ANALISIS INPUT-OUTPUT PERANAN INDUSTRI KERTAS DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA

OLEH RUSLI RAMLI H14101122

DEPARTEMEN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2006

RINGKASAN

RUSLI RAMLI. Analisis Input-Output Peranan Industri Kertas dalam Perekonomian Indonesia (dibimbing oleh ARIEF DARYANTO). Proses industrialisasi di Indonesia telah yang dimulai dari sejak pelita I telah mengakibatkan transformasi struktural dalam perekonomian Indonesia. Hal ini ditandai dengan semakin menurunnya kontribusi sektor primer (pertanian) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sementara sektor sekunder dan tersier seperti industri pengolahan kontribusinya terhadap PDB terus mengalami peningkatan. Salah satu sektor industri pengolahan yang berkembang pesat adalah sektor industri kertas. Hal yang menyebabkan industri ini terus berkembang pesat di Indonesia antara lain adalah kemudahan mendapatkan baku dan tenaga kerja yang murah. Pada akhir tahun 2000 kapasitas terpasang industri kertas nasional telah mencapai sekitar 9,1 juta ton per tahun, produksi sebesar 6,8 juta ton, ekspor sebesar 2,8 juta ton, dan konsumsinya yang telah mencapai 4,2 juta ton. Data-data tersebut di atas menunjukkan bahwa industri kertas sangat potensial untuk terus dikembangkan khususnya untuk meningkatkan penerimaan devisa negara. Selain perkembangannya yang pesat tersebut, industri kertas juga mempunyai pengaruh dan hubungan timbal balik terhadap industri atau sektor lainnya karena komoditi kertas yang dihasilkan oleh industri ini dapat sebagai input sektor industri lain dan sebaliknya industri kertas juga membutuhkan input dari sektor lain tersebut. Berdasarkan kondisi di atas, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana peran sektor industri kertas bagi perekonomian Indonesia Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari BPS Pusat Jakarta dan instansi terkait lainnya. Analisis yang digunakan yaitu Analisis Input-Output (I-O) dari Tabel I-O Indonesia Tahun 2000 transaksi domestik atas dasar harga produsen klasifikasi 175 sektor melalui program Microsoft Excel 2003. Pendekatan model I-O yang digunakan dalam penelitian ini adalah model sisi permintaan (demand-side model), hal ini dikarenakan faktor permintaan merupakan faktor eksogen yang mempengaruhi perekonomian. Berdasarkan analisis deskriptif dari Tabel I-O Indonesia tahun 2000 transaksi domestik atas dasar harga produsen yang diagregasi menjadi 22 sektor, industri kertas memiliki peran yang tidak begitu besar terhadap struktur perekonomian Indonesia seperti struktur permintaan, nilai tambah bruto, struktur ketenagakerjaan, ekspor-impor dan pembentukan output sektoral. Hal ini dapat dilihat dari kecilnya nilai industri kertas pada masing-masing struktur tersebut bila dibandingkan dengan sektor perekonomian lainnya. Dilihat dari sisi permintaan antara dan permintaan akhir, industri kertas memiliki permintaan akhir (Rp 10.800.775 juta) yang lebih besar daripada permintaan antaranya (Rp 13.970.847 juta) yang menandakan bahwa output industri kertas lebih banyak digunakan untuk konsumsi langsung (masyarakat, pemerintah, dan ekspor) daripada sebagai input untuk sektor lainnya.

Dilihat dari rasio upah gaji terhadap surplus usaha (0,43) dalam struktur nilai tambah bruto, dapat identifikasi bahwa pada industri kertas terjadi ketimpangan distribusi pendapatan antara pihak perusahaan dengan tenaga kerjanya. Kemudian dari struktur ketenagakerjaan dapat diketahui bahwa industri ini mampu menyerap tenaga kerja sebesar 118.454 jiwa. Berdasarkan analisis struktur ekspor-impor dapat diketahui bahwa industri kertas mengalami surplus perdagangan sebesar Rp 4.617.531 juta sedangkan dari pembentukan output sektoral industri kertas menyumbang sebesar Rp 24.771.662 juta atau sekitar 0,92 persen dari total output sektoral perekonomian. Dari hasil analisis keterkaitan per sektornya (keterkaitan industri kertas terhadap berbagai sektor perekonomian Indonesia), industri ini memiliki keterkaitan yang tinggi terhadap sektor hulu dan hilirnya. Pada keterkaitan ke depan industri kertas memiliki keterkaitan yang tinggi terhadap sektor industri barang dari kertas (0,3183) dan industri percetakan (0,2448), sedangkan pada keterkaitan ke belakangnya, industri kertas memiliki keterkaitan kuat terhadap industri pulp (0,0944) yang merupakan sektor penghasil input bahan bakunya. Berdasarkan hasil analisis koefisien penyebaran dapat diketahui bahwa industri kertas kurang memiliki kemampuan untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya. Sedangkan dari hasil analisis kepekaan penyebaran industri kertas merupakan industri yang memiliki kemampuan yang kuat dalam mendorong sektor hilirnya. Pada analisis elastisitas input-output dapat diketahui bahwa industri kertas cukup responsif terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya dalam hal output dengan nilai elastisitas output sebesar 1,0023. Sementara dari hasil elastisitas pendapatannya (0,0522) industri ini kurang responsif terhadap perubahan permintaan akhir sektor lain dalam hal pendapatan dan jika dilihat dari hasil elastisitas tenaga kerjanya (0,6093), perubahan permintaan akhir sektor lain kurang berpengaruh terhadap perubahan tenaga kerja dalam sektor industri kertas tersebut. Berdasarkan ranking elastisitas, industri kertas termasuk dalam salah satu dari sepuluh sektor kunci perekonomian Indonesia (peringkat keenam). Hal ini mengindikasikan bahwa sektor industri ini memiliki respon yang tinggi terhadap perubahan permintaan akhir sektor lain dalam hal peningkatan output, pendapatan, maupun tenaga kerjanya, sehingga sektor ini mempunyai kemampuan yang cukup besar dalam berkontribusi untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan. Bersama dengan sektor kunci lainnya, industri kertas merupakan sektor prioritas yang harus dikembangkan oleh pemerintah sebagai policy makers karena kontribusinya terhadap perekonomian tersebut

ANALISIS INPUT-OUTPUT PERANAN INDUSTRI KERTAS DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA Oleh RUSLI RAMLI H14101I22 Skripsi Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Ilmu Ekonomi DEPARTEMEN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2006 .

Menyetujui. M. Nama Mahasiswa Nomor Registrasi Pokok Program Studi Judul Skripsi : Rusli Ramli : H14101122 : Ilmu Ekonomi : Analisis Input-Output Peranan Industri Kertas dalam Perekonomian Indonesia dapat diterima sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Ilmu Ekonomi. Rina Oktaviani. Ir. Arief Daryanto. Ketua Departemen Ilmu Ekonomi. Dr.Ec. Ir. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. MS NIP.INSTITUT PERTANIAN BOGOR FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN DEPARTEMEN ILMU EKONOMI Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang disusun oleh. Dosen Pembimbing. 131 644 945 Mengetahui. 131 846 872 Tanggal Kelulusan: . Dr. Institut Pertanian Bogor. NIP.

PERNYATAAN DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI ADALAH BENAR-BENAR HASIL KARYA SAYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIGUNAKAN SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN. Juni 2006 Rusli Ramli H14101122 . Bogor.

Jenjang pendidikan penulis dilalui dengan lancar. . Pada tahun yang sama penulis diterima di SMUN 1 Karawang dan lulus pada tahun 2001. penulis menamatkan Sekolah Dasar pada SDN Ciwaringin 1. kemudian melanjutkan ke SLTPN 1 Telagasari dan lulus pada tahun 1998. dari pasangan Apun Sanusi dan Yoyoh. dan HMI Komisariat FEM. Penulis masuk IPB melalui jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) dan diterima sebagai mahasiswa Program Studi Ekonomi dan Studi Pembangunan pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen. penulis aktif di berbagai organisasi intra dan ekstra kampus seperti BEM-H. Propinsi Jawa Barat. Penulis merupakan anak pertama dari satu bersaudara. Formasi.RIWAYAT HIDUP Penulis bernama Rusli Ramli lahir pada tanggal 20 Juli 1983 di Karawang. Pada tahun 2001 penulis melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi untuk meraih gelar sarjana. Selama menjadi mahasiswa.

1r.Ec.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Semoga karya ini dapat bermanfaat. M. Institut Pertanian Bogor. Judul ini dipilih penulis karena merupakan topik yang menarik dalam perkembangan industri nasional dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Judul skripsi ini adalah “Analisis Input-Output Peranan Industri Kertas dalam Perekonomian Indonesia“. Arief Daryanto. terutama kepada Bapak Dr. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. skripsi ini juga merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Ilmu Ekonomi. saran serta bimbingan dalam pembuatan skripsi ini. Juni 2006 Rusli Ramli H14101122 . yang telah memberi masukan. Ucapan terima kasih juga penulis ucapkan kepada seluruh pihak lainnya yang telah membantu terlaksananya penelitian ini baik dari instansi maupun perorangan yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Selain itu. Penulis mengharapkan adanya hasil positif sebagai masukan dalam pembangunan industri kertas nasional selanjutnya. bagi penulis khususnya dan kalangan pendidikan umumnya. Bogor.

...............................................1............. 3.... 1......1............. Metode Analisis ............. 1.................................. x xi xii 1 1 4 5 5 6 7 7 8 11 13 16 16 19 22 25 25 25 26 27 29 31 33 33 34 .......................1........2............2.. Manfaat Penelitian ................................. Model Input-Output ....................................................................3............................ II.............. III. Latar Belakang .............DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL.............. 2........2...................................... TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN ......................................1.....5... 3.................. Definisi dan Sejarah Kertas.............................................. 1..................................................................... Integrasi Vertikal Pada Industri Kertas ................................................ Analisis Keterkaitan ..............2.................................................. Penelitian-Penelitian Terdahulu ............. Elastisitas Input-Output..... 4..................................5............................................. Jenis dan Sumber Data ...................3......................... 2....... Konsep Pembangunan Industri Kertas .......... 3. Koefisien Input................ DAFTAR GAMBAR ........................................... GAMBARAN UMUM INDUSTRI ............. 2..............2.... Struktur Tabel Input-Output.............................. Kerangka Pemikiran Konseptual ............................................. I....................... Analisis Dampak Penyebaran ....... 2..........1... METODE PENELITIAN..............................6........ Kerangka Pemikiran Teoritis ...........4...............3.......... 4.......... 3........2................................... 1......5.. V...............2.................. Profil Industri Kertas...............................2........5....................... Tujuan Penelitian ...........2........ Ruang Lingkup..................................................... DAFTAR LAMPIRAN.... Perumusan Masalah .......................................................2...................... 2.................................................................. PENDAHULUAN ......................................... 2.... 1........................................................................ 2........ 3.......3...................4...1............................. 2............................................................................... Perkembangan Industri Kertas .. 3.

.........................4... Analisis Koefisien dan Kepekaan Penyebaran...3........................4......... 36 37 47 47 47 49 51 53 55 56 56 58 59 61 62 63 65 67 67 68 70 71 73 75 75 76 78 80 .....................4..... Keterkaitan ke Belakang Industri kertas .....................4.. Struktur Output Sektoral ...... V............2.............. DAFTAR PUSTAKA ........... 5............................. 5....................................1....3............... Elastisitas Output .......................................... Sektor-Sektor Kunci dalam Perekonomian Indonesia ....5................. Elastisitas Tenaga Kerja............................ Struktur Permintaan Industri Kertas ..4................... 6...1................. 5......4................................ Elastisitas Input-Output....................1............................................................ Keterkaitan Langsung dan Tidak Langsung ....................... Kesimpulan ............. 6.................... Koefisien Penyebaran....... 5............. 5.........3.. 5........................ 5........... Struktur Ekspor dan Impor..... 5...........1..... Integrasi Vertikal dan Pasar Industri Kertas Indonesia.................. 5....................................2.................. 4............2. Elastisitas Pendapatan .......................................2... 5...........6.......... Analisis Keterkaitan ............................................. Keterkaitan Langsung Sektor-Sektor Perekonomian ....................................2...... Profil Beberapa Perusahaan Kertas Indonesia ..2.....................1....................3.2... KESIMPULAN DAN SARAN ........... 5.....1...............2..2..3. VI..... 5....... 5...................5......2.............................. Struktur Ketenagakerjaan.................. LAMPIRAN...........2............................................2...................................................... Kepekaan Penyebaran ............... 5................. 5................... HASIL DAN PEMBAHASAN......1...............3...... Peranan Industri Kertas Dalam Perekonomian Indonesia......... 5. 5....... Struktur Nilai Tambah Bruto ..3.. Implikasi Kebijakan ...................... Keterkaitan ke Depan Industri Kertas .......................... Saran.. 5.............................1................1.......4.1............ 5... 5...................................

.................... Boards PT......DAFTAR TABEL Nomor Halaman 1........................... Permintaan Antara dan Permintaan Akhir Sektor-sektor Perekonomian di Indonesia Tahun 2000.1... Profil Industri Pulp dan Kertas Indonesia Tahun 2003 ........................ 3 13 14 19 34 35 38 40 42 43 46 48 50 51 52 .......................... Kapasitas Terpasang Perusahaan Industri Kertas 2003................................. 4... 2 1........ 2............... Rasio Upah Terhadap Surplus Usaha.....3.......6..................................4............2... Boards PT.....5....................................... Indah Kiat Pulp & Paper Tbk per 30 September 2004 . Hasil Penelitian Terdahulu Tentang Keterkaitan ................. 4................. Pindo Deli Pulp & Paper Mills per 30 September 2004 ..... Nilai Tambah Bruto Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Indonesia Tahun 2000 .................... Struktur Tabel Input-Output... Kapasitas Produksi................................ Boards PT............................. 2........................... Impor................... Ekspor dan Konsumsi Industri Kertas Indonesia Tahun 1994-2003....... ........ Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk per 30 September 2004 ..........1.......................... 4........... Jumlah Tenaga kerja...3................. 4....................7.1.4. 2. Produktifitas dan Nilai Upah Sektoral Indonesia Tahun 2000 . 5.............1...2...................2..........2......................... 5... 4... Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry per 30 Desember 2004 .....3. 4....... Hasil Penelitian Terdahulu Tentang Dampak Penyebaran.................. 5.......................... 4..... Komposisi Sektoral PDB 1960-2003 Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 .......... Boards PT........................ Konsumsi Kertas Per Kapita Penduduk Indonesia 1993-2002. 5.........................

.. 5................. 5.................................... 5............. Koefisien Penyebaran Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia............................ 5......... Kepekaan Penyebaran Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia...................................... 5.5..... 5...... Keterkaitan ke Depan Industri Kertas terhadap Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia ........................................................ Elastisitas Input-Output Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Tahun 2000 .......13....12...... 5..............11.......5..8. 54 56 57 60 61 64 66 69 71 . Nilai Keterkaitan Berbagai Sektor Perekonomian di Indonesia ............9.....................................10.. Keterkaitan ke Belakang Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia .................. Struktur Pembentukan Output Sektoral Terhadap Perekonomian Indonesia ...............7.....................6................... Sektor Kunci Perekonomian Menurut Ranking Elastisititas Input-Output Indonesia Tahun 2000 ................ 5.............. Struktur Ekspor dan Impor Indonesia Tahun 2000 ........................

.................. Bagan Alur Pendekatan Studi ............ Halaman 24 .........................DAFTAR GAMBAR Nomor 1...

........ Halaman 81 82 86 88 Klasifikasi Sektor Tabel Input-Output Indonesia Tahun 2000 .................. 2................DAFTAR LAMPIRAN Nomor 1......... Matriks Koefisien Teknis Klasifikasi 22 Sektor ............. Matriks Kebalikan Leontief Klasifikasi 22 Sektor................ 3..... Tabel Input-Output Indonesia Tahun 2000 Klasifikasi 22 Sektor ..... ............. 4.....

sementara kontribusi sektor sekunder dan tersier cenderung meningkat. sektor pertanian merupakan sektor penyumbang terbesar terhadap PDB (53. dan motivasi yang secara radikal.4 persen dari PDB (Tabel 1. Perubahan struktur semacam ini menyebabkan kesempatan kerja semakin banyak. sementara sektor industri khususnya industri pengolahan baru menyumbang 8.I. Hal tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa sektor industri . stok modal. yang mencakup peralihan lembaga. Pada tahun-tahun berikutnya dapat dilihat bahwa sektor industri pengolahan terus mengalami kenaikan dalam hal kontribusinya terhadap PDB sedangkan sektor pertanian sebaliknya terus mengalami penurunan kontribusi terhadap PDB. Pola pertumbuhan ekonomi secara sektoral di Indonesia agaknya sejalan dengan kecenderungan proses transformasi struktural yang terjadi di berbagai negara di dunia.1. produktifitas buruh. dimana terjadi penurunan kontribusi sektor pertanian (sektor primer) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). PENDAHULUAN 1. 2002).1). Kemudian pada tahun 1967 industri pengolahan telah menyumbang 51. Latar Belakang Proses industrialisasi di Indonesia yang dimulai sejak Pelita I telah mengakibatkan transformasi struktural di Indonesia. Pada tahun 1960. dan pendayagunaan sumber-sumber baru serta perbaikan teknologi akan semakin tinggi (Jhingan.9 persen). Perubahan struktural mengandung arti peralihan dari masyarakat pertanian tradisional menjadi ekonomi industri modern.8 persen terhadap PDB sedangkan sektor pertanian mempunyai kontribusi terhadap PDB sebesar 8.4 persen. sikap sosial.

8 20.0 16.1.4 Industri pulp dan kertas adalah industri yang berkembang dengan tingkat pertumbuhan 20 persen per tahun pada beberapa dekade terakhir.4 0.84 25.7 1.3 3.9 16.8 3.6 16.9 10.3 1. Salah satu dari sektor industri pengolahan tersebut yang berkembang pesat sampai saat ini adalah industri pulp dan kertas.6 10.9 5.3 6.3 3.6 15.6 5.9 7. sektor industri pulp dan kertas telah menyumbang 90 persen dari total penerimaan ekspor kehutanan.2 3. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai eksportir .1 3.4 0.8 1.6 18. Tabel 1.5 0.3 9.2 pengolahan telah menggeser peranan sektor pertanian dalam pembangunan nasional berkaitan dengan peralihan struktur perekonomian masyarakat Indonesia dari orientasi pada sektor primer (pertanian) kepada orientasi sektor industri.2 1967 51.9 21.9 14.8 6.7 8.6 15.2 1.64 15.49 7.8 3.9 3.9 5.7 6.7 12.5 3.3 4.5 1993 17.3 2.6 0.0 3. hotel dan restoran Pengangkutan dan komunikasi Keuangan.5 0. Pasar bagi hasil industri pulp dan kertas masih terbuka luas karena konsumsi kertas per kapita terus meningkat dari tahun ke tahun.4 5.0 14.7 8.7 24.7 0.9 1989 20.1 0.2 6.4 5. 1960 53.3 6.5 16. Komposisi Sektoral PDB 1960-2003 Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 (persen) Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan penggalian Industri Pengolahan Listrik dan air minum Bangunan/konstruksi Perdagangan.6 3.5 1998 17.57 2003 16.4 1973 40.0 3. Dari sisi kontribusi terhadap penerimaan negara.0 6.52 5.5 1. sewa dan jasa perusahaan Jasa-jasa Sumber : BPS.1 5.7 2. 2003.57 9.6 13.1 12.9 1983 22.

Tabel 1.960 2.800 212.840 249.015.212. industri ini masih dapat diandalkan dalam membantu penerimaaan devisa negara (Rosadi dan Vidyatmoko. pertama.882. Ada tiga alasan utama yang melatarbelakangi pentingnya sumbangan industri ini.420 4.970 3.240 2001 10.260 1998 9.630 199.290 4.950.065. Impor.000 2000 9.300 140.700 261.130 143.580 7. dan Konsumsi Industri Kertas Indonesia Tahun 1994-2003 (ton) Tahun Kapasitas Produksi Impor 171.970 2002 10.200.097.3 pemimpin dalam bidang kehutanan di dunia sejak 1987 (Karseno dan Mulyaningsih. sehingga dalam masa krisis ekonomi yang dihadapi Indonesia.730 2.849.000 130.000 Konsumsi 2. jumlah produksi. baik kapasitas. dan ketiga.399. 2002). Hal itu ditambah apabila melihat dalam sekitar satu dekade terakhir ini.350 3. 2002).119.913.641.935 5.837.783. Ekspor.600.560 4. ekspor maupun . ialah bahwa produk kertas cenderung banyak yang ditujukan untuk pasar luar negeri.800.500 3.210 2.110 197.220 1. 2003.300.800 1995 5.000 Ekspor 826.446.530 5.720.345.425.833.054.600 2.595.200 924. alasan kedua.800.100 2. Kapasitas.487.280 4.430 3.135 2.168.821.695 250. yaitu komponen impor yang digunakan dalam proses produksi nilainya tidak lebih dari 30 persen.000 8.800 2.000 1994 4.198.560 1999 9.490 1996 7.282. industri ini merupakan salah satu industri yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian Indonesia.805.116. Produksi.600 1997 7.472.2. Sementara itu fokus khusus pada sektor industri kertas (diluar dari industri pulp).000 3.080 6.180 6.000 2003 Sumber: Asosiasi Pulp dan Kertas.951. adalah bahwa produk kertas harganya banyak ditentukan dalam nilai dolar.000 2.945 5.180 6.390 3.904.520 1.120.479.224.

Namun pentingnya industri kertas ini tidak semata-mata hanya karena keunggulan komparatifnya saja tapi juga karena peranannya dalam hubungannya terhadap sektor-sektor lain dalam perekonomian Indonesia baik sektor industri maupun non-industri dan bagaimana sektor-sektor lain tersebut mempengaruhi industri kertas sehingga terjadinya hubungan timbal balik yang mengarah pada peningkatan pertumbuhan sektor-sektor dalam perekonomian secara keseluruhan. Begitu juga dalam hal tenaga kerja. Perumusan Masalah Pentingnya industri kertas yang besar tidak terlepas dari kondisi yang dimilikinya.2). Peran industri kertas dalam hubungannya dengan sektor-sektor perekonomian tersebut dapat dilihat dari bagaimana struktur perekonomiannya bila dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya dan keterkaitannya dengan sektor-sektor lainnya . Indonesia termasuk negara penyedia bahan baku pulp terbesar karena mempunyai hutan terluas kedua di dunia. Berdasarkan kondisi inilah dirasakan penting untuk melakukan analisis lebih lanjut tentang peranan industri kertas terhadap perekonomian Indonesia. angkatan kerja produktif di Indonesia mencapai puluhan juta orang. I. Dalam hal bahan baku.2.4 konsumsi dalam industri kertas terus mengalami kenaikan setiap tahunnya (Tabel 1. sehingga bahan baku untuk pembuatan kertas tersedia banyak di Indonesia. Sampai saat ini industri kertas Indonesia memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan negara lain. Keunggulan yang lebih banyak mengandalkan sumber bahan baku yang berlimpah dengan harga yang relatif murah serta tenaga kerja dengan upah buruh yang relatif rendah. misalnya.

ekspor-impor dan output sektoral 2. Bagaimana peran sektor industri kertas dalam mendorong dan menarik pertumbuhan sektor hulu dan hilirnya? 4. nilai tambah. Menganalisis peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian Indonesia dalam struktur permintaan. Bagaimana keterkaitan sektor industri kertas dengan sektor-sektor lainnya di Indonesia? 3. beberapa permasalahan yang dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut: 1. Menganalisis keterkaitan sektor industri pengolahan dengan sektor-sektor perekonomian lainnya di Indonesia .5 tersebut. nilai tambah. ketenagakerjaan. ekspor-impor dan output sektoral? 2. Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah di atas maka tujuan penulisan skripsi ini adalah: 1. Bagaimana peran sektor industri kertas dalam sektor kunci perekonomian Indonesia? 1. bagaimana kemampuan industri kertas dalam mendorong sektor hulu dan hilirnya dan bagaimana peran industri kertas dalam sektor kunci perekonomian Indonesia. ketenagakerjaan. Berapa besar peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian Indonesia dalam struktur permintaan. Berdasarkan latar belakang dan uraian di atas.3.

Manfaat Penelitian Penulis mengharapkan penelitian ini dapat berkontribusi secara positif terhadap perencanaan kebijakan pembangunan industri kertas nasional pada khususnya maupun industri lain pada umumnya oleh pihak-pihak yang terkait didalamnya maupun bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan untuk melakukan penelitian tentang industri kertas Indonesia. Ruang Lingkup Industri kertas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah industri yang terdiri dari perusahaan-perusahaan yang mengolah bahan baku kertas menjadi produk kertas yang merupakan barang jadi yang dapat di langsung dikonsumsi ataupun barang setengah jadi yang akan digunakan sebagai input oleh industri lain. kertas lapis dan non lapis (coated and uncoated paper). Dengan kata lain industri kertas dalam penelitian ini bukan industri pulp.4. kertas tissue (tissue paper). . 1. industri barangbarang dari kertas yang tidak memproduksi kertasnya terlebih dahulu dan bukan pula industri percetakan atau penerbitan. kertas rokok (cigarette paper) dan sebagainya. Menganalisis peran sektor industri kertas dalam mendorong dan menarik pertumbuhan sektor hulu dan hilirnya 4. Menganalisis peran sektor industri kertas dalam sektor kunci perekonomian Indonesia 1. Kertas yang dimaksud adalah jenis kertas seperti kertas tulis cetak (writingprinting paper).4.6 3.

. Jerman. meskipun pengunaan papirus masih dirasakan sangat mahal. Peradaban Mesir kuno menyumbangkan papirus sebagai media tulis menulis. 2005). Adanya kertas merupakan revolusi baru dalam dunia tulis menulis yang menyumbangkan arti besar dalam peradaban dunia. Hal ini dapat ditemui dari pennggalan peradaban bangsa Sumeria. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI 2. Sebelum ditemukan kertas. Kertas dikenal sebagai media utama untuk menulis. Perancis misalnya atau papel dalam bahasa Spanyol yang berarti kertas (Wikipedia. Definisi dan Sejarah Kertas Kertas adalah bahan yang tipis dan rata. mencetak serta melukis dan banyak kegunaan lain yang dapat dilakukan dengan kertas misalnya sebagai kertas pembersih (tissue) yang dapat digunakan untuk hidangan maupun kebersihan. Dari kata papirus (papyrus) itulah dikenal sebagai paper dalam bahasa Inggris.II. kayu. yang dihasilkan dengan kompresi serat. sutera. prasasti dari batu. papier dalam bahasa Belanda. bahkan daun lontar yang dirangkai seperti yang telah ditemukan pada naskah-naskah kuno nusantara beberapa abad yang lalu.1. Penggunaan papirus sebagai media tulis menulis ini digunakan pada peradaban Mesir kuno pada masa bangsa Fir’aun kemudian menyebar keseluruh Timur Tengah sampai Romawi di Laut Tengah dan ke seluruh Eropa. kulit atau tulang binatang. Serat yang digunakan biasanya adalah alami dan mengandung selulosa (Wikipedia 2005). bangsa-bangsa dahulu menggunakan tablet dari tanah liat yang dibakar. bambu.

kemudian meyebar ke Italia dan India lalu Eropa khususnya setelah perang Salib dan jatuhnya Grenada dari bangsa Moor ke tangan orang-orang Spanyol serta ke seluruh dunia (Wikipedia. Bintaro (1968) dalam Muchtar (1997) mengemukakan industri pengolahan ialah setiap usaha yang merupakan unit produksi yang membuat barang untuk kebutuhan masyarakat di suatu tempat tertentu.8 Tercatat dalam sejarah adalah peradaban Cina yang menyumbangkan kertas bagi dunia. kimia. Tsai Lun menemukan kertas dari bahan bambu yang mudah didapat di seluruh Cina pada tahun 101 Masehi. teknik pembuatan kertas tersebut jatuk ke tangan orang-orang Arab pada masa Abbasiyah terutama setelah kalahnya pasukan Dinasti Tang dalam pertempuran sungai Talas pada tahun 751 Masehi dimana para tawanan-tawanan perang mengajarkan cara pembuatan kertas kepada orang-orang arab sehingga dizaman Abbasiyah. munculah pusat-pusat industri kertas baik di Baghdad maupun Samarkand dan kota-kota industri lainnya. Pada akhirnya. 2005). Menurut Puspitawati (2000) industri pengolahan merupakan suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan mengubah suatu barang dasar secara mekanis. Penemuan ini akhirnya menyebar ke Jepang dan Korea seiring menyebarnya bangsa-bangsa Cina ke timur dan berkembangnya peradaban di kawasan itu meskipun pada awalnya cara pembuatan kertas merupakan hal yang sangat rahasia.2. 2. Konsep Pembangunan Industri Kertas Ada beberapa pengertian industri secara definisi yang sekurang-kurangnya akan disampaikan dua definisi. atau dengan tangan sehingga menjadi barang jadi atau setengah .

Karakteristik dari industri ini adalah sumber bahan baku kayu . konsumsi. khususnya pada era ekolabelling dan otonomi daerah pada saat ini. Pada hakekatnya pembangunan industri ditujukan untuk menciptakan struktur ekonomi yang kokoh dan seimbang. Berdasar pada dua pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa industri kertas merupakan suatu kegiatan atau usaha mengolah barang dasar atau bahan baku kertas agar memiliki nilai yang lebih baik untuk keperluan masyarakat di suatu tempat tertentu. Oleh karenanya. 1997). yakni struktur ekonomi dengan titik berat pada industri yang maju dan didukung oleh pertanian yang tangguh.9 jadi dan atau barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya dan sifatnya lebih dekat kepada pemakai akhir. Menurut Saragih dalam Sipayung dan Pambudy (2000). akan tetapi banyak masalah dan tantangan yang dihadapi dalam perjalanannya untuk memiliki keunggulan daya saing yang tinggi. pembangunan industri secara nyata harus menjadi penggerak utama peningkatan laju pertumbuhan ekonomi dan sekaligus dapat menjadi penyedia lapangan kerja yang sudah mulai tidak tertampung pada sektor pertanian (Muchtar. Sumber pertumbuhan agribisnis pulp dan kertas terutama bersumber dari pemanfaatan sumber daya alam dan tenaga kerja tidak terampil (fase factordriven). sebagai berikut : 1. Kendati perkembangan sektor industri kertas mengalami kemajuan yang pesat salah satunya terlihat dari perkembangan produksi. ada 3 fase pembangunan industri pulp dan kertas agar memiliki keunggulan daya saing. kapasitas maupun ekspornya.

meskipun biaya produksi relatif rendah. Efisiensi pengolahan makin meningkat melalui perbaikan teknologi yang terus menerus sehingga selain menurunkan biaya produksi juga . Karakteristik industri pulp dan kertas pada fase ini adalah pertumbuhan output terutama bersumber dari kemajuan teknologi baik pada penyediaan bahan baku maupun dalam pengolahan. sehingga telah terjadi pemutusan hubungan dengan hutan alam.10 mengandalkan kayu hutan (forest based) misalnya Hak Penguasaan Hutan (HPH). bila diboboti dengan atribut global value dan national/local value. Dengan demikian dampak penurunan mutu lingkungan akibat penebangan kayu hutan alam dapat diminimumkan atau lebih rendah dari fase pertama. Fase ketiga adalah industri pulp dan kertas yang digerakkan oleh inovasi (innovation-driven) yakni penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tenaga kerja terampil (knowledge based and skill labor based). Selain itu keterkaitan kegiatan perusahaan masih dengan masyarakat juga masih sedikit. Dengan demikian. Fase kedua adalah agribisnis (industri) pulp dan kertas yang digerakkan oleh modal (capital-driven) yakni modal dan tenaga kerja semi terampil (capital and smi-skill labor). nilai produk kertas dapat dipersepsikan masyarakat (perceive value) sebagai barang inferior. melainkan telah bergeser pada kayu hasil budidaya. Sehingga dampak penurunan mutu lingkungan akibat aktivitas industri tersebut biasanya cukup besar. Industri pulp dan kertas pada fase ini dicirikan dengan pengembangan perkebunan kayu (timber plantation) sebagai sumber bahan baku. 3. Artinya. penyediaan bahan baku kayu tidak lagi bersumber dari penebangan kayu hutan alam. 2.

3. Full Integration Perusahaan melakukan full integration bila perusahaan tersebut memproduksi semua input yang dibutuhkannya atau ketika perusahaan tersebut .11 mengurangai polutan ke lingkungan. antara lain: 1. 2. kemampuan Riset and Development (R&D) menjadi tulang punggung dalam fase ini. Mentransformasi industri pulp dan kertas dari factor-driven kepada innovation-driven akan memberi manfaat ganda. Perusahaan yang menerapkan strategi integrasi vertikal ke hulu (upstream) adalah perusahaan yang memperoduksi sendiri input yang dibutuhkannya. Jenis integrasi ini dapat dibagi menjadi dua. Integrasi vertikal yang dilakukan oleh perusahaan dapat dilakukan dilakukan dengan dua cara. Integrasi Vertikal Pada Industri Kertas Hasibuan (1994) mendefinisikan integrasi vertikal adalah pengabungan perusahaan-perusahaan yang mempunyai kelanjutan proses produksi. Pada saat ini industri pulp dan kertas indonesia sebagian besar sedang bergeser dari factor-driven kepada capital-driven. Sedangkan integrasi vertikal ke hilir (downstream) adalah perusahaan yang memutuskan untuk menyalurkan output yang dihasilkan kepada konsumen melalui perusahaan yang terintegrasi dengannya. yaitu integrasi ke hulu (upstream) dan integrasi ke hilir (downstream). yakni meningkatkan daya saing dan meminimumkan dampak negatif kegiatan industri pulp dan kertas pada lingkungan hidup. Bahkan beberapa diantaranya sudah mulai memasuki innovation–driven. Oleh karena itu.

Jenis integrasi vertikal perusahaan-perusahaan tersebut adalah full integration. Lontar Papyrus dan PT. mereka mempunyai pabrik pulp sendiri sebagai sumber bahan baku produksi kertasnya. yaitu: (1) penelitian terhadap keseluruhan sektor perekonomian. (2) penelitian terhadap sektor agroindustri dan non agroindustri . 2. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia merupakan perusahaan-perusahaan besar dalam industri kertas yang terintegrasi vertikal dengan industri pulpnya. Indah Kiat Pulp & Paper.4. Menurut Karseno dan Mulyaningsih (2002) integrasi vertikal oleh perusahaan kertas akan meningkatkan efisiensi perusahaan dalam industri kertas tersebut karena dapat mengamankan pasokan bahan baku dan meminimumkan biaya transaksi dalam rangka untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan terhadap produk kertasnya. Penelitian-Penelitian Terdahulu Penelitian tentang peran dan keterkaitan dengan menggunakan alat analisis Input-Output telah banyak dilakukan. Taper Integration Perusahaan melakukan taper integration bila perusahaan tersebut membeli input yang dibutuhkannya dari perusahaan lain selain input yang dihasilkan sendiri atau menyalurkan hasil produksinya melalui perusahaan terintegrasi dengannya dan juga perusahaan lain yang tidak terintegrasi Perusahaan-perusahaan seperti PT.12 menyalurkan semua output yang dihasilkan melalui anak perusahaan yang terintegrasi dengannya. PT. 2. Penelitian yang sudah dilakukan selama ini antara lain meliputi.

Disamping mempelajari keterkaitan tersebut penelitian-penelitian tersebut juga mempelajari dampak penyebaran (Tabel 2.4432 1.58216 0. Pengolahan 3. (1) keterkaitan langsung ke depan sektor industri pengolahan lebih kecil di bandingkan keterkaitan ke belakangnya.62204 2001 0.63396 Sumber: *Tjandrawan (1994) .76281 1. Ada beberapa informasi yang ditunjukkan pada Tabel 2.6028 2. transportasi dan sebagainya (Setyawan. Pengolahan Tahun InputOutput 1990 1993 0. Jawa Barat*** Pertanian Agroindustri 4. DKI Jakarta** Pertanian Ind.31431 2.6293 0.75861 2.4267 1. **Sahara (1998) . Jepara**** Ind. dan (4) penelitian terhadap salah satu sektor perekonomian misalnya pariwisata.48518 1988 0.00802 1.64866 0.07819 1.95855 Keterkaitan Ke Belakang Langsung & Langsung Tdk Langsung 0.11877 0. Hasil Penelitian Terdahulu tentang Keterkaitan Penelitian Wilayah 1.81150 1.05931 0. Gambaran ini memberikan indikasi bahwa sektor/subsektor industri pengolahan secara langsung lebih mempunyai .13908 2.17604 0. Pada dasarnya penelitian yang dilakukan memiliki tujuan yang sama yaitu mempelajari keterkaitan (linkages).54759 1. ****Setyawan (2005). Tabel 2.1). baik keterkaitan langsung ke belakang (direct backward linkages) dan ke depan (direct forward linkages) maupun keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang dan ke depan (Tabel 2.45022 1.59448 0.27222 Langsung & Tdk Langsung 1.1.2).13 (sektor industri pengolahan).00619 0. Indonesia* Agroindustri Non Agroindustri 2.29125 1. ***Setiyaji (1995). (3) penelitian terhadap sektor pertanian dan industri pengolahan.34572 1.1 yaitu.38949 Keterkaitan Ke Depan Langsung 0. 2005).

Jepara**** Ind.1719 1.48422 Koefisien Penyebaran 1. Hal ini berarti sektor/sub sektor industri pengolahan secara langsung dan tidak langsung lebih kuat mendorong pertumbuhan sektor yang menyediakan input untuk keperluan proses produksinya dibandingkan dengan kemampuannya untuk mendorong peningkatan produksi terhadap sektor yang membutuhkan input dari sektor ini.2698 1. Pengolahan 3.3.0570 Kepekaan Penyebaran 1.38525 1988 0. Jawa Barat*** Pertanian Agroindustri 4. Indonesia* Agroindustri Non Agroindustri 2.3 menyajikan informasi mengenai koefisien dan kepekaan penyebaran.74816 1.14 kemampuan untuk mendorong pertumbuhan sektor yang menyediakan input bagi keperluan proses produksi dibandingkan dengan kepekaannya dalam menciptakan kenaikan output apabila terjadi peningkatan satu-satuan permintaan akhir terhadap sektor industri.1376 1. ***Setiyaji (1995). **Sahara (1998) . ****Setyawan (2005). Ada beberapa hal yang dapat diidentifikasi dalam penelitian-penelitian tersebut yaitu: (1) Koefisien penyebaran menunjukkan .21765 1. Pengolahan Tahun InputOutput 1990 1993 1. Hasil Penelitian Terdahulu Tentang Dampak Penyebaran Penelitian Wilayah 1. dan (2) Keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan sektor industri pengolahan lebih kecil dibandingkan dengan keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakangnya. Tabel 2.20609 1. DKI Jakarta** Pertanian Ind.9139 Sumber: *Tjandrawan (1994) .33528 2001 1.2908 1. Selanjutnya pada Tabel 2.

Secara umum keempat penelitian mengenai koefisien penyebaran dan kepekaan penyebaran tersebut mempunyai peranan penting dalam pembangunan wilayah. Kerangka Pemikiran Teoritis 2.15 kemampuan suatu sektor dalam perekonomian untuk mendorong sektor hilirnya sedangkan kepekaan penyebaran menunjukkan kemampuan suatu sektor untuk menarik sektor hulunya. 2. Studi literatur yang telah dilakukan menunjukkan bahwa analisis I-O telah banyak digunakan sebagai alat untuk penelitian. dan (2) Kepekaan penyebaran industri pengolahan DKI Jakarta lebih besar dibandingkan kabupaten Jepara.1. Model Input-Output Menurut BPS (2000) pengertian Tabel Input-Output (Tabel I-O) adalah suatu tabel yang yang menyajikan informasi tentang transaksi barang dan jasa . Besarnya kepekaan penyebaran industri pengolahan di DKI Jakarta tersebut menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan di wilayah tersebut bersifat ekspansif yaitu mampu melakukan perluasan pasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah dibandingkan dengan Jepara dan apabila dilihat dari koefisien penyebaran.5. Peneliti juga melihat bahwa penelitian tentang industri kertas di Indonesia berdasarkan Analisis Input-Output belum pernah dilakukan. hal ini terbukti dari nilai koefisien dan kepekaan penyebaran yang mempunyai nilai lebih besar dari satu (kecuali pertanian di Jawa Barat). industri pengolahan DKI Jakarta mempunyai kemampuan untuk menarik industri hulunya dibandingkan dengan kabupaten Jepara.5.

Sejak dirilis oleh Leontief pada tahun 1930-an.16 yang terjadi antar sektor ekonomi dengan bentuk penyajian berupa matrik. dan pada baris nilai tambah yang menunjukkan komposisi penciptaan nilai tambah sektoral. Sifat keseimbangan inilah yang merupakan salah satu kelebihan Tabel I-O yang dibandingkan dengan alat analisa lainnya dalam ilmu ekonomi perencanaan dan pembangunan (BPS. Sesuai dengan asumsi dasar yang digunakan dalam proses penyusunannya. Leontief mengemukakan bahwa Tabel I-O termasuk dalam model General Equilibrium. Isian sepanjang baris Tabel I-O menunjukkan pengalokasian output yang dihasilkan oleh suatu sektor untuk memenuhi permintaan antara dan permintaan akhir. Adapun asumsi dasar penyusunan Tabel I-O adalah : 1. 2000) Data yang disajikan dalam Tabel I-O merupakan informasi rinci tentang input dan output sektoral yang mampu menggambarkan keterkaitan antar sektor dalam kegiatan perekonomian. Tabel I-O telah berkembang menjadi salah satu metode paling luas diterima. Tabel I-O bersifat statis dan terbuka. sedangkan isian sepanjang kolomnya menunjukkan struktur penciptaan input yang digunakan oleh setiap sektor dalam proses produksi. baik yang berupa input antara maupun input primer. Keseragaman (homogenity). yaitu asumsi bahwa setiap sektor ekonomi hanya memproduksi satu jenis barang atau jasa dengan susunan input tunggal . tidak hanya untuk mendeskripsikan struktur suatu perekonomian tetapi juga mencakup cara untuk memprediksi perubahan-perubahan struktur tersebut.

maka teknologi yang digunakan oleh sektor-sektor ekonomi dalam proses produksi pun dianggap konstan. yaitu koefisien input atau koefisien teknis diasumsikan tetap (konstan) selama periode analisa atau proyeksi.17 (seragam) dan tidak ada substitusi otomatis terhadap input dan output sektor yang berbeda 2. Akibatnya perubahan kuantitas dan harga input akan selalu sebanding dengan perubahan kuantitas dan harga output. . Berdasarkan asumsi tersebut maka Tabel I-O sebagai model kuantitatif memiliki keterbatasan. yaitu asumsi bahwa hubungan antar input dan output pada setiap sektor produksi merupakan fungsi linear. artinya kenaikan dan penurunan output suatu sektor akan sebanding dengan kenaikan dan penurunan input yang digunakan oleh sektor tersebut. Untuk melihat komposisi penyediaan dan penggunaan barang dan jasa terutama dalam analisis terhadap kebutuhan impor dan kemungkinan substitusinya. dan penyerapan tenaga kerja di sektor industri. penerimaan pajak. Beberapa kegunaan Tabel I-O antara lain adalah : 1. 3. Namun demikian. Kesebandingan (proportionality). 2. Untuk memperkirakan dampak permintaan akhir terhadap output. Karena koefisien teknis dianggap konstan. Penjumlahan (additivity). yaitu asumsi bahwa total efek dan kegiatan produksi di berbagai sektor merupakan penjumlahan dari efek pada masing-masing kegiatan. nilai tambah impor. Tabel I-O masih merupakan alat analisis yang lengkap dan komprehensif.

3. Struktur penyediaan barang dan jasa. investasi. baik berupa permintaan oleh berbagai sektor produksi maupun permintaan untuk konsumsi. Struktur Tabel Input-Output Format Tabel I-O terdiri dari suatu kerangka matrik berukuran n x n dimensi yang dibagi menjadi empat kuadran dan tiap kuadran mendiskripsikan suatu hubungan tertentu. Untuk analisis perubahan harga. Struktur perekonomian suatu wilayah yang mencakup output dan nilai tambah masing-masing sektor.2. Untuk menggambarkan perekonomian suatu wilayah dan mengidentifikasikan karakteristik struktural suatu perekonomian wilayah. Struktur permintaan barang dan jasa. 5. dan ekspor. 4. . Untuk mengetahui sektor-sektor yang pengaruhnya paling dominan terhadap pertumbuhan ekonomi dan sektor-sektor yang peka terhadap pertumbuhan perekonomian.4 di bawah ini. maka disajikan format Tabel I-O pada Tabel 2. 2.18 3. Untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap. Sebagai metode kuantitatif Tabel I-O memberikan gambaran menyeluruh tentang: 1.5. 2. baik berupa produksi dalam negeri maupun barang impor atau yang berasal dari luar wilayah tersebut. Struktur input antara yaitu transaksi penggunaan barang dan jasa antar sektorsektor produksi. yaitu dengan melihat pengaruh secara langsung dan tidak langsung dari perubahan harga input terhadap output. 4.

BPS. … … … Akhir F1 F2 F3 .xn1 Permintaan Antara Sektor Produksi 2 x12 x22 x32 . Sedangkan isian sepanjang kolomnya menujukkan pemakaian input antara dan input primer oleh suatu sektor. Isian sepanjang baris pada ilustrasi Tabel I-O tersebut memperlihatkan bagaimana output dari suatu sektor dialokasikan. yaitu sebagian untuk memenuhi permintaan antara dan sebagian lainnya untuk memenuhi permintaan akhir. xn2 V2 X2 xnn Vn Xn Fn V1 X1 Sumber : Tabel I-O Indonesia.3. Permintaan n x1n x2n x3n .4 di atas dilihat secara baris (bagian horisontal) maka alokasi output secara keseluruhan dapat dituliskan dalam bentuk persamaan aljabar sebagai berikut: X11 + X12 + … X1n + F1 = X1 X21 + X22 + … X2n + F2 = X2 : : : : : Xn1 + Xn2 + … Xnn + Fn = Xn atau dalam bentuk persamaan umum dapat dituliskan sebagai : . Apabila Tabel 2. Jumlah Output X1 X2 X3 . Struktur Tabel Input-Output Alokasi Output Susunan Input 1 2 Input Sektor 3 . . Xn … … … … .19 Tabel 2. N Jumlah Input Primer Jumlah Input Antara produksi 1 x11 x21 x31 . 2000.

sebagai berikut : 1. Berdasarkan ilustrasi Tabel Input-Output. yaitu transaksi barang dan jasa yang digunakan dalam proses produksi. Dalam Analisa I-O kuadran ini memiliki peran yang sangat penting karena kuadran inilah yang . yaitu sebagai dasar analisa ekonomi mengenai keadaan perekonomian suatu wilayah. maka persamaan aljabar untuk input yang digunakan oleh masing-masing sektor dapat dituliskan sebagai berikut : X11 + X21 + … + Xn1 + V1 = X1 X12 + X22 + … + Xn2 + V2 = X2 : : : : : X1n + X2n + … + Xnn + Vn = Xn atau dalam bentuk persamaan umum dapat dituliskan sebagai : ∑ Xij + Vj = Xj .20 ∑ Xij + Fi = Xi .2) Dalam analisis I-O sistem persamaan di atas memiliki peran penting. maka angka pada kolom (sektor) itu menunjukkan berbagai input yang diperlukan dalam proses produksi pada sektor tersebut. untuk semua i = 1. 3. 3. 2. 2. untuk semua j = 1. dst (2. Secara umum matrik dalam Tabel I-O dapat dibagi menjadi 4 kuadran. Kuadran I (intermediate quadrant) Setiap sel pada kuadran I merupakan transaksi antara. dst Dimana : Xij = output sektor i yang digunakan sebagai input sektor j Fi = permintaan akhir terhadap sektor i Xi = jumlah output sektor i (2.1) Apabila angka-angka dibaca menurut kolom. khususnya pada transaksi antara.

21 menunjukkan keterkaitan antara sektor ekonomi dalam melakukan proses produksinya. Kuadran IV (primary input-final demand quadrant) Merupakan kuadran input primer permintaan akhir yang menunjukkan transaksi langsung antara kuadran input primer dengan permintaan akhir tanpa melalui sistem produksi atau kuadran antara. Kerangka Pemikiran Konseptual Strategi pengembangan yang menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi menganggap bahwa kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan dengan cepat . Jumlah keseluruhan nilai tambah ini akan menghasilkan produk domestik bruto yang dihasilkan oleh wilayah tersebut. Kuadran II (final demand quadrant) Menunjukan penjualan barang dan jasa yang dihasilkan oleh sektor-sektor perekonomian untuk memenuhi permintaan akhir. Informasi di Kuadran IV ini bukan merupakan tujuan pokok. Kuadran III (primary input quadrant) Menunjukkan pembelian input yang dihasilkan di luar sistem produksi oleh sektor-sektor dalam kuadran antara. pemerintah.6. 4. pajak tak langsung. Permintaan akhir adalah output suaru sektor yang langsung digunakan oleh rumah tangga. Kuadran ini terdiri dari pendapatan rumah tangga (upah/gaji). surplus usaha dan penyusutan. 2. pembentuk modal tetap. 3. perubahan stok dan ekspor. sehingga dalam penyusunan Tabel I-O sering diabaikan. 2.

Sehubungan dengan itu. Kebijakan prioritas pembangunan sektor industri pengolahan khususnya industri kertas merupakan upaya pemerintah Indonesia dalam mewujudkan perekonomian yang lebih baik untuk kesejahteraan masyarakat. Peningkatan output sektor kunci tersebut akan ikut meningkatkan output sektor-sektor lainnya melalui proses keterkaitan (linkages) dan dampak penyebaran antar sektor. Sektor industri ini dijadikan unggulan untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian mengingat dalam kondisi sekarang ini.22 melalui peningkatan satu atau beberapa sektor ekonomi kunci. Peningkatan pendapatan ini sekaligus mencerminkan peningkatan kesejahteraan masyarakat (Setyawan. Peningkatan output berbagai sektor ekonomi. melalui suatu proses yang disebut sebagai penetesan ke bawah (trickle down effect) akan menyebabkan peningkatan pendapatan berbagai golongan masyarakat di negara (wilayah) bersangkutan. 2005). Dalam menganalisis peranan sektor industri kertas teradap perekonomian Indonesia ini digunakan analisis I-O dengan berbagai . kemudian. Selain itu sektor ini juga dianggap sebagai sektor yang mampu meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat pada tingkat yang layak dari sebelumnya. sektor industri pengolahan lebih banyak dapat menyediakan lapangan kerja dan mempunyai aktifitas ekonomi yang lebih intensif untuk satuan unit usaha bila dibandingkan dengan unit usaha sektor lainnya. karena tentunya kebijakan yang ditetapkan tersebut mengharapkan hasil pada perkembangan ekonomi yang lebih baik dari sebelumnya. pada penelitian ini akan dilihat tentang peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian nasional.

maka diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas bagi pemerintah Indonesia tentang perkembangan sektor yang menjadi prioritas ini dalam mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengannya. Pada akhirnya dapat dijadikan acuan pemerintah Indonesia sendiri dalam menentukan kebijakan pembangunan ekonomi Indonesia ke depan sehingga permasalahan pembangunan seperti kemiskinan dan pengengguran dapat diturunkan. dan perannya dalam sektor kunci perekonomian seperti yang terlihat pada gambar 1. kemampuan mendorong dan menarik sektor hulu-hilirnya.23 keterbatasan analisis yang telah disebutkan pada bab sebelumnya. . Adapun alur konsep pemikiran dapat dilihat pada gambar 1. Dengan teridentifikasinya peranan sektor industri kertas melalui proses keterkaitan dengan sektor-sektor lain baik sebagai pengguna input maupun penghasil output.

Bagan Alur Pemikiran Konseptual .24 Perekonomian Indonesia Perubahan Struktur Perekonomian Industri Kertas Kemampuan mendorong dan menarik pertumbuhan sektor hulu dan hilirnya (Analisis Dampak Penyebaran) Keterkaitan dengan sektor lain dalam hubungannya sebagai pengguna input dan penghasil output (Analisis Keterkaitan) Sektor Kunci Perekonomian (Elastisitas Input-Output) Peran Industri Kertas Kebijakan Pembangunan Industri Keterangan : ( Ruang lingkup penelitian ) Analisis yang digunakan Gambar 1.

Data yang digunakan antara lain berasal dari Tabel Input-Output (I-O) transaksi domestik atas dasar harga produsen tahun 2000 klasifikasi 175 sektor dari Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat yang kemudian diagregasi oleh penulis menjadi 22 sektor dan beberapa data sekunder lainnya dari instansi dan dinas terkait lainnya.2. dampak penyebaran dan elastisitas ini alat yang digunakan adalah Microsoft Excel 2003. Metode Analisis Untuk mengetahui peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian Indonesia ini sebagai sektor penyedia input maupun sebagai sektor pemakai input. model analisis ini . Pada analisis keterkaitan. 3. Pendekatan model I-O yang digunakan adalah model sisi permintaan (demand-side model). METODE PENELITIAN 3. kemampuan untuk mendorong atau menarik sektor hulu dan hilirnya serta perannya dalam sektor kunci perekonomian dapat di kaji berdasarkam analisis keterkaitan.III. dampak penyebaran dan elastisitas input-output. Penggunaan tabel I-O Indonesia tahun 2000 tersebut dikarenakan tabel I-O tersebut merupakan tabel terbaru selama penelitian ini berlangsung. Oleh karenanya. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Pada analisisnya nanti dapat terlihat bahwa perekonomian dapat tumbuh apabila terdapat dorongan atau peningkatan pada permintaan akhir yang eksogen tersebut. hal ini dikarenakan faktor permintaan merupakan faktor eksogen yang mempengaruhi perekonomian.1.

Dengan demikian dapat disusun matriks sebagai berikut : a11 X1 + a12 X2 +………+ a1n Xn + F1 = X1 a21 X1 + a22 X2 +………+ a2n Xn + F2 = X2 : : : : : an1 X1 + an2 X2 +………+ ann Xn + Fn = Xn Atau persamaan tersebut dapat disederhanakan menjadi : a11 …….1) Xj Dimana : aij adalah koefisisen input. Koefisien ini dapat diterjemahkan sebagai jumlah input dari sektor i yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit output sektor j.… ann X1 X2 : X3 X + F1 F2 : Fn F = X1 X2 : Xn X (3.26 sering pula disebut dengan dengan model yang dikendalikan oleh sisi permintaan (demand-driven model). a1n a21 ……. a2n : A : a31 …….2.3) (3. Koefisien Input Pada Tabel I-O. 3. Secara matematik dapat dituliskan : aij = Xij (3..2) AX + F = X Atau F = X .AX . koefisien input atau koefisien teknologi merupakan perbandingan antara jumlah output sektor i yang digunakan dalam sektor j (Xij) dengan input total sektor j (Xj).1.

( I – A )-1 = Matriks kebalikan Leontief. maka dapat dituliskan sebagai berikut : AX + F = X Atau F = X . ( I – A ) = Matriks Leontief. Keterkaitan Langsung ke Depan Keterkaitan langsung ke depan menunjukkan akibat suatu sektor tertentu terhadap sektor-sektor yang menggunakan sebagian output tersebut secara . Jika ditulis dalam bentuk persamaan. maka akan ada perubahan pola pendapatan nasional. Analisis Keterkaitan (linkages) Koefisien keterkaitan sangat berguna dalam penyusunan prioritas sektor perekonomian untuk mencapai tujuan pembangunan.5) Dimana : I = Matriks identitas berukuran nxn yang elemennya memuat angka satu pada diagonalnya dan nol pada selainnya. 3. Beberapa jenis koefisien keterkaitan yang sering digunakan dalam analisis ekonomi wilayah sektoral antara lain adalah keterkaitan langsung ke depan dan ke belakang serta keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan dan ke belakang.27 Jika terdapat perubahan pada permintaan akhir. Dalam analisis input-output matriks kebalikan Leontief memiliki peranan yang sangat penting sebagai alat analisis ekonomi yang mencerminkan efek langsung dan tidak langsung dari perubahan permintaan akhir terhadap output sektor-sektor di dalam perekonomian. 1. F = Permintaan akhir.A )-1F (3.AX X = ( I .2.2. X = Output.

8) Dimana: KDLTi = keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan sektor i ij = unsur matrik kebalikan Leontief model terbuka . Keterkaitan Langsung ke Belakang Keterkaitan langsung ke belakang menunjukkan akibat suatu sektor tertentu terhadap sektor-sektor yang menyediakan input antara bagi sektor tersebut secara langsung per unit kenaikan permintaan total.28 langsung per unit kenaikan permintaan total.6) (3. dengan rumus sebagai berikut: n KDi = ∑ aij j=1 Dimana: KDi = Keterkaitan langsung ke depan = Unsur matrik koefisien teknis aij 2. Keterkaitan Langsung dan Tidak Langsung ke Depan Analisa keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan mengukur akibat dari adanya suatu sektor tertentu terhadap sektor-sektor yang menggunakan output sektor tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung per unit kenaikan permintaan total. KDLTi = ∑ α ij j =1 n (3. n KBj = ∑ aij i=1 Dimana: KBj = Keterkaitan langsung ke belakang = Unsur matrik koefisien teknis aij 3. Untuk mengetahui besarnya keterkaitan langsung ke depan.7) (3.

Oleh karena itu kedua indeks tersebut haruslah dinormalkan dengan cara membandingkan rata-rata dampak yang ditimbulkan oleh sektor tersebut dengan rata-rata dampak seluruh sektor.29 4. Indikator-indikator tersebut tidak dapat diperbandingkan antar sektor karena peranan permintaan akhir setiap sektor tidak sama. KBLTj = ∑α ij i =1 n (3.3. Keterkaitan Langsung dan Tidak Langsung ke Belakang Analisa keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang menyatakan akibat suatu sektor-sektor yang menyediakan input antara bagi sektor tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung per unit kenaikan permintaan total. Koefisien penyebaran merupakan keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang yang dinormalkan dengan sektor dan . Analisis Dampak Penyebaran Indeks keterkaitan langsung dan tidak langsung baik ke depan maupun ke belakang di atas belumlah memadai dipakai sebagai landasan pemilihan sektor kunci. Koefisien Penyebaran (Coefficient of Dispersion) Koefisien penyebaran tersebut juga indeks daya penyebaran ke belakang. Analisis ini disebut dampak penyebaran yang terbagi dua yaitu kepekaan penyebaran dan koefisien penyebaran. 1. Analisa ini menunjukkan koefisien kaitan yang memberikan gambaran tentang pengaruh yang ditimbulkan oleh suatu unit permintaan akhir untuk semua sektor didalam suatu sistem perekonomian.10) Dimana: BLTLj = Keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang = Unsur matrik kebalikan Leontief terbuka αij 3.2.

11) ij Dimana: = Kepekaan penyebaran sektor i Sdi ij = Unsur matrik kebalikan Leontief . Secara matematis dituliskan dalam bentuk rumus sebagai berikut: n∑ α ij n Pdj = ∑∑ α ij i =1 j =1 n i =1 n (3. Kepekaan penyebaran merupakan keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan yang dinormalkan dengan jumlah sektor dam jumlah seluruh koefisien matrik kebalikan Leontief. Kepekaan penyebaran ini memberikan gambaran tentang pengaruh yang timbul oleh suatu unit permintaan akhir terhadap semua sektor di dalam perekonomian. Kepekaan Penyebaran (Sensitivity of Dispersion) Kepekaan penyebaran disebut juga indeks daya penyebaran ke depan.30 jumlah seluruh koefisien matrik kebalikan Leontief.10) Dimana: Pdj = Koefisien penyebaran sektor j ij = Unsur matrik kebalikan Leontief 2. Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: n∑ α ij Sdi = j =1 n n ∑∑ α i =1 j =1 n (3.

12) = ∑x j b ij yj = Elemen matriks Leontief = Permintaan akhir sektor j 2.2.31 3. Pendekatan ini mempermudah policy makers untuk berkonsentrasi tidak hanya pada nilai-nilai keterkaitan dan multiplier tertinggi tetapi juga pada share suatu sektor ekonomi. Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: ⎤ ⎡ ET xyj = ⎢∑ l i / x j )bij /(l j / x j )⎥ (y j / x) ⎦ ⎣ i Dimana: ET xyj = Elastisitas tenaga kerja (3.13) . Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: EO xyj = Dimana: EO xyj = Elastisitas output x ∑b i ij ( y j / x) (3. Elastisitas Tenaga Kerja Elastisitas tenaga kerja adalah perubahan persentase tenaga kerja suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya. Elastisitas Output Elastisitas Output adalah perubahan persentase dalam total output suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya.4. 1. Pendekatan ini dianggap lebih baik daripada analisis keterkaitan dan analisis multiplier karena memperhitungkan share suatu sektor dalam output. Elastisitas Input-Output Elastisitas input-output menyediakan pandangan baru untuk penentuan sektor prioritas.

Elastisitas Pendapatan Elastisitas pendapatan adalah perubahan persentase dalam pendapatan suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya.32 = Jumlah tenaga kerja li l i / x j = Koefisien tenaga kerja 3.14) Dimana: EP xyj = Elastisitas Pendapatan hj = Upah dan gaji hi / x j = Koefisien pendapatan . Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: ⎡ ⎤ EP xyj = ⎢∑ hi / x j )bij /(h j / x j )⎥ ( y j / x) ⎣ i ⎦ (3.

.180 ton.900 ton.580 ton yang terdiri dari kapasitas terpasang perusahaan swasta-negara sebesar 337. investasi dalam negeri swasta sebesar 5. 12 perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dan 3 perusahaan negara. sektor industri ini membutuhkan investasi baru atau industri ini harus meningkatkan efisiensi agar dapat bersaing dengan industri asing. Oleh karena itu.500 ton (Tabel 4. Industri kertas memiliki kapasitas total sebesar 10. Ketiga produsen besar industri pulp dan kertas tersebut adalah. jumlah perusahaan di Indonesia yang memproduksi pulp dan kertas adalah tiga kelompok perusahaan besar. GAMBARAN UMUM INDUSTRI 4. Jumlah perusahaan tersebut belum mampu mencukupi konsumsi domestik.1). Indonesia mempunyai 77 perusahaan produsen kertas dan 10 diantaranya terintegrasi dengan pabrik pulp.045.041. Sekitar 64 perusahaan berlokasi di pulau Jawa. 14 perusahaan di Sumatera dan dua perusahan berlokasi di Kalimantan. 2005). Perusahaan-perusahaan tersebut terdiri dari 65 perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). sampai dengan tahun 2003. Menurut Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI). Group Sinar Mas. Group Raja Garuda Mas dan Barito Pasifik. dan investasi luar negeri sebesar 4. dan dapat memenuhi kebutuhan kertas dalam negeri yang terancam kekurangan pasokan dalam sepuluh tahun mendatang (Mansur.IV.666. Untuk memenuhi kebutuhan kertas tersebut. minimal harus ada tambahan beberapa perusahaan lagi untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. Profil Industri Kertas Saat ini.1.

4 85.100 Sumber : Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia.6 9.045.000 Kalimantan 2 564.1. 2003). Pada periode yang sama ekspor kertas juga meningkat sekitar 19.491.100 2.180 4. Perkembangan Industri Kertas Industri kertas tumbuh dan berkembang lebih baik bila dibandingkan dengan kebanyakan industri lain di Indonesia.287.1 Perusahaan Negara Swasta Investasi Dalam Negeri Swasta Investasi Luar Negeri Total Integrated (Pulp dan Kertas) Non Integrated Pulp Kertas Total Jawa 64 340.5 100 25.000 6.440 1.8 43.7 persen per tahun (Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia.7 19.8 100 Kapasitas Terpasang Kertas (Ton) 337.554.140 10.100 Pulp % 3.3 100 80.34 Tabel 4.100 5. Sementara konsumsi kertas juga meningkat 4.322.900 5.8 persen pada periode 19972001.8 52.072.500 10.580 100 5. 2003.000 Kertas % 3.2.287.500 Sumatera 14 5.2 46.1 persen per tahun.3 7.000 3.2 14. hal ini terjadi didasarkan pada ketersediaan bahan baku dan upah tenaga kerja yang murah di dalam negeri.045.600 Total 80 6.580 74.666.041.0 100 10. tetapi industri kertas tetap melanjutkan perkembangannya dengan pertumbuhan sekitar 9. .4 50.580 2.287.725.382.000 6.517. 4.580 8.9 100 85.045.215.100 1. Profil Industri Pulp dan Kertas Indonesia Tahun 2003 Status/Lokasi Jumlah Perusahaan 3 65 12 80 10 3 67 80 Kapasitas Terpasang Pulp (Ton) 240. Industri-industri yang mengandalkan bahan baku impor tetap mengalami kemerosotan pertumbuhan.528.

1 kg 1994 13. Disamping kinerja yang menggembirakan dalam industri kertas ini.0 kg 1996 16. para investor telah menunjukkan ketertarikan yang kecil pada sektor ini karena industri ini telah menjadi capital intensive dan birokrasi yang rumit pasca otonomi daerah.3 juta ton pertahun sedangkan konsumsi per kapitanya pada akhir 2003 telah mencapai 25 Kg (Tabel 4.0 kg 1995 14. 2003.2).0 kg 2003 25. Nilai konsumsi per kapita ini memang lebih kecil bila dibandingkan dengan negara lain contohnya Malaysia yang sudah mencapai ratusan kilogram per kapita.3 kg 2002 24. Konsumsi Kertas Per Kapita Penduduk Indonesia Tahun 1993-2003 Tahun Konsumsi Kertas / Kapita 1993 11. Pada tahun 2003 kapasitas produksi yang dimiliki industri kertas baru sekitar mencapai 10.1 kg 1999 19. industri kertas harus mengimpor kertas senilai US$ 7 miliar/tahun. Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) mengkhawatirkan Indonesia akan mengalami kekurangan pasokan kertas.8 kg 2001 23. Untuk mengatasi kebutuhan konsumsi kertas yang terus .3 kg 1997 16.2.35 Tabel 4. namun jika kebutuhan kertas di dalam negeri naik hingga mencapai 50 Kg per kapita. Masalahnya setiap tahun konsumsi kertas dalam negeri terus meningkat dengan angka rata-rata sekitar 6 persen per tahun. bila dalam 10 tahun mendatang kapasitas industri kertas tidak bertambah.9 kg 1998 14.0 kg Sumber: Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia.6 kg 2000 20.

08 persen dari total kapasitas terpasang seluruh industri pulp. 2002) Dilihat dari pangsa produksi dan ekspor penguasaan jaringan pasar luar negeri. Kapasitas terpasang industri pulp yang terintegrasi dengan perusahaan kertas mencapai 66. Dengan kecenderungan ini hampir seluruh output industri pulp disalurkan pada industri kertas didalam negeri sedangkan ekspor hanya merupakan pasar kedua. masih menjadi kelemahan bagi sebagian besar produsen kertas Indonesia. .3. Sedangkan kapasitas terpasang industri kertas pada perusahaan pulp dan kertas yang terintegrasi mencapai 21. Integrasi vertikal ini dianggap penting karena integrasi vertikal oleh perusahaan kertas akan meningkatkan efisiensi perusahaan dalam industri kertas tersebut karena dapat mengamankan pasokan bahan baku dan meminimumkan biaya transaksi dalam rangka untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan terhadap produk kertasnya (Karseno dan Mulyaningsih. Integrasi Vertikal dan Pasar Industri Kertas Indonesia Di Indonesia industri kertas mempunyai karakteristik sebagai industri skala besar. 4.36 meningkat maka harus ada investasi baru atau industri yang ada harus meningkatkan efisiensi. tujuh diantaranya adalah perusahaan kertas yang terintegrasi (tabel 4.1). Industri kertas yaitu khususnya perusahaan-perusahaan besar dalam industri ini mempunyai kecenderungan untuk berintegrasi dengan perusahaan penyedia bahan baku yaitu industri pulp.32 persen dari keseluruhan kapasitas terpasang industri kertas. Dari 77 perusahaan kertas pada tahun 2003.

Kawasan Asia Pasifik merupakan kawasan dengan pasar pulp terbesar di dunia. Kedua kelompok ini memilih Singapura sebagai kantor pusat perusahaan mereka. Malaysia. Pertama.). PT. 2002). Cina.4. Profil Beberapa Perusahaan Kertas Indonesia Sampai dengan tahun 2003 dalam industri kertas terdapat tiga perusahaan yang memiliki proporsi kapasitas pabrik terhadap kapasitas total industri yang melebihi 10 persen. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis mengenai kondisi pasar luar negeri terutama pasar Asia dan bagaimana strategi untuk memasuki dan mengembangkan pasar di kawasan tersebut. Begitu juga dengan Tanoto dan Tanjung Enim Lestari (TEL) yang mengibarkan bendera APRIL (Asia Pacific Resources International Holding Ltd. Pasar bebas tersebut akan memaksa para produsen pulp dan kertas Indonesia untuk mampu bersaing memperebutkan pasar Asia Pasifik yang terbuka. dengan melakukan ekspansi ke negara-negara di kawasan ini. Pentingnya jaringan pemasaran lebih dipicu terutama menjelang diberlakukan pasar bebas di kawasan Asia Tenggara (AFTA) tahun 2003 dan kawasan Asia Pasifik (APEC) tahun 2010. dan India. terutama pasar Asia.37 Meskipun demikian beberapa (grup) perusahaan telah mencoba menembus pasar luar negeri. 4. Kelompok Sinar Mas memasuki pasar Asia dengan mendirikan kelompok perusahaan melalui bendera APP (Asia Pulp and Paper) di negara Singapura. Selain itu pasar dalam negeri juga perlu dikaji karena merupakan basis untuk memperkuat daya saing secara nasional (Rosadi dan Vidyatmoko. Indah Kiat Pulp & Paper Corp. yang menguasai .

Gede Karang PT. Indah Kiat Pulp& Paper Corp PT.5 6.044. Selain ketiga perusahaan itu group Sinar Mas masih mempunyai perusahaan kertas lainnya yaitu PT.800 195. Tanjungenim Lestari Pulp & Paper PT.000 150. Adiprima Suraprinta PT.500 93. Surabaya Agung PT. PT.38 20.000 700.8 1. 2003. Ekamas Fortuna PT.000 350.000 150. Riau Andalan Kertas PT.5 0.2 3. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia dengan proporsi sebesar 10.8 14.4 4.000 150. NAD. kemudian disusul oleh PT.000 500. Aspex Kumbong PT. Suparma PT.4 0.9 Sumber : Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia.5 persen dari total kapasitas industri.9 1.2 persen. Tabel 4.9 1. Kapasitas Terpasang Perusahaan Industri Kertas Tahun 2003 Nama Perusahaan PT.1 1.000 1.4 10.000 430.6 28.4 4.000 1.4 0.465. Kertas Leces (Persero) PT.1 persen (Tabel 4. Pelita Cengkareng Paper Co.000 486.7 4.000 2.000 85.4 0.111. Surabaya Mekabox Ltd.3.000 Persentase (%) 20.3).2 1. PT.000 50.8 4.200 150. Fajar Surya Wisesa PT.400 60. Tiga perusahaan pemilik kapasitas terbesar tersebut dimiliki oleh group yang sama yaitu Sinar Mas Group. Pindo Deli Pulp & Paper Mills PT. Pindo Deli & Paper Mills sebesar 14. . Keempat perusahaan yang tergabung dalam group Sinar Mas ini memiliki karaktristik yang sama yaitu semuanya merupakan perusahaan kertas yang terintegrasi vertikal dengan pabrik kertasnya.800 450. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia PT.000 157.986. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry yang berlokasi di Langsa.5 1. Papertech Indonesia Lain-lain Kapasitas Terpasang (Ton) 2. Pakerin PT. dan perusahaan ketiga adalah PT. Papyrus Sakti PT. Pura Barutama PT.

Riau seluas 1.000 ton kertas industri per tahun dan 100. Pada saat ini. masyarakat menguasai 38.000 ton corrugated boxes per tahun. dan didaftarkan di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta No. kertas budaya. Dengan semakin meningkatnya permintaan atas produksi kertas. Indah Kiat Pulp & Paper dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards yang terdiri dari dewan komisaris dengan presiden komisarisnya yaitu Indra Widjaja dan dewan direksi dengan direktur utamanya yaitu Teguh Ganda Widjaja. perusahaan kertas ini mengantisipasinya dengan meningkatkan kapasitas produksinya sehingga saat ini menjadi 1. yang menempati lahan seluas 28 Ha. 525 Tanggal 14 Februari 1978 (Bank Niaga.000 ton pulp per tahun. PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Perusahaan ini didirikan di Jakarta dengan Akta Notaris Ridwan Suselo No. 744. 2005).722 Ha .000 ton kertas budaya per tahun. kertas industri dan corrugated carton boxes (sejenis dus karton. dengan kertas bergelombang sebagai peredam benturan).78 persen dari total keseluruhan saham yang diterbitkan perusahaan ini (Tabel 4.A.Y.4). PT.5/50/2 tanggal 9 Februari 1978. Pada susunan pemegang saham. 980. terutama pabrik kertas budaya di Tangerang. pabrik pulp dan kertas budaya di Perawang.39 1) PT. perusahaan tersebut memiliki dan menguasai beberapa sarana dan prasarana yang digunakan untuk menjalankan berbagai kegiatan usahanya.631. Indah Kiat Pulp & Paper melakukan usahanya secara komersil dengan memproduksi pulp.68 tanggal 7 Desember 1976 yang disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusan No.

56% British Virgin Island Yuen Foong Yu H. Ryani Soedirman : Mas Achmad Daniri : Prof.. Fasilitas produksi perusahaan juga didukung dengan berbagai fasilitas dan prasana seperti jalan. : 2. Teddy Pawitra : Kamardy Arief : Let Jend (Purn) Soetedjo Dewan Direksi Presiden Direktur : Teguh Ganda Widjaja Wakil Presiden Direktur : Muktar Widjaja Wakil Presiden Direktur : Hendra Jaya Kosasih Wakil Presiden Direktur : Chen Wang Chi Wakil Presiden Direktur : Yudi Setiawan Lin Direktur : Suresh Kilam Direktur : Didi Harsa Direktur : Agustian Rachmansjah Partawidjaja Susunan Pemegang Saham PT Purinusa Ekapersada : 52. : Lo Shang Shung : Hj. British : 5. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk per 30 September 2004 Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Ir. Dr. mess karyawan dan lain-lain.40 dan pabrik kertas industri di Serang Jawa Barat seluas 308.78% Sumber: Bank Niaga.72% CHP International (BVI) Corp.9 Ha. Co.05% Kong Masyarakat : 38. Presiden Komisaris Wakil Presiden Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris . 2005. Hong : 0.88% Virgin Island YFY Global Investment (BVI) Corp. Boards PT.4. Phd. Tabel 4. Gandi Sulistiyanto Soeherman : Show Chung Ho : Kuo Cheng Shyong : Raymond Liu.K. Ltd.

. PT. Total kapasitas produksi terpasang pabrik kertas milik perusahaan ini adalah sebesar 210. 2005).12 tahun1970. Selain itu perusahaan ini juga mempunyai fasilitas pabrik pembuatan bahan kimia calcium carbonate. Akta Perubahan No.57 persen dari total saham yang dikeluarkan PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills tersebut (Tabel 4.5 tanggal 3 April 1975. Pindo Deli Pulp & Paper Mills PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills didirikan di Jakarta dalam rangka Undang-undang No.75 tanggal 31 Januari 1975.41 2) PT.59 tanggal 26 April 1975. Akta Perubahan No.000 ton per tahun. Karawang dengan menambah tiga Paper Machine serta sebuah Corrugated Machine. sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. berlokasi di lokasi Pindo 1 dengan kapasitas produksi terpasang sebesar 48.6 tahun 1968 tentang PMDN. dengan Akta No.6 tanggal 4 Juli 1975 dan Akta Perubahan No. Akta Perubahan No. 2005). Pindo Deli Pulp & Paper Mills ini memulai konstruksi pabrik kertasnya yang kedua (Pindo 2) yang berlokasi di Kuta Mekar. Saat ini perusahaan kertas ini memiliki sebuah pabrik kertas yang berlokasi di Adiarsa.5). Pada Oktober 1995.000 ton per tahun. Karawang (Pindo 1). Perusahaan kertas ini dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards (dua dewan perusahaan) dan kepemilikan saham terbesar perusahaan ini dikuasai oleh PT Purinusa Ekapersada sebesar 97.69 tanggal 25 Februari 1976 (Bank Niaga. salah satu bahan kimia yang digunakan dalam proses produksi kertas.000 ton per tahun dan telah berproduksi sejak bulan Maret 1996 (Bank Niaga. dengan jumlah kapasitas produksi terpasang sebesar 652.

Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk PT. Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Direktur Utama Wakil Direktur Utama Wakil Direktur Utama Wakil Direktur Utama Wakil Direktur Utama Direktur Direktur PT Purinusa Ekapersada PT Mega Kleenindo PT Unitama Sartindo Sumber: Bank Niaga.6 Tahun 1968 juncto Undang-undang No.57% : 0. masyarakat menguasai 36. PT.61% 3) PT.60 persen dari total keseluruhan saham yang diterbitkan perusahaan ini (Tabel 4.91% : 0. 2005). Perusahaan ini merupakan bagian kelompok usaha Sinar Mas. Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Drs.42 Tabel 4. 2005. Boards PT.6). Kelompok Sinar Mas adalah salah satu dari kelompok industri terbesar di Indonesia dengan kurang lebih 200 perusahaannya yang bergerak di berbagai usaha yang besar . Jhon Ferdinand Pandelaki : Yudi Setiawan Lin : Let Jend (Purn) Soetedjo : Hajjah Ryani Soedirman : Arthur Tahya Dewan Direksi : Teguh Ganda Wijaja : Muktar Widjaja : Hendra Jaya Kosasih : Suresh Kilam : Tsai Huan Chi : Huang Wen Hai : Tri Ramadi Susunan Pemegang Saham : 97. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards (dua dewan direksi) dan pada susunan pemegang saham. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk didirikan dalam rangka Undangundang Negara Republik Indonesia No.12 Tahun 1970 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri berdasarkan Akta No. Pindo Deli Pulp & Paper Mills per 30 September 2004.5.9 tanggal 2 Oktober 1972 (Bank Niaga.

real estate. hotel dan perumahan.43 termasuk industri kertas dan pulp. : Lo Shang Shung : Hj. Gandi Sulistiyanto Soeherman : Show Chung Ho : Kuo Cheng Shyong : Raymond Liu. Dari seluruh tanah yang dikuasai perusahaan 64 persen merupakan tanah dengan Hak Guna Bangunan. Tabel 4. sedangkan sisanya merupakan tanah yang telah dibebaskan untuk kepentingan . Lokasi pabrik dan pusat perusahaan yang terletak di Jawa Timur. Ryani Soedirman : Mas Achmad Daniri : Prof DR. produksi bahan makanan.60% Presiden Komisaris Wakil Presiden Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Direktur Direktur Direktur PT Purinusa Ekapersada Koperasi Masyarakat Sumber: Bank Niaga.30% : 0. Boards PT.6. perbankan dan jasa keuangan. 2005. yang berdekatan dengan pelabuhan Tanjung Perak merupakan hal yang sangat menguntungkan kelancaran pengapalan untuk ekspor. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk per 30 September 2004 Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Ir. Phd. Teddy Pawitra : Kamardy Arief : Let Jend (Purn) Soetedjo Dewan Direksi : Teguh Ganda Widjaja : Muktar Widjaja : Hendra Jaya Kosasih : Chen Wang Chi : Yudi Setiawan Lin : Suresh Kilam : Didi Harsa : Agustian Rachmansjah Partawidjaja Susunan Pemegang Saham : 63. minyak goreng. bidang kimia.10% : 36.

Belanda.000 ton boxboard pertahun. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia mempunyai kapasitas produksi sebanyak 30.44 perusahaan yang berasal dari petani di sekitarnya dengan status Hak Milik atau Girik. kertas HVS mengkilap. Bidang usaha utama perusahaan ini adalah menghasilkan kertas tulis dan cetak bermutu tinggi. dan kertas HVS biasa untuk kebutuhan sekolah dan perkantoran. meningkatkan pengawasan mutu disamping . dan sereal. Pabrik kertas merupakan suatu jenis industri dengan sifat padat modal. diantaranya dus (boxboard) yang dipergunakan untuk kemasan rokok. Rotterdam. perusahaan kertas ini juga memproduksi produk-produk kemasan. Perusahaan ini juga memproduksi pulp dari daur ulang kertas bekas dan soda kaustik sebagai bahan baku utama industri kertas. kertas tissue. yang merupakan pengakuan bertaraf internasional terhadap sistem dalam proses produksi yang telah berhasil dilaksanakan oleh perusahaan.V. Pada tahun 1994. Namun demikian melihat kebutuhan penyediaan kesempatan kerja di Indonesia. minyak wangi. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia telah menerima sertifikat ISO 9002 dari Det Norske Veritas Industry B. Saat ini PT. Perusahaan ini menyesuaikan pemakaian teknologi sedemikian rupa untuk tetap dapat menyediakan kesempatan kerja seluas-luasnya. Hal ini jelas dapat terlihat pada bagian produksi barang-barang hasil produksi kertas dimana perusahaan ini telah memutuskan untuk tidak menambah mesin-mesin pembungkus otomatis. Selain kertas tulis dan cetak serta hasil-hasil produksi kertas. Hal ini juga diperlukan untuk meningkatkan kesempatan kerja. PT.

6 Tahun 1968 tentang PMDN dengan Akta No. Lontar Papyrus Pulp . Saat ini perusahaan ini merupakan salah satu produsen pulp yang cukup besar di Indonesia dengan kapasitas produksi sebesar 545. modifikasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi mesin pembuatan pulp dan fasilitas pendukung lainnya..500 ton kertas per tahun. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry bergerak dalam bidang usaha industri pulp dan kertas.000 ton per tahun.45 4) PT. Perusahaan kertas ini dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards yang terdiri dari dewan komisaris dengan presiden komisarisnya yaitu Indra Widjaja dan dewan direksi dengan direkturnya adalah Teguh Ganda Widjaja. pada kuartal keempat tahun 1998 perusahaan kertas ini memulai produksi komersial tissue dalam bentuk gulungan besar yang dijual kepada pihak lain untuk kemudian diubah menjadi berbagai jenis tissue siap pakai. PT. Pindo Deli Pulp & Paper Mills (80 persen).Ltd. PT.000 ton pulp per tahun dan 7. kertas budaya dan tissue. Aceh Timur dengan nama awal PT Sumber Indra Jaya Paper Manufacture Co. Arthadana Mulia Makmur yang memiliki 0. dan PT. PT Satria Perkasa Agung (19. dengan kapasitas produksi 60.25 persen dari total keseluruhan saham yang diterbitkan (Tabel 4. dalam rangka Undang-Undang No. 2005). dengan produksi utama pulp jenis LBKP. 44 tanggal 13 Februari 1974 (Bank Niaga. Pada tahun 1999 perusahaan ini telah melakukan modifikasi terhadap mesin-mesin dan fasilitas produksi di pabrik pulp Jambi.7). Disamping pulp dan kertas.75 persen). Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry Perusahaan kertas ini didirikan di Langsa. Kepemilikan saham dikuasai oleh tiga perusahaan yaitu PT.

Boards PT. Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Dalam menjalankan usahanya. Tabel 4. 2005). perseroan ini juga telah memperoleh sertifikat ISO 14001 pada tanggal 19 Agustus1997 yang dikeluarkan SGS Yarsley International Certification Services Limited dengan sertifikat No. Jambi dan sebuah pabrik kertas di Langsa.75% PT Arthadana Mulia Makmur : 0. 2005.46 & Paper Industry saat memiliki sebuah pabrik yang memproduksi pulp dan tissue yang berlokasi di Sumatera yaitu di Tanjung Jabung.E10683 sebagai bukti bahwa perusahaan kertas ini telah memenuhi ketentuan standar lingkungan hidup yang dipersyaratkan (Bank Niaga. Di samping itu.7. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry per 30 Desember 2003 Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Drs.25% Sumber: Bank Niaga. NAD. Ryani Soedirman Dewan Direksi Direktur Utama : Teguh Ganda Widjaja Wakil Direktur Utama : Hendra Jaya Kosasih Direktur : Muktar Widjaja Direktur : Suresh Kilam Direktur : Lin Shun Keng Direktur : Tri Ramadi Direktur : Arthur Tahya Susunan Pemegang Saham PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills : 80. John Ferdinand Pandelaki : Sukirta Mangku Djaja : Let Jend (Purn) Soetedjo : Hj. PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry telah memperoleh sertifikasi ISO 9002 sehubungan dengan telah sesuainya sistem kualitas manajemen (Quality management systems) dengan ketentuan yang dipersyaratkan dalam ISO 9002.00% PT Satria Perkasa Agung : 19. .

019 juta dan permintaan akhir sebesar Rp 1.656.21 persen dari total permintaan antaranya.1. Struktur Permintaan Industri Kertas Total permintaan barang dan jasa domestik yang dihasilkan oleh Indonesia tahun 2000 mencapai Rp 2. Jumlah tersebut terdiri atas permintaan antara sebesar Rp 1. Berdasarkan Tabel 5. hal ini berarti bahwa output di Indonesia cenderung digunakan untuk memenuhi konsumsi langsung masyarakatnya.83 persen dan Rp 117.460. Selanjutnya diikuti oleh sektor pertanian dan sektor pertambangan dan penggalian.068.1.767. Dari data tersebut diperoleh bahwa jumlah permintaan akhir lebih besar dibandingkan jumlah permintaan antaranya.048.1. Sedangkan untuk industri kertas mempunyai permintaan antara sebesar Rp 10.03 persen dari total permintaan antara dan berada pada urutan ke-18 diantara sektor-sektor lainnya.730 juta atau 11.099.870 juta.775 juta atau sekitar 1.701. pada urutan kedua dan ketiga dengan nilai Rp 144.415 juta atau 13. Peranan Industri Kertas Dalam Perekonomian Indonesia 5. .073.V.800. Angka-angka tersebut di atas menunjukkan seberapa pentingnya peranan output yang dihasilkan oleh sektor-sektor di atas untuk digunakan sebagai input oleh sektor-sektor perekonomian lainnya di Indonesia.1.71 persen dari total permintaan antara. dilihat dari sisi permintaan antara tampak bahwa sektor perdagangan menghasilkan output tertinggi yang digunakan sebagai input oleh seluruh sektor perekonomian lainnya yaitu sebesar Rp 197.626 juta atau 18. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.629 juta.977.

15 100 Permintaan Akhir Jumlah % (Juta Rp) 115.760.568 21.05 9.325.71 2.09 1.74 8.14 117.113 94.887 201.51 1.672.970.38 0.496.534.88 1.821.849 24.33 0.670 7.372 88.574 1. Permintaan Antara dan Permintaan Akhir Sektor-sektor Perekonomian di Indonesia Tahun 2000 Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.254 131. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Total (domestik) Permintaan Antara Jumlah % (Juta Rp) 144.87 6.27 3.257.018 0.03 0.800.19 4.076.817.739.151 329.37 6.586.99 1.685.438.948.916 177.125.169 161.637.329.627.64 3.014.771.53 0.775 5.034 238.460.775.726.287 2.621 208.476.44 1.593 30.25 2.34 2.108 13.1.160 6.21 8.019 11.408 243.84 2.599 5.564.92 0.730 90.944 0.073.416. Dilihat dari permintaan akhir pada Tabel 5.847 juta atau 0.43 14. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat secara keseluruhan lebih banyak menggunakan output industri kertas untuk konsumsi .881 13.379 33.73 8.613 64. Nilai tersebut lebih besar dibanding permintaan antaranya.575 9.50 0.485 39.036 155.340.068.034 41.698.850.605 94.689.29 12.412.48 Tabel 5.42 5.657 12.99 1.48 0.64 2.885.626 70.37 0.441.1 sektor industri kertas menempati posisi ke-14 diantara sektor yang lain sebesar Rp 13.10 196.442.16 1.977.215 35.228.56 100 Sumber: Tabel I-O Indonesia.048.98 100 Total permintaan Jumlah % (Juta Rp) 260.649 36.045.028 0.622 8.844.700 3.276.063 396.67 5.620 13.13 0.713 1.32 0.848.50 9.926 0.53 1.278 151.58 12.415 13.165 139.37 5.020 7.259 165.695.074 19.03 0.901.729.353.961 1.056 67.83 15.498 19.035 16.741 10.13 8.84 0.724 5.067 0.677.214.60 5.128 23.595.47 1.89 2.87 2.84 persen dari total permintaan akhir.34 0.242.88 4.389.426.748.529.629 4.099.30 1.36 9.227.065 15.16 4.272.287.815.656.897.774.847 3.036.767.52 12.80 14.84 18. 2000 (diolah).849 80.695 227.743.970.119.65 17.870 7.705 23.424 8.099 57.805.356 105.701.620 8.47 0.176 197.08 79.11 1.153.97 6.23 0.

Rp 110.1. Berdasarkan Tabel 5. Pada tahun yang sama sektor industri kertas menyumbang nilai tambah bruto sebesar Rp 7.860.2.843. Struktur Nilai Tambah Bruto Nilai tambah bruto merupakan balas jasa terhadap faktor produksi yang tercipta karena adanya kegiatan produksi.732 milyar berasal dari pajak tak langsung netto. penyusutan sebesar Rp 865. . Nilai rasio tersebut menunjukkan perbandingan antara besarnya upah dan gaji yang diterima produsen. surplus usaha. Rasio upah dan gaji dan surplus usaha termasuk kategori baik jika rasionya mendekati keseimbangan (mendekati 1) yang berarti bahwa proporsi penerimaan dalam bentuk upah dan gaji bagi pekerja dan surplus usaha bagi produsen berimbang.958 juta dan pajak tak langsung netto sebesar Rp 487. surplus usaha sebesar Rp 458.331. Dalam Tabel I-O Indonesia tahun 2000 nilai tambah meliputi penerimaan upah gaji.350 juta dengan perincian Rp 400.048.928 juta berasal dari penyusutan dan Rp 69.2 dapat diketahui bahwa total nilai tambah bruto negara Indonesia adalah Rp 1. Rp 755.762 juta. penyusutan dan pajak tak langsung netto.498 juta berasal dari surplus usaha.327 juta yang terdiri atas upah dan gaji sebesar Rp 1.849 juta. pemerintah dan ekspor) dibanding untuk keperluan produksi sebagai input bagi sektor lain. Jika diperbandingkan antara nilai upah dan gaji terhadap surplus usaha (U/G) maka akan diperoleh nilai rasio upah gaji dengan surplus usaha.952.770 juta berasal dari upah dan gaji.895.079. 5.49 langsung (masyarakat.2).278.967 juta (Tabel 5.

757 2.590.919 1.567 5.931.195 112.864.914 Kayu 2. 2000 (diolah).063 barang non logam Industri logam 2.378 476.114 pakaian Industri kayu dan 5.577.434 15.821 61.278.012.512 1.797.542 Bangunan 37.107 14.081 834.898 138.670 4.358 1.905 2.703.062.232 97.103.670.070 persewaan Jasa-jasa 85.504 1.365.046 1.946 Penyusutan (Juta Rp) 2.073 3. Nilai Tambah Bruto Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Tahun 2000 Sektor Upah /gaji (Juta Rp) Surplus Usaha (Juta Rp) 121.562.702 926.382 4.623.343.245 Pertambangan dan 25.946.352.393.843.524 487.072 64.655 2.542 933.985 Hasil hutan lainnya 565.554.240 28.770 755.756.479 kertas Industri percetakan 1.477.127.044.257 19.164 13.396 325.017.119.975 865.638 9.418 Pengangkutan dan 16.311 9.034.028.331.480.372.772.664.714.708 127.616 5.048.129 furniture Industri pulp 940.625.385 Total 400.723.946 110. Berdasarkan hasil analisis rasio upah dan gaji dengan surplus usaha pada Tabel 5.705 7.228.968 115.605.732 Nilai tambah bruto (Juta Rp) 166.327 3.498 Sumber: Tabel I-O Indonesia.764 83.063 4.912 9.692.774 11. diperoleh bahwa ternyata pada sektor industri kertas mempunyai nilai surplus usaha lebih besar dibandingkan upah dan gaji.176 19.860.727 76.511 770.418 59.949 45.700.701 Industri kertas 1.142.326 5.463.652 167.2.948 3.182 30.266.550.084.278.731.279.156 69.895.567 26.458.010.212.333.886 2.169.530 penggalian Industri makanan 30.781 8.052 20.803 4.354 komunikasi Keuangan dan 21.928 Indirect Tax (Juta Rp) 1.508.229.430 dasar Industri barang jadi 3.664.576 dari logam Industri lainnya 19.229.350 Pertanian 40.576.147.212 3.340 Perdagangan 61.758.484.393.756 12.933 2.079.131 115.443 301.958 83.015.383.762 4.607 6.718 147.132.573.877.004.690 777.591 564.639 Industri barang dari 1.564.511 29.759 10.143.536.226.475.243 1.560 8.440. Kondisi ini menunjukan bahwa distribusi pendapatan antara pemilik modal (perusahaan) dan pekerja tidak merata atau .50 Tabel 5.569 11.902 6.875 429.459 53.237 6.901.105 6.088 105.489.947 Industri semen dan 3. Hal ini terlihat dari nilai rasio yang lebih kecil dari satu (0.952.793.778.282.3.116 7.256.973.177 21.952 4.392 225.725 Industri kimia 21.623 84.990 dan minuman Industri tekstil dan 16.996.182.296.588.093. gas dan air 2.567.43).963 8.585.802 134.233 65.414.451 Listrik.704 6.208.

1.36 0.25 6.74 0.45 0. Jumlah tenaga kerja yang terserap di setiap sektor ekonomi merupakan indikator kemampuan sektor tersebut dalam menciptakan kesempatan .27 0.51 terjadi ketimpangan yang sangat besar yang disebabkan oleh adanya eksploitasi tenaga kerja oleh pemilik modal terhadap tenaga kerja dengan share yang lebih besar pada produsen (pemilik modal).84 0.04 0. Struktur Ketenagakerjaan Banyaknya tenaga kerja yang terserap pada tahun 2000 sebanyak 93.64 0.79 0.51 0. Rasio Upah Gaji terhadap Surplus Usaha (U/G) 0.48 1.57 0.948 jiwa. Tabel 5. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia.43 0.43 0.320. Rasio Upah Terhadap Surplus Usaha Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.3. 2000 (diolah).47 0.26 0.36 0.76 0.55 5.3.33 0.20 0.35 0.

062.13 4.52 kerja bagi masyarakat di wilayah tersebut.770 Upah/TK 0.949 minuman 2.06 0.573.15 137.65 26.727 Listrik.142.664.963 Industri lainnya 225.177 5.39 203.034.860.132.183.762 1.708 30.475.952.515 225.88 3.07 18.182 2.041.705 Industri pulp 118.328.051 2.15 0.27 43.519 jiwa. 2000 (diolah).088 Keuangan dan Persewaan 11.164 Pertanian 555.119.638 Industri logam dasar Industri barang jadi dari 259.30 12.756 400.32 8.245 25.27 Total Upah (Juta) 40.46 14.512 1.985 565.06 0.169.943 167. Tabel 5.279.161 9.700.454 7.255 76.350 Total (domestik) Sumber: Tabel I-O Indonesia.20 18.567.562 105.98 10. Dalam hal produktifitas tenaga kerja industri kertas menduduki peringkat keempat .511 61.504 1.06 0.063 21.392 Bangunan 17.212.218 61.590.821 logam 1.914 2.802 16.4.440.870.843.03 37.448.333.655 Kayu 86.084. Berdasarkan Tabel 5.35 79.4.327 Industri kertas 73.03 0.232 Industri percetakan 705.480.623 85.004.569.84 13.243 Jasa-jasa 93.585.20 18.74 8.942 6.012.61 10.895.877.56 59.15 0.012.83 14.256.592 112.577.331.75 7.052 Industri tekstil dan pakaian 2.195 Penggalian Industri makanan dan 3.64 6. terlihat sektor industri kertas menyerap 118.382 37. Gambaran tentang jumlah tenaga kerja.931.664 8.06 0.266.418 3.352.938 9.692.12 24.208.803 19.911 10.759 Industri kimia Industri semen dan barang 648.905 Industri kayu dan furniture 57.017.30 40. Gas dan Air 4. Produktifitas dan Nilai Upah Sektoral Indonesia Tahun 2000 Sektor Jumlah TK Nilai tambah Produktivitas bruto (Juta/Tk) (Juta Rp) 4.797.948 1.233 Perdagangan Pengangkutan dan 4.4.519 166.296.652 Hasil Hutan Lainnya Pertambangan dan 825.03 65.912 non logam 357.134 20.607 Industri barang dari kertas 100.65 41.912 65.20 0.54 36.454 jiwa sedangkan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian dengan kemampuan menyerap tenaga kerja sebesar 40.450.48 3.282.569 940.567 21.131 Komunikasi 1.15 0.320.477.82 15.10 8.212 2.576.393.42 0.328.143.463.034 115.030 97. produktifitas dan nilai upah sektoral dapat dilihat pada Tabel 5.60 25.616 3.225 45.513 2.551 3.372.508.99 4.53 30.97 66.670.48 37.459 16. Jumlah Tenaga kerja.824 13.921.

perdagangan serta sektor pengangkutan dan telekomunikasi mengalami selisih yang positif ini menunjukan bahwa secara umum dalam memenuhi kebutuhan terhadap barangbarang yang dihasilkan oleh sektor tersebut tidak lagi tergantung pada impor. Nilai ekspor industri kertas yang masih kecil tersebut dapat menandakan bahwa sektor industri ini masih berorientasi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. dengan melihat besarnya selisih antara total ekspor dan impor. Nilai impor tersebut dapat menunjukkan bahwa kebutuhan kertas dalam negeri masih lebih besar dari produksi kertas dalam negeri sehingga harus melakukan impor. industri pengolahan.385 juta atau 2.854 juta atau 2.5). terlihat bahwa sektor pertanian.507.5).1.5. Struktur Ekspor dan Impor Ekspor Indonesia pada tahun 2000 sebesar Rp 520.65 juta nilai tambah dari sektor tersebut dalam tahun 2000. Nilai impor industri kertas sebesar Rp 8.125.4. Berdasarkan nilai total ekspor tersebut.65 yang berarti satu orang tenaga kerja yang bekerja di sektor manufaktur mampu menghasilkan sekitar 66.53 sekitar 66.623 juta.95 persen dari total impor Indonesia (Tabel 5.831. sedangkan nilai ekspor terbesar ditempati oleh sektor industri kimia atau 18. Ditinjau dari sisi impor terhadap barang-barang dan jasa ternyata nilai impor secara keseluruhan sebesar 287.84 persen dari total ekspor indonesia. nilai ekspor keseluruhan sektor industri kertas adalah Rp 13.930. 5. .52 persen dari total ekspor Indonesia (Tabel 5.757 juta. Dari Tabel 5.

722 -39. Struktur Ekspor dan Impor Indonesia Tahun 2000 Ekspor Sektor Jumlah (Juta Rp) % Impor Jumlah (Juta Rp) 4.088 -404.061 4.701.412.485.365 5.340.03 Perdagangan Pengangkutan dan 26.821.735.466 13.373 1.247 0.845 528.424 8.093.896.641 19.22 0.10 persewaan 8.84 Industri kimia Industri semen dan 6.262 17.433 5.18 minuman Industri tekstil dan 73.854 1.665 25.580.395.809 4.99 6.00 Listrik.120 3.947 43.285.96 Industri pulp 13.900.864.175 100 Total (domestik) Sumber: Tabel I-O Indonesia.5.399 -3.490. Tabel 5.979 2.620 13.59 dari logam 58.58 0.865 353.61 Industri percetakan 107.622 8.603.06 barang non logam 12.413 0.493.78 13. .627.268.473.805.943.298 4.75 1.540.478 -2.620 12.677.930.957.444.79 8.824.588.00 Bangunan 57.772. sektor listrik.287 2.427 5.385 2.094. gas dan air.403.567.719.842 2.698.225.489.07 Hasil hutan lainnya Pertambangan dan 77.177 6.49 4.163 63.033 8.040 1.29 17.991.050 4.287 161.21 Industri lainnya 0 0.815.559.167.305 6. gas dan air 0 0.757 % 1.52 15.611.916 177.016 0.444.695 227.550 0.880.162.161.259.634.775 10.30 Industri kertas Industri barang dari 1.958.859 7.729.814 71.67 komunikasi Keuangan dan 11.23 2.151 332.278 177.322 32.97 pakaian Industri kayu dan 37.242.22 Pertanian 124. Ini menunjukan bahwa secara umum dalam memenuhi kebutuhan terhadap barang-barang yang dihasilkan oleh sektor tersebut masih tergantung pada impor.857.418 6.602 19.613 27. sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor jasa-jasa. 2000 (diolah).089.771.942.883.18 0.54 Sedangkan yang mengalami selisih negatif dialami oleh sektor kayu.525.305.637.617 2.02 Kayu 394.27 Industri logam dasar Industri barang jadi 31.529.53 1.38 0.362.554.053 -21.099 57.933 1.95 0.063 396.379 33.722 39.96 2.796.507.218 11.317.29 kertas 3.489 8.326 2.163.814 18.126 X-M (Juta Rp) 2.238.899 7.214.900.849 24.353.51 Jasa-jasa 569.332 49.944 196.908 10.864 9.705 23.531 541.617.971. sektor bangunan.13 100 Jumlah Input (Juta Rp) 224.326 1.451 131.694 2.136.413 176.959 30.881 40.53 furniture 5.238.018 49.558.028 2.17 0.512 281.337 5.850.598.848 287.855 26.641 37.65 9.534.566.242.048.297 2.01 1.739.319 24.94 2.58 0.336 1.125.408 243.667.56 penggalian Industri makanan dan 29.86 6.110 0.

55

Jika dilihat dari total selisih antara ekspor dan impor maka perekonomian Indonesia mengalami surplus perdagangan sebesar Rp 232.900.866 juta. Surplus perdagangan terbesar diberikan oleh sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp 71.489.864 juta, sedangkan industri kertas mengalami surplus perdagangan sebesar Rp 4.617.531 juta. Angka tersebut menunjukan bahwa secara umum dalam memenuhi kebutuhan terhadap barang-barang yang dihasilkan oleh sektor industri kertas di Indonesia tidak lagi tergantung pada impor.

5.1.5. Struktur Output Sektoral Output merupakan nilai produksi (barang dan jasa) yang dihasilkan oleh suatu sektor perekonomian. Berdasarkan Tabel Input-Output Indonesia tahun 2000 dapat diketahui besarnya output yang diciptakan oleh masing-masing sektor. Berdasarkan Tabel 5.6 terlihat bahwa output sektoral perekonomian Indonesia sebesar Rp 270.099.837 juta. Sektor yang paling besar menyumbang dalam pembentukan output domestik adalah sektor perdagangan yakni sebesar 14,67 persen dengan nilai output sebesar Rp 396.214.278 juta, kemudian disusul oleh sektor industri makanan dan minuman dengan nilai sebesar Rp 329.325.254 juta dalam persentase sebesar 12,19 persen dari total output keseluruhan. Sementara industri kertas sendiri menyumbang sebesar Rp 24.771.622 dalam pembentukan output atau sebesar 0,92 persen dari seluruh total output sektoral perekonomian.

56

Tabel 5.6. Struktur Pembentukan Output Sektoral terhadap Perekonomian Indonesia Tahun 2000
Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik, gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Total (domestik) Output Jumlah (Juta) Persentase (%) 260,672,575 9.65 17,340,028 0.64 2,698,944 0.10 196,815,151 7.29 329,325,254 12.19 131,412,099 4.87 57,534,424 2.13 8,739,849 0.32 24,771,622 0.92 8,850,620 0.33 13,627,408 0.50 243,805,705 9.03 23,821,379 0.88 33,729,613 1.25 64,119,165 2.37 139,438,593 5.16 30,637,695 8.43 227,677,063 8.43 396,214,278 14.67 151,272,169 5.60 161,353,916 5.97 177,242,287 6.56 2,701,099,837 100

Sumber: Tabel I-O Indonesia, 2000 (diolah). 5.2. Analisis Keterkaitan

5.2.1. Keterkaitan Langsung Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Keterkaitan langsung beberapa sektor perekonomian Indonesia dapat dilihat pada Tabel 5.7. Pada tabel tersebut dapat dilihat bahwa sektor perdagangan mempunyai nilai keterkaitan langsung kedepan yang paling besar yaitu sebesar 1,4070. Selanjutnya urutan kedua terbesar ditempati oleh sektor pertambangan dan penggalian dengan nilai keterkaitan langsung ke depan sebesar 1,3580 kemudian secara berturut-turut diikuti oleh sektor industri kimia dan minyak dan

57

sektor pengangkutan dan komunikasi dengan nilai 0,7964 dan 0,7020 pada posisi ketiga dan keempat. Untuk keterkaitan langsung ke belakang sektor listrik, gas dan air merupakan sektor yang memiliki nilai keterkaitan langsung ke belakang yang paling tinggi dengan nilai 0,3103. hal ini dikarenakan sektor listrik, gas dan air merupakan salah satu sektor yang paling vital dalam kehidupan manusia dan tanpa sektor tersebut sektor yang lain tidak akan dapat berjalan, kemudian urutan kedua dan ketiga di tempati oleh industri makanan dan minuman dan sektor industri kayu dan furniture dengan nilai keterkaitan sebesar 0,3319 dan 0,1790.

Tabel. 5.7. Nilai Keterkaitan Berbagai Sektor Perekonomian di Indonesia
Langsung

Sektor
Depan Belakang

Langsung dan Tidak Langsung Depan Belakang

Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik, gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa
Sumber: Tabel I-O Indonesia, 2000 (diolah).

0,5495 0,2619 0,0236 1,3580 0,3319 0,2764 0,1790 0,1877 0,5997 0.0485 0,0431 0,7964 0,0900 0,3072 0,1737 0,1631 0,3103 0,1919 1,4070 0,7027 0,6438 0,0980

0,2391 0,1794 0,1393 0,1188 0,6039 0,4673 0,5687 0,3957 0,3378 0,5356 0,4078 0,4217 0,4842 0,5635 0,4161 0,3675 0,6530 0,4884 0,3821 0,3945 0,2400 0,3390

1,9552 1,3283 1,0291 3,1272 1,6422 1,3855 1,2191 1,2750 1,6529 1,0734 1,0653 2,1857 1,1150 1,2955 1,2689 1,3310 1,4368 1,3066 3,2051 2,0874 2,1306 1,1575

1,3950 1,2751 1,2287 1,1567 1,9484 1,7956 1,8775 1,6059 1,5409 1,8431 1,6424 1,5577 1,6858 1,7978 1,5005 1,6501 1,8552 1,7539 1,6138 1,6346 1,3643 1,5500

Keterkaitan Langsung Perekonomian Indonesia dan Tidak Langsung Sektor-Sektor Pada Tabel 5.1272. sektor industri makanan dan minuman memiliki nilai keterkaitan tertinggi diantara sektor-sektor lainnya yaitu sebesar 1.2. Selanjutnya di posisi kedua dan ketiga ditempati oleh sektor perdagangan dan sektor industri kimia dengan nilai masing-masing sebesar 3.8775.9484.58 Untuk industri kertas. Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sebesar satu juta.8552 dan 1.3378 yang berada pada posisi ke-17 diantara sektor-sektor yang lain. Urutan kedua tertinggi ditempati oleh sektor industri kayu dan furniture dengan nilai keterkaitan sebesar 1.2.3378 juta rupiah.5997 juta rupiah. Selanjutnya berturut-turut untuk posisi ketiga dan keempat ditempati oleh sektor listik. . 5. dalam nilai keterkaitan langsung ke depan menempati urutan keeenam dengan nilai 0. Untuk nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang.7 dapat dilihat bahwa sektor yang mempunyai nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung kedepan tertinggi adalah sektor pertambangan dan penggalian dengan nilai sebesar 3.5997. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa jika terjadi kenaikan permintaan akhir satu juta. maka output industri kertas secara langsung akan meningkat sebesar 0. maka sektor industri kertas akan meningkatkan permintaan inputnya secara langsung sebesar 0.8431. gas dan air dan sektor industri barang-barang dari kertas dengan nilai keterkaitan sebesar 1.2051 dan 2. Sedangkan untuk keterkaitan langsung ke belakang industri kertas memiliki nilai sebesar 0.1857.

59

Berdasarkan hasil analisis (Tabel 5.7), industri kertas memiliki nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung kedepan sebesar 1,6529 yang berada pada peringkat ketujuh diantara sektor-sektor yang berada dalam perekonomian Indonesia. Nilai keterkaitan tersebut mengindikasikan bahwa setiap satu juta output yang dihasilkan industri kertas secara langsung maupun tidak langsung akan dialokasikan kepada sektor-sektor lain dan kepada industri kertas itu sendiri sebesar 1,6529 juta rupiah. Sedangkan untuk keterkaitan langsung dan tidak langsung kebelakang, industri kertas memiliki nilai keterkaitan sebesar 1,5409 yang berada pada peringkat ke-16 diantara sektor-sektor lainnya. Nilai keterkaitan sebesar 1,5409 berarti apabila terjadi peningkatan permintaan akhir sebesar satu juta pada industri kertas maka permintaan input dari sektor-sektor lainnya maupun dari industri kertas itu sendiri secara langsung dan tidak langsung akan menigkat sebesar 1,5409 juta rupiah.

5.2.3. Keterkaitan ke Depan Industri Kertas terhadap Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Industri kertas merupakan sektor antara yang berada diantara sektor-sektor yang lain, industri ini tidak dapat dipisahkan dari industri atau sektor-sektor hulunya yang menyediakan input bagi keperluan proses produksinya, sebaliknya industri ini juga berfungsi sebagai penghasil output yang digunakan sebagai input bagi industri lainnya (hilir). Sektor-sektor hilir yang terkait dengan industri kertas antara lain industri barang-barang dari kertas, industri percetakan (penerbitan), dan sektor jasa-jasa.

60

Tabel 5.8. Keterkaitan ke Depan Industri Kertas terhadap Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Sektor
Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik, gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia, 2000 (diolah).

Koefisien 0.0005 0.0008 0.0025 0.0000 0.0022 0.0013 0.0004 0.0057 0.0015 0.3183 0.2448 0.0003 0.0047 0.0001 0.0006 0.0010 0.0007 0.0002 0.0020 0.0009 0.0012 0.0128

Peringkat 17 14 6 22 7 10 18 4 9 1 2 19 5 21 16 12 15 20 8 13 11 3

Dari hasil analisis keterkaitan ke depan industri kertas terhadap berbagai sektor perekonomian Indonesia (Tabel 5.8) dapat dilihat bahwa industri barang dari kertas menduduki peringkat pertama dengan nilai sebesar 0,3183. Selanjutnya disusul oleh industri percetakan dengan nilai keterkaitan sebesar 0,2248 pada urutan kedua. Industri barang dari kertas dan industri percetakan menempati peringkat teratas karena kedua industri ini menggunakan bahan baku utama yang dihasilkan dari industri kertas.

61

5.2.4. Keterkaitan ke Belakang Industri Kertas terhadap Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Industri kertas merupakan industri yang terus berkembang pesat di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan konsumsinya yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Perkembangan industri ini juga ditandai dengan peningkatan kapasitas produksi perusahaan-perusahaan industri kertas dalam satu dekade terakhir ini. Salah satu indikator penyebab perkembangan dan pertumbuhan yang cukup tinggi itu adalah kedekatan industri kertas dengan bahan baku industrinya dalam hal kemudahan memperolehnya. Kedekatan inilah yang menandai bahwa keterkaitan ke belakang industri kertas dengan sektor-sektor penyedia inputnya (hulu) cukup besar. Dari hasil analisis keterkaitan ke belakang industri kertas terhadap berbagai sektor perekonomian indonesia (Tabel 5.9) dapat dilihat bahwa industri pulp menduduki peringkat pertama dengan nilai sebesar 0,0944. Industri pulp menduduki peringkat pertama karena pulp merupakan bahan baku utama yang digunakan oleh industri kertas. Selanjutnya disusul oleh sektor pengangkutan dan komunikasi pada urutan kedua. Masuknya sektor pengangkutan dan komunikasi dalam peringkat yang cukup tinggi bila di bandingkan dengan sektor-sektor lain dalam perekonomian dikarenakan pentingnya faktor pengangkutan dan

komunikasi dalam memperlancar rantai distribusi bahan baku dari tempat bahan baku ke perusahaan tempat proses produksi dilaksanakan

62 Tabel 5.0010 0. Sedangkan analisis kepekaan penyebaran berguna untuk .0005 0.0181 0.0401 0.0000 0.0045 0.0017 0.0050 Peringkat 11 7 17 12 9 20 15 1 14 10 16 4 21 22 13 19 6 18 3 2 5 8 5.0031 0.0199 0. 2000 (diolah). Koefisien 0.0007 0. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia.0023 0.0015 0.3.0071 0.0621 0.0944 0.0001 0.9.0731 0.0004 0.0006 0.0037 0. Analisis koefisien penyebaran dianggap penting karena menunjukkan koefisien kaitan yang memberikan gambaran tentang pengaruh yang ditimbulkan oleh suatu unit permintaan akhir untuk semua sektor di dalam suatu sisitem perekonomian. Analisis Koefisien Penyebaran dan Kepekaan Penyebaran Untuk mengetahui distribusi manfaat dari pengembangan suatu sektor terhadap perkembangan sektor lainnya baik melalui mekanisme transaksi pasar input dan pasar output dapat dianalisis berdasarkan koefisien penyebaran dan kepekaan penyebaran.0012 0. Keterkaitan ke Belakang Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.

63 memberikan gambaran tentang pengaruh yang timbul oleh suatu unit permintaan akhir terhadap semua sektor di dalam perekonomian. gas dan air. Koefisien Penyebaran Koefisien penyebaran menunjukan efek relatif yang ditimbulkan oleh keterkaitan ke belakang secara langsung dan tidak langsung antara satu sektor dengan semua sektor yang ada. Dengan kata lain merupakan efek yang ditimbulkan oleh suatu sektor karena adanya peningkatan output suatu sektor yang bersangkutan terhadap output sektor-sektor lainnya yang digunakan sebagai input oleh sektor-sektor tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung. industri kayu dan furniture.3. Pada Tabel 5.1.10 dapat dilihat beberapa sektor yang mempunyai indeks koefisien penyebaran yang tinggi antara lain sektor industri makanan dan minuman. Nilai koefisien yang lebih besar dari suatu sektor menunjukkan kemampuan sektor tersebut dalam menarik perkembangan sektor hulunya. . listrik. Koefisien penyebaran sering disebut sebagai daya penyebaran ke belakang. industri barang dari kertas juga industri tekstil dan pakaian. hal ini mengindikasikan bahwa sektor-sektor tersebut memiliki kemampuan yang kuat untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya. Koefisien penyebaran ini diperoleh dari nilai keterkaitan output langsung dan tidak langsung ke belakang yang dikalikan dengan jumlah sektor kemudian dibagi dengan total keterkaitan langsung dan tidak langsung semua sektor. Berdasarkan nilai indeks koefisien penyebaran yang lebih dari satu. 5.

2000 (diolah).7953 0.0514 1.. Salah satu penyebab terjadi hal tersebut adalah adanya integrasi vertikal dalam industri kertas sendiri.1199 1.2152 1.9668 Untuk industri kertas. Hal mengindikasikan bahwa industri kertas mempunyai kemampuan yang kurang kuat dalam menarik perkembangan sektor hulunya.0016 0. Koefisien Penyebaran 0.9611 1.64 Tabel 5.7215 1.7664 0.0292 1. khususnya yaitu dengan sektor hulu yang paling besar keterkaitannya dengan industri kertas yaitu industri pulp.0195 0.0939 1.1571 1. Hal ini mengakibatkan kemampuan industri kertas secara keseluruhan untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya .0244 0.10.8701 0. sektor ini mempunyai indeks koefisien penyebaran sebesar 0.0066 1.1213 0. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia. Koefisien Penyebaran Industri Kertas Terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik. Perusahaan-perusahaan besar yang memiliki kapasitas produksi yang besar pula ternyata juga memiliki pabrik pulp sebagai sumber bahan bakunya.9359 1.8509 0.9715 1.9611.1495 1.1710 1.

Kepekaan penyebaran ini sering disebut indeks daya penyebaran ke depan yang diperoleh dari keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan yang dikalikan dengan jumlah sektor kemudian dibagi dengan total keterkaitan langsung dan tidak langsung dari semua sektor. Nilai indeks kepekaan penyebaran lebih dari satu mengindikasikan suatu sektor memiliki kemampuan yang kuat untuk mendorong sektor hilirnya. menurut Karseno dan Mulyaningsih (2002) integrasi vertikal pada industri kertas justru akan lebih meningkatkan efisiensi produksi perusahaan dalam industri 5. Barang tambang seperti minyak bumi dengan produk hasil olahannya yaitu bahan bakar minyak (BBM) merupakan pilar utama proses produksi output sektor-sektor industri dalam perekonomian.2.11 dapat dilihat bahwa sektor pertambangan dan penggalian memiliki indeks kepekaan penyebaran yang paling tinggi yaitu sebesar 1. Pada Tabel 5.3. Hal ini di karenakan sektor pertambangan dan penggalian merupakan salah satu sektor yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian.65 terutama pulp menjadi semakin berkurang. Kepekaan Penyebaran Kepekaan penyebaran merupakan efek relatif yang disebabkan oleh perubahan output suatu sektor ekonomi yang akan menimbulkan perubahan output sektor ekonomi lainnya yang menggunakan output sektor tersebut sebagai input baik langsung maupun tidak langsung.9504. . Namun jika di tinjau dari sisi efisiensi. sehingga sektor pertambangan dan penggalian mempunyai kemempuan yang kuat dalam mendorong pertumbuhan sektor-sektor hilirnya terutama dalam hal penyedian kebutuhan bahan bakar untuk proses produksi.

8080 0. dan industri kayu dan furniture (0.0242 0.309.7914 0. Kepekaan Penyebaran 1.8285 0.3019 1.8961 0.2195 0. sektor industri ini mempunyai indeks kepekaan penyebaran sebesar 1.7219 Sedangkan untuk industri kertas.7952 1.3632 0.7603 0.6695 0.8641 0.0242). Dengan nilai indeks yang lebih besar dari satu.6419 1.9504 1. hal ini berarti bahwa industri kertas mempunyai kemampuan yang kuat untuk mendorong perkembangan sektor hilirnya.8641).3288 0.9990 1.7603). 2000 (diolah).6644 1.66 Tabel 5. Kepekaan Penyebaran Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik. industri kertas lebih unggul dalam kemampuannya dalam menstimulir perkembangan sektor-sektor hilirnya dan termasuk ke dalam delapan besar sektor yang mempunyai indeks kepekaan penyebaran kuat dalam perekonomian. Bila di bandingkan dengan beberapa sektor lainnya yang tergolong sektor manufaktur seperti industri makanan dan minuman (1.8149 1.6954 0.8302 0.0309 0. . gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia. industri tekstil dan pakaian (0.11.

Pendekatan elastisitas input-output dibagi kedalam tiga kategori yaitu elastisitas output.1253. elastisitas output tertinggi ditempati oleh sektor perdagangan dengan nilai elastisitas sebesar 1. 5. Elastisitas Input-Output Elastisitas input-output menyediakan pandangan baru untuk penentuan sektor prioritas. pendapatan dan tenaga kerja. Elastisitas Output Elastisitas Output adalah perubahan persentase dalam total output suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya. Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan output sektor perdagangan sebesar 1.12). Nilai elastisitas output yang tinggi dari . 5.67 Semuanya itu menandakan bahwa sektor industri kertas layak untuk terus dikembangkan dan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Pada perekonomian Indonesia.2610 (Tabel 5.4. Pendekatan ini mempermudah policy makers untuk berkonsentrasi tidak hanya pada nilai-nilai keterkaitan dan multiplier tertinggi tetapi juga pada share suatu sektor ekonomi.1253 persen. Hal ini bermakna bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen maka akan meningkatkan total output sektor industri makanan dan minuman sebesar 1.4.1. Urutan kedua ditempati oleh sektor industri makanan dan minuman dengan nilai elastisitas output sebesar 1. Menurut Mattas dan Shresta (1991) dalam Imansyah (2000) pendekatan ini lebih baik daripada analisis keterkaitan dan analisis multiplier karena memperhitungkan share suatu sektor dalam output.2610 persen.

Nilai elastisitas output yang tinggi bila dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya dalam perekonomian pada sektor perdagangan dan sektor pertambangan dan penggalian . Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan pendapatan sektor perdagangan sebesar 1. Urutan kedua ditempati oleh sektor pertambangan dan penggalian dengan nilai elastisitas pendapatan sebesar 1.0023.0759 persen.0023 persen. Hal ini berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen maka akan meningkatkan total output sektor industri pertambangan dan penggalian sebesar 1. Elastisitas Pendapatan Elastisitas pendapatan adalah perubahan persentase dalam pendapatan suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya.68 kedua sektor tersebut mencerminkan bahwa outputnya mempunyai respon yang besar terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya atau lebih sensitif terhadap perubahan yang terjadi pada sektor lainnya dalam hal permintaan akhir. yang berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan total output industri kertas sebesar 1. Pada tabel 5.4.12 dapat dilihat bahwa elastisitas pendapatan tertinggi ditempati oleh sektor perdagangan dengan nilai elastisitas sebesar 1. Untuk industri kertas. industri kertas dapat disebut cukup responsif terhadap perubahan permintaan akhir pada sektor lain. sektor ini memiliki elastisitas output sebesar 1. 5.1650 persen. Dengan nilai elastisitas output yang lebih besar dari satu.1650.0759.2.

4048 (14) Industri logam dasar 0.0441 ( 2 ) 0.6903 ( 4 ) 0.1253 ( 2 ) Industri tekstil dan pakaian 0.5241 (11) Industri kayu dan furniture 0.2240 (14) 0.0955 (18) Hasil hutan lainnya 0.0994 (19) 0.3127 (10) 0.0759 ( 2 ) 1.0980 (19) .6093 ( 8 ) 0.0139 (20) Industri lainnya 0.12.5022 ( 7 ) 0.1650 ( 1 ) 0.0009 ( 3 ) 0.3284 ( 9 ) 0.2778 (13) 0. Tabel 5.3921 (15) Kayu 0.1631 (18) 0.0023 ( 5 ) Industri barang dari kertas 0.0047 (21) Industri barang jadi dari logam 0.8877 ( 4 ) 0.9831 ( 6 ) Industri semen dan barang non logam 0.0040 (22) Jasa-jasa 0.1253 (17) Perdagangan 1. yang berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan pendapatan dalam industri kertas sebesar 0.7964 ( 5 ) 0.1659 (18) 0.1008 ( 3 ) Industri makanan dan minuman 1.3072 (11) 0.0431 (22) 0.6005 ( 6 ) 0.5179 (12) Sumber: Tabel I-O Indonesia. Keterangan: ( ) merupakan peringkat Tenaga Kerja 0.0900 (20) 0.6438 ( 7 ) 0.2133 (15) Output Pertanian 0.0768 ( 1 ) 0. Sementara pada industri kertas.7100 ( 9 ) Industri percetakan 0.0443 (21) 0.1919 (15) 1. 2000 (diolah).1790 (16) 0.0485 (21) 0.4050 (13) Pertambangan dan penggalian 1.6449 ( 5 ) 0.3319 (10) 0.0548 (19) Listrik.5022 persen.1877 (16) 0.3072 (12) 0. Elastisitas Input-Output Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Tahun 2000 Sektor Elastisitas Pendapatan 0.8697 ( 8 ) Industri kertas 1.6084 (10) Industri kimia 0.7027 ( 6 ) 0.0247 (22) 0. industri kertas dapat disebut kurang responsif terhadap perubahan permintaan akhir pada sektor lain.2772 (12) 1.1790 (17) 0.0901 (20) 0.2610 ( 1 ) Pengangkutan dan komunikasi 1.3103 (11) 0.9779 ( 3 ) 1.1737 (17) 0.0274 ( 4 ) Keuangan dan persewaan 0.4772 ( 8 ) 1.9020 ( 7 ) Bangunan 0.2591 (16) Industri pulp 0.69 menunjukkan bahwa pendapatan pada kedua sektor tersebut mempunyai respon yang besar terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya.5495 ( 9 ) 0.2619 (14) 0. sektor ini memiliki elastisitas pendapatan sebesar 0.2764 (13) 0.5022. gas dan air 0. Dengan nilai elastisitas pendapatan yang kurang dari satu.

Elastisitas Tenaga Kerja Elastisitas tenaga kerja adalah perubahan persentase tenaga kerja suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya. sektor ini memiliki elastisitas tenaga kerja sebesar 0.3. Dengan nilai elastisitas yang kurang dari satu.0441. tenaga kerja industri kertas dapat disebut kurang responsif terhadap perubahan permintaan akhir pada sektor lain. Diantara sektor lainnya dalam perekonomian elastisitas tenaga kerja tertinggi ditempati oleh sektor perdagangan dengan nilai elastisitas sebesar 1. . yang berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan total output industri kertas sebesar 0.12). Pada industri kertas.0441 persen.0768 (Tabel 5. Nilai elastisitas tenaga kerja yang tinggi dari kedua sektor tersebut mengindikasikan bahwa jumlah tenaga kerjanya mempunyai respon yang besar terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya atau lebih sensitif terhadap perubahan yang terjadi pada sektor lainnya dalam hal permintaan akhir.70 5. Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan tenaga kerja sektor perdagangan sebesar 1.6093 persen. Nilai ini bermakna bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen maka akan meningkatkan tenaga kerja sektor industri makanan dan minuman sebesar 1.6093. hal ini terjadi dikarenakan industri kertas selain merupakan industri padat modal juga merupakan industri yang cukup banyak menyerap tenaga kerja.0768 persen. Peringkat kedua ditempati oleh sektor industri makanan dan minuman dengan nilai elastisitas tenaga kerja sebesar 1.4. Namun demikian nilai elastisitas tenaga kerjanya masih bernilai positif.

(6) industri kertas.5. Dari hasil analisis sektor kunci perekonomian Indonesia tahun 2000 berdasarkan ranking elastisitas (Tabel 5. gas dan air. (4) pengangkutan dan komunikasi. sepuluh peringkat tertinggi dari hasil perankingan tersebut merupakan sektor-sektor kunci dalam perekonomian. Hal ini berarti kesepuluh sektor tersebut menjadi prioritas pemerintah untuk dikembangkan karena setiap sektor tersebut secara simultan mempunyai respon yang tinggi terhadap perubahan permintaan akhir sektor-sektor lainnya. dan tenaga kerjanya untuk lebih berperan . (8) industri kimia. (5) industri pulp. Sektor-Sektor Kunci dalam Perekonomian Indonesia Penentuan suatu sektor menjadi sektor kunci dalam perekonomian Indonesia dapat didasarkan pada kategori-kategori analisis input-output seperti analisis keterkaitan. Industri kertas termasuk dalam sektor kunci perekonomian Indonesia (peringkat keenam). yaitu: (1) perdagangan. (9) listrik. merupakan sektor unggulan dalam meningkatkan output. sektor yang menjadi kunci dalam perekonomian ditentukan berdasarkan ranking atau peringkat dari keseluruhan sektor dalam perekonomian baik dilihat dari elastisitas output.13). dapat diketahui sepuluh sektor kunci perekonomian. dan (10) hasil hutan lainnya. dampak penyebaran atau elastisitas input-output. pendapatan maupun tenaga kerjanya (ranking elastisitas). sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan. bersama dengan sembilan sektor kunci lainnya. Pada penentuan sektor kunci berdasarkan elastisitas input-output. (3) pertambangan dan penggalian. (2) industri makanan dan minuman. (7) pertanian. pendapatan. hal ini menunjukkan bahwa industri ini.71 5.

5 5 6 20 22 8.13.5 11 1 4 17.5 14 20 20 16 8. Tabel 5. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel Input-Output Indonesia.72 dalam perekonomian Indonesia dan pemerintah sebagai policy makers harus lebih biak lagi dalam menjalankan fungsinya berkaitan dengan penetapan kebijakan terhadap industri ini karena perannya dalam meningkatkan perekonomian tersebut.5 17. 2000 (diolah) .5 15 Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.5 10 3 2 12. Sektor Kunci Perekonomian menurut Ranking Elastisitas InputOutput Indonesia Tahun 2000 Elastisitas Input-Output (peringkat) Tenaga Output Pendapatan Kerja 15 5 9 18 9 14 13 12 10 3 2 11 16 8 5 9 10 6 14 21 20 19 7 17 1 4 22 12 2 3 17 16 6 7 21 22 20 11 18 14 10 13 8 1 4 19 15 3 2 13 16 4 8 21 22 5 20 12 17 18 11 15 1 6 7 19 Total Peringkat 29 41 35 8 7 41 48 18 20 51 54 31 45 51 51 47 31 40 3 14 48 46 Ranking Elastisitas 7 12.

kondisi ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam Peraturan . Untuk mengurangi kesenjangan pendapatan ini diperlukan campur tangan pemerintah yang lebih adil sebagai regulator ketenagakerjaan baik melalui penetapan kebijakan yang berfokus pada kesejahteraan tenaga kerja maupun sebagai mediator antara perusahaan dan tenaga kerjanya dalam penenganan berbagai masalah ketenagakerjaan terutama dalam persoalan upah.73 5. berdasarkan analisis keterkaitan industri kertas tahun 2000 terhadap berbagai sektor perekonomian (keterkaitan per sektor) dapat diketahui bahwa industri kertas memiliki nilai keterkaitan yang tinggi baik ke depan maupun ke belakang terhadap sektor hulu dan hilirnya dan juga dengan sektor pendukungnya. hal ini berarti bahwa distribusi pendapatan antara pemilik modal (perusahaan) dan pekerja tidak merata atau terjadi ketimpangan yang besar yang dapat disebabkan oleh adanya eksploitasi tenaga kerja oleh pemilik modal terhadap tenaga kerja dengan share yang lebih besar terhadap perusahaan (pemilik modal). Hal ini menandakan bahwa dalam industri kertas sangat potensial untuk dibentuk dan dikembangkannya klaster industri kertas.6. Pada sub-bab sebelummya. 2. Berdasarkan hasil analisis rasio upah dan gaji dengan surplus usaha pada struktur nilai tambah bruto dapat diketahui bahwa sektor industri kertas mempunyai nilai surplus usaha lebih besar dibandingkan upah dan gaji. antara lain yaitu: 1. Implikasi Kebijakan Dari hasil penelitian ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai implikasi kebijakan.

. tetapi juga mengingat dalam setiap sektor terdapat juga pelaku ekonomi yang tergolong Industri Kecil dan Menengah (IKM). menawarkan jasa dan produk-produk untuk mendukung klaster industrinya.7 Tahun 2005 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. maka klaster tersebut akan menarik IKM untuk memenuhi Permintaan barang dan jasa. 2005). padahal dari tahun 2000 berdasarkan penelitian ini pentingnya kebijakan klaster sudah dapat diidentifikasi.74 Presiden No. Namun demikian dapat dinilai adanya keterlambatan pemerintah karena baru tahun 2005 mengeluarkan kebijakan pengembangan klaster industri tersebut. sementara klaster industri memberikan kesempatan pada IKM untuk membuat keterkaitan pasokan antara perusahaan besar dan menengah (Deprin. Oleh karena itu IKM memerankan peranan secara integral dan konstruktif dalam suatu klaster industri. Dalam peraturan tersebut dijabarkan mengenai rencana pemerintah untuk membangun daya saing industri manufaktur nasional lima tahun kedepan dengan fokus pengembangan industri melalui penguatan dan penumbuhan klaster-klaster industri inti yang termasuk industri kertas didalamnya. Dengan adanya klaster ini maka bukan saja dapat saling menumbuh kembangkan industri terkait dan industri pendukung dalam klaster tersebut. Pada saat yang sama jaringan yang terpadu dari IKM terkait akan terus berkembang.

0731) yang merupakan salah satu sektor pendukung industri kertas. 1.454 jiwa. industri kertas berkontribusi terhadap permintaan antara sebesar Rp 10.0944) yang merupakan sektor penghasil bahan baku industri kertas dan pada sektor pengangkutan dan komunikasi (0. industri ini berkontribusi sebesar Rp 24.622 juta. industri ini mampu meyerap tenaga kerja sebesar 118.854 juta dan jika dilihat dari struktur output sektoral.2448) sementara pada keterkaitan ke belakangnya. Pada struktur ekspor dan impor.775 juta dan permintaan akhir sebesar Rp 13.970. KESIMPULAN DAN SARAN 5.847 juta. kemudian kontribusinya dalam struktur nilai tambah bruto adalah sebesar Rp 7. industri kertas melakukan ekspor sebesar Rp 13.327 juta dan jika dilihat dari struktur ketenagakerjaan. Industri kertas memiliki keterkaitan yang tinggi terhadap sektor hulu dan hilirnya (keterkaitan industri kertas terhadap sektor-sektor perekonomian).3183) dan pada peringkat kedua yaitu terhadap industri percetakan (0. Pada keterkaitan ke depan industri kertas mempunyai keterkaitan yang paling tinggi terhadap sektor industri barang dari kertas (0. maka kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut.507. 2.1.895. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis peranan industri kertas terhadap perekonomian Indonesia.771.385 juta dan mengimpor sebesar Rp 8.125. . industri kertas memiliki keterkaitan yang paling tinggi terhadap industri pulp (0. Pada struktur permintaaan.800.VI.

Industri kertas kurang memiliki kemampuan untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya karena jika dilihat dari hasil analisis koefisien penyebaran. Namun di sisi lain. sektor industri ini memiliki indeks koefisien penyebaran yang kurang dari satu (0. industri kertas merupakan sektor prioritas yang harus dikembangkan oleh pemerintah sebagai policy makers karena kontribusinya terhadap perekonomian tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa sektor industri ini memiliki respon yang tinggi terhadap perubahan permintaan akhir sektor lain dalam hal peningkatan output. terutama pulp. maupun tenaga kerjanya. Industri kertas termasuk dalam salah satu dari sepuluh sektor kunci perekonomian Indonesia (peringkat keenam) berdasarkan ranking elastisitas.76 3. Salah satu penyebab lemahnya industri ini dalam menarik pertumbuhan sektor hulunya adalah adanya integrasi vertikal yang dilakukan oleh perusahaan-perusahan besar dalam industri ini dengan sektor penghasil bahan bakunya. industri ini merupakan sektor industri yang memiliki kemampuan yang kuat dalam mendorong pertumbuhan sektor hilirnya seperti industri barang dari kertas dan industri percetakan karena memiliki indeks kepekaan lebih dari satu (1. 4. Bersama dengan sektor kunci lainnya.9611). .0309). pendapatan. sehingga sektor ini mempunyai kemampuan yang cukup besar dalam berkontribusi untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan.

pemberian fasilitas karyawan yang lebih baik serta jaminan sosial untuk mengatasi kesenjangan pendapatan antara perusahaan dan tenaga kerjanya pada industri kertas. industri barang dari kertas dan industri percetakan juga dapat saling menunjang untuk meningkatkan perkembangannya dan peranannya terhadap perekonomian Indonesia. dapat disampaikan saran berikut ini. 1. 2. Pemerintah harus campur tangan yang lebih intensif melalui penetapan Upah Minimum Regional (UMR) yang benar-benar sesuai dengan standar kehidupan di Indonesia. Untuk meningkatkan efisiensi industri kertas tanpa mengurangi kemampuan industri tersebut menarik pertumbuhan sektor hulunya antara lain adalah dengan mempercepat transformasi pembangunan industri kertas menuju fase innovation driven melalui peningkatan teknologi produksi dan pelatihan tenaga kerja terampil yang intensif sehingga dapat meningkatkan outputnya dan disisi lain sektor hulu tetap dapat memasok input bagi industri kertas tersebut. .2. Pada industri kertas harus dibangun klaster industri yang kuat secara berkelanjutan sehingga industri kertas dan sektor yang terkait di dalam klaster tersebut seperti industri pulp. 3.77 6. Saran Berdasarkan hasil analisis.

R. 1993. Vol. Mansur. Jakarta. Jakarta.L. Ekonomi Industri : Persaingan. 2003. ”Profil Perusahaan” [Bank Niaga Online]. T. R. “Integrasi Vertikal dan Efisiensi Industri: Industri Kertas Tahun 1979-1997 Dengan Pendekatan Error Correction Model”. Analisis Peranan Sektor Pertanian dan Industri Pengolahan Terhadap Perekonomian Propinsi Kalimantan Timur (Berdasarkan Analisis Input-Output) [Skripsi]. Paper for 13th International Conference on Input-Output Techniques. LP3ES. Puspitawati. Bogor. 1997. 2002. B. 2002. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. 2. “An Application of the FES Approach to A Small Region in Indonesia: Banjarmasin Input-Output Model 1”. bankniaga. N. Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor. 136-149.go. Niaga. 2000. http://www.com/content/content. http://www. Raja Grafindo Persada. [30 September 2005] Hasibuan. USA. BPS. Prentice Hall. M. A.DAFTAR PUSTAKA Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia. 17. 2005. 2000.harianterbit. P. http://www. Input-Output Analysis: Foundation And Extensions. 2000. Monopoli dan Regulasi. Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. .deprin. Deprin. Miller. New Jersey. Jhingan. “Industri Kertas Butuh Investasi Baru” [Harian Terbit Online]. M. ”Kebijakan Pembangunan Industri Nasional” [Deprin Online].asp?id=NNA [30 September 2005]. H. Jakarta. 2005. E.id/ publikasi. M. Institut Pertanian Bogor. Bogor.D. Imansyah. dan Mulyaningsih. BPS. Direktori Industri Pulp dan Kertas Indonesia 2003. Muchtar. E. Fakultas Pertanian. Macerata. Karseno. APKI. Italy. 1985.com [18 Februari 2005]. No. Jakarta. Dampak Keterkaitan Sektor Industri Terhadap Perekonomian Wilayah Kabupaten Sidoarjo [Tesis]. dan Blair. 2005. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Tabel Input-Output Indonesia 2000. Hal.

Fakultas Ekonomi Dan Manajemen. Setiyaji. 194203. Bogor. Hal. Bogor. Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Bogor. Analisis peranan Sektor Industri Pengolahan Dan Pengaruhnya Terhadap Perekonomian Jepara [Skripsi]. Prosiding Seminar. Dampak Investasi Sektor Pertanian Terhadap Perekonomian Nasional [Skripsi]. Ruhmaniyati. Institut Pertanian Bogor. 2005. 1994. 5. I. T. Bogor. Bogor. Analisis Peranan Sektor Industri Pengolahan terhadap Perekonomian Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta [Skripsi]. “Prospek dan Tantangan Pengembangan Agribisnis Pulp dan Kertas dalam Era Ekolabeling dan Otonomi Daerah”. Sipayung. D. Analisis Peran Sektor Industri Pengolahan dan Dampaknya terhadap Pembangunan Ekonomi Di Kota Cilegon [Skripsi]. 2005. dan Vidyatmoko. Y. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. S. Bogor. 2002. 1995.wikipedia. dan Pambudy.79 Rosadi. Fakultas Pertanian.org /wiki/ Kertas [17 September 2005]. Institut Pertanian Bogor. Institut Pertanian Bogor. “Analisis Pasar Pulp dan Kertas Indonesia”. Analisis Peranan dan Keterkaitan Sektor Pertanian dan Industri di Jawa Barat [Skripsi]. 2000. H. Setyawan. Fakultas Ekonomi Manajemen. Departemen Ilmu Ekonomi. No. Vol. Wikipedia. Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia. ”Kertas” [Wikipedia Online]. Departemen Ilmu Ekonomi. 1998. Institut Pertanian Bogor. 2004. http:// www. A. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Tjandrawan. Sahara. . A. 4. R.

LAMPIRAN .

031-034 029 030 035-048 049-073 074-083 084-089 090 091 092 093 094-109 110-114 115-118 119-122 123-141 142-143 144-148 149-152 153-159 160-164 165-175 180 190 200 201 202 203 204 205 209 210 301 302 303 304 305 306 309 310 401 402 403 404 409 501 502 503 509 600 700 - . gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Jumlah permintaan antara Jumlah input antara Impor Upah dan gaji Surplus usaha Penyusutan Pajak tak langsung Subsidi Nilai tambah bruto Jumlah input Pengeluaran konsumsi rumah tangga Pengeluaran konsumsi pemerintah Pembentukan modal tetap bruto Perubahan stok Ekspor barang dagangan Ekspor jasa Jumlah permintaan akhir Jumlah permintaan Impor barang dagangan Pajak penjualan Bea masuk Impor jasa Jumlah impor Margin perdagangan besar Margin perdagangan eceran Biaya pengangkutan Jumlah margin perdagangan dan biaya pengangkutan Jumlah output Jumlah penyediaan Jumlah Tenaga Kerja Kode I-O 175 Sektor 001-028. Klasifikasi Sektor Tabel Input-Output Indonesia Tahun 2000 Kode I-O 22 Sektor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 180 190 200 201 202 203 204 205 209 210 301 302 303 304 305 306 309 310 401 402 403 404 409 501 502 503 509 600 700 1000 Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.81 Lampiran 1.

82 .

703 4.886 2.644 45.824.427 3.213 64.437.839 1.338 627.963.982.809 448.515 25.040 2.670 7.426 102.030 13 20.949 332.839 4.667 3.368.395.539 4.867 6.453.569 11.782.371 1.600 181.800 53.799 5.828 61.849 23.281.811.849 57.858 26.352 975.212.853 110.537.441 370.777.460 175.169.290.648.558.778.968 7.634 1.370 110 84 1.711.379 648.195 196.623.664.225 7 45.192 10.534.232 13.486 100.183 17.625.325 3.393 13.129 2.664.143.890 49.809 1.524 1.134 8 203.569 34 8.917 375.894 6.785.335.343 332.151 825.099 2.617 382.114 5.321 5.056 33 4.973 369.099 1.567 19.086 5.666 65.238.164 224.513 4 19.426 874 728.306.701 301.826 927 3.046 926.480.615 23.513 798 315.606.942 12 8.040 1.017.241 1.542 1.792 116.440.817 378 627.171 1.450.411.705 8.509.170 904 57.817.525.590 5.692.441 967 8.864.328.333 29.602 25.639 865.560 5.914 121.155 7. .408 100.913 151.905 57.177 21.036 8.414.607 8.930 129.442 3.258 4.560 21.627.838 1.256.245 1.479 83.989 146.800 17.708 127.918.870 210.443 4.605.718 3.403 32.850.876 348 994.311 2.028 555.298 16.451 3.985 9.418 1.089 47.459 131.936 36.302 43.010.834 1.394 141.292 5.700.553 13.433 565.577 159.459 53.762 4.781 6.821.453 11.785.010 7.798 105.941 1.458.554.424 2.072 325.091 20.330 296.911 Sumber: Tabel I-O Indonesia 2000 (diolah).588 6.320 1.385 20.337.973 1.160 823.628 22 85.489 59.405.190 18.979 5.926 10.725 138.857 1.895 2.167.116 490.004.570 3.228 69.539 77 186.346 38.110.359.854 1.063 1.252 43.001 2.218 1.478 63.043 4.851 37.418 59.947 1.093.855 76.365.739.473 2.182.908 141.663.585.698.103.117 594.306 815.355 8.901.014.551 11 0 271 122 11.796 55.561 1.235.063 4.012.939 5.881 2.508.494 1.371 22.319 30.772.507.417 121.975 83.526 0 737.777 7.343.536.282.755 17.693 181 11.720 2.579 55.024 5.749 24.083 7.467 1.176 167.062.250 478.319 504 17.597 18.297 479.130 77.412.750 0 13.899 1.955 23.405 6.530.443 429.550.506 493.190 41.705 705.119.877 3.452 5.774 147.364 2.043 1.618 174.731.244 1.867 4.327.860.895.228) 97.613 111.679.135 200.462 55.656 2.114 8.912 23.626 3.206 15.240 13.083 224.519 2 628.871 2.073.946 64.514 33.441 8.670 6.429 0 64.946.037.652 2.540.040 29.943 5 101.824 90.524 2.404 151.947 11.622 118.655 17.725 1.048 32.229.484.568 1.905 2.957 7.770 35.241 75.938 6.069 338.292.407.512 1.590 44.890 1.387.094.327 24.811.824 3 2.349 206.227 72.493.333 287.073 8.867 3.262 40.797.908 14.735.845 40.895.034 1.358 933.550 754.442 120.755 162.026 84.771.772.296.492 528.098 7.991.489 940.277 246.427 2.898 115.714.229 1.718.577.919 4.643 8.208.688.293 2. Tabel Input-Output Indonesia 2000 Klasifikasi 22 Sektor (dalam Juta Rupiah) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 1 16.554.738 25.097 590.080 264.694 21.764 20.237 4.534.454 10 0 3.210 51.Lampiran 2.069 6.362 161.003 363.638.805.560 28.596 643.592 6 2.308 853.758.530 8.850 337.591 10.217.203 19.628 123.775 19.491 11.430 55.933 112.837 15.575.566.824 40.567.563 6.399 1.051 9 77.732 1.064 55.996.739.606 1.958 487.813.212 3.931 59.427.504 1.952.553 108 5.958 683.944 86.557.759 243.903 7.543 5.541 16.479.391 448.646.333 4.588.145.902 2.660.059 106.183 19.305.354 5.702 (250.592 916.441 610.590.396 166.484.875 45.049 112.187 416.991.858 40.323 82.990 8.884 378.574 1.486 5.780 41.815.576.340.052 131.620 73.322 2.459 553.

525 1.604.805 2.305 20.553 13.131 151.741.472 105.331 1.569.652 411.271.127 19.000 213.333.597 5.247.331.860 2.812 173.722 2.637.218 17 4 14.944 3.695 225.821 27.186.233 396.407.105 476.887 124.397 114.257 15.340 6.130 9.079.708 59.361 758.623 84.167.434 76.002.180 14.952 5.127.281 60.084 15.576 834.179 26.844 882.287 11.803 4.372.568 21.292 6.287.192.663 1.360.260.666 2.100) 65.125.032 448.742.802 134.034.255 19 10.383 143.203.126 93.076.926 117.028.843 149.677.643 1.275.223 22.401 110.116 770.724.465 5.919 398.830.817 215.388 38.194.134 11.786 3.349 8.757 400.946 777.668 341.649.823.502 4.214.161.977.354 19.547.412.963 62.463.248 966.562 180 144.279.070 6.081 564.189 19.715 373.749 609.966.973.544 967.861 35.999 6.700 3.990 18.071.097 1.756 12.573.019 14.445 412.243 177.667.915 1.559 27.353.732 (3.638 33.278 17.511 29.327 19.142 10.511 9.420.063 4.399 3.877.705 859.272.802.139 2.690 115.542 4.564.896.261 6.206 438.870.226.983 3.948 .858 495.567 26.253.810 2.385 6.383.574 1.499 1.226.382 4.661 524.529.015 1.477.128 23.228.798 5.368.916.727 27.642 36.727 30.458.505 723.182 30.950 527.713.398 13.153.076.161 16 620.048.727 100.670 19.559 322.770 755.746 32.237 2.428 117.142.588.723.870 126.117 1.948.175.106.089.577 8.657 12.169.928 69.963 176.664 156.138.727 9.892 1.817.172 0 141.959 1.730 90.415 15.843.902.584 3.649 36.900.757 225.444.382 1.529.338 4.852 121.475.808 158.202 4.705.132.860.476.228 1.028.698 49.664 18 4.741 10.107.238.250) 8.310 6.093.206.320.117.580.350 130.332 3.183.393.158 5.600 441.213 16.778 1.864.595 1.678 7.761 137 85 121.034 22 2.110.756.565.562.616 5.594 50.641 37.218 21.139 10.731.297 19.044.390.848 85.563 510.593 2.775.825 1.344.739.525 11.626 70.842 123.891 123.601 21.961 1.228.246 2.578) 1.372 88.870.748.945 37.344 3.951 232.035 16.107 3.085 15.609 151.169 4.448.670.579 4.441.979 350.875 1.866 1.498 110.489.948 (3.278.073 (30.451 7.938 15 7 6.973 6.100.793.200.073.015.564.418 14.063 111.678 19.685.876.155 1.525 1.164.995.084 3.147.713 197.413 259.460.855 61.012.791 866.038 13.451.923 16.108 19.610 7.463.014.598.744.005.242.703.995 65.326 9.916 1.352.030 39.215 35.455.177 2.767.912 21 34.266.078 1.084.980 42.498 19.378 61.723 41.781 337.729.713 2.780 1.020 7.156 105.844.377.019 287.221.797 15.036.197 4.048.088 161.652.915 13.006.229.113 3.503 7.800.635 64.056 3.196 11.354 37.515 20 299.509 2.106 4.045.704 3.729.136.332 12.292 3.921.775 5.671.567 26.966 18.176 197.411.393.930.074 19.931.613 357.041.350 2.429 11.570.442.060.392 227.700.383.480.310.264.981 156.011.242.676 1.649.713.738 824.672 6.063 8.872 278.079.997 34.697 6.360 3.859 16.385 1. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 14 9.726.760 1.113 94.179 17.575.430 1.875 3.Lampiran 2.065 15.332 3.649 157.111 382 16 1.244.630 1.278.876.016.437 791.405 6.767.

044 8.786.605 94.136 48.733 15.586.337 73.438 304 1.188 2.689.276.294 8.161.774.008.634.034 41.385 1.571 11.287 2.373 55.883.200 520.454 .321 835.837 441.850.433 37.949.214.837 32.885.241.393 208.677.782.398 613.777.970.495 11.424 8.160 1.623 48.831.466.282 301 14. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 301 107.028.943.629 152.944 196.466 29.592 110.473.871 18.491 474.227.412.329.480 6.239 8.942.658.779.881 13.247 77.242.485 39.927.036.743.849 80.730 209.426.552 1.775.028.933 748.621 208.849 24.595.162.713 1.068.620 37.013.259 165.028 2.617 8.559 199.480 15.408 243.539.988.048.114 310 260.416 2.620 13.513 2.553.665 303 189.435 4.389.379 33.497 302 88.847 3.672.437 68.045 25.561.211.865.887 201.225.818 108.593 30.016 394.957.471 38.805.790.623 306 1.857.916 177.294.552 309 115.056 67.114.387.210 29.656.272.416.284 314.076 2.125.851.268.125.187.413 14.614 794.485.254 131.739.479.573 20.067 1.897.209 234.729.454 856.785 158.658.Lampiran 2.695.108 13.599 5.620 8.389.581 64.438.766 15.158 1.488.033) 5.901.042 41.622 8.965.356 105.278 151.238 77.965.689.111.695 227.413 3.701.353.831.167.637.96 42.267.670 7.044 403 8.696 668.933 124.783 520.143.760.327 1.575 17.705 23.887 9.086 112.815.483.842 31.119.707.534.848.814 6.813.162.743 3.400.621 133.340.643 115.747 942.374 51.305 5.534.808.496.698.642 67.243.169 161.257.673 (68.420.193.935 1.457.627.071 1.582 2.202.110 107.771.514 305 6.865.281 292.063 396.036 155.315 90.165 139.099 57.525.637.269 4.480 402 15.001.697 937.099.326 12.241.316.365 57.550 13.798.088.034 238.935 88.600 272.018 79.503.447 401 314.724 5.568 646.613 64.821.325.151 329.

272.063 396.287 2.379 33.771.622 8.739.853.379 33.340.353.534.821.729.620 13.Lampiran 2.677.695 227.695 227.575 17.771.424 8.099 57.469 - - - - 2.169 161.284 - .622 8.278 151.353.575 17.916 177.701.853. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 404 103.165 139.151 329.805.677.701.028 2.254 131.438.805.412.151 329.099.916 177.627.988.408 243.849 24.469 501 502 503 509 600 260.099.099.613 64.063 396.815.325.278 151.119.672.837 3.254 131.143.028 2.119.837 441.412.701.637.242.850.850.272.620 13.099 57.849 24.340.729.593 30.424 8.627.242.287 2.408 243.815.821.534.613 64.165 139.698.447 103.944 196.088.637.214.944 196.837 700 260.593 30.214.739.698.705 23.169 161.672.438.325.705 23.

0000 0.0001 0.0015 0.4217 13 0.0005 0.0000 0.0002 0.0000 0.0022 0.0424 0.0201 0.0519 0.0007 0.0001 0.0002 0.0023 0.0008 0.0385 0.0000 0.0000 0.0031 0.0001 0.0000 0.0000 0.0000 0.0008 0.0001 0.0010 0.0171 0.0734 0.0428 0.0000 0.0168 0.0433 0.0022 0.0004 0.0011 0.0050 0.0477 0.0000 0.0003 0.0011 0.0017 0.0001 0.0002 0.0071 0.0782 0.0000 0.0000 0.2497 0.0010 0.0000 0.0078 0.3052 0.0001 0.0001 0.0802 0.0250 0.0155 0.4842 Total Sumber: Tabel I-O Indonesia 2000 (diolah).0000 0.1393 4 0.0022 0.0002 0.0005 0.0083 0.0001 0.0352 0.0003 0.0027 0.0002 0.0355 0.0000 0.0446 0.0000 0.0000 0.0000 0.0217 0.0243 0.0119 0.Lampiran 3.0053 0.0056 0.0001 0.0000 0.0002 0.0023 0.0289 0.0000 0.0238 0.0000 0.0000 0.1247 0.0003 0.0000 0.0016 0.0003 0.0000 0.0000 0.0000 0.0028 0.0057 0.0000 0.0007 0.0011 0.0002 0.0090 0.0000 0.0001 0.0213 0.3378 10 0.0000 0.0045 0.0836 0.4673 7 0.0599 0.0362 0.0000 0.0002 0.0008 0.0006 0.0096 0.0310 0.2130 0.0000 0.0073 0.0083 0.0008 0.0021 0.0073 0.0025 0.0097 0.0041 0.0003 0.0016 0.0000 0.0000 0.0000 0.0012 0.0319 0.0006 0.0000 0.0000 0.0014 0.0211 0.0000 0.5356 11 0.0040 0.0006 0.0280 0.0107 0.0944 0.2445 0.0059 0.0730 0.0047 0.0506 0.0000 0.0001 0.0001 0.0009 0.0000 0.0002 0.0436 0.0016 0.0023 0.0021 0.1335 0.0000 0.0005 0.0233 0.6039 6 0.0008 0.0007 0.0464 0.0002 0.0026 0.2391 2 0.0009 0.0005 0.0000 0.0000 0.0000 0.0036 0.1188 5 0.0022 0.0224 0.0000 0.0001 0.0094 0.0000 0.0000 0.0002 0.0002 0.0001 0.0013 0.0000 0.0025 0.0317 0.0000 0.0171 0.0002 0.1794 3 0.0621 0.0401 0.0000 0.0000 0.0000 0.0006 0.1780 0. .0009 0.0002 0.0001 0.3957 9 0.0000 0.0003 0.0000 0.0000 0.0000 0.0001 0.0020 0.0934 0.0003 0.0000 0.1094 0.0015 0.4078 12 0.1354 0.0087 0.0086 0.0001 0.0001 0.0003 0.0000 0.0005 0.0000 0.0015 0.0010 0.0142 0.0009 0.0646 0.0199 0.0073 0.0239 0.0535 0.0000 0.0000 0.0182 0.0555 0.5687 8 0.0000 0.0001 0.0002 0.0047 0.0004 0.0116 0.0059 0.0731 0.0035 0.0026 0.0181 0.0061 0.0001 0.0718 0.0003 0.0073 0.0025 0.0066 0.0000 0.0005 0.0013 0.0000 0.0105 0.0153 0.0037 0.0000 0.0010 0.0004 0.0003 0.0000 0. Matriks Koefisien Teknis Klasifikasi 22 Sektor SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 1 0.0220 0.0042 0.0007 0.0044 0.0004 0.0000 0.0008 0.0001 0.0350 0.0002 0.0800 0.0000 0.0013 0.3183 0.0000 0.0050 0.0119 0.0000 0.0000 0.2448 0.

0572 0.0502 0.0003 0.0000 0.0000 0.0007 0.0200 0.0336 0.0035 0.0047 0.0023 0.1919 1.0220 0.0046 0.0081 0.0000 0. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Total 14 0.0085 0.0172 0.0038 0.5635 15 0.1737 0.0261 0.0889 0.0131 0.4633 0.0277 0.0485 0.0025 0.0369 0.0000 0.7433 .0001 0.2764 0.0007 0.0010 0.0099 0.0373 0.0620 0.0000 0.5495 0.0001 0.0049 0.0867 0.0508 0.0000 0.0980 8.0000 0.0000 0.0431 0.0003 0.6530 18 0.0001 0.0002 0.0024 0.0000 0.0000 0.0009 0.0000 0.0007 0.0221 0.0226 0.0010 0.0105 0.0258 0.0626 0.0053 0.0008 0.0000 0.0001 0.0019 0.0000 0.0008 0.0179 0.0000 0.3580 0.0001 0.3821 20 0.1631 0.4161 16 0.0020 0.0158 0.0016 0.0027 0.0009 0.0360 0.0000 0.0000 0.0108 0.5997 0.0032 0.7964 0.0000 0.0020 0.1020 0.3675 17 0.0319 0.0000 0.0000 0.0236 1.0272 0.0495 0.0348 0.1790 0.0008 0.0004 0.0000 0.0000 0.0001 0.0939 0.0295 0.0012 0.0002 0.0010 0.Lampiran 3.3103 0.0180 0.0000 0.0771 0.0078 0.0371 0.0074 0.0278 0.0007 0.0003 0.0000 0.0002 0.4070 0.0001 0.0275 0.2790 0.0100 0.0223 0.0163 0.2619 0.0900 0.0006 0.0047 0.0010 0.1548 0.0001 0.0000 0.0364 0.0011 0.0000 0.0000 0.0003 0.0604 0.0000 0.0023 0.0150 0.0022 0.0000 0.0001 0.1006 0.0058 0.0091 0.0000 0.0244 0.0000 0.0000 0.0048 0.0352 0.2400 22 0.0180 0.0005 0.0589 0.4884 19 0.0000 0.0130 0.0128 0.0532 0.0331 0.0000 0.0004 0.0400 0.0315 0.1082 0.6438 0.0055 0.0000 0.0020 0.0013 0.0474 0.0007 0.0044 0.3945 21 0.0001 0.0033 0.0791 0.0000 0.0230 0.0226 0.0001 0.7027 0.0000 0.0009 0.0002 0.0002 0.0147 0.0817 0.0007 0.0001 0.0002 0.0008 0.0317 0.0804 0.0014 0.0001 0.0000 0.0030 0.0511 0.3390 Total 0.0037 0.0002 0.0187 0.0007 0.1877 0.3072 0.0000 0.0001 0.0071 0.0369 0.3319 0.0276 0.1097 0.0039 0.0000 0.0465 0.0000 0.0000 0.0001 0.

0024 1.0015 0.3950 2 0.0004 0.0022 0.0116 0.0007 0.1031 1.0005 0.0015 0.0006 0.0044 0.0123 0.0000 0.0166 0.0240 0.0072 0.0011 0.0034 0.0010 0.0001 0.0382 0.0016 0.0082 0.0049 0. .0037 1.0681 0.0003 0.0033 1.1548 0.0055 0.0000 0.0138 0.0093 0.0012 0.0261 0.0112 0.0001 0.0981 0.0014 0.0121 0.0275 0.0043 1.0221 0.0086 0.0031 0.4000 0.0000 0.0006 0.0005 0.0017 0.0004 0.0032 0.0137 0.0749 0.0012 0.0109 0.2025 0.0463 0.0172 0.0304 0.0052 0.0013 0.0943 0.0452 0.0030 0.0011 0.0014 1.0153 0.0007 0.0052 0.0062 0.0034 0.0097 0.0021 0.1683 0.0584 0. Matriks Kebalikan Leontief Klasifikasi 22 Sektor SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 1 1.2287 4 0.0028 0.0006 0.0467 0.0602 0.0011 0.0077 0.0322 0.0005 0.0030 0.0441 0.0094 1.0446 1.2088 0.0008 0.0004 0.0118 0.0002 0.0001 0.0036 0.0386 0.0133 0.6858 Total Sumber: Tabel I-O Indonesia 2000 (diolah).0058 0.5409 10 0.0063 0.0483 0.0287 0.0009 0.0965 0.0065 0.0938 0.0046 0.0008 0.0767 0.0002 0.2872 0.8775 8 0.1036 0.0008 0.0076 0.0050 0.0034 1.1178 0.0004 0.0155 0.0163 0.0009 0.0105 0.0008 0.0005 0.0005 0.0166 0.0164 0.0775 0.0002 0.0636 0.1038 0.0007 0.0440 0.0079 1.0011 0.0043 0.1133 0.0626 0.0013 0.6059 9 0.0021 1.0013 0.0010 0.0014 0.0014 0.0001 0.0357 0.1920 0.0050 0.0001 0.0017 0.0991 0.0006 0.0012 0.0011 0.1068 0.0012 0.0009 0.0394 0.0052 0.0260 0.0112 0.0481 0.0008 0.0055 0.0058 0.0019 0.2508 0.0133 0.6424 12 0.0192 0.0134 0.0003 0.0303 1.0021 1.0452 0.0163 0.0193 0.2751 3 0.0013 0.0009 1.0014 0.0042 0.0026 0.0059 0.0090 0.0108 0.0122 1.0061 0.0012 0.0000 1.8431 11 0.0359 0.0042 0.3337 0.0054 0.0196 0.0099 0.0002 0.0106 0.0180 0.0397 0.0148 0.0109 0.1140 0.0067 0.0345 0.0220 0.0036 0.0076 0.0046 1.0009 0.0508 0.0221 0.0001 0.0013 0.0001 0.0021 0.0026 0.1048 0.0009 0.0474 0.0009 0.0007 0.0134 0.0005 0.0474 0.0008 0.0170 0.0080 1.0010 0.0291 0.0100 0.0007 0.0030 1.0008 0.0042 0.0003 0.0044 0.0337 0.0155 0.9484 6 0.0051 0.0059 0.0494 0.0009 0.0782 0.0016 0.0137 1.0097 0.0024 0.0001 0.0327 0.1567 5 0.0017 0.0826 0.0007 0.0007 0.0230 0.0025 0.0004 0.0053 0.0024 0.0014 0.0001 0.0294 0.3235 1.0130 0.0013 1.0005 0.0378 0.0035 0.0072 1.0032 0.0078 0.0542 0.0770 0.0648 0.1045 1.2921 0.0004 0.7956 7 0.0394 0.0080 0.0260 0.Lampiran 4.0017 0.0074 0.5577 13 0.0018 0.0002 0.0006 1.0054 0.0036 0.0002 0.0052 0.

0057 0.0082 0.0090 0.0599 0.0018 0.0018 0.1247 0.4368 1.0017 0.1331 0.0638 0.0024 0.0009 0.0004 0.0772 0.0487 0.0056 0.0024 0.0120 0.0095 0.0026 0.0171 0.0119 1.Lampiran 4.0116 0.0661 0.0007 0.0008 0.0607 0.2750 1.0098 0.0404 0.0298 0.0067 0.0038 0.0058 0.0481 0.0441 0.0004 0.1049 0.0071 1.0102 1.0183 0.1395 0.0532 0.0544 0.0828 0.0755 0.0198 0.0134 1.0010 0.0170 0.0026 0.1575 35.0105 0.3643 22 0.0068 0.0007 0.1116 0.0005 0.6138 20 0.0498 0.0044 0.6501 17 0.0041 0.0184 1.0059 0.0001 0.0216 0.1550 1.0212 0.0291 3.0018 0.0416 0.5005 16 0.0001 0.0012 0.0010 0.0208 1.0041 0.9552 1.0000 0.0062 0.0001 0.0008 0.2051 2.0018 0.6422 1.0007 1.0537 0.0235 0.0013 0.0073 0.0058 0.0348 0.0182 0.0042 1.0020 0.0054 0.0038 1.0874 2.0006 0.0045 0.0013 0.0166 1.2191 1.0444 0.0025 0.0032 0.0020 0.0016 0.0003 0.0014 0.0068 0.2689 1.0018 0.0003 0.0104 0.0999 0.0718 0.0038 0.0063 0.1272 1.0653 2.0377 0.0855 0.0001 0.0056 0.0002 0.0115 0.1306 1.8552 18 0.0517 0.0284 0.0028 0.0007 0.0274 0.3066 3.0063 0.0449 0.0088 0.0139 0.0054 0.0082 0.0020 0.0078 1.3732 0.0008 0.1589 0.0715 0.0011 0.0016 0.3855 1.0105 0.0166 0.0012 0.0802 0.0267 0.0734 1.3310 1.0002 0.0004 0.0246 0.0420 0.0031 1.0018 0.1062 0.0254 0.5500 Total 1.0041 0.7539 19 0.0219 0.0338 1.0502 0.0013 0.0025 0.0000 0.2955 1.0051 0.0274 0.0039 0.0015 0.0003 0.0173 0.0261 1.0022 0.1857 1.0009 0.0247 0.0013 0. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 14 0.5581 0.0010 0.0008 0.1284 0.0040 0.0001 0.1194 0.6346 21 0.3283 1.0237 0.0000 0.2733 Total .0816 0.0516 0.0856 1.1095 0.0515 1.6529 1.0522 0.0084 0.0171 0.0239 0.0395 0.0137 0.0454 0.0028 0.0050 0.0558 0.7978 15 0.0343 0.0009 0.0010 0.0488 0.0048 0.0025 1.0450 0.1150 1.0001 0.0468 0.0724 0.0053 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful