You are on page 1of 2

Herbert Marcuse

Herbert Marcuse lahir di Berlin, Jerman, 19 Juli 1898 – meninggal di Starnberg, 29 Juli
1979 pada umur 81 tahun. Marcuse adalah seorang filsuf Jerman-Yahudi, teoretikus politik
dan sosiolog, dan anggota Frankfurt School. Dikenal sebagai "Bapak Gerakan Kiri Baru" atau
Neo-Marxisme, karya terbaik yang dikenal adalah Eros and Civilization, One-Dimensional
Man, dan The Aesthetic Dimension. Marcuse adalah intelektual yang memberi pengaruh
besar pada gerakan Kiri Baru dan gerakan mahasiswa pada tahun 1960-an.

Marcuse tergabung dalam Mazhab Frankfurt yang mengkritik positivisme, kelompok ini
terkenal dengan teori kritisnya. Teori Kritis memandang positivisme sebagai biang keladi
kemandegan proses pencerahan, yaitu tatkala teori-teori tak lagi emansipatoris, melainkan
hanya fiksasi realitas dan mereduksinya pada apa yang terukur.

Pandangan Marcuse terhadap kapitalisme bisa ditelusuri akarnya ke salah satu konsep utama
Karl Marx: Objektifikasi. Marx percaya bahwa kapitalisme mengeksploitasi manusia; dan
apa yang para buruh lakukan sejatinya adalah proses mendehumanisasi diri mereka menjadi
objek fungsional. Marcuse mengambil pandangan ini dan mengembangkannya.

Mazhab Frankfurt, mengkritik masyarakat modern dengan menghujam pada satu sasaran,
yaitu rasio instrumental. Rasio instrumental adalah rasio yang melihat realitas sebagai potensi
untuk dimanipulasi, ditundukkan, dan dikuasai secara total. Rasio instrumental memandang
realitas (alam maupun manusia) sebagai objek untuk diklasifikasi, dikonseptualisasi, ditata
secara efisien untuk tujuan apa pun yang dianggap penting oleh kekuasaan. Rasio
instrumental, menurut Marcuse, telah mereduksi manusia menjadi manusia satu dimensi (One
Dimensional Man), dimana semua aspek kehidupan manusia, seni, agama, ilmu pengetahuan,
dan bahasa, direduksi peda kepentingan kontrol teknis.

Ia percaya kapitalisme dan industrialisasi menekan kaum buruh begitu kuat, hingga kaum
buruh mulai melihat diri mereka sendiri sebagai objek yang mereka produksi. Pada One-
Dimensional Man ia menyatakan, "Rakyat mengenali diri mereka sendiri di dalam
komoditas-komoditas; mereka menemukan jiwa mereka di dalam otomobil mereka," yang
berarti kapitalisme mendegradasi manusia hingga menjadi komoditas-komoditas yang mereka
ciptakan, memberikan komoditas sifat penting yang lebih dari diri sendiri.
Rasio instrumental tidak akan membawa masyarakat menjadi rasional, melainkan hanya
menyembunyikan irasionalitas dengan kepentingan menguasai (kehendak untuk berkuasa,
Nietzche).

Masyarakat rasional menurut teori kritis adalah masyarakat yang terbuka bagi nilai-nilai
kemanusiaan, keadilan, perdamaian dan kebahagiaan.

Esai tahun 1965-nya yang berjudul Repressive Tolerance, di mana ia mengklaim demokrasi
kapitalis dapat mengandung aspek totalitarian, dikritik kaum konservatif. Marcuse
berargumen bahwa toleransi orisinil tidak mentolerir dukungan bagi penindasan, karena
dengan melakukannya suara kaum marginal tetap tidak akan terdengar. Dia
mengkarakteristikkan toleransi bagi pidato represif sebagai "tidak orisinil". Sebaliknya,
Marcuse mendukung toleransi berbentuk diskriminatif yang tidak membolehkan suatu
intoleransi "represif" untuk disuarakan. Marcuse kemudian mengekspresikan gagasan
radikalnya melalui tiga buah tulisannya. Ia menulis An Essay on Liberation pada 1969 untuk
merayakan gerakan pembebasan seperti yang terjadi di Vietkong, yang menginspirasi banyak
kaum radikal. Ia juga menulis Counterrevolution by Revolt pada 1972 tentang harapan
generasi 60-an yang sedang menghadapi kontra revolusi.