SOSIOLOGI

Jilid 1
untuk

SMA/MA Kelas X
Suparto

Literatur Media Sukses
Jl. Madrasah No. 38, Pekayon, Pasar Rebo Jakarta 13710
Bab 2 Norma dan Nilai Sosial

i

Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT) Sosiologi, ditulis oleh Suparto; Editor, Vera B. L. Sihotang, -- Jakarta: Literatur Media Sukses

Penulis
Suparto

Editor
Vera B. L. SihotangChristianiE

Sosiologi
Jilid 1
Untuk SMA/MA Kelas X Hak cipta 2006 pada Penulis Hak penerbitan pada Penerbit Literatur Media Sukses

Desain Sampul Andie Anakota Setting/Tata Letak Sri Sugiyarni Astuti Krisnawati

Cetakan Pertama, 2006

Hak cipta dilindungi oleh undang-undang. Tidak diperkenankan memperbanyak isi buku ini dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Penerbit Literatur Media Sukses.

ii

Sosiologi SMA/MA Kelas X

ritik yang sering ditujukan kepada buku teks Sosiologi sebagai buku pelajaran antara lain cara pendekatan penyajian konsep materi yang kurang membumi terhadap realitas yang ada. Para pendidik sering mengalami kesulitan dalam mengajarkan ilmu-ilmu sosial. Para siswa berargumen bahwa ilmu-ilmu sosial menjenuhkan. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya minat para siswa untuk menggeluti kajian-kajian ilmu sosial. Kondisi ini terbentuk dikarenakan bahwa belajar ilmu-ilmu sosial merupakan ilmu-ilmu hafalan dan tidak kontekstual. Buku Sosiologi untuk SMA/MA ini disusun sebagai alternatif bagi para guru dan siswa Sekolah Menengah Atas bahwa belajar ilmu sosial tidak semata-mata hafalan. Esensi ilmu sosial justru terletak pada daya analisis dan metode yang dipakai dalam mengkaji suatu problem kemasyarakatan. Buku ini terdiri atas 3 jilid, yaitu jilid 1 untuk SMA/MA Kelas X, jilid 2 untuk SMA/MA Kelas XI, dan jilid 3 untuk SMA/MA Kelas XII. Pendekatan pembelajaran menggunakan metode Contextual-Teaching Learning. Diharapkan guru menjadi fasilitator dan terlibat intens dalam proses pembelajaran serta bersedia mengembangkan segala materi pokok dengan berbagai indikatornya dengan situasi dan kondisi yang sesuai dengan lingkungan belajar siswa. Akhirnya, penulis mengucapkan terima kasih kepada Penerbit Literatur Media Sukses yang telah menerbitkan naskah kami menjadi buku. Kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan kualitas buku ini.

K

Jakarta, Desember 2006

Penulis

Kata Pengantar

iii

mesin bubut. A. 108. 4. a pakah nilai itu? Dalam pengertian sehari-hari nilai sering diartikan sebagai harga atau ukuran. 109. 139. 147. 17. 148. Menjelaskan peran nilai dan norma dalam masyarakat. pengadilan. 25. 15. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih konkret. 20. 64. seorang peneliti menggunakan metode komparasi. Indeks merupakan daftar kata-kata penting disertai nomor halaman kemunculan. radio. Justru dengan kedatangan mesin-mesin teknologi canggih ini golongan masyarakat miskin akan termarginalkan. 33. 90. 109 folkways 48. Penyebab perilaku menyimpang 8 Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. 7. Sebab. 104. Melalui metode komparasi inilah. C. 89 interaksi sosial 10. penghubung kerabat B. 129 imitasi 60. 90 interview 5 8. 65. 172 internal 170. 26. 177 akomodasi 66. . 60. 144. deviasi sosial 2. – 66. seorang peneliti dapat menggunakan metode analisis media massa dengan cara menghimpun selengkap mungkin artikel-artikel sejenis yang ada di berbagai media massa. 164. 8. sosialisasi D. Tetapi setidaknya dapat ditekan sekecil mungkin pertumbuhannya. dipakai sebagai dasar untuk analisis dalam kaitannya dengan pengkajian suatu hipotesa dan masalah dalam penelitian. 6 MENGELIMINIR BUDAYA KORUPSI 7 Soal Objektif 1. 53. 8. Ciri-ciri pemerintah yang baik adalah pemerintah yang dapat menyusun kebijakan yang tepat sesuai dengan harapan warga masyarakatnya. 62. 23. D atau E! 1. traktor pembajak. Dalam sosiologi. kita dapat mengetahui banyak hal yang sangat berguna dalam penelitian tersebut. Melalui proses modernisasi dan pembangunan. Akan tetapi. mereka tergusur dari pekerjaan yang diakibatkan oleh mesin-mesin yang digunakan daripada tenaga-tenaga 5 P emilu tahun 2004 ini merupakan suatu sistem yang lebih baik dan lebih demokratis untuk memilih anggota legislatif. telepon. Teori Penyimpangan Teori kebudayaan khusus yang menyimpang Teori anomi Teori reaksi masyarakat 3. edukasi E reproduksi C. 32 asimilasi 23. 75. Perilaku menyimpang terdiri atas: Kenakalan remaja (delinquention) Kejahatan (criminality) 2. Fungsi dan peranan lembaga 2. presiden. 70. Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang kuat yang dapat menyatukan pendapat dari seluruh rakyatnya sehingga seluruh kekuatan bangsa tertuju pada satu arah untuk mencapai tujuan negara. 83. Pada dasarnya. Lalu. 124. 37 fenomena alam 77. dan lain-lain. . 85. 1 NILAI DAN NORMA SOSIAL Tujuan Pembelajaran Menjelaskan nilai dan norma. Membedakan nilai dan norma. Korupsi memang merupakan sesuatu penyimpangan yang benar-benar menghambat upaya perkembangan masyarakat secara keseluruhan. Metode komparasi dilakukan dengan membandingkan dua hal yang sama. pengendalian sosial E norma sosial C. Tugas Perorangan Dalam setiap bab ada kegiatan yang dilakukan oleh siswa secara mandiri. 106. Usaha-usaha yang dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah dan mengatasi adanya perilaku menyimpang disebut . Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. budaya korupsi ini dilakukan turun-temurun dari generasi l l 9 A accomodation adat akulturasi akulturasi budaya : proses sosial yang ditandai dengan pengurangan tuntutan : suatu kebiasaan yang diulang-ulang dan telah menyatu dengan kehidupan masyarakat : percampuran dua hal atau lebih yang bersifat melengkapi : proses pencampuran dua unsur budaya atau lebih yang bersifat melengkapi tanpa menghilangkan corak yang lama : daftar pertanyaan untuk menghimpun data yang diperlukan dalam suatu penelitian : ilmu terapan : akomodasi dengan menggunakan pihak ketiga sebagai pihak penengah yang dapat bersifat mengikat atau memaksa kedua belah pihak adat 25. Kegiatan operasional lembaga 3 5. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. sebaiknya terlebih dahulu kita mengetahui bagianbagian yang terdapat dalam buku Sosiologi ini. 19. 80. Misalnya. 65. 125. Perilaku menyimpang adalah semua perilaku warga masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. 102. 114. 42. Di kalangan birokrat. 27 November 2004 4. 89. misalnya kepolisian. 15 10 F fakta 6. 82. j. teknologi-teknologi baru diimpor oleh agen modernisasi dan pembangunan untuk memajukan taraf kehidupan suatu bangsa. Oleh karena itu.Sebelum memulai proses belajar mengajar. 73. B. 143. Indeks 3. Lembar Pro dan Kontra Lembar Pro dan Kontra disajikan sebagai sarana untuk melatih mengungkapkan pendapat atau debat pendapat antarsiswa yang dibimbing oleh guru. 82. iv Sosiologi SMA/MA Kelas X . 67. atau rumah tahanan/lembaga pemasyarakatan. Rangkuman Rangkuman mencakup ringaksan materi pada setiap bab yang bertujuan untuk memudahkan siswa mengingat kembali materi-materi yang telah dipelajari di bab tersebut. 80. Tugas dan kewenangan lembaga 3. nilai ekonomis sebuah mobil dapat diartikan sebagai harga sebuah mobil yang diukur dengan uang. dan nepotisme. Barang-barang teknologi canggih ini misalnya mobil. Mungkin hal ini tidak akan sepenuhnya bisa dihilangkan dari tata pergaulan masyarakat kita. melainkan sesuatu yang abstrak atau tidak nyata. 85. dan wakil presiden karena ketiga komponen bangsa yang penting itu dipilih secara langsung oleh rakyat melalui proses pemilihan umum. 72. truk. Daftar Istilah Daftar Istilah disajikan di setiap bab yang merupakan kumpulan istilah-istilah yang dibahas di bab tersebut. Fungsi keluarga untuk membentuk perilaku tertib dan patuh terhadap normanorma sosial dalam lingkungan masyarakat setempat terhadap putra dan putrinya adalah fungsi . Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 6. 152. Mengklasifikasikan kasus pelanggaran nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. M Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 9 4 MEWUJUDKAN PEMERINTAH YANG BAIK KESENJANGAN SOSIAL SEBAGAI POTENSI KONFLIK Salah satu penyebab menjadi semakin tingginya jurang kesenjangan sosial antara golongan kaya dan golongan miskin adalah kehadiran teknologi melalui proses modernisasi dan pembangunan. 9. . 166. hampir semua media massa membahas tentang cara-cara memberantas budaya korupsi. 2 Kunjungilah salah satu lembaga pengendalian sosial yang terdekat dari sekolah Anda. teknologi canggih ini akan berpihak kepada orang-orang kaya dan selanjutnya menjadi sekutu orang-orang kaya untuk menghasilkan barang dan mendatangkan uang. 18. 10. 112. Uji Kompetensi Pada setiap akhir bab disediakan Uji Kompetensi untuk mengukur kemampuan siswa dalam menguasai semua materi dalam satu bab. 67 akulturasi 23. 32. Pengantar Awal Bab Pada setiap awal bab terdapat fokus tentang materi-materi yang akan dibahas di bab tersebut. 32. 35. 17. 109 fenomena sosial 4. pengawasan sosial P 7. mesin tenun. . 2. Bahan Diskusi Kelompok Bahan ini disediakan melatih siswa mendiskusikan suatu permasalahan dengan orang lain. 110 asimilasi budaya 110 asosiasi 3. 16. internet. sebab media massa memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Metode Analisis Media Massa Media massa lebih bersifat subjektif. C C l kh h 1. kolusi. Jelaskan persiapan apa sajakah yang harus dilakukan oleh seorang peneliti yang menggunakan metode komparasi! enurut kalian. Dalam suatu penelitian mengenai kelebihan dan kekurangan suatu metode atau teknologi tertentu. Tugas Penelitian Tugas Penelitian merupakan tugas yang mendeskripsikan suatu permasalahan. pengadilan B. 89 ilmu pengetahuan 3. Sumber: Gatra. 168 I identifikasi 11. 103 H hipotesa 10 angket applied science arbitration B BAP 167. 125. tetapi dalam waktu atau tempat yang berbeda. ada masa reformasi akhir-akhir ini. Kemudian buatlah laporan ringkas mengenai hal-hal berikut ini! 1. kejaksaan. . 59. 64. Lembar Sosiologi Terapan Lembar sosiologi terapan ini merupakan latihan menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. 113. kontrol sosial D. televisi. 40. A. 8. baik pemerintah maupun lembaga nonpemerintah dewasa ini memang masih sangat kental dengan budaya korupsi. . komputer. 110 akulturasi budaya 110 angket 2. 84. nilai justru bukan sebuah ukuran yang dapat dinyatakan dengan barang. 68. 10. 11. 45 – 48. ulasan media massa yang satu dengan ulasan media massa yang lain sering kali ada kesenjangan. 73 asumsi 100 Auguste Comte 3. 101. Sifat-sifat Penyimpangan Penyimpangan positif Penyimpangan negatif 4. 165. Pertanyaan: 1.

................................................................ B. Nilai Sosial ............... Sosiologi Sebagai Ilmu dan Metode ................................................................ Nilai dan Norma Sosial ...................... BAB 3 INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL 60 61 64 69 Peta Konsep ............... C........................ iii iv BAB 1 SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU TENTANG HUBUNGAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN 2 3 10 16 18 23 32 34 Peta Konsep ....................................................................................................... Daftar Isi v ......................................................... Kelompok................................ Hubungan Antarberbagai Konsep Tentang Realita Sosial Budaya ............................................ A...... Bentuk-bentuk Interaksi yang Mendorong Terciptanya Lembaga................. Norma Sosial ................ B..................................................... Data Sosiologis dan Antropologis Tentang Fenomena Sosial Di Lingkungan Setempat .. Apakah Keunggulan Buku Ini? ....................... E........................................................................................... Rangkuman ................................................................................................................. C........................................................... Konsep-konsep Dasar Dalam Sosiologi ............. Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial ........... Faktor-faktor yang Mendorong Terjadinya Interaksi ........... D..... B. BAB 2 NILAI DAN NORMA SOSIAL 40 41 41 45 53 54 Peta Konsep .................................................................................................................... Konsep-konsep Tentang Realitas Sosial Budaya ... Rangkuman ....................................... Uji Kompetensi ..............................................................................................................................................................................................................................................Kata Pengantar ............................................................................... A................ C................................................................ A..... Uji Kompetensi ......... dan Organisasi Sosial ........

.... Rangkuman ......................... C............... Cara-cara Pengendalian Sosial .................................................. Uji Kompetensi .................................................................................................................... Uji Kompetensi ..................................... Pentingnya Pengendalian Sosial ...... Perilaku Menyimpang ....................................................... Daftar Pustaka ....... Hubungan Pembentukan Kepribadian dengan Kebudayaan .............. dan Organisasi Sosial .......................................... Penanggulangan Terhadap Perilaku Menyimpang ................................................................... B....................................................D Proses Pembentukan Lembaga.. B............................................... Rangkuman ....................... A................................................. B... Interaksi Sosial dan Keteraturan Sosial ........................................................ Jenis-jenis Lembaga Pengendalian Sosial................................................................................................................................ C....................... Faktor-faktor Penyebab Perubahan dan Dinamika Sosial ....................... Proses Sosialisasi ................................................................................................................... BAB 6 ATURAN-ATURAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT 160 161 161 165 168 173 175 179 185 187 Peta Konsep .................................................................................... A..................... SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN 74 76 84 88 90 BAB 4 Peta Konsep ............................................................................ A................. Akibat-akibat Tidak Berfungsinya Lembaga Pengendalian Sosial ...................................... Uji Kompetensi ....... Terjadinya Perilaku Menyimpang Sebagai Hasil Sosialisasi yang Tidak Sempurna .......... Rangkuman ............................................ Uji Kompetensi ........ Peranan Nilai dan Norma Sosial Dalam Proses Sosialisasi ................................................................. 96 97 108 114 122 127 128 BAB 5 PERILAKU MENYIMPANG 134 135 139 147 152 154 Peta Konsep ................... Kelompok..................................... Rangkuman ........................... Daftar Istilah .................................................... Faktor-faktor Pembentuk Kepribadian ....................................................................... D................................................................................. vi Sosiologi SMA/MA Kelas X ........................................ D............................................. Indeks ...... F.................... E............................................................................................................................................. C...........................................................................................

kita selalu terikat dengan orang lain untuk melakukan berbagai macam bentuk kerja sama di berbagai segi kehidupan. Penjabaran wawasan-wawasan tersebut dalam praktik kehidupan sehari-hari akan diuraikan pada bab berikut. kita harus memahami tata cara dalam pergaulan agar kita dapat diterima sebagai warga masyarakat yang baik.SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU YANG MENGKAJI HUBUNGAN MASYARAKAT Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu dan metode. kita perlu mempelajari sosiologi. Untuk mendapatkan jawabannya. Sumber: Koleksi editor T ahukah kalian mengapa sosiologi kita pelajari? Sebagai warga masyarakat. Mengidentifikasi data tentang realita sosial masyarakat. Mendeskripsikan hubungan berbagai konsep tentang realitas sosial. Dalam melakukan hubunganhubungan sosial. sehingga kita dapat menjalankan misi pribadi kita masing-masing. karena sosiologi memberikan banyak wawasan dan kajian tentang hubungan masyarakat dan lingkungan. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 1 . Dengan demikian. kita memerlukan banyak wawasan tentang bagaimana menjalani dan membina hubungan sosial dalam masyarakat.

Pengertian sosiologi Hakikat sosiologi Karakteristik Sosiologi Metode dalam sosiologi Ruang lingkup Observasi Angket Observasi partisipan Wawancara Tujuan pembentukan sosiologi SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU TENTANG HUBUNGAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN Komparasi Histori Kepustakaan Dokumentasi Analisis media massa Konsep dasar dalam sosiologi Konsep-konsep tentang realitas sosial Hubungan antarberbagai konsep tentang realitas sosial 2 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi Menyatakan bahwa sosiologi atau ilmu masyarakat adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial. termasuk perubahan sosial. SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU DAN METODE 1. maupun peradaban. kalian perlu mengetahui pendapat dari tiga tokoh sosiologi berikut ini. Pitirim A. Dengan demikian. misalnya gejala ekonomi dan agama. Objek kajian sosiologi ini senantiasa bersifat aktual karena masyarakat terus-menerus mengalami proses sosial termasuk perubahan-perubahan dalam struktur dan pola interaksinya. Sebagaimana kita ketahui bahwa Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 3 . Cara-cara ini dikenal dengan metode. Auguste Comte Mengemukakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari manusia sebagai makhluk yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama dengan sesamanya. Pengertian Sosiologi Sosiologi sebagai ilmu sosial yang relatif baru mungkin agak sulit untuk didefinisikan bagi kalian yang masih relatif baru mempelajari sosiologi. a. Sebagai salah satu pegangan tentang pengertian sosiologi. c. Artinya. Objek Kajian Sosiologi Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan mempunyai objek kajian tentang perilaku sosial individu maupun kelompok individu dalam masyarakat yang penjabarannya meliputi bentuk-bentuk penyesuaian perilaku terhadap norma dalam berbagai bentuk perubahan sosial yang ada dalam masyarakat. 3. Ciri-ciri umum semua jenis gejala sosial. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka ragam sosial.A. Sorokin Mengemukakan sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hal-hal sebagai berikut. Metode-Metode Sosiologi Untuk melakukan suatu aktivitas diperlukan cara-cara yang lebih ringkas dan efisien agar tujuan tercapai. sosiologi mempelajari segala aspek kehidupan bersama yang terwujud dalam asosiasi-asosiasi. juga keluarga dan moral. lembaga-lembaga. Metode dalam konteks pengetahuan adalah cara-cara yang dapat dipergunakan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. 2. b. sosiologi sebagai metode artinya sosiologi dapat dipergunakan sebagai salah satu cara atau perantara dalam mencapai suatu tujuan tertentu yang ada di dalam masyarakat. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dan gejala nonsosial.

Ini berarti. Sosiologi dan antropologi dapat pula berfungsi sebagai bejana yang menjadi sarana sosialisasi suatu program pemerintah di dalam masyarakat. serta lenyapnya suatu masyarakat dan kebudayaannya. Dengan begitu. metode antropologi juga berguna sebagai salah satu cara untuk mencapai tujuan tertentu dalam masyarakat. dapat diperoleh melalui data-data yang terhimpun di dalam sosiologi dan antropologi. Sebaliknya.1 Bagan Peranan Metode Sosiologi dan Antropologi dalam Proses Pembangunan Bangsa. sejarah pertumbuhannya. sosiologi dan antropologi menjadi kail untuk memperoleh data-data sosial budaya dari dalam masyarakat. bentuk kebudayaan. ketika pemerintah melalui kegiatan pembangunan ingin memperoleh data mengenai berbagai macam fenomena sosial budaya dari suatu masyarakat. melalui sosiologi dan antropologi kegiatan pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah dapat disosialisasikan ke dalam setiap masyarakat yang bercorak kesukuan dengan metode dan pendekatan secara sosiologis dan antropologis. Antropologi mempelajari aneka ragam manusia atau masyarakat serta kebudayaannya di masa lampau dan masa sekarang. Selain sosiologi. Sebagai contoh. sosiologi pun sedikit banyak memiliki data-data mengenai karakter sosial budaya dari tiap-tiap masyarakat yang berbeda-beda. ilmu lain yang juga mempelajari manusia adalah antropologi.sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempunyai objek kajian mengenai perilaku sosial serta budaya yang ada dalam satu masyarakat. Artinya. Perencanaan Pembangunan Kebijaksanaan Pembangunan Data Sosial dan Budaya Metode Sosiologi dan Antropologi Metode Sosiologi dan Antropologi Suku Bangsa A Suku Bangsa B Suku Bangsa C Bagan 1. 4 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 5 . jelaslah metode sosiologi dan antropologi sebagai suatu kesatuan dan dapat dipergunakan oleh pemerintah atau pun lembaga nonpemerintah yang mempunyai kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat. serta memiliki keterampilan untuk menggali alternatif-alternatif jawaban yang lebih dalam dan rinci dari responden. artinya seorang pewawancara harus benar-benar menguasai permasalahan dari setiap pertanyaan yang diajukan. Hal ini dapat terjadi karena konsep-konsep dalam studi sosiologi dan antropologi dapat menjadi cara untuk memasukkan program pembangunan yang berkaitan dengan masyarakat. 29 September – 05 Oktober 2003 Gambar 1. Metode ini mempunyai kelebihan bahwa data-data sosial budaya yang diinginkan dapat diperoleh secara luas dan dalam melalui pertanyaan secara lisan dari hati ke hati antara pewawancara dan responden. peneliti mewawancarai responden yang telah ditetapkan sebagai sampel untuk memperoleh keterangan-keterangan yang diperlukan dalam penelitian tersebut.1 Wawancara merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh dalam pengumpulan data guna mendukung penelitian yang dilakukan. Akan tetapi. Sumber: Pilars. metode interview secara spesifik memerlukan seorang pewawancara yang mumpuni dan memenuhi kriteria sebagai berikut. Metode-metode yang sering dipergunakan di dalam sosiologi dan antropologi antara lain: a.Menurut bagan di atas. Cakap. metode wawancara adalah metode pengumpulan data dalam penelitian sosial yang dalam pelaksanaannya. Metode Wawancara (Interview) Pada hakikatnya.

b. artinya seorang pewawancara harus senantiasa berpegang teguh pada fakta yang ada. peneliti akan memperoleh data sosial budaya secara detail karena tidak sekadar melihat dan bertanya. Yang dimaksud dengan metode observasi partisipan adalah metode pengumpulan data dalam suatu penelitian sosial yang di dalam pelaksanaannya. artinya seorang pewawancara harus luwes dan mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi dari masing-masing pribadi responden. tidak berubah-ubah oleh pengaruh-pengaruh ekonomis. metode observasi langsung adalah metode pengumpulan data dalam penelitian sosial yang dalam pelaksanaannya memungkinkan peneliti dapat secara langsung mengamati kondisi objek yang diteliti. atau kepentingan tertentu. data yang diperoleh akurat. Dengan demikian. Metode Observasi Partisipan Metode observasi partisipan mempunyai potensi yang lebih untuk mendapatkan data yang sangat detail walaupun harus menanggung konsekuensi dan tantangan yang amat berat. artinya pewawancara harus dapat mencegah masuknya pendapatpendapat pribadi ke dalam penelitian dengan tetap menjaga objektifitas berdasarkan fakta yang benar-benar ada di lapangan. artinya seorang pewawancara harus menyenangkan. ideologis.Ramah. Artinya. tidak menakutkan. data yang diperoleh objektif. Tujuannya agar responden dapat secara bebas untuk menyampaikan alternatif jawabannya secara objektif kepada pewawancara. Dengan demikian. Konsisten. dan berpenampilan baik. Pada hakikatnya. Metode Observasi Langsung Metode observasi langsung sering disebut metode yang mudah dan murah. Objektif. Dengan demikian. maka peneliti harus terlebih dahulu menyiapkan instrumen yang disebut check list (daftar untuk mengecek apakah objek yang diamati memiliki kualifikasi sebagaimana yang ada di dalam daftar). Contoh: peneliti yang mengobservasi 5 ruangan kelas belajar dalam suatu lomba kebersihan. politik. peneliti telah membuat check list yang disesuaikan dengan kepentingan penelitian tersebut agar dapat memberi dasar penelitian yang tepat. Sikap yang fleksibel membuat responden tidak merasa tertekan dalam menyampaikan jawaban-jawaban atas setiap pertanyaan yang diajukan. Penerapan metode ini memerlukan suatu keberanian 6 Sosiologi SMA/MA Kelas X . artinya seorang pewawancara harus senantiasa berpegang teguh pada prinsip-prinsip keilmuan. Untuk memperoleh data yang akurat. peneliti hidup bersama-sama dengan masyarakat yang diteliti dalam waktu yang relatif panjang. Fleksibel. c. metode ini sangat gampang pelaksanaannya dan memerlukan biaya yang relatif sedikit sehingga hampir setiap orang dengan mudah dapat melakukannya. melainkan mengalami sendiri dalam setiap kegiatan.

dan komunikatif dengan menggunakan bahasa yang sesederhana mungkin sehingga mudah dipahami. seorang peneliti dari Jerman bernama Pieter Carlos meneliti kehidupan sosial budaya suku Asmat dan suku Dani di pedalaman Papua. Satu hal yang merupakan kelebihan dari metode ini adalah bahwa dalam waktu yang relatif singkat. diperlukan syarat-syarat antara lain sebagai berikut. bahkan nyawa. Dalam jangka yang tidak terlalu lama (kurang dari 10 hari). peneliti mengirim daftar pertanyaan kepada seratus ribu responden yang alamatnya telah diketahui sebelumnya dan memberikan perangko pengiriman kembali jawabanjawaban angket kepada penelitinya. bahkan mengikuti setiap perilaku sosial harian yang dilakukan oleh masyarakat Asmat dan Dani. Koresponden harus terlebih dahulu mengetahui identitas dari responden yang akan ditetapkan sebagai subjek penelitiannya. Agar data sosial budaya yang terhimpun melalui metode angket ini tetap memiliki objektifitas yang tinggi. Hal ini sangat penting agar proses Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 7 . padat. peneliti menyampaikan sejumlah pertanyaan dalam suatu daftar pertanyaan yang telah disesuaikan dengan kepentingan penelitian tersebut. Pieter Carlos datang sendiri ke lokasi dan selama enam tahun dia hidup bersama-sama dan menyatu dengan masyarakat Asmat dan masyarakat Dani. Respondennya harus merupakan masyarakat yang cakap. Tetapi metode ini akan gagal total apabila respondennya adalah masyarakat primitif atau masyarakat pedesaan yang basis pendidikannya relatif rendah.dan pengorbanan dari peneliti itu sendiri. Sambil menjalani aktivitas hariannya.000 responden telah mengirim kembali angket tersebut ke alamat yang telah ditentukan dengan perangko pengiriman yang ada di dalam amplop daftar pertanyaan tersebut. Akan tetapi hasilnya. Dengan demikian. d. seorang peneliti dapat memperoleh data dalam jumlah yang amat sangat besar. Jawaban yang disampaikan pun merupakan jawaban-jawaban yang memiliki tingkat akurasi yang rendah. Metode angket adalah metode pengumpulan data dalam suatu penelitian sosial di mana dalam pelaksanaannya. mereka pun memiliki kesadaran ilmiah yang tinggi dan memiliki kemampuan intelektual untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam angket tersebut. artinya memiliki basis kependidikan yang cukup. tenaga. mengikuti semua aktivitas. karena penuh tantangan yang terkadang akan membawa ongkos pemikiran. Keadaan seperti ini akan membuat penelitian menjadi fatal. dan detail sehingga memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Misalnya. peneliti akan dapat menghimpun data sosial budaya dengan tepat. Pertanyaan harus singkat. maka metode angket sangat tepat untuk digunakan. lengkap. Dalam hal ini. Metode Angket Apabila penelitian mempunyai jangkauan responden yang amat besar dan respondennya berupa masyarakat-masyarakat yang relatif maju. 100. Pieter Carlos dapat memotret macam-macam kegiatan.

h. e. Metode Pengukuran Langsung Penelitian kuantitatif dilakukan dengan perhitungan angka-angka. dan waktu. menghitung orang. Yang dimaksud dengan metode komparasi adalah metode pengumpulan data dalam suatu penelitian sosial. tenaga. Metode komparasi bertujuan untuk mendapatkan persamaan dan perbedaan dari dua hal.pengiriman angket dapat dilakukan secara benar dan serentak dalam waktu yang relatif singkat. Metode ini sangat objektif karena data-data yang diperoleh merupakan data primer. Metode Penelusuran Sejarah (History) Metode history atau metode penelusuran sejarah merupakan metode pengumpulan data dengan cara menelusuri sejarah melalui dokumen-dokumen dan benda-benda peninggalan sejarah yang dapat dijadikan sumber keterangan mengenai berbagai macam kejadian di masa lampau. Kelebihan metode ini adalah memperoleh banyak sumber tanpa mengalami banyak biaya. Dengan demikian. yaitu dengan mengungkap dan menghimpun keterangan-keterangan. yaitu dengan membandingkan dua hal yang sama dengan lokasi atau waktu yang berbeda. Metode komparasi digunakan oleh peneliti apabila bentuk penelitiannya mengandung kepentingan untuk membandingkan sesuatu yang sama dengan tempat dan kurun waktu yang berbeda. Dalam pelaksanaannya. maka seorang peneliti lebih tepat menggunakan metode pengukuran langsung. mengukur 8 Sosiologi SMA/MA Kelas X . metode ini memerlukan suatu ketekunan dan ketelitian. Yang menjadi masalah adalah kepandaian peneliti untuk mencari buku-buku yang relevan yang dapat dipakai sebagai sumber data dalam penelitian. Pengumpulan data dalam metode ini dilakukan dengan cara menghitung atau mengukur sendiri data-data yang diperlukan dalam penelitian. Cara pengumpulan data dilakukan dengan mengambil data atau keterangan-keterangan yang ada di dalam literatur yang ada di perpustakaan. peneliti akan memperoleh persamaan dan perbedaan yang dapat dipergunakan sebagai bahan untuk menganalisis dan mengkorelasikan fakta atau kejadian secara ilmiah sesuai dengan kepentingan penelitian. seorang peneliti dapat menggunakan metode komparasi. f. serta benda-benda peninggalan yang akan dipergunakan sebagai sumber data dalam penelitian. Metode Kepustakaan Metode kepustakaan merupakan metode yang penelitiannya lebih banyak memerlukan data-data dokumenter atau pendapat-pendapat dari para ahli tentang suatu fenomena sosial tertentu dalam masyarakat. g. Misalnya. Metode Komparasi Untuk mendapatkan data tentang perbedaan atau persamaan dari dua fenomena sosial yang ada di dalam masyarakat.

j.panjang dan lebar tanah. Metode Dokumenter Apabila suatu penelitian lebih banyak memerlukan data-data pendukung yang berupa dokumen-dokumen seperti dokumen pemasaran. Melalui metode komparasi inilah. sebab media massa memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Metode pengumpulan data yang dilakukan peneliti dengan mengambil dari dokumen-dokumen yang dihimpun oleh kolektor dinamakan metode dokumenter. tekanan. Melalui metode ini. Pertanyaan: 1. Oleh karena itu. dan lain-lain. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih konkret. Para kolektor tersebut adalah kepala desa. tetapi dalam waktu atau tempat yang berbeda. seorang peneliti akan mengeluarkan banyak pengorbanan yang terkadang penuh dengan resiko. sumber penelitian dapat berupa data-data yang diambil dari arsip-arsip atau dokumen yang dihimpun oleh kolektor. menghitung suhu udara. dokumen kejadian hukum. i. Jelaskan persiapan apa sajakah yang harus dilakukan oleh seorang peneliti yang menggunakan metode komparasi! Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 9 . Yang terpenting adalah bahwa pengambilan dokumen harus sesuai dengan data yang diperlukan dan dari sumber-sumber yang dapat dipercaya. seorang peneliti menggunakan metode komparasi. ulasan media massa yang satu dengan ulasan media massa yang lain sering kali ada kesenjangan. kita dapat mengetahui banyak hal yang sangat berguna dalam penelitian tersebut. Metode Analisis Media Massa Media massa lebih bersifat subjektif. dokumen kepegawaian. atau badan-badan informasi. Metode komparasi dilakukan dengan membandingkan dua hal yang sama. mengukur kedalaman air. Lalu. Pada hakikatnya. dan lain-lain. menghitung jumlah ternak. Data yang diperoleh melalui metode ini merupakan data sekunder. seorang peneliti dapat menggunakan metode dokumenter. bangunan. pimpinan instansi. seorang peneliti dapat menggunakan metode analisis media massa dengan cara menghimpun selengkap mungkin artikel-artikel sejenis yang ada di berbagai media massa. termasuk Badan Pusat Statistik. kelembaban. Dalam suatu penelitian mengenai kelebihan dan kekurangan suatu metode atau teknologi tertentu. dipakai sebagai dasar untuk analisis dalam kaitannya dengan pengkajian suatu hipotesa dan masalah dalam penelitian.

interaksi sosial. kepribadian. perubahan sosial. Masyarakat Istilah masyarakat dalam bahasa sehari-hari sering kita artikan sebagai himpunan orang-orang dalam satuan wilayah tertentu. Jadi. Apa kelebihan yang dapat diperoleh dengan menerapkan metode komparasi? 4. Menurutmu hal-hal apa saja yang dapat dibandingkan dari kekurangan suatu metode atau teknologi tertentu? Ilmu pengetahuan merupakan himpunan pengetahuan-pengetahuan yang tersusun secara sistematis. KONSEP-KONSEP DASAR DALAM SOSIOLOGI Pengertian dari konsep-konsep dasar adalah konsep-konsep pokok yang akan menjadi bahan kajian di dalam sosiologi maupun dalam antropologi. norma dan nilai. jenis kelamin. 1. Adanya individu-individu yang cenderung bersifat heterogen dalam berbagai hal seperti usia. Jelaslah bahwa setiap masyarakat lahir karena adanya kerja sama di antara warganya dan terikat dalam suatu tata norma tertentu dalam ruang wilayah yang tertentu pula. Konsep-Konsep Dasar Sosiologi dan antropologi mempunyai kekhususan yang berbeda antara lain sosiologi lebih menekankan pada konsep perilaku sosial. kebutuhan hidup manusia. 10 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan lain-lain. yang dimaksud dengan masyarakat adalah kumpulan orang yang hidup di suatu wilayah tertentu dan membina kehidupan bersama dalam berbagai aspek kehidupan atas dasar norma sosial tertentu. sedangkan antropologi lebih terfokus pada konsep keanekaragaman makhluk dan budaya manusia. perilaku menyimpang. pengendalian sosial. Pada hakikatnya. Sosiologi dan antropologi merupakan himpunan pengetahuanpengetahuan mengenai perilaku sosial serta mengenai keanekaragaman makhluk manusia dan budayanya. latar belakang pendidikan. unsur-unsur pokok masyarakat meliputi hal-hal berikut. a. Adapun konsep-konsep yang mendasar dalam sosiologi dan antropologi antara lain sebagai berikut. Sebutkan kelemahan-kelemahan dari metode komparasi! 3. dan masih banyak lagi.2. B. Untuk mengkaji lebih jauh mengenai materi-materi yang menjadi substansi dalam kajian sosiologi dan antropologi. akan dijabarkan melalui konsep-konsep tentang realitas sosial budaya serta korelasinya satu dengan yang lain pada uraian berikut ini. Konsep-konsep dasar itu meliputi tentang masyarakat. kebudayaan. latar belakang sosial ekonomi.

dan berbagai macam pendapat atau ucapan. politik. Interaksi Sosial Di satu sisi. yaitu suatu aktivitas yang muncul karena adanya stimulan. Aksi ini dapat dipengaruhi oleh banyak dorongan seperti simpati. Adanya daerah atau areal dengan batas-batas tertentu yang merupakan wadah tempat berlangsungnya suatu tata kehidupan bersama.Adanya hubungan timbal balik yang secara otomatis terjadi dalam setiap masyarakat tanpa henti-hentinya dan meliputi berbagai aspek kehidupan seperti dalam bidang ideologi. Dalam arti luas. sosial budaya. antara individu dan kelompok individu. seluruh masyarakat di dunia ini merupakan suatu masyarakat dengan tata pergaulan yang amat sangat kompleks dan tidak pernah berhenti dalam berbagai aktivitas. tanggapan. suara. Wilayah ini dapat berupa areal yang sempit maupun dalam satuan areal yang amat sangat luas. Ini terjadi karena setiap masyarakat memiliki sistem tata nilai yang berbeda-beda walaupun secara universal tata nilai ini hampir sama. Norma-norma sosial ini bersumber dari sistem tata nilai yang tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat tersebut. Rangsangan (stimulan). Aktivitas ini akan mengakibatkan adanya tanggapan dari pihak yang lain. dan lain-lain. interaksi sosial merupakan bentuk-bentuk aktivitas individu dalam memenuhi kebutuhannya. Interaksi sosial senantiasa berpedoman pada sistem tata nilai suatu masyarakat dengan ketentuan ”di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. dan dalam bidang pertahanan dan keamanan. Adanya sistem norma tertentu yang berfungsi sebagai pedoman dalam sistem tata kelakuan dan hubungan warga masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam arti lain. ekonomi. penampilan.” Artinya. suatu kontak sosial sesungguhnya telah terjadi. aktivitas aksi. identifikasi. baik stimulan yang pasif maupun stimulan yang aktif. empati. baik dari pihak pertama maupun dari pihak kedua dalam suatu interaksi sosial. Untuk kontak selanjutnya akan berbentuk aksi dan reaksi. yaitu suatu aktivitas yang mendorong pada seseorang untuk memberikan respon atau tanggapan. sugesti. di mana suatu perbuatan dilakukan hendaknya berpedoman pada sistem tata nilai yang ada di tempat itu. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 11 . Aktivitas aksi. yaitu aktivitas permulaan yang menjadi penyebab munculnya interaksi sosial. dan hubungan timbal balik antara kelompok individu dan kelompok individu yang lain. interaksi sosial adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dan individu. b. Tanggapan (respon). Dengan adanya stimulan dan respon. Stimulan ini dapat berupa perilaku. terdapat 4 subkomponen yang dapat mendukung terwujudnya suatu interaksi sosial. Dalam suatu interaksi sosial. dan aktivitas reaksi. Komponen-komponen itu adalah rangsangan.

Kebutuhan ini muncul 12 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Kebutuhan Hidup Kebutuhan hidup adalah kebutuhan manusia untuk mempertahankan serta mengembangkan kehidupannya. minum. dan normanorma yang akan membekali individu tersebut dalam proses pergaulan. Berikan 3 contoh konsep dasar dalam sosiologi dan 3 konsep dasar dalam antropologi! 3.Aktivitas reaksi. seorang individu akan memperoleh pengetahuan-pengetahuan. dan kebutuhan perumahan. sosialisasi merupakan suatu proses pergaulan seseorang terhadap banyak orang di dalam masyarakat. Reaksi ini merupakan umpan balik atas perilaku-perilaku yang dilakukan oleh pihak pertama. Kebutuhan mendasar ini meliputi kebutuhan makan. Sebutkan unsur-unsur dalam masyarakat! 4. dan sebagai makhluk yang memiliki akal budi. yaitu sebagai berikut. seorang individu dapat berhasil dalam setiap usahanya di tengah-tengah masyarakat sekaligus dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan lingkungan budaya pada masyarakat tersebut. c. kalian tunjukkan adanya proses sosialisasi. yaitu suatu aktivitas tanggapan yang muncul setelah adanya aksi dari pihak pertama. Apakah yang dimaksud dengan konsep dasar dalam sosiologi dan antropologi? 2. Kebutuhan hidup ini terdiri atas tiga macam. 1. (1) Kebutuhan mendasar merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi dan apabila tidak dipenuhi. Coba praktikkan di depan kelas bersama teman sebangkumu bagaimana kalian berinteraksi! Di dalam interaksi tersebut. d. Dengan demikian. Proses sosialisasi ini merupakan proses belajar berinteraksi di tengah-tengah masyarakat. Sosialisasi Pada hakikatnya. Proses sosialisasi bagi seorang individu berlangsung sejak lahir hingga sepanjang hayatnya. sebagai makhluk sosial. Melalui proses sosialisasi. maka orang akan mati. nilai-nilai. Kebutuhan ini merupakan suatu perwujudan dari manusia sebagai makhluk hidup.

yaitu sebagai berikut. dan lain-lain. sikap atau perilaku. prakarsa. Kepribadian Setiap manusia mempunyai kepribadian sendiri-sendiri yang tidak akan sama antara manusia yang satu dan manusia yang lain. e. minum. Wujud nyata dari kepribadian dapat berupa banyak hal antara lain sebagai berikut. Perilaku Menyimpang Setiap orang mempunyai ego masing-masing. Agar tetap hidup. Perilaku menyimpang dapat bersumber dari banyak hal. kebutuhan untuk mengungkapkan harga diri. perilaku menyimpang merupakan bentuk-bentuk perilaku warga masyarakat yang tidak sesuai dengan norma dan nilai yang ada dalam masyarakat tersebut. istirahat. Akibatnya perilaku warga masyarakat Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 13 .sebagai hakikat manusia sebagai makhluk hidup. Manakala ego setiap orang lebih mementingkan dirinya sendiri daripada kepentingan orang lain atau kepentingan umum. f. kegemaran. kebutuhan pendidikan. (3) Kebutuhan integratif adalah kebutuhan kejiwaan manusia seperti misalnya kebutuhan berekreasi. kebutuhan untuk menjalankan kepentingan bersama. dan lain sebagainya untuk mempertahankan dan mengembangkan hidupnya. Hal ini dapat mengakibatkan perilaku-perilaku yang menyimpang. keimanan dan ketakwaan. Pada hakikatnya. Apabila dalam masyarakat terjadi resesi dan depresi ekonomi. maka yang terjadi adalah benturan kepentingan antarindividu. lapisan masyarakat bawah akan kesulitan melakukan pemenuhan kebutuhan pokoknya. pakaian. persepsi. Kebutuhan sosial mencakup kebutuhan berkomunikasi dengan sesama. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa estetika. perumahan. Kepribadian merupakan perpaduan antara warisan biologis yang diterima seseorang dari leluhurnya dan pengaruh lingkungan melalui proses interaksi dan proses sosialisasi sejak lahir hingga dewasa. Kepribadian ini merupakan gambaran secara umum dari perilaku seorang individu yang sangat khas yang dapat terlihat dari perilaku sehari-hari. Padahal kebutuhan ini harus dipenuhi dan kalau tidak maka mereka akan mati. dan lain-lain. maka manusia perlu makan. tutur kata. dan lain-lain. (2) Kebutuhan sosial adalah kebutuhan manusia untuk bersama-sama dengan manusia yang lain. perangai. Kebutuhan ini muncul sebagai hakikat manusia sebagai makhluk sosial (zoon politicon). kebutuhan untuk mengungkapkan rasa keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Adanya resesi dan depresi ekonomi. tanggung jawab.

Secara umum. perilaku menyimpang dapat terjadi akibat proses sosialisasi yang tidak sempurna atau adanya proses sosialisasi terhadap sub-sub kebudayaan yang memang menyimpang. maupun gabungan dari keduanya. lembaga dan personil penegak hukum. Jika terjadi peperangan atau suasana kamtibmas yang memburuk. dan personil-personil penegak hukum. atau mungkin karena kualitas moral dari aparat para dan karena kurangnya personil. maupun pemerintah kepada aparatur negaranya. Misalnya. Berbeda dengan cara compulsion 14 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Hal ini menyebabkan semakin banyaknya bentukbentuk pelanggaran yang dilakukan oleh warga masyarakat.lapisan bawah seringkali menjadi tidak sesuai dengan norma-norma yang ada sehingga terjadi perilaku yang menyimpang. orang terdorong untuk melakukan penjarahan terhadap harta benda milik orang lain. sedangkan pengendalian sosial bersifat represif bertujuan untuk memulihkan keadaan seperti semula. baik yang dilakukan orang tua kepada anaknya. kini makin banyak keluarga yang tidak memiliki eksistensi untuk menjalankan fungsinya. Terjadilah perilaku-perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial dalam keadaan yang aman. yaitu compulsion (paksaan) dan pervasion (pengisian). lembaga atau institusi. Dalam pelaksanaan pengendalian sosial diperlukan banyak hal antara lain norma. Pengendalian sosial dapat dilakukan melalui dua teknik. Pengendalian Sosial Semua usaha yang dilakukan oleh warga masyarakat agar warganya dapat berperilaku sesuai norma dan nilai yang ada dalam masyarakat tersebut dinamakan pengendalian sosial. Apabila pelaksanaan pengendalian sosial telah direalisasikan oleh akumulasi dari norma. Tidak berhasilnya proses pewarisan budaya dari generasi tua kepada generasi muda. munculah perangkat untuk menciptakan tertib sosial yang dinamakan pranata sosial. g. Pengendalian sosial ada yang bersifat preventif. Gabungan dari keduanya dilaksanakan sebelum dan sesudah penyimpangan itu terjadi. Compulsion merupakan teknik pengendalian sosial yang diciptakan untuk memaksa orang untuk mengubah sikapnya yang menyimpang dan secara tidak lansung kembali patuh pada nilai dan norma. guru kepada muridnya. represif. serta peralatan yang diperlukan oleh aparat penegak hukum. Lemahnya aparat penegak hukum dalam melakukan tindakan penegakan hukum. Hal ini dapat terjadi karena norma yang ada tidak sesuai dengan perkembangan kehidupan sekarang. Cara mengatasinya melalui peran pendidikan. Pengendalian sosial bersifat preventif bertujuan untuk menghindari penyimpangan sedini mungkin. Adanya peperangan dan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kantibmas) yang memburuk.

yang dilakukan lewat paksaan. yaitu tepatnya Sumber: www. Satu diantaranya adalah Auguste Comte. Hal ini terjadi akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur sosial budaya yang ada dengan unsurunsur sosial budaya yang baru yang dianggap ideal. Auguste Comte kita kenal sebagai Bapak Sosiologi. seorang ahli filsafat berkebangsaan Perancis pada abad ke-19. cara pervasion dilakukan dengan menyampaikan norma dan nilai secara berulang-ulang.bolender. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 15 . Perubahan Sosial Budaya Makna dari perubahan sosial budaya adalah semua bentuk perubahan struktur sosial dan struktur budaya termasuk corak kebudayaannya. Ia mengatakan bahwa penelitian-penelitian tentang masyarakat telah sampai pada titik yang menggembirakan untuk memasuki perkembangan yang mengarah pada terbentuknya ilmu pengetahuan yang mempunyai objek mengenai masyarakat. h. Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial dan kebudayaan dalam suatu masyarakat adalah sebagai berikut. Dalam sejarah perkembangan sosiologi. Istilah sosiologi diambilnya dari kata socius bahasa Latin yang berarti kawan dan kata logos dari bahasa Yunani yang berarti kata atau berbicara. Dengan demikian. Auguste Comte memberikan nama pada ilmu pengetahuan tentang masyarakat dengan istilah Sosiologi. Kata sosiologi pada mulanya digunakan untuk menyebut studi tentang kemasyarakatan. terdapat banyak tokoh yang mempunyai andil besar.com pada tahun 1839.

Perubahan nilai dan sikap. Hal ini juga dapat menjadi penyebab terjadinya perubahan sosial budaya dalam masyarakat. dan lain-lain. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kebodohan. seringkali merubah struktur budaya yang berupa pola aktivitas. peperangan. Jika nilai-nilai berubah. musim. perubahan tingkat kelahiran. Kebodohan dapat terjadi juga oleh faktor penjajahan. Dengan berubahnya struktur sosial. dan lain-lain. KONSEP-KONSEP TENTANG REALITAS SOSIAL BUDAYA 1. maka akan mengakibatkan sikap dan perilaku orang juga mengalami perubahan-perubahan. Hal ini dapat menyebabkan perubahan-perubahan pola aktivitas bagi manusia dalam masyarakat. keadaan alam yang gersang dan letaknya yang terpencil. Kemiskinan merupakan salah satu fenomena sosial yang akan diperangi oleh semua bangsa melalui proses pembangunan dan modernisasi. peperangan. Walaupun nilai mempunyai kecenderungan yang tetap. Kebodohan Kebodohan merupakan suatu keadaan individu atau sekelompok individu yang secara intelektual tidak dapat mengembangkan dirinya setaraf dengan perkembangan intelektual masyarakat. termasuk perubahan-perubahan alam yang bersifat temporer seperti gempa bumi. penjajahan. Kemiskinan Kemiskinan merupakan suatu keadaan individu atau sekelompok individu dalam masyarakat yang secara ekonomi tidak dapat mengembangkan dirinya setaraf dengan perekonomian orang-orang di sekitarnya. resesi dan depresi.Perubahan situasi alam. Yang dimaksud di sini adalah perubahan susunan orang-orang dalam masyarakat beserta dengan pola aktivitasnya dan hasil-hasil aktivitas tersebut dalam bentuk artefak. perubahan waktu. 16 Sosiologi SMA/MA Kelas X . nilai-nilai sosial itu dapat bergeser dan bahkan berubah untuk menyesuaikan keadaan dalam masyarakat. perubahan tingkat kematian. misalnya perubahan jumlah penduduk. C. perubahan tingkat kepadatan. kemiskinan. 3. perubahan komposisi penduduk. Perubahan struktur sosial dan budaya. kondisi alam yang gersang. sikap malas. 2. dan tanah longsor. sikap malas. Kesenjangan Sosial Kesenjangan sosial adalah suatu keadaan di mana terdapat jurang perbedaan yang sangat jauh antara golongan masyarakat yang kaya dan masyarakat miskin. misalnya perubahan siang dan malam. dan hasil-hasil perbuatan seperti benda-benda konkret. dan lain-lain. tetapi dalam kurun waktu yang relatif panjang. kebijakan. perubahan iklim. Perubahan situasi kependudukan. banjir.

Menimbulkan sikap penindasan Kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin sering kali menimbulkan kecenderungan dari golongan kaya untuk mengabaikan atau meremehkan golongan miskin. Misalnya. Menimbulkan kecemburuan sosial Pada hakikatnya. Secara sosiologis. Akibatnya muncul kerusakan-kerusakan yang bersumber dari rendahnya peradaban masyarakat pemakai yang tidak sesuai dengan peradaban masyarakat pembuatnya. Tetapi di sisi lain. antara subkebudayaan material dan subkebudayaan spiritual. kesenjangan sosial sedapat mungkin harus dicegah karena mempunyai dampak negatif yang kurang menguntungkan situasi dalam masyarakat itu sendiri. Artinya. kecemburuan sosial dari golongan ekonomi bawah terhadap golongan ekonomi atas sebagai akibat adanya perbedaan kekayaan dan pendapatan yang sangat mencolok. Masalah timbul ketika di antara mereka mampu membeli sepeda motor. Misalnya. kecemburuan sosial ini akan membentuk jurang pemisah (gap) dan seringkali menjadi sumber konflik yang berakibat pada pertikaian golongan ekonomi lemah dan golongan ekonomi kaya. Sebagai contoh pada masyarakat-masyarakat primitif yang belum memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tentang sepeda motor. indikator bahan bakar. Adapun dampak negatif dari kesenjangan sosial itu sendiri dapat terlihat dari hal-hal di bawah ini. merawat mesin. Contoh nyata berkaitan dengan asal-usul manusia yang menurut versi kitab suci berbeda dengan ilmu pengetahuan (antropologi fisik). Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 17 . Hal ini bahkan dapat diikuti dengan kecenderungan untuk menindas atau memperlakukan seseorang dengan tidak wajar. kecemburuan sosial merupakan sikap iri dan sinis terhadap pihak lain.Kesenjangan sosial memang merupakan suatu fenomena sosial yang tidak dapat diingkari. b. Kesenjangan Kebudayaan (Cultural of Lag) Kesenjangan kebudayaan adalah suatu perbedaan perkembangan budaya antara subkebudayaan yang satu dan subkebudayaan yang lain. keadaan ini juga tidak menguntungkan karena dapat menjadi pemicu terjadinya konflik sosial dalam masyarakat. Selanjutnya. namun tidak dapat menggunakan indikator-indikator yang ada pada kendaraan bermotor (indikator oli habis. dan sebagainya). 4. a. Kesenjangan kebudayaan dapat berupa kesenjangan perkembangan budaya di lingkungan budaya produsen dan lingkungan budaya konsumen. hal tersebut pasti terjadi pada setiap masyarakat. penggunaan spion.

HUBUNGAN ANTARA BERBAGAI KONSEP TENTANG REALITAS SOSIAL BUDAYA Keterkaitan komponen dalam masyarakat dapat mewujudkan suatu aktivitas masyarakat yang disebut proses sosial dan dinamika sosial. Achieved status adalah kedudukan yang dicapai oleh seseorang karena usahausaha yang disengaja. Dalam hubunganhubungan tersebut. Misalnya. hakim. D. atau jabatan kehormatan. Contoh status semacam ini dapat dijumpai dalam kesultanan di Yogyakarta. yaitu assigned status. atau apa saja yang mendapat penghormatan lebih tinggi di masyarakat. Status sosial seperti ini misalnya berupa kenaikan pangkat. Kedudukan seseorang yang diperoleh dengan sendirinya. penganugerahan gelar. Dengan demikian. Kedudukan dan Peran Setiap orang mempunyai kedudukan sosial dan sekaligus menuntut adanya peran sosial berdasarkan kedudukan itu. Misalnya. ascribed status.5. yaitu karena keturunan atau kelahiran. lain pula peranan yang diharapkan dari masing-masing status tersebut. ia memiliki peran yang bermacammacam yang dapat mengakibatkan konflik peran (conflict of rule) dan konflik status (conflict of status). artinya kedudukan itu diperoleh bukan karena kelahiran atau keturunan. c. secara langsung juga dapat dijumpai pada masyarakat biasa. Ascribed status adalah kedudukan seseorang yang diperoleh dengan sendirinya. laki-lakilah yang akan selalu menjadi kepala rumah tangga walaupun bukan lahir dari keturunan bangsawan. Setiap individu seringkali memiliki status sosial lebih dari satu. Kedudukan semacam ini biasanya terdapat dalam masyarakat yang susunannya dikuasai oleh kaum bangsawan (feodal) atau dalam masyarakat yang terbagi dalam lapisan-lapisan berdasarkan perbedaan rasial. anak seorang petani karena bersekolah sampai ke perguruan tinggi berhasil menjadi dokter. yaitu berasarkan ciri-ciri fisik seperti warna kulit dan rambut. Assigned status adalah status yang lebih tinggi yang diberikan kepada seseorang atau kelompok orang karena dianggap telah berjuang dan berjasa bagi masyarakat. sedangkan peran sosial adalah aktivitas yang diharapkan berdasarkan status tersebut. Kedudukan sosial (status sosial) adalah posisi seseorang di tengah-tengah masyarakat. dalam setiap keluarga. Yang pasti lain kedudukan. yaitu masyarakat terbuka yang tidak dikuasai golongan apapun dan tidak tergantung pada perbedaan rasial. terdapat fenomena-fenomena sosial sebagai akibat adanya proses sosial yang berlangsung terus-menerus yang melibatkan berbagai komponen dalam masyarakat. baik komponen-komponen alam maupun komponen-komponen sosial 18 Sosiologi SMA/MA Kelas X . a. Kita mengenal tiga macam status. b. dan achieved status.

Artinya. Salah satu akibat dari munculnya fenomena kemiskinan ini adalah bahwa orang tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan pendidikan. Adapun solusi dari kemiskinan dan kebodohan dapat dilakukan dengan upayaupaya seperti: meningkatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan. memberikan bantuan dana pendidikan dan beasiswa.2 Golongan pekerja buruh yang bekerja di berbagai sektor kehidupan termasuk kelompok miskin. Kemiskinan merupakan suatu keadaan seseorang secara ekonomi tidak dapat mengembangkan dirinya setaraf dengan perkembangan perekonomian masyarakat di sekitarnya. Hal ini akan mengakibatkan situasi di dalam masyarakat senantisa bergerak dan kait mengkait antara fenomena sosial yang satu dengan fenomena sosial yang lain. Berikut ini adalah beberapa contoh hubungan antara fenomena sosial yang satu dengan fenomena sosial yang lain dalam kehidupan realitas sosial budaya. meningkatkan mutu pendidikan. melainkan hanya mampu memenuhi kebutuhan pokok berupa kebutuhan makan dan minum. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 19 . 1. Kemiskinan dan Kebodohan Kemiskinan dan kebodohan merupakan dua fenomena sosial yang berkaitan timbal balik. orang ini akan tertinggal perkembangan kehidupannya dari masyarakat yang lain. Akibatnya. kemiskinan menyebabkan kebodohan. memberikan bimbingan usaha kecil dan menengah. Mei 2004 Gambar 1. Sementara dengan tidak terpenuhinya kebutuhan pendidikan dapat menimbulkan kebodohan.budaya. dan mengkoordinasikan pemasaran hasil produksi melalui KUD (Koperasi Unit Desa). Sumber: Trubus. memberikan bantuan modal atau kredit dengan bunga yang sangat rendah. selanjutnya kebodohan kembali menyebabkan kembali kemiskinan.

Dengan perkembangan industri dan peralatan teknologi yang serba mekanis. Kedudukan dan Peran Sosial Kedudukan atau status sosial merupakan posisi seseorang di tengah-tengah masyarakat. yaitu yang kaya makin kaya. Melalui proses sosialisasi. 3. Setiap orang mempunyai lebih dari satu kedudukan dan tiap-tiap kedudukan menuntut peranan yang berbeda-beda.2. serta munculnya industri-industri dan peralatan modern lainnya. Sosialisasi dan Kepribadian Melalui proses sosialiasi. Modernisasi dan Kesenjangan Sosial Modernisasi memang merupakan upaya pembaruan dengan mengubah pola pikir irasional tradisional menjadi pola pikir rasional dan modern. Sebaliknya golongan bodoh dan miskin justru akan terdesak karena pekerjaannya telah digantikan oleh mesin-mesin. Hal ini justru telah mengangkat pendapatan masyarakat golongan kaya menjadi lebih tinggi. sedangkan yang miskin menjadi semakin miskin. Proses sosialisasi mempunyai peranan sangat menentukan dalam membentuk kepribadian seseorang. dan struktur sosial yang menyangkut kedudukan orang-orang termasuk peranannya dalam tata pergaulan masyarakat tersebut. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan kedudukan dan peran sosial antara lain sebagai berikut. seorang individu akan mendapatkan banyak hal antara lain: pengetahuan tentang lingkungan alam atau wilayah yang ada di dalam masyarakat. pengetahuan tentang sub-sub kebudayaan yang dilarang (tabu). pengetahuan tentang nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku di dalam masyarakat. Proses modernisasi dapat kita lihat dari meningkatnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. pengetahuan tentang budaya dan seni yang berkembang dan digemari oleh masyarakat. 20 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Peran sosial hendaknya dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat sesuai dengan kedudukan yang diembannya. 4. Akibatnya yang terjadi di dalam masyarakat adalah kesenjangan makin tinggi. seorang individu akan menjalankan aktivitasnya sesuai dengan kedudukannya itu. seorang individu akan mengetahui banyak hal yang ada di dalam masyarakat sehingga dapat berperilaku dengan tepat sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang ada di dalam masyarakat tersebut. pemilik modal akan mempunyai kedudukan yang makin strategis serta memiliki produktivitas kerja yang meningkat akibat bantuan dari mesin-mesin tersebut. Melalui kedudukan inilah. karena melalui proses sosialisasi inilah prinsip-prinsip hidup seorang individu akan dibentuk oleh budaya lingkungan tempat hidupnya (social determinism).

Apabila peran sosial dapat dilaksanakan dengan baik. Melalui proses pergaulan hidup inilah. Masyarakat sangat dipengaruhi oleh corak budaya yang ditinggalkan generasi terdahulu. hal tersebut dapat menaikkan kedudukan sosial seseorang (social climbing). Selanjutnya. Perhatikan bagan berikut ini! Pergaulan antar Warga Masyarakat Masyarakat Sistem Kebudayaan Membentuk Kepribadian Generasi Baru Bagan 1. seseorang harus berlandaskan pada nilainilai dan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat. masyarakat yang di dalamnya terdiri dari individu-individu dengan struktur sosialnya akan melangsungkan suatu proses sosial melalui berbagai bentuk pergaulan hidup. Perilaku Menyimpang dan Pengendalian Sosial Perilaku menyimpang yang ada di dalam masyarakat disebabkan banyak hal.2 Bagan masyarakat dan kebudayaan sebagai suatu sistem.Dalam menjalankan kedudukannya. Selanjutnya. Apabila seseorang tidak dapat menjalankan peranan sosialnya berdasarkan kedudukan yang diembannya. kebudayaan baru dihasilkan sebagai pengembangan dan revisi terhadap kebudayaan lama produk generasi terdahulu. 5. Tampak dalam bagan bahwa masyarakat dan kebudayaan sungguh-sungguh merupakan suatu sistem yang terkait sangat erat satu dengan yang lain. maka kedudukan sosialnya menjadi turun (social sinking). diantaranya karena lemahnya aparat penegak hukum atau karena resesi dan depresi Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 21 . 6. Masyarakat dan Kebudayaan sebagai Sistem Kebudayaan manusia dihasilkan melalui proses pergaulan dalam masyarakat. kebudayaan dipakai dan dipedomani untuk menyelenggarakan kehidupan. Proses ini berlangsung melalui pembentukan kepribadian bagi generasi baru.

tercipta suatu tertib sosial di dalam masyarakat. atau pun pengaruh media massa sehingga pengendalian sosial dapat dilakukan secara tradisional dan sederhana. lembaga sosial sebagai wadah. dan personil-personil pelaksana ketertiban sosial. orang-orang yang berkompeten dalam masyarakat tersebut mulai mencari solusi sosial untuk mencegah adanya perilaku menyimpang. pengendalian sosial yang dilakukan pun menjadi berkurang. dan Pranata Sosial Setiap masyarakat menginginkan adanya keteraturan sosial. ekonomi. bentuk kehidupan tidak lagi kooperatif. apa perbedaan yang mencolok dari kajian sosiologi dan antropologi? 22 Sosiologi SMA/MA Kelas X . 7. Norma. Pada masyarakat primitif. Demikianlah terjadi suatu korelasi sebab akibat antara perilaku menyimpang dan pengendalian sosial dalam suatu masyarakat. tetapi masing-masing mempunyai kekhususan dalam objek kajiannya. Dengan demikian. Keadaan inilah yang akan menyuburkan lahirnya nilai-nilai baru yang akan mendorong pengadaan norma-norma sebagai aplikasinya. kapasitas dan intensitas pengendalian sosial harus ditingkatkan sehingga semua penyimpangan akan dapat dikurangi dan tidak mengganggu sistem ketertiban dalam masyarakat. pengendalian sosial lebih mudah dilaksanakan karena warganya memiliki tingkat kemurnian yang tinggi dan belum tercemar oleh motifmotif politik. Dengan pranata sosial yang efektif. Oleh sebab itu. diskusikan dengan teman-temanmu. Usaha inilah yang dinamakan pengendalian sosial. Nilai. Materi-materi pelajaran sosiologi dan antropologi memang banyak persamaannya. Selanjutnya. diperlukan suatu perangkat pengaturan tertib sosial yang disebut pranata sosial. tingkat perilaku menyimpang akan mengalami penurunan. Adanya perilaku menyimpang mengakibatkan keseimbangan dalam masyarakat terancam. Nilai dan norma mempunyai korelasi untuk membentuk dan mewujudkan pranata sosial yang efektif. Sebaliknya. Untuk menciptakan kondisi seperti ini. Selanjutnya.ekonomi. pada masyarakat modern. Dengan pengendalian sosial yang efektif. Pranata sosial terdiri atas norma dan nilai sebagai pedoman. dengan menurunnya perilaku menyimpang. melainkan sangat kompetitif sehingga perilaku menyimpang relatif lebih banyak terjadi.

Letak Indonesia berada pada persilangan tansportasi laut kawasan dunia yang sangat ramai. pemakaian obat-obat terlarang. Fenomenafenomena ini menjamur terjadi dalam masyarakat hampir di seluruh wilayah tanah air. Menjadi pesona yang tersendiri dalam kegiatan kepariwisataan. Berikut ini adalah fenomena-fenomena sosial di Indonesia yang sekaligus merupakan data-data sosiologis dan antropologis yang perlu mendapat perhatian dari seluruh komponen bangsa. maupun antaragama). antarsuku. kesenjangan sosial. bentuk kehidupan yang semakin kompetitif sehingga banyak orang melakukan jalan pintas dengan mengabaikan prinsip-prinsip Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 23 . perkawinan campur. Masyarakat Indonesia dikenal pula sebagai masyarakat sedang berkembang yang mengalami proses perubahan struktur dari masyarakat tradisional yang agraris menuju masyarakat industri yang modern. akulturasi kebudayaan. Keadaan ini telah mendorong terbentuknya masyarakat Indonesia sebagai masyarakat multietnis dan multikultural. Misalnya. Fenomena-fenomena ini sangat sensitif terjadi dalam masyarakat sebagai perwujudan dari masyarakat Indonesia sebagai masyarakat multietnis dan multikultural. Menjadi objek penelitian ilmu-ilmu sosial dan budaya yang sangat berharga. Proses perubahan ini memunculkan banyak fenomena. toleransi sosial) dan fenomena-fenomena lain yang negatif (konflik horizontal antarras. Demoralisasi Demoralisasi merupakan suatu keadaan ketika kualitas moral warga masyarakat mengalami penurunan. meningkatnya kemiskinan. bangsa Indonesia yang multietnis dan multikultural sangat rawan terhadap konflik dan penuh dengan perubahan-perubahan yang terkadang sangat merugikan bagi perkembangan suatu bangsa. baik yang positif maupun yang negatif. sampai munculnya gaya-gaya hidup eksekutif yang mewah. Fenomenafenomena sosial ini merupakan bentuk-bentuk kenisbian dari tata pergaulan masyarakat yang majemuk (misalnya asimilasi kebudayaan. DATA SOSIOLOGIS DAN ANTROPOLOGIS TENTANG FENOMENA SOSIAL DI LINGKUNGAN MASYARAKAT SETEMPAT Wilayah Indonesia terdiri atas banyak pulau besar dan kecil. Namun di sisi yang lain. Banyak memiliki kekayaan budaya yang unik yang jarang dijumpai pada bangsa lain. 1. Penyebabnya. Masyarakat Indonesia sebagai masyarakat multietnis dan multikultural memiliki lebih banyak fenomena-fenomena sosial yang menarik untuk dikaji. Kondisi ini di satu pihak mendatangkan keuntungan.E. antara lain sebagai berikut. meningkatnya kriminalitas.

Merebaknya isu terorisme yang mengancam keselamatan orang. perusakan. dan pembunuhan. Medan. Sumber: Majalah Hidayatullah. Konflik vertikal misalnya perseteruan antara pemerintah pusat dan rakyat Aceh. Makasar. Meningkatnya unjuk rasa/demonstrasi yang berakhir dengan kerusuhankerusuhan yang bersifat anarkis seperti pembakaran rumah. Konflik horizontal seperti konflik antara masyarakat Dayak dan masyarakat Madura. Meningkatnya konflik sosial vertikal maupun horizontal. konflik antara etnis Thionghoa dan masyarakat pribumi.moral termasuk nilai-nilai keagamaan. baik di tempattempat umum maupun di tempat-tempat ibadah seperti yang terjadi di Jakarta. dan lain-lain. Meningkatnya kualitas dan kuantitas kriminalitas sosial seperti pencurian. dan penjarahan-penjarahan. pemerkosaan. konflik yang bernuansa agama seperti yang terjadi di Ambon. rakyat Papua. Sebagai indikasi. gejala demoralisasi melanda Indonesia dapat dilihat dari hal-hal sebagai berikut. Poso Sulawesi. 24 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Oktober 2003 Gambar 1. dan eks Timor-Timur. pembakaran fasilitas umum. dan Bali.3 Aparat keamanan yang tangguh diperlukan untuk memelihara stabilitas negara dari berbagai ancaman kerusuhan yang merusak keharmonisan bermasyarakat. perampokan.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan proses demoralisasi di Indonesia. orang menjadi sangat konsumtif sehingga kadang-kadang menjadi malas dan boros. nepotisme. apatis dan. Hal ini mengakibatkan jumlah pencari kerja tidak lagi sebanding dengan perkembangan lapangan pekerjaan. Hal ini disebabkan karena meningkatnya aneka macam kegiatan manusia yang bersifat duniawi sebagai konsekuensi dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 3. yakni orang lebih baik membeli barang-barang produk kebutuhan sehari-hari daripada harus membuat sendiri. Adanya sikap-sikap negatif seperti malas. orang akan berpaling dari nilai-nilai spiritual atau keagamaan. 2. manipulasi. Pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi. boros. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 25 . Adanya krisis ekonomi yaitu menurunnya nilai mata uang nasional terhadap nilai mata uang asing yang dijadikan pedoman seperti Dollar Amerika. murah harganya. Menurunnya kewibawaan pemerintah yaitu dengan tidak berhasilnya pemerintah memenuhi tuntutan rakyat. politik uang. dan lainlain. kejaksaan. Yen. Akibatnya. Konsumerisme Konsumerisme merupakan pola pikir akibat berlangsungnya proses modernisasi. tidak disiplin. Sekularisme Sekularisme merupakan pola pikir yang lebih mendahulukan kepentingankepentingan yang bersifat keduniawian. yaitu sebagai berikut. Akibatnya. membuat manusia sangat mempercayai kebenaran ilmu pengetahuan dan teknologi. dan kehakiman yang belum mampu menuntaskan perkara-perkara pelanggaran hukum. Semua ini terjadi karena proses modernisasi telah berhasil memproduksi barang-barang kebutuhan sehari-hari dengan banyak pilihan. Euro. Pola pikir ini sebagai dampak dari proses rasionalisasi dan modernisasi. baik perdata maupun pidana. Menurunnya kualitas aparat penegak hukum seperti kepolisian. dan lain-lain. lainlain yang selanjutnya mengakibatkan sikap menempuh sesuatu melalui jalan pintas seperti korupsi. dan mudah didapat. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang dengan pesatnya serta terbukti dapat membantu semua pekerjaan manusia dengan tepat dan cepat. Makin terhimpitnya kesempatan manusia untuk mendalami nilai-nilai agama dan nilai-nilai adat leluhur mengenai perilaku yang baik. kolusi.

4. Gejala Demokratisasi
Dengan meluasnya paham demokrasi, maka masyarakat penganut paham demokrasi terus-menerus meningkatkan kadar demokrasinya dalam berbagai segi kehidupan. Inilah yang dimaksud dengan gejala demokratisasi. Sejak Indonesia melaksanakan reformasi pada tahun 1998, maka terjadilah perombakan-perombakan pada sistem pemerintahan yang mengarah pada peningkatan kadar demokrasi, antara lain sebagai berikut. Pemilihan presiden secara langsung. Pemisahan kepolisian dari TNI. Pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Pemilihan Umum yang tidak hanya memilih partai, melainkan memilih para wakil rakyat yang berkualitas.

5. Munculnya Fenomena Otonomi Daerah
Era otonomi daerah merupakan upaya pengembangan pilar demokrasi yang mula-mula bersifat sentralistik menjadi desentralistik. Tujuannya untuk memperbaiki rantai pemenuhan kepentingan rakyat secara langsung melalui pemerintah pusat, tetapi cukup melalui pemerintah daerah masing-masing. Pengertian otonomi daerah adalah suatu sistem pendistribusian dan pendelegasian kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, baik pemerintah daerah di tingkat I maupun pemerintah daerah di tingkat II. Faktorfaktor yang mendorong lahirnya gagasan otonomi daerah adalah sebagai berikut. Dorongan masyarakat daerah untuk mengelola sumber-sumber alam yang berada di wilayahnya masing-masing. Dorongan masyarakat daerah untuk mengembangkan potensi daerah secara lebih leluasa dan tidak tergantung oleh pemerintah pusat. Untuk memperkuat pilar hak-hak asasi manusia dengan mengurangi otoritas yang dipegang oleh negara melalui pemerintah pusat. Munculnya fenomena sosial dalam bentuk otonomi daerah bermakna positif dan negatif. Sisi positif dari otonomi daerah antara lain sebagai berikut. Meningkatnya kreativitas dan partisipasi daerah untuk mengembangkan wilayah masing-masing. Menjadi sederhananya rantai pemenuhan kebutuhan rakyat yang tidak lagi melalui jalur yang sangat panjang dengan tergantung pada pemerintah pusat. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat daerah tanpa mengabaikan pendapatan pemerintah pusat. Dorongan untuk bersaing dalam arti yang positif dari masing-masing daerah untuk membawa masyarakatnya lebih maju dan mencapai kesejahteraan yang lebih baik bagi warganya.
26
Sosiologi SMA/MA Kelas X

Sisi negatif dari otonomi daerah antara lain sebagai berikut. Memunculkan dua kelompok yang bersifat kompetitif dan bahkan konflik di antara elit-elit pemerintahan di pusat dan elit-elit pemerintahan di daerah. Ada beberapa pemerintah daerah yang belum cakap menerima otonomi daerah sebagai suatu kewenangan untuk mengelola daerah masing-masing tanpa mengabaikan kepentingan-kepentingan masyarakatnya. Menurunnya kadar nasionalisme akibat dari lahirnya paham-paham etnosentrisme dan paham-paham teritorialisme akibat adanya kewenangan yang diberikan pada daerah termasuk putra-putra daerahnya. Dilihat dari kaca mata kepegawaian, otonomi daerah mempersulit pengembangan karir karena terhalang oleh mutasi-mutasi yang hanya terbatas pada daerah tertentu saja.

6. Meningkatnya Angka Pengangguran
Sejak krisis ekonomi tahun 1998 yang ditandai dengan krisis politik dengan berakhirnya era Orde Baru, muncul banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mengakibatkan banyak pengangguran. Selain krisis ekonomi juga ditandai dengan krisis moral, krisis kepemimpinan, dan bahkan krisis kepercayaan bangsa-bangsa asing kepada pemerintah Indonesia. Fenomena ini akan mengakibatkan banyak sekali kemunduran, yaitu dengan ditandai dengan menurunnya kegiatan sektor riil sehingga perampingan karyawan dan PHK besar-besaran terus berlanjut silih berganti antara perusahaan yang satu dan perusahaan yang lain.

Sumber: Kompas, Mei 2004

Gambar 1.4 Banyaknya peminat bursa tenaga kerja di Gedung Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Mei 2004 m e n u n j u k k a n s e m a k i n b a n y a k n y a pengangguran di Indonesia.

Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat

27

Contoh-contoh meningkatnya angka pengangguran adalah perampingan di Bank Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Pertamina, PT Dirgantara Indonesia, PT Semen Padang, dan banyak perusahaan kecil lainnya. Beberapa akibat yang mencolok dari fenomena ini antara lain sebagai berikut. Adanya penurunan pendapatan keluarga dan masyarakat. Adanya peralihan profesi atau pekerjaan. Munculnya demoralisasi yang ditandai dengan meningkatnya kejahatan. Munculnya pedagang kaki lima di banyak kota di Indonesia. Menurunnya volume ekspor Indonesia ke negara-negara lain yang selanjutnya merendahkan pendapatan negara. Muncul akibat-akibat sampingan seperti konflik antarsuku, antarras, dan antaragama yang mengakibatkan persatuan dan kesatuan negara tercabikcabik.

7. Munculnya Gerakan Separatis
Gerakan separatis merupakan gerakan sekelompok orang yang bersifat sistematis dan terorganisir untuk membebaskan (memisahkan) diri dari keterkaitannya dengan pemerintah pusat. Secara sosiologis dan antropologis, kelompok masyarakat yang ingin memisahkan diri jelas memiliki kepentingan-kepentingan yang tidak bisa terakomodasi oleh pemerintah pusat. Dengan demikian, mereka telah putus asa dan melakukan tindakan ekstrim untuk melawan pemerintah pusat dan berusaha memisahkan diri sebagai negara yang merdeka. Hal inilah yang semestinya harus dimengerti oleh para elite pemerintahan yang berada di pusat. Tetapi di sisi lain, pemerintah pusat memiliki kewajiban untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia, termasuk semua penduduk untuk tetap bersatu dan utuh dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan demikian, bagaimanapun pemerintahan pusat pasti akan bersikukuh untuk tetap menolak semua keinginan sekelompok masyarakat di daerah yang ingin memerdekakan diri. Yang penting bagi kita bahwa penyelesaian masalah ini harus dilakukan dengan pendekatan-pendekatan sosiologis, ideologis, dan kultural sehingga dari kedua belah pihak akhirnya dapat memahami masingmasing kepentingannya dan dapat mencapai titik temu yang menguntungkan kedua belah pihak. Sebagai contoh dari fenomena ini mulai dari terpisahnya Timor Timur dari Indonesia, munculnya gerakan separatis di Aceh, gerakan Papua Merdeka, serta Republik Maluku Selatan. Sebagai bangsa yang besar dan majemuk, Indonesia memerlukan suatu pemerintahan yang amat sangat bijak dan mempunyai wawasan kebangsaan yang tebal, mempunyai visi dan misi yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta mempunyai wawasan kemajemukan dan HAM yang tinggi. Keadaan ini relatif sulit dilakukan hingga pada suatu saat seolah-olah terjadi krisis kepemimpinan, tetapi
28
Sosiologi SMA/MA Kelas X

Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 29 . Edisi 18–24 Agustus 2003 Gambar 1. maka krisis separatis di Indonesia ini akan berangsur-angsur terselesaikan. kerja keras. diperlukan suatu solusi dari berbagai kalangan untuk ambil bagian mengupayakan rehabilitasi perilaku sosial sehingga sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku pada masyarakat Indonesia. Sumber: Tempo. Menurut kalian status manakah yang paling dominan dimiliki oleh masyarakat di Indonesia? MENGATASI KRISIS DEMORALISASI U ntuk mengatasi gejala demoralisasi yang kian hari terasa kian meningkat pada masyarakat Indonesia.4 Ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah memicu timbulnya pemberontakan. dan pemberian. Dalam masyarakat pada umumnya terdapat tiga macam status.dengan peran serta seluruh masyarakat. yaitu status yang diperoleh karena kelahiran.

Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Sering kali upaya-upaya pemenuhan ini berbenturan antara pihak yang satu dengan pihak yang lain. Bagaimana solusi mengatasi krisis demoralisasi? MENGHARGAI KEPENTINGAN ORANG LAIN etiap orang pasti memiliki kepentingan-kepentingan. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Inilah yang menjadi sumber persaingan dan pertikaian di antara individu di dalam masyarakat. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Dalam sosiologi. Setujukah kalian dengan pendapat yang tertuang pada alinea terakhir? Jelaskan dan sertai dengan data-data pendukung! 2. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Sedapat mungkin melakukan tindakan-tindakan kooperatif terhadap pihak lain dengan memperhatikan hak-hak dan kepentingan orang lain. Demikian juga semua orang senantiasa ingin memenuhi kebutuhannya dengan mengambil berbagai macam benda pemuas kebutuhan yang ada di dalam masyarakat. peranan keluarga justru lebih penting dan lebih strategis dibandingkan dengan peranan lembaga pendidikan. baik lembaga pendidikan formal maupun lembaga pendidikan nonformal. maka masyarakat akan mencapai suatu keteraturan. Apabila semua orang dapat melakukan hal tersebut. baik yang mendasar maupun kepentingan yang sifatnya temporer.Untuk mengatasi krisis demoralisasi. S 30 Sosiologi SMA/MA Kelas X . melalui pembahasan tentang kedudukan dan peranan telah diisyaratkan bahwa setiap individu harus dapat memainkan peranan di dalam kedudukannya dengan sebaik-baiknya. Pilihlah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1.

sesuai dengan kemampuan. Apakah yang dimaksud dengan norma dan nilai sosial? 2. Bagaimana cara memperoleh data-data sosial budaya yang benar? 2. data kelahiran. Data-data dapat diperoleh melalui sensus penduduk atau penelitian-penelitian sosial lainnya dengan menggunakan tenaga-tenaga sosiolog yang berkualitas. Bagaimana kriteria warga masyarakat yang baik? DATA SOSIAL BUDAYA DAN PEMBANGUNAN Salah satu kriteria pemerintah yang baik adalah pemerintah yang dapat menyusun dan melaksanakan berbagai kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan. dan data sosial budaya lainnya. dan sesuai dengan nilai-nilai budaya masyarakatnya. data kemiskinan. Data-data sosial budaya yang akurat akan menjadi bahan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan bagi seluruh warganya. data jumlah penduduk. Sosiologi dan antropologi dapat menjembatani pemerintah dalam rangka memperoleh data-data sosial budaya dari berbagai suku bangsa yang ada di dalam masyarakat. Kemukakan pendapatmu bagaimana prinsip-prinsip untuk menjalankan peranan dalam suatu kedudukan! 4.Pertanyaan: 1. Misalnya. data kematian. Apa peranan norma dan nilai dalam membentuk perilaku warga masyarakat yang baik? 3. Pertanyaan: 1. Untuk dapat melakukan hal tersebut. komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin. diperlukan data sosial budaya. data drop out. data pendapatan per kapita. Sebutkan metode-metode pengumpulan data dalam sosiologi dan antropologi! Berikan penjelasan masing-masing! Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 31 .

kebutuhan untuk mengungkapkan harga diri. yaitu kebutuhan manusia untuk bersama-sama dengan manusia yang lain. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kebutuhan mendasar. Metode-metode Sosiologi dan Antropologi Metode Wawancara Metode Observasi Langsung Metode Observasi Partisipan Metode Angket Metode Komparasi 32 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Kebutuhan sosial. dan lain-lain. yaitu kebutuhan kejiwaan manusia seperti misalnya kebutuhan berekreasi. 3. yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi dan apabila tidak dipenuhi maka orang akan mati. Kebutuhan ini muncul sebagai hakikat manusia sebagai makhluk sosial (zoon politicon). yaitu sosiologi dan antropologi sebagai ilmu pengetahuan serta sosiologi dan antropologi sebagai metode. Bagaimana peranan sosiologi dan antropologi dalam proses penyusunan kebijakan pembangunan suatu bangsa? Sosiologi dan antropologi sebagai ilmu yang relatif baru mempunyai dua pengertian dasar. Kebutuhan hidup ini terdiri dari 3 macam.3. 1. yaitu sebagai berikut. Coba sebutkan lima kriteria pemerintah yang baik! 5. Kebutuhan integratif. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa estetika. Apa manfaat data sosial budaya bagi kegiatan pembangunan? 4. Konsep-konsep Dasar Sosiologi dan Antropologi Masyarakat Nilai dan Norma Kebudayaan Kepribadian Interaksi Sosial Perilaku Menyimpang Sosialisasi Pengendalian Sosial Kebutuhan Hidup Perubahan Sosial Budaya 2.

Data Sosiologis dan Antropologis Tentang Fenomena Sosial di Lingkungan Masyarakat Setempat Demoralisasi Konsumerisme Sekularisme Gejala Demokratisasi Munculnya Fenomena Otonomi Daerah Meningkatnya Angka Pengangguran Munculnya Gerakan Separatis Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 33 . Konsep-konsep Tentang Realitas Sosial Budaya Kemiskinan Kebodohan Kesenjangan Sosial Kesenjangan Kebudayaan (Cultural of Lag) Kedudukan dan Peran 5.Metode Kepustakaan Metode Penelusuran Sejarah Metode Pengukuran Langsung Metode Dokumenter Metode Analisis Media Massa 4. Hubungan Antarberbagai Konsep Tentang Realitas Sosial Budaya Kemiskinan dan Kebodohan Modernisasi dan Kesenjangan Sosial Sosialisasi dan Kepribadian Kedudukan dan Peran Sosial Masyarakat dan Kebudayaan sebagai Sistem Perilaku Menyimpang dan Pengendalian Sosial Nilai. Norma. dan Pranata Sosial 6.

. mengatasi permasalahan manusia dalam bidang kesejahteraan C. 3. sebagai bahan penyusunan kebijakan oleh pemerintah 4. 5 E. tetapi mengalami sendiri. B. 2. berdasarkan urutan disiplin ilmu D. 4 D. 4. yang merupakan ciri-ciri metode observasi partisipan adalah . 3. . 1. Arti kata sosial dalam “Departemen Sosial” menunjukkan pada kegiatan-kegiatan di lapangan sosial. sebagai bahan pembanding penyelenggara pemerintahan D. 1. berdasarkan hitungan E. artinya kegiatan-kegiatan untuk . 5 B. Data yang terkumpul berupa data sekunder. A. mengatasi permasalahan manusia dalam bidang keselamatan D. sebagai data kebenaran dalam pembangunan C. 2. . . 1. salah semua 3. Perhatikan pernyataan berikut. mengatasi permasalahan manusia dalam bidang keharmonisan E. Ilmu pengetahuan bersifat logis berarti . 4. mengatasi permasalahan manusia dalam bidang kebaikan B. . Waktu penelitiannya sangat panjang.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. 5. 1. C. 3. 5 34 Sosiologi SMA/MA Kelas X . 3. 2. Salah satu kegunaan data sosial budaya yang dihimpun melalui penelitian sosial dalam kegiatan pembangunan adalah . 1. . A. . A. . . berdasarkan hapalan 2. berdasarkan pengalaman C. 5 C. . sebagai data pelengkap dalam pembangunan B. Peneliti dalam menghimpun data tidak hanya melihat dan bertanya. 4. A. Data yang terhimpun sangat lengkap dan detail. Menggunakan instrumen penelitian berupa angket. 3. . . D atau E! 1. 4. berdasarkan logika B. Dari pernyataan tersebut di atas.

. . . . dan menyajikan data-data sosial budaya untuk berbagai kebutuhan dalam pembangunan adalah . A. lembaga swadaya masyarakat C. A. sosial D. kawan dan lawan C. . kerabat 8. pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) D. Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) 7. lembaga sosial B. .5. . . Di bawah ini yang bukan merupakan konsep-konsep dasar dalam sosiologi dan antropologi adalah . kebutuhan hidup manusia C. perilaku menyimpang B. A. berorientasi pada nilai dan norma 10. A. adanya norma sosial sebagai pedoman perilaku Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 35 . Di bawah ini yang bukan merupakan unsur pokok masyarakat adalah . . keluarga E. proses sosialisasi C. . Lembaga pemerintah yang secara khusus menghimpun. . interaksi sosial D. norma dan nilai sosial 9. Badan Pusat Statistik D. A. selalu bersikap terbuka terhadap pembaruan D. situs-situs purbakala 6. mengolah. . Sosiologi bersifat empiris artinya . kajiannya didasarkan pada kenyataan yang pernah terjadi dalam masyarakat B. . Sosiologi sebagai ilmu tentang perilaku sosial mempunyai objek kajian berupa hal-hal berikut ini. kecuali . . adanya persamaan darah dan keturunan B. kepolisian B. BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) E. . “Socius” dalam pengertian sosiologi berarti . A. . . norma dan nilai sosial E. selalu menganalisis hal-hal yang benar-benar terjadi bahkan yang seharusnya terjadi C. menerima hal-hal baru untuk disesuaikan dengan pengalaman-pengalaman masa lalu E. . perubahan sosial E. Sosiologis berasal dari kata Latin socius dan kata Yunani logos. kawan B.

Metode yang termasuk jenis kuantitatif adalah metode . . adanya orang-orang 11. Yang disebut teknik interview adalah teknik . A. pengendalian sosial sama dengan perilaku menyimpang 12. mencatat secara langsung C. . pengendalian sosial merupakan akibat dari perilaku menyimpang E. hitungan D. interaksi sosial 13. metode kuantitatif B. . perilaku menyimpang sebagai akibat dari pengendalian sosial B. tanya jawab secara tidak langsung E. A. pengumpulan bahan B. Dalam sosiologi. laporan pandangan mata 14. A. Metode penelitian dengan mempergunakan analisis atas peristiwaperistiwa dalam masa silam untuk merumuskan prinsip-prinsip umum disebut metode . . menggunakan matematik C. deduktif E. . statistik C. historis 15. komparatif B. pengendalian sosial dan perilaku menyimpang merupakan fenomena sosial dalam masyarakat C. dinamika sosial budaya B. induktif D. Kaitan antara pengendalian sosial dan perilaku menyimpang adalah . . akal pikiran E. pengendalian sosial dilakukan untuk mencegah dan mengatasi perilaku menyimpang D. evolusi sosial C. . proses sosial D. . . tanya jawab secara langsung D. A. wilayah dengan batas-batas tertentu D. . . . A. pendekatan historis 16. . yang dimaksud dengan pemikiran adalah pengambilan keputusan dengan menggunakan . adanya kerja sama E. .C. . Keseluruhan perubahan situasi dalam masyarakat dalam kurun waktu tertentu dinamakan . . . . 36 Sosiologi SMA/MA Kelas X . perubahan sosial budaya E.

A. statistik B. kuantitatif C. case study

D. komparatif E. historis

17. Segala sesuatu yang benar-benar ada dan dapat dilihat serta diraba disebut . . . . A. fakta D. argumentasi B. data E. statement C. kenyataan 18. Pengumpulan data dengan menggunakan angket tidak cocok untuk masyarakat pedesaan di Indonesia karena . . . . A. masyarakat di Indonesia pada umumnya tidak cukup dalam menjawab pertanyaan dalam angket tersebut B. masyarakat desa memiliki banyak kegiatan di ladang dan di sawah C. jarak antara desa dan kota relatif jauh D. masyarakat desa bersifat tidak jujur di dalam menjawab pertanyaan E. pengiriman angket sangat sulit akibat letaknya yang terpencil 19. Pengumpulan data dengan cara interview akan mempunyai kelebihan-kelebihan, antara lain . . . . A. hemat biaya dan tenaga B. memiliki biaya dan tenaga C. data yang diperoleh lebih luas dan lengkap D. hubungan antara peneliti dan responden menjadi semakin akrab E. menghilangkan subjektivitas 20. Istilah sosiologi pertama kali digunakan pada tahun 1839 di Perancis oleh . . . . A. Emille Durkheim D. Pitirim A. Sorokin B. Samuel Koening E. Herbert Spencer C. Auguste Comte

Soal Essay
Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Coba kemukakan kembali menurut bahasamu sendiri, apakah sosiologi itu? 2. Coba jelaskan mengapa sosiologi itu perlu dipelajari! 3. Sebutkan objek-objek kajian dalam sosiologi! 4. Sebutkan dan jelaskan empat metode penelitian yang penting dalam sosiologi!
Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat

37

5. Apa yang dimaksud dengan kesenjangan sosial? Sebutkan dampak negatif dari kesenjangan sosial tersebut! 6. Tuliskan dua kegunaan sosiologi dalam pembangunan bangsa Indonesia yang sangat majemuk! 7. Apakah yang dimaksud dengan pengetahuan? 8. Sebutkan empat sisi positif dari adanya otonomi daerah! 9. Sebutkan beberapa faktor yang menyebabkan proses demoralisasi di Indonesia! 10. Apa manfaat langsung yang dapat dipetik dari pelajaran sosiologi ini dalam kehidupanmu sehari-hari?

38

Sosiologi SMA/MA Kelas X

NILAI DAN NORMA SOSIAL

Tujuan Pembelajaran
Menjelaskan nilai dan norma. Membedakan nilai dan norma. Menjelaskan peran nilai dan norma dalam masyarakat. Mengklasifikasikan kasus pelanggaran nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
Sumber: Gatra, 27 November 2004

M

enurut kalian, a pakah nilai itu? Dalam pengertian sehari-hari nilai sering diartikan sebagai harga atau ukuran. Misalnya, nilai ekonomis sebuah mobil dapat diartikan sebagai harga sebuah mobil yang diukur dengan uang. Dalam sosiologi, nilai justru bukan sebuah ukuran yang dapat dinyatakan dengan barang, melainkan sesuatu yang abstrak atau tidak nyata. Bagaimana denga norma? Di sekolah tempat kamu belajar, pasti ada norma-norma yang harus kamu patuhi bukan? Misalnya kewajiban kamu sebagai murid untuk menghormati gurumu termasuk dalam norma nonformal. Penjelasan mengenai nilai dan norma sosial, serta bagaimana peranannya di dalam kehidupan masyarakat akan segera kamu pelajari di bab ini.

Bab 2 Nilai dan Norma Sosial

39

Nilai Vital Nilai Religi Nilai Sosial Nilai Material Nilai Estetika Nilai Spiritual Nilai Moral Nilai Kebenaran Ilmu Pengetahuan NORMA DAN NILAI Norma Adat dan Kebiasaan Norma Kesusilaan dan Kesopanan Norma Sosial Norma Agama Pranata Sosial Norma Hukum Keteraturan Hidup 40 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Sebaliknya. Untuk menciptakan tertib sosial dalam masyarakat diperlukan adanya kesadaran warga masyarakat akan pentingnya keteraturan itu sendiri. Misalnya. melainkan yang diinginkan. Tulislah sejumlah nilai dan norma sosial yang ada di lingkungan tempat tinggalmu itu! 3. Buatlah pembahasan terhadap salah satu norma dalam kaitannya dengan pengaturan perilaku! B. nilai sosial adalah semua pola pikir yang dianggap baik dan benar oleh hampir semua orang dalam masyarakat. warga masyarakat perlu mengetahui tentang nilai dan norma sosial sebagai unsur yang penting dalam pembentukan perilaku tertib sosial. Amatilah kehidupan di sekitar rumahmu! 2. kehidupan masyarakat akan teratur sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. nilai dan norma itu harus dijunjung tinggi dan harus dipertahankan.A. artinya masing-masing orang memiliki keinginannya sendiri yang berbeda dari orang lain. Dua pedoman ini juga berfungsi untuk mengatur kehidupan setiap anggota masyarakat dan merupakan warisan yang diterima secara turun temurun. Nilai-nilai sosial ini diperoleh berdasarkan pengalaman-pengalaman kejadian dalam masyarakat sehingga akhirnya menjadi suatu prinsip perilaku yang kuat yang diyakini kebenarannya. apakah yang diinginkan itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku dalam masyarakat. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 41 . Kluckhohn. Pengertian Nilai Sosial Pada dasarnya. Keinginan lebih bersifat individu. Selain itu. yang diinginkan adalah keinginan seseorang atau kelompok dengan mempertimbangkan hal-hal lain. karena dua pedoman tersebut merupakan bukti bahwa masyarakat tersebut beradab. Menurut C. yaitu sebagai pedoman atau petunjuk dalam bertingkah laku. 1. nilai dan norma merupakan bagian dari kekayaan budaya. nilai bukanlah keinginan. Oleh karena itu. NILAI SOSIAL 1 . Oleh karena itu. NILAI DAN NORMA SOSIAL Nilai dan norma sosial memiliki peranan penting bagi masyarakat. Jika norma dan nilai tersebut sudah dilaksanakan dengan baik.

dicita-citakan. nilai sosial dibedakan menjadi tiga macam. angka 36 adalah kebenaran yang bersumber dari rasionalitas masnusia. yaitu: a . c . Nilai kebenaran (kenyataan) bersumber dari akal manusia (rasio atau akal). nilai spiritual meliputi nilai kebenaran (kenyataan). Suatu nilai kebenaran yang bersumber dari pertimbangan akal 42 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Nilai kebenaran ilmu pengetahuan merupakan nilai yang bersumber dari rasionalitas manusia. Oleh karena itu. apabila pisau selalu tajam dalam waktu yang amat sangat panjang (berkualitas).Nilai sosial memang awalnya berasal dari nilai perorangan. Nilai Spiritual Nilai spiritual bersifat sangat abstrak dan berguna bagi rohani manusia . nilainya akan merosot. Macam-macam Nilai Sosial Untuk mengatur hubungan dan pengaruh timbal balik di antara orang-orang dalam masyarakat diperlukan adanya nilai sosial. nilai adalah segala sesuatu yang dianggap baik dan benar oleh banyak orang dalam masyarakat yang selanjutnya merupakan sesuatu yang diidam-idamkan. Contoh 6 6 = 36. Akhirnya. Dengan kata lain. nilai sosial dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang baik yang diinginkan. Nilai terkandung dalam suatu benda dinamakan nilai sentral. dan dianggap penting oleh warga masyarakat dan dijadikan dasar dalam menentukan apa yang bernilai atau berharga. contohnya emas. Pisau mempunyai harga atau nilai tertentu karena ketajamannya yang dapat digunakan untuk memotong sesuatu. Dr. tetapi lama-kelamaan nilai itu diterima dan diakui oleh sebagian besar masyarakat. Nilai Material Pada dasarnya. Notonegoro. dan nilai keagamaan (nilai religius). Menurut Prof. nilai moral (etika). Pada hakikatnya. Emas ini mempunyai nilai tertentu yang muncul karena benda berupa emas mempunyai warna kuning gilap dan tidak luntur yang selanjutnya akan banyak kegunaannya untuk membuat berbagai macam perhiasan. Sebaliknya. Menurut Prof. b. contohnya pisau. Notonegoro. Nilai suatu benda yang muncul karena kegunaannya dinamakan nilai vital. nilai vital adalah nilai yang muncul karena daya kegunaannya. yang dimaksud dengan nilai material adalah nilai yang ada atau yang muncul karena materi tersebut. nilai itu pun menjadi nilai sosial atau nilai bersama. Dr. nilai keindahan (estetika). maka pisau ini akan memiliki harga atau nilai yang semakin tinggi. 2 . Nilai Vital Pada dasarnya. Tetapi seandainya pisau tersebut tumpul. nilai akan dipedomani dalam setiap benak orang yang akan mempengaruhi bentuk-bentuk perilaku bagi orang tersebut.

sebaliknya menyontek pada waktu ulangan bernilai buruk. Misalnya. Nilai belum merupakan perintah atau larangan sehingga tidak memiliki sanksi. ketika kita mendengar suara orang yang menyanyi dengan merdu. Nilai moral (estetika) merupakan nilai yang didasarkan pada keinginan manusia terhadap sesuatu yang baik dan buruk. 4 . Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 43 . yaitu sebagai berikut.pikir manusia yang sewaktu-waktu dapat diuji kebenarannya oleh siapa pun dinamakan Nilai Kebenaran Ilmiah. Nilai terbentuk melalui proses pengalaman dalam pergaulan antarindividu dan antarkelompok individu dalam masyarakat. Nilai bersifat abstrak. Terbentuknya Nilai Sosial Nilai-nilai sosial tiap-tiap masyarakat memang memiliki perbedaan-perbedaan sehingga tiap-tiap masyarakat memiliki karakteristik yang berbeda-beda dalam sistem perilakunya. Misalnya. Nilai keagamaan seseorang akan berbeda dengan yang lain meskipun agama yang dianut sama. menolong orang lain bernilai baik. karena sikap tersebut dianggap baik dalam kehidupan bermasyarakat. 3 . Nilai keagamaan (nilai religius) merupakan nilai yang didasarkan pada keyakinan manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa.1 Sikap saling menolong merupakan nilai dalam masyarakat. 11 Agustus 2006 Gambar 2. Nilai menjadi dasar pedoman perilaku. Ciri-ciri Nilai Sosial • • • • Nilai sosial memiliki ciri. Nilai estetika didasarkan pada kemampuan perasaan manusia menangkap sesuatu yang indah tentang objek tertentu atau suatu hal. Sumber: Kompas.

serta sanksi-sanksi sesuai dengan bidang-bidang kehidupan yang ada dalam masyarakat. misalnya seperti contoh berikut. • • • Setiap orang memiliki hak dan kewajiban yang patut dihargai oleh orang yang lain. bagaimana cara mengatasi pelanggaran-pelanggaran tersebut pada nomor 1? 3 . Menurut kalian. Jelaskan mengapa tata tertib di sekolah perlu dipatuhi oleh semua siswa! 4 . Nilai sosial terbentuk melalui pengalaman dan kejadian yang kemudian diseleksi dan diaktualisasikan dalam sistem perilaku sehingga dipertahankan keberadaannya oleh banyak orang dalam masyarakat. nilai bersifat abstrak dan menjadi prinsip bagi individu dalam menentukan perilakunya. mereka akan ikut mendapat kecaman dari warga masyarakat. Bagi mereka yang berperilaku tidak sesuai dengan nilai-nilai sosial. kemudian kerjakan soal di bawah ini! 1 . dan lain-lain. Fungsi Nilai Sosial dalam Membentuk Keteraturan Secara umum. nilai-nilai sosial dalam masyarakat berfungsi sebagai pedoman perilaku yang telah disepakati oleh warga masyarakat termasuk para pendahulu yang membuatnya. baik dalam bentuk kecaman ringan maupun kecaman berat sesuai dengan tingkat penyimpangan perilaku terhadap norma yang ada. Orang tua patut mendapatkan penghargaan dan perlindungan dari yang muda dan yang kuat.Tetapi secara universal. 5 . Bentuklah kelompok yang terdiri 2 – 3 orang. Nilai sekaligus merupakan buah pemikiran warga masyarakat untuk mengatur dan membatasi aktivitas individu agar tidak memasuki hak-hak orang lain. Nilai sosial dalam masyarakat memang senantiasa mengalami pergeseran seiring dengan berkembangnya peradaban dan pergaulan yang terjadi dalam masyarakat. Tulislah pelanggaran-pelanggaran terhadap tata tertib di sekolahmu! 2 . ada nilai-nilai kemanusiaan yang cenderung sama antara masyarakat satu dengan masyarakat yang lain. Jadi dapat dikatakan bahwa nilai menjadi alat kontrol atau pengatur yang mengikat agar seseorang mau berperilaku baik. Sudahkah para guru menjadi contoh dan penegak tata tertib di lingkungan sekolahmu? Jelaskan pendapatmu! 44 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Tetapi secara umum. Musyawarah untuk mencapai mufakat cenderung lebih baik daripada hasil pemikiran seorang yang bersifat diktator. Selanjutnya nilai-nilai sosial yang abstrak ini akan dikonkretkan dalam bentuk norma-norma sosial yang berupa perintah dan larangan.

Norma-norma yang mengatur masyarakat ada yang bersifat formal atau resmi dan nonformal atau tidak resmi. Sebaliknya. contohnya aturan-aturan di masyarakat. Dengan demikian. maka norma dilengkapi dengan sanksi. juga peraturan daerah yang bersumber dari negara. Sumber: Gatra. Norma formal dapat berupa aturan-aturan yang tertulis yang berasal dari lembaga atau institusi resmi seperti surat keputusan. 27 November 2004 Gambar 2. Macam-macam Norma Sosial Norma pada dasarnya merupakan perwujudan konkret dari nilai-nilai sosial. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 45 . adat istiadat. Pengertian Norma Sosial Tahukah kalian bahwa norma sosial adalah pelindung kita dari tindak angkara murka orang-orang kuat yang ada di sekitar kita. Norma sosial keberadaannya sangat diperlukan untuk menjamin semua orang termasuk yang lemah agar kepentingannya dapat terpenuhi secara wajar dalam masyarakat.2 Beribadah merupakan salah satu cara seseorang melaksanakan norma agamanya. Agar norma dapat dipatuhi oleh semua warga masyarakat. Norma nonformal merupakan aturan tidak tertulis. Norma sosial adalah aturan-aturan tertulis maupun tidak tertulis yang berfungsi untuk mengatur perilaku semua orang dalam masyarakat sehingga tercipta keteraturan sosial. Norma sebagai ketentuan menjadi ukuran perilaku dan merupakan pedoman yang harus ditaati setiap warga masyarakat. sanksi diciptakan masyarakat untuk menjadi kendali bagi seseorang supaya perilakunya dapat sesuai dengan aturan-aturan yang ditetapkan. Norma dibuat oleh warga masyarakat untuk melaksanakan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat tersebut dan telah dianggap baik dan benar. 2 . NORMA SOSIAL 1. jika seseorang melanggar aturan. sehingga orangorang yang lemah pun dijamin kelangsungan hidupnya oleh norma-norma tersebut.C. dia akan diberi sanksi berupa hukuman. juga aturan-aturan dalam keluarga.

Pada hakikatnya. sering kali norma diberlakukan lebih berat dari bentuk pelanggarannya. Norma Agama Setiap agama memiliki aturan-aturan atau syariat untuk mengatur hubunganhubungan antarmanusia maupun hubungan dengan Tuhan. Contoh norma adat adalah adat perkawinan. tetapi yang jelas norma agama merupakan norma yang berisi kebenaran terutama bagi para pemeluknya. Norma Hukum Dalam kaitannya dengan struktur pemerintahan suatu negara. Oleh sebab itu. Selanjutnya adat dan kebiasaan akan dipedomani oleh setiap warga masyarakat sebagai suatu cara berperilaku dalam setiap kepentingan dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. setiap manusia sebenarnya perlu dihargai sama. Sebagai suatu prinsip bahwa berperilaku susila dan sopan pada dasarnya merupakan perbuatan yang akan berbuah pada penghargaan pribadi si pelakunya. diperlukan pedoman-pedoman untuk mengatur hak dan wewenang tiap-tiap aparatur negara 46 Sosiologi SMA/MA Kelas X . d. Pada dasarnya. baik perintah maupun larangan agar umat manusia dapat memperoleh jalan kebenaran sehingga dapat mencapai kebahagiaan dan keselamatan. yaitu mengenai penghargaan terhadap harkat dan martabat orang lain. norma agama merupakan himpunan peraturan-peraturan yang merupakan petunjuk hidup. adat pembagian warisan. Norma Kesusilaan/Kesopanan Setiap manusia mempunyai harkat dan martabat yang sama di hadapan Tuhan. c . Oleh sebab itu. antara lain: a. dan lain-lain. Norma agama adalah norma yang berasal dari wahyu Tuhan yang disampaikan melalui orang-orang yang terpilih (Nabi).Sanksi pada hakikatnya merupakan alat untuk menekan atau memaksa warga masyarakat mematuhi nilai-nilai yang telah disepakati. baik di dunia maupun di akhirat. Norma adat adalah norma-norma yang berada di dalam masyarakat yang berkaitan dengan sistem penyelenggaraan hidup yang terjadi secara berulang-ulang karena telah dibakukan dan diyakini sebagai sesuatu yang baik. Norma Adat/Kebiasaan Dalam kehidupan masyarakat tradisional. Tiap-tiap agama memiliki norma sendirisendiri yang akan bercorak pada zaman tertentu di mana agama itu lahir serta lokasi di mana wahyu Tuhan itu diturunkan. semua bentuk kesusilaan dan kesopanan akan memunculkan penghargaan dari orang lain kepada kita sendiri. orang berperilaku dan perpedoman pada kebiasaan-kebiasaan atau adat. norma kesusilaan dan kesopanan merupakan penjabaran dari nilai-nilai moral. Ada empat macam norma yang ada dalam masyarakat. Norma seperti inilah yang diperlukan untuk meredam terjadinya konflik yang bersumber dari perendahan martabat oleh orang lain. Norma kesusilaan dan norma kesopanan memiliki substansi pokok. yaitu mengenai tuntutan perilaku yang benar yang seharusnya diperbuat oleh setiap warga masyarakat. b. Artinya.

artinya apabila orang melanggar maka akan dikenai sanksi dan apabila tidak diindahkan akan dipaksa oleh alat-alat negara. Masalah-masalah perdata sering kali berkelanjutan menjadi masalahmasalah pidana atau di dalam masalah pidana. Sebaliknya. warisan. dan lain-lain. norma hukum terdiri dari hukum perdata dan pidana. DPR dan pemerintah. hukum pidana merupakan suatu lapangan hukum yang mengatur masalah kejahatan seperti penganiayaan. Pada dasarnya. norma kesusilaan dan kesopanan. Sumber: www. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 47 . pemalsuan. Norma sosial pada dasarnya meliputi norma agama. di dalamnya terkandung banyak pelanggaran pada masalah perdata. atau pimpinan departemen hingga stafnya yang terbawah. norma adat dan kebiasaan. Bersifat memaksa. Tetapi norma hukum mempunyai peran cukup besar dalam mengatur hubungan antarindividu dalam kaitannya dengan kedudukannya sebagai warga negara. dan norma hukum. pembunuhan. presiden sebagai penyelenggara eksekutif. Sering kali hukum perdata dan hukum pidana mempunyai keterkaitan antara satu dengan yang lain.secara struktural dari atas hingga ke bawah. Norma hukum merupakan norma terakhir yang lebih dapat menjamin adanya suatu tertib sosial di dalam masyarakat. penipuan. Norma-norma hukum dalam masyarakat negara memiliki ciri-ciri sebagai berikut. jual beli. Semua bentuk peraturan yang tertulis yang dibuat lembaga-lembaga negara yang berwenang dinamakan norma hukum.3 Hukuman penjara merupakan sanksi yang diberikan kepada seseorang yang melanggar norma hukum. Lembaga yang berwenang bisa berupa majelis. • • Bersifat eksplisit. artinya tertulis dengan jelas dan tegas. norma hukum adalah norma masyarakat yang dibuat oleh lembaga-lembaga yang berwenang. pemerasan.net Gambar 2.asianfoodworker. dan perjanjian-perjanjian. Hukum perdata adalah suatu lapangan hukum yang mengatur masalah perkawinan. Di Indonesia.

Kebiasaan merupakan perbuatan yang diulang-ulang terhadap apa yang sama sebagai bukti bahwa orang menyukai perbuatan tersebut. c. Cara (usage) Cara (usage) adalah suatu perilaku tertentu yang secara tidak sadar telah disepakati oleh masyarakat terhadap perbuatan yang tertentu pula. • • 3. Adat-istiadat (custom) Apabila tata kelakuan tersebut kekal serta kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat. maka dapat terus meningkatkan kekuatan mengikatnya 48 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Bersifat mengatur. yaitu sebagai berikut. pranata sosial disadari semakin diperlukan dalam kehidupan sehingga mulai dibakukan dan disempurnakan secara turun-temurun. dan lain-lain. d. akan dimarahi oleh para leluhurnya. Mores ini merupakan pedoman perilaku yang dianggap paling benar yang dimiliki. artinya berisi perintah-perintah dan larangan-larangan untuk mengendalikan perilaku warga masyarakat sesuai dengan bidang-bidang yang diatur masing-masing hukum. Karena bila terjadi penyimpangan terhadapnya. Kebiasaan (folkways) Kebiasaan (folkways) adalah suatu tata kelakuan yang bersifat lebih mengikat kepada anggota masyarakat dan lebih dipatuhi. Tata Kelakuan (mores) Tata kelakuan (mores) adalah suatu kelompok aktivitas yang benar-benar telah menjadi pedoman yang berlaku dari suatu masyarakat. b. artinya tiap-tiap tingkatan norma hukum dibuat oleh pejabat-pejabat yang berwenang dengan tingkatan yang tertentu pula. artinya melindungi pihak-pihak yang lemah dari desakan dan cengkeraman pihak-pihak yang kuat melalui sanksi-sanksi dan alat-alat negara. dan seterusnya. Contoh: cara orang memakai topi. Tata kelakuan mencerminkan sifat-sifat yang hidup dalam kelompok manusia dan dilaksanakan sebagai alat pengawas secara sadar maupun secara tidak sadar oleh masyarakat terhadap anggota-anggotanya. Proses Terbentuknya Norma Sosial Dengan semakin berkembangnya tata keidupan dan peradaban manusia. Bersifat melindungi. Proses dipatuhi dan terbentuknya suatu norma sosial dapat berlangsung melalui empat tingkatan. cara orang memberi salam kepada orang tua.• Dibuat oleh lembaga yang berwenang. undang-undang dibuat oleh DPR dan pemerintah. misalnya Undang-Undang Dasar dibuat oleh MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat). dan dipertahankan oleh warga masyarakat. dipakai. a. cara orang menuang minuman.

perkawinan. Selain itu. kebutuhan akan pendidikan. Hal itu disebabkan oleh karena setiap masyarakat tentu mempunyai kebutuhankebutuhan pokok yang apabila dikelompok-kelompokkan. Dalam hal ini norma sosial berfungsi sebagai faktor perilaku yang memukinkan seseorang menentukan lebih dulu bagaimana tindakannya akan dinilai oleh orang lain. Dengan perkataan lain. Fungsi Norma Sosial dalam Membentuk Keteraturan Norma sosial memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. peternakan. 4 . dan lain sebagainya. kebutuhan hidup kekerabatan menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti keluarga batih. universitas merupakan lembaga kemasyarakatan. Misalnya. kebutuhan jasmaniah dari manusia. norma sosial Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 49 . Proses pelembagaan sebenarnya tidak berhenti demikian saja. dengan demikian terbentuklah custom (adat. Universitas Padjajaran. kebutuhan untuk menyatakan rasa keindahan. dapat diambil suatu kesimpulan bahwa lembagalembaga kemasyarakatan terdapat dalam setiap masyarakat tanpa memperdulikan apakah masyarakat tersebut mempunyai taraf kebudayaan sederhana atau modern. Kebutuhan akan pendidikan akan menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti pesantren. Dari contoh-contoh di atas. tetapi menjadi internalized. perceraian. Di dalam perkembangan selanjutnya.istiadat). dan lain-lain. Universitas Airlangga. norma-norma tersebut berkelompok-kelompok pada berbagai keperluan pokok dari kehidupan manusia seperti kebutuhan hidup kekerabatan. tetapi dapat berlangsung lebih jauh lagi hingga suatu norma masyarakat tidak hanya menjadi institusionalized dalam masyarakat. norma-norma tadi telah mendarah daging (internalized). sekolah-sekolah menengah. pelamaran. perguruan-perguruan tinggi. pemberantasan buta huruf. Universitas Gajah Mada. Untuk memberikan suatu batasan. terhimpun menjadi lembaga kemasyarakatan. Sebagai contoh. koperasi. dan sebagainya.terhadap perilaku warga masyarakat. dan lainnya adalah institusi. Wujud kongkret dari lembaga kemasyarakatan tersebut adalah association. dapatlah dikatakan bahwa lembaga kemasyarakatan merupakan himpunan dari norma-norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan masyarakat. kebutuhan pencaharian hidup. sekolahsekolah dasar. Dalam perkembangan selanjutnya. sedangkan Universitas Indonesia. Kebutuhan akan pencaharian hidup menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti pertanian. dan lain sebagainya. pranata sosial terus mengalami perubahan dalam arti bertambah jumlahnya dan berubah bentuknya sejalan dengan perkembangan tata kehidupan manusia dalam masyarakat. Maksudnya adalah suatu taraf perkembangan di mana para anggota masyarakat dengan sendirinya ingin berperikelaku sejalan dengan perilaku yang memang sebenarnya memenuhi kebutuhan manusia. taman kanak-kanak. industri.

pikiran-rakyat. a . dan tokohtokoh masyarakat lainnya. c. Penegak norma ini terdiri dari penegak formal dan penegak nonformal.juga menjadi aturan yang mendorong seseorang atau kelompok untuk mencapai nilainilai sosial sekaligus menjadi unsur pengendali dalam hidup bermasyarakat. Untuk membentuk keteraturan sosial dalam masyarakat. dan hakim.4 Polisi menjadi aparat penegak norma dengan tujuan untuk memelihara dan menciptakan keamanan. Kesadaran Akan Pentingnya Keteraturan Untuk menciptakan kesadaran sosial tentang pentingnya hidup bersama dalam masyarakat.com Gambar 2. Aparat Penegak Norma Aparat penegak norma adalah semua pihak yang mempunyai keterkaitan dan kepentingan untuk menegakkan keberadaan norma dalam mengatur perilaku individu dalam masyarakat. jaksa. Penegak formal meliputi polisi. 50 Sosiologi SMA/MA Kelas X . sedangkan penegak nonformal meliputi tokoh-tokoh masyarakat. Sumber: www. Norma Sosial yang Memadai Norma sosial ini berfungsi sebagai landasan perilaku yang harus diperbuat oleh setiap individu dalam bidang kehidupan tertentu. Dengan demikian warga masyarakat menyadari bahwa norma memang harus dipatuhi sebagai bentuk sumbangan seorang individu dalam menciptakan tertib sosial dalam masyarakat yang paling hakiki. diperlukan pengetahuan pendidikan yang memadai serta sosialisasi terhadap norma-norma hukum. para pendidik. kaum ulama. diperlukan tiga syarat pokok antara lain sebagai berikut. b.

serta bagaimana cara menyelesaikannya. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Buatlah sebuah uraian yang berisi laporan bagaimana kamu sebagai seorang anak dan siswa mendukung nilai dan norma yang ada di lingkungan sekolahmu sebagai orientasi acuan dalam bertingkah laku. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok.1. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Sebutkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya aksi demonstrasi yang disertai dengan tindak anarkis. BARU ADILI erpilihnya Abdul Rahman Saleh. Tuliskan tidak lebih dari satu halaman! 2. Pilihlah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! T Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 51 . Masyarakat berharap pada masa kepemimpinan Abdul Rahman Saleh sebagai kepala Kejaksaan Agung RI. karena Abdul Rahman Saleh pada saat menjadi anggota Mahkamah Agung pada pengadilan kasus korupsi berskala besar yang melibatkan salah satu pejabat tinggi negara bersikap berbeda dengan majelis hakim. proses peadilan terhadap para koruptor dapat dipercepat dan kalau perlu koruptor-koruptor tersebut ditangkapi dahulu baru diproses. SH sebagai Jaksa Agung pada Kabinet Bersatu pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono – Jusuf Kalla pada awalnya terkesan memberikan harapan. dan bagaimana penyelesaiannya? Buatlah analisis sosial tentang ke tiga pertanyaan di atas! TANGKAP DULU. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. 3. Sebutkan faktor-faktor penyebab menjamurnya pedagang kaki lima dan rumah liar di kota-kota besar.

masyarakat Indonesia khususnya di perkotaan cenderung menjadi tidak teratur. sekolah. Cobalah perhatikan 52 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Nilai-nilai apa yang harus didalami siswa agar terhindar dari bahaya narkoba? LALU LINTAS SUKA-SUKA Pasca reformasi. baik oleh ulama. Contoh khusus terjadi pada lalu lintas. Namun. Apakah hukuman berat terhadap pengedar narkoba merupakan solusi? 3.Pertanyaan: 1. Berikan alasan kalian dengan mempertimbangkan norma hukum yang berlaku di Indonesia! AWAS. Berbagai usaha telah dilakukan. pemerintah. salah satunya bahaya narkoba yang setiap saat mengajak generasi muda. dan badan dunia untuk menekan penyebaran narkoba kepada masyarakat. Setujukah kalian atas usul tangkap dulu koruptor-koruptor itu baru proses? Jelaskan! 2. Pertanyaan: 1. NARKOBA MENGANCAM M asa depan bangsa Indonesia ada di tangan siswa-siswa sekarang. Bagaimana seharusnya nilai-nilai sosial itu disemaikan kepada generasi muda sehingga terhindar dari bahaya narkoba? 2. Bagaimana seharusnya tindakan Kepala Kejaksaan Agung RI terhadap para koruptor di Indonesia. dalam perjalanannya banyak hambatan dan rintangan yang dihadapi.

baik formal maupun nonformal sehingga dalam masyarakat tercipta keteraturan sosial. 5. Nilai sosial meliputi nilai vital. 6. Norma sosial terdiri dari empat macam. 2. dan norma hukum.bus dengan penuh sesak dan penumpang bergelantungan melintas di jalan tol. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 53 . Mengapa masyarakat perkotaan cenderung menjadi tidak teratur berlalu lintas pasca reformasi? 2. adat dan kebiasaan. yaitu norma agama. Norma apa yang tidak berfungsi dalam bahan diskusi di atas? 1. Pertanyaan: 1. dan pungli terus merajalela. Agar norma dapat dipatuhi oleh individu dalam masyarakat. diperlukan sanksi yang pelaksanaannya harus dikawal dan ditegakkan oleh aparat penegak norma. Nilai sosial ini berfungsi menjadi pedoman perilaku warga masyarakat dalam pergaulan. kesusilaan dan kesopanan. jalan-jalan dipenuhi pedagang. Apa yang sebenarnya dilakukan oleh polisi? 4. Nilai sosial merupakan segala sesuatu yang dianggap baik dan benar dan dicitacitakan oleh warga masyarakat. kendaraan melawan arus. Norma sosial adalah semua bentuk peraturan. 7. baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis yang ada dan berlaku dalam masyarakat. bus parkir (ngetem) di mana tanda dilarang berhenti banyak terpampang. Mengapa petugas seperti polisi dan Dinas Perhubungan tidak bertindak untuk meluruskannya? 3. nilai material. Akhirnya dapat dikatakan bahwa masyarakat perkotaan Indonesia jauh dari tata tertib berlalu lintas. dan nilai spiritual. 3. jalan digunakan sebagai lahan parkir. 4. Norma sosial berfungsi mengatur hubungan dan perilaku timbal balik antarindividu dan antarkelompok individu dalam masyarakat. Keteraturan sosial merupakan keadaan di mana semua orang dalam masyarakat telah berbuat sebagaimana hak dan kewajibannya sehingga tidak terjadi benturan antara hak dan kewajiban dengan individu yang lain.

. Lahirnya lembaga sekolah di masyarakat disebabkan oleh . pengendalian sosial dalam masyarakat 5. . dan E! 1. . A. tersedianya sarana pendidikan B. A. berkembangnya suatu kebudayaan yang sangat komplek D. mencukupi kebutuhan ekonomi dengan berusaha secara profesional E. adanya program wajar 9 tahun dan GNOTA (Gerakan Nasional Orang Tua Asuh) E. . C. Pranata sosial berubah karena adanya: 1. fasilitas yang telah tersedia C. Koentjaraningrat. . A. . bermacam-macam bentuk kebutuhan keluarga dan kehidupan bermasyarakat D. pertentangan antargolongan 2. rohaniah. pembagian kekuasaan B. 54 Sosiologi SMA/MA Kelas X . pewarisan nilai-nilai D. dan sosial C. . . . interaksi antarkelompok masyarakat 2. . D. kebutuhan manusia yang meliputi jasmaniah.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. saling menghormati C. saling membutuhkan 4. Sikap toleransi antarumat beragama dalam masyarakat merupakan wujud dari kebutuhan akan pengaturan . Menurut Prof. yang benar adalah . akulturasi kebudayaan Dari pernyataan di atas. berbagai kebutuhan hidup dalam kehidupan bermasyarakat yang saling berkaitan B. B. . untuk membatasi kebutuhan umat manusia 3. adat istiadat yang kuat 4. hubungan manusia dengan kekuatan ilahi E. . istilah pranata sosial digunakan untuk menekankan terdapatnya aturan main tentang . proses internalisasi 3.

A. 5 6. memberikan pegangan dalam sistem pengendalian Yang merupakan fungsi dari pranata sosial adalah . 2. 4 dan 5 E. 5 B. tindakan berbudi pekerti C. jujur dan adil E. nilai yang bersumber pada kepercayaan atau keyakinan manusia D. A. tindakan sosial E. 1. 4 D. norma hukum E. . Notonegoro adalah . iman dan taqwa D. A. . . 1 dan 3 B. 1 dan 5 5. 4. norma kebiasaan B. moral dan keyakinan bangsa D. . Dr. . . karena nilai merupakan . adat dan kebiasaan D. . segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan kegiatan atau aktivitasnya B. memberikan pedoman kepada anggota masyarakat 3. . menjaga keutuhan masyarakat 5. 5 C. . 3. . . nilai ilmu pengetahuan Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 55 . . sarana untuk mencapai tujuan 7. 2. tujuan yang ingin dicapai B. A. sombong dan kikir B. 2 dan 4 D. segala sesuatu yang bersumber pada unsur rasa atau estetika manusia C. rajin dan hemat 9. 3. Berikut ini yang bukan contoh dari nilai moral menurut Prof. 3. Nilai dapat diartikan sebagai cita-cita. norma sosial C. 2 dan 3 C. tawakal C. 3. . 4 E. 1. 4. menunjukkan tujuan hidup masyarakat 2. segala sesuatu yang bersumber pada akal manusia E. A. Norma-norma dalam masyarakat yang berfungsi untuk mengatur hubungan antarindividu dalam masyarakat yang berkaitan dengan hak dan kewajiban individu sebagai warga negara adalah norma . mengatur cara bertindak yang mengikat 4. Di bawah ini yang dimaksud dengan nilai vital adalah . . norma agama 8. .A. Perhatikan pernyataan-pernyataan di bawah ini! 1.

mode E. usage 11. . aktivitas sosial 56 Sosiologi SMA/MA Kelas X . norma bersifat tetap. proses berubahnya pola perilaku akibat perubahan norma 12. . Sanksi yang sifatnya ringan berupa teguran. vested interest C. Perbedaan yang mendasar antara norma dan nilai sosial adalah . perilaku sosial D. A. mores B. Yang dimaksud dengan proses internalisasi adalah . pranata sosial B. A. Upaya untuk mencegah dan mencari solusi terhadap semua bentuk penyimpangan sosial yang ada dalam masyarakat dinamakan . pengendalian sosial E. norma bersifat sempit. . kegiatan individu yang mendapatkan pembentukan sikap untuk berperilaku sesuai dengan kelompoknya D. . norma bersifat terbuka C. folkways 13. E. nilai bersifat abstrak. sindiran. . nilai bersifat luas E. ketidaksamaan sosial B. norma bersifat konkret B. A. . wilayah berlakunya 15. . . . norma sosial D. . nilai bersifat berubah-ubah D. proses panjang yang berlangsung seumur hidup sejak individu lahir sampai meninggal B. . adat istiadat E. . A. . 20 tahun 2003 Tata Cara Penguburan Jenazah pada masyarakat Jawa PP 30 Tahun 1980 14. . proses di mana individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikap dengan adat istiadat E. . Seperangkat aturan yang berkisar tentang kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya disebut . nilai bersifat tertutup. B. norma sosial C. C. . folkways D. 1 Tahun 1974 Tata Tertib Sekolah Undang-Undang No. A. bawah ini yang bukan contoh dari norma hukum adalah . . kaidah hukum C. D.10. atau pun dipergunjingkan merupakan hukuman bagi seseorang yang melanggar . Di A. Undang-Undang No. keseluruhan aktivitas masyarakat yang disampaikan kepada pihak-pihak tertentu sehingga tercapai kestabilan C. .

agama Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 57 . . . . membatasi/melarang berbagai macam aktivitas sosial dalam masyarakat D. . aktivitas remaja yang belum dewasa hukum di luar jam pelajaran B. semua aktivitas remaja yang belum dewasa hukum yang bertentangan dengan norma-norma sosial C. . Salah satu fungsi norma dan nilai dalam masyarakat adalah . keanekaragaman perilaku sosial dalam masyarakat yang tidak sesuai yang berlaku dalam masyarakat perilaku terpuji antisosial 19. II C. A. kesusilaan C. adat istiadat B. Perilaku individu atau kelompok individu dengan nilai-nilai dan norma-norma dinamakan . . IV E. . tindakan-tindakan remaja yang merugikan kepentingan masyarakat luas D. A. . . aktivitas terlarang E. B. kenakalan anak-anak usia sekolah di dalam lingkungan sekolahnya 20. . hukum E. I B. Yang dimaksud dengan kenakalan remaja adalah . Norma yang dimiliki sanksi berat bagi pelanggarannya adalah . C. memberi arah terhadap individu untuk berperilaku di tengah-tengah masyarakat E. . aktivitas remaja yang belum dewasa hukum yang bertentangan dengan norma adat dan kebiasaan E. III II Kesopanan III Kesusilaan D. memberikan kekuasaan kepada pihak/golongan tertentu 18. I Kelaziman A. A. . kesopanan D. . perilaku menyimpang D. memberikan petunjuk mengenai aktivitas sosial C.16. . memberi arah dan tujuan individu dalam melaksanakan komunikasi sosial B. Hukuman yang dijatuhkan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku merupakan sanksi norma . V IV Hukum V Agama 17. . A.

Norma kesopanan c. Bagaimana menciptakan norma sosial yang memadai? 4.Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Jelaskan kaitan antara kesadaran sosial dan keteraturan sosial dalam masyarakat! 58 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Norma kebiasaan 9. Mengapa norma dapat menjaga kelangsungan hidup masyarakat? Jelaskan! 8. Sebutkan macam-macam norma sosial dalam masyarakat! 7. Apakah yang dimaksud dengan norma sosial dan nilai sosial? 2. Jelaskan kaitan antara norma dan nilai sosial! 3. Apakah yang dimaksud dengan: a. Norma adat d. Sebutkan fungsi nilai! 6. Norma kesusilaan b. Apa syarat-syarat pokok terciptanya keteraturan sosial dalam masyarakat? 5. Bagaimana peranan aparat penegak hukum dalam menciptakan tertib sosial? 10.

kamu berinteraksi dengan orang tua dan saudaramu. kita pun berinteraksi dengan orang lain. Di sekolah. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 59 . Dengan interaksi. Bagaimana menurutmu dengan pendapat tersebut? Kita sebagai manusia tentu saja membutuhkan orang lain. coba kamu pelajari bab ini. Menjelaskan faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial dan dinamika sosial. Untuk itu. kamu pun berinteraksi dengan tetangga dan anggota masyarakat lainnya.google.co. setiap individu akan mengetahui nilai dan norma apa yang berlaku di lingkungannya.INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan interaksi sosial dan dinamika sosial. Sumber: http://images. Dan di lingkungan tempat tinggalmu. Apa yang dimaksud dengan interaksi sosial? Untuk mengetahuinya.id S etiap manusia tidak dapat hidup sendiri. Hal tersebut akan membantu mewujudkan keteraturan sosial. Menghubungkan antara interaksi sosial dan keteraturan sosial. Begitu juga dengan kamu bukan? Di rumah. kamu pun berinteraksi dengan guru dan teman-temanmu.

kelompok dan organisasi sosial Faktor penyebab perubahan sosial Lingkungan alam Sugesti Imitasi Identifikasi Motivasi Simpati Empati Hubungan kekeluargaan Hubungan antarstatus Hubungan antarkepentingan Hubungan persahabatan Status kependudukan Nilai dan sikap 60 Sosiologi SMA/MA Kelas X .Pengertian interaksi sosial dan dinamika sosial Kaitan antara interaksi sosial dan dinamika sosial INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Faktor pendorong terjadinya interaksi sosial Bentuk-bentuk interaksi sosial yang mendorong terciptanya lembaga sosial.

manusia membentuk suatu kelompok-kelompok untuk berburu. baik mendasar. manusia memerlukan keberadaan orang lain. kebutuhan sosial. Terkadang mereka menghadapi tantangan dari binatang buas atau pun dari kelompok suku lain yang menyerang. Keadaan ini telah mendorong munculnya kelompok-kelompok persekutuan manusia yang didasarkan pada persamaan darah dan keturunan. manusia mutlak memerlukan keberadaan manusia lain. sedangkan dorongan untuk hidup bersama dengan orang lain dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut. untuk mendirikan rumah. Dari dorongan inilah. manusia membentuk suatu koloni dengan tujuan semata-mata untuk mempertahankan diri dari serangan-serangan binatang buas. Dengan dorongan inilah. terutama ketika terjadi bencana-bencana yang memerlukan pertolongan orang lain. manusia membentuk suatu koloni untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Untuk melaksanakan pemenuhan berbagai kebutuhan hidup. Dorongan untuk Mempertahankan Diri Dalam rangka mempertahankan diri dari berbagai serangan. Untuk itulah. manusia belum banyak memiliki teknologi untuk menyelenggarakan kehidupannya. Dorongan untuk Memenuhi Kebutuhan Dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. alam. Naluri inilah yang disebut dengan naluri gregoriousness. Keadaan ini telah mendorong setiap manusia lain jenis untuk membentuk suatu kehidupan bersama yang kemudian disebut keluarga. dan lain-lain sebagainya. Dorongan untuk Meneruskan Keturunan Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap manusia memiliki naluri untuk meneruskan keturunan dengan cara melangsungkan perkawinan. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 61 . Secara naluriah. diperlukan dorongan untuk memenuhi kelangsungan hidup masyarakat itu sendiri. INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Sebagai manusia. melainkan harus bersama-sama dengan manusia lain. Di samping itu. Ketika manusia dalam taraf kehidupan yang masih primitif. manusia tidak dapat melaksanakannya secara sendirian. Untuk itu. setiap manusia mempunyai dorongan seksual sebagai kodrat manusia untuk meneruskan keturunannya agar tidak punah. Keluarga dapat berkembang menjadi suatu extended family dan bahkan berkembang menjadi suatu kerabat atau pun suku bangsa. kita selalu mempunyai naluri untuk hidup berkelompok atau bersama dengan orang lain. untuk berladang. tidak selamanya kondisi alam senantiasa ramah.A. Mereka masih hidup berpindah-pindah dari hutan yang satu ke hutan yang lain. maupun kebutuhan integratif. atau pun dari kelompok suku lain. baik oleh binatang atau pun kelompok manusia yang lain.

Melalui interaksi sosial akan terjadi perubahan-perubahan di dalam masyarakat yang memungkinkan terbentuknya hal-hal baru sehingga dinamika masyarakat menjadi hidup dan dinamis. terlebih dahulu manusia pun harus melakukan interaksi sosial dengan sesamanya. Melalui kegotong-royongan inilah. Apakah yang dimaksud dengan interaksi sosial itu? Sumber: Koleksi Editor Gambar 3. Dengan demikian.Dorongan untuk Hidup Bersama Sebagai makhluk pemikir dan bermoral. dan kelompok individu dengan kelompok individu. kelangsungan hidup masyarakat terjamin. 1. 62 Sosiologi SMA/MA Kelas X . setiap orang memerlukan kebersamaan dengan orang lain. Untuk mewujudkan kehidupan bersama. Pengertian Interaksi Sosial Interaksi sosial adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dengan individu. Interaksi sosial merupakan bentuk dasar dari dinamika sosial budaya yang ada di dalam masyarakat. Untuk melaksanakan berbagai pekerjaan besar. sering kali manusia secara individu kewalahan untuk melakukannya. individu dengan kelompok individu. manusia mempunyai kejiwaan dan mempunyai kepentingan terhadap keberadaan orang lain.1 Dorongan untuk hidup bersama dipengaruhi oleh keinginan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dorongan inilah yang membuat terciptanya suatu kehidupan bersama untuk menjalin kegotong-royongan dalam rangka mempertahankan dan mengembangkan kehidupannya.

Jelaskan apa saja yang mendorong manusia melakukan interaksi sosial! 2. dan kebutuhan integratif. Apakah yang dimaksud dengan keteraturan sosial? 3. Selain itu. seluruh elemen masyarakat beserta dengan perangkatperangkatnya terjadi interaksi dan korelasi saling mempengaruhi sehingga mewujudkan suatu gerak dari keseluruhan komponen yang ada di dalam masyarakat. dan masa yang akan datang. yaitu jumlah pelakunya lebih dari satu orang dan adanya komunikasi antara pelaku dengan menggunakan simbol atau lambang. Jelaskan bagaimana peranan nilai dan norma dalam interaksi sosial! Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 63 . Mengapa manusia dikatakan makhluk individu dan juga makhluk sosial? Apa yang melatar belakangi hal tersebut? Jelaskan alasanmu! 4. termasuk nilai-nilai. 1. 3. masa kini. baik secara individual maupun secara kolektif dengan berpedoman pada sistem budaya yang ada. masyarakat akan bergerak secara dinamis. baik yang bersifat progresif maupun yang bersifat regresif hingga mewujudkan suatu dinamika sosial maupun dinamika budaya. 2. Kaitan Antara Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial Budaya Interaksi sosial merupakan bagian terkecil dari proses perubahan yang ada di dalam masyarakat. Dinamika sosial dapat berupa perubahan-perubahan yang progresif maupun perubahan-perubahan yang regresif. Di dalam dinamika sosial. Melalui proses interaksi sosial inilah. juga adanya tujuan yang akan dicapai dari hasil-hasil interaksi sosial tersebut.Interaksi sosial dilakukan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan mendasar. Pengertian Dinamika Sosial Dinamika sosial pada hakikatnya adalah keseluruhan perubahan dari seluruh komponen masyarakat dari waktu ke waktu. Interaksi sosial merupakan implementasi dari pemenuhan kebutuhan warga masyarakat. norma. interaksi sosial juga ditandai dengan adanya dimensi waktu yang meliputi masa lalu. kebutuhan sosial. Interaksi sosial itu sendiri mempunyai ciri-ciri. dan pranata sosial.

Oleh karena itu. Perubahan komposisi penduduk (kepadatan. Pengaruh ini datang secara tiba-tiba dan tanpa adanya pemikiran yang detail yang dipertimbangkan terlebih dahulu. Singkatnya sugesti menciptakan dorongan kepada individu untuk melakukan suatu kontak sosial dengan pihak lain. tingkat mata pencarian. Bahkan secara ekstrim. agama dan kepercayaan. dan peraturan pelaksana lainnya. Perubahan jumlah penduduk. dan lain-lain. Perubahan ejaan dalam bahasa. Adapun dorongan-dorongan terjadinya interaksi sosial dalam masyarakat adalah sebagai berikut. manusia tidak akan mempunyai arti jika tidak ada manusia lain. jenis kelamin. Perubahan undang-undang dasar. FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL Manusia adalah makhluk sosial. 2. Manusia memang tidak dapat hidup sendiri dan mandiri tanpa pertolongan orang lain. Perubahan tingkat pendapatan dan perubahan tingkat kemakmuran. persebaran. dan struktur penduduk menurut umur. manusia memerlukan manusia yang lain untuk melakukan interaksi sosial. perhatian atas sikap mengagumi terhadap pihak lain yang dianggap cocok. Perubahan kualitas penduduk. Perubahan tingkat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. B. Imitasi muncul disebabkan oleh adanya minat. Perubahan struktur pemerintahan. undang-undang.Bentuk-bentuk konkret dari dinamika sosial dan budaya adalah sebagai berikut. secara kodrati. meniru mode pakaian artis yang menjadi idolanya. Perubahan mata pencaharian. Sugesti Salah satu faktor pendorong interaksi sosial adalah sugesti. yaitu pengaruh psikis yang ada pada seseorang yang berasal datang dari diri sendiri atau pun dari orang lain karena adanya kepercayaan terhadap sesuatu hal dari orang yang dipercayai. Pada waktu melaksanakan peniruan terhadap sesuatu 64 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Imitasi Yang dimaksud imitasi pada hakikatnya adalah suatu keinginan seseorang untuk meniru segala sesuatu yang ada pada orang lain. 1. artinya makhluk yang selalu hidup bersamasama dengan manusia lain. Contoh: meniru gaya bicara guru idolanya. dan lain-lain).

tiba-tiba kita pun yang melihatnya menangis. seseorang dapat berbuat apa saja untuk mewujudkan rasa simpatinya. Motivasi seseorang dapat muncul disebabkan faktor atau pun pengaruh dari orang lain sehingga seorang individu melakukan kontak dengan orang lain. Simpati merupakan suatu sikap ketertarikan kepada orang lain disebabkan oleh menariknya penampilannya. Imitasi terdiri dari peniruan terhadap pola pikir orang lain. 6. Contoh: ketika seseorang yang mengalami kecelakaan dan menangis. dan lain-lain. Motivasi Motivasi dalam suatu interaksi sosial merupakan dorongan yang mendasari seseorang untuk melakukan perbuatan berdasarkan pertimbangan rasionalitas. Empati Rasa empati merupakan rasa haru ketika seseorang melihat orang lain mengalami sesuatu yang menarik perhatian. motif politik. Contoh: seseorang mengikuti suatu kegiatan tertentu karena adanya motif-motif tertentu seperti motif ekonomi. Simpati dapat menjadi dorongan yang sangat kuat pada diri seseorang untuk melakukan kontak dan komunikasi dengan mitranya. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 65 . 5. Simpati Pengaruh psikis yang paling mendasar dalam suatu interaksi sosial adalah rasa simpati seseorang terhadap orang lain. Motif identifikasi dipergunakan ketika orang menjadi bagian dari kelompok yang besar.yang menarik dari orang yang dikagumi ini muncul suatu kemegahan dan kebanggaan dalam jiwa orang yang bersangkutan. atau pola pikirnya. 4. peniruan terhadap perilaku. Proses identifikasi diikuti dengan perbuatan-perbuatan yang lebih konkret dan merupakan hasil pertimbangan yang matang pada diri seseorang. Simpati akan sangat dirasakan bila terjadi proses pertukaran pendapat dan nilai-nilai. Berbeda dengan imitasi. Tindakan ikut menangis dan melakukan pertolongan tertentu ketika melihat seseorang yang mengalami musibah merupakan contoh dari empati. soal ketaatan terhadap peraturan. atau opini pribadi terhadap kelompoknya. identifikasi melalui proses kejiwaan akan melahirkan suatu sikap yang menyerupai dengan pihak yang ditiru. Contoh: soal pakaian seragam. motif popularitas. dan peniruan terhadap benda-benda hasil karya atau artefak. kebijaksanaannya. 3. Empati merupakan kelanjutan rasa simpati yang berupa perbuatan nyata untuk mewujudkan rasa simpatinya. Dengan adanya rasa simpati. Identifikasi Yang dimaksud dengan identifikasi dalam suatu interaksi sosial adalah dorongan seseorang untuk menjadikan dirinya identik atau sama dengan orang lain.

Bentuk-bentuk proses sosial asosiatif antara lain sebagai berikut. Bentuk-bentuk kooperasi antara lain tawar-menawar. Salah satu pihak harus bersedia merasakan dan memahami keadaan pihak lain. salah satu pihak berada dalam keadaan yang lemah bila dibandingkan dengan pihak lawan. Dalam coercion. koalisi. Kooptasi (cooptation). Pelaksanaan coercion dapat dilakukan secara langsung atau fisik dan secara tidak langsung atau psikologis. Kompromi Lewat bentuk akomodasi ini. masing-masing pihak yang terlibat konflik saling mengurangi tuntutannya. Dengan begitu. 66 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan patungan. akan tercapai penyelesaian dari konflik yang ada. Beberapa bentuk akomodasi antara lain sebagai berikut. kelompok. Kooperasi Kooperasi adalah kerja sama antara beberapa kelompok sosial yang ada sebagai upaya mencapai tujuan bersama. Pola hubungan interaksi sosial yang bersifat asosiatif (menyatukan) akan mendorong terbentuknya lembaga. interaksi sosial didasarkan pada penguasaan Jepang terhadap romusha-nya yang dianggap tidak mempunyai hak-hak apapun juga. yaitu kerja sama sebagai hasil kesepakatan tawar-menawar antara kedua belah pihak. yaitu kerja sama antarkelompok untuk mencapai tujuan yang sama meskipun di antara mereka terjadi perbedaan-perbedaan struktural. Bentuk akomodasi ini dapat kalian lihat ketika rakyat Indonesia menjadi romusha pada masa penjajahan Jepang tahun 1942. bentuk interaksi disosiatif akan menghambat terbentuknya lembaga.Bentuk-bentuk interaksi sosial ada yang bersifat asosiatif maupun disosiatif. b. dan organisasi sosial. yaitu usaha bersama untuk melakukan suatu kegiatan dengan pembagian keuntungan bersama secara merata dan proporsional. Akomodasi Akomodasi adalah suatu proses kesepakatan di antara kedua belah pihak yang tengah bersengketa yang bersifat darurat (sementara) dengan tujuan mengurangi ketegangan di antara kedua belah pihak. Coercion Proses akomodasi ini dilaksanakan karena adanya paksaan. Sebaliknya. Koalisi (coalition). Romusha menjadi pihak dalam posisi lemah dan tidak dapat melawan. Patungan (joint-venture). kooptasi. a. melalui kesempatan penunjukan pimpinan yang akan mengendalikan kerja sama. kelompok. dan organisasi sosial. Dalam hal ini. Tawar-menawar (bargaining).

Seperti halnya arbitrase. konflik diselesaikan lewat pengadilan. Peradilan (ajudikasi) Dalam adjudikasi. Adanya kesempatan di bidang ekonomi yang seimbang. Sebaliknya. Perkawinan campuran. mediasi juga meminta bantuan pihak ketiga untuk membantu dalam penyelesaian konflik. Proses asimilasi digolongkan sebagai proses asosiatif. Sikap dan kesediaan saling menenggang (toleransi). Pihak ketiga di sini harus mengutamakan penyelesaian secara damai. Stalemate Bentuk akomodasi ini terjadi ketika masing-masing pihak menghentikan konflik karena kekuatan yang seimbang. c. Tetapi dalam mediasi. Toleransi Toleransi timbul tidak sadar dan tidak direncanakan. Adanya kesamaan dalam berbagai unsur budaya. Adanya musuh bersama dari luar. yaitu masing-masing pihak saling memerlukan dengan tujuan membentuk kehidupan baru yang saling menguntungkan serta membentuk corak kehidupan yang berbeda dengan masa sebelumnya. Asimilasi Proses asimilasi adalah proses sosial yang masing-masing pihak terdorong keinginannya untuk bergabung dan bekerja sama dalam mewujudkan suatu keharmonisan. yang terwujud dalam bentuk saling menghargai. Perilaku ini timbul karena masing-masing pihak berusaha menghindarkan diri dari perselisihan. antara lain sebagai berikut. Mereka merasa sudah tidak ada kemungkinan lagi untuk maju atau mundur. Keterbukaan golongan penguasa. saling menghormati. pihak ketiga bersikap nertal dan bertindak sebagai penasihat tanpa mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses asimilasi. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 67 .Mediasi dan arbitrase Arbitrase merupakan bentuk akomodasi dengan jalan meminta bantuan pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak atau oleh badan yang kedudukannya lebih tinggi daripada pihak-pihak yang berkonflik. dan tidak saling curiga. proses asimilasi juga dapat terhambat oleh faktor-faktor berikut. Sikap dalam menghadapi orang asing dan kebudayaannya.

Adanya perbedaan ciri-ciri badaniah. persaingan ini timbul karena adanya keinginan-keinginan dari tiap orang untuk mempunyai kedudukan dan peranan yang lebih tinggi dari yang sudah dimiliki. persaingan ini timbul ketika jumlah persediaan yang terbatas tidak seimbang dengan jumlah konsumen yang ada. Persaingan kebudayaan. Persaingan (kompetesi) Persaingan merupakan proses sosial yang ditandai dengan adanya persaingan antarindividu atau kelompok dalam mencari keuntungan dengan cara menarik perhatian tanpa menggunakan ancaman atau kekerasan. Ketakutan atas kekuatan kebudayaan kelompok lain. Sumber: Fotomedia. keagamaan. Adanya perasaan in-group yang kuat. Adanya perbedaan kepentingan antarkelompok. Juni 2001 Gambar 3.Ada isolasi kebudayaan dari salah satu kebudayaan kelompok. yaitu sebagai berikut.2 Proses asimilasi bisa dilakukan melalui perkawinan campuran. Perasaan superioritas atas kebudayaan kelompok tertentu. Minimnya pengetahuan dari salah satu kelompok atas kebudayaan kelompok lain. Persaingan terjadi dalam beberapa bentuk. Adanya diskriminasi. dan lembaga kemasyarakatan. 68 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Adapun bentuk-bentuk interaksi yang bersifat disosiatif. Persaingan ekonomi. pendidikan. terdiri dari persaingan (kompetisi). a. Persaingan dalam hal kedudukan dan peranan. kontravensi. dan pertentangan (konflik).

c. Menurutmu apakah persaingan dapat dipakai untuk menyeleksi kemampuan seseorang? Jelaskan pendapatmu! 2. dan corak rambut. senasib. Proses sosial semacam ini ditandai dengan keragu-raguan terhadap kepribadian seseorang dan perasaan tidak suka yang disembunyikan atau kebencian terhadap seseorang. Pertentangan dapat terjadi karena adanya perbedaan pendirian dan perasaan di antara individu dan perbedaan latar belakang kebudayaan. Konflik juga dapat terjadi karena adanya perbedaan kepentingan antarindividu maupun kelompok di bidang ekonomi. Bagaimana terjadinya konflik dalam masyarakat? 4. Selain itu. sosial. dan politik. b. bentuk tubuh. KELOMPOK DAN ORGANISASI SOSIAL Dalam suatu masyarakat dapat terbentuk community sentiment. Sebutkan jenis-jenis proses sosial asosiatif dan disosiatif! 3. 1. Adanya community sentiment dalam masyarakat dapat mewujudkan kehidupan di masa depan yang lebih baik dengan membentuk lembaga-lembaga sosial yang mengurus kebutuhan mendasar dari setiap warga masyarakat. Kontravensi Kontravensi merupakan sikap mental yang tersembunyi terhadap orang lain atau terhadap unsur-unsur kebudayaan golongan tertentu. dan sepenanggungan di antara sesama anggota masyarakat. yaitu seperasaan. Pertentangan (konflik) Proses sosial semacam ini dilakukan oleh seorang individu atau kelompok yang berusaha mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan ancaman atau kekerasan. ada pula dorongan Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 69 .Persaingan ras. perubahan sosial yang berlangsung dengan cepat yang akan mengubah nilai masyarakat yang ada sering kali juga menimbulkan konflik dalam masyarakat. persaingan ini terjadi karena perbedaan warna kulit. BENTUK-BENTUK INTERAKSI YANG MENDORONG TERCIPTANYA LEMBAGA. Di sisi lain. Upaya-upaya apa yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan suatu konflik sosial? C.

membentuk suatu kelompok-kelompok individu identitas yang sama dan secara khusus membentuk suatu organisasi sosial untuk mewujudkan cita-cita tertentu. Lembaga sosial ada dalam setiap masyarakat, baik dalam masyarakat tradisional maupun masyarakat modern, karena setiap masyarakat pastinya mempunyai kebutuhan-kebutuhan pokok. Kebutuhan-kebutuhan tersebut jika dikelompokkan nantinya akan terhimpun sebagai lembaga sosial. Tempat-tempat ibadah merupakan contoh lembaga-lembaga sosial dalam bidang keagamaan. Tetapi yang dimaksud di sini bukan gedungnya, melainkan semua norma dan nilai kemasyarakatannya yang mengatur hubungan antara manusia dan Tuhan. Jadi, dapat dikatakan bahwa lembaga sosial merupakan kumpulan norma masyarakat yang mengatur pergaulan hidup manusia, berkelompok-kelompok pada berbagai keperluan pokok hidup manusia. Terciptanya lembaga-lembaga sosial didorong oleh beberapa faktor, antara lain sebagai berikut. Adanya dorongan untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik kebutuhan mendasar, kebutuhan sosial, maupun kebutuhan integratif. Adanya keterbatasan benda-benda pemuas kebutuhan sehingga diperlukan adanya lembaga yang mengatur setiap pemenuhan kebutuhan manusia. Adanya keinginan untuk mewujudkan keadaan hari esok yang lebih baik dan menjamin kelangsungan hidup masyarakat. Untuk mewujudkan efisiensi kerja setiap individu yang dapat didelegasikan kepada lembaga-lembaga sosial tertentu untuk mewakilinya, misalnya: mengurus pendidikan anak di bentuk sekolah, mengurus soal keamanan dibentuk polisi dan militer, serta menyelenggarakan keadilan dan perlindungan hukum, dibentuklah kejaksaan dan pengadilan, dan seterusnya. Lembaga sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok manusia mempunyai beberapa fungsi, yaitu memberikan pedoman pada anggota masyarakat bagaimana harus bertingkah laku dalam menghadapi masalah yang timbul dalam masyarakat. Selain itu, lembaga sosial juga berfungsi untuk menjaga keutuhan masyarakat dan memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial. Menurut Gilin dan Gillin, lembaga-lembaga sosial dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi lima macam, antara lain sebagai berikut. a. Crescive institutions dan enacted institutions yang merupakan klasifikasi dari sudut perkembangannya. Crescive institutions yang juga disebut lembaga-lembaga yang paling primer merupakan lembaga-lembaga yang secara tak disengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat. Contoh: hak milik, perkawinan, agama, dan seterusnya. Sebaliknya adalah enacted institutions dibentuk dengan sengaja guna

tercapainya tujuan tertentu dan tetap berpedoman pada adat istiadat, selanjutnya diserahkan kepada pemerintah. Contoh: pendidikan (madrasah). b. Basic institutions dan subsidiary institutions. Basic institutions dianggap sebagai lembaga kemasyarakatan yang sangat penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Di Indonesia, misalnya keluarga, sekolah-sekolah, dan negara dianggap sebagai basic institutions yang pokok. Sebaliknya adalah subsidiary institutions yang merupakan lembaga sosial yang kurang penting. Contoh: rekreasi, olahgara, dan menyanyi. c. Approved atau social sanctioned institutions adalah lembaga-lembaga yang diterima masyarakat seperti misalnya sekolah, perusahaan dagang, dan lainlain. Sebaliknya adalah unsanctioned institutions yang ditolak oleh masyarakat walau kadang-kadang masyarakat tidak berhasil untuk memberantasnya, seperti misalnya kelompok penjahat-penjahat, pemeras, pencoleng, dan sebagainya. d. General institutions dan restricted institutions, lembaga ini timbul apabila klasifikasi terebut berdasarkan pada faktor penyebarannya. Misalnya, agama merupakan suatu general institutions, oleh karena dikenal oleh hampir semua masyarakat di dunia ini. Agama-agama Islam, Protestan, Katolik, Budha, dan lain-lainnya merupakan restricted institutions karena dianut oleh masyarakatmasyarakat tertentu di dunia ini. e. Berdasarkan fungsinya, ada perbedaan antara operative institutions dan regulative institutions. Yang pertama berfungsi sebagai lembaga yang menghimpun polapola atau tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan, seperti misanya lembaga industrialisasi. Yang kedua, bertujuan untuk mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan yang tidak menjadi bagian yang mutlak daripada lembaga itu sendiri. Contoh adalah lembaga-lembaga hukum. Dalam interaksi yang dilakukan manusia, akan terdapat suatu hubungan timbal balik, saling mempengaruhi, dan saling menolong. Hubungan-hubungan tersebut akan menjadikan manusia dalam berbagai himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia. Himpunan-himpunan tersebut nantinya akan menimbulkan kelompok-kelompok sosial di dalam kehidupan manusia. Berikut merupakan faktor-faktor yang mendorong terbentuknya kelompokkelompok sosial. Adanya kesadaran dari sekelompok individu yang merasa memiliki identitas yang sama. Adanya keinginan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan individu dalam kelompok. Adanya keinginan untuk membela hak-hak dan kepentingan dari individu di dalam kelompok.
Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial

71

Adanya keinginan untuk mendominasi struktur masyarakat seperti kekuasaan dan pemerintahan yang ada di dalam masyarakat.

Dalam sejarah perkembangan sosiologi, terutama di Jerman kita mengenal salah satu tokoh yang cukup populer, yaitu Max Weber, dengan berbagai macam tulisan dan argumentasinya. Max Weber, sosiolog berkebangsaan Jerman dengan latar belakang pendidikan di bidang hukum berpendapat Sumber: www.mohr.de bahwa ada pengaruh faktorfaktor politik, agama, dan ekonomi terhadap perkembangan hukum dan kehidupan sosial masyarakat. Salah satu argumen-tasinya yang terkenal adalah argumentasi tentang hukum, baik di lingkungan nasional maupun di lingkungan internasional. Pada masalah hukum ini, Max Weber mengatakan ada empat tipe ideal dari norma hukum yang ada di dalam masyarakat, yaitu sebagai berikut. 1. Hukum Irasional dan Material 2. Hukum Irasional dan Formal 3. Hukum Rasional dan Material 4. Hukum Rasional dan Formal

Organisasi sosial sendiri terbentuk atas dasar dorongan-dorongan yang sedikit berbeda dengan terbentuknya lembaga dan kelompok sosial, antara lain: Adanya cita-cita bersama untuk mewujudkan suatu keadaan yang lebih baik. Adanya pembagian tugas untuk mengurus kepentingan organisasi.
72
Sosiologi SMA/MA Kelas X

dan anggota dalam suatu organisasi. dan lain-lain. Hubungan lebih bersifat legal. 2. sekretaris. perdagangan. Organisasi sosial sendiri terbentuk dari adanya minat dan kepentingan dari individu dalam sebuah masyarakat yang disalurkan melalui bentuk persekutuan manusia yang formal dan lebih teratur. masing-masing pihak saling memberikan solidaritasnya untuk mendukung terciptanya suatu jalinan yang harmonis sehingga kepentingan dari masing-masing pihak dapat terlaksana dengan baik. Dalam hubungan antarkepentingan ini. dapat dikatakan bahwa organisasi adalah sekumpulan orang atau individu dalam suatu kelompok yang saling berinteraksi dan bekerja sama yang didasarkan pada aturan-aturan tertentu untuk mencapai tujuan bersama. dan organisasi sosial dalam masyarakat. Toleransi bersifat terbatas. Jadi. Hubungan antarkepentingan ini juga memiliki karakteristik berikut. Hubungannya bersifat resmi.Adanya keinginan untuk menjaga kelangsungan hidup organisasi. Contoh: hubungan dalam asosiasi sepak bola. olahraga. Hubungan Antarstatus Hubungan antarstatus terjadi dalam suatu organisasi. kelompok-kelompok sosial. terdapat empat macam bentuk interaksi sosial antara lain sebagai berikut. Contoh: hubungan kedinasan di dalam militer antara atasan dan bawahan atau hubungan antara ketua. Hubungan yang terjalin berpedoman pada kedudukan masing-masing dalam suatu organisasi yang bersifat formal sehingga interaksi masing-masing pihak didasarkan pada statusnya masing-masing. bulu tangkis. seni dan budaya. Dengan adanya dorongan-dorongan untuk mewujudkan terciptanya lembagalembaga sosial. hubungan antarkepentingan merupakan hubungan antara pihak yang satu dengan pihak yang lain di dalam masyarakat yang berorientasi pada terpenuhinya kepentingan dari masing-masing pihak. Ada sanksi yang diberlakukan dalam setiap interaksi yang menyimpang dari ketentuan yang ada. Semua pihak berpijak pada kepentingan masing-masing. Bentuk hubungan tersebut didasarkan pada norma yang legal. bendahara. Hubungan Antarkepentingan Pada dasarnya. pedagang batik. Berikut beberapa karakteristik yang menandai adanya hubungan antarstatus. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 73 . Adanya keinginan untuk mengembangkan kepentingan bersama seperti industri. 1. Semua pihak berpijak pada statusnya. dan lain-lain. baik pemerintah maupun swasta.

ternyata pada masyarakat primitif dan masyarakat tradisional hubungan kekeluargaan sangat erat. justru relatif rendah. Berikut beberapa karakteristik dari hubungan kekeluargaan. Semua pihak tidak ada hubungan darah atau keturunan. Bila dicermati. hubungan kekeluargaan merupakan hubungan yang terjadi antarpihak yang memiliki hubungan darah dengan ciri solidaritas antaranggota relatif lebih tinggi dan bentuk-bentuk hubungan lebih bersifat nonformal. PROSES PEMBENTUKAN LEMBAGA. antara lain sebagai berikut. Bentuk hubungan dapat bersifat formal atau nonformal. DAN ORGANISASI SOSIAL Bersamaan dengan proses berkembangnya suatu masyarakat. Semua pihak saling melindungi dan memanjakan. Mereka lebih akrab dengan orang-orang yang mempunyai hubungan bisnis yang sama. 3. D. Aktivitasnya tidak didasarkan pada peraturan yang berlaku. Hubungan Persahabatan Hubungan persahabatan terjadi antara dua individu atau lebih yang tidak ada hubungan darah. Tetapi pada masyarakat modern. KELOMPOK. Pada hakikatnya. Hubungan ini merupakan hubungan kekeluargaan. Semua pihak mempunyai orientasi yang sama. Solidaritas sosial relatif kuat. Ada beberapa karakteristik hubungan persahabatan. Mereka ini sangat mendambakan adanya komunikasi yang saling menguntungkan untuk menjalin suatu persahabatan atau keakraban. Semua pihak saling mengupayakan agar hubungan tetap harmonis. Solidaritas sangat kuat. maka munculah dorongan dari warga masyarakat untuk mengatur dan mengembangkan kehidupannya agar terjadi pola hubungan yang lebih harmonis. Dorongan-dorongan ini 74 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Hubungan Kekeluargaan Dalam suatu keluarga atau kerabat terdapat pola hubungan di antara orangorang yang mempunyai asal-usul dan darah keturunan yang sama. 4. Semua pihak berasal dari keturunan yang sama. Solidaritas sosial dalam keseharian sangat tebal. Contoh: hubungan dua individu yang saling bersahabat. Hubungan bersifat tidak resmi.Didasarkan pada norma-norma tertentu yang telah disepakati.

Proses Terbentuknya Kelompok kelompok pada awalnya terbentuk melalui berkumpulnya sejumlah orang yang berekrumunan. kepemimpinan yang Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 75 . Pada tahap ini. Adanya keajegan. persepsi atau tujuan. Proses Pembentukan Lembaga Sosial Dalam Perkembangan Keteraturan Sosial Norma dalam masyarakat dibuat untuk menciptakan keteraturan. yaitu suatu tahapan yang keajegannya terus berulang sehingga membentuk suatu pola perilaku masyarakat. akan terjadi hubungan timbal balik antara setiap anggotanya dan akan ada norma-norma yang mereka buat dan mereka taati bersama. Untuk menciptakan suatu tertib sosial dalam masyarakat. Kumpulan orang atau kerumunan dapat berubah menjadi kelompok apabila ada interaksi di antara orang-orang yang ada di dalam kerumunan tersebut dan ada ikatan emosional sebagai pernyataan bersama. Norma-norma yang ada setelah mengalami suatu proses akan menjadi bagian tertentu dari lembaga sosial. dan nilai benar-benar telah menjadi satu perwujudan dalam segala aktivitas manusia. memang diperlukan proses yang relatif panjang sehingga akhirnya terbentuk lembaga-lembaga sosial yang mengurus masing-masing kebutuhan pokok warga masyarakat yang bentuknya berbeda-beda sesuai bidangnya. Dalam kelompok tersebut. 1. dan nilainya mulai ada kesesuaian dalam masyarakat. dan ditaati dalam kehidupan sehari-hari. Adanya order. yaitu tahapan keteraturan yang mulai ada akibat adanya norma/peraturan yang baru. Mula-mula norma terbentuk secara tidak sengaja. perilaku sosial. di mana ketika norma sudah dikenal. norma.mengakibatkan terbentuknya lembaga sosial untuk mewujudkan keteraturan sosial dalam masyarakat. yaitu suatu tahapan di mana interaksi sosial. Adanya tertib sosial. kemudian lama-lama dibuat secara sadar. 2. dapat dikatakan bahwa norma sudah melembaga. Selain itu. diakui. Adanya pola. Adapun proses terbentuknya suatu keteraturan sosial adalah sebagai berikut. norma. Proses inilah yang dinamakan proses pelembagaan (institutionalization). Kerumunan itu pun berkembang menjadi kelompok-kelompokkan di dalamnya telah tumbuh ikatan persamaan kepentingan. yaitu tahapan yang masyarakatnya mulai memandang perlu/ meminta akan adanya tertib sosial itu sendiri. dihargai. persamaan senasib. di dalam kerumunan tersebut telah berkembang tujuan atau kepentingan bersama.

Kerja sama dalam suatu kesatuan sistem yang teratur akan terwujud setelah diorganisasi atau dibentuk organisasi. asas. fungsi. serta hak dan kewajiban masing-masing anggota. kedudukan. Proses Terbentuknya Organisasi Sosial Untuk mencapai tujuan dan memenuhi kebutuhannya. Pembentukan organisasi diawali oleh persekutuan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan bekerja sama dan didasarkan atas persamaan profesi. Organisasi ini nantinya berfungsi sebagai tempat untuk menampung aspirasi dari para anggota dan sebagai alat untuk mencapai tujuan. Selain itu. 3.3 Dalam suatu kelompok akan terjadi hubungan timbal balik antara anggotanya. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan antara lain berubahnya lingkungan alam. dan misi.dipatuhi. di mana di dalamnya dinyatakan secara jelas tujuan. dan ada norma yang diakui dan diikuti oleh mereka yang terlibat di dalamnya. Sumber: Koleksi editor Gambar 3. disusunlah anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dari organisasi tersebut. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat dapat direncanakan dengan perencanaan yang matang. struktur sosial yang akan mengakibatkan berubahnya pola interaksi. misi. 76 Sosiologi SMA/MA Kelas X . visi. kepentingan. E. Perubahan ini dapat terjadi dalam skala besar seperti adanya revolusi sosial. dan akibatnya senantiasa mengalami perubahanperubahan. serta berubahnya nilai dan sikap. tidak pernah berhenti dari aktivitas. visi. setiap organisasi mempunyai orang-orang yang memenuhi syarat untuk menduduki struktur organisasi tersebut. namun dapat terjadi pula dalam skala kecil. dapat juga terjadi tanpa adanya perencanaan. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN DAN DINAMIKA SOSIAL Sebagaimana kita ketahui bahwa masyarakat senantiasa bersifat dinamis. manusia harus bekerja sama dengan orang lain. Untuk mencapai tujuannya. situasi kependudukan.

gunung meletus. c. Adapun contoh-contoh perubahan lingkungan alam adalah sebagai berikut.1. produksi tanaman tertentu yang juga akan berpengaruh terhadap tingkat pendapatan. arah angin. Sumber: Tempo Gambar 3. Pergantian Siang dan Malam Berubahnya fenomena alam ini juga membawa pengaruh pada struktur aktivitas manusia. perubahan waktu. musim dingin. Pergeseran Lintasan Semu Matahari Tahunan Pergeseran lintasan semi matahari tahunan ini akan membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat. Berubahnya fenomena alam ini telah membawa pengaruh perubahan terhadap produktivitas industri es. b. Perubahanperubahan lingkungan alam ini menyebabkan manusia harus melakukan penyesuaian terhadap perubahan-perubahan itu sendiri.4 Banjir merupakan fenomena alam yang sifatnya mendadak dan temporer. iklim. yaitu aktivitas-aktivitas sosial budaya yang layak dilakukan pada siang hari dan malam hari. d. dan lain-lain. Pergantian Musim Seperti musim panas. musim gugur. Perubahan Lingkungan Alam Perubahan lingkungan alam pada dasarnya bersumber dari rotasi dan revolusi bumi sehingga mengakibatkan suatu siklus pergantian seperti musim. a. antara lain perubahan musim dan iklim yang akan berakibat pada perubahan suhu. gempa bumi. dan curah hujan sehingga mengakibatkan perubahan pola tanam bagi kegiatan pertanian. tanah longsor. perubahan siang malam. dan musim semi (di daerah iklim sedang). Perubahan yang Sifatnya Mendadak atau Bersifat Temporer Beberapa contohnya adalah banjir. Perubahan pola tanam ini juga turut membawa perubahan pada produktivitas. sedangkan di Indonesia terjadi pergantian musim hujan dan kemarau. dan pola konsumsi bagi sebagian besar umat manusia. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 77 . dan seterusnya. tekanan.

busway. dan lain-lain. Perubahan Komposisi Penduduk Komposisi penduduk adalah perbandingan-perbandingan antara kelompokkelompok penduduk. Berubahnya jumlah penduduk juga menuntut perubahan-perubahan fasilitas umum seperti jalan raya. Perubahan komposisi penduduk dapat berpengaruh terhadap perubahan-perubahan pola aktivitas manusia yang menyangkut produktivitas kerja. urbanisasi. rumah sakit. pendapatan. Dorongandorongan tersebut antara lain sebagai berikut. Bencana-bencana alam ini juga dapat mengakibatkan kerugian-kerugian yang dapat mengubah tingkat pendapatan atau pun kekayaan banyak orang. kebijaksanaan three in one pada jalur-jalur tertentu. 78 Sosiologi SMA/MA Kelas X . serta fasilitas-fasilitas yang lain.Berubahnya fenomena alam menjadi penyebab berubahnya aktivitas manusia untuk melakukan evakuasi atau pemindahan lokasi tempat tinggal serta aktivitasaktivitas penyelamatan lainnya. dan lain-lain. perumahan. b. perbandingan antara kelompok produktif dan nonproduktif. emigrasi. Misalnya. juga karena adanya mobilitas seperti imigrasi. Perubahan Jumlah Penduduk Perubahan jumlah penduduk dapat memunculkan kebijaksanaan-kebijaksanaan oleh penguasa dalam mengatasi segala permasalahannya seperti masalah kesehatan. Wujud perubahan-perubahan inilah yang merupakan dinamika kehidupan sosial budaya masyarakat. perbandingan antara pria dan wanita. pendidikan. Perubahan Persebaran Penduduk Ada banyak dorongan mengapa orang mengalami perpindahan tempat. serta komposisi penduduk menurut tingkat pendidikan. a. dan lain-lain. persebaran penduduk. Yang pasti bahwa berubahnya tingkat kepadatan penduduk akan sangat mempengaruhi berbagai pola aktivitas manusia. kantor pos. d. dan lain-lain. munculnya solusi jalan layang. munculnya rumah susun. bank. tingkat kepadatan penduduk. ruralisasi. Perubahan Situasi Kependudukan Melalui proses natalitas dan mortalitas. situasi kependudukan bersifat sangat dinamis (artinya selalu berubah-ubah). Berubahnya tingkat kepadatan penduduk akan merubah banyak hal seperti meningkatnya harga tanah. Kepadatan penduduk ini dapat berubah-ubah karena kelahiran dan kematian. dan lain-lain. c. munculnya perumahan kumuh. komposisi penduduk. Bentuk-bentuk perubahan situasi kependudukan ini antara lain terjadi pada jumlah penduduk. 2. dan kulitas penduduk. volume ekspor barang dan jasa. Perubahan Tingkat Kepadatan Penduduk Kepadatan penduduk pada dasarnya adalah bilangan yang menyatakan berapa banyaknya penduduk pada tiap-tiap kawasan di muka bumi seluas 1 km2. sekolah. masalah kemacetan lalu lintas.

efisiensi.Alasan Alasan Alasan Alasan Alasan perkawinan pendidikan mengadu nasib atau mencari pekerjaan keamanan tugas atau pekerjaan. tingkat kelahiran dan kematian. dan lain-lain. dan lain-lain. Dengan berubahnya kualitas penduduk secara sosiologis. pertumbuhan investasi. undang-undang. Contoh-contoh perubahan struktur sosial antara lain sebagai berikut. Tinjauan ini dapat diindikasikan oleh data-data kesehatan. Berubahnya personil-personil pemangku status sosial mulai dari atas sampai ke bawah. angka pendapatan perkapita. misalnya berubahnya personil presiden dan wakil presiden. Perubahan Struktur Sosial Yang dimaksud dengan struktur sosial adalah keseluruhan dari bangunan konstruksi masyarakat yang menyangkut kedudukan dan peran dari tingkat atas hingga tingkatan bawah. dan personil kabinet. Perubahan Kualitas Penduduk yang Menyangkut Kesehatan. peningkatan produktivitas kerja. percampuran kebudayaan. masalah kurs nilai mata uang. tingkat pendapatan. mengakibatkan perubahan pola interaksi. dan peraturan-peraturan pelaksanaannya. dan efektifitas kerja. yaitu masalah penyesuaian diri. akan mempengaruhi pola konsumsi. masalah pendidikan. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 79 . serta berubahnya personil-personil dari tiap-tiap kedudukan dan peran yang ada di dalam masyarakat. dan lain-lain. berubahnya pola kerja yang akan berakibat memburuk atau membaiknya situasi umum dalam masyarakat. pembauran ras. Berubahnya struktur sosial. proses sosialisasi. dan Tingkat Pendapatan Kualitas penduduk adalah keadaan secara umum mengenai tingkat kesejahteraan dan tingkat peradaban suatu masyarakat. pendidikan. dan lain-lain. d. 4. baik yang menyangkut peraturan-peraturan maupun personil-personil akan menumbuhkan banyak perubahan atau dinamika sosial seperti berubahnya kebijaksanaan. Situasi yang berubah-ubah pula meliputi masalah keamanan. pejabat tinggi negara. Pendidikan. Berubahnya undang-undang dasar. pemerataan pendapatan. Dengan berubahnya struktur sosial. angka harapan hidup. 3. Dengan berpindahnya penduduk dari satu daerah ke daerah yang lain akan mewujudkan banyak perubahan-perubahan. Perubahan Nilai dan Sikap Nilai dan sikap yang dianut dalam diri seorang individu dapat mengalami pergeseran atau perubahan akibat situasi yang dinamis.

Revolusi yang terjadi di suatu negara dapat mendorong terjadinya perubahan besar. Contoh-contoh perubahan nilai dan sikap antara lain sebagai berikut. dan lain-lain. dan lain-lain. Adanya perubahan dalam nilai sentral (nilai yang paling dipedomani seseorang) akan mengakibatkan perubahan pola perilaku. lembaga kemasyarakatan. mulai dari bentuk negara. dan lain-lain. aksi pemogokan. lebih mementingkan pendidikan. Pola keluarga besar menjadi pola asuh keluarga kecil. 80 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Hal-hal yang dapat menyebabkan munculnya perubahan-perubahan dan dinamika sosial yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri adalah sebagai berikut. demonstrasi hingga berbentuk perang saudara atau suatu kudeta. Akibat dari gerakan sosial ini akan memunculkan pembaharuan tatanan kehidupan dalam masyarakat. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan dan dinamika sosial dalam masyarakat dapat juga diklasifikasikan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. dan seterusnya. yaitu perubahanperubahan yang berlangsung relatif cepat yang menyangkut bidang-bidang kehidupan yang sangat mendasar. Adapun penjabaran faktor-faktor internal dan eksternal yang menyebabkan perubahan dan dinamika sosial itu sebagai berikut. sampai pada keluarga-keluarga yang mendiami negara tersebut. Gerakan sosial ini dapat berupa tuntutan-tuntutan. yaitu penemuan baru yang belum diterima oleh kalangan luas masyarakat dan belum diaplikasikan dalam bentuk penerapan teknologi. Tidak gemar menabung menjadi gemar menabung. Penemuan baru ini dapat berupa discovery dan invention. yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat dan dari luar masyarakat itu sendiri. Pandangan terhadap masa lampau menjadi berpandangan pada masa yang akan datang. Gerakan Sosial (Social Revolution) Gerakan sosial adalah akumulasi dari kehendak sebagian warga masyarakat untuk melakukan perubahan-perubahan yang bersifat fundamental dalam suatu masyarakat. masalah penegakan hukum. protes. orang menjadi gemar menabung. Menganggap pendidikan tidak penting menjadi pendidikan sangat penting. misalnya adalah masalah pemerintahan. masalah keadilan. Penemuan Baru (Invention dan Discovery) Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan manusia melakukan berbagai macam penelitian hingga menghasilkan sesuatu yang baru. sangat berhati-hati karena keamanan memburuk. Gerakan sosial ini sering disebut revolusi sosial.masalah kesehatan. Discovery. Faktor Internal Yaitu faktor penyebab yang berasal dari dalam masyarakat sendiri. Misalnya. a. masalah personil pejabat negara.

yaitu iklim masyarakat yang aman. Untuk keberhasilan pelaksanaan pembangunan. menerima. Kemudian. diperlukan beberapa syaratsyarat sebagai berikut. Adanya dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. suatu program pembangunan tidak akan tercapai meskipun ada perencanaan yang baik. Perencanaan pembangunan yang baik adalah perencanaan pembangunan yang penyusunannya melibatkan partisipasi seluruh lapisan dan golongan sehingga akan sesuai dengan nilai-nilai kemampuan. nilai-nilai kebudayaan masyarakat. dan nilai-nilai budaya masyarakat. dan tertib sehingga semua program pembangunan dapat berjalan dengan lancar dan selamat. maka yang buruk adalah perencanaan pembangunannya. perencanaan pembangunan ini dirumuskan oleh MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) yang merupakan penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia dalam sebuah perencanaan yang disebut GBHN (Garisgaris Besar Haluan Negara). baik alat maupun gagasan yang diciptakan seseorang. Invention. Invention ini seringkali akan mengakibatkan munculnya berbagai macam inovasi terutama di bidang teknologi. Sebaliknya. nilai-nilai kebutuhan.Tetapi penemuan baru ini telah menunjukkan sesuatu kebenaran yang belum pernah ada yang diperoleh melalui suatu penelitian atau suatu penjelajahan. Selanjutnya GBHN ini akan diserahkan kepada Presiden selaku Mandataris MPR untuk dilaksanakan selama lima tahun ke depan. Discovery dapat terwujud dalam bentuk penemuan unsur kebudayaan. maka yang terjadi adalah hambatan-hambatan dalam setiap segi pelaksanaan pembangunan. pelaksanaan pembangunan yang baik adalah pelaksanaan pembangunan yang telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun tersebut. Adanya stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. Apabila dalam suatu pelaksanaan pembangunan telah dilaksanakan persis seperti rencananya tetapi belum menunjukkan hal-hal yang baik seperti yang diinginkan. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 81 . Di Indonesia. apabila situasi keamanan terganggu. Perencanaan Perubahan (Pembangunan) Pada masyarakat modern. Discovery akan menjadi invention apabila masyarakat sudah mengakui. Adanya perencanaan yang baik. kebutuhan. perubahan-perubahan yang diidealkan pada masa yang akan datang telah disusun dalam suatu perencanaan perubahan yang disebut pembangunan. nyaman. yaitu penemuan baru yang telah diterima oleh kalangan luas masyarakat dan telah diaplikasikan dalam bentuk teknologi baru yang bermanfaat bagi orang banyak. Tanpa adanya dukungan. yaitu perencanaan yang sesuai dengan kemampuan. dan menciptakan penemuan baru tersebut.

Faktor eksternal Yaitu faktor penyebab perubahan yang berasal dari luar masyarakat. dan antara individu dengan individu. hal ini terlihat misalnya dalam hal pergaulan. antara kelompok dengan kelompok. sistem bagi hasil. antara lain: Pengaruh Kebudayaan Lain Melalui proses interaksi antarindividu maupun antarkelompok antara bangsa yang satu dan bangsa yang lain akan mengakibatkan akulturasi. Sebaliknya. Dengan begitu. generasi tua justru tidak begitu saja menerima unsur kebudayaan tersebut. asimilasi. Hal ini mempengaruhi lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada. proses percampuran kebudayaan berjalan secara damai dan sukarela. Generasi muda lebih mudah menerima unsur-unsur kebudayaan baru. dalam hal ini adalah presiden hingga seluruh jajaran aparatur negara. b. Bertambah atau berkurangnya penduduk. percampuran-percampuran itu sungguh-sungguh 82 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Berkurangnya penduduk karena perpindahan penduduk ke daerah lain juga menyebabkan kekosongan pada lapangan pekerjaan. proses percampuran ini lebih bersifat menyempurnakan. Pertentangan antara generasi muda dengan generasi tua merupakan contoh pertentangan antara kelompok dengan kelompok. Ciri-ciri akulturasi kebudayaan antara lain: corak kebudayaan setempat yang mengalami percampuran masih tampak sifat-sifat khasnya. Akulturasi Kebudayaan Yaitu proses bercampurnya dua kebudayaan atau lebih secara damai dan sukarela. Pertentangan dalam masyarakat di antara individu dengan kelompok.Adanya optimalisasi pencapaian pelaksanaan pembangunan oleh penguasa. terutama percampuran antara kebudayaan setempat dan kebudayaan asing yang bersifat melengkapi atau menyempurnakan. Asimilasi Kebudayaan Yaitu proses percampuran dua kebudayaan atau lebih yang berlangsung sangat panjang dan akrab sehingga dapat membuat corak kebudayaan khasnya menjadi luntur sama sekali sehingga sulit untuk dikenali. Pertambahan penduduk membuat masyarakat pun mulai mengenal hak milik seseorang atas tanah. dan sewa tanah. Proses asimilasi kebudayaan merupakan proses percampuran yang terbaik karena tidak ada unsur paksaan dan terjadi dalam suatu hubungan yang sangat harmonis. Hal ini juga menyebabkan perubahan dan dinamika sosial budaya. dan penetrasi kebudayaan. serta proses percampuran kebudayaan ini merupakan percampuran antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan asing.

1. Perubahan-perubahan lingkungan alam ini mendorong manusia untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian agar dapat bertahan hidup. meluasnya budaya masyarakat penjajah. penjajahan ekonomi. Jelaskan bagaimana pengaruh lingkungan alam terhadap perubahan sosial dan budaya. Jelaskan bagaimana solusinya! 3. terjadi pengikisan budaya lokal. misalnya dalam hal mata pencarian. Gempa bumi. hubungannya sangat akrab atau intim. angin topan. dan corak kebudayaan khas menjadi luntur sehingga membentuk corak budaya yang baru yang merupakan perpaduan dari hasil percampuran tersebut. Berikan dua buah contoh bahwa perubahan sosial dalam masyarakat terjadi akibat perubahan nilai dan sikap! Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 83 . tetapi juga melahirkan perubahan-perubahan dalam masyarakat. atau melalui sistem religi atau agama dan kepercayaan. Penetrasi budaya ini terjadi dari budaya masyarakat yang kuat kepada budaya masyarakat yang lemah. Perubahan yang direncanakan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat. wilayahnya saling berdekatan. dan banjir besar termasuk bencana yang tidak hanya ikut merubah lingkungan alam. Setiap perubahan sosial mesti terdapat pihak-pihak yang dirugikan dan pihak-pihak yang diuntungkan. Pengaruh Lingkungan Alam Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa alam senantiasa mengalami perubahan-perubahan dalam bentuk siklus yang teratur maupun siklus yang tidak teratur. Tipe-tipe penetrasi budaya dapat berlangsung melalui penjajahan fisik. seseorang yang tinggal di daerah pantai meninggalkan daerahnya ke daerah pertanian karena bencana banjir. Jelaskan bagaimana membuat perencanaan perubahan yang baik! 4. Penetrasi Kebudayaan Yaitu proses percampuran dua kebudayaan atau lebih.dikehendaki oleh semua pihak. Ia pun menyesuaikan dirinya dengan menjadi petani. penindasan. Ciri-ciri asimilasi kebudayaan antara lain: proses percampurannya berlangsung dalam waktu yang sangat panjang. Ciri-ciri penetrasi kebudayaan antara lain: proses percampurannya melalui suatu pemaksaan. atau pun penjajahan. serta berikan contoh-contohnya! 2. dan sifat-sifat khas dari budaya setempat menjadi luntur bahkan hilang sama sekali hingga sangat sulit untuk dikenali. tetapi melalui pemaksaan. Misalnya.

misalnya macetnya proses pemasaran. Dalam interaksi yang dilakukan. proses kerja sama. Kerja sama inilah yang mendorong terbentuknya suatu sistem norma sosial yang baku dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Dalam interaksi yang dilakukannya. dan dasar-dasar dari norma agama. interaksi sosial merupakan sarana yang sangat fundamental untuk membentuk karakter dan perilaku setiap individu. Peperangan ini sering kali akan memunculkan implikasi yang negatif. INTERAKSI SOSIAL DAN KETERATURAN SOSIAL Dalam membangun terciptanya keteraturan sosial dalam dinamika kehidupan sosial. budi pekerti. manusia akan melakukan kerja sama. kesopanan. Peperangan dengan negara lain juga dapat menyebabkan perubahan. individu akan memahami norma-norma sosial sekaligus dapat mematuhinya. sekolah merupakan media kedua yang sangat strategis untuk menyelenggarakan interaksi sosial yang terarah dan untuk menciptakan warga masyarakat yang berkualitas secara intelektual. distribusi tenaga kerja. dan lain-lain sehingga akan menimbulkan perubahanperubahan yang lebih bersifat destruktif. pengiriman bahan baku. F. Terjadinya kerja sama antara individu-individu atau antara kelompok-kelompok dalam interaksi sosial merupakan bentuk adanya keteraturan sosial dalam masyarakat.5 Kerja sama diperlukan untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu. Interaksi sosial terjadi pertama kali dalam lingkungan keluarga dan kerabat. di mana seringkali negara yang menang akan memaksakan kebudayaannya terhadap negara yang kalah. Sumber: Indonesia Indah Gambar 3.Peperangan Yang dimaksud dengan peperangan adalah konflik atau pertikaian antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain di luar batas-batas negara. Di sisi lain. 84 Sosiologi SMA/MA Kelas X . sangat diperlukan peranan orang tua dalam rangka membentuk generasi muda yang memahami norma-norma kesusilaan.

Interaksi sosial yang berlansung positif akan mengarah pada kerja sama. bahasa. keteraturan sosial di tengah keragaman masyarakat pun akan tercipta. Keteraturan sosial menjadi idaman semua orang. Agar interaksi sosial berlangsung positif. dan adat istiadatnya. budaya. Artinya. kita pun harus dapat menciptakan keteraturan sosial di tengah-tengah keragaman tersebut. Kemajemukan ini pasti akan mendorong pula terjadinya keragaman dalam interaksi sosial. Sebagai individu. Seperti kita ketahui bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk dalam hal suku. Menurutmu komponen-komponen apakah yang perlu dibenahi dan bagaimana solusinya? Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 85 . jika ada keteraturan sosial dalam masyarakat. Kepentingankepentingan tersebut dapat terpenuhi secara wajar tanpa adanya konflik dengan pihak lain. kita pun sebagai anggota masyarakat harus mematuhi norma-norma yang berlaku dan saling menghormati satu sama lain. Ketika kita sudah memahami dan mematuhi nilai dan norma yang berlaku. sebaliknya jika berlangsung negatif akan mendatangkan konflik. hal tersebut harus diciptakan oleh masing-masing individu yang hidup dalam masyarakat. Dengan sendirinya. Coba amatilah perilaku sosial dari seluruh komponen sekolah dan buatlah deskripsinya secara ringkas! 2. interaksi yang kita hasilkan pun akan mengarah pada kerja sama dan berlangsung positif.Interaksi sosial merupakan bentuk umum dari proses sosial. diperlukan adanya keteraturan sosial. Oleh karena itu. agama. Untuk mewujudkan keteraturan sosial. 1. hubungan sosial yang muncul pun akan bersifat dinamis di mana ada timbal balik dan saling mempengaruhi dalam hubungan tersebut. Proses sosial sendiri muncul karena adanya hubungan-hubungan yang terjadi di antara manusia yang bersifat dinamis. karena keteraturan sosial dapat menjamin semua kepentingan. baik individu maupun kelompok. Keteraturan sosial di dalam masyarakat tidak akan terjadi dengan sendirinya. Bagaimana menciptakan keteraturan sosial di lingkungan sekolahmu? 3. interaksi sosial bagi seorang anak sangat penting dalam membentuk karakter sosial yang baik dan mampu menghasilkan calon-calon warga masyarakat yang baik.

Terwujudnya keamanan dan ketertiban akan menjamin kelancaran roda pemerintahan dan terciptanya stabilitas nasional yang mantap. yaitu membentuk suatu geng yang mengarah pada akumulasi tenaga Sosiologi SMA/MA Kelas X . Dalam konteks ini peranan aparat keamanan lebih strategis dan lebih penting daripada peranan rakyat biasa sebagai warga masyarakat. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Bagaimana solusi menciptakan kamtibmas di lingkungan kalian? MENGELIMINIR BUDAYA TAWURAN P 86 ada pergaulan remaja terutama di lingkungan sekolah. Setujukah kalian dengan pendapat pada alinea terakhir bacaan di atas? Jelaskan disertai dengan data-data pendukung! 2. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. anak-anak membentuk suatu kelompok-kelompok bermain dengan ekses negatif. diperlukan perhatian dari semua pihak. Untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban di dalam masyarakat. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1.MEWUJUDKAN KAMTIBMAS DALAM MASYARAKAT K eamanan dan ketertiban merupakan sesuatu yang sangat mahal harganya yang dapat mempengaruhi kelancaran proses interaksi antarwarga masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya. baik aparat keamanan (tentara dan kepolisian) maupun semua warga masyarakat sebagai komponen bangsa.

Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 87 . Kejadian ini sering kali dilakukan setelah usai sekolah atau bahkan meninggalkan jam pelajaran untuk berkelahi dengan kelompok yang lain. Mengapa justru budaya tawuran sangat rentan pada anak-anak usia remaja? 3. mata pencariannya. Tindakan ini di satu sisi memang menjadi sarana pergaulan untuk menyerap pengetahuan dan keterampilan dari satu pihak kepihak yang lain. Proses inilah yang dimaksud dengan proses perubahan sosial dan budaya yang dalam kurun waktu yang panjang disebut dinamika sosial budaya. Sebagai hasil proses interaksi sosial. Bagaimana cara-cara untuk mencegah terjadinya tawuran? INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Setiap masyarakat terdiri dari individu-individu yang bersifat heterogen. baik antaranggota masyarakat dalam suatu masyarakat atau pun antarmasyarakat yang berbeda struktur budayanya. serta budaya-budaya baru yang diperoleh dari orang lain atau dari masyarakat yang lain. setiap orang dalam masyarakat akan mendapatkan pengetahuan. Proses ini telah mendorong orang untuk memperbaiki atau merevisi hidupnya termasuk kebudayaannya seperti pola pikirnya. dan sebagainya. nilai-nilai. Keadaan ini telah mendorong secara naluriah bagi tiap-tiap individu untuk bekerja sama dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. perumahannya. artinya masing-masing individu mempunyai latar belakang sosial ekonomi yang sangat berbeda-beda. Ada kalanya kelompok yang satu bertemu dengan kelompok yang lain dan timbul masalah yang sifatnya relatif sepele. maka terjadi perkelahian di antara kedua geng tersebut. Proses pemenuhan kebutuhan ini dilakukan melalui interaksi sosial yang berlangsung terus-menerus. Bagaimana pendapat kamu tentang kerugian akibat adanya tawuran? 2. Tetapi seringkali muncul sebagai kelompok-kelompok fisik yang cenderung mengembangkan budaya tawuran dengan kelompok yang lain. Pertanyaan: 1.fisik untuk mempertahankan kepentingan kelompoknya.

Sebutkan bentuk-bentuk kerja sama seperti apa yang kamu alami ketika kamu masih anak-anak? 4. akan terjadi proses pemindahan nilai-nilai pengetahuan dan keterampilanketerampilan dari pihak yang satu kepada pihak yang lain sehingga menimbulkan perubahan-perubahan. senasib. 3. Mengapa perubahan sosial budaya suatu bangsa perlu direncanakan secara saksama dalam waktu sebelumnya? Jelaskan alasanmu! 1. individu dengan kelompok individu. Dengan terbentuknya suatu masyarakat. Dengan interaksi sosial. Dinamika sosial pada hakikatnya merupakan keseluruhan perubahan dari seluruh komponen masyarakat dari waktu ke waktu. Faktor-faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial Sugesti Simpati Imitasi Motivasi Identifikasi Empati 5. 2. Jelaskan bagaimana kaitan antara interaksi sosial dan dinamika sosial budaya? 3. Di dalam dinamika sosial. yaitu seperasaan. Bagaimana peranan norma dan nilai dalam proses interaksi sosial? 2. dan hubungan antara kelompok individu dengan kelompok individu. Apa sajakah yang dapat diperoleh bagi seseorang melalui proses interaksi sosial dengan individu yang lain. seluruh elemen masyarakat beserta dengan perangkat-perangkatnya saling berinteraksi dan mempengaruhi sehingga mewujudkan suatu gerak dari keseluruhan komponen yang ada di dalam masyarakat. maka terbentuk pula community sentiment. dan sepenanggungan yang muncul di dalam 88 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Dinamika sosial dapat berupa perubahan-perubahan yang positif maupun yang negatif. baik dalam satu masyarakat atau pun antarmasyarakat? 5. Interaksi sosial merupakan komponen yang paling dasar dalam mewujudkan suatu dinamika sosial dan budaya di dalam masyarakat. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dengan individu.Pertanyaan: 1. 4.

Kelompok diawali degnan orang-orang yang berkerumun dan berinteraksi. Proses pembentukan lembaga sosial dalam perkembangan keteraturan sosial tertib sosial keajegan order pola perilaku 8. dalam kelompok tersebut telah terjadi hubungan timbal balik dan ada norma-norma yang dipatuhi oleh masingmasing anggota. Interaksi sosial yang mengarah pada kerja sama dengan sendirinya akan menciptakan keteraturan sosial. Proses terbentuknya kelompok. Kerja sama ini dapat didasari oleh adanya persamaan profesi. Ada hubungan timbal balik antara interaksi sosial dan keteraturan sosial. Proses terbentuknya organisasi sosial. a. kehidupan bersama dalam masyarakat akan terbangun dengan kokoh. 9. Faktor eksternal Pengaruh kebudayaan lain Pengaruh lingkungan alam Peperangan 11. suatu kerumunan dapat dikatakan telah menjadi kelompok. Dengan community sentiment ini. dan misi. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 89 . Jika di dalamnya telah tumbuh ikatan persamaan kepentingan. persamaan senasib. persepsi atau tujuan. Terbentuknya organisasi diawali oleh persekutuan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan bekerja sama. Selain itu. dibentuklah lembaga-lembaga sosial yang mengurus kebutuhan mendasar dari setiap warga masyarakat. Untuk mewujudkan kehidupan di masa depan yang lebih baik. 6. perubahan dan dinamika sosial juga disebabkan oleh dua faktor.hati setiap warga masyarakat. Faktor-faktor penyebab perubahan dan dinamika sosial Perubahan lingkungan alam Perubahan situasi kependudukan Perubahan struktur sosial Perubahan nilai dan sikap Selain faktor-faktor di atas. yaitu faktor internal dan faktor eksternal. 10. kepentingan. visi. Faktor internal Gerakan sosial (sosial revolution) Penemuan baru (invention dan discovery) Perencanaan perubahan pembangunan b. Hubungan antarstatus Hubungan kekeluargaan Hubungan antarkepentingan Hubungan persahabatan 7.

. akulturasi C. . B. . ada pelaku dan dimensi waktu C. asimilasi 90 Sosiologi SMA/MA Kelas X D. A. C. tipe status D. misalnya gelar ningrat yang dapat disebut dengan . ada tujuan yang hendak dicapai dan simbol D. . akomodasi C. kompetisi E. dalam proses sosial tersebut seseorang yang cenderung menanggapi anjuran tertentu dari pihak lain tanpa berpikir panjang pada individu penerima disebut . ada pelaku dan tata nilai 2. akulturasi . A. status sosial dapat diperoleh melalui faktor keturunan atau kelahiran. adapun contoh bentuk kerja sama antara lain . . . . ascribed status E. ada kontak sosial dan komunikasi B. akomodasi E. . kompetisi B. Interaksi sosial dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. coercion B. Interaksi sosial dapat berlangsung bilamana memenuhi syarat antara lain . empati E. Interaksi sosial dapat dinamakan proses sosial. . A. A. assigned status B. Salah satu bentuk proses sosial asosiatif antara lain kerja sama. achieved status 3. D atau E! 1. asimilasi 5. .Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. . sosial status C. . . ada tindakan dan norma sosial E. . A. sosialisasi D. simpati C. . Status sosial dapat mempengaruhi pola interaksi sosial. imitasi B. sugesti 4. salah satu bentuk proses yang disosiatif antara lain . identifikasi D.

nilai kebenaran. 2. Tingkah laku Budi tersebut merupakan contoh tindakan sosial . merupakan alat pendorong dan pemersatu 3. . dan 5 C. instrumental Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 91 . 1. 3. . . dan 5 B. Dr. Budi selalu bersikap sopan. . nilai material. 2 dan 3 E. 1. dan 3 D. nilai intelektual 5. dapat ditularkan 4. nilai religius. nilai watak 2. toleransi di antara mereka 4. 5 dan 1 C. mempunyai pengaruh yang berbeda Pernyataan di atas yang merupakan ciri-ciri nilai sosial adalah . Macam-macam nilai sosial: 1. . 3 dan 4 9. nilai vital Uraian di atas. yang termasuk nilai sosial menurut Prof. . A. irasional D. 1. 4. . 4. 1 dan 2 D. A. 1.6. 3. A. nilai kejasmanian. . . dan 5 B. nilai kebaikan 3. 1. perbedaan ekstrem latar belakang budaya 5. sebagai petunjuk arah dan pemersatu 2. Notonegoro adalah . dan 3 D. . 2. nilai ekonomi. Suatu proses sosial asimilasi dapat berjalan dengan lancar. tradisional B. . dan 4 E. afektif E. terisolasinya golongan tertentu Pernyataan di atas yang benar adalah . dan 4 E. 4. 1. dan 5 C. nilai keindahan 4. 2. dan 5 8. salah satu faktorfaktor yang dapat mempengaruhi antara lain . hormat. . . 3. . terbentuk melalui proses belajar 5. 2. . persamaan unsur-unsur kebudayaan 2. 3. 2. 2. rasional C. kesempatan di bidang ekonomi yang seimbang 3. Perhatikan pernyataan di bawah ini! 1. 2. 4 dan 5 B. 1. A. dan patuh kepada kedua orang tuanya. dan 4 7.

. 1. Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu. 1. Dalam suatu kehidupan masyarakat. sistem nilai yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat D. dan 4 B. keteraturan sosial dapat terbentuk dikarenakan adanya . dan 5 11. kerja sama membangun perusahaan 2. . pengaturan kegiatan bersama dengan baik 3. ketaatan masyarakat terhadap norma sosial yang berlaku E. imitasi B.10. . penerima C. dan 3 C. . A. Suatu sistem norma yang mengatur segala tindakan manusia dalam memenuhi kebutuhan pokoknya dalam hidup bermasyarakat disebut . antara lain . persaingan tidak sehat mencapai prestasi terbaik 4. dan 5 E. 2. A. sumber 13. . 4. ras dan keturunan E. latar belakang pendidikan 12. . norma sosial E. norma-norma sosial beserta sanksi-sanksi bagi yang melanggar C. Faktor penyebab terjadinya perbedaan nilai yang menjadi orientasi tindakan individu dalam masyarakat adalah . dan kelompok dengan individu. Faktor yang mempengaruhi terjadinya interaksi sosial adalah . . . antara kelompok dengan kelompok. perselisihan dengan cara yang kasar Dari contoh interaksi sosial di atas. 3. pranata sosial B. 4. kontak D. . . . tempat dan kebudayaan C. Perhatikan contoh bentuk-bentuk interaksi sosial berikut! 1. kondisi masyarakat yang mau menerima norma-norma sosial 15. custom C. 3. waktu dan tempat B. folkways 14. . penyebaran rasa benci untuk menjatuhkan orang lain 5. Dalam kehidupan masyarakat terdapat perbedaan tentang nilai-nilai yang mereka anut disebabkan adanya perbedaan-perbedaan. dan 5 D. 92 Sosiologi SMA/MA Kelas X . kepribadian dan sikap D. 2. A. yang bersifat disosiatif adalah . . . . . komunikasi E. A. keselarasan antara interaksi dengan norma dan nilai sosial yang berlaku B. 2. . A. sistem sosial D. 2. .

adapun salah satu cirinya . kemampuan pengetahuan. norma sosial. kerja sama 19. norma-norma sosial tersebut mempunyai sanksi-sanksi E. keajegan C. dan anggota masyarakat seluruhnya E. proses sosial. tertib sosial E. asosiatif E. individu. pola D. keteraturan sosial 17. A. D. dan nilai yang berlaku dalam masyarakat 20. kemauan. kemampuan. norma-norma sosial tersebut diterima secara mantap C. Proses yang cenderung bersatu dan meningkatkan solidaritas anggota-anggota kelompok merupakan bentuk proses . . . . . sebagian besar masyarakat menerima norma tersebut B. . Keteraturan sosial merupakan hubungan selaras antara . . . sistem sosial D. Masyarakat dapat dinyatakan telah mencapai kondisi tertib. kebiasaan kebiasaan. struktur sosial E. interaksi sosial. proses sosial C. keinginan. A. A. . . . dan interaksi anggota masyarakat D. E. adanya tata nilai tertentu yang dipakai oleh masyarakat D. A. . B. kebudayaan. order B. C. terdapat suatu sistem nilai dan norma yang jelas 18. status sosial B.A. kepribadian. fasilitas kondisi lingkungan. pengalaman. akomodasi C. kelompok. sosialisasi dan komunikasi antarindividu dalam kelompok C. . lingkungan. . Suatu kondisi masyarakat yang teratur di mana sistem norma dan nilai-nilai sosial yang berkembang diakui dan dipatuhi seluruh anggota masyarakat sehingga berbentuk pembagian kerja dan pranata sosial dalam setiap individu atau kelompok disebut . disosiatif D. norma dan tata tertib yang berlaku dalam masyarakat B. kelas sosial Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 93 . . tujuan. tujuan. motivasi. struktur sosial. Interaksi sosial merupakan dasar dari terjadinya . kompetisi B. tata nilai 16. A. perencanaan tata nilai. harapan. .

Bagaimana upaya menciptakan keteraturan sosial di dalam masyarakat? 10. Apa sumbangan dari adanya keteraturan sosial terhadap pembangunan bangsa? jelaskan! 94 Sosiologi SMA/MA Kelas X .Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Mengapa berubahnya lingkungan alam dapat menyebabkan perubahan dan dinamika sosial? 5. Apa yang dimaksud dengan penetrasi kebudayaan? 8. Sebutkan bentuk-bentuk dari perubahan situasi kependudukan! 6. Jelaskan proses terbentuknya suatu lembaga! 2. Apa yang dimaksud dengan struktur sosial? 7. Apa yang dimaksud keteraturan sosial? 9. Karakteristik apa saja yang menandai adanya hubungan antarstatus? 4. Sebutkan faktor-faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial! 3.

Menghubungkan pembentukan kepribadian dengan kebudayaan. Kepribadian bersifat abstrak yang perwujudannya dapat dilihat melalui beberapa aspek yang ada pada tiap-tiap individu seperti perangai. pengendalian emosi. struktur budaya. termasuk sistem nilai dan norma yang dipedomani oleh warga masyarakat. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 95 . kegemaran. Setelah individu mencapai usia dewasa. prakarsa. dan tanggung jawab yang tampak sehari-hari. Bersamaan dengan proses sosialisasi berlangsung pula proses pembentukan kepribadian individu. seseorang akan mendapatkan pengetahuan-pengetahuan tentang struktur masyarakat. Kepribadian terbentuk dari perpaduan antara faktor intern yang berupa warisan biologis dan faktor ekstern yang berupa pengaruh-pengaruh dari lingkungan di luar diri individu. Sebagaimana kita ketahui bahwa kepribadian merupakan gambaran umum yang menyeluruh dari perilaku yang khas yang dimiliki seseorang. Melalui proses sosialisasi. kerja sama. Bagaimanakah sosiologi yang kamu jalankan mempengaruhi kepribadianmu? Coba ikuti bab berikut ini. Sumber: Koleksi Editor P roses sosialisasi pada dasarnya merupakan proses belajar berinteraksi yang dilakukan oleh seorang individu di tengahtengah masyarakat dalam rangka menyesuaikan diri dengan tata pergaulan dalam masyarakat. Mendeskripsikan hubungan sosialisasi dengan kepribadian.SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan sosialisasi dan pembentukan kepribadian. kepribadian terbentuk secara stabil yang dapat terlihat melalui perilaku-perilaku yang khas.

Play Group.Sosialisasi Primer Sosialisasi Sekunder Ciri-ciri Fisik Tingkat Intelegensi Warisan Biologis Bakat-bakat Seni Proses Sosialisasi Media Sosialisasi Keluarga. Lingkungan Pendidikan. Media Massa Sifat-sifat Khas Kepribadian Otoriter Peralihan Normatif 96 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Mempunyai fungsi mengatur dan membatasi perilaku warga masyarakat a. jelas. Selanjutnya tata nilai ini akan diaktualisasikan dalam bentuk norma-norma sosial yang lebih bersifat eksplisit dan dilengkapi dengan sanksi. norma dibuat untuk melaksanakan nilai 2. Nilai-nilai sosial ini merupakan aktualisasi dari kehendak masyarakat mengenai segala sesuatu yang dianggap benar dan baik. Terbentuk lebih dulu daripada norma 2. Nilai Sosial Setiap masyarakat mempunyai sistem tata kelakuan dan hubungan sendiri-sendiri. nilai dan norma seperti dikatakan mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses sosialisasi yang dilakukan oleh seorang individu. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 97 . Nilai Sosial 1. Telah dilengkapi dengan sanksi 4. Bisa tertulis. 1. Perbedaan Nilai dan Norma Sosial Secara mendasar. Sistem nilai dan norma tumbuh dan berkembang melalui proses yang relatif panjang dan terseleksi sehingga norma dan nilai merupakan segala sesuatu yang dianggap baik dan benar dan dijadikan pedoman untuk menyatakan benar atau tidaknya suatu perbuatan yang dilakukan orang di tengah-tengah masyarakat. Bersifat konkret (nyata. Sistem inilah yang disebut tata nilai. Berdasarkan uraian tersebut.A. bisa tidak tertulis 5. Terbentuk setelah adanya nilai. Tidak tertulis 5. Agar nilai-nilai sosial ini dapat dilaksanakan oleh warga. Penjelasan secara lengkap mengenai nilai sosial dan norma sosial termasuk peranannya secara detail akan dijabarkan pada uraian berikut ini. perintah-perintah. dan larangan-larangan. norma-norma sosial dibentuk dengan isi. dan tegas) 3. Mempunyai fungsi sebagai pedoman perilaku warga masyarakat Norma Sosial 1. PERANAN NILAI DAN NORMA SOSIAL DALAM PROSES SOSIALISASI Tiap-tiap masyarakat mempunyai sistem nilai dan norma yang berbeda-beda. Bersifat abstrak (samar-samar) 3. Belum dilengkapi sanksi 4. perbedaan nilai dan norma dalam penerapan pengaturan tertib sosial dalam masyarakat adalah sebagai berikut.

hukum. hemat. sedangkan di masyarakat lain menganggap kedua hal tersebut “tidak penting” atau dianggap sebagai gejala materialisme. patokan-patokan. Dilihat dari sudut perilaku masyarakat. 98 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Ada masyarakat yang amat mementingkan bentuk. bersahaja. dan keyakinan-keyakinan yang dianut oleh orang banyak dalam lingkungan suatu kebudayaan tertentu mengenai apa yang benar. Menurut Soleman (1990:63). yang benar dan salah. kita sudah mempunyai gambaran bahwa nilai adalah sesuatu yang baik yang selalu diinginkan. Nilai sosial sendiri adalah penghargaan yang diberikan masyarakat kepada segala bentuk sesuatu yang baik. beriman. dan berguna berdasarkan ukuran yang berlaku dalam masyarakat. penting. pantas. Nilai sosial secara umum dapat dinyatakan sebagai keyakinan relatif kepada yang baik dan buruk. dan orang perorangan. rajin. nilai juga bisa berbeda-beda antara masyarakat yang satu dengan lainnya. dan baik untuk dikerjakan. kepada apa yang seharusnya ada. tawakal. Setelah nilai sosial terseleksi dan berupa sesuatu yang telah dinyatakan benar dan baik. serta dianggap benar dan penting oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat. suatu masyarakat menjunjung tinggi anggapan tentang waktu adalah uang dan kerja keras. sholeh dan sholehah. Dengan demikian. Masih banyak pendapat-pendapat mengenai nilai sosial antara lain yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh berikut ini. dicita-citakan. Seperti halnya norma. anggapan-anggapan. nilai sosial adalah segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-citakan oleh warga masyarakat. merumuskan bahwa nilai sosial adalah asumsi-asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang benar dan apa yang penting. sikap lahiriah yang sopan. dan apa yang seharusnya tidak ada. Green. ide. nilai juga bisa diartikan sebagai sesuatu (tindakan) yang dianggap baik. benar. dapat dikatakan nilai adalah hasil penilaian atau pertimbangan moral. Young. Contoh-contoh nilai antara lain jujur. dan lain-lain. atau diperhatikan.Pengertian Nilai Sosial Pada dasarnya. mengatakan bahwa “Nilai-nilai juga memberikan perasaan identitas masyarakat dan menentukan seperangkat tujuan yang hendak dicapai”. melihat nilai sosial sebagai kesadaran yang berlangsung secara relatif dan disertai emosi terhadap objek. Masyarakat Indonesia sendiri pada umumnya menilai pentingnya “gotong royong” dan “hubungan kekerabatan”. dan tutur kata yang ramah. pantas dan mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan dan kebaikan hidup bersama. Misalnya. dilaksanakan. Pengertian tersebut dipertegas oleh Polak (1985:30). luhur. adil. yang mengatakan bahwa nilai atau values dimaksudkan sebagai ukuran-ukuran.

Nilai vital adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan kegiatan atau aktivitasnya. Nilai keindahan yang bersumber pada unsur rasa manusia (estetika). yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari. rasio.Woods. Ciri-ciri Nilai Sosial Secara universal nilai sosial mempunyai karakteristik sebagai berikut. Tolok ukur yang dipakai memberi nilai (penghargaan) tertentu. budi). yaitu sebagai berikut. Tolok Ukur Nilai Sosial Setiap nilai sosial pada suatu masyarakat mempunyai tolok ukur yang berbeda-beda. Nilai material adalah segala benda yang berguna bagi jasmani manusia. Nilai religius ini bersumber pada kepercayaan/keyakinan manusia. yaitu daya guna fungsional yang dirasakan secara nyata oleh masyarakat. tolok ukur nilai ini tidaklah jauh berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain. DR. Dapat disebarluaskan melalui pergaulan. Nilai kebaikan atau nilai moral yang bersumber pada unsur kehendak/ keamanan (karsa. Dikatakan “daya guna fungsional” karena setiap obyek dihargai menurut fungsinya dalam struktur dan sistem masyarakat yang bersangkutan. Nilai kebenaran (kenyataan) yang bersumber dari akal manusia (cipta. Tetapi secara universal. Terbentuk melalui proses belajar. Jenis-jenis Nilai Sosial Menurut Prof. nilai dapat dibagi menjadi tiga bagian. Nilai religius yang merupakan nilai ketuhanan. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 99 . Terbentuk dari hasil interaksi sosial antarwarga masyarakat. Merupakan faktor pembentuk pribadi seseorang. penghargaan yang diberikan berbeda-beda tergantung pada besar kecilnya fungsi. etik). yaitu sebagai berikut. Jadi. Merupakan hasil seleksi dari berbagai macam aspek kehidupan di dalam masyarakat. menyatakan bahwa nilai sosial merupakan petunjuk-petunjuk umum yang telah berlangsung lama. Nilai kerohanian adalah segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Nilai kerohanian dapat dibedakan menjadi empat macam. Berbeda-beda antara kebudayaan yang satu dengan yang lain. Notonegoro. baik positif maupun negatif. kerohanian yang tertinggi dan mutlak. Dapat mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap setiap orang dalam masyarakat.

Dalam berinteraksi inilah terjadi berbagai macam pengaruh. Norma sosial dibuat berisi perintah dan larangan yang dilengkapi dengan sanksi dengan maksud agar dapat dipatuhi sehingga warga masyarakat dapat berperilaku secara baik sebagaimana nilai-nilai yang ada. baik tertulis maupun tidak tertulis yang ada dan berlaku di dalam masyarakat untuk mengatur hubungan dan pengaruh timbal balik antaranggota masyarakat dalam melakukan aktivitas sosialnya. Meskipun keempatnya mempunyai bidang pengaturan yang berbeda-beda. serta norma hukum. diperlukan suatu peraturan untuk menjamin terlaksananya nilai-nilai sosial tersebut dalam bentuk norma sosial. Sumber: Tempo. Norma sosial ini meliputi norma agama. yang mengadakan hubungan timbal balik/berinteraksi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan untuk kelangsungan hidupnya.b. Pengertian Norma Sosial Yang dimaksud norma sosial adalah semua bentuk ketentuan. norma adat dan kebiasaan. 100 Sosiologi SMA/MA Kelas X . tetapi terdapat banyak persamaan yang berupa moralitas yang bersifat universal (umum). bahwa manusia adalah makhluk sosial (Zoon Politicon). norma kesusilaan dan kesopanan. Secara kodrati seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles.1 Pencemaran lingkungan oleh suatu perusahaan melalui pembuangan limbah sembarangan dapat merugikan ekosistem sekitarnya sehingga perusahaan tersebut dapat dijerat dengan norma hukum. Norma Sosial Untuk mewujudkan nilai-nilai sosial yang telah diyakini kebenarannya. 16 Juni 2002 Gambar 4. baik yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif.

Daya Ikat Norma Dalam proses tumbuh dan berkembangnya. Tetapi ketentuan ini belum memiliki daya ikat yang kuat karena seolah-olah tidak ada sanksinya. tetapi sekadar celaan. norma merupakan kriteria bagi orang lain untuk mendukung atau menolak perilaku seseorang. kiri atau di belakang. Bila ada yang memakainya tidak seperti kelaziman. sehingga mereka dijauhi oleh masyarakat di lingkungannya. Dengan adanya norma. Dalam soal perjanjian. Adapun tahapan-tahapan proses terbentuknya norma sosial sesuai dengan tingkatan daya mengikatnya adalah sebagai berikut. Norma memungkinkan seseorang untuk menentukan terlebih dahulu bagaimana tindakannya itu akan dinilai oleh orang lain.Dilihat dari aspek penyelamatan dan menjaga kelangsungan hidup masyarakat. dalam soal jual beli. dahulu seorang perantara tidak diberi keuntungan. usage menunjuk kepada suatu bentuk perbuatan. ejekan. Pada hakikatnya. Contoh: orang memakai topi secara benar. sinisme. lidah topi berada di depan. dahulu berbentuk lisan sekarang harus berbentuk tulisan. sekarang seorang perantara harus mendapat bagiannya. dan sebagainya. Cara (Usage) Pada hakikatnya. Suatu penyimpangan terhadap usage tidak akan mengakibatkan hukuman yang berat. tetapi lama kelamaan norma itu dibuat secara wajar. Sesuatu yang diulang-ulang memberikan bukti bahwa perbuatan itu dianggap baik. Norma ini mempunyai daya ikat yang sangat lemah di antara norma-norma lainnya. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 101 . Pada mulanya. Pada kondisi seperti ini. Misalnya. Cara (usage) lebih menonjol di dalam hubungan antara individu. norma-norma tersebut merupakan petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan bertingkah laku di dalam pergaulan hidup. yang ada hanya berupa teguran agar dipakai dengan benar. Berdasarkan uraian tersebut. Kebiasaan adalah perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama. norma-norma itu terbentuk secara tidak sengaja. manusia menciptakan norma-norma atau kaidah-kaidah yang berfungsi melindungi diri dari kekuatan-kekuatan destruktif. tidak di samping kanan. dapat dirumuskan bahwa norma merupakan petunjuk hidup bermasyarakat yang berisi perintah atau larangan demi tercapainya ketertiban dan kedamaian. suatu norma sosial mempunyai tahapan-tahapan dengan daya ikat yang berbeda-beda. Kebiasaan (Folkways) Folkways adalah norma yang mempunyai kekuatan mengikat lebih tinggi daripada usage. cemoohan. seseorang tidak dapat bertindak semaunya sendiri dalam kehidupan bermasyarakat.

Jenis-jenis Norma Berlakunya suatu norma dalam masyarakat dapat berlangsung dalam lingkungan pergaulan yang formal seperti dalam tata pemerintahan atau dalam suasana nonformal seperti yang berada dalam lingkungan keluarga. Jadi. yaitu norma dilihat dari resmi atau tidaknya dan norma utama. kerabat. 102 Sosiologi SMA/MA Kelas X . baik langsung maupun tidak langsung. Pelanggaran terhadap adat istiadat akan dikenakan sanksi yang keras. atau lingkungan permainan. Tetapi ketika memasuki rumah orang yang benar-benar yang belum dikenal. Selanjutnya baru memasuki rumah ketika dipersilahkan oleh tuan rumah. Pada dasarnya. Tata Kelakuan (Mores) Pada perkembangan norma sosial setingkat. tata kelakuan atau mores mencerminkan sifat-sifat yang hidup dari kelompok manusia yang dilaksanakan sebagai alat pengawas. seorang individu akan dicemooh atau dihina oleh warga masyarakat karena tidak mematuhi tata cara adat sebagaimana layaknya dilakukan oleh warga masyarakat yang lain. secara sadar atau tidak sadar oleh masyarakat terhadap anggota-anggotanya. adat istiadat atau custom adalah suatu tata kelakuan yang sakral dan kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat. Norma terbagi menjadi dua kelompok. Apabila tidak melalui prosedur itu. tata kelakuan merupakan alat agar para anggota masyarakat menyesuaikan perbuatan-perbuatannya dengan tata kelakuan tersebut.Contoh: apabila memasuki rumah orang lain sebaiknya permisi dulu dengan mengetuk pintu atau memberi salam seperti “assalamu‘alaikum”. Adat Istiadat (custom) Apabila suatu kelakuan telah menyatu dengan struktur budaya setempat. Contoh: dalam suatu rangkaian upacara perkawinan menurut tata cara adat selalu didahului dengan upacara lamaran dan peningsit sebagai suatu tanda ikatan antara calon mempelai laki-laki dengan calon mempelai perempuan. barulah hal tersebut dilaksanakan. Tata kelakuan tersebut memaksakan satu perbuatan yang lain. maka terbentuklah norma dengan tingkatan yang lebih tinggi daya ikatnya yang disebut adat. serta memiliki kekuatan yang mengikat. Kebiasaan ini juga belum mempunyai daya ikat yang relatif kuat karena memasuki rumah teman atau saudara kandung kadang-kadang tidak perlu melakukan itu dan tidak akan dipersalahkan.

meskipun mereka suami istri tetapi dianggap bertentangan dengan norma kesusilaan. Norma tersebut tumbuh dari kebiasaan bertindak yang seragam dan diterima oleh masyarakat. Contoh: berpelukan dan berciuman di depan umum. Dalam norma agama tidak ada ancaman sanksi nyata dalam kehidupan dunia.Norma resmi dan tidak resmi (1) Norma resmi (formal) Pada dasarnya. Norma Utama Norma utama adalah norma-norma yang mempunyai peranan sangat strategis dalam tata pergaulan masyarakat. norma agama lebih menyangkut pribadi tiap-tiap individu. (3) Norma Kesopanan Norma kesopanan adalah petunjuk hidup yang mengajarkan agar seseorang bersikap sopan terhadap orang lain sebagai anggota masyarakat. Jadi. dan pada kenyataannya merupakan faktor yang tidak kecil artinya dalam menjamin ketertiban masyarakat. Contoh: hubungan tata kerja kedinasan di lingkungan Departeman Pertahanan dan Keamanan. Walaupun dikatakan tidak diwajibkan. antara lain: (1) Norma Agama Norma agama pada hakikatnya merupakan wahyu langsung dari Tuhan. norma resmi adalah patokan yang dirumuskan dan diwajibkan dengan jelas dan tegas oleh yang berwenang kepada semua warga masyarakat. memasuki rumah orang lain hendaknya memberi isyarat terlebih dahulu. Norma-norma utama dibedakan menjadi empat macam. (2) Norma Kesusilaan Norma kesusilaan adalah petunjuk hidup yang berasal dari akhlak atau dari hati nurani sendiri tentang apa yang baik dan apa yang buruk yang datang dari hati sanubari manusia itu sendiri. yaitu Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 103 . Contoh: meludah di sembarang tempat. Contoh: normanorma pergaulan dalam keluarga dan kerabat. (2) Norma tidak resmi (nonformal) Yang dimaksud dengan norma tidak resmi adalah patokan yang dirumuskan secara tidak jelas (subconscious) dan pelaksanaannya tidak diwajibkan bagi warga masyarakat yang bersangkutan. Hanya orang yang beragama yang percaya bahwa pelanggar norma akan dihukum di akhirat dan yang mematuhi norma-norma agama akan mendapat pahala. namun semua angota sadar bahwa patokan tidak resmi itu harus ditaati dan mempunyai kekuatan memaksa yang lebih besar dari patokan resmi.

kulonuwun (Jawa).menyatakan punten (Sunda). yaitu sebagai petunjuk arah perilaku. Norma hukum berfungsi untuk menertibkan dan menstabilkan kehidupan sosial. 2. benteng perlindungan. serta memaksa orang untuk berperilaku sesuai dengan yang ditetapkan oleh hukum atau undang-undang. b. Dengan demikian. Sebagai Benteng Perlindungan Nilai dan norma dalam suatu tata pergaulan merupakan pelindung terhadap perilaku-perilaku yang menyimpang. Ini mengandung pengertian bahwa nilai dan norma telah terseleksi sebagai suatu panduan perilaku yang diyakini kebenarannya. warga masyarakat akan berperilaku sebagaimana yang diinginkan oleh sistem nilai dan norma yang ada. Dengan demikian. dan pendorong. melarang. kepentingan pihak-pihak yang lemah sering kali dirampas oleh pihak-pihak yang kuat. (4) Norma Kebiasaan Norma kebiasaan adalah kumpulan petunjuk hidup tentang perilaku yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan masyarakat. nilai dan norma sosial mempunyai beberapa fungsi. nilai dan norma akan melindungi pihak-pihak yang lemah sehingga tidak diperlakukan semena-mena oleh pihak-pihak yang kuat. (5) Norma Adat Kebiasaan-kebiasaan yang telah menyatu dengan tata kehidupan masyarakat serta mengandung nilai-nilai ritual yang diyakini dinamakan norma adat. Tetapi dengan melalui sanksi yang ada pada setiap 104 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan sebagainya. dan sebagainya. Norma itu mengatur. Contoh: upacara kematian dan upacara pernikahan (6) Norma Hukum Norma hukum adalah himpunan petunjuk hidup atau peraturanperaturan yang dibuat oleh pemerintah. Selanjutnya panduan perilaku itu dapat dicontoh oleh warga masyarakat yang lain dalam berbagai segi kehidupan. hukum juga berfungsi sebagai sistem kontrol sosial. terutama bagi pihak-pihak yang lemah. assalamu‘alaikum. Sebagai Petunjuk Arah Perilaku Nilai dan norma berfungsi sebagai arah atau panduan perilaku warga masyarakat. Selain itu. Fungsi Nilai dan Norma Sosial Secara garis besar. pembakaran mayat (ngaben). Contoh: membawa oleh-oleh ketika pulang dari bepergian. Tanpa adanya nilai dan norma yang berlaku. a.

2 Aparat penegak hukum hendaknya dapat benar-benar menegakkan hukum dan melindungi masyarakat. Manusia menjadi manusia paripurna berkat keberhasilannya merealisasikan nilai sosial yang tinggi menjadi kenyataan konkret. bukan sebagai alat untuk menakut-nakuti rakyat. Faktor-faktor yang Menyebabkan Terjadinya Perubahan Nilai dan Norma Sebagaimana kita ketahui bahwa segala sesuatu yang ada di muka bumi ini tidak bersifat kekal. 3. 4 Maret 2001 Gambar 4. Norma dan nilai pada dasarnya akan mengalami Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 105 . perbuatan semena-mena itu dapat dicegah secara preventif maupun represif untuk melindungi yang lemah. manusia menjadi manusia yang sungguh-sungguh berbudi luhur dan suatu bangsa menjadi bangsa yang sungguh-sungguh beradab. apabila manusia dari bangsa dan negara yang telah maju sanggup dan berhasil merealisasikan diri mereka menjadi manusia yang paripurna. Dengan kata lain.norma. Berkat adanya nilai-nilai sosial yang dijunjung tinggi itulah. Sebagai Pendorong Di sisi lain nilai dapat berfungsi sebagai alat pendorong (motivator) dan sekaligus menuntun manusia untuk berbuat baik. maka manusia-manusia dari bangsa yang belum maju pun akan terdorong untuk mengejar keparipurnaan tersebut. melainkan dapat mengalami pergeseran atau perubahan secara mencolok. munculah harapan baik dalam diri manusia. Hal yang demikian dapat juga terjadi pada nilai dan norma sosial yang telah dibakukan kebenarannya. c. Karena adanya nilai sosial yang luhur. Sumber: Tempo.

Melalui inovasi inilah. dan teknologi berikut perubahan tata nilai dan sistem norma. tingkat peradaban akan mengalami peningkatan. Di Indonesia. Perubahan-perubahan itu misalnya ditandai dengan munculnya Undang-Undang Pendidikan Nomor 2 tahun 1989 yang kemudian disempurnakan menjadi Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003. Berubahnya Struktur Pemerintahan Suatu revolusi sosial sering kali diikuti dengan perubahan struktur pemerintahan secara mendasar. Demikian juga perubahan-perubahan yang terjadi pada teknologi informatika. misalnya telah melahirkan suatu ide untuk menertibkan dan membuat peraturan perundangan baru yang melarang pendirian bangunan/rumah pada daerah-daerah resapan. Hal ini berkaitan dengan pengaturan perilaku warga masyarakat untuk menciptakan tertib sosial. Dari dua contoh ini. Sebagai contoh dengan munculnya bencana banjir di beberapa kota besar di Indonesia seperti di Jakarta. Cepat atau lambat setiap masyarakat tentu mengalami perubahan dan perkembangan. Perubahan struktur pemerintahan dalam suatu negara sering kali berkelanjutan dengan perubahan sistem nilai dan norma dari pemerintah terdahulu kepada pemerintahan yang baru. . berubah pula sistem budaya. b. Berikut ini adalah faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan nilai dan norma di masyarakat. terjadi perubahan nilai dan norma yang semata-mata didorong oleh tuntutan perubahan tingkat peradaban yang terjadi dalam masyarakat. Sebagai contoh: ketika Indonesia merdeka. mulai bermunculan peraturan-peraturan perundangan untuk menyesuaikan dengan tuntutan kehidupan pada saat itu. Tetapi dengan perubahan-perubahan tingkat peradaban masyarakat Indonesia. dan lain-lain. a. baik invention maupun discovery akan mendorong terjadinya inovasi-inovasi. Demikian juga munculnya RUU Pengaturan Penggunaan Air Tanah. perubahan pemerintahan dari orde lama ke orde baru banyak sekali mengakibatkan perubahan tata nilai yang menyangkut perubahan perundang-undangan. norma-norma hukum berada dalam jumlah yang sangat sedikit. sistem ilmu pengetahuan.perubahan atau pergeseran sesuai dengan perubahan tuntutan kebutuhan masyarakat. Hal serupa juga terjadi pada peralihan struktur pemerintahan dari orde baru ke orde reformasi. Dengan perubahan dan perkembangan ini. Perubahan Tingkat Peradaban Sebagai akibat adanya penemuan baru. Sebagai salah satu contoh kejadian yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. teknologi pendidikan. yaitu setelah runtuhnya pemerintahan Soeharto dengan nafas Golongan Karya menjadi sistem pemerintahan reformasi hingga pemerintahan Megawati yang bernafaskan demokrasi. Hal ini terjadi terutama apabila figur penguasa terdahulu mempunyai visi dan misi yang berbeda dengan figur pemerintahan yang baru. teknologi transportasi. Itu saja merupakan warisan dari pemerintah Hindia Belanda.

c. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Ilmu pengetahuan dan teknologi senantiasa mengalami perubahan dan perkembangan. Jelaskan macam-macam norma sosial yang ada di dalam masyarakat beserta peranannya! 3. Bagaimana peranan norma dan nilai dalam proses sosialisasi? 4. Meluasnya pergaulan antarmanusia yang melintasi batas-batas negara telah mengakibatkan adanya keinginan-keinginan untuk meniru atau mengadopsi Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 107 . Upayaupaya inilah yang kita sebut penemuan baru. Era ini telah membuka banyak bangsa di dunia saling bertukar pengaruh dan budaya. Penemuan baru yang semakin banyak bermunculan akan melahirkan suatu bentuk pengaturan dan perlindungan terhadap penemuan baru itu sendiri seperti lahirnya Undang-Undang Perlindungan Hak Cipta yang akhir-akhir ini marak dibicarakan di kalangan elit pemerintahan di Indonesia. Pengaruh Kebudayaan Asing Bergulirnya era globalisasi menjadikan komunikasi dan pergaulan umat manusia sedunia menjadi satu lingkungan yang efektif dan tidak lagi ada sekat-sekat batas antarnegara. Penemuan-penemuan Baru Sebagai tindak lanjut dari berkembangnya tingkat pendidikan. sebutkan dan jelaskan! d. Perubahan dan perkembangan itu semata-mata adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja manusia. Apakah yang dimaksud dengan sosialisasi primer dan sekunder? 2. 1. maka manusia terus-menerus melakukan penyelidikan dan penjelajahan untuk mengungkap fenomena-fenomena alam dan fenomena sosial yang ada di muka bumi. Pada dasarnya. Ada empat fungsi keluarga yang pokok. penemuan baru dapat berupa discovery maupun invention. Akibat lanjutannya adalah munculnya perubahan-perubahan peraturan perundangan yang dipandang sudah tidak efektif untuk mengatur dan mengendalikan perilaku warga masyarakat. Penemuan baru ini akan berkelanjutan dengan adanya inovasi-inovasi dalam berbagai segi kehidupan yang berkelanjutan untuk lebih memanfaatkan penemuan baru tersebut bagi kehidupan manusia. e.

Dalam arti sempit. dan lain-lain. PROSES SOSIALISASI Proses sosialisasi pada hakikatnya adalah proses belajar berinteraksi bagi individu di tengah-tengah masyarakat. Proses ini berupa proses alamiah yang dilakukan oleh semua individu sebagai makhluk sosial yang tidak dapat terlepas dari tata pergaulan dengan manusia yang lain. Dalam arti luas. Proses percampuran budaya antarbangsa memungkinkan terjadinya akulturasi budaya. Untuk mendalami hal-hal yang berkaitan dengan sosialisasi. Pada proses ini. sistem telekomunikasi. sistem perundangan. dan penetrasi budaya. Tujuan Sosialisasi Pada dasarnya. Proses sosialisasi sekunder dilakukan ketika orang mengalami perpindahan tempat tinggal. perkawinan. baik lingkungan sosial maupun lingkungan fisik. Sosialisasi sesungguhnya merupakan proses yang bersifat kodrati. proses sosialisasi berlangsung dalam lingkungan yang lebih luas seperti lingkungan sekolah dan lingkungan kerja yang akhirnya memasuki lingkungan masyarakat luas. pergaulan antarnegara sangat memungkinkan perubahan nilai dan norma dengan mengadopsi budaya asing. Dalam proses perkembangannya. ikutilah uraian berikut ini. proses sosialisasi merupakan proses mengenal lingkungan. atau menempati perumahan yang baru. baik alasan pekerjaan. Akan tetapi. Kemudian. seorang individu mula-mula mengenal lingkungan sosial terdekatnya seperti anggota keluarga dan kerabatnya. seorang pejabat baru harus melakukan sosialisasi dengan lingkungan sosial yang 108 Sosiologi SMA/MA Kelas X .budaya-budaya asing tertentu ke dalam masyarakat setempat termasuk sistem pendidikan. Hal ini dimaksudkan untuk melakukan persiapan dalam melaksanakan proses pergaulan lebih lanjut dan menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi di lingkungan kehidupan yang baru tersebut. proses sosialisasi meluas ke lingkungan masyarakat setempat seperti dengan lingkungan sepermainan dan lingkungan komunitas setempat. Keberhasilan suatu proses sosialisasi akan ditandai dengan adanya keterampilan atau kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai macam lingkungan yang dibatasi dengan sistem tata nilai dan norma yang berbeda-beda. bagi seorang pejabat baru yang memasuki medan tugas yang baru sangat disadari bahwa untuk mengawali tugas kedinasannya. asimilasi budaya. proses sosialisasi pasti dilakukan oleh semua orang dalam bentuk sosialisasi primer maupun proses sosialisasi sekunder. artinya dengan sendirinya setiap orang secara naluriah akan melaksanakan proses ini dan sering kali tujuan itu sangat tidak disadari. Proses sosialisasi primer berlangsung sejak lahir hingga dewasa di lingkungan setempat. Dengan demikian. 1. proses sosialisasi adalah proses komunikasi dan proses interaksi yang dilakukan oleh seorang individu selama hidupnya sejak lahir sampai dengan meninggal. B.

kedudukan. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 109 . dengan mitra kerja. 10–23 Maret 2001 Gambar 4. dan sub-sub area yang berada di lingkungan yang baru tersebut. Sumber: Ayahbunda. Aktivitas yang dapat dilakukan sebagai perwujudan dari proses sosialisasi adalah memperkenalkan diri dengan instansi-instansi terkait. Hal-hal yang diperoleh dalam proses sosialisasi adalah pengetahuan-pengetahuan untuk membekali seorang individu dalam melaksanakan pergaulan di tengah-tengah masyarakat antara lain sebagai berikut.baru. dengan teman sejawat. Dengan mengetahui lingkungan fisik dari suatu daerah. Pengetahuan seperti ini akan sangat berguna bagi seseorang yang baru untuk mendukung kelancaran proses menjalankan kedudukan dalam tugas kedinasan yang baru. dengan atasan langsung. posisi. baik lingkungan sosial tempat individu tinggal termasuk lingkungan sosial yang baru. Lingkungan sosial ini meliputi pihak-pihak yang mempunyai keterkaitan dengan aktivitas individu tersebut. seseorang akan mengenali arah. Untuk mengetahui lingkungan fisik yang baru. dan dengan lingkungan masyarakat luas.3 Proses sosialisasi dalam keluarga dimulai semenjak anak masih kecil. dengan tokoh-tokoh masyarakat. Untuk mengetahui lingkungan sosial. skema.

2. dan adat istiadat yang berlaku di daerah itu. Oleh sebab itu. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Sosialisasi Setiap orang mempunyai warisan biologis yang berbeda-beda. akhirnya sosial budaya suatu masyarakat dapat diketahui. dan kemampuan-kemampuan khusus warisan orang tuanya. Setiap masyarakat memiliki sistem tata nilai yang berbeda-beda. Terintegrasi secara kuat dengan masyarakat setempat dalam setiap aktivitas yang ditandai dengan keakraban dan persaudaraan di antara individu tersebut dengan warga masyarakat yang lain. tata nilai. faktor intrinsik adalah faktor yang berasal dari dalam diri individu yang melakukan proses sosialisasi. Suatu proses sosialisasi dikatakan berhasil apabila ditandai oleh hal-hal berikut. peradaban.Untuk mengetahui nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam suatu masyarakat. lingkungan sepermainan. Wujud nyata faktor intrinsik antara lain dapat berupa pembawaan-pembawaan atau pun warisan biologis termasuk 110 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Memiliki banyak teman atau relasi usaha yang akan mengakibatkan ketenteraman dalam pergaulan dan keberhasilan dalam karir dan usaha. manusia itu sesungguhnya telah memiliki pembawaan-pembawaan yang berupa bakat. Adapun penjelasan dari faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik tersebut di atas adalah sebagai berikut. Dengan demikian. proses sosialisasi telah membekali seorang individu dengan berbagai pengetahuan yang ada di dalam lingkungan masyarakat sehingga seseorang dapat sukses melaksanakan pergaulan hidup di tengah-tengah masyarakat. a. seorang individu yang memasuki lingkungan sosial baru perlu mengetahui sistem tata kelakuan. yaitu faktor yang berada di luar diri seorang individu. lingkungan pekerjaan. Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial maupun lingkungan fisiknya. Untuk mengetahui lingkungan tipe sosial budaya suatu masyarakat. dan lingkungan pendidikan merupakan faktor ekstrinsik. Artinya. Warisan biologis inilah yang dimaksud dengan faktor intrinsik. Dalam suatu proses sosialisasi. tidak akan mengakibatkan kegagalan dalam proses pergaulan. ciri-ciri fisik. Pada hakikatnya. Faktor Intrinsik Sejak lahir. Meningkatnya status yang sering kali diikuti dengan meningkatnya kepercayaan dan meningkatnya peranan sosial di lingkungan sosial yang baru. sedangkan pengaruh-pengaruh lingkungan seperti lingkungan keluarga. Hal ini akan membekali seorang individu dalam proses pergaulan dan proses penyesuaian diri dengan lingkungan masyarakat tersebut.

seorang individu akan dibatasi dengan nilai-nilai dan norma-norma yang ada di dalam masyarakat. Oleh Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 111 . Media Sosialisasi Media sosialiasi adalah sarana seorang individu belajar berinteraksi untuk mengenal sistem tata kelakuan dan hubungan di lingkungan masyarakatnya. Di samping itu juga dapat dipengaruhi oleh struktur sosial dan budaya masyarakat yang menyangkut struktur pemerintahannya. dan lain-lain. manusia telah mendapat pengaruh dari lingkungan di sekitarnya yang disebut faktor ekstrinsik. Nilai-nilai ini akan menjadi pedoman bagi seseorang untuk melakukan berbagai aktivitas. Untuk melakukan proses sosialisasi. 3. pengetahuan. Di satu sisi merupakan faktor pendorong untuk mewujudkan suatu keinginan. pondasi dasar kepribadiannya sudah ditanamkan secara kuat. Faktor intrinsik dalam realitanya justru merupakan faktor yang dominan. Perpaduan antara faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik akan berakumulasi pada diri seseorang dalam melaksanakan proses sosialisasi. Hasilnya akan sangat berpengaruh terutama dalam perolehan keterampilan.kemampuan-kemampuan yang ada pada diri seseorang. Faktor ekstrinsik dapat berupa normanorma. hobi. sistem budaya. Keluarga Keluarga merupakan lembaga sosial yang mempunyai tugas dalam proses pembudayaan. jenis kepribadiannya pun mudah diarahkan dan terbentuk. struktur budaya dan seninya. yaitu sebagai berikut. karakter. IQ. struktur mata pencariannya. sistem sosial. emosi. motivasi. Proses pembentukan budaya baru pada masyarakat sangat tergantung pada keluarga. Misalnya bakat. a. Faktor-faktor ini akan menjadi bekal seorang individu untuk melaksanakan berbagai macam aktivitas dalam proses sosialisasi. baik norma maupun nilai-nilai yang berlaku. di sisi lain merupakan faktor pengendali dan berfungsi sebagai pengukur mengenai baik buruknya suatu aktivitas dalam suatu proses interaksi. dan lain-lain. terutama kepada generasi muda yang menjadi anak keturunannya. terutama melalui proses sosialisasi anak-anak ke masa dewasa. Ketika anak sudah cukup umur untuk memasuki kelompok primer lain di luar keluarga. Dalam kehidupan sosial. dan nilai-nilai dalam proses sosialisasi itu sendiri. Adapun media sosialisasi itu setidaknya terdiri dari empat macam. Keluarga merupakan kelompok primer yang pertama dikenal seorang anak. dan sistem mata pencarian yang ada di dalam masyarakat. Faktor Ekstrinsik Sejak manusia dilahirkan. tentu saja keluarga tidak terlepas dari kondisi-kondisi yang ada dalam masyarakat. b.

Melestarikan kebudayaan dengan cara mewariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dengan perkembangan teknologi informasi. Membentuk kepribadian. keluarga merupakan eksponen dari kebudayaan masyarakat dan perantara pertama dalam transmisi kebudayaan. Dengan demikian. Jadi. Masyarakat berbicara melalui mulut orang tua dan masyarakat bertindak melalui tindakan orang tua. Membantu orang agar siap mencari nafkah hidup bila telah tiba waktunya. media cetak. b. Pengaruh-pengaruh ini berasal dari program pendidikan yang dilaksanakan melalui guru-guru dan tenaga kependidikan lainnya. jelaslah bahwa media massa dapat menjadi media atau alat sosialisasi untuk menyampaikan berbagai informasi yang bisa mempengaruhi kepribadian seseorang. Di masa informasi ini. seorang anak akan mendapatkan pengetahuan-pengetahuan yang praktis yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. aturan perkawinan yang harus sesuai dengan adat istiadat dan kebiasaan masyarakat di tempat tinggalnya. nilai-nilai dan norma-norma yang disampaikan tertanam dalam diri si anak melalui penglihatan atau pendengaran. norma dan nilai itu dapat berpengaruh terhadap tindakan yang akan dijalankan oleh keluarga. Misalnya. Akibatnya. Pada lingkungan ini. serta pengaruh kondisi siswa pada umumnya sehingga tercipta suatu iklim belajar yang kondusif.karena itu. selanjutnya ia akan memasuki lingkungan yang lebih luas. maupun media gambar dapat memberikan pengaruh perkembangan anak. Media Massa Media massa merupakan media sosialisasi yang sangat luas dan cukup efektif pengaruhnya dalam proses sosialisasi bagi seorang individu. Lingkungan Sekolah Setelah seorang anak belajar berinteraksi di lingkungan keluarga. Keberadaan media tersebut mempengaruhi sikap dan tindakan anggota masyarakat pada umumnya. baik media suara. c. Lembaga pendidikan primer adalah sekolah formal yang dimulai dari jenjang sekolah taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Lembaga sekolah mendidik dan mengajarkan pengetahuan yang dianggap perlu dan tidak mungkin lagi ditangani oleh lingkungan keluarga. Berikut adalah proses sosialisasi di lingkungan sekolah. Dengan adanya lingkungan sekolah yang baik memungkinkan proses pembentukan kepribadian anak dapat berlangsung dengan baik. Menolong orang dalam mengembangkan potensi pribadi dan pengembangan masyarakat. yaitu lingkungan sekolah. justru media massa yang mempunyai kedudukan sangat strategis dalam mempengaruhi 112 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

e. tanggung jawab. Perkumpulan bermain sepeda santai. cerita bergambar. Beberapa media massa yang mempunyai peranan strategis dalam pembentukan kepribadian seorang anak antara lain sebagai berikut. Televisi. baik swasta maupun televisi pemerintah. Melalui anggota kelompok sepermainan. Majalah. Seseorang dapat belajar dari teman-teman di lingkungan kerjanya tentang berbagai nilai dan norma kehidupan. Internet. kerja sama. buletin. kegemaran. Ia pun akan berusaha mematuhi nilai dan norma yang berlaku agar dapat diterima sebagai anggota di tempat kerja tersebut. Beberapa contoh lingkungan sepermainan yang cukup efektif mempengaruhi kepribadian seorang anak antara lain sebagai berikut. Teman Sepermainan (Play Group) Teman sepermainan atau play group adalah lingkungan pergaulan anak yang mempunyai usia relatif sebaya. Hal ini terjadi karena lingkungan kerja mempunyai norma-norma yang lebih kuat serta pengawasan yang ketat sehingga dapat membentuk kepribadian menjadi sempurna. lingkungan kerja merupakan lingkungan yang relatif baik untuk mengembangkan dan mematangkan pribadi seorang individu. Kelompok teman sepermainan di tingkat remaja pada umumnya mempunyai keterikatan yang kuat dengan kelompoknya. Lingkungan ini berlangsung di sela-sela pendidikan dan pergaulan rumah tangga. dan lain-lain. Perkumpulan bermain sepak bola. Perkumpulan kelompok belajar (les). Perkumpulan bermain musik. Radio. Lingkungan Kerja Bagi orang dewasa. baik RRI (Radio Republik Indonesia) maupun radio-radio swasta. anak belajar hidup bersosial. buku-buku bacaan lainnya seperti novel. prakarsa. anak mematuhi aturan yang berlaku jika ingin diterima menjadi anggota kelompoknya. Sosialisasi di lingkungan teman sepermainan yang baik bisa mendukung terbentuknya kepribadian seseorang menjadi baik atau sebaliknya. Surat kabar. Lingkungan kerja bisa menjadi media sosialisasi bagi orang yang bekerja di lingkungan itu. Melalui lingkungan kerja inilah. d. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 113 . Dalam kelompok teman sepermainan.kepribadian seseorang karena media massa lebih banyak mendominasi waktu-waktu luang yang dimiliki oleh individu. Lingkungan ini cukup efektif mengisi pengetahuanpengetahuan dalam proses seorang individu. dan hal lainnya akan lebih berkembang membentuk kepribadian yang relatif stabil. komik remaja.

seperti raut muka. lingkungan kerabat. Pengertian Kepribadian Pada awalnya. Sifat-sifat khas.5 Lingkungan pergaulan berpengaruh besar terhadap kepribadian seseorang. Proses pembentukan kepribadian dimulai dari proses sosialisasi di lingkungan keluarga. Gambaran lebih jauh mengenai proses pembentukan kepribadian. Kepribadian merupakan perwujudan dari nilai-nilai sentral yang diyakini dan dipedomani seseorang untuk menentukan perilaku secara umum. Ciri-ciri fisik. Golongan darah. Selanjutnya. postur tubuh. lingkungan pendidikan. warna kulit. Bakat. coba kamu perhatikan bagan berikut ini. Kemudian. FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK KEPRIBADIAN 1. 114 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Adanya proses sosialisasi menjadikan seorang individu memperoleh nilai-nilai yang beraneka macam. dan lingkungan masyarakat luas. lingkungan sosial. lingkungan sepermainan. maupun lingkungan masyarakat luas. kepribadian memang telah diwariskan oleh ayah dan ibu dalam bentuk yang masih samar-samar yang disebut warisan biologis. Sumber: Koleksi Editor Gambar 4. nilai-nilai ini menjadi satu sistem nilai yang paling diyakini dan paling mempengaruhi tipe perilaku seseorang yang dinamakan nilai sentral. lingkungan teman sepermainan. Warisan biologis dapat berupa beberapa hal berikut. warisan biologis ini berkembang menjadi semakin nyata ketika seorang anak melakukan proses sosialisasi sesama manusia dimulai dari lingkungan keluarga.C. lingkungan kerja.

Dengan melihat dan memperhatikan perilaku-perilaku khas yang diperbuat seseorang dalam kegiatan sehari-hari. media massa. Demikian pula halnya di lingkungan keluarga akan mengembangkan bakat dan pembawaan yang ada dengan menyerap prinsip-prinsip. lingkungan pergaulan. Selanjutnya. Seorang individu dalam proses sosialisasi di tengah-tengah masyarakat akan memperoleh pengaruh baik yang positif maupun yang negatif.Proses Pembentukan Kepribadian Lingkungan Pendidikan Media Massa Lingkungan Keluarga dan Kerabat Lingkungan Pergaulan Generasi Baru dengan Warisan Biologis tertentu Proses Sosialisasi Generasi Baru dengan Kepribadian tertentu Lingkungan Pendidikan Bagan 4. individu yang telah terbentuk kepribadiannya akan turut mempengaruhi budaya masyarakat di lingkungannya. pengetahuan. Sesungguhnya di sinilah kepribadian mulai terbentuk dalam diri seseorang yang memiliki nilai-nilai sentral yang mendominasi perilaku seseorang. serta keterampilan yang dianggap baik dan sesuai bagi dirinya. Proses ini berlangsung terus-menerus seperti rantai sistem yang tiada putus-putusnya dari generasi ke generasi. kita dapat mengetahui tipe kepribadian seseorang. dapat disimpulkan bahwa kepribadian seseorang terbentuk dari perpaduan antara warisan biologis dan pengaruh-pengaruh lingkungan seperti lingkungan keluarga dan kerabat. dan lingkungan masyarakat luas. nilai-nilai sosial. lingkungan pendidikan.1 Bagan Pembentukan Kepribadian melalui proses Sosialisasi Berdasarkan bagan tersebut. baik dari lingkungan pendidikan. lingkungan pergaulan termasuk lingkungan kerja. dan pengaruh dari masyarakat luas. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 115 .

dan lainlain. faktor pembawaan ini bisa dominan ayah (XY). Faktor-Faktor Pembentuk Kepribadian Ada dua faktor besar yang turut mempengaruhi corak kepribadian seorang individu. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembentukan kepribadian seseorang antara lain sebagai berikut. yaitu tidak dapat dilihat dengan panca indera dan hanya dapat dideteksi melalui perilaku-perilaku keseharian yang asli yang tidak dibuat-buat. 116 Sosiologi SMA/MA Kelas X . yaitu dari ayah. Kepribadian bersifat abstrak dalam hal ini. Selanjutnya. Tingkat IQ. Bentuk-bentuk warisan biologis terdiri dari halhal berikut ini. Faktor Warisan Biologis Faktor warisan biologis adalah faktor-faktor yang berupa bawaan dari leluhurnya. raut muka. misalnya sifat pendiam. serta kakek dan nenek dari ayah maupun dari ibu. Hal ini mengisyaratkan kepada kita bahwa setiap anak walaupun memiliki asal usul/keturunan yang sama pada dasarnya ia memiliki kepribadian yang berbeda. IQ. yaitu kecakapan seseorang yang dapat diukur dengan sejumlah pertanyaan. olahragawan. Yang harus disadari bahwa setiap orang memiliki corak kepribadian yang tidak pernah sama walaupun pada anak yang kembar sekalipun. dan hal yang bersifat abstrak seperti karakter. seperti seni lukis. yaitu faktor warisan biologis yang berupa pembawaan-pembawaan dan faktor-faktor lingkungan tempat seorang individu melakukan pergaulan. Ciri-ciri fisik.2. yaitu warna kulit. IQ ini bisa mirip dengan ayah atau pun dengan ibu. ibu. politikus. Faktor-faktor ini sesungguhnya merupakan pondasi yang menjadi cikal bakal untuk proses pembentukan suatu kebudayaan. Demikian juga orang yang bergaul di lingkungan masyarakat yang berbeda-beda akan menghasilkan suatu proses pembentukan kepribadian yang berbeda-beda pula. bisa dari ayah atau dari ibu. dan lain-lain. desain dan pengembangan variasi dan interior rumah merupakan faktor-faktor milieu atau faktor lingkungan. atau merupakan variasi dari ayah atau ibu. Faktor pembawaan dapat berupa bentuk fisik. bisa juga seorang ibu yang memiliki kemampuan reproduksi sempurna dapat mewariskan faktor-faktor genetika yang sangat panjang yang berantai dari orang tua ibu atau nenek dan kakeknya ibu. dominan ibu (XX). postur tubuh. ibu. sifat ramah. Sifat-sifat khas yang berasal dari orang tua. sifat pemarah. Bakat. sifat ekstrim atau normatif. dan lain-lain. bentuk raut muka. seni karawitan. presenter. Namun demikian. seni tari. atau perpaduan dari keduanya. seperti warna kulit. dan lain-lain yang mempunyai kemiripan dengan ayah. postur tubuh. Menurut Mendel. seni suara. a. tipe rambut. Kepribadian dapat diumpamakan sebagai suatu bangunan rumah dan faktor pembawaan merupakan kerangkanya. bakat.

dan anak-anak. dan pelatihan keterampilan yang berpengaruh besar dalam proses pengembangan bakat dan pembawaan lainnya yang bersifat positif. Lingkungan Pendidikan Lingkungan pendidikan merupakan lingkungan yang cukup efektif pula dalam mempengaruhi kepribadian. seorang individu akan dikuatkan pondasi kepribadiannya dalam proses kepribadian yang dewasa. Dengan pemberian bekal pengetahuan nilai-nilai dan budi pekerti. Jelaskan mengapa faktor lingkungan mempunyai peran yang lebih penting dalam pembentukan kepribadian! 4. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang sangat fundamental dalam menampung berbagai kegiatan individu ketika masa kanak-kanak. seorang individu mendapatkan pendidikan. Faktor Lingkungan Lingkungan mempunyai peranan dalam proses pembentukan kepribadian individuindividu. media massa. ibu. Proses pendidikan budi pekerti di dalam keluarga sangat efektif untuk proses pembentukan nilai-nilai sentral yang selanjutnya menjadi pondasi pembentukan kepribadian seseorang. Di lingkungan sekolah. pengajaran. Akan tetapi. Yang dimaksud dengan lingkungan pendidikan adalah lingkungan sekolah sejak taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Tiap-tiap keluarga mempunyai situasi dan kondisi yang berbeda-beda. dan lingkungan masyarakat luas. Apakah kepribadian dapat mengalami perubahan? Jelaskan jawabanmu! b.1. yaitu lingkungan keluarga. Lingkungan Keluarga Yang dimaksud keluarga adalah suatu kesatuan sosial terkecil yang beranggotakan ayah. Apakah kepribadian itu? 2. lingkungan kerja. lingkungan pergaulan. Situasi pendidikan seorang individu bersekolah juga sangat efektif dalam proses pembentukan kepribadian. Yang dimaksud dengan faktor lingkungan adalah faktor-faktor pembentuk kepribadian yang berasal dari lingkungan sosial seorang individu. Kepribadian antara seorang individu dengan individu yang lain tidak sama tergantung dari tipe-tipe faktor lingkungan yang mempengaruhinya. lingkungan pendidikan. bila lingkungan pendidikanBab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 117 . Bagaimana proses pembentukan kepribadian? 3.

Apabila hal ini tidak dilakukan. lingkungan setempat. Sumber: Warta Ekonomi. hal itu justru dapat mempersubur proses pengembangan faktorfaktor pembawaan yang bersifat negatif seperti serakah. maupun lingkungan tempat tinggal. dan rakus. radio. VCD. cabul. emosional. tamak. belum ada pihak yang menjadi pengendali atau pun pengontrol terhadap perilaku-perilaku yang negatif. Contoh media massa yakni buku. Pada pergaulan di lingkungan sepermainan. 19 Maret 2001 Gambar 4.5 VCD-VCD pendidikan.nya kurang baik. lingkungan pergaulan perlu mendapat perhatian dan pengawasan dari orang tua agar ada fungsi pengendalian terhadap perilaku-perilaku yang menyimpang. ilmu pengetahuan. Lingkungan ini dapat berupa teman sepermainan. sesungguhnya lingkungan pergaulan justru mengakibatkan bakat-bakat negatif tumbuh subur dan berkembang yang pada gilirannya akan mewarnai tipe-tipe kepribadian yang tidak diinginkan. Media massa mempunyai peran cukup efektif dalam proses pembentukan kepribadian. 118 Sosiologi SMA/MA Kelas X . majalah. internet. televisi. Media Massa Media massa merupakan perangkat-perangkat yang menjembatani komunikasi antara individu atau kelompok individu dengan individu atau kelompok individu yang lain. pada umumnya individu bergaul dengan orang lain yang sebaya. dan cerita yang berpesan moral dapat mempengaruhi pembentukan kepribadian seorang anak. Dengan demikian. dan lain-lain. takabur. kikir. sombong. koran. Yang dimaksud dengan lingkungan pergaulan adalah lingkungan di mana seorang individu secara efektif menghabiskan waktunya pada lingkungan tersebut. Lingkungan Pergaulan Lingkungan pergaulan berada di lingkungan masyarakat setempat dan mempunyai usia yang relatif sebaya. Untuk itu. serta sifat-sifat negatif lainnya.

dan lingkungan sepermainan. lingkungan pergaulan. Fase ini diawali dari Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 119 . pemuka agama. Lingkungan masyarakat luas dapat pula berupa peranan tokoh masyarakat. dan pemerintah yang kesemuanya dapat berpengaruh positif atau negatif dalam proses pembentukan kebudayaan. Unsur yang pertama juga disebut struktur dasar kepribadian (basic personality structure). Masukan-masukan itu dapat berupa ilmu pengetahuan maupun wawasan duniawi. Sesungguhnya lingkungan masyarakat luas merupakan gabungan dari lingkungan keluarga. yaitu sejak lahir hingga dewasa. Fase Pertama Kepribadian terbentuk melalui proses yang sangat panjang. sedangkan unsur yang kedua disebut capital personality. tetapi tidak seefektif pada lingkungan keluarga. melainkan yang negatif. skala wilayahnya jauh lebih luas apalagi dengan terbukanya sarana telekomunikasi dan sarana transportasi yang memadai. Fase Kedua Fase kedua merupakan fase yang sangat efektif dalam membentuk dan mengembangkan bakat-bakat yang ada pada diri seorang anak.Melalui media massa. lingkungan kerja. kelompok elit pemerintahan. Bagian yang kedua adalah unsur-unsur yang terdiri atas keyakinan-keyakinan atau anggapan-anggapan yang lebih fleksibel yang sifatnya mudah berubah atau dapat ditinjau kembali di kemudian hari. Anggapan-anggapan ini diperoleh berdasarkan pengalaman melalui pergaulan dengan orang lain. dan lingkungan setempat. Tahap-Tahap Perkembangan Kepribadian sebagai Hasil Sosialisasi a. b. kerabat. Juga tak dapat dihindari jika yang berkembang tidak hanya bakatbakat atau pembawaan yang positif. yaitu sebagai berikut. Kita dapat membedakan kepribadian seseorang menjadi dua bagian penting. lingkungan pendidikan. Namun demikian. Bagian yang pertama adalah unsur-unsur dasar atas berbagai sikap yang disebut attitudes yang kurang lebih bersifat permanen dan tidak mudah berubah di kemudian hari. seorang individu memperoleh masukan-masukan yang akan mempengaruhi proses pengembangan bakat/pembawaan yang dimilikinya. 3. Lingkungan masyarakat luas merupakan komponen yang terakhir yang mempengaruhi proses pembentukan kepribadian seseorang. Fase pertama dimulai sejak anak berusia 1 – 2 tahun ketika anak mulai mengenal dirinya sendiri. Lingkungan Masyarakat Luas Lingkungan masyarakat luas juga mempunyai andil dalam proses pembentukan kepribadian seorang anak.

kehendak seseorang akan semakin banyak pula jumlah dan jenisnya. Kehendak merupakan dorongan-dorongan yang bersifat kultural. Jika tingkat perekonomiannya berbeda. Bagian yang kedua adalah nafsu-nafsu. Misalnya. Naluri (insting) Naluri atau insting merupakan suatu dorongan yang bersifat kodrati yang melekat dengan hakikat hidup sebagai makhluk. Perangai Perangai merupakan perwujudan dari perpaduan antara hati dan pikiran manusia yang nampak dari raut muka maupun gerak-gerik seseorang. di mana rasa aku yang telah dimiliki seorang anak mulai berkembang karakternya sesuai dengan tipe pergaulan yang ada di lingkungannya termasuk struktur tata nilai maupun struktur budayanya. kepribadiannya tersebut mulai nampak dengan tipe-tipe perilaku yang khas. Hal tersebut yang tampak dari perangai. serta bakat yang dimiliki oleh anak tersebut. serasi. tidur. amarah. seorang ibu mempunyai naluri yang kuat untuk mempunyai anak.usia antara dua sampai tiga tahun. Drivers dibedakan menjadi kehendak dan nafsu-nafsu. Naluri ini akan dapat dilakukan pada setiap makhluk hidup tanpa harus belajar terlebih dahulu seolah-olah telah menyatu dengan hakikat hidupnya sebagai makhluk hidup. dan lainlain. Adapun bagian-bagian dari kepribadian secara umum terdiri dari uraian berikut. Perangai ini merupakan salah satu unsur dari kepribadian yang mulai riil. Getaran Hati (emosi) Emosi atau getaran hati merupakan sesuatu yang abstrak yang menjadi sumber perasaan manusia. Emosi dapat menjadi pengukur segala sesuatu yang ada pada jiwa manusia seperti senang. dapat dilihat. birahi. dan seterusnya. Nafsu-nafsu ini merupakan kehendak yang terdorong oleh kebutuhan biologis. misalnya nafsu makan. dan membesarkan anak hingga dewasa. sedih. mengasuh. IQ. kegemaran. maka kehendak-kehendaknya pun akan berbeda pula. indah. Makin tinggi tingkat perekonomian dan peradabannya. Proses ini berlangsung relatif panjang pada anak hingga menjelang masa pendewasaan. dan diidentifikasi oleh orang lain. 120 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Dorongan-dorongan (drivers) Unsur drivers merupakan pusat dari kehendak manusia untuk melakukan suatu aktivitas yang selanjutnya akan membentuk motif-motif tertentu untuk mewujudkan suatu keinginan. artinya sesuai dengan tingkat peradaban dan tingkat perekonomian seseorang. Fase kedua merupakan fase perkembangan.

Salah satu ciri dari kepribadian otoriter adalah menonjolnya Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 121 . yaitu sebagai berikut. fase ketiga merupakan fase akhir yang ditandai dengan makin stabilnya perilaku-perilaku yang khas atau sifat-sifat khas dari seorang individu. Situasi ini terjadi pada anak-anak tunggal. yaitu anak yang sejak kecil mendapat dukungan dan perlindungan yang lebih dari lingkungan orang-orang di sekitarnya. terjadi perkembangan yang relatif tetap. berpolitik. seperti bakat seni. Pada dasarnya. Setelah kepribadian terbentuk secara permanen. dan pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh seseorang selama proses sosialisasi.Intelegensi (Inteligent Quotient – IQ) Intelegensi adalah tingkat kemampuan berpikir yang dimiliki oleh seseorang. yaitu seseorang mempunyai prinsip-prinsip yang kuat untuk menerapkan nilai-nilai sentral yang ada dalam dirinya sebagai hasil proses sosialisasi pada masa sebelumnya. dan anak yang sejak kecil memimpin di kelompoknya. kepribadian dapat diklasifikasikan menjadi tiga tipe. dan lain-lain. Pada fase ketiga. Tipe kepribadian ini ditandai dengan kemampuan menyesuaikan diri yang sangat tinggi dan dapat menampung banyak aspirasi dari orang lain. Seseorang memiliki kepribadian normatif apabila terjadi proses sosialisasi antara perlakuan terhadap dirinya dan perlakuan terhadap orang lain sesuai dengan tata nilai yang ada di dalam masyarakat. memori-memori pengetahuan. yaitu ketika seseorang telah berusia antara 25 – 28 tahun. c. Kepribadian Normatif Kepribadian normatif merupakan kepribadian yang ideal. Bakat Bakat pada hakikatnya merupakan seseuatu yang abstrak yang diperoleh seseorang karena warisan biologis yang diturunkan oleh leluhurnya. Bakat tersebut merupakan sesuatu yang sangat mendasar dalam mengembangkan keterampilan-keterampilan yang ada pada seseorang. yaitu dengan terbentuknya perilaku-perilaku yang khas sebagai perwujudan kepribadian yang bersifat abstrak. Intelegensi merupakan dasar kecakapan seseorang secara umum. Kepribadian Otoriter Tipe kepribadian otoriter terbentuk melalui proses sosialisasi individu yang lebih memenangkan kepentingan-kepentingan terhadap dirinya daripada kepentingan-kepentingan orang lain. Fase Ketiga Pada proses perkembangan kepribadian. berdagang. setiap orang memiliki bakat yang berbedabeda walaupun berasal dari ayah dan ibu yang sama. Intelegensi ini termasuk di dalamnya adalah IQ. Fase ketiga disebut fase kedewasaan.

di mana ciri-ciri khas dari prinsip-prinsip dan perilakunya sering kali mengalami perubahan-perubahan sehingga seolah-olah seseorang mempunyai lebih dari satu corak kepribadian. atau pun seorang yang mendapat dua jenis pendidikan yang latar belakangnya berbeda. Jelaskan bahwa norma sosial dapat menjamin kelangsungan hidup masyarakat! D.kehendak pribadi dan kurang menampung banyak aspirasi dan sering kali memandang rendah keberadaan orang lain. 1. sistem aktivitas. Kebiasaan-kebiasaan ini selanjutnya dipedomani sebagai suatu sistem yang dapat diterima dan diterapkan oleh semua warga masyarakat. Jelaskan bagaimana proses terbentuknya norma sosial! 3. Kepribadian Perbatasan Kepribadian perbatasan merupakan kepribadian yang relatif labil. Seseorang dikatakan memiliki kepribadian perbatasan apabila orang ini memiliki dualisme budaya karena proses perkawinan atau karena situasi tertentu hingga mereka harus mengabdi pada dua struktur budaya masyarakat berbeda. Kebudayaan ini dapat berwujud dalam bentuk sistem ide. 1. HUBUNGAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN DENGAN KEBUDAYAAN Kebudayaan adalah segala sesuatu yang merupakan hasil budidaya manusia dalam hidup bermasyarakat. Kemukakan dengan bahasamu sendiri bagaimana kaitan antara kepribadian dan kebudayaan setempat! 2. Kepribadian demikian sering kali terdapat pada orang-orang campuran antara dua golongan etnis. dan benda-benda konkret. pada orang-orang yang berdiri pada dua kelas masyarakat. 122 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Menurutmu fase apa yang paling mempengaruhi kepribadian seseorang? Mengapa? Jelaskan pendapat kalian! 4. Sistem Ide (Gagasan) Sistem ide adalah gagasan-gagasan yang merupakan hasil pencetusan orang per orang atau kelompok orang yang telah menjadi kebiasaan atau adat istiadat.

Benda-Benda Konkret (Artefak) Artefak merupakan benda-benda konkret atau benda hasil karya yang merupakan manifestasi dari sistem ide dan sistem aktivitas masyarakat. Dengan demikian. 3.2. Inilah yang disebut dengan etos kebudayaan. Bahasa Sistem Religi Sistem Kesenian Masyarakat Melahirkan Generasi Baru Generasi Baru dengan Kepribadian Tertentu Sistem Ilmu Pengetahuan Sistem Ekonomi Sistem Teknologi Sistem Organisasi Sosial Bagan 4. sistem ilmu pengetahuan. sistem mata pencarian. dan sistem organisasi Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 123 . Kepribadian mempunyai kaitan yang sangat erat dengan kebudayaan setempat dan selanjutnya kebudayaan setempat berangsurangsur akan dipengaruhi bahkan direvisi oleh pribadi-pribadi yang ada pada masyarakat tersebut. Etos kebudayaan merupakan watak khas dari suatu masyarakat yang dapat terpancar dari perilaku warga masyarakatnya. Artefak-artefak selanjutnya akan menjadi sistem peralatan dan perlengkapan hidup manusia yang dipakai untuk menyelenggarakan kehidupan. pola pikir. Tampak kepribadian seseorang sepenuhnya dipengaruhi oleh tujuh unsur kebudayaan masyarakat setempat yang terdiri dari bahasa. Untuk lebih jelasnya. kesenian. kesenian. sistem aktivitas ini akan menjadi sistem perilaku yang dipedomani sebagai sarana untuk melaksanakan pergaulan dan pemenuhan kebutuhan di dalam masyarakat.2 Bagan pengaruh unsur kebudayaan terhadap kepribadian seseorang. perhatikan bagan berikut ini. Selanjutnya. Sistem Aktivitas (Perilaku Sosial) Sistem aktivitas merupakan perwujudan dari sistem ide yang ada sehingga perilaku-perilaku sosial yang ada dalam masyarakat merupakan manifestasi dari sistem ide yang ada pada masyarakat tersebut. sistem teknologi. pakaian adat. dan lain-lain. religi. Misalnya dalam bentuk bahasa. kepribadian boleh dikatakan terbentuk oleh kebudayaan setempat sehingga tiap-tiap orang mempunyai karakteristik yang sama apabila berasal dari lingkungan yang sama pula.

Bentuklah kelompok yang beranggotakan 10 – 15 orang. 2. serta perguruan tinggi. Tapi yang perlu dicatat di sini bahwa kebudayaan selalu berhubungan dengan proses berpikir manusia. Ini berarti bahwa individu tersebut telah berperilaku seperti nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat. Korupsi merupakan salah satu kepribadian bangsa Indonesia. baik pemerintah. Dalam konteks ini keluarga justru mempunyai peranan yang lebih penting dan mendasar dalam mewujudkan warga masyarakat yang baik ketimbang peranan lembaga pendidikan seperti TK. Perilaku yang tidak selalu dapat dikategorikan sebagai perwujudan budaya. terutama ketika ia bertindak. Kecenderungan budaya korupsi di Indonesia dalam dua tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono . lembaga pendidikan. diperlukan kerja sama dari berbagai komponen. Budaya digunakan oleh setiap orang sebagai pedoman atau acuan dan latar belakang tindakan manusia dalam kehidupannya. terutama generasi baru secara akumulatif dan komprehensif. Ketujuh unsur tersebut mempengaruhi kepribadian individu. maupun tokoh-tokoh keagamaan. MEWUJUDKAN WARGA MASYARAKAT YANG BAIK W arga masyarakat yang baik adalah warga masyarakat yang dapat menjalankan peranannya yang menyangkut hak maupun kewajibannya secara baik tanpa mengurangi hak dari orang yang lain. warga masyarakat.sosial.Jusuf Kalla. Setiap kelompok meneliti salah satu topik di bawah ini. SMP. SD. dan SMU. dapat dikatakan bahwa kebudayaan mempunyai pengaruh besar terhadap kepribadian seseorang. Jadi. Untuk mewujudkan masyarakat yang baik. 124 Sosiologi SMA/MA Kelas X . 1.

Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. Setujukah Anda dengan pendapat pada alinea terakhir bacaan di atas? Jelaskan dan sertakan data-data pendukung! 2. Bagaimana solusi Anda dalam mewujudkan masyarakat yang baik?

MEMPERSIAPKAN KETERAMPILAN HIDUP

P

ada dasarnya, proses sosialisasi merupakan proses belajar bagi seorang individu untuk membekali diri dengan pengetahuan-pengetahuan dan keterampilan-keterampilan tertentu agar seorang individu dapat berperilaku sesuai dengan kondisi budaya masyarakatnya. Ada kalanya proses sosialisasi justru menyerap sub-sub kebudayaan yang menyimpang. Keadaan ini akan membawa jalan yang tersesat bagi seorang individu untuk meniti karir hidup dalam masyarakat. Tetapi sebaliknya dengan menyerap sub-sub kebudayaan yang baik, besar manfaatnya dalam membekali diri dengan keterampilan-keterampilan khusus yang dapat menunjang kehidupan hari tua. Pertanyaan: 1. Apakah yang dimaksud dengan keterampilan hidup atau life skill ?

2. Mengapa seorang remaja perlu membekali diri dengan keterampilan hidup? 3. Sebutkan lima contoh keterampilan hidup yang Anda senangi dan bagaimana cara Anda memperoleh keterampilan-keterampilan tersebut!

Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian

125

4. Melalui media apa sajakah keterampilan hidup itu dapat diserap? 5. Apa yang akan terjadi bila seorang individu yang memasuki usia akhir dewasa tidak memiliki keterampilan hidup?

PROSES SOSIALISASI DAN KEPRIBADIAN INDIVIDU
Setiap manusia sejak kecil hingga dewasa senantiasa berada di lingkungan individu yang lain, baik dalam lingkungan keluarga, lingkungan kerabat, lingkungan masyarakat setempat, lingkungan permainan, lingkungan pendidikan, maupun lingkungan masyarakat luas. Proses ini lebih tepat disebut proses sosialisasi. Dalam proses sosialisasi, seorang individu akan mendapatkan segala sesuatu yang baik maupun yang buruk di dalam masyarakat yang meliputi hampir semua segi kehidupan. Misalnya, bidang kesenian, olahraga, perdagangan, masalah hukum, masalah perkawinan, dan lain sebagainya. Melalui proses sosialisasi, orang akan bertambah banyak pengalamannya serta berkembang prinsip-prinsipnya hingga akhirnya terbentuk persepsi dan pola pikir yang didasarkan pada nilai-nilai yang diserap dalam proses sosialisasi. Gambaran umum dari perilaku yang khas seorang individu dinamakan kepribadian. Kepribadian ini dapat dilihat dari keseluruhan perilaku yang sehari-hari diperbuat oleh seseorang. Pertanyaan: 1. Kapankah kepribadian seseorang akan menjadi baik? Dan kapankah kepribadian seseorang akan menjadi buruk? 2. Jelaskan bagaimana korelasi antara kepribadian dan proses sosialisasi yang dialami oleh seorang individu! 3. Sebutkan komponen-komponen dari kepribadian seseorang yang terlihat dari aktivitas kesehariannya! 4. Mengapa seorang anak perlu dibatasi lingkungan pergaulannya? 5. Bagaimana peranan warisan biologis dalam pembentukan kepribadian seorang anak?

126

Sosiologi SMA/MA Kelas X

1. Norma dan nilai merupakan pedoman bagi individu yang melaksanakan proses sosialisasi, bahkan menjadi pedoman bagi semua warga masyarakat. Melalui proses sosialisasi, seseorang pada hakikatnya akan mempelajari norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat untuk dipedomani yang selanjutnya seorang individu dapat berperilaku secara tepat sehingga dapat sukses dalam pergaulan. 2. Perbedaan nilai dan norma sosial Nilai sosial: dibuat lebih dulu daripada norma sosial, bersifat implisit, dan belum dilengkapi dengan sanksi. Norma sosial: dibuat untuk melaksanakan nilai-nilai sosial, bersifat eksplisit, dan sudah dilengkapi dengan sanksi. 3. Fungsi nilai dan norma sosial adalah sebagai petunjuk arah perilaku, benteng perlindungan, dan pendorong atau motivator. 4. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan nilai dan norma meliputi perubahan struktur pemerintahan, perubahan tingkat peradaban, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penemuan-penemuan baru, dan pengaruh kebudayaan asing. 5. Tujuan sosialisasi adalah untuk mengetahui lingkungan sosial, lingkungan fisik, nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam suatu masyarakat, dan mengetahui lingkungan sosial budaya suatu masyarakat. 6. Faktor-faktor yang mempengaruhi sosialisasi Faktor Intrinsik yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam seorang individu. Faktor Ekstrinsik yaitu faktor-faktor yang berasal dari luar diri seseorang. 7. Media sosialisasi terdiri atas keluarga, lingkungan permainan, lingkungan pendidikan,lingkungan kerja, dan media massa. 8. Faktor-faktor pembentuk kepribadian Faktor Warisan Biologis: ciri-ciri fisik, golongan darah, bakat, dan sifat-sifat khas. Faktor Lingkungan: lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan, lingkungan pergaulan (lingkungan kerja), media massa, dan lingkungan masyarakat luas. 9. Kepribadian tiap-tiap individu dalam masyarakat sangat dipengaruhi oleh corak kebudayaan, di mana individu itu hidup dan berkembang menjadi dewasa (social determinism).
Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian

127

kegemaran 3. 2. D. kerja sama 3. 4. yang merupakan bagian atau unsur kepribadian seseorang adalah . A. B. prakarsa 2. 128 Sosiologi SMA/MA Kelas X . pengendalian emosi C. 3. 5 B. perangai C. kejiwaan B. dan E! 1. . 4. . 2. tabiat C. . golongan darah 4. lingkungan keluarga B. 4. 1. Gambaran umum mengenai kejiwaan manusia yang teraktualisasi dalam bentuk perilaku yang khas dari seorang individu disebut . budi pekerti 5. karakter D. . Faktor-faktor berikut ini yang bukan merupakan faktor-faktor warisan biologis adalah . . perangai 4. C. . A. 3. 6 C. tingkat kecerdasan (IQ) Dari pernyataan di atas. 5 E. . A. kecuali . ego E. Perhatikan pernyataan berikut ini: 1. . 1. Untuk mengetahui kondisi kejiwaan seseorang dapat diperhatikan melalui . Faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian seseorang adalah seperti berikut. prakarsa B. . 5.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. kondisi fisik E. 4 D. . 6 5. kepribadian 2. bakat-bakat D. A. . . perilaku keseharian E. . . 2. 2. 5. . 3. 3. imajinasi 6. hati nurani D.

2. A. lingkungan keluarga D. penemuan baru E. 2. . 2. . 4 9. 1. Proses sosialisasi yang dilakukan oleh seorang pejabat baru pindahan dari daerah lain merupakan contoh dari . Pembentukan kepribadian generasi penerus yang memiliki imtak (iman-takwa) dan iptek (ilmu pengetahuan-teknologi) yang kuat dan seimbang secara kodrati sejak semula menjadi tugas pokok media sosialisasi . 3. 8. A. A. 1. 2. 3 D. . . . Corak kepribadian seseorang sangat ditentukan oleh budaya masyarakatnya. proses sosialisasi pada lingkungan teman sepermainan 10. pemerintah B. . proses sosialisasi di lingkungan keluarga dan masyarakat setempat C. . Setiap masyarakat memiliki struktur budaya yang berlainan. A. Proses sosialisasi primer adalah . strata dan popularitas diri 5. E. 5 B. lingkungan alam B. pengetahuan tentang lingkungan alam 2. proses sosialisasi di lingkungan tempat tinggal yang baru D. . proses intuitif Berdasarkan pernyataan di atas. Tiap-tiap individu memiliki corak kepribadian yang berbeda-beda. multimedia C. Salah satu perwujudan dari kehidupan sosial dalam masyarakat adalah kegotongroyongan. D. B. norma dan nilai sosial 3. budaya masyarakat setempat 6. C. . keluarga E. 5 E. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 129 . . Pernyataan berikut ini yang merupakan penjabaran dari istilah social determinism adalah . masyarakat 7. 4 C. . struktur sosial dan personil dari masing-masing status dalam struktur sosial 4. 1. Budaya merupakan perwujudan dari kepribadian masyarakat.A. warisan biologis C. Perhatikan pernyataan berikut ini: 1. . . proses sosialisasi di lingkungan sekolah B. 3. sesuatu yang dapat diperoleh seseorang dalam proses sosialisasi adalah . proses sosialisasi di lingkungan kerja E. 1. . sekolah D. .

menentukan kepentingan individu dalam masyarakat D. . Nilai dan norma mempunyai hubungan saling berkaitan yang merupakan dasar dalam . nisbi. A. konkret. sosialisasi primer D. dan kerohanian material. dan moral 14. melatih keterampilan D. nilai E. vital 15. dan nominal mutlak. nilai dibagi atas tiga. Nilai sosial memiliki ciri-ciri antara lain . menyatukan kelompok yang mengalami konflik C. kehidupan bersama sebagai realita sosial C. Segala sesuatu yang berguna bagi manusia sehingga orang dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas termasuk dalam nilai . . mendidik budi pekerti E. dan nominal material. . proses enkulturasi 11. kehidupan kelompok untuk memenuhi kebutuhan khusus E. pengendali sosial dari perbuatan yang menyimpang E. . menuntun manusia untuk berbuat baik B. membudayakan masyarakat B. . kesusilaan. . dibawa sejak lahir melalui orang tua 130 Sosiologi SMA/MA Kelas X . material D. nilai D. . kesopanan. . . religius B. memberikan rasa kebersamaan D. . Notonegoro. . . mensosialisasikan nilai dan norma C. merupakan hasil interaksi antarwarga masyarakat 2. nilai C. . 1. A. etika C. adaptasi C. . . Keunggulan lembaga sekolah bagi pembinaan generasi muda terletak pada peranannya dalam . . petunjuk arah dalam pemenuhan kebutuhan 16. Menurut A. vital. . menentukan interaksi sosial bersama makhluk individu 13. dan moral abstrak. Dr. yaitu . . spritual. moral E.A. nilai B. Fungsi nilai sebagai pendorong. A. sosialisasi sekunder E. A. mengajar ilmu pengetahuan 12. sosialisasi B. kehidupan sosial yang bersifat abstrak B. maksudnya adalah . nilai Prof.

A. Salah satu pepatah yang mengatakan “lain ladang lain belalang. Kasus ini terjadi sebagai akibat dari . . kebiasaan hidup yang berbeda dengan daerah lain C. 1. mempunyai pengaruh yang sama sesuai dengan kebudayaan 5. yaitu . peningkatan kepekaan sosial 20. 1. penanaman nilai dan norma sosial D. . . nilai-nilai yang berbeda dengan daerah lain E. . 4 E. 5 C. Dalam hal ini. . pembentukan kepribadian sosial E. terbentuk melalui proses sosialisasi 4. Lita mengalami proses sosialisasi. teman kerja B. . yang merupakan media sosialisasi adalah . adanya kebebasan media massa B. tingkat perkembangan yang berbeda dengan daerah lain B. pemulihan tindakan anak yang bersifat asosial B. . . A. . A. menurunnya kualitas pendidikan C. tuntutan kehidupan yang berbeda dengan daerah lain D. lingkungan masyarakat yang buruk E. Dalam hal ini. 4. 3. Seorang anak akan merasa aman dan mendapat pengalaman dalam kelompoknya. Meskipun sudah tahu akibat buruk dari penyalahgunaan narkoba. 3. Sejak kecil Lita selalu dibimbing dan diarahkan oleh orang tuanya agar melakukan sesuatu dengan baik dan benar. teman sekoah 19. . . .3. . kenyataannya masih banyak remaja yang terjebak untuk mengkonsumsi. 2. lingkungan masyarakat D. A. 5 17. 3 D. proses sosialisasi yang tidak sempurna Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 131 . lingkungan sekolah E. teman bermain C. 2. A. 1. 3. tata kelakuan yang berbeda dengan daerah lain 18. . 3. lain lubuk lain ikannya” memberikan gambaran kepada kita bahwa setiap daerah memiliki . 4 B. . mempengaruhi perkembangan pribadi individu. banyaknya teman dalam pergaulan D. baik positif maupun negatif Pernyataan di atas yang benar adalah . pembelajaran ilmu pengetahuan sosial C.

Apakah yang dimaksud dengan sosialisasi? 2. Mengapa norma dan nilai dapat mengalami pergeseran? Jelaskan! 5. Apa yang dimaksud dengan nilai sentral? Bagaimana peranannya dalam bentuk perilaku? 9. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian pada diri seseorang! 8. Apakah yang dimaksud dengan kepribadian? 6. Jelaskan bagaimana korelasi antara proses sosialisasi dan proses pembentukan kepribadian! 7. Sebutkan macam-macam norma sosial! 4.Soal Essay Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Apa tujuan seorang individu melaksanakan proses sosialisasi? 132 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Jelaskan bagaimana peranan norma dan nilai dalam proses sosialisasi! 3. Sebutkan dan jelaskan macam-macam media sosialisasi! 10.

dan pengendalian sosial.co. Perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan nilai inilah yang dinamakan perilaku menyimpang yang menggelisahkan masyarakat sehingga masyarakat mengambil suatu tindakan yang disebut pengendalian sosial. Untuk membahas lebih lanjut. Bab 5 Perilaku Menyimpang 133 . perilaku menyimpang. Mendeskripsikan cara-cara untuk menanggulangi terjadinya perilaku menyimpang. Sumber: http/images. uraian berikut akan menjelaskan bagaimana keterkaitan nilai dan norma sosial. Mengklasifikasi jenisjenis perilaku menyimpang.google.id D alam perkembangan masyarakat tidak selamanya orangorang berperilaku sesuai norma dan nilai.PERILAKU MENYIMPANG Tujuan Pembelajaran Mengidentifikasikan terjadinya perilaku menyimpang sebagai hasil sosialisasi yang tidak sempurna.

Tidak mampu menyerap norma Proses belajar yang menyimpang Ketegangan Antarkebudayaan Proses sosialisasi yang tidak sempurna Pelampiasan rasa kecewa Sikap mental yang tidak sehat Dorongan kebutuhan ekonomi Perilaku Menyimpang Tindakan anti sosial Sikap melanggar norma Pelanggaran Norma Delinkuensi Kriminalitas Sikap anti kemapanan Pengendalian Sosial 134 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

yaitu kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang miskin karena kemiskinannya. Perilaku-perilaku ini merugikan warga masyarakat secara sosiologis sehingga akan menjadi penghambat tumbuh dan berkembangnya suatu masyarakat. PERILAKU MENYIMPANG Perilaku menyimpang merupakan akibat proses sosialisasi yang salah atau proses sosialisasi terhadap sub-sub kebudayaan yang menyimpang. norma agama. Kriminalitas terdiri atas kejahatan kerah biru dan kejahatan kerah putih. terutama adalah hukum pidana. Kejahatan (Criminality) Kejahatan atau kriminalitas adalah semua bentuk perilaku warga masyarakat yang telah dewasa yang bertentangan dengan norma-norma hukum. Kegagalan ini kemudian menjadi beban masyarakat ketika seorang anak tidak mengetahui prinsip-prinsip benar dan salah. perkelahian pelajar. mulai dari anak muda hingga orang dewasa pernah melakukannya.A. dan lain-lain. minum-minuman keras. yang bertentangan dengan nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. maupun norma hukum. Kejahatan kerah biru (blue collar crime). Contoh delinkuensi: berkatakata jorok. Tapi yang perlu diperhatikan adalah bahwa batasan perilaku menyimpang ditentukan oleh norma-norma atau nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. serta tidak mengetahui prinsip baik dan buruk. melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai yang berlaku di dalam masyarakat tertentu. Kenakalan Remaja (Delinkuensi) Semua bentuk perilaku remaja yang belum dewasa secara hukum yang bertentangan dengan nilai-nilai dan norma sosial yang ada dikategorikan sebagai kenakalan remaja. dapat dikatakan bahwa aturan yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukanlah baik atau buruknya perbuatan itu menurut pengertian umum. b. norma kesusilaan dan kesopanan. Suatu tindakan yang mungkin pantas dan dapat diterima di suatu tempat lain. a. terutama fungsi pendidikan dan fungsi pengawasan sosial. Perilaku menyimpang ini meliputi hal-hal berikut ini. Norma yang dilanggar meliputi norma adat dan kebiasaan. mencuri buah-buahan. Bab 5 Perilaku Menyimpang 135 . baik secara langsung maupun tidak langsung. Kenakalan remaja sering kali menjadi benih awal dari suatu kriminalitas. 1. Jadi. Pengertian Perilaku Menyimpang (Social Deviation) Yang dimaksud perilaku menyimpang adalah semua perilaku warga masyarakat baik secara individual maupun secara kolektif. Kenakalan remaja pada umumnya terjadi akibat gagalnya keluarga menjalankan fungsi-fungsinya. Perilaku menyimpang dapat dilakukan oleh siapapun.

3. bahkan dianggap perilaku yang normatif. Akibatnya. Anomi terjadi karena adanya ketidakharmonisan antara tujuan budaya dan cara-cara untuk mencapai tujuan budaya. Cara-cara Adaptasi Konformitas Inovasi Ritualisme Pengasingan diri Pemberontakan ± ± Tujuan Budaya Cara-cara yang Melembaga Tabel 5. 1. pengasingan diri.Kejahatan kerah putih (white collar crime). Beberapa Teori Penyimpangan a. 5. di mana perilaku menyimpang dianggap hal yang biasa. padahal struktur budaya yang satu dengan struktur budaya yang lain saling bertentangan. 2. Merton mengemukakan bahwa penyimpangan perilaku terjadi karena masyarakat mempunyai struktur budaya dengan sistem nilai yang berbeda-beda sehingga tidak ada satu standar nilai yang dijadikan suatu kesepakatan untuk dipatuhi bersama. Menurutnya. No. Pada akhirnya terjadi penyimpangan-penyimpangan perilaku. inovasi. b.1 Tabel Tipologi Adaptasi Individual dari Merton. individu-individu belajar mengenal tujuantujuan budaya tersebut. 4. 2. Generasi baru yang dilahirkan di lingkungan ini pun dengan sendirinya akan menyerap nilai-nilai yang memang menyimpang sejak awal. Hal ini terjadi pada perkampungan-perkampungan yang berserakan dan tidak teratur. Teori Anomi Robert K. 136 Sosiologi SMA/MA Kelas X . yaitu kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang kaya dan penguasa. Keadaan anomi bisa menyebabkan penyimpangan sosial selanjutnya dikatakan bahwa dalam proses sosialisasi. kejahatan berawal dari proses sosialisasi terhadap subkebudayaan yang memang salah dan menyimpang. Teori Kebudayaan Khusus yang Menyimpang Teori ini dikemukakan oleh Shaw dan McKay. ada lima tipologi tingkah laku individu untuk menghadapi hal tersebut. Kejahatan ini dilakukan semata-mata bukan karena kekurangan atau kemiskinan. ritualisme. Menurut Merton. dan pemberontakan. yaitu konformitas. masing-masing masyarakat akan berperilaku dengan standarnya masing-masing. melainkan karena keserakahannya.

Dalam konteks ini. dan tetapi dengan cara belajar sungguh-sungguh. akan berupaya untuk melanggar peraturan ini. seringkali terjadi pembaruan-pembaruan untuk menyempurnakan tata nilai lama yang dianggap tidak sesuai. namun dalam kenyataannya. Korupsi merupakan cara yang tidak disetujui dalam mencapai tujuan yang sesuai dengan nilai budaya. Misalnya. Dalam suatu perombakan struktur nilai. Mereka yang melihat betapa kecilnya kemungkinan untuk berhasil jika mematuhi peraturan atau cara-cara yang benar. Inovasi adalah suatu sikap menerima tujuan sesuai dengan nilai budaya. terjadilah suatu inovasi nilai. Sumber: Pilars.1 Perilaku menyimpang berupa tindakan yang melanggar hukum ditidaklanjuti dengan memasukkan pelaku ke ruang tahanan. tetapi menolak cara-cara yang melembaga untuk mencapai tujuan. Contohnya. dia tidak memakai joki dan menyontek. makna konformitas adalah suatu sikap yang menerima tujuan sesuai dengan nilai-nilai budaya dan cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut. Tanda + menunjukkan sikap menerima. dan tanda ± berarti penolakan terhadap nilai-nilai yang berlaku dan berupaya dengan nilai-nilai baru. tanda – berarti sikap menolak.Keterangan: Ada lima macam tingkah laku manusia yang berkaitan dengan budaya dengan caracara yang disetujui untuk mencapai tujuan tersebut. misalnya korupsi. Sikap konformitas ini bukan merupakan keadaan anomis. 8–14 Desember 2003 Gambar 5. Belajar merupakan cara untuk mencapai tujuan yang disetujui dan sudah melembaga dalam masyarakat. Bab 5 Perilaku Menyimpang 137 . Dalam teori sosiologi. Untuk mencapainya. seseorang yang ingin lulus ujian SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) agar menjadi mahasiswa PTN. cara yang disetujui untuk mencapainya hanya memungkinkan segelintir orang untuk berhasil. meskipun masyarakat kita mendorong semua anggota masyarakat untuk memperoleh kekayaan dan kedudukan sosial yang tinggi. sedangkan menjadi mahasiswa merupakan tujuan yang sesuai dengan nilai budaya.

Sebutkan lima bentuk penyimpangan sosial yang masih tergolong ringan! 4. Sikap menolak tujuan sesuai dengan nilai budaya dengan menerima cara-cara yang melembaga untuk mencapai tujuan disebut ritualisme. seorang individu atau kelompok masyarakat menolak tujuan maupun cara-cara untuk mencapai tujuan yang melembaga. Sebaliknya pada pengasingan diri. teori ini adalah teori pemberian label atau cap terhadap suatu tindakan penyimpangan. Sebabnya masa depan seseorang yang telah terlanjur dianggap sebagai penyimpangan sekunder bisa berubah secara drastis. Oleh karena itu. Contohnya: meskipun masyarakat kita menolak pengaturan zakat. 138 Sosiologi SMA/MA Kelas X . penyimpangan dapat dibedakan menjadi dua macam. Jelaskan mengapa orang harus berperilaku seperti norma dan nilai! 2. Teori ini dijelaskan dengan memakai bantuan konsep penyimpangan primer dan sekunder. Pada dasarnya. yaitu penyimpangan positif dan penyimpangan negatif. teori ini disebut pula teori pemberian cap. Meskipun kesehariannya bertingkah laku baik. Ada banyak teori penyimpangan. namun mereka menerima cara-cara yang melembaga untuk mencapai tujuan perzakatan. 1. Misalnya. walaupun dilakukan hanya satu kali. teori manakah menurut Anda yang paling baik? Apa alasannya? 3. seseorang yang melakukan tindakan pencurian di wilayah tempat tinggalnya. Teori Reaksi Masyarakat Teori penyimpangan yang ketiga adalah teori reaksi masyarakat. Berdasarkan sifatnya. namun cap itu sendiri jauh lebih diperhatikan melebihi status-status yang lainnya. ritualisme dan pengasingan diri. c. Jelaskan bagaimana kaitan antara kenakalan remaja dan kriminalitas! 3. oleh masyarakat diberi cap sebagai pencuri.Pemberontakan adalah sikap yang menolak tujuan dan cara-cara yang melembaga dan berupaya menggantikannya dengan tujuan dan cara yang baru. khususnya penyimpangan sekunder. Sifat-Sifat Penyimpangan Penyimpangan perilaku memang tidak selamanya mempunyai pengaruh yang buruk bagi masyarakat. Selanjutnya. contohnya kaum revolusioner.

Seseorang dikatakan menyimpang secara positif jika dia berusaha merealisasikan suatu cita-cita namun masyarakat pada umumnya menolak atau tidak dapat menerima caranya. ia cenderung tidak sanggup menjalankan perannya sesuai dengan perilaku yang pantas menurut ukuran masyarakat. terutama orang-orang di sekitarnya. pelakunya dikucilkan dan bobotnya diukur menurut kaidah sosial yang dilanggar. Contoh: wadah pergaulan dalam bentuk “kontak jodoh” yang mungkin belum dapat diterima oleh anggota masyarakat karena dianggap melampaui batas. Akibatnya yang diterima bukan pujian melainkan celaan. Ketidaksanggupan Menyerap Norma-norma Kebudayaan Proses ini berlangsung ketika seseorang individu tidak mampu membedakan perilaku yang pantas dan yang tidak pantas. Perilaku menyimpang tersebut juga dapat terjadi ketika seorang individu tidak mampu mendalami norma-norma masyarakat yang berlaku dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. walaupun cara atau tindakan yang dilakukan itu seolah-olah menyimpang dari norma-norma yang berlaku. Ini dapat terjadi karena seseorang menjalani proses sosialisasi yang tidak sempurna. Individu juga dapat tidak berhasil melakukan sosialisasi jika ia tidak memiliki kepercayaan diri dan kemampuan dalam proses sosialisasi tersebut. perilaku menyimpang dapat disebabkan oleh hal-hal berikut ini. TERJADINYA PERILAKU MENYIMPANG SEBAGAI HASIL SOSIALISASI YANG TIDAK SEMPURNA Proses sosialisasi yang tidak sempurna dapat membentuk perilaku menyimpang. B. b. Pelanggaran terhadap kaidah susila dan adat istiadat biasanya dinilai berat. Proses Belajar yang Menyimpang Proses belajar suatu subkebudayaan yang menyimpang akan menimbulkan perilaku-perilaku baru pada generasi baru yang menyimpang dari norma dan nilai Bab 5 Perilaku Menyimpang 139 . Tindakan perilaku menyimpang ini dianggap tercela oleh masyarakat. Proses sosialisasi tidak akan berhasil jika sejak kecil seseorang mengamati kemudian meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. Penyimpangan negatif adalah kecenderungan bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dipandang rendah dan berakibat buruk. Penyebab Perilaku Menyimpang Berdasarkan tinjauan multidimensi. a. Kasus ini tampak pada seseorang yang berasal dari keluarga berantakan. Hal ini terjadi misalnya karena seorang individu kesulitan dalam berkomunikasi ketika bersosialisasi. 1.Penyimpangan positif adalah penyimpangan yang terarah pada nilai-nilai sosial yang ideal. Biasanya bila anak ini terjun ke masyarakat yang lebih luas. padahal sebenarnya tidak.

Terutama karena berasal dari masyarakat yang mempunyai struktur budaya yang berlainan. bahwa proses sosialisasi akan menghasilkan sesuatu yang baik dan yang buruk yang kadang berlangsung secara tumpang tindih tanpa disadari. ia akan memperoleh pola-pola sikap dan perilaku kelompoknya. sehingga kemungkinan besar akan terjadi perilaku menyimpang.yang ada. d. Hubungan dengan kelompokkelompok tersebut akan cenderung membuatnya mengidentifikasi dirinya dengan kelompok yang paling dihargainya. Perilaku menyimpang sering kali merupakan akibat dari sosialisasi yang sengaja maupun tidak sengaja. Hal ini dapat terjadi karena orang yang melakukan perilaku menyimpang tidak merasa bersalah atau menyesal. Mereka membentuk subkebudayaan yang berbeda dari kebudayaan umumnya. Ikatan Sosial yang Berlainan Dalam suatu masyarakat memang terdapat kerabat-kerabat dengan ikatan sosial yang berbeda-beda dan struktur tata nilai yang berbeda pula. Dengan hubungan ini. maka kemungkinan besar ia juga akan menunjukkan pola-pola perilaku menyimpang. Setiap masyarakat tidak hanya memiliki tujuan-tujuan yang dianjurkan oleh kebudayaan. tetapi juga cara-cara yang diperkenankan oleh kebudayaan tersebut untuk mencapai tujuan tadi. Ketegangan antara Kebudayaan dan Struktur Sosial Pada masyarakat multikultural memang terdapat perbedaan-perbedaan struktur budaya yang sangat mendasar. c. e. Perilaku menyimpang sebagai hasil sosialisasi yang sengaja dapat terjadi melalui kelompok-kelompok gelap yang tujuannya benar-benar mengajarkan penyimpangan. Adakalanya nilai-nilai sentral ini sangat berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lain. Jika pergaulan ini memiliki pola sikap dan perilaku menyimpang. 140 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Apabila seseorang tidak diberi peluang untuk memilih. Proses belajar ini terjadi melalui interaksi sosial dengan orang lain khususnya orang-orang berperilaku menyimpang yang sudah berpengalaman. Adapun terjadinya proses belajar perilaku menyimpang sama halnya dengan proses belajar yang lainnya. Hal ini menjadi titik awal terjadinya penyimpangan. Setiap orang biasanya berhubungan dengan kelompok yang berlainan. Nilai sentral ini merupakan nilai yang paling dipedomani oleh seseorang. Akibat Proses Sosialisasi Nilai-nilai Subkebudayaan Menyimpang Sebagaimana disinggung di depan. Sikap Mental yang Tidak Sehat Perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai sentral yang ada pada diri manusia itu. maka cara-cara ini dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Proses sosialiasi ini terjadi secara sengaja maupun tidak sengaja. f.

dilakukan biar dianggap hebat. i. jagoan. termasuk perilaku-perilaku yang menyimpang. Bentuk-Bentuk Perilaku Menyimpang Akibat Perubahan Sosial Budaya Proses perubahan sosial budaya yang sangat mendasar dan berlangsung relatif cepat mengakibatkan munculnya perilaku-perilaku menyimpang. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor penyebab perilaku menyimpang! 3. Bab 5 Perilaku Menyimpang 141 . Mengapa sosialisasi yang tidak sempurna dapat menyebabkan perilaku menyimpang? 2. Dorongan Kebutuhan Ekonomi Sebagaimana diketahui bahwa kebutuhan hidup tidak selamanya tersedia dan mudah dijangkau. Hal inilah yang menjadi titik awal terjadinya penyimpangan perilaku akibat dorongan pemenuhan kebutuhan ekonomi. Terkadang keinginan tidak sesuai dengan kemampuan. seseorang yang mengalami rasa kecewa atau kepahitan hidup dapat melakukan perilaku menyimpang sebagai usaha pelarian atau pelampiasan terhadap rasa kecewanya atau kesulitannya itu. Perilaku menyimpang kadang-kadang dilakukan sekedar untuk gaya-gayaan atau keinginan untuk dipuji.g. Keinginan untuk Dipuji atau Gaya-gayaan Di lingkungan orang-orang yang sebaya. h. Mereka merombak sistem perilaku lama sehingga yang pada mulanya merupakan sesuatu yang benar namun sekarang menjadi sesuatu yang salah dan menyimpang. penyalahgunaan narkotika. dan lainnya. mabuk-mabukan. sering kali perilaku menyimpang itu dilakukan untuk menunjukkan keberanian seseorang untuk melakukan sesuatu. Keadaan inilah yang membuat orang mengalami kekecewaan. Pelampiasan Rasa Kecewa Tidak selamanya keadaan yang ada di hadapan kita sesuai dengan keinginan kita. Misalnya: berkelahi. Misalnya. Selanjutnya sering kali kekecewaan ini memunculkan perilaku-perilaku yang merupakan pelampiasan dari rasa kekecewaannya itu. Sebutkan macam-macam perilaku menyimpang! 2. Seseorang yang terdesak kebutuhan ekonominya jika tidak memiliki iman yang kuat atau tidak dapat mengendalikan diri atau tidak mau bekerja keras dapat terdorong menjadi penjahat. 1.

terjadi strukturstruktur budaya lama yang masih muncul pada masa sekarang. dan di mana peralihan antara Orde Baru ke Orde Reformasi.2 Adanya tindakan revolusioner dari rakyat berupa tuntutan agar terjadi pergantian pimpinan dalam pemerintah merupakan wujud ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintah. Sebagai contoh.Sumber: Men’s Obsession. a. Contoh: sikap-sikap ajaran komunis sosialis seperti 142 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Edisi Khusus 2005 Gambar 5. kasus Indonesia yang sejak merdeka hingga sekarang setidaknya telah terjadi tiga kali revolusi sosial. perilaku-perilaku dan ajaran komunis masih muncul yang selanjutnya dapat disebut perilaku menyimpang akibat perubahan sosial pada masa itu. dan gaya kepemimpinan yang otoriter. Perilaku ini merupakan contoh perilaku menyimpang akibat perubahan sosial budaya pada masa itu. Revolusi Sosial pada Masa Peralihan Orde Lama ke Orde Baru Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 1965/1966 pada saat pemerintahan Orde Lama lengser dari panggung kekuasaan dan diganti dengan pemerintahan Orde Baru. yaitu dari sistem kolonialis menjadi sistem demokrasi di bawah pemerintahan bangsa sendiri. Pada masa berikutnya. Contoh: penggunaan bahasa Belanda dan bahasa Jepang yang merupakan peninggalan bangsa penjajah. Ketika terjadi perubahan secara cepat. b. Pada masa ini terjadi perombakan susunan kabinet 100 menteri dengan pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI). Revolusi Sosial pada Awal Kemerdekaan Pada masa ini terjadi perubahan sosial yang sangat mendasar pada struktur pemerintahan. pada masa peralihan Orde Lama ke Orde Baru. yaitu perubahan sosial yang mendasar dan berlangsung dalam waktu yang relatif singkat terjadi di awal kemerdekaan.

pelecehan seks. b. Bab 5 Perilaku Menyimpang 143 . Secara umum. Sesuatu yang dianggap baik dan dipedomani pada masa pemerintahan Orde Baru menjadi sesuatu yang menyimpang pada masa sekarang. penyimpangan-penyimpangan sosial dalam masyarakat itu dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis penyimpangan besar. c. penyimpangan gaya hidup sudah termasuk penyimpangan yang sangat mendasar terutama bagi masyarakat tradisional. dan lain-lain. dan terhadap norma agama dan norma hukum. Hingga saat ini kita masih berada pada Orde Reformasi. penyimpangan jenis ini belum melanggar norma. pelacuran. Ini terjadi karena adanya perubahan struktur budaya pada masa peralihan tersebut. ada kalanya kelompok orang-orang kaya memenuhi kebutuhan secara mewah dan berlebihan. tetapi berdasarkan adat dan kebiasaan. solidaritas sosial yang sangat terbatas. Penyimpangan gaya hidup Penyimpangan gaya hidup merupakan salah satu bentuk penyimpangan ringan. Revolusi Sosial pada Masa Peralihan antara Orde Baru ke Orde Reformasi Masa peralihan ini terjadi sekitar tahun 1998 dan 1999. a. tetapi oleh para alim ulama melalui khotbahkhotbahnya perilaku ini telah dinyatakan sebagai perilaku yang kurang terpuji sehingga perlu untuk dihindari. Penyimpangan seksual Pada dasarnya. cara berbicara. terhadap norma adat dan kebiasaan. yaitu apabila seseorang dalam menyelenggarakan kehidupannya tidak seperti yang dilakukan oleh masyarakat pada umumnya. Penyimpangan seksual ini merupakan penyimpangan terhadap norma kesusilaan dan kesopanan. Secara hukum perilakuperilaku tersebut belum dianggap salah. Penyimpangan pemakaian barang-barang konsumsi yang berlebihan Penyimpangan pemakaian barang konsumsi ini merupakan bentuk penyimpangan terhadap norma agama dan norma kebiasaan. c. Contohnya. antara lain sebagai berikut. penyimpangan seksual adalah penyimpangan perilaku seksual yang dilakukan di luar ikatan pernikahan antara pria dan wanita.bekerja sama untuk kepentingan bersama dan segala sesuatu menjadi hak milik bersama. Sebagai contoh penyimpangan seksual antara lain: kumpul kebo. Penyimpangan gaya hidup ini bisa berupa cara berpakaian. yaitu ketika kekuasaan Orde Baru turun dari panggung politik di Indonesia yang dilanjutkan dengan Pemilihan Umum pada tahun 1999. dan pemerkosaan. Contoh: sikap mengekang kebebasan dan sikap sentralistik. Secara hukum. Hal ini juga membuat perilaku tersebut berbeda dengan apa yang dilakukan oleh warga masyarakat pada umumnya.

a. Setelah itu. Penyimpangan kelompok Penyimpangan kelompok adalah penyimpangan yang dilakukan secara bersama-sama dan terkoordinir. Kolusi dapat terjadi di kalangan pemerintah maupun di kalangan swasta. a. b. serta melembaga yang disebut pula sebagai kolusi. Perilaku-perilaku kriminal yang bertentangan dengan norma hukum pidana misalnya: penipuan dan pemerasan. pencuri sepeda motor. terutama hukum pidana. Penyimpangan ini dapat meliputi penyimpangan seks. pemalsuan dokumen. perusakan. Penyimpangan perorangan Penyimpangan perorangan adalah penyimpangan atau pelanggaran yang dilakukan orang perorangan. dan lain-lain. yaitu penyimpangan perorangan dan penyimpangan kelompok. Penyimpangan sekunder Penyimpangan sekunder adalah penyimpangan atau pelanggaran yang dilakukan berkali-kali. pembunuhan. Penyimpangan perilaku yang mengarah pada tindak kejahatan (kriminalitas) Penyimpangan kriminalitas merupakan perilaku warga masyarakat yang telah dewasa hukum yang bertentangan dengan norma-norma hukum. Jenis pelanggaran ini merupakan pelanggaran yang mempunyai esensi berat dan perlu mendapatkan sanksi maksimal berdasarkan hukum yang berlaku. dan perampokan. Berdasarkan jumlah pelakunya.d. bahkan pelakunya memiliki kecakapan khusus atau terspesialis dengan jenis pelanggaran yang dilakukannya. atau penyimpangan gaya hidup. b. Contoh: pencopet. penyimpangan sosial dapat diklasifikasikan menjadi dua macam. Penyimpangan ini merupakan penyimpangan dalam kategori yang ringan dan sering kali disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan atau ketidaktahuan dari orang yang melakukannya. penyimpangan tidak akan terulang lagi. penyimpangan kriminal. Penyimpangan primer Penyimpangan primer adalah penyimpangan yang dilakukan sekali dan untuk yang pertama kali. . penyimpangan sosial dapat diklasifikasikan menjadi dua tingkatan. Penyimpangan jenis ini sering kali terjadi di lingkungan birokrasi berupa penyimpangan penyalahgunaan kekuasaan pada jabatan tertentu. Yang pasti kolusi akan mengakibatkan korban yang lebih banyak dan sering kali berlangsung dalam waktu yang sangat panjang. Berdasarkan esensi berat-ringannya pelanggaran. yaitu penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder. penganiayaan. pencurian.

September 2003 Gambar 5. a.3 Penggantian jenis-jenis uang yang beredar secara berkala oleh Peruri dimaksudkan untuk menghindari pemalsuan uang. kepolisian dan intelejen selalu berusaha untuk menangkap dan mengadili pihak-pihak yang telah memalsukan uang pemerintah RI. Sumber: Garuda. surat-surat berharga seperti ijazah. Di samping itu. informasi dari masyarakat terhadap semua bentuk pelanggaran merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi kepolisian untuk memberantas tindakan penyimpangan tersebut. Pelanggaran tipe ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang justru ahli dalam bidangnya dan sering kali membentuk suatu sindikat yang justru melibatkan orang-orang pandai bahkan aparat. kolusi. cek.Beberapa jenis penyimpangan sosial yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai berikut. Pemalsuan dokumen meliputi pemalsuan materai. Korupsi. Pemalsuan uang dan dokumen Hampir setiap dekade di Indonesia ada saja pihak-pihak yang memalsukan uang pemerintah RI. Oleh karena itu. dan lain sebagainya. b. perjanjian-perjanjian. dan nepotisme Korupsi dapat dipahami sebagai suatu sikap untuk memperkaya diri dengan cara mengambil atau memanfaatkan uang negara. Nepotisme merupakan suatu bentuk kejahatan berbentuk memberikan toleransi yang lebih kepada keluarga dan kerabatnya dalam kaitan dengan birokrasi Bab 5 Perilaku Menyimpang 145 . Korupsi bisa dilakukan di lingkungan pemerintah maupun di lingkungan swasta. PERURI (Perusahaan Uang Republik Indonesia) senantiasa secara berkala mengganti jenis-jenis uang yang beredar untuk menghindari adanya pemalsuan terhadap jenis uang tertentu. Oleh karena itu. perangko. sedangkan kolusi merupakan korupsi yang dilakukan secara bersama-sama dan melembaga.

Penyimpangan seks Penyimpangan seks merupakan penyimpangan sosial pada aktivitas seks yang dilakukan antara laki-laki dan perempuan yang menyimpang dari normanorma agama atau pun norma hukum. Namun yang jelas nepotisme merupakan suatu penyimpangan perilaku secara tidak wajar dan menimbulkan kecemburuan sosial bagi masyarakat umum. e.pemerintahan maupun pengadaan barang. Penyimpangan perilaku tipe ini penyelesaiannya harus lebih hati-hati. Dalam suatu perkelahian massal. dan perkosaan. h. atau tindakan anarkis yang merusak seperti membakar rumah dan fasilitas-fasilitas tertentu. Nepotisme bisa berarti melanggar hukum. dan pembunuhan Perampokan pada umumnya dilakukan dengan mengancam. d. Ada beberapa macam penyim-pangan seks. yaitu dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat serta kedua belah pihak. Kasus pembobolan bank sering terjadi karena lemahnya pengawasan dan canggihnya sistem transfer dana dari bank yang satu ke bank yang lain. sering kali berbuntut penganiayaan. g. Rangkaian tindakan perampokan sering kali berkaitan dengan tindak penganiayaan dan bahkan pembunuhan. Pembobolan bank Sistem komputerisasi perbankan yang bersifat terbuka (on line) sering kali menjadi incaran para pembobolan bank. Ada banyak jenis pencurian yang biasa terjadi di dalam masyarakat. dan pencurian ternak. baik dengan senjata tajam maupun senjata api. lesbian. homoseksual. Pelaku umumnya orang-orang dalam di lingkungan bank yang bersekongkol dengan orang-orang tertentu selaku nasabah. c. Pencurian Pencurian merupakan suatu tindak pelanggaran kriminal dengan mengambil barang-barang milik orang lain secara tidak sah. Perampokan. 146 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Selain itu. antara lain: pencurian sepeda motor dan mobil (curanmor). Aksi perkelahian massal dan tindakan anarkis Aksi perkelahian massal merupakan bentuk solidaritas sosial yang negatif dari suatu kelompok terhadap kelompok yang lain. Pembobolan bank biasanya melalui transaksi kredit yang diberikan oleh bank kepada nasabah fiktif. pencurian perhiasan dan uang. bisa juga tidak melanggar hukum. pencurian barang-barang elektronik. f. Alkoholisme (miras) Minum-minuman beralkohol yang melebihi ambang batas dilarang oleh hukum karena dapat mendorong terjadinya tindak kriminal yang lain. antara lain: pelacuran (prostitusi). pembunuhan. penganiayaan.

Perkelahian pelajar Kasus perkelahian pelajar merupakan kasus-kasus kenakalan remaja yang marak di kalangan pelajar. i. Apa yang dimaksud dengan pengendalian korupsi. Ujung-pandang. Semarang. Dengan begitu. kurangnya pengawasan orang tua siswa. Perkelahian pelajar atau tawuran pada umumnya berlangsung di kota-kota besar seperti Jakarta. 1. dan lain-lain. Bandung. Hal-hal yang dapat menyebabkan perkelahian pelajar antara lain: pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah yang tidak terisi sesuai dengan jadwal. yaitu dilakukan oleh orang-orang mampu dan disalurkan oleh orangorang dalam suatu bentuk kegiatan bisnis. putaw. wiski. dan lain-lain. dan ganja. Pengendalian sosial di antara Bab 5 Perilaku Menyimpang 147 . Pengendalian sosial seperti apa yang dilakukan untuk mengatasi tawuran? Jelaskan pendapatmu! 3. Mengapa undang-undang perlu dibuat dengan melibatkan Dewan Perwakilan Rakyat? 4.dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Surabaya. sabu-sabu. atau jenis-jenis miras yang lain. dan nepotisme? C. j. Narkotika Penyimpangan sosial jenis ini merupakan penyimpangan yang bertendensi ekonomi. Adapun barang-barang yang dapat tergolong narkotika antara lain: ekstasi. Coba jelaskan bagaimana urut-urutan penyelesaian kasus pelanggaran hukum dari awal sampai dengan vonis hakim! 2. mengajak. pengendalian sosial di antara individu maupun di antara kelompok juga perlu dilakukan. diperlukan pengendalian sosial. Beberapa contoh alkohol atau miras antara lain: ciu. jenewer. PENANGGULANGAN TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG Untuk menanggulangi terjadinya perilaku menyimpang. bahkan memaksa warga masyarakat untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan norma. Pengendalian sosial merupakan suatu sistem yang mendidik. kehidupan masyarakat pun akan tertib dan teratur. Kepentingan individu atau kelompok tertentu sering kali menimbulkan penyimpangan-penyimpangan. Untuk itu. kurangnya pengawasan dari pihak sekolah. kolusi. heroin.

atau rumah tahanan/lembaga pemasyarakatan. Pengendalian sosial di antara individu dan kelompok terjadi ketika individu mengawasi suatu kelompok. Misalnya. mengembangkan rasa takut dalam jiwa masyarakat yang hendak menyimpang dari adat dengan ancaman dan kekerasan. pengendalian sosial juga dapat dilakukan dengan memberikan penghargaan kepada warga masyarakat yang mematuhi adat istiadat dan sebaliknya mengembangkan rasa malu dalam jiwa warga masyarakat yang tidak mematuhi adat istiadat. Selain itu. Jika upaya pengendalian sosial tadi belum berhasil juga.individu dilakukan dengan pengawasan individu tertentu terhadap individu lainnya. Fungsi dan peranan lembaga 2. kejaksaan. ayahmu yang mendidikmu untuk menaati peraturan dalam keluarga. Misalnya. Pengendalian sosial yang dilakukan diharapkan dapat mengurangi penyimpangan sosial yang terjadi. misalnya kepolisian. Kegiatan operasional lembaga 148 Sosiologi SMA/MA Kelas X . pengadilan. Misalnya. Selain itu. Selain itu juga memberlakukan hukuman dengan mengenakan sanksi yang tegas pada pelanggarnya. di mana ada pengawasan dari suatu kelompok terhadap kelompok lainnya. dilakukan cara-cara yang lebih tegas. Kemudian buatlah laporan ringkas mengenai hal-hal berikut ini! 1. Menurut Koentjaraningrat (1922 : 217). Tugas dan kewenangan lembaga 3. hukuman penjara atau berupa denda. upaya pengendalian sosial dapat dilakukan dengan mempertebal keyakinan para warga masyarakat akan kebaikan adat istiadat dalam berbagai masyarakat. pengendalian sosial juga dapat dilakukan diantara kelompok. Hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan. Seperti apakah cara-cara pengendalian sosial itu dan lembagalembaga apa saja yang melakukannya? Kamu bisa mengetahuinya di bab selanjutnya. Hal ini dilakukan misalnya oleh gurumu terhadap murid-muridnya di sekolah. Kunjungilah salah satu lembaga pengendalian sosial yang terdekat dari sekolah Anda.

Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Ciri-ciri pemerintah yang baik adalah pemerintah yang dapat menyusun kebijakan yang tepat sesuai dengan harapan warga masyarakatnya. Setujukah kalian bahwa pemerintah yang baik adalah pemerintah yang kuat (strong government) yang dapat menyatukan pendapat dari seluruh rakyat untuk menuju pada satu arah sesuai dengan tujuan negara? Jelaskan! 2. Menurut Anda. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. presiden. Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang kuat yang dapat menyatukan pendapat dari seluruh rakyatnya sehingga seluruh kekuatan bangsa tertuju pada satu arah untuk mencapai tujuan negara. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. dan wakil presiden karena ketiga komponen bangsa yang penting itu dipilih secara langsung oleh rakyat melalui proses pemilihan umum. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. bagaimanakah solusi untuk mewujudkan pemerintah yang baik? Bab 5 Perilaku Menyimpang 149 .MEWUJUDKAN PEMERINTAH YANG BAIK P emilu tahun 2004 ini merupakan suatu sistem yang lebih baik dan lebih demokratis untuk memilih anggota legislatif. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1.

Untuk mengeliminir budaya korupsi. Tetapi setidaknya dapat ditekan sekecil mungkin pertumbuhannya. Bagaimana upaya pencegahannya melalui proses pewarisan budaya yang baik? 3. budaya korupsi ini dilakukan turun-temurun dari generasi terdahulu kepada generasi berikutnya. Apa alasanmu? 150 Sosiologi SMA/MA Kelas X . mulai sekarang generasi-generasi tua harus berani menjadi guru perilaku sosial yang baik dengan meninggalkan secara perlahan dan penuh kesadaran budaya korupsi.MENGELIMINIR BUDAYA KORUPSI P ada masa reformasi akhir-akhir ini. Pada dasarnya. Sebutkan masing-masing dua contoh budaya korupsi. kolusi. Mungkin hal ini tidak akan sepenuhnya bisa dihilangkan dari tata pergaulan masyarakat kita. Di kalangan birokrat. kolusi. Benarkah bahwa budaya korupsi. Setujukah Anda dengan dibentuknya lembaga Komite Pemberantasan Korupsi (KPK). hampir semua media massa membahas tentang cara-cara memberantas budaya korupsi. Korupsi memang merupakan sesuatu penyimpangan yang benar-benar menghambat upaya perkembangan masyarakat secara keseluruhan. Mengapa korupsi masih kental dilakukan dalam masyarakat kita. terutama oleh pejabat-pejabat negara? 2. dan nepotisme di kalangan birokrat pemerintah! 5. dan nepotisme. kolusi. baik pemerintah maupun lembaga nonpemerintah dewasa ini memang masih sangat kental dengan budaya korupsi. dan nepotisme tak pernah bisa dihapuskan? Mengapa demikian? 4. Pertanyaan: 1.

Akan tetapi. teknologi canggih ini akan berpihak kepada orang-orang kaya dan selanjutnya menjadi sekutu orang-orang kaya untuk menghasilkan barang dan mendatangkan uang. truk. Sebutkan empat faktor penyebab kesenjangan sosial! 2. Bagaimana cara-cara mengatasi kesenjangan sosial dalam masyarakat? 5. Melalui proses modernisasi dan pembangunan. Justru dengan kedatangan mesin-mesin teknologi canggih ini golongan masyarakat miskin akan termarginalkan. keadaan ini dapat menjadi potensi terjadinya konflik dalam masyarakat. Sebab. telepon. mesin bubut. mereka tergusur dari pekerjaan yang diakibatkan oleh mesin-mesin yang digunakan daripada tenaga-tenaga manusia.KESENJANGAN SOSIAL SEBAGAI POTENSI KONFLIK Salah satu penyebab menjadi semakin tingginya jurang kesenjangan sosial antara golongan kaya dan golongan miskin adalah kehadiran teknologi melalui proses modernisasi dan pembangunan. Upaya-upaya apakah yang sekarang diperjuangkan oleh pemerintah Indonesia dalam mengatasi kemiskinan? Bab 5 Perilaku Menyimpang 151 . teknologi-teknologi baru diimpor oleh agen modernisasi dan pembangunan untuk memajukan taraf kehidupan suatu bangsa. Kasus ini dapat membuat sekat-sekat dalam masyarakat untuk menimbulkan penindasan sosial budaya kepada kelompok miskin serta mendorong adanya kecemburuan sosial dari kelompok miskin kepada kelompok kaya. komputer. Inilah kasus kesenjangan sosial yang makin lebar. radio. Jelaskan bagaimana kaitan antara modernisasi dan kesenjangan sosial! 3. Barang-barang teknologi canggih ini misalnya mobil. Mengapa kesenjangan sosial dapat menjadi potensi konflik dalam masyarakat? 4. televisi. Pertanyaan: 1. traktor pembajak. mesin tenun. internet. dan lain-lain. Pada gilirannya.

Teori Penyimpangan Teori kebudayaan khusus yang menyimpang Teori anomi Teori reaksi masyarakat 3. Revolusi sosial yang terjadi di Indonesia Revolusi sosial pada awal Kemerdekaan Revolusi sosial pada masa peralihan Orde Lama ke Orde Baru Revolusi sosial pada masa peralihan antara Orde Baru ke Orde Reformasi 6. Penyebab perilaku menyimpang Ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan Proses belajar yang menyimpang Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial Ikatan sosial yang berlainan Akibat proses sosialisasi nilai-nilai subkebudayaan menyimpang Sikap mental yang tidak sehat Dorongan kebutuhan ekonomi Pelampiasan rasa kecewa Keinginan untuk dipuji atau gaya-gayaan 5.1. Sifat-sifat Penyimpangan Penyimpangan positif Penyimpangan negatif 4. Perilaku menyimpang adalah semua perilaku warga masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Jenis-jenis penyimpangan sosial yang terjadi di masyarakat Penyimpangan gaya hidup Penyimpangan pemakaian barang-barang konsumsi yang berlebihan Penyimpangan seksual Penyimpangan perilaku yang mengarah pada tindak kejahatan (kriminalitas) 152 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Perilaku menyimpang terdiri atas: Kenakalan remaja (delinquention) Kejahatan (criminality) 2.

Contoh-pengendalian sosial antara lain: Pendidikan Penghargaan Mengembangkan rasa malu Mengembangkan rasa takut dengan ancaman dan kekerasan Hukuman dengan mengenakan sanksi yang tegas Bab 5 Perilaku Menyimpang 153 . Penyimpangan sosial berdasarkan jumlah pelakunya Penyimpangan perorangan Penyimpangan kelompok 9. dan nepotisme Pembobolan bank Aksi perkelahian massal dan tindakan anarkis Perampokan.7. bahkan memaksa warga masyarakat untuk berprilaku sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. Pengendalian sosial merupakan. Contoh penyimpangan sosial dalam kehidupan sehari-hari Pemalsuan uang dan dokumen Korupsi. dan pembunuhan Pencurian Penyimpangan seks Alkoholisme (miras) Narkotika Perkelahian pelajar ebudayaan dan Struktur Sosial 10. kolusi. penganiayaan. diperlukan pengendalian sosial. mengajarkan. Untuk menanggulangi terjadinya perilaku menyimpang. Penyimpangan sosial berdasarkan esensi berat-ringannya pelanggaran Penyimpangan primer Penyimpangan sekunder 8. Suatu sistem yang mendidik .

Usaha-usaha yang dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah dan mengatasi adanya perilaku menyimpang disebut . adanya proses sosialisasi yang tidak sempurna D. menciptakan kebenaran B. degradasi moral 5. A. B. Salah satu penyebab adanya perilaku menyimpang adalah . menciptakan keteraturan sosial D. . penyimpangan sosial C. . faktor usia dan jenis kelamin E pengaruh lingkungan pergaulan 4. . . melindungi kepentingan umum C. . Suatu keadaan di mana terjadi penurunan kualitas moral orang-orang dalam masyarakat disebut . . A. A. mengatur pemenuhan kebutuhan E 154 D. . . edukasi E reproduksi C.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. revitalisasi E reorganisasi menghindari konflik sosial Sosiologi SMA/MA Kelas X . kontrol sosial D. sosialisasi D. pengaruh lingkungan keluarga C. Fungsi keluarga untuk membentuk perilaku tertib dan patuh terhadap normanorma sosial dalam lingkungan masyarakat setempat terhadap putra dan putrinya adalah fungsi . . deviasi sosial 2. . Salah satu tujuan dari pengendalian sosial adalah . A. pengendalian sosial E norma sosial C. . faktor warisan biologis B. demoralisasi B. C. penghubung kerabat B. D atau E! 1. A. pengawasan sosial 3. . pengadilan B. . . .

3 D.6. . 5 E 3. . . hukuman kurungan E hukuman gantung 7. . kebebasan dalam pergaulan di masyarakat E pengendalian internal yang tidak dilakukan orang tua 10. benar dan salah 8. penyimpangan perilaku akan diberikan sanksi berupa . . 2. individu D. kelompok E sekunder C. . . 2. 4. . hukum dan norma C. 3. perkelahian pelajar homoseksualitas penyalahgunaan narkotika kebut-kebutan di jalan raya penggunaan obat bius di rumah sakit Dari jawaban di atas. sanksi hukum fisik B. A. 3. 4. Ukuran menyimpang tidaknya suatu tindakan adalah . 4. . A. 1. 5 C. denda berupa uang C. Penyimpangan hanya bersifat sementara dan tidak berulang kembali dan individu yang melakukan masih diterima secara sosial termasuk jenis perilaku menyimpang . A. . Keluarga yang kurang harmonis akan menimbulkan dampak penyimpangan sebagai . hasil sosialisasi dan nilai-nilai subkebudayaan menyimpang C. yang benar adalah . nilai-nilai dan norma sosial B. . A. hasil sosialisasi tidak sempurna B. . bawah ini merupakan bentuk-bentuk perilaku menyimpang. 2. Di 1. sanksi sosial dikucilkan dari masyarakat D. tata kelakuan dan kebiasaan E. 5 B. . . agama dan adat istiadat D. primer B. . 1. ketidakmampuan orang tua dalam mendidik D. Pada masyarakat tradisional seperti masyarakat Tengger di Gunung Bromo Jawa Timur. A. 4 Bab 5 Perilaku Menyimpang 155 . 5. terorganisir 9. 3. 2.

. . . A. . Tindakan kolusi dan korupsi di perusahaan atau instansi pemerintah termasuk dalam tipe perilaku penyimpangan . . sekunder E kuratif C. Media sosialisasi yang sering menyajikan berita dengan menggambarkan sisi kehidupan yang berbeda serta bertentangan dengan nilai dan norma diajarkan di dalam keluarga dan sekolah adalah . . A. perasaan tidak terpenuhi kebutuhannya (kurang dimengerti) bahkan terancam keamanan dirinya 156 Sosiologi SMA/MA Kelas X . kecuali . rasa kering pada mulut dan kerongkongan C. A. meningkatkan kesadaran norma agama dan kesusilaan E melakukan pengendalian sosial lewat lembaga sosial 12. Bertolak pada ketahanan keluarga. .11. perlakuan seks sebelum pernikahan demi martabat keluarganya D. Pernyataan di bawah ini adalah perilaku yang menyimpang. Pernyataan di bawah ini merupakan akibat negatif bagi penghisap narkotika. . memberdayakan lembaga sensor film D. preventif 14. A. . Hal yang terpenting dalam upaya pencegahan perilaku menyimpang adalah . mengekang pergaulan remaja B. kecuali . represif B. . pelacuran demi terpenuhi kebutuhan rohaninya B. teman sepermainan D. . suka bekerja keras agar nafsu makan semakin kuat B. . menghisap narkotika untuk memperkuat ketahanan jasmani dan rohaninya E belajar yang giat demi mencapai prestasi dan nama baik sekolah dan keluarganya 15. media massa E lembaga swadaya masyarakat C. . kecuali . . suka berbohong dan sering marah D. A. A. . memberikan hukuman yang berat bagi pelaku C. . lembaga pendidikan 13. sering melanggar hukum E sering buang air kecil 16. . organisasi pemuda B. pelajar saling berkelahi demi nama baik sekolahnya C. secara psikologis penyebab kenakalan remaja tercantum di bawah ini. . primer D.

perasaan terkekang keinginannya dalam menyatakan perasaan dan kebebasannya D. . kepolisian D. pengendalian sosial 18. proses sosial D. . Buatlah batasan skala yang dianggap sebagai perilaku menyimpang dalam keluargamu! 2. . .B. struktur sosial C. Keseluruhan aktivitas masyarakat yang disampaikan kepada pihak tertentu dalam masyarakat karena ada penyimpangan sosial sehingga kestabilan dalam masyarakat tercipta. pengendalian sosial 20. menciptakan keteraturan sosial B. . Susunan orang-orang yang memimpin dengan pembantu-pembantunya yang mengurus keutuhan termasuk menyelesaikan masalah dalam masyarakat disebut . perasaan yang puas atas suksesnya setiap anggota keluarganya E. A. pengertian ini adalah . Manfaat pengendalian sosial adalah . proses sosial E. . Sebutkan tiga bentuk penyimpangan yang paling meresahkan dalam masyarakat! Bab 5 Perilaku Menyimpang 157 . adanya konflik dan frustasi yang tidak terpecahkan yang tersimpan di dalam diri sendiri C. kecuali . Instansi yang termasuk pelaksana hukum dalam pengendali primer adalah seperti di bawah ini. A. interaksi sosial B. . menciptakan homogenitas ipoleksosbudhankam D. sakit hati karena kecemburuan antarsaudara keluarganya 17. pengadilan E kesehatan C. . . aktivitas sosial B. kejaksaan 19. stratifikasi sosial C. . interaksi sosial E. menyelamatkan manusia dari tindakan dosa E menghindari perilaku menyimpang Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. A. . sistem sosial D. kehakiman B. A. . melindungi kepentingan umum C.

Apa yang dimaksud dengan penyalahgunaan narkotika? 9. Jelaskan pengertian pengendalian sosial! 8.3. Jelaskan keberadaan kelompok-kelompok yang berperilaku menyimpang dalam kehidupan bermasyarakat! 6. Sebutkan sebab-sebab timbulnya proses sosialisasi yang tidak sempurna dan berikan penjelasan secukupnya! 4. Sebutkan salah satu contoh pengendalian sosial yang dilakukan kelompok terhadap kelompok! 10. Mengapa perilaku menyimpang juga dapat dikatakan positif? 158 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Sebutkan tiga lembaga penegak hukum di Indonesia yang melaksanakan fungsi pengendalian sosial! 7. Sebutkan dan jelaskan kegiatan yang perlu diadakan untuk menghindari perilaku menyimpang di daerahmu! 5.

Pada dasarnya. para demonstran tersebut ingin menyampaikan aspirasi mereka dan tentunya ingin agar harapan-harapannya terwujud. demonstrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa. Untuk lebih jelasnya. bukan? Pengendalian sosial juga dapat dilakukan dalam berbagai cara. Mengidentifikasikan aturan-aturan sosial dalam kehidupan masyarakat. polisi yang tadinya mengawasi jalannya demonstrasi pun ikut turun dan mengendalikan para demonstran tersebut. di sinilah peran polisi sebagai salah satu pelaku pengendali sosial sudah dapat kamu lihat. Jika hal itu sudah terjadi. 10 – 16 Mei 2004 K amu pasti pernah melihat aksi demonstrasi di televisi bukan? Misalnya. Nah. Perasaan tidak puas ini sering menjadi penyebab munculnya kekerasan pada demonstrasi-demonstrasi. yang muncul justru ketidakpuasan. coba kamu pelajari bab ini! Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 159 . Mendeskripsikan akibat tidak berfungsinya lembaga sosial. Tetapi sering kali ketika harapan-harapan mereka tidak terwujud. buruh. Mendeskripsikan berbagai cara pengendalian sosial. atau kelompok masyarakat lainnya.ATURAN-ATURAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT Tujuan Pembelajaran Mengidentifikasi jenisjenis lembaga pengendalian sosial. Sumber: Tempo.

Pengetahuan tentang hakikat manusia Pengetahuan tentang interaksi sosial Pengetahuan tentang norma dan nilai Penerapan pengetahuan tentang sosialisasi Pengetahuan tentang perilaku menyimpang Pengetahuan tentang Pengendalian sosial Pengetahuanpengetahuan lain Penerapan perilaku sehari-hari Tertib Sosial 160 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Ketiga lembaga ini merupakan aparat negara yang secara khusus mengurusi soal penerapan hukum dan pengadilan terhadap pelanggaran hukum yang terjadi di masyarakat. Masalahnya adalah jangan sampai perilaku menyimpang ini terjadi dalam jumlah dan skala yang besar karena dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. kita melihat pelanggaran-pelanggaran terhadap norma-norma sosial yang ada. diperlukan lembaga. 1. 2. baik yang bersifat formal maupun nonformal untuk menjalankan peran sebagai lembaga pengendalian sosial. Lembaga Pengendalian Sosial Sekunder Yang dimaksud dengan lembaga pengendalian sekunder adalah lembaga pengendalian yang bukan merupakan petugas pokok melainkan menjadi pengamat atau pihak yang diterapi suatu peraturan hukum. Perilaku menyimpang merupakan fenomena sosial yang pasti terjadi pada setiap masyarakat. misalnya seorang dosen. Untuk itu. kejaksaaan. Begitu juga tindakan anti sosial sedapat mungkin dicegah untuk menciptakan keharmonisan dalam kehidupan bersama. Nah. Lembaga ini meliputi kepolisian. dan pengadilan. B. yaitu lembaga pengendalian sosial primer dan lembaga pengendalian sosial sekunder. Pelanggaran tersebut disebabkan karena ketidaktahuan atau karena kesengajaan. Lembaga Pengendalian Sosial Primer Yang dimaksud dengan lembaga pengendalian sosial primer adalah lembaga pengendali yang memang sejak awal keberadaannya menjadi aparat penegak hukum atau pengendali ketertiban dalam masyarakat. seorang pembela hukum Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 161 . Perilaku menyimpang sungguh-sungguh harus dihindari karena dapat merugikan pihak lain dan menimbulkan keresahan dalam masyarakat. PENTINGNYA PENGENDALIAN SOSIAL Sering kali dalam kehidupan di sekitar kita. Pengendalian sosial dapat dilakukan dengan berbagai macam cara sesuai dengan tingkat dan jenis penyimpangan perilaku yang dilakukan. Oleh karena itu. di bab sebelumnya kamu sudah mengetahui sedikit tentang pengendalian sosial. diperlukan langkah-langkah sosial yang dinamakan pengendalian sosial.lembaga pengendalian sosial dibedakan menjadi dua. Berdasarkan eksistensi tugas pengendaliannya. JENIS-JENIS LEMBAGA PENGENDALIAN SOSIAL Pengendalian sosial berhubungan dengan cara-cara dan metode-metode yang digunakan untuk mendorong seseorang agar perilakunya sesuai dengan kehendak kelompok atau masyarakat luas. Mereka memiliki pengetahuan tentang hukum dan peradilan.A. Di bab ini kamu akan lebih banyak mengetahui tentang pengendalian sosial.

adat kekerabatan.1 Tokoh masyarakat dijadikan panutan dan pengendali sosial dalam masyarakat. Dengan demikian. Lembaga adat terdiri atas tokoh-tokoh adat. pelanggaran terhadap adat perkawinan. dan lain-lain). a. dan lain-lain. pembela hukum. Tokohtokoh adat merupakan pemimpin nonformal. adat-adat ritual. lembaga pengendalian sosial sekunder meliputi semua warga masyarakat (para dosen. orang-orang tua. penanganannya menjadi kewenangan dari lembaga-lembaga adat masyarakat itu sendiri. Akan tetapi.atau advokat serta mahasiswa fakultas hukum. serta tradisi-tradisi khusus. Adapun jenis-jenis komponen yang dapat berfungsi sebagai pengendali perilaku sosial dalam masyarakat. hanya sebatas pengamat yang berhak mengemukakan pendapat atau opini terhadap suatu penyelesaian hukum. Sumber: Gatra. bentuk-bentuk pelanggaran terhadap norma-norma adat. Pada masyarakat tradisional. Mereka ini dapat menjadi pengontrol kebijakan dalam pelaksanaan hukum dan peradilan. Tokoh-tokoh masyarakat merupakan 162 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Selain pemuka agama. lembaga adat ini merupakan lembaga pengendalian sosial yang vital dan eksis dalam mempengaruhi dan mengatur tata kelakuan warga masyarakat sehari-hari. dan pemuka masyarakat pada masyarakat tradisional. Pada masyarakat tradisional. adat pembagian warisan. artinya otoritas yang dimiliki merupakan pemberian langsung oleh masyarakat yang dipimpinnya melalui kriteria-kriteria tertentu yang telah ditetapkan. tokoh masyarakat. para tokoh masyarakat pun berperan dalam pengendalian sosial mereka yang mempunyai pengaruh atau pun kharisma untuk mengatur berbagai kegiatan di dalam lingkup masyarakat. pemuka agama. 6 Desember 2003 Gambar 6. mahasiswa. Lembaga Adat dan Tokoh Masyarakat Salah satu lembaga pengendalian sosial yang paling dini adalah para pemuka masyarakat dan pemuka adat. antara lain sebagai berikut. Misalnya.

serta tokoh-tokoh masyarakat. menangkap pelaku-pelaku pelanggar hukum. yaitu pihak yang melakukan penuntutan terhadap merekamereka yang melakukan pelanggaran hukum berdasarkan tertib hukum yang berlaku. dan mahasiswa. pemogokan-pemogokan. Lembaga Kejaksaan Setelah kepolisian melakukan penyidikan terhadap tindak pelanggaran hukum. demonstrasi. Jelaslah. Selanjutnya. dan melakukan tindak lanjut terhadap penyelesaian suatu pelanggaran hukum untuk disampaikan ke pihak kejaksaan. serta tekanan-tekanan politik lain yang komponennya sering kali melibatkan kalangan media massa. Lembaga Kepolisian Pemisahan TNI (Tentara Nasional Indonesia) dengan Kepolisian sejak reformasi bergulir merupakan suatu langkah maju. Lembaga Pengadilan Salah satu lembaga penegak hukum yang paling akhir adalah pengadilan. b. Tahap pelaksanaannya melalui tiga tingkatan hingga sampai ke Mahkamah Agung. Misalnya. Pengendalian sosial pada saat sekarang kian berkembang dalam berbagai bentuk. aksi protes. yang dilakukan dalam bentuk gosip. Lembaga kejaksaan pada hakikatnya merupakan lembaga formal yang bertugas sebagai penuntut umum. c. Semua usaha warga masyarakat untuk memberikan opini dan penekanan terhadap pihak-pihak yang dianggap melanggar ketentuan perundangan yang berlaku. sering kita gelisahkan beberapa oknum aparat penegak hukum juga telah melakukan penyimpangan terhadap tugasnya sehingga mengakibatkan rusaknya sistem dalam upaya pengendalian sosial itu sendiri. baik yang disampaikan secara langsung maupun tidak langsung disebut kontrol sosial. lembaga swadaya masyarakat.panutan sekaligus pengendali yang dipatuhi oleh warga masyarakat yang lain. kepolisian akan membuat berita acara pelanggaran yang dilengkapi dengan data-data penyidikan untuk ditindaklanjuti oleh kejaksaan. Polisi sebagai aparat keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas menjadi pelindung terhadap ketertiban masyarakat. Kepolisian telah ditempatkan sebagai lembaga penegak hukum yang berfungsi mengawasi semua bentuk penyimpangan terhadap hukum yang berlaku. d. maka kepolisian memberikan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepada kejaksaan. Pekerjaan lembaga kejaksaan merupakan tindak lanjut dari lembaga kepolisian yang menangkap dan menyidik pelaku-pelaku pelanggaran untuk dituntut di pengadilan berupa bentuk pelanggarannya yang bertujuan untuk menciptakan keadilan di dalam masyarakat. unjuk rasa. Putusan pengadilan negeri bisa menjadi putusan tetap atau tidak tetap. pelajar. bahwa sistem ketertiban yang ada di dalam masyarakat sangat ditentukan pula oleh peranan tokoh-tokoh masyarakat. Apabila pihak yang Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 163 . Akan tetapi.

Solidamor. Lewat tugasnya. dan lain-lain. LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan Masyarakat Sejak reformasi bergulir pada tahun 1998 di Indonesia. Agar suatu peraturan hukum dipatuhi maka dilengkapi dengan sanksi dengan maksud untuk memberikan penekanan sekaligus ancaman dan pendidikan bagi yang melakukan pelanggaran terhadap hukum. Lembaga Keagamaan Lembaga keagamaan berfungsi untuk mengajak dan mengarahkan umat beragama untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Secara sosiologis. Sesuai dengan fungsinya. lembaga-lembaga pengadilan akan mempersidangkan setiap kasus pelanggaran terhadap norma-norma hukum. Contoh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yaitu: Kontras. Guru-guru di sekolah selain mengajar. Lembagalembaga ini secara mandiri berdiri dan bekerja untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan bidangnya serta menjadi lembaga kontrol masyarakat terhadap kebijakan-kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah. baik hukum perdata maupun hukum pidana sesuai dengan hukum acara masingmasing. lembaga pendidikan sangat berperan besar sebagai lembaga pengendalian sosial. hukuman seumur hidup. mereka pun telah melakukan bentuk pengendalian individu terhadap kelompok. e. Parlement Watch. bermunculan Lembaga Swadaya Masyarakat (Non Government Oganization). Lembaga Pendidikan Fungsi pendidikan adalah untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. putusan tersebut masih bersifat sementara dan putusan itu akan dinyatakan final hingga diputuskan oleh Mahkamah Agung. yaitu suatu lembaga nonpemerintah yang bergerak di bidang kemasyarakatan termasuk pengawasan terhadap aparatur pemerintahan. Corruption Watch. di mana ia menuntun anggota masyarakatnya untuk selalu berperilaku sesuai dengan nilai dan norma agama. Oleh karena itu. hukuman kurungan. Fungsi ini juga dapat dijalankan oleh tokoh agama. Adapun bentuk-bentuk sanksi dari peraturan hukum antara lain: hukuman denda. g. 164 Sosiologi SMA/MA Kelas X . f. dan hukuman mati. juga bertugas untuk mengawasi perilaku murid-muridnya dan mendidiknya. lembaga ini sangat penting keberadaannya di dalam masyarakat sebab menjadi alat kontrol ketika pemerintah melakukan penyimpangan-penyimpangan terhadap normanorma hukum. Lembaga pengadilan pada hakikatnya merupakan lembaga pengendalian sosial formal karena lembaga tersebut memeriksa kembali hasil penyidikan dan BAP dari kepolisian serta menindaklanjuti tuntutan dari kejaksaan terhadap kasus pelanggaran itu sendiri.dikenai putusan naik banding pada tingkat pengadilan di atasnya.

antara lain sebagai berikut. Menurutmu apakah selama ini lembaga kepolisian sudah berfungsi sebagai pengendali sosial? 2. bisa dilakukan oleh orang tua. alat pengendali ini dinamakan hati nurani. Pengendalian Preventif. serta aparatur negara seperti kepolisian. yaitu setelah dan sesudah penyimpangan terjadi. kita mengenal tingkatan-tingkatan dalam pelaksanaan pengendalian sosial. sabar. atau pun sanksi hukum. seolah-olah merupakan petunjuk Tuhan secara spiritual kepada umatNya secara abstrak. dan Gabungan Pengendalian preventif adalah pengendalian sosial yang bersifat pencegahan agar seseorang tidak melakukan penyimpangan perilaku. dan lain-lain. Hati nurani selalu bersifat jujur dan benar. pengendalian ini berusaha mencegah sekaligus mengembalikan keadaan sesudah penyimpangan terjadi. CARA-CARA PENGENDALIAN SOSIAL Mengenai bagaimana cara pengendalian sosial dilaksanakan. Pengendalian sosial represif merupakan pengendalian sosial yang dilakukan setelah terjadi suatu pelanggaran. Pengendalian Intrinsik dan Ekstrinsik Pengendalian intrinsik adalah pengendalian dari dalam diri seorang individu dengan berpikir secara jernih. Represif. Artinya. pendidikan agama. misalnya dengan teguran. anjuran. Pengendalian sosial gabungan merupakan gabungan dari pengendalian preventif dan represif. 2. Pengendalian ini dilakukan dua kali. Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 165 . Di dalam ilmu jiwa. keluarga dan kerabat. sanksi sosial. pendidikan budi pekerti. Apa akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial? 3. kejaksaan. Bentuknya berupa nasehatnasehat. 1. tokoh agama dan tokoh masyarakat.1. dan jujur sehingga seseorang tidak terjerumus ke dalam tindakan-tindakan yang menyimpang. dan pengadilan. Setujukah kamu jika polisi melakukan pengendalian sosial yang keras terhadap para demonstran? Jelaskan pendapatmu! C. Pengendalian ekstrinsik adalah pengendalian dari luar terhadap perilaku menyimpang seseorang.

Dengan teknik ini diharapkan seseorang dapat meningkat kesadarannya dalam mematuhi nilai dan norma yang berlaku.2 Salah satu cara dalam melaksanakan pengendalian sosial adalah melalui pendidikan agama. pengendalian sosial dapat berlangsung lewat cara persuasi dan cara koersi. Pelaksanaannya dilakukan dengan menggunakan kekerasan fisik yang akhirnya menimbulkan dendam bahkan korban. Cara persuasi dilakukan dengan membujuk atau mengajak seseorang atau sekelompok orang secara halus untuk mematuhi nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Teknik compulsion diciptakan untuk memaksa orang untuk mengubah perilakunya yang menyimpang dan akhirnya secara tidak langsung kembali patuh pada nilai dan norma. Pengendalian Compulsion (Paksaan) dan Pervasion (Pengisian) Berdasarkan tehniknya. 3. Pengendalian Persuasi dan Koersi Dilihat dari caranya. Pengendalian Internal dan Eksternal Pengendalian sosial dilihat dari asalnya dapat berasal dari dalam lembaga internal maupun dari luar lembaga eksternal. pengendalian sosial dapat dilakukan secara paksaan (compulsion) dan pengisian (pervasion). 166 Sosiologi SMA/MA Kelas X . 4. Teknik pervasion dilaksanakan dengan cara menyampaikan nilai dan norma secara berulang-ulang. menengah. 5.Sumber: Indonesia Indah Gambar 6. Sebaliknya. Contoh pelaku pengendalian eksternal adalah aparat kepolisian atau tokoh-tokoh masyarakat selaku pengamat pelaksanaan kebijakan pemerintah. dan pendidikan tinggi. Contoh pengendalian sosial internal. misalnya pada Departemen Pendidikan Nasional ada aparat pengendali yang disebut inspektur jenderal hingga para pengawas di tingkat pendidikan dasar. cara koersi dilakukan dengan cara kekerasan fisik atau dengan ancaman.

dan hukuman atau saksi. teguran lisan pemimpin terhadap bawahannya yang melanggar. Dalam pelaksanaannya. teguran. Gosip atau Desas-Desus Gosip atau desas-desus merupakan bentuk pengendalian sosial atau kritik sosial yang dilontarkan secara tertutup oleh masyarakat terhadap warga masyarakat yang menyimpang perilakunya. baik pendidikan formal maupun pendidikan nonformal. Teguran tertulis ini umumnya dilakukan oleh pimpinan kepada bawahannya dalam ikatan kedinasan (pekerjaan). Artinya. Gosip muncul di masyarakat apabila ada individu/ kelompok yang tindakannya menyimpang dari nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku. dan sebagainya. Teguran Teguran merupakan kritik sosial yang dilontarkan secara terbuka oleh masyarakat terhadap warga masyarakat yang berperilaku menyimpang. pendidikan agama. 1. 3. karena pendidikan dapat membina dan Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 167 . kemudian ceritakan juga penendalian sosial apa yang dilakukan untuk mengatasinya! Pengendalian sosial dapat terwujud dalam bentuk gosip. individu tersebut akan menjadi bahan pembicaraan masyarakatnya. Teguran lisan adalah teguran yang dilontarkan secara lisan kepada individu yang berperilaku menyimpang. Misalnya. Apakah yang dimaksud dengan pengendalian gabunan (preventif dan represif)? 3. Teguran tertulis adalah bentuk teguran yang dilakukan secara tidak langsung. yaitu teguran lisan dan teguran tertulis. teguran ini ada dua macam. Pendidikan merupakan alat pengendalian sosial. Menurutmu pengendalian sosial seperti apakah yang dapat dijalankan untuk mengatasi tawuran? 2. Coba tuliskan penyimpangan sosial yang pernah terjadi di lingkungan tempat tinggalmu. pendidikan. 2. teguran guru kepada siswa yang melanggar. teguran orang tua secara lisan dan langsung terhadap anaknya yang berperilaku menyimpang. Pendidikan Pengendalian sosial dapat dilakukan secara tidak langsung sejak awal melalui jalur pendidikan.1. tetapi melalui surat.

maka 168 Sosiologi SMA/MA Kelas X . baik hukum perdata maupun hukum pidana. Melalui pendidikan yang sempurna. dan hukuman mati. 5. Sanksi Hukum Sanksi hukum merupakan sanksi yang dilakukan penegak hukum terhadap individu yang melanggar norma-norma hukum. seorang individu dapat membedakan mana yang benar dan salah. AKIBAT-AKIBAT TIDAK BERFUNGSINYA LEMBAGA PENGENDALIAN SOSIAL Kehidupan sosial budaya masyarakat merupakan suatu sistem yang terdiri dari banyak komponen dan saling berkaitan secara berkesinambungan. hukuman seumur hidup. masyarakat. Sanksi hukum ini meliputi: hukuman denda. Secara pedagogis. pendidikan sangat menentukan proses pembentukan kepribadian seseorang. Hukuman mempunyai tingkatan yang semakin berat sesuai bobot kesalahan masing-masing pelanggar. Hukuman atau Sanksi Hukuman merupakan pengendalian sosial yang paling akhir penerapannya apabila pengendalian yang lain belum juga dipatuhi. individu yang kurang pendidikannya cenderung mengalami kesulitan menyesuaikan dirinya dalam interaksi sosial di masyarakatnya. Norma-norma agama berisi bimbingan dan arahan kepada pemeluknya agar bersikap dan berperilaku baik dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Sanksi Sosial Sanksi sosial diberikan oleh warga masyarakat kepada orang yang berperilaku menyimpang. Pendidikan Agama Tindakan para tokoh-tokoh agama dengan memberikan siraman rohani kepada umatnya merupakan suatu bentuk pengendalian preventif terhadap perilaku menyimpang. atau mana yang boleh dan tidak boleh. yaitu sanksi hukum dan sanksi sosial. Kita mengenal dua macam hukuman. dan negaranya. Individu yang berpendidikan baik cenderung berperilaku lebih baik daripada individu yang kurang berpendidikan. Salah satu subsistemnya adalah lembaga pengendalian sosial. mana yang baik dan buruk. bangsa. 4.mengarahkan warga masyarakat terutama anak sekolah kepada pembentukan sikap dan tindakan para siswa yang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Bentuknya berupa teguran. Sebaliknya. a. b. diusir dari masyarakat. pengadilan massa dalam bentuk penganiayaan secara massal hingga pembunuhan massal. Apabila lembaga pengendalian sosial dalam suatu masyarakat tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. hukuman kurungan. dikucilkan dari masyarakat. D.

Judicial Review Proses perubahan sosial menuntut adanya perombakan atau perbaikan terhadap peraturan-peraturan hukum yang dianggap usang. Judicial review. lembaga pengendalian sosial harus mampu mengembalikan dan memperbaiki keadaan menjadi seperti semula.terjadilah kegoncangan sistem yang mengganggu keteraturan sosial sebagaimana yang diinginkan. c. sekitar 20 persen pelanggaran hukum disebabkan karena ketidaktahuan terhadap norma hukum. Lembaga pengendalian sosial diharapkan mampu menjalankan fungsinya sehingga penyimpangan pun dapat dicegah. Masyarakat dapat mensosialisasikan kontrol sosial agar anggota masyarakat mau bertingkah laku seperti yang diharapkan tanpa adanya paksaan. Penyuluhan Hukum Banyak di antara warga masyarakat yang mempunyai pengetahuan dan kesadaran hukum yang rendah. Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 169 . revitalisasi aparat. dan lain-lain. Meningkatnya korupsi dan kolusi Terjadinya konflik sosial Kegoncangan ekonomi Tidak adanya kepastian hukum Pengadilan massa Apa yang harus dilakukan ketika ternyata penyimpangan yang terjadi banyak dilakukan oleh masyarakat? Diperlukan kembali adanya upaya untuk mengembalikan ketertiban dalam masyarakat. antara lain seperti penyuluhan hukum. Beberapa akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial adalah sebagai berikut. b. Dengan meningkatnya pengetahuan hukum dari warga masyarakat. diusahakan juga supaya pengendalian sosial tidak terjadi lagi. Menurut penelitian. Misalnya. Inilah yang dinamakan judicial review. Masyarakat pun dapat membantu lembaga pengendalian sosial untuk menjalankan fungsinya. Jika penyimpangan terjadi. pencanangan Gerakan Disiplin Nasional. Oleh sebab itu. pengadilan. Selain itu. a. akan dapat mengurangi kuantitas pelanggaran hukum yang terjadi di dalam masyarakat. sangat perlu untuk diprogramkan adanya penyuluhan hukum dengan melibatkan aparat-aparat yang terkait. Revitalisasi Aparat Apabila keadaan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat semakin memburuk dan aparat keamanan kewalahan mengatasi banyaknya pelanggaran yang terjadi. dan peningkatan peran serta warga masyarakat dalam kontrol sosial. perpajakan. pendidikan. kejaksaan.

maka akan dapat menjadi alat kontrol yang efektif dalam rangka menegakkan suatu tertib sosial di dalam masyarakat. Presentasikan hasil diskusi ini pada pertemuan dua minggu yang akan datang! 170 Sosiologi SMA/MA Kelas X . e. Buatlah kelompok diskusi yang beranggotakan 10 orang! 2. serta melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan. mengganti personil pada tiap-tiap jabatan. Kemukakan pengendalian sosial dalam menyelesaikan masalah sosial tersebut! Tugas 1. Artinya. Pencanangan Gerakan Disiplin Nasional Pada masa Orde Baru pernah dicanangkan suatu gerakan yang disebut Gerakan Disiplin Nasional (GDN). Peningkatan Peran Serta Warga Masyarakat dalam Kontrol Sosial Sejalan dengan era reformasi. d. Perbuatan tersebut sesungguhnya positif sebab dapat membudayakan suatu ketertiban dalam masyarakat pada setiap segi kehidupan. Salah satu solusi yang murah dan cepat adalah dengan membangun keamanan swakarsa yang anggotanya direkrut dari warga masyarakat. maka pilar demokrasi berkembang menjadi semakin kokoh. menambah jumlah personil baru. misalnya dengan terbukanya kebebasan pers serta terbukanya warga masyarakat mengemukakan pendapat dan opini terhadap semua bentuk kebijakan pemerintah. Lakukanlah analisa sosial terhadap masalah sosial itu! 4. tumbuh kesadaran tentang ketertiban dan kuatnya pengendalian diri dari masingmasing individu. Buatlah laporan diskusi dari kelompokmu! 2. Carilah masalah sosial di media massa (koran atau majalah)! 3. Misalnya. Prosedur 1.diperlukan revitalisasi aparat termasuk peralatannya. Apabila hal seperti ini dapat dikembangkan. hal tersebut akan membentuk suatu sistem pengendalian sosial yang efektif. Apabila suatu ketertiban telah mengakar dan membudaya dalam suatu masyarakat.

Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. pengendalian sosial seperti yang harus dilakukan? Jelaskan pendapatmu! PENDIDIKAN ANAK SELAMA DI SEKOLAH TANGGUNG JAWAB SIAPA? nak saat di sekolah. Oleh karena itu. sampai SMA). Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Indonesia berupaya mewujudkan program wajib belajar 9 tahun. yayasan. Bagaimana solusi mengatasi masalah pendidikan sekarang ini? Jelaskan! A Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 171 . kepala sekolah. Namun demikian. Jelaskan! 2.Kamu pasti sering menonton televisi bukan? Menurutmu apakah dengan acaraacara televisi yang disiarkan dapat membentuk perilaku menyimpang? Jika ya. atau orang tua? Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Setujukah kalian. kepada sekolah. tanggung jawab siapa? Apakah tanggung jawab guru. saat anak di sekolah selama 12 tahun (mulai SD. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. dan yayasan/ pengelola. tanggung jawab Siapa? Suatu bangsa akan besar apabila pendidikannya baik dan maju. bahwa anak saat di sekolah adalah dominan tanggung jawab pihak sekolah mulai dari guru. SMP.

bahwa tidak mungkin lagi penduduk kembali ke desa mereka. Alternatif mana yang seharusnya diambil oleh penduduk Sidoardjo? 2.000. Sekarang Pemda Sidoardjo dan Propinsi Jawa Timur dihadapkan masalah besar dengan tenggelamnya empat desa di sekitar lokasi PT Lapindo Brantas dan akhirnya membuat penduduk desa tersebut ”terlunta-lunta” di tempat penampunan sementara. pemerintah pun dihadapkan pada dua pilihan. 172 Sosiologi SMA/MA Kelas X .00/bulan selama 1 tahun dan pembayarannya dilakukan setiap 3 bulan.BEDOL DESA ATAU REKOLASI PENDUDUK KORBAN LUMPUR LAPINDO BRANTAS M ari kita sepakati sementara waktu bahwa semburan lumpur panas Lapindo Brantas adalah suatu kecelakaan atau musibah. dibicarakan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat miskin dengan jumlah Rp100. Menurutmu apakah Lapindo telah melakukan penyimpangan sosial? Jelaskan pendapatmu! 3. Berdasarkan hasil penelitian pemerintah. Pertanyaan: 1. yaitu bedol desa atau relokasi penduduk. Bagaimana seharusnya sikap masyarakat atas pilihan yang diambil oleh pemerintah Kota Sidoardjo? BATUAN DANA LANGSUNG TUNAI Di awal pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono – Jusuf Kalla.

banyak warga yang seharusnya sebagai yang berhak. Di samping itu. Sebaiknya BLT tersebut diwujudkan dalam bentuk program sosial yang bagaimana? 4. Jika kita hendak membantu seseorang. Mengapa program BLT tersebut gagal? 2. banyak warga berebut dan tidak jarang mengakibatkan kecelakaan kepada penerimanya. Jenis-jenis lembaga pengendalian sosial Lembaga pengendalian sosial primer Lembaga pengendalian sosial sekunder 2. Akhir-akhir ini kelihatannya pemerintah menyadari bahwa BLT bukan suatu cara yang tepat untuk membantu rakyat miskin.Pro kontra atas kebijakan ini sampai saat ini terus berlangsung dan pada saat-saat pembayaran. Komponen-komponen yang dapat berfungsi sebagai pengendali perilaku sosial antara lain. syukurlah! Pertanyaan: 1. namun karena kesalahan dalam pendataan atau adanya kesengajaan membuat BLT tidak tersalurkan kepada sasaran yang tepat. lebih baik memberikan kail atau ikannya sekaligus? 1. Prosedur apa yang tidak dilakukan pemerintah saat menentukan pemilihan kebijaksanaan? 3. lembaga adat dan tokoh masyarakat lembaga kepolisian lembaga kejaksaan lembaga pengadilan LMS dan masyarakat lembaga pendidikan lembaga keagamaan Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 173 .

represif. Bentuk-bentuk pengendalian sosial Gosip atau desas-desus Teguran Pendidikan Pendidikan agama Hukuman atau sanksi 5. Cara-cara pengendalian sosial Pengendalian intrinsik dan ekstrinsik Pengendalian preventif. Upaya untuk mengembalikan ketertiban setelah penyimpangan terjadi Penyuluhan hukum Judicial review Revitalisasi aparat Pencanangan Gerakan disiplin Nasional Peningkatan peran serta warga masyarakat dalam kontrol sosial 174 Sosiologi SMA/MA Kelas X .3. Akibat-akibat tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial Meningkatnya korupsi dan kolusi Terjadinya konflik sosial Kegoncangan ekonomi Tidak adanya kepastian hukum Pengadilan massa 6. dan gabungan Pengendalian internal dan eksternal Pengendalian persuasi dan koersi Pengendalian compulsion (paksaan) dan pervasion (pengisian) 4.

berarti ia melakukan pengendalian sosial berupa . . BP3 C. . pengendalian formal B. . Guru dan karyawan D. kepala sekolah E. pengendalian primer D. B. . . guru bimbingan dan penyuluhan B. kecuali .Soal ObJektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. pengendalian nonformal C. . desas-desus E. guru dan karyawan 2. A. pengendalian internal 3. cemoohan D. C. pedagogis B. condolence C. lembaga sekolah C. . Di bawah ini termasuk komponen-komponen yang berfungsi sebagai pengendali perilaku sosial. . intimidasi B. lembaga kepolisian B. A. Aparat pengendalian sosial di lingkungan sekolah bagi para siswa adalah . . lembaga adat D. . preventif D. Pengendalian sosial yang dilakukan oleh individu-individu itu sendiri untuk menghindari perilaku menyimpang disebut . kuratif 5. pengendalian sekunder E. A. . lembaga agama Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 175 . . Penyebaran brosur tentang penyakit AIDS kepada masyarakat luas merupakan salah satu bentuk pengendalian . Jika anggota masyarakat selalu menghina dan membicarakan seseorang yang dianggap berperilaku menyimpang. . A. represif E. didaktis C. lembaga pendidikan E. A. gosip 4. . D atau E! 1. .

. yaitu . . . Pengendalian yang muncul dari dalam diri seseorang disebut . . . . sekolah dan guru B. pengendalian persuasi 7. . kepolisian. A. A. Kritik sosial yang dilontarkan secara terbuka terhadap warga yang melakukan penyimpangan disebut . . pengendalian represif 8. jaksa. . Lembaga penegak hukum terdiri dari tiga macam. . tentara. pengendalian intrinsik C. Berikut ini merupakan akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial. pengendalian intrinsik D. pengendalian eksternal E. hakim. pengendalian sementara E. kejaksaan. pengadilan. teguran E. lembaga pengendalian sosial dibagi dua. . meningkatnya korupsi dan kolusi C. gosip D. . kecuali . kepolisian B. Usaha warga masyarakat untuk memberikan opini dan penekanan terhadap pihak yang melanggar perundingan disebut . . A. pengendalian preventif D. terjadinya konflik sosial 12. menurunnya tingkat kemiskinan B. penghinaan C. . yaitu . kejaksaan D. sekolah C. pengendalian preventif C. kejaksaan. nasihat 11. permanen dan sementara E. kegoncangan ekonomi E. A. . pengendalian compulsion B. pendidikan dan keagamaan C. . primer dan sekunder D.6. lembaga permasyarakatan. pengadilan. 176 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Pengendalian sosial yang bersifat pencegahan disebut . . lembaga adat dan tokoh masyarakat 9. A. pengadilan massa D. . pengendalian eksternal B. Mahkamah Agung. hukuman B. polisi 10. . . pengadilan E. A. Berdasarkan eksistensi tugas pengendaliannya. .

. pervasion E. ekstrinsik E.A. tindakan pencegahan C. . compulsion C. . meningkatkan pengetahuan masyarakat B. menciptakan keamanan dan ketertiban E. A. hukuman 19. masyarakat D. Pengendalian sosial yang dianggap mempunyai kharisma atau pengaruh untuk mengatur kegiatan di masyarakat adalah . . pendidikan E. mendidik masyarakat awam D. A. . Pengendalian sosial bertujuan untuk . hukuman pasung D. Berikut ini yang merupakan sanksi hukum adalah . hukuman massal E. . Pengendalian sosial yang paling akhir penerapannya apabila pengendalian lain belum dipatuhi disebut . teguran 16. menghukum orang yang bersalah C. . sanksi sosial D. gosip C. pengendalian sosial B. A. . saudara 18. . A. pemangku adat C. tokoh masyarakat C. represif 14. Teknik pengendalian dengan cara menyampaikan nilai dan norma disebut teknik . . sementara D. A. kuratif C. pemuka agama 15. koersi B. . . A. kepala desa D. . tokoh agama B. persuasi Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 177 . Pengendalian sosial yang bersifat formal dapat dilakukan oleh . intimidasi C. . menciptakan masyarakat adil dan makmur 17. . . . . Nasihat dan anjuran termasuk dalam pengendalian . . sanksi sosial D. cemoohan B. preventif B. hukuman denda E. . kepolisian E. . A. hansip E. kontrol sosial 13. lembaga adat B. gosip B. eksternal D.

Pengendalian sosial seperti apa yang dilakukan oleh guru? 5.20. preventif Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. intrinsik C. represif E. Apa yang dimaksud dengan pengendalian compulsion? 2. Apa yang dimaksud dengan pengendalian intrinsik? 9. Sebutkan upaya-upaya untuk mengembalikan penyimpangan tersebut! 178 Sosiologi SMA/MA Kelas X . . A. internal D. Sebutkan akibat-akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial! 3. persuasi B. . . Pengendalian lewat hati nurani termasuk dalam pengendalian . Apa yang dimaksud dengan teguran? 8. Menurutmu apakah gosip cukup efektif untuk melakukan pengendalian sosial? 7. Apa yang menyebabkan lembaga pengendalian sosial tidak menjalankan fungsinya? 4. Apa yang dimaksud dengan pengendalian preventif? 10. Apa yang dimaksud dengan gosip? 6.

accomodation adat akulturasi akulturasi budaya angket applied science arbitration asimilasi asimilasi budaya asosiasi asumsi coercion community compromise cooperation crowd : proses sosial yang ditandai dengan pengurangan tuntutan : suatu kebiasaan yang diulang-ulang dan telah menyatu dengan kehidupan masyarakat : percampuran dua hal atau lebih yang bersifat melengkapi : proses pencampuran dua unsur budaya atau lebih yang bersifat melengkapi tanpa menghilangkan corak yang lama : daftar pertanyaan untuk menghimpun data yang diperlukan dalam suatu penelitian : ilmu terapan : akomodasi dengan menggunakan pihak ketiga sebagai pihak penengah yang dapat bersifat mengikat atau memaksa kedua belah pihak yang bertikai : percampuran antara dua hal atau lebih secara homogen : percampuran dua unsur budaya atau lebih yang berbeda yang berlangsung secara harmonis sehingga melahirkan suatu corak budaya baru yang serasi : perhimpunan orang-orang yang mempunyai kepentingan yang sama : alternatif jawaban dari suatu masalah : akomodasi yang pelaksanaannya dilakukan dengan paksaan : masyarakat setempat : akomodasi. di mana pihak-pihak yang terlibat diminta dapat mengurangi tuntutannya agar perselisihan dapat diselesaikan : kerja sama : kerumunan Daftar Istilah 179 .

yaitu segala sesuatu yang dilakukan secara berulang-ulang : jawaban sementara dari suatu masalah : himpunan pengetahuan-pengetahuan yang tersusun secara sistematis : kecakapan berpikir : hubungan dan pengaruh timbal balik antarindividu. : data realita di lapangan : data-data mengenai suku bangsa tertentu : data yang diperoleh secara langsung oleh peneliti terhadap obyek penelitian tanpa melalui perantara : data yang diperoleh peneliti melalui perantara (kolektor) : semua keterangan atau kenyataan yang berada di dalam masyarakat yang berkaitan dengan segi kemanusiaan : penurunan kualitas moral : gerak perubahan situasi di dalam masyarakat sebagai akibat dari proses sosial yang terjadi dalam masyarakat tersebut. dan antara individu dengan kelompok : metode pengumpulan data dengan cara mewawancarai responden : cara-cara yang dianggap baik dan benar sehingga dipedomani dan dilaksanakan secara berulang-ulang 180 Sosiologi SMA/MA Kelas X . waktu dan tempat. serta peristiwanya : bimbingan keluarga : semua kejadian atau keadaan yang bersifat fisis yang terjadi dalam masyarakat : semua kejadian atau keadaan yang ada di dalam masyarakat : kebiasaan. : nyata atau realistis : suatu kejadian yang di dalamnya terdapat pelaku.custom data empiris data etnografi data primer data sekunder data sosial demoralisasi dinamika sosial eksplisit fakta family counseling fenomena alam fenomena sosial folkways hipotesa ilmu pengetahuan intelektualitas interaksi sosial interview kebiasaan : adat istiadat. yaitu norma yang telah mendarah daging dan menyatu dengan kehidupan masyarakat. antarkelompok.

dan karsa manusia dalam hidup bermasyarakat. ibu. kebutuhan sosial.kebudayaan kebutuhan hidup kebutuhan integratif kebutuhan mendasar kebutuhan sosial keluarga kenakalan remaja kepribadian knowledge kompetisi konflik konsep konsep dasar konsiliasi kontravensi kontrol sosial kultural lingkungan kerja : semua benda. rasa. dan kebutuhan integratif : kebutuhan kejiwaan manusia sebagai perwujudan dari hakikat manusia sebagai manusia. : kebutuhan yang harus dipenuhi untuk mempertahankan kehidupan manusia yang terdiri dari kebutuhan mendasar. dan bermoral : kebutuhan pokok manusia berkaitan dengan hakikat manusia sebagai makhluk hidup : kebutuhan manusia untuk mewujudkan kehidupan bersama dengan manusia yang lain : satuan sosial terkecil yang beranggotakan ayah. makhluk pemikir. rasa. dan anak-anak : perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja yang belum dewasa : generalisasi dari perilaku khas seseorang : pengetahuan tentang sesuatu hal : suatu bentuk interaksi sosial yang berupa persaingan : suatu bentuk interaksi sosial. di mana masingmasing pihak saling menghancurkan : himpunan fakta-fakta yang sejenis dalam bentuk istilah : konsep yang pokok dan penting : usaha untuk mempertemukan pihak-pihak yang berselisih melalui cara-cara yang damai dan rasional : suatu keadaan di mana pihak dengan pihak saling tidak cocok tetapi kedua belah pihak tidak saling menampakkan ketidakcocokkannya : semua pengendalian terhadap penyimpangan oleh warga masyarakat : semua hasil cipta. dan karya manusia dalam hidup bermasyarakat : lingkungan sosial di mana seseorang bekerja Daftar Istilah 181 . baik abstrak maupun konkret yang merupakan hasil cipta.

dan nilai religius : nilai yang terkandung di dalam suatu benda : nilai yang bersumber dari kebenaran perilaku seseorang : nilai kebenaran yang bersumber dari kepercayaan/agama : nilai yang paling dipedomani dalam diri seseorang yang merupakan pedoman terbentuknya perilaku seseorang : segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-citakan 182 Sosiologi SMA/MA Kelas X . yaitu salah satu jenis norma yang bersifat mengikat warga masyarakat karena telah menjadi suatu kesepakatan bersama : segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-citakan oleh masyarakat : nilai yang bersumber dari rasionalitas manusia : nilai yang bersumber dari perasaan atau estetika manusia : nilai yang dipedomani di dalam kejiwaan manusia yang terdiri dari nilai kebenaran.logika masyarakat media massa media sosialisasi mediation metode metode dokumenter mores nilai nilai kebenaran nilai keindahan nilai kerohanian nilai material nilai moral nilai religius nilai sentral nilai sosial : pertimbangan akal pikir manusia : persekutuan orang yang menempati wilayah tertentu dan membina kerja sama dalam seluruh aspek kehidupan atas dasar norma tertentu : sarana komunikasi antarorang dalam masyarakat : sarana untuk melaksanakan sosialisasi bagi seseorang : akomodasi dengan menggunakan pihak ketiga sebagai penengah tetapi pihak ketiga tidak mempunyai otoritas untuk mengikat dan memaksa kedua belah pihak yang bertikai : cara-cara yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan : metode penelitian dengan mengambil data dari arsip-arsip : tata kelakuan. nilai moral. nilai keindahan.

baik yang tertulis maupun tidak tertulis. yang ada dan berlaku di dalam masyarakat norma adat : hukum adat norma agama : ketentuan-ketentuan dalam agama norma hukum : peraturan-peraturan perundangan yang berlaku dan dibuat oleh lembaga yang berwenang norma kesusilaan dan kesopanan : norma yang mengatur tentang perilaku manusia yang berkaitan dengan penghargaan harkat dan martabat orang lain norma sosial : semua bentuk peraturan. yang ada dan berlaku di dalam masyarakat observasi : metode pengumpulan data dengan menggunakan panca indera penelitian sosial : serangkaian aktivitas yang sistematis dan terorganisir untuk mengungkap secara objektif berbagai macam fenomena sosial di dalam masyarakat pengendalian sosial : upaya masyarakat untuk mencegah terjadinya penyimpangan terhadap nilai dan norma perilaku menyimpang : perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan nilai perubahan sosial budaya : semua bentuk perubahan terhadap struktur sosial budaya dalam masyarakat pewarisan biologis : pewarisan yang berupa bakat atau ciri-ciri fisik dari leluhurnya pewarisan budaya : proses transformasi budaya dari generasi tua kepada generasi muda play group : teman sepermainan pranata sosial : suatu perangkat untuk menciptakan tertib sosial dalam masyarakat proses asosiatif : proses yang mengarah pada terbentuknya perkumpulan atau perhimpunan orang proses inkulturasi : proses pembudayaan proses institusionalized : proses pelembagaan Daftar Istilah 183 .nilai vital : nilai sesuatu yang muncul karena kegunaannya atau fungsinya norma : semua bentuk peraturan. baik yang tertulis maupun tidak tertulis.

di mana masing-masing pihak diminta dapat menghindari perselisihan yang terjadi : sosiologi perkotaan 184 Sosiologi SMA/MA Kelas X .proses internalisasi proses sosial realitas sosial research metodology sanksi sanksi hukum sanksi sosial sekolah social behaviour social mobility sosialisasi sosiologi strong government technological change tolerance urban sosiology : proses masuknya suatu pengetahuan ke dalam pikiran seseorang : proses berlangsungnya suatu aktivitas masyarakat secara komprehensif sehingga mengakibatkan perubahan dari waktu ke waktu : keadaan senyatanya di dalam masyarakat : metodologi-metodologi dalam penelitian : hukuman atau denda yang diberikan kepada orang yang melakukan penyimpangan perilaku : hukuman atau denda yang diberikan pada mereka yang melanggar norma hukum : hukuman atau denda yang diberikan kepada mereka yang melanggar norma-norma kesusilaan. adat. kesopanan. dan kebiasaan : lembaga pendidikan yang memberikan pengajaran kepada peserta didik : perilaku sosial : semua bentuk perubahan struktur orang-orang dalam masyarakat : belajar berinteraksi di tengah-tengah masyarakat sesuai dengan status sosialnya : ilmu yang mempelajari tentang perilaku sosial dalam masyarakat : pemerintah yang kuat : perubahan teknologi : akomodasi tanpa persetujuan yang formal.

Pengantar Antropologi. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. PT. Jakarta: Erlangga Daftar Pustaka PT. Mayor Polak. 1982. Pengantar Sosiologi. Bandung: Ganaco Koentjaraningrat. Amirin. Sosiologi Suatu Buku Pengatar Ringkas. SH. Yogyakarta: Yayasan BP Gajah Mada Faure Edgar. A.F. Bandung: Eresco Huki D. Bandung: Alumni Khiam Kheo Soe. Galaxy Puspa Mega M. Felife Herrera. Dunia Pendidikan Hari Kini dan Hari Esok. Sendi-sendi Sosiologi (Ilmu Masyarakat). Drs. Surabaya: Usaha Nasional JB. 1985. Drs.. Sosiologi ke-I untuk SMU Dieter Evers Hans. Sosiologi Perkotaan. 1981. Drs. Dra. Sosiologi Pendidikan. Panduan Belajar Sosiologi Jilid I. dkk. Azas Kebudayan Islam. 1991. 1992.Z. 1961. Pengantar Metodologi Research Sosial. 1997. Jakarta: Rajawali Press Mulyadi. Dr.A. Goode. Sosiologi dan Antropologi. Surabaya: Usaha Nasional Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1978. Yad dan Posman Simanjuntak. Jakarta: Aksara Baru Lawang. 1995. Jakarta: Bharata Karya Aksara Gazalba Sidi. Depdikbud Universitas Terbuka Lawang. Drs. 1980. 1995. 1984/1985. Jakarta: LP3S Djoyodiguno. Bina Aksara Kartono.Aisal Sanafiah. Sebuah Laporan Komisi Internasional untuk Pengembangan Pendidikan. Robert M. 1979. Bulan Bintang Gerungan WA. Tatang. 1985. Azas-azas Sosiologi. Psikologi Sosial. Jakarta: Ichtiar Baru J. Drs. Sosiologi Keluarga. Robert M. 185 . Kartini. 1985.Z. Menyusun Rencana Penelitian. Rincihan I. 1990. Willa. William. 1963. Pengantar Sosiologi. 1976. Jakarta: Kurnia Universitas Terbuka Luth Nursal Drs dan Daniel Fernandes. Belajar untuk Hidup. Modul Pengantar Antropologi.

Sosiologi. 1969. Selo. een terreinverkenning. Soerjono. Jilid IV.J. 25 Soekanto. 8 Februari Soekanto. 1985. 1965. Edisi Pertama. 1971. Rechtssociologie. Faktor-faktor Dasar Interaksi Sosial dan Kepatuhan pada Hukum. Gerakan 10 Mei 1963 di Sukabumi. Modernisasi dan Aspirasi-aspirasi Modernisasi. Teori Sosiologi tentang Perubahan Sosial. Selo. Soerjono. Bandung: Alumni Soekanto. 1972. Sifat Panutan di Dalam Pandangan Masyarakat Indonesia. Yogyakarta: GMUP Press. Selo. New York: Cornell University Press. Soelaeman Soemardi (ed). No. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 186 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Jakarta: Lembaga Pertahanan Nasional Soemardjan.Schuyt. Lembaga Ekonomi dan Kemasyarakatan Nasional. MIPI Departemen Urusan Research Nasional. 1965. 1983. dan Budaya Soemardjan. Rotterdam: Universitaire Press Soedjono. S. Setangkai Bunga Sosiologi. Selo. 1962. Pola-pola Kepemimpinan Salam Pemerintahan. Soerjono. 1973 Pengantar Sosiologi Hukum. 1974. 1964. Cetakan Pertama. 1967. Bandung: PT. Peranan Ilmu-ilmu Sosial di Dalam Pembangunan. Jakarta: Bharata Soemardjan. Eresco Soemardjan.M. Perkembangan Politik sebagai Penggerak Dinamika Pembangunan Ekonomi. Selo. Jakarta: FEUI Soemardjan. Selo. Social Changes in Yogyakarta. Diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan judul Perubahan Sosial di Yogyakarta. Ithaca. Masalah-masalah Ekonomi dan Faktor IPOLSOS Jakarta Soemardjan. Bidang Ekonomi. Hukum Nasional. Pidato Ilmiah pada Dies Natalis UI ke-XXII Soemardjan. Selo cs. dimuat dalam Kompas. Selo. Ghalia Indonesia Soekanto. Research di Indonesia 1945-1965. 1982 Soemardjan. Soerjono. Perkembangan Ilmu Sosiologi di Indonesia dari 1945 Sampai 1965. Sosial.

80. 82. 114. 15. 100. 165. 80. 122 – 125. 108 asimilasi budaya 108 asosiasi 3. 87. 96. 70. 70. 174 empati 11. 168 internal 80. 23. 37 fenomena alam 77. 67. 89 custom 48. 88 ilmu pengetahuan 3. 49. 165 kenakalan remaja 135. 136. 86. 135. 87. 127. 10. 32 asimilasi 23. 174 ekstrinsik 110. 124. 32 demoralisasi 23 – 25. 139. 26. 51. 25. 7. 21. 10. 84. 102.A adat 25. 79. 145. 64. 135. 89 kebutuhan sosial 13. 59. 98. 17. 61. 166 interview 5 intrinsik 110. 127 Imitasi 60. 62 – 66. 87. 88 – 99. 63. 122. 103. 63. 79. 85. 164 C C. 95. 148. 74. 107. 173 akomodasi 66. 164. 78. 102. 68. 31. 70. 65. 70. 5. 82. 11. 71. 61. 8. 65. 169. 17. 7. 32. 40. 14. 140. 116. 82. 16 – 19. 112. 127. 69. 45 – 48. 43. 67 – 69. 173 kebiasaan 40. 62. 127. 49. 166. 8. 83. 162. 32. 60. 15 F fakta 6. 148. 33. 89. 32. 161 folkways 48. 97. 99. 33 dinamika sosial 18. 33. 100 – 104. 42. 63. 110. 28. 32. 15. 88 187 . 49. 152 Indeks D data primer 8 data sekunder 9 data sosial 4. 20. 152 kebutuhan hidup 10. 61. 42. 70. 119. 164. 127. 135. 138. 75. 46 – 48. 45. 143. 141 kebutuhan integratif 13. 70 kejaksaan 25. 123. 89. 30. 28 – 30. 81 – 84. 126. 52. 60. 61. 49. 67 akulturasi 23. 12. 76. 32. 173 keluarga 3. 147. 122. 108 akulturasi budaya 108 angket 2. 100. 4. 112. 124. 135. 163. 53. 82. 14. 68. 53. 106. 104. 71. 85. 107 fenomena sosial 4. 102 K keagamaan 24. 70 kebutuhan mendasar 12. 117. 84. 115. 101 H hipotesa 9 I identifikasi 11. 59. 111. 119. 32. 64. 88 interaksi sosial 10. 32. 112. 6. 25. 139. 112. 108 – 112. 139. 107. 20. 73 asumsi 98 Auguste Comte 3. 111. 23. 60 – 64. 165. 148. 165 B BAP 163. 8. 80. 88 E eksplisit 47. 88. 89. 35. 143 kebudayaan 4. 73. 127 eksternal 80. 160. 107. 18. 123. 140. 65. Kluckhohn 41 Coercion 66 coercion 66 community 69.

114. 135. 20. 173 penelitian sosial 5. 135. 95. 32. 165. 95. 104. 47. 33. 144. 33. 161. 95. 153. 133 – 137. 143. 122. 97. 135. 39. 92. 161 – 171. 110 – 115. 164. 171 persuasi 166. 168. 148. 63. 135 – 140. 33. 168 norma hukum 40. 43. 99 nilai moral 40 – 43. 152. 32. 22. 147. 161 metode dokumenter 9. 47. 63 preventif 14. 127 LSM 164 nilai kerohanian 99 nilai material 40. 152. 132. 80. 159. 59. 99 nilai keindahan 42. 113. 33. 50. 153. 41 – 45. 53. 45. 153. 146. 28. Sorokin 3 play group 96. 159. 97 – 100. 145 – 147. 115. 133 – 135. 25. 163. 75. 169. 110 – 113. 133. 163 – 166. 97 – 112. 14. 80. 133. 148. 9. 46. 150. 28. 88. 97. 161. 174 perubahan sosial budaya 15. 165. 13. 32. 137. 151. 86. 68. 169. 96. 72. 65. 135. 164. 99 188 Sosiologi SMA/MA Kelas X . 135. 7. 33. 63. 3 – 24. 69 – 89. 119. 150. 169 konsep 10. 10. 33. 96. 164. 68. 32 P pendidikan 7. 18. 33. 170 174 korupsi 25. 6. 22. 143 norma sosial 10. 46. 121 – 127. 97 – 100. 126. 124. 127. 104. 105. 143 – 148. 166 – 169 norma adat 40. 69. 112 – 115. 83. 121. 139. 133. 21. 164. 147. 49. 166. 100. 164 – 169. 33 kontravensi 68 kontrol sosial 104. 147. 117. 122. 52. 133. 174 kultural 23. 42. 26.kepolisian 25. 50. 135. 46. 85. 88. 42. 150. 148 pengangguran 27. 42. 60. 167. 100 – 102. 19. 99 norma 3. 169 kompetisi 68 konflik 17. 24. 53. 146. 104. 96. 145. 126. 32 konsumerisme 25. 153. 89. 39. 78 – 80. 6. 110. 76. 117. 171. 84. 170 media sosialisasi 111 – 113. 16. 142 pewarisan budaya 150 Pitirim A. 134. 168 N nepotisme 25. 172 – 174 Max Weber 72 media massa 2. 46. 100. 3 – 9. 105. 163. 173 perilaku menyimpang 10. 14. 152. 23. 50 – 53. 148. 41 – 53. 139 – 142. 102 motivasi 60. 14. 70. 153 nilai 10 – 16. 140 nilai sosial 16. 53. 51. 8 pengadilan 51. 143. 99 nilai religius 42. 50. 33 mores 48. 27. 61 – 64. 144. 111 O observasi 2. 43. 92. 161 – 170. 32. 53. 145. 120. 35. 18. 13. 111 – 124. 127 metode 1. 114. 81. 127. 47 – 50. 145 – 147. 138. 20 – 22. 24. 32. 52. 104 – 108. 53. 160. 103. 117. 127. 99 nilai sentral 42. 139 nilai vital 40. 84. 168 koersi 166 kolusi 25. 147. 113. 41. 22. 39 – 41. 95. 167 nilai kebenaran 40. 105. 26 – 33. 21. 167 M masyarakat 1. 59. 28. 126. 107. 14. 124. 138 konsep dasar 10. 46 – 48. 20. 44. 119. 143. 167. 70. 146. 67. 106. 112. 127. 69. 115. 100. 124. 87 – 90. 132. 127. 20 – 22. 147. 114 – 119. 143. 66. 21. 117 – 119. 141. 135 – 140. 127. 85. 65. 70 –72. 150. 144. 79. 145. 162 norma agama 40. 13. 22. 173 kepribadian 10. 32. 33. 84. 160 – 162. 113 pranata sosial 14. 69. 72 – 76. 150 – 153. 39 – 46. 153. 85. 168. 10 – 15. 11. 106 – 108. 84. 122. 100 – 108. 153. 161. 70. 44 – 53. 32. 33 pengendalian sosial 10. 120 L lingkungan kerja 108. 169 norma kesusilaan dan kesopanan 40. 67. 70. 127. 53. 98. 45 – 47.

10. 168. 164. 85 R realitas sosial 2. 32 Indeks 189 . 70. 95. 167 Robert K. 29. 5. 119. 32. 73. 59. 100 – 104. 44. Merton 136 Sekularisme 25. 99 proses asosiatif 67 proses sosial 3. 144. 39. 139 – 141. 49. 72. 152 sosiologi 3 – 5. 33 Selo Soemardjan 3 separatis 28. 112. 174 sanksi hukum 168 sanksi sosial 165. 108. 147. 117. 88 Soelaeman Soemardi 3 sosialisasi 50. 19. 127. 64. 18. 107 – 115. 165. 121. 88 S sanksi 43 – 45. 168. 153. 53. 33 represif 14. 47. Dr. 101 W wawancara 2. 125 – 127. 137 sugesti 11. 52. 60. 168 sekolah 18. 16. 21. 33 simpati 11. 105. 65. 39. 48. 78. 60. 66 – 69. 171 U usage 48. 18. 165.Prof. 79. 10. 133 – 136. 164. 51. 97. 95 – 97. 71. 148. 148. Notonegoro 42. 84 – 87.

190 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful