BEBASKAN PEREMPUAN TERPELAJAR DARI BELENGGU KAPITALISME!

Pengantar Memandang potret nasib perempuan saat ini kita akan menjumpai betapa perempuan di berbagai belahan dunia saat ini masih jauh dari kemuliaan dan kesejahteraan. Tak sedikit fakta perempuan hari ini yang masih berada di kubangan keterpurukan. Kemiskinan, kebodohan, kekurangan pangan-sandang-papan, derajat kesehatan buruk masih menghiasi wajah perempuan dunia. Belum lagi soal ancaman keamanan dan kehormatan seperti pelecehan, kekerasan, eksploitasi dan sebagainya. Potret buram nasib perempuan di abad 21 ini tak bisa dilepaskan di era globalisasi yang didrive oleh sistem demokrasi-kapitalisme. Gelombang globalisasi saat ini harus dibayar mahal dengan kenyataan bahwa 2/3 angka buta huruf dunia serta 3/5 angka penduduk dunia termiskin masih diwakili oleh kaum perempuan. Inilah paradoks globalisasi yang dipimpin oleh ideologi Kapitalisme. Tuntutan global untuk kemajuan bagi perempuan disikapi oleh pemerintah di berbagai negara, termasuk Indonesia dengan upaya pemberdayaan perempuan dan pengarusutamaan gender. Akses pendidikan dibuka selebar-lebarnya untuk perempuan, begitupun akses ekonomi. Perempuan dipersilahkan untuk bertarung mengakses ekonomi demi kemajuan dan kesejahteraan yang didambanya. Yang terjadi kemudian, kaum perempuan lalu menerjuni hiruk pikuk dunia kerja. Terjadilah gelombang besar-besaran kaum perempuan menempati ruang-ruang industri dan meninggalkan peran keibuannya, bertarung meraup remah-remah kue ekonomi. Di Indonesia, data Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyebut jumlah perempuan bekerja mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Jumlah perempuan bekerja 38,6 juta orang pada tahun 2006 dan meningkat menjadi 42,8 juta pada tahun 2008. Potret Perempuan Terpelajar Salah satu gerbang utama agar perempuan mencapai prestasi puncak dalam keberhasilan ekonomi adalah pendidikan tinggi. Dengan pendidikan yang tinggi, maka jaminan akan kesejahteraan hidup perempuan akan semakin tinggi pula, karena perempuan yang berpendidikan rendah akan terbatas kemampuannya untuk bertahan hidup apalagi mencapai kesejahteraan. Untuk itulah UNESCO mendeklarasikan misi peningkatan peran perempuan di level pendidikan tinggi (promoting role of women in higher education ) yang berlangsung sejak 1998, sebagai bagian dari visinya dalam World Conference on Higher Education dalam menghadapi abad ke-21. 1 Bahkan UNESCO sendiri secara massif meluncurkan strategi pengarusutamaan gender (Gender Mainstreaming) sebagai strategi jangka menengah UNESCO dari 2002-2007 hingga 2008-2013. 2 Rangkaian program dari UNESCO ini tidak hanya bicara bagaimana meningkatkan akses perempuan
WORLD CONFERENCE ON HIGHER EDUCATION, Higher Education in the Twenty-first Century ; Vision and Action, UNESCO, Paris, 5-9 October 1998 2 UNESCO Medium Term Strategy, 2008-2013, Paris UNESCO, 2008
1

kalangan perempuan terpelajar dianggap mewakili komunitas yang paling signifikan perannya dalam perubahan sosial.menegpp. Mereka adalah segmen yang diklaim paling ideal oleh banyak kalangan. 3 Kenaikan yang belum signifikan. 4 Muda. Seruan kemajuan dan profesionalisme yang seolah bisa dipenuhi oleh kalangan perempuan terpelajar ini akhirnya membuat mereka sering dianggap mewakili simbol emansipasi.58 persen. berbangsa dan bernegara? Perempuan Terpelajar dalam Dua Bahaya Ukuran-ukuran kemajuan seperti besarnya keterwakilan politik perempuan di lembaga legislatif. Serangkaian kebijakan pun lalu dibuat dengan harapan memajukan dan menyejahterakan perempuan. bisa kita lihat dari kemajuan semu yang diklaim oleh gerakan perempuan dalam memperjuangkan kesetaraan gender (gender equality). (2) eksploitasi ilmu dan keahliannya untuk kepentingan industri kapitalistik. perempuan terpelajar adalah populasi perempuan dengan usia 19 tahun ke atas yang memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi dari jenjang D -3 sampai dengan S-3. modernitas dan produktivitas kaum perempuan. adalah ukuran-ukuran yang akhirnya dijadikan standar keberhasilan perjuangan dalam memajukan dan menyejahterakan perempuan. Mereka ini mewakili era new wave culture. Untuk bahaya yang pertama. karena pembandingnya adalah puluhan juta jiwa perempuan Indonesia dengan range usia masuk perguruan tinggi.go.com/index. Ironisnya.php?page=markplus_articles_View&pid=204&id=6 . besarnya partisipasi perempuan-perempuan dalam pendidikan tinggi (perempuan terpelajar). besarnya keterlibatan perempuan di ranah decision making / pengambilan kebijakan. Namun betulkah demikian? Betulkah realitas perempuan terpelajar adalah mereka yang paling mampu meraih kesuksesan? Betulkan mereka dinilai paling bisa berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.markplusinc. Atau secara demografi. kaum perempuan (Women).php?option=com_docman&Itemid=115 4 The Anatomy of New Wave Culture http://www. besarnya partisipasinya di ranah publik. Perempuan terpelajar adalah perempuan dengan tingkat pendidikan mencapai perguruan tinggi. dinamis dan berwawasan luas itulah kira-kira karakter perempuan terpelajar saat ini. Namun disayangkan. meski tanpa disadari serangkaian kebijakan lainnya berkebalikan dan justru membawa kepada ketidakmuliaan perempuan. justru 3 Data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI http://www. Angka partisipasi kasar (APK) perempuan ke pendidikan tinggi tahun 2003 masih 10.14 persen dan pada tahun 2008 baru mancapai sekitar 14. yaitu (1) disorientasi perannya sebagai ibu dan pilar utama keluarga. Komunitas yang disebut oleh Hermawan Kartajaya sebagai Youth-Women-Netizen yaitu mereka yang muda (Youth).terhadap pendidikan tinggi. Alih-alih maju. Padahal di abad informasi ini. rangkaian kebijakan ini bukan hanya gagal dalam memajukan perempuan juga membawa perempuan pada setidaknya dua bahaya besar. tetapi juga bagaimana melibatkan perempuan dalam manajemen pendidikan tinggi sampai pada level pembuat kebijakan. cerdas.id/aplikasidata/index. apalagi di mata kaum feminis. dan pengguna internet (Netizen). atau perempuan yang sukses berkarir/berbisnis. yaitu era interaksi horizontal akibat globalisasi teknologi informasi yang kian massif.

lembaga perdagangan dunia yakni WTO pun kemudian menetapkan pendidikan sebagai salah satu industri sektor tersier 5. yang ditempuh melalui apa yang di kalangan universitas Amerika/ Eropa disebut an offer of generous research funding in exchange for exclusive patent licensing rights . kegiatan usaha dalam masyarakat dibagi dalam 3 sektor. Apalah artinya kesuksesan kaum perempuan di ranah ekonomi jika di saat yang sama anak-anaknya di rumah dibiarkan terbengkalai karena absen dari kasih sayang dan perhatian ibunya. Kebijakan otonomi kampus. eksploitasi perempuan. sektor primer. 5 . Toronto. Di negaranegara kapitalis besar. sekunder dan tersier. Bahaya ini datang dari penerapan sistem pendidikan yang kapitalistik. karena sangat beraroma kepentingan pasar. seperti AS. ketidakharmonisan relasi suami-istri. hingga perceraian akibat perempuan terlalu disibukkan oleh aktivitas mengais kue-kue ekonomi. bangunan. sejatinya hanya penegasan belaka atas kenyataan bahwa pendidikan tinggi di Indonesia telah berkembang menjadi industri. Sektor primer mencakup semua industri ekstraksi hasil pertambangan dan pertanian. industri pendidikan tinggi tumbuh pesat seperti industri jasa dan perdagangan yang lain. meningkatnya kasus-kasus aborsi. Sehingga wajar. Sistem pendidikan seperti ini cuma menjadikan pendidikan layaknya barang dagangan atau komoditas. atau Australia. Hal ini terjadi karena kesalahan cara pandang terhadap perempuan serta kesalahan dalam menarik akar masalah perempuan sehingga mengakibatkan kian rancunya relasi dan pembagian peran diantara laki-laki dan perempuan. seperti Boston. Inggris. Kanada. Sektor tersier mencakup industri-industri untuk mengubah wujud benda fisik (physical services). bahkan menimbulkan multiplier effect. dan dampakdampak lain seperti terlalaikannya peran keibuannya (sebagai pendidik generasi). meningkatnya angka perceraian. peluang Dalam tipologi yang digunakan oleh ilmu ekonomi. Perkembangan industri pendidikan tinggi menuju komersialisasi pun tak terbendung. Kedua. Di negara-negara itu. dilema perempuan kariri. boleh jadi menjadi jalan keluar persoalan ekonomi dan kesejahteraan perempuan. Pengarusutamaan gender (gender mainstreaming) misalnya. New York. Manchester. ditandai proses kapitalisasi ilmu pengetahuan terutama ketika pertumbuhan ekonomi digerakkan iptek knowledge-and technology-driven economic growth. atau Sydney. anak-anak bermasalah dan lain-lain ditengarai kuat menjadi efek langsung dari gagasan kebebasan perempuan. British Columbia. apalah untungnya kaum perempuan banyak berkiprah di luar rumah jika pada akhirnya harus berujung pada retaknya bangunan keluarga? Bahaya yang kedua juga tidak kalah destruktifnya. merebaknya free seks. pendidikan tinggi memang merupakan lahan industri strategis yang menjadi bagian dari dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi negara bersangkutan. Lihat sentra-sentra industri pendidikan tinggi dunia yang sungguh memikat. kekerasan.malah membawa perempuan semakin terpuruk dalam kubangan persoalan. Pertama. Sektor sekunder mencakup industri untuk mengolah bahan dasar menjadi barang. Canberra. Cambridge. Runtuhnya struktur keluarga. Komersialisasi pendidikan tinggi umumnya didorong tiga motif utama. misalnya. California. keluarga dan masyarakat di ambang keruntuhan akibat ancaman keamanan dan kehormatan seperti pelecehan. Melbourne. Lebih jauh lagi. namun di saat yang sama akan memberi dampak yang lebih membuat perempuan. eksploitasi. pelecehan seksual. London. hasrat mencari uang dan dukungan finansial serta keinginan menggali sumber-sumber pembiayaan alternatif. keadaan manusia (human services) dan benda simbolik (information and communication services). produk manufaktur dan utilities.

Fenomena industrialisasi pendidikan tinggi yang mengarah ke komersialisasi ini mengandung bahaya bagi perguruan tinggi bersangkutan. perguruan tinggi akan tergiring melupakan misi suci ( sacred mission) yang harus diemban. Bahkan banyak perguruan tinggi besar tidak malu-malu lagi menyatakan dirinya sebagai entrepreneurial university. Derek Bok dalam Universities in the Marketplace: The Commercialization of Higher Education (2005) mencatat sejumlah bahaya yang patut diwaspadai dari komersialisasi pendidikan tinggi. Kapitalisme telah menjatuhkan ilmu pengetahuan dan para pemilik ilmu pengetahuan pada derajat budak-budak mereka.mengembangkan (baca: menjual) program pendidikan jarak jauh untuk memperoleh keuntungan finansial sebagaimana yang sudah lazim dilakukan di perguruan tinggi di Indonesia. Akibatnya yang terjadi adalah berkembangnya pragmatisme dalam dunia pendidikan. agar bisa menjadi pelaku langsung di dunia industri tersier. perempuan juga dianggap sebagai aset ekonomi sehingga selaras dengan kebijakan liberalisasi pendidikan tinggi. perguruan tinggi juga akan cenderung mengabaikan fungsi utama sebagai lembaga produsen ilmu pengetahuan. menemukan teknik bioenergi terbaik dan berbagai teknologi yang semua itu dalam rangka menghapus dosa-dosa para kapitalis dari berbagai kerusakan yang mereka perbuat. yakni melahirkan insan-insan terdidik dan berkeahlian. Semua peran ini banyak dijalankan oleh kalangan terpelajar tanpa sebuah kesadaran. kesejahteraan dan modernitas. Jauh dari tujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan memperbaiki kualitas kepribadian. Undangundang (UU) Penanaman Modal. Kalangan Intelektual dalam sistem kapitalistik juga ditelikung untuk menjadi pemadam kebakaran dari masalah yang terus menerus diproduksi para kapitalis. UU migas. semua itu adalah hasil karya para intelektual pesanan para kapitalis yang sangat menyengsarakan rakyat. pelopor inovasi teknologi. apalagi dalam paradigma kapitalistik. Pada tingkat lanjut. mendapatkan aneka kontrak yang menguntungkan dengan perusahaan/industri melalui pemberian dana. 1. UU ketenagalistrikan. perguruan tinggi berpotensi mengorbankan core academic values karena perguruan tinggi cenderung berkompromi antara pilihan menjaga standar mutu program akademik dan tuntutan mendapatkan dukungan finansial dari perusahaan/industri. Hal ini pun melanda perempuan terpelajar. Ilmu dan profesionalitas mereka dibajak untuk melegitimasi sepak terjang para kapitalis dalam merampok kekayaan alam negeri ini. Mereka diminta untuk mereklamasi lahan bekas tambang. Karena dikemas cantik dengan slogan dan iming-iming kesuksesan. Program gender mainstreaming UNESCO di pendidikan tinggi ini meliputi : . dan peralatan. Maka tak heran jika UNESCO secara intensif menggalakkan program pelibatan perempuan dalam jajaran struktural institusi perguruan tinggi. yang menjadi basis bagi ikhtiar membangun masyarakat beradab dan pilar utama upaya pencapaian kemajuan bangsa. 2. serta pusat eksperimentasi dan observatorium bagi penemuan-penemuan baru yang penting dalam membangun peradaban umat manusia. fasilitas. Ketiga. yang tercermin dari tujuan pendidikan yang terlampau mengedepankan materi. menemukan tanaman yang tahan terhadap pencemaran. dampaknya adalah kehancuran peran intelektual terpelajar dan jatuhnya kedudukan mereka sekedar sebagai agen ekonomi dan buruh murah yang memperkuat bercokolnya para kapitalis. 3. UU sumber daya air.

Mereka akan terus menerus berada di bawah dilema antara tekanan profesionalitasnya dengan dedikasi keilmuan yang dimilikinya. Betapa tidak. demikian juga dilema antara tuntutan kesejahteraan dan peran kodratinya sebagai perempuan. Sudah saatnya kita tinggalkan kapitalisme dan kembali kepada peradaban Islam sebagai sistem yang telah diturunkan oleh Allah SWT untuk dijadikan pedoman bagi manusia di muka bumi ini. maka mestinya penolakan terhadap sistem ini yang mestinya dijadikan sebagai landasan berbagai perjuangan pemberdayaan perempuan. b) Partisipasi perempuan yang lebih besar dalam pendidikan sains dan teknologi. politik. termasuk di dunia pendidikan tinggi. 2010 . Target utama pengemban ideologi ini jelas untuk melanggengkan hegemoni ekonomi. Arus liberalisasi yang demikian kuat ditiupkan kapitalisme telah membuat perempuan-perempuan terseret hingga jauh meninggalkan ajaran agamanya dan membebek pada kapitalisme. 6 Walhasil. termasuk menjadikan perempuan terdidik dan terpelajar sebagai agen-agen pengemban kapitalisme. Salah satu dari kekeliruan mendasar Kapitalisme adalah lepas tangannya negara dalam mengelola institusi pendidikan dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Ini sungguh bertentangan dengan sabda Rasulullah Saw : Imam adalah ibarat pengembala dan dialah yang akan bertanggung jawab terhadap gambalaannya (HR Muslim). dua bahaya ini akan selalu membayangi kehidupan perempuan terpelajar. UNESCO Asia and Pacific Regional Bureau for Education. Targetnya antara lain menciptakan buruh murah. upaya penyelesaian persoalan perempuan semestinya kita tarik dari akar masalahnya. c) Pemeliharaan dan pengembangan studi tentang perempuan. Dan juga hadits yang artinya : Pemimpin manusia adalah pengurus rakyat dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang diurusnya (HR Muslim). bahkan cenderung eksploitatif termasuk dalam hal ini terhadap perempuan. dan d) Perwakilan perempuan di posisi manajerial dalam pendidikan tinggi. perempuan diposisikan sebagai sosok yang dapat memberikan kontribusi besar dalam membangun sebuah peradaban.a) Akses yang lebih besar bagi perempuan dalam berbagai bidang melalui tindakan afirmatif (kursi lebih dicadangkan untuk perempuan) atau melalui lembaga / universitas khusus perempuan dan. menjadikan perempuan sebagai kapstok berjalan dan sebagai pasar produk beragam industry. tanpa mengalami disorientasi peran dan 6 Gender Issues in Higher Education. sistem kapitalis adalah sistem yang meminimkan peran negara dalam melindungi masyarakat. sekaligus memenangkan perang peradaban. Resolusi bagi Perempuan Terpelajar Andai kita semua sadar bahwa akar beragam persoalan perempuan adalah terletak pada sistem kapitalis yang watak genialnya memang rusak dan merusak. Oleh karena itu. Selain itu watak imperialistik dari kapitalisme juga telah menjadikan perempuan sebagai objek penjajahan dengan pengarusutamaan gender sebagai pintu masuknya. Di dalam peradaban Islam.

menguji. Khilafah adalah sebuah keniscayaan dalam menjawab persoalan perempuan. di mana setiap mata rantai hadits harus dilengkapi dengan biografi yang rinci. al-Biruni atau Ibnu Khaldun tidak sigap mengambil peran dan tanggung jawab rumah tangga. Para shahabiyah juga dikenal sebagai sosok wanita yang berani memberikan kritik kepada para penguasa. ada seorang ibu yang luar biasa dan atau seorang istri yang luar biasa. keahlian dan kepakarannya dalam bingkai sistem kehidupan Islam. Kontribusi kedua. Di balik diri seorang ulama atau ilmuwan besar. Langkah-langkah sistematis dan komprehensif akan ditempuh oleh Khalifah untuk memberikan pengaturan terbaik bagi perempuan. Sistem Khilafah : Solusi Komprehensif Jika sistem kapitalisme sekuler terbukti gagal mengangkat harkat martabat perempuan. adalah peran para wanita secara langsung. Sementara itu. sekalipun mereka didera oleh kemiskinan. Mereka juga duduk dalam suatu majelis ilmu bersama dengan para ulama atau ilmuwan untuk berdiskusi. Khilafah-lah yang akan mewujudkan muslimah berkepribadian Islam. berargumentasi. seorang wanita astronom yang dijuluki al-Asturlabi karena memiliki kontribusi luar biasa dalam pengembangan Astrolab (sebuah alat penting dalam navigasi astronomis). jadi pengemis atau pengamen. Sejarah juga mencatat kisah-kisah para wanita hebat yang di antaranya sampai harus bepergian ribuan mil hanya untuk mendengarkan hadits dari para narator yang merangkai sanad sampai ke Nabi SAW. adalah secara tidak langsung. dan tidak menjadi seorang pembelajar yang memenuhi setiap rongga tubuhnya dengan ilmu. yang mampu mengoptimalkan potensi intelektual. Andaikata Imam Syafii tidak memiliki ibu yang tangguh. yakni dalam peran mereka sebagai ibu ataupun istri. Sistem Islam yang diimplementasikan secara riil oleh institusi negara yaitu Khilafah Islamiyah. pendidik generasi pemimpin. Namun cukuplah untuk menyebut nama Maryam Ijliya al-Asturlabi. diantaranya adalah dua langkah strategis berikut ini : . yang berkualitas mujahid dan mujtahid. Hal ini agak berbeda dengan bidang ilmu hadits. atau bahkan membantah. termasuk perempuan terpelajar. Karena peradaban Islam tegak di atas aturan-aturan Sang Pencipta. barangkali si anak yatim ini akan tumbuh di jalanan. Khilafah jualah yang akan mewujudkan muslimah berkepribadian Islam.dilema keilmuannya. apalagi ketika mereka sering harus mengembara menghadiri majelis-majelis ilmu. Demikian juga andaikata istri-istri Al-Bukhari. yaitu tatkala mereka sendiri adalah aktor peradaban. di bidang sains dan teknologi. sekarang saatnya menguji kemampuan sistem Islam sebagai sistem pengganti kapitalisme. Tidak ada yang meragukan kontribusi istri-istri Nabi Muhammad SAW maupun para shahabiyah bagaimana para wanita agung itu demikian tekun dan cerdas dalam mengikuti pendidikan Rasulullah SAW hingga tak sedikit diantara mereka yang menjadi ahli hadits. Kontribusi pertama. namun biografi mereka agak lebih sulit dikumpulkan. Allah Swt yang telah menciptakan laki-laki dan perempuan dan mengatur kehidupan manusia secara adil dan seimbang. meski diyakini ada juga banyak wanita muslimah yang terlibat. sampai mereka mendapatkan apa yang diyakini memang berasal dari Rasulullah SAW. tentu para ulama atau ilmuwan besar itu akan cukup sering direpotkan oleh anak-anak mereka.

Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya. tetapi Islam mewajibkan pemberian nafkah kepada mereka. Allah Swt telah menempatkan peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan secara adil agar keduanya bisa hidup berdampingan secara harmonis. Allah Swt berfirman yang artinya : Allah mengangkat orang -orang yang beriman dari pada kamu dan orang-orang yang diberi ilmu dengan beberapa derajat (QS. Prinsip-prinsip sistem pendidikan Islam adalah : a. d.1. Islam memuliakan perempuan dengan hukum-hukum Syariat yang luhur. karena menuntut ilmu adalah perintah hukum syari at. Asasnya adalah Aqidah Islam bukan sekulerisme. Penerapan sistem sosial politik. Misalnya adalah ayat Alqur an mengenai aturan memakai kerudung (An-Nur 24 : 31) dan jilbab (al ahzab 33 : 59). Tanggungjawab kesejahteraan bukan berada di pundak perempuan. Islam mencerdaskan perempuan dengan tsaqofah Islam dan ilmu yang bermanfaat. Dimana tidak ada perbedaan sedikitpun dalam hal kewajiban menuntut ilmu antara laki-laki maupun perempuan. bukan dengan perhiasan materi dan slogan-slogan semu yang justru kian menjadikan perempuan tereksploitasi. al -Baqarah [2]: 233). Penerapan sistem pendidikan Islam oleh Khalifah yang mengoptimalkan potensi keilmuan serta kepakaran wanita semata-mata untuk mewujudkan negara khilafah sebagai negara adidaya/negara pertama. Tapi berada pada pundak laki-laki dan negara. Islam sangat melindungi dan menjaga kehormatan perempuan. Islam memandang bahwa perempuan dan laki-laki adalah sama. sehingga perempuan di dalam peradaban Islam tidak akan terbebani untuk mengejar kesejahteraan. 2. c. generasi berkepribadian Islam dan berjiwa pemimpin. Perempuan adalah pilar penting dalam kokohnya keluarga-keluarga muslim yang mampu menghasilkan generasi berkualitas di masa depan. Islam memberikan tanggung jawab khusus kepada perempuan sebagai ummun wa robbah al bayt yaitu sebagai ibu dan manajer rumahtangga. Dan banyak hukum-hukum lain yang sangat menjaga kehormatan dan kemuliaan perempuan. e. Al-Mujadalah : 11). Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupa nnya. bukan untuk mengabdi pada kepentingan pasar dan hegemoni asing. Dan warispun berkewajiban demikian (TQS. dan seorang ayah karena anaknya. yang membedakannya adalah taqwa. Islam tidak mewajibkan perempuan untuk bekerja. Bahkan mendorong seluruh perempuan untuk menuntut ilmu setinggi -tingginya. b. Ilmu bukanlah komoditas yang bisa diperdagangkan untuk kepentingan . tanpa adanya bayang-bayang ketidakadilan gender seperti di alam Kapitalisme-Sekuler. Sebagaimana firman Allah: Dan kewajiban ayah memberikan makan dan pakaian kepada pada ibu dengan cara yang ma ruf. baik secara struktural maupun kultural oleh Khalifah yang menjamin wanita mampu dan leluasa menjalankan fungsinya sebagai ibu dan pendidik generasi. Dimana sistem sosial ini mengandung prinsip -prinsip sebagai berikut : a.

sesuai perintah untuk mengajarkan shalat pada anak-anak pada usia itu (HR Hakim dan Abu Dawud). Khilafah akan membuat strategi kebijakan terpadu yang menjamin terwujudnya mentalitas perempuan sebagai pendidik generasi. Pendidikan bagi siapapun. Karena pendidikan adalah pelayanan umum dan kemaslahatan hidup terpenting. Dalam Islam tidak ada pembedaan jenis kelamin. 7 Tujuan sistem pendidikan islam membentuk manusia berkualitas yang berintegritas. Pengadaan dan jaminan terhadap kedua kebutuhan mendasar ini akan ditanggung sepenuhnya oleh Negara. Pendidikan adalah tanggung jawab negara seutuhnya. baik untuk orang miskin maupun kaya. Islam telah menetapkan bahwa yang akan menjamin pendidikan adalah Negara. apalagi ke tangan-tangan asing. laki-laki maupun perempuan. mencari pujian. Pendidikan adalah sepenuhnya jaminan negara.b. untuk melahirkan mujahid dan mujtahid. Baitul maal akan menanggung pembiayaannya. dan seni). Negara merupakan pihak yang berkewajiban mewujudkan pemenuhan hal ini untuk seluruh rakyatnya. Islam memuliakan ilmu pengetahuan sebagai saudara kembarnya iman. Wallahu a lam 7 Imam Al-Ghazali. Manusia yang demikian akan mengalami kebangkitan. baik laki-laki maupun perempuan kedudukannya sama di mata Islam yaitu dibebankan kewajiban menuntut ilmu. biaya pendidikan tidak akan dibebankan pada rakyat. Tujuan pendidikan dalam Islam adalah mengembangkan manusia yang : berkepribadian Islam. Institusi pendidikan di dalam Khilafah tidaklah berstatus otonom seperti sekarang. yang mengakibatkan masuknya intervensi asing pada kurikulum dan metode pendidikan kian deras. bukan dengan memberinya bandroll harga seperti Kapitalisme. c. d. atau untuk mengumpulkan harta benda. e. jika seseorang mencari ilmu dengan maksud untuk sekedar hebat-hebatan. bukan sekedar untuk memproduksi buruh-buruh murah. dalam muqoddimah kitabnya Bidayah Wa Nihayah menegaskan. Di dalam Islam posisi ilmu pengetahuan itu sangatlah mulia. merusak dirinya sendiri. Begitupun pendidikan dalam Islam tidak mengenal batasan usia pendidikan. . tangguh. teknologi. Yang ditegaskan hanyalah bahwa pendidikan di sekolah dimulai sejak usia tujuh tahun.muslim maupun non muslim. (Fa-anta saa in ilaa hadmi diinika wa ihlaaki nafsika. tidak boleh diserahkan ke pasar bebas. serta membuat strategi kebijakan terpadu yang meng-update potensi kemampuan kepakaran perempuan terpelajar dalam bingkai Ideologi Islam. materi. maka dia telah berjalan untuk menghancurkan agamanya. Sehingga yang terbentuk adalah manusia-manusia yang dapat mengatasi permasalahan kehidupannya dalam koridor syariah Islam. termasuk kurikulum yang berasaskan dan metode pendidikan yang berasaskan akidah Islam. menguasai tsaqafah Islam. dan menguasai ilmu kehidupan (sains. dan telah menjual akhirat dengan dunia. dan maju. Pemerintahan Khilafah adalah penentu kebijakan pendidikan. wa bay i aakhiratika bi dunyaaka).