ANALISIS INPUT-OUTPUT PERANAN INDUSTRI KERTAS DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA

OLEH RUSLI RAMLI H14101122

DEPARTEMEN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2006

RINGKASAN

RUSLI RAMLI. Analisis Input-Output Peranan Industri Kertas dalam Perekonomian Indonesia (dibimbing oleh ARIEF DARYANTO). Proses industrialisasi di Indonesia telah yang dimulai dari sejak pelita I telah mengakibatkan transformasi struktural dalam perekonomian Indonesia. Hal ini ditandai dengan semakin menurunnya kontribusi sektor primer (pertanian) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sementara sektor sekunder dan tersier seperti industri pengolahan kontribusinya terhadap PDB terus mengalami peningkatan. Salah satu sektor industri pengolahan yang berkembang pesat adalah sektor industri kertas. Hal yang menyebabkan industri ini terus berkembang pesat di Indonesia antara lain adalah kemudahan mendapatkan baku dan tenaga kerja yang murah. Pada akhir tahun 2000 kapasitas terpasang industri kertas nasional telah mencapai sekitar 9,1 juta ton per tahun, produksi sebesar 6,8 juta ton, ekspor sebesar 2,8 juta ton, dan konsumsinya yang telah mencapai 4,2 juta ton. Data-data tersebut di atas menunjukkan bahwa industri kertas sangat potensial untuk terus dikembangkan khususnya untuk meningkatkan penerimaan devisa negara. Selain perkembangannya yang pesat tersebut, industri kertas juga mempunyai pengaruh dan hubungan timbal balik terhadap industri atau sektor lainnya karena komoditi kertas yang dihasilkan oleh industri ini dapat sebagai input sektor industri lain dan sebaliknya industri kertas juga membutuhkan input dari sektor lain tersebut. Berdasarkan kondisi di atas, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana peran sektor industri kertas bagi perekonomian Indonesia Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari BPS Pusat Jakarta dan instansi terkait lainnya. Analisis yang digunakan yaitu Analisis Input-Output (I-O) dari Tabel I-O Indonesia Tahun 2000 transaksi domestik atas dasar harga produsen klasifikasi 175 sektor melalui program Microsoft Excel 2003. Pendekatan model I-O yang digunakan dalam penelitian ini adalah model sisi permintaan (demand-side model), hal ini dikarenakan faktor permintaan merupakan faktor eksogen yang mempengaruhi perekonomian. Berdasarkan analisis deskriptif dari Tabel I-O Indonesia tahun 2000 transaksi domestik atas dasar harga produsen yang diagregasi menjadi 22 sektor, industri kertas memiliki peran yang tidak begitu besar terhadap struktur perekonomian Indonesia seperti struktur permintaan, nilai tambah bruto, struktur ketenagakerjaan, ekspor-impor dan pembentukan output sektoral. Hal ini dapat dilihat dari kecilnya nilai industri kertas pada masing-masing struktur tersebut bila dibandingkan dengan sektor perekonomian lainnya. Dilihat dari sisi permintaan antara dan permintaan akhir, industri kertas memiliki permintaan akhir (Rp 10.800.775 juta) yang lebih besar daripada permintaan antaranya (Rp 13.970.847 juta) yang menandakan bahwa output industri kertas lebih banyak digunakan untuk konsumsi langsung (masyarakat, pemerintah, dan ekspor) daripada sebagai input untuk sektor lainnya.

Dilihat dari rasio upah gaji terhadap surplus usaha (0,43) dalam struktur nilai tambah bruto, dapat identifikasi bahwa pada industri kertas terjadi ketimpangan distribusi pendapatan antara pihak perusahaan dengan tenaga kerjanya. Kemudian dari struktur ketenagakerjaan dapat diketahui bahwa industri ini mampu menyerap tenaga kerja sebesar 118.454 jiwa. Berdasarkan analisis struktur ekspor-impor dapat diketahui bahwa industri kertas mengalami surplus perdagangan sebesar Rp 4.617.531 juta sedangkan dari pembentukan output sektoral industri kertas menyumbang sebesar Rp 24.771.662 juta atau sekitar 0,92 persen dari total output sektoral perekonomian. Dari hasil analisis keterkaitan per sektornya (keterkaitan industri kertas terhadap berbagai sektor perekonomian Indonesia), industri ini memiliki keterkaitan yang tinggi terhadap sektor hulu dan hilirnya. Pada keterkaitan ke depan industri kertas memiliki keterkaitan yang tinggi terhadap sektor industri barang dari kertas (0,3183) dan industri percetakan (0,2448), sedangkan pada keterkaitan ke belakangnya, industri kertas memiliki keterkaitan kuat terhadap industri pulp (0,0944) yang merupakan sektor penghasil input bahan bakunya. Berdasarkan hasil analisis koefisien penyebaran dapat diketahui bahwa industri kertas kurang memiliki kemampuan untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya. Sedangkan dari hasil analisis kepekaan penyebaran industri kertas merupakan industri yang memiliki kemampuan yang kuat dalam mendorong sektor hilirnya. Pada analisis elastisitas input-output dapat diketahui bahwa industri kertas cukup responsif terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya dalam hal output dengan nilai elastisitas output sebesar 1,0023. Sementara dari hasil elastisitas pendapatannya (0,0522) industri ini kurang responsif terhadap perubahan permintaan akhir sektor lain dalam hal pendapatan dan jika dilihat dari hasil elastisitas tenaga kerjanya (0,6093), perubahan permintaan akhir sektor lain kurang berpengaruh terhadap perubahan tenaga kerja dalam sektor industri kertas tersebut. Berdasarkan ranking elastisitas, industri kertas termasuk dalam salah satu dari sepuluh sektor kunci perekonomian Indonesia (peringkat keenam). Hal ini mengindikasikan bahwa sektor industri ini memiliki respon yang tinggi terhadap perubahan permintaan akhir sektor lain dalam hal peningkatan output, pendapatan, maupun tenaga kerjanya, sehingga sektor ini mempunyai kemampuan yang cukup besar dalam berkontribusi untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan. Bersama dengan sektor kunci lainnya, industri kertas merupakan sektor prioritas yang harus dikembangkan oleh pemerintah sebagai policy makers karena kontribusinya terhadap perekonomian tersebut

ANALISIS INPUT-OUTPUT PERANAN INDUSTRI KERTAS DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA Oleh RUSLI RAMLI H14101I22 Skripsi Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Ilmu Ekonomi DEPARTEMEN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2006 .

Ec. Menyetujui. Rina Oktaviani. Dr. 131 644 945 Mengetahui. Dosen Pembimbing. NIP. Dr. Ketua Departemen Ilmu Ekonomi. Ir.INSTITUT PERTANIAN BOGOR FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN DEPARTEMEN ILMU EKONOMI Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang disusun oleh. Institut Pertanian Bogor. M. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Arief Daryanto. Nama Mahasiswa Nomor Registrasi Pokok Program Studi Judul Skripsi : Rusli Ramli : H14101122 : Ilmu Ekonomi : Analisis Input-Output Peranan Industri Kertas dalam Perekonomian Indonesia dapat diterima sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Ilmu Ekonomi. MS NIP. Ir. 131 846 872 Tanggal Kelulusan: .

Juni 2006 Rusli Ramli H14101122 . Bogor.PERNYATAAN DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI ADALAH BENAR-BENAR HASIL KARYA SAYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIGUNAKAN SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN.

Pada tahun yang sama penulis diterima di SMUN 1 Karawang dan lulus pada tahun 2001. penulis aktif di berbagai organisasi intra dan ekstra kampus seperti BEM-H. Formasi. penulis menamatkan Sekolah Dasar pada SDN Ciwaringin 1. Propinsi Jawa Barat. Pada tahun 2001 penulis melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi untuk meraih gelar sarjana. dari pasangan Apun Sanusi dan Yoyoh. Penulis masuk IPB melalui jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) dan diterima sebagai mahasiswa Program Studi Ekonomi dan Studi Pembangunan pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen.RIWAYAT HIDUP Penulis bernama Rusli Ramli lahir pada tanggal 20 Juli 1983 di Karawang. Penulis merupakan anak pertama dari satu bersaudara. Selama menjadi mahasiswa. dan HMI Komisariat FEM. . Jenjang pendidikan penulis dilalui dengan lancar. kemudian melanjutkan ke SLTPN 1 Telagasari dan lulus pada tahun 1998.

saran serta bimbingan dalam pembuatan skripsi ini. Bogor. Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Institut Pertanian Bogor. Judul skripsi ini adalah “Analisis Input-Output Peranan Industri Kertas dalam Perekonomian Indonesia“.1r. Ucapan terima kasih juga penulis ucapkan kepada seluruh pihak lainnya yang telah membantu terlaksananya penelitian ini baik dari instansi maupun perorangan yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Arief Daryanto. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Semoga karya ini dapat bermanfaat. yang telah memberi masukan. skripsi ini juga merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Ilmu Ekonomi. Penulis mengharapkan adanya hasil positif sebagai masukan dalam pembangunan industri kertas nasional selanjutnya. bagi penulis khususnya dan kalangan pendidikan umumnya. Judul ini dipilih penulis karena merupakan topik yang menarik dalam perkembangan industri nasional dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. M.Ec. terutama kepada Bapak Dr. Selain itu. Juni 2006 Rusli Ramli H14101122 .

.... Elastisitas Input-Output........5.......................... 4...................... V........... TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN .................................. 3............... III............................. 1............... I......................................... 2............... 3...................................... Ruang Lingkup.............1...........2.............................. Manfaat Penelitian ......2.....1........ 2...........................................4............... Metode Analisis ............ Integrasi Vertikal Pada Industri Kertas .... GAMBARAN UMUM INDUSTRI .....................4.............. 1....5...............................5................... 2................ Analisis Dampak Penyebaran ........................................... 4.................................. DAFTAR GAMBAR ....... II................. Konsep Pembangunan Industri Kertas .......... Kerangka Pemikiran Konseptual ................................................... Perumusan Masalah ......................... 1....................... Model Input-Output .... 3.6.................3.................. Koefisien Input..2................5............. 1.................. 2................................. Definisi dan Sejarah Kertas............... Struktur Tabel Input-Output............3.............. PENDAHULUAN ........ 3..........2...................................................... 3........................................2.... Perkembangan Industri Kertas ..... Penelitian-Penelitian Terdahulu ... Jenis dan Sumber Data ..2....................... 3........ 1.................DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL....................................................................................................3.........................................................................................2...................................................................................1................. 2. 2.1.... Analisis Keterkaitan ............. DAFTAR LAMPIRAN...................................................2........................................................ Profil Industri Kertas.................................... Latar Belakang ..........2....................2...................................................................................... METODE PENELITIAN..... Tujuan Penelitian .........3........ x xi xii 1 1 4 5 5 6 7 7 8 11 13 16 16 19 22 25 25 25 26 27 29 31 33 33 34 ............. Kerangka Pemikiran Teoritis .....1......... 2.................................. 2...1......................................................

............ Elastisitas Tenaga Kerja................................. Profil Beberapa Perusahaan Kertas Indonesia ...................1...........5...1.... 5....................1....................... Analisis Keterkaitan ..... Keterkaitan ke Belakang Industri kertas ....... 5................................................... 5... Elastisitas Pendapatan .... 5... Koefisien Penyebaran........................... 5....................3.2................. 5.........................................3....................................................................... 5... Implikasi Kebijakan ............................ Kepekaan Penyebaran ......5............. 5...................................4......2.......3..3................... Struktur Nilai Tambah Bruto .2............ Peranan Industri Kertas Dalam Perekonomian Indonesia.........................3........................2..................................... HASIL DAN PEMBAHASAN...2.................. Struktur Permintaan Industri Kertas ................. 5....................... 6....4...4..........2. 4........4.3............. Integrasi Vertikal dan Pasar Industri Kertas Indonesia..4.....................2........................ V................................... 5. 6.. 5................... 5... Saran........................................... Struktur Output Sektoral . 5.................. DAFTAR PUSTAKA ......6... KESIMPULAN DAN SARAN ..............4...................... Elastisitas Input-Output.............3........................ 5.........2.. 5...............2....... 5................................ LAMPIRAN............ 5....... VI........................1. Elastisitas Output .................................................................... Keterkaitan Langsung Sektor-Sektor Perekonomian .1.....1............ Struktur Ketenagakerjaan........ 36 37 47 47 47 49 51 53 55 56 56 58 59 61 62 63 65 67 67 68 70 71 73 75 75 76 78 80 .......1.................2.2........................4................. 5............................................................................. 5......... Struktur Ekspor dan Impor....2......................... Kesimpulan .1....................... Keterkaitan Langsung dan Tidak Langsung ........1............ 5.. Keterkaitan ke Depan Industri Kertas ........ Sektor-Sektor Kunci dalam Perekonomian Indonesia .........1. Analisis Koefisien dan Kepekaan Penyebaran....

.5........... Produktifitas dan Nilai Upah Sektoral Indonesia Tahun 2000 .................... 4..................................... Ekspor dan Konsumsi Industri Kertas Indonesia Tahun 1994-2003.........................................7........ 4...... Rasio Upah Terhadap Surplus Usaha......... 4............................................2. Nilai Tambah Bruto Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Indonesia Tahun 2000 ...............3.......... Konsumsi Kertas Per Kapita Penduduk Indonesia 1993-2002..................................... 4..... 2............ Struktur Tabel Input-Output......... Komposisi Sektoral PDB 1960-2003 Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 ....... 4.1....................................................6.................3...... 5.... Permintaan Antara dan Permintaan Akhir Sektor-sektor Perekonomian di Indonesia Tahun 2000..... Profil Industri Pulp dan Kertas Indonesia Tahun 2003 ...... 3 13 14 19 34 35 38 40 42 43 46 48 50 51 52 .. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry per 30 Desember 2004 .... Impor. Jumlah Tenaga kerja.......... Boards PT................... 4......................1..................... 5.................. Boards PT..3.......................... ...................................DAFTAR TABEL Nomor Halaman 1................. Hasil Penelitian Terdahulu Tentang Keterkaitan ......4........... 5........ 4...... Pindo Deli Pulp & Paper Mills per 30 September 2004 ......2........ Kapasitas Terpasang Perusahaan Industri Kertas 2003..... Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk per 30 September 2004 ... 2..........2.........4.................... Hasil Penelitian Terdahulu Tentang Dampak Penyebaran...2...1........................... Indah Kiat Pulp & Paper Tbk per 30 September 2004 ... Boards PT...........1. Boards PT............. 2 1..... 5.. 2.............................. Kapasitas Produksi...............

........7................................ 5............................... 5..................................11.....13....9......... 5....6..................... Kepekaan Penyebaran Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia....... 5................. 5.5... 5.............5.12.................................... Sektor Kunci Perekonomian Menurut Ranking Elastisititas Input-Output Indonesia Tahun 2000 . Keterkaitan ke Belakang Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia ..........8..................................... 5...... Struktur Pembentukan Output Sektoral Terhadap Perekonomian Indonesia .. Keterkaitan ke Depan Industri Kertas terhadap Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia ...10.......................... Struktur Ekspor dan Impor Indonesia Tahun 2000 ......................................................... Nilai Keterkaitan Berbagai Sektor Perekonomian di Indonesia ... 54 56 57 60 61 64 66 69 71 ............... Koefisien Penyebaran Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia.................................. 5......... Elastisitas Input-Output Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Tahun 2000 ..

.... Bagan Alur Pendekatan Studi ........................DAFTAR GAMBAR Nomor 1............... Halaman 24 ...............

...... Halaman 81 82 86 88 Klasifikasi Sektor Tabel Input-Output Indonesia Tahun 2000 .. 2........................... Tabel Input-Output Indonesia Tahun 2000 Klasifikasi 22 Sektor ........... Matriks Koefisien Teknis Klasifikasi 22 Sektor ......... 4....................... Matriks Kebalikan Leontief Klasifikasi 22 Sektor..... ..............DAFTAR LAMPIRAN Nomor 1......... 3..

sementara sektor industri khususnya industri pengolahan baru menyumbang 8.I. Pola pertumbuhan ekonomi secara sektoral di Indonesia agaknya sejalan dengan kecenderungan proses transformasi struktural yang terjadi di berbagai negara di dunia. Hal tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa sektor industri . produktifitas buruh. dan motivasi yang secara radikal. Perubahan struktur semacam ini menyebabkan kesempatan kerja semakin banyak.8 persen terhadap PDB sedangkan sektor pertanian mempunyai kontribusi terhadap PDB sebesar 8. dan pendayagunaan sumber-sumber baru serta perbaikan teknologi akan semakin tinggi (Jhingan.4 persen dari PDB (Tabel 1.1). dimana terjadi penurunan kontribusi sektor pertanian (sektor primer) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). stok modal. PENDAHULUAN 1. 2002). Pada tahun-tahun berikutnya dapat dilihat bahwa sektor industri pengolahan terus mengalami kenaikan dalam hal kontribusinya terhadap PDB sedangkan sektor pertanian sebaliknya terus mengalami penurunan kontribusi terhadap PDB.4 persen. Kemudian pada tahun 1967 industri pengolahan telah menyumbang 51. sikap sosial. Latar Belakang Proses industrialisasi di Indonesia yang dimulai sejak Pelita I telah mengakibatkan transformasi struktural di Indonesia.1. Pada tahun 1960. Perubahan struktural mengandung arti peralihan dari masyarakat pertanian tradisional menjadi ekonomi industri modern. yang mencakup peralihan lembaga.9 persen). sektor pertanian merupakan sektor penyumbang terbesar terhadap PDB (53. sementara kontribusi sektor sekunder dan tersier cenderung meningkat.

Dari sisi kontribusi terhadap penerimaan negara.5 1998 17.49 7.3 9.1 0. Komposisi Sektoral PDB 1960-2003 Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 (persen) Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan penggalian Industri Pengolahan Listrik dan air minum Bangunan/konstruksi Perdagangan.52 5.7 0.9 7.6 13.6 18.6 3.1.0 14.5 1993 17. sektor industri pulp dan kertas telah menyumbang 90 persen dari total penerimaan ekspor kehutanan.7 6.4 0.9 21.8 20.9 1983 22.8 3.3 6.5 0.4 1973 40.64 15.4 Industri pulp dan kertas adalah industri yang berkembang dengan tingkat pertumbuhan 20 persen per tahun pada beberapa dekade terakhir.9 10.9 5.3 2.2 6. Pasar bagi hasil industri pulp dan kertas masih terbuka luas karena konsumsi kertas per kapita terus meningkat dari tahun ke tahun.7 24.5 16.2 pengolahan telah menggeser peranan sektor pertanian dalam pembangunan nasional berkaitan dengan peralihan struktur perekonomian masyarakat Indonesia dari orientasi pada sektor primer (pertanian) kepada orientasi sektor industri.9 16.6 10.57 9.7 12.7 8.5 3.8 6.2 1967 51.3 4.9 3.6 5. sewa dan jasa perusahaan Jasa-jasa Sumber : BPS.57 2003 16.8 3.6 0.0 3.4 0.1 12.2 1.9 14.5 0.3 1.3 6.0 16.0 3.6 15.1 3.4 5.7 1.84 25.3 3.5 1. 2003. Salah satu dari sektor industri pengolahan tersebut yang berkembang pesat sampai saat ini adalah industri pulp dan kertas. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai eksportir .9 1989 20.6 16. 1960 53.4 5.6 15.7 2.0 6.7 8. hotel dan restoran Pengangkutan dan komunikasi Keuangan.8 1.2 3.9 5.3 3.1 5. Tabel 1.

2.530 5.800.065.700 261. 2002).080 6.000 Konsumsi 2.560 4.970 2002 10.800.000 3.130 143.097.800 1995 5.730 2.180 6. industri ini masih dapat diandalkan dalam membantu penerimaaan devisa negara (Rosadi dan Vidyatmoko.783.212.833.200 924.220 1.904.805. 2002).054.280 4.000 130.821. baik kapasitas.260 1998 9.479. adalah bahwa produk kertas harganya banyak ditentukan dalam nilai dolar.960 2.950.350 3.240 2001 10.210 2.472.135 2. Sementara itu fokus khusus pada sektor industri kertas (diluar dari industri pulp).490 1996 7.390 3.600.882. jumlah produksi.000 Ekspor 826.595.345. yaitu komponen impor yang digunakan dalam proses produksi nilainya tidak lebih dari 30 persen. sehingga dalam masa krisis ekonomi yang dihadapi Indonesia.600 2.300. Produksi.119.000 8.200.116. dan Konsumsi Industri Kertas Indonesia Tahun 1994-2003 (ton) Tahun Kapasitas Produksi Impor 171.224. Tabel 1. ialah bahwa produk kertas cenderung banyak yang ditujukan untuk pasar luar negeri.015.282.000 2.800 212.913.290 4.198. ekspor maupun .600 1997 7.695 250.399. Ada tiga alasan utama yang melatarbelakangi pentingnya sumbangan industri ini.520 1.849.945 5.000 1994 4.580 7.935 5.970 3.100 2.840 249.000 2000 9.720. pertama. Impor. industri ini merupakan salah satu industri yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Ekspor.180 6.560 1999 9.641.3 pemimpin dalam bidang kehutanan di dunia sejak 1987 (Karseno dan Mulyaningsih.000 2003 Sumber: Asosiasi Pulp dan Kertas. Hal itu ditambah apabila melihat dalam sekitar satu dekade terakhir ini. Kapasitas.425.500 3. dan ketiga.168.630 199.120.110 197.951.430 3.300 140.446.837. 2003.487.800 2.420 4. alasan kedua.

Indonesia termasuk negara penyedia bahan baku pulp terbesar karena mempunyai hutan terluas kedua di dunia. angkatan kerja produktif di Indonesia mencapai puluhan juta orang.4 konsumsi dalam industri kertas terus mengalami kenaikan setiap tahunnya (Tabel 1. misalnya.2. I. Namun pentingnya industri kertas ini tidak semata-mata hanya karena keunggulan komparatifnya saja tapi juga karena peranannya dalam hubungannya terhadap sektor-sektor lain dalam perekonomian Indonesia baik sektor industri maupun non-industri dan bagaimana sektor-sektor lain tersebut mempengaruhi industri kertas sehingga terjadinya hubungan timbal balik yang mengarah pada peningkatan pertumbuhan sektor-sektor dalam perekonomian secara keseluruhan.2). Berdasarkan kondisi inilah dirasakan penting untuk melakukan analisis lebih lanjut tentang peranan industri kertas terhadap perekonomian Indonesia. Perumusan Masalah Pentingnya industri kertas yang besar tidak terlepas dari kondisi yang dimilikinya. Begitu juga dalam hal tenaga kerja. sehingga bahan baku untuk pembuatan kertas tersedia banyak di Indonesia. Sampai saat ini industri kertas Indonesia memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan negara lain. Peran industri kertas dalam hubungannya dengan sektor-sektor perekonomian tersebut dapat dilihat dari bagaimana struktur perekonomiannya bila dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya dan keterkaitannya dengan sektor-sektor lainnya . Dalam hal bahan baku. Keunggulan yang lebih banyak mengandalkan sumber bahan baku yang berlimpah dengan harga yang relatif murah serta tenaga kerja dengan upah buruh yang relatif rendah.

3. ekspor-impor dan output sektoral? 2. bagaimana kemampuan industri kertas dalam mendorong sektor hulu dan hilirnya dan bagaimana peran industri kertas dalam sektor kunci perekonomian Indonesia. Bagaimana peran sektor industri kertas dalam mendorong dan menarik pertumbuhan sektor hulu dan hilirnya? 4. nilai tambah.5 tersebut. nilai tambah. beberapa permasalahan yang dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut: 1. ketenagakerjaan. Berdasarkan latar belakang dan uraian di atas. Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah di atas maka tujuan penulisan skripsi ini adalah: 1. Bagaimana keterkaitan sektor industri kertas dengan sektor-sektor lainnya di Indonesia? 3. ketenagakerjaan. ekspor-impor dan output sektoral 2. Bagaimana peran sektor industri kertas dalam sektor kunci perekonomian Indonesia? 1. Menganalisis keterkaitan sektor industri pengolahan dengan sektor-sektor perekonomian lainnya di Indonesia . Berapa besar peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian Indonesia dalam struktur permintaan. Menganalisis peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian Indonesia dalam struktur permintaan.

Dengan kata lain industri kertas dalam penelitian ini bukan industri pulp. Menganalisis peran sektor industri kertas dalam mendorong dan menarik pertumbuhan sektor hulu dan hilirnya 4. Manfaat Penelitian Penulis mengharapkan penelitian ini dapat berkontribusi secara positif terhadap perencanaan kebijakan pembangunan industri kertas nasional pada khususnya maupun industri lain pada umumnya oleh pihak-pihak yang terkait didalamnya maupun bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan untuk melakukan penelitian tentang industri kertas Indonesia. .4. industri barangbarang dari kertas yang tidak memproduksi kertasnya terlebih dahulu dan bukan pula industri percetakan atau penerbitan. Menganalisis peran sektor industri kertas dalam sektor kunci perekonomian Indonesia 1. 1. Kertas yang dimaksud adalah jenis kertas seperti kertas tulis cetak (writingprinting paper). kertas lapis dan non lapis (coated and uncoated paper). Ruang Lingkup Industri kertas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah industri yang terdiri dari perusahaan-perusahaan yang mengolah bahan baku kertas menjadi produk kertas yang merupakan barang jadi yang dapat di langsung dikonsumsi ataupun barang setengah jadi yang akan digunakan sebagai input oleh industri lain.4. kertas tissue (tissue paper).6 3. kertas rokok (cigarette paper) dan sebagainya.

II. Dari kata papirus (papyrus) itulah dikenal sebagai paper dalam bahasa Inggris. Definisi dan Sejarah Kertas Kertas adalah bahan yang tipis dan rata. Hal ini dapat ditemui dari pennggalan peradaban bangsa Sumeria. mencetak serta melukis dan banyak kegunaan lain yang dapat dilakukan dengan kertas misalnya sebagai kertas pembersih (tissue) yang dapat digunakan untuk hidangan maupun kebersihan. Jerman. yang dihasilkan dengan kompresi serat. prasasti dari batu. Sebelum ditemukan kertas. meskipun pengunaan papirus masih dirasakan sangat mahal. Adanya kertas merupakan revolusi baru dalam dunia tulis menulis yang menyumbangkan arti besar dalam peradaban dunia. Perancis misalnya atau papel dalam bahasa Spanyol yang berarti kertas (Wikipedia. sutera. papier dalam bahasa Belanda. bambu. kulit atau tulang binatang. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI 2. . Peradaban Mesir kuno menyumbangkan papirus sebagai media tulis menulis. kayu.1. bangsa-bangsa dahulu menggunakan tablet dari tanah liat yang dibakar. Penggunaan papirus sebagai media tulis menulis ini digunakan pada peradaban Mesir kuno pada masa bangsa Fir’aun kemudian menyebar keseluruh Timur Tengah sampai Romawi di Laut Tengah dan ke seluruh Eropa. 2005). Serat yang digunakan biasanya adalah alami dan mengandung selulosa (Wikipedia 2005). Kertas dikenal sebagai media utama untuk menulis. bahkan daun lontar yang dirangkai seperti yang telah ditemukan pada naskah-naskah kuno nusantara beberapa abad yang lalu.

Tsai Lun menemukan kertas dari bahan bambu yang mudah didapat di seluruh Cina pada tahun 101 Masehi. Konsep Pembangunan Industri Kertas Ada beberapa pengertian industri secara definisi yang sekurang-kurangnya akan disampaikan dua definisi. teknik pembuatan kertas tersebut jatuk ke tangan orang-orang Arab pada masa Abbasiyah terutama setelah kalahnya pasukan Dinasti Tang dalam pertempuran sungai Talas pada tahun 751 Masehi dimana para tawanan-tawanan perang mengajarkan cara pembuatan kertas kepada orang-orang arab sehingga dizaman Abbasiyah. 2005). kemudian meyebar ke Italia dan India lalu Eropa khususnya setelah perang Salib dan jatuhnya Grenada dari bangsa Moor ke tangan orang-orang Spanyol serta ke seluruh dunia (Wikipedia. Penemuan ini akhirnya menyebar ke Jepang dan Korea seiring menyebarnya bangsa-bangsa Cina ke timur dan berkembangnya peradaban di kawasan itu meskipun pada awalnya cara pembuatan kertas merupakan hal yang sangat rahasia. munculah pusat-pusat industri kertas baik di Baghdad maupun Samarkand dan kota-kota industri lainnya. atau dengan tangan sehingga menjadi barang jadi atau setengah .2. 2. Menurut Puspitawati (2000) industri pengolahan merupakan suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan mengubah suatu barang dasar secara mekanis. Pada akhirnya. kimia.8 Tercatat dalam sejarah adalah peradaban Cina yang menyumbangkan kertas bagi dunia. Bintaro (1968) dalam Muchtar (1997) mengemukakan industri pengolahan ialah setiap usaha yang merupakan unit produksi yang membuat barang untuk kebutuhan masyarakat di suatu tempat tertentu.

akan tetapi banyak masalah dan tantangan yang dihadapi dalam perjalanannya untuk memiliki keunggulan daya saing yang tinggi. Menurut Saragih dalam Sipayung dan Pambudy (2000). 1997). sebagai berikut : 1. yakni struktur ekonomi dengan titik berat pada industri yang maju dan didukung oleh pertanian yang tangguh. ada 3 fase pembangunan industri pulp dan kertas agar memiliki keunggulan daya saing. Karakteristik dari industri ini adalah sumber bahan baku kayu . konsumsi. Kendati perkembangan sektor industri kertas mengalami kemajuan yang pesat salah satunya terlihat dari perkembangan produksi. Pada hakekatnya pembangunan industri ditujukan untuk menciptakan struktur ekonomi yang kokoh dan seimbang. Sumber pertumbuhan agribisnis pulp dan kertas terutama bersumber dari pemanfaatan sumber daya alam dan tenaga kerja tidak terampil (fase factordriven). kapasitas maupun ekspornya. Oleh karenanya. pembangunan industri secara nyata harus menjadi penggerak utama peningkatan laju pertumbuhan ekonomi dan sekaligus dapat menjadi penyedia lapangan kerja yang sudah mulai tidak tertampung pada sektor pertanian (Muchtar. Berdasar pada dua pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa industri kertas merupakan suatu kegiatan atau usaha mengolah barang dasar atau bahan baku kertas agar memiliki nilai yang lebih baik untuk keperluan masyarakat di suatu tempat tertentu.9 jadi dan atau barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya dan sifatnya lebih dekat kepada pemakai akhir. khususnya pada era ekolabelling dan otonomi daerah pada saat ini.

Industri pulp dan kertas pada fase ini dicirikan dengan pengembangan perkebunan kayu (timber plantation) sebagai sumber bahan baku. sehingga telah terjadi pemutusan hubungan dengan hutan alam. nilai produk kertas dapat dipersepsikan masyarakat (perceive value) sebagai barang inferior. Sehingga dampak penurunan mutu lingkungan akibat aktivitas industri tersebut biasanya cukup besar. bila diboboti dengan atribut global value dan national/local value. Dengan demikian. Karakteristik industri pulp dan kertas pada fase ini adalah pertumbuhan output terutama bersumber dari kemajuan teknologi baik pada penyediaan bahan baku maupun dalam pengolahan. Fase ketiga adalah industri pulp dan kertas yang digerakkan oleh inovasi (innovation-driven) yakni penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tenaga kerja terampil (knowledge based and skill labor based).10 mengandalkan kayu hutan (forest based) misalnya Hak Penguasaan Hutan (HPH). Artinya. Efisiensi pengolahan makin meningkat melalui perbaikan teknologi yang terus menerus sehingga selain menurunkan biaya produksi juga . meskipun biaya produksi relatif rendah. Dengan demikian dampak penurunan mutu lingkungan akibat penebangan kayu hutan alam dapat diminimumkan atau lebih rendah dari fase pertama. Fase kedua adalah agribisnis (industri) pulp dan kertas yang digerakkan oleh modal (capital-driven) yakni modal dan tenaga kerja semi terampil (capital and smi-skill labor). 2. Selain itu keterkaitan kegiatan perusahaan masih dengan masyarakat juga masih sedikit. 3. penyediaan bahan baku kayu tidak lagi bersumber dari penebangan kayu hutan alam. melainkan telah bergeser pada kayu hasil budidaya.

yaitu integrasi ke hulu (upstream) dan integrasi ke hilir (downstream). Mentransformasi industri pulp dan kertas dari factor-driven kepada innovation-driven akan memberi manfaat ganda. Oleh karena itu. yakni meningkatkan daya saing dan meminimumkan dampak negatif kegiatan industri pulp dan kertas pada lingkungan hidup. Pada saat ini industri pulp dan kertas indonesia sebagian besar sedang bergeser dari factor-driven kepada capital-driven.11 mengurangai polutan ke lingkungan. Bahkan beberapa diantaranya sudah mulai memasuki innovation–driven.3. kemampuan Riset and Development (R&D) menjadi tulang punggung dalam fase ini. Integrasi Vertikal Pada Industri Kertas Hasibuan (1994) mendefinisikan integrasi vertikal adalah pengabungan perusahaan-perusahaan yang mempunyai kelanjutan proses produksi. Integrasi vertikal yang dilakukan oleh perusahaan dapat dilakukan dilakukan dengan dua cara. Perusahaan yang menerapkan strategi integrasi vertikal ke hulu (upstream) adalah perusahaan yang memperoduksi sendiri input yang dibutuhkannya. Jenis integrasi ini dapat dibagi menjadi dua. Full Integration Perusahaan melakukan full integration bila perusahaan tersebut memproduksi semua input yang dibutuhkannya atau ketika perusahaan tersebut . antara lain: 1. 2. Sedangkan integrasi vertikal ke hilir (downstream) adalah perusahaan yang memutuskan untuk menyalurkan output yang dihasilkan kepada konsumen melalui perusahaan yang terintegrasi dengannya.

mereka mempunyai pabrik pulp sendiri sebagai sumber bahan baku produksi kertasnya. Penelitian yang sudah dilakukan selama ini antara lain meliputi.4. 2. Indah Kiat Pulp & Paper. 2. Jenis integrasi vertikal perusahaan-perusahaan tersebut adalah full integration. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia merupakan perusahaan-perusahaan besar dalam industri kertas yang terintegrasi vertikal dengan industri pulpnya. (2) penelitian terhadap sektor agroindustri dan non agroindustri . Taper Integration Perusahaan melakukan taper integration bila perusahaan tersebut membeli input yang dibutuhkannya dari perusahaan lain selain input yang dihasilkan sendiri atau menyalurkan hasil produksinya melalui perusahaan terintegrasi dengannya dan juga perusahaan lain yang tidak terintegrasi Perusahaan-perusahaan seperti PT. Menurut Karseno dan Mulyaningsih (2002) integrasi vertikal oleh perusahaan kertas akan meningkatkan efisiensi perusahaan dalam industri kertas tersebut karena dapat mengamankan pasokan bahan baku dan meminimumkan biaya transaksi dalam rangka untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan terhadap produk kertasnya. Penelitian-Penelitian Terdahulu Penelitian tentang peran dan keterkaitan dengan menggunakan alat analisis Input-Output telah banyak dilakukan.12 menyalurkan semua output yang dihasilkan melalui anak perusahaan yang terintegrasi dengannya. PT. yaitu: (1) penelitian terhadap keseluruhan sektor perekonomian. Lontar Papyrus dan PT.

Pada dasarnya penelitian yang dilakukan memiliki tujuan yang sama yaitu mempelajari keterkaitan (linkages).29125 1.4432 1. Pengolahan Tahun InputOutput 1990 1993 0. 2005). Hasil Penelitian Terdahulu tentang Keterkaitan Penelitian Wilayah 1.27222 Langsung & Tdk Langsung 1.59448 0.76281 1. (1) keterkaitan langsung ke depan sektor industri pengolahan lebih kecil di bandingkan keterkaitan ke belakangnya.05931 0.34572 1.00619 0.6028 2. (3) penelitian terhadap sektor pertanian dan industri pengolahan.48518 1988 0. transportasi dan sebagainya (Setyawan. Jepara**** Ind. Gambaran ini memberikan indikasi bahwa sektor/subsektor industri pengolahan secara langsung lebih mempunyai . Tabel 2. Indonesia* Agroindustri Non Agroindustri 2. ****Setyawan (2005).95855 Keterkaitan Ke Belakang Langsung & Langsung Tdk Langsung 0.45022 1.81150 1.2). ***Setiyaji (1995). **Sahara (1998) . Ada beberapa informasi yang ditunjukkan pada Tabel 2. Disamping mempelajari keterkaitan tersebut penelitian-penelitian tersebut juga mempelajari dampak penyebaran (Tabel 2.1 yaitu.17604 0.64866 0.13908 2.4267 1. Pengolahan 3.1.62204 2001 0. baik keterkaitan langsung ke belakang (direct backward linkages) dan ke depan (direct forward linkages) maupun keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang dan ke depan (Tabel 2.58216 0. DKI Jakarta** Pertanian Ind.63396 Sumber: *Tjandrawan (1994) . Jawa Barat*** Pertanian Agroindustri 4.54759 1.75861 2.1). dan (4) penelitian terhadap salah satu sektor perekonomian misalnya pariwisata.38949 Keterkaitan Ke Depan Langsung 0.11877 0.07819 1.00802 1.6293 0.31431 2.13 (sektor industri pengolahan).

14 kemampuan untuk mendorong pertumbuhan sektor yang menyediakan input bagi keperluan proses produksi dibandingkan dengan kepekaannya dalam menciptakan kenaikan output apabila terjadi peningkatan satu-satuan permintaan akhir terhadap sektor industri.2698 1.0570 Kepekaan Penyebaran 1.48422 Koefisien Penyebaran 1.20609 1.21765 1. ***Setiyaji (1995). DKI Jakarta** Pertanian Ind. Tabel 2. dan (2) Keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan sektor industri pengolahan lebih kecil dibandingkan dengan keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakangnya. Indonesia* Agroindustri Non Agroindustri 2.74816 1. Selanjutnya pada Tabel 2. Jepara**** Ind. Jawa Barat*** Pertanian Agroindustri 4. Ada beberapa hal yang dapat diidentifikasi dalam penelitian-penelitian tersebut yaitu: (1) Koefisien penyebaran menunjukkan .1719 1. Pengolahan 3.38525 1988 0. Hasil Penelitian Terdahulu Tentang Dampak Penyebaran Penelitian Wilayah 1.2908 1. Pengolahan Tahun InputOutput 1990 1993 1.1376 1. ****Setyawan (2005). **Sahara (1998) .9139 Sumber: *Tjandrawan (1994) .3 menyajikan informasi mengenai koefisien dan kepekaan penyebaran. Hal ini berarti sektor/sub sektor industri pengolahan secara langsung dan tidak langsung lebih kuat mendorong pertumbuhan sektor yang menyediakan input untuk keperluan proses produksinya dibandingkan dengan kemampuannya untuk mendorong peningkatan produksi terhadap sektor yang membutuhkan input dari sektor ini.33528 2001 1.3.

Kerangka Pemikiran Teoritis 2. Besarnya kepekaan penyebaran industri pengolahan di DKI Jakarta tersebut menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan di wilayah tersebut bersifat ekspansif yaitu mampu melakukan perluasan pasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah dibandingkan dengan Jepara dan apabila dilihat dari koefisien penyebaran.5. Secara umum keempat penelitian mengenai koefisien penyebaran dan kepekaan penyebaran tersebut mempunyai peranan penting dalam pembangunan wilayah. hal ini terbukti dari nilai koefisien dan kepekaan penyebaran yang mempunyai nilai lebih besar dari satu (kecuali pertanian di Jawa Barat). industri pengolahan DKI Jakarta mempunyai kemampuan untuk menarik industri hulunya dibandingkan dengan kabupaten Jepara.5. Peneliti juga melihat bahwa penelitian tentang industri kertas di Indonesia berdasarkan Analisis Input-Output belum pernah dilakukan. 2. dan (2) Kepekaan penyebaran industri pengolahan DKI Jakarta lebih besar dibandingkan kabupaten Jepara. Studi literatur yang telah dilakukan menunjukkan bahwa analisis I-O telah banyak digunakan sebagai alat untuk penelitian.1.15 kemampuan suatu sektor dalam perekonomian untuk mendorong sektor hilirnya sedangkan kepekaan penyebaran menunjukkan kemampuan suatu sektor untuk menarik sektor hulunya. Model Input-Output Menurut BPS (2000) pengertian Tabel Input-Output (Tabel I-O) adalah suatu tabel yang yang menyajikan informasi tentang transaksi barang dan jasa .

baik yang berupa input antara maupun input primer. Sesuai dengan asumsi dasar yang digunakan dalam proses penyusunannya. yaitu asumsi bahwa setiap sektor ekonomi hanya memproduksi satu jenis barang atau jasa dengan susunan input tunggal . dan pada baris nilai tambah yang menunjukkan komposisi penciptaan nilai tambah sektoral. Isian sepanjang baris Tabel I-O menunjukkan pengalokasian output yang dihasilkan oleh suatu sektor untuk memenuhi permintaan antara dan permintaan akhir. sedangkan isian sepanjang kolomnya menunjukkan struktur penciptaan input yang digunakan oleh setiap sektor dalam proses produksi. Sifat keseimbangan inilah yang merupakan salah satu kelebihan Tabel I-O yang dibandingkan dengan alat analisa lainnya dalam ilmu ekonomi perencanaan dan pembangunan (BPS. Tabel I-O telah berkembang menjadi salah satu metode paling luas diterima. 2000) Data yang disajikan dalam Tabel I-O merupakan informasi rinci tentang input dan output sektoral yang mampu menggambarkan keterkaitan antar sektor dalam kegiatan perekonomian. Leontief mengemukakan bahwa Tabel I-O termasuk dalam model General Equilibrium. Adapun asumsi dasar penyusunan Tabel I-O adalah : 1. Tabel I-O bersifat statis dan terbuka. Sejak dirilis oleh Leontief pada tahun 1930-an.16 yang terjadi antar sektor ekonomi dengan bentuk penyajian berupa matrik. tidak hanya untuk mendeskripsikan struktur suatu perekonomian tetapi juga mencakup cara untuk memprediksi perubahan-perubahan struktur tersebut. Keseragaman (homogenity).

2. Berdasarkan asumsi tersebut maka Tabel I-O sebagai model kuantitatif memiliki keterbatasan. nilai tambah impor. Namun demikian. penerimaan pajak. Karena koefisien teknis dianggap konstan. yaitu asumsi bahwa hubungan antar input dan output pada setiap sektor produksi merupakan fungsi linear. Beberapa kegunaan Tabel I-O antara lain adalah : 1. Penjumlahan (additivity). artinya kenaikan dan penurunan output suatu sektor akan sebanding dengan kenaikan dan penurunan input yang digunakan oleh sektor tersebut. Tabel I-O masih merupakan alat analisis yang lengkap dan komprehensif. Untuk memperkirakan dampak permintaan akhir terhadap output. 3. yaitu asumsi bahwa total efek dan kegiatan produksi di berbagai sektor merupakan penjumlahan dari efek pada masing-masing kegiatan. dan penyerapan tenaga kerja di sektor industri. . Untuk melihat komposisi penyediaan dan penggunaan barang dan jasa terutama dalam analisis terhadap kebutuhan impor dan kemungkinan substitusinya. Kesebandingan (proportionality). Akibatnya perubahan kuantitas dan harga input akan selalu sebanding dengan perubahan kuantitas dan harga output.17 (seragam) dan tidak ada substitusi otomatis terhadap input dan output sektor yang berbeda 2. yaitu koefisien input atau koefisien teknis diasumsikan tetap (konstan) selama periode analisa atau proyeksi. maka teknologi yang digunakan oleh sektor-sektor ekonomi dalam proses produksi pun dianggap konstan.

baik berupa permintaan oleh berbagai sektor produksi maupun permintaan untuk konsumsi. baik berupa produksi dalam negeri maupun barang impor atau yang berasal dari luar wilayah tersebut. Struktur permintaan barang dan jasa. 4.4 di bawah ini. 3. Struktur penyediaan barang dan jasa. yaitu dengan melihat pengaruh secara langsung dan tidak langsung dari perubahan harga input terhadap output.18 3. Untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap. 4. maka disajikan format Tabel I-O pada Tabel 2. dan ekspor. 2. Struktur input antara yaitu transaksi penggunaan barang dan jasa antar sektorsektor produksi. Struktur perekonomian suatu wilayah yang mencakup output dan nilai tambah masing-masing sektor. 5. Untuk mengetahui sektor-sektor yang pengaruhnya paling dominan terhadap pertumbuhan ekonomi dan sektor-sektor yang peka terhadap pertumbuhan perekonomian.2. Sebagai metode kuantitatif Tabel I-O memberikan gambaran menyeluruh tentang: 1.5. 2. investasi. Struktur Tabel Input-Output Format Tabel I-O terdiri dari suatu kerangka matrik berukuran n x n dimensi yang dibagi menjadi empat kuadran dan tiap kuadran mendiskripsikan suatu hubungan tertentu. Untuk menggambarkan perekonomian suatu wilayah dan mengidentifikasikan karakteristik struktural suatu perekonomian wilayah. Untuk analisis perubahan harga. .

Struktur Tabel Input-Output Alokasi Output Susunan Input 1 2 Input Sektor 3 . Apabila Tabel 2. Isian sepanjang baris pada ilustrasi Tabel I-O tersebut memperlihatkan bagaimana output dari suatu sektor dialokasikan. Permintaan n x1n x2n x3n . Jumlah Output X1 X2 X3 .4 di atas dilihat secara baris (bagian horisontal) maka alokasi output secara keseluruhan dapat dituliskan dalam bentuk persamaan aljabar sebagai berikut: X11 + X12 + … X1n + F1 = X1 X21 + X22 + … X2n + F2 = X2 : : : : : Xn1 + Xn2 + … Xnn + Fn = Xn atau dalam bentuk persamaan umum dapat dituliskan sebagai : . Sedangkan isian sepanjang kolomnya menujukkan pemakaian input antara dan input primer oleh suatu sektor. xn2 V2 X2 xnn Vn Xn Fn V1 X1 Sumber : Tabel I-O Indonesia. … … … Akhir F1 F2 F3 . BPS. N Jumlah Input Primer Jumlah Input Antara produksi 1 x11 x21 x31 . Xn … … … … .3.19 Tabel 2. .xn1 Permintaan Antara Sektor Produksi 2 x12 x22 x32 . yaitu sebagian untuk memenuhi permintaan antara dan sebagian lainnya untuk memenuhi permintaan akhir. 2000.

yaitu transaksi barang dan jasa yang digunakan dalam proses produksi. 2. 2. dst (2. untuk semua j = 1. Dalam Analisa I-O kuadran ini memiliki peran yang sangat penting karena kuadran inilah yang . untuk semua i = 1. yaitu sebagai dasar analisa ekonomi mengenai keadaan perekonomian suatu wilayah.2) Dalam analisis I-O sistem persamaan di atas memiliki peran penting. Secara umum matrik dalam Tabel I-O dapat dibagi menjadi 4 kuadran. 3. Kuadran I (intermediate quadrant) Setiap sel pada kuadran I merupakan transaksi antara. Berdasarkan ilustrasi Tabel Input-Output. khususnya pada transaksi antara. maka persamaan aljabar untuk input yang digunakan oleh masing-masing sektor dapat dituliskan sebagai berikut : X11 + X21 + … + Xn1 + V1 = X1 X12 + X22 + … + Xn2 + V2 = X2 : : : : : X1n + X2n + … + Xnn + Vn = Xn atau dalam bentuk persamaan umum dapat dituliskan sebagai : ∑ Xij + Vj = Xj . sebagai berikut : 1.1) Apabila angka-angka dibaca menurut kolom. dst Dimana : Xij = output sektor i yang digunakan sebagai input sektor j Fi = permintaan akhir terhadap sektor i Xi = jumlah output sektor i (2. 3. maka angka pada kolom (sektor) itu menunjukkan berbagai input yang diperlukan dalam proses produksi pada sektor tersebut.20 ∑ Xij + Fi = Xi .

2. sehingga dalam penyusunan Tabel I-O sering diabaikan.6. 3. Kuadran IV (primary input-final demand quadrant) Merupakan kuadran input primer permintaan akhir yang menunjukkan transaksi langsung antara kuadran input primer dengan permintaan akhir tanpa melalui sistem produksi atau kuadran antara. pemerintah.21 menunjukkan keterkaitan antara sektor ekonomi dalam melakukan proses produksinya. Kerangka Pemikiran Konseptual Strategi pengembangan yang menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi menganggap bahwa kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan dengan cepat . 2. surplus usaha dan penyusutan. Kuadran ini terdiri dari pendapatan rumah tangga (upah/gaji). Kuadran III (primary input quadrant) Menunjukkan pembelian input yang dihasilkan di luar sistem produksi oleh sektor-sektor dalam kuadran antara. Kuadran II (final demand quadrant) Menunjukan penjualan barang dan jasa yang dihasilkan oleh sektor-sektor perekonomian untuk memenuhi permintaan akhir. Jumlah keseluruhan nilai tambah ini akan menghasilkan produk domestik bruto yang dihasilkan oleh wilayah tersebut. perubahan stok dan ekspor. pajak tak langsung. Permintaan akhir adalah output suaru sektor yang langsung digunakan oleh rumah tangga. Informasi di Kuadran IV ini bukan merupakan tujuan pokok. pembentuk modal tetap. 4.

kemudian. 2005). Peningkatan output berbagai sektor ekonomi. pada penelitian ini akan dilihat tentang peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian nasional. Sehubungan dengan itu.22 melalui peningkatan satu atau beberapa sektor ekonomi kunci. Peningkatan output sektor kunci tersebut akan ikut meningkatkan output sektor-sektor lainnya melalui proses keterkaitan (linkages) dan dampak penyebaran antar sektor. Selain itu sektor ini juga dianggap sebagai sektor yang mampu meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat pada tingkat yang layak dari sebelumnya. sektor industri pengolahan lebih banyak dapat menyediakan lapangan kerja dan mempunyai aktifitas ekonomi yang lebih intensif untuk satuan unit usaha bila dibandingkan dengan unit usaha sektor lainnya. Sektor industri ini dijadikan unggulan untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian mengingat dalam kondisi sekarang ini. melalui suatu proses yang disebut sebagai penetesan ke bawah (trickle down effect) akan menyebabkan peningkatan pendapatan berbagai golongan masyarakat di negara (wilayah) bersangkutan. Peningkatan pendapatan ini sekaligus mencerminkan peningkatan kesejahteraan masyarakat (Setyawan. Dalam menganalisis peranan sektor industri kertas teradap perekonomian Indonesia ini digunakan analisis I-O dengan berbagai . Kebijakan prioritas pembangunan sektor industri pengolahan khususnya industri kertas merupakan upaya pemerintah Indonesia dalam mewujudkan perekonomian yang lebih baik untuk kesejahteraan masyarakat. karena tentunya kebijakan yang ditetapkan tersebut mengharapkan hasil pada perkembangan ekonomi yang lebih baik dari sebelumnya.

dan perannya dalam sektor kunci perekonomian seperti yang terlihat pada gambar 1. kemampuan mendorong dan menarik sektor hulu-hilirnya. . Adapun alur konsep pemikiran dapat dilihat pada gambar 1. Dengan teridentifikasinya peranan sektor industri kertas melalui proses keterkaitan dengan sektor-sektor lain baik sebagai pengguna input maupun penghasil output. Pada akhirnya dapat dijadikan acuan pemerintah Indonesia sendiri dalam menentukan kebijakan pembangunan ekonomi Indonesia ke depan sehingga permasalahan pembangunan seperti kemiskinan dan pengengguran dapat diturunkan.23 keterbatasan analisis yang telah disebutkan pada bab sebelumnya. maka diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas bagi pemerintah Indonesia tentang perkembangan sektor yang menjadi prioritas ini dalam mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengannya.

24 Perekonomian Indonesia Perubahan Struktur Perekonomian Industri Kertas Kemampuan mendorong dan menarik pertumbuhan sektor hulu dan hilirnya (Analisis Dampak Penyebaran) Keterkaitan dengan sektor lain dalam hubungannya sebagai pengguna input dan penghasil output (Analisis Keterkaitan) Sektor Kunci Perekonomian (Elastisitas Input-Output) Peran Industri Kertas Kebijakan Pembangunan Industri Keterangan : ( Ruang lingkup penelitian ) Analisis yang digunakan Gambar 1. Bagan Alur Pemikiran Konseptual .

dampak penyebaran dan elastisitas input-output.III.2. Pada analisisnya nanti dapat terlihat bahwa perekonomian dapat tumbuh apabila terdapat dorongan atau peningkatan pada permintaan akhir yang eksogen tersebut. hal ini dikarenakan faktor permintaan merupakan faktor eksogen yang mempengaruhi perekonomian. Pendekatan model I-O yang digunakan adalah model sisi permintaan (demand-side model). Pada analisis keterkaitan. kemampuan untuk mendorong atau menarik sektor hulu dan hilirnya serta perannya dalam sektor kunci perekonomian dapat di kaji berdasarkam analisis keterkaitan. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Metode Analisis Untuk mengetahui peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian Indonesia ini sebagai sektor penyedia input maupun sebagai sektor pemakai input. Data yang digunakan antara lain berasal dari Tabel Input-Output (I-O) transaksi domestik atas dasar harga produsen tahun 2000 klasifikasi 175 sektor dari Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat yang kemudian diagregasi oleh penulis menjadi 22 sektor dan beberapa data sekunder lainnya dari instansi dan dinas terkait lainnya. 3. METODE PENELITIAN 3. dampak penyebaran dan elastisitas ini alat yang digunakan adalah Microsoft Excel 2003. Oleh karenanya.1. Penggunaan tabel I-O Indonesia tahun 2000 tersebut dikarenakan tabel I-O tersebut merupakan tabel terbaru selama penelitian ini berlangsung. model analisis ini .

Koefisien ini dapat diterjemahkan sebagai jumlah input dari sektor i yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit output sektor j.… ann X1 X2 : X3 X + F1 F2 : Fn F = X1 X2 : Xn X (3.3) (3.. Koefisien Input Pada Tabel I-O.1. Secara matematik dapat dituliskan : aij = Xij (3.26 sering pula disebut dengan dengan model yang dikendalikan oleh sisi permintaan (demand-driven model). a1n a21 …….2. Dengan demikian dapat disusun matriks sebagai berikut : a11 X1 + a12 X2 +………+ a1n Xn + F1 = X1 a21 X1 + a22 X2 +………+ a2n Xn + F2 = X2 : : : : : an1 X1 + an2 X2 +………+ ann Xn + Fn = Xn Atau persamaan tersebut dapat disederhanakan menjadi : a11 …….2) AX + F = X Atau F = X . 3. koefisien input atau koefisien teknologi merupakan perbandingan antara jumlah output sektor i yang digunakan dalam sektor j (Xij) dengan input total sektor j (Xj).1) Xj Dimana : aij adalah koefisisen input. a2n : A : a31 …….AX .

F = Permintaan akhir. maka akan ada perubahan pola pendapatan nasional. ( I – A ) = Matriks Leontief. Beberapa jenis koefisien keterkaitan yang sering digunakan dalam analisis ekonomi wilayah sektoral antara lain adalah keterkaitan langsung ke depan dan ke belakang serta keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan dan ke belakang.2. 3. X = Output.27 Jika terdapat perubahan pada permintaan akhir. Analisis Keterkaitan (linkages) Koefisien keterkaitan sangat berguna dalam penyusunan prioritas sektor perekonomian untuk mencapai tujuan pembangunan.2.5) Dimana : I = Matriks identitas berukuran nxn yang elemennya memuat angka satu pada diagonalnya dan nol pada selainnya.AX X = ( I . Keterkaitan Langsung ke Depan Keterkaitan langsung ke depan menunjukkan akibat suatu sektor tertentu terhadap sektor-sektor yang menggunakan sebagian output tersebut secara . 1. Dalam analisis input-output matriks kebalikan Leontief memiliki peranan yang sangat penting sebagai alat analisis ekonomi yang mencerminkan efek langsung dan tidak langsung dari perubahan permintaan akhir terhadap output sektor-sektor di dalam perekonomian. ( I – A )-1 = Matriks kebalikan Leontief.A )-1F (3. maka dapat dituliskan sebagai berikut : AX + F = X Atau F = X . Jika ditulis dalam bentuk persamaan.

Untuk mengetahui besarnya keterkaitan langsung ke depan. Keterkaitan Langsung ke Belakang Keterkaitan langsung ke belakang menunjukkan akibat suatu sektor tertentu terhadap sektor-sektor yang menyediakan input antara bagi sektor tersebut secara langsung per unit kenaikan permintaan total.7) (3. KDLTi = ∑ α ij j =1 n (3. n KBj = ∑ aij i=1 Dimana: KBj = Keterkaitan langsung ke belakang = Unsur matrik koefisien teknis aij 3. Keterkaitan Langsung dan Tidak Langsung ke Depan Analisa keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan mengukur akibat dari adanya suatu sektor tertentu terhadap sektor-sektor yang menggunakan output sektor tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung per unit kenaikan permintaan total.8) Dimana: KDLTi = keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan sektor i ij = unsur matrik kebalikan Leontief model terbuka .28 langsung per unit kenaikan permintaan total. dengan rumus sebagai berikut: n KDi = ∑ aij j=1 Dimana: KDi = Keterkaitan langsung ke depan = Unsur matrik koefisien teknis aij 2.6) (3.

KBLTj = ∑α ij i =1 n (3. Keterkaitan Langsung dan Tidak Langsung ke Belakang Analisa keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang menyatakan akibat suatu sektor-sektor yang menyediakan input antara bagi sektor tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung per unit kenaikan permintaan total.10) Dimana: BLTLj = Keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang = Unsur matrik kebalikan Leontief terbuka αij 3. Oleh karena itu kedua indeks tersebut haruslah dinormalkan dengan cara membandingkan rata-rata dampak yang ditimbulkan oleh sektor tersebut dengan rata-rata dampak seluruh sektor. Analisis ini disebut dampak penyebaran yang terbagi dua yaitu kepekaan penyebaran dan koefisien penyebaran. Koefisien Penyebaran (Coefficient of Dispersion) Koefisien penyebaran tersebut juga indeks daya penyebaran ke belakang.3. Indikator-indikator tersebut tidak dapat diperbandingkan antar sektor karena peranan permintaan akhir setiap sektor tidak sama. Analisis Dampak Penyebaran Indeks keterkaitan langsung dan tidak langsung baik ke depan maupun ke belakang di atas belumlah memadai dipakai sebagai landasan pemilihan sektor kunci.2. Koefisien penyebaran merupakan keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang yang dinormalkan dengan sektor dan .29 4. Analisa ini menunjukkan koefisien kaitan yang memberikan gambaran tentang pengaruh yang ditimbulkan oleh suatu unit permintaan akhir untuk semua sektor didalam suatu sistem perekonomian. 1.

Kepekaan penyebaran ini memberikan gambaran tentang pengaruh yang timbul oleh suatu unit permintaan akhir terhadap semua sektor di dalam perekonomian. Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: n∑ α ij Sdi = j =1 n n ∑∑ α i =1 j =1 n (3.30 jumlah seluruh koefisien matrik kebalikan Leontief. Kepekaan Penyebaran (Sensitivity of Dispersion) Kepekaan penyebaran disebut juga indeks daya penyebaran ke depan.10) Dimana: Pdj = Koefisien penyebaran sektor j ij = Unsur matrik kebalikan Leontief 2. Secara matematis dituliskan dalam bentuk rumus sebagai berikut: n∑ α ij n Pdj = ∑∑ α ij i =1 j =1 n i =1 n (3. Kepekaan penyebaran merupakan keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan yang dinormalkan dengan jumlah sektor dam jumlah seluruh koefisien matrik kebalikan Leontief.11) ij Dimana: = Kepekaan penyebaran sektor i Sdi ij = Unsur matrik kebalikan Leontief .

Elastisitas Output Elastisitas Output adalah perubahan persentase dalam total output suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya.13) .12) = ∑x j b ij yj = Elemen matriks Leontief = Permintaan akhir sektor j 2. Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: ⎤ ⎡ ET xyj = ⎢∑ l i / x j )bij /(l j / x j )⎥ (y j / x) ⎦ ⎣ i Dimana: ET xyj = Elastisitas tenaga kerja (3. Pendekatan ini mempermudah policy makers untuk berkonsentrasi tidak hanya pada nilai-nilai keterkaitan dan multiplier tertinggi tetapi juga pada share suatu sektor ekonomi. 1. Elastisitas Input-Output Elastisitas input-output menyediakan pandangan baru untuk penentuan sektor prioritas.31 3. Elastisitas Tenaga Kerja Elastisitas tenaga kerja adalah perubahan persentase tenaga kerja suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya. Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: EO xyj = Dimana: EO xyj = Elastisitas output x ∑b i ij ( y j / x) (3. Pendekatan ini dianggap lebih baik daripada analisis keterkaitan dan analisis multiplier karena memperhitungkan share suatu sektor dalam output.2.4.

14) Dimana: EP xyj = Elastisitas Pendapatan hj = Upah dan gaji hi / x j = Koefisien pendapatan .32 = Jumlah tenaga kerja li l i / x j = Koefisien tenaga kerja 3. Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: ⎡ ⎤ EP xyj = ⎢∑ hi / x j )bij /(h j / x j )⎥ ( y j / x) ⎣ i ⎦ (3. Elastisitas Pendapatan Elastisitas pendapatan adalah perubahan persentase dalam pendapatan suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya.

jumlah perusahaan di Indonesia yang memproduksi pulp dan kertas adalah tiga kelompok perusahaan besar.041. Sekitar 64 perusahaan berlokasi di pulau Jawa. Profil Industri Kertas Saat ini. sampai dengan tahun 2003. Perusahaan-perusahaan tersebut terdiri dari 65 perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).180 ton. dan investasi luar negeri sebesar 4.1. sektor industri ini membutuhkan investasi baru atau industri ini harus meningkatkan efisiensi agar dapat bersaing dengan industri asing. Menurut Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI). Untuk memenuhi kebutuhan kertas tersebut. 2005).045.500 ton (Tabel 4. Ketiga produsen besar industri pulp dan kertas tersebut adalah. investasi dalam negeri swasta sebesar 5.666. Oleh karena itu. Indonesia mempunyai 77 perusahaan produsen kertas dan 10 diantaranya terintegrasi dengan pabrik pulp. dan dapat memenuhi kebutuhan kertas dalam negeri yang terancam kekurangan pasokan dalam sepuluh tahun mendatang (Mansur. 14 perusahaan di Sumatera dan dua perusahan berlokasi di Kalimantan.1). minimal harus ada tambahan beberapa perusahaan lagi untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. Industri kertas memiliki kapasitas total sebesar 10. Group Sinar Mas. 12 perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dan 3 perusahaan negara. Jumlah perusahaan tersebut belum mampu mencukupi konsumsi domestik.580 ton yang terdiri dari kapasitas terpasang perusahaan swasta-negara sebesar 337.900 ton. GAMBARAN UMUM INDUSTRI 4. Group Raja Garuda Mas dan Barito Pasifik.IV. .

180 4.072.7 19.9 100 85.100 Pulp % 3.528.491.6 9.900 5.0 100 10.3 7.7 persen per tahun (Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia.287.000 3.140 10.287. Pada periode yang sama ekspor kertas juga meningkat sekitar 19.000 6.8 52.1 Perusahaan Negara Swasta Investasi Dalam Negeri Swasta Investasi Luar Negeri Total Integrated (Pulp dan Kertas) Non Integrated Pulp Kertas Total Jawa 64 340.041.000 Kalimantan 2 564.1 persen per tahun. 4.580 2.100 1.100 5.554.382.4 50.580 100 5.100 Sumber : Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia.666.1.517.045. 2003.000 Kertas % 3.8 persen pada periode 19972001.34 Tabel 4. Sementara konsumsi kertas juga meningkat 4. tetapi industri kertas tetap melanjutkan perkembangannya dengan pertumbuhan sekitar 9.725. hal ini terjadi didasarkan pada ketersediaan bahan baku dan upah tenaga kerja yang murah di dalam negeri.215.600 Total 80 6.2 46.5 100 25.2.580 8.3 100 80.287. . Perkembangan Industri Kertas Industri kertas tumbuh dan berkembang lebih baik bila dibandingkan dengan kebanyakan industri lain di Indonesia.580 74.500 10.8 100 Kapasitas Terpasang Kertas (Ton) 337.100 2.8 43.000 6.045.322.045.500 Sumatera 14 5.2 14. Profil Industri Pulp dan Kertas Indonesia Tahun 2003 Status/Lokasi Jumlah Perusahaan 3 65 12 80 10 3 67 80 Kapasitas Terpasang Pulp (Ton) 240. Industri-industri yang mengandalkan bahan baku impor tetap mengalami kemerosotan pertumbuhan.440 1. 2003).4 85.

Masalahnya setiap tahun konsumsi kertas dalam negeri terus meningkat dengan angka rata-rata sekitar 6 persen per tahun. Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) mengkhawatirkan Indonesia akan mengalami kekurangan pasokan kertas.2.0 kg 1996 16.3 kg 2002 24.2). Disamping kinerja yang menggembirakan dalam industri kertas ini. industri kertas harus mengimpor kertas senilai US$ 7 miliar/tahun. bila dalam 10 tahun mendatang kapasitas industri kertas tidak bertambah.1 kg 1994 13. Konsumsi Kertas Per Kapita Penduduk Indonesia Tahun 1993-2003 Tahun Konsumsi Kertas / Kapita 1993 11.8 kg 2001 23. 2003.1 kg 1999 19.0 kg Sumber: Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia. namun jika kebutuhan kertas di dalam negeri naik hingga mencapai 50 Kg per kapita. Nilai konsumsi per kapita ini memang lebih kecil bila dibandingkan dengan negara lain contohnya Malaysia yang sudah mencapai ratusan kilogram per kapita.3 juta ton pertahun sedangkan konsumsi per kapitanya pada akhir 2003 telah mencapai 25 Kg (Tabel 4. Untuk mengatasi kebutuhan konsumsi kertas yang terus .9 kg 1998 14.6 kg 2000 20. Pada tahun 2003 kapasitas produksi yang dimiliki industri kertas baru sekitar mencapai 10.3 kg 1997 16.0 kg 2003 25.35 Tabel 4.0 kg 1995 14. para investor telah menunjukkan ketertarikan yang kecil pada sektor ini karena industri ini telah menjadi capital intensive dan birokrasi yang rumit pasca otonomi daerah.

Integrasi Vertikal dan Pasar Industri Kertas Indonesia Di Indonesia industri kertas mempunyai karakteristik sebagai industri skala besar.3. Dari 77 perusahaan kertas pada tahun 2003. . Integrasi vertikal ini dianggap penting karena integrasi vertikal oleh perusahaan kertas akan meningkatkan efisiensi perusahaan dalam industri kertas tersebut karena dapat mengamankan pasokan bahan baku dan meminimumkan biaya transaksi dalam rangka untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan terhadap produk kertasnya (Karseno dan Mulyaningsih. tujuh diantaranya adalah perusahaan kertas yang terintegrasi (tabel 4.08 persen dari total kapasitas terpasang seluruh industri pulp. masih menjadi kelemahan bagi sebagian besar produsen kertas Indonesia. 2002) Dilihat dari pangsa produksi dan ekspor penguasaan jaringan pasar luar negeri.36 meningkat maka harus ada investasi baru atau industri yang ada harus meningkatkan efisiensi.1). Dengan kecenderungan ini hampir seluruh output industri pulp disalurkan pada industri kertas didalam negeri sedangkan ekspor hanya merupakan pasar kedua. Kapasitas terpasang industri pulp yang terintegrasi dengan perusahaan kertas mencapai 66. Sedangkan kapasitas terpasang industri kertas pada perusahaan pulp dan kertas yang terintegrasi mencapai 21.32 persen dari keseluruhan kapasitas terpasang industri kertas. Industri kertas yaitu khususnya perusahaan-perusahaan besar dalam industri ini mempunyai kecenderungan untuk berintegrasi dengan perusahaan penyedia bahan baku yaitu industri pulp. 4.

4. Pasar bebas tersebut akan memaksa para produsen pulp dan kertas Indonesia untuk mampu bersaing memperebutkan pasar Asia Pasifik yang terbuka. Malaysia. Profil Beberapa Perusahaan Kertas Indonesia Sampai dengan tahun 2003 dalam industri kertas terdapat tiga perusahaan yang memiliki proporsi kapasitas pabrik terhadap kapasitas total industri yang melebihi 10 persen.).4. Selain itu pasar dalam negeri juga perlu dikaji karena merupakan basis untuk memperkuat daya saing secara nasional (Rosadi dan Vidyatmoko.37 Meskipun demikian beberapa (grup) perusahaan telah mencoba menembus pasar luar negeri. Kelompok Sinar Mas memasuki pasar Asia dengan mendirikan kelompok perusahaan melalui bendera APP (Asia Pulp and Paper) di negara Singapura. Pertama. Kedua kelompok ini memilih Singapura sebagai kantor pusat perusahaan mereka. 2002). dan India. Pentingnya jaringan pemasaran lebih dipicu terutama menjelang diberlakukan pasar bebas di kawasan Asia Tenggara (AFTA) tahun 2003 dan kawasan Asia Pasifik (APEC) tahun 2010. Kawasan Asia Pasifik merupakan kawasan dengan pasar pulp terbesar di dunia. Cina. Begitu juga dengan Tanoto dan Tanjung Enim Lestari (TEL) yang mengibarkan bendera APRIL (Asia Pacific Resources International Holding Ltd. terutama pasar Asia. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis mengenai kondisi pasar luar negeri terutama pasar Asia dan bagaimana strategi untuk memasuki dan mengembangkan pasar di kawasan tersebut. Indah Kiat Pulp & Paper Corp. dengan melakukan ekspansi ke negara-negara di kawasan ini. yang menguasai . PT.

Pelita Cengkareng Paper Co.500 93. Surabaya Agung PT.1 persen (Tabel 4.000 2.986. Kertas Leces (Persero) PT.9 1. Pindo Deli Pulp & Paper Mills PT.8 4.4 10.38 20. PT. Kapasitas Terpasang Perusahaan Industri Kertas Tahun 2003 Nama Perusahaan PT. 2003. Adiprima Suraprinta PT. Gede Karang PT.800 195. Tanjungenim Lestari Pulp & Paper PT.000 150.200 150. Suparma PT.465. Pakerin PT.000 700. Riau Andalan Kertas PT. . Ekamas Fortuna PT.000 150.000 430.000 500.000 150.000 157. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia dengan proporsi sebesar 10.000 486.1 1.4 4.2 persen.5 persen dari total kapasitas industri. dan perusahaan ketiga adalah PT.5 1.800 450. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia PT.7 4.000 50.3.4 0.111.2 3. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry yang berlokasi di Langsa.9 Sumber : Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia.000 85.8 14.3).4 4.5 0. Indah Kiat Pulp& Paper Corp PT. Tiga perusahaan pemilik kapasitas terbesar tersebut dimiliki oleh group yang sama yaitu Sinar Mas Group.9 1.400 60.6 28. NAD.000 1.000 350. Aspex Kumbong PT. Papertech Indonesia Lain-lain Kapasitas Terpasang (Ton) 2. Papyrus Sakti PT. kemudian disusul oleh PT. PT. Pindo Deli & Paper Mills sebesar 14.044.8 1.4 0.000 1. Keempat perusahaan yang tergabung dalam group Sinar Mas ini memiliki karaktristik yang sama yaitu semuanya merupakan perusahaan kertas yang terintegrasi vertikal dengan pabrik kertasnya. Surabaya Mekabox Ltd.000 Persentase (%) 20.5 6.2 1. Selain ketiga perusahaan itu group Sinar Mas masih mempunyai perusahaan kertas lainnya yaitu PT. Tabel 4. Fajar Surya Wisesa PT. Pura Barutama PT.4 0.

744.39 1) PT. kertas budaya. PT. Riau seluas 1. 525 Tanggal 14 Februari 1978 (Bank Niaga. Dengan semakin meningkatnya permintaan atas produksi kertas. Pada saat ini.5/50/2 tanggal 9 Februari 1978.78 persen dari total keseluruhan saham yang diterbitkan perusahaan ini (Tabel 4. perusahaan tersebut memiliki dan menguasai beberapa sarana dan prasarana yang digunakan untuk menjalankan berbagai kegiatan usahanya.68 tanggal 7 Desember 1976 yang disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusan No. dan didaftarkan di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta No. pabrik pulp dan kertas budaya di Perawang. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Perusahaan ini didirikan di Jakarta dengan Akta Notaris Ridwan Suselo No. yang menempati lahan seluas 28 Ha. masyarakat menguasai 38. dengan kertas bergelombang sebagai peredam benturan).Y.4).000 ton pulp per tahun. Indah Kiat Pulp & Paper melakukan usahanya secara komersil dengan memproduksi pulp. 2005).A. Indah Kiat Pulp & Paper dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards yang terdiri dari dewan komisaris dengan presiden komisarisnya yaitu Indra Widjaja dan dewan direksi dengan direktur utamanya yaitu Teguh Ganda Widjaja.000 ton corrugated boxes per tahun. kertas industri dan corrugated carton boxes (sejenis dus karton.000 ton kertas budaya per tahun. 980. perusahaan kertas ini mengantisipasinya dengan meningkatkan kapasitas produksinya sehingga saat ini menjadi 1.631. Pada susunan pemegang saham. terutama pabrik kertas budaya di Tangerang.722 Ha . PT.000 ton kertas industri per tahun dan 100.

05% Kong Masyarakat : 38. Boards PT. Phd. Presiden Komisaris Wakil Presiden Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris . Tabel 4. : Lo Shang Shung : Hj.88% Virgin Island YFY Global Investment (BVI) Corp. Hong : 0..56% British Virgin Island Yuen Foong Yu H.9 Ha. British : 5. Dr. Ltd. Gandi Sulistiyanto Soeherman : Show Chung Ho : Kuo Cheng Shyong : Raymond Liu. Co. Teddy Pawitra : Kamardy Arief : Let Jend (Purn) Soetedjo Dewan Direksi Presiden Direktur : Teguh Ganda Widjaja Wakil Presiden Direktur : Muktar Widjaja Wakil Presiden Direktur : Hendra Jaya Kosasih Wakil Presiden Direktur : Chen Wang Chi Wakil Presiden Direktur : Yudi Setiawan Lin Direktur : Suresh Kilam Direktur : Didi Harsa Direktur : Agustian Rachmansjah Partawidjaja Susunan Pemegang Saham PT Purinusa Ekapersada : 52. mess karyawan dan lain-lain.K.72% CHP International (BVI) Corp. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk per 30 September 2004 Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Ir.78% Sumber: Bank Niaga. : 2.4.40 dan pabrik kertas industri di Serang Jawa Barat seluas 308. Ryani Soedirman : Mas Achmad Daniri : Prof. 2005. Fasilitas produksi perusahaan juga didukung dengan berbagai fasilitas dan prasana seperti jalan.

2005). Pindo Deli Pulp & Paper Mills PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills didirikan di Jakarta dalam rangka Undang-undang No. Total kapasitas produksi terpasang pabrik kertas milik perusahaan ini adalah sebesar 210. salah satu bahan kimia yang digunakan dalam proses produksi kertas.69 tanggal 25 Februari 1976 (Bank Niaga. 2005). Saat ini perusahaan kertas ini memiliki sebuah pabrik kertas yang berlokasi di Adiarsa.6 tahun 1968 tentang PMDN. Perusahaan kertas ini dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards (dua dewan perusahaan) dan kepemilikan saham terbesar perusahaan ini dikuasai oleh PT Purinusa Ekapersada sebesar 97.6 tanggal 4 Juli 1975 dan Akta Perubahan No.57 persen dari total saham yang dikeluarkan PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills tersebut (Tabel 4.59 tanggal 26 April 1975. dengan Akta No. .000 ton per tahun.12 tahun1970.000 ton per tahun dan telah berproduksi sejak bulan Maret 1996 (Bank Niaga. Akta Perubahan No. Akta Perubahan No. berlokasi di lokasi Pindo 1 dengan kapasitas produksi terpasang sebesar 48.5). Pada Oktober 1995. sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. Pindo Deli Pulp & Paper Mills ini memulai konstruksi pabrik kertasnya yang kedua (Pindo 2) yang berlokasi di Kuta Mekar.5 tanggal 3 April 1975. Karawang (Pindo 1). Akta Perubahan No. Selain itu perusahaan ini juga mempunyai fasilitas pabrik pembuatan bahan kimia calcium carbonate.41 2) PT. PT. dengan jumlah kapasitas produksi terpasang sebesar 652.75 tanggal 31 Januari 1975.000 ton per tahun. Karawang dengan menambah tiga Paper Machine serta sebuah Corrugated Machine.

Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk PT. Jhon Ferdinand Pandelaki : Yudi Setiawan Lin : Let Jend (Purn) Soetedjo : Hajjah Ryani Soedirman : Arthur Tahya Dewan Direksi : Teguh Ganda Wijaja : Muktar Widjaja : Hendra Jaya Kosasih : Suresh Kilam : Tsai Huan Chi : Huang Wen Hai : Tri Ramadi Susunan Pemegang Saham : 97. Perusahaan ini merupakan bagian kelompok usaha Sinar Mas.91% : 0. Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Direktur Utama Wakil Direktur Utama Wakil Direktur Utama Wakil Direktur Utama Wakil Direktur Utama Direktur Direktur PT Purinusa Ekapersada PT Mega Kleenindo PT Unitama Sartindo Sumber: Bank Niaga.5.61% 3) PT. 2005. masyarakat menguasai 36. Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Drs. Pindo Deli Pulp & Paper Mills per 30 September 2004.42 Tabel 4.12 Tahun 1970 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri berdasarkan Akta No. PT.6 Tahun 1968 juncto Undang-undang No. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk didirikan dalam rangka Undangundang Negara Republik Indonesia No. 2005).60 persen dari total keseluruhan saham yang diterbitkan perusahaan ini (Tabel 4.57% : 0.9 tanggal 2 Oktober 1972 (Bank Niaga. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards (dua dewan direksi) dan pada susunan pemegang saham. Kelompok Sinar Mas adalah salah satu dari kelompok industri terbesar di Indonesia dengan kurang lebih 200 perusahaannya yang bergerak di berbagai usaha yang besar . Boards PT.6).

Teddy Pawitra : Kamardy Arief : Let Jend (Purn) Soetedjo Dewan Direksi : Teguh Ganda Widjaja : Muktar Widjaja : Hendra Jaya Kosasih : Chen Wang Chi : Yudi Setiawan Lin : Suresh Kilam : Didi Harsa : Agustian Rachmansjah Partawidjaja Susunan Pemegang Saham : 63.60% Presiden Komisaris Wakil Presiden Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Direktur Direktur Direktur PT Purinusa Ekapersada Koperasi Masyarakat Sumber: Bank Niaga. Ryani Soedirman : Mas Achmad Daniri : Prof DR. 2005. Lokasi pabrik dan pusat perusahaan yang terletak di Jawa Timur. sedangkan sisanya merupakan tanah yang telah dibebaskan untuk kepentingan . Phd.43 termasuk industri kertas dan pulp. produksi bahan makanan. minyak goreng. Dari seluruh tanah yang dikuasai perusahaan 64 persen merupakan tanah dengan Hak Guna Bangunan. : Lo Shang Shung : Hj. perbankan dan jasa keuangan. hotel dan perumahan. bidang kimia. Tabel 4.6.10% : 36. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk per 30 September 2004 Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Ir.30% : 0. real estate. yang berdekatan dengan pelabuhan Tanjung Perak merupakan hal yang sangat menguntungkan kelancaran pengapalan untuk ekspor. Boards PT. Gandi Sulistiyanto Soeherman : Show Chung Ho : Kuo Cheng Shyong : Raymond Liu.

Pada tahun 1994. kertas tissue. dan kertas HVS biasa untuk kebutuhan sekolah dan perkantoran. PT. Saat ini PT.V.000 ton boxboard pertahun. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia telah menerima sertifikat ISO 9002 dari Det Norske Veritas Industry B. perusahaan kertas ini juga memproduksi produk-produk kemasan. Namun demikian melihat kebutuhan penyediaan kesempatan kerja di Indonesia. Rotterdam. minyak wangi. Perusahaan ini menyesuaikan pemakaian teknologi sedemikian rupa untuk tetap dapat menyediakan kesempatan kerja seluas-luasnya. Pabrik kertas merupakan suatu jenis industri dengan sifat padat modal. Perusahaan ini juga memproduksi pulp dari daur ulang kertas bekas dan soda kaustik sebagai bahan baku utama industri kertas.44 perusahaan yang berasal dari petani di sekitarnya dengan status Hak Milik atau Girik. Hal ini jelas dapat terlihat pada bagian produksi barang-barang hasil produksi kertas dimana perusahaan ini telah memutuskan untuk tidak menambah mesin-mesin pembungkus otomatis. dan sereal. Hal ini juga diperlukan untuk meningkatkan kesempatan kerja. kertas HVS mengkilap. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia mempunyai kapasitas produksi sebanyak 30. yang merupakan pengakuan bertaraf internasional terhadap sistem dalam proses produksi yang telah berhasil dilaksanakan oleh perusahaan. diantaranya dus (boxboard) yang dipergunakan untuk kemasan rokok. meningkatkan pengawasan mutu disamping . Selain kertas tulis dan cetak serta hasil-hasil produksi kertas. Bidang usaha utama perusahaan ini adalah menghasilkan kertas tulis dan cetak bermutu tinggi. Belanda.

Pindo Deli Pulp & Paper Mills (80 persen). dalam rangka Undang-Undang No. 2005). Aceh Timur dengan nama awal PT Sumber Indra Jaya Paper Manufacture Co.000 ton per tahun.Ltd.000 ton pulp per tahun dan 7. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry bergerak dalam bidang usaha industri pulp dan kertas. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry Perusahaan kertas ini didirikan di Langsa. Disamping pulp dan kertas. Pada tahun 1999 perusahaan ini telah melakukan modifikasi terhadap mesin-mesin dan fasilitas produksi di pabrik pulp Jambi. pada kuartal keempat tahun 1998 perusahaan kertas ini memulai produksi komersial tissue dalam bentuk gulungan besar yang dijual kepada pihak lain untuk kemudian diubah menjadi berbagai jenis tissue siap pakai. PT..7). Kepemilikan saham dikuasai oleh tiga perusahaan yaitu PT. PT Satria Perkasa Agung (19. dan PT.75 persen). dengan produksi utama pulp jenis LBKP. PT.45 4) PT.500 ton kertas per tahun. dengan kapasitas produksi 60.6 Tahun 1968 tentang PMDN dengan Akta No. Saat ini perusahaan ini merupakan salah satu produsen pulp yang cukup besar di Indonesia dengan kapasitas produksi sebesar 545. kertas budaya dan tissue. Lontar Papyrus Pulp . Arthadana Mulia Makmur yang memiliki 0. 44 tanggal 13 Februari 1974 (Bank Niaga.25 persen dari total keseluruhan saham yang diterbitkan (Tabel 4. Perusahaan kertas ini dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards yang terdiri dari dewan komisaris dengan presiden komisarisnya yaitu Indra Widjaja dan dewan direksi dengan direkturnya adalah Teguh Ganda Widjaja. modifikasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi mesin pembuatan pulp dan fasilitas pendukung lainnya.

Di samping itu. NAD.E10683 sebagai bukti bahwa perusahaan kertas ini telah memenuhi ketentuan standar lingkungan hidup yang dipersyaratkan (Bank Niaga. Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Dalam menjalankan usahanya.25% Sumber: Bank Niaga. Boards PT. Tabel 4. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry per 30 Desember 2003 Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Drs.00% PT Satria Perkasa Agung : 19. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry telah memperoleh sertifikasi ISO 9002 sehubungan dengan telah sesuainya sistem kualitas manajemen (Quality management systems) dengan ketentuan yang dipersyaratkan dalam ISO 9002.75% PT Arthadana Mulia Makmur : 0.46 & Paper Industry saat memiliki sebuah pabrik yang memproduksi pulp dan tissue yang berlokasi di Sumatera yaitu di Tanjung Jabung. Ryani Soedirman Dewan Direksi Direktur Utama : Teguh Ganda Widjaja Wakil Direktur Utama : Hendra Jaya Kosasih Direktur : Muktar Widjaja Direktur : Suresh Kilam Direktur : Lin Shun Keng Direktur : Tri Ramadi Direktur : Arthur Tahya Susunan Pemegang Saham PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills : 80. . John Ferdinand Pandelaki : Sukirta Mangku Djaja : Let Jend (Purn) Soetedjo : Hj. PT.7. Jambi dan sebuah pabrik kertas di Langsa. perseroan ini juga telah memperoleh sertifikat ISO 14001 pada tanggal 19 Agustus1997 yang dikeluarkan SGS Yarsley International Certification Services Limited dengan sertifikat No. 2005. 2005).

1.71 persen dari total permintaan antara.656. hal ini berarti bahwa output di Indonesia cenderung digunakan untuk memenuhi konsumsi langsung masyarakatnya.03 persen dari total permintaan antara dan berada pada urutan ke-18 diantara sektor-sektor lainnya. Berdasarkan Tabel 5.048.460.1.977.1. Peranan Industri Kertas Dalam Perekonomian Indonesia 5. Angka-angka tersebut di atas menunjukkan seberapa pentingnya peranan output yang dihasilkan oleh sektor-sektor di atas untuk digunakan sebagai input oleh sektor-sektor perekonomian lainnya di Indonesia.V. Dari data tersebut diperoleh bahwa jumlah permintaan akhir lebih besar dibandingkan jumlah permintaan antaranya. dilihat dari sisi permintaan antara tampak bahwa sektor perdagangan menghasilkan output tertinggi yang digunakan sebagai input oleh seluruh sektor perekonomian lainnya yaitu sebesar Rp 197.1.701.800.775 juta atau sekitar 1. . HASIL DAN PEMBAHASAN 5. Jumlah tersebut terdiri atas permintaan antara sebesar Rp 1. Struktur Permintaan Industri Kertas Total permintaan barang dan jasa domestik yang dihasilkan oleh Indonesia tahun 2000 mencapai Rp 2.83 persen dan Rp 117.629 juta. Selanjutnya diikuti oleh sektor pertanian dan sektor pertambangan dan penggalian.073.415 juta atau 13.870 juta. pada urutan kedua dan ketiga dengan nilai Rp 144. Sedangkan untuk industri kertas mempunyai permintaan antara sebesar Rp 10.730 juta atau 11.626 juta atau 18.019 juta dan permintaan akhir sebesar Rp 1.21 persen dari total permintaan antaranya.767.099.068.

84 2.724 5.53 0.019 11.568 21.16 4.961 1.948.356 105.25 2.340.730 90.815.176 197.1.153.741 10.37 5.151 329.108 13.80 14.018 0.620 8.897.028 0.44 1.034 41.14 117.60 5.067 0.485 39.438.698.74 8.821.165 139.885.415 13.670 7.695.287 2.073.099 57.408 243.848.847 3. Dilihat dari permintaan akhir pada Tabel 5.67 5.760.620 13.47 1.73 8.068.056 67.53 1.441.613 64. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat secara keseluruhan lebih banyak menggunakan output industri kertas untuk konsumsi .844.56 100 Sumber: Tabel I-O Indonesia.575 9. 2000 (diolah).372 88.970.15 100 Permintaan Akhir Jumlah % (Juta Rp) 115.19 4.228.849 24.89 2.65 17.593 30.564.169 161.88 4.21 8.38 0.119.887 201.99 1.227.50 9.254 131.11 1.03 0.259 165.529.412.065 15.416.605 94.389.729.99 1.034 238.10 196.125.977.076.726.272.849 80.621 208.03 0.695 227.970.353.276.242.689.98 100 Total permintaan Jumlah % (Juta Rp) 260.329.33 0.257.637.775.496.83 15.43 14.916 177.629 4.677.426.160 6.37 0.649 36.700 3.036 155.074 19.32 0.771.713 1.063 396.50 0.84 persen dari total permintaan akhir.944 0.901.128 23.656.16 1.47 0.574 1.51 1. Nilai tersebut lebih besar dibanding permintaan antaranya.045.020 7.586.739.64 3.34 0.701.84 18.64 2.748.599 5.88 1.048.13 0.42 5.84 0.37 6.767.498 19.035 16.30 1.215 35.014.278 151.13 8.870 7.23 0.379 33.113 94.09 1.08 79.29 12.847 juta atau 0.71 2.036.1 sektor industri kertas menempati posisi ke-14 diantara sektor yang lain sebesar Rp 13.325.805.87 2.800.27 3.775 5.657 12.48 0.52 12.97 6.534. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Total (domestik) Permintaan Antara Jumlah % (Juta Rp) 144.48 Tabel 5.774.34 2. Permintaan Antara dan Permintaan Akhir Sektor-sektor Perekonomian di Indonesia Tahun 2000 Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.36 9.705 23.214.626 70.099.595.58 12.850.92 0.881 13.424 8.685.87 6.627.442.622 8.743.476.926 0.672.460.05 9.287.817.

Rp 110.762 juta. Dalam Tabel I-O Indonesia tahun 2000 nilai tambah meliputi penerimaan upah gaji. Rp 755.928 juta berasal dari penyusutan dan Rp 69.732 milyar berasal dari pajak tak langsung netto. Pada tahun yang sama sektor industri kertas menyumbang nilai tambah bruto sebesar Rp 7. Jika diperbandingkan antara nilai upah dan gaji terhadap surplus usaha (U/G) maka akan diperoleh nilai rasio upah gaji dengan surplus usaha. surplus usaha.350 juta dengan perincian Rp 400.278.2). penyusutan dan pajak tak langsung netto.967 juta (Tabel 5. Struktur Nilai Tambah Bruto Nilai tambah bruto merupakan balas jasa terhadap faktor produksi yang tercipta karena adanya kegiatan produksi. surplus usaha sebesar Rp 458.1.49 langsung (masyarakat.048. Nilai rasio tersebut menunjukkan perbandingan antara besarnya upah dan gaji yang diterima produsen.331.952.2. pemerintah dan ekspor) dibanding untuk keperluan produksi sebagai input bagi sektor lain.958 juta dan pajak tak langsung netto sebesar Rp 487. 5.849 juta.770 juta berasal dari upah dan gaji. Berdasarkan Tabel 5.843.498 juta berasal dari surplus usaha.327 juta yang terdiri atas upah dan gaji sebesar Rp 1.895.860. Rasio upah dan gaji dan surplus usaha termasuk kategori baik jika rasionya mendekati keseimbangan (mendekati 1) yang berarti bahwa proporsi penerimaan dalam bentuk upah dan gaji bagi pekerja dan surplus usaha bagi produsen berimbang. .079. penyusutan sebesar Rp 865.2 dapat diketahui bahwa total nilai tambah bruto negara Indonesia adalah Rp 1.

803 4.327 3.232 97.731.226.2.164 13.177 21. Hal ini terlihat dari nilai rasio yang lebih kecil dari satu (0.718 147.484.182 30.142.591 564.764 83.393.046 1.143.901.498 Sumber: Tabel I-O Indonesia.690 777.670.576 dari logam Industri lainnya 19.952.396 325.358 1.088 105.562.340 Perdagangan 61.772.875 429.107 14.802 134.703.607 6.382 4.821 61.081 834.756.365.278.50 Tabel 5.43).103.048.946.372.670 4.414.770 755.129 furniture Industri pulp 940.564.928 Indirect Tax (Juta Rp) 1.623.639 Industri barang dari 1.757 2.692.278.392 225.554.279.479 kertas Industri percetakan 1.072 64.708 127.477.229.119.073 3.585. diperoleh bahwa ternyata pada sektor industri kertas mempunyai nilai surplus usaha lebih besar dibandingkan upah dan gaji. Berdasarkan hasil analisis rasio upah dan gaji dengan surplus usaha pada Tabel 5.542 933.418 59.530 penggalian Industri makanan 30.963 8.774 11.116 7.701 Industri kertas 1.266.256.393.725 Industri kimia 21.430 dasar Industri barang jadi 3.864.758.704 6.176 19.132.714.350 Pertanian 40.919 1.781 8.914 Kayu 2.458.933 2.705 7.985 Hasil hutan lainnya 565.127.843.326 5.573.475.480.605.638 9.577.296.968 115.062.569 11.948 3.511 29.732 Nilai tambah bruto (Juta Rp) 166.946 Penyusutan (Juta Rp) 2.243 1.240 28.105 6.440.147.567.063 4.727 76.156 69. 2000 (diolah).655 2.616 5.931.946 110.886 2.588.182.257 19.052 20.212 3.352.723.512 1.905 2.017.093. Kondisi ini menunjukan bahwa distribusi pendapatan antara pemilik modal (perusahaan) dan pekerja tidak merata atau .990 dan minuman Industri tekstil dan 16.860.762 4.343.195 112.354 komunikasi Keuangan dan 21.898 138.228.567 5.664.958 83.028.070 persewaan Jasa-jasa 85.759 10.459 53.169.664.010.434 15.034.333.793.212.385 Total 400.443 301.576.282.947 Industri semen dan 3.245 Pertambangan dan 25.623 84.114 pakaian Industri kayu dan 5.463.912 9.012.508.975 865.3.756 12.567 26.895.237 6.208.311 9.550.084.378 476.702 926.504 1.418 Pengangkutan dan 16.973.131 115.797.044.004. gas dan air 2.079.902 6.331.524 487.625.233 65.511 770.560 8. Nilai Tambah Bruto Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Tahun 2000 Sektor Upah /gaji (Juta Rp) Surplus Usaha (Juta Rp) 121.229.542 Bangunan 37.451 Listrik.996.949 45.536.383.877.015.489.952 4.778.700.063 barang non logam Industri logam 2.652 167.590.

26 0.43 0.04 0. Rasio Upah Terhadap Surplus Usaha Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.47 0.79 0.3.27 0.320.35 0.36 0. 2000 (diolah).51 terjadi ketimpangan yang sangat besar yang disebabkan oleh adanya eksploitasi tenaga kerja oleh pemilik modal terhadap tenaga kerja dengan share yang lebih besar pada produsen (pemilik modal).36 0.25 6.948 jiwa.55 5.48 1. Tabel 5.74 0. Rasio Upah Gaji terhadap Surplus Usaha (U/G) 0.1.43 0.64 0.20 0. Jumlah tenaga kerja yang terserap di setiap sektor ekonomi merupakan indikator kemampuan sektor tersebut dalam menciptakan kesempatan .57 0.76 0.33 0.51 0. Struktur Ketenagakerjaan Banyaknya tenaga kerja yang terserap pada tahun 2000 sebanyak 93.3.84 0.45 0. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia.

921.463.119.142.797.12 24. produktifitas dan nilai upah sektoral dapat dilihat pada Tabel 5.512 1.4.905 Industri kayu dan furniture 57.051 2.562 105.949 minuman 2.331.282.328.515 225.4.513 2.48 37.963 Industri lainnya 225.569.004.762 1.616 3.948 1.218 61.328.551 3.573.60 25.06 0.97 66.824 13.393.440.727 Listrik.131 Komunikasi 1.06 0.06 0.567 21.82 15.15 0.266.320.195 Penggalian Industri makanan dan 3.938 9.590.245 25.169.35 79.931.161 9.56 59.132.32 8.99 4. Berdasarkan Tabel 5.327 Industri kertas 73.477.454 7.64 6.576.062.519 jiwa.569 940.98 10.212.333. Gas dan Air 4.952.860.504 1.65 41.895.52 kerja bagi masyarakat di wilayah tersebut.61 10.83 14.134 20.454 jiwa sedangkan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian dengan kemampuan menyerap tenaga kerja sebesar 40.03 65.912 non logam 357.243 Jasa-jasa 93.756 400. terlihat sektor industri kertas menyerap 118.670.4.708 30.07 18.508.164 Pertanian 555. Jumlah Tenaga kerja.803 19. Gambaran tentang jumlah tenaga kerja.821 logam 1.13 4.53 30.352.06 0.041.577.607 Industri barang dari kertas 100.942 6.448.30 40. Produktifitas dan Nilai Upah Sektoral Indonesia Tahun 2000 Sektor Jumlah TK Nilai tambah Produktivitas bruto (Juta/Tk) (Juta Rp) 4.017.592 112. 2000 (diolah).75 7.20 0.182 2.296.459 16.15 137.623 85.034 115.183.475.914 2.770 Upah/TK 0.84 13.870.30 12.084.39 203.48 3.233 Perdagangan Pengangkutan dan 4.10 8.392 Bangunan 17.15 0.450.052 Industri tekstil dan pakaian 2.843.20 18.03 0.372.212 2.256.54 36.802 16.759 Industri kimia Industri semen dan barang 648.74 8.063 21.912 65.42 0.655 Kayu 86.177 5.012.208.985 565.88 3.705 Industri pulp 118.350 Total (domestik) Sumber: Tabel I-O Indonesia. Tabel 5.700.225 45.012.877.511 61.652 Hasil Hutan Lainnya Pertambangan dan 825.943 167.480.030 97.034.65 26.20 18.143.692.418 3.46 14.088 Keuangan dan Persewaan 11.279.585. Dalam hal produktifitas tenaga kerja industri kertas menduduki peringkat keempat .664.27 43.232 Industri percetakan 705.382 37.638 Industri logam dasar Industri barang jadi dari 259.911 10.255 76.27 Total Upah (Juta) 40.664 8.519 166.03 37.15 0.567.

757 juta.95 persen dari total impor Indonesia (Tabel 5.53 sekitar 66. dengan melihat besarnya selisih antara total ekspor dan impor. Struktur Ekspor dan Impor Ekspor Indonesia pada tahun 2000 sebesar Rp 520. nilai ekspor keseluruhan sektor industri kertas adalah Rp 13. Nilai impor tersebut dapat menunjukkan bahwa kebutuhan kertas dalam negeri masih lebih besar dari produksi kertas dalam negeri sehingga harus melakukan impor.5). terlihat bahwa sektor pertanian. . sedangkan nilai ekspor terbesar ditempati oleh sektor industri kimia atau 18. Ditinjau dari sisi impor terhadap barang-barang dan jasa ternyata nilai impor secara keseluruhan sebesar 287.84 persen dari total ekspor indonesia.65 juta nilai tambah dari sektor tersebut dalam tahun 2000. Berdasarkan nilai total ekspor tersebut.930.831.5). Dari Tabel 5.854 juta atau 2. industri pengolahan. 5. perdagangan serta sektor pengangkutan dan telekomunikasi mengalami selisih yang positif ini menunjukan bahwa secara umum dalam memenuhi kebutuhan terhadap barangbarang yang dihasilkan oleh sektor tersebut tidak lagi tergantung pada impor.385 juta atau 2.1.52 persen dari total ekspor Indonesia (Tabel 5. Nilai impor industri kertas sebesar Rp 8.125.623 juta.507.4.5. Nilai ekspor industri kertas yang masih kecil tersebut dapat menandakan bahwa sektor industri ini masih berorientasi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.65 yang berarti satu orang tenaga kerja yang bekerja di sektor manufaktur mampu menghasilkan sekitar 66.

53 1.395.163 63. Struktur Ekspor dan Impor Indonesia Tahun 2000 Ekspor Sektor Jumlah (Juta Rp) % Impor Jumlah (Juta Rp) 4.815.991.947 43.849 24.326 2.18 0.259.02 Kayu 394.49 4.848 287.278 177.667.598.94 2.899 7.558.319 24.373 1.896.151 332.238.175 100 Total (domestik) Sumber: Tabel I-O Indonesia.722 -39.061 4.611.880.412. sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor jasa-jasa.489 8.161.262 17.287 2.864 9.399 -3.75 1.418 6.10 persewaan 8.534.120 3.028 2.933 1.03 Perdagangan Pengangkutan dan 26.719.540.550 0.772.016 0.96 Industri pulp 13.809 4.824.21 Industri lainnya 0 0.242.094.285.705 23.218 11.238.79 8.29 kertas 3.775 10.493.54 Sedangkan yang mengalami selisih negatif dialami oleh sektor kayu.5.22 0.00 Bangunan 57.525.444.23 2.695 227.362.842 2.821.602 19.136.613 27.408 243. 2000 (diolah).485.053 -21.864.622 8.739.305 6.620 13.99 6.694 2.559.859 7.433 5.177 6.413 176.735.814 18.167.854 1.665 25.757 % 1.641 19.424 8.67 komunikasi Keuangan dan 11. sektor bangunan.634.96 2.617. sektor listrik.125.95 0.531 541.018 49.59 dari logam 58.490.588.637.214.451 131.413 0.58 0.722 39.979 2.850.554.900.580.27 Industri logam dasar Industri barang jadi 31.930.771.305.507.473.51 Jasa-jasa 569.627.336 1. gas dan air.099 57.478 -2.326 1.287 161.845 528.00 Listrik.959 30.093.916 177.466 13.97 pakaian Industri kayu dan 37.855 26.242.379 33.881 40.957.908 10.58 0.86 6.332 49.17 0.040 1.01 1.365 5.063 396.529.603.944 196.943.298 4.865 353.427 5.444.225.22 Pertanian 124.78 13.56 penggalian Industri makanan dan 29.322 32.620 12.126 X-M (Juta Rp) 2.883. gas dan air 0 0.337 5.29 17.53 furniture 5.268.65 9.089.900.317.163.07 Hasil hutan lainnya Pertambangan dan 77.796.61 Industri percetakan 107.403.489.18 minuman Industri tekstil dan 73.162.617 2.247 0.567.566.06 barang non logam 12.088 -404.677.30 Industri kertas Industri barang dari 1.110 0.048.297 2.641 37.512 281.958.942.857. Ini menunjukan bahwa secara umum dalam memenuhi kebutuhan terhadap barang-barang yang dihasilkan oleh sektor tersebut masih tergantung pada impor. Tabel 5.84 Industri kimia Industri semen dan 6.729.701.971.38 0. .698.385 2.13 100 Jumlah Input (Juta Rp) 224.353.805.814 71.050 4.52 15.340.033 8.

55

Jika dilihat dari total selisih antara ekspor dan impor maka perekonomian Indonesia mengalami surplus perdagangan sebesar Rp 232.900.866 juta. Surplus perdagangan terbesar diberikan oleh sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp 71.489.864 juta, sedangkan industri kertas mengalami surplus perdagangan sebesar Rp 4.617.531 juta. Angka tersebut menunjukan bahwa secara umum dalam memenuhi kebutuhan terhadap barang-barang yang dihasilkan oleh sektor industri kertas di Indonesia tidak lagi tergantung pada impor.

5.1.5. Struktur Output Sektoral Output merupakan nilai produksi (barang dan jasa) yang dihasilkan oleh suatu sektor perekonomian. Berdasarkan Tabel Input-Output Indonesia tahun 2000 dapat diketahui besarnya output yang diciptakan oleh masing-masing sektor. Berdasarkan Tabel 5.6 terlihat bahwa output sektoral perekonomian Indonesia sebesar Rp 270.099.837 juta. Sektor yang paling besar menyumbang dalam pembentukan output domestik adalah sektor perdagangan yakni sebesar 14,67 persen dengan nilai output sebesar Rp 396.214.278 juta, kemudian disusul oleh sektor industri makanan dan minuman dengan nilai sebesar Rp 329.325.254 juta dalam persentase sebesar 12,19 persen dari total output keseluruhan. Sementara industri kertas sendiri menyumbang sebesar Rp 24.771.622 dalam pembentukan output atau sebesar 0,92 persen dari seluruh total output sektoral perekonomian.

56

Tabel 5.6. Struktur Pembentukan Output Sektoral terhadap Perekonomian Indonesia Tahun 2000
Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik, gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Total (domestik) Output Jumlah (Juta) Persentase (%) 260,672,575 9.65 17,340,028 0.64 2,698,944 0.10 196,815,151 7.29 329,325,254 12.19 131,412,099 4.87 57,534,424 2.13 8,739,849 0.32 24,771,622 0.92 8,850,620 0.33 13,627,408 0.50 243,805,705 9.03 23,821,379 0.88 33,729,613 1.25 64,119,165 2.37 139,438,593 5.16 30,637,695 8.43 227,677,063 8.43 396,214,278 14.67 151,272,169 5.60 161,353,916 5.97 177,242,287 6.56 2,701,099,837 100

Sumber: Tabel I-O Indonesia, 2000 (diolah). 5.2. Analisis Keterkaitan

5.2.1. Keterkaitan Langsung Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Keterkaitan langsung beberapa sektor perekonomian Indonesia dapat dilihat pada Tabel 5.7. Pada tabel tersebut dapat dilihat bahwa sektor perdagangan mempunyai nilai keterkaitan langsung kedepan yang paling besar yaitu sebesar 1,4070. Selanjutnya urutan kedua terbesar ditempati oleh sektor pertambangan dan penggalian dengan nilai keterkaitan langsung ke depan sebesar 1,3580 kemudian secara berturut-turut diikuti oleh sektor industri kimia dan minyak dan

57

sektor pengangkutan dan komunikasi dengan nilai 0,7964 dan 0,7020 pada posisi ketiga dan keempat. Untuk keterkaitan langsung ke belakang sektor listrik, gas dan air merupakan sektor yang memiliki nilai keterkaitan langsung ke belakang yang paling tinggi dengan nilai 0,3103. hal ini dikarenakan sektor listrik, gas dan air merupakan salah satu sektor yang paling vital dalam kehidupan manusia dan tanpa sektor tersebut sektor yang lain tidak akan dapat berjalan, kemudian urutan kedua dan ketiga di tempati oleh industri makanan dan minuman dan sektor industri kayu dan furniture dengan nilai keterkaitan sebesar 0,3319 dan 0,1790.

Tabel. 5.7. Nilai Keterkaitan Berbagai Sektor Perekonomian di Indonesia
Langsung

Sektor
Depan Belakang

Langsung dan Tidak Langsung Depan Belakang

Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik, gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa
Sumber: Tabel I-O Indonesia, 2000 (diolah).

0,5495 0,2619 0,0236 1,3580 0,3319 0,2764 0,1790 0,1877 0,5997 0.0485 0,0431 0,7964 0,0900 0,3072 0,1737 0,1631 0,3103 0,1919 1,4070 0,7027 0,6438 0,0980

0,2391 0,1794 0,1393 0,1188 0,6039 0,4673 0,5687 0,3957 0,3378 0,5356 0,4078 0,4217 0,4842 0,5635 0,4161 0,3675 0,6530 0,4884 0,3821 0,3945 0,2400 0,3390

1,9552 1,3283 1,0291 3,1272 1,6422 1,3855 1,2191 1,2750 1,6529 1,0734 1,0653 2,1857 1,1150 1,2955 1,2689 1,3310 1,4368 1,3066 3,2051 2,0874 2,1306 1,1575

1,3950 1,2751 1,2287 1,1567 1,9484 1,7956 1,8775 1,6059 1,5409 1,8431 1,6424 1,5577 1,6858 1,7978 1,5005 1,6501 1,8552 1,7539 1,6138 1,6346 1,3643 1,5500

1857.1272. maka sektor industri kertas akan meningkatkan permintaan inputnya secara langsung sebesar 0.2051 dan 2.9484. Selanjutnya di posisi kedua dan ketiga ditempati oleh sektor perdagangan dan sektor industri kimia dengan nilai masing-masing sebesar 3.5997. dalam nilai keterkaitan langsung ke depan menempati urutan keeenam dengan nilai 0. Sedangkan untuk keterkaitan langsung ke belakang industri kertas memiliki nilai sebesar 0.7 dapat dilihat bahwa sektor yang mempunyai nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung kedepan tertinggi adalah sektor pertambangan dan penggalian dengan nilai sebesar 3. maka output industri kertas secara langsung akan meningkat sebesar 0. Untuk nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang. Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sebesar satu juta. 5.2.58 Untuk industri kertas. Keterkaitan Langsung Perekonomian Indonesia dan Tidak Langsung Sektor-Sektor Pada Tabel 5.2.8775.8552 dan 1.3378 yang berada pada posisi ke-17 diantara sektor-sektor yang lain.5997 juta rupiah. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa jika terjadi kenaikan permintaan akhir satu juta. gas dan air dan sektor industri barang-barang dari kertas dengan nilai keterkaitan sebesar 1. Urutan kedua tertinggi ditempati oleh sektor industri kayu dan furniture dengan nilai keterkaitan sebesar 1. Selanjutnya berturut-turut untuk posisi ketiga dan keempat ditempati oleh sektor listik.3378 juta rupiah.8431. sektor industri makanan dan minuman memiliki nilai keterkaitan tertinggi diantara sektor-sektor lainnya yaitu sebesar 1. .

59

Berdasarkan hasil analisis (Tabel 5.7), industri kertas memiliki nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung kedepan sebesar 1,6529 yang berada pada peringkat ketujuh diantara sektor-sektor yang berada dalam perekonomian Indonesia. Nilai keterkaitan tersebut mengindikasikan bahwa setiap satu juta output yang dihasilkan industri kertas secara langsung maupun tidak langsung akan dialokasikan kepada sektor-sektor lain dan kepada industri kertas itu sendiri sebesar 1,6529 juta rupiah. Sedangkan untuk keterkaitan langsung dan tidak langsung kebelakang, industri kertas memiliki nilai keterkaitan sebesar 1,5409 yang berada pada peringkat ke-16 diantara sektor-sektor lainnya. Nilai keterkaitan sebesar 1,5409 berarti apabila terjadi peningkatan permintaan akhir sebesar satu juta pada industri kertas maka permintaan input dari sektor-sektor lainnya maupun dari industri kertas itu sendiri secara langsung dan tidak langsung akan menigkat sebesar 1,5409 juta rupiah.

5.2.3. Keterkaitan ke Depan Industri Kertas terhadap Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Industri kertas merupakan sektor antara yang berada diantara sektor-sektor yang lain, industri ini tidak dapat dipisahkan dari industri atau sektor-sektor hulunya yang menyediakan input bagi keperluan proses produksinya, sebaliknya industri ini juga berfungsi sebagai penghasil output yang digunakan sebagai input bagi industri lainnya (hilir). Sektor-sektor hilir yang terkait dengan industri kertas antara lain industri barang-barang dari kertas, industri percetakan (penerbitan), dan sektor jasa-jasa.

60

Tabel 5.8. Keterkaitan ke Depan Industri Kertas terhadap Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Sektor
Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik, gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia, 2000 (diolah).

Koefisien 0.0005 0.0008 0.0025 0.0000 0.0022 0.0013 0.0004 0.0057 0.0015 0.3183 0.2448 0.0003 0.0047 0.0001 0.0006 0.0010 0.0007 0.0002 0.0020 0.0009 0.0012 0.0128

Peringkat 17 14 6 22 7 10 18 4 9 1 2 19 5 21 16 12 15 20 8 13 11 3

Dari hasil analisis keterkaitan ke depan industri kertas terhadap berbagai sektor perekonomian Indonesia (Tabel 5.8) dapat dilihat bahwa industri barang dari kertas menduduki peringkat pertama dengan nilai sebesar 0,3183. Selanjutnya disusul oleh industri percetakan dengan nilai keterkaitan sebesar 0,2248 pada urutan kedua. Industri barang dari kertas dan industri percetakan menempati peringkat teratas karena kedua industri ini menggunakan bahan baku utama yang dihasilkan dari industri kertas.

61

5.2.4. Keterkaitan ke Belakang Industri Kertas terhadap Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Industri kertas merupakan industri yang terus berkembang pesat di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan konsumsinya yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Perkembangan industri ini juga ditandai dengan peningkatan kapasitas produksi perusahaan-perusahaan industri kertas dalam satu dekade terakhir ini. Salah satu indikator penyebab perkembangan dan pertumbuhan yang cukup tinggi itu adalah kedekatan industri kertas dengan bahan baku industrinya dalam hal kemudahan memperolehnya. Kedekatan inilah yang menandai bahwa keterkaitan ke belakang industri kertas dengan sektor-sektor penyedia inputnya (hulu) cukup besar. Dari hasil analisis keterkaitan ke belakang industri kertas terhadap berbagai sektor perekonomian indonesia (Tabel 5.9) dapat dilihat bahwa industri pulp menduduki peringkat pertama dengan nilai sebesar 0,0944. Industri pulp menduduki peringkat pertama karena pulp merupakan bahan baku utama yang digunakan oleh industri kertas. Selanjutnya disusul oleh sektor pengangkutan dan komunikasi pada urutan kedua. Masuknya sektor pengangkutan dan komunikasi dalam peringkat yang cukup tinggi bila di bandingkan dengan sektor-sektor lain dalam perekonomian dikarenakan pentingnya faktor pengangkutan dan

komunikasi dalam memperlancar rantai distribusi bahan baku dari tempat bahan baku ke perusahaan tempat proses produksi dilaksanakan

0071 0. Analisis Koefisien Penyebaran dan Kepekaan Penyebaran Untuk mengetahui distribusi manfaat dari pengembangan suatu sektor terhadap perkembangan sektor lainnya baik melalui mekanisme transaksi pasar input dan pasar output dapat dianalisis berdasarkan koefisien penyebaran dan kepekaan penyebaran. Keterkaitan ke Belakang Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.0012 0.0001 0.0050 Peringkat 11 7 17 12 9 20 15 1 14 10 16 4 21 22 13 19 6 18 3 2 5 8 5.0023 0.0181 0.9.0031 0.0005 0. Sedangkan analisis kepekaan penyebaran berguna untuk .0621 0.0401 0.0037 0.0015 0.0004 0.0010 0.0944 0.0731 0.0199 0.0017 0. 2000 (diolah). gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia.0006 0.0000 0.0007 0. Analisis koefisien penyebaran dianggap penting karena menunjukkan koefisien kaitan yang memberikan gambaran tentang pengaruh yang ditimbulkan oleh suatu unit permintaan akhir untuk semua sektor di dalam suatu sisitem perekonomian.62 Tabel 5. Koefisien 0.3.0045 0.

gas dan air. Berdasarkan nilai indeks koefisien penyebaran yang lebih dari satu. .63 memberikan gambaran tentang pengaruh yang timbul oleh suatu unit permintaan akhir terhadap semua sektor di dalam perekonomian. Pada Tabel 5. 5.10 dapat dilihat beberapa sektor yang mempunyai indeks koefisien penyebaran yang tinggi antara lain sektor industri makanan dan minuman.3. Koefisien Penyebaran Koefisien penyebaran menunjukan efek relatif yang ditimbulkan oleh keterkaitan ke belakang secara langsung dan tidak langsung antara satu sektor dengan semua sektor yang ada. Dengan kata lain merupakan efek yang ditimbulkan oleh suatu sektor karena adanya peningkatan output suatu sektor yang bersangkutan terhadap output sektor-sektor lainnya yang digunakan sebagai input oleh sektor-sektor tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung. industri kayu dan furniture. listrik. Koefisien penyebaran ini diperoleh dari nilai keterkaitan output langsung dan tidak langsung ke belakang yang dikalikan dengan jumlah sektor kemudian dibagi dengan total keterkaitan langsung dan tidak langsung semua sektor.1. Koefisien penyebaran sering disebut sebagai daya penyebaran ke belakang. hal ini mengindikasikan bahwa sektor-sektor tersebut memiliki kemampuan yang kuat untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya. Nilai koefisien yang lebih besar dari suatu sektor menunjukkan kemampuan sektor tersebut dalam menarik perkembangan sektor hulunya. industri barang dari kertas juga industri tekstil dan pakaian.

0195 0.1199 1..1571 1.1710 1.0514 1. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia.10.0292 1.0244 0.8509 0.1495 1.1213 0. Koefisien Penyebaran 0.64 Tabel 5.9611.9715 1. sektor ini mempunyai indeks koefisien penyebaran sebesar 0.9611 1. Perusahaan-perusahaan besar yang memiliki kapasitas produksi yang besar pula ternyata juga memiliki pabrik pulp sebagai sumber bahan bakunya.0016 0.0066 1.7664 0. Salah satu penyebab terjadi hal tersebut adalah adanya integrasi vertikal dalam industri kertas sendiri.0939 1.9668 Untuk industri kertas. khususnya yaitu dengan sektor hulu yang paling besar keterkaitannya dengan industri kertas yaitu industri pulp. Hal mengindikasikan bahwa industri kertas mempunyai kemampuan yang kurang kuat dalam menarik perkembangan sektor hulunya.9359 1. Koefisien Penyebaran Industri Kertas Terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.7215 1.2152 1.7953 0. 2000 (diolah). Hal ini mengakibatkan kemampuan industri kertas secara keseluruhan untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya .8701 0.

3. menurut Karseno dan Mulyaningsih (2002) integrasi vertikal pada industri kertas justru akan lebih meningkatkan efisiensi produksi perusahaan dalam industri 5. . Pada Tabel 5.9504.65 terutama pulp menjadi semakin berkurang. sehingga sektor pertambangan dan penggalian mempunyai kemempuan yang kuat dalam mendorong pertumbuhan sektor-sektor hilirnya terutama dalam hal penyedian kebutuhan bahan bakar untuk proses produksi.2. Kepekaan penyebaran ini sering disebut indeks daya penyebaran ke depan yang diperoleh dari keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan yang dikalikan dengan jumlah sektor kemudian dibagi dengan total keterkaitan langsung dan tidak langsung dari semua sektor. Namun jika di tinjau dari sisi efisiensi. Barang tambang seperti minyak bumi dengan produk hasil olahannya yaitu bahan bakar minyak (BBM) merupakan pilar utama proses produksi output sektor-sektor industri dalam perekonomian. Nilai indeks kepekaan penyebaran lebih dari satu mengindikasikan suatu sektor memiliki kemampuan yang kuat untuk mendorong sektor hilirnya.11 dapat dilihat bahwa sektor pertambangan dan penggalian memiliki indeks kepekaan penyebaran yang paling tinggi yaitu sebesar 1. Hal ini di karenakan sektor pertambangan dan penggalian merupakan salah satu sektor yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian. Kepekaan Penyebaran Kepekaan penyebaran merupakan efek relatif yang disebabkan oleh perubahan output suatu sektor ekonomi yang akan menimbulkan perubahan output sektor ekonomi lainnya yang menggunakan output sektor tersebut sebagai input baik langsung maupun tidak langsung.

11.8302 0. industri kertas lebih unggul dalam kemampuannya dalam menstimulir perkembangan sektor-sektor hilirnya dan termasuk ke dalam delapan besar sektor yang mempunyai indeks kepekaan penyebaran kuat dalam perekonomian. .6695 0.0309 0. dan industri kayu dan furniture (0. Dengan nilai indeks yang lebih besar dari satu.8149 1. hal ini berarti bahwa industri kertas mempunyai kemampuan yang kuat untuk mendorong perkembangan sektor hilirnya. Bila di bandingkan dengan beberapa sektor lainnya yang tergolong sektor manufaktur seperti industri makanan dan minuman (1.7603 0.66 Tabel 5.6954 0.3632 0. 2000 (diolah).6644 1. Kepekaan Penyebaran Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.0242 0.8080 0.309.6419 1.7952 1.7219 Sedangkan untuk industri kertas.7914 0.0242).3288 0.8961 0.8641).9504 1.7603).8285 0. Kepekaan Penyebaran 1. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia. sektor industri ini mempunyai indeks kepekaan penyebaran sebesar 1.3019 1.9990 1.2195 0. industri tekstil dan pakaian (0.8641 0.

1.4. Hal ini bermakna bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen maka akan meningkatkan total output sektor industri makanan dan minuman sebesar 1. Urutan kedua ditempati oleh sektor industri makanan dan minuman dengan nilai elastisitas output sebesar 1.67 Semuanya itu menandakan bahwa sektor industri kertas layak untuk terus dikembangkan dan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Nilai elastisitas output yang tinggi dari . Menurut Mattas dan Shresta (1991) dalam Imansyah (2000) pendekatan ini lebih baik daripada analisis keterkaitan dan analisis multiplier karena memperhitungkan share suatu sektor dalam output. Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan output sektor perdagangan sebesar 1. 5.1253 persen. pendapatan dan tenaga kerja. Elastisitas Input-Output Elastisitas input-output menyediakan pandangan baru untuk penentuan sektor prioritas. Pendekatan ini mempermudah policy makers untuk berkonsentrasi tidak hanya pada nilai-nilai keterkaitan dan multiplier tertinggi tetapi juga pada share suatu sektor ekonomi.1253. 5. Elastisitas Output Elastisitas Output adalah perubahan persentase dalam total output suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya. elastisitas output tertinggi ditempati oleh sektor perdagangan dengan nilai elastisitas sebesar 1.4.12). Pada perekonomian Indonesia. Pendekatan elastisitas input-output dibagi kedalam tiga kategori yaitu elastisitas output.2610 persen.2610 (Tabel 5.

5.0759 persen.4. Elastisitas Pendapatan Elastisitas pendapatan adalah perubahan persentase dalam pendapatan suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya. Urutan kedua ditempati oleh sektor pertambangan dan penggalian dengan nilai elastisitas pendapatan sebesar 1. Hal ini berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen maka akan meningkatkan total output sektor industri pertambangan dan penggalian sebesar 1.12 dapat dilihat bahwa elastisitas pendapatan tertinggi ditempati oleh sektor perdagangan dengan nilai elastisitas sebesar 1.1650 persen. Pada tabel 5.68 kedua sektor tersebut mencerminkan bahwa outputnya mempunyai respon yang besar terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya atau lebih sensitif terhadap perubahan yang terjadi pada sektor lainnya dalam hal permintaan akhir.1650. sektor ini memiliki elastisitas output sebesar 1.0759.2.0023 persen. Nilai elastisitas output yang tinggi bila dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya dalam perekonomian pada sektor perdagangan dan sektor pertambangan dan penggalian . Untuk industri kertas. industri kertas dapat disebut cukup responsif terhadap perubahan permintaan akhir pada sektor lain. Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan pendapatan sektor perdagangan sebesar 1.0023. Dengan nilai elastisitas output yang lebih besar dari satu. yang berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan total output industri kertas sebesar 1.

1919 (15) 1.3127 (10) 0.0274 ( 4 ) Keuangan dan persewaan 0.2240 (14) 0.3284 ( 9 ) 0.2610 ( 1 ) Pengangkutan dan komunikasi 1.0443 (21) 0.2591 (16) Industri pulp 0.3103 (11) 0. Elastisitas Input-Output Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Tahun 2000 Sektor Elastisitas Pendapatan 0.6903 ( 4 ) 0.3319 (10) 0.0485 (21) 0.2619 (14) 0.0548 (19) Listrik.1790 (16) 0.6005 ( 6 ) 0.5022 persen.6438 ( 7 ) 0.9831 ( 6 ) Industri semen dan barang non logam 0.7027 ( 6 ) 0. sektor ini memiliki elastisitas pendapatan sebesar 0.5241 (11) Industri kayu dan furniture 0.0980 (19) .5179 (12) Sumber: Tabel I-O Indonesia.8697 ( 8 ) Industri kertas 1.0047 (21) Industri barang jadi dari logam 0.69 menunjukkan bahwa pendapatan pada kedua sektor tersebut mempunyai respon yang besar terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya.9020 ( 7 ) Bangunan 0.1008 ( 3 ) Industri makanan dan minuman 1.0955 (18) Hasil hutan lainnya 0.2764 (13) 0.5022 ( 7 ) 0.0040 (22) Jasa-jasa 0.0139 (20) Industri lainnya 0.1253 (17) Perdagangan 1.1737 (17) 0.4772 ( 8 ) 1.4050 (13) Pertambangan dan penggalian 1.1253 ( 2 ) Industri tekstil dan pakaian 0.12.7100 ( 9 ) Industri percetakan 0.6084 (10) Industri kimia 0.0009 ( 3 ) 0.2772 (12) 1. Sementara pada industri kertas. industri kertas dapat disebut kurang responsif terhadap perubahan permintaan akhir pada sektor lain.2778 (13) 0.1650 ( 1 ) 0.8877 ( 4 ) 0. Keterangan: ( ) merupakan peringkat Tenaga Kerja 0.0759 ( 2 ) 1.1790 (17) 0. gas dan air 0.3921 (15) Kayu 0.5022.6449 ( 5 ) 0.0900 (20) 0.9779 ( 3 ) 1. Dengan nilai elastisitas pendapatan yang kurang dari satu. Tabel 5.4048 (14) Industri logam dasar 0. yang berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan pendapatan dalam industri kertas sebesar 0.1659 (18) 0.1631 (18) 0. 2000 (diolah).3072 (12) 0.0247 (22) 0.1877 (16) 0.0901 (20) 0.6093 ( 8 ) 0.3072 (11) 0.0431 (22) 0.5495 ( 9 ) 0.7964 ( 5 ) 0.0023 ( 5 ) Industri barang dari kertas 0.0768 ( 1 ) 0.2133 (15) Output Pertanian 0.0441 ( 2 ) 0.0994 (19) 0.

Elastisitas Tenaga Kerja Elastisitas tenaga kerja adalah perubahan persentase tenaga kerja suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya. hal ini terjadi dikarenakan industri kertas selain merupakan industri padat modal juga merupakan industri yang cukup banyak menyerap tenaga kerja.6093. Nilai elastisitas tenaga kerja yang tinggi dari kedua sektor tersebut mengindikasikan bahwa jumlah tenaga kerjanya mempunyai respon yang besar terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya atau lebih sensitif terhadap perubahan yang terjadi pada sektor lainnya dalam hal permintaan akhir. Namun demikian nilai elastisitas tenaga kerjanya masih bernilai positif. yang berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan total output industri kertas sebesar 0.0441. Peringkat kedua ditempati oleh sektor industri makanan dan minuman dengan nilai elastisitas tenaga kerja sebesar 1. sektor ini memiliki elastisitas tenaga kerja sebesar 0. tenaga kerja industri kertas dapat disebut kurang responsif terhadap perubahan permintaan akhir pada sektor lain.3. Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan tenaga kerja sektor perdagangan sebesar 1. Nilai ini bermakna bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen maka akan meningkatkan tenaga kerja sektor industri makanan dan minuman sebesar 1. Dengan nilai elastisitas yang kurang dari satu.0441 persen.4.0768 (Tabel 5.70 5. .0768 persen. Diantara sektor lainnya dalam perekonomian elastisitas tenaga kerja tertinggi ditempati oleh sektor perdagangan dengan nilai elastisitas sebesar 1. Pada industri kertas.6093 persen.12).

(2) industri makanan dan minuman. sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan. dan tenaga kerjanya untuk lebih berperan . (5) industri pulp. sepuluh peringkat tertinggi dari hasil perankingan tersebut merupakan sektor-sektor kunci dalam perekonomian. (7) pertanian. hal ini menunjukkan bahwa industri ini. (9) listrik. gas dan air. (6) industri kertas. dan (10) hasil hutan lainnya.71 5. merupakan sektor unggulan dalam meningkatkan output.5. yaitu: (1) perdagangan. (4) pengangkutan dan komunikasi. (8) industri kimia.13). dapat diketahui sepuluh sektor kunci perekonomian. Pada penentuan sektor kunci berdasarkan elastisitas input-output. pendapatan. bersama dengan sembilan sektor kunci lainnya. Sektor-Sektor Kunci dalam Perekonomian Indonesia Penentuan suatu sektor menjadi sektor kunci dalam perekonomian Indonesia dapat didasarkan pada kategori-kategori analisis input-output seperti analisis keterkaitan. Industri kertas termasuk dalam sektor kunci perekonomian Indonesia (peringkat keenam). Dari hasil analisis sektor kunci perekonomian Indonesia tahun 2000 berdasarkan ranking elastisitas (Tabel 5. Hal ini berarti kesepuluh sektor tersebut menjadi prioritas pemerintah untuk dikembangkan karena setiap sektor tersebut secara simultan mempunyai respon yang tinggi terhadap perubahan permintaan akhir sektor-sektor lainnya. pendapatan maupun tenaga kerjanya (ranking elastisitas). sektor yang menjadi kunci dalam perekonomian ditentukan berdasarkan ranking atau peringkat dari keseluruhan sektor dalam perekonomian baik dilihat dari elastisitas output. (3) pertambangan dan penggalian. dampak penyebaran atau elastisitas input-output.

5 5 6 20 22 8. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel Input-Output Indonesia.5 15 Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik. 2000 (diolah) .13.72 dalam perekonomian Indonesia dan pemerintah sebagai policy makers harus lebih biak lagi dalam menjalankan fungsinya berkaitan dengan penetapan kebijakan terhadap industri ini karena perannya dalam meningkatkan perekonomian tersebut.5 10 3 2 12. Tabel 5.5 11 1 4 17.5 17.5 14 20 20 16 8. Sektor Kunci Perekonomian menurut Ranking Elastisitas InputOutput Indonesia Tahun 2000 Elastisitas Input-Output (peringkat) Tenaga Output Pendapatan Kerja 15 5 9 18 9 14 13 12 10 3 2 11 16 8 5 9 10 6 14 21 20 19 7 17 1 4 22 12 2 3 17 16 6 7 21 22 20 11 18 14 10 13 8 1 4 19 15 3 2 13 16 4 8 21 22 5 20 12 17 18 11 15 1 6 7 19 Total Peringkat 29 41 35 8 7 41 48 18 20 51 54 31 45 51 51 47 31 40 3 14 48 46 Ranking Elastisitas 7 12.

kondisi ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam Peraturan . hal ini berarti bahwa distribusi pendapatan antara pemilik modal (perusahaan) dan pekerja tidak merata atau terjadi ketimpangan yang besar yang dapat disebabkan oleh adanya eksploitasi tenaga kerja oleh pemilik modal terhadap tenaga kerja dengan share yang lebih besar terhadap perusahaan (pemilik modal). 2. Hal ini menandakan bahwa dalam industri kertas sangat potensial untuk dibentuk dan dikembangkannya klaster industri kertas. Untuk mengurangi kesenjangan pendapatan ini diperlukan campur tangan pemerintah yang lebih adil sebagai regulator ketenagakerjaan baik melalui penetapan kebijakan yang berfokus pada kesejahteraan tenaga kerja maupun sebagai mediator antara perusahaan dan tenaga kerjanya dalam penenganan berbagai masalah ketenagakerjaan terutama dalam persoalan upah.73 5. Pada sub-bab sebelummya. berdasarkan analisis keterkaitan industri kertas tahun 2000 terhadap berbagai sektor perekonomian (keterkaitan per sektor) dapat diketahui bahwa industri kertas memiliki nilai keterkaitan yang tinggi baik ke depan maupun ke belakang terhadap sektor hulu dan hilirnya dan juga dengan sektor pendukungnya. Implikasi Kebijakan Dari hasil penelitian ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai implikasi kebijakan. antara lain yaitu: 1.6. Berdasarkan hasil analisis rasio upah dan gaji dengan surplus usaha pada struktur nilai tambah bruto dapat diketahui bahwa sektor industri kertas mempunyai nilai surplus usaha lebih besar dibandingkan upah dan gaji.

sementara klaster industri memberikan kesempatan pada IKM untuk membuat keterkaitan pasokan antara perusahaan besar dan menengah (Deprin. maka klaster tersebut akan menarik IKM untuk memenuhi Permintaan barang dan jasa. Dengan adanya klaster ini maka bukan saja dapat saling menumbuh kembangkan industri terkait dan industri pendukung dalam klaster tersebut. tetapi juga mengingat dalam setiap sektor terdapat juga pelaku ekonomi yang tergolong Industri Kecil dan Menengah (IKM). 2005).7 Tahun 2005 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. . menawarkan jasa dan produk-produk untuk mendukung klaster industrinya. padahal dari tahun 2000 berdasarkan penelitian ini pentingnya kebijakan klaster sudah dapat diidentifikasi. Dalam peraturan tersebut dijabarkan mengenai rencana pemerintah untuk membangun daya saing industri manufaktur nasional lima tahun kedepan dengan fokus pengembangan industri melalui penguatan dan penumbuhan klaster-klaster industri inti yang termasuk industri kertas didalamnya. Namun demikian dapat dinilai adanya keterlambatan pemerintah karena baru tahun 2005 mengeluarkan kebijakan pengembangan klaster industri tersebut. Oleh karena itu IKM memerankan peranan secara integral dan konstruktif dalam suatu klaster industri.74 Presiden No. Pada saat yang sama jaringan yang terpadu dari IKM terkait akan terus berkembang.

industri kertas berkontribusi terhadap permintaan antara sebesar Rp 10. industri ini berkontribusi sebesar Rp 24. industri kertas melakukan ekspor sebesar Rp 13.3183) dan pada peringkat kedua yaitu terhadap industri percetakan (0. Pada keterkaitan ke depan industri kertas mempunyai keterkaitan yang paling tinggi terhadap sektor industri barang dari kertas (0. industri ini mampu meyerap tenaga kerja sebesar 118. kemudian kontribusinya dalam struktur nilai tambah bruto adalah sebesar Rp 7.854 juta dan jika dilihat dari struktur output sektoral.125. Pada struktur ekspor dan impor.507.800. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis peranan industri kertas terhadap perekonomian Indonesia.327 juta dan jika dilihat dari struktur ketenagakerjaan. KESIMPULAN DAN SARAN 5.771.775 juta dan permintaan akhir sebesar Rp 13.385 juta dan mengimpor sebesar Rp 8. Pada struktur permintaaan.0731) yang merupakan salah satu sektor pendukung industri kertas.454 jiwa. 2. industri kertas memiliki keterkaitan yang paling tinggi terhadap industri pulp (0.895.0944) yang merupakan sektor penghasil bahan baku industri kertas dan pada sektor pengangkutan dan komunikasi (0.VI.970. .847 juta.1.622 juta. Industri kertas memiliki keterkaitan yang tinggi terhadap sektor hulu dan hilirnya (keterkaitan industri kertas terhadap sektor-sektor perekonomian).2448) sementara pada keterkaitan ke belakangnya. 1. maka kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut.

0309). 4. . maupun tenaga kerjanya. industri kertas merupakan sektor prioritas yang harus dikembangkan oleh pemerintah sebagai policy makers karena kontribusinya terhadap perekonomian tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa sektor industri ini memiliki respon yang tinggi terhadap perubahan permintaan akhir sektor lain dalam hal peningkatan output. sehingga sektor ini mempunyai kemampuan yang cukup besar dalam berkontribusi untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan. Bersama dengan sektor kunci lainnya. industri ini merupakan sektor industri yang memiliki kemampuan yang kuat dalam mendorong pertumbuhan sektor hilirnya seperti industri barang dari kertas dan industri percetakan karena memiliki indeks kepekaan lebih dari satu (1. terutama pulp.9611).76 3. Industri kertas termasuk dalam salah satu dari sepuluh sektor kunci perekonomian Indonesia (peringkat keenam) berdasarkan ranking elastisitas. Industri kertas kurang memiliki kemampuan untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya karena jika dilihat dari hasil analisis koefisien penyebaran. Namun di sisi lain. Salah satu penyebab lemahnya industri ini dalam menarik pertumbuhan sektor hulunya adalah adanya integrasi vertikal yang dilakukan oleh perusahaan-perusahan besar dalam industri ini dengan sektor penghasil bahan bakunya. sektor industri ini memiliki indeks koefisien penyebaran yang kurang dari satu (0. pendapatan.

3. . pemberian fasilitas karyawan yang lebih baik serta jaminan sosial untuk mengatasi kesenjangan pendapatan antara perusahaan dan tenaga kerjanya pada industri kertas.77 6. Pemerintah harus campur tangan yang lebih intensif melalui penetapan Upah Minimum Regional (UMR) yang benar-benar sesuai dengan standar kehidupan di Indonesia. 2. Saran Berdasarkan hasil analisis. Pada industri kertas harus dibangun klaster industri yang kuat secara berkelanjutan sehingga industri kertas dan sektor yang terkait di dalam klaster tersebut seperti industri pulp. dapat disampaikan saran berikut ini. Untuk meningkatkan efisiensi industri kertas tanpa mengurangi kemampuan industri tersebut menarik pertumbuhan sektor hulunya antara lain adalah dengan mempercepat transformasi pembangunan industri kertas menuju fase innovation driven melalui peningkatan teknologi produksi dan pelatihan tenaga kerja terampil yang intensif sehingga dapat meningkatkan outputnya dan disisi lain sektor hulu tetap dapat memasok input bagi industri kertas tersebut. 1. industri barang dari kertas dan industri percetakan juga dapat saling menunjang untuk meningkatkan perkembangannya dan peranannya terhadap perekonomian Indonesia.2.

LP3ES. 2. bankniaga. Hal. Bogor. http://www. Niaga. APKI.DAFTAR PUSTAKA Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia. 2000.go. R. 2000. BPS. Jakarta. 1993. 2005. dan Mulyaningsih. ”Kebijakan Pembangunan Industri Nasional” [Deprin Online]. 2005. Monopoli dan Regulasi.D. Dampak Keterkaitan Sektor Industri Terhadap Perekonomian Wilayah Kabupaten Sidoarjo [Tesis]. Macerata. 2003. 2002. “An Application of the FES Approach to A Small Region in Indonesia: Banjarmasin Input-Output Model 1”. Tabel Input-Output Indonesia 2000. dan Blair. M. BPS. “Industri Kertas Butuh Investasi Baru” [Harian Terbit Online].asp?id=NNA [30 September 2005]. [30 September 2005] Hasibuan. Institut Pertanian Bogor. 136-149. Jakarta. Muchtar. B.com [18 Februari 2005]. Deprin. P. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia.com/content/content.L. M. New Jersey.id/ publikasi. 1997. Fakultas Pertanian. Miller. 1985. USA. H. Imansyah. . Input-Output Analysis: Foundation And Extensions. Paper for 13th International Conference on Input-Output Techniques. http://www. Mansur. Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor. Raja Grafindo Persada. Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Analisis Peranan Sektor Pertanian dan Industri Pengolahan Terhadap Perekonomian Propinsi Kalimantan Timur (Berdasarkan Analisis Input-Output) [Skripsi]. Italy. ”Profil Perusahaan” [Bank Niaga Online]. 2002. E. Bogor. M.deprin. “Integrasi Vertikal dan Efisiensi Industri: Industri Kertas Tahun 1979-1997 Dengan Pendekatan Error Correction Model”. Puspitawati. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. 17. Jakarta. Ekonomi Industri : Persaingan.harianterbit. N. Jhingan. Karseno. A. 2005. Vol. 2000. Direktori Industri Pulp dan Kertas Indonesia 2003. http://www. Prentice Hall. Jakarta. E. T. R. No.

Analisis peranan Sektor Industri Pengolahan Dan Pengaruhnya Terhadap Perekonomian Jepara [Skripsi]. 2002. dan Pambudy. A. Institut Pertanian Bogor. 2000. ”Kertas” [Wikipedia Online]. Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Bogor. Institut Pertanian Bogor. Institut Pertanian Bogor. Fakultas Ekonomi Manajemen. Departemen Ilmu Ekonomi. T. 2004. Analisis Peranan Sektor Industri Pengolahan terhadap Perekonomian Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta [Skripsi]. Fakultas Ekonomi Dan Manajemen. Wikipedia. Ruhmaniyati. I. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia. “Analisis Pasar Pulp dan Kertas Indonesia”. Vol. Sipayung. Bogor. H. Analisis Peran Sektor Industri Pengolahan dan Dampaknya terhadap Pembangunan Ekonomi Di Kota Cilegon [Skripsi]. . D. 1995. dan Vidyatmoko. No.79 Rosadi. 194203. Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Institut Pertanian Bogor. S. R. Fakultas Pertanian. 2005. Prosiding Seminar. Bogor. 5. Sahara. http:// www. Tjandrawan. Y.wikipedia. Departemen Ilmu Ekonomi. A. 1994. Bogor. 1998. Dampak Investasi Sektor Pertanian Terhadap Perekonomian Nasional [Skripsi]. Setyawan. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Fakultas Pertanian. 2005. Institut Pertanian Bogor. 4.org /wiki/ Kertas [17 September 2005]. Setiyaji. Hal. Analisis Peranan dan Keterkaitan Sektor Pertanian dan Industri di Jawa Barat [Skripsi]. Bogor. “Prospek dan Tantangan Pengembangan Agribisnis Pulp dan Kertas dalam Era Ekolabeling dan Otonomi Daerah”. Bogor.

LAMPIRAN .

Klasifikasi Sektor Tabel Input-Output Indonesia Tahun 2000 Kode I-O 22 Sektor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 180 190 200 201 202 203 204 205 209 210 301 302 303 304 305 306 309 310 401 402 403 404 409 501 502 503 509 600 700 1000 Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Jumlah permintaan antara Jumlah input antara Impor Upah dan gaji Surplus usaha Penyusutan Pajak tak langsung Subsidi Nilai tambah bruto Jumlah input Pengeluaran konsumsi rumah tangga Pengeluaran konsumsi pemerintah Pembentukan modal tetap bruto Perubahan stok Ekspor barang dagangan Ekspor jasa Jumlah permintaan akhir Jumlah permintaan Impor barang dagangan Pajak penjualan Bea masuk Impor jasa Jumlah impor Margin perdagangan besar Margin perdagangan eceran Biaya pengangkutan Jumlah margin perdagangan dan biaya pengangkutan Jumlah output Jumlah penyediaan Jumlah Tenaga Kerja Kode I-O 175 Sektor 001-028. 031-034 029 030 035-048 049-073 074-083 084-089 090 091 092 093 094-109 110-114 115-118 119-122 123-141 142-143 144-148 149-152 153-159 160-164 165-175 180 190 200 201 202 203 204 205 209 210 301 302 303 304 305 306 309 310 401 402 403 404 409 501 502 503 509 600 700 - .81 Lampiran 1.

82 .

355 8.040 29.340.930 129.890 49.838 1.638.824 90.991.625.732 1.192 10.441 967 8.387.698.634 1.857 1.056 33 4.480.534.798 105.335.908 141.441 8.913 151.069 338.217.917 375.943 5 101.933 112.099 1.553 13.839 4.739.349 206.800 17.183 17.939 5.946 64.426 102.554.720 2.352 975.292.048 32.411.955 23.282.849 23.062.688.620 73.914 121.566.663.014.652 2.012.453 11.667 3.870 210.489 940.412.097 590.525.327 24.371 22.725 138.973 1.210 51.944 86.539 77 186.073.585.519 2 628.467 1.655 17.017.443 429.543 5.796 55.478 63.212 3.568 1.114 8.135 200.864.618 174.486 5.700.628 123.297 479.160 823.968 7.705 8.052 131.905 2.492 528.602 25.206 15.849 57.990 8.777 7.513 798 315.895.262 40.540.975 83.606 1.507.452 5.777.588 6.407.628 22 85.359.370 110 84 1.311 2.473 2.330 296.241 1.946.212.596 643.506 493.890 1.051 9 77.306.134 8 203.850.762 4.941 1.227 72.560 21.854 1.911 Sumber: Tabel I-O Indonesia 2000 (diolah).958 683.026 84.774 147.973 369.881 2.670 7.558.718.755 17.494 1.867 3.834 1.809 448.245 1.770 35.530.524 2.824 40.567 19.228 69.256.001 2.919 4.167.811.302 43.203 19.509.639 865.590 5.418 59.542 1.991.244 1.800 53.117 594.443 4.093.337.325 3.063 4.775 19.805.541 16.553 108 5.607 8.982.749 24.577 159.069 6.837 15.942 12 8.114 5.644 45.963.876 348 994.479 83.817 378 627.459 53.424 2.195 196.426 874 728.319 504 17.809 1.512 1.772.590 44.441 370.530 8.860.004.043 4.947 11.145.459 553.385 20.442 120.708 127.867 6.460 175.040 1.Lampiran 2.938 6.346 38.899 1.408 100.451 3.281.574 1.459 131.371 1.333 29.958 487.305.229.605.396 166.110.479.622 118.486 100.561 1.393 13.450.091 20.429 0 64.391 448.277 246.949 332.850 337.116 490.714.399 1.103.664.534.484.176 167.785.404 151.901.190 41.427 2.591 10.656 2.755 162.513 4 19.731.703 4.489 59.771.089 47.912 23.010 7.453.705 705.484.666 65.781 6.403 32.515 25.073 8.718 3.606.877 3.099 2.043 1.119.905 57.170 904 57.739.824 3 2.537.358 933.010.258 4.368.169.228) 97.554.164 224.232 13.577.626 3.364 2.030 13 20.670 6.902 2.298 16.417 121.327.931 59.539 4.550.702 (250.394 141.799 5.989 146.828 61.536.526 0 737.575.379 648.569 34 8.735.427 3.845 40.208.853 110.550 754.130 77.405 6.590.563 6.098 7.414.824.597 18.333 287.817.343.617 382.229 1.821.725 1.908 14.692.328.894 6.024 5.855 76.064 55.462 55.778.985 9.036 8.560 28.083 7.576.957 7. Tabel Input-Output Indonesia 2000 Klasifikasi 22 Sektor (dalam Juta Rupiah) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 1 16.750 0 13.504 1.034 1.183 19.693 181 11.588.319 30.338 627.362 161.858 26.524 1.320 1.333 4.046 926.028 555.155 7.322 2.623.615 23.898 115.323 82.454 10 0 3.306 815.764 20.679.738 25.086 5.321 5.241 75.059 106.437.867 4.567.250 478.213 64.996.886 2.514 33.293 2.592 6 2.094.430 55.711.072 325.252 43.551 11 0 271 122 11.570 3.296.063 1.646.782.557.292 5.235.354 5.080 264.433 565.813.493.895 2.441 610.395.442 3.049 112.758.177 21.569 11.129 2.238.037.811.560 5.218 1.926 10.884 378.151 825.440.143.871 2.171 1.458. .182.785.952.290.780 41.918.903 7.187 416.772.660.308 853.664.643 8.427.579 55.613 111.839 1.240 13.797.237 4.083 224.759 243.040 2.491 11.694 21.936 36.792 116.225 7 45.627.701 301.648.858 40.190 18.851 37.895.003 363.405.826 927 3.365.979 5.592 916.343 332.508.600 181.947 1.815.875 45.418 1.

952 5.912 21 34.576 834.505 723.567 26.741.499 1.085 15.887 124.921.823.223 22.966 18.793.919 398.928 69.678 19.980 42.215 35.547.247.237 2.161 16 620.034 22 2.498 110.331 1.723 41.698 49.221.670.724.875 3.705.206 438.798 5.192.429 11.349 8.842 123.038 13.218 17 4 14.609 151.368.361 758.089.529.353.900.179 17.727 100.229.350 130.106 4.278.671.577 8.354 19.441.011.035 16.938 15 7 6.399 3.727 27.255 19 10.626 70.529.668 341.661 524.915 1.866 1.430 1.383 143.405 6.176 197.891 123.843.731.385 1.664 156.502 4.186.332 12.428 117.643 1.179 26.014.113 3.169.981 156.385 6.088 161.196 11.525 1.963 62.739.858 495.705 859.767.870.287.415 15.377.544 967.568 21.344.213 16.559 27.511 29.354 37.861 35.744.331.465 5.973 6.272.746 32.226.292 6.034.916.738 824.593 2.810 2.463.963 176.931.821 27.961 1.767.722 2.761 137 85 121.045.156 105.677.392 227.946 777.848 85.475.786 3.340 6.388 38.Lampiran 2.803 4.214.310 6.393.390.876.700.420.713.012.411.203.876.657 12.723.509 2.649.117.704 3. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 14 9.630 1.498 19.892 1.638 33.228.503 7.172 0 141.020 7.579 4.562.100) 65.864.158 5.261 6.226.278.676 1.016.107 3.228 1.279.732 (3.434 76.243 177.601 21.360 3.817 215.242.756.825 1.770 755.076.525 11.808 158.130 9.511 9.097 1.757 400.852 121.666 2.455.292 3.664 18 4.802 134.228.916 1.553 13.525 1.063 8.685.073.781 337.278 17.253.202 4.244.360.713 197.155 1.930.161.780 1.923 16.778 1.567 26.344 3.690 115.127.266.860 2.678 7.564.169 4.844 882.742.015 1.233 396.338 4.071.164.642 36.573.756 12.332 3.000 213.297 19.663 1.902.584 3.413 259.036.775 5.999 6.649 157.382 1.595 1.843 149.200.948 (3.950 527.093.613 357.320.948 .875 1.729.562 180 144.559 322.667.855 61.197 4.812 173.056 3.477.327 19.106.730 90.142 10.084 15.542 4.183.048.515 20 299.859 16.578) 1.460.575.896.076.564.002.250) 8.032 448.117 1.081 564.005.797 15.398 13.749 609.926 117.870.670 19.248 966.727 30.802.805 2.703.028.138.132.588.451.041.945 37.480.382 4.997 34.006.125.175.372.817.597 5.044.383.760 1.959 1.616 5.600 441.136.448.445 412.107.189 19.048.451 7.741 10.995 65.310.153.147.333.412.948.142.407.110.139 10.580.074 19.990 18.100.015.084 3.442.444.372 88.019 287.983 3.180 14.476.700 3.569.977.775.383.134 11.260.570.063 111.748.598.715 373.652.060.063 4.397 114.177 2.844.105 476.167.800.332 3.079.287 11.275.472 105.281 60.128 23.726.242.326 9.672 6.238.944 3.437 791.111 382 16 1.401 110.139 2.131 151.713.378 61.610 7.030 39.393.830.218 21.079.113 94.108 19.574 1.352.870 126.257 15.206.729.649 36.458.652 411.350 2.966.028.872 278.951 232.623 84.084.418 14.649.070 6.713 2.127 19.708 59.995.194.860.065 15.727 9.126 93.641 37.604.757 225.271.489.246 2.594 50.979 350.264.116 770.791 866.463.078 1.019 14.635 64.877.695 225.637.565.915 13.073 (30.182 30.563 510.973.305 20.697 6.

783 520.697 937.447 401 314.393 208.592 110.241.247 77.779.808.389.413 3.329.497 302 88.165 139.162.408 243.276.637.777.553.525.96 42.707.848.771.534.466.340.158 1.850.871 18.036.353.695 227.733 15.897.433 37.034 41.513 2.044 8.849 80.379 33.677.294.705 23.571 11.056 67.316.242.241.724 5.327 1.110 107.267.965.805.119.374 51.933 124.814 6.599 5.656.018 79.284 314.621 133.782.385 1.243.438 304 1.614 794. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 301 107.623 48.387.114.188 2.111.847 3.916 177.887 9.400.473.689.935 88.269 4.033) 5.480 15.620 13.774.416.550 13.076 2.259 165.412.365 57.008.785 158.254 131.239 8.620 8.480 6.970.965.637.373 55.837 441.485.114 310 260.491 474.294 8.885.485 39.457.Lampiran 2.160 1.552 309 115.534.278 151.739.202.865.210 29.620 37.634.099.760.658.193.162.927.575 17.034 238.629 152.028.842 31.480 402 15.042 41.136 48.315 90.438.495 11.143.108 13.672.435 4.643 115.416 2.539.028 2.670 7.161.617 8.044 403 8.933 748.048.701.627.225.831.068.622 8.943.621 208.389.883.851.582 2.088.045 25.454 .398 613.949.713 1.818 108.488.568 646.901.786.837 32.214.238 77.815.151 329.658.552 1.730 209.613 64.167.420.573 20.016 394.209 234.605 94.325.125.200 520.281 292.831.071 1.036 155.821.593 30.413 14.272.028.424 8.881 13.169 161.698.988.211.775.944 196.326 12.514 305 6.356 105.125.743.887 201.063 396.696 668.337 73.282 301 14.642 67.729.559 199.695.479.001.321 835.935 1.013.437 68.268.747 942.287 2.743 3.857.466 29.813.471 38.689.099 57.865.665 303 189.581 64.586.957.454 856.305 5.067 1.766 15.561.227.849 24.942.496.673 (68.503.483.790.600 272.623 306 1.187.086 112.798.257.595.426.

771.469 501 502 503 509 600 260.151 329.575 17.254 131.214.169 161.698.815.151 329.729.853.701.353.165 139.438.325.672.254 131.613 64.534.849 24.593 30.272.379 33.627.287 2.287 2.438.837 441.165 139.Lampiran 2.729.534.622 8.412.672.447 103.340.099.620 13.701.412.705 23.325.637.677.099. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 404 103.771.063 396.099 57.278 151.849 24.119.214.944 196.805.916 177.099 57.695 227.637.278 151.408 243.677.916 177.028 2.340.698.424 8.627.242.119.622 8.379 33.821.701.815.988.469 - - - - 2.408 243.424 8.695 227.272.284 - .837 700 260.063 396.099.705 23.613 64.575 17.850.805.821.837 3.620 13.739.944 196.088.853.850.028 2.353.169 161.143.593 30.242.739.

0233 0.0057 0.0023 0.0599 0.0116 0.0059 0.0016 0.0317 0.0217 0.0001 0.0433 0.0000 0.0009 0.0000 0.0002 0.0008 0.0000 0.0073 0.0001 0.0003 0.0086 0.0000 0.0000 0.0066 0.0646 0.0000 0.0171 0.0022 0.0000 0.3183 0.4217 13 0.0078 0.0944 0.0002 0.0002 0.0006 0.0083 0.0094 0.0001 0.0000 0.0007 0.0003 0.0000 0.0000 0.0155 0.3378 10 0.0010 0.5687 8 0.0000 0.0477 0.0008 0.0000 0.0734 0.0001 0.0023 0.0050 0.2130 0.0000 0.0213 0.2448 0.0013 0.0002 0.0003 0.0352 0.0000 0.0004 0.0000 0.0023 0.0224 0.0013 0.0041 0.2497 0.0008 0.0021 0.0000 0.0014 0.0001 0.0004 0.0073 0.0000 0.0016 0.0013 0.0005 0.0003 0.0037 0.0001 0.0000 0.0000 0.0025 0.0000 0.0107 0.0000 0.0000 0.4078 12 0.0036 0.0006 0.0000 0.0000 0.0199 0.0071 0.3957 9 0.0000 0.0000 0.0000 0.0250 0.0350 0.0003 0.0042 0.0002 0.0006 0.0083 0.0000 0.0017 0.0008 0.0280 0.0182 0.0000 0.0090 0.0002 0.1393 4 0.0000 0.6039 6 0.0061 0.0000 0.0000 0.0000 0.0015 0.0000 0.0238 0.0011 0.0000 0.0000 0.0003 0.0007 0.0000 0.0535 0.0073 0.0002 0.0239 0.0001 0.0015 0.0003 0.0000 0.0802 0.0056 0.0000 0.0730 0.0000 0.0000 0.0022 0.1780 0.0050 0.0001 0.0002 0.0002 0.0428 0.1094 0.0000 0.0000 0.0044 0.0026 0.0002 0.0621 0.0007 0.0011 0.0004 0.0001 0.0022 0.0097 0.0005 0.0073 0.0047 0.0010 0.0424 0.0000 0.0012 0.0000 0.0002 0.1188 5 0.0001 0.0001 0.0289 0.0035 0.0009 0.3052 0.0047 0.Lampiran 3.0004 0.0015 0.0001 0.0731 0.0000 0.0003 0.0001 0.0009 0.0934 0.0027 0.0000 0.0000 0.0464 0.0220 0.0362 0.0000 0.0008 0.0000 0.0171 0.0006 0.0142 0.0000 0.0000 0.0119 0.0001 0.0000 0.1335 0.0446 0.0031 0.0003 0.0718 0.1354 0.1247 0.0119 0.0000 0.0836 0.0000 0.0025 0.0153 0.0002 0.0001 0.0059 0.0000 0.0005 0.0002 0.0001 0.0005 0.0021 0.0319 0.0310 0.0010 0.0009 0.0003 0.4673 7 0.0436 0.1794 3 0.4842 Total Sumber: Tabel I-O Indonesia 2000 (diolah).0001 0.0201 0.0001 0.0000 0.0045 0.0211 0.0022 0.0000 0.0087 0.0000 0.0506 0.0000 0.0002 0.0000 0.0385 0.0000 0.0096 0.0181 0.0002 0.0000 0.0040 0.0000 0.0000 0.0782 0.0519 0.0005 0.0001 0.0243 0. Matriks Koefisien Teknis Klasifikasi 22 Sektor SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 1 0.0001 0.0002 0.0011 0.0000 0.0000 0.0028 0.0010 0.0020 0. .0025 0.0053 0.0026 0.0105 0.2445 0.0000 0.0800 0.0007 0.0008 0.2391 2 0.0000 0.0168 0.0001 0.5356 11 0.0016 0.0555 0.0401 0.0355 0.0000 0.0005 0.

0033 0.0867 0.0009 0.0000 0.0980 8.0226 0.0007 0.0000 0.0002 0.0000 0.0604 0.3580 0.0000 0.4161 16 0.0900 0.0000 0.0023 0.0010 0.0261 0.5635 15 0.0003 0.0004 0.0000 0.Lampiran 3.0276 0.0001 0.0003 0.0007 0.7027 0.0258 0.0048 0.0369 0.0001 0.0007 0.0295 0.0020 0.0010 0.4633 0.0277 0.0319 0.0278 0.0000 0.0431 0.3072 0.3319 0.0003 0.0000 0.6438 0.0400 0.0158 0.0620 0.1097 0.0373 0.5997 0.0272 0.0000 0.0035 0.0000 0.0049 0.0572 0.0016 0.0012 0.1790 0.0589 0.0000 0.0000 0.0005 0.0128 0.0465 0.2764 0.0038 0.0081 0.0163 0.0007 0.0004 0.0131 0.0000 0.0014 0.0022 0.0000 0.0317 0.4070 0.0001 0.0172 0.1548 0.0000 0.0502 0.0008 0.0371 0.0000 0.0025 0.0511 0.0200 0.0001 0.0626 0.0804 0.0348 0.0055 0.0000 0.0007 0.0085 0.0037 0.0009 0.0315 0.0532 0.0039 0.0817 0.0011 0.0001 0.1082 0.1020 0.0000 0.0020 0.0331 0.0001 0.0002 0.2400 22 0.0939 0.0071 0.0078 0.0000 0.0001 0.0000 0.0099 0.0000 0.0091 0.0008 0.0771 0.0027 0.0000 0.0007 0.0179 0.0019 0.0000 0.0000 0.0485 0.0223 0. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Total 14 0.7964 0.0236 1.0336 0.0000 0.0352 0.0221 0.0001 0.7433 .0047 0.0001 0.0000 0.1006 0.0226 0.0105 0.0007 0.0000 0.0000 0.3945 21 0.0001 0.0000 0.0100 0.6530 18 0.0001 0.0010 0.1737 0.0244 0.0495 0.0791 0.2619 0.0002 0.0230 0.0130 0.3821 20 0.0150 0.0009 0.0002 0.5495 0.0360 0.0108 0.3390 Total 0.0275 0.0474 0.0003 0.0000 0.0889 0.0002 0.0010 0.0369 0.0002 0.4884 19 0.0044 0.0000 0.0000 0.0000 0.0187 0.0000 0.0006 0.0013 0.1877 0.0001 0.0000 0.0180 0.0047 0.0220 0.0002 0.0008 0.0058 0.0030 0.0046 0.0000 0.0000 0.0001 0.0023 0.1919 1.0000 0.0024 0.0508 0.0000 0.1631 0.0180 0.0001 0.0008 0.0074 0.0000 0.2790 0.0000 0.3675 17 0.0053 0.3103 0.0364 0.0147 0.0020 0.0032 0.0001 0.

0008 0.1920 0.0008 0.0074 0.0000 0.0359 0.1045 1.0166 0.0441 0.0010 0.0076 0.0042 0.0043 0.0767 0.0051 0.0122 1.0322 0.0001 0.0014 1.0337 0.0050 0.0014 0.0004 0.0054 0.0172 0.0240 0.0021 0.0093 0.0053 0.0008 0.0648 0.0049 0.0148 0.0008 0.0090 0.1178 0.0015 0.1133 0.0003 0.0100 0.0032 0.0000 0.0007 0.0303 1.0044 0.0261 0.0024 1.0030 0.0137 0.0013 0.0467 0.0017 0.0026 0.0002 0.2088 0.0001 0.0009 0.0015 0.0327 0.0004 0.0021 1.0004 0.0826 0.0014 0.0130 0.2751 3 0.0014 0.0054 0.0011 0.2025 0.0046 1.0014 0.0163 0.0052 0.0030 1.0009 1.0016 0.1548 0.0294 0.0010 0.0022 0.0058 0.0055 0.0036 0.0397 0.0037 1.0055 0.0440 0.0076 0.0775 0.0005 0.0602 0.0002 0.0002 0.0109 0.0024 0.0042 0.0193 0.0542 0.0006 0.0035 0.0024 0.0017 0.0137 1.0221 0.0025 0.0163 0.0196 0.0002 0.0109 0.0008 0.0008 0.0012 0.0050 0.0003 0.0019 0.1140 0.0034 1.0164 0.0013 0.2872 0.0636 0.0000 0.0938 0.0007 0.0474 0.3950 2 0.0260 0.5577 13 0. .1038 0.0463 0.0013 1.3337 0.0474 0.0063 0.0011 0.0192 0.0394 0.0034 0.8431 11 0.0034 0.2287 4 0.0036 0.0052 0.0118 0.0033 1.0584 0.0013 0.0112 0.0260 0.0058 0.0011 0.0009 0.0003 0.0017 0.0681 0.0009 0.1683 0.0006 0.0138 0.0275 0.0123 0.0009 0.0133 0.0782 0.0007 0.0072 0.0007 0.0032 0.0230 0.0021 1.0116 0.0220 0.0008 0.1068 0.0080 1.2508 0.0626 0.0061 0.0011 0.0006 1.7956 7 0.0031 0.0021 0.0028 0.0067 0.0121 0.0017 0.0005 0.0014 0.0077 0.0001 0.0134 0.0012 0.0000 1.5409 10 0.0012 0.1048 0.0010 0.6858 Total Sumber: Tabel I-O Indonesia 2000 (diolah).0007 0.0012 0.0013 0.0097 0.0009 0.0153 0.0097 0.1036 0.0036 0.0170 0.0007 0.0481 0.0508 0.0042 0.0012 0.0005 0.0382 0.0001 0.0044 0.0094 1.0965 0.0026 0.0004 0.0006 0.0046 0.0001 0.0133 0.0770 0.0030 0.0059 0.0749 0.0106 0.0005 0.0009 0.0357 0.0078 0.4000 0.0446 1.0002 0.0166 0.0005 0.0065 0.0062 0.0494 0.0943 0.0386 0.0082 0.0001 0.0452 0.0221 0. Matriks Kebalikan Leontief Klasifikasi 22 Sektor SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 1 1.0002 0.0105 0.0004 0.0079 1.0180 0.0991 0.6424 12 0.0981 0.0099 0.0108 0.2921 0.0016 0.0155 0.0004 0.1031 1.Lampiran 4.0059 0.0287 0.0080 0.0005 0.0013 0.0086 0.8775 8 0.0112 0.0001 0.0304 0.0452 0.0052 0.1567 5 0.0011 0.0394 0.0155 0.0001 0.0378 0.0072 1.0018 0.0345 0.0001 0.0005 0.0043 1.6059 9 0.0009 0.0134 0.3235 1.0006 0.0052 0.9484 6 0.0007 0.0291 0.0483 0.

6346 21 0.0084 0.0377 0.0095 0.0008 0.0139 0.0515 1.2051 2.0002 0.3643 22 0.0999 0.2955 1.0024 0.0018 0.0338 1.0441 0.0007 0.0098 0.0171 0.0013 0.0057 0.0041 0.0001 0.0040 0.0013 0.0016 0.0020 0.0078 1.3310 1.0013 0.1194 0.0856 1.2750 1.9552 1.0120 0.0045 0.0088 0.0216 0.0348 0.0537 0.0003 0.0544 0.0004 0.0016 0.4368 1.0031 1.0010 0.0082 0.0105 0.0395 0.0000 0.0173 0.0105 0.0012 0.0119 1.1550 1.6422 1.0724 0.0038 1.0718 0.0212 0.0487 0.0444 0.0010 0.1062 0.3732 0.0041 0.7539 19 0.0828 0.0053 0.0051 0.0004 0.0008 0.1116 0.0063 0.2689 1.0020 0.0073 0.0003 0. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 14 0.0001 0.0449 0.0010 0.2733 Total .0041 0.6138 20 0.0020 0.0274 0.0755 0.0013 0.0050 0.0498 0.0000 0.0246 0.1095 0.0062 0.1857 1.1306 1.0235 0.0018 0.0343 0.0067 0.0404 0.3855 1.0001 0.6501 17 0.0450 0.0166 1.0247 0.0010 0.0607 0.0014 0.0032 0.Lampiran 4.0638 0.0025 1.0022 0.0082 0.0661 0.1575 35.0011 0.2191 1.0874 2.0018 0.1589 0.0007 1.1150 1.0183 0.7978 15 0.0116 0.0058 0.0734 1.0025 0.0558 0.0137 0.0026 0.0028 0.0068 0.0009 0.0134 1.0039 0.0012 0.0063 0.0517 0.0028 0.0059 0.0056 0.0004 0.0054 0.0104 0.0198 0.0502 0.0166 0.0056 0.0516 0.5581 0.0488 0.0420 0.1272 1.0184 1.0284 0.0481 0.1049 0.0001 0.0855 0.0058 0.0237 0.0003 0.0038 0.1284 0.0802 0.1247 0.0115 0.0653 2.0208 1.0009 0.0008 0.0267 0.0017 0.0071 1.0042 1.3283 1.0454 0.0015 0.0599 0.0008 0.0009 0.0007 0.0007 0.1395 0.0005 0.0219 0.0001 0.0018 0.0522 0.0018 0.0816 0.0090 0.0002 0.0000 0.0025 0.8552 18 0.0048 0.6529 1.0044 0.0068 0.0102 1.1331 0.0018 0.0291 3.0298 0.0170 0.0715 0.0182 0.0274 0.3066 3.0254 0.5005 16 0.0239 0.0171 0.0026 0.0261 1.0006 0.0038 0.5500 Total 1.0001 0.0532 0.0416 0.0024 0.0054 0.0468 0.0772 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful