1

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Kehamilan adalah peristiwa kodrati bagi perempuan, seorang perempuan akan mengalami perubahan dalam dirinya sendiri baik fisik maupun psikologis. dua persoalan yang sering kita hadapi adalah perasaan takut dan penolakan pada kehamilan. secara fisik akan terjadi pembesaran perut, terasa adanya pergerakan atau timbulnya hiperpigmentasi, keluarnya kolostrum dan sebagainya,atau kegelisahan yang dialami ibu hamil karena ibu hamil telah mendengar ceritacerita tentang kehamilan dan persalinan dari orang sekitar. Perasaan takut dan cemas tersebut akan timbul pada ibu hamil primipara dan multipara yang megalami kehamilan. namun keluarga sering tidak memahami bahwa setiap kehamilan memiliki resiko. Manuaba, (2001). Persalinan adalah hal penting yang akan dialami ibu hamil, pada saat menghadapi persalinan biasanya akan timbul rasa khawatir, rasa takut ataupun rasa senang dan bahagia. setiap saat kehamilan dapat berkembang menjadi masalah atau mengalami penyulit atau komplikasi. Berdasarkan hal tersebut diperlukan pemantauan kesehatan ibu hamil. Pemantauan kesehatan ibu hamil dikenal dengan sebutan ANC (Antenatal Care). Pemeriksaan ini meliputi perubahan fisik normal yang dialami ibu serta tumbuh kembang janin, mendeteksi dan menatalaksanakan setiap kondisi yang tidak normal. Menurut Sondakh (2006), ada beberapa hal pemeriksaan ibu hamil secara keseluruhan.

Pertama, memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin. Kedua, meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosiall ibu. Ketiga, mengenali dan mengurangi secara dini adanya penyulit atau komplikasi yang terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum. Keempat, mempersiapkan cukup bulan dan persalinan yang aman dengan trauma seminimal mungkin. Kelima, mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran janin agar dapat tumbuh kembang secara normal. Keenam, mengurangi bayi lahir premature, kelahiran mempersiapkan kesehatan secara optimal. Menurut data WHO (2005), sebanyak 99% kematian ibu akibat masalah persalinan atau kelahiran yang dirujuk oleh tenaga kesehatan terjadi di negaranegara berkembang, sehingga ibu hamil sering merasa cemas terhadap kehamilannya. WHO memperkirakan 585.000 perempuan meninggal setiap harinya yang sebenarnya kasus kematian tersebut dapat dicegah (WHO, 2005). Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2002/2003 Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi 262/100.000 Kelahiran Hidup (KH). Pada tahun 2009, diharapkan pemerintah mampu menurunkan AKI menjadi 226/100.000 KH, dan Angka Kematian Bayi Baru Lahir (AKBBL) 15/1000 KH (Depkes RI, 2008). Kebijakan departemen kesehatan dalam upaya mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu adalah dengan pendekatan pelayanan ibu dan anak di tingkat dasar dan rujukan yang pada dasarnya mengacu pada intervensi strategis mati, serta yang terahir

3

“empat pilar safe mother hood” dimana pilar kedua adalah asuhan antenatal yang bertujuan untuk memantau perkembangan kehamilan dan medeteksi kelainan atau komplikasi yang menyertai kehamilan secara dini dan ditangani secara benar. Target yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2010 adalah angka kematian ibu menjadi 125/100.000 kelahiran hidup. Asuhan antenatal penting dilakukan untuk menjamin agar proses alamiah dapat berjalan dengan normal selama kehamilan. WHO memperkirakan bahwa sekitar 15% dari seluruh wanita yang hamil akan berkembang menjadi komplikasi yang berkaitan dengan kehamilan serta dapat mengancam jiwanya. Oleh karena itu setiap wanita hamil memerlukan sedikitnya empat kali kunjungan selama periode antenatal. Tujuan utama dari asuhan antenatal ini adalah untuk mempersiapkan ibu dan bayinya dalam keadaan sehat dengan cara membangun hubungan saling percaya dengan ibu, mendeteksi tanda dan bahaya yang mengancam jiwa, mempersiapkan kelahiran dan memberikan pendidikan kepada ibu. Pusdisnakes, (2002). Berdasarkan latar belakang dan melalui pemikiran dan pertimbangan, penulis merasa tertarik untuk menysun laporan kasus tentang Asuhan Keperawatan Antenatal Pada Ny, S Dengan G1P0A0 Trimester III di Ruang Poli Kandungan RSUD Tasikmalaya. B. TUJUAN 1. Tujuan Umum
Tujuan umum dari penulisan laporan kasus ini adalah untuk mendapatkan

gambaran nyata mengenai Asuhan Keperawatan Antenatal Pada Ny, S Dengan

G1P0A0 Trimester III di Ruang Poli Kandungan RSUD Tasikmalaya. 2. Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus penulisan Laporan ini adalah untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang :

a. Pengkajian data yang menunjang masalah keperawatan pada Ny. S Dengan
G1P0A0 Trimester III.

b. Diagnosa keperawatan pada klien Ny.S Dengan G1P0A0 Trimester III. c. Rencana asuhan keperawatan pada Ny. S Dengan G1P0A0 Trimester III. d. Pelaksanaan tindakan keperawatan pada Ny. S Dengan G1P0A0 Trimester III. e. Pelaksanaan evaluasi pada Ny. S Dengan G1P0A0 Trimester III.

C. Manfaat 1. Manfaat Teoritis
Makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis untuk dapat mengaplikasikan teori yang didapat di bangku kuliah sehingga mendapat gambaran nyata tentang asuhan keperawatan pada Kasus Ny. S Dengan G1P0A0 Trimester III.

2. Manfaat Praktis a. Bagi penulis
Penulis mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada Ny. S Dengan G1P0A0 Trimester III.

5

b. Bagi RSUD Tasikmalaya
Makalah ini dapat digunakan untuk memberikan informasi kepada RSUD

khususnya di Ruang Poli Kandungan terutama untuk asuhan keperawatan pada Klien Dengan G1P0A0 Trimester III.

c. Bagi STIKes BP Banjar
Makalah ini juga dapat digunakan oleh STIKes Bina Putera, sebagai bahan kajian pustaka untuk pengembangan ilmu pengetahuan program profesi Ners.

d. Bagi keperawatan
Makalah ini dapat di gunakan sebagai bahan acuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada Klien Dengan G1P0A0 Trimester III.

D. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan laporan “Asuhan Keperawatan Antenatal Pada Ny, S
Dengan G1P0A0 Trimester III di Ruang Poli Kandungan RSUD Tasikmalaya”

adalah : Bab 1 Pendahuluan Menguraikan tentang latar belakang, tujuan penulisan, pelaksanaan,

manfaat dan sistematika penulisan Bab II Landasan Toeri Menguraikan tentang pengertian kehamilan, patofisiologi dan konsep dasar asuhan keperawatan pada ibu hamil. BAB III Tinjauan kasus Menguraikan pengkajian data secara subyektif dan obyektif, diagnosa keperawatan, masalah, diagnosa potensial dan perencanaan BAB IV Simpulan Daftar Pustaka

7

BAB II TINJAUAN TEORI

A. ANATOMI DAN FISIOLOGI REPRODUKSI WANITA 1. Alat Genetalia (reproduksi) bagian luar Menurut (Bobak,2003 : 30) a) Mons Veneris Adalah bagian yang menonjol di atas simfisis dan pada wanita dewasa ditutupi oleh rambut kemaluan. b) Labia Mayora (bibir-bibir besar) Adalah lipatan kulit yang melengkung yang menutupi lemak dan jaringan ikat yang menyatu dengan mons veneris. c) Labia Minora (bibir-bibir kecil) Adalah suatu lipatan tipis dari kulit sebelah dalam bibir besar. d) Klitoris Adalah organ pendek berbentuk silinder dan erektil yang terletak tepat dibawah arkus pubis. Jaringan klitoris mengandung banyak pembuluh darah dan saraf sensoris sehingga sangat sensitif. e) Vestibulum Adalah suatu daerah yang berbentuk seperti perahu atau lonjong, terletak diantara labia minora, klitoris dan fourchette.

f) Himen (selaput dara) Adalah lipatan yang tertutup mukosa sebagian, jarang seluruhnya, bersifat elastis, tetapi kuat, disekitar introitus vagina.

Gambar 2.1 Alat Genetalia bagian luar

2. Alat genetalia (reproduksi) bagian dalam Menurut (Bobak, 2003 :32) a) Vagina Vagina merupakan saluran muskulo-membrancus yang menghubungkan rahim dengan vulva. Vagina terletak antara kandung kemih dan rectum, panjang bagian depan 9 cm dan dan dinding belakang 11 cm. Pada dinding vagina terdapat lipatan-lipatan melintang yang disebut portio, bagian serviks yang menonjol ke dalam vagina disebut portio, vagina berfungsi untuk mengeluarkan lendir uterus dan darah menstruasi, alat hubungan seks, dan jalan lahir pada waktu persalinan. b) Uterus

9

Uterus berbentuk seperti buah per yang sedikit gepeng ke arah mukosa belakang. Ukurannya sebesar telur ayam dan mempunyai rongga, dindingnya terdiri atas otot-otot polos. Ukuran panjang uterus adalah 7 – 7,5 cm, lebar di atas 5,25 cm, tebal 2,5 cm dan tebal dinding 1,25 cm. Fungsi uterus antara lain untuk menahan ovum yang telah dibuahi selama perkembangan, pada saat melahirkan uterus berkontraksi untuk mendorong bayi dan plasenta keluar. Uterus terdiri dari : 1) Fundus uteri adalah bagian uterus proksimal, disitu kedua tuba falloppii masuk ke uterus. 2) Korpus uteri adalah bagian uterus yang terbesar. Pada kehamilan bagian ini mempunyai fungsi utama sebagai tempat janin berkembang. Rongga yang terdapat di korpus uteri disebut kavum uteri (rongga rahim). 3) Serviks uteri c) Tuba Falloppi (Tuba Uterin) Tuba falloppi memanjang ke arah lateral, mencapai ujung bebas ligamen lebar dan berlekuk-lekuk mengelilingi setiap ovarium dengan panjang kira-kira 10 cm dengan diameter 0,6 cm, yang berfungsi sebagai pengantar ovum dari ovarium ke uterus, penyedia tempat untuk pembuahan. Tuba falloppi terdiri atas :

1) Pars interstisialis, bagian yang terdapat di dinding uterus. 2) Pars ismika, merupakan bagian medial tuba yang sempit seluruhnya. 3) Pars Ampularis, bagian yang berbentuk sebagai saluran agak lebar tempat konsepsi terjadi. 4) Infundibulum, bagian ujung tuba yang terbuka ke arah abdomen. d) Ovarium (indung telur) Ovarium terdapat dua buah yaitu kiri dan kanan yang dengan mesovarium menggantung di bagian belakang ligamentum kiri dan kanan, ovarium kurang lebih sebesar ibu jari tangan dengan ukuran panjang kira-kira 4 cm, lebar dan tebal kira-kira 1,5 cm. Ovarium ini berfungsi untuk memproduksi ovum, memproduksi hormon estrogen dan memperoduksi progesteron.

11

Gambar 2.2 Alat Genetalia bagian dalam B. DEFINISI 1. Kehamilan adalah saat-saat krisis, saat terjadinya gangguan, perubahan identitas dan peran bagi setiap orang, ibu, bapak dan anggota keluarga. Serta terjadinya perubahan fisiologis meliputi berbagai system dalam tubuh. ( Homilton, 2005 ). 2. Kehamilan sebagai keadaan fisiologis dapat diikuti proses patologis yang dapat mengancam keadaan ibu dan janin sehingga tujuan pemeriksaan antenatal adalah mengenal perubahan yang mungkin terjadi sejak dini, menyiapkan fisik dan mental ibu serta menyelamatkan ibu dan anak dalam kehamilan, persalinan dan masa nifas agar sehat dan normal setelah ibu melahirkan.

C. TANDA DAN GEJALA KEHAMILAN 1. Tanda Subjektif ( Presumitif Sign ) a) Mual, Muntah b) Mengidam c) Lelah d) Payudara membesar, tegang dan sedikit nyeri

13

e) Konstipasi dan obstipasi f) Pigmentasi kulit g) Adanya varises h) Tanda chadwik ( Bercak keunguan pada vagina ) i) Leukore ( Keputihan ) j) Amenore ( Tidak Haid ) 2. Tanda Objektif ( Probabilitas Sign ) a) Tanda Hegar adalah melunaknya segmen bawah uterus b) Tanda Godles adalah melunaknya cerviks c) Ballottement adalah pantulan yang terjadi ketika jari pemeriksa mengetuk janin yang mengapung dalam uterus, menyebabkan janin berenang, mengapung dalam posisinya. d) Uterine Soffie ( Desiran ) : Goyangan, desiram nadi yang terdengar diatas uterus normal e) Kontraksi Braxton Hicks adalah kontraksi intermiten yang mungkin terjadi selama hamil dan tidak terasa sakit 3. Tanda Pasti ( Positif ) pada kehamilan Gerakan janin yang dapat dilihat, dirasa dan diraba bagian janin, denyut jantung janin (DJJ), terlihat tulang-tulang janin dalam photo Rontgen ( Mochtar, 2001 )

D. ADAPTASI FISIOLOGIS DAN PSIKOLOGIS KEHAMILAN 1. Perubahan fisiologis

a) Uterus Ukuran dan berat uterus bertambah,kontraksi Braxton Hicks pada akhir trimester bertambah besar, P;32 cm, L;21 cm, ukuran muka belakang 22 cm. b) Postur tubuh Tubuh akan mengalami lordosis c) Perubahan dalam tubuh 1) Metabolisme  BMR meningkat 15pada 20%,umumnya trimester III  Sering haus, nafsu makan bertambah  Kenaikan BB 6,5-16,5 kg (rata-rata 12,5 kg) 2) System sirkulasi  Volume darah meningkat 25% secara fisiologis dengan puncak kehamilan 32 minggu.  Peningkatan CO+ 30%  Eritrosit meningkat  Plasma darah meningkat, leukosit meningkat sampai 10.000/ml3, meningkat  Protein globulin albumin,gama menurun pada trombosit

trimester I dan pada akhir

15

kehamilan  LED meningkat 4 X 3) System respirasi  Sesak nafas, nafas pendek ditemukan pada kehamilan > 32 minggu 4) System Gastro intestinal  Nausea emesis  Morning siknes  Konstipasi 5) System urinaria  Sering kencing pada trimester I dan III 6) System endokrin  HCG meningkat, estrogen dan  Tiroid progesterone membesar serta tetapi relaxtin meningkat hormone yang dihasilakn tetap sama  Kelenjar minggu ke 15-30  Kelenjar adrenal ukuranya meningkat terutama pada kortek. 7) System persyarafan  Perubahan postur tubuh 8) System musculoskeletal paratiroid ukuranya membesar pada kadang sampai

Perubahan motalitas usus Peregangan menjadi terbatas Perubahan Fisiologi Pada Kehamilan Penekanan pada vesika urinaria oduksi estrogen dan progesteron Perubahan hormonal Pembesaran uterus yg sesuai usia kehamilan

 nyeri

punggung

karna

perubahan postur tubuh  kram otot tungkai dan kaki berhubungan dengan metabolisme dan fosfor

E. PATOFISIOLOGI Proses kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan yang dimulai dari ovulasi pelepasan ovum. Fertilisasi yaitu pertemuan antara ovum dengan spermatozoa. Konsepsi sampai terjadi kehamilan disertai banyak perubahan. Perubahan tersebut diantaranya perubahan fisik, uterus, system sirkulasi darah, system pencernaan, system urinalis, metabolisme, respirasi, dan psikososial.

PATHWAY

e? pertmbhan nutrisi menurun Hipotalamus umlah intake mmae & jar lemakCortexotot pinggang embagian energy meningkat Peregangan cerebri Peregangan sel lesu, klmhan otot Nyeri ukan makanan dalam(saraf nyeri) emah. letih, mamae nutrisi lambung syaraf nyeri Gguan pem keb usus dan Thalamus rasa mual muntahPeregangan

Aktifitas terganggu Metabolisme meningkat Pengeluaran cairan berlebih Peregangan sel GI GangguanLordosis fisik mobilitas

Perubahan pola BAK RR meningkat, Sesak Penekanan pada diafragma Rangsangan pola napasme? Gangguan berkemih Menurunkan expansi paru Resti terjadi kekurangan cairan

17

F. PERUBAHAN FISIK 1. Vagina Selama proses kehamilan, peningkatan valkularisasi dan hyperemia timbul di kulit dan otot-otot perineum serta vulva dan terdapat pelunakan jaringan ikat yang normalnya banyak terdapat pada struktur – struktur ini

sekret yang banyak sekali dan warna ungu vagina disebabkan hyperemia. F. Gary Luningham, (2005). Getah dalam vagina besarnya bertambah dalam kehamilan reaksinya asam pH 3,5-6,0 yang disebabkan oleh terbentuknya audum lakhtum sebagai hasil penghancuran glikogen yang berada dalam sel-sel epitel vagina oleh bacil-bacil doderlien. Sifat asam ini mempunyai sifat bakterisida. FK Unpad, (2000). 2. Kulit Selain striae gravidarum pada kulit terdapat pula hiperpigmentasi antara lain pada areola Mammac, papilla mammae dan linea alba. Linea alba yang tampak hitam disebut linea nigra. Hiperpigmentasi yang terdapat pada kulit muka disebut Chloasma gravidarum. FK Unpad, (2000). 3. Dinding perut Pada primigravida sering timbul garis-garis memanjang atau serong perut yang disebut striae gravidarum tetapi kadang pula terdapat pada payudara dan paha, pada primigravida warnanya membiru disebut striae livide sedangkan pada multigravida selain biru juga terdapat warna garis putih agak mengkilat seperti jaringan perut yang disebut linea albican. FK Unpad, (2000). 4. Ovarium Pada salah satu ovarium dapat ditemukan corpus luteum gravidatatis, tapi setelah bulan IV Corpus Luteum menyusut. FK Unpad, (2000). 5. Payudara

19

Selama kehamilan payudara membesar disebabkan hypertrofi dari alveoli yang menyebabkan hypersensitifitas pada mammae, hyperpigmentasi areola mammae, grandula montgomery makin tampak, puting susu semakin menonjol dan pengeluaran ASI belum berlangsung. Bobak dkk, (2004).

G. KEMUNGKINAN DATA FOKUS 1. Wawancara a. Identitas Klien Nama, umur, jenis kelamin, pekerjaan, nama suami, pekerjaan suami, alamat. b. Keluhan Utama Menayakan gangguan terpenting yang dirasakan klien pada waktu pengkajian seperti mual, muntah, lelah, letih dan anorexia. c. Riwayat penyakit keluarga Apakah mempunyai penyakit keturuan dan penyakit menular yang memperberat kehamilannya. d. Riwayat reproduksi Menstruasi (Menarche, siklus haid, keluhan saat haid, lama haid, banyaknya darah), HPHT. e. Riwayat perkawinan Kawin atau tidak kawin, berapa lama menikah, berapa kali menikah. f. Riwayat Kehamilan dan Persalinan 1) Kehamilan yang keberapa

2) Riwayat kehamilan terdahulu 3) Riwayat persalinan dahulu 4) HPHT 2. Pemeriksaan fisik a. Keadaan Umum Penampilan umum, kesadaran (Compos mentis, Somnolen, Delirium, Apatis, semi koma, koma), Tanda-tanda Vital : 1) Tekanan darah 2) Nadi 3) Suhu 4) Respirasi 5) Berat badan 6) Tinggi badan 7) Tinggi fundus uteri 8) Taksiran partus b. Rambut Inspeksi warna kulit kepala, Distribusi rambut, ada lesi atau tidak, palpasi tekstur, ada masa/tidak, rontok atau tidak, kaji nyeri tekan. c. Mata Konjungtiva anemis/tidak, Skelera ikterik/tidak, ada masa/tidak, adanya nyeri tekan/tidak, reflek kornea dan pupil. d. Hidung Bentuk, sekret, potensi nasal, mukosa, saliva, penciuman, dan ada masa

21

atau tidak. e. Mulut dan Gigi Bentuk bibir, mukosa bibir lembab/tidak, sianosis/tidak, lidah bersih atau kotor, adanya caries atau tidak, kelengkapan gigi. g. Dada Bentuk pergerakan dada, Respirasi Rate, Taktil fremitus, suara nafas, bunyi jantung, h. Payudara Bengkak, hiperpigmentasi, putting susu keluar / tidak, ada masa / tidak. i. Genitalia luar Varises, perdarahan, cairan yang keluar dari vagina. j. Genitalia dalam Servik : meliputi cairan yang keluar, lesi, kelunakan, posisi mobilitas tertutup atau terbuka Vagina : meliputi cairan yang keluar, lesi dan darah. k. Abdomen Bentuk simetris, tidak ada lesi, Striae gravidarum, TFU, Leopold I,II,III, dan IV. l. Ektremitas Jumlah Jari tangan dan kaki, oedema, kesimetrisan, varises, oedema, reflek patella, reflek babinsky.

H. ANALISA DATA

NO DATA 1. DO : Klien muntah DS : Klien mengeluh mual, klien mengeluh tidak nafsu makan, klien mengeluh lemah dan letih

ETIOLOGI Perubahan fisiologi selama kehamilan ↓ Perubahan hormonal ↓ Produksi estrogen dan progesterone ↓ Perubahan motilitas usus ↓ Penumpukan makanan dalam usus dan lambung ↓ Peregangan saluran GI ↓ Rasa mual dan muntah ↓ Gangguan pemenuhan nutrisi

MASALAH Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan

2.

DO : Payu dara membesar Payu dara teraba keras DS : Klien mengatakan payudara terasa penuh, tegang dan nyeri. Skala nyeri 1-10

Perubahan fisiologis selama kehamilan ↓ Produksi estrogen dan progesterone kembali meningkat ↓ Hipertrofi jaringan kelenjar mamae ↓ Peningkatan vaskularisasi pigmentasi ukuran serta penonjolan putting susu dan aerola ↓ Perubahan payu dara ↓ Ujung-ujung syaraf teraktivitas ↓ Merangsang mediator nyeri

Gangguan rasa nyaman nyeri

23

3.

DO : Frekuensi BAK meningkat. Usia kehamilan diatas 27 minggu. DS : Klien mengatakan sering BAK.

↓ Hypothalamus ↓ Cortex cerebri ↓ Nyeri dipersepsikan Pembesaran uterus yang sesuai usia kehamilan ↓ Penekanan pada vesika urinaria ↓ Peregangan menjadi terbatas ↓ Rangsangan berkemih meningkat ↓ Perubahan pola BAK

Gangguan eliminasi BAK

4.

DO : Frekuensi nafas bertambah 24 x / menit. Tampak sesak napas DS : Klien mengeluh sesak napas.

Pembesaran uterus yang sesuai usia kehamilan ↓ Menekan pada diafragma ↓ Penurunan expansi paru ↓ Peningkatan RR, sesak napas ↓ Gangguan pola napas

Gangguan pola napas.

I. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Pola napas tidak efektif b.d pendesakan diafragma karena pembesaran uterus 2. Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan b.d mual muntah 3. Gangguan rasa nyaman nyeri pada payu dara b.d hipertrofi pada jaringan payudara 4. gangguan eliminasi : meningkatnya eliminasi BAK b.d pembesaran uteri.

J. NURSING CARE PLAN No. Tujuan 1. Tupan : Dalam waktu 1x24 jam pola napas efektif Tupen : Dalam waktu 2 jam kebutuhan oksigenasi terpenuhi dengan kriteria : - Frekuensi napas 18-22 kali/menit - Klien tidak sesak. Intervensi 1. Kaji TTV 2. Monitor status pernapasan klien pada pergerakan dada 3. Anjurkan klien untuk banyak istirahat 4. Anjurkan klien untuk tidur setengah duduk 5. Berikan oksigen sesuai indikasi Rasional 1. Merupakan data dasar dalam menentukan intervensi selanjutnya 2. Menentukan luas dan beratnya masalah yang terjadi 3. Mengurangi pemakaian O2 4. Posisi semi fowler dapat mengefektifkan expansi paru dan mengurangi sesak Oksigen diberikan untuk memenuhi kebutuhan

25

2.

Tupan : Dalam waktu 3x24 jam kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi. Tupan : Dalam waktu 2 x 24 jam gangguan pemenuhan nutrisi teratasi dengan kriteria : - Mual berkurang - Nafsu makan ada - Muntah berkurang - BB naik sesuai usia kehamilan - Klien tidak anemis

1. Kaji nutrisi

asupan

2. Observasi mual dan muntah 3. Anjurkan klien untuk minum air hangat sebelum makan 4. Anjurkan kepada klien untuk menghindari makananmakanan yang mengandung lemak tinggi 5. Anjurkan klien untuk menkonsumsi makanan manis sebelum turun dari tempat tidur

oksigenasi klien 1. Menentukan sejauh mana derajat kekurangan nutirisi 2. Muntah berlebih dikaji untuk mengetahui efek atau resiko dehidrasi 3. air hangat dapat mengurangi mual 4. Kadar lemak yang tinggi dapat meningkatkan respon terhadap mual 5. Mengkonsumsi makanan manis dapat memenuhi kebutuhan nutrisi sel, karena mudah diserap. 6. Ibu hamil biasanya muntah bila mencium bau makanan 7. Porsi sedikit tapi sering mencegah rasa tidak enak di abdomen

6. Hindari faktor yang dapat menyebabkan mual dan muntah 7. Anjurkan klien untuk makan sedikit tapi sering selagi hangat 8. kolaborasi pemberian therapy antiemetik

Antiemetik dapat mengurangi mual 3. Tupan : Dalam waktu 5x24 jam kebutuhan rasa nyaman terpenuhi. Tupen : Dalam waktu 2x24 jam masalah dapat teratasi dengan kriteria : - Nyeri payudara berkurang atau tidak nyeri sama sekali - Bengkak berkurang - Skala nyeri 01 1. Kaji vital tanda-tanda 1. muntah Merpakan data dasar untuk melakukan intervensi selanjutnya Bra yang elastis dapat mengurangi penekanan berlebih yang akan memperberat nyeri payudara Atisipasi putting susu yang tidak keluar sebelum menyusui Perubahan payudara sering dan dormal terjadi karena hipervaskularisasi kelenjar mamae

2. Beritahu klien untuk memakai bra yang dapat menyangga payudara, elastis dan dapat menyerap keringat 3. Latih klien untuk merawat putting susu yang tidak keluar 4. Jelaskan fisiologi dari perubahan payudara

2.

3.

4.

4.

Tupan : Dalam waktu 3x24

1. Berikan informasi tentang perubahan

1. Membantu klien memahami alas

27

jam gangguan eliminasi tidak terjadi. Tupen : Dalam waktu 2x24 jam gangguan eliminasi tidak terjadi dengan kriteria : - Frekuensi BAK normal.

berkemih 2. Beritahu klien untuk membatasi minum pada malam hari 3. Beritahu klien untuk miring kiri saat tidur

an fisiologis tentang frekuensi berkemih 2. Dapat mencegah terjadinya nokturia 3. Meningkatkan perfusi ke ginjal, memobilisasi gangguan edema yang dipendam 4. Untuk menghindari penekanan uterus pada blast Mempertahankan tingkat cairan dan perfusi yang adekuat pada ginjal

4. Beritahu untuk menghindari tidur tegak dalam waktu lama 5. Berikan informasi mengenai perlunya masukan cairan 68 gelas / hari.

BAB III ASUHAN KEPERAWATAN

A. PENGKAJIAN 1. Identitas pasien Nama Umur Jenis kelamin Agama Pendidikan Pekerjaan HPHT Taksiran Partus Diagnosa medis Tanggal pengkajian Alamat : Ny S : 27 Tahun :P : Islam : SMA : IRT : 22 September 2010 : 29 Juni 2011 : G1P0A0 Trimester III : 14 April 2011 : Cisayong Tasikmalaya 2. Identitas pasien Nama Umur Jenis Kelamin : Tn. D : 30 Tahun : Laki-laki

29

Hubungan dengan klien Alamat

: Suami : Cisayong Tasikmalaya

B. Riwayat Kesehatan a. Keluhan utama
Klien mengeluh badan pegel-pegel

b. Riwayat kesehatan sekarang
Pada tanggal 13 april 2011 klien datang ke ruang poli kandungan untuk memeriksakan kandungan nya yang sudah memassuki kehamilan Trimester III, pada saat dikaji pada tanggal yang sama pada pukul 09.30 WIB klien mengeluh pegal-pegal terutama pada kaki kadang disertai dengan kesemutan dan sakit pada pinggang. Keluhan nyeri dirasakan bertambah bila klien banyak berjalan dan nyeri berkurang apabila klien di istirahatkan, saat nyeri terjadi klien tampak meringis menahan nyeri, rasa nyeri dirasakan menjalar sampai punggung dan bokong, skala nyeri 2 dari rentang (0-5), nyeri hanya dirasakan sewaktu-waktu saja yaitu bila klien banyak berjalan-jalan atau berdiri. Tanda-Tanda Vital : TB sebelum hamil : 58 kg, TTV : TD Respirasi : 22 x/menit, Suhu : 159 CM, BB saat ini : 72 kg, BB : 120/80 mmHg, Nadi : 84 x/menit, : 36 5º C, TFU : 32 cm.

c. Riwayat kesehatan dahulu
Klien mengatakan pada saat kehamilan sekarang tidak memiliki penyakit kronis seperti penyakit jantung, ginjal, dll. Klien juga mengatakan tidak memiliki penyakit keturunan seperti DM, klien juga tidak memiliki penyakit menular seperti TB paru dan TBC, dan tidak memiliki penyakit pada daerah genitalia. Selama hamil klien hanya pernah menngalami penyakit ringan seperti flu dan demam.

d. Riwayat kesehatan keluarga

Klien mengatakan bahwa diantara anggota keluarganya tidak ada yang mempunyai penyakit menular dan keturunan.

e. Riwayat keperawatan prenatal 1. GPA
G1P0A0

2. Riwayat penggunaan kontrasepsi
Klien mengatakan bahwa klien sebelumnya pernah menggunakan alat kontrasepsi yaitu Pil KB. Mulai menggunakan tahun 2009 dan terakhir tahun 2010 dan tidak ada keluhan.

3. Riwayat menstruasi
Klien mengalami menstruasi pada saat pertama umur 15 tahun dengan siklus 28 hari dan sifatnya cair. Lama haid 5-7 hari dan tidak ada keluhan. HPHT : 22 September 2010

4. Riwayat perkawinan
Klien menikah satu kali yaitu pada usia 25 tahun yaitu pada 2009, usia suami 28 tahun. Lama pernikahannya sampai sekarang 3 tahun.

5. Riwayat kehamilan sekarang
Klien G 1 P 0 A 0 Trimester III (32 Minggu) HPHT 22 September 2010, taksiran partus 29 Juni 2011, pada awal kehamilan klien mengatakan mengalami mual – mual, klien juga mengeluh kadang pusing, kluhan tersebut hilang setelah umur kehamilan klien sampai 3-4 bulan, saat memasuki kehamilan terimeter III klien tidak merasakan keluhan yang berat hanya saja sering badan terasa pegal-pegal dan kesemutan. Klien

31

selalu memeriksakan kehamilannya secara teratur dan mendapatkan imunisasi TT sebanyak 2 kali.

f. Aspek Biologis Pemeriksaan Fisik 1. Keadaan umum a) Penampilan
umum : Baik, tidak pucat lemas dan

b) Kesadaran
: Composmen this

c) TB

:

159 CM

d) BB saat ini
: 72 kg

e) BB sebelum
hamil : 58 kg

f) TTV

: - TD :

120/80

mmHg

-

Nadi Respirasi Suhu

: 84 x/menit : 22 x/menit : 36 5º C

g) TFU
cm

: 32

2. Sistem Integumen a) Rambut dan
kulit kepala Penyebaran rambut merata diseluruh permukaan kulit kepala, berwarna hitam, tidak ada lesi atau benjolan dikepala, rambut rontok.

b) Kulit
Warna kulit sawo matang, turgor kulit baik, keadaan kulit kotor.

c) Kuku
Keadaan kuku pendek dan bersih, CRT 2 detik.

3. Sistem Sensori a) Mata
Mata kanan kiri simetris, konjungtiva tidak anemis, sclera tidak ikterik, tidak ada edema pada kelopak mata, fungsi penglihatan baik.

b) Telinga
Bentuk simetris, tidak terdapat serumen, fungsi pendengaran baik.

33

c) Hidung
Posisi lubang hidung kiri dan kanan simetris, tidak tampak adanya kotoran di lubang hidung, fungsi penciuman baik terbukti dengan klien bisa membedakan bau kayu putih.

4. Sistem kardiovaskuler
Dada kanan dan kiri simetris, tekanan darah 130/90 mmHg, nadi 84 kali/menit, tidak ada pembesaran KGB dan peningkatan JVP.

5. Sistem Gastrointestinal a) Mulut
Mukosa mulut lembab, tidak terdapat stomatitis, fungsi pengecapan baik terbukti dengan klien bisa membedakan rasa manis, asin dan pahit.

b) Abdomen 1) Inspeksi
Striae gravidarum (+), linea alba (+), lesi (-), Nyeri tekan (+)

2) Palpasi
Pemeriksaan leopold

-

Leopold I : TFU 32 cm, taksiran BB janin = 3100 gram, terbaba bagian lunak, kurang bundar dan melenting.

-

Leopold II : di bagian kanan teraba bagian-bagian kecil, bagian kiri teraba bagian besar (Letak punggung terletak di sebelah kiri)

-

Leopold III : Bagian bawah teraba melenting dan bundar, bagian bawah sudah masuk PAP.

-

Leopold IV : Convergen

3) Auskultasi
DJJ 135 x/menit teratur, Bising usus 8 x / menit.

c) Eliminasi BAK pada siang hari > 5 kali BAK pada malam hari > 5 kali

6. Sistem Muskuloskeletal a) Ekstremitas Atas
Bentuk dan ukuran simetris, Klien dapat mengerakan kedua

tangannya , tidak terdapat Oedema dan lesi.

b) Ekstremitas Bawah
Bentuk dan ukuran simetris, tidak terdapat oedema, Tidak terdapat varises, reflek lutut (+), kekuatan otot 5 5 5 5

7. Sistem Reproduksi a) Mamae
Payudara kiri dan kanan simetris, putting susu datar/ tidak menonjol, areola hyperpigmentasi, payudara bengkak, ASI baru keluar sedikit, klien mengeluh payudaranya nyeri.

g. Aspek Psikologis
Klien bernama Ny. S berusia 27 tahun berasal dari Desa Cisayong Tasikmalaya datang ke Poliklinik Kebidanan RSUD Tasikmalaya dengan

35

keluhan mules-mules, ini merupakan kehamilan pertama bagi klien dan klien mengatakan bahwa kehamilannya telah terjadi perubahan pada pola kehidupan sehari-harinya, klien menjadi sedikit malas dan suka mual-mual dan muntah di pagi hari.

h. Aspek Sosial dan Ekonomi
Klien dapat berinteraksi baik dengan keluarga, perawat maupun pasien lain. Klien termasuk ke dalam keluarga yang kurang mampu terbukti untuk biaya rumah sakit klien menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu.

i. Aspek Spiritual
Klien beragama Islam, klien mengatakan selalu berdoa memohon kesehatan kepada Alloh SWT.

j. Pola aktivitas sehari-hari No 1. Data Nutrisi dan Cairan a. Makanan - Jenis - Cara b. Minum - Cara Eliminasi a. BAB Konsistensi Cara Di Rumah - 3 x /sehari - 1 porsi Nasi, lauk pauk, sayuran Mandiri - 6 – 7 gelas - Air putih Mandiri - 1 x /hari - Kuning khas Padat Mandiri

2.

b. BAK

3.

- Cara Personal Hygiene - Gosok Gigi - Keramas Pola Aktifitas Mobilisasi

- Tidak tentu - Kuning Mandiri - 2 x /hari - 2 x /hari 2 x /hari 2 x /minggu - ± 1 jam - ± 7 jam

4. 5.

- Tidak ada - Ibu rumah tangga - Jalan-jalan

k. Pemeriksaan penunjang
Tanggal 13 Maret 2011 Jenis pemeriksaan Hematology : Waktu Perdarahan (BT) Waktu Pembekuan (CT) Golongan Darah Hemoglobin Hematokrit Leukosit Trombosit Hasil 1.00 3.00 B 12.9 36 10.700 210.000 Nilai normal 1-3 menit 1-7 menit P : 12-6 L : 14-18 P : 35-45 L : 40-50 Dws : 5.0-10.0 Bayi : 7.0-17.0 Normal Normal Normal Normal Interpretasi

37

C. Analisa Data
No. 1. Data DS : Etiologi Kehamilan ↓ Perubahan hormonal ↓ Pembesaran uterus sesuai usia kehamilan ↓ Panggul miring ke depan (lordosis) ↓ Perubahan tonus otot perut, peningkatan beban BB ↓ Pusat gravitasi bergeser ke depan ↓ Curva lumbosarkum melengkung di servidorsal ↓ Ligamentum dan otot tulang belakang ke bagian bawah/tengah mendapat tekanan (perubahan mekanika tubuh) ↓ Gangguan rasa nyaman nyeri Masalah Gangguan rasa nyaman nyeri

-

DO :

-

2.

3.

DS : Klien mengatakan sering BAK pada malam hari DO : - BAK Meningkat pada trimester III - Frekuensi BAK 6-7 kali per hari DS : Klien mengatakan kadang merasa sesak DO : - Frekuensi napas 26x/menit - Klien tampak sesak

Penekanan bagian bawah janin ke kandung kemih ↓ Penurunan kapasitas kandung kemih ↓ Peningkatan frekuensi BAK ↓ Perubahan pola eliminasi BAK

Perubahan pola eliminasi BAK

Pembsaran uterus yang sesuai dengan usia kehamilan ↓ Penekanan dinding diafragma ↓ Penurunan ekspansi paru ↓ Peningkatan RR Gangguan pola napas

Peningkatan RR Gangguan pola napas

D. Diagnosa Keperawatan 1. Gangguan
rasa nyaman nyeri B.D adanya

perubahan mekanika tubuh ditandai dengan : DS :

-

Klien

mengatakan

pegal-pegal pada kaki dan kadang sampai

pinggang

-

Nyeri menjalar

dirasakan sampai ke

punggung dan bokong

-

Klien mengatakan nyeri dirasakan bila banyak berdiri dan berjalan

DO :

39

-

Skala nyeri 2 dari rentang (0-5)

2. Gangguan pola napas B.D penurunan expansi paru,
ditandai dengan : DS : Klien mengatakan kadang merasa sesak DO :

-

Frekuensi napas 26x/menit Klien tampak sesak

3. Gangguan pola eliminasi BAK B.D penekanan
bagian bawah janin pada kandung kemih, ditandai dengan : DS : Klien mengatakan sering BAK pada malam hari DO :

-

BAK Meningkat pada trimester III Frekuensi BAK 6-7 kali per hari

E. Intervensi Keperawatan
NO. 1. DX 1. TUJUAN Tujuan jangka panjang : Rasa nyaman klien terpenuhi. Tujuan jangka pendek : Rasa nyaman klien terpenuhi dengan kriteria hasil : - Klien tidak mengeluh pegal-pegal dan sakit pinggang - Klien mengerti tentang anjuran yang diberikan PERENCANAAN INTERVENSI Jelaskan posisi tubuh yang benar, gunakan bra maternitas yang memberi topangan IMPLEMENTASI EVALUASI RASIONAL Kondisi akan membaik dengan sikap tubuh yang benar

-

-

-

Anjurkan untuk relaksasi dan istirahat terutama untuk ekstremitas bawah, dan seluruh tubuh pada umumnya

-

Mekanika tubuh yang baik dapat menghindar peregangan ligament berlebih dan menghilangkan kram

-

Anjurkan untuk menghindari keletihan, gunakan sepatu bertumit rendah, gunakan kasur yang padat

-

Untuk menghindari keletihan dan kelelahan yang berlebihan

Menjelaskan kepada klien tentang posisi tubuh yang baik dan menggunaan bra yang baik Hasil : Klien mengatakan akan memakai bra yang cocok untuk masa kehamilan - Menganjurkan klien untuk menghindari aktivitas yang berat dan relaksasi jika merasa sakit Hasil : Klien mengatakan akan membatasi kegiatan-kegiatan yang melelahkan - Menganjurkan kepada klien untuk menghindari menggunakan sepatu yang bertumit tinggi, dan menganjurkan klien untuk memakai kasur

-

-

Respon klien baik

-

Respon klien baik

-

Respon klien baik

41

Anjurkan untuk kompres hangat pada daerah yang pegel dan gosok bagian punggung

Untuk memberikan stimulasi pada pembuluh darah dan menghindari ketegangan

Yakinkan bahwa kondisi akan hilang 6-8 minggu setelah melahirkan

dapat memahami kondisi yang dialami

yang padat pada saat tidur Hasil : Klien mengatakan tidak akan memakai sepatu hak tinggi dan akan menggunakan kasur yang padat pada saat tidur. - Menganjurkan klien untuk kompres hangat dan menggosok punggung Hasil : Klien mengatakan akan melakukan apa yang dijelaskan perawat - Meyakinkan klien tentang kondidi kehamilannya Hasil : Klien dapat memahami kondisi kehamilannya

-

Respon klien baik

-

Respon klien baik

2.

2.

Tujuan jangka panjang : Pola nafas klien efektif Tujuan jangka

-

Kaji status pernafasan klien. Berikan tentang informasi kesulitan

-

-

Menentukan luas atau beratnya masalah yangterjadi. Menurunkan

-

Mengkaji status - RR 26 X/menit pernafasan klien. Memberikan informasi - Respon klien baik

pendek : Pola nafas klien kembali normal dengan kriteria : - 16/12 x/menit - Klien tidak tampak sesak -

bernafas karena aktivitas dan beri tahu untuk sering beristirahat bila klien lelah. berikan klien penjelasan tentangtindakan yang dapat di lakukan oleh klien (Semi powler,hindari rokok) Periksa kadar Hb dan HCT -

kemungkinan gejala pernafasan yang di sebablan oleh aktivitas.

Menurunkan tekanan pada diafragma.

-

-

-

Peningkatan kadar plasma akan mengencerkan Hb mengakibatkann anemia dan menurunkan kapasitas transport O2

tentang kesulitan bernafas karena aktivitas dan beritahu untuk sering beristirahat bila - Respon klien baik klien lelah. memberikan klien penjelasan tentang tindakan yang dapat di lakukan klien (semi powlwer,hindari rokok)

3.

3.

Jangka panjang : Gangguan pola

-

Berikan informasi perubahan pola

-

Membantu klien untuk memahami

-

Memberikan informasi tentang

-

Respon klien baik.

43

eliminasi tidak terjadi. Jangka pendek : Pola eliminasi klien kembali normal. dengan criteria : - Frekuensi BAK normal.

berkermih trimester III. -

pada

Anjurkan untuk membatasi minum pada malam hari. Anjurkan untuk miring saat tidur.

-

alas an fisiologis dari frekuensiberkermi h dan nokturia. Dapat mencegah terjadinya nokturia

-

perubahan pada pola berkermih pada trimester III Menganjurkan untuk membatasi minum pada malam hari. Mengnjurkan untuk miring kiri saat tidur.

-

-

-

Beri tahu mengenai perlunya masukan cairan 6-8 gelas per hari. -

Meningkatkan perfusi ke ginjal mobilisasi edema yang defendant Untuk menghindari penurunan aliran vena Memperhatikan tingkat cairan dan perfusi yang adekuat pada ginjal

-

Menganjurkan untuk menghindari posisi tegak pada waktu yang lama. Memberitahu mengenai perlunyamasuka n cairan 6-8 gelas per hari.

Klien mengatakan akan berusaha untuk tidak banyak minum pada malam hari . Respon klien baik Respon klien baik.

-

-

-

Respon klien baik

BAB IV PEMBAHASAN

Ny.S umur 27 tahun, agama Islam, suku jawa, pendidikan SMA, seorang Ibu Rumah Tangga ini adalah pernikahan pertama dengan Tn.D umur 30 tahun, agama Islam,suku sunda, pendidikan SMA, pekerjaan Wiraswasta. Pasangan ini telah menikah selama dua tahun dan merupakan kehamilan yang pertama. Pembahasan ini mencoba menguraikan kesenjangan antara teori dan kenyataan dilapangan dari berbagai faktor yang mendukung dan menghambat dalam pelaksanaan asuhan keperawatan pada klien sesuai dengan tahapan proses asuhan keperawataan yaitu tahapan pengkajian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. A. Tahap Pengkajian Tahap ini merupakan tahap awal dari suatu proses keperawatan dimana melakukan pendekatan lebih dahulu terhadap klien dan keluarga, serta menjelaskan maksud dan tujuannya dilakukan asuhan keperawatan. Dalam melakukan pengkajian tidak menemukan kesulitan dan hambatan yang berarti karena klien dan keluarga memberi respon yang positif dan mau bekerja sama sehingga memudahkan untuk menggali pengumpulan data, selain itu juga mendukung oleh kepala ruangan beserta staf, perawat beserta tim kesehatan lainnya, yang banyak memberi bantuan dan kemudahan dalam melakukan pengumpulan data. Dari hasil pengkajian klien mengatakan mules-mules. TD 120/80 mmHg,

45

klien mengatakan mules bertambah bila klien bangun dan berdiri dan mules merasa berkurang apabila ditidurkan. Dari pengkajian tersebut ditemukan beberapa permasalahan yang dirumuskan menjadi diagnose keperawatan sebagai berikut : 1. Gangguan rasa nyaman nyeri B.D adanya perubahan
mekanika tubuh

2. Gangguan pola napas B.D penekanan urterus yang
menekan pada dinding diafragma

3. Gangguan pola eliminasi BAK B.D penekanan
bagian bawah janin pada kandung kemih

B. Tahap Perencanaan Setelah data terkumpul kemudian dianalisa dan selanjutnya menyusun

rencana tindakan asuhan keperawatan sesuai dengan diagnosa keperawataan yang muncul. C. Tahap Pelaksanaan Setelah rencana tersusun penulis segera melaksanakan tindakan sesuai dengan asuhan keperawatan yang direncanakan, adapun pelaksanaan tindakan

keperawatan dan tindakan kolaboratif disesuaikan dengan sarana dan prasarana serta kondisi klien.

D. Tahap Evaluasi

Evaluasi bertujuan untuk menilai keberhasilan tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan dengan mengacu pada tujuan yang harus dicapai. Evaluasi ini merupakan tahap akhir dari proses dari keperawatan. Dari semua kriteria tujuan yang ada pada diagnosa keperawatan dapat dievaluasi dan tujuan dapat teratasi.

BAB V

47

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN Asuhan keperawatan pada Ny. S dengan G1P0A0 Trimester III di Ruang Poli
Kandungan RSUD Tasikmalaya, pada proses pelaksanaannya di dukung oleh teori yang penulis dapatkan dari berbagai sumber dan diterapkan dengan proses asuhan keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnose keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Setelah dilakukan proses asuhan keperawatan penulis dapat mengambil kesimpulan yaitu :

1. Pada tahap pengkajian penulis dapat melaksanakan hambatan didukung komunikasi yang tanpa berarti menemui hal ini

dengan yang

diterapkannya efektif pada

wawancara dan pemeriksaan fisik hal ini juga berkat kerja sama dari klien dan keluarga serta petugas poliklinik 2. Pada peoses mengambil diagnose keperawatan penyusun dapat

mengambil diagnose keperawatan sesuai data fokus yang didapat dari

klien 3. Pada proses perencanaan penyusun benar-benar mengacu pada

penyelesaian masalah yang muncul pada klien, yang tentunya

disesuaikan dengan prinsip proses asuhan keperawatan 4. Pada proses implementasi penyusun juga dapat melaksanakannya dengan baik karena mendapat bimbingan dan saran dari pembimbing 5. Saat pengevaluasian masalah

keperawatan yang muncul semuanya dapat teratasi.

B. SARAN 1. Dalam melakukan pengkajian harus dilaksanakan secara

komprehensif meliputi, bio, psikososial, dan spiritual dan membina hhubungan saling percaya antara perawat dengan klien beserta keluarganya sehingga dapat mempermudah pelaksanaan pengkajian. 2. Dalam mengambil diagnose keperawatan hendaknya mengambil

49

skala prioritas yang menjadi masalah keperawatan yang dirasakan klien. 3. Tahap perencanaan hendaknya dapat dilakukan dan direncanakan bersama-sama bersama klien dan keluarga dan perawat

diharapkan dapat meningkatkan, pengetahuan dan motivasi agar memudahkan dalam pelaksanaan 4. Pada tahap pelaksanaan hendaknya menggunakan metode— metode seperti penyuluhan dan demontrasi sehingga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan klien tentang masa-masa persalinan 5. Pada tahap evaluasi hendaknya mengikutsertakan suami atau keluarga untuk evaluasi selanjutnya karena klien dan

kehamilannya tidak bisa di evaluasi hanya oleh perawat saja.

DAFTAR PUSTAKA

Bobak, 2000, Keperawatan Maternitas, Jakarta : EGC Carpenito, Lynda Juall. (1997). Diagnosa Keperawatan : buku saku. edisi 6. Jakarata : EGC Doengoes, A. Marylin, 2000, Rencana Perawatan Maternal dan Bayi, Jakarta : EGC Ganong. (1998). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi: 17. Jakarta: EGC

Hamilton., 1995, Dasar-dasar Keperawatan Maternitas, Jakarta : EGC Manuaba, 2001. Keperawatan Maternal dan Neonatal, Jakarta : Rineka Cipta Sondakh, 2006. Ilmu Keperawatan Maternitas. Jakarta :Salemba Medika

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful