ANALISIS INPUT-OUTPUT PERANAN INDUSTRI KERTAS DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA

OLEH RUSLI RAMLI H14101122

DEPARTEMEN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2006

RINGKASAN

RUSLI RAMLI. Analisis Input-Output Peranan Industri Kertas dalam Perekonomian Indonesia (dibimbing oleh ARIEF DARYANTO). Proses industrialisasi di Indonesia telah yang dimulai dari sejak pelita I telah mengakibatkan transformasi struktural dalam perekonomian Indonesia. Hal ini ditandai dengan semakin menurunnya kontribusi sektor primer (pertanian) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sementara sektor sekunder dan tersier seperti industri pengolahan kontribusinya terhadap PDB terus mengalami peningkatan. Salah satu sektor industri pengolahan yang berkembang pesat adalah sektor industri kertas. Hal yang menyebabkan industri ini terus berkembang pesat di Indonesia antara lain adalah kemudahan mendapatkan baku dan tenaga kerja yang murah. Pada akhir tahun 2000 kapasitas terpasang industri kertas nasional telah mencapai sekitar 9,1 juta ton per tahun, produksi sebesar 6,8 juta ton, ekspor sebesar 2,8 juta ton, dan konsumsinya yang telah mencapai 4,2 juta ton. Data-data tersebut di atas menunjukkan bahwa industri kertas sangat potensial untuk terus dikembangkan khususnya untuk meningkatkan penerimaan devisa negara. Selain perkembangannya yang pesat tersebut, industri kertas juga mempunyai pengaruh dan hubungan timbal balik terhadap industri atau sektor lainnya karena komoditi kertas yang dihasilkan oleh industri ini dapat sebagai input sektor industri lain dan sebaliknya industri kertas juga membutuhkan input dari sektor lain tersebut. Berdasarkan kondisi di atas, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana peran sektor industri kertas bagi perekonomian Indonesia Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari BPS Pusat Jakarta dan instansi terkait lainnya. Analisis yang digunakan yaitu Analisis Input-Output (I-O) dari Tabel I-O Indonesia Tahun 2000 transaksi domestik atas dasar harga produsen klasifikasi 175 sektor melalui program Microsoft Excel 2003. Pendekatan model I-O yang digunakan dalam penelitian ini adalah model sisi permintaan (demand-side model), hal ini dikarenakan faktor permintaan merupakan faktor eksogen yang mempengaruhi perekonomian. Berdasarkan analisis deskriptif dari Tabel I-O Indonesia tahun 2000 transaksi domestik atas dasar harga produsen yang diagregasi menjadi 22 sektor, industri kertas memiliki peran yang tidak begitu besar terhadap struktur perekonomian Indonesia seperti struktur permintaan, nilai tambah bruto, struktur ketenagakerjaan, ekspor-impor dan pembentukan output sektoral. Hal ini dapat dilihat dari kecilnya nilai industri kertas pada masing-masing struktur tersebut bila dibandingkan dengan sektor perekonomian lainnya. Dilihat dari sisi permintaan antara dan permintaan akhir, industri kertas memiliki permintaan akhir (Rp 10.800.775 juta) yang lebih besar daripada permintaan antaranya (Rp 13.970.847 juta) yang menandakan bahwa output industri kertas lebih banyak digunakan untuk konsumsi langsung (masyarakat, pemerintah, dan ekspor) daripada sebagai input untuk sektor lainnya.

Dilihat dari rasio upah gaji terhadap surplus usaha (0,43) dalam struktur nilai tambah bruto, dapat identifikasi bahwa pada industri kertas terjadi ketimpangan distribusi pendapatan antara pihak perusahaan dengan tenaga kerjanya. Kemudian dari struktur ketenagakerjaan dapat diketahui bahwa industri ini mampu menyerap tenaga kerja sebesar 118.454 jiwa. Berdasarkan analisis struktur ekspor-impor dapat diketahui bahwa industri kertas mengalami surplus perdagangan sebesar Rp 4.617.531 juta sedangkan dari pembentukan output sektoral industri kertas menyumbang sebesar Rp 24.771.662 juta atau sekitar 0,92 persen dari total output sektoral perekonomian. Dari hasil analisis keterkaitan per sektornya (keterkaitan industri kertas terhadap berbagai sektor perekonomian Indonesia), industri ini memiliki keterkaitan yang tinggi terhadap sektor hulu dan hilirnya. Pada keterkaitan ke depan industri kertas memiliki keterkaitan yang tinggi terhadap sektor industri barang dari kertas (0,3183) dan industri percetakan (0,2448), sedangkan pada keterkaitan ke belakangnya, industri kertas memiliki keterkaitan kuat terhadap industri pulp (0,0944) yang merupakan sektor penghasil input bahan bakunya. Berdasarkan hasil analisis koefisien penyebaran dapat diketahui bahwa industri kertas kurang memiliki kemampuan untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya. Sedangkan dari hasil analisis kepekaan penyebaran industri kertas merupakan industri yang memiliki kemampuan yang kuat dalam mendorong sektor hilirnya. Pada analisis elastisitas input-output dapat diketahui bahwa industri kertas cukup responsif terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya dalam hal output dengan nilai elastisitas output sebesar 1,0023. Sementara dari hasil elastisitas pendapatannya (0,0522) industri ini kurang responsif terhadap perubahan permintaan akhir sektor lain dalam hal pendapatan dan jika dilihat dari hasil elastisitas tenaga kerjanya (0,6093), perubahan permintaan akhir sektor lain kurang berpengaruh terhadap perubahan tenaga kerja dalam sektor industri kertas tersebut. Berdasarkan ranking elastisitas, industri kertas termasuk dalam salah satu dari sepuluh sektor kunci perekonomian Indonesia (peringkat keenam). Hal ini mengindikasikan bahwa sektor industri ini memiliki respon yang tinggi terhadap perubahan permintaan akhir sektor lain dalam hal peningkatan output, pendapatan, maupun tenaga kerjanya, sehingga sektor ini mempunyai kemampuan yang cukup besar dalam berkontribusi untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan. Bersama dengan sektor kunci lainnya, industri kertas merupakan sektor prioritas yang harus dikembangkan oleh pemerintah sebagai policy makers karena kontribusinya terhadap perekonomian tersebut

ANALISIS INPUT-OUTPUT PERANAN INDUSTRI KERTAS DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA Oleh RUSLI RAMLI H14101I22 Skripsi Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Ilmu Ekonomi DEPARTEMEN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2006 .

M. Fakultas Ekonomi dan Manajemen.INSTITUT PERTANIAN BOGOR FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN DEPARTEMEN ILMU EKONOMI Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang disusun oleh. Dr. Dosen Pembimbing. Nama Mahasiswa Nomor Registrasi Pokok Program Studi Judul Skripsi : Rusli Ramli : H14101122 : Ilmu Ekonomi : Analisis Input-Output Peranan Industri Kertas dalam Perekonomian Indonesia dapat diterima sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Ilmu Ekonomi. NIP. Ir. Rina Oktaviani. Ketua Departemen Ilmu Ekonomi. Menyetujui. Dr. Arief Daryanto. 131 846 872 Tanggal Kelulusan: .Ec. MS NIP. Institut Pertanian Bogor. 131 644 945 Mengetahui. Ir.

Juni 2006 Rusli Ramli H14101122 .PERNYATAAN DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI ADALAH BENAR-BENAR HASIL KARYA SAYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIGUNAKAN SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN. Bogor.

dan HMI Komisariat FEM. Formasi. Selama menjadi mahasiswa.RIWAYAT HIDUP Penulis bernama Rusli Ramli lahir pada tanggal 20 Juli 1983 di Karawang. Penulis masuk IPB melalui jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) dan diterima sebagai mahasiswa Program Studi Ekonomi dan Studi Pembangunan pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen. penulis menamatkan Sekolah Dasar pada SDN Ciwaringin 1. Pada tahun 2001 penulis melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi untuk meraih gelar sarjana. dari pasangan Apun Sanusi dan Yoyoh. Jenjang pendidikan penulis dilalui dengan lancar. kemudian melanjutkan ke SLTPN 1 Telagasari dan lulus pada tahun 1998. Penulis merupakan anak pertama dari satu bersaudara. penulis aktif di berbagai organisasi intra dan ekstra kampus seperti BEM-H. Pada tahun yang sama penulis diterima di SMUN 1 Karawang dan lulus pada tahun 2001. . Propinsi Jawa Barat.

Ec. Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Fakultas Ekonomi dan Manajemen.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.1r. saran serta bimbingan dalam pembuatan skripsi ini. Semoga karya ini dapat bermanfaat. Judul ini dipilih penulis karena merupakan topik yang menarik dalam perkembangan industri nasional dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. terutama kepada Bapak Dr. bagi penulis khususnya dan kalangan pendidikan umumnya. skripsi ini juga merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Ilmu Ekonomi. Selain itu. Arief Daryanto. yang telah memberi masukan. M. Institut Pertanian Bogor. Judul skripsi ini adalah “Analisis Input-Output Peranan Industri Kertas dalam Perekonomian Indonesia“. Juni 2006 Rusli Ramli H14101122 . Penulis mengharapkan adanya hasil positif sebagai masukan dalam pembangunan industri kertas nasional selanjutnya. Bogor. Ucapan terima kasih juga penulis ucapkan kepada seluruh pihak lainnya yang telah membantu terlaksananya penelitian ini baik dari instansi maupun perorangan yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

................................. Konsep Pembangunan Industri Kertas ........ Kerangka Pemikiran Konseptual ............................... 1..................... Penelitian-Penelitian Terdahulu .. 2..5.. Analisis Dampak Penyebaran ............ 2.2.......1............... Struktur Tabel Input-Output.................................................................................................................................................. 1.................... 4....................1.......................... Elastisitas Input-Output.... 2.........................................................................................................................3......................................................................................... Manfaat Penelitian ............................. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN ..... 2..........5............................. 2....................DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL.....2..........................2.........6...... DAFTAR GAMBAR ...........2.2........................ Perumusan Masalah .......................... 4.................... III..................3........................4..........................2......2..... Model Input-Output ........... 3........................................... Analisis Keterkaitan .. Kerangka Pemikiran Teoritis .......2.... Integrasi Vertikal Pada Industri Kertas .............1.................. Jenis dan Sumber Data ............................. 2..... Koefisien Input........ 3............................. METODE PENELITIAN..... 1..............3.2.. Definisi dan Sejarah Kertas... 3................................................................................... GAMBARAN UMUM INDUSTRI ........................... Tujuan Penelitian ........ Latar Belakang ...........2.. DAFTAR LAMPIRAN.......................... Profil Industri Kertas.................. Ruang Lingkup..........................3......... 3..................................................................................................................................... II................................................. Perkembangan Industri Kertas .. 3................ V.....5................ 1.....1.......1.................................................................... PENDAHULUAN .........5................................ Metode Analisis ...4.......................... 1.............. 3........1....... 2............................................................ 2........ x xi xii 1 1 4 5 5 6 7 7 8 11 13 16 16 19 22 25 25 25 26 27 29 31 33 33 34 ...... I..........................

.... Saran..5..... 5.........2.......................... Keterkaitan Langsung Sektor-Sektor Perekonomian ....... Keterkaitan ke Depan Industri Kertas ................. KESIMPULAN DAN SARAN ...................... Struktur Output Sektoral .......1................................ 5.................... Kesimpulan ...................... 5..........3............................1.2.......1......................... 5................. Peranan Industri Kertas Dalam Perekonomian Indonesia...............1. Profil Beberapa Perusahaan Kertas Indonesia .... 5.................. Sektor-Sektor Kunci dalam Perekonomian Indonesia .. 36 37 47 47 47 49 51 53 55 56 56 58 59 61 62 63 65 67 67 68 70 71 73 75 75 76 78 80 ................ 5.3......................................................................................... 5......... Kepekaan Penyebaran .......................2.......2................................1..........................1..........1....... Elastisitas Output ............. 5...................4.................. 5...1..... 4............. 5..............4............. 5..... Struktur Nilai Tambah Bruto ......... HASIL DAN PEMBAHASAN.... Struktur Ketenagakerjaan.............................4. Elastisitas Input-Output.........................................3......... 5........... 5..... Integrasi Vertikal dan Pasar Industri Kertas Indonesia........... LAMPIRAN........... VI............ 6...4....... Elastisitas Tenaga Kerja..........1..........2...............................2...................................... Analisis Koefisien dan Kepekaan Penyebaran..........3................. V......... 5....3. Koefisien Penyebaran.......................... Keterkaitan Langsung dan Tidak Langsung ....................... 5...............2...............2............................ Elastisitas Pendapatan .....2......4............................ Keterkaitan ke Belakang Industri kertas ......... 5..... Analisis Keterkaitan .............................. 6.......2..................2................................ Struktur Permintaan Industri Kertas ..... Struktur Ekspor dan Impor...1..2..4............................................. 5................................. 5.................................. Implikasi Kebijakan .... 5......3..................................4................6..............3........ 5...5................... DAFTAR PUSTAKA ...............

...............................................1........................ 5.......................................................1............................. Boards PT............. Boards PT. 4..3.............. Kapasitas Terpasang Perusahaan Industri Kertas 2003........ Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk per 30 September 2004 ...... Kapasitas Produksi.... Boards PT.... Ekspor dan Konsumsi Industri Kertas Indonesia Tahun 1994-2003........... 4..5...........2. Produktifitas dan Nilai Upah Sektoral Indonesia Tahun 2000 ........ 5.....2.. Permintaan Antara dan Permintaan Akhir Sektor-sektor Perekonomian di Indonesia Tahun 2000... 4............................2...................................... Jumlah Tenaga kerja........2....3....... 2......... 4........................1....................... Pindo Deli Pulp & Paper Mills per 30 September 2004 ... 4............. Impor. Profil Industri Pulp dan Kertas Indonesia Tahun 2003 ....4.................. Rasio Upah Terhadap Surplus Usaha.... 2 1.....DAFTAR TABEL Nomor Halaman 1........... ............... 4.7............................ Boards PT.......... Hasil Penelitian Terdahulu Tentang Dampak Penyebaran......................3................. 2.............. Hasil Penelitian Terdahulu Tentang Keterkaitan .......... 4.......4.................................... Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry per 30 Desember 2004 ..... Struktur Tabel Input-Output................................ Nilai Tambah Bruto Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Indonesia Tahun 2000 ........ 2...... 3 13 14 19 34 35 38 40 42 43 46 48 50 51 52 ........... Komposisi Sektoral PDB 1960-2003 Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 ...........6........ Indah Kiat Pulp & Paper Tbk per 30 September 2004 .......................1......... 5.......... Konsumsi Kertas Per Kapita Penduduk Indonesia 1993-2002...... 5.......

........... 5.............5.... 5........ Struktur Ekspor dan Impor Indonesia Tahun 2000 ...................7.......... 5.......................... Kepekaan Penyebaran Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia... 5...........13............. 5...................10.............. Sektor Kunci Perekonomian Menurut Ranking Elastisititas Input-Output Indonesia Tahun 2000 .. Keterkaitan ke Depan Industri Kertas terhadap Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia .....9..........11.............8.12....... Struktur Pembentukan Output Sektoral Terhadap Perekonomian Indonesia ...... 5.........5..........................6............................... 54 56 57 60 61 64 66 69 71 ........... Elastisitas Input-Output Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Tahun 2000 ............... Koefisien Penyebaran Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia....... Nilai Keterkaitan Berbagai Sektor Perekonomian di Indonesia ....... 5....................................... Keterkaitan ke Belakang Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia ....................................................................... 5....................

..... Bagan Alur Pendekatan Studi .....DAFTAR GAMBAR Nomor 1.......................... Halaman 24 ......................

............................................ Tabel Input-Output Indonesia Tahun 2000 Klasifikasi 22 Sektor . Halaman 81 82 86 88 Klasifikasi Sektor Tabel Input-Output Indonesia Tahun 2000 .......... 4........... Matriks Koefisien Teknis Klasifikasi 22 Sektor .DAFTAR LAMPIRAN Nomor 1. .... 3............................ 2... Matriks Kebalikan Leontief Klasifikasi 22 Sektor.....

Latar Belakang Proses industrialisasi di Indonesia yang dimulai sejak Pelita I telah mengakibatkan transformasi struktural di Indonesia. Hal tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa sektor industri .4 persen. stok modal.1). sementara kontribusi sektor sekunder dan tersier cenderung meningkat. Perubahan struktur semacam ini menyebabkan kesempatan kerja semakin banyak. PENDAHULUAN 1.8 persen terhadap PDB sedangkan sektor pertanian mempunyai kontribusi terhadap PDB sebesar 8. yang mencakup peralihan lembaga. 2002). dan pendayagunaan sumber-sumber baru serta perbaikan teknologi akan semakin tinggi (Jhingan. dan motivasi yang secara radikal. sementara sektor industri khususnya industri pengolahan baru menyumbang 8. Pola pertumbuhan ekonomi secara sektoral di Indonesia agaknya sejalan dengan kecenderungan proses transformasi struktural yang terjadi di berbagai negara di dunia.I. Pada tahun 1960. Pada tahun-tahun berikutnya dapat dilihat bahwa sektor industri pengolahan terus mengalami kenaikan dalam hal kontribusinya terhadap PDB sedangkan sektor pertanian sebaliknya terus mengalami penurunan kontribusi terhadap PDB.9 persen). sektor pertanian merupakan sektor penyumbang terbesar terhadap PDB (53. Perubahan struktural mengandung arti peralihan dari masyarakat pertanian tradisional menjadi ekonomi industri modern.4 persen dari PDB (Tabel 1. produktifitas buruh. Kemudian pada tahun 1967 industri pengolahan telah menyumbang 51. dimana terjadi penurunan kontribusi sektor pertanian (sektor primer) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). sikap sosial.1.

1 0. sewa dan jasa perusahaan Jasa-jasa Sumber : BPS.7 6.5 0.4 0.6 15.6 10.3 6.9 7.7 1.9 5.9 1989 20.4 0.5 16.9 14. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai eksportir .0 3.2 1967 51.4 1973 40. Dari sisi kontribusi terhadap penerimaan negara.3 1. Tabel 1.2 1.5 1993 17.9 1983 22.6 3.7 8. 1960 53.5 0.84 25.6 16.3 2.8 20.6 18.0 16. Komposisi Sektoral PDB 1960-2003 Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 (persen) Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan penggalian Industri Pengolahan Listrik dan air minum Bangunan/konstruksi Perdagangan.7 2.64 15.7 12.8 3. Salah satu dari sektor industri pengolahan tersebut yang berkembang pesat sampai saat ini adalah industri pulp dan kertas.9 10.6 0.4 5.8 3.3 3.3 6.1 12.57 2003 16. hotel dan restoran Pengangkutan dan komunikasi Keuangan.2 6. Pasar bagi hasil industri pulp dan kertas masih terbuka luas karena konsumsi kertas per kapita terus meningkat dari tahun ke tahun.0 14.7 8.49 7. 2003.0 6. sektor industri pulp dan kertas telah menyumbang 90 persen dari total penerimaan ekspor kehutanan.7 24.6 5.9 5.52 5.8 6.4 Industri pulp dan kertas adalah industri yang berkembang dengan tingkat pertumbuhan 20 persen per tahun pada beberapa dekade terakhir.6 13.7 0.2 3.57 9.5 1.1 3.3 4.9 3.6 15.9 16.9 21.5 3.4 5.5 1998 17.3 3.1.3 9.8 1.1 5.2 pengolahan telah menggeser peranan sektor pertanian dalam pembangunan nasional berkaitan dengan peralihan struktur perekonomian masyarakat Indonesia dari orientasi pada sektor primer (pertanian) kepada orientasi sektor industri.0 3.

350 3.065.054.210 2.116.580 7.630 199.700 261. yaitu komponen impor yang digunakan dalam proses produksi nilainya tidak lebih dari 30 persen. ekspor maupun . Tabel 1. dan ketiga.446.490 1996 7.390 3.837.168.904.015.805.882.200 924.849. industri ini masih dapat diandalkan dalam membantu penerimaaan devisa negara (Rosadi dan Vidyatmoko.600. alasan kedua.282. Kapasitas.000 8.600 1997 7.800.641.097.800 1995 5. dan Konsumsi Industri Kertas Indonesia Tahun 1994-2003 (ton) Tahun Kapasitas Produksi Impor 171.280 4.130 143.135 2. pertama.000 Konsumsi 2.595.720.472. jumlah produksi.000 2.730 2.300 140. Sementara itu fokus khusus pada sektor industri kertas (diluar dari industri pulp).345.945 5. ialah bahwa produk kertas cenderung banyak yang ditujukan untuk pasar luar negeri.000 1994 4.800. adalah bahwa produk kertas harganya banyak ditentukan dalam nilai dolar.420 4.500 3.240 2001 10.2.300.000 130.600 2.560 4. 2003.3 pemimpin dalam bidang kehutanan di dunia sejak 1987 (Karseno dan Mulyaningsih.821.110 197.000 2003 Sumber: Asosiasi Pulp dan Kertas.935 5.180 6.080 6.430 3.425. 2002).290 4.487.479.951.000 3. Ekspor.212.560 1999 9.000 Ekspor 826. 2002). Hal itu ditambah apabila melihat dalam sekitar satu dekade terakhir ini.530 5.000 2000 9. Ada tiga alasan utama yang melatarbelakangi pentingnya sumbangan industri ini.200. baik kapasitas.800 2.180 6.800 212.399.100 2.950.783.913.520 1. sehingga dalam masa krisis ekonomi yang dihadapi Indonesia.833.840 249.220 1.970 3.960 2.695 250.224.260 1998 9. industri ini merupakan salah satu industri yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian Indonesia.198. Impor. Produksi.120.119.970 2002 10.

Sampai saat ini industri kertas Indonesia memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan negara lain.4 konsumsi dalam industri kertas terus mengalami kenaikan setiap tahunnya (Tabel 1. Dalam hal bahan baku. angkatan kerja produktif di Indonesia mencapai puluhan juta orang. sehingga bahan baku untuk pembuatan kertas tersedia banyak di Indonesia. Peran industri kertas dalam hubungannya dengan sektor-sektor perekonomian tersebut dapat dilihat dari bagaimana struktur perekonomiannya bila dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya dan keterkaitannya dengan sektor-sektor lainnya . Indonesia termasuk negara penyedia bahan baku pulp terbesar karena mempunyai hutan terluas kedua di dunia. misalnya. Namun pentingnya industri kertas ini tidak semata-mata hanya karena keunggulan komparatifnya saja tapi juga karena peranannya dalam hubungannya terhadap sektor-sektor lain dalam perekonomian Indonesia baik sektor industri maupun non-industri dan bagaimana sektor-sektor lain tersebut mempengaruhi industri kertas sehingga terjadinya hubungan timbal balik yang mengarah pada peningkatan pertumbuhan sektor-sektor dalam perekonomian secara keseluruhan.2.2). Perumusan Masalah Pentingnya industri kertas yang besar tidak terlepas dari kondisi yang dimilikinya. Berdasarkan kondisi inilah dirasakan penting untuk melakukan analisis lebih lanjut tentang peranan industri kertas terhadap perekonomian Indonesia. Begitu juga dalam hal tenaga kerja. Keunggulan yang lebih banyak mengandalkan sumber bahan baku yang berlimpah dengan harga yang relatif murah serta tenaga kerja dengan upah buruh yang relatif rendah. I.

bagaimana kemampuan industri kertas dalam mendorong sektor hulu dan hilirnya dan bagaimana peran industri kertas dalam sektor kunci perekonomian Indonesia. nilai tambah. ekspor-impor dan output sektoral? 2. Menganalisis peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian Indonesia dalam struktur permintaan. Berdasarkan latar belakang dan uraian di atas. Menganalisis keterkaitan sektor industri pengolahan dengan sektor-sektor perekonomian lainnya di Indonesia . Bagaimana peran sektor industri kertas dalam mendorong dan menarik pertumbuhan sektor hulu dan hilirnya? 4. Bagaimana peran sektor industri kertas dalam sektor kunci perekonomian Indonesia? 1. Bagaimana keterkaitan sektor industri kertas dengan sektor-sektor lainnya di Indonesia? 3. nilai tambah. Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah di atas maka tujuan penulisan skripsi ini adalah: 1.3. ekspor-impor dan output sektoral 2. Berapa besar peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian Indonesia dalam struktur permintaan. ketenagakerjaan.5 tersebut. beberapa permasalahan yang dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut: 1. ketenagakerjaan.

Manfaat Penelitian Penulis mengharapkan penelitian ini dapat berkontribusi secara positif terhadap perencanaan kebijakan pembangunan industri kertas nasional pada khususnya maupun industri lain pada umumnya oleh pihak-pihak yang terkait didalamnya maupun bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan untuk melakukan penelitian tentang industri kertas Indonesia. Ruang Lingkup Industri kertas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah industri yang terdiri dari perusahaan-perusahaan yang mengolah bahan baku kertas menjadi produk kertas yang merupakan barang jadi yang dapat di langsung dikonsumsi ataupun barang setengah jadi yang akan digunakan sebagai input oleh industri lain. Menganalisis peran sektor industri kertas dalam mendorong dan menarik pertumbuhan sektor hulu dan hilirnya 4. Kertas yang dimaksud adalah jenis kertas seperti kertas tulis cetak (writingprinting paper). 1. . Dengan kata lain industri kertas dalam penelitian ini bukan industri pulp.6 3. kertas lapis dan non lapis (coated and uncoated paper). kertas rokok (cigarette paper) dan sebagainya. Menganalisis peran sektor industri kertas dalam sektor kunci perekonomian Indonesia 1. kertas tissue (tissue paper).4.4. industri barangbarang dari kertas yang tidak memproduksi kertasnya terlebih dahulu dan bukan pula industri percetakan atau penerbitan.

yang dihasilkan dengan kompresi serat.II. Kertas dikenal sebagai media utama untuk menulis. .1. kayu. Dari kata papirus (papyrus) itulah dikenal sebagai paper dalam bahasa Inggris. Perancis misalnya atau papel dalam bahasa Spanyol yang berarti kertas (Wikipedia. kulit atau tulang binatang. prasasti dari batu. bahkan daun lontar yang dirangkai seperti yang telah ditemukan pada naskah-naskah kuno nusantara beberapa abad yang lalu. mencetak serta melukis dan banyak kegunaan lain yang dapat dilakukan dengan kertas misalnya sebagai kertas pembersih (tissue) yang dapat digunakan untuk hidangan maupun kebersihan. Definisi dan Sejarah Kertas Kertas adalah bahan yang tipis dan rata. Sebelum ditemukan kertas. Hal ini dapat ditemui dari pennggalan peradaban bangsa Sumeria. Penggunaan papirus sebagai media tulis menulis ini digunakan pada peradaban Mesir kuno pada masa bangsa Fir’aun kemudian menyebar keseluruh Timur Tengah sampai Romawi di Laut Tengah dan ke seluruh Eropa. Adanya kertas merupakan revolusi baru dalam dunia tulis menulis yang menyumbangkan arti besar dalam peradaban dunia. 2005). Serat yang digunakan biasanya adalah alami dan mengandung selulosa (Wikipedia 2005). TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI 2. bangsa-bangsa dahulu menggunakan tablet dari tanah liat yang dibakar. sutera. bambu. papier dalam bahasa Belanda. meskipun pengunaan papirus masih dirasakan sangat mahal. Jerman. Peradaban Mesir kuno menyumbangkan papirus sebagai media tulis menulis.

Pada akhirnya.8 Tercatat dalam sejarah adalah peradaban Cina yang menyumbangkan kertas bagi dunia. Konsep Pembangunan Industri Kertas Ada beberapa pengertian industri secara definisi yang sekurang-kurangnya akan disampaikan dua definisi. Penemuan ini akhirnya menyebar ke Jepang dan Korea seiring menyebarnya bangsa-bangsa Cina ke timur dan berkembangnya peradaban di kawasan itu meskipun pada awalnya cara pembuatan kertas merupakan hal yang sangat rahasia. Tsai Lun menemukan kertas dari bahan bambu yang mudah didapat di seluruh Cina pada tahun 101 Masehi. Bintaro (1968) dalam Muchtar (1997) mengemukakan industri pengolahan ialah setiap usaha yang merupakan unit produksi yang membuat barang untuk kebutuhan masyarakat di suatu tempat tertentu. 2005). kemudian meyebar ke Italia dan India lalu Eropa khususnya setelah perang Salib dan jatuhnya Grenada dari bangsa Moor ke tangan orang-orang Spanyol serta ke seluruh dunia (Wikipedia. Menurut Puspitawati (2000) industri pengolahan merupakan suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan mengubah suatu barang dasar secara mekanis. teknik pembuatan kertas tersebut jatuk ke tangan orang-orang Arab pada masa Abbasiyah terutama setelah kalahnya pasukan Dinasti Tang dalam pertempuran sungai Talas pada tahun 751 Masehi dimana para tawanan-tawanan perang mengajarkan cara pembuatan kertas kepada orang-orang arab sehingga dizaman Abbasiyah. atau dengan tangan sehingga menjadi barang jadi atau setengah . kimia.2. 2. munculah pusat-pusat industri kertas baik di Baghdad maupun Samarkand dan kota-kota industri lainnya.

Menurut Saragih dalam Sipayung dan Pambudy (2000). sebagai berikut : 1. yakni struktur ekonomi dengan titik berat pada industri yang maju dan didukung oleh pertanian yang tangguh. Karakteristik dari industri ini adalah sumber bahan baku kayu . Kendati perkembangan sektor industri kertas mengalami kemajuan yang pesat salah satunya terlihat dari perkembangan produksi. ada 3 fase pembangunan industri pulp dan kertas agar memiliki keunggulan daya saing.9 jadi dan atau barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya dan sifatnya lebih dekat kepada pemakai akhir. Sumber pertumbuhan agribisnis pulp dan kertas terutama bersumber dari pemanfaatan sumber daya alam dan tenaga kerja tidak terampil (fase factordriven). akan tetapi banyak masalah dan tantangan yang dihadapi dalam perjalanannya untuk memiliki keunggulan daya saing yang tinggi. Berdasar pada dua pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa industri kertas merupakan suatu kegiatan atau usaha mengolah barang dasar atau bahan baku kertas agar memiliki nilai yang lebih baik untuk keperluan masyarakat di suatu tempat tertentu. konsumsi. Oleh karenanya. khususnya pada era ekolabelling dan otonomi daerah pada saat ini. 1997). Pada hakekatnya pembangunan industri ditujukan untuk menciptakan struktur ekonomi yang kokoh dan seimbang. pembangunan industri secara nyata harus menjadi penggerak utama peningkatan laju pertumbuhan ekonomi dan sekaligus dapat menjadi penyedia lapangan kerja yang sudah mulai tidak tertampung pada sektor pertanian (Muchtar. kapasitas maupun ekspornya.

Industri pulp dan kertas pada fase ini dicirikan dengan pengembangan perkebunan kayu (timber plantation) sebagai sumber bahan baku. bila diboboti dengan atribut global value dan national/local value. Karakteristik industri pulp dan kertas pada fase ini adalah pertumbuhan output terutama bersumber dari kemajuan teknologi baik pada penyediaan bahan baku maupun dalam pengolahan. penyediaan bahan baku kayu tidak lagi bersumber dari penebangan kayu hutan alam. sehingga telah terjadi pemutusan hubungan dengan hutan alam. Dengan demikian. Sehingga dampak penurunan mutu lingkungan akibat aktivitas industri tersebut biasanya cukup besar. Dengan demikian dampak penurunan mutu lingkungan akibat penebangan kayu hutan alam dapat diminimumkan atau lebih rendah dari fase pertama. melainkan telah bergeser pada kayu hasil budidaya. nilai produk kertas dapat dipersepsikan masyarakat (perceive value) sebagai barang inferior. Fase ketiga adalah industri pulp dan kertas yang digerakkan oleh inovasi (innovation-driven) yakni penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tenaga kerja terampil (knowledge based and skill labor based). 3. 2. Fase kedua adalah agribisnis (industri) pulp dan kertas yang digerakkan oleh modal (capital-driven) yakni modal dan tenaga kerja semi terampil (capital and smi-skill labor).10 mengandalkan kayu hutan (forest based) misalnya Hak Penguasaan Hutan (HPH). Efisiensi pengolahan makin meningkat melalui perbaikan teknologi yang terus menerus sehingga selain menurunkan biaya produksi juga . Artinya. Selain itu keterkaitan kegiatan perusahaan masih dengan masyarakat juga masih sedikit. meskipun biaya produksi relatif rendah.

yaitu integrasi ke hulu (upstream) dan integrasi ke hilir (downstream). Bahkan beberapa diantaranya sudah mulai memasuki innovation–driven. 2. Oleh karena itu. Jenis integrasi ini dapat dibagi menjadi dua. Pada saat ini industri pulp dan kertas indonesia sebagian besar sedang bergeser dari factor-driven kepada capital-driven. kemampuan Riset and Development (R&D) menjadi tulang punggung dalam fase ini. antara lain: 1. Perusahaan yang menerapkan strategi integrasi vertikal ke hulu (upstream) adalah perusahaan yang memperoduksi sendiri input yang dibutuhkannya.3. Integrasi Vertikal Pada Industri Kertas Hasibuan (1994) mendefinisikan integrasi vertikal adalah pengabungan perusahaan-perusahaan yang mempunyai kelanjutan proses produksi. Integrasi vertikal yang dilakukan oleh perusahaan dapat dilakukan dilakukan dengan dua cara. yakni meningkatkan daya saing dan meminimumkan dampak negatif kegiatan industri pulp dan kertas pada lingkungan hidup. Sedangkan integrasi vertikal ke hilir (downstream) adalah perusahaan yang memutuskan untuk menyalurkan output yang dihasilkan kepada konsumen melalui perusahaan yang terintegrasi dengannya. Mentransformasi industri pulp dan kertas dari factor-driven kepada innovation-driven akan memberi manfaat ganda. Full Integration Perusahaan melakukan full integration bila perusahaan tersebut memproduksi semua input yang dibutuhkannya atau ketika perusahaan tersebut .11 mengurangai polutan ke lingkungan.

Jenis integrasi vertikal perusahaan-perusahaan tersebut adalah full integration. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia merupakan perusahaan-perusahaan besar dalam industri kertas yang terintegrasi vertikal dengan industri pulpnya. yaitu: (1) penelitian terhadap keseluruhan sektor perekonomian. Lontar Papyrus dan PT. mereka mempunyai pabrik pulp sendiri sebagai sumber bahan baku produksi kertasnya. Indah Kiat Pulp & Paper. Menurut Karseno dan Mulyaningsih (2002) integrasi vertikal oleh perusahaan kertas akan meningkatkan efisiensi perusahaan dalam industri kertas tersebut karena dapat mengamankan pasokan bahan baku dan meminimumkan biaya transaksi dalam rangka untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan terhadap produk kertasnya.4. Penelitian-Penelitian Terdahulu Penelitian tentang peran dan keterkaitan dengan menggunakan alat analisis Input-Output telah banyak dilakukan.12 menyalurkan semua output yang dihasilkan melalui anak perusahaan yang terintegrasi dengannya. 2. Taper Integration Perusahaan melakukan taper integration bila perusahaan tersebut membeli input yang dibutuhkannya dari perusahaan lain selain input yang dihasilkan sendiri atau menyalurkan hasil produksinya melalui perusahaan terintegrasi dengannya dan juga perusahaan lain yang tidak terintegrasi Perusahaan-perusahaan seperti PT. 2. PT. (2) penelitian terhadap sektor agroindustri dan non agroindustri . Penelitian yang sudah dilakukan selama ini antara lain meliputi.

00802 1.95855 Keterkaitan Ke Belakang Langsung & Langsung Tdk Langsung 0.58216 0. Pengolahan 3.1 yaitu. Pada dasarnya penelitian yang dilakukan memiliki tujuan yang sama yaitu mempelajari keterkaitan (linkages). Jawa Barat*** Pertanian Agroindustri 4.13908 2.48518 1988 0.31431 2. Jepara**** Ind.17604 0. dan (4) penelitian terhadap salah satu sektor perekonomian misalnya pariwisata. Ada beberapa informasi yang ditunjukkan pada Tabel 2.05931 0. Gambaran ini memberikan indikasi bahwa sektor/subsektor industri pengolahan secara langsung lebih mempunyai . baik keterkaitan langsung ke belakang (direct backward linkages) dan ke depan (direct forward linkages) maupun keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang dan ke depan (Tabel 2.62204 2001 0. 2005). **Sahara (1998) .59448 0.29125 1.4267 1.2).11877 0. DKI Jakarta** Pertanian Ind.76281 1.38949 Keterkaitan Ke Depan Langsung 0.4432 1.13 (sektor industri pengolahan).63396 Sumber: *Tjandrawan (1994) .54759 1.07819 1. Pengolahan Tahun InputOutput 1990 1993 0.1). Hasil Penelitian Terdahulu tentang Keterkaitan Penelitian Wilayah 1. Disamping mempelajari keterkaitan tersebut penelitian-penelitian tersebut juga mempelajari dampak penyebaran (Tabel 2.6293 0.75861 2.00619 0.34572 1. ****Setyawan (2005).45022 1.1.27222 Langsung & Tdk Langsung 1. transportasi dan sebagainya (Setyawan. (1) keterkaitan langsung ke depan sektor industri pengolahan lebih kecil di bandingkan keterkaitan ke belakangnya.81150 1. Tabel 2. (3) penelitian terhadap sektor pertanian dan industri pengolahan. Indonesia* Agroindustri Non Agroindustri 2.6028 2. ***Setiyaji (1995).64866 0.

9139 Sumber: *Tjandrawan (1994) . ***Setiyaji (1995). Jepara**** Ind.1719 1.38525 1988 0. ****Setyawan (2005).74816 1. Hasil Penelitian Terdahulu Tentang Dampak Penyebaran Penelitian Wilayah 1. **Sahara (1998) .1376 1.21765 1.14 kemampuan untuk mendorong pertumbuhan sektor yang menyediakan input bagi keperluan proses produksi dibandingkan dengan kepekaannya dalam menciptakan kenaikan output apabila terjadi peningkatan satu-satuan permintaan akhir terhadap sektor industri.2698 1. Hal ini berarti sektor/sub sektor industri pengolahan secara langsung dan tidak langsung lebih kuat mendorong pertumbuhan sektor yang menyediakan input untuk keperluan proses produksinya dibandingkan dengan kemampuannya untuk mendorong peningkatan produksi terhadap sektor yang membutuhkan input dari sektor ini.3 menyajikan informasi mengenai koefisien dan kepekaan penyebaran.3. Jawa Barat*** Pertanian Agroindustri 4.0570 Kepekaan Penyebaran 1. Tabel 2. DKI Jakarta** Pertanian Ind. Pengolahan 3. Ada beberapa hal yang dapat diidentifikasi dalam penelitian-penelitian tersebut yaitu: (1) Koefisien penyebaran menunjukkan .20609 1.2908 1.48422 Koefisien Penyebaran 1. Selanjutnya pada Tabel 2. Indonesia* Agroindustri Non Agroindustri 2. Pengolahan Tahun InputOutput 1990 1993 1. dan (2) Keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan sektor industri pengolahan lebih kecil dibandingkan dengan keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakangnya.33528 2001 1.

2.1. industri pengolahan DKI Jakarta mempunyai kemampuan untuk menarik industri hulunya dibandingkan dengan kabupaten Jepara. Peneliti juga melihat bahwa penelitian tentang industri kertas di Indonesia berdasarkan Analisis Input-Output belum pernah dilakukan.5. Secara umum keempat penelitian mengenai koefisien penyebaran dan kepekaan penyebaran tersebut mempunyai peranan penting dalam pembangunan wilayah.5. Model Input-Output Menurut BPS (2000) pengertian Tabel Input-Output (Tabel I-O) adalah suatu tabel yang yang menyajikan informasi tentang transaksi barang dan jasa . dan (2) Kepekaan penyebaran industri pengolahan DKI Jakarta lebih besar dibandingkan kabupaten Jepara. Besarnya kepekaan penyebaran industri pengolahan di DKI Jakarta tersebut menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan di wilayah tersebut bersifat ekspansif yaitu mampu melakukan perluasan pasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah dibandingkan dengan Jepara dan apabila dilihat dari koefisien penyebaran. Studi literatur yang telah dilakukan menunjukkan bahwa analisis I-O telah banyak digunakan sebagai alat untuk penelitian. Kerangka Pemikiran Teoritis 2. hal ini terbukti dari nilai koefisien dan kepekaan penyebaran yang mempunyai nilai lebih besar dari satu (kecuali pertanian di Jawa Barat).15 kemampuan suatu sektor dalam perekonomian untuk mendorong sektor hilirnya sedangkan kepekaan penyebaran menunjukkan kemampuan suatu sektor untuk menarik sektor hulunya.

Tabel I-O bersifat statis dan terbuka. Sejak dirilis oleh Leontief pada tahun 1930-an. dan pada baris nilai tambah yang menunjukkan komposisi penciptaan nilai tambah sektoral. sedangkan isian sepanjang kolomnya menunjukkan struktur penciptaan input yang digunakan oleh setiap sektor dalam proses produksi. Isian sepanjang baris Tabel I-O menunjukkan pengalokasian output yang dihasilkan oleh suatu sektor untuk memenuhi permintaan antara dan permintaan akhir. Leontief mengemukakan bahwa Tabel I-O termasuk dalam model General Equilibrium. Tabel I-O telah berkembang menjadi salah satu metode paling luas diterima. Keseragaman (homogenity). Sifat keseimbangan inilah yang merupakan salah satu kelebihan Tabel I-O yang dibandingkan dengan alat analisa lainnya dalam ilmu ekonomi perencanaan dan pembangunan (BPS. Adapun asumsi dasar penyusunan Tabel I-O adalah : 1. baik yang berupa input antara maupun input primer.16 yang terjadi antar sektor ekonomi dengan bentuk penyajian berupa matrik. tidak hanya untuk mendeskripsikan struktur suatu perekonomian tetapi juga mencakup cara untuk memprediksi perubahan-perubahan struktur tersebut. yaitu asumsi bahwa setiap sektor ekonomi hanya memproduksi satu jenis barang atau jasa dengan susunan input tunggal . 2000) Data yang disajikan dalam Tabel I-O merupakan informasi rinci tentang input dan output sektoral yang mampu menggambarkan keterkaitan antar sektor dalam kegiatan perekonomian. Sesuai dengan asumsi dasar yang digunakan dalam proses penyusunannya.

3. . Beberapa kegunaan Tabel I-O antara lain adalah : 1. nilai tambah impor. 2. yaitu asumsi bahwa hubungan antar input dan output pada setiap sektor produksi merupakan fungsi linear. Penjumlahan (additivity). penerimaan pajak. Akibatnya perubahan kuantitas dan harga input akan selalu sebanding dengan perubahan kuantitas dan harga output. Berdasarkan asumsi tersebut maka Tabel I-O sebagai model kuantitatif memiliki keterbatasan. dan penyerapan tenaga kerja di sektor industri.17 (seragam) dan tidak ada substitusi otomatis terhadap input dan output sektor yang berbeda 2. maka teknologi yang digunakan oleh sektor-sektor ekonomi dalam proses produksi pun dianggap konstan. yaitu asumsi bahwa total efek dan kegiatan produksi di berbagai sektor merupakan penjumlahan dari efek pada masing-masing kegiatan. Namun demikian. yaitu koefisien input atau koefisien teknis diasumsikan tetap (konstan) selama periode analisa atau proyeksi. Untuk memperkirakan dampak permintaan akhir terhadap output. Tabel I-O masih merupakan alat analisis yang lengkap dan komprehensif. artinya kenaikan dan penurunan output suatu sektor akan sebanding dengan kenaikan dan penurunan input yang digunakan oleh sektor tersebut. Untuk melihat komposisi penyediaan dan penggunaan barang dan jasa terutama dalam analisis terhadap kebutuhan impor dan kemungkinan substitusinya. Kesebandingan (proportionality). Karena koefisien teknis dianggap konstan.

Sebagai metode kuantitatif Tabel I-O memberikan gambaran menyeluruh tentang: 1.2. yaitu dengan melihat pengaruh secara langsung dan tidak langsung dari perubahan harga input terhadap output.5. Untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap.4 di bawah ini. Untuk menggambarkan perekonomian suatu wilayah dan mengidentifikasikan karakteristik struktural suatu perekonomian wilayah. 4. . investasi. Struktur permintaan barang dan jasa. baik berupa produksi dalam negeri maupun barang impor atau yang berasal dari luar wilayah tersebut. 2. 3. 5. Untuk analisis perubahan harga. Struktur input antara yaitu transaksi penggunaan barang dan jasa antar sektorsektor produksi. Struktur Tabel Input-Output Format Tabel I-O terdiri dari suatu kerangka matrik berukuran n x n dimensi yang dibagi menjadi empat kuadran dan tiap kuadran mendiskripsikan suatu hubungan tertentu. Struktur penyediaan barang dan jasa.18 3. Untuk mengetahui sektor-sektor yang pengaruhnya paling dominan terhadap pertumbuhan ekonomi dan sektor-sektor yang peka terhadap pertumbuhan perekonomian. baik berupa permintaan oleh berbagai sektor produksi maupun permintaan untuk konsumsi. 2. 4. Struktur perekonomian suatu wilayah yang mencakup output dan nilai tambah masing-masing sektor. dan ekspor. maka disajikan format Tabel I-O pada Tabel 2.

2000. Xn … … … … . Permintaan n x1n x2n x3n . yaitu sebagian untuk memenuhi permintaan antara dan sebagian lainnya untuk memenuhi permintaan akhir. Sedangkan isian sepanjang kolomnya menujukkan pemakaian input antara dan input primer oleh suatu sektor.xn1 Permintaan Antara Sektor Produksi 2 x12 x22 x32 . xn2 V2 X2 xnn Vn Xn Fn V1 X1 Sumber : Tabel I-O Indonesia. Apabila Tabel 2. N Jumlah Input Primer Jumlah Input Antara produksi 1 x11 x21 x31 . Jumlah Output X1 X2 X3 . Isian sepanjang baris pada ilustrasi Tabel I-O tersebut memperlihatkan bagaimana output dari suatu sektor dialokasikan.4 di atas dilihat secara baris (bagian horisontal) maka alokasi output secara keseluruhan dapat dituliskan dalam bentuk persamaan aljabar sebagai berikut: X11 + X12 + … X1n + F1 = X1 X21 + X22 + … X2n + F2 = X2 : : : : : Xn1 + Xn2 + … Xnn + Fn = Xn atau dalam bentuk persamaan umum dapat dituliskan sebagai : .3. .19 Tabel 2. BPS. Struktur Tabel Input-Output Alokasi Output Susunan Input 1 2 Input Sektor 3 . … … … Akhir F1 F2 F3 .

Dalam Analisa I-O kuadran ini memiliki peran yang sangat penting karena kuadran inilah yang . dst Dimana : Xij = output sektor i yang digunakan sebagai input sektor j Fi = permintaan akhir terhadap sektor i Xi = jumlah output sektor i (2. maka persamaan aljabar untuk input yang digunakan oleh masing-masing sektor dapat dituliskan sebagai berikut : X11 + X21 + … + Xn1 + V1 = X1 X12 + X22 + … + Xn2 + V2 = X2 : : : : : X1n + X2n + … + Xnn + Vn = Xn atau dalam bentuk persamaan umum dapat dituliskan sebagai : ∑ Xij + Vj = Xj . untuk semua j = 1. sebagai berikut : 1. yaitu sebagai dasar analisa ekonomi mengenai keadaan perekonomian suatu wilayah.20 ∑ Xij + Fi = Xi . 2. 2. dst (2. 3. maka angka pada kolom (sektor) itu menunjukkan berbagai input yang diperlukan dalam proses produksi pada sektor tersebut. Berdasarkan ilustrasi Tabel Input-Output. untuk semua i = 1. Kuadran I (intermediate quadrant) Setiap sel pada kuadran I merupakan transaksi antara. Secara umum matrik dalam Tabel I-O dapat dibagi menjadi 4 kuadran. khususnya pada transaksi antara.2) Dalam analisis I-O sistem persamaan di atas memiliki peran penting. yaitu transaksi barang dan jasa yang digunakan dalam proses produksi.1) Apabila angka-angka dibaca menurut kolom. 3.

Kerangka Pemikiran Konseptual Strategi pengembangan yang menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi menganggap bahwa kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan dengan cepat . Jumlah keseluruhan nilai tambah ini akan menghasilkan produk domestik bruto yang dihasilkan oleh wilayah tersebut. Kuadran ini terdiri dari pendapatan rumah tangga (upah/gaji). surplus usaha dan penyusutan. Kuadran III (primary input quadrant) Menunjukkan pembelian input yang dihasilkan di luar sistem produksi oleh sektor-sektor dalam kuadran antara. pembentuk modal tetap. perubahan stok dan ekspor. 4. 3. Kuadran IV (primary input-final demand quadrant) Merupakan kuadran input primer permintaan akhir yang menunjukkan transaksi langsung antara kuadran input primer dengan permintaan akhir tanpa melalui sistem produksi atau kuadran antara.21 menunjukkan keterkaitan antara sektor ekonomi dalam melakukan proses produksinya. pajak tak langsung.6. Permintaan akhir adalah output suaru sektor yang langsung digunakan oleh rumah tangga. pemerintah. Informasi di Kuadran IV ini bukan merupakan tujuan pokok. sehingga dalam penyusunan Tabel I-O sering diabaikan. Kuadran II (final demand quadrant) Menunjukan penjualan barang dan jasa yang dihasilkan oleh sektor-sektor perekonomian untuk memenuhi permintaan akhir. 2. 2.

karena tentunya kebijakan yang ditetapkan tersebut mengharapkan hasil pada perkembangan ekonomi yang lebih baik dari sebelumnya. Peningkatan pendapatan ini sekaligus mencerminkan peningkatan kesejahteraan masyarakat (Setyawan. pada penelitian ini akan dilihat tentang peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian nasional.22 melalui peningkatan satu atau beberapa sektor ekonomi kunci. Sehubungan dengan itu. 2005). Sektor industri ini dijadikan unggulan untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian mengingat dalam kondisi sekarang ini. melalui suatu proses yang disebut sebagai penetesan ke bawah (trickle down effect) akan menyebabkan peningkatan pendapatan berbagai golongan masyarakat di negara (wilayah) bersangkutan. kemudian. Peningkatan output berbagai sektor ekonomi. Kebijakan prioritas pembangunan sektor industri pengolahan khususnya industri kertas merupakan upaya pemerintah Indonesia dalam mewujudkan perekonomian yang lebih baik untuk kesejahteraan masyarakat. Dalam menganalisis peranan sektor industri kertas teradap perekonomian Indonesia ini digunakan analisis I-O dengan berbagai . Peningkatan output sektor kunci tersebut akan ikut meningkatkan output sektor-sektor lainnya melalui proses keterkaitan (linkages) dan dampak penyebaran antar sektor. sektor industri pengolahan lebih banyak dapat menyediakan lapangan kerja dan mempunyai aktifitas ekonomi yang lebih intensif untuk satuan unit usaha bila dibandingkan dengan unit usaha sektor lainnya. Selain itu sektor ini juga dianggap sebagai sektor yang mampu meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat pada tingkat yang layak dari sebelumnya.

Pada akhirnya dapat dijadikan acuan pemerintah Indonesia sendiri dalam menentukan kebijakan pembangunan ekonomi Indonesia ke depan sehingga permasalahan pembangunan seperti kemiskinan dan pengengguran dapat diturunkan. maka diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas bagi pemerintah Indonesia tentang perkembangan sektor yang menjadi prioritas ini dalam mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengannya. . Adapun alur konsep pemikiran dapat dilihat pada gambar 1.23 keterbatasan analisis yang telah disebutkan pada bab sebelumnya. dan perannya dalam sektor kunci perekonomian seperti yang terlihat pada gambar 1. kemampuan mendorong dan menarik sektor hulu-hilirnya. Dengan teridentifikasinya peranan sektor industri kertas melalui proses keterkaitan dengan sektor-sektor lain baik sebagai pengguna input maupun penghasil output.

24 Perekonomian Indonesia Perubahan Struktur Perekonomian Industri Kertas Kemampuan mendorong dan menarik pertumbuhan sektor hulu dan hilirnya (Analisis Dampak Penyebaran) Keterkaitan dengan sektor lain dalam hubungannya sebagai pengguna input dan penghasil output (Analisis Keterkaitan) Sektor Kunci Perekonomian (Elastisitas Input-Output) Peran Industri Kertas Kebijakan Pembangunan Industri Keterangan : ( Ruang lingkup penelitian ) Analisis yang digunakan Gambar 1. Bagan Alur Pemikiran Konseptual .

Pada analisisnya nanti dapat terlihat bahwa perekonomian dapat tumbuh apabila terdapat dorongan atau peningkatan pada permintaan akhir yang eksogen tersebut. Penggunaan tabel I-O Indonesia tahun 2000 tersebut dikarenakan tabel I-O tersebut merupakan tabel terbaru selama penelitian ini berlangsung. Oleh karenanya. METODE PENELITIAN 3. model analisis ini . dampak penyebaran dan elastisitas input-output. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. dampak penyebaran dan elastisitas ini alat yang digunakan adalah Microsoft Excel 2003.2. Pada analisis keterkaitan.III. 3. Pendekatan model I-O yang digunakan adalah model sisi permintaan (demand-side model). Data yang digunakan antara lain berasal dari Tabel Input-Output (I-O) transaksi domestik atas dasar harga produsen tahun 2000 klasifikasi 175 sektor dari Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat yang kemudian diagregasi oleh penulis menjadi 22 sektor dan beberapa data sekunder lainnya dari instansi dan dinas terkait lainnya. Metode Analisis Untuk mengetahui peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian Indonesia ini sebagai sektor penyedia input maupun sebagai sektor pemakai input. kemampuan untuk mendorong atau menarik sektor hulu dan hilirnya serta perannya dalam sektor kunci perekonomian dapat di kaji berdasarkam analisis keterkaitan.1. hal ini dikarenakan faktor permintaan merupakan faktor eksogen yang mempengaruhi perekonomian.

AX . Koefisien ini dapat diterjemahkan sebagai jumlah input dari sektor i yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit output sektor j. Secara matematik dapat dituliskan : aij = Xij (3. a2n : A : a31 ……. a1n a21 …….3) (3.2) AX + F = X Atau F = X . 3. Dengan demikian dapat disusun matriks sebagai berikut : a11 X1 + a12 X2 +………+ a1n Xn + F1 = X1 a21 X1 + a22 X2 +………+ a2n Xn + F2 = X2 : : : : : an1 X1 + an2 X2 +………+ ann Xn + Fn = Xn Atau persamaan tersebut dapat disederhanakan menjadi : a11 …….26 sering pula disebut dengan dengan model yang dikendalikan oleh sisi permintaan (demand-driven model).1..2.… ann X1 X2 : X3 X + F1 F2 : Fn F = X1 X2 : Xn X (3.1) Xj Dimana : aij adalah koefisisen input. koefisien input atau koefisien teknologi merupakan perbandingan antara jumlah output sektor i yang digunakan dalam sektor j (Xij) dengan input total sektor j (Xj). Koefisien Input Pada Tabel I-O.

Keterkaitan Langsung ke Depan Keterkaitan langsung ke depan menunjukkan akibat suatu sektor tertentu terhadap sektor-sektor yang menggunakan sebagian output tersebut secara . maka akan ada perubahan pola pendapatan nasional. X = Output. Jika ditulis dalam bentuk persamaan. F = Permintaan akhir. Dalam analisis input-output matriks kebalikan Leontief memiliki peranan yang sangat penting sebagai alat analisis ekonomi yang mencerminkan efek langsung dan tidak langsung dari perubahan permintaan akhir terhadap output sektor-sektor di dalam perekonomian.2. Beberapa jenis koefisien keterkaitan yang sering digunakan dalam analisis ekonomi wilayah sektoral antara lain adalah keterkaitan langsung ke depan dan ke belakang serta keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan dan ke belakang.AX X = ( I .A )-1F (3.5) Dimana : I = Matriks identitas berukuran nxn yang elemennya memuat angka satu pada diagonalnya dan nol pada selainnya. maka dapat dituliskan sebagai berikut : AX + F = X Atau F = X . Analisis Keterkaitan (linkages) Koefisien keterkaitan sangat berguna dalam penyusunan prioritas sektor perekonomian untuk mencapai tujuan pembangunan. ( I – A ) = Matriks Leontief.27 Jika terdapat perubahan pada permintaan akhir.2. 3. ( I – A )-1 = Matriks kebalikan Leontief. 1.

dengan rumus sebagai berikut: n KDi = ∑ aij j=1 Dimana: KDi = Keterkaitan langsung ke depan = Unsur matrik koefisien teknis aij 2.28 langsung per unit kenaikan permintaan total. n KBj = ∑ aij i=1 Dimana: KBj = Keterkaitan langsung ke belakang = Unsur matrik koefisien teknis aij 3.8) Dimana: KDLTi = keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan sektor i ij = unsur matrik kebalikan Leontief model terbuka . Untuk mengetahui besarnya keterkaitan langsung ke depan.7) (3. Keterkaitan Langsung ke Belakang Keterkaitan langsung ke belakang menunjukkan akibat suatu sektor tertentu terhadap sektor-sektor yang menyediakan input antara bagi sektor tersebut secara langsung per unit kenaikan permintaan total.6) (3. KDLTi = ∑ α ij j =1 n (3. Keterkaitan Langsung dan Tidak Langsung ke Depan Analisa keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan mengukur akibat dari adanya suatu sektor tertentu terhadap sektor-sektor yang menggunakan output sektor tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung per unit kenaikan permintaan total.

1.3. Indikator-indikator tersebut tidak dapat diperbandingkan antar sektor karena peranan permintaan akhir setiap sektor tidak sama. Oleh karena itu kedua indeks tersebut haruslah dinormalkan dengan cara membandingkan rata-rata dampak yang ditimbulkan oleh sektor tersebut dengan rata-rata dampak seluruh sektor.10) Dimana: BLTLj = Keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang = Unsur matrik kebalikan Leontief terbuka αij 3.2. Koefisien penyebaran merupakan keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang yang dinormalkan dengan sektor dan .29 4. Analisis Dampak Penyebaran Indeks keterkaitan langsung dan tidak langsung baik ke depan maupun ke belakang di atas belumlah memadai dipakai sebagai landasan pemilihan sektor kunci. Analisis ini disebut dampak penyebaran yang terbagi dua yaitu kepekaan penyebaran dan koefisien penyebaran. Keterkaitan Langsung dan Tidak Langsung ke Belakang Analisa keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang menyatakan akibat suatu sektor-sektor yang menyediakan input antara bagi sektor tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung per unit kenaikan permintaan total. KBLTj = ∑α ij i =1 n (3. Koefisien Penyebaran (Coefficient of Dispersion) Koefisien penyebaran tersebut juga indeks daya penyebaran ke belakang. Analisa ini menunjukkan koefisien kaitan yang memberikan gambaran tentang pengaruh yang ditimbulkan oleh suatu unit permintaan akhir untuk semua sektor didalam suatu sistem perekonomian.

11) ij Dimana: = Kepekaan penyebaran sektor i Sdi ij = Unsur matrik kebalikan Leontief . Kepekaan penyebaran merupakan keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan yang dinormalkan dengan jumlah sektor dam jumlah seluruh koefisien matrik kebalikan Leontief. Kepekaan penyebaran ini memberikan gambaran tentang pengaruh yang timbul oleh suatu unit permintaan akhir terhadap semua sektor di dalam perekonomian.10) Dimana: Pdj = Koefisien penyebaran sektor j ij = Unsur matrik kebalikan Leontief 2.30 jumlah seluruh koefisien matrik kebalikan Leontief. Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: n∑ α ij Sdi = j =1 n n ∑∑ α i =1 j =1 n (3. Secara matematis dituliskan dalam bentuk rumus sebagai berikut: n∑ α ij n Pdj = ∑∑ α ij i =1 j =1 n i =1 n (3. Kepekaan Penyebaran (Sensitivity of Dispersion) Kepekaan penyebaran disebut juga indeks daya penyebaran ke depan.

Pendekatan ini dianggap lebih baik daripada analisis keterkaitan dan analisis multiplier karena memperhitungkan share suatu sektor dalam output.13) . Elastisitas Tenaga Kerja Elastisitas tenaga kerja adalah perubahan persentase tenaga kerja suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya. 1. Pendekatan ini mempermudah policy makers untuk berkonsentrasi tidak hanya pada nilai-nilai keterkaitan dan multiplier tertinggi tetapi juga pada share suatu sektor ekonomi.4.31 3. Elastisitas Input-Output Elastisitas input-output menyediakan pandangan baru untuk penentuan sektor prioritas. Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: EO xyj = Dimana: EO xyj = Elastisitas output x ∑b i ij ( y j / x) (3.12) = ∑x j b ij yj = Elemen matriks Leontief = Permintaan akhir sektor j 2. Elastisitas Output Elastisitas Output adalah perubahan persentase dalam total output suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya.2. Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: ⎤ ⎡ ET xyj = ⎢∑ l i / x j )bij /(l j / x j )⎥ (y j / x) ⎦ ⎣ i Dimana: ET xyj = Elastisitas tenaga kerja (3.

32 = Jumlah tenaga kerja li l i / x j = Koefisien tenaga kerja 3. Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: ⎡ ⎤ EP xyj = ⎢∑ hi / x j )bij /(h j / x j )⎥ ( y j / x) ⎣ i ⎦ (3.14) Dimana: EP xyj = Elastisitas Pendapatan hj = Upah dan gaji hi / x j = Koefisien pendapatan . Elastisitas Pendapatan Elastisitas pendapatan adalah perubahan persentase dalam pendapatan suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya.

Profil Industri Kertas Saat ini.041. sampai dengan tahun 2003.500 ton (Tabel 4. Ketiga produsen besar industri pulp dan kertas tersebut adalah. minimal harus ada tambahan beberapa perusahaan lagi untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri.1. dan investasi luar negeri sebesar 4. 14 perusahaan di Sumatera dan dua perusahan berlokasi di Kalimantan. Untuk memenuhi kebutuhan kertas tersebut. dan dapat memenuhi kebutuhan kertas dalam negeri yang terancam kekurangan pasokan dalam sepuluh tahun mendatang (Mansur. Group Raja Garuda Mas dan Barito Pasifik.045. Perusahaan-perusahaan tersebut terdiri dari 65 perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).666. GAMBARAN UMUM INDUSTRI 4. Indonesia mempunyai 77 perusahaan produsen kertas dan 10 diantaranya terintegrasi dengan pabrik pulp. Industri kertas memiliki kapasitas total sebesar 10. Menurut Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI). Jumlah perusahaan tersebut belum mampu mencukupi konsumsi domestik.580 ton yang terdiri dari kapasitas terpasang perusahaan swasta-negara sebesar 337. Oleh karena itu.IV. investasi dalam negeri swasta sebesar 5. Group Sinar Mas. . 2005). Sekitar 64 perusahaan berlokasi di pulau Jawa. 12 perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dan 3 perusahaan negara. jumlah perusahaan di Indonesia yang memproduksi pulp dan kertas adalah tiga kelompok perusahaan besar.1). sektor industri ini membutuhkan investasi baru atau industri ini harus meningkatkan efisiensi agar dapat bersaing dengan industri asing.900 ton.180 ton.

8 100 Kapasitas Terpasang Kertas (Ton) 337. Profil Industri Pulp dan Kertas Indonesia Tahun 2003 Status/Lokasi Jumlah Perusahaan 3 65 12 80 10 3 67 80 Kapasitas Terpasang Pulp (Ton) 240. Industri-industri yang mengandalkan bahan baku impor tetap mengalami kemerosotan pertumbuhan.000 6.045.2 46.382. Pada periode yang sama ekspor kertas juga meningkat sekitar 19.072.100 1.180 4.287.580 2. .900 5. Sementara konsumsi kertas juga meningkat 4.1.000 6.287.4 85.34 Tabel 4.440 1. tetapi industri kertas tetap melanjutkan perkembangannya dengan pertumbuhan sekitar 9.6 9.500 Sumatera 14 5.3 7.045.1 persen per tahun.2 14. 2003).100 Pulp % 3.322.000 Kertas % 3. hal ini terjadi didasarkan pada ketersediaan bahan baku dan upah tenaga kerja yang murah di dalam negeri.600 Total 80 6.580 100 5.666. 2003.1 Perusahaan Negara Swasta Investasi Dalam Negeri Swasta Investasi Luar Negeri Total Integrated (Pulp dan Kertas) Non Integrated Pulp Kertas Total Jawa 64 340.2.528.580 74.140 10.725.100 2.000 Kalimantan 2 564.041.7 19.500 10.517.000 3.3 100 80.554.8 52.045.491. 4.5 100 25.8 persen pada periode 19972001.0 100 10.287.9 100 85.100 5.100 Sumber : Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia.8 43.7 persen per tahun (Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia.4 50.215. Perkembangan Industri Kertas Industri kertas tumbuh dan berkembang lebih baik bila dibandingkan dengan kebanyakan industri lain di Indonesia.580 8.

0 kg Sumber: Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia.0 kg 2003 25. Pada tahun 2003 kapasitas produksi yang dimiliki industri kertas baru sekitar mencapai 10. Nilai konsumsi per kapita ini memang lebih kecil bila dibandingkan dengan negara lain contohnya Malaysia yang sudah mencapai ratusan kilogram per kapita.2). industri kertas harus mengimpor kertas senilai US$ 7 miliar/tahun. Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) mengkhawatirkan Indonesia akan mengalami kekurangan pasokan kertas. namun jika kebutuhan kertas di dalam negeri naik hingga mencapai 50 Kg per kapita.0 kg 1995 14.35 Tabel 4. 2003.9 kg 1998 14.6 kg 2000 20.3 juta ton pertahun sedangkan konsumsi per kapitanya pada akhir 2003 telah mencapai 25 Kg (Tabel 4. para investor telah menunjukkan ketertarikan yang kecil pada sektor ini karena industri ini telah menjadi capital intensive dan birokrasi yang rumit pasca otonomi daerah.1 kg 1999 19.1 kg 1994 13.3 kg 2002 24. Masalahnya setiap tahun konsumsi kertas dalam negeri terus meningkat dengan angka rata-rata sekitar 6 persen per tahun.2.3 kg 1997 16. bila dalam 10 tahun mendatang kapasitas industri kertas tidak bertambah.0 kg 1996 16. Untuk mengatasi kebutuhan konsumsi kertas yang terus . Konsumsi Kertas Per Kapita Penduduk Indonesia Tahun 1993-2003 Tahun Konsumsi Kertas / Kapita 1993 11. Disamping kinerja yang menggembirakan dalam industri kertas ini.8 kg 2001 23.

1). Dengan kecenderungan ini hampir seluruh output industri pulp disalurkan pada industri kertas didalam negeri sedangkan ekspor hanya merupakan pasar kedua. Integrasi Vertikal dan Pasar Industri Kertas Indonesia Di Indonesia industri kertas mempunyai karakteristik sebagai industri skala besar. Integrasi vertikal ini dianggap penting karena integrasi vertikal oleh perusahaan kertas akan meningkatkan efisiensi perusahaan dalam industri kertas tersebut karena dapat mengamankan pasokan bahan baku dan meminimumkan biaya transaksi dalam rangka untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan terhadap produk kertasnya (Karseno dan Mulyaningsih. 2002) Dilihat dari pangsa produksi dan ekspor penguasaan jaringan pasar luar negeri. masih menjadi kelemahan bagi sebagian besar produsen kertas Indonesia. tujuh diantaranya adalah perusahaan kertas yang terintegrasi (tabel 4. Kapasitas terpasang industri pulp yang terintegrasi dengan perusahaan kertas mencapai 66.32 persen dari keseluruhan kapasitas terpasang industri kertas.3.08 persen dari total kapasitas terpasang seluruh industri pulp. 4.36 meningkat maka harus ada investasi baru atau industri yang ada harus meningkatkan efisiensi. Sedangkan kapasitas terpasang industri kertas pada perusahaan pulp dan kertas yang terintegrasi mencapai 21. Dari 77 perusahaan kertas pada tahun 2003. . Industri kertas yaitu khususnya perusahaan-perusahaan besar dalam industri ini mempunyai kecenderungan untuk berintegrasi dengan perusahaan penyedia bahan baku yaitu industri pulp.

Selain itu pasar dalam negeri juga perlu dikaji karena merupakan basis untuk memperkuat daya saing secara nasional (Rosadi dan Vidyatmoko. yang menguasai . PT. Pasar bebas tersebut akan memaksa para produsen pulp dan kertas Indonesia untuk mampu bersaing memperebutkan pasar Asia Pasifik yang terbuka. 4.37 Meskipun demikian beberapa (grup) perusahaan telah mencoba menembus pasar luar negeri.). Kelompok Sinar Mas memasuki pasar Asia dengan mendirikan kelompok perusahaan melalui bendera APP (Asia Pulp and Paper) di negara Singapura. Pertama.4. Profil Beberapa Perusahaan Kertas Indonesia Sampai dengan tahun 2003 dalam industri kertas terdapat tiga perusahaan yang memiliki proporsi kapasitas pabrik terhadap kapasitas total industri yang melebihi 10 persen. Pentingnya jaringan pemasaran lebih dipicu terutama menjelang diberlakukan pasar bebas di kawasan Asia Tenggara (AFTA) tahun 2003 dan kawasan Asia Pasifik (APEC) tahun 2010. Indah Kiat Pulp & Paper Corp. Kedua kelompok ini memilih Singapura sebagai kantor pusat perusahaan mereka. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis mengenai kondisi pasar luar negeri terutama pasar Asia dan bagaimana strategi untuk memasuki dan mengembangkan pasar di kawasan tersebut. Malaysia. dengan melakukan ekspansi ke negara-negara di kawasan ini. Kawasan Asia Pasifik merupakan kawasan dengan pasar pulp terbesar di dunia. 2002). dan India. terutama pasar Asia. Cina. Begitu juga dengan Tanoto dan Tanjung Enim Lestari (TEL) yang mengibarkan bendera APRIL (Asia Pacific Resources International Holding Ltd.

465.000 486.9 1. .3).5 6.8 1. Surabaya Agung PT.800 450.8 14. Kertas Leces (Persero) PT.9 1.4 4. kemudian disusul oleh PT.044.400 60.000 150.000 85.4 0.2 persen. Tabel 4. Pelita Cengkareng Paper Co. Surabaya Mekabox Ltd.000 157.1 persen (Tabel 4. Pindo Deli Pulp & Paper Mills PT.000 Persentase (%) 20.986.000 150. dan perusahaan ketiga adalah PT.1 1. NAD.4 0. Adiprima Suraprinta PT.5 0. Kapasitas Terpasang Perusahaan Industri Kertas Tahun 2003 Nama Perusahaan PT. 2003.4 0. Pakerin PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia dengan proporsi sebesar 10. Papyrus Sakti PT. Riau Andalan Kertas PT. Papertech Indonesia Lain-lain Kapasitas Terpasang (Ton) 2.2 1.7 4.200 150.000 1.000 430. Indah Kiat Pulp& Paper Corp PT. PT.4 10. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia PT.000 500.6 28.9 Sumber : Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia. Suparma PT.5 1.8 4. PT.2 3. Pura Barutama PT. Tanjungenim Lestari Pulp & Paper PT. Pindo Deli & Paper Mills sebesar 14.000 50.111. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry yang berlokasi di Langsa. Keempat perusahaan yang tergabung dalam group Sinar Mas ini memiliki karaktristik yang sama yaitu semuanya merupakan perusahaan kertas yang terintegrasi vertikal dengan pabrik kertasnya. Selain ketiga perusahaan itu group Sinar Mas masih mempunyai perusahaan kertas lainnya yaitu PT.38 20.4 4.000 1.3.500 93.000 2.800 195.000 150. Fajar Surya Wisesa PT.000 350. Aspex Kumbong PT.5 persen dari total kapasitas industri.000 700. Tiga perusahaan pemilik kapasitas terbesar tersebut dimiliki oleh group yang sama yaitu Sinar Mas Group. Ekamas Fortuna PT. Gede Karang PT.

980. Dengan semakin meningkatnya permintaan atas produksi kertas. yang menempati lahan seluas 28 Ha.39 1) PT. kertas industri dan corrugated carton boxes (sejenis dus karton. Riau seluas 1. dengan kertas bergelombang sebagai peredam benturan). PT. PT.631.000 ton kertas budaya per tahun. Indah Kiat Pulp & Paper melakukan usahanya secara komersil dengan memproduksi pulp. dan didaftarkan di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta No. 525 Tanggal 14 Februari 1978 (Bank Niaga. Pada saat ini. kertas budaya. perusahaan kertas ini mengantisipasinya dengan meningkatkan kapasitas produksinya sehingga saat ini menjadi 1. terutama pabrik kertas budaya di Tangerang. 744.000 ton pulp per tahun.Y. Pada susunan pemegang saham.5/50/2 tanggal 9 Februari 1978.78 persen dari total keseluruhan saham yang diterbitkan perusahaan ini (Tabel 4.722 Ha .000 ton kertas industri per tahun dan 100.A.000 ton corrugated boxes per tahun. masyarakat menguasai 38. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Perusahaan ini didirikan di Jakarta dengan Akta Notaris Ridwan Suselo No. Indah Kiat Pulp & Paper dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards yang terdiri dari dewan komisaris dengan presiden komisarisnya yaitu Indra Widjaja dan dewan direksi dengan direktur utamanya yaitu Teguh Ganda Widjaja. 2005).68 tanggal 7 Desember 1976 yang disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusan No. pabrik pulp dan kertas budaya di Perawang.4). perusahaan tersebut memiliki dan menguasai beberapa sarana dan prasarana yang digunakan untuk menjalankan berbagai kegiatan usahanya.

2005. Hong : 0. Gandi Sulistiyanto Soeherman : Show Chung Ho : Kuo Cheng Shyong : Raymond Liu.56% British Virgin Island Yuen Foong Yu H. : Lo Shang Shung : Hj.78% Sumber: Bank Niaga. Phd. Teddy Pawitra : Kamardy Arief : Let Jend (Purn) Soetedjo Dewan Direksi Presiden Direktur : Teguh Ganda Widjaja Wakil Presiden Direktur : Muktar Widjaja Wakil Presiden Direktur : Hendra Jaya Kosasih Wakil Presiden Direktur : Chen Wang Chi Wakil Presiden Direktur : Yudi Setiawan Lin Direktur : Suresh Kilam Direktur : Didi Harsa Direktur : Agustian Rachmansjah Partawidjaja Susunan Pemegang Saham PT Purinusa Ekapersada : 52. Fasilitas produksi perusahaan juga didukung dengan berbagai fasilitas dan prasana seperti jalan.88% Virgin Island YFY Global Investment (BVI) Corp.05% Kong Masyarakat : 38..K. Tabel 4. Ryani Soedirman : Mas Achmad Daniri : Prof.40 dan pabrik kertas industri di Serang Jawa Barat seluas 308. Ltd. mess karyawan dan lain-lain.9 Ha. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk per 30 September 2004 Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Ir. British : 5. Boards PT.4. Co.72% CHP International (BVI) Corp. Presiden Komisaris Wakil Presiden Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris . : 2. Dr.

6 tanggal 4 Juli 1975 dan Akta Perubahan No.5). Karawang dengan menambah tiga Paper Machine serta sebuah Corrugated Machine. Pindo Deli Pulp & Paper Mills ini memulai konstruksi pabrik kertasnya yang kedua (Pindo 2) yang berlokasi di Kuta Mekar. . Karawang (Pindo 1).5 tanggal 3 April 1975. Total kapasitas produksi terpasang pabrik kertas milik perusahaan ini adalah sebesar 210. Pada Oktober 1995. Perusahaan kertas ini dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards (dua dewan perusahaan) dan kepemilikan saham terbesar perusahaan ini dikuasai oleh PT Purinusa Ekapersada sebesar 97.57 persen dari total saham yang dikeluarkan PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills tersebut (Tabel 4.000 ton per tahun.69 tanggal 25 Februari 1976 (Bank Niaga. sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. dengan Akta No.000 ton per tahun. dengan jumlah kapasitas produksi terpasang sebesar 652. salah satu bahan kimia yang digunakan dalam proses produksi kertas.59 tanggal 26 April 1975.6 tahun 1968 tentang PMDN.000 ton per tahun dan telah berproduksi sejak bulan Maret 1996 (Bank Niaga. Selain itu perusahaan ini juga mempunyai fasilitas pabrik pembuatan bahan kimia calcium carbonate. Pindo Deli Pulp & Paper Mills PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills didirikan di Jakarta dalam rangka Undang-undang No. PT. 2005).75 tanggal 31 Januari 1975. Akta Perubahan No.41 2) PT. berlokasi di lokasi Pindo 1 dengan kapasitas produksi terpasang sebesar 48. Akta Perubahan No. Akta Perubahan No. Saat ini perusahaan kertas ini memiliki sebuah pabrik kertas yang berlokasi di Adiarsa.12 tahun1970. 2005).

91% : 0. PT.42 Tabel 4.60 persen dari total keseluruhan saham yang diterbitkan perusahaan ini (Tabel 4.6 Tahun 1968 juncto Undang-undang No. Pindo Deli Pulp & Paper Mills per 30 September 2004. Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Drs.5. masyarakat menguasai 36. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards (dua dewan direksi) dan pada susunan pemegang saham. Kelompok Sinar Mas adalah salah satu dari kelompok industri terbesar di Indonesia dengan kurang lebih 200 perusahaannya yang bergerak di berbagai usaha yang besar . Jhon Ferdinand Pandelaki : Yudi Setiawan Lin : Let Jend (Purn) Soetedjo : Hajjah Ryani Soedirman : Arthur Tahya Dewan Direksi : Teguh Ganda Wijaja : Muktar Widjaja : Hendra Jaya Kosasih : Suresh Kilam : Tsai Huan Chi : Huang Wen Hai : Tri Ramadi Susunan Pemegang Saham : 97. Perusahaan ini merupakan bagian kelompok usaha Sinar Mas. Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Direktur Utama Wakil Direktur Utama Wakil Direktur Utama Wakil Direktur Utama Wakil Direktur Utama Direktur Direktur PT Purinusa Ekapersada PT Mega Kleenindo PT Unitama Sartindo Sumber: Bank Niaga.61% 3) PT.57% : 0. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk PT. 2005). Boards PT.9 tanggal 2 Oktober 1972 (Bank Niaga. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk didirikan dalam rangka Undangundang Negara Republik Indonesia No.6).12 Tahun 1970 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri berdasarkan Akta No. 2005.

Teddy Pawitra : Kamardy Arief : Let Jend (Purn) Soetedjo Dewan Direksi : Teguh Ganda Widjaja : Muktar Widjaja : Hendra Jaya Kosasih : Chen Wang Chi : Yudi Setiawan Lin : Suresh Kilam : Didi Harsa : Agustian Rachmansjah Partawidjaja Susunan Pemegang Saham : 63. hotel dan perumahan. Gandi Sulistiyanto Soeherman : Show Chung Ho : Kuo Cheng Shyong : Raymond Liu. Ryani Soedirman : Mas Achmad Daniri : Prof DR.30% : 0. : Lo Shang Shung : Hj.60% Presiden Komisaris Wakil Presiden Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Direktur Direktur Direktur PT Purinusa Ekapersada Koperasi Masyarakat Sumber: Bank Niaga. sedangkan sisanya merupakan tanah yang telah dibebaskan untuk kepentingan . Dari seluruh tanah yang dikuasai perusahaan 64 persen merupakan tanah dengan Hak Guna Bangunan. bidang kimia. Lokasi pabrik dan pusat perusahaan yang terletak di Jawa Timur. real estate. perbankan dan jasa keuangan. yang berdekatan dengan pelabuhan Tanjung Perak merupakan hal yang sangat menguntungkan kelancaran pengapalan untuk ekspor. minyak goreng. 2005.10% : 36. Tabel 4. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk per 30 September 2004 Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Ir. Phd. Boards PT. produksi bahan makanan.43 termasuk industri kertas dan pulp.6.

Selain kertas tulis dan cetak serta hasil-hasil produksi kertas. dan kertas HVS biasa untuk kebutuhan sekolah dan perkantoran. Belanda. Pada tahun 1994.44 perusahaan yang berasal dari petani di sekitarnya dengan status Hak Milik atau Girik. dan sereal. diantaranya dus (boxboard) yang dipergunakan untuk kemasan rokok.V. kertas tissue. Pabrik kertas merupakan suatu jenis industri dengan sifat padat modal. Rotterdam. Namun demikian melihat kebutuhan penyediaan kesempatan kerja di Indonesia. yang merupakan pengakuan bertaraf internasional terhadap sistem dalam proses produksi yang telah berhasil dilaksanakan oleh perusahaan. perusahaan kertas ini juga memproduksi produk-produk kemasan. minyak wangi. Saat ini PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia telah menerima sertifikat ISO 9002 dari Det Norske Veritas Industry B. kertas HVS mengkilap. Hal ini jelas dapat terlihat pada bagian produksi barang-barang hasil produksi kertas dimana perusahaan ini telah memutuskan untuk tidak menambah mesin-mesin pembungkus otomatis. Perusahaan ini juga memproduksi pulp dari daur ulang kertas bekas dan soda kaustik sebagai bahan baku utama industri kertas. Bidang usaha utama perusahaan ini adalah menghasilkan kertas tulis dan cetak bermutu tinggi. PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia mempunyai kapasitas produksi sebanyak 30. Perusahaan ini menyesuaikan pemakaian teknologi sedemikian rupa untuk tetap dapat menyediakan kesempatan kerja seluas-luasnya. Hal ini juga diperlukan untuk meningkatkan kesempatan kerja.000 ton boxboard pertahun. meningkatkan pengawasan mutu disamping .

500 ton kertas per tahun. 2005). Pindo Deli Pulp & Paper Mills (80 persen). Lontar Papyrus Pulp .7).000 ton pulp per tahun dan 7.Ltd.75 persen).25 persen dari total keseluruhan saham yang diterbitkan (Tabel 4. dengan kapasitas produksi 60. 44 tanggal 13 Februari 1974 (Bank Niaga.6 Tahun 1968 tentang PMDN dengan Akta No.45 4) PT. pada kuartal keempat tahun 1998 perusahaan kertas ini memulai produksi komersial tissue dalam bentuk gulungan besar yang dijual kepada pihak lain untuk kemudian diubah menjadi berbagai jenis tissue siap pakai. PT. Kepemilikan saham dikuasai oleh tiga perusahaan yaitu PT. dengan produksi utama pulp jenis LBKP. Perusahaan kertas ini dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards yang terdiri dari dewan komisaris dengan presiden komisarisnya yaitu Indra Widjaja dan dewan direksi dengan direkturnya adalah Teguh Ganda Widjaja. Disamping pulp dan kertas. Saat ini perusahaan ini merupakan salah satu produsen pulp yang cukup besar di Indonesia dengan kapasitas produksi sebesar 545. Arthadana Mulia Makmur yang memiliki 0. dan PT. PT.. modifikasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi mesin pembuatan pulp dan fasilitas pendukung lainnya. Aceh Timur dengan nama awal PT Sumber Indra Jaya Paper Manufacture Co. Pada tahun 1999 perusahaan ini telah melakukan modifikasi terhadap mesin-mesin dan fasilitas produksi di pabrik pulp Jambi. kertas budaya dan tissue.000 ton per tahun. dalam rangka Undang-Undang No. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry Perusahaan kertas ini didirikan di Langsa. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry bergerak dalam bidang usaha industri pulp dan kertas. PT Satria Perkasa Agung (19.

46 & Paper Industry saat memiliki sebuah pabrik yang memproduksi pulp dan tissue yang berlokasi di Sumatera yaitu di Tanjung Jabung.7. 2005).25% Sumber: Bank Niaga. Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Dalam menjalankan usahanya. 2005. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry telah memperoleh sertifikasi ISO 9002 sehubungan dengan telah sesuainya sistem kualitas manajemen (Quality management systems) dengan ketentuan yang dipersyaratkan dalam ISO 9002.E10683 sebagai bukti bahwa perusahaan kertas ini telah memenuhi ketentuan standar lingkungan hidup yang dipersyaratkan (Bank Niaga. perseroan ini juga telah memperoleh sertifikat ISO 14001 pada tanggal 19 Agustus1997 yang dikeluarkan SGS Yarsley International Certification Services Limited dengan sertifikat No.00% PT Satria Perkasa Agung : 19. PT. John Ferdinand Pandelaki : Sukirta Mangku Djaja : Let Jend (Purn) Soetedjo : Hj. Jambi dan sebuah pabrik kertas di Langsa.75% PT Arthadana Mulia Makmur : 0. . Boards PT. NAD. Tabel 4. Di samping itu. Ryani Soedirman Dewan Direksi Direktur Utama : Teguh Ganda Widjaja Wakil Direktur Utama : Hendra Jaya Kosasih Direktur : Muktar Widjaja Direktur : Suresh Kilam Direktur : Lin Shun Keng Direktur : Tri Ramadi Direktur : Arthur Tahya Susunan Pemegang Saham PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills : 80. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry per 30 Desember 2003 Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Drs.

977.629 juta.460. Selanjutnya diikuti oleh sektor pertanian dan sektor pertambangan dan penggalian.1. Struktur Permintaan Industri Kertas Total permintaan barang dan jasa domestik yang dihasilkan oleh Indonesia tahun 2000 mencapai Rp 2.1. HASIL DAN PEMBAHASAN 5. Jumlah tersebut terdiri atas permintaan antara sebesar Rp 1.71 persen dari total permintaan antara.019 juta dan permintaan akhir sebesar Rp 1. Dari data tersebut diperoleh bahwa jumlah permintaan akhir lebih besar dibandingkan jumlah permintaan antaranya.21 persen dari total permintaan antaranya.656.068.626 juta atau 18.03 persen dari total permintaan antara dan berada pada urutan ke-18 diantara sektor-sektor lainnya. hal ini berarti bahwa output di Indonesia cenderung digunakan untuk memenuhi konsumsi langsung masyarakatnya.073.V.1. pada urutan kedua dan ketiga dengan nilai Rp 144. dilihat dari sisi permintaan antara tampak bahwa sektor perdagangan menghasilkan output tertinggi yang digunakan sebagai input oleh seluruh sektor perekonomian lainnya yaitu sebesar Rp 197.730 juta atau 11. Sedangkan untuk industri kertas mempunyai permintaan antara sebesar Rp 10.870 juta.83 persen dan Rp 117. Peranan Industri Kertas Dalam Perekonomian Indonesia 5.800.099.1.415 juta atau 13.701.048. Berdasarkan Tabel 5.767.775 juta atau sekitar 1. Angka-angka tersebut di atas menunjukkan seberapa pentingnya peranan output yang dihasilkan oleh sektor-sektor di atas untuk digunakan sebagai input oleh sektor-sektor perekonomian lainnya di Indonesia. .

Permintaan Antara dan Permintaan Akhir Sektor-sektor Perekonomian di Indonesia Tahun 2000 Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.627.215 35.695.805.19 4.11 1.048.71 2.287 2.356 105.278 151.657 12.847 3.176 197.415 13.028 0.496.87 2.695 227.926 0.426.036.885.58 12.622 8.37 5.15 100 Permintaan Akhir Jumlah % (Juta Rp) 115.529.672.74 8.593 30.677.32 0.52 12.613 64.99 1.534.036 155.37 0.60 5.34 0.228.37 6.850.629 4.775 5.881 13.30 1.760.43 14.287.276.257.21 8.739.649 36.726.476.29 12.586.09 1.729.44 1.076.64 2. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat secara keseluruhan lebih banyak menggunakan output industri kertas untuk konsumsi .47 0.353.620 8.51 1.019 11.424 8.80 14.16 1.724 5.948.03 0.970.767.272.47 1. Nilai tersebut lebih besar dibanding permintaan antaranya.014.125.1.689.498 19.034 238.035 16.48 Tabel 5.713 1.50 9.626 70.977.379 33.08 79.700 3.05 9.23 0.97 6.442.33 0.901.656.38 0.416.870 7.242.65 17.944 0.16 4.887 201.018 0.50 0.119.575 9.849 24.848.372 88.741 10.99 1.53 0.568 21.605 94.259 165.775.128 23.099.637.340.169 161.620 13.56 100 Sumber: Tabel I-O Indonesia.13 0.389.574 1.36 9.771.89 2.817.84 persen dari total permintaan akhir.774.84 0.698.408 243.214. Dilihat dari permintaan akhir pada Tabel 5.438.020 7.53 1.153.705 23.701.670 7.073.065 15.916 177.730 90.108 13.88 4. 2000 (diolah).067 0.64 3.13 8.1 sektor industri kertas menempati posisi ke-14 diantara sektor yang lain sebesar Rp 13.485 39.844.160 6.88 1.87 6.83 15.821.621 208.595.27 3.227.897.564. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Total (domestik) Permintaan Antara Jumlah % (Juta Rp) 144.10 196.329.441.743.815.847 juta atau 0.460.84 18.961 1.063 396.25 2.074 19.113 94.685.970.099 57.03 0.34 2.068.48 0.14 117.045.67 5.599 5.412.165 139.98 100 Total permintaan Jumlah % (Juta Rp) 260.254 131.92 0.151 329.325.056 67.42 5.800.849 80.73 8.84 2.034 41.748.

498 juta berasal dari surplus usaha.49 langsung (masyarakat. penyusutan sebesar Rp 865. penyusutan dan pajak tak langsung netto.967 juta (Tabel 5. Rp 755. 5. Berdasarkan Tabel 5. surplus usaha sebesar Rp 458. Dalam Tabel I-O Indonesia tahun 2000 nilai tambah meliputi penerimaan upah gaji. Rp 110.2).350 juta dengan perincian Rp 400. surplus usaha.958 juta dan pajak tak langsung netto sebesar Rp 487.1. Rasio upah dan gaji dan surplus usaha termasuk kategori baik jika rasionya mendekati keseimbangan (mendekati 1) yang berarti bahwa proporsi penerimaan dalam bentuk upah dan gaji bagi pekerja dan surplus usaha bagi produsen berimbang.849 juta.762 juta.331. Struktur Nilai Tambah Bruto Nilai tambah bruto merupakan balas jasa terhadap faktor produksi yang tercipta karena adanya kegiatan produksi. pemerintah dan ekspor) dibanding untuk keperluan produksi sebagai input bagi sektor lain.860.327 juta yang terdiri atas upah dan gaji sebesar Rp 1.048.278.2.928 juta berasal dari penyusutan dan Rp 69. Jika diperbandingkan antara nilai upah dan gaji terhadap surplus usaha (U/G) maka akan diperoleh nilai rasio upah gaji dengan surplus usaha. Pada tahun yang sama sektor industri kertas menyumbang nilai tambah bruto sebesar Rp 7.732 milyar berasal dari pajak tak langsung netto.895.079.843.770 juta berasal dari upah dan gaji.2 dapat diketahui bahwa total nilai tambah bruto negara Indonesia adalah Rp 1. . Nilai rasio tersebut menunjukkan perbandingan antara besarnya upah dan gaji yang diterima produsen.952.

625.229.052 20.725 Industri kimia 21.484.778.886 2.296.119.914 Kayu 2.550.434 15.536.278.781 8.131 115.664.195 112.990 dan minuman Industri tekstil dan 16.512 1.177 21.946 110.2.714.803 4.147.208.702 926.877.048.256.511 29.542 Bangunan 37.480.762 4.046 1.475.732 Nilai tambah bruto (Juta Rp) 166.127.772.459 53.084.821 61.028.451 Listrik.333.770 755.182. Nilai Tambah Bruto Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Tahun 2000 Sektor Upah /gaji (Juta Rp) Surplus Usaha (Juta Rp) 121.530 penggalian Industri makanan 30.156 69.690 777.034.562.017.774 11.073 3.946 Penyusutan (Juta Rp) 2.576 dari logam Industri lainnya 19.072 64.311 9.233 65.524 487. 2000 (diolah).340 Perdagangan 61.670.430 dasar Industri barang jadi 3.343.764 83.116 7.963 8.793. Berdasarkan hasil analisis rasio upah dan gaji dengan surplus usaha pada Tabel 5.948 3.063 barang non logam Industri logam 2. gas dan air 2.864.004.560 8.607 6.240 28.354 komunikasi Keuangan dan 21.946.43).952.700.947 Industri semen dan 3.081 834.576.703.670 4.511 770.392 225.378 476.508.664.569 11.352.860.477.440. Kondisi ini menunjukan bahwa distribusi pendapatan antara pemilik modal (perusahaan) dan pekerja tidak merata atau .015.704 6.372.756.327 3.564.164 13.802 134.010.365.898 138.797.3.902 6.063 4.479 kertas Industri percetakan 1.243 1.245 Pertambangan dan 25.756 12.358 1.382 4.383.129 furniture Industri pulp 940.232 97.639 Industri barang dari 1.708 127.504 1.279.489.912 9.952 4.567 5.931.418 Pengangkutan dan 16.350 Pertanian 40.143.757 2.079.973.655 2.393.132.567 26.257 19.062.176 19.718 147.385 Total 400.933 2.573.093.443 301.588.919 1.843.567.975 865.638 9.591 564.105 6.044.331.701 Industri kertas 1.498 Sumber: Tabel I-O Indonesia.012.616 5.623 84.070 persewaan Jasa-jasa 85.577.895.905 2.278.414.692.393.949 45.212.901.585.542 933.50 Tabel 5.968 115.985 Hasil hutan lainnya 565.088 105.142.590.996.114 pakaian Industri kayu dan 5. Hal ini terlihat dari nilai rasio yang lebih kecil dari satu (0.458.875 429.326 5.103.282.958 83.463.229.758.605.107 14.554.723.396 325.237 6.652 167. diperoleh bahwa ternyata pada sektor industri kertas mempunyai nilai surplus usaha lebih besar dibandingkan upah dan gaji.182 30.418 59.228.226.727 76.759 10.731.212 3.169.266.623.928 Indirect Tax (Juta Rp) 1.705 7.

84 0. Struktur Ketenagakerjaan Banyaknya tenaga kerja yang terserap pada tahun 2000 sebanyak 93.64 0.27 0.04 0.320.43 0.35 0.33 0.51 terjadi ketimpangan yang sangat besar yang disebabkan oleh adanya eksploitasi tenaga kerja oleh pemilik modal terhadap tenaga kerja dengan share yang lebih besar pada produsen (pemilik modal).948 jiwa. Jumlah tenaga kerja yang terserap di setiap sektor ekonomi merupakan indikator kemampuan sektor tersebut dalam menciptakan kesempatan .43 0.3.36 0.26 0.47 0. Rasio Upah Gaji terhadap Surplus Usaha (U/G) 0. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia.45 0.74 0.1.20 0.3.25 6.51 0.57 0.76 0.48 1.55 5.36 0. 2000 (diolah). Tabel 5.79 0. Rasio Upah Terhadap Surplus Usaha Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.

46 14.392 Bangunan 17.161 9.255 76.463.266.54 36.512 1. Gas dan Air 4.459 16.877.64 6.39 203.012.52 kerja bagi masyarakat di wilayah tersebut.333.119.638 Industri logam dasar Industri barang jadi dari 259.616 3.75 7.655 Kayu 86.931.06 0.32 8.06 0.282.65 26.352.912 non logam 357.756 400.708 30.063 21.051 2.4.10 8.017. Dalam hal produktifitas tenaga kerja industri kertas menduduki peringkat keempat .20 18.132.084.692. Gambaran tentang jumlah tenaga kerja.182 2.15 137.418 3.98 10.35 79.195 Penggalian Industri makanan dan 3.949 minuman 2.15 0.243 Jasa-jasa 93.860.177 5.592 112.06 0.218 61.143.60 25.569 940.07 18.56 59.448.519 166.803 19.232 Industri percetakan 705.948 1.454 jiwa sedangkan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian dengan kemampuan menyerap tenaga kerja sebesar 40.607 Industri barang dari kertas 100.4.985 565.142.320.12 24.727 Listrik.331.212.895.13 4.041.030 97. produktifitas dan nilai upah sektoral dapat dilihat pada Tabel 5.963 Industri lainnya 225.943 167.911 10.48 37.088 Keuangan dan Persewaan 11.905 Industri kayu dan furniture 57.15 0.20 0.797.65 41.328.134 20.921.74 8.48 3.83 14.350 Total (domestik) Sumber: Tabel I-O Indonesia. Jumlah Tenaga kerja.821 logam 1.508.664 8.034.327 Industri kertas 73.824 13.802 16.183. Berdasarkan Tabel 5.052 Industri tekstil dan pakaian 2.27 43. 2000 (diolah).450.42 0.942 6.82 15.705 Industri pulp 118.664.440.504 1.952.393.372.511 61.97 66.15 0.20 18.569.30 40.212 2.012.938 9. Produktifitas dan Nilai Upah Sektoral Indonesia Tahun 2000 Sektor Jumlah TK Nilai tambah Produktivitas bruto (Juta/Tk) (Juta Rp) 4.296.519 jiwa.912 65.034 115.475.670.576.30 12. Tabel 5.03 65.03 37.562 105.279.762 1.27 Total Upah (Juta) 40.567 21.53 30.759 Industri kimia Industri semen dan barang 648.577.88 3.004.225 45.477.590.480.164 Pertanian 555.914 2. terlihat sektor industri kertas menyerap 118.131 Komunikasi 1.870.61 10.382 37.843.515 225.623 85.513 2.062.4.169.328.233 Perdagangan Pengangkutan dan 4.84 13.652 Hasil Hutan Lainnya Pertambangan dan 825.03 0.06 0.585.551 3.700.770 Upah/TK 0.454 7.245 25.208.99 4.256.567.573.

65 juta nilai tambah dari sektor tersebut dalam tahun 2000.385 juta atau 2.831.53 sekitar 66. dengan melihat besarnya selisih antara total ekspor dan impor. Nilai ekspor industri kertas yang masih kecil tersebut dapat menandakan bahwa sektor industri ini masih berorientasi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.84 persen dari total ekspor indonesia.623 juta.4. perdagangan serta sektor pengangkutan dan telekomunikasi mengalami selisih yang positif ini menunjukan bahwa secara umum dalam memenuhi kebutuhan terhadap barangbarang yang dihasilkan oleh sektor tersebut tidak lagi tergantung pada impor.95 persen dari total impor Indonesia (Tabel 5. . Berdasarkan nilai total ekspor tersebut.5. nilai ekspor keseluruhan sektor industri kertas adalah Rp 13.1. Dari Tabel 5.5).854 juta atau 2. Nilai impor tersebut dapat menunjukkan bahwa kebutuhan kertas dalam negeri masih lebih besar dari produksi kertas dalam negeri sehingga harus melakukan impor. terlihat bahwa sektor pertanian. Struktur Ekspor dan Impor Ekspor Indonesia pada tahun 2000 sebesar Rp 520.125. 5. industri pengolahan.52 persen dari total ekspor Indonesia (Tabel 5.65 yang berarti satu orang tenaga kerja yang bekerja di sektor manufaktur mampu menghasilkan sekitar 66.757 juta. Ditinjau dari sisi impor terhadap barang-barang dan jasa ternyata nilai impor secara keseluruhan sebesar 287.5). Nilai impor industri kertas sebesar Rp 8.507. sedangkan nilai ekspor terbesar ditempati oleh sektor industri kimia atau 18.930.

38 0.373 1.512 281. sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor jasa-jasa.51 Jasa-jasa 569.845 528.175 100 Total (domestik) Sumber: Tabel I-O Indonesia.52 15.859 7.326 2.317.634.805.413 176.58 0.353.225.944 196.162.016 0.493.637.00 Listrik.550 0.814 18.214.957.033 8.67 komunikasi Keuangan dan 11.695 227.451 131.554.78 13.942.65 9.883.507.048.385 2.408 243.796.21 Industri lainnya 0 0.01 1.53 1.96 Industri pulp 13.10 persewaan 8.529.412.5.340.641 19.588.093. sektor listrik.771.899 7.040 1.722 39.050 4.413 0.395.947 43.161.120 3.739.84 Industri kimia Industri semen dan 6.772.943.326 1.58 0.958. gas dan air 0 0.163 63.979 2.379 33.849 24.99 6.433 5.490.61 Industri percetakan 107.641 37.319 24.53 furniture 5.485.991.79 8.151 332.088 -404.18 0.59 dari logam 58.559.125.22 0.238.262 17.617 2.857.278 177.865 353. gas dan air.365 5.722 -39.362.322 32.821.22 Pertanian 124.00 Bangunan 57.815.864 9. 2000 (diolah).242.473.719.75 1.110 0.617.580.126 X-M (Juta Rp) 2.701.177 6.842 2. .56 penggalian Industri makanan dan 29.305 6.099 57.07 Hasil hutan lainnya Pertambangan dan 77.620 12.566.03 Perdagangan Pengangkutan dan 26.242.86 6.30 Industri kertas Industri barang dari 1.558.418 6.218 11.880.259.848 287.13 100 Jumlah Input (Juta Rp) 224.478 -2.809 4.332 49.063 396.399 -3.900.97 pakaian Industri kayu dan 37.96 2.959 30.489 8.297 2.23 2.06 barang non logam 12.094.018 49.285. Tabel 5.466 13.17 0.602 19.814 71.971.424 8.18 minuman Industri tekstil dan 73.337 5.908 10.29 kertas 3.850.896.735.489.622 8.028 2.089.54 Sedangkan yang mengalami selisih negatif dialami oleh sektor kayu.916 177.677.611.729.854 1.268.864.598.667. Struktur Ekspor dan Impor Indonesia Tahun 2000 Ekspor Sektor Jumlah (Juta Rp) % Impor Jumlah (Juta Rp) 4.824.567.534.238.27 Industri logam dasar Industri barang jadi 31.95 0.061 4.855 26.540.053 -21.287 161.29 17.444.881 40.698.444.775 10.49 4.694 2. Ini menunjukan bahwa secara umum dalam memenuhi kebutuhan terhadap barang-barang yang dihasilkan oleh sektor tersebut masih tergantung pada impor.757 % 1.613 27.136.665 25.620 13.933 1.427 5.247 0.336 1. sektor bangunan.163.94 2.298 4.531 541.627.167.603.287 2.705 23.305.930.02 Kayu 394.525.403.900.

55

Jika dilihat dari total selisih antara ekspor dan impor maka perekonomian Indonesia mengalami surplus perdagangan sebesar Rp 232.900.866 juta. Surplus perdagangan terbesar diberikan oleh sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp 71.489.864 juta, sedangkan industri kertas mengalami surplus perdagangan sebesar Rp 4.617.531 juta. Angka tersebut menunjukan bahwa secara umum dalam memenuhi kebutuhan terhadap barang-barang yang dihasilkan oleh sektor industri kertas di Indonesia tidak lagi tergantung pada impor.

5.1.5. Struktur Output Sektoral Output merupakan nilai produksi (barang dan jasa) yang dihasilkan oleh suatu sektor perekonomian. Berdasarkan Tabel Input-Output Indonesia tahun 2000 dapat diketahui besarnya output yang diciptakan oleh masing-masing sektor. Berdasarkan Tabel 5.6 terlihat bahwa output sektoral perekonomian Indonesia sebesar Rp 270.099.837 juta. Sektor yang paling besar menyumbang dalam pembentukan output domestik adalah sektor perdagangan yakni sebesar 14,67 persen dengan nilai output sebesar Rp 396.214.278 juta, kemudian disusul oleh sektor industri makanan dan minuman dengan nilai sebesar Rp 329.325.254 juta dalam persentase sebesar 12,19 persen dari total output keseluruhan. Sementara industri kertas sendiri menyumbang sebesar Rp 24.771.622 dalam pembentukan output atau sebesar 0,92 persen dari seluruh total output sektoral perekonomian.

56

Tabel 5.6. Struktur Pembentukan Output Sektoral terhadap Perekonomian Indonesia Tahun 2000
Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik, gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Total (domestik) Output Jumlah (Juta) Persentase (%) 260,672,575 9.65 17,340,028 0.64 2,698,944 0.10 196,815,151 7.29 329,325,254 12.19 131,412,099 4.87 57,534,424 2.13 8,739,849 0.32 24,771,622 0.92 8,850,620 0.33 13,627,408 0.50 243,805,705 9.03 23,821,379 0.88 33,729,613 1.25 64,119,165 2.37 139,438,593 5.16 30,637,695 8.43 227,677,063 8.43 396,214,278 14.67 151,272,169 5.60 161,353,916 5.97 177,242,287 6.56 2,701,099,837 100

Sumber: Tabel I-O Indonesia, 2000 (diolah). 5.2. Analisis Keterkaitan

5.2.1. Keterkaitan Langsung Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Keterkaitan langsung beberapa sektor perekonomian Indonesia dapat dilihat pada Tabel 5.7. Pada tabel tersebut dapat dilihat bahwa sektor perdagangan mempunyai nilai keterkaitan langsung kedepan yang paling besar yaitu sebesar 1,4070. Selanjutnya urutan kedua terbesar ditempati oleh sektor pertambangan dan penggalian dengan nilai keterkaitan langsung ke depan sebesar 1,3580 kemudian secara berturut-turut diikuti oleh sektor industri kimia dan minyak dan

57

sektor pengangkutan dan komunikasi dengan nilai 0,7964 dan 0,7020 pada posisi ketiga dan keempat. Untuk keterkaitan langsung ke belakang sektor listrik, gas dan air merupakan sektor yang memiliki nilai keterkaitan langsung ke belakang yang paling tinggi dengan nilai 0,3103. hal ini dikarenakan sektor listrik, gas dan air merupakan salah satu sektor yang paling vital dalam kehidupan manusia dan tanpa sektor tersebut sektor yang lain tidak akan dapat berjalan, kemudian urutan kedua dan ketiga di tempati oleh industri makanan dan minuman dan sektor industri kayu dan furniture dengan nilai keterkaitan sebesar 0,3319 dan 0,1790.

Tabel. 5.7. Nilai Keterkaitan Berbagai Sektor Perekonomian di Indonesia
Langsung

Sektor
Depan Belakang

Langsung dan Tidak Langsung Depan Belakang

Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik, gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa
Sumber: Tabel I-O Indonesia, 2000 (diolah).

0,5495 0,2619 0,0236 1,3580 0,3319 0,2764 0,1790 0,1877 0,5997 0.0485 0,0431 0,7964 0,0900 0,3072 0,1737 0,1631 0,3103 0,1919 1,4070 0,7027 0,6438 0,0980

0,2391 0,1794 0,1393 0,1188 0,6039 0,4673 0,5687 0,3957 0,3378 0,5356 0,4078 0,4217 0,4842 0,5635 0,4161 0,3675 0,6530 0,4884 0,3821 0,3945 0,2400 0,3390

1,9552 1,3283 1,0291 3,1272 1,6422 1,3855 1,2191 1,2750 1,6529 1,0734 1,0653 2,1857 1,1150 1,2955 1,2689 1,3310 1,4368 1,3066 3,2051 2,0874 2,1306 1,1575

1,3950 1,2751 1,2287 1,1567 1,9484 1,7956 1,8775 1,6059 1,5409 1,8431 1,6424 1,5577 1,6858 1,7978 1,5005 1,6501 1,8552 1,7539 1,6138 1,6346 1,3643 1,5500

.8775.5997 juta rupiah.9484. Sedangkan untuk keterkaitan langsung ke belakang industri kertas memiliki nilai sebesar 0. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa jika terjadi kenaikan permintaan akhir satu juta. Keterkaitan Langsung Perekonomian Indonesia dan Tidak Langsung Sektor-Sektor Pada Tabel 5. Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sebesar satu juta. maka sektor industri kertas akan meningkatkan permintaan inputnya secara langsung sebesar 0. dalam nilai keterkaitan langsung ke depan menempati urutan keeenam dengan nilai 0. Untuk nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang.2051 dan 2. sektor industri makanan dan minuman memiliki nilai keterkaitan tertinggi diantara sektor-sektor lainnya yaitu sebesar 1. maka output industri kertas secara langsung akan meningkat sebesar 0.8552 dan 1.58 Untuk industri kertas. Selanjutnya di posisi kedua dan ketiga ditempati oleh sektor perdagangan dan sektor industri kimia dengan nilai masing-masing sebesar 3. Urutan kedua tertinggi ditempati oleh sektor industri kayu dan furniture dengan nilai keterkaitan sebesar 1. gas dan air dan sektor industri barang-barang dari kertas dengan nilai keterkaitan sebesar 1.3378 yang berada pada posisi ke-17 diantara sektor-sektor yang lain.1272.5997.2.2.3378 juta rupiah. Selanjutnya berturut-turut untuk posisi ketiga dan keempat ditempati oleh sektor listik.1857.8431. 5.7 dapat dilihat bahwa sektor yang mempunyai nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung kedepan tertinggi adalah sektor pertambangan dan penggalian dengan nilai sebesar 3.

59

Berdasarkan hasil analisis (Tabel 5.7), industri kertas memiliki nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung kedepan sebesar 1,6529 yang berada pada peringkat ketujuh diantara sektor-sektor yang berada dalam perekonomian Indonesia. Nilai keterkaitan tersebut mengindikasikan bahwa setiap satu juta output yang dihasilkan industri kertas secara langsung maupun tidak langsung akan dialokasikan kepada sektor-sektor lain dan kepada industri kertas itu sendiri sebesar 1,6529 juta rupiah. Sedangkan untuk keterkaitan langsung dan tidak langsung kebelakang, industri kertas memiliki nilai keterkaitan sebesar 1,5409 yang berada pada peringkat ke-16 diantara sektor-sektor lainnya. Nilai keterkaitan sebesar 1,5409 berarti apabila terjadi peningkatan permintaan akhir sebesar satu juta pada industri kertas maka permintaan input dari sektor-sektor lainnya maupun dari industri kertas itu sendiri secara langsung dan tidak langsung akan menigkat sebesar 1,5409 juta rupiah.

5.2.3. Keterkaitan ke Depan Industri Kertas terhadap Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Industri kertas merupakan sektor antara yang berada diantara sektor-sektor yang lain, industri ini tidak dapat dipisahkan dari industri atau sektor-sektor hulunya yang menyediakan input bagi keperluan proses produksinya, sebaliknya industri ini juga berfungsi sebagai penghasil output yang digunakan sebagai input bagi industri lainnya (hilir). Sektor-sektor hilir yang terkait dengan industri kertas antara lain industri barang-barang dari kertas, industri percetakan (penerbitan), dan sektor jasa-jasa.

60

Tabel 5.8. Keterkaitan ke Depan Industri Kertas terhadap Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Sektor
Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik, gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia, 2000 (diolah).

Koefisien 0.0005 0.0008 0.0025 0.0000 0.0022 0.0013 0.0004 0.0057 0.0015 0.3183 0.2448 0.0003 0.0047 0.0001 0.0006 0.0010 0.0007 0.0002 0.0020 0.0009 0.0012 0.0128

Peringkat 17 14 6 22 7 10 18 4 9 1 2 19 5 21 16 12 15 20 8 13 11 3

Dari hasil analisis keterkaitan ke depan industri kertas terhadap berbagai sektor perekonomian Indonesia (Tabel 5.8) dapat dilihat bahwa industri barang dari kertas menduduki peringkat pertama dengan nilai sebesar 0,3183. Selanjutnya disusul oleh industri percetakan dengan nilai keterkaitan sebesar 0,2248 pada urutan kedua. Industri barang dari kertas dan industri percetakan menempati peringkat teratas karena kedua industri ini menggunakan bahan baku utama yang dihasilkan dari industri kertas.

61

5.2.4. Keterkaitan ke Belakang Industri Kertas terhadap Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Industri kertas merupakan industri yang terus berkembang pesat di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan konsumsinya yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Perkembangan industri ini juga ditandai dengan peningkatan kapasitas produksi perusahaan-perusahaan industri kertas dalam satu dekade terakhir ini. Salah satu indikator penyebab perkembangan dan pertumbuhan yang cukup tinggi itu adalah kedekatan industri kertas dengan bahan baku industrinya dalam hal kemudahan memperolehnya. Kedekatan inilah yang menandai bahwa keterkaitan ke belakang industri kertas dengan sektor-sektor penyedia inputnya (hulu) cukup besar. Dari hasil analisis keterkaitan ke belakang industri kertas terhadap berbagai sektor perekonomian indonesia (Tabel 5.9) dapat dilihat bahwa industri pulp menduduki peringkat pertama dengan nilai sebesar 0,0944. Industri pulp menduduki peringkat pertama karena pulp merupakan bahan baku utama yang digunakan oleh industri kertas. Selanjutnya disusul oleh sektor pengangkutan dan komunikasi pada urutan kedua. Masuknya sektor pengangkutan dan komunikasi dalam peringkat yang cukup tinggi bila di bandingkan dengan sektor-sektor lain dalam perekonomian dikarenakan pentingnya faktor pengangkutan dan

komunikasi dalam memperlancar rantai distribusi bahan baku dari tempat bahan baku ke perusahaan tempat proses produksi dilaksanakan

0000 0.0006 0.0007 0.0401 0.0621 0.3. Koefisien 0.0005 0.0731 0. 2000 (diolah).0017 0.0071 0.0050 Peringkat 11 7 17 12 9 20 15 1 14 10 16 4 21 22 13 19 6 18 3 2 5 8 5.0031 0.0001 0. Sedangkan analisis kepekaan penyebaran berguna untuk . Analisis Koefisien Penyebaran dan Kepekaan Penyebaran Untuk mengetahui distribusi manfaat dari pengembangan suatu sektor terhadap perkembangan sektor lainnya baik melalui mekanisme transaksi pasar input dan pasar output dapat dianalisis berdasarkan koefisien penyebaran dan kepekaan penyebaran.0004 0. Keterkaitan ke Belakang Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.0944 0.0037 0.0010 0.0181 0.0045 0. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia. Analisis koefisien penyebaran dianggap penting karena menunjukkan koefisien kaitan yang memberikan gambaran tentang pengaruh yang ditimbulkan oleh suatu unit permintaan akhir untuk semua sektor di dalam suatu sisitem perekonomian.0012 0.9.0023 0.0199 0.0015 0.62 Tabel 5.

Berdasarkan nilai indeks koefisien penyebaran yang lebih dari satu. hal ini mengindikasikan bahwa sektor-sektor tersebut memiliki kemampuan yang kuat untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya.10 dapat dilihat beberapa sektor yang mempunyai indeks koefisien penyebaran yang tinggi antara lain sektor industri makanan dan minuman.63 memberikan gambaran tentang pengaruh yang timbul oleh suatu unit permintaan akhir terhadap semua sektor di dalam perekonomian. Koefisien penyebaran sering disebut sebagai daya penyebaran ke belakang. Pada Tabel 5. Nilai koefisien yang lebih besar dari suatu sektor menunjukkan kemampuan sektor tersebut dalam menarik perkembangan sektor hulunya. Koefisien Penyebaran Koefisien penyebaran menunjukan efek relatif yang ditimbulkan oleh keterkaitan ke belakang secara langsung dan tidak langsung antara satu sektor dengan semua sektor yang ada. gas dan air. Koefisien penyebaran ini diperoleh dari nilai keterkaitan output langsung dan tidak langsung ke belakang yang dikalikan dengan jumlah sektor kemudian dibagi dengan total keterkaitan langsung dan tidak langsung semua sektor.1. industri barang dari kertas juga industri tekstil dan pakaian. 5. industri kayu dan furniture. Dengan kata lain merupakan efek yang ditimbulkan oleh suatu sektor karena adanya peningkatan output suatu sektor yang bersangkutan terhadap output sektor-sektor lainnya yang digunakan sebagai input oleh sektor-sektor tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung. listrik.3. .

7953 0. sektor ini mempunyai indeks koefisien penyebaran sebesar 0.1199 1.0016 0.0195 0. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia. Koefisien Penyebaran Industri Kertas Terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.0066 1.7215 1.1495 1. Hal ini mengakibatkan kemampuan industri kertas secara keseluruhan untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya .1571 1..2152 1. Perusahaan-perusahaan besar yang memiliki kapasitas produksi yang besar pula ternyata juga memiliki pabrik pulp sebagai sumber bahan bakunya. Koefisien Penyebaran 0. khususnya yaitu dengan sektor hulu yang paling besar keterkaitannya dengan industri kertas yaitu industri pulp.8509 0.10.0939 1.64 Tabel 5.9611.9715 1.9668 Untuk industri kertas.0292 1.9611 1.7664 0.0244 0.1710 1.0514 1. 2000 (diolah). Salah satu penyebab terjadi hal tersebut adalah adanya integrasi vertikal dalam industri kertas sendiri.8701 0.1213 0.9359 1. Hal mengindikasikan bahwa industri kertas mempunyai kemampuan yang kurang kuat dalam menarik perkembangan sektor hulunya.

Nilai indeks kepekaan penyebaran lebih dari satu mengindikasikan suatu sektor memiliki kemampuan yang kuat untuk mendorong sektor hilirnya.65 terutama pulp menjadi semakin berkurang. Barang tambang seperti minyak bumi dengan produk hasil olahannya yaitu bahan bakar minyak (BBM) merupakan pilar utama proses produksi output sektor-sektor industri dalam perekonomian. Namun jika di tinjau dari sisi efisiensi. Hal ini di karenakan sektor pertambangan dan penggalian merupakan salah satu sektor yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian. Kepekaan penyebaran ini sering disebut indeks daya penyebaran ke depan yang diperoleh dari keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan yang dikalikan dengan jumlah sektor kemudian dibagi dengan total keterkaitan langsung dan tidak langsung dari semua sektor. sehingga sektor pertambangan dan penggalian mempunyai kemempuan yang kuat dalam mendorong pertumbuhan sektor-sektor hilirnya terutama dalam hal penyedian kebutuhan bahan bakar untuk proses produksi. .9504.3. menurut Karseno dan Mulyaningsih (2002) integrasi vertikal pada industri kertas justru akan lebih meningkatkan efisiensi produksi perusahaan dalam industri 5.11 dapat dilihat bahwa sektor pertambangan dan penggalian memiliki indeks kepekaan penyebaran yang paling tinggi yaitu sebesar 1. Pada Tabel 5.2. Kepekaan Penyebaran Kepekaan penyebaran merupakan efek relatif yang disebabkan oleh perubahan output suatu sektor ekonomi yang akan menimbulkan perubahan output sektor ekonomi lainnya yang menggunakan output sektor tersebut sebagai input baik langsung maupun tidak langsung.

0242 0. industri kertas lebih unggul dalam kemampuannya dalam menstimulir perkembangan sektor-sektor hilirnya dan termasuk ke dalam delapan besar sektor yang mempunyai indeks kepekaan penyebaran kuat dalam perekonomian.6419 1.11.7603 0.7603).7952 1. Dengan nilai indeks yang lebih besar dari satu. industri tekstil dan pakaian (0.2195 0.6695 0.309.0309 0.8285 0.8641).3019 1. sektor industri ini mempunyai indeks kepekaan penyebaran sebesar 1. hal ini berarti bahwa industri kertas mempunyai kemampuan yang kuat untuk mendorong perkembangan sektor hilirnya. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia.9504 1. .6954 0.3632 0.8641 0.9990 1.66 Tabel 5.8302 0.3288 0. dan industri kayu dan furniture (0.7219 Sedangkan untuk industri kertas. Kepekaan Penyebaran 1.8961 0.7914 0. Bila di bandingkan dengan beberapa sektor lainnya yang tergolong sektor manufaktur seperti industri makanan dan minuman (1. 2000 (diolah). Kepekaan Penyebaran Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.0242).8080 0.8149 1.6644 1.

2610 (Tabel 5.1253.1253 persen.67 Semuanya itu menandakan bahwa sektor industri kertas layak untuk terus dikembangkan dan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.4. Pendekatan ini mempermudah policy makers untuk berkonsentrasi tidak hanya pada nilai-nilai keterkaitan dan multiplier tertinggi tetapi juga pada share suatu sektor ekonomi. Pada perekonomian Indonesia.12).4. pendapatan dan tenaga kerja.2610 persen. elastisitas output tertinggi ditempati oleh sektor perdagangan dengan nilai elastisitas sebesar 1. Menurut Mattas dan Shresta (1991) dalam Imansyah (2000) pendekatan ini lebih baik daripada analisis keterkaitan dan analisis multiplier karena memperhitungkan share suatu sektor dalam output. Urutan kedua ditempati oleh sektor industri makanan dan minuman dengan nilai elastisitas output sebesar 1. Elastisitas Input-Output Elastisitas input-output menyediakan pandangan baru untuk penentuan sektor prioritas. Hal ini bermakna bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen maka akan meningkatkan total output sektor industri makanan dan minuman sebesar 1. 5. Nilai elastisitas output yang tinggi dari . 5. Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan output sektor perdagangan sebesar 1. Elastisitas Output Elastisitas Output adalah perubahan persentase dalam total output suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya.1. Pendekatan elastisitas input-output dibagi kedalam tiga kategori yaitu elastisitas output.

4. Nilai elastisitas output yang tinggi bila dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya dalam perekonomian pada sektor perdagangan dan sektor pertambangan dan penggalian . Elastisitas Pendapatan Elastisitas pendapatan adalah perubahan persentase dalam pendapatan suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya. Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan pendapatan sektor perdagangan sebesar 1. industri kertas dapat disebut cukup responsif terhadap perubahan permintaan akhir pada sektor lain.0759.0759 persen. Urutan kedua ditempati oleh sektor pertambangan dan penggalian dengan nilai elastisitas pendapatan sebesar 1.68 kedua sektor tersebut mencerminkan bahwa outputnya mempunyai respon yang besar terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya atau lebih sensitif terhadap perubahan yang terjadi pada sektor lainnya dalam hal permintaan akhir. Hal ini berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen maka akan meningkatkan total output sektor industri pertambangan dan penggalian sebesar 1. Untuk industri kertas. Pada tabel 5.0023.1650.12 dapat dilihat bahwa elastisitas pendapatan tertinggi ditempati oleh sektor perdagangan dengan nilai elastisitas sebesar 1.2.0023 persen. sektor ini memiliki elastisitas output sebesar 1. Dengan nilai elastisitas output yang lebih besar dari satu. 5. yang berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan total output industri kertas sebesar 1.1650 persen.

69 menunjukkan bahwa pendapatan pada kedua sektor tersebut mempunyai respon yang besar terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya.0247 (22) 0.1877 (16) 0.0548 (19) Listrik.2764 (13) 0.2133 (15) Output Pertanian 0.6438 ( 7 ) 0.5179 (12) Sumber: Tabel I-O Indonesia.0485 (21) 0.2240 (14) 0. Dengan nilai elastisitas pendapatan yang kurang dari satu.2610 ( 1 ) Pengangkutan dan komunikasi 1.1008 ( 3 ) Industri makanan dan minuman 1.6005 ( 6 ) 0.0900 (20) 0. industri kertas dapat disebut kurang responsif terhadap perubahan permintaan akhir pada sektor lain.0980 (19) .6903 ( 4 ) 0.0759 ( 2 ) 1.0040 (22) Jasa-jasa 0.6093 ( 8 ) 0.0994 (19) 0. Keterangan: ( ) merupakan peringkat Tenaga Kerja 0.1650 ( 1 ) 0.0901 (20) 0.3072 (12) 0.1659 (18) 0.0443 (21) 0. sektor ini memiliki elastisitas pendapatan sebesar 0.7027 ( 6 ) 0.0955 (18) Hasil hutan lainnya 0.2591 (16) Industri pulp 0.0274 ( 4 ) Keuangan dan persewaan 0.9779 ( 3 ) 1.5022 persen.0047 (21) Industri barang jadi dari logam 0.5495 ( 9 ) 0.6449 ( 5 ) 0. Sementara pada industri kertas.2619 (14) 0.9020 ( 7 ) Bangunan 0.3127 (10) 0.3921 (15) Kayu 0.7100 ( 9 ) Industri percetakan 0.8697 ( 8 ) Industri kertas 1.1253 (17) Perdagangan 1.9831 ( 6 ) Industri semen dan barang non logam 0.0023 ( 5 ) Industri barang dari kertas 0.3103 (11) 0.6084 (10) Industri kimia 0.12.3072 (11) 0.8877 ( 4 ) 0.4048 (14) Industri logam dasar 0.1737 (17) 0.1631 (18) 0. Tabel 5.0009 ( 3 ) 0.5241 (11) Industri kayu dan furniture 0.1919 (15) 1.1253 ( 2 ) Industri tekstil dan pakaian 0.2778 (13) 0. gas dan air 0.5022 ( 7 ) 0.3284 ( 9 ) 0.4772 ( 8 ) 1.0139 (20) Industri lainnya 0.0768 ( 1 ) 0.3319 (10) 0.0441 ( 2 ) 0.2772 (12) 1.7964 ( 5 ) 0. 2000 (diolah).4050 (13) Pertambangan dan penggalian 1. yang berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan pendapatan dalam industri kertas sebesar 0.0431 (22) 0. Elastisitas Input-Output Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Tahun 2000 Sektor Elastisitas Pendapatan 0.5022.1790 (16) 0.1790 (17) 0.

Peringkat kedua ditempati oleh sektor industri makanan dan minuman dengan nilai elastisitas tenaga kerja sebesar 1. tenaga kerja industri kertas dapat disebut kurang responsif terhadap perubahan permintaan akhir pada sektor lain. .0441 persen. Dengan nilai elastisitas yang kurang dari satu.3. Nilai ini bermakna bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen maka akan meningkatkan tenaga kerja sektor industri makanan dan minuman sebesar 1.4. Namun demikian nilai elastisitas tenaga kerjanya masih bernilai positif. Diantara sektor lainnya dalam perekonomian elastisitas tenaga kerja tertinggi ditempati oleh sektor perdagangan dengan nilai elastisitas sebesar 1. Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan tenaga kerja sektor perdagangan sebesar 1. hal ini terjadi dikarenakan industri kertas selain merupakan industri padat modal juga merupakan industri yang cukup banyak menyerap tenaga kerja.6093.12).70 5. sektor ini memiliki elastisitas tenaga kerja sebesar 0. yang berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan total output industri kertas sebesar 0.0768 (Tabel 5. Elastisitas Tenaga Kerja Elastisitas tenaga kerja adalah perubahan persentase tenaga kerja suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya. Nilai elastisitas tenaga kerja yang tinggi dari kedua sektor tersebut mengindikasikan bahwa jumlah tenaga kerjanya mempunyai respon yang besar terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya atau lebih sensitif terhadap perubahan yang terjadi pada sektor lainnya dalam hal permintaan akhir.0768 persen. Pada industri kertas.6093 persen.0441.

(8) industri kimia.13).5. bersama dengan sembilan sektor kunci lainnya.71 5. dan (10) hasil hutan lainnya. hal ini menunjukkan bahwa industri ini. Hal ini berarti kesepuluh sektor tersebut menjadi prioritas pemerintah untuk dikembangkan karena setiap sektor tersebut secara simultan mempunyai respon yang tinggi terhadap perubahan permintaan akhir sektor-sektor lainnya. sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan. (7) pertanian. sektor yang menjadi kunci dalam perekonomian ditentukan berdasarkan ranking atau peringkat dari keseluruhan sektor dalam perekonomian baik dilihat dari elastisitas output. (9) listrik. Sektor-Sektor Kunci dalam Perekonomian Indonesia Penentuan suatu sektor menjadi sektor kunci dalam perekonomian Indonesia dapat didasarkan pada kategori-kategori analisis input-output seperti analisis keterkaitan. dapat diketahui sepuluh sektor kunci perekonomian. Pada penentuan sektor kunci berdasarkan elastisitas input-output. gas dan air. (4) pengangkutan dan komunikasi. (3) pertambangan dan penggalian. (6) industri kertas. dampak penyebaran atau elastisitas input-output. sepuluh peringkat tertinggi dari hasil perankingan tersebut merupakan sektor-sektor kunci dalam perekonomian. yaitu: (1) perdagangan. pendapatan maupun tenaga kerjanya (ranking elastisitas). Dari hasil analisis sektor kunci perekonomian Indonesia tahun 2000 berdasarkan ranking elastisitas (Tabel 5. Industri kertas termasuk dalam sektor kunci perekonomian Indonesia (peringkat keenam). pendapatan. merupakan sektor unggulan dalam meningkatkan output. dan tenaga kerjanya untuk lebih berperan . (5) industri pulp. (2) industri makanan dan minuman.

5 10 3 2 12. Sektor Kunci Perekonomian menurut Ranking Elastisitas InputOutput Indonesia Tahun 2000 Elastisitas Input-Output (peringkat) Tenaga Output Pendapatan Kerja 15 5 9 18 9 14 13 12 10 3 2 11 16 8 5 9 10 6 14 21 20 19 7 17 1 4 22 12 2 3 17 16 6 7 21 22 20 11 18 14 10 13 8 1 4 19 15 3 2 13 16 4 8 21 22 5 20 12 17 18 11 15 1 6 7 19 Total Peringkat 29 41 35 8 7 41 48 18 20 51 54 31 45 51 51 47 31 40 3 14 48 46 Ranking Elastisitas 7 12. 2000 (diolah) . Tabel 5.72 dalam perekonomian Indonesia dan pemerintah sebagai policy makers harus lebih biak lagi dalam menjalankan fungsinya berkaitan dengan penetapan kebijakan terhadap industri ini karena perannya dalam meningkatkan perekonomian tersebut.13.5 5 6 20 22 8.5 17.5 11 1 4 17.5 15 Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel Input-Output Indonesia.5 14 20 20 16 8.

antara lain yaitu: 1. 2.6. berdasarkan analisis keterkaitan industri kertas tahun 2000 terhadap berbagai sektor perekonomian (keterkaitan per sektor) dapat diketahui bahwa industri kertas memiliki nilai keterkaitan yang tinggi baik ke depan maupun ke belakang terhadap sektor hulu dan hilirnya dan juga dengan sektor pendukungnya. Implikasi Kebijakan Dari hasil penelitian ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai implikasi kebijakan. Hal ini menandakan bahwa dalam industri kertas sangat potensial untuk dibentuk dan dikembangkannya klaster industri kertas.73 5. Untuk mengurangi kesenjangan pendapatan ini diperlukan campur tangan pemerintah yang lebih adil sebagai regulator ketenagakerjaan baik melalui penetapan kebijakan yang berfokus pada kesejahteraan tenaga kerja maupun sebagai mediator antara perusahaan dan tenaga kerjanya dalam penenganan berbagai masalah ketenagakerjaan terutama dalam persoalan upah. hal ini berarti bahwa distribusi pendapatan antara pemilik modal (perusahaan) dan pekerja tidak merata atau terjadi ketimpangan yang besar yang dapat disebabkan oleh adanya eksploitasi tenaga kerja oleh pemilik modal terhadap tenaga kerja dengan share yang lebih besar terhadap perusahaan (pemilik modal). Berdasarkan hasil analisis rasio upah dan gaji dengan surplus usaha pada struktur nilai tambah bruto dapat diketahui bahwa sektor industri kertas mempunyai nilai surplus usaha lebih besar dibandingkan upah dan gaji. Pada sub-bab sebelummya. kondisi ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam Peraturan .

Namun demikian dapat dinilai adanya keterlambatan pemerintah karena baru tahun 2005 mengeluarkan kebijakan pengembangan klaster industri tersebut. 2005). menawarkan jasa dan produk-produk untuk mendukung klaster industrinya. Dengan adanya klaster ini maka bukan saja dapat saling menumbuh kembangkan industri terkait dan industri pendukung dalam klaster tersebut. Oleh karena itu IKM memerankan peranan secara integral dan konstruktif dalam suatu klaster industri.74 Presiden No. Pada saat yang sama jaringan yang terpadu dari IKM terkait akan terus berkembang. . maka klaster tersebut akan menarik IKM untuk memenuhi Permintaan barang dan jasa. sementara klaster industri memberikan kesempatan pada IKM untuk membuat keterkaitan pasokan antara perusahaan besar dan menengah (Deprin. padahal dari tahun 2000 berdasarkan penelitian ini pentingnya kebijakan klaster sudah dapat diidentifikasi. Dalam peraturan tersebut dijabarkan mengenai rencana pemerintah untuk membangun daya saing industri manufaktur nasional lima tahun kedepan dengan fokus pengembangan industri melalui penguatan dan penumbuhan klaster-klaster industri inti yang termasuk industri kertas didalamnya.7 Tahun 2005 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. tetapi juga mengingat dalam setiap sektor terdapat juga pelaku ekonomi yang tergolong Industri Kecil dan Menengah (IKM).

industri ini mampu meyerap tenaga kerja sebesar 118. Pada struktur permintaaan.854 juta dan jika dilihat dari struktur output sektoral. Pada struktur ekspor dan impor. industri kertas memiliki keterkaitan yang paling tinggi terhadap industri pulp (0. KESIMPULAN DAN SARAN 5. .800. kemudian kontribusinya dalam struktur nilai tambah bruto adalah sebesar Rp 7. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis peranan industri kertas terhadap perekonomian Indonesia.775 juta dan permintaan akhir sebesar Rp 13. industri ini berkontribusi sebesar Rp 24.970.0944) yang merupakan sektor penghasil bahan baku industri kertas dan pada sektor pengangkutan dan komunikasi (0.385 juta dan mengimpor sebesar Rp 8.895. 2.3183) dan pada peringkat kedua yaitu terhadap industri percetakan (0. maka kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut.771. industri kertas melakukan ekspor sebesar Rp 13.0731) yang merupakan salah satu sektor pendukung industri kertas.622 juta.327 juta dan jika dilihat dari struktur ketenagakerjaan. industri kertas berkontribusi terhadap permintaan antara sebesar Rp 10. 1.1. Pada keterkaitan ke depan industri kertas mempunyai keterkaitan yang paling tinggi terhadap sektor industri barang dari kertas (0.454 jiwa.847 juta.507.2448) sementara pada keterkaitan ke belakangnya. Industri kertas memiliki keterkaitan yang tinggi terhadap sektor hulu dan hilirnya (keterkaitan industri kertas terhadap sektor-sektor perekonomian).125.VI.

sektor industri ini memiliki indeks koefisien penyebaran yang kurang dari satu (0. maupun tenaga kerjanya. pendapatan. terutama pulp.0309).76 3. . Namun di sisi lain. Industri kertas kurang memiliki kemampuan untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya karena jika dilihat dari hasil analisis koefisien penyebaran. industri ini merupakan sektor industri yang memiliki kemampuan yang kuat dalam mendorong pertumbuhan sektor hilirnya seperti industri barang dari kertas dan industri percetakan karena memiliki indeks kepekaan lebih dari satu (1. sehingga sektor ini mempunyai kemampuan yang cukup besar dalam berkontribusi untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan.9611). Bersama dengan sektor kunci lainnya. industri kertas merupakan sektor prioritas yang harus dikembangkan oleh pemerintah sebagai policy makers karena kontribusinya terhadap perekonomian tersebut. Industri kertas termasuk dalam salah satu dari sepuluh sektor kunci perekonomian Indonesia (peringkat keenam) berdasarkan ranking elastisitas. Hal ini mengindikasikan bahwa sektor industri ini memiliki respon yang tinggi terhadap perubahan permintaan akhir sektor lain dalam hal peningkatan output. Salah satu penyebab lemahnya industri ini dalam menarik pertumbuhan sektor hulunya adalah adanya integrasi vertikal yang dilakukan oleh perusahaan-perusahan besar dalam industri ini dengan sektor penghasil bahan bakunya. 4.

2. Saran Berdasarkan hasil analisis. industri barang dari kertas dan industri percetakan juga dapat saling menunjang untuk meningkatkan perkembangannya dan peranannya terhadap perekonomian Indonesia. Pemerintah harus campur tangan yang lebih intensif melalui penetapan Upah Minimum Regional (UMR) yang benar-benar sesuai dengan standar kehidupan di Indonesia. 1. Pada industri kertas harus dibangun klaster industri yang kuat secara berkelanjutan sehingga industri kertas dan sektor yang terkait di dalam klaster tersebut seperti industri pulp.2. Untuk meningkatkan efisiensi industri kertas tanpa mengurangi kemampuan industri tersebut menarik pertumbuhan sektor hulunya antara lain adalah dengan mempercepat transformasi pembangunan industri kertas menuju fase innovation driven melalui peningkatan teknologi produksi dan pelatihan tenaga kerja terampil yang intensif sehingga dapat meningkatkan outputnya dan disisi lain sektor hulu tetap dapat memasok input bagi industri kertas tersebut. 3.77 6. pemberian fasilitas karyawan yang lebih baik serta jaminan sosial untuk mengatasi kesenjangan pendapatan antara perusahaan dan tenaga kerjanya pada industri kertas. . dapat disampaikan saran berikut ini.

Italy.com [18 Februari 2005]. 2005. 2002. 1985. Muchtar. http://www.go.L. “Industri Kertas Butuh Investasi Baru” [Harian Terbit Online].asp?id=NNA [30 September 2005]. Institut Pertanian Bogor. . Jhingan. Tabel Input-Output Indonesia 2000. 2000. E. 2000. 136-149. 2. No. Niaga. 2005. Jakarta. Macerata. Monopoli dan Regulasi. Fakultas Pertanian. “Integrasi Vertikal dan Efisiensi Industri: Industri Kertas Tahun 1979-1997 Dengan Pendekatan Error Correction Model”.id/ publikasi. B. Hal. Jakarta.DAFTAR PUSTAKA Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia. dan Mulyaningsih. Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor. Input-Output Analysis: Foundation And Extensions. 1993. BPS. Miller.deprin. Direktori Industri Pulp dan Kertas Indonesia 2003. M. A. LP3ES. Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. dan Blair. M. Bogor. ”Profil Perusahaan” [Bank Niaga Online]. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Dampak Keterkaitan Sektor Industri Terhadap Perekonomian Wilayah Kabupaten Sidoarjo [Tesis]. [30 September 2005] Hasibuan.harianterbit. Jakarta. BPS. Vol. 2002.com/content/content. E. 2000. http://www. 1997. Prentice Hall. N. Karseno. T. P. Ekonomi Industri : Persaingan. 17. Imansyah. ”Kebijakan Pembangunan Industri Nasional” [Deprin Online]. New Jersey.D. Analisis Peranan Sektor Pertanian dan Industri Pengolahan Terhadap Perekonomian Propinsi Kalimantan Timur (Berdasarkan Analisis Input-Output) [Skripsi]. Jakarta. Mansur. R. APKI. 2005. “An Application of the FES Approach to A Small Region in Indonesia: Banjarmasin Input-Output Model 1”. USA. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Deprin. Bogor. M. R. H. Paper for 13th International Conference on Input-Output Techniques. 2003. http://www. bankniaga. Raja Grafindo Persada. Puspitawati.

Institut Pertanian Bogor. Setyawan. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Fakultas Ekonomi Dan Manajemen. Y. Departemen Ilmu Ekonomi. Departemen Ilmu Ekonomi. 5. Sahara. Fakultas Pertanian. Bogor. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Analisis Peran Sektor Industri Pengolahan dan Dampaknya terhadap Pembangunan Ekonomi Di Kota Cilegon [Skripsi]. Wikipedia. Tjandrawan. Dampak Investasi Sektor Pertanian Terhadap Perekonomian Nasional [Skripsi]. Analisis peranan Sektor Industri Pengolahan Dan Pengaruhnya Terhadap Perekonomian Jepara [Skripsi]. dan Pambudy. http:// www. Analisis Peranan dan Keterkaitan Sektor Pertanian dan Industri di Jawa Barat [Skripsi]. Sipayung.wikipedia. A. . Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. A. “Prospek dan Tantangan Pengembangan Agribisnis Pulp dan Kertas dalam Era Ekolabeling dan Otonomi Daerah”. 1998. 2005. 194203. “Analisis Pasar Pulp dan Kertas Indonesia”. Bogor. 1995. 2004. Prosiding Seminar. T. R. Bogor.org /wiki/ Kertas [17 September 2005]. Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. 2000. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia. S. ”Kertas” [Wikipedia Online]. Ruhmaniyati. Bogor. Hal. dan Vidyatmoko. H. Institut Pertanian Bogor. No. Institut Pertanian Bogor. Fakultas Ekonomi Manajemen. 4. Setiyaji. 2005. Bogor. D. Bogor. Institut Pertanian Bogor. Analisis Peranan Sektor Industri Pengolahan terhadap Perekonomian Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta [Skripsi].79 Rosadi. Vol. 2002. 1994. I.

LAMPIRAN .

031-034 029 030 035-048 049-073 074-083 084-089 090 091 092 093 094-109 110-114 115-118 119-122 123-141 142-143 144-148 149-152 153-159 160-164 165-175 180 190 200 201 202 203 204 205 209 210 301 302 303 304 305 306 309 310 401 402 403 404 409 501 502 503 509 600 700 - .81 Lampiran 1. Klasifikasi Sektor Tabel Input-Output Indonesia Tahun 2000 Kode I-O 22 Sektor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 180 190 200 201 202 203 204 205 209 210 301 302 303 304 305 306 309 310 401 402 403 404 409 501 502 503 509 600 700 1000 Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Jumlah permintaan antara Jumlah input antara Impor Upah dan gaji Surplus usaha Penyusutan Pajak tak langsung Subsidi Nilai tambah bruto Jumlah input Pengeluaran konsumsi rumah tangga Pengeluaran konsumsi pemerintah Pembentukan modal tetap bruto Perubahan stok Ekspor barang dagangan Ekspor jasa Jumlah permintaan akhir Jumlah permintaan Impor barang dagangan Pajak penjualan Bea masuk Impor jasa Jumlah impor Margin perdagangan besar Margin perdagangan eceran Biaya pengangkutan Jumlah margin perdagangan dan biaya pengangkutan Jumlah output Jumlah penyediaan Jumlah Tenaga Kerja Kode I-O 175 Sektor 001-028.

82 .

569 11.946 64.821.459 53.114 8.857 1.513 798 315.849 57.824 40.305.012.190 18.237 4.319 504 17.705 8.566.693 181 11.777 7.083 7.330 296.955 23.664.479 83.718 3.010.542 1.340.460 175.702 (250.116 490.570 3.442 120.714.646.352 975.451 3.433 565.212.024 5.792 116.459 553.800 53.489 940.817 378 627.738 25.343 332.813.638.597 18.850.232 13.048 32. Tabel Input-Output Indonesia 2000 Klasifikasi 22 Sektor (dalam Juta Rupiah) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 1 16.895.346 38.098 7.129 2.918.663.333 29.590.958 487.557.845 40.473 2.796 55.679.615 23.302 43.579 55.069 6.411.989 146.396 166.218 1.944 86.083 224.774 147.245 1.620 73.990 8.867 3.809 448.424 2.059 106.660.160 823.785.731.797.399 1.210 51.947 1.946.395.034 1.049 112.750 0 13.040 29.606.228) 97.849 23.443 4.026 84.427 2.824 90.391 448.030 13 20.091 20.217.600 181.698.229.622 118.145.782.982.567.073.858 26.429 0 64.639 865.183 19.876 348 994.526 0 737.875 45.975 83.817.Lampiran 2.947 11.539 4.755 17.525.306 815.359.046 926.592 6 2.190 41.725 138.368.973 369.670 6.700.933 112.899 1.606 1.771.441 967 8.094.417 121.235.764 20.037.277 246.939 5.590 5.739.414.853 110.513 4 19.644 45.560 21.099 2.292 5.003 363.979 5.569 34 8.908 141.311 2.839 1.881 2.643 8.867 4.206 15.171 1.371 22.524 1.097 590.394 141.576.824.412.780 41.854 1.478 63.093.385 20.393 13.577 159.043 4.441 610.886 2.770 35.182.539 77 186.358 933.321 5.656 2.585.799 5.568 1.627.238.858 40.553 13.759 243.739.519 2 628.327 24.725 1.949 332.258 4.241 75.427 3.755 162.293 2.588.426 102.877 3.543 5.911 Sumber: Tabel I-O Indonesia 2000 (diolah).968 7.884 378.705 705.114 5.328.895 2.778.323 82.069 338.450.903 7.052 131.089 47.073 8.996.919 4.252 43.553 108 5.480.811.902 2.652 2.308 853.063 4.551 11 0 271 122 11.365.895.028 555.355 8.777.099 1.364 2.701 301.325 3.864.440.467 1.648.905 57.860.494 1.036 8.591 10.943 5 101.708 127.484.574 1.703 4.912 23.602 25.306.811.319 30.938 6.963.143.917 375.208.512 1.282.908 14.851 37.596 643.064 55.452 5.371 1.720 2.333 287.890 1.718.405 6.514 33.537.628 22 85.298 16.826 927 3.626 3.563 6.958 683.063 1.558.508.454 10 0 3.560 28.134 8 203.418 59.554.625.183 17.871 2.867 6.772.405.504 1.195 196.534.554.225 7 45.550 754.349 206.117 594.086 5.281.427.670 7.941 1.762 4.155 7.169.228 69.379 648.458.296.010 7.491 11.430 55.437.931 59.227 72.524 2.262 40.824 3 2.785.536.838 1.898 115.952.322 2.441 370.040 2.335.623.914 121.634 1.560 5.590 44.203 19.550.453.387.913 151.062.506 493.354 5.540.256.575.850 337.541 16.905 2.333 4.985 9.775 19.187 416.890 49.732 1.957 7.567 19.192 10.515 25.772.343.327.901.605.973 1.894 6.577.370 110 84 1.607 8.426 874 728.805.177 21.486 5.001 2.051 9 77.855 76.489 59.056 33 4.418 1.809 1.926 10.290.040 1.815.484.870 210.167.509.688.103.711.530 8.014.798 105.072 325.800 17.176 167.135 200.735.408 100.297 479.241 1.442 3.164 224.338 627.441 8.507.758.667 3.613 111.942 12 8. .244 1.043 1.362 161.407.534.991.213 64.229 1.628 123.004.479.493.530.403 32.839 4.781 6.991.592 916.443 429.617 382.080 264.618 174.250 478.655 17.130 77.292.561 1.212 3.828 61.459 131.492 528.170 904 57.404 151.749 24.110.151 825.240 13.666 65.588 6.486 100.694 21.462 55.834 1.119.453 11.692.837 15.664.936 36.320 1.337.930 129.017.

690 115.761 137 85 121.310.229.183.407.242.515 20 299.980 42.175.164.569.045.405 6.870.948 .623 84.084 3.442.529.035 16.697 6.705 859.601 21.770 755.802.411.800.757 400.859 16.525 1.418 14.107 3.361 758.842 123.279.085 15.000 213.730 90.078 1.385 6.088 161.028.226.034.756 12.214.100) 65.390.723.448.179 26.354 19.020 7.415 15.476.399 3.705.106 4.715 373.767.797 15.019 14.635 64.108 19.649 157.875 1.931.413 259.202 4.741 10.074 19.567 26.246 2.843.610 7.250) 8.823.938 15 7 6.748.134 11.641 37.132.852 121.237 2.775 5.310 6.223 22.727 9.553 13.700.344.844.475.338 4.081 564.652.916 1.194.963 62.760 1.594 50.070 6.332 12.030 39.502 4.156 105.729.798 5.866 1.480.505 723.855 61.726.107.803 4.350 2.979 350.564.509 2.206 438.915 13.921.876.382 4.793.919 398.498 110.177 2.595 1.131 151.664 156.139 10.952 5.189 19.041.559 27.642 36.580.015 1.019 287.966.044.860.544 967.326 9.700 3.176 197.778 1.242.626 70.320.383.377.657 12.034 22 2.713.228.472 105.995 65.243 177.360.297 19.915 1.678 19.877.028.063 111.872 278.169 4.Lampiran 2.861 35.352.724.353.344 3.048.155 1.573.564.076.525 11.287.015.383.117.664 18 4.951 232.113 94.372 88.247.756.830.100.084 15.780 1.562 180 144.727 100.005.649.638 33.870 126.742.253.238.887 124.643 1.128 23.060.451 7.036.930.817.511 29.260.503 7.213 16.401 110.630 1.511 9. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 14 9.781 337.006.385 1.981 156.127 19.775.542 4.287 11.071.786 3.670 19.749 609.451.926 117.600 441.271.105 476.136.360 3.858 495.999 6.372.565.126 93.388 38.331 1.255 19 10.186.215 35.685.117 1.961 1.397 114.945 37.169.973.703.196 11.218 17 4 14.652 411.946 777.844 882.695 225.430 1.746 32.593 2.562.221.928 69.014.130 9.916.848 85.529.264.670.584 3.278 17.805 2.084.113 3.305 20.206.460.161.349 8.576 834.228.944 3.727 30.609 151.574 1.378 61.180 14.093.333.248 966.900.076.463.948.672 6.463.200.821 27.489.567 26.465 5.266.791 866.278.079.110.048.244.412.437 791.153.292 3.226.398 13.990 18.902.392 227.065 15.713 197.331.073.896.228 1.977.570.995.923 16.354 37.063 4.578) 1.063 8.825 1.434 76.767.575.056 3.613 357.002.604.568 21.182 30.698 49.089.666 2.661 524.142 10.218 21.667.393.812 173.079.272.598.860 2.708 59.275.477.637.959 1.429 11.616 5.912 21 34.649.744.677.876.676 1.368.547.802 134.142.428 117.281 60.810 2.327 19.383 143.739.444.420.332 3.350 130.011.257 15.713.678 7.732 (3.499 1.016.563 510.738 824.458.393.525 1.983 3.038 13.948 (3.111 382 16 1.455.588.559 322.382 1.731.973 6.843 149.663 1.722 2.278.138.125.233 396.875 3.498 19.192.445 412.817 215.012.966 18.292 6.597 5.441.891 123.757 225.997 34.073 (30.116 770.197 4.340 6.741.172 0 141.203.950 527.963 176.579 4.127.729.097 1.106.713 2.649 36.723 41.032 448.167.332 3.261 6.870.158 5.727 27.577 8.147.671.668 341.161 16 620.704 3.892 1.179 17.139 2.808 158.864.

933 748.086 112.850.200 520.815.805.605 94.036.881 13.471 38.424 8.063 396.416.849 24.713 1.457.814 6.621 133.561.786.076 2.114.356 105.729.743.480 402 15.433 37.276.125.071 1.582 2.782.808.379 33.099 57.798.337 73.018 79.942.242.316.162.466.837 441.034 238.257.315 90.327 1.865.114 310 260.672.851.629 152.329.282 301 14.151 329.790.831.550 13.831.779. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 301 107.637.513 2.227.837 32.503.408 243.553.689.496.885.042 41.420.613 64.491 474.480 15.267.088.016 394.393 208.426.730 209.008.385 1.188 2.099.305 5.901.818 108.775.239 8.897.658.269 4.623 48.988.013.865.488.970.036 155.642 67.435 4.243.044 8.949.284 314.614 794.552 309 115.193.389.539.849 80.254 131.033) 5.485.158 1.623 306 1.Lampiran 2.935 88.621 208.247 77.495 11.916 177.573 20.412.552 1.160 1.871 18.044 403 8.028.701.056 67.225.272.677.927.813.643 115.438 304 1.294.821.187.447 401 314.760.747 942.965.575 17.887 9.785 158.599 5.592 110.028.326 12.238 77.268.847 3.353.413 14.783 520.400.586.473.617 8.637.387.125.965.067 1.620 13.665 303 189.739.034 41.695 227.278 151.211.480 6.568 646.935 1.848.167.595.96 42.705 23.454 .777.944 196.321 835.438.766 15.559 199.281 292.209 234.534.696 668.774.698.733 15.214.413 3.111.634.479.365 57.110 107.707.670 7.571 11.068.143.466 29.119.287 2.048.294 8.842 31.600 272.165 139.620 37.162.325.658.340.169 161.454 856.673 (68.689.028 2.001.485 39.437 68.771.743 3.108 13.525.943.136 48.389.045 25.202.593 30.241.887 201.241.534.656.259 165.514 305 6.373 55.581 64.724 5.957.627.374 51.497 302 88.483.883.398 613.622 8.416 2.620 8.933 124.210 29.857.695.697 937.161.

412.379 33.340.242.438.916 177.278 151.099 57.469 - - - - 2.099.853.622 8.850.944 196.620 13.771.805.438.143.593 30.837 3.695 227.815.287 2.169 161.677.469 501 502 503 509 600 260.988.284 - .575 17.637.353.701.254 131.272.165 139.028 2.739.424 8.028 2.695 227.272.088.099.771.815.916 177.677.325.698.637.325.613 64.099 57.853.698.627.701.254 131.119.340.447 103.151 329.821.412.622 8.593 30.672.729.119.849 24.379 33.287 2.063 396.672.408 243.214.575 17.821.242.534.620 13.151 329.627.705 23.705 23.837 441.169 161.214.729.849 24.099.850.534.165 139.408 243.Lampiran 2. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 404 103.063 396.424 8.837 700 260.353.278 151.739.613 64.805.944 196.701.

0059 0.0010 0.0000 0.0000 0.0519 0.1335 0.4078 12 0.0000 0.0000 0.0000 0.0003 0.0045 0.0000 0.0001 0.0011 0.0086 0.0044 0.0059 0.0073 0.0000 0.0009 0.0003 0.0000 0.0022 0.0000 0.0385 0.0000 0.0007 0.0040 0.0008 0.0096 0.0005 0.0003 0.0000 0.0009 0.0004 0.0001 0.0599 0.0000 0.1354 0.1247 0.0836 0.0015 0.0006 0.0000 0.0006 0.0433 0.0000 0.0119 0.0002 0.0023 0.0105 0.0001 0.0011 0.0035 0.0000 0.0289 0.0001 0.0000 0.0000 0.0153 0.0002 0.0001 0.0250 0.0015 0.0000 0.0000 0.0000 0.4673 7 0.0000 0.0047 0.0073 0.0097 0.0000 0.0000 0.0021 0.0001 0.0000 0.0000 0.0001 0.0002 0.0002 0.0013 0.0000 0.0000 0.0017 0.3052 0.0001 0.0053 0.0003 0.0016 0.0000 0.0000 0.0015 0.0000 0.0401 0.5687 8 0.0012 0.0000 0.0000 0.0005 0.0006 0.0094 0.0000 0.0003 0.0155 0.0078 0.0050 0.3957 9 0.1780 0.0013 0.0004 0.0000 0.0535 0.0022 0.0002 0.0802 0.0238 0.0000 0.0001 0.0217 0.0022 0.0026 0.0181 0.0000 0.0016 0.0025 0.0083 0.1188 5 0.0036 0.0001 0.0027 0.0042 0.0000 0.0239 0.0005 0.0220 0.0004 0.2391 2 0.0002 0.0002 0.0009 0.0000 0.0001 0.0000 0.0280 0.0000 0.0056 0.0008 0.0734 0.0171 0.0001 0.0006 0.0000 0.0116 0.0213 0.0944 0.0007 0.2448 0.0000 0.0000 0.0555 0.Lampiran 3.0000 0.0362 0.0004 0.0010 0.0211 0.0355 0.6039 6 0.2130 0.0005 0.0026 0.0000 0.0028 0.0000 0.0350 0.0031 0.0050 0.0352 0.0142 0.0008 0.0002 0.0000 0.0424 0.0025 0.0000 0.0477 0.0168 0.0016 0.0000 0.0182 0.0020 0.0003 0.0002 0.0000 0.3183 0.0000 0.0021 0.0000 0.0001 0.0233 0.0083 0.0002 0.0310 0.0718 0.0000 0.0000 0.0005 0.1094 0.0000 0.0000 0.0013 0.0436 0.0934 0.4842 Total Sumber: Tabel I-O Indonesia 2000 (diolah).0224 0.3378 10 0.0037 0. Matriks Koefisien Teknis Klasifikasi 22 Sektor SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 1 0.0022 0.0009 0.0008 0.0071 0.0000 0.0000 0.0010 0.0199 0.0506 0.0000 0.0003 0.0171 0.0007 0.0066 0.0014 0.2497 0.0201 0.0000 0.0002 0.0061 0.0000 0.0047 0.0730 0.0000 0.0646 0.0090 0.0087 0.0002 0.0001 0.0001 0.0000 0.0001 0.0005 0.0243 0.0007 0.0000 0.4217 13 0.0003 0.0428 0.0001 0.0731 0.0001 0.0003 0.0119 0. .0001 0.0446 0.0800 0.1393 4 0.0319 0.0000 0.0782 0.0317 0.0107 0.0010 0.2445 0.0002 0.0002 0.0008 0.0041 0.0057 0.0002 0.0464 0.0023 0.5356 11 0.0621 0.0000 0.0003 0.0001 0.0000 0.0008 0.0000 0.0001 0.1794 3 0.0073 0.0073 0.0025 0.0000 0.0023 0.0002 0.0011 0.0000 0.

0049 0.0078 0.0055 0.0000 0.0001 0.0000 0.1020 0.0010 0.5635 15 0.0001 0.0474 0.0007 0.0771 0.0000 0.0053 0.0331 0.3319 0.4633 0.4070 0.0002 0.0020 0.0000 0.0007 0.0315 0.0004 0.0011 0.0147 0.0000 0.0100 0.0003 0.0000 0.1919 1.0003 0.5997 0. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Total 14 0.0001 0.0000 0.0001 0.2619 0.0000 0.0033 0.0081 0.0000 0.1097 0.0000 0.0048 0.3675 17 0.0046 0.0001 0.0000 0.0295 0.0023 0.0007 0.0044 0.0867 0.0047 0.0002 0.0013 0.0000 0.0001 0.0000 0.0071 0.0025 0.0007 0.0485 0.7433 .1790 0.0373 0.0000 0.0000 0.3580 0.0336 0.7027 0.3390 Total 0.7964 0.0900 0.0277 0.0108 0.0058 0.0001 0.0939 0.0980 8.0226 0.Lampiran 3.0572 0.0002 0.0091 0.0002 0.0276 0.0348 0.0495 0.0261 0.0364 0.1548 0.0431 0.0804 0.0074 0.0105 0.0000 0.0220 0.0275 0.0511 0.0626 0.2764 0.0163 0.0000 0.6530 18 0.0014 0.0589 0.0000 0.0008 0.1082 0.0020 0.0502 0.0000 0.0037 0.0172 0.0007 0.0221 0.0003 0.0371 0.0010 0.0258 0.0180 0.0003 0.0012 0.0179 0.0020 0.0000 0.0272 0.2790 0.0187 0.0022 0.0002 0.0019 0.0150 0.0000 0.1877 0.0369 0.0023 0.0000 0.0007 0.0000 0.5495 0.6438 0.0085 0.0508 0.0000 0.0027 0.0099 0.0008 0.1631 0.0024 0.0000 0.0465 0.0180 0.0889 0.0008 0.0317 0.0001 0.0200 0.3072 0.0360 0.0038 0.0001 0.0226 0.0000 0.0030 0.0002 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.1006 0.0352 0.0016 0.0009 0.0369 0.0001 0.0319 0.3945 21 0.0001 0.0001 0.3103 0.0532 0.0000 0.0230 0.0009 0.0002 0.2400 22 0.0009 0.0158 0.0000 0.4161 16 0.0010 0.0223 0.0001 0.0000 0.0006 0.0130 0.1737 0.0236 1.0604 0.0010 0.0005 0.0047 0.0001 0.0791 0.0620 0.0000 0.0000 0.3821 20 0.0000 0.0244 0.0008 0.0278 0.0035 0.0007 0.0000 0.0039 0.4884 19 0.0817 0.0000 0.0000 0.0400 0.0000 0.0032 0.0131 0.0001 0.0000 0.0128 0.0004 0.

0050 0.0009 0.0049 0.0013 0.0148 0.0441 0.0074 0.6059 9 0.0031 0.0138 0.2287 4 0.1036 0.0770 0.0782 0.0105 0.0059 0.0005 0.0044 0.0016 0.0118 0.0080 1.0991 0.0463 0.0094 1.0078 0.0072 1.0775 0.0626 0.0030 1.0063 0.0018 0.0008 0.0155 0. .0058 0.0013 1.0036 0.0164 0.0021 1.0681 0.0014 0.0013 0.0007 0.0011 0.0452 0.0010 0.0008 0.0000 1.0008 0.0137 1.0001 0.2508 0.0397 0.0106 0.1133 0.0002 0.0025 0.0137 0.0022 0.0042 0.0965 0.0058 0.0017 0.1038 0.7956 7 0.0294 0.8431 11 0.0345 0.9484 6 0.0116 0.0014 0.0474 0.8775 8 0.0014 0.0357 0.2025 0.0648 0.0001 0.0017 0.0014 0.1045 1. Matriks Kebalikan Leontief Klasifikasi 22 Sektor SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 1 1.0007 0.0052 0.0012 0.0001 0.0012 0.0016 0.0508 0.0003 0.0050 0.0327 0.0394 0.1567 5 0.0005 0.0981 0.0037 1.0003 0.0021 1.0172 0.0005 0.0017 0.0378 0.0163 0.0359 0.0032 0.0028 0.2751 3 0.1068 0.0938 0.0230 0.0030 0.0275 0.0260 0.0024 1.3337 0.0019 0.0076 0.0170 0.0015 0.0036 0.0767 0.0097 0.0122 1.0006 0.0134 0.0013 0.0291 0.0394 0.5409 10 0.0036 0.0001 0.0082 0.0030 0.0055 0.0011 0.0155 0.0602 0.0076 0.Lampiran 4.0052 0.0011 0.0059 0.0322 0.0002 0.4000 0.0051 0.0004 0.0042 0.5577 13 0.0163 0.0072 0.0584 0.0260 0.2088 0.0221 0.0054 0.0304 0.0006 0.0043 0.0001 0.0337 0.1031 1.0099 0.0196 0.0013 0.0055 0.0001 0.0121 0.0221 0.0065 0.0749 0.1548 0.0109 0.0001 0.0013 0.0005 0.0012 0.0033 1.0000 0.0014 0.0004 0.0000 0.0093 0.0012 0.0240 0.0077 0.0052 0.0009 0.0007 0.0017 0.0026 0.0005 0.0034 1.0000 0.0007 0.0386 0.0080 0.0034 0.3950 2 0.0009 0.0001 0.0054 0.0133 0.0100 0.1048 0.0009 0.0010 0.1683 0.0034 0.0153 0.0007 0.0004 0.0483 0.0061 0.0123 0.0086 0.0005 0.0090 0.0002 0.0130 0.0032 0.0011 0.0006 0.6424 12 0.0010 0.0001 0.0008 0.0452 0.0043 1.0943 0.1920 0.0826 0.0035 0.0012 0.0046 1.0192 0.0467 0.2921 0.0011 0.0009 0.0053 0.0112 0.0008 0.0024 0.0193 0.0005 0.0440 0.0220 0.0046 0.1140 0.0009 1.0007 0.0008 0.0287 0.0021 0.0014 1.0166 0.0024 0.0004 0.0004 0.0112 0.0097 0.6858 Total Sumber: Tabel I-O Indonesia 2000 (diolah).0021 0.0134 0.0636 0.0042 0.0542 0.0044 0.0481 0.0003 0.0002 0.1178 0.0133 0.0166 0.0002 0.0026 0.0015 0.0494 0.0007 0.0002 0.0109 0.0009 0.0108 0.0008 0.2872 0.0382 0.0079 1.0067 0.0009 0.3235 1.0006 0.0446 1.0261 0.0180 0.0062 0.0004 0.0474 0.0006 1.0303 1.0052 0.

1194 0.0184 1.0003 0.0045 0.0010 0.0088 0.0343 0.0441 0.0014 0.7539 19 0.0018 0.3855 1.5581 0.6529 1.0004 0.0024 0.0450 0.0048 0.0522 0.0009 0.0098 0.1247 0.0008 0.0661 0.0247 0.2689 1.0040 0.3732 0.2733 Total .0041 0.0487 0.0516 0.0012 0.0073 0.0517 0.3310 1.0084 0.0004 0.0212 0.5500 Total 1.1062 0.0054 0.0404 0.0377 0.0058 0.0171 0.0119 1.0054 0.0724 0.0638 0.0348 0.0028 0.0028 0.0008 0.1306 1.0001 0.0715 0.0532 0.0802 0.6138 20 0.0558 0.0170 0.0010 0.0067 0.0062 0.0235 0.0013 0.0828 0.0449 0.0057 0.0095 0.0816 0.0007 1.0004 0.0267 0.0078 1.0515 1.0000 0.0009 0.0026 0. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 14 0.0488 0.0044 0.0090 0.0025 1.0025 0.3283 1.0298 0.0537 0.0219 0.0041 0.0116 0.1284 0.0420 0.0013 0.0082 0.0039 0.0009 0.0003 0.0599 0.0718 0.0008 0.1272 1.0254 0.0105 0.0018 0.0999 0.1049 0.2955 1.0137 0.0016 0.0038 1.1395 0.0772 0.1575 35.0017 0.0020 0.0058 0.0010 0.Lampiran 4.0338 1.0246 0.1857 1.3066 3.0291 3.0015 0.0104 0.6346 21 0.0002 0.0182 0.0166 0.0444 0.4368 1.1331 0.0003 0.5005 16 0.0056 0.0007 0.0056 0.0038 0.0002 0.0011 0.0018 0.0038 0.0134 1.0105 0.0024 0.0050 0.0001 0.0454 0.0120 0.7978 15 0.0059 0.0063 0.0284 0.0856 1.1116 0.0007 0.0171 0.0544 0.0183 0.0274 0.0000 0.1095 0.0026 0.0020 0.0416 0.0481 0.0010 0.0001 0.0502 0.0874 2.2750 1.0041 0.3643 22 0.1589 0.0012 0.0025 0.9552 1.6422 1.0216 0.0173 0.0071 1.0001 0.0653 2.0498 0.0261 1.0166 1.0000 0.0239 0.1150 1.1550 1.0063 0.0001 0.0068 0.0031 1.0082 0.0274 0.0468 0.0198 0.2051 2.0006 0.0008 0.0013 0.0115 0.2191 1.6501 17 0.8552 18 0.0395 0.0607 0.0018 0.0001 0.0139 0.0032 0.0755 0.0208 1.0016 0.0068 0.0734 1.0855 0.0013 0.0022 0.0005 0.0020 0.0237 0.0018 0.0018 0.0102 1.0051 0.0042 1.0007 0.0053 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful