pertanian (Muchtar. Menurut Saragih dalam Sipayung dan Pambudy (2000).

Fase kedua adalah agribisnis (industri) pulp dan kertas yang digerakkan oleh modal (capital-driven) yakni modal dan tenaga kerja semi terampil (capital and smi-skill labor). Fase ketiga adalah industri pulp dan kertas yang digerakkan oleh inovasi (innovation-driven) yakni penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tenaga kerja terampil (knowledge based and skill labor based). 3. Industri pulp dan kertas pada fase ini dicirikan dengan pengembangan perkebunan kayu (timber plantation) sebagai sumber bahan baku. nilai produk kertas dapat dipersepsikan masyarakat (perceive value) sebagai barang inferior. Dengan demikian. bila diboboti dengan atribut global value dan national/local value.10 mengandalkan kayu hutan (forest based) misalnya Hak Penguasaan Hutan (HPH). Karakteristik industri pulp dan kertas pada fase ini adalah pertumbuhan output terutama bersumber dari kemajuan teknologi baik pada penyediaan bahan baku maupun dalam pengolahan. sehingga telah terjadi pemutusan hubungan dengan hutan alam. meskipun biaya produksi relatif rendah. penyediaan bahan baku kayu tidak lagi bersumber dari penebangan kayu hutan alam. Sehingga dampak penurunan mutu lingkungan akibat aktivitas industri tersebut biasanya cukup besar. Dengan demikian dampak penurunan mutu lingkungan akibat penebangan kayu hutan alam dapat diminimumkan atau lebih rendah dari fase pertama. Selain itu keterkaitan kegiatan perusahaan masih dengan masyarakat juga masih sedikit. Efisiensi pengolahan makin meningkat melalui perbaikan teknologi yang terus menerus sehingga selain menurunkan biaya produksi juga . Artinya. 2. melainkan telah bergeser pada kayu hasil budidaya.

Integrasi vertikal yang dilakukan oleh perusahaan dapat dilakukan dilakukan dengan dua cara. Integrasi Vertikal Pada Industri Kertas Hasibuan (1994) mendefinisikan integrasi vertikal adalah pengabungan perusahaan-perusahaan yang mempunyai kelanjutan proses produksi. yaitu integrasi ke hulu (upstream) dan integrasi ke hilir (downstream). 2.3. Full Integration Perusahaan melakukan full integration bila perusahaan tersebut memproduksi semua input yang dibutuhkannya atau ketika perusahaan tersebut . Perusahaan yang menerapkan strategi integrasi vertikal ke hulu (upstream) adalah perusahaan yang memperoduksi sendiri input yang dibutuhkannya. Sedangkan integrasi vertikal ke hilir (downstream) adalah perusahaan yang memutuskan untuk menyalurkan output yang dihasilkan kepada konsumen melalui perusahaan yang terintegrasi dengannya. Jenis integrasi ini dapat dibagi menjadi dua. yakni meningkatkan daya saing dan meminimumkan dampak negatif kegiatan industri pulp dan kertas pada lingkungan hidup. antara lain: 1.11 mengurangai polutan ke lingkungan. Mentransformasi industri pulp dan kertas dari factor-driven kepada innovation-driven akan memberi manfaat ganda. kemampuan Riset and Development (R&D) menjadi tulang punggung dalam fase ini. Pada saat ini industri pulp dan kertas indonesia sebagian besar sedang bergeser dari factor-driven kepada capital-driven. Oleh karena itu. Bahkan beberapa diantaranya sudah mulai memasuki innovation–driven.

Menurut Karseno dan Mulyaningsih (2002) integrasi vertikal oleh perusahaan kertas akan meningkatkan efisiensi perusahaan dalam industri kertas tersebut karena dapat mengamankan pasokan bahan baku dan meminimumkan biaya transaksi dalam rangka untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan terhadap produk kertasnya. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia merupakan perusahaan-perusahaan besar dalam industri kertas yang terintegrasi vertikal dengan industri pulpnya. Indah Kiat Pulp & Paper. mereka mempunyai pabrik pulp sendiri sebagai sumber bahan baku produksi kertasnya. yaitu: (1) penelitian terhadap keseluruhan sektor perekonomian. 2. Lontar Papyrus dan PT. (2) penelitian terhadap sektor agroindustri dan non agroindustri . PT. Jenis integrasi vertikal perusahaan-perusahaan tersebut adalah full integration.12 menyalurkan semua output yang dihasilkan melalui anak perusahaan yang terintegrasi dengannya. Penelitian-Penelitian Terdahulu Penelitian tentang peran dan keterkaitan dengan menggunakan alat analisis Input-Output telah banyak dilakukan. 2. Penelitian yang sudah dilakukan selama ini antara lain meliputi.4. Taper Integration Perusahaan melakukan taper integration bila perusahaan tersebut membeli input yang dibutuhkannya dari perusahaan lain selain input yang dihasilkan sendiri atau menyalurkan hasil produksinya melalui perusahaan terintegrasi dengannya dan juga perusahaan lain yang tidak terintegrasi Perusahaan-perusahaan seperti PT.

6293 0.62204 2001 0. Disamping mempelajari keterkaitan tersebut penelitian-penelitian tersebut juga mempelajari dampak penyebaran (Tabel 2. Pengolahan Tahun InputOutput 1990 1993 0. ***Setiyaji (1995).00802 1.75861 2.05931 0.6028 2.45022 1.11877 0.4267 1. **Sahara (1998) .64866 0.58216 0. Gambaran ini memberikan indikasi bahwa sektor/subsektor industri pengolahan secara langsung lebih mempunyai . Indonesia* Agroindustri Non Agroindustri 2.76281 1. (3) penelitian terhadap sektor pertanian dan industri pengolahan.13 (sektor industri pengolahan).00619 0.31431 2.81150 1. 2005).95855 Keterkaitan Ke Belakang Langsung & Langsung Tdk Langsung 0.07819 1.63396 Sumber: *Tjandrawan (1994) . Jawa Barat*** Pertanian Agroindustri 4. Pada dasarnya penelitian yang dilakukan memiliki tujuan yang sama yaitu mempelajari keterkaitan (linkages). (1) keterkaitan langsung ke depan sektor industri pengolahan lebih kecil di bandingkan keterkaitan ke belakangnya. baik keterkaitan langsung ke belakang (direct backward linkages) dan ke depan (direct forward linkages) maupun keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang dan ke depan (Tabel 2.1). DKI Jakarta** Pertanian Ind. transportasi dan sebagainya (Setyawan. dan (4) penelitian terhadap salah satu sektor perekonomian misalnya pariwisata. ****Setyawan (2005).13908 2.1.54759 1.27222 Langsung & Tdk Langsung 1. Ada beberapa informasi yang ditunjukkan pada Tabel 2.4432 1.17604 0. Hasil Penelitian Terdahulu tentang Keterkaitan Penelitian Wilayah 1.29125 1.38949 Keterkaitan Ke Depan Langsung 0. Pengolahan 3. Tabel 2.48518 1988 0.2).1 yaitu. Jepara**** Ind.59448 0.34572 1.

2908 1. Tabel 2.3.0570 Kepekaan Penyebaran 1. **Sahara (1998) . Jawa Barat*** Pertanian Agroindustri 4.1376 1. Pengolahan Tahun InputOutput 1990 1993 1.20609 1. ***Setiyaji (1995).14 kemampuan untuk mendorong pertumbuhan sektor yang menyediakan input bagi keperluan proses produksi dibandingkan dengan kepekaannya dalam menciptakan kenaikan output apabila terjadi peningkatan satu-satuan permintaan akhir terhadap sektor industri. Indonesia* Agroindustri Non Agroindustri 2.21765 1. DKI Jakarta** Pertanian Ind.1719 1.2698 1. Jepara**** Ind.48422 Koefisien Penyebaran 1. Hasil Penelitian Terdahulu Tentang Dampak Penyebaran Penelitian Wilayah 1. Selanjutnya pada Tabel 2. dan (2) Keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan sektor industri pengolahan lebih kecil dibandingkan dengan keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakangnya.38525 1988 0.33528 2001 1. ****Setyawan (2005). Pengolahan 3.9139 Sumber: *Tjandrawan (1994) . Hal ini berarti sektor/sub sektor industri pengolahan secara langsung dan tidak langsung lebih kuat mendorong pertumbuhan sektor yang menyediakan input untuk keperluan proses produksinya dibandingkan dengan kemampuannya untuk mendorong peningkatan produksi terhadap sektor yang membutuhkan input dari sektor ini. Ada beberapa hal yang dapat diidentifikasi dalam penelitian-penelitian tersebut yaitu: (1) Koefisien penyebaran menunjukkan .74816 1.3 menyajikan informasi mengenai koefisien dan kepekaan penyebaran.

5. Kerangka Pemikiran Teoritis 2.15 kemampuan suatu sektor dalam perekonomian untuk mendorong sektor hilirnya sedangkan kepekaan penyebaran menunjukkan kemampuan suatu sektor untuk menarik sektor hulunya. Besarnya kepekaan penyebaran industri pengolahan di DKI Jakarta tersebut menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan di wilayah tersebut bersifat ekspansif yaitu mampu melakukan perluasan pasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah dibandingkan dengan Jepara dan apabila dilihat dari koefisien penyebaran. Studi literatur yang telah dilakukan menunjukkan bahwa analisis I-O telah banyak digunakan sebagai alat untuk penelitian. Model Input-Output Menurut BPS (2000) pengertian Tabel Input-Output (Tabel I-O) adalah suatu tabel yang yang menyajikan informasi tentang transaksi barang dan jasa .5. dan (2) Kepekaan penyebaran industri pengolahan DKI Jakarta lebih besar dibandingkan kabupaten Jepara. industri pengolahan DKI Jakarta mempunyai kemampuan untuk menarik industri hulunya dibandingkan dengan kabupaten Jepara. 2. Secara umum keempat penelitian mengenai koefisien penyebaran dan kepekaan penyebaran tersebut mempunyai peranan penting dalam pembangunan wilayah. hal ini terbukti dari nilai koefisien dan kepekaan penyebaran yang mempunyai nilai lebih besar dari satu (kecuali pertanian di Jawa Barat). Peneliti juga melihat bahwa penelitian tentang industri kertas di Indonesia berdasarkan Analisis Input-Output belum pernah dilakukan.1.

Sejak dirilis oleh Leontief pada tahun 1930-an. yaitu asumsi bahwa setiap sektor ekonomi hanya memproduksi satu jenis barang atau jasa dengan susunan input tunggal . Tabel I-O telah berkembang menjadi salah satu metode paling luas diterima. Leontief mengemukakan bahwa Tabel I-O termasuk dalam model General Equilibrium. baik yang berupa input antara maupun input primer. sedangkan isian sepanjang kolomnya menunjukkan struktur penciptaan input yang digunakan oleh setiap sektor dalam proses produksi. dan pada baris nilai tambah yang menunjukkan komposisi penciptaan nilai tambah sektoral.16 yang terjadi antar sektor ekonomi dengan bentuk penyajian berupa matrik. Isian sepanjang baris Tabel I-O menunjukkan pengalokasian output yang dihasilkan oleh suatu sektor untuk memenuhi permintaan antara dan permintaan akhir. Adapun asumsi dasar penyusunan Tabel I-O adalah : 1. Keseragaman (homogenity). tidak hanya untuk mendeskripsikan struktur suatu perekonomian tetapi juga mencakup cara untuk memprediksi perubahan-perubahan struktur tersebut. Sesuai dengan asumsi dasar yang digunakan dalam proses penyusunannya. Sifat keseimbangan inilah yang merupakan salah satu kelebihan Tabel I-O yang dibandingkan dengan alat analisa lainnya dalam ilmu ekonomi perencanaan dan pembangunan (BPS. 2000) Data yang disajikan dalam Tabel I-O merupakan informasi rinci tentang input dan output sektoral yang mampu menggambarkan keterkaitan antar sektor dalam kegiatan perekonomian. Tabel I-O bersifat statis dan terbuka.

17 (seragam) dan tidak ada substitusi otomatis terhadap input dan output sektor yang berbeda 2. maka teknologi yang digunakan oleh sektor-sektor ekonomi dalam proses produksi pun dianggap konstan. Karena koefisien teknis dianggap konstan. Akibatnya perubahan kuantitas dan harga input akan selalu sebanding dengan perubahan kuantitas dan harga output. Namun demikian. Untuk memperkirakan dampak permintaan akhir terhadap output. 3. Berdasarkan asumsi tersebut maka Tabel I-O sebagai model kuantitatif memiliki keterbatasan. nilai tambah impor. Kesebandingan (proportionality). Tabel I-O masih merupakan alat analisis yang lengkap dan komprehensif. Penjumlahan (additivity). artinya kenaikan dan penurunan output suatu sektor akan sebanding dengan kenaikan dan penurunan input yang digunakan oleh sektor tersebut. . penerimaan pajak. yaitu asumsi bahwa hubungan antar input dan output pada setiap sektor produksi merupakan fungsi linear. Untuk melihat komposisi penyediaan dan penggunaan barang dan jasa terutama dalam analisis terhadap kebutuhan impor dan kemungkinan substitusinya. yaitu asumsi bahwa total efek dan kegiatan produksi di berbagai sektor merupakan penjumlahan dari efek pada masing-masing kegiatan. yaitu koefisien input atau koefisien teknis diasumsikan tetap (konstan) selama periode analisa atau proyeksi. 2. Beberapa kegunaan Tabel I-O antara lain adalah : 1. dan penyerapan tenaga kerja di sektor industri.

baik berupa produksi dalam negeri maupun barang impor atau yang berasal dari luar wilayah tersebut. 2. Struktur input antara yaitu transaksi penggunaan barang dan jasa antar sektorsektor produksi. Untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap.18 3.5. Untuk analisis perubahan harga. Struktur penyediaan barang dan jasa. . maka disajikan format Tabel I-O pada Tabel 2.2. 4. Untuk mengetahui sektor-sektor yang pengaruhnya paling dominan terhadap pertumbuhan ekonomi dan sektor-sektor yang peka terhadap pertumbuhan perekonomian. Struktur perekonomian suatu wilayah yang mencakup output dan nilai tambah masing-masing sektor. yaitu dengan melihat pengaruh secara langsung dan tidak langsung dari perubahan harga input terhadap output. 5. baik berupa permintaan oleh berbagai sektor produksi maupun permintaan untuk konsumsi. Sebagai metode kuantitatif Tabel I-O memberikan gambaran menyeluruh tentang: 1. 3.4 di bawah ini. Struktur Tabel Input-Output Format Tabel I-O terdiri dari suatu kerangka matrik berukuran n x n dimensi yang dibagi menjadi empat kuadran dan tiap kuadran mendiskripsikan suatu hubungan tertentu. investasi. 4. 2. Untuk menggambarkan perekonomian suatu wilayah dan mengidentifikasikan karakteristik struktural suatu perekonomian wilayah. Struktur permintaan barang dan jasa. dan ekspor.

Jumlah Output X1 X2 X3 . Sedangkan isian sepanjang kolomnya menujukkan pemakaian input antara dan input primer oleh suatu sektor. .19 Tabel 2. yaitu sebagian untuk memenuhi permintaan antara dan sebagian lainnya untuk memenuhi permintaan akhir. Isian sepanjang baris pada ilustrasi Tabel I-O tersebut memperlihatkan bagaimana output dari suatu sektor dialokasikan. N Jumlah Input Primer Jumlah Input Antara produksi 1 x11 x21 x31 . Xn … … … … .xn1 Permintaan Antara Sektor Produksi 2 x12 x22 x32 .4 di atas dilihat secara baris (bagian horisontal) maka alokasi output secara keseluruhan dapat dituliskan dalam bentuk persamaan aljabar sebagai berikut: X11 + X12 + … X1n + F1 = X1 X21 + X22 + … X2n + F2 = X2 : : : : : Xn1 + Xn2 + … Xnn + Fn = Xn atau dalam bentuk persamaan umum dapat dituliskan sebagai : . BPS. xn2 V2 X2 xnn Vn Xn Fn V1 X1 Sumber : Tabel I-O Indonesia. Struktur Tabel Input-Output Alokasi Output Susunan Input 1 2 Input Sektor 3 . 2000. Permintaan n x1n x2n x3n . … … … Akhir F1 F2 F3 . Apabila Tabel 2.3.

1) Apabila angka-angka dibaca menurut kolom. yaitu transaksi barang dan jasa yang digunakan dalam proses produksi. Kuadran I (intermediate quadrant) Setiap sel pada kuadran I merupakan transaksi antara. Secara umum matrik dalam Tabel I-O dapat dibagi menjadi 4 kuadran. dst Dimana : Xij = output sektor i yang digunakan sebagai input sektor j Fi = permintaan akhir terhadap sektor i Xi = jumlah output sektor i (2. 2. Berdasarkan ilustrasi Tabel Input-Output. sebagai berikut : 1. dst (2. 3. Dalam Analisa I-O kuadran ini memiliki peran yang sangat penting karena kuadran inilah yang . yaitu sebagai dasar analisa ekonomi mengenai keadaan perekonomian suatu wilayah. untuk semua j = 1. 2.20 ∑ Xij + Fi = Xi . untuk semua i = 1. maka persamaan aljabar untuk input yang digunakan oleh masing-masing sektor dapat dituliskan sebagai berikut : X11 + X21 + … + Xn1 + V1 = X1 X12 + X22 + … + Xn2 + V2 = X2 : : : : : X1n + X2n + … + Xnn + Vn = Xn atau dalam bentuk persamaan umum dapat dituliskan sebagai : ∑ Xij + Vj = Xj . khususnya pada transaksi antara.2) Dalam analisis I-O sistem persamaan di atas memiliki peran penting. 3. maka angka pada kolom (sektor) itu menunjukkan berbagai input yang diperlukan dalam proses produksi pada sektor tersebut.

pemerintah. perubahan stok dan ekspor. Jumlah keseluruhan nilai tambah ini akan menghasilkan produk domestik bruto yang dihasilkan oleh wilayah tersebut. Kuadran II (final demand quadrant) Menunjukan penjualan barang dan jasa yang dihasilkan oleh sektor-sektor perekonomian untuk memenuhi permintaan akhir. Kuadran IV (primary input-final demand quadrant) Merupakan kuadran input primer permintaan akhir yang menunjukkan transaksi langsung antara kuadran input primer dengan permintaan akhir tanpa melalui sistem produksi atau kuadran antara. pembentuk modal tetap. pajak tak langsung. Informasi di Kuadran IV ini bukan merupakan tujuan pokok. Permintaan akhir adalah output suaru sektor yang langsung digunakan oleh rumah tangga. 4. Kerangka Pemikiran Konseptual Strategi pengembangan yang menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi menganggap bahwa kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan dengan cepat . Kuadran ini terdiri dari pendapatan rumah tangga (upah/gaji). 3.6. sehingga dalam penyusunan Tabel I-O sering diabaikan.21 menunjukkan keterkaitan antara sektor ekonomi dalam melakukan proses produksinya. Kuadran III (primary input quadrant) Menunjukkan pembelian input yang dihasilkan di luar sistem produksi oleh sektor-sektor dalam kuadran antara. surplus usaha dan penyusutan. 2. 2.

22 melalui peningkatan satu atau beberapa sektor ekonomi kunci. 2005). sektor industri pengolahan lebih banyak dapat menyediakan lapangan kerja dan mempunyai aktifitas ekonomi yang lebih intensif untuk satuan unit usaha bila dibandingkan dengan unit usaha sektor lainnya. Peningkatan output berbagai sektor ekonomi. pada penelitian ini akan dilihat tentang peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian nasional. Selain itu sektor ini juga dianggap sebagai sektor yang mampu meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat pada tingkat yang layak dari sebelumnya. melalui suatu proses yang disebut sebagai penetesan ke bawah (trickle down effect) akan menyebabkan peningkatan pendapatan berbagai golongan masyarakat di negara (wilayah) bersangkutan. kemudian. Dalam menganalisis peranan sektor industri kertas teradap perekonomian Indonesia ini digunakan analisis I-O dengan berbagai . Kebijakan prioritas pembangunan sektor industri pengolahan khususnya industri kertas merupakan upaya pemerintah Indonesia dalam mewujudkan perekonomian yang lebih baik untuk kesejahteraan masyarakat. Peningkatan pendapatan ini sekaligus mencerminkan peningkatan kesejahteraan masyarakat (Setyawan. Peningkatan output sektor kunci tersebut akan ikut meningkatkan output sektor-sektor lainnya melalui proses keterkaitan (linkages) dan dampak penyebaran antar sektor. karena tentunya kebijakan yang ditetapkan tersebut mengharapkan hasil pada perkembangan ekonomi yang lebih baik dari sebelumnya. Sehubungan dengan itu. Sektor industri ini dijadikan unggulan untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian mengingat dalam kondisi sekarang ini.

maka diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas bagi pemerintah Indonesia tentang perkembangan sektor yang menjadi prioritas ini dalam mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengannya. . Pada akhirnya dapat dijadikan acuan pemerintah Indonesia sendiri dalam menentukan kebijakan pembangunan ekonomi Indonesia ke depan sehingga permasalahan pembangunan seperti kemiskinan dan pengengguran dapat diturunkan.23 keterbatasan analisis yang telah disebutkan pada bab sebelumnya. kemampuan mendorong dan menarik sektor hulu-hilirnya. Dengan teridentifikasinya peranan sektor industri kertas melalui proses keterkaitan dengan sektor-sektor lain baik sebagai pengguna input maupun penghasil output. dan perannya dalam sektor kunci perekonomian seperti yang terlihat pada gambar 1. Adapun alur konsep pemikiran dapat dilihat pada gambar 1.

Bagan Alur Pemikiran Konseptual .24 Perekonomian Indonesia Perubahan Struktur Perekonomian Industri Kertas Kemampuan mendorong dan menarik pertumbuhan sektor hulu dan hilirnya (Analisis Dampak Penyebaran) Keterkaitan dengan sektor lain dalam hubungannya sebagai pengguna input dan penghasil output (Analisis Keterkaitan) Sektor Kunci Perekonomian (Elastisitas Input-Output) Peran Industri Kertas Kebijakan Pembangunan Industri Keterangan : ( Ruang lingkup penelitian ) Analisis yang digunakan Gambar 1.

3.1. Pendekatan model I-O yang digunakan adalah model sisi permintaan (demand-side model). kemampuan untuk mendorong atau menarik sektor hulu dan hilirnya serta perannya dalam sektor kunci perekonomian dapat di kaji berdasarkam analisis keterkaitan. Metode Analisis Untuk mengetahui peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian Indonesia ini sebagai sektor penyedia input maupun sebagai sektor pemakai input. dampak penyebaran dan elastisitas input-output. hal ini dikarenakan faktor permintaan merupakan faktor eksogen yang mempengaruhi perekonomian. Pada analisis keterkaitan. METODE PENELITIAN 3. Pada analisisnya nanti dapat terlihat bahwa perekonomian dapat tumbuh apabila terdapat dorongan atau peningkatan pada permintaan akhir yang eksogen tersebut. Data yang digunakan antara lain berasal dari Tabel Input-Output (I-O) transaksi domestik atas dasar harga produsen tahun 2000 klasifikasi 175 sektor dari Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat yang kemudian diagregasi oleh penulis menjadi 22 sektor dan beberapa data sekunder lainnya dari instansi dan dinas terkait lainnya. Oleh karenanya.2. Penggunaan tabel I-O Indonesia tahun 2000 tersebut dikarenakan tabel I-O tersebut merupakan tabel terbaru selama penelitian ini berlangsung.III. model analisis ini . Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. dampak penyebaran dan elastisitas ini alat yang digunakan adalah Microsoft Excel 2003.

1. a1n a21 …….… ann X1 X2 : X3 X + F1 F2 : Fn F = X1 X2 : Xn X (3. koefisien input atau koefisien teknologi merupakan perbandingan antara jumlah output sektor i yang digunakan dalam sektor j (Xij) dengan input total sektor j (Xj). 3. a2n : A : a31 …….AX . Dengan demikian dapat disusun matriks sebagai berikut : a11 X1 + a12 X2 +………+ a1n Xn + F1 = X1 a21 X1 + a22 X2 +………+ a2n Xn + F2 = X2 : : : : : an1 X1 + an2 X2 +………+ ann Xn + Fn = Xn Atau persamaan tersebut dapat disederhanakan menjadi : a11 ……. Koefisien Input Pada Tabel I-O.26 sering pula disebut dengan dengan model yang dikendalikan oleh sisi permintaan (demand-driven model).2) AX + F = X Atau F = X . Secara matematik dapat dituliskan : aij = Xij (3.3) (3.1) Xj Dimana : aij adalah koefisisen input.2.. Koefisien ini dapat diterjemahkan sebagai jumlah input dari sektor i yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit output sektor j.

Keterkaitan Langsung ke Depan Keterkaitan langsung ke depan menunjukkan akibat suatu sektor tertentu terhadap sektor-sektor yang menggunakan sebagian output tersebut secara .A )-1F (3. Analisis Keterkaitan (linkages) Koefisien keterkaitan sangat berguna dalam penyusunan prioritas sektor perekonomian untuk mencapai tujuan pembangunan.AX X = ( I . Beberapa jenis koefisien keterkaitan yang sering digunakan dalam analisis ekonomi wilayah sektoral antara lain adalah keterkaitan langsung ke depan dan ke belakang serta keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan dan ke belakang.2. Jika ditulis dalam bentuk persamaan.5) Dimana : I = Matriks identitas berukuran nxn yang elemennya memuat angka satu pada diagonalnya dan nol pada selainnya. X = Output. ( I – A )-1 = Matriks kebalikan Leontief. 1. Dalam analisis input-output matriks kebalikan Leontief memiliki peranan yang sangat penting sebagai alat analisis ekonomi yang mencerminkan efek langsung dan tidak langsung dari perubahan permintaan akhir terhadap output sektor-sektor di dalam perekonomian. 3.2. F = Permintaan akhir. maka dapat dituliskan sebagai berikut : AX + F = X Atau F = X . maka akan ada perubahan pola pendapatan nasional. ( I – A ) = Matriks Leontief.27 Jika terdapat perubahan pada permintaan akhir.

7) (3. dengan rumus sebagai berikut: n KDi = ∑ aij j=1 Dimana: KDi = Keterkaitan langsung ke depan = Unsur matrik koefisien teknis aij 2. Keterkaitan Langsung ke Belakang Keterkaitan langsung ke belakang menunjukkan akibat suatu sektor tertentu terhadap sektor-sektor yang menyediakan input antara bagi sektor tersebut secara langsung per unit kenaikan permintaan total.6) (3. Keterkaitan Langsung dan Tidak Langsung ke Depan Analisa keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan mengukur akibat dari adanya suatu sektor tertentu terhadap sektor-sektor yang menggunakan output sektor tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung per unit kenaikan permintaan total. KDLTi = ∑ α ij j =1 n (3. Untuk mengetahui besarnya keterkaitan langsung ke depan. n KBj = ∑ aij i=1 Dimana: KBj = Keterkaitan langsung ke belakang = Unsur matrik koefisien teknis aij 3.8) Dimana: KDLTi = keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan sektor i ij = unsur matrik kebalikan Leontief model terbuka .28 langsung per unit kenaikan permintaan total.

Oleh karena itu kedua indeks tersebut haruslah dinormalkan dengan cara membandingkan rata-rata dampak yang ditimbulkan oleh sektor tersebut dengan rata-rata dampak seluruh sektor. Koefisien Penyebaran (Coefficient of Dispersion) Koefisien penyebaran tersebut juga indeks daya penyebaran ke belakang.3.29 4. Analisis Dampak Penyebaran Indeks keterkaitan langsung dan tidak langsung baik ke depan maupun ke belakang di atas belumlah memadai dipakai sebagai landasan pemilihan sektor kunci. Keterkaitan Langsung dan Tidak Langsung ke Belakang Analisa keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang menyatakan akibat suatu sektor-sektor yang menyediakan input antara bagi sektor tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung per unit kenaikan permintaan total. Analisa ini menunjukkan koefisien kaitan yang memberikan gambaran tentang pengaruh yang ditimbulkan oleh suatu unit permintaan akhir untuk semua sektor didalam suatu sistem perekonomian.2. Koefisien penyebaran merupakan keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang yang dinormalkan dengan sektor dan . 1.10) Dimana: BLTLj = Keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang = Unsur matrik kebalikan Leontief terbuka αij 3. Indikator-indikator tersebut tidak dapat diperbandingkan antar sektor karena peranan permintaan akhir setiap sektor tidak sama. KBLTj = ∑α ij i =1 n (3. Analisis ini disebut dampak penyebaran yang terbagi dua yaitu kepekaan penyebaran dan koefisien penyebaran.

10) Dimana: Pdj = Koefisien penyebaran sektor j ij = Unsur matrik kebalikan Leontief 2. Secara matematis dituliskan dalam bentuk rumus sebagai berikut: n∑ α ij n Pdj = ∑∑ α ij i =1 j =1 n i =1 n (3. Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: n∑ α ij Sdi = j =1 n n ∑∑ α i =1 j =1 n (3. Kepekaan penyebaran ini memberikan gambaran tentang pengaruh yang timbul oleh suatu unit permintaan akhir terhadap semua sektor di dalam perekonomian. Kepekaan Penyebaran (Sensitivity of Dispersion) Kepekaan penyebaran disebut juga indeks daya penyebaran ke depan. Kepekaan penyebaran merupakan keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan yang dinormalkan dengan jumlah sektor dam jumlah seluruh koefisien matrik kebalikan Leontief.11) ij Dimana: = Kepekaan penyebaran sektor i Sdi ij = Unsur matrik kebalikan Leontief .30 jumlah seluruh koefisien matrik kebalikan Leontief.

Pendekatan ini mempermudah policy makers untuk berkonsentrasi tidak hanya pada nilai-nilai keterkaitan dan multiplier tertinggi tetapi juga pada share suatu sektor ekonomi. Pendekatan ini dianggap lebih baik daripada analisis keterkaitan dan analisis multiplier karena memperhitungkan share suatu sektor dalam output. Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: EO xyj = Dimana: EO xyj = Elastisitas output x ∑b i ij ( y j / x) (3.4. Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: ⎤ ⎡ ET xyj = ⎢∑ l i / x j )bij /(l j / x j )⎥ (y j / x) ⎦ ⎣ i Dimana: ET xyj = Elastisitas tenaga kerja (3.12) = ∑x j b ij yj = Elemen matriks Leontief = Permintaan akhir sektor j 2. Elastisitas Tenaga Kerja Elastisitas tenaga kerja adalah perubahan persentase tenaga kerja suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya. Elastisitas Input-Output Elastisitas input-output menyediakan pandangan baru untuk penentuan sektor prioritas. Elastisitas Output Elastisitas Output adalah perubahan persentase dalam total output suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya.31 3.13) .2. 1.

Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: ⎡ ⎤ EP xyj = ⎢∑ hi / x j )bij /(h j / x j )⎥ ( y j / x) ⎣ i ⎦ (3. Elastisitas Pendapatan Elastisitas pendapatan adalah perubahan persentase dalam pendapatan suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya.32 = Jumlah tenaga kerja li l i / x j = Koefisien tenaga kerja 3.14) Dimana: EP xyj = Elastisitas Pendapatan hj = Upah dan gaji hi / x j = Koefisien pendapatan .

12 perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dan 3 perusahaan negara. dan investasi luar negeri sebesar 4.180 ton. Menurut Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI). dan dapat memenuhi kebutuhan kertas dalam negeri yang terancam kekurangan pasokan dalam sepuluh tahun mendatang (Mansur. Indonesia mempunyai 77 perusahaan produsen kertas dan 10 diantaranya terintegrasi dengan pabrik pulp. Group Sinar Mas. minimal harus ada tambahan beberapa perusahaan lagi untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. sektor industri ini membutuhkan investasi baru atau industri ini harus meningkatkan efisiensi agar dapat bersaing dengan industri asing. Group Raja Garuda Mas dan Barito Pasifik.666.580 ton yang terdiri dari kapasitas terpasang perusahaan swasta-negara sebesar 337. Untuk memenuhi kebutuhan kertas tersebut.041. Profil Industri Kertas Saat ini. .045. Jumlah perusahaan tersebut belum mampu mencukupi konsumsi domestik.1). Sekitar 64 perusahaan berlokasi di pulau Jawa. Oleh karena itu.500 ton (Tabel 4. GAMBARAN UMUM INDUSTRI 4.IV. Ketiga produsen besar industri pulp dan kertas tersebut adalah.900 ton.1. Perusahaan-perusahaan tersebut terdiri dari 65 perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). investasi dalam negeri swasta sebesar 5. Industri kertas memiliki kapasitas total sebesar 10. jumlah perusahaan di Indonesia yang memproduksi pulp dan kertas adalah tiga kelompok perusahaan besar. sampai dengan tahun 2003. 14 perusahaan di Sumatera dan dua perusahan berlokasi di Kalimantan. 2005).

8 43.600 Total 80 6.5 100 25.1 Perusahaan Negara Swasta Investasi Dalam Negeri Swasta Investasi Luar Negeri Total Integrated (Pulp dan Kertas) Non Integrated Pulp Kertas Total Jawa 64 340.440 1.3 7.1 persen per tahun.34 Tabel 4.287.000 Kalimantan 2 564.140 10.3 100 80.500 10.7 19.382.045.000 6.580 8.000 6.322.517.580 2.9 100 85.287.100 5. Industri-industri yang mengandalkan bahan baku impor tetap mengalami kemerosotan pertumbuhan.072.491.2 46. tetapi industri kertas tetap melanjutkan perkembangannya dengan pertumbuhan sekitar 9.4 50.100 Pulp % 3. 2003). .7 persen per tahun (Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia.4 85.900 5.8 52.000 3.528.215.500 Sumatera 14 5.045. hal ini terjadi didasarkan pada ketersediaan bahan baku dan upah tenaga kerja yang murah di dalam negeri.000 Kertas % 3.100 Sumber : Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia.580 100 5. 4. Profil Industri Pulp dan Kertas Indonesia Tahun 2003 Status/Lokasi Jumlah Perusahaan 3 65 12 80 10 3 67 80 Kapasitas Terpasang Pulp (Ton) 240.2.2 14.041.0 100 10. Sementara konsumsi kertas juga meningkat 4.1.180 4.045. Pada periode yang sama ekspor kertas juga meningkat sekitar 19.100 1. Perkembangan Industri Kertas Industri kertas tumbuh dan berkembang lebih baik bila dibandingkan dengan kebanyakan industri lain di Indonesia.6 9.580 74.666.725.8 100 Kapasitas Terpasang Kertas (Ton) 337.287.554.100 2.8 persen pada periode 19972001. 2003.

35 Tabel 4.2. Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) mengkhawatirkan Indonesia akan mengalami kekurangan pasokan kertas.0 kg 1995 14.3 kg 2002 24.0 kg Sumber: Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia. industri kertas harus mengimpor kertas senilai US$ 7 miliar/tahun.3 juta ton pertahun sedangkan konsumsi per kapitanya pada akhir 2003 telah mencapai 25 Kg (Tabel 4.1 kg 1994 13. para investor telah menunjukkan ketertarikan yang kecil pada sektor ini karena industri ini telah menjadi capital intensive dan birokrasi yang rumit pasca otonomi daerah. 2003. Nilai konsumsi per kapita ini memang lebih kecil bila dibandingkan dengan negara lain contohnya Malaysia yang sudah mencapai ratusan kilogram per kapita.9 kg 1998 14.2). Pada tahun 2003 kapasitas produksi yang dimiliki industri kertas baru sekitar mencapai 10. Konsumsi Kertas Per Kapita Penduduk Indonesia Tahun 1993-2003 Tahun Konsumsi Kertas / Kapita 1993 11.3 kg 1997 16. namun jika kebutuhan kertas di dalam negeri naik hingga mencapai 50 Kg per kapita.0 kg 1996 16. Masalahnya setiap tahun konsumsi kertas dalam negeri terus meningkat dengan angka rata-rata sekitar 6 persen per tahun.1 kg 1999 19.0 kg 2003 25.6 kg 2000 20. bila dalam 10 tahun mendatang kapasitas industri kertas tidak bertambah. Disamping kinerja yang menggembirakan dalam industri kertas ini.8 kg 2001 23. Untuk mengatasi kebutuhan konsumsi kertas yang terus .

Industri kertas yaitu khususnya perusahaan-perusahaan besar dalam industri ini mempunyai kecenderungan untuk berintegrasi dengan perusahaan penyedia bahan baku yaitu industri pulp. tujuh diantaranya adalah perusahaan kertas yang terintegrasi (tabel 4.08 persen dari total kapasitas terpasang seluruh industri pulp.3. 2002) Dilihat dari pangsa produksi dan ekspor penguasaan jaringan pasar luar negeri.1). 4. masih menjadi kelemahan bagi sebagian besar produsen kertas Indonesia. . Integrasi Vertikal dan Pasar Industri Kertas Indonesia Di Indonesia industri kertas mempunyai karakteristik sebagai industri skala besar. Integrasi vertikal ini dianggap penting karena integrasi vertikal oleh perusahaan kertas akan meningkatkan efisiensi perusahaan dalam industri kertas tersebut karena dapat mengamankan pasokan bahan baku dan meminimumkan biaya transaksi dalam rangka untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan terhadap produk kertasnya (Karseno dan Mulyaningsih. Sedangkan kapasitas terpasang industri kertas pada perusahaan pulp dan kertas yang terintegrasi mencapai 21.36 meningkat maka harus ada investasi baru atau industri yang ada harus meningkatkan efisiensi. Dari 77 perusahaan kertas pada tahun 2003. Dengan kecenderungan ini hampir seluruh output industri pulp disalurkan pada industri kertas didalam negeri sedangkan ekspor hanya merupakan pasar kedua.32 persen dari keseluruhan kapasitas terpasang industri kertas. Kapasitas terpasang industri pulp yang terintegrasi dengan perusahaan kertas mencapai 66.

Begitu juga dengan Tanoto dan Tanjung Enim Lestari (TEL) yang mengibarkan bendera APRIL (Asia Pacific Resources International Holding Ltd. Kawasan Asia Pasifik merupakan kawasan dengan pasar pulp terbesar di dunia. Selain itu pasar dalam negeri juga perlu dikaji karena merupakan basis untuk memperkuat daya saing secara nasional (Rosadi dan Vidyatmoko. terutama pasar Asia. Pentingnya jaringan pemasaran lebih dipicu terutama menjelang diberlakukan pasar bebas di kawasan Asia Tenggara (AFTA) tahun 2003 dan kawasan Asia Pasifik (APEC) tahun 2010. 4. Pertama. dengan melakukan ekspansi ke negara-negara di kawasan ini.). Profil Beberapa Perusahaan Kertas Indonesia Sampai dengan tahun 2003 dalam industri kertas terdapat tiga perusahaan yang memiliki proporsi kapasitas pabrik terhadap kapasitas total industri yang melebihi 10 persen. yang menguasai .4. Cina. Kedua kelompok ini memilih Singapura sebagai kantor pusat perusahaan mereka. Pasar bebas tersebut akan memaksa para produsen pulp dan kertas Indonesia untuk mampu bersaing memperebutkan pasar Asia Pasifik yang terbuka. Malaysia. Kelompok Sinar Mas memasuki pasar Asia dengan mendirikan kelompok perusahaan melalui bendera APP (Asia Pulp and Paper) di negara Singapura. dan India.37 Meskipun demikian beberapa (grup) perusahaan telah mencoba menembus pasar luar negeri. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis mengenai kondisi pasar luar negeri terutama pasar Asia dan bagaimana strategi untuk memasuki dan mengembangkan pasar di kawasan tersebut. PT. Indah Kiat Pulp & Paper Corp. 2002).

Selain ketiga perusahaan itu group Sinar Mas masih mempunyai perusahaan kertas lainnya yaitu PT.7 4. Indah Kiat Pulp& Paper Corp PT. .986. Keempat perusahaan yang tergabung dalam group Sinar Mas ini memiliki karaktristik yang sama yaitu semuanya merupakan perusahaan kertas yang terintegrasi vertikal dengan pabrik kertasnya.500 93. Pakerin PT.000 500.6 28.000 350.000 2.000 150. Riau Andalan Kertas PT.000 150.000 150.1 persen (Tabel 4.1 1. Pindo Deli & Paper Mills sebesar 14.200 150. NAD.111.3.000 85. Tiga perusahaan pemilik kapasitas terbesar tersebut dimiliki oleh group yang sama yaitu Sinar Mas Group.800 450. Tabel 4. Adiprima Suraprinta PT.5 0.2 1.8 14. 2003.9 1. Kertas Leces (Persero) PT. Fajar Surya Wisesa PT. Surabaya Mekabox Ltd.38 20.4 4.2 persen.5 persen dari total kapasitas industri.000 700.8 1.000 1. Ekamas Fortuna PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia dengan proporsi sebesar 10. dan perusahaan ketiga adalah PT. Pelita Cengkareng Paper Co.000 486.3).000 50.000 Persentase (%) 20.000 1.044. Kapasitas Terpasang Perusahaan Industri Kertas Tahun 2003 Nama Perusahaan PT. Tanjungenim Lestari Pulp & Paper PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia PT. Pindo Deli Pulp & Paper Mills PT.000 430. Surabaya Agung PT. Pura Barutama PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry yang berlokasi di Langsa.800 195.2 3. Aspex Kumbong PT. kemudian disusul oleh PT.4 0.9 Sumber : Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia. Suparma PT.4 10.9 1. PT. PT.8 4.5 6.465.4 0.4 0.4 4. Gede Karang PT.400 60.000 157.5 1. Papyrus Sakti PT. Papertech Indonesia Lain-lain Kapasitas Terpasang (Ton) 2.

masyarakat menguasai 38.722 Ha . Indah Kiat Pulp & Paper melakukan usahanya secara komersil dengan memproduksi pulp. dan didaftarkan di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta No. 525 Tanggal 14 Februari 1978 (Bank Niaga. PT.000 ton kertas industri per tahun dan 100. Indah Kiat Pulp & Paper dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards yang terdiri dari dewan komisaris dengan presiden komisarisnya yaitu Indra Widjaja dan dewan direksi dengan direktur utamanya yaitu Teguh Ganda Widjaja. dengan kertas bergelombang sebagai peredam benturan). 980. kertas budaya. yang menempati lahan seluas 28 Ha.000 ton corrugated boxes per tahun. PT. Pada saat ini.5/50/2 tanggal 9 Februari 1978. pabrik pulp dan kertas budaya di Perawang.68 tanggal 7 Desember 1976 yang disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusan No.631.39 1) PT.000 ton pulp per tahun. kertas industri dan corrugated carton boxes (sejenis dus karton.Y. 2005).4).A.78 persen dari total keseluruhan saham yang diterbitkan perusahaan ini (Tabel 4. Riau seluas 1. terutama pabrik kertas budaya di Tangerang. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Perusahaan ini didirikan di Jakarta dengan Akta Notaris Ridwan Suselo No. perusahaan tersebut memiliki dan menguasai beberapa sarana dan prasarana yang digunakan untuk menjalankan berbagai kegiatan usahanya. Pada susunan pemegang saham.000 ton kertas budaya per tahun. 744. perusahaan kertas ini mengantisipasinya dengan meningkatkan kapasitas produksinya sehingga saat ini menjadi 1. Dengan semakin meningkatnya permintaan atas produksi kertas.

Boards PT. Phd.78% Sumber: Bank Niaga.40 dan pabrik kertas industri di Serang Jawa Barat seluas 308. Gandi Sulistiyanto Soeherman : Show Chung Ho : Kuo Cheng Shyong : Raymond Liu.56% British Virgin Island Yuen Foong Yu H.88% Virgin Island YFY Global Investment (BVI) Corp. Teddy Pawitra : Kamardy Arief : Let Jend (Purn) Soetedjo Dewan Direksi Presiden Direktur : Teguh Ganda Widjaja Wakil Presiden Direktur : Muktar Widjaja Wakil Presiden Direktur : Hendra Jaya Kosasih Wakil Presiden Direktur : Chen Wang Chi Wakil Presiden Direktur : Yudi Setiawan Lin Direktur : Suresh Kilam Direktur : Didi Harsa Direktur : Agustian Rachmansjah Partawidjaja Susunan Pemegang Saham PT Purinusa Ekapersada : 52. Fasilitas produksi perusahaan juga didukung dengan berbagai fasilitas dan prasana seperti jalan. Ltd. : 2.. Ryani Soedirman : Mas Achmad Daniri : Prof. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk per 30 September 2004 Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Ir. Dr. 2005.4. British : 5. Presiden Komisaris Wakil Presiden Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris . mess karyawan dan lain-lain. : Lo Shang Shung : Hj. Hong : 0. Co.K.9 Ha.72% CHP International (BVI) Corp.05% Kong Masyarakat : 38. Tabel 4.

salah satu bahan kimia yang digunakan dalam proses produksi kertas.69 tanggal 25 Februari 1976 (Bank Niaga. Pindo Deli Pulp & Paper Mills PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills didirikan di Jakarta dalam rangka Undang-undang No.000 ton per tahun.75 tanggal 31 Januari 1975. 2005). Karawang (Pindo 1). Saat ini perusahaan kertas ini memiliki sebuah pabrik kertas yang berlokasi di Adiarsa.59 tanggal 26 April 1975. Karawang dengan menambah tiga Paper Machine serta sebuah Corrugated Machine. Pindo Deli Pulp & Paper Mills ini memulai konstruksi pabrik kertasnya yang kedua (Pindo 2) yang berlokasi di Kuta Mekar.5).57 persen dari total saham yang dikeluarkan PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills tersebut (Tabel 4. Total kapasitas produksi terpasang pabrik kertas milik perusahaan ini adalah sebesar 210. dengan Akta No.6 tanggal 4 Juli 1975 dan Akta Perubahan No. Selain itu perusahaan ini juga mempunyai fasilitas pabrik pembuatan bahan kimia calcium carbonate. 2005).000 ton per tahun. sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. PT.12 tahun1970.6 tahun 1968 tentang PMDN.41 2) PT. Akta Perubahan No. Akta Perubahan No.000 ton per tahun dan telah berproduksi sejak bulan Maret 1996 (Bank Niaga. Pada Oktober 1995. dengan jumlah kapasitas produksi terpasang sebesar 652. Akta Perubahan No. . berlokasi di lokasi Pindo 1 dengan kapasitas produksi terpasang sebesar 48.5 tanggal 3 April 1975. Perusahaan kertas ini dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards (dua dewan perusahaan) dan kepemilikan saham terbesar perusahaan ini dikuasai oleh PT Purinusa Ekapersada sebesar 97.

PT.57% : 0. Pindo Deli Pulp & Paper Mills per 30 September 2004.91% : 0. Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Drs. Perusahaan ini merupakan bagian kelompok usaha Sinar Mas. masyarakat menguasai 36.5.42 Tabel 4.60 persen dari total keseluruhan saham yang diterbitkan perusahaan ini (Tabel 4. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk didirikan dalam rangka Undangundang Negara Republik Indonesia No. Boards PT.9 tanggal 2 Oktober 1972 (Bank Niaga.6 Tahun 1968 juncto Undang-undang No. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards (dua dewan direksi) dan pada susunan pemegang saham. Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Direktur Utama Wakil Direktur Utama Wakil Direktur Utama Wakil Direktur Utama Wakil Direktur Utama Direktur Direktur PT Purinusa Ekapersada PT Mega Kleenindo PT Unitama Sartindo Sumber: Bank Niaga.61% 3) PT.6). Jhon Ferdinand Pandelaki : Yudi Setiawan Lin : Let Jend (Purn) Soetedjo : Hajjah Ryani Soedirman : Arthur Tahya Dewan Direksi : Teguh Ganda Wijaja : Muktar Widjaja : Hendra Jaya Kosasih : Suresh Kilam : Tsai Huan Chi : Huang Wen Hai : Tri Ramadi Susunan Pemegang Saham : 97.12 Tahun 1970 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri berdasarkan Akta No. Kelompok Sinar Mas adalah salah satu dari kelompok industri terbesar di Indonesia dengan kurang lebih 200 perusahaannya yang bergerak di berbagai usaha yang besar . 2005). Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk PT. 2005.

Ryani Soedirman : Mas Achmad Daniri : Prof DR.43 termasuk industri kertas dan pulp.60% Presiden Komisaris Wakil Presiden Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Direktur Direktur Direktur PT Purinusa Ekapersada Koperasi Masyarakat Sumber: Bank Niaga. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk per 30 September 2004 Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Ir. yang berdekatan dengan pelabuhan Tanjung Perak merupakan hal yang sangat menguntungkan kelancaran pengapalan untuk ekspor. produksi bahan makanan. Boards PT. Dari seluruh tanah yang dikuasai perusahaan 64 persen merupakan tanah dengan Hak Guna Bangunan. sedangkan sisanya merupakan tanah yang telah dibebaskan untuk kepentingan . Tabel 4.10% : 36. Phd. Lokasi pabrik dan pusat perusahaan yang terletak di Jawa Timur. : Lo Shang Shung : Hj. Teddy Pawitra : Kamardy Arief : Let Jend (Purn) Soetedjo Dewan Direksi : Teguh Ganda Widjaja : Muktar Widjaja : Hendra Jaya Kosasih : Chen Wang Chi : Yudi Setiawan Lin : Suresh Kilam : Didi Harsa : Agustian Rachmansjah Partawidjaja Susunan Pemegang Saham : 63. perbankan dan jasa keuangan. real estate. hotel dan perumahan. minyak goreng. 2005.6.30% : 0. Gandi Sulistiyanto Soeherman : Show Chung Ho : Kuo Cheng Shyong : Raymond Liu. bidang kimia.

perusahaan kertas ini juga memproduksi produk-produk kemasan. dan kertas HVS biasa untuk kebutuhan sekolah dan perkantoran. Rotterdam. dan sereal. Saat ini PT. Perusahaan ini juga memproduksi pulp dari daur ulang kertas bekas dan soda kaustik sebagai bahan baku utama industri kertas. meningkatkan pengawasan mutu disamping . yang merupakan pengakuan bertaraf internasional terhadap sistem dalam proses produksi yang telah berhasil dilaksanakan oleh perusahaan.000 ton boxboard pertahun. Namun demikian melihat kebutuhan penyediaan kesempatan kerja di Indonesia. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia telah menerima sertifikat ISO 9002 dari Det Norske Veritas Industry B. diantaranya dus (boxboard) yang dipergunakan untuk kemasan rokok.V. PT.44 perusahaan yang berasal dari petani di sekitarnya dengan status Hak Milik atau Girik. Perusahaan ini menyesuaikan pemakaian teknologi sedemikian rupa untuk tetap dapat menyediakan kesempatan kerja seluas-luasnya. Bidang usaha utama perusahaan ini adalah menghasilkan kertas tulis dan cetak bermutu tinggi. Selain kertas tulis dan cetak serta hasil-hasil produksi kertas. Pada tahun 1994. kertas tissue. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia mempunyai kapasitas produksi sebanyak 30. minyak wangi. Belanda. Hal ini juga diperlukan untuk meningkatkan kesempatan kerja. Hal ini jelas dapat terlihat pada bagian produksi barang-barang hasil produksi kertas dimana perusahaan ini telah memutuskan untuk tidak menambah mesin-mesin pembungkus otomatis. Pabrik kertas merupakan suatu jenis industri dengan sifat padat modal. kertas HVS mengkilap.

000 ton per tahun. kertas budaya dan tissue.Ltd. modifikasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi mesin pembuatan pulp dan fasilitas pendukung lainnya.7). Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry bergerak dalam bidang usaha industri pulp dan kertas.500 ton kertas per tahun. dan PT. dengan kapasitas produksi 60.6 Tahun 1968 tentang PMDN dengan Akta No. Arthadana Mulia Makmur yang memiliki 0. Pada tahun 1999 perusahaan ini telah melakukan modifikasi terhadap mesin-mesin dan fasilitas produksi di pabrik pulp Jambi.75 persen). Perusahaan kertas ini dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards yang terdiri dari dewan komisaris dengan presiden komisarisnya yaitu Indra Widjaja dan dewan direksi dengan direkturnya adalah Teguh Ganda Widjaja.. 2005). Disamping pulp dan kertas. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry Perusahaan kertas ini didirikan di Langsa. pada kuartal keempat tahun 1998 perusahaan kertas ini memulai produksi komersial tissue dalam bentuk gulungan besar yang dijual kepada pihak lain untuk kemudian diubah menjadi berbagai jenis tissue siap pakai. 44 tanggal 13 Februari 1974 (Bank Niaga. Pindo Deli Pulp & Paper Mills (80 persen).000 ton pulp per tahun dan 7. PT.25 persen dari total keseluruhan saham yang diterbitkan (Tabel 4.45 4) PT. Aceh Timur dengan nama awal PT Sumber Indra Jaya Paper Manufacture Co. Kepemilikan saham dikuasai oleh tiga perusahaan yaitu PT. PT Satria Perkasa Agung (19. dalam rangka Undang-Undang No. PT. Lontar Papyrus Pulp . Saat ini perusahaan ini merupakan salah satu produsen pulp yang cukup besar di Indonesia dengan kapasitas produksi sebesar 545. dengan produksi utama pulp jenis LBKP.

Ryani Soedirman Dewan Direksi Direktur Utama : Teguh Ganda Widjaja Wakil Direktur Utama : Hendra Jaya Kosasih Direktur : Muktar Widjaja Direktur : Suresh Kilam Direktur : Lin Shun Keng Direktur : Tri Ramadi Direktur : Arthur Tahya Susunan Pemegang Saham PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills : 80. perseroan ini juga telah memperoleh sertifikat ISO 14001 pada tanggal 19 Agustus1997 yang dikeluarkan SGS Yarsley International Certification Services Limited dengan sertifikat No. Tabel 4. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry per 30 Desember 2003 Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Drs.E10683 sebagai bukti bahwa perusahaan kertas ini telah memenuhi ketentuan standar lingkungan hidup yang dipersyaratkan (Bank Niaga. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry telah memperoleh sertifikasi ISO 9002 sehubungan dengan telah sesuainya sistem kualitas manajemen (Quality management systems) dengan ketentuan yang dipersyaratkan dalam ISO 9002.00% PT Satria Perkasa Agung : 19. Jambi dan sebuah pabrik kertas di Langsa. 2005).46 & Paper Industry saat memiliki sebuah pabrik yang memproduksi pulp dan tissue yang berlokasi di Sumatera yaitu di Tanjung Jabung. . Di samping itu. 2005. Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Dalam menjalankan usahanya. NAD.75% PT Arthadana Mulia Makmur : 0.25% Sumber: Bank Niaga. Boards PT.7. John Ferdinand Pandelaki : Sukirta Mangku Djaja : Let Jend (Purn) Soetedjo : Hj. PT.

V. hal ini berarti bahwa output di Indonesia cenderung digunakan untuk memenuhi konsumsi langsung masyarakatnya.977. Angka-angka tersebut di atas menunjukkan seberapa pentingnya peranan output yang dihasilkan oleh sektor-sektor di atas untuk digunakan sebagai input oleh sektor-sektor perekonomian lainnya di Indonesia.71 persen dari total permintaan antara. . Struktur Permintaan Industri Kertas Total permintaan barang dan jasa domestik yang dihasilkan oleh Indonesia tahun 2000 mencapai Rp 2. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.870 juta.048.629 juta. pada urutan kedua dan ketiga dengan nilai Rp 144.03 persen dari total permintaan antara dan berada pada urutan ke-18 diantara sektor-sektor lainnya. Berdasarkan Tabel 5.073.767. Dari data tersebut diperoleh bahwa jumlah permintaan akhir lebih besar dibandingkan jumlah permintaan antaranya.068.415 juta atau 13.099. Jumlah tersebut terdiri atas permintaan antara sebesar Rp 1.775 juta atau sekitar 1. Selanjutnya diikuti oleh sektor pertanian dan sektor pertambangan dan penggalian.800.1.626 juta atau 18.1.460.1.656.83 persen dan Rp 117. Sedangkan untuk industri kertas mempunyai permintaan antara sebesar Rp 10. dilihat dari sisi permintaan antara tampak bahwa sektor perdagangan menghasilkan output tertinggi yang digunakan sebagai input oleh seluruh sektor perekonomian lainnya yaitu sebesar Rp 197. Peranan Industri Kertas Dalam Perekonomian Indonesia 5.730 juta atau 11.701.019 juta dan permintaan akhir sebesar Rp 1.1.21 persen dari total permintaan antaranya.

408 243.844.325.379 33.568 21.485 39.19 4.657 12.613 64.416.272.84 persen dari total permintaan akhir.948.16 1.74 8.099.228.215 35.805.074 19.03 0.685.424 8.48 Tabel 5.128 23.901.15 100 Permintaan Akhir Jumlah % (Juta Rp) 115.257.599 5.47 0.848.27 3.14 117. Nilai tersebut lebih besar dibanding permintaan antaranya.23 0.278 151.034 238.847 juta atau 0.1.34 2.80 14.593 30.99 1.389.21 8.50 0.887 201.741 10.034 41.595.045.11 1.10 196.33 0.677.441.695 227.29 12.067 0.176 197.916 177.16 4.977.169 161.847 3.575 9.412.1 sektor industri kertas menempati posisi ke-14 diantara sektor yang lain sebesar Rp 13.073.276.287.771.849 80.961 1.605 94.87 6.970.254 131.52 12.775.227.698.496. 2000 (diolah).92 0.71 2.09 1.774.67 5.438.37 5.113 94.036 155.37 0.287 2.063 396.37 6.42 5.44 1.897.84 18.05 9.372 88.43 14.64 2.743.242.649 36.153.881 13.98 100 Total permintaan Jumlah % (Juta Rp) 260.028 0.56 100 Sumber: Tabel I-O Indonesia.775 5.65 17.730 90.214.498 19.621 208.87 2.701.73 8.672.88 4.760.586.119.165 139.689.476.125.019 11.13 0.629 4.739.415 13.08 79.48 0.58 12.64 3.767.748.724 5.259 165.160 6.076.99 1.729.800.850.84 0.622 8.048.460.53 1.726.25 2.817.529.30 1.637.970.38 0.356 105.036. Dilihat dari permintaan akhir pada Tabel 5.035 16.329.34 0.018 0.13 8.926 0.442.815.821.014.068.36 9.51 1.84 2.670 7.534.151 329.626 70.700 3.108 13. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat secara keseluruhan lebih banyak menggunakan output industri kertas untuk konsumsi .627.705 23.340.32 0. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Total (domestik) Permintaan Antara Jumlah % (Juta Rp) 144.83 15.353.426.620 8.695.870 7.88 1.03 0.944 0.849 24.656. Permintaan Antara dan Permintaan Akhir Sektor-sektor Perekonomian di Indonesia Tahun 2000 Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.713 1.620 13.47 1.099 57.065 15.056 67.97 6.885.564.50 9.574 1.53 0.89 2.60 5.020 7.

Pada tahun yang sama sektor industri kertas menyumbang nilai tambah bruto sebesar Rp 7. Nilai rasio tersebut menunjukkan perbandingan antara besarnya upah dan gaji yang diterima produsen. . surplus usaha sebesar Rp 458.327 juta yang terdiri atas upah dan gaji sebesar Rp 1.350 juta dengan perincian Rp 400.770 juta berasal dari upah dan gaji.2 dapat diketahui bahwa total nilai tambah bruto negara Indonesia adalah Rp 1. penyusutan dan pajak tak langsung netto. Berdasarkan Tabel 5.849 juta. surplus usaha. Rp 755.895. Struktur Nilai Tambah Bruto Nilai tambah bruto merupakan balas jasa terhadap faktor produksi yang tercipta karena adanya kegiatan produksi.843. pemerintah dan ekspor) dibanding untuk keperluan produksi sebagai input bagi sektor lain.958 juta dan pajak tak langsung netto sebesar Rp 487.762 juta. Jika diperbandingkan antara nilai upah dan gaji terhadap surplus usaha (U/G) maka akan diperoleh nilai rasio upah gaji dengan surplus usaha. penyusutan sebesar Rp 865.967 juta (Tabel 5.928 juta berasal dari penyusutan dan Rp 69.331.498 juta berasal dari surplus usaha.952.048.1. Rasio upah dan gaji dan surplus usaha termasuk kategori baik jika rasionya mendekati keseimbangan (mendekati 1) yang berarti bahwa proporsi penerimaan dalam bentuk upah dan gaji bagi pekerja dan surplus usaha bagi produsen berimbang. Dalam Tabel I-O Indonesia tahun 2000 nilai tambah meliputi penerimaan upah gaji.2.860. Rp 110.2).079. 5.732 milyar berasal dari pajak tak langsung netto.278.49 langsung (masyarakat.

418 Pengangkutan dan 16.705 7.443 301.044.898 138. Kondisi ini menunjukan bahwa distribusi pendapatan antara pemilik modal (perusahaan) dan pekerja tidak merata atau .245 Pertambangan dan 25.396 325.326 5.550.585.616 5.243 1.562.946 Penyusutan (Juta Rp) 2.968 115.576 dari logam Industri lainnya 19.952 4.208.949 45.240 28.670 4.975 865.692.952.414.228.560 8.451 Listrik.372.732 Nilai tambah bruto (Juta Rp) 166.567 5.088 105.365.333.759 10.623.127.070 persewaan Jasa-jasa 85.919 1.947 Industri semen dan 3.484.256.946 110.843.212.105 6.073 3.567 26.048.577.340 Perdagangan 61. 2000 (diolah).902 6.860.895.116 7.081 834.156 69.093.774 11.463.877.004.278.028.434 15.564.762 4.103.257 19.43).169.723.430 dasar Industri barang jadi 3.931.690 777.901.797.107 14.237 6. Nilai Tambah Bruto Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Tahun 2000 Sektor Upah /gaji (Juta Rp) Surplus Usaha (Juta Rp) 121.758.279.350 Pertanian 40.590.933 2.477.554.489.588.176 19.458.504 1.327 3.182 30.480.512 1.703.928 Indirect Tax (Juta Rp) 1. diperoleh bahwa ternyata pada sektor industri kertas mempunyai nilai surplus usaha lebih besar dibandingkan upah dan gaji.182.652 167.864.392 225.530 penggalian Industri makanan 30.354 komunikasi Keuangan dan 21.727 76.498 Sumber: Tabel I-O Indonesia.393.143.393.418 59.905 2. Berdasarkan hasil analisis rasio upah dan gaji dengan surplus usaha pada Tabel 5.017.996.973.2.886 2.459 53.524 487.757 2.639 Industri barang dari 1.052 20.990 dan minuman Industri tekstil dan 16.821 61.803 4.079.177 21.511 770.072 64.569 11.266.756 12.781 8.664.063 barang non logam Industri logam 2.282.700.012. gas dan air 2.963 8.132.229.542 933.063 4.440.764 83.195 112.3.50 Tabel 5.914 Kayu 2.212 3.958 83.129 furniture Industri pulp 940.010.655 2.536.946.731.793.638 9.664.232 97.802 134.625.229.702 926.084.591 564.278.383.119.479 kertas Industri percetakan 1.343.508.164 13.296.772.576.358 1.605.511 29.770 755.701 Industri kertas 1.142.704 6.567.778.718 147.233 65.948 3.046 1.385 Total 400.131 115. Hal ini terlihat dari nilai rasio yang lebih kecil dari satu (0.573.311 9.226.912 9.352.756.114 pakaian Industri kayu dan 5.147.708 127.062.607 6.378 476.542 Bangunan 37.623 84.382 4.670.034.985 Hasil hutan lainnya 565.015.714.725 Industri kimia 21.331.475.875 429.

35 0.36 0.04 0.320.84 0.64 0.43 0.55 5.48 1.26 0.948 jiwa.3.51 terjadi ketimpangan yang sangat besar yang disebabkan oleh adanya eksploitasi tenaga kerja oleh pemilik modal terhadap tenaga kerja dengan share yang lebih besar pada produsen (pemilik modal). Jumlah tenaga kerja yang terserap di setiap sektor ekonomi merupakan indikator kemampuan sektor tersebut dalam menciptakan kesempatan .1.76 0.43 0. Tabel 5. Rasio Upah Terhadap Surplus Usaha Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.47 0.3.74 0.27 0.57 0. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia. Struktur Ketenagakerjaan Banyaknya tenaga kerja yang terserap pada tahun 2000 sebanyak 93.25 6. Rasio Upah Gaji terhadap Surplus Usaha (U/G) 0.45 0.20 0.36 0.33 0. 2000 (diolah).79 0.51 0.

53 30.30 12.65 26.440.279.232 Industri percetakan 705.034 115.963 Industri lainnya 225.83 14.513 2.75 7.938 9.195 Penggalian Industri makanan dan 3.352.392 Bangunan 17.985 565.949 minuman 2.382 37.017.327 Industri kertas 73.06 0.282.577.551 3.756 400.727 Listrik. Gambaran tentang jumlah tenaga kerja.802 16.450.567 21.843.569.42 0.06 0.52 kerja bagi masyarakat di wilayah tersebut.35 79.567.256.60 25.06 0.142. Berdasarkan Tabel 5.161 9.15 0.477.296.004.797.084.331.20 18.705 Industri pulp 118.062.670.48 3.32 8.64 6.652 Hasil Hutan Lainnya Pertambangan dan 825.041. Tabel 5.177 5.860.454 jiwa sedangkan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian dengan kemampuan menyerap tenaga kerja sebesar 40.4.030 97.824 13.132.762 1.911 10. Gas dan Air 4.74 8.573.15 0.943 167.225 45. Jumlah Tenaga kerja.480.208.243 Jasa-jasa 93.012.328.4.770 Upah/TK 0.48 37.56 59.06 0. produktifitas dan nilai upah sektoral dapat dilihat pada Tabel 5.569 940.30 40.448.54 36.4.585.562 105.692.134 20.97 66.61 10.143. 2000 (diolah).27 43.393.65 41.218 61.03 0.638 Industri logam dasar Industri barang jadi dari 259.012.255 76.504 1.131 Komunikasi 1.20 18.590.905 Industri kayu dan furniture 57.245 25.459 16.912 65.233 Perdagangan Pengangkutan dan 4.475.182 2.515 225.759 Industri kimia Industri semen dan barang 648.183.877.212 2.664.616 3.931.463.39 203.511 61.266.84 13.512 1.164 Pertanian 555.948 1.914 2.46 14.895.870.12 24.15 137.372.803 19.20 0.700.607 Industri barang dari kertas 100.821 logam 1.454 7.519 jiwa.708 30.088 Keuangan dan Persewaan 11. terlihat sektor industri kertas menyerap 118.169.15 0.034.333.655 Kayu 86.07 18.051 2.212.063 21.98 10.418 3.10 8.350 Total (domestik) Sumber: Tabel I-O Indonesia.13 4.119.508.320.664 8.921.052 Industri tekstil dan pakaian 2.912 non logam 357.623 85.88 3.942 6.82 15.576.03 37.328.03 65. Produktifitas dan Nilai Upah Sektoral Indonesia Tahun 2000 Sektor Jumlah TK Nilai tambah Produktivitas bruto (Juta/Tk) (Juta Rp) 4.99 4.27 Total Upah (Juta) 40.952.592 112. Dalam hal produktifitas tenaga kerja industri kertas menduduki peringkat keempat .519 166.

. industri pengolahan.65 yang berarti satu orang tenaga kerja yang bekerja di sektor manufaktur mampu menghasilkan sekitar 66.5). Nilai impor tersebut dapat menunjukkan bahwa kebutuhan kertas dalam negeri masih lebih besar dari produksi kertas dalam negeri sehingga harus melakukan impor. terlihat bahwa sektor pertanian.385 juta atau 2. 5.95 persen dari total impor Indonesia (Tabel 5.831.5). perdagangan serta sektor pengangkutan dan telekomunikasi mengalami selisih yang positif ini menunjukan bahwa secara umum dalam memenuhi kebutuhan terhadap barangbarang yang dihasilkan oleh sektor tersebut tidak lagi tergantung pada impor.507.53 sekitar 66. Nilai impor industri kertas sebesar Rp 8. Nilai ekspor industri kertas yang masih kecil tersebut dapat menandakan bahwa sektor industri ini masih berorientasi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.1.854 juta atau 2.623 juta.757 juta.5.65 juta nilai tambah dari sektor tersebut dalam tahun 2000. Berdasarkan nilai total ekspor tersebut. Ditinjau dari sisi impor terhadap barang-barang dan jasa ternyata nilai impor secara keseluruhan sebesar 287. sedangkan nilai ekspor terbesar ditempati oleh sektor industri kimia atau 18. dengan melihat besarnya selisih antara total ekspor dan impor.4. Dari Tabel 5.52 persen dari total ekspor Indonesia (Tabel 5.930.125. Struktur Ekspor dan Impor Ekspor Indonesia pada tahun 2000 sebesar Rp 520.84 persen dari total ekspor indonesia. nilai ekspor keseluruhan sektor industri kertas adalah Rp 13.

603.84 Industri kimia Industri semen dan 6.120 3.489 8.859 7.896.326 1.757 % 1.399 -3.466 13.490.611.163.554.850.56 penggalian Industri makanan dan 29.930.772.991.855 26.534. Tabel 5.353.814 71.379 33.161.815.957.722 39.02 Kayu 394.694 2.242.22 Pertanian 124.418 6.613 27.319 24.238.00 Listrik.247 0.824.512 281.336 1.337 5.665 25.412.531 541.857.602 19.093.5.59 dari logam 58.958.849 24.287 161.617.22 0.050 4.408 243.729.18 minuman Industri tekstil dan 73.259.451 131.814 18.10 persewaan 8. Ini menunjukan bahwa secara umum dalam memenuhi kebutuhan terhadap barang-barang yang dihasilkan oleh sektor tersebut masih tergantung pada impor. sektor listrik.567.018 49.701.444.089.54 Sedangkan yang mengalami selisih negatif dialami oleh sektor kayu.07 Hasil hutan lainnya Pertambangan dan 77.424 8.21 Industri lainnya 0 0.125.040 1.287 2.821.06 barang non logam 12.365 5.362.78 13.899 7.413 0.53 furniture 5.881 40.908 10.18 0. gas dan air.489.880.943.641 19.395.722 -39.95 0.96 2.225.79 8.163 63. .796.667.559.507.028 2.38 0.598.620 12.01 1.809 4.177 6.580.620 13.218 11.385 2.061 4.617 2.947 43.540.61 Industri percetakan 107.162.444.278 177.900.695 227.58 0.094.719.864.864 9.242.933 1.67 komunikasi Keuangan dan 11.739.297 2.110 0.332 49.427 5.317.900.558.063 396.971.403.677.238.167.27 Industri logam dasar Industri barang jadi 31.473.268.340.959 30.529.13 100 Jumlah Input (Juta Rp) 224.637.088 -404.151 332.262 17.525.588.048.854 1.433 5.478 -2.848 287.175 100 Total (domestik) Sumber: Tabel I-O Indonesia.033 8.698.705 23.53 1. 2000 (diolah).136.75 1.865 353.52 15.493.016 0.566.126 X-M (Juta Rp) 2.916 177.00 Bangunan 57.842 2.65 9.979 2.627.053 -21.29 17.305 6.17 0.775 10.634.305.373 1.771.099 57.298 4.03 Perdagangan Pengangkutan dan 26. gas dan air 0 0.97 pakaian Industri kayu dan 37.23 2.285.735.49 4.29 kertas 3.641 37.326 2.30 Industri kertas Industri barang dari 1.942.214.883.99 6.805.622 8.322 32.413 176.86 6.944 196.51 Jasa-jasa 569.96 Industri pulp 13.845 528.485. Struktur Ekspor dan Impor Indonesia Tahun 2000 Ekspor Sektor Jumlah (Juta Rp) % Impor Jumlah (Juta Rp) 4.58 0. sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor jasa-jasa.550 0. sektor bangunan.94 2.

55

Jika dilihat dari total selisih antara ekspor dan impor maka perekonomian Indonesia mengalami surplus perdagangan sebesar Rp 232.900.866 juta. Surplus perdagangan terbesar diberikan oleh sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp 71.489.864 juta, sedangkan industri kertas mengalami surplus perdagangan sebesar Rp 4.617.531 juta. Angka tersebut menunjukan bahwa secara umum dalam memenuhi kebutuhan terhadap barang-barang yang dihasilkan oleh sektor industri kertas di Indonesia tidak lagi tergantung pada impor.

5.1.5. Struktur Output Sektoral Output merupakan nilai produksi (barang dan jasa) yang dihasilkan oleh suatu sektor perekonomian. Berdasarkan Tabel Input-Output Indonesia tahun 2000 dapat diketahui besarnya output yang diciptakan oleh masing-masing sektor. Berdasarkan Tabel 5.6 terlihat bahwa output sektoral perekonomian Indonesia sebesar Rp 270.099.837 juta. Sektor yang paling besar menyumbang dalam pembentukan output domestik adalah sektor perdagangan yakni sebesar 14,67 persen dengan nilai output sebesar Rp 396.214.278 juta, kemudian disusul oleh sektor industri makanan dan minuman dengan nilai sebesar Rp 329.325.254 juta dalam persentase sebesar 12,19 persen dari total output keseluruhan. Sementara industri kertas sendiri menyumbang sebesar Rp 24.771.622 dalam pembentukan output atau sebesar 0,92 persen dari seluruh total output sektoral perekonomian.

56

Tabel 5.6. Struktur Pembentukan Output Sektoral terhadap Perekonomian Indonesia Tahun 2000
Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik, gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Total (domestik) Output Jumlah (Juta) Persentase (%) 260,672,575 9.65 17,340,028 0.64 2,698,944 0.10 196,815,151 7.29 329,325,254 12.19 131,412,099 4.87 57,534,424 2.13 8,739,849 0.32 24,771,622 0.92 8,850,620 0.33 13,627,408 0.50 243,805,705 9.03 23,821,379 0.88 33,729,613 1.25 64,119,165 2.37 139,438,593 5.16 30,637,695 8.43 227,677,063 8.43 396,214,278 14.67 151,272,169 5.60 161,353,916 5.97 177,242,287 6.56 2,701,099,837 100

Sumber: Tabel I-O Indonesia, 2000 (diolah). 5.2. Analisis Keterkaitan

5.2.1. Keterkaitan Langsung Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Keterkaitan langsung beberapa sektor perekonomian Indonesia dapat dilihat pada Tabel 5.7. Pada tabel tersebut dapat dilihat bahwa sektor perdagangan mempunyai nilai keterkaitan langsung kedepan yang paling besar yaitu sebesar 1,4070. Selanjutnya urutan kedua terbesar ditempati oleh sektor pertambangan dan penggalian dengan nilai keterkaitan langsung ke depan sebesar 1,3580 kemudian secara berturut-turut diikuti oleh sektor industri kimia dan minyak dan

57

sektor pengangkutan dan komunikasi dengan nilai 0,7964 dan 0,7020 pada posisi ketiga dan keempat. Untuk keterkaitan langsung ke belakang sektor listrik, gas dan air merupakan sektor yang memiliki nilai keterkaitan langsung ke belakang yang paling tinggi dengan nilai 0,3103. hal ini dikarenakan sektor listrik, gas dan air merupakan salah satu sektor yang paling vital dalam kehidupan manusia dan tanpa sektor tersebut sektor yang lain tidak akan dapat berjalan, kemudian urutan kedua dan ketiga di tempati oleh industri makanan dan minuman dan sektor industri kayu dan furniture dengan nilai keterkaitan sebesar 0,3319 dan 0,1790.

Tabel. 5.7. Nilai Keterkaitan Berbagai Sektor Perekonomian di Indonesia
Langsung

Sektor
Depan Belakang

Langsung dan Tidak Langsung Depan Belakang

Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik, gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa
Sumber: Tabel I-O Indonesia, 2000 (diolah).

0,5495 0,2619 0,0236 1,3580 0,3319 0,2764 0,1790 0,1877 0,5997 0.0485 0,0431 0,7964 0,0900 0,3072 0,1737 0,1631 0,3103 0,1919 1,4070 0,7027 0,6438 0,0980

0,2391 0,1794 0,1393 0,1188 0,6039 0,4673 0,5687 0,3957 0,3378 0,5356 0,4078 0,4217 0,4842 0,5635 0,4161 0,3675 0,6530 0,4884 0,3821 0,3945 0,2400 0,3390

1,9552 1,3283 1,0291 3,1272 1,6422 1,3855 1,2191 1,2750 1,6529 1,0734 1,0653 2,1857 1,1150 1,2955 1,2689 1,3310 1,4368 1,3066 3,2051 2,0874 2,1306 1,1575

1,3950 1,2751 1,2287 1,1567 1,9484 1,7956 1,8775 1,6059 1,5409 1,8431 1,6424 1,5577 1,6858 1,7978 1,5005 1,6501 1,8552 1,7539 1,6138 1,6346 1,3643 1,5500

7 dapat dilihat bahwa sektor yang mempunyai nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung kedepan tertinggi adalah sektor pertambangan dan penggalian dengan nilai sebesar 3. Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sebesar satu juta. dalam nilai keterkaitan langsung ke depan menempati urutan keeenam dengan nilai 0.3378 juta rupiah. Selanjutnya berturut-turut untuk posisi ketiga dan keempat ditempati oleh sektor listik.8431. .9484. maka sektor industri kertas akan meningkatkan permintaan inputnya secara langsung sebesar 0.1272.2. Selanjutnya di posisi kedua dan ketiga ditempati oleh sektor perdagangan dan sektor industri kimia dengan nilai masing-masing sebesar 3.3378 yang berada pada posisi ke-17 diantara sektor-sektor yang lain. maka output industri kertas secara langsung akan meningkat sebesar 0.58 Untuk industri kertas. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa jika terjadi kenaikan permintaan akhir satu juta. Sedangkan untuk keterkaitan langsung ke belakang industri kertas memiliki nilai sebesar 0. gas dan air dan sektor industri barang-barang dari kertas dengan nilai keterkaitan sebesar 1.8552 dan 1.1857. Untuk nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang.8775. Urutan kedua tertinggi ditempati oleh sektor industri kayu dan furniture dengan nilai keterkaitan sebesar 1.2051 dan 2. Keterkaitan Langsung Perekonomian Indonesia dan Tidak Langsung Sektor-Sektor Pada Tabel 5. sektor industri makanan dan minuman memiliki nilai keterkaitan tertinggi diantara sektor-sektor lainnya yaitu sebesar 1. 5.2.5997.5997 juta rupiah.

59

Berdasarkan hasil analisis (Tabel 5.7), industri kertas memiliki nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung kedepan sebesar 1,6529 yang berada pada peringkat ketujuh diantara sektor-sektor yang berada dalam perekonomian Indonesia. Nilai keterkaitan tersebut mengindikasikan bahwa setiap satu juta output yang dihasilkan industri kertas secara langsung maupun tidak langsung akan dialokasikan kepada sektor-sektor lain dan kepada industri kertas itu sendiri sebesar 1,6529 juta rupiah. Sedangkan untuk keterkaitan langsung dan tidak langsung kebelakang, industri kertas memiliki nilai keterkaitan sebesar 1,5409 yang berada pada peringkat ke-16 diantara sektor-sektor lainnya. Nilai keterkaitan sebesar 1,5409 berarti apabila terjadi peningkatan permintaan akhir sebesar satu juta pada industri kertas maka permintaan input dari sektor-sektor lainnya maupun dari industri kertas itu sendiri secara langsung dan tidak langsung akan menigkat sebesar 1,5409 juta rupiah.

5.2.3. Keterkaitan ke Depan Industri Kertas terhadap Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Industri kertas merupakan sektor antara yang berada diantara sektor-sektor yang lain, industri ini tidak dapat dipisahkan dari industri atau sektor-sektor hulunya yang menyediakan input bagi keperluan proses produksinya, sebaliknya industri ini juga berfungsi sebagai penghasil output yang digunakan sebagai input bagi industri lainnya (hilir). Sektor-sektor hilir yang terkait dengan industri kertas antara lain industri barang-barang dari kertas, industri percetakan (penerbitan), dan sektor jasa-jasa.

60

Tabel 5.8. Keterkaitan ke Depan Industri Kertas terhadap Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Sektor
Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik, gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia, 2000 (diolah).

Koefisien 0.0005 0.0008 0.0025 0.0000 0.0022 0.0013 0.0004 0.0057 0.0015 0.3183 0.2448 0.0003 0.0047 0.0001 0.0006 0.0010 0.0007 0.0002 0.0020 0.0009 0.0012 0.0128

Peringkat 17 14 6 22 7 10 18 4 9 1 2 19 5 21 16 12 15 20 8 13 11 3

Dari hasil analisis keterkaitan ke depan industri kertas terhadap berbagai sektor perekonomian Indonesia (Tabel 5.8) dapat dilihat bahwa industri barang dari kertas menduduki peringkat pertama dengan nilai sebesar 0,3183. Selanjutnya disusul oleh industri percetakan dengan nilai keterkaitan sebesar 0,2248 pada urutan kedua. Industri barang dari kertas dan industri percetakan menempati peringkat teratas karena kedua industri ini menggunakan bahan baku utama yang dihasilkan dari industri kertas.

61

5.2.4. Keterkaitan ke Belakang Industri Kertas terhadap Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Industri kertas merupakan industri yang terus berkembang pesat di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan konsumsinya yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Perkembangan industri ini juga ditandai dengan peningkatan kapasitas produksi perusahaan-perusahaan industri kertas dalam satu dekade terakhir ini. Salah satu indikator penyebab perkembangan dan pertumbuhan yang cukup tinggi itu adalah kedekatan industri kertas dengan bahan baku industrinya dalam hal kemudahan memperolehnya. Kedekatan inilah yang menandai bahwa keterkaitan ke belakang industri kertas dengan sektor-sektor penyedia inputnya (hulu) cukup besar. Dari hasil analisis keterkaitan ke belakang industri kertas terhadap berbagai sektor perekonomian indonesia (Tabel 5.9) dapat dilihat bahwa industri pulp menduduki peringkat pertama dengan nilai sebesar 0,0944. Industri pulp menduduki peringkat pertama karena pulp merupakan bahan baku utama yang digunakan oleh industri kertas. Selanjutnya disusul oleh sektor pengangkutan dan komunikasi pada urutan kedua. Masuknya sektor pengangkutan dan komunikasi dalam peringkat yang cukup tinggi bila di bandingkan dengan sektor-sektor lain dalam perekonomian dikarenakan pentingnya faktor pengangkutan dan

komunikasi dalam memperlancar rantai distribusi bahan baku dari tempat bahan baku ke perusahaan tempat proses produksi dilaksanakan

62 Tabel 5.0031 0.0012 0.0731 0.0006 0.0004 0.0621 0.0007 0.0050 Peringkat 11 7 17 12 9 20 15 1 14 10 16 4 21 22 13 19 6 18 3 2 5 8 5.0001 0.0401 0.0944 0.0017 0. Analisis koefisien penyebaran dianggap penting karena menunjukkan koefisien kaitan yang memberikan gambaran tentang pengaruh yang ditimbulkan oleh suatu unit permintaan akhir untuk semua sektor di dalam suatu sisitem perekonomian.0037 0.0071 0.0181 0.9.0199 0.0005 0. Sedangkan analisis kepekaan penyebaran berguna untuk .0015 0. Keterkaitan ke Belakang Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.0000 0. 2000 (diolah).3.0010 0. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia. Analisis Koefisien Penyebaran dan Kepekaan Penyebaran Untuk mengetahui distribusi manfaat dari pengembangan suatu sektor terhadap perkembangan sektor lainnya baik melalui mekanisme transaksi pasar input dan pasar output dapat dianalisis berdasarkan koefisien penyebaran dan kepekaan penyebaran.0045 0. Koefisien 0.0023 0.

Nilai koefisien yang lebih besar dari suatu sektor menunjukkan kemampuan sektor tersebut dalam menarik perkembangan sektor hulunya. Koefisien penyebaran sering disebut sebagai daya penyebaran ke belakang.3. hal ini mengindikasikan bahwa sektor-sektor tersebut memiliki kemampuan yang kuat untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya.63 memberikan gambaran tentang pengaruh yang timbul oleh suatu unit permintaan akhir terhadap semua sektor di dalam perekonomian. industri kayu dan furniture. Berdasarkan nilai indeks koefisien penyebaran yang lebih dari satu. Koefisien Penyebaran Koefisien penyebaran menunjukan efek relatif yang ditimbulkan oleh keterkaitan ke belakang secara langsung dan tidak langsung antara satu sektor dengan semua sektor yang ada. . Dengan kata lain merupakan efek yang ditimbulkan oleh suatu sektor karena adanya peningkatan output suatu sektor yang bersangkutan terhadap output sektor-sektor lainnya yang digunakan sebagai input oleh sektor-sektor tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung. 5. Pada Tabel 5.1. gas dan air.10 dapat dilihat beberapa sektor yang mempunyai indeks koefisien penyebaran yang tinggi antara lain sektor industri makanan dan minuman. industri barang dari kertas juga industri tekstil dan pakaian. Koefisien penyebaran ini diperoleh dari nilai keterkaitan output langsung dan tidak langsung ke belakang yang dikalikan dengan jumlah sektor kemudian dibagi dengan total keterkaitan langsung dan tidak langsung semua sektor. listrik.

Perusahaan-perusahaan besar yang memiliki kapasitas produksi yang besar pula ternyata juga memiliki pabrik pulp sebagai sumber bahan bakunya.64 Tabel 5..2152 1. Koefisien Penyebaran 0.0066 1.1213 0. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia.10. Koefisien Penyebaran Industri Kertas Terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.1495 1. Salah satu penyebab terjadi hal tersebut adalah adanya integrasi vertikal dalam industri kertas sendiri.8701 0.0016 0.9611.9611 1.0292 1.8509 0. khususnya yaitu dengan sektor hulu yang paling besar keterkaitannya dengan industri kertas yaitu industri pulp.0939 1.9359 1.0195 0.1571 1. sektor ini mempunyai indeks koefisien penyebaran sebesar 0.7664 0.7215 1. 2000 (diolah).7953 0.1710 1. Hal mengindikasikan bahwa industri kertas mempunyai kemampuan yang kurang kuat dalam menarik perkembangan sektor hulunya.9668 Untuk industri kertas. Hal ini mengakibatkan kemampuan industri kertas secara keseluruhan untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya .0244 0.0514 1.1199 1.9715 1.

11 dapat dilihat bahwa sektor pertambangan dan penggalian memiliki indeks kepekaan penyebaran yang paling tinggi yaitu sebesar 1. Nilai indeks kepekaan penyebaran lebih dari satu mengindikasikan suatu sektor memiliki kemampuan yang kuat untuk mendorong sektor hilirnya. Kepekaan Penyebaran Kepekaan penyebaran merupakan efek relatif yang disebabkan oleh perubahan output suatu sektor ekonomi yang akan menimbulkan perubahan output sektor ekonomi lainnya yang menggunakan output sektor tersebut sebagai input baik langsung maupun tidak langsung.3. Barang tambang seperti minyak bumi dengan produk hasil olahannya yaitu bahan bakar minyak (BBM) merupakan pilar utama proses produksi output sektor-sektor industri dalam perekonomian. menurut Karseno dan Mulyaningsih (2002) integrasi vertikal pada industri kertas justru akan lebih meningkatkan efisiensi produksi perusahaan dalam industri 5. Pada Tabel 5.9504. . Kepekaan penyebaran ini sering disebut indeks daya penyebaran ke depan yang diperoleh dari keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan yang dikalikan dengan jumlah sektor kemudian dibagi dengan total keterkaitan langsung dan tidak langsung dari semua sektor. Hal ini di karenakan sektor pertambangan dan penggalian merupakan salah satu sektor yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian.2.65 terutama pulp menjadi semakin berkurang. sehingga sektor pertambangan dan penggalian mempunyai kemempuan yang kuat dalam mendorong pertumbuhan sektor-sektor hilirnya terutama dalam hal penyedian kebutuhan bahan bakar untuk proses produksi. Namun jika di tinjau dari sisi efisiensi.

6419 1.7603 0. Dengan nilai indeks yang lebih besar dari satu. .8961 0.309. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia. Kepekaan Penyebaran 1.8302 0.6695 0.9504 1. industri tekstil dan pakaian (0.7219 Sedangkan untuk industri kertas.8149 1. sektor industri ini mempunyai indeks kepekaan penyebaran sebesar 1.66 Tabel 5. Kepekaan Penyebaran Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.2195 0.11.6954 0.8080 0.7603). Bila di bandingkan dengan beberapa sektor lainnya yang tergolong sektor manufaktur seperti industri makanan dan minuman (1. dan industri kayu dan furniture (0.8285 0. industri kertas lebih unggul dalam kemampuannya dalam menstimulir perkembangan sektor-sektor hilirnya dan termasuk ke dalam delapan besar sektor yang mempunyai indeks kepekaan penyebaran kuat dalam perekonomian.0242 0.3019 1.3632 0.7914 0.6644 1.8641 0.9990 1.8641).0309 0. 2000 (diolah).7952 1. hal ini berarti bahwa industri kertas mempunyai kemampuan yang kuat untuk mendorong perkembangan sektor hilirnya.0242).3288 0.

5. Urutan kedua ditempati oleh sektor industri makanan dan minuman dengan nilai elastisitas output sebesar 1. Hal ini bermakna bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen maka akan meningkatkan total output sektor industri makanan dan minuman sebesar 1.1253. Elastisitas Output Elastisitas Output adalah perubahan persentase dalam total output suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya.1253 persen.1. Pendekatan ini mempermudah policy makers untuk berkonsentrasi tidak hanya pada nilai-nilai keterkaitan dan multiplier tertinggi tetapi juga pada share suatu sektor ekonomi. 5. elastisitas output tertinggi ditempati oleh sektor perdagangan dengan nilai elastisitas sebesar 1. Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan output sektor perdagangan sebesar 1. Menurut Mattas dan Shresta (1991) dalam Imansyah (2000) pendekatan ini lebih baik daripada analisis keterkaitan dan analisis multiplier karena memperhitungkan share suatu sektor dalam output.4. pendapatan dan tenaga kerja.2610 (Tabel 5. Pada perekonomian Indonesia. Nilai elastisitas output yang tinggi dari . Elastisitas Input-Output Elastisitas input-output menyediakan pandangan baru untuk penentuan sektor prioritas.67 Semuanya itu menandakan bahwa sektor industri kertas layak untuk terus dikembangkan dan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.2610 persen. Pendekatan elastisitas input-output dibagi kedalam tiga kategori yaitu elastisitas output.12).4.

0759 persen.0023. industri kertas dapat disebut cukup responsif terhadap perubahan permintaan akhir pada sektor lain. Nilai elastisitas output yang tinggi bila dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya dalam perekonomian pada sektor perdagangan dan sektor pertambangan dan penggalian .0759. Hal ini berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen maka akan meningkatkan total output sektor industri pertambangan dan penggalian sebesar 1. sektor ini memiliki elastisitas output sebesar 1.12 dapat dilihat bahwa elastisitas pendapatan tertinggi ditempati oleh sektor perdagangan dengan nilai elastisitas sebesar 1.4. Elastisitas Pendapatan Elastisitas pendapatan adalah perubahan persentase dalam pendapatan suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya. Urutan kedua ditempati oleh sektor pertambangan dan penggalian dengan nilai elastisitas pendapatan sebesar 1.68 kedua sektor tersebut mencerminkan bahwa outputnya mempunyai respon yang besar terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya atau lebih sensitif terhadap perubahan yang terjadi pada sektor lainnya dalam hal permintaan akhir. 5. Dengan nilai elastisitas output yang lebih besar dari satu.1650 persen.2.1650. Untuk industri kertas.0023 persen. Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan pendapatan sektor perdagangan sebesar 1. yang berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan total output industri kertas sebesar 1. Pada tabel 5.

8697 ( 8 ) Industri kertas 1.0955 (18) Hasil hutan lainnya 0.5022.3103 (11) 0.6093 ( 8 ) 0.0443 (21) 0.1790 (17) 0.3072 (11) 0.69 menunjukkan bahwa pendapatan pada kedua sektor tersebut mempunyai respon yang besar terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya.9020 ( 7 ) Bangunan 0.2778 (13) 0. Sementara pada industri kertas.0431 (22) 0.1253 ( 2 ) Industri tekstil dan pakaian 0.2772 (12) 1. yang berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan pendapatan dalam industri kertas sebesar 0. Dengan nilai elastisitas pendapatan yang kurang dari satu.7027 ( 6 ) 0.3072 (12) 0.2764 (13) 0.1631 (18) 0.0047 (21) Industri barang jadi dari logam 0.2619 (14) 0.3921 (15) Kayu 0.6005 ( 6 ) 0.4772 ( 8 ) 1.0901 (20) 0.6438 ( 7 ) 0.2591 (16) Industri pulp 0.3127 (10) 0. sektor ini memiliki elastisitas pendapatan sebesar 0.0980 (19) . gas dan air 0.9779 ( 3 ) 1.0900 (20) 0.5179 (12) Sumber: Tabel I-O Indonesia.0485 (21) 0.3284 ( 9 ) 0.0009 ( 3 ) 0.12.2133 (15) Output Pertanian 0.8877 ( 4 ) 0. industri kertas dapat disebut kurang responsif terhadap perubahan permintaan akhir pada sektor lain.1737 (17) 0. Elastisitas Input-Output Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Tahun 2000 Sektor Elastisitas Pendapatan 0.1877 (16) 0.0768 ( 1 ) 0.7964 ( 5 ) 0.0040 (22) Jasa-jasa 0.7100 ( 9 ) Industri percetakan 0.5241 (11) Industri kayu dan furniture 0.1650 ( 1 ) 0.0441 ( 2 ) 0.5022 ( 7 ) 0.0274 ( 4 ) Keuangan dan persewaan 0.6084 (10) Industri kimia 0.5495 ( 9 ) 0.1659 (18) 0. 2000 (diolah).6903 ( 4 ) 0.9831 ( 6 ) Industri semen dan barang non logam 0.4050 (13) Pertambangan dan penggalian 1.0139 (20) Industri lainnya 0.2240 (14) 0.0247 (22) 0.3319 (10) 0.1919 (15) 1.1790 (16) 0.6449 ( 5 ) 0.0023 ( 5 ) Industri barang dari kertas 0.0759 ( 2 ) 1. Tabel 5.5022 persen.4048 (14) Industri logam dasar 0.0994 (19) 0.2610 ( 1 ) Pengangkutan dan komunikasi 1.1008 ( 3 ) Industri makanan dan minuman 1.0548 (19) Listrik.1253 (17) Perdagangan 1. Keterangan: ( ) merupakan peringkat Tenaga Kerja 0.

0441.12). tenaga kerja industri kertas dapat disebut kurang responsif terhadap perubahan permintaan akhir pada sektor lain.6093. Elastisitas Tenaga Kerja Elastisitas tenaga kerja adalah perubahan persentase tenaga kerja suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya.0768 (Tabel 5. . Nilai ini bermakna bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen maka akan meningkatkan tenaga kerja sektor industri makanan dan minuman sebesar 1.0768 persen. Nilai elastisitas tenaga kerja yang tinggi dari kedua sektor tersebut mengindikasikan bahwa jumlah tenaga kerjanya mempunyai respon yang besar terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya atau lebih sensitif terhadap perubahan yang terjadi pada sektor lainnya dalam hal permintaan akhir. yang berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan total output industri kertas sebesar 0. Pada industri kertas. Dengan nilai elastisitas yang kurang dari satu. Diantara sektor lainnya dalam perekonomian elastisitas tenaga kerja tertinggi ditempati oleh sektor perdagangan dengan nilai elastisitas sebesar 1.70 5. Namun demikian nilai elastisitas tenaga kerjanya masih bernilai positif. sektor ini memiliki elastisitas tenaga kerja sebesar 0.6093 persen.0441 persen. Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan tenaga kerja sektor perdagangan sebesar 1.4.3. Peringkat kedua ditempati oleh sektor industri makanan dan minuman dengan nilai elastisitas tenaga kerja sebesar 1. hal ini terjadi dikarenakan industri kertas selain merupakan industri padat modal juga merupakan industri yang cukup banyak menyerap tenaga kerja.

dampak penyebaran atau elastisitas input-output. Sektor-Sektor Kunci dalam Perekonomian Indonesia Penentuan suatu sektor menjadi sektor kunci dalam perekonomian Indonesia dapat didasarkan pada kategori-kategori analisis input-output seperti analisis keterkaitan. (9) listrik. sektor yang menjadi kunci dalam perekonomian ditentukan berdasarkan ranking atau peringkat dari keseluruhan sektor dalam perekonomian baik dilihat dari elastisitas output. yaitu: (1) perdagangan.5. Hal ini berarti kesepuluh sektor tersebut menjadi prioritas pemerintah untuk dikembangkan karena setiap sektor tersebut secara simultan mempunyai respon yang tinggi terhadap perubahan permintaan akhir sektor-sektor lainnya. dan (10) hasil hutan lainnya. (5) industri pulp. (3) pertambangan dan penggalian. (4) pengangkutan dan komunikasi. sepuluh peringkat tertinggi dari hasil perankingan tersebut merupakan sektor-sektor kunci dalam perekonomian. Dari hasil analisis sektor kunci perekonomian Indonesia tahun 2000 berdasarkan ranking elastisitas (Tabel 5. sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan. (8) industri kimia. hal ini menunjukkan bahwa industri ini.71 5. bersama dengan sembilan sektor kunci lainnya. gas dan air.13). (7) pertanian. merupakan sektor unggulan dalam meningkatkan output. dan tenaga kerjanya untuk lebih berperan . Industri kertas termasuk dalam sektor kunci perekonomian Indonesia (peringkat keenam). pendapatan. dapat diketahui sepuluh sektor kunci perekonomian. pendapatan maupun tenaga kerjanya (ranking elastisitas). (2) industri makanan dan minuman. (6) industri kertas. Pada penentuan sektor kunci berdasarkan elastisitas input-output.

5 5 6 20 22 8. Tabel 5. 2000 (diolah) .5 10 3 2 12.5 14 20 20 16 8.72 dalam perekonomian Indonesia dan pemerintah sebagai policy makers harus lebih biak lagi dalam menjalankan fungsinya berkaitan dengan penetapan kebijakan terhadap industri ini karena perannya dalam meningkatkan perekonomian tersebut. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel Input-Output Indonesia.5 15 Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.13. Sektor Kunci Perekonomian menurut Ranking Elastisitas InputOutput Indonesia Tahun 2000 Elastisitas Input-Output (peringkat) Tenaga Output Pendapatan Kerja 15 5 9 18 9 14 13 12 10 3 2 11 16 8 5 9 10 6 14 21 20 19 7 17 1 4 22 12 2 3 17 16 6 7 21 22 20 11 18 14 10 13 8 1 4 19 15 3 2 13 16 4 8 21 22 5 20 12 17 18 11 15 1 6 7 19 Total Peringkat 29 41 35 8 7 41 48 18 20 51 54 31 45 51 51 47 31 40 3 14 48 46 Ranking Elastisitas 7 12.5 11 1 4 17.5 17.

Hal ini menandakan bahwa dalam industri kertas sangat potensial untuk dibentuk dan dikembangkannya klaster industri kertas. Implikasi Kebijakan Dari hasil penelitian ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai implikasi kebijakan. Berdasarkan hasil analisis rasio upah dan gaji dengan surplus usaha pada struktur nilai tambah bruto dapat diketahui bahwa sektor industri kertas mempunyai nilai surplus usaha lebih besar dibandingkan upah dan gaji. berdasarkan analisis keterkaitan industri kertas tahun 2000 terhadap berbagai sektor perekonomian (keterkaitan per sektor) dapat diketahui bahwa industri kertas memiliki nilai keterkaitan yang tinggi baik ke depan maupun ke belakang terhadap sektor hulu dan hilirnya dan juga dengan sektor pendukungnya.73 5. 2. kondisi ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam Peraturan . Pada sub-bab sebelummya.6. hal ini berarti bahwa distribusi pendapatan antara pemilik modal (perusahaan) dan pekerja tidak merata atau terjadi ketimpangan yang besar yang dapat disebabkan oleh adanya eksploitasi tenaga kerja oleh pemilik modal terhadap tenaga kerja dengan share yang lebih besar terhadap perusahaan (pemilik modal). antara lain yaitu: 1. Untuk mengurangi kesenjangan pendapatan ini diperlukan campur tangan pemerintah yang lebih adil sebagai regulator ketenagakerjaan baik melalui penetapan kebijakan yang berfokus pada kesejahteraan tenaga kerja maupun sebagai mediator antara perusahaan dan tenaga kerjanya dalam penenganan berbagai masalah ketenagakerjaan terutama dalam persoalan upah.

74 Presiden No. sementara klaster industri memberikan kesempatan pada IKM untuk membuat keterkaitan pasokan antara perusahaan besar dan menengah (Deprin. . maka klaster tersebut akan menarik IKM untuk memenuhi Permintaan barang dan jasa. Dalam peraturan tersebut dijabarkan mengenai rencana pemerintah untuk membangun daya saing industri manufaktur nasional lima tahun kedepan dengan fokus pengembangan industri melalui penguatan dan penumbuhan klaster-klaster industri inti yang termasuk industri kertas didalamnya. Dengan adanya klaster ini maka bukan saja dapat saling menumbuh kembangkan industri terkait dan industri pendukung dalam klaster tersebut. 2005). padahal dari tahun 2000 berdasarkan penelitian ini pentingnya kebijakan klaster sudah dapat diidentifikasi. tetapi juga mengingat dalam setiap sektor terdapat juga pelaku ekonomi yang tergolong Industri Kecil dan Menengah (IKM). Namun demikian dapat dinilai adanya keterlambatan pemerintah karena baru tahun 2005 mengeluarkan kebijakan pengembangan klaster industri tersebut. Pada saat yang sama jaringan yang terpadu dari IKM terkait akan terus berkembang. Oleh karena itu IKM memerankan peranan secara integral dan konstruktif dalam suatu klaster industri. menawarkan jasa dan produk-produk untuk mendukung klaster industrinya.7 Tahun 2005 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.

industri kertas melakukan ekspor sebesar Rp 13. industri kertas berkontribusi terhadap permintaan antara sebesar Rp 10. kemudian kontribusinya dalam struktur nilai tambah bruto adalah sebesar Rp 7.507.0944) yang merupakan sektor penghasil bahan baku industri kertas dan pada sektor pengangkutan dan komunikasi (0.771.800. KESIMPULAN DAN SARAN 5. industri ini berkontribusi sebesar Rp 24. .2448) sementara pada keterkaitan ke belakangnya. 2.970. Pada keterkaitan ke depan industri kertas mempunyai keterkaitan yang paling tinggi terhadap sektor industri barang dari kertas (0. 1.454 jiwa.VI.847 juta. industri ini mampu meyerap tenaga kerja sebesar 118.327 juta dan jika dilihat dari struktur ketenagakerjaan. industri kertas memiliki keterkaitan yang paling tinggi terhadap industri pulp (0. Pada struktur permintaaan. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis peranan industri kertas terhadap perekonomian Indonesia.385 juta dan mengimpor sebesar Rp 8.1. maka kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut. Industri kertas memiliki keterkaitan yang tinggi terhadap sektor hulu dan hilirnya (keterkaitan industri kertas terhadap sektor-sektor perekonomian).125.895.0731) yang merupakan salah satu sektor pendukung industri kertas. Pada struktur ekspor dan impor.3183) dan pada peringkat kedua yaitu terhadap industri percetakan (0.622 juta.854 juta dan jika dilihat dari struktur output sektoral.775 juta dan permintaan akhir sebesar Rp 13.

Namun di sisi lain.0309). industri kertas merupakan sektor prioritas yang harus dikembangkan oleh pemerintah sebagai policy makers karena kontribusinya terhadap perekonomian tersebut. pendapatan. industri ini merupakan sektor industri yang memiliki kemampuan yang kuat dalam mendorong pertumbuhan sektor hilirnya seperti industri barang dari kertas dan industri percetakan karena memiliki indeks kepekaan lebih dari satu (1. terutama pulp.76 3. Industri kertas termasuk dalam salah satu dari sepuluh sektor kunci perekonomian Indonesia (peringkat keenam) berdasarkan ranking elastisitas. sehingga sektor ini mempunyai kemampuan yang cukup besar dalam berkontribusi untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan. Hal ini mengindikasikan bahwa sektor industri ini memiliki respon yang tinggi terhadap perubahan permintaan akhir sektor lain dalam hal peningkatan output. . sektor industri ini memiliki indeks koefisien penyebaran yang kurang dari satu (0.9611). Salah satu penyebab lemahnya industri ini dalam menarik pertumbuhan sektor hulunya adalah adanya integrasi vertikal yang dilakukan oleh perusahaan-perusahan besar dalam industri ini dengan sektor penghasil bahan bakunya. maupun tenaga kerjanya. Industri kertas kurang memiliki kemampuan untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya karena jika dilihat dari hasil analisis koefisien penyebaran. 4. Bersama dengan sektor kunci lainnya.

Untuk meningkatkan efisiensi industri kertas tanpa mengurangi kemampuan industri tersebut menarik pertumbuhan sektor hulunya antara lain adalah dengan mempercepat transformasi pembangunan industri kertas menuju fase innovation driven melalui peningkatan teknologi produksi dan pelatihan tenaga kerja terampil yang intensif sehingga dapat meningkatkan outputnya dan disisi lain sektor hulu tetap dapat memasok input bagi industri kertas tersebut.2. 1. Pemerintah harus campur tangan yang lebih intensif melalui penetapan Upah Minimum Regional (UMR) yang benar-benar sesuai dengan standar kehidupan di Indonesia. Saran Berdasarkan hasil analisis. industri barang dari kertas dan industri percetakan juga dapat saling menunjang untuk meningkatkan perkembangannya dan peranannya terhadap perekonomian Indonesia. pemberian fasilitas karyawan yang lebih baik serta jaminan sosial untuk mengatasi kesenjangan pendapatan antara perusahaan dan tenaga kerjanya pada industri kertas. 3. Pada industri kertas harus dibangun klaster industri yang kuat secara berkelanjutan sehingga industri kertas dan sektor yang terkait di dalam klaster tersebut seperti industri pulp. 2. .77 6. dapat disampaikan saran berikut ini.

P. http://www. 2005. “Industri Kertas Butuh Investasi Baru” [Harian Terbit Online]. E. Fakultas Pertanian.L. 2002. Ekonomi Industri : Persaingan. 2002. “An Application of the FES Approach to A Small Region in Indonesia: Banjarmasin Input-Output Model 1”.com/content/content.D. Paper for 13th International Conference on Input-Output Techniques. Jakarta. ”Profil Perusahaan” [Bank Niaga Online]. Analisis Peranan Sektor Pertanian dan Industri Pengolahan Terhadap Perekonomian Propinsi Kalimantan Timur (Berdasarkan Analisis Input-Output) [Skripsi].com [18 Februari 2005]. Jakarta. 2000. Tabel Input-Output Indonesia 2000. BPS. Vol. . M. No. 1985. 2005. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. USA. N. Deprin. http://www. Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Mansur. M. Karseno. 2005. 2000. LP3ES. Jhingan. “Integrasi Vertikal dan Efisiensi Industri: Industri Kertas Tahun 1979-1997 Dengan Pendekatan Error Correction Model”. Macerata. A. Direktori Industri Pulp dan Kertas Indonesia 2003. 2003. 136-149. BPS. Dampak Keterkaitan Sektor Industri Terhadap Perekonomian Wilayah Kabupaten Sidoarjo [Tesis]. Italy. Raja Grafindo Persada. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. dan Blair. Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor. R. Niaga. Prentice Hall. Jakarta. New Jersey. Bogor. 17. Imansyah. Input-Output Analysis: Foundation And Extensions. Monopoli dan Regulasi. Muchtar. B. R. Jakarta. T. Miller. Hal. 1993. 1997. E. Puspitawati.asp?id=NNA [30 September 2005]. Institut Pertanian Bogor. bankniaga.deprin.DAFTAR PUSTAKA Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia. dan Mulyaningsih. Bogor. http://www. APKI. H. [30 September 2005] Hasibuan.id/ publikasi. M. 2.go.harianterbit. ”Kebijakan Pembangunan Industri Nasional” [Deprin Online]. 2000.

Departemen Ilmu Ekonomi. Bogor. Ruhmaniyati.org /wiki/ Kertas [17 September 2005]. I. Tjandrawan. Institut Pertanian Bogor. No. H. “Prospek dan Tantangan Pengembangan Agribisnis Pulp dan Kertas dalam Era Ekolabeling dan Otonomi Daerah”. A. Sipayung. Institut Pertanian Bogor. Dampak Investasi Sektor Pertanian Terhadap Perekonomian Nasional [Skripsi]. dan Vidyatmoko. R. Setiyaji. S. 2002. Y. 2005. Fakultas Pertanian. http:// www. “Analisis Pasar Pulp dan Kertas Indonesia”. Analisis peranan Sektor Industri Pengolahan Dan Pengaruhnya Terhadap Perekonomian Jepara [Skripsi]. Wikipedia. Sahara. D. T. Departemen Ilmu Ekonomi. Institut Pertanian Bogor. 2005. Setyawan. 4. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia. 1995. Hal. Bogor. Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Analisis Peranan dan Keterkaitan Sektor Pertanian dan Industri di Jawa Barat [Skripsi]. Bogor. Bogor. Fakultas Ekonomi Dan Manajemen. dan Pambudy. Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian. 2004. 5. Institut Pertanian Bogor.wikipedia. 194203.79 Rosadi. 1994. Vol. 1998. Bogor. ”Kertas” [Wikipedia Online]. Prosiding Seminar. Bogor. 2000. Institut Pertanian Bogor. . Fakultas Ekonomi Manajemen. Analisis Peranan Sektor Industri Pengolahan terhadap Perekonomian Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta [Skripsi]. Analisis Peran Sektor Industri Pengolahan dan Dampaknya terhadap Pembangunan Ekonomi Di Kota Cilegon [Skripsi]. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. A.

LAMPIRAN .

gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Jumlah permintaan antara Jumlah input antara Impor Upah dan gaji Surplus usaha Penyusutan Pajak tak langsung Subsidi Nilai tambah bruto Jumlah input Pengeluaran konsumsi rumah tangga Pengeluaran konsumsi pemerintah Pembentukan modal tetap bruto Perubahan stok Ekspor barang dagangan Ekspor jasa Jumlah permintaan akhir Jumlah permintaan Impor barang dagangan Pajak penjualan Bea masuk Impor jasa Jumlah impor Margin perdagangan besar Margin perdagangan eceran Biaya pengangkutan Jumlah margin perdagangan dan biaya pengangkutan Jumlah output Jumlah penyediaan Jumlah Tenaga Kerja Kode I-O 175 Sektor 001-028. 031-034 029 030 035-048 049-073 074-083 084-089 090 091 092 093 094-109 110-114 115-118 119-122 123-141 142-143 144-148 149-152 153-159 160-164 165-175 180 190 200 201 202 203 204 205 209 210 301 302 303 304 305 306 309 310 401 402 403 404 409 501 502 503 509 600 700 - . Klasifikasi Sektor Tabel Input-Output Indonesia Tahun 2000 Kode I-O 22 Sektor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 180 190 200 201 202 203 204 205 209 210 301 302 303 304 305 306 309 310 401 402 403 404 409 501 502 503 509 600 700 1000 Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.81 Lampiran 1.

82 .

698.352 975.430 55.062.232 13.876 348 994.958 487.702 (250.805. .343 332.613 111.229 1.515 25.506 493.358 933.099 2.989 146.187 416.813.513 4 19.606.412.782.884 378.327.854 1.824.991.615 23.646.292.638.433 565.739.541 16.985 9.666 65.597 18.560 5.424 2.212.059 106.796 55.203 19.824 90.588.453.530 8.870 210.134 8 203.051 9 77.404 151.941 1.354 5.664.942 12 8.004.777.393 13.210 51.539 4.536.453 11.625.975 83.620 73.442 3.036 8.759 243.644 45.834 1.480.454 10 0 3.072 325.385 20.227 72.443 429.778.525.705 705.774 147.026 84.371 1.714.460 175.250 478.396 166.302 43.030 13 20.711.543 5.785.176 167.526 0 737.590.183 17.091 20.553 13.116 490.626 3.679.851 37.933 112.333 287.800 17.014.567. Tabel Input-Output Indonesia 2000 Klasifikasi 22 Sektor (dalam Juta Rupiah) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 1 16.235.577 159.130 77.504 1.596 643.208.718 3.177 21.478 63.750 0 13.875 45.530.293 2.306 815.119.628 22 85.418 1.355 8.755 17.990 8.145.484.322 2.073 8.514 33.590 5.319 30.440.167.305.946 64.837 15.206 15.534.407.539 77 186.867 3.063 4.491 11.296.049 112.798 105.328.252 43.484.534.623.561 1.764 20.670 7.083 224.591 10.930 129.292 5.762 4.346 38.190 41.914 121.839 1.479.771.024 5.867 6.701 301.877 3.359.963.218 1.319 504 17.588 6.379 648.003 363.585.335.955 23.550 754.881 2.411.228) 97.908 14.069 6.458.652 2.703 4.567 19.718.281.459 53.509.099 1.708 127.040 29.772.858 40.590 44.282.901.427.569 11.749 24.996.576.519 2 628.182.114 5.799 5.770 35.785.908 141.570 3.492 528.550.308 853.364 2.946.237 4.758.938 6.800 53.135 200.655 17.895.688.864.371 22.557.860.017.114 8.427 3.824 3 2.494 1.333 29.489 59.338 627.815.732 1.195 196.739.811.931 59.010 7.190 18.895 2.169.617 382.720 2.343.001 2.871 2.459 553.850.103.089 47.368.217.648.991.857 1.894 6.560 21.563 6.097 590.917 375.540.225 7 45.725 138.579 55.405.244 1.245 1.028 555.048 32.450.554.817.775 19.850 337.973 1.692.607 8.290.306.700.627.479 83.427 2.394 141.441 610.320 1.437.605.403 32.568 1.849 57.429 0 64.979 5.735.012.952.602 25.656 2.110.073.486 100.890 49.442 120.628 123.634 1.524 2.957 7.213 64.365.899 1.663.426 102.171 1.212 3.043 4.853 110.792 116.943 5 101.569 34 8.327 24.838 1.781 6.010.811.311 2.037.513 798 315.256.441 370.083 7.926 10.918.905 57.919 4.560 28.183 19.755 162.551 11 0 271 122 11.298 16.947 1.828 61.664.160 823.939 5.391 448.890 1.129 2.592 6 2.063 1.192 10.958 683.558.098 7.164 224.867 4.512 1.399 1.797.667 3.705 8.821.086 5.566.337.912 23.325 3.155 7.277 246.069 338.459 131.151 825.824 40.524 1.117 594.973 369.574 1.417 121.780 41.553 108 5.845 40.426 874 728.056 33 4.618 174.936 36.554.507.600 181.639 865.080 264.229.606 1.809 448.143.486 5.408 100.738 25.826 927 3.817 378 627.370 110 84 1.297 479.575.493.034 1.040 1.731.323 82.577.839 4.040 2.340.321 5.241 1.542 1.858 26.855 76.895.395.905 2.694 21.441 967 8.949 332.333 4.809 1.238.258 4.046 926.537.414.622 118.467 1.693 181 11.170 904 57.443 4.387.489 940.241 75.508.670 6.093.592 916.913 151.643 8.064 55.043 1.405 6.886 2.982.240 13.902 2.Lampiran 2.452 5.777 7.772.094.898 115.725 1.903 7.660.052 131.262 40.911 Sumber: Tabel I-O Indonesia 2000 (diolah).418 59.849 23.228 69.947 11.944 86.968 7.451 3.349 206.330 296.441 8.473 2.462 55.362 161.

076.354 37.663 1.723.775.015.117.713 2.963 62.331 1.744.746 32.876.344 3.250) 8.577 8.189 19.601 21.567 26.950 527.727 9.830.652 411.030 39.405 6.463.076.175.643 1.167.292 3.902.600 441.100) 65.238.070 6.860 2.780 1.420.997 34.698 49.200.642 36.630 1.870.060.180 14.131 151.595 1.852 121.278.034.005.891 123.995 65.127 19.697 6.248 966.172 0 141.995.320.912 21 34.350 2.915 1.401 110.855 61.931.113 94.724.594 50.544 967.451.575.742.332 12. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 14 9.108 19.505 723.390.015 1.361 758.237 2.048.613 357.870 126.966.035 16.930.700 3.502 4.727 27.242.664 156.084 15.196 11.448.063 4.228.525 11.509 2.666 2.980 42.860.106 4.126 93.218 17 4 14.498 110.565.672 6.326 9.113 3.332 3.226.678 19.676 1.192.206.973 6.703.377.564.333.242.014.081 564.715 373.858 495.477.442.511 9.842 123.255 19 10.130 9.626 70.292 6.808 158.048.429 11.916 1.638 33.570.350 130.529.525 1.392 227.731.065 15.529.437 791.063 111.028.861 35.678 7.214.864.938 15 7 6.260.000 213.661 524.722 2.760 1.071.183.158 5.176 197.641 37.441.310.791 866.206 438.480.562.579 4.465 5.732 (3.271.951 232.664 18 4.945 37.597 5.973.073 (30.085 15.887 124.105 476.649.923 16.704 3.770 755.458.041.218 21.810 2.859 16.383 143.382 4.928 69.685.020 7.741.668 341.844 882.079.778 1.499 1.088 161.147.128 23.332 3.805 2.383.802 134.977.272.948 .264.063 8.253.963 176.800.084 3.412.981 156.344.215 35.926 117.944 3.767.844.221.870.455.872 278.892 1.451 7.569.460.568 21.843.138.649 157.677.385 1.781 337.016.445 412.756.019 287.279.588.011.278.547.757 400.843 149.360 3.875 1.139 10.360.761 137 85 121.411.900.097 1.670.385 6.169.Lampiran 2.999 6.802.966 18.562 180 144.713 197.155 1.383.515 20 299.705.179 17.948.757 225.574 1.990 18.393.739.695 225.472 105.079.093.116 770.352.278 17.713.202 4.415 15.542 4.398 13.564.657 12.275.223 22.228 1.730 90.038 13.354 19.164.136.793.723 41.305 20.729.959 1.243 177.817 215.161.498 19.156 105.132.107.877.652.430 1.700.919 398.368.948 (3.463.476.598.921.139 2.045.727 30.584 3.576 834.228.741 10.056 3.019 14.738 824.667.786 3.418 14.749 609.012.559 27.748.961 1.244.353.257 15.089.125.649.106.372 88.729.434 76.327 19.726.044.127.073.690 115.179 26.266.876.117 1.134 11.817.616 5.623 84.866 1.036.649 36.567 26.610 7.197 4.946 777.246 2.444.825 1.821 27.916.797 15.310 6.177 2.979 350.349 8.609 151.503 7.107 3.287.287 11.169 4.803 4.525 1.713.186.213 16.637.559 322.340 6.388 38.952 5.511 29.247.194.382 1.078 1.002.233 396.084.593 2.767.153.775 5.111 382 16 1.034 22 2.100.896.161 16 620.604.407.708 59.203.032 448.475.006.727 100.580.875 3.028.573.229.671.331.142.489.393.261 6.397 114.823.226.848 85.399 3.812 173.798 5.756 12.705 859.670 19.413 259.281 60.142 10.074 19.110.428 117.553 13.635 64.378 61.563 510.372.182 30.915 13.983 3.578) 1.338 4.297 19.

315 90.071 1.988.016 394.211.600 272.642 67.167.045 25.849 80.160 1.623 48.935 88.779.621 208.814 6.257.790.491 474.771.389.513 2.595.677.760.798.063 396.398 613.281 292.695 227.013.696 668.473.044 403 8.656.034 238.365 57.327 1.620 37.267.426.658.552 1.637.325.805.525.111.575 17.483.689.786.416.96 42.136 48.658.739.268.193.247 77.287 2.294.165 139.943.965.485 39.188 2.933 748.813.438 304 1.623 306 1.927.161.935 1.689.200 520.842 31.227.400.495 11.865.028.485.385 1.454 856.028.086 112.857.949.162.278 151.581 64.561.613 64.387.413 3.471 38.559 199.887 9.831.067 1.933 124.957.044 8.225.373 55.571 11.241.329.269 4.099 57.239 8.214.730 209.036 155.586.970.897.480 15.643 115.777.621 133.088.707.424 8.785 158.774.887 201. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 301 107.001.695.488.713 1.242.865.202.965.698.326 12.821.620 13.568 646.305 5.552 309 115.321 835.276.627.881 13.356 105.042 41.901.158 1.622 8.187.056 67.151 329.837 32.479.837 441.617 8.408 243.553.241.916 177.033) 5.413 14.008.282 301 14.099.885.412.503.466 29.447 401 314.125.743 3.747 942.599 5.036.416 2.851.534.114 310 260.539.850.457.110 107.034 41.665 303 189.337 73.944 196.496.848.433 37.340.454 .697 937.119.871 18.818 108.389.284 314.379 33.637.672.629 152.514 305 6.259 165.393 208.162.942.028 2.480 6.076 2.048.782.466.435 4.018 79.593 30.849 24.272.550 13.783 520.480 402 15.605 94.169 161.729.068.Lampiran 2.775.592 110.701.534.673 (68.254 131.766 15.497 302 88.420.209 234.374 51.634.831.705 23.733 15.614 794.108 13.238 77.883.243.847 3.114.620 8.294 8.743.353.210 29.437 68.724 5.808.438.573 20.316.670 7.125.582 2.143.815.

151 329.613 64.028 2.627.325.325.353.287 2.088.695 227.119.637.412.099.278 151.169 161.424 8.771.284 - .821.771.613 64.853.620 13.408 243.272.916 177.837 441.805.695 227.143.438.379 33.438.575 17. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 404 103.620 13.534.701.099.242.698.593 30.469 501 502 503 509 600 260.850.165 139.815.099 57.837 3.815.278 151.254 131.944 196.272.447 103.028 2.169 161.672.853.701.729.850.739.214.353.988.837 700 260.151 329.593 30.821.424 8.063 396.622 8.701.063 396.944 196.739.340.849 24.637.849 24.916 177.119.575 17.677.698.099.705 23.Lampiran 2.408 243.214.469 - - - - 2.165 139.379 33.099 57.729.672.242.287 2.254 131.412.622 8.340.805.705 23.627.534.677.

0001 0.0045 0.0000 0.0310 0.0718 0.0001 0.0007 0.0233 0.0000 0.0003 0.0066 0.0021 0.0000 0.0000 0.0023 0.2497 0.0646 0.0401 0.0506 0.0013 0.0000 0.0004 0.0027 0.0009 0.0001 0.0010 0.0000 0.0000 0.0007 0.0001 0.0171 0.0008 0.0008 0.0000 0.0003 0.0001 0.0000 0.4673 7 0.0006 0.0116 0.0002 0.0000 0.0073 0.0000 0.0003 0.0044 0.0006 0.0006 0.0001 0.0017 0.0319 0.0000 0.0002 0.0002 0.2391 2 0.1247 0.0015 0.0243 0.0056 0.0003 0.0000 0.0000 0.0097 0.0317 0.0002 0.0000 0.0199 0.0009 0.0000 0.0010 0.0944 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0464 0.0002 0.0250 0.0012 0.0007 0.0005 0.3183 0.0008 0.0002 0.0001 0.0016 0.0436 0.0000 0.0002 0.0107 0.0599 0.0057 0.0000 0.0016 0.1354 0.0000 0.0004 0.0000 0.0000 0.0023 0.2448 0.1335 0.0000 0.0280 0.4217 13 0.0008 0.0731 0.0005 0.0047 0.1780 0.0000 0.0011 0.0182 0.0000 0.0238 0.0001 0.0096 0.0071 0.0000 0.0073 0.0181 0.0053 0.0035 0.0000 0.0000 0.0083 0.0424 0.0000 0.0008 0.0036 0.0001 0.0000 0.0000 0.0000 0.0005 0.0000 0.0352 0.0014 0.0011 0.0059 0.0000 0.0224 0.0000 0.0153 0.0002 0.0010 0.0734 0.0119 0.0022 0.0000 0.0201 0.0519 0.1094 0.0001 0.0023 0.0000 0.0002 0.0002 0.0000 0.0000 0.0000 0.0025 0.0000 0.0000 0.0094 0.0047 0.0802 0.0000 0.1393 4 0.0000 0.0090 0.0028 0.0000 0.0000 0.0535 0.0073 0.0003 0.0000 0.0015 0.0007 0.0050 0.0000 0.0037 0.0000 0. .0020 0.0000 0.0004 0.0142 0.0155 0.0086 0.0555 0.0025 0.5687 8 0.2130 0.4078 12 0.0001 0.0001 0.0031 0.0083 0.5356 11 0.0078 0.0000 0.0621 0.0016 0.0350 0.0000 0. Matriks Koefisien Teknis Klasifikasi 22 Sektor SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 1 0.0005 0.3052 0.0015 0.0040 0.0010 0.0239 0.0008 0.0000 0.0171 0.2445 0.0003 0.0005 0.0003 0.0000 0.0934 0.0000 0.0000 0.0013 0.0087 0.0073 0.0800 0.0042 0.0213 0.0026 0.3378 10 0.0050 0.0001 0.0022 0.0009 0.0022 0.0003 0.0003 0.0477 0.0041 0.0000 0.3957 9 0.0355 0.0730 0.0002 0.0001 0.0000 0.0362 0.0105 0.0021 0.0385 0.4842 Total Sumber: Tabel I-O Indonesia 2000 (diolah).0059 0.0001 0.0000 0.0220 0.0000 0.0001 0.0000 0.0433 0.0009 0.0001 0.0025 0.0005 0.0006 0.0000 0.0013 0.0002 0.0002 0.0001 0.0002 0.0001 0.0022 0.0000 0.0211 0.Lampiran 3.0026 0.0428 0.1794 3 0.0002 0.0168 0.0004 0.0119 0.0836 0.0446 0.0061 0.0011 0.6039 6 0.0000 0.0289 0.0000 0.0217 0.0000 0.0782 0.0003 0.0000 0.0001 0.0002 0.1188 5 0.0001 0.

0348 0.0604 0.0817 0.0019 0.0009 0.0000 0.0001 0.0001 0.0001 0.0003 0.4633 0.3072 0.0187 0.0000 0.0001 0.0319 0.0001 0.0980 8.0002 0.0000 0.0000 0.0572 0.0000 0.0331 0.0465 0.0275 0.0001 0.0221 0.0007 0.0004 0.0014 0.0023 0.0004 0.0000 0.0032 0.0001 0.0317 0.0000 0.0369 0.6530 18 0.0008 0.0000 0.0048 0.1097 0.0791 0.0000 0.0261 0.0099 0.Lampiran 3.4161 16 0.0008 0.0939 0.1919 1.0000 0.0000 0.0000 0.0007 0.0001 0.0009 0.5495 0.0091 0.0474 0.0002 0.0002 0.0431 0.7964 0.0000 0.0000 0.0000 0.0226 0.0010 0.0025 0.0100 0.0336 0.0003 0.0158 0.0016 0.0900 0.2400 22 0.0010 0.0244 0.0078 0.0010 0.2619 0.0027 0.3390 Total 0.0295 0.0147 0.0007 0.1631 0.0002 0.0000 0.0620 0.0001 0.0495 0.0230 0.0400 0.0044 0.0000 0.0589 0.0236 1.0003 0.0000 0.3103 0.0022 0.0131 0.0889 0.0226 0.0000 0.0369 0.0000 0.0352 0.0007 0.0001 0.6438 0.1877 0.0105 0.0000 0.0200 0.0003 0.0001 0.0000 0.0272 0.0508 0.0047 0.0002 0.0000 0.0081 0.0024 0.5997 0.0001 0.4070 0.4884 19 0.0511 0.0315 0.0011 0.0007 0.0223 0.0058 0.0001 0.0035 0.0000 0.0000 0.0020 0.0258 0.0276 0.0053 0.0180 0.0085 0.0867 0.0000 0.0626 0.0071 0.0012 0.0360 0.3675 17 0.0002 0.0220 0.0007 0.0020 0.3580 0.0371 0.0000 0.0001 0.0037 0.2764 0.0532 0.0008 0.0277 0.0128 0.0000 0.0000 0.0000 0. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Total 14 0.3945 21 0.0049 0.0005 0.0000 0.0364 0.0033 0.1790 0.0023 0.7433 .0013 0.0804 0.1548 0.0030 0.0006 0.0001 0.0002 0.0502 0.0000 0.1737 0.0046 0.0074 0.1006 0.0010 0.0000 0.0000 0.0771 0.0130 0.0000 0.0007 0.0000 0.0172 0.0055 0.0108 0.0000 0.3821 20 0.0163 0.0000 0.0373 0.0485 0.0278 0.0038 0.0180 0.1020 0.0020 0.1082 0.0000 0.0179 0.0150 0.0009 0.0000 0.0047 0.0039 0.3319 0.7027 0.0000 0.5635 15 0.0008 0.2790 0.

0019 0.0004 0.0260 0.0046 1.0166 0.0053 0.0021 1.0001 0. .0287 0.1036 0.0030 0.0446 1.0034 1.0180 0.0327 0.0076 0.0024 0.0008 0.0078 0.1548 0.0061 0.0009 0.3950 2 0.0031 0.0009 0.0005 0.8431 11 0.9484 6 0.0043 1.1048 0.0133 0.0011 0.0304 0.0004 0.0014 0.0022 0.0005 0.0013 0.0062 0.0058 0.0065 0.7956 7 0.0008 0.0508 0.0221 0.0011 0.0007 0.0004 0.0013 0.4000 0.0130 0.0105 0.0008 0.0345 0.0030 1.0036 0.1038 0.0033 1.0452 0.0014 0.0063 0.0007 0.3337 0.1140 0.0014 1.0003 0.0164 0.0359 0.0220 0.0303 1.0080 0.0000 0.0036 0.0463 0.0082 0.0044 0.0584 0.0112 0.0050 0.0137 1.0106 0.0004 0.0006 1.0004 0.0077 0.0357 0.0452 0.0072 0.0080 1.0192 0.0016 0.1567 5 0.0008 0.0097 0.1045 1.0006 0.0001 0.0008 0.0049 0.0002 0.0938 0.0153 0.0767 0.0137 0.0134 0.0138 0.0013 0.0005 0.6424 12 0.0001 0.0166 0.0001 0.0072 1.0775 0.0055 0.0034 0.0026 0.0086 0.0058 0.0770 0.0014 0.0013 1.0483 0.0826 0.0221 0.0109 0.0010 0.0021 1.0474 0.0122 1.0044 0.0494 0.0005 0.0017 0.0021 0.0108 0.0007 0.0163 0.0013 0.0006 0.0007 0.0032 0.2088 0.0394 0.0012 0.0054 0.0014 0.0394 0.0121 0.0079 1.0097 0.0134 0.2287 4 0.0015 0.0076 0.0052 0.0005 0.0001 0.0749 0.0155 0.0322 0.0052 0.0991 0.0294 0.0002 0.0275 0.0028 0.0011 0.0093 0.0067 0.0052 0.0036 0.0123 0.0024 0.0025 0.0016 0.0012 0.0626 0.0001 0.1133 0.2921 0.0291 0.0018 0.3235 1.2872 0.0012 0.0003 0.0542 0.0050 0.0014 0.0006 0.0051 0.0017 0.0055 0.2751 3 0.0026 0.0172 0.2025 0.0474 0.0052 0.0007 0.0017 0.0037 1.0006 0.0011 0.0002 0.0002 0.0099 0.2508 0.0003 0.0010 0.0042 0. Matriks Kebalikan Leontief Klasifikasi 22 Sektor SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 1 1.0602 0.0261 0.0148 0.6059 9 0.5409 10 0.0196 0.0648 0.8775 8 0.0116 0.1920 0.0155 0.0005 0.0782 0.0013 0.0000 0.0002 0.0008 0.0090 0.0007 0.1178 0.0024 1.0017 0.0133 0.0163 0.0004 0.0009 0.0002 0.0042 0.0009 1.0001 0.0337 0.0467 0.0043 0.0240 0.0009 0.0054 0.0094 1.0059 0.1031 1.0012 0.0009 0.0965 0.0042 0.0943 0.6858 Total Sumber: Tabel I-O Indonesia 2000 (diolah).0193 0.1683 0.0118 0.0397 0.Lampiran 4.0008 0.0100 0.0230 0.0440 0.0034 0.0010 0.0015 0.0007 0.0109 0.0170 0.0441 0.0481 0.0382 0.0636 0.0260 0.1068 0.0074 0.0000 1.0012 0.0681 0.0059 0.0000 0.0011 0.0009 0.0112 0.0009 0.0005 0.0035 0.0001 0.0378 0.0030 0.0021 0.5577 13 0.0001 0.0032 0.0386 0.0046 0.0981 0.

6529 1.0012 0.0002 0.0025 0.0119 1.0003 0.0063 0.0040 0.1550 1.0084 0.0420 0.0088 0.0071 1.0235 0.0856 1.0018 0.0078 1.0032 0.0011 0. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 14 0.0006 0.0498 0.0063 0.5005 16 0.1049 0.2051 2.0008 0.0449 0.0082 0.0013 0.0537 0.6346 21 0.4368 1.0058 0.0007 0.0008 0.0487 0.0298 0.0003 0.0999 0.0734 1.0638 0.1062 0.0198 0.0008 0.0059 0.0274 0.0000 0.0010 0.3643 22 0.0171 0.0017 0.0024 0.0018 0.0468 0.1247 0.6138 20 0.0014 0.0517 0.0010 0.0607 0.0038 0.0134 1.0018 0.1331 0.0208 1.0095 0.0053 0.0009 0.0261 1.1272 1.0045 0.0022 0.0246 0.0219 0.0016 0.0338 1.0024 0.0001 0.0237 0.0267 0.0284 0.1857 1.9552 1.3066 3.0000 0.6422 1.0041 0.0000 0.0018 0.Lampiran 4.2750 1.0003 0.0013 0.0038 1.0816 0.0044 0.0105 0.0038 0.0004 0.0348 0.1194 0.0009 0.0216 0.0001 0.0073 0.0054 0.0056 0.3310 1.0007 1.0661 0.0020 0.0001 0.0137 0.0090 0.0532 0.2733 Total .0343 0.0416 0.0025 0.0653 2.0772 0.0516 0.0212 0.0454 0.0004 0.0874 2.0395 0.0718 0.0724 0.5581 0.0018 0.3732 0.0050 0.0042 1.0515 1.1395 0.8552 18 0.0012 0.0007 0.0015 0.0102 1.0544 0.7539 19 0.0855 0.0058 0.5500 Total 1.0115 0.1575 35.0104 0.0025 1.0254 0.1095 0.0171 0.0068 0.0010 0.0444 0.2191 1.0031 1.0026 0.0001 0.6501 17 0.1116 0.0120 0.0182 0.0013 0.0139 0.0020 0.0404 0.0068 0.0057 0.0558 0.0170 0.0002 0.0715 0.0008 0.0098 0.0291 3.0450 0.0173 0.2689 1.0018 0.0239 0.0028 0.0005 0.0013 0.0105 0.0441 0.0802 0.0051 0.0026 0.0755 0.2955 1.0274 0.0007 0.7978 15 0.0082 0.1284 0.0028 0.0009 0.0054 0.0041 0.0502 0.0016 0.0010 0.0056 0.0184 1.1150 1.3855 1.0020 0.0001 0.0039 0.0062 0.1306 1.0116 0.0377 0.1589 0.0041 0.0599 0.0166 0.0828 0.3283 1.0004 0.0048 0.0166 1.0247 0.0481 0.0183 0.0067 0.0522 0.0488 0.0001 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful