PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP SENJANGAN ANGGARAN DENGAN KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN SEBAGAI VARIABEL MODERATING PADA PT PERUSAHAAN GAS

NEGARA

(PERSERO) TBK, JAWA BAGIAN BARAT

VITHA CHIRISTINA Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara AZHAR MAKSUM Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara

Discussion about the effect of budgetary participation to budgetary slack still inconsistent and caused a contracdictive conclusion. Different results might be solved with contingency approach by applying moderating variable. This research aim to examine the effect of organization commitment as moderating variable to the relationship between budgetary participation on the budgetary slack. ` Object of this researchare managers and staffs that involved in budgetary arrangements process (36 respondents). Data were collected using quetionaries, six items for the budgetary participation as independent variable, eight items for the budgetary slack as dependent variable, and twelve items for the environmental uncertainty as moderating variable. Analysis models that used are simple linear regression for first hypothesis and moderate regression for second hypothesis. This research resulted in two findings as had been proposed in the research hypotheses. First, the budgetary participation has effect toward budgetary slack. Second, uncertainty environment has no effect to the relationship between budgetary participation on budgetary slack.

Keywords : Budgetary Participation, Budgetary Slack, Uncertainty Environment

1.

Pendahuluan Perkembangan dunia bisnis di Indonesia saat ini dari masa ke masa terasa

semakin kompetitif. Kondisi perekonomian Indonesia secara umum belum menunjukkan adanya perbaikan dan peningkatan yang signifikan, namun bukan berarti terjadi kondisi yang stagnasi dalam dunia bisnis. Perusahaan yang dapat bertahan dalam arus persaingan bisnis ialah perusahaan yang dapat mencapai tujuan yang ingin diperoleh. Perolehan laba yang maksimal dilandasi oleh suatu perencanaan moneter yang digunakan oleh perusahaan. Perencanaan moneter tersebut selalu dikenal sebagai anggaran. Anggaran digunakan oleh manajer tingkat atas sebagai suatu alat untuk melaksanakan tujuan ± tujuan organisasi ke dalam dimensi kuantitatif dan waktu, serta mengkomunikasikannya kepada manajer-manajer tingkat bawah sebagai rencana kerja jangka panjang dan jangka pendek. Proses penyusunan anggaran yang baik adalah yang melibatkan banyak pihak, baik manajemen tingkat bawah maupun manajemen tingkat atas. Partisipasi anggaran adalah proses yang menggambarkan keterlibatan individu-individu terlihat dalam penyusunan anggaran dan mempunyai pengaruh terhadap target anggaran dan perlunya penghargaan atas pencapaian target anggaran tersebut (Brownell,1982). Masalah yang sering muncul dari adanya keterlibatan manajer tingkat bawah/menengah dalam penyusunan anggaran adalah penciptaan senjangan anggaran (budgetary slack). Para peneliti akuntansi menemukan bahwa senjangan anggaran dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk diantaranya partisipasi bawahan dalam penyusunan anggaran (Yuwono,1999). Young (1985) dan Merchant (1985) telah menguji secara empiris bahwa senjangan anggaran terjadi karena bawahan memberikan informasi yang bias kepada atasan dengan cara melaporkan biaya yang lebih besar atau melaporkan pendapatan yang lebih rendah. Penelitian Camman (1976), Dunk (1993), Merchant (1985) dan Onsi (1973) menunjukkan bahwa partisipasi dalam penyusunan anggaran dapat mengurangi senjangan anggaran. Beberapa hasil penelitian oleh para peneliti

terdahulu terlihat adanya hubungan yang tidak konsisten antara partisipasi anggaran dan senjangan anggaran.

Beberapa peneliti mengidentifikasi bahwa senjangan anggaran dapat disebabkan oleh pandangan terhadap lingkungan. Duncan (1972) mendefinisikan lingkungan sebagai totalitas faktor sosial dan fisik yang berpengaruh terhadap perilaku pembuat keputusan dalam organisasi. Govindarajan (1986) menyatakan bahwa hubungan antara partisipasi anggaran dan senjangan anggaran adalah positif dalam kondisi ketidakpastian lingkungan yang tinggi. Di dalam lingkungan relatif stabil (ketidakpastian rendah), individu dapat memprediksi keadaan di masa yang akan datang sehingga langkah-langkah yang akan dilakukannya dapat membantu organisasi menyusun rencana dengan lebih akurat (Duncan,1972)

PT. PGN merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan khususnya dalam transmisi dan distribusi gas. Perusahaan Gas Negara dalam anggaran operasionalnya memiliki perbedaan yang signifikan dengan realisasi anggaran perusahaannya. Perbedaan tersebut terkhusus dalam bidang pengadaan dan skedul penjadwalan unit yang sering terhambat dari lingkungan internal perusahaan pada Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2008. Berdasarkan uraian tersebut di atas, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai masalah ini pada Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Strategi Bisnis Unit Distrik Wilayah I dan menuliskannya dalam sebuah skripsi yang berjudul ³Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran Terhadap Senjangan Anggaran Dengan Ketidakpastian Lingkungan Sebagai Variabel Moderating Pada PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, Jawa Bagian Barat´

Tinjauan Pustaka

biasanya satu tahun´. Anggaran disusun oleh manajemen untuk jangka waktu satu tahun bertujuan untuk membawa perusahaan ke kondisi tertentu yang diinginkan dengan sumber daya tertentu yang diperhitungkan.2001:162).2. untuk menunjukkan perolehan dan penggunaan sumber-sumber suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. biasanya dalam satuan uang. 2. Penganggaran adalah perumusan rencana dalam angkaangka untuk periode tertentu di masa depan (Kadarman.2001:448).2 Manfaat Anggaran .1 Pengertian Anggaran Anggaran merupakan suatu rencana kerja jangka pendek yang disusun berdasarkan rencana jangka panjang yang ditetapkan dalam proses penyusunan program (programing) (Mulyadi. Menurut Supriyono (2001:62) ³anggaran adalah suatu rencana terinci yang dinyatakan secara formal dalam ukuran kuantitatif.

b. Manfaat anggaran antara lain untuk : a. e.Anggaran mempunyai beberapa manfaat menurut Supriyono (2001:83). Membantu mengkoordinasikan rencana jangka pendek. Alat untuk memotivasi para manajer untuk mencapai tujuan pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya. Alat pengendalian para manajer. Alat pengendalian kegiatan dan penilaian prestasi pusat-pusat pertanggungjawaban dan para manajernya. c. d. 2. Alat komunikasi rencana kepada berbagai manajer pusat pertanggungjawaban.3 Fungsi Anggaran . Perencanaan kegiatan organisasi atau pusat pertanggungjawaban dalam jangka pendek. dan f.

Menurut Kadarman (2001:162) menyatakan tujuan anggaran adalah untuk menghubungkan perencanaan dan mengijinkan pendelegesian kekuasaan atau wewenang tanpa hilangnya pengawasan.4 Proses Penyusunan Anggaran Proses penganggaran biasanya meliputi pembentukan komite anggaran. Penyusunan anggaran merupakan proses pembuatan rencana kerja untuk jangka waktu satu tahun. spesifikasi pedoman anggaran. 2001:488). menentukan periode anggaran. review. yang dinyatakan dalam satuan moneter dan satuan kuantitatif yang lain (Mulyadi. dan revisi anggaran (Blocher. 2.2000:356). Proses penyusunan anggaran manajer pusat pertanggungjawaban berperan serta dalam menyusun usulan anggaran serta mengadakan negosiasi dengan manajer diatasnya yang memberikan peran kepadanya. penyusunan usulan anggaran awal/dasar (initial budget). Anggaran merupakan perencanaan yang telah disepakati oleh para pelaksana yang ikut berperan serta dalam penyusunan anggaran. negosiasi anggaran. . Anggaran menjadi dasar bagi organisasi untuk mencapai tujuan dan alat ukur pencapaian prestasi. dan persetujuan.

2000:384). Proses penyusunan penganggaran yang efektif. serta mempunyai peluang sukses yang lebih untuk keberhasilan operasi. Menurut Kennis (1979) ´partisipasi adalah sebagai tingkat keikutsertaan manajer dalam menyusun anggaran dan pengaruh anggaran tersebut terhadap pusat pertanggungjawaban manajer yang bersangkutan´.5 Partisipasi Anggaran Definisi partisipasi anggaran menurut Brownell dalam Sumarno (2005). 2. Anggaran yang . dan partisipasi. Menurut Shim (2000:4) ³proses penganggaran ¶bottom-up¶ dimulai dari tingkat dasar atau tingkat operasional (departemental)´. bottom up (metoda dari bawah ke atas). Proses penyusunan penganggaran µtop-down¶ manajer puncak menyusun anggaran untuk organisasi secara keseluruhan. Sasaran dari tingkat operasional ini harus konsisten dengan keseluruhan sasaran korporasi. biasanya merupakan kombinasi dari pendekatan penganggaran ¶top-down¶ dengan pendekatan µbottomup¶. Anggaran partisipatif ialah anggaran yang menyelaraskan tujuan perusahaan dengan tujuan para karyawannya. termasuk untuk level bawah (Blocher.Proses penyusunan penganggaran dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu metoda top down (metoda dari atas ke bawah). adalah tingkat keterlibatan dan pengaruh individu dalam penyusunan anggaran sementara Chong (2002) menyatakan sebagai proses bawahan/pelaksana anggaran diberikan kesempatan untuk terlibat dalam dan mempunyai pengaruh dalam proses penyusunan anggaran.

dalam mendorong tercapainya sasaran. 2). dalam mengukur hasil. dan dalam mengarahkan perhatian pada bidang yang memerlukan penyelidikan. Teori Agensi (agency theory) Hansen dan Mowen(1997) mengungkapkan didalam anggaran partisipatif dapat pula timbul permasalahan. Atasan atau bawahan akan menetapkan standar anggaran yang terlalu tinggi ataupun terlalu rendah.2001). Bawahan akan membuat budgetary slack dengan cara mengalokasikan sumber dari yang dibutuhkan. antara lain: 1).akan digunakan sebagaimana mestinya akan menjadi alat pembantu yang positif dalam menetapkan standar prestasi kerja. dan .6 Senjangan Anggaran Senjangan anggaran (budgetary slack) adalah perbedaan jumlah anggaran yang diajukan oleh bawahan dengan jumlah estimasi yang terbaik dari organisasi ( Anthony dan Govindradjan. 2.

terutama jika penilaian prestasi manajer ditentukan berdasarkan pencapaian anggaran. Kesimpulan yang didapat ialah partisipasi anggaran akan menyebabkan bawahan memberikan informasi yang dimilikinya untuk membantu organisasi. Para peneliti akuntansi menemukan bahwa senjangan anggaran dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk diantaranya partisipasi bawahan dalam penyusunan anggaran (Yuwono. Masalah yang sering muncul dari adanya keterlibatan manajer tingkat bawah/menengah dalam menyusun anggaran (partisipasi anggaran) adalah penciptaan senjangan aggaran. Pendekatan Kontijensi (contingency approach) Beberapa penelitian dalam bidang akuntansi manajemen melalui pendekatan kontijensi bertujuan untuk melihat hubungan antara variabel-variabel kontekstual . Agency theory menjelaskan fenomena yang terjadi bilamana atasan mendelegasikan wewenangnya kepada bawahan untuk melakukan suatu tugas atau otoritas untuk membuat keputusan (Anthony dan Govindarajan.3).1999). b. akan memungkinkan bagi mereka untuk melaporkan informasi tersebut kepada atasan (principal).1988). Terdapat partisipasi semu. Schiff dan Lewin (1970) menyatakan bahwa bawahan menciptakan senjangan anggaran karena dipengaruhi oleh keinginan dan kepentingan pribadi sehingga akan memudahkan pencapaian target anggaran. Baiman (1982) di dalam penelitiannya menyatakan jika bawahan (agent) yang terlibat dalam partisipasi anggaran mempunyai formasi khusus tentang kondisi lokal.

bawahan akan me mbuat target yang lebih mudah untuk dicapai dengan cara membuat target anggaran yang lebih rendah pada sisi pendapatan. Govindarajan (1986) di dalam penelitiannya memungkinkan dilakukan pendekatan kontijensi (contigency approach) untuk mengevaluasi ketidakpastian faktor kondisional yang dapat mempengaruhi efektivitas penyusunan anggaran terhadap senjangan anggaran. Perbedaaan antara anggaran yang dilaporkan dengan anggaran yang sesuai dengan estimasi terbaik bagi perusahaan ini disebut senjangan anggaran. Hasil penelitian-penelitian yang menguji hubungan partisipasi dengan senjangan anggaran masih menunjukkan hasil yang bertentangan. Merchant (1985) dan Onsi (1973) . Sesuai dengan agency theory.dengan desain sistem akuntansi manajemen dan untuk mengevaluasi berbagai hubungan anatara dua variabel (misalnya: hubungan anatara partisipasi anggaran dengan kinerja manajerial) dengan menggunakan variabel kontekstual sebagai variabel moderating. Dunk (1993). Sedangkan penelitian menurut Camman (1976). Penelitian yang dilakukan oleh Lowe dan Shaw dalam Yuwono (1998).7 Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Senjangan Anggaran Siegel dan Marconi (1989) menyatakan bahwa partisipasi bawahan dalam penyusunan anggaran mempunyai hubungan yang positif dengan pencapaian tujuan organisasi. 2. Lukka (1988) dan Young (1985) telah menguji secara empiris bahwa senjangan anggaran terjadi karena bawahan memberi informasi yang bias kepada atasan dengan cara melaporkan biaya yang lebih besar atau melaporkan pendapatan yang lebih rendah. dan membuat ajuan biaya yang lebih tinggi pada sisi biaya.

1978). Suatu organisasi hidup di tengah-tengah lingkungannya sehingga organisasi tersebut harus berinteraksi dengan lingkungannya. 2.menyatakan bahwa dengan adanya partisipasi bawahan dalam proses penyusunan anggaran justru akan mengurangi kecenderungan untuk menciptakan senjangan anggaran. . individu tersebut tidak memiliki informasi yang cukup untuk memprediksi masa depan secara tepat.8 Hubungan Antara Partisispasi Anggaran Terhadap Senjangan Anggaran Dengan Ketidakpastian Lingkungan Sebagai Variabel Moderating Menurut Darlis (2000) ketidakpastian lingkungan merupakan kondisi lingkungan yang tidak pasti yang akan membuat individu untuk melakukan senjangan anggaran. Hal ini disebabkan. Ketidakpastian lingkungan merupakan salah satu faktor yang sering menyebabkan organisasi melakukan penyesuaian terhadap kondisi organisasi dengan lingkungan. Individu akan mengalami ketidakpastian lingkungan yang tinggi jika merasa lingkungan tidak dapat diprediksi dan tidak dapat memahami bagaimana komponen lingkungan akan berubah (Miliken.

Sebaliknya. Menurut Simon (1962) bagi atasann kemudahan untuk memperoleh informasi bukan berarti memudahkannya menyusun perencanaan yang akurat. 2. penelitian oleh Gul dan Chia dalam Ikhsan (2007) menunjukkan bahwa kinerja akan meningkat pada ketidakpastian lingkungann yang tinggi. bawahan tidak memberikan informasi tersebut kepada atasannya karena ada pertimbangan kepentingan pribadinya. karena manajer akan berusaha mencari innformasi yang cukup untuk kepentingan perusahaan. Namun dapat juga terjadi sebaliknya. Dalam kondisi tersebut. bawahan dapat melakukan senjangan anggaran.Kemampuan memprediksi keadaan di masa datang pada kondisi ketidakpastian lingkungan yang rendah dapat juga terjadi pada individu yang berpartisipasi dalam penyusunan anggaran. maka kerangka konseptual disajikan sebagai berikut : .9 Kerangka Konseptual Berdasarkan landasan teoritis dan tinjauan peneliti terdahulu seperti yang telah dipaparkan di atas. Kemampuan menganalisis informasi tersebut akan dapat mendukung atasan dalam penyusunan anggaran jika bawahan bersedia memberikan infromasinya kepada atasannya. Atasan tetap akan kesulitan memahami semua informasi yang masuk apalagi dalam hal yang menyangkut bidang yang kondisi teknisnya hanya dapat dipahami oleh bawahan yang membidanginya.

.

2001:120). namun anggaran partisipatif berarti bahwa manajer setiap pusat pertanggungjawaban mempunyai kesempatan untuk menjelaskan dan memberikan alasan mengenai anggaranyang diusulkannya (Supriyono. Partisipasi anggaran menciptakan rasa bertanggung jawab pada para manajer tingkat bawah dan dapat meningkatkan motivasi para manajer untuk mencapai sasaran anggaran. . Kelonggaran/kesenjangan yang dimaksudkan ialah dengan sengaja memperkirakan pendapatan rendah dan biaya yang tinggi sehingga akan menurunkan risiko yang dihadapi seorang manajer. Penyusunan anggaran partisipatif harus memperhatikan tingkat kesulitan.Partisipasi penyusunan anggaran melibatkan para manajer tingkat bawah ikut serta dalam pembuatan anggaran. Senjangan anggaran ( budgetary slack ) timbul bila manajer sengaja menetapkan terlalu rendah pendapatan atau menetapkan terlalu besar biaya (Hansen.1999:34). Untuk mencapai sasaran anggaran dengan pendekatan partisipasi anggaran akan menciptakan suatu kesempatan para pihak yang terlibat yaitu membuat kelonggaran/kesenjangan anggaran. Anggaran partisipatif tidak berarti bahwa setiap manajer dapat memilih dengan bebas apa yang dia tuju di dalam anggarannya.2001:96). kewajaran dan keadilan. dan laporan yang teliti dan tepat waktu (Supriyono. pertisipasi manajemen puncak.

Untuk itu. Hubungan partisipasi anggaran dengan senjangan anggaran H1: Partisipasi anggaran berpengaruh terhadap senjangan anggaran. Hipotesis merupakan proposisi yang dirumuskan dengan maksud untuk diuji secara empiris (Erlina.Penelitian ini menunujukkan bahwa partisipasi anggaran merupakan variabel independen yang mempunyai hubungan dengan senjangan anggaran sebagai variabel dependen. Hasil peneliti terdahulu. dalam model penelitian ini digunakan variabel lain yang berperan sebagai variabel moderasi. 2. H2: Ketidakpastian lingkungan memoderasi hubungan antara partisipasi anggaran dengan senjangan anggaran . peneliti merumuskan hipotesis sebagai berikut : 1. Variabel ini diharapkan dapat memoderasi hubungan antara partisipasi anggaran dengan senjangan anggaran.2007:41). Oleh karena itu. Variabel yang dijadikan variabel moderasi ialah ketidakpastian lingkungan. Ketidakpastian lingkungan memoderasi hubungan antara partisipasi anggaran dengan senjangan anggaran. menunjukkan hasil yang tidak konsisten.

4. senjangan anggaran. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh manajer tingkat menengah dan bawah di PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk SBU Wilayah I Jawa bagian barat. Dimensi waktu dalam penelitian adalah cross section yaitu melibatkan suatu waktu tertentu dengan banyak sampel. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 36 responden yang terdiri atas 12 responden manajemen tingkat menengah dan 24 responden manajemen tingkat bawah. 2001:63). Jumlah pertanyaan yang tercantum dalam kuesioner mengenai partisipasi anggaran. Peneliti menggunakan data primer dalam penelitian ini. dan ketidakpastian lingkungan. Metode Analisis Data . ).3 Metode Penelitian Peneliti menggunakan desain kausal yaitu desain penelitian yang bergunna untuk menganalisis hubungan-hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya (Umar. Dalam penelitian ini seluruh populasi dijadikan sebagai sample.

4.5833 yang jika dibagi dengan 12 butir pertanyaan.1 Statistik Deskriptif Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis regresi berganda dengan bantuan Software SPSS for windows. jumlah jawabn keseluruhan dari responden serta jumlah jawaban maksimum dan minimum. sehingga diperoleh skor jawaban rata-rata (mean) 28. jawaban nilai terendah bernilai 5 dan jawaban nilai tertinggi bernilai 15. standar deviasi. sehingga diperoleh skor jawaban rata-rata (mean) 11.8056 yang apabila dibagi dengan 8 butir pertanyaan diperoleh skala 1. Dari tabel tersebut. . sehingga diperoleh skor jawaban rata-rata (mean) 31. Variabel senjangan anggaran. Variabel ketidakpastian lingkungan. dapat kita ketahui bahwa untuk variabel partisipasi anggaran jawaban nilai terendah bernilai 24 dan jawaban nilai tertinggi bernilai 42. maka diperoleh rata-rata jawaban responden adalah pada skala 5. Memberikan deskripsi mengenai variabel penelitian yang menggambarkan mean. diperoleh tingkat rata-rata jawaban responden adalah pada skala 2.4444 yang apabila dibagi dengan 6 butir pertanyaan. jawaban nilai terendah bernilai 13 dan jawaban nilai tertinggi bernilai 35.

dilakukan dengan melihat korfisien cronbach¶s alpha di mana instrumen penelitian dianggap reliable apabila nilai cronbach¶s alpha lebih besar dari 0.05 dengan Berikut ini adalah uji kualitas data dari variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian : a. dapat di lihat bahwa variabel partisipasi anggaran memiliki cronbach alpha 0.4.Partisipasi Anggaran Dari hasil output reliability variabel partisipasi anggaran pada lampiran 4. 2002:45). 1. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa item pertanyaan kuesioner sudah memiliki realibilitas yang tinggi karena 0. dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung (Corrected Item Total Correlation) dengan r tabel dari tiap butir pertanyaan pada derajat kebebasan (df) = n-2 (Ghozali.60.Uji reliabilitas. = 0.2 Hasil Uji Kualitas Data Ada dua prosedur dalam menguji kualitas data yaitu uji reliabilitas dan uji validitas.806.60.806 > 0. 2.Uji validitas. .

Hasil pengujian kembali dari variabel ketidakpastian lingkungan menunjukkan bahwa variabel tersebut memiliki cronbach¶s alpha sebesar 0.8.531 yang mana lebih kecil dari 0.05 dengan derajat kebebasan (df) = 34 yaitu 0.3.dan 12 yang menunjukkan bahwa nilai rhitung lebih kecil dari rtabel sehingga dapat disimpulkan bahwa butir pertanyaan tidak valid. butir pertanyaan yang tidak valid tersebut dikeluarkan (berlaku untuk semua pengujian hingga akhir penelitian ini) sehingga butir pertanyaan yang diuji hanya pertanyaan ke 1.3.60.4.478 yang mana lebih kecil dari 0.6.60.893 sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen variabel ketidakpastian lingkungan reliable karena lebih besar dari 0. Maka daripada untuk menguji kembali kualitas data. Begitu juga dengan tingkat validitas dari butir pertanyaan ke 2. b.10. Begitu juga dengan tingkat validitas dari butir pertanyaan ke 2.6. Hasil uji validitas menunjukan semua pertanyaan valid karena nilai rhitung > rtabel pada taraf signifikansi 5%.5. butir pertanyaan tersebut harus dibandingkan rtabel pada = 0.7. Senjangan Anggaran Berdasarkan hasil output reliability variabel senjangan anggaran dapat diketahui bahwa variabel tersebut tidak reliable karena nilai cronbach¶s alpha 0.339.7.9.Ketidakpastian Lingkungan Berdasarkan hasil output reliability variabel ketidakpastian lingkungan dapat diketahui bahwa variabel tersebut tidak reliable karena nilai cronbach¶s alpha 0. dan 8 yang menunjukkan bahwa nilai rh itung lebih kecil .Untuk menguji validitas. c. dan 11.60.

60.788 sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen variabel ketidakpastian lingkungan reliable karena lebih besar dari 0. yaitu analisis grafik dan analisis statistik.3 Hasil Uji Asumsi Klasik a.dari rtabel sehingga dapat disimpulkan bahwa butir pertanyaan tidak valid. 4. Melalui analisis grafik dapat dilihat grafik histogram yang membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal (Ghozali. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan dengan dua cara. Hasil pengujian kembali dari variabel senjangan anggaran menunjukkan bahwa variabel tersebut memiliki cronbach¶s alpha sebesar 0. . 2002:110). butir pertanyaan yang tidak valid tersebut dikeluarkan (berlaku untuk semua pengujian hingga akhir penelitian ini) sehingga butir pertanyaan yang diuji hanya pertanyaan ke 1. Maka daripada untuk menguji kembali kualitas data. dapat dilihat normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari distribusi normal.dan 5.4. Selain itu.

152 dan 0. Oleh sebab itu.868 dan X2 ( ketidakpastian lingkungan ) 1. hasil pengolahan data menampilkan grafik normal. demikian juga dengan grafik histogram pola distribusi normal. Nilai signifikansi 0. Uji statistik yang dapat dilakukan adalah uji statistik non- parametrik One Kolmogorov Smirnov Test dengan ketentuan apabila probabilitas melebihi taraf signifikansi yang ditetapkan yaitu 0.739 lebih besar dari 0. plot yang ada menunjukkan titik menyebar di sekitar garis diagonal.Pada penelitian ini.152 dan 0. b. Dari hasil pengolahan data tidak ada variabel yang memiliki nilai tolerance < 0.868. Cara kedua yang digunakan untuk melihat normalitas suatu data adalah melalui analisis statistik.05. sehingga dapat disimpulkan bahwa data residual berdistribusi normal.10 dan nilai VIF > 10. model regresi layak dipakai untuk memprediksikan senjangan anggaran berdasarkan masukan variabel independennya yaitu partisipasi anggaran dan ketidakpastian lingkungan.05 maka data yang dipakai dalam penelitian berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Berdasarkan pengolahan data uji multikolinearitas diperoleh hasil VIF dan tolerance pada variabel independen X1 ( partisipasi anggaran ) 1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi tidak terjadi multikolinearitas antar variabel independen. serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. .

Hipotesis Pertama Nilai koefisien korelasi (R) menunjukkan seberapa besar korelasi atau hubungan antara variabel-variabel independen dengan variabel dependen. Koefisien korelasi . 4.c. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heterokedastisitas atau terjadi homokedastisitas. Uji Heterokedastisitas Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah terjadi ketidaksamaan variabel dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain da lam model regresi. hal ini menunjukkan tidak terjadi heterokedastisitas dalam model regresi layak untuk memprediksi senjangan anggaran berdasarkan masukan variabel-variabel independennya. terlihat bahwa titiktitik menyebar secara acak serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y.4 Hasil Pengujian Hipotesis a. Dari grafik scatterplot penelitan ini.

137 Partisipasi anggaran Konstanta 7. Koefisien regresi 0. Dikatakan tidak cukup kuat karena angka tersebut di bawah 0.499. Koefisien determinasi (R square) menunjukkan seberapa besar variabel independen menjelaskan variabel dependennya. diperoleh model persamaan regresi linear sebagai berikut : Senjangan anggaran = 7.499 + 0.082) jauh lebih besar dari 0. didapat F hitung adalah sebesar 3. Apabila nilai R square semakin mendekati satu. maka variabel-variabel independen memberikan semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel-variabel dependen.499 menyatakan bahwa jika tidak ada partisipasi. Karena probabilitas (0.9%) dapat dijelaskan oleh faktorfaktor lain yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini.4%. Nilai adjusted R square atau nilai koefisien determinasi dapat dilihat dari tabel sebesar 0.dikatakan kuat apabila nilai R berada di atas 0. maka senjangan anggaran adalah sebesar 7. Hasil analisi regresi secara keseluruhan menunjukkan koefisien korelasi (R) sebesar 0.059 yang berarti bahwa variabel dependen (senjangan anggaran) mampu dijelaskan oleh variabel independen (partisipasi anggaran) sebesar 5.211 dengan tingkat signifikansi 0. maka model regresi bisa dikatakan bahwa partisipasi anggaran berpengaruh terhadap senjangan anggaran. Nilai R square adalah nol sampai dengan satu.082.5 dan mendekati 1.294 yang berarti bahwa hubungan antara partisipasi anggaran dengan senjangan anggaran mempunyai hubungan yang tidak cukup kuat yaitu sebesar 29.9% dan selebihnya 94.05.137 menyatakan bahwa setiap .1% (100%-5. Dari uji ANOVA atau F test.5 atau di bawah 5%.

000.626. maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi senjangan anggaran atau dapat dikatakan bahwa partisipasi anggaran.Uji Hipotesis Kedua Untuk menguji hipotesis kedua. Memberikan hasil adjusted R square sebesar 0. ketidakpastian lingkungan. Pada kolom signifikansi.495 dengan tingkat signifikansi 0. Uji selisih mutlak adalah uji signifikansi persamaan regresi yang mengandung unsur interaksi antara variabel independen dan variabel pemoderasi yang berpengaruh terhadap variabel dependen yang diukur dengan nilai absolute perbedaan antara nilai variabel X1 dan X2. nilai F hitung sebesar 20.6%) dijelaskan oleh sebab-sebab lain di luar model penelitian.05 ( 0.penambahan satu partisipasi manajer dan staff lain dalam penganggaran akan meningkatkan senjangan anggaran sebesar 0. ketidakpastian lingkungan. Diperoleh hasil uji t yang diperlukan untuk menguji signifikansi konstanta dan variabel independen. dan interaksi antara partisipasi anggaran dengan ketidakpastian lingkungan.004 untuk partisipasi anggaran).4% (100%-62.6% variasi senjangan anggaran dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen yaitu. konstanta dan variabel independen (partisipasi anggaran) mempunyai angka signifikansi jauh di bawah 0. Sisanya sebesar 37.05. Hal ini berarti bahwa 62.137. digunakan analisis regresi moderasi dengan uji selisih mutlak. Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi anggaran berpengaruh positif terhadap senjangan anggaran. b. dan interaksi antara partisipasi anggaran dengan ketidakpastian . Karena probabilitas signifikansi jauh lebih kecil dari 0.

Oleh karena itu disimpulkan bahwa variabel partisipasi anggaran tidak berpengaruh terhadap senjangan anggaran. 4.821 yang berarti lebih tinggi dari 0. variabel partisipasi anggaran memberikan nilai koefisien sebesar -0.05. Hipotesis pertama menunjukkan bahwa partisipasi anggaran berpengaruh terhadap senjangan anggaran. Kesimpulan yang didapat ialah bahwa ketidakpastian lingkungan bukan variabel yang dapat memoderasi hubungan antara partisipasi anggaran dengan senjangan anggaran. Jika dilihat pengaruh variabel ketidakpastian lingkungan organisasi secara individu. Hipotesis satu diuji dengan menggunakan analisis regresi linear. diperoleh hasil bahwa ketidakpastian lingkungan juga bukan merupakan variabel independen yang berpengaruh terhadap senjangan anggaran. Variabel ketidakpastian lingkungan memiliki nilai koefisien sebesar 1. Dapat disimpulkan bahwa variabel ketidakpastian lingkungan berpengaruh terhadap senjangan anggaran.05. Dapat disimpulkan juga bahwa pengaruh partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran menunjukkan pengaruh positif yang berarti semakin tinggi partisipasi. Angka ini menunjukkan variabel partisipasi anggaran dalam menjelaskan atau memberikan seb agian besar .000 yang lebih rendah dari 0.5 Pembahasan Hasil Penelitian Terdapat dua hipotesis dalam penelitian ini. Hasil analisis hipotesis pertama diperoleh nilai adjusted R square = 0. maka akan semakin tinggi juga senjangan anggaran.086.057 dengan probabilitas signifikansi 0.lingkungan bersama-sama berpengaruh terhadap senjangan anggaran.883 dengan probabilitas 0.

sedangkan sisanya yaitu 91.informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel senjanagan anggaran yang dapat dijelaskan oleh persamaan regresi adalah sebesar 8. Dunk (1993). Hal ini dibuktikan dengan melakukan analisis regresi moderasi dengan uji selisih mutlak yang merupakan interaksi antara partisipasi anggaran dengan ketidakpastian lingkungan organisasi. selain itu perbedaan latar belakang responden sebagai akibat adanya perbedaan budaya dari lokasi penelitian juga turut mempengaruhi persepsi responden dalam menjawab. Perbedaan hasil penelitian dapat saja terjadi karena perbedaan metodologi penelitian baik dalam penentuan karakteristik responden maupun objek penelitian. Hipotesis satu sejalan dengan penelitian yang dilakukan Arfan Ihsan (2007) terhadap senjangan anggaran tetapi tidak sejalan dengan penelitian Camman (1976).6% . Sedangkan untuk hipotesis dua dilakukan dengan menggunakan analisis moderated regression analysis (MRA).4 % dijelaskan oleh variabel lain di luar persamaan model. gaya kepemimpinan. Hipotesis kedua menunjukkan bahwa ketidakpastian lingkungan berpengaruh dalam memoderasi hubungan antara partisipasi anggaran dengan senjangan anggaran. Hipotesis kedua sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Asriningati (2006) menunjukkan bahwa antara variabel partisipasi dalam penyusunan anggaran dengan ketidakpastian lingkungan terhadap senjangan anggaran memiliki hubungan yang positif tetapi tidak signifikan. . Merchant (1985) dan Onsi (1973) menunjukkan bahwa partisipasi anggaran dalam penyusunan anggaran dapat mengurangi senjangan anggaran. perlu dilakukan penelitian berkelanjutan dengan menggunakan berbagai faktor kontekstual yang dapat dipertimbangkan sebagai variabel moderating karena diduga berpengaruh dalam partisipasi dan senjangan anggaran seperti reward. budget emphasis. ketidakpastian strategik.

Hipotesis kedua sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh . 2. Hipotesis satu sejalan dengan penelitian yang dilakukan Arfan Ihsan (2007) menunjukkan bahwa partisipasi anggaran yang tinggi dalam penyusunan anggaran dapat menimbulkan senjangan anggaran yang tinggi. 5. interaksi asimetri informasi. kinerja manajerial.komitmen organisasi. maka akan semakin tinggi juga senjangan anggaran. hipotesis pertama menunjukkan bahwa partisipasi anggaran berpengaruh terhadap senjangan anggaran. Dapat disimpulkan juga bahwa pengaruh partisipasi anggaran terhadap snejangan anggaran menunjukkan pengaruh positif yang berarti semakin tinggi partisipasi. Kesimpulan dan Saran 5. maka dapat disimpulkan : 1.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian . group cohesiveness dan budaya perusahaan. hipotesis kedua menunjukkan bahwa ketidakpastian lingkungan tidak berpengaruh dalam memoderasi hubungan antara partisipasi anggaran dan senjagan anggaran.

peneliti menerapkan metode survei melalui kuesioner. terdapat beberapa kemungkinan adanya data yang bias.3 Saran .2 Keterbatasan Penelitian Penelitian ini memiliki keterbatasan sebagai berikut : 1. Hal ini menyebabkan tingkat generalisasi dari hasil penelitian sangat rendah. hanya satu perusahaan yang dijadikan sampel. 5. 5. 2. peneliti menggunakan kuesioner. 3. sehingga peneliti tidak melakukan wawancara atau terlibat langsung dalam aktivitas perusahaan.Asriningati (2006) menunjukkan bahwa antara variabel partisipasi dalam penyusunan anggaran dengan ketidakpastian lingkungan terhadap senjangan anggaran memiliki hubungan yang positif tetapi tidak signifikan.

Ninth Edition.Berikut beberapa saran berkaitan dengan keterbatasan antara lain : 1.Pengaruh Komitmen Organisasi dan Ketidakpastian Lingkungan Terhadap Hubungan Antara Partisipasi Anggaran Dengan Senjangan Anggaran Studi Kasus Pada Perguruan Tinggi Swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta.dan 3. Govindarajan. REFERENCES Asriningati. memperbanyak sampel dan pemilihan sampel yang acak. 2006.Boston: McGraw-Hill Co.Management Control Systems. . 1998. Skripsi S-1. N. memperluas lingkup atau wilayah penelitian. Anthony.Universitas Islam Indonesia. untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal. 2. perlu diadakan penelitian selanjutnya dnegan menggunakan berbagai faktor kontesktual yang dapat dipertimbangkan sebagai variabel moderating. sebaiknya diusahkan menggunakan metode observasi atau pengamatan langsung. R. dan V. sehingga hasil penelitian dapat digeneralisasikan.

301-313. 112-113. Accounting.´Participation in Budget ing Process : When It Works and When It Doesn¶t´. 2001. 313-327. Program Pasca Sarjana UGM: Yogyakarta. Duncan. Tesis. Jakarta. 124-153.J..Boston: Mc Graw-Hill Co. Kung H..Analisis Pengaruh Komitmen Organisasional dan Ketidakpastian Lingkungan terhadap Hubungan Antara Partisipasi Anggaran dengan Senjangan Anggaran. 2000. 1976. 2000. 1982. Salemba Empat. Camman. C. Chen. P.N.Manajemen Biaya Penekanan Strategis.Manajemen Biaya dengan Tekanan Stratejik. Jakarta. 17. Buku Satu. Govindarajan. Journal of Accounting Review .4. Blocher. Chen. hal. Penerbit Salemba Empat. R.1.Administrative Science Quarterly. E. E.Management Controls Systems. 1972. Kung H. Brownell. Lin. R. hal. Darlis. Lin. pp.. dan Thomas W. B.Anthony. E.³Effects of The Use of Control System´. 2007. dan V..Vol. Organizations. dan Thomas W. . Vol. and Society. Blocher.Characteristic of Organizational Environments and Perceived Environmental Uncertainty´.J. 356.

Accounting.Dunk. Ghozali. ´Management Accounting´. Agreement on evaluation criteria and Managerial Performance´.1997. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.pp. 2007.Decision Science 17. Alan S. 2005. V. Akuntansi Manajemen.1998. Universitas Gajah Mada. Penerbit Erlangga. Fitri.486-516. Edisi Ketiga Cetakan Keempat.. Organization and Society. A Research Note . Jakarta. Tesis S-2. Pengaruh Organizational Commitment. 1997.South Western Publishing Co. pp. Cincinnati Ohio. Mowen. ³Impact of Participation in the Budgetary Process on Managerial Attitudes and Performance: Perspective´. 1986. . Govindarajan. Semarang. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen. Universalistic and Contingency Hansen.Medan. and Maryanne M.USU Press. 171-178. Jilid Satu. BP Undip. Fauziah A. 1993.³Budgetary Participation. Information Asymetry dan Budget Emphasis dalam Hubungan antara Partisipasi dan Slack Anggaran. Imam. and Maryanne M. Mowen. Erlina dan Sri Mulyani. Hansen.

Skripsi S-1. Jakarta. Salemba Empat. ´Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Senjangan Anggaran dengan Mneggunakan Lima Variabel Pemoderasi´. Buku Satu. Pengantar Bisnis. Salemba Empat. Jakarta. pp.Jeff. 2003. Jakarta. 2005. Arfan dan La Ane. Pengantar Manajemen Strategik Kontemporer : Strategik Di Tengah Operasional. 2001. The Accounting Review. 2007. Merchant. dan Martini Husein. . pp. Ikhsan.A. Madura.1985. PT Elex Media Komputindo. Vol.I. Arfan dan Ishak Muhammad. and Society.201-210. UNS.K. Wiwin. J. Simposium Nasional Akuntansi X. Hutabarat. ´Effect of Goal Characteristics on Managerial Attitudes and Performance´. Ikhsan. Kadarman dan Jusuf Udaya. Pengaruh Motivasi dan Pelimpahan Wewenang Terhadap Hubungan antara Partisipasi dengan Budgetary slack. Penerbit Gloria. 2001. Accounting Organozations. ´Budgeting ang Propersity to Create Budgetary Slack´. Akuntansi Keperilakuan. Universitas Negeri Medan.702-721.Hermanto. 1979. Vol 10. Pengantar Ilmu Manajemen. Jakarta. Kenis.2006.54.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful