Pembelajaran keterampilan berkomunikasi

Komunikasi antara dokter dan pasien merupakan salah satu kunci untuk mendapatkan hasil yang diharapkan dalam dunia kedokteran. Komunikasi yang tidak memadai pada dunia kedokteran Komunikasi terhadap pasien merupakan salah satu bagian integral pada aktifitas klinisi setiap hari. Ini merupakan salah satu komponen kunci yang penting . Klinisi memegang peranan yang sangat penting dan tidak bisa didelegasikan kepada dokter lainnya. Miskomunikasi antara dokter dan pasien telah lama dikenal. Komunikasi yang buruk akan mengakibatkan pembuatan resep , kunjungan ke dokter, tes laborat yang tidak baik dan kadangkala meningkatnya morbiditas dan mortalits. Kualitas komunikasi juga merupakan penentu utama dan sering membuat komplain pasien terhadap pelayananan kesehatan. Studi tentang mal praktek meliputi 70 % kasus yang melibatkan masalah komunikasi (Beckman et al,1994). Kualitas pelayanan medis mempunyai hubungan yang tidak bermakna dengan masalah hukum.

Pengaruh Komunikasi yang baik Komunikasi yang buruk akan mengakibatkan hasil yang buruk terhadap pasien. Bukti empiris menunjukkan bahwa komunikasi yang baik akan memperbaiki beberapa hasil dalam bidang bidang kesehatan dan juga mengakibatkan hubungan yang baik antara dokter dan pasien. Komunikasi yang baik juga secara langsung memperbaiki parameter

parameter fisik seperti profile tekanan darah yang baik, kontrol nyeri, mengurangi symptom dan memperbaiki keseluruhan kesehatan dan status fungsi organ organ tubuh. Keuntungan psikologi meliputi berkurangnya kecemasan dan kesehatan emosional yang lebih baik. ( stewart, 1995) Komunikasi yang baik juga memacu penggalian data yang lebih baik. Kualitas dan kuantitas data yang baik akan memperbaiki keakuratan diagnose. Keuntungan sosial dan komunikasi yang baik akan meningkatkan kepuasan pasien dan kepuasan dokter , mengurangi proses proses dipengadilan dan komplain terhadap klinisi. Untuk seseorang yang sedang dalam belajar tentang ilmu komunikasi, pengaruh yang menguntungkan tentang pembelajaran komunikasi yang baik ini akan menguntungkan mereka dalam seni berkomunikasi di kemudian hari.

Mengajarkan komunikasi dengan cara yang konvensional Sayangnya, masih ada sedikit modul struktur instruksional dan sessi tentang keterampilan pembelajaran dalam dunia kedokteran. Kebanyakan siswa kedokteran dan dokter belajar dari hal yang didapat dari lingkungan yang informal dan tidak terstruktur. Serringkali aktifitas yang mereka lakukan bukanlah bertujun secara membahas tentang masalah komunikasi tetapi hanya menjadikan masalah komunikasi merupakan sesuatu yang bersifat melengkapi atau hanya suatu tambahan saja. Salah satu modalitas dari pengajaran keterampilan berkomunikasi adalah pengamatan tentang hal yang benar dan salah , tidak satupun yang berasal dari patokan pengajaran yang diharapkan. Kegagalan dari modalitas diatas bersumber dari berbagai factor. Pertama tama, pengajaran keterampilan berkomunikasi sebaiknya merupakan aktifitas pendidikan yang tersturktur yang harus didukung oleh strategi berbagai macam aktifitas struktur multi modalitas ( Kurtz 1998). Pengamatan atau pelajaran dari kegagalan kegagalan yang diakibatkan oleh komunikasi yang salah haruslah hanya bagian dari strategi ini. Yang kedua, komponen pengetahuan dari keterampilan berkomunikasi yang didapatkan dari keterampilan merupakan suatu hal yang kurang bermakna, tetapi semua patokan harus berasal dari keterampilan yang terstruktur. Ketiga, meskipun sesuatu hal yang didapat dari preceptor dan pelajar memberikan pembelajaran tenang role model, suatu study telah menunjukkan bahwa pembelajaran dengan jenis ini adalah proses yang lambat

dan tidak efisien. Lebih jauh lagi, terdapat hal yang berbahaya yaitu tentang kemungkinan adanya tingkah laku dari si pemodel yang salah. Terakhir, model observasi yang pasif mengakibatkan tidak adanya kesempatan bagi pembelajar untuk mempraktekkan keterampilan yang dipelajari dan menerima umpan balik dari preceptor. Kebutuhan adanya modul formal yang terstruktur dengan baik dan formal pada keterampilan kemampuan berkomunikasi sekarang telah dikenal dengan baik dan dengan kuat telah dicanangkan oleh Asosiasi kampus medis, liaison komite pada pendidikan medis, dan general medical council united kingdom. Komunikasi adalah keterampilan yang bisa dipelajari Peningkatan realisasi pada pembelajaran dan pengajaran komunikasi adalah suatu keterampilan yang bisa diajarkan dan dipelajari. Hal ini menunjukkkan adanya suatu perubahan paradigma yang dulu merupakan pola pikir utama bahwa komunikator, representator adalah tingkah laku seseorang yang menetap. Komunikasi yang baik adalah suatu kualitas yang tidak terpisahkan dari seseorang dan oleh karena itu komunikator yang baik adalah dilahirkan bukan hasil dari pelatihan. Pengajaran tentang komunikasi haruslah tidak berdasar pada pengalaman oleh karena pengalaman merupakan guru yang buruk pada pembelajaran kemampuan berkomunikasi.` Tanpa adanya panduan dan refleksi, pengalaman nampaknya merupakan penguat dari pembelajaran komunikasi degan tidak melihat apakah ia baik atau buruk.

Strategi pendidikan keterampilan pengajaran komunikasi Pembelajaran dan pengajaran dari keterampilan komunikasi yang sukses melibatkan impelementasi yang terus menerus dari bebrapa strategi pendidikan ( Kurtz,1999). Beberapa intervensi edukasi nampaknya lebih mungkin bisa menjadi sukses bila berpedoman pada kurikulum utama daripada modul yang kaku dan cenderung terisolasi. Komponen pengetahuan pada pengajaran ketrampilan berkomunikasi memberikan pembelajar dengan teori esensial dan rangka kerja konseptual komunikasi. Ini akan membantu pembelajar mengidentifikasi masalah yang berhubungan dengan

komunikasi yang buruk dan menunjukkan beberapa keuntungan keterampilan berkomunikasi yang memadai. Pengetahuan atau komponen kognitif patut mendapatkan perhatian yang lebih. Terdapat beberapa cara yang praktis untuk membangun ilmu yang dibutuhkan seperti adanya beberapa strategi instruksional sederhana, seperti tentang cara belajar mengajar dan perlengkapan materi bahan bacaan. Demonstrasi keterampilan berkomunikasi adalah hal yang penting sebagai panduan tingkah laku sikap komunikasi yang benar terhadap pembelajar. Pembelajar juga mendapatkan keuntungan dengan mengamati dari hal yang diharapkan. Disamping itu pembelajar seharusnya bisa menunjukkan komunikasi konduktif yang baik, contoh contoh bahasa verbal yang direkomendasikan yang bisa dipergunakan dalam komunikasi, dan bahasa tubuh yang diharapkan. Contoh dari strategi instruksional adalah dari video tape dengan pasien yang sebenarnya atau suatu model studi. Simulasi dan latihan dari keterampilan spesifik pada lingkungan yang diharapkan adalah suatu hal yang diinginkan. Adalah hal yang tidak realistis bila mengharapkan pembelajar akan mendapatkan kemampuan yang benar dalam berkomunikasi segera setelah mereka melakukan observasi. Oleh karena itu, pembelajar harus mempraktekkannya dan mengulanginya dalam suatu situasi yang aman ( situasi pembelajaran) baik dalam role play atau yang berhubungan dengan simulasi terhadap pasien. Penaksiran diri dan refleksi merupakan komponen yang kuat dalam keterampilan berkomunikasi. Refleksi adalah suatu proses aktif dan perlu dilakukan dengan hati hati dimana pembelajar mengkritik dan mengidentifikasi terhadap kesalahan yang dibuat dalam berkomunikasi dan melakukan pengukuran pengukuran tentang hal mana yang perlu diperbaiki di masa mendatang. Pengajaran keterampilan berkomunikasi relatif sulit dan sering memberikan hal hal yang sensitive terhadap preceptor . Refleksi dan sugesti diri akan meminimalkan rasa malu pembelajar dan meningkatkan perubahan untuk untuk menjadi sukses. Adanya role model pendukung mampu memberikan keterampilan komunikasi yang diharapkan diluar sessi pembelajaran. Sekolah medis dan rumah sakit bertindak sebagai komunitas moral dan memberikan pengaruh yang signifikan pada pembelajar ( Sulmasy,2000). Budaya dan nilai moral yang melibatkan ciri hubungan dokter pasien yang ditransfer ke pelajar.

Penaksiran merupakan kompoen yang penting dari pembelajaran dan keterampilan komunikasi yang kemungkinan memacu pentingnya kurikulum komunikasi diantara kurikulum medis kedokteran. Penaksiran tentang keterampilan berkomunikasi adalah sulit dan suatu seperangkat alat yang memadai masih belum dipergunakan secara luas dalam menunjukan pendidikan keterampilan ini. Keterampilan pengajaran dan pelatihan dari keterampilan berkomunikasi membutuhkan rencana pengembangan komprehensif fakultas untuk mendidik dan melatih mahasiswa tentang keterampilan komunikasi yang efektif. Sebagai kesimpulan kita belajar bahwa: y y y y Komunikasi yang baik antara pasien dan dokter akan memperbaiki hasil akhir yang diharapkan dan memberikan banyak keuntungan pada dokter. Komunikasi adalah keterampilan yang bisa dipelajari dan bisa diajarkan. Pengamatan berdasarkan pengalaman adalah cara yang tidak efektif untuk mengajarkan keterampilan komunikasi Intervensi edukasi yang sukses membutuhkan strategi dengan banyak cabang yang melibatkan pembangunan karakter, demonstrasi, umpan balik, penaksiran diri, pengulangan pelatihan pada lingkungan pelatihan dan simulasi lingkungan.

ooOOoo

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful