Gejala, Diagnosa & Terapi Stroke Non Hemoragik Stroke adalah manifestasi klinik dari gangguan fungsi serebral, baik

fokal maupun menyeluruh (global), yang berlangsung dengan cepat, berlangsung lebih dari 24 jam, atau berakhir dengan maut, tanpa ditemukannya penyebab selain daripada gangguan vaskular.1 Berdasarkan etiologinya, stroke dibedakan menjadi : 3 1. Stroke perdarahan atau strok hemoragik 2. Strok iskemik atau stroke non hemoragik Pembedaan menjadi 2 macam stroke tersebut karena antara keduanya memang terdapat perbedaan dalam hal patologi, faktor resiko, cara pengobatan, dan prognosisnya.
3

Dalam referat kali ini kami akan

membahas tentang strok non hemoragik. Stroke non hemoragik atau yang disebut juga strok iskemik didefinisikan, secara patologis, sebagai kematian jaringan otak karena pasokan darah yang tidak adekuat.8 Anatomi Peredaran Darah Otak Vaskularisasi susunan saraf pusat sangat berkaitan dengan tingkat kegiatan metabolisme pada bagian tertentu dan ini berkaitan dengan banyak sedikitnya dendrit dan sinaps di daerah tersebut. Pembuluh darah utama yang mendarahi otak ialah sepasang arteria karotis interna dan sepasang arteria vertebralis. Dari kedua sumber pendarah itu akan berhubungan membentuk kolateral yang disebut sirkulus Willisi. Sistem kolateral juga dijumpai pada pembuluh-pembuluh yang berada di dalam jaringan otak. Penyaluran darah selanjutnya melalui sistem vena yang akan bermuara ke dalam sinus duramatris. Pada permukaan otak, arteri pendarah membentuk anastomosis yang cukup, sedangkan anastomosis di dalam jaringan otak lebih sedikit. Pembuluh darah dari arteri permukaan yang menembus/memasuki jarigan otak, secara fungsional dapat dianggap sebagai end artery. Sistem Karotis

Emboli dapat terbentuk dari gumpalan darah. Insiden Di pusat-pusat pelayanan neurologi di indonesia jumlah penderita gangguan peredaran darah otak (GPDO) selalu menempati urutan pertama dari seluruh penderita rawat inap. a.tumor. GPDO pada anak muda banyak dijumpai akibat infark karena emboli. yang merupakan kelainan dari arteri ukuran besar atau sedang. kolesterol. Dalam keadaan . dan arteri sirkumferensial. udara . yaitu mulai dari usia di bawah 20 tahun dan meningkat pada dekade ke-4 hingga ke-6 dari usia.Pembuluh utama ialah arteri carotis kommunis yang mempercabangkan selain arteria karotis eksterna juga arteri karotis interna yang akan banyak mendarahi bangunan intrakranial terutama dalam hal ini ialah hemisferium serebri. oftalmika. komunikans posterior. apakah yang permanen atau yang transien. § Emboli Emboli merupakan 5-15 % dari penyebab stroke. benda asing Patofisiologi Darah merupakan suatu suspensi yang terdiri dari plasma dengan berbagai macam sel yang terdapat di dalamnya. a. serebri anterior. Arteri basilaris berakhir sebagai sepasang cabang a. komunikans anterior. sel eritrosit dan lekosit. Trombosis lebih sering pada umur 50-an hingga 70-an. yang terdiri dari trombosit. bakteri. Dari penelitian epidemiologi didapatkan bahwa sekitar 50 % dari semua serangan iskmik otak. paramedian. lalu menurun dan jarang dijumpai pada usia yang lebih tua. khoroidal anterior. fibrin trombosit. a.3 Sistem Vertebrobasiler Dengan sepasang arteri vertebralis yang kemudian bersatu menjadi arteri basilaris. metastase. diakibatkan oleh komplikasi trombotik atau embolik dari ateroma. Trombus yang lepas dan menyangkut di pembuluh darah lebih distal disebut embolus. serebri posterior. serebri media. akan mendarahi batang otak dan serebellum dengan tiga kelompok arteri yakni: median. lemak. fibrin. Cabang-cabang besar arteria karotis interna adalah: a. dan sekitar 25 % disebabkan oleh penyakit pembuluh darah kecil di intyrakranial dan 20 % oleh emboli jantung.1 Etiologi § Trombus Oklusi vaskuler hampir selalu disebabkan oleh trombus. a. a.

fisiologik. pada keadaan normal. * Diameter pembuluh darah. jumlah darah yang mengalir ke otak ialah 50-60 ml/100 gram otak/menit atau 700-840 ml/menit. naik turunnya TDS tidak mempengaruhi ADO karena adanya autoregulasi. maka akan mengganggu ADO. Faktor-faktor yang mempengaruhi ADO dibagi dalam: A. Bila lumen menyempit 70%. Faktor intrinsik * Autoregulasi Yaitu kemampuan pembuluh darah arteriol otak untuk mempertahankan ADO meskipun terjadi perubahan pada tekanan perfusi otak. maka viskositas darah akan meningktya pula. o Oksigen (O2) Bila tekanan O2 turun kurang dari 50 mmHg akan mengakibatkan terjadinya vasodilatasi sehingga ADO meningkat dan sebaliknya. Faktor Ekstrinsik * Tekanan Darah Sistemik (TDS). terjadi peningkatan agregasi eritrosit dan penurunan deformabilitas eritrosit. * Kualitas darah o Viskositas darah. Bila hematokrit naik. resistensi serebrovaskuler juga naik sehingga ADO menurun. bila tekanan sistolik 60-200 mmHg dan tekanan diastolik 60-120 mmHg. sehingga resistensi serebral turun. akibatnya ADO akan meningkat. Resistensi vaskuler terbesar terjadi pada pembuluh darah terkecil. o Eritrosit. Autoregulasi akan berfungsi dengan baik. * Faktor Biokimiawi o Karbon dioksida (CO2) Peningkatan tekanan CO2 akan menyebabkan vasodilatasi. o Pengaruh ion H+ Bila kadar ion H turun (asidosis) maka daerah iskemik akan berubah jadi infark. o Platelet B. o Ion K+ .

sehingga ADO turun. vertebralis yang sklerotik. Untuk pembuluh darah kecil dan arteriol. Bila terjadi sumbatan pembuluh darah. maka daerah sentral yang diperdarahi oleh pembuluh darah tersebut akan mengalami iskemia berat sampai infark. Melalui ADP c. Infark otak Dengan bertambahnya usia. dan merokok merupakan faktor terjadinya aterosklerosis. Iskemia Otak Iskemia Otak ialah gangguan aliran darah otak (ADO) yang membahayakan fungsi neuron tanpa perubahan yang menetap. Pada saat aliran darah lambat (saat tidur). karotis dan a. Daerah otak dengan keadaan ini dikenal sebagai penumbra sistemik. Melalu asam arakidonat b. Ada 3 jalur terjadinya trombus yaitu : a. sehingga memperberat edem otak dan meningkatkan tekanan intrakranial. akan terjadi kenaikan kadar air dan natrium pada substansia grisea dan setelah 12-48 jam terjadi kenaikan yang progresif dari kadar air dan natrium pada substansia alba. maka dapat terjadi penyumbatan (trombosis). bila terlepas dan mengikuti aliran . Melalui faktor aktivasi platelet (PAF) Emboli berasal dari trombus yang rapuh atau kristal kolesterol dalam a. Bila ADO turun pada batas kritis yaitu 18 ml/100 gr otak/menit maka akan terjadi penekanan aktivitas neural tanpa perubahan struktural dari sel. komposisi darah maupun deposit kalsium dan disertai pula perubahan pada tunika media di pembuluh darah besar yang menyebabkan permukaan menjadi tidak rata. DM. hipertensi. * Susunan saraf otonom Rangsang sistem simpatis servikal akan menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah otak.Ion K mencapai ruang ekstraseluler saat aktivasi kortikal dan mencapai otot-otot pembuluh darah melalui difusi dan ini bertanggung jawab terhadap peningkatan perfusi regional. Aterosklerosis sendiri merupakan kombinasi dari perubahan tunika intima dengan penumpukan lemak. Pada 3 jam permulaan iskemia. Disini sel relatif inaktif tapi masih viable. terjadi penumpukan lipohialinosis yang dapat mengakibatkan mikroinfark.

terjadi pada waktu istirahat atau bangun pagi dan kesadaran biasanya tak menurun. Pemeriksaan CT Scan dapat dilihat adanya daerah hipodens yang menunjukkan infark/iskmik dan edema. Gejala utama GPDO iskemik akibat trombosis serebri ialah timbulnya defisit neurologik secara mendadak/subakut. muka dan lengan lebih lumpuh atau tungkai lebih lumpuh. pandangan kabur atau buta bila gangguan pada lobus oksipital 2. atrial fibrilasi merupakan faktor resiko terjadinya embolisasi. Gnggguan koordinasi 5. Pada pungsi lumbal. Gejala Klinik Gejala neurologik yang timbul akibat gangguan peredaran darah di otak bergantung pada berat ringannya gangguan pembuluh darah dan lokalisasinya. Gangguan motorik. Likuor serebrospinalis adalah normal. GPDO akibat emboli serebri didapatkan pada usia lebih muda. dan eritrosit kurang dari 500. gangguan sensorik kortikal. hemiplegi/hemiparese kontralateral 4. akan terjadi gejala klinik seperti. afasia. akan timbul tanda seperti. hemipareses yang disertai kejang. didahului gejala prodromal. Gangguan kesadaran Bila lesi di kortikal. Drop attack 6. Pendarahan otak dilayani oleh 2 sistem yaitu sistem karotis dan sistem vertebrobasilar. tekanan normal. Biasanya terjadi pada usia lebih dari 50 tahun. lengan dan tungkai sama berat lumpuhnya. yang akhirnya menyebabkan iskemia otak. Adanya kelainan katup jantung baik kogenital maupun karena infeksi. gangguan sensoris nyeri .. Gangguan bicara. eye deviation. Gangguan nervi kranialais bila mengenai batang otak 3. Ganguan penglihatan. muka. Ganguan sensorik Gangguan pada sistem vertebrobasilar menyebabkan : 1. Gangguan pada sistem karotis menyebabkan : 1. Kesadaran dapat menurun bila embolus cukup besar. Sumber emboli berasal dari berbagai tempat yakni kelainan jantung atau ateroma yang terlepas. mendadak dan pada waktu aktif. Bila lesi di subkortikal.darah akan menimbulkan emboli arteri intrakranium. Gangguan penglihatan 2. Gangguan sensorik 7. disfasia atau afasia 3. liquor serebrospinalis jernih. Gangguan motorik 4. distonic posture.

gangguan sensoris dan keringat sesuai tinggi lesi. Stroke progresif (Progressive stroke/Stroke in evolution) Gejala neurologik makin lama makin berat. gambaran klinis berupa: hemiplegi alternans. adanya bradikardi atau dengan pemeriksaan funduskopi.dan raba pada muka lengan dan tungkai (tampak pada lesi di talamus). Pengobatan dengan oksigen hanya perlu bila kadar oksigen darah berkurang. deviasi lidah. gangguan pendengaran. Breathing Harus dijaga agar jalan nafas bebas dan bahwa fungsi paru-paru cukup baik. Diagnosis Ditetapkan dari anamnesis dan pemeriksaan neurologis dimana didapatkan gejala-gejala yang sesuai dengan waktu perjalanan penyakitnya dan gejala serta tanda yang sesuai dengan daerah pendarahan pembuluh darah otak tertentu. 4. 3. tanda-tanda serebelar. disartri. Bila topis di medulla spinalis. 2. gangguan menelan. dapat diberikan manitol. akan timbul gejala seperti. lesi pada kapsula interna. Serangan iskemia sepintas/Transient Ischemic Attack (TIA) Pada bentuk ini gejala neurologik yang timbul akibat gangguan peredaran darah di otak yang akan menghilang dalam waktu 24 jam. 2. gangguan miksi dan defekasi. . dapat dilihat dari keadaan penderita yang mengantuk. Dimana menurut perjalanan penyakitnya terdiri dari :4 1. Stroke komplet (Completed Stroke/Permanent stroke) Untuk pengobatan umum ini dipakai patokan 5 B yaitu: 1. gangguan sensoris. Defisit Neurologik Iskemik Sepintas/ Reversible Ishemic Neurological Deficit (RIND). tapi tidak lebih dari seminggu. Bila terjadi udem otak. Bila disertai hemiplegi. 3 Bila lesi di batang otak. Brain Udem otak dan kejang-kejang harus dicegah dan diatasi. Gejala neurologik yeng timbul akan menghilang dalam waktu lebih lama dari 24 jam. nistagmus.

Untuk daerah yang mengalami infark kita tidak bisa berbuat banyak. 4. Neuron-neuron di daerah penumbra ini sebenarnya masih hidup. Jangan sampai terjadi retentio urinae. Pengobatan hipertensi pada fase akut dapat mengurangi tekanan perfusi yang justru akan menambah iskemik lagi. Viskositas darah dipengaruhi oleh : 1. Daerah inilah yang harus diselamatkan agar dapat berfungsi kembali. Keseimbangan elektrolit harus dijaga. Pengobatan khusus3 Pada fase akut pengobatan ditujukan untuk membatasi kerusakan otak semaksimal mungkin. Kadar Hb dan glukosa harus dijaga cukup baik untuk metabolisme otak. 4. Hindari terjadinya obstipasi karena akan membuat pasien gelisah. bicara. Bladder Miksi dan balance cairan harus diperhatikan. Nutrisi harus cukup. Blood Tekanan Darah dijaga agar tetap cukup tinggi untuk mengalirkan darah ke otak. akan tetapi tidak dapat berfungsi oleh karena aliran darahnya tidak adekuat.Untuk mengatasi kejang-kejang yag timbul dapat diberikan Diphenylhydantoin atau Carbamazepin. Bowel Defekasi dan nutrisi harus diperhatikan. 5. 2. Pemberian infus glukosa harus dicegah karena akan menambah terjadinya asidosis di daerah infark yang ini akan mempermudah terjadinya udem. Bila pelu diberikan nasogastric tube. 3. Pemasangan kateter jika terjadi inkontinensia. 3. Hematokrit Plasma fibrinogen Rigiditas eritrosit Agregasi trombosit Rehabilitasi3 Tujuan rehabilitasi ialah : · Memperbaiki fungsi motoris. dan fungsi lain yang terganggu . Yang penting adalah menyelamatkan daerah disekitar infark yang disebut daerah penumbra.

sehingga hubungan interpersonal menjadi normal. sosial dari penderita strke. 5 Juga dipermasalahkan apakah seseorang akan mengalami stroke ulang. Infark luas yang menimbulkan hemiplegi dan penurunan kesadaran 30-40 %. · Sedapat mungkin harus dapat melakukan aktivitas sehari-hari. Penyebab utama kematian setelah jangka panjang adalah penyakit jantung. Stroke Emboli . Prinsip dasar rehabilitasi * * * * Mulailah sedini mungkin Sistematis Ditingkatkan secara bertahap Rehabilitasi yang spesifik sesuai dengan defisit yang ada Prognosis Sepertiga penderita dengan infark otak akan mengalami kemunduran status neurologiknya stelah dirawat. Prognosis lebih buruk pada pasien dengan kegagalan jantung kongestif dan penyakit jantung koroner.3 Sekitar 10 % pasien dengan stroke iskemik membaik dengan fungsi normal.· Adaptasi mental. KLASIFIKASI Berikut adalah klasifikasi stroke iskemik berdasarkan penyebabnya : 1. Sebagian disebabkan edema otak dan maturasi iskemi otak.

MI berhubungan dengan 2-3% insidensi stroke emboli. arteri ekstrakranial maupun emboli paradoxical melalui patent foramen ovale. Stenosis arteri serebral medial dengan atau tanpa oklusi thrombotic lebih jarang terjadi. Sindrom Arteri Serebral Medial Oklusi arteri serebl meadial biasanya disebabkan oleh emboli. thrombus mural (seperti infark myocardm fibrilasi atrial. dan perlengketan plateler yang kesemuanya dapat menyebabkan pembentukan bekuan darah juga emboli atau oklusi pada arteri. cardiomyopathy dilatasi. Oklusi cabang arteri serebral anterior sering tidak begitu mencolok karena adanya aliran darah dari arteri komunikana anterior. Namun demikian ketika ada oklusi pada percabangan utamanya akan menghasilkan defisit yang berat pada dareah yang diperdarahi. Tempat yang umum terjadi thrombosis adalah titik percabangan arteri serebral khususnya distribusi arteri carotis interna. Stenosis arteri dapat mengakibatkan aliran darah yang turbulen dan meningkatkan resiko tebentuknya thrombus. 2. Sindrom Arteri Carotis Oklusi carotid dapat menghasilkan symptom melalui 2 cara yaitu melalui hipoperfusi sekunder akibat stenosis atau oklusi atau dengan adanya . Hipoperfusi distal akibat stenosis atau oklusi arteri atau hipoperfusi area diantara dua arteri serebral dapan menyebabkan stroke iskemik. 2. katup prostetik). 3. dimana 85% kasus terjadi pada bulan pertama setelah MI. diseksi aorta thoracalis dan arteritis. atherosclerosis (seperti plak ulserasi). Berikut adalah klasifikasi stroke iskemik berdasarkan arteri yang terkena dan gejala yang ditimbulkannya : 1. dan vasokonstriksi yang berkepanjangan pada gangguan migraine headache. Stroke Thrombosis Stroke thrombosis dapat mengenai pembuluh darah besar termasuk sistem arteri carotis atau pembuluh darah kecil termasuk percabangan sirkulus wilis dan sirkulasi posterior. Penyebab yang umum dari thrombosis adalah polisitemia. dysplasia fibromuscula pada arteri serebral. Sumber emboli cardiogenik termasuk thrombus valvular (seperti mutral stenosis.Emboli dapat berasal dari jantung. defisiensi protein C. CHF dan atrial myxoma). Berbagai proses diseksi dari arteri serebral juga dapat menyebabkan stroke thrombosis seperi trauma. endoraditis. Sindrom Arteri Serebral Anterior Oklusi arteri serebral anteri juga biasa disebabkan oleh emboli.

Oklusi pada pembuluh darah ini menghasilkan infark cystic yang kecil dan dalam. Infark Lakunar Tipe penyakit vascular yang khusus. Walau dengan adanya stenotis yang ringan. Sindrom Arteri Serebral Posterior Arteri serebral posterior dapat mangalami oklusi akibat emboli dan thrombosis 5. Diagnosi dapat diarahkan ketika EEG normal dengan manifestasi klinis seperti di atas. nistagmus dan ataksia. lacuna sensorimotor. 7. ulserasi dan plak ateroma dapat menjadi pembentukan thrombus dan putensia sebagai sumber emboli. stroke sensorik yang murni. muntah. clumsy handdysarthria syndrome. ataksia homolateral dan paresis crural. disfungsi N V ipsilateral dan palsy N VII ipsilateral. hemiparesis ataksia dan sebagainya. clumsy hand-dysarthria syndrome Oklusi primer arteri-arteri kecil merupakan mekanisme yang umum. oklusi arteri basilar dan vertebral dapat disebabkan thrombosis dan emboli. Kelainan ini akan berlanjut dengan cepat sampai koma maupun kematian. Infark Serebellar Infark serebelar biasa menyebabkan pusing. mengganggu fungsi . mual. Pasien dengan manifestasi klinis tersebut harus dievaluasi dan diobservasi dalam beberapa hari sampai komplikasi penekanan batang otak dapat di dikurangi dengan dekompresi surgical pada fossa posterior. MANIFESTASI KLINIK Stroke iskemik memberikan gambaran klinis berupa simptom dan tanda fokal yang berhubungan dengan area otak yang disuplai oleh pembuluh darah yang terkena. Infark ini sering asimptomatis tapi bisa juga menyebabkan gejala seperti stroke motorik yang murni. Sindrom Artery Vertebrobasilar Lebih jarang terjadi dibandingkan iskemia sirkulasi anterioe. Pada stroke iskemik. 6. Lebih dari 1 sampai 3 hari. arteri tersebut bisa juga menjadi target emboli dan mengalami oklusi akibat plak atherosclerosis pembuluh darah besarnya. hemiparese motorik yang murni dengan parese kontralaeral dari gaze lateral dan optalmoplegia internuclear.emboli. oklusi pembuluh darah menghalangi aliran darah ke area spesifik di otak. Sering terdapat ataksia tumit-lutut dan telunjuk-hidung. memiliki karakteristik berupa penebalan hialin pada penetrasi arteri kecil pada otak (lipohialinosis) dan sering terjadi pada pasien diabetes mellitus dan hipertensi. 4. akan terjadi edema pada serebellum yang menyebebkan timbulnya gejala-gejala penekanan batang otak seperti conjugate eye.

Berbeda dengan stroke iskemik. Peredaran darah di otak dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu : 1. 2. basal ganglia. dan arteri cerebral posterior. Sirkulasi ini terdiri atas: sepasang arteri vertebralis. Pendekatan klinis terhadap stroke iskemik bergantung pada kemampuan untuk mengidentifikasi dasar neuroanatomik dari defisit klinis. thalamus dan juga bagian dari lobus occipital dan temporal. hemisensori dan defek visual. arteri cerebral media. Sirkulasi anterior Sirkulasi anterior otak yang mensuplai sebagian besar dari korteks dan substansia putih subkorteks. ataksia dan defisit sensorimotorik yang mengenai wajah pada satu sisi tubuh dan anggota gerak pada sisi lainnya. ateri basilaris dan cabangnya yaitu arteri serebelaris posterior inferior. penekanan jaringan otak dan pembuluh darah atau perembesan darah melalui rongga subaraknoid atau ventrikel otak dapat mengganggu fungsi otak yang jauh dari tempat perdarahan terjadi. termasuk koma. mual dan muntah. Sirkulasi posterior Sirkulasi posterior otak mensuplai batang otak. Arteri cerebral media memberikan cabang arteri lentikulostriata. hemisensori dan defisit lapangan penglihatan juga terjadi. Penurunan kesadaran maupun parese . DIAGNOSIS BANDING • Stroke hemoragik Stroke hemoragik bisa disebabkan perdarahan intra serebral (PIS) atau perdarahan sub arachnoid (PSA). Stroke yang diakibatkan oleh gangguan pada sirkulasi posterior akan memberikan gejala dan tanda berupa disfungsi batang otak. cerebellum. terdiri atas : arteri karotis interna dan cabang-cabangnya yaitu arteri koroidal anterior. stroke hemoragik memberikan pola keterlibatan fokal yang tidak dapat diprediksikan sebab komplikasinya seperti peningkatan tekanan intrakranial. tetapi tidaklah spesifik untuk stroke yang diakibatkan oleh gangguan pada sirkulasi posterior. Sebelum melangkah lebih jauh sebaiknya kita mengetahui dahulu sirkulasi darah darah otak. agnosia. Hemiparesis. hemiparesis. oedema cerebral.neurologik yang bergantung pada regio tersebut dan memberikan gambaran pola defisit yang khas untuk regio tersebut. vertigo. kelumpuhan nervus kranialis. arteri serebelaris superior. arteri cerebral anterior. arteri serebelaris anterior inferior. Stroke yang diakibatkan oleh gangguan pada sirkulasi anterior akan memberikan gejala dan tanda berupa aplasia. dan kapsula interna. apraxia.

Subsequent strokes impair function further. and about 10% require care in a nursing home or other long-term care facility. About 25% of people who recover from a stroke have another stroke within 5 years. When the arteries that branch from the internal carotid artery (which carry blood along the front of the neck to the brain) are affected. Some people are physically and mentally devastated and unable to move. About 50% of people with one-sided paralysis and most of those with less severe symptoms recover some function by the time they leave the hospital. and they can eventually take care of their basic needs. Most impairments still present after 12 months are permanent Many different symptoms can occur. timbul mendadak dan menghilang dengan cepat (<24 jam) tanpa gejala sisa secara klinis. Prognosis About 10% of people who have an ischemic stroke recover almost all normal function. although use of the affected arm or leg may be limited. Defisit neurologiknya bersifat sementara akibat gangguan peredaran darah otak. Use of an arm is more often limited than use of a leg.pada stroke hemoragik terjadi secara tiba-tiba dan terjadi pada saat pasien beraktivitas. They can think clearly and walk adequately. doctors usually cannot predict whether a person will improve or worsen. the following are most common: . About 40% of people have moderate to severe impairments requiring special care. During the first few days after an ischemic stroke. speak. Pasien dengan stroke hemoragik mempunyai resiko kematian yang lebih besar berbanding dengan pasien dengan iskemik stroke. and about 25% recover most of it. Pasien dengan major iskemik stroke (total oklusi arteri serebral anterior ) mempunyai resiko kematian yang lebih besar. • Transient iskemik attack Merupakan serangan iskemik otak yang bersifat sementara. depending on which artery is blocked and thus which part of the brain is deprived of blood and oxygen Brain Dysfunction: Dysfunction by Location). Younger people and people who start improving quickly are likely to recover more fully. The proportion is higher among older people. PROGNOSIS Resiko kematian pada 7 hari pertama atau 30 hari pertama setelah stroke fase akut yang pertama adalah sebesar 10 %-20%. Resiko kematian pada tahun pertama pada pasien yang mengalami stroke pertama lebih tinggi dari individual yang belum pernah kena stroke. About 20% of people who have a stroke die in the hospital. or eat normally.

impaired consciousness (such as confusion). patients do not often arrive at the hospital soon enough to receive these drugs. The risk for a second stroke is highest over the first few weeks or months after the first stroke and then begins to lessen. People who have an ischemic stroke (stroke due to a blood clot) have a better chance of surviving than those who have a hemorrhagic stroke (stroke due bleeding in the brain). or paralysis in one arm or leg or on one side of the body When the arteries that branch from the vertebral arteries (which carry blood along the back of the neck to the brain) are affected. and urinary incontinence. Penyebab kematian pada stroke . can cause depression or an inability to control emotions. even milder ones. or there may be some permanent loss of function. However. Over half of the people who have a stroke are able to function independently at home. slurred speech). Recovery may occur completely. In addition. can occur. what body functions have been affected.• • • Blindness in one eye Inability to see out of the same side in both eyes Abnormal sensations. such as difficulty speaking (for example. the following are most common: • • • Dizziness and vertigo Double vision Generalized weakness on both sides of the body Many other symptoms. Severe strokes may lead to stupor or coma. and how quickly treatment is received. loss of coordination. For example. If treatment with clot-busting drugs is successful. weakness. people may cry or laugh inappropriately. strokes. the symptoms of a stroke may completely go away. Outlook (Prognosis) The outlook depends on the type of stroke. how much brain tissue is damaged. or there are complicating medical conditions that preclude their use.

gagal ginjal. dehydrasi. Perbaikan dari kerusakan deficit neurologis selalunya paling cepat pada beberapa hari pertama selepas suatu stroke iskemik. Pada jenis stroke yang mengenai bagian supratentorial disfungsi dari batang otak disebabkan oleh supratentorial herniasi dan oedem serebri menyebabkan kematian. ulcer. Komplikasi penting neurologik akut pada pasien stroke adalah: 1. emboli paru. Possible Complications • • • • • • • • • • • • Breathing in a food into the airway (aspiration) Decreased life span Difficulty communicating Permanent loss of brain functions Permanent loss of movement or sensation in one or more parts of the body Problems due to loss of mobility. Pembaikan neurologist bisa dapat berlanjut secare bertahap selama beberapa bulan sampai tahun. 2.stroke yang terjadi batang otak bisa langsung mendepresi system respirasi yang bisa juga menyebabkan kematian. Penyebab kematian yang lain pada pasien stroke adalah disebabkan komplikasi seperti pneumonia. including joint contractures and pressure sores Fractures Malnutrition Muscle spasticity Reduced ability to function or care for self Reduced social interactions Side effects of medications infeksi Pneumonia merupakan penyebab kematian yang cukup sering pada pasien stroke. Kejang 3. Pembaikan dari gejala neurologis dan kecepatan pembaikan bergantung pada pasien dan ia bervariasi dari satu pasien ke pasien yang lain.Penyebab kematian pada hari pertama dari stroke adalah disebabkan efek langsung pada kerusakan jaringan otak. Pneumonia harus dipikirkan jika timbul demam setelah serangan stroke dan antibiotik yang sesuai harus diberikan. Infeksi saluran kemih juga cukup sering terjadi pada pasien stroke dan . Edema serebri dan peningkatan tekanan intrakranial yang dapat menyebabkan herniasi atau kompresi batang otak. Transformasi hemoragik. Biasanya terjadi pada pasien dengan imobilisasi atau dengan kemampuan batuk yang menurun. dan infeksi traktus urinarius.

Pada pasien yang sadar dengan gangguan berkemih. demensia. Kateter urin menetap sebaiknya hanya dipakai dengan pertimbangan khusus (kesadaran menurun. 60 90 minutes a day if you are overweight.2 years. low-fat diet.dapat menyebabkan sepsis pada sekitar 5% pasien. pembentukan batu dan gangguan sfingter vesika. especially if high blood pressure runs in your family. Prevention To help prevent a stroke: • • • • • • • Avoid fatty foods. Exercise regularly: 30 minutes a day if you are not overweight. Do not drink more than 1 to 2 alcoholic drinks a day. Ask your doctor if aspirin is right for you. Your doctor may also recommend aspiring therapy or another blood thinner if you have had a transient ischemic attach (TIA) or stroke in the past or if you currently have: • • • • Congestive heart failure Irregular heart beat (such as atrial fibrillation) Mechanical heart valve Other risk factors for stroke A type of surgery calledcarotid endarterectomy may help prevent new strokes from occurring in persons with large blockages in their neck arteries. Get your blood pressure checked every 1 . high cholesterol. If you are at high risk for stroke. Quit smoking. Aspirin therapy (81mg a day or 100mg every other day) is recommended for stroke prevention in women under 65 as long as the benefits outweigh the risks. It should be considered for women over age 65 only if their blood pressure is controlled and the benefit is greater than the risk of gastrointestinal bleeding and brain hemorrhage. Latihan vesika harus dilakukan sedini mungkin bila pasien sudah sadar. afasia global). and heart disease. Your doctor may recommend that you try to reduce your LDL cholesterol to 70 mg/dL. diabetes. kateterisasi intermiten secara steril setiap 6 jam lebih disukai untuk mencegah kemungkinan infeksi. . Follow a healthy. Have your cholesterol checked. your LDL "bad" cholesterol should be lower than 100 mg/dL. Follow your doctor's treatment recommendations if you have high blood pressure.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful