P. 1
bab 1-bab5

bab 1-bab5

|Views: 20,042|Likes:
Published by susansugiharti

More info:

Published by: susansugiharti on May 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2014

pdf

text

original

Sections

  • BAB I
  • PENDAHULUAN
  • 1.1.Latar Belakang Permasalahan
  • Perkembangan Jumlah Gerai Minimarket
  • 1.2.Perumusan Masalah
  • 1.3.Batasan Masalah
  • 1.4.Tujuan Penelitian
  • 1.5.Manfaat Penelitian
  • 1.6.Metoda Penelitian
  • 1.6.1.Lokasi Penelitian
  • 1.6.2.Sumber data
  • 1.6.3.Analisis Data
  • 1.6.4.Analisis Lingkungan Eksternal
  • 1.6.5.Analisis Lingkungan Internal
  • 1.6.6.Analisis SWOT
  • 1.6.7.Formulasi Strategi
  • 1.7.Sistematika Penulisan
  • Bab I. Pendahuluan
  • Bab II. Tinjauan Pustaka
  • Bab III. Gambaran Umum PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk
  • Bab IV. Analisis Data
  • Bab. V. Kesimpulan dan Saran
  • BAB II
  • LANDASAN TEORI
  • 2.1.Konsep Strategi
  • 2.2.1.Analisis Lingkungan Bisnis Umum
  • 2.2.2.Analisis Lingkungan Industri
  • 2.3.Analisis Lingkungan Internal
  • Rantai Nilai
  • 2.4.Analisis SWOT
  • BAB III
  • GAMBARAN PERUSAHAAN
  • 3.1.Sejarah Perusahaan
  • Sejarah Perkembangan Alfamart
  • 3.3.Budaya dan Motto Perusahaan
  • 3.4.Struktur Organisasi
  • Struktur Organisasi PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
  • Komposisi Karyawan Menurut Status Kerja Keterangan 200620072008
  • Komposisi Karyawan Menurut Lokasi Kerja Keterangan 200620072008
  • Prestasi Alfamart
  • Omset Penjualan Alfamart Keterangan 2006 2007 2008
  • 3.5.1. Proses Kegiatan dan Operasional
  • Pertumbuhan Gerai Alfamart
  • Tipe Gerai
  • Pengoperasian Gerai (Store Operations)
  • Struktur Organisasi Gerai Alfamart
  • 3.6.Sistem Waralaba
  • Pertumbuhan Jumlah Gerai Waralaba Alfamart
  • Keuntungan Terwaralaba
  • Perkiraan Investasi Awal Waralaba Alfamart
  • Perincian Perkiraan Investasi Awal Waralaba Alfamart
  • Biaya Royalti
  • BAB IV
  • ANALISIS DAN PEMBAHASAN
  • 4.1. Analisis Profil Perusahaan
  • 4.2.Perkembangan Ritel di Indonesia
  • Karakteristik Beberapa Jenis Ritel Modern
  • Karakteristik Pasar Modern di Indonesia
  • Perkembangan Omset Ritel Modern 2004-2008 (Rp Triliun)
  • Perkembangan Market Share Ritel Modern, 2004-2008
  • Sebaran Gerai-Gerai Pasar Modern 2008 (Unit)
  • 4.3.Analisis Lingkungan Eksternal
  • 4.3.1.Analisis Lingkungan Bisnis Umum
  • Perkembangan Asumsi Makro 2007-2010
  • Jumlah Penduduk Terbesar di Dunia
  • Ringkasan Analisis Lingkungan Bisnis Umum
  • 4.3.2.Analisis Lingkungan Industri
  • Perusahaan Ritel Beromzet Tinggi di Indonesia
  • Struktur Pengecer di Indonesia
  • Ringkasan Analisis Lingkungan Industri
  • 4.4.Analisis Lingkungan Internal
  • Ringkasan Analisis Marketing Mix
  • Aktivitas Primer
  • Aktivitas Sekunder
  • Struktur Jaringan Informasi Alfamart
  • Ringkasan Analisis Value Chain
  • 4.5.Analisis SWOT
  • 4.6.Formulasi Strategi PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
  • Analisis Formulasi strategi
  • BAB V
  • KESIMPULAN DAN SARAN
  • 5.1Kesimpulan
  • 5.2Saran

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Permasalahan Strategi merupakan penetapan sasaran dan tujuan jangka panjang yang berkelanjutan dan arah tindakan serta alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai sasaran dan tujuan tertentu. Perkembangan ekonomi saat ini memicu persaingan didalam negeri semakin bebas dan ketat sehingga diperlukan suatu strategi bersaing yang baik dan terpadu karena persaingan adalah kunci dari keberhasilan atau kegagalan suatu perusahaan. Kemampuan suatu perusahaan untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumennya merupakan suatu tantangan yang harus dihadapi oleh setiap organisasi bisnis. Kebutuhan masyarakat yang makin meningkat berdampak pada persaingan antar perusahaan semakin meningkat tajam sehingga perusahaan harus mampu menditeksi apa yang menjadi kebutuhan pasar atau keinginan konsumen serta membaca dan menterjemahkan setiap perubahan situasi sebagai peluang. Tujuan strategi bersaing adalah menjadikan perusahaan pada posisi yang menguntungkan dan dapat dipertahankan terhadap kekuatan-kekuatan yang menentukan persaingan industri. Indonesia dengan jumlah penduduk ke-Empat terbanyak di dunia setelah Cina dan India memiliki potensi yang sangat besar bagi pasar ritel. Sejalan dengan perkembangan waktu dan perubahan gaya hidup masyarakat yang berpengaruh pada pola belanja, kegiatan bisnis ritel atau bisnis eceran modern di Indonesia

menunjukan perkembangan pesat. Pada awal tahun 1980-an perkembangan pasar ritel ditunjukan dengan munculnya gerai perdagangan eceran modern di kota-kota besar dan pada awal 1990-an sampai dengan sekarang gerai perdagangan eceran modern merambah kota-kota kecil. Catatan tahun 2008, pasar ritel barang konsumen di Indonesia berkembang baik. Bahkan, pertumbuhan ritel di Indonesia pada tahun 2008 sebesar 21 persen dan menempati urutan ke dua di Asia-Pasifik setelah China. Adanya krisis global bukan berarti industri ritel tidak bisa berekspansi, meskipun terjadi perlambatan namun ritel modern dapat tumbuh sekitar 20 persen. (Sigit, 2009). Industri ritel tumbuh pesat dengan menjamurnya pasar modern. Yang dimaksud dengan pasar modern adalah swalayan yang mana pelayanan dilakukan sendiri oleh konsumen karena toko tidak menyediakan pramuniaga yang khusus melayani konsumen. Bentuk kegiatan perdagangan eceran modern yang bergerak pada sektor industri ritel umumnya berupa hypermarket, supermarket, minimarket. Minimarket merupakan pasar swalayan yang hanya memiliki satu atau dua mesin kasir dan hanya menjual produk-produk kebutuhan dasar rumah tangga (basic necessities), sedangkan supermarket yang juga merupakan pasar swalayan memiliki lebih dari dua mesin kasir dan menjual kebutuhan dasar rumah tangga yang lebih beragam dibanding minimarket serta menjual barang segar (fresh good). Konsep hypermarket hampir sama dengan supermarket, namun barang yang dijual lebih beragam dan selain itu hypermarket menjual barang-barang white goods atau elektronik seperti mesin cuci, air condisioner dan lainnya.

2

Khusus untuk minimarket, salah satu jenis pasar modern yang saat ini sedang berkembang pesat menawarkan kemudahan karena lokasi toko atau gerai yang dekat dengan konsumen serta mengutamakan kepraktisan dan kecepatan atau waktu yang tidak lama dalam belanja dengan didukung luas dari toko atau gerai tidak terlalu besar, sekitar 90-150 meter persegi dan menjual 3.000-4.000 jenis barang. Keuntungan lain dengan berbelanja di minimarket yaitu suasana nyaman dan aman dalam berbelanja, mudah dalam memilih barang-barang yang diperlukan, kualitas barang lebih terjamin dibandingkan belanja di pasar tradisional, harga barang sudah pasti sehingga tidak perlu ditawar dan dapat berbelanja berbagai keperluan dalam satu tempat saja sehingga akan menghemat waktu dan tenaga. Minimarket telah menyebar ke berbagai daerah seiring dengan perubahan orientasi konsumen dalam pola berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari. Konsumen tidak hanya mengejar harga murah, tetapi kenyamanan berbelanja menjadi daya tarik tersendiri. Bisnis minimarket melalui jejaring waralaba dapat ditemukan sampai pelosok kota dan kecamatan kecil. Di Indonesia terdapat beberapa merek minimarket diantaranya adalah Circle K, Starmart, Alfamart, Indomart AMPM. Persaingan minimarket yang semakin ketat di Indonesia dapat dilihat pada persaingan bisnis ritel minimarket yang lebih banyak dilakukan oleh dua pelaku utama yaitu Indomaret dan Alfamart yang sterus bertarung mengerahkan semua kekuatan, kecerdikan dan strategi. PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk sebagai salah satu perusahaan dalam industri ritel yang berupa minimarket dan termasuk perusahaan nasional yang

3

659 gerai sejak berdiri pada tahun 1999 sampai 2008. Penerapan strategi tersebut merupakan beberapa strategi bersaing Alfamart dan dapat dijadikan sebagai competitive strategy oleh Alfamart. hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan gerai minimarket Alfamart telah mencapai lebih dari 2.857 2. pembukaan sebagian gerai Alfamart dalam 24 jam. Dalam penelitian ini penulis ingin menganalisis strategi bersaing PT. promo harga dan produk.753 2.659 3.425 2008 2.1 Perkembangan Jumlah Gerai Minimarket Minimarket Alfamart Indomart 2005 1. beberapa strategi yang digunakan dan telah diterapkan Alfamart saat ini diantaranya adalah pemilihan lokasi yang menjangkau masyarakat. 4 . Sumber Alfaria Trijaya Tbk.093 Sumber: Neilsen Media Research dalam SWA No.266 1.. Alfamart mempunyai kinerja baik jika dibandingkan dengan merek minimarket pesaing utama yaitu Indomaret yang didirikan pada tahun 1988. 06/XXV Dalam menghadapi persaingan industri ritel.401 Jumlah Gerai (Unit) 2006 2007 1. kemudahan pembayaran tidak tunai (noncash). Tabel 1.bergerak dalam bidang perdagangan umum dan jasa eceran yang menyediakan kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari (basic necessities) dengan menggunakan nama minimarket Alfamart. dalam menghadapi persaingan industri ritel yang semakin ketat. terdapat fasilitas kartu anggota. dan penerapan strategi lainnya.263 1.

1.4. Perumusan Masalah Dari uraian maka dapat dirumuskan permasalahan yang dihadapi sebagai berikut : 1. maka tesis ini dimaksudkan untuk mencapai hal-hal berikut: 5 .1. Bagaimana PT. Persaingan pada industri ritel yang terus meningkat diperlukan strategi bersaing yang tepat.2. Batasan Masalah Dalam penulisan penelitian ini. Tujuan Penelitian Berkaitan dengan masalah diatas. Sumber Alfaria Trijaya Tbk dalam menghadapi pertumbuhan ritel di Indonesia? 1. Formula strategi apa yang perlu dikembangkan dan diterapkan PT. Penulis membatasi penelitian pada permasalahan yang akan diteliti adalah strategi bersaing yang diimplementasikan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk sebagai perusahaan ritel di Indonesia. Analisis manajemen strategi terarah pada analisis lingkungan dan industri yang merupakan faktor eksternal serta analisis internal berupa situasi perusahaan dan pemahaman strategi bersaing yang telah diterapkan oleh perusahaan yang memberikan dampak bagi penentuan alternatif strategi berikutnya. Sumber Alfaria Trijaya Tbk menghadapi persaingan di industri ritel. khususnya persaingan pada tingkat minimarket yang semakin hypercompetition? 2.3.

2. 3.1. selain itu manajemen ritel dapat dikembangkan menjadi salah satu mata kuliah konsentrasi mengingat pertumbuhan bisnis ritel yang semakin meningkat serta beberapa sekolah bisnis di luar negeri dan perguruan tinggi swasta di Jakarta memasukan manajemen ritel sebagai salah satu mata kuliah konsentrasi. Sumber Alfaria Trijaya Tbk dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat dan untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan. Melakukan analisis eksternal pada pertumbuhan industri ritel di Indonesia. Memformulasikan strategi yang dapat digunakan PT.5. Melakukan analisis internal dan eksternal PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk untuk mengidentifikasi daya saing organisasi dan analisa SWOT. Manfaat Penelitian Dari penulisan ini diharapkan mempunyai manfaat. Praktisi Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan kepada PT. 6 . 1. 2. Bagi Akademisi Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan memberikan sumbangan berupa pengetahuan dan pemahaman mengenai praktek bisnis ritel di Indonesia. yaitu: 1. Sumber Alfaria Trijaya Tbk dalam bentuk: • Menjadi alternatif dalam melakukan process business reenginering pada area fungsional organisasi.

Data Primer Data primer merupakan data yang diperoleh dari PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk.6.• Mencoba alternatif strategi yang mungkin dapat dipertimbangkan oleh manajemen PT. Lokasi Penelitian Penelitian ini merupakan studi kasus. 7 . Sumber Alfaria Trijaya Tbk dalam menghadapi persaingan industri ritel. Objek studi adalah PT. Sumber data Dalam penelusuran data. meliputi data dari Badan Pusat Statistik. Sumber Alfaria Trijaya Tbk sebagai objek yang diteliti yaitu dengan sistem observasi langsung pada perusahaan dan wawancara dengan pihak yang terkait.6.1. b. khususnya pada tingkat minimarket. Sumber Alfaria Trijaya Tbk dan beberapa data yang berhubungan dengan objek penelitian. proses yang dilakukan adalah mencari dan mengumpulkan data yang mendukung penelitian yaitu: a.6. 1. dan Bursa Efek Indonesia. Departemen Keuangan. 1. Data Sekunder Data Sekunder merupakan data yang diperoleh oleh penulis yang bersumber dari database yang terkait dengan penelitian tentang PT. Metoda Penelitian 1.2.

(3) Kekuatan tawar pemasok.6. (4) Ketersediaan barang subtitusi. ekonomi. Analisis Lingkungan Eksternal Lingkungan eksternal perusahaan adalah faktor-faktor yang berasal dari luar perusahaan yang sifatnya (uncontrollable). Lingkungan bisnis umum yang akan dianalisis meliputi aspek politik dan hukum. 1. dan (5) Intensitas persaingan industri 8 . (2) Kekuatan tawar pembeli. Analisis Lingkungan Industri Dari hasil analisis lingkungan bisnis tersebut selanjutnya akan dilakukan analisis lingkungan persaingan industri dengan menggunakan five forces of competition terdiri dari lima kekuatan persaingan yaitu: (1) Ancaman pendatang baru.1.4. Dari analisis ini kemudian diformulasikan suatu strategi bersaing bagi PT. Analisis lingkungan eksternal perusahaan meliputi: a. namun perubahan yang terjadi pada lingkungan eksternal dapat berpengaruh pada kinerja perusahaan.6. Analisis Data Penelitian ini menggunakan analisis data secara kualitatif yaitu dengan melakukan analisis lingkungan eksternal perusahaan dan lingkungan persaingan industri serta lingkungan internal perusahaan.3. Analisis Lingkungan Bisnis Umum Analisis Lingkungan Bisnis Umum adalah faktor-faktor yang berada di luar perusahaan yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kegiatan dan pengambilan strategi dalam perusahaan. sosial budaya. b. teknologi. Sumber Alfaria Trijaya Tbk.

Analisis SWOT 9 .6. price. yaitu primary activities dan support activities (Porter: 1980). Dengan mengenali kekuatan dan kelemahan tersebut akan diketahui sumber-sumber yang menjadi keunggulan bersaing perusahaan. peluang (opportunity) dan ancaman (threat) yang terdapat dalam industri tersebut. Analisis Value Chain Value Chain atau rantai nilai adalah rangkaian aktivitas yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk menghasilkan nilai bagi konsumennya terhadap produk (barang atau jasa) yang dihasilkannya. promotion dan place (Kotler: 2000). Analisis Marketing Mix (4P) Marketing mix merupakan seperangkat tool of marketing yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya dalam meraih target pasar yang dituju. beberapa alat analisa (tools) yang dapat digunakan diantaranya: a. yaitu meliputi kekuatan (strength). Dalam melakukan analisis internal perusahaan. 1. kelemahan (weaknesses). Analisis SWOT Dalam mendukung proses analisis kulitatif yang dilakukan digunakan analisis internal dan eksternal dengan menggunakan analisis SWOT. Marketing mix ini terdiri dari empat komponen yang lebih sering disebut sebagai 4P pemasaran yaitu: product. Aktivitas rantai nilai terdiri dari dua kegiatan.1.5.6. Analisis Lingkungan Internal Analisis ini bertujuan untuk mengenali kekuatan (strengths) dan kelemahan (weaknesses) dari segi internal perusahaan.6. b.

Dalam struktur industri tertentu ini berarti bahwa semua perusahaan dapat memperoleh hasil laba yang tinggi. keberhasilan dengan salah satu strategi generik mungkin diperlukan hanya untuk mendapatkan hasil laba yang layak dalam artian mutlak. Tujuan utama dari konsep ini adalah bagaimana perusahaan dapat membangun dan mempertahankan suatu keunggulan kompetitif secara berkelanjutan. peluang pasar perusahaan dan ancaman yang berasal dari lingkungan perusahaan terhadap pasar dan profitabilitas perusahaan (Kotler : 2000) 1. Alat analisis yang digunakan untuk memformulasikan strategi yaitu dengan menggunakan strategi generik. serta kondisi eksternal yang tercermin dalam kompetisi industri. Formulasi Strategi Dari hasil analisis internal dan eksternal perusahaan.memberikan gambaran apakah sebuah entitas dalam posisi kuat atau tidak. Pendekatan strategis generik yang secara potensial akan berhasil menggungguli perusahaan dalam suatu industri.6. Strategi generik adalah pendekatan untuk mengungguli pesaing dalam industri. sedangkan di industri yang lain. 10 .7. SWOT analysis didasarkan pada prinsip dasar bahwa penyusunan strategi harus bertujuan pada usaha menciptakan good fit antar kemampuan sumber daya perusahaan yang dapat dilihat pada keseimbangan antara kekuatan dan kelemahan perusahaan. focus dan differetiation (Porter: 1980). sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.3. yaitu: low cost leadership. maka dapat diformulasikan suatu strategi baru atau modifikasi dari strategi yang ada saat ini. 1.

1 Kerangka Analisis 11 .Analisis Visi. Misi dan Tujuan Perusahaan Analisis Faktor Eksternal Analisis Faktor Internal Analisis Lingkungan Bisnis Umum Analisis Five Forces Competition Analisis Marketing Mix (4P) Analisis Value Chain Analisis SWOT Formulasi Strategi Strategi Generik Gambar 1.

manfaat penelitian. Dalam bab ini membahas mengenai sejarah perusahaan. Dalam bab ini membahas mengenai analisis lingkungan eksternal perusahaan dan lingkungan internal perusahaan. Tinjauan Pustaka. strategi bisnis perusahaan saat ini dan produk atau unit divisi yang dimiliki. Dalam bab ini akan diuraikan mengenai teori-teori yang berkaitan dengan penelitian dan digunakan untuk menganalisis data-data yang diperoleh. Gambaran Umum PT. Bab III. Sistematika Penulisan Sistematika Penulisan penelitian ini dibagi dalam lima bab yang terdiri dari: Bab I. 12 . metoda penelitian dan sistematika pelaporan. Kesimpulan dan Saran Dalam bab ini diuraikan mengenai kesimpulan hasil penelitian dan saransaran untuk penelitian selanjutnya.1. Pendahuluan. V. Bab II. struktur organisasi. Bab IV.7. perumusan masalah. Bab. serta melakukan evaluasi strategi yang ada dengan menggunakan strategi generik. Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Dalam bab ini akan diuraikan mengenai latar belakang masalah. tujuan penelitian. Analisis Data.

Perusahaan dituntut untuk dapat menentukan posisi yang menguntungkan di lingkungan industrinya agar dapat memenangkan persaingan dengan menerapkan strategi bersaing yang tepat. Strategi dalam suatu perusahaan merupakan jangka panjang perusahaan untuk berhadapan dengan sejumlah pesaing. serikat kerja dan berbagai aspek bisnis lainnya. Strategi bersaing yang diterapkan harus dapat meningkatkan kemampuan laba dalam jangka panjang dan menentukan faktor-faktor dominan untuk menentukan posisi bersaing (Porter.2. Konsep Strategi Menurut Mintzberg (1995). Analisis Lingkungan Eksternal Analisis lingkungan eksternal bertujuan untuk mengetahui ancaman dan peluang. pemerintah. Sedangkan peluang adalah kondisi dalam lingkungan umum yang dapat membantu perusahaan mencapai daya saing strategis. kebijakan dan urutan kegiatan menjadi suatu kesatuan.1. Lingkungan eksternal perusahaan bersifat tidak 13 . Ancaman adalah suatu kondisi dalam lingkungan umum yang dapat menghambat perusahaan untuk mencapai daya saing strategis.BAB II LANDASAN TEORI 2. strategi adalah pola atau rencana yang mengintegrasikan tujuan-tujuan utama sebuah organisasi. 1994). 2. pemasok atau penyalur bahan.

Faktor politik menentukan parameter legal dan regulasi yang membatasi lingkup perusahaan. b. Faktor Politik Arah.1. a. karena undang-undang dan peraturan atau kebijakan pemerintah biasanya bersifat membatasi perusahaan sehingga cenderung mengurangi potensi laba perusahaan. Lingkungan bisnis umum yang dapat menjadi peluang maupun ancaman bagi perusahaan dan yang akan dianalisis meliputi aspek politik. masyarakat umum dan lingkungan. Faktor Ekonomi 14 . Analisis Lingkungan Bisnis Umum Lingkungan bisnis umum adalah sekumpulan elemen-elemen dalam masyarakat yang lebih luas yang mempengaruhi suatu industri dan perusahaanperusahaan yang ada di dalamnya. dan teknologi. ekonomi. Analisis lingkungan eksternal perusahaan meliputi: 2. Berikut penjelasan mengenai aspek yang termasuk lingkungan bisnis umum. beberapa tindakan politik justru dirancang untuk mengurangi dan memberi manfaat bagi perusahaan. kebijakan dan stabilitas pemerintah menjadi faktor yang mempengaruhi iklim perusahaan yang merupakan pertimbangan penting bagi para pengusaha atau manajer sebuah perusahaan dalam merumuskan strategi perusahaan. Namun.2. Politik barrier dimaksudkan untuk melindungi pekerja. sosial. Lingkungan jauh ini tidak hanya memberikan kesempatan besar bagi perusahaan untuk berkembang dan maju. namun sangat mempengaruhi kinerja perusahaan. namun dapat juga menjadi hambatan dan ancaman.bisa dikendalikan (uncontrollable). konsumen.

recovery atau kemakmuran. • Gejala inflasi dan deflasi dalam harga barang-barang dan jasa. Perekonomian dapat digolongkan ke dalam keadaan resesi. • Kebijakan fiskal. • Neraca pembayaran. tingkat pajak untuk perusahaan atau perseorangan. Faktor sosial yang mempengaruhi perusahaan diantaranya adalah kepercayaan. Bila inflasi sangat tinggi pengendalian harga dan upah harus dipaksakan. • Kebijakan moneter. depresi. Beberapa faktor kunci yang perlu diperhatikan dalam menganalisis ekonomi suatu daerah atau negara meliputi: • Tahapan siklus bisnis.Economic Force. • Setiap segi ekonomi dapat membantu atau menghambat upaya pencapaian tujuan perusahaan dan menyebabkan keberhasilan atau kegagalan strategi. Faktor Sosial Sejalan dengan perkembangan waktu. opini dan gaya hidup 15 . sikap. c. kondisi sosial masyarakat akan selalu berubah dan perubahan sosial masyarakat tersebut dapat berpengaruh terhadap perusahaan. yaitu perubahan indikator ekonomi yang dapat menimbulkan peluang dan ancaman yang harus dihadapi perusahaan. surplus atau defisit dalam hubungannya dengan perdagangan luar negeri. Setiap perubahan yang terjadi pada kondisi perekonomian suatu negara dapat mempengaruhi strategi dan keuntungan perusahaan. tingkat suku bunga dan devaluasi atau revaluasi nilai tukar dalam hubungannya dengan mata uang asing. nilai.

masa atau waktu keusangan suatu teknologi. demografi. Faktor Teknologi Perkembangan teknologi saat ini mengalami kemajuan yang pesat. d. Lebih lanjut berikut tabel yang menunjukan beberapa variabel penting dalam menganalisis lingkungan umum dapat dilihat pada tabel 2.masyarakat di lingkungan eksternal perusahaan yang berkembang dari pengaruh cultural. Adaptsi teknologi yang kreatif dapat membuka kemungkinan terciptanya produk baru. Untuk mendorong inovasi. baik di bidang bisnis maupun di bidang yang mendukung kegiatan bisnis. harga dari teknologi yang digunakan. perusahaan perlu memperhatikan aspek perubahan atau perkembangan teknologi yang mungkin mempengaruhi bisnisnya.1 berikut. penyempurnaan produk yang sudah ada atau penyempurnaan dalam teknik produksi atau pemasaran. 16 . Perkembangan teknologi yang dirasakan sangat cepat perubahannya dapat memperluas atau bahkan mempersempit kesempatan perusahaan. agama dan pendidikan. ekologi. Kekuatan sosial mempunyai sifat yang dinamik dan selalu berubah sebagai akibat dari usaha manusia atau masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dan pemuasaan keinginan melalui pengendalian dan penyesuaian diri terhadap faktor lingkungan. Beberapa hal yang termasuk faktor analisis teknologi meliputi infrastruktur teknologi.

2. Five forces of competition merupakan alat analisis yang digunakan untuk mengukur tingkat persaingan dalam suatu industri dan merupakan alat analisa yang cukup komprehensif untuk menilai menarik tidaknya suatu industri (Porter : 1980).• • • • • • • • • • Tabel 2. threat of new 17 .2. Analisis Lingkungan Industri Selanjutnya dilakukan analisis lingkungan persaingan industri dengan menggunakan five forces of competition.1 Some Important Variables in The Societal Environment Economic Technological Sociocultural Politic-Legal GDP • Total government •Antitrust • Lifestle changes trends spending for R&D • Career regulation Interest • Total industry for •Environmetal expectations rates R&D • Consumer protection laws Money activism • Focus on •Special supply technological • Rate of family incentives efforts Inflation formation •Foreign trade • Growth rate of rates • Patent protection regulations Unemplo • New product population yment levels • Age distribution • New development •Attitudes toward foreign of population Wage/pri in technology companies ce controls transfer from lab to • Regional shifts marketplace Devaluat •Laws on hiring inpopulation ion/revaluation • Productivity • Life expectacies and promotion improvements Energy •Stability of • Brithrates through automation availability and • Pension plans government cost • Internet availability •Outsourcing • Health care Disposab • Telecomication • Level education regulation le and infrastructure •Foreign “sweat discretionary • Computer hacking shops” income activity Currency market Sumber: Dari Strategic Management and Business Policy tenth edition 2. Five forces of competition terdiri dari lima kekuatan persaingan yaitu: rivalry among existing firms.

promosi special dan inovasi produk baru (Thompson & Strickland III. bargaining power of buyers. 18 .1 Five Forces of Competition Model a. Rivalry Among Competing Firms Intensitas dari persaingan diantara pemain dalam industri sesungguhnya merupakan fungsi dari keagresifan suatu perusahaan memakai taktik untuk merebut pasar seperti harga yang lebih rendah. Pemetaan model five forces of competition dapat dilihat pada gambar berikut: SUBSTITUTES SUPPLIE R RIVALRY AMONG EXISTING FIRMS BUYERS NEW ENTRANTS Gambar 2. threat of substitutes. atribut yang lebih baik. pelayanan pelanggan yang lebih baik. yaitu mempunyai suatu keunggulan tertentu yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain sehingga dapat memperkuat posisi perusahaan terhadap pasar atau pembeli.entrants. Dalam menghadapi persaingan idealnya sebuah perusahaan harus mampu menciptakan strategi bersaing yang baik. bargaining power of suppliers. garansi lebih lama. 2004).

ukuran dan kekuatannya. jumlah kompetitor atau pesaing sudah tentu akan mempengaruhi tingkat persaingan. Sedangkan. Dalam situasi persaingan yang oligopoli. pada jenis industri yang mempunyai total biaya tetap yang besar. Akibatnya adalah perusahaan kadangkala terpaksa menjual produk di bawah biaya produksi. • Biaya tetap yang besar. produk hendaknya tidak sekedar menyediakan kebutuhan dasar. 19 . Tingkat persaingan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Kompetitor hendaknya dilihat dari beberapa sisi. yaitu: • Jumlah kompetitor.Persaingan dalam industri akan mempengaruhi kebijakan dan kinerja perusahaan. pada pasar persaingan sempurna. biasanya akan memaksa perusahaan menjadi follower termasuk dalam hal harga produk. perusahaan mempunyai kekuatan yang cukup besar untuk mempengaruhi pasar. pertumbuhan industri yang besar biasanya menyediakan sejumlah peluang bagi perusahaan untuk tumbuh bersama industrinya. • Karakteristik produk. seperti jumlah. Pertumbuhan industri yang lambat sebaiknya tidak direspon dengan ekspansi pasar kecuali perusahaan mampu mengambil pangsa pasar pesaing. perusahaan hendaknya beroprasi pada skala ekonomi yang tinggi. Kondisi ini dapat menimbulkan fenomena penurunan harga atau terjadinya perang harga. • Tingkat pertumbuhan industri. tetapi juga memiliki suatu perbedaan (differentiation) atau nilai tambah.

Kapasitas selalu berkolelasi dengan biaya produksi per unit. Produksi dengan kapasitas tinggi diperlukan untuk menjaga efisiensi biaya per unit. Dalam kondisi demikian. Hambatan ini dapat berupa aset khusus ataupun kesetiaan manajemen pada bisnis tersebut. perusahaan akan berusaha bertahan dan menghindari kerugian yang besar sambil menunggu waktu yang tepat untuk keluar. • Persaingan akan meningkat apabila pertumbuhan permintaan produk semakin lambat apabila jika permintaan menurun dan terjadi excess capacity. Beberapa faktor yang berpengaruh pada persaingan diantara perusahaan pemain industri adalah sebagai berikut (Thompson & Strickland III. • Persaingan akan meningkat jika biaya untuk keluar dari industry lebih tinggi daripada biaya untuk tetap berada dalam industry dan bersaing. 20 . • Persaingan akan semakin meningkat apabila para pelaku sangat intensif melakukan pemotongan harga dan senjata bersaing lainnya untuk meningkatkan angka penjualan. • Hambatan keluar. Penambahan fasilitas produksi dapat dilakukan apabila perusahaan telah mampu berproduksi pada tingkat yang maksimal. hambatan keluar memaksa perusahaan untuk tidak keluar dari industry. • Persaingan meningkat apabila switching cost pembeli atau merak semakin rendah.• Kapasitas. 2004): • Persaingan akan meningkat jika jumlah pesaing meningkat dan kemampuan pelaku usaha yang semakin merata.

Penilaian tentang seberapa jauh tekanan persaingan diantara perusahaan akan berpengaruh terhadap probabilitas industri merupakan kunci penentu bagaimana intensitas persaingan terhadap industri tersebut. ambisi strategi. b. • Persaingan meningkat jika perusahaan kuat dari luar mengakuisisi perusahaan lemah yang sudah ada di dalam industri dan meluncurkan tindakan agresif dengan dana yang sangat mencukupi untuk merubah perusahaan yang baru diakuisisinya menjadi pemain yang besar di pasar. tujuan. Intensitas persaingan dikatakan tinggi jika tindakan yang dilakukan oleh pesaing dapat menurunkan tingkat profitabilitas industri. misalnya kapasitas 21 . • Persaingan semakin meningkat dan tak terduga jika pesaing semakin beragam dalam visi. • Persaingan bertambah kuat jika produk yang ditawarkan semakin terstandardisasi. dan intensitas persaingan dikatakan lemah jika hampir sebagian besar perusahaan dalam industri dapat memperoleh keuntungan diatas rata-rata (Thompson & Strickland. sumber daya dan asal negara. Intensitas persaingan dapat dikatakan sedang jika hampir sebagian besar perusahaan dapat menghasilkan profit yang baik. Threats of New Entrants Masuknya perusahaan sebagai pendatang baru akan menimbulkan sejumlah implikasi bagi perusahaan yang sudah ada.• Persaingan menjadi semakin meningkat jika terdapat pelaku yang tidak puas atas posisinya di industri kemudian melakukan gerakan yang agresif. 2004).

• Modal. Semakin tinggi loyalitas pembeli terhadap suatu brand yang telah mapan. • Preferensi pembeli dan loyalitas dari customer. Ada beberapa faktor penghambat pendatang baru untuk masuk ke dalam suatu industri yang sering disebut dengan hambatan masuk. menyediakan dana cukup untuk pengiklanan dan promosi untuk mengatasi loyalitas pembeli pada brand pesaing serta membangun konsumen yang loyal. Skala ekonomis menghalangi pendatang baru karena faktor ini memaksa pesaing untuk memilih memasuki industri dengan skala besar yang umumnya beresiko tinggi dan berbiaya tinggi atau harus menerima ketidak-unggulan biaya dan profitabilitas yang lebih rendah. Pembeli lebih memilih sebuah produk dengan brand yang telah mapan atau telah dikenal. faktor tersebut diantaranya: • Skala ekonomis. berarti pendatang baru harus menjalin kerjasama dengan distributor dan dealer. Semakin besar modal yang dibutuhkan untuk memasuki suatu industri. Jika sebagian atau seluruh biaya per unit merupakan hasil dari pengalaman dalam memproduksi produk. maka akan semakin tinggi hambatan. 22 .menjadi bertambah. Kondisi seperti ini menimbulkan ancaman bagi perusahaan yang telah ada. mengarah pada upaya penurunan biaya per unit produk. terjadinya persaingan dalam hal menarik pangsa pasar dan sumber daya produksi yang terbatas. • Efek kurva pembelajaran dan pengalaman. maka pendatang baru akan menghadapi persaingan harga yang tidak menguntungkan.

Seberapa kuat tekanan atau ancaman dari persaingan produk subtitusi tergantung dari tiga faktor (Thompson & Strickland. • Ketidakmampuan perusahaan baru (new comer) dalam mengadopsi teknologi yang digunakan pada suatu industri. dibutuhkan suatu kemampuan pengetahuan khusus untuk mengadopsi teknologi tersebut. peraturan pembatasan atau kuota. Semakin mapan pelaku menguasai saluran distribusi. • Kebijakan dan peraturan pemerintah.• Akses dari jalur distribusi. 2004): • Seberapa atraktif harga dari produk subtitusi 23 . Perusahaan baru dalam melakukan operasinya akan tergantung pada saluran distribusi. peraturan periklanan. maka hambatan masuk bagi pendatang baru akan semakin besar. karena tidak mudah bagi pendatang baru untuk mengusai teknologi dalam suatu industri. Kebijakan pemerintah dapat membatasi pendatang baru dengan peraturan perijinan. Kemampuan menguasai teknologi menentukan kesuksesan pendatang baru. Threats of Subtitutes Perusahaan yang berada dalam satu industri tertentu akan bersaing pula dengan produk pengganti. Walaupun karakteristiknya berbeda. c. barang subtitusi dapat memberikan fungsi atau jasa yang sama. Ancaman produk subtitusi kuat apabila konsumen dihadapkan pada pilihan yang banyak dan produk subtitusi itu mempunyai harga yang lebih murah atau kualitas sama atau bahkan lebih tinggi.

Bargaining Power of Buyers Para pembeli dengan kekuatan yang mereka miliki. serta mengadu perusahaan dengan kompetitornya. beberapa kondisi yang mungkin dihadapi perusahaan sehubungan dengan adanya kekuatan ini antara lain adalah: pembeli mampu memproduksi produk yang diperlukan. d. sifat produk tidak terdiferensiasi dan 24 .• Bagaimana pembeli melihat atau memandang produk subtitusi lebih memuaskan secara kualitas. dan atribut lain yang relevan. meningkatkan mutu dan service. Pemasok menjadi kuat apabila beberapa kondisi berikut terpenuhi: • • Jumlah pemasok sedikit Produk/service yang ada adalah unik dan mampu menciptakan switching cost yang besar • • Tidak tersedia produk subtitusi Pemasok mampu melakukan integrasi ke depan dan mengolah produk yang dihasilkan menjadi produk yang sama yang dihasilkan perusahaan e. performance. Dengan demikian. • Apakah pembeli dapat berpindah pada barang subtitusi secara mudah. Bargaining Power of Suppliers Pemasok dapat mempengaruhi industri lewat kemampuan mereka manaikan harga atau pengurangan kualitas produk atau service. mampu mempengaruhi perusahaan untuk menurunkan harga produk.

pembeli mempunyai tingkat probabilitas yang rendah sehingga sensitif terhadap harga dan differensiasi service. sehingga pembeli dengan mudah mencari subtitusi. Marketing mix merupakan seperangkat tool of marketing yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya dalam target pasar yang dituju. suatu fungsi organisasi dalam perusahaan merupakan suatu hal yang sangat penting dan memainkan peranan yang kritis.banyak pemasok.3. Dalam analisis strategi pemasaran. Terdapat dua faktor penting dalam marketing. karena pemasaran (marketing) merupakan proses menilai dan mempertemukan kebutuhan dan keinginan kelompok atau individu melalui usaha membuat dan menawarkan produk dan adanya pertukaran produk dan nilai. produk perusahaan tidak terlalu penting bagi pembeli. yaitu competitor dan costumer. price. yang menjadi perhatian khusus adalah pada marketing mix.3. 2. Marketing mix ini terdiri dari empat komponen yang lebih sering disebut sebagai 4P pemasaran yaitu: product.2.3.1. market segmentation. Analisis Strategi Marketing Terkait dengan strategi pemasaran. switching cost pemasok kecil. Analisis Lingkungan Internal Analisis lingkungan perusahaan dimaksudkan untuk mengenali kekuatan dan kelemahan di dalam perusahaan yang mencangkup kuantitas dan kualitas sumber daya yang ada di dalam perusahaan 2.dan market position. Analisis Value Chain 25 . promotion dan place (Kotler: 2008). 2.

Setiap rangkaian aktivitas yang dilakukan suatu perusahaan merupakan sekumpulan teknologi yang penting bagi keunggulan bersaing perusahaan dan merupakan balok pembangun tersendiri dari keunggulan bersaing. teknologi dan manajemen sumber daya manusia dapat dihubungkan dengan aktivitas primer yang spesifik dan juga mendukung keseluruhan rantai nilai.Value Chain atau rantai nilai adalah rangkaian aktivitas yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk menghasilkan nilai bagi konsumennya terhadap produk (barang atau jasa) yang dihasilkannya. 26 .2 Rantai Nilai Aktivitas rantai nilai terdiri dari dua kegiatan. yaitu primary activities dan support activities (Porter: 1980). Aktivitas primer adalah aktivitas yang terlibat dalam penciptaan fisik produk dan penjualannya serta transfer ke pembeli dan juga bantuan purna jual. Aktivitas pendukung mendukung aktivitas primer dan mendukung satu sama lain dengan memberi masukan yang dibeli. Margin Infrastruktur Perusahaan Aktivitas Pendukung Human Resources Management Technology Development Procurement Inbound Logistic Operation Outbond Logistic Marketing & Sales Service Aktivitas Primer Margin Gambar 2.

perakitan. menyimpan dan mengeluarkan input untuk produksi. Operasi (Operations) Meliputi aktivitas yang berhubungan dengan pengubahan masukan menjadi bentuk barang setengah jadi atau produk barang akhir. 1996). pengujian. Logistik ke dalam (Inbound Logistics) Meliputi aktivitas seperti penanganan material. Aktivitas primer tersebut adalah: a. c. penanganan bahan. pencetakan dan pengoperasian fasilitas. pengemasan. Pemasaran dan Penjualan (Marketing and Sales) Meliputi aktivitas yang berhubungan dengan pemberian sarana yang dapat digunakan oleh pembeli untuk membeli produk dan mempengaruhi mereka 27 . pemrosesan pesanan dan penjadwalan. Logistik ke luar (Outbound Logistics) Merupakan aktivitas yang berhubungan dengan pengumpulan. seperti penggudangan barang jadi. pemeliharaan peralatan. operasi kendaraan pengirim. digunakan untuk menerima. seperti permesinan. dan pengendalian persediaan. b.Terdapat lima kategori aktivitas primer yang diperlukan dalam bersaing di suatu industri. Setiap kategori dapat dibagi menjadi beberapa aktivitas yang berbeda tergantung dari industri dan strategi perusahaan (Porter. penyimpanan. d. pergudangan. dan pendistribusian produk kepada pembeli.

Namun. masukan yang di beli ada di dalam setiap aktivitas termasuk aktivitas pendukung. Pelayanan (Services) Mencakup aktivitas yang berhubungan dengan penyediaan pelayanan untuk meningkatkan atau mempertahankan nilai produk. Pembelian/Pengadaan (Procurement) Merujuk pada fungsi pembelian masukan yang digunakan dalam rantai nilai perusahaan. bukan pada masukan yang dibeli itu sendiri. pelatihan. Pengembangan teknologi terjadi dalam 28 . b. hubungan penyalur dan penetapan harga. pasokan suku cadang dan penyesuaian produk.untuk membeli. reparasi. e. seperti pemasangan. penetapan kuota. promosi. tenaga penjual. Pengembangan Teknologi (Technology Development) Terrdiri atas jajaran aktivitas yang dapat dikelompokan secara luas ke dalam upaya untuk memperbaiki produk perusahaan serta proses yang digunakan untuk menghasilkannya. seleksi penyalur. dalam perusahaan apapun semua kategori aktivitas primer akan hadir pada kadar tertentu dan memainkan peran tertentu dalam keunggulan bersaing. Walaupun masukan yang dibeli biasanya dihubungkan dengan aktivitas primer. seperti iklan. Masing-masing kategori tersebut mungkin vital untuk keunggulan bersaing tergantung pada industrinya. Masukan yang dibeli meliputi barang-barang yang dikonsumsi penuh sepanjang produksi produk dan juga aktiva tetap. Aktivitas nilai pendukung yang diperlukan dalam berbagai industri dapat dibagi menjadi empat kategori: a.

c. baik penelitian dasar dan rancangan produk serta prosedur pelayanan.berbagai jenis. serta mendukung kompetensi inti. Bagaimana aktivitas rantai nilai yang dilakukan akan menentukan biaya dan secara langsung akan mempengaruhi tingkat keuntungan. pengangkatan. pelatihan. 29 . Keempat aktivitas pendukung yang telah dipaparkan diatas ada di dalam setiap organisasi. Melalui infrastruktur. pengembangan. akuntansi. perencanaan. dan kompensasi untuk semua jenis personel. keuangan. Manajemen Sumber Daya Manusia (Human Resource Management) Terdiri atas aktivitas yeng terlibat dalam penyeleksian. seperti rancangan peralatan untuk proses. Aktivitas tersebut akan melalui apa yang disebut rantai nilai. dan menghasilkan keluaran (output) yang akan masuk ke suatu sistem yang lain. Infrastruktur Perusahaan (Firm Infrastructure) Terdiri atas beberapa aktivitas termasuk manajemen umum. Setiap sistem membutuhkan masukan (input). dan kesuksesan pada perusahaan juga ditentukan oleh keunggulannya dalam melaksanakan aktivitas pendukung. dan manajeman mutu yang dibutuhkan untuk mendukung kerja rantai nilai. melakukan proses transformasi di dalamnya. mengidentifikasi sumberdaya dan kemampuan. urusan pemerintah. Output yang berasal dari input. Aktivitas ini mendukung baik aktivitas primer maupun aktivitas pendukung individual dan keseluruhan rantai nilai. perusahaan berusaha untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal. hukum. d.

Analisis SWOT dapat digunakan untuk memberikan kerangka yang dinamik dan bermanfaat dalam penyusunan analisis strategi. hubungan yang baik antara pemasok dan pembeli. c. Kekuatan suatu perusahaan diantaranya dapat berupa merek yang terkenal. Peluang (Opportunity) Peluang merupakan kesempatan atau situasi yang menguntungkan bagi suatu perusahaan dalam menghadapi persaingan dengan competitor. kelemahan (weakness). Ancaman (Treat) 30 .4. b. keterampilan dan kemampuan yang mempengaruhi kinerja perusahaan dan posisi kompetitif suatu perusahaan di dalam persaingan. atau keunggulan yang dimiliki oleh suatu perusahaan dan dapat dijadikan sebagai competitive advantages dalam menghadapi persaingan dengan competitor. kompetensi. peluang (opportunity) dan ancaman (threat) yang terdapat dalam industri tersebut. Kekuatan (Strength) Kekuatan adalah suatu keunggulan sumberdaya.2. keterampilan. yaitu meliputi kekuatan (strength). a. d. Kelemahan (Weakness) Kelemahan merupakan keterbatasan atau kekurangan dalam sumber daya. pelayanan konsumen yang unggul. Analisis SWOT Dalam mendukung proses analisis kulitatif yang dilakukan digunakan analisis internal dan eksternal dengan menggunakan analisis SWOT.

5. keberhasilan dengan salah satu strategi generik mungkin diperlukan hanya untuk mendapatkan hasil laba yang layak dalam artian mutlak. Tujuan utama dari konsep ini adalah bagaimana perusahaan dapat membangun dan mempertahankan suatu keunggulan kompetitif secara berkelanjutan. Untuk mencapai keunggulan dalam biaya. pertumbuhan pasar yang lambat. 2. Pendekatan strategi generik yang secara potensial akan berhasil menggungguli perusahaan dalam suatu industri. Dalam struktur industri tertentu ini berarti bahwa semua perusahaan dapat memperoleh hasil laba yang tinggi. a. pengendalian biaya menjadi hal yang penting. Dengan pengertian lain Cost leadership yaitu upaya perusahaan untuk mengusahakan biaya yang relatif rendah dibanding pesaingnya. Strategi ini memungkinkan perusahaan untuk: 31 . Formulasi Strategi menggunakan Strategi Generik Strategi generik adalah pendekatan untuk mengungguli pesaing dalam industri. Masuknya pesaing baru. sedangkan di industri yang lain. Cost leadership merupakan strategi yang bertujuan untuk memberikan efisiensi cost dalam menjalankan sebuah intensitas bisnis dan mencapai keunggulan biaya menyeluruh dibandingkan pesainganya. perubahan teknologi dan peraturan baru pemerintah yang tidak menguntungkan bagi perusahaan merupakan beberapa bentuk ancaman bagi perusahaan. yaitu: low cost leadership. focus dan differentiation (Porter: 1980).Ancaman adalah situasi atau suatu hal yang membahayakan posisi suatu perusahaan dan bersifat tidak menguntungkan.

Penerapan strategi ini membutuhkan kemampuan membiayai pangsa pasar yang besar. Atribut tersebut dapat berbentuk jaringan distribusi. perusahaan dapat memberikan pelayanan yang lebih efisien dan efektif. Dengan memberikan keunikan terhadap atribut produk. Focus merupakan strategi yang ditujukan untuk mencapai strategis yang lebih khusus. pembeli. c. Dengan menerapkan strategi ini. b. Dengan melakukan fokus. Differentiation yang digunakan perusahaan untuk menarik pelanggan yang sensitif terhadap atribut tertentu dari suatu produk. Kemampuan mencapai biaya rendah atau diferensiasi sangat diperlukan untuk strategi ini. teknologi. mempunyai keunggulan dalam pengurangan biaya dan efisiensi. 32 . segmen lini produk atau wilayah tertentu.• • • • Mempertahankan diri terhadap persaingan harga Menyerang pesaing untuk mendapatkan pangsa pasar Memperoleh marjin yang lebih besar Melindungi diri dari kelompok pemasok. Perusahaan yang melakukan strategi ini melakukan pemusatan aktivitas pada sekelompok pembeli. maupun produk pengganti. maka diharapkan tercipta loyalitas dari konsumen atau pelanggan. perusahaan dapat lebih efektif dan efisien dibandingkan para kompetitornya yang bersaing secara lebih luas dan umum. pelayanan pelanggan. berbeda dengan strategi cost leadership dan differentiation yang mempunyai sasaran industri secara menyeluruh.

BAB III GAMBARAN PERUSAHAAN 3. Kegiatan usaha minimarket pada awalnya dilakukan oleh PT Alfa Mirtamart Utama (AMU) dengan merek dagang ”Alfa Minimart”. Pemaparan mengenai sejarah Alfamart dijelaskan pada tabel 3.1. SAT bergerak dalam kegiatan usaha perdagangan eceran untuk produk konsumen dengan mengakuisisi 141 minimarket dari AMU dan mengoperasikan jaringan minimarket dengan nama ”Alfamart”. Tbk (SAT) adalah perusahaan nasional yang bergerak dalam bidang perdagangan umum dan jasa eceran yang menyediakan kebutuhan pokok sehari-hari. Kegiatan usaha SAT adalah berusaha di bidang distribusi dan perdagangan eceran dalam format minimarket dan jasa waralaba. Sampai dengan tanggal 30 33 . Kegiatan usaha perusahaan dimulai pada tahun 1989 bergerak dalam bidang perdagangan dan distribusi rokok serta barang konsumsi lainnya. Sejarah Perusahaan PT Sumber Alfaria Trijaya.1. SAT didirikan pada tanggal 7 Agustus 1989. SAT bergerak di industri ritel dalam kategori fast moving consumer goods (FMCG). Sejak tahun 2002.

berorientasi kepada pemberdayaan pengusaha kecil. PT. b.1 Sejarah Perkembangan Alfamart 27 Juni 1999 18 Oktober 1999 1 Agustus 2002 1 Januari 2003 18 September 2006 7 .52% PT. Tbk = 70% PT. Sigmantara Alfindo = 54% Tbk Argo Volantis Pte.2.9 Januari 2009 15 Januari 2009 Pendirian: PT. pemenuhan kebutuhan dan harapan konsumen. Cakrawala Mulia Prima = 40% PT. Karawaci. Visi Menjadi jaringan distribusi retail terkemuka yang dimiliki oleh masyarakat luas. Beringin Raya. Tangerang. serta mampu bersaing secara global. Sumber Alfaria Trijaya Pemegang Saham: PT. Alfa Mitramart Utama Pemegang saham: PT Alfa Retailindo. SAT mengoperasikan 12 Distribution Center (DC) dan 3194 gerai minimarket yang tersebar di pulau Jawa. Pulau Bali dan propinsi Lampung Tabel 3. Misi dan Strategi a. Kepemilikan beralih pada: Pemegang Saham: PT.48% Masyarakat = 10% 3.September 2009. Sumber Alfaria Trijaya PT. Sumber Alfaria Trijaya menggelar penawaran umum saham perdana (initial public offering) sebanyak 10% Pencatatan (listing) : Pemegang Saham: PT. Ltd = 29. Misi 34 . Sigmantara Alfindo = 60% PT. Sigmantara Alfindo = 30% Nama "Alfa Minimart" diganti menjadi "Alfamart". Sumber Alfaria Trijaya. Cakrawala Mulia Prima = 6. HM Sampoerna. PT. Visi. Tbk = 51% PT Lancar Distrindo = 49% Toko pertama dibuka dengan nama "Alfa Minimart" di Jl.

• • • • Mengedepankan aspek pemilihan lokasi-lokasi gerai strategis. Hubungan yang baik dengan mitra bisnis perseroan. Memberikan kepuasan kepada pelanggan/konsumen dengan berfokus pada produk dan pelayanan prima. c. Peningkatan pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial (Corporate Social Responsibility). pemegang saham dan masyarakat pada umumnya. Pemanfaatan jaringan gerai perseroan. karyawan. • Perencanaan keuangan yang matang. • Selalu menjadi yang terbaik dalam segala hal yang dilakukan dan selalu menegakkan tingkah laku/etika bisnis yang tertinggi. Strategi Perusahaaan • Terus memperluas jaringan dan meningkatkan jumlah gerai minimarket di Indonesia. • Ikut berpartisipasi dalam membangun negara dengan menumbuh- kembangkan jiwa wiraswasta dan kemitraan usaha. pemasok.• Memberikan kepuasan kepada pelanggan/konsumen dengan berfokus pada produk dan pelayanan yang berkualitas unggul. • • • Memperluas jaringan distribusi gerai dengan format yang beragam Pengembangan Distribution Center. tersehat dan terus bertumbuh dan bermanfaat bagi pelanggan. • Membangun organisasi global yang terpercaya. 35 .

3. Kerjasama Team. Integritas yang tinggi.• Pengembangan teknologi Sumber Daya Manusia. Inovasi untuk kemajuan yang lebih baik. Kualitas & Produktivitas yang tertinggi.4. Budaya dan Motto Perusahaan a. Budaya Perusahaan • • • • • b. Harga Pas" 3. Kepuasan pelanggan melalui standar pelayanan yang terbaik. Motto Alfamart "Belanja Puas. Struktur Organisasi RUPS Dewan Komisaris Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Managing Director Dir 1 Dir 2 Dir 3 Dir 4 Dir 5 Dir 6 Dir 7 Dir 8 Dir 9 Dir 10 36 .3.

Berikut komposisi karyawan SAT menurut status kerja pada tabel 3. Tabel 3. SAT telah memperoleh berbagai sertifikasi dan penghargaan antara lain dipaparkan pada tabel 3.149 10.727 24.3.1 Struktur Organisasi PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Keterangan: 1.937 13. Direktur Corporate Development 4.023 412 16.217 21. Tabel 3. 10.790 11.5.049 14.Direktur Franchise Gambar 3.600 16.026 (Orang) 10. 8.366 Tabel 3.3 Komposisi Karyawan Menurut Lokasi Kerja Keterangan 2006 2007 2008 DC Gerai Lainya Jumlah 4.074 5.4 berikut.226 540 24.727 7. Kegiatan Usaha PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Dalam melaksanakan kegiatannya.207 471 21. Direktur Corporate Service 2. 7.366 3. Direktur Marketing 5.026 (Orang) 7. 9. Direktur Finance Direktur Human Resources Direktur Property Development Direktur Marchandising Direktur Franchise meningkat diperlukan tenaga handal dan profesional guna mendukung kelancaran operasi SAT. Direktur Audit 3.952 16.2 dan komposisi karyawan menurut lokasi kerja pada tabel 3.591 11.4 Prestasi Alfamart Tahun Penghargaan 37 . Direktur Information Technology Kegiatan operasi SAT yang semakin 6.2 Komposisi Karyawan Menurut Status Kerja Keterangan 2006 2007 2008 Karyawan Tetap Karyawan Tidak Teta Jumlah 10.

susu dan makanan/minuman. rokok serta barangbarang personal care dan household care. The Best Experiental Marketing. M. Cilacap. Indonesia Marketing Association dan majalah SWA • The Best IT in Marketing. minyak goreng.5 menggambarkan hasil penjualan SAT berdasarkan geografis untuk tahun-tahun berakhir tanggal 31 Desember 2006. Semarang dan Sidoarjo. 9.2006 • • 2007 2008 PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di industri ritel dalam kategori fast moving consumer good (FMCG) melalui format minimarket Alfamart.H. Gerai-gerai minimarket Alfamart menjual produk-produk kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan rumah tangga antara lain beras. partisipasi promosi dan kegiatan waralaba. Tabel 3. dan periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal Juni 2008. cirebon. Kantor pusat SAT berlokasi di Jl. Cikokol. 2007. Kegiatan SAT dilakukan melalui kantor pusat dan cabang-cabang SAT yang tersebar di Jabotabek. Lampung.5 38 Sertifikasi ISO 9001:2000 Quality Management System Franchise Gold dari Asosiasi Franchise Indonesia dan majalah Info Franchise • Rekor MURI atas jaringan mini market Pertama yang mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2000 • The Highest Store Equity Index berdasarkan survey Neilsen Research • The Best Brand Equity ainer Award dari APRINDO • The Dream Team Championship 2008 sebagai The Integrated Market Development and Distribution System Champion dari Markplus Inc. TOP Brand 2008 dari majalah Marketing dan Frontier Consulting Group • Indonesia Best Brand Award 2008 dari MARS Research Specialist dan majalah SWA • Superbrands 2008 dari Superbrand Indonesia . Tabel 3. Thamrin No. Tangerang. Penjualan usaha SAT diperoleh dari hasil penjualan barang dagangan di gerai dan pendapatan hasil usaha lain-lain yang terdiri dari penyewaan gondola. The Best in Social Marketing. permen. Bandung. gula pasir.

46 7 2008 Jabotabek Pulau Jawa (diluar Jabotabek) Sumatera Jumlah (Jutaan Rp) 4.000.7.606. senantiasa menyediakan beragam jenis barang dengan mutu yang baik dan harga kompetitif. yang keseluruhannya merupakan pemasok lokal.215. total penjualan bersih SAT adalah Rp.000 pada 2009 dan Rp.861 2 1.075. susu. Untuk menunjang hal tersebut.25 3. Pemasok Alfamart sebagai salah satu peritel terbesar di Indonesia dalam format minimarket. a.822 1.777.062 5 Berdasarkan laporan keuangan SAT periode Sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2009 dan 2008. shampoo.000.257. Dalam upaya untuk menarik konsumen.094. Proses Kegiatan dan Operasional Berikut merupakan aspek-aspek utama yang terlibat dalam menjalankan kegiatan usaha PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. 39 .852. SAT melakukan pembelian barang-barangnya dari sekitar 400 pemasok aktif.723.506 6. Alfamart menyediakan barang-barang lebih dari 5000 SKU yang meliputi produk kebutuhan rumah tangga dasar sehari-hari seperti sabun.588.58 2.6.000 pada 2008.Keterangan Omset Penjualan Alfamart 2006 2007 3.5.356.1. sikat gigi. 3. telur serta makanan/minuman ringan dengan kualitas bertaraf nasional dan internasional.157.056.72 2 1.310.74 5 4.379 7 21.16 91.

40 . Merchandising merupakan bagian yang sangat penting dalam kegiatan operasi karena berhubungan langsung dengan pemasok. listing fee. • Melakukan pengembangan produk private label untuk menawarkan alternatif produk berkualitas dengan harga kompetitif bagi pelanggan SAT sekaligus meningkatkan margin penjualan serta meningkatkan brand awareness Alfamart. • Menentukan harga penjualan dan margin penjualan termasuk melakukan benchmarking harga penjualan Alfamart terhadap pesaing. sewa menyewa gondola dan partisipasi promosi. Departemen merchandising SAT mempunyai tugas utama yaitu: • Menetapkan jenis barang dagangan yang akan dijual dan melakukan review produk ecara berkala dengan marketing. • Melakukan negosiasi harga pembelian dan persyaratan dagangan (trading terms) yang meliputi antara lain harga beli. Peran merchandising akan sangat mempengaruhi kualitas dan ragam barang yang dijual dalam gerai minimarket Alfamart. • Melakukan business review dengan para pemasok secara berkala untuk mengevaluasi pencapaian penjualan dan perkembangan pasar produk terkait.Dalam menjaga hubungan antara SAT dengan pemasok.

Industri I no. roti. 108. baterai. Bekasi : Jl. Kawasan Industri 41 . buah dan telur disalurkan ke masing-masing gerai. Cimahi Selatan : Jl. Proses penyaluran produk yang efisien merupakan kunci utama kesuksesan DC. Bandung DC Bandung 2 DC Cirebon : Jl. Raya Serpong Km. MT. 23. Distribution Center (DC) Barang-barang yang telah dibeli dari pemasok. Juanda No. sebagian besar dipusatkan di DC sebelum disalurkan ke masing-masing gerai. Najung No. Cisaranten Wetan. Tangerang : Jl. 180. Narogong raya Km. Cileungsi. Utama. Pembagian ruang DC dibagi dengan ruang penyimpanan utama (warehouse) dan ruang khusus untuk penyimpanan barang-barang dengan sifat khusus seperti coklat. namun untuk beberapa jenis barang seperti es krim. Soekarno Hatta No. 1. Lemah wungkuk. Cirebon DC Semarang : Kawasan Industri Tugu Wijaya Kusuma Jl. kec.6. 791. kegiatan SAT didukung oleh 12 DC dengan luas area keseluruhan bangunan sekitar 89. 8. Saat ini. Berikut adalah lokasi jaringan DC SAT: DC Serpong DC Cileungsi 1 dan 2 DC Bekasi DC Bandung 1 : Jl. haryono No. Randu Garut. Ir. kosmetik.b. Kel. 153. rokok dan majalah (Over The Counter/OTC). Semarang DC Cilacap : Jl. obat-obatan. 168.884 meter persegi dan kapasitas rata-rata pemakaian DC sekitar 75%. H. Bekasi Timur. Kalijaga No. Bogor : Jl.

Surabaya : Jl. Selain itu masing-masing DC dilengkapi dengan sistem teknologi dalam penerimaan. Survey dilakukan oleh tim khusus SAT yang memantau dan melakukan studi kelayakan serta mengumpulkan dan memperoleh gambaran mengenai situasi demografi seperti jumlah kepadatan 42 . SAT mengoprasikan armada yang terdiri dari sekitar 680 unit truk yang sebagian besar disewa oleh SAT dari pihak ketiga untuk jangka panjang. Untuk dapat mengantar produk ke berbagai gerai. sampai dengan 30 Juni 2008. efisien dan tepat waktu. Sidoarjo. SAT mengoprasikan jaringan logistik dan distribusi yang berpusat pada setiap DC. Masing-masing DC SAT melakukan pengiriman barang hampir seluruh gerai setiap hari. 3-5. penyimpanan dan pendistribusian barang ke gerai secara teratur. SAT melakukan survey dan evaluasi terlebih dahulu dengan cermat dan teliti. c. Berbek Industri VII No. Tembesu No.Cilacap DC Sidoarjo DC Lampung : Jl. Bandar Lampung Seluruh DC SAT beroperasi selama tujuh hari seminggu dan dilengkapi dengan peralatan dan teknologi yang modern untuk mendukung proses penerimaan dan penyimpanan berdasarkan kategori produk. Campang Raya. Sebelum memutuskan untuk membuka gerai di suatu lokasi. Gerai Minimarket Pemilihan gerai minimarket merupakan salah satu keputusan penting dalam usaha pengembangan SAT. By Pass Soekarno-Hatta Kel. 10.

Pengoperasian Gerai (Store Operations) 1. Pertumbuhan gerai minimarket Alfamart digambarkan pada Gambar 3.penduduk. 3500 3000 2500 2000 1500 1000 500 0 2003 2004 2005 2006 Jumlah Ge rai 2007 2008 566 922 1293 1755 2266 2659 3194 2009 Gambar 3. fasilitas-fasilitas yang ada di sekitar lokasi seperti bank dan ATM. Persediaan 43 .2 Pertumbuhan Gerai Alfamart Tipe Gerai Tipe gerai minimarket Alfamart terdiri dari 6 tipe berdasarkan jumlah rak yang dimulai dari tipe 9 rak sampai dengan 54 rak dengan luas area sebesar 45 meter persegi sampai dengan 120 meter persegi. serta informasi mengenai gerai-gerai sejenis yang telah ada dan yang akan dibuka untuk mendapatkan gambaran mengenai tingkat dan potensi persaingan serta prospek dari lokasi tersebut. kepadatan lalu lintas.2 berikut.

• Setiap akhir hari (End Of Day/EOD).Setiap tipe gerai memiliki tingkat persediaan barang minimum yang harus dipantau secara rutin. Proses ini dilakukan secara otomatis melalui sistem yang dikembangkan oleh SAT sehingga tercapai tingkat akurasi dan kecepatan tinggi. Perbedaan jumlah fisik barang dagangan dengan pencatatan (inventory shrinkage) pada umumnya disebabkan oleh faktor internal karena 44 . masing-masing gerai menyampaikan rekapitulasi data mengenai penjualan. Berikut adalah proses pengiriman barang dagangan dari DC ke masing-masing gerai: • Proses operasional SAT dimulai dari pengiriman barang dagangan dari para pemasok ke masingmasing DC. • Dari data yang diperoleh. Untuk menjamin tingkat akurasi persediaan barang dagangan. pemasok langsung mengirim barang dagangan tersebut ke gerai-gerai. sistem secara otomatis mengidentifikasi barang-barang dagangan yang perlu disiapkan untuk didistribusikan kepada masing-masing gerai keesokan harinya. SAT melakukan pemeriksaan dagangan (stock opname) secara berkala. Untuk barang dagangan yang tidak bisa disimpan terlalu lama dan harus dijaga tingkat kesegarannya. persediaan barang dagangan dan permintaan atas barang dagangan untuk memenuhi tingkat persediaan minimum.

SAT juga menerapkan batas toleransi atas kerusakan maupun kehilangan barang dagangan. termasuk lokasi atau tata letak dari masing-masing produk maupun pengawasan terhadap mutu produk serta barang dagangan yang tersedia (product handling) dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan (customer handling). Para karyawan bertanggung jawab untuk memantau penjualan dan persediaan barang dagangan. Branch Manager Deputy Branch Manager Area Manager Area Coordinator Kepala Toko Karyawan: Asisten kepala Toko Merchandiser Kasir Pramuniaga 45 . merchandiser. Selain itu para karyawan harus mempunyai pengetahuan serta informasi yang lengkap mengenai produk yang dijual. faktor eksternal dan sifat alami barang dagangan yang dapat menyusut atau rusak. pramuniaga dan kasir.3 menggambarkan struktur organisasi di setiap gerai Alfamart. Gambar 3. Karyawan Setiap gerai rata-rata memiliki 8-10 karyawan berdasarkan luas gerai yang terdiri dari kepala toko.kesalahan penanganan barang dagangan. asisten toko. 2.

SAT menerapkan penataan barang yang menarik. Gerai beroperasi tujuh hari dalam seminggu dimulai pukul 08. Maka dalam hal tersebut. baik produsen maupun pemasok. Gambar 3. Bila lokasi memungkinkan. Penampilan Gerai SAT berkeyakinan bahwa penampilan dapat mempengaruhi daya tarik konsumen untuk berbelanja dan dapat memberikan persepsi yang baik tentang kualitas produk dan pelayanan.00 sampai pukul 22. jam buka gerai dapat diperpanjang atau disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. 4.3 Struktur Organisasi Gerai Alfamart Jam kerja Kebijakan SAT tentang jam kerja disesuaikan dengan jam buka gerai. pencahayaan yang cukup. menjaga tersedianya keragaman barang serta menjaga kebersihan dan kerapihan. penyusunan barang sesuai dengan kategorinya. seperti front dan end gondola dan floor display kepada pihak ketiga. Pada hari libur nasional dan hari-hari tertentu di lokasi-lokasi tertentu.3. SAT juga 46 .00 yang terbagi dalam dua shift kecuali gerai-gerai yang terletak pada lokasi yang sibuk dan padat dapat beroprasi 24 jam yang terbagi dalam tiga shift. Selain sebagai area penjualan. SAT juga menyewakan beberapa area strategis di dalam lingkungan gerai sebagai media promosi produknya.

SAT menerapkan standar pengelolaan gerai dengan penekanan pada aspek pengendalian hal-hal berikut: • Pengendalian persediaan barang dagangan khususnya yang terkait dengan penetapan kuantitas persediaan. Bentuk kerjasama ini merupakan salah satu bentuk kepedulian SAT terhadap pengembangan UKM setempat. telepon. perlengkapan gerai. khususnya UKM setempat dengan biaya sewa yang terjangkau. • Pengendalian laba kotor dengan pemantauan kontribusi penjualan dari masing-masing kategori barang dagangan untuk mencapai laba yang optimal. • Pengendalian penjualan terutama pemantauan atas setiap indikasi yang dapat mempengaruhi kenaikan atau penurunan penjualan. antara lain mencangkup display. listrik.menyewakan lokasi yang berada di luar gerai halaman atau area perkir sebagai area untuk memasarkan serta menjual produk atau barang bagi usaha kecil menengah (UKM). dan lainya. • Pengendalian biaya. yaitu pengendalian biaya operasional gerai baik rutin maupun non rutin seperti biaya. promosi dan pelayanan. 47 . 5. product handling dan stock opname. Store Management Untuk mengelola gerai dalam jumlah yang besar. kantong plastik.

• Pengendalian pendapatan gerai di luar penjualan barang dagangan. Sistem Waralaba PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk memberikan peluang bagi masyarakat luas untuk memiliki gerai minimarket Alfamart dengan cara kemitraan. • Pengendalian lingkungan untuk menciptakan ketertiban dan kenyamanan di lingkungan sekitar gerai. Pengertian dari waralaba minimarket Alfamart adalah toko atau minimarket yang dimiliki dan dikelola oleh terwaralaba (Franchisee) yang diatur dengan perjanjian waralaba (Franchise) dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. 3.• Pengendalian administrasi dengan memantau implementasi dari setiap prosedur atau standard operating procedure (SOP) gerai terutama yang terkait dengan administrasi barang dagangan atau penjualan. Toko ini memakai merek dagang dan sistem Alfamart. antara lain dengan memantau kerjasama sewa dengan supplier di dalam area penjualan maupun tenant di luar area penjualan gerai.4 menggambarkan perkembangan jumlah gerai waralaba minimarket Alfamart. Gambar 3. antara lain dengan membangun hubungan yang baik dengan warga setempat. 48 .6. Hubungan kerjasama antara penerima waralaba dengan SAT sebagai pemberi waralaba (franchisor) dituangkan dalam suatu perjanjian waralaba yang berjangka waktu 5 tahun.

3500 3000 2500 2000 1500 1000 500 0 3194 2266 1755 566 922 1293 2659 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Jumlah Gerai Gambar 3.4 Pertumbuhan Jumlah Gerai Waralaba Alfamart Keuntungan Terwaralaba Terdapat beberapa keuntungan yang diperoleh terwaralaba jika bermitra dengan Alfamart: • • • • • • • Survey lokasi detail dan perencanaan desain toko Target pasar jelas Seleksi produk-produk berkualitas dengan standar Alfamart Supply barang dagangan 100% dari Alfamart Bantuan seleksi dan pelatihan karyawan oleh Alfamart Paket sistem dan administrasi keuangan toko Alfamart Promosi pada saat pembukaan toko dan rencana sepanjang tahun selama 5 tahun • • Panduan. bimbingan operasional. supervisi dan konsultasi selama 5 tahun Tergabung bersama jaringan Alfamart Proses dan Syarat menjadi Terwaralaba 49 .

dll) Warga Negara Indonesia Sudah atau akan mempunyai lokasi tempat usaha dengan luas 80 meter persegi (di luar gudang & tempat tinggal karyawan) • • Memenuhi persyaratan perijinan Bersedia mengikuti sistem dan prosedur yang berlaku di Alfamart Alfamart memberikan alternatif mengenai proses untuk menjadi Terwaralaba.6.000 Luas Area Jual (m2) 80 100 Investasi (Juta Rp) 300 330 50 .6 Perkiraan Investasi Awal Waralaba Alfamart Tipe Toko (Rak) 36 45 Item Barang 2. perijinan. jumlah investasi dana yang harus dikeluarkan untuk menjadi Terwaralaba Alfamart dijelaskan pada tabel 3. Termasuk didalamnya sewa tempat untuk 5 tahun. proses tersebut terdiri dari dua alternatif yang terdiri: 1. Dan syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi Terwaralaba: • • • Perorangan/Badan Usaha (Koperasi. Membuat toko baru Take over Pembelian toko Alfamart yang sudah berjalan. presentasi lanjutan. dan contoh perincian perkiraan biaya investasi pada tabel 3. perjanjian waralaba. dengan harga paket yang telah ditentukan.Bagi masyarakat yang tertarik untuk menjadi mitra Alfamart.7. franchise fee untuk 5 tahun.500 3. yaitu presentasi awal. terdapat Empat langkah yang harus ditempuh oleh Terwaralaba Alfamart. 2. Tabel 3. peralatan toko. Sebagai gambaran umum. PT. CV. goodwill. lokasi yang tepat.

000.7 Perincian Perkiraan Investasi Awal Waralaba Alfamart Rincian 1. Renovasi sipil & listrik (mechanical & electrical) 3. pihak Alfamart menetapkan biaya royalti yang diperhitungkan berdasarkan penjualan bersih. dan gerai minimarket Alfamart telah beroperasi.000.000.1. Promosi & pembukaan took 7.000.000.000.- Apabila syarat dan tahapan untuk menjadi Terwaralaba Alfamart telah terpenuhi.000 s/d 150.5 3 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4. Franchise fee (biaya waralaba) selama 5 tahun 2.000.70.20.000 Biaya Royalti (%) 0 2 2. Analisis Profil Perusahaan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (SAT) merupakan perusahaan nasional yang bergerak dalam bidang perdagangan umum dan jasa eceran yang menyediakan 51 . Shop sign & Sign pole Total Biaya (Rp) 45.10.000.000. Perlenglkapan toko & AC (Air Conditioner) 5.000.000.000.54 3.15.20.000. Komputerisasi 6.000.000 s/d 100.000.120.500 > 120 380 Tabel 3.8 berikut: Tabel 3. Perijinan 4. Besarnya jumlah biaya royalti dapat dilihat pada table 3.000.8 Biaya Royalti Penjualan Bersih (Rp) 0 s/d 75.300.000.000.000 100.000.000 75.000.000.000.000 > 150.

SAT menetapkan misi yaitu: 1. berorientasi kepada pemberdayaan pengusaha kecil. pemenuhan kebutuhan dan harapan konsumen. Produk yang dijual oleh Alfamart adalah produk yang melalui proses pengawasan dan seleksi yang terjamin. dimana jika kepuasan konsumen telah terpenuhi maka akan tercipta konsumen yang loyal terhadap Alfamart. 52 . Visi yang ditetapkan oleh SAT adalah menjadi jaringan distribusi ritel yang terkemuka yang dimiliki oleh masyarakat luas. Inti kepuasaan konsumen untuk industri ritel seperti Alfamart terletak pada produk dan pelayanan. SAT menerapkan sistem yang terstandar mulai dari proses rekrutmen. sehingga SAT mendapatkan karyawan yang berkualitas dan dapat memberikan pelayanan yang baik terhadap konsumen. serta mampu bersaing secara global. pelatihan dan pengelolaan sumber daya manusia. Memberikan kepuasan kepada pelanggan/konsumen dengan berfokus pada produk dan pelayanan yang berkualitas unggul.kebutuhan pokok sehari-hari melalui kelas minimarket yaitu Alfamart. Kesuksesan SAT sangat dipengaruhi oleh kepuasaan konsumen. Untuk bisa mencapai visi tersebut. Dalam hal pelayanan pada gerai minimarket Alfamart. SAT adalah perusahaan yang bergerak pada bidang perdagangan umum dan jasa eceran kebutuhan pokok sehari-hari. karena setiap produk dari pemasok harus melalui proses cheking dan packing di gudang kantor cabang. yang selanjutnya didistribusikan ke gerai minimarket Alfamart.

CV. karyawan.3% dari seluruh gerai Alfamart yang ada di Indonesia yaitu sebanyak 798 gerai waralaba dan 2. Dalam berpartisipasi membangun negara. Selalu menjadi yang terbaik dalam segala hal yang dilakukan dan selalu menegakkan tingkah laku/etika bisnis yang tertinggi. mengikuti peraturan yang berhubungan dengan bisnis ritel dan menerapkan corporate social responsibility. Penerapan ISO 9001:2000 pada SAT merupakan bentuk standarisasi pelayanan Alfamart dan melengkapi keunggulan Alfamart dalam 53 . Etika bisnis yang diterapkan Alfamart adalah mematuhi segala bentuk peraturan pemerintah.2. dll) untuk melakukan kerjasama melalui waralaba. 3. minimarket Alfamart membuka peluang kepada perorangan atau badan usaha (Koperasi. Membangun organisasi global yang terpercaya. seperti: Membayar pajak. Toko waralaba merupakan toko yang dimiliki dan dikelola oleh terwalaba dengan menggunakan merek Alfamart dan sistem Alfamart (franchise) yang diatur dengan perjanjian waralaba dengan SAT.396 gerai milik SAT. PT. Pada saat ini. 4. pemasok. pemegang saham dan masyarakat pada umumnya. SAT merupakan perusahaan nasional yang bergerak pada industri ritel kelas minimarket. jumlah waralaba minimarket Alfamart telah mencapai 33. Ikut berpartisipasi dalam membangun negara dengan menumbuh kembangkan jiwa wiraswasta dan kemitraan usaha. sehat dan terus bertumbuh dan bermanfaat bagi pelanggan.

Perkembangan Ritel di Indonesia Bisnis ritel adalah penjualan barang secara eceran pada berbagai tipe gerai seperti kios. dan gaya hidup masyarakat yang membuat masyarakat menuntut kenyamanan yang lebih dalam berbelanja. Ritel Modern pertama kali hadir di Indonesia saat Toserba Sarinah didirikan pada 1962. 54 . yakni ritel tradisional dan ritel modern. Pasar Swalayan. dalam kebijakan tersebut diatur mengenai bisnis ritel yang dikeluarkan dari negative list bagi Penanaman Modal Asing (PMA). Ritel modern kemudian berkembang begitu pesat saat pemerintah mengeluarkan Keppres no. Saat ini. yang meliputi Pasar Modern. 4. Format ritel ini muncul dan berkembang seiring perkembangan perekonomian. Bisnis ritel di Indonesia dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar. format bisnis ini terus berkembang. Awal dekade 1990-an merupakan tonggak sejarah masuknya ritel asing di Indonesia dengan beroperasinya ritel terbesar Jepang dengan merek Sogo. Ritel modern pada dasarnya merupakan pengembangan dari ritel tradisional.pengembangan minimarket Alfamart. Pada era 1970 sampai dengan 1980-an. ISO 9001:2000 merupakan salah satu perantara untuk membawa Alfamart beroperasi dengan standar internasional. terdapat banyak jenis ritel modern di Indonesia. yang umumnya untuk dipergunakan langsung oleh pembeli yang bersangkutan. Factory Outlet. pasar. butik dan lain-lain (termasuk juga penjualan dengan sistem delivery service). Department Store.2. 96 th 1998. teknologi. Boutique. Specialty Store. department store.

sandang. yang disusun pramuniaga. 112 th 2007 Sementara itu.1 Karakteristik Beberapa Jenis Ritel Modern Uraian Mall/Super mall/Plaza Pengertian Sarana untuk melakukan perdagangan.1. Format-format ritel modern ini akan terus berkembang sesuai perkembangan perekonomian. dan gaya hidup masyarakat. Tabel 4. langsung pada konsumen akhir dengan cara swalayan (pembeli mengambil sendiri barang dari rak-rak dagangan dan membayar dikasir) Sarana penjualan berbagai macam Dilakukan secara eceran dan cara kebutuhan sandang dan bukan kebutuhan pelayanan umumnya dibantu oleh Sembilan bahan pokok. terdapat tiga jenis pasar modern yaitu Minimarket. Sarana penjualan barang-barang kebutuhan rumah tangga termasuk kebutuhan Sembilan bahan pokok Metode Penjualan Dilakukan secara eceran langsung pada konsumen akhir. karakteristik beberapa jenis ritel modern di Indonesia dikutip dari Peraturan Presiden No 111/2000 dapat dilihat pada tabel 4. dalam bagian terpisah dalam bentuk counter.2 55 . rekreasi dan sebagainya yang terdiri dari banyak outlet yang terletak dalam bangunan/ruang yang menyatu.Trade Centre. perbedaan tersebut dijelaskan pada tabel 4. Terdapat beberapa hal yang membedakan dari ketiga jenis pasar modern tersebut.Dapat dilakukan tawar menawar harga barang. untuk pasar modern di Indonesia saat ini. teknologi. dan Mall/Supermall/Plaza. umumnya dibantu oleh pramuniaga. dimana outlet-outletnya menerapkan baik metode swalayan maupun dibantu oleh pramuniaga. Trade Centre Speciality Store Pasar Modern Department Store Dilakukan secara eceran. Dilakukan secara eceran dan grosir. langsung pada komsumen akhir dengan cara swalayan. kebutuhan sehari-hari dan lain-lain secara grosiran dan eceran yang didukung oleh sarana yang lengkap seperti restoran/food court. Sarana penjualan yang hanya memperdagangkan satu kelompok produk saja. papan. Dilakukan secara eceran. Trend saat ini adalah produk elektronik dan bahan bangunan dalam skala yang cukup besar. Sumber: Peraturan Presiden no. Pusat jual beli barang. Supermarket dan Hypermarket.

2 Karakteristik Pasar Modern di Indonesia Uraian Barang yang diperdagangkan Jumlah Item Jenis Produk Minimarket Supermarket Hypermarket Berbagai macam kebutuhan rumah tangga termasuk kebutuhan sehari-hari < 5000 item 5000-25000 item >25000 item • Makanan • Makanan • Makanan Kemasan • Barang-barang rumah • Barang-barang • Barangtangga rumah tangga barang • Elektronik hygienis • Busana/Pakaian pokok • Alat Olahraga Dilakukan secara eceran. dan 10. Pada 2004 – 2008. 2007 Pasar Modern merupakan penggerak utama perkembangan ritel modern di Indonesia. tertinggi dibanding format ritel modern yang lain. 10 Milyar Model Penjualan Luas Lantai Usaha Luas Lahan Parkir Modal (Diluar tanah dan bangunan) Sumber: Peraturan Presiden No. Specialty Store dan format ritel modern lainnya masing-masing meningkat hanya 5.10Milyar Sangat luas > Rp. 112 th. 9.38% per tahun.Tabel 4. omset Pasar Modern rata-rata bertumbuh 20.56% per tahun. 56 . 200 juta Standard Rp. Omset Department Store.25%. langsung pada konsumen akhir dengan cara swalayan (pembeli mengambil sendiri barang dari rak-rak dagangan dan membayar di kasir) Maks 400 m2 4000-5000 m2 >5000 m2 Minim s/d Rp.200juta–Rp.01%.

Pasar Modern Specialty Store

Department Store Lainnya

26.95

31.86

38.87

44.85

55.45

5.45 4.62 1.18

5.99 5.83 1.52

6.26 6.51 1.56

6.43 6.55 1.57

6.68 6.76 1.61

2004

2005

2006

2007

2008

Sumber: AC Nielsen, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia. Gambar 4.1 Perkembangan Omset Ritel Modern 2004-2008 (Rp Triliun) Keterangan: a. Pasar Modern (stand alone maupun yang berokasi di trade center atau di mall) b. Department Store (stand alone maupun yang berlokasi di trade center atau di mall) c. Specialty Store (stand alone maupun yang berlokasi di trade center atau di mall) d. Lainnya (factory outlet, butik, counter merk-merk tertentu seperti Guess, Esprit, dll baik yang stand alone maupun yang berlokasi di trade centre atau mall-mall tetapi bukan yang berlokasi di Department Store) Peningkatan omset yang cukup tinggi tersebut membuat pasar modern semakin menguasai pangsa omset ritel modern. Pada 2004, market share omset pasar modern adalah 70,5% dari total omset ritel modern di Indonesia. Pada tahun 2008 telah meningkat menjadi 78,5%. Selain itu, jika dibandingkan terhadap total omset industri ritel di Indonesia (ritel modern dan ritel tradisional), pangsa omset pasar modern juga mengalami peningkatan dari 18,3% pada 2004, menjadi 24,4% pada 2008. Perincian perkembangan market share ritel modern periode 2004-2008 dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut. 57

Tabel 4.3 Perkembangan Market Share Ritel Modern, 2004-2008
Deskripsi Omset Pasar Modern(Triliun Rp) Total Omset Bisnis Ritel Modern (Triliun Rp) Omset Pasar Modern terhadap Ritel Modern (%) Total Omset Ritel Nasional (Triliun Rp) Omset Pasar Modern terhadap Total Bisnis Ritel (%) 2004 27,0 38,2 70,5 146, 9 18,3 2005 31,9 45,2 70,5 161, 4 19,7 2006 38,9 53,2 73,1 183, 4 21,2 2007 44,8 59,4 75,5 198, 0 22,6 2008 55,4 70,5 78,5 227,4 24,4

Sumber: AC Nielsen, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Sebelum Keppres No. 96 th 1998 diterbitkan, jumlah peritel asing di Indonesia sangat dibatasi, namun perkembangan ritel modern sangat baik dalam beberapa tahun terakhir. Pada lima tahun yang lalu persebaran pasar modern tersentralisasi di daerah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi atau disebut juga Jabotabek, namun saat ini persebaran dan pembangunan pasar modern sudah meluas ke pulau-pulau lainnya, bahkan pedesaan besar di pulau Jawa. Perkembangan pasar modern juga tidak hanya dari persebarannya saja, namun dari segi target pasar. Awalnya pasar modern hanya untuk kalangan A consumers (konsumen kelas atas). Namun, sekarang telah merambah ke B and C consumers (konsumen menengah bawah). Persebaran pasar modern di Indonesia, dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut.

58

Tabel 4.4 Sebaran Gerai-Gerai Pasar Modern 2008 (Unit)
Propinsi Pulau Jawa DKI Jakarta Jawa Barat Banten Yogyakarta Jawa Tengah Jawa Timur Pulau Sumatra Sumatra Utara Riau & Batam Sumatra Barat Sumatra Selatan Lampung Bali Pulau Sulawesi Sulawesi Selatan Sulawesi Utara Pulau Kalimantan Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Kalimantan Barat Papua Lain-lain Total Minimarket Supermarket 8.775 3.968 1.300 1.004 406 979 1.118 954 412 96 205 206 35 200 104 56 48 112 40 43 29 28 116 10.289 940 317 194 28 45 172 184 195 74 62 23 27 9 52 48 37 11 56 19 23 14 10 146 1.447 Hypermarke t 107 40 29 14 4 4 16 11 6 2 3 2 7 6 1 3 1 1 1 130 Total 9.822 4.325 1.523 1.046 455 1.155 1.318 1.160 492 160 228 236 44 254 159 99 60 171 60 67 44 38 262 11.866

Sumber: Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia

4.3. Analisis Lingkungan Eksternal 4.3.1. Analisis Lingkungan Bisnis Umum a. Faktor Politik dan Hukum Pertumbuhan ritel di Indonesia dipengaruhi oleh munculnya kebijakan yang mendukung terhadap liberalisasi ritel dan diwujudkan dalam bentuk

59

Sementara itu dunia bisnis yang dipandu oleh manejemen pengetahuan yang terus berkembang (melalui desain waralaba) menyebabkan pedagang besar dapat masuk menjadi pedagang pengecer. retail di Indonesia juga diwarnai oleh penguasaan pedagang pengecer oleh pemain besar dan pertumbuhan ritel modern akan mendorong 60 .107/MPP/Kep/2/1998 tentang ketentuan dan tata cara pemberian izin usaha pasar modern. dan Circle K. Dalam peraturan ini pemerintah mengeluarkan bisnis ritel dari negative list bagi PMA. Metro. • Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. Kebijakan tersebut diantaranya adalah: • Keputusan Presiden No 96 tahun 1998 tentang daftar bidang usaha yang tertutup bagi penanam modal.mengeluarkan bisnis ritel dari negative list bagi Penanaman Modal Asing (PMA). selain perkembangan pesat pasar modern skala besar. • Keputusan Presiden No 99 tahun 1998 tentang bidang/jenis usaha yang dicadangkan untuk usaha kecil dan bidang/jenis usaha yang terbuka untuk usaha menengah atau usaha besar dengan kemitraan. Dalam kebijakan ini. Sogo. grosir. Dalam kebijakan ini tidak dijelaskan mengenai definisi yang jelas antara pedagang pengecer. dan pedagang besar. pemerintah memperbolehkan PMA bergerak di bidang ritel secara kemitraan dengan perusahaan nasional. Oleh karena itu. Sejak keputusan ini ditetapkan muncul ritel asing yang beroperasi secara waralaba atau franchise yang dilakukan oleh perusahaan nasional dengan perusahaan asing terkenal seperti Carrefour.

menyebabkan berbagai segmen konsumen tumbuh di sektor ritel ini. Namun. kebersihan. keamanan.terciptanya perubahan penguasaan pangsa pasar ritel dari pasar tradisional ke arah pasar modern. • Keputusan Presiden No 96/2000 tentang bidang usaha yang tertutup dan bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan tertentu bagi penanaman modal dan Keputusan Presiden No 118/2000 tentang perubahan atas Keputusan Presiden Nomor 96 Tahun 2000 tentang bidang usaha yang tertutup dan bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan tertentu bagi penanaman modal. kondisi ini berdampak negatif bagi pelaku usaha di ritel tradisional yang umumnya merupakan pelaku usaha ritel kecil. Keragaman produk. Kecenderungan ritel modern berupa keunggulan bersaing dari pelaku usaha ritel yang terwujud dalam bentuk kenyamanan. menjadi kontribusi positif dari nilai strategis bagi perkembangan industri ritel di Indonesia saat ini. yang kini memiliki banyak pilihan untuk berbelanja kebutuhannya sehari-hari. kualitas produk yang bervariasi serta harga yang juga bervariasi. Dengan adanya Keppres No 96/2000 maka pembatasan kepemilikan dalam industri ritel menjadi hilang dan terbuka peluang bagi setiap pelaku usaha yang memiliki modal cukup untuk mendirikan perusahaan ritel di Indonesia. kemudahan 61 . keamanan. Persaingan dalam industri ritel di beberapa sisi dipandang sangat positif dan sangat menguntungkan konsumen Indonesia. dengan tingkat kenyamanan. Hadirnya pilihan ini.

berbelanja. Keppres tersebut merupakan hasil revisi dari Keppres No. 62 . 77 tahun 2007. Inti dari kebijakan ini adalah untuk melindungi keberadaan pasar tradisional dan pemasok. Menghadapi keadaan tersebut. Sebaliknya untuk pelaku usaha kecil yang tidak memiliki kemampuan finansial dan manajemen akan terus terpuruk dan mati ketika berhadapan dengan pelaku usaha ritel besar. pusat perbelanjaan dan toko modern. 53/M-DAG/PER/12/2008 tentang pedoman penataan dan pembinaan pasar tradisional. memang sangat mudah diwujudkan oleh pelaku usaha dengan kemampuan modal besar. pusat perbelanjaan dan toko modern. bentuk investasinya harus dalam bentuk kemitraan. Dalam kebijakan ini dijelaskan mengenai persyaratan pendirian. perngertian dan perbedaan pasar tradisional. Salah satu peraturan yang diatur dalam Keppres 111/2007 adalah peraturan mengenai minimarket yang merupakan salah satu bentuk ritel modern yang tertutup bagi PMA secara langsung. • Peraturan Presiden No. pusat perbelanjaan dan toko modern. 112 Tahun 2007 tentang penataan dan pembinaan pasar tradisional. serta tata letak dan pemilihan lokasi pusat perbelanjaan dan took modern. • Peraturan Menteri Perdagangan No. pemerintah mengeluarkan beberapa pengaturan sektor pasar ritel nasional yaitu: • Peraturan Presiden Presiden No 111 Tahun 2007 tentang bidang usaha yang tertutup dan bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan di bidang penanaman modal.

Terbitnya Permendag 53/2008 itu bertujuan untuk pemberdayaan pasar tradisional agar bisa berkembang bersama ritel modern. Dalam Permendag tersebut diatur mengenai pendirian pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern mencakup zonasi serta pedoman pengelolaan dan manajemen pasar tradisional. Selain itu Permendag tersebut mengatur detil usaha ritel termasuk hubungan antara peritel dan pemasok dalam hal penetapan syarat perdagangan (trading term). b. Faktor Ekonomi Setiap perubahan yang terjadi pada kondisi perekonomian suatu negara dapat mempengaruhi strategi dan keuntungan suatu perusahaan atau industri. Industri ritel merupakan salah satu industri yang dipengaruhi oleh indikator ekonomi makro. Dampak dari perubahan ekonomi makro terhadap industri ritel tercermin pada daya beli masyarakat yang rendah yang diakibatkan oleh jumlah tabungan yang turun dan pengaruh lain seperti nilai tukar rupiah. Oleh karena itu industri ritel perlu menganalisis indikator ekonomi makro yang berpengaruh terhadap internal perusahaan dan identifikasi daya beli masyarakat, yaitu produk domestik bruto (PDB), persentase konsumsi, nilai tukar mata uang serta tingkat inflasi, monetary policy dan fiscal policy yang mempengaruhi fixed cost operasi industri ritel. Secara umum berdasarkan perkembangan asumsi dasar ekonomi makro dan realisasi APBN sampai dengan 30 September 2009 dijelaskan sebagai berikut:

63

Tabel 4.5 Perkembangan Asumsi Makro 2007-2010
2007 Indikator Makro Realisasi 6.3 6.6 8.0 9140.0 69.7 0.899 2008 Realisasi 6.2 11.4 9.3 9691.1 96.8 0.931 APBN 6.0 6.2 7.5 9400 80.0 0.960 2009 Perkiraan Realisasi 4.3-4.5 4.4-6.0 7.9 9901-10720 57.08-61 0.871-0.96 2010 APBN 5.5 5.0 6.5 10000 65 0.965

a.

Per tumbuhan ekonomi (%) b. Laj u Inflasi (%) c. Tin gkat bunga SBI (%) d. Nil ai Tukar (Rp/US$1) e. Har ga Minyak (US$/barel) f. Tin gkat produksi minyak (juta barel/hari)

Sumber: Departemen Keuangan Kondisi makro ini akan berdampak pada beberapa faktor ukuran kinerja ekonomi makro dijelaskan berikut ini. • Pertumbuhan Ekonomi Industri ritel nasional merupakan sektor strategis bagi perkembangan ekonomi Indonesia. Data BPS 2008 menunjukkan industri ritel memiliki serapan tenaga kerja terbesar kedua, yakni 21,1 juta orang, setelah sektor pertanian 41,3 juta orang. Kontribusi industri ritel terhadap PDB mendekati Rp700 triliun atau 14% dari PDB dan menempati urutan ketiga setelah pertanian dan manufaktur. Industri ini merupakan tulang

64

punggung ekonomi nasional. Dengan kata lain pertumbuhan industri ritel berpengaruh positif terhadap PDB karena meningkatnya PDB dipengaruhi tingkat konsumsi dan investasi pada industri ritel. Dalam UU APBN 2009, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan sebesar 6,0%. Dalam Dokumen Stimulus Fiskal 2009, target pertumbuhan ekonomi dikoreksi menjadi 4,5%, dan APBN-P 2009 target tersebut dikoreksi lagi menjadi 4,3%. Pada triwulan I 2009, pertumbuhan ekonomi mencapai 4,4%, sedangkan dalam triwulan II pertumbuhan ekonomi mencapai 4,0%. Dengan demikian, dalam semester I 2009 laju pertumbuhan ekonomi mencapai 4,2%, lebih rendah dari laju pertumbuhan ekonomi semester I 2008 yang mencapai 6,34 %. Pertumbuhan ekonomi semester I 2009 tersebut bersumber dari konsumsi pemerintah, konsumsi masyarakat, dan investasi, yang masing-masing mencapai sebesar 18,0%, 5,4%, dan 3,0%. Sedangkan ekspor dan impor mengalami pertumbuhan negatif sebesar minus 17,2% dan minus 24,9%. Persentase pertumbuhan ekonomi tahun 2009 mengalami penurunan dan hal ini sangat mungkin terjadi karena terpengaruh dari krisis global pada akhir tahun 2008 yang menyebabkan tingkat konsumsi masyarakat, investasi, pengeluaran pemerintah mengalami penurunan dan nilai eksport import bertumbuh secara negatif. Jika dikaitkan dengan industri ritel menurunnya tingkat pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap penjualan dari ritel tersebut karena terpengaruh dari

65

kelompok sandang. 66 . namun bagi industri ritel yang khususnya menjual kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari (basic necessities) atau ritel yang menjual jenis fast moving consumer goods (FMCG). yang di dalamnya ada produk makanan dan minuman. rokok. toiletries. dan kebutuhan sehari-hari lainnya dampak dari menurunnya pertumbuhan ekonomi tidak terlalu signifikan. Secara tahunan. • Inflasi Dalam UU APBN 2009. karena kebutuhan pokok sifat permintaannya inelastis. Sedangkan secara bulanan.97%. minuman. kemudian disesuaikan menjadi 6.14 %. Hal ini disebabkan karena pada periode yang sama tahun 2008 tersebut terjadi dua lonjakan kenaikan harga minyak dunia sehingga menyebabkan harga-harga komoditi primer pun meningkat. laju inflasi September 2009 meningkat jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2008 yang mencapai 0. dan menjadi 4. dan kelompok bahan makanan karena naiknya permintaan pada kelompok tersebut dalam menghadapi hari raya Idul Fitri 1430 H. Peningkatan inflasi pada bulan September 2009 tersebut terutama didorong oleh kenaikan indeks pada kelompok makanan jadi.menurunnya daya beli masyarakat. laju inflasi diperkirakan sebesar 6.0% dalam Dokumen Stimulus Fiskal 2009.2%.5% dalam APBN-P 2009. dan tembakau. laju inflasi September 2009 lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 12.

jika dibandingkan dengan rata ratanya pada bulan sebelumnya yang mencapai Rp. Namun demikian rata-rata nilai tukar rupiah pada bulan September 2009 menguat menjadi Rp.978 per US$. asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan sebesar Rp9. Penguatan nilai tukar rupiah ini disebabkan antara lain karena adanya aliran modal asing yang terus berlangsung ke pasar domistik. Industri ritel yang menawarkan produk import akan sangat terpengaruh oleh perubahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar. dan dikoreksi menjadi Rp10. 9. yang kemudian disesuaikan dalam Dokumen Stimulus menjadi Rp11. Dalam bulan Januari sampai dengan September tahun 2009. nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai rata-rata Rp.720 per US$.901 per US$. • Nilai Tukar Rupiah Dalam UU APBN 2009. karena jika nilai mata uang rupiah terhadap dollar melemah maka jumlah biaya yang dikeluarkan untuk membeli produk import menjadi lebih mahal.500/US$ dalam APBN-P 2009. 9. 10.400/US$.000/US$.Jika dikaitkan dengan bisnis ritel maka pola belanja masyarakat atau meningkatnya jumlah permintaan untuk produk ritel yang dapat menyebabkan naiknya harga-harga produk ritel. dan hal tersebut akan berbanding positif dengan tingkat inflasi. dan 67 . 9.245 per US$. sehingga mendukung pasokan valuta asing di pasar uang. atau melemah jika dibandingkan dengan rata-ratanya dalam periode yang sama tahun 2008 yang mencapai Rp.

diantaranya yaitu kegiatan produksi dan distribusi. Meningkatnya harga minyak yang berdampak pada naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akan meningkatkan biaya yang harus dikeluarkan dalam mendukung berbagai kegiatan. Selama bulan Januari sampai dengan September 2009 realisasi rata-rata SBI 3 bulan mencapai 7. Untuk bisnis ritel 68 .6%. Tingkat suku bunga SBI menjadi patokan bagi bank-bank umum untuk menetapkan tingkat suku bunga pinjaman. yang berarti menurun dibandingkan realisasinya selama bulan Januari sampai dengan September 2008 yang mencapai rata-rata 8. SBI adalah cerminan dari “Risk-Free Rate” yang tersedia di Indonesia.dengan kata lain harga untuk memasarkan atau menjual produk tersebut menjadi lebih tinggi dan berdampak menurunnya permintaan konsumen. • Suku bunga SBI 3 bulan Dalam UU APBN 2009 dan dalam Dokumen Stimulus serta dalam APBN-P 2009. karena minyak merupakan salah satu bahan bakar utama yang digunakan dalam melakukan berbagai sektor usaha. Bagi industri ritel yang proporsi modalnya menitikberatkan pada pinjaman bank.5%. tingkat SBI yang rendah akan berimbas pada biaya modal yang rendah dan dapat menciptakan harga jual produk yang rendah. suku bunga SBI 3 bulan diperkirakan sebesar 7. • Harga Minyak dan Tingkat Produksi Minyak Pergerakan harga minyak dan tingkat poduksi minyak sangat berpengaruh bagi perekonomian negara.9%.

khususnya.027. maka tidak mengherankan jika banyak ritel asing mengincar pasar ritel di Indonesia.298.952 Brasil 5 184. Faktor Sosial Bisnis ritel telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. TDT (tarif dasar telepon). tarif angkutan dan harga barang kebutuhan lainnya. Penduduk (Jiwa) Republik Rakyat Cina 1 1. c.6 Jumlah Penduduk Terbesar di Dunia Negara No.065. Swalayan.607 Amerika Serikat 3 293.070. Bisnis ritel di Indonesia tumbuh dengan subur dikarenakan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar bagi pasar ritel.847. Toko Serba Ada atau Departemen Store dan sebagainya. dan jika dikaitkan dengan jumlah penduduknya yang menduduki peringkat ke-empat terbesar di dunia setelah Cina.452.571 Indonesia 4 238. Tabel 4. India dan Amerika Serikat. terjadi peralihan dari konsep toko-toko lokal atau toko-toko di jalan utama menjadi situasi toko yang berskala nasional dan internasional dalam bentuk pusatpusat perbelanjaan yang modern seperti Supermarket.109 Sumber: CIA World Factbook 2004 69 .624 India 2 1.101. meningkatnya harga minyak juga dapat berpengaruh terhadap menurunnya daya beli masyarakat. karena naiknya harga minyak atau BBM sangat sensitif sekali terhadap meningkatnya TDL (tarif dasar listrik).

Apabila di jaman dulu. tetapi juga menyangkut berbagai hal yang lebih terkait dengan aspek psikologis konsumen. bahkan juga menyangkut image yang dicoba ditanamkan di mata konsumen. Perusahaan ritel kini bermunculan dengan menawarkan tidak hanya ketersediaan barang. untuk menciptakan brand image. Perubahan sosial dari 70 . seperti menyangkut aspek kebersihan. kualitas bagus. Peningkatan pendapatan masyarakat serta munculnya kemajuan di berbagai bidang menjadi salah satu yang menyebabkan semensegmen konsumen ritel tumbuh beraneka ragam yang menginginkan adanya perubahan dalam model pengelolaan industri ritel. keamanan. selain itu perubahan perilaku masyarakat yang mengarah pada berbelanja merupakan suatu bentuk wahana untuk rekreasi yang menawarkan tidak hanya barang kebutuhan masyarakat tapi juga menjadi wahana libur keluarga dan ajang rekreasi. ketersediaan barang menjadi acuan utama sebuah industri ritel (umumnya berupa pasar tradisional) untuk didatangi konsumen. maka kini kedatangan konsumen tidak hanya dipicu oleh hal tersebut. seperti tempat barang murah dengan kualitas bagus. produk yang lengkap dengan kenyamanan dan kebersihan yang terjamin maka merekalah pilihannya. Hal yang luar biasa adalah kemampuan para peritel besar ini. yang tertanam di hati konsumen. kenyamanan.Industri ritel berkembang seiring dengan perubahan yang juga terjadi pada masyarakat. Kecenderungan ini merupakan sebuah hal yang tidak dapat dihindari lagi dalam perkembangan ritel saat ini. bahwa untuk berbelanja dengan harga miring. bergengsi dan sebagainya.

Pelanggan menginginkan ketersediaan barang dengan harga yang murah sehingga 71 . 2008). para pemasok. pergudangan dan tingkat persediaan. Tujuan dari manajemen rantai pasokan dalam persaingan global adalah untuk membangun sebuah rantai nilai lengkap (value chain) yang terdiri para pemasok dan memusatkan perhatian mereka untuk memaksimalkan nilai bagi kepuasan pelanggan (Heider dan Render. Salah satu bagian utama yang muncul dalam meningkatkan core competence adalah membenahi ketersediaan barang yang dijual dengan memperbaiki manajemen rantai pasokan yang didukung dengan penggunaan teknologi informasi dan sistem informasi. pemenuhan pesanan dan berbagi informasi pelanggan. Faktor Teknologi Persaingan yang semakin tajam di antara pelaku ritel lokal maupun asing menuntut pelaku bisnis ritel untuk terus meningkatkan core competence-nya yaitu sebagai perusahaan yang fokus dalam bisnis penjualan barang kepada konsumen. Manajemen rantai pasokan didefinisikan sebagai pengintegrasian aktivitas pengadaan bahan dan pelayanan yang mencakup pembelian. dan hubungan antara pemasok dan distributor. outsourcing. Proses dalam menentukan transportasi ke vendor. d. prediksi dan produksi. Perbaikan manajemen rantai pasokan dalam rangka mengamankan persediaan barang yang dijual mutlak harus dilakukan karena usaha mereka sangat erat kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat.masyarakat inilah yang pada akhirnya menjadikan daya tarik yang besar bagi industri ritel modern.

Sistem teknologi informasi yang diterapkan selain dalam manajemen rantai pasokan. sistem pengelolaan dan sarana yang disediakan. Karena itulah agar dapat membuat keputusan secara cepat dan akurat. Pada saat perusahaan ritel dihadapkan pada persaingan yang semakin tajam dengan para pesaingnya menjadikan manajemen rantai pasokan menjadi salah satu tantangan yang harus dipecahkan. Situs ini dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan informasi yang berhubungan dengan Alfamart.alfamartku. maka teknologi sistem informasi yang menampung seluruh informasi dari segala lini sangat dibutuhkan untuk mengintegrasikan seluruh proses yang terjadi di Alfamart.menuntut manajemen mencari cara agar bisa mendapatkan barang dengan harga murah dan pada akhirnya menjualnya kembali dengan harga yang murah pula ke konsumen.com. aplikasi sistem IT yang khususnya berkaitan dengan Ecommerce SAT membuka situs http.//www. Penggunaan sistem informasi dan teknologi informasi berpengaruh terhadap hampir semua aspek pengelolaan bisnis. Ritel modern seperti minimarket Alfamart merupakan suatu bisnis yang bergerak dalam bidang perdagangan eceran sebagaimana halnya toko kelontong yang tersebar diberbagai daerah namun memiliki kelebihan dalam hal kelengkapan barang yang dijual. termasuk dalam pengelolaan bisnis ritel modern karena dapat membantu manajemen perusahaan dalam menentukan strategi bersaing perusahaannya. Beberapa informasi yang tersedia di situs ini diantaranya 72 .

7 Ringkasan Analisis Lingkungan Bisnis Umum Faktor Hukum Politik dan . Khusus untuk B2B yang tersedia pada situs tersebut adalah untuk memudahkan hubungan Alfamart dengan supplier dan dapat mendukung penerapan sistem teknologi informasi dalam manajemen rantai pasokan. Tabel 4. sementara itu keuntungan yang diperoleh oleh pihak Alfamart adalah dapat mengetahui volume transaksi customer dalam interval waktu tertentu dan data base bagi loyal customer Alfamart. waralaba. promo. kartu AKU.Keppres No.Perpres No. Aplikasi IT lain yang diterapkan Alfamart adalah kartu AKU yang merupakan kartu anggota Alfamart.adalah informasi yang berhubungan dengan profil perusahaan. 96/1998 . Alfamart melakukan kerjasama dengan dengan beberapa bank mitra yaitu BCA dan BNI.Keppres No. diantaranya untuk konsumen adalah mendapatkan diskon untuk jenis barang tertentu dan mendapatkan reward dari poin yang terkumpul. Terdapat beberapa keuntungan yang diperoleh oleh konsumen dan Alfamart dengan adanya kartu keanggotaan.Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 107/MPP/Kep/2/1998 . 112/2007 73 . Alfamart menerapkan kemudahan belanja dengan menerima pembayaran non tunai dengan kartu debet atau serta melayani adanya tarik tunai di gerai minimarket Alfamart. B2B (business to business) dan informasi terbaru yang berhubungan dengan Alfamart. 96/2000 . 111/2007 .Keppres No. Mengikuti perkembangan teknologi di bidang perbankan dan perubahan perilaku konsumen dalam belanja.Perpres No. karir atau lowongan pekerjaan. 99/1998 .

2. 53/M-DAG/PER/12/2008 Pertumbuhan ekonomi Laju inflasi Tingkat bunga SBI Nilai tukar Rupiah Harga minyak Tingkat produkdi minyak Perubahan perilaku dan gaya hidup masyarakat Pengetahuan konsumen yang semakin baik serta mengutamakan kenyamanan dalam berbelanja . Indonesia memiliki potensi yang sangat besar bagi pasar retail..Peraturan Menteri Perdagangan Faktor Ekonomi No.3.Penggunaan teknologi pada rantai pasokan - Faktor Sosial Faktor Teknologi 4. 74 . Analisis Lingkungan Industri Analisis lingkungan persaingan industri adalah dengan menggunakan five forces of competition. Amerika dan India menyebabkan banyak retailer asing mengincar pasar retail di Indonesia dan berpengaruh pada banyaknya jumlah perusahaan yang bergerak pada sektor industri ritel sehingga persaingan dalam industri ini sangat tinggi. karena Industri ritel merupakan industri yang terbuka bagi penanaman modal dalam negeri dan penanaman modal asing. dengan jumlah penduduk ke-empat terbesar di dunia setelah Cina. namun diramaikan juga oleh pelaku ritel asing. Rivalry Among Competing Firms Pelaku bisnis pada industri ritel di Indonesia tidak hanya berasal dari dalam negeri. Five forces of competition merupakan alat analisis yang digunakan untuk mengukur tingkat persaingan dalam suatu industri dan merupakan alat analisa yang cukup komprehensif untuk menilai menarik tidaknya suatu industri (Porter : 1980). f.

mereka memiliki keleluasaan untuk melakukan ekspansi ataupun pembelian saham retailer lokal. Dairy Farm dengan Hero. cenderung melakukan pengembangkan format gerainya menjadi lebih besar dan lebih lengkap. Diamond. elektronik dan general merchandise dalam satu atap. assortment. Lions dengan Superindo. 75 . Sementara itu retailer lokal yang lebih kecil terus mengembangkan konsepnya menjadi lebih memperhatikan kenyamanan. Ramayana menyatukan format department store. Dengan nilai tukar rupiah yang sangat lemah. Sampai saat ini tercatat beberapa retailer asing yang melakukan ekspansi atau menjalin partnership dengan retailer lokal misalnya Group Carrefour-Promodes mendirikan Paserba Carrefour. Kini mereka lebih fokus pada pengembangan satu merek gerai yaitu Matahari. Tip Top dan Hari-Hari.Regulasi pemerintah dan krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998 memberikan peluang yang sangat besar bagi retailer asing untuk masuk ke Indonesia. supermarket. dan display. Matahari mulai membenahi fokus usahanya dengan meninggalkan merek gerai Galeria dan Mega M-nya. Royal Ahold membuka Tops. dan IGA melakukan kerjasama teknis dengan Matahari Retailer lokal pun tidak tinggal diam. misalnya Alfa. Retailer lokal banyak belajar dari masuknya retailer asing terutama Carrefour. Di sisi lain retailer lokal yang telah mapan.

baik asing maupun nasional.8 Perusahaan Ritel Beromzet Tinggi di Indonesia Perusahaan ritel Matahari Putra Prima Carrefour Indonesia Hero Supermarket Ramayana Lestari Sentosa Mitra Adiperkasa Indomarco Prismatama Sumber Alfaria Trijaya Alfa Retailindo Lion Super Indo Gramedia Asri Media Jml.23 262 4.03 1. Untuk kelas minimarket. 2007 Namun kekuatan persaingan antara retailer. g.180 1.13 1.09 93 4.30 89 4.74 24 7.85 481 2.59 213 8. toko Omzet Omzet Jml. Berbeda dengan kelas hypermarket. Pada kelas minimarket dan supermarket hambatan masuknya relatif rendah.401 2. rivalitas persaingan yang tinggi diramaikan oleh model waralaba dari beberapa pemain kuat seperti Indomaret dan Alfamart. Untuk kelas hypermarket menunjukan revalitas yang tinggi dari beberapa retailer besar.33 63 1. toko (Triliun Rp) (Triliun Rp) 2005 2006 183 6.85 34 1. memiliki sifat yang sedikit berbeda dari beberapa kelas di sektor ritel.53 20 5.475 2.70 559 3. Perbedaaan kelas ritel juga sangat menentukan dalam hubungan antara hambatan masuk dan hambatan keluar dari sektor ini.26 286 5.25 1.90 1.99 46 1.90 34 1. sementara hambatan untuk keluarnya tinggi.800 3.75 49 1. dimana hambatan masuk relatif besar dan hambatan keluarnya juga tinggi. Sementara untuk kelas supermarket relatif masih di dominasi beberapa pemain lama seperti Hero yang berubah nama menjadi Giant dan Matahari.88 61 1.49 Sumber: Majalah Retail Asia. Threats of New Entrants 76 .Tabel 4.

Dengan adanya Keppres No 99 Tahun 1998 maka hambatan memasuki sektor ritel semakin terbuka dan hal ini memicu ancaman pendatang baru semakin besar. Tingginya persyaratan modal dan besarnya alokasi sumber daya yang dibutuhkan untuk masuk dalam industri ritel ini tidak menjadi hambatan bagi masuknya pendatang baru khususnya bagi ritel asing. dan Carrefour. karena ritel asing seperti Carrefour yang merupakan sebuah kelompok supermarket internasional yang berkantor pusat di Perancis. dari sebelumnya adalah pola kemitraan menjadi terbukanya kepemilikan penuh oleh asing seperti masuknya Delhaize di Lion Superindo. Dairy Farm pada Hero. Hal ini dapat dilihat dari masuknya retailer asing yang masuk secara agresif. Meningkatnya ancaman pendatang baru dalam industri ritel juga dipengaruhi oleh Keppres No 99 Tahun 1998 yaitu sektor ritel merupakan bidang/jenis usaha yang terbuka bagi penanaman modal dalam negeri atau penanam modal asing. penanaman modal asing atau minimarket asing hanya dapat masuk ke Indonesia melalui sistem waralaba karena dalam Peraturan Presiden No 111/2007 terdapat peraturan 77 . besarnya peluang dan keuntungan yang ditawarkan dari industri ritel menjadikan industri ritel merupakan industri yang menarik bagi masuknya pendatang baru. tentunya mempunyai modal yang besar dan selain itu memiliki pengetahuan. strategi serta pengalaman yang baik dalam industri ritel Khusus bagi industri ritel dalam bentuk minimarket.Industri ritel di Indonesia mempunyai peluang yang baik dalam perkembangannya.

Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa kekuatan ancaman dari pendatang baru pada industri ritel adalah tinggi. Maka bagi minimarket Seven-Eleven yang berasal dari Jepang dapat membuka gerainya di Indonesia dengan syarat melalui sistem waralaba.yang melarang investasi langsung minimarket asing. Selain 78 . Namun ancaman pengganti pasar modern yang paling tinggi adalah pada pasar tradisional. dapat dilihat pada hasil riset Nielsen Indonesia dalam Tren Ritel dan Perilaku Belanja 2009 (Retail and Consumer Behavior Trend 2009) mengungkapkan. loyalitas konsumen yang tinggi terhadap pasar tradisional prinsip pasar tradisional yang tak tergantikan oleh ritel modern yaitu adanya kesempatan tawar menawar harga di pasar tradisional dan terkadang tidak berlakunya prinsip cash and carry karena adanya kepercayaan yang tinggi antara penjual dan pembeli. Tingginya ancaman pasar tradisional sebagai pengganti pasar modern disebabkan oleh jumlah pasar tradisional di Indonesia yang banyak ditekuni oleh masyarakat. namun ancaman pendatang baru pada industri ritel ini bersifat uncontrollable karena di luar kendali perusahaan dan berupa regulasi pemerintah yang mengubah tipe persaingan dari industri ritel. h. Threats of Subtitutes Pengganti atau subtitusi pasar modern di Indonesia adalah pasar tradisional dan e-commerce. pasar tradisional masih akan dominan menjadi tujuan belanja masyarakat Indonesia pada 2009 dengan estimasi sebesar 80%.

hal ini dipengaruhi oleh keterbatasan infrastruktur 79 .141 • Sub-Supermarket 5. jumlah dari pasar tradisional yang cukup banyak di Indonesia menjadikan pasar tradisional mudah dijangkau oleh masyarakat. Berikut pada tabel 4.745.795.itu. Tabel 4.39 1.9 memuat struktur pengecer di Indonesia.560 7.606 956 1.787.456 • Minimarket Large Format Store 90 107 68 83 • Hipermarket 22 24 • Warehouse clubs Total toko eceran 1.752.604 6.897 8 Convenience store 154 115 Supermarket 6.58 1.9 Struktur Pengecer di Indonesia Struktur Pengecer di Indonesia Sektor 2004 2005 Toko Tradisional 1. Namun praktek e-commerce di Indonesia masih bersifat terbatas.725 3 Sumber: AC Nielsen 2006 Pengganti pasar modern selain pasar tradisional lainnya adalah Ecommerce yang merupakan kegiatan bisnis yang dilakukan secara elektronik melalui suatu jaringan (internet) dan komputer atau kegiatan jual beli barang atau jasa melalui jaringan digital. karena masyarakat cenderung berbelanja di lokasi ritel yang jaraknya dekat dari kediamannya.

i. karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. namun ancaman dari produk subtitusi adalah kuat. Bargaining Power of Suppliers Kekuatan tawar menawar pemasok pada industri ritel adalah rendah. Hal ini dapat terlihat dari omset pasar modern yang setiap tahunnya meningkat walaupun dari segi kapasitas pasar modern lebih sedikit dibandingkan pasar tradisional.atau peralatan pendukung seperti komputer dan jaringan internet. hal lain yang mempengaruhi rendahnya tawar menawar supplier adalah banyaknya jumlah pemasok sehingga 80 . pemasok akan terkait dengan industri ini dan pemasok akan berusaha melindungi sektor ini. Ketergantungan yang tinggi dari pemasok kepada retailer Kekuatan tawar pemasok pada industri ritel cenderung rendah karena keberhasilan dalam jumlah penjualan produk dari pemasok ikut ditentukan oleh bisnis ritel sebagai gerai penjualan eceran kepada konsumen. diantaranya: a. Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa terdapat subtitusi pasar modern yaitu pasar tradisional dan e-commerce. serta resiko yang masih terilang tinggi terkait dengan praktek cybercrime. Retailer merupakan pelanggan penting bagi pemasok. • Jumlah Pemasok yang banyak Selain faktor ketergantungan yang tinggi dari pemasok kepada retailer yang memasarkan produknya.

karena ritel asing memiliki jaringan global. Penentu kekuatan tawar menawar hypermarket dibandingkan dengan swalayan minimarket dalam hubungannya dengan pemasok adalah bahwa hypermarket memiliki besarnya volume pembelian dari pabrikan (economies of scale). prospek usaha peritel dan hubungan baik peritel dan pabrikan. pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan No 53/2008 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional. Untuk melindungi kekuatan tawar pemasok yang rendah dan mencegah terjadinya kerugian dari pemasok. 81 . dimana mereka telah memiliki jaringan global yang kuat dalam order produk yang sulit dilakukan oleh ritel nasional. Peranan jaringan global juga memiliki bargaining yang kuat kaitannya dengan hypermarket asing. banyaknya jenis barang yang dibeli dari pabrikan. banyaknya kemampuan membayar peritel. Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. diamana pembelian dalam jumlah besar dan tunai. sebagaimana yang dilakukan oleh hypermarket telah mampu menawarkan harga produk yang lebih murah kepada konsumen. Faktor pembelian inilah yang merupakan salah satu kekuatan bahwa hypermarket seperti Carrefour memiliki kekuatan tawar untuk supplier lebih besar dibandingkan minimarket.makin memperkuat posisi tawar dari retailer dalam melakukan pembelian item produk. dibandingkan dengan harga yang ditawarkan oleh supermarket atau minimarket. Terutama bagi peritel asing bisa mendapatkan harga produk internasional yang lebih murah dibandingkan ritel lokal.

Masyarakat dapat dengan mudah mengakses ataupun mengetahui informasi yang berkaitan dengan pelaku bisnis ritel sehingga masyarakat mempunyai pengetahuan yang baik dalam menentukan pilihan merek ritel apa yang dipilih. b. 82 . diantaranya: a. Bargaining Power of Buyers Kekuatan tawar menawar dari pembeli pada industri ritel adalah tinggi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. maka konsumen dapat dengan mudah berganti dari satu merek ritel ke merek ritel yang lain. Biaya peralihan ke ritel pesaing (Switching Cost) rendah Konsumen memiliki biaya peralihan (switching cost) yang rendah dalam mengganti produk yang digunakan.Dalam kebijakan tersebut terdapat aturan yang jelas antara pemasok dengan retailer seperti trading term yaitu syarat-syarat dalam perjanjian kerjasama antara Pemasok dan Toko Modern/ Pengelola Jaringan Minimarket yang berhubungan dengan pemasokan produk-produk yang diperdagangkan dalam Toko modern j. dan selain itu produk ritel merupakan produk standar atau tidak terdiferensiasi. Pembeli memiliki pengetahuan tentang ritel dengan baik Informasi yang berhubungan dengan ritel semakin mudah diperoleh. hal ini tidak terlepas dari promo dan iklan yang di lakukan oleh pelaku bisnis ritel. karena Pembeli memiliki variasi pilihan untuk menentukan jenis pembelian terhadap ritel yang semakin beragam kelasnya. mulai dari minimarket sampai dengan hypermarket.

Sangat dipengaruhi oleh regulasi pemerintah Subtitusi pasar modern adalah: . Analisis Lingkungan Internal 4. dipengaruhi oleh: .Switching cost rendah .Tabel 4.4.Pesaingan antar retailer adalah kuat . volume penjualan dan laba dapat dimaksimumkan jika strategi marketing sesuai dengan penawaran perusahaan.Pembeli memiliki pengetahuan yang baik Bargaining power of buyers 4.Banyaknya jumlah pemasok . Analisis Marketing Mix (4P) Marketing mix adalah suatu strategi yang sering dipakai perusahaan sebagai sarana untuk memenuhi atau melayani kebutuhan dan keinginan konsumen.10 Ringkasan Analisis Lingkungan Industri Rivalry among competing Firms Threats of new entrants Threats of subtitutes Bargaining power of suppliers . harga (price).4. dipengaruhi oleh: .1.Ketergantungan yang tinggi dari pemasok kepada retailer Kekuatan tawar pembeli adalah kuat. promosi dan lokasi (place) (Kotler: 2008). Variabel-variabel yang ada di dalam analisis marketing mix terdiri dari empat komponen yang lebih sering disebut sebagai 4P pemasaran adalah: produk.Ancaman pemain baru adalah kuat .Pasar Tradisional (kuat) .E-Commerce (rendah) Kekuatan tawar pemasok adalah rendah.Banyaknya alternatif pilihan . Identifikasi atas jenis produk yang ditawarkan oleh perusahaan akan menentukan jenis strategi marketing yang digunakan. karakteristik untuk barang konsumsi jelas berbeda dengan dengan karakteristik 83 . Marketing mix yang diterapkan pada setiap jenis produk berbeda.Rivalitas yang kuat pada retailer kelas minimarket antara Alfamart dan Indomart .

Alfamart menerapkan pengawasan kualitas produk yang sangat ketat mulai dari pendistribusian barang dari DC sampai penjualan akhir di gerai Alfamart. Mengacu pada objek penelitian yaitu PT. Analisis Bauran Produk Menurut Kottler yang termasuk komponen dari produk adalah product variety. Sumber Alfaria Trijaya Tbk dengan jaringan minimarket Alfamart merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan umum dan jasa eceran yang menyediakan produk konsumen dan kebutuhan pokok sehari-hari. Dari segi brand. Hot Brand in 2007. jumlah produk yang tersedia banyak. services. design.barang industri. Penjelasan mengenai 4 variabel marketing mix PT. warranties. Alfamart telah membuktikan prestasinya dengan meraih Best Brand Equity Gainer Award 2006. quality. brand name. features. Top Brand 2008. return. dan penempatan produk di rak terlihat teratur dimana klasifikasi produk dibagi menjadi produk makan dan bukan makanan. selain itu produk yang ditawarkan ukurannya lengkap. Sumber Alfaria Trijaya Tbk dipaparkan sebagai berikut: a. Indonesia Best Brand Award 2008 dan yang terakhir adalah menjadi peringkat pertama dalam Top Brand 84 . Dari segi kualitas dan service produk. Sumber Alfaria Trijaya Tbk dengan merek ritel minimarket Alfamart dimana produk yang ditawarkan adalah barang konsumsi sehingga identifikasi atas 4 variabel marketing mix harus disesuaikan dengan karakterik barang konsumsi. Jenis produk yang dijual di Alfamart beraneka ragam dengan varietas sekitar 3000 jenis merek produk lokal ditambah dengan merek private label yaitu Pasti. packaging. sizes. PT.

harga produk sesuai dengan kualitas barang. bagi ritel yang dapat menjual produk dengan harga yang lebih murah maka kemungkinan menguasai pasar sangat tinggi. payment period. b. Keadaan tersebut memicu persaingan harga antar ritel khususnya antar sesama ritel kelas minimarket.2009 untuk ritel kelas minimarket (Majalah Marketing No. Untuk ritel kelas hypermarket seperti Carrefour. Analisis Bauran Harga List price. Dilihat dari segi harga. Namun perbedaan harga antara hypermart dan minimarket bukan merupakan sesuatu yang berbahaya bagi minimarket karena target pasar dan jangkauan lokasinya yang berbeda. allowances. Alfamart menyadari bahwa harga merupakan suatu hal yang sangat sensitif sekali bagi konsumen. harga produk yang ditawarkan bisa lebih rendah dibandingkan harga yang ditawarkan oleh kelas minimarket seperti Alfamart. Format dasar yangg melandasi jenis produk yang dijual di Alfamart adalah produk kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau dengan tata letak produk yang baik dan tidak campur aduk serta menjangkau konsumen berbagai kelas.07/IX/Juli 1009). harga produk 85 . saat ini Alfamart berusaha menerapkan harga produk sesuai dengan daya beli konsumen. dan credit term merupakan komponen yang termasuk dari harga (Kotler: 2000). discounts. Alfamart dapat memberikan harga yang kompetitif bila dibandingkan dengan harga produk di mininarket lainya. hal ini terjadi karena kapasitas permintaan hypermart yang lebih besar dibandingkan dengan minimarket sehingga tercapai economies of scale.

pulau Bali dan provinsi Lampung. c.sesuai dengan harga produk dipasaran dan penempatan label harga terlihat jelas oleh konsumen. Alfamart berusaha untuk: c. Minimarket Alfamart mempunyai jaringan lokasi yang menjangkau setiap kecamatan. berupa program penjualan produk ekslusif dengan harga spesial 3. Menghadapi ketatnya persaingan di industri ritel. berupa potongan harga hemat atau bonus untuk produk tertentu 2. 50000. Tetap menjaga kelengkapan dan kualitas produk serta memberikan kenyamanan dalam berbelanja. Memberikan discount dan penawaran khusus untuk jenis barang tertentu bagi konsumen. Jenis penawaran khusus seperti jika berbelanja mencapai nilai nominal Rp. yang dipicu oleh perang harga antara minimarket. inventory. SpesialKu. e. komponen yang berkaitan dengan lokasi (place) yaitu channels. Beberapa keuntungan yang diperoleh pelanggan dari kartu AKU antara lain: 1. terutama bagi konsumen yang menjadi member Alfamart melalui Kartu AKU (Alfamart-ku). berupa program hadiah langsung atau undian. assortments. transport. HematKu. khususnya di pulau Jawa. Analisis Bauran Lokasi (Place) Mengacu pada Kotler (2008). maka konsumen mendapatkan kesempatan membeli produk Gulaku dengan harga 50%. Jumlah gerai minimarket Alfamart saat ini telah mencapai 3194 gerai 86 . d. coverage. HadiahKu.

Semarang. Untuk memperluas wilayah operasi dari Alfamart. Analisis Bauran Promosi Promosi merupakan suatu hal yang menunjang keberhasilan bagi sebuah usaha ritel. Cilacap. Sedangkan minimarket Alfamart yang berada pada wilayah Purwokerto atau Tegal. pada tahun 2010 Alfamart berencana membangun DC di Solo dan Makasar. Lampung. pengawasan berada di bawah kantor cabang dan DC Cilacap. sebagai 87 .dengan kantor cabang dan Distribution Center (DC) sebanyak 12 DC yang berlokasi di beberapa tempat di Tangerang. advertising. Sedangkan fungsi dari kantor cabang dan DC adalah untuk mempermudah pengawasan dan distribusi barang bagi minimarket. Komponen yang termasuk ke dalam promosi diantaranya adalah sales promotion. d. public relations. Bandung. Untuk lebih jelasnya dipaparkan sebagai berikut: Minimarket Alfamart yang berada pada wilayah Yogyakarta dan Solo. Cirebon. dimana salah satu keunggulan dari minimarket adalah lokasinya yang dekat dengan pemukiman. segala bentuk urusan administratif sampai dengan teknis dan pendistribusian barang. Cileungsi. segala bentuk urusan administratif sampai dengan teknis dan pendistribusian barang. Keberadaan lokasi minimarket Alfamart yang berlokasi hampir di setiap wilayah kecamatan bertujuan untuk mendekati konsumen. pengawasan berada di bawah kantor cabang dan DC Semarang. sales force. Malang dan Surabaya. Mengacu pada PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. direct marketing (Kotler: 2008).

Membangun Brand Awareness melalui pendekatan Above the line yang menggunakan media cetak atau media elektronik sebagai sarana komunikasi khususnya untuk program-program promosi. Bentuk promosi yang dilakukan Alfamart diantaranya: f. jarang membuat konflik dengan sesama dan lebih senang menghindari pertentangan. Lebah merupakan serangga pekerja keras. Alfamart memiliki maskot seekor lebah bernama Albi (Alfamart Bee) yeng dilatarbelakangi filosofi dari lebah yang memiliki kesamaan dengan karakteristik Alfamart. Dalam upaya membantu mengangkat corporate image Alfamart dan memperkokoh keberadaan perusahaan. media luar ruang serta melalui beberapa sponsorship event. Katalog dan pamflet secara reguler dievaluasi untuk memperkirakan tingkat efektifitasnya 88 . mahir dan cekatan yang hidupnya berkelompok dalam kebersamaan.perusahaan ritel yang bergerak pada kelas minimarket melalui minimarket Alfamart yang menyediakan kebutuhan barang-barang konsumsi maka promosi merupakan bagian dari marketing communication. flyer dan papan petunjuk yang memberian informasi mengenai promosi. g. Dan pendekatan Below the line dengan menggunakan mailer. memberikan manfaat (madu) dan pintar mencari tempat yag paling sesuai untuk membina koloni/sarang baru. • Di gerai minimarket Alfamart tersedia banner. • Ketersedian pamflet dan katalog yang berisikan informasi mengenai daftar produk yang sedang promosi dan discount.

jenis kelamin. pengalaman. e. iklim dan aspek-aspek geografi lainnya. seperti negara. Menurut Kotler (2008) terdapat beberapa variabel dalam menentukan segmentasi pasar. bagi konsumen yang beruntung dan berbelanja dengan nominal tertentu akan mendapatkan kejutan hadiah uang pada saat transaksi. jumlah anggota keluarga.serta relevansi konsep dan isinya terhadap situasi pasar dan tren konsumen yang sedang berlangsung. agama. pendapatan. Analisis Strategi Segmentasi Strategi segmentasi adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dalam suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar. Setiap bulannya Alfamart menggelar program Product of the Month yaitu pemilihan tiga produk tertentu yang dijadikan maskot setiap bulannya. 89 . • Saat konsumen melakukan transaksi pembayaran. i. daerah. konsumen diberikan informasi oleh penjaga kasir bahwa saat ini terdapat promosi discount untuk suatu produk tertentu. • Demographic: segmentasi dibagi menjadi beberapa grup diantaranya berdasarkan variabel usia. Program sales promotion dengan tema ”Kejutan Belanja Gratis”. h. diantaranya: • Geographic: segmentasi berdasarkan unit-unit geografi yang berbeda. pendidikan.

Alfamart mengutamakan kenyaman. demografi dan psikografi. Alfamart merupakan perusahaan jasa distributor eceran yang menyediakan kebutuhan pokok dan sehari-hari dengan luas kurang dari 250 meter persegi. Target demografi meliputi ibu rumah tangga. anak-anak dan kelas menengah (SES B & C) yaitu masyarakat dengan penghasilan menengah ke bawah. dengan jenis produk yang beragam serta harga yang terjangkau. Segmentasi pasar yang diterapkan oleh Alfamart adalah berdasarkan segmentasi geografi. dengan bertujuan agar mudah dijangkau oleh masyarakat. harga pas”. lingkungan yang ramah dan memberikan kesempatan bagi konsumen untuk memilih sendiri sebelum membeli. Dari segi psikografi. Analisis Strategi Positioning Dalam strategi positioning. gaya hidup (lifestyle) dan status sosial. penggunaan atau respon konsumen terhadap suatu produk. f. • Behavioral Segmentation: segmentasi berdasarkan pengetahuan (knowledge of product) sikap. Positioning Alfamart tercermin dari logo yang digunakan yaitu ”Belanja puas. Untuk target geografis yaitu Alfamart mendirikan gerai minimarket yang mendekati suatu daerah pemukiman atau area perumahan.• Psychographic: segmentasi dibagi menjadi kelompok yang berbeda berdasarkan kepribadian (psychological) . Alfamart menempatkan minimarketnya sebagai tempat berbelanja yang mudah dijangkau dan nyaman. fasilitas publik dan gedung perkantoran. 90 .

12 Distribution Center lokasi . Analisis Value Chain Setiap perusahaan melakukan suatu rangkaian aktivitas (value chain) yang bertujuan untuk menghasilkan nilai bagi konsumen dari produk yang dihasilkannya.Program product of the month .Iklan di Televisi promosi .Alfamart menerapkan harga produk yang kompetitif harga . Terkait dengan SAT.Private label Alfamart yaitu ”Pasti” Analisis bauran . flyer dan gondola . Harga Pas” positioning 4.Demographic .11 Ringkasan Analisis Marketing Mix Analisis bauran . Namun aktivitas rantai nilai yang diterapkan setiap perusahaan sering berbeda.Tabel 4.Menerapkan discount dan penawaran khusus Analisis bauran .4.2500-3500 item barang .Alfamart menyediakan produk konsumen dan kebutuhan produk pokok sehari-hari .Geographic segmentasi .Katalog dan pamflet . dalam analisis rantai nilai dibagi menjadi dua jenis aktivitas.Banner. karena perbedaan rantai nilai dengan perusahaan pesaing dapat dijadikan suatu keunggulan bersaing suatu perusahaan.Behavioral Segmentation Analisis strategi ”Belanja Puas.2. Aktivitas primer yaitu aktivitas yang terlibat dalam penciptaan fisik produk dan penjualannya serta 91 .Alfamart memiliki maskot seekor lebah bernama Albi (Alfamart Bee) Analisis strategi .Psychographic . yaitu aktivitas primer dan aktivitas sekunder. walaupun perusahaan dalam jenis industri yang sama.Harga produk sesuai dengan daya beli konsumen .3194 Gerai Alfamart Analisis bauran .

Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Aktivitas logistik ke dalam yang diterapkan PT. Logistik ke dalam Logistik ke dalam merupakan aktivitas yang berkaitan dengan penerimaan. dengan tingkat margin yang kecil. serta apakah terdapat suatu fasilitas tambahan lain yang ditawarkan seperti metode pembayaran dengan tunai atau kredit. penyebaran dan pengawasan input yang digunakan dalam suatu proses produksi. pembelian dan infrastruktur perusahaan. Aktivitas sekunder yaitu aktivitas yang mendukung aktivitas primer dengan berbagai fungsi seperti teknologi. karena aktivitas tersebut berhubungan dengan supplier sebagai pemasok produk dan hal tersebut menentukan apakah peritel dapat memperoleh barang dagangan yang cukup dengan perkembangan pasar dan memperoleh harga yang kompetitif. meliputi: a. Aktivitas Primer Aktivitas primer dalam rantai nilai SAT. penyimpanan. Inti dari pentingnya aktivitas logistik ke dalam adalah harga item produk yang dijual oleh peritel kepada konsumen.transfer ke pembeli dan bantuan purna jual. Aktivitas logistik ke dalam dalam industri ritel memiliki peranan yang sangat penting. sumber daya manusia. terdiri dari: 92 . karena jika suatu peritel seperti Alfamart mampu mendapatkan harga produk yang kompetitif dari supplier. maka secara tidak langsung Alfamart memiliki daya saing yang lebih dibandingkan dengan peritel lain.

Lux. makanan bayi (Cerelac). kopi dan minuman (Nescafe dan Milo). sereal sarapan (Koko Krunch. Carbon Zinc. Cookies Crisp. susu cair siap minum dan susu kental manis. minuman kesehatan. mi instan. Minute Maid Pulpy Orange. Kit Kat) . Pepsodent). Lifeboy. Kratingdaeng. Corn Flakes dan Trix Cereal) . Citra. 4. snack. Taro. Perusahaan pendistribusian produk kebutuhan sehari-hari meliputi beragam kategori. Wall’s). Frisian Flag Indonesia.• Alfamart saat ini melakukan kerjasama dengan beberapa supplier. PT. Blue Band. PT. 5. home care (Rinso dan Sunlight) dan personal care (AXE. yaitu biskuit. Sariwangi. Coca Cola Distribution Indonesia. Ades. Frestea. 93 . Snow Flakes. Royco. Masing-masing kategori mencangkup lebih dari satu merek. Clear. Nestle Indonesia. nutrisi untuk anak (Dancow). Fanta. ABC Alkaline. PT. Sprite. 2. Perusahaan yang memproduksi kembang gula dan coklat (Fox. dan lain-lain seperti baterai ABC. PT. kacang. produk kuliner (Susu Cap Nama. permen. PT. Sikat gigi Formula dan Wafer Tango. baterai. Powerade Isotonik. diantaranya dari: 1. Unilever Indonesia. Perusahaan yang memproduksi dan memasarkan berbagai jenis produk termasuk susu bubuk. wafer. 3. Arta Boga Cemerlang. Perusahaan pendistribusian produk Coca-Cola seperti Coca-Cola. Honey Stars. Milo Bals. Perusahaan yang memproduksi produk kategori foods (Bango.

Atri Distribusindo. Tirta Investama. over the counter/pharmacy. Sumber Alfaria Trijaya Tbk dilakukan secara tidak terpusat. produk akhir yang dihasilkan oleh setiap perusahaan ritel berupa barang-barang atau produk 94 . susu. produk yang didistribusikan adalah rokok. Malang dan Surabaya. b. • Untuk manajemen persediaan pada internal minimarket Alfamart telah dilakukan otomatisasi dengan sistem on line pada setiap masing-masing gerai yang akan dimonitor oleh kantor cabang. Saat ini terdapat 12 kantor cabang Alfamart yang berlokasi di beberapa tempat di Tangerang. • Proses manajemen persediaan barang pada PT. Cirebon.Carnation. health care. Bandung. PT. Cileungsi. yaitu dimana seluruh item barang yang diperoleh dari pemasok dalam proses pembelian barang dilakukan oleh kantor cabang (DC) yang kemudian didistribusikan ke setiap minimarket Alfamart di wilayah cangkupan kantor cabang tersebut. Semarang. barang perlengkapan dan kebutuhan rumah tangga. 6. Perusahaan distribusi. 7. PT. Cilacap. Bear Brand). Milo. Maggi). produk makanan dan minuman. Dalam industri ritel. Operasi Aktivitas operasi adalah aktivitas yang berhubungan degan pengubahan masukan menjadi bentuk akhir. Lampung. Perusahaan induk yang mengayomi unit-unit produksi AQUA atau lebih dikenal dengan AQUA Group. dan minuman siap saji (Nescafe.

segmentasi. promo. penyimpanan dan pendistribusian fisik produk kepada pembeli. Pemasaran dan Penjualan Pemasaran dan penjualan merupakan aktivitas yang berhubungan dengan pemberian sarana yang dapat digunakan oleh pembeli. Fungsi dari aktivitas pemasaran dan 95 . tenaga penjualan. Sehingga aktivitas operasi dari suatu perusahaan ritel adalah bagaimana perusahaan ritel tersebut melakukan suatu kegiatan pembelian barang. pemilihan produk. Sebagai gambarannya. pergudangan. selanjutnya didistribusikan ke setiap minimarket Alfamart di wilayah cangkupan kantor cabang tersebut. Aktivitas logistik ke luar Alfamart dilakukan pada setiap kantor cabang. pricing. seperti iklan dan promosi. c. dimana proses dimana seluruh item barang yang diperoleh dari pemasok dalam proses pembelian barang dilakukan oleh DC yang kemudian di simpan di gudang Alfamart DC untuk proses cheking dan packing. Logistik ke luar Logistik ke luar merupakan aktivitas yang berhubungan dengan pengumpulan. pengoperasian fasilitas dan pendistribusian produk. pengendalian persediaan. kebutuhan barang untuk minimarket Alfamart daerah Yogyakarta didatangkan dan dimonitor dari kantor cabang SAT cabang Semarang.yang didapatkan dari pemasok untuk dipasarkan atau dijual langsung kepada konsumen. d. Aktivitas operasi pada Alfamart meliputi pemilihan lokasi. komunikasi dan inovasi pada setiap kantor cabang dengan pengawasan kantor pusat.

pengembangan teknologi. e. Pembelian/Pengadaan 96 . harga produk yang terjangkau dengan kualitas produk yang terjamin. serta lebih tanggap dalam melayani atau menangani keluhan konsumen. Aktivitas Sekunder Aktifitas sekunder perusahaan SAT dibagi menjadi empat kategori. manajemen sumber daya manusia. Strategi pemasaran dan penjualan pada minimarket Alfamart telah dipaparkan pada analisis Marketing Mix. a. yaitu pembelian. Pelayanan Tujuan dari aktivitas pelayanan adalah untuk memperkenalkan dan mempertahankan nilai produk dan menjaga kepuasan konsumen. Dalam peningkatan pelayan SDM Alfamart secara berkala melakukan pelatihan bagi karyawan di minimarket agar karyawan dapat memberi pelayanan yang ramah kepada konsumen. dan Infrastruktur perusahaan. membantu dan memberikan informasi bagi konsumen. Alfamart yang sejak awal memposisikan sebagai minimarket kelas menengah ke bawah terus berusaha memberikan nilai kepada para konsumennya dengan cara memberikan kenyamanan dan kemudahan berbelanja melalui standar pelayanan yang terbaik.penjualan membuat konsumen agar membeli dan loyal terhadap produk yang ditawarkan. Aktivitas pelayanan pada industri ritel adalah terkait dengan konsumen (customer linkage).

Arta Boga Cemerlang. gedung dan kendaraan. PT.Pembelian mengacu pada fungsi masukan pembelian yang digunakan dalam rantai nilai perusahaan atau setiap kegiatan dalam lingkup pembelian yang mendukung aktivitas primer. PT Pratama mandiri Listrindo. Atri 97 . PT Adira Sarana Armada. Alfamart bekerja sama dengan beberapa perusahaan kontraktor yang telah menjadi rekanan. Kegiatan pmbelian yang dimaksud mencakup bahan baku. • Untuk pengadaan bangunan dan tanah kantor pusat serta beberapa kantor cabang. • Dalam hal pembangunan gerai minimarket. Frisian Flag Indonesia. dan PT. peralatan kantor. PT Mitra Abadi Yasa. PT. diantaranya PT. PT CSM Corportama. Pihak ketiga yang menjalin kerjasama dengan SAT diantaranya PT Serasi Autoraya. CV Lestari Indah Abadi. PT. Tirta Investama Distribusindo. • Alfamart bekerjasama dengan beberapa perusahaan berupa penyewaan 347 truk dan 63 minivan untuk memenuhi kebutuhan distribusi barang dari DC ke gerai ritel dan mendukung operasional kantor cabang. Perkasa Internusa mandiri. • Alfamart bekerja sama dengan beberapa pemasok produk yang dijual di minimarket Alfamart. CV Abimanyu Jaya. CV Tritunggal. pemasok dan bahan pendukung. Coca Cola Distribution Indonesia. PT. diantaranya PT Bosub Biratra Abadi. CV Terus Jaya. Nestle Indonesia. PT. Unilever Indonesia. serta aset seperti mesin. Alfamart bekerjasama dengan PT.

Sumber Alfaria Trijaya Tbk. dan mendukung kelancaran operasional SAT. AIA Finansial untuk program pensiun dan pesangon karyawan. handal dan tepat guna dalam menghasilkan sistem informasi yang akurat untuk membantu manajemen 98 . Bisnis Ritel dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk melakukan efisiensi. trafic tinggi dan harga kompetitif. Pengembangan Teknologi Pengembangan teknologi merupakan salah satu yang dapat dijadikan keunggulan untuk memenangkan persaingan dalam industri ritel. volume tinggi.• Proses pembangunan gerai serta urusan administratif yang berhubungan dengan kontraktor dilakukan oleh setiap kantor cabang. • Alfamart telah berkerjasama dengan PT. Alfamart melakukan outsourcing dari Koperasi Karyawan PT. b. Sumber Alfaria Trijaya Tbk dan bukan merupakan waralaba. Untuk menghadapi keadaan tersebut. beberapa lokasi dan gudang adalah sewa dari pihak ketiga. Bagi ritel yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi akan tergantikan oleh ritel yang beroperasi dengan dukungan teknologi yang lebih baik sehingga menghasilkan overhead yang lebih rendah. • Untuk jasa cleaning service pada kantor pesat dan kantor cabang. • Gerai minimarket Alfamart yang merupakan gerai milik dari PT. meningkatkan kualitas produk dan pelayanan kepada konsumen serta melakukan pengembangan usaha. maka SAT terus berupaya untuk memiliki teknologi informasi yang fleksibel.

Kantor cabang juga sebagai pusat pemrosesan data permintaan dan kebutuhan toko. Alfamart menerapkan beberapa sistem teknologi informasi diantaranya: • Alfamart mengembangkan secara internal sistem teknologi informasi terpusat (centralized) yang didukung oleh teknologi Oracle. mengembangkan seluruh aplikasi yang mendukung kegiatan operasional serta mengawasi fungsi dan operasional cabang. Opersional Kantor Cabang Setiap kantor cabang mempunyai sebuah DC yang melayani kebutuhan 150-400 toko. Struktur jaringan teknologi informasi SAT dapat digambarkan sebagai berikut: (Wide Area network) Kantor Pusat Cabang Jabotabek Cabang Non Jabotabek Gerai Gerai Gambar 4. dimana perubahan 99 . Fungsi utama kantor pusat adalah untuk menentukan standar dan kebijakan opersional SAT.dalam proses pengambilan keputusan. 2.2 Struktur Jaringan Informasi Alfamart Sistem operasional SAT dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Operasional Kantor Pusat Kantor pusat SAT terletak di Cikokol.

Disaster. sehingga proses tansaksi penjualan yang terjadi dapat dilakukan lebih cepat dan dapat mengetahui saldo persediaan barang dagangan di gerai. Dengan informasi ini. Security. Hampir semua produk di gerai telah dilengkapi barcode. seperti status produk. promosi dan harga jual. SAT memiliki Data Centre di dua lokasi terpisah dengan akses terbatas untuk menjamin keamanan data. dimana server gerai akan mengambil data yang diperlukan untuk operasional gerai. cepat dan akurat dengan mengurangi human error sehingga dapat meningkatkan kinerja dan efisiensi kantor cabang. Kantor cabang menggunakan beberapa aplikasi untuk mendukung kegiatan operasional secara tepat.produk dan atributnya ditentukan oleh kantor cabang. kepala toko atau sisten kepala toko dapat mengetahui tugas-tugas yang harus dilakukan pada hari itu. Disaster and recovery plan atas sistem informasi dilakukan setiap malam dengan merepikasikan database yang berada di gerai ke cabang SAT dan kemudian dilakukan replikasi kembali ke kantor 100 . 4. dan masingmasing dilengkapi peralatan untuk back up data. Operasional Gerai Setiap hari gerai melakukan sinkronisasi data. 3. Recovery Plan Sistem security diterapkan dan direview secara periodik dan terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan teknologi informasi yang terkini.

sisa persediaan barang. Fitur-fitur utama sistem cash register diantaranya: 1. barang yang habis (dibawah batas minimum). kartu stock. • Untuk mendukung manajemen rantai pasokan.com. Software cash register mendukung pembayaran baik secara tunai ataupun non-tunai.//www. Variasi cara bayar. Mencangkup sistem penjualan yang terhubung dengan modul persediaan barang. 2. Alfamart menjalankan B2B (bisiness to business) yang bertujuan untuk memudahkan pelayan supplier dan mendukung penerapan sistem teknologi informasi dalam manajemen rantai pasokan. Beragam jenis laporan.alfamartku. Sales. 101 . 3.pusat. • Aplikasi sistem IT yang khususnya berkaitan dengan E-commerce SAT membuka situs http. inventory dan mutasi persediaan. • Untuk memudahkan hubungan Alfamart dengan supplier. Database di kantor pusat dan cabang-cabang SAT di backup setiap hari dengan menggunakan sistem dan prosedur yang telah ditentukan. Setiap transaksi penjualan akan otomatis mengurangi jumlah persediaan yang ada. Tersedia beragam jenis laporan mulai dari penjualan. Alfamart menggunakan sistem teknologi informasi dengan cash register .

Dilengkapi fungsi audit trail untuk mencatat aktifitas user. sementara itu keuntungan yang diperoleh oleh pihak 102 . Sistem cash register dapat diakses oleh banyak user dengan proteksi nama dan password untuk setiap user pengguna. • Mengikuti perkembangan teknologi di bidang perbankan dan perubahan perilaku konsumen dalam belanja.000. Alfamart melakukan kerjasama dengan dengan beberapa bank mitra yaitu BCA dan BNI. Terdapat beberapa keuntungan yang diperoleh oleh konsumen dan Alfamart dengan adanya kartu keanggotaan. Export laporan ke Excel. 25. 5. Laporan dapat di print. Multi User. ditampilkan ke layar serta dapat di export dan di simpan dalam bentuk dokumen Microsoft Excel. Sesuai kebutuhan software cash register di design secara khusus untuk dapat dihubungkan langsung dengan mesir barcode reader. diantaranya untuk konsumen adalah mendapatkan diskon untuk jenis barang tertentu dan mendapatkan reward dari poin yang terkumpul. Support Barcode Reader.4. Alfamart menyediakan kemudahan berbelanja di gerai minimarket Alfamart dengan menerima pembayaran non tunai dengan kartu debet dengan syarat berbelanja di Alfamart minimal Rp. dan pelayanan tarik tunai BCA. 6. • Aplikasi IT lain yang diterapkan Alfamart adalah kartu AKU yang merupakan kartu anggota Alfamart.

pengangkatan. pembelian. karena peran dari bagian manajemen sumber daya manusia yang menentukan keterampilan dan motivasi karyawan. • Program Pelatihan 103 . Bandung dan Surabaya. Manajemen sumber daya manusia (SDM) dapat mempengaruhi keunggulan bersaing di setiap perusahaan termasuk Alfamart. Dompetku merupakan layanan yang memungkinkan pelanggan untuk melakukan pembayaran. Manajemen Sumber Daya manusia Manajemen sumber daya manusia merupakan pendukung dari aktivitas primer yang terdiri atas aktivitas yang terlibat dalam perekrutan. pemindahan uang melalui mobile phone dengan menggunakan account yang telah dimiliki konsumen. pengembangan dan kompensasi untuk semua jajaran karyawan. • Inovasi pengembangan teknologi yang terbaru adalah Alfamart bekerja sama dengan Indosat yaitu mengembangkan layanan transaksi dengan telepon seluler yang diberi nama Dompetku dan dapat diaplikasikan di jaringan toko ritel Alfamart.Alfamart adalah dapat mengetahui volume transaksi customer dalam interval waktu tertentu dan data base bagi loyal customer Alfamart. Keterbatasan layanan ini adalah Dompetku sementara hanya dapat dinikmati oleh pelanggan Indosat yang berada di Jakarta. pelatihan. c. biaya pengangkatan dan pelatihan.

Selain itu dalam hal mendapatkan saran dan masukan yang terbaik dari karyawan manajemen mengadakan internal group discussion secara berkelanjutan. Berdasarkan pengukuran tersebut kemudian divisi rekrutmen mencari calon karyawan yang tepat dan divisi pelatihan dan pengembangan yang melakukan uji kompetensi. dan hubungan industri. tim HRD mengukur berapa besar SDM yang dibutuhkan. manajemen keuangan. 2.Departemen pengembangan SDM SAT memiliki tiga divisi yaitu: rekrutmen. yaitu: 1. Setiap pembukaan toko baru. In House Training adalah program pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh SAT yang berupa program peningkatan kemampuan manajemen umum. • Internal Group Discussion Manajemen SAT membuka dan menerapkan komunikasi dua arah guna mewujudkan lingkungan yang kondusif guna meningkatkan produktivitas kerja yang tinggi. • Fasilitas dan Kesejahteraan Karyawan 104 . Program pelatihan SAT terbagi menjadi dua kelompok. manajemen fungsional dan program perluasan wawasan.audit keuangan dan informasi teknologi. pelatihan dan pengembangan. Program pelatihan secara insidentil (public course) adalah program pelatihan yang diakukan sewaktu-waktu sesuai jenis pelatihan yang dibutuhkan.

Kenaikan gaji diperhitungkan dari prestasi kerja karyawan 3. jaminan hari tua. 105 .Sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai. perencanaan. SAT memberlakukan beberapa pengaturan seperti: 1. akuntansi. Infrastruktur perusahaan terdiri atas beberapa aktivitas temasuk manajemen umum. Pemberlakuan program asuransi tenaga kerja melalui Jamsostek yang meliputi jaminan kecelakaan kerja. hukum. dijelaskan sebagai berikut: • Bidang keuangan dan akuntansi dilaksanakan oleh bagian Finance di kantor cabang. Pelaksanaan performance appraisal untuk peninjauan kenaikan jenjang kepegawaian pada saat awal tahun sesuai dengan usulan atasan karyawan yang bersengkutan. keuangan. 15 tahun dan 25 tahun. 5. 2. Infrastruktur perusahaan Infrastruktur perusahaan merupakan aktivitas dalam fungsi organisasi sebagai infrastruktur yang mendukung keseluruhan aktivitas rantai nilai. Aktivitas infrastruktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. 4. Pemberian tunjangan pensiun bagi pegawai yang sudah mencapai batas umur pensiun normal sesuai dengan aturan yang berlaku. d. urusan pemerintah dan manajemen mutu. Pemberian penghargaan kepada karyawan yang memiliki masa kerja 10 tahun. jaminan kematian.

• Rekrutmen karyawan untuk minimarket dilakukan oleh bagian Human Resource di kantor cabang. • Pengendalian manajemen mutu dilaksanakan pada tingkat unit minimarket. • Untuk perumusan strategi dan standarisasi operasi dilakukan oleh kantor pusat. pemilihan produk.• Bidang pembangunan dan pemilihan lokasi minimarket dilaksanakan oleh bagian Property Development di kantor cabang. Tabel 4. segmentasi.12 Ringkasan Analisis Value Chain Aktivitas Primer Logistik ke .Proses manajemen persediaan barang dilakukan terpusat pada setiap DC . pemilihan lokasi. Pemasaran Analisis Marketing Mix dan Penjualan 106 . pricing.Bekerjasama dengan beberapa supplier dalam . promo. • Proses audit dilaksanakan oleh internal audit dari kantor pusat.Manajemen persediaan di minimarket dilakukan otomatisasi secara on-line Operasi Aktivitas operasi Alfamart meliputi. komunikasi dan inovasi pada setiap kantor cabang dengan pengawasan kantor pusat Logistik ke Pendistribusian barang dari kantor cabang (DC) untuk kemudian luar didistribusikan kembali ke setiap gerai mimarket setelah proses pengecekan dan pengepakan.

Bidang pembangunan dan pemilihan lokasi minimarket dilaksanakan oleh bagian Property Development di kantor cabang. seta peluang (opportunity) dan ancaman (threat).http://www.alfamartku.Bekerjasama dengan beberapa perusahaan rent car untuk pengadaan kendaraan . Analisis SWOT Analisis SWOT merupakan alat untuk menilai kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness).Bekerjasams dengan PT AIA Finansial untuk program pensiun dan pesangon karyawan Teknologi .Bekerjasama dengan pihak ketiga dalam hal menyewa tanah dan bangunan .Rekrutmen dan program pelatihan Sumber Daya .Untuk perumusan strategi dan standarisasi operasi dilakukan oleh kantor pusat.5.Menjalankan B2B (Business to Business) . .Pelayanan .Pengendalian manajemen mutu dilaksanakan pada tingkat unit minimarket.Rekrutmen karyawan untuk minimarket dilakukan oleh bagian Human Resource di kantor cabang. . . Alfamart menggunakan sistem teknologi informasi dengan cash register .Alfamart mengembangkan secara internal sistem teknologi informasi terpusat (centralized) yang didukung oleh teknologi Oracle . .Untuk mendukung manajemen rantai pasokan. harga produk yang terjangkau dengan kualitas yang terjamin Aktivitas Sekunder Pembelian .Internal Group Discussion .Peningkatan SDM karyawan Alfamart .Proses audit dilaksaksanakan oleh internal audit dari kantor pusat.Bekerjasama dengan Indosat melalui layanan Dompetku Manajemen .com .Bekerjasama dengan beberapa perusahaan konstruksi untuk pengadaan bangunan . .Memberikan kenyamanan dan kemudahan berbelanja melalui standar pelayanan yang terbaik.Kerjasama dengan beberapa Bank mitra .Bidang keuangan dan akuntansi dilaksanakan oleh bagian Finance di Perusahaan kantor cabang. 4.Kartu AKU .Menyediakan fasilitas dan memperhatikan kesejahteraan karyawan Infrastruktur . Analisis 107 .Bekerjasama dengan beberapa supplier untuk pengadaan produk /Pengadaan yang dijual .

serta analisis eksternal dan interal. Untuk melaksanakan pelatihan-pelatihan. maka Alfamart semakin mudah dijangkau oleh konsumen. Strength • Memiliki jaringan distribusi sebanyak 12 gudang dan gerai minimarket sebanyak 3194 tesebar di Pulau Jawa. • Brand image yang kuat dari Alfamart mencerminkan reputasi yang baik dari Alfamart. • Menerapkan standarisasi ISO 9001:2000 dalam proses bisnisnya. beberapa keunggulan Alfamart yang tidak dimiliki oleh minimarket pesaingnya adalah kartu AKU yang merupakan kartu keanggotaan Alfamart dan 108 . terpusat di setiap kantor cabang SAT sehingga mempermudah proses controling dan pendistribusian barang. Alfamart memberikan proses pelatihan secara intensif dan berkelanjutan.SWOT pada SAT berdasarkan dari hasil analisis visi dan misi perusahaan. pengecekan dan pengemasan barang dari supplier. Bali dan Sumatra. SAT memiliki tempat pelatihan di setiap kantor cabang. 1. Dengan banyaknya jumlah gerai Alfamart. • Alfamart menerapkan sistem teknologi informasi dengan baik. • Proses penerimaan. berarti Alfamart telah berhasil menerapkan standar internasional di dalam setiap unit usaha didalamnya dan menunjukan bahwa Alfamart mampu bersaing secara internasional • Dalam menunjang SDM perusahaan.

Hal tersebut dikarenakan hypermarket dapat mencapai economies of scale. 3. 2. 109 . laba bersih dan prospek usaha SAT. • Hubungan dengan pihak ketiga seperti dalam hal penyewaan lokasi gerai dan pengadaan kendaraan untuk pendistribusian barang menyebabkan ketergantungan yang sangat tinggi dari SAT terhadap pihak ketiga. • Persebaran ritel yang masih terpusat di pulau jawa membuka peluang bagi perusahaan ritel untuk berekspansi ke wilayah lain di Indonesia. Alfamart belum mampu menyediakan produk gas elpiji. Apabila perpanjangan sewa tidak dapat dilaksanakan atau persyaratan dan kondisi sewa tidak sesuai dengan persyaratan SAT. Oportunity • Omset bisnis ritel mengalami pertumbuhan yang positif. maka SAT harus mencari gerai atau DC yang lain yang dapat menimbulkan dampak yang negatif terhadap biaya operasi. serta jumlah penduduk Indonesia yang termasuk dalam lima besar di dunia membuat peluang dan perospek industri ritel masih bagus (sunrise industry).terdapat fasilitas B2B (Business to Business) untuk memudahkan pemasok. Weakness • Harga produk yang ditawarkan oleh ritel kelas minimarket seperti Alfamart lebih tinggi dibandingkan dengan ritel kelas hypermarket. • Dari segi kelengkapan produk. dibandingkan dengan pesaing terberatnya yaitu Indomaret.

Menyebabkan industri ritel dapat bertahan dalam menghadapi perubahan kondisi ekonomi. 4.• Sifat dari produk industri ritel yang inelastis. minimarket Seven-7 dapat masuk ke Indonesia. Formulasi Strategi PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Strategi yang dijalankan oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (SAT) saat ini yaitu: • Terus memperluas jaringan dan meningkatkan jumlah gerai minimarket di Indonesia • Memperluas jaringan distribusi gerai dengan format yang beragam 110 . • Khusus untuk kelas minimarket. Namun pada prakteknya. • Pendatang baru. pemerintah membuat Peraturan Presiden No 111/2007 yang menutup minimarket bagi PMA. yaitu termasuk kebutuhan pokok dan pasti selalu dibutuhkan oleh konsumen. Threat • Peningkatan persaingan yang ditandai dengan banyaknya perusahaan yang bergerak di bisnis ritel. Hal tersebut menjadi ancaman bagi perusahaan ritel nasional karena peritel asing tentunya mempunyai pengetahuan. Terlebih semenjak dikeluarkan kebijakan pemerintah Kepres No. 96 tahun 1998 yang mengeluarkan bisnis ritel dari negative list PMA. pengelaman dan teknologi yang lebih baik.6. Potensi pasar ritel di indonesia yang besar menarik peritel asing untuk beroprasi di Indonesia. 4.

• • Pengembangan Distribution Center Memberikan kepuasan kepada pelanggan/konsumen dengan berfokus pada produk dan pelayanan prima • • • • Mengedepankan aspek pemilihan lokasi-lokasi gerai strategis Pemanfaatan jaringan gerai perseroan Hubungan yang baik dengan mitra bisnis Perseroan Peningkatan pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial (Corporate Social Responsibility) • • Perencanaan keuangan yang matang Pengembangan Teknologi Sumber Daya Manusia Analisis Formulasi strategi Strategi yang diterapkan Alfamart sudah tepat karena terbukti dengan kinerja SAT yang sangat memuaskan jika dibandingkan dengan kompetitor sejenisnya. Evaluasi yang dilakukan pada SAT adalah menggunakan strategi generik. 2. namun setiap strategi yang dijalankan perusahaan perlu dievaluasi agar perusahaan dapat beradaptasi terhadap setiap perubahan dan perkembangan lingkungan serta untuk memajukan perusahaan. Tujuan utama dari evaluasi strategi dengan menggunakan strategi generik adalah bagaimana perusahaan dapat membangun dan mempertahankan suatu keunggulan bersaing secara berkelanjutan. terdapat 3 strategi generik yaitu: 1. Cost leadership Differentiation 111 . Menurut Porter (1980).

jika melihat kemampuan yang dimiliki perusahaan serta hasil analisis secara keseluruhan. Cost leadership merupakan strategi yang bertujuan untuk memberikan efisiensi biaya dalam sebuah intensitas bisnis dan mencapai keunggulan dalam biaya. masih terdapat beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan agar perusahaan dapat terus mempertahankan keunggulan bersaingnya.3. Langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan adalah: 112 . maka strategi yang dilakukan SAT sudah tepat. sehingga perusahaan dapat mengusahakan biaya yang relatif rendah dibanding pesaingnya. Namun dalam menghadapi perubahan dan perkembangan lingkungan. tanpa mengabaikan aspek kualitas. terlihat bahwa keunggulan bersaing yang dimiliki SAT adalah: • Jaringan distribusi yang luas dengan lokasi gerai-gerai minimarket Alfamart yang tersebar luas dan strategis di Pulau Jawa terutama Jabotabek • • • • • SAT memiliki tim yang solid dan berpengalaman di bidangnya Kegiatan operasi yang sangat efisien karena adanya skala ekonomis Merek dagang yang cukup dikenal Teknologi Informasi sebagai dukungan kegiatan usaha Perseroan Keragaman merek pada gerai dan merek private label ”Pasti” Dengan demikian. Focus Dari hasil analisis terhadap kekuatan dan kelemahan yang menjadi sumber- sumber potensial keunggulan bersaing. maka strategi yang cocok diterapkan pada PT Sumber Alfariya Trijaya Tbk adalah cost leadership. pelayanan dan bidang-bidang yang terkait dengan perusahaan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.• Menekan biaya produksi dengan cara efisiensi sehingga SAT dapat menjual produk dengan harga kompetitif • Membina hubungan baik dan mempererat kerjasama dengan pemasok agar mendukung proses inbound logistic dengan perolehan harga yang lebih rendah dari pemasok • Mempertahankan keunggulan distribusi dan lokasi serta memperluas jaringan distribusi ke seluruh wilayah di Indonesia untuk meningkatkan pangsa pasar dan tercapai skala ekonomi • Memenuhi keinginan pasar dengan menjaga keragaman produk yang dibutuhkan konsumen serta pelayanan yang unggul • SAT harus lebih fokus terhadap perluasan jaringan distribusi melalui sistem waralaba. cara ini merupakan alternatif lain ketika perijinan usaha untuk gerai minimarket reguler sulit untuk didapatkan. • Dipandang dari segi etika bisnis. maka dapat diambil kesimpulan: 113 . Alfamart harus dapat bersinergi dengan pasar tradisional melalui suatu bentuk kerjasama agar pasar tradisional dapat berkembang bersama Alfamart.1 Kesimpulan Dari analisa secara keseluruhan pada industri ritel dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk sebagai perusahaan yang menjadi objek penelitian.

SAT bergerak di industri ritel dalam kategori fast moving consumer goods (FMCG). yaitu: • Jaringan distribusi yang luas dengan lokasi gerai-gerai minimarket Alfamart yang tersebar luas dan strategis di Pulau Jawa terutama Jabotabek • • • • • SAT memiliki tim yang solid dan berpengalaman di bidangnya Kegiatan operasi yang sangat efisien karena adanya skala ekonomis Merek dagang yang cukup dikenal Teknologi Informasi sebagai dukungan kegiatan usaha Perseroan Keragaman merek pada gerai dan merek private label ”Pasti” 5.a.2 Saran Berdasarkan alternatif formulasi strategi pada pembahasan sebelumnya. c. SAT harus terus melakukan inovasi dan melihat peluang untuk memajukan perusahaan 114 . sehingga menyebabkan persaingan yang tinggi dalam industri ritel. Dalam mendukung aktivitas perusahaan. hingga saat ini telah memiliki 12 distribution center dan 3194 gerai minimarket Alfamart. Untuk menghadapi keadaaan tersebut. dapat diambil beberapa saran sebagai berikut: a. Sumber Alfaria Trijaya Tbk (SAT) merupakan salah satu perusahaan nasional yang bergerak dalam bidang perdagangan umum dan jasa eceran yang menyediakan kebutuhan pokok sehari-hari. Strategi yang diterapkan Alfamart telah tepat dan menjadikan perusahaan mempunyai keunggulan bersaing. Pelaku bisnis ritel di Indonesia terdiri dari perusahaan lokal dan perusahaan asing. b.

Melihat kemampuan yang dimiliki perusahaan serta hasil analisis secara keseluruhan. Membina hubungan baik dan mempererat kerjasama dengan pemasok agar mendukung proses inbound logistic dengan perolehan harga yang lebih rendah dari pemasok f. maka Alfamart perlu menekan biaya produksi dengan cara efisiensi sehingga SAT dapat menjual produk dengan harga kompetitif e. c. d. konsumen sangat sensitif terhadap harga.b. masih terdapat beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan agar perusahaan dapat terus mempertahankan keunggulan bersaingnya. pelayanan dan bidang-bidang yang terkait dengan perusahaan. Untuk memenangkan persaingan pada industri ritel. Alternatif strategi yang cocok diterapkan pada PT Sumber Alfariya Trijaya Tbk adalah cost leadership. sehingga perusahaan dapat mengusahakan biaya yang relatif rendah dibanding pesaingnya. maka strategi yang dilakukan SAT sudah tepat. tanpa mengabaikan aspek kualitas. Namun dalam menghadapi perubahan dan perkembangan lingkungan. Dalam indsutri ritel. Cost leadership merupakan strategi yang bertujuan untuk memberikan efisiensi biaya dalam sebuah intensitas bisnis dan mencapai keunggulan dalam biaya. Mempertahankan keunggulan distribusi dan lokasi serta memperluas jaringan distribusi ke seluruh wilayah di Indonesia untuk meningkatkan pangsa pasar dan tercapai skala ekonomi 115 .

Alfamart harus dapat bersinergi dengan pasar tradisional melalui suatu bentuk kerjasama agar pasar tradisional dapat berkembang bersama Alfamart. cara ini merupakan alternatif lain ketika perijinan usaha untuk gerai minimarket reguler sulit untuk didapatkan. i.g. telur dari pasar tradisional setempat. SAT harus lebih fokus terhadap perluasan jaringan distribusi melalui sistem waralaba. Alfamart menyediakan produk belut goreng hasil produksi UKM atau penduduk dari dareah Godean Yogyakarta Kerjasama dalam bentuk ini dapat menguntungkan Alfamart karena dapat menambah keragaman produk serta dapat pula menguntungkan UKM dan penduduk suatu daerah. 116 . • Alfamart menambah keragaman produknya dengan membuka peluang bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) atau penduduk untuk menjadi pemasok barang atau makanan khas suatu daerah. untuk gerai Alfamart yang berada di daerah Subang Jawa Barat. Bentuk kerjasama yang dilakukan diantaranya melalui : • Penggunaan pemasok untuk buah-buahan. Memenuhi keinginan pasar dengan menjaga keragaman produk yang dibutuhkan konsumen serta pelayanan yang unggul h. Misal. Dipandang dari segi etika bisnis.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->