ANALISIS INPUT-OUTPUT PERANAN INDUSTRI KERTAS DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA

OLEH RUSLI RAMLI H14101122

DEPARTEMEN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2006

RINGKASAN

RUSLI RAMLI. Analisis Input-Output Peranan Industri Kertas dalam Perekonomian Indonesia (dibimbing oleh ARIEF DARYANTO). Proses industrialisasi di Indonesia telah yang dimulai dari sejak pelita I telah mengakibatkan transformasi struktural dalam perekonomian Indonesia. Hal ini ditandai dengan semakin menurunnya kontribusi sektor primer (pertanian) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sementara sektor sekunder dan tersier seperti industri pengolahan kontribusinya terhadap PDB terus mengalami peningkatan. Salah satu sektor industri pengolahan yang berkembang pesat adalah sektor industri kertas. Hal yang menyebabkan industri ini terus berkembang pesat di Indonesia antara lain adalah kemudahan mendapatkan baku dan tenaga kerja yang murah. Pada akhir tahun 2000 kapasitas terpasang industri kertas nasional telah mencapai sekitar 9,1 juta ton per tahun, produksi sebesar 6,8 juta ton, ekspor sebesar 2,8 juta ton, dan konsumsinya yang telah mencapai 4,2 juta ton. Data-data tersebut di atas menunjukkan bahwa industri kertas sangat potensial untuk terus dikembangkan khususnya untuk meningkatkan penerimaan devisa negara. Selain perkembangannya yang pesat tersebut, industri kertas juga mempunyai pengaruh dan hubungan timbal balik terhadap industri atau sektor lainnya karena komoditi kertas yang dihasilkan oleh industri ini dapat sebagai input sektor industri lain dan sebaliknya industri kertas juga membutuhkan input dari sektor lain tersebut. Berdasarkan kondisi di atas, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana peran sektor industri kertas bagi perekonomian Indonesia Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari BPS Pusat Jakarta dan instansi terkait lainnya. Analisis yang digunakan yaitu Analisis Input-Output (I-O) dari Tabel I-O Indonesia Tahun 2000 transaksi domestik atas dasar harga produsen klasifikasi 175 sektor melalui program Microsoft Excel 2003. Pendekatan model I-O yang digunakan dalam penelitian ini adalah model sisi permintaan (demand-side model), hal ini dikarenakan faktor permintaan merupakan faktor eksogen yang mempengaruhi perekonomian. Berdasarkan analisis deskriptif dari Tabel I-O Indonesia tahun 2000 transaksi domestik atas dasar harga produsen yang diagregasi menjadi 22 sektor, industri kertas memiliki peran yang tidak begitu besar terhadap struktur perekonomian Indonesia seperti struktur permintaan, nilai tambah bruto, struktur ketenagakerjaan, ekspor-impor dan pembentukan output sektoral. Hal ini dapat dilihat dari kecilnya nilai industri kertas pada masing-masing struktur tersebut bila dibandingkan dengan sektor perekonomian lainnya. Dilihat dari sisi permintaan antara dan permintaan akhir, industri kertas memiliki permintaan akhir (Rp 10.800.775 juta) yang lebih besar daripada permintaan antaranya (Rp 13.970.847 juta) yang menandakan bahwa output industri kertas lebih banyak digunakan untuk konsumsi langsung (masyarakat, pemerintah, dan ekspor) daripada sebagai input untuk sektor lainnya.

Dilihat dari rasio upah gaji terhadap surplus usaha (0,43) dalam struktur nilai tambah bruto, dapat identifikasi bahwa pada industri kertas terjadi ketimpangan distribusi pendapatan antara pihak perusahaan dengan tenaga kerjanya. Kemudian dari struktur ketenagakerjaan dapat diketahui bahwa industri ini mampu menyerap tenaga kerja sebesar 118.454 jiwa. Berdasarkan analisis struktur ekspor-impor dapat diketahui bahwa industri kertas mengalami surplus perdagangan sebesar Rp 4.617.531 juta sedangkan dari pembentukan output sektoral industri kertas menyumbang sebesar Rp 24.771.662 juta atau sekitar 0,92 persen dari total output sektoral perekonomian. Dari hasil analisis keterkaitan per sektornya (keterkaitan industri kertas terhadap berbagai sektor perekonomian Indonesia), industri ini memiliki keterkaitan yang tinggi terhadap sektor hulu dan hilirnya. Pada keterkaitan ke depan industri kertas memiliki keterkaitan yang tinggi terhadap sektor industri barang dari kertas (0,3183) dan industri percetakan (0,2448), sedangkan pada keterkaitan ke belakangnya, industri kertas memiliki keterkaitan kuat terhadap industri pulp (0,0944) yang merupakan sektor penghasil input bahan bakunya. Berdasarkan hasil analisis koefisien penyebaran dapat diketahui bahwa industri kertas kurang memiliki kemampuan untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya. Sedangkan dari hasil analisis kepekaan penyebaran industri kertas merupakan industri yang memiliki kemampuan yang kuat dalam mendorong sektor hilirnya. Pada analisis elastisitas input-output dapat diketahui bahwa industri kertas cukup responsif terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya dalam hal output dengan nilai elastisitas output sebesar 1,0023. Sementara dari hasil elastisitas pendapatannya (0,0522) industri ini kurang responsif terhadap perubahan permintaan akhir sektor lain dalam hal pendapatan dan jika dilihat dari hasil elastisitas tenaga kerjanya (0,6093), perubahan permintaan akhir sektor lain kurang berpengaruh terhadap perubahan tenaga kerja dalam sektor industri kertas tersebut. Berdasarkan ranking elastisitas, industri kertas termasuk dalam salah satu dari sepuluh sektor kunci perekonomian Indonesia (peringkat keenam). Hal ini mengindikasikan bahwa sektor industri ini memiliki respon yang tinggi terhadap perubahan permintaan akhir sektor lain dalam hal peningkatan output, pendapatan, maupun tenaga kerjanya, sehingga sektor ini mempunyai kemampuan yang cukup besar dalam berkontribusi untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan. Bersama dengan sektor kunci lainnya, industri kertas merupakan sektor prioritas yang harus dikembangkan oleh pemerintah sebagai policy makers karena kontribusinya terhadap perekonomian tersebut

ANALISIS INPUT-OUTPUT PERANAN INDUSTRI KERTAS DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA Oleh RUSLI RAMLI H14101I22 Skripsi Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Ilmu Ekonomi DEPARTEMEN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2006 .

NIP. Dr. 131 644 945 Mengetahui. Dosen Pembimbing.INSTITUT PERTANIAN BOGOR FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN DEPARTEMEN ILMU EKONOMI Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang disusun oleh.Ec. Ir. Institut Pertanian Bogor. Ketua Departemen Ilmu Ekonomi. MS NIP. Arief Daryanto. 131 846 872 Tanggal Kelulusan: . Rina Oktaviani. Menyetujui. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Ir. Nama Mahasiswa Nomor Registrasi Pokok Program Studi Judul Skripsi : Rusli Ramli : H14101122 : Ilmu Ekonomi : Analisis Input-Output Peranan Industri Kertas dalam Perekonomian Indonesia dapat diterima sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Ilmu Ekonomi. M. Dr.

Bogor. Juni 2006 Rusli Ramli H14101122 .PERNYATAAN DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI ADALAH BENAR-BENAR HASIL KARYA SAYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIGUNAKAN SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN.

. Penulis merupakan anak pertama dari satu bersaudara. Propinsi Jawa Barat. Jenjang pendidikan penulis dilalui dengan lancar. Selama menjadi mahasiswa. penulis aktif di berbagai organisasi intra dan ekstra kampus seperti BEM-H. kemudian melanjutkan ke SLTPN 1 Telagasari dan lulus pada tahun 1998.RIWAYAT HIDUP Penulis bernama Rusli Ramli lahir pada tanggal 20 Juli 1983 di Karawang. penulis menamatkan Sekolah Dasar pada SDN Ciwaringin 1. dan HMI Komisariat FEM. Pada tahun 2001 penulis melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi untuk meraih gelar sarjana. Pada tahun yang sama penulis diterima di SMUN 1 Karawang dan lulus pada tahun 2001. dari pasangan Apun Sanusi dan Yoyoh. Formasi. Penulis masuk IPB melalui jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) dan diterima sebagai mahasiswa Program Studi Ekonomi dan Studi Pembangunan pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen.

Ec. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. M. Bogor. Semoga karya ini dapat bermanfaat. bagi penulis khususnya dan kalangan pendidikan umumnya. Institut Pertanian Bogor. skripsi ini juga merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Ilmu Ekonomi. Selain itu. saran serta bimbingan dalam pembuatan skripsi ini. yang telah memberi masukan. Arief Daryanto. Juni 2006 Rusli Ramli H14101122 .KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.1r. Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Penulis mengharapkan adanya hasil positif sebagai masukan dalam pembangunan industri kertas nasional selanjutnya. Judul ini dipilih penulis karena merupakan topik yang menarik dalam perkembangan industri nasional dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Judul skripsi ini adalah “Analisis Input-Output Peranan Industri Kertas dalam Perekonomian Indonesia“. terutama kepada Bapak Dr. Ucapan terima kasih juga penulis ucapkan kepada seluruh pihak lainnya yang telah membantu terlaksananya penelitian ini baik dari instansi maupun perorangan yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

................................................... GAMBARAN UMUM INDUSTRI ...................................................1.................... Elastisitas Input-Output... 2...........................................2... 2..... 1............ 3............6..........2................... Definisi dan Sejarah Kertas............................. 3........ Metode Analisis . 2........................... 3................................................2.. Perkembangan Industri Kertas ......................... DAFTAR GAMBAR ...5................................. Kerangka Pemikiran Teoritis ...................... 3...........................................1.............................................................................................1..2.......... Analisis Keterkaitan .................................. Profil Industri Kertas.............. Penelitian-Penelitian Terdahulu ........................ Konsep Pembangunan Industri Kertas .....................................2. 2........2.......................................................... Kerangka Pemikiran Konseptual ........................................... 1........... 2............. Latar Belakang .................. Model Input-Output .............. 1.... Analisis Dampak Penyebaran ............................ Perumusan Masalah ...................................................2.3............ 2.................................... 3..4..............................1....5.......................... III.............. DAFTAR LAMPIRAN...3.2................................... PENDAHULUAN ... METODE PENELITIAN............1....................................................................................3................... 2............ 3.5........................................................ Ruang Lingkup......... Manfaat Penelitian ............................................ 2............1..................................... I.................2...................... TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN ..................................................2.... II... Jenis dan Sumber Data ...................................... x xi xii 1 1 4 5 5 6 7 7 8 11 13 16 16 19 22 25 25 25 26 27 29 31 33 33 34 .............. Struktur Tabel Input-Output.................. Tujuan Penelitian . 4................. 4... Koefisien Input.............3.............................. Integrasi Vertikal Pada Industri Kertas ......4........................................ 1......................... V...........................................5...DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL... 1............................

... 5................................ Elastisitas Pendapatan ......5............................. Profil Beberapa Perusahaan Kertas Indonesia ............2..... Implikasi Kebijakan ............. Struktur Output Sektoral ...............................1.......2................1.....................................1........1..1..... Analisis Koefisien dan Kepekaan Penyebaran.............. Kepekaan Penyebaran ......1.... Kesimpulan .. HASIL DAN PEMBAHASAN.2.................................. 5. 5.............2..................2..............2........ KESIMPULAN DAN SARAN ....... 5....... 5......................................................... VI................................. 6...........3.......4......... Peranan Industri Kertas Dalam Perekonomian Indonesia..............................................3.............. 5....... 5................. Elastisitas Output ..................... Saran......................6.. V......5... Sektor-Sektor Kunci dalam Perekonomian Indonesia .2................................ 4...3... 5............................. Keterkaitan ke Depan Industri Kertas ........................... Struktur Permintaan Industri Kertas ............................ 6...................... LAMPIRAN................. 5.....4......................3................1.............4........1.... Elastisitas Tenaga Kerja..2............................................................................ Keterkaitan Langsung Sektor-Sektor Perekonomian ........................... 5.3...........1........................... Integrasi Vertikal dan Pasar Industri Kertas Indonesia............................. Keterkaitan Langsung dan Tidak Langsung ...........................3.......4...................... Struktur Ekspor dan Impor...................... 5...............2.... Elastisitas Input-Output...4.....2......4..... Struktur Nilai Tambah Bruto .....................................3..............2...... 5...... 5............. 36 37 47 47 47 49 51 53 55 56 56 58 59 61 62 63 65 67 67 68 70 71 73 75 75 76 78 80 ......... Analisis Keterkaitan ...... 5.................. DAFTAR PUSTAKA ..................... Keterkaitan ke Belakang Industri kertas ............ 5......2......... 5.. Struktur Ketenagakerjaan...... 5. 5.............1...... Koefisien Penyebaran..................... 5.................... 5........4......................................................

........... 4..................... Profil Industri Pulp dan Kertas Indonesia Tahun 2003 ............... Kapasitas Terpasang Perusahaan Industri Kertas 2003........................... Impor...............DAFTAR TABEL Nomor Halaman 1.6.......... Komposisi Sektoral PDB 1960-2003 Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 ....................................... 4.. 2.3................................................ 2... Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry per 30 Desember 2004 ............................ 5.......... Boards PT..................... Jumlah Tenaga kerja..... 4................. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk per 30 September 2004 ...........2........ Kapasitas Produksi............ 2..........7....... 4............... ... 4................ Pindo Deli Pulp & Paper Mills per 30 September 2004 ........1. Boards PT.....2..................3.. 2 1.............. 4........1. 4.................... Permintaan Antara dan Permintaan Akhir Sektor-sektor Perekonomian di Indonesia Tahun 2000........ Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk per 30 September 2004 ......................................................... Nilai Tambah Bruto Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Indonesia Tahun 2000 ...... Hasil Penelitian Terdahulu Tentang Dampak Penyebaran................ Konsumsi Kertas Per Kapita Penduduk Indonesia 1993-2002.1...1............. 5.................... Boards PT...........4........ 5.... Boards PT.............. 5...4........................ Produktifitas dan Nilai Upah Sektoral Indonesia Tahun 2000 ....2.............................5.................. Hasil Penelitian Terdahulu Tentang Keterkaitan . Ekspor dan Konsumsi Industri Kertas Indonesia Tahun 1994-2003..............3.2............................. 3 13 14 19 34 35 38 40 42 43 46 48 50 51 52 .......... Struktur Tabel Input-Output................. Rasio Upah Terhadap Surplus Usaha..

.................................... 5. Koefisien Penyebaran Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia.... Nilai Keterkaitan Berbagai Sektor Perekonomian di Indonesia .................................. Struktur Ekspor dan Impor Indonesia Tahun 2000 ...7.................6............................. Kepekaan Penyebaran Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia......... 5....................... 54 56 57 60 61 64 66 69 71 ............ 5..................................5............... 5...... 5.. Keterkaitan ke Depan Industri Kertas terhadap Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia ...................... Keterkaitan ke Belakang Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia ..................... 5.............. Elastisitas Input-Output Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Tahun 2000 ................12.5...................9.................. 5.10. Sektor Kunci Perekonomian Menurut Ranking Elastisititas Input-Output Indonesia Tahun 2000 .....................13.11................................................8... 5........... Struktur Pembentukan Output Sektoral Terhadap Perekonomian Indonesia .........

................. Halaman 24 ....DAFTAR GAMBAR Nomor 1......................... Bagan Alur Pendekatan Studi ............

. Matriks Koefisien Teknis Klasifikasi 22 Sektor .......DAFTAR LAMPIRAN Nomor 1.................................... Tabel Input-Output Indonesia Tahun 2000 Klasifikasi 22 Sektor ..... Matriks Kebalikan Leontief Klasifikasi 22 Sektor.. 3........................ . Halaman 81 82 86 88 Klasifikasi Sektor Tabel Input-Output Indonesia Tahun 2000 ...... 2.................. 4........

Pada tahun-tahun berikutnya dapat dilihat bahwa sektor industri pengolahan terus mengalami kenaikan dalam hal kontribusinya terhadap PDB sedangkan sektor pertanian sebaliknya terus mengalami penurunan kontribusi terhadap PDB. Perubahan struktur semacam ini menyebabkan kesempatan kerja semakin banyak. dan motivasi yang secara radikal. dan pendayagunaan sumber-sumber baru serta perbaikan teknologi akan semakin tinggi (Jhingan.1).1. sementara kontribusi sektor sekunder dan tersier cenderung meningkat. yang mencakup peralihan lembaga.9 persen). Pada tahun 1960. PENDAHULUAN 1. 2002). Perubahan struktural mengandung arti peralihan dari masyarakat pertanian tradisional menjadi ekonomi industri modern. produktifitas buruh.8 persen terhadap PDB sedangkan sektor pertanian mempunyai kontribusi terhadap PDB sebesar 8. Kemudian pada tahun 1967 industri pengolahan telah menyumbang 51. sektor pertanian merupakan sektor penyumbang terbesar terhadap PDB (53.4 persen. Hal tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa sektor industri . sikap sosial. stok modal. dimana terjadi penurunan kontribusi sektor pertanian (sektor primer) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).I. sementara sektor industri khususnya industri pengolahan baru menyumbang 8.4 persen dari PDB (Tabel 1. Pola pertumbuhan ekonomi secara sektoral di Indonesia agaknya sejalan dengan kecenderungan proses transformasi struktural yang terjadi di berbagai negara di dunia. Latar Belakang Proses industrialisasi di Indonesia yang dimulai sejak Pelita I telah mengakibatkan transformasi struktural di Indonesia.

8 3.8 20. Pasar bagi hasil industri pulp dan kertas masih terbuka luas karena konsumsi kertas per kapita terus meningkat dari tahun ke tahun.9 14.3 1. Komposisi Sektoral PDB 1960-2003 Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 (persen) Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan penggalian Industri Pengolahan Listrik dan air minum Bangunan/konstruksi Perdagangan.4 5.9 7.0 6.3 4.9 10.4 Industri pulp dan kertas adalah industri yang berkembang dengan tingkat pertumbuhan 20 persen per tahun pada beberapa dekade terakhir. Salah satu dari sektor industri pengolahan tersebut yang berkembang pesat sampai saat ini adalah industri pulp dan kertas.4 0. Tabel 1.4 5.9 5.2 pengolahan telah menggeser peranan sektor pertanian dalam pembangunan nasional berkaitan dengan peralihan struktur perekonomian masyarakat Indonesia dari orientasi pada sektor primer (pertanian) kepada orientasi sektor industri.6 3.2 1967 51.49 7. Dari sisi kontribusi terhadap penerimaan negara.8 3. 2003.0 3.7 0.7 8.5 1. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai eksportir .8 6.6 16.2 6.7 12.7 8.6 15.6 0.4 1973 40.1 5.9 3.52 5.57 2003 16.6 13.3 9. sewa dan jasa perusahaan Jasa-jasa Sumber : BPS.3 3.3 3.1.3 6.9 21.0 14.6 10.7 24.5 1993 17. sektor industri pulp dan kertas telah menyumbang 90 persen dari total penerimaan ekspor kehutanan.1 3.7 6.9 1989 20.2 1.5 3.6 18.7 2.5 0.4 0. hotel dan restoran Pengangkutan dan komunikasi Keuangan.57 9.5 16.5 0.2 3.7 1.3 2.6 5.6 15.8 1.0 3.9 1983 22. 1960 53.1 0.5 1998 17.0 16.1 12.9 5.84 25.9 16.3 6.64 15.

695 250.015.000 8.097.135 2.472.945 5. jumlah produksi.119. alasan kedua.420 4. dan Konsumsi Industri Kertas Indonesia Tahun 1994-2003 (ton) Tahun Kapasitas Produksi Impor 171.220 1. sehingga dalam masa krisis ekonomi yang dihadapi Indonesia. Produksi.065.000 2003 Sumber: Asosiasi Pulp dan Kertas. 2002).560 1999 9. ialah bahwa produk kertas cenderung banyak yang ditujukan untuk pasar luar negeri.913.200 924.210 2.430 3.446. Ekspor.345.280 4.054. pertama.212.3 pemimpin dalam bidang kehutanan di dunia sejak 1987 (Karseno dan Mulyaningsih.240 2001 10.805.000 130.951.130 143. Tabel 1.849.970 2002 10.198.882.950.200.600 2.000 2000 9.800. dan ketiga.260 1998 9.595. industri ini merupakan salah satu industri yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian Indonesia.000 Ekspor 826.282.800 2. Impor.000 3.720.487.290 4. ekspor maupun .180 6.224.560 4.000 2.300 140.390 3. Kapasitas. Ada tiga alasan utama yang melatarbelakangi pentingnya sumbangan industri ini.000 Konsumsi 2.350 3.100 2.837.840 249.730 2.399. 2003.2. adalah bahwa produk kertas harganya banyak ditentukan dalam nilai dolar.935 5.960 2.783.800 1995 5.530 5.800 212.800.630 199. Hal itu ditambah apabila melihat dalam sekitar satu dekade terakhir ini. baik kapasitas.904.641.120.520 1. industri ini masih dapat diandalkan dalam membantu penerimaaan devisa negara (Rosadi dan Vidyatmoko.000 1994 4.168.821.110 197. Sementara itu fokus khusus pada sektor industri kertas (diluar dari industri pulp).600.970 3. yaitu komponen impor yang digunakan dalam proses produksi nilainya tidak lebih dari 30 persen.425.300.700 261. 2002).833.580 7.490 1996 7.479.180 6.600 1997 7.080 6.116.500 3.

angkatan kerja produktif di Indonesia mencapai puluhan juta orang. I. sehingga bahan baku untuk pembuatan kertas tersedia banyak di Indonesia. Namun pentingnya industri kertas ini tidak semata-mata hanya karena keunggulan komparatifnya saja tapi juga karena peranannya dalam hubungannya terhadap sektor-sektor lain dalam perekonomian Indonesia baik sektor industri maupun non-industri dan bagaimana sektor-sektor lain tersebut mempengaruhi industri kertas sehingga terjadinya hubungan timbal balik yang mengarah pada peningkatan pertumbuhan sektor-sektor dalam perekonomian secara keseluruhan. Sampai saat ini industri kertas Indonesia memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan negara lain. Peran industri kertas dalam hubungannya dengan sektor-sektor perekonomian tersebut dapat dilihat dari bagaimana struktur perekonomiannya bila dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya dan keterkaitannya dengan sektor-sektor lainnya . Berdasarkan kondisi inilah dirasakan penting untuk melakukan analisis lebih lanjut tentang peranan industri kertas terhadap perekonomian Indonesia. Keunggulan yang lebih banyak mengandalkan sumber bahan baku yang berlimpah dengan harga yang relatif murah serta tenaga kerja dengan upah buruh yang relatif rendah. Perumusan Masalah Pentingnya industri kertas yang besar tidak terlepas dari kondisi yang dimilikinya. Indonesia termasuk negara penyedia bahan baku pulp terbesar karena mempunyai hutan terluas kedua di dunia. Dalam hal bahan baku.2. misalnya.2).4 konsumsi dalam industri kertas terus mengalami kenaikan setiap tahunnya (Tabel 1. Begitu juga dalam hal tenaga kerja.

bagaimana kemampuan industri kertas dalam mendorong sektor hulu dan hilirnya dan bagaimana peran industri kertas dalam sektor kunci perekonomian Indonesia. nilai tambah. Menganalisis keterkaitan sektor industri pengolahan dengan sektor-sektor perekonomian lainnya di Indonesia . Bagaimana peran sektor industri kertas dalam mendorong dan menarik pertumbuhan sektor hulu dan hilirnya? 4. ketenagakerjaan. ekspor-impor dan output sektoral 2. Berdasarkan latar belakang dan uraian di atas. ekspor-impor dan output sektoral? 2.3.5 tersebut. Bagaimana peran sektor industri kertas dalam sektor kunci perekonomian Indonesia? 1. Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah di atas maka tujuan penulisan skripsi ini adalah: 1. beberapa permasalahan yang dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut: 1. Menganalisis peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian Indonesia dalam struktur permintaan. Bagaimana keterkaitan sektor industri kertas dengan sektor-sektor lainnya di Indonesia? 3. nilai tambah. Berapa besar peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian Indonesia dalam struktur permintaan. ketenagakerjaan.

kertas tissue (tissue paper). kertas lapis dan non lapis (coated and uncoated paper). Menganalisis peran sektor industri kertas dalam mendorong dan menarik pertumbuhan sektor hulu dan hilirnya 4. 1. Kertas yang dimaksud adalah jenis kertas seperti kertas tulis cetak (writingprinting paper). . industri barangbarang dari kertas yang tidak memproduksi kertasnya terlebih dahulu dan bukan pula industri percetakan atau penerbitan.6 3. Dengan kata lain industri kertas dalam penelitian ini bukan industri pulp. Manfaat Penelitian Penulis mengharapkan penelitian ini dapat berkontribusi secara positif terhadap perencanaan kebijakan pembangunan industri kertas nasional pada khususnya maupun industri lain pada umumnya oleh pihak-pihak yang terkait didalamnya maupun bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan untuk melakukan penelitian tentang industri kertas Indonesia. Menganalisis peran sektor industri kertas dalam sektor kunci perekonomian Indonesia 1. kertas rokok (cigarette paper) dan sebagainya.4. Ruang Lingkup Industri kertas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah industri yang terdiri dari perusahaan-perusahaan yang mengolah bahan baku kertas menjadi produk kertas yang merupakan barang jadi yang dapat di langsung dikonsumsi ataupun barang setengah jadi yang akan digunakan sebagai input oleh industri lain.4.

sutera. yang dihasilkan dengan kompresi serat. Definisi dan Sejarah Kertas Kertas adalah bahan yang tipis dan rata. prasasti dari batu.II. Serat yang digunakan biasanya adalah alami dan mengandung selulosa (Wikipedia 2005). papier dalam bahasa Belanda.1. 2005). Adanya kertas merupakan revolusi baru dalam dunia tulis menulis yang menyumbangkan arti besar dalam peradaban dunia. Perancis misalnya atau papel dalam bahasa Spanyol yang berarti kertas (Wikipedia. bambu. . Kertas dikenal sebagai media utama untuk menulis. Jerman. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI 2. Hal ini dapat ditemui dari pennggalan peradaban bangsa Sumeria. kayu. bangsa-bangsa dahulu menggunakan tablet dari tanah liat yang dibakar. Sebelum ditemukan kertas. bahkan daun lontar yang dirangkai seperti yang telah ditemukan pada naskah-naskah kuno nusantara beberapa abad yang lalu. kulit atau tulang binatang. mencetak serta melukis dan banyak kegunaan lain yang dapat dilakukan dengan kertas misalnya sebagai kertas pembersih (tissue) yang dapat digunakan untuk hidangan maupun kebersihan. Peradaban Mesir kuno menyumbangkan papirus sebagai media tulis menulis. Penggunaan papirus sebagai media tulis menulis ini digunakan pada peradaban Mesir kuno pada masa bangsa Fir’aun kemudian menyebar keseluruh Timur Tengah sampai Romawi di Laut Tengah dan ke seluruh Eropa. Dari kata papirus (papyrus) itulah dikenal sebagai paper dalam bahasa Inggris. meskipun pengunaan papirus masih dirasakan sangat mahal.

atau dengan tangan sehingga menjadi barang jadi atau setengah . munculah pusat-pusat industri kertas baik di Baghdad maupun Samarkand dan kota-kota industri lainnya. Tsai Lun menemukan kertas dari bahan bambu yang mudah didapat di seluruh Cina pada tahun 101 Masehi.8 Tercatat dalam sejarah adalah peradaban Cina yang menyumbangkan kertas bagi dunia. Penemuan ini akhirnya menyebar ke Jepang dan Korea seiring menyebarnya bangsa-bangsa Cina ke timur dan berkembangnya peradaban di kawasan itu meskipun pada awalnya cara pembuatan kertas merupakan hal yang sangat rahasia. Pada akhirnya. Konsep Pembangunan Industri Kertas Ada beberapa pengertian industri secara definisi yang sekurang-kurangnya akan disampaikan dua definisi. Menurut Puspitawati (2000) industri pengolahan merupakan suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan mengubah suatu barang dasar secara mekanis. 2. Bintaro (1968) dalam Muchtar (1997) mengemukakan industri pengolahan ialah setiap usaha yang merupakan unit produksi yang membuat barang untuk kebutuhan masyarakat di suatu tempat tertentu. kemudian meyebar ke Italia dan India lalu Eropa khususnya setelah perang Salib dan jatuhnya Grenada dari bangsa Moor ke tangan orang-orang Spanyol serta ke seluruh dunia (Wikipedia. 2005). kimia.2. teknik pembuatan kertas tersebut jatuk ke tangan orang-orang Arab pada masa Abbasiyah terutama setelah kalahnya pasukan Dinasti Tang dalam pertempuran sungai Talas pada tahun 751 Masehi dimana para tawanan-tawanan perang mengajarkan cara pembuatan kertas kepada orang-orang arab sehingga dizaman Abbasiyah.

1997). ada 3 fase pembangunan industri pulp dan kertas agar memiliki keunggulan daya saing. Pada hakekatnya pembangunan industri ditujukan untuk menciptakan struktur ekonomi yang kokoh dan seimbang. yakni struktur ekonomi dengan titik berat pada industri yang maju dan didukung oleh pertanian yang tangguh. Berdasar pada dua pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa industri kertas merupakan suatu kegiatan atau usaha mengolah barang dasar atau bahan baku kertas agar memiliki nilai yang lebih baik untuk keperluan masyarakat di suatu tempat tertentu. Karakteristik dari industri ini adalah sumber bahan baku kayu . khususnya pada era ekolabelling dan otonomi daerah pada saat ini. sebagai berikut : 1. Kendati perkembangan sektor industri kertas mengalami kemajuan yang pesat salah satunya terlihat dari perkembangan produksi. pembangunan industri secara nyata harus menjadi penggerak utama peningkatan laju pertumbuhan ekonomi dan sekaligus dapat menjadi penyedia lapangan kerja yang sudah mulai tidak tertampung pada sektor pertanian (Muchtar. kapasitas maupun ekspornya. Oleh karenanya. konsumsi.9 jadi dan atau barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya dan sifatnya lebih dekat kepada pemakai akhir. akan tetapi banyak masalah dan tantangan yang dihadapi dalam perjalanannya untuk memiliki keunggulan daya saing yang tinggi. Sumber pertumbuhan agribisnis pulp dan kertas terutama bersumber dari pemanfaatan sumber daya alam dan tenaga kerja tidak terampil (fase factordriven). Menurut Saragih dalam Sipayung dan Pambudy (2000).

bila diboboti dengan atribut global value dan national/local value. sehingga telah terjadi pemutusan hubungan dengan hutan alam. Fase kedua adalah agribisnis (industri) pulp dan kertas yang digerakkan oleh modal (capital-driven) yakni modal dan tenaga kerja semi terampil (capital and smi-skill labor). penyediaan bahan baku kayu tidak lagi bersumber dari penebangan kayu hutan alam. 3. Fase ketiga adalah industri pulp dan kertas yang digerakkan oleh inovasi (innovation-driven) yakni penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tenaga kerja terampil (knowledge based and skill labor based). meskipun biaya produksi relatif rendah. Sehingga dampak penurunan mutu lingkungan akibat aktivitas industri tersebut biasanya cukup besar. Dengan demikian. nilai produk kertas dapat dipersepsikan masyarakat (perceive value) sebagai barang inferior. Industri pulp dan kertas pada fase ini dicirikan dengan pengembangan perkebunan kayu (timber plantation) sebagai sumber bahan baku. melainkan telah bergeser pada kayu hasil budidaya. Dengan demikian dampak penurunan mutu lingkungan akibat penebangan kayu hutan alam dapat diminimumkan atau lebih rendah dari fase pertama. 2.10 mengandalkan kayu hutan (forest based) misalnya Hak Penguasaan Hutan (HPH). Karakteristik industri pulp dan kertas pada fase ini adalah pertumbuhan output terutama bersumber dari kemajuan teknologi baik pada penyediaan bahan baku maupun dalam pengolahan. Efisiensi pengolahan makin meningkat melalui perbaikan teknologi yang terus menerus sehingga selain menurunkan biaya produksi juga . Selain itu keterkaitan kegiatan perusahaan masih dengan masyarakat juga masih sedikit. Artinya.

Full Integration Perusahaan melakukan full integration bila perusahaan tersebut memproduksi semua input yang dibutuhkannya atau ketika perusahaan tersebut . yakni meningkatkan daya saing dan meminimumkan dampak negatif kegiatan industri pulp dan kertas pada lingkungan hidup. kemampuan Riset and Development (R&D) menjadi tulang punggung dalam fase ini. 2. Integrasi Vertikal Pada Industri Kertas Hasibuan (1994) mendefinisikan integrasi vertikal adalah pengabungan perusahaan-perusahaan yang mempunyai kelanjutan proses produksi. Integrasi vertikal yang dilakukan oleh perusahaan dapat dilakukan dilakukan dengan dua cara. antara lain: 1.11 mengurangai polutan ke lingkungan. Perusahaan yang menerapkan strategi integrasi vertikal ke hulu (upstream) adalah perusahaan yang memperoduksi sendiri input yang dibutuhkannya. Jenis integrasi ini dapat dibagi menjadi dua. yaitu integrasi ke hulu (upstream) dan integrasi ke hilir (downstream).3. Mentransformasi industri pulp dan kertas dari factor-driven kepada innovation-driven akan memberi manfaat ganda. Pada saat ini industri pulp dan kertas indonesia sebagian besar sedang bergeser dari factor-driven kepada capital-driven. Oleh karena itu. Sedangkan integrasi vertikal ke hilir (downstream) adalah perusahaan yang memutuskan untuk menyalurkan output yang dihasilkan kepada konsumen melalui perusahaan yang terintegrasi dengannya. Bahkan beberapa diantaranya sudah mulai memasuki innovation–driven.

Penelitian yang sudah dilakukan selama ini antara lain meliputi. Jenis integrasi vertikal perusahaan-perusahaan tersebut adalah full integration. Penelitian-Penelitian Terdahulu Penelitian tentang peran dan keterkaitan dengan menggunakan alat analisis Input-Output telah banyak dilakukan.4. yaitu: (1) penelitian terhadap keseluruhan sektor perekonomian.12 menyalurkan semua output yang dihasilkan melalui anak perusahaan yang terintegrasi dengannya. 2. PT. (2) penelitian terhadap sektor agroindustri dan non agroindustri . Indah Kiat Pulp & Paper. Menurut Karseno dan Mulyaningsih (2002) integrasi vertikal oleh perusahaan kertas akan meningkatkan efisiensi perusahaan dalam industri kertas tersebut karena dapat mengamankan pasokan bahan baku dan meminimumkan biaya transaksi dalam rangka untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan terhadap produk kertasnya. mereka mempunyai pabrik pulp sendiri sebagai sumber bahan baku produksi kertasnya. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia merupakan perusahaan-perusahaan besar dalam industri kertas yang terintegrasi vertikal dengan industri pulpnya. 2. Lontar Papyrus dan PT. Taper Integration Perusahaan melakukan taper integration bila perusahaan tersebut membeli input yang dibutuhkannya dari perusahaan lain selain input yang dihasilkan sendiri atau menyalurkan hasil produksinya melalui perusahaan terintegrasi dengannya dan juga perusahaan lain yang tidak terintegrasi Perusahaan-perusahaan seperti PT.

Indonesia* Agroindustri Non Agroindustri 2.54759 1.45022 1. (3) penelitian terhadap sektor pertanian dan industri pengolahan.13908 2.00802 1.05931 0.6028 2. Pengolahan Tahun InputOutput 1990 1993 0. Pada dasarnya penelitian yang dilakukan memiliki tujuan yang sama yaitu mempelajari keterkaitan (linkages). dan (4) penelitian terhadap salah satu sektor perekonomian misalnya pariwisata.31431 2. Jawa Barat*** Pertanian Agroindustri 4. ****Setyawan (2005).58216 0.59448 0. DKI Jakarta** Pertanian Ind.76281 1. Ada beberapa informasi yang ditunjukkan pada Tabel 2.64866 0.6293 0. Disamping mempelajari keterkaitan tersebut penelitian-penelitian tersebut juga mempelajari dampak penyebaran (Tabel 2. Tabel 2. 2005).11877 0. Pengolahan 3. ***Setiyaji (1995).81150 1.62204 2001 0.17604 0.13 (sektor industri pengolahan).63396 Sumber: *Tjandrawan (1994) . transportasi dan sebagainya (Setyawan.95855 Keterkaitan Ke Belakang Langsung & Langsung Tdk Langsung 0. Gambaran ini memberikan indikasi bahwa sektor/subsektor industri pengolahan secara langsung lebih mempunyai .00619 0. **Sahara (1998) .4432 1.4267 1. Jepara**** Ind.1).1.29125 1.27222 Langsung & Tdk Langsung 1.07819 1. baik keterkaitan langsung ke belakang (direct backward linkages) dan ke depan (direct forward linkages) maupun keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang dan ke depan (Tabel 2.75861 2.34572 1.38949 Keterkaitan Ke Depan Langsung 0. Hasil Penelitian Terdahulu tentang Keterkaitan Penelitian Wilayah 1.1 yaitu.48518 1988 0.2). (1) keterkaitan langsung ke depan sektor industri pengolahan lebih kecil di bandingkan keterkaitan ke belakangnya.

****Setyawan (2005). dan (2) Keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan sektor industri pengolahan lebih kecil dibandingkan dengan keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakangnya.21765 1. Ada beberapa hal yang dapat diidentifikasi dalam penelitian-penelitian tersebut yaitu: (1) Koefisien penyebaran menunjukkan . Tabel 2.20609 1.2698 1.2908 1.14 kemampuan untuk mendorong pertumbuhan sektor yang menyediakan input bagi keperluan proses produksi dibandingkan dengan kepekaannya dalam menciptakan kenaikan output apabila terjadi peningkatan satu-satuan permintaan akhir terhadap sektor industri. DKI Jakarta** Pertanian Ind.9139 Sumber: *Tjandrawan (1994) . Hasil Penelitian Terdahulu Tentang Dampak Penyebaran Penelitian Wilayah 1.48422 Koefisien Penyebaran 1.74816 1.3. **Sahara (1998) . Selanjutnya pada Tabel 2. ***Setiyaji (1995).0570 Kepekaan Penyebaran 1.1719 1. Hal ini berarti sektor/sub sektor industri pengolahan secara langsung dan tidak langsung lebih kuat mendorong pertumbuhan sektor yang menyediakan input untuk keperluan proses produksinya dibandingkan dengan kemampuannya untuk mendorong peningkatan produksi terhadap sektor yang membutuhkan input dari sektor ini.38525 1988 0. Jawa Barat*** Pertanian Agroindustri 4.33528 2001 1. Pengolahan 3. Jepara**** Ind.3 menyajikan informasi mengenai koefisien dan kepekaan penyebaran.1376 1. Indonesia* Agroindustri Non Agroindustri 2. Pengolahan Tahun InputOutput 1990 1993 1.

hal ini terbukti dari nilai koefisien dan kepekaan penyebaran yang mempunyai nilai lebih besar dari satu (kecuali pertanian di Jawa Barat).15 kemampuan suatu sektor dalam perekonomian untuk mendorong sektor hilirnya sedangkan kepekaan penyebaran menunjukkan kemampuan suatu sektor untuk menarik sektor hulunya.5. Kerangka Pemikiran Teoritis 2.1. Model Input-Output Menurut BPS (2000) pengertian Tabel Input-Output (Tabel I-O) adalah suatu tabel yang yang menyajikan informasi tentang transaksi barang dan jasa . 2.5. Studi literatur yang telah dilakukan menunjukkan bahwa analisis I-O telah banyak digunakan sebagai alat untuk penelitian. industri pengolahan DKI Jakarta mempunyai kemampuan untuk menarik industri hulunya dibandingkan dengan kabupaten Jepara. dan (2) Kepekaan penyebaran industri pengolahan DKI Jakarta lebih besar dibandingkan kabupaten Jepara. Peneliti juga melihat bahwa penelitian tentang industri kertas di Indonesia berdasarkan Analisis Input-Output belum pernah dilakukan. Secara umum keempat penelitian mengenai koefisien penyebaran dan kepekaan penyebaran tersebut mempunyai peranan penting dalam pembangunan wilayah. Besarnya kepekaan penyebaran industri pengolahan di DKI Jakarta tersebut menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan di wilayah tersebut bersifat ekspansif yaitu mampu melakukan perluasan pasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah dibandingkan dengan Jepara dan apabila dilihat dari koefisien penyebaran.

Tabel I-O telah berkembang menjadi salah satu metode paling luas diterima. Adapun asumsi dasar penyusunan Tabel I-O adalah : 1.16 yang terjadi antar sektor ekonomi dengan bentuk penyajian berupa matrik. Tabel I-O bersifat statis dan terbuka. 2000) Data yang disajikan dalam Tabel I-O merupakan informasi rinci tentang input dan output sektoral yang mampu menggambarkan keterkaitan antar sektor dalam kegiatan perekonomian. sedangkan isian sepanjang kolomnya menunjukkan struktur penciptaan input yang digunakan oleh setiap sektor dalam proses produksi. baik yang berupa input antara maupun input primer. Sejak dirilis oleh Leontief pada tahun 1930-an. yaitu asumsi bahwa setiap sektor ekonomi hanya memproduksi satu jenis barang atau jasa dengan susunan input tunggal . dan pada baris nilai tambah yang menunjukkan komposisi penciptaan nilai tambah sektoral. tidak hanya untuk mendeskripsikan struktur suatu perekonomian tetapi juga mencakup cara untuk memprediksi perubahan-perubahan struktur tersebut. Sesuai dengan asumsi dasar yang digunakan dalam proses penyusunannya. Leontief mengemukakan bahwa Tabel I-O termasuk dalam model General Equilibrium. Keseragaman (homogenity). Sifat keseimbangan inilah yang merupakan salah satu kelebihan Tabel I-O yang dibandingkan dengan alat analisa lainnya dalam ilmu ekonomi perencanaan dan pembangunan (BPS. Isian sepanjang baris Tabel I-O menunjukkan pengalokasian output yang dihasilkan oleh suatu sektor untuk memenuhi permintaan antara dan permintaan akhir.

Akibatnya perubahan kuantitas dan harga input akan selalu sebanding dengan perubahan kuantitas dan harga output. maka teknologi yang digunakan oleh sektor-sektor ekonomi dalam proses produksi pun dianggap konstan. . artinya kenaikan dan penurunan output suatu sektor akan sebanding dengan kenaikan dan penurunan input yang digunakan oleh sektor tersebut. dan penyerapan tenaga kerja di sektor industri. yaitu asumsi bahwa hubungan antar input dan output pada setiap sektor produksi merupakan fungsi linear. yaitu koefisien input atau koefisien teknis diasumsikan tetap (konstan) selama periode analisa atau proyeksi. Untuk melihat komposisi penyediaan dan penggunaan barang dan jasa terutama dalam analisis terhadap kebutuhan impor dan kemungkinan substitusinya. 3. Tabel I-O masih merupakan alat analisis yang lengkap dan komprehensif. Kesebandingan (proportionality). Untuk memperkirakan dampak permintaan akhir terhadap output. Karena koefisien teknis dianggap konstan. 2. Penjumlahan (additivity). Namun demikian. Berdasarkan asumsi tersebut maka Tabel I-O sebagai model kuantitatif memiliki keterbatasan.17 (seragam) dan tidak ada substitusi otomatis terhadap input dan output sektor yang berbeda 2. penerimaan pajak. yaitu asumsi bahwa total efek dan kegiatan produksi di berbagai sektor merupakan penjumlahan dari efek pada masing-masing kegiatan. Beberapa kegunaan Tabel I-O antara lain adalah : 1. nilai tambah impor.

dan ekspor.5. Untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap. Struktur Tabel Input-Output Format Tabel I-O terdiri dari suatu kerangka matrik berukuran n x n dimensi yang dibagi menjadi empat kuadran dan tiap kuadran mendiskripsikan suatu hubungan tertentu. 3. 2. investasi.2. Untuk menggambarkan perekonomian suatu wilayah dan mengidentifikasikan karakteristik struktural suatu perekonomian wilayah. yaitu dengan melihat pengaruh secara langsung dan tidak langsung dari perubahan harga input terhadap output. Struktur perekonomian suatu wilayah yang mencakup output dan nilai tambah masing-masing sektor. 5. 4. baik berupa permintaan oleh berbagai sektor produksi maupun permintaan untuk konsumsi. Struktur input antara yaitu transaksi penggunaan barang dan jasa antar sektorsektor produksi. maka disajikan format Tabel I-O pada Tabel 2. . Sebagai metode kuantitatif Tabel I-O memberikan gambaran menyeluruh tentang: 1. 4. Struktur penyediaan barang dan jasa. Untuk analisis perubahan harga. 2.18 3. Untuk mengetahui sektor-sektor yang pengaruhnya paling dominan terhadap pertumbuhan ekonomi dan sektor-sektor yang peka terhadap pertumbuhan perekonomian. baik berupa produksi dalam negeri maupun barang impor atau yang berasal dari luar wilayah tersebut.4 di bawah ini. Struktur permintaan barang dan jasa.

.19 Tabel 2. Permintaan n x1n x2n x3n . xn2 V2 X2 xnn Vn Xn Fn V1 X1 Sumber : Tabel I-O Indonesia. Xn … … … … . … … … Akhir F1 F2 F3 . yaitu sebagian untuk memenuhi permintaan antara dan sebagian lainnya untuk memenuhi permintaan akhir.3. Sedangkan isian sepanjang kolomnya menujukkan pemakaian input antara dan input primer oleh suatu sektor.4 di atas dilihat secara baris (bagian horisontal) maka alokasi output secara keseluruhan dapat dituliskan dalam bentuk persamaan aljabar sebagai berikut: X11 + X12 + … X1n + F1 = X1 X21 + X22 + … X2n + F2 = X2 : : : : : Xn1 + Xn2 + … Xnn + Fn = Xn atau dalam bentuk persamaan umum dapat dituliskan sebagai : . Struktur Tabel Input-Output Alokasi Output Susunan Input 1 2 Input Sektor 3 . 2000. BPS. Isian sepanjang baris pada ilustrasi Tabel I-O tersebut memperlihatkan bagaimana output dari suatu sektor dialokasikan. N Jumlah Input Primer Jumlah Input Antara produksi 1 x11 x21 x31 .xn1 Permintaan Antara Sektor Produksi 2 x12 x22 x32 . Apabila Tabel 2. Jumlah Output X1 X2 X3 .

2) Dalam analisis I-O sistem persamaan di atas memiliki peran penting. Secara umum matrik dalam Tabel I-O dapat dibagi menjadi 4 kuadran. 3. 3. maka angka pada kolom (sektor) itu menunjukkan berbagai input yang diperlukan dalam proses produksi pada sektor tersebut. Kuadran I (intermediate quadrant) Setiap sel pada kuadran I merupakan transaksi antara. dst Dimana : Xij = output sektor i yang digunakan sebagai input sektor j Fi = permintaan akhir terhadap sektor i Xi = jumlah output sektor i (2. dst (2. sebagai berikut : 1. untuk semua j = 1. 2. Berdasarkan ilustrasi Tabel Input-Output. khususnya pada transaksi antara. untuk semua i = 1. Dalam Analisa I-O kuadran ini memiliki peran yang sangat penting karena kuadran inilah yang . yaitu transaksi barang dan jasa yang digunakan dalam proses produksi. maka persamaan aljabar untuk input yang digunakan oleh masing-masing sektor dapat dituliskan sebagai berikut : X11 + X21 + … + Xn1 + V1 = X1 X12 + X22 + … + Xn2 + V2 = X2 : : : : : X1n + X2n + … + Xnn + Vn = Xn atau dalam bentuk persamaan umum dapat dituliskan sebagai : ∑ Xij + Vj = Xj .1) Apabila angka-angka dibaca menurut kolom. yaitu sebagai dasar analisa ekonomi mengenai keadaan perekonomian suatu wilayah.20 ∑ Xij + Fi = Xi . 2.

perubahan stok dan ekspor. Kuadran III (primary input quadrant) Menunjukkan pembelian input yang dihasilkan di luar sistem produksi oleh sektor-sektor dalam kuadran antara. Permintaan akhir adalah output suaru sektor yang langsung digunakan oleh rumah tangga. 2. surplus usaha dan penyusutan. 3. Kuadran II (final demand quadrant) Menunjukan penjualan barang dan jasa yang dihasilkan oleh sektor-sektor perekonomian untuk memenuhi permintaan akhir.6. pemerintah. sehingga dalam penyusunan Tabel I-O sering diabaikan. Informasi di Kuadran IV ini bukan merupakan tujuan pokok. 4. Kuadran IV (primary input-final demand quadrant) Merupakan kuadran input primer permintaan akhir yang menunjukkan transaksi langsung antara kuadran input primer dengan permintaan akhir tanpa melalui sistem produksi atau kuadran antara. Kerangka Pemikiran Konseptual Strategi pengembangan yang menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi menganggap bahwa kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan dengan cepat . pembentuk modal tetap. Jumlah keseluruhan nilai tambah ini akan menghasilkan produk domestik bruto yang dihasilkan oleh wilayah tersebut. Kuadran ini terdiri dari pendapatan rumah tangga (upah/gaji). 2.21 menunjukkan keterkaitan antara sektor ekonomi dalam melakukan proses produksinya. pajak tak langsung.

2005). melalui suatu proses yang disebut sebagai penetesan ke bawah (trickle down effect) akan menyebabkan peningkatan pendapatan berbagai golongan masyarakat di negara (wilayah) bersangkutan. kemudian. Sektor industri ini dijadikan unggulan untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian mengingat dalam kondisi sekarang ini. Peningkatan output berbagai sektor ekonomi. pada penelitian ini akan dilihat tentang peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian nasional.22 melalui peningkatan satu atau beberapa sektor ekonomi kunci. Dalam menganalisis peranan sektor industri kertas teradap perekonomian Indonesia ini digunakan analisis I-O dengan berbagai . Sehubungan dengan itu. Kebijakan prioritas pembangunan sektor industri pengolahan khususnya industri kertas merupakan upaya pemerintah Indonesia dalam mewujudkan perekonomian yang lebih baik untuk kesejahteraan masyarakat. Selain itu sektor ini juga dianggap sebagai sektor yang mampu meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat pada tingkat yang layak dari sebelumnya. sektor industri pengolahan lebih banyak dapat menyediakan lapangan kerja dan mempunyai aktifitas ekonomi yang lebih intensif untuk satuan unit usaha bila dibandingkan dengan unit usaha sektor lainnya. Peningkatan pendapatan ini sekaligus mencerminkan peningkatan kesejahteraan masyarakat (Setyawan. Peningkatan output sektor kunci tersebut akan ikut meningkatkan output sektor-sektor lainnya melalui proses keterkaitan (linkages) dan dampak penyebaran antar sektor. karena tentunya kebijakan yang ditetapkan tersebut mengharapkan hasil pada perkembangan ekonomi yang lebih baik dari sebelumnya.

23 keterbatasan analisis yang telah disebutkan pada bab sebelumnya. . maka diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas bagi pemerintah Indonesia tentang perkembangan sektor yang menjadi prioritas ini dalam mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengannya. Dengan teridentifikasinya peranan sektor industri kertas melalui proses keterkaitan dengan sektor-sektor lain baik sebagai pengguna input maupun penghasil output. dan perannya dalam sektor kunci perekonomian seperti yang terlihat pada gambar 1. Adapun alur konsep pemikiran dapat dilihat pada gambar 1. Pada akhirnya dapat dijadikan acuan pemerintah Indonesia sendiri dalam menentukan kebijakan pembangunan ekonomi Indonesia ke depan sehingga permasalahan pembangunan seperti kemiskinan dan pengengguran dapat diturunkan. kemampuan mendorong dan menarik sektor hulu-hilirnya.

24 Perekonomian Indonesia Perubahan Struktur Perekonomian Industri Kertas Kemampuan mendorong dan menarik pertumbuhan sektor hulu dan hilirnya (Analisis Dampak Penyebaran) Keterkaitan dengan sektor lain dalam hubungannya sebagai pengguna input dan penghasil output (Analisis Keterkaitan) Sektor Kunci Perekonomian (Elastisitas Input-Output) Peran Industri Kertas Kebijakan Pembangunan Industri Keterangan : ( Ruang lingkup penelitian ) Analisis yang digunakan Gambar 1. Bagan Alur Pemikiran Konseptual .

Metode Analisis Untuk mengetahui peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian Indonesia ini sebagai sektor penyedia input maupun sebagai sektor pemakai input. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. 3.III. dampak penyebaran dan elastisitas input-output. Pendekatan model I-O yang digunakan adalah model sisi permintaan (demand-side model).1.2. Pada analisis keterkaitan. METODE PENELITIAN 3. hal ini dikarenakan faktor permintaan merupakan faktor eksogen yang mempengaruhi perekonomian. Penggunaan tabel I-O Indonesia tahun 2000 tersebut dikarenakan tabel I-O tersebut merupakan tabel terbaru selama penelitian ini berlangsung. Pada analisisnya nanti dapat terlihat bahwa perekonomian dapat tumbuh apabila terdapat dorongan atau peningkatan pada permintaan akhir yang eksogen tersebut. Oleh karenanya. dampak penyebaran dan elastisitas ini alat yang digunakan adalah Microsoft Excel 2003. kemampuan untuk mendorong atau menarik sektor hulu dan hilirnya serta perannya dalam sektor kunci perekonomian dapat di kaji berdasarkam analisis keterkaitan. model analisis ini . Data yang digunakan antara lain berasal dari Tabel Input-Output (I-O) transaksi domestik atas dasar harga produsen tahun 2000 klasifikasi 175 sektor dari Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat yang kemudian diagregasi oleh penulis menjadi 22 sektor dan beberapa data sekunder lainnya dari instansi dan dinas terkait lainnya.

Dengan demikian dapat disusun matriks sebagai berikut : a11 X1 + a12 X2 +………+ a1n Xn + F1 = X1 a21 X1 + a22 X2 +………+ a2n Xn + F2 = X2 : : : : : an1 X1 + an2 X2 +………+ ann Xn + Fn = Xn Atau persamaan tersebut dapat disederhanakan menjadi : a11 ……. a1n a21 ……. Secara matematik dapat dituliskan : aij = Xij (3.2. 3.AX .… ann X1 X2 : X3 X + F1 F2 : Fn F = X1 X2 : Xn X (3. koefisien input atau koefisien teknologi merupakan perbandingan antara jumlah output sektor i yang digunakan dalam sektor j (Xij) dengan input total sektor j (Xj).2) AX + F = X Atau F = X .3) (3.26 sering pula disebut dengan dengan model yang dikendalikan oleh sisi permintaan (demand-driven model). a2n : A : a31 ……. Koefisien Input Pada Tabel I-O..1.1) Xj Dimana : aij adalah koefisisen input. Koefisien ini dapat diterjemahkan sebagai jumlah input dari sektor i yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit output sektor j.

27 Jika terdapat perubahan pada permintaan akhir.A )-1F (3. 1. ( I – A )-1 = Matriks kebalikan Leontief. F = Permintaan akhir.5) Dimana : I = Matriks identitas berukuran nxn yang elemennya memuat angka satu pada diagonalnya dan nol pada selainnya. Analisis Keterkaitan (linkages) Koefisien keterkaitan sangat berguna dalam penyusunan prioritas sektor perekonomian untuk mencapai tujuan pembangunan.AX X = ( I . X = Output. maka akan ada perubahan pola pendapatan nasional.2. Dalam analisis input-output matriks kebalikan Leontief memiliki peranan yang sangat penting sebagai alat analisis ekonomi yang mencerminkan efek langsung dan tidak langsung dari perubahan permintaan akhir terhadap output sektor-sektor di dalam perekonomian.2. Beberapa jenis koefisien keterkaitan yang sering digunakan dalam analisis ekonomi wilayah sektoral antara lain adalah keterkaitan langsung ke depan dan ke belakang serta keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan dan ke belakang. maka dapat dituliskan sebagai berikut : AX + F = X Atau F = X . Keterkaitan Langsung ke Depan Keterkaitan langsung ke depan menunjukkan akibat suatu sektor tertentu terhadap sektor-sektor yang menggunakan sebagian output tersebut secara . 3. Jika ditulis dalam bentuk persamaan. ( I – A ) = Matriks Leontief.

KDLTi = ∑ α ij j =1 n (3. dengan rumus sebagai berikut: n KDi = ∑ aij j=1 Dimana: KDi = Keterkaitan langsung ke depan = Unsur matrik koefisien teknis aij 2. Untuk mengetahui besarnya keterkaitan langsung ke depan. Keterkaitan Langsung dan Tidak Langsung ke Depan Analisa keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan mengukur akibat dari adanya suatu sektor tertentu terhadap sektor-sektor yang menggunakan output sektor tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung per unit kenaikan permintaan total. Keterkaitan Langsung ke Belakang Keterkaitan langsung ke belakang menunjukkan akibat suatu sektor tertentu terhadap sektor-sektor yang menyediakan input antara bagi sektor tersebut secara langsung per unit kenaikan permintaan total.6) (3.7) (3. n KBj = ∑ aij i=1 Dimana: KBj = Keterkaitan langsung ke belakang = Unsur matrik koefisien teknis aij 3.8) Dimana: KDLTi = keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan sektor i ij = unsur matrik kebalikan Leontief model terbuka .28 langsung per unit kenaikan permintaan total.

10) Dimana: BLTLj = Keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang = Unsur matrik kebalikan Leontief terbuka αij 3. Analisis Dampak Penyebaran Indeks keterkaitan langsung dan tidak langsung baik ke depan maupun ke belakang di atas belumlah memadai dipakai sebagai landasan pemilihan sektor kunci. Analisis ini disebut dampak penyebaran yang terbagi dua yaitu kepekaan penyebaran dan koefisien penyebaran. Koefisien penyebaran merupakan keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang yang dinormalkan dengan sektor dan .29 4. Indikator-indikator tersebut tidak dapat diperbandingkan antar sektor karena peranan permintaan akhir setiap sektor tidak sama. KBLTj = ∑α ij i =1 n (3. Analisa ini menunjukkan koefisien kaitan yang memberikan gambaran tentang pengaruh yang ditimbulkan oleh suatu unit permintaan akhir untuk semua sektor didalam suatu sistem perekonomian. Oleh karena itu kedua indeks tersebut haruslah dinormalkan dengan cara membandingkan rata-rata dampak yang ditimbulkan oleh sektor tersebut dengan rata-rata dampak seluruh sektor.2. 1.3. Keterkaitan Langsung dan Tidak Langsung ke Belakang Analisa keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang menyatakan akibat suatu sektor-sektor yang menyediakan input antara bagi sektor tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung per unit kenaikan permintaan total. Koefisien Penyebaran (Coefficient of Dispersion) Koefisien penyebaran tersebut juga indeks daya penyebaran ke belakang.

30 jumlah seluruh koefisien matrik kebalikan Leontief.10) Dimana: Pdj = Koefisien penyebaran sektor j ij = Unsur matrik kebalikan Leontief 2. Kepekaan Penyebaran (Sensitivity of Dispersion) Kepekaan penyebaran disebut juga indeks daya penyebaran ke depan.11) ij Dimana: = Kepekaan penyebaran sektor i Sdi ij = Unsur matrik kebalikan Leontief . Kepekaan penyebaran merupakan keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan yang dinormalkan dengan jumlah sektor dam jumlah seluruh koefisien matrik kebalikan Leontief. Secara matematis dituliskan dalam bentuk rumus sebagai berikut: n∑ α ij n Pdj = ∑∑ α ij i =1 j =1 n i =1 n (3. Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: n∑ α ij Sdi = j =1 n n ∑∑ α i =1 j =1 n (3. Kepekaan penyebaran ini memberikan gambaran tentang pengaruh yang timbul oleh suatu unit permintaan akhir terhadap semua sektor di dalam perekonomian.

Elastisitas Output Elastisitas Output adalah perubahan persentase dalam total output suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya. Pendekatan ini mempermudah policy makers untuk berkonsentrasi tidak hanya pada nilai-nilai keterkaitan dan multiplier tertinggi tetapi juga pada share suatu sektor ekonomi.12) = ∑x j b ij yj = Elemen matriks Leontief = Permintaan akhir sektor j 2.31 3. Elastisitas Input-Output Elastisitas input-output menyediakan pandangan baru untuk penentuan sektor prioritas.4.13) . Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: EO xyj = Dimana: EO xyj = Elastisitas output x ∑b i ij ( y j / x) (3. 1. Elastisitas Tenaga Kerja Elastisitas tenaga kerja adalah perubahan persentase tenaga kerja suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya.2. Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: ⎤ ⎡ ET xyj = ⎢∑ l i / x j )bij /(l j / x j )⎥ (y j / x) ⎦ ⎣ i Dimana: ET xyj = Elastisitas tenaga kerja (3. Pendekatan ini dianggap lebih baik daripada analisis keterkaitan dan analisis multiplier karena memperhitungkan share suatu sektor dalam output.

14) Dimana: EP xyj = Elastisitas Pendapatan hj = Upah dan gaji hi / x j = Koefisien pendapatan .32 = Jumlah tenaga kerja li l i / x j = Koefisien tenaga kerja 3. Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: ⎡ ⎤ EP xyj = ⎢∑ hi / x j )bij /(h j / x j )⎥ ( y j / x) ⎣ i ⎦ (3. Elastisitas Pendapatan Elastisitas pendapatan adalah perubahan persentase dalam pendapatan suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya.

Untuk memenuhi kebutuhan kertas tersebut. .IV.045. Menurut Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI). minimal harus ada tambahan beberapa perusahaan lagi untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri.900 ton.666. Indonesia mempunyai 77 perusahaan produsen kertas dan 10 diantaranya terintegrasi dengan pabrik pulp. Profil Industri Kertas Saat ini. 2005).1. sektor industri ini membutuhkan investasi baru atau industri ini harus meningkatkan efisiensi agar dapat bersaing dengan industri asing.180 ton. jumlah perusahaan di Indonesia yang memproduksi pulp dan kertas adalah tiga kelompok perusahaan besar.500 ton (Tabel 4.1). investasi dalam negeri swasta sebesar 5.041. Oleh karena itu. dan investasi luar negeri sebesar 4. 12 perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dan 3 perusahaan negara. Jumlah perusahaan tersebut belum mampu mencukupi konsumsi domestik. 14 perusahaan di Sumatera dan dua perusahan berlokasi di Kalimantan. Perusahaan-perusahaan tersebut terdiri dari 65 perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Industri kertas memiliki kapasitas total sebesar 10.580 ton yang terdiri dari kapasitas terpasang perusahaan swasta-negara sebesar 337. Group Raja Garuda Mas dan Barito Pasifik. Group Sinar Mas. Sekitar 64 perusahaan berlokasi di pulau Jawa. GAMBARAN UMUM INDUSTRI 4. dan dapat memenuhi kebutuhan kertas dalam negeri yang terancam kekurangan pasokan dalam sepuluh tahun mendatang (Mansur. Ketiga produsen besar industri pulp dan kertas tersebut adalah. sampai dengan tahun 2003.

500 Sumatera 14 5.100 2.900 5. 2003.600 Total 80 6.7 persen per tahun (Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia.580 8.725.4 50.287.3 100 80.7 19.2 14.34 Tabel 4.580 100 5.2.528.045.000 6. .8 100 Kapasitas Terpasang Kertas (Ton) 337.100 Pulp % 3.6 9.666.287.140 10.580 74. Perkembangan Industri Kertas Industri kertas tumbuh dan berkembang lebih baik bila dibandingkan dengan kebanyakan industri lain di Indonesia.580 2. Sementara konsumsi kertas juga meningkat 4.180 4. Profil Industri Pulp dan Kertas Indonesia Tahun 2003 Status/Lokasi Jumlah Perusahaan 3 65 12 80 10 3 67 80 Kapasitas Terpasang Pulp (Ton) 240.1 persen per tahun.100 1.491.9 100 85.000 Kalimantan 2 564.1.8 43.8 52. tetapi industri kertas tetap melanjutkan perkembangannya dengan pertumbuhan sekitar 9.3 7.100 5.000 Kertas % 3.000 3.1 Perusahaan Negara Swasta Investasi Dalam Negeri Swasta Investasi Luar Negeri Total Integrated (Pulp dan Kertas) Non Integrated Pulp Kertas Total Jawa 64 340.287.041.000 6.382.215.0 100 10.100 Sumber : Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia. Industri-industri yang mengandalkan bahan baku impor tetap mengalami kemerosotan pertumbuhan.072.045.322.8 persen pada periode 19972001.517.440 1.4 85.554.2 46.5 100 25. Pada periode yang sama ekspor kertas juga meningkat sekitar 19. hal ini terjadi didasarkan pada ketersediaan bahan baku dan upah tenaga kerja yang murah di dalam negeri. 4.045.500 10. 2003).

para investor telah menunjukkan ketertarikan yang kecil pada sektor ini karena industri ini telah menjadi capital intensive dan birokrasi yang rumit pasca otonomi daerah.3 juta ton pertahun sedangkan konsumsi per kapitanya pada akhir 2003 telah mencapai 25 Kg (Tabel 4. bila dalam 10 tahun mendatang kapasitas industri kertas tidak bertambah. Konsumsi Kertas Per Kapita Penduduk Indonesia Tahun 1993-2003 Tahun Konsumsi Kertas / Kapita 1993 11.6 kg 2000 20. Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) mengkhawatirkan Indonesia akan mengalami kekurangan pasokan kertas.0 kg 1995 14. Untuk mengatasi kebutuhan konsumsi kertas yang terus .3 kg 2002 24.8 kg 2001 23.1 kg 1999 19.2. Pada tahun 2003 kapasitas produksi yang dimiliki industri kertas baru sekitar mencapai 10. namun jika kebutuhan kertas di dalam negeri naik hingga mencapai 50 Kg per kapita.35 Tabel 4.9 kg 1998 14. Nilai konsumsi per kapita ini memang lebih kecil bila dibandingkan dengan negara lain contohnya Malaysia yang sudah mencapai ratusan kilogram per kapita.0 kg 1996 16. industri kertas harus mengimpor kertas senilai US$ 7 miliar/tahun.0 kg Sumber: Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia.1 kg 1994 13. Disamping kinerja yang menggembirakan dalam industri kertas ini. 2003. Masalahnya setiap tahun konsumsi kertas dalam negeri terus meningkat dengan angka rata-rata sekitar 6 persen per tahun.3 kg 1997 16.2).0 kg 2003 25.

Integrasi Vertikal dan Pasar Industri Kertas Indonesia Di Indonesia industri kertas mempunyai karakteristik sebagai industri skala besar. .08 persen dari total kapasitas terpasang seluruh industri pulp. Integrasi vertikal ini dianggap penting karena integrasi vertikal oleh perusahaan kertas akan meningkatkan efisiensi perusahaan dalam industri kertas tersebut karena dapat mengamankan pasokan bahan baku dan meminimumkan biaya transaksi dalam rangka untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan terhadap produk kertasnya (Karseno dan Mulyaningsih.1). Kapasitas terpasang industri pulp yang terintegrasi dengan perusahaan kertas mencapai 66. 4. Industri kertas yaitu khususnya perusahaan-perusahaan besar dalam industri ini mempunyai kecenderungan untuk berintegrasi dengan perusahaan penyedia bahan baku yaitu industri pulp.3. Dengan kecenderungan ini hampir seluruh output industri pulp disalurkan pada industri kertas didalam negeri sedangkan ekspor hanya merupakan pasar kedua.36 meningkat maka harus ada investasi baru atau industri yang ada harus meningkatkan efisiensi. masih menjadi kelemahan bagi sebagian besar produsen kertas Indonesia.32 persen dari keseluruhan kapasitas terpasang industri kertas. Sedangkan kapasitas terpasang industri kertas pada perusahaan pulp dan kertas yang terintegrasi mencapai 21. 2002) Dilihat dari pangsa produksi dan ekspor penguasaan jaringan pasar luar negeri. tujuh diantaranya adalah perusahaan kertas yang terintegrasi (tabel 4. Dari 77 perusahaan kertas pada tahun 2003.

PT. Profil Beberapa Perusahaan Kertas Indonesia Sampai dengan tahun 2003 dalam industri kertas terdapat tiga perusahaan yang memiliki proporsi kapasitas pabrik terhadap kapasitas total industri yang melebihi 10 persen. Kelompok Sinar Mas memasuki pasar Asia dengan mendirikan kelompok perusahaan melalui bendera APP (Asia Pulp and Paper) di negara Singapura.4. dengan melakukan ekspansi ke negara-negara di kawasan ini. Selain itu pasar dalam negeri juga perlu dikaji karena merupakan basis untuk memperkuat daya saing secara nasional (Rosadi dan Vidyatmoko.37 Meskipun demikian beberapa (grup) perusahaan telah mencoba menembus pasar luar negeri. Begitu juga dengan Tanoto dan Tanjung Enim Lestari (TEL) yang mengibarkan bendera APRIL (Asia Pacific Resources International Holding Ltd. Pertama. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis mengenai kondisi pasar luar negeri terutama pasar Asia dan bagaimana strategi untuk memasuki dan mengembangkan pasar di kawasan tersebut. Kedua kelompok ini memilih Singapura sebagai kantor pusat perusahaan mereka. Pasar bebas tersebut akan memaksa para produsen pulp dan kertas Indonesia untuk mampu bersaing memperebutkan pasar Asia Pasifik yang terbuka. 4. dan India. Malaysia. Kawasan Asia Pasifik merupakan kawasan dengan pasar pulp terbesar di dunia. Pentingnya jaringan pemasaran lebih dipicu terutama menjelang diberlakukan pasar bebas di kawasan Asia Tenggara (AFTA) tahun 2003 dan kawasan Asia Pasifik (APEC) tahun 2010. terutama pasar Asia. Indah Kiat Pulp & Paper Corp. Cina.). yang menguasai . 2002).

9 Sumber : Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia.8 4.000 486.000 430.000 50.5 6.800 450.4 4.5 persen dari total kapasitas industri.000 2.000 157. PT.4 0.2 1. kemudian disusul oleh PT.9 1.111.2 persen.8 14.200 150. Surabaya Agung PT. Pelita Cengkareng Paper Co. Selain ketiga perusahaan itu group Sinar Mas masih mempunyai perusahaan kertas lainnya yaitu PT. Tabel 4. Surabaya Mekabox Ltd. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia PT.4 10. Fajar Surya Wisesa PT. Riau Andalan Kertas PT. Tanjungenim Lestari Pulp & Paper PT.5 1.400 60.1 persen (Tabel 4. 2003.7 4.465. Pindo Deli & Paper Mills sebesar 14.5 0. Keempat perusahaan yang tergabung dalam group Sinar Mas ini memiliki karaktristik yang sama yaitu semuanya merupakan perusahaan kertas yang terintegrasi vertikal dengan pabrik kertasnya.000 700.500 93.38 20. .000 Persentase (%) 20.3.9 1. dan perusahaan ketiga adalah PT.4 0. Suparma PT.1 1. Pura Barutama PT. Pindo Deli Pulp & Paper Mills PT.000 150.000 150.800 195. Aspex Kumbong PT.4 0. Kapasitas Terpasang Perusahaan Industri Kertas Tahun 2003 Nama Perusahaan PT.044. NAD.6 28. PT. Ekamas Fortuna PT.000 500.000 350. Pakerin PT. Papertech Indonesia Lain-lain Kapasitas Terpasang (Ton) 2. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia dengan proporsi sebesar 10.000 1.986.000 1. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry yang berlokasi di Langsa. Papyrus Sakti PT.000 150. Adiprima Suraprinta PT. Kertas Leces (Persero) PT.000 85. Tiga perusahaan pemilik kapasitas terbesar tersebut dimiliki oleh group yang sama yaitu Sinar Mas Group.8 1. Indah Kiat Pulp& Paper Corp PT.3).2 3. Gede Karang PT.4 4.

744.722 Ha . Dengan semakin meningkatnya permintaan atas produksi kertas. Indah Kiat Pulp & Paper melakukan usahanya secara komersil dengan memproduksi pulp.39 1) PT.000 ton kertas budaya per tahun. Pada saat ini. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Perusahaan ini didirikan di Jakarta dengan Akta Notaris Ridwan Suselo No. perusahaan tersebut memiliki dan menguasai beberapa sarana dan prasarana yang digunakan untuk menjalankan berbagai kegiatan usahanya. dan didaftarkan di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta No. kertas budaya.A.000 ton pulp per tahun.000 ton corrugated boxes per tahun. kertas industri dan corrugated carton boxes (sejenis dus karton. Riau seluas 1. 2005).631. masyarakat menguasai 38.Y. terutama pabrik kertas budaya di Tangerang. dengan kertas bergelombang sebagai peredam benturan). yang menempati lahan seluas 28 Ha.78 persen dari total keseluruhan saham yang diterbitkan perusahaan ini (Tabel 4. perusahaan kertas ini mengantisipasinya dengan meningkatkan kapasitas produksinya sehingga saat ini menjadi 1.68 tanggal 7 Desember 1976 yang disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusan No. PT.5/50/2 tanggal 9 Februari 1978. 525 Tanggal 14 Februari 1978 (Bank Niaga.000 ton kertas industri per tahun dan 100.4). Indah Kiat Pulp & Paper dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards yang terdiri dari dewan komisaris dengan presiden komisarisnya yaitu Indra Widjaja dan dewan direksi dengan direktur utamanya yaitu Teguh Ganda Widjaja. PT. pabrik pulp dan kertas budaya di Perawang. Pada susunan pemegang saham. 980.

Gandi Sulistiyanto Soeherman : Show Chung Ho : Kuo Cheng Shyong : Raymond Liu. Tabel 4. : Lo Shang Shung : Hj. Co. mess karyawan dan lain-lain.05% Kong Masyarakat : 38. British : 5. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk per 30 September 2004 Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Ir. Phd. Ryani Soedirman : Mas Achmad Daniri : Prof.9 Ha..K. Fasilitas produksi perusahaan juga didukung dengan berbagai fasilitas dan prasana seperti jalan.78% Sumber: Bank Niaga.72% CHP International (BVI) Corp. Teddy Pawitra : Kamardy Arief : Let Jend (Purn) Soetedjo Dewan Direksi Presiden Direktur : Teguh Ganda Widjaja Wakil Presiden Direktur : Muktar Widjaja Wakil Presiden Direktur : Hendra Jaya Kosasih Wakil Presiden Direktur : Chen Wang Chi Wakil Presiden Direktur : Yudi Setiawan Lin Direktur : Suresh Kilam Direktur : Didi Harsa Direktur : Agustian Rachmansjah Partawidjaja Susunan Pemegang Saham PT Purinusa Ekapersada : 52.4.56% British Virgin Island Yuen Foong Yu H. Boards PT.88% Virgin Island YFY Global Investment (BVI) Corp. Dr. Ltd.40 dan pabrik kertas industri di Serang Jawa Barat seluas 308. : 2. 2005. Presiden Komisaris Wakil Presiden Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris . Hong : 0.

12 tahun1970. . dengan jumlah kapasitas produksi terpasang sebesar 652.000 ton per tahun. Karawang dengan menambah tiga Paper Machine serta sebuah Corrugated Machine. Akta Perubahan No. dengan Akta No.6 tanggal 4 Juli 1975 dan Akta Perubahan No. Saat ini perusahaan kertas ini memiliki sebuah pabrik kertas yang berlokasi di Adiarsa. Pindo Deli Pulp & Paper Mills PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills didirikan di Jakarta dalam rangka Undang-undang No. Karawang (Pindo 1).41 2) PT. Akta Perubahan No. berlokasi di lokasi Pindo 1 dengan kapasitas produksi terpasang sebesar 48. Perusahaan kertas ini dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards (dua dewan perusahaan) dan kepemilikan saham terbesar perusahaan ini dikuasai oleh PT Purinusa Ekapersada sebesar 97.5 tanggal 3 April 1975.000 ton per tahun. PT. Pada Oktober 1995.5). Akta Perubahan No. Total kapasitas produksi terpasang pabrik kertas milik perusahaan ini adalah sebesar 210.69 tanggal 25 Februari 1976 (Bank Niaga. sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. Selain itu perusahaan ini juga mempunyai fasilitas pabrik pembuatan bahan kimia calcium carbonate.59 tanggal 26 April 1975. 2005). 2005).57 persen dari total saham yang dikeluarkan PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills tersebut (Tabel 4.75 tanggal 31 Januari 1975. Pindo Deli Pulp & Paper Mills ini memulai konstruksi pabrik kertasnya yang kedua (Pindo 2) yang berlokasi di Kuta Mekar. salah satu bahan kimia yang digunakan dalam proses produksi kertas.6 tahun 1968 tentang PMDN.000 ton per tahun dan telah berproduksi sejak bulan Maret 1996 (Bank Niaga.

Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Drs.12 Tahun 1970 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri berdasarkan Akta No. 2005).61% 3) PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk didirikan dalam rangka Undangundang Negara Republik Indonesia No.6). Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Direktur Utama Wakil Direktur Utama Wakil Direktur Utama Wakil Direktur Utama Wakil Direktur Utama Direktur Direktur PT Purinusa Ekapersada PT Mega Kleenindo PT Unitama Sartindo Sumber: Bank Niaga. Boards PT.57% : 0.60 persen dari total keseluruhan saham yang diterbitkan perusahaan ini (Tabel 4. 2005. PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards (dua dewan direksi) dan pada susunan pemegang saham. Pindo Deli Pulp & Paper Mills per 30 September 2004.6 Tahun 1968 juncto Undang-undang No.42 Tabel 4.91% : 0.9 tanggal 2 Oktober 1972 (Bank Niaga. masyarakat menguasai 36. Kelompok Sinar Mas adalah salah satu dari kelompok industri terbesar di Indonesia dengan kurang lebih 200 perusahaannya yang bergerak di berbagai usaha yang besar .5. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk PT. Perusahaan ini merupakan bagian kelompok usaha Sinar Mas. Jhon Ferdinand Pandelaki : Yudi Setiawan Lin : Let Jend (Purn) Soetedjo : Hajjah Ryani Soedirman : Arthur Tahya Dewan Direksi : Teguh Ganda Wijaja : Muktar Widjaja : Hendra Jaya Kosasih : Suresh Kilam : Tsai Huan Chi : Huang Wen Hai : Tri Ramadi Susunan Pemegang Saham : 97.

produksi bahan makanan. minyak goreng. 2005. Gandi Sulistiyanto Soeherman : Show Chung Ho : Kuo Cheng Shyong : Raymond Liu. Lokasi pabrik dan pusat perusahaan yang terletak di Jawa Timur.30% : 0. yang berdekatan dengan pelabuhan Tanjung Perak merupakan hal yang sangat menguntungkan kelancaran pengapalan untuk ekspor. Phd.43 termasuk industri kertas dan pulp. bidang kimia. Dari seluruh tanah yang dikuasai perusahaan 64 persen merupakan tanah dengan Hak Guna Bangunan. sedangkan sisanya merupakan tanah yang telah dibebaskan untuk kepentingan . Boards PT. hotel dan perumahan. perbankan dan jasa keuangan.6.10% : 36.60% Presiden Komisaris Wakil Presiden Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Direktur Direktur Direktur PT Purinusa Ekapersada Koperasi Masyarakat Sumber: Bank Niaga. : Lo Shang Shung : Hj. Tabel 4. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk per 30 September 2004 Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Ir. Ryani Soedirman : Mas Achmad Daniri : Prof DR. real estate. Teddy Pawitra : Kamardy Arief : Let Jend (Purn) Soetedjo Dewan Direksi : Teguh Ganda Widjaja : Muktar Widjaja : Hendra Jaya Kosasih : Chen Wang Chi : Yudi Setiawan Lin : Suresh Kilam : Didi Harsa : Agustian Rachmansjah Partawidjaja Susunan Pemegang Saham : 63.

Namun demikian melihat kebutuhan penyediaan kesempatan kerja di Indonesia. kertas HVS mengkilap. Selain kertas tulis dan cetak serta hasil-hasil produksi kertas. Pabrik kertas merupakan suatu jenis industri dengan sifat padat modal.V. yang merupakan pengakuan bertaraf internasional terhadap sistem dalam proses produksi yang telah berhasil dilaksanakan oleh perusahaan. PT.44 perusahaan yang berasal dari petani di sekitarnya dengan status Hak Milik atau Girik. Bidang usaha utama perusahaan ini adalah menghasilkan kertas tulis dan cetak bermutu tinggi.000 ton boxboard pertahun. Saat ini PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia mempunyai kapasitas produksi sebanyak 30. dan sereal. Belanda. dan kertas HVS biasa untuk kebutuhan sekolah dan perkantoran. kertas tissue. minyak wangi. Perusahaan ini juga memproduksi pulp dari daur ulang kertas bekas dan soda kaustik sebagai bahan baku utama industri kertas. diantaranya dus (boxboard) yang dipergunakan untuk kemasan rokok. Perusahaan ini menyesuaikan pemakaian teknologi sedemikian rupa untuk tetap dapat menyediakan kesempatan kerja seluas-luasnya. perusahaan kertas ini juga memproduksi produk-produk kemasan. Pada tahun 1994. Hal ini juga diperlukan untuk meningkatkan kesempatan kerja. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia telah menerima sertifikat ISO 9002 dari Det Norske Veritas Industry B. meningkatkan pengawasan mutu disamping . Hal ini jelas dapat terlihat pada bagian produksi barang-barang hasil produksi kertas dimana perusahaan ini telah memutuskan untuk tidak menambah mesin-mesin pembungkus otomatis. Rotterdam.

500 ton kertas per tahun. Lontar Papyrus Pulp .Ltd.6 Tahun 1968 tentang PMDN dengan Akta No.45 4) PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry Perusahaan kertas ini didirikan di Langsa.25 persen dari total keseluruhan saham yang diterbitkan (Tabel 4. pada kuartal keempat tahun 1998 perusahaan kertas ini memulai produksi komersial tissue dalam bentuk gulungan besar yang dijual kepada pihak lain untuk kemudian diubah menjadi berbagai jenis tissue siap pakai. dalam rangka Undang-Undang No. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry bergerak dalam bidang usaha industri pulp dan kertas. Disamping pulp dan kertas. dengan kapasitas produksi 60.000 ton pulp per tahun dan 7. Arthadana Mulia Makmur yang memiliki 0.7). dan PT.000 ton per tahun. kertas budaya dan tissue. Saat ini perusahaan ini merupakan salah satu produsen pulp yang cukup besar di Indonesia dengan kapasitas produksi sebesar 545. Pindo Deli Pulp & Paper Mills (80 persen). 44 tanggal 13 Februari 1974 (Bank Niaga.75 persen). 2005). Pada tahun 1999 perusahaan ini telah melakukan modifikasi terhadap mesin-mesin dan fasilitas produksi di pabrik pulp Jambi. PT. PT. Kepemilikan saham dikuasai oleh tiga perusahaan yaitu PT. PT Satria Perkasa Agung (19. dengan produksi utama pulp jenis LBKP. Perusahaan kertas ini dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards yang terdiri dari dewan komisaris dengan presiden komisarisnya yaitu Indra Widjaja dan dewan direksi dengan direkturnya adalah Teguh Ganda Widjaja. modifikasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi mesin pembuatan pulp dan fasilitas pendukung lainnya.. Aceh Timur dengan nama awal PT Sumber Indra Jaya Paper Manufacture Co.

E10683 sebagai bukti bahwa perusahaan kertas ini telah memenuhi ketentuan standar lingkungan hidup yang dipersyaratkan (Bank Niaga. John Ferdinand Pandelaki : Sukirta Mangku Djaja : Let Jend (Purn) Soetedjo : Hj. Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Dalam menjalankan usahanya.25% Sumber: Bank Niaga. Boards PT. 2005). NAD.7. Jambi dan sebuah pabrik kertas di Langsa. Ryani Soedirman Dewan Direksi Direktur Utama : Teguh Ganda Widjaja Wakil Direktur Utama : Hendra Jaya Kosasih Direktur : Muktar Widjaja Direktur : Suresh Kilam Direktur : Lin Shun Keng Direktur : Tri Ramadi Direktur : Arthur Tahya Susunan Pemegang Saham PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills : 80. .00% PT Satria Perkasa Agung : 19. PT.75% PT Arthadana Mulia Makmur : 0. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry per 30 Desember 2003 Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Drs. Tabel 4. perseroan ini juga telah memperoleh sertifikat ISO 14001 pada tanggal 19 Agustus1997 yang dikeluarkan SGS Yarsley International Certification Services Limited dengan sertifikat No. 2005. Di samping itu. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry telah memperoleh sertifikasi ISO 9002 sehubungan dengan telah sesuainya sistem kualitas manajemen (Quality management systems) dengan ketentuan yang dipersyaratkan dalam ISO 9002.46 & Paper Industry saat memiliki sebuah pabrik yang memproduksi pulp dan tissue yang berlokasi di Sumatera yaitu di Tanjung Jabung.

656.629 juta.626 juta atau 18.03 persen dari total permintaan antara dan berada pada urutan ke-18 diantara sektor-sektor lainnya.073.775 juta atau sekitar 1. HASIL DAN PEMBAHASAN 5. Dari data tersebut diperoleh bahwa jumlah permintaan akhir lebih besar dibandingkan jumlah permintaan antaranya.1.800.701.460. Berdasarkan Tabel 5. Peranan Industri Kertas Dalam Perekonomian Indonesia 5.1.977. dilihat dari sisi permintaan antara tampak bahwa sektor perdagangan menghasilkan output tertinggi yang digunakan sebagai input oleh seluruh sektor perekonomian lainnya yaitu sebesar Rp 197.048.730 juta atau 11. hal ini berarti bahwa output di Indonesia cenderung digunakan untuk memenuhi konsumsi langsung masyarakatnya. Angka-angka tersebut di atas menunjukkan seberapa pentingnya peranan output yang dihasilkan oleh sektor-sektor di atas untuk digunakan sebagai input oleh sektor-sektor perekonomian lainnya di Indonesia.099. Selanjutnya diikuti oleh sektor pertanian dan sektor pertambangan dan penggalian. Struktur Permintaan Industri Kertas Total permintaan barang dan jasa domestik yang dihasilkan oleh Indonesia tahun 2000 mencapai Rp 2. Jumlah tersebut terdiri atas permintaan antara sebesar Rp 1.870 juta. .V.068.71 persen dari total permintaan antara.83 persen dan Rp 117.767.1.415 juta atau 13.1. pada urutan kedua dan ketiga dengan nilai Rp 144.019 juta dan permintaan akhir sebesar Rp 1. Sedangkan untuk industri kertas mempunyai permintaan antara sebesar Rp 10.21 persen dari total permintaan antaranya.

048.775 5.52 12.80 14.416. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat secara keseluruhan lebih banyak menggunakan output industri kertas untuk konsumsi .151 329.30 1. Nilai tersebut lebih besar dibanding permintaan antaranya.119.214.595.076.099.29 12.372 88.767.739.33 0.51 1.83 15.485 39.50 9.887 201.44 1.13 0.254 131.977.340.897.564.670 7.14 117.415 13.37 6.38 0.23 0.805.25 2.593 30.018 0. 2000 (diolah).685.534.34 0.068.128 23.50 0.1 sektor industri kertas menempati posisi ke-14 diantara sektor yang lain sebesar Rp 13.259 165.035 16.844.034 41.800.438.87 6.775.34 2.56 100 Sumber: Tabel I-O Indonesia.620 13.637.10 196.970.356 105.460.701.424 8.42 5.599 5.613 64.64 2.88 1.03 0.379 33.850.64 3.726.84 0.74 8.698.730 90.389.705 23.724 5.287.08 79.849 80.885.056 67.036 155.257.276.695.84 2.97 6.228.020 7.700 3.847 juta atau 0.743.19 4.847 3.529.176 197.169 161.620 8.961 1.586.71 2.43 14.48 Tabel 5. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Total (domestik) Permintaan Antara Jumlah % (Juta Rp) 144.629 4.649 36.36 9.605 94.21 8.325.574 1.099 57.034 238.65 17.045.063 396.672.657 12.074 19.970.036.03 0.575 9.916 177.028 0.695 227.329.67 5.849 24.227.37 5.817.926 0.067 0.60 5. Permintaan Antara dan Permintaan Akhir Sektor-sektor Perekonomian di Indonesia Tahun 2000 Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.09 1.442.1.47 0.944 0.019 11.741 10.53 0.48 0.47 1.73 8.815.881 13.621 208.014.87 2.498 19.870 7.689.677.242.113 94.88 4.760.065 15.99 1.848.496.774.13 8.656.16 1.92 0.15 100 Permintaan Akhir Jumlah % (Juta Rp) 115.713 1.125.622 8.84 18.53 1.287 2.05 9.58 12.99 1.27 3.353.568 21.901.153.272.165 139.215 35.32 0.426.37 0.441.16 4.98 100 Total permintaan Jumlah % (Juta Rp) 260.89 2.160 6.11 1.408 243. Dilihat dari permintaan akhir pada Tabel 5.412.821.948.771.278 151.476.748.626 70.84 persen dari total permintaan akhir.073.729.108 13.627.

849 juta.331. Rp 755.895.967 juta (Tabel 5.762 juta. . Pada tahun yang sama sektor industri kertas menyumbang nilai tambah bruto sebesar Rp 7. Nilai rasio tersebut menunjukkan perbandingan antara besarnya upah dan gaji yang diterima produsen. penyusutan sebesar Rp 865. Struktur Nilai Tambah Bruto Nilai tambah bruto merupakan balas jasa terhadap faktor produksi yang tercipta karena adanya kegiatan produksi. Dalam Tabel I-O Indonesia tahun 2000 nilai tambah meliputi penerimaan upah gaji. pemerintah dan ekspor) dibanding untuk keperluan produksi sebagai input bagi sektor lain.1. surplus usaha sebesar Rp 458.770 juta berasal dari upah dan gaji.079.928 juta berasal dari penyusutan dan Rp 69.860.2). Jika diperbandingkan antara nilai upah dan gaji terhadap surplus usaha (U/G) maka akan diperoleh nilai rasio upah gaji dengan surplus usaha. surplus usaha. Rp 110.278. Rasio upah dan gaji dan surplus usaha termasuk kategori baik jika rasionya mendekati keseimbangan (mendekati 1) yang berarti bahwa proporsi penerimaan dalam bentuk upah dan gaji bagi pekerja dan surplus usaha bagi produsen berimbang. penyusutan dan pajak tak langsung netto.327 juta yang terdiri atas upah dan gaji sebesar Rp 1.498 juta berasal dari surplus usaha. 5.843.952.2.048.350 juta dengan perincian Rp 400.958 juta dan pajak tak langsung netto sebesar Rp 487.49 langsung (masyarakat. Berdasarkan Tabel 5.2 dapat diketahui bahwa total nilai tambah bruto negara Indonesia adalah Rp 1.732 milyar berasal dari pajak tak langsung netto.

385 Total 400.326 5.670 4.212 3.933 2.569 11.182.245 Pertambangan dan 25.257 19.451 Listrik.177 21.931.396 325.484.692.530 penggalian Industri makanan 30.079.169.233 65.143.340 Perdagangan 61.803 4.759 10.919 1. Kondisi ini menunjukan bahwa distribusi pendapatan antara pemilik modal (perusahaan) dan pekerja tidak merata atau .567 26.588. 2000 (diolah).048.616 5.985 Hasil hutan lainnya 565.352.591 564. gas dan air 2.756.560 8.511 29.567.996.702 926.414.542 Bangunan 37.843.958 83.232 97.378 476.229.704 6.764 83.727 76.333.443 301.350 Pertanian 40.034.127.725 Industri kimia 21.723. Berdasarkan hasil analisis rasio upah dan gaji dengan surplus usaha pada Tabel 5.119.968 115.886 2.542 933.296.946.762 4.182 30.511 770.015.757 2.774 11.279.946 Penyusutan (Juta Rp) 2.914 Kayu 2.576.703.652 167.195 112.905 2.229.093.132.562.393.434 15.875 429.821 61.028.103.392 225.508.331.990 dan minuman Industri tekstil dan 16.701 Industri kertas 1.947 Industri semen dan 3.282.084.063 barang non logam Industri logam 2.489.393.046 1.243 1.655 2.063 4.901.278.164 13.714.664.512 1.567 5.607 6.004.062.070 persewaan Jasa-jasa 85.949 45.504 1.479 kertas Industri percetakan 1.952 4.418 59.732 Nilai tambah bruto (Juta Rp) 166.237 6.700.129 furniture Industri pulp 940.430 dasar Industri barang jadi 3.458.463.278.778.475.256.358 1.212.372.625.052 20.781 8.081 834.131 115.605.088 105.354 komunikasi Keuangan dan 21.975 865.670.731.708 127.623 84.43).864.770 755.480.638 9.758.973.623.3.418 Pengangkutan dan 16.797.440.105 6.772.577.895.010.365.963 8.898 138.044.576 dari logam Industri lainnya 19.327 3.639 Industri barang dari 1. Hal ini terlihat dari nilai rasio yang lebih kecil dari satu (0.477.176 19.802 134.690 777.208.116 7.590.2.240 28.459 53.793.718 147.073 3.226.585. Nilai Tambah Bruto Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Tahun 2000 Sektor Upah /gaji (Juta Rp) Surplus Usaha (Juta Rp) 121.860.564.498 Sumber: Tabel I-O Indonesia.536.017.114 pakaian Industri kayu dan 5. diperoleh bahwa ternyata pada sektor industri kertas mempunyai nilai surplus usaha lebih besar dibandingkan upah dan gaji.554.664.012.266.902 6.573.228.147.952.343.928 Indirect Tax (Juta Rp) 1.382 4.946 110.550.383.107 14.156 69.142.705 7.311 9.756 12.877.524 487.072 64.948 3.912 9.50 Tabel 5.

320.43 0.36 0. Jumlah tenaga kerja yang terserap di setiap sektor ekonomi merupakan indikator kemampuan sektor tersebut dalam menciptakan kesempatan . Rasio Upah Terhadap Surplus Usaha Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.25 6. Rasio Upah Gaji terhadap Surplus Usaha (U/G) 0. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia.57 0.26 0.45 0.51 0. Tabel 5.48 1.55 5.20 0.76 0. 2000 (diolah).33 0.948 jiwa.74 0.51 terjadi ketimpangan yang sangat besar yang disebabkan oleh adanya eksploitasi tenaga kerja oleh pemilik modal terhadap tenaga kerja dengan share yang lebih besar pada produsen (pemilik modal).79 0.43 0.47 0.1.3.27 0.35 0.64 0.04 0.84 0.36 0. Struktur Ketenagakerjaan Banyaknya tenaga kerja yang terserap pada tahun 2000 sebanyak 93.3.

84 13.53 30.824 13.616 3.30 40.134 20.912 65.921.143.56 59.352.905 Industri kayu dan furniture 57.012.034 115.573.83 14.212.802 16.82 15.20 18.569 940.20 0.119.985 565.870.938 9.296.48 37.051 2.75 7.06 0.664 8.052 Industri tekstil dan pakaian 2.07 18.670.03 65.232 Industri percetakan 705.797.233 Perdagangan Pengangkutan dan 4.177 5. produktifitas dan nilai upah sektoral dapat dilihat pada Tabel 5.225 45.877.161 9.27 43.911 10.480.708 30.585.46 14.245 25.35 79.243 Jasa-jasa 93.13 4.569.282.15 0.655 Kayu 86.212 2.256.084.727 Listrik.062.664.88 3.519 166.328.577.759 Industri kimia Industri semen dan barang 648.131 Komunikasi 1.700.97 66.454 jiwa sedangkan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian dengan kemampuan menyerap tenaga kerja sebesar 40.551 3.567 21.333.692.4.4.64 6.61 10.65 26.592 112.607 Industri barang dari kertas 100.48 3.182 2.418 3.762 1.041.169.504 1.030 97.949 minuman 2.562 105.74 8. terlihat sektor industri kertas menyerap 118.32 8.952.164 Pertanian 555.088 Keuangan dan Persewaan 11.279.350 Total (domestik) Sumber: Tabel I-O Indonesia.15 137.195 Penggalian Industri makanan dan 3. Produktifitas dan Nilai Upah Sektoral Indonesia Tahun 2000 Sektor Jumlah TK Nilai tambah Produktivitas bruto (Juta/Tk) (Juta Rp) 4.30 12.513 2. Gas dan Air 4.508.10 8.590.004.393.512 1.803 19.12 24.012.06 0.255 76.15 0.567.943 167.623 85.914 2.576.475.477.895.98 10.821 logam 1. Gambaran tentang jumlah tenaga kerja. Berdasarkan Tabel 5.519 jiwa.912 non logam 357.142.963 Industri lainnya 225.54 36.06 0.392 Bangunan 17.463.03 0.27 Total Upah (Juta) 40.017. Dalam hal produktifitas tenaga kerja industri kertas menduduki peringkat keempat .65 41.756 400.515 225. Jumlah Tenaga kerja.15 0.063 21.372.931.454 7.20 18.208.320.39 203.034.266. 2000 (diolah).328.03 37.331.450.60 25.4.448.652 Hasil Hutan Lainnya Pertambangan dan 825. Tabel 5.843.440.948 1.860.382 37.99 4.942 6.42 0.132.52 kerja bagi masyarakat di wilayah tersebut.511 61.218 61.06 0.459 16.770 Upah/TK 0.638 Industri logam dasar Industri barang jadi dari 259.705 Industri pulp 118.327 Industri kertas 73.183.

Struktur Ekspor dan Impor Ekspor Indonesia pada tahun 2000 sebesar Rp 520. industri pengolahan.125.930. .854 juta atau 2. sedangkan nilai ekspor terbesar ditempati oleh sektor industri kimia atau 18. Ditinjau dari sisi impor terhadap barang-barang dan jasa ternyata nilai impor secara keseluruhan sebesar 287.757 juta. Dari Tabel 5. nilai ekspor keseluruhan sektor industri kertas adalah Rp 13. Nilai impor tersebut dapat menunjukkan bahwa kebutuhan kertas dalam negeri masih lebih besar dari produksi kertas dalam negeri sehingga harus melakukan impor.65 juta nilai tambah dari sektor tersebut dalam tahun 2000.52 persen dari total ekspor Indonesia (Tabel 5. Nilai ekspor industri kertas yang masih kecil tersebut dapat menandakan bahwa sektor industri ini masih berorientasi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Nilai impor industri kertas sebesar Rp 8. 5. perdagangan serta sektor pengangkutan dan telekomunikasi mengalami selisih yang positif ini menunjukan bahwa secara umum dalam memenuhi kebutuhan terhadap barangbarang yang dihasilkan oleh sektor tersebut tidak lagi tergantung pada impor.53 sekitar 66.84 persen dari total ekspor indonesia. terlihat bahwa sektor pertanian.5). dengan melihat besarnya selisih antara total ekspor dan impor.507.4.831.5).623 juta. Berdasarkan nilai total ekspor tersebut.5.65 yang berarti satu orang tenaga kerja yang bekerja di sektor manufaktur mampu menghasilkan sekitar 66.385 juta atau 2.1.95 persen dari total impor Indonesia (Tabel 5.

38 0.52 15.285.771.534.94 2.033 8.238.620 13.86 6.722 -39.916 177.27 Industri logam dasar Industri barang jadi 31.529.588.332 49.567.040 1.424 8.641 37.218 11.427 5.859 7.525.061 4.01 1.99 6.214.701.094.809 4.842 2.566.598.65 9.287 161.163 63.02 Kayu 394.06 barang non logam 12.75 1.864.305 6.120 3.162.602 19.881 40.617 2.694 2.29 17.262 17.22 0.088 -404.855 26.722 39.053 -21.739.933 1.287 2.857.326 2.385 2.326 1.56 penggalian Industri makanan dan 29.418 6.242.413 0.151 332.30 Industri kertas Industri barang dari 1. 2000 (diolah).698.21 Industri lainnya 0 0.125.58 0.493.943.298 4.136.478 -2.268.622 8.667.824.00 Listrik.259.089.96 Industri pulp 13.126 X-M (Juta Rp) 2.242.959 30.883.466 13.163.297 2.451 131.00 Bangunan 57.408 243.865 353.444. gas dan air 0 0.399 -3. sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor jasa-jasa.580.063 396.849 24.238.028 2.512 281.899 7.07 Hasil hutan lainnya Pertambangan dan 77.59 dari logam 58.627. Tabel 5.531 541.489.49 4.848 287.84 Industri kimia Industri semen dan 6.5.900.611.805.796.79 8.61 Industri percetakan 107.444.559. gas dan air.900.705 23.540.637. sektor listrik.957.337 5.78 13.412.093.53 furniture 5.110 0.67 komunikasi Keuangan dan 11.175 100 Total (domestik) Sumber: Tabel I-O Indonesia. Ini menunjukan bahwa secara umum dalam memenuhi kebutuhan terhadap barang-barang yang dihasilkan oleh sektor tersebut masih tergantung pada impor.305.613 27.558.864 9.433 5.373 1.51 Jasa-jasa 569.54 Sedangkan yang mengalami selisih negatif dialami oleh sektor kayu.413 176.814 71.735.947 43.944 196.554.473.353.22 Pertanian 124.17 0.930.896.719.641 19.278 177.979 2.850.695 227.971.161. .814 18.317.23 2.58 0.490.815.97 pakaian Industri kayu dan 37.395.336 1.96 2.942.050 4.340.634.18 0.550 0.617.29 kertas 3.880.016 0.247 0.772.379 33.53 1.167.03 Perdagangan Pengangkutan dan 26.845 528.665 25.403.13 100 Jumlah Input (Juta Rp) 224.620 12.958.225.18 minuman Industri tekstil dan 73.908 10.729.489 8.95 0.775 10.048.018 49.991.177 6.322 32.485. Struktur Ekspor dan Impor Indonesia Tahun 2000 Ekspor Sektor Jumlah (Juta Rp) % Impor Jumlah (Juta Rp) 4.362. sektor bangunan.365 5.507.319 24.757 % 1.099 57.10 persewaan 8.603.677.821.854 1.

55

Jika dilihat dari total selisih antara ekspor dan impor maka perekonomian Indonesia mengalami surplus perdagangan sebesar Rp 232.900.866 juta. Surplus perdagangan terbesar diberikan oleh sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp 71.489.864 juta, sedangkan industri kertas mengalami surplus perdagangan sebesar Rp 4.617.531 juta. Angka tersebut menunjukan bahwa secara umum dalam memenuhi kebutuhan terhadap barang-barang yang dihasilkan oleh sektor industri kertas di Indonesia tidak lagi tergantung pada impor.

5.1.5. Struktur Output Sektoral Output merupakan nilai produksi (barang dan jasa) yang dihasilkan oleh suatu sektor perekonomian. Berdasarkan Tabel Input-Output Indonesia tahun 2000 dapat diketahui besarnya output yang diciptakan oleh masing-masing sektor. Berdasarkan Tabel 5.6 terlihat bahwa output sektoral perekonomian Indonesia sebesar Rp 270.099.837 juta. Sektor yang paling besar menyumbang dalam pembentukan output domestik adalah sektor perdagangan yakni sebesar 14,67 persen dengan nilai output sebesar Rp 396.214.278 juta, kemudian disusul oleh sektor industri makanan dan minuman dengan nilai sebesar Rp 329.325.254 juta dalam persentase sebesar 12,19 persen dari total output keseluruhan. Sementara industri kertas sendiri menyumbang sebesar Rp 24.771.622 dalam pembentukan output atau sebesar 0,92 persen dari seluruh total output sektoral perekonomian.

56

Tabel 5.6. Struktur Pembentukan Output Sektoral terhadap Perekonomian Indonesia Tahun 2000
Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik, gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Total (domestik) Output Jumlah (Juta) Persentase (%) 260,672,575 9.65 17,340,028 0.64 2,698,944 0.10 196,815,151 7.29 329,325,254 12.19 131,412,099 4.87 57,534,424 2.13 8,739,849 0.32 24,771,622 0.92 8,850,620 0.33 13,627,408 0.50 243,805,705 9.03 23,821,379 0.88 33,729,613 1.25 64,119,165 2.37 139,438,593 5.16 30,637,695 8.43 227,677,063 8.43 396,214,278 14.67 151,272,169 5.60 161,353,916 5.97 177,242,287 6.56 2,701,099,837 100

Sumber: Tabel I-O Indonesia, 2000 (diolah). 5.2. Analisis Keterkaitan

5.2.1. Keterkaitan Langsung Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Keterkaitan langsung beberapa sektor perekonomian Indonesia dapat dilihat pada Tabel 5.7. Pada tabel tersebut dapat dilihat bahwa sektor perdagangan mempunyai nilai keterkaitan langsung kedepan yang paling besar yaitu sebesar 1,4070. Selanjutnya urutan kedua terbesar ditempati oleh sektor pertambangan dan penggalian dengan nilai keterkaitan langsung ke depan sebesar 1,3580 kemudian secara berturut-turut diikuti oleh sektor industri kimia dan minyak dan

57

sektor pengangkutan dan komunikasi dengan nilai 0,7964 dan 0,7020 pada posisi ketiga dan keempat. Untuk keterkaitan langsung ke belakang sektor listrik, gas dan air merupakan sektor yang memiliki nilai keterkaitan langsung ke belakang yang paling tinggi dengan nilai 0,3103. hal ini dikarenakan sektor listrik, gas dan air merupakan salah satu sektor yang paling vital dalam kehidupan manusia dan tanpa sektor tersebut sektor yang lain tidak akan dapat berjalan, kemudian urutan kedua dan ketiga di tempati oleh industri makanan dan minuman dan sektor industri kayu dan furniture dengan nilai keterkaitan sebesar 0,3319 dan 0,1790.

Tabel. 5.7. Nilai Keterkaitan Berbagai Sektor Perekonomian di Indonesia
Langsung

Sektor
Depan Belakang

Langsung dan Tidak Langsung Depan Belakang

Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik, gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa
Sumber: Tabel I-O Indonesia, 2000 (diolah).

0,5495 0,2619 0,0236 1,3580 0,3319 0,2764 0,1790 0,1877 0,5997 0.0485 0,0431 0,7964 0,0900 0,3072 0,1737 0,1631 0,3103 0,1919 1,4070 0,7027 0,6438 0,0980

0,2391 0,1794 0,1393 0,1188 0,6039 0,4673 0,5687 0,3957 0,3378 0,5356 0,4078 0,4217 0,4842 0,5635 0,4161 0,3675 0,6530 0,4884 0,3821 0,3945 0,2400 0,3390

1,9552 1,3283 1,0291 3,1272 1,6422 1,3855 1,2191 1,2750 1,6529 1,0734 1,0653 2,1857 1,1150 1,2955 1,2689 1,3310 1,4368 1,3066 3,2051 2,0874 2,1306 1,1575

1,3950 1,2751 1,2287 1,1567 1,9484 1,7956 1,8775 1,6059 1,5409 1,8431 1,6424 1,5577 1,6858 1,7978 1,5005 1,6501 1,8552 1,7539 1,6138 1,6346 1,3643 1,5500

5997. .7 dapat dilihat bahwa sektor yang mempunyai nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung kedepan tertinggi adalah sektor pertambangan dan penggalian dengan nilai sebesar 3.9484.8552 dan 1. gas dan air dan sektor industri barang-barang dari kertas dengan nilai keterkaitan sebesar 1. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa jika terjadi kenaikan permintaan akhir satu juta.3378 yang berada pada posisi ke-17 diantara sektor-sektor yang lain. Untuk nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang.58 Untuk industri kertas. Selanjutnya berturut-turut untuk posisi ketiga dan keempat ditempati oleh sektor listik. Selanjutnya di posisi kedua dan ketiga ditempati oleh sektor perdagangan dan sektor industri kimia dengan nilai masing-masing sebesar 3.3378 juta rupiah. Sedangkan untuk keterkaitan langsung ke belakang industri kertas memiliki nilai sebesar 0. Urutan kedua tertinggi ditempati oleh sektor industri kayu dan furniture dengan nilai keterkaitan sebesar 1. dalam nilai keterkaitan langsung ke depan menempati urutan keeenam dengan nilai 0.8431.2051 dan 2.1857.1272.5997 juta rupiah. 5.2. maka sektor industri kertas akan meningkatkan permintaan inputnya secara langsung sebesar 0. sektor industri makanan dan minuman memiliki nilai keterkaitan tertinggi diantara sektor-sektor lainnya yaitu sebesar 1. Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sebesar satu juta. maka output industri kertas secara langsung akan meningkat sebesar 0.2.8775. Keterkaitan Langsung Perekonomian Indonesia dan Tidak Langsung Sektor-Sektor Pada Tabel 5.

59

Berdasarkan hasil analisis (Tabel 5.7), industri kertas memiliki nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung kedepan sebesar 1,6529 yang berada pada peringkat ketujuh diantara sektor-sektor yang berada dalam perekonomian Indonesia. Nilai keterkaitan tersebut mengindikasikan bahwa setiap satu juta output yang dihasilkan industri kertas secara langsung maupun tidak langsung akan dialokasikan kepada sektor-sektor lain dan kepada industri kertas itu sendiri sebesar 1,6529 juta rupiah. Sedangkan untuk keterkaitan langsung dan tidak langsung kebelakang, industri kertas memiliki nilai keterkaitan sebesar 1,5409 yang berada pada peringkat ke-16 diantara sektor-sektor lainnya. Nilai keterkaitan sebesar 1,5409 berarti apabila terjadi peningkatan permintaan akhir sebesar satu juta pada industri kertas maka permintaan input dari sektor-sektor lainnya maupun dari industri kertas itu sendiri secara langsung dan tidak langsung akan menigkat sebesar 1,5409 juta rupiah.

5.2.3. Keterkaitan ke Depan Industri Kertas terhadap Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Industri kertas merupakan sektor antara yang berada diantara sektor-sektor yang lain, industri ini tidak dapat dipisahkan dari industri atau sektor-sektor hulunya yang menyediakan input bagi keperluan proses produksinya, sebaliknya industri ini juga berfungsi sebagai penghasil output yang digunakan sebagai input bagi industri lainnya (hilir). Sektor-sektor hilir yang terkait dengan industri kertas antara lain industri barang-barang dari kertas, industri percetakan (penerbitan), dan sektor jasa-jasa.

60

Tabel 5.8. Keterkaitan ke Depan Industri Kertas terhadap Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Sektor
Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik, gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia, 2000 (diolah).

Koefisien 0.0005 0.0008 0.0025 0.0000 0.0022 0.0013 0.0004 0.0057 0.0015 0.3183 0.2448 0.0003 0.0047 0.0001 0.0006 0.0010 0.0007 0.0002 0.0020 0.0009 0.0012 0.0128

Peringkat 17 14 6 22 7 10 18 4 9 1 2 19 5 21 16 12 15 20 8 13 11 3

Dari hasil analisis keterkaitan ke depan industri kertas terhadap berbagai sektor perekonomian Indonesia (Tabel 5.8) dapat dilihat bahwa industri barang dari kertas menduduki peringkat pertama dengan nilai sebesar 0,3183. Selanjutnya disusul oleh industri percetakan dengan nilai keterkaitan sebesar 0,2248 pada urutan kedua. Industri barang dari kertas dan industri percetakan menempati peringkat teratas karena kedua industri ini menggunakan bahan baku utama yang dihasilkan dari industri kertas.

61

5.2.4. Keterkaitan ke Belakang Industri Kertas terhadap Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Industri kertas merupakan industri yang terus berkembang pesat di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan konsumsinya yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Perkembangan industri ini juga ditandai dengan peningkatan kapasitas produksi perusahaan-perusahaan industri kertas dalam satu dekade terakhir ini. Salah satu indikator penyebab perkembangan dan pertumbuhan yang cukup tinggi itu adalah kedekatan industri kertas dengan bahan baku industrinya dalam hal kemudahan memperolehnya. Kedekatan inilah yang menandai bahwa keterkaitan ke belakang industri kertas dengan sektor-sektor penyedia inputnya (hulu) cukup besar. Dari hasil analisis keterkaitan ke belakang industri kertas terhadap berbagai sektor perekonomian indonesia (Tabel 5.9) dapat dilihat bahwa industri pulp menduduki peringkat pertama dengan nilai sebesar 0,0944. Industri pulp menduduki peringkat pertama karena pulp merupakan bahan baku utama yang digunakan oleh industri kertas. Selanjutnya disusul oleh sektor pengangkutan dan komunikasi pada urutan kedua. Masuknya sektor pengangkutan dan komunikasi dalam peringkat yang cukup tinggi bila di bandingkan dengan sektor-sektor lain dalam perekonomian dikarenakan pentingnya faktor pengangkutan dan

komunikasi dalam memperlancar rantai distribusi bahan baku dari tempat bahan baku ke perusahaan tempat proses produksi dilaksanakan

0181 0. Keterkaitan ke Belakang Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.0001 0.3.0045 0. Koefisien 0. 2000 (diolah).9.0037 0.0005 0.62 Tabel 5.0050 Peringkat 11 7 17 12 9 20 15 1 14 10 16 4 21 22 13 19 6 18 3 2 5 8 5.0731 0.0006 0. Sedangkan analisis kepekaan penyebaran berguna untuk .0944 0. Analisis koefisien penyebaran dianggap penting karena menunjukkan koefisien kaitan yang memberikan gambaran tentang pengaruh yang ditimbulkan oleh suatu unit permintaan akhir untuk semua sektor di dalam suatu sisitem perekonomian.0000 0.0023 0.0071 0.0017 0. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia.0015 0.0004 0.0010 0.0621 0.0012 0. Analisis Koefisien Penyebaran dan Kepekaan Penyebaran Untuk mengetahui distribusi manfaat dari pengembangan suatu sektor terhadap perkembangan sektor lainnya baik melalui mekanisme transaksi pasar input dan pasar output dapat dianalisis berdasarkan koefisien penyebaran dan kepekaan penyebaran.0007 0.0199 0.0031 0.0401 0.

3. gas dan air.63 memberikan gambaran tentang pengaruh yang timbul oleh suatu unit permintaan akhir terhadap semua sektor di dalam perekonomian. .1. Koefisien penyebaran ini diperoleh dari nilai keterkaitan output langsung dan tidak langsung ke belakang yang dikalikan dengan jumlah sektor kemudian dibagi dengan total keterkaitan langsung dan tidak langsung semua sektor.10 dapat dilihat beberapa sektor yang mempunyai indeks koefisien penyebaran yang tinggi antara lain sektor industri makanan dan minuman. Pada Tabel 5. Dengan kata lain merupakan efek yang ditimbulkan oleh suatu sektor karena adanya peningkatan output suatu sektor yang bersangkutan terhadap output sektor-sektor lainnya yang digunakan sebagai input oleh sektor-sektor tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung. industri barang dari kertas juga industri tekstil dan pakaian. hal ini mengindikasikan bahwa sektor-sektor tersebut memiliki kemampuan yang kuat untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya. Koefisien Penyebaran Koefisien penyebaran menunjukan efek relatif yang ditimbulkan oleh keterkaitan ke belakang secara langsung dan tidak langsung antara satu sektor dengan semua sektor yang ada. Nilai koefisien yang lebih besar dari suatu sektor menunjukkan kemampuan sektor tersebut dalam menarik perkembangan sektor hulunya. Berdasarkan nilai indeks koefisien penyebaran yang lebih dari satu. 5. industri kayu dan furniture. Koefisien penyebaran sering disebut sebagai daya penyebaran ke belakang. listrik.

2152 1. Perusahaan-perusahaan besar yang memiliki kapasitas produksi yang besar pula ternyata juga memiliki pabrik pulp sebagai sumber bahan bakunya.7215 1.1710 1.0016 0.8701 0.10.9611 1. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia.0066 1. khususnya yaitu dengan sektor hulu yang paling besar keterkaitannya dengan industri kertas yaitu industri pulp.1199 1. Hal mengindikasikan bahwa industri kertas mempunyai kemampuan yang kurang kuat dalam menarik perkembangan sektor hulunya. sektor ini mempunyai indeks koefisien penyebaran sebesar 0.0939 1.1495 1. Koefisien Penyebaran 0.8509 0. 2000 (diolah).9668 Untuk industri kertas.64 Tabel 5.1571 1.1213 0.0514 1.9611..0195 0.7664 0. Koefisien Penyebaran Industri Kertas Terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.0292 1.9359 1.0244 0.7953 0.9715 1. Salah satu penyebab terjadi hal tersebut adalah adanya integrasi vertikal dalam industri kertas sendiri. Hal ini mengakibatkan kemampuan industri kertas secara keseluruhan untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya .

menurut Karseno dan Mulyaningsih (2002) integrasi vertikal pada industri kertas justru akan lebih meningkatkan efisiensi produksi perusahaan dalam industri 5.9504.3.11 dapat dilihat bahwa sektor pertambangan dan penggalian memiliki indeks kepekaan penyebaran yang paling tinggi yaitu sebesar 1.2. Nilai indeks kepekaan penyebaran lebih dari satu mengindikasikan suatu sektor memiliki kemampuan yang kuat untuk mendorong sektor hilirnya. Kepekaan Penyebaran Kepekaan penyebaran merupakan efek relatif yang disebabkan oleh perubahan output suatu sektor ekonomi yang akan menimbulkan perubahan output sektor ekonomi lainnya yang menggunakan output sektor tersebut sebagai input baik langsung maupun tidak langsung. Hal ini di karenakan sektor pertambangan dan penggalian merupakan salah satu sektor yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian.65 terutama pulp menjadi semakin berkurang. sehingga sektor pertambangan dan penggalian mempunyai kemempuan yang kuat dalam mendorong pertumbuhan sektor-sektor hilirnya terutama dalam hal penyedian kebutuhan bahan bakar untuk proses produksi. Pada Tabel 5. Kepekaan penyebaran ini sering disebut indeks daya penyebaran ke depan yang diperoleh dari keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan yang dikalikan dengan jumlah sektor kemudian dibagi dengan total keterkaitan langsung dan tidak langsung dari semua sektor. Barang tambang seperti minyak bumi dengan produk hasil olahannya yaitu bahan bakar minyak (BBM) merupakan pilar utama proses produksi output sektor-sektor industri dalam perekonomian. Namun jika di tinjau dari sisi efisiensi. .

9504 1.11.8961 0.3019 1.7603).0242 0.309. dan industri kayu dan furniture (0.8080 0. industri kertas lebih unggul dalam kemampuannya dalam menstimulir perkembangan sektor-sektor hilirnya dan termasuk ke dalam delapan besar sektor yang mempunyai indeks kepekaan penyebaran kuat dalam perekonomian. Kepekaan Penyebaran 1.7219 Sedangkan untuk industri kertas.6644 1. hal ini berarti bahwa industri kertas mempunyai kemampuan yang kuat untuk mendorong perkembangan sektor hilirnya.66 Tabel 5.0309 0.3632 0.8641 0.8285 0.3288 0.7603 0.8641). gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia.2195 0. sektor industri ini mempunyai indeks kepekaan penyebaran sebesar 1. 2000 (diolah). Bila di bandingkan dengan beberapa sektor lainnya yang tergolong sektor manufaktur seperti industri makanan dan minuman (1.6419 1.8149 1.7952 1.8302 0. . Kepekaan Penyebaran Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.6954 0.0242).7914 0.9990 1. industri tekstil dan pakaian (0. Dengan nilai indeks yang lebih besar dari satu.6695 0.

elastisitas output tertinggi ditempati oleh sektor perdagangan dengan nilai elastisitas sebesar 1.12). Menurut Mattas dan Shresta (1991) dalam Imansyah (2000) pendekatan ini lebih baik daripada analisis keterkaitan dan analisis multiplier karena memperhitungkan share suatu sektor dalam output. Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan output sektor perdagangan sebesar 1. Nilai elastisitas output yang tinggi dari . Elastisitas Input-Output Elastisitas input-output menyediakan pandangan baru untuk penentuan sektor prioritas. Pendekatan ini mempermudah policy makers untuk berkonsentrasi tidak hanya pada nilai-nilai keterkaitan dan multiplier tertinggi tetapi juga pada share suatu sektor ekonomi. Elastisitas Output Elastisitas Output adalah perubahan persentase dalam total output suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya.1253.4.2610 persen. Pada perekonomian Indonesia.4.1. Hal ini bermakna bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen maka akan meningkatkan total output sektor industri makanan dan minuman sebesar 1. Urutan kedua ditempati oleh sektor industri makanan dan minuman dengan nilai elastisitas output sebesar 1.2610 (Tabel 5.67 Semuanya itu menandakan bahwa sektor industri kertas layak untuk terus dikembangkan dan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.1253 persen. 5. 5. pendapatan dan tenaga kerja. Pendekatan elastisitas input-output dibagi kedalam tiga kategori yaitu elastisitas output.

Dengan nilai elastisitas output yang lebih besar dari satu.4. Elastisitas Pendapatan Elastisitas pendapatan adalah perubahan persentase dalam pendapatan suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya. yang berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan total output industri kertas sebesar 1.0023 persen. Urutan kedua ditempati oleh sektor pertambangan dan penggalian dengan nilai elastisitas pendapatan sebesar 1. industri kertas dapat disebut cukup responsif terhadap perubahan permintaan akhir pada sektor lain. Nilai elastisitas output yang tinggi bila dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya dalam perekonomian pada sektor perdagangan dan sektor pertambangan dan penggalian . sektor ini memiliki elastisitas output sebesar 1. Hal ini berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen maka akan meningkatkan total output sektor industri pertambangan dan penggalian sebesar 1.68 kedua sektor tersebut mencerminkan bahwa outputnya mempunyai respon yang besar terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya atau lebih sensitif terhadap perubahan yang terjadi pada sektor lainnya dalam hal permintaan akhir. Pada tabel 5. Untuk industri kertas.1650 persen. 5. Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan pendapatan sektor perdagangan sebesar 1.0759.1650.0759 persen.2.12 dapat dilihat bahwa elastisitas pendapatan tertinggi ditempati oleh sektor perdagangan dengan nilai elastisitas sebesar 1.0023.

0139 (20) Industri lainnya 0. Tabel 5.1659 (18) 0.3072 (12) 0.7964 ( 5 ) 0.6093 ( 8 ) 0.1631 (18) 0.5241 (11) Industri kayu dan furniture 0.0441 ( 2 ) 0.1650 ( 1 ) 0.0994 (19) 0.0548 (19) Listrik.6903 ( 4 ) 0.0980 (19) .8877 ( 4 ) 0.1008 ( 3 ) Industri makanan dan minuman 1. Dengan nilai elastisitas pendapatan yang kurang dari satu.3921 (15) Kayu 0. Sementara pada industri kertas. sektor ini memiliki elastisitas pendapatan sebesar 0.1790 (17) 0.0040 (22) Jasa-jasa 0.0023 ( 5 ) Industri barang dari kertas 0.2610 ( 1 ) Pengangkutan dan komunikasi 1.3284 ( 9 ) 0.5022.1919 (15) 1. industri kertas dapat disebut kurang responsif terhadap perubahan permintaan akhir pada sektor lain.1253 (17) Perdagangan 1.0274 ( 4 ) Keuangan dan persewaan 0.7100 ( 9 ) Industri percetakan 0. yang berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan pendapatan dalam industri kertas sebesar 0.0431 (22) 0.12.2619 (14) 0.3319 (10) 0.5179 (12) Sumber: Tabel I-O Indonesia.5022 ( 7 ) 0.1877 (16) 0.7027 ( 6 ) 0.0047 (21) Industri barang jadi dari logam 0.2778 (13) 0.2240 (14) 0.6449 ( 5 ) 0.69 menunjukkan bahwa pendapatan pada kedua sektor tersebut mempunyai respon yang besar terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya.5022 persen.1790 (16) 0.2133 (15) Output Pertanian 0.0247 (22) 0.3127 (10) 0.0009 ( 3 ) 0.9020 ( 7 ) Bangunan 0.0485 (21) 0.9831 ( 6 ) Industri semen dan barang non logam 0. gas dan air 0.1737 (17) 0.6005 ( 6 ) 0.0768 ( 1 ) 0.2764 (13) 0.0901 (20) 0.0759 ( 2 ) 1. Elastisitas Input-Output Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Tahun 2000 Sektor Elastisitas Pendapatan 0.4772 ( 8 ) 1.2772 (12) 1.6084 (10) Industri kimia 0.1253 ( 2 ) Industri tekstil dan pakaian 0.6438 ( 7 ) 0.3072 (11) 0.0443 (21) 0.5495 ( 9 ) 0.0955 (18) Hasil hutan lainnya 0.4050 (13) Pertambangan dan penggalian 1.3103 (11) 0.9779 ( 3 ) 1. Keterangan: ( ) merupakan peringkat Tenaga Kerja 0. 2000 (diolah).2591 (16) Industri pulp 0.8697 ( 8 ) Industri kertas 1.4048 (14) Industri logam dasar 0.0900 (20) 0.

Dengan nilai elastisitas yang kurang dari satu.70 5.4.6093. Elastisitas Tenaga Kerja Elastisitas tenaga kerja adalah perubahan persentase tenaga kerja suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya. sektor ini memiliki elastisitas tenaga kerja sebesar 0. Diantara sektor lainnya dalam perekonomian elastisitas tenaga kerja tertinggi ditempati oleh sektor perdagangan dengan nilai elastisitas sebesar 1. . Pada industri kertas.0441.3.12). Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan tenaga kerja sektor perdagangan sebesar 1. Nilai ini bermakna bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen maka akan meningkatkan tenaga kerja sektor industri makanan dan minuman sebesar 1. hal ini terjadi dikarenakan industri kertas selain merupakan industri padat modal juga merupakan industri yang cukup banyak menyerap tenaga kerja.0768 persen. tenaga kerja industri kertas dapat disebut kurang responsif terhadap perubahan permintaan akhir pada sektor lain. Peringkat kedua ditempati oleh sektor industri makanan dan minuman dengan nilai elastisitas tenaga kerja sebesar 1.0441 persen. Nilai elastisitas tenaga kerja yang tinggi dari kedua sektor tersebut mengindikasikan bahwa jumlah tenaga kerjanya mempunyai respon yang besar terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya atau lebih sensitif terhadap perubahan yang terjadi pada sektor lainnya dalam hal permintaan akhir.6093 persen.0768 (Tabel 5. yang berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan total output industri kertas sebesar 0. Namun demikian nilai elastisitas tenaga kerjanya masih bernilai positif.

(5) industri pulp.71 5. (8) industri kimia. (7) pertanian. (4) pengangkutan dan komunikasi. (2) industri makanan dan minuman. (9) listrik. sepuluh peringkat tertinggi dari hasil perankingan tersebut merupakan sektor-sektor kunci dalam perekonomian. hal ini menunjukkan bahwa industri ini. dan tenaga kerjanya untuk lebih berperan .5. yaitu: (1) perdagangan. dapat diketahui sepuluh sektor kunci perekonomian. Dari hasil analisis sektor kunci perekonomian Indonesia tahun 2000 berdasarkan ranking elastisitas (Tabel 5. Hal ini berarti kesepuluh sektor tersebut menjadi prioritas pemerintah untuk dikembangkan karena setiap sektor tersebut secara simultan mempunyai respon yang tinggi terhadap perubahan permintaan akhir sektor-sektor lainnya. bersama dengan sembilan sektor kunci lainnya. Pada penentuan sektor kunci berdasarkan elastisitas input-output. gas dan air. sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan. merupakan sektor unggulan dalam meningkatkan output. pendapatan maupun tenaga kerjanya (ranking elastisitas). dampak penyebaran atau elastisitas input-output. Sektor-Sektor Kunci dalam Perekonomian Indonesia Penentuan suatu sektor menjadi sektor kunci dalam perekonomian Indonesia dapat didasarkan pada kategori-kategori analisis input-output seperti analisis keterkaitan.13). (3) pertambangan dan penggalian. Industri kertas termasuk dalam sektor kunci perekonomian Indonesia (peringkat keenam). pendapatan. sektor yang menjadi kunci dalam perekonomian ditentukan berdasarkan ranking atau peringkat dari keseluruhan sektor dalam perekonomian baik dilihat dari elastisitas output. (6) industri kertas. dan (10) hasil hutan lainnya.

Tabel 5.5 10 3 2 12. Sektor Kunci Perekonomian menurut Ranking Elastisitas InputOutput Indonesia Tahun 2000 Elastisitas Input-Output (peringkat) Tenaga Output Pendapatan Kerja 15 5 9 18 9 14 13 12 10 3 2 11 16 8 5 9 10 6 14 21 20 19 7 17 1 4 22 12 2 3 17 16 6 7 21 22 20 11 18 14 10 13 8 1 4 19 15 3 2 13 16 4 8 21 22 5 20 12 17 18 11 15 1 6 7 19 Total Peringkat 29 41 35 8 7 41 48 18 20 51 54 31 45 51 51 47 31 40 3 14 48 46 Ranking Elastisitas 7 12.13.5 17. 2000 (diolah) . gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel Input-Output Indonesia.72 dalam perekonomian Indonesia dan pemerintah sebagai policy makers harus lebih biak lagi dalam menjalankan fungsinya berkaitan dengan penetapan kebijakan terhadap industri ini karena perannya dalam meningkatkan perekonomian tersebut.5 15 Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.5 11 1 4 17.5 14 20 20 16 8.5 5 6 20 22 8.

6. Berdasarkan hasil analisis rasio upah dan gaji dengan surplus usaha pada struktur nilai tambah bruto dapat diketahui bahwa sektor industri kertas mempunyai nilai surplus usaha lebih besar dibandingkan upah dan gaji. hal ini berarti bahwa distribusi pendapatan antara pemilik modal (perusahaan) dan pekerja tidak merata atau terjadi ketimpangan yang besar yang dapat disebabkan oleh adanya eksploitasi tenaga kerja oleh pemilik modal terhadap tenaga kerja dengan share yang lebih besar terhadap perusahaan (pemilik modal). berdasarkan analisis keterkaitan industri kertas tahun 2000 terhadap berbagai sektor perekonomian (keterkaitan per sektor) dapat diketahui bahwa industri kertas memiliki nilai keterkaitan yang tinggi baik ke depan maupun ke belakang terhadap sektor hulu dan hilirnya dan juga dengan sektor pendukungnya.73 5. Implikasi Kebijakan Dari hasil penelitian ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai implikasi kebijakan. Hal ini menandakan bahwa dalam industri kertas sangat potensial untuk dibentuk dan dikembangkannya klaster industri kertas. antara lain yaitu: 1. kondisi ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam Peraturan . 2. Pada sub-bab sebelummya. Untuk mengurangi kesenjangan pendapatan ini diperlukan campur tangan pemerintah yang lebih adil sebagai regulator ketenagakerjaan baik melalui penetapan kebijakan yang berfokus pada kesejahteraan tenaga kerja maupun sebagai mediator antara perusahaan dan tenaga kerjanya dalam penenganan berbagai masalah ketenagakerjaan terutama dalam persoalan upah.

2005).7 Tahun 2005 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Dengan adanya klaster ini maka bukan saja dapat saling menumbuh kembangkan industri terkait dan industri pendukung dalam klaster tersebut. Namun demikian dapat dinilai adanya keterlambatan pemerintah karena baru tahun 2005 mengeluarkan kebijakan pengembangan klaster industri tersebut. Pada saat yang sama jaringan yang terpadu dari IKM terkait akan terus berkembang. padahal dari tahun 2000 berdasarkan penelitian ini pentingnya kebijakan klaster sudah dapat diidentifikasi. tetapi juga mengingat dalam setiap sektor terdapat juga pelaku ekonomi yang tergolong Industri Kecil dan Menengah (IKM).74 Presiden No. maka klaster tersebut akan menarik IKM untuk memenuhi Permintaan barang dan jasa. Oleh karena itu IKM memerankan peranan secara integral dan konstruktif dalam suatu klaster industri. sementara klaster industri memberikan kesempatan pada IKM untuk membuat keterkaitan pasokan antara perusahaan besar dan menengah (Deprin. Dalam peraturan tersebut dijabarkan mengenai rencana pemerintah untuk membangun daya saing industri manufaktur nasional lima tahun kedepan dengan fokus pengembangan industri melalui penguatan dan penumbuhan klaster-klaster industri inti yang termasuk industri kertas didalamnya. menawarkan jasa dan produk-produk untuk mendukung klaster industrinya. .

industri kertas berkontribusi terhadap permintaan antara sebesar Rp 10.1.327 juta dan jika dilihat dari struktur ketenagakerjaan. Pada struktur permintaaan.0944) yang merupakan sektor penghasil bahan baku industri kertas dan pada sektor pengangkutan dan komunikasi (0.2448) sementara pada keterkaitan ke belakangnya. kemudian kontribusinya dalam struktur nilai tambah bruto adalah sebesar Rp 7. KESIMPULAN DAN SARAN 5. 2. maka kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut.454 jiwa.0731) yang merupakan salah satu sektor pendukung industri kertas. Pada struktur ekspor dan impor. . industri ini mampu meyerap tenaga kerja sebesar 118.800. Industri kertas memiliki keterkaitan yang tinggi terhadap sektor hulu dan hilirnya (keterkaitan industri kertas terhadap sektor-sektor perekonomian). Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis peranan industri kertas terhadap perekonomian Indonesia.854 juta dan jika dilihat dari struktur output sektoral. 1.771. Pada keterkaitan ke depan industri kertas mempunyai keterkaitan yang paling tinggi terhadap sektor industri barang dari kertas (0.VI.125.970. industri ini berkontribusi sebesar Rp 24.3183) dan pada peringkat kedua yaitu terhadap industri percetakan (0.847 juta.895. industri kertas melakukan ekspor sebesar Rp 13.622 juta.507. industri kertas memiliki keterkaitan yang paling tinggi terhadap industri pulp (0.775 juta dan permintaan akhir sebesar Rp 13.385 juta dan mengimpor sebesar Rp 8.

pendapatan. Namun di sisi lain. industri kertas merupakan sektor prioritas yang harus dikembangkan oleh pemerintah sebagai policy makers karena kontribusinya terhadap perekonomian tersebut. sektor industri ini memiliki indeks koefisien penyebaran yang kurang dari satu (0. industri ini merupakan sektor industri yang memiliki kemampuan yang kuat dalam mendorong pertumbuhan sektor hilirnya seperti industri barang dari kertas dan industri percetakan karena memiliki indeks kepekaan lebih dari satu (1. terutama pulp. . Bersama dengan sektor kunci lainnya.76 3. Industri kertas termasuk dalam salah satu dari sepuluh sektor kunci perekonomian Indonesia (peringkat keenam) berdasarkan ranking elastisitas. 4. Industri kertas kurang memiliki kemampuan untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya karena jika dilihat dari hasil analisis koefisien penyebaran. sehingga sektor ini mempunyai kemampuan yang cukup besar dalam berkontribusi untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan. maupun tenaga kerjanya. Salah satu penyebab lemahnya industri ini dalam menarik pertumbuhan sektor hulunya adalah adanya integrasi vertikal yang dilakukan oleh perusahaan-perusahan besar dalam industri ini dengan sektor penghasil bahan bakunya.9611). Hal ini mengindikasikan bahwa sektor industri ini memiliki respon yang tinggi terhadap perubahan permintaan akhir sektor lain dalam hal peningkatan output.0309).

Pada industri kertas harus dibangun klaster industri yang kuat secara berkelanjutan sehingga industri kertas dan sektor yang terkait di dalam klaster tersebut seperti industri pulp. Saran Berdasarkan hasil analisis. industri barang dari kertas dan industri percetakan juga dapat saling menunjang untuk meningkatkan perkembangannya dan peranannya terhadap perekonomian Indonesia.77 6. 1. .2. dapat disampaikan saran berikut ini. 2. 3. Untuk meningkatkan efisiensi industri kertas tanpa mengurangi kemampuan industri tersebut menarik pertumbuhan sektor hulunya antara lain adalah dengan mempercepat transformasi pembangunan industri kertas menuju fase innovation driven melalui peningkatan teknologi produksi dan pelatihan tenaga kerja terampil yang intensif sehingga dapat meningkatkan outputnya dan disisi lain sektor hulu tetap dapat memasok input bagi industri kertas tersebut. pemberian fasilitas karyawan yang lebih baik serta jaminan sosial untuk mengatasi kesenjangan pendapatan antara perusahaan dan tenaga kerjanya pada industri kertas. Pemerintah harus campur tangan yang lebih intensif melalui penetapan Upah Minimum Regional (UMR) yang benar-benar sesuai dengan standar kehidupan di Indonesia.

Paper for 13th International Conference on Input-Output Techniques. “An Application of the FES Approach to A Small Region in Indonesia: Banjarmasin Input-Output Model 1”. R. Mansur. Niaga. Jakarta. Vol. Jakarta. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Macerata. 2002. Muchtar. dan Blair. T. No. 17. USA. . E. 2005. 2003.id/ publikasi. R. [30 September 2005] Hasibuan. A. M. Input-Output Analysis: Foundation And Extensions. H. BPS. Analisis Peranan Sektor Pertanian dan Industri Pengolahan Terhadap Perekonomian Propinsi Kalimantan Timur (Berdasarkan Analisis Input-Output) [Skripsi]. 2000. Direktori Industri Pulp dan Kertas Indonesia 2003.deprin. Prentice Hall. Dampak Keterkaitan Sektor Industri Terhadap Perekonomian Wilayah Kabupaten Sidoarjo [Tesis]. B. “Industri Kertas Butuh Investasi Baru” [Harian Terbit Online]. Jhingan. M. http://www. Tabel Input-Output Indonesia 2000. E.go. 1997. 1985.D. Bogor.asp?id=NNA [30 September 2005]. Jakarta. New Jersey. 2. 2005. 2002. dan Mulyaningsih. Bogor. Institut Pertanian Bogor.com [18 Februari 2005]. M. Miller. 2000. bankniaga. “Integrasi Vertikal dan Efisiensi Industri: Industri Kertas Tahun 1979-1997 Dengan Pendekatan Error Correction Model”. Ekonomi Industri : Persaingan. Jakarta. http://www. P. 1993. Deprin.DAFTAR PUSTAKA Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia. http://www. Karseno. LP3ES.L. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Raja Grafindo Persada. APKI. 2000. Hal. BPS.com/content/content. 136-149. Italy. N. Monopoli dan Regulasi. 2005. Fakultas Pertanian. Imansyah.harianterbit. ”Profil Perusahaan” [Bank Niaga Online]. ”Kebijakan Pembangunan Industri Nasional” [Deprin Online]. Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor. Puspitawati.

Fakultas Pertanian. A. Sipayung. 2004. Ruhmaniyati. Tjandrawan. I. Institut Pertanian Bogor. dan Vidyatmoko. 1998. S. Bogor. Institut Pertanian Bogor.79 Rosadi. ”Kertas” [Wikipedia Online]. “Analisis Pasar Pulp dan Kertas Indonesia”. 2000. No. 2005. Fakultas Pertanian. Vol. 194203. Analisis Peranan Sektor Industri Pengolahan terhadap Perekonomian Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor. Analisis peranan Sektor Industri Pengolahan Dan Pengaruhnya Terhadap Perekonomian Jepara [Skripsi]. T. http:// www. Setyawan. Institut Pertanian Bogor. Institut Pertanian Bogor. Departemen Ilmu Ekonomi. 2002. 1994.wikipedia. Prosiding Seminar. Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Ekonomi Dan Manajemen. “Prospek dan Tantangan Pengembangan Agribisnis Pulp dan Kertas dalam Era Ekolabeling dan Otonomi Daerah”.org /wiki/ Kertas [17 September 2005]. dan Pambudy. 5. . Dampak Investasi Sektor Pertanian Terhadap Perekonomian Nasional [Skripsi]. Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. 1995. Wikipedia. Analisis Peran Sektor Industri Pengolahan dan Dampaknya terhadap Pembangunan Ekonomi Di Kota Cilegon [Skripsi]. R. Bogor. 2005. D. Sahara. Bogor. 4. Bogor. Setiyaji. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Bogor. A. H. Departemen Ilmu Ekonomi. Hal. Fakultas Ekonomi Manajemen. Bogor. Y. Analisis Peranan dan Keterkaitan Sektor Pertanian dan Industri di Jawa Barat [Skripsi]. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia.

LAMPIRAN .

Klasifikasi Sektor Tabel Input-Output Indonesia Tahun 2000 Kode I-O 22 Sektor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 180 190 200 201 202 203 204 205 209 210 301 302 303 304 305 306 309 310 401 402 403 404 409 501 502 503 509 600 700 1000 Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik. 031-034 029 030 035-048 049-073 074-083 084-089 090 091 092 093 094-109 110-114 115-118 119-122 123-141 142-143 144-148 149-152 153-159 160-164 165-175 180 190 200 201 202 203 204 205 209 210 301 302 303 304 305 306 309 310 401 402 403 404 409 501 502 503 509 600 700 - .81 Lampiran 1. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Jumlah permintaan antara Jumlah input antara Impor Upah dan gaji Surplus usaha Penyusutan Pajak tak langsung Subsidi Nilai tambah bruto Jumlah input Pengeluaran konsumsi rumah tangga Pengeluaran konsumsi pemerintah Pembentukan modal tetap bruto Perubahan stok Ekspor barang dagangan Ekspor jasa Jumlah permintaan akhir Jumlah permintaan Impor barang dagangan Pajak penjualan Bea masuk Impor jasa Jumlah impor Margin perdagangan besar Margin perdagangan eceran Biaya pengangkutan Jumlah margin perdagangan dan biaya pengangkutan Jumlah output Jumlah penyediaan Jumlah Tenaga Kerja Kode I-O 175 Sektor 001-028.

82 .

130 77.700.857 1.321 5.343.811.539 77 186.403 32.854 1.652 2.225 7 45.550 754.298 16.319 30.901.183 17.262 40.034 1.550.387.480.537.933 112.241 1.371 22.759 243.638.052 131.169.618 174.782.975 83.338 627.048 32.460 175.735.441 610.590.813.320 1.479 83.473 2.607 8.553 13.043 4.292.155 7.919 4.017.028 555.648.881 2.182.114 8.592 916.093.797.563 6.046 926.898 115.543 5.849 57.711.393 13.478 63.418 1.750 0 13.600 181.838 1.103.417 121.800 17.660.602 25.368.430 55.143.912 23.949 332.405.509.996.931 59.918.340.968 7.083 224.839 1.534.099 2.349 206.989 146.072 325.385 20.281.305.098 7.585.575.817.453 11.979 5.605.579 55.809 1.688.187 416.871 2.352 975.542 1.513 4 19.441 370.858 40.617 382.942 12 8.010.930 129.758.167.302 43.443 429.296.643 8.592 6 2.426 874 728.170 904 57.513 798 315.237 4.792 116.206 15.322 2.991.702 (250.250 478.507.946 64.311 2.626 3.947 11.212.553 108 5.245 1.086 5.325 3.815.512 1.328.080 264.297 479.010 7.694 21.800 53.232 13.826 927 3.785.606.644 45.441 8.459 553.990 8.943 5 101.867 3.666 65.991.256.774 147.895 2.192 10.037.290.229.646.056 33 4.620 73.443 4.003 363.708 127.258 4.493.099 1.333 4.725 138.404 151.116 490.489 59.764 20.089 47.433 565.811.963.355 8.664.656 2.452 5.938 6.063 1.323 82.114 5.772.628 123.489 940.777 7.486 100.370 110 84 1.026 84.590 44.217.195 196.228 69.946.427 3.418 59.917 375.190 41.441 967 8.958 487.667 3.944 86.394 141.282.799 5.396 166.560 21.399 1.947 1.210 51.335.770 35.343 332.867 6.703 4.241 75.824 3 2.395.777.426 102.864.692.755 162.551 11 0 271 122 11.358 933.845 40.905 2.530.424 2.574 1.577 159.451 3.414.957 7.895.853 110.429 0 64.091 20.973 1.796 55.781 6.714.828 61.890 1.190 18.731.567.877 3.670 6.319 504 17.576.492 528.914 121.525.805.362 161.622 118.875 45.850.160 823.524 1.890 49.908 14.504 1.679.177 21.036 8.506 493.526 0 737.541 16.639 865.560 28.073 8.051 9 77.567 19.536.240 13.408 100.698.110.427 2.870 210.440.855 76.577.834 1.484.462 55.437.308 853.850 337.486 5.569 11.491 11.135 200.718 3.508.973 369.073.059 106.427.739.894 6.867 4.860.591 10.004.895.534.412.442 3.354 5.040 2.064 55.849 23.244 1.459 131.012.939 5.063 4.566.634 1.371 1.277 246.327.069 6.411.913 151.001 2.817 378 627.554.958 683.749 24.613 111.824 90.670 7.540.941 1.824 40.837 15.738 25.083 7.479.062.663.588 6.164 224.364 2.333 287.720 2.069 338.145.229 1.664.327 24.558.554.346 38.821.755 17.623.097 590.588.365.903 7.252 43.459 53.625.218 1.337.292 5.902 2.876 348 994.515 25.213 64.705 8.884 378.771.391 448. Tabel Input-Output Indonesia 2000 Klasifikasi 22 Sektor (dalam Juta Rupiah) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 1 16.839 4.040 1.701 301.227 72.899 1.030 13 20.926 10.049 112.911 Sumber: Tabel I-O Indonesia 2000 (diolah).203 19.530 8.117 594.134 8 203.982.228) 97.330 296.514 33.886 2.718.798 105.568 1.597 18.809 448.306 815.569 34 8.484.762 4.306.739.024 5.955 23.450.725 1.405 6.129 2.040 29.043 1.379 648.453.494 1.693 181 11.151 825.905 57.615 23.851 37.171 1.655 17.858 26.238.628 22 85.293 2.454 10 0 3.590 5.333 29.780 41.627.772.936 36.705 705.467 1.908 141. .212 3.785.524 2.407.119.824.570 3.519 2 628.208.183 19.Lampiran 2.094.014.985 9.778.458.775 19.557.176 167.596 643.539 4.561 1.560 5.235.359.606 1.442 120.732 1.952.

661 524.597 5.817.014.746 32.866 1.930.670.568 21.117.271.637.349 8.643 1.489.767.926 117.928 69.272.565.887 124.113 94.525 11.842 123.360.756 12.264.127.542 4.213 16.580.331 1.158 5.048.192.034.278.525 1.775.218 21.588.963 62.891 123.428 117.703.214.726.723 41.663 1.896.732 (3.664 18 4.817 215.100) 65.713 197.499 1.206 438.084 3.616 5.169 4.870.338 4.575.019 14.649 36.480.242.056 3.664 156.429 11.378 61.995 65.770 755.980 42.601 21.393.237 2.966.005.147.361 758.138.117 1.860.475.635 64.892 1.981 156.515 20 299.678 19.919 398.741 10.081 564.407.511 9.175.649 157.028.503 7.100.177 2.255 19 10.078 1.105 476.593 2.463.332 12.261 6.442.448.844 882.197 4.505 723.350 130.671.084.360 3.973 6.060.875 1.727 9.420.877.667.194.139 2.011.604.695 225.959 1.385 1.798 5.393.076.292 3.830.257 15.248 966.690 115.761 137 85 121.279.805 2.700 3.698 49.445 412.966 18.946 777.126 93.730 90.186.179 17.727 27.038 13.260.401 110.800.233 396.529.354 37.864.287 11.780 1.142 10.385 6.180 14.529.228.713.451 7.332 3.084 15.944 3.398 13.642 36.310.705 859.415 15.979 350.278.048.999 6.844.281 60.015 1.437 791.808 158.106.757 400.106 4.724.434 76.413 259.253.089.458.326 9.749 609.161 16 620.576 834.916 1.509 2.383 143.742.810 2.352.073 (30.320.652 411.455.074 19.131 151.444.228.172 0 141.161.451.136.238.130 9.723.176 197. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 14 9.006.858 495.002.226.855 61.600 441.570.708 59.748.382 1.995.569.110.327 19.666 2.169.441.525 1.843.063 8.722 2.915 13.035 16.183.825 1.310 6.113 3.578) 1.182 30.498 110.638 33.511 29.028.215 35.559 322.045.088 161.598.697 6.196 11.670 19.559 27.392 227.498 19.226.242.961 1.803 4.502 4.472 105.079.574 1.641 37.562.383.275.900.951 232.802.741.573.848 85.107.738 824.704 3.071.567 26.649.870 126.744.626 70.020 7.116 770.757 225.353.430 1.657 12.577 8.076.948 .843 149.876.012.739.916.333.228 1.108 19.677.990 18.331.476.595 1.760 1.685.948 (3.200.065 15.579 4.797 15.705.372 88.070 6.221.610 7.547.036.388 38.097 1.921.902.876.244.652.465 5.613 357.460.564.340 6.350 2.107 3.997 34.167.983 3.553 13.729.977.354 19.812 173.477.678 7.287.715 373.912 21 34.390.411.945 37.142.778 1.872 278.155 1.206.063 111.672 6.973.034 22 2.223 22.793.727 30.567 26.218 17 4 14.111 382 16 1.950 527.399 3.332 3.164.875 3.713.127 19.649.609 151.Lampiran 2.383.564.229.463.179 26.243 177.344 3.418 14.305 20.767.729.250) 8.791 866.073.292 6.297 19.823.063 4.246 2.153.189 19.623 84.923 16.713 2.032 448.030 39.731.368.382 4.139 10.963 176.000 213.372.412.563 510.202 4.093.397 114.700.015.859 16.156 105.594 50.247.278 17.134 11.019 287.044.870.786 3.132.266.860 2.938 15 7 6.344.203.584 3.952 5.821 27.405 6.676 1.861 35.948.079.377.668 341.125.756.544 967.016.630 1.781 337.562 180 144.085 15.128 23.852 121.915 1.802 134.931.727 100.041.775 5.

760.620 37.730 209.496.028.210 29.389.202.552 1.743 3.621 208.387.733 15.581 64.849 80.424 8.592 110.353.782.620 8.326 12.242.086 112.268.965.613 64.162.857.552 309 115.281 292.656.695.818 108.238 77.340.018 79.943.850.278 151.488.125.786.849 24. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 301 107.814 6.111.724 5.412.525.568 646.881 13.479.241.970.165 139.211.160 1.887 201.871 18.099.413 14.254 131.617 8.534.883.695 227.831.766 15.008.689.837 441.582 2.257.416 2.553.927.485.447 401 314.480 402 15.774.438 304 1.063 396.629 152.775.036.438.013.575 17.241.933 748.034 238.385 1.698.622 8.957.214.887 9.965.595.466.747 942.935 1.848.480 15.539.400.642 67.705 23.559 199.398 613.110 107.480 6.790.534.457.454 .033) 5.573 20.044 8.136 48.600 272.325.550 13.837 32.315 90.071 1.337 73.167.658.466 29.169 161.670 7.287 2.473.016 394.036 155.028 2.426.798.701.743.623 306 1.294.067 1.243.514 305 6.056 67.593 30.158 1.933 124.901.282 301 14.842 31.634.225.643 115.785 158.108 13.605 94.276.356 105.373 55.561.729.416.151 329.513 2.851.673 (68.503.028.571 11.637.813.808.885.267.044 403 8.689.433 37.Lampiran 2.408 243.247 77.483.413 3.586.713 1.259 165.949.379 33.042 41.188 2.847 3.771.193.96 42.988.783 520.435 4.048.897.305 5.495 11.620 13.935 88.865.114 310 260.916 177.696 668.162.365 57.088.389.420.454 856.621 133.677.227.471 38.637.239 8.658.627.001.831.777.497 302 88.294 8.034 41.942.316.697 937.599 5.143.739.437 68.805.815.119.099 57.665 303 189.374 51.707.944 196.209 234.327 1.068.045 25.187.393 208.269 4.614 794.623 48.161.076 2.672.272.491 474.284 314.329.865.485 39.321 835.779.114.200 520.125.821.

284 - .705 23.620 13.412.695 227.534.729.677.837 441.408 243.613 64.627.242.272.613 64.701.412.287 2.469 - - - - 2.698.214.729.622 8.821.169 161.325.424 8.469 501 502 503 509 600 260.627.325.677.169 161.447 103.944 196.853.278 151.821.099 57.637.622 8.849 24.850.063 396.099 57.575 17.099.575 17.916 177.850.099.637.151 329.214.340.739.701.242.853.119.815.099.805.063 396.353.815.771.165 139.340.088.379 33.438.143.593 30.739.805.837 3.119.165 139.Lampiran 2.593 30.944 196.849 24.424 8.287 2.620 13.698.254 131.705 23.701.988. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 404 103.771.028 2.408 243.028 2.672.916 177.353.379 33.254 131.278 151.695 227.272.438.672.534.837 700 260.151 329.

0000 0.0446 0.0009 0.0782 0.0023 0.0040 0.0000 0.0220 0.0003 0.0001 0.0021 0.0021 0.4842 Total Sumber: Tabel I-O Indonesia 2000 (diolah).0007 0.0026 0.0002 0.0003 0.0233 0.0001 0.0005 0.0087 0.0142 0.0001 0.0047 0.0013 0.0000 0.0201 0.0243 0.0083 0.0000 0.0000 0.0000 0.0002 0.5687 8 0.1247 0.0001 0.0010 0.0016 0.0003 0.6039 6 0.0007 0.0000 0.0017 0.0730 0.0003 0.0011 0.0001 0.0001 0.0002 0.0001 0.0000 0.0050 0.0000 0.Lampiran 3.0000 0.0734 0.0009 0.0005 0.0059 0.0519 0.0002 0.0000 0.0002 0.2448 0.0000 0.0238 0.0001 0.0015 0.0000 0.0317 0.0000 0.0002 0.0073 0.0000 0.0000 0.0000 0.0433 0.0199 0.0041 0.0078 0.3183 0.0006 0.0050 0.0224 0.0020 0.5356 11 0.0009 0.0000 0.0023 0.0000 0.4673 7 0.0002 0.0000 0.0022 0.0428 0.0599 0.0090 0.0535 0.0004 0.0001 0.0250 0.0001 0.0002 0.0000 0.0000 0.0096 0.0000 0.1780 0.0066 0.0056 0.0027 0.0000 0.0094 0.0008 0.0071 0. Matriks Koefisien Teknis Klasifikasi 22 Sektor SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 1 0.0000 0.0000 0.0025 0.0350 0.0083 0.0000 0.0000 0.0000 0.0211 0.0424 0.0025 0.0119 0.0073 0.0042 0.0006 0.2497 0.0044 0.0035 0.0097 0.0934 0.0004 0.0000 0.0003 0.0015 0.0000 0.0800 0.0001 0.0477 0.0000 0.0002 0.0001 0.1094 0.3957 9 0.0171 0.0008 0.0023 0.0008 0.0000 0.0002 0.0002 0.0000 0.0028 0.0153 0.0000 0.0555 0.0000 0.0001 0.0000 0.0000 0.1393 4 0.0010 0.0002 0.0000 0.0107 0.0000 0.2130 0.0171 0.0385 0.0217 0.0001 0.0944 0.0000 0.0182 0.0464 0.0000 0.0001 0.2445 0.0008 0.0000 0.0000 0.0001 0.0026 0.0355 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0436 0.0119 0.0073 0.0000 0.0001 0.0001 0.1335 0.0025 0.3378 10 0.0005 0.0008 0.0011 0.0000 0.0310 0.0005 0.0007 0.0002 0.0000 0.1188 5 0.0000 0.0053 0.0009 0.0289 0.0011 0.0319 0.0002 0.0181 0.0003 0.0007 0.0014 0.0836 0.0013 0.0003 0.0015 0.0006 0.0002 0.0086 0.0401 0.0000 0.0000 0.2391 2 0.0016 0.3052 0.0362 0.4217 13 0.0001 0.0802 0.0001 0.0731 0.0005 0.0012 0.0168 0.0718 0.0000 0.0000 0. .0000 0.0002 0.0646 0.0001 0.0105 0.0000 0.0073 0.0008 0.0000 0.0003 0.0010 0.0000 0.0621 0.0000 0.0061 0.0004 0.0059 0.0000 0.0022 0.0005 0.0506 0.0280 0.0213 0.0045 0.0016 0.1354 0.0116 0.0013 0.0003 0.0047 0.0000 0.0000 0.0031 0.0022 0.0155 0.0239 0.0000 0.4078 12 0.0036 0.0037 0.1794 3 0.0004 0.0003 0.0000 0.0022 0.0000 0.0000 0.0057 0.0006 0.0000 0.0352 0.0010 0.0000 0.

0315 0.0000 0.0000 0.0007 0.0000 0.0001 0.0604 0.0465 0.0108 0.0000 0.0010 0.0020 0.0000 0.0009 0.3945 21 0.0030 0.7964 0.0000 0.0001 0.0369 0.0011 0.0024 0.0150 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0037 0.4633 0.4070 0.0008 0.0589 0.0180 0.0980 8.0000 0.0502 0.2619 0.0295 0.0014 0.0020 0.0038 0.0278 0.0001 0.2400 22 0.0369 0.0085 0.0047 0.0275 0.0000 0.0276 0.0025 0.3580 0.0128 0.0352 0.1737 0.6530 18 0.1877 0.1097 0.0000 0.0000 0.0331 0.0158 0.0226 0.0001 0.0000 0.0006 0.0939 0.0105 0.0364 0.0001 0.0001 0.0002 0.1006 0.1548 0.0000 0.1919 1.0373 0.0431 0.0626 0.0000 0.0804 0.0035 0.0258 0.0009 0.0220 0.0002 0.0261 0.0317 0.0867 0.0620 0.0002 0.0081 0.0002 0.0163 0.3390 Total 0.0236 1.0000 0.0003 0.0013 0.0002 0.0000 0.0230 0.3675 17 0.Lampiran 3.0019 0.0000 0.1020 0.0049 0.0000 0.0371 0.1631 0.0400 0.7027 0.0001 0.1790 0.0001 0.0221 0.0001 0.0000 0. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Total 14 0.0007 0.0078 0.6438 0.0000 0.0099 0.0053 0.0000 0.0010 0.0008 0.0007 0.5997 0.0046 0.0000 0.0000 0.0000 0.0033 0.0039 0.4161 16 0.0002 0.0180 0.2764 0.0495 0.0319 0.0000 0.0007 0.0817 0.0048 0.5635 15 0.0000 0.0187 0.0532 0.3821 20 0.3072 0.0007 0.0000 0.0000 0.0000 0.5495 0.0000 0.0360 0.0508 0.0022 0.0277 0.0131 0.0001 0.0000 0.0091 0.0023 0.0003 0.0009 0.0474 0.0485 0.0000 0.0226 0.0000 0.0100 0.0130 0.0004 0.0001 0.0001 0.4884 19 0.0044 0.0027 0.0047 0.0001 0.0200 0.0010 0.0771 0.0336 0.0000 0.3319 0.0172 0.0001 0.0572 0.0900 0.0012 0.0791 0.0179 0.2790 0.1082 0.0071 0.0058 0.0074 0.0008 0.0008 0.0055 0.0000 0.7433 .0000 0.0272 0.0003 0.0010 0.0223 0.0348 0.0244 0.0005 0.0004 0.0007 0.0007 0.0511 0.0001 0.0032 0.0002 0.0016 0.0147 0.0003 0.0889 0.0020 0.0000 0.0023 0.3103 0.0000 0.

0094 1.0155 0.6059 9 0.1045 1.0080 1.1548 0.0009 0.0000 0.0007 0.0010 0.0602 0.0009 1.0004 0.0015 0.0494 0.0019 0.0054 0.0004 0.1178 0.0012 0.0024 1.0037 1.0130 0.0463 0.0007 0.0002 0.0003 0.0063 0.0000 0.0008 0.0220 0.0121 0.0001 0.0345 0.0013 0.0052 0.0046 0.0017 0.1048 0.0100 0.0044 0.0006 0.0074 0.0294 0.0508 0.0030 0.0015 0.0991 0.0359 0.0782 0.0133 0.0260 0.0016 0.0014 0.0192 0.2508 0.0137 0.8775 8 0.0006 0.0000 1.0446 1.0001 0.1036 0.0017 0.0123 0.0024 0.0058 0.0076 0.0030 0.0034 0.0474 0.0032 0.0086 0.0681 0.3337 0.0080 0.0467 0.0005 0.0483 0.0011 0.0005 0.0014 0.0002 0.0943 0.0011 0.0441 0.0109 0.0002 0.0014 0.0035 0.0054 0.0008 0.0072 1. Matriks Kebalikan Leontief Klasifikasi 22 Sektor SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 1 1.2025 0.0394 0.0291 0.0767 0.0052 0.1140 0.0012 0.0009 0.0636 0.0059 0.0033 1.0474 0.0452 0.0022 0.0009 0.0052 0.0050 0.0304 0.0042 0.0153 0.0261 0.0012 0.0112 0.0260 0.0079 1.0043 1.0122 1.0021 0.0005 0.0378 0.0004 0.0052 0.0050 0.0002 0.0062 0.0016 0.0044 0.0770 0.0005 0.0005 0.0826 0.0061 0.0001 0.0046 1.0001 0.0000 0.0133 0.0148 0.0221 0.0166 0.0011 0.6424 12 0.0008 0.0013 0.0275 0.0002 0.0034 0.0003 0.0001 0.0155 0.6858 Total Sumber: Tabel I-O Indonesia 2000 (diolah).0749 0.0230 0.0626 0.0017 0.0287 0.0196 0.0014 0.0007 0.1031 1.0030 1.0138 0.0163 0.0076 0.0049 0.0357 0.0036 0.0004 0.0001 0.0337 0.2751 3 0.0481 0.0042 0.0042 0.0981 0.0067 0.3950 2 0.0938 0.0775 0.0018 0.0386 0.0105 0. .0134 0.0005 0.0008 0.0001 0.0648 0.2921 0.0008 0.0078 0.0021 1.0026 0.0584 0.2088 0.1133 0.0058 0.0009 0.0397 0.0021 1.0026 0.1920 0.0001 0.0099 0.0006 0.0002 0.0137 1.0028 0.0006 0.0440 0.0327 0.0382 0.0065 0.0013 0.0036 0.0090 0.Lampiran 4.0452 0.0163 0.0013 1.1567 5 0.0221 0.0322 0.1068 0.0014 0.3235 1.0011 0.0134 0.0013 0.0001 0.9484 6 0.0014 1.0077 0.0025 0.0097 0.0017 0.0170 0.0004 0.0009 0.5409 10 0.0009 0.7956 7 0.0394 0.1683 0.0965 0.0007 0.0010 0.0166 0.0003 0.0032 0.0082 0.0021 0.0013 0.0303 1.0059 0.0164 0.0007 0.0055 0.0193 0.0036 0.8431 11 0.0106 0.0051 0.0093 0.0008 0.0031 0.0172 0.0240 0.0542 0.0011 0.0072 0.5577 13 0.0108 0.4000 0.0010 0.0004 0.0009 0.0043 0.1038 0.0012 0.0007 0.0055 0.0109 0.0005 0.0006 1.0118 0.0024 0.0097 0.0007 0.0112 0.0053 0.0116 0.0034 1.0008 0.0012 0.2287 4 0.2872 0.0180 0.

0067 0.0816 0.0999 0.0522 0.0004 0.0104 0.1194 0.6422 1.0171 0.1049 0.0755 0.1095 0.0031 1.0058 0.0025 1.0420 0.0026 0.0000 0.0487 0.0007 0.0599 0.0007 1.6138 20 0.0015 0.7539 19 0.0246 0.0638 0.0062 0.0105 0.2955 1.3310 1.0003 0.0024 0.2689 1.0068 0.0001 0.0020 0.6529 1.0488 0.0734 1.0653 2.6346 21 0.0054 0.0000 0.7978 15 0.1284 0.0441 0.1550 1.0338 1.0005 0.0449 0.0454 0.0532 0.0010 0.0044 0.0014 0.0343 0.0048 0.1395 0.0016 0.0020 0.3283 1.0802 0.0025 0.0607 0.0039 0.0102 1.0004 0.0041 0.0084 0.0032 0.0006 0.1150 1.0198 0.4368 1.1247 0.0008 0.0011 0. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 14 0.0088 0.0016 0.0444 0.6501 17 0.1857 1.0098 0.0057 0.0139 0.0022 0.0115 0.0018 0.0018 0.2051 2.0068 0.0468 0.0010 0.0071 1.0010 0.3066 3.0038 1.0502 0.5500 Total 1.0054 0.0182 0.0208 1.0004 0.0018 0.0166 1.0239 0.0498 0.0013 0.0053 0.0002 0.0120 0.0008 0.5005 16 0.0235 0.0404 0.0137 0.0024 0.1062 0.0254 0.0008 0.0095 0.0058 0.0298 0.0395 0.0267 0.0063 0.0450 0.0025 0.0517 0.0247 0.0558 0.0082 0.2733 Total .0000 0.Lampiran 4.0028 0.0855 0.2191 1.0537 0.0038 0.8552 18 0.0166 0.1575 35.0718 0.0073 0.0042 1.0105 0.0274 0.0274 0.0050 0.0001 0.0041 0.0348 0.9552 1.0284 0.0003 0.0009 0.3732 0.0007 0.0045 0.0724 0.1116 0.0171 0.0002 0.0038 0.0219 0.0008 0.0516 0.0544 0.0216 0.0173 0.0090 0.1589 0.0009 0.0028 0.0661 0.0013 0.1331 0.0017 0.0001 0.0041 0.0874 2.3855 1.0018 0.0007 0.0116 0.0170 0.0183 0.0059 0.0261 1.0212 0.0003 0.0012 0.0056 0.0001 0.0828 0.1306 1.0184 1.0134 1.0020 0.0481 0.0013 0.0018 0.1272 1.0416 0.0515 1.0001 0.0001 0.0377 0.0040 0.0119 1.0715 0.0856 1.0051 0.0237 0.0078 1.0063 0.0772 0.3643 22 0.0291 3.0012 0.0013 0.0010 0.0018 0.0082 0.5581 0.2750 1.0056 0.0026 0.0009 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful