ANALISIS INPUT-OUTPUT PERANAN INDUSTRI KERTAS DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA

OLEH RUSLI RAMLI H14101122

DEPARTEMEN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2006

RINGKASAN

RUSLI RAMLI. Analisis Input-Output Peranan Industri Kertas dalam Perekonomian Indonesia (dibimbing oleh ARIEF DARYANTO). Proses industrialisasi di Indonesia telah yang dimulai dari sejak pelita I telah mengakibatkan transformasi struktural dalam perekonomian Indonesia. Hal ini ditandai dengan semakin menurunnya kontribusi sektor primer (pertanian) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sementara sektor sekunder dan tersier seperti industri pengolahan kontribusinya terhadap PDB terus mengalami peningkatan. Salah satu sektor industri pengolahan yang berkembang pesat adalah sektor industri kertas. Hal yang menyebabkan industri ini terus berkembang pesat di Indonesia antara lain adalah kemudahan mendapatkan baku dan tenaga kerja yang murah. Pada akhir tahun 2000 kapasitas terpasang industri kertas nasional telah mencapai sekitar 9,1 juta ton per tahun, produksi sebesar 6,8 juta ton, ekspor sebesar 2,8 juta ton, dan konsumsinya yang telah mencapai 4,2 juta ton. Data-data tersebut di atas menunjukkan bahwa industri kertas sangat potensial untuk terus dikembangkan khususnya untuk meningkatkan penerimaan devisa negara. Selain perkembangannya yang pesat tersebut, industri kertas juga mempunyai pengaruh dan hubungan timbal balik terhadap industri atau sektor lainnya karena komoditi kertas yang dihasilkan oleh industri ini dapat sebagai input sektor industri lain dan sebaliknya industri kertas juga membutuhkan input dari sektor lain tersebut. Berdasarkan kondisi di atas, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana peran sektor industri kertas bagi perekonomian Indonesia Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari BPS Pusat Jakarta dan instansi terkait lainnya. Analisis yang digunakan yaitu Analisis Input-Output (I-O) dari Tabel I-O Indonesia Tahun 2000 transaksi domestik atas dasar harga produsen klasifikasi 175 sektor melalui program Microsoft Excel 2003. Pendekatan model I-O yang digunakan dalam penelitian ini adalah model sisi permintaan (demand-side model), hal ini dikarenakan faktor permintaan merupakan faktor eksogen yang mempengaruhi perekonomian. Berdasarkan analisis deskriptif dari Tabel I-O Indonesia tahun 2000 transaksi domestik atas dasar harga produsen yang diagregasi menjadi 22 sektor, industri kertas memiliki peran yang tidak begitu besar terhadap struktur perekonomian Indonesia seperti struktur permintaan, nilai tambah bruto, struktur ketenagakerjaan, ekspor-impor dan pembentukan output sektoral. Hal ini dapat dilihat dari kecilnya nilai industri kertas pada masing-masing struktur tersebut bila dibandingkan dengan sektor perekonomian lainnya. Dilihat dari sisi permintaan antara dan permintaan akhir, industri kertas memiliki permintaan akhir (Rp 10.800.775 juta) yang lebih besar daripada permintaan antaranya (Rp 13.970.847 juta) yang menandakan bahwa output industri kertas lebih banyak digunakan untuk konsumsi langsung (masyarakat, pemerintah, dan ekspor) daripada sebagai input untuk sektor lainnya.

Dilihat dari rasio upah gaji terhadap surplus usaha (0,43) dalam struktur nilai tambah bruto, dapat identifikasi bahwa pada industri kertas terjadi ketimpangan distribusi pendapatan antara pihak perusahaan dengan tenaga kerjanya. Kemudian dari struktur ketenagakerjaan dapat diketahui bahwa industri ini mampu menyerap tenaga kerja sebesar 118.454 jiwa. Berdasarkan analisis struktur ekspor-impor dapat diketahui bahwa industri kertas mengalami surplus perdagangan sebesar Rp 4.617.531 juta sedangkan dari pembentukan output sektoral industri kertas menyumbang sebesar Rp 24.771.662 juta atau sekitar 0,92 persen dari total output sektoral perekonomian. Dari hasil analisis keterkaitan per sektornya (keterkaitan industri kertas terhadap berbagai sektor perekonomian Indonesia), industri ini memiliki keterkaitan yang tinggi terhadap sektor hulu dan hilirnya. Pada keterkaitan ke depan industri kertas memiliki keterkaitan yang tinggi terhadap sektor industri barang dari kertas (0,3183) dan industri percetakan (0,2448), sedangkan pada keterkaitan ke belakangnya, industri kertas memiliki keterkaitan kuat terhadap industri pulp (0,0944) yang merupakan sektor penghasil input bahan bakunya. Berdasarkan hasil analisis koefisien penyebaran dapat diketahui bahwa industri kertas kurang memiliki kemampuan untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya. Sedangkan dari hasil analisis kepekaan penyebaran industri kertas merupakan industri yang memiliki kemampuan yang kuat dalam mendorong sektor hilirnya. Pada analisis elastisitas input-output dapat diketahui bahwa industri kertas cukup responsif terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya dalam hal output dengan nilai elastisitas output sebesar 1,0023. Sementara dari hasil elastisitas pendapatannya (0,0522) industri ini kurang responsif terhadap perubahan permintaan akhir sektor lain dalam hal pendapatan dan jika dilihat dari hasil elastisitas tenaga kerjanya (0,6093), perubahan permintaan akhir sektor lain kurang berpengaruh terhadap perubahan tenaga kerja dalam sektor industri kertas tersebut. Berdasarkan ranking elastisitas, industri kertas termasuk dalam salah satu dari sepuluh sektor kunci perekonomian Indonesia (peringkat keenam). Hal ini mengindikasikan bahwa sektor industri ini memiliki respon yang tinggi terhadap perubahan permintaan akhir sektor lain dalam hal peningkatan output, pendapatan, maupun tenaga kerjanya, sehingga sektor ini mempunyai kemampuan yang cukup besar dalam berkontribusi untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan. Bersama dengan sektor kunci lainnya, industri kertas merupakan sektor prioritas yang harus dikembangkan oleh pemerintah sebagai policy makers karena kontribusinya terhadap perekonomian tersebut

ANALISIS INPUT-OUTPUT PERANAN INDUSTRI KERTAS DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA Oleh RUSLI RAMLI H14101I22 Skripsi Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Ilmu Ekonomi DEPARTEMEN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2006 .

NIP. Menyetujui. 131 846 872 Tanggal Kelulusan: . M.Ec. Nama Mahasiswa Nomor Registrasi Pokok Program Studi Judul Skripsi : Rusli Ramli : H14101122 : Ilmu Ekonomi : Analisis Input-Output Peranan Industri Kertas dalam Perekonomian Indonesia dapat diterima sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Ilmu Ekonomi. Ir.INSTITUT PERTANIAN BOGOR FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN DEPARTEMEN ILMU EKONOMI Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang disusun oleh. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor. Dosen Pembimbing. Dr. MS NIP. Dr. Arief Daryanto. 131 644 945 Mengetahui. Ketua Departemen Ilmu Ekonomi. Ir. Rina Oktaviani.

Juni 2006 Rusli Ramli H14101122 .PERNYATAAN DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI ADALAH BENAR-BENAR HASIL KARYA SAYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIGUNAKAN SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN. Bogor.

RIWAYAT HIDUP Penulis bernama Rusli Ramli lahir pada tanggal 20 Juli 1983 di Karawang. penulis aktif di berbagai organisasi intra dan ekstra kampus seperti BEM-H. Propinsi Jawa Barat. penulis menamatkan Sekolah Dasar pada SDN Ciwaringin 1. Pada tahun 2001 penulis melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi untuk meraih gelar sarjana. Selama menjadi mahasiswa. Jenjang pendidikan penulis dilalui dengan lancar. Pada tahun yang sama penulis diterima di SMUN 1 Karawang dan lulus pada tahun 2001. . kemudian melanjutkan ke SLTPN 1 Telagasari dan lulus pada tahun 1998. Formasi. Penulis merupakan anak pertama dari satu bersaudara. dan HMI Komisariat FEM. Penulis masuk IPB melalui jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) dan diterima sebagai mahasiswa Program Studi Ekonomi dan Studi Pembangunan pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen. dari pasangan Apun Sanusi dan Yoyoh.

Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Juni 2006 Rusli Ramli H14101122 .Ec. Bogor.1r. saran serta bimbingan dalam pembuatan skripsi ini. Semoga karya ini dapat bermanfaat.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Selain itu. yang telah memberi masukan. Ucapan terima kasih juga penulis ucapkan kepada seluruh pihak lainnya yang telah membantu terlaksananya penelitian ini baik dari instansi maupun perorangan yang tidak dapat disebutkan satu persatu. M. Institut Pertanian Bogor. Penulis mengharapkan adanya hasil positif sebagai masukan dalam pembangunan industri kertas nasional selanjutnya. Arief Daryanto. Judul ini dipilih penulis karena merupakan topik yang menarik dalam perkembangan industri nasional dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Judul skripsi ini adalah “Analisis Input-Output Peranan Industri Kertas dalam Perekonomian Indonesia“. bagi penulis khususnya dan kalangan pendidikan umumnya. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. skripsi ini juga merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Ilmu Ekonomi. terutama kepada Bapak Dr.

....................................1.........................................................................5............. 1............ Penelitian-Penelitian Terdahulu .........4....................................... 2...................... Metode Analisis .......... Analisis Dampak Penyebaran ......................................................................................... Ruang Lingkup....................................... 2...4.................... Perumusan Masalah ................................. Model Input-Output ........ Analisis Keterkaitan ............. Kerangka Pemikiran Teoritis ......5...............3............ 2........................................................... 3............ I.. Kerangka Pemikiran Konseptual ......3..2............ 2................................................................. 2..................................... 2..............2.....1............................ Tujuan Penelitian ................2......... 3.........................3..............................................................................................................................................2..... V........ Struktur Tabel Input-Output. 1.... II................................................... 3................ GAMBARAN UMUM INDUSTRI ..............................2..................2........... 1................2.................................... Koefisien Input.................... Integrasi Vertikal Pada Industri Kertas .............................................. 3...................................3. 3..... 1..................5....... 4............................... DAFTAR LAMPIRAN................................. x xi xii 1 1 4 5 5 6 7 7 8 11 13 16 16 19 22 25 25 25 26 27 29 31 33 33 34 ....................................1.2......................... PENDAHULUAN ...............DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL.... III............ 2...............2..... Profil Industri Kertas........................................... Perkembangan Industri Kertas .....1.................... Konsep Pembangunan Industri Kertas . 3........................ TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN ........1.............................. 1.... 2..2.................. METODE PENELITIAN.............. 4....1.................5................. Definisi dan Sejarah Kertas...............................................6.......... DAFTAR GAMBAR ........................... Elastisitas Input-Output............ Latar Belakang ............................... Manfaat Penelitian ............................... Jenis dan Sumber Data ........

5. HASIL DAN PEMBAHASAN...........................5.................. LAMPIRAN........2...... Koefisien Penyebaran............2.................2................3....1.......... 5............. 5..........................3............................. 5. Keterkaitan ke Depan Industri Kertas ...............2.......... Elastisitas Tenaga Kerja. Elastisitas Output ........3.4................ 5..2...............3.. 5.................................................................................... Analisis Keterkaitan ................................................ Keterkaitan ke Belakang Industri kertas .............................................. Keterkaitan Langsung dan Tidak Langsung ...................1............................... 5..3......................................2...................2....................... Peranan Industri Kertas Dalam Perekonomian Indonesia......1. Sektor-Sektor Kunci dalam Perekonomian Indonesia ... Profil Beberapa Perusahaan Kertas Indonesia ............................1............................ Struktur Output Sektoral ..... 5...............3......... V............. 5......1.4..................3.................2.............4.............................. 5............... 5....1.......... Analisis Koefisien dan Kepekaan Penyebaran............ Implikasi Kebijakan .................................................. 5...........4...................... Struktur Ekspor dan Impor..... DAFTAR PUSTAKA ....4......... 36 37 47 47 47 49 51 53 55 56 56 58 59 61 62 63 65 67 67 68 70 71 73 75 75 76 78 80 ..... KESIMPULAN DAN SARAN .................4. 5........1.......2....................... Kesimpulan ........... Kepekaan Penyebaran .2.. Elastisitas Input-Output.............................................................. 5...............1..... 5..... Struktur Ketenagakerjaan.......................1........ Struktur Permintaan Industri Kertas ..... Integrasi Vertikal dan Pasar Industri Kertas Indonesia................ 5..........6........... Keterkaitan Langsung Sektor-Sektor Perekonomian ..................... 5....................................... Saran................... Elastisitas Pendapatan ................................2..... 5.......... 4.....5.1.2................... VI...............................4......... Struktur Nilai Tambah Bruto .................. 6... 5... 5.................................... 6.......

......... 4........... Konsumsi Kertas Per Kapita Penduduk Indonesia 1993-2002...........3............. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk per 30 September 2004 ............ Kapasitas Produksi........... 4....2..... Nilai Tambah Bruto Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Indonesia Tahun 2000 ............ Boards PT...........................3............... 4...................... 2..... Ekspor dan Konsumsi Industri Kertas Indonesia Tahun 1994-2003...... 2 1..... Boards PT.................1...4....... Rasio Upah Terhadap Surplus Usaha..1............................................ Hasil Penelitian Terdahulu Tentang Dampak Penyebaran.....................................7............... Komposisi Sektoral PDB 1960-2003 Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 ..3........................... Kapasitas Terpasang Perusahaan Industri Kertas 2003.... 2............................ 5......................... 2............. Impor.. 4............................2......... Boards PT............. 4....2.. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry per 30 Desember 2004 ................................................................. 3 13 14 19 34 35 38 40 42 43 46 48 50 51 52 ................... ............................ Profil Industri Pulp dan Kertas Indonesia Tahun 2003 ......................... 5..DAFTAR TABEL Nomor Halaman 1....... 5........................ 4.....4. Permintaan Antara dan Permintaan Akhir Sektor-sektor Perekonomian di Indonesia Tahun 2000........6. Produktifitas dan Nilai Upah Sektoral Indonesia Tahun 2000 ....... Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk per 30 September 2004 .. Hasil Penelitian Terdahulu Tentang Keterkaitan . Struktur Tabel Input-Output....................................... Pindo Deli Pulp & Paper Mills per 30 September 2004 ........... Jumlah Tenaga kerja. 5......... Boards PT.... 4...1...2....1.........................5..

................... Kepekaan Penyebaran Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia...13.............. 5.......... Nilai Keterkaitan Berbagai Sektor Perekonomian di Indonesia ............... 5......................................................... Keterkaitan ke Belakang Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia . Elastisitas Input-Output Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Tahun 2000 .. 54 56 57 60 61 64 66 69 71 ... Keterkaitan ke Depan Industri Kertas terhadap Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia ................................8................11................. 5.... Struktur Pembentukan Output Sektoral Terhadap Perekonomian Indonesia ... Sektor Kunci Perekonomian Menurut Ranking Elastisititas Input-Output Indonesia Tahun 2000 ..............................................9.... 5.....................................................................6.............5............... 5............................... Struktur Ekspor dan Impor Indonesia Tahun 2000 ..12.......................... 5.7....... 5.... Koefisien Penyebaran Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia....5........10. 5....

............. Halaman 24 .................................. Bagan Alur Pendekatan Studi .DAFTAR GAMBAR Nomor 1..........

... Halaman 81 82 86 88 Klasifikasi Sektor Tabel Input-Output Indonesia Tahun 2000 ....................... 2..........DAFTAR LAMPIRAN Nomor 1.. Matriks Koefisien Teknis Klasifikasi 22 Sektor .......... .... Tabel Input-Output Indonesia Tahun 2000 Klasifikasi 22 Sektor .......................... 3... 4................... Matriks Kebalikan Leontief Klasifikasi 22 Sektor........

9 persen).1.1). yang mencakup peralihan lembaga. dimana terjadi penurunan kontribusi sektor pertanian (sektor primer) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). dan motivasi yang secara radikal. sikap sosial. PENDAHULUAN 1. Perubahan struktur semacam ini menyebabkan kesempatan kerja semakin banyak.8 persen terhadap PDB sedangkan sektor pertanian mempunyai kontribusi terhadap PDB sebesar 8. Pada tahun 1960. sementara sektor industri khususnya industri pengolahan baru menyumbang 8. Latar Belakang Proses industrialisasi di Indonesia yang dimulai sejak Pelita I telah mengakibatkan transformasi struktural di Indonesia. sektor pertanian merupakan sektor penyumbang terbesar terhadap PDB (53. sementara kontribusi sektor sekunder dan tersier cenderung meningkat. Pola pertumbuhan ekonomi secara sektoral di Indonesia agaknya sejalan dengan kecenderungan proses transformasi struktural yang terjadi di berbagai negara di dunia. produktifitas buruh. Kemudian pada tahun 1967 industri pengolahan telah menyumbang 51. stok modal.4 persen. Pada tahun-tahun berikutnya dapat dilihat bahwa sektor industri pengolahan terus mengalami kenaikan dalam hal kontribusinya terhadap PDB sedangkan sektor pertanian sebaliknya terus mengalami penurunan kontribusi terhadap PDB. Hal tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa sektor industri . dan pendayagunaan sumber-sumber baru serta perbaikan teknologi akan semakin tinggi (Jhingan. 2002). Perubahan struktural mengandung arti peralihan dari masyarakat pertanian tradisional menjadi ekonomi industri modern.4 persen dari PDB (Tabel 1.I.

9 7. Salah satu dari sektor industri pengolahan tersebut yang berkembang pesat sampai saat ini adalah industri pulp dan kertas.4 0.0 3.52 5.3 3.4 0.2 1.5 1998 17.57 9. sektor industri pulp dan kertas telah menyumbang 90 persen dari total penerimaan ekspor kehutanan.0 16.3 9.8 20.1 5.3 1.4 5.3 6.7 0.9 1989 20.1 0.2 pengolahan telah menggeser peranan sektor pertanian dalam pembangunan nasional berkaitan dengan peralihan struktur perekonomian masyarakat Indonesia dari orientasi pada sektor primer (pertanian) kepada orientasi sektor industri. sewa dan jasa perusahaan Jasa-jasa Sumber : BPS.8 6.9 5.2 3.5 3.4 Industri pulp dan kertas adalah industri yang berkembang dengan tingkat pertumbuhan 20 persen per tahun pada beberapa dekade terakhir.6 5.9 16.6 3.7 1.1.4 5.3 3.6 0.9 3.0 3.1 12.6 10.3 4.9 14.2 1967 51.5 0.4 1973 40.5 1993 17.5 1. hotel dan restoran Pengangkutan dan komunikasi Keuangan. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai eksportir . 1960 53.7 6.8 3.7 2.64 15.5 16.3 6.2 6.5 0.8 3.0 14.9 21.7 24.7 8.6 16.9 5. Komposisi Sektoral PDB 1960-2003 Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 (persen) Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan penggalian Industri Pengolahan Listrik dan air minum Bangunan/konstruksi Perdagangan.8 1.9 10. Pasar bagi hasil industri pulp dan kertas masih terbuka luas karena konsumsi kertas per kapita terus meningkat dari tahun ke tahun. Tabel 1.84 25. Dari sisi kontribusi terhadap penerimaan negara.6 15.7 8.57 2003 16.9 1983 22.0 6.49 7. 2003.6 18.3 2.6 15.6 13.1 3.7 12.

595.054.399.130 143.720.290 4. 2002).800 212.198.560 1999 9.180 6.530 5.700 261. Impor. Hal itu ditambah apabila melihat dalam sekitar satu dekade terakhir ini.970 2002 10.110 197.000 2003 Sumber: Asosiasi Pulp dan Kertas. Produksi.695 250.600.000 8.000 130.904.487.600 1997 7.945 5. 2003.282.180 6.210 2.805.882.000 Konsumsi 2.800 2.430 3.224. ekspor maupun . industri ini merupakan salah satu industri yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian Indonesia.730 2. 2002). Sementara itu fokus khusus pada sektor industri kertas (diluar dari industri pulp). sehingga dalam masa krisis ekonomi yang dihadapi Indonesia.950.345.960 2. alasan kedua.951.000 Ekspor 826.300 140.500 3.097.3 pemimpin dalam bidang kehutanan di dunia sejak 1987 (Karseno dan Mulyaningsih.240 2001 10. yaitu komponen impor yang digunakan dalam proses produksi nilainya tidak lebih dari 30 persen.970 3.840 249.479.446.800. Tabel 1. dan ketiga. Ada tiga alasan utama yang melatarbelakangi pentingnya sumbangan industri ini.390 3.080 6.015.000 2000 9.119.220 1.472.168.833.600 2.560 4. baik kapasitas.065.935 5.580 7.783.212.849.800 1995 5.420 4.135 2.000 3.425.100 2. Kapasitas. ialah bahwa produk kertas cenderung banyak yang ditujukan untuk pasar luar negeri. jumlah produksi.000 1994 4.300. pertama.120.200. industri ini masih dapat diandalkan dalam membantu penerimaaan devisa negara (Rosadi dan Vidyatmoko.116.630 199. Ekspor.350 3.821.2.000 2.837.260 1998 9.913.490 1996 7.280 4.200 924.641.800. dan Konsumsi Industri Kertas Indonesia Tahun 1994-2003 (ton) Tahun Kapasitas Produksi Impor 171.520 1. adalah bahwa produk kertas harganya banyak ditentukan dalam nilai dolar.

2. Keunggulan yang lebih banyak mengandalkan sumber bahan baku yang berlimpah dengan harga yang relatif murah serta tenaga kerja dengan upah buruh yang relatif rendah. Dalam hal bahan baku. Berdasarkan kondisi inilah dirasakan penting untuk melakukan analisis lebih lanjut tentang peranan industri kertas terhadap perekonomian Indonesia. angkatan kerja produktif di Indonesia mencapai puluhan juta orang.2). Namun pentingnya industri kertas ini tidak semata-mata hanya karena keunggulan komparatifnya saja tapi juga karena peranannya dalam hubungannya terhadap sektor-sektor lain dalam perekonomian Indonesia baik sektor industri maupun non-industri dan bagaimana sektor-sektor lain tersebut mempengaruhi industri kertas sehingga terjadinya hubungan timbal balik yang mengarah pada peningkatan pertumbuhan sektor-sektor dalam perekonomian secara keseluruhan. Begitu juga dalam hal tenaga kerja.4 konsumsi dalam industri kertas terus mengalami kenaikan setiap tahunnya (Tabel 1. Peran industri kertas dalam hubungannya dengan sektor-sektor perekonomian tersebut dapat dilihat dari bagaimana struktur perekonomiannya bila dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya dan keterkaitannya dengan sektor-sektor lainnya . misalnya. sehingga bahan baku untuk pembuatan kertas tersedia banyak di Indonesia. I. Sampai saat ini industri kertas Indonesia memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan negara lain. Indonesia termasuk negara penyedia bahan baku pulp terbesar karena mempunyai hutan terluas kedua di dunia. Perumusan Masalah Pentingnya industri kertas yang besar tidak terlepas dari kondisi yang dimilikinya.

beberapa permasalahan yang dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut: 1. Berapa besar peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian Indonesia dalam struktur permintaan.5 tersebut. Menganalisis peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian Indonesia dalam struktur permintaan. ketenagakerjaan. Berdasarkan latar belakang dan uraian di atas. Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah di atas maka tujuan penulisan skripsi ini adalah: 1. nilai tambah. Bagaimana keterkaitan sektor industri kertas dengan sektor-sektor lainnya di Indonesia? 3. bagaimana kemampuan industri kertas dalam mendorong sektor hulu dan hilirnya dan bagaimana peran industri kertas dalam sektor kunci perekonomian Indonesia.3. Menganalisis keterkaitan sektor industri pengolahan dengan sektor-sektor perekonomian lainnya di Indonesia . ekspor-impor dan output sektoral 2. ekspor-impor dan output sektoral? 2. ketenagakerjaan. Bagaimana peran sektor industri kertas dalam sektor kunci perekonomian Indonesia? 1. nilai tambah. Bagaimana peran sektor industri kertas dalam mendorong dan menarik pertumbuhan sektor hulu dan hilirnya? 4.

Menganalisis peran sektor industri kertas dalam mendorong dan menarik pertumbuhan sektor hulu dan hilirnya 4. Menganalisis peran sektor industri kertas dalam sektor kunci perekonomian Indonesia 1. 1. Dengan kata lain industri kertas dalam penelitian ini bukan industri pulp.4.4.6 3. kertas lapis dan non lapis (coated and uncoated paper). industri barangbarang dari kertas yang tidak memproduksi kertasnya terlebih dahulu dan bukan pula industri percetakan atau penerbitan. Ruang Lingkup Industri kertas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah industri yang terdiri dari perusahaan-perusahaan yang mengolah bahan baku kertas menjadi produk kertas yang merupakan barang jadi yang dapat di langsung dikonsumsi ataupun barang setengah jadi yang akan digunakan sebagai input oleh industri lain. kertas rokok (cigarette paper) dan sebagainya. . Kertas yang dimaksud adalah jenis kertas seperti kertas tulis cetak (writingprinting paper). Manfaat Penelitian Penulis mengharapkan penelitian ini dapat berkontribusi secara positif terhadap perencanaan kebijakan pembangunan industri kertas nasional pada khususnya maupun industri lain pada umumnya oleh pihak-pihak yang terkait didalamnya maupun bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan untuk melakukan penelitian tentang industri kertas Indonesia. kertas tissue (tissue paper).

Hal ini dapat ditemui dari pennggalan peradaban bangsa Sumeria. Jerman. bangsa-bangsa dahulu menggunakan tablet dari tanah liat yang dibakar. bambu. sutera. . kulit atau tulang binatang. bahkan daun lontar yang dirangkai seperti yang telah ditemukan pada naskah-naskah kuno nusantara beberapa abad yang lalu. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI 2. Adanya kertas merupakan revolusi baru dalam dunia tulis menulis yang menyumbangkan arti besar dalam peradaban dunia. Serat yang digunakan biasanya adalah alami dan mengandung selulosa (Wikipedia 2005). mencetak serta melukis dan banyak kegunaan lain yang dapat dilakukan dengan kertas misalnya sebagai kertas pembersih (tissue) yang dapat digunakan untuk hidangan maupun kebersihan. 2005). Perancis misalnya atau papel dalam bahasa Spanyol yang berarti kertas (Wikipedia. Sebelum ditemukan kertas. kayu. papier dalam bahasa Belanda. Dari kata papirus (papyrus) itulah dikenal sebagai paper dalam bahasa Inggris. meskipun pengunaan papirus masih dirasakan sangat mahal. Definisi dan Sejarah Kertas Kertas adalah bahan yang tipis dan rata. Penggunaan papirus sebagai media tulis menulis ini digunakan pada peradaban Mesir kuno pada masa bangsa Fir’aun kemudian menyebar keseluruh Timur Tengah sampai Romawi di Laut Tengah dan ke seluruh Eropa. yang dihasilkan dengan kompresi serat.II. Peradaban Mesir kuno menyumbangkan papirus sebagai media tulis menulis.1. Kertas dikenal sebagai media utama untuk menulis. prasasti dari batu.

kemudian meyebar ke Italia dan India lalu Eropa khususnya setelah perang Salib dan jatuhnya Grenada dari bangsa Moor ke tangan orang-orang Spanyol serta ke seluruh dunia (Wikipedia. 2. Pada akhirnya. Tsai Lun menemukan kertas dari bahan bambu yang mudah didapat di seluruh Cina pada tahun 101 Masehi.8 Tercatat dalam sejarah adalah peradaban Cina yang menyumbangkan kertas bagi dunia. teknik pembuatan kertas tersebut jatuk ke tangan orang-orang Arab pada masa Abbasiyah terutama setelah kalahnya pasukan Dinasti Tang dalam pertempuran sungai Talas pada tahun 751 Masehi dimana para tawanan-tawanan perang mengajarkan cara pembuatan kertas kepada orang-orang arab sehingga dizaman Abbasiyah. Menurut Puspitawati (2000) industri pengolahan merupakan suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan mengubah suatu barang dasar secara mekanis.2. kimia. 2005). atau dengan tangan sehingga menjadi barang jadi atau setengah . Konsep Pembangunan Industri Kertas Ada beberapa pengertian industri secara definisi yang sekurang-kurangnya akan disampaikan dua definisi. Bintaro (1968) dalam Muchtar (1997) mengemukakan industri pengolahan ialah setiap usaha yang merupakan unit produksi yang membuat barang untuk kebutuhan masyarakat di suatu tempat tertentu. munculah pusat-pusat industri kertas baik di Baghdad maupun Samarkand dan kota-kota industri lainnya. Penemuan ini akhirnya menyebar ke Jepang dan Korea seiring menyebarnya bangsa-bangsa Cina ke timur dan berkembangnya peradaban di kawasan itu meskipun pada awalnya cara pembuatan kertas merupakan hal yang sangat rahasia.

konsumsi.9 jadi dan atau barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya dan sifatnya lebih dekat kepada pemakai akhir. akan tetapi banyak masalah dan tantangan yang dihadapi dalam perjalanannya untuk memiliki keunggulan daya saing yang tinggi. khususnya pada era ekolabelling dan otonomi daerah pada saat ini. kapasitas maupun ekspornya. Pada hakekatnya pembangunan industri ditujukan untuk menciptakan struktur ekonomi yang kokoh dan seimbang. Berdasar pada dua pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa industri kertas merupakan suatu kegiatan atau usaha mengolah barang dasar atau bahan baku kertas agar memiliki nilai yang lebih baik untuk keperluan masyarakat di suatu tempat tertentu. sebagai berikut : 1. yakni struktur ekonomi dengan titik berat pada industri yang maju dan didukung oleh pertanian yang tangguh. Oleh karenanya. ada 3 fase pembangunan industri pulp dan kertas agar memiliki keunggulan daya saing. Kendati perkembangan sektor industri kertas mengalami kemajuan yang pesat salah satunya terlihat dari perkembangan produksi. pembangunan industri secara nyata harus menjadi penggerak utama peningkatan laju pertumbuhan ekonomi dan sekaligus dapat menjadi penyedia lapangan kerja yang sudah mulai tidak tertampung pada sektor pertanian (Muchtar. Karakteristik dari industri ini adalah sumber bahan baku kayu . Sumber pertumbuhan agribisnis pulp dan kertas terutama bersumber dari pemanfaatan sumber daya alam dan tenaga kerja tidak terampil (fase factordriven). 1997). Menurut Saragih dalam Sipayung dan Pambudy (2000).

bila diboboti dengan atribut global value dan national/local value. Sehingga dampak penurunan mutu lingkungan akibat aktivitas industri tersebut biasanya cukup besar. Dengan demikian dampak penurunan mutu lingkungan akibat penebangan kayu hutan alam dapat diminimumkan atau lebih rendah dari fase pertama. Artinya. Dengan demikian. 2. nilai produk kertas dapat dipersepsikan masyarakat (perceive value) sebagai barang inferior. Fase ketiga adalah industri pulp dan kertas yang digerakkan oleh inovasi (innovation-driven) yakni penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tenaga kerja terampil (knowledge based and skill labor based). melainkan telah bergeser pada kayu hasil budidaya. Karakteristik industri pulp dan kertas pada fase ini adalah pertumbuhan output terutama bersumber dari kemajuan teknologi baik pada penyediaan bahan baku maupun dalam pengolahan. Selain itu keterkaitan kegiatan perusahaan masih dengan masyarakat juga masih sedikit. sehingga telah terjadi pemutusan hubungan dengan hutan alam. meskipun biaya produksi relatif rendah. 3. penyediaan bahan baku kayu tidak lagi bersumber dari penebangan kayu hutan alam. Efisiensi pengolahan makin meningkat melalui perbaikan teknologi yang terus menerus sehingga selain menurunkan biaya produksi juga .10 mengandalkan kayu hutan (forest based) misalnya Hak Penguasaan Hutan (HPH). Fase kedua adalah agribisnis (industri) pulp dan kertas yang digerakkan oleh modal (capital-driven) yakni modal dan tenaga kerja semi terampil (capital and smi-skill labor). Industri pulp dan kertas pada fase ini dicirikan dengan pengembangan perkebunan kayu (timber plantation) sebagai sumber bahan baku.

Integrasi vertikal yang dilakukan oleh perusahaan dapat dilakukan dilakukan dengan dua cara. yaitu integrasi ke hulu (upstream) dan integrasi ke hilir (downstream).3.11 mengurangai polutan ke lingkungan. antara lain: 1. yakni meningkatkan daya saing dan meminimumkan dampak negatif kegiatan industri pulp dan kertas pada lingkungan hidup. Jenis integrasi ini dapat dibagi menjadi dua. Full Integration Perusahaan melakukan full integration bila perusahaan tersebut memproduksi semua input yang dibutuhkannya atau ketika perusahaan tersebut . Mentransformasi industri pulp dan kertas dari factor-driven kepada innovation-driven akan memberi manfaat ganda. 2. Integrasi Vertikal Pada Industri Kertas Hasibuan (1994) mendefinisikan integrasi vertikal adalah pengabungan perusahaan-perusahaan yang mempunyai kelanjutan proses produksi. Perusahaan yang menerapkan strategi integrasi vertikal ke hulu (upstream) adalah perusahaan yang memperoduksi sendiri input yang dibutuhkannya. Oleh karena itu. kemampuan Riset and Development (R&D) menjadi tulang punggung dalam fase ini. Sedangkan integrasi vertikal ke hilir (downstream) adalah perusahaan yang memutuskan untuk menyalurkan output yang dihasilkan kepada konsumen melalui perusahaan yang terintegrasi dengannya. Bahkan beberapa diantaranya sudah mulai memasuki innovation–driven. Pada saat ini industri pulp dan kertas indonesia sebagian besar sedang bergeser dari factor-driven kepada capital-driven.

4. Penelitian yang sudah dilakukan selama ini antara lain meliputi. yaitu: (1) penelitian terhadap keseluruhan sektor perekonomian. mereka mempunyai pabrik pulp sendiri sebagai sumber bahan baku produksi kertasnya. 2. Lontar Papyrus dan PT. Menurut Karseno dan Mulyaningsih (2002) integrasi vertikal oleh perusahaan kertas akan meningkatkan efisiensi perusahaan dalam industri kertas tersebut karena dapat mengamankan pasokan bahan baku dan meminimumkan biaya transaksi dalam rangka untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan terhadap produk kertasnya. 2.12 menyalurkan semua output yang dihasilkan melalui anak perusahaan yang terintegrasi dengannya. PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia merupakan perusahaan-perusahaan besar dalam industri kertas yang terintegrasi vertikal dengan industri pulpnya. Jenis integrasi vertikal perusahaan-perusahaan tersebut adalah full integration. Taper Integration Perusahaan melakukan taper integration bila perusahaan tersebut membeli input yang dibutuhkannya dari perusahaan lain selain input yang dihasilkan sendiri atau menyalurkan hasil produksinya melalui perusahaan terintegrasi dengannya dan juga perusahaan lain yang tidak terintegrasi Perusahaan-perusahaan seperti PT. Indah Kiat Pulp & Paper. Penelitian-Penelitian Terdahulu Penelitian tentang peran dan keterkaitan dengan menggunakan alat analisis Input-Output telah banyak dilakukan. (2) penelitian terhadap sektor agroindustri dan non agroindustri .

DKI Jakarta** Pertanian Ind. Ada beberapa informasi yang ditunjukkan pada Tabel 2.75861 2.00802 1. ****Setyawan (2005).4267 1.58216 0. (1) keterkaitan langsung ke depan sektor industri pengolahan lebih kecil di bandingkan keterkaitan ke belakangnya.95855 Keterkaitan Ke Belakang Langsung & Langsung Tdk Langsung 0.6293 0. Pengolahan 3. transportasi dan sebagainya (Setyawan. (3) penelitian terhadap sektor pertanian dan industri pengolahan.13908 2. ***Setiyaji (1995).64866 0. Tabel 2. Pengolahan Tahun InputOutput 1990 1993 0.00619 0. Jepara**** Ind. 2005).59448 0. Pada dasarnya penelitian yang dilakukan memiliki tujuan yang sama yaitu mempelajari keterkaitan (linkages). baik keterkaitan langsung ke belakang (direct backward linkages) dan ke depan (direct forward linkages) maupun keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang dan ke depan (Tabel 2.63396 Sumber: *Tjandrawan (1994) .07819 1. Gambaran ini memberikan indikasi bahwa sektor/subsektor industri pengolahan secara langsung lebih mempunyai . Indonesia* Agroindustri Non Agroindustri 2.31431 2.76281 1.2). Jawa Barat*** Pertanian Agroindustri 4.48518 1988 0.1 yaitu.17604 0.11877 0.38949 Keterkaitan Ke Depan Langsung 0.54759 1. Disamping mempelajari keterkaitan tersebut penelitian-penelitian tersebut juga mempelajari dampak penyebaran (Tabel 2.27222 Langsung & Tdk Langsung 1.62204 2001 0.1).29125 1.6028 2. Hasil Penelitian Terdahulu tentang Keterkaitan Penelitian Wilayah 1.4432 1.1.05931 0.34572 1.81150 1. dan (4) penelitian terhadap salah satu sektor perekonomian misalnya pariwisata.45022 1.13 (sektor industri pengolahan). **Sahara (1998) .

Selanjutnya pada Tabel 2. Pengolahan 3. Tabel 2.0570 Kepekaan Penyebaran 1.14 kemampuan untuk mendorong pertumbuhan sektor yang menyediakan input bagi keperluan proses produksi dibandingkan dengan kepekaannya dalam menciptakan kenaikan output apabila terjadi peningkatan satu-satuan permintaan akhir terhadap sektor industri.48422 Koefisien Penyebaran 1. Ada beberapa hal yang dapat diidentifikasi dalam penelitian-penelitian tersebut yaitu: (1) Koefisien penyebaran menunjukkan .3 menyajikan informasi mengenai koefisien dan kepekaan penyebaran.21765 1. Hal ini berarti sektor/sub sektor industri pengolahan secara langsung dan tidak langsung lebih kuat mendorong pertumbuhan sektor yang menyediakan input untuk keperluan proses produksinya dibandingkan dengan kemampuannya untuk mendorong peningkatan produksi terhadap sektor yang membutuhkan input dari sektor ini.2908 1.38525 1988 0.3. Pengolahan Tahun InputOutput 1990 1993 1. Jawa Barat*** Pertanian Agroindustri 4.20609 1. Hasil Penelitian Terdahulu Tentang Dampak Penyebaran Penelitian Wilayah 1.2698 1.1719 1.9139 Sumber: *Tjandrawan (1994) . ***Setiyaji (1995).74816 1. **Sahara (1998) . dan (2) Keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan sektor industri pengolahan lebih kecil dibandingkan dengan keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakangnya. Jepara**** Ind. Indonesia* Agroindustri Non Agroindustri 2.1376 1.33528 2001 1. ****Setyawan (2005). DKI Jakarta** Pertanian Ind.

industri pengolahan DKI Jakarta mempunyai kemampuan untuk menarik industri hulunya dibandingkan dengan kabupaten Jepara. Peneliti juga melihat bahwa penelitian tentang industri kertas di Indonesia berdasarkan Analisis Input-Output belum pernah dilakukan. Besarnya kepekaan penyebaran industri pengolahan di DKI Jakarta tersebut menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan di wilayah tersebut bersifat ekspansif yaitu mampu melakukan perluasan pasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah dibandingkan dengan Jepara dan apabila dilihat dari koefisien penyebaran. Studi literatur yang telah dilakukan menunjukkan bahwa analisis I-O telah banyak digunakan sebagai alat untuk penelitian.1. Kerangka Pemikiran Teoritis 2. Secara umum keempat penelitian mengenai koefisien penyebaran dan kepekaan penyebaran tersebut mempunyai peranan penting dalam pembangunan wilayah.5. 2.5. Model Input-Output Menurut BPS (2000) pengertian Tabel Input-Output (Tabel I-O) adalah suatu tabel yang yang menyajikan informasi tentang transaksi barang dan jasa . dan (2) Kepekaan penyebaran industri pengolahan DKI Jakarta lebih besar dibandingkan kabupaten Jepara. hal ini terbukti dari nilai koefisien dan kepekaan penyebaran yang mempunyai nilai lebih besar dari satu (kecuali pertanian di Jawa Barat).15 kemampuan suatu sektor dalam perekonomian untuk mendorong sektor hilirnya sedangkan kepekaan penyebaran menunjukkan kemampuan suatu sektor untuk menarik sektor hulunya.

dan pada baris nilai tambah yang menunjukkan komposisi penciptaan nilai tambah sektoral. yaitu asumsi bahwa setiap sektor ekonomi hanya memproduksi satu jenis barang atau jasa dengan susunan input tunggal . Sesuai dengan asumsi dasar yang digunakan dalam proses penyusunannya. tidak hanya untuk mendeskripsikan struktur suatu perekonomian tetapi juga mencakup cara untuk memprediksi perubahan-perubahan struktur tersebut. Tabel I-O bersifat statis dan terbuka.16 yang terjadi antar sektor ekonomi dengan bentuk penyajian berupa matrik. Adapun asumsi dasar penyusunan Tabel I-O adalah : 1. Keseragaman (homogenity). Sifat keseimbangan inilah yang merupakan salah satu kelebihan Tabel I-O yang dibandingkan dengan alat analisa lainnya dalam ilmu ekonomi perencanaan dan pembangunan (BPS. 2000) Data yang disajikan dalam Tabel I-O merupakan informasi rinci tentang input dan output sektoral yang mampu menggambarkan keterkaitan antar sektor dalam kegiatan perekonomian. Isian sepanjang baris Tabel I-O menunjukkan pengalokasian output yang dihasilkan oleh suatu sektor untuk memenuhi permintaan antara dan permintaan akhir. sedangkan isian sepanjang kolomnya menunjukkan struktur penciptaan input yang digunakan oleh setiap sektor dalam proses produksi. Sejak dirilis oleh Leontief pada tahun 1930-an. Tabel I-O telah berkembang menjadi salah satu metode paling luas diterima. baik yang berupa input antara maupun input primer. Leontief mengemukakan bahwa Tabel I-O termasuk dalam model General Equilibrium.

Penjumlahan (additivity). yaitu asumsi bahwa total efek dan kegiatan produksi di berbagai sektor merupakan penjumlahan dari efek pada masing-masing kegiatan. yaitu asumsi bahwa hubungan antar input dan output pada setiap sektor produksi merupakan fungsi linear. Kesebandingan (proportionality). Beberapa kegunaan Tabel I-O antara lain adalah : 1. Untuk melihat komposisi penyediaan dan penggunaan barang dan jasa terutama dalam analisis terhadap kebutuhan impor dan kemungkinan substitusinya. 2. Untuk memperkirakan dampak permintaan akhir terhadap output. Namun demikian. dan penyerapan tenaga kerja di sektor industri.17 (seragam) dan tidak ada substitusi otomatis terhadap input dan output sektor yang berbeda 2. Tabel I-O masih merupakan alat analisis yang lengkap dan komprehensif. maka teknologi yang digunakan oleh sektor-sektor ekonomi dalam proses produksi pun dianggap konstan. nilai tambah impor. penerimaan pajak. 3. Akibatnya perubahan kuantitas dan harga input akan selalu sebanding dengan perubahan kuantitas dan harga output. yaitu koefisien input atau koefisien teknis diasumsikan tetap (konstan) selama periode analisa atau proyeksi. Berdasarkan asumsi tersebut maka Tabel I-O sebagai model kuantitatif memiliki keterbatasan. . Karena koefisien teknis dianggap konstan. artinya kenaikan dan penurunan output suatu sektor akan sebanding dengan kenaikan dan penurunan input yang digunakan oleh sektor tersebut.

3.5. Untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap. yaitu dengan melihat pengaruh secara langsung dan tidak langsung dari perubahan harga input terhadap output.18 3. baik berupa produksi dalam negeri maupun barang impor atau yang berasal dari luar wilayah tersebut. Struktur Tabel Input-Output Format Tabel I-O terdiri dari suatu kerangka matrik berukuran n x n dimensi yang dibagi menjadi empat kuadran dan tiap kuadran mendiskripsikan suatu hubungan tertentu. 2. Struktur input antara yaitu transaksi penggunaan barang dan jasa antar sektorsektor produksi. 4. maka disajikan format Tabel I-O pada Tabel 2. Struktur permintaan barang dan jasa. investasi. baik berupa permintaan oleh berbagai sektor produksi maupun permintaan untuk konsumsi. . Struktur penyediaan barang dan jasa. 5.2. Sebagai metode kuantitatif Tabel I-O memberikan gambaran menyeluruh tentang: 1. Struktur perekonomian suatu wilayah yang mencakup output dan nilai tambah masing-masing sektor. dan ekspor. 2. Untuk mengetahui sektor-sektor yang pengaruhnya paling dominan terhadap pertumbuhan ekonomi dan sektor-sektor yang peka terhadap pertumbuhan perekonomian. Untuk analisis perubahan harga.4 di bawah ini. 4. Untuk menggambarkan perekonomian suatu wilayah dan mengidentifikasikan karakteristik struktural suatu perekonomian wilayah.

Permintaan n x1n x2n x3n . yaitu sebagian untuk memenuhi permintaan antara dan sebagian lainnya untuk memenuhi permintaan akhir.19 Tabel 2.xn1 Permintaan Antara Sektor Produksi 2 x12 x22 x32 . Struktur Tabel Input-Output Alokasi Output Susunan Input 1 2 Input Sektor 3 . xn2 V2 X2 xnn Vn Xn Fn V1 X1 Sumber : Tabel I-O Indonesia. … … … Akhir F1 F2 F3 . 2000. N Jumlah Input Primer Jumlah Input Antara produksi 1 x11 x21 x31 . BPS.4 di atas dilihat secara baris (bagian horisontal) maka alokasi output secara keseluruhan dapat dituliskan dalam bentuk persamaan aljabar sebagai berikut: X11 + X12 + … X1n + F1 = X1 X21 + X22 + … X2n + F2 = X2 : : : : : Xn1 + Xn2 + … Xnn + Fn = Xn atau dalam bentuk persamaan umum dapat dituliskan sebagai : . Isian sepanjang baris pada ilustrasi Tabel I-O tersebut memperlihatkan bagaimana output dari suatu sektor dialokasikan. . Xn … … … … .3. Apabila Tabel 2. Jumlah Output X1 X2 X3 . Sedangkan isian sepanjang kolomnya menujukkan pemakaian input antara dan input primer oleh suatu sektor.

dst (2. maka angka pada kolom (sektor) itu menunjukkan berbagai input yang diperlukan dalam proses produksi pada sektor tersebut. maka persamaan aljabar untuk input yang digunakan oleh masing-masing sektor dapat dituliskan sebagai berikut : X11 + X21 + … + Xn1 + V1 = X1 X12 + X22 + … + Xn2 + V2 = X2 : : : : : X1n + X2n + … + Xnn + Vn = Xn atau dalam bentuk persamaan umum dapat dituliskan sebagai : ∑ Xij + Vj = Xj .2) Dalam analisis I-O sistem persamaan di atas memiliki peran penting. Dalam Analisa I-O kuadran ini memiliki peran yang sangat penting karena kuadran inilah yang . yaitu transaksi barang dan jasa yang digunakan dalam proses produksi.1) Apabila angka-angka dibaca menurut kolom. sebagai berikut : 1. 2. untuk semua j = 1.20 ∑ Xij + Fi = Xi . 2. 3. Berdasarkan ilustrasi Tabel Input-Output. untuk semua i = 1. dst Dimana : Xij = output sektor i yang digunakan sebagai input sektor j Fi = permintaan akhir terhadap sektor i Xi = jumlah output sektor i (2. Kuadran I (intermediate quadrant) Setiap sel pada kuadran I merupakan transaksi antara. Secara umum matrik dalam Tabel I-O dapat dibagi menjadi 4 kuadran. 3. khususnya pada transaksi antara. yaitu sebagai dasar analisa ekonomi mengenai keadaan perekonomian suatu wilayah.

2. Kerangka Pemikiran Konseptual Strategi pengembangan yang menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi menganggap bahwa kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan dengan cepat . pemerintah. pembentuk modal tetap. surplus usaha dan penyusutan. Kuadran III (primary input quadrant) Menunjukkan pembelian input yang dihasilkan di luar sistem produksi oleh sektor-sektor dalam kuadran antara. 2. Jumlah keseluruhan nilai tambah ini akan menghasilkan produk domestik bruto yang dihasilkan oleh wilayah tersebut. perubahan stok dan ekspor.6. sehingga dalam penyusunan Tabel I-O sering diabaikan. Permintaan akhir adalah output suaru sektor yang langsung digunakan oleh rumah tangga. 4. Kuadran ini terdiri dari pendapatan rumah tangga (upah/gaji). Informasi di Kuadran IV ini bukan merupakan tujuan pokok. 3. Kuadran II (final demand quadrant) Menunjukan penjualan barang dan jasa yang dihasilkan oleh sektor-sektor perekonomian untuk memenuhi permintaan akhir. pajak tak langsung.21 menunjukkan keterkaitan antara sektor ekonomi dalam melakukan proses produksinya. Kuadran IV (primary input-final demand quadrant) Merupakan kuadran input primer permintaan akhir yang menunjukkan transaksi langsung antara kuadran input primer dengan permintaan akhir tanpa melalui sistem produksi atau kuadran antara.

Peningkatan output berbagai sektor ekonomi. Kebijakan prioritas pembangunan sektor industri pengolahan khususnya industri kertas merupakan upaya pemerintah Indonesia dalam mewujudkan perekonomian yang lebih baik untuk kesejahteraan masyarakat. kemudian. Selain itu sektor ini juga dianggap sebagai sektor yang mampu meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat pada tingkat yang layak dari sebelumnya. Peningkatan pendapatan ini sekaligus mencerminkan peningkatan kesejahteraan masyarakat (Setyawan. karena tentunya kebijakan yang ditetapkan tersebut mengharapkan hasil pada perkembangan ekonomi yang lebih baik dari sebelumnya. sektor industri pengolahan lebih banyak dapat menyediakan lapangan kerja dan mempunyai aktifitas ekonomi yang lebih intensif untuk satuan unit usaha bila dibandingkan dengan unit usaha sektor lainnya. Sehubungan dengan itu. Dalam menganalisis peranan sektor industri kertas teradap perekonomian Indonesia ini digunakan analisis I-O dengan berbagai . Sektor industri ini dijadikan unggulan untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian mengingat dalam kondisi sekarang ini. Peningkatan output sektor kunci tersebut akan ikut meningkatkan output sektor-sektor lainnya melalui proses keterkaitan (linkages) dan dampak penyebaran antar sektor. 2005). pada penelitian ini akan dilihat tentang peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian nasional. melalui suatu proses yang disebut sebagai penetesan ke bawah (trickle down effect) akan menyebabkan peningkatan pendapatan berbagai golongan masyarakat di negara (wilayah) bersangkutan.22 melalui peningkatan satu atau beberapa sektor ekonomi kunci.

Adapun alur konsep pemikiran dapat dilihat pada gambar 1. Pada akhirnya dapat dijadikan acuan pemerintah Indonesia sendiri dalam menentukan kebijakan pembangunan ekonomi Indonesia ke depan sehingga permasalahan pembangunan seperti kemiskinan dan pengengguran dapat diturunkan. . kemampuan mendorong dan menarik sektor hulu-hilirnya. maka diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas bagi pemerintah Indonesia tentang perkembangan sektor yang menjadi prioritas ini dalam mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengannya. Dengan teridentifikasinya peranan sektor industri kertas melalui proses keterkaitan dengan sektor-sektor lain baik sebagai pengguna input maupun penghasil output.23 keterbatasan analisis yang telah disebutkan pada bab sebelumnya. dan perannya dalam sektor kunci perekonomian seperti yang terlihat pada gambar 1.

Bagan Alur Pemikiran Konseptual .24 Perekonomian Indonesia Perubahan Struktur Perekonomian Industri Kertas Kemampuan mendorong dan menarik pertumbuhan sektor hulu dan hilirnya (Analisis Dampak Penyebaran) Keterkaitan dengan sektor lain dalam hubungannya sebagai pengguna input dan penghasil output (Analisis Keterkaitan) Sektor Kunci Perekonomian (Elastisitas Input-Output) Peran Industri Kertas Kebijakan Pembangunan Industri Keterangan : ( Ruang lingkup penelitian ) Analisis yang digunakan Gambar 1.

model analisis ini . kemampuan untuk mendorong atau menarik sektor hulu dan hilirnya serta perannya dalam sektor kunci perekonomian dapat di kaji berdasarkam analisis keterkaitan. Pendekatan model I-O yang digunakan adalah model sisi permintaan (demand-side model).2. Pada analisis keterkaitan. hal ini dikarenakan faktor permintaan merupakan faktor eksogen yang mempengaruhi perekonomian. Pada analisisnya nanti dapat terlihat bahwa perekonomian dapat tumbuh apabila terdapat dorongan atau peningkatan pada permintaan akhir yang eksogen tersebut.1. Metode Analisis Untuk mengetahui peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian Indonesia ini sebagai sektor penyedia input maupun sebagai sektor pemakai input. METODE PENELITIAN 3. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. dampak penyebaran dan elastisitas ini alat yang digunakan adalah Microsoft Excel 2003. Data yang digunakan antara lain berasal dari Tabel Input-Output (I-O) transaksi domestik atas dasar harga produsen tahun 2000 klasifikasi 175 sektor dari Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat yang kemudian diagregasi oleh penulis menjadi 22 sektor dan beberapa data sekunder lainnya dari instansi dan dinas terkait lainnya. dampak penyebaran dan elastisitas input-output. Oleh karenanya.III. 3. Penggunaan tabel I-O Indonesia tahun 2000 tersebut dikarenakan tabel I-O tersebut merupakan tabel terbaru selama penelitian ini berlangsung.

1) Xj Dimana : aij adalah koefisisen input. 3.. a1n a21 …….2.… ann X1 X2 : X3 X + F1 F2 : Fn F = X1 X2 : Xn X (3. Koefisien Input Pada Tabel I-O. Koefisien ini dapat diterjemahkan sebagai jumlah input dari sektor i yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit output sektor j.3) (3. a2n : A : a31 ……. Secara matematik dapat dituliskan : aij = Xij (3.26 sering pula disebut dengan dengan model yang dikendalikan oleh sisi permintaan (demand-driven model).1.2) AX + F = X Atau F = X . koefisien input atau koefisien teknologi merupakan perbandingan antara jumlah output sektor i yang digunakan dalam sektor j (Xij) dengan input total sektor j (Xj). Dengan demikian dapat disusun matriks sebagai berikut : a11 X1 + a12 X2 +………+ a1n Xn + F1 = X1 a21 X1 + a22 X2 +………+ a2n Xn + F2 = X2 : : : : : an1 X1 + an2 X2 +………+ ann Xn + Fn = Xn Atau persamaan tersebut dapat disederhanakan menjadi : a11 …….AX .

X = Output. Analisis Keterkaitan (linkages) Koefisien keterkaitan sangat berguna dalam penyusunan prioritas sektor perekonomian untuk mencapai tujuan pembangunan.2. ( I – A ) = Matriks Leontief.5) Dimana : I = Matriks identitas berukuran nxn yang elemennya memuat angka satu pada diagonalnya dan nol pada selainnya. ( I – A )-1 = Matriks kebalikan Leontief. maka akan ada perubahan pola pendapatan nasional. F = Permintaan akhir.AX X = ( I . 1.27 Jika terdapat perubahan pada permintaan akhir.2.A )-1F (3. maka dapat dituliskan sebagai berikut : AX + F = X Atau F = X . Beberapa jenis koefisien keterkaitan yang sering digunakan dalam analisis ekonomi wilayah sektoral antara lain adalah keterkaitan langsung ke depan dan ke belakang serta keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan dan ke belakang. Keterkaitan Langsung ke Depan Keterkaitan langsung ke depan menunjukkan akibat suatu sektor tertentu terhadap sektor-sektor yang menggunakan sebagian output tersebut secara . 3. Dalam analisis input-output matriks kebalikan Leontief memiliki peranan yang sangat penting sebagai alat analisis ekonomi yang mencerminkan efek langsung dan tidak langsung dari perubahan permintaan akhir terhadap output sektor-sektor di dalam perekonomian. Jika ditulis dalam bentuk persamaan.

KDLTi = ∑ α ij j =1 n (3. Keterkaitan Langsung dan Tidak Langsung ke Depan Analisa keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan mengukur akibat dari adanya suatu sektor tertentu terhadap sektor-sektor yang menggunakan output sektor tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung per unit kenaikan permintaan total.28 langsung per unit kenaikan permintaan total.6) (3.8) Dimana: KDLTi = keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan sektor i ij = unsur matrik kebalikan Leontief model terbuka . dengan rumus sebagai berikut: n KDi = ∑ aij j=1 Dimana: KDi = Keterkaitan langsung ke depan = Unsur matrik koefisien teknis aij 2.7) (3. Keterkaitan Langsung ke Belakang Keterkaitan langsung ke belakang menunjukkan akibat suatu sektor tertentu terhadap sektor-sektor yang menyediakan input antara bagi sektor tersebut secara langsung per unit kenaikan permintaan total. n KBj = ∑ aij i=1 Dimana: KBj = Keterkaitan langsung ke belakang = Unsur matrik koefisien teknis aij 3. Untuk mengetahui besarnya keterkaitan langsung ke depan.

10) Dimana: BLTLj = Keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang = Unsur matrik kebalikan Leontief terbuka αij 3. Analisa ini menunjukkan koefisien kaitan yang memberikan gambaran tentang pengaruh yang ditimbulkan oleh suatu unit permintaan akhir untuk semua sektor didalam suatu sistem perekonomian. Keterkaitan Langsung dan Tidak Langsung ke Belakang Analisa keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang menyatakan akibat suatu sektor-sektor yang menyediakan input antara bagi sektor tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung per unit kenaikan permintaan total. Indikator-indikator tersebut tidak dapat diperbandingkan antar sektor karena peranan permintaan akhir setiap sektor tidak sama. Oleh karena itu kedua indeks tersebut haruslah dinormalkan dengan cara membandingkan rata-rata dampak yang ditimbulkan oleh sektor tersebut dengan rata-rata dampak seluruh sektor.3. Koefisien penyebaran merupakan keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang yang dinormalkan dengan sektor dan . KBLTj = ∑α ij i =1 n (3. 1.29 4. Analisis ini disebut dampak penyebaran yang terbagi dua yaitu kepekaan penyebaran dan koefisien penyebaran.2. Analisis Dampak Penyebaran Indeks keterkaitan langsung dan tidak langsung baik ke depan maupun ke belakang di atas belumlah memadai dipakai sebagai landasan pemilihan sektor kunci. Koefisien Penyebaran (Coefficient of Dispersion) Koefisien penyebaran tersebut juga indeks daya penyebaran ke belakang.

30 jumlah seluruh koefisien matrik kebalikan Leontief.10) Dimana: Pdj = Koefisien penyebaran sektor j ij = Unsur matrik kebalikan Leontief 2. Secara matematis dituliskan dalam bentuk rumus sebagai berikut: n∑ α ij n Pdj = ∑∑ α ij i =1 j =1 n i =1 n (3.11) ij Dimana: = Kepekaan penyebaran sektor i Sdi ij = Unsur matrik kebalikan Leontief . Kepekaan Penyebaran (Sensitivity of Dispersion) Kepekaan penyebaran disebut juga indeks daya penyebaran ke depan. Kepekaan penyebaran ini memberikan gambaran tentang pengaruh yang timbul oleh suatu unit permintaan akhir terhadap semua sektor di dalam perekonomian. Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: n∑ α ij Sdi = j =1 n n ∑∑ α i =1 j =1 n (3. Kepekaan penyebaran merupakan keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan yang dinormalkan dengan jumlah sektor dam jumlah seluruh koefisien matrik kebalikan Leontief.

Elastisitas Tenaga Kerja Elastisitas tenaga kerja adalah perubahan persentase tenaga kerja suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya. Elastisitas Output Elastisitas Output adalah perubahan persentase dalam total output suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya.13) .4.31 3.2. 1.12) = ∑x j b ij yj = Elemen matriks Leontief = Permintaan akhir sektor j 2. Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: ⎤ ⎡ ET xyj = ⎢∑ l i / x j )bij /(l j / x j )⎥ (y j / x) ⎦ ⎣ i Dimana: ET xyj = Elastisitas tenaga kerja (3. Pendekatan ini dianggap lebih baik daripada analisis keterkaitan dan analisis multiplier karena memperhitungkan share suatu sektor dalam output. Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: EO xyj = Dimana: EO xyj = Elastisitas output x ∑b i ij ( y j / x) (3. Elastisitas Input-Output Elastisitas input-output menyediakan pandangan baru untuk penentuan sektor prioritas. Pendekatan ini mempermudah policy makers untuk berkonsentrasi tidak hanya pada nilai-nilai keterkaitan dan multiplier tertinggi tetapi juga pada share suatu sektor ekonomi.

Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: ⎡ ⎤ EP xyj = ⎢∑ hi / x j )bij /(h j / x j )⎥ ( y j / x) ⎣ i ⎦ (3.14) Dimana: EP xyj = Elastisitas Pendapatan hj = Upah dan gaji hi / x j = Koefisien pendapatan .32 = Jumlah tenaga kerja li l i / x j = Koefisien tenaga kerja 3. Elastisitas Pendapatan Elastisitas pendapatan adalah perubahan persentase dalam pendapatan suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya.

investasi dalam negeri swasta sebesar 5.1.900 ton. Perusahaan-perusahaan tersebut terdiri dari 65 perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Group Raja Garuda Mas dan Barito Pasifik. dan dapat memenuhi kebutuhan kertas dalam negeri yang terancam kekurangan pasokan dalam sepuluh tahun mendatang (Mansur. sampai dengan tahun 2003. sektor industri ini membutuhkan investasi baru atau industri ini harus meningkatkan efisiensi agar dapat bersaing dengan industri asing.041.580 ton yang terdiri dari kapasitas terpasang perusahaan swasta-negara sebesar 337.045.666. . jumlah perusahaan di Indonesia yang memproduksi pulp dan kertas adalah tiga kelompok perusahaan besar. Group Sinar Mas.IV. Industri kertas memiliki kapasitas total sebesar 10. Jumlah perusahaan tersebut belum mampu mencukupi konsumsi domestik. minimal harus ada tambahan beberapa perusahaan lagi untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. dan investasi luar negeri sebesar 4. Ketiga produsen besar industri pulp dan kertas tersebut adalah. Oleh karena itu.1). Menurut Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI).500 ton (Tabel 4. 12 perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dan 3 perusahaan negara. Profil Industri Kertas Saat ini.180 ton. Sekitar 64 perusahaan berlokasi di pulau Jawa. 14 perusahaan di Sumatera dan dua perusahan berlokasi di Kalimantan. Untuk memenuhi kebutuhan kertas tersebut. GAMBARAN UMUM INDUSTRI 4. Indonesia mempunyai 77 perusahaan produsen kertas dan 10 diantaranya terintegrasi dengan pabrik pulp. 2005).

3 100 80.4 85.382. Sementara konsumsi kertas juga meningkat 4.100 2.2 46.100 Sumber : Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia.528.580 100 5.9 100 85.045.2. Perkembangan Industri Kertas Industri kertas tumbuh dan berkembang lebih baik bila dibandingkan dengan kebanyakan industri lain di Indonesia.045.000 Kalimantan 2 564.000 6.215.7 19.287.7 persen per tahun (Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia. Pada periode yang sama ekspor kertas juga meningkat sekitar 19.180 4.140 10. tetapi industri kertas tetap melanjutkan perkembangannya dengan pertumbuhan sekitar 9.072. 4.100 5.5 100 25.6 9.554.600 Total 80 6. 2003).491.041.580 8.580 74.34 Tabel 4.580 2. .500 Sumatera 14 5.8 100 Kapasitas Terpasang Kertas (Ton) 337.8 52.1. Profil Industri Pulp dan Kertas Indonesia Tahun 2003 Status/Lokasi Jumlah Perusahaan 3 65 12 80 10 3 67 80 Kapasitas Terpasang Pulp (Ton) 240.100 1.900 5.0 100 10.517.1 persen per tahun. 2003.666.000 Kertas % 3.287.000 6.440 1.100 Pulp % 3.500 10. hal ini terjadi didasarkan pada ketersediaan bahan baku dan upah tenaga kerja yang murah di dalam negeri.3 7.287.4 50.000 3.8 43.1 Perusahaan Negara Swasta Investasi Dalam Negeri Swasta Investasi Luar Negeri Total Integrated (Pulp dan Kertas) Non Integrated Pulp Kertas Total Jawa 64 340. Industri-industri yang mengandalkan bahan baku impor tetap mengalami kemerosotan pertumbuhan.725.322.8 persen pada periode 19972001.2 14.045.

Nilai konsumsi per kapita ini memang lebih kecil bila dibandingkan dengan negara lain contohnya Malaysia yang sudah mencapai ratusan kilogram per kapita.1 kg 1994 13. namun jika kebutuhan kertas di dalam negeri naik hingga mencapai 50 Kg per kapita.3 kg 1997 16.0 kg 1995 14. Masalahnya setiap tahun konsumsi kertas dalam negeri terus meningkat dengan angka rata-rata sekitar 6 persen per tahun. 2003. Konsumsi Kertas Per Kapita Penduduk Indonesia Tahun 1993-2003 Tahun Konsumsi Kertas / Kapita 1993 11.8 kg 2001 23. industri kertas harus mengimpor kertas senilai US$ 7 miliar/tahun. Pada tahun 2003 kapasitas produksi yang dimiliki industri kertas baru sekitar mencapai 10. para investor telah menunjukkan ketertarikan yang kecil pada sektor ini karena industri ini telah menjadi capital intensive dan birokrasi yang rumit pasca otonomi daerah.3 kg 2002 24.6 kg 2000 20. Disamping kinerja yang menggembirakan dalam industri kertas ini.9 kg 1998 14.2.1 kg 1999 19.0 kg 1996 16.35 Tabel 4.0 kg 2003 25. bila dalam 10 tahun mendatang kapasitas industri kertas tidak bertambah. Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) mengkhawatirkan Indonesia akan mengalami kekurangan pasokan kertas.2).0 kg Sumber: Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia.3 juta ton pertahun sedangkan konsumsi per kapitanya pada akhir 2003 telah mencapai 25 Kg (Tabel 4. Untuk mengatasi kebutuhan konsumsi kertas yang terus .

tujuh diantaranya adalah perusahaan kertas yang terintegrasi (tabel 4.32 persen dari keseluruhan kapasitas terpasang industri kertas.3. Dengan kecenderungan ini hampir seluruh output industri pulp disalurkan pada industri kertas didalam negeri sedangkan ekspor hanya merupakan pasar kedua. Sedangkan kapasitas terpasang industri kertas pada perusahaan pulp dan kertas yang terintegrasi mencapai 21. Industri kertas yaitu khususnya perusahaan-perusahaan besar dalam industri ini mempunyai kecenderungan untuk berintegrasi dengan perusahaan penyedia bahan baku yaitu industri pulp. masih menjadi kelemahan bagi sebagian besar produsen kertas Indonesia. Dari 77 perusahaan kertas pada tahun 2003. Integrasi Vertikal dan Pasar Industri Kertas Indonesia Di Indonesia industri kertas mempunyai karakteristik sebagai industri skala besar. Integrasi vertikal ini dianggap penting karena integrasi vertikal oleh perusahaan kertas akan meningkatkan efisiensi perusahaan dalam industri kertas tersebut karena dapat mengamankan pasokan bahan baku dan meminimumkan biaya transaksi dalam rangka untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan terhadap produk kertasnya (Karseno dan Mulyaningsih.08 persen dari total kapasitas terpasang seluruh industri pulp.36 meningkat maka harus ada investasi baru atau industri yang ada harus meningkatkan efisiensi. Kapasitas terpasang industri pulp yang terintegrasi dengan perusahaan kertas mencapai 66. 2002) Dilihat dari pangsa produksi dan ekspor penguasaan jaringan pasar luar negeri.1). . 4.

dengan melakukan ekspansi ke negara-negara di kawasan ini. Begitu juga dengan Tanoto dan Tanjung Enim Lestari (TEL) yang mengibarkan bendera APRIL (Asia Pacific Resources International Holding Ltd. dan India. Profil Beberapa Perusahaan Kertas Indonesia Sampai dengan tahun 2003 dalam industri kertas terdapat tiga perusahaan yang memiliki proporsi kapasitas pabrik terhadap kapasitas total industri yang melebihi 10 persen. Cina.). Indah Kiat Pulp & Paper Corp. 2002). Kelompok Sinar Mas memasuki pasar Asia dengan mendirikan kelompok perusahaan melalui bendera APP (Asia Pulp and Paper) di negara Singapura. 4. Selain itu pasar dalam negeri juga perlu dikaji karena merupakan basis untuk memperkuat daya saing secara nasional (Rosadi dan Vidyatmoko. PT. Kedua kelompok ini memilih Singapura sebagai kantor pusat perusahaan mereka.37 Meskipun demikian beberapa (grup) perusahaan telah mencoba menembus pasar luar negeri. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis mengenai kondisi pasar luar negeri terutama pasar Asia dan bagaimana strategi untuk memasuki dan mengembangkan pasar di kawasan tersebut. Kawasan Asia Pasifik merupakan kawasan dengan pasar pulp terbesar di dunia. terutama pasar Asia. Malaysia. Pertama. Pasar bebas tersebut akan memaksa para produsen pulp dan kertas Indonesia untuk mampu bersaing memperebutkan pasar Asia Pasifik yang terbuka. yang menguasai .4. Pentingnya jaringan pemasaran lebih dipicu terutama menjelang diberlakukan pasar bebas di kawasan Asia Tenggara (AFTA) tahun 2003 dan kawasan Asia Pasifik (APEC) tahun 2010.

000 1. PT. Adiprima Suraprinta PT. 2003.000 500. Pindo Deli Pulp & Paper Mills PT.4 0.9 Sumber : Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia.000 350.7 4. Kapasitas Terpasang Perusahaan Industri Kertas Tahun 2003 Nama Perusahaan PT. NAD.000 430. Pakerin PT.1 1.38 20. Papyrus Sakti PT. Kertas Leces (Persero) PT. Tiga perusahaan pemilik kapasitas terbesar tersebut dimiliki oleh group yang sama yaitu Sinar Mas Group.986.2 1.4 4. Aspex Kumbong PT.800 195. Surabaya Mekabox Ltd. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia dengan proporsi sebesar 10.2 persen.000 85. Suparma PT.5 1. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia PT.5 persen dari total kapasitas industri.2 3. Pura Barutama PT.500 93.8 1.3.465. dan perusahaan ketiga adalah PT.800 450.3).000 Persentase (%) 20.8 14.5 6.044.4 0. . Pelita Cengkareng Paper Co. Ekamas Fortuna PT.000 50.111.1 persen (Tabel 4. Pindo Deli & Paper Mills sebesar 14.4 10.5 0.8 4. Tabel 4. Gede Karang PT.000 150.6 28.9 1. Surabaya Agung PT.400 60.000 157. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry yang berlokasi di Langsa.000 486.000 150.9 1. Keempat perusahaan yang tergabung dalam group Sinar Mas ini memiliki karaktristik yang sama yaitu semuanya merupakan perusahaan kertas yang terintegrasi vertikal dengan pabrik kertasnya. Indah Kiat Pulp& Paper Corp PT. Fajar Surya Wisesa PT.000 1. PT. Tanjungenim Lestari Pulp & Paper PT.4 0.000 150.000 2.4 4.000 700. Selain ketiga perusahaan itu group Sinar Mas masih mempunyai perusahaan kertas lainnya yaitu PT.200 150. Riau Andalan Kertas PT. Papertech Indonesia Lain-lain Kapasitas Terpasang (Ton) 2. kemudian disusul oleh PT.

terutama pabrik kertas budaya di Tangerang. Pada saat ini.78 persen dari total keseluruhan saham yang diterbitkan perusahaan ini (Tabel 4. dan didaftarkan di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta No. 744. yang menempati lahan seluas 28 Ha. PT.000 ton kertas budaya per tahun. pabrik pulp dan kertas budaya di Perawang. Riau seluas 1. dengan kertas bergelombang sebagai peredam benturan).39 1) PT. Pada susunan pemegang saham.631.000 ton corrugated boxes per tahun. Indah Kiat Pulp & Paper dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards yang terdiri dari dewan komisaris dengan presiden komisarisnya yaitu Indra Widjaja dan dewan direksi dengan direktur utamanya yaitu Teguh Ganda Widjaja. 980. Indah Kiat Pulp & Paper melakukan usahanya secara komersil dengan memproduksi pulp.000 ton pulp per tahun.5/50/2 tanggal 9 Februari 1978. masyarakat menguasai 38. kertas industri dan corrugated carton boxes (sejenis dus karton. perusahaan tersebut memiliki dan menguasai beberapa sarana dan prasarana yang digunakan untuk menjalankan berbagai kegiatan usahanya. kertas budaya.722 Ha . Dengan semakin meningkatnya permintaan atas produksi kertas. PT.Y. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Perusahaan ini didirikan di Jakarta dengan Akta Notaris Ridwan Suselo No.000 ton kertas industri per tahun dan 100.68 tanggal 7 Desember 1976 yang disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusan No.4). 525 Tanggal 14 Februari 1978 (Bank Niaga. 2005).A. perusahaan kertas ini mengantisipasinya dengan meningkatkan kapasitas produksinya sehingga saat ini menjadi 1.

Ryani Soedirman : Mas Achmad Daniri : Prof. Gandi Sulistiyanto Soeherman : Show Chung Ho : Kuo Cheng Shyong : Raymond Liu. Fasilitas produksi perusahaan juga didukung dengan berbagai fasilitas dan prasana seperti jalan. 2005.9 Ha.4. British : 5. Presiden Komisaris Wakil Presiden Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris . Teddy Pawitra : Kamardy Arief : Let Jend (Purn) Soetedjo Dewan Direksi Presiden Direktur : Teguh Ganda Widjaja Wakil Presiden Direktur : Muktar Widjaja Wakil Presiden Direktur : Hendra Jaya Kosasih Wakil Presiden Direktur : Chen Wang Chi Wakil Presiden Direktur : Yudi Setiawan Lin Direktur : Suresh Kilam Direktur : Didi Harsa Direktur : Agustian Rachmansjah Partawidjaja Susunan Pemegang Saham PT Purinusa Ekapersada : 52.40 dan pabrik kertas industri di Serang Jawa Barat seluas 308. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk per 30 September 2004 Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Ir.72% CHP International (BVI) Corp. : Lo Shang Shung : Hj.. mess karyawan dan lain-lain. Phd.K. Hong : 0.78% Sumber: Bank Niaga. : 2. Tabel 4.88% Virgin Island YFY Global Investment (BVI) Corp. Boards PT. Dr. Ltd.56% British Virgin Island Yuen Foong Yu H.05% Kong Masyarakat : 38. Co.

Pindo Deli Pulp & Paper Mills PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills didirikan di Jakarta dalam rangka Undang-undang No.000 ton per tahun dan telah berproduksi sejak bulan Maret 1996 (Bank Niaga. Pada Oktober 1995. PT.57 persen dari total saham yang dikeluarkan PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills tersebut (Tabel 4.000 ton per tahun.5 tanggal 3 April 1975. Saat ini perusahaan kertas ini memiliki sebuah pabrik kertas yang berlokasi di Adiarsa. sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 2005). Karawang (Pindo 1). dengan Akta No. Selain itu perusahaan ini juga mempunyai fasilitas pabrik pembuatan bahan kimia calcium carbonate. berlokasi di lokasi Pindo 1 dengan kapasitas produksi terpasang sebesar 48.5).75 tanggal 31 Januari 1975. dengan jumlah kapasitas produksi terpasang sebesar 652.59 tanggal 26 April 1975. Akta Perubahan No. 2005). salah satu bahan kimia yang digunakan dalam proses produksi kertas.6 tahun 1968 tentang PMDN. Total kapasitas produksi terpasang pabrik kertas milik perusahaan ini adalah sebesar 210. Akta Perubahan No.000 ton per tahun. Karawang dengan menambah tiga Paper Machine serta sebuah Corrugated Machine. .41 2) PT. Pindo Deli Pulp & Paper Mills ini memulai konstruksi pabrik kertasnya yang kedua (Pindo 2) yang berlokasi di Kuta Mekar. Akta Perubahan No.12 tahun1970. Perusahaan kertas ini dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards (dua dewan perusahaan) dan kepemilikan saham terbesar perusahaan ini dikuasai oleh PT Purinusa Ekapersada sebesar 97.6 tanggal 4 Juli 1975 dan Akta Perubahan No.69 tanggal 25 Februari 1976 (Bank Niaga.

91% : 0. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk didirikan dalam rangka Undangundang Negara Republik Indonesia No. 2005. Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Drs. PT.60 persen dari total keseluruhan saham yang diterbitkan perusahaan ini (Tabel 4. 2005).61% 3) PT.9 tanggal 2 Oktober 1972 (Bank Niaga.57% : 0. Pindo Deli Pulp & Paper Mills per 30 September 2004.6).6 Tahun 1968 juncto Undang-undang No. Perusahaan ini merupakan bagian kelompok usaha Sinar Mas. Boards PT. Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Direktur Utama Wakil Direktur Utama Wakil Direktur Utama Wakil Direktur Utama Wakil Direktur Utama Direktur Direktur PT Purinusa Ekapersada PT Mega Kleenindo PT Unitama Sartindo Sumber: Bank Niaga. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards (dua dewan direksi) dan pada susunan pemegang saham. Kelompok Sinar Mas adalah salah satu dari kelompok industri terbesar di Indonesia dengan kurang lebih 200 perusahaannya yang bergerak di berbagai usaha yang besar . Jhon Ferdinand Pandelaki : Yudi Setiawan Lin : Let Jend (Purn) Soetedjo : Hajjah Ryani Soedirman : Arthur Tahya Dewan Direksi : Teguh Ganda Wijaja : Muktar Widjaja : Hendra Jaya Kosasih : Suresh Kilam : Tsai Huan Chi : Huang Wen Hai : Tri Ramadi Susunan Pemegang Saham : 97. masyarakat menguasai 36.5.42 Tabel 4.12 Tahun 1970 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri berdasarkan Akta No. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk PT.

Ryani Soedirman : Mas Achmad Daniri : Prof DR. 2005. Gandi Sulistiyanto Soeherman : Show Chung Ho : Kuo Cheng Shyong : Raymond Liu. Boards PT. yang berdekatan dengan pelabuhan Tanjung Perak merupakan hal yang sangat menguntungkan kelancaran pengapalan untuk ekspor.6.10% : 36. Lokasi pabrik dan pusat perusahaan yang terletak di Jawa Timur. minyak goreng.30% : 0.43 termasuk industri kertas dan pulp. Teddy Pawitra : Kamardy Arief : Let Jend (Purn) Soetedjo Dewan Direksi : Teguh Ganda Widjaja : Muktar Widjaja : Hendra Jaya Kosasih : Chen Wang Chi : Yudi Setiawan Lin : Suresh Kilam : Didi Harsa : Agustian Rachmansjah Partawidjaja Susunan Pemegang Saham : 63.60% Presiden Komisaris Wakil Presiden Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Direktur Direktur Direktur PT Purinusa Ekapersada Koperasi Masyarakat Sumber: Bank Niaga. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk per 30 September 2004 Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Ir. bidang kimia. produksi bahan makanan. hotel dan perumahan. : Lo Shang Shung : Hj. real estate. Phd. Tabel 4. perbankan dan jasa keuangan. sedangkan sisanya merupakan tanah yang telah dibebaskan untuk kepentingan . Dari seluruh tanah yang dikuasai perusahaan 64 persen merupakan tanah dengan Hak Guna Bangunan.

meningkatkan pengawasan mutu disamping . Belanda. diantaranya dus (boxboard) yang dipergunakan untuk kemasan rokok. Hal ini juga diperlukan untuk meningkatkan kesempatan kerja. perusahaan kertas ini juga memproduksi produk-produk kemasan. Perusahaan ini menyesuaikan pemakaian teknologi sedemikian rupa untuk tetap dapat menyediakan kesempatan kerja seluas-luasnya. Namun demikian melihat kebutuhan penyediaan kesempatan kerja di Indonesia. minyak wangi.000 ton boxboard pertahun. dan kertas HVS biasa untuk kebutuhan sekolah dan perkantoran. Hal ini jelas dapat terlihat pada bagian produksi barang-barang hasil produksi kertas dimana perusahaan ini telah memutuskan untuk tidak menambah mesin-mesin pembungkus otomatis. kertas HVS mengkilap. Saat ini PT. Perusahaan ini juga memproduksi pulp dari daur ulang kertas bekas dan soda kaustik sebagai bahan baku utama industri kertas.V. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia mempunyai kapasitas produksi sebanyak 30. Rotterdam. dan sereal. PT. yang merupakan pengakuan bertaraf internasional terhadap sistem dalam proses produksi yang telah berhasil dilaksanakan oleh perusahaan. Pada tahun 1994. kertas tissue. Selain kertas tulis dan cetak serta hasil-hasil produksi kertas.44 perusahaan yang berasal dari petani di sekitarnya dengan status Hak Milik atau Girik. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia telah menerima sertifikat ISO 9002 dari Det Norske Veritas Industry B. Bidang usaha utama perusahaan ini adalah menghasilkan kertas tulis dan cetak bermutu tinggi. Pabrik kertas merupakan suatu jenis industri dengan sifat padat modal.

7). Arthadana Mulia Makmur yang memiliki 0.75 persen). Disamping pulp dan kertas. 44 tanggal 13 Februari 1974 (Bank Niaga. Lontar Papyrus Pulp . 2005). Perusahaan kertas ini dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards yang terdiri dari dewan komisaris dengan presiden komisarisnya yaitu Indra Widjaja dan dewan direksi dengan direkturnya adalah Teguh Ganda Widjaja.000 ton per tahun. Pindo Deli Pulp & Paper Mills (80 persen). PT. dengan kapasitas produksi 60. modifikasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi mesin pembuatan pulp dan fasilitas pendukung lainnya. Pada tahun 1999 perusahaan ini telah melakukan modifikasi terhadap mesin-mesin dan fasilitas produksi di pabrik pulp Jambi. PT Satria Perkasa Agung (19. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry Perusahaan kertas ini didirikan di Langsa.. dan PT. Saat ini perusahaan ini merupakan salah satu produsen pulp yang cukup besar di Indonesia dengan kapasitas produksi sebesar 545.25 persen dari total keseluruhan saham yang diterbitkan (Tabel 4. Aceh Timur dengan nama awal PT Sumber Indra Jaya Paper Manufacture Co. PT.000 ton pulp per tahun dan 7.500 ton kertas per tahun.45 4) PT. kertas budaya dan tissue. dengan produksi utama pulp jenis LBKP. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry bergerak dalam bidang usaha industri pulp dan kertas. pada kuartal keempat tahun 1998 perusahaan kertas ini memulai produksi komersial tissue dalam bentuk gulungan besar yang dijual kepada pihak lain untuk kemudian diubah menjadi berbagai jenis tissue siap pakai.6 Tahun 1968 tentang PMDN dengan Akta No. dalam rangka Undang-Undang No. Kepemilikan saham dikuasai oleh tiga perusahaan yaitu PT.Ltd.

7. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry telah memperoleh sertifikasi ISO 9002 sehubungan dengan telah sesuainya sistem kualitas manajemen (Quality management systems) dengan ketentuan yang dipersyaratkan dalam ISO 9002. Boards PT.46 & Paper Industry saat memiliki sebuah pabrik yang memproduksi pulp dan tissue yang berlokasi di Sumatera yaitu di Tanjung Jabung.25% Sumber: Bank Niaga. 2005). Jambi dan sebuah pabrik kertas di Langsa. Tabel 4. 2005. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry per 30 Desember 2003 Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Drs. Di samping itu.E10683 sebagai bukti bahwa perusahaan kertas ini telah memenuhi ketentuan standar lingkungan hidup yang dipersyaratkan (Bank Niaga. perseroan ini juga telah memperoleh sertifikat ISO 14001 pada tanggal 19 Agustus1997 yang dikeluarkan SGS Yarsley International Certification Services Limited dengan sertifikat No. . NAD. John Ferdinand Pandelaki : Sukirta Mangku Djaja : Let Jend (Purn) Soetedjo : Hj. Ryani Soedirman Dewan Direksi Direktur Utama : Teguh Ganda Widjaja Wakil Direktur Utama : Hendra Jaya Kosasih Direktur : Muktar Widjaja Direktur : Suresh Kilam Direktur : Lin Shun Keng Direktur : Tri Ramadi Direktur : Arthur Tahya Susunan Pemegang Saham PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills : 80. PT.00% PT Satria Perkasa Agung : 19. Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Dalam menjalankan usahanya.75% PT Arthadana Mulia Makmur : 0.

099.775 juta atau sekitar 1.068.656.730 juta atau 11.21 persen dari total permintaan antaranya.71 persen dari total permintaan antara. Peranan Industri Kertas Dalam Perekonomian Indonesia 5. pada urutan kedua dan ketiga dengan nilai Rp 144. Sedangkan untuk industri kertas mempunyai permintaan antara sebesar Rp 10.626 juta atau 18.1.460.800.629 juta.701. Dari data tersebut diperoleh bahwa jumlah permintaan akhir lebih besar dibandingkan jumlah permintaan antaranya.767.1.415 juta atau 13. Struktur Permintaan Industri Kertas Total permintaan barang dan jasa domestik yang dihasilkan oleh Indonesia tahun 2000 mencapai Rp 2. Angka-angka tersebut di atas menunjukkan seberapa pentingnya peranan output yang dihasilkan oleh sektor-sektor di atas untuk digunakan sebagai input oleh sektor-sektor perekonomian lainnya di Indonesia.1.048. HASIL DAN PEMBAHASAN 5. dilihat dari sisi permintaan antara tampak bahwa sektor perdagangan menghasilkan output tertinggi yang digunakan sebagai input oleh seluruh sektor perekonomian lainnya yaitu sebesar Rp 197.03 persen dari total permintaan antara dan berada pada urutan ke-18 diantara sektor-sektor lainnya.870 juta. hal ini berarti bahwa output di Indonesia cenderung digunakan untuk memenuhi konsumsi langsung masyarakatnya.073.83 persen dan Rp 117.019 juta dan permintaan akhir sebesar Rp 1. Selanjutnya diikuti oleh sektor pertanian dan sektor pertambangan dan penggalian.977.1. . Berdasarkan Tabel 5.V. Jumlah tersebut terdiri atas permintaan antara sebesar Rp 1.

125.64 2.705 23.700 3.063 396.99 1.1.730 90.844.620 8.05 9.84 persen dari total permintaan akhir.10 196.287 2.60 5.887 201.036 155.353.53 1.16 4.03 0.485 39.760.901.329.575 9.847 juta atau 0.657 12.496.629 4.165 139.108 13.850.018 0.58 12.595. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Total (domestik) Permintaan Antara Jumlah % (Juta Rp) 144. Nilai tersebut lebih besar dibanding permintaan antaranya.51 1.743.649 36.677.242.87 2.729.870 7.254 131.83 15.160 6.416.849 24.325.97 6.074 19.84 2.621 208.626 70.019 11.897.586.37 6.067 0.287.847 3.014.11 1.228.379 33.426.441.34 2.415 13.970.356 105.87 6.14 117.74 8.278 151.815.30 1.13 0.13 8.408 243.227.048.574 1.970.84 0.056 67.169 161.48 Tabel 5.52 12.32 0.151 329.701.372 88.50 0.53 0.23 0.774. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat secara keseluruhan lebih banyak menggunakan output industri kertas untuk konsumsi .034 41.775 5.977.045.821.748.128 23.726.020 7.564.599 5.89 2.272.389.767.36 9.50 9.460.37 0. Permintaan Antara dan Permintaan Akhir Sektor-sektor Perekonomian di Indonesia Tahun 2000 Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.593 30.689.034 238.627.438.568 21.37 5.698.670 7.34 0.916 177.620 13.800.442.672.42 5.036.113 94.25 2.215 35.068.99 1.43 14.27 3.948.073.724 5.15 100 Permintaan Akhir Jumlah % (Juta Rp) 115.605 94.47 1.099.961 1.47 0.656.214.119.695 227.685.340.38 0.035 16.412.19 4.771.71 2.622 8.613 64. Dilihat dari permintaan akhir pada Tabel 5.176 197.424 8.926 0.534.44 1.153.98 100 Total permintaan Jumlah % (Juta Rp) 260.73 8.03 0.741 10.885.848.80 14.257.1 sektor industri kertas menempati posisi ke-14 diantara sektor yang lain sebesar Rp 13.21 8. 2000 (diolah).67 5.065 15.276.29 12.65 17.944 0.56 100 Sumber: Tabel I-O Indonesia.713 1.09 1.529.259 165.739.92 0.498 19.028 0.64 3.88 4.33 0.817.849 80.881 13.076.637.476.805.08 79.695.775.16 1.099 57.88 1.48 0.84 18.

Pada tahun yang sama sektor industri kertas menyumbang nilai tambah bruto sebesar Rp 7. Struktur Nilai Tambah Bruto Nilai tambah bruto merupakan balas jasa terhadap faktor produksi yang tercipta karena adanya kegiatan produksi.49 langsung (masyarakat. Dalam Tabel I-O Indonesia tahun 2000 nilai tambah meliputi penerimaan upah gaji. Jika diperbandingkan antara nilai upah dan gaji terhadap surplus usaha (U/G) maka akan diperoleh nilai rasio upah gaji dengan surplus usaha.048.732 milyar berasal dari pajak tak langsung netto. .350 juta dengan perincian Rp 400.1. Berdasarkan Tabel 5.895. penyusutan dan pajak tak langsung netto.958 juta dan pajak tak langsung netto sebesar Rp 487.2). Rp 755.498 juta berasal dari surplus usaha. surplus usaha. Nilai rasio tersebut menunjukkan perbandingan antara besarnya upah dan gaji yang diterima produsen.278.967 juta (Tabel 5.327 juta yang terdiri atas upah dan gaji sebesar Rp 1.762 juta. 5.849 juta. Rasio upah dan gaji dan surplus usaha termasuk kategori baik jika rasionya mendekati keseimbangan (mendekati 1) yang berarti bahwa proporsi penerimaan dalam bentuk upah dan gaji bagi pekerja dan surplus usaha bagi produsen berimbang.331.928 juta berasal dari penyusutan dan Rp 69. surplus usaha sebesar Rp 458.770 juta berasal dari upah dan gaji.843.2. penyusutan sebesar Rp 865.2 dapat diketahui bahwa total nilai tambah bruto negara Indonesia adalah Rp 1. Rp 110. pemerintah dan ekspor) dibanding untuk keperluan produksi sebagai input bagi sektor lain.952.079.860.

Nilai Tambah Bruto Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Tahun 2000 Sektor Upah /gaji (Juta Rp) Surplus Usaha (Juta Rp) 121.952.177 21.875 429.119.778.623.430 dasar Industri barang jadi 3.864.705 7.569 11.638 9.176 19.489.912 9.256.354 komunikasi Keuangan dan 21.931.554.103.985 Hasil hutan lainnya 565.358 1.958 83.326 5.560 8.3.905 2.243 1.296.229.700.131 115.723.524 487.692.772.458.590.564.946 Penyusutan (Juta Rp) 2.475.484.576 dari logam Industri lainnya 19.996.670 4.028.343.764 83.843.088 105. Kondisi ini menunjukan bahwa distribusi pendapatan antara pemilik modal (perusahaan) dan pekerja tidak merata atau .585.781 8.396 325.670.479 kertas Industri percetakan 1.919 1.418 59.434 15.340 Perdagangan 61.542 933.116 7.365.821 61.232 97.770 755.279.017.385 Total 400.757 2.898 138.567.004.034.132.418 Pengangkutan dan 16.311 9.762 4.266.756 12.333.015.046 1.392 225.107 14.718 147.704 6.975 865.901.702 926.877.727 76.229.946.963 8.511 770.327 3.052 20. diperoleh bahwa ternyata pada sektor industri kertas mempunyai nilai surplus usaha lebih besar dibandingkan upah dan gaji.012.968 115.725 Industri kimia 21.240 28.142.504 1.443 301.973.372.639 Industri barang dari 1.43).664.073 3.164 13.048. 2000 (diolah).044.129 furniture Industri pulp 940.063 4.508.278.536.933 2.573.245 Pertambangan dan 25.664.378 476.212.498 Sumber: Tabel I-O Indonesia.895.350 Pertanian 40.616 5.228.079.212 3. Berdasarkan hasil analisis rasio upah dan gaji dengan surplus usaha pada Tabel 5.708 127.50 Tabel 5.072 64.731.652 167.793.530 penggalian Industri makanan 30.2.278.623 84.195 112.860. gas dan air 2.655 2.946 110.802 134.063 barang non logam Industri logam 2.182 30.081 834.512 1.393.182.237 6.542 Bangunan 37.562.605.352.949 45.625.062.576.451 Listrik.732 Nilai tambah bruto (Juta Rp) 166.511 29.577.591 564.393.550.756.010.105 6.233 65.588.070 persewaan Jasa-jasa 85.463.567 26.147.114 pakaian Industri kayu dan 5.714.797.902 6.759 10.208.948 3. Hal ini terlihat dari nilai rasio yang lebih kecil dari satu (0.690 777.607 6.701 Industri kertas 1.093.477.459 53.084.886 2.257 19.382 4.774 11.331.928 Indirect Tax (Juta Rp) 1.282.758.143.414.169.383.803 4.226.127.947 Industri semen dan 3.990 dan minuman Industri tekstil dan 16.567 5.914 Kayu 2.480.156 69.952 4.703.440.

Tabel 5.25 6.3.43 0.84 0.74 0.36 0.36 0.51 0.33 0.948 jiwa.79 0.64 0.26 0. Rasio Upah Gaji terhadap Surplus Usaha (U/G) 0.3. Rasio Upah Terhadap Surplus Usaha Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.57 0.35 0.320.47 0.04 0. Struktur Ketenagakerjaan Banyaknya tenaga kerja yang terserap pada tahun 2000 sebanyak 93.27 0.76 0. 2000 (diolah). gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia.43 0.48 1.1. Jumlah tenaga kerja yang terserap di setiap sektor ekonomi merupakan indikator kemampuan sektor tersebut dalam menciptakan kesempatan .20 0.51 terjadi ketimpangan yang sangat besar yang disebabkan oleh adanya eksploitasi tenaga kerja oleh pemilik modal terhadap tenaga kerja dengan share yang lebih besar pada produsen (pemilik modal).45 0.55 5.

569.770 Upah/TK 0.266. Produktifitas dan Nilai Upah Sektoral Indonesia Tahun 2000 Sektor Jumlah TK Nilai tambah Produktivitas bruto (Juta/Tk) (Juta Rp) 4.20 18.52 kerja bagi masyarakat di wilayah tersebut.279.616 3.30 40.004.963 Industri lainnya 225.88 3. 2000 (diolah).27 43.392 Bangunan 17.727 Listrik.567 21.623 85.208.64 6.320.911 10.652 Hasil Hutan Lainnya Pertambangan dan 825.942 6.4.97 66.041. Gambaran tentang jumlah tenaga kerja.161 9.762 1.585.30 12.985 565.088 Keuangan dan Persewaan 11.65 41.177 5.4. Tabel 5.034.48 3.232 Industri percetakan 705.803 19.27 Total Upah (Juta) 40.843. Jumlah Tenaga kerja. Gas dan Air 4.4.06 0.03 37.296.60 25.352.82 15.824 13.480.119.134 20.328.20 0.877.15 0.15 137.54 36.142.895.245 25.182 2.860.921.448.13 4.692.132.440.06 0.821 logam 1.512 1.256.218 61.15 0.99 4.573.83 14.131 Komunikasi 1.06 0.592 112.705 Industri pulp 118.75 7.255 76.475.331.61 10.12 24.225 45.515 225.183.905 Industri kayu dan furniture 57.700.562 105.084.98 10.063 21. produktifitas dan nilai upah sektoral dapat dilihat pada Tabel 5.870.567.243 Jasa-jasa 93.576.195 Penggalian Industri makanan dan 3.664.15 0.569 940.393.012.511 61.450.062.551 3.508.454 7.333.418 3.943 167.42 0. Berdasarkan Tabel 5.74 8.052 Industri tekstil dan pakaian 2.513 2.590.670.233 Perdagangan Pengangkutan dan 4.756 400.328.607 Industri barang dari kertas 100.504 1.03 65.06 0.952.463.017.56 59.327 Industri kertas 73.350 Total (domestik) Sumber: Tabel I-O Indonesia.708 30.164 Pertanian 555.212 2.53 30.519 166.459 16.46 14.938 9.39 203.372.034 115.07 18.912 non logam 357.477.931.212.48 37.912 65.65 26.169.051 2.797.382 37.84 13.519 jiwa.32 8.948 1.03 0.949 minuman 2.802 16. Dalam hal produktifitas tenaga kerja industri kertas menduduki peringkat keempat .143.914 2.030 97.577.638 Industri logam dasar Industri barang jadi dari 259.454 jiwa sedangkan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian dengan kemampuan menyerap tenaga kerja sebesar 40.20 18.759 Industri kimia Industri semen dan barang 648.35 79.664 8.10 8.655 Kayu 86.282.012. terlihat sektor industri kertas menyerap 118.

Nilai impor tersebut dapat menunjukkan bahwa kebutuhan kertas dalam negeri masih lebih besar dari produksi kertas dalam negeri sehingga harus melakukan impor. Struktur Ekspor dan Impor Ekspor Indonesia pada tahun 2000 sebesar Rp 520. Ditinjau dari sisi impor terhadap barang-barang dan jasa ternyata nilai impor secara keseluruhan sebesar 287. sedangkan nilai ekspor terbesar ditempati oleh sektor industri kimia atau 18.65 juta nilai tambah dari sektor tersebut dalam tahun 2000.4.831.5).53 sekitar 66.84 persen dari total ekspor indonesia.854 juta atau 2.5.507. Nilai impor industri kertas sebesar Rp 8.125.52 persen dari total ekspor Indonesia (Tabel 5. 5. Nilai ekspor industri kertas yang masih kecil tersebut dapat menandakan bahwa sektor industri ini masih berorientasi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.385 juta atau 2. Berdasarkan nilai total ekspor tersebut. Dari Tabel 5.1.65 yang berarti satu orang tenaga kerja yang bekerja di sektor manufaktur mampu menghasilkan sekitar 66. . perdagangan serta sektor pengangkutan dan telekomunikasi mengalami selisih yang positif ini menunjukan bahwa secara umum dalam memenuhi kebutuhan terhadap barangbarang yang dihasilkan oleh sektor tersebut tidak lagi tergantung pada impor. industri pengolahan.5).930.757 juta. terlihat bahwa sektor pertanian. dengan melihat besarnya selisih antara total ekspor dan impor. nilai ekspor keseluruhan sektor industri kertas adalah Rp 13.95 persen dari total impor Indonesia (Tabel 5.623 juta.

473.588.27 Industri logam dasar Industri barang jadi 31.979 2.163 63.849 24.163.18 0.10 persewaan 8.29 17.637.771.634.881 40.120 3.305 6.900.287 161.050 4.59 dari logam 58.412.775 10.757 % 1.136.413 176. Struktur Ekspor dan Impor Indonesia Tahun 2000 Ekspor Sektor Jumlah (Juta Rp) % Impor Jumlah (Juta Rp) 4.093.796.864 9.665 25.403.855 26.613 27.916 177.268.809 4. sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor jasa-jasa.611.567.353.603.56 penggalian Industri makanan dan 29.326 2.126 X-M (Juta Rp) 2.814 18.340.493.048.959 30.278 177.478 -2.540.617 2.94 2.507.040 1.110 0.75 1. gas dan air.053 -21.322 32.285.620 12.598.319 24.865 353.02 Kayu 394.824.735.242.17 0.677.433 5.899 7.896.365 5.667.641 37.51 Jasa-jasa 569.242.719.550 0.942.466 13.78 13.531 541.641 19.218 11.957.5.814 71.850.900.151 332.61 Industri percetakan 107.326 1.332 49. .566.739.07 Hasil hutan lainnya Pertambangan dan 77.96 2.13 100 Jumlah Input (Juta Rp) 224.79 8.698.161.772.287 2.489 8.943.22 0.99 6.559.262 17.880.49 4.424 8. 2000 (diolah).84 Industri kimia Industri semen dan 6.29 kertas 3.602 19.95 0.297 2.701.930.67 komunikasi Keuangan dan 11.337 5.848 287.534.54 Sedangkan yang mengalami selisih negatif dialami oleh sektor kayu.03 Perdagangan Pengangkutan dan 26.22 Pertanian 124.722 39.991.554.821.413 0.854 1.00 Listrik.695 227.947 43.444.373 1.088 -404.444.58 0.529.089.379 33.01 1.362.214. gas dan air 0 0.58 0.177 6.620 13.247 0.395.418 6.016 0.336 1.23 2.958.175 100 Total (domestik) Sumber: Tabel I-O Indonesia.451 131.028 2.705 23.094. sektor listrik.53 1. Ini menunjukan bahwa secara umum dalam memenuhi kebutuhan terhadap barang-barang yang dihasilkan oleh sektor tersebut masih tergantung pada impor.864.512 281.53 furniture 5.580.167.558.815.845 528.38 0.033 8.944 196.238.238.86 6.617.21 Industri lainnya 0 0.722 -39. sektor bangunan.099 57.65 9.18 minuman Industri tekstil dan 73.490.125.30 Industri kertas Industri barang dari 1.883.385 2.225.52 15.525.971.859 7.627.427 5.162.259.00 Bangunan 57.933 1.018 49.399 -3.908 10.729.97 pakaian Industri kayu dan 37.489.061 4.298 4.06 barang non logam 12.305.842 2.694 2. Tabel 5.96 Industri pulp 13.857.317.408 243.063 396.622 8.805.485.

55

Jika dilihat dari total selisih antara ekspor dan impor maka perekonomian Indonesia mengalami surplus perdagangan sebesar Rp 232.900.866 juta. Surplus perdagangan terbesar diberikan oleh sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp 71.489.864 juta, sedangkan industri kertas mengalami surplus perdagangan sebesar Rp 4.617.531 juta. Angka tersebut menunjukan bahwa secara umum dalam memenuhi kebutuhan terhadap barang-barang yang dihasilkan oleh sektor industri kertas di Indonesia tidak lagi tergantung pada impor.

5.1.5. Struktur Output Sektoral Output merupakan nilai produksi (barang dan jasa) yang dihasilkan oleh suatu sektor perekonomian. Berdasarkan Tabel Input-Output Indonesia tahun 2000 dapat diketahui besarnya output yang diciptakan oleh masing-masing sektor. Berdasarkan Tabel 5.6 terlihat bahwa output sektoral perekonomian Indonesia sebesar Rp 270.099.837 juta. Sektor yang paling besar menyumbang dalam pembentukan output domestik adalah sektor perdagangan yakni sebesar 14,67 persen dengan nilai output sebesar Rp 396.214.278 juta, kemudian disusul oleh sektor industri makanan dan minuman dengan nilai sebesar Rp 329.325.254 juta dalam persentase sebesar 12,19 persen dari total output keseluruhan. Sementara industri kertas sendiri menyumbang sebesar Rp 24.771.622 dalam pembentukan output atau sebesar 0,92 persen dari seluruh total output sektoral perekonomian.

56

Tabel 5.6. Struktur Pembentukan Output Sektoral terhadap Perekonomian Indonesia Tahun 2000
Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik, gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Total (domestik) Output Jumlah (Juta) Persentase (%) 260,672,575 9.65 17,340,028 0.64 2,698,944 0.10 196,815,151 7.29 329,325,254 12.19 131,412,099 4.87 57,534,424 2.13 8,739,849 0.32 24,771,622 0.92 8,850,620 0.33 13,627,408 0.50 243,805,705 9.03 23,821,379 0.88 33,729,613 1.25 64,119,165 2.37 139,438,593 5.16 30,637,695 8.43 227,677,063 8.43 396,214,278 14.67 151,272,169 5.60 161,353,916 5.97 177,242,287 6.56 2,701,099,837 100

Sumber: Tabel I-O Indonesia, 2000 (diolah). 5.2. Analisis Keterkaitan

5.2.1. Keterkaitan Langsung Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Keterkaitan langsung beberapa sektor perekonomian Indonesia dapat dilihat pada Tabel 5.7. Pada tabel tersebut dapat dilihat bahwa sektor perdagangan mempunyai nilai keterkaitan langsung kedepan yang paling besar yaitu sebesar 1,4070. Selanjutnya urutan kedua terbesar ditempati oleh sektor pertambangan dan penggalian dengan nilai keterkaitan langsung ke depan sebesar 1,3580 kemudian secara berturut-turut diikuti oleh sektor industri kimia dan minyak dan

57

sektor pengangkutan dan komunikasi dengan nilai 0,7964 dan 0,7020 pada posisi ketiga dan keempat. Untuk keterkaitan langsung ke belakang sektor listrik, gas dan air merupakan sektor yang memiliki nilai keterkaitan langsung ke belakang yang paling tinggi dengan nilai 0,3103. hal ini dikarenakan sektor listrik, gas dan air merupakan salah satu sektor yang paling vital dalam kehidupan manusia dan tanpa sektor tersebut sektor yang lain tidak akan dapat berjalan, kemudian urutan kedua dan ketiga di tempati oleh industri makanan dan minuman dan sektor industri kayu dan furniture dengan nilai keterkaitan sebesar 0,3319 dan 0,1790.

Tabel. 5.7. Nilai Keterkaitan Berbagai Sektor Perekonomian di Indonesia
Langsung

Sektor
Depan Belakang

Langsung dan Tidak Langsung Depan Belakang

Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik, gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa
Sumber: Tabel I-O Indonesia, 2000 (diolah).

0,5495 0,2619 0,0236 1,3580 0,3319 0,2764 0,1790 0,1877 0,5997 0.0485 0,0431 0,7964 0,0900 0,3072 0,1737 0,1631 0,3103 0,1919 1,4070 0,7027 0,6438 0,0980

0,2391 0,1794 0,1393 0,1188 0,6039 0,4673 0,5687 0,3957 0,3378 0,5356 0,4078 0,4217 0,4842 0,5635 0,4161 0,3675 0,6530 0,4884 0,3821 0,3945 0,2400 0,3390

1,9552 1,3283 1,0291 3,1272 1,6422 1,3855 1,2191 1,2750 1,6529 1,0734 1,0653 2,1857 1,1150 1,2955 1,2689 1,3310 1,4368 1,3066 3,2051 2,0874 2,1306 1,1575

1,3950 1,2751 1,2287 1,1567 1,9484 1,7956 1,8775 1,6059 1,5409 1,8431 1,6424 1,5577 1,6858 1,7978 1,5005 1,6501 1,8552 1,7539 1,6138 1,6346 1,3643 1,5500

Sedangkan untuk keterkaitan langsung ke belakang industri kertas memiliki nilai sebesar 0.1857. maka output industri kertas secara langsung akan meningkat sebesar 0.3378 yang berada pada posisi ke-17 diantara sektor-sektor yang lain.5997 juta rupiah. gas dan air dan sektor industri barang-barang dari kertas dengan nilai keterkaitan sebesar 1. Keterkaitan Langsung Perekonomian Indonesia dan Tidak Langsung Sektor-Sektor Pada Tabel 5. sektor industri makanan dan minuman memiliki nilai keterkaitan tertinggi diantara sektor-sektor lainnya yaitu sebesar 1. Urutan kedua tertinggi ditempati oleh sektor industri kayu dan furniture dengan nilai keterkaitan sebesar 1.8431. 5. Untuk nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang. .58 Untuk industri kertas. dalam nilai keterkaitan langsung ke depan menempati urutan keeenam dengan nilai 0.3378 juta rupiah.1272.5997.2. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa jika terjadi kenaikan permintaan akhir satu juta. maka sektor industri kertas akan meningkatkan permintaan inputnya secara langsung sebesar 0. Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sebesar satu juta. Selanjutnya di posisi kedua dan ketiga ditempati oleh sektor perdagangan dan sektor industri kimia dengan nilai masing-masing sebesar 3.7 dapat dilihat bahwa sektor yang mempunyai nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung kedepan tertinggi adalah sektor pertambangan dan penggalian dengan nilai sebesar 3. Selanjutnya berturut-turut untuk posisi ketiga dan keempat ditempati oleh sektor listik.9484.8775.2051 dan 2.2.8552 dan 1.

59

Berdasarkan hasil analisis (Tabel 5.7), industri kertas memiliki nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung kedepan sebesar 1,6529 yang berada pada peringkat ketujuh diantara sektor-sektor yang berada dalam perekonomian Indonesia. Nilai keterkaitan tersebut mengindikasikan bahwa setiap satu juta output yang dihasilkan industri kertas secara langsung maupun tidak langsung akan dialokasikan kepada sektor-sektor lain dan kepada industri kertas itu sendiri sebesar 1,6529 juta rupiah. Sedangkan untuk keterkaitan langsung dan tidak langsung kebelakang, industri kertas memiliki nilai keterkaitan sebesar 1,5409 yang berada pada peringkat ke-16 diantara sektor-sektor lainnya. Nilai keterkaitan sebesar 1,5409 berarti apabila terjadi peningkatan permintaan akhir sebesar satu juta pada industri kertas maka permintaan input dari sektor-sektor lainnya maupun dari industri kertas itu sendiri secara langsung dan tidak langsung akan menigkat sebesar 1,5409 juta rupiah.

5.2.3. Keterkaitan ke Depan Industri Kertas terhadap Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Industri kertas merupakan sektor antara yang berada diantara sektor-sektor yang lain, industri ini tidak dapat dipisahkan dari industri atau sektor-sektor hulunya yang menyediakan input bagi keperluan proses produksinya, sebaliknya industri ini juga berfungsi sebagai penghasil output yang digunakan sebagai input bagi industri lainnya (hilir). Sektor-sektor hilir yang terkait dengan industri kertas antara lain industri barang-barang dari kertas, industri percetakan (penerbitan), dan sektor jasa-jasa.

60

Tabel 5.8. Keterkaitan ke Depan Industri Kertas terhadap Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Sektor
Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik, gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia, 2000 (diolah).

Koefisien 0.0005 0.0008 0.0025 0.0000 0.0022 0.0013 0.0004 0.0057 0.0015 0.3183 0.2448 0.0003 0.0047 0.0001 0.0006 0.0010 0.0007 0.0002 0.0020 0.0009 0.0012 0.0128

Peringkat 17 14 6 22 7 10 18 4 9 1 2 19 5 21 16 12 15 20 8 13 11 3

Dari hasil analisis keterkaitan ke depan industri kertas terhadap berbagai sektor perekonomian Indonesia (Tabel 5.8) dapat dilihat bahwa industri barang dari kertas menduduki peringkat pertama dengan nilai sebesar 0,3183. Selanjutnya disusul oleh industri percetakan dengan nilai keterkaitan sebesar 0,2248 pada urutan kedua. Industri barang dari kertas dan industri percetakan menempati peringkat teratas karena kedua industri ini menggunakan bahan baku utama yang dihasilkan dari industri kertas.

61

5.2.4. Keterkaitan ke Belakang Industri Kertas terhadap Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Industri kertas merupakan industri yang terus berkembang pesat di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan konsumsinya yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Perkembangan industri ini juga ditandai dengan peningkatan kapasitas produksi perusahaan-perusahaan industri kertas dalam satu dekade terakhir ini. Salah satu indikator penyebab perkembangan dan pertumbuhan yang cukup tinggi itu adalah kedekatan industri kertas dengan bahan baku industrinya dalam hal kemudahan memperolehnya. Kedekatan inilah yang menandai bahwa keterkaitan ke belakang industri kertas dengan sektor-sektor penyedia inputnya (hulu) cukup besar. Dari hasil analisis keterkaitan ke belakang industri kertas terhadap berbagai sektor perekonomian indonesia (Tabel 5.9) dapat dilihat bahwa industri pulp menduduki peringkat pertama dengan nilai sebesar 0,0944. Industri pulp menduduki peringkat pertama karena pulp merupakan bahan baku utama yang digunakan oleh industri kertas. Selanjutnya disusul oleh sektor pengangkutan dan komunikasi pada urutan kedua. Masuknya sektor pengangkutan dan komunikasi dalam peringkat yang cukup tinggi bila di bandingkan dengan sektor-sektor lain dalam perekonomian dikarenakan pentingnya faktor pengangkutan dan

komunikasi dalam memperlancar rantai distribusi bahan baku dari tempat bahan baku ke perusahaan tempat proses produksi dilaksanakan

0000 0.0012 0.0037 0.0031 0.0944 0.0015 0. Sedangkan analisis kepekaan penyebaran berguna untuk .0007 0.0071 0.0199 0. Analisis koefisien penyebaran dianggap penting karena menunjukkan koefisien kaitan yang memberikan gambaran tentang pengaruh yang ditimbulkan oleh suatu unit permintaan akhir untuk semua sektor di dalam suatu sisitem perekonomian.0006 0.0050 Peringkat 11 7 17 12 9 20 15 1 14 10 16 4 21 22 13 19 6 18 3 2 5 8 5.0017 0. Keterkaitan ke Belakang Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.62 Tabel 5.0004 0.0045 0.0023 0.0181 0.0010 0.0731 0. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia.0401 0. Koefisien 0.3. Analisis Koefisien Penyebaran dan Kepekaan Penyebaran Untuk mengetahui distribusi manfaat dari pengembangan suatu sektor terhadap perkembangan sektor lainnya baik melalui mekanisme transaksi pasar input dan pasar output dapat dianalisis berdasarkan koefisien penyebaran dan kepekaan penyebaran.0001 0. 2000 (diolah).0621 0.9.0005 0.

63 memberikan gambaran tentang pengaruh yang timbul oleh suatu unit permintaan akhir terhadap semua sektor di dalam perekonomian. Nilai koefisien yang lebih besar dari suatu sektor menunjukkan kemampuan sektor tersebut dalam menarik perkembangan sektor hulunya. gas dan air. hal ini mengindikasikan bahwa sektor-sektor tersebut memiliki kemampuan yang kuat untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya. Berdasarkan nilai indeks koefisien penyebaran yang lebih dari satu. industri kayu dan furniture. industri barang dari kertas juga industri tekstil dan pakaian. Koefisien penyebaran ini diperoleh dari nilai keterkaitan output langsung dan tidak langsung ke belakang yang dikalikan dengan jumlah sektor kemudian dibagi dengan total keterkaitan langsung dan tidak langsung semua sektor. . Koefisien penyebaran sering disebut sebagai daya penyebaran ke belakang. listrik.1. Pada Tabel 5. Dengan kata lain merupakan efek yang ditimbulkan oleh suatu sektor karena adanya peningkatan output suatu sektor yang bersangkutan terhadap output sektor-sektor lainnya yang digunakan sebagai input oleh sektor-sektor tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung.3.10 dapat dilihat beberapa sektor yang mempunyai indeks koefisien penyebaran yang tinggi antara lain sektor industri makanan dan minuman. 5. Koefisien Penyebaran Koefisien penyebaran menunjukan efek relatif yang ditimbulkan oleh keterkaitan ke belakang secara langsung dan tidak langsung antara satu sektor dengan semua sektor yang ada.

9668 Untuk industri kertas.1571 1.0292 1.0016 0. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia. 2000 (diolah).8701 0.0195 0. Koefisien Penyebaran 0.9611 1.0939 1.8509 0.1213 0.7953 0. Salah satu penyebab terjadi hal tersebut adalah adanya integrasi vertikal dalam industri kertas sendiri.9715 1.1710 1. sektor ini mempunyai indeks koefisien penyebaran sebesar 0..7664 0. khususnya yaitu dengan sektor hulu yang paling besar keterkaitannya dengan industri kertas yaitu industri pulp.9611. Perusahaan-perusahaan besar yang memiliki kapasitas produksi yang besar pula ternyata juga memiliki pabrik pulp sebagai sumber bahan bakunya.1495 1.0066 1.64 Tabel 5.7215 1. Hal ini mengakibatkan kemampuan industri kertas secara keseluruhan untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya .10.0514 1. Koefisien Penyebaran Industri Kertas Terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.2152 1.9359 1. Hal mengindikasikan bahwa industri kertas mempunyai kemampuan yang kurang kuat dalam menarik perkembangan sektor hulunya.0244 0.1199 1.

Barang tambang seperti minyak bumi dengan produk hasil olahannya yaitu bahan bakar minyak (BBM) merupakan pilar utama proses produksi output sektor-sektor industri dalam perekonomian.9504.11 dapat dilihat bahwa sektor pertambangan dan penggalian memiliki indeks kepekaan penyebaran yang paling tinggi yaitu sebesar 1. Nilai indeks kepekaan penyebaran lebih dari satu mengindikasikan suatu sektor memiliki kemampuan yang kuat untuk mendorong sektor hilirnya. Kepekaan Penyebaran Kepekaan penyebaran merupakan efek relatif yang disebabkan oleh perubahan output suatu sektor ekonomi yang akan menimbulkan perubahan output sektor ekonomi lainnya yang menggunakan output sektor tersebut sebagai input baik langsung maupun tidak langsung. Hal ini di karenakan sektor pertambangan dan penggalian merupakan salah satu sektor yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian.2. .3.65 terutama pulp menjadi semakin berkurang. menurut Karseno dan Mulyaningsih (2002) integrasi vertikal pada industri kertas justru akan lebih meningkatkan efisiensi produksi perusahaan dalam industri 5. Kepekaan penyebaran ini sering disebut indeks daya penyebaran ke depan yang diperoleh dari keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan yang dikalikan dengan jumlah sektor kemudian dibagi dengan total keterkaitan langsung dan tidak langsung dari semua sektor. Namun jika di tinjau dari sisi efisiensi. sehingga sektor pertambangan dan penggalian mempunyai kemempuan yang kuat dalam mendorong pertumbuhan sektor-sektor hilirnya terutama dalam hal penyedian kebutuhan bahan bakar untuk proses produksi. Pada Tabel 5.

8641). industri tekstil dan pakaian (0.8080 0.8641 0.2195 0. Kepekaan Penyebaran Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.309.0309 0.9990 1.7219 Sedangkan untuk industri kertas.7952 1.6419 1.8302 0.7603 0.11. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia. dan industri kayu dan furniture (0.8961 0.66 Tabel 5. .7603).6644 1.8285 0.6954 0.3019 1. sektor industri ini mempunyai indeks kepekaan penyebaran sebesar 1. Dengan nilai indeks yang lebih besar dari satu.8149 1. Kepekaan Penyebaran 1. Bila di bandingkan dengan beberapa sektor lainnya yang tergolong sektor manufaktur seperti industri makanan dan minuman (1.9504 1. industri kertas lebih unggul dalam kemampuannya dalam menstimulir perkembangan sektor-sektor hilirnya dan termasuk ke dalam delapan besar sektor yang mempunyai indeks kepekaan penyebaran kuat dalam perekonomian.7914 0. hal ini berarti bahwa industri kertas mempunyai kemampuan yang kuat untuk mendorong perkembangan sektor hilirnya. 2000 (diolah).3288 0.0242).3632 0.0242 0.6695 0.

Pendekatan elastisitas input-output dibagi kedalam tiga kategori yaitu elastisitas output. Urutan kedua ditempati oleh sektor industri makanan dan minuman dengan nilai elastisitas output sebesar 1. 5. Pada perekonomian Indonesia. Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan output sektor perdagangan sebesar 1. elastisitas output tertinggi ditempati oleh sektor perdagangan dengan nilai elastisitas sebesar 1.1. pendapatan dan tenaga kerja. Elastisitas Output Elastisitas Output adalah perubahan persentase dalam total output suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya. Nilai elastisitas output yang tinggi dari . Hal ini bermakna bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen maka akan meningkatkan total output sektor industri makanan dan minuman sebesar 1.1253. Elastisitas Input-Output Elastisitas input-output menyediakan pandangan baru untuk penentuan sektor prioritas.67 Semuanya itu menandakan bahwa sektor industri kertas layak untuk terus dikembangkan dan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Menurut Mattas dan Shresta (1991) dalam Imansyah (2000) pendekatan ini lebih baik daripada analisis keterkaitan dan analisis multiplier karena memperhitungkan share suatu sektor dalam output.4.12).2610 (Tabel 5.1253 persen.4.2610 persen. Pendekatan ini mempermudah policy makers untuk berkonsentrasi tidak hanya pada nilai-nilai keterkaitan dan multiplier tertinggi tetapi juga pada share suatu sektor ekonomi. 5.

0023. Pada tabel 5.12 dapat dilihat bahwa elastisitas pendapatan tertinggi ditempati oleh sektor perdagangan dengan nilai elastisitas sebesar 1. Untuk industri kertas. industri kertas dapat disebut cukup responsif terhadap perubahan permintaan akhir pada sektor lain. Urutan kedua ditempati oleh sektor pertambangan dan penggalian dengan nilai elastisitas pendapatan sebesar 1. Hal ini berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen maka akan meningkatkan total output sektor industri pertambangan dan penggalian sebesar 1. sektor ini memiliki elastisitas output sebesar 1.2. Elastisitas Pendapatan Elastisitas pendapatan adalah perubahan persentase dalam pendapatan suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya.0023 persen.1650. Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan pendapatan sektor perdagangan sebesar 1. yang berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan total output industri kertas sebesar 1. Nilai elastisitas output yang tinggi bila dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya dalam perekonomian pada sektor perdagangan dan sektor pertambangan dan penggalian .0759. 5.68 kedua sektor tersebut mencerminkan bahwa outputnya mempunyai respon yang besar terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya atau lebih sensitif terhadap perubahan yang terjadi pada sektor lainnya dalam hal permintaan akhir.1650 persen. Dengan nilai elastisitas output yang lebih besar dari satu.0759 persen.4.

0980 (19) .1008 ( 3 ) Industri makanan dan minuman 1.0274 ( 4 ) Keuangan dan persewaan 0.12.9779 ( 3 ) 1.0431 (22) 0. Elastisitas Input-Output Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Tahun 2000 Sektor Elastisitas Pendapatan 0.0040 (22) Jasa-jasa 0.1659 (18) 0.1877 (16) 0.3072 (12) 0.4772 ( 8 ) 1.0759 ( 2 ) 1.0900 (20) 0.3921 (15) Kayu 0.0139 (20) Industri lainnya 0.6903 ( 4 ) 0.0047 (21) Industri barang jadi dari logam 0.5022 ( 7 ) 0.5022.6005 ( 6 ) 0.5241 (11) Industri kayu dan furniture 0.0443 (21) 0.1919 (15) 1.2778 (13) 0.2610 ( 1 ) Pengangkutan dan komunikasi 1.3319 (10) 0. sektor ini memiliki elastisitas pendapatan sebesar 0.5022 persen.2591 (16) Industri pulp 0.3103 (11) 0.2772 (12) 1.0768 ( 1 ) 0.8697 ( 8 ) Industri kertas 1.5495 ( 9 ) 0.8877 ( 4 ) 0.7964 ( 5 ) 0.0023 ( 5 ) Industri barang dari kertas 0.7100 ( 9 ) Industri percetakan 0.3127 (10) 0.2240 (14) 0.6093 ( 8 ) 0.6084 (10) Industri kimia 0.69 menunjukkan bahwa pendapatan pada kedua sektor tersebut mempunyai respon yang besar terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya.4050 (13) Pertambangan dan penggalian 1.3072 (11) 0.0247 (22) 0.4048 (14) Industri logam dasar 0.7027 ( 6 ) 0. Keterangan: ( ) merupakan peringkat Tenaga Kerja 0.1790 (17) 0. 2000 (diolah).9020 ( 7 ) Bangunan 0.2133 (15) Output Pertanian 0. industri kertas dapat disebut kurang responsif terhadap perubahan permintaan akhir pada sektor lain.1737 (17) 0.0441 ( 2 ) 0.1650 ( 1 ) 0. yang berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan pendapatan dalam industri kertas sebesar 0. Sementara pada industri kertas.2619 (14) 0.6438 ( 7 ) 0.3284 ( 9 ) 0.0994 (19) 0.0901 (20) 0.0955 (18) Hasil hutan lainnya 0.1790 (16) 0.0548 (19) Listrik.0485 (21) 0.0009 ( 3 ) 0.5179 (12) Sumber: Tabel I-O Indonesia.2764 (13) 0.1253 (17) Perdagangan 1.1253 ( 2 ) Industri tekstil dan pakaian 0. gas dan air 0. Dengan nilai elastisitas pendapatan yang kurang dari satu.6449 ( 5 ) 0. Tabel 5.1631 (18) 0.9831 ( 6 ) Industri semen dan barang non logam 0.

Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan tenaga kerja sektor perdagangan sebesar 1. .70 5.0441. tenaga kerja industri kertas dapat disebut kurang responsif terhadap perubahan permintaan akhir pada sektor lain.0768 (Tabel 5.3.0768 persen. Nilai elastisitas tenaga kerja yang tinggi dari kedua sektor tersebut mengindikasikan bahwa jumlah tenaga kerjanya mempunyai respon yang besar terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya atau lebih sensitif terhadap perubahan yang terjadi pada sektor lainnya dalam hal permintaan akhir.4.6093 persen.12). Elastisitas Tenaga Kerja Elastisitas tenaga kerja adalah perubahan persentase tenaga kerja suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya. sektor ini memiliki elastisitas tenaga kerja sebesar 0. Peringkat kedua ditempati oleh sektor industri makanan dan minuman dengan nilai elastisitas tenaga kerja sebesar 1. Diantara sektor lainnya dalam perekonomian elastisitas tenaga kerja tertinggi ditempati oleh sektor perdagangan dengan nilai elastisitas sebesar 1. Namun demikian nilai elastisitas tenaga kerjanya masih bernilai positif. yang berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan total output industri kertas sebesar 0. hal ini terjadi dikarenakan industri kertas selain merupakan industri padat modal juga merupakan industri yang cukup banyak menyerap tenaga kerja. Dengan nilai elastisitas yang kurang dari satu. Pada industri kertas.0441 persen. Nilai ini bermakna bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen maka akan meningkatkan tenaga kerja sektor industri makanan dan minuman sebesar 1.6093.

Hal ini berarti kesepuluh sektor tersebut menjadi prioritas pemerintah untuk dikembangkan karena setiap sektor tersebut secara simultan mempunyai respon yang tinggi terhadap perubahan permintaan akhir sektor-sektor lainnya. (9) listrik. dan (10) hasil hutan lainnya. pendapatan maupun tenaga kerjanya (ranking elastisitas). dan tenaga kerjanya untuk lebih berperan .5. (4) pengangkutan dan komunikasi. hal ini menunjukkan bahwa industri ini.71 5.13). sepuluh peringkat tertinggi dari hasil perankingan tersebut merupakan sektor-sektor kunci dalam perekonomian. pendapatan. Sektor-Sektor Kunci dalam Perekonomian Indonesia Penentuan suatu sektor menjadi sektor kunci dalam perekonomian Indonesia dapat didasarkan pada kategori-kategori analisis input-output seperti analisis keterkaitan. (2) industri makanan dan minuman. sektor yang menjadi kunci dalam perekonomian ditentukan berdasarkan ranking atau peringkat dari keseluruhan sektor dalam perekonomian baik dilihat dari elastisitas output. Industri kertas termasuk dalam sektor kunci perekonomian Indonesia (peringkat keenam). (8) industri kimia. merupakan sektor unggulan dalam meningkatkan output. (5) industri pulp. dapat diketahui sepuluh sektor kunci perekonomian. (7) pertanian. Pada penentuan sektor kunci berdasarkan elastisitas input-output. Dari hasil analisis sektor kunci perekonomian Indonesia tahun 2000 berdasarkan ranking elastisitas (Tabel 5. yaitu: (1) perdagangan. gas dan air. (3) pertambangan dan penggalian. bersama dengan sembilan sektor kunci lainnya. (6) industri kertas. sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan. dampak penyebaran atau elastisitas input-output.

5 14 20 20 16 8. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel Input-Output Indonesia.5 10 3 2 12.5 15 Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.13. 2000 (diolah) .72 dalam perekonomian Indonesia dan pemerintah sebagai policy makers harus lebih biak lagi dalam menjalankan fungsinya berkaitan dengan penetapan kebijakan terhadap industri ini karena perannya dalam meningkatkan perekonomian tersebut.5 11 1 4 17. Tabel 5.5 5 6 20 22 8. Sektor Kunci Perekonomian menurut Ranking Elastisitas InputOutput Indonesia Tahun 2000 Elastisitas Input-Output (peringkat) Tenaga Output Pendapatan Kerja 15 5 9 18 9 14 13 12 10 3 2 11 16 8 5 9 10 6 14 21 20 19 7 17 1 4 22 12 2 3 17 16 6 7 21 22 20 11 18 14 10 13 8 1 4 19 15 3 2 13 16 4 8 21 22 5 20 12 17 18 11 15 1 6 7 19 Total Peringkat 29 41 35 8 7 41 48 18 20 51 54 31 45 51 51 47 31 40 3 14 48 46 Ranking Elastisitas 7 12.5 17.

Untuk mengurangi kesenjangan pendapatan ini diperlukan campur tangan pemerintah yang lebih adil sebagai regulator ketenagakerjaan baik melalui penetapan kebijakan yang berfokus pada kesejahteraan tenaga kerja maupun sebagai mediator antara perusahaan dan tenaga kerjanya dalam penenganan berbagai masalah ketenagakerjaan terutama dalam persoalan upah. kondisi ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam Peraturan .73 5. hal ini berarti bahwa distribusi pendapatan antara pemilik modal (perusahaan) dan pekerja tidak merata atau terjadi ketimpangan yang besar yang dapat disebabkan oleh adanya eksploitasi tenaga kerja oleh pemilik modal terhadap tenaga kerja dengan share yang lebih besar terhadap perusahaan (pemilik modal).6. Berdasarkan hasil analisis rasio upah dan gaji dengan surplus usaha pada struktur nilai tambah bruto dapat diketahui bahwa sektor industri kertas mempunyai nilai surplus usaha lebih besar dibandingkan upah dan gaji. 2. Pada sub-bab sebelummya. antara lain yaitu: 1. Implikasi Kebijakan Dari hasil penelitian ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai implikasi kebijakan. Hal ini menandakan bahwa dalam industri kertas sangat potensial untuk dibentuk dan dikembangkannya klaster industri kertas. berdasarkan analisis keterkaitan industri kertas tahun 2000 terhadap berbagai sektor perekonomian (keterkaitan per sektor) dapat diketahui bahwa industri kertas memiliki nilai keterkaitan yang tinggi baik ke depan maupun ke belakang terhadap sektor hulu dan hilirnya dan juga dengan sektor pendukungnya.

Oleh karena itu IKM memerankan peranan secara integral dan konstruktif dalam suatu klaster industri. tetapi juga mengingat dalam setiap sektor terdapat juga pelaku ekonomi yang tergolong Industri Kecil dan Menengah (IKM).74 Presiden No. Dengan adanya klaster ini maka bukan saja dapat saling menumbuh kembangkan industri terkait dan industri pendukung dalam klaster tersebut. Pada saat yang sama jaringan yang terpadu dari IKM terkait akan terus berkembang. Dalam peraturan tersebut dijabarkan mengenai rencana pemerintah untuk membangun daya saing industri manufaktur nasional lima tahun kedepan dengan fokus pengembangan industri melalui penguatan dan penumbuhan klaster-klaster industri inti yang termasuk industri kertas didalamnya. sementara klaster industri memberikan kesempatan pada IKM untuk membuat keterkaitan pasokan antara perusahaan besar dan menengah (Deprin. maka klaster tersebut akan menarik IKM untuk memenuhi Permintaan barang dan jasa. 2005).7 Tahun 2005 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Namun demikian dapat dinilai adanya keterlambatan pemerintah karena baru tahun 2005 mengeluarkan kebijakan pengembangan klaster industri tersebut. padahal dari tahun 2000 berdasarkan penelitian ini pentingnya kebijakan klaster sudah dapat diidentifikasi. . menawarkan jasa dan produk-produk untuk mendukung klaster industrinya.

385 juta dan mengimpor sebesar Rp 8.VI.895.1.775 juta dan permintaan akhir sebesar Rp 13. Pada struktur ekspor dan impor. industri kertas memiliki keterkaitan yang paling tinggi terhadap industri pulp (0.125.2448) sementara pada keterkaitan ke belakangnya.0944) yang merupakan sektor penghasil bahan baku industri kertas dan pada sektor pengangkutan dan komunikasi (0.327 juta dan jika dilihat dari struktur ketenagakerjaan.854 juta dan jika dilihat dari struktur output sektoral. Industri kertas memiliki keterkaitan yang tinggi terhadap sektor hulu dan hilirnya (keterkaitan industri kertas terhadap sektor-sektor perekonomian).454 jiwa.847 juta. KESIMPULAN DAN SARAN 5. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis peranan industri kertas terhadap perekonomian Indonesia. 1. maka kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut. kemudian kontribusinya dalam struktur nilai tambah bruto adalah sebesar Rp 7. Pada struktur permintaaan. industri kertas berkontribusi terhadap permintaan antara sebesar Rp 10. industri kertas melakukan ekspor sebesar Rp 13.0731) yang merupakan salah satu sektor pendukung industri kertas.771. Pada keterkaitan ke depan industri kertas mempunyai keterkaitan yang paling tinggi terhadap sektor industri barang dari kertas (0.800.3183) dan pada peringkat kedua yaitu terhadap industri percetakan (0. 2.622 juta.970. industri ini mampu meyerap tenaga kerja sebesar 118. industri ini berkontribusi sebesar Rp 24.507. .

9611). terutama pulp. Industri kertas termasuk dalam salah satu dari sepuluh sektor kunci perekonomian Indonesia (peringkat keenam) berdasarkan ranking elastisitas. pendapatan. Bersama dengan sektor kunci lainnya. Salah satu penyebab lemahnya industri ini dalam menarik pertumbuhan sektor hulunya adalah adanya integrasi vertikal yang dilakukan oleh perusahaan-perusahan besar dalam industri ini dengan sektor penghasil bahan bakunya. industri ini merupakan sektor industri yang memiliki kemampuan yang kuat dalam mendorong pertumbuhan sektor hilirnya seperti industri barang dari kertas dan industri percetakan karena memiliki indeks kepekaan lebih dari satu (1. . 4. Namun di sisi lain.0309). maupun tenaga kerjanya.76 3. Industri kertas kurang memiliki kemampuan untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya karena jika dilihat dari hasil analisis koefisien penyebaran. sektor industri ini memiliki indeks koefisien penyebaran yang kurang dari satu (0. industri kertas merupakan sektor prioritas yang harus dikembangkan oleh pemerintah sebagai policy makers karena kontribusinya terhadap perekonomian tersebut. sehingga sektor ini mempunyai kemampuan yang cukup besar dalam berkontribusi untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan. Hal ini mengindikasikan bahwa sektor industri ini memiliki respon yang tinggi terhadap perubahan permintaan akhir sektor lain dalam hal peningkatan output.

3. 1. Untuk meningkatkan efisiensi industri kertas tanpa mengurangi kemampuan industri tersebut menarik pertumbuhan sektor hulunya antara lain adalah dengan mempercepat transformasi pembangunan industri kertas menuju fase innovation driven melalui peningkatan teknologi produksi dan pelatihan tenaga kerja terampil yang intensif sehingga dapat meningkatkan outputnya dan disisi lain sektor hulu tetap dapat memasok input bagi industri kertas tersebut. pemberian fasilitas karyawan yang lebih baik serta jaminan sosial untuk mengatasi kesenjangan pendapatan antara perusahaan dan tenaga kerjanya pada industri kertas. . Saran Berdasarkan hasil analisis. Pada industri kertas harus dibangun klaster industri yang kuat secara berkelanjutan sehingga industri kertas dan sektor yang terkait di dalam klaster tersebut seperti industri pulp.2. Pemerintah harus campur tangan yang lebih intensif melalui penetapan Upah Minimum Regional (UMR) yang benar-benar sesuai dengan standar kehidupan di Indonesia.77 6. dapat disampaikan saran berikut ini. 2. industri barang dari kertas dan industri percetakan juga dapat saling menunjang untuk meningkatkan perkembangannya dan peranannya terhadap perekonomian Indonesia.

id/ publikasi. Paper for 13th International Conference on Input-Output Techniques. bankniaga.go. Dampak Keterkaitan Sektor Industri Terhadap Perekonomian Wilayah Kabupaten Sidoarjo [Tesis].L. M. Jakarta. P. 2002. BPS. . Direktori Industri Pulp dan Kertas Indonesia 2003. Jakarta. 2002. http://www. 2005. USA. 2003.asp?id=NNA [30 September 2005]. APKI.D. Vol. Bogor. http://www. Ekonomi Industri : Persaingan. Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. 2005.com [18 Februari 2005]. Institut Pertanian Bogor. 17. Jakarta. Fakultas Pertanian. Muchtar. 1985. dan Mulyaningsih. Jhingan. Imansyah. B. Prentice Hall. “An Application of the FES Approach to A Small Region in Indonesia: Banjarmasin Input-Output Model 1”. Italy. E.DAFTAR PUSTAKA Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia. ”Kebijakan Pembangunan Industri Nasional” [Deprin Online]. M. Deprin. Analisis Peranan Sektor Pertanian dan Industri Pengolahan Terhadap Perekonomian Propinsi Kalimantan Timur (Berdasarkan Analisis Input-Output) [Skripsi]. No. M. Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. H. 2000. Bogor.com/content/content. Niaga. 2. Monopoli dan Regulasi. T. R. Miller. Input-Output Analysis: Foundation And Extensions. N. http://www. E. 2000. “Industri Kertas Butuh Investasi Baru” [Harian Terbit Online]. Raja Grafindo Persada. 1993. R. Karseno. “Integrasi Vertikal dan Efisiensi Industri: Industri Kertas Tahun 1979-1997 Dengan Pendekatan Error Correction Model”. BPS. Macerata. ”Profil Perusahaan” [Bank Niaga Online]. LP3ES. New Jersey. dan Blair. 2000. [30 September 2005] Hasibuan.deprin. Jakarta. Puspitawati.harianterbit. Hal. 2005. 136-149. A. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. 1997. Tabel Input-Output Indonesia 2000. Mansur.

H. 1998. 2005.org /wiki/ Kertas [17 September 2005].79 Rosadi. 1994. Tjandrawan. dan Pambudy. R. http:// www. 2005. Departemen Ilmu Ekonomi. 194203. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia. 2004. Fakultas Pertanian. Fakultas Pertanian. I. Bogor. Institut Pertanian Bogor. Setiyaji. Bogor. 1995. Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Y. Vol. Analisis Peranan dan Keterkaitan Sektor Pertanian dan Industri di Jawa Barat [Skripsi]. “Analisis Pasar Pulp dan Kertas Indonesia”. Fakultas Ekonomi Dan Manajemen. No. 2000. Sipayung. A. 2002. Bogor. ”Kertas” [Wikipedia Online]. Dampak Investasi Sektor Pertanian Terhadap Perekonomian Nasional [Skripsi]. Analisis peranan Sektor Industri Pengolahan Dan Pengaruhnya Terhadap Perekonomian Jepara [Skripsi]. . Bogor. Bogor. Analisis Peran Sektor Industri Pengolahan dan Dampaknya terhadap Pembangunan Ekonomi Di Kota Cilegon [Skripsi]. Fakultas Ekonomi Manajemen. “Prospek dan Tantangan Pengembangan Agribisnis Pulp dan Kertas dalam Era Ekolabeling dan Otonomi Daerah”. dan Vidyatmoko. Wikipedia. Prosiding Seminar. D. T. Ruhmaniyati.wikipedia. Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. S. Hal. Sahara. 4. Institut Pertanian Bogor. Analisis Peranan Sektor Industri Pengolahan terhadap Perekonomian Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta [Skripsi]. Departemen Ilmu Ekonomi. Institut Pertanian Bogor. A. 5. Setyawan. Institut Pertanian Bogor. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

LAMPIRAN .

81 Lampiran 1. 031-034 029 030 035-048 049-073 074-083 084-089 090 091 092 093 094-109 110-114 115-118 119-122 123-141 142-143 144-148 149-152 153-159 160-164 165-175 180 190 200 201 202 203 204 205 209 210 301 302 303 304 305 306 309 310 401 402 403 404 409 501 502 503 509 600 700 - . gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Jumlah permintaan antara Jumlah input antara Impor Upah dan gaji Surplus usaha Penyusutan Pajak tak langsung Subsidi Nilai tambah bruto Jumlah input Pengeluaran konsumsi rumah tangga Pengeluaran konsumsi pemerintah Pembentukan modal tetap bruto Perubahan stok Ekspor barang dagangan Ekspor jasa Jumlah permintaan akhir Jumlah permintaan Impor barang dagangan Pajak penjualan Bea masuk Impor jasa Jumlah impor Margin perdagangan besar Margin perdagangan eceran Biaya pengangkutan Jumlah margin perdagangan dan biaya pengangkutan Jumlah output Jumlah penyediaan Jumlah Tenaga Kerja Kode I-O 175 Sektor 001-028. Klasifikasi Sektor Tabel Input-Output Indonesia Tahun 2000 Kode I-O 22 Sektor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 180 190 200 201 202 203 204 205 209 210 301 302 303 304 305 306 309 310 401 402 403 404 409 501 502 503 509 600 700 1000 Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.

82 .

452 5.396 166.459 131.424 2.871 2.911 Sumber: Tabel I-O Indonesia 2000 (diolah).530 8.560 5.714.442 120.575.569 11.913 151.949 332.241 75.325 3.567 19.534.493.028 555.073.408 100.781 6.708 127.459 553.099 2.853 110.701 301.110.590.585.870 210.895.012.660.508.867 4.588.770 35.143.417 121.912 23.615 23.040 2.963.277 246.412.990 8.321 5.145.Lampiran 2.370 110 84 1.777.550.755 17.553 108 5.638.898 115.958 487.942 12 8.441 8.798 105.705 8.588 6.775 19.212 3.858 40.427 2.867 3.426 874 728.306.335.418 1.368.553 13.072 325.177 21.443 4.164 224.667 3.652 2.539 77 186.358 933.459 53.985 9.010 7.049 112.901.327.083 224.785.849 57.450.554.941 1.938 6.063 4.182.902 2.394 141.478 63.379 648.462 55.354 5.479.903 7.541 16.655 17.442 3.711.805.252 43.319 30.634 1.811.237 4.069 338.507.591 10.443 429.705 705.451 3.656 2.003 363.244 1.799 5.828 61.648.876 348 994.884 378.890 1.238.855 76.206 15.679.563 6.515 25.228) 97.333 29.800 53.063 1.725 138.933 112.352 975.670 7.086 5.183 19.052 131.169.484.418 59.346 38.666 65.567.371 22.343.824 3 2.426 102.792 116.996.811.815.626 3.703 4.817.454 10 0 3.785.574 1.973 1.319 504 17.091 20.048 32.010.119.958 683.864.895.620 73.250 478.596 643.918.364 2.720 2.782.536.403 32.512 1.486 100.492 528.797.772.813.229.089 47.486 5.290.718 3.190 41.838 1.208.628 22 85.292.333 4.867 6.881 2.613 111.606.759 243.947 11.946.069 6.160 823.429 0 64.282.826 927 3.094.537.991.513 4 19.875 45.725 1.343 332.155 7.857 1.212.430 55.600 181.899 1.931 59.176 167.692.939 5.484.491 11.391 448.467 1.809 1.817 378 627.302 43.405.489 59.551 11 0 271 122 11.114 5.643 8.026 84.558. .809 448.908 14.404 151.056 33 4.530.839 1.905 2.577 159.590 44.387.778.411.694 21.043 1.393 13.513 798 315.328.399 1.955 23.568 1.749 24.854 1.024 5.330 296.227 72.894 6.973 369.073 8.306 815.890 49.195 196.433 565.414.355 8.292 5.405 6.758.225 7 45.738 25.908 141.917 375.698.305.479 83.534.975 83.114 8.240 13.040 29.991.886 2.245 1.607 8.034 1.618 174.098 7.824 40.297 479.560 21.192 10.524 1.135 200.739.365.097 590.663.323 82.936 36.080 264.327 24.064 55.982.004.762 4.130 77.834 1.644 45.957 7.213 64.062.460 175.800 17.001 2.772.083 7.926 10.764 20.771.914 121.700.040 1.509.525.989 146.170 904 57.796 55.850.540.117 594.944 86.217.296.407.905 57.183 17.349 206.597 18.930 129.340.755 162.526 0 737.718.550 754.228 69.968 7.229 1.702 (250.103.570 3.858 26.542 1.602 25.441 370.167.256.688.590 5.099 1.480.395.441 610.281.777 7.577.837 15.670 6.129 2.860.241 1.337.821.539 4.735.943 5 101.646.362 161.947 1.458.543 5.017. Tabel Input-Output Indonesia 2000 Klasifikasi 22 Sektor (dalam Juta Rupiah) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 1 16.322 2.592 6 2.308 853.203 19.453.437.732 1.037.030 13 20.625.258 4.043 4.298 16.293 2.566.014.606 1.514 33.579 55.851 37.664.046 926.151 825.453 11.333 287.557.919 4.519 2 628.576.895 2.190 18.371 1.187 416.774 147.116 490.845 40.311 2.560 28.235.524 2.489 940.780 41.359.262 40.427 3.232 13.750 0 13.877 3.059 106.440.850 337.946 64.134 8 203.569 34 8.639 865.622 118.592 916.441 967 8.218 1.731.952.473 2.693 181 11.623.036 8.504 1.627.320 1.839 4.338 627.664.617 382.554.427.210 51.824 90.494 1.739.849 23.628 123.979 5.171 1.506 493.605.093.824.561 1.385 20.051 9 77.

805 2.741 10.350 130.798 5.698 49.738 824.228.393.576 834.089.544 967.505 723.233 396.997 34.604.979 350.502 4.875 3.729.577 8.179 17.002.480.175.983 3.697 6.948 .458.981 156.963 62.179 26.732 (3.678 19.005.261 6.196 11.980 42.012.310 6.156 105.048.237 2.990 18.106.952 5.292 6.649.247.264.511 29.117.948.407.973.812 173.670.503 7.573.670 19.730 90.000 213.030 39.547.843 149.705 859.079.568 21.215 35.255 19 10.649 157.642 36.860 2.448.977.579 4.641 37.444.110.206 438.060.821 27.228.368.138.393.676 1.139 10.858 495.278 17.767.085 15.498 110.460.172 0 141.749 609.817.189 19.200.786 3.609 151.398 13.136.326 9.757 225.600 441.866 1.553 13.097 1.635 64.999 6.731.413 259.044.667.825 1.742.973 6.529.206.951 232.891 123.418 14.226.084 15.657 12.848 85.016.525 1.169 4.445 412.761 137 85 121.034 22 2.808 158.664 156.870.078 1.035 16.107 3.081 564.938 15 7 6.164.392 227.180 14.959 1.401 110.476.147.559 322.472 105.678 7.498 19.727 9.542 4.063 111.331.748.218 21.390.844.048.074 19.672 6.430 1.266.723 41.626 70.916.332 3.722 2.948 (3.361 758.919 398.116 770.063 4.354 37.070 6.570.130 9.176 197.945 37.437 791.131 151.775.780 1.663 1.770 755.415 15.383.213 16.405 6.613 357.360.700 3.153.864.108 19.623 84.434 76.509 2.229.708 59.248 966.113 3.802 134.383 143.378 61.830.817 215.463.132.297 19.126 93.287 11.214.340 6.704 3.006.575.223 22.142 10.923 16.703.562.525 1.529.107.643 1.861 35.113 94.727 27.011.791 866.775 5.802.202 4.515 20 299.726.843.332 12.243 177.117 1.203.344.756 12.411.584 3.397 114.823.661 524.139 2.344 3.892 1.966 18.588.056 3.695 225.372.279.194.221.671.036.177 2.595 1.563 510.915 1.664 18 4.100) 65.649.032 448.715 373.382 1.565.155 1.338 4.034.242.360 3.746 32.015.666 2.638 33.574 1.900.601 21.928 69.713 2.637.111 382 16 1.246 2.723.963 176.105 476.842 123.872 278.690 115.465 5.930.305 20.169.161.946 777.569.Lampiran 2.593 2.810 2.038 13.844 882.797 15.781 337.950 527.197 4.855 61.228 1.250) 8.142.183.127 19.100.014.594 50.475.161 16 620.778 1.442.741.875 1.167.870.597 5.125.088 161.385 1.399 3.477.441.598.876.744.186.451 7.015 1.887 124.106 4.226.292 3.652 411.564.076.073 (30.257 15.961 1.278.567 26.652.045.158 5.420.242.349 8.385 6.727 100.756.278.192.253.757 400.793.065 15.610 7.616 5.562 180 144.429 11.902.926 117.428 117.063 8.134 11.668 341.724.630 1.800.310.525 11.727 30.332 3.127.455.281 60.275.876.073.451.916 1.071.028.377.685.870 126.713.412.076.580.331 1.852 121.564.995 65.271.353.084.559 27.705.760 1.244.877.272.511 9.860.093.995.350 2.354 19.079.944 3.388 38.327 19.020 7.182 30.700.912 21 34.041.896.128 23.287.729.019 287.260.966.383.463.803 4.382 4.677.019 14.352.578) 1.915 13.859 16.931.333.320.921.767.649 36.084 3.238.372 88. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 14 9.218 17 4 14.567 26.499 1.713 197.713.739.489.028.

210 29.188 2.063 396.637.849 24.677.775.798.321 835.491 474.586.413 14.614 794.933 748.305 5.779.808.790.595.805.018 79.774.629 152.672.887 9.125.695 227.227.658.151 329.325.689.259 165.016 394.814 6.701.621 133.108 13.480 6.480 15.111.771.454 856.225.294 8.340.743 3.068.393 208.848.193.042 41.114 310 260.036 155.413 3.730 209.374 51.620 13.044 8.957.125.847 3.988.435 4.242.592 110.160 1.850.466.167.865.965.656.697 937.513 2.613 64.813.634.214.337 73.488.887 201.901.284 314.777.036.008.949.316.048.471 38.696 668.849 80.028.637.831.099 57.552 309 115.158 1.665 303 189.783 520.831.276.162.365 57.485 39.561.713 1.424 8.582 2.267.857.379 33.600 272.387.373 55.733 15.782.623 48.622 8.356 105.514 305 6.385 1.033) 5.786.315 90.575 17.034 41.408 243.457. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 301 107.965.743.473.643 115.480 402 15.525.550 13.200 520.837 441.496.254 131.034 238.617 8.136 48.785 158.944 196.056 67.593 30.028.559 199.673 (68.851.045 25.076 2.707.497 302 88.695.353.438 304 1.454 .933 124.119.114.278 151.881 13.257.553.241.Lampiran 2.389.821.272.815.088.211.433 37.689.605 94.086 112.420.552 1.438.627.400.739.581 64.238 77.927.327 1.209 234.389.143.013.243.416.942.943.670 7.935 1.099.187.447 401 314.437 68.268.412.044 403 8.573 20.165 139.269 4.426.416 2.483.658.247 77.495 11.883.071 1.599 5.818 108.865.871 18.169 161.503.539.935 88.620 8.329.729.897.202.705 23.621 208.281 292.239 8.294.110 107.028 2.642 67.241.571 11.161.287 2.534.842 31.747 942.568 646.485.623 306 1.766 15.534.885.724 5.970.479.398 613.466 29.916 177.760.96 42.837 32.162.620 37.698.282 301 14.326 12.067 1.001.

729.705 23.408 243.705 23.944 196.340.739.534.739.837 3.849 24.254 131.622 8.850.637.151 329. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 404 103.695 227.169 161.119.916 177.677.143.325.701.672.815.534.379 33.379 33.287 2.099.242.821.853.916 177.695 227.412.099 57.575 17.424 8.620 13.278 151.677.469 501 502 503 509 600 260.850.408 243.063 396.837 700 260.099.340.287 2.438.988.637.284 - .099.353.278 151.028 2.447 103.849 24.242.325.272.165 139.821.151 329.701.028 2.805.815.805.575 17.698.063 396.353.214.424 8.627.412.099 57.272.254 131.944 196.Lampiran 2.469 - - - - 2.438.622 8.613 64.672.620 13.593 30.729.165 139.214.169 161.119.627.771.837 441.771.593 30.088.698.853.701.613 64.

0002 0.0000 0.0035 0.0005 0.0836 0.0000 0.0002 0.0002 0.0025 0.0506 0.0000 0.0001 0.0050 0.0000 0.0009 0.0000 0.0027 0.0310 0.0001 0.0000 0.0000 0.0005 0.0006 0.0000 0.0250 0.0022 0.0000 0.0000 0.1247 0.0000 0.0002 0.0073 0.0000 0.0012 0.0016 0.0003 0.0000 0.0011 0.0003 0.0555 0.0001 0.0000 0.0096 0.0005 0.0087 0.0730 0.0008 0.0243 0.3378 10 0.0000 0.0001 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0040 0.0001 0.0446 0.0022 0.0000 0.0153 0.0317 0.0016 0.0000 0.0010 0.0057 0.0001 0.0002 0.0003 0.0319 0.0002 0.0002 0.0003 0.0061 0.0355 0.0362 0.0000 0.0016 0.0011 0.0001 0.0037 0.0083 0.0047 0.0000 0.0015 0.0008 0.0220 0.0007 0.0217 0.0002 0.0000 0.0001 0.0000 0.0599 0.1335 0.5687 8 0.0001 0. Matriks Koefisien Teknis Klasifikasi 22 Sektor SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 1 0.0066 0.0477 0.0002 0.0001 0.0007 0.0010 0.0000 0.3957 9 0.2497 0.0182 0.0002 0.0107 0.0800 0.6039 6 0.4673 7 0.0239 0.0171 0.0036 0.0009 0.5356 11 0.0000 0.0004 0.0011 0.2448 0.0000 0.0078 0.0021 0.0001 0.0731 0.0000 0.0003 0.0000 0.0008 0.0119 0.0000 0.0002 0.0008 0.0000 0.0116 0.1094 0.0001 0.0000 0.0000 0.0001 0.0000 0.0023 0.0003 0.0000 0.0022 0.0350 0.0008 0.0050 0.2391 2 0.3183 0.1354 0.0031 0.0002 0.0119 0.0023 0.0005 0.0000 0.0000 0.0000 0.0464 0.0059 0.0003 0.0224 0.0280 0.0073 0.0000 0.0233 0.0433 0.0005 0.0010 0.0519 0.0000 0.4078 12 0.0006 0.0401 0.0013 0.0000 0.0000 0.0045 0.0005 0.0000 0.0535 0.0003 0.0047 0.0013 0.0002 0.0017 0.0000 0.0010 0.0000 0.0090 0.0025 0.0181 0.0022 0.0014 0.1780 0.0944 0.2130 0.0004 0.0000 0.0001 0.0000 0.0006 0.0718 0.0021 0.0001 0.0000 0.0782 0.0001 0.0000 0.0004 0.0000 0.0059 0.0155 0.0000 0.0000 0.0023 0.0000 0.0007 0.0168 0.0000 0.0000 0.2445 0.0000 0.0001 0.0083 0.0003 0.0073 0.0000 0.0073 0.0385 0.Lampiran 3.0142 0.0000 0.1794 3 0.0026 0.0006 0.0025 0.0000 0.0009 0.4842 Total Sumber: Tabel I-O Indonesia 2000 (diolah).0201 0.0105 0.0000 0.0802 0.0001 0.0424 0.0000 0.0002 0.0621 0.0008 0.0015 0.0042 0.0009 0.0211 0.0436 0.0028 0.0056 0.0000 0.0000 0.1393 4 0.0053 0.0171 0.0289 0.0199 0.0000 0.0000 0.0000 0.0097 0.0015 0.0646 0.0026 0.0086 0.0002 0.0000 0.0000 0.0001 0.0013 0.0071 0.0020 0.0934 0.0041 0.4217 13 0.0003 0.0428 0. .0238 0.0213 0.0001 0.0004 0.0002 0.0094 0.3052 0.0044 0.0001 0.0007 0.0352 0.0000 0.1188 5 0.0734 0.

0278 0.0319 0.0000 0.0035 0.3580 0.6530 18 0.0172 0.0000 0.0048 0.0002 0.0001 0.0044 0.0130 0.4633 0.3319 0.0001 0.0000 0.0038 0.0022 0.0003 0.0085 0.0276 0.0295 0.0508 0.0013 0.0791 0.0007 0.0620 0.0009 0.0008 0. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Total 14 0.0360 0.0532 0.1082 0.0804 0.4070 0.0006 0.0011 0.0502 0.0002 0.0001 0.0465 0.0005 0.0058 0.0348 0.0000 0.0331 0.5495 0.0000 0.0180 0.0020 0.0008 0.0317 0.0000 0.0049 0.0105 0.0179 0.0023 0.0008 0.0000 0.0000 0.0261 0.0000 0.0001 0.0001 0.0007 0.0014 0.0003 0.2790 0.0000 0.0369 0.0352 0.3945 21 0.0572 0.0001 0.0008 0.0003 0.0364 0.0511 0.0277 0.0074 0.0001 0.0002 0.0400 0.0100 0.0000 0.0071 0.0001 0.0180 0.0000 0.0010 0.0230 0.0002 0.2764 0.0000 0.0244 0.0020 0.0373 0.0626 0.0001 0.1737 0.0019 0.0272 0.0000 0.Lampiran 3.0867 0.0980 8.0000 0.0000 0.3821 20 0.0002 0.0055 0.0000 0.0004 0.0000 0.0223 0.3675 17 0.0047 0.0001 0.0010 0.0187 0.0495 0.0039 0.0226 0.0000 0.0939 0.0431 0.0030 0.0000 0.0000 0.0016 0.0000 0.0046 0.0108 0.0000 0.0000 0.0900 0.0000 0.0604 0.0024 0.0001 0.3072 0.0000 0.0889 0.0001 0.1877 0.0012 0.0032 0.0007 0.0236 1.0220 0.3103 0.0037 0.2619 0.0001 0.0000 0.0275 0.1548 0.0001 0.0000 0.0315 0.0336 0.0027 0.0371 0.0025 0.4161 16 0.0009 0.0221 0.0158 0.0817 0.3390 Total 0.7964 0.0200 0.0000 0.0147 0.0007 0.0000 0.0474 0.7027 0.1790 0.0589 0.0007 0.0004 0.0000 0.0033 0.0000 0.0078 0.0047 0.0163 0.5997 0.0128 0.0020 0.1006 0.1020 0.1631 0.0007 0.0000 0.0000 0.0258 0.0003 0.0226 0.5635 15 0.0150 0.0000 0.0053 0.7433 .0369 0.1919 1.0000 0.0007 0.0000 0.0091 0.6438 0.0131 0.0000 0.0010 0.4884 19 0.0000 0.0485 0.0001 0.0099 0.0023 0.0081 0.0002 0.1097 0.0000 0.0000 0.0771 0.0002 0.2400 22 0.0010 0.0009 0.

3950 2 0.0044 0.0166 0.0166 0.5577 13 0.0105 0.0304 0.0011 0.0074 0.0474 0.0052 0.0006 0.0053 0.0006 0.0938 0.0452 0.0008 0.0122 1.0138 0.0013 1.0345 0.0072 1.0004 0.0155 0.0001 0.0024 0.0294 0.0001 0.0014 0.1045 1.0042 0.3337 0.0054 0.0001 0.0014 1.3235 1.0002 0.0221 0.0327 0.0003 0.0036 0.0011 0.0275 0.0378 0.0584 0.1178 0.2508 0.0010 0.0059 0.0014 0.0043 1.0015 0.0086 0.0004 0.0043 0.0109 0.0036 0.0118 0.1548 0.0008 0.0076 0.0767 0.0049 0.5409 10 0.0008 0.0005 0.0134 0.0067 0.0770 0.0072 0.0017 0.0003 0.0065 0.0016 0.0024 1.0012 0.0000 0.0012 0.1920 0.0000 0.0001 0.6424 12 0.0648 0.0220 0.0007 0.0481 0.0542 0.0000 1.0009 0.0093 0.0163 0.6858 Total Sumber: Tabel I-O Indonesia 2000 (diolah).0483 0.0099 0.0058 0.0602 0.0026 0.6059 9 0.0221 0. .4000 0.0009 0.0112 0.0130 0.0004 0.0031 0.0007 0.0015 0.0024 0.0037 1.1031 1.1140 0.0014 0.0006 1.0002 0.0080 1.0013 0.0192 0.0052 0.0001 0.0196 0.2872 0.2088 0.0012 0.1036 0.0052 0.0155 0.1068 0.0121 0.0062 0.0097 0.0059 0.0044 0.0452 0.0943 0.0018 0.0090 0.0014 0.Lampiran 4.0357 0.0051 0.0010 0.0055 0.0164 0.0050 0.0011 0.0636 0.0446 1.0782 0.0097 0.0005 0.7956 7 0.0001 0.0035 0.0291 0.0775 0.2751 3 0.0050 0.0260 0.0005 0.0080 0.0386 0.0078 0.0010 0.0261 0.0008 0.0440 0.0033 1.0032 0.0021 1.0003 0.0021 1.0014 0.0001 0.0006 0.0108 0.0981 0.0094 1.0106 0.0463 0.0137 0.0079 1.0025 0.0397 0.0077 0.0005 0.0055 0.0008 0.0002 0.0172 0.0030 1.0013 0.0494 0.0012 0.0012 0.0991 0.0394 0.0009 0.0626 0.0054 0.0230 0.0061 0.0007 0.8775 8 0.0133 0.8431 11 0.0116 0.0016 0.0009 0.0017 0.2025 0.0013 0.0011 0. Matriks Kebalikan Leontief Klasifikasi 22 Sektor SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 1 1.0965 0.0000 0.2287 4 0.0153 0.0474 0.0001 0.0005 0.2921 0.0163 0.0009 1.0826 0.0021 0.0008 0.0002 0.0058 0.1048 0.9484 6 0.0303 1.0287 0.0137 1.0004 0.0007 0.0170 0.0032 0.0063 0.1567 5 0.0009 0.0359 0.0042 0.0009 0.0046 1.0180 0.0009 0.0004 0.1683 0.0467 0.0260 0.0002 0.0034 0.0100 0.0028 0.0005 0.1038 0.0019 0.0337 0.0011 0.0109 0.0007 0.0013 0.0036 0.0082 0.0002 0.0681 0.0046 0.0026 0.0148 0.0007 0.0052 0.0008 0.0001 0.0112 0.0042 0.0322 0.0382 0.0007 0.0441 0.0394 0.0240 0.0030 0.0076 0.0017 0.0133 0.0005 0.0134 0.0749 0.0508 0.0013 0.0123 0.0022 0.0193 0.0034 0.0004 0.0030 0.0006 0.0021 0.1133 0.0017 0.0034 1.

2733 Total .0247 0.0855 0.0261 1.0024 0.0054 0.0025 0.0003 0.0516 0.0184 1.0239 0.0005 0.0009 0.0041 0. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 14 0.3283 1.0022 0.2750 1.3310 1.0001 0.0450 0.0115 0.0073 0.0014 0.0454 0.0008 0.9552 1.0012 0.0348 0.0254 0.0041 0.0237 0.0468 0.1150 1.1306 1.0059 0.5005 16 0.0000 0.0004 0.0056 0.0532 0.0653 2.0267 0.1116 0.0063 0.1062 0.0025 1.0058 0.0715 0.0088 0.0105 0.0537 0.0015 0.0166 0.0004 0.0102 1.0734 1.0025 0.0661 0.0038 0.0004 0.3732 0.0246 0.0039 0.0068 0.0212 0.0095 0.0449 0.1247 0.2051 2.0404 0.0002 0.1049 0.0050 0.Lampiran 4.0062 0.0007 0.0007 0.0020 0.0481 0.6346 21 0.0198 0.0026 0.8552 18 0.0031 1.0816 0.2191 1.0028 0.2955 1.0003 0.0171 0.0068 0.0638 0.1194 0.5500 Total 1.0017 0.3066 3.0522 0.0048 0.0020 0.1095 0.0828 0.0012 0.1589 0.6138 20 0.0718 0.0018 0.0013 0.0999 0.0008 0.0098 0.0488 0.2689 1.0044 0.0051 0.0441 0.6422 1.0558 0.0018 0.7978 15 0.0105 0.0038 0.1550 1.0002 0.0001 0.0119 1.0013 0.0219 0.0420 0.0599 0.4368 1.0338 1.0874 2.0502 0.0071 1.0028 0.5581 0.0116 0.0016 0.1395 0.0000 0.0274 0.0377 0.0001 0.0013 0.1284 0.0517 0.0208 1.0038 1.0026 0.0607 0.0120 0.0082 0.0041 0.0018 0.0084 0.0010 0.0137 0.0054 0.0291 3.0010 0.0216 0.3855 1.0042 1.0235 0.0134 1.0166 1.0395 0.0001 0.0018 0.0011 0.7539 19 0.0171 0.0856 1.3643 22 0.0009 0.0284 0.0274 0.1575 35.0013 0.0000 0.0170 0.6529 1.0139 0.0018 0.0498 0.0487 0.0001 0.0057 0.0067 0.1331 0.1272 1.0802 0.1857 1.0515 1.0755 0.0082 0.0343 0.0007 1.0001 0.0008 0.0444 0.0298 0.0010 0.0078 1.0009 0.0772 0.0040 0.0090 0.0020 0.0416 0.0032 0.0010 0.0003 0.0008 0.0173 0.0183 0.0018 0.6501 17 0.0007 0.0016 0.0544 0.0058 0.0104 0.0024 0.0056 0.0182 0.0053 0.0724 0.0006 0.0063 0.0045 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful