P. 1
Attachment

Attachment

|Views: 36,827|Likes:
Published by Diki Yuda Satria

More info:

Published by: Diki Yuda Satria on May 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2013

pdf

text

original

Sections

  • A.SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU DAN METODE
  • B.KONSEP-KONSEP DASAR DALAM SOSIOLOGI
  • C.KONSEP-KONSEP TENTANG REALITAS SOSIAL BUDAYA
  • D.HUBUNGAN ANTARA BERBAGAI KONSEP TENTANG REALITAS SOSIAL BUDAYA
  • A.NILAI DAN NORMA SOSIAL
  • B.NILAI SOSIAL
  • C.NORMA SOSIAL
  • A.INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL
  • B.FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL
  • b.Akomodasi
  • D.PROSES PEMBENTUKAN LEMBAGA, KELOMPOK, DAN ORGANISASI SOSIAL
  • E. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN DAN DINAMIKA SOSIAL
  • F.INTERAKSI SOSIAL DAN KETERATURAN SOSIAL
  • B.PROSES SOSIALISASI
  • C.FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK KEPRIBADIAN
  • D.HUBUNGAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN DENGAN KEBUDAYAAN
  • A.PERILAKU MENYIMPANG
  • C.PENANGGULANGAN TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG
  • A.PENTINGNYA PENGENDALIAN SOSIAL
  • B.JENIS-JENIS LEMBAGA PENGENDALIAN SOSIAL
  • C.CARA-CARA PENGENDALIAN SOSIAL
  • D.AKIBAT-AKIBAT TIDAK BERFUNGSINYA LEMBAGA PENGENDALIAN SOSIAL

SOSIOLOGI

Jilid 1
untuk

SMA/MA Kelas X
Suparto

Literatur Media Sukses
Jl. Madrasah No. 38, Pekayon, Pasar Rebo Jakarta 13710
Bab 2 Norma dan Nilai Sosial

i

Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT) Sosiologi, ditulis oleh Suparto; Editor, Vera B. L. Sihotang, -- Jakarta: Literatur Media Sukses

Penulis
Suparto

Editor
Vera B. L. SihotangChristianiE

Sosiologi
Jilid 1
Untuk SMA/MA Kelas X Hak cipta 2006 pada Penulis Hak penerbitan pada Penerbit Literatur Media Sukses

Desain Sampul Andie Anakota Setting/Tata Letak Sri Sugiyarni Astuti Krisnawati

Cetakan Pertama, 2006

Hak cipta dilindungi oleh undang-undang. Tidak diperkenankan memperbanyak isi buku ini dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Penerbit Literatur Media Sukses.

ii

Sosiologi SMA/MA Kelas X

ritik yang sering ditujukan kepada buku teks Sosiologi sebagai buku pelajaran antara lain cara pendekatan penyajian konsep materi yang kurang membumi terhadap realitas yang ada. Para pendidik sering mengalami kesulitan dalam mengajarkan ilmu-ilmu sosial. Para siswa berargumen bahwa ilmu-ilmu sosial menjenuhkan. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya minat para siswa untuk menggeluti kajian-kajian ilmu sosial. Kondisi ini terbentuk dikarenakan bahwa belajar ilmu-ilmu sosial merupakan ilmu-ilmu hafalan dan tidak kontekstual. Buku Sosiologi untuk SMA/MA ini disusun sebagai alternatif bagi para guru dan siswa Sekolah Menengah Atas bahwa belajar ilmu sosial tidak semata-mata hafalan. Esensi ilmu sosial justru terletak pada daya analisis dan metode yang dipakai dalam mengkaji suatu problem kemasyarakatan. Buku ini terdiri atas 3 jilid, yaitu jilid 1 untuk SMA/MA Kelas X, jilid 2 untuk SMA/MA Kelas XI, dan jilid 3 untuk SMA/MA Kelas XII. Pendekatan pembelajaran menggunakan metode Contextual-Teaching Learning. Diharapkan guru menjadi fasilitator dan terlibat intens dalam proses pembelajaran serta bersedia mengembangkan segala materi pokok dengan berbagai indikatornya dengan situasi dan kondisi yang sesuai dengan lingkungan belajar siswa. Akhirnya, penulis mengucapkan terima kasih kepada Penerbit Literatur Media Sukses yang telah menerbitkan naskah kami menjadi buku. Kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan kualitas buku ini.

K

Jakarta, Desember 2006

Penulis

Kata Pengantar

iii

125. Fungsi keluarga untuk membentuk perilaku tertib dan patuh terhadap normanorma sosial dalam lingkungan masyarakat setempat terhadap putra dan putrinya adalah fungsi . Sumber: Gatra. nilai ekonomis sebuah mobil dapat diartikan sebagai harga sebuah mobil yang diukur dengan uang. Indeks merupakan daftar kata-kata penting disertai nomor halaman kemunculan. Ciri-ciri pemerintah yang baik adalah pemerintah yang dapat menyusun kebijakan yang tepat sesuai dengan harapan warga masyarakatnya. 62. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. 113. 124. Barang-barang teknologi canggih ini misalnya mobil. 101. Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang kuat yang dapat menyatukan pendapat dari seluruh rakyatnya sehingga seluruh kekuatan bangsa tertuju pada satu arah untuk mencapai tujuan negara. Bahan Diskusi Kelompok Bahan ini disediakan melatih siswa mendiskusikan suatu permasalahan dengan orang lain. j. 90 interview 5 8. misalnya kepolisian. 85. nilai justru bukan sebuah ukuran yang dapat dinyatakan dengan barang. . 85. 67. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. 109 fenomena sosial 4. . 139. Metode Analisis Media Massa Media massa lebih bersifat subjektif. seorang peneliti menggunakan metode komparasi. 32. pengendalian sosial E norma sosial C. Teori Penyimpangan Teori kebudayaan khusus yang menyimpang Teori anomi Teori reaksi masyarakat 3. 45 – 48. 1 NILAI DAN NORMA SOSIAL Tujuan Pembelajaran Menjelaskan nilai dan norma. sosialisasi D. 2 Kunjungilah salah satu lembaga pengendalian sosial yang terdekat dari sekolah Anda. 108. pengawasan sosial P 7. hampir semua media massa membahas tentang cara-cara memberantas budaya korupsi. Justru dengan kedatangan mesin-mesin teknologi canggih ini golongan masyarakat miskin akan termarginalkan. 166. 144. C. 32. 80. dan lain-lain. a pakah nilai itu? Dalam pengertian sehari-hari nilai sering diartikan sebagai harga atau ukuran. Melalui metode komparasi inilah. 10. Jelaskan persiapan apa sajakah yang harus dilakukan oleh seorang peneliti yang menggunakan metode komparasi! enurut kalian. 109. kolusi. 89. Sifat-sifat Penyimpangan Penyimpangan positif Penyimpangan negatif 4. Mungkin hal ini tidak akan sepenuhnya bisa dihilangkan dari tata pergaulan masyarakat kita. 102. – 66.Sebelum memulai proses belajar mengajar. 17. Pada dasarnya. 53. mereka tergusur dari pekerjaan yang diakibatkan oleh mesin-mesin yang digunakan daripada tenaga-tenaga 5 P emilu tahun 2004 ini merupakan suatu sistem yang lebih baik dan lebih demokratis untuk memilih anggota legislatif. Kemudian buatlah laporan ringkas mengenai hal-hal berikut ini! 1. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih konkret. Uji Kompetensi Pada setiap akhir bab disediakan Uji Kompetensi untuk mengukur kemampuan siswa dalam menguasai semua materi dalam satu bab. 19. . Sebab. Menjelaskan peran nilai dan norma dalam masyarakat. 4. Melalui proses modernisasi dan pembangunan. Membedakan nilai dan norma. Daftar Istilah Daftar Istilah disajikan di setiap bab yang merupakan kumpulan istilah-istilah yang dibahas di bab tersebut. 152. 7. dipakai sebagai dasar untuk analisis dalam kaitannya dengan pengkajian suatu hipotesa dan masalah dalam penelitian. radio. 8. 59. 172 internal 170. Pengantar Awal Bab Pada setiap awal bab terdapat fokus tentang materi-materi yang akan dibahas di bab tersebut. A. 64. 25. 164. 18. 8. melainkan sesuatu yang abstrak atau tidak nyata. 110 akulturasi budaya 110 angket 2. 33. deviasi sosial 2. Penyebab perilaku menyimpang 8 Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. 35. sebaiknya terlebih dahulu kita mengetahui bagianbagian yang terdapat dalam buku Sosiologi ini. Indeks 3. B. 106. 125. atau rumah tahanan/lembaga pemasyarakatan. pengadilan B. 89 interaksi sosial 10. 42. Akan tetapi. teknologi-teknologi baru diimpor oleh agen modernisasi dan pembangunan untuk memajukan taraf kehidupan suatu bangsa. kejaksaan. Mengklasifikasikan kasus pelanggaran nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. 23. budaya korupsi ini dilakukan turun-temurun dari generasi l l 9 A accomodation adat akulturasi akulturasi budaya : proses sosial yang ditandai dengan pengurangan tuntutan : suatu kebiasaan yang diulang-ulang dan telah menyatu dengan kehidupan masyarakat : percampuran dua hal atau lebih yang bersifat melengkapi : proses pencampuran dua unsur budaya atau lebih yang bersifat melengkapi tanpa menghilangkan corak yang lama : daftar pertanyaan untuk menghimpun data yang diperlukan dalam suatu penelitian : ilmu terapan : akomodasi dengan menggunakan pihak ketiga sebagai pihak penengah yang dapat bersifat mengikat atau memaksa kedua belah pihak adat 25. 17. 82. 65. 26. baik pemerintah maupun lembaga nonpemerintah dewasa ini memang masih sangat kental dengan budaya korupsi. 37 fenomena alam 77. 32 asimilasi 23. Dalam suatu penelitian mengenai kelebihan dan kekurangan suatu metode atau teknologi tertentu. ulasan media massa yang satu dengan ulasan media massa yang lain sering kali ada kesenjangan. C C l kh h 1. . Korupsi memang merupakan sesuatu penyimpangan yang benar-benar menghambat upaya perkembangan masyarakat secara keseluruhan. kita dapat mengetahui banyak hal yang sangat berguna dalam penelitian tersebut. 15. 60. 6 MENGELIMINIR BUDAYA KORUPSI 7 Soal Objektif 1. 143. 109 folkways 48. telepon. dan nepotisme. 82. televisi. Dalam sosiologi. 70. 9. mesin tenun. Di kalangan birokrat. 10. Kegiatan operasional lembaga 3 5. 75. 110 asimilasi budaya 110 asosiasi 3. 64. 177 akomodasi 66. 84. truk. 2. Tugas dan kewenangan lembaga 3. teknologi canggih ini akan berpihak kepada orang-orang kaya dan selanjutnya menjadi sekutu orang-orang kaya untuk menghasilkan barang dan mendatangkan uang. 20. kontrol sosial D. 27 November 2004 4. internet. 40. 103 H hipotesa 10 angket applied science arbitration B BAP 167. 147. 90. Lembar Sosiologi Terapan Lembar sosiologi terapan ini merupakan latihan menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. presiden. D atau E! 1. 73. 8. 73 asumsi 100 Auguste Comte 3. 104. 83. iv Sosiologi SMA/MA Kelas X . mesin bubut. Tetapi setidaknya dapat ditekan sekecil mungkin pertumbuhannya. 112. A. 80. 168 I identifikasi 11. 89 ilmu pengetahuan 3. 15 10 F fakta 6. . Perilaku menyimpang adalah semua perilaku warga masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. komputer. 114. pengadilan. ada masa reformasi akhir-akhir ini. 129 imitasi 60. penghubung kerabat B. edukasi E reproduksi C. tetapi dalam waktu atau tempat yang berbeda. Fungsi dan peranan lembaga 2. 165. dan wakil presiden karena ketiga komponen bangsa yang penting itu dipilih secara langsung oleh rakyat melalui proses pemilihan umum. Metode komparasi dilakukan dengan membandingkan dua hal yang sama. traktor pembajak. 68. 16. sebab media massa memiliki latar belakang yang berbeda-beda. seorang peneliti dapat menggunakan metode analisis media massa dengan cara menghimpun selengkap mungkin artikel-artikel sejenis yang ada di berbagai media massa. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 6. 148. 11. Tugas Penelitian Tugas Penelitian merupakan tugas yang mendeskripsikan suatu permasalahan. Oleh karena itu. Misalnya. Perilaku menyimpang terdiri atas: Kenakalan remaja (delinquention) Kejahatan (criminality) 2. Pertanyaan: 1. Lalu. 65. Usaha-usaha yang dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah dan mengatasi adanya perilaku menyimpang disebut . Lembar Pro dan Kontra Lembar Pro dan Kontra disajikan sebagai sarana untuk melatih mengungkapkan pendapat atau debat pendapat antarsiswa yang dibimbing oleh guru. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. M Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 9 4 MEWUJUDKAN PEMERINTAH YANG BAIK KESENJANGAN SOSIAL SEBAGAI POTENSI KONFLIK Salah satu penyebab menjadi semakin tingginya jurang kesenjangan sosial antara golongan kaya dan golongan miskin adalah kehadiran teknologi melalui proses modernisasi dan pembangunan. . 67 akulturasi 23. Rangkuman Rangkuman mencakup ringaksan materi pada setiap bab yang bertujuan untuk memudahkan siswa mengingat kembali materi-materi yang telah dipelajari di bab tersebut. 72. Tugas Perorangan Dalam setiap bab ada kegiatan yang dilakukan oleh siswa secara mandiri.

.................................................. iii iv BAB 1 SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU TENTANG HUBUNGAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN 2 3 10 16 18 23 32 34 Peta Konsep ......... Norma Sosial ........................................................................................................................................ Daftar Isi v .. Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial ................................................... Bentuk-bentuk Interaksi yang Mendorong Terciptanya Lembaga........ B................... Nilai Sosial ..................................................................... Sosiologi Sebagai Ilmu dan Metode .............................................................................................. A................................................................................ A..................................................................................................................... E................. C... B.......................................................................................................................... BAB 2 NILAI DAN NORMA SOSIAL 40 41 41 45 53 54 Peta Konsep ................. Kelompok.................................... Nilai dan Norma Sosial ................................................................... C......... Data Sosiologis dan Antropologis Tentang Fenomena Sosial Di Lingkungan Setempat ........................... Apakah Keunggulan Buku Ini? ....................................... Konsep-konsep Dasar Dalam Sosiologi ....................... BAB 3 INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL 60 61 64 69 Peta Konsep ................................................................................................................................................................ Konsep-konsep Tentang Realitas Sosial Budaya ............... B................. A..... Uji Kompetensi ......... Rangkuman ........ Uji Kompetensi ... dan Organisasi Sosial ............. Hubungan Antarberbagai Konsep Tentang Realita Sosial Budaya ..................................................................................................................Kata Pengantar ......... D....... C............................... Rangkuman ............... Faktor-faktor yang Mendorong Terjadinya Interaksi ......................................

......................... Uji Kompetensi ................................................................ C......................................................... Uji Kompetensi ............................................................................................................... Hubungan Pembentukan Kepribadian dengan Kebudayaan .............................................................................................. vi Sosiologi SMA/MA Kelas X ................................................................................................................. Faktor-faktor Penyebab Perubahan dan Dinamika Sosial .................................................................. E........................... D.................... C....................................................................... 96 97 108 114 122 127 128 BAB 5 PERILAKU MENYIMPANG 134 135 139 147 152 154 Peta Konsep ................................ A................................................................................................................................. Faktor-faktor Pembentuk Kepribadian ........................................... Rangkuman ......................................... Daftar Istilah ..... Pentingnya Pengendalian Sosial ..... Terjadinya Perilaku Menyimpang Sebagai Hasil Sosialisasi yang Tidak Sempurna .......... A..... Perilaku Menyimpang .......... Proses Sosialisasi ............... SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN 74 76 84 88 90 BAB 4 Peta Konsep ...... Interaksi Sosial dan Keteraturan Sosial .................. B................. Rangkuman ..................................................................................................................................... Kelompok..................................................................... Daftar Pustaka ...................................................................................................................... Uji Kompetensi .......................................... Akibat-akibat Tidak Berfungsinya Lembaga Pengendalian Sosial ..................................................................................................................... Jenis-jenis Lembaga Pengendalian Sosial.................... Cara-cara Pengendalian Sosial ...............D Proses Pembentukan Lembaga................ Rangkuman ........... Rangkuman .......................................... Indeks .. A........... Uji Kompetensi ........................................................................................................ C........................ BAB 6 ATURAN-ATURAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT 160 161 161 165 168 173 175 179 185 187 Peta Konsep ........... D....................................... F.......................... dan Organisasi Sosial ............................ Peranan Nilai dan Norma Sosial Dalam Proses Sosialisasi ........................ B.............. B................................................................... Penanggulangan Terhadap Perilaku Menyimpang ..........................................

Untuk mendapatkan jawabannya. Sumber: Koleksi editor T ahukah kalian mengapa sosiologi kita pelajari? Sebagai warga masyarakat.SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU YANG MENGKAJI HUBUNGAN MASYARAKAT Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu dan metode. Dalam melakukan hubunganhubungan sosial. Mendeskripsikan hubungan berbagai konsep tentang realitas sosial. kita memerlukan banyak wawasan tentang bagaimana menjalani dan membina hubungan sosial dalam masyarakat. kita harus memahami tata cara dalam pergaulan agar kita dapat diterima sebagai warga masyarakat yang baik. sehingga kita dapat menjalankan misi pribadi kita masing-masing. Dengan demikian. karena sosiologi memberikan banyak wawasan dan kajian tentang hubungan masyarakat dan lingkungan. Penjabaran wawasan-wawasan tersebut dalam praktik kehidupan sehari-hari akan diuraikan pada bab berikut. kita selalu terikat dengan orang lain untuk melakukan berbagai macam bentuk kerja sama di berbagai segi kehidupan. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 1 . kita perlu mempelajari sosiologi. Mengidentifikasi data tentang realita sosial masyarakat.

Pengertian sosiologi Hakikat sosiologi Karakteristik Sosiologi Metode dalam sosiologi Ruang lingkup Observasi Angket Observasi partisipan Wawancara Tujuan pembentukan sosiologi SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU TENTANG HUBUNGAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN Komparasi Histori Kepustakaan Dokumentasi Analisis media massa Konsep dasar dalam sosiologi Konsep-konsep tentang realitas sosial Hubungan antarberbagai konsep tentang realitas sosial 2 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Objek kajian sosiologi ini senantiasa bersifat aktual karena masyarakat terus-menerus mengalami proses sosial termasuk perubahan-perubahan dalam struktur dan pola interaksinya. Dengan demikian. 3. sosiologi sebagai metode artinya sosiologi dapat dipergunakan sebagai salah satu cara atau perantara dalam mencapai suatu tujuan tertentu yang ada di dalam masyarakat. Sorokin Mengemukakan sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hal-hal sebagai berikut. Objek Kajian Sosiologi Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan mempunyai objek kajian tentang perilaku sosial individu maupun kelompok individu dalam masyarakat yang penjabarannya meliputi bentuk-bentuk penyesuaian perilaku terhadap norma dalam berbagai bentuk perubahan sosial yang ada dalam masyarakat. juga keluarga dan moral. Sebagai salah satu pegangan tentang pengertian sosiologi.A. misalnya gejala ekonomi dan agama. Metode-Metode Sosiologi Untuk melakukan suatu aktivitas diperlukan cara-cara yang lebih ringkas dan efisien agar tujuan tercapai. 2. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi Menyatakan bahwa sosiologi atau ilmu masyarakat adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial. Pengertian Sosiologi Sosiologi sebagai ilmu sosial yang relatif baru mungkin agak sulit untuk didefinisikan bagi kalian yang masih relatif baru mempelajari sosiologi. kalian perlu mengetahui pendapat dari tiga tokoh sosiologi berikut ini. Artinya. Ciri-ciri umum semua jenis gejala sosial. Metode dalam konteks pengetahuan adalah cara-cara yang dapat dipergunakan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dan gejala nonsosial. b. Auguste Comte Mengemukakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari manusia sebagai makhluk yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama dengan sesamanya. a. Pitirim A. sosiologi mempelajari segala aspek kehidupan bersama yang terwujud dalam asosiasi-asosiasi. termasuk perubahan sosial. c. lembaga-lembaga. Sebagaimana kita ketahui bahwa Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 3 . Cara-cara ini dikenal dengan metode. maupun peradaban. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka ragam sosial. SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU DAN METODE 1.

sejarah pertumbuhannya. Artinya. melalui sosiologi dan antropologi kegiatan pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah dapat disosialisasikan ke dalam setiap masyarakat yang bercorak kesukuan dengan metode dan pendekatan secara sosiologis dan antropologis. ketika pemerintah melalui kegiatan pembangunan ingin memperoleh data mengenai berbagai macam fenomena sosial budaya dari suatu masyarakat. Ini berarti. metode antropologi juga berguna sebagai salah satu cara untuk mencapai tujuan tertentu dalam masyarakat. Sosiologi dan antropologi dapat pula berfungsi sebagai bejana yang menjadi sarana sosialisasi suatu program pemerintah di dalam masyarakat. serta lenyapnya suatu masyarakat dan kebudayaannya.sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempunyai objek kajian mengenai perilaku sosial serta budaya yang ada dalam satu masyarakat. Sebaliknya. ilmu lain yang juga mempelajari manusia adalah antropologi. Dengan begitu. Perencanaan Pembangunan Kebijaksanaan Pembangunan Data Sosial dan Budaya Metode Sosiologi dan Antropologi Metode Sosiologi dan Antropologi Suku Bangsa A Suku Bangsa B Suku Bangsa C Bagan 1. Sebagai contoh. sosiologi pun sedikit banyak memiliki data-data mengenai karakter sosial budaya dari tiap-tiap masyarakat yang berbeda-beda. 4 Sosiologi SMA/MA Kelas X . bentuk kebudayaan. sosiologi dan antropologi menjadi kail untuk memperoleh data-data sosial budaya dari dalam masyarakat. dapat diperoleh melalui data-data yang terhimpun di dalam sosiologi dan antropologi. Antropologi mempelajari aneka ragam manusia atau masyarakat serta kebudayaannya di masa lampau dan masa sekarang.1 Bagan Peranan Metode Sosiologi dan Antropologi dalam Proses Pembangunan Bangsa. Selain sosiologi.

serta memiliki keterampilan untuk menggali alternatif-alternatif jawaban yang lebih dalam dan rinci dari responden. jelaslah metode sosiologi dan antropologi sebagai suatu kesatuan dan dapat dipergunakan oleh pemerintah atau pun lembaga nonpemerintah yang mempunyai kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat. Akan tetapi. peneliti mewawancarai responden yang telah ditetapkan sebagai sampel untuk memperoleh keterangan-keterangan yang diperlukan dalam penelitian tersebut. metode interview secara spesifik memerlukan seorang pewawancara yang mumpuni dan memenuhi kriteria sebagai berikut. Metode-metode yang sering dipergunakan di dalam sosiologi dan antropologi antara lain: a.1 Wawancara merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh dalam pengumpulan data guna mendukung penelitian yang dilakukan. Hal ini dapat terjadi karena konsep-konsep dalam studi sosiologi dan antropologi dapat menjadi cara untuk memasukkan program pembangunan yang berkaitan dengan masyarakat. Sumber: Pilars. Cakap.Menurut bagan di atas. metode wawancara adalah metode pengumpulan data dalam penelitian sosial yang dalam pelaksanaannya. Metode Wawancara (Interview) Pada hakikatnya. 29 September – 05 Oktober 2003 Gambar 1. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 5 . artinya seorang pewawancara harus benar-benar menguasai permasalahan dari setiap pertanyaan yang diajukan. Metode ini mempunyai kelebihan bahwa data-data sosial budaya yang diinginkan dapat diperoleh secara luas dan dalam melalui pertanyaan secara lisan dari hati ke hati antara pewawancara dan responden.

Artinya. artinya seorang pewawancara harus senantiasa berpegang teguh pada prinsip-prinsip keilmuan. Penerapan metode ini memerlukan suatu keberanian 6 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Konsisten. metode ini sangat gampang pelaksanaannya dan memerlukan biaya yang relatif sedikit sehingga hampir setiap orang dengan mudah dapat melakukannya. Pada hakikatnya. Dengan demikian. Untuk memperoleh data yang akurat. peneliti akan memperoleh data sosial budaya secara detail karena tidak sekadar melihat dan bertanya. Objektif. c. dan berpenampilan baik. peneliti telah membuat check list yang disesuaikan dengan kepentingan penelitian tersebut agar dapat memberi dasar penelitian yang tepat. artinya seorang pewawancara harus luwes dan mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi dari masing-masing pribadi responden. Sikap yang fleksibel membuat responden tidak merasa tertekan dalam menyampaikan jawaban-jawaban atas setiap pertanyaan yang diajukan. Metode Observasi Partisipan Metode observasi partisipan mempunyai potensi yang lebih untuk mendapatkan data yang sangat detail walaupun harus menanggung konsekuensi dan tantangan yang amat berat. atau kepentingan tertentu. Fleksibel. peneliti hidup bersama-sama dengan masyarakat yang diteliti dalam waktu yang relatif panjang. melainkan mengalami sendiri dalam setiap kegiatan. maka peneliti harus terlebih dahulu menyiapkan instrumen yang disebut check list (daftar untuk mengecek apakah objek yang diamati memiliki kualifikasi sebagaimana yang ada di dalam daftar). tidak berubah-ubah oleh pengaruh-pengaruh ekonomis. artinya pewawancara harus dapat mencegah masuknya pendapatpendapat pribadi ke dalam penelitian dengan tetap menjaga objektifitas berdasarkan fakta yang benar-benar ada di lapangan. metode observasi langsung adalah metode pengumpulan data dalam penelitian sosial yang dalam pelaksanaannya memungkinkan peneliti dapat secara langsung mengamati kondisi objek yang diteliti. Metode Observasi Langsung Metode observasi langsung sering disebut metode yang mudah dan murah. Yang dimaksud dengan metode observasi partisipan adalah metode pengumpulan data dalam suatu penelitian sosial yang di dalam pelaksanaannya. Contoh: peneliti yang mengobservasi 5 ruangan kelas belajar dalam suatu lomba kebersihan. tidak menakutkan. b. Dengan demikian. data yang diperoleh objektif. data yang diperoleh akurat.Ramah. Tujuannya agar responden dapat secara bebas untuk menyampaikan alternatif jawabannya secara objektif kepada pewawancara. Dengan demikian. artinya seorang pewawancara harus menyenangkan. ideologis. politik. artinya seorang pewawancara harus senantiasa berpegang teguh pada fakta yang ada.

dan detail sehingga memiliki tingkat akurasi yang tinggi. peneliti akan dapat menghimpun data sosial budaya dengan tepat. mereka pun memiliki kesadaran ilmiah yang tinggi dan memiliki kemampuan intelektual untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam angket tersebut. maka metode angket sangat tepat untuk digunakan. padat. Pieter Carlos dapat memotret macam-macam kegiatan. Metode angket adalah metode pengumpulan data dalam suatu penelitian sosial di mana dalam pelaksanaannya. 100. Misalnya. bahkan nyawa. Sambil menjalani aktivitas hariannya. diperlukan syarat-syarat antara lain sebagai berikut. Metode Angket Apabila penelitian mempunyai jangkauan responden yang amat besar dan respondennya berupa masyarakat-masyarakat yang relatif maju. Agar data sosial budaya yang terhimpun melalui metode angket ini tetap memiliki objektifitas yang tinggi. bahkan mengikuti setiap perilaku sosial harian yang dilakukan oleh masyarakat Asmat dan Dani. Satu hal yang merupakan kelebihan dari metode ini adalah bahwa dalam waktu yang relatif singkat. peneliti menyampaikan sejumlah pertanyaan dalam suatu daftar pertanyaan yang telah disesuaikan dengan kepentingan penelitian tersebut. Koresponden harus terlebih dahulu mengetahui identitas dari responden yang akan ditetapkan sebagai subjek penelitiannya. seorang peneliti dapat memperoleh data dalam jumlah yang amat sangat besar. artinya memiliki basis kependidikan yang cukup.dan pengorbanan dari peneliti itu sendiri. Pertanyaan harus singkat. Akan tetapi hasilnya. Respondennya harus merupakan masyarakat yang cakap. Dengan demikian. seorang peneliti dari Jerman bernama Pieter Carlos meneliti kehidupan sosial budaya suku Asmat dan suku Dani di pedalaman Papua. d. Dalam hal ini. Pieter Carlos datang sendiri ke lokasi dan selama enam tahun dia hidup bersama-sama dan menyatu dengan masyarakat Asmat dan masyarakat Dani. peneliti mengirim daftar pertanyaan kepada seratus ribu responden yang alamatnya telah diketahui sebelumnya dan memberikan perangko pengiriman kembali jawabanjawaban angket kepada penelitinya. dan komunikatif dengan menggunakan bahasa yang sesederhana mungkin sehingga mudah dipahami. tenaga. lengkap. Hal ini sangat penting agar proses Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 7 . Keadaan seperti ini akan membuat penelitian menjadi fatal. mengikuti semua aktivitas. Dalam jangka yang tidak terlalu lama (kurang dari 10 hari). Jawaban yang disampaikan pun merupakan jawaban-jawaban yang memiliki tingkat akurasi yang rendah. Tetapi metode ini akan gagal total apabila respondennya adalah masyarakat primitif atau masyarakat pedesaan yang basis pendidikannya relatif rendah.000 responden telah mengirim kembali angket tersebut ke alamat yang telah ditentukan dengan perangko pengiriman yang ada di dalam amplop daftar pertanyaan tersebut. karena penuh tantangan yang terkadang akan membawa ongkos pemikiran.

h. Dalam pelaksanaannya. mengukur 8 Sosiologi SMA/MA Kelas X . tenaga. g. Pengumpulan data dalam metode ini dilakukan dengan cara menghitung atau mengukur sendiri data-data yang diperlukan dalam penelitian. yaitu dengan mengungkap dan menghimpun keterangan-keterangan. f.pengiriman angket dapat dilakukan secara benar dan serentak dalam waktu yang relatif singkat. Metode Kepustakaan Metode kepustakaan merupakan metode yang penelitiannya lebih banyak memerlukan data-data dokumenter atau pendapat-pendapat dari para ahli tentang suatu fenomena sosial tertentu dalam masyarakat. Metode Komparasi Untuk mendapatkan data tentang perbedaan atau persamaan dari dua fenomena sosial yang ada di dalam masyarakat. dan waktu. Metode Pengukuran Langsung Penelitian kuantitatif dilakukan dengan perhitungan angka-angka. Dengan demikian. maka seorang peneliti lebih tepat menggunakan metode pengukuran langsung. Metode komparasi digunakan oleh peneliti apabila bentuk penelitiannya mengandung kepentingan untuk membandingkan sesuatu yang sama dengan tempat dan kurun waktu yang berbeda. Metode komparasi bertujuan untuk mendapatkan persamaan dan perbedaan dari dua hal. Yang dimaksud dengan metode komparasi adalah metode pengumpulan data dalam suatu penelitian sosial. Misalnya. metode ini memerlukan suatu ketekunan dan ketelitian. Kelebihan metode ini adalah memperoleh banyak sumber tanpa mengalami banyak biaya. serta benda-benda peninggalan yang akan dipergunakan sebagai sumber data dalam penelitian. Yang menjadi masalah adalah kepandaian peneliti untuk mencari buku-buku yang relevan yang dapat dipakai sebagai sumber data dalam penelitian. Cara pengumpulan data dilakukan dengan mengambil data atau keterangan-keterangan yang ada di dalam literatur yang ada di perpustakaan. yaitu dengan membandingkan dua hal yang sama dengan lokasi atau waktu yang berbeda. peneliti akan memperoleh persamaan dan perbedaan yang dapat dipergunakan sebagai bahan untuk menganalisis dan mengkorelasikan fakta atau kejadian secara ilmiah sesuai dengan kepentingan penelitian. Metode Penelusuran Sejarah (History) Metode history atau metode penelusuran sejarah merupakan metode pengumpulan data dengan cara menelusuri sejarah melalui dokumen-dokumen dan benda-benda peninggalan sejarah yang dapat dijadikan sumber keterangan mengenai berbagai macam kejadian di masa lampau. menghitung orang. Metode ini sangat objektif karena data-data yang diperoleh merupakan data primer. e. seorang peneliti dapat menggunakan metode komparasi.

Pada hakikatnya. menghitung suhu udara. dan lain-lain. Melalui metode komparasi inilah. menghitung jumlah ternak. seorang peneliti akan mengeluarkan banyak pengorbanan yang terkadang penuh dengan resiko. Yang terpenting adalah bahwa pengambilan dokumen harus sesuai dengan data yang diperlukan dan dari sumber-sumber yang dapat dipercaya. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih konkret. Oleh karena itu. sebab media massa memiliki latar belakang yang berbeda-beda. j. seorang peneliti dapat menggunakan metode analisis media massa dengan cara menghimpun selengkap mungkin artikel-artikel sejenis yang ada di berbagai media massa. Jelaskan persiapan apa sajakah yang harus dilakukan oleh seorang peneliti yang menggunakan metode komparasi! Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 9 . dokumen kepegawaian. Metode Dokumenter Apabila suatu penelitian lebih banyak memerlukan data-data pendukung yang berupa dokumen-dokumen seperti dokumen pemasaran. sumber penelitian dapat berupa data-data yang diambil dari arsip-arsip atau dokumen yang dihimpun oleh kolektor. atau badan-badan informasi. dokumen kejadian hukum. Data yang diperoleh melalui metode ini merupakan data sekunder. dipakai sebagai dasar untuk analisis dalam kaitannya dengan pengkajian suatu hipotesa dan masalah dalam penelitian. Pertanyaan: 1. dan lain-lain. seorang peneliti dapat menggunakan metode dokumenter. pimpinan instansi. kita dapat mengetahui banyak hal yang sangat berguna dalam penelitian tersebut. Metode komparasi dilakukan dengan membandingkan dua hal yang sama. Dalam suatu penelitian mengenai kelebihan dan kekurangan suatu metode atau teknologi tertentu. bangunan. tetapi dalam waktu atau tempat yang berbeda. termasuk Badan Pusat Statistik. Metode Analisis Media Massa Media massa lebih bersifat subjektif. ulasan media massa yang satu dengan ulasan media massa yang lain sering kali ada kesenjangan. mengukur kedalaman air. seorang peneliti menggunakan metode komparasi. kelembaban.panjang dan lebar tanah. i. Lalu. Para kolektor tersebut adalah kepala desa. Metode pengumpulan data yang dilakukan peneliti dengan mengambil dari dokumen-dokumen yang dihimpun oleh kolektor dinamakan metode dokumenter. Melalui metode ini. tekanan.

Masyarakat Istilah masyarakat dalam bahasa sehari-hari sering kita artikan sebagai himpunan orang-orang dalam satuan wilayah tertentu. Apa kelebihan yang dapat diperoleh dengan menerapkan metode komparasi? 4. a.2. dan lain-lain. perubahan sosial. Untuk mengkaji lebih jauh mengenai materi-materi yang menjadi substansi dalam kajian sosiologi dan antropologi. Konsep-konsep dasar itu meliputi tentang masyarakat. 10 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Adapun konsep-konsep yang mendasar dalam sosiologi dan antropologi antara lain sebagai berikut. kebudayaan. unsur-unsur pokok masyarakat meliputi hal-hal berikut. interaksi sosial. KONSEP-KONSEP DASAR DALAM SOSIOLOGI Pengertian dari konsep-konsep dasar adalah konsep-konsep pokok yang akan menjadi bahan kajian di dalam sosiologi maupun dalam antropologi. Adanya individu-individu yang cenderung bersifat heterogen dalam berbagai hal seperti usia. latar belakang pendidikan. Sebutkan kelemahan-kelemahan dari metode komparasi! 3. sedangkan antropologi lebih terfokus pada konsep keanekaragaman makhluk dan budaya manusia. 1. jenis kelamin. akan dijabarkan melalui konsep-konsep tentang realitas sosial budaya serta korelasinya satu dengan yang lain pada uraian berikut ini. norma dan nilai. pengendalian sosial. kepribadian. Konsep-Konsep Dasar Sosiologi dan antropologi mempunyai kekhususan yang berbeda antara lain sosiologi lebih menekankan pada konsep perilaku sosial. Jelaslah bahwa setiap masyarakat lahir karena adanya kerja sama di antara warganya dan terikat dalam suatu tata norma tertentu dalam ruang wilayah yang tertentu pula. perilaku menyimpang. Pada hakikatnya. latar belakang sosial ekonomi. Jadi. Sosiologi dan antropologi merupakan himpunan pengetahuanpengetahuan mengenai perilaku sosial serta mengenai keanekaragaman makhluk manusia dan budayanya. yang dimaksud dengan masyarakat adalah kumpulan orang yang hidup di suatu wilayah tertentu dan membina kehidupan bersama dalam berbagai aspek kehidupan atas dasar norma sosial tertentu. kebutuhan hidup manusia. B. dan masih banyak lagi. Menurutmu hal-hal apa saja yang dapat dibandingkan dari kekurangan suatu metode atau teknologi tertentu? Ilmu pengetahuan merupakan himpunan pengetahuan-pengetahuan yang tersusun secara sistematis.

baik stimulan yang pasif maupun stimulan yang aktif. sosial budaya. politik. dan hubungan timbal balik antara kelompok individu dan kelompok individu yang lain. Stimulan ini dapat berupa perilaku. Norma-norma sosial ini bersumber dari sistem tata nilai yang tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat tersebut. Rangsangan (stimulan). sugesti. Adanya daerah atau areal dengan batas-batas tertentu yang merupakan wadah tempat berlangsungnya suatu tata kehidupan bersama. baik dari pihak pertama maupun dari pihak kedua dalam suatu interaksi sosial. identifikasi. yaitu suatu aktivitas yang mendorong pada seseorang untuk memberikan respon atau tanggapan. suara. Tanggapan (respon). ekonomi. Interaksi Sosial Di satu sisi.” Artinya. b. terdapat 4 subkomponen yang dapat mendukung terwujudnya suatu interaksi sosial. Dalam suatu interaksi sosial. Dengan adanya stimulan dan respon. aktivitas aksi. interaksi sosial merupakan bentuk-bentuk aktivitas individu dalam memenuhi kebutuhannya. tanggapan. yaitu aktivitas permulaan yang menjadi penyebab munculnya interaksi sosial. antara individu dan kelompok individu. Aktivitas ini akan mengakibatkan adanya tanggapan dari pihak yang lain. Untuk kontak selanjutnya akan berbentuk aksi dan reaksi. suatu kontak sosial sesungguhnya telah terjadi. dan lain-lain. yaitu suatu aktivitas yang muncul karena adanya stimulan.Adanya hubungan timbal balik yang secara otomatis terjadi dalam setiap masyarakat tanpa henti-hentinya dan meliputi berbagai aspek kehidupan seperti dalam bidang ideologi. penampilan. Dalam arti luas. seluruh masyarakat di dunia ini merupakan suatu masyarakat dengan tata pergaulan yang amat sangat kompleks dan tidak pernah berhenti dalam berbagai aktivitas. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 11 . Wilayah ini dapat berupa areal yang sempit maupun dalam satuan areal yang amat sangat luas. interaksi sosial adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dan individu. di mana suatu perbuatan dilakukan hendaknya berpedoman pada sistem tata nilai yang ada di tempat itu. Interaksi sosial senantiasa berpedoman pada sistem tata nilai suatu masyarakat dengan ketentuan ”di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Dalam arti lain. dan aktivitas reaksi. empati. Komponen-komponen itu adalah rangsangan. dan berbagai macam pendapat atau ucapan. Aksi ini dapat dipengaruhi oleh banyak dorongan seperti simpati. Aktivitas aksi. Ini terjadi karena setiap masyarakat memiliki sistem tata nilai yang berbeda-beda walaupun secara universal tata nilai ini hampir sama. Adanya sistem norma tertentu yang berfungsi sebagai pedoman dalam sistem tata kelakuan dan hubungan warga masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. dan dalam bidang pertahanan dan keamanan.

1. Kebutuhan ini merupakan suatu perwujudan dari manusia sebagai makhluk hidup. yaitu suatu aktivitas tanggapan yang muncul setelah adanya aksi dari pihak pertama. yaitu sebagai berikut. sebagai makhluk sosial. c. dan normanorma yang akan membekali individu tersebut dalam proses pergaulan. Kebutuhan mendasar ini meliputi kebutuhan makan. nilai-nilai. Proses sosialisasi bagi seorang individu berlangsung sejak lahir hingga sepanjang hayatnya. Apakah yang dimaksud dengan konsep dasar dalam sosiologi dan antropologi? 2. Reaksi ini merupakan umpan balik atas perilaku-perilaku yang dilakukan oleh pihak pertama. dan sebagai makhluk yang memiliki akal budi. (1) Kebutuhan mendasar merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi dan apabila tidak dipenuhi. seorang individu dapat berhasil dalam setiap usahanya di tengah-tengah masyarakat sekaligus dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan lingkungan budaya pada masyarakat tersebut. maka orang akan mati. sosialisasi merupakan suatu proses pergaulan seseorang terhadap banyak orang di dalam masyarakat. kalian tunjukkan adanya proses sosialisasi. minum. dan kebutuhan perumahan. Kebutuhan hidup ini terdiri atas tiga macam. Melalui proses sosialisasi. Sebutkan unsur-unsur dalam masyarakat! 4. d. Proses sosialisasi ini merupakan proses belajar berinteraksi di tengah-tengah masyarakat. Dengan demikian.Aktivitas reaksi. Berikan 3 contoh konsep dasar dalam sosiologi dan 3 konsep dasar dalam antropologi! 3. Sosialisasi Pada hakikatnya. seorang individu akan memperoleh pengetahuan-pengetahuan. Kebutuhan Hidup Kebutuhan hidup adalah kebutuhan manusia untuk mempertahankan serta mengembangkan kehidupannya. Kebutuhan ini muncul 12 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Coba praktikkan di depan kelas bersama teman sebangkumu bagaimana kalian berinteraksi! Di dalam interaksi tersebut.

perilaku menyimpang merupakan bentuk-bentuk perilaku warga masyarakat yang tidak sesuai dengan norma dan nilai yang ada dalam masyarakat tersebut. maka manusia perlu makan. yaitu sebagai berikut. kegemaran. perumahan. Agar tetap hidup. Kepribadian ini merupakan gambaran secara umum dari perilaku seorang individu yang sangat khas yang dapat terlihat dari perilaku sehari-hari.sebagai hakikat manusia sebagai makhluk hidup. Kebutuhan sosial mencakup kebutuhan berkomunikasi dengan sesama. dan lain sebagainya untuk mempertahankan dan mengembangkan hidupnya. (2) Kebutuhan sosial adalah kebutuhan manusia untuk bersama-sama dengan manusia yang lain. kebutuhan untuk menjalankan kepentingan bersama. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Padahal kebutuhan ini harus dipenuhi dan kalau tidak maka mereka akan mati. pakaian. Pada hakikatnya. f. dan lain-lain. Wujud nyata dari kepribadian dapat berupa banyak hal antara lain sebagai berikut. Perilaku menyimpang dapat bersumber dari banyak hal. e. Perilaku Menyimpang Setiap orang mempunyai ego masing-masing. kebutuhan untuk mengungkapkan harga diri. keimanan dan ketakwaan. maka yang terjadi adalah benturan kepentingan antarindividu. tanggung jawab. Apabila dalam masyarakat terjadi resesi dan depresi ekonomi. sikap atau perilaku. Kepribadian Setiap manusia mempunyai kepribadian sendiri-sendiri yang tidak akan sama antara manusia yang satu dan manusia yang lain. Adanya resesi dan depresi ekonomi. Hal ini dapat mengakibatkan perilaku-perilaku yang menyimpang. prakarsa. lapisan masyarakat bawah akan kesulitan melakukan pemenuhan kebutuhan pokoknya. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa estetika. dan lain-lain. Manakala ego setiap orang lebih mementingkan dirinya sendiri daripada kepentingan orang lain atau kepentingan umum. persepsi. Kepribadian merupakan perpaduan antara warisan biologis yang diterima seseorang dari leluhurnya dan pengaruh lingkungan melalui proses interaksi dan proses sosialisasi sejak lahir hingga dewasa. Kebutuhan ini muncul sebagai hakikat manusia sebagai makhluk sosial (zoon politicon). istirahat. minum. Akibatnya perilaku warga masyarakat Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 13 . tutur kata. perangai. kebutuhan pendidikan. (3) Kebutuhan integratif adalah kebutuhan kejiwaan manusia seperti misalnya kebutuhan berekreasi. dan lain-lain.

guru kepada muridnya. Berbeda dengan cara compulsion 14 Sosiologi SMA/MA Kelas X . kini makin banyak keluarga yang tidak memiliki eksistensi untuk menjalankan fungsinya. maupun gabungan dari keduanya. Apabila pelaksanaan pengendalian sosial telah direalisasikan oleh akumulasi dari norma.lapisan bawah seringkali menjadi tidak sesuai dengan norma-norma yang ada sehingga terjadi perilaku yang menyimpang. Pengendalian sosial bersifat preventif bertujuan untuk menghindari penyimpangan sedini mungkin. yaitu compulsion (paksaan) dan pervasion (pengisian). Gabungan dari keduanya dilaksanakan sebelum dan sesudah penyimpangan itu terjadi. Hal ini dapat terjadi karena norma yang ada tidak sesuai dengan perkembangan kehidupan sekarang. Misalnya. serta peralatan yang diperlukan oleh aparat penegak hukum. perilaku menyimpang dapat terjadi akibat proses sosialisasi yang tidak sempurna atau adanya proses sosialisasi terhadap sub-sub kebudayaan yang memang menyimpang. atau mungkin karena kualitas moral dari aparat para dan karena kurangnya personil. orang terdorong untuk melakukan penjarahan terhadap harta benda milik orang lain. munculah perangkat untuk menciptakan tertib sosial yang dinamakan pranata sosial. Pengendalian sosial ada yang bersifat preventif. Pengendalian sosial dapat dilakukan melalui dua teknik. Terjadilah perilaku-perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial dalam keadaan yang aman. Adanya peperangan dan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kantibmas) yang memburuk. lembaga atau institusi. Hal ini menyebabkan semakin banyaknya bentukbentuk pelanggaran yang dilakukan oleh warga masyarakat. Dalam pelaksanaan pengendalian sosial diperlukan banyak hal antara lain norma. g. sedangkan pengendalian sosial bersifat represif bertujuan untuk memulihkan keadaan seperti semula. represif. baik yang dilakukan orang tua kepada anaknya. dan personil-personil penegak hukum. lembaga dan personil penegak hukum. Cara mengatasinya melalui peran pendidikan. Secara umum. maupun pemerintah kepada aparatur negaranya. Lemahnya aparat penegak hukum dalam melakukan tindakan penegakan hukum. Tidak berhasilnya proses pewarisan budaya dari generasi tua kepada generasi muda. Compulsion merupakan teknik pengendalian sosial yang diciptakan untuk memaksa orang untuk mengubah sikapnya yang menyimpang dan secara tidak lansung kembali patuh pada nilai dan norma. Pengendalian Sosial Semua usaha yang dilakukan oleh warga masyarakat agar warganya dapat berperilaku sesuai norma dan nilai yang ada dalam masyarakat tersebut dinamakan pengendalian sosial. Jika terjadi peperangan atau suasana kamtibmas yang memburuk.

Kata sosiologi pada mulanya digunakan untuk menyebut studi tentang kemasyarakatan.bolender. terdapat banyak tokoh yang mempunyai andil besar.com pada tahun 1839. seorang ahli filsafat berkebangsaan Perancis pada abad ke-19. Dalam sejarah perkembangan sosiologi.yang dilakukan lewat paksaan. yaitu tepatnya Sumber: www. cara pervasion dilakukan dengan menyampaikan norma dan nilai secara berulang-ulang. h. Ia mengatakan bahwa penelitian-penelitian tentang masyarakat telah sampai pada titik yang menggembirakan untuk memasuki perkembangan yang mengarah pada terbentuknya ilmu pengetahuan yang mempunyai objek mengenai masyarakat. Auguste Comte memberikan nama pada ilmu pengetahuan tentang masyarakat dengan istilah Sosiologi. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 15 . Perubahan Sosial Budaya Makna dari perubahan sosial budaya adalah semua bentuk perubahan struktur sosial dan struktur budaya termasuk corak kebudayaannya. Hal ini terjadi akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur sosial budaya yang ada dengan unsurunsur sosial budaya yang baru yang dianggap ideal. Istilah sosiologi diambilnya dari kata socius bahasa Latin yang berarti kawan dan kata logos dari bahasa Yunani yang berarti kata atau berbicara. Dengan demikian. Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial dan kebudayaan dalam suatu masyarakat adalah sebagai berikut. Satu diantaranya adalah Auguste Comte. Auguste Comte kita kenal sebagai Bapak Sosiologi.

Kemiskinan Kemiskinan merupakan suatu keadaan individu atau sekelompok individu dalam masyarakat yang secara ekonomi tidak dapat mengembangkan dirinya setaraf dengan perekonomian orang-orang di sekitarnya. Kemiskinan merupakan salah satu fenomena sosial yang akan diperangi oleh semua bangsa melalui proses pembangunan dan modernisasi. maka akan mengakibatkan sikap dan perilaku orang juga mengalami perubahan-perubahan. sikap malas. Walaupun nilai mempunyai kecenderungan yang tetap. nilai-nilai sosial itu dapat bergeser dan bahkan berubah untuk menyesuaikan keadaan dalam masyarakat. Kebodohan Kebodohan merupakan suatu keadaan individu atau sekelompok individu yang secara intelektual tidak dapat mengembangkan dirinya setaraf dengan perkembangan intelektual masyarakat. dan lain-lain. musim. Kesenjangan Sosial Kesenjangan sosial adalah suatu keadaan di mana terdapat jurang perbedaan yang sangat jauh antara golongan masyarakat yang kaya dan masyarakat miskin. Perubahan nilai dan sikap. Jika nilai-nilai berubah. kemiskinan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kebodohan. Dengan berubahnya struktur sosial. keadaan alam yang gersang dan letaknya yang terpencil. perubahan komposisi penduduk. perubahan tingkat kelahiran. perubahan tingkat kematian. perubahan waktu. misalnya perubahan jumlah penduduk. 16 Sosiologi SMA/MA Kelas X . seringkali merubah struktur budaya yang berupa pola aktivitas. dan lain-lain. C. perubahan tingkat kepadatan. Perubahan situasi kependudukan. dan lain-lain. 3. dan hasil-hasil perbuatan seperti benda-benda konkret. KONSEP-KONSEP TENTANG REALITAS SOSIAL BUDAYA 1. termasuk perubahan-perubahan alam yang bersifat temporer seperti gempa bumi. banjir. 2. Kebodohan dapat terjadi juga oleh faktor penjajahan. resesi dan depresi. Perubahan struktur sosial dan budaya. sikap malas. dan tanah longsor.Perubahan situasi alam. perubahan iklim. Yang dimaksud di sini adalah perubahan susunan orang-orang dalam masyarakat beserta dengan pola aktivitasnya dan hasil-hasil aktivitas tersebut dalam bentuk artefak. kebijakan. kondisi alam yang gersang. tetapi dalam kurun waktu yang relatif panjang. misalnya perubahan siang dan malam. peperangan. penjajahan. Hal ini juga dapat menjadi penyebab terjadinya perubahan sosial budaya dalam masyarakat. peperangan. Hal ini dapat menyebabkan perubahan-perubahan pola aktivitas bagi manusia dalam masyarakat.

Misalnya. keadaan ini juga tidak menguntungkan karena dapat menjadi pemicu terjadinya konflik sosial dalam masyarakat. hal tersebut pasti terjadi pada setiap masyarakat. Menimbulkan kecemburuan sosial Pada hakikatnya. merawat mesin. indikator bahan bakar. kecemburuan sosial ini akan membentuk jurang pemisah (gap) dan seringkali menjadi sumber konflik yang berakibat pada pertikaian golongan ekonomi lemah dan golongan ekonomi kaya. penggunaan spion. Adapun dampak negatif dari kesenjangan sosial itu sendiri dapat terlihat dari hal-hal di bawah ini. Contoh nyata berkaitan dengan asal-usul manusia yang menurut versi kitab suci berbeda dengan ilmu pengetahuan (antropologi fisik). Hal ini bahkan dapat diikuti dengan kecenderungan untuk menindas atau memperlakukan seseorang dengan tidak wajar. antara subkebudayaan material dan subkebudayaan spiritual. kecemburuan sosial merupakan sikap iri dan sinis terhadap pihak lain. Tetapi di sisi lain. namun tidak dapat menggunakan indikator-indikator yang ada pada kendaraan bermotor (indikator oli habis. Selanjutnya. Artinya. 4. Misalnya.Kesenjangan sosial memang merupakan suatu fenomena sosial yang tidak dapat diingkari. kecemburuan sosial dari golongan ekonomi bawah terhadap golongan ekonomi atas sebagai akibat adanya perbedaan kekayaan dan pendapatan yang sangat mencolok. kesenjangan sosial sedapat mungkin harus dicegah karena mempunyai dampak negatif yang kurang menguntungkan situasi dalam masyarakat itu sendiri. Masalah timbul ketika di antara mereka mampu membeli sepeda motor. Menimbulkan sikap penindasan Kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin sering kali menimbulkan kecenderungan dari golongan kaya untuk mengabaikan atau meremehkan golongan miskin. a. Kesenjangan Kebudayaan (Cultural of Lag) Kesenjangan kebudayaan adalah suatu perbedaan perkembangan budaya antara subkebudayaan yang satu dan subkebudayaan yang lain. Akibatnya muncul kerusakan-kerusakan yang bersumber dari rendahnya peradaban masyarakat pemakai yang tidak sesuai dengan peradaban masyarakat pembuatnya. b. dan sebagainya). Secara sosiologis. Kesenjangan kebudayaan dapat berupa kesenjangan perkembangan budaya di lingkungan budaya produsen dan lingkungan budaya konsumen. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 17 . Sebagai contoh pada masyarakat-masyarakat primitif yang belum memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tentang sepeda motor.

laki-lakilah yang akan selalu menjadi kepala rumah tangga walaupun bukan lahir dari keturunan bangsawan. a. yaitu assigned status. sedangkan peran sosial adalah aktivitas yang diharapkan berdasarkan status tersebut. b. Ascribed status adalah kedudukan seseorang yang diperoleh dengan sendirinya. Dengan demikian. Kedudukan semacam ini biasanya terdapat dalam masyarakat yang susunannya dikuasai oleh kaum bangsawan (feodal) atau dalam masyarakat yang terbagi dalam lapisan-lapisan berdasarkan perbedaan rasial. secara langsung juga dapat dijumpai pada masyarakat biasa. atau jabatan kehormatan. D. dan achieved status. Achieved status adalah kedudukan yang dicapai oleh seseorang karena usahausaha yang disengaja. dalam setiap keluarga. Kedudukan dan Peran Setiap orang mempunyai kedudukan sosial dan sekaligus menuntut adanya peran sosial berdasarkan kedudukan itu. Misalnya. c. Yang pasti lain kedudukan. Kedudukan sosial (status sosial) adalah posisi seseorang di tengah-tengah masyarakat. Kita mengenal tiga macam status. yaitu berasarkan ciri-ciri fisik seperti warna kulit dan rambut. Setiap individu seringkali memiliki status sosial lebih dari satu. penganugerahan gelar. Kedudukan seseorang yang diperoleh dengan sendirinya. terdapat fenomena-fenomena sosial sebagai akibat adanya proses sosial yang berlangsung terus-menerus yang melibatkan berbagai komponen dalam masyarakat. yaitu karena keturunan atau kelahiran. ia memiliki peran yang bermacammacam yang dapat mengakibatkan konflik peran (conflict of rule) dan konflik status (conflict of status). HUBUNGAN ANTARA BERBAGAI KONSEP TENTANG REALITAS SOSIAL BUDAYA Keterkaitan komponen dalam masyarakat dapat mewujudkan suatu aktivitas masyarakat yang disebut proses sosial dan dinamika sosial.5. anak seorang petani karena bersekolah sampai ke perguruan tinggi berhasil menjadi dokter. Status sosial seperti ini misalnya berupa kenaikan pangkat. lain pula peranan yang diharapkan dari masing-masing status tersebut. hakim. Assigned status adalah status yang lebih tinggi yang diberikan kepada seseorang atau kelompok orang karena dianggap telah berjuang dan berjasa bagi masyarakat. baik komponen-komponen alam maupun komponen-komponen sosial 18 Sosiologi SMA/MA Kelas X . ascribed status. artinya kedudukan itu diperoleh bukan karena kelahiran atau keturunan. atau apa saja yang mendapat penghormatan lebih tinggi di masyarakat. Misalnya. Dalam hubunganhubungan tersebut. yaitu masyarakat terbuka yang tidak dikuasai golongan apapun dan tidak tergantung pada perbedaan rasial. Contoh status semacam ini dapat dijumpai dalam kesultanan di Yogyakarta.

kemiskinan menyebabkan kebodohan. Berikut ini adalah beberapa contoh hubungan antara fenomena sosial yang satu dengan fenomena sosial yang lain dalam kehidupan realitas sosial budaya. meningkatkan mutu pendidikan. Kemiskinan dan Kebodohan Kemiskinan dan kebodohan merupakan dua fenomena sosial yang berkaitan timbal balik. dan mengkoordinasikan pemasaran hasil produksi melalui KUD (Koperasi Unit Desa). Sementara dengan tidak terpenuhinya kebutuhan pendidikan dapat menimbulkan kebodohan. Adapun solusi dari kemiskinan dan kebodohan dapat dilakukan dengan upayaupaya seperti: meningkatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan. orang ini akan tertinggal perkembangan kehidupannya dari masyarakat yang lain.2 Golongan pekerja buruh yang bekerja di berbagai sektor kehidupan termasuk kelompok miskin.budaya. Salah satu akibat dari munculnya fenomena kemiskinan ini adalah bahwa orang tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan pendidikan. 1. melainkan hanya mampu memenuhi kebutuhan pokok berupa kebutuhan makan dan minum. memberikan bantuan modal atau kredit dengan bunga yang sangat rendah. Kemiskinan merupakan suatu keadaan seseorang secara ekonomi tidak dapat mengembangkan dirinya setaraf dengan perkembangan perekonomian masyarakat di sekitarnya. Hal ini akan mengakibatkan situasi di dalam masyarakat senantisa bergerak dan kait mengkait antara fenomena sosial yang satu dengan fenomena sosial yang lain. Mei 2004 Gambar 1. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 19 . memberikan bimbingan usaha kecil dan menengah. memberikan bantuan dana pendidikan dan beasiswa. Artinya. Sumber: Trubus. Akibatnya. selanjutnya kebodohan kembali menyebabkan kembali kemiskinan.

4. Modernisasi dan Kesenjangan Sosial Modernisasi memang merupakan upaya pembaruan dengan mengubah pola pikir irasional tradisional menjadi pola pikir rasional dan modern. Sebaliknya golongan bodoh dan miskin justru akan terdesak karena pekerjaannya telah digantikan oleh mesin-mesin. dan struktur sosial yang menyangkut kedudukan orang-orang termasuk peranannya dalam tata pergaulan masyarakat tersebut. Proses modernisasi dapat kita lihat dari meningkatnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. 20 Sosiologi SMA/MA Kelas X . seorang individu akan mendapatkan banyak hal antara lain: pengetahuan tentang lingkungan alam atau wilayah yang ada di dalam masyarakat. Sosialisasi dan Kepribadian Melalui proses sosialiasi. Peran sosial hendaknya dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat sesuai dengan kedudukan yang diembannya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan kedudukan dan peran sosial antara lain sebagai berikut. sedangkan yang miskin menjadi semakin miskin. Dengan perkembangan industri dan peralatan teknologi yang serba mekanis. Akibatnya yang terjadi di dalam masyarakat adalah kesenjangan makin tinggi. pengetahuan tentang budaya dan seni yang berkembang dan digemari oleh masyarakat. yaitu yang kaya makin kaya. Kedudukan dan Peran Sosial Kedudukan atau status sosial merupakan posisi seseorang di tengah-tengah masyarakat. seorang individu akan mengetahui banyak hal yang ada di dalam masyarakat sehingga dapat berperilaku dengan tepat sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang ada di dalam masyarakat tersebut. 3. Melalui kedudukan inilah. serta munculnya industri-industri dan peralatan modern lainnya. karena melalui proses sosialisasi inilah prinsip-prinsip hidup seorang individu akan dibentuk oleh budaya lingkungan tempat hidupnya (social determinism). Melalui proses sosialisasi. pengetahuan tentang sub-sub kebudayaan yang dilarang (tabu). Proses sosialisasi mempunyai peranan sangat menentukan dalam membentuk kepribadian seseorang. Setiap orang mempunyai lebih dari satu kedudukan dan tiap-tiap kedudukan menuntut peranan yang berbeda-beda. seorang individu akan menjalankan aktivitasnya sesuai dengan kedudukannya itu. Hal ini justru telah mengangkat pendapatan masyarakat golongan kaya menjadi lebih tinggi. pengetahuan tentang nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku di dalam masyarakat. pemilik modal akan mempunyai kedudukan yang makin strategis serta memiliki produktivitas kerja yang meningkat akibat bantuan dari mesin-mesin tersebut.2.

kebudayaan baru dihasilkan sebagai pengembangan dan revisi terhadap kebudayaan lama produk generasi terdahulu. maka kedudukan sosialnya menjadi turun (social sinking). seseorang harus berlandaskan pada nilainilai dan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat. Selanjutnya. kebudayaan dipakai dan dipedomani untuk menyelenggarakan kehidupan. 5. Masyarakat dan Kebudayaan sebagai Sistem Kebudayaan manusia dihasilkan melalui proses pergaulan dalam masyarakat. Perilaku Menyimpang dan Pengendalian Sosial Perilaku menyimpang yang ada di dalam masyarakat disebabkan banyak hal. Selanjutnya.2 Bagan masyarakat dan kebudayaan sebagai suatu sistem. Masyarakat sangat dipengaruhi oleh corak budaya yang ditinggalkan generasi terdahulu. Apabila peran sosial dapat dilaksanakan dengan baik. Proses ini berlangsung melalui pembentukan kepribadian bagi generasi baru. Perhatikan bagan berikut ini! Pergaulan antar Warga Masyarakat Masyarakat Sistem Kebudayaan Membentuk Kepribadian Generasi Baru Bagan 1. Melalui proses pergaulan hidup inilah. Tampak dalam bagan bahwa masyarakat dan kebudayaan sungguh-sungguh merupakan suatu sistem yang terkait sangat erat satu dengan yang lain. masyarakat yang di dalamnya terdiri dari individu-individu dengan struktur sosialnya akan melangsungkan suatu proses sosial melalui berbagai bentuk pergaulan hidup. 6. Apabila seseorang tidak dapat menjalankan peranan sosialnya berdasarkan kedudukan yang diembannya. hal tersebut dapat menaikkan kedudukan sosial seseorang (social climbing). diantaranya karena lemahnya aparat penegak hukum atau karena resesi dan depresi Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 21 .Dalam menjalankan kedudukannya.

dengan menurunnya perilaku menyimpang. Demikianlah terjadi suatu korelasi sebab akibat antara perilaku menyimpang dan pengendalian sosial dalam suatu masyarakat. Norma. Nilai. pada masyarakat modern. Sebaliknya. kapasitas dan intensitas pengendalian sosial harus ditingkatkan sehingga semua penyimpangan akan dapat dikurangi dan tidak mengganggu sistem ketertiban dalam masyarakat. Materi-materi pelajaran sosiologi dan antropologi memang banyak persamaannya. Pada masyarakat primitif. pengendalian sosial yang dilakukan pun menjadi berkurang. lembaga sosial sebagai wadah. Keadaan inilah yang akan menyuburkan lahirnya nilai-nilai baru yang akan mendorong pengadaan norma-norma sebagai aplikasinya. ekonomi. dan Pranata Sosial Setiap masyarakat menginginkan adanya keteraturan sosial. melainkan sangat kompetitif sehingga perilaku menyimpang relatif lebih banyak terjadi. Adanya perilaku menyimpang mengakibatkan keseimbangan dalam masyarakat terancam.ekonomi. Dengan demikian. Dengan pengendalian sosial yang efektif. apa perbedaan yang mencolok dari kajian sosiologi dan antropologi? 22 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Nilai dan norma mempunyai korelasi untuk membentuk dan mewujudkan pranata sosial yang efektif. pengendalian sosial lebih mudah dilaksanakan karena warganya memiliki tingkat kemurnian yang tinggi dan belum tercemar oleh motifmotif politik. Untuk menciptakan kondisi seperti ini. diskusikan dengan teman-temanmu. tercipta suatu tertib sosial di dalam masyarakat. orang-orang yang berkompeten dalam masyarakat tersebut mulai mencari solusi sosial untuk mencegah adanya perilaku menyimpang. tetapi masing-masing mempunyai kekhususan dalam objek kajiannya. Pranata sosial terdiri atas norma dan nilai sebagai pedoman. Dengan pranata sosial yang efektif. bentuk kehidupan tidak lagi kooperatif. atau pun pengaruh media massa sehingga pengendalian sosial dapat dilakukan secara tradisional dan sederhana. Oleh sebab itu. Selanjutnya. diperlukan suatu perangkat pengaturan tertib sosial yang disebut pranata sosial. tingkat perilaku menyimpang akan mengalami penurunan. dan personil-personil pelaksana ketertiban sosial. 7. Selanjutnya. Usaha inilah yang dinamakan pengendalian sosial.

pemakaian obat-obat terlarang. bangsa Indonesia yang multietnis dan multikultural sangat rawan terhadap konflik dan penuh dengan perubahan-perubahan yang terkadang sangat merugikan bagi perkembangan suatu bangsa. 1. Letak Indonesia berada pada persilangan tansportasi laut kawasan dunia yang sangat ramai. antara lain sebagai berikut. Banyak memiliki kekayaan budaya yang unik yang jarang dijumpai pada bangsa lain. maupun antaragama). perkawinan campur. Berikut ini adalah fenomena-fenomena sosial di Indonesia yang sekaligus merupakan data-data sosiologis dan antropologis yang perlu mendapat perhatian dari seluruh komponen bangsa. Kondisi ini di satu pihak mendatangkan keuntungan. DATA SOSIOLOGIS DAN ANTROPOLOGIS TENTANG FENOMENA SOSIAL DI LINGKUNGAN MASYARAKAT SETEMPAT Wilayah Indonesia terdiri atas banyak pulau besar dan kecil. meningkatnya kemiskinan. Proses perubahan ini memunculkan banyak fenomena. Masyarakat Indonesia dikenal pula sebagai masyarakat sedang berkembang yang mengalami proses perubahan struktur dari masyarakat tradisional yang agraris menuju masyarakat industri yang modern. Fenomenafenomena sosial ini merupakan bentuk-bentuk kenisbian dari tata pergaulan masyarakat yang majemuk (misalnya asimilasi kebudayaan. Menjadi pesona yang tersendiri dalam kegiatan kepariwisataan. baik yang positif maupun yang negatif. kesenjangan sosial. akulturasi kebudayaan. Keadaan ini telah mendorong terbentuknya masyarakat Indonesia sebagai masyarakat multietnis dan multikultural. Masyarakat Indonesia sebagai masyarakat multietnis dan multikultural memiliki lebih banyak fenomena-fenomena sosial yang menarik untuk dikaji. meningkatnya kriminalitas. toleransi sosial) dan fenomena-fenomena lain yang negatif (konflik horizontal antarras. Menjadi objek penelitian ilmu-ilmu sosial dan budaya yang sangat berharga. bentuk kehidupan yang semakin kompetitif sehingga banyak orang melakukan jalan pintas dengan mengabaikan prinsip-prinsip Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 23 . Fenomena-fenomena ini sangat sensitif terjadi dalam masyarakat sebagai perwujudan dari masyarakat Indonesia sebagai masyarakat multietnis dan multikultural. Namun di sisi yang lain. Demoralisasi Demoralisasi merupakan suatu keadaan ketika kualitas moral warga masyarakat mengalami penurunan. Fenomenafenomena ini menjamur terjadi dalam masyarakat hampir di seluruh wilayah tanah air.E. Misalnya. sampai munculnya gaya-gaya hidup eksekutif yang mewah. antarsuku. Penyebabnya.

3 Aparat keamanan yang tangguh diperlukan untuk memelihara stabilitas negara dari berbagai ancaman kerusuhan yang merusak keharmonisan bermasyarakat. Konflik vertikal misalnya perseteruan antara pemerintah pusat dan rakyat Aceh. konflik antara etnis Thionghoa dan masyarakat pribumi.moral termasuk nilai-nilai keagamaan. gejala demoralisasi melanda Indonesia dapat dilihat dari hal-hal sebagai berikut. Meningkatnya kualitas dan kuantitas kriminalitas sosial seperti pencurian. pembakaran fasilitas umum. Meningkatnya konflik sosial vertikal maupun horizontal. dan Bali. dan penjarahan-penjarahan. perampokan. Merebaknya isu terorisme yang mengancam keselamatan orang. Medan. dan lain-lain. perusakan. konflik yang bernuansa agama seperti yang terjadi di Ambon. Meningkatnya unjuk rasa/demonstrasi yang berakhir dengan kerusuhankerusuhan yang bersifat anarkis seperti pembakaran rumah. Poso Sulawesi. Makasar. Oktober 2003 Gambar 1. Konflik horizontal seperti konflik antara masyarakat Dayak dan masyarakat Madura. baik di tempattempat umum maupun di tempat-tempat ibadah seperti yang terjadi di Jakarta. 24 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Sebagai indikasi. pemerkosaan. dan pembunuhan. Sumber: Majalah Hidayatullah. dan eks Timor-Timur. rakyat Papua.

membuat manusia sangat mempercayai kebenaran ilmu pengetahuan dan teknologi. lainlain yang selanjutnya mengakibatkan sikap menempuh sesuatu melalui jalan pintas seperti korupsi. orang menjadi sangat konsumtif sehingga kadang-kadang menjadi malas dan boros. boros. apatis dan. tidak disiplin. manipulasi. Yen.Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan proses demoralisasi di Indonesia. yaitu sebagai berikut. dan mudah didapat. kolusi. Hal ini mengakibatkan jumlah pencari kerja tidak lagi sebanding dengan perkembangan lapangan pekerjaan. politik uang. Semua ini terjadi karena proses modernisasi telah berhasil memproduksi barang-barang kebutuhan sehari-hari dengan banyak pilihan. kejaksaan. dan kehakiman yang belum mampu menuntaskan perkara-perkara pelanggaran hukum. Makin terhimpitnya kesempatan manusia untuk mendalami nilai-nilai agama dan nilai-nilai adat leluhur mengenai perilaku yang baik. yakni orang lebih baik membeli barang-barang produk kebutuhan sehari-hari daripada harus membuat sendiri. Menurunnya kewibawaan pemerintah yaitu dengan tidak berhasilnya pemerintah memenuhi tuntutan rakyat. baik perdata maupun pidana. Pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi. Euro. Akibatnya. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 25 . Ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang dengan pesatnya serta terbukti dapat membantu semua pekerjaan manusia dengan tepat dan cepat. Sekularisme Sekularisme merupakan pola pikir yang lebih mendahulukan kepentingankepentingan yang bersifat keduniawian. murah harganya. nepotisme. Menurunnya kualitas aparat penegak hukum seperti kepolisian. Akibatnya. dan lain-lain. Adanya sikap-sikap negatif seperti malas. Hal ini disebabkan karena meningkatnya aneka macam kegiatan manusia yang bersifat duniawi sebagai konsekuensi dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Adanya krisis ekonomi yaitu menurunnya nilai mata uang nasional terhadap nilai mata uang asing yang dijadikan pedoman seperti Dollar Amerika. orang akan berpaling dari nilai-nilai spiritual atau keagamaan. Pola pikir ini sebagai dampak dari proses rasionalisasi dan modernisasi. 2. Konsumerisme Konsumerisme merupakan pola pikir akibat berlangsungnya proses modernisasi. 3. dan lainlain.

4. Gejala Demokratisasi
Dengan meluasnya paham demokrasi, maka masyarakat penganut paham demokrasi terus-menerus meningkatkan kadar demokrasinya dalam berbagai segi kehidupan. Inilah yang dimaksud dengan gejala demokratisasi. Sejak Indonesia melaksanakan reformasi pada tahun 1998, maka terjadilah perombakan-perombakan pada sistem pemerintahan yang mengarah pada peningkatan kadar demokrasi, antara lain sebagai berikut. Pemilihan presiden secara langsung. Pemisahan kepolisian dari TNI. Pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Pemilihan Umum yang tidak hanya memilih partai, melainkan memilih para wakil rakyat yang berkualitas.

5. Munculnya Fenomena Otonomi Daerah
Era otonomi daerah merupakan upaya pengembangan pilar demokrasi yang mula-mula bersifat sentralistik menjadi desentralistik. Tujuannya untuk memperbaiki rantai pemenuhan kepentingan rakyat secara langsung melalui pemerintah pusat, tetapi cukup melalui pemerintah daerah masing-masing. Pengertian otonomi daerah adalah suatu sistem pendistribusian dan pendelegasian kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, baik pemerintah daerah di tingkat I maupun pemerintah daerah di tingkat II. Faktorfaktor yang mendorong lahirnya gagasan otonomi daerah adalah sebagai berikut. Dorongan masyarakat daerah untuk mengelola sumber-sumber alam yang berada di wilayahnya masing-masing. Dorongan masyarakat daerah untuk mengembangkan potensi daerah secara lebih leluasa dan tidak tergantung oleh pemerintah pusat. Untuk memperkuat pilar hak-hak asasi manusia dengan mengurangi otoritas yang dipegang oleh negara melalui pemerintah pusat. Munculnya fenomena sosial dalam bentuk otonomi daerah bermakna positif dan negatif. Sisi positif dari otonomi daerah antara lain sebagai berikut. Meningkatnya kreativitas dan partisipasi daerah untuk mengembangkan wilayah masing-masing. Menjadi sederhananya rantai pemenuhan kebutuhan rakyat yang tidak lagi melalui jalur yang sangat panjang dengan tergantung pada pemerintah pusat. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat daerah tanpa mengabaikan pendapatan pemerintah pusat. Dorongan untuk bersaing dalam arti yang positif dari masing-masing daerah untuk membawa masyarakatnya lebih maju dan mencapai kesejahteraan yang lebih baik bagi warganya.
26
Sosiologi SMA/MA Kelas X

Sisi negatif dari otonomi daerah antara lain sebagai berikut. Memunculkan dua kelompok yang bersifat kompetitif dan bahkan konflik di antara elit-elit pemerintahan di pusat dan elit-elit pemerintahan di daerah. Ada beberapa pemerintah daerah yang belum cakap menerima otonomi daerah sebagai suatu kewenangan untuk mengelola daerah masing-masing tanpa mengabaikan kepentingan-kepentingan masyarakatnya. Menurunnya kadar nasionalisme akibat dari lahirnya paham-paham etnosentrisme dan paham-paham teritorialisme akibat adanya kewenangan yang diberikan pada daerah termasuk putra-putra daerahnya. Dilihat dari kaca mata kepegawaian, otonomi daerah mempersulit pengembangan karir karena terhalang oleh mutasi-mutasi yang hanya terbatas pada daerah tertentu saja.

6. Meningkatnya Angka Pengangguran
Sejak krisis ekonomi tahun 1998 yang ditandai dengan krisis politik dengan berakhirnya era Orde Baru, muncul banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mengakibatkan banyak pengangguran. Selain krisis ekonomi juga ditandai dengan krisis moral, krisis kepemimpinan, dan bahkan krisis kepercayaan bangsa-bangsa asing kepada pemerintah Indonesia. Fenomena ini akan mengakibatkan banyak sekali kemunduran, yaitu dengan ditandai dengan menurunnya kegiatan sektor riil sehingga perampingan karyawan dan PHK besar-besaran terus berlanjut silih berganti antara perusahaan yang satu dan perusahaan yang lain.

Sumber: Kompas, Mei 2004

Gambar 1.4 Banyaknya peminat bursa tenaga kerja di Gedung Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Mei 2004 m e n u n j u k k a n s e m a k i n b a n y a k n y a pengangguran di Indonesia.

Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat

27

Contoh-contoh meningkatnya angka pengangguran adalah perampingan di Bank Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Pertamina, PT Dirgantara Indonesia, PT Semen Padang, dan banyak perusahaan kecil lainnya. Beberapa akibat yang mencolok dari fenomena ini antara lain sebagai berikut. Adanya penurunan pendapatan keluarga dan masyarakat. Adanya peralihan profesi atau pekerjaan. Munculnya demoralisasi yang ditandai dengan meningkatnya kejahatan. Munculnya pedagang kaki lima di banyak kota di Indonesia. Menurunnya volume ekspor Indonesia ke negara-negara lain yang selanjutnya merendahkan pendapatan negara. Muncul akibat-akibat sampingan seperti konflik antarsuku, antarras, dan antaragama yang mengakibatkan persatuan dan kesatuan negara tercabikcabik.

7. Munculnya Gerakan Separatis
Gerakan separatis merupakan gerakan sekelompok orang yang bersifat sistematis dan terorganisir untuk membebaskan (memisahkan) diri dari keterkaitannya dengan pemerintah pusat. Secara sosiologis dan antropologis, kelompok masyarakat yang ingin memisahkan diri jelas memiliki kepentingan-kepentingan yang tidak bisa terakomodasi oleh pemerintah pusat. Dengan demikian, mereka telah putus asa dan melakukan tindakan ekstrim untuk melawan pemerintah pusat dan berusaha memisahkan diri sebagai negara yang merdeka. Hal inilah yang semestinya harus dimengerti oleh para elite pemerintahan yang berada di pusat. Tetapi di sisi lain, pemerintah pusat memiliki kewajiban untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia, termasuk semua penduduk untuk tetap bersatu dan utuh dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan demikian, bagaimanapun pemerintahan pusat pasti akan bersikukuh untuk tetap menolak semua keinginan sekelompok masyarakat di daerah yang ingin memerdekakan diri. Yang penting bagi kita bahwa penyelesaian masalah ini harus dilakukan dengan pendekatan-pendekatan sosiologis, ideologis, dan kultural sehingga dari kedua belah pihak akhirnya dapat memahami masingmasing kepentingannya dan dapat mencapai titik temu yang menguntungkan kedua belah pihak. Sebagai contoh dari fenomena ini mulai dari terpisahnya Timor Timur dari Indonesia, munculnya gerakan separatis di Aceh, gerakan Papua Merdeka, serta Republik Maluku Selatan. Sebagai bangsa yang besar dan majemuk, Indonesia memerlukan suatu pemerintahan yang amat sangat bijak dan mempunyai wawasan kebangsaan yang tebal, mempunyai visi dan misi yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta mempunyai wawasan kemajemukan dan HAM yang tinggi. Keadaan ini relatif sulit dilakukan hingga pada suatu saat seolah-olah terjadi krisis kepemimpinan, tetapi
28
Sosiologi SMA/MA Kelas X

maka krisis separatis di Indonesia ini akan berangsur-angsur terselesaikan. Menurut kalian status manakah yang paling dominan dimiliki oleh masyarakat di Indonesia? MENGATASI KRISIS DEMORALISASI U ntuk mengatasi gejala demoralisasi yang kian hari terasa kian meningkat pada masyarakat Indonesia. dan pemberian. Edisi 18–24 Agustus 2003 Gambar 1. Sumber: Tempo. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 29 .dengan peran serta seluruh masyarakat. Dalam masyarakat pada umumnya terdapat tiga macam status. yaitu status yang diperoleh karena kelahiran. diperlukan suatu solusi dari berbagai kalangan untuk ambil bagian mengupayakan rehabilitasi perilaku sosial sehingga sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku pada masyarakat Indonesia.4 Ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah memicu timbulnya pemberontakan. kerja keras.

baik yang mendasar maupun kepentingan yang sifatnya temporer. S 30 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Apabila semua orang dapat melakukan hal tersebut. Pilihlah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. Inilah yang menjadi sumber persaingan dan pertikaian di antara individu di dalam masyarakat. Sedapat mungkin melakukan tindakan-tindakan kooperatif terhadap pihak lain dengan memperhatikan hak-hak dan kepentingan orang lain. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Demikian juga semua orang senantiasa ingin memenuhi kebutuhannya dengan mengambil berbagai macam benda pemuas kebutuhan yang ada di dalam masyarakat.Untuk mengatasi krisis demoralisasi. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Dalam sosiologi. Bagaimana solusi mengatasi krisis demoralisasi? MENGHARGAI KEPENTINGAN ORANG LAIN etiap orang pasti memiliki kepentingan-kepentingan. Setujukah kalian dengan pendapat yang tertuang pada alinea terakhir? Jelaskan dan sertai dengan data-data pendukung! 2. Sering kali upaya-upaya pemenuhan ini berbenturan antara pihak yang satu dengan pihak yang lain. peranan keluarga justru lebih penting dan lebih strategis dibandingkan dengan peranan lembaga pendidikan. baik lembaga pendidikan formal maupun lembaga pendidikan nonformal. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. maka masyarakat akan mencapai suatu keteraturan. melalui pembahasan tentang kedudukan dan peranan telah diisyaratkan bahwa setiap individu harus dapat memainkan peranan di dalam kedudukannya dengan sebaik-baiknya.

komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin. Data-data sosial budaya yang akurat akan menjadi bahan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan bagi seluruh warganya. Bagaimana cara memperoleh data-data sosial budaya yang benar? 2. data pendapatan per kapita. data jumlah penduduk. data drop out. dan data sosial budaya lainnya. dan sesuai dengan nilai-nilai budaya masyarakatnya. Apakah yang dimaksud dengan norma dan nilai sosial? 2. data kemiskinan. Untuk dapat melakukan hal tersebut. Data-data dapat diperoleh melalui sensus penduduk atau penelitian-penelitian sosial lainnya dengan menggunakan tenaga-tenaga sosiolog yang berkualitas. Bagaimana kriteria warga masyarakat yang baik? DATA SOSIAL BUDAYA DAN PEMBANGUNAN Salah satu kriteria pemerintah yang baik adalah pemerintah yang dapat menyusun dan melaksanakan berbagai kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan. sesuai dengan kemampuan. data kelahiran. Kemukakan pendapatmu bagaimana prinsip-prinsip untuk menjalankan peranan dalam suatu kedudukan! 4. Misalnya.Pertanyaan: 1. Apa peranan norma dan nilai dalam membentuk perilaku warga masyarakat yang baik? 3. diperlukan data sosial budaya. data kematian. Sosiologi dan antropologi dapat menjembatani pemerintah dalam rangka memperoleh data-data sosial budaya dari berbagai suku bangsa yang ada di dalam masyarakat. Pertanyaan: 1. Sebutkan metode-metode pengumpulan data dalam sosiologi dan antropologi! Berikan penjelasan masing-masing! Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 31 .

Kebutuhan hidup ini terdiri dari 3 macam. 1. yaitu sebagai berikut. Bagaimana peranan sosiologi dan antropologi dalam proses penyusunan kebijakan pembangunan suatu bangsa? Sosiologi dan antropologi sebagai ilmu yang relatif baru mempunyai dua pengertian dasar. Kebutuhan sosial. Kebutuhan ini muncul sebagai hakikat manusia sebagai makhluk sosial (zoon politicon). yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi dan apabila tidak dipenuhi maka orang akan mati.3. yaitu kebutuhan kejiwaan manusia seperti misalnya kebutuhan berekreasi. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa estetika. Coba sebutkan lima kriteria pemerintah yang baik! 5. Metode-metode Sosiologi dan Antropologi Metode Wawancara Metode Observasi Langsung Metode Observasi Partisipan Metode Angket Metode Komparasi 32 Sosiologi SMA/MA Kelas X . kebutuhan untuk mengungkapkan rasa keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Apa manfaat data sosial budaya bagi kegiatan pembangunan? 4. dan lain-lain. Konsep-konsep Dasar Sosiologi dan Antropologi Masyarakat Nilai dan Norma Kebudayaan Kepribadian Interaksi Sosial Perilaku Menyimpang Sosialisasi Pengendalian Sosial Kebutuhan Hidup Perubahan Sosial Budaya 2. yaitu sosiologi dan antropologi sebagai ilmu pengetahuan serta sosiologi dan antropologi sebagai metode. yaitu kebutuhan manusia untuk bersama-sama dengan manusia yang lain. Kebutuhan integratif. 3. Kebutuhan mendasar. kebutuhan untuk mengungkapkan harga diri.

Metode Kepustakaan Metode Penelusuran Sejarah Metode Pengukuran Langsung Metode Dokumenter Metode Analisis Media Massa 4. Konsep-konsep Tentang Realitas Sosial Budaya Kemiskinan Kebodohan Kesenjangan Sosial Kesenjangan Kebudayaan (Cultural of Lag) Kedudukan dan Peran 5. Hubungan Antarberbagai Konsep Tentang Realitas Sosial Budaya Kemiskinan dan Kebodohan Modernisasi dan Kesenjangan Sosial Sosialisasi dan Kepribadian Kedudukan dan Peran Sosial Masyarakat dan Kebudayaan sebagai Sistem Perilaku Menyimpang dan Pengendalian Sosial Nilai. dan Pranata Sosial 6. Norma. Data Sosiologis dan Antropologis Tentang Fenomena Sosial di Lingkungan Masyarakat Setempat Demoralisasi Konsumerisme Sekularisme Gejala Demokratisasi Munculnya Fenomena Otonomi Daerah Meningkatnya Angka Pengangguran Munculnya Gerakan Separatis Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 33 .

5. sebagai data kebenaran dalam pembangunan C. . mengatasi permasalahan manusia dalam bidang keselamatan D. Perhatikan pernyataan berikut. Dari pernyataan tersebut di atas. salah semua 3. Peneliti dalam menghimpun data tidak hanya melihat dan bertanya. 4. mengatasi permasalahan manusia dalam bidang keharmonisan E. 3. yang merupakan ciri-ciri metode observasi partisipan adalah . 4. 1. . . Data yang terkumpul berupa data sekunder. berdasarkan hapalan 2. D atau E! 1. berdasarkan hitungan E. 5 E. 4 D. . . 2. 5 34 Sosiologi SMA/MA Kelas X . . 2. mengatasi permasalahan manusia dalam bidang kebaikan B. 5 B. sebagai data pelengkap dalam pembangunan B. Waktu penelitiannya sangat panjang. sebagai bahan penyusunan kebijakan oleh pemerintah 4. mengatasi permasalahan manusia dalam bidang kesejahteraan C. . 1. A. 4. 1. 1. 3. Arti kata sosial dalam “Departemen Sosial” menunjukkan pada kegiatan-kegiatan di lapangan sosial. 3. . B.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. Salah satu kegunaan data sosial budaya yang dihimpun melalui penelitian sosial dalam kegiatan pembangunan adalah . . 4. . A. 2. Data yang terhimpun sangat lengkap dan detail. 3. artinya kegiatan-kegiatan untuk . berdasarkan logika B. berdasarkan urutan disiplin ilmu D. A. 3. C. . Menggunakan instrumen penelitian berupa angket. berdasarkan pengalaman C. tetapi mengalami sendiri. 1. . A. sebagai bahan pembanding penyelenggara pemerintahan D. Ilmu pengetahuan bersifat logis berarti . 5 C.

. Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) 7. kebutuhan hidup manusia C. perubahan sosial E. . kawan dan lawan C. selalu bersikap terbuka terhadap pembaruan D. menerima hal-hal baru untuk disesuaikan dengan pengalaman-pengalaman masa lalu E. Lembaga pemerintah yang secara khusus menghimpun. . A. berorientasi pada nilai dan norma 10. kecuali . A. selalu menganalisis hal-hal yang benar-benar terjadi bahkan yang seharusnya terjadi C. . kerabat 8. Badan Pusat Statistik D. Sosiologi sebagai ilmu tentang perilaku sosial mempunyai objek kajian berupa hal-hal berikut ini. . dan menyajikan data-data sosial budaya untuk berbagai kebutuhan dalam pembangunan adalah . sosial D. norma dan nilai sosial 9. adanya persamaan darah dan keturunan B. . A. A. lembaga sosial B. . pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) D. . BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) E. . . . . adanya norma sosial sebagai pedoman perilaku Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 35 . kajiannya didasarkan pada kenyataan yang pernah terjadi dalam masyarakat B. Di bawah ini yang bukan merupakan unsur pokok masyarakat adalah . Sosiologi bersifat empiris artinya . Sosiologis berasal dari kata Latin socius dan kata Yunani logos.5. . norma dan nilai sosial E. . mengolah. Di bawah ini yang bukan merupakan konsep-konsep dasar dalam sosiologi dan antropologi adalah . lembaga swadaya masyarakat C. . proses sosialisasi C. . . A. perilaku menyimpang B. interaksi sosial D. kawan B. situs-situs purbakala 6. “Socius” dalam pengertian sosiologi berarti . kepolisian B. . A. keluarga E.

. . . A. A. A. proses sosial D. . historis 15. pendekatan historis 16. pengendalian sosial merupakan akibat dari perilaku menyimpang E. adanya orang-orang 11. . hitungan D. adanya kerja sama E. menggunakan matematik C. pengendalian sosial dilakukan untuk mencegah dan mengatasi perilaku menyimpang D. pengumpulan bahan B. .C. deduktif E. komparatif B. . yang dimaksud dengan pemikiran adalah pengambilan keputusan dengan menggunakan . pengendalian sosial sama dengan perilaku menyimpang 12. . Kaitan antara pengendalian sosial dan perilaku menyimpang adalah . 36 Sosiologi SMA/MA Kelas X . . mencatat secara langsung C. . perilaku menyimpang sebagai akibat dari pengendalian sosial B. Yang disebut teknik interview adalah teknik . metode kuantitatif B. . . statistik C. perubahan sosial budaya E. . wilayah dengan batas-batas tertentu D. A. tanya jawab secara tidak langsung E. . akal pikiran E. . evolusi sosial C. . A. Metode penelitian dengan mempergunakan analisis atas peristiwaperistiwa dalam masa silam untuk merumuskan prinsip-prinsip umum disebut metode . laporan pandangan mata 14. pengendalian sosial dan perilaku menyimpang merupakan fenomena sosial dalam masyarakat C. Dalam sosiologi. Metode yang termasuk jenis kuantitatif adalah metode . . tanya jawab secara langsung D. dinamika sosial budaya B. interaksi sosial 13. Keseluruhan perubahan situasi dalam masyarakat dalam kurun waktu tertentu dinamakan . induktif D. .

A. statistik B. kuantitatif C. case study

D. komparatif E. historis

17. Segala sesuatu yang benar-benar ada dan dapat dilihat serta diraba disebut . . . . A. fakta D. argumentasi B. data E. statement C. kenyataan 18. Pengumpulan data dengan menggunakan angket tidak cocok untuk masyarakat pedesaan di Indonesia karena . . . . A. masyarakat di Indonesia pada umumnya tidak cukup dalam menjawab pertanyaan dalam angket tersebut B. masyarakat desa memiliki banyak kegiatan di ladang dan di sawah C. jarak antara desa dan kota relatif jauh D. masyarakat desa bersifat tidak jujur di dalam menjawab pertanyaan E. pengiriman angket sangat sulit akibat letaknya yang terpencil 19. Pengumpulan data dengan cara interview akan mempunyai kelebihan-kelebihan, antara lain . . . . A. hemat biaya dan tenaga B. memiliki biaya dan tenaga C. data yang diperoleh lebih luas dan lengkap D. hubungan antara peneliti dan responden menjadi semakin akrab E. menghilangkan subjektivitas 20. Istilah sosiologi pertama kali digunakan pada tahun 1839 di Perancis oleh . . . . A. Emille Durkheim D. Pitirim A. Sorokin B. Samuel Koening E. Herbert Spencer C. Auguste Comte

Soal Essay
Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Coba kemukakan kembali menurut bahasamu sendiri, apakah sosiologi itu? 2. Coba jelaskan mengapa sosiologi itu perlu dipelajari! 3. Sebutkan objek-objek kajian dalam sosiologi! 4. Sebutkan dan jelaskan empat metode penelitian yang penting dalam sosiologi!
Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat

37

5. Apa yang dimaksud dengan kesenjangan sosial? Sebutkan dampak negatif dari kesenjangan sosial tersebut! 6. Tuliskan dua kegunaan sosiologi dalam pembangunan bangsa Indonesia yang sangat majemuk! 7. Apakah yang dimaksud dengan pengetahuan? 8. Sebutkan empat sisi positif dari adanya otonomi daerah! 9. Sebutkan beberapa faktor yang menyebabkan proses demoralisasi di Indonesia! 10. Apa manfaat langsung yang dapat dipetik dari pelajaran sosiologi ini dalam kehidupanmu sehari-hari?

38

Sosiologi SMA/MA Kelas X

NILAI DAN NORMA SOSIAL

Tujuan Pembelajaran
Menjelaskan nilai dan norma. Membedakan nilai dan norma. Menjelaskan peran nilai dan norma dalam masyarakat. Mengklasifikasikan kasus pelanggaran nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
Sumber: Gatra, 27 November 2004

M

enurut kalian, a pakah nilai itu? Dalam pengertian sehari-hari nilai sering diartikan sebagai harga atau ukuran. Misalnya, nilai ekonomis sebuah mobil dapat diartikan sebagai harga sebuah mobil yang diukur dengan uang. Dalam sosiologi, nilai justru bukan sebuah ukuran yang dapat dinyatakan dengan barang, melainkan sesuatu yang abstrak atau tidak nyata. Bagaimana denga norma? Di sekolah tempat kamu belajar, pasti ada norma-norma yang harus kamu patuhi bukan? Misalnya kewajiban kamu sebagai murid untuk menghormati gurumu termasuk dalam norma nonformal. Penjelasan mengenai nilai dan norma sosial, serta bagaimana peranannya di dalam kehidupan masyarakat akan segera kamu pelajari di bab ini.

Bab 2 Nilai dan Norma Sosial

39

Nilai Vital Nilai Religi Nilai Sosial Nilai Material Nilai Estetika Nilai Spiritual Nilai Moral Nilai Kebenaran Ilmu Pengetahuan NORMA DAN NILAI Norma Adat dan Kebiasaan Norma Kesusilaan dan Kesopanan Norma Sosial Norma Agama Pranata Sosial Norma Hukum Keteraturan Hidup 40 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

A. nilai dan norma merupakan bagian dari kekayaan budaya. yaitu sebagai pedoman atau petunjuk dalam bertingkah laku. yang diinginkan adalah keinginan seseorang atau kelompok dengan mempertimbangkan hal-hal lain. warga masyarakat perlu mengetahui tentang nilai dan norma sosial sebagai unsur yang penting dalam pembentukan perilaku tertib sosial. Nilai-nilai sosial ini diperoleh berdasarkan pengalaman-pengalaman kejadian dalam masyarakat sehingga akhirnya menjadi suatu prinsip perilaku yang kuat yang diyakini kebenarannya. Dua pedoman ini juga berfungsi untuk mengatur kehidupan setiap anggota masyarakat dan merupakan warisan yang diterima secara turun temurun. apakah yang diinginkan itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku dalam masyarakat. nilai dan norma itu harus dijunjung tinggi dan harus dipertahankan. NILAI DAN NORMA SOSIAL Nilai dan norma sosial memiliki peranan penting bagi masyarakat. Kluckhohn. melainkan yang diinginkan. kehidupan masyarakat akan teratur sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Oleh karena itu. karena dua pedoman tersebut merupakan bukti bahwa masyarakat tersebut beradab. nilai sosial adalah semua pola pikir yang dianggap baik dan benar oleh hampir semua orang dalam masyarakat. Menurut C. Oleh karena itu. Untuk menciptakan tertib sosial dalam masyarakat diperlukan adanya kesadaran warga masyarakat akan pentingnya keteraturan itu sendiri. Sebaliknya. nilai bukanlah keinginan. 1. Keinginan lebih bersifat individu. Amatilah kehidupan di sekitar rumahmu! 2. NILAI SOSIAL 1 . Buatlah pembahasan terhadap salah satu norma dalam kaitannya dengan pengaturan perilaku! B. Selain itu. Jika norma dan nilai tersebut sudah dilaksanakan dengan baik. artinya masing-masing orang memiliki keinginannya sendiri yang berbeda dari orang lain. Misalnya. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 41 . Tulislah sejumlah nilai dan norma sosial yang ada di lingkungan tempat tinggalmu itu! 3. Pengertian Nilai Sosial Pada dasarnya.

Pada hakikatnya. tetapi lama-kelamaan nilai itu diterima dan diakui oleh sebagian besar masyarakat. Nilai kebenaran ilmu pengetahuan merupakan nilai yang bersumber dari rasionalitas manusia. nilai spiritual meliputi nilai kebenaran (kenyataan). Sebaliknya. Nilai kebenaran (kenyataan) bersumber dari akal manusia (rasio atau akal). nilai sosial dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang baik yang diinginkan. Nilai Vital Pada dasarnya. Notonegoro. nilai moral (etika). Menurut Prof. Menurut Prof. nilainya akan merosot. Oleh karena itu. 2 . Dr. nilai vital adalah nilai yang muncul karena daya kegunaannya. Nilai suatu benda yang muncul karena kegunaannya dinamakan nilai vital. nilai keindahan (estetika). Contoh 6 6 = 36. Nilai Spiritual Nilai spiritual bersifat sangat abstrak dan berguna bagi rohani manusia . dan dianggap penting oleh warga masyarakat dan dijadikan dasar dalam menentukan apa yang bernilai atau berharga. Akhirnya. Nilai terkandung dalam suatu benda dinamakan nilai sentral. maka pisau ini akan memiliki harga atau nilai yang semakin tinggi. nilai sosial dibedakan menjadi tiga macam. Tetapi seandainya pisau tersebut tumpul. Dengan kata lain. Pisau mempunyai harga atau nilai tertentu karena ketajamannya yang dapat digunakan untuk memotong sesuatu. apabila pisau selalu tajam dalam waktu yang amat sangat panjang (berkualitas). dicita-citakan. angka 36 adalah kebenaran yang bersumber dari rasionalitas masnusia. c . dan nilai keagamaan (nilai religius).Nilai sosial memang awalnya berasal dari nilai perorangan. contohnya pisau. yaitu: a . yang dimaksud dengan nilai material adalah nilai yang ada atau yang muncul karena materi tersebut. Dr. contohnya emas. Notonegoro. Macam-macam Nilai Sosial Untuk mengatur hubungan dan pengaruh timbal balik di antara orang-orang dalam masyarakat diperlukan adanya nilai sosial. nilai adalah segala sesuatu yang dianggap baik dan benar oleh banyak orang dalam masyarakat yang selanjutnya merupakan sesuatu yang diidam-idamkan. b. Emas ini mempunyai nilai tertentu yang muncul karena benda berupa emas mempunyai warna kuning gilap dan tidak luntur yang selanjutnya akan banyak kegunaannya untuk membuat berbagai macam perhiasan. Suatu nilai kebenaran yang bersumber dari pertimbangan akal 42 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Nilai Material Pada dasarnya. nilai akan dipedomani dalam setiap benak orang yang akan mempengaruhi bentuk-bentuk perilaku bagi orang tersebut. nilai itu pun menjadi nilai sosial atau nilai bersama.

yaitu sebagai berikut. Nilai menjadi dasar pedoman perilaku. Nilai belum merupakan perintah atau larangan sehingga tidak memiliki sanksi. Misalnya. 11 Agustus 2006 Gambar 2.pikir manusia yang sewaktu-waktu dapat diuji kebenarannya oleh siapa pun dinamakan Nilai Kebenaran Ilmiah. Sumber: Kompas. Misalnya. Terbentuknya Nilai Sosial Nilai-nilai sosial tiap-tiap masyarakat memang memiliki perbedaan-perbedaan sehingga tiap-tiap masyarakat memiliki karakteristik yang berbeda-beda dalam sistem perilakunya. karena sikap tersebut dianggap baik dalam kehidupan bermasyarakat. sebaliknya menyontek pada waktu ulangan bernilai buruk. Nilai estetika didasarkan pada kemampuan perasaan manusia menangkap sesuatu yang indah tentang objek tertentu atau suatu hal. Ciri-ciri Nilai Sosial • • • • Nilai sosial memiliki ciri. Nilai keagamaan (nilai religius) merupakan nilai yang didasarkan pada keyakinan manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa.1 Sikap saling menolong merupakan nilai dalam masyarakat. Nilai moral (estetika) merupakan nilai yang didasarkan pada keinginan manusia terhadap sesuatu yang baik dan buruk. Nilai keagamaan seseorang akan berbeda dengan yang lain meskipun agama yang dianut sama. Nilai bersifat abstrak. 3 . 4 . ketika kita mendengar suara orang yang menyanyi dengan merdu. Nilai terbentuk melalui proses pengalaman dalam pergaulan antarindividu dan antarkelompok individu dalam masyarakat. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 43 . menolong orang lain bernilai baik.

Orang tua patut mendapatkan penghargaan dan perlindungan dari yang muda dan yang kuat. baik dalam bentuk kecaman ringan maupun kecaman berat sesuai dengan tingkat penyimpangan perilaku terhadap norma yang ada. Menurut kalian. misalnya seperti contoh berikut. Fungsi Nilai Sosial dalam Membentuk Keteraturan Secara umum. Bentuklah kelompok yang terdiri 2 – 3 orang. mereka akan ikut mendapat kecaman dari warga masyarakat. serta sanksi-sanksi sesuai dengan bidang-bidang kehidupan yang ada dalam masyarakat. Nilai sosial terbentuk melalui pengalaman dan kejadian yang kemudian diseleksi dan diaktualisasikan dalam sistem perilaku sehingga dipertahankan keberadaannya oleh banyak orang dalam masyarakat. ada nilai-nilai kemanusiaan yang cenderung sama antara masyarakat satu dengan masyarakat yang lain. nilai bersifat abstrak dan menjadi prinsip bagi individu dalam menentukan perilakunya. dan lain-lain. Tetapi secara umum.Tetapi secara universal. Bagi mereka yang berperilaku tidak sesuai dengan nilai-nilai sosial. kemudian kerjakan soal di bawah ini! 1 . Jelaskan mengapa tata tertib di sekolah perlu dipatuhi oleh semua siswa! 4 . Nilai sosial dalam masyarakat memang senantiasa mengalami pergeseran seiring dengan berkembangnya peradaban dan pergaulan yang terjadi dalam masyarakat. Selanjutnya nilai-nilai sosial yang abstrak ini akan dikonkretkan dalam bentuk norma-norma sosial yang berupa perintah dan larangan. Nilai sekaligus merupakan buah pemikiran warga masyarakat untuk mengatur dan membatasi aktivitas individu agar tidak memasuki hak-hak orang lain. Sudahkah para guru menjadi contoh dan penegak tata tertib di lingkungan sekolahmu? Jelaskan pendapatmu! 44 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Tulislah pelanggaran-pelanggaran terhadap tata tertib di sekolahmu! 2 . 5 . Musyawarah untuk mencapai mufakat cenderung lebih baik daripada hasil pemikiran seorang yang bersifat diktator. bagaimana cara mengatasi pelanggaran-pelanggaran tersebut pada nomor 1? 3 . • • • Setiap orang memiliki hak dan kewajiban yang patut dihargai oleh orang yang lain. nilai-nilai sosial dalam masyarakat berfungsi sebagai pedoman perilaku yang telah disepakati oleh warga masyarakat termasuk para pendahulu yang membuatnya. Jadi dapat dikatakan bahwa nilai menjadi alat kontrol atau pengatur yang mengikat agar seseorang mau berperilaku baik.

Sumber: Gatra. Norma nonformal merupakan aturan tidak tertulis. Norma formal dapat berupa aturan-aturan yang tertulis yang berasal dari lembaga atau institusi resmi seperti surat keputusan. juga aturan-aturan dalam keluarga. Agar norma dapat dipatuhi oleh semua warga masyarakat. sanksi diciptakan masyarakat untuk menjadi kendali bagi seseorang supaya perilakunya dapat sesuai dengan aturan-aturan yang ditetapkan. juga peraturan daerah yang bersumber dari negara. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 45 . Norma-norma yang mengatur masyarakat ada yang bersifat formal atau resmi dan nonformal atau tidak resmi. Norma sosial keberadaannya sangat diperlukan untuk menjamin semua orang termasuk yang lemah agar kepentingannya dapat terpenuhi secara wajar dalam masyarakat. dia akan diberi sanksi berupa hukuman. adat istiadat. Norma sebagai ketentuan menjadi ukuran perilaku dan merupakan pedoman yang harus ditaati setiap warga masyarakat.2 Beribadah merupakan salah satu cara seseorang melaksanakan norma agamanya. sehingga orangorang yang lemah pun dijamin kelangsungan hidupnya oleh norma-norma tersebut. Norma sosial adalah aturan-aturan tertulis maupun tidak tertulis yang berfungsi untuk mengatur perilaku semua orang dalam masyarakat sehingga tercipta keteraturan sosial. NORMA SOSIAL 1. contohnya aturan-aturan di masyarakat. Dengan demikian. Pengertian Norma Sosial Tahukah kalian bahwa norma sosial adalah pelindung kita dari tindak angkara murka orang-orang kuat yang ada di sekitar kita. jika seseorang melanggar aturan. maka norma dilengkapi dengan sanksi. Norma dibuat oleh warga masyarakat untuk melaksanakan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat tersebut dan telah dianggap baik dan benar. Sebaliknya. 27 November 2004 Gambar 2.C. Macam-macam Norma Sosial Norma pada dasarnya merupakan perwujudan konkret dari nilai-nilai sosial. 2 .

Norma Hukum Dalam kaitannya dengan struktur pemerintahan suatu negara. Norma Kesusilaan/Kesopanan Setiap manusia mempunyai harkat dan martabat yang sama di hadapan Tuhan. Contoh norma adat adalah adat perkawinan. Pada dasarnya. Ada empat macam norma yang ada dalam masyarakat. antara lain: a. Norma adat adalah norma-norma yang berada di dalam masyarakat yang berkaitan dengan sistem penyelenggaraan hidup yang terjadi secara berulang-ulang karena telah dibakukan dan diyakini sebagai sesuatu yang baik. Oleh sebab itu. Norma kesusilaan dan norma kesopanan memiliki substansi pokok. semua bentuk kesusilaan dan kesopanan akan memunculkan penghargaan dari orang lain kepada kita sendiri. adat pembagian warisan. Artinya. Tiap-tiap agama memiliki norma sendirisendiri yang akan bercorak pada zaman tertentu di mana agama itu lahir serta lokasi di mana wahyu Tuhan itu diturunkan. b. Sebagai suatu prinsip bahwa berperilaku susila dan sopan pada dasarnya merupakan perbuatan yang akan berbuah pada penghargaan pribadi si pelakunya. setiap manusia sebenarnya perlu dihargai sama. dan lain-lain. Pada hakikatnya. tetapi yang jelas norma agama merupakan norma yang berisi kebenaran terutama bagi para pemeluknya. baik perintah maupun larangan agar umat manusia dapat memperoleh jalan kebenaran sehingga dapat mencapai kebahagiaan dan keselamatan. baik di dunia maupun di akhirat.Sanksi pada hakikatnya merupakan alat untuk menekan atau memaksa warga masyarakat mematuhi nilai-nilai yang telah disepakati. diperlukan pedoman-pedoman untuk mengatur hak dan wewenang tiap-tiap aparatur negara 46 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Norma agama adalah norma yang berasal dari wahyu Tuhan yang disampaikan melalui orang-orang yang terpilih (Nabi). Selanjutnya adat dan kebiasaan akan dipedomani oleh setiap warga masyarakat sebagai suatu cara berperilaku dalam setiap kepentingan dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. norma agama merupakan himpunan peraturan-peraturan yang merupakan petunjuk hidup. Norma Adat/Kebiasaan Dalam kehidupan masyarakat tradisional. d. c . yaitu mengenai tuntutan perilaku yang benar yang seharusnya diperbuat oleh setiap warga masyarakat. Oleh sebab itu. Norma seperti inilah yang diperlukan untuk meredam terjadinya konflik yang bersumber dari perendahan martabat oleh orang lain. yaitu mengenai penghargaan terhadap harkat dan martabat orang lain. sering kali norma diberlakukan lebih berat dari bentuk pelanggarannya. norma kesusilaan dan kesopanan merupakan penjabaran dari nilai-nilai moral. orang berperilaku dan perpedoman pada kebiasaan-kebiasaan atau adat. Norma Agama Setiap agama memiliki aturan-aturan atau syariat untuk mengatur hubunganhubungan antarmanusia maupun hubungan dengan Tuhan.

pemerasan. Tetapi norma hukum mempunyai peran cukup besar dalam mengatur hubungan antarindividu dalam kaitannya dengan kedudukannya sebagai warga negara. dan lain-lain. Sering kali hukum perdata dan hukum pidana mempunyai keterkaitan antara satu dengan yang lain. norma kesusilaan dan kesopanan. Hukum perdata adalah suatu lapangan hukum yang mengatur masalah perkawinan. Semua bentuk peraturan yang tertulis yang dibuat lembaga-lembaga negara yang berwenang dinamakan norma hukum. DPR dan pemerintah. warisan. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 47 . atau pimpinan departemen hingga stafnya yang terbawah. Pada dasarnya. hukum pidana merupakan suatu lapangan hukum yang mengatur masalah kejahatan seperti penganiayaan. Norma sosial pada dasarnya meliputi norma agama. pemalsuan. dan norma hukum. dan perjanjian-perjanjian.net Gambar 2.secara struktural dari atas hingga ke bawah.3 Hukuman penjara merupakan sanksi yang diberikan kepada seseorang yang melanggar norma hukum. Sebaliknya. penipuan. • • Bersifat eksplisit. norma hukum adalah norma masyarakat yang dibuat oleh lembaga-lembaga yang berwenang. Sumber: www. artinya tertulis dengan jelas dan tegas. presiden sebagai penyelenggara eksekutif. pembunuhan. Lembaga yang berwenang bisa berupa majelis. norma hukum terdiri dari hukum perdata dan pidana. Masalah-masalah perdata sering kali berkelanjutan menjadi masalahmasalah pidana atau di dalam masalah pidana.asianfoodworker. Bersifat memaksa. jual beli. Norma hukum merupakan norma terakhir yang lebih dapat menjamin adanya suatu tertib sosial di dalam masyarakat. norma adat dan kebiasaan. Norma-norma hukum dalam masyarakat negara memiliki ciri-ciri sebagai berikut. artinya apabila orang melanggar maka akan dikenai sanksi dan apabila tidak diindahkan akan dipaksa oleh alat-alat negara. di dalamnya terkandung banyak pelanggaran pada masalah perdata. Di Indonesia.

akan dimarahi oleh para leluhurnya. misalnya Undang-Undang Dasar dibuat oleh MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat). dan seterusnya. undang-undang dibuat oleh DPR dan pemerintah. yaitu sebagai berikut. a. Tata Kelakuan (mores) Tata kelakuan (mores) adalah suatu kelompok aktivitas yang benar-benar telah menjadi pedoman yang berlaku dari suatu masyarakat. Tata kelakuan mencerminkan sifat-sifat yang hidup dalam kelompok manusia dan dilaksanakan sebagai alat pengawas secara sadar maupun secara tidak sadar oleh masyarakat terhadap anggota-anggotanya. cara orang memberi salam kepada orang tua. Mores ini merupakan pedoman perilaku yang dianggap paling benar yang dimiliki.• Dibuat oleh lembaga yang berwenang. pranata sosial disadari semakin diperlukan dalam kehidupan sehingga mulai dibakukan dan disempurnakan secara turun-temurun. Bersifat mengatur. Cara (usage) Cara (usage) adalah suatu perilaku tertentu yang secara tidak sadar telah disepakati oleh masyarakat terhadap perbuatan yang tertentu pula. artinya tiap-tiap tingkatan norma hukum dibuat oleh pejabat-pejabat yang berwenang dengan tingkatan yang tertentu pula. maka dapat terus meningkatkan kekuatan mengikatnya 48 Sosiologi SMA/MA Kelas X . c. Kebiasaan (folkways) Kebiasaan (folkways) adalah suatu tata kelakuan yang bersifat lebih mengikat kepada anggota masyarakat dan lebih dipatuhi. Proses Terbentuknya Norma Sosial Dengan semakin berkembangnya tata keidupan dan peradaban manusia. cara orang menuang minuman. artinya berisi perintah-perintah dan larangan-larangan untuk mengendalikan perilaku warga masyarakat sesuai dengan bidang-bidang yang diatur masing-masing hukum. dan dipertahankan oleh warga masyarakat. dipakai. Contoh: cara orang memakai topi. Bersifat melindungi. • • 3. artinya melindungi pihak-pihak yang lemah dari desakan dan cengkeraman pihak-pihak yang kuat melalui sanksi-sanksi dan alat-alat negara. Karena bila terjadi penyimpangan terhadapnya. b. dan lain-lain. d. Proses dipatuhi dan terbentuknya suatu norma sosial dapat berlangsung melalui empat tingkatan. Kebiasaan merupakan perbuatan yang diulang-ulang terhadap apa yang sama sebagai bukti bahwa orang menyukai perbuatan tersebut. Adat-istiadat (custom) Apabila tata kelakuan tersebut kekal serta kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat.

Universitas Padjajaran. kebutuhan pencaharian hidup. Dalam hal ini norma sosial berfungsi sebagai faktor perilaku yang memukinkan seseorang menentukan lebih dulu bagaimana tindakannya akan dinilai oleh orang lain. pranata sosial terus mengalami perubahan dalam arti bertambah jumlahnya dan berubah bentuknya sejalan dengan perkembangan tata kehidupan manusia dalam masyarakat. Wujud kongkret dari lembaga kemasyarakatan tersebut adalah association. 4 . Di dalam perkembangan selanjutnya. Selain itu. dengan demikian terbentuklah custom (adat. Hal itu disebabkan oleh karena setiap masyarakat tentu mempunyai kebutuhankebutuhan pokok yang apabila dikelompok-kelompokkan. peternakan. industri. dan lain sebagainya. norma-norma tadi telah mendarah daging (internalized). sedangkan Universitas Indonesia. kebutuhan akan pendidikan. dan sebagainya. kebutuhan hidup kekerabatan menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti keluarga batih. tetapi dapat berlangsung lebih jauh lagi hingga suatu norma masyarakat tidak hanya menjadi institusionalized dalam masyarakat. Proses pelembagaan sebenarnya tidak berhenti demikian saja. dapat diambil suatu kesimpulan bahwa lembagalembaga kemasyarakatan terdapat dalam setiap masyarakat tanpa memperdulikan apakah masyarakat tersebut mempunyai taraf kebudayaan sederhana atau modern. Dengan perkataan lain.istiadat). Sebagai contoh. Kebutuhan akan pencaharian hidup menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti pertanian. universitas merupakan lembaga kemasyarakatan. perceraian. koperasi. dan lain-lain. tetapi menjadi internalized. kebutuhan untuk menyatakan rasa keindahan. dapatlah dikatakan bahwa lembaga kemasyarakatan merupakan himpunan dari norma-norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan masyarakat. pemberantasan buta huruf. Untuk memberikan suatu batasan. Universitas Airlangga. Fungsi Norma Sosial dalam Membentuk Keteraturan Norma sosial memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. kebutuhan jasmaniah dari manusia. Misalnya. Kebutuhan akan pendidikan akan menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti pesantren. perguruan-perguruan tinggi. sekolah-sekolah menengah. sekolahsekolah dasar. Dalam perkembangan selanjutnya. taman kanak-kanak. Dari contoh-contoh di atas. Universitas Gajah Mada.terhadap perilaku warga masyarakat. norma sosial Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 49 . Maksudnya adalah suatu taraf perkembangan di mana para anggota masyarakat dengan sendirinya ingin berperikelaku sejalan dengan perilaku yang memang sebenarnya memenuhi kebutuhan manusia. terhimpun menjadi lembaga kemasyarakatan. dan lain sebagainya. dan lainnya adalah institusi. perkawinan. norma-norma tersebut berkelompok-kelompok pada berbagai keperluan pokok dari kehidupan manusia seperti kebutuhan hidup kekerabatan. pelamaran.

Untuk membentuk keteraturan sosial dalam masyarakat. a . 50 Sosiologi SMA/MA Kelas X . jaksa.pikiran-rakyat. Penegak formal meliputi polisi. Dengan demikian warga masyarakat menyadari bahwa norma memang harus dipatuhi sebagai bentuk sumbangan seorang individu dalam menciptakan tertib sosial dalam masyarakat yang paling hakiki. Kesadaran Akan Pentingnya Keteraturan Untuk menciptakan kesadaran sosial tentang pentingnya hidup bersama dalam masyarakat. diperlukan pengetahuan pendidikan yang memadai serta sosialisasi terhadap norma-norma hukum. para pendidik.juga menjadi aturan yang mendorong seseorang atau kelompok untuk mencapai nilainilai sosial sekaligus menjadi unsur pengendali dalam hidup bermasyarakat. dan tokohtokoh masyarakat lainnya. Penegak norma ini terdiri dari penegak formal dan penegak nonformal.com Gambar 2. sedangkan penegak nonformal meliputi tokoh-tokoh masyarakat. c. diperlukan tiga syarat pokok antara lain sebagai berikut. kaum ulama. Sumber: www. Norma Sosial yang Memadai Norma sosial ini berfungsi sebagai landasan perilaku yang harus diperbuat oleh setiap individu dalam bidang kehidupan tertentu. dan hakim. b. Aparat Penegak Norma Aparat penegak norma adalah semua pihak yang mempunyai keterkaitan dan kepentingan untuk menegakkan keberadaan norma dalam mengatur perilaku individu dalam masyarakat.4 Polisi menjadi aparat penegak norma dengan tujuan untuk memelihara dan menciptakan keamanan.

3. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Buatlah sebuah uraian yang berisi laporan bagaimana kamu sebagai seorang anak dan siswa mendukung nilai dan norma yang ada di lingkungan sekolahmu sebagai orientasi acuan dalam bertingkah laku. BARU ADILI erpilihnya Abdul Rahman Saleh. Masyarakat berharap pada masa kepemimpinan Abdul Rahman Saleh sebagai kepala Kejaksaan Agung RI. serta bagaimana cara menyelesaikannya. Tuliskan tidak lebih dari satu halaman! 2. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. SH sebagai Jaksa Agung pada Kabinet Bersatu pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono – Jusuf Kalla pada awalnya terkesan memberikan harapan. Sebutkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya aksi demonstrasi yang disertai dengan tindak anarkis. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Sebutkan faktor-faktor penyebab menjamurnya pedagang kaki lima dan rumah liar di kota-kota besar.1. dan bagaimana penyelesaiannya? Buatlah analisis sosial tentang ke tiga pertanyaan di atas! TANGKAP DULU. Pilihlah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! T Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 51 . proses peadilan terhadap para koruptor dapat dipercepat dan kalau perlu koruptor-koruptor tersebut ditangkapi dahulu baru diproses. karena Abdul Rahman Saleh pada saat menjadi anggota Mahkamah Agung pada pengadilan kasus korupsi berskala besar yang melibatkan salah satu pejabat tinggi negara bersikap berbeda dengan majelis hakim.

Apakah hukuman berat terhadap pengedar narkoba merupakan solusi? 3. Namun. baik oleh ulama. Setujukah kalian atas usul tangkap dulu koruptor-koruptor itu baru proses? Jelaskan! 2. salah satunya bahaya narkoba yang setiap saat mengajak generasi muda. Cobalah perhatikan 52 Sosiologi SMA/MA Kelas X .Pertanyaan: 1. Contoh khusus terjadi pada lalu lintas. Nilai-nilai apa yang harus didalami siswa agar terhindar dari bahaya narkoba? LALU LINTAS SUKA-SUKA Pasca reformasi. Bagaimana seharusnya nilai-nilai sosial itu disemaikan kepada generasi muda sehingga terhindar dari bahaya narkoba? 2. Pertanyaan: 1. NARKOBA MENGANCAM M asa depan bangsa Indonesia ada di tangan siswa-siswa sekarang. Berbagai usaha telah dilakukan. pemerintah. dan badan dunia untuk menekan penyebaran narkoba kepada masyarakat. sekolah. dalam perjalanannya banyak hambatan dan rintangan yang dihadapi. Bagaimana seharusnya tindakan Kepala Kejaksaan Agung RI terhadap para koruptor di Indonesia. masyarakat Indonesia khususnya di perkotaan cenderung menjadi tidak teratur. Berikan alasan kalian dengan mempertimbangkan norma hukum yang berlaku di Indonesia! AWAS.

4. adat dan kebiasaan. Akhirnya dapat dikatakan bahwa masyarakat perkotaan Indonesia jauh dari tata tertib berlalu lintas. yaitu norma agama. kesusilaan dan kesopanan. 5.bus dengan penuh sesak dan penumpang bergelantungan melintas di jalan tol. Norma sosial berfungsi mengatur hubungan dan perilaku timbal balik antarindividu dan antarkelompok individu dalam masyarakat. Keteraturan sosial merupakan keadaan di mana semua orang dalam masyarakat telah berbuat sebagaimana hak dan kewajibannya sehingga tidak terjadi benturan antara hak dan kewajiban dengan individu yang lain. Nilai sosial meliputi nilai vital. dan nilai spiritual. nilai material. bus parkir (ngetem) di mana tanda dilarang berhenti banyak terpampang. jalan digunakan sebagai lahan parkir. dan norma hukum. Apa yang sebenarnya dilakukan oleh polisi? 4. jalan-jalan dipenuhi pedagang. dan pungli terus merajalela. Nilai sosial merupakan segala sesuatu yang dianggap baik dan benar dan dicitacitakan oleh warga masyarakat. kendaraan melawan arus. baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis yang ada dan berlaku dalam masyarakat. Norma sosial terdiri dari empat macam. Pertanyaan: 1. 3. 2. 7. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 53 . Mengapa petugas seperti polisi dan Dinas Perhubungan tidak bertindak untuk meluruskannya? 3. Norma apa yang tidak berfungsi dalam bahan diskusi di atas? 1. diperlukan sanksi yang pelaksanaannya harus dikawal dan ditegakkan oleh aparat penegak norma. Nilai sosial ini berfungsi menjadi pedoman perilaku warga masyarakat dalam pergaulan. baik formal maupun nonformal sehingga dalam masyarakat tercipta keteraturan sosial. 6. Norma sosial adalah semua bentuk peraturan. Agar norma dapat dipatuhi oleh individu dalam masyarakat. Mengapa masyarakat perkotaan cenderung menjadi tidak teratur berlalu lintas pasca reformasi? 2.

. A. Koentjaraningrat. . saling membutuhkan 4. 54 Sosiologi SMA/MA Kelas X . kebutuhan manusia yang meliputi jasmaniah. pembagian kekuasaan B. Sikap toleransi antarumat beragama dalam masyarakat merupakan wujud dari kebutuhan akan pengaturan . fasilitas yang telah tersedia C. B. . berkembangnya suatu kebudayaan yang sangat komplek D. . . dan sosial C. . rohaniah. adanya program wajar 9 tahun dan GNOTA (Gerakan Nasional Orang Tua Asuh) E. tersedianya sarana pendidikan B. Lahirnya lembaga sekolah di masyarakat disebabkan oleh . Menurut Prof. adat istiadat yang kuat 4. bermacam-macam bentuk kebutuhan keluarga dan kehidupan bermasyarakat D. . proses internalisasi 3. pengendalian sosial dalam masyarakat 5. . istilah pranata sosial digunakan untuk menekankan terdapatnya aturan main tentang . pewarisan nilai-nilai D. dan E! 1. . pertentangan antargolongan 2. . mencukupi kebutuhan ekonomi dengan berusaha secara profesional E. akulturasi kebudayaan Dari pernyataan di atas. D.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. A. hubungan manusia dengan kekuatan ilahi E. A. . C. saling menghormati C. interaksi antarkelompok masyarakat 2. yang benar adalah . berbagai kebutuhan hidup dalam kehidupan bermasyarakat yang saling berkaitan B. Pranata sosial berubah karena adanya: 1. . untuk membatasi kebutuhan umat manusia 3.

4 D. menunjukkan tujuan hidup masyarakat 2. 1 dan 3 B. 2. segala sesuatu yang bersumber pada akal manusia E. 5 C. tawakal C. 1. . . Norma-norma dalam masyarakat yang berfungsi untuk mengatur hubungan antarindividu dalam masyarakat yang berkaitan dengan hak dan kewajiban individu sebagai warga negara adalah norma . 3. tindakan sosial E. A. Perhatikan pernyataan-pernyataan di bawah ini! 1. 2 dan 3 C. 2. Dr. tujuan yang ingin dicapai B. sombong dan kikir B. norma sosial C. . 3. . adat dan kebiasaan D. moral dan keyakinan bangsa D. menjaga keutuhan masyarakat 5. Berikut ini yang bukan contoh dari nilai moral menurut Prof. 3. A. memberikan pedoman kepada anggota masyarakat 3. tindakan berbudi pekerti C. . segala sesuatu yang bersumber pada unsur rasa atau estetika manusia C. A. A. . jujur dan adil E. 2 dan 4 D. iman dan taqwa D. . norma hukum E. . sarana untuk mencapai tujuan 7. . nilai ilmu pengetahuan Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 55 . 5 6. 4. Notonegoro adalah . 4 E. norma kebiasaan B. 1. nilai yang bersumber pada kepercayaan atau keyakinan manusia D. 5 B. . 4. 4 dan 5 E. Nilai dapat diartikan sebagai cita-cita. . . segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan kegiatan atau aktivitasnya B. . rajin dan hemat 9. . A. memberikan pegangan dalam sistem pengendalian Yang merupakan fungsi dari pranata sosial adalah . mengatur cara bertindak yang mengikat 4. Di bawah ini yang dimaksud dengan nilai vital adalah . karena nilai merupakan .A. 3. . norma agama 8. 1 dan 5 5.

vested interest C. nilai bersifat abstrak. A. norma sosial C. . wilayah berlakunya 15. . perilaku sosial D. . nilai bersifat luas E. folkways 13. norma sosial D. A. sindiran. 20 tahun 2003 Tata Cara Penguburan Jenazah pada masyarakat Jawa PP 30 Tahun 1980 14. bawah ini yang bukan contoh dari norma hukum adalah . Seperangkat aturan yang berkisar tentang kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya disebut . . pranata sosial B. norma bersifat konkret B. norma bersifat sempit. Undang-Undang No. . A. . atau pun dipergunjingkan merupakan hukuman bagi seseorang yang melanggar . kegiatan individu yang mendapatkan pembentukan sikap untuk berperilaku sesuai dengan kelompoknya D. adat istiadat E. . . D. mode E. . keseluruhan aktivitas masyarakat yang disampaikan kepada pihak-pihak tertentu sehingga tercapai kestabilan C.10. usage 11. nilai bersifat tertutup. B. . E. folkways D. ketidaksamaan sosial B. . norma bersifat terbuka C. Yang dimaksud dengan proses internalisasi adalah . kaidah hukum C. A. . Upaya untuk mencegah dan mencari solusi terhadap semua bentuk penyimpangan sosial yang ada dalam masyarakat dinamakan . Di A. Sanksi yang sifatnya ringan berupa teguran. A. proses di mana individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikap dengan adat istiadat E. . mores B. . nilai bersifat berubah-ubah D. . pengendalian sosial E. proses panjang yang berlangsung seumur hidup sejak individu lahir sampai meninggal B. . proses berubahnya pola perilaku akibat perubahan norma 12. Perbedaan yang mendasar antara norma dan nilai sosial adalah . . 1 Tahun 1974 Tata Tertib Sekolah Undang-Undang No. C. aktivitas sosial 56 Sosiologi SMA/MA Kelas X . norma bersifat tetap. .

V IV Hukum V Agama 17. . kesusilaan C. . Norma yang dimiliki sanksi berat bagi pelanggarannya adalah . A. . memberikan petunjuk mengenai aktivitas sosial C. memberi arah terhadap individu untuk berperilaku di tengah-tengah masyarakat E. aktivitas terlarang E. A. . Yang dimaksud dengan kenakalan remaja adalah . .16. I B. Salah satu fungsi norma dan nilai dalam masyarakat adalah . A. keanekaragaman perilaku sosial dalam masyarakat yang tidak sesuai yang berlaku dalam masyarakat perilaku terpuji antisosial 19. III II Kesopanan III Kesusilaan D. Hukuman yang dijatuhkan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku merupakan sanksi norma . IV E. . tindakan-tindakan remaja yang merugikan kepentingan masyarakat luas D. . . . adat istiadat B. . memberi arah dan tujuan individu dalam melaksanakan komunikasi sosial B. . aktivitas remaja yang belum dewasa hukum di luar jam pelajaran B. agama Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 57 . I Kelaziman A. B. C. . kenakalan anak-anak usia sekolah di dalam lingkungan sekolahnya 20. semua aktivitas remaja yang belum dewasa hukum yang bertentangan dengan norma-norma sosial C. . . memberikan kekuasaan kepada pihak/golongan tertentu 18. kesopanan D. Perilaku individu atau kelompok individu dengan nilai-nilai dan norma-norma dinamakan . aktivitas remaja yang belum dewasa hukum yang bertentangan dengan norma adat dan kebiasaan E. perilaku menyimpang D. hukum E. A. II C. . membatasi/melarang berbagai macam aktivitas sosial dalam masyarakat D.

Mengapa norma dapat menjaga kelangsungan hidup masyarakat? Jelaskan! 8.Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Jelaskan kaitan antara norma dan nilai sosial! 3. Bagaimana menciptakan norma sosial yang memadai? 4. Apakah yang dimaksud dengan norma sosial dan nilai sosial? 2. Apa syarat-syarat pokok terciptanya keteraturan sosial dalam masyarakat? 5. Bagaimana peranan aparat penegak hukum dalam menciptakan tertib sosial? 10. Norma kesopanan c. Norma kebiasaan 9. Sebutkan fungsi nilai! 6. Apakah yang dimaksud dengan: a. Norma kesusilaan b. Jelaskan kaitan antara kesadaran sosial dan keteraturan sosial dalam masyarakat! 58 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Sebutkan macam-macam norma sosial dalam masyarakat! 7. Norma adat d.

Menjelaskan faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial dan dinamika sosial. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 59 . Sumber: http://images.co. Bagaimana menurutmu dengan pendapat tersebut? Kita sebagai manusia tentu saja membutuhkan orang lain. kamu pun berinteraksi dengan tetangga dan anggota masyarakat lainnya. Hal tersebut akan membantu mewujudkan keteraturan sosial. kamu berinteraksi dengan orang tua dan saudaramu.id S etiap manusia tidak dapat hidup sendiri.INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan interaksi sosial dan dinamika sosial. Apa yang dimaksud dengan interaksi sosial? Untuk mengetahuinya. Untuk itu. Dengan interaksi. kita pun berinteraksi dengan orang lain. Di sekolah.google. coba kamu pelajari bab ini. Begitu juga dengan kamu bukan? Di rumah. Dan di lingkungan tempat tinggalmu. kamu pun berinteraksi dengan guru dan teman-temanmu. setiap individu akan mengetahui nilai dan norma apa yang berlaku di lingkungannya. Menghubungkan antara interaksi sosial dan keteraturan sosial.

Pengertian interaksi sosial dan dinamika sosial Kaitan antara interaksi sosial dan dinamika sosial INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Faktor pendorong terjadinya interaksi sosial Bentuk-bentuk interaksi sosial yang mendorong terciptanya lembaga sosial. kelompok dan organisasi sosial Faktor penyebab perubahan sosial Lingkungan alam Sugesti Imitasi Identifikasi Motivasi Simpati Empati Hubungan kekeluargaan Hubungan antarstatus Hubungan antarkepentingan Hubungan persahabatan Status kependudukan Nilai dan sikap 60 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

alam. kebutuhan sosial. Dorongan untuk Meneruskan Keturunan Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap manusia memiliki naluri untuk meneruskan keturunan dengan cara melangsungkan perkawinan. diperlukan dorongan untuk memenuhi kelangsungan hidup masyarakat itu sendiri. manusia membentuk suatu kelompok-kelompok untuk berburu. untuk berladang. manusia membentuk suatu koloni dengan tujuan semata-mata untuk mempertahankan diri dari serangan-serangan binatang buas. terutama ketika terjadi bencana-bencana yang memerlukan pertolongan orang lain. Untuk melaksanakan pemenuhan berbagai kebutuhan hidup. Keadaan ini telah mendorong setiap manusia lain jenis untuk membentuk suatu kehidupan bersama yang kemudian disebut keluarga. untuk mendirikan rumah. Dengan dorongan inilah. Naluri inilah yang disebut dengan naluri gregoriousness. manusia membentuk suatu koloni untuk menjaga kelangsungan hidupnya.A. maupun kebutuhan integratif. sedangkan dorongan untuk hidup bersama dengan orang lain dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut. manusia tidak dapat melaksanakannya secara sendirian. Terkadang mereka menghadapi tantangan dari binatang buas atau pun dari kelompok suku lain yang menyerang. INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Sebagai manusia. Dorongan untuk Mempertahankan Diri Dalam rangka mempertahankan diri dari berbagai serangan. baik oleh binatang atau pun kelompok manusia yang lain. tidak selamanya kondisi alam senantiasa ramah. atau pun dari kelompok suku lain. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 61 . Secara naluriah. Ketika manusia dalam taraf kehidupan yang masih primitif. Keluarga dapat berkembang menjadi suatu extended family dan bahkan berkembang menjadi suatu kerabat atau pun suku bangsa. Dari dorongan inilah. Di samping itu. Keadaan ini telah mendorong munculnya kelompok-kelompok persekutuan manusia yang didasarkan pada persamaan darah dan keturunan. manusia mutlak memerlukan keberadaan manusia lain. baik mendasar. Dorongan untuk Memenuhi Kebutuhan Dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk itulah. setiap manusia mempunyai dorongan seksual sebagai kodrat manusia untuk meneruskan keturunannya agar tidak punah. melainkan harus bersama-sama dengan manusia lain. kita selalu mempunyai naluri untuk hidup berkelompok atau bersama dengan orang lain. Mereka masih hidup berpindah-pindah dari hutan yang satu ke hutan yang lain. Untuk itu. manusia belum banyak memiliki teknologi untuk menyelenggarakan kehidupannya. manusia memerlukan keberadaan orang lain. dan lain-lain sebagainya.

Interaksi sosial merupakan bentuk dasar dari dinamika sosial budaya yang ada di dalam masyarakat. individu dengan kelompok individu. Melalui interaksi sosial akan terjadi perubahan-perubahan di dalam masyarakat yang memungkinkan terbentuknya hal-hal baru sehingga dinamika masyarakat menjadi hidup dan dinamis. sering kali manusia secara individu kewalahan untuk melakukannya. Dengan demikian. Pengertian Interaksi Sosial Interaksi sosial adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dengan individu. Dorongan inilah yang membuat terciptanya suatu kehidupan bersama untuk menjalin kegotong-royongan dalam rangka mempertahankan dan mengembangkan kehidupannya. kelangsungan hidup masyarakat terjamin. terlebih dahulu manusia pun harus melakukan interaksi sosial dengan sesamanya. Untuk mewujudkan kehidupan bersama. Apakah yang dimaksud dengan interaksi sosial itu? Sumber: Koleksi Editor Gambar 3. 1. setiap orang memerlukan kebersamaan dengan orang lain.1 Dorongan untuk hidup bersama dipengaruhi oleh keinginan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. dan kelompok individu dengan kelompok individu. Untuk melaksanakan berbagai pekerjaan besar. 62 Sosiologi SMA/MA Kelas X .Dorongan untuk Hidup Bersama Sebagai makhluk pemikir dan bermoral. Melalui kegotong-royongan inilah. manusia mempunyai kejiwaan dan mempunyai kepentingan terhadap keberadaan orang lain.

Interaksi sosial itu sendiri mempunyai ciri-ciri. Selain itu.Interaksi sosial dilakukan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan mendasar. juga adanya tujuan yang akan dicapai dari hasil-hasil interaksi sosial tersebut. Di dalam dinamika sosial. Kaitan Antara Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial Budaya Interaksi sosial merupakan bagian terkecil dari proses perubahan yang ada di dalam masyarakat. 2. seluruh elemen masyarakat beserta dengan perangkatperangkatnya terjadi interaksi dan korelasi saling mempengaruhi sehingga mewujudkan suatu gerak dari keseluruhan komponen yang ada di dalam masyarakat. termasuk nilai-nilai. dan masa yang akan datang. baik yang bersifat progresif maupun yang bersifat regresif hingga mewujudkan suatu dinamika sosial maupun dinamika budaya. dan kebutuhan integratif. Mengapa manusia dikatakan makhluk individu dan juga makhluk sosial? Apa yang melatar belakangi hal tersebut? Jelaskan alasanmu! 4. Pengertian Dinamika Sosial Dinamika sosial pada hakikatnya adalah keseluruhan perubahan dari seluruh komponen masyarakat dari waktu ke waktu. 3. Jelaskan apa saja yang mendorong manusia melakukan interaksi sosial! 2. Interaksi sosial merupakan implementasi dari pemenuhan kebutuhan warga masyarakat. Apakah yang dimaksud dengan keteraturan sosial? 3. masa kini. Jelaskan bagaimana peranan nilai dan norma dalam interaksi sosial! Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 63 . Melalui proses interaksi sosial inilah. Dinamika sosial dapat berupa perubahan-perubahan yang progresif maupun perubahan-perubahan yang regresif. interaksi sosial juga ditandai dengan adanya dimensi waktu yang meliputi masa lalu. kebutuhan sosial. 1. yaitu jumlah pelakunya lebih dari satu orang dan adanya komunikasi antara pelaku dengan menggunakan simbol atau lambang. dan pranata sosial. baik secara individual maupun secara kolektif dengan berpedoman pada sistem budaya yang ada. norma. masyarakat akan bergerak secara dinamis.

B. Manusia memang tidak dapat hidup sendiri dan mandiri tanpa pertolongan orang lain. Singkatnya sugesti menciptakan dorongan kepada individu untuk melakukan suatu kontak sosial dengan pihak lain. FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL Manusia adalah makhluk sosial. 1. Perubahan kualitas penduduk. manusia memerlukan manusia yang lain untuk melakukan interaksi sosial. Perubahan struktur pemerintahan. artinya makhluk yang selalu hidup bersamasama dengan manusia lain. perhatian atas sikap mengagumi terhadap pihak lain yang dianggap cocok. Perubahan tingkat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. persebaran. yaitu pengaruh psikis yang ada pada seseorang yang berasal datang dari diri sendiri atau pun dari orang lain karena adanya kepercayaan terhadap sesuatu hal dari orang yang dipercayai. Adapun dorongan-dorongan terjadinya interaksi sosial dalam masyarakat adalah sebagai berikut. dan struktur penduduk menurut umur. Oleh karena itu. Contoh: meniru gaya bicara guru idolanya. Perubahan ejaan dalam bahasa. dan peraturan pelaksana lainnya. secara kodrati. manusia tidak akan mempunyai arti jika tidak ada manusia lain. agama dan kepercayaan. Imitasi Yang dimaksud imitasi pada hakikatnya adalah suatu keinginan seseorang untuk meniru segala sesuatu yang ada pada orang lain. Perubahan mata pencaharian. dan lain-lain). Pengaruh ini datang secara tiba-tiba dan tanpa adanya pemikiran yang detail yang dipertimbangkan terlebih dahulu.Bentuk-bentuk konkret dari dinamika sosial dan budaya adalah sebagai berikut. Perubahan komposisi penduduk (kepadatan. Pada waktu melaksanakan peniruan terhadap sesuatu 64 Sosiologi SMA/MA Kelas X . meniru mode pakaian artis yang menjadi idolanya. Sugesti Salah satu faktor pendorong interaksi sosial adalah sugesti. tingkat mata pencarian. Perubahan jumlah penduduk. Imitasi muncul disebabkan oleh adanya minat. undang-undang. 2. Perubahan tingkat pendapatan dan perubahan tingkat kemakmuran. Perubahan undang-undang dasar. Bahkan secara ekstrim. dan lain-lain. jenis kelamin.

Empati merupakan kelanjutan rasa simpati yang berupa perbuatan nyata untuk mewujudkan rasa simpatinya. dan peniruan terhadap benda-benda hasil karya atau artefak. dan lain-lain. 3. Contoh: soal pakaian seragam. 6. Proses identifikasi diikuti dengan perbuatan-perbuatan yang lebih konkret dan merupakan hasil pertimbangan yang matang pada diri seseorang. kebijaksanaannya. Dengan adanya rasa simpati. Simpati akan sangat dirasakan bila terjadi proses pertukaran pendapat dan nilai-nilai. motif politik. atau opini pribadi terhadap kelompoknya. Berbeda dengan imitasi. motif popularitas. Contoh: seseorang mengikuti suatu kegiatan tertentu karena adanya motif-motif tertentu seperti motif ekonomi. Motivasi seseorang dapat muncul disebabkan faktor atau pun pengaruh dari orang lain sehingga seorang individu melakukan kontak dengan orang lain. 4. Imitasi terdiri dari peniruan terhadap pola pikir orang lain. Simpati dapat menjadi dorongan yang sangat kuat pada diri seseorang untuk melakukan kontak dan komunikasi dengan mitranya. Contoh: ketika seseorang yang mengalami kecelakaan dan menangis. Identifikasi Yang dimaksud dengan identifikasi dalam suatu interaksi sosial adalah dorongan seseorang untuk menjadikan dirinya identik atau sama dengan orang lain. Motivasi Motivasi dalam suatu interaksi sosial merupakan dorongan yang mendasari seseorang untuk melakukan perbuatan berdasarkan pertimbangan rasionalitas. Motif identifikasi dipergunakan ketika orang menjadi bagian dari kelompok yang besar. Empati Rasa empati merupakan rasa haru ketika seseorang melihat orang lain mengalami sesuatu yang menarik perhatian. seseorang dapat berbuat apa saja untuk mewujudkan rasa simpatinya. 5.yang menarik dari orang yang dikagumi ini muncul suatu kemegahan dan kebanggaan dalam jiwa orang yang bersangkutan. atau pola pikirnya. Tindakan ikut menangis dan melakukan pertolongan tertentu ketika melihat seseorang yang mengalami musibah merupakan contoh dari empati. tiba-tiba kita pun yang melihatnya menangis. Simpati merupakan suatu sikap ketertarikan kepada orang lain disebabkan oleh menariknya penampilannya. soal ketaatan terhadap peraturan. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 65 . Simpati Pengaruh psikis yang paling mendasar dalam suatu interaksi sosial adalah rasa simpati seseorang terhadap orang lain. peniruan terhadap perilaku. identifikasi melalui proses kejiwaan akan melahirkan suatu sikap yang menyerupai dengan pihak yang ditiru.

Sebaliknya. Dalam hal ini. Kompromi Lewat bentuk akomodasi ini. Bentuk-bentuk kooperasi antara lain tawar-menawar. 66 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Akomodasi Akomodasi adalah suatu proses kesepakatan di antara kedua belah pihak yang tengah bersengketa yang bersifat darurat (sementara) dengan tujuan mengurangi ketegangan di antara kedua belah pihak. Pelaksanaan coercion dapat dilakukan secara langsung atau fisik dan secara tidak langsung atau psikologis. kooptasi. bentuk interaksi disosiatif akan menghambat terbentuknya lembaga. Koalisi (coalition). Patungan (joint-venture). melalui kesempatan penunjukan pimpinan yang akan mengendalikan kerja sama. yaitu kerja sama antarkelompok untuk mencapai tujuan yang sama meskipun di antara mereka terjadi perbedaan-perbedaan struktural. dan organisasi sosial. b. yaitu kerja sama sebagai hasil kesepakatan tawar-menawar antara kedua belah pihak. Tawar-menawar (bargaining). Dengan begitu. yaitu usaha bersama untuk melakukan suatu kegiatan dengan pembagian keuntungan bersama secara merata dan proporsional. akan tercapai penyelesaian dari konflik yang ada. Romusha menjadi pihak dalam posisi lemah dan tidak dapat melawan. dan organisasi sosial. Coercion Proses akomodasi ini dilaksanakan karena adanya paksaan. masing-masing pihak yang terlibat konflik saling mengurangi tuntutannya. Kooperasi Kooperasi adalah kerja sama antara beberapa kelompok sosial yang ada sebagai upaya mencapai tujuan bersama. interaksi sosial didasarkan pada penguasaan Jepang terhadap romusha-nya yang dianggap tidak mempunyai hak-hak apapun juga. Kooptasi (cooptation). Bentuk akomodasi ini dapat kalian lihat ketika rakyat Indonesia menjadi romusha pada masa penjajahan Jepang tahun 1942. Dalam coercion.Bentuk-bentuk interaksi sosial ada yang bersifat asosiatif maupun disosiatif. a. dan patungan. Beberapa bentuk akomodasi antara lain sebagai berikut. koalisi. Pola hubungan interaksi sosial yang bersifat asosiatif (menyatukan) akan mendorong terbentuknya lembaga. Salah satu pihak harus bersedia merasakan dan memahami keadaan pihak lain. Bentuk-bentuk proses sosial asosiatif antara lain sebagai berikut. kelompok. salah satu pihak berada dalam keadaan yang lemah bila dibandingkan dengan pihak lawan. kelompok.

mediasi juga meminta bantuan pihak ketiga untuk membantu dalam penyelesaian konflik. yaitu masing-masing pihak saling memerlukan dengan tujuan membentuk kehidupan baru yang saling menguntungkan serta membentuk corak kehidupan yang berbeda dengan masa sebelumnya.Mediasi dan arbitrase Arbitrase merupakan bentuk akomodasi dengan jalan meminta bantuan pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak atau oleh badan yang kedudukannya lebih tinggi daripada pihak-pihak yang berkonflik. dan tidak saling curiga. Sikap dalam menghadapi orang asing dan kebudayaannya. pihak ketiga bersikap nertal dan bertindak sebagai penasihat tanpa mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan. Keterbukaan golongan penguasa. Mereka merasa sudah tidak ada kemungkinan lagi untuk maju atau mundur. Adanya musuh bersama dari luar. Adanya kesamaan dalam berbagai unsur budaya. Pihak ketiga di sini harus mengutamakan penyelesaian secara damai. proses asimilasi juga dapat terhambat oleh faktor-faktor berikut. Toleransi Toleransi timbul tidak sadar dan tidak direncanakan. saling menghormati. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 67 . Adanya kesempatan di bidang ekonomi yang seimbang. konflik diselesaikan lewat pengadilan. c. Perilaku ini timbul karena masing-masing pihak berusaha menghindarkan diri dari perselisihan. Tetapi dalam mediasi. antara lain sebagai berikut. Seperti halnya arbitrase. Stalemate Bentuk akomodasi ini terjadi ketika masing-masing pihak menghentikan konflik karena kekuatan yang seimbang. Sebaliknya. yang terwujud dalam bentuk saling menghargai. Proses asimilasi digolongkan sebagai proses asosiatif. Peradilan (ajudikasi) Dalam adjudikasi. Sikap dan kesediaan saling menenggang (toleransi). Perkawinan campuran. Asimilasi Proses asimilasi adalah proses sosial yang masing-masing pihak terdorong keinginannya untuk bergabung dan bekerja sama dalam mewujudkan suatu keharmonisan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses asimilasi.

Adanya perbedaan ciri-ciri badaniah. a. dan lembaga kemasyarakatan. Persaingan kebudayaan. Adanya perasaan in-group yang kuat. 68 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Adanya perbedaan kepentingan antarkelompok. Perasaan superioritas atas kebudayaan kelompok tertentu. Minimnya pengetahuan dari salah satu kelompok atas kebudayaan kelompok lain. Adanya diskriminasi. Juni 2001 Gambar 3. kontravensi. persaingan ini timbul karena adanya keinginan-keinginan dari tiap orang untuk mempunyai kedudukan dan peranan yang lebih tinggi dari yang sudah dimiliki. persaingan ini timbul ketika jumlah persediaan yang terbatas tidak seimbang dengan jumlah konsumen yang ada. Ketakutan atas kekuatan kebudayaan kelompok lain. dan pertentangan (konflik). pendidikan. Persaingan terjadi dalam beberapa bentuk. terdiri dari persaingan (kompetisi). Sumber: Fotomedia. Persaingan ekonomi. keagamaan. Adapun bentuk-bentuk interaksi yang bersifat disosiatif.2 Proses asimilasi bisa dilakukan melalui perkawinan campuran. Persaingan dalam hal kedudukan dan peranan. yaitu sebagai berikut.Ada isolasi kebudayaan dari salah satu kebudayaan kelompok. Persaingan (kompetesi) Persaingan merupakan proses sosial yang ditandai dengan adanya persaingan antarindividu atau kelompok dalam mencari keuntungan dengan cara menarik perhatian tanpa menggunakan ancaman atau kekerasan.

bentuk tubuh. dan corak rambut. Proses sosial semacam ini ditandai dengan keragu-raguan terhadap kepribadian seseorang dan perasaan tidak suka yang disembunyikan atau kebencian terhadap seseorang. Kontravensi Kontravensi merupakan sikap mental yang tersembunyi terhadap orang lain atau terhadap unsur-unsur kebudayaan golongan tertentu. Pertentangan dapat terjadi karena adanya perbedaan pendirian dan perasaan di antara individu dan perbedaan latar belakang kebudayaan. KELOMPOK DAN ORGANISASI SOSIAL Dalam suatu masyarakat dapat terbentuk community sentiment. dan politik. persaingan ini terjadi karena perbedaan warna kulit. c. 1. Selain itu. Menurutmu apakah persaingan dapat dipakai untuk menyeleksi kemampuan seseorang? Jelaskan pendapatmu! 2. sosial. perubahan sosial yang berlangsung dengan cepat yang akan mengubah nilai masyarakat yang ada sering kali juga menimbulkan konflik dalam masyarakat. Bagaimana terjadinya konflik dalam masyarakat? 4. ada pula dorongan Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 69 . Sebutkan jenis-jenis proses sosial asosiatif dan disosiatif! 3. Upaya-upaya apa yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan suatu konflik sosial? C. dan sepenanggungan di antara sesama anggota masyarakat. Konflik juga dapat terjadi karena adanya perbedaan kepentingan antarindividu maupun kelompok di bidang ekonomi.Persaingan ras. b. Di sisi lain. BENTUK-BENTUK INTERAKSI YANG MENDORONG TERCIPTANYA LEMBAGA. yaitu seperasaan. senasib. Pertentangan (konflik) Proses sosial semacam ini dilakukan oleh seorang individu atau kelompok yang berusaha mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan ancaman atau kekerasan. Adanya community sentiment dalam masyarakat dapat mewujudkan kehidupan di masa depan yang lebih baik dengan membentuk lembaga-lembaga sosial yang mengurus kebutuhan mendasar dari setiap warga masyarakat.

membentuk suatu kelompok-kelompok individu identitas yang sama dan secara khusus membentuk suatu organisasi sosial untuk mewujudkan cita-cita tertentu. Lembaga sosial ada dalam setiap masyarakat, baik dalam masyarakat tradisional maupun masyarakat modern, karena setiap masyarakat pastinya mempunyai kebutuhan-kebutuhan pokok. Kebutuhan-kebutuhan tersebut jika dikelompokkan nantinya akan terhimpun sebagai lembaga sosial. Tempat-tempat ibadah merupakan contoh lembaga-lembaga sosial dalam bidang keagamaan. Tetapi yang dimaksud di sini bukan gedungnya, melainkan semua norma dan nilai kemasyarakatannya yang mengatur hubungan antara manusia dan Tuhan. Jadi, dapat dikatakan bahwa lembaga sosial merupakan kumpulan norma masyarakat yang mengatur pergaulan hidup manusia, berkelompok-kelompok pada berbagai keperluan pokok hidup manusia. Terciptanya lembaga-lembaga sosial didorong oleh beberapa faktor, antara lain sebagai berikut. Adanya dorongan untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik kebutuhan mendasar, kebutuhan sosial, maupun kebutuhan integratif. Adanya keterbatasan benda-benda pemuas kebutuhan sehingga diperlukan adanya lembaga yang mengatur setiap pemenuhan kebutuhan manusia. Adanya keinginan untuk mewujudkan keadaan hari esok yang lebih baik dan menjamin kelangsungan hidup masyarakat. Untuk mewujudkan efisiensi kerja setiap individu yang dapat didelegasikan kepada lembaga-lembaga sosial tertentu untuk mewakilinya, misalnya: mengurus pendidikan anak di bentuk sekolah, mengurus soal keamanan dibentuk polisi dan militer, serta menyelenggarakan keadilan dan perlindungan hukum, dibentuklah kejaksaan dan pengadilan, dan seterusnya. Lembaga sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok manusia mempunyai beberapa fungsi, yaitu memberikan pedoman pada anggota masyarakat bagaimana harus bertingkah laku dalam menghadapi masalah yang timbul dalam masyarakat. Selain itu, lembaga sosial juga berfungsi untuk menjaga keutuhan masyarakat dan memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial. Menurut Gilin dan Gillin, lembaga-lembaga sosial dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi lima macam, antara lain sebagai berikut. a. Crescive institutions dan enacted institutions yang merupakan klasifikasi dari sudut perkembangannya. Crescive institutions yang juga disebut lembaga-lembaga yang paling primer merupakan lembaga-lembaga yang secara tak disengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat. Contoh: hak milik, perkawinan, agama, dan seterusnya. Sebaliknya adalah enacted institutions dibentuk dengan sengaja guna

tercapainya tujuan tertentu dan tetap berpedoman pada adat istiadat, selanjutnya diserahkan kepada pemerintah. Contoh: pendidikan (madrasah). b. Basic institutions dan subsidiary institutions. Basic institutions dianggap sebagai lembaga kemasyarakatan yang sangat penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Di Indonesia, misalnya keluarga, sekolah-sekolah, dan negara dianggap sebagai basic institutions yang pokok. Sebaliknya adalah subsidiary institutions yang merupakan lembaga sosial yang kurang penting. Contoh: rekreasi, olahgara, dan menyanyi. c. Approved atau social sanctioned institutions adalah lembaga-lembaga yang diterima masyarakat seperti misalnya sekolah, perusahaan dagang, dan lainlain. Sebaliknya adalah unsanctioned institutions yang ditolak oleh masyarakat walau kadang-kadang masyarakat tidak berhasil untuk memberantasnya, seperti misalnya kelompok penjahat-penjahat, pemeras, pencoleng, dan sebagainya. d. General institutions dan restricted institutions, lembaga ini timbul apabila klasifikasi terebut berdasarkan pada faktor penyebarannya. Misalnya, agama merupakan suatu general institutions, oleh karena dikenal oleh hampir semua masyarakat di dunia ini. Agama-agama Islam, Protestan, Katolik, Budha, dan lain-lainnya merupakan restricted institutions karena dianut oleh masyarakatmasyarakat tertentu di dunia ini. e. Berdasarkan fungsinya, ada perbedaan antara operative institutions dan regulative institutions. Yang pertama berfungsi sebagai lembaga yang menghimpun polapola atau tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan, seperti misanya lembaga industrialisasi. Yang kedua, bertujuan untuk mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan yang tidak menjadi bagian yang mutlak daripada lembaga itu sendiri. Contoh adalah lembaga-lembaga hukum. Dalam interaksi yang dilakukan manusia, akan terdapat suatu hubungan timbal balik, saling mempengaruhi, dan saling menolong. Hubungan-hubungan tersebut akan menjadikan manusia dalam berbagai himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia. Himpunan-himpunan tersebut nantinya akan menimbulkan kelompok-kelompok sosial di dalam kehidupan manusia. Berikut merupakan faktor-faktor yang mendorong terbentuknya kelompokkelompok sosial. Adanya kesadaran dari sekelompok individu yang merasa memiliki identitas yang sama. Adanya keinginan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan individu dalam kelompok. Adanya keinginan untuk membela hak-hak dan kepentingan dari individu di dalam kelompok.
Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial

71

Adanya keinginan untuk mendominasi struktur masyarakat seperti kekuasaan dan pemerintahan yang ada di dalam masyarakat.

Dalam sejarah perkembangan sosiologi, terutama di Jerman kita mengenal salah satu tokoh yang cukup populer, yaitu Max Weber, dengan berbagai macam tulisan dan argumentasinya. Max Weber, sosiolog berkebangsaan Jerman dengan latar belakang pendidikan di bidang hukum berpendapat Sumber: www.mohr.de bahwa ada pengaruh faktorfaktor politik, agama, dan ekonomi terhadap perkembangan hukum dan kehidupan sosial masyarakat. Salah satu argumen-tasinya yang terkenal adalah argumentasi tentang hukum, baik di lingkungan nasional maupun di lingkungan internasional. Pada masalah hukum ini, Max Weber mengatakan ada empat tipe ideal dari norma hukum yang ada di dalam masyarakat, yaitu sebagai berikut. 1. Hukum Irasional dan Material 2. Hukum Irasional dan Formal 3. Hukum Rasional dan Material 4. Hukum Rasional dan Formal

Organisasi sosial sendiri terbentuk atas dasar dorongan-dorongan yang sedikit berbeda dengan terbentuknya lembaga dan kelompok sosial, antara lain: Adanya cita-cita bersama untuk mewujudkan suatu keadaan yang lebih baik. Adanya pembagian tugas untuk mengurus kepentingan organisasi.
72
Sosiologi SMA/MA Kelas X

1. dan anggota dalam suatu organisasi. sekretaris. olahraga. dan lain-lain. Semua pihak berpijak pada statusnya. terdapat empat macam bentuk interaksi sosial antara lain sebagai berikut. kelompok-kelompok sosial. hubungan antarkepentingan merupakan hubungan antara pihak yang satu dengan pihak yang lain di dalam masyarakat yang berorientasi pada terpenuhinya kepentingan dari masing-masing pihak. 2. Berikut beberapa karakteristik yang menandai adanya hubungan antarstatus. Contoh: hubungan kedinasan di dalam militer antara atasan dan bawahan atau hubungan antara ketua. Hubungan Antarstatus Hubungan antarstatus terjadi dalam suatu organisasi. Jadi. Hubungan yang terjalin berpedoman pada kedudukan masing-masing dalam suatu organisasi yang bersifat formal sehingga interaksi masing-masing pihak didasarkan pada statusnya masing-masing. Adanya keinginan untuk mengembangkan kepentingan bersama seperti industri. Hubungannya bersifat resmi. dapat dikatakan bahwa organisasi adalah sekumpulan orang atau individu dalam suatu kelompok yang saling berinteraksi dan bekerja sama yang didasarkan pada aturan-aturan tertentu untuk mencapai tujuan bersama. pedagang batik. Dalam hubungan antarkepentingan ini. dan organisasi sosial dalam masyarakat. Contoh: hubungan dalam asosiasi sepak bola. dan lain-lain. baik pemerintah maupun swasta. Hubungan Antarkepentingan Pada dasarnya. masing-masing pihak saling memberikan solidaritasnya untuk mendukung terciptanya suatu jalinan yang harmonis sehingga kepentingan dari masing-masing pihak dapat terlaksana dengan baik. Dengan adanya dorongan-dorongan untuk mewujudkan terciptanya lembagalembaga sosial.Adanya keinginan untuk menjaga kelangsungan hidup organisasi. seni dan budaya. Ada sanksi yang diberlakukan dalam setiap interaksi yang menyimpang dari ketentuan yang ada. Toleransi bersifat terbatas. Organisasi sosial sendiri terbentuk dari adanya minat dan kepentingan dari individu dalam sebuah masyarakat yang disalurkan melalui bentuk persekutuan manusia yang formal dan lebih teratur. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 73 . Bentuk hubungan tersebut didasarkan pada norma yang legal. bendahara. Semua pihak berpijak pada kepentingan masing-masing. perdagangan. Hubungan lebih bersifat legal. Hubungan antarkepentingan ini juga memiliki karakteristik berikut. bulu tangkis.

Hubungan bersifat tidak resmi. Bila dicermati. Mereka ini sangat mendambakan adanya komunikasi yang saling menguntungkan untuk menjalin suatu persahabatan atau keakraban. Tetapi pada masyarakat modern. Semua pihak tidak ada hubungan darah atau keturunan. Aktivitasnya tidak didasarkan pada peraturan yang berlaku. Berikut beberapa karakteristik dari hubungan kekeluargaan. Solidaritas sosial dalam keseharian sangat tebal. KELOMPOK.Didasarkan pada norma-norma tertentu yang telah disepakati. Hubungan ini merupakan hubungan kekeluargaan. hubungan kekeluargaan merupakan hubungan yang terjadi antarpihak yang memiliki hubungan darah dengan ciri solidaritas antaranggota relatif lebih tinggi dan bentuk-bentuk hubungan lebih bersifat nonformal. Contoh: hubungan dua individu yang saling bersahabat. Semua pihak berasal dari keturunan yang sama. Pada hakikatnya. Mereka lebih akrab dengan orang-orang yang mempunyai hubungan bisnis yang sama. Semua pihak saling melindungi dan memanjakan. Semua pihak saling mengupayakan agar hubungan tetap harmonis. justru relatif rendah. Bentuk hubungan dapat bersifat formal atau nonformal. Hubungan Persahabatan Hubungan persahabatan terjadi antara dua individu atau lebih yang tidak ada hubungan darah. ternyata pada masyarakat primitif dan masyarakat tradisional hubungan kekeluargaan sangat erat. antara lain sebagai berikut. Dorongan-dorongan ini 74 Sosiologi SMA/MA Kelas X . maka munculah dorongan dari warga masyarakat untuk mengatur dan mengembangkan kehidupannya agar terjadi pola hubungan yang lebih harmonis. Solidaritas sangat kuat. Ada beberapa karakteristik hubungan persahabatan. Semua pihak mempunyai orientasi yang sama. D. Solidaritas sosial relatif kuat. DAN ORGANISASI SOSIAL Bersamaan dengan proses berkembangnya suatu masyarakat. Hubungan Kekeluargaan Dalam suatu keluarga atau kerabat terdapat pola hubungan di antara orangorang yang mempunyai asal-usul dan darah keturunan yang sama. PROSES PEMBENTUKAN LEMBAGA. 3. 4.

norma. dan nilai benar-benar telah menjadi satu perwujudan dalam segala aktivitas manusia. dan nilainya mulai ada kesesuaian dalam masyarakat. yaitu tahapan keteraturan yang mulai ada akibat adanya norma/peraturan yang baru. Adanya order. Adanya tertib sosial. Norma-norma yang ada setelah mengalami suatu proses akan menjadi bagian tertentu dari lembaga sosial. akan terjadi hubungan timbal balik antara setiap anggotanya dan akan ada norma-norma yang mereka buat dan mereka taati bersama. 2. kepemimpinan yang Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 75 . Dalam kelompok tersebut. Adanya keajegan. Mula-mula norma terbentuk secara tidak sengaja. Kerumunan itu pun berkembang menjadi kelompok-kelompokkan di dalamnya telah tumbuh ikatan persamaan kepentingan.mengakibatkan terbentuknya lembaga sosial untuk mewujudkan keteraturan sosial dalam masyarakat. dan ditaati dalam kehidupan sehari-hari. perilaku sosial. Proses Pembentukan Lembaga Sosial Dalam Perkembangan Keteraturan Sosial Norma dalam masyarakat dibuat untuk menciptakan keteraturan. dapat dikatakan bahwa norma sudah melembaga. yaitu suatu tahapan yang keajegannya terus berulang sehingga membentuk suatu pola perilaku masyarakat. kemudian lama-lama dibuat secara sadar. Selain itu. di mana ketika norma sudah dikenal. yaitu tahapan yang masyarakatnya mulai memandang perlu/ meminta akan adanya tertib sosial itu sendiri. Adapun proses terbentuknya suatu keteraturan sosial adalah sebagai berikut. Untuk menciptakan suatu tertib sosial dalam masyarakat. Pada tahap ini. Adanya pola. Proses Terbentuknya Kelompok kelompok pada awalnya terbentuk melalui berkumpulnya sejumlah orang yang berekrumunan. norma. diakui. Proses inilah yang dinamakan proses pelembagaan (institutionalization). dihargai. memang diperlukan proses yang relatif panjang sehingga akhirnya terbentuk lembaga-lembaga sosial yang mengurus masing-masing kebutuhan pokok warga masyarakat yang bentuknya berbeda-beda sesuai bidangnya. persamaan senasib. persepsi atau tujuan. di dalam kerumunan tersebut telah berkembang tujuan atau kepentingan bersama. Kumpulan orang atau kerumunan dapat berubah menjadi kelompok apabila ada interaksi di antara orang-orang yang ada di dalam kerumunan tersebut dan ada ikatan emosional sebagai pernyataan bersama. 1. yaitu suatu tahapan di mana interaksi sosial.

manusia harus bekerja sama dengan orang lain. dan misi. misi. fungsi. Kerja sama dalam suatu kesatuan sistem yang teratur akan terwujud setelah diorganisasi atau dibentuk organisasi. Organisasi ini nantinya berfungsi sebagai tempat untuk menampung aspirasi dari para anggota dan sebagai alat untuk mencapai tujuan. Untuk mencapai tujuannya. kepentingan. dan ada norma yang diakui dan diikuti oleh mereka yang terlibat di dalamnya. 3. E. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat dapat direncanakan dengan perencanaan yang matang. Pembentukan organisasi diawali oleh persekutuan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan bekerja sama dan didasarkan atas persamaan profesi. namun dapat terjadi pula dalam skala kecil. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN DAN DINAMIKA SOSIAL Sebagaimana kita ketahui bahwa masyarakat senantiasa bersifat dinamis. serta berubahnya nilai dan sikap. situasi kependudukan. struktur sosial yang akan mengakibatkan berubahnya pola interaksi. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan antara lain berubahnya lingkungan alam. asas. Sumber: Koleksi editor Gambar 3. 76 Sosiologi SMA/MA Kelas X . visi. visi. disusunlah anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dari organisasi tersebut. Proses Terbentuknya Organisasi Sosial Untuk mencapai tujuan dan memenuhi kebutuhannya. Selain itu.3 Dalam suatu kelompok akan terjadi hubungan timbal balik antara anggotanya.dipatuhi. serta hak dan kewajiban masing-masing anggota. setiap organisasi mempunyai orang-orang yang memenuhi syarat untuk menduduki struktur organisasi tersebut. kedudukan. tidak pernah berhenti dari aktivitas. dan akibatnya senantiasa mengalami perubahanperubahan. Perubahan ini dapat terjadi dalam skala besar seperti adanya revolusi sosial. di mana di dalamnya dinyatakan secara jelas tujuan. dapat juga terjadi tanpa adanya perencanaan.

dan pola konsumsi bagi sebagian besar umat manusia. Pergantian Siang dan Malam Berubahnya fenomena alam ini juga membawa pengaruh pada struktur aktivitas manusia. tekanan. c. Perubahan yang Sifatnya Mendadak atau Bersifat Temporer Beberapa contohnya adalah banjir. sedangkan di Indonesia terjadi pergantian musim hujan dan kemarau. Berubahnya fenomena alam ini telah membawa pengaruh perubahan terhadap produktivitas industri es. iklim. Perubahan pola tanam ini juga turut membawa perubahan pada produktivitas. gunung meletus. d. arah angin. musim gugur. perubahan waktu. perubahan siang malam. musim dingin. produksi tanaman tertentu yang juga akan berpengaruh terhadap tingkat pendapatan. b. yaitu aktivitas-aktivitas sosial budaya yang layak dilakukan pada siang hari dan malam hari. Sumber: Tempo Gambar 3. tanah longsor. dan curah hujan sehingga mengakibatkan perubahan pola tanam bagi kegiatan pertanian. antara lain perubahan musim dan iklim yang akan berakibat pada perubahan suhu. dan lain-lain. Pergantian Musim Seperti musim panas. Adapun contoh-contoh perubahan lingkungan alam adalah sebagai berikut. dan musim semi (di daerah iklim sedang). Pergeseran Lintasan Semu Matahari Tahunan Pergeseran lintasan semi matahari tahunan ini akan membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat. a. Perubahan Lingkungan Alam Perubahan lingkungan alam pada dasarnya bersumber dari rotasi dan revolusi bumi sehingga mengakibatkan suatu siklus pergantian seperti musim.1. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 77 . gempa bumi. dan seterusnya. Perubahanperubahan lingkungan alam ini menyebabkan manusia harus melakukan penyesuaian terhadap perubahan-perubahan itu sendiri.4 Banjir merupakan fenomena alam yang sifatnya mendadak dan temporer.

Perubahan Situasi Kependudukan Melalui proses natalitas dan mortalitas. Perubahan komposisi penduduk dapat berpengaruh terhadap perubahan-perubahan pola aktivitas manusia yang menyangkut produktivitas kerja. urbanisasi. munculnya perumahan kumuh. tingkat kepadatan penduduk. serta fasilitas-fasilitas yang lain. volume ekspor barang dan jasa. komposisi penduduk. busway. situasi kependudukan bersifat sangat dinamis (artinya selalu berubah-ubah). perbandingan antara kelompok produktif dan nonproduktif. sekolah. pendidikan. dan lain-lain.Berubahnya fenomena alam menjadi penyebab berubahnya aktivitas manusia untuk melakukan evakuasi atau pemindahan lokasi tempat tinggal serta aktivitasaktivitas penyelamatan lainnya. Perubahan Persebaran Penduduk Ada banyak dorongan mengapa orang mengalami perpindahan tempat. bank. Dorongandorongan tersebut antara lain sebagai berikut. masalah kemacetan lalu lintas. dan lain-lain. emigrasi. juga karena adanya mobilitas seperti imigrasi. Bencana-bencana alam ini juga dapat mengakibatkan kerugian-kerugian yang dapat mengubah tingkat pendapatan atau pun kekayaan banyak orang. kantor pos. persebaran penduduk. Yang pasti bahwa berubahnya tingkat kepadatan penduduk akan sangat mempengaruhi berbagai pola aktivitas manusia. Perubahan Tingkat Kepadatan Penduduk Kepadatan penduduk pada dasarnya adalah bilangan yang menyatakan berapa banyaknya penduduk pada tiap-tiap kawasan di muka bumi seluas 1 km2. munculnya rumah susun. Perubahan Jumlah Penduduk Perubahan jumlah penduduk dapat memunculkan kebijaksanaan-kebijaksanaan oleh penguasa dalam mengatasi segala permasalahannya seperti masalah kesehatan. Kepadatan penduduk ini dapat berubah-ubah karena kelahiran dan kematian. dan lain-lain. perumahan. 2. rumah sakit. munculnya solusi jalan layang. dan lain-lain. dan kulitas penduduk. kebijaksanaan three in one pada jalur-jalur tertentu. 78 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Misalnya. ruralisasi. Wujud perubahan-perubahan inilah yang merupakan dinamika kehidupan sosial budaya masyarakat. serta komposisi penduduk menurut tingkat pendidikan. d. dan lain-lain. pendapatan. c. perbandingan antara pria dan wanita. Bentuk-bentuk perubahan situasi kependudukan ini antara lain terjadi pada jumlah penduduk. Berubahnya tingkat kepadatan penduduk akan merubah banyak hal seperti meningkatnya harga tanah. Perubahan Komposisi Penduduk Komposisi penduduk adalah perbandingan-perbandingan antara kelompokkelompok penduduk. Berubahnya jumlah penduduk juga menuntut perubahan-perubahan fasilitas umum seperti jalan raya. a. b.

dan personil kabinet. Pendidikan. angka harapan hidup. pertumbuhan investasi. dan lain-lain. Berubahnya personil-personil pemangku status sosial mulai dari atas sampai ke bawah. Tinjauan ini dapat diindikasikan oleh data-data kesehatan. 4. pejabat tinggi negara. pemerataan pendapatan. d. tingkat kelahiran dan kematian. peningkatan produktivitas kerja. dan efektifitas kerja. masalah pendidikan. proses sosialisasi. masalah kurs nilai mata uang. Dengan berpindahnya penduduk dari satu daerah ke daerah yang lain akan mewujudkan banyak perubahan-perubahan. Situasi yang berubah-ubah pula meliputi masalah keamanan.Alasan Alasan Alasan Alasan Alasan perkawinan pendidikan mengadu nasib atau mencari pekerjaan keamanan tugas atau pekerjaan. Perubahan Nilai dan Sikap Nilai dan sikap yang dianut dalam diri seorang individu dapat mengalami pergeseran atau perubahan akibat situasi yang dinamis. Contoh-contoh perubahan struktur sosial antara lain sebagai berikut. baik yang menyangkut peraturan-peraturan maupun personil-personil akan menumbuhkan banyak perubahan atau dinamika sosial seperti berubahnya kebijaksanaan. pendidikan. dan lain-lain. Berubahnya undang-undang dasar. Berubahnya struktur sosial. misalnya berubahnya personil presiden dan wakil presiden. dan peraturan-peraturan pelaksanaannya. mengakibatkan perubahan pola interaksi. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 79 . percampuran kebudayaan. berubahnya pola kerja yang akan berakibat memburuk atau membaiknya situasi umum dalam masyarakat. Dengan berubahnya struktur sosial. 3. Perubahan Struktur Sosial Yang dimaksud dengan struktur sosial adalah keseluruhan dari bangunan konstruksi masyarakat yang menyangkut kedudukan dan peran dari tingkat atas hingga tingkatan bawah. dan Tingkat Pendapatan Kualitas penduduk adalah keadaan secara umum mengenai tingkat kesejahteraan dan tingkat peradaban suatu masyarakat. yaitu masalah penyesuaian diri. pembauran ras. Dengan berubahnya kualitas penduduk secara sosiologis. dan lain-lain. angka pendapatan perkapita. Perubahan Kualitas Penduduk yang Menyangkut Kesehatan. efisiensi. tingkat pendapatan. undang-undang. akan mempengaruhi pola konsumsi. dan lain-lain. serta berubahnya personil-personil dari tiap-tiap kedudukan dan peran yang ada di dalam masyarakat.

Akibat dari gerakan sosial ini akan memunculkan pembaharuan tatanan kehidupan dalam masyarakat. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan dan dinamika sosial dalam masyarakat dapat juga diklasifikasikan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. masalah keadilan. misalnya adalah masalah pemerintahan. Menganggap pendidikan tidak penting menjadi pendidikan sangat penting. Gerakan sosial ini dapat berupa tuntutan-tuntutan. yaitu perubahanperubahan yang berlangsung relatif cepat yang menyangkut bidang-bidang kehidupan yang sangat mendasar. mulai dari bentuk negara.masalah kesehatan. Misalnya. Discovery. Faktor Internal Yaitu faktor penyebab yang berasal dari dalam masyarakat sendiri. protes. aksi pemogokan. dan seterusnya. Hal-hal yang dapat menyebabkan munculnya perubahan-perubahan dan dinamika sosial yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri adalah sebagai berikut. orang menjadi gemar menabung. masalah personil pejabat negara. Pandangan terhadap masa lampau menjadi berpandangan pada masa yang akan datang. lembaga kemasyarakatan. yaitu penemuan baru yang belum diterima oleh kalangan luas masyarakat dan belum diaplikasikan dalam bentuk penerapan teknologi. dan lain-lain. dan lain-lain. Adanya perubahan dalam nilai sentral (nilai yang paling dipedomani seseorang) akan mengakibatkan perubahan pola perilaku. masalah penegakan hukum. Adapun penjabaran faktor-faktor internal dan eksternal yang menyebabkan perubahan dan dinamika sosial itu sebagai berikut. 80 Sosiologi SMA/MA Kelas X . sampai pada keluarga-keluarga yang mendiami negara tersebut. Gerakan sosial ini sering disebut revolusi sosial. yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat dan dari luar masyarakat itu sendiri. Contoh-contoh perubahan nilai dan sikap antara lain sebagai berikut. demonstrasi hingga berbentuk perang saudara atau suatu kudeta. lebih mementingkan pendidikan. Gerakan Sosial (Social Revolution) Gerakan sosial adalah akumulasi dari kehendak sebagian warga masyarakat untuk melakukan perubahan-perubahan yang bersifat fundamental dalam suatu masyarakat. Tidak gemar menabung menjadi gemar menabung. a. dan lain-lain. sangat berhati-hati karena keamanan memburuk. Penemuan baru ini dapat berupa discovery dan invention. Penemuan Baru (Invention dan Discovery) Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan manusia melakukan berbagai macam penelitian hingga menghasilkan sesuatu yang baru. Revolusi yang terjadi di suatu negara dapat mendorong terjadinya perubahan besar. Pola keluarga besar menjadi pola asuh keluarga kecil.

Untuk keberhasilan pelaksanaan pembangunan. suatu program pembangunan tidak akan tercapai meskipun ada perencanaan yang baik. Adanya perencanaan yang baik. perubahan-perubahan yang diidealkan pada masa yang akan datang telah disusun dalam suatu perencanaan perubahan yang disebut pembangunan. Sebaliknya. menerima. maka yang terjadi adalah hambatan-hambatan dalam setiap segi pelaksanaan pembangunan. Invention. yaitu perencanaan yang sesuai dengan kemampuan. yaitu iklim masyarakat yang aman. Discovery akan menjadi invention apabila masyarakat sudah mengakui. Apabila dalam suatu pelaksanaan pembangunan telah dilaksanakan persis seperti rencananya tetapi belum menunjukkan hal-hal yang baik seperti yang diinginkan. apabila situasi keamanan terganggu. baik alat maupun gagasan yang diciptakan seseorang. Perencanaan pembangunan yang baik adalah perencanaan pembangunan yang penyusunannya melibatkan partisipasi seluruh lapisan dan golongan sehingga akan sesuai dengan nilai-nilai kemampuan. nilai-nilai kebutuhan. Adanya stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. dan tertib sehingga semua program pembangunan dapat berjalan dengan lancar dan selamat. maka yang buruk adalah perencanaan pembangunannya. Perencanaan Perubahan (Pembangunan) Pada masyarakat modern. Discovery dapat terwujud dalam bentuk penemuan unsur kebudayaan. Kemudian.Tetapi penemuan baru ini telah menunjukkan sesuatu kebenaran yang belum pernah ada yang diperoleh melalui suatu penelitian atau suatu penjelajahan. dan nilai-nilai budaya masyarakat. kebutuhan. nilai-nilai kebudayaan masyarakat. diperlukan beberapa syaratsyarat sebagai berikut. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 81 . Adanya dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Invention ini seringkali akan mengakibatkan munculnya berbagai macam inovasi terutama di bidang teknologi. pelaksanaan pembangunan yang baik adalah pelaksanaan pembangunan yang telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun tersebut. Selanjutnya GBHN ini akan diserahkan kepada Presiden selaku Mandataris MPR untuk dilaksanakan selama lima tahun ke depan. yaitu penemuan baru yang telah diterima oleh kalangan luas masyarakat dan telah diaplikasikan dalam bentuk teknologi baru yang bermanfaat bagi orang banyak. dan menciptakan penemuan baru tersebut. nyaman. Tanpa adanya dukungan. Di Indonesia. perencanaan pembangunan ini dirumuskan oleh MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) yang merupakan penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia dalam sebuah perencanaan yang disebut GBHN (Garisgaris Besar Haluan Negara).

Sebaliknya. serta proses percampuran kebudayaan ini merupakan percampuran antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan asing. Akulturasi Kebudayaan Yaitu proses bercampurnya dua kebudayaan atau lebih secara damai dan sukarela. generasi tua justru tidak begitu saja menerima unsur kebudayaan tersebut. dalam hal ini adalah presiden hingga seluruh jajaran aparatur negara.Adanya optimalisasi pencapaian pelaksanaan pembangunan oleh penguasa. Faktor eksternal Yaitu faktor penyebab perubahan yang berasal dari luar masyarakat. proses percampuran kebudayaan berjalan secara damai dan sukarela. percampuran-percampuran itu sungguh-sungguh 82 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Pertentangan antara generasi muda dengan generasi tua merupakan contoh pertentangan antara kelompok dengan kelompok. Proses asimilasi kebudayaan merupakan proses percampuran yang terbaik karena tidak ada unsur paksaan dan terjadi dalam suatu hubungan yang sangat harmonis. b. Bertambah atau berkurangnya penduduk. Hal ini juga menyebabkan perubahan dan dinamika sosial budaya. Asimilasi Kebudayaan Yaitu proses percampuran dua kebudayaan atau lebih yang berlangsung sangat panjang dan akrab sehingga dapat membuat corak kebudayaan khasnya menjadi luntur sama sekali sehingga sulit untuk dikenali. Ciri-ciri akulturasi kebudayaan antara lain: corak kebudayaan setempat yang mengalami percampuran masih tampak sifat-sifat khasnya. proses percampuran ini lebih bersifat menyempurnakan. Dengan begitu. antara lain: Pengaruh Kebudayaan Lain Melalui proses interaksi antarindividu maupun antarkelompok antara bangsa yang satu dan bangsa yang lain akan mengakibatkan akulturasi. dan antara individu dengan individu. Generasi muda lebih mudah menerima unsur-unsur kebudayaan baru. asimilasi. Hal ini mempengaruhi lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada. hal ini terlihat misalnya dalam hal pergaulan. dan penetrasi kebudayaan. dan sewa tanah. terutama percampuran antara kebudayaan setempat dan kebudayaan asing yang bersifat melengkapi atau menyempurnakan. sistem bagi hasil. antara kelompok dengan kelompok. Pertentangan dalam masyarakat di antara individu dengan kelompok. Berkurangnya penduduk karena perpindahan penduduk ke daerah lain juga menyebabkan kekosongan pada lapangan pekerjaan. Pertambahan penduduk membuat masyarakat pun mulai mengenal hak milik seseorang atas tanah.

Setiap perubahan sosial mesti terdapat pihak-pihak yang dirugikan dan pihak-pihak yang diuntungkan. terjadi pengikisan budaya lokal. Jelaskan bagaimana solusinya! 3. seseorang yang tinggal di daerah pantai meninggalkan daerahnya ke daerah pertanian karena bencana banjir. penjajahan ekonomi. serta berikan contoh-contohnya! 2. misalnya dalam hal mata pencarian. atau pun penjajahan. meluasnya budaya masyarakat penjajah. angin topan. Tipe-tipe penetrasi budaya dapat berlangsung melalui penjajahan fisik. Pengaruh Lingkungan Alam Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa alam senantiasa mengalami perubahan-perubahan dalam bentuk siklus yang teratur maupun siklus yang tidak teratur. Penetrasi budaya ini terjadi dari budaya masyarakat yang kuat kepada budaya masyarakat yang lemah. dan sifat-sifat khas dari budaya setempat menjadi luntur bahkan hilang sama sekali hingga sangat sulit untuk dikenali. Berikan dua buah contoh bahwa perubahan sosial dalam masyarakat terjadi akibat perubahan nilai dan sikap! Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 83 . wilayahnya saling berdekatan. penindasan. dan corak kebudayaan khas menjadi luntur sehingga membentuk corak budaya yang baru yang merupakan perpaduan dari hasil percampuran tersebut. Jelaskan bagaimana pengaruh lingkungan alam terhadap perubahan sosial dan budaya. Ciri-ciri asimilasi kebudayaan antara lain: proses percampurannya berlangsung dalam waktu yang sangat panjang. Penetrasi Kebudayaan Yaitu proses percampuran dua kebudayaan atau lebih. Misalnya. dan banjir besar termasuk bencana yang tidak hanya ikut merubah lingkungan alam. 1. Ia pun menyesuaikan dirinya dengan menjadi petani. Gempa bumi.dikehendaki oleh semua pihak. Perubahan yang direncanakan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat. Jelaskan bagaimana membuat perencanaan perubahan yang baik! 4. tetapi juga melahirkan perubahan-perubahan dalam masyarakat. atau melalui sistem religi atau agama dan kepercayaan. Perubahan-perubahan lingkungan alam ini mendorong manusia untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian agar dapat bertahan hidup. hubungannya sangat akrab atau intim. Ciri-ciri penetrasi kebudayaan antara lain: proses percampurannya melalui suatu pemaksaan. tetapi melalui pemaksaan.

interaksi sosial merupakan sarana yang sangat fundamental untuk membentuk karakter dan perilaku setiap individu. misalnya macetnya proses pemasaran. budi pekerti. proses kerja sama. dan dasar-dasar dari norma agama. Dalam interaksi yang dilakukannya. Terjadinya kerja sama antara individu-individu atau antara kelompok-kelompok dalam interaksi sosial merupakan bentuk adanya keteraturan sosial dalam masyarakat. Oleh karena itu. distribusi tenaga kerja.5 Kerja sama diperlukan untuk mencapai tujuan bersama. kesopanan. pengiriman bahan baku. INTERAKSI SOSIAL DAN KETERATURAN SOSIAL Dalam membangun terciptanya keteraturan sosial dalam dinamika kehidupan sosial. Di sisi lain. Dalam interaksi yang dilakukan. Peperangan dengan negara lain juga dapat menyebabkan perubahan. Peperangan ini sering kali akan memunculkan implikasi yang negatif. individu akan memahami norma-norma sosial sekaligus dapat mematuhinya. sangat diperlukan peranan orang tua dalam rangka membentuk generasi muda yang memahami norma-norma kesusilaan. dan lain-lain sehingga akan menimbulkan perubahanperubahan yang lebih bersifat destruktif. sekolah merupakan media kedua yang sangat strategis untuk menyelenggarakan interaksi sosial yang terarah dan untuk menciptakan warga masyarakat yang berkualitas secara intelektual. Interaksi sosial terjadi pertama kali dalam lingkungan keluarga dan kerabat. di mana seringkali negara yang menang akan memaksakan kebudayaannya terhadap negara yang kalah. manusia akan melakukan kerja sama. F. Sumber: Indonesia Indah Gambar 3. 84 Sosiologi SMA/MA Kelas X .Peperangan Yang dimaksud dengan peperangan adalah konflik atau pertikaian antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain di luar batas-batas negara. Kerja sama inilah yang mendorong terbentuknya suatu sistem norma sosial yang baku dalam pergaulan hidup bermasyarakat.

Interaksi sosial merupakan bentuk umum dari proses sosial. Kemajemukan ini pasti akan mendorong pula terjadinya keragaman dalam interaksi sosial. kita pun harus dapat menciptakan keteraturan sosial di tengah-tengah keragaman tersebut. jika ada keteraturan sosial dalam masyarakat. hal tersebut harus diciptakan oleh masing-masing individu yang hidup dalam masyarakat. hubungan sosial yang muncul pun akan bersifat dinamis di mana ada timbal balik dan saling mempengaruhi dalam hubungan tersebut. karena keteraturan sosial dapat menjamin semua kepentingan. Keteraturan sosial di dalam masyarakat tidak akan terjadi dengan sendirinya. sebaliknya jika berlangsung negatif akan mendatangkan konflik. Seperti kita ketahui bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk dalam hal suku. Ketika kita sudah memahami dan mematuhi nilai dan norma yang berlaku. 1. Agar interaksi sosial berlangsung positif. Coba amatilah perilaku sosial dari seluruh komponen sekolah dan buatlah deskripsinya secara ringkas! 2. Keteraturan sosial menjadi idaman semua orang. agama. interaksi sosial bagi seorang anak sangat penting dalam membentuk karakter sosial yang baik dan mampu menghasilkan calon-calon warga masyarakat yang baik. Artinya. bahasa. Menurutmu komponen-komponen apakah yang perlu dibenahi dan bagaimana solusinya? Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 85 . baik individu maupun kelompok. Oleh karena itu. interaksi yang kita hasilkan pun akan mengarah pada kerja sama dan berlangsung positif. Dengan sendirinya. Kepentingankepentingan tersebut dapat terpenuhi secara wajar tanpa adanya konflik dengan pihak lain. keteraturan sosial di tengah keragaman masyarakat pun akan tercipta. Sebagai individu. Interaksi sosial yang berlansung positif akan mengarah pada kerja sama. dan adat istiadatnya. kita pun sebagai anggota masyarakat harus mematuhi norma-norma yang berlaku dan saling menghormati satu sama lain. diperlukan adanya keteraturan sosial. Bagaimana menciptakan keteraturan sosial di lingkungan sekolahmu? 3. budaya. Untuk mewujudkan keteraturan sosial. Proses sosial sendiri muncul karena adanya hubungan-hubungan yang terjadi di antara manusia yang bersifat dinamis.

yaitu membentuk suatu geng yang mengarah pada akumulasi tenaga Sosiologi SMA/MA Kelas X . anak-anak membentuk suatu kelompok-kelompok bermain dengan ekses negatif. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. baik aparat keamanan (tentara dan kepolisian) maupun semua warga masyarakat sebagai komponen bangsa. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. diperlukan perhatian dari semua pihak. Dalam konteks ini peranan aparat keamanan lebih strategis dan lebih penting daripada peranan rakyat biasa sebagai warga masyarakat. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Setujukah kalian dengan pendapat pada alinea terakhir bacaan di atas? Jelaskan disertai dengan data-data pendukung! 2. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Bagaimana solusi menciptakan kamtibmas di lingkungan kalian? MENGELIMINIR BUDAYA TAWURAN P 86 ada pergaulan remaja terutama di lingkungan sekolah. Terwujudnya keamanan dan ketertiban akan menjamin kelancaran roda pemerintahan dan terciptanya stabilitas nasional yang mantap. Untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban di dalam masyarakat.MEWUJUDKAN KAMTIBMAS DALAM MASYARAKAT K eamanan dan ketertiban merupakan sesuatu yang sangat mahal harganya yang dapat mempengaruhi kelancaran proses interaksi antarwarga masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya.

Mengapa justru budaya tawuran sangat rentan pada anak-anak usia remaja? 3. maka terjadi perkelahian di antara kedua geng tersebut. Bagaimana cara-cara untuk mencegah terjadinya tawuran? INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Setiap masyarakat terdiri dari individu-individu yang bersifat heterogen. artinya masing-masing individu mempunyai latar belakang sosial ekonomi yang sangat berbeda-beda. Bagaimana pendapat kamu tentang kerugian akibat adanya tawuran? 2. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 87 . Sebagai hasil proses interaksi sosial. dan sebagainya. Proses ini telah mendorong orang untuk memperbaiki atau merevisi hidupnya termasuk kebudayaannya seperti pola pikirnya. Proses inilah yang dimaksud dengan proses perubahan sosial dan budaya yang dalam kurun waktu yang panjang disebut dinamika sosial budaya. serta budaya-budaya baru yang diperoleh dari orang lain atau dari masyarakat yang lain. Tindakan ini di satu sisi memang menjadi sarana pergaulan untuk menyerap pengetahuan dan keterampilan dari satu pihak kepihak yang lain. Tetapi seringkali muncul sebagai kelompok-kelompok fisik yang cenderung mengembangkan budaya tawuran dengan kelompok yang lain.fisik untuk mempertahankan kepentingan kelompoknya. Kejadian ini sering kali dilakukan setelah usai sekolah atau bahkan meninggalkan jam pelajaran untuk berkelahi dengan kelompok yang lain. setiap orang dalam masyarakat akan mendapatkan pengetahuan. perumahannya. Keadaan ini telah mendorong secara naluriah bagi tiap-tiap individu untuk bekerja sama dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Pertanyaan: 1. mata pencariannya. Proses pemenuhan kebutuhan ini dilakukan melalui interaksi sosial yang berlangsung terus-menerus. nilai-nilai. baik antaranggota masyarakat dalam suatu masyarakat atau pun antarmasyarakat yang berbeda struktur budayanya. Ada kalanya kelompok yang satu bertemu dengan kelompok yang lain dan timbul masalah yang sifatnya relatif sepele.

Faktor-faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial Sugesti Simpati Imitasi Motivasi Identifikasi Empati 5. Bagaimana peranan norma dan nilai dalam proses interaksi sosial? 2. 4. maka terbentuk pula community sentiment. Apa sajakah yang dapat diperoleh bagi seseorang melalui proses interaksi sosial dengan individu yang lain. dan sepenanggungan yang muncul di dalam 88 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Dengan terbentuknya suatu masyarakat. seluruh elemen masyarakat beserta dengan perangkat-perangkatnya saling berinteraksi dan mempengaruhi sehingga mewujudkan suatu gerak dari keseluruhan komponen yang ada di dalam masyarakat. dan hubungan antara kelompok individu dengan kelompok individu. Sebutkan bentuk-bentuk kerja sama seperti apa yang kamu alami ketika kamu masih anak-anak? 4. 3. Dinamika sosial dapat berupa perubahan-perubahan yang positif maupun yang negatif. yaitu seperasaan. Mengapa perubahan sosial budaya suatu bangsa perlu direncanakan secara saksama dalam waktu sebelumnya? Jelaskan alasanmu! 1. Di dalam dinamika sosial.Pertanyaan: 1. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dengan individu. akan terjadi proses pemindahan nilai-nilai pengetahuan dan keterampilanketerampilan dari pihak yang satu kepada pihak yang lain sehingga menimbulkan perubahan-perubahan. baik dalam satu masyarakat atau pun antarmasyarakat? 5. Interaksi sosial merupakan komponen yang paling dasar dalam mewujudkan suatu dinamika sosial dan budaya di dalam masyarakat. Dinamika sosial pada hakikatnya merupakan keseluruhan perubahan dari seluruh komponen masyarakat dari waktu ke waktu. Dengan interaksi sosial. 2. Jelaskan bagaimana kaitan antara interaksi sosial dan dinamika sosial budaya? 3. individu dengan kelompok individu. senasib.

persamaan senasib. 9. 6. Interaksi sosial yang mengarah pada kerja sama dengan sendirinya akan menciptakan keteraturan sosial. dalam kelompok tersebut telah terjadi hubungan timbal balik dan ada norma-norma yang dipatuhi oleh masingmasing anggota. Selain itu.hati setiap warga masyarakat. dan misi. Ada hubungan timbal balik antara interaksi sosial dan keteraturan sosial. suatu kerumunan dapat dikatakan telah menjadi kelompok. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 89 . Kelompok diawali degnan orang-orang yang berkerumun dan berinteraksi. Jika di dalamnya telah tumbuh ikatan persamaan kepentingan. visi. yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal Gerakan sosial (sosial revolution) Penemuan baru (invention dan discovery) Perencanaan perubahan pembangunan b. Proses pembentukan lembaga sosial dalam perkembangan keteraturan sosial tertib sosial keajegan order pola perilaku 8. Hubungan antarstatus Hubungan kekeluargaan Hubungan antarkepentingan Hubungan persahabatan 7. Faktor eksternal Pengaruh kebudayaan lain Pengaruh lingkungan alam Peperangan 11. Untuk mewujudkan kehidupan di masa depan yang lebih baik. kehidupan bersama dalam masyarakat akan terbangun dengan kokoh. Kerja sama ini dapat didasari oleh adanya persamaan profesi. kepentingan. Proses terbentuknya organisasi sosial. 10. Terbentuknya organisasi diawali oleh persekutuan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan bekerja sama. persepsi atau tujuan. Proses terbentuknya kelompok. Faktor-faktor penyebab perubahan dan dinamika sosial Perubahan lingkungan alam Perubahan situasi kependudukan Perubahan struktur sosial Perubahan nilai dan sikap Selain faktor-faktor di atas. a. dibentuklah lembaga-lembaga sosial yang mengurus kebutuhan mendasar dari setiap warga masyarakat. Dengan community sentiment ini. perubahan dan dinamika sosial juga disebabkan oleh dua faktor.

Status sosial dapat mempengaruhi pola interaksi sosial. ada pelaku dan dimensi waktu C. ascribed status E. empati E. coercion B. ada tujuan yang hendak dicapai dan simbol D. . . Interaksi sosial dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. akomodasi C. asimilasi 90 Sosiologi SMA/MA Kelas X D. . assigned status B. Salah satu bentuk proses sosial asosiatif antara lain kerja sama. Interaksi sosial dapat dinamakan proses sosial. . A. adapun contoh bentuk kerja sama antara lain . achieved status 3. sosialisasi D. imitasi B.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. A. akulturasi C. C. tipe status D. . salah satu bentuk proses yang disosiatif antara lain . . A. kompetisi B. A. dalam proses sosial tersebut seseorang yang cenderung menanggapi anjuran tertentu dari pihak lain tanpa berpikir panjang pada individu penerima disebut . akulturasi . . . A. Interaksi sosial dapat berlangsung bilamana memenuhi syarat antara lain . B. sugesti 4. ada tindakan dan norma sosial E. identifikasi D. . simpati C. . ada pelaku dan tata nilai 2. sosial status C. status sosial dapat diperoleh melalui faktor keturunan atau kelahiran. kompetisi E. akomodasi E. ada kontak sosial dan komunikasi B. misalnya gelar ningrat yang dapat disebut dengan . . . D atau E! 1. . . . asimilasi 5.

dan 5 C. Macam-macam nilai sosial: 1. terbentuk melalui proses belajar 5. merupakan alat pendorong dan pemersatu 3. kesempatan di bidang ekonomi yang seimbang 3. rasional C. dan 5 C. dan 5 B. .6. toleransi di antara mereka 4. instrumental Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 91 . 1. 5 dan 1 C. . Perhatikan pernyataan di bawah ini! 1. nilai intelektual 5. dan patuh kepada kedua orang tuanya. 3. . nilai watak 2. nilai kebenaran. Suatu proses sosial asimilasi dapat berjalan dengan lancar. . persamaan unsur-unsur kebudayaan 2. . 1. dan 5 B. . Tingkah laku Budi tersebut merupakan contoh tindakan sosial . . 4. 1. 4. 1 dan 2 D. dan 4 E. 4. . nilai keindahan 4. 1. afektif E. Notonegoro adalah . dan 4 7. nilai kebaikan 3. 2. . 1. terisolasinya golongan tertentu Pernyataan di atas yang benar adalah . dan 5 8. 2. tradisional B. dan 3 D. 2 dan 3 E. 1. A. Budi selalu bersikap sopan. 3. dan 3 D. . . . irasional D. A. yang termasuk nilai sosial menurut Prof. 3. 2. dan 4 E. 2. mempunyai pengaruh yang berbeda Pernyataan di atas yang merupakan ciri-ciri nilai sosial adalah . 2. A. . 2. hormat. nilai ekonomi. sebagai petunjuk arah dan pemersatu 2. 3 dan 4 9. perbedaan ekstrem latar belakang budaya 5. salah satu faktorfaktor yang dapat mempengaruhi antara lain . . nilai vital Uraian di atas. 3. 4 dan 5 B. dapat ditularkan 4. nilai material. nilai religius. nilai kejasmanian. . 1. Dr. A. 2.

persaingan tidak sehat mencapai prestasi terbaik 4. . . . Perhatikan contoh bentuk-bentuk interaksi sosial berikut! 1. . . penyebaran rasa benci untuk menjatuhkan orang lain 5. kerja sama membangun perusahaan 2. . 2. . 4. A. sumber 13. komunikasi E. antara lain . 1. Dalam suatu kehidupan masyarakat. A. 4. keselarasan antara interaksi dengan norma dan nilai sosial yang berlaku B. 1. dan kelompok dengan individu. custom C. penerima C. 2. A. A. . dan 5 E. dan 3 C. 2. latar belakang pendidikan 12. sistem sosial D. kontak D. perselisihan dengan cara yang kasar Dari contoh interaksi sosial di atas. norma-norma sosial beserta sanksi-sanksi bagi yang melanggar C. . yang bersifat disosiatif adalah . ketaatan masyarakat terhadap norma sosial yang berlaku E. imitasi B. folkways 14. A. waktu dan tempat B.10. . . kepribadian dan sikap D. . Faktor penyebab terjadinya perbedaan nilai yang menjadi orientasi tindakan individu dalam masyarakat adalah . dan 4 B. 3. 3. . Dalam kehidupan masyarakat terdapat perbedaan tentang nilai-nilai yang mereka anut disebabkan adanya perbedaan-perbedaan. 92 Sosiologi SMA/MA Kelas X . antara kelompok dengan kelompok. ras dan keturunan E. norma sosial E. . pengaturan kegiatan bersama dengan baik 3. pranata sosial B. tempat dan kebudayaan C. 2. . kondisi masyarakat yang mau menerima norma-norma sosial 15. keteraturan sosial dapat terbentuk dikarenakan adanya . sistem nilai yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat D. Suatu sistem norma yang mengatur segala tindakan manusia dalam memenuhi kebutuhan pokoknya dalam hidup bermasyarakat disebut . . Faktor yang mempengaruhi terjadinya interaksi sosial adalah . dan 5 11. Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu. . . dan 5 D.

perencanaan tata nilai. fasilitas kondisi lingkungan. kebiasaan kebiasaan. akomodasi C. norma-norma sosial tersebut mempunyai sanksi-sanksi E.A. kemampuan. keinginan. dan interaksi anggota masyarakat D. . harapan. kemauan. kelompok. sistem sosial D. A. Keteraturan sosial merupakan hubungan selaras antara . . individu. norma dan tata tertib yang berlaku dalam masyarakat B. A. sosialisasi dan komunikasi antarindividu dalam kelompok C. . E. . norma-norma sosial tersebut diterima secara mantap C. kemampuan pengetahuan. struktur sosial E. dan anggota masyarakat seluruhnya E. keteraturan sosial 17. . . . A. tujuan. kebudayaan. pola D. sebagian besar masyarakat menerima norma tersebut B. disosiatif D. Interaksi sosial merupakan dasar dari terjadinya . adanya tata nilai tertentu yang dipakai oleh masyarakat D. . . kepribadian. motivasi. D. tujuan. . B. struktur sosial. tertib sosial E. C. Masyarakat dapat dinyatakan telah mencapai kondisi tertib. pengalaman. norma sosial. status sosial B. tata nilai 16. kompetisi B. proses sosial C. . adapun salah satu cirinya . asosiatif E. lingkungan. kerja sama 19. order B. kelas sosial Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 93 . dan nilai yang berlaku dalam masyarakat 20. proses sosial. . . . interaksi sosial. terdapat suatu sistem nilai dan norma yang jelas 18. keajegan C. Proses yang cenderung bersatu dan meningkatkan solidaritas anggota-anggota kelompok merupakan bentuk proses . . A. A. Suatu kondisi masyarakat yang teratur di mana sistem norma dan nilai-nilai sosial yang berkembang diakui dan dipatuhi seluruh anggota masyarakat sehingga berbentuk pembagian kerja dan pranata sosial dalam setiap individu atau kelompok disebut .

Karakteristik apa saja yang menandai adanya hubungan antarstatus? 4. Sebutkan bentuk-bentuk dari perubahan situasi kependudukan! 6. Apa sumbangan dari adanya keteraturan sosial terhadap pembangunan bangsa? jelaskan! 94 Sosiologi SMA/MA Kelas X .Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Apa yang dimaksud keteraturan sosial? 9. Mengapa berubahnya lingkungan alam dapat menyebabkan perubahan dan dinamika sosial? 5. Jelaskan proses terbentuknya suatu lembaga! 2. Bagaimana upaya menciptakan keteraturan sosial di dalam masyarakat? 10. Apa yang dimaksud dengan penetrasi kebudayaan? 8. Apa yang dimaksud dengan struktur sosial? 7. Sebutkan faktor-faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial! 3.

kegemaran. Sumber: Koleksi Editor P roses sosialisasi pada dasarnya merupakan proses belajar berinteraksi yang dilakukan oleh seorang individu di tengahtengah masyarakat dalam rangka menyesuaikan diri dengan tata pergaulan dalam masyarakat. Bagaimanakah sosiologi yang kamu jalankan mempengaruhi kepribadianmu? Coba ikuti bab berikut ini. termasuk sistem nilai dan norma yang dipedomani oleh warga masyarakat. Menghubungkan pembentukan kepribadian dengan kebudayaan. Kepribadian bersifat abstrak yang perwujudannya dapat dilihat melalui beberapa aspek yang ada pada tiap-tiap individu seperti perangai. kepribadian terbentuk secara stabil yang dapat terlihat melalui perilaku-perilaku yang khas. pengendalian emosi. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 95 . Sebagaimana kita ketahui bahwa kepribadian merupakan gambaran umum yang menyeluruh dari perilaku yang khas yang dimiliki seseorang. Kepribadian terbentuk dari perpaduan antara faktor intern yang berupa warisan biologis dan faktor ekstern yang berupa pengaruh-pengaruh dari lingkungan di luar diri individu. struktur budaya. Mendeskripsikan hubungan sosialisasi dengan kepribadian. dan tanggung jawab yang tampak sehari-hari. Setelah individu mencapai usia dewasa.SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan sosialisasi dan pembentukan kepribadian. seseorang akan mendapatkan pengetahuan-pengetahuan tentang struktur masyarakat. Melalui proses sosialisasi. prakarsa. kerja sama. Bersamaan dengan proses sosialisasi berlangsung pula proses pembentukan kepribadian individu.

Lingkungan Pendidikan.Sosialisasi Primer Sosialisasi Sekunder Ciri-ciri Fisik Tingkat Intelegensi Warisan Biologis Bakat-bakat Seni Proses Sosialisasi Media Sosialisasi Keluarga. Play Group. Media Massa Sifat-sifat Khas Kepribadian Otoriter Peralihan Normatif 96 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

PERANAN NILAI DAN NORMA SOSIAL DALAM PROSES SOSIALISASI Tiap-tiap masyarakat mempunyai sistem nilai dan norma yang berbeda-beda. Sistem nilai dan norma tumbuh dan berkembang melalui proses yang relatif panjang dan terseleksi sehingga norma dan nilai merupakan segala sesuatu yang dianggap baik dan benar dan dijadikan pedoman untuk menyatakan benar atau tidaknya suatu perbuatan yang dilakukan orang di tengah-tengah masyarakat. Terbentuk setelah adanya nilai. Bersifat konkret (nyata. dan tegas) 3. bisa tidak tertulis 5. Nilai-nilai sosial ini merupakan aktualisasi dari kehendak masyarakat mengenai segala sesuatu yang dianggap benar dan baik. nilai dan norma seperti dikatakan mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses sosialisasi yang dilakukan oleh seorang individu. Terbentuk lebih dulu daripada norma 2. perbedaan nilai dan norma dalam penerapan pengaturan tertib sosial dalam masyarakat adalah sebagai berikut. perintah-perintah. norma dibuat untuk melaksanakan nilai 2. Perbedaan Nilai dan Norma Sosial Secara mendasar. norma-norma sosial dibentuk dengan isi. Sistem inilah yang disebut tata nilai. dan larangan-larangan. Penjelasan secara lengkap mengenai nilai sosial dan norma sosial termasuk peranannya secara detail akan dijabarkan pada uraian berikut ini.A. Tidak tertulis 5. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 97 . jelas. Bisa tertulis. Bersifat abstrak (samar-samar) 3. Selanjutnya tata nilai ini akan diaktualisasikan dalam bentuk norma-norma sosial yang lebih bersifat eksplisit dan dilengkapi dengan sanksi. Agar nilai-nilai sosial ini dapat dilaksanakan oleh warga. 1. Mempunyai fungsi sebagai pedoman perilaku warga masyarakat Norma Sosial 1. Nilai Sosial Setiap masyarakat mempunyai sistem tata kelakuan dan hubungan sendiri-sendiri. Mempunyai fungsi mengatur dan membatasi perilaku warga masyarakat a. Telah dilengkapi dengan sanksi 4. Berdasarkan uraian tersebut. Nilai Sosial 1. Belum dilengkapi sanksi 4.

dilaksanakan. patokan-patokan. sholeh dan sholehah. yang benar dan salah. rajin. Pengertian tersebut dipertegas oleh Polak (1985:30). benar. dicita-citakan. Nilai sosial sendiri adalah penghargaan yang diberikan masyarakat kepada segala bentuk sesuatu yang baik. nilai juga bisa berbeda-beda antara masyarakat yang satu dengan lainnya. penting. Young. Nilai sosial secara umum dapat dinyatakan sebagai keyakinan relatif kepada yang baik dan buruk. tawakal. adil. Menurut Soleman (1990:63). Misalnya. anggapan-anggapan. Green. mengatakan bahwa “Nilai-nilai juga memberikan perasaan identitas masyarakat dan menentukan seperangkat tujuan yang hendak dicapai”.Pengertian Nilai Sosial Pada dasarnya. pantas. dan orang perorangan. ide. dan berguna berdasarkan ukuran yang berlaku dalam masyarakat. hukum. Contoh-contoh nilai antara lain jujur. nilai juga bisa diartikan sebagai sesuatu (tindakan) yang dianggap baik. Masih banyak pendapat-pendapat mengenai nilai sosial antara lain yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh berikut ini. kita sudah mempunyai gambaran bahwa nilai adalah sesuatu yang baik yang selalu diinginkan. hemat. Dilihat dari sudut perilaku masyarakat. dan apa yang seharusnya tidak ada. 98 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Masyarakat Indonesia sendiri pada umumnya menilai pentingnya “gotong royong” dan “hubungan kekerabatan”. sikap lahiriah yang sopan. dan baik untuk dikerjakan. suatu masyarakat menjunjung tinggi anggapan tentang waktu adalah uang dan kerja keras. beriman. dapat dikatakan nilai adalah hasil penilaian atau pertimbangan moral. serta dianggap benar dan penting oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat. kepada apa yang seharusnya ada. luhur. Dengan demikian. merumuskan bahwa nilai sosial adalah asumsi-asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang benar dan apa yang penting. dan tutur kata yang ramah. yang mengatakan bahwa nilai atau values dimaksudkan sebagai ukuran-ukuran. melihat nilai sosial sebagai kesadaran yang berlangsung secara relatif dan disertai emosi terhadap objek. nilai sosial adalah segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-citakan oleh warga masyarakat. dan lain-lain. dan keyakinan-keyakinan yang dianut oleh orang banyak dalam lingkungan suatu kebudayaan tertentu mengenai apa yang benar. Ada masyarakat yang amat mementingkan bentuk. sedangkan di masyarakat lain menganggap kedua hal tersebut “tidak penting” atau dianggap sebagai gejala materialisme. atau diperhatikan. pantas dan mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan dan kebaikan hidup bersama. bersahaja. Setelah nilai sosial terseleksi dan berupa sesuatu yang telah dinyatakan benar dan baik. Seperti halnya norma.

Nilai material adalah segala benda yang berguna bagi jasmani manusia. Dapat mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap setiap orang dalam masyarakat. Tolok ukur yang dipakai memberi nilai (penghargaan) tertentu. DR.Woods. Nilai kebenaran (kenyataan) yang bersumber dari akal manusia (cipta. yaitu daya guna fungsional yang dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Jadi. penghargaan yang diberikan berbeda-beda tergantung pada besar kecilnya fungsi. Merupakan hasil seleksi dari berbagai macam aspek kehidupan di dalam masyarakat. Ciri-ciri Nilai Sosial Secara universal nilai sosial mempunyai karakteristik sebagai berikut. Notonegoro. Nilai religius ini bersumber pada kepercayaan/keyakinan manusia. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 99 . Tetapi secara universal. Nilai kerohanian adalah segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Terbentuk dari hasil interaksi sosial antarwarga masyarakat. Terbentuk melalui proses belajar. Dikatakan “daya guna fungsional” karena setiap obyek dihargai menurut fungsinya dalam struktur dan sistem masyarakat yang bersangkutan. Merupakan faktor pembentuk pribadi seseorang. Tolok Ukur Nilai Sosial Setiap nilai sosial pada suatu masyarakat mempunyai tolok ukur yang berbeda-beda. nilai dapat dibagi menjadi tiga bagian. Dapat disebarluaskan melalui pergaulan. Nilai keindahan yang bersumber pada unsur rasa manusia (estetika). Nilai vital adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan kegiatan atau aktivitasnya. Berbeda-beda antara kebudayaan yang satu dengan yang lain. yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari. menyatakan bahwa nilai sosial merupakan petunjuk-petunjuk umum yang telah berlangsung lama. tolok ukur nilai ini tidaklah jauh berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain. baik positif maupun negatif. Nilai religius yang merupakan nilai ketuhanan. yaitu sebagai berikut. Jenis-jenis Nilai Sosial Menurut Prof. rasio. etik). Nilai kerohanian dapat dibedakan menjadi empat macam. yaitu sebagai berikut. budi). Nilai kebaikan atau nilai moral yang bersumber pada unsur kehendak/ keamanan (karsa. kerohanian yang tertinggi dan mutlak.

baik yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif. 16 Juni 2002 Gambar 4. yang mengadakan hubungan timbal balik/berinteraksi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan untuk kelangsungan hidupnya. bahwa manusia adalah makhluk sosial (Zoon Politicon).b. norma kesusilaan dan kesopanan. Norma Sosial Untuk mewujudkan nilai-nilai sosial yang telah diyakini kebenarannya. serta norma hukum. diperlukan suatu peraturan untuk menjamin terlaksananya nilai-nilai sosial tersebut dalam bentuk norma sosial. Sumber: Tempo. Norma sosial ini meliputi norma agama.1 Pencemaran lingkungan oleh suatu perusahaan melalui pembuangan limbah sembarangan dapat merugikan ekosistem sekitarnya sehingga perusahaan tersebut dapat dijerat dengan norma hukum. norma adat dan kebiasaan. tetapi terdapat banyak persamaan yang berupa moralitas yang bersifat universal (umum). Norma sosial dibuat berisi perintah dan larangan yang dilengkapi dengan sanksi dengan maksud agar dapat dipatuhi sehingga warga masyarakat dapat berperilaku secara baik sebagaimana nilai-nilai yang ada. Meskipun keempatnya mempunyai bidang pengaturan yang berbeda-beda. Pengertian Norma Sosial Yang dimaksud norma sosial adalah semua bentuk ketentuan. baik tertulis maupun tidak tertulis yang ada dan berlaku di dalam masyarakat untuk mengatur hubungan dan pengaruh timbal balik antaranggota masyarakat dalam melakukan aktivitas sosialnya. 100 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Secara kodrati seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles. Dalam berinteraksi inilah terjadi berbagai macam pengaruh.

seseorang tidak dapat bertindak semaunya sendiri dalam kehidupan bermasyarakat. Norma ini mempunyai daya ikat yang sangat lemah di antara norma-norma lainnya. yang ada hanya berupa teguran agar dipakai dengan benar. dapat dirumuskan bahwa norma merupakan petunjuk hidup bermasyarakat yang berisi perintah atau larangan demi tercapainya ketertiban dan kedamaian. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 101 . norma-norma tersebut merupakan petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan bertingkah laku di dalam pergaulan hidup. Dalam soal perjanjian. norma-norma itu terbentuk secara tidak sengaja. Bila ada yang memakainya tidak seperti kelaziman. Pada kondisi seperti ini. dahulu berbentuk lisan sekarang harus berbentuk tulisan. Misalnya. dahulu seorang perantara tidak diberi keuntungan. tetapi sekadar celaan. tidak di samping kanan. Kebiasaan adalah perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama. lidah topi berada di depan. sekarang seorang perantara harus mendapat bagiannya.Dilihat dari aspek penyelamatan dan menjaga kelangsungan hidup masyarakat. usage menunjuk kepada suatu bentuk perbuatan. Daya Ikat Norma Dalam proses tumbuh dan berkembangnya. cemoohan. tetapi lama kelamaan norma itu dibuat secara wajar. Suatu penyimpangan terhadap usage tidak akan mengakibatkan hukuman yang berat. Norma memungkinkan seseorang untuk menentukan terlebih dahulu bagaimana tindakannya itu akan dinilai oleh orang lain. Adapun tahapan-tahapan proses terbentuknya norma sosial sesuai dengan tingkatan daya mengikatnya adalah sebagai berikut. Sesuatu yang diulang-ulang memberikan bukti bahwa perbuatan itu dianggap baik. dan sebagainya. sehingga mereka dijauhi oleh masyarakat di lingkungannya. Cara (Usage) Pada hakikatnya. sinisme. Berdasarkan uraian tersebut. Pada hakikatnya. suatu norma sosial mempunyai tahapan-tahapan dengan daya ikat yang berbeda-beda. manusia menciptakan norma-norma atau kaidah-kaidah yang berfungsi melindungi diri dari kekuatan-kekuatan destruktif. Cara (usage) lebih menonjol di dalam hubungan antara individu. dalam soal jual beli. norma merupakan kriteria bagi orang lain untuk mendukung atau menolak perilaku seseorang. Tetapi ketentuan ini belum memiliki daya ikat yang kuat karena seolah-olah tidak ada sanksinya. Pada mulanya. Kebiasaan (Folkways) Folkways adalah norma yang mempunyai kekuatan mengikat lebih tinggi daripada usage. Contoh: orang memakai topi secara benar. Dengan adanya norma. kiri atau di belakang. ejekan.

Adat Istiadat (custom) Apabila suatu kelakuan telah menyatu dengan struktur budaya setempat. Jadi. yaitu norma dilihat dari resmi atau tidaknya dan norma utama. kerabat. Pelanggaran terhadap adat istiadat akan dikenakan sanksi yang keras.Contoh: apabila memasuki rumah orang lain sebaiknya permisi dulu dengan mengetuk pintu atau memberi salam seperti “assalamu‘alaikum”. Jenis-jenis Norma Berlakunya suatu norma dalam masyarakat dapat berlangsung dalam lingkungan pergaulan yang formal seperti dalam tata pemerintahan atau dalam suasana nonformal seperti yang berada dalam lingkungan keluarga. Tetapi ketika memasuki rumah orang yang benar-benar yang belum dikenal. Kebiasaan ini juga belum mempunyai daya ikat yang relatif kuat karena memasuki rumah teman atau saudara kandung kadang-kadang tidak perlu melakukan itu dan tidak akan dipersalahkan. secara sadar atau tidak sadar oleh masyarakat terhadap anggota-anggotanya. Selanjutnya baru memasuki rumah ketika dipersilahkan oleh tuan rumah. Tata kelakuan tersebut memaksakan satu perbuatan yang lain. 102 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Contoh: dalam suatu rangkaian upacara perkawinan menurut tata cara adat selalu didahului dengan upacara lamaran dan peningsit sebagai suatu tanda ikatan antara calon mempelai laki-laki dengan calon mempelai perempuan. tata kelakuan atau mores mencerminkan sifat-sifat yang hidup dari kelompok manusia yang dilaksanakan sebagai alat pengawas. seorang individu akan dicemooh atau dihina oleh warga masyarakat karena tidak mematuhi tata cara adat sebagaimana layaknya dilakukan oleh warga masyarakat yang lain. Norma terbagi menjadi dua kelompok. serta memiliki kekuatan yang mengikat. barulah hal tersebut dilaksanakan. Apabila tidak melalui prosedur itu. baik langsung maupun tidak langsung. maka terbentuklah norma dengan tingkatan yang lebih tinggi daya ikatnya yang disebut adat. adat istiadat atau custom adalah suatu tata kelakuan yang sakral dan kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat. tata kelakuan merupakan alat agar para anggota masyarakat menyesuaikan perbuatan-perbuatannya dengan tata kelakuan tersebut. Pada dasarnya. atau lingkungan permainan. Tata Kelakuan (Mores) Pada perkembangan norma sosial setingkat.

Norma-norma utama dibedakan menjadi empat macam. Contoh: meludah di sembarang tempat. Walaupun dikatakan tidak diwajibkan. antara lain: (1) Norma Agama Norma agama pada hakikatnya merupakan wahyu langsung dari Tuhan. norma agama lebih menyangkut pribadi tiap-tiap individu. Jadi. memasuki rumah orang lain hendaknya memberi isyarat terlebih dahulu. namun semua angota sadar bahwa patokan tidak resmi itu harus ditaati dan mempunyai kekuatan memaksa yang lebih besar dari patokan resmi. (3) Norma Kesopanan Norma kesopanan adalah petunjuk hidup yang mengajarkan agar seseorang bersikap sopan terhadap orang lain sebagai anggota masyarakat. Norma Utama Norma utama adalah norma-norma yang mempunyai peranan sangat strategis dalam tata pergaulan masyarakat. (2) Norma tidak resmi (nonformal) Yang dimaksud dengan norma tidak resmi adalah patokan yang dirumuskan secara tidak jelas (subconscious) dan pelaksanaannya tidak diwajibkan bagi warga masyarakat yang bersangkutan. Dalam norma agama tidak ada ancaman sanksi nyata dalam kehidupan dunia. (2) Norma Kesusilaan Norma kesusilaan adalah petunjuk hidup yang berasal dari akhlak atau dari hati nurani sendiri tentang apa yang baik dan apa yang buruk yang datang dari hati sanubari manusia itu sendiri. Contoh: normanorma pergaulan dalam keluarga dan kerabat. Contoh: hubungan tata kerja kedinasan di lingkungan Departeman Pertahanan dan Keamanan. Hanya orang yang beragama yang percaya bahwa pelanggar norma akan dihukum di akhirat dan yang mematuhi norma-norma agama akan mendapat pahala. Norma tersebut tumbuh dari kebiasaan bertindak yang seragam dan diterima oleh masyarakat.Norma resmi dan tidak resmi (1) Norma resmi (formal) Pada dasarnya. dan pada kenyataannya merupakan faktor yang tidak kecil artinya dalam menjamin ketertiban masyarakat. meskipun mereka suami istri tetapi dianggap bertentangan dengan norma kesusilaan. Contoh: berpelukan dan berciuman di depan umum. yaitu Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 103 . norma resmi adalah patokan yang dirumuskan dan diwajibkan dengan jelas dan tegas oleh yang berwenang kepada semua warga masyarakat.

Ini mengandung pengertian bahwa nilai dan norma telah terseleksi sebagai suatu panduan perilaku yang diyakini kebenarannya. nilai dan norma akan melindungi pihak-pihak yang lemah sehingga tidak diperlakukan semena-mena oleh pihak-pihak yang kuat. Sebagai Benteng Perlindungan Nilai dan norma dalam suatu tata pergaulan merupakan pelindung terhadap perilaku-perilaku yang menyimpang. Selanjutnya panduan perilaku itu dapat dicontoh oleh warga masyarakat yang lain dalam berbagai segi kehidupan. dan sebagainya. b. kepentingan pihak-pihak yang lemah sering kali dirampas oleh pihak-pihak yang kuat. melarang. (4) Norma Kebiasaan Norma kebiasaan adalah kumpulan petunjuk hidup tentang perilaku yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan masyarakat. Selain itu. Fungsi Nilai dan Norma Sosial Secara garis besar. Norma itu mengatur. 2. Sebagai Petunjuk Arah Perilaku Nilai dan norma berfungsi sebagai arah atau panduan perilaku warga masyarakat. hukum juga berfungsi sebagai sistem kontrol sosial. Dengan demikian. dan sebagainya. terutama bagi pihak-pihak yang lemah. yaitu sebagai petunjuk arah perilaku. Tetapi dengan melalui sanksi yang ada pada setiap 104 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan pendorong. benteng perlindungan. (5) Norma Adat Kebiasaan-kebiasaan yang telah menyatu dengan tata kehidupan masyarakat serta mengandung nilai-nilai ritual yang diyakini dinamakan norma adat. Contoh: upacara kematian dan upacara pernikahan (6) Norma Hukum Norma hukum adalah himpunan petunjuk hidup atau peraturanperaturan yang dibuat oleh pemerintah. Contoh: membawa oleh-oleh ketika pulang dari bepergian. nilai dan norma sosial mempunyai beberapa fungsi. warga masyarakat akan berperilaku sebagaimana yang diinginkan oleh sistem nilai dan norma yang ada. pembakaran mayat (ngaben). kulonuwun (Jawa). a. Tanpa adanya nilai dan norma yang berlaku. Norma hukum berfungsi untuk menertibkan dan menstabilkan kehidupan sosial. assalamu‘alaikum. serta memaksa orang untuk berperilaku sesuai dengan yang ditetapkan oleh hukum atau undang-undang. Dengan demikian.menyatakan punten (Sunda).

Sumber: Tempo. Sebagai Pendorong Di sisi lain nilai dapat berfungsi sebagai alat pendorong (motivator) dan sekaligus menuntun manusia untuk berbuat baik. Norma dan nilai pada dasarnya akan mengalami Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 105 . Faktor-faktor yang Menyebabkan Terjadinya Perubahan Nilai dan Norma Sebagaimana kita ketahui bahwa segala sesuatu yang ada di muka bumi ini tidak bersifat kekal. 3. apabila manusia dari bangsa dan negara yang telah maju sanggup dan berhasil merealisasikan diri mereka menjadi manusia yang paripurna. c. 4 Maret 2001 Gambar 4. Manusia menjadi manusia paripurna berkat keberhasilannya merealisasikan nilai sosial yang tinggi menjadi kenyataan konkret. Hal yang demikian dapat juga terjadi pada nilai dan norma sosial yang telah dibakukan kebenarannya. melainkan dapat mengalami pergeseran atau perubahan secara mencolok. Karena adanya nilai sosial yang luhur. manusia menjadi manusia yang sungguh-sungguh berbudi luhur dan suatu bangsa menjadi bangsa yang sungguh-sungguh beradab. Berkat adanya nilai-nilai sosial yang dijunjung tinggi itulah. munculah harapan baik dalam diri manusia.norma. Dengan kata lain. bukan sebagai alat untuk menakut-nakuti rakyat.2 Aparat penegak hukum hendaknya dapat benar-benar menegakkan hukum dan melindungi masyarakat. maka manusia-manusia dari bangsa yang belum maju pun akan terdorong untuk mengejar keparipurnaan tersebut. perbuatan semena-mena itu dapat dicegah secara preventif maupun represif untuk melindungi yang lemah.

teknologi transportasi. Perubahan-perubahan itu misalnya ditandai dengan munculnya Undang-Undang Pendidikan Nomor 2 tahun 1989 yang kemudian disempurnakan menjadi Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003. Sebagai contoh: ketika Indonesia merdeka. dan lain-lain.perubahan atau pergeseran sesuai dengan perubahan tuntutan kebutuhan masyarakat. tingkat peradaban akan mengalami peningkatan. mulai bermunculan peraturan-peraturan perundangan untuk menyesuaikan dengan tuntutan kehidupan pada saat itu. Di Indonesia. Melalui inovasi inilah. Hal ini terjadi terutama apabila figur penguasa terdahulu mempunyai visi dan misi yang berbeda dengan figur pemerintahan yang baru. a. Dari dua contoh ini. Sebagai contoh dengan munculnya bencana banjir di beberapa kota besar di Indonesia seperti di Jakarta. Demikian juga munculnya RUU Pengaturan Penggunaan Air Tanah. perubahan pemerintahan dari orde lama ke orde baru banyak sekali mengakibatkan perubahan tata nilai yang menyangkut perubahan perundang-undangan. baik invention maupun discovery akan mendorong terjadinya inovasi-inovasi. Sebagai salah satu contoh kejadian yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. norma-norma hukum berada dalam jumlah yang sangat sedikit. Cepat atau lambat setiap masyarakat tentu mengalami perubahan dan perkembangan. dan teknologi berikut perubahan tata nilai dan sistem norma. misalnya telah melahirkan suatu ide untuk menertibkan dan membuat peraturan perundangan baru yang melarang pendirian bangunan/rumah pada daerah-daerah resapan. teknologi pendidikan. Berikut ini adalah faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan nilai dan norma di masyarakat. yaitu setelah runtuhnya pemerintahan Soeharto dengan nafas Golongan Karya menjadi sistem pemerintahan reformasi hingga pemerintahan Megawati yang bernafaskan demokrasi. sistem ilmu pengetahuan. Tetapi dengan perubahan-perubahan tingkat peradaban masyarakat Indonesia. Berubahnya Struktur Pemerintahan Suatu revolusi sosial sering kali diikuti dengan perubahan struktur pemerintahan secara mendasar. Hal ini berkaitan dengan pengaturan perilaku warga masyarakat untuk menciptakan tertib sosial. Demikian juga perubahan-perubahan yang terjadi pada teknologi informatika. Perubahan struktur pemerintahan dalam suatu negara sering kali berkelanjutan dengan perubahan sistem nilai dan norma dari pemerintah terdahulu kepada pemerintahan yang baru. Perubahan Tingkat Peradaban Sebagai akibat adanya penemuan baru. . Dengan perubahan dan perkembangan ini. terjadi perubahan nilai dan norma yang semata-mata didorong oleh tuntutan perubahan tingkat peradaban yang terjadi dalam masyarakat. Itu saja merupakan warisan dari pemerintah Hindia Belanda. Hal serupa juga terjadi pada peralihan struktur pemerintahan dari orde baru ke orde reformasi. berubah pula sistem budaya. b.

Penemuan baru yang semakin banyak bermunculan akan melahirkan suatu bentuk pengaturan dan perlindungan terhadap penemuan baru itu sendiri seperti lahirnya Undang-Undang Perlindungan Hak Cipta yang akhir-akhir ini marak dibicarakan di kalangan elit pemerintahan di Indonesia. Ada empat fungsi keluarga yang pokok. Pada dasarnya. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Ilmu pengetahuan dan teknologi senantiasa mengalami perubahan dan perkembangan. maka manusia terus-menerus melakukan penyelidikan dan penjelajahan untuk mengungkap fenomena-fenomena alam dan fenomena sosial yang ada di muka bumi. Penemuan-penemuan Baru Sebagai tindak lanjut dari berkembangnya tingkat pendidikan. e. Penemuan baru ini akan berkelanjutan dengan adanya inovasi-inovasi dalam berbagai segi kehidupan yang berkelanjutan untuk lebih memanfaatkan penemuan baru tersebut bagi kehidupan manusia. Meluasnya pergaulan antarmanusia yang melintasi batas-batas negara telah mengakibatkan adanya keinginan-keinginan untuk meniru atau mengadopsi Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 107 . Akibat lanjutannya adalah munculnya perubahan-perubahan peraturan perundangan yang dipandang sudah tidak efektif untuk mengatur dan mengendalikan perilaku warga masyarakat. Bagaimana peranan norma dan nilai dalam proses sosialisasi? 4. Jelaskan macam-macam norma sosial yang ada di dalam masyarakat beserta peranannya! 3. sebutkan dan jelaskan! d. Upayaupaya inilah yang kita sebut penemuan baru. Era ini telah membuka banyak bangsa di dunia saling bertukar pengaruh dan budaya.c. penemuan baru dapat berupa discovery maupun invention. Apakah yang dimaksud dengan sosialisasi primer dan sekunder? 2. Pengaruh Kebudayaan Asing Bergulirnya era globalisasi menjadikan komunikasi dan pergaulan umat manusia sedunia menjadi satu lingkungan yang efektif dan tidak lagi ada sekat-sekat batas antarnegara. 1. Perubahan dan perkembangan itu semata-mata adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja manusia.

perkawinan. Hal ini dimaksudkan untuk melakukan persiapan dalam melaksanakan proses pergaulan lebih lanjut dan menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi di lingkungan kehidupan yang baru tersebut. Tujuan Sosialisasi Pada dasarnya. baik alasan pekerjaan. Keberhasilan suatu proses sosialisasi akan ditandai dengan adanya keterampilan atau kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai macam lingkungan yang dibatasi dengan sistem tata nilai dan norma yang berbeda-beda. dan penetrasi budaya. Proses sosialisasi sekunder dilakukan ketika orang mengalami perpindahan tempat tinggal. pergaulan antarnegara sangat memungkinkan perubahan nilai dan norma dengan mengadopsi budaya asing. proses sosialisasi berlangsung dalam lingkungan yang lebih luas seperti lingkungan sekolah dan lingkungan kerja yang akhirnya memasuki lingkungan masyarakat luas.budaya-budaya asing tertentu ke dalam masyarakat setempat termasuk sistem pendidikan. dan lain-lain. Pada proses ini. Dalam arti luas. seorang pejabat baru harus melakukan sosialisasi dengan lingkungan sosial yang 108 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Dalam proses perkembangannya. proses sosialisasi pasti dilakukan oleh semua orang dalam bentuk sosialisasi primer maupun proses sosialisasi sekunder. Proses ini berupa proses alamiah yang dilakukan oleh semua individu sebagai makhluk sosial yang tidak dapat terlepas dari tata pergaulan dengan manusia yang lain. ikutilah uraian berikut ini. sistem perundangan. PROSES SOSIALISASI Proses sosialisasi pada hakikatnya adalah proses belajar berinteraksi bagi individu di tengah-tengah masyarakat. 1. Kemudian. bagi seorang pejabat baru yang memasuki medan tugas yang baru sangat disadari bahwa untuk mengawali tugas kedinasannya. Dengan demikian. Dalam arti sempit. proses sosialisasi meluas ke lingkungan masyarakat setempat seperti dengan lingkungan sepermainan dan lingkungan komunitas setempat. atau menempati perumahan yang baru. artinya dengan sendirinya setiap orang secara naluriah akan melaksanakan proses ini dan sering kali tujuan itu sangat tidak disadari. asimilasi budaya. Proses sosialisasi primer berlangsung sejak lahir hingga dewasa di lingkungan setempat. Akan tetapi. baik lingkungan sosial maupun lingkungan fisik. seorang individu mula-mula mengenal lingkungan sosial terdekatnya seperti anggota keluarga dan kerabatnya. Sosialisasi sesungguhnya merupakan proses yang bersifat kodrati. proses sosialisasi adalah proses komunikasi dan proses interaksi yang dilakukan oleh seorang individu selama hidupnya sejak lahir sampai dengan meninggal. Proses percampuran budaya antarbangsa memungkinkan terjadinya akulturasi budaya. Untuk mendalami hal-hal yang berkaitan dengan sosialisasi. sistem telekomunikasi. B. proses sosialisasi merupakan proses mengenal lingkungan.

Untuk mengetahui lingkungan sosial. Aktivitas yang dapat dilakukan sebagai perwujudan dari proses sosialisasi adalah memperkenalkan diri dengan instansi-instansi terkait. dengan teman sejawat. Untuk mengetahui lingkungan fisik yang baru. kedudukan. dengan tokoh-tokoh masyarakat. Sumber: Ayahbunda. dengan atasan langsung. dan sub-sub area yang berada di lingkungan yang baru tersebut. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 109 . Dengan mengetahui lingkungan fisik dari suatu daerah. baik lingkungan sosial tempat individu tinggal termasuk lingkungan sosial yang baru. seseorang akan mengenali arah. Hal-hal yang diperoleh dalam proses sosialisasi adalah pengetahuan-pengetahuan untuk membekali seorang individu dalam melaksanakan pergaulan di tengah-tengah masyarakat antara lain sebagai berikut. dengan mitra kerja. dan dengan lingkungan masyarakat luas. 10–23 Maret 2001 Gambar 4.baru.3 Proses sosialisasi dalam keluarga dimulai semenjak anak masih kecil. posisi. Lingkungan sosial ini meliputi pihak-pihak yang mempunyai keterkaitan dengan aktivitas individu tersebut. Pengetahuan seperti ini akan sangat berguna bagi seseorang yang baru untuk mendukung kelancaran proses menjalankan kedudukan dalam tugas kedinasan yang baru. skema.

proses sosialisasi telah membekali seorang individu dengan berbagai pengetahuan yang ada di dalam lingkungan masyarakat sehingga seseorang dapat sukses melaksanakan pergaulan hidup di tengah-tengah masyarakat. ciri-ciri fisik. Warisan biologis inilah yang dimaksud dengan faktor intrinsik. akhirnya sosial budaya suatu masyarakat dapat diketahui. Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial maupun lingkungan fisiknya. lingkungan pekerjaan. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Sosialisasi Setiap orang mempunyai warisan biologis yang berbeda-beda. 2. Artinya. Wujud nyata faktor intrinsik antara lain dapat berupa pembawaan-pembawaan atau pun warisan biologis termasuk 110 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Setiap masyarakat memiliki sistem tata nilai yang berbeda-beda. dan kemampuan-kemampuan khusus warisan orang tuanya. sedangkan pengaruh-pengaruh lingkungan seperti lingkungan keluarga. faktor intrinsik adalah faktor yang berasal dari dalam diri individu yang melakukan proses sosialisasi. Terintegrasi secara kuat dengan masyarakat setempat dalam setiap aktivitas yang ditandai dengan keakraban dan persaudaraan di antara individu tersebut dengan warga masyarakat yang lain. Hal ini akan membekali seorang individu dalam proses pergaulan dan proses penyesuaian diri dengan lingkungan masyarakat tersebut. manusia itu sesungguhnya telah memiliki pembawaan-pembawaan yang berupa bakat. tidak akan mengakibatkan kegagalan dalam proses pergaulan. yaitu faktor yang berada di luar diri seorang individu. tata nilai. seorang individu yang memasuki lingkungan sosial baru perlu mengetahui sistem tata kelakuan.Untuk mengetahui nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam suatu masyarakat. Meningkatnya status yang sering kali diikuti dengan meningkatnya kepercayaan dan meningkatnya peranan sosial di lingkungan sosial yang baru. lingkungan sepermainan. Oleh sebab itu. Memiliki banyak teman atau relasi usaha yang akan mengakibatkan ketenteraman dalam pergaulan dan keberhasilan dalam karir dan usaha. Untuk mengetahui lingkungan tipe sosial budaya suatu masyarakat. dan lingkungan pendidikan merupakan faktor ekstrinsik. Adapun penjelasan dari faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik tersebut di atas adalah sebagai berikut. Dengan demikian. Dalam suatu proses sosialisasi. Faktor Intrinsik Sejak lahir. Suatu proses sosialisasi dikatakan berhasil apabila ditandai oleh hal-hal berikut. peradaban. a. Pada hakikatnya. dan adat istiadat yang berlaku di daerah itu.

kemampuan-kemampuan yang ada pada diri seseorang. dan lain-lain. Untuk melakukan proses sosialisasi. karakter. manusia telah mendapat pengaruh dari lingkungan di sekitarnya yang disebut faktor ekstrinsik. Perpaduan antara faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik akan berakumulasi pada diri seseorang dalam melaksanakan proses sosialisasi. Di satu sisi merupakan faktor pendorong untuk mewujudkan suatu keinginan. Faktor intrinsik dalam realitanya justru merupakan faktor yang dominan. struktur budaya dan seninya. sistem sosial. Faktor ekstrinsik dapat berupa normanorma. Keluarga merupakan kelompok primer yang pertama dikenal seorang anak. dan nilai-nilai dalam proses sosialisasi itu sendiri. pengetahuan. Misalnya bakat. Oleh Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 111 . tentu saja keluarga tidak terlepas dari kondisi-kondisi yang ada dalam masyarakat. a. Proses pembentukan budaya baru pada masyarakat sangat tergantung pada keluarga. 3. terutama kepada generasi muda yang menjadi anak keturunannya. Faktor Ekstrinsik Sejak manusia dilahirkan. Keluarga Keluarga merupakan lembaga sosial yang mempunyai tugas dalam proses pembudayaan. IQ. seorang individu akan dibatasi dengan nilai-nilai dan norma-norma yang ada di dalam masyarakat. dan lain-lain. Ketika anak sudah cukup umur untuk memasuki kelompok primer lain di luar keluarga. Media Sosialisasi Media sosialiasi adalah sarana seorang individu belajar berinteraksi untuk mengenal sistem tata kelakuan dan hubungan di lingkungan masyarakatnya. motivasi. Dalam kehidupan sosial. Adapun media sosialisasi itu setidaknya terdiri dari empat macam. pondasi dasar kepribadiannya sudah ditanamkan secara kuat. di sisi lain merupakan faktor pengendali dan berfungsi sebagai pengukur mengenai baik buruknya suatu aktivitas dalam suatu proses interaksi. Hasilnya akan sangat berpengaruh terutama dalam perolehan keterampilan. jenis kepribadiannya pun mudah diarahkan dan terbentuk. dan sistem mata pencarian yang ada di dalam masyarakat. Di samping itu juga dapat dipengaruhi oleh struktur sosial dan budaya masyarakat yang menyangkut struktur pemerintahannya. sistem budaya. terutama melalui proses sosialisasi anak-anak ke masa dewasa. Faktor-faktor ini akan menjadi bekal seorang individu untuk melaksanakan berbagai macam aktivitas dalam proses sosialisasi. emosi. struktur mata pencariannya. b. baik norma maupun nilai-nilai yang berlaku. hobi. yaitu sebagai berikut. Nilai-nilai ini akan menjadi pedoman bagi seseorang untuk melakukan berbagai aktivitas.

Pengaruh-pengaruh ini berasal dari program pendidikan yang dilaksanakan melalui guru-guru dan tenaga kependidikan lainnya. Menolong orang dalam mengembangkan potensi pribadi dan pengembangan masyarakat. Lembaga sekolah mendidik dan mengajarkan pengetahuan yang dianggap perlu dan tidak mungkin lagi ditangani oleh lingkungan keluarga. maupun media gambar dapat memberikan pengaruh perkembangan anak. Jadi. Berikut adalah proses sosialisasi di lingkungan sekolah. Pada lingkungan ini. Misalnya. b. selanjutnya ia akan memasuki lingkungan yang lebih luas. Akibatnya. Dengan perkembangan teknologi informasi. Media Massa Media massa merupakan media sosialisasi yang sangat luas dan cukup efektif pengaruhnya dalam proses sosialisasi bagi seorang individu. Lingkungan Sekolah Setelah seorang anak belajar berinteraksi di lingkungan keluarga. baik media suara. Dengan adanya lingkungan sekolah yang baik memungkinkan proses pembentukan kepribadian anak dapat berlangsung dengan baik. Membantu orang agar siap mencari nafkah hidup bila telah tiba waktunya. keluarga merupakan eksponen dari kebudayaan masyarakat dan perantara pertama dalam transmisi kebudayaan. Melestarikan kebudayaan dengan cara mewariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dengan demikian. seorang anak akan mendapatkan pengetahuan-pengetahuan yang praktis yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.karena itu. yaitu lingkungan sekolah. jelaslah bahwa media massa dapat menjadi media atau alat sosialisasi untuk menyampaikan berbagai informasi yang bisa mempengaruhi kepribadian seseorang. justru media massa yang mempunyai kedudukan sangat strategis dalam mempengaruhi 112 Sosiologi SMA/MA Kelas X . aturan perkawinan yang harus sesuai dengan adat istiadat dan kebiasaan masyarakat di tempat tinggalnya. Membentuk kepribadian. Masyarakat berbicara melalui mulut orang tua dan masyarakat bertindak melalui tindakan orang tua. Lembaga pendidikan primer adalah sekolah formal yang dimulai dari jenjang sekolah taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. norma dan nilai itu dapat berpengaruh terhadap tindakan yang akan dijalankan oleh keluarga. nilai-nilai dan norma-norma yang disampaikan tertanam dalam diri si anak melalui penglihatan atau pendengaran. media cetak. c. Keberadaan media tersebut mempengaruhi sikap dan tindakan anggota masyarakat pada umumnya. serta pengaruh kondisi siswa pada umumnya sehingga tercipta suatu iklim belajar yang kondusif. Di masa informasi ini.

anak belajar hidup bersosial. Melalui anggota kelompok sepermainan. lingkungan kerja merupakan lingkungan yang relatif baik untuk mengembangkan dan mematangkan pribadi seorang individu. cerita bergambar. buku-buku bacaan lainnya seperti novel. Radio. baik RRI (Radio Republik Indonesia) maupun radio-radio swasta. Televisi. Sosialisasi di lingkungan teman sepermainan yang baik bisa mendukung terbentuknya kepribadian seseorang menjadi baik atau sebaliknya. Beberapa contoh lingkungan sepermainan yang cukup efektif mempengaruhi kepribadian seorang anak antara lain sebagai berikut. kerja sama. Perkumpulan bermain sepak bola.kepribadian seseorang karena media massa lebih banyak mendominasi waktu-waktu luang yang dimiliki oleh individu. Lingkungan ini cukup efektif mengisi pengetahuanpengetahuan dalam proses seorang individu. prakarsa. anak mematuhi aturan yang berlaku jika ingin diterima menjadi anggota kelompoknya. kegemaran. Kelompok teman sepermainan di tingkat remaja pada umumnya mempunyai keterikatan yang kuat dengan kelompoknya. Teman Sepermainan (Play Group) Teman sepermainan atau play group adalah lingkungan pergaulan anak yang mempunyai usia relatif sebaya. Perkumpulan kelompok belajar (les). Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 113 . Beberapa media massa yang mempunyai peranan strategis dalam pembentukan kepribadian seorang anak antara lain sebagai berikut. Dalam kelompok teman sepermainan. Perkumpulan bermain musik. tanggung jawab. Internet. dan lain-lain. Lingkungan Kerja Bagi orang dewasa. Ia pun akan berusaha mematuhi nilai dan norma yang berlaku agar dapat diterima sebagai anggota di tempat kerja tersebut. Majalah. dan hal lainnya akan lebih berkembang membentuk kepribadian yang relatif stabil. baik swasta maupun televisi pemerintah. buletin. Lingkungan kerja bisa menjadi media sosialisasi bagi orang yang bekerja di lingkungan itu. e. komik remaja. Hal ini terjadi karena lingkungan kerja mempunyai norma-norma yang lebih kuat serta pengawasan yang ketat sehingga dapat membentuk kepribadian menjadi sempurna. Surat kabar. Perkumpulan bermain sepeda santai. Melalui lingkungan kerja inilah. Lingkungan ini berlangsung di sela-sela pendidikan dan pergaulan rumah tangga. Seseorang dapat belajar dari teman-teman di lingkungan kerjanya tentang berbagai nilai dan norma kehidupan. d.

FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK KEPRIBADIAN 1. Kepribadian merupakan perwujudan dari nilai-nilai sentral yang diyakini dan dipedomani seseorang untuk menentukan perilaku secara umum. Gambaran lebih jauh mengenai proses pembentukan kepribadian. seperti raut muka. lingkungan sepermainan. warisan biologis ini berkembang menjadi semakin nyata ketika seorang anak melakukan proses sosialisasi sesama manusia dimulai dari lingkungan keluarga. kepribadian memang telah diwariskan oleh ayah dan ibu dalam bentuk yang masih samar-samar yang disebut warisan biologis. lingkungan pendidikan. Warisan biologis dapat berupa beberapa hal berikut. Pengertian Kepribadian Pada awalnya. Bakat. coba kamu perhatikan bagan berikut ini.5 Lingkungan pergaulan berpengaruh besar terhadap kepribadian seseorang. postur tubuh. Ciri-ciri fisik. Sumber: Koleksi Editor Gambar 4. Kemudian. Golongan darah. Adanya proses sosialisasi menjadikan seorang individu memperoleh nilai-nilai yang beraneka macam. dan lingkungan masyarakat luas. Sifat-sifat khas. lingkungan kerja. 114 Sosiologi SMA/MA Kelas X . nilai-nilai ini menjadi satu sistem nilai yang paling diyakini dan paling mempengaruhi tipe perilaku seseorang yang dinamakan nilai sentral. maupun lingkungan masyarakat luas.C. lingkungan teman sepermainan. lingkungan kerabat. lingkungan sosial. warna kulit. Proses pembentukan kepribadian dimulai dari proses sosialisasi di lingkungan keluarga. Selanjutnya.

individu yang telah terbentuk kepribadiannya akan turut mempengaruhi budaya masyarakat di lingkungannya. lingkungan pergaulan. Sesungguhnya di sinilah kepribadian mulai terbentuk dalam diri seseorang yang memiliki nilai-nilai sentral yang mendominasi perilaku seseorang. Seorang individu dalam proses sosialisasi di tengah-tengah masyarakat akan memperoleh pengaruh baik yang positif maupun yang negatif. Selanjutnya. lingkungan pergaulan termasuk lingkungan kerja. Demikian pula halnya di lingkungan keluarga akan mengembangkan bakat dan pembawaan yang ada dengan menyerap prinsip-prinsip. baik dari lingkungan pendidikan. Dengan melihat dan memperhatikan perilaku-perilaku khas yang diperbuat seseorang dalam kegiatan sehari-hari. media massa. dan lingkungan masyarakat luas. lingkungan pendidikan. serta keterampilan yang dianggap baik dan sesuai bagi dirinya. Proses ini berlangsung terus-menerus seperti rantai sistem yang tiada putus-putusnya dari generasi ke generasi. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 115 . dan pengaruh dari masyarakat luas.Proses Pembentukan Kepribadian Lingkungan Pendidikan Media Massa Lingkungan Keluarga dan Kerabat Lingkungan Pergaulan Generasi Baru dengan Warisan Biologis tertentu Proses Sosialisasi Generasi Baru dengan Kepribadian tertentu Lingkungan Pendidikan Bagan 4. pengetahuan.1 Bagan Pembentukan Kepribadian melalui proses Sosialisasi Berdasarkan bagan tersebut. kita dapat mengetahui tipe kepribadian seseorang. nilai-nilai sosial. dapat disimpulkan bahwa kepribadian seseorang terbentuk dari perpaduan antara warisan biologis dan pengaruh-pengaruh lingkungan seperti lingkungan keluarga dan kerabat.

postur tubuh. Kepribadian dapat diumpamakan sebagai suatu bangunan rumah dan faktor pembawaan merupakan kerangkanya. desain dan pengembangan variasi dan interior rumah merupakan faktor-faktor milieu atau faktor lingkungan. raut muka. yaitu faktor warisan biologis yang berupa pembawaan-pembawaan dan faktor-faktor lingkungan tempat seorang individu melakukan pergaulan. 116 Sosiologi SMA/MA Kelas X . yaitu tidak dapat dilihat dengan panca indera dan hanya dapat dideteksi melalui perilaku-perilaku keseharian yang asli yang tidak dibuat-buat. atau merupakan variasi dari ayah atau ibu. dan hal yang bersifat abstrak seperti karakter. Yang harus disadari bahwa setiap orang memiliki corak kepribadian yang tidak pernah sama walaupun pada anak yang kembar sekalipun. Tingkat IQ. bisa dari ayah atau dari ibu. politikus. tipe rambut. Faktor Warisan Biologis Faktor warisan biologis adalah faktor-faktor yang berupa bawaan dari leluhurnya. seni suara. Hal ini mengisyaratkan kepada kita bahwa setiap anak walaupun memiliki asal usul/keturunan yang sama pada dasarnya ia memiliki kepribadian yang berbeda. Faktor-Faktor Pembentuk Kepribadian Ada dua faktor besar yang turut mempengaruhi corak kepribadian seorang individu. IQ. ibu. Faktor-faktor ini sesungguhnya merupakan pondasi yang menjadi cikal bakal untuk proses pembentukan suatu kebudayaan. postur tubuh. yaitu kecakapan seseorang yang dapat diukur dengan sejumlah pertanyaan. serta kakek dan nenek dari ayah maupun dari ibu. presenter. Bentuk-bentuk warisan biologis terdiri dari halhal berikut ini. atau perpaduan dari keduanya. IQ ini bisa mirip dengan ayah atau pun dengan ibu. olahragawan. sifat ekstrim atau normatif. ibu. Kepribadian bersifat abstrak dalam hal ini. faktor pembawaan ini bisa dominan ayah (XY). seperti warna kulit. seni tari. a. sifat pemarah. bakat. sifat ramah. dan lain-lain yang mempunyai kemiripan dengan ayah. Demikian juga orang yang bergaul di lingkungan masyarakat yang berbeda-beda akan menghasilkan suatu proses pembentukan kepribadian yang berbeda-beda pula. Menurut Mendel. Bakat. seperti seni lukis. Faktor pembawaan dapat berupa bentuk fisik. Namun demikian. bentuk raut muka. yaitu warna kulit. Ciri-ciri fisik. Selanjutnya. dan lain-lain. seni karawitan. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembentukan kepribadian seseorang antara lain sebagai berikut. dan lainlain. dominan ibu (XX). dan lain-lain.2. yaitu dari ayah. misalnya sifat pendiam. bisa juga seorang ibu yang memiliki kemampuan reproduksi sempurna dapat mewariskan faktor-faktor genetika yang sangat panjang yang berantai dari orang tua ibu atau nenek dan kakeknya ibu. Sifat-sifat khas yang berasal dari orang tua.

Proses pendidikan budi pekerti di dalam keluarga sangat efektif untuk proses pembentukan nilai-nilai sentral yang selanjutnya menjadi pondasi pembentukan kepribadian seseorang. seorang individu akan dikuatkan pondasi kepribadiannya dalam proses kepribadian yang dewasa. Bagaimana proses pembentukan kepribadian? 3. ibu. lingkungan pergaulan. Dengan pemberian bekal pengetahuan nilai-nilai dan budi pekerti. pengajaran. dan pelatihan keterampilan yang berpengaruh besar dalam proses pengembangan bakat dan pembawaan lainnya yang bersifat positif. Apakah kepribadian itu? 2. Apakah kepribadian dapat mengalami perubahan? Jelaskan jawabanmu! b. lingkungan kerja. Akan tetapi. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang sangat fundamental dalam menampung berbagai kegiatan individu ketika masa kanak-kanak. Yang dimaksud dengan lingkungan pendidikan adalah lingkungan sekolah sejak taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Faktor Lingkungan Lingkungan mempunyai peranan dalam proses pembentukan kepribadian individuindividu. Kepribadian antara seorang individu dengan individu yang lain tidak sama tergantung dari tipe-tipe faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Di lingkungan sekolah. lingkungan pendidikan. media massa. dan anak-anak. Jelaskan mengapa faktor lingkungan mempunyai peran yang lebih penting dalam pembentukan kepribadian! 4. Yang dimaksud dengan faktor lingkungan adalah faktor-faktor pembentuk kepribadian yang berasal dari lingkungan sosial seorang individu.1. dan lingkungan masyarakat luas. bila lingkungan pendidikanBab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 117 . Tiap-tiap keluarga mempunyai situasi dan kondisi yang berbeda-beda. Lingkungan Pendidikan Lingkungan pendidikan merupakan lingkungan yang cukup efektif pula dalam mempengaruhi kepribadian. seorang individu mendapatkan pendidikan. Lingkungan Keluarga Yang dimaksud keluarga adalah suatu kesatuan sosial terkecil yang beranggotakan ayah. yaitu lingkungan keluarga. Situasi pendidikan seorang individu bersekolah juga sangat efektif dalam proses pembentukan kepribadian.

Dengan demikian. hal itu justru dapat mempersubur proses pengembangan faktorfaktor pembawaan yang bersifat negatif seperti serakah. tamak. dan rakus. ilmu pengetahuan. emosional. Apabila hal ini tidak dilakukan. Pada pergaulan di lingkungan sepermainan. internet. Media massa mempunyai peran cukup efektif dalam proses pembentukan kepribadian. belum ada pihak yang menjadi pengendali atau pun pengontrol terhadap perilaku-perilaku yang negatif. Lingkungan Pergaulan Lingkungan pergaulan berada di lingkungan masyarakat setempat dan mempunyai usia yang relatif sebaya. sombong. Lingkungan ini dapat berupa teman sepermainan. 118 Sosiologi SMA/MA Kelas X . VCD. dan cerita yang berpesan moral dapat mempengaruhi pembentukan kepribadian seorang anak. radio. lingkungan pergaulan perlu mendapat perhatian dan pengawasan dari orang tua agar ada fungsi pengendalian terhadap perilaku-perilaku yang menyimpang. koran. Media Massa Media massa merupakan perangkat-perangkat yang menjembatani komunikasi antara individu atau kelompok individu dengan individu atau kelompok individu yang lain. cabul. Untuk itu. kikir. 19 Maret 2001 Gambar 4. Sumber: Warta Ekonomi.5 VCD-VCD pendidikan. dan lain-lain. sesungguhnya lingkungan pergaulan justru mengakibatkan bakat-bakat negatif tumbuh subur dan berkembang yang pada gilirannya akan mewarnai tipe-tipe kepribadian yang tidak diinginkan. pada umumnya individu bergaul dengan orang lain yang sebaya. Yang dimaksud dengan lingkungan pergaulan adalah lingkungan di mana seorang individu secara efektif menghabiskan waktunya pada lingkungan tersebut. lingkungan setempat. televisi.nya kurang baik. majalah. maupun lingkungan tempat tinggal. Contoh media massa yakni buku. takabur. serta sifat-sifat negatif lainnya.

lingkungan pergaulan. sedangkan unsur yang kedua disebut capital personality. Masukan-masukan itu dapat berupa ilmu pengetahuan maupun wawasan duniawi. b. melainkan yang negatif. Unsur yang pertama juga disebut struktur dasar kepribadian (basic personality structure). dan lingkungan setempat. Kita dapat membedakan kepribadian seseorang menjadi dua bagian penting. dan pemerintah yang kesemuanya dapat berpengaruh positif atau negatif dalam proses pembentukan kebudayaan. yaitu sebagai berikut. yaitu sejak lahir hingga dewasa. Sesungguhnya lingkungan masyarakat luas merupakan gabungan dari lingkungan keluarga. Juga tak dapat dihindari jika yang berkembang tidak hanya bakatbakat atau pembawaan yang positif. Fase ini diawali dari Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 119 . Bagian yang kedua adalah unsur-unsur yang terdiri atas keyakinan-keyakinan atau anggapan-anggapan yang lebih fleksibel yang sifatnya mudah berubah atau dapat ditinjau kembali di kemudian hari. Bagian yang pertama adalah unsur-unsur dasar atas berbagai sikap yang disebut attitudes yang kurang lebih bersifat permanen dan tidak mudah berubah di kemudian hari. skala wilayahnya jauh lebih luas apalagi dengan terbukanya sarana telekomunikasi dan sarana transportasi yang memadai. Anggapan-anggapan ini diperoleh berdasarkan pengalaman melalui pergaulan dengan orang lain. seorang individu memperoleh masukan-masukan yang akan mempengaruhi proses pengembangan bakat/pembawaan yang dimilikinya. dan lingkungan sepermainan. Namun demikian. Lingkungan masyarakat luas merupakan komponen yang terakhir yang mempengaruhi proses pembentukan kepribadian seseorang. kelompok elit pemerintahan. Tahap-Tahap Perkembangan Kepribadian sebagai Hasil Sosialisasi a. Fase Kedua Fase kedua merupakan fase yang sangat efektif dalam membentuk dan mengembangkan bakat-bakat yang ada pada diri seorang anak. lingkungan kerja. lingkungan pendidikan. pemuka agama. Fase Pertama Kepribadian terbentuk melalui proses yang sangat panjang. tetapi tidak seefektif pada lingkungan keluarga. kerabat. Lingkungan masyarakat luas dapat pula berupa peranan tokoh masyarakat. Lingkungan Masyarakat Luas Lingkungan masyarakat luas juga mempunyai andil dalam proses pembentukan kepribadian seorang anak.Melalui media massa. Fase pertama dimulai sejak anak berusia 1 – 2 tahun ketika anak mulai mengenal dirinya sendiri. 3.

Hal tersebut yang tampak dari perangai. Kehendak merupakan dorongan-dorongan yang bersifat kultural. sedih. misalnya nafsu makan. dapat dilihat. mengasuh. maka kehendak-kehendaknya pun akan berbeda pula. seorang ibu mempunyai naluri yang kuat untuk mempunyai anak. kehendak seseorang akan semakin banyak pula jumlah dan jenisnya. Proses ini berlangsung relatif panjang pada anak hingga menjelang masa pendewasaan. Dorongan-dorongan (drivers) Unsur drivers merupakan pusat dari kehendak manusia untuk melakukan suatu aktivitas yang selanjutnya akan membentuk motif-motif tertentu untuk mewujudkan suatu keinginan. Bagian yang kedua adalah nafsu-nafsu. dan lainlain. dan diidentifikasi oleh orang lain. 120 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan seterusnya. Fase kedua merupakan fase perkembangan. Adapun bagian-bagian dari kepribadian secara umum terdiri dari uraian berikut. Nafsu-nafsu ini merupakan kehendak yang terdorong oleh kebutuhan biologis. Perangai ini merupakan salah satu unsur dari kepribadian yang mulai riil. serasi.usia antara dua sampai tiga tahun. Jika tingkat perekonomiannya berbeda. IQ. Getaran Hati (emosi) Emosi atau getaran hati merupakan sesuatu yang abstrak yang menjadi sumber perasaan manusia. di mana rasa aku yang telah dimiliki seorang anak mulai berkembang karakternya sesuai dengan tipe pergaulan yang ada di lingkungannya termasuk struktur tata nilai maupun struktur budayanya. amarah. Emosi dapat menjadi pengukur segala sesuatu yang ada pada jiwa manusia seperti senang. Perangai Perangai merupakan perwujudan dari perpaduan antara hati dan pikiran manusia yang nampak dari raut muka maupun gerak-gerik seseorang. dan membesarkan anak hingga dewasa. tidur. artinya sesuai dengan tingkat peradaban dan tingkat perekonomian seseorang. kegemaran. Misalnya. Naluri (insting) Naluri atau insting merupakan suatu dorongan yang bersifat kodrati yang melekat dengan hakikat hidup sebagai makhluk. indah. Makin tinggi tingkat perekonomian dan peradabannya. Naluri ini akan dapat dilakukan pada setiap makhluk hidup tanpa harus belajar terlebih dahulu seolah-olah telah menyatu dengan hakikat hidupnya sebagai makhluk hidup. kepribadiannya tersebut mulai nampak dengan tipe-tipe perilaku yang khas. Drivers dibedakan menjadi kehendak dan nafsu-nafsu. birahi. serta bakat yang dimiliki oleh anak tersebut.

Intelegensi (Inteligent Quotient – IQ) Intelegensi adalah tingkat kemampuan berpikir yang dimiliki oleh seseorang. yaitu sebagai berikut. dan lain-lain. terjadi perkembangan yang relatif tetap. Intelegensi merupakan dasar kecakapan seseorang secara umum. Intelegensi ini termasuk di dalamnya adalah IQ. Kepribadian Otoriter Tipe kepribadian otoriter terbentuk melalui proses sosialisasi individu yang lebih memenangkan kepentingan-kepentingan terhadap dirinya daripada kepentingan-kepentingan orang lain. Pada dasarnya. seperti bakat seni. yaitu anak yang sejak kecil mendapat dukungan dan perlindungan yang lebih dari lingkungan orang-orang di sekitarnya. c. Fase Ketiga Pada proses perkembangan kepribadian. Salah satu ciri dari kepribadian otoriter adalah menonjolnya Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 121 . Kepribadian Normatif Kepribadian normatif merupakan kepribadian yang ideal. setiap orang memiliki bakat yang berbedabeda walaupun berasal dari ayah dan ibu yang sama. Bakat tersebut merupakan sesuatu yang sangat mendasar dalam mengembangkan keterampilan-keterampilan yang ada pada seseorang. Fase ketiga disebut fase kedewasaan. dan anak yang sejak kecil memimpin di kelompoknya. Seseorang memiliki kepribadian normatif apabila terjadi proses sosialisasi antara perlakuan terhadap dirinya dan perlakuan terhadap orang lain sesuai dengan tata nilai yang ada di dalam masyarakat. memori-memori pengetahuan. Situasi ini terjadi pada anak-anak tunggal. berpolitik. yaitu seseorang mempunyai prinsip-prinsip yang kuat untuk menerapkan nilai-nilai sentral yang ada dalam dirinya sebagai hasil proses sosialisasi pada masa sebelumnya. yaitu dengan terbentuknya perilaku-perilaku yang khas sebagai perwujudan kepribadian yang bersifat abstrak. fase ketiga merupakan fase akhir yang ditandai dengan makin stabilnya perilaku-perilaku yang khas atau sifat-sifat khas dari seorang individu. dan pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh seseorang selama proses sosialisasi. Setelah kepribadian terbentuk secara permanen. berdagang. Tipe kepribadian ini ditandai dengan kemampuan menyesuaikan diri yang sangat tinggi dan dapat menampung banyak aspirasi dari orang lain. Pada fase ketiga. kepribadian dapat diklasifikasikan menjadi tiga tipe. Bakat Bakat pada hakikatnya merupakan seseuatu yang abstrak yang diperoleh seseorang karena warisan biologis yang diturunkan oleh leluhurnya. yaitu ketika seseorang telah berusia antara 25 – 28 tahun.

atau pun seorang yang mendapat dua jenis pendidikan yang latar belakangnya berbeda.kehendak pribadi dan kurang menampung banyak aspirasi dan sering kali memandang rendah keberadaan orang lain. Kemukakan dengan bahasamu sendiri bagaimana kaitan antara kepribadian dan kebudayaan setempat! 2. Seseorang dikatakan memiliki kepribadian perbatasan apabila orang ini memiliki dualisme budaya karena proses perkawinan atau karena situasi tertentu hingga mereka harus mengabdi pada dua struktur budaya masyarakat berbeda. Kepribadian demikian sering kali terdapat pada orang-orang campuran antara dua golongan etnis. Kebiasaan-kebiasaan ini selanjutnya dipedomani sebagai suatu sistem yang dapat diterima dan diterapkan oleh semua warga masyarakat. sistem aktivitas. Jelaskan bahwa norma sosial dapat menjamin kelangsungan hidup masyarakat! D. 122 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Kebudayaan ini dapat berwujud dalam bentuk sistem ide. Sistem Ide (Gagasan) Sistem ide adalah gagasan-gagasan yang merupakan hasil pencetusan orang per orang atau kelompok orang yang telah menjadi kebiasaan atau adat istiadat. HUBUNGAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN DENGAN KEBUDAYAAN Kebudayaan adalah segala sesuatu yang merupakan hasil budidaya manusia dalam hidup bermasyarakat. dan benda-benda konkret. Jelaskan bagaimana proses terbentuknya norma sosial! 3. pada orang-orang yang berdiri pada dua kelas masyarakat. 1. 1. Kepribadian Perbatasan Kepribadian perbatasan merupakan kepribadian yang relatif labil. Menurutmu fase apa yang paling mempengaruhi kepribadian seseorang? Mengapa? Jelaskan pendapat kalian! 4. di mana ciri-ciri khas dari prinsip-prinsip dan perilakunya sering kali mengalami perubahan-perubahan sehingga seolah-olah seseorang mempunyai lebih dari satu corak kepribadian.

kesenian. Etos kebudayaan merupakan watak khas dari suatu masyarakat yang dapat terpancar dari perilaku warga masyarakatnya. kesenian. sistem mata pencarian.2. sistem teknologi. religi. Bahasa Sistem Religi Sistem Kesenian Masyarakat Melahirkan Generasi Baru Generasi Baru dengan Kepribadian Tertentu Sistem Ilmu Pengetahuan Sistem Ekonomi Sistem Teknologi Sistem Organisasi Sosial Bagan 4. Misalnya dalam bentuk bahasa. 3. Sistem Aktivitas (Perilaku Sosial) Sistem aktivitas merupakan perwujudan dari sistem ide yang ada sehingga perilaku-perilaku sosial yang ada dalam masyarakat merupakan manifestasi dari sistem ide yang ada pada masyarakat tersebut. Kepribadian mempunyai kaitan yang sangat erat dengan kebudayaan setempat dan selanjutnya kebudayaan setempat berangsurangsur akan dipengaruhi bahkan direvisi oleh pribadi-pribadi yang ada pada masyarakat tersebut. sistem aktivitas ini akan menjadi sistem perilaku yang dipedomani sebagai sarana untuk melaksanakan pergaulan dan pemenuhan kebutuhan di dalam masyarakat. pakaian adat. perhatikan bagan berikut ini. Tampak kepribadian seseorang sepenuhnya dipengaruhi oleh tujuh unsur kebudayaan masyarakat setempat yang terdiri dari bahasa. pola pikir. Untuk lebih jelasnya. Dengan demikian.2 Bagan pengaruh unsur kebudayaan terhadap kepribadian seseorang. Inilah yang disebut dengan etos kebudayaan. dan lain-lain. kepribadian boleh dikatakan terbentuk oleh kebudayaan setempat sehingga tiap-tiap orang mempunyai karakteristik yang sama apabila berasal dari lingkungan yang sama pula. sistem ilmu pengetahuan. dan sistem organisasi Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 123 . Benda-Benda Konkret (Artefak) Artefak merupakan benda-benda konkret atau benda hasil karya yang merupakan manifestasi dari sistem ide dan sistem aktivitas masyarakat. Selanjutnya. Artefak-artefak selanjutnya akan menjadi sistem peralatan dan perlengkapan hidup manusia yang dipakai untuk menyelenggarakan kehidupan.

terutama generasi baru secara akumulatif dan komprehensif. Ketujuh unsur tersebut mempengaruhi kepribadian individu. warga masyarakat. Korupsi merupakan salah satu kepribadian bangsa Indonesia. Setiap kelompok meneliti salah satu topik di bawah ini. dapat dikatakan bahwa kebudayaan mempunyai pengaruh besar terhadap kepribadian seseorang. serta perguruan tinggi. 124 Sosiologi SMA/MA Kelas X . SD. Kecenderungan budaya korupsi di Indonesia dalam dua tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono .Jusuf Kalla. baik pemerintah. Bentuklah kelompok yang beranggotakan 10 – 15 orang. diperlukan kerja sama dari berbagai komponen. Tapi yang perlu dicatat di sini bahwa kebudayaan selalu berhubungan dengan proses berpikir manusia.sosial. SMP. Budaya digunakan oleh setiap orang sebagai pedoman atau acuan dan latar belakang tindakan manusia dalam kehidupannya. Dalam konteks ini keluarga justru mempunyai peranan yang lebih penting dan mendasar dalam mewujudkan warga masyarakat yang baik ketimbang peranan lembaga pendidikan seperti TK. dan SMU. lembaga pendidikan. Untuk mewujudkan masyarakat yang baik. MEWUJUDKAN WARGA MASYARAKAT YANG BAIK W arga masyarakat yang baik adalah warga masyarakat yang dapat menjalankan peranannya yang menyangkut hak maupun kewajibannya secara baik tanpa mengurangi hak dari orang yang lain. 2. terutama ketika ia bertindak. maupun tokoh-tokoh keagamaan. Perilaku yang tidak selalu dapat dikategorikan sebagai perwujudan budaya. Jadi. Ini berarti bahwa individu tersebut telah berperilaku seperti nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat. 1.

Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. Setujukah Anda dengan pendapat pada alinea terakhir bacaan di atas? Jelaskan dan sertakan data-data pendukung! 2. Bagaimana solusi Anda dalam mewujudkan masyarakat yang baik?

MEMPERSIAPKAN KETERAMPILAN HIDUP

P

ada dasarnya, proses sosialisasi merupakan proses belajar bagi seorang individu untuk membekali diri dengan pengetahuan-pengetahuan dan keterampilan-keterampilan tertentu agar seorang individu dapat berperilaku sesuai dengan kondisi budaya masyarakatnya. Ada kalanya proses sosialisasi justru menyerap sub-sub kebudayaan yang menyimpang. Keadaan ini akan membawa jalan yang tersesat bagi seorang individu untuk meniti karir hidup dalam masyarakat. Tetapi sebaliknya dengan menyerap sub-sub kebudayaan yang baik, besar manfaatnya dalam membekali diri dengan keterampilan-keterampilan khusus yang dapat menunjang kehidupan hari tua. Pertanyaan: 1. Apakah yang dimaksud dengan keterampilan hidup atau life skill ?

2. Mengapa seorang remaja perlu membekali diri dengan keterampilan hidup? 3. Sebutkan lima contoh keterampilan hidup yang Anda senangi dan bagaimana cara Anda memperoleh keterampilan-keterampilan tersebut!

Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian

125

4. Melalui media apa sajakah keterampilan hidup itu dapat diserap? 5. Apa yang akan terjadi bila seorang individu yang memasuki usia akhir dewasa tidak memiliki keterampilan hidup?

PROSES SOSIALISASI DAN KEPRIBADIAN INDIVIDU
Setiap manusia sejak kecil hingga dewasa senantiasa berada di lingkungan individu yang lain, baik dalam lingkungan keluarga, lingkungan kerabat, lingkungan masyarakat setempat, lingkungan permainan, lingkungan pendidikan, maupun lingkungan masyarakat luas. Proses ini lebih tepat disebut proses sosialisasi. Dalam proses sosialisasi, seorang individu akan mendapatkan segala sesuatu yang baik maupun yang buruk di dalam masyarakat yang meliputi hampir semua segi kehidupan. Misalnya, bidang kesenian, olahraga, perdagangan, masalah hukum, masalah perkawinan, dan lain sebagainya. Melalui proses sosialisasi, orang akan bertambah banyak pengalamannya serta berkembang prinsip-prinsipnya hingga akhirnya terbentuk persepsi dan pola pikir yang didasarkan pada nilai-nilai yang diserap dalam proses sosialisasi. Gambaran umum dari perilaku yang khas seorang individu dinamakan kepribadian. Kepribadian ini dapat dilihat dari keseluruhan perilaku yang sehari-hari diperbuat oleh seseorang. Pertanyaan: 1. Kapankah kepribadian seseorang akan menjadi baik? Dan kapankah kepribadian seseorang akan menjadi buruk? 2. Jelaskan bagaimana korelasi antara kepribadian dan proses sosialisasi yang dialami oleh seorang individu! 3. Sebutkan komponen-komponen dari kepribadian seseorang yang terlihat dari aktivitas kesehariannya! 4. Mengapa seorang anak perlu dibatasi lingkungan pergaulannya? 5. Bagaimana peranan warisan biologis dalam pembentukan kepribadian seorang anak?

126

Sosiologi SMA/MA Kelas X

1. Norma dan nilai merupakan pedoman bagi individu yang melaksanakan proses sosialisasi, bahkan menjadi pedoman bagi semua warga masyarakat. Melalui proses sosialisasi, seseorang pada hakikatnya akan mempelajari norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat untuk dipedomani yang selanjutnya seorang individu dapat berperilaku secara tepat sehingga dapat sukses dalam pergaulan. 2. Perbedaan nilai dan norma sosial Nilai sosial: dibuat lebih dulu daripada norma sosial, bersifat implisit, dan belum dilengkapi dengan sanksi. Norma sosial: dibuat untuk melaksanakan nilai-nilai sosial, bersifat eksplisit, dan sudah dilengkapi dengan sanksi. 3. Fungsi nilai dan norma sosial adalah sebagai petunjuk arah perilaku, benteng perlindungan, dan pendorong atau motivator. 4. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan nilai dan norma meliputi perubahan struktur pemerintahan, perubahan tingkat peradaban, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penemuan-penemuan baru, dan pengaruh kebudayaan asing. 5. Tujuan sosialisasi adalah untuk mengetahui lingkungan sosial, lingkungan fisik, nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam suatu masyarakat, dan mengetahui lingkungan sosial budaya suatu masyarakat. 6. Faktor-faktor yang mempengaruhi sosialisasi Faktor Intrinsik yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam seorang individu. Faktor Ekstrinsik yaitu faktor-faktor yang berasal dari luar diri seseorang. 7. Media sosialisasi terdiri atas keluarga, lingkungan permainan, lingkungan pendidikan,lingkungan kerja, dan media massa. 8. Faktor-faktor pembentuk kepribadian Faktor Warisan Biologis: ciri-ciri fisik, golongan darah, bakat, dan sifat-sifat khas. Faktor Lingkungan: lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan, lingkungan pergaulan (lingkungan kerja), media massa, dan lingkungan masyarakat luas. 9. Kepribadian tiap-tiap individu dalam masyarakat sangat dipengaruhi oleh corak kebudayaan, di mana individu itu hidup dan berkembang menjadi dewasa (social determinism).
Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian

127

bakat-bakat D. prakarsa B. 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian seseorang adalah seperti berikut. kerja sama 3. 3. . 1. ego E. perilaku keseharian E. B. kecuali . . 4. tingkat kecerdasan (IQ) Dari pernyataan di atas. Faktor-faktor berikut ini yang bukan merupakan faktor-faktor warisan biologis adalah . . . A. 6 5.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. Gambaran umum mengenai kejiwaan manusia yang teraktualisasi dalam bentuk perilaku yang khas dari seorang individu disebut . . A. . kepribadian 2. D. kegemaran 3. imajinasi 6. C. 5 E. perangai C. . prakarsa 2. 2. . 1. . . 5. dan E! 1. 6 C. Perhatikan pernyataan berikut ini: 1. . kejiwaan B. 4. lingkungan keluarga B. golongan darah 4. Untuk mengetahui kondisi kejiwaan seseorang dapat diperhatikan melalui . 4. . 2. 128 Sosiologi SMA/MA Kelas X . A. 3. kondisi fisik E. 3. hati nurani D. karakter D. 5. . budi pekerti 5. 2. 3. pengendalian emosi C. . A. 4 D. yang merupakan bagian atau unsur kepribadian seseorang adalah . tabiat C. perangai 4. 5 B. .

. strata dan popularitas diri 5. struktur sosial dan personil dari masing-masing status dalam struktur sosial 4. . Corak kepribadian seseorang sangat ditentukan oleh budaya masyarakatnya. proses sosialisasi di lingkungan sekolah B. 1. 1. 2. D. pemerintah B. keluarga E. . C. Pembentukan kepribadian generasi penerus yang memiliki imtak (iman-takwa) dan iptek (ilmu pengetahuan-teknologi) yang kuat dan seimbang secara kodrati sejak semula menjadi tugas pokok media sosialisasi . 8. A. Perhatikan pernyataan berikut ini: 1. 2. norma dan nilai sosial 3. Proses sosialisasi yang dilakukan oleh seorang pejabat baru pindahan dari daerah lain merupakan contoh dari .A. budaya masyarakat setempat 6. . 1. 4 C. 3. sesuatu yang dapat diperoleh seseorang dalam proses sosialisasi adalah . masyarakat 7. . . . . 1. . 3 D. proses sosialisasi di lingkungan tempat tinggal yang baru D. . . pengetahuan tentang lingkungan alam 2. 2. proses sosialisasi di lingkungan kerja E. Proses sosialisasi primer adalah . E. 5 B. 2. A. penemuan baru E. proses sosialisasi pada lingkungan teman sepermainan 10. lingkungan alam B. warisan biologis C. proses sosialisasi di lingkungan keluarga dan masyarakat setempat C. 5 E. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 129 . multimedia C. lingkungan keluarga D. . sekolah D. proses intuitif Berdasarkan pernyataan di atas. A. . B. Tiap-tiap individu memiliki corak kepribadian yang berbeda-beda. Pernyataan berikut ini yang merupakan penjabaran dari istilah social determinism adalah . Budaya merupakan perwujudan dari kepribadian masyarakat. 4 9. A. Salah satu perwujudan dari kehidupan sosial dalam masyarakat adalah kegotongroyongan. Setiap masyarakat memiliki struktur budaya yang berlainan. . . 3.

dan kerohanian material. . petunjuk arah dalam pemenuhan kebutuhan 16. 1. Menurut A. .A. mensosialisasikan nilai dan norma C. kehidupan sosial yang bersifat abstrak B. Nilai dan norma mempunyai hubungan saling berkaitan yang merupakan dasar dalam . menyatukan kelompok yang mengalami konflik C. yaitu . nilai Prof. sosialisasi sekunder E. . Dr. . A. . nilai D. . dan moral abstrak. etika C. memberikan rasa kebersamaan D. nilai dibagi atas tiga. . vital. Notonegoro. nisbi. A. dan moral 14. konkret. kehidupan kelompok untuk memenuhi kebutuhan khusus E. nilai E. pengendali sosial dari perbuatan yang menyimpang E. nilai B. vital 15. . . . merupakan hasil interaksi antarwarga masyarakat 2. membudayakan masyarakat B. nilai C. . material D. . . maksudnya adalah . proses enkulturasi 11. Nilai sosial memiliki ciri-ciri antara lain . kesusilaan. kehidupan bersama sebagai realita sosial C. . melatih keterampilan D. menuntun manusia untuk berbuat baik B. . . A. Segala sesuatu yang berguna bagi manusia sehingga orang dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas termasuk dalam nilai . sosialisasi primer D. adaptasi C. dibawa sejak lahir melalui orang tua 130 Sosiologi SMA/MA Kelas X . menentukan kepentingan individu dalam masyarakat D. A. religius B. . mendidik budi pekerti E. Fungsi nilai sebagai pendorong. dan nominal mutlak. kesopanan. spritual. menentukan interaksi sosial bersama makhluk individu 13. mengajar ilmu pengetahuan 12. dan nominal material. sosialisasi B. . Keunggulan lembaga sekolah bagi pembinaan generasi muda terletak pada peranannya dalam . moral E.

1. lingkungan masyarakat D. kenyataannya masih banyak remaja yang terjebak untuk mengkonsumsi. Dalam hal ini. 2. 2. . 3. lingkungan masyarakat yang buruk E. 3 D. yaitu . . 5 C. penanaman nilai dan norma sosial D. 4 E. peningkatan kepekaan sosial 20. Kasus ini terjadi sebagai akibat dari . 5 17. Lita mengalami proses sosialisasi. yang merupakan media sosialisasi adalah . . Seorang anak akan merasa aman dan mendapat pengalaman dalam kelompoknya. A. Salah satu pepatah yang mengatakan “lain ladang lain belalang.3. nilai-nilai yang berbeda dengan daerah lain E. banyaknya teman dalam pergaulan D. . . lain lubuk lain ikannya” memberikan gambaran kepada kita bahwa setiap daerah memiliki . terbentuk melalui proses sosialisasi 4. A. tata kelakuan yang berbeda dengan daerah lain 18. . tuntutan kehidupan yang berbeda dengan daerah lain D. . teman kerja B. Sejak kecil Lita selalu dibimbing dan diarahkan oleh orang tuanya agar melakukan sesuatu dengan baik dan benar. . lingkungan sekolah E. adanya kebebasan media massa B. mempengaruhi perkembangan pribadi individu. 4 B. pemulihan tindakan anak yang bersifat asosial B. Dalam hal ini. 3. baik positif maupun negatif Pernyataan di atas yang benar adalah . teman sekoah 19. 4. teman bermain C. 1. A. proses sosialisasi yang tidak sempurna Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 131 . 3. A. . pembentukan kepribadian sosial E. . . . pembelajaran ilmu pengetahuan sosial C. kebiasaan hidup yang berbeda dengan daerah lain C. 3. A. . . menurunnya kualitas pendidikan C. 1. mempunyai pengaruh yang sama sesuai dengan kebudayaan 5. Meskipun sudah tahu akibat buruk dari penyalahgunaan narkoba. . tingkat perkembangan yang berbeda dengan daerah lain B.

Jelaskan bagaimana peranan norma dan nilai dalam proses sosialisasi! 3. Sebutkan dan jelaskan macam-macam media sosialisasi! 10. Apa yang dimaksud dengan nilai sentral? Bagaimana peranannya dalam bentuk perilaku? 9. Mengapa norma dan nilai dapat mengalami pergeseran? Jelaskan! 5. Apakah yang dimaksud dengan sosialisasi? 2. Apakah yang dimaksud dengan kepribadian? 6.Soal Essay Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Sebutkan macam-macam norma sosial! 4. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian pada diri seseorang! 8. Apa tujuan seorang individu melaksanakan proses sosialisasi? 132 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Jelaskan bagaimana korelasi antara proses sosialisasi dan proses pembentukan kepribadian! 7.

uraian berikut akan menjelaskan bagaimana keterkaitan nilai dan norma sosial. perilaku menyimpang. dan pengendalian sosial.PERILAKU MENYIMPANG Tujuan Pembelajaran Mengidentifikasikan terjadinya perilaku menyimpang sebagai hasil sosialisasi yang tidak sempurna.co. Untuk membahas lebih lanjut. Mengklasifikasi jenisjenis perilaku menyimpang.id D alam perkembangan masyarakat tidak selamanya orangorang berperilaku sesuai norma dan nilai. Mendeskripsikan cara-cara untuk menanggulangi terjadinya perilaku menyimpang. Sumber: http/images. Perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan nilai inilah yang dinamakan perilaku menyimpang yang menggelisahkan masyarakat sehingga masyarakat mengambil suatu tindakan yang disebut pengendalian sosial.google. Bab 5 Perilaku Menyimpang 133 .

Tidak mampu menyerap norma Proses belajar yang menyimpang Ketegangan Antarkebudayaan Proses sosialisasi yang tidak sempurna Pelampiasan rasa kecewa Sikap mental yang tidak sehat Dorongan kebutuhan ekonomi Perilaku Menyimpang Tindakan anti sosial Sikap melanggar norma Pelanggaran Norma Delinkuensi Kriminalitas Sikap anti kemapanan Pengendalian Sosial 134 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

mulai dari anak muda hingga orang dewasa pernah melakukannya. maupun norma hukum. baik secara langsung maupun tidak langsung. 1. melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai yang berlaku di dalam masyarakat tertentu. Kejahatan (Criminality) Kejahatan atau kriminalitas adalah semua bentuk perilaku warga masyarakat yang telah dewasa yang bertentangan dengan norma-norma hukum. mencuri buah-buahan. Jadi. perkelahian pelajar. Kenakalan remaja pada umumnya terjadi akibat gagalnya keluarga menjalankan fungsi-fungsinya.A. yaitu kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang miskin karena kemiskinannya. Norma yang dilanggar meliputi norma adat dan kebiasaan. terutama adalah hukum pidana. Kriminalitas terdiri atas kejahatan kerah biru dan kejahatan kerah putih. minum-minuman keras. Perilaku menyimpang dapat dilakukan oleh siapapun. Kegagalan ini kemudian menjadi beban masyarakat ketika seorang anak tidak mengetahui prinsip-prinsip benar dan salah. norma kesusilaan dan kesopanan. Tapi yang perlu diperhatikan adalah bahwa batasan perilaku menyimpang ditentukan oleh norma-norma atau nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Suatu tindakan yang mungkin pantas dan dapat diterima di suatu tempat lain. dan lain-lain. dapat dikatakan bahwa aturan yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukanlah baik atau buruknya perbuatan itu menurut pengertian umum. norma agama. terutama fungsi pendidikan dan fungsi pengawasan sosial. Kejahatan kerah biru (blue collar crime). yang bertentangan dengan nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Contoh delinkuensi: berkatakata jorok. b. Perilaku menyimpang ini meliputi hal-hal berikut ini. PERILAKU MENYIMPANG Perilaku menyimpang merupakan akibat proses sosialisasi yang salah atau proses sosialisasi terhadap sub-sub kebudayaan yang menyimpang. Bab 5 Perilaku Menyimpang 135 . a. serta tidak mengetahui prinsip baik dan buruk. Pengertian Perilaku Menyimpang (Social Deviation) Yang dimaksud perilaku menyimpang adalah semua perilaku warga masyarakat baik secara individual maupun secara kolektif. Kenakalan remaja sering kali menjadi benih awal dari suatu kriminalitas. Perilaku-perilaku ini merugikan warga masyarakat secara sosiologis sehingga akan menjadi penghambat tumbuh dan berkembangnya suatu masyarakat. Kenakalan Remaja (Delinkuensi) Semua bentuk perilaku remaja yang belum dewasa secara hukum yang bertentangan dengan nilai-nilai dan norma sosial yang ada dikategorikan sebagai kenakalan remaja.

Teori Anomi Robert K. 4. Kejahatan ini dilakukan semata-mata bukan karena kekurangan atau kemiskinan. Menurut Merton. di mana perilaku menyimpang dianggap hal yang biasa. 3. pengasingan diri. Menurutnya.1 Tabel Tipologi Adaptasi Individual dari Merton. No. bahkan dianggap perilaku yang normatif. Akibatnya. 5. Pada akhirnya terjadi penyimpangan-penyimpangan perilaku. 2. individu-individu belajar mengenal tujuantujuan budaya tersebut. melainkan karena keserakahannya. Merton mengemukakan bahwa penyimpangan perilaku terjadi karena masyarakat mempunyai struktur budaya dengan sistem nilai yang berbeda-beda sehingga tidak ada satu standar nilai yang dijadikan suatu kesepakatan untuk dipatuhi bersama. kejahatan berawal dari proses sosialisasi terhadap subkebudayaan yang memang salah dan menyimpang. Hal ini terjadi pada perkampungan-perkampungan yang berserakan dan tidak teratur. 136 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Beberapa Teori Penyimpangan a. 2. ritualisme. padahal struktur budaya yang satu dengan struktur budaya yang lain saling bertentangan. b. ada lima tipologi tingkah laku individu untuk menghadapi hal tersebut. Keadaan anomi bisa menyebabkan penyimpangan sosial selanjutnya dikatakan bahwa dalam proses sosialisasi. 1. Anomi terjadi karena adanya ketidakharmonisan antara tujuan budaya dan cara-cara untuk mencapai tujuan budaya. Cara-cara Adaptasi Konformitas Inovasi Ritualisme Pengasingan diri Pemberontakan ± ± Tujuan Budaya Cara-cara yang Melembaga Tabel 5. yaitu konformitas. yaitu kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang kaya dan penguasa. Generasi baru yang dilahirkan di lingkungan ini pun dengan sendirinya akan menyerap nilai-nilai yang memang menyimpang sejak awal. dan pemberontakan.Kejahatan kerah putih (white collar crime). inovasi. masing-masing masyarakat akan berperilaku dengan standarnya masing-masing. Teori Kebudayaan Khusus yang Menyimpang Teori ini dikemukakan oleh Shaw dan McKay.

sedangkan menjadi mahasiswa merupakan tujuan yang sesuai dengan nilai budaya. Korupsi merupakan cara yang tidak disetujui dalam mencapai tujuan yang sesuai dengan nilai budaya. meskipun masyarakat kita mendorong semua anggota masyarakat untuk memperoleh kekayaan dan kedudukan sosial yang tinggi. Sikap konformitas ini bukan merupakan keadaan anomis. Contohnya. 8–14 Desember 2003 Gambar 5. akan berupaya untuk melanggar peraturan ini. seseorang yang ingin lulus ujian SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) agar menjadi mahasiswa PTN. Dalam suatu perombakan struktur nilai. Dalam teori sosiologi. dan tetapi dengan cara belajar sungguh-sungguh. Untuk mencapainya. seringkali terjadi pembaruan-pembaruan untuk menyempurnakan tata nilai lama yang dianggap tidak sesuai. makna konformitas adalah suatu sikap yang menerima tujuan sesuai dengan nilai-nilai budaya dan cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut. misalnya korupsi. Misalnya. dan tanda ± berarti penolakan terhadap nilai-nilai yang berlaku dan berupaya dengan nilai-nilai baru. Bab 5 Perilaku Menyimpang 137 . Inovasi adalah suatu sikap menerima tujuan sesuai dengan nilai budaya.Keterangan: Ada lima macam tingkah laku manusia yang berkaitan dengan budaya dengan caracara yang disetujui untuk mencapai tujuan tersebut. terjadilah suatu inovasi nilai. cara yang disetujui untuk mencapainya hanya memungkinkan segelintir orang untuk berhasil. Sumber: Pilars. Mereka yang melihat betapa kecilnya kemungkinan untuk berhasil jika mematuhi peraturan atau cara-cara yang benar. tetapi menolak cara-cara yang melembaga untuk mencapai tujuan. Tanda + menunjukkan sikap menerima.1 Perilaku menyimpang berupa tindakan yang melanggar hukum ditidaklanjuti dengan memasukkan pelaku ke ruang tahanan. dia tidak memakai joki dan menyontek. tanda – berarti sikap menolak. namun dalam kenyataannya. Belajar merupakan cara untuk mencapai tujuan yang disetujui dan sudah melembaga dalam masyarakat. Dalam konteks ini.

namun mereka menerima cara-cara yang melembaga untuk mencapai tujuan perzakatan. Oleh karena itu. Sikap menolak tujuan sesuai dengan nilai budaya dengan menerima cara-cara yang melembaga untuk mencapai tujuan disebut ritualisme.Pemberontakan adalah sikap yang menolak tujuan dan cara-cara yang melembaga dan berupaya menggantikannya dengan tujuan dan cara yang baru. contohnya kaum revolusioner. teori ini disebut pula teori pemberian cap. ritualisme dan pengasingan diri. Berdasarkan sifatnya. Meskipun kesehariannya bertingkah laku baik. Jelaskan mengapa orang harus berperilaku seperti norma dan nilai! 2. 1. Selanjutnya. Misalnya. penyimpangan dapat dibedakan menjadi dua macam. teori ini adalah teori pemberian label atau cap terhadap suatu tindakan penyimpangan. c. teori manakah menurut Anda yang paling baik? Apa alasannya? 3. Teori Reaksi Masyarakat Teori penyimpangan yang ketiga adalah teori reaksi masyarakat. seorang individu atau kelompok masyarakat menolak tujuan maupun cara-cara untuk mencapai tujuan yang melembaga. seseorang yang melakukan tindakan pencurian di wilayah tempat tinggalnya. Sebutkan lima bentuk penyimpangan sosial yang masih tergolong ringan! 4. Contohnya: meskipun masyarakat kita menolak pengaturan zakat. walaupun dilakukan hanya satu kali. namun cap itu sendiri jauh lebih diperhatikan melebihi status-status yang lainnya. oleh masyarakat diberi cap sebagai pencuri. Jelaskan bagaimana kaitan antara kenakalan remaja dan kriminalitas! 3. Ada banyak teori penyimpangan. Sebaliknya pada pengasingan diri. Teori ini dijelaskan dengan memakai bantuan konsep penyimpangan primer dan sekunder. yaitu penyimpangan positif dan penyimpangan negatif. khususnya penyimpangan sekunder. 138 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Sifat-Sifat Penyimpangan Penyimpangan perilaku memang tidak selamanya mempunyai pengaruh yang buruk bagi masyarakat. Sebabnya masa depan seseorang yang telah terlanjur dianggap sebagai penyimpangan sekunder bisa berubah secara drastis. Pada dasarnya.

pelakunya dikucilkan dan bobotnya diukur menurut kaidah sosial yang dilanggar. Proses Belajar yang Menyimpang Proses belajar suatu subkebudayaan yang menyimpang akan menimbulkan perilaku-perilaku baru pada generasi baru yang menyimpang dari norma dan nilai Bab 5 Perilaku Menyimpang 139 . Proses sosialisasi tidak akan berhasil jika sejak kecil seseorang mengamati kemudian meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. Ini dapat terjadi karena seseorang menjalani proses sosialisasi yang tidak sempurna. Seseorang dikatakan menyimpang secara positif jika dia berusaha merealisasikan suatu cita-cita namun masyarakat pada umumnya menolak atau tidak dapat menerima caranya. b. Perilaku menyimpang tersebut juga dapat terjadi ketika seorang individu tidak mampu mendalami norma-norma masyarakat yang berlaku dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya bila anak ini terjun ke masyarakat yang lebih luas. perilaku menyimpang dapat disebabkan oleh hal-hal berikut ini. a. Pelanggaran terhadap kaidah susila dan adat istiadat biasanya dinilai berat. 1. Ketidaksanggupan Menyerap Norma-norma Kebudayaan Proses ini berlangsung ketika seseorang individu tidak mampu membedakan perilaku yang pantas dan yang tidak pantas. Kasus ini tampak pada seseorang yang berasal dari keluarga berantakan. TERJADINYA PERILAKU MENYIMPANG SEBAGAI HASIL SOSIALISASI YANG TIDAK SEMPURNA Proses sosialisasi yang tidak sempurna dapat membentuk perilaku menyimpang. Penyebab Perilaku Menyimpang Berdasarkan tinjauan multidimensi. Individu juga dapat tidak berhasil melakukan sosialisasi jika ia tidak memiliki kepercayaan diri dan kemampuan dalam proses sosialisasi tersebut. ia cenderung tidak sanggup menjalankan perannya sesuai dengan perilaku yang pantas menurut ukuran masyarakat. Contoh: wadah pergaulan dalam bentuk “kontak jodoh” yang mungkin belum dapat diterima oleh anggota masyarakat karena dianggap melampaui batas. Akibatnya yang diterima bukan pujian melainkan celaan. walaupun cara atau tindakan yang dilakukan itu seolah-olah menyimpang dari norma-norma yang berlaku. padahal sebenarnya tidak.Penyimpangan positif adalah penyimpangan yang terarah pada nilai-nilai sosial yang ideal. Tindakan perilaku menyimpang ini dianggap tercela oleh masyarakat. Hal ini terjadi misalnya karena seorang individu kesulitan dalam berkomunikasi ketika bersosialisasi. terutama orang-orang di sekitarnya. B. Penyimpangan negatif adalah kecenderungan bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dipandang rendah dan berakibat buruk.

Apabila seseorang tidak diberi peluang untuk memilih. Ketegangan antara Kebudayaan dan Struktur Sosial Pada masyarakat multikultural memang terdapat perbedaan-perbedaan struktur budaya yang sangat mendasar. f. bahwa proses sosialisasi akan menghasilkan sesuatu yang baik dan yang buruk yang kadang berlangsung secara tumpang tindih tanpa disadari. Hal ini dapat terjadi karena orang yang melakukan perilaku menyimpang tidak merasa bersalah atau menyesal. Terutama karena berasal dari masyarakat yang mempunyai struktur budaya yang berlainan. maka cara-cara ini dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan hubungan ini. c. Proses belajar ini terjadi melalui interaksi sosial dengan orang lain khususnya orang-orang berperilaku menyimpang yang sudah berpengalaman. Perilaku menyimpang sering kali merupakan akibat dari sosialisasi yang sengaja maupun tidak sengaja. e. 140 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Proses sosialiasi ini terjadi secara sengaja maupun tidak sengaja. tetapi juga cara-cara yang diperkenankan oleh kebudayaan tersebut untuk mencapai tujuan tadi. Akibat Proses Sosialisasi Nilai-nilai Subkebudayaan Menyimpang Sebagaimana disinggung di depan. Jika pergaulan ini memiliki pola sikap dan perilaku menyimpang. Perilaku menyimpang sebagai hasil sosialisasi yang sengaja dapat terjadi melalui kelompok-kelompok gelap yang tujuannya benar-benar mengajarkan penyimpangan. Mereka membentuk subkebudayaan yang berbeda dari kebudayaan umumnya. Setiap masyarakat tidak hanya memiliki tujuan-tujuan yang dianjurkan oleh kebudayaan.yang ada. Adapun terjadinya proses belajar perilaku menyimpang sama halnya dengan proses belajar yang lainnya. maka kemungkinan besar ia juga akan menunjukkan pola-pola perilaku menyimpang. Sikap Mental yang Tidak Sehat Perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai sentral yang ada pada diri manusia itu. Adakalanya nilai-nilai sentral ini sangat berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lain. Nilai sentral ini merupakan nilai yang paling dipedomani oleh seseorang. sehingga kemungkinan besar akan terjadi perilaku menyimpang. d. Hubungan dengan kelompokkelompok tersebut akan cenderung membuatnya mengidentifikasi dirinya dengan kelompok yang paling dihargainya. Ikatan Sosial yang Berlainan Dalam suatu masyarakat memang terdapat kerabat-kerabat dengan ikatan sosial yang berbeda-beda dan struktur tata nilai yang berbeda pula. Hal ini menjadi titik awal terjadinya penyimpangan. ia akan memperoleh pola-pola sikap dan perilaku kelompoknya. Setiap orang biasanya berhubungan dengan kelompok yang berlainan.

Mereka merombak sistem perilaku lama sehingga yang pada mulanya merupakan sesuatu yang benar namun sekarang menjadi sesuatu yang salah dan menyimpang. Dorongan Kebutuhan Ekonomi Sebagaimana diketahui bahwa kebutuhan hidup tidak selamanya tersedia dan mudah dijangkau. Bab 5 Perilaku Menyimpang 141 . Terkadang keinginan tidak sesuai dengan kemampuan. Bentuk-Bentuk Perilaku Menyimpang Akibat Perubahan Sosial Budaya Proses perubahan sosial budaya yang sangat mendasar dan berlangsung relatif cepat mengakibatkan munculnya perilaku-perilaku menyimpang. jagoan.g. sering kali perilaku menyimpang itu dilakukan untuk menunjukkan keberanian seseorang untuk melakukan sesuatu. dan lainnya. termasuk perilaku-perilaku yang menyimpang. Mengapa sosialisasi yang tidak sempurna dapat menyebabkan perilaku menyimpang? 2. Sebutkan macam-macam perilaku menyimpang! 2. Hal inilah yang menjadi titik awal terjadinya penyimpangan perilaku akibat dorongan pemenuhan kebutuhan ekonomi. Pelampiasan Rasa Kecewa Tidak selamanya keadaan yang ada di hadapan kita sesuai dengan keinginan kita. Misalnya: berkelahi. Seseorang yang terdesak kebutuhan ekonominya jika tidak memiliki iman yang kuat atau tidak dapat mengendalikan diri atau tidak mau bekerja keras dapat terdorong menjadi penjahat. seseorang yang mengalami rasa kecewa atau kepahitan hidup dapat melakukan perilaku menyimpang sebagai usaha pelarian atau pelampiasan terhadap rasa kecewanya atau kesulitannya itu. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor penyebab perilaku menyimpang! 3. penyalahgunaan narkotika. Misalnya. Keadaan inilah yang membuat orang mengalami kekecewaan. 1. Selanjutnya sering kali kekecewaan ini memunculkan perilaku-perilaku yang merupakan pelampiasan dari rasa kekecewaannya itu. i. Keinginan untuk Dipuji atau Gaya-gayaan Di lingkungan orang-orang yang sebaya. mabuk-mabukan. Perilaku menyimpang kadang-kadang dilakukan sekedar untuk gaya-gayaan atau keinginan untuk dipuji. dilakukan biar dianggap hebat. h.

Sumber: Men’s Obsession. Pada masa berikutnya. Pada masa ini terjadi perombakan susunan kabinet 100 menteri dengan pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI). Contoh: penggunaan bahasa Belanda dan bahasa Jepang yang merupakan peninggalan bangsa penjajah. Revolusi Sosial pada Masa Peralihan Orde Lama ke Orde Baru Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 1965/1966 pada saat pemerintahan Orde Lama lengser dari panggung kekuasaan dan diganti dengan pemerintahan Orde Baru. Contoh: sikap-sikap ajaran komunis sosialis seperti 142 Sosiologi SMA/MA Kelas X . b. terjadi strukturstruktur budaya lama yang masih muncul pada masa sekarang. dan gaya kepemimpinan yang otoriter. dan di mana peralihan antara Orde Baru ke Orde Reformasi. Sebagai contoh. perilaku-perilaku dan ajaran komunis masih muncul yang selanjutnya dapat disebut perilaku menyimpang akibat perubahan sosial pada masa itu. Revolusi Sosial pada Awal Kemerdekaan Pada masa ini terjadi perubahan sosial yang sangat mendasar pada struktur pemerintahan.2 Adanya tindakan revolusioner dari rakyat berupa tuntutan agar terjadi pergantian pimpinan dalam pemerintah merupakan wujud ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintah. kasus Indonesia yang sejak merdeka hingga sekarang setidaknya telah terjadi tiga kali revolusi sosial. yaitu perubahan sosial yang mendasar dan berlangsung dalam waktu yang relatif singkat terjadi di awal kemerdekaan. pada masa peralihan Orde Lama ke Orde Baru. yaitu dari sistem kolonialis menjadi sistem demokrasi di bawah pemerintahan bangsa sendiri. Edisi Khusus 2005 Gambar 5. Perilaku ini merupakan contoh perilaku menyimpang akibat perubahan sosial budaya pada masa itu. a. Ketika terjadi perubahan secara cepat.

c. Secara hukum. Penyimpangan gaya hidup Penyimpangan gaya hidup merupakan salah satu bentuk penyimpangan ringan. Bab 5 Perilaku Menyimpang 143 . Secara umum. dan pemerkosaan. solidaritas sosial yang sangat terbatas. Sebagai contoh penyimpangan seksual antara lain: kumpul kebo. dan terhadap norma agama dan norma hukum. Hingga saat ini kita masih berada pada Orde Reformasi.bekerja sama untuk kepentingan bersama dan segala sesuatu menjadi hak milik bersama. tetapi oleh para alim ulama melalui khotbahkhotbahnya perilaku ini telah dinyatakan sebagai perilaku yang kurang terpuji sehingga perlu untuk dihindari. Contohnya. Penyimpangan pemakaian barang-barang konsumsi yang berlebihan Penyimpangan pemakaian barang konsumsi ini merupakan bentuk penyimpangan terhadap norma agama dan norma kebiasaan. c. a. Ini terjadi karena adanya perubahan struktur budaya pada masa peralihan tersebut. pelacuran. Secara hukum perilakuperilaku tersebut belum dianggap salah. ada kalanya kelompok orang-orang kaya memenuhi kebutuhan secara mewah dan berlebihan. Sesuatu yang dianggap baik dan dipedomani pada masa pemerintahan Orde Baru menjadi sesuatu yang menyimpang pada masa sekarang. pelecehan seks. Hal ini juga membuat perilaku tersebut berbeda dengan apa yang dilakukan oleh warga masyarakat pada umumnya. b. penyimpangan seksual adalah penyimpangan perilaku seksual yang dilakukan di luar ikatan pernikahan antara pria dan wanita. Penyimpangan seksual Pada dasarnya. Penyimpangan seksual ini merupakan penyimpangan terhadap norma kesusilaan dan kesopanan. Contoh: sikap mengekang kebebasan dan sikap sentralistik. yaitu apabila seseorang dalam menyelenggarakan kehidupannya tidak seperti yang dilakukan oleh masyarakat pada umumnya. penyimpangan gaya hidup sudah termasuk penyimpangan yang sangat mendasar terutama bagi masyarakat tradisional. Penyimpangan gaya hidup ini bisa berupa cara berpakaian. terhadap norma adat dan kebiasaan. dan lain-lain. cara berbicara. penyimpangan-penyimpangan sosial dalam masyarakat itu dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis penyimpangan besar. penyimpangan jenis ini belum melanggar norma. Revolusi Sosial pada Masa Peralihan antara Orde Baru ke Orde Reformasi Masa peralihan ini terjadi sekitar tahun 1998 dan 1999. antara lain sebagai berikut. tetapi berdasarkan adat dan kebiasaan. yaitu ketika kekuasaan Orde Baru turun dari panggung politik di Indonesia yang dilanjutkan dengan Pemilihan Umum pada tahun 1999.

penyimpangan sosial dapat diklasifikasikan menjadi dua tingkatan. atau penyimpangan gaya hidup. b. terutama hukum pidana. Kolusi dapat terjadi di kalangan pemerintah maupun di kalangan swasta. pencuri sepeda motor. yaitu penyimpangan perorangan dan penyimpangan kelompok. dan perampokan. a. perusakan. Jenis pelanggaran ini merupakan pelanggaran yang mempunyai esensi berat dan perlu mendapatkan sanksi maksimal berdasarkan hukum yang berlaku. dan lain-lain. Berdasarkan jumlah pelakunya. Setelah itu. Perilaku-perilaku kriminal yang bertentangan dengan norma hukum pidana misalnya: penipuan dan pemerasan. Penyimpangan ini merupakan penyimpangan dalam kategori yang ringan dan sering kali disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan atau ketidaktahuan dari orang yang melakukannya. Penyimpangan perorangan Penyimpangan perorangan adalah penyimpangan atau pelanggaran yang dilakukan orang perorangan. pencurian. Contoh: pencopet. Penyimpangan primer Penyimpangan primer adalah penyimpangan yang dilakukan sekali dan untuk yang pertama kali. bahkan pelakunya memiliki kecakapan khusus atau terspesialis dengan jenis pelanggaran yang dilakukannya. a. penyimpangan kriminal. penganiayaan. b. Penyimpangan sekunder Penyimpangan sekunder adalah penyimpangan atau pelanggaran yang dilakukan berkali-kali. penyimpangan sosial dapat diklasifikasikan menjadi dua macam. Penyimpangan perilaku yang mengarah pada tindak kejahatan (kriminalitas) Penyimpangan kriminalitas merupakan perilaku warga masyarakat yang telah dewasa hukum yang bertentangan dengan norma-norma hukum. Yang pasti kolusi akan mengakibatkan korban yang lebih banyak dan sering kali berlangsung dalam waktu yang sangat panjang. pemalsuan dokumen. Penyimpangan ini dapat meliputi penyimpangan seks. pembunuhan. Berdasarkan esensi berat-ringannya pelanggaran. yaitu penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder. Penyimpangan jenis ini sering kali terjadi di lingkungan birokrasi berupa penyimpangan penyalahgunaan kekuasaan pada jabatan tertentu. Penyimpangan kelompok Penyimpangan kelompok adalah penyimpangan yang dilakukan secara bersama-sama dan terkoordinir. penyimpangan tidak akan terulang lagi. .d. serta melembaga yang disebut pula sebagai kolusi.

Korupsi. dan nepotisme Korupsi dapat dipahami sebagai suatu sikap untuk memperkaya diri dengan cara mengambil atau memanfaatkan uang negara. Sumber: Garuda. cek. September 2003 Gambar 5. Pelanggaran tipe ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang justru ahli dalam bidangnya dan sering kali membentuk suatu sindikat yang justru melibatkan orang-orang pandai bahkan aparat. PERURI (Perusahaan Uang Republik Indonesia) senantiasa secara berkala mengganti jenis-jenis uang yang beredar untuk menghindari adanya pemalsuan terhadap jenis uang tertentu. Pemalsuan dokumen meliputi pemalsuan materai. b. Di samping itu. surat-surat berharga seperti ijazah. Oleh karena itu. perjanjian-perjanjian. perangko. a. kepolisian dan intelejen selalu berusaha untuk menangkap dan mengadili pihak-pihak yang telah memalsukan uang pemerintah RI.Beberapa jenis penyimpangan sosial yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai berikut. kolusi. informasi dari masyarakat terhadap semua bentuk pelanggaran merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi kepolisian untuk memberantas tindakan penyimpangan tersebut. Korupsi bisa dilakukan di lingkungan pemerintah maupun di lingkungan swasta.3 Penggantian jenis-jenis uang yang beredar secara berkala oleh Peruri dimaksudkan untuk menghindari pemalsuan uang. Pemalsuan uang dan dokumen Hampir setiap dekade di Indonesia ada saja pihak-pihak yang memalsukan uang pemerintah RI. sedangkan kolusi merupakan korupsi yang dilakukan secara bersama-sama dan melembaga. dan lain sebagainya. Nepotisme merupakan suatu bentuk kejahatan berbentuk memberikan toleransi yang lebih kepada keluarga dan kerabatnya dalam kaitan dengan birokrasi Bab 5 Perilaku Menyimpang 145 . Oleh karena itu.

Ada banyak jenis pencurian yang biasa terjadi di dalam masyarakat. h. Ada beberapa macam penyim-pangan seks. Kasus pembobolan bank sering terjadi karena lemahnya pengawasan dan canggihnya sistem transfer dana dari bank yang satu ke bank yang lain. pencurian perhiasan dan uang. dan perkosaan. pencurian barang-barang elektronik.pemerintahan maupun pengadaan barang. g. homoseksual. Perampokan. Nepotisme bisa berarti melanggar hukum. dan pencurian ternak. dan pembunuhan Perampokan pada umumnya dilakukan dengan mengancam. baik dengan senjata tajam maupun senjata api. antara lain: pelacuran (prostitusi). atau tindakan anarkis yang merusak seperti membakar rumah dan fasilitas-fasilitas tertentu. Alkoholisme (miras) Minum-minuman beralkohol yang melebihi ambang batas dilarang oleh hukum karena dapat mendorong terjadinya tindak kriminal yang lain. Pembobolan bank biasanya melalui transaksi kredit yang diberikan oleh bank kepada nasabah fiktif. Pelaku umumnya orang-orang dalam di lingkungan bank yang bersekongkol dengan orang-orang tertentu selaku nasabah. c. Rangkaian tindakan perampokan sering kali berkaitan dengan tindak penganiayaan dan bahkan pembunuhan. Pencurian Pencurian merupakan suatu tindak pelanggaran kriminal dengan mengambil barang-barang milik orang lain secara tidak sah. d. f. antara lain: pencurian sepeda motor dan mobil (curanmor). Penyimpangan perilaku tipe ini penyelesaiannya harus lebih hati-hati. sering kali berbuntut penganiayaan. yaitu dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat serta kedua belah pihak. Selain itu. Namun yang jelas nepotisme merupakan suatu penyimpangan perilaku secara tidak wajar dan menimbulkan kecemburuan sosial bagi masyarakat umum. Penyimpangan seks Penyimpangan seks merupakan penyimpangan sosial pada aktivitas seks yang dilakukan antara laki-laki dan perempuan yang menyimpang dari normanorma agama atau pun norma hukum. lesbian. bisa juga tidak melanggar hukum. Dalam suatu perkelahian massal. Aksi perkelahian massal dan tindakan anarkis Aksi perkelahian massal merupakan bentuk solidaritas sosial yang negatif dari suatu kelompok terhadap kelompok yang lain. 146 Sosiologi SMA/MA Kelas X . pembunuhan. penganiayaan. e. Pembobolan bank Sistem komputerisasi perbankan yang bersifat terbuka (on line) sering kali menjadi incaran para pembobolan bank.

Mengapa undang-undang perlu dibuat dengan melibatkan Dewan Perwakilan Rakyat? 4. bahkan memaksa warga masyarakat untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan norma. Beberapa contoh alkohol atau miras antara lain: ciu. Surabaya. Kepentingan individu atau kelompok tertentu sering kali menimbulkan penyimpangan-penyimpangan. Narkotika Penyimpangan sosial jenis ini merupakan penyimpangan yang bertendensi ekonomi. Coba jelaskan bagaimana urut-urutan penyelesaian kasus pelanggaran hukum dari awal sampai dengan vonis hakim! 2. Perkelahian pelajar Kasus perkelahian pelajar merupakan kasus-kasus kenakalan remaja yang marak di kalangan pelajar. putaw. Apa yang dimaksud dengan pengendalian korupsi. heroin. diperlukan pengendalian sosial. yaitu dilakukan oleh orang-orang mampu dan disalurkan oleh orangorang dalam suatu bentuk kegiatan bisnis. jenewer. i. kehidupan masyarakat pun akan tertib dan teratur. dan nepotisme? C. Bandung. sabu-sabu. mengajak. Pengendalian sosial di antara Bab 5 Perilaku Menyimpang 147 . 1. kolusi. j. Pengendalian sosial merupakan suatu sistem yang mendidik. PENANGGULANGAN TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG Untuk menanggulangi terjadinya perilaku menyimpang. Adapun barang-barang yang dapat tergolong narkotika antara lain: ekstasi.dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. kurangnya pengawasan orang tua siswa. Dengan begitu. Ujung-pandang. Hal-hal yang dapat menyebabkan perkelahian pelajar antara lain: pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah yang tidak terisi sesuai dengan jadwal. kurangnya pengawasan dari pihak sekolah. atau jenis-jenis miras yang lain. dan ganja. dan lain-lain. wiski. pengendalian sosial di antara individu maupun di antara kelompok juga perlu dilakukan. Semarang. dan lain-lain. Pengendalian sosial seperti apa yang dilakukan untuk mengatasi tawuran? Jelaskan pendapatmu! 3. Perkelahian pelajar atau tawuran pada umumnya berlangsung di kota-kota besar seperti Jakarta. Untuk itu.

atau rumah tahanan/lembaga pemasyarakatan. Fungsi dan peranan lembaga 2. dilakukan cara-cara yang lebih tegas. misalnya kepolisian. Pengendalian sosial di antara individu dan kelompok terjadi ketika individu mengawasi suatu kelompok. Selain itu. di mana ada pengawasan dari suatu kelompok terhadap kelompok lainnya.individu dilakukan dengan pengawasan individu tertentu terhadap individu lainnya. Selain itu juga memberlakukan hukuman dengan mengenakan sanksi yang tegas pada pelanggarnya. Hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan. Misalnya. pengendalian sosial juga dapat dilakukan dengan memberikan penghargaan kepada warga masyarakat yang mematuhi adat istiadat dan sebaliknya mengembangkan rasa malu dalam jiwa warga masyarakat yang tidak mematuhi adat istiadat. Selain itu. mengembangkan rasa takut dalam jiwa masyarakat yang hendak menyimpang dari adat dengan ancaman dan kekerasan. Kunjungilah salah satu lembaga pengendalian sosial yang terdekat dari sekolah Anda. Kemudian buatlah laporan ringkas mengenai hal-hal berikut ini! 1. Pengendalian sosial yang dilakukan diharapkan dapat mengurangi penyimpangan sosial yang terjadi. Misalnya. pengendalian sosial juga dapat dilakukan diantara kelompok. upaya pengendalian sosial dapat dilakukan dengan mempertebal keyakinan para warga masyarakat akan kebaikan adat istiadat dalam berbagai masyarakat. Menurut Koentjaraningrat (1922 : 217). hukuman penjara atau berupa denda. Tugas dan kewenangan lembaga 3. Misalnya. Jika upaya pengendalian sosial tadi belum berhasil juga. Hal ini dilakukan misalnya oleh gurumu terhadap murid-muridnya di sekolah. pengadilan. kejaksaan. Kegiatan operasional lembaga 148 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Seperti apakah cara-cara pengendalian sosial itu dan lembagalembaga apa saja yang melakukannya? Kamu bisa mengetahuinya di bab selanjutnya. ayahmu yang mendidikmu untuk menaati peraturan dalam keluarga.

bagaimanakah solusi untuk mewujudkan pemerintah yang baik? Bab 5 Perilaku Menyimpang 149 . Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Ciri-ciri pemerintah yang baik adalah pemerintah yang dapat menyusun kebijakan yang tepat sesuai dengan harapan warga masyarakatnya. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1.MEWUJUDKAN PEMERINTAH YANG BAIK P emilu tahun 2004 ini merupakan suatu sistem yang lebih baik dan lebih demokratis untuk memilih anggota legislatif. Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang kuat yang dapat menyatukan pendapat dari seluruh rakyatnya sehingga seluruh kekuatan bangsa tertuju pada satu arah untuk mencapai tujuan negara. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. dan wakil presiden karena ketiga komponen bangsa yang penting itu dipilih secara langsung oleh rakyat melalui proses pemilihan umum. presiden. Menurut Anda. Setujukah kalian bahwa pemerintah yang baik adalah pemerintah yang kuat (strong government) yang dapat menyatukan pendapat dari seluruh rakyat untuk menuju pada satu arah sesuai dengan tujuan negara? Jelaskan! 2.

MENGELIMINIR BUDAYA KORUPSI P ada masa reformasi akhir-akhir ini. dan nepotisme tak pernah bisa dihapuskan? Mengapa demikian? 4. kolusi. Mengapa korupsi masih kental dilakukan dalam masyarakat kita. dan nepotisme di kalangan birokrat pemerintah! 5. Di kalangan birokrat. budaya korupsi ini dilakukan turun-temurun dari generasi terdahulu kepada generasi berikutnya. mulai sekarang generasi-generasi tua harus berani menjadi guru perilaku sosial yang baik dengan meninggalkan secara perlahan dan penuh kesadaran budaya korupsi. baik pemerintah maupun lembaga nonpemerintah dewasa ini memang masih sangat kental dengan budaya korupsi. dan nepotisme. Pada dasarnya. kolusi. Pertanyaan: 1. Sebutkan masing-masing dua contoh budaya korupsi. Benarkah bahwa budaya korupsi. Untuk mengeliminir budaya korupsi. terutama oleh pejabat-pejabat negara? 2. Korupsi memang merupakan sesuatu penyimpangan yang benar-benar menghambat upaya perkembangan masyarakat secara keseluruhan. kolusi. hampir semua media massa membahas tentang cara-cara memberantas budaya korupsi. Tetapi setidaknya dapat ditekan sekecil mungkin pertumbuhannya. Setujukah Anda dengan dibentuknya lembaga Komite Pemberantasan Korupsi (KPK). Bagaimana upaya pencegahannya melalui proses pewarisan budaya yang baik? 3. Apa alasanmu? 150 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Mungkin hal ini tidak akan sepenuhnya bisa dihilangkan dari tata pergaulan masyarakat kita.

Kasus ini dapat membuat sekat-sekat dalam masyarakat untuk menimbulkan penindasan sosial budaya kepada kelompok miskin serta mendorong adanya kecemburuan sosial dari kelompok miskin kepada kelompok kaya. Barang-barang teknologi canggih ini misalnya mobil. teknologi-teknologi baru diimpor oleh agen modernisasi dan pembangunan untuk memajukan taraf kehidupan suatu bangsa. internet. Bagaimana cara-cara mengatasi kesenjangan sosial dalam masyarakat? 5. mesin tenun. Inilah kasus kesenjangan sosial yang makin lebar. Justru dengan kedatangan mesin-mesin teknologi canggih ini golongan masyarakat miskin akan termarginalkan. dan lain-lain. traktor pembajak. Sebab. truk. Mengapa kesenjangan sosial dapat menjadi potensi konflik dalam masyarakat? 4. Upaya-upaya apakah yang sekarang diperjuangkan oleh pemerintah Indonesia dalam mengatasi kemiskinan? Bab 5 Perilaku Menyimpang 151 . Melalui proses modernisasi dan pembangunan. Sebutkan empat faktor penyebab kesenjangan sosial! 2.KESENJANGAN SOSIAL SEBAGAI POTENSI KONFLIK Salah satu penyebab menjadi semakin tingginya jurang kesenjangan sosial antara golongan kaya dan golongan miskin adalah kehadiran teknologi melalui proses modernisasi dan pembangunan. Pada gilirannya. Akan tetapi. komputer. Pertanyaan: 1. radio. telepon. keadaan ini dapat menjadi potensi terjadinya konflik dalam masyarakat. teknologi canggih ini akan berpihak kepada orang-orang kaya dan selanjutnya menjadi sekutu orang-orang kaya untuk menghasilkan barang dan mendatangkan uang. televisi. mereka tergusur dari pekerjaan yang diakibatkan oleh mesin-mesin yang digunakan daripada tenaga-tenaga manusia. mesin bubut. Jelaskan bagaimana kaitan antara modernisasi dan kesenjangan sosial! 3.

Teori Penyimpangan Teori kebudayaan khusus yang menyimpang Teori anomi Teori reaksi masyarakat 3. Penyebab perilaku menyimpang Ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan Proses belajar yang menyimpang Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial Ikatan sosial yang berlainan Akibat proses sosialisasi nilai-nilai subkebudayaan menyimpang Sikap mental yang tidak sehat Dorongan kebutuhan ekonomi Pelampiasan rasa kecewa Keinginan untuk dipuji atau gaya-gayaan 5. Jenis-jenis penyimpangan sosial yang terjadi di masyarakat Penyimpangan gaya hidup Penyimpangan pemakaian barang-barang konsumsi yang berlebihan Penyimpangan seksual Penyimpangan perilaku yang mengarah pada tindak kejahatan (kriminalitas) 152 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Revolusi sosial yang terjadi di Indonesia Revolusi sosial pada awal Kemerdekaan Revolusi sosial pada masa peralihan Orde Lama ke Orde Baru Revolusi sosial pada masa peralihan antara Orde Baru ke Orde Reformasi 6. Perilaku menyimpang adalah semua perilaku warga masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Sifat-sifat Penyimpangan Penyimpangan positif Penyimpangan negatif 4. Perilaku menyimpang terdiri atas: Kenakalan remaja (delinquention) Kejahatan (criminality) 2.1.

Untuk menanggulangi terjadinya perilaku menyimpang. mengajarkan. Contoh-pengendalian sosial antara lain: Pendidikan Penghargaan Mengembangkan rasa malu Mengembangkan rasa takut dengan ancaman dan kekerasan Hukuman dengan mengenakan sanksi yang tegas Bab 5 Perilaku Menyimpang 153 . Penyimpangan sosial berdasarkan esensi berat-ringannya pelanggaran Penyimpangan primer Penyimpangan sekunder 8. diperlukan pengendalian sosial. Penyimpangan sosial berdasarkan jumlah pelakunya Penyimpangan perorangan Penyimpangan kelompok 9. dan pembunuhan Pencurian Penyimpangan seks Alkoholisme (miras) Narkotika Perkelahian pelajar ebudayaan dan Struktur Sosial 10. Contoh penyimpangan sosial dalam kehidupan sehari-hari Pemalsuan uang dan dokumen Korupsi. kolusi. dan nepotisme Pembobolan bank Aksi perkelahian massal dan tindakan anarkis Perampokan. bahkan memaksa warga masyarakat untuk berprilaku sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. Pengendalian sosial merupakan. penganiayaan. Suatu sistem yang mendidik .7.

. edukasi E reproduksi C. D atau E! 1. . penghubung kerabat B. . revitalisasi E reorganisasi menghindari konflik sosial Sosiologi SMA/MA Kelas X . pengadilan B. deviasi sosial 2. B. pengawasan sosial 3. Salah satu penyebab adanya perilaku menyimpang adalah . . mengatur pemenuhan kebutuhan E 154 D. . . degradasi moral 5. Fungsi keluarga untuk membentuk perilaku tertib dan patuh terhadap normanorma sosial dalam lingkungan masyarakat setempat terhadap putra dan putrinya adalah fungsi . Suatu keadaan di mana terjadi penurunan kualitas moral orang-orang dalam masyarakat disebut . Salah satu tujuan dari pengendalian sosial adalah . . A. A. sosialisasi D. adanya proses sosialisasi yang tidak sempurna D. demoralisasi B. melindungi kepentingan umum C. faktor usia dan jenis kelamin E pengaruh lingkungan pergaulan 4. kontrol sosial D. . . A. menciptakan kebenaran B. . . . pengendalian sosial E norma sosial C. A. A. menciptakan keteraturan sosial D. C. penyimpangan sosial C.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. . Usaha-usaha yang dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah dan mengatasi adanya perilaku menyimpang disebut . faktor warisan biologis B. . pengaruh lingkungan keluarga C. .

ketidakmampuan orang tua dalam mendidik D. . individu D. A. . . 3. . Ukuran menyimpang tidaknya suatu tindakan adalah . sanksi sosial dikucilkan dari masyarakat D. . 2. benar dan salah 8. hasil sosialisasi dan nilai-nilai subkebudayaan menyimpang C. Pada masyarakat tradisional seperti masyarakat Tengger di Gunung Bromo Jawa Timur. Di 1. 1. Penyimpangan hanya bersifat sementara dan tidak berulang kembali dan individu yang melakukan masih diterima secara sosial termasuk jenis perilaku menyimpang . 5 E 3. A. 5. penyimpangan perilaku akan diberikan sanksi berupa . . 4. kebebasan dalam pergaulan di masyarakat E pengendalian internal yang tidak dilakukan orang tua 10. 5 B. 1. . Keluarga yang kurang harmonis akan menimbulkan dampak penyimpangan sebagai . sanksi hukum fisik B. . hasil sosialisasi tidak sempurna B. bawah ini merupakan bentuk-bentuk perilaku menyimpang. . hukuman kurungan E hukuman gantung 7. 4. nilai-nilai dan norma sosial B. yang benar adalah . 3. 4 Bab 5 Perilaku Menyimpang 155 . terorganisir 9. A. primer B. hukum dan norma C. 3. kelompok E sekunder C. denda berupa uang C. . A. tata kelakuan dan kebiasaan E. 2.6. 3 D. . 2. . 5 C. perkelahian pelajar homoseksualitas penyalahgunaan narkotika kebut-kebutan di jalan raya penggunaan obat bius di rumah sakit Dari jawaban di atas. . . A. 2. 4. . agama dan adat istiadat D.

primer D. menghisap narkotika untuk memperkuat ketahanan jasmani dan rohaninya E belajar yang giat demi mencapai prestasi dan nama baik sekolah dan keluarganya 15. A. lembaga pendidikan 13. memberikan hukuman yang berat bagi pelaku C. media massa E lembaga swadaya masyarakat C. organisasi pemuda B. . . Hal yang terpenting dalam upaya pencegahan perilaku menyimpang adalah . . preventif 14. mengekang pergaulan remaja B. Pernyataan di bawah ini adalah perilaku yang menyimpang. . A. sering melanggar hukum E sering buang air kecil 16. suka bekerja keras agar nafsu makan semakin kuat B. Tindakan kolusi dan korupsi di perusahaan atau instansi pemerintah termasuk dalam tipe perilaku penyimpangan . . represif B. sekunder E kuratif C. A. Media sosialisasi yang sering menyajikan berita dengan menggambarkan sisi kehidupan yang berbeda serta bertentangan dengan nilai dan norma diajarkan di dalam keluarga dan sekolah adalah . . . Bertolak pada ketahanan keluarga. kecuali . perasaan tidak terpenuhi kebutuhannya (kurang dimengerti) bahkan terancam keamanan dirinya 156 Sosiologi SMA/MA Kelas X . A.11. . pelacuran demi terpenuhi kebutuhan rohaninya B. rasa kering pada mulut dan kerongkongan C. . kecuali . . . Pernyataan di bawah ini merupakan akibat negatif bagi penghisap narkotika. meningkatkan kesadaran norma agama dan kesusilaan E melakukan pengendalian sosial lewat lembaga sosial 12. . kecuali . . secara psikologis penyebab kenakalan remaja tercantum di bawah ini. pelajar saling berkelahi demi nama baik sekolahnya C. A. . memberdayakan lembaga sensor film D. . . . perlakuan seks sebelum pernikahan demi martabat keluarganya D. A. suka berbohong dan sering marah D. . teman sepermainan D.

perasaan yang puas atas suksesnya setiap anggota keluarganya E. . A. . . pengertian ini adalah . . . proses sosial E. . menciptakan keteraturan sosial B.B. Sebutkan tiga bentuk penyimpangan yang paling meresahkan dalam masyarakat! Bab 5 Perilaku Menyimpang 157 . . proses sosial D. menciptakan homogenitas ipoleksosbudhankam D. kepolisian D. kejaksaan 19. A. . . Instansi yang termasuk pelaksana hukum dalam pengendali primer adalah seperti di bawah ini. kecuali . aktivitas sosial B. sakit hati karena kecemburuan antarsaudara keluarganya 17. Manfaat pengendalian sosial adalah . . struktur sosial C. interaksi sosial B. pengendalian sosial 18. interaksi sosial E. menyelamatkan manusia dari tindakan dosa E menghindari perilaku menyimpang Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. perasaan terkekang keinginannya dalam menyatakan perasaan dan kebebasannya D. A. adanya konflik dan frustasi yang tidak terpecahkan yang tersimpan di dalam diri sendiri C. pengendalian sosial 20. A. stratifikasi sosial C. Keseluruhan aktivitas masyarakat yang disampaikan kepada pihak tertentu dalam masyarakat karena ada penyimpangan sosial sehingga kestabilan dalam masyarakat tercipta. . Susunan orang-orang yang memimpin dengan pembantu-pembantunya yang mengurus keutuhan termasuk menyelesaikan masalah dalam masyarakat disebut . melindungi kepentingan umum C. Buatlah batasan skala yang dianggap sebagai perilaku menyimpang dalam keluargamu! 2. sistem sosial D. . pengadilan E kesehatan C. kehakiman B.

Sebutkan sebab-sebab timbulnya proses sosialisasi yang tidak sempurna dan berikan penjelasan secukupnya! 4. Mengapa perilaku menyimpang juga dapat dikatakan positif? 158 Sosiologi SMA/MA Kelas X .3. Jelaskan pengertian pengendalian sosial! 8. Sebutkan dan jelaskan kegiatan yang perlu diadakan untuk menghindari perilaku menyimpang di daerahmu! 5. Sebutkan salah satu contoh pengendalian sosial yang dilakukan kelompok terhadap kelompok! 10. Jelaskan keberadaan kelompok-kelompok yang berperilaku menyimpang dalam kehidupan bermasyarakat! 6. Sebutkan tiga lembaga penegak hukum di Indonesia yang melaksanakan fungsi pengendalian sosial! 7. Apa yang dimaksud dengan penyalahgunaan narkotika? 9.

Pada dasarnya. demonstrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa. Mendeskripsikan akibat tidak berfungsinya lembaga sosial. polisi yang tadinya mengawasi jalannya demonstrasi pun ikut turun dan mengendalikan para demonstran tersebut. Nah. Untuk lebih jelasnya. bukan? Pengendalian sosial juga dapat dilakukan dalam berbagai cara. para demonstran tersebut ingin menyampaikan aspirasi mereka dan tentunya ingin agar harapan-harapannya terwujud. di sinilah peran polisi sebagai salah satu pelaku pengendali sosial sudah dapat kamu lihat. Tetapi sering kali ketika harapan-harapan mereka tidak terwujud.ATURAN-ATURAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT Tujuan Pembelajaran Mengidentifikasi jenisjenis lembaga pengendalian sosial. 10 – 16 Mei 2004 K amu pasti pernah melihat aksi demonstrasi di televisi bukan? Misalnya. Perasaan tidak puas ini sering menjadi penyebab munculnya kekerasan pada demonstrasi-demonstrasi. Jika hal itu sudah terjadi. yang muncul justru ketidakpuasan. Sumber: Tempo. coba kamu pelajari bab ini! Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 159 . atau kelompok masyarakat lainnya. buruh. Mendeskripsikan berbagai cara pengendalian sosial. Mengidentifikasikan aturan-aturan sosial dalam kehidupan masyarakat.

Pengetahuan tentang hakikat manusia Pengetahuan tentang interaksi sosial Pengetahuan tentang norma dan nilai Penerapan pengetahuan tentang sosialisasi Pengetahuan tentang perilaku menyimpang Pengetahuan tentang Pengendalian sosial Pengetahuanpengetahuan lain Penerapan perilaku sehari-hari Tertib Sosial 160 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

2. Begitu juga tindakan anti sosial sedapat mungkin dicegah untuk menciptakan keharmonisan dalam kehidupan bersama.lembaga pengendalian sosial dibedakan menjadi dua. Di bab ini kamu akan lebih banyak mengetahui tentang pengendalian sosial. Perilaku menyimpang sungguh-sungguh harus dihindari karena dapat merugikan pihak lain dan menimbulkan keresahan dalam masyarakat. diperlukan lembaga. di bab sebelumnya kamu sudah mengetahui sedikit tentang pengendalian sosial. dan pengadilan. B. 1. Pelanggaran tersebut disebabkan karena ketidaktahuan atau karena kesengajaan. Oleh karena itu. Lembaga ini meliputi kepolisian. Lembaga Pengendalian Sosial Sekunder Yang dimaksud dengan lembaga pengendalian sekunder adalah lembaga pengendalian yang bukan merupakan petugas pokok melainkan menjadi pengamat atau pihak yang diterapi suatu peraturan hukum. Nah. Perilaku menyimpang merupakan fenomena sosial yang pasti terjadi pada setiap masyarakat. kejaksaaan. diperlukan langkah-langkah sosial yang dinamakan pengendalian sosial. Ketiga lembaga ini merupakan aparat negara yang secara khusus mengurusi soal penerapan hukum dan pengadilan terhadap pelanggaran hukum yang terjadi di masyarakat. Pengendalian sosial dapat dilakukan dengan berbagai macam cara sesuai dengan tingkat dan jenis penyimpangan perilaku yang dilakukan. PENTINGNYA PENGENDALIAN SOSIAL Sering kali dalam kehidupan di sekitar kita. Lembaga Pengendalian Sosial Primer Yang dimaksud dengan lembaga pengendalian sosial primer adalah lembaga pengendali yang memang sejak awal keberadaannya menjadi aparat penegak hukum atau pengendali ketertiban dalam masyarakat.A. Berdasarkan eksistensi tugas pengendaliannya. yaitu lembaga pengendalian sosial primer dan lembaga pengendalian sosial sekunder. kita melihat pelanggaran-pelanggaran terhadap norma-norma sosial yang ada. Untuk itu. misalnya seorang dosen. Masalahnya adalah jangan sampai perilaku menyimpang ini terjadi dalam jumlah dan skala yang besar karena dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. seorang pembela hukum Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 161 . baik yang bersifat formal maupun nonformal untuk menjalankan peran sebagai lembaga pengendalian sosial. Mereka memiliki pengetahuan tentang hukum dan peradilan. JENIS-JENIS LEMBAGA PENGENDALIAN SOSIAL Pengendalian sosial berhubungan dengan cara-cara dan metode-metode yang digunakan untuk mendorong seseorang agar perilakunya sesuai dengan kehendak kelompok atau masyarakat luas.

a. Pada masyarakat tradisional. Sumber: Gatra. mahasiswa. antara lain sebagai berikut. Lembaga Adat dan Tokoh Masyarakat Salah satu lembaga pengendalian sosial yang paling dini adalah para pemuka masyarakat dan pemuka adat. pembela hukum. Misalnya. Tokoh-tokoh masyarakat merupakan 162 Sosiologi SMA/MA Kelas X . artinya otoritas yang dimiliki merupakan pemberian langsung oleh masyarakat yang dipimpinnya melalui kriteria-kriteria tertentu yang telah ditetapkan. pemuka agama. dan lain-lain. Adapun jenis-jenis komponen yang dapat berfungsi sebagai pengendali perilaku sosial dalam masyarakat.atau advokat serta mahasiswa fakultas hukum. adat kekerabatan. Tokohtokoh adat merupakan pemimpin nonformal. hanya sebatas pengamat yang berhak mengemukakan pendapat atau opini terhadap suatu penyelesaian hukum. orang-orang tua. Selain pemuka agama. penanganannya menjadi kewenangan dari lembaga-lembaga adat masyarakat itu sendiri. dan lain-lain).1 Tokoh masyarakat dijadikan panutan dan pengendali sosial dalam masyarakat. lembaga adat ini merupakan lembaga pengendalian sosial yang vital dan eksis dalam mempengaruhi dan mengatur tata kelakuan warga masyarakat sehari-hari. lembaga pengendalian sosial sekunder meliputi semua warga masyarakat (para dosen. 6 Desember 2003 Gambar 6. adat-adat ritual. Lembaga adat terdiri atas tokoh-tokoh adat. Dengan demikian. Mereka ini dapat menjadi pengontrol kebijakan dalam pelaksanaan hukum dan peradilan. Akan tetapi. Pada masyarakat tradisional. dan pemuka masyarakat pada masyarakat tradisional. para tokoh masyarakat pun berperan dalam pengendalian sosial mereka yang mempunyai pengaruh atau pun kharisma untuk mengatur berbagai kegiatan di dalam lingkup masyarakat. tokoh masyarakat. serta tradisi-tradisi khusus. adat pembagian warisan. pelanggaran terhadap adat perkawinan. bentuk-bentuk pelanggaran terhadap norma-norma adat.

panutan sekaligus pengendali yang dipatuhi oleh warga masyarakat yang lain. Kepolisian telah ditempatkan sebagai lembaga penegak hukum yang berfungsi mengawasi semua bentuk penyimpangan terhadap hukum yang berlaku. yaitu pihak yang melakukan penuntutan terhadap merekamereka yang melakukan pelanggaran hukum berdasarkan tertib hukum yang berlaku. bahwa sistem ketertiban yang ada di dalam masyarakat sangat ditentukan pula oleh peranan tokoh-tokoh masyarakat. d. Akan tetapi. Apabila pihak yang Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 163 . dan mahasiswa. aksi protes. unjuk rasa. Lembaga Kepolisian Pemisahan TNI (Tentara Nasional Indonesia) dengan Kepolisian sejak reformasi bergulir merupakan suatu langkah maju. Polisi sebagai aparat keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas menjadi pelindung terhadap ketertiban masyarakat. lembaga swadaya masyarakat. b. Lembaga kejaksaan pada hakikatnya merupakan lembaga formal yang bertugas sebagai penuntut umum. dan melakukan tindak lanjut terhadap penyelesaian suatu pelanggaran hukum untuk disampaikan ke pihak kejaksaan. c. pelajar. maka kepolisian memberikan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepada kejaksaan. Misalnya. Semua usaha warga masyarakat untuk memberikan opini dan penekanan terhadap pihak-pihak yang dianggap melanggar ketentuan perundangan yang berlaku. kepolisian akan membuat berita acara pelanggaran yang dilengkapi dengan data-data penyidikan untuk ditindaklanjuti oleh kejaksaan. Lembaga Kejaksaan Setelah kepolisian melakukan penyidikan terhadap tindak pelanggaran hukum. Selanjutnya. Tahap pelaksanaannya melalui tiga tingkatan hingga sampai ke Mahkamah Agung. baik yang disampaikan secara langsung maupun tidak langsung disebut kontrol sosial. demonstrasi. Putusan pengadilan negeri bisa menjadi putusan tetap atau tidak tetap. pemogokan-pemogokan. serta tekanan-tekanan politik lain yang komponennya sering kali melibatkan kalangan media massa. sering kita gelisahkan beberapa oknum aparat penegak hukum juga telah melakukan penyimpangan terhadap tugasnya sehingga mengakibatkan rusaknya sistem dalam upaya pengendalian sosial itu sendiri. serta tokoh-tokoh masyarakat. Pengendalian sosial pada saat sekarang kian berkembang dalam berbagai bentuk. menangkap pelaku-pelaku pelanggar hukum. Lembaga Pengadilan Salah satu lembaga penegak hukum yang paling akhir adalah pengadilan. yang dilakukan dalam bentuk gosip. Pekerjaan lembaga kejaksaan merupakan tindak lanjut dari lembaga kepolisian yang menangkap dan menyidik pelaku-pelaku pelanggaran untuk dituntut di pengadilan berupa bentuk pelanggarannya yang bertujuan untuk menciptakan keadilan di dalam masyarakat. Jelaslah.

Secara sosiologis. di mana ia menuntun anggota masyarakatnya untuk selalu berperilaku sesuai dengan nilai dan norma agama. 164 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Lembaga Keagamaan Lembaga keagamaan berfungsi untuk mengajak dan mengarahkan umat beragama untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Fungsi ini juga dapat dijalankan oleh tokoh agama. Agar suatu peraturan hukum dipatuhi maka dilengkapi dengan sanksi dengan maksud untuk memberikan penekanan sekaligus ancaman dan pendidikan bagi yang melakukan pelanggaran terhadap hukum. yaitu suatu lembaga nonpemerintah yang bergerak di bidang kemasyarakatan termasuk pengawasan terhadap aparatur pemerintahan. f. bermunculan Lembaga Swadaya Masyarakat (Non Government Oganization). Sesuai dengan fungsinya. baik hukum perdata maupun hukum pidana sesuai dengan hukum acara masingmasing. LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan Masyarakat Sejak reformasi bergulir pada tahun 1998 di Indonesia. hukuman seumur hidup. juga bertugas untuk mengawasi perilaku murid-muridnya dan mendidiknya. Solidamor. mereka pun telah melakukan bentuk pengendalian individu terhadap kelompok. e. lembaga ini sangat penting keberadaannya di dalam masyarakat sebab menjadi alat kontrol ketika pemerintah melakukan penyimpangan-penyimpangan terhadap normanorma hukum. hukuman kurungan. Lewat tugasnya. g. lembaga-lembaga pengadilan akan mempersidangkan setiap kasus pelanggaran terhadap norma-norma hukum. Oleh karena itu. Parlement Watch.dikenai putusan naik banding pada tingkat pengadilan di atasnya. Lembaga pengadilan pada hakikatnya merupakan lembaga pengendalian sosial formal karena lembaga tersebut memeriksa kembali hasil penyidikan dan BAP dari kepolisian serta menindaklanjuti tuntutan dari kejaksaan terhadap kasus pelanggaran itu sendiri. Contoh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yaitu: Kontras. lembaga pendidikan sangat berperan besar sebagai lembaga pengendalian sosial. putusan tersebut masih bersifat sementara dan putusan itu akan dinyatakan final hingga diputuskan oleh Mahkamah Agung. Lembaga Pendidikan Fungsi pendidikan adalah untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. dan lain-lain. Lembagalembaga ini secara mandiri berdiri dan bekerja untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan bidangnya serta menjadi lembaga kontrol masyarakat terhadap kebijakan-kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah. Corruption Watch. dan hukuman mati. Guru-guru di sekolah selain mengajar. Adapun bentuk-bentuk sanksi dari peraturan hukum antara lain: hukuman denda.

2. yaitu setelah dan sesudah penyimpangan terjadi. Artinya. kita mengenal tingkatan-tingkatan dalam pelaksanaan pengendalian sosial. seolah-olah merupakan petunjuk Tuhan secara spiritual kepada umatNya secara abstrak. pengendalian ini berusaha mencegah sekaligus mengembalikan keadaan sesudah penyimpangan terjadi. misalnya dengan teguran. Pengendalian Preventif. Pengendalian ekstrinsik adalah pengendalian dari luar terhadap perilaku menyimpang seseorang. dan Gabungan Pengendalian preventif adalah pengendalian sosial yang bersifat pencegahan agar seseorang tidak melakukan penyimpangan perilaku. Pengendalian ini dilakukan dua kali. pendidikan budi pekerti. antara lain sebagai berikut. atau pun sanksi hukum. Menurutmu apakah selama ini lembaga kepolisian sudah berfungsi sebagai pengendali sosial? 2. Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 165 . dan pengadilan. tokoh agama dan tokoh masyarakat. serta aparatur negara seperti kepolisian. dan jujur sehingga seseorang tidak terjerumus ke dalam tindakan-tindakan yang menyimpang. anjuran. sabar. CARA-CARA PENGENDALIAN SOSIAL Mengenai bagaimana cara pengendalian sosial dilaksanakan. kejaksaan. bisa dilakukan oleh orang tua. Setujukah kamu jika polisi melakukan pengendalian sosial yang keras terhadap para demonstran? Jelaskan pendapatmu! C. Pengendalian sosial represif merupakan pengendalian sosial yang dilakukan setelah terjadi suatu pelanggaran. Bentuknya berupa nasehatnasehat. Pengendalian Intrinsik dan Ekstrinsik Pengendalian intrinsik adalah pengendalian dari dalam diri seorang individu dengan berpikir secara jernih. pendidikan agama. Represif.1. Apa akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial? 3. Pengendalian sosial gabungan merupakan gabungan dari pengendalian preventif dan represif. keluarga dan kerabat. dan lain-lain. Hati nurani selalu bersifat jujur dan benar. alat pengendali ini dinamakan hati nurani. 1. Di dalam ilmu jiwa. sanksi sosial.

Dengan teknik ini diharapkan seseorang dapat meningkat kesadarannya dalam mematuhi nilai dan norma yang berlaku.2 Salah satu cara dalam melaksanakan pengendalian sosial adalah melalui pendidikan agama. menengah. 166 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Pelaksanaannya dilakukan dengan menggunakan kekerasan fisik yang akhirnya menimbulkan dendam bahkan korban. pengendalian sosial dapat berlangsung lewat cara persuasi dan cara koersi. Cara persuasi dilakukan dengan membujuk atau mengajak seseorang atau sekelompok orang secara halus untuk mematuhi nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Teknik pervasion dilaksanakan dengan cara menyampaikan nilai dan norma secara berulang-ulang. Pengendalian Persuasi dan Koersi Dilihat dari caranya. Teknik compulsion diciptakan untuk memaksa orang untuk mengubah perilakunya yang menyimpang dan akhirnya secara tidak langsung kembali patuh pada nilai dan norma. misalnya pada Departemen Pendidikan Nasional ada aparat pengendali yang disebut inspektur jenderal hingga para pengawas di tingkat pendidikan dasar. Pengendalian Compulsion (Paksaan) dan Pervasion (Pengisian) Berdasarkan tehniknya. Sebaliknya. cara koersi dilakukan dengan cara kekerasan fisik atau dengan ancaman. 3. Contoh pelaku pengendalian eksternal adalah aparat kepolisian atau tokoh-tokoh masyarakat selaku pengamat pelaksanaan kebijakan pemerintah. 5. 4. Contoh pengendalian sosial internal. dan pendidikan tinggi. pengendalian sosial dapat dilakukan secara paksaan (compulsion) dan pengisian (pervasion).Sumber: Indonesia Indah Gambar 6. Pengendalian Internal dan Eksternal Pengendalian sosial dilihat dari asalnya dapat berasal dari dalam lembaga internal maupun dari luar lembaga eksternal.

2. yaitu teguran lisan dan teguran tertulis. Gosip muncul di masyarakat apabila ada individu/ kelompok yang tindakannya menyimpang dari nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku. Dalam pelaksanaannya. dan sebagainya. Teguran tertulis adalah bentuk teguran yang dilakukan secara tidak langsung. Pendidikan merupakan alat pengendalian sosial. 1. Menurutmu pengendalian sosial seperti apakah yang dapat dijalankan untuk mengatasi tawuran? 2. pendidikan. Misalnya. individu tersebut akan menjadi bahan pembicaraan masyarakatnya. Teguran tertulis ini umumnya dilakukan oleh pimpinan kepada bawahannya dalam ikatan kedinasan (pekerjaan). Gosip atau Desas-Desus Gosip atau desas-desus merupakan bentuk pengendalian sosial atau kritik sosial yang dilontarkan secara tertutup oleh masyarakat terhadap warga masyarakat yang menyimpang perilakunya. Teguran lisan adalah teguran yang dilontarkan secara lisan kepada individu yang berperilaku menyimpang. baik pendidikan formal maupun pendidikan nonformal. kemudian ceritakan juga penendalian sosial apa yang dilakukan untuk mengatasinya! Pengendalian sosial dapat terwujud dalam bentuk gosip. karena pendidikan dapat membina dan Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 167 . Teguran Teguran merupakan kritik sosial yang dilontarkan secara terbuka oleh masyarakat terhadap warga masyarakat yang berperilaku menyimpang. Coba tuliskan penyimpangan sosial yang pernah terjadi di lingkungan tempat tinggalmu. tetapi melalui surat. teguran orang tua secara lisan dan langsung terhadap anaknya yang berperilaku menyimpang.1. teguran guru kepada siswa yang melanggar. teguran. Pendidikan Pengendalian sosial dapat dilakukan secara tidak langsung sejak awal melalui jalur pendidikan. teguran ini ada dua macam. Apakah yang dimaksud dengan pengendalian gabunan (preventif dan represif)? 3. dan hukuman atau saksi. Artinya. teguran lisan pemimpin terhadap bawahannya yang melanggar. pendidikan agama. 3.

4. Hukuman mempunyai tingkatan yang semakin berat sesuai bobot kesalahan masing-masing pelanggar. Hukuman atau Sanksi Hukuman merupakan pengendalian sosial yang paling akhir penerapannya apabila pengendalian yang lain belum juga dipatuhi. D. baik hukum perdata maupun hukum pidana. dan hukuman mati. Sebaliknya. Sanksi Sosial Sanksi sosial diberikan oleh warga masyarakat kepada orang yang berperilaku menyimpang. Pendidikan Agama Tindakan para tokoh-tokoh agama dengan memberikan siraman rohani kepada umatnya merupakan suatu bentuk pengendalian preventif terhadap perilaku menyimpang. b. hukuman seumur hidup. individu yang kurang pendidikannya cenderung mengalami kesulitan menyesuaikan dirinya dalam interaksi sosial di masyarakatnya. Individu yang berpendidikan baik cenderung berperilaku lebih baik daripada individu yang kurang berpendidikan. a. masyarakat. pengadilan massa dalam bentuk penganiayaan secara massal hingga pembunuhan massal. seorang individu dapat membedakan mana yang benar dan salah. diusir dari masyarakat. pendidikan sangat menentukan proses pembentukan kepribadian seseorang. Apabila lembaga pengendalian sosial dalam suatu masyarakat tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Kita mengenal dua macam hukuman. dan negaranya.mengarahkan warga masyarakat terutama anak sekolah kepada pembentukan sikap dan tindakan para siswa yang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. bangsa. Sanksi hukum ini meliputi: hukuman denda. hukuman kurungan. dikucilkan dari masyarakat. Secara pedagogis. 5. Bentuknya berupa teguran. AKIBAT-AKIBAT TIDAK BERFUNGSINYA LEMBAGA PENGENDALIAN SOSIAL Kehidupan sosial budaya masyarakat merupakan suatu sistem yang terdiri dari banyak komponen dan saling berkaitan secara berkesinambungan. Salah satu subsistemnya adalah lembaga pengendalian sosial. yaitu sanksi hukum dan sanksi sosial. Melalui pendidikan yang sempurna. atau mana yang boleh dan tidak boleh. mana yang baik dan buruk. Sanksi Hukum Sanksi hukum merupakan sanksi yang dilakukan penegak hukum terhadap individu yang melanggar norma-norma hukum. maka 168 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Norma-norma agama berisi bimbingan dan arahan kepada pemeluknya agar bersikap dan berperilaku baik dalam pergaulan hidup bermasyarakat.

terjadilah kegoncangan sistem yang mengganggu keteraturan sosial sebagaimana yang diinginkan. Masyarakat pun dapat membantu lembaga pengendalian sosial untuk menjalankan fungsinya. Lembaga pengendalian sosial diharapkan mampu menjalankan fungsinya sehingga penyimpangan pun dapat dicegah. Menurut penelitian. Dengan meningkatnya pengetahuan hukum dari warga masyarakat. dan lain-lain. sangat perlu untuk diprogramkan adanya penyuluhan hukum dengan melibatkan aparat-aparat yang terkait. dan peningkatan peran serta warga masyarakat dalam kontrol sosial. Misalnya. antara lain seperti penyuluhan hukum. Meningkatnya korupsi dan kolusi Terjadinya konflik sosial Kegoncangan ekonomi Tidak adanya kepastian hukum Pengadilan massa Apa yang harus dilakukan ketika ternyata penyimpangan yang terjadi banyak dilakukan oleh masyarakat? Diperlukan kembali adanya upaya untuk mengembalikan ketertiban dalam masyarakat. Jika penyimpangan terjadi. Penyuluhan Hukum Banyak di antara warga masyarakat yang mempunyai pengetahuan dan kesadaran hukum yang rendah. a. Oleh sebab itu. Judicial Review Proses perubahan sosial menuntut adanya perombakan atau perbaikan terhadap peraturan-peraturan hukum yang dianggap usang. pencanangan Gerakan Disiplin Nasional. b. revitalisasi aparat. lembaga pengendalian sosial harus mampu mengembalikan dan memperbaiki keadaan menjadi seperti semula. Inilah yang dinamakan judicial review. Revitalisasi Aparat Apabila keadaan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat semakin memburuk dan aparat keamanan kewalahan mengatasi banyaknya pelanggaran yang terjadi. perpajakan. pendidikan. diusahakan juga supaya pengendalian sosial tidak terjadi lagi. akan dapat mengurangi kuantitas pelanggaran hukum yang terjadi di dalam masyarakat. sekitar 20 persen pelanggaran hukum disebabkan karena ketidaktahuan terhadap norma hukum. Masyarakat dapat mensosialisasikan kontrol sosial agar anggota masyarakat mau bertingkah laku seperti yang diharapkan tanpa adanya paksaan. pengadilan. Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 169 . Beberapa akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial adalah sebagai berikut. c. Judicial review. kejaksaan. Selain itu.

tumbuh kesadaran tentang ketertiban dan kuatnya pengendalian diri dari masingmasing individu. Lakukanlah analisa sosial terhadap masalah sosial itu! 4. Apabila hal seperti ini dapat dikembangkan. Artinya. mengganti personil pada tiap-tiap jabatan. Buatlah kelompok diskusi yang beranggotakan 10 orang! 2. Pencanangan Gerakan Disiplin Nasional Pada masa Orde Baru pernah dicanangkan suatu gerakan yang disebut Gerakan Disiplin Nasional (GDN).diperlukan revitalisasi aparat termasuk peralatannya. Presentasikan hasil diskusi ini pada pertemuan dua minggu yang akan datang! 170 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Apabila suatu ketertiban telah mengakar dan membudaya dalam suatu masyarakat. Buatlah laporan diskusi dari kelompokmu! 2. Peningkatan Peran Serta Warga Masyarakat dalam Kontrol Sosial Sejalan dengan era reformasi. Kemukakan pengendalian sosial dalam menyelesaikan masalah sosial tersebut! Tugas 1. d. e. maka akan dapat menjadi alat kontrol yang efektif dalam rangka menegakkan suatu tertib sosial di dalam masyarakat. Salah satu solusi yang murah dan cepat adalah dengan membangun keamanan swakarsa yang anggotanya direkrut dari warga masyarakat. menambah jumlah personil baru. Prosedur 1. Perbuatan tersebut sesungguhnya positif sebab dapat membudayakan suatu ketertiban dalam masyarakat pada setiap segi kehidupan. serta melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan. Misalnya. misalnya dengan terbukanya kebebasan pers serta terbukanya warga masyarakat mengemukakan pendapat dan opini terhadap semua bentuk kebijakan pemerintah. Carilah masalah sosial di media massa (koran atau majalah)! 3. hal tersebut akan membentuk suatu sistem pengendalian sosial yang efektif. maka pilar demokrasi berkembang menjadi semakin kokoh.

tanggung jawab siapa? Apakah tanggung jawab guru. saat anak di sekolah selama 12 tahun (mulai SD. dan yayasan/ pengelola. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. SMP. bahwa anak saat di sekolah adalah dominan tanggung jawab pihak sekolah mulai dari guru. atau orang tua? Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. kepala sekolah. tanggung jawab Siapa? Suatu bangsa akan besar apabila pendidikannya baik dan maju. Bagaimana solusi mengatasi masalah pendidikan sekarang ini? Jelaskan! A Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 171 . kepada sekolah. Jelaskan! 2. Indonesia berupaya mewujudkan program wajib belajar 9 tahun. Namun demikian.Kamu pasti sering menonton televisi bukan? Menurutmu apakah dengan acaraacara televisi yang disiarkan dapat membentuk perilaku menyimpang? Jika ya. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. sampai SMA). pengendalian sosial seperti yang harus dilakukan? Jelaskan pendapatmu! PENDIDIKAN ANAK SELAMA DI SEKOLAH TANGGUNG JAWAB SIAPA? nak saat di sekolah. yayasan. Setujukah kalian. Oleh karena itu. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1.

dibicarakan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat miskin dengan jumlah Rp100. Alternatif mana yang seharusnya diambil oleh penduduk Sidoardjo? 2. Sekarang Pemda Sidoardjo dan Propinsi Jawa Timur dihadapkan masalah besar dengan tenggelamnya empat desa di sekitar lokasi PT Lapindo Brantas dan akhirnya membuat penduduk desa tersebut ”terlunta-lunta” di tempat penampunan sementara. pemerintah pun dihadapkan pada dua pilihan. yaitu bedol desa atau relokasi penduduk. Berdasarkan hasil penelitian pemerintah.00/bulan selama 1 tahun dan pembayarannya dilakukan setiap 3 bulan. 172 Sosiologi SMA/MA Kelas X .000. Menurutmu apakah Lapindo telah melakukan penyimpangan sosial? Jelaskan pendapatmu! 3. Bagaimana seharusnya sikap masyarakat atas pilihan yang diambil oleh pemerintah Kota Sidoardjo? BATUAN DANA LANGSUNG TUNAI Di awal pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono – Jusuf Kalla.BEDOL DESA ATAU REKOLASI PENDUDUK KORBAN LUMPUR LAPINDO BRANTAS M ari kita sepakati sementara waktu bahwa semburan lumpur panas Lapindo Brantas adalah suatu kecelakaan atau musibah. bahwa tidak mungkin lagi penduduk kembali ke desa mereka. Pertanyaan: 1.

lebih baik memberikan kail atau ikannya sekaligus? 1. Mengapa program BLT tersebut gagal? 2. Jenis-jenis lembaga pengendalian sosial Lembaga pengendalian sosial primer Lembaga pengendalian sosial sekunder 2. Sebaiknya BLT tersebut diwujudkan dalam bentuk program sosial yang bagaimana? 4. namun karena kesalahan dalam pendataan atau adanya kesengajaan membuat BLT tidak tersalurkan kepada sasaran yang tepat.Pro kontra atas kebijakan ini sampai saat ini terus berlangsung dan pada saat-saat pembayaran. banyak warga yang seharusnya sebagai yang berhak. syukurlah! Pertanyaan: 1. Prosedur apa yang tidak dilakukan pemerintah saat menentukan pemilihan kebijaksanaan? 3. banyak warga berebut dan tidak jarang mengakibatkan kecelakaan kepada penerimanya. Di samping itu. Akhir-akhir ini kelihatannya pemerintah menyadari bahwa BLT bukan suatu cara yang tepat untuk membantu rakyat miskin. lembaga adat dan tokoh masyarakat lembaga kepolisian lembaga kejaksaan lembaga pengadilan LMS dan masyarakat lembaga pendidikan lembaga keagamaan Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 173 . Jika kita hendak membantu seseorang. Komponen-komponen yang dapat berfungsi sebagai pengendali perilaku sosial antara lain.

represif.3. Upaya untuk mengembalikan ketertiban setelah penyimpangan terjadi Penyuluhan hukum Judicial review Revitalisasi aparat Pencanangan Gerakan disiplin Nasional Peningkatan peran serta warga masyarakat dalam kontrol sosial 174 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Cara-cara pengendalian sosial Pengendalian intrinsik dan ekstrinsik Pengendalian preventif. Akibat-akibat tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial Meningkatnya korupsi dan kolusi Terjadinya konflik sosial Kegoncangan ekonomi Tidak adanya kepastian hukum Pengadilan massa 6. dan gabungan Pengendalian internal dan eksternal Pengendalian persuasi dan koersi Pengendalian compulsion (paksaan) dan pervasion (pengisian) 4. Bentuk-bentuk pengendalian sosial Gosip atau desas-desus Teguran Pendidikan Pendidikan agama Hukuman atau sanksi 5.

. Penyebaran brosur tentang penyakit AIDS kepada masyarakat luas merupakan salah satu bentuk pengendalian . pengendalian formal B. lembaga pendidikan E. Jika anggota masyarakat selalu menghina dan membicarakan seseorang yang dianggap berperilaku menyimpang. kecuali . lembaga agama Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 175 . . pengendalian internal 3. . . guru bimbingan dan penyuluhan B. . . BP3 C. pengendalian primer D. A. A. . . Di bawah ini termasuk komponen-komponen yang berfungsi sebagai pengendali perilaku sosial. . A. . guru dan karyawan 2. B. lembaga sekolah C. condolence C. represif E. . C. kepala sekolah E. Guru dan karyawan D. D atau E! 1. berarti ia melakukan pengendalian sosial berupa . lembaga adat D. . kuratif 5. Pengendalian sosial yang dilakukan oleh individu-individu itu sendiri untuk menghindari perilaku menyimpang disebut . A. pedagogis B. cemoohan D.Soal ObJektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. lembaga kepolisian B. desas-desus E. preventif D. A. pengendalian sekunder E. pengendalian nonformal C. Aparat pengendalian sosial di lingkungan sekolah bagi para siswa adalah . gosip 4. . didaktis C. intimidasi B. . .

176 Sosiologi SMA/MA Kelas X . kejaksaan. terjadinya konflik sosial 12. nasihat 11. . penghinaan C. lembaga permasyarakatan. . kepolisian. polisi 10. pendidikan dan keagamaan C. A. . meningkatnya korupsi dan kolusi C. . tentara. kepolisian B. .6. pengadilan. . . Lembaga penegak hukum terdiri dari tiga macam. A. A. . jaksa. . kejaksaan D. . . menurunnya tingkat kemiskinan B. pengendalian eksternal B. hukuman B. permanen dan sementara E. sekolah dan guru B. Mahkamah Agung. pengadilan. Usaha warga masyarakat untuk memberikan opini dan penekanan terhadap pihak yang melanggar perundingan disebut . pengadilan E. pengendalian preventif C. pengendalian intrinsik D. . kejaksaan. . pengendalian represif 8. Kritik sosial yang dilontarkan secara terbuka terhadap warga yang melakukan penyimpangan disebut . pengendalian preventif D. A. pengendalian compulsion B. A. yaitu . A. pengendalian intrinsik C. . . Pengendalian sosial yang bersifat pencegahan disebut . gosip D. teguran E. . pengadilan massa D. hakim. sekolah C. . pengendalian sementara E. . pengendalian persuasi 7. pengendalian eksternal E. . kegoncangan ekonomi E. Berdasarkan eksistensi tugas pengendaliannya. Pengendalian yang muncul dari dalam diri seseorang disebut . Berikut ini merupakan akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial. lembaga adat dan tokoh masyarakat 9. lembaga pengendalian sosial dibagi dua. yaitu . kecuali . primer dan sekunder D. . .

. A. . mendidik masyarakat awam D. gosip C. saudara 18. pemuka agama 15. . hukuman denda E. pemangku adat C. tokoh masyarakat C. Pengendalian sosial bertujuan untuk . . A. A. sanksi sosial D. . menciptakan keamanan dan ketertiban E. koersi B. preventif B. A. Pengendalian sosial yang paling akhir penerapannya apabila pengendalian lain belum dipatuhi disebut . teguran 16. . masyarakat D. . pengendalian sosial B. compulsion C. tindakan pencegahan C. . Nasihat dan anjuran termasuk dalam pengendalian . . Pengendalian sosial yang bersifat formal dapat dilakukan oleh . . kontrol sosial 13. . Berikut ini yang merupakan sanksi hukum adalah . menciptakan masyarakat adil dan makmur 17. . . meningkatkan pengetahuan masyarakat B. pendidikan E. menghukum orang yang bersalah C. hukuman pasung D. A. Teknik pengendalian dengan cara menyampaikan nilai dan norma disebut teknik . sanksi sosial D. . eksternal D. gosip B. represif 14.A. persuasi Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 177 . sementara D. tokoh agama B. hansip E. pervasion E. . hukuman 19. Pengendalian sosial yang dianggap mempunyai kharisma atau pengaruh untuk mengatur kegiatan di masyarakat adalah . ekstrinsik E. A. . kepolisian E. kepala desa D. . . intimidasi C. lembaga adat B. . hukuman massal E. A. cemoohan B. . kuratif C. .

Sebutkan upaya-upaya untuk mengembalikan penyimpangan tersebut! 178 Sosiologi SMA/MA Kelas X . . Apa yang menyebabkan lembaga pengendalian sosial tidak menjalankan fungsinya? 4. . internal D. Pengendalian lewat hati nurani termasuk dalam pengendalian . Menurutmu apakah gosip cukup efektif untuk melakukan pengendalian sosial? 7. intrinsik C. A. preventif Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. represif E. Apa yang dimaksud dengan teguran? 8. Apa yang dimaksud dengan pengendalian intrinsik? 9.20. persuasi B. Apa yang dimaksud dengan pengendalian preventif? 10. . Apa yang dimaksud dengan gosip? 6. Sebutkan akibat-akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial! 3. Pengendalian sosial seperti apa yang dilakukan oleh guru? 5. Apa yang dimaksud dengan pengendalian compulsion? 2.

accomodation adat akulturasi akulturasi budaya angket applied science arbitration asimilasi asimilasi budaya asosiasi asumsi coercion community compromise cooperation crowd : proses sosial yang ditandai dengan pengurangan tuntutan : suatu kebiasaan yang diulang-ulang dan telah menyatu dengan kehidupan masyarakat : percampuran dua hal atau lebih yang bersifat melengkapi : proses pencampuran dua unsur budaya atau lebih yang bersifat melengkapi tanpa menghilangkan corak yang lama : daftar pertanyaan untuk menghimpun data yang diperlukan dalam suatu penelitian : ilmu terapan : akomodasi dengan menggunakan pihak ketiga sebagai pihak penengah yang dapat bersifat mengikat atau memaksa kedua belah pihak yang bertikai : percampuran antara dua hal atau lebih secara homogen : percampuran dua unsur budaya atau lebih yang berbeda yang berlangsung secara harmonis sehingga melahirkan suatu corak budaya baru yang serasi : perhimpunan orang-orang yang mempunyai kepentingan yang sama : alternatif jawaban dari suatu masalah : akomodasi yang pelaksanaannya dilakukan dengan paksaan : masyarakat setempat : akomodasi. di mana pihak-pihak yang terlibat diminta dapat mengurangi tuntutannya agar perselisihan dapat diselesaikan : kerja sama : kerumunan Daftar Istilah 179 .

custom data empiris data etnografi data primer data sekunder data sosial demoralisasi dinamika sosial eksplisit fakta family counseling fenomena alam fenomena sosial folkways hipotesa ilmu pengetahuan intelektualitas interaksi sosial interview kebiasaan : adat istiadat. yaitu segala sesuatu yang dilakukan secara berulang-ulang : jawaban sementara dari suatu masalah : himpunan pengetahuan-pengetahuan yang tersusun secara sistematis : kecakapan berpikir : hubungan dan pengaruh timbal balik antarindividu. serta peristiwanya : bimbingan keluarga : semua kejadian atau keadaan yang bersifat fisis yang terjadi dalam masyarakat : semua kejadian atau keadaan yang ada di dalam masyarakat : kebiasaan. : nyata atau realistis : suatu kejadian yang di dalamnya terdapat pelaku. antarkelompok. waktu dan tempat. : data realita di lapangan : data-data mengenai suku bangsa tertentu : data yang diperoleh secara langsung oleh peneliti terhadap obyek penelitian tanpa melalui perantara : data yang diperoleh peneliti melalui perantara (kolektor) : semua keterangan atau kenyataan yang berada di dalam masyarakat yang berkaitan dengan segi kemanusiaan : penurunan kualitas moral : gerak perubahan situasi di dalam masyarakat sebagai akibat dari proses sosial yang terjadi dalam masyarakat tersebut. yaitu norma yang telah mendarah daging dan menyatu dengan kehidupan masyarakat. dan antara individu dengan kelompok : metode pengumpulan data dengan cara mewawancarai responden : cara-cara yang dianggap baik dan benar sehingga dipedomani dan dilaksanakan secara berulang-ulang 180 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

dan kebutuhan integratif : kebutuhan kejiwaan manusia sebagai perwujudan dari hakikat manusia sebagai manusia. dan anak-anak : perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja yang belum dewasa : generalisasi dari perilaku khas seseorang : pengetahuan tentang sesuatu hal : suatu bentuk interaksi sosial yang berupa persaingan : suatu bentuk interaksi sosial. dan bermoral : kebutuhan pokok manusia berkaitan dengan hakikat manusia sebagai makhluk hidup : kebutuhan manusia untuk mewujudkan kehidupan bersama dengan manusia yang lain : satuan sosial terkecil yang beranggotakan ayah. baik abstrak maupun konkret yang merupakan hasil cipta. di mana masingmasing pihak saling menghancurkan : himpunan fakta-fakta yang sejenis dalam bentuk istilah : konsep yang pokok dan penting : usaha untuk mempertemukan pihak-pihak yang berselisih melalui cara-cara yang damai dan rasional : suatu keadaan di mana pihak dengan pihak saling tidak cocok tetapi kedua belah pihak tidak saling menampakkan ketidakcocokkannya : semua pengendalian terhadap penyimpangan oleh warga masyarakat : semua hasil cipta. dan karya manusia dalam hidup bermasyarakat : lingkungan sosial di mana seseorang bekerja Daftar Istilah 181 . : kebutuhan yang harus dipenuhi untuk mempertahankan kehidupan manusia yang terdiri dari kebutuhan mendasar.kebudayaan kebutuhan hidup kebutuhan integratif kebutuhan mendasar kebutuhan sosial keluarga kenakalan remaja kepribadian knowledge kompetisi konflik konsep konsep dasar konsiliasi kontravensi kontrol sosial kultural lingkungan kerja : semua benda. kebutuhan sosial. dan karsa manusia dalam hidup bermasyarakat. rasa. rasa. makhluk pemikir. ibu.

yaitu salah satu jenis norma yang bersifat mengikat warga masyarakat karena telah menjadi suatu kesepakatan bersama : segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-citakan oleh masyarakat : nilai yang bersumber dari rasionalitas manusia : nilai yang bersumber dari perasaan atau estetika manusia : nilai yang dipedomani di dalam kejiwaan manusia yang terdiri dari nilai kebenaran. dan nilai religius : nilai yang terkandung di dalam suatu benda : nilai yang bersumber dari kebenaran perilaku seseorang : nilai kebenaran yang bersumber dari kepercayaan/agama : nilai yang paling dipedomani dalam diri seseorang yang merupakan pedoman terbentuknya perilaku seseorang : segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-citakan 182 Sosiologi SMA/MA Kelas X . nilai moral.logika masyarakat media massa media sosialisasi mediation metode metode dokumenter mores nilai nilai kebenaran nilai keindahan nilai kerohanian nilai material nilai moral nilai religius nilai sentral nilai sosial : pertimbangan akal pikir manusia : persekutuan orang yang menempati wilayah tertentu dan membina kerja sama dalam seluruh aspek kehidupan atas dasar norma tertentu : sarana komunikasi antarorang dalam masyarakat : sarana untuk melaksanakan sosialisasi bagi seseorang : akomodasi dengan menggunakan pihak ketiga sebagai penengah tetapi pihak ketiga tidak mempunyai otoritas untuk mengikat dan memaksa kedua belah pihak yang bertikai : cara-cara yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan : metode penelitian dengan mengambil data dari arsip-arsip : tata kelakuan. nilai keindahan.

nilai vital : nilai sesuatu yang muncul karena kegunaannya atau fungsinya norma : semua bentuk peraturan. yang ada dan berlaku di dalam masyarakat norma adat : hukum adat norma agama : ketentuan-ketentuan dalam agama norma hukum : peraturan-peraturan perundangan yang berlaku dan dibuat oleh lembaga yang berwenang norma kesusilaan dan kesopanan : norma yang mengatur tentang perilaku manusia yang berkaitan dengan penghargaan harkat dan martabat orang lain norma sosial : semua bentuk peraturan. baik yang tertulis maupun tidak tertulis. yang ada dan berlaku di dalam masyarakat observasi : metode pengumpulan data dengan menggunakan panca indera penelitian sosial : serangkaian aktivitas yang sistematis dan terorganisir untuk mengungkap secara objektif berbagai macam fenomena sosial di dalam masyarakat pengendalian sosial : upaya masyarakat untuk mencegah terjadinya penyimpangan terhadap nilai dan norma perilaku menyimpang : perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan nilai perubahan sosial budaya : semua bentuk perubahan terhadap struktur sosial budaya dalam masyarakat pewarisan biologis : pewarisan yang berupa bakat atau ciri-ciri fisik dari leluhurnya pewarisan budaya : proses transformasi budaya dari generasi tua kepada generasi muda play group : teman sepermainan pranata sosial : suatu perangkat untuk menciptakan tertib sosial dalam masyarakat proses asosiatif : proses yang mengarah pada terbentuknya perkumpulan atau perhimpunan orang proses inkulturasi : proses pembudayaan proses institusionalized : proses pelembagaan Daftar Istilah 183 . baik yang tertulis maupun tidak tertulis.

di mana masing-masing pihak diminta dapat menghindari perselisihan yang terjadi : sosiologi perkotaan 184 Sosiologi SMA/MA Kelas X .proses internalisasi proses sosial realitas sosial research metodology sanksi sanksi hukum sanksi sosial sekolah social behaviour social mobility sosialisasi sosiologi strong government technological change tolerance urban sosiology : proses masuknya suatu pengetahuan ke dalam pikiran seseorang : proses berlangsungnya suatu aktivitas masyarakat secara komprehensif sehingga mengakibatkan perubahan dari waktu ke waktu : keadaan senyatanya di dalam masyarakat : metodologi-metodologi dalam penelitian : hukuman atau denda yang diberikan kepada orang yang melakukan penyimpangan perilaku : hukuman atau denda yang diberikan pada mereka yang melanggar norma hukum : hukuman atau denda yang diberikan kepada mereka yang melanggar norma-norma kesusilaan. kesopanan. dan kebiasaan : lembaga pendidikan yang memberikan pengajaran kepada peserta didik : perilaku sosial : semua bentuk perubahan struktur orang-orang dalam masyarakat : belajar berinteraksi di tengah-tengah masyarakat sesuai dengan status sosialnya : ilmu yang mempelajari tentang perilaku sosial dalam masyarakat : pemerintah yang kuat : perubahan teknologi : akomodasi tanpa persetujuan yang formal. adat.

Drs. Bandung: Ganaco Koentjaraningrat. Bulan Bintang Gerungan WA. 1978. Jakarta: Aksara Baru Lawang.Z. 1985. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 185 . Psikologi Sosial. 1997. Pengantar Antropologi. Felife Herrera. Mayor Polak. Robert M. Azas Kebudayan Islam. A. Sebuah Laporan Komisi Internasional untuk Pengembangan Pendidikan. Robert M. Azas-azas Sosiologi. Jakarta: Ichtiar Baru J. Tatang. Pengantar Sosiologi. Sendi-sendi Sosiologi (Ilmu Masyarakat). 1979.. Yogyakarta: Yayasan BP Gajah Mada Faure Edgar. Bandung: Alumni Khiam Kheo Soe. Yad dan Posman Simanjuntak. Kartini. Drs. Drs. 1985. Amirin. PT. 1982. Jakarta: LP3S Djoyodiguno. 1990. Sosiologi Suatu Buku Pengatar Ringkas.A. Bina Aksara Kartono.F. 1995. Sosiologi Keluarga. Surabaya: Usaha Nasional JB. 1980. Goode. 1981.Z. Jakarta: Kurnia Universitas Terbuka Luth Nursal Drs dan Daniel Fernandes. 1984/1985. Surabaya: Usaha Nasional Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.Aisal Sanafiah. Drs. Sosiologi dan Antropologi. Pengantar Metodologi Research Sosial. 1985. Jakarta: Bharata Karya Aksara Gazalba Sidi. 1992. 1976. 1963. 1961. Dr. 1991. SH. Drs. William. Willa. Dra. Depdikbud Universitas Terbuka Lawang. Jakarta: Rajawali Press Mulyadi. Panduan Belajar Sosiologi Jilid I. Sosiologi Perkotaan. Sosiologi Pendidikan. Dunia Pendidikan Hari Kini dan Hari Esok. Belajar untuk Hidup. Bandung: Eresco Huki D. Sosiologi ke-I untuk SMU Dieter Evers Hans. Modul Pengantar Antropologi. Jakarta: Erlangga Daftar Pustaka PT. Galaxy Puspa Mega M. Pengantar Sosiologi. 1995. dkk. Rincihan I. Menyusun Rencana Penelitian.

Rechtssociologie. Sifat Panutan di Dalam Pandangan Masyarakat Indonesia. Setangkai Bunga Sosiologi. Selo. Pidato Ilmiah pada Dies Natalis UI ke-XXII Soemardjan. Pola-pola Kepemimpinan Salam Pemerintahan. Sosial. 1962. Gerakan 10 Mei 1963 di Sukabumi.Schuyt. MIPI Departemen Urusan Research Nasional. Jakarta: Bharata Soemardjan. Soerjono. Selo. Social Changes in Yogyakarta. Soerjono.J. 1974. 8 Februari Soekanto. Soerjono. 1971. Sosiologi. Masalah-masalah Ekonomi dan Faktor IPOLSOS Jakarta Soemardjan. 1985. Selo. Modernisasi dan Aspirasi-aspirasi Modernisasi. 1972. Jakarta: Lembaga Pertahanan Nasional Soemardjan. Selo. Hukum Nasional. Cetakan Pertama. Perkembangan Ilmu Sosiologi di Indonesia dari 1945 Sampai 1965. Bidang Ekonomi. Faktor-faktor Dasar Interaksi Sosial dan Kepatuhan pada Hukum. Ghalia Indonesia Soekanto. Research di Indonesia 1945-1965. Selo. Diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan judul Perubahan Sosial di Yogyakarta. Selo. Perkembangan Politik sebagai Penggerak Dinamika Pembangunan Ekonomi. New York: Cornell University Press. Soelaeman Soemardi (ed). 1982 Soemardjan. Jakarta: FEUI Soemardjan. Yogyakarta: GMUP Press. Eresco Soemardjan. S. 25 Soekanto. Rotterdam: Universitaire Press Soedjono. Selo cs. 1965. Peranan Ilmu-ilmu Sosial di Dalam Pembangunan.M. een terreinverkenning. 1967. Lembaga Ekonomi dan Kemasyarakatan Nasional. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 186 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dimuat dalam Kompas. Selo. 1969. No. 1983. Edisi Pertama. Teori Sosiologi tentang Perubahan Sosial. Jilid IV. 1964. dan Budaya Soemardjan. 1973 Pengantar Sosiologi Hukum. Bandung: PT. 1965. Soerjono. Ithaca. Bandung: Alumni Soekanto.

122 – 125. 49. 45. 143. 100 – 104. 124. Kluckhohn 41 Coercion 66 coercion 66 community 69. 108 asimilasi budaya 108 asosiasi 3. 89. 124. 52. 15. 49. 87. 88 187 . 46 – 48. 173 akomodasi 66. 106. 82. 33. 70. 61. 148. 32 demoralisasi 23 – 25. 112. 76. 65. 85. 40. 7. 68. 139. 14. 28. 5. 169. 63. 81 – 84. 70. 104. 10. 111. 62. 127. 65. 53. 14. 107. 61. 79. 123. 136. 30. 96. 139. 7. 160. 68. 127 eksternal 80. 147. 74. 110. 35. 117. 166. 23. 165 kenakalan remaja 135. 102. 59. 73 asumsi 98 Auguste Comte 3. 119. 107. 18. 70 kejaksaan 25. 20. 15 F fakta 6. 140. 102. 15. 17. 26.A adat 25. 174 empati 11. 32 asimilasi 23. 82. 140. 65. 135. 165. 32. 86. 107. 138. 79. 87. 100. 148. 122. 80. 89. 168 internal 80. 101 H hipotesa 9 I identifikasi 11. 42. 99. 62 – 66. 84. 114. 61. 82. 85. 45 – 48. 12. 80. 89 custom 48. 164 C C. 98. 33. 108 akulturasi budaya 108 angket 2. 112. 148. 60 – 64. 103. 127. 67 akulturasi 23. 122. 135. 78. 116. 173 keluarga 3. 70. 67. 107 fenomena sosial 4. 119. 4. 8. 75. 32. 37 fenomena alam 77. 126. 43. 127. 143 kebudayaan 4. 102 K keagamaan 24. 123. 87. 16 – 19. 115. 64. 135. 166 interview 5 intrinsik 110. 32. 17. 83. 152 kebutuhan hidup 10. 112. 8. 42. 32. 108 – 112. 49. 89 kebutuhan sosial 13. 165. 31. 64. 88. 6. 100. 174 ekstrinsik 110. 21. 97. 63. 84. 32. 163. 73. 141 kebutuhan integratif 13. 60. 71. 165 B BAP 163. 32. 60. 145. 63. 59. 162. 139. 127 Imitasi 60. 164. 8. 53. 33 dinamika sosial 18. 80. 173 kebiasaan 40. 89. 88 E eksplisit 47. 127. 32. 61. 112. 25. 11. 20. 25. 67 – 69. 49. 10. 51. 71. 152 Indeks D data primer 8 data sekunder 9 data sosial 4. 23. 88 – 99. 88 ilmu pengetahuan 3. 70 kebutuhan mendasar 12. 135. 111. 69. 88 interaksi sosial 10. 70. 82. 70. 95. 161 folkways 48. 28 – 30. 164.

47 – 50. 135. 102 motivasi 60. 127 metode 1. 13. 145 – 147. 70. 100. 14. 89. 160 – 162. 133 – 135. 139 nilai vital 40. 114. 153. 140 nilai sosial 16. 92. 105. 145. 44 – 53. 135 – 140. 46. 127. 111 – 124. 132. 152. 107. 32. 76. 113. 143. 21. 99 nilai sentral 42. 100 – 102. 113 pranata sosial 14. 3 – 24. 47. 147. 80. 126. 42. 32. 19. 167 nilai kebenaran 40. 63. 96. 143. 95. 24. 168. 144. 32. 133. 32. 84. 117. 127. 166. 63. 146. 33. 99 nilai religius 42. 33 pengendalian sosial 10. 104 – 108. 161. 119. 100. 150 – 153. 18. 53. 146. 43. 148. 168 norma hukum 40. 22. 117. 7. 111 O observasi 2. 169. 49. 20 – 22. 135. 13. 88. 46. 52. 8 pengadilan 51. 163 – 166. 67. 42. 11. 21. 32 konsumerisme 25. 50. 161 – 171. 124. 163. 139. 141. 115. 32 P pendidikan 7. 13. 161 metode dokumenter 9. 162 norma agama 40. 32. 72. 117 – 119. 41. 147. 167. 96. 117. 104. 25. 153. 46. 152. 84. 147. 169. 33. 160. 86. 3 – 9. 104. 51. 27. 14. 22. 105. 60. 142 pewarisan budaya 150 Pitirim A. 103. 97. 28. 26 – 33. 41 – 53. 110. 21. 24. 127. 143 norma sosial 10. 33. 53. 10 – 15. 148. 46. 47. 68. 132. 66. 14. 133. 127. 53. 159. 59.kepolisian 25. 46 – 48. 146. 120 L lingkungan kerja 108. 61 – 64. 148. 138. 173 penelitian sosial 5. 6. 169 konsep 10. 119. 153. 67. 168 N nepotisme 25. 114 – 119. 43. 112. 22. 133. 10. 42. 88. 85. 114. 99 norma 3. 23. 50. 69. 80. 84. 20. 95. 171 persuasi 166. 145. 145. 126. 45. 69. 171. 153. 173 kepribadian 10. 151. 161 – 170. 32. 18. 110 – 113. 50. 39. 159. 33 kontravensi 68 kontrol sosial 104. 78 – 80. 33. 100 – 108. 85. 97 – 112. 99 nilai moral 40 – 43. 120. 96. 70. 135. 150. 104. 85. 121. 70 –72. 41 – 45. 106 – 108. 28. 53. 168 koersi 166 kolusi 25. 50 – 53. 150. Sorokin 3 play group 96. 147. 164. 95. 170 media sosialisasi 111 – 113. 69 – 89. 95. 133 – 137. 63 preventif 14. 169 norma kesusilaan dan kesopanan 40. 115. 124. 150. 161. 138 konsep dasar 10. 59. 87 – 90. 152. 112 – 115. 79. 92. 20. 135 – 140. 33 mores 48. 168. 39 – 41. 98. 70. 45 – 47. 143. 39. 44. 53. 35. 147. 6. 127. 164 – 169. 69. 105. 135. 28. 144. 165. 174 perubahan sosial budaya 15. 106. 26. 167. 122. 127. 127. 135. 33. 53. 169 kompetisi 68 konflik 17. 52. 33. 153. 174 kultural 23. 100. 124. 137. 97 – 100. 173 perilaku menyimpang 10. 33. 9. 164. 113. 126. 134. 83. 97. 172 – 174 Max Weber 72 media massa 2. 99 nilai keindahan 42. 163. 110 – 115. 153 nilai 10 – 16. 68. 70. 32. 97 – 100. 164. 167 M masyarakat 1. 153. 39 – 46. 33. 170 174 korupsi 25. 165. 20 – 22. 145 – 147. 144. 143 – 148. 65. 65. 14. 148 pengangguran 27. 84. 122. 150. 135. 75. 16. 22. 133. 143. 127 LSM 164 nilai kerohanian 99 nilai material 40. 166 – 169 norma adat 40. 99 188 Sosiologi SMA/MA Kelas X . 164. 161. 122. 139 – 142. 121 – 127. 72 – 76. 81.

33 Selo Soemardjan 3 separatis 28. 16. 33 represif 14. 108. 18. 32. 48. 53. 174 sanksi hukum 168 sanksi sosial 165. 167 Robert K.Prof. 100 – 104. 137 sugesti 11. 105. 70. 147. 148. 29. Notonegoro 42. 99 proses asosiatif 67 proses sosial 3. 60. 127. 144. 125 – 127. 72. 88 S sanksi 43 – 45. 171 U usage 48. 64. 133 – 136. 85 R realitas sosial 2. 165. 153. 95. 10. 84 – 87. 44. 19. 168 sekolah 18. Dr. 164. 18. 168. 139 – 141. 78. 164. 119. 97. 32 Indeks 189 . 112. 49. 88 Soelaeman Soemardi 3 sosialisasi 50. 152 sosiologi 3 – 5. 51. Merton 136 Sekularisme 25. 73. 33 simpati 11. 117. 165. 71. 60. 5. 39. 66 – 69. 101 W wawancara 2. 95 – 97. 148. 52. 107 – 115. 47. 39. 10. 21. 59. 168. 65. 79. 121.

190 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->