P. 1
Attachment

Attachment

|Views: 36,827|Likes:
Published by Diki Yuda Satria

More info:

Published by: Diki Yuda Satria on May 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2013

pdf

text

original

Sections

  • A.SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU DAN METODE
  • B.KONSEP-KONSEP DASAR DALAM SOSIOLOGI
  • C.KONSEP-KONSEP TENTANG REALITAS SOSIAL BUDAYA
  • D.HUBUNGAN ANTARA BERBAGAI KONSEP TENTANG REALITAS SOSIAL BUDAYA
  • A.NILAI DAN NORMA SOSIAL
  • B.NILAI SOSIAL
  • C.NORMA SOSIAL
  • A.INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL
  • B.FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL
  • b.Akomodasi
  • D.PROSES PEMBENTUKAN LEMBAGA, KELOMPOK, DAN ORGANISASI SOSIAL
  • E. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN DAN DINAMIKA SOSIAL
  • F.INTERAKSI SOSIAL DAN KETERATURAN SOSIAL
  • B.PROSES SOSIALISASI
  • C.FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK KEPRIBADIAN
  • D.HUBUNGAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN DENGAN KEBUDAYAAN
  • A.PERILAKU MENYIMPANG
  • C.PENANGGULANGAN TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG
  • A.PENTINGNYA PENGENDALIAN SOSIAL
  • B.JENIS-JENIS LEMBAGA PENGENDALIAN SOSIAL
  • C.CARA-CARA PENGENDALIAN SOSIAL
  • D.AKIBAT-AKIBAT TIDAK BERFUNGSINYA LEMBAGA PENGENDALIAN SOSIAL

SOSIOLOGI

Jilid 1
untuk

SMA/MA Kelas X
Suparto

Literatur Media Sukses
Jl. Madrasah No. 38, Pekayon, Pasar Rebo Jakarta 13710
Bab 2 Norma dan Nilai Sosial

i

Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT) Sosiologi, ditulis oleh Suparto; Editor, Vera B. L. Sihotang, -- Jakarta: Literatur Media Sukses

Penulis
Suparto

Editor
Vera B. L. SihotangChristianiE

Sosiologi
Jilid 1
Untuk SMA/MA Kelas X Hak cipta 2006 pada Penulis Hak penerbitan pada Penerbit Literatur Media Sukses

Desain Sampul Andie Anakota Setting/Tata Letak Sri Sugiyarni Astuti Krisnawati

Cetakan Pertama, 2006

Hak cipta dilindungi oleh undang-undang. Tidak diperkenankan memperbanyak isi buku ini dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Penerbit Literatur Media Sukses.

ii

Sosiologi SMA/MA Kelas X

ritik yang sering ditujukan kepada buku teks Sosiologi sebagai buku pelajaran antara lain cara pendekatan penyajian konsep materi yang kurang membumi terhadap realitas yang ada. Para pendidik sering mengalami kesulitan dalam mengajarkan ilmu-ilmu sosial. Para siswa berargumen bahwa ilmu-ilmu sosial menjenuhkan. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya minat para siswa untuk menggeluti kajian-kajian ilmu sosial. Kondisi ini terbentuk dikarenakan bahwa belajar ilmu-ilmu sosial merupakan ilmu-ilmu hafalan dan tidak kontekstual. Buku Sosiologi untuk SMA/MA ini disusun sebagai alternatif bagi para guru dan siswa Sekolah Menengah Atas bahwa belajar ilmu sosial tidak semata-mata hafalan. Esensi ilmu sosial justru terletak pada daya analisis dan metode yang dipakai dalam mengkaji suatu problem kemasyarakatan. Buku ini terdiri atas 3 jilid, yaitu jilid 1 untuk SMA/MA Kelas X, jilid 2 untuk SMA/MA Kelas XI, dan jilid 3 untuk SMA/MA Kelas XII. Pendekatan pembelajaran menggunakan metode Contextual-Teaching Learning. Diharapkan guru menjadi fasilitator dan terlibat intens dalam proses pembelajaran serta bersedia mengembangkan segala materi pokok dengan berbagai indikatornya dengan situasi dan kondisi yang sesuai dengan lingkungan belajar siswa. Akhirnya, penulis mengucapkan terima kasih kepada Penerbit Literatur Media Sukses yang telah menerbitkan naskah kami menjadi buku. Kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan kualitas buku ini.

K

Jakarta, Desember 2006

Penulis

Kata Pengantar

iii

89 interaksi sosial 10. 2 Kunjungilah salah satu lembaga pengendalian sosial yang terdekat dari sekolah Anda. Ciri-ciri pemerintah yang baik adalah pemerintah yang dapat menyusun kebijakan yang tepat sesuai dengan harapan warga masyarakatnya. ada masa reformasi akhir-akhir ini. 89. 75. D atau E! 1. 129 imitasi 60. traktor pembajak. Indeks merupakan daftar kata-kata penting disertai nomor halaman kemunculan. . 152. 62. teknologi-teknologi baru diimpor oleh agen modernisasi dan pembangunan untuk memajukan taraf kehidupan suatu bangsa. 166. Tetapi setidaknya dapat ditekan sekecil mungkin pertumbuhannya. kita dapat mengetahui banyak hal yang sangat berguna dalam penelitian tersebut. mesin bubut. 42. Melalui metode komparasi inilah. 112. mesin tenun. presiden. iv Sosiologi SMA/MA Kelas X . 90. sebaiknya terlebih dahulu kita mengetahui bagianbagian yang terdapat dalam buku Sosiologi ini. Pada dasarnya. . . 82. 143. 73 asumsi 100 Auguste Comte 3. Sumber: Gatra. Sifat-sifat Penyimpangan Penyimpangan positif Penyimpangan negatif 4. 2. seorang peneliti menggunakan metode komparasi. 6 MENGELIMINIR BUDAYA KORUPSI 7 Soal Objektif 1. pengadilan B. Sebab. 20. truk. 125. Metode Analisis Media Massa Media massa lebih bersifat subjektif. 164. teknologi canggih ini akan berpihak kepada orang-orang kaya dan selanjutnya menjadi sekutu orang-orang kaya untuk menghasilkan barang dan mendatangkan uang. 103 H hipotesa 10 angket applied science arbitration B BAP 167. 10. 106. . Metode komparasi dilakukan dengan membandingkan dua hal yang sama. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih konkret. 27 November 2004 4. 109 folkways 48. 19. 85. 85. A. pengadilan. 108. televisi. Usaha-usaha yang dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah dan mengatasi adanya perilaku menyimpang disebut . Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 6. Uji Kompetensi Pada setiap akhir bab disediakan Uji Kompetensi untuk mengukur kemampuan siswa dalam menguasai semua materi dalam satu bab. Perilaku menyimpang adalah semua perilaku warga masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. 32 asimilasi 23. dan lain-lain. 59. 65. tetapi dalam waktu atau tempat yang berbeda. j. 84. 15. 65. Tugas Penelitian Tugas Penelitian merupakan tugas yang mendeskripsikan suatu permasalahan. 148. Jelaskan persiapan apa sajakah yang harus dilakukan oleh seorang peneliti yang menggunakan metode komparasi! enurut kalian. kontrol sosial D. 26. 8. 124. kolusi. 32. baik pemerintah maupun lembaga nonpemerintah dewasa ini memang masih sangat kental dengan budaya korupsi. komputer. 165. dan nepotisme. Pengantar Awal Bab Pada setiap awal bab terdapat fokus tentang materi-materi yang akan dibahas di bab tersebut. ulasan media massa yang satu dengan ulasan media massa yang lain sering kali ada kesenjangan. sosialisasi D. 114. Indeks 3. 17. dipakai sebagai dasar untuk analisis dalam kaitannya dengan pengkajian suatu hipotesa dan masalah dalam penelitian. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Bahan Diskusi Kelompok Bahan ini disediakan melatih siswa mendiskusikan suatu permasalahan dengan orang lain. 70. Membedakan nilai dan norma. Misalnya. Dalam sosiologi. 68. 7. 25. 53. 72. nilai justru bukan sebuah ukuran yang dapat dinyatakan dengan barang. telepon. Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang kuat yang dapat menyatukan pendapat dari seluruh rakyatnya sehingga seluruh kekuatan bangsa tertuju pada satu arah untuk mencapai tujuan negara. 89 ilmu pengetahuan 3. 8. 110 asimilasi budaya 110 asosiasi 3. Mengklasifikasikan kasus pelanggaran nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Rangkuman Rangkuman mencakup ringaksan materi pada setiap bab yang bertujuan untuk memudahkan siswa mengingat kembali materi-materi yang telah dipelajari di bab tersebut. 113. Kegiatan operasional lembaga 3 5. . misalnya kepolisian. 16. kejaksaan. penghubung kerabat B. 139. 144. . 109 fenomena sosial 4. 64. Dalam suatu penelitian mengenai kelebihan dan kekurangan suatu metode atau teknologi tertentu. internet. Fungsi dan peranan lembaga 2. 147. mereka tergusur dari pekerjaan yang diakibatkan oleh mesin-mesin yang digunakan daripada tenaga-tenaga 5 P emilu tahun 2004 ini merupakan suatu sistem yang lebih baik dan lebih demokratis untuk memilih anggota legislatif. Tugas Perorangan Dalam setiap bab ada kegiatan yang dilakukan oleh siswa secara mandiri. 1 NILAI DAN NORMA SOSIAL Tujuan Pembelajaran Menjelaskan nilai dan norma. Fungsi keluarga untuk membentuk perilaku tertib dan patuh terhadap normanorma sosial dalam lingkungan masyarakat setempat terhadap putra dan putrinya adalah fungsi . 8. Penyebab perilaku menyimpang 8 Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. 177 akomodasi 66. Mungkin hal ini tidak akan sepenuhnya bisa dihilangkan dari tata pergaulan masyarakat kita. 35. dan wakil presiden karena ketiga komponen bangsa yang penting itu dipilih secara langsung oleh rakyat melalui proses pemilihan umum. 9. 4. Lembar Sosiologi Terapan Lembar sosiologi terapan ini merupakan latihan menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui proses modernisasi dan pembangunan. 32. 80. seorang peneliti dapat menggunakan metode analisis media massa dengan cara menghimpun selengkap mungkin artikel-artikel sejenis yang ada di berbagai media massa. Kemudian buatlah laporan ringkas mengenai hal-hal berikut ini! 1. 125. hampir semua media massa membahas tentang cara-cara memberantas budaya korupsi. 23. 90 interview 5 8. pengendalian sosial E norma sosial C. 83. budaya korupsi ini dilakukan turun-temurun dari generasi l l 9 A accomodation adat akulturasi akulturasi budaya : proses sosial yang ditandai dengan pengurangan tuntutan : suatu kebiasaan yang diulang-ulang dan telah menyatu dengan kehidupan masyarakat : percampuran dua hal atau lebih yang bersifat melengkapi : proses pencampuran dua unsur budaya atau lebih yang bersifat melengkapi tanpa menghilangkan corak yang lama : daftar pertanyaan untuk menghimpun data yang diperlukan dalam suatu penelitian : ilmu terapan : akomodasi dengan menggunakan pihak ketiga sebagai pihak penengah yang dapat bersifat mengikat atau memaksa kedua belah pihak adat 25. 10. Lalu. pengawasan sosial P 7. Korupsi memang merupakan sesuatu penyimpangan yang benar-benar menghambat upaya perkembangan masyarakat secara keseluruhan. Akan tetapi. 80. Pertanyaan: 1. C. 102. sebab media massa memiliki latar belakang yang berbeda-beda. 60. Justru dengan kedatangan mesin-mesin teknologi canggih ini golongan masyarakat miskin akan termarginalkan. 110 akulturasi budaya 110 angket 2. edukasi E reproduksi C. nilai ekonomis sebuah mobil dapat diartikan sebagai harga sebuah mobil yang diukur dengan uang. Perilaku menyimpang terdiri atas: Kenakalan remaja (delinquention) Kejahatan (criminality) 2. C C l kh h 1. 172 internal 170. 40.Sebelum memulai proses belajar mengajar. Di kalangan birokrat. 109. 37 fenomena alam 77. 33. – 66. Tugas dan kewenangan lembaga 3. 104. Teori Penyimpangan Teori kebudayaan khusus yang menyimpang Teori anomi Teori reaksi masyarakat 3. melainkan sesuatu yang abstrak atau tidak nyata. Daftar Istilah Daftar Istilah disajikan di setiap bab yang merupakan kumpulan istilah-istilah yang dibahas di bab tersebut. 67. A. deviasi sosial 2. 82. B. M Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 9 4 MEWUJUDKAN PEMERINTAH YANG BAIK KESENJANGAN SOSIAL SEBAGAI POTENSI KONFLIK Salah satu penyebab menjadi semakin tingginya jurang kesenjangan sosial antara golongan kaya dan golongan miskin adalah kehadiran teknologi melalui proses modernisasi dan pembangunan. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. 15 10 F fakta 6. Oleh karena itu. Menjelaskan peran nilai dan norma dalam masyarakat. atau rumah tahanan/lembaga pemasyarakatan. 73. 67 akulturasi 23. a pakah nilai itu? Dalam pengertian sehari-hari nilai sering diartikan sebagai harga atau ukuran. 11. 64. Lembar Pro dan Kontra Lembar Pro dan Kontra disajikan sebagai sarana untuk melatih mengungkapkan pendapat atau debat pendapat antarsiswa yang dibimbing oleh guru. Barang-barang teknologi canggih ini misalnya mobil. radio. 17. 168 I identifikasi 11. 18. 101. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. 45 – 48.

................................................. Norma Sosial .................................................... Kelompok....................................... Nilai Sosial ........ Rangkuman ................................. A...................................... dan Organisasi Sosial .......................... Sosiologi Sebagai Ilmu dan Metode ...... C. Daftar Isi v ........... iii iv BAB 1 SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU TENTANG HUBUNGAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN 2 3 10 16 18 23 32 34 Peta Konsep .................... A...................................................................... Data Sosiologis dan Antropologis Tentang Fenomena Sosial Di Lingkungan Setempat .................................................................................................................... BAB 2 NILAI DAN NORMA SOSIAL 40 41 41 45 53 54 Peta Konsep ..... Uji Kompetensi ........................................................................ Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial ...................................................................... C............................ Apakah Keunggulan Buku Ini? ................ BAB 3 INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL 60 61 64 69 Peta Konsep ................................... Konsep-konsep Tentang Realitas Sosial Budaya ............................. Bentuk-bentuk Interaksi yang Mendorong Terciptanya Lembaga.............. A............................................................ D.............................. E.... B............ Faktor-faktor yang Mendorong Terjadinya Interaksi .....................................Kata Pengantar ............................................................................................ Hubungan Antarberbagai Konsep Tentang Realita Sosial Budaya ..................................................................... Uji Kompetensi ..................................................................................................................................... B........ Konsep-konsep Dasar Dalam Sosiologi ................................................................................................................. Nilai dan Norma Sosial .................................. B.................................................. Rangkuman .. C.........................................................

......... B.......................................................... SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN 74 76 84 88 90 BAB 4 Peta Konsep ............................... Uji Kompetensi ................. Cara-cara Pengendalian Sosial .............................................................................. Indeks ................. Rangkuman ....................................................... C............................... C......................... BAB 6 ATURAN-ATURAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT 160 161 161 165 168 173 175 179 185 187 Peta Konsep ................... D................. Peranan Nilai dan Norma Sosial Dalam Proses Sosialisasi ............ Penanggulangan Terhadap Perilaku Menyimpang ...................................... Akibat-akibat Tidak Berfungsinya Lembaga Pengendalian Sosial ......................................... A.................................... Faktor-faktor Penyebab Perubahan dan Dinamika Sosial ............... B............................................................................................................................................................................................................................................. Rangkuman ................................................. Jenis-jenis Lembaga Pengendalian Sosial.......... vi Sosiologi SMA/MA Kelas X ............................................................................... dan Organisasi Sosial ..................................................................................................................................................................... Uji Kompetensi ....... B.............................. Daftar Pustaka .................................................D Proses Pembentukan Lembaga.......... Rangkuman ........................... Rangkuman ....................................................... Hubungan Pembentukan Kepribadian dengan Kebudayaan ..... Interaksi Sosial dan Keteraturan Sosial .................................................................................................................................. Faktor-faktor Pembentuk Kepribadian ................................................................................................................... F............................................ C...................................... E..................................... Terjadinya Perilaku Menyimpang Sebagai Hasil Sosialisasi yang Tidak Sempurna ............................ 96 97 108 114 122 127 128 BAB 5 PERILAKU MENYIMPANG 134 135 139 147 152 154 Peta Konsep ..................... Daftar Istilah ................ Kelompok. Pentingnya Pengendalian Sosial .. Uji Kompetensi ......................................................................................... A................... D... Perilaku Menyimpang ........................................... Uji Kompetensi .......................................................................... Proses Sosialisasi ...................................... A.......................................

kita memerlukan banyak wawasan tentang bagaimana menjalani dan membina hubungan sosial dalam masyarakat. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 1 . kita harus memahami tata cara dalam pergaulan agar kita dapat diterima sebagai warga masyarakat yang baik. kita selalu terikat dengan orang lain untuk melakukan berbagai macam bentuk kerja sama di berbagai segi kehidupan. Dengan demikian. Dalam melakukan hubunganhubungan sosial. karena sosiologi memberikan banyak wawasan dan kajian tentang hubungan masyarakat dan lingkungan. Sumber: Koleksi editor T ahukah kalian mengapa sosiologi kita pelajari? Sebagai warga masyarakat.SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU YANG MENGKAJI HUBUNGAN MASYARAKAT Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu dan metode. Mendeskripsikan hubungan berbagai konsep tentang realitas sosial. sehingga kita dapat menjalankan misi pribadi kita masing-masing. Penjabaran wawasan-wawasan tersebut dalam praktik kehidupan sehari-hari akan diuraikan pada bab berikut. Mengidentifikasi data tentang realita sosial masyarakat. kita perlu mempelajari sosiologi. Untuk mendapatkan jawabannya.

Pengertian sosiologi Hakikat sosiologi Karakteristik Sosiologi Metode dalam sosiologi Ruang lingkup Observasi Angket Observasi partisipan Wawancara Tujuan pembentukan sosiologi SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU TENTANG HUBUNGAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN Komparasi Histori Kepustakaan Dokumentasi Analisis media massa Konsep dasar dalam sosiologi Konsep-konsep tentang realitas sosial Hubungan antarberbagai konsep tentang realitas sosial 2 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

b. Metode-Metode Sosiologi Untuk melakukan suatu aktivitas diperlukan cara-cara yang lebih ringkas dan efisien agar tujuan tercapai. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dan gejala nonsosial. 2. c. misalnya gejala ekonomi dan agama. kalian perlu mengetahui pendapat dari tiga tokoh sosiologi berikut ini. lembaga-lembaga. Pitirim A. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka ragam sosial. Auguste Comte Mengemukakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari manusia sebagai makhluk yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama dengan sesamanya. Objek kajian sosiologi ini senantiasa bersifat aktual karena masyarakat terus-menerus mengalami proses sosial termasuk perubahan-perubahan dalam struktur dan pola interaksinya. Sebagaimana kita ketahui bahwa Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 3 . sosiologi sebagai metode artinya sosiologi dapat dipergunakan sebagai salah satu cara atau perantara dalam mencapai suatu tujuan tertentu yang ada di dalam masyarakat. Sebagai salah satu pegangan tentang pengertian sosiologi. a.A. Dengan demikian. Pengertian Sosiologi Sosiologi sebagai ilmu sosial yang relatif baru mungkin agak sulit untuk didefinisikan bagi kalian yang masih relatif baru mempelajari sosiologi. SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU DAN METODE 1. juga keluarga dan moral. Ciri-ciri umum semua jenis gejala sosial. Artinya. Metode dalam konteks pengetahuan adalah cara-cara yang dapat dipergunakan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Objek Kajian Sosiologi Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan mempunyai objek kajian tentang perilaku sosial individu maupun kelompok individu dalam masyarakat yang penjabarannya meliputi bentuk-bentuk penyesuaian perilaku terhadap norma dalam berbagai bentuk perubahan sosial yang ada dalam masyarakat. Cara-cara ini dikenal dengan metode. 3. maupun peradaban. sosiologi mempelajari segala aspek kehidupan bersama yang terwujud dalam asosiasi-asosiasi. termasuk perubahan sosial. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi Menyatakan bahwa sosiologi atau ilmu masyarakat adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial. Sorokin Mengemukakan sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hal-hal sebagai berikut.

ilmu lain yang juga mempelajari manusia adalah antropologi. 4 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Perencanaan Pembangunan Kebijaksanaan Pembangunan Data Sosial dan Budaya Metode Sosiologi dan Antropologi Metode Sosiologi dan Antropologi Suku Bangsa A Suku Bangsa B Suku Bangsa C Bagan 1. Sebaliknya. Sebagai contoh. serta lenyapnya suatu masyarakat dan kebudayaannya. Selain sosiologi. sosiologi dan antropologi menjadi kail untuk memperoleh data-data sosial budaya dari dalam masyarakat. Dengan begitu. sosiologi pun sedikit banyak memiliki data-data mengenai karakter sosial budaya dari tiap-tiap masyarakat yang berbeda-beda. dapat diperoleh melalui data-data yang terhimpun di dalam sosiologi dan antropologi.sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempunyai objek kajian mengenai perilaku sosial serta budaya yang ada dalam satu masyarakat. metode antropologi juga berguna sebagai salah satu cara untuk mencapai tujuan tertentu dalam masyarakat.1 Bagan Peranan Metode Sosiologi dan Antropologi dalam Proses Pembangunan Bangsa. sejarah pertumbuhannya. melalui sosiologi dan antropologi kegiatan pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah dapat disosialisasikan ke dalam setiap masyarakat yang bercorak kesukuan dengan metode dan pendekatan secara sosiologis dan antropologis. Antropologi mempelajari aneka ragam manusia atau masyarakat serta kebudayaannya di masa lampau dan masa sekarang. Artinya. Ini berarti. ketika pemerintah melalui kegiatan pembangunan ingin memperoleh data mengenai berbagai macam fenomena sosial budaya dari suatu masyarakat. Sosiologi dan antropologi dapat pula berfungsi sebagai bejana yang menjadi sarana sosialisasi suatu program pemerintah di dalam masyarakat. bentuk kebudayaan.

metode interview secara spesifik memerlukan seorang pewawancara yang mumpuni dan memenuhi kriteria sebagai berikut.Menurut bagan di atas. jelaslah metode sosiologi dan antropologi sebagai suatu kesatuan dan dapat dipergunakan oleh pemerintah atau pun lembaga nonpemerintah yang mempunyai kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat. Cakap. 29 September – 05 Oktober 2003 Gambar 1. Hal ini dapat terjadi karena konsep-konsep dalam studi sosiologi dan antropologi dapat menjadi cara untuk memasukkan program pembangunan yang berkaitan dengan masyarakat. Sumber: Pilars.1 Wawancara merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh dalam pengumpulan data guna mendukung penelitian yang dilakukan. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 5 . Metode Wawancara (Interview) Pada hakikatnya. artinya seorang pewawancara harus benar-benar menguasai permasalahan dari setiap pertanyaan yang diajukan. Akan tetapi. Metode ini mempunyai kelebihan bahwa data-data sosial budaya yang diinginkan dapat diperoleh secara luas dan dalam melalui pertanyaan secara lisan dari hati ke hati antara pewawancara dan responden. serta memiliki keterampilan untuk menggali alternatif-alternatif jawaban yang lebih dalam dan rinci dari responden. metode wawancara adalah metode pengumpulan data dalam penelitian sosial yang dalam pelaksanaannya. peneliti mewawancarai responden yang telah ditetapkan sebagai sampel untuk memperoleh keterangan-keterangan yang diperlukan dalam penelitian tersebut. Metode-metode yang sering dipergunakan di dalam sosiologi dan antropologi antara lain: a.

Fleksibel. Yang dimaksud dengan metode observasi partisipan adalah metode pengumpulan data dalam suatu penelitian sosial yang di dalam pelaksanaannya. peneliti hidup bersama-sama dengan masyarakat yang diteliti dalam waktu yang relatif panjang. Untuk memperoleh data yang akurat. peneliti telah membuat check list yang disesuaikan dengan kepentingan penelitian tersebut agar dapat memberi dasar penelitian yang tepat. Dengan demikian. atau kepentingan tertentu. data yang diperoleh objektif. Objektif. Sikap yang fleksibel membuat responden tidak merasa tertekan dalam menyampaikan jawaban-jawaban atas setiap pertanyaan yang diajukan. artinya seorang pewawancara harus luwes dan mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi dari masing-masing pribadi responden. Tujuannya agar responden dapat secara bebas untuk menyampaikan alternatif jawabannya secara objektif kepada pewawancara. data yang diperoleh akurat. artinya seorang pewawancara harus senantiasa berpegang teguh pada prinsip-prinsip keilmuan. artinya seorang pewawancara harus menyenangkan. maka peneliti harus terlebih dahulu menyiapkan instrumen yang disebut check list (daftar untuk mengecek apakah objek yang diamati memiliki kualifikasi sebagaimana yang ada di dalam daftar). melainkan mengalami sendiri dalam setiap kegiatan. Dengan demikian. b. tidak menakutkan. Metode Observasi Partisipan Metode observasi partisipan mempunyai potensi yang lebih untuk mendapatkan data yang sangat detail walaupun harus menanggung konsekuensi dan tantangan yang amat berat. politik. c. Contoh: peneliti yang mengobservasi 5 ruangan kelas belajar dalam suatu lomba kebersihan. metode ini sangat gampang pelaksanaannya dan memerlukan biaya yang relatif sedikit sehingga hampir setiap orang dengan mudah dapat melakukannya. Pada hakikatnya.Ramah. ideologis. Metode Observasi Langsung Metode observasi langsung sering disebut metode yang mudah dan murah. Artinya. Konsisten. metode observasi langsung adalah metode pengumpulan data dalam penelitian sosial yang dalam pelaksanaannya memungkinkan peneliti dapat secara langsung mengamati kondisi objek yang diteliti. Penerapan metode ini memerlukan suatu keberanian 6 Sosiologi SMA/MA Kelas X . artinya pewawancara harus dapat mencegah masuknya pendapatpendapat pribadi ke dalam penelitian dengan tetap menjaga objektifitas berdasarkan fakta yang benar-benar ada di lapangan. dan berpenampilan baik. peneliti akan memperoleh data sosial budaya secara detail karena tidak sekadar melihat dan bertanya. Dengan demikian. tidak berubah-ubah oleh pengaruh-pengaruh ekonomis. artinya seorang pewawancara harus senantiasa berpegang teguh pada fakta yang ada.

Agar data sosial budaya yang terhimpun melalui metode angket ini tetap memiliki objektifitas yang tinggi.000 responden telah mengirim kembali angket tersebut ke alamat yang telah ditentukan dengan perangko pengiriman yang ada di dalam amplop daftar pertanyaan tersebut.dan pengorbanan dari peneliti itu sendiri. bahkan mengikuti setiap perilaku sosial harian yang dilakukan oleh masyarakat Asmat dan Dani. Dalam jangka yang tidak terlalu lama (kurang dari 10 hari). Keadaan seperti ini akan membuat penelitian menjadi fatal. karena penuh tantangan yang terkadang akan membawa ongkos pemikiran. diperlukan syarat-syarat antara lain sebagai berikut. Metode angket adalah metode pengumpulan data dalam suatu penelitian sosial di mana dalam pelaksanaannya. dan komunikatif dengan menggunakan bahasa yang sesederhana mungkin sehingga mudah dipahami. Hal ini sangat penting agar proses Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 7 . Pieter Carlos datang sendiri ke lokasi dan selama enam tahun dia hidup bersama-sama dan menyatu dengan masyarakat Asmat dan masyarakat Dani. Respondennya harus merupakan masyarakat yang cakap. Dalam hal ini. Jawaban yang disampaikan pun merupakan jawaban-jawaban yang memiliki tingkat akurasi yang rendah. bahkan nyawa. Tetapi metode ini akan gagal total apabila respondennya adalah masyarakat primitif atau masyarakat pedesaan yang basis pendidikannya relatif rendah. peneliti akan dapat menghimpun data sosial budaya dengan tepat. tenaga. dan detail sehingga memiliki tingkat akurasi yang tinggi. artinya memiliki basis kependidikan yang cukup. peneliti menyampaikan sejumlah pertanyaan dalam suatu daftar pertanyaan yang telah disesuaikan dengan kepentingan penelitian tersebut. mengikuti semua aktivitas. Dengan demikian. Satu hal yang merupakan kelebihan dari metode ini adalah bahwa dalam waktu yang relatif singkat. maka metode angket sangat tepat untuk digunakan. d. 100. Sambil menjalani aktivitas hariannya. Koresponden harus terlebih dahulu mengetahui identitas dari responden yang akan ditetapkan sebagai subjek penelitiannya. lengkap. padat. mereka pun memiliki kesadaran ilmiah yang tinggi dan memiliki kemampuan intelektual untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam angket tersebut. peneliti mengirim daftar pertanyaan kepada seratus ribu responden yang alamatnya telah diketahui sebelumnya dan memberikan perangko pengiriman kembali jawabanjawaban angket kepada penelitinya. Misalnya. Pertanyaan harus singkat. Akan tetapi hasilnya. Pieter Carlos dapat memotret macam-macam kegiatan. seorang peneliti dapat memperoleh data dalam jumlah yang amat sangat besar. Metode Angket Apabila penelitian mempunyai jangkauan responden yang amat besar dan respondennya berupa masyarakat-masyarakat yang relatif maju. seorang peneliti dari Jerman bernama Pieter Carlos meneliti kehidupan sosial budaya suku Asmat dan suku Dani di pedalaman Papua.

maka seorang peneliti lebih tepat menggunakan metode pengukuran langsung. yaitu dengan membandingkan dua hal yang sama dengan lokasi atau waktu yang berbeda. Metode Pengukuran Langsung Penelitian kuantitatif dilakukan dengan perhitungan angka-angka.pengiriman angket dapat dilakukan secara benar dan serentak dalam waktu yang relatif singkat. Dengan demikian. tenaga. g. Pengumpulan data dalam metode ini dilakukan dengan cara menghitung atau mengukur sendiri data-data yang diperlukan dalam penelitian. Metode ini sangat objektif karena data-data yang diperoleh merupakan data primer. Misalnya. f. yaitu dengan mengungkap dan menghimpun keterangan-keterangan. Metode Kepustakaan Metode kepustakaan merupakan metode yang penelitiannya lebih banyak memerlukan data-data dokumenter atau pendapat-pendapat dari para ahli tentang suatu fenomena sosial tertentu dalam masyarakat. Kelebihan metode ini adalah memperoleh banyak sumber tanpa mengalami banyak biaya. Yang menjadi masalah adalah kepandaian peneliti untuk mencari buku-buku yang relevan yang dapat dipakai sebagai sumber data dalam penelitian. h. Metode komparasi bertujuan untuk mendapatkan persamaan dan perbedaan dari dua hal. mengukur 8 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Cara pengumpulan data dilakukan dengan mengambil data atau keterangan-keterangan yang ada di dalam literatur yang ada di perpustakaan. Metode Penelusuran Sejarah (History) Metode history atau metode penelusuran sejarah merupakan metode pengumpulan data dengan cara menelusuri sejarah melalui dokumen-dokumen dan benda-benda peninggalan sejarah yang dapat dijadikan sumber keterangan mengenai berbagai macam kejadian di masa lampau. e. Dalam pelaksanaannya. seorang peneliti dapat menggunakan metode komparasi. dan waktu. Metode komparasi digunakan oleh peneliti apabila bentuk penelitiannya mengandung kepentingan untuk membandingkan sesuatu yang sama dengan tempat dan kurun waktu yang berbeda. menghitung orang. Metode Komparasi Untuk mendapatkan data tentang perbedaan atau persamaan dari dua fenomena sosial yang ada di dalam masyarakat. serta benda-benda peninggalan yang akan dipergunakan sebagai sumber data dalam penelitian. metode ini memerlukan suatu ketekunan dan ketelitian. peneliti akan memperoleh persamaan dan perbedaan yang dapat dipergunakan sebagai bahan untuk menganalisis dan mengkorelasikan fakta atau kejadian secara ilmiah sesuai dengan kepentingan penelitian. Yang dimaksud dengan metode komparasi adalah metode pengumpulan data dalam suatu penelitian sosial.

sebab media massa memiliki latar belakang yang berbeda-beda. i. tekanan. Melalui metode komparasi inilah. dokumen kejadian hukum. dan lain-lain. Melalui metode ini. Lalu. Pertanyaan: 1. Dalam suatu penelitian mengenai kelebihan dan kekurangan suatu metode atau teknologi tertentu. Metode komparasi dilakukan dengan membandingkan dua hal yang sama. Para kolektor tersebut adalah kepala desa. seorang peneliti menggunakan metode komparasi. Metode Dokumenter Apabila suatu penelitian lebih banyak memerlukan data-data pendukung yang berupa dokumen-dokumen seperti dokumen pemasaran. j. Metode pengumpulan data yang dilakukan peneliti dengan mengambil dari dokumen-dokumen yang dihimpun oleh kolektor dinamakan metode dokumenter. tetapi dalam waktu atau tempat yang berbeda. Yang terpenting adalah bahwa pengambilan dokumen harus sesuai dengan data yang diperlukan dan dari sumber-sumber yang dapat dipercaya. Oleh karena itu. menghitung jumlah ternak. dipakai sebagai dasar untuk analisis dalam kaitannya dengan pengkajian suatu hipotesa dan masalah dalam penelitian. seorang peneliti dapat menggunakan metode dokumenter. pimpinan instansi. sumber penelitian dapat berupa data-data yang diambil dari arsip-arsip atau dokumen yang dihimpun oleh kolektor. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih konkret. Pada hakikatnya. seorang peneliti dapat menggunakan metode analisis media massa dengan cara menghimpun selengkap mungkin artikel-artikel sejenis yang ada di berbagai media massa. dokumen kepegawaian. kelembaban. seorang peneliti akan mengeluarkan banyak pengorbanan yang terkadang penuh dengan resiko. kita dapat mengetahui banyak hal yang sangat berguna dalam penelitian tersebut. Data yang diperoleh melalui metode ini merupakan data sekunder. mengukur kedalaman air. bangunan.panjang dan lebar tanah. Metode Analisis Media Massa Media massa lebih bersifat subjektif. dan lain-lain. menghitung suhu udara. atau badan-badan informasi. Jelaskan persiapan apa sajakah yang harus dilakukan oleh seorang peneliti yang menggunakan metode komparasi! Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 9 . termasuk Badan Pusat Statistik. ulasan media massa yang satu dengan ulasan media massa yang lain sering kali ada kesenjangan.

kebutuhan hidup manusia. Adapun konsep-konsep yang mendasar dalam sosiologi dan antropologi antara lain sebagai berikut.2. Menurutmu hal-hal apa saja yang dapat dibandingkan dari kekurangan suatu metode atau teknologi tertentu? Ilmu pengetahuan merupakan himpunan pengetahuan-pengetahuan yang tersusun secara sistematis. akan dijabarkan melalui konsep-konsep tentang realitas sosial budaya serta korelasinya satu dengan yang lain pada uraian berikut ini. Masyarakat Istilah masyarakat dalam bahasa sehari-hari sering kita artikan sebagai himpunan orang-orang dalam satuan wilayah tertentu. Jadi. Konsep-konsep dasar itu meliputi tentang masyarakat. dan masih banyak lagi. Untuk mengkaji lebih jauh mengenai materi-materi yang menjadi substansi dalam kajian sosiologi dan antropologi. dan lain-lain. Sebutkan kelemahan-kelemahan dari metode komparasi! 3. Konsep-Konsep Dasar Sosiologi dan antropologi mempunyai kekhususan yang berbeda antara lain sosiologi lebih menekankan pada konsep perilaku sosial. Sosiologi dan antropologi merupakan himpunan pengetahuanpengetahuan mengenai perilaku sosial serta mengenai keanekaragaman makhluk manusia dan budayanya. 10 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Apa kelebihan yang dapat diperoleh dengan menerapkan metode komparasi? 4. 1. sedangkan antropologi lebih terfokus pada konsep keanekaragaman makhluk dan budaya manusia. B. yang dimaksud dengan masyarakat adalah kumpulan orang yang hidup di suatu wilayah tertentu dan membina kehidupan bersama dalam berbagai aspek kehidupan atas dasar norma sosial tertentu. kebudayaan. interaksi sosial. Adanya individu-individu yang cenderung bersifat heterogen dalam berbagai hal seperti usia. jenis kelamin. latar belakang pendidikan. kepribadian. perilaku menyimpang. unsur-unsur pokok masyarakat meliputi hal-hal berikut. Jelaslah bahwa setiap masyarakat lahir karena adanya kerja sama di antara warganya dan terikat dalam suatu tata norma tertentu dalam ruang wilayah yang tertentu pula. perubahan sosial. latar belakang sosial ekonomi. Pada hakikatnya. a. pengendalian sosial. KONSEP-KONSEP DASAR DALAM SOSIOLOGI Pengertian dari konsep-konsep dasar adalah konsep-konsep pokok yang akan menjadi bahan kajian di dalam sosiologi maupun dalam antropologi. norma dan nilai.

b. politik. Rangsangan (stimulan). suatu kontak sosial sesungguhnya telah terjadi. antara individu dan kelompok individu.” Artinya. Interaksi sosial senantiasa berpedoman pada sistem tata nilai suatu masyarakat dengan ketentuan ”di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. interaksi sosial merupakan bentuk-bentuk aktivitas individu dalam memenuhi kebutuhannya. dan berbagai macam pendapat atau ucapan. Aktivitas aksi. dan dalam bidang pertahanan dan keamanan. baik stimulan yang pasif maupun stimulan yang aktif. dan hubungan timbal balik antara kelompok individu dan kelompok individu yang lain. identifikasi. seluruh masyarakat di dunia ini merupakan suatu masyarakat dengan tata pergaulan yang amat sangat kompleks dan tidak pernah berhenti dalam berbagai aktivitas. interaksi sosial adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dan individu. Adanya daerah atau areal dengan batas-batas tertentu yang merupakan wadah tempat berlangsungnya suatu tata kehidupan bersama. Dengan adanya stimulan dan respon. penampilan. dan aktivitas reaksi. sugesti. terdapat 4 subkomponen yang dapat mendukung terwujudnya suatu interaksi sosial. Dalam arti lain. Ini terjadi karena setiap masyarakat memiliki sistem tata nilai yang berbeda-beda walaupun secara universal tata nilai ini hampir sama. Aksi ini dapat dipengaruhi oleh banyak dorongan seperti simpati. Komponen-komponen itu adalah rangsangan. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 11 . yaitu aktivitas permulaan yang menjadi penyebab munculnya interaksi sosial. Untuk kontak selanjutnya akan berbentuk aksi dan reaksi. di mana suatu perbuatan dilakukan hendaknya berpedoman pada sistem tata nilai yang ada di tempat itu. dan lain-lain. aktivitas aksi.Adanya hubungan timbal balik yang secara otomatis terjadi dalam setiap masyarakat tanpa henti-hentinya dan meliputi berbagai aspek kehidupan seperti dalam bidang ideologi. Dalam suatu interaksi sosial. empati. suara. yaitu suatu aktivitas yang muncul karena adanya stimulan. Interaksi Sosial Di satu sisi. tanggapan. Adanya sistem norma tertentu yang berfungsi sebagai pedoman dalam sistem tata kelakuan dan hubungan warga masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. baik dari pihak pertama maupun dari pihak kedua dalam suatu interaksi sosial. Aktivitas ini akan mengakibatkan adanya tanggapan dari pihak yang lain. Dalam arti luas. ekonomi. sosial budaya. yaitu suatu aktivitas yang mendorong pada seseorang untuk memberikan respon atau tanggapan. Norma-norma sosial ini bersumber dari sistem tata nilai yang tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat tersebut. Wilayah ini dapat berupa areal yang sempit maupun dalam satuan areal yang amat sangat luas. Stimulan ini dapat berupa perilaku. Tanggapan (respon).

maka orang akan mati. Melalui proses sosialisasi. seorang individu akan memperoleh pengetahuan-pengetahuan. yaitu sebagai berikut. 1. Proses sosialisasi ini merupakan proses belajar berinteraksi di tengah-tengah masyarakat. kalian tunjukkan adanya proses sosialisasi. Sosialisasi Pada hakikatnya. Sebutkan unsur-unsur dalam masyarakat! 4. Coba praktikkan di depan kelas bersama teman sebangkumu bagaimana kalian berinteraksi! Di dalam interaksi tersebut. Kebutuhan Hidup Kebutuhan hidup adalah kebutuhan manusia untuk mempertahankan serta mengembangkan kehidupannya. Kebutuhan hidup ini terdiri atas tiga macam. (1) Kebutuhan mendasar merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi dan apabila tidak dipenuhi. Dengan demikian. dan sebagai makhluk yang memiliki akal budi. Berikan 3 contoh konsep dasar dalam sosiologi dan 3 konsep dasar dalam antropologi! 3. d. nilai-nilai. minum. dan normanorma yang akan membekali individu tersebut dalam proses pergaulan.Aktivitas reaksi. Kebutuhan ini merupakan suatu perwujudan dari manusia sebagai makhluk hidup. Reaksi ini merupakan umpan balik atas perilaku-perilaku yang dilakukan oleh pihak pertama. sebagai makhluk sosial. dan kebutuhan perumahan. Kebutuhan ini muncul 12 Sosiologi SMA/MA Kelas X . sosialisasi merupakan suatu proses pergaulan seseorang terhadap banyak orang di dalam masyarakat. Kebutuhan mendasar ini meliputi kebutuhan makan. Apakah yang dimaksud dengan konsep dasar dalam sosiologi dan antropologi? 2. Proses sosialisasi bagi seorang individu berlangsung sejak lahir hingga sepanjang hayatnya. yaitu suatu aktivitas tanggapan yang muncul setelah adanya aksi dari pihak pertama. c. seorang individu dapat berhasil dalam setiap usahanya di tengah-tengah masyarakat sekaligus dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan lingkungan budaya pada masyarakat tersebut.

maka yang terjadi adalah benturan kepentingan antarindividu. tutur kata. Apabila dalam masyarakat terjadi resesi dan depresi ekonomi. Perilaku menyimpang dapat bersumber dari banyak hal. kebutuhan pendidikan.sebagai hakikat manusia sebagai makhluk hidup. dan lain-lain. perangai. prakarsa. (3) Kebutuhan integratif adalah kebutuhan kejiwaan manusia seperti misalnya kebutuhan berekreasi. dan lain-lain. lapisan masyarakat bawah akan kesulitan melakukan pemenuhan kebutuhan pokoknya. persepsi. pakaian. Adanya resesi dan depresi ekonomi. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa estetika. Wujud nyata dari kepribadian dapat berupa banyak hal antara lain sebagai berikut. minum. Kepribadian ini merupakan gambaran secara umum dari perilaku seorang individu yang sangat khas yang dapat terlihat dari perilaku sehari-hari. Hal ini dapat mengakibatkan perilaku-perilaku yang menyimpang. kegemaran. yaitu sebagai berikut. f. kebutuhan untuk menjalankan kepentingan bersama. Agar tetap hidup. perumahan. Kepribadian merupakan perpaduan antara warisan biologis yang diterima seseorang dari leluhurnya dan pengaruh lingkungan melalui proses interaksi dan proses sosialisasi sejak lahir hingga dewasa. Kebutuhan ini muncul sebagai hakikat manusia sebagai makhluk sosial (zoon politicon). istirahat. tanggung jawab. kebutuhan untuk mengungkapkan harga diri. maka manusia perlu makan. perilaku menyimpang merupakan bentuk-bentuk perilaku warga masyarakat yang tidak sesuai dengan norma dan nilai yang ada dalam masyarakat tersebut. keimanan dan ketakwaan. Manakala ego setiap orang lebih mementingkan dirinya sendiri daripada kepentingan orang lain atau kepentingan umum. Padahal kebutuhan ini harus dipenuhi dan kalau tidak maka mereka akan mati. Kebutuhan sosial mencakup kebutuhan berkomunikasi dengan sesama. (2) Kebutuhan sosial adalah kebutuhan manusia untuk bersama-sama dengan manusia yang lain. Pada hakikatnya. Akibatnya perilaku warga masyarakat Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 13 . Kepribadian Setiap manusia mempunyai kepribadian sendiri-sendiri yang tidak akan sama antara manusia yang satu dan manusia yang lain. dan lain-lain. Perilaku Menyimpang Setiap orang mempunyai ego masing-masing. sikap atau perilaku. e. dan lain sebagainya untuk mempertahankan dan mengembangkan hidupnya.

yaitu compulsion (paksaan) dan pervasion (pengisian). lembaga dan personil penegak hukum. perilaku menyimpang dapat terjadi akibat proses sosialisasi yang tidak sempurna atau adanya proses sosialisasi terhadap sub-sub kebudayaan yang memang menyimpang. lembaga atau institusi. Compulsion merupakan teknik pengendalian sosial yang diciptakan untuk memaksa orang untuk mengubah sikapnya yang menyimpang dan secara tidak lansung kembali patuh pada nilai dan norma. Hal ini dapat terjadi karena norma yang ada tidak sesuai dengan perkembangan kehidupan sekarang. kini makin banyak keluarga yang tidak memiliki eksistensi untuk menjalankan fungsinya. g.lapisan bawah seringkali menjadi tidak sesuai dengan norma-norma yang ada sehingga terjadi perilaku yang menyimpang. Jika terjadi peperangan atau suasana kamtibmas yang memburuk. sedangkan pengendalian sosial bersifat represif bertujuan untuk memulihkan keadaan seperti semula. Pengendalian sosial ada yang bersifat preventif. Dalam pelaksanaan pengendalian sosial diperlukan banyak hal antara lain norma. represif. Lemahnya aparat penegak hukum dalam melakukan tindakan penegakan hukum. atau mungkin karena kualitas moral dari aparat para dan karena kurangnya personil. baik yang dilakukan orang tua kepada anaknya. Terjadilah perilaku-perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial dalam keadaan yang aman. Hal ini menyebabkan semakin banyaknya bentukbentuk pelanggaran yang dilakukan oleh warga masyarakat. Adanya peperangan dan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kantibmas) yang memburuk. Pengendalian sosial dapat dilakukan melalui dua teknik. maupun gabungan dari keduanya. Tidak berhasilnya proses pewarisan budaya dari generasi tua kepada generasi muda. Pengendalian Sosial Semua usaha yang dilakukan oleh warga masyarakat agar warganya dapat berperilaku sesuai norma dan nilai yang ada dalam masyarakat tersebut dinamakan pengendalian sosial. Secara umum. Berbeda dengan cara compulsion 14 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Gabungan dari keduanya dilaksanakan sebelum dan sesudah penyimpangan itu terjadi. Misalnya. serta peralatan yang diperlukan oleh aparat penegak hukum. guru kepada muridnya. orang terdorong untuk melakukan penjarahan terhadap harta benda milik orang lain. munculah perangkat untuk menciptakan tertib sosial yang dinamakan pranata sosial. Pengendalian sosial bersifat preventif bertujuan untuk menghindari penyimpangan sedini mungkin. dan personil-personil penegak hukum. Apabila pelaksanaan pengendalian sosial telah direalisasikan oleh akumulasi dari norma. maupun pemerintah kepada aparatur negaranya. Cara mengatasinya melalui peran pendidikan.

yang dilakukan lewat paksaan. yaitu tepatnya Sumber: www. Kata sosiologi pada mulanya digunakan untuk menyebut studi tentang kemasyarakatan. Satu diantaranya adalah Auguste Comte. Dengan demikian. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 15 . Auguste Comte kita kenal sebagai Bapak Sosiologi. Ia mengatakan bahwa penelitian-penelitian tentang masyarakat telah sampai pada titik yang menggembirakan untuk memasuki perkembangan yang mengarah pada terbentuknya ilmu pengetahuan yang mempunyai objek mengenai masyarakat. cara pervasion dilakukan dengan menyampaikan norma dan nilai secara berulang-ulang. Dalam sejarah perkembangan sosiologi. Hal ini terjadi akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur sosial budaya yang ada dengan unsurunsur sosial budaya yang baru yang dianggap ideal. Perubahan Sosial Budaya Makna dari perubahan sosial budaya adalah semua bentuk perubahan struktur sosial dan struktur budaya termasuk corak kebudayaannya. terdapat banyak tokoh yang mempunyai andil besar. Istilah sosiologi diambilnya dari kata socius bahasa Latin yang berarti kawan dan kata logos dari bahasa Yunani yang berarti kata atau berbicara. seorang ahli filsafat berkebangsaan Perancis pada abad ke-19. Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial dan kebudayaan dalam suatu masyarakat adalah sebagai berikut. h. Auguste Comte memberikan nama pada ilmu pengetahuan tentang masyarakat dengan istilah Sosiologi.bolender.com pada tahun 1839.

2. Kebodohan dapat terjadi juga oleh faktor penjajahan. perubahan tingkat kelahiran. peperangan. sikap malas. C. Hal ini juga dapat menjadi penyebab terjadinya perubahan sosial budaya dalam masyarakat. perubahan tingkat kematian.Perubahan situasi alam. Walaupun nilai mempunyai kecenderungan yang tetap. kebijakan. kondisi alam yang gersang. 16 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan tanah longsor. perubahan iklim. KONSEP-KONSEP TENTANG REALITAS SOSIAL BUDAYA 1. dan hasil-hasil perbuatan seperti benda-benda konkret. maka akan mengakibatkan sikap dan perilaku orang juga mengalami perubahan-perubahan. Kemiskinan Kemiskinan merupakan suatu keadaan individu atau sekelompok individu dalam masyarakat yang secara ekonomi tidak dapat mengembangkan dirinya setaraf dengan perekonomian orang-orang di sekitarnya. misalnya perubahan siang dan malam. dan lain-lain. resesi dan depresi. dan lain-lain. Jika nilai-nilai berubah. banjir. kemiskinan. tetapi dalam kurun waktu yang relatif panjang. Kebodohan Kebodohan merupakan suatu keadaan individu atau sekelompok individu yang secara intelektual tidak dapat mengembangkan dirinya setaraf dengan perkembangan intelektual masyarakat. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kebodohan. perubahan waktu. peperangan. keadaan alam yang gersang dan letaknya yang terpencil. musim. 3. perubahan komposisi penduduk. misalnya perubahan jumlah penduduk. Perubahan situasi kependudukan. Kesenjangan Sosial Kesenjangan sosial adalah suatu keadaan di mana terdapat jurang perbedaan yang sangat jauh antara golongan masyarakat yang kaya dan masyarakat miskin. sikap malas. Kemiskinan merupakan salah satu fenomena sosial yang akan diperangi oleh semua bangsa melalui proses pembangunan dan modernisasi. termasuk perubahan-perubahan alam yang bersifat temporer seperti gempa bumi. penjajahan. Perubahan struktur sosial dan budaya. Perubahan nilai dan sikap. Yang dimaksud di sini adalah perubahan susunan orang-orang dalam masyarakat beserta dengan pola aktivitasnya dan hasil-hasil aktivitas tersebut dalam bentuk artefak. Dengan berubahnya struktur sosial. seringkali merubah struktur budaya yang berupa pola aktivitas. perubahan tingkat kepadatan. nilai-nilai sosial itu dapat bergeser dan bahkan berubah untuk menyesuaikan keadaan dalam masyarakat. dan lain-lain. Hal ini dapat menyebabkan perubahan-perubahan pola aktivitas bagi manusia dalam masyarakat.

indikator bahan bakar. Tetapi di sisi lain. a. Masalah timbul ketika di antara mereka mampu membeli sepeda motor. Artinya. kecemburuan sosial ini akan membentuk jurang pemisah (gap) dan seringkali menjadi sumber konflik yang berakibat pada pertikaian golongan ekonomi lemah dan golongan ekonomi kaya. Misalnya. keadaan ini juga tidak menguntungkan karena dapat menjadi pemicu terjadinya konflik sosial dalam masyarakat. penggunaan spion. Sebagai contoh pada masyarakat-masyarakat primitif yang belum memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tentang sepeda motor. Menimbulkan sikap penindasan Kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin sering kali menimbulkan kecenderungan dari golongan kaya untuk mengabaikan atau meremehkan golongan miskin. Selanjutnya. Akibatnya muncul kerusakan-kerusakan yang bersumber dari rendahnya peradaban masyarakat pemakai yang tidak sesuai dengan peradaban masyarakat pembuatnya. 4. Kesenjangan kebudayaan dapat berupa kesenjangan perkembangan budaya di lingkungan budaya produsen dan lingkungan budaya konsumen. Secara sosiologis. hal tersebut pasti terjadi pada setiap masyarakat. antara subkebudayaan material dan subkebudayaan spiritual. b. Hal ini bahkan dapat diikuti dengan kecenderungan untuk menindas atau memperlakukan seseorang dengan tidak wajar. Kesenjangan Kebudayaan (Cultural of Lag) Kesenjangan kebudayaan adalah suatu perbedaan perkembangan budaya antara subkebudayaan yang satu dan subkebudayaan yang lain. kesenjangan sosial sedapat mungkin harus dicegah karena mempunyai dampak negatif yang kurang menguntungkan situasi dalam masyarakat itu sendiri.Kesenjangan sosial memang merupakan suatu fenomena sosial yang tidak dapat diingkari. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 17 . Contoh nyata berkaitan dengan asal-usul manusia yang menurut versi kitab suci berbeda dengan ilmu pengetahuan (antropologi fisik). kecemburuan sosial merupakan sikap iri dan sinis terhadap pihak lain. merawat mesin. kecemburuan sosial dari golongan ekonomi bawah terhadap golongan ekonomi atas sebagai akibat adanya perbedaan kekayaan dan pendapatan yang sangat mencolok. Misalnya. dan sebagainya). Adapun dampak negatif dari kesenjangan sosial itu sendiri dapat terlihat dari hal-hal di bawah ini. Menimbulkan kecemburuan sosial Pada hakikatnya. namun tidak dapat menggunakan indikator-indikator yang ada pada kendaraan bermotor (indikator oli habis.

Status sosial seperti ini misalnya berupa kenaikan pangkat. D. Misalnya. yaitu masyarakat terbuka yang tidak dikuasai golongan apapun dan tidak tergantung pada perbedaan rasial. penganugerahan gelar. artinya kedudukan itu diperoleh bukan karena kelahiran atau keturunan. terdapat fenomena-fenomena sosial sebagai akibat adanya proses sosial yang berlangsung terus-menerus yang melibatkan berbagai komponen dalam masyarakat. anak seorang petani karena bersekolah sampai ke perguruan tinggi berhasil menjadi dokter. laki-lakilah yang akan selalu menjadi kepala rumah tangga walaupun bukan lahir dari keturunan bangsawan. b. dan achieved status. a. Kedudukan semacam ini biasanya terdapat dalam masyarakat yang susunannya dikuasai oleh kaum bangsawan (feodal) atau dalam masyarakat yang terbagi dalam lapisan-lapisan berdasarkan perbedaan rasial. baik komponen-komponen alam maupun komponen-komponen sosial 18 Sosiologi SMA/MA Kelas X . sedangkan peran sosial adalah aktivitas yang diharapkan berdasarkan status tersebut. Misalnya. c. dalam setiap keluarga. yaitu berasarkan ciri-ciri fisik seperti warna kulit dan rambut. Kedudukan sosial (status sosial) adalah posisi seseorang di tengah-tengah masyarakat. Kita mengenal tiga macam status. atau apa saja yang mendapat penghormatan lebih tinggi di masyarakat. secara langsung juga dapat dijumpai pada masyarakat biasa. Dengan demikian. Contoh status semacam ini dapat dijumpai dalam kesultanan di Yogyakarta. Ascribed status adalah kedudukan seseorang yang diperoleh dengan sendirinya. ascribed status. Kedudukan dan Peran Setiap orang mempunyai kedudukan sosial dan sekaligus menuntut adanya peran sosial berdasarkan kedudukan itu. Setiap individu seringkali memiliki status sosial lebih dari satu. Dalam hubunganhubungan tersebut. Yang pasti lain kedudukan. Achieved status adalah kedudukan yang dicapai oleh seseorang karena usahausaha yang disengaja. Assigned status adalah status yang lebih tinggi yang diberikan kepada seseorang atau kelompok orang karena dianggap telah berjuang dan berjasa bagi masyarakat.5. Kedudukan seseorang yang diperoleh dengan sendirinya. hakim. ia memiliki peran yang bermacammacam yang dapat mengakibatkan konflik peran (conflict of rule) dan konflik status (conflict of status). HUBUNGAN ANTARA BERBAGAI KONSEP TENTANG REALITAS SOSIAL BUDAYA Keterkaitan komponen dalam masyarakat dapat mewujudkan suatu aktivitas masyarakat yang disebut proses sosial dan dinamika sosial. lain pula peranan yang diharapkan dari masing-masing status tersebut. yaitu karena keturunan atau kelahiran. atau jabatan kehormatan. yaitu assigned status.

Mei 2004 Gambar 1. meningkatkan mutu pendidikan. orang ini akan tertinggal perkembangan kehidupannya dari masyarakat yang lain.2 Golongan pekerja buruh yang bekerja di berbagai sektor kehidupan termasuk kelompok miskin. dan mengkoordinasikan pemasaran hasil produksi melalui KUD (Koperasi Unit Desa). 1. melainkan hanya mampu memenuhi kebutuhan pokok berupa kebutuhan makan dan minum. Hal ini akan mengakibatkan situasi di dalam masyarakat senantisa bergerak dan kait mengkait antara fenomena sosial yang satu dengan fenomena sosial yang lain. memberikan bantuan modal atau kredit dengan bunga yang sangat rendah. Sementara dengan tidak terpenuhinya kebutuhan pendidikan dapat menimbulkan kebodohan. selanjutnya kebodohan kembali menyebabkan kembali kemiskinan. Akibatnya. Kemiskinan merupakan suatu keadaan seseorang secara ekonomi tidak dapat mengembangkan dirinya setaraf dengan perkembangan perekonomian masyarakat di sekitarnya. Kemiskinan dan Kebodohan Kemiskinan dan kebodohan merupakan dua fenomena sosial yang berkaitan timbal balik. Artinya. Sumber: Trubus. Adapun solusi dari kemiskinan dan kebodohan dapat dilakukan dengan upayaupaya seperti: meningkatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan. Salah satu akibat dari munculnya fenomena kemiskinan ini adalah bahwa orang tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan pendidikan. Berikut ini adalah beberapa contoh hubungan antara fenomena sosial yang satu dengan fenomena sosial yang lain dalam kehidupan realitas sosial budaya. memberikan bimbingan usaha kecil dan menengah. memberikan bantuan dana pendidikan dan beasiswa.budaya. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 19 . kemiskinan menyebabkan kebodohan.

seorang individu akan mendapatkan banyak hal antara lain: pengetahuan tentang lingkungan alam atau wilayah yang ada di dalam masyarakat. sedangkan yang miskin menjadi semakin miskin. Proses modernisasi dapat kita lihat dari meningkatnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. 3. yaitu yang kaya makin kaya. Dengan perkembangan industri dan peralatan teknologi yang serba mekanis. pemilik modal akan mempunyai kedudukan yang makin strategis serta memiliki produktivitas kerja yang meningkat akibat bantuan dari mesin-mesin tersebut. Kedudukan dan Peran Sosial Kedudukan atau status sosial merupakan posisi seseorang di tengah-tengah masyarakat. Melalui proses sosialisasi. seorang individu akan mengetahui banyak hal yang ada di dalam masyarakat sehingga dapat berperilaku dengan tepat sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang ada di dalam masyarakat tersebut. Peran sosial hendaknya dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat sesuai dengan kedudukan yang diembannya. dan struktur sosial yang menyangkut kedudukan orang-orang termasuk peranannya dalam tata pergaulan masyarakat tersebut. Sebaliknya golongan bodoh dan miskin justru akan terdesak karena pekerjaannya telah digantikan oleh mesin-mesin. Proses sosialisasi mempunyai peranan sangat menentukan dalam membentuk kepribadian seseorang. Setiap orang mempunyai lebih dari satu kedudukan dan tiap-tiap kedudukan menuntut peranan yang berbeda-beda.2. pengetahuan tentang budaya dan seni yang berkembang dan digemari oleh masyarakat. 20 Sosiologi SMA/MA Kelas X . serta munculnya industri-industri dan peralatan modern lainnya. pengetahuan tentang nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku di dalam masyarakat. Melalui kedudukan inilah. karena melalui proses sosialisasi inilah prinsip-prinsip hidup seorang individu akan dibentuk oleh budaya lingkungan tempat hidupnya (social determinism). Modernisasi dan Kesenjangan Sosial Modernisasi memang merupakan upaya pembaruan dengan mengubah pola pikir irasional tradisional menjadi pola pikir rasional dan modern. Akibatnya yang terjadi di dalam masyarakat adalah kesenjangan makin tinggi. seorang individu akan menjalankan aktivitasnya sesuai dengan kedudukannya itu. Sosialisasi dan Kepribadian Melalui proses sosialiasi. pengetahuan tentang sub-sub kebudayaan yang dilarang (tabu). Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan kedudukan dan peran sosial antara lain sebagai berikut. Hal ini justru telah mengangkat pendapatan masyarakat golongan kaya menjadi lebih tinggi. 4.

hal tersebut dapat menaikkan kedudukan sosial seseorang (social climbing). diantaranya karena lemahnya aparat penegak hukum atau karena resesi dan depresi Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 21 . 5. Masyarakat sangat dipengaruhi oleh corak budaya yang ditinggalkan generasi terdahulu. Tampak dalam bagan bahwa masyarakat dan kebudayaan sungguh-sungguh merupakan suatu sistem yang terkait sangat erat satu dengan yang lain. Apabila seseorang tidak dapat menjalankan peranan sosialnya berdasarkan kedudukan yang diembannya. Apabila peran sosial dapat dilaksanakan dengan baik. seseorang harus berlandaskan pada nilainilai dan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat. maka kedudukan sosialnya menjadi turun (social sinking).Dalam menjalankan kedudukannya. 6. Perilaku Menyimpang dan Pengendalian Sosial Perilaku menyimpang yang ada di dalam masyarakat disebabkan banyak hal. kebudayaan dipakai dan dipedomani untuk menyelenggarakan kehidupan. Melalui proses pergaulan hidup inilah. kebudayaan baru dihasilkan sebagai pengembangan dan revisi terhadap kebudayaan lama produk generasi terdahulu. Masyarakat dan Kebudayaan sebagai Sistem Kebudayaan manusia dihasilkan melalui proses pergaulan dalam masyarakat.2 Bagan masyarakat dan kebudayaan sebagai suatu sistem. Proses ini berlangsung melalui pembentukan kepribadian bagi generasi baru. Perhatikan bagan berikut ini! Pergaulan antar Warga Masyarakat Masyarakat Sistem Kebudayaan Membentuk Kepribadian Generasi Baru Bagan 1. Selanjutnya. masyarakat yang di dalamnya terdiri dari individu-individu dengan struktur sosialnya akan melangsungkan suatu proses sosial melalui berbagai bentuk pergaulan hidup. Selanjutnya.

pengendalian sosial yang dilakukan pun menjadi berkurang. apa perbedaan yang mencolok dari kajian sosiologi dan antropologi? 22 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Norma. tetapi masing-masing mempunyai kekhususan dalam objek kajiannya. Dengan demikian. Pranata sosial terdiri atas norma dan nilai sebagai pedoman. Untuk menciptakan kondisi seperti ini. dan personil-personil pelaksana ketertiban sosial. diperlukan suatu perangkat pengaturan tertib sosial yang disebut pranata sosial. diskusikan dengan teman-temanmu. pada masyarakat modern. Usaha inilah yang dinamakan pengendalian sosial. Selanjutnya. dengan menurunnya perilaku menyimpang. tingkat perilaku menyimpang akan mengalami penurunan. Dengan pengendalian sosial yang efektif. Demikianlah terjadi suatu korelasi sebab akibat antara perilaku menyimpang dan pengendalian sosial dalam suatu masyarakat. bentuk kehidupan tidak lagi kooperatif. ekonomi. tercipta suatu tertib sosial di dalam masyarakat. melainkan sangat kompetitif sehingga perilaku menyimpang relatif lebih banyak terjadi. Sebaliknya. atau pun pengaruh media massa sehingga pengendalian sosial dapat dilakukan secara tradisional dan sederhana. 7. orang-orang yang berkompeten dalam masyarakat tersebut mulai mencari solusi sosial untuk mencegah adanya perilaku menyimpang. pengendalian sosial lebih mudah dilaksanakan karena warganya memiliki tingkat kemurnian yang tinggi dan belum tercemar oleh motifmotif politik. Materi-materi pelajaran sosiologi dan antropologi memang banyak persamaannya. Keadaan inilah yang akan menyuburkan lahirnya nilai-nilai baru yang akan mendorong pengadaan norma-norma sebagai aplikasinya. Nilai. Adanya perilaku menyimpang mengakibatkan keseimbangan dalam masyarakat terancam. kapasitas dan intensitas pengendalian sosial harus ditingkatkan sehingga semua penyimpangan akan dapat dikurangi dan tidak mengganggu sistem ketertiban dalam masyarakat.ekonomi. Oleh sebab itu. Pada masyarakat primitif. Nilai dan norma mempunyai korelasi untuk membentuk dan mewujudkan pranata sosial yang efektif. Selanjutnya. dan Pranata Sosial Setiap masyarakat menginginkan adanya keteraturan sosial. lembaga sosial sebagai wadah. Dengan pranata sosial yang efektif.

sampai munculnya gaya-gaya hidup eksekutif yang mewah. Letak Indonesia berada pada persilangan tansportasi laut kawasan dunia yang sangat ramai. toleransi sosial) dan fenomena-fenomena lain yang negatif (konflik horizontal antarras. Namun di sisi yang lain. Kondisi ini di satu pihak mendatangkan keuntungan. Misalnya. Keadaan ini telah mendorong terbentuknya masyarakat Indonesia sebagai masyarakat multietnis dan multikultural. Masyarakat Indonesia dikenal pula sebagai masyarakat sedang berkembang yang mengalami proses perubahan struktur dari masyarakat tradisional yang agraris menuju masyarakat industri yang modern. bangsa Indonesia yang multietnis dan multikultural sangat rawan terhadap konflik dan penuh dengan perubahan-perubahan yang terkadang sangat merugikan bagi perkembangan suatu bangsa. kesenjangan sosial. Masyarakat Indonesia sebagai masyarakat multietnis dan multikultural memiliki lebih banyak fenomena-fenomena sosial yang menarik untuk dikaji. DATA SOSIOLOGIS DAN ANTROPOLOGIS TENTANG FENOMENA SOSIAL DI LINGKUNGAN MASYARAKAT SETEMPAT Wilayah Indonesia terdiri atas banyak pulau besar dan kecil. Fenomenafenomena ini menjamur terjadi dalam masyarakat hampir di seluruh wilayah tanah air. Penyebabnya. perkawinan campur. Banyak memiliki kekayaan budaya yang unik yang jarang dijumpai pada bangsa lain. bentuk kehidupan yang semakin kompetitif sehingga banyak orang melakukan jalan pintas dengan mengabaikan prinsip-prinsip Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 23 . meningkatnya kemiskinan. 1. Proses perubahan ini memunculkan banyak fenomena. antarsuku. Menjadi objek penelitian ilmu-ilmu sosial dan budaya yang sangat berharga. meningkatnya kriminalitas. akulturasi kebudayaan. maupun antaragama). antara lain sebagai berikut. Demoralisasi Demoralisasi merupakan suatu keadaan ketika kualitas moral warga masyarakat mengalami penurunan. baik yang positif maupun yang negatif. Fenomena-fenomena ini sangat sensitif terjadi dalam masyarakat sebagai perwujudan dari masyarakat Indonesia sebagai masyarakat multietnis dan multikultural. Menjadi pesona yang tersendiri dalam kegiatan kepariwisataan. pemakaian obat-obat terlarang. Berikut ini adalah fenomena-fenomena sosial di Indonesia yang sekaligus merupakan data-data sosiologis dan antropologis yang perlu mendapat perhatian dari seluruh komponen bangsa.E. Fenomenafenomena sosial ini merupakan bentuk-bentuk kenisbian dari tata pergaulan masyarakat yang majemuk (misalnya asimilasi kebudayaan.

baik di tempattempat umum maupun di tempat-tempat ibadah seperti yang terjadi di Jakarta. Merebaknya isu terorisme yang mengancam keselamatan orang. Meningkatnya unjuk rasa/demonstrasi yang berakhir dengan kerusuhankerusuhan yang bersifat anarkis seperti pembakaran rumah. Sumber: Majalah Hidayatullah. 24 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan pembunuhan. konflik yang bernuansa agama seperti yang terjadi di Ambon. Meningkatnya konflik sosial vertikal maupun horizontal.moral termasuk nilai-nilai keagamaan. perampokan. konflik antara etnis Thionghoa dan masyarakat pribumi. Poso Sulawesi. Konflik horizontal seperti konflik antara masyarakat Dayak dan masyarakat Madura. gejala demoralisasi melanda Indonesia dapat dilihat dari hal-hal sebagai berikut. Meningkatnya kualitas dan kuantitas kriminalitas sosial seperti pencurian. perusakan. pembakaran fasilitas umum.3 Aparat keamanan yang tangguh diperlukan untuk memelihara stabilitas negara dari berbagai ancaman kerusuhan yang merusak keharmonisan bermasyarakat. dan Bali. Oktober 2003 Gambar 1. dan penjarahan-penjarahan. dan lain-lain. dan eks Timor-Timur. Sebagai indikasi. Medan. pemerkosaan. Makasar. rakyat Papua. Konflik vertikal misalnya perseteruan antara pemerintah pusat dan rakyat Aceh.

Adanya sikap-sikap negatif seperti malas.Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan proses demoralisasi di Indonesia. dan kehakiman yang belum mampu menuntaskan perkara-perkara pelanggaran hukum. dan lain-lain. Menurunnya kualitas aparat penegak hukum seperti kepolisian. dan lainlain. Hal ini disebabkan karena meningkatnya aneka macam kegiatan manusia yang bersifat duniawi sebagai konsekuensi dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. tidak disiplin. Pola pikir ini sebagai dampak dari proses rasionalisasi dan modernisasi. Akibatnya. Yen. Semua ini terjadi karena proses modernisasi telah berhasil memproduksi barang-barang kebutuhan sehari-hari dengan banyak pilihan. Euro. boros. Menurunnya kewibawaan pemerintah yaitu dengan tidak berhasilnya pemerintah memenuhi tuntutan rakyat. Sekularisme Sekularisme merupakan pola pikir yang lebih mendahulukan kepentingankepentingan yang bersifat keduniawian. nepotisme. 2. politik uang. yaitu sebagai berikut. lainlain yang selanjutnya mengakibatkan sikap menempuh sesuatu melalui jalan pintas seperti korupsi. orang akan berpaling dari nilai-nilai spiritual atau keagamaan. dan mudah didapat. Akibatnya. murah harganya. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 25 . Hal ini mengakibatkan jumlah pencari kerja tidak lagi sebanding dengan perkembangan lapangan pekerjaan. Adanya krisis ekonomi yaitu menurunnya nilai mata uang nasional terhadap nilai mata uang asing yang dijadikan pedoman seperti Dollar Amerika. apatis dan. kolusi. kejaksaan. membuat manusia sangat mempercayai kebenaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Makin terhimpitnya kesempatan manusia untuk mendalami nilai-nilai agama dan nilai-nilai adat leluhur mengenai perilaku yang baik. orang menjadi sangat konsumtif sehingga kadang-kadang menjadi malas dan boros. baik perdata maupun pidana. Konsumerisme Konsumerisme merupakan pola pikir akibat berlangsungnya proses modernisasi. yakni orang lebih baik membeli barang-barang produk kebutuhan sehari-hari daripada harus membuat sendiri. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang dengan pesatnya serta terbukti dapat membantu semua pekerjaan manusia dengan tepat dan cepat. manipulasi. 3. Pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi.

4. Gejala Demokratisasi
Dengan meluasnya paham demokrasi, maka masyarakat penganut paham demokrasi terus-menerus meningkatkan kadar demokrasinya dalam berbagai segi kehidupan. Inilah yang dimaksud dengan gejala demokratisasi. Sejak Indonesia melaksanakan reformasi pada tahun 1998, maka terjadilah perombakan-perombakan pada sistem pemerintahan yang mengarah pada peningkatan kadar demokrasi, antara lain sebagai berikut. Pemilihan presiden secara langsung. Pemisahan kepolisian dari TNI. Pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Pemilihan Umum yang tidak hanya memilih partai, melainkan memilih para wakil rakyat yang berkualitas.

5. Munculnya Fenomena Otonomi Daerah
Era otonomi daerah merupakan upaya pengembangan pilar demokrasi yang mula-mula bersifat sentralistik menjadi desentralistik. Tujuannya untuk memperbaiki rantai pemenuhan kepentingan rakyat secara langsung melalui pemerintah pusat, tetapi cukup melalui pemerintah daerah masing-masing. Pengertian otonomi daerah adalah suatu sistem pendistribusian dan pendelegasian kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, baik pemerintah daerah di tingkat I maupun pemerintah daerah di tingkat II. Faktorfaktor yang mendorong lahirnya gagasan otonomi daerah adalah sebagai berikut. Dorongan masyarakat daerah untuk mengelola sumber-sumber alam yang berada di wilayahnya masing-masing. Dorongan masyarakat daerah untuk mengembangkan potensi daerah secara lebih leluasa dan tidak tergantung oleh pemerintah pusat. Untuk memperkuat pilar hak-hak asasi manusia dengan mengurangi otoritas yang dipegang oleh negara melalui pemerintah pusat. Munculnya fenomena sosial dalam bentuk otonomi daerah bermakna positif dan negatif. Sisi positif dari otonomi daerah antara lain sebagai berikut. Meningkatnya kreativitas dan partisipasi daerah untuk mengembangkan wilayah masing-masing. Menjadi sederhananya rantai pemenuhan kebutuhan rakyat yang tidak lagi melalui jalur yang sangat panjang dengan tergantung pada pemerintah pusat. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat daerah tanpa mengabaikan pendapatan pemerintah pusat. Dorongan untuk bersaing dalam arti yang positif dari masing-masing daerah untuk membawa masyarakatnya lebih maju dan mencapai kesejahteraan yang lebih baik bagi warganya.
26
Sosiologi SMA/MA Kelas X

Sisi negatif dari otonomi daerah antara lain sebagai berikut. Memunculkan dua kelompok yang bersifat kompetitif dan bahkan konflik di antara elit-elit pemerintahan di pusat dan elit-elit pemerintahan di daerah. Ada beberapa pemerintah daerah yang belum cakap menerima otonomi daerah sebagai suatu kewenangan untuk mengelola daerah masing-masing tanpa mengabaikan kepentingan-kepentingan masyarakatnya. Menurunnya kadar nasionalisme akibat dari lahirnya paham-paham etnosentrisme dan paham-paham teritorialisme akibat adanya kewenangan yang diberikan pada daerah termasuk putra-putra daerahnya. Dilihat dari kaca mata kepegawaian, otonomi daerah mempersulit pengembangan karir karena terhalang oleh mutasi-mutasi yang hanya terbatas pada daerah tertentu saja.

6. Meningkatnya Angka Pengangguran
Sejak krisis ekonomi tahun 1998 yang ditandai dengan krisis politik dengan berakhirnya era Orde Baru, muncul banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mengakibatkan banyak pengangguran. Selain krisis ekonomi juga ditandai dengan krisis moral, krisis kepemimpinan, dan bahkan krisis kepercayaan bangsa-bangsa asing kepada pemerintah Indonesia. Fenomena ini akan mengakibatkan banyak sekali kemunduran, yaitu dengan ditandai dengan menurunnya kegiatan sektor riil sehingga perampingan karyawan dan PHK besar-besaran terus berlanjut silih berganti antara perusahaan yang satu dan perusahaan yang lain.

Sumber: Kompas, Mei 2004

Gambar 1.4 Banyaknya peminat bursa tenaga kerja di Gedung Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Mei 2004 m e n u n j u k k a n s e m a k i n b a n y a k n y a pengangguran di Indonesia.

Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat

27

Contoh-contoh meningkatnya angka pengangguran adalah perampingan di Bank Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Pertamina, PT Dirgantara Indonesia, PT Semen Padang, dan banyak perusahaan kecil lainnya. Beberapa akibat yang mencolok dari fenomena ini antara lain sebagai berikut. Adanya penurunan pendapatan keluarga dan masyarakat. Adanya peralihan profesi atau pekerjaan. Munculnya demoralisasi yang ditandai dengan meningkatnya kejahatan. Munculnya pedagang kaki lima di banyak kota di Indonesia. Menurunnya volume ekspor Indonesia ke negara-negara lain yang selanjutnya merendahkan pendapatan negara. Muncul akibat-akibat sampingan seperti konflik antarsuku, antarras, dan antaragama yang mengakibatkan persatuan dan kesatuan negara tercabikcabik.

7. Munculnya Gerakan Separatis
Gerakan separatis merupakan gerakan sekelompok orang yang bersifat sistematis dan terorganisir untuk membebaskan (memisahkan) diri dari keterkaitannya dengan pemerintah pusat. Secara sosiologis dan antropologis, kelompok masyarakat yang ingin memisahkan diri jelas memiliki kepentingan-kepentingan yang tidak bisa terakomodasi oleh pemerintah pusat. Dengan demikian, mereka telah putus asa dan melakukan tindakan ekstrim untuk melawan pemerintah pusat dan berusaha memisahkan diri sebagai negara yang merdeka. Hal inilah yang semestinya harus dimengerti oleh para elite pemerintahan yang berada di pusat. Tetapi di sisi lain, pemerintah pusat memiliki kewajiban untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia, termasuk semua penduduk untuk tetap bersatu dan utuh dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan demikian, bagaimanapun pemerintahan pusat pasti akan bersikukuh untuk tetap menolak semua keinginan sekelompok masyarakat di daerah yang ingin memerdekakan diri. Yang penting bagi kita bahwa penyelesaian masalah ini harus dilakukan dengan pendekatan-pendekatan sosiologis, ideologis, dan kultural sehingga dari kedua belah pihak akhirnya dapat memahami masingmasing kepentingannya dan dapat mencapai titik temu yang menguntungkan kedua belah pihak. Sebagai contoh dari fenomena ini mulai dari terpisahnya Timor Timur dari Indonesia, munculnya gerakan separatis di Aceh, gerakan Papua Merdeka, serta Republik Maluku Selatan. Sebagai bangsa yang besar dan majemuk, Indonesia memerlukan suatu pemerintahan yang amat sangat bijak dan mempunyai wawasan kebangsaan yang tebal, mempunyai visi dan misi yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta mempunyai wawasan kemajemukan dan HAM yang tinggi. Keadaan ini relatif sulit dilakukan hingga pada suatu saat seolah-olah terjadi krisis kepemimpinan, tetapi
28
Sosiologi SMA/MA Kelas X

maka krisis separatis di Indonesia ini akan berangsur-angsur terselesaikan. dan pemberian.4 Ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah memicu timbulnya pemberontakan. Sumber: Tempo.dengan peran serta seluruh masyarakat. yaitu status yang diperoleh karena kelahiran. kerja keras. Edisi 18–24 Agustus 2003 Gambar 1. diperlukan suatu solusi dari berbagai kalangan untuk ambil bagian mengupayakan rehabilitasi perilaku sosial sehingga sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku pada masyarakat Indonesia. Dalam masyarakat pada umumnya terdapat tiga macam status. Menurut kalian status manakah yang paling dominan dimiliki oleh masyarakat di Indonesia? MENGATASI KRISIS DEMORALISASI U ntuk mengatasi gejala demoralisasi yang kian hari terasa kian meningkat pada masyarakat Indonesia. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 29 .

Pilihlah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. Sering kali upaya-upaya pemenuhan ini berbenturan antara pihak yang satu dengan pihak yang lain. melalui pembahasan tentang kedudukan dan peranan telah diisyaratkan bahwa setiap individu harus dapat memainkan peranan di dalam kedudukannya dengan sebaik-baiknya. Dalam sosiologi. maka masyarakat akan mencapai suatu keteraturan. baik yang mendasar maupun kepentingan yang sifatnya temporer. Inilah yang menjadi sumber persaingan dan pertikaian di antara individu di dalam masyarakat. Apabila semua orang dapat melakukan hal tersebut. baik lembaga pendidikan formal maupun lembaga pendidikan nonformal. Sedapat mungkin melakukan tindakan-tindakan kooperatif terhadap pihak lain dengan memperhatikan hak-hak dan kepentingan orang lain. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. peranan keluarga justru lebih penting dan lebih strategis dibandingkan dengan peranan lembaga pendidikan. Bagaimana solusi mengatasi krisis demoralisasi? MENGHARGAI KEPENTINGAN ORANG LAIN etiap orang pasti memiliki kepentingan-kepentingan. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Demikian juga semua orang senantiasa ingin memenuhi kebutuhannya dengan mengambil berbagai macam benda pemuas kebutuhan yang ada di dalam masyarakat.Untuk mengatasi krisis demoralisasi. S 30 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Setujukah kalian dengan pendapat yang tertuang pada alinea terakhir? Jelaskan dan sertai dengan data-data pendukung! 2. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra.

Data-data sosial budaya yang akurat akan menjadi bahan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan bagi seluruh warganya. Bagaimana kriteria warga masyarakat yang baik? DATA SOSIAL BUDAYA DAN PEMBANGUNAN Salah satu kriteria pemerintah yang baik adalah pemerintah yang dapat menyusun dan melaksanakan berbagai kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan. data pendapatan per kapita. Data-data dapat diperoleh melalui sensus penduduk atau penelitian-penelitian sosial lainnya dengan menggunakan tenaga-tenaga sosiolog yang berkualitas. data kelahiran. dan sesuai dengan nilai-nilai budaya masyarakatnya. sesuai dengan kemampuan. Bagaimana cara memperoleh data-data sosial budaya yang benar? 2. dan data sosial budaya lainnya. Kemukakan pendapatmu bagaimana prinsip-prinsip untuk menjalankan peranan dalam suatu kedudukan! 4.Pertanyaan: 1. Sebutkan metode-metode pengumpulan data dalam sosiologi dan antropologi! Berikan penjelasan masing-masing! Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 31 . diperlukan data sosial budaya. data jumlah penduduk. data kemiskinan. Apa peranan norma dan nilai dalam membentuk perilaku warga masyarakat yang baik? 3. Apakah yang dimaksud dengan norma dan nilai sosial? 2. data kematian. Sosiologi dan antropologi dapat menjembatani pemerintah dalam rangka memperoleh data-data sosial budaya dari berbagai suku bangsa yang ada di dalam masyarakat. komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin. data drop out. Misalnya. Untuk dapat melakukan hal tersebut. Pertanyaan: 1.

yaitu kebutuhan kejiwaan manusia seperti misalnya kebutuhan berekreasi. Kebutuhan sosial. yaitu sosiologi dan antropologi sebagai ilmu pengetahuan serta sosiologi dan antropologi sebagai metode. yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi dan apabila tidak dipenuhi maka orang akan mati. Apa manfaat data sosial budaya bagi kegiatan pembangunan? 4. Kebutuhan hidup ini terdiri dari 3 macam. Kebutuhan integratif.3. Metode-metode Sosiologi dan Antropologi Metode Wawancara Metode Observasi Langsung Metode Observasi Partisipan Metode Angket Metode Komparasi 32 Sosiologi SMA/MA Kelas X . yaitu sebagai berikut. Coba sebutkan lima kriteria pemerintah yang baik! 5. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa estetika. yaitu kebutuhan manusia untuk bersama-sama dengan manusia yang lain. Kebutuhan mendasar. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. kebutuhan untuk mengungkapkan harga diri. 3. dan lain-lain. Konsep-konsep Dasar Sosiologi dan Antropologi Masyarakat Nilai dan Norma Kebudayaan Kepribadian Interaksi Sosial Perilaku Menyimpang Sosialisasi Pengendalian Sosial Kebutuhan Hidup Perubahan Sosial Budaya 2. Bagaimana peranan sosiologi dan antropologi dalam proses penyusunan kebijakan pembangunan suatu bangsa? Sosiologi dan antropologi sebagai ilmu yang relatif baru mempunyai dua pengertian dasar. 1. Kebutuhan ini muncul sebagai hakikat manusia sebagai makhluk sosial (zoon politicon).

Metode Kepustakaan Metode Penelusuran Sejarah Metode Pengukuran Langsung Metode Dokumenter Metode Analisis Media Massa 4. Norma. Hubungan Antarberbagai Konsep Tentang Realitas Sosial Budaya Kemiskinan dan Kebodohan Modernisasi dan Kesenjangan Sosial Sosialisasi dan Kepribadian Kedudukan dan Peran Sosial Masyarakat dan Kebudayaan sebagai Sistem Perilaku Menyimpang dan Pengendalian Sosial Nilai. Konsep-konsep Tentang Realitas Sosial Budaya Kemiskinan Kebodohan Kesenjangan Sosial Kesenjangan Kebudayaan (Cultural of Lag) Kedudukan dan Peran 5. Data Sosiologis dan Antropologis Tentang Fenomena Sosial di Lingkungan Masyarakat Setempat Demoralisasi Konsumerisme Sekularisme Gejala Demokratisasi Munculnya Fenomena Otonomi Daerah Meningkatnya Angka Pengangguran Munculnya Gerakan Separatis Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 33 . dan Pranata Sosial 6.

. Salah satu kegunaan data sosial budaya yang dihimpun melalui penelitian sosial dalam kegiatan pembangunan adalah . artinya kegiatan-kegiatan untuk . berdasarkan hapalan 2. berdasarkan logika B. 3. 5 C. 3. 4. tetapi mengalami sendiri. mengatasi permasalahan manusia dalam bidang kebaikan B. sebagai data kebenaran dalam pembangunan C. A. 1. 3. C. . sebagai bahan pembanding penyelenggara pemerintahan D. 3. 1. Waktu penelitiannya sangat panjang. Arti kata sosial dalam “Departemen Sosial” menunjukkan pada kegiatan-kegiatan di lapangan sosial. Data yang terhimpun sangat lengkap dan detail. 2. sebagai data pelengkap dalam pembangunan B. 4. A. . . 1. . Peneliti dalam menghimpun data tidak hanya melihat dan bertanya. Dari pernyataan tersebut di atas.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. salah semua 3. . 5 E. . berdasarkan urutan disiplin ilmu D. Ilmu pengetahuan bersifat logis berarti . . berdasarkan hitungan E. B. 5 34 Sosiologi SMA/MA Kelas X . berdasarkan pengalaman C. A. mengatasi permasalahan manusia dalam bidang kesejahteraan C. . . yang merupakan ciri-ciri metode observasi partisipan adalah . mengatasi permasalahan manusia dalam bidang keharmonisan E. 1. 4. Menggunakan instrumen penelitian berupa angket. Perhatikan pernyataan berikut. 5 B. . mengatasi permasalahan manusia dalam bidang keselamatan D. 3. . A. 1. 4. 5. Data yang terkumpul berupa data sekunder. 4 D. 2. sebagai bahan penyusunan kebijakan oleh pemerintah 4. 2. D atau E! 1.

. . berorientasi pada nilai dan norma 10. . selalu menganalisis hal-hal yang benar-benar terjadi bahkan yang seharusnya terjadi C. selalu bersikap terbuka terhadap pembaruan D. Sosiologis berasal dari kata Latin socius dan kata Yunani logos. Di bawah ini yang bukan merupakan konsep-konsep dasar dalam sosiologi dan antropologi adalah . keluarga E. sosial D. kajiannya didasarkan pada kenyataan yang pernah terjadi dalam masyarakat B. Lembaga pemerintah yang secara khusus menghimpun. BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) E. . . pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) D. .5. perubahan sosial E. norma dan nilai sosial E. adanya persamaan darah dan keturunan B. . . kawan B. kepolisian B. A. lembaga sosial B. interaksi sosial D. mengolah. menerima hal-hal baru untuk disesuaikan dengan pengalaman-pengalaman masa lalu E. kebutuhan hidup manusia C. A. dan menyajikan data-data sosial budaya untuk berbagai kebutuhan dalam pembangunan adalah . Badan Pusat Statistik D. A. . Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) 7. . A. Sosiologi bersifat empiris artinya . A. proses sosialisasi C. adanya norma sosial sebagai pedoman perilaku Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 35 . lembaga swadaya masyarakat C. . perilaku menyimpang B. . . norma dan nilai sosial 9. Di bawah ini yang bukan merupakan unsur pokok masyarakat adalah . kawan dan lawan C. situs-situs purbakala 6. “Socius” dalam pengertian sosiologi berarti . . . Sosiologi sebagai ilmu tentang perilaku sosial mempunyai objek kajian berupa hal-hal berikut ini. . A. kerabat 8. . kecuali . .

A. . . Keseluruhan perubahan situasi dalam masyarakat dalam kurun waktu tertentu dinamakan . 36 Sosiologi SMA/MA Kelas X . . adanya kerja sama E. evolusi sosial C. perubahan sosial budaya E. pengendalian sosial dilakukan untuk mencegah dan mengatasi perilaku menyimpang D. A. tanya jawab secara tidak langsung E. laporan pandangan mata 14.C. menggunakan matematik C. . pengumpulan bahan B. yang dimaksud dengan pemikiran adalah pengambilan keputusan dengan menggunakan . adanya orang-orang 11. . historis 15. proses sosial D. pengendalian sosial sama dengan perilaku menyimpang 12. metode kuantitatif B. Yang disebut teknik interview adalah teknik . hitungan D. Metode penelitian dengan mempergunakan analisis atas peristiwaperistiwa dalam masa silam untuk merumuskan prinsip-prinsip umum disebut metode . . mencatat secara langsung C. . . . . . statistik C. induktif D. A. deduktif E. interaksi sosial 13. pendekatan historis 16. A. perilaku menyimpang sebagai akibat dari pengendalian sosial B. . dinamika sosial budaya B. . . . . tanya jawab secara langsung D. akal pikiran E. . . Dalam sosiologi. komparatif B. A. Kaitan antara pengendalian sosial dan perilaku menyimpang adalah . Metode yang termasuk jenis kuantitatif adalah metode . wilayah dengan batas-batas tertentu D. pengendalian sosial merupakan akibat dari perilaku menyimpang E. pengendalian sosial dan perilaku menyimpang merupakan fenomena sosial dalam masyarakat C.

A. statistik B. kuantitatif C. case study

D. komparatif E. historis

17. Segala sesuatu yang benar-benar ada dan dapat dilihat serta diraba disebut . . . . A. fakta D. argumentasi B. data E. statement C. kenyataan 18. Pengumpulan data dengan menggunakan angket tidak cocok untuk masyarakat pedesaan di Indonesia karena . . . . A. masyarakat di Indonesia pada umumnya tidak cukup dalam menjawab pertanyaan dalam angket tersebut B. masyarakat desa memiliki banyak kegiatan di ladang dan di sawah C. jarak antara desa dan kota relatif jauh D. masyarakat desa bersifat tidak jujur di dalam menjawab pertanyaan E. pengiriman angket sangat sulit akibat letaknya yang terpencil 19. Pengumpulan data dengan cara interview akan mempunyai kelebihan-kelebihan, antara lain . . . . A. hemat biaya dan tenaga B. memiliki biaya dan tenaga C. data yang diperoleh lebih luas dan lengkap D. hubungan antara peneliti dan responden menjadi semakin akrab E. menghilangkan subjektivitas 20. Istilah sosiologi pertama kali digunakan pada tahun 1839 di Perancis oleh . . . . A. Emille Durkheim D. Pitirim A. Sorokin B. Samuel Koening E. Herbert Spencer C. Auguste Comte

Soal Essay
Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Coba kemukakan kembali menurut bahasamu sendiri, apakah sosiologi itu? 2. Coba jelaskan mengapa sosiologi itu perlu dipelajari! 3. Sebutkan objek-objek kajian dalam sosiologi! 4. Sebutkan dan jelaskan empat metode penelitian yang penting dalam sosiologi!
Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat

37

5. Apa yang dimaksud dengan kesenjangan sosial? Sebutkan dampak negatif dari kesenjangan sosial tersebut! 6. Tuliskan dua kegunaan sosiologi dalam pembangunan bangsa Indonesia yang sangat majemuk! 7. Apakah yang dimaksud dengan pengetahuan? 8. Sebutkan empat sisi positif dari adanya otonomi daerah! 9. Sebutkan beberapa faktor yang menyebabkan proses demoralisasi di Indonesia! 10. Apa manfaat langsung yang dapat dipetik dari pelajaran sosiologi ini dalam kehidupanmu sehari-hari?

38

Sosiologi SMA/MA Kelas X

NILAI DAN NORMA SOSIAL

Tujuan Pembelajaran
Menjelaskan nilai dan norma. Membedakan nilai dan norma. Menjelaskan peran nilai dan norma dalam masyarakat. Mengklasifikasikan kasus pelanggaran nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
Sumber: Gatra, 27 November 2004

M

enurut kalian, a pakah nilai itu? Dalam pengertian sehari-hari nilai sering diartikan sebagai harga atau ukuran. Misalnya, nilai ekonomis sebuah mobil dapat diartikan sebagai harga sebuah mobil yang diukur dengan uang. Dalam sosiologi, nilai justru bukan sebuah ukuran yang dapat dinyatakan dengan barang, melainkan sesuatu yang abstrak atau tidak nyata. Bagaimana denga norma? Di sekolah tempat kamu belajar, pasti ada norma-norma yang harus kamu patuhi bukan? Misalnya kewajiban kamu sebagai murid untuk menghormati gurumu termasuk dalam norma nonformal. Penjelasan mengenai nilai dan norma sosial, serta bagaimana peranannya di dalam kehidupan masyarakat akan segera kamu pelajari di bab ini.

Bab 2 Nilai dan Norma Sosial

39

Nilai Vital Nilai Religi Nilai Sosial Nilai Material Nilai Estetika Nilai Spiritual Nilai Moral Nilai Kebenaran Ilmu Pengetahuan NORMA DAN NILAI Norma Adat dan Kebiasaan Norma Kesusilaan dan Kesopanan Norma Sosial Norma Agama Pranata Sosial Norma Hukum Keteraturan Hidup 40 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 41 . NILAI DAN NORMA SOSIAL Nilai dan norma sosial memiliki peranan penting bagi masyarakat. Buatlah pembahasan terhadap salah satu norma dalam kaitannya dengan pengaturan perilaku! B. nilai bukanlah keinginan. nilai dan norma merupakan bagian dari kekayaan budaya. apakah yang diinginkan itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku dalam masyarakat. nilai sosial adalah semua pola pikir yang dianggap baik dan benar oleh hampir semua orang dalam masyarakat. Keinginan lebih bersifat individu. yang diinginkan adalah keinginan seseorang atau kelompok dengan mempertimbangkan hal-hal lain. NILAI SOSIAL 1 . Menurut C. nilai dan norma itu harus dijunjung tinggi dan harus dipertahankan. Sebaliknya. Kluckhohn. yaitu sebagai pedoman atau petunjuk dalam bertingkah laku. 1. Amatilah kehidupan di sekitar rumahmu! 2. Oleh karena itu. warga masyarakat perlu mengetahui tentang nilai dan norma sosial sebagai unsur yang penting dalam pembentukan perilaku tertib sosial. karena dua pedoman tersebut merupakan bukti bahwa masyarakat tersebut beradab. kehidupan masyarakat akan teratur sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Tulislah sejumlah nilai dan norma sosial yang ada di lingkungan tempat tinggalmu itu! 3. Misalnya. Selain itu. melainkan yang diinginkan.A. Nilai-nilai sosial ini diperoleh berdasarkan pengalaman-pengalaman kejadian dalam masyarakat sehingga akhirnya menjadi suatu prinsip perilaku yang kuat yang diyakini kebenarannya. Pengertian Nilai Sosial Pada dasarnya. Oleh karena itu. Untuk menciptakan tertib sosial dalam masyarakat diperlukan adanya kesadaran warga masyarakat akan pentingnya keteraturan itu sendiri. Jika norma dan nilai tersebut sudah dilaksanakan dengan baik. artinya masing-masing orang memiliki keinginannya sendiri yang berbeda dari orang lain. Dua pedoman ini juga berfungsi untuk mengatur kehidupan setiap anggota masyarakat dan merupakan warisan yang diterima secara turun temurun.

nilai sosial dibedakan menjadi tiga macam. Menurut Prof. dan nilai keagamaan (nilai religius). Nilai terkandung dalam suatu benda dinamakan nilai sentral. yang dimaksud dengan nilai material adalah nilai yang ada atau yang muncul karena materi tersebut. 2 . Suatu nilai kebenaran yang bersumber dari pertimbangan akal 42 Sosiologi SMA/MA Kelas X . nilai spiritual meliputi nilai kebenaran (kenyataan). Pada hakikatnya. Nilai Vital Pada dasarnya. Nilai kebenaran (kenyataan) bersumber dari akal manusia (rasio atau akal). tetapi lama-kelamaan nilai itu diterima dan diakui oleh sebagian besar masyarakat. contohnya emas. dicita-citakan. nilainya akan merosot. Oleh karena itu. Dr. c . Nilai Spiritual Nilai spiritual bersifat sangat abstrak dan berguna bagi rohani manusia . Tetapi seandainya pisau tersebut tumpul. Notonegoro. nilai itu pun menjadi nilai sosial atau nilai bersama. Notonegoro. Akhirnya. Contoh 6 6 = 36. angka 36 adalah kebenaran yang bersumber dari rasionalitas masnusia. apabila pisau selalu tajam dalam waktu yang amat sangat panjang (berkualitas). Dr. maka pisau ini akan memiliki harga atau nilai yang semakin tinggi. Emas ini mempunyai nilai tertentu yang muncul karena benda berupa emas mempunyai warna kuning gilap dan tidak luntur yang selanjutnya akan banyak kegunaannya untuk membuat berbagai macam perhiasan. Nilai suatu benda yang muncul karena kegunaannya dinamakan nilai vital. dan dianggap penting oleh warga masyarakat dan dijadikan dasar dalam menentukan apa yang bernilai atau berharga. Sebaliknya. nilai adalah segala sesuatu yang dianggap baik dan benar oleh banyak orang dalam masyarakat yang selanjutnya merupakan sesuatu yang diidam-idamkan. Pisau mempunyai harga atau nilai tertentu karena ketajamannya yang dapat digunakan untuk memotong sesuatu. nilai vital adalah nilai yang muncul karena daya kegunaannya. Dengan kata lain. nilai sosial dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang baik yang diinginkan. b. Nilai kebenaran ilmu pengetahuan merupakan nilai yang bersumber dari rasionalitas manusia. nilai keindahan (estetika). contohnya pisau. Macam-macam Nilai Sosial Untuk mengatur hubungan dan pengaruh timbal balik di antara orang-orang dalam masyarakat diperlukan adanya nilai sosial. nilai akan dipedomani dalam setiap benak orang yang akan mempengaruhi bentuk-bentuk perilaku bagi orang tersebut. yaitu: a . Nilai Material Pada dasarnya.Nilai sosial memang awalnya berasal dari nilai perorangan. Menurut Prof. nilai moral (etika).

yaitu sebagai berikut. Nilai terbentuk melalui proses pengalaman dalam pergaulan antarindividu dan antarkelompok individu dalam masyarakat. 3 . menolong orang lain bernilai baik. 4 .pikir manusia yang sewaktu-waktu dapat diuji kebenarannya oleh siapa pun dinamakan Nilai Kebenaran Ilmiah. ketika kita mendengar suara orang yang menyanyi dengan merdu. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 43 . Nilai belum merupakan perintah atau larangan sehingga tidak memiliki sanksi. 11 Agustus 2006 Gambar 2.1 Sikap saling menolong merupakan nilai dalam masyarakat. Nilai moral (estetika) merupakan nilai yang didasarkan pada keinginan manusia terhadap sesuatu yang baik dan buruk. Ciri-ciri Nilai Sosial • • • • Nilai sosial memiliki ciri. karena sikap tersebut dianggap baik dalam kehidupan bermasyarakat. Misalnya. Nilai estetika didasarkan pada kemampuan perasaan manusia menangkap sesuatu yang indah tentang objek tertentu atau suatu hal. Sumber: Kompas. Terbentuknya Nilai Sosial Nilai-nilai sosial tiap-tiap masyarakat memang memiliki perbedaan-perbedaan sehingga tiap-tiap masyarakat memiliki karakteristik yang berbeda-beda dalam sistem perilakunya. Misalnya. sebaliknya menyontek pada waktu ulangan bernilai buruk. Nilai keagamaan (nilai religius) merupakan nilai yang didasarkan pada keyakinan manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Nilai keagamaan seseorang akan berbeda dengan yang lain meskipun agama yang dianut sama. Nilai menjadi dasar pedoman perilaku. Nilai bersifat abstrak.

misalnya seperti contoh berikut. Orang tua patut mendapatkan penghargaan dan perlindungan dari yang muda dan yang kuat. Fungsi Nilai Sosial dalam Membentuk Keteraturan Secara umum. 5 . bagaimana cara mengatasi pelanggaran-pelanggaran tersebut pada nomor 1? 3 . Bentuklah kelompok yang terdiri 2 – 3 orang. Nilai sosial terbentuk melalui pengalaman dan kejadian yang kemudian diseleksi dan diaktualisasikan dalam sistem perilaku sehingga dipertahankan keberadaannya oleh banyak orang dalam masyarakat. kemudian kerjakan soal di bawah ini! 1 . Musyawarah untuk mencapai mufakat cenderung lebih baik daripada hasil pemikiran seorang yang bersifat diktator. Nilai sekaligus merupakan buah pemikiran warga masyarakat untuk mengatur dan membatasi aktivitas individu agar tidak memasuki hak-hak orang lain. baik dalam bentuk kecaman ringan maupun kecaman berat sesuai dengan tingkat penyimpangan perilaku terhadap norma yang ada. Selanjutnya nilai-nilai sosial yang abstrak ini akan dikonkretkan dalam bentuk norma-norma sosial yang berupa perintah dan larangan. Bagi mereka yang berperilaku tidak sesuai dengan nilai-nilai sosial. Nilai sosial dalam masyarakat memang senantiasa mengalami pergeseran seiring dengan berkembangnya peradaban dan pergaulan yang terjadi dalam masyarakat. nilai-nilai sosial dalam masyarakat berfungsi sebagai pedoman perilaku yang telah disepakati oleh warga masyarakat termasuk para pendahulu yang membuatnya. • • • Setiap orang memiliki hak dan kewajiban yang patut dihargai oleh orang yang lain.Tetapi secara universal. Jadi dapat dikatakan bahwa nilai menjadi alat kontrol atau pengatur yang mengikat agar seseorang mau berperilaku baik. nilai bersifat abstrak dan menjadi prinsip bagi individu dalam menentukan perilakunya. Tetapi secara umum. serta sanksi-sanksi sesuai dengan bidang-bidang kehidupan yang ada dalam masyarakat. Sudahkah para guru menjadi contoh dan penegak tata tertib di lingkungan sekolahmu? Jelaskan pendapatmu! 44 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Tulislah pelanggaran-pelanggaran terhadap tata tertib di sekolahmu! 2 . mereka akan ikut mendapat kecaman dari warga masyarakat. ada nilai-nilai kemanusiaan yang cenderung sama antara masyarakat satu dengan masyarakat yang lain. Menurut kalian. Jelaskan mengapa tata tertib di sekolah perlu dipatuhi oleh semua siswa! 4 . dan lain-lain.

2 . maka norma dilengkapi dengan sanksi.C. 27 November 2004 Gambar 2. Sumber: Gatra. jika seseorang melanggar aturan. Norma sosial adalah aturan-aturan tertulis maupun tidak tertulis yang berfungsi untuk mengatur perilaku semua orang dalam masyarakat sehingga tercipta keteraturan sosial. NORMA SOSIAL 1. Norma dibuat oleh warga masyarakat untuk melaksanakan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat tersebut dan telah dianggap baik dan benar. Norma nonformal merupakan aturan tidak tertulis. Norma formal dapat berupa aturan-aturan yang tertulis yang berasal dari lembaga atau institusi resmi seperti surat keputusan. Macam-macam Norma Sosial Norma pada dasarnya merupakan perwujudan konkret dari nilai-nilai sosial. Agar norma dapat dipatuhi oleh semua warga masyarakat. contohnya aturan-aturan di masyarakat. adat istiadat. Pengertian Norma Sosial Tahukah kalian bahwa norma sosial adalah pelindung kita dari tindak angkara murka orang-orang kuat yang ada di sekitar kita. sanksi diciptakan masyarakat untuk menjadi kendali bagi seseorang supaya perilakunya dapat sesuai dengan aturan-aturan yang ditetapkan. Norma sosial keberadaannya sangat diperlukan untuk menjamin semua orang termasuk yang lemah agar kepentingannya dapat terpenuhi secara wajar dalam masyarakat. Dengan demikian. Sebaliknya.2 Beribadah merupakan salah satu cara seseorang melaksanakan norma agamanya. Norma sebagai ketentuan menjadi ukuran perilaku dan merupakan pedoman yang harus ditaati setiap warga masyarakat. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 45 . juga peraturan daerah yang bersumber dari negara. sehingga orangorang yang lemah pun dijamin kelangsungan hidupnya oleh norma-norma tersebut. juga aturan-aturan dalam keluarga. Norma-norma yang mengatur masyarakat ada yang bersifat formal atau resmi dan nonformal atau tidak resmi. dia akan diberi sanksi berupa hukuman.

Norma agama adalah norma yang berasal dari wahyu Tuhan yang disampaikan melalui orang-orang yang terpilih (Nabi). semua bentuk kesusilaan dan kesopanan akan memunculkan penghargaan dari orang lain kepada kita sendiri. Sebagai suatu prinsip bahwa berperilaku susila dan sopan pada dasarnya merupakan perbuatan yang akan berbuah pada penghargaan pribadi si pelakunya. b. Norma seperti inilah yang diperlukan untuk meredam terjadinya konflik yang bersumber dari perendahan martabat oleh orang lain. Norma kesusilaan dan norma kesopanan memiliki substansi pokok. Oleh sebab itu. norma kesusilaan dan kesopanan merupakan penjabaran dari nilai-nilai moral. Norma Agama Setiap agama memiliki aturan-aturan atau syariat untuk mengatur hubunganhubungan antarmanusia maupun hubungan dengan Tuhan. sering kali norma diberlakukan lebih berat dari bentuk pelanggarannya.Sanksi pada hakikatnya merupakan alat untuk menekan atau memaksa warga masyarakat mematuhi nilai-nilai yang telah disepakati. yaitu mengenai penghargaan terhadap harkat dan martabat orang lain. Ada empat macam norma yang ada dalam masyarakat. setiap manusia sebenarnya perlu dihargai sama. orang berperilaku dan perpedoman pada kebiasaan-kebiasaan atau adat. Oleh sebab itu. antara lain: a. yaitu mengenai tuntutan perilaku yang benar yang seharusnya diperbuat oleh setiap warga masyarakat. baik perintah maupun larangan agar umat manusia dapat memperoleh jalan kebenaran sehingga dapat mencapai kebahagiaan dan keselamatan. Selanjutnya adat dan kebiasaan akan dipedomani oleh setiap warga masyarakat sebagai suatu cara berperilaku dalam setiap kepentingan dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. c . Tiap-tiap agama memiliki norma sendirisendiri yang akan bercorak pada zaman tertentu di mana agama itu lahir serta lokasi di mana wahyu Tuhan itu diturunkan. d. Norma Kesusilaan/Kesopanan Setiap manusia mempunyai harkat dan martabat yang sama di hadapan Tuhan. Pada hakikatnya. baik di dunia maupun di akhirat. Norma adat adalah norma-norma yang berada di dalam masyarakat yang berkaitan dengan sistem penyelenggaraan hidup yang terjadi secara berulang-ulang karena telah dibakukan dan diyakini sebagai sesuatu yang baik. Artinya. Norma Hukum Dalam kaitannya dengan struktur pemerintahan suatu negara. Contoh norma adat adalah adat perkawinan. tetapi yang jelas norma agama merupakan norma yang berisi kebenaran terutama bagi para pemeluknya. Norma Adat/Kebiasaan Dalam kehidupan masyarakat tradisional. dan lain-lain. norma agama merupakan himpunan peraturan-peraturan yang merupakan petunjuk hidup. adat pembagian warisan. Pada dasarnya. diperlukan pedoman-pedoman untuk mengatur hak dan wewenang tiap-tiap aparatur negara 46 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Semua bentuk peraturan yang tertulis yang dibuat lembaga-lembaga negara yang berwenang dinamakan norma hukum.secara struktural dari atas hingga ke bawah. Lembaga yang berwenang bisa berupa majelis.net Gambar 2. Sebaliknya. di dalamnya terkandung banyak pelanggaran pada masalah perdata. Masalah-masalah perdata sering kali berkelanjutan menjadi masalahmasalah pidana atau di dalam masalah pidana. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 47 . norma adat dan kebiasaan. artinya tertulis dengan jelas dan tegas.3 Hukuman penjara merupakan sanksi yang diberikan kepada seseorang yang melanggar norma hukum. Sering kali hukum perdata dan hukum pidana mempunyai keterkaitan antara satu dengan yang lain. Norma-norma hukum dalam masyarakat negara memiliki ciri-ciri sebagai berikut. dan lain-lain.asianfoodworker. Hukum perdata adalah suatu lapangan hukum yang mengatur masalah perkawinan. dan norma hukum. norma hukum terdiri dari hukum perdata dan pidana. artinya apabila orang melanggar maka akan dikenai sanksi dan apabila tidak diindahkan akan dipaksa oleh alat-alat negara. Sumber: www. presiden sebagai penyelenggara eksekutif. pemerasan. dan perjanjian-perjanjian. jual beli. pemalsuan. • • Bersifat eksplisit. norma hukum adalah norma masyarakat yang dibuat oleh lembaga-lembaga yang berwenang. Tetapi norma hukum mempunyai peran cukup besar dalam mengatur hubungan antarindividu dalam kaitannya dengan kedudukannya sebagai warga negara. warisan. Norma sosial pada dasarnya meliputi norma agama. pembunuhan. hukum pidana merupakan suatu lapangan hukum yang mengatur masalah kejahatan seperti penganiayaan. Norma hukum merupakan norma terakhir yang lebih dapat menjamin adanya suatu tertib sosial di dalam masyarakat. Di Indonesia. Bersifat memaksa. DPR dan pemerintah. norma kesusilaan dan kesopanan. penipuan. Pada dasarnya. atau pimpinan departemen hingga stafnya yang terbawah.

cara orang memberi salam kepada orang tua. Bersifat mengatur. artinya melindungi pihak-pihak yang lemah dari desakan dan cengkeraman pihak-pihak yang kuat melalui sanksi-sanksi dan alat-alat negara. dan seterusnya. Karena bila terjadi penyimpangan terhadapnya. Kebiasaan merupakan perbuatan yang diulang-ulang terhadap apa yang sama sebagai bukti bahwa orang menyukai perbuatan tersebut. • • 3. d. misalnya Undang-Undang Dasar dibuat oleh MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat). b. c. Tata kelakuan mencerminkan sifat-sifat yang hidup dalam kelompok manusia dan dilaksanakan sebagai alat pengawas secara sadar maupun secara tidak sadar oleh masyarakat terhadap anggota-anggotanya. a. Mores ini merupakan pedoman perilaku yang dianggap paling benar yang dimiliki. dipakai. artinya tiap-tiap tingkatan norma hukum dibuat oleh pejabat-pejabat yang berwenang dengan tingkatan yang tertentu pula. Proses Terbentuknya Norma Sosial Dengan semakin berkembangnya tata keidupan dan peradaban manusia. maka dapat terus meningkatkan kekuatan mengikatnya 48 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Bersifat melindungi. Adat-istiadat (custom) Apabila tata kelakuan tersebut kekal serta kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat. undang-undang dibuat oleh DPR dan pemerintah. artinya berisi perintah-perintah dan larangan-larangan untuk mengendalikan perilaku warga masyarakat sesuai dengan bidang-bidang yang diatur masing-masing hukum. Kebiasaan (folkways) Kebiasaan (folkways) adalah suatu tata kelakuan yang bersifat lebih mengikat kepada anggota masyarakat dan lebih dipatuhi. dan lain-lain. akan dimarahi oleh para leluhurnya. pranata sosial disadari semakin diperlukan dalam kehidupan sehingga mulai dibakukan dan disempurnakan secara turun-temurun. cara orang menuang minuman. Cara (usage) Cara (usage) adalah suatu perilaku tertentu yang secara tidak sadar telah disepakati oleh masyarakat terhadap perbuatan yang tertentu pula. Proses dipatuhi dan terbentuknya suatu norma sosial dapat berlangsung melalui empat tingkatan. dan dipertahankan oleh warga masyarakat. Contoh: cara orang memakai topi. yaitu sebagai berikut. Tata Kelakuan (mores) Tata kelakuan (mores) adalah suatu kelompok aktivitas yang benar-benar telah menjadi pedoman yang berlaku dari suatu masyarakat.• Dibuat oleh lembaga yang berwenang.

kebutuhan untuk menyatakan rasa keindahan. sekolahsekolah dasar. Hal itu disebabkan oleh karena setiap masyarakat tentu mempunyai kebutuhankebutuhan pokok yang apabila dikelompok-kelompokkan. norma sosial Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 49 . peternakan. Selain itu. norma-norma tersebut berkelompok-kelompok pada berbagai keperluan pokok dari kehidupan manusia seperti kebutuhan hidup kekerabatan. Misalnya. dengan demikian terbentuklah custom (adat.istiadat). Universitas Gajah Mada. Kebutuhan akan pendidikan akan menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti pesantren. Maksudnya adalah suatu taraf perkembangan di mana para anggota masyarakat dengan sendirinya ingin berperikelaku sejalan dengan perilaku yang memang sebenarnya memenuhi kebutuhan manusia. 4 . Sebagai contoh. perkawinan. pemberantasan buta huruf. Universitas Airlangga. dan sebagainya. dan lain-lain. Proses pelembagaan sebenarnya tidak berhenti demikian saja. tetapi dapat berlangsung lebih jauh lagi hingga suatu norma masyarakat tidak hanya menjadi institusionalized dalam masyarakat. Wujud kongkret dari lembaga kemasyarakatan tersebut adalah association. sedangkan Universitas Indonesia. Untuk memberikan suatu batasan. Universitas Padjajaran. taman kanak-kanak. industri. dan lain sebagainya. kebutuhan pencaharian hidup. sekolah-sekolah menengah. perguruan-perguruan tinggi. terhimpun menjadi lembaga kemasyarakatan. koperasi. kebutuhan hidup kekerabatan menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti keluarga batih. dapat diambil suatu kesimpulan bahwa lembagalembaga kemasyarakatan terdapat dalam setiap masyarakat tanpa memperdulikan apakah masyarakat tersebut mempunyai taraf kebudayaan sederhana atau modern. tetapi menjadi internalized. Dalam hal ini norma sosial berfungsi sebagai faktor perilaku yang memukinkan seseorang menentukan lebih dulu bagaimana tindakannya akan dinilai oleh orang lain. Dari contoh-contoh di atas. dapatlah dikatakan bahwa lembaga kemasyarakatan merupakan himpunan dari norma-norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan masyarakat. kebutuhan jasmaniah dari manusia. universitas merupakan lembaga kemasyarakatan. pranata sosial terus mengalami perubahan dalam arti bertambah jumlahnya dan berubah bentuknya sejalan dengan perkembangan tata kehidupan manusia dalam masyarakat. Kebutuhan akan pencaharian hidup menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti pertanian. Fungsi Norma Sosial dalam Membentuk Keteraturan Norma sosial memegang peranan penting dalam kehidupan manusia.terhadap perilaku warga masyarakat. norma-norma tadi telah mendarah daging (internalized). Di dalam perkembangan selanjutnya. pelamaran. kebutuhan akan pendidikan. Dalam perkembangan selanjutnya. dan lainnya adalah institusi. Dengan perkataan lain. dan lain sebagainya. perceraian.

pikiran-rakyat. diperlukan tiga syarat pokok antara lain sebagai berikut. b. dan hakim. Norma Sosial yang Memadai Norma sosial ini berfungsi sebagai landasan perilaku yang harus diperbuat oleh setiap individu dalam bidang kehidupan tertentu. Dengan demikian warga masyarakat menyadari bahwa norma memang harus dipatuhi sebagai bentuk sumbangan seorang individu dalam menciptakan tertib sosial dalam masyarakat yang paling hakiki. Untuk membentuk keteraturan sosial dalam masyarakat. sedangkan penegak nonformal meliputi tokoh-tokoh masyarakat. diperlukan pengetahuan pendidikan yang memadai serta sosialisasi terhadap norma-norma hukum. kaum ulama. Penegak formal meliputi polisi. jaksa. dan tokohtokoh masyarakat lainnya. Sumber: www. 50 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Kesadaran Akan Pentingnya Keteraturan Untuk menciptakan kesadaran sosial tentang pentingnya hidup bersama dalam masyarakat. c.juga menjadi aturan yang mendorong seseorang atau kelompok untuk mencapai nilainilai sosial sekaligus menjadi unsur pengendali dalam hidup bermasyarakat.com Gambar 2. a . Aparat Penegak Norma Aparat penegak norma adalah semua pihak yang mempunyai keterkaitan dan kepentingan untuk menegakkan keberadaan norma dalam mengatur perilaku individu dalam masyarakat. Penegak norma ini terdiri dari penegak formal dan penegak nonformal.4 Polisi menjadi aparat penegak norma dengan tujuan untuk memelihara dan menciptakan keamanan. para pendidik.

3. proses peadilan terhadap para koruptor dapat dipercepat dan kalau perlu koruptor-koruptor tersebut ditangkapi dahulu baru diproses. Tuliskan tidak lebih dari satu halaman! 2. karena Abdul Rahman Saleh pada saat menjadi anggota Mahkamah Agung pada pengadilan kasus korupsi berskala besar yang melibatkan salah satu pejabat tinggi negara bersikap berbeda dengan majelis hakim. SH sebagai Jaksa Agung pada Kabinet Bersatu pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono – Jusuf Kalla pada awalnya terkesan memberikan harapan. dan bagaimana penyelesaiannya? Buatlah analisis sosial tentang ke tiga pertanyaan di atas! TANGKAP DULU. BARU ADILI erpilihnya Abdul Rahman Saleh. serta bagaimana cara menyelesaikannya. Sebutkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya aksi demonstrasi yang disertai dengan tindak anarkis. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Masyarakat berharap pada masa kepemimpinan Abdul Rahman Saleh sebagai kepala Kejaksaan Agung RI. Buatlah sebuah uraian yang berisi laporan bagaimana kamu sebagai seorang anak dan siswa mendukung nilai dan norma yang ada di lingkungan sekolahmu sebagai orientasi acuan dalam bertingkah laku. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2.1. Pilihlah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! T Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 51 . Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Sebutkan faktor-faktor penyebab menjamurnya pedagang kaki lima dan rumah liar di kota-kota besar. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra.

Pertanyaan: 1. Bagaimana seharusnya tindakan Kepala Kejaksaan Agung RI terhadap para koruptor di Indonesia. Contoh khusus terjadi pada lalu lintas. Setujukah kalian atas usul tangkap dulu koruptor-koruptor itu baru proses? Jelaskan! 2. dan badan dunia untuk menekan penyebaran narkoba kepada masyarakat. Berbagai usaha telah dilakukan. Bagaimana seharusnya nilai-nilai sosial itu disemaikan kepada generasi muda sehingga terhindar dari bahaya narkoba? 2. baik oleh ulama. dalam perjalanannya banyak hambatan dan rintangan yang dihadapi. salah satunya bahaya narkoba yang setiap saat mengajak generasi muda. Namun. Cobalah perhatikan 52 Sosiologi SMA/MA Kelas X . sekolah. Nilai-nilai apa yang harus didalami siswa agar terhindar dari bahaya narkoba? LALU LINTAS SUKA-SUKA Pasca reformasi. masyarakat Indonesia khususnya di perkotaan cenderung menjadi tidak teratur. pemerintah. Pertanyaan: 1. NARKOBA MENGANCAM M asa depan bangsa Indonesia ada di tangan siswa-siswa sekarang. Berikan alasan kalian dengan mempertimbangkan norma hukum yang berlaku di Indonesia! AWAS. Apakah hukuman berat terhadap pengedar narkoba merupakan solusi? 3.

Pertanyaan: 1. Norma sosial terdiri dari empat macam. bus parkir (ngetem) di mana tanda dilarang berhenti banyak terpampang. 6. 4. adat dan kebiasaan. 7. 2. Akhirnya dapat dikatakan bahwa masyarakat perkotaan Indonesia jauh dari tata tertib berlalu lintas. kendaraan melawan arus. Norma sosial adalah semua bentuk peraturan. jalan digunakan sebagai lahan parkir. yaitu norma agama. 3. Norma apa yang tidak berfungsi dalam bahan diskusi di atas? 1. Mengapa masyarakat perkotaan cenderung menjadi tidak teratur berlalu lintas pasca reformasi? 2. Keteraturan sosial merupakan keadaan di mana semua orang dalam masyarakat telah berbuat sebagaimana hak dan kewajibannya sehingga tidak terjadi benturan antara hak dan kewajiban dengan individu yang lain. dan norma hukum. Nilai sosial ini berfungsi menjadi pedoman perilaku warga masyarakat dalam pergaulan. Agar norma dapat dipatuhi oleh individu dalam masyarakat. Apa yang sebenarnya dilakukan oleh polisi? 4. diperlukan sanksi yang pelaksanaannya harus dikawal dan ditegakkan oleh aparat penegak norma. Norma sosial berfungsi mengatur hubungan dan perilaku timbal balik antarindividu dan antarkelompok individu dalam masyarakat. nilai material. 5. dan pungli terus merajalela. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 53 . Nilai sosial merupakan segala sesuatu yang dianggap baik dan benar dan dicitacitakan oleh warga masyarakat. baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis yang ada dan berlaku dalam masyarakat. baik formal maupun nonformal sehingga dalam masyarakat tercipta keteraturan sosial. Nilai sosial meliputi nilai vital.bus dengan penuh sesak dan penumpang bergelantungan melintas di jalan tol. kesusilaan dan kesopanan. Mengapa petugas seperti polisi dan Dinas Perhubungan tidak bertindak untuk meluruskannya? 3. jalan-jalan dipenuhi pedagang. dan nilai spiritual.

. . . D. . tersedianya sarana pendidikan B. 54 Sosiologi SMA/MA Kelas X . yang benar adalah . Lahirnya lembaga sekolah di masyarakat disebabkan oleh . saling membutuhkan 4. pembagian kekuasaan B. Koentjaraningrat. adat istiadat yang kuat 4. . proses internalisasi 3. saling menghormati C. A. . Pranata sosial berubah karena adanya: 1. Menurut Prof. pertentangan antargolongan 2. pengendalian sosial dalam masyarakat 5. fasilitas yang telah tersedia C. adanya program wajar 9 tahun dan GNOTA (Gerakan Nasional Orang Tua Asuh) E. interaksi antarkelompok masyarakat 2. berkembangnya suatu kebudayaan yang sangat komplek D. mencukupi kebutuhan ekonomi dengan berusaha secara profesional E. Sikap toleransi antarumat beragama dalam masyarakat merupakan wujud dari kebutuhan akan pengaturan . B. hubungan manusia dengan kekuatan ilahi E. dan E! 1. kebutuhan manusia yang meliputi jasmaniah. C. bermacam-macam bentuk kebutuhan keluarga dan kehidupan bermasyarakat D. istilah pranata sosial digunakan untuk menekankan terdapatnya aturan main tentang . . pewarisan nilai-nilai D. A. untuk membatasi kebutuhan umat manusia 3. . . A. rohaniah. berbagai kebutuhan hidup dalam kehidupan bermasyarakat yang saling berkaitan B. dan sosial C. . akulturasi kebudayaan Dari pernyataan di atas.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. . .

3. tawakal C.A. karena nilai merupakan . A. segala sesuatu yang bersumber pada akal manusia E. . . . nilai ilmu pengetahuan Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 55 . A. 1. Nilai dapat diartikan sebagai cita-cita. . rajin dan hemat 9. 3. . sarana untuk mencapai tujuan 7. . norma agama 8. memberikan pedoman kepada anggota masyarakat 3. tindakan sosial E. tujuan yang ingin dicapai B. 5 6. norma sosial C. Berikut ini yang bukan contoh dari nilai moral menurut Prof. Notonegoro adalah . moral dan keyakinan bangsa D. . 4. adat dan kebiasaan D. 1. memberikan pegangan dalam sistem pengendalian Yang merupakan fungsi dari pranata sosial adalah . Dr. 4 D. . Di bawah ini yang dimaksud dengan nilai vital adalah . 4. 2 dan 4 D. iman dan taqwa D. nilai yang bersumber pada kepercayaan atau keyakinan manusia D. Norma-norma dalam masyarakat yang berfungsi untuk mengatur hubungan antarindividu dalam masyarakat yang berkaitan dengan hak dan kewajiban individu sebagai warga negara adalah norma . A. . 1 dan 5 5. 2. Perhatikan pernyataan-pernyataan di bawah ini! 1. 2. jujur dan adil E. . norma kebiasaan B. 3. 3. . . A. tindakan berbudi pekerti C. sombong dan kikir B. . menunjukkan tujuan hidup masyarakat 2. mengatur cara bertindak yang mengikat 4. 4 dan 5 E. segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan kegiatan atau aktivitasnya B. 2 dan 3 C. norma hukum E. segala sesuatu yang bersumber pada unsur rasa atau estetika manusia C. 4 E. A. . 5 C. . 1 dan 3 B. menjaga keutuhan masyarakat 5. 5 B.

perilaku sosial D. E. . A. Yang dimaksud dengan proses internalisasi adalah . sindiran. norma sosial C. aktivitas sosial 56 Sosiologi SMA/MA Kelas X . adat istiadat E. mores B. proses di mana individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikap dengan adat istiadat E. folkways D. Sanksi yang sifatnya ringan berupa teguran. . kegiatan individu yang mendapatkan pembentukan sikap untuk berperilaku sesuai dengan kelompoknya D. bawah ini yang bukan contoh dari norma hukum adalah . norma bersifat terbuka C. C. atau pun dipergunjingkan merupakan hukuman bagi seseorang yang melanggar . folkways 13. norma bersifat sempit. . nilai bersifat luas E. . A. proses panjang yang berlangsung seumur hidup sejak individu lahir sampai meninggal B. mode E. 1 Tahun 1974 Tata Tertib Sekolah Undang-Undang No. norma bersifat tetap. Seperangkat aturan yang berkisar tentang kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya disebut . D. . . nilai bersifat berubah-ubah D. usage 11. Undang-Undang No. . .10. nilai bersifat tertutup. . A. A. norma sosial D. . . keseluruhan aktivitas masyarakat yang disampaikan kepada pihak-pihak tertentu sehingga tercapai kestabilan C. . nilai bersifat abstrak. kaidah hukum C. pranata sosial B. Di A. wilayah berlakunya 15. Perbedaan yang mendasar antara norma dan nilai sosial adalah . norma bersifat konkret B. . . proses berubahnya pola perilaku akibat perubahan norma 12. Upaya untuk mencegah dan mencari solusi terhadap semua bentuk penyimpangan sosial yang ada dalam masyarakat dinamakan . B. 20 tahun 2003 Tata Cara Penguburan Jenazah pada masyarakat Jawa PP 30 Tahun 1980 14. vested interest C. . . . A. . pengendalian sosial E. ketidaksamaan sosial B.

. . . adat istiadat B. . Norma yang dimiliki sanksi berat bagi pelanggarannya adalah . memberi arah dan tujuan individu dalam melaksanakan komunikasi sosial B. . . A. keanekaragaman perilaku sosial dalam masyarakat yang tidak sesuai yang berlaku dalam masyarakat perilaku terpuji antisosial 19. . tindakan-tindakan remaja yang merugikan kepentingan masyarakat luas D. memberi arah terhadap individu untuk berperilaku di tengah-tengah masyarakat E. kenakalan anak-anak usia sekolah di dalam lingkungan sekolahnya 20. I Kelaziman A. . kesopanan D. memberikan petunjuk mengenai aktivitas sosial C. agama Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 57 . . . kesusilaan C. C. Hukuman yang dijatuhkan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku merupakan sanksi norma . Yang dimaksud dengan kenakalan remaja adalah . . II C. I B. . semua aktivitas remaja yang belum dewasa hukum yang bertentangan dengan norma-norma sosial C. memberikan kekuasaan kepada pihak/golongan tertentu 18. A. .16. hukum E. V IV Hukum V Agama 17. A. Perilaku individu atau kelompok individu dengan nilai-nilai dan norma-norma dinamakan . Salah satu fungsi norma dan nilai dalam masyarakat adalah . III II Kesopanan III Kesusilaan D. aktivitas remaja yang belum dewasa hukum di luar jam pelajaran B. IV E. aktivitas terlarang E. membatasi/melarang berbagai macam aktivitas sosial dalam masyarakat D. . B. aktivitas remaja yang belum dewasa hukum yang bertentangan dengan norma adat dan kebiasaan E. A. perilaku menyimpang D. .

Mengapa norma dapat menjaga kelangsungan hidup masyarakat? Jelaskan! 8. Bagaimana menciptakan norma sosial yang memadai? 4. Jelaskan kaitan antara norma dan nilai sosial! 3. Norma kebiasaan 9. Jelaskan kaitan antara kesadaran sosial dan keteraturan sosial dalam masyarakat! 58 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Apakah yang dimaksud dengan norma sosial dan nilai sosial? 2. Norma kesopanan c. Sebutkan macam-macam norma sosial dalam masyarakat! 7. Norma kesusilaan b. Bagaimana peranan aparat penegak hukum dalam menciptakan tertib sosial? 10. Norma adat d. Apakah yang dimaksud dengan: a. Sebutkan fungsi nilai! 6.Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Apa syarat-syarat pokok terciptanya keteraturan sosial dalam masyarakat? 5.

INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan interaksi sosial dan dinamika sosial. coba kamu pelajari bab ini.co. Dengan interaksi.id S etiap manusia tidak dapat hidup sendiri. Di sekolah. kamu pun berinteraksi dengan guru dan teman-temanmu.google. Bagaimana menurutmu dengan pendapat tersebut? Kita sebagai manusia tentu saja membutuhkan orang lain. kita pun berinteraksi dengan orang lain. Sumber: http://images. Untuk itu. Menjelaskan faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial dan dinamika sosial. kamu berinteraksi dengan orang tua dan saudaramu. setiap individu akan mengetahui nilai dan norma apa yang berlaku di lingkungannya. Dan di lingkungan tempat tinggalmu. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 59 . kamu pun berinteraksi dengan tetangga dan anggota masyarakat lainnya. Hal tersebut akan membantu mewujudkan keteraturan sosial. Apa yang dimaksud dengan interaksi sosial? Untuk mengetahuinya. Begitu juga dengan kamu bukan? Di rumah. Menghubungkan antara interaksi sosial dan keteraturan sosial.

kelompok dan organisasi sosial Faktor penyebab perubahan sosial Lingkungan alam Sugesti Imitasi Identifikasi Motivasi Simpati Empati Hubungan kekeluargaan Hubungan antarstatus Hubungan antarkepentingan Hubungan persahabatan Status kependudukan Nilai dan sikap 60 Sosiologi SMA/MA Kelas X .Pengertian interaksi sosial dan dinamika sosial Kaitan antara interaksi sosial dan dinamika sosial INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Faktor pendorong terjadinya interaksi sosial Bentuk-bentuk interaksi sosial yang mendorong terciptanya lembaga sosial.

Dari dorongan inilah. terutama ketika terjadi bencana-bencana yang memerlukan pertolongan orang lain. melainkan harus bersama-sama dengan manusia lain. baik oleh binatang atau pun kelompok manusia yang lain. baik mendasar. untuk mendirikan rumah. Secara naluriah. manusia memerlukan keberadaan orang lain. tidak selamanya kondisi alam senantiasa ramah. INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Sebagai manusia. Terkadang mereka menghadapi tantangan dari binatang buas atau pun dari kelompok suku lain yang menyerang.A. Mereka masih hidup berpindah-pindah dari hutan yang satu ke hutan yang lain. kita selalu mempunyai naluri untuk hidup berkelompok atau bersama dengan orang lain. Dengan dorongan inilah. manusia belum banyak memiliki teknologi untuk menyelenggarakan kehidupannya. manusia membentuk suatu koloni untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Naluri inilah yang disebut dengan naluri gregoriousness. Dorongan untuk Memenuhi Kebutuhan Dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Keadaan ini telah mendorong setiap manusia lain jenis untuk membentuk suatu kehidupan bersama yang kemudian disebut keluarga. manusia mutlak memerlukan keberadaan manusia lain. Keadaan ini telah mendorong munculnya kelompok-kelompok persekutuan manusia yang didasarkan pada persamaan darah dan keturunan. Dorongan untuk Meneruskan Keturunan Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap manusia memiliki naluri untuk meneruskan keturunan dengan cara melangsungkan perkawinan. manusia membentuk suatu koloni dengan tujuan semata-mata untuk mempertahankan diri dari serangan-serangan binatang buas. setiap manusia mempunyai dorongan seksual sebagai kodrat manusia untuk meneruskan keturunannya agar tidak punah. Keluarga dapat berkembang menjadi suatu extended family dan bahkan berkembang menjadi suatu kerabat atau pun suku bangsa. Untuk melaksanakan pemenuhan berbagai kebutuhan hidup. manusia membentuk suatu kelompok-kelompok untuk berburu. alam. atau pun dari kelompok suku lain. sedangkan dorongan untuk hidup bersama dengan orang lain dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 61 . Untuk itu. maupun kebutuhan integratif. Dorongan untuk Mempertahankan Diri Dalam rangka mempertahankan diri dari berbagai serangan. untuk berladang. dan lain-lain sebagainya. kebutuhan sosial. Ketika manusia dalam taraf kehidupan yang masih primitif. manusia tidak dapat melaksanakannya secara sendirian. Untuk itulah. Di samping itu. diperlukan dorongan untuk memenuhi kelangsungan hidup masyarakat itu sendiri.

Dengan demikian. terlebih dahulu manusia pun harus melakukan interaksi sosial dengan sesamanya. manusia mempunyai kejiwaan dan mempunyai kepentingan terhadap keberadaan orang lain. Melalui interaksi sosial akan terjadi perubahan-perubahan di dalam masyarakat yang memungkinkan terbentuknya hal-hal baru sehingga dinamika masyarakat menjadi hidup dan dinamis. Melalui kegotong-royongan inilah. Untuk mewujudkan kehidupan bersama. Dorongan inilah yang membuat terciptanya suatu kehidupan bersama untuk menjalin kegotong-royongan dalam rangka mempertahankan dan mengembangkan kehidupannya. 1. Apakah yang dimaksud dengan interaksi sosial itu? Sumber: Koleksi Editor Gambar 3. Pengertian Interaksi Sosial Interaksi sosial adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dengan individu.1 Dorongan untuk hidup bersama dipengaruhi oleh keinginan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk melaksanakan berbagai pekerjaan besar. individu dengan kelompok individu. setiap orang memerlukan kebersamaan dengan orang lain. sering kali manusia secara individu kewalahan untuk melakukannya. dan kelompok individu dengan kelompok individu. 62 Sosiologi SMA/MA Kelas X . kelangsungan hidup masyarakat terjamin. Interaksi sosial merupakan bentuk dasar dari dinamika sosial budaya yang ada di dalam masyarakat.Dorongan untuk Hidup Bersama Sebagai makhluk pemikir dan bermoral.

1. 2. dan kebutuhan integratif. Dinamika sosial dapat berupa perubahan-perubahan yang progresif maupun perubahan-perubahan yang regresif. masa kini. Melalui proses interaksi sosial inilah. dan pranata sosial. Kaitan Antara Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial Budaya Interaksi sosial merupakan bagian terkecil dari proses perubahan yang ada di dalam masyarakat. Interaksi sosial itu sendiri mempunyai ciri-ciri. masyarakat akan bergerak secara dinamis. norma. baik yang bersifat progresif maupun yang bersifat regresif hingga mewujudkan suatu dinamika sosial maupun dinamika budaya.Interaksi sosial dilakukan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan mendasar. Di dalam dinamika sosial. baik secara individual maupun secara kolektif dengan berpedoman pada sistem budaya yang ada. seluruh elemen masyarakat beserta dengan perangkatperangkatnya terjadi interaksi dan korelasi saling mempengaruhi sehingga mewujudkan suatu gerak dari keseluruhan komponen yang ada di dalam masyarakat. juga adanya tujuan yang akan dicapai dari hasil-hasil interaksi sosial tersebut. Mengapa manusia dikatakan makhluk individu dan juga makhluk sosial? Apa yang melatar belakangi hal tersebut? Jelaskan alasanmu! 4. dan masa yang akan datang. Interaksi sosial merupakan implementasi dari pemenuhan kebutuhan warga masyarakat. Pengertian Dinamika Sosial Dinamika sosial pada hakikatnya adalah keseluruhan perubahan dari seluruh komponen masyarakat dari waktu ke waktu. Jelaskan apa saja yang mendorong manusia melakukan interaksi sosial! 2. Apakah yang dimaksud dengan keteraturan sosial? 3. Selain itu. 3. Jelaskan bagaimana peranan nilai dan norma dalam interaksi sosial! Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 63 . termasuk nilai-nilai. yaitu jumlah pelakunya lebih dari satu orang dan adanya komunikasi antara pelaku dengan menggunakan simbol atau lambang. kebutuhan sosial. interaksi sosial juga ditandai dengan adanya dimensi waktu yang meliputi masa lalu.

Pengaruh ini datang secara tiba-tiba dan tanpa adanya pemikiran yang detail yang dipertimbangkan terlebih dahulu. Imitasi Yang dimaksud imitasi pada hakikatnya adalah suatu keinginan seseorang untuk meniru segala sesuatu yang ada pada orang lain. manusia tidak akan mempunyai arti jika tidak ada manusia lain. dan lain-lain. 1. meniru mode pakaian artis yang menjadi idolanya. agama dan kepercayaan. Perubahan struktur pemerintahan. Pada waktu melaksanakan peniruan terhadap sesuatu 64 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Perubahan mata pencaharian.Bentuk-bentuk konkret dari dinamika sosial dan budaya adalah sebagai berikut. 2. Perubahan tingkat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu. Singkatnya sugesti menciptakan dorongan kepada individu untuk melakukan suatu kontak sosial dengan pihak lain. Perubahan ejaan dalam bahasa. artinya makhluk yang selalu hidup bersamasama dengan manusia lain. perhatian atas sikap mengagumi terhadap pihak lain yang dianggap cocok. secara kodrati. yaitu pengaruh psikis yang ada pada seseorang yang berasal datang dari diri sendiri atau pun dari orang lain karena adanya kepercayaan terhadap sesuatu hal dari orang yang dipercayai. Perubahan jumlah penduduk. jenis kelamin. Imitasi muncul disebabkan oleh adanya minat. dan lain-lain). dan peraturan pelaksana lainnya. manusia memerlukan manusia yang lain untuk melakukan interaksi sosial. B. Perubahan undang-undang dasar. Perubahan kualitas penduduk. Manusia memang tidak dapat hidup sendiri dan mandiri tanpa pertolongan orang lain. Adapun dorongan-dorongan terjadinya interaksi sosial dalam masyarakat adalah sebagai berikut. Perubahan komposisi penduduk (kepadatan. Perubahan tingkat pendapatan dan perubahan tingkat kemakmuran. persebaran. undang-undang. FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL Manusia adalah makhluk sosial. Sugesti Salah satu faktor pendorong interaksi sosial adalah sugesti. Bahkan secara ekstrim. Contoh: meniru gaya bicara guru idolanya. tingkat mata pencarian. dan struktur penduduk menurut umur.

Proses identifikasi diikuti dengan perbuatan-perbuatan yang lebih konkret dan merupakan hasil pertimbangan yang matang pada diri seseorang.yang menarik dari orang yang dikagumi ini muncul suatu kemegahan dan kebanggaan dalam jiwa orang yang bersangkutan. 3. Simpati merupakan suatu sikap ketertarikan kepada orang lain disebabkan oleh menariknya penampilannya. Empati merupakan kelanjutan rasa simpati yang berupa perbuatan nyata untuk mewujudkan rasa simpatinya. Motivasi seseorang dapat muncul disebabkan faktor atau pun pengaruh dari orang lain sehingga seorang individu melakukan kontak dengan orang lain. Contoh: ketika seseorang yang mengalami kecelakaan dan menangis. Identifikasi Yang dimaksud dengan identifikasi dalam suatu interaksi sosial adalah dorongan seseorang untuk menjadikan dirinya identik atau sama dengan orang lain. atau opini pribadi terhadap kelompoknya. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 65 . dan lain-lain. atau pola pikirnya. tiba-tiba kita pun yang melihatnya menangis. Berbeda dengan imitasi. Contoh: seseorang mengikuti suatu kegiatan tertentu karena adanya motif-motif tertentu seperti motif ekonomi. motif politik. identifikasi melalui proses kejiwaan akan melahirkan suatu sikap yang menyerupai dengan pihak yang ditiru. kebijaksanaannya. motif popularitas. soal ketaatan terhadap peraturan. Simpati Pengaruh psikis yang paling mendasar dalam suatu interaksi sosial adalah rasa simpati seseorang terhadap orang lain. Simpati dapat menjadi dorongan yang sangat kuat pada diri seseorang untuk melakukan kontak dan komunikasi dengan mitranya. peniruan terhadap perilaku. Contoh: soal pakaian seragam. Simpati akan sangat dirasakan bila terjadi proses pertukaran pendapat dan nilai-nilai. Tindakan ikut menangis dan melakukan pertolongan tertentu ketika melihat seseorang yang mengalami musibah merupakan contoh dari empati. seseorang dapat berbuat apa saja untuk mewujudkan rasa simpatinya. 6. Dengan adanya rasa simpati. 5. 4. Imitasi terdiri dari peniruan terhadap pola pikir orang lain. dan peniruan terhadap benda-benda hasil karya atau artefak. Empati Rasa empati merupakan rasa haru ketika seseorang melihat orang lain mengalami sesuatu yang menarik perhatian. Motif identifikasi dipergunakan ketika orang menjadi bagian dari kelompok yang besar. Motivasi Motivasi dalam suatu interaksi sosial merupakan dorongan yang mendasari seseorang untuk melakukan perbuatan berdasarkan pertimbangan rasionalitas.

Pelaksanaan coercion dapat dilakukan secara langsung atau fisik dan secara tidak langsung atau psikologis. Bentuk akomodasi ini dapat kalian lihat ketika rakyat Indonesia menjadi romusha pada masa penjajahan Jepang tahun 1942. kooptasi. Pola hubungan interaksi sosial yang bersifat asosiatif (menyatukan) akan mendorong terbentuknya lembaga. yaitu usaha bersama untuk melakukan suatu kegiatan dengan pembagian keuntungan bersama secara merata dan proporsional. kelompok. Dalam hal ini.Bentuk-bentuk interaksi sosial ada yang bersifat asosiatif maupun disosiatif. Akomodasi Akomodasi adalah suatu proses kesepakatan di antara kedua belah pihak yang tengah bersengketa yang bersifat darurat (sementara) dengan tujuan mengurangi ketegangan di antara kedua belah pihak. salah satu pihak berada dalam keadaan yang lemah bila dibandingkan dengan pihak lawan. Tawar-menawar (bargaining). interaksi sosial didasarkan pada penguasaan Jepang terhadap romusha-nya yang dianggap tidak mempunyai hak-hak apapun juga. Coercion Proses akomodasi ini dilaksanakan karena adanya paksaan. Kompromi Lewat bentuk akomodasi ini. Romusha menjadi pihak dalam posisi lemah dan tidak dapat melawan. bentuk interaksi disosiatif akan menghambat terbentuknya lembaga. b. melalui kesempatan penunjukan pimpinan yang akan mengendalikan kerja sama. 66 Sosiologi SMA/MA Kelas X . a. kelompok. Dalam coercion. yaitu kerja sama antarkelompok untuk mencapai tujuan yang sama meskipun di antara mereka terjadi perbedaan-perbedaan struktural. koalisi. dan organisasi sosial. Beberapa bentuk akomodasi antara lain sebagai berikut. akan tercapai penyelesaian dari konflik yang ada. dan patungan. Sebaliknya. dan organisasi sosial. masing-masing pihak yang terlibat konflik saling mengurangi tuntutannya. Bentuk-bentuk kooperasi antara lain tawar-menawar. yaitu kerja sama sebagai hasil kesepakatan tawar-menawar antara kedua belah pihak. Bentuk-bentuk proses sosial asosiatif antara lain sebagai berikut. Kooptasi (cooptation). Salah satu pihak harus bersedia merasakan dan memahami keadaan pihak lain. Dengan begitu. Kooperasi Kooperasi adalah kerja sama antara beberapa kelompok sosial yang ada sebagai upaya mencapai tujuan bersama. Patungan (joint-venture). Koalisi (coalition).

Sikap dalam menghadapi orang asing dan kebudayaannya. mediasi juga meminta bantuan pihak ketiga untuk membantu dalam penyelesaian konflik. konflik diselesaikan lewat pengadilan. proses asimilasi juga dapat terhambat oleh faktor-faktor berikut.Mediasi dan arbitrase Arbitrase merupakan bentuk akomodasi dengan jalan meminta bantuan pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak atau oleh badan yang kedudukannya lebih tinggi daripada pihak-pihak yang berkonflik. Pihak ketiga di sini harus mengutamakan penyelesaian secara damai. Toleransi Toleransi timbul tidak sadar dan tidak direncanakan. Peradilan (ajudikasi) Dalam adjudikasi. yang terwujud dalam bentuk saling menghargai. c. Seperti halnya arbitrase. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 67 . Adanya kesamaan dalam berbagai unsur budaya. pihak ketiga bersikap nertal dan bertindak sebagai penasihat tanpa mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan. Tetapi dalam mediasi. dan tidak saling curiga. Adanya kesempatan di bidang ekonomi yang seimbang. saling menghormati. Stalemate Bentuk akomodasi ini terjadi ketika masing-masing pihak menghentikan konflik karena kekuatan yang seimbang. Keterbukaan golongan penguasa. Sebaliknya. Proses asimilasi digolongkan sebagai proses asosiatif. Perkawinan campuran. yaitu masing-masing pihak saling memerlukan dengan tujuan membentuk kehidupan baru yang saling menguntungkan serta membentuk corak kehidupan yang berbeda dengan masa sebelumnya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses asimilasi. Mereka merasa sudah tidak ada kemungkinan lagi untuk maju atau mundur. Sikap dan kesediaan saling menenggang (toleransi). Adanya musuh bersama dari luar. Asimilasi Proses asimilasi adalah proses sosial yang masing-masing pihak terdorong keinginannya untuk bergabung dan bekerja sama dalam mewujudkan suatu keharmonisan. antara lain sebagai berikut. Perilaku ini timbul karena masing-masing pihak berusaha menghindarkan diri dari perselisihan.

2 Proses asimilasi bisa dilakukan melalui perkawinan campuran. Adanya perasaan in-group yang kuat. pendidikan. Persaingan dalam hal kedudukan dan peranan.Ada isolasi kebudayaan dari salah satu kebudayaan kelompok. Adanya diskriminasi. dan pertentangan (konflik). Adanya perbedaan kepentingan antarkelompok. Persaingan (kompetesi) Persaingan merupakan proses sosial yang ditandai dengan adanya persaingan antarindividu atau kelompok dalam mencari keuntungan dengan cara menarik perhatian tanpa menggunakan ancaman atau kekerasan. a. Ketakutan atas kekuatan kebudayaan kelompok lain. Minimnya pengetahuan dari salah satu kelompok atas kebudayaan kelompok lain. terdiri dari persaingan (kompetisi). Juni 2001 Gambar 3. Perasaan superioritas atas kebudayaan kelompok tertentu. Persaingan terjadi dalam beberapa bentuk. Adanya perbedaan ciri-ciri badaniah. kontravensi. persaingan ini timbul ketika jumlah persediaan yang terbatas tidak seimbang dengan jumlah konsumen yang ada. yaitu sebagai berikut. persaingan ini timbul karena adanya keinginan-keinginan dari tiap orang untuk mempunyai kedudukan dan peranan yang lebih tinggi dari yang sudah dimiliki. Persaingan ekonomi. Persaingan kebudayaan. 68 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan lembaga kemasyarakatan. Sumber: Fotomedia. keagamaan. Adapun bentuk-bentuk interaksi yang bersifat disosiatif.

KELOMPOK DAN ORGANISASI SOSIAL Dalam suatu masyarakat dapat terbentuk community sentiment. perubahan sosial yang berlangsung dengan cepat yang akan mengubah nilai masyarakat yang ada sering kali juga menimbulkan konflik dalam masyarakat. bentuk tubuh. Menurutmu apakah persaingan dapat dipakai untuk menyeleksi kemampuan seseorang? Jelaskan pendapatmu! 2. c. senasib. Pertentangan (konflik) Proses sosial semacam ini dilakukan oleh seorang individu atau kelompok yang berusaha mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan ancaman atau kekerasan. BENTUK-BENTUK INTERAKSI YANG MENDORONG TERCIPTANYA LEMBAGA. Sebutkan jenis-jenis proses sosial asosiatif dan disosiatif! 3. Di sisi lain. Selain itu. dan sepenanggungan di antara sesama anggota masyarakat. Bagaimana terjadinya konflik dalam masyarakat? 4. Adanya community sentiment dalam masyarakat dapat mewujudkan kehidupan di masa depan yang lebih baik dengan membentuk lembaga-lembaga sosial yang mengurus kebutuhan mendasar dari setiap warga masyarakat. Proses sosial semacam ini ditandai dengan keragu-raguan terhadap kepribadian seseorang dan perasaan tidak suka yang disembunyikan atau kebencian terhadap seseorang. yaitu seperasaan. b. ada pula dorongan Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 69 . Kontravensi Kontravensi merupakan sikap mental yang tersembunyi terhadap orang lain atau terhadap unsur-unsur kebudayaan golongan tertentu. dan politik. Konflik juga dapat terjadi karena adanya perbedaan kepentingan antarindividu maupun kelompok di bidang ekonomi. Pertentangan dapat terjadi karena adanya perbedaan pendirian dan perasaan di antara individu dan perbedaan latar belakang kebudayaan. dan corak rambut. 1. persaingan ini terjadi karena perbedaan warna kulit. Upaya-upaya apa yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan suatu konflik sosial? C.Persaingan ras. sosial.

membentuk suatu kelompok-kelompok individu identitas yang sama dan secara khusus membentuk suatu organisasi sosial untuk mewujudkan cita-cita tertentu. Lembaga sosial ada dalam setiap masyarakat, baik dalam masyarakat tradisional maupun masyarakat modern, karena setiap masyarakat pastinya mempunyai kebutuhan-kebutuhan pokok. Kebutuhan-kebutuhan tersebut jika dikelompokkan nantinya akan terhimpun sebagai lembaga sosial. Tempat-tempat ibadah merupakan contoh lembaga-lembaga sosial dalam bidang keagamaan. Tetapi yang dimaksud di sini bukan gedungnya, melainkan semua norma dan nilai kemasyarakatannya yang mengatur hubungan antara manusia dan Tuhan. Jadi, dapat dikatakan bahwa lembaga sosial merupakan kumpulan norma masyarakat yang mengatur pergaulan hidup manusia, berkelompok-kelompok pada berbagai keperluan pokok hidup manusia. Terciptanya lembaga-lembaga sosial didorong oleh beberapa faktor, antara lain sebagai berikut. Adanya dorongan untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik kebutuhan mendasar, kebutuhan sosial, maupun kebutuhan integratif. Adanya keterbatasan benda-benda pemuas kebutuhan sehingga diperlukan adanya lembaga yang mengatur setiap pemenuhan kebutuhan manusia. Adanya keinginan untuk mewujudkan keadaan hari esok yang lebih baik dan menjamin kelangsungan hidup masyarakat. Untuk mewujudkan efisiensi kerja setiap individu yang dapat didelegasikan kepada lembaga-lembaga sosial tertentu untuk mewakilinya, misalnya: mengurus pendidikan anak di bentuk sekolah, mengurus soal keamanan dibentuk polisi dan militer, serta menyelenggarakan keadilan dan perlindungan hukum, dibentuklah kejaksaan dan pengadilan, dan seterusnya. Lembaga sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok manusia mempunyai beberapa fungsi, yaitu memberikan pedoman pada anggota masyarakat bagaimana harus bertingkah laku dalam menghadapi masalah yang timbul dalam masyarakat. Selain itu, lembaga sosial juga berfungsi untuk menjaga keutuhan masyarakat dan memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial. Menurut Gilin dan Gillin, lembaga-lembaga sosial dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi lima macam, antara lain sebagai berikut. a. Crescive institutions dan enacted institutions yang merupakan klasifikasi dari sudut perkembangannya. Crescive institutions yang juga disebut lembaga-lembaga yang paling primer merupakan lembaga-lembaga yang secara tak disengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat. Contoh: hak milik, perkawinan, agama, dan seterusnya. Sebaliknya adalah enacted institutions dibentuk dengan sengaja guna

tercapainya tujuan tertentu dan tetap berpedoman pada adat istiadat, selanjutnya diserahkan kepada pemerintah. Contoh: pendidikan (madrasah). b. Basic institutions dan subsidiary institutions. Basic institutions dianggap sebagai lembaga kemasyarakatan yang sangat penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Di Indonesia, misalnya keluarga, sekolah-sekolah, dan negara dianggap sebagai basic institutions yang pokok. Sebaliknya adalah subsidiary institutions yang merupakan lembaga sosial yang kurang penting. Contoh: rekreasi, olahgara, dan menyanyi. c. Approved atau social sanctioned institutions adalah lembaga-lembaga yang diterima masyarakat seperti misalnya sekolah, perusahaan dagang, dan lainlain. Sebaliknya adalah unsanctioned institutions yang ditolak oleh masyarakat walau kadang-kadang masyarakat tidak berhasil untuk memberantasnya, seperti misalnya kelompok penjahat-penjahat, pemeras, pencoleng, dan sebagainya. d. General institutions dan restricted institutions, lembaga ini timbul apabila klasifikasi terebut berdasarkan pada faktor penyebarannya. Misalnya, agama merupakan suatu general institutions, oleh karena dikenal oleh hampir semua masyarakat di dunia ini. Agama-agama Islam, Protestan, Katolik, Budha, dan lain-lainnya merupakan restricted institutions karena dianut oleh masyarakatmasyarakat tertentu di dunia ini. e. Berdasarkan fungsinya, ada perbedaan antara operative institutions dan regulative institutions. Yang pertama berfungsi sebagai lembaga yang menghimpun polapola atau tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan, seperti misanya lembaga industrialisasi. Yang kedua, bertujuan untuk mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan yang tidak menjadi bagian yang mutlak daripada lembaga itu sendiri. Contoh adalah lembaga-lembaga hukum. Dalam interaksi yang dilakukan manusia, akan terdapat suatu hubungan timbal balik, saling mempengaruhi, dan saling menolong. Hubungan-hubungan tersebut akan menjadikan manusia dalam berbagai himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia. Himpunan-himpunan tersebut nantinya akan menimbulkan kelompok-kelompok sosial di dalam kehidupan manusia. Berikut merupakan faktor-faktor yang mendorong terbentuknya kelompokkelompok sosial. Adanya kesadaran dari sekelompok individu yang merasa memiliki identitas yang sama. Adanya keinginan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan individu dalam kelompok. Adanya keinginan untuk membela hak-hak dan kepentingan dari individu di dalam kelompok.
Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial

71

Adanya keinginan untuk mendominasi struktur masyarakat seperti kekuasaan dan pemerintahan yang ada di dalam masyarakat.

Dalam sejarah perkembangan sosiologi, terutama di Jerman kita mengenal salah satu tokoh yang cukup populer, yaitu Max Weber, dengan berbagai macam tulisan dan argumentasinya. Max Weber, sosiolog berkebangsaan Jerman dengan latar belakang pendidikan di bidang hukum berpendapat Sumber: www.mohr.de bahwa ada pengaruh faktorfaktor politik, agama, dan ekonomi terhadap perkembangan hukum dan kehidupan sosial masyarakat. Salah satu argumen-tasinya yang terkenal adalah argumentasi tentang hukum, baik di lingkungan nasional maupun di lingkungan internasional. Pada masalah hukum ini, Max Weber mengatakan ada empat tipe ideal dari norma hukum yang ada di dalam masyarakat, yaitu sebagai berikut. 1. Hukum Irasional dan Material 2. Hukum Irasional dan Formal 3. Hukum Rasional dan Material 4. Hukum Rasional dan Formal

Organisasi sosial sendiri terbentuk atas dasar dorongan-dorongan yang sedikit berbeda dengan terbentuknya lembaga dan kelompok sosial, antara lain: Adanya cita-cita bersama untuk mewujudkan suatu keadaan yang lebih baik. Adanya pembagian tugas untuk mengurus kepentingan organisasi.
72
Sosiologi SMA/MA Kelas X

Jadi. Hubungan yang terjalin berpedoman pada kedudukan masing-masing dalam suatu organisasi yang bersifat formal sehingga interaksi masing-masing pihak didasarkan pada statusnya masing-masing. dan lain-lain. dan anggota dalam suatu organisasi. kelompok-kelompok sosial. pedagang batik. dan organisasi sosial dalam masyarakat. dan lain-lain. hubungan antarkepentingan merupakan hubungan antara pihak yang satu dengan pihak yang lain di dalam masyarakat yang berorientasi pada terpenuhinya kepentingan dari masing-masing pihak. Semua pihak berpijak pada statusnya. baik pemerintah maupun swasta. bulu tangkis. olahraga. Contoh: hubungan kedinasan di dalam militer antara atasan dan bawahan atau hubungan antara ketua. Toleransi bersifat terbatas. Dengan adanya dorongan-dorongan untuk mewujudkan terciptanya lembagalembaga sosial. 1. dapat dikatakan bahwa organisasi adalah sekumpulan orang atau individu dalam suatu kelompok yang saling berinteraksi dan bekerja sama yang didasarkan pada aturan-aturan tertentu untuk mencapai tujuan bersama. Contoh: hubungan dalam asosiasi sepak bola. terdapat empat macam bentuk interaksi sosial antara lain sebagai berikut. Berikut beberapa karakteristik yang menandai adanya hubungan antarstatus. Hubungan lebih bersifat legal. bendahara. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 73 . seni dan budaya. Semua pihak berpijak pada kepentingan masing-masing. masing-masing pihak saling memberikan solidaritasnya untuk mendukung terciptanya suatu jalinan yang harmonis sehingga kepentingan dari masing-masing pihak dapat terlaksana dengan baik.Adanya keinginan untuk menjaga kelangsungan hidup organisasi. sekretaris. 2. Organisasi sosial sendiri terbentuk dari adanya minat dan kepentingan dari individu dalam sebuah masyarakat yang disalurkan melalui bentuk persekutuan manusia yang formal dan lebih teratur. perdagangan. Adanya keinginan untuk mengembangkan kepentingan bersama seperti industri. Hubungannya bersifat resmi. Bentuk hubungan tersebut didasarkan pada norma yang legal. Hubungan Antarstatus Hubungan antarstatus terjadi dalam suatu organisasi. Ada sanksi yang diberlakukan dalam setiap interaksi yang menyimpang dari ketentuan yang ada. Dalam hubungan antarkepentingan ini. Hubungan Antarkepentingan Pada dasarnya. Hubungan antarkepentingan ini juga memiliki karakteristik berikut.

Bentuk hubungan dapat bersifat formal atau nonformal.Didasarkan pada norma-norma tertentu yang telah disepakati. Mereka ini sangat mendambakan adanya komunikasi yang saling menguntungkan untuk menjalin suatu persahabatan atau keakraban. Contoh: hubungan dua individu yang saling bersahabat. Semua pihak saling mengupayakan agar hubungan tetap harmonis. Aktivitasnya tidak didasarkan pada peraturan yang berlaku. Hubungan ini merupakan hubungan kekeluargaan. justru relatif rendah. Berikut beberapa karakteristik dari hubungan kekeluargaan. Dorongan-dorongan ini 74 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Solidaritas sosial dalam keseharian sangat tebal. Pada hakikatnya. Ada beberapa karakteristik hubungan persahabatan. antara lain sebagai berikut. Hubungan Persahabatan Hubungan persahabatan terjadi antara dua individu atau lebih yang tidak ada hubungan darah. 3. 4. Semua pihak mempunyai orientasi yang sama. DAN ORGANISASI SOSIAL Bersamaan dengan proses berkembangnya suatu masyarakat. D. Semua pihak saling melindungi dan memanjakan. hubungan kekeluargaan merupakan hubungan yang terjadi antarpihak yang memiliki hubungan darah dengan ciri solidaritas antaranggota relatif lebih tinggi dan bentuk-bentuk hubungan lebih bersifat nonformal. Solidaritas sosial relatif kuat. maka munculah dorongan dari warga masyarakat untuk mengatur dan mengembangkan kehidupannya agar terjadi pola hubungan yang lebih harmonis. Solidaritas sangat kuat. KELOMPOK. ternyata pada masyarakat primitif dan masyarakat tradisional hubungan kekeluargaan sangat erat. Hubungan bersifat tidak resmi. Tetapi pada masyarakat modern. Mereka lebih akrab dengan orang-orang yang mempunyai hubungan bisnis yang sama. Semua pihak berasal dari keturunan yang sama. PROSES PEMBENTUKAN LEMBAGA. Bila dicermati. Semua pihak tidak ada hubungan darah atau keturunan. Hubungan Kekeluargaan Dalam suatu keluarga atau kerabat terdapat pola hubungan di antara orangorang yang mempunyai asal-usul dan darah keturunan yang sama.

Adanya order. Kerumunan itu pun berkembang menjadi kelompok-kelompokkan di dalamnya telah tumbuh ikatan persamaan kepentingan. akan terjadi hubungan timbal balik antara setiap anggotanya dan akan ada norma-norma yang mereka buat dan mereka taati bersama. Norma-norma yang ada setelah mengalami suatu proses akan menjadi bagian tertentu dari lembaga sosial. Adapun proses terbentuknya suatu keteraturan sosial adalah sebagai berikut. Untuk menciptakan suatu tertib sosial dalam masyarakat. Adanya keajegan. Adanya tertib sosial. Kumpulan orang atau kerumunan dapat berubah menjadi kelompok apabila ada interaksi di antara orang-orang yang ada di dalam kerumunan tersebut dan ada ikatan emosional sebagai pernyataan bersama. di mana ketika norma sudah dikenal. Proses Terbentuknya Kelompok kelompok pada awalnya terbentuk melalui berkumpulnya sejumlah orang yang berekrumunan. memang diperlukan proses yang relatif panjang sehingga akhirnya terbentuk lembaga-lembaga sosial yang mengurus masing-masing kebutuhan pokok warga masyarakat yang bentuknya berbeda-beda sesuai bidangnya. yaitu suatu tahapan di mana interaksi sosial. 1. norma. Dalam kelompok tersebut. persepsi atau tujuan. di dalam kerumunan tersebut telah berkembang tujuan atau kepentingan bersama. dihargai. Selain itu. Pada tahap ini. perilaku sosial. Proses Pembentukan Lembaga Sosial Dalam Perkembangan Keteraturan Sosial Norma dalam masyarakat dibuat untuk menciptakan keteraturan. Proses inilah yang dinamakan proses pelembagaan (institutionalization). 2. dan nilainya mulai ada kesesuaian dalam masyarakat. yaitu suatu tahapan yang keajegannya terus berulang sehingga membentuk suatu pola perilaku masyarakat. norma. dan nilai benar-benar telah menjadi satu perwujudan dalam segala aktivitas manusia. diakui. Mula-mula norma terbentuk secara tidak sengaja. kemudian lama-lama dibuat secara sadar. yaitu tahapan keteraturan yang mulai ada akibat adanya norma/peraturan yang baru. dan ditaati dalam kehidupan sehari-hari. kepemimpinan yang Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 75 .mengakibatkan terbentuknya lembaga sosial untuk mewujudkan keteraturan sosial dalam masyarakat. yaitu tahapan yang masyarakatnya mulai memandang perlu/ meminta akan adanya tertib sosial itu sendiri. Adanya pola. persamaan senasib. dapat dikatakan bahwa norma sudah melembaga.

situasi kependudukan. dapat juga terjadi tanpa adanya perencanaan. Organisasi ini nantinya berfungsi sebagai tempat untuk menampung aspirasi dari para anggota dan sebagai alat untuk mencapai tujuan. Proses Terbentuknya Organisasi Sosial Untuk mencapai tujuan dan memenuhi kebutuhannya. visi. namun dapat terjadi pula dalam skala kecil. serta hak dan kewajiban masing-masing anggota. Pembentukan organisasi diawali oleh persekutuan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan bekerja sama dan didasarkan atas persamaan profesi. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN DAN DINAMIKA SOSIAL Sebagaimana kita ketahui bahwa masyarakat senantiasa bersifat dinamis. Sumber: Koleksi editor Gambar 3. Perubahan ini dapat terjadi dalam skala besar seperti adanya revolusi sosial. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan antara lain berubahnya lingkungan alam. fungsi. disusunlah anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dari organisasi tersebut. Untuk mencapai tujuannya. visi.3 Dalam suatu kelompok akan terjadi hubungan timbal balik antara anggotanya. di mana di dalamnya dinyatakan secara jelas tujuan. manusia harus bekerja sama dengan orang lain. Kerja sama dalam suatu kesatuan sistem yang teratur akan terwujud setelah diorganisasi atau dibentuk organisasi. dan akibatnya senantiasa mengalami perubahanperubahan. kepentingan. struktur sosial yang akan mengakibatkan berubahnya pola interaksi. serta berubahnya nilai dan sikap. kedudukan. dan misi. 76 Sosiologi SMA/MA Kelas X . 3. Selain itu. misi. asas. dan ada norma yang diakui dan diikuti oleh mereka yang terlibat di dalamnya. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat dapat direncanakan dengan perencanaan yang matang. setiap organisasi mempunyai orang-orang yang memenuhi syarat untuk menduduki struktur organisasi tersebut. tidak pernah berhenti dari aktivitas. E.dipatuhi.

Pergantian Musim Seperti musim panas. dan musim semi (di daerah iklim sedang). b. Pergantian Siang dan Malam Berubahnya fenomena alam ini juga membawa pengaruh pada struktur aktivitas manusia.4 Banjir merupakan fenomena alam yang sifatnya mendadak dan temporer. dan seterusnya. Sumber: Tempo Gambar 3. Pergeseran Lintasan Semu Matahari Tahunan Pergeseran lintasan semi matahari tahunan ini akan membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat. Perubahan yang Sifatnya Mendadak atau Bersifat Temporer Beberapa contohnya adalah banjir. Perubahanperubahan lingkungan alam ini menyebabkan manusia harus melakukan penyesuaian terhadap perubahan-perubahan itu sendiri. arah angin. produksi tanaman tertentu yang juga akan berpengaruh terhadap tingkat pendapatan. sedangkan di Indonesia terjadi pergantian musim hujan dan kemarau. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 77 .1. musim gugur. yaitu aktivitas-aktivitas sosial budaya yang layak dilakukan pada siang hari dan malam hari. a. gunung meletus. dan curah hujan sehingga mengakibatkan perubahan pola tanam bagi kegiatan pertanian. musim dingin. dan pola konsumsi bagi sebagian besar umat manusia. tekanan. c. perubahan waktu. iklim. gempa bumi. Berubahnya fenomena alam ini telah membawa pengaruh perubahan terhadap produktivitas industri es. tanah longsor. antara lain perubahan musim dan iklim yang akan berakibat pada perubahan suhu. dan lain-lain. perubahan siang malam. d. Perubahan pola tanam ini juga turut membawa perubahan pada produktivitas. Perubahan Lingkungan Alam Perubahan lingkungan alam pada dasarnya bersumber dari rotasi dan revolusi bumi sehingga mengakibatkan suatu siklus pergantian seperti musim. Adapun contoh-contoh perubahan lingkungan alam adalah sebagai berikut.

rumah sakit. perbandingan antara pria dan wanita. perumahan. serta komposisi penduduk menurut tingkat pendidikan. busway. Berubahnya jumlah penduduk juga menuntut perubahan-perubahan fasilitas umum seperti jalan raya. Yang pasti bahwa berubahnya tingkat kepadatan penduduk akan sangat mempengaruhi berbagai pola aktivitas manusia. Misalnya. kantor pos. a. pendapatan. bank. Perubahan komposisi penduduk dapat berpengaruh terhadap perubahan-perubahan pola aktivitas manusia yang menyangkut produktivitas kerja. dan kulitas penduduk. munculnya perumahan kumuh. dan lain-lain. c. emigrasi. persebaran penduduk. Perubahan Situasi Kependudukan Melalui proses natalitas dan mortalitas. pendidikan. urbanisasi. Perubahan Tingkat Kepadatan Penduduk Kepadatan penduduk pada dasarnya adalah bilangan yang menyatakan berapa banyaknya penduduk pada tiap-tiap kawasan di muka bumi seluas 1 km2. Dorongandorongan tersebut antara lain sebagai berikut. dan lain-lain.Berubahnya fenomena alam menjadi penyebab berubahnya aktivitas manusia untuk melakukan evakuasi atau pemindahan lokasi tempat tinggal serta aktivitasaktivitas penyelamatan lainnya. dan lain-lain. Bentuk-bentuk perubahan situasi kependudukan ini antara lain terjadi pada jumlah penduduk. Perubahan Persebaran Penduduk Ada banyak dorongan mengapa orang mengalami perpindahan tempat. Kepadatan penduduk ini dapat berubah-ubah karena kelahiran dan kematian. situasi kependudukan bersifat sangat dinamis (artinya selalu berubah-ubah). Wujud perubahan-perubahan inilah yang merupakan dinamika kehidupan sosial budaya masyarakat. sekolah. Bencana-bencana alam ini juga dapat mengakibatkan kerugian-kerugian yang dapat mengubah tingkat pendapatan atau pun kekayaan banyak orang. 2. ruralisasi. kebijaksanaan three in one pada jalur-jalur tertentu. b. Berubahnya tingkat kepadatan penduduk akan merubah banyak hal seperti meningkatnya harga tanah. masalah kemacetan lalu lintas. dan lain-lain. munculnya rumah susun. serta fasilitas-fasilitas yang lain. komposisi penduduk. munculnya solusi jalan layang. volume ekspor barang dan jasa. d. 78 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Perubahan Komposisi Penduduk Komposisi penduduk adalah perbandingan-perbandingan antara kelompokkelompok penduduk. Perubahan Jumlah Penduduk Perubahan jumlah penduduk dapat memunculkan kebijaksanaan-kebijaksanaan oleh penguasa dalam mengatasi segala permasalahannya seperti masalah kesehatan. tingkat kepadatan penduduk. perbandingan antara kelompok produktif dan nonproduktif. juga karena adanya mobilitas seperti imigrasi. dan lain-lain.

angka pendapatan perkapita. mengakibatkan perubahan pola interaksi. dan lain-lain. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 79 . pertumbuhan investasi. percampuran kebudayaan. Dengan berubahnya kualitas penduduk secara sosiologis.Alasan Alasan Alasan Alasan Alasan perkawinan pendidikan mengadu nasib atau mencari pekerjaan keamanan tugas atau pekerjaan. Perubahan Nilai dan Sikap Nilai dan sikap yang dianut dalam diri seorang individu dapat mengalami pergeseran atau perubahan akibat situasi yang dinamis. dan lain-lain. Perubahan Kualitas Penduduk yang Menyangkut Kesehatan. masalah pendidikan. pejabat tinggi negara. tingkat pendapatan. pembauran ras. Dengan berubahnya struktur sosial. dan lain-lain. undang-undang. Berubahnya undang-undang dasar. akan mempengaruhi pola konsumsi. yaitu masalah penyesuaian diri. dan lain-lain. d. misalnya berubahnya personil presiden dan wakil presiden. dan Tingkat Pendapatan Kualitas penduduk adalah keadaan secara umum mengenai tingkat kesejahteraan dan tingkat peradaban suatu masyarakat. dan personil kabinet. berubahnya pola kerja yang akan berakibat memburuk atau membaiknya situasi umum dalam masyarakat. Berubahnya personil-personil pemangku status sosial mulai dari atas sampai ke bawah. pemerataan pendapatan. angka harapan hidup. proses sosialisasi. 3. baik yang menyangkut peraturan-peraturan maupun personil-personil akan menumbuhkan banyak perubahan atau dinamika sosial seperti berubahnya kebijaksanaan. Situasi yang berubah-ubah pula meliputi masalah keamanan. Pendidikan. Tinjauan ini dapat diindikasikan oleh data-data kesehatan. Contoh-contoh perubahan struktur sosial antara lain sebagai berikut. dan peraturan-peraturan pelaksanaannya. Dengan berpindahnya penduduk dari satu daerah ke daerah yang lain akan mewujudkan banyak perubahan-perubahan. Berubahnya struktur sosial. Perubahan Struktur Sosial Yang dimaksud dengan struktur sosial adalah keseluruhan dari bangunan konstruksi masyarakat yang menyangkut kedudukan dan peran dari tingkat atas hingga tingkatan bawah. peningkatan produktivitas kerja. 4. masalah kurs nilai mata uang. dan efektifitas kerja. tingkat kelahiran dan kematian. pendidikan. efisiensi. serta berubahnya personil-personil dari tiap-tiap kedudukan dan peran yang ada di dalam masyarakat.

dan lain-lain. Akibat dari gerakan sosial ini akan memunculkan pembaharuan tatanan kehidupan dalam masyarakat. Penemuan Baru (Invention dan Discovery) Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan manusia melakukan berbagai macam penelitian hingga menghasilkan sesuatu yang baru. Contoh-contoh perubahan nilai dan sikap antara lain sebagai berikut. misalnya adalah masalah pemerintahan. yaitu penemuan baru yang belum diterima oleh kalangan luas masyarakat dan belum diaplikasikan dalam bentuk penerapan teknologi. Gerakan sosial ini sering disebut revolusi sosial. Penemuan baru ini dapat berupa discovery dan invention. lembaga kemasyarakatan. yaitu perubahanperubahan yang berlangsung relatif cepat yang menyangkut bidang-bidang kehidupan yang sangat mendasar. dan lain-lain. Faktor Internal Yaitu faktor penyebab yang berasal dari dalam masyarakat sendiri. mulai dari bentuk negara. demonstrasi hingga berbentuk perang saudara atau suatu kudeta. Pandangan terhadap masa lampau menjadi berpandangan pada masa yang akan datang. Pola keluarga besar menjadi pola asuh keluarga kecil. masalah personil pejabat negara. dan lain-lain. masalah keadilan. lebih mementingkan pendidikan. Adapun penjabaran faktor-faktor internal dan eksternal yang menyebabkan perubahan dan dinamika sosial itu sebagai berikut. orang menjadi gemar menabung. yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat dan dari luar masyarakat itu sendiri. protes. Revolusi yang terjadi di suatu negara dapat mendorong terjadinya perubahan besar. aksi pemogokan. Tidak gemar menabung menjadi gemar menabung. Gerakan sosial ini dapat berupa tuntutan-tuntutan. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan dan dinamika sosial dalam masyarakat dapat juga diklasifikasikan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Adanya perubahan dalam nilai sentral (nilai yang paling dipedomani seseorang) akan mengakibatkan perubahan pola perilaku.masalah kesehatan. sangat berhati-hati karena keamanan memburuk. a. Hal-hal yang dapat menyebabkan munculnya perubahan-perubahan dan dinamika sosial yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri adalah sebagai berikut. Misalnya. Menganggap pendidikan tidak penting menjadi pendidikan sangat penting. dan seterusnya. sampai pada keluarga-keluarga yang mendiami negara tersebut. Discovery. 80 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Gerakan Sosial (Social Revolution) Gerakan sosial adalah akumulasi dari kehendak sebagian warga masyarakat untuk melakukan perubahan-perubahan yang bersifat fundamental dalam suatu masyarakat. masalah penegakan hukum.

dan menciptakan penemuan baru tersebut. nilai-nilai kebudayaan masyarakat. Adanya dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 81 . Untuk keberhasilan pelaksanaan pembangunan. Adanya perencanaan yang baik. dan nilai-nilai budaya masyarakat. baik alat maupun gagasan yang diciptakan seseorang. nyaman. menerima. yaitu iklim masyarakat yang aman. yaitu perencanaan yang sesuai dengan kemampuan. Selanjutnya GBHN ini akan diserahkan kepada Presiden selaku Mandataris MPR untuk dilaksanakan selama lima tahun ke depan. maka yang terjadi adalah hambatan-hambatan dalam setiap segi pelaksanaan pembangunan. kebutuhan. dan tertib sehingga semua program pembangunan dapat berjalan dengan lancar dan selamat. perencanaan pembangunan ini dirumuskan oleh MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) yang merupakan penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia dalam sebuah perencanaan yang disebut GBHN (Garisgaris Besar Haluan Negara). Invention. nilai-nilai kebutuhan. Perencanaan pembangunan yang baik adalah perencanaan pembangunan yang penyusunannya melibatkan partisipasi seluruh lapisan dan golongan sehingga akan sesuai dengan nilai-nilai kemampuan. Perencanaan Perubahan (Pembangunan) Pada masyarakat modern.Tetapi penemuan baru ini telah menunjukkan sesuatu kebenaran yang belum pernah ada yang diperoleh melalui suatu penelitian atau suatu penjelajahan. Invention ini seringkali akan mengakibatkan munculnya berbagai macam inovasi terutama di bidang teknologi. Kemudian. yaitu penemuan baru yang telah diterima oleh kalangan luas masyarakat dan telah diaplikasikan dalam bentuk teknologi baru yang bermanfaat bagi orang banyak. Adanya stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. Di Indonesia. maka yang buruk adalah perencanaan pembangunannya. Sebaliknya. Discovery dapat terwujud dalam bentuk penemuan unsur kebudayaan. Discovery akan menjadi invention apabila masyarakat sudah mengakui. Tanpa adanya dukungan. perubahan-perubahan yang diidealkan pada masa yang akan datang telah disusun dalam suatu perencanaan perubahan yang disebut pembangunan. suatu program pembangunan tidak akan tercapai meskipun ada perencanaan yang baik. pelaksanaan pembangunan yang baik adalah pelaksanaan pembangunan yang telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun tersebut. Apabila dalam suatu pelaksanaan pembangunan telah dilaksanakan persis seperti rencananya tetapi belum menunjukkan hal-hal yang baik seperti yang diinginkan. apabila situasi keamanan terganggu. diperlukan beberapa syaratsyarat sebagai berikut.

Dengan begitu. dan penetrasi kebudayaan. Bertambah atau berkurangnya penduduk. dan sewa tanah. generasi tua justru tidak begitu saja menerima unsur kebudayaan tersebut. Asimilasi Kebudayaan Yaitu proses percampuran dua kebudayaan atau lebih yang berlangsung sangat panjang dan akrab sehingga dapat membuat corak kebudayaan khasnya menjadi luntur sama sekali sehingga sulit untuk dikenali. percampuran-percampuran itu sungguh-sungguh 82 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Ciri-ciri akulturasi kebudayaan antara lain: corak kebudayaan setempat yang mengalami percampuran masih tampak sifat-sifat khasnya. b. Pertentangan antara generasi muda dengan generasi tua merupakan contoh pertentangan antara kelompok dengan kelompok. Berkurangnya penduduk karena perpindahan penduduk ke daerah lain juga menyebabkan kekosongan pada lapangan pekerjaan. proses percampuran kebudayaan berjalan secara damai dan sukarela. asimilasi. dan antara individu dengan individu. Hal ini juga menyebabkan perubahan dan dinamika sosial budaya. dalam hal ini adalah presiden hingga seluruh jajaran aparatur negara. Generasi muda lebih mudah menerima unsur-unsur kebudayaan baru. sistem bagi hasil. Pertentangan dalam masyarakat di antara individu dengan kelompok. Akulturasi Kebudayaan Yaitu proses bercampurnya dua kebudayaan atau lebih secara damai dan sukarela. serta proses percampuran kebudayaan ini merupakan percampuran antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan asing. proses percampuran ini lebih bersifat menyempurnakan.Adanya optimalisasi pencapaian pelaksanaan pembangunan oleh penguasa. antara lain: Pengaruh Kebudayaan Lain Melalui proses interaksi antarindividu maupun antarkelompok antara bangsa yang satu dan bangsa yang lain akan mengakibatkan akulturasi. Faktor eksternal Yaitu faktor penyebab perubahan yang berasal dari luar masyarakat. Hal ini mempengaruhi lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada. antara kelompok dengan kelompok. Pertambahan penduduk membuat masyarakat pun mulai mengenal hak milik seseorang atas tanah. Sebaliknya. terutama percampuran antara kebudayaan setempat dan kebudayaan asing yang bersifat melengkapi atau menyempurnakan. Proses asimilasi kebudayaan merupakan proses percampuran yang terbaik karena tidak ada unsur paksaan dan terjadi dalam suatu hubungan yang sangat harmonis. hal ini terlihat misalnya dalam hal pergaulan.

dikehendaki oleh semua pihak. terjadi pengikisan budaya lokal. misalnya dalam hal mata pencarian. Ia pun menyesuaikan dirinya dengan menjadi petani. dan banjir besar termasuk bencana yang tidak hanya ikut merubah lingkungan alam. Setiap perubahan sosial mesti terdapat pihak-pihak yang dirugikan dan pihak-pihak yang diuntungkan. Gempa bumi. Perubahan-perubahan lingkungan alam ini mendorong manusia untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian agar dapat bertahan hidup. atau melalui sistem religi atau agama dan kepercayaan. atau pun penjajahan. serta berikan contoh-contohnya! 2. penjajahan ekonomi. seseorang yang tinggal di daerah pantai meninggalkan daerahnya ke daerah pertanian karena bencana banjir. Ciri-ciri penetrasi kebudayaan antara lain: proses percampurannya melalui suatu pemaksaan. angin topan. Misalnya. Ciri-ciri asimilasi kebudayaan antara lain: proses percampurannya berlangsung dalam waktu yang sangat panjang. penindasan. meluasnya budaya masyarakat penjajah. Penetrasi Kebudayaan Yaitu proses percampuran dua kebudayaan atau lebih. Penetrasi budaya ini terjadi dari budaya masyarakat yang kuat kepada budaya masyarakat yang lemah. Perubahan yang direncanakan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat. tetapi juga melahirkan perubahan-perubahan dalam masyarakat. Berikan dua buah contoh bahwa perubahan sosial dalam masyarakat terjadi akibat perubahan nilai dan sikap! Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 83 . Pengaruh Lingkungan Alam Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa alam senantiasa mengalami perubahan-perubahan dalam bentuk siklus yang teratur maupun siklus yang tidak teratur. dan sifat-sifat khas dari budaya setempat menjadi luntur bahkan hilang sama sekali hingga sangat sulit untuk dikenali. Jelaskan bagaimana solusinya! 3. wilayahnya saling berdekatan. tetapi melalui pemaksaan. Jelaskan bagaimana membuat perencanaan perubahan yang baik! 4. 1. hubungannya sangat akrab atau intim. dan corak kebudayaan khas menjadi luntur sehingga membentuk corak budaya yang baru yang merupakan perpaduan dari hasil percampuran tersebut. Jelaskan bagaimana pengaruh lingkungan alam terhadap perubahan sosial dan budaya. Tipe-tipe penetrasi budaya dapat berlangsung melalui penjajahan fisik.

distribusi tenaga kerja. sangat diperlukan peranan orang tua dalam rangka membentuk generasi muda yang memahami norma-norma kesusilaan. dan dasar-dasar dari norma agama. budi pekerti. Peperangan dengan negara lain juga dapat menyebabkan perubahan. Oleh karena itu.5 Kerja sama diperlukan untuk mencapai tujuan bersama. Dalam interaksi yang dilakukannya. Di sisi lain. pengiriman bahan baku. kesopanan. individu akan memahami norma-norma sosial sekaligus dapat mematuhinya. di mana seringkali negara yang menang akan memaksakan kebudayaannya terhadap negara yang kalah. Peperangan ini sering kali akan memunculkan implikasi yang negatif.Peperangan Yang dimaksud dengan peperangan adalah konflik atau pertikaian antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain di luar batas-batas negara. INTERAKSI SOSIAL DAN KETERATURAN SOSIAL Dalam membangun terciptanya keteraturan sosial dalam dinamika kehidupan sosial. dan lain-lain sehingga akan menimbulkan perubahanperubahan yang lebih bersifat destruktif. interaksi sosial merupakan sarana yang sangat fundamental untuk membentuk karakter dan perilaku setiap individu. sekolah merupakan media kedua yang sangat strategis untuk menyelenggarakan interaksi sosial yang terarah dan untuk menciptakan warga masyarakat yang berkualitas secara intelektual. 84 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Kerja sama inilah yang mendorong terbentuknya suatu sistem norma sosial yang baku dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Interaksi sosial terjadi pertama kali dalam lingkungan keluarga dan kerabat. misalnya macetnya proses pemasaran. F. manusia akan melakukan kerja sama. proses kerja sama. Sumber: Indonesia Indah Gambar 3. Terjadinya kerja sama antara individu-individu atau antara kelompok-kelompok dalam interaksi sosial merupakan bentuk adanya keteraturan sosial dalam masyarakat. Dalam interaksi yang dilakukan.

Artinya. budaya. jika ada keteraturan sosial dalam masyarakat. Keteraturan sosial di dalam masyarakat tidak akan terjadi dengan sendirinya. bahasa. diperlukan adanya keteraturan sosial. Dengan sendirinya.Interaksi sosial merupakan bentuk umum dari proses sosial. Kemajemukan ini pasti akan mendorong pula terjadinya keragaman dalam interaksi sosial. karena keteraturan sosial dapat menjamin semua kepentingan. interaksi yang kita hasilkan pun akan mengarah pada kerja sama dan berlangsung positif. Proses sosial sendiri muncul karena adanya hubungan-hubungan yang terjadi di antara manusia yang bersifat dinamis. baik individu maupun kelompok. Coba amatilah perilaku sosial dari seluruh komponen sekolah dan buatlah deskripsinya secara ringkas! 2. keteraturan sosial di tengah keragaman masyarakat pun akan tercipta. interaksi sosial bagi seorang anak sangat penting dalam membentuk karakter sosial yang baik dan mampu menghasilkan calon-calon warga masyarakat yang baik. hubungan sosial yang muncul pun akan bersifat dinamis di mana ada timbal balik dan saling mempengaruhi dalam hubungan tersebut. hal tersebut harus diciptakan oleh masing-masing individu yang hidup dalam masyarakat. dan adat istiadatnya. Keteraturan sosial menjadi idaman semua orang. Interaksi sosial yang berlansung positif akan mengarah pada kerja sama. Kepentingankepentingan tersebut dapat terpenuhi secara wajar tanpa adanya konflik dengan pihak lain. Seperti kita ketahui bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk dalam hal suku. Sebagai individu. kita pun sebagai anggota masyarakat harus mematuhi norma-norma yang berlaku dan saling menghormati satu sama lain. Ketika kita sudah memahami dan mematuhi nilai dan norma yang berlaku. Oleh karena itu. Bagaimana menciptakan keteraturan sosial di lingkungan sekolahmu? 3. kita pun harus dapat menciptakan keteraturan sosial di tengah-tengah keragaman tersebut. sebaliknya jika berlangsung negatif akan mendatangkan konflik. Untuk mewujudkan keteraturan sosial. Agar interaksi sosial berlangsung positif. agama. 1. Menurutmu komponen-komponen apakah yang perlu dibenahi dan bagaimana solusinya? Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 85 .

baik aparat keamanan (tentara dan kepolisian) maupun semua warga masyarakat sebagai komponen bangsa. diperlukan perhatian dari semua pihak. Untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban di dalam masyarakat. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. yaitu membentuk suatu geng yang mengarah pada akumulasi tenaga Sosiologi SMA/MA Kelas X . Dalam konteks ini peranan aparat keamanan lebih strategis dan lebih penting daripada peranan rakyat biasa sebagai warga masyarakat. anak-anak membentuk suatu kelompok-kelompok bermain dengan ekses negatif. Bagaimana solusi menciptakan kamtibmas di lingkungan kalian? MENGELIMINIR BUDAYA TAWURAN P 86 ada pergaulan remaja terutama di lingkungan sekolah.MEWUJUDKAN KAMTIBMAS DALAM MASYARAKAT K eamanan dan ketertiban merupakan sesuatu yang sangat mahal harganya yang dapat mempengaruhi kelancaran proses interaksi antarwarga masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya. Setujukah kalian dengan pendapat pada alinea terakhir bacaan di atas? Jelaskan disertai dengan data-data pendukung! 2. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Terwujudnya keamanan dan ketertiban akan menjamin kelancaran roda pemerintahan dan terciptanya stabilitas nasional yang mantap. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2.

Keadaan ini telah mendorong secara naluriah bagi tiap-tiap individu untuk bekerja sama dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya.fisik untuk mempertahankan kepentingan kelompoknya. maka terjadi perkelahian di antara kedua geng tersebut. mata pencariannya. Tetapi seringkali muncul sebagai kelompok-kelompok fisik yang cenderung mengembangkan budaya tawuran dengan kelompok yang lain. Bagaimana cara-cara untuk mencegah terjadinya tawuran? INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Setiap masyarakat terdiri dari individu-individu yang bersifat heterogen. serta budaya-budaya baru yang diperoleh dari orang lain atau dari masyarakat yang lain. setiap orang dalam masyarakat akan mendapatkan pengetahuan. Bagaimana pendapat kamu tentang kerugian akibat adanya tawuran? 2. Mengapa justru budaya tawuran sangat rentan pada anak-anak usia remaja? 3. Proses inilah yang dimaksud dengan proses perubahan sosial dan budaya yang dalam kurun waktu yang panjang disebut dinamika sosial budaya. Tindakan ini di satu sisi memang menjadi sarana pergaulan untuk menyerap pengetahuan dan keterampilan dari satu pihak kepihak yang lain. Pertanyaan: 1. dan sebagainya. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 87 . baik antaranggota masyarakat dalam suatu masyarakat atau pun antarmasyarakat yang berbeda struktur budayanya. nilai-nilai. Proses pemenuhan kebutuhan ini dilakukan melalui interaksi sosial yang berlangsung terus-menerus. perumahannya. Ada kalanya kelompok yang satu bertemu dengan kelompok yang lain dan timbul masalah yang sifatnya relatif sepele. artinya masing-masing individu mempunyai latar belakang sosial ekonomi yang sangat berbeda-beda. Kejadian ini sering kali dilakukan setelah usai sekolah atau bahkan meninggalkan jam pelajaran untuk berkelahi dengan kelompok yang lain. Proses ini telah mendorong orang untuk memperbaiki atau merevisi hidupnya termasuk kebudayaannya seperti pola pikirnya. Sebagai hasil proses interaksi sosial.

yaitu seperasaan. Mengapa perubahan sosial budaya suatu bangsa perlu direncanakan secara saksama dalam waktu sebelumnya? Jelaskan alasanmu! 1. baik dalam satu masyarakat atau pun antarmasyarakat? 5. dan sepenanggungan yang muncul di dalam 88 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Dinamika sosial dapat berupa perubahan-perubahan yang positif maupun yang negatif. Sebutkan bentuk-bentuk kerja sama seperti apa yang kamu alami ketika kamu masih anak-anak? 4. Di dalam dinamika sosial. Bagaimana peranan norma dan nilai dalam proses interaksi sosial? 2. seluruh elemen masyarakat beserta dengan perangkat-perangkatnya saling berinteraksi dan mempengaruhi sehingga mewujudkan suatu gerak dari keseluruhan komponen yang ada di dalam masyarakat. Interaksi sosial merupakan komponen yang paling dasar dalam mewujudkan suatu dinamika sosial dan budaya di dalam masyarakat. senasib. dan hubungan antara kelompok individu dengan kelompok individu. akan terjadi proses pemindahan nilai-nilai pengetahuan dan keterampilanketerampilan dari pihak yang satu kepada pihak yang lain sehingga menimbulkan perubahan-perubahan. individu dengan kelompok individu. 4. Dinamika sosial pada hakikatnya merupakan keseluruhan perubahan dari seluruh komponen masyarakat dari waktu ke waktu. 3.Pertanyaan: 1. Dengan terbentuknya suatu masyarakat. Faktor-faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial Sugesti Simpati Imitasi Motivasi Identifikasi Empati 5. Jelaskan bagaimana kaitan antara interaksi sosial dan dinamika sosial budaya? 3. 2. Apa sajakah yang dapat diperoleh bagi seseorang melalui proses interaksi sosial dengan individu yang lain. maka terbentuk pula community sentiment. Dengan interaksi sosial. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dengan individu.

Dengan community sentiment ini. persepsi atau tujuan. dan misi. persamaan senasib. Terbentuknya organisasi diawali oleh persekutuan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan bekerja sama. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 89 . 6. Faktor eksternal Pengaruh kebudayaan lain Pengaruh lingkungan alam Peperangan 11. suatu kerumunan dapat dikatakan telah menjadi kelompok. kehidupan bersama dalam masyarakat akan terbangun dengan kokoh. Proses terbentuknya kelompok. Selain itu. Ada hubungan timbal balik antara interaksi sosial dan keteraturan sosial. Interaksi sosial yang mengarah pada kerja sama dengan sendirinya akan menciptakan keteraturan sosial.hati setiap warga masyarakat. visi. Jika di dalamnya telah tumbuh ikatan persamaan kepentingan. Kelompok diawali degnan orang-orang yang berkerumun dan berinteraksi. Kerja sama ini dapat didasari oleh adanya persamaan profesi. Faktor-faktor penyebab perubahan dan dinamika sosial Perubahan lingkungan alam Perubahan situasi kependudukan Perubahan struktur sosial Perubahan nilai dan sikap Selain faktor-faktor di atas. a. perubahan dan dinamika sosial juga disebabkan oleh dua faktor. kepentingan. Hubungan antarstatus Hubungan kekeluargaan Hubungan antarkepentingan Hubungan persahabatan 7. Proses pembentukan lembaga sosial dalam perkembangan keteraturan sosial tertib sosial keajegan order pola perilaku 8. 10. dibentuklah lembaga-lembaga sosial yang mengurus kebutuhan mendasar dari setiap warga masyarakat. Untuk mewujudkan kehidupan di masa depan yang lebih baik. Proses terbentuknya organisasi sosial. Faktor internal Gerakan sosial (sosial revolution) Penemuan baru (invention dan discovery) Perencanaan perubahan pembangunan b. dalam kelompok tersebut telah terjadi hubungan timbal balik dan ada norma-norma yang dipatuhi oleh masingmasing anggota. yaitu faktor internal dan faktor eksternal. 9.

. sosialisasi D. ascribed status E. coercion B. salah satu bentuk proses yang disosiatif antara lain . . ada tindakan dan norma sosial E. asimilasi 5. A. . kompetisi E. ada tujuan yang hendak dicapai dan simbol D. Status sosial dapat mempengaruhi pola interaksi sosial. A. B. . kompetisi B. akulturasi C. . imitasi B. akomodasi C. dalam proses sosial tersebut seseorang yang cenderung menanggapi anjuran tertentu dari pihak lain tanpa berpikir panjang pada individu penerima disebut . . Interaksi sosial dapat berlangsung bilamana memenuhi syarat antara lain . sugesti 4. achieved status 3. assigned status B. . ada pelaku dan tata nilai 2. C. . Salah satu bentuk proses sosial asosiatif antara lain kerja sama. akulturasi . tipe status D. identifikasi D. asimilasi 90 Sosiologi SMA/MA Kelas X D. akomodasi E. A. . sosial status C. empati E. A. ada pelaku dan dimensi waktu C. . misalnya gelar ningrat yang dapat disebut dengan . Interaksi sosial dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. . Interaksi sosial dapat dinamakan proses sosial. . . A.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. D atau E! 1. . adapun contoh bentuk kerja sama antara lain . . simpati C. status sosial dapat diperoleh melalui faktor keturunan atau kelahiran. ada kontak sosial dan komunikasi B.

1. . . 1. rasional C. 1. terisolasinya golongan tertentu Pernyataan di atas yang benar adalah . 4. . nilai vital Uraian di atas. nilai ekonomi. dan 5 B. A. Tingkah laku Budi tersebut merupakan contoh tindakan sosial . salah satu faktorfaktor yang dapat mempengaruhi antara lain . dapat ditularkan 4. nilai religius. 1 dan 2 D.6. 4. 1. 4. . dan 3 D. . nilai watak 2. 3. . tradisional B. perbedaan ekstrem latar belakang budaya 5. 4 dan 5 B. nilai keindahan 4. . dan 4 E. kesempatan di bidang ekonomi yang seimbang 3. Macam-macam nilai sosial: 1. dan 5 B. 3. 2. dan 3 D. yang termasuk nilai sosial menurut Prof. mempunyai pengaruh yang berbeda Pernyataan di atas yang merupakan ciri-ciri nilai sosial adalah . terbentuk melalui proses belajar 5. 2. 1. dan 5 C. . 2. Notonegoro adalah . Perhatikan pernyataan di bawah ini! 1. sebagai petunjuk arah dan pemersatu 2. nilai material. Budi selalu bersikap sopan. dan 5 C. 2 dan 3 E. nilai kebaikan 3. Suatu proses sosial asimilasi dapat berjalan dengan lancar. dan 5 8. nilai kejasmanian. . dan 4 7. 3. toleransi di antara mereka 4. dan patuh kepada kedua orang tuanya. dan 4 E. 5 dan 1 C. . merupakan alat pendorong dan pemersatu 3. Dr. 1. . persamaan unsur-unsur kebudayaan 2. . hormat. A. . afektif E. A. 2. 2. nilai kebenaran. . 2. 3. nilai intelektual 5. irasional D. 1. instrumental Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 91 . . 3 dan 4 9. A. 2.

ras dan keturunan E. folkways 14. 4. 3. norma-norma sosial beserta sanksi-sanksi bagi yang melanggar C. 2.10. pranata sosial B. A. . keteraturan sosial dapat terbentuk dikarenakan adanya . kepribadian dan sikap D. waktu dan tempat B. 1. 3. . kondisi masyarakat yang mau menerima norma-norma sosial 15. dan 4 B. 2. Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu. A. perselisihan dengan cara yang kasar Dari contoh interaksi sosial di atas. Dalam suatu kehidupan masyarakat. persaingan tidak sehat mencapai prestasi terbaik 4. . . 1. Dalam kehidupan masyarakat terdapat perbedaan tentang nilai-nilai yang mereka anut disebabkan adanya perbedaan-perbedaan. penerima C. . yang bersifat disosiatif adalah . komunikasi E. . 92 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Suatu sistem norma yang mengatur segala tindakan manusia dalam memenuhi kebutuhan pokoknya dalam hidup bermasyarakat disebut . ketaatan masyarakat terhadap norma sosial yang berlaku E. kerja sama membangun perusahaan 2. antara kelompok dengan kelompok. . . . 2. Faktor penyebab terjadinya perbedaan nilai yang menjadi orientasi tindakan individu dalam masyarakat adalah . Faktor yang mempengaruhi terjadinya interaksi sosial adalah . penyebaran rasa benci untuk menjatuhkan orang lain 5. A. . sumber 13. . dan 3 C. kontak D. . sistem nilai yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat D. 4. antara lain . dan 5 11. norma sosial E. latar belakang pendidikan 12. dan kelompok dengan individu. sistem sosial D. 2. . . dan 5 E. keselarasan antara interaksi dengan norma dan nilai sosial yang berlaku B. custom C. imitasi B. . . A. pengaturan kegiatan bersama dengan baik 3. . tempat dan kebudayaan C. . A. dan 5 D. Perhatikan contoh bentuk-bentuk interaksi sosial berikut! 1.

kelas sosial Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 93 . lingkungan. . struktur sosial E. norma-norma sosial tersebut diterima secara mantap C. proses sosial. motivasi. perencanaan tata nilai. dan anggota masyarakat seluruhnya E. kerja sama 19. A. . disosiatif D. Masyarakat dapat dinyatakan telah mencapai kondisi tertib. norma sosial. A. . . . sebagian besar masyarakat menerima norma tersebut B. C. tujuan. proses sosial C. adapun salah satu cirinya . individu. . A. Keteraturan sosial merupakan hubungan selaras antara . A. sosialisasi dan komunikasi antarindividu dalam kelompok C. . asosiatif E. dan interaksi anggota masyarakat D. A. fasilitas kondisi lingkungan. kebiasaan kebiasaan. Suatu kondisi masyarakat yang teratur di mana sistem norma dan nilai-nilai sosial yang berkembang diakui dan dipatuhi seluruh anggota masyarakat sehingga berbentuk pembagian kerja dan pranata sosial dalam setiap individu atau kelompok disebut . kemampuan. . keinginan. . pengalaman. struktur sosial. kemampuan pengetahuan. kompetisi B.A. kemauan. pola D. kepribadian. Interaksi sosial merupakan dasar dari terjadinya . . Proses yang cenderung bersatu dan meningkatkan solidaritas anggota-anggota kelompok merupakan bentuk proses . . B. dan nilai yang berlaku dalam masyarakat 20. norma dan tata tertib yang berlaku dalam masyarakat B. status sosial B. harapan. norma-norma sosial tersebut mempunyai sanksi-sanksi E. . akomodasi C. tertib sosial E. sistem sosial D. E. . order B. tata nilai 16. kebudayaan. tujuan. interaksi sosial. D. keajegan C. kelompok. terdapat suatu sistem nilai dan norma yang jelas 18. keteraturan sosial 17. . adanya tata nilai tertentu yang dipakai oleh masyarakat D. .

Apa yang dimaksud dengan penetrasi kebudayaan? 8. Apa yang dimaksud keteraturan sosial? 9. Karakteristik apa saja yang menandai adanya hubungan antarstatus? 4.Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Mengapa berubahnya lingkungan alam dapat menyebabkan perubahan dan dinamika sosial? 5. Sebutkan bentuk-bentuk dari perubahan situasi kependudukan! 6. Bagaimana upaya menciptakan keteraturan sosial di dalam masyarakat? 10. Apa yang dimaksud dengan struktur sosial? 7. Jelaskan proses terbentuknya suatu lembaga! 2. Apa sumbangan dari adanya keteraturan sosial terhadap pembangunan bangsa? jelaskan! 94 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Sebutkan faktor-faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial! 3.

dan tanggung jawab yang tampak sehari-hari. Mendeskripsikan hubungan sosialisasi dengan kepribadian. Bersamaan dengan proses sosialisasi berlangsung pula proses pembentukan kepribadian individu. Sebagaimana kita ketahui bahwa kepribadian merupakan gambaran umum yang menyeluruh dari perilaku yang khas yang dimiliki seseorang. pengendalian emosi. kepribadian terbentuk secara stabil yang dapat terlihat melalui perilaku-perilaku yang khas. Kepribadian terbentuk dari perpaduan antara faktor intern yang berupa warisan biologis dan faktor ekstern yang berupa pengaruh-pengaruh dari lingkungan di luar diri individu. prakarsa.SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan sosialisasi dan pembentukan kepribadian. Sumber: Koleksi Editor P roses sosialisasi pada dasarnya merupakan proses belajar berinteraksi yang dilakukan oleh seorang individu di tengahtengah masyarakat dalam rangka menyesuaikan diri dengan tata pergaulan dalam masyarakat. Kepribadian bersifat abstrak yang perwujudannya dapat dilihat melalui beberapa aspek yang ada pada tiap-tiap individu seperti perangai. Menghubungkan pembentukan kepribadian dengan kebudayaan. Bagaimanakah sosiologi yang kamu jalankan mempengaruhi kepribadianmu? Coba ikuti bab berikut ini. Melalui proses sosialisasi. kegemaran. kerja sama. Setelah individu mencapai usia dewasa. struktur budaya. termasuk sistem nilai dan norma yang dipedomani oleh warga masyarakat. seseorang akan mendapatkan pengetahuan-pengetahuan tentang struktur masyarakat. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 95 .

Play Group. Lingkungan Pendidikan. Media Massa Sifat-sifat Khas Kepribadian Otoriter Peralihan Normatif 96 Sosiologi SMA/MA Kelas X .Sosialisasi Primer Sosialisasi Sekunder Ciri-ciri Fisik Tingkat Intelegensi Warisan Biologis Bakat-bakat Seni Proses Sosialisasi Media Sosialisasi Keluarga.

perbedaan nilai dan norma dalam penerapan pengaturan tertib sosial dalam masyarakat adalah sebagai berikut. Perbedaan Nilai dan Norma Sosial Secara mendasar. perintah-perintah. Sistem inilah yang disebut tata nilai. Sistem nilai dan norma tumbuh dan berkembang melalui proses yang relatif panjang dan terseleksi sehingga norma dan nilai merupakan segala sesuatu yang dianggap baik dan benar dan dijadikan pedoman untuk menyatakan benar atau tidaknya suatu perbuatan yang dilakukan orang di tengah-tengah masyarakat. Terbentuk setelah adanya nilai. Tidak tertulis 5. PERANAN NILAI DAN NORMA SOSIAL DALAM PROSES SOSIALISASI Tiap-tiap masyarakat mempunyai sistem nilai dan norma yang berbeda-beda. Mempunyai fungsi sebagai pedoman perilaku warga masyarakat Norma Sosial 1. norma-norma sosial dibentuk dengan isi. Bisa tertulis. bisa tidak tertulis 5. nilai dan norma seperti dikatakan mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses sosialisasi yang dilakukan oleh seorang individu. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 97 . dan larangan-larangan. Penjelasan secara lengkap mengenai nilai sosial dan norma sosial termasuk peranannya secara detail akan dijabarkan pada uraian berikut ini. Nilai Sosial 1. Agar nilai-nilai sosial ini dapat dilaksanakan oleh warga. Terbentuk lebih dulu daripada norma 2. Telah dilengkapi dengan sanksi 4.A. 1. norma dibuat untuk melaksanakan nilai 2. Berdasarkan uraian tersebut. Mempunyai fungsi mengatur dan membatasi perilaku warga masyarakat a. Bersifat abstrak (samar-samar) 3. Bersifat konkret (nyata. dan tegas) 3. Selanjutnya tata nilai ini akan diaktualisasikan dalam bentuk norma-norma sosial yang lebih bersifat eksplisit dan dilengkapi dengan sanksi. Belum dilengkapi sanksi 4. jelas. Nilai Sosial Setiap masyarakat mempunyai sistem tata kelakuan dan hubungan sendiri-sendiri. Nilai-nilai sosial ini merupakan aktualisasi dari kehendak masyarakat mengenai segala sesuatu yang dianggap benar dan baik.

benar. Menurut Soleman (1990:63). nilai juga bisa berbeda-beda antara masyarakat yang satu dengan lainnya. sikap lahiriah yang sopan. Pengertian tersebut dipertegas oleh Polak (1985:30). hukum. yang mengatakan bahwa nilai atau values dimaksudkan sebagai ukuran-ukuran. suatu masyarakat menjunjung tinggi anggapan tentang waktu adalah uang dan kerja keras. Young. kepada apa yang seharusnya ada. dan orang perorangan.Pengertian Nilai Sosial Pada dasarnya. adil. atau diperhatikan. dan berguna berdasarkan ukuran yang berlaku dalam masyarakat. dan lain-lain. penting. Setelah nilai sosial terseleksi dan berupa sesuatu yang telah dinyatakan benar dan baik. tawakal. rajin. dan keyakinan-keyakinan yang dianut oleh orang banyak dalam lingkungan suatu kebudayaan tertentu mengenai apa yang benar. dan baik untuk dikerjakan. Contoh-contoh nilai antara lain jujur. luhur. dan apa yang seharusnya tidak ada. hemat. beriman. serta dianggap benar dan penting oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat. Dengan demikian. Ada masyarakat yang amat mementingkan bentuk. pantas. patokan-patokan. bersahaja. dicita-citakan. dilaksanakan. dapat dikatakan nilai adalah hasil penilaian atau pertimbangan moral. Nilai sosial sendiri adalah penghargaan yang diberikan masyarakat kepada segala bentuk sesuatu yang baik. sedangkan di masyarakat lain menganggap kedua hal tersebut “tidak penting” atau dianggap sebagai gejala materialisme. Seperti halnya norma. mengatakan bahwa “Nilai-nilai juga memberikan perasaan identitas masyarakat dan menentukan seperangkat tujuan yang hendak dicapai”. Masih banyak pendapat-pendapat mengenai nilai sosial antara lain yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh berikut ini. ide. merumuskan bahwa nilai sosial adalah asumsi-asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang benar dan apa yang penting. Masyarakat Indonesia sendiri pada umumnya menilai pentingnya “gotong royong” dan “hubungan kekerabatan”. Nilai sosial secara umum dapat dinyatakan sebagai keyakinan relatif kepada yang baik dan buruk. melihat nilai sosial sebagai kesadaran yang berlangsung secara relatif dan disertai emosi terhadap objek. nilai sosial adalah segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-citakan oleh warga masyarakat. sholeh dan sholehah. kita sudah mempunyai gambaran bahwa nilai adalah sesuatu yang baik yang selalu diinginkan. Green. pantas dan mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan dan kebaikan hidup bersama. dan tutur kata yang ramah. Misalnya. 98 Sosiologi SMA/MA Kelas X . anggapan-anggapan. nilai juga bisa diartikan sebagai sesuatu (tindakan) yang dianggap baik. Dilihat dari sudut perilaku masyarakat. yang benar dan salah.

yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari. nilai dapat dibagi menjadi tiga bagian. Merupakan hasil seleksi dari berbagai macam aspek kehidupan di dalam masyarakat. budi). Nilai vital adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan kegiatan atau aktivitasnya. Notonegoro. Nilai kebaikan atau nilai moral yang bersumber pada unsur kehendak/ keamanan (karsa. Nilai kerohanian dapat dibedakan menjadi empat macam. Nilai religius yang merupakan nilai ketuhanan. rasio. Dikatakan “daya guna fungsional” karena setiap obyek dihargai menurut fungsinya dalam struktur dan sistem masyarakat yang bersangkutan. etik). Nilai kerohanian adalah segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. tolok ukur nilai ini tidaklah jauh berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain. Nilai religius ini bersumber pada kepercayaan/keyakinan manusia. kerohanian yang tertinggi dan mutlak. Dapat disebarluaskan melalui pergaulan.Woods. Nilai keindahan yang bersumber pada unsur rasa manusia (estetika). baik positif maupun negatif. Tolok ukur yang dipakai memberi nilai (penghargaan) tertentu. Tetapi secara universal. menyatakan bahwa nilai sosial merupakan petunjuk-petunjuk umum yang telah berlangsung lama. penghargaan yang diberikan berbeda-beda tergantung pada besar kecilnya fungsi. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 99 . Terbentuk dari hasil interaksi sosial antarwarga masyarakat. yaitu daya guna fungsional yang dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Nilai kebenaran (kenyataan) yang bersumber dari akal manusia (cipta. Terbentuk melalui proses belajar. yaitu sebagai berikut. yaitu sebagai berikut. Jenis-jenis Nilai Sosial Menurut Prof. Jadi. DR. Merupakan faktor pembentuk pribadi seseorang. Tolok Ukur Nilai Sosial Setiap nilai sosial pada suatu masyarakat mempunyai tolok ukur yang berbeda-beda. Nilai material adalah segala benda yang berguna bagi jasmani manusia. Berbeda-beda antara kebudayaan yang satu dengan yang lain. Dapat mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap setiap orang dalam masyarakat. Ciri-ciri Nilai Sosial Secara universal nilai sosial mempunyai karakteristik sebagai berikut.

serta norma hukum. bahwa manusia adalah makhluk sosial (Zoon Politicon). Meskipun keempatnya mempunyai bidang pengaturan yang berbeda-beda. Sumber: Tempo. 100 Sosiologi SMA/MA Kelas X . 16 Juni 2002 Gambar 4.1 Pencemaran lingkungan oleh suatu perusahaan melalui pembuangan limbah sembarangan dapat merugikan ekosistem sekitarnya sehingga perusahaan tersebut dapat dijerat dengan norma hukum. Norma sosial ini meliputi norma agama. tetapi terdapat banyak persamaan yang berupa moralitas yang bersifat universal (umum). Norma Sosial Untuk mewujudkan nilai-nilai sosial yang telah diyakini kebenarannya. diperlukan suatu peraturan untuk menjamin terlaksananya nilai-nilai sosial tersebut dalam bentuk norma sosial. Secara kodrati seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles. norma kesusilaan dan kesopanan.b. baik yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif. Dalam berinteraksi inilah terjadi berbagai macam pengaruh. baik tertulis maupun tidak tertulis yang ada dan berlaku di dalam masyarakat untuk mengatur hubungan dan pengaruh timbal balik antaranggota masyarakat dalam melakukan aktivitas sosialnya. norma adat dan kebiasaan. yang mengadakan hubungan timbal balik/berinteraksi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan untuk kelangsungan hidupnya. Norma sosial dibuat berisi perintah dan larangan yang dilengkapi dengan sanksi dengan maksud agar dapat dipatuhi sehingga warga masyarakat dapat berperilaku secara baik sebagaimana nilai-nilai yang ada. Pengertian Norma Sosial Yang dimaksud norma sosial adalah semua bentuk ketentuan.

Contoh: orang memakai topi secara benar. norma merupakan kriteria bagi orang lain untuk mendukung atau menolak perilaku seseorang. Pada hakikatnya. sehingga mereka dijauhi oleh masyarakat di lingkungannya. dahulu seorang perantara tidak diberi keuntungan. dalam soal jual beli. Kebiasaan adalah perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama. ejekan. Pada mulanya. kiri atau di belakang. dapat dirumuskan bahwa norma merupakan petunjuk hidup bermasyarakat yang berisi perintah atau larangan demi tercapainya ketertiban dan kedamaian. sekarang seorang perantara harus mendapat bagiannya. Bila ada yang memakainya tidak seperti kelaziman. tetapi lama kelamaan norma itu dibuat secara wajar. seseorang tidak dapat bertindak semaunya sendiri dalam kehidupan bermasyarakat. Berdasarkan uraian tersebut. tidak di samping kanan. cemoohan. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 101 . norma-norma itu terbentuk secara tidak sengaja. Dengan adanya norma. dan sebagainya. Norma ini mempunyai daya ikat yang sangat lemah di antara norma-norma lainnya. Misalnya. Kebiasaan (Folkways) Folkways adalah norma yang mempunyai kekuatan mengikat lebih tinggi daripada usage. dahulu berbentuk lisan sekarang harus berbentuk tulisan.Dilihat dari aspek penyelamatan dan menjaga kelangsungan hidup masyarakat. Cara (usage) lebih menonjol di dalam hubungan antara individu. Norma memungkinkan seseorang untuk menentukan terlebih dahulu bagaimana tindakannya itu akan dinilai oleh orang lain. Dalam soal perjanjian. norma-norma tersebut merupakan petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan bertingkah laku di dalam pergaulan hidup. Daya Ikat Norma Dalam proses tumbuh dan berkembangnya. sinisme. Adapun tahapan-tahapan proses terbentuknya norma sosial sesuai dengan tingkatan daya mengikatnya adalah sebagai berikut. Tetapi ketentuan ini belum memiliki daya ikat yang kuat karena seolah-olah tidak ada sanksinya. tetapi sekadar celaan. yang ada hanya berupa teguran agar dipakai dengan benar. Sesuatu yang diulang-ulang memberikan bukti bahwa perbuatan itu dianggap baik. Pada kondisi seperti ini. usage menunjuk kepada suatu bentuk perbuatan. Suatu penyimpangan terhadap usage tidak akan mengakibatkan hukuman yang berat. manusia menciptakan norma-norma atau kaidah-kaidah yang berfungsi melindungi diri dari kekuatan-kekuatan destruktif. lidah topi berada di depan. suatu norma sosial mempunyai tahapan-tahapan dengan daya ikat yang berbeda-beda. Cara (Usage) Pada hakikatnya.

Contoh: apabila memasuki rumah orang lain sebaiknya permisi dulu dengan mengetuk pintu atau memberi salam seperti “assalamu‘alaikum”. serta memiliki kekuatan yang mengikat. Jadi. tata kelakuan atau mores mencerminkan sifat-sifat yang hidup dari kelompok manusia yang dilaksanakan sebagai alat pengawas. Jenis-jenis Norma Berlakunya suatu norma dalam masyarakat dapat berlangsung dalam lingkungan pergaulan yang formal seperti dalam tata pemerintahan atau dalam suasana nonformal seperti yang berada dalam lingkungan keluarga. Adat Istiadat (custom) Apabila suatu kelakuan telah menyatu dengan struktur budaya setempat. 102 Sosiologi SMA/MA Kelas X . kerabat. barulah hal tersebut dilaksanakan. Kebiasaan ini juga belum mempunyai daya ikat yang relatif kuat karena memasuki rumah teman atau saudara kandung kadang-kadang tidak perlu melakukan itu dan tidak akan dipersalahkan. tata kelakuan merupakan alat agar para anggota masyarakat menyesuaikan perbuatan-perbuatannya dengan tata kelakuan tersebut. adat istiadat atau custom adalah suatu tata kelakuan yang sakral dan kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat. Pelanggaran terhadap adat istiadat akan dikenakan sanksi yang keras. Apabila tidak melalui prosedur itu. secara sadar atau tidak sadar oleh masyarakat terhadap anggota-anggotanya. Tata kelakuan tersebut memaksakan satu perbuatan yang lain. Norma terbagi menjadi dua kelompok. seorang individu akan dicemooh atau dihina oleh warga masyarakat karena tidak mematuhi tata cara adat sebagaimana layaknya dilakukan oleh warga masyarakat yang lain. Tata Kelakuan (Mores) Pada perkembangan norma sosial setingkat. maka terbentuklah norma dengan tingkatan yang lebih tinggi daya ikatnya yang disebut adat. Tetapi ketika memasuki rumah orang yang benar-benar yang belum dikenal. baik langsung maupun tidak langsung. Pada dasarnya. yaitu norma dilihat dari resmi atau tidaknya dan norma utama. Selanjutnya baru memasuki rumah ketika dipersilahkan oleh tuan rumah. Contoh: dalam suatu rangkaian upacara perkawinan menurut tata cara adat selalu didahului dengan upacara lamaran dan peningsit sebagai suatu tanda ikatan antara calon mempelai laki-laki dengan calon mempelai perempuan. atau lingkungan permainan.

memasuki rumah orang lain hendaknya memberi isyarat terlebih dahulu. Norma-norma utama dibedakan menjadi empat macam. namun semua angota sadar bahwa patokan tidak resmi itu harus ditaati dan mempunyai kekuatan memaksa yang lebih besar dari patokan resmi. meskipun mereka suami istri tetapi dianggap bertentangan dengan norma kesusilaan. dan pada kenyataannya merupakan faktor yang tidak kecil artinya dalam menjamin ketertiban masyarakat. norma agama lebih menyangkut pribadi tiap-tiap individu. Norma Utama Norma utama adalah norma-norma yang mempunyai peranan sangat strategis dalam tata pergaulan masyarakat. (2) Norma Kesusilaan Norma kesusilaan adalah petunjuk hidup yang berasal dari akhlak atau dari hati nurani sendiri tentang apa yang baik dan apa yang buruk yang datang dari hati sanubari manusia itu sendiri. norma resmi adalah patokan yang dirumuskan dan diwajibkan dengan jelas dan tegas oleh yang berwenang kepada semua warga masyarakat. Norma tersebut tumbuh dari kebiasaan bertindak yang seragam dan diterima oleh masyarakat. Jadi. Contoh: meludah di sembarang tempat. Contoh: normanorma pergaulan dalam keluarga dan kerabat. Walaupun dikatakan tidak diwajibkan. Hanya orang yang beragama yang percaya bahwa pelanggar norma akan dihukum di akhirat dan yang mematuhi norma-norma agama akan mendapat pahala. (2) Norma tidak resmi (nonformal) Yang dimaksud dengan norma tidak resmi adalah patokan yang dirumuskan secara tidak jelas (subconscious) dan pelaksanaannya tidak diwajibkan bagi warga masyarakat yang bersangkutan. antara lain: (1) Norma Agama Norma agama pada hakikatnya merupakan wahyu langsung dari Tuhan. yaitu Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 103 .Norma resmi dan tidak resmi (1) Norma resmi (formal) Pada dasarnya. Contoh: berpelukan dan berciuman di depan umum. Dalam norma agama tidak ada ancaman sanksi nyata dalam kehidupan dunia. Contoh: hubungan tata kerja kedinasan di lingkungan Departeman Pertahanan dan Keamanan. (3) Norma Kesopanan Norma kesopanan adalah petunjuk hidup yang mengajarkan agar seseorang bersikap sopan terhadap orang lain sebagai anggota masyarakat.

Contoh: membawa oleh-oleh ketika pulang dari bepergian. Dengan demikian. assalamu‘alaikum. b. Sebagai Petunjuk Arah Perilaku Nilai dan norma berfungsi sebagai arah atau panduan perilaku warga masyarakat. Contoh: upacara kematian dan upacara pernikahan (6) Norma Hukum Norma hukum adalah himpunan petunjuk hidup atau peraturanperaturan yang dibuat oleh pemerintah. nilai dan norma akan melindungi pihak-pihak yang lemah sehingga tidak diperlakukan semena-mena oleh pihak-pihak yang kuat. warga masyarakat akan berperilaku sebagaimana yang diinginkan oleh sistem nilai dan norma yang ada. Selain itu. pembakaran mayat (ngaben). 2. hukum juga berfungsi sebagai sistem kontrol sosial. serta memaksa orang untuk berperilaku sesuai dengan yang ditetapkan oleh hukum atau undang-undang. dan sebagainya. yaitu sebagai petunjuk arah perilaku. Ini mengandung pengertian bahwa nilai dan norma telah terseleksi sebagai suatu panduan perilaku yang diyakini kebenarannya. Selanjutnya panduan perilaku itu dapat dicontoh oleh warga masyarakat yang lain dalam berbagai segi kehidupan. Tanpa adanya nilai dan norma yang berlaku. Dengan demikian. melarang. dan sebagainya. (4) Norma Kebiasaan Norma kebiasaan adalah kumpulan petunjuk hidup tentang perilaku yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan masyarakat. nilai dan norma sosial mempunyai beberapa fungsi. kepentingan pihak-pihak yang lemah sering kali dirampas oleh pihak-pihak yang kuat. (5) Norma Adat Kebiasaan-kebiasaan yang telah menyatu dengan tata kehidupan masyarakat serta mengandung nilai-nilai ritual yang diyakini dinamakan norma adat. terutama bagi pihak-pihak yang lemah. kulonuwun (Jawa). Tetapi dengan melalui sanksi yang ada pada setiap 104 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Norma itu mengatur. a.menyatakan punten (Sunda). benteng perlindungan. Norma hukum berfungsi untuk menertibkan dan menstabilkan kehidupan sosial. Sebagai Benteng Perlindungan Nilai dan norma dalam suatu tata pergaulan merupakan pelindung terhadap perilaku-perilaku yang menyimpang. Fungsi Nilai dan Norma Sosial Secara garis besar. dan pendorong.

munculah harapan baik dalam diri manusia. Sebagai Pendorong Di sisi lain nilai dapat berfungsi sebagai alat pendorong (motivator) dan sekaligus menuntun manusia untuk berbuat baik. Sumber: Tempo. Faktor-faktor yang Menyebabkan Terjadinya Perubahan Nilai dan Norma Sebagaimana kita ketahui bahwa segala sesuatu yang ada di muka bumi ini tidak bersifat kekal. c. Dengan kata lain. melainkan dapat mengalami pergeseran atau perubahan secara mencolok. Norma dan nilai pada dasarnya akan mengalami Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 105 . bukan sebagai alat untuk menakut-nakuti rakyat. apabila manusia dari bangsa dan negara yang telah maju sanggup dan berhasil merealisasikan diri mereka menjadi manusia yang paripurna.norma. Berkat adanya nilai-nilai sosial yang dijunjung tinggi itulah. maka manusia-manusia dari bangsa yang belum maju pun akan terdorong untuk mengejar keparipurnaan tersebut. manusia menjadi manusia yang sungguh-sungguh berbudi luhur dan suatu bangsa menjadi bangsa yang sungguh-sungguh beradab. 3.2 Aparat penegak hukum hendaknya dapat benar-benar menegakkan hukum dan melindungi masyarakat. perbuatan semena-mena itu dapat dicegah secara preventif maupun represif untuk melindungi yang lemah. Manusia menjadi manusia paripurna berkat keberhasilannya merealisasikan nilai sosial yang tinggi menjadi kenyataan konkret. Hal yang demikian dapat juga terjadi pada nilai dan norma sosial yang telah dibakukan kebenarannya. Karena adanya nilai sosial yang luhur. 4 Maret 2001 Gambar 4.

berubah pula sistem budaya. mulai bermunculan peraturan-peraturan perundangan untuk menyesuaikan dengan tuntutan kehidupan pada saat itu. norma-norma hukum berada dalam jumlah yang sangat sedikit. Hal ini berkaitan dengan pengaturan perilaku warga masyarakat untuk menciptakan tertib sosial. Dengan perubahan dan perkembangan ini. . yaitu setelah runtuhnya pemerintahan Soeharto dengan nafas Golongan Karya menjadi sistem pemerintahan reformasi hingga pemerintahan Megawati yang bernafaskan demokrasi. Sebagai contoh: ketika Indonesia merdeka. Itu saja merupakan warisan dari pemerintah Hindia Belanda. Melalui inovasi inilah. dan lain-lain. perubahan pemerintahan dari orde lama ke orde baru banyak sekali mengakibatkan perubahan tata nilai yang menyangkut perubahan perundang-undangan. Di Indonesia. Berikut ini adalah faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan nilai dan norma di masyarakat.perubahan atau pergeseran sesuai dengan perubahan tuntutan kebutuhan masyarakat. b. Demikian juga munculnya RUU Pengaturan Penggunaan Air Tanah. Hal serupa juga terjadi pada peralihan struktur pemerintahan dari orde baru ke orde reformasi. Tetapi dengan perubahan-perubahan tingkat peradaban masyarakat Indonesia. Perubahan struktur pemerintahan dalam suatu negara sering kali berkelanjutan dengan perubahan sistem nilai dan norma dari pemerintah terdahulu kepada pemerintahan yang baru. tingkat peradaban akan mengalami peningkatan. Perubahan Tingkat Peradaban Sebagai akibat adanya penemuan baru. teknologi pendidikan. sistem ilmu pengetahuan. Demikian juga perubahan-perubahan yang terjadi pada teknologi informatika. a. Sebagai contoh dengan munculnya bencana banjir di beberapa kota besar di Indonesia seperti di Jakarta. Cepat atau lambat setiap masyarakat tentu mengalami perubahan dan perkembangan. teknologi transportasi. misalnya telah melahirkan suatu ide untuk menertibkan dan membuat peraturan perundangan baru yang melarang pendirian bangunan/rumah pada daerah-daerah resapan. Perubahan-perubahan itu misalnya ditandai dengan munculnya Undang-Undang Pendidikan Nomor 2 tahun 1989 yang kemudian disempurnakan menjadi Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003. Sebagai salah satu contoh kejadian yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. terjadi perubahan nilai dan norma yang semata-mata didorong oleh tuntutan perubahan tingkat peradaban yang terjadi dalam masyarakat. Hal ini terjadi terutama apabila figur penguasa terdahulu mempunyai visi dan misi yang berbeda dengan figur pemerintahan yang baru. dan teknologi berikut perubahan tata nilai dan sistem norma. baik invention maupun discovery akan mendorong terjadinya inovasi-inovasi. Berubahnya Struktur Pemerintahan Suatu revolusi sosial sering kali diikuti dengan perubahan struktur pemerintahan secara mendasar. Dari dua contoh ini.

Akibat lanjutannya adalah munculnya perubahan-perubahan peraturan perundangan yang dipandang sudah tidak efektif untuk mengatur dan mengendalikan perilaku warga masyarakat. Penemuan baru yang semakin banyak bermunculan akan melahirkan suatu bentuk pengaturan dan perlindungan terhadap penemuan baru itu sendiri seperti lahirnya Undang-Undang Perlindungan Hak Cipta yang akhir-akhir ini marak dibicarakan di kalangan elit pemerintahan di Indonesia. Pada dasarnya. Perubahan dan perkembangan itu semata-mata adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja manusia.c. 1. Penemuan baru ini akan berkelanjutan dengan adanya inovasi-inovasi dalam berbagai segi kehidupan yang berkelanjutan untuk lebih memanfaatkan penemuan baru tersebut bagi kehidupan manusia. Apakah yang dimaksud dengan sosialisasi primer dan sekunder? 2. Bagaimana peranan norma dan nilai dalam proses sosialisasi? 4. maka manusia terus-menerus melakukan penyelidikan dan penjelajahan untuk mengungkap fenomena-fenomena alam dan fenomena sosial yang ada di muka bumi. Penemuan-penemuan Baru Sebagai tindak lanjut dari berkembangnya tingkat pendidikan. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Ilmu pengetahuan dan teknologi senantiasa mengalami perubahan dan perkembangan. Ada empat fungsi keluarga yang pokok. Era ini telah membuka banyak bangsa di dunia saling bertukar pengaruh dan budaya. e. Meluasnya pergaulan antarmanusia yang melintasi batas-batas negara telah mengakibatkan adanya keinginan-keinginan untuk meniru atau mengadopsi Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 107 . Jelaskan macam-macam norma sosial yang ada di dalam masyarakat beserta peranannya! 3. sebutkan dan jelaskan! d. Upayaupaya inilah yang kita sebut penemuan baru. penemuan baru dapat berupa discovery maupun invention. Pengaruh Kebudayaan Asing Bergulirnya era globalisasi menjadikan komunikasi dan pergaulan umat manusia sedunia menjadi satu lingkungan yang efektif dan tidak lagi ada sekat-sekat batas antarnegara.

Tujuan Sosialisasi Pada dasarnya. seorang individu mula-mula mengenal lingkungan sosial terdekatnya seperti anggota keluarga dan kerabatnya. Proses sosialisasi primer berlangsung sejak lahir hingga dewasa di lingkungan setempat. Kemudian. Sosialisasi sesungguhnya merupakan proses yang bersifat kodrati. ikutilah uraian berikut ini. proses sosialisasi berlangsung dalam lingkungan yang lebih luas seperti lingkungan sekolah dan lingkungan kerja yang akhirnya memasuki lingkungan masyarakat luas. sistem telekomunikasi. Untuk mendalami hal-hal yang berkaitan dengan sosialisasi. Keberhasilan suatu proses sosialisasi akan ditandai dengan adanya keterampilan atau kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai macam lingkungan yang dibatasi dengan sistem tata nilai dan norma yang berbeda-beda. Akan tetapi. sistem perundangan.budaya-budaya asing tertentu ke dalam masyarakat setempat termasuk sistem pendidikan. B. Hal ini dimaksudkan untuk melakukan persiapan dalam melaksanakan proses pergaulan lebih lanjut dan menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi di lingkungan kehidupan yang baru tersebut. 1. proses sosialisasi merupakan proses mengenal lingkungan. Dalam proses perkembangannya. Proses sosialisasi sekunder dilakukan ketika orang mengalami perpindahan tempat tinggal. Dalam arti sempit. proses sosialisasi meluas ke lingkungan masyarakat setempat seperti dengan lingkungan sepermainan dan lingkungan komunitas setempat. Dalam arti luas. artinya dengan sendirinya setiap orang secara naluriah akan melaksanakan proses ini dan sering kali tujuan itu sangat tidak disadari. dan lain-lain. baik alasan pekerjaan. bagi seorang pejabat baru yang memasuki medan tugas yang baru sangat disadari bahwa untuk mengawali tugas kedinasannya. PROSES SOSIALISASI Proses sosialisasi pada hakikatnya adalah proses belajar berinteraksi bagi individu di tengah-tengah masyarakat. pergaulan antarnegara sangat memungkinkan perubahan nilai dan norma dengan mengadopsi budaya asing. perkawinan. Pada proses ini. Proses ini berupa proses alamiah yang dilakukan oleh semua individu sebagai makhluk sosial yang tidak dapat terlepas dari tata pergaulan dengan manusia yang lain. seorang pejabat baru harus melakukan sosialisasi dengan lingkungan sosial yang 108 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Dengan demikian. baik lingkungan sosial maupun lingkungan fisik. atau menempati perumahan yang baru. proses sosialisasi adalah proses komunikasi dan proses interaksi yang dilakukan oleh seorang individu selama hidupnya sejak lahir sampai dengan meninggal. asimilasi budaya. dan penetrasi budaya. Proses percampuran budaya antarbangsa memungkinkan terjadinya akulturasi budaya. proses sosialisasi pasti dilakukan oleh semua orang dalam bentuk sosialisasi primer maupun proses sosialisasi sekunder.

dan dengan lingkungan masyarakat luas. baik lingkungan sosial tempat individu tinggal termasuk lingkungan sosial yang baru. dengan mitra kerja. Untuk mengetahui lingkungan fisik yang baru. posisi. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 109 . dan sub-sub area yang berada di lingkungan yang baru tersebut. dengan tokoh-tokoh masyarakat. Hal-hal yang diperoleh dalam proses sosialisasi adalah pengetahuan-pengetahuan untuk membekali seorang individu dalam melaksanakan pergaulan di tengah-tengah masyarakat antara lain sebagai berikut. Pengetahuan seperti ini akan sangat berguna bagi seseorang yang baru untuk mendukung kelancaran proses menjalankan kedudukan dalam tugas kedinasan yang baru. skema. seseorang akan mengenali arah. Aktivitas yang dapat dilakukan sebagai perwujudan dari proses sosialisasi adalah memperkenalkan diri dengan instansi-instansi terkait.baru. dengan atasan langsung. 10–23 Maret 2001 Gambar 4. Lingkungan sosial ini meliputi pihak-pihak yang mempunyai keterkaitan dengan aktivitas individu tersebut. dengan teman sejawat. Sumber: Ayahbunda. Untuk mengetahui lingkungan sosial. Dengan mengetahui lingkungan fisik dari suatu daerah. kedudukan.3 Proses sosialisasi dalam keluarga dimulai semenjak anak masih kecil.

Untuk mengetahui nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam suatu masyarakat. Oleh sebab itu. faktor intrinsik adalah faktor yang berasal dari dalam diri individu yang melakukan proses sosialisasi. Faktor Intrinsik Sejak lahir. Adapun penjelasan dari faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik tersebut di atas adalah sebagai berikut. dan adat istiadat yang berlaku di daerah itu. seorang individu yang memasuki lingkungan sosial baru perlu mengetahui sistem tata kelakuan. Terintegrasi secara kuat dengan masyarakat setempat dalam setiap aktivitas yang ditandai dengan keakraban dan persaudaraan di antara individu tersebut dengan warga masyarakat yang lain. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Sosialisasi Setiap orang mempunyai warisan biologis yang berbeda-beda. Pada hakikatnya. Dalam suatu proses sosialisasi. tidak akan mengakibatkan kegagalan dalam proses pergaulan. Meningkatnya status yang sering kali diikuti dengan meningkatnya kepercayaan dan meningkatnya peranan sosial di lingkungan sosial yang baru. Warisan biologis inilah yang dimaksud dengan faktor intrinsik. manusia itu sesungguhnya telah memiliki pembawaan-pembawaan yang berupa bakat. dan kemampuan-kemampuan khusus warisan orang tuanya. Artinya. Memiliki banyak teman atau relasi usaha yang akan mengakibatkan ketenteraman dalam pergaulan dan keberhasilan dalam karir dan usaha. Suatu proses sosialisasi dikatakan berhasil apabila ditandai oleh hal-hal berikut. Untuk mengetahui lingkungan tipe sosial budaya suatu masyarakat. akhirnya sosial budaya suatu masyarakat dapat diketahui. yaitu faktor yang berada di luar diri seorang individu. Dengan demikian. dan lingkungan pendidikan merupakan faktor ekstrinsik. Wujud nyata faktor intrinsik antara lain dapat berupa pembawaan-pembawaan atau pun warisan biologis termasuk 110 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Setiap masyarakat memiliki sistem tata nilai yang berbeda-beda. peradaban. sedangkan pengaruh-pengaruh lingkungan seperti lingkungan keluarga. a. tata nilai. lingkungan pekerjaan. proses sosialisasi telah membekali seorang individu dengan berbagai pengetahuan yang ada di dalam lingkungan masyarakat sehingga seseorang dapat sukses melaksanakan pergaulan hidup di tengah-tengah masyarakat. Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial maupun lingkungan fisiknya. lingkungan sepermainan. ciri-ciri fisik. Hal ini akan membekali seorang individu dalam proses pergaulan dan proses penyesuaian diri dengan lingkungan masyarakat tersebut. 2.

Faktor-faktor ini akan menjadi bekal seorang individu untuk melaksanakan berbagai macam aktivitas dalam proses sosialisasi. motivasi. Keluarga Keluarga merupakan lembaga sosial yang mempunyai tugas dalam proses pembudayaan. Faktor ekstrinsik dapat berupa normanorma. tentu saja keluarga tidak terlepas dari kondisi-kondisi yang ada dalam masyarakat. a. Keluarga merupakan kelompok primer yang pertama dikenal seorang anak. baik norma maupun nilai-nilai yang berlaku. Adapun media sosialisasi itu setidaknya terdiri dari empat macam. dan nilai-nilai dalam proses sosialisasi itu sendiri. Faktor Ekstrinsik Sejak manusia dilahirkan. Untuk melakukan proses sosialisasi. Ketika anak sudah cukup umur untuk memasuki kelompok primer lain di luar keluarga. terutama kepada generasi muda yang menjadi anak keturunannya. Proses pembentukan budaya baru pada masyarakat sangat tergantung pada keluarga. dan sistem mata pencarian yang ada di dalam masyarakat. seorang individu akan dibatasi dengan nilai-nilai dan norma-norma yang ada di dalam masyarakat. Di satu sisi merupakan faktor pendorong untuk mewujudkan suatu keinginan. Dalam kehidupan sosial. Media Sosialisasi Media sosialiasi adalah sarana seorang individu belajar berinteraksi untuk mengenal sistem tata kelakuan dan hubungan di lingkungan masyarakatnya. Misalnya bakat. Hasilnya akan sangat berpengaruh terutama dalam perolehan keterampilan. jenis kepribadiannya pun mudah diarahkan dan terbentuk. di sisi lain merupakan faktor pengendali dan berfungsi sebagai pengukur mengenai baik buruknya suatu aktivitas dalam suatu proses interaksi. Nilai-nilai ini akan menjadi pedoman bagi seseorang untuk melakukan berbagai aktivitas. dan lain-lain. IQ. sistem budaya. 3. pengetahuan.kemampuan-kemampuan yang ada pada diri seseorang. hobi. dan lain-lain. sistem sosial. Oleh Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 111 . Faktor intrinsik dalam realitanya justru merupakan faktor yang dominan. struktur budaya dan seninya. b. pondasi dasar kepribadiannya sudah ditanamkan secara kuat. emosi. struktur mata pencariannya. Di samping itu juga dapat dipengaruhi oleh struktur sosial dan budaya masyarakat yang menyangkut struktur pemerintahannya. karakter. yaitu sebagai berikut. Perpaduan antara faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik akan berakumulasi pada diri seseorang dalam melaksanakan proses sosialisasi. manusia telah mendapat pengaruh dari lingkungan di sekitarnya yang disebut faktor ekstrinsik. terutama melalui proses sosialisasi anak-anak ke masa dewasa.

Misalnya. Media Massa Media massa merupakan media sosialisasi yang sangat luas dan cukup efektif pengaruhnya dalam proses sosialisasi bagi seorang individu. jelaslah bahwa media massa dapat menjadi media atau alat sosialisasi untuk menyampaikan berbagai informasi yang bisa mempengaruhi kepribadian seseorang. justru media massa yang mempunyai kedudukan sangat strategis dalam mempengaruhi 112 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Lingkungan Sekolah Setelah seorang anak belajar berinteraksi di lingkungan keluarga. b. aturan perkawinan yang harus sesuai dengan adat istiadat dan kebiasaan masyarakat di tempat tinggalnya. Keberadaan media tersebut mempengaruhi sikap dan tindakan anggota masyarakat pada umumnya. yaitu lingkungan sekolah. baik media suara.karena itu. Lembaga pendidikan primer adalah sekolah formal yang dimulai dari jenjang sekolah taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Menolong orang dalam mengembangkan potensi pribadi dan pengembangan masyarakat. media cetak. Membantu orang agar siap mencari nafkah hidup bila telah tiba waktunya. Dengan perkembangan teknologi informasi. Berikut adalah proses sosialisasi di lingkungan sekolah. nilai-nilai dan norma-norma yang disampaikan tertanam dalam diri si anak melalui penglihatan atau pendengaran. norma dan nilai itu dapat berpengaruh terhadap tindakan yang akan dijalankan oleh keluarga. selanjutnya ia akan memasuki lingkungan yang lebih luas. keluarga merupakan eksponen dari kebudayaan masyarakat dan perantara pertama dalam transmisi kebudayaan. Di masa informasi ini. maupun media gambar dapat memberikan pengaruh perkembangan anak. seorang anak akan mendapatkan pengetahuan-pengetahuan yang praktis yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Masyarakat berbicara melalui mulut orang tua dan masyarakat bertindak melalui tindakan orang tua. Pada lingkungan ini. serta pengaruh kondisi siswa pada umumnya sehingga tercipta suatu iklim belajar yang kondusif. Membentuk kepribadian. Jadi. Pengaruh-pengaruh ini berasal dari program pendidikan yang dilaksanakan melalui guru-guru dan tenaga kependidikan lainnya. Dengan adanya lingkungan sekolah yang baik memungkinkan proses pembentukan kepribadian anak dapat berlangsung dengan baik. Akibatnya. Dengan demikian. c. Lembaga sekolah mendidik dan mengajarkan pengetahuan yang dianggap perlu dan tidak mungkin lagi ditangani oleh lingkungan keluarga. Melestarikan kebudayaan dengan cara mewariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Lingkungan kerja bisa menjadi media sosialisasi bagi orang yang bekerja di lingkungan itu. Melalui lingkungan kerja inilah. Perkumpulan bermain musik. Perkumpulan kelompok belajar (les). dan lain-lain. kerja sama. buletin. e. anak mematuhi aturan yang berlaku jika ingin diterima menjadi anggota kelompoknya. kegemaran. baik swasta maupun televisi pemerintah. Beberapa media massa yang mempunyai peranan strategis dalam pembentukan kepribadian seorang anak antara lain sebagai berikut. dan hal lainnya akan lebih berkembang membentuk kepribadian yang relatif stabil. Majalah. Televisi. Beberapa contoh lingkungan sepermainan yang cukup efektif mempengaruhi kepribadian seorang anak antara lain sebagai berikut. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 113 . Lingkungan ini cukup efektif mengisi pengetahuanpengetahuan dalam proses seorang individu. anak belajar hidup bersosial. Dalam kelompok teman sepermainan. komik remaja. Teman Sepermainan (Play Group) Teman sepermainan atau play group adalah lingkungan pergaulan anak yang mempunyai usia relatif sebaya. buku-buku bacaan lainnya seperti novel. Internet. prakarsa. Melalui anggota kelompok sepermainan. Surat kabar.kepribadian seseorang karena media massa lebih banyak mendominasi waktu-waktu luang yang dimiliki oleh individu. d. Hal ini terjadi karena lingkungan kerja mempunyai norma-norma yang lebih kuat serta pengawasan yang ketat sehingga dapat membentuk kepribadian menjadi sempurna. Seseorang dapat belajar dari teman-teman di lingkungan kerjanya tentang berbagai nilai dan norma kehidupan. baik RRI (Radio Republik Indonesia) maupun radio-radio swasta. tanggung jawab. Perkumpulan bermain sepeda santai. Ia pun akan berusaha mematuhi nilai dan norma yang berlaku agar dapat diterima sebagai anggota di tempat kerja tersebut. Perkumpulan bermain sepak bola. cerita bergambar. Lingkungan ini berlangsung di sela-sela pendidikan dan pergaulan rumah tangga. Kelompok teman sepermainan di tingkat remaja pada umumnya mempunyai keterikatan yang kuat dengan kelompoknya. Sosialisasi di lingkungan teman sepermainan yang baik bisa mendukung terbentuknya kepribadian seseorang menjadi baik atau sebaliknya. Lingkungan Kerja Bagi orang dewasa. Radio. lingkungan kerja merupakan lingkungan yang relatif baik untuk mengembangkan dan mematangkan pribadi seorang individu.

nilai-nilai ini menjadi satu sistem nilai yang paling diyakini dan paling mempengaruhi tipe perilaku seseorang yang dinamakan nilai sentral. FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK KEPRIBADIAN 1. seperti raut muka. Bakat. 114 Sosiologi SMA/MA Kelas X . warna kulit. coba kamu perhatikan bagan berikut ini. lingkungan sosial. dan lingkungan masyarakat luas. postur tubuh. Proses pembentukan kepribadian dimulai dari proses sosialisasi di lingkungan keluarga. Sifat-sifat khas.C. lingkungan teman sepermainan. Selanjutnya. Warisan biologis dapat berupa beberapa hal berikut. Pengertian Kepribadian Pada awalnya. Gambaran lebih jauh mengenai proses pembentukan kepribadian. maupun lingkungan masyarakat luas. lingkungan kerja. Kemudian. warisan biologis ini berkembang menjadi semakin nyata ketika seorang anak melakukan proses sosialisasi sesama manusia dimulai dari lingkungan keluarga. Sumber: Koleksi Editor Gambar 4. Kepribadian merupakan perwujudan dari nilai-nilai sentral yang diyakini dan dipedomani seseorang untuk menentukan perilaku secara umum. lingkungan kerabat. lingkungan pendidikan. kepribadian memang telah diwariskan oleh ayah dan ibu dalam bentuk yang masih samar-samar yang disebut warisan biologis. Ciri-ciri fisik. Adanya proses sosialisasi menjadikan seorang individu memperoleh nilai-nilai yang beraneka macam. Golongan darah.5 Lingkungan pergaulan berpengaruh besar terhadap kepribadian seseorang. lingkungan sepermainan.

serta keterampilan yang dianggap baik dan sesuai bagi dirinya. baik dari lingkungan pendidikan. Selanjutnya. Sesungguhnya di sinilah kepribadian mulai terbentuk dalam diri seseorang yang memiliki nilai-nilai sentral yang mendominasi perilaku seseorang.Proses Pembentukan Kepribadian Lingkungan Pendidikan Media Massa Lingkungan Keluarga dan Kerabat Lingkungan Pergaulan Generasi Baru dengan Warisan Biologis tertentu Proses Sosialisasi Generasi Baru dengan Kepribadian tertentu Lingkungan Pendidikan Bagan 4. Demikian pula halnya di lingkungan keluarga akan mengembangkan bakat dan pembawaan yang ada dengan menyerap prinsip-prinsip. dapat disimpulkan bahwa kepribadian seseorang terbentuk dari perpaduan antara warisan biologis dan pengaruh-pengaruh lingkungan seperti lingkungan keluarga dan kerabat. Proses ini berlangsung terus-menerus seperti rantai sistem yang tiada putus-putusnya dari generasi ke generasi.1 Bagan Pembentukan Kepribadian melalui proses Sosialisasi Berdasarkan bagan tersebut. nilai-nilai sosial. media massa. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 115 . kita dapat mengetahui tipe kepribadian seseorang. Seorang individu dalam proses sosialisasi di tengah-tengah masyarakat akan memperoleh pengaruh baik yang positif maupun yang negatif. pengetahuan. dan pengaruh dari masyarakat luas. lingkungan pergaulan termasuk lingkungan kerja. Dengan melihat dan memperhatikan perilaku-perilaku khas yang diperbuat seseorang dalam kegiatan sehari-hari. lingkungan pergaulan. dan lingkungan masyarakat luas. individu yang telah terbentuk kepribadiannya akan turut mempengaruhi budaya masyarakat di lingkungannya. lingkungan pendidikan.

Bakat. atau merupakan variasi dari ayah atau ibu. Faktor-Faktor Pembentuk Kepribadian Ada dua faktor besar yang turut mempengaruhi corak kepribadian seorang individu. desain dan pengembangan variasi dan interior rumah merupakan faktor-faktor milieu atau faktor lingkungan. Namun demikian. sifat ekstrim atau normatif. seperti seni lukis. politikus. seperti warna kulit. presenter. Tingkat IQ. seni suara. sifat pemarah. bakat. bentuk raut muka. Ciri-ciri fisik. dan lain-lain. dan lain-lain yang mempunyai kemiripan dengan ayah. Yang harus disadari bahwa setiap orang memiliki corak kepribadian yang tidak pernah sama walaupun pada anak yang kembar sekalipun. tipe rambut. seni karawitan. Faktor-faktor ini sesungguhnya merupakan pondasi yang menjadi cikal bakal untuk proses pembentukan suatu kebudayaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembentukan kepribadian seseorang antara lain sebagai berikut. raut muka. postur tubuh. yaitu faktor warisan biologis yang berupa pembawaan-pembawaan dan faktor-faktor lingkungan tempat seorang individu melakukan pergaulan. Kepribadian bersifat abstrak dalam hal ini.2. misalnya sifat pendiam. Hal ini mengisyaratkan kepada kita bahwa setiap anak walaupun memiliki asal usul/keturunan yang sama pada dasarnya ia memiliki kepribadian yang berbeda. yaitu warna kulit. IQ ini bisa mirip dengan ayah atau pun dengan ibu. a. Faktor pembawaan dapat berupa bentuk fisik. Menurut Mendel. atau perpaduan dari keduanya. Sifat-sifat khas yang berasal dari orang tua. bisa juga seorang ibu yang memiliki kemampuan reproduksi sempurna dapat mewariskan faktor-faktor genetika yang sangat panjang yang berantai dari orang tua ibu atau nenek dan kakeknya ibu. Demikian juga orang yang bergaul di lingkungan masyarakat yang berbeda-beda akan menghasilkan suatu proses pembentukan kepribadian yang berbeda-beda pula. olahragawan. dan lainlain. yaitu tidak dapat dilihat dengan panca indera dan hanya dapat dideteksi melalui perilaku-perilaku keseharian yang asli yang tidak dibuat-buat. serta kakek dan nenek dari ayah maupun dari ibu. Selanjutnya. postur tubuh. bisa dari ayah atau dari ibu. Kepribadian dapat diumpamakan sebagai suatu bangunan rumah dan faktor pembawaan merupakan kerangkanya. sifat ramah. ibu. dan hal yang bersifat abstrak seperti karakter. faktor pembawaan ini bisa dominan ayah (XY). yaitu dari ayah. 116 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dominan ibu (XX). yaitu kecakapan seseorang yang dapat diukur dengan sejumlah pertanyaan. ibu. seni tari. IQ. Bentuk-bentuk warisan biologis terdiri dari halhal berikut ini. dan lain-lain. Faktor Warisan Biologis Faktor warisan biologis adalah faktor-faktor yang berupa bawaan dari leluhurnya.

1. Di lingkungan sekolah. seorang individu akan dikuatkan pondasi kepribadiannya dalam proses kepribadian yang dewasa. Lingkungan Pendidikan Lingkungan pendidikan merupakan lingkungan yang cukup efektif pula dalam mempengaruhi kepribadian. dan lingkungan masyarakat luas. Apakah kepribadian dapat mengalami perubahan? Jelaskan jawabanmu! b. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang sangat fundamental dalam menampung berbagai kegiatan individu ketika masa kanak-kanak. ibu. lingkungan kerja. Situasi pendidikan seorang individu bersekolah juga sangat efektif dalam proses pembentukan kepribadian. Jelaskan mengapa faktor lingkungan mempunyai peran yang lebih penting dalam pembentukan kepribadian! 4. Faktor Lingkungan Lingkungan mempunyai peranan dalam proses pembentukan kepribadian individuindividu. seorang individu mendapatkan pendidikan. pengajaran. dan pelatihan keterampilan yang berpengaruh besar dalam proses pengembangan bakat dan pembawaan lainnya yang bersifat positif. lingkungan pergaulan. Apakah kepribadian itu? 2. Yang dimaksud dengan lingkungan pendidikan adalah lingkungan sekolah sejak taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Lingkungan Keluarga Yang dimaksud keluarga adalah suatu kesatuan sosial terkecil yang beranggotakan ayah. bila lingkungan pendidikanBab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 117 . Kepribadian antara seorang individu dengan individu yang lain tidak sama tergantung dari tipe-tipe faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Yang dimaksud dengan faktor lingkungan adalah faktor-faktor pembentuk kepribadian yang berasal dari lingkungan sosial seorang individu. Bagaimana proses pembentukan kepribadian? 3. media massa. Dengan pemberian bekal pengetahuan nilai-nilai dan budi pekerti. Proses pendidikan budi pekerti di dalam keluarga sangat efektif untuk proses pembentukan nilai-nilai sentral yang selanjutnya menjadi pondasi pembentukan kepribadian seseorang. Akan tetapi. dan anak-anak. Tiap-tiap keluarga mempunyai situasi dan kondisi yang berbeda-beda. lingkungan pendidikan. yaitu lingkungan keluarga.

VCD. dan rakus. cabul. lingkungan setempat. serta sifat-sifat negatif lainnya. majalah. hal itu justru dapat mempersubur proses pengembangan faktorfaktor pembawaan yang bersifat negatif seperti serakah. sombong. pada umumnya individu bergaul dengan orang lain yang sebaya. Media Massa Media massa merupakan perangkat-perangkat yang menjembatani komunikasi antara individu atau kelompok individu dengan individu atau kelompok individu yang lain. 19 Maret 2001 Gambar 4. belum ada pihak yang menjadi pengendali atau pun pengontrol terhadap perilaku-perilaku yang negatif. Untuk itu. Sumber: Warta Ekonomi. Dengan demikian. koran. Pada pergaulan di lingkungan sepermainan. ilmu pengetahuan. takabur.nya kurang baik. kikir. radio. dan cerita yang berpesan moral dapat mempengaruhi pembentukan kepribadian seorang anak. lingkungan pergaulan perlu mendapat perhatian dan pengawasan dari orang tua agar ada fungsi pengendalian terhadap perilaku-perilaku yang menyimpang. Lingkungan ini dapat berupa teman sepermainan. sesungguhnya lingkungan pergaulan justru mengakibatkan bakat-bakat negatif tumbuh subur dan berkembang yang pada gilirannya akan mewarnai tipe-tipe kepribadian yang tidak diinginkan. 118 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan lain-lain. Yang dimaksud dengan lingkungan pergaulan adalah lingkungan di mana seorang individu secara efektif menghabiskan waktunya pada lingkungan tersebut. emosional.5 VCD-VCD pendidikan. maupun lingkungan tempat tinggal. Media massa mempunyai peran cukup efektif dalam proses pembentukan kepribadian. Apabila hal ini tidak dilakukan. Lingkungan Pergaulan Lingkungan pergaulan berada di lingkungan masyarakat setempat dan mempunyai usia yang relatif sebaya. internet. televisi. tamak. Contoh media massa yakni buku.

Anggapan-anggapan ini diperoleh berdasarkan pengalaman melalui pergaulan dengan orang lain. yaitu sejak lahir hingga dewasa. dan pemerintah yang kesemuanya dapat berpengaruh positif atau negatif dalam proses pembentukan kebudayaan. Bagian yang kedua adalah unsur-unsur yang terdiri atas keyakinan-keyakinan atau anggapan-anggapan yang lebih fleksibel yang sifatnya mudah berubah atau dapat ditinjau kembali di kemudian hari. Sesungguhnya lingkungan masyarakat luas merupakan gabungan dari lingkungan keluarga. Lingkungan Masyarakat Luas Lingkungan masyarakat luas juga mempunyai andil dalam proses pembentukan kepribadian seorang anak. Masukan-masukan itu dapat berupa ilmu pengetahuan maupun wawasan duniawi. kerabat. melainkan yang negatif. Fase ini diawali dari Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 119 . seorang individu memperoleh masukan-masukan yang akan mempengaruhi proses pengembangan bakat/pembawaan yang dimilikinya. pemuka agama. Lingkungan masyarakat luas dapat pula berupa peranan tokoh masyarakat. Fase Kedua Fase kedua merupakan fase yang sangat efektif dalam membentuk dan mengembangkan bakat-bakat yang ada pada diri seorang anak. skala wilayahnya jauh lebih luas apalagi dengan terbukanya sarana telekomunikasi dan sarana transportasi yang memadai. Bagian yang pertama adalah unsur-unsur dasar atas berbagai sikap yang disebut attitudes yang kurang lebih bersifat permanen dan tidak mudah berubah di kemudian hari. tetapi tidak seefektif pada lingkungan keluarga. yaitu sebagai berikut. b. kelompok elit pemerintahan. Kita dapat membedakan kepribadian seseorang menjadi dua bagian penting. Fase Pertama Kepribadian terbentuk melalui proses yang sangat panjang. lingkungan pergaulan. Fase pertama dimulai sejak anak berusia 1 – 2 tahun ketika anak mulai mengenal dirinya sendiri. Tahap-Tahap Perkembangan Kepribadian sebagai Hasil Sosialisasi a. Juga tak dapat dihindari jika yang berkembang tidak hanya bakatbakat atau pembawaan yang positif. Namun demikian.Melalui media massa. lingkungan kerja. sedangkan unsur yang kedua disebut capital personality. Unsur yang pertama juga disebut struktur dasar kepribadian (basic personality structure). Lingkungan masyarakat luas merupakan komponen yang terakhir yang mempengaruhi proses pembentukan kepribadian seseorang. dan lingkungan setempat. 3. dan lingkungan sepermainan. lingkungan pendidikan.

dan membesarkan anak hingga dewasa. mengasuh. kepribadiannya tersebut mulai nampak dengan tipe-tipe perilaku yang khas. dan diidentifikasi oleh orang lain. sedih. Misalnya. indah. maka kehendak-kehendaknya pun akan berbeda pula. artinya sesuai dengan tingkat peradaban dan tingkat perekonomian seseorang. Proses ini berlangsung relatif panjang pada anak hingga menjelang masa pendewasaan. kegemaran. 120 Sosiologi SMA/MA Kelas X . misalnya nafsu makan. dapat dilihat.usia antara dua sampai tiga tahun. Adapun bagian-bagian dari kepribadian secara umum terdiri dari uraian berikut. Perangai Perangai merupakan perwujudan dari perpaduan antara hati dan pikiran manusia yang nampak dari raut muka maupun gerak-gerik seseorang. Emosi dapat menjadi pengukur segala sesuatu yang ada pada jiwa manusia seperti senang. dan lainlain. kehendak seseorang akan semakin banyak pula jumlah dan jenisnya. birahi. amarah. dan seterusnya. tidur. Getaran Hati (emosi) Emosi atau getaran hati merupakan sesuatu yang abstrak yang menjadi sumber perasaan manusia. Makin tinggi tingkat perekonomian dan peradabannya. Naluri (insting) Naluri atau insting merupakan suatu dorongan yang bersifat kodrati yang melekat dengan hakikat hidup sebagai makhluk. Bagian yang kedua adalah nafsu-nafsu. IQ. Kehendak merupakan dorongan-dorongan yang bersifat kultural. seorang ibu mempunyai naluri yang kuat untuk mempunyai anak. Jika tingkat perekonomiannya berbeda. Hal tersebut yang tampak dari perangai. di mana rasa aku yang telah dimiliki seorang anak mulai berkembang karakternya sesuai dengan tipe pergaulan yang ada di lingkungannya termasuk struktur tata nilai maupun struktur budayanya. Nafsu-nafsu ini merupakan kehendak yang terdorong oleh kebutuhan biologis. serasi. Naluri ini akan dapat dilakukan pada setiap makhluk hidup tanpa harus belajar terlebih dahulu seolah-olah telah menyatu dengan hakikat hidupnya sebagai makhluk hidup. Fase kedua merupakan fase perkembangan. Dorongan-dorongan (drivers) Unsur drivers merupakan pusat dari kehendak manusia untuk melakukan suatu aktivitas yang selanjutnya akan membentuk motif-motif tertentu untuk mewujudkan suatu keinginan. Perangai ini merupakan salah satu unsur dari kepribadian yang mulai riil. serta bakat yang dimiliki oleh anak tersebut. Drivers dibedakan menjadi kehendak dan nafsu-nafsu.

Kepribadian Otoriter Tipe kepribadian otoriter terbentuk melalui proses sosialisasi individu yang lebih memenangkan kepentingan-kepentingan terhadap dirinya daripada kepentingan-kepentingan orang lain. berpolitik. Salah satu ciri dari kepribadian otoriter adalah menonjolnya Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 121 . Intelegensi ini termasuk di dalamnya adalah IQ. dan pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh seseorang selama proses sosialisasi. berdagang. dan lain-lain. yaitu seseorang mempunyai prinsip-prinsip yang kuat untuk menerapkan nilai-nilai sentral yang ada dalam dirinya sebagai hasil proses sosialisasi pada masa sebelumnya. memori-memori pengetahuan. dan anak yang sejak kecil memimpin di kelompoknya. c. yaitu dengan terbentuknya perilaku-perilaku yang khas sebagai perwujudan kepribadian yang bersifat abstrak. Bakat Bakat pada hakikatnya merupakan seseuatu yang abstrak yang diperoleh seseorang karena warisan biologis yang diturunkan oleh leluhurnya. seperti bakat seni. yaitu anak yang sejak kecil mendapat dukungan dan perlindungan yang lebih dari lingkungan orang-orang di sekitarnya. Setelah kepribadian terbentuk secara permanen. terjadi perkembangan yang relatif tetap. fase ketiga merupakan fase akhir yang ditandai dengan makin stabilnya perilaku-perilaku yang khas atau sifat-sifat khas dari seorang individu. Tipe kepribadian ini ditandai dengan kemampuan menyesuaikan diri yang sangat tinggi dan dapat menampung banyak aspirasi dari orang lain. Pada dasarnya. kepribadian dapat diklasifikasikan menjadi tiga tipe. Fase ketiga disebut fase kedewasaan. Intelegensi merupakan dasar kecakapan seseorang secara umum. yaitu ketika seseorang telah berusia antara 25 – 28 tahun. Pada fase ketiga.Intelegensi (Inteligent Quotient – IQ) Intelegensi adalah tingkat kemampuan berpikir yang dimiliki oleh seseorang. Fase Ketiga Pada proses perkembangan kepribadian. Kepribadian Normatif Kepribadian normatif merupakan kepribadian yang ideal. yaitu sebagai berikut. Seseorang memiliki kepribadian normatif apabila terjadi proses sosialisasi antara perlakuan terhadap dirinya dan perlakuan terhadap orang lain sesuai dengan tata nilai yang ada di dalam masyarakat. Bakat tersebut merupakan sesuatu yang sangat mendasar dalam mengembangkan keterampilan-keterampilan yang ada pada seseorang. setiap orang memiliki bakat yang berbedabeda walaupun berasal dari ayah dan ibu yang sama. Situasi ini terjadi pada anak-anak tunggal.

Jelaskan bahwa norma sosial dapat menjamin kelangsungan hidup masyarakat! D. pada orang-orang yang berdiri pada dua kelas masyarakat. 1. sistem aktivitas. atau pun seorang yang mendapat dua jenis pendidikan yang latar belakangnya berbeda. Kebiasaan-kebiasaan ini selanjutnya dipedomani sebagai suatu sistem yang dapat diterima dan diterapkan oleh semua warga masyarakat. Kepribadian Perbatasan Kepribadian perbatasan merupakan kepribadian yang relatif labil. Kepribadian demikian sering kali terdapat pada orang-orang campuran antara dua golongan etnis. HUBUNGAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN DENGAN KEBUDAYAAN Kebudayaan adalah segala sesuatu yang merupakan hasil budidaya manusia dalam hidup bermasyarakat. di mana ciri-ciri khas dari prinsip-prinsip dan perilakunya sering kali mengalami perubahan-perubahan sehingga seolah-olah seseorang mempunyai lebih dari satu corak kepribadian. 122 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Menurutmu fase apa yang paling mempengaruhi kepribadian seseorang? Mengapa? Jelaskan pendapat kalian! 4. Kebudayaan ini dapat berwujud dalam bentuk sistem ide. 1. Kemukakan dengan bahasamu sendiri bagaimana kaitan antara kepribadian dan kebudayaan setempat! 2. Seseorang dikatakan memiliki kepribadian perbatasan apabila orang ini memiliki dualisme budaya karena proses perkawinan atau karena situasi tertentu hingga mereka harus mengabdi pada dua struktur budaya masyarakat berbeda. Sistem Ide (Gagasan) Sistem ide adalah gagasan-gagasan yang merupakan hasil pencetusan orang per orang atau kelompok orang yang telah menjadi kebiasaan atau adat istiadat. Jelaskan bagaimana proses terbentuknya norma sosial! 3.kehendak pribadi dan kurang menampung banyak aspirasi dan sering kali memandang rendah keberadaan orang lain. dan benda-benda konkret.

sistem teknologi. sistem ilmu pengetahuan. religi. sistem mata pencarian. Bahasa Sistem Religi Sistem Kesenian Masyarakat Melahirkan Generasi Baru Generasi Baru dengan Kepribadian Tertentu Sistem Ilmu Pengetahuan Sistem Ekonomi Sistem Teknologi Sistem Organisasi Sosial Bagan 4.2 Bagan pengaruh unsur kebudayaan terhadap kepribadian seseorang. pakaian adat. Benda-Benda Konkret (Artefak) Artefak merupakan benda-benda konkret atau benda hasil karya yang merupakan manifestasi dari sistem ide dan sistem aktivitas masyarakat. Sistem Aktivitas (Perilaku Sosial) Sistem aktivitas merupakan perwujudan dari sistem ide yang ada sehingga perilaku-perilaku sosial yang ada dalam masyarakat merupakan manifestasi dari sistem ide yang ada pada masyarakat tersebut. Etos kebudayaan merupakan watak khas dari suatu masyarakat yang dapat terpancar dari perilaku warga masyarakatnya. Selanjutnya. pola pikir. 3. Inilah yang disebut dengan etos kebudayaan. Tampak kepribadian seseorang sepenuhnya dipengaruhi oleh tujuh unsur kebudayaan masyarakat setempat yang terdiri dari bahasa. dan lain-lain. Dengan demikian. kesenian. kesenian. Untuk lebih jelasnya. Kepribadian mempunyai kaitan yang sangat erat dengan kebudayaan setempat dan selanjutnya kebudayaan setempat berangsurangsur akan dipengaruhi bahkan direvisi oleh pribadi-pribadi yang ada pada masyarakat tersebut. dan sistem organisasi Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 123 . Artefak-artefak selanjutnya akan menjadi sistem peralatan dan perlengkapan hidup manusia yang dipakai untuk menyelenggarakan kehidupan. sistem aktivitas ini akan menjadi sistem perilaku yang dipedomani sebagai sarana untuk melaksanakan pergaulan dan pemenuhan kebutuhan di dalam masyarakat. Misalnya dalam bentuk bahasa. perhatikan bagan berikut ini.2. kepribadian boleh dikatakan terbentuk oleh kebudayaan setempat sehingga tiap-tiap orang mempunyai karakteristik yang sama apabila berasal dari lingkungan yang sama pula.

Bentuklah kelompok yang beranggotakan 10 – 15 orang. Ini berarti bahwa individu tersebut telah berperilaku seperti nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat. dapat dikatakan bahwa kebudayaan mempunyai pengaruh besar terhadap kepribadian seseorang. SD. diperlukan kerja sama dari berbagai komponen. Untuk mewujudkan masyarakat yang baik. Perilaku yang tidak selalu dapat dikategorikan sebagai perwujudan budaya. 124 Sosiologi SMA/MA Kelas X . warga masyarakat. Korupsi merupakan salah satu kepribadian bangsa Indonesia. Setiap kelompok meneliti salah satu topik di bawah ini. Tapi yang perlu dicatat di sini bahwa kebudayaan selalu berhubungan dengan proses berpikir manusia. serta perguruan tinggi. MEWUJUDKAN WARGA MASYARAKAT YANG BAIK W arga masyarakat yang baik adalah warga masyarakat yang dapat menjalankan peranannya yang menyangkut hak maupun kewajibannya secara baik tanpa mengurangi hak dari orang yang lain. terutama ketika ia bertindak. lembaga pendidikan. 2. Budaya digunakan oleh setiap orang sebagai pedoman atau acuan dan latar belakang tindakan manusia dalam kehidupannya. Ketujuh unsur tersebut mempengaruhi kepribadian individu. dan SMU. maupun tokoh-tokoh keagamaan. baik pemerintah. SMP.Jusuf Kalla. terutama generasi baru secara akumulatif dan komprehensif. Jadi.sosial. Dalam konteks ini keluarga justru mempunyai peranan yang lebih penting dan mendasar dalam mewujudkan warga masyarakat yang baik ketimbang peranan lembaga pendidikan seperti TK. 1. Kecenderungan budaya korupsi di Indonesia dalam dua tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono .

Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. Setujukah Anda dengan pendapat pada alinea terakhir bacaan di atas? Jelaskan dan sertakan data-data pendukung! 2. Bagaimana solusi Anda dalam mewujudkan masyarakat yang baik?

MEMPERSIAPKAN KETERAMPILAN HIDUP

P

ada dasarnya, proses sosialisasi merupakan proses belajar bagi seorang individu untuk membekali diri dengan pengetahuan-pengetahuan dan keterampilan-keterampilan tertentu agar seorang individu dapat berperilaku sesuai dengan kondisi budaya masyarakatnya. Ada kalanya proses sosialisasi justru menyerap sub-sub kebudayaan yang menyimpang. Keadaan ini akan membawa jalan yang tersesat bagi seorang individu untuk meniti karir hidup dalam masyarakat. Tetapi sebaliknya dengan menyerap sub-sub kebudayaan yang baik, besar manfaatnya dalam membekali diri dengan keterampilan-keterampilan khusus yang dapat menunjang kehidupan hari tua. Pertanyaan: 1. Apakah yang dimaksud dengan keterampilan hidup atau life skill ?

2. Mengapa seorang remaja perlu membekali diri dengan keterampilan hidup? 3. Sebutkan lima contoh keterampilan hidup yang Anda senangi dan bagaimana cara Anda memperoleh keterampilan-keterampilan tersebut!

Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian

125

4. Melalui media apa sajakah keterampilan hidup itu dapat diserap? 5. Apa yang akan terjadi bila seorang individu yang memasuki usia akhir dewasa tidak memiliki keterampilan hidup?

PROSES SOSIALISASI DAN KEPRIBADIAN INDIVIDU
Setiap manusia sejak kecil hingga dewasa senantiasa berada di lingkungan individu yang lain, baik dalam lingkungan keluarga, lingkungan kerabat, lingkungan masyarakat setempat, lingkungan permainan, lingkungan pendidikan, maupun lingkungan masyarakat luas. Proses ini lebih tepat disebut proses sosialisasi. Dalam proses sosialisasi, seorang individu akan mendapatkan segala sesuatu yang baik maupun yang buruk di dalam masyarakat yang meliputi hampir semua segi kehidupan. Misalnya, bidang kesenian, olahraga, perdagangan, masalah hukum, masalah perkawinan, dan lain sebagainya. Melalui proses sosialisasi, orang akan bertambah banyak pengalamannya serta berkembang prinsip-prinsipnya hingga akhirnya terbentuk persepsi dan pola pikir yang didasarkan pada nilai-nilai yang diserap dalam proses sosialisasi. Gambaran umum dari perilaku yang khas seorang individu dinamakan kepribadian. Kepribadian ini dapat dilihat dari keseluruhan perilaku yang sehari-hari diperbuat oleh seseorang. Pertanyaan: 1. Kapankah kepribadian seseorang akan menjadi baik? Dan kapankah kepribadian seseorang akan menjadi buruk? 2. Jelaskan bagaimana korelasi antara kepribadian dan proses sosialisasi yang dialami oleh seorang individu! 3. Sebutkan komponen-komponen dari kepribadian seseorang yang terlihat dari aktivitas kesehariannya! 4. Mengapa seorang anak perlu dibatasi lingkungan pergaulannya? 5. Bagaimana peranan warisan biologis dalam pembentukan kepribadian seorang anak?

126

Sosiologi SMA/MA Kelas X

1. Norma dan nilai merupakan pedoman bagi individu yang melaksanakan proses sosialisasi, bahkan menjadi pedoman bagi semua warga masyarakat. Melalui proses sosialisasi, seseorang pada hakikatnya akan mempelajari norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat untuk dipedomani yang selanjutnya seorang individu dapat berperilaku secara tepat sehingga dapat sukses dalam pergaulan. 2. Perbedaan nilai dan norma sosial Nilai sosial: dibuat lebih dulu daripada norma sosial, bersifat implisit, dan belum dilengkapi dengan sanksi. Norma sosial: dibuat untuk melaksanakan nilai-nilai sosial, bersifat eksplisit, dan sudah dilengkapi dengan sanksi. 3. Fungsi nilai dan norma sosial adalah sebagai petunjuk arah perilaku, benteng perlindungan, dan pendorong atau motivator. 4. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan nilai dan norma meliputi perubahan struktur pemerintahan, perubahan tingkat peradaban, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penemuan-penemuan baru, dan pengaruh kebudayaan asing. 5. Tujuan sosialisasi adalah untuk mengetahui lingkungan sosial, lingkungan fisik, nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam suatu masyarakat, dan mengetahui lingkungan sosial budaya suatu masyarakat. 6. Faktor-faktor yang mempengaruhi sosialisasi Faktor Intrinsik yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam seorang individu. Faktor Ekstrinsik yaitu faktor-faktor yang berasal dari luar diri seseorang. 7. Media sosialisasi terdiri atas keluarga, lingkungan permainan, lingkungan pendidikan,lingkungan kerja, dan media massa. 8. Faktor-faktor pembentuk kepribadian Faktor Warisan Biologis: ciri-ciri fisik, golongan darah, bakat, dan sifat-sifat khas. Faktor Lingkungan: lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan, lingkungan pergaulan (lingkungan kerja), media massa, dan lingkungan masyarakat luas. 9. Kepribadian tiap-tiap individu dalam masyarakat sangat dipengaruhi oleh corak kebudayaan, di mana individu itu hidup dan berkembang menjadi dewasa (social determinism).
Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian

127

perilaku keseharian E. hati nurani D. D. 128 Sosiologi SMA/MA Kelas X . . imajinasi 6. 2. Untuk mengetahui kondisi kejiwaan seseorang dapat diperhatikan melalui . 6 C. 5. 2. karakter D. B. . tabiat C. . . prakarsa 2. . A. 4 D. 6 5. . 4. 3. . golongan darah 4. 4. Perhatikan pernyataan berikut ini: 1. bakat-bakat D. 2. 5. perangai C. 3. kecuali . lingkungan keluarga B. . kerja sama 3. dan E! 1. ego E. . Faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian seseorang adalah seperti berikut. Gambaran umum mengenai kejiwaan manusia yang teraktualisasi dalam bentuk perilaku yang khas dari seorang individu disebut . pengendalian emosi C. yang merupakan bagian atau unsur kepribadian seseorang adalah . A. 1. 2. budi pekerti 5. kondisi fisik E. Faktor-faktor berikut ini yang bukan merupakan faktor-faktor warisan biologis adalah . prakarsa B.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. 4. . kepribadian 2. . perangai 4. . kegemaran 3. 1. tingkat kecerdasan (IQ) Dari pernyataan di atas. A. . kejiwaan B. . . 5 E. 3. A. 3. 5 B. C.

Pembentukan kepribadian generasi penerus yang memiliki imtak (iman-takwa) dan iptek (ilmu pengetahuan-teknologi) yang kuat dan seimbang secara kodrati sejak semula menjadi tugas pokok media sosialisasi . masyarakat 7. . sekolah D. sesuatu yang dapat diperoleh seseorang dalam proses sosialisasi adalah . A. Pernyataan berikut ini yang merupakan penjabaran dari istilah social determinism adalah . . . Proses sosialisasi primer adalah . pemerintah B. C. . . D. A. . E. . 3. lingkungan keluarga D. Salah satu perwujudan dari kehidupan sosial dalam masyarakat adalah kegotongroyongan. 4 C. proses sosialisasi di lingkungan tempat tinggal yang baru D. . proses sosialisasi di lingkungan sekolah B. 1. . strata dan popularitas diri 5. lingkungan alam B. . pengetahuan tentang lingkungan alam 2. 1. 5 B. keluarga E. Proses sosialisasi yang dilakukan oleh seorang pejabat baru pindahan dari daerah lain merupakan contoh dari . 8. 1.A. proses sosialisasi di lingkungan keluarga dan masyarakat setempat C. 2. penemuan baru E. A. 2. Budaya merupakan perwujudan dari kepribadian masyarakat. Corak kepribadian seseorang sangat ditentukan oleh budaya masyarakatnya. proses intuitif Berdasarkan pernyataan di atas. . 5 E. norma dan nilai sosial 3. multimedia C. 4 9. 2. proses sosialisasi di lingkungan kerja E. struktur sosial dan personil dari masing-masing status dalam struktur sosial 4. . 1. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 129 . . 2. . Tiap-tiap individu memiliki corak kepribadian yang berbeda-beda. B. 3. . A. Perhatikan pernyataan berikut ini: 1. 3 D. budaya masyarakat setempat 6. proses sosialisasi pada lingkungan teman sepermainan 10. Setiap masyarakat memiliki struktur budaya yang berlainan. warisan biologis C.

. Nilai sosial memiliki ciri-ciri antara lain . Keunggulan lembaga sekolah bagi pembinaan generasi muda terletak pada peranannya dalam . etika C. dan nominal mutlak. melatih keterampilan D. kesusilaan. sosialisasi primer D. . membudayakan masyarakat B. . menyatukan kelompok yang mengalami konflik C. dan moral 14. . nilai B. religius B. petunjuk arah dalam pemenuhan kebutuhan 16. . spritual. Menurut A. sosialisasi B. . vital 15. A. vital. . menentukan interaksi sosial bersama makhluk individu 13. memberikan rasa kebersamaan D. . dibawa sejak lahir melalui orang tua 130 Sosiologi SMA/MA Kelas X . kesopanan. . nisbi. nilai D. kehidupan sosial yang bersifat abstrak B. adaptasi C. pengendali sosial dari perbuatan yang menyimpang E. . mendidik budi pekerti E. dan nominal material. . 1. menentukan kepentingan individu dalam masyarakat D. dan moral abstrak. A. konkret. material D. . . kehidupan bersama sebagai realita sosial C. moral E. Nilai dan norma mempunyai hubungan saling berkaitan yang merupakan dasar dalam . Notonegoro. A. . proses enkulturasi 11. nilai E. sosialisasi sekunder E. nilai Prof. . A. . Dr. nilai C. . kehidupan kelompok untuk memenuhi kebutuhan khusus E. . mengajar ilmu pengetahuan 12. maksudnya adalah . yaitu . Fungsi nilai sebagai pendorong. menuntun manusia untuk berbuat baik B. dan kerohanian material. nilai dibagi atas tiga.A. merupakan hasil interaksi antarwarga masyarakat 2. mensosialisasikan nilai dan norma C. Segala sesuatu yang berguna bagi manusia sehingga orang dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas termasuk dalam nilai .

. . lingkungan sekolah E. Salah satu pepatah yang mengatakan “lain ladang lain belalang. Dalam hal ini. . tuntutan kehidupan yang berbeda dengan daerah lain D. peningkatan kepekaan sosial 20. 3. 4 E. mempunyai pengaruh yang sama sesuai dengan kebudayaan 5. . A.3. teman bermain C. . Meskipun sudah tahu akibat buruk dari penyalahgunaan narkoba. lingkungan masyarakat yang buruk E. kenyataannya masih banyak remaja yang terjebak untuk mengkonsumsi. Sejak kecil Lita selalu dibimbing dan diarahkan oleh orang tuanya agar melakukan sesuatu dengan baik dan benar. 4. pembentukan kepribadian sosial E. A. . . . kebiasaan hidup yang berbeda dengan daerah lain C. . 1. lingkungan masyarakat D. A. lain lubuk lain ikannya” memberikan gambaran kepada kita bahwa setiap daerah memiliki . 5 17. teman kerja B. yaitu . pemulihan tindakan anak yang bersifat asosial B. . tingkat perkembangan yang berbeda dengan daerah lain B. nilai-nilai yang berbeda dengan daerah lain E. mempengaruhi perkembangan pribadi individu. penanaman nilai dan norma sosial D. . 3. 2. A. 3. baik positif maupun negatif Pernyataan di atas yang benar adalah . Kasus ini terjadi sebagai akibat dari . pembelajaran ilmu pengetahuan sosial C. 5 C. 3 D. 2. Dalam hal ini. . 1. . Seorang anak akan merasa aman dan mendapat pengalaman dalam kelompoknya. 4 B. menurunnya kualitas pendidikan C. Lita mengalami proses sosialisasi. 1. adanya kebebasan media massa B. banyaknya teman dalam pergaulan D. teman sekoah 19. . tata kelakuan yang berbeda dengan daerah lain 18. terbentuk melalui proses sosialisasi 4. 3. yang merupakan media sosialisasi adalah . A. . proses sosialisasi yang tidak sempurna Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 131 .

Apa tujuan seorang individu melaksanakan proses sosialisasi? 132 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Sebutkan dan jelaskan macam-macam media sosialisasi! 10. Mengapa norma dan nilai dapat mengalami pergeseran? Jelaskan! 5. Apa yang dimaksud dengan nilai sentral? Bagaimana peranannya dalam bentuk perilaku? 9. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian pada diri seseorang! 8. Apakah yang dimaksud dengan sosialisasi? 2. Jelaskan bagaimana peranan norma dan nilai dalam proses sosialisasi! 3. Apakah yang dimaksud dengan kepribadian? 6.Soal Essay Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Jelaskan bagaimana korelasi antara proses sosialisasi dan proses pembentukan kepribadian! 7. Sebutkan macam-macam norma sosial! 4.

google. perilaku menyimpang.id D alam perkembangan masyarakat tidak selamanya orangorang berperilaku sesuai norma dan nilai. uraian berikut akan menjelaskan bagaimana keterkaitan nilai dan norma sosial. dan pengendalian sosial.co. Mengklasifikasi jenisjenis perilaku menyimpang. Perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan nilai inilah yang dinamakan perilaku menyimpang yang menggelisahkan masyarakat sehingga masyarakat mengambil suatu tindakan yang disebut pengendalian sosial. Untuk membahas lebih lanjut.PERILAKU MENYIMPANG Tujuan Pembelajaran Mengidentifikasikan terjadinya perilaku menyimpang sebagai hasil sosialisasi yang tidak sempurna. Mendeskripsikan cara-cara untuk menanggulangi terjadinya perilaku menyimpang. Sumber: http/images. Bab 5 Perilaku Menyimpang 133 .

Tidak mampu menyerap norma Proses belajar yang menyimpang Ketegangan Antarkebudayaan Proses sosialisasi yang tidak sempurna Pelampiasan rasa kecewa Sikap mental yang tidak sehat Dorongan kebutuhan ekonomi Perilaku Menyimpang Tindakan anti sosial Sikap melanggar norma Pelanggaran Norma Delinkuensi Kriminalitas Sikap anti kemapanan Pengendalian Sosial 134 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

terutama fungsi pendidikan dan fungsi pengawasan sosial. Perilaku menyimpang ini meliputi hal-hal berikut ini. Perilaku-perilaku ini merugikan warga masyarakat secara sosiologis sehingga akan menjadi penghambat tumbuh dan berkembangnya suatu masyarakat. melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai yang berlaku di dalam masyarakat tertentu. minum-minuman keras. Kriminalitas terdiri atas kejahatan kerah biru dan kejahatan kerah putih. dapat dikatakan bahwa aturan yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukanlah baik atau buruknya perbuatan itu menurut pengertian umum. mulai dari anak muda hingga orang dewasa pernah melakukannya. norma kesusilaan dan kesopanan. perkelahian pelajar. Contoh delinkuensi: berkatakata jorok. Norma yang dilanggar meliputi norma adat dan kebiasaan. terutama adalah hukum pidana. Pengertian Perilaku Menyimpang (Social Deviation) Yang dimaksud perilaku menyimpang adalah semua perilaku warga masyarakat baik secara individual maupun secara kolektif. 1. yaitu kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang miskin karena kemiskinannya. Kenakalan remaja pada umumnya terjadi akibat gagalnya keluarga menjalankan fungsi-fungsinya. a. Bab 5 Perilaku Menyimpang 135 . Jadi. baik secara langsung maupun tidak langsung. mencuri buah-buahan. norma agama. Suatu tindakan yang mungkin pantas dan dapat diterima di suatu tempat lain. Tapi yang perlu diperhatikan adalah bahwa batasan perilaku menyimpang ditentukan oleh norma-norma atau nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. yang bertentangan dengan nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. serta tidak mengetahui prinsip baik dan buruk. b. Kenakalan remaja sering kali menjadi benih awal dari suatu kriminalitas. Kenakalan Remaja (Delinkuensi) Semua bentuk perilaku remaja yang belum dewasa secara hukum yang bertentangan dengan nilai-nilai dan norma sosial yang ada dikategorikan sebagai kenakalan remaja. Kejahatan kerah biru (blue collar crime). Perilaku menyimpang dapat dilakukan oleh siapapun. Kejahatan (Criminality) Kejahatan atau kriminalitas adalah semua bentuk perilaku warga masyarakat yang telah dewasa yang bertentangan dengan norma-norma hukum. PERILAKU MENYIMPANG Perilaku menyimpang merupakan akibat proses sosialisasi yang salah atau proses sosialisasi terhadap sub-sub kebudayaan yang menyimpang. Kegagalan ini kemudian menjadi beban masyarakat ketika seorang anak tidak mengetahui prinsip-prinsip benar dan salah. dan lain-lain. maupun norma hukum.A.

1 Tabel Tipologi Adaptasi Individual dari Merton.Kejahatan kerah putih (white collar crime). ada lima tipologi tingkah laku individu untuk menghadapi hal tersebut. Teori Anomi Robert K. Cara-cara Adaptasi Konformitas Inovasi Ritualisme Pengasingan diri Pemberontakan ± ± Tujuan Budaya Cara-cara yang Melembaga Tabel 5. kejahatan berawal dari proses sosialisasi terhadap subkebudayaan yang memang salah dan menyimpang. 4. Kejahatan ini dilakukan semata-mata bukan karena kekurangan atau kemiskinan. Generasi baru yang dilahirkan di lingkungan ini pun dengan sendirinya akan menyerap nilai-nilai yang memang menyimpang sejak awal. b. No. pengasingan diri. Anomi terjadi karena adanya ketidakharmonisan antara tujuan budaya dan cara-cara untuk mencapai tujuan budaya. Teori Kebudayaan Khusus yang Menyimpang Teori ini dikemukakan oleh Shaw dan McKay. Merton mengemukakan bahwa penyimpangan perilaku terjadi karena masyarakat mempunyai struktur budaya dengan sistem nilai yang berbeda-beda sehingga tidak ada satu standar nilai yang dijadikan suatu kesepakatan untuk dipatuhi bersama. dan pemberontakan. padahal struktur budaya yang satu dengan struktur budaya yang lain saling bertentangan. inovasi. yaitu kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang kaya dan penguasa. masing-masing masyarakat akan berperilaku dengan standarnya masing-masing. Keadaan anomi bisa menyebabkan penyimpangan sosial selanjutnya dikatakan bahwa dalam proses sosialisasi. ritualisme. Beberapa Teori Penyimpangan a. Menurutnya. Akibatnya. 136 Sosiologi SMA/MA Kelas X . 1. 5. 3. individu-individu belajar mengenal tujuantujuan budaya tersebut. bahkan dianggap perilaku yang normatif. di mana perilaku menyimpang dianggap hal yang biasa. yaitu konformitas. Menurut Merton. Hal ini terjadi pada perkampungan-perkampungan yang berserakan dan tidak teratur. melainkan karena keserakahannya. Pada akhirnya terjadi penyimpangan-penyimpangan perilaku. 2. 2.

misalnya korupsi. Misalnya. Korupsi merupakan cara yang tidak disetujui dalam mencapai tujuan yang sesuai dengan nilai budaya. Sikap konformitas ini bukan merupakan keadaan anomis. tanda – berarti sikap menolak. Dalam suatu perombakan struktur nilai. namun dalam kenyataannya. meskipun masyarakat kita mendorong semua anggota masyarakat untuk memperoleh kekayaan dan kedudukan sosial yang tinggi. akan berupaya untuk melanggar peraturan ini. seseorang yang ingin lulus ujian SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) agar menjadi mahasiswa PTN. seringkali terjadi pembaruan-pembaruan untuk menyempurnakan tata nilai lama yang dianggap tidak sesuai. Bab 5 Perilaku Menyimpang 137 .1 Perilaku menyimpang berupa tindakan yang melanggar hukum ditidaklanjuti dengan memasukkan pelaku ke ruang tahanan. Dalam teori sosiologi.Keterangan: Ada lima macam tingkah laku manusia yang berkaitan dengan budaya dengan caracara yang disetujui untuk mencapai tujuan tersebut. Mereka yang melihat betapa kecilnya kemungkinan untuk berhasil jika mematuhi peraturan atau cara-cara yang benar. dan tanda ± berarti penolakan terhadap nilai-nilai yang berlaku dan berupaya dengan nilai-nilai baru. dan tetapi dengan cara belajar sungguh-sungguh. Inovasi adalah suatu sikap menerima tujuan sesuai dengan nilai budaya. makna konformitas adalah suatu sikap yang menerima tujuan sesuai dengan nilai-nilai budaya dan cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut. cara yang disetujui untuk mencapainya hanya memungkinkan segelintir orang untuk berhasil. Contohnya. terjadilah suatu inovasi nilai. Belajar merupakan cara untuk mencapai tujuan yang disetujui dan sudah melembaga dalam masyarakat. Untuk mencapainya. 8–14 Desember 2003 Gambar 5. Tanda + menunjukkan sikap menerima. sedangkan menjadi mahasiswa merupakan tujuan yang sesuai dengan nilai budaya. Sumber: Pilars. tetapi menolak cara-cara yang melembaga untuk mencapai tujuan. Dalam konteks ini. dia tidak memakai joki dan menyontek.

Selanjutnya. Contohnya: meskipun masyarakat kita menolak pengaturan zakat. 1. namun mereka menerima cara-cara yang melembaga untuk mencapai tujuan perzakatan. namun cap itu sendiri jauh lebih diperhatikan melebihi status-status yang lainnya. oleh masyarakat diberi cap sebagai pencuri. teori ini disebut pula teori pemberian cap. seseorang yang melakukan tindakan pencurian di wilayah tempat tinggalnya. ritualisme dan pengasingan diri. Jelaskan mengapa orang harus berperilaku seperti norma dan nilai! 2. Berdasarkan sifatnya. Teori ini dijelaskan dengan memakai bantuan konsep penyimpangan primer dan sekunder. penyimpangan dapat dibedakan menjadi dua macam. seorang individu atau kelompok masyarakat menolak tujuan maupun cara-cara untuk mencapai tujuan yang melembaga. Ada banyak teori penyimpangan.Pemberontakan adalah sikap yang menolak tujuan dan cara-cara yang melembaga dan berupaya menggantikannya dengan tujuan dan cara yang baru. Sebabnya masa depan seseorang yang telah terlanjur dianggap sebagai penyimpangan sekunder bisa berubah secara drastis. 138 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Oleh karena itu. Sikap menolak tujuan sesuai dengan nilai budaya dengan menerima cara-cara yang melembaga untuk mencapai tujuan disebut ritualisme. walaupun dilakukan hanya satu kali. khususnya penyimpangan sekunder. contohnya kaum revolusioner. Sifat-Sifat Penyimpangan Penyimpangan perilaku memang tidak selamanya mempunyai pengaruh yang buruk bagi masyarakat. Pada dasarnya. teori ini adalah teori pemberian label atau cap terhadap suatu tindakan penyimpangan. Misalnya. Sebutkan lima bentuk penyimpangan sosial yang masih tergolong ringan! 4. Meskipun kesehariannya bertingkah laku baik. Jelaskan bagaimana kaitan antara kenakalan remaja dan kriminalitas! 3. c. teori manakah menurut Anda yang paling baik? Apa alasannya? 3. Sebaliknya pada pengasingan diri. Teori Reaksi Masyarakat Teori penyimpangan yang ketiga adalah teori reaksi masyarakat. yaitu penyimpangan positif dan penyimpangan negatif.

B. Ketidaksanggupan Menyerap Norma-norma Kebudayaan Proses ini berlangsung ketika seseorang individu tidak mampu membedakan perilaku yang pantas dan yang tidak pantas. a.Penyimpangan positif adalah penyimpangan yang terarah pada nilai-nilai sosial yang ideal. terutama orang-orang di sekitarnya. Biasanya bila anak ini terjun ke masyarakat yang lebih luas. Contoh: wadah pergaulan dalam bentuk “kontak jodoh” yang mungkin belum dapat diterima oleh anggota masyarakat karena dianggap melampaui batas. Kasus ini tampak pada seseorang yang berasal dari keluarga berantakan. Hal ini terjadi misalnya karena seorang individu kesulitan dalam berkomunikasi ketika bersosialisasi. walaupun cara atau tindakan yang dilakukan itu seolah-olah menyimpang dari norma-norma yang berlaku. Seseorang dikatakan menyimpang secara positif jika dia berusaha merealisasikan suatu cita-cita namun masyarakat pada umumnya menolak atau tidak dapat menerima caranya. Proses Belajar yang Menyimpang Proses belajar suatu subkebudayaan yang menyimpang akan menimbulkan perilaku-perilaku baru pada generasi baru yang menyimpang dari norma dan nilai Bab 5 Perilaku Menyimpang 139 . Proses sosialisasi tidak akan berhasil jika sejak kecil seseorang mengamati kemudian meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. Tindakan perilaku menyimpang ini dianggap tercela oleh masyarakat. pelakunya dikucilkan dan bobotnya diukur menurut kaidah sosial yang dilanggar. Pelanggaran terhadap kaidah susila dan adat istiadat biasanya dinilai berat. padahal sebenarnya tidak. Penyebab Perilaku Menyimpang Berdasarkan tinjauan multidimensi. 1. Penyimpangan negatif adalah kecenderungan bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dipandang rendah dan berakibat buruk. Individu juga dapat tidak berhasil melakukan sosialisasi jika ia tidak memiliki kepercayaan diri dan kemampuan dalam proses sosialisasi tersebut. b. Perilaku menyimpang tersebut juga dapat terjadi ketika seorang individu tidak mampu mendalami norma-norma masyarakat yang berlaku dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. perilaku menyimpang dapat disebabkan oleh hal-hal berikut ini. ia cenderung tidak sanggup menjalankan perannya sesuai dengan perilaku yang pantas menurut ukuran masyarakat. Akibatnya yang diterima bukan pujian melainkan celaan. Ini dapat terjadi karena seseorang menjalani proses sosialisasi yang tidak sempurna. TERJADINYA PERILAKU MENYIMPANG SEBAGAI HASIL SOSIALISASI YANG TIDAK SEMPURNA Proses sosialisasi yang tidak sempurna dapat membentuk perilaku menyimpang.

Jika pergaulan ini memiliki pola sikap dan perilaku menyimpang. Apabila seseorang tidak diberi peluang untuk memilih. e. Ikatan Sosial yang Berlainan Dalam suatu masyarakat memang terdapat kerabat-kerabat dengan ikatan sosial yang berbeda-beda dan struktur tata nilai yang berbeda pula. Proses sosialiasi ini terjadi secara sengaja maupun tidak sengaja. bahwa proses sosialisasi akan menghasilkan sesuatu yang baik dan yang buruk yang kadang berlangsung secara tumpang tindih tanpa disadari. sehingga kemungkinan besar akan terjadi perilaku menyimpang.yang ada. 140 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Terutama karena berasal dari masyarakat yang mempunyai struktur budaya yang berlainan. ia akan memperoleh pola-pola sikap dan perilaku kelompoknya. d. Hal ini menjadi titik awal terjadinya penyimpangan. c. f. Sikap Mental yang Tidak Sehat Perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai sentral yang ada pada diri manusia itu. Proses belajar ini terjadi melalui interaksi sosial dengan orang lain khususnya orang-orang berperilaku menyimpang yang sudah berpengalaman. maka cara-cara ini dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Setiap masyarakat tidak hanya memiliki tujuan-tujuan yang dianjurkan oleh kebudayaan. Nilai sentral ini merupakan nilai yang paling dipedomani oleh seseorang. Adapun terjadinya proses belajar perilaku menyimpang sama halnya dengan proses belajar yang lainnya. Ketegangan antara Kebudayaan dan Struktur Sosial Pada masyarakat multikultural memang terdapat perbedaan-perbedaan struktur budaya yang sangat mendasar. Perilaku menyimpang sebagai hasil sosialisasi yang sengaja dapat terjadi melalui kelompok-kelompok gelap yang tujuannya benar-benar mengajarkan penyimpangan. tetapi juga cara-cara yang diperkenankan oleh kebudayaan tersebut untuk mencapai tujuan tadi. Perilaku menyimpang sering kali merupakan akibat dari sosialisasi yang sengaja maupun tidak sengaja. Hubungan dengan kelompokkelompok tersebut akan cenderung membuatnya mengidentifikasi dirinya dengan kelompok yang paling dihargainya. Adakalanya nilai-nilai sentral ini sangat berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lain. maka kemungkinan besar ia juga akan menunjukkan pola-pola perilaku menyimpang. Hal ini dapat terjadi karena orang yang melakukan perilaku menyimpang tidak merasa bersalah atau menyesal. Setiap orang biasanya berhubungan dengan kelompok yang berlainan. Mereka membentuk subkebudayaan yang berbeda dari kebudayaan umumnya. Dengan hubungan ini. Akibat Proses Sosialisasi Nilai-nilai Subkebudayaan Menyimpang Sebagaimana disinggung di depan.

Bentuk-Bentuk Perilaku Menyimpang Akibat Perubahan Sosial Budaya Proses perubahan sosial budaya yang sangat mendasar dan berlangsung relatif cepat mengakibatkan munculnya perilaku-perilaku menyimpang. h. jagoan. Hal inilah yang menjadi titik awal terjadinya penyimpangan perilaku akibat dorongan pemenuhan kebutuhan ekonomi. Mengapa sosialisasi yang tidak sempurna dapat menyebabkan perilaku menyimpang? 2. sering kali perilaku menyimpang itu dilakukan untuk menunjukkan keberanian seseorang untuk melakukan sesuatu. Pelampiasan Rasa Kecewa Tidak selamanya keadaan yang ada di hadapan kita sesuai dengan keinginan kita. seseorang yang mengalami rasa kecewa atau kepahitan hidup dapat melakukan perilaku menyimpang sebagai usaha pelarian atau pelampiasan terhadap rasa kecewanya atau kesulitannya itu. i. Mereka merombak sistem perilaku lama sehingga yang pada mulanya merupakan sesuatu yang benar namun sekarang menjadi sesuatu yang salah dan menyimpang. Misalnya. Perilaku menyimpang kadang-kadang dilakukan sekedar untuk gaya-gayaan atau keinginan untuk dipuji. Sebutkan macam-macam perilaku menyimpang! 2. Dorongan Kebutuhan Ekonomi Sebagaimana diketahui bahwa kebutuhan hidup tidak selamanya tersedia dan mudah dijangkau.g. mabuk-mabukan. 1. Selanjutnya sering kali kekecewaan ini memunculkan perilaku-perilaku yang merupakan pelampiasan dari rasa kekecewaannya itu. termasuk perilaku-perilaku yang menyimpang. Bab 5 Perilaku Menyimpang 141 . Misalnya: berkelahi. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor penyebab perilaku menyimpang! 3. Keadaan inilah yang membuat orang mengalami kekecewaan. dan lainnya. dilakukan biar dianggap hebat. Seseorang yang terdesak kebutuhan ekonominya jika tidak memiliki iman yang kuat atau tidak dapat mengendalikan diri atau tidak mau bekerja keras dapat terdorong menjadi penjahat. Terkadang keinginan tidak sesuai dengan kemampuan. Keinginan untuk Dipuji atau Gaya-gayaan Di lingkungan orang-orang yang sebaya. penyalahgunaan narkotika.

yaitu dari sistem kolonialis menjadi sistem demokrasi di bawah pemerintahan bangsa sendiri. Edisi Khusus 2005 Gambar 5. yaitu perubahan sosial yang mendasar dan berlangsung dalam waktu yang relatif singkat terjadi di awal kemerdekaan. Pada masa berikutnya. kasus Indonesia yang sejak merdeka hingga sekarang setidaknya telah terjadi tiga kali revolusi sosial.2 Adanya tindakan revolusioner dari rakyat berupa tuntutan agar terjadi pergantian pimpinan dalam pemerintah merupakan wujud ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintah. perilaku-perilaku dan ajaran komunis masih muncul yang selanjutnya dapat disebut perilaku menyimpang akibat perubahan sosial pada masa itu. Revolusi Sosial pada Masa Peralihan Orde Lama ke Orde Baru Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 1965/1966 pada saat pemerintahan Orde Lama lengser dari panggung kekuasaan dan diganti dengan pemerintahan Orde Baru. Contoh: penggunaan bahasa Belanda dan bahasa Jepang yang merupakan peninggalan bangsa penjajah. Pada masa ini terjadi perombakan susunan kabinet 100 menteri dengan pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI). b. dan gaya kepemimpinan yang otoriter. Ketika terjadi perubahan secara cepat. pada masa peralihan Orde Lama ke Orde Baru. terjadi strukturstruktur budaya lama yang masih muncul pada masa sekarang. Perilaku ini merupakan contoh perilaku menyimpang akibat perubahan sosial budaya pada masa itu. Revolusi Sosial pada Awal Kemerdekaan Pada masa ini terjadi perubahan sosial yang sangat mendasar pada struktur pemerintahan. dan di mana peralihan antara Orde Baru ke Orde Reformasi. Contoh: sikap-sikap ajaran komunis sosialis seperti 142 Sosiologi SMA/MA Kelas X .Sumber: Men’s Obsession. a. Sebagai contoh.

Hingga saat ini kita masih berada pada Orde Reformasi. dan terhadap norma agama dan norma hukum. Penyimpangan gaya hidup Penyimpangan gaya hidup merupakan salah satu bentuk penyimpangan ringan. cara berbicara. tetapi berdasarkan adat dan kebiasaan. Bab 5 Perilaku Menyimpang 143 . Penyimpangan seksual ini merupakan penyimpangan terhadap norma kesusilaan dan kesopanan. solidaritas sosial yang sangat terbatas. c. tetapi oleh para alim ulama melalui khotbahkhotbahnya perilaku ini telah dinyatakan sebagai perilaku yang kurang terpuji sehingga perlu untuk dihindari. antara lain sebagai berikut. Contohnya. Sesuatu yang dianggap baik dan dipedomani pada masa pemerintahan Orde Baru menjadi sesuatu yang menyimpang pada masa sekarang. Penyimpangan gaya hidup ini bisa berupa cara berpakaian. dan lain-lain.bekerja sama untuk kepentingan bersama dan segala sesuatu menjadi hak milik bersama. Secara hukum. a. Penyimpangan pemakaian barang-barang konsumsi yang berlebihan Penyimpangan pemakaian barang konsumsi ini merupakan bentuk penyimpangan terhadap norma agama dan norma kebiasaan. Ini terjadi karena adanya perubahan struktur budaya pada masa peralihan tersebut. pelecehan seks. c. yaitu apabila seseorang dalam menyelenggarakan kehidupannya tidak seperti yang dilakukan oleh masyarakat pada umumnya. pelacuran. Contoh: sikap mengekang kebebasan dan sikap sentralistik. Hal ini juga membuat perilaku tersebut berbeda dengan apa yang dilakukan oleh warga masyarakat pada umumnya. yaitu ketika kekuasaan Orde Baru turun dari panggung politik di Indonesia yang dilanjutkan dengan Pemilihan Umum pada tahun 1999. Penyimpangan seksual Pada dasarnya. penyimpangan jenis ini belum melanggar norma. Secara hukum perilakuperilaku tersebut belum dianggap salah. terhadap norma adat dan kebiasaan. penyimpangan seksual adalah penyimpangan perilaku seksual yang dilakukan di luar ikatan pernikahan antara pria dan wanita. ada kalanya kelompok orang-orang kaya memenuhi kebutuhan secara mewah dan berlebihan. penyimpangan gaya hidup sudah termasuk penyimpangan yang sangat mendasar terutama bagi masyarakat tradisional. Revolusi Sosial pada Masa Peralihan antara Orde Baru ke Orde Reformasi Masa peralihan ini terjadi sekitar tahun 1998 dan 1999. Secara umum. penyimpangan-penyimpangan sosial dalam masyarakat itu dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis penyimpangan besar. b. Sebagai contoh penyimpangan seksual antara lain: kumpul kebo. dan pemerkosaan.

Penyimpangan sekunder Penyimpangan sekunder adalah penyimpangan atau pelanggaran yang dilakukan berkali-kali. penyimpangan tidak akan terulang lagi. a. pembunuhan. Penyimpangan ini dapat meliputi penyimpangan seks. penganiayaan. Jenis pelanggaran ini merupakan pelanggaran yang mempunyai esensi berat dan perlu mendapatkan sanksi maksimal berdasarkan hukum yang berlaku. pemalsuan dokumen. pencuri sepeda motor. Berdasarkan jumlah pelakunya. dan perampokan. dan lain-lain.d. Berdasarkan esensi berat-ringannya pelanggaran. Penyimpangan jenis ini sering kali terjadi di lingkungan birokrasi berupa penyimpangan penyalahgunaan kekuasaan pada jabatan tertentu. Penyimpangan ini merupakan penyimpangan dalam kategori yang ringan dan sering kali disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan atau ketidaktahuan dari orang yang melakukannya. serta melembaga yang disebut pula sebagai kolusi. Kolusi dapat terjadi di kalangan pemerintah maupun di kalangan swasta. Contoh: pencopet. Penyimpangan primer Penyimpangan primer adalah penyimpangan yang dilakukan sekali dan untuk yang pertama kali. Yang pasti kolusi akan mengakibatkan korban yang lebih banyak dan sering kali berlangsung dalam waktu yang sangat panjang. b. terutama hukum pidana. perusakan. yaitu penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder. penyimpangan sosial dapat diklasifikasikan menjadi dua macam. pencurian. Penyimpangan kelompok Penyimpangan kelompok adalah penyimpangan yang dilakukan secara bersama-sama dan terkoordinir. penyimpangan sosial dapat diklasifikasikan menjadi dua tingkatan. b. Perilaku-perilaku kriminal yang bertentangan dengan norma hukum pidana misalnya: penipuan dan pemerasan. a. Penyimpangan perilaku yang mengarah pada tindak kejahatan (kriminalitas) Penyimpangan kriminalitas merupakan perilaku warga masyarakat yang telah dewasa hukum yang bertentangan dengan norma-norma hukum. atau penyimpangan gaya hidup. bahkan pelakunya memiliki kecakapan khusus atau terspesialis dengan jenis pelanggaran yang dilakukannya. Setelah itu. yaitu penyimpangan perorangan dan penyimpangan kelompok. penyimpangan kriminal. Penyimpangan perorangan Penyimpangan perorangan adalah penyimpangan atau pelanggaran yang dilakukan orang perorangan. .

3 Penggantian jenis-jenis uang yang beredar secara berkala oleh Peruri dimaksudkan untuk menghindari pemalsuan uang. informasi dari masyarakat terhadap semua bentuk pelanggaran merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi kepolisian untuk memberantas tindakan penyimpangan tersebut. PERURI (Perusahaan Uang Republik Indonesia) senantiasa secara berkala mengganti jenis-jenis uang yang beredar untuk menghindari adanya pemalsuan terhadap jenis uang tertentu. surat-surat berharga seperti ijazah. a. Pemalsuan uang dan dokumen Hampir setiap dekade di Indonesia ada saja pihak-pihak yang memalsukan uang pemerintah RI.Beberapa jenis penyimpangan sosial yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai berikut. Pelanggaran tipe ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang justru ahli dalam bidangnya dan sering kali membentuk suatu sindikat yang justru melibatkan orang-orang pandai bahkan aparat. sedangkan kolusi merupakan korupsi yang dilakukan secara bersama-sama dan melembaga. perjanjian-perjanjian. perangko. kepolisian dan intelejen selalu berusaha untuk menangkap dan mengadili pihak-pihak yang telah memalsukan uang pemerintah RI. Sumber: Garuda. Oleh karena itu. Di samping itu. dan lain sebagainya. Korupsi. Pemalsuan dokumen meliputi pemalsuan materai. Nepotisme merupakan suatu bentuk kejahatan berbentuk memberikan toleransi yang lebih kepada keluarga dan kerabatnya dalam kaitan dengan birokrasi Bab 5 Perilaku Menyimpang 145 . September 2003 Gambar 5. dan nepotisme Korupsi dapat dipahami sebagai suatu sikap untuk memperkaya diri dengan cara mengambil atau memanfaatkan uang negara. Korupsi bisa dilakukan di lingkungan pemerintah maupun di lingkungan swasta. kolusi. cek. Oleh karena itu. b.

h. f. Kasus pembobolan bank sering terjadi karena lemahnya pengawasan dan canggihnya sistem transfer dana dari bank yang satu ke bank yang lain. Rangkaian tindakan perampokan sering kali berkaitan dengan tindak penganiayaan dan bahkan pembunuhan. penganiayaan. Namun yang jelas nepotisme merupakan suatu penyimpangan perilaku secara tidak wajar dan menimbulkan kecemburuan sosial bagi masyarakat umum. Ada banyak jenis pencurian yang biasa terjadi di dalam masyarakat. g. lesbian. bisa juga tidak melanggar hukum. Pembobolan bank biasanya melalui transaksi kredit yang diberikan oleh bank kepada nasabah fiktif. Pembobolan bank Sistem komputerisasi perbankan yang bersifat terbuka (on line) sering kali menjadi incaran para pembobolan bank. dan perkosaan. Pelaku umumnya orang-orang dalam di lingkungan bank yang bersekongkol dengan orang-orang tertentu selaku nasabah. d. pencurian barang-barang elektronik. e. pembunuhan. antara lain: pelacuran (prostitusi). Alkoholisme (miras) Minum-minuman beralkohol yang melebihi ambang batas dilarang oleh hukum karena dapat mendorong terjadinya tindak kriminal yang lain. antara lain: pencurian sepeda motor dan mobil (curanmor). Pencurian Pencurian merupakan suatu tindak pelanggaran kriminal dengan mengambil barang-barang milik orang lain secara tidak sah. Dalam suatu perkelahian massal. Penyimpangan perilaku tipe ini penyelesaiannya harus lebih hati-hati. atau tindakan anarkis yang merusak seperti membakar rumah dan fasilitas-fasilitas tertentu. baik dengan senjata tajam maupun senjata api. homoseksual. dan pencurian ternak.pemerintahan maupun pengadaan barang. Aksi perkelahian massal dan tindakan anarkis Aksi perkelahian massal merupakan bentuk solidaritas sosial yang negatif dari suatu kelompok terhadap kelompok yang lain. Penyimpangan seks Penyimpangan seks merupakan penyimpangan sosial pada aktivitas seks yang dilakukan antara laki-laki dan perempuan yang menyimpang dari normanorma agama atau pun norma hukum. c. Ada beberapa macam penyim-pangan seks. yaitu dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat serta kedua belah pihak. Selain itu. Nepotisme bisa berarti melanggar hukum. pencurian perhiasan dan uang. 146 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Perampokan. sering kali berbuntut penganiayaan. dan pembunuhan Perampokan pada umumnya dilakukan dengan mengancam.

Coba jelaskan bagaimana urut-urutan penyelesaian kasus pelanggaran hukum dari awal sampai dengan vonis hakim! 2. Untuk itu. PENANGGULANGAN TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG Untuk menanggulangi terjadinya perilaku menyimpang. Surabaya. Adapun barang-barang yang dapat tergolong narkotika antara lain: ekstasi. Apa yang dimaksud dengan pengendalian korupsi. Perkelahian pelajar Kasus perkelahian pelajar merupakan kasus-kasus kenakalan remaja yang marak di kalangan pelajar. kolusi. heroin. atau jenis-jenis miras yang lain. j. Ujung-pandang. kurangnya pengawasan dari pihak sekolah. jenewer. bahkan memaksa warga masyarakat untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan norma. kurangnya pengawasan orang tua siswa. Narkotika Penyimpangan sosial jenis ini merupakan penyimpangan yang bertendensi ekonomi. 1. wiski. Beberapa contoh alkohol atau miras antara lain: ciu. putaw. Dengan begitu. Bandung. Pengendalian sosial seperti apa yang dilakukan untuk mengatasi tawuran? Jelaskan pendapatmu! 3. Mengapa undang-undang perlu dibuat dengan melibatkan Dewan Perwakilan Rakyat? 4. yaitu dilakukan oleh orang-orang mampu dan disalurkan oleh orangorang dalam suatu bentuk kegiatan bisnis.dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Hal-hal yang dapat menyebabkan perkelahian pelajar antara lain: pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah yang tidak terisi sesuai dengan jadwal. i. diperlukan pengendalian sosial. Kepentingan individu atau kelompok tertentu sering kali menimbulkan penyimpangan-penyimpangan. dan lain-lain. dan nepotisme? C. Pengendalian sosial di antara Bab 5 Perilaku Menyimpang 147 . dan lain-lain. dan ganja. pengendalian sosial di antara individu maupun di antara kelompok juga perlu dilakukan. Semarang. sabu-sabu. kehidupan masyarakat pun akan tertib dan teratur. Pengendalian sosial merupakan suatu sistem yang mendidik. Perkelahian pelajar atau tawuran pada umumnya berlangsung di kota-kota besar seperti Jakarta. mengajak.

mengembangkan rasa takut dalam jiwa masyarakat yang hendak menyimpang dari adat dengan ancaman dan kekerasan. Tugas dan kewenangan lembaga 3. Selain itu. atau rumah tahanan/lembaga pemasyarakatan.individu dilakukan dengan pengawasan individu tertentu terhadap individu lainnya. Misalnya. kejaksaan. dilakukan cara-cara yang lebih tegas. Fungsi dan peranan lembaga 2. Kemudian buatlah laporan ringkas mengenai hal-hal berikut ini! 1. Pengendalian sosial di antara individu dan kelompok terjadi ketika individu mengawasi suatu kelompok. Pengendalian sosial yang dilakukan diharapkan dapat mengurangi penyimpangan sosial yang terjadi. hukuman penjara atau berupa denda. Misalnya. Hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan. Jika upaya pengendalian sosial tadi belum berhasil juga. Hal ini dilakukan misalnya oleh gurumu terhadap murid-muridnya di sekolah. Seperti apakah cara-cara pengendalian sosial itu dan lembagalembaga apa saja yang melakukannya? Kamu bisa mengetahuinya di bab selanjutnya. Selain itu. misalnya kepolisian. Kegiatan operasional lembaga 148 Sosiologi SMA/MA Kelas X . ayahmu yang mendidikmu untuk menaati peraturan dalam keluarga. Menurut Koentjaraningrat (1922 : 217). pengendalian sosial juga dapat dilakukan diantara kelompok. Kunjungilah salah satu lembaga pengendalian sosial yang terdekat dari sekolah Anda. upaya pengendalian sosial dapat dilakukan dengan mempertebal keyakinan para warga masyarakat akan kebaikan adat istiadat dalam berbagai masyarakat. pengendalian sosial juga dapat dilakukan dengan memberikan penghargaan kepada warga masyarakat yang mematuhi adat istiadat dan sebaliknya mengembangkan rasa malu dalam jiwa warga masyarakat yang tidak mematuhi adat istiadat. Misalnya. pengadilan. di mana ada pengawasan dari suatu kelompok terhadap kelompok lainnya. Selain itu juga memberlakukan hukuman dengan mengenakan sanksi yang tegas pada pelanggarnya.

Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. dan wakil presiden karena ketiga komponen bangsa yang penting itu dipilih secara langsung oleh rakyat melalui proses pemilihan umum. presiden. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Setujukah kalian bahwa pemerintah yang baik adalah pemerintah yang kuat (strong government) yang dapat menyatukan pendapat dari seluruh rakyat untuk menuju pada satu arah sesuai dengan tujuan negara? Jelaskan! 2. bagaimanakah solusi untuk mewujudkan pemerintah yang baik? Bab 5 Perilaku Menyimpang 149 . Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Ciri-ciri pemerintah yang baik adalah pemerintah yang dapat menyusun kebijakan yang tepat sesuai dengan harapan warga masyarakatnya. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang kuat yang dapat menyatukan pendapat dari seluruh rakyatnya sehingga seluruh kekuatan bangsa tertuju pada satu arah untuk mencapai tujuan negara. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2.MEWUJUDKAN PEMERINTAH YANG BAIK P emilu tahun 2004 ini merupakan suatu sistem yang lebih baik dan lebih demokratis untuk memilih anggota legislatif. Menurut Anda.

Di kalangan birokrat. Korupsi memang merupakan sesuatu penyimpangan yang benar-benar menghambat upaya perkembangan masyarakat secara keseluruhan. Setujukah Anda dengan dibentuknya lembaga Komite Pemberantasan Korupsi (KPK). hampir semua media massa membahas tentang cara-cara memberantas budaya korupsi. Sebutkan masing-masing dua contoh budaya korupsi.MENGELIMINIR BUDAYA KORUPSI P ada masa reformasi akhir-akhir ini. kolusi. Tetapi setidaknya dapat ditekan sekecil mungkin pertumbuhannya. dan nepotisme. mulai sekarang generasi-generasi tua harus berani menjadi guru perilaku sosial yang baik dengan meninggalkan secara perlahan dan penuh kesadaran budaya korupsi. Mungkin hal ini tidak akan sepenuhnya bisa dihilangkan dari tata pergaulan masyarakat kita. terutama oleh pejabat-pejabat negara? 2. Benarkah bahwa budaya korupsi. kolusi. Pertanyaan: 1. Mengapa korupsi masih kental dilakukan dalam masyarakat kita. kolusi. Bagaimana upaya pencegahannya melalui proses pewarisan budaya yang baik? 3. dan nepotisme tak pernah bisa dihapuskan? Mengapa demikian? 4. Pada dasarnya. dan nepotisme di kalangan birokrat pemerintah! 5. baik pemerintah maupun lembaga nonpemerintah dewasa ini memang masih sangat kental dengan budaya korupsi. Untuk mengeliminir budaya korupsi. Apa alasanmu? 150 Sosiologi SMA/MA Kelas X . budaya korupsi ini dilakukan turun-temurun dari generasi terdahulu kepada generasi berikutnya.

dan lain-lain. Mengapa kesenjangan sosial dapat menjadi potensi konflik dalam masyarakat? 4. Sebutkan empat faktor penyebab kesenjangan sosial! 2. Inilah kasus kesenjangan sosial yang makin lebar. teknologi canggih ini akan berpihak kepada orang-orang kaya dan selanjutnya menjadi sekutu orang-orang kaya untuk menghasilkan barang dan mendatangkan uang. televisi. radio. Pada gilirannya. telepon. Upaya-upaya apakah yang sekarang diperjuangkan oleh pemerintah Indonesia dalam mengatasi kemiskinan? Bab 5 Perilaku Menyimpang 151 . Bagaimana cara-cara mengatasi kesenjangan sosial dalam masyarakat? 5. mesin bubut. Jelaskan bagaimana kaitan antara modernisasi dan kesenjangan sosial! 3. mereka tergusur dari pekerjaan yang diakibatkan oleh mesin-mesin yang digunakan daripada tenaga-tenaga manusia. Pertanyaan: 1. keadaan ini dapat menjadi potensi terjadinya konflik dalam masyarakat. Melalui proses modernisasi dan pembangunan. komputer. teknologi-teknologi baru diimpor oleh agen modernisasi dan pembangunan untuk memajukan taraf kehidupan suatu bangsa. truk. Justru dengan kedatangan mesin-mesin teknologi canggih ini golongan masyarakat miskin akan termarginalkan.KESENJANGAN SOSIAL SEBAGAI POTENSI KONFLIK Salah satu penyebab menjadi semakin tingginya jurang kesenjangan sosial antara golongan kaya dan golongan miskin adalah kehadiran teknologi melalui proses modernisasi dan pembangunan. traktor pembajak. Kasus ini dapat membuat sekat-sekat dalam masyarakat untuk menimbulkan penindasan sosial budaya kepada kelompok miskin serta mendorong adanya kecemburuan sosial dari kelompok miskin kepada kelompok kaya. Barang-barang teknologi canggih ini misalnya mobil. Akan tetapi. internet. Sebab. mesin tenun.

Perilaku menyimpang adalah semua perilaku warga masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Jenis-jenis penyimpangan sosial yang terjadi di masyarakat Penyimpangan gaya hidup Penyimpangan pemakaian barang-barang konsumsi yang berlebihan Penyimpangan seksual Penyimpangan perilaku yang mengarah pada tindak kejahatan (kriminalitas) 152 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Penyebab perilaku menyimpang Ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan Proses belajar yang menyimpang Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial Ikatan sosial yang berlainan Akibat proses sosialisasi nilai-nilai subkebudayaan menyimpang Sikap mental yang tidak sehat Dorongan kebutuhan ekonomi Pelampiasan rasa kecewa Keinginan untuk dipuji atau gaya-gayaan 5.1. Sifat-sifat Penyimpangan Penyimpangan positif Penyimpangan negatif 4. Revolusi sosial yang terjadi di Indonesia Revolusi sosial pada awal Kemerdekaan Revolusi sosial pada masa peralihan Orde Lama ke Orde Baru Revolusi sosial pada masa peralihan antara Orde Baru ke Orde Reformasi 6. Teori Penyimpangan Teori kebudayaan khusus yang menyimpang Teori anomi Teori reaksi masyarakat 3. Perilaku menyimpang terdiri atas: Kenakalan remaja (delinquention) Kejahatan (criminality) 2.

dan pembunuhan Pencurian Penyimpangan seks Alkoholisme (miras) Narkotika Perkelahian pelajar ebudayaan dan Struktur Sosial 10. mengajarkan.7. kolusi. Penyimpangan sosial berdasarkan esensi berat-ringannya pelanggaran Penyimpangan primer Penyimpangan sekunder 8. Penyimpangan sosial berdasarkan jumlah pelakunya Penyimpangan perorangan Penyimpangan kelompok 9. Contoh penyimpangan sosial dalam kehidupan sehari-hari Pemalsuan uang dan dokumen Korupsi. dan nepotisme Pembobolan bank Aksi perkelahian massal dan tindakan anarkis Perampokan. Untuk menanggulangi terjadinya perilaku menyimpang. Pengendalian sosial merupakan. bahkan memaksa warga masyarakat untuk berprilaku sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. penganiayaan. Contoh-pengendalian sosial antara lain: Pendidikan Penghargaan Mengembangkan rasa malu Mengembangkan rasa takut dengan ancaman dan kekerasan Hukuman dengan mengenakan sanksi yang tegas Bab 5 Perilaku Menyimpang 153 . Suatu sistem yang mendidik . diperlukan pengendalian sosial.

Salah satu penyebab adanya perilaku menyimpang adalah . pengendalian sosial E norma sosial C. kontrol sosial D. penyimpangan sosial C. Usaha-usaha yang dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah dan mengatasi adanya perilaku menyimpang disebut .Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. Suatu keadaan di mana terjadi penurunan kualitas moral orang-orang dalam masyarakat disebut . penghubung kerabat B. edukasi E reproduksi C. Salah satu tujuan dari pengendalian sosial adalah . deviasi sosial 2. . mengatur pemenuhan kebutuhan E 154 D. . . . . A. revitalisasi E reorganisasi menghindari konflik sosial Sosiologi SMA/MA Kelas X . . degradasi moral 5. . D atau E! 1. A. . . . menciptakan keteraturan sosial D. A. A. . sosialisasi D. . menciptakan kebenaran B. Fungsi keluarga untuk membentuk perilaku tertib dan patuh terhadap normanorma sosial dalam lingkungan masyarakat setempat terhadap putra dan putrinya adalah fungsi . C. . demoralisasi B. faktor usia dan jenis kelamin E pengaruh lingkungan pergaulan 4. pengawasan sosial 3. melindungi kepentingan umum C. . B. A. adanya proses sosialisasi yang tidak sempurna D. . pengadilan B. pengaruh lingkungan keluarga C. faktor warisan biologis B.

ketidakmampuan orang tua dalam mendidik D. . denda berupa uang C. 2. Pada masyarakat tradisional seperti masyarakat Tengger di Gunung Bromo Jawa Timur. A. A. . . 4. yang benar adalah . 2. tata kelakuan dan kebiasaan E. perkelahian pelajar homoseksualitas penyalahgunaan narkotika kebut-kebutan di jalan raya penggunaan obat bius di rumah sakit Dari jawaban di atas. 5 B. nilai-nilai dan norma sosial B. bawah ini merupakan bentuk-bentuk perilaku menyimpang. 3 D. 5 C. 2. . . . A. primer B. 3. . 2. . individu D. kelompok E sekunder C. . 4. . sanksi hukum fisik B. . A. 5. hasil sosialisasi tidak sempurna B. hukum dan norma C. hasil sosialisasi dan nilai-nilai subkebudayaan menyimpang C. sanksi sosial dikucilkan dari masyarakat D. agama dan adat istiadat D. Penyimpangan hanya bersifat sementara dan tidak berulang kembali dan individu yang melakukan masih diterima secara sosial termasuk jenis perilaku menyimpang . terorganisir 9. . 5 E 3. benar dan salah 8. 3. hukuman kurungan E hukuman gantung 7. Keluarga yang kurang harmonis akan menimbulkan dampak penyimpangan sebagai . 4. Ukuran menyimpang tidaknya suatu tindakan adalah . penyimpangan perilaku akan diberikan sanksi berupa . . 1. A. kebebasan dalam pergaulan di masyarakat E pengendalian internal yang tidak dilakukan orang tua 10. . Di 1. 4 Bab 5 Perilaku Menyimpang 155 . 3. 1. .6.

sering melanggar hukum E sering buang air kecil 16. kecuali . mengekang pergaulan remaja B. rasa kering pada mulut dan kerongkongan C. . . Pernyataan di bawah ini merupakan akibat negatif bagi penghisap narkotika. . . . secara psikologis penyebab kenakalan remaja tercantum di bawah ini. . menghisap narkotika untuk memperkuat ketahanan jasmani dan rohaninya E belajar yang giat demi mencapai prestasi dan nama baik sekolah dan keluarganya 15. . A. . sekunder E kuratif C. A. Media sosialisasi yang sering menyajikan berita dengan menggambarkan sisi kehidupan yang berbeda serta bertentangan dengan nilai dan norma diajarkan di dalam keluarga dan sekolah adalah . meningkatkan kesadaran norma agama dan kesusilaan E melakukan pengendalian sosial lewat lembaga sosial 12.11. teman sepermainan D. A. kecuali . pelacuran demi terpenuhi kebutuhan rohaninya B. suka bekerja keras agar nafsu makan semakin kuat B. represif B. Pernyataan di bawah ini adalah perilaku yang menyimpang. . pelajar saling berkelahi demi nama baik sekolahnya C. suka berbohong dan sering marah D. media massa E lembaga swadaya masyarakat C. perasaan tidak terpenuhi kebutuhannya (kurang dimengerti) bahkan terancam keamanan dirinya 156 Sosiologi SMA/MA Kelas X . A. . Tindakan kolusi dan korupsi di perusahaan atau instansi pemerintah termasuk dalam tipe perilaku penyimpangan . Hal yang terpenting dalam upaya pencegahan perilaku menyimpang adalah . organisasi pemuda B. memberdayakan lembaga sensor film D. kecuali . lembaga pendidikan 13. Bertolak pada ketahanan keluarga. . . A. preventif 14. . . perlakuan seks sebelum pernikahan demi martabat keluarganya D. memberikan hukuman yang berat bagi pelaku C. . . primer D. . A. .

. . aktivitas sosial B. pengadilan E kesehatan C. A. interaksi sosial E. adanya konflik dan frustasi yang tidak terpecahkan yang tersimpan di dalam diri sendiri C. stratifikasi sosial C. menyelamatkan manusia dari tindakan dosa E menghindari perilaku menyimpang Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. kejaksaan 19. Keseluruhan aktivitas masyarakat yang disampaikan kepada pihak tertentu dalam masyarakat karena ada penyimpangan sosial sehingga kestabilan dalam masyarakat tercipta. . . melindungi kepentingan umum C. A. Instansi yang termasuk pelaksana hukum dalam pengendali primer adalah seperti di bawah ini. proses sosial E. kehakiman B. . Susunan orang-orang yang memimpin dengan pembantu-pembantunya yang mengurus keutuhan termasuk menyelesaikan masalah dalam masyarakat disebut . sakit hati karena kecemburuan antarsaudara keluarganya 17. .B. Sebutkan tiga bentuk penyimpangan yang paling meresahkan dalam masyarakat! Bab 5 Perilaku Menyimpang 157 . menciptakan homogenitas ipoleksosbudhankam D. proses sosial D. . pengendalian sosial 20. kecuali . . . sistem sosial D. Buatlah batasan skala yang dianggap sebagai perilaku menyimpang dalam keluargamu! 2. A. menciptakan keteraturan sosial B. perasaan terkekang keinginannya dalam menyatakan perasaan dan kebebasannya D. kepolisian D. interaksi sosial B. . perasaan yang puas atas suksesnya setiap anggota keluarganya E. Manfaat pengendalian sosial adalah . . A. struktur sosial C. pengertian ini adalah . pengendalian sosial 18. .

Sebutkan tiga lembaga penegak hukum di Indonesia yang melaksanakan fungsi pengendalian sosial! 7. Mengapa perilaku menyimpang juga dapat dikatakan positif? 158 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Jelaskan keberadaan kelompok-kelompok yang berperilaku menyimpang dalam kehidupan bermasyarakat! 6. Apa yang dimaksud dengan penyalahgunaan narkotika? 9.3. Sebutkan sebab-sebab timbulnya proses sosialisasi yang tidak sempurna dan berikan penjelasan secukupnya! 4. Sebutkan salah satu contoh pengendalian sosial yang dilakukan kelompok terhadap kelompok! 10. Sebutkan dan jelaskan kegiatan yang perlu diadakan untuk menghindari perilaku menyimpang di daerahmu! 5. Jelaskan pengertian pengendalian sosial! 8.

Jika hal itu sudah terjadi. polisi yang tadinya mengawasi jalannya demonstrasi pun ikut turun dan mengendalikan para demonstran tersebut. 10 – 16 Mei 2004 K amu pasti pernah melihat aksi demonstrasi di televisi bukan? Misalnya. Pada dasarnya. atau kelompok masyarakat lainnya. demonstrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa. Nah. Tetapi sering kali ketika harapan-harapan mereka tidak terwujud. buruh. Mendeskripsikan akibat tidak berfungsinya lembaga sosial. bukan? Pengendalian sosial juga dapat dilakukan dalam berbagai cara. di sinilah peran polisi sebagai salah satu pelaku pengendali sosial sudah dapat kamu lihat.ATURAN-ATURAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT Tujuan Pembelajaran Mengidentifikasi jenisjenis lembaga pengendalian sosial. Untuk lebih jelasnya. coba kamu pelajari bab ini! Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 159 . Perasaan tidak puas ini sering menjadi penyebab munculnya kekerasan pada demonstrasi-demonstrasi. Mendeskripsikan berbagai cara pengendalian sosial. para demonstran tersebut ingin menyampaikan aspirasi mereka dan tentunya ingin agar harapan-harapannya terwujud. Mengidentifikasikan aturan-aturan sosial dalam kehidupan masyarakat. yang muncul justru ketidakpuasan. Sumber: Tempo.

Pengetahuan tentang hakikat manusia Pengetahuan tentang interaksi sosial Pengetahuan tentang norma dan nilai Penerapan pengetahuan tentang sosialisasi Pengetahuan tentang perilaku menyimpang Pengetahuan tentang Pengendalian sosial Pengetahuanpengetahuan lain Penerapan perilaku sehari-hari Tertib Sosial 160 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Pengendalian sosial dapat dilakukan dengan berbagai macam cara sesuai dengan tingkat dan jenis penyimpangan perilaku yang dilakukan. Nah. B. Mereka memiliki pengetahuan tentang hukum dan peradilan. Lembaga Pengendalian Sosial Sekunder Yang dimaksud dengan lembaga pengendalian sekunder adalah lembaga pengendalian yang bukan merupakan petugas pokok melainkan menjadi pengamat atau pihak yang diterapi suatu peraturan hukum. seorang pembela hukum Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 161 . misalnya seorang dosen. Untuk itu. Lembaga ini meliputi kepolisian.A. Perilaku menyimpang sungguh-sungguh harus dihindari karena dapat merugikan pihak lain dan menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Oleh karena itu. Ketiga lembaga ini merupakan aparat negara yang secara khusus mengurusi soal penerapan hukum dan pengadilan terhadap pelanggaran hukum yang terjadi di masyarakat. diperlukan langkah-langkah sosial yang dinamakan pengendalian sosial. Di bab ini kamu akan lebih banyak mengetahui tentang pengendalian sosial. Perilaku menyimpang merupakan fenomena sosial yang pasti terjadi pada setiap masyarakat. 2. Masalahnya adalah jangan sampai perilaku menyimpang ini terjadi dalam jumlah dan skala yang besar karena dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. dan pengadilan. Lembaga Pengendalian Sosial Primer Yang dimaksud dengan lembaga pengendalian sosial primer adalah lembaga pengendali yang memang sejak awal keberadaannya menjadi aparat penegak hukum atau pengendali ketertiban dalam masyarakat. 1. Begitu juga tindakan anti sosial sedapat mungkin dicegah untuk menciptakan keharmonisan dalam kehidupan bersama.lembaga pengendalian sosial dibedakan menjadi dua. Pelanggaran tersebut disebabkan karena ketidaktahuan atau karena kesengajaan. PENTINGNYA PENGENDALIAN SOSIAL Sering kali dalam kehidupan di sekitar kita. kita melihat pelanggaran-pelanggaran terhadap norma-norma sosial yang ada. diperlukan lembaga. baik yang bersifat formal maupun nonformal untuk menjalankan peran sebagai lembaga pengendalian sosial. kejaksaaan. di bab sebelumnya kamu sudah mengetahui sedikit tentang pengendalian sosial. JENIS-JENIS LEMBAGA PENGENDALIAN SOSIAL Pengendalian sosial berhubungan dengan cara-cara dan metode-metode yang digunakan untuk mendorong seseorang agar perilakunya sesuai dengan kehendak kelompok atau masyarakat luas. yaitu lembaga pengendalian sosial primer dan lembaga pengendalian sosial sekunder. Berdasarkan eksistensi tugas pengendaliannya.

adat pembagian warisan. pemuka agama. artinya otoritas yang dimiliki merupakan pemberian langsung oleh masyarakat yang dipimpinnya melalui kriteria-kriteria tertentu yang telah ditetapkan. bentuk-bentuk pelanggaran terhadap norma-norma adat. Akan tetapi. lembaga adat ini merupakan lembaga pengendalian sosial yang vital dan eksis dalam mempengaruhi dan mengatur tata kelakuan warga masyarakat sehari-hari. antara lain sebagai berikut. pembela hukum. Pada masyarakat tradisional. Lembaga Adat dan Tokoh Masyarakat Salah satu lembaga pengendalian sosial yang paling dini adalah para pemuka masyarakat dan pemuka adat. adat kekerabatan. Adapun jenis-jenis komponen yang dapat berfungsi sebagai pengendali perilaku sosial dalam masyarakat. lembaga pengendalian sosial sekunder meliputi semua warga masyarakat (para dosen. Tokohtokoh adat merupakan pemimpin nonformal.atau advokat serta mahasiswa fakultas hukum. dan lain-lain. Dengan demikian. para tokoh masyarakat pun berperan dalam pengendalian sosial mereka yang mempunyai pengaruh atau pun kharisma untuk mengatur berbagai kegiatan di dalam lingkup masyarakat. Selain pemuka agama. 6 Desember 2003 Gambar 6. mahasiswa. dan lain-lain). dan pemuka masyarakat pada masyarakat tradisional. serta tradisi-tradisi khusus.1 Tokoh masyarakat dijadikan panutan dan pengendali sosial dalam masyarakat. Pada masyarakat tradisional. Sumber: Gatra. a. orang-orang tua. Tokoh-tokoh masyarakat merupakan 162 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Lembaga adat terdiri atas tokoh-tokoh adat. adat-adat ritual. Misalnya. tokoh masyarakat. penanganannya menjadi kewenangan dari lembaga-lembaga adat masyarakat itu sendiri. Mereka ini dapat menjadi pengontrol kebijakan dalam pelaksanaan hukum dan peradilan. pelanggaran terhadap adat perkawinan. hanya sebatas pengamat yang berhak mengemukakan pendapat atau opini terhadap suatu penyelesaian hukum.

Pekerjaan lembaga kejaksaan merupakan tindak lanjut dari lembaga kepolisian yang menangkap dan menyidik pelaku-pelaku pelanggaran untuk dituntut di pengadilan berupa bentuk pelanggarannya yang bertujuan untuk menciptakan keadilan di dalam masyarakat. dan mahasiswa. Apabila pihak yang Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 163 . menangkap pelaku-pelaku pelanggar hukum. Semua usaha warga masyarakat untuk memberikan opini dan penekanan terhadap pihak-pihak yang dianggap melanggar ketentuan perundangan yang berlaku. Lembaga Pengadilan Salah satu lembaga penegak hukum yang paling akhir adalah pengadilan. serta tekanan-tekanan politik lain yang komponennya sering kali melibatkan kalangan media massa. maka kepolisian memberikan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepada kejaksaan. sering kita gelisahkan beberapa oknum aparat penegak hukum juga telah melakukan penyimpangan terhadap tugasnya sehingga mengakibatkan rusaknya sistem dalam upaya pengendalian sosial itu sendiri. demonstrasi. Putusan pengadilan negeri bisa menjadi putusan tetap atau tidak tetap. b. Lembaga kejaksaan pada hakikatnya merupakan lembaga formal yang bertugas sebagai penuntut umum. lembaga swadaya masyarakat. yang dilakukan dalam bentuk gosip. unjuk rasa. yaitu pihak yang melakukan penuntutan terhadap merekamereka yang melakukan pelanggaran hukum berdasarkan tertib hukum yang berlaku. bahwa sistem ketertiban yang ada di dalam masyarakat sangat ditentukan pula oleh peranan tokoh-tokoh masyarakat. Selanjutnya. baik yang disampaikan secara langsung maupun tidak langsung disebut kontrol sosial. Akan tetapi. Misalnya. Pengendalian sosial pada saat sekarang kian berkembang dalam berbagai bentuk. pelajar. dan melakukan tindak lanjut terhadap penyelesaian suatu pelanggaran hukum untuk disampaikan ke pihak kejaksaan. Lembaga Kepolisian Pemisahan TNI (Tentara Nasional Indonesia) dengan Kepolisian sejak reformasi bergulir merupakan suatu langkah maju. Jelaslah. Lembaga Kejaksaan Setelah kepolisian melakukan penyidikan terhadap tindak pelanggaran hukum. d. c. Tahap pelaksanaannya melalui tiga tingkatan hingga sampai ke Mahkamah Agung. Kepolisian telah ditempatkan sebagai lembaga penegak hukum yang berfungsi mengawasi semua bentuk penyimpangan terhadap hukum yang berlaku. aksi protes. serta tokoh-tokoh masyarakat. pemogokan-pemogokan.panutan sekaligus pengendali yang dipatuhi oleh warga masyarakat yang lain. kepolisian akan membuat berita acara pelanggaran yang dilengkapi dengan data-data penyidikan untuk ditindaklanjuti oleh kejaksaan. Polisi sebagai aparat keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas menjadi pelindung terhadap ketertiban masyarakat.

g. yaitu suatu lembaga nonpemerintah yang bergerak di bidang kemasyarakatan termasuk pengawasan terhadap aparatur pemerintahan. dan hukuman mati. Lewat tugasnya. bermunculan Lembaga Swadaya Masyarakat (Non Government Oganization). Solidamor. Parlement Watch. dan lain-lain. Corruption Watch. Oleh karena itu. Lembaga Pendidikan Fungsi pendidikan adalah untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. f. hukuman kurungan. hukuman seumur hidup. di mana ia menuntun anggota masyarakatnya untuk selalu berperilaku sesuai dengan nilai dan norma agama. lembaga pendidikan sangat berperan besar sebagai lembaga pengendalian sosial. mereka pun telah melakukan bentuk pengendalian individu terhadap kelompok. Agar suatu peraturan hukum dipatuhi maka dilengkapi dengan sanksi dengan maksud untuk memberikan penekanan sekaligus ancaman dan pendidikan bagi yang melakukan pelanggaran terhadap hukum. lembaga ini sangat penting keberadaannya di dalam masyarakat sebab menjadi alat kontrol ketika pemerintah melakukan penyimpangan-penyimpangan terhadap normanorma hukum. Fungsi ini juga dapat dijalankan oleh tokoh agama. Sesuai dengan fungsinya. e. Contoh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yaitu: Kontras. Lembaga Keagamaan Lembaga keagamaan berfungsi untuk mengajak dan mengarahkan umat beragama untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan Masyarakat Sejak reformasi bergulir pada tahun 1998 di Indonesia. Lembagalembaga ini secara mandiri berdiri dan bekerja untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan bidangnya serta menjadi lembaga kontrol masyarakat terhadap kebijakan-kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah. juga bertugas untuk mengawasi perilaku murid-muridnya dan mendidiknya. Guru-guru di sekolah selain mengajar. baik hukum perdata maupun hukum pidana sesuai dengan hukum acara masingmasing. lembaga-lembaga pengadilan akan mempersidangkan setiap kasus pelanggaran terhadap norma-norma hukum. 164 Sosiologi SMA/MA Kelas X .dikenai putusan naik banding pada tingkat pengadilan di atasnya. Secara sosiologis. Adapun bentuk-bentuk sanksi dari peraturan hukum antara lain: hukuman denda. Lembaga pengadilan pada hakikatnya merupakan lembaga pengendalian sosial formal karena lembaga tersebut memeriksa kembali hasil penyidikan dan BAP dari kepolisian serta menindaklanjuti tuntutan dari kejaksaan terhadap kasus pelanggaran itu sendiri. putusan tersebut masih bersifat sementara dan putusan itu akan dinyatakan final hingga diputuskan oleh Mahkamah Agung.

Pengendalian Intrinsik dan Ekstrinsik Pengendalian intrinsik adalah pengendalian dari dalam diri seorang individu dengan berpikir secara jernih. Artinya. anjuran. Apa akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial? 3. serta aparatur negara seperti kepolisian. misalnya dengan teguran. dan jujur sehingga seseorang tidak terjerumus ke dalam tindakan-tindakan yang menyimpang. kita mengenal tingkatan-tingkatan dalam pelaksanaan pengendalian sosial. kejaksaan. pendidikan budi pekerti. seolah-olah merupakan petunjuk Tuhan secara spiritual kepada umatNya secara abstrak. alat pengendali ini dinamakan hati nurani. atau pun sanksi hukum. dan pengadilan. Setujukah kamu jika polisi melakukan pengendalian sosial yang keras terhadap para demonstran? Jelaskan pendapatmu! C. dan lain-lain. Pengendalian sosial represif merupakan pengendalian sosial yang dilakukan setelah terjadi suatu pelanggaran. Represif. tokoh agama dan tokoh masyarakat. keluarga dan kerabat. Bentuknya berupa nasehatnasehat. 2. antara lain sebagai berikut. yaitu setelah dan sesudah penyimpangan terjadi. dan Gabungan Pengendalian preventif adalah pengendalian sosial yang bersifat pencegahan agar seseorang tidak melakukan penyimpangan perilaku. Pengendalian sosial gabungan merupakan gabungan dari pengendalian preventif dan represif. sanksi sosial. CARA-CARA PENGENDALIAN SOSIAL Mengenai bagaimana cara pengendalian sosial dilaksanakan. Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 165 . 1. bisa dilakukan oleh orang tua. Pengendalian ekstrinsik adalah pengendalian dari luar terhadap perilaku menyimpang seseorang. Menurutmu apakah selama ini lembaga kepolisian sudah berfungsi sebagai pengendali sosial? 2. Di dalam ilmu jiwa. pendidikan agama. Hati nurani selalu bersifat jujur dan benar. sabar. Pengendalian ini dilakukan dua kali.1. pengendalian ini berusaha mencegah sekaligus mengembalikan keadaan sesudah penyimpangan terjadi. Pengendalian Preventif.

Pengendalian Compulsion (Paksaan) dan Pervasion (Pengisian) Berdasarkan tehniknya. Pengendalian Internal dan Eksternal Pengendalian sosial dilihat dari asalnya dapat berasal dari dalam lembaga internal maupun dari luar lembaga eksternal. 5. 4. pengendalian sosial dapat berlangsung lewat cara persuasi dan cara koersi. Cara persuasi dilakukan dengan membujuk atau mengajak seseorang atau sekelompok orang secara halus untuk mematuhi nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.2 Salah satu cara dalam melaksanakan pengendalian sosial adalah melalui pendidikan agama. Pelaksanaannya dilakukan dengan menggunakan kekerasan fisik yang akhirnya menimbulkan dendam bahkan korban. Contoh pelaku pengendalian eksternal adalah aparat kepolisian atau tokoh-tokoh masyarakat selaku pengamat pelaksanaan kebijakan pemerintah. Teknik compulsion diciptakan untuk memaksa orang untuk mengubah perilakunya yang menyimpang dan akhirnya secara tidak langsung kembali patuh pada nilai dan norma. 166 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan pendidikan tinggi. Sebaliknya. pengendalian sosial dapat dilakukan secara paksaan (compulsion) dan pengisian (pervasion). menengah. cara koersi dilakukan dengan cara kekerasan fisik atau dengan ancaman. 3. Pengendalian Persuasi dan Koersi Dilihat dari caranya. Contoh pengendalian sosial internal. misalnya pada Departemen Pendidikan Nasional ada aparat pengendali yang disebut inspektur jenderal hingga para pengawas di tingkat pendidikan dasar. Teknik pervasion dilaksanakan dengan cara menyampaikan nilai dan norma secara berulang-ulang.Sumber: Indonesia Indah Gambar 6. Dengan teknik ini diharapkan seseorang dapat meningkat kesadarannya dalam mematuhi nilai dan norma yang berlaku.

dan hukuman atau saksi. teguran lisan pemimpin terhadap bawahannya yang melanggar. karena pendidikan dapat membina dan Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 167 . teguran orang tua secara lisan dan langsung terhadap anaknya yang berperilaku menyimpang. Teguran lisan adalah teguran yang dilontarkan secara lisan kepada individu yang berperilaku menyimpang. 2. 1. 3. teguran. Gosip atau Desas-Desus Gosip atau desas-desus merupakan bentuk pengendalian sosial atau kritik sosial yang dilontarkan secara tertutup oleh masyarakat terhadap warga masyarakat yang menyimpang perilakunya. Pendidikan Pengendalian sosial dapat dilakukan secara tidak langsung sejak awal melalui jalur pendidikan. teguran guru kepada siswa yang melanggar. Pendidikan merupakan alat pengendalian sosial. pendidikan agama. yaitu teguran lisan dan teguran tertulis. Teguran tertulis ini umumnya dilakukan oleh pimpinan kepada bawahannya dalam ikatan kedinasan (pekerjaan). Coba tuliskan penyimpangan sosial yang pernah terjadi di lingkungan tempat tinggalmu. Teguran Teguran merupakan kritik sosial yang dilontarkan secara terbuka oleh masyarakat terhadap warga masyarakat yang berperilaku menyimpang. dan sebagainya. Gosip muncul di masyarakat apabila ada individu/ kelompok yang tindakannya menyimpang dari nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku. teguran ini ada dua macam. Dalam pelaksanaannya. individu tersebut akan menjadi bahan pembicaraan masyarakatnya. Teguran tertulis adalah bentuk teguran yang dilakukan secara tidak langsung. Menurutmu pengendalian sosial seperti apakah yang dapat dijalankan untuk mengatasi tawuran? 2.1. tetapi melalui surat. baik pendidikan formal maupun pendidikan nonformal. Misalnya. Artinya. kemudian ceritakan juga penendalian sosial apa yang dilakukan untuk mengatasinya! Pengendalian sosial dapat terwujud dalam bentuk gosip. pendidikan. Apakah yang dimaksud dengan pengendalian gabunan (preventif dan represif)? 3.

D. atau mana yang boleh dan tidak boleh. Salah satu subsistemnya adalah lembaga pengendalian sosial. Norma-norma agama berisi bimbingan dan arahan kepada pemeluknya agar bersikap dan berperilaku baik dalam pergaulan hidup bermasyarakat. masyarakat. mana yang baik dan buruk. 4. Apabila lembaga pengendalian sosial dalam suatu masyarakat tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Melalui pendidikan yang sempurna. Pendidikan Agama Tindakan para tokoh-tokoh agama dengan memberikan siraman rohani kepada umatnya merupakan suatu bentuk pengendalian preventif terhadap perilaku menyimpang.mengarahkan warga masyarakat terutama anak sekolah kepada pembentukan sikap dan tindakan para siswa yang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. 5. pengadilan massa dalam bentuk penganiayaan secara massal hingga pembunuhan massal. Sebaliknya. maka 168 Sosiologi SMA/MA Kelas X . a. Bentuknya berupa teguran. dikucilkan dari masyarakat. b. hukuman seumur hidup. Secara pedagogis. Sanksi Sosial Sanksi sosial diberikan oleh warga masyarakat kepada orang yang berperilaku menyimpang. seorang individu dapat membedakan mana yang benar dan salah. bangsa. diusir dari masyarakat. yaitu sanksi hukum dan sanksi sosial. Sanksi hukum ini meliputi: hukuman denda. Kita mengenal dua macam hukuman. Hukuman atau Sanksi Hukuman merupakan pengendalian sosial yang paling akhir penerapannya apabila pengendalian yang lain belum juga dipatuhi. individu yang kurang pendidikannya cenderung mengalami kesulitan menyesuaikan dirinya dalam interaksi sosial di masyarakatnya. hukuman kurungan. AKIBAT-AKIBAT TIDAK BERFUNGSINYA LEMBAGA PENGENDALIAN SOSIAL Kehidupan sosial budaya masyarakat merupakan suatu sistem yang terdiri dari banyak komponen dan saling berkaitan secara berkesinambungan. dan hukuman mati. baik hukum perdata maupun hukum pidana. Sanksi Hukum Sanksi hukum merupakan sanksi yang dilakukan penegak hukum terhadap individu yang melanggar norma-norma hukum. dan negaranya. pendidikan sangat menentukan proses pembentukan kepribadian seseorang. Hukuman mempunyai tingkatan yang semakin berat sesuai bobot kesalahan masing-masing pelanggar. Individu yang berpendidikan baik cenderung berperilaku lebih baik daripada individu yang kurang berpendidikan.

c. revitalisasi aparat. a. perpajakan. Masyarakat dapat mensosialisasikan kontrol sosial agar anggota masyarakat mau bertingkah laku seperti yang diharapkan tanpa adanya paksaan. Jika penyimpangan terjadi. antara lain seperti penyuluhan hukum. Judicial review. Revitalisasi Aparat Apabila keadaan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat semakin memburuk dan aparat keamanan kewalahan mengatasi banyaknya pelanggaran yang terjadi. pendidikan.terjadilah kegoncangan sistem yang mengganggu keteraturan sosial sebagaimana yang diinginkan. b. Beberapa akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial adalah sebagai berikut. Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 169 . sangat perlu untuk diprogramkan adanya penyuluhan hukum dengan melibatkan aparat-aparat yang terkait. Inilah yang dinamakan judicial review. Dengan meningkatnya pengetahuan hukum dari warga masyarakat. Menurut penelitian. dan lain-lain. akan dapat mengurangi kuantitas pelanggaran hukum yang terjadi di dalam masyarakat. Masyarakat pun dapat membantu lembaga pengendalian sosial untuk menjalankan fungsinya. diusahakan juga supaya pengendalian sosial tidak terjadi lagi. Misalnya. Penyuluhan Hukum Banyak di antara warga masyarakat yang mempunyai pengetahuan dan kesadaran hukum yang rendah. Meningkatnya korupsi dan kolusi Terjadinya konflik sosial Kegoncangan ekonomi Tidak adanya kepastian hukum Pengadilan massa Apa yang harus dilakukan ketika ternyata penyimpangan yang terjadi banyak dilakukan oleh masyarakat? Diperlukan kembali adanya upaya untuk mengembalikan ketertiban dalam masyarakat. pengadilan. pencanangan Gerakan Disiplin Nasional. kejaksaan. Lembaga pengendalian sosial diharapkan mampu menjalankan fungsinya sehingga penyimpangan pun dapat dicegah. dan peningkatan peran serta warga masyarakat dalam kontrol sosial. sekitar 20 persen pelanggaran hukum disebabkan karena ketidaktahuan terhadap norma hukum. Selain itu. lembaga pengendalian sosial harus mampu mengembalikan dan memperbaiki keadaan menjadi seperti semula. Oleh sebab itu. Judicial Review Proses perubahan sosial menuntut adanya perombakan atau perbaikan terhadap peraturan-peraturan hukum yang dianggap usang.

d. Lakukanlah analisa sosial terhadap masalah sosial itu! 4. Prosedur 1. Misalnya. maka pilar demokrasi berkembang menjadi semakin kokoh. Kemukakan pengendalian sosial dalam menyelesaikan masalah sosial tersebut! Tugas 1.diperlukan revitalisasi aparat termasuk peralatannya. menambah jumlah personil baru. Buatlah laporan diskusi dari kelompokmu! 2. misalnya dengan terbukanya kebebasan pers serta terbukanya warga masyarakat mengemukakan pendapat dan opini terhadap semua bentuk kebijakan pemerintah. Apabila hal seperti ini dapat dikembangkan. tumbuh kesadaran tentang ketertiban dan kuatnya pengendalian diri dari masingmasing individu. Carilah masalah sosial di media massa (koran atau majalah)! 3. Pencanangan Gerakan Disiplin Nasional Pada masa Orde Baru pernah dicanangkan suatu gerakan yang disebut Gerakan Disiplin Nasional (GDN). Peningkatan Peran Serta Warga Masyarakat dalam Kontrol Sosial Sejalan dengan era reformasi. maka akan dapat menjadi alat kontrol yang efektif dalam rangka menegakkan suatu tertib sosial di dalam masyarakat. Perbuatan tersebut sesungguhnya positif sebab dapat membudayakan suatu ketertiban dalam masyarakat pada setiap segi kehidupan. mengganti personil pada tiap-tiap jabatan. Presentasikan hasil diskusi ini pada pertemuan dua minggu yang akan datang! 170 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Buatlah kelompok diskusi yang beranggotakan 10 orang! 2. Artinya. Salah satu solusi yang murah dan cepat adalah dengan membangun keamanan swakarsa yang anggotanya direkrut dari warga masyarakat. hal tersebut akan membentuk suatu sistem pengendalian sosial yang efektif. serta melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan. e. Apabila suatu ketertiban telah mengakar dan membudaya dalam suatu masyarakat.

saat anak di sekolah selama 12 tahun (mulai SD. atau orang tua? Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. kepala sekolah. dan yayasan/ pengelola. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Oleh karena itu. pengendalian sosial seperti yang harus dilakukan? Jelaskan pendapatmu! PENDIDIKAN ANAK SELAMA DI SEKOLAH TANGGUNG JAWAB SIAPA? nak saat di sekolah.Kamu pasti sering menonton televisi bukan? Menurutmu apakah dengan acaraacara televisi yang disiarkan dapat membentuk perilaku menyimpang? Jika ya. tanggung jawab Siapa? Suatu bangsa akan besar apabila pendidikannya baik dan maju. bahwa anak saat di sekolah adalah dominan tanggung jawab pihak sekolah mulai dari guru. Bagaimana solusi mengatasi masalah pendidikan sekarang ini? Jelaskan! A Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 171 . Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Namun demikian. Setujukah kalian. kepada sekolah. sampai SMA). yayasan. Indonesia berupaya mewujudkan program wajib belajar 9 tahun. tanggung jawab siapa? Apakah tanggung jawab guru. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Jelaskan! 2. SMP.

Berdasarkan hasil penelitian pemerintah. Bagaimana seharusnya sikap masyarakat atas pilihan yang diambil oleh pemerintah Kota Sidoardjo? BATUAN DANA LANGSUNG TUNAI Di awal pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono – Jusuf Kalla.00/bulan selama 1 tahun dan pembayarannya dilakukan setiap 3 bulan. yaitu bedol desa atau relokasi penduduk. Alternatif mana yang seharusnya diambil oleh penduduk Sidoardjo? 2. 172 Sosiologi SMA/MA Kelas X . bahwa tidak mungkin lagi penduduk kembali ke desa mereka. dibicarakan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat miskin dengan jumlah Rp100. Sekarang Pemda Sidoardjo dan Propinsi Jawa Timur dihadapkan masalah besar dengan tenggelamnya empat desa di sekitar lokasi PT Lapindo Brantas dan akhirnya membuat penduduk desa tersebut ”terlunta-lunta” di tempat penampunan sementara. pemerintah pun dihadapkan pada dua pilihan.000. Menurutmu apakah Lapindo telah melakukan penyimpangan sosial? Jelaskan pendapatmu! 3. Pertanyaan: 1.BEDOL DESA ATAU REKOLASI PENDUDUK KORBAN LUMPUR LAPINDO BRANTAS M ari kita sepakati sementara waktu bahwa semburan lumpur panas Lapindo Brantas adalah suatu kecelakaan atau musibah.

Jika kita hendak membantu seseorang. banyak warga berebut dan tidak jarang mengakibatkan kecelakaan kepada penerimanya. Komponen-komponen yang dapat berfungsi sebagai pengendali perilaku sosial antara lain.Pro kontra atas kebijakan ini sampai saat ini terus berlangsung dan pada saat-saat pembayaran. Akhir-akhir ini kelihatannya pemerintah menyadari bahwa BLT bukan suatu cara yang tepat untuk membantu rakyat miskin. Sebaiknya BLT tersebut diwujudkan dalam bentuk program sosial yang bagaimana? 4. Jenis-jenis lembaga pengendalian sosial Lembaga pengendalian sosial primer Lembaga pengendalian sosial sekunder 2. lebih baik memberikan kail atau ikannya sekaligus? 1. Di samping itu. Mengapa program BLT tersebut gagal? 2. namun karena kesalahan dalam pendataan atau adanya kesengajaan membuat BLT tidak tersalurkan kepada sasaran yang tepat. banyak warga yang seharusnya sebagai yang berhak. Prosedur apa yang tidak dilakukan pemerintah saat menentukan pemilihan kebijaksanaan? 3. syukurlah! Pertanyaan: 1. lembaga adat dan tokoh masyarakat lembaga kepolisian lembaga kejaksaan lembaga pengadilan LMS dan masyarakat lembaga pendidikan lembaga keagamaan Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 173 .

Akibat-akibat tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial Meningkatnya korupsi dan kolusi Terjadinya konflik sosial Kegoncangan ekonomi Tidak adanya kepastian hukum Pengadilan massa 6.3. Bentuk-bentuk pengendalian sosial Gosip atau desas-desus Teguran Pendidikan Pendidikan agama Hukuman atau sanksi 5. Upaya untuk mengembalikan ketertiban setelah penyimpangan terjadi Penyuluhan hukum Judicial review Revitalisasi aparat Pencanangan Gerakan disiplin Nasional Peningkatan peran serta warga masyarakat dalam kontrol sosial 174 Sosiologi SMA/MA Kelas X . represif. Cara-cara pengendalian sosial Pengendalian intrinsik dan ekstrinsik Pengendalian preventif. dan gabungan Pengendalian internal dan eksternal Pengendalian persuasi dan koersi Pengendalian compulsion (paksaan) dan pervasion (pengisian) 4.

kuratif 5. . A. lembaga adat D. . Penyebaran brosur tentang penyakit AIDS kepada masyarakat luas merupakan salah satu bentuk pengendalian . guru bimbingan dan penyuluhan B. Di bawah ini termasuk komponen-komponen yang berfungsi sebagai pengendali perilaku sosial. lembaga sekolah C. cemoohan D. . A. B. lembaga pendidikan E. . Jika anggota masyarakat selalu menghina dan membicarakan seseorang yang dianggap berperilaku menyimpang. . pengendalian internal 3. A. A. desas-desus E. kecuali . Pengendalian sosial yang dilakukan oleh individu-individu itu sendiri untuk menghindari perilaku menyimpang disebut . pengendalian sekunder E. condolence C. intimidasi B. pengendalian formal B. C. . kepala sekolah E. represif E. berarti ia melakukan pengendalian sosial berupa . guru dan karyawan 2. lembaga kepolisian B. gosip 4. preventif D. D atau E! 1. . pengendalian nonformal C. . A. . Aparat pengendalian sosial di lingkungan sekolah bagi para siswa adalah . didaktis C. . . Guru dan karyawan D. pengendalian primer D. . . pedagogis B.Soal ObJektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. BP3 C. . . lembaga agama Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 175 .

. yaitu . nasihat 11. . tentara. . meningkatnya korupsi dan kolusi C. Lembaga penegak hukum terdiri dari tiga macam. . Usaha warga masyarakat untuk memberikan opini dan penekanan terhadap pihak yang melanggar perundingan disebut . jaksa. lembaga pengendalian sosial dibagi dua. A. . pengendalian intrinsik C. A. Pengendalian sosial yang bersifat pencegahan disebut . sekolah dan guru B. . kejaksaan. pengendalian intrinsik D. Mahkamah Agung. pengendalian preventif C. permanen dan sementara E. Berdasarkan eksistensi tugas pengendaliannya. pengendalian compulsion B. kejaksaan D. terjadinya konflik sosial 12. menurunnya tingkat kemiskinan B. . . pengadilan massa D. pengendalian eksternal E. 176 Sosiologi SMA/MA Kelas X . yaitu . kejaksaan. kepolisian B. primer dan sekunder D. Pengendalian yang muncul dari dalam diri seseorang disebut . pengadilan E. . A. pendidikan dan keagamaan C. penghinaan C. . . kegoncangan ekonomi E. polisi 10. . . lembaga adat dan tokoh masyarakat 9. pengendalian represif 8. teguran E. pengendalian sementara E. Berikut ini merupakan akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial. . . hakim. . . kepolisian. . . pengadilan. Kritik sosial yang dilontarkan secara terbuka terhadap warga yang melakukan penyimpangan disebut . gosip D. A. pengendalian persuasi 7. A. sekolah C. . pengadilan. pengendalian eksternal B. A. lembaga permasyarakatan. kecuali .6. . hukuman B. pengendalian preventif D.

koersi B. .A. hukuman pasung D. Berikut ini yang merupakan sanksi hukum adalah . compulsion C. Pengendalian sosial yang paling akhir penerapannya apabila pengendalian lain belum dipatuhi disebut . . hansip E. menciptakan keamanan dan ketertiban E. preventif B. . . . A. intimidasi C. meningkatkan pengetahuan masyarakat B. gosip C. . . . persuasi Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 177 . sanksi sosial D. A. represif 14. Nasihat dan anjuran termasuk dalam pengendalian . pendidikan E. . . kepala desa D. tokoh agama B. menciptakan masyarakat adil dan makmur 17. A. A. hukuman denda E. gosip B. eksternal D. kuratif C. Pengendalian sosial yang bersifat formal dapat dilakukan oleh . A. A. sementara D. masyarakat D. A. mendidik masyarakat awam D. pengendalian sosial B. pemuka agama 15. . pervasion E. tindakan pencegahan C. sanksi sosial D. . teguran 16. lembaga adat B. . . . saudara 18. kepolisian E. . hukuman 19. Pengendalian sosial yang dianggap mempunyai kharisma atau pengaruh untuk mengatur kegiatan di masyarakat adalah . . Pengendalian sosial bertujuan untuk . Teknik pengendalian dengan cara menyampaikan nilai dan norma disebut teknik . cemoohan B. . tokoh masyarakat C. ekstrinsik E. menghukum orang yang bersalah C. . . pemangku adat C. . kontrol sosial 13. hukuman massal E.

represif E. Apa yang menyebabkan lembaga pengendalian sosial tidak menjalankan fungsinya? 4. preventif Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Sebutkan akibat-akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial! 3. Pengendalian sosial seperti apa yang dilakukan oleh guru? 5. Sebutkan upaya-upaya untuk mengembalikan penyimpangan tersebut! 178 Sosiologi SMA/MA Kelas X . .20. Apa yang dimaksud dengan teguran? 8. internal D. . Menurutmu apakah gosip cukup efektif untuk melakukan pengendalian sosial? 7. Pengendalian lewat hati nurani termasuk dalam pengendalian . Apa yang dimaksud dengan pengendalian compulsion? 2. Apa yang dimaksud dengan gosip? 6. persuasi B. intrinsik C. A. Apa yang dimaksud dengan pengendalian intrinsik? 9. . Apa yang dimaksud dengan pengendalian preventif? 10.

di mana pihak-pihak yang terlibat diminta dapat mengurangi tuntutannya agar perselisihan dapat diselesaikan : kerja sama : kerumunan Daftar Istilah 179 .accomodation adat akulturasi akulturasi budaya angket applied science arbitration asimilasi asimilasi budaya asosiasi asumsi coercion community compromise cooperation crowd : proses sosial yang ditandai dengan pengurangan tuntutan : suatu kebiasaan yang diulang-ulang dan telah menyatu dengan kehidupan masyarakat : percampuran dua hal atau lebih yang bersifat melengkapi : proses pencampuran dua unsur budaya atau lebih yang bersifat melengkapi tanpa menghilangkan corak yang lama : daftar pertanyaan untuk menghimpun data yang diperlukan dalam suatu penelitian : ilmu terapan : akomodasi dengan menggunakan pihak ketiga sebagai pihak penengah yang dapat bersifat mengikat atau memaksa kedua belah pihak yang bertikai : percampuran antara dua hal atau lebih secara homogen : percampuran dua unsur budaya atau lebih yang berbeda yang berlangsung secara harmonis sehingga melahirkan suatu corak budaya baru yang serasi : perhimpunan orang-orang yang mempunyai kepentingan yang sama : alternatif jawaban dari suatu masalah : akomodasi yang pelaksanaannya dilakukan dengan paksaan : masyarakat setempat : akomodasi.

: data realita di lapangan : data-data mengenai suku bangsa tertentu : data yang diperoleh secara langsung oleh peneliti terhadap obyek penelitian tanpa melalui perantara : data yang diperoleh peneliti melalui perantara (kolektor) : semua keterangan atau kenyataan yang berada di dalam masyarakat yang berkaitan dengan segi kemanusiaan : penurunan kualitas moral : gerak perubahan situasi di dalam masyarakat sebagai akibat dari proses sosial yang terjadi dalam masyarakat tersebut. dan antara individu dengan kelompok : metode pengumpulan data dengan cara mewawancarai responden : cara-cara yang dianggap baik dan benar sehingga dipedomani dan dilaksanakan secara berulang-ulang 180 Sosiologi SMA/MA Kelas X . yaitu norma yang telah mendarah daging dan menyatu dengan kehidupan masyarakat.custom data empiris data etnografi data primer data sekunder data sosial demoralisasi dinamika sosial eksplisit fakta family counseling fenomena alam fenomena sosial folkways hipotesa ilmu pengetahuan intelektualitas interaksi sosial interview kebiasaan : adat istiadat. antarkelompok. waktu dan tempat. : nyata atau realistis : suatu kejadian yang di dalamnya terdapat pelaku. yaitu segala sesuatu yang dilakukan secara berulang-ulang : jawaban sementara dari suatu masalah : himpunan pengetahuan-pengetahuan yang tersusun secara sistematis : kecakapan berpikir : hubungan dan pengaruh timbal balik antarindividu. serta peristiwanya : bimbingan keluarga : semua kejadian atau keadaan yang bersifat fisis yang terjadi dalam masyarakat : semua kejadian atau keadaan yang ada di dalam masyarakat : kebiasaan.

rasa. dan anak-anak : perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja yang belum dewasa : generalisasi dari perilaku khas seseorang : pengetahuan tentang sesuatu hal : suatu bentuk interaksi sosial yang berupa persaingan : suatu bentuk interaksi sosial. dan karsa manusia dalam hidup bermasyarakat. kebutuhan sosial. dan bermoral : kebutuhan pokok manusia berkaitan dengan hakikat manusia sebagai makhluk hidup : kebutuhan manusia untuk mewujudkan kehidupan bersama dengan manusia yang lain : satuan sosial terkecil yang beranggotakan ayah. : kebutuhan yang harus dipenuhi untuk mempertahankan kehidupan manusia yang terdiri dari kebutuhan mendasar. rasa.kebudayaan kebutuhan hidup kebutuhan integratif kebutuhan mendasar kebutuhan sosial keluarga kenakalan remaja kepribadian knowledge kompetisi konflik konsep konsep dasar konsiliasi kontravensi kontrol sosial kultural lingkungan kerja : semua benda. di mana masingmasing pihak saling menghancurkan : himpunan fakta-fakta yang sejenis dalam bentuk istilah : konsep yang pokok dan penting : usaha untuk mempertemukan pihak-pihak yang berselisih melalui cara-cara yang damai dan rasional : suatu keadaan di mana pihak dengan pihak saling tidak cocok tetapi kedua belah pihak tidak saling menampakkan ketidakcocokkannya : semua pengendalian terhadap penyimpangan oleh warga masyarakat : semua hasil cipta. dan kebutuhan integratif : kebutuhan kejiwaan manusia sebagai perwujudan dari hakikat manusia sebagai manusia. dan karya manusia dalam hidup bermasyarakat : lingkungan sosial di mana seseorang bekerja Daftar Istilah 181 . makhluk pemikir. baik abstrak maupun konkret yang merupakan hasil cipta. ibu.

nilai moral. dan nilai religius : nilai yang terkandung di dalam suatu benda : nilai yang bersumber dari kebenaran perilaku seseorang : nilai kebenaran yang bersumber dari kepercayaan/agama : nilai yang paling dipedomani dalam diri seseorang yang merupakan pedoman terbentuknya perilaku seseorang : segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-citakan 182 Sosiologi SMA/MA Kelas X . yaitu salah satu jenis norma yang bersifat mengikat warga masyarakat karena telah menjadi suatu kesepakatan bersama : segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-citakan oleh masyarakat : nilai yang bersumber dari rasionalitas manusia : nilai yang bersumber dari perasaan atau estetika manusia : nilai yang dipedomani di dalam kejiwaan manusia yang terdiri dari nilai kebenaran.logika masyarakat media massa media sosialisasi mediation metode metode dokumenter mores nilai nilai kebenaran nilai keindahan nilai kerohanian nilai material nilai moral nilai religius nilai sentral nilai sosial : pertimbangan akal pikir manusia : persekutuan orang yang menempati wilayah tertentu dan membina kerja sama dalam seluruh aspek kehidupan atas dasar norma tertentu : sarana komunikasi antarorang dalam masyarakat : sarana untuk melaksanakan sosialisasi bagi seseorang : akomodasi dengan menggunakan pihak ketiga sebagai penengah tetapi pihak ketiga tidak mempunyai otoritas untuk mengikat dan memaksa kedua belah pihak yang bertikai : cara-cara yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan : metode penelitian dengan mengambil data dari arsip-arsip : tata kelakuan. nilai keindahan.

yang ada dan berlaku di dalam masyarakat observasi : metode pengumpulan data dengan menggunakan panca indera penelitian sosial : serangkaian aktivitas yang sistematis dan terorganisir untuk mengungkap secara objektif berbagai macam fenomena sosial di dalam masyarakat pengendalian sosial : upaya masyarakat untuk mencegah terjadinya penyimpangan terhadap nilai dan norma perilaku menyimpang : perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan nilai perubahan sosial budaya : semua bentuk perubahan terhadap struktur sosial budaya dalam masyarakat pewarisan biologis : pewarisan yang berupa bakat atau ciri-ciri fisik dari leluhurnya pewarisan budaya : proses transformasi budaya dari generasi tua kepada generasi muda play group : teman sepermainan pranata sosial : suatu perangkat untuk menciptakan tertib sosial dalam masyarakat proses asosiatif : proses yang mengarah pada terbentuknya perkumpulan atau perhimpunan orang proses inkulturasi : proses pembudayaan proses institusionalized : proses pelembagaan Daftar Istilah 183 . baik yang tertulis maupun tidak tertulis.nilai vital : nilai sesuatu yang muncul karena kegunaannya atau fungsinya norma : semua bentuk peraturan. baik yang tertulis maupun tidak tertulis. yang ada dan berlaku di dalam masyarakat norma adat : hukum adat norma agama : ketentuan-ketentuan dalam agama norma hukum : peraturan-peraturan perundangan yang berlaku dan dibuat oleh lembaga yang berwenang norma kesusilaan dan kesopanan : norma yang mengatur tentang perilaku manusia yang berkaitan dengan penghargaan harkat dan martabat orang lain norma sosial : semua bentuk peraturan.

dan kebiasaan : lembaga pendidikan yang memberikan pengajaran kepada peserta didik : perilaku sosial : semua bentuk perubahan struktur orang-orang dalam masyarakat : belajar berinteraksi di tengah-tengah masyarakat sesuai dengan status sosialnya : ilmu yang mempelajari tentang perilaku sosial dalam masyarakat : pemerintah yang kuat : perubahan teknologi : akomodasi tanpa persetujuan yang formal. adat. di mana masing-masing pihak diminta dapat menghindari perselisihan yang terjadi : sosiologi perkotaan 184 Sosiologi SMA/MA Kelas X .proses internalisasi proses sosial realitas sosial research metodology sanksi sanksi hukum sanksi sosial sekolah social behaviour social mobility sosialisasi sosiologi strong government technological change tolerance urban sosiology : proses masuknya suatu pengetahuan ke dalam pikiran seseorang : proses berlangsungnya suatu aktivitas masyarakat secara komprehensif sehingga mengakibatkan perubahan dari waktu ke waktu : keadaan senyatanya di dalam masyarakat : metodologi-metodologi dalam penelitian : hukuman atau denda yang diberikan kepada orang yang melakukan penyimpangan perilaku : hukuman atau denda yang diberikan pada mereka yang melanggar norma hukum : hukuman atau denda yang diberikan kepada mereka yang melanggar norma-norma kesusilaan. kesopanan.

Sosiologi ke-I untuk SMU Dieter Evers Hans. Goode. Jakarta: Rajawali Press Mulyadi. 1979. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Azas Kebudayan Islam.Z. A. 1980. Mayor Polak. 1981. Pengantar Antropologi. 1976. Sendi-sendi Sosiologi (Ilmu Masyarakat). Bulan Bintang Gerungan WA. 1961.Z. Tatang. Felife Herrera. Sosiologi Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1991. 1985.F.. Drs. Dunia Pendidikan Hari Kini dan Hari Esok. Yad dan Posman Simanjuntak. Robert M. Pengantar Sosiologi. Dr. Belajar untuk Hidup. 1995. Bandung: Ganaco Koentjaraningrat. 1982.A. Modul Pengantar Antropologi. Galaxy Puspa Mega M. Drs. 1978. Pengantar Metodologi Research Sosial. Surabaya: Usaha Nasional JB. Sebuah Laporan Komisi Internasional untuk Pengembangan Pendidikan. Sosiologi Suatu Buku Pengatar Ringkas. Sosiologi Keluarga. Azas-azas Sosiologi. 1997. Jakarta: Aksara Baru Lawang. Robert M. Kartini. Menyusun Rencana Penelitian. 1963. 1990. Rincihan I. Sosiologi Perkotaan. Psikologi Sosial. PT. Pengantar Sosiologi. Bandung: Eresco Huki D. 1992. SH. Drs. William. Amirin. Jakarta: Ichtiar Baru J. Jakarta: Erlangga Daftar Pustaka PT. Panduan Belajar Sosiologi Jilid I. Jakarta: Bharata Karya Aksara Gazalba Sidi. 1984/1985. Willa. Drs. 1985. 1985. Bina Aksara Kartono. Sosiologi dan Antropologi. Bandung: Alumni Khiam Kheo Soe. Drs. Jakarta: LP3S Djoyodiguno. 185 . Yogyakarta: Yayasan BP Gajah Mada Faure Edgar. 1995. Depdikbud Universitas Terbuka Lawang. Jakarta: Kurnia Universitas Terbuka Luth Nursal Drs dan Daniel Fernandes.Aisal Sanafiah. dkk. Dra.

Soelaeman Soemardi (ed). 8 Februari Soekanto. 1962. 1967. New York: Cornell University Press. Social Changes in Yogyakarta. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 186 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Soerjono. Sosiologi. Modernisasi dan Aspirasi-aspirasi Modernisasi. Sosial. Rechtssociologie. een terreinverkenning. Masalah-masalah Ekonomi dan Faktor IPOLSOS Jakarta Soemardjan. Perkembangan Ilmu Sosiologi di Indonesia dari 1945 Sampai 1965. 1974. Faktor-faktor Dasar Interaksi Sosial dan Kepatuhan pada Hukum. Soerjono. Bandung: PT. dan Budaya Soemardjan. Cetakan Pertama. Jilid IV.M. Gerakan 10 Mei 1963 di Sukabumi. Lembaga Ekonomi dan Kemasyarakatan Nasional. 1985.J. Peranan Ilmu-ilmu Sosial di Dalam Pembangunan. Jakarta: Bharata Soemardjan. 1965. Selo. Pola-pola Kepemimpinan Salam Pemerintahan. Selo cs. 1972.Schuyt. 1973 Pengantar Sosiologi Hukum. Sifat Panutan di Dalam Pandangan Masyarakat Indonesia. 25 Soekanto. Setangkai Bunga Sosiologi. 1969. Rotterdam: Universitaire Press Soedjono. Selo. Selo. Selo. 1983. Research di Indonesia 1945-1965. Diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan judul Perubahan Sosial di Yogyakarta. Ghalia Indonesia Soekanto. dimuat dalam Kompas. Yogyakarta: GMUP Press. Hukum Nasional. Selo. Soerjono. MIPI Departemen Urusan Research Nasional. Bandung: Alumni Soekanto. Jakarta: FEUI Soemardjan. Soerjono. Eresco Soemardjan. Teori Sosiologi tentang Perubahan Sosial. Selo. S. 1965. Pidato Ilmiah pada Dies Natalis UI ke-XXII Soemardjan. Edisi Pertama. Bidang Ekonomi. 1964. Jakarta: Lembaga Pertahanan Nasional Soemardjan. Selo. Ithaca. Perkembangan Politik sebagai Penggerak Dinamika Pembangunan Ekonomi. 1982 Soemardjan. No. 1971.

14. 71. 20. 12. 122 – 125. 15 F fakta 6. 106. 43. 127. 53. 166. 152 kebutuhan hidup 10. 139. 15. 70. 59. 86. 95. 5. 82. 111. 127 Imitasi 60. 25. 70. 67. 96. 107. 87. 61. 42. 10. 148. 160. 169. 70 kejaksaan 25. 76. 35. 98. 17. 104. 140. 70. 115. 143 kebudayaan 4. 148. 62 – 66. 99. 111. 135. 32. 71. 49. 88. 7. 112. 148. 108 asimilasi budaya 108 asosiasi 3. 164 C C. 64. 70. 135. 103. 85. 162. 166 interview 5 intrinsik 110. 26. 143. 63. 165 B BAP 163. 100. 165. 88 – 99. 89. 139. 70. 81 – 84. 51. 87. 60. 23. 23. 100. 63. 49. 73. 101 H hipotesa 9 I identifikasi 11.A adat 25. 123. 165. 135. 82. 32. 89 kebutuhan sosial 13. 136. 74. 6. 61. 37 fenomena alam 77. 141 kebutuhan integratif 13. 59. 139. 89. 17. 100 – 104. 78. 49. 25. 112. 49. 127. 28. 16 – 19. 124. 32. 15. 168 internal 80. 80. 152 Indeks D data primer 8 data sekunder 9 data sosial 4. 127. 116. 161 folkways 48. 102 K keagamaan 24. 32. 4. 145. 68. 40. 32 asimilasi 23. 117. 68. 82. 20. 31. 147. 122. 8. 62. 164. 67 akulturasi 23. 107. 11. 8. 7. 21. 127 eksternal 80. 173 keluarga 3. 42. 85. 67 – 69. 82. 65. 108 – 112. 112. 53. 14. 127. 108 akulturasi budaya 108 angket 2. 46 – 48. 61. 8. Kluckhohn 41 Coercion 66 coercion 66 community 69. 88 interaksi sosial 10. 80. 88 187 . 102. 33. 173 akomodasi 66. 80. 10. 45 – 48. 165 kenakalan remaja 135. 112. 63. 79. 84. 84. 32. 18. 32 demoralisasi 23 – 25. 110. 126. 75. 140. 52. 32. 33 dinamika sosial 18. 88 ilmu pengetahuan 3. 102. 122. 83. 28 – 30. 97. 61. 89. 119. 173 kebiasaan 40. 60 – 64. 32. 65. 45. 163. 33. 69. 174 ekstrinsik 110. 65. 123. 70 kebutuhan mendasar 12. 124. 79. 73 asumsi 98 Auguste Comte 3. 138. 135. 87. 89 custom 48. 60. 107. 107 fenomena sosial 4. 30. 88 E eksplisit 47. 114. 119. 164. 64. 174 empati 11.

41 – 45. 20. 124. 153. 86. 72. 173 perilaku menyimpang 10. 144. 59. 174 kultural 23. 162 norma agama 40. 110. 70. 33 mores 48. Sorokin 3 play group 96. 10 – 15. 88. 100. 173 kepribadian 10. 98. 42. 167 nilai kebenaran 40. 46 – 48. 35. 68. 60. 14. 32. 126. 159. 70 –72. 133. 76. 135. 106 – 108. 112. 147.kepolisian 25. 172 – 174 Max Weber 72 media massa 2. 111 – 124. 165. 63. 32. 106. 138 konsep dasar 10. 138. 97. 41. 85. 135 – 140. 3 – 24. 153. 80. 53. 25. 95. 33 pengendalian sosial 10. 134. 32. 85. 104. 33. 143. 21. 139. 50. 46. 41 – 53. 105. 43. 127 metode 1. 107. 167. 104. 65. 164. 95. 43. 161. 13. 148. 168. 32. 145. 102 motivasi 60. 151. 110 – 113. 148 pengangguran 27. 148. 163. 78 – 80. 164. 146. 114. 135. 160. 44 – 53. 150. 33. 142 pewarisan budaya 150 Pitirim A. 65. 69. 69 – 89. 152. 171 persuasi 166. 124. 50. 39. 52. 46. 122. 119. 135. 114. 96. 23. 10. 122. 168 norma hukum 40. 139 – 142. 168. 147. 133 – 135. 26. 22. 70. 166 – 169 norma adat 40. 122. 112 – 115. 169 norma kesusilaan dan kesopanan 40. 33. 85. 143. 115. 152. 133 – 137. 124. 14. 53. 153. 42. 42. 163. 150. 146. 143 norma sosial 10. 145. 174 perubahan sosial budaya 15. 84. 148. 132. 28. 132. 27. 50. 168 N nepotisme 25. 113. 121 – 127. 100 – 108. 50 – 53. 143. 75. 141. 144. 92. 97 – 112. 22. 100. 145. 28. 13. 140 nilai sosial 16. 32. 133. 26 – 33. 8 pengadilan 51. 147. 168 koersi 166 kolusi 25. 99 188 Sosiologi SMA/MA Kelas X . 120 L lingkungan kerja 108. 11. 135. 146. 150. 161. 20 – 22. 117 – 119. 95. 163 – 166. 161. 44. 139 nilai vital 40. 127. 173 penelitian sosial 5. 143 – 148. 104. 169 kompetisi 68 konflik 17. 32. 72 – 76. 170 media sosialisasi 111 – 113. 79. 53. 99 nilai keindahan 42. 126. 135 – 140. 24. 87 – 90. 99 norma 3. 133. 45. 167. 53. 9. 165. 169 konsep 10. 105. 14. 135. 45 – 47. 96. 126. 95. 161 – 171. 22. 164. 153. 39 – 46. 97. 150 – 153. 117. 53. 120. 39. 33. 99 nilai sentral 42. 52. 170 174 korupsi 25. 135. 68. 150. 145 – 147. 147. 61 – 64. 18. 169. 161 metode dokumenter 9. 137. 63. 105. 171. 88. 153. 127. 127. 113 pranata sosial 14. 51. 6. 114 – 119. 21. 127. 81. 115. 13. 67. 32. 69. 33. 6. 153 nilai 10 – 16. 127. 117. 84. 164 – 169. 70. 152. 127 LSM 164 nilai kerohanian 99 nilai material 40. 3 – 9. 117. 110 – 115. 32 konsumerisme 25. 66. 7. 20. 145 – 147. 161 – 170. 84. 164. 111 O observasi 2. 59. 47. 159. 80. 100. 143. 47 – 50. 121. 69. 49. 46. 127. 32 P pendidikan 7. 100 – 102. 33. 119. 47. 99 nilai religius 42. 16. 167 M masyarakat 1. 19. 103. 153. 84. 89. 96. 18. 169. 21. 113. 33 kontravensi 68 kontrol sosial 104. 160 – 162. 92. 46. 147. 53. 67. 33. 97 – 100. 33. 166. 39 – 41. 104 – 108. 127. 14. 63 preventif 14. 70. 99 nilai moral 40 – 43. 97 – 100. 144. 24. 83. 133. 28. 22. 20 – 22.

171 U usage 48. 59. 10. 72. 16. 78. 174 sanksi hukum 168 sanksi sosial 165. 168. 53. 49. 33 represif 14. Merton 136 Sekularisme 25. 101 W wawancara 2. 33 simpati 11. 21. 18. Dr. 32. 73. 148. 52. 85 R realitas sosial 2. 167 Robert K. 65. 152 sosiologi 3 – 5. 153. 127. 121. 165. 64. 84 – 87. 117. 97. 32 Indeks 189 . 29. 66 – 69. 95. 137 sugesti 11. 79. 39. 88 Soelaeman Soemardi 3 sosialisasi 50. 100 – 104. 5. 71. 99 proses asosiatif 67 proses sosial 3. 10. 139 – 141. 18. 112. 148. 119. 19.Prof. 60. 48. 168. 44. 164. 47. Notonegoro 42. 164. 33 Selo Soemardjan 3 separatis 28. 95 – 97. 88 S sanksi 43 – 45. 147. 51. 39. 105. 165. 144. 125 – 127. 168 sekolah 18. 133 – 136. 108. 107 – 115. 70. 60.

190 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->