You are on page 1of 129

Ultra struktur

Plastida merupakan organel utama yang hanya ditemukan pada tumbuhan dan alga.plastid berfungsi untuk fotosintesis, dan juga untuk sintesis asam lemak dan terpen yang diperlukan untuk pertumbuhan sel tumbuhan. Tergantung pada fungsi dan morfologinya, plastida biasanya diklasifikasikan menjadi kloroplas, leukoplas (termaduk amiloplas dan elaioplas), atau kromopas. Plastid merupakan derivat dari proplastid, yang dibentuk pada bagian meristematik tumbuhan. Plastida pada tumbuhan Pada tumbuhan, plastida dibedakan kedalam beberapa bentuk, tergantung fungsinya dalam sel. Plastida yang belum teriferensiasi akan berkembang menjadi: Amiloplas : untuk menyimpan cairan Kloroplas : untuk fotosintesis Etioplas : kloroplas yang belum terkena cahaya Elaioplas : untuk menyimpan lemak Kromoplas : untuk sintesis dan menyimpan pigmen Leukoplas : untuk mensistesis monoterpen Setiap plastid berisi berbagai kopi plastid gen pada lingkar 75-250 kb. Gen plastid berisi kurang lebih 100 gen yang mengkode rRNAs dan tRNAs. Kebakaan Plastida Kebanyakan tumbuhan mewarisi plastida hanya dari induknya. Angiosperm umumnya mewarisi plastida dari induk betina, sedangkan beberapa gimnospermae mewarisi plastida dari induk jantan. Alga juga mewaisi plastida dari salah satu induknya. Plastida pada alga Pada alga, istilah leukoplas digunakan untuk semua jenis plastid yang belum terpigmentasi. Fungsinya berbeda dari leukoplas pada tumbuhan. Etioplas, amiloplas dan kromoplas hanya ada pada tumbuhan dan bukan pada alga. Plastida pada alga mungkin juga berbeda dengan plastida pada tumbuhan yang mana pada alga berisi pirenoid. Asal plastida

Plastida berasal dari endosimbiosis sianobakteri. Pada alga hijau dan tumbuhan disebut kloroplas, rhodoplas pada alga merah dan sianelles. Plastida dibedakan atas pigmennya, namun juga ultrastruktur.

ULTRA STRUKTUR KLOROPLAS Kloroplas merupakan salah satu organel yang terdapat pada sel tumbuhan, kloroplas adalah plastida yang mengandung klorofil.® Pada sel tumbuhan tingkat tinggi umumnya berisi 50 – 200 buah kloroplas, ukurannya sekitar 46 mikro meter.® Bagian-bagian kloroplas :® Membran luarϖ Ruang antar membranϖ Membran dalamϖ Sistem membran internal yang terdiri dari: Grana, Stroma, Tilakoid.ϖ ϖ Membran luar, membran luar permukaannya rata dan berfungsi mengatur keluar masuknya zat. Antara membran luar dan membran dalam dipisahkan oleh ruang antar membran yang tebalnya 10 nm. Membran ini permeabel terhadap senyawa-senyawa dengan berat molekul rendah seperti : nukleotida, fosfat inorganik, derivat yang mengandung fosfat, asam karboksilat, dan sukrosa. Jadi ruang antar membran dapat dengan bebas menggunakan segala macam molekul nutrien dari sitosol. Ruang antar membran, adalah ruangan yang memisahkan antara membran luar dengan membran dalam, tebalnya kira-kira 10 nm. ϖ Membran dalam, membran dalam kloroplas merupakan barier/ penghalang antara sitosol dan stroma kloroplas. Membran dalam permeabel terhadap sukrosa, sorbitol, dan macam-macam anion. Meskipun membran dalam impermeabel terhadap sejumlah persenyawaan, namun

membran dalam permeabel terhadap karbon dioksida dan asam monokarboksilat tertentu seperti asam asetat,asam gliserat, dan asam glikolat, serta kurang permeabel terhadap asam amino. Sistem membran internal® Tilakoidϖ adalah membran dalam kloroplas yang melipat ke arah dalam dan berbentuk seperti lembaranlembaran. Pada permukaan dalam tilakoid terdapat kumpulan partikel yang tersusun berderet yang disebut kuantosom. Dikuantosom inilah terdapat zat klorofil yang berperan dalam proses fotosintesis. Klorofil ini berfungsi menangkap energi cahaya matahari, energi yang ditangkap itu digunakan untuk memecah molekul air, yang kemudian direaksikan dengan karbondioksida menjadi gula dan oksigen. Stromaϖ adalah membran dalam yang membungkus cairan kloroplas, stroma merupakan tempat untuk berlangsungnya reaksi gelap fotosintesis. Granaϖ adalah kumpulan tilakoid yang bertumpuk-tumpuk membentuk badan seperti tumpukan uang logam. Peranan kloroplas dalam proses FS I dan FS II 1. Fotosistem I (FS I) fotosistem I berisi klorofil b, klorofil a 670, klorofil a 695, dan sejumlah kecil klorofil a khusus yang mengabsorpsi cahaya dengan panjang gelombang 700 nm, disebut P.700. P700 merupakan pusat reaksi.jika cahaya mengenai PS I klorofil akan mengalami eksitasi, dan eksitasi ini menjalar diantara klorofil ke P.700. pengaktifan P.700menyebabkan terjadinya transfer sebuah elektron ke akseptor elektron X. dari akseptor X melalui ferridoksin 540 dipakai untuk mereduksi NADP+ dan H+, menjadi NADPH (non siklik). Jika terjadi eksistasi NADPH elektron akan kembali melalui Fd.590 dan sitokrom b6 ke P.700 (siklik). Pada waktu P.700 melepaskan elektronnya (foto oksidasi) akan segera kembali ke bentuk semula, dengan menerima elektron dari plastosianin (PC). PC dengan sitokrom f berdekatan dengan P.700 berfungsi untuk transfor elektron yang berasal dari PS II. Fotosistem II fotosistem II berisi klorofil b, klorofil a 670, kloroil a 680. sebagai pusat reaksinya adalah klorofil a yang mengabsorpsi cahaya dengan panjang gelombang 680 nm, disebut P.680. pada PS II ini terdapat akseptor elektron yang diberi nama Q. akseptor ini dapat menghilangkan fluoresensi klorofil a pada PS II. Pembentukkan Amilum dalam proses reaksi gelap fotosintesis. Reaksi gelap merupakan reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam fotosintesis. Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya. Reaksi gelap terjadi pada bagian kloroplas yang disebut stroma. Bahan reaksi gelap adalah ATP dan NADPH, yang dihasilkan dari reaksi terang, dan CO2, yang berasal dari udara bebas. Dari reaksi gelap ini, dihasilkan glukosa (C6H12O6), yang sangat diperlukan bagi reaksi katabolisme. Salah satu substansi penting dalam proses ini ialah senyawa gula beratom karbon lima yang terfosforilasi yaitu ribulosa fosfat. Jika diberikan gugus fosfat kedua dari ATP maka dihasilkan ribulosa difosfat (RDP). Ribulosa difosfat ini yang nantinya akan mengikat CO2 dalam reaksi gelap. Secara umum, reaksi gelap dapat dibagi menjadi tiga tahapan (fase), yaitu fiksasi, reduksi, dan regenerasi. Pada fase fiksasi, 6 molekul ribulosa difosfatϖ mengikat 6 molekul CO2 dari udara dan membentuk 6 molekul beratom C6 yang tidak stabil yang kemudian pecah menjadi 12 molekul beratom C3 yang dikenal dengan 3-asam fosfogliserat (APG/PGA). Selanjutnya, 3-asam fosfogliserat ini mendapat tambahan 12 gugus fosfat, dan membentuk 1,3-bifosfogliserat.

1. RDP (ribulosa difosfat). ALPG (fosfogliseraldehid). 10 molekul fosfogliseraldehid berubah menjadi 6 molekul ribulosa fosfat.Kemudian. Istilah protoplasma pertama kali dipakai oleh Johannes Purkinje. 2 molekul fosfogliseraldehid melepaskan diri dan menyatukan diri menjadi 1 molekul glukosa yang beratom 6C (C6H12O6). Selaput Plasma (Plasmalemma) Yaitu selaput atau membran sel yang terletak paling luar yang tersusun dari senyawa kimia Lipoprotein (gabungan dari senyawa lemak atau Lipid dan senyawa Protein). 1. 10 molekul fosfogliseraldehid yang tersisa kemudian masuk ke dalam fase regenerasi. Selanjutnya disimpulkan bahwa sel terdiri dari kesatuan zat yang dinamakan Protoplasma. oleh karena itu selaput plasma bersifat Selektif Permeabel atau Semi Permeabel (teori dari Overton). Selanjutnya. Anatomi. dan terbentuklah 12 molekul fosfogliseraldehid (PGAL) yang beratom 3C. Kata "sel" itu sendiri dikemukakan oleh Robert Hooke yang berarti "kotak-kotak kosong". yang kemudian berubah menjadi NADP+. setelah ia mengamati sayatan gabus dengan mikroskop. yaitu: 1.3-bifosfogliserat masuk ke dalam fase reduksi  Fase reduksi. Dinding sel tersusun dari dua lapis senyawa Selulosa. dan glukosa (C6H12O6). Fungsi dari selaput plasma ini adalah menyelenggarakan Transportasi zat dari sel yang satu ke sel yang lain. selain mempunyai selaput plasma masih ada satu struktur lagi yang letaknya di luar selaput plasma yang disebut Dinding Sel (Cell Wall). 3. Khusus pada sel tumbahan.Protein ⇒ Trilaminer Layer Lemak bersifat Hidrofebik (tidak larut dalam air) sedangkan protein bersifat Hidrofilik (larut dalam air). Selaput Plasma (Membran Plasma atau Plasmalemma). Lipoprotein ini tersusun atas 3 lapisan yang jika ditinjau dari luar ke dalam urutannya adalah: Protein .dimana senyawa ini direduksi oleh H+ dari NADPH. ANATOMI DAN FISIOLOGI SEL Secara anatomis sel dibagi menjadi 3 bagian. menurut Johannes Purkinje protoplasma dibagi menjadi dua bagian yaitu Sitoplasma dan Nukleoplasma Robert Brown mengemukakan bahwa Nukleus (inti sel) adalah bagian yang memegang peranan penting dalam sel. maka ribulosa fosfat akan berubah menjadi ribulosa difosfat (RDP). Inti Sel (Nukleus). yang kemudian kembali mengikat CO2 dan menjalani siklus reaksi gelap Reaksi gelap ini menghasilkan APGϖ (asam fosfogliserat).Lipid . yaitu pembentukan kembali ribulosa difosfat. ϖ fase regenerasi. 2. Fisiologi Dan Reproduksi Sel Penelitian menunjukkan bahwa satuan unit terkecil dari kehidupan adalah Sel. Sitoplasma dan Organel Sel. Jika mendapat tambahan gugus fosfat. di antara kedua lapisan selulosa tadi terdapat rongga yang dinamakan Lamel Tengah (Middle Lamel) yang dapat terisi oleh zat- . Pada fase ini. Selektif permeabel berarti hanya dapat memasukkan /di lewati molekul tertentu saja.Rudolf Virchow mengemukakan sel itu berasal dari sel (Omnis Cellula E Cellula).

Pada Noktah/Pit sering terdapat penjuluran Sitoplasma yang disebut Plasmodesma yang fungsinya hampir sama dengan fungsi saraf pada hewan. Struktur R. berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kirnia sel. .E. Penyusun utama dari sitoplasma adalah air (90%).zat penguat seperti Lignin. Chitine. Granuler (Rough E. Ribosom (Ergastoplasma) Struktur ini berbentuk bulat terdiri dari dua partikel besar dan kecil. Dikenal dua jenis RE yaitu : • RE.E. Retikulum Endoplasma (RE. Pektin.E. dan ada pula yang soliter. b. hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. Gbr.) Yaitu struktur berbentuk benang-benang yang bermuara di inti sel.R) • RE. adalah : sebagai alat transportasi zat-zat di dalam sel itu sendiri. sedang bagian yang padat dan memiliki fungsi tertentu digunakan Organel Sel. Ribosom merupakan organel sel terkecil yang tersuspensi di dalam sel. Sitoplasma dan Organel Sel Bagian yang cair dalam sel dinamakan Sitoplasma khusus untuk cairan yang berada dalam inti sel dinamakan Nukleoplasma). Ultrastruktur Sel Hewan. b.R) Fungsi R. Ultrastruktur Sel Tumbuhan Organel Sel tersebut antara lain : a. a. Agranuler (Smooth E. ada yang melekat sepanjang R. Organel sel adalah benda-benda solid yang terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat hidup(menjalankan fungsi-fungsi kehidupan). Suberine dan lain-lain Selain itu pada dinding sel tumbuhan kadang-kadang terdapat celah yang disebut Noktah. 2.

Sentrosom (Sentriol) Struktur berbentuk bintang yang berfungsi dalam pembelahan sel (Mitosis maupun Meiosis). g. misalnya : • Karotin (kuning) .Fungsi dari ribosom adalah : tempat sintesis protein. Organel ini banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi. Plastida ini berfungsi menghasilkan klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. e. Kromoplas yaitu plastida yang mengandung pigmen. Badan Golgi (Apparatus Golgi = Diktiosom) Organel ini dihubungkan dengan fungsi ekskresi sel. • Elaioplas (Lipidoplas) (untukmenyimpan lemak/minyak). Sentrosom bertindak sebagai benda kutub dalam mitosis dan meiosis. Kloroplas yaitu plastida berwarna hijau. Dikenal tiga jenis plastida yaitu : 1. Lekoplas (plastida berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan makanan). Plastida Dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Salah satu enzi nnya itu bernama Lisozym. J. misalnya ginjal. d. 3. Lapisan dalamnya berlekuk-lekuk dan dinamakan Krista Fungsi mitokondria adalah sebagai pusat respirasi seluler yang menghasilkan banyak ATP (energi) . Lisosom Fungsi dari organel ini adalah sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler. karena itu mitokondria diberi julukan "The Power House". Miitokondria (The Power House) Struktur berbentuk seperti cerutu ini mempunyai dua lapis membran. Struktur ini hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. c. 2. terdiri dari: • Amiloplas (untak menyimpan amilum) dan. Struktur ini hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. • Proteoplas (untuk menyimpan protein).

kaku. Benda ini dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Contoh organel ini antara lain benang-benang gelembung pembelahan Selain itu mikrotubulus berguna dalam pembentakan Sentriol. Selaput pembatas antara vakuola dengan sitoplasma disebut Tonoplas Vakuola berisi : • garam-garam organik • glikosida • tanin (zat penyamak) • minyak eteris (misalnya Jasmine pada melati. misalnya dijumpai . k. Mikrotubulus Berbentuk benang silindris. Peroksisom (Badan Mikro) Ukurannya sama seperti Lisosom. i. Nikotin. Berdasarkan ada tidaknya selaput inti kita mengenal 2 penggolongan sel yaitu : • Sel Prokariotik (sel yang tidak memiliki selaput inti).• Fikodanin (biru) • Fikosantin (kuning) • Fikoeritrin (merah) h. berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel dan sebagai "rangka sel". Likopersin dan lain-lain) • enzim • butir-butir pati Pada boberapa spesies dikenal adanya vakuola kontraktil dan vaknola non kontraktil. dan banyak mengandung enzim oksidase dan katalase (banyak disimpan dalam sel-sel hati). Flagela dan Silia. tetapi lebih lembut. Vakuola (RonggaSel) Beberapa ahli tidak memasukkan vakuola sebagai organel sel. 3. Kinin. Organel ini senantiasa berasosiasi dengan organel lain. Terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot). Mikrofilamen Seperti Mikrotubulus. Mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel. Inti Sel (Nukleus) Inti sel terdiri dari bagian-bagian yaitu : • Selapue Inti (Karioteka) • Nukleoplasma (Kariolimfa) • Kromatin / Kromosom • Nukleolus(anak inti). j. Roseine pada mawar Zingiberine pada jahe) • alkaloid (misalnya Kafein.

ganggang biru. which means green. Contents [hide] • • • 1 Evolutionary origin 2 Structure 3 Transplastomic . search The simplified internal structure of a chloroplast Chloroplasts (English pronunciation: /ˈklɒrəplæsts/) are organelles found in plant cells and other eukaryotic organisms that conduct photosynthesis. Fungsi dari inti sel adalah : mengatur semua aktivitas (kegiatan) sel. which means "the one who forms".pada bakteri. Chloroplasts are members of a class of organelles known as plastids. and plastis (πλάστης). the free encyclopedia Jump to: navigation. Chloroplasts capture light energy to conserve free energy in the form of ATP and reduce NADP to NADPH through a complex set of processes called photosynthesis. The word chloroplast (χλωροπλάστης) is derived from the Greek words chloros (χλωρός). • Sel Eukariotik (sel yang memiliki selaput inti). Chloroplast From Wikipedia. karena di dalam inti sel terdapat kromosom yang berisi ADN yang mengatur sintesis protein.[1] Chloroplasts are green because they contain the pigment chlorophyll.

In general. which has recently acquired a photosynthetic cyanobacterial endosymbiont which is not closely related to chloroplasts of other eukaryotes. This was first suggested by Mereschkowsky in 1905[2] after an observation by Schimper in 1883 that chloroplasts closely resemble cyanobacteria.[3] All chloroplasts are thought to derive directly or indirectly from a single endosymbiotic event (in the Archaeplastida).plants • • • • 4 See also 5 Notes 6 References 7 External links [edit] Evolutionary origin Chloroplasts visible in the cells of Plagiomnium affine — Many-fruited Thyme-moss A model chloroplast Chloroplasts are one of the many different types of organelles in the plant cell. they are considered to have originated from cyanobacteria through endosymbiosis.[4] In that they derive from an . except for Paulinella chromatophora.

A typical parenchyma cell contains about 10 to 100 chloroplasts. chloroplasts are similar to mitochondria. These klepto chloroplasts may only have a lifetime of a few days and are then replaced. chloroplasts are surrounded by two lipid-bilayer membranes. inner membrane (1+2+3: envelope) .[6] In green plants. The transfer of nuclear information has been estimated in tobacco plants at one gene for every 16000 pollen grains. Plastids may contain 60-100 genes whereas cyanobacteria often contain more than 1500 genes. in general.[10] [edit] Structure Chloroplasts are observable as flat discs usually 2 to 10 micrometers in diameter and 1 micrometer thick. which is considerably reduced compared to that of free-living cyanobacteria. which is bell-shaped. The chloroplast is contained by an envelope that consists of an inner and an outer phospholipid membrane. this is termed the plastome. 5 μm in diameter and 2. or many infoldings.[7] Chloroplasts have their own genome.[9] In some algae (such as the heterokonts and other protists such as Euglenozoa and Cercozoa). Chloroplast ultrastructure: 1. it has reticulations. but the parts that are still present show clear similarities with the cyanobacterial genome.3 μm thick. such secondary endosymbionts may have themselves been engulfed by still other eukaryotes. forming chloroplasts with three or four membrane layers. In land plants. They are believed to correspond to the outer and inner membranes of the ancestral cyanobacterium. In some groups of mixotrophic protists such as the dinoflagellates. intermembrane space 3. filling the inner spaces. chloroplasts are separated from a captured alga or diatom and used temporarily. The chloroplast is surrounded by a double-layered composite membrane with an intermembrane space. In some cases. in which a eukaryotic cell engulfed a second eukaryotic cell containing chloroplasts. there is only one chloroplast. but chloroplasts are found only in plants and protista.[8] Many of the missing genes are encoded in the nuclear genome of the host. further. thus forming tertiary endosymbionts. outer membrane 2. chloroplasts seem to have evolved through a secondary event of endosymbiosis.endosymbiotic event. In the alga Chlorella. Between these two layers is the intermembrane space. The chloroplast has its own DNA.[5] which codes for redox proteins involved in electron transport in photosynthesis. they are.

granum (stack of thylakoids) 8. stroma (aqueous fluid) 5.01 μm thick. each 0. The thylakoids are arranged in stacks called grana (singular: granum). Two chlorophyll molecules are then ionised. Embedded in the thylakoid membrane are antenna complexes. TEM image of a chloroplast Within the stroma are stacks of thylakoids. corresponding to the cytosol of the original bacterium. Photosynthesis takes place on the thylakoid membrane. thylakoid lumen (inside of thylakoid) 6. starch 10. and contains one or more molecules of small circular DNA. however most of its proteins are encoded by genes contained in the host cell nucleus. The energy of the incident photons is absorbed by the pigments and funneled to the reaction centre of this complex through resonance energy transfer. thylakoid membranes appear as alternating light-and-dark bands. thylakoid membrane 7. This complex both increases the surface area for light capture. including chlorophyll and carotenoids. It also contains ribosomes. as well as proteins that bind the pigments. and allows capture of photons with a wider range of wavelengths. plastidial DNA 12. the sub-organelles. with the protein products transported to the chloroplast. which then passes onto the photochemical reaction centre. as in mitochondrial oxidative phosphorylation. which are the site of photosynthesis. . thylakoid (lamella) 9. In the electron microscope.4. producing an excited electron.[1] A thylakoid has a flattened disk shape. ribosome 11. each of which consists of the light-absorbing pigments. plastoglobule (drop of lipids) The material within the chloroplast is called the stroma. Inside it is an empty area called the thylakoid space or lumen. it involves the coupling of cross-membrane fluxes with biosynthesis via the dissipation of a proton electrochemical gradient.

This biological containment strategy is therefore suitable for establishing the coexistence of conventional and organic agriculture. dan jenis pertama dari sel untuk berevolusi. adalah prokariotik sel-organisme yang tidak memiliki membran nuklir. formed as extensions of their outer membranes. recent results in tobacco plants are promising. telah memberikan bukti domain selular ketiga kehidupan dan wawasan baru ke dalam asal usul kehidupan itu sendiri.[16] Where chloroplasts are inherited only from the female. [edit] Transplastomic plants Recently.[11][12] Chloroplasts appear to be able to exchange proteins via stromules. thus posing significantly lower environmental risks.[13] and thus function as a network. merupakan uniseluler. In most flowering plants.000. This makes plastid transformation a valuable tool for the creation and cultivation of genetically modified plants that are biologically contained. PENDAHULUAN 1. meskipun penemuan baru dari kelompok kedua prokariota. Bakteri adalah yang paling dikenal dan paling banyak dipelajari bentuk organisme prokariotik. yang terdiri dari .000. seperti bakteri. membran yang mengelilingi inti sel. chloroplasts are inherited from males. Beberapa organisme. chloroplasts have caught attention by developers of genetically modified plants.Recent studies have shown that chloroplasts can be interconnected by tubular bridges called stromules.[15] KLOROPLAS I. Sel adalah unit struktural dan fungsional dari semua organisme hidup. transgenes in these plastids cannot be disseminated by pollen. showing a failed containment rate of transplastomic plants at 3 in 1. While the reliability of this mechanism has not yet been studied for all relevant crop species. chloroplasts are not inherited from the male parent. disebut archaea.1 Latar Belakang Tampaknya bahwa kehidupan muncul di bumi sekitar 4 milyar tahun yang lalu. Yang paling sederhana sel.[14][15] although in plants such as pines.

3 Rumusan Masalah Dalam makalah ini yang berjudul “KLOROPLAS” memiliki rumusan masalah sebagai berikut: 1.satu sel.000. sel hewan dan sel tumbuhan memiliki organel khusus yang bila dimiliki oleh sel hewan maka sel tumbuhan tak memilikinya. atau memiliki banyak sel-sel diperkirakan 100. Apa saja fungsi dan peranan kloroplas dalam tubuh tumbuhan .000. untuk mengetahui struktur dari kloroplas 3. Bagaimana struktur dari kloroplas 3. dan bereproduksi jika diperlukan. menjalankan fungsi-fungsi khusus. begitu juga sebaliknya jika sel tumbuhan memilikinya maka sel hewan tak memilikinya salah satunya adalah kloroplas yang terdapat di dalam plastida sel tumbuhan. untuk mengetahui fungsi dan peranan kloroplas di dalam tubuh tumbuhan 1. Setiap sel adalah dunia yang menakjubkan. 1. Bahkan lebih menakjubkan adalah bahwa setiap sel menyimpan seperangkat instruksi sendiri untuk melaksanakan masing-masing kegiatan.000!!. seperti manusia. untuk mengetahui tentang asal mula kloroplas 2. Sel hewan dan sel tumbuhan memiliki berbagai macam organel. adalah multiseluler. mengkonversi nutrisi menjadi energi. organisme lain.000. Bagaimana asal mula terbentuknya kloroplas 2. ia dapat mengambil nutrisi.2 Tujuan Dalam makalah ini yang berjudul “KLOROPLAS” memiliki tujuan sebagai berikut: 1.

PEMBAHASAN 2.II. yang berarti hijau. mereka dianggap berasal dari cyanobacteria melalui endosimbiosis Ini pertama kali diusulkan oleh Mereschkowsky pada 1905 . Secara umum. setelah pengamatan dengan Schimper pada tahun 1883 yang sangat mirip kloroplas cyanobacteria. dan plastis (πλάστης). Kloroplas adalah salah satu dari berbagai jenis organel dalam sel tumbuhan. Kloroplas adalah anggota dari kelas yang dikenal sebagai organel plastida . .1 Asal Mula Kloroplas Kata kloroplas (χλωροπλάστης) berasal dari kata Yunani chloros (χλωρός). yang berarti "orang yang bentuk".

lebih lanjut. yang baru-baru ini mengakuisisi endosymbiont cyanobacterial fotosintesis yang tidak berkaitan erat dengan kloroplas dari eukariota lainnya. kecuali untuk Paulinella chromatophora. Kloroplas dapat bertambah banyak melalui pembelahan. mengisi ruang batin.yang kode untuk protein redoks yang terlibat dalam transpor elektron dalam fotosintesis. 2. tapi kloroplas hanya ditemukan di tanaman dan Protista. . Bahwa mereka berasal dari sebuah acara endosymbiotic. atau infoldings banyak. kloroplas mirip dengan mitokondria . kloroplas memiliki sendiri DNA . Semua kloroplas diperkirakan berasal langsung atau tidak langsung dari aktivitas endosymbiotic tunggal (dalam Archaeplastida ). bahwa: 1. 4. Kloroplas memiliki membran rangkap dan membran luarnya mirip dengan struktur membran sel. telah reticulations. ini disebut sebagai plastome Pada tumbuhan hijau. Didalam kloroplas terdapat DNA yang juga dijumpai pada bakteri fotosintetik. kloroplas ini dikelilingi oleh membran komposit berlapis ganda dengan ruang antarmembran. yang mirip dengan tilakoid pada kloroplas. Mereka diyakini sesuai dengan dan dalam membran luar cyanobacterium leluhur. seperti halnya bakteri. Ada beberapa fotosintetik (cyanobakteria) yang memiliki membrane fotosintetik.Hipotesis endosimbiosis kloroplas ini dikemukakan berdasarkan kenyatan pada saat ini. kloroplas dikelilingi oleh dua -bilayer membran lipid . 3.

Pemindahan informasi nuklir telah diperkirakan dalam tembakau tanaman pada satu gen untuk setiap 16000 serbuk sari. paku-pakuan (Pterydophyta) dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta). Dalam alga Chlorella . Struktur 2. umumnya berbentuk lensa. Dalam beberapa kelompok mixotrophic protista seperti dinoflagellata .Kloroplas memiliki genom mereka sendiri. membentuk kloroplas dengan tiga atau empat membran lapisan. yang jauh berkurang dibandingkan dengan cyanobacteria hidup bebas. hanya ada satu kloroplas. di mana sel eukariotik sel eukariotik menelan kedua yang berisi kloroplas. kloroplas tampaknya telah berevolusi melalui peristiwa sekunder endosimbiosis. Ini kloroplas Klepto mungkin hanya memiliki masa pakai beberapa hari dan kemudian diganti. sehingga membentuk endosymbionts tersier. terdapat dalam sel tumbuhan lumut (Bryophyta). Dalam beberapa kasus. Banyak dari gen yang hilang dikodekan dalam genom nuklir dari tuan rumah. tetapi bagian yang masih ada menunjukkan kesamaan jelas dengan cyanobacterial genom. kloroplas dipisahkan dari alga ditangkap atau diatom dan digunakan sementara. Garis tengah lensa . yang berbentuk lonceng.2 Struktur Kloroplas Kloroplas adalah plastida yang berwarna hijau. Pada beberapa ganggang (seperti heterokonts dan protista lain seperti Euglenozoa dan Cercozoa ). Plastida mungkin berisi 60-100 gen sedangkan cyanobacteria sering mengandung lebih dari 1500 gen. sekunder seperti endosymbionts mungkin sendiri telah ditelan oleh eukariota lainnya masih.

stroma (cairan air) 5. lumen tilakoid (dalam tilakoid) 6. plastoglobule (setetes lipid) . Kloroplas terdapat pada hampir seluruh tumbuhan. antarmembran ruang 3.tersebut 2-6 milimikron.5-1. pati 10. Plastida adalah organel bermembran rangkap yang bentuk dan fungsinya bermacam-macam. membran tilakoid 7. bagian dalam membran (1 +2 +3: amplop) 4. Kloroplas ultrastruktur: 1.0 milimikron. Proplastida merupakan prekursor berbagai macam plastida dalam jaringan tanaman. tergantung pada macam jaringan dan macam lingkungan yang berpengaruh. proplastida berdiferensiasi menjadi plastida yang berbeda. sedangkan tebalnya 0. granum (tumpukan thylakoids) 8. ribosom 11. plastidial DNA 12. Bila ada. membran luar 2. maka tiap sel dapat memiliki satu sampai banyak plastida . tetapi tidak umum dalam semua sel. tilakoid (lamella) 9.

bryophyta dan lycopodium dapat memperbanyak diri dengan pembelahan. bintang menyerupai jaring. yang dipisahkan oleh ruang antar membran. Kesinambungan kloroplas terjadi melalui pertumbuhan dan pembelahan proplastid di daerah meristem. yaitu pigmen yang berwarna kuning sampai jingga yang disebut karoten. Pada tumbuhan tingkat tinggi umumnya plastida berbentuk cakram (kira-kira 2 x 5 mm. yang sering disebut pula daging daun. sedangkan kloroplast berbentuk pita ditemukan pada Zygnema. Bentuk kloroplast yang beraneka ragam ditemukan pada alga. Pada ganggang. Pigmen ini dapat menyerap energi cahaya. dengan pembesaran yang paling kuat. Hal ini disebabkan karena dalam kloroplas terdapat pigmen yang berwarna hijau disebut klorofil. kloroplas dikelilingi oleh membran luar dan membran dalam. Disamping klorofil a ( pigmen berwarna hijau ) dikenal pula klorofil b yang mempunyai struktur mirip klorofil a. Kloroplas matang pada beberapa ganggang. sedangkan pembentukan glukosa sebagai produk akhir fotosintesis berlangsung di stroma. Kloroplast bernbentuk pita spiral ditemukan pada Spirogyra. bentuknya dapat seperti mangkuk. sedangkan yang berbentuk jala ditemukan pada Cladophora. Klorofil terdapat pada membran tilakoid dan perubahan energi cahaya menjadi energi kimia berlangsung dalam tilakoid.Pengamatan dengan mikroskop cahaya. Membran luar . tersusun dalam lapisan tunggal dalam sitoplasma tetapi bentuk dan posisinya berubah-ubah sesuai dengan intensitas cahaya. bahkan juga pada batang dan ranting yang berwarna hijau. seringkali disertai pirenoid. spiral. kloroplast terlihat berbentuk butir. Seperti halnya mitokondria. Kloroplas dijumpai terutama pada bagian daun yang disebut mesofil. Kloroplas juga dijumpai di bagian-bagian lain. kadang-kadang lebih besar).

Genom kloroplas terdiri dari 121 . Membran tilakoid yang mengelilingi ruang interior tilakoid yang berisi cairan mengandung klorofil dan pigmen fotosintesis lain serta rantai transport elektron. Reaksi terang dari fotosintesis terjadi di tilakoid.kloroplas menutupi ruang intermembran antara membran dalam dan membran luar kloroplas. Dari kebanyakan hasil ekspeimen membuktikan bahwa lokulus merupakan ruangan yang terpisah dari ruangan antar membran. asam karboksilat. Membran luar kloroplas mengandung porin seperti halnya pada mitokondria yang menyebabkan membran ini permeable terhadap molekul seperti nukleotida. Satu tilakoid dari granum disebut tilakoid granum. Membran dalam membentuk struktur seperti tumpukan piringan yang saling berhubungan yang disebut tilakoid yang tersusun membentuk grana. stroma kloroplas mengandung molekul DNA sirkuler dan ribosom. asam gliserat. lokulus. yaitu ruang antar membran. Membran dalam bersambungan dengan kompleks membran di bagian dalamnya. Seperti pada matriks mitokondria. Dan bagian dalam tilakoid disebut lokulus. Sebuah tilakoid yang melebar kedalam stroma disebut tilakoid stroma. dan stroma. dan asam glikolat. Disela-sela kompleks membran berisi matriks yang amorf disebut stroma. yang mengandung enzim untuk reaksi terang pada proses fotosintesis. Sebaliknya membran dalam relatif lebih impermeabel sejumlah persenyawaan namun membran dalam permeable terhadap CO2. Tilakoid merupakan tempat berlangsungnya reaksi terang fotosintesis. Kloroplas pada tanaman tingkat tinggi merupakan evolusi dari bakteri fotosintetik menjadi organel sel tanaman. Tilakoid yang menghubungkan antar grana disebut fret atau lamella grana. derivate yang mengandung fosfat. sedangkan stroma merupakan tempat berlangsungnya reaksi gelap fotosintesis. serta kurang permeable terhadap asam amino. dan asam monokarboksilat tertentu seperti asam asetat. dan sukrosa. fosfat inorganic. Dengan adanya kompleks membran pada kloroplas terdapat kompartemen yang terpisah.

dihasilkan di sitoplasma dan selanjutnya dikirim ke kloroplas.3 Fungsi dan Peran Kloroplas a. 2/3nya diekspresikan oleh gen yang terdapat di inti sel sementara 1/3nya diekspresikan dari genom kloroplas. Diperkirakan pula terdapat sekitar 60 macam polipeptida pada membran tilakoid. Sebagian besar protein dalam kloroplas dikode oleh gen nuklear. Studi terbaru menunjukkan bahwa kloroplas dapat saling dihubungkan dengan jembatan berbentuk tabung yang disebut stromules . Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Genom kloroplas mempunyai subunit yang besar yaitu penyandi ribulosa biphosphate carboxylase. Setengah diantaranya dikode oleh DNA kloroplas. dibentuk sebagai perluasan dari membran luar mereka.Fotosintesis Pada Tumbuhan Tumbuhan bersifat autotrof.. Kloroplas tampaknya dapat protein pertukaran melalui stromules. Perhatikan persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini: 6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2 Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Pada respirasi. sehingga fungsi dan sebagai jaringan.024 pasang nukleotida serta mempunyai inverted repeats (2 kopi) yang mengandung gen-gen rRNA (16S dan 23S rRNAs) untuk pembentukan ribosom. Protein yang terlibat di dalam kloroplas sebanyak 60 protein. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung dari senyawa anorganik. 2. gula (glukosa) dan . Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis.

Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Hasil fotosintesis (disebut fotosintat) biasanya dikirim ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu. air. tepatnya pada bagian stroma. Energi yang digunakan dalam reaksi . Pada dasarnya. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. Namun secara umum. tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. sedangkan reaksi gelap terjadi di dalam stroma. menuju mesofil. Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan.senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida. terjadi konversi energi cahaya menjadi energi kimia dan menghasilkan oksigen (O2). Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Pada tumbuhan. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas. Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis. namun sebagian besar energi dihasilkan di daun. rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida). dan energi kimia. semua sel yang memiliki kloroplas berpotensi untuk melangsungkan reaksi ini. organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Reaksi terang terjadi pada grana (tunggal: granum). Dalam reaksi terang. Sedangkan dalam reaksi gelap terjadi seri reaksi siklik yang membentuk gula dari bahan dasar CO2 dan energi (ATP dan NADPH). Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan. klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis.

500 nm) dan violet (< 400 nm). Pada proses reaksi gelap tidak dibutuhkan cahaya matahari.Fotosintesis Pada Alga dan Bakteri . sedangkan klorofil b tidak secara langsung berperan dalam reaksi terang. Pigmen yang berbeda menyerap cahaya pada panjang gelombang yang berbeda. Reaksi gelap bertujuan untuk mengubah senyawa yang mengandung atom karbon menjadi molekul gula.700 nm). Proses ini merupakan awal dari rangkaian panjang reaksi fotosintesis.. biru (410 . yaitu panjang gelombang yang berada pada kisaran cahaya tampak (380-700 nm). hijau kuning (510 . Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh. Masing-masing jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap fotosintesis. Pigmen yang terdapat pada membran grana menyerap cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu. klorofil a terutama menyerap cahaya biru-violet dan merah.gelap ini diperoleh dari reaksi terang. Cahaya tampak terbagi atas cahaya merah (610 . Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa. Sebagai contoh. hanya panjang gelombang tertentu yang dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis. b. Proses absorpsi energi cahaya menyebabkan lepasnya elektron berenergi tinggi dari klorofil a yang selanjutnya akan disalurkan dan ditangkap oleh akseptor elektron. Klorofil b menyerap cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya kuning-hijau. Kloroplas mengandung beberapa pigmen. Dari semua radiasi matahari yang dipancarkan. Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang. Hal ini terkait pada sifat pigmen penangkap cahaya yang bekerja dalam fotosintesis.600 nm).

kloroplas tidak diwariskan dari induk jantan. maka panjang gelombang cahaya yang diserapnya pun lebih bervariasi.. Hanya sebagian kecil saja yang bersifat heterotrof yang berarti bergantung pada materi yang dihasilkan oleh organisme lain.Transplastomic Tanaman Pada tumbuhan berbunga kebanyakan. Hanya saja karena alga memiliki berbagai jenis pigmen dalam kloroplasnya. sehingga berpose lingkungan risiko yang lebih rendah secara signifikan. Di mana kloroplas diwariskan hanya dari betina. fotosintesis pada keduanya terjadi dengan cara yang sama. Ini kontainmen biologis strategi oleh karena itu cocok untuk mendirikan koeksistensi dan organik pertanian konvensional .000. Meskipun alga tidak memiliki struktur sekompleks tumbuhan darat. hasil terakhir pada tanaman tembakau menjanjikan. transgen dalam plastida tidak dapat disebarluaskan oleh serbuk sari . Mengenal Kloroplas di 02:34 Diposkan oleh agus_wazza 4 komentar . Semua alga menghasilkan oksigen dan kebanyakan bersifat autotrof.000. kloroplas diwariskan dari laki-laki. Hal ini membuat transformasi plastid alat yang berharga untuk penciptaan dan budidaya tanaman dimodifikasi secara genetis yang terkandung biologis. Sementara keandalan mekanisme ini belum dipelajari untuk semua jenis tanaman yang relevan. meskipun dalam tanaman seperti pinus. c.Alga terdiri dari alga multiseluler seperti ganggang hingga alga mikroskopik yang hanya terdiri dari satu sel. menunjukkan tingkat penahanan gagal tanaman transplastomic jam 3 1.

Membran dalam memiliki hubungan dengan kompleks membran dalam kloroplas. Tata nama dan kompartemen dalam kloroplas Kloroplas memilki membran rangkap seperti pada mitokondria. euglena gracillis memiliki 10 buah kloroplas setiap sel. . Panjang antara 5 – 10 µm. Kloroplas dapat dilihat dengan mikroskop biasa. Sebagian tilakoid melebar kedalam stroma disebut tilakoid stroma. sel tumbuhan tinggi berisi 50-200 kloroplas. fosfat organik. spirogyra mempunyai kloroplas seperti pita yang letaknya spiral sepanjang sel. Membran luar Membran luar kloroplas tumbuhan tinggi dipisahkan dari membran dalam dengan ruang antarmembran sejauh 10nm. pada tumbuhan rendah bentuknya sangat bervariasi.Struktur dan ultrastruktur kloroplas Kloroplas terdapat pada sel-sel tumbuhan eukariotik. Kompleks membran (membran internal) sebagian besar memiliki bentuk seperti kantung pipih yang disebut tilakoid. bagian dalam tilakoid disebut lokulus. Fret umumnya disebut lamela grana. Dari banyak penelitian menunjukkan bahwa lokulus merupakan ruangan yang terpisah dari ruang atar membran. satu tilakoid dari granum disebut tilakoid granum. derifat yang mengandung fosfat. Dilihat dari permeabilitasnya fungsi dari membran luar kloroplas dan mitokondria mempunyai persamaan. Dengan adanya kompleks membran pada kloroplas terdapat tiga kompartemen yang terpisah yaitu ruang antarmembran lokulus dan stroma. Membran ini permeabel terhadap persenyawaan yang berat molekulnya rrendah seperti nukleotida. Susunan /tumpukan tilakoid disebut granum. Tilakoid yang menghubungkan antar grana disebut “fret”. pada chlamidomonas hanya sebuah berbentuk mangkuk. Jadi ruang antarmembran merupakan jalan masuk bebas untuk segala macam molekul makanan dari sitosol. Membran dalam dan membran luar dipisahkan oleh ruang antarmembran. asam karboksilat dan sukrosa. Pada beberapa literatur tidak ditemukan istilah tilakoid grana.

dehidroaseton fosfat. fosfat. telah diketahui bahwa membran tilakoid berisi kelengkapan enzim yang komplit untuk melakukan reaksi terang pada fotosintesis. membran dalam kloroplas memiliki “carrier” spesifik untuk mentranslokasi berbagai bahan metabolik yang penting seperti fosfat. Gambar-gambar mikroskop elektron dari sistem membran internal menunjukkan adanya struktur yang serupa dengan F1 pada mitokondria yang berisi faktor penggandeng dengan ATPase PHOTOSYNTHESIS The free chemical energy required for life processes is derived from organic food materials by a process called biological oxidation. sorbitol dan berbagai anion (misalnya di dalam trikarboksilat. asam glikolat) dan kurang permeabel pada asam amino. If organisms are allowed to utilize the existing food materials on this planet. Seperti membran dalam mitokondria. dan persenyawaan seperti nukleotida dan gula fosfat). dikarboksilat. Sistem membran interenal Membran internal merupakan jaringan membran yang kompleks pada stroma dan sukar digambarkan seperti keadaan sebenarnya. Tapi bagaimanapun bentuk fisik yang sebenaranya. Disinilah letaknya klorofil pada organel kloroplas. dan ATP. it will be exhausted in no time. Meskipun impermeabel terhadap berbagai persenyawaan. asam gliserat.Membran dalam Membran dalam mempunyai sebagai “barrier” antara sitosol dan stroma kloroplas yang bersifat impermeabel terhadap sukrosa. However. . nature has devised a unique mechanism by means of which it replenishes the organic food materials in excess and this is achieved by harnessing the solar energy by plants. Selain itu pada membran tilakoid terdapat “carrier” elektron dan faktor penggandeng (coupling facttors) transpor elektron pada waktu fosforilasi. membran dalam permeable terhadap CO2 dan asm mono karboksilat tertentu (misalnya asam asetat. fosfogliseerat.

is captured. .Definition: magnetic Photosynthesis can be defined as a “ series of processes in which solar electro energy green (SEMR) plants”. converted and conserved in the form of radiation by chemical energy Biochemically this process can also be defined “as light sensitized Red-Ox process” for it involves light induced Oxidation-Reduction processes.

Cals. O3. plants and animals behave similarly by However. Light travels in waves.8-13 x 1012 K. For example. consisting of cosmic rays at one extremity and radio waves at the other. Out of this only 1% is used by land plants which form about 15% of total plant population. CO2. of chemical energy. The energy content of each photo varies and depends upon the frequency and speed of the light. dust and H2O present in outer atmosphere of the earth. plants use only blue and red parts of the visible for photosynthesis. SEMR Spectrum: The SEMR spectrum is quite large. it was Joseph Priestley who discovered that the plants are capable of purifying the air and called this process as dephlogistication. it was Jean Senebier. cal. light with shorter wavelength has more energy than the light with longer wave length (Blue light has more energy than the red light). per mole-1. releasing CO2 and phlogisticating the air (impurifying the air). of which. in the form of discrete energy packets called photons.Solar Energy Sun emits light in the form of solar electro magnetic radiation (SEMR) of which only 40% reaches the surface of earth and rest is absorbed by O2. . But Jan Ingen Houze demonstrated that plants can dephlogistication the air In dark. and oceanic plants (about 85%) in fixing a total of 35-146 billion tones of carbon every year which is equivalent to 1. Historical Account Though Aristotle observed the effect of light on greening of the plants. (by liberating O2) only in the presence of light. Einstein of Red light (700 nm) has 80 K.

C + O2 C + H2O ---. “that energy can neither be created nor destroyed”. clearly elucidated that the plants capture solar energy and store it in the form of chemical energy.(CH2O) n plant plants Robert Mayer. Nicholas Theodore de Saussure postulated that H2O is used up in fixing the CO2 into organic compounds.O2 (Jan Ingen Houze) Light Plants + CO2 --. who was responsible for the theory. .Organic carbon + O2 (Jean Senebier) At this juncture.who postulated that plants fix the atmospheric CO2 (fixed air) into organic compound and the oxygen that is liberated comes from CO2. This was an important step in understanding photosynthesis. Light light H2O + CO2 ------------. Plants – O2 (Priestley) Light Plants --.

Calvin. are the notables among the stalwarts who have made significant contributions in understanding the structure and functional aspects of Photosynthesis. radio active isotopes demonstrated that the oxygen that is liberated comes from the H2O and not from CO2 as it was believed earlier. Photosynthetic Organelles: Chloroplasts Plastids are the unique organelles found exclusively in plants (with the exception of fungi). . But people still believed that the oxygen that is liberated during photosynthesis However it was Robert Hill and Van Neil using comes from the splitting of CO2 into C and O2.2H2 + 2O2 Since then numerous workers have contributed their part in understanding various aspects of photosynthesis. Park. Ellis. Blackman. Parker.Meanwhile the importance of chloroplast and chlorophyll in fixing CO2 in the presence of light was made clear. Emerson. 4H2O ----------. Sanpeitro. Arnon. Govindjee.

.A fully developed chloroplast is bounded by a double membrane system within which. a fluid or a matrix called stroma is found. of chloroplast structure. In these thylakoids the photosynthetic pigments and their Refer page No. In this liquid 30-40 highly organized circular membranous structures are found.190 for the details associated pigments are organized into photosynthetic units. Each Granum is made up 10-100 circular flat membranous discs called thylakoids. These are called Grana.

. These surfaces are studded with numerous Those structures found in the inner core of the membranes are called Quantasomes which act as photosynthetic units. four surfaces can be made out as shown in the (fig). granular structures.If thylakoids are cut open by freeze fracture method and observed under an electron microscope.

protein curried in thylakoid membranes. Photosynthetic Unit I: It is smaller of the two photo-systems. which are nothing but photosynthetic units which are capable of absorbing solar energy as well as performing photo-chemical reactions.S-II by sonication and This has led to the study of chemical analysis and differential ultra centrifugation methods. function of each of these units.S-I. smaller is P. The larger particle is P. Such particles are called Quantasomes.S-II and the Park and Sane have succeeded in isolating P-S-I and P. The inter-granal lamellae or But the granal thylakoid membranes are associated stromal lamellae have just P.S-I particles.Photosynthetic units: associated with the Park and Branton discovered the presence of array crystalline particles. .

Only time will tell the reality of its structure and function.S-I system. exclusively found or restricted to It is made up of a number of chlorophyll-a (more). electrons to P.S-II system. proteins. Photosynthetic Unit II: granal membranes.S-I but it is another form of P. harvesting Pheophytin. This system is also associated with Fe-S containing Ferrodoxin (a reducing substance). they can capture the fleeting photons randomly.D.S-I involved in the reduction of NADP is not P.D light harvesting proteins and unique Along with the molecule called Carotenoids. chlorophyll-b. Transfer of energy: These two photo systems with their respective pigments and light harvesting proteins are oriented in the membrane in such a way.S-I is totally absent in granal membranes but it is found only in stromal lamellae. Recently Arnon came out with a view that P. which exists in the form of a dimmer. a non heme-iron protein called Ferrodoxin (FRS). chlorophyll-b. Carotenoids. chlorophyll-a 700. molecule which exists in the form of a dimmer. Chlorophyll-a 680 Its major function is to liberate O2 and donate However Arnon feels that the originally believed P. but in granal membranes the reduction of NADP to NADPH2 occurs. P. All the molecules in each of these photo-synthetic units are spaced and .S-II system. are also present. specific Mn2* associated Z-protein complex (32 KD). In inter-granal lamellae cyclic photo-phosphorylation occurs. and Plastocyanin and ATP dependent NADP reductase. 25 K. Cytochrome-b 6.S-I is made up of 230-250 chlorophyll-a molecules. It also has a unique. 25 K. Plasto Quinone and Cytochrome-b 559. light It is the larger photosynthetic unit.with P.

The transfer of captured light energy is ultimately drawn to active centers. Here the unit of energy that is transferred to as exciton. captured photons are transferred from molecule to molecule by a phenomenon called inductive resonance. Chlorophyll-a --.Chlorophyll-a 680 Carotenoids --- Chlorophyll-b --.oriented in such a way.Chlorophyll-a 700 .

.

Photosynthetic pigments Pigment analysis of photosynthetic organelles. with the exception of photosynthetic photosynthetic bacteria where the primary pigment is Bacteriochlorophyll. primary pigment and it is present in all Among chlorophylls. . chlorophyll-a acts as the organisms. chlorophyll-a and at 430 nm (blue light) and 662 nm (red light). shows that chloroplasts contain green pigments (chlorophylls) and yellow pigments (carotinoids). Similarly absorption chlorophyll-b has absorption spectrum at 453 nm to 642 nm and carotinoids have an absorption band between 430 nm – 490 nm. Absorption Spectrum: shows maximum The absorption spectrum of these pigments indicates that. All other pigments act as secondary pigments.

If red light or blue light is provided alone. not all the wave lengths are efficient in photosynthetic process either in terms of oxygen liberation or carbon fixation. oxygen liberation would be inefficient on the other hand if both the lights are given simultaneously the photosynthesis. instead of direct action. . they transfer the energy to other pigments like chlorophyll-b and chlorophyll-a for effective function. Though carotinoids absorb light at green and orange regions.Action spectrum and Enhancement effects Though individual pigments absorb light at different wave lengths.

As this process is controlled by a number of enzymes. Structurally Grana perform the photochemical act by capturing. Basic principles involved in photosynthesis is capturing of solar electromagnetic radiations at a particular wave length by pigment/protein complexes. entire process can be simplified in the following equation and in the scheme. liberation of O2. though certain steps are temperature dependent. However light induced photochemical reactions are extremely fast reactions The are relatively slow and take place later as they depend upon the products of light reactions. light rays in the form of photons in terms of quantums. Light Reactions As the first phase of photosynthesis is light dependent.Mechanism of Photosynthesis The process of light capturing and carbon dioxide fixation are separated by time and space. Hill’s reaction for. This is also involved in the In this primary process. converting and conserving the solar energy in the form of chemical bonds in ATP and NADPH + H*. it is considered as a temperature dependent process. Stromatic fluid is the site for the utilization of light dependent granal products in carbon fixation. however this is also called. it was first demonstrated by Robert Hill. it is referred to as light reaction. The pigments act as antennas for capturing . others are light dependent and temperature independent reactions.

then it falls back to its original orbit (ground state).The light captured. with photons containing specific quantum of energy. . The orbit to which it jumps depends upon the amount of energy a captured photon In the orbit the excited (higher energy electron) electron stays for a very short period of time. where at a particular site an electron accepting the light energy jumps to a higher orbit. say -10^ 14 sec and then drops to down to the next lower orbit where it stays only for a very short time. provides. is translocated among the atoms of pigment.

light energy accepted by the electron is transferred to another substance. the captured energy is released either in the form of fluorescence or heat Photoionization: them excited.Chlorophyll - (Ground state) . the absorption of photons of SEMR by pigment systems makes Chlorophyll + Protein complex + light --. explanation of light harvesting process. To begin with.During downward fall the energy rich electron can be transferred to another compound. Thus the This is a simple If the energy rich electron is not used.protein complex (CPC) (excited) .

S-I is directly involved in the reduction of NADP. This phenomenon is called photoionization.S-II. found in granal membranes.S-I and P. Production of reducing power: It is now certain that the synthesis of NADPH + H* is the co- ordinate function of P.The excited chlorophyll-protein complex reacts with water and splits the water into hydrogen ion (OH-). Chlorophyll-protein complex (Excited) + H2O ------. where P. .Chlorophyll – Protein complex + H* _ OH – (Ground state) The photocopied products like H* + OH – ions are simultaneously accepted by the photosystem I and photosytem II respectively.

an electron at a particular site gets the energy and it is boosted to the next higher orbit or higher stage of energy.When the light strikes the photosystem I units.S. these molecules become active and However the electrons for chlorophyll a 700 come from this condition is called photo-bleaching. P. Liberation of oxygen: Along with P.II which is also moved in the act of electron transport. chlorophyll-680 molecules also boost up the chlorophyll-a 700. Z protein complexed with manganese ions as .S. P.D. As the electrons from chlorophyll-a 700 are lost to NADP. When a Quantum of light energy is conveyed a chlorophyll-a 700. Similar to chlorophyll-a 700. This energy is transferred from molecule to molecule towards the special molecule called chlrophyll-a 700.I. utilizing 2 Quanta of light. photons of the SEMR are trapped by a number of antenna like chlorophyll-protein complexes. has 32 K. This is a powerful reducing agent required for carbon fixation and it is released into the stromatic fluid as it is synthesized. As chlorophyll-a exists in dimmers. chlorophyll-a 680 molecules also boost up the electrons to higher state of energy. the larger photosynthetic unit of the two. If electrons are not provided. In this process the energy that is responsible for boosting the electrons is now stored in NADPH + H*. 2 accepted by photo system II.S.II units also capture photons and transfer the excitons to the active centre called chlorophyll-a 680 which exists in the form of a dimer. which acts as the reaction centre or energy trap. the chlorophyll-700 molecules are rendered electrically positive.

This may result in reorientation and reaction to produce 2H2O and a molecule of O2.ions are brought on to the two Mn-Z protein complexes. in such a way. an electron is supplied by “Z” protein Mn2+ complex and thus this protein complex gets activated with every photon absorbed. When 4 such OH.Z protein complex readily reacts with negatively charged OH ions in water. This leaves Z – Mn2* complex free to receive another set of OH ions. . the OH orbitals may overlap on each other. the positively charged Mn2*. As a result.active centre. One more boosting of a pair of electrons are to be released from Z-Mn complex to receive two more OH – ions. PS –II Z –Mn2* Complex + 4 OH –4 photons PS II – Z Mn2* + 2H2O + O2 Non-Cyclic Photophosphorylation The electrons that are boosted to higher state of energy from PS-II Chl a 680 – are immediately accepted by pheophytin. With the loss of every electron from the terminal chlorophyll a 680 molecule.

Then the electrons are shuttled to a labile molecule called plastoquinones (PQ).

The molecule

simultaneously accepts 2H* ions and 2 electrons and gets reduced to PQH2, which in turn releases the H* protons into inner thylakoid space and simultaneously transfer the electrons to

Cytochrome 559.

This is accompanied with the loss of small amount of energy is released.

This

energy is utilized and stored in the terminal bond of ATP molecule.

This phenomenon is referred

to as non-cyclic photophosphorylation. From Cytochrome f, the electrons reach Chl a 700 through copper containing neutral and now they are ready for another cycle of electron boosting process. Meanwhile, as the electrons are lost from chlorophyll a 680 to chlorophyll a 700 the former molecule becomes positively charged. ions. The electrons that neutralize Chl a 680 come from (OH)

Cyclic photo phosphorylation:

Photosynthetic unit-I that is found exclusively in inter granal During the down hill journey of electrons, energy is

lamellae is involved in a cyclic electron flow.

liberated and the same is utilized in the phosphorylation of ADP + Pi to ATP.

P.S-I absorb photons and energy is conveyed to the terminal Chl a 700 which exists in dimer form. The electrons are boosted to higher orbital, which is accepted by FRS. Then electrons are channeled through a series of electron accepters back to Chl a 700 molecule. When the electrons are transferred from FD to cytochrome b 6and form Cyt b 6 to Cytochrome 1, sufficient amount

of energy is released. The energy that is released during this shuttle is due to the difference in the Red-O potential between the oxidant and reductant. This energy is captured and utilized in

the formation of a high energy terminal bond of ATP molecule.

Light reaction and its products During light reaction solar energy is absorbed by chlorophyll light harnessing complex and utilize water for photochemical reaction to produce 3 ATP, 1 NADPH + H*, 2H2O, 1 O2 per cycle of reactions.

is utilized by respiratory process. .Particularly ATP and NADPH + H* are released into stromatic fluid. Oxygen either escapes or it Dark reaction or Calvin Cycle Stromatic fluid consists of all the enzymes required for carbon dioxide fixation. Calvin et al. all the biochemical steps involved in this process. have elucidated Calvin is probably the one and the only biochemist. who has been awarded the Nobel Prize for this kind of work.

for the first stable intermediate product produced is a 3 Carbon organic acid. .This pathway is also called C 3 pathway. This process takes place in 3 steps: 1) Carbon oxidation 2) Reduction 3) Regeneration. further it is these 3 carbon components that play an important role in the synthesis of Glucose.

by an enzyme Ribulose kinase and a molecule of Ribulose di phosphate is RUMP + ATP – RUDP + ADP.Carbon Fixation Ribulose monophosphate (5C) an intermediate component of carbohydrate metabolism first gets phosphorylated synthesized. RUDP carboxylase is responsible for the addition of CO2 to RUDP. break up into two 3 Carbon compounds called 3-Phosphoglyceric acid (PGA). when a highly stable 6C compound. RUDP + CO2 – 2 PGA 2 (5C) (1C) (3C) . 1 The RUDP (5C) acts as an acceptor of CO2 found dissolved in the stromatic fluid. formed.

Reduction Before the 3-PGA gets reduced. Di phosphoglycerate (Di PGA). in the process. the 3-PGA is primed up by phosphorylation by phosphoglycerokinase to produce. A molecule of ATP is consumed .

The enzyme involved is glyceraldehydes dehydrogenase. 6 CO2 + 6 RMP + 18 ATP + 12 NADPH + H* = 12 PGALD + NADP + 18 ADP + 12 Pi . DiPGA + NADPH + H = PGALD + NADP + Pi (3C) (3C) For the fixation of one molecule of CO2 into 2 molecules of PGALD.3-PGA + ATP = 1. The sum of Carboxylation and reduction process to produce one molecule of Glucose has been given in the following equation. 3 – DiPGA + ADP (3C) (3C) The DiPGA gets reduced by NADPH + 1H*to Phospho glyceraldehydes (2 PGALD). one molecule of RUMP. 3 molecules of ATP and 2 molecules of NADPH + H* are required.

5 PGALD = 5 Di HAP 6 . 12 PGALD are subjected to a regeneration process in which 6 RUMPs initially consumed are regenerated.Regeneration In this process. five are converted into Dihydroxy Acetone Phosphate (DiHAP) by an isomerase enzyme. Out of 12 PGALD. At the same time one molecule of glucose is produced.

3 molecules of PGALD combine with 3 molecules of Di HAP to form 3 molecules of Fructose-1. The . 6-diphosphate --. Out of the 3 Fructose 6-phosphates.3 Fructose-1. enzyme is transketolase. one is converted into Glucose 6-phosphate by phosphogluco isomerase.3 Fructose-6-phosphate. 3 PGALD + 3 Di HAP --. 6 di phosphates are subjected to phosphate action in which one phosphate is removed to produce Fructose-6 phosphates.I Glucose 6-p (6c) (6c) The remaining 2 Fructose-6 phosphates combine with 2 molecules of phosphoglyceraldehyde.In the next step. to undergo a rearrangement process in which 2 molecules of Xylulose phosphates are produced. 1 Fructose 6-p -----. The enzyme is Aldolase. 6-Di Phosphate. 6-Di P (3c) (3c) (6c) These Fructose-1. 3 Fructose-1.

2 Erythrose-P + 2 Di HAP (4c) (3c) = 2 Sedoheptulose-1. The enzyme involved is Aldolase. 7-di P. 7-di P 2 Sedoheptulose-1.phosphate. 7-diphosphate. .2 Sedoheptulose-7-p The two sedoheptulose 7-phosphates thus produced combine with the rest of 2 molecules of phosphoglyceraldehyde to produce 2 molecules of Ribose-5-phosphate and 2 molecules of xylulose 5-phosphate. which immediately undergoes phosphotase action to produce sedopheptulose7.2 Fructose6-p + 2 PGALD (6c) (6c) = 2 Erythorose-4-p + 2 Xylulose-5-p Then 2 Erythrose 4-P combine with 2 Dihydroxy acetone-P by another Transketolase enzyme to form a carbon Sedoheptulose-1.

2) Sedoheptulose-7 – P + 2 PGALD (7c) (3c) = 2 Ribose-5 – P + 2 xylulose-5 – P (5c) (5c) The two ribose-5 – phosphates and four xylulose-5 – phosphates (reaction 9 &12) are converted to Ribulose monophosphate by the isomerase and epimerase respectively. 2 Ribose – 5 – P = 2 Ribulose 5 – P (5c) (5c) 4 Xylulose 5 – P = 4 Ribulose 5 – P (5c) (5c) The RUMPs thus produced are again used up in another cycle of CO2 fixation. The results of the 7 PGALD + 5 Di HAP = 1 Glucose + 6 RUMP . pathway can be summed up as.

This is also called C4 pathway because the first This intermediate compound synthesized.Hetch & Slack pathway or C4 pathway Though Calvin cycle or C3 pathway is prevalent in the majority of Dicot plants some tropical Graminae or Grasses operate carbon fixation by another pathway called Hatch and Slack pathway. which in turn are surrounded by mesophyll . The uniqueness of this process In is that C4 pathway and C3 pathway operate in the same plant. method is considered as an efficient method of carbon fixation. (This is named after the discoverers). but in different structures. during carbon fixation is a four carbon organic acid. Graminae members like Sorghum and Sugarcane the vascular bundles found in the vines are surrounded by a single layer of bundles heath cells.

but reaches saturation point at which condition. Even though Chl-a 700 and Chl-a 680 act as active centers. Thus the rate photosynthesis suffers. Pigments: Green chloroplasts contain green as well as yellow pigments. under controlled conditions shows minimal or optimal or maximal quantities. again the rate increases to point. For example. among yellow pigments carotenes and xanthophylls are present. All other pigments act as secondary pigments. Among green pigments. maximum and reaches If the intensity of light is increased. Chl-a & Chl-b are invariable present. may act as a limiting factor. Factors that control photosynthesis Photosynthesis being a photo biochemical process. Thus in living systems various factors and their concentration readily affect the efficiency of photosynthesis.cells. particularly Chl-a 700 and Chl-a 680 are directly involved in the primary process of photochemical reactions. Chloroplasts found in mesophyll cells and bundle cells show different structure as well as functions. the rate of reaction increases. Under optimal conditions if any one of the factors is deficient the rate of If such a factor is increased the rate also increases. another factor. it is controlled by various factors to achieve maximum yield. say light. chlorophyll-a. when photosynthesis is operating under optimal condition. if carbon dioxide is deficient. This may be further increased on increasing the saturation concentration of enzymes. other pigments absorb light at specific wave .

S-I is In thylakoid membranes. Here. Generally. their function is co-coordinated and they are responsible for oxygen liberation (P.lengths and they are conveyed from molecule to molecule towards active centers. at high intensity of light. the These pigments get organized in the thylakoid membranes in the form of photosynthetic units called P. If there is any deficiency in any of the pigments and required factors for their organization. protect the chlorophyll molecules from photo-oxidation.S-II are exclusively found in the inter granal lamellae. the light energy is converted to chemical bond energy (ATP) by NonCyclic photo-phosphorylation. in such a way. P.S I and P. .S-I and P.S-I. Both P.S-I and P. energy is transferred by inductive resonance in the form of excitons. During the electron flow from P.S-II. sometimes the effect may be lethal too. it affects the process drastically. uniquely oriented towards each other.S-II are found in thylakoid membranes. but P.S-II) and NADP reduction to NADPh2 (P.S-I). chlorophyll molecules get bleached by photo-oxidation. but carotinoids that are present.

which mainly depends upon the Shorter the wave length. These radiations travel in the form of discrete energy packets called photons. B-carotene & xanthophylls). chl. the red light of the visible spectrum wave length of the radiation. The amount of energy in each photon is called Quantum. Quantity of light Chlorophyll a. Chl. Basically this process is controlled by the quality and the quantity of light that is received. (white light) has longer wave length and lesser energy when compared to the shorter wave length of the blue light which has higher amount of energy.Light: In photosynthesis light provides energy. This is called the absorption spectrum. the photons are transferred to the active centers which have an absorption spectrum at longer wave lengths. B. length lesser is the energy of the photon. Even though these pigments absorb light at shorter wave lengths. which differ in their wave lengths. greater is the energy of longer the wave For example. At the same time it stimulates the entire process.B B-carotenes and Xanthophylls absorb different wave lengths of visible light (Cal a. The solar electro-magnetic radiation consists of a wide spectrum of individual rays. This energy relationship between photon and wave length is shown in the figure 87. .

bleached and the process suffers. At higher intensities. intensities is called ‘Solarization’.Chlorophyll molecules. If blue or red light is given singly photosynthesis will be never efficient. however. pigments get The inhibition of photosynthesis by photo-oxidation at higher Quantum requirement / efficiency Light is measured either in terms of quanta or intensity of light. on the other hand. and it is measured in terms of foot-candles. . source. Quantitative measurement of red light required for the liberation of one molecule of O2 is found to be about 4 quanta and another four are required for the production of two molecules of NADPH*. if both the lights are given simultaneously. Quantity and intensity of lights: The intensity of the light depends upon the distance of the It has been found that at low intensity. totally 8 quanta are required. The efficiency of light is measured in terms of number quanta required for either the liberation of a molecule of O2 or for the fixation of a molecule CO2 into Glucose. the process becomes efficient in releasing O2. because of heterogeneity in their structure absorb white light at Blue as well as Red wave lengths. During this process 2 molecules of ATPs are also synthesized. This effect is called Emerson’s enhancement effect. That means photosynthesis requires both red and blue lights for its efficient function. photosynthesis is at its minimum but with the increase in intensity the rate increases and reaches saturation at about 2000 to 2500 foot candles.

Probably the other 70% of the energy that is not fixed may be released in the form of heat which may be utilized for enzymatic and other cellular activities. But the amount of total energy that is actually stored in a molecule of Glucose is about 696 or 700 K. 2 ATP 6 molecules of CO2. with burning of all kinds of fuels (including biological oxidation) the Naturally one will be tempted to ask concentration of CO2 in the atmosphere is just 0.03%. Carbon dioxide (CO2) It has been estimated that about 300 million years ago the percentage of CO2 in the atmosphere was about 20%. gives the value of 60%. This is 6 CO2 + 6 RUMP + 18 ATP + 12 NADPH + H ---------. cal. approximately equivalent to 60 quanta.In Cylic photophosphorylation 2 molecules of ATP are synthesized per 2 quanta of light.C6 H12 O6 + 12 NADP + 18 ADP + 18 Pi. Thus the efficiency or photosynthesis in terms of energy required and stored. 18 molecules of ATP and 12 molecules of NADPH2 are required. cyclic 2 quanta. “What has happened to the rest of the CO2?” Nature has fixed this CO2 in the form of organic fuels by photosynthetic process and the same is stored as the organic fuel in the inner depth of . Today.

in a vast landscape full of green plants. Generally.cals. Temperature: Photosynthesis. of solar energy. plants are considered as highly efficient plants than C2 plants with respect to carbon fixation. Different plants have different optima for CO2. photosynthesis. which is a photo-chemical reaction. if higher concentration of H2O does not show any enhancing effect. the rate of photosynthesis falls drastically. By increasing the concentrate of CO2. On the other hand. Different plants have different optimal temperature. CO2 becomes deficient by about mid-day. the rate of C4 photosynthesis increases. Water: Water being sole source for electrons and protons. other mesophytic and water plants function efficiently at 25-300C. so also its yield. and photosynthesis and its yield suffers. its supply is very important in But under water deficit conditions. plants growing on land and in ocean fix about 146 billion tons of carbon annually which is approximately equivalent to the fixation of 13x 1012 K. requires enzymes for its various biochemical activities temperature has a significant effect on controlling the rate of photosynthesis. Nevertheless. Internal and Genetic factors . Desert plants have higher optimal temperature of 35-400 C.earth.

3 3. dan plastokuinon Tabel 12.6 b. light harvesting proteins.1 Komponen utama tilakoid grana dan tilakoid stroma (Sheeler dan Bianchii.Even under optimal environmental conditions. Kurang lebih 10% lipida terdiri atas fosfolipida. and their synthesis things is of utmost importance in the proper functioning of photosynthesis which ultimately controls the photo-synthetic yield. Lipida yang khas bagi klorofil yaitu galaktolipida dan sulfolipida yang terdiri adas masing-masing 45 % dan 4% dari total lipida. co-enzymes.4 Sitokhrom f 0.5 0. The synthesis of various cellular factors ultimately depends upon the genetic potential and its expression.5 0. 1983) Tilakoid Stroma Tilakoid Grana Total klorofil Klorofil a Klorofil b 278* 238 40 401 281 130 P700 2.karoten 21 17 Lutein 10 29 Violaxanthin 15 20 Neoxanthin 8 16 Fosfolipida 76 66 Monogalaktosil digliserida 231 214 Digalaktosil digliserida 172 185 Sulfolipida 65 59 Sitochrom b ( total) 1. without the proper cellular machinery. karotenoid.0 3. All enzymes. no metabolic activity can function efficiently. Selain itu juga terdapat molekul-molekul lipida seperti klorofil kira-kira 20% dari total membran tilakoid. pigments. KOMPOSISI KIMIA KLOROPLAS Membran tilakoid terdiri atas lipida kurang lebih 50%. Plants with superior genetic potential can function very efficiently when compared to inferior ones.2 .7 Manganese 0.

Sebagian merah dan sebagian besar kuning. Hal inilah yang menyebabkan mengapa klorofil tampak berwarna hijau. d. Bagian dari spectrum cahaya yang diserap oleh klorofil selama proses fotosintesa dapat ditentukan dengan menempatkan suatu larutan klorofil di dalam alkohol diantara suatu sumber cahaya dan suatu prisma kaca. kuning. sedang karotenoid yang paling banyak terdapat dalam tumbuhan adalah b karoten dan lutein. Klorofil tidak efektif mengabsorbsi cahaya hijau sehingga lebih banyak direfleksikan (dipantulkan) dan ditransmisikan (diteruskan). Spektrum yang terbentuk berbeda dengan spektrum cahaya putih yang tidak melewati klorofil. beberapa karotenoid mengirim energi eksitasinya ke pusat reaksi. Di dalam kloroplas mengandung pigmen klorofil yang berwarna hijau sebagai pigmen utama penyerap cahaya dan karotenoid sebagai pigmen pelengkap. panjang gelombang yang diserap terlihat sebagai pita-pita gelap dan dinamakan pita-pita serapan. klorobium klorofil 650 dan klorobium. Pigmen karotenoid (b karoten dan lutein) hanya mengabsorbsi cahaya biru dan ungu. dijumpai di dalam kloroplas dan kromatofor lain. Karotenoid bagi tanaman juga berperan untuk melindungi 7 klorofil dari kerusakan akibat oksidasi pada intensitas cahaya tinggi. bitu dan violet yang diserap yang merupakan panjang gelombang yang banyak digunakan dalam fotosintesis. yaitu di dalam membran tilakoid. Terlihat bahwa banyak dari cahaya merah. Posisi pita-pita gelap dalam spektrum klorofil menunjukkan panjang gelombng mana yang diserap. bakterioklorofil b. Proses fotosintesis berlangsung dalam plastida dari organisme sel yang disebut kloroplas. Klorofil pada tanaman pembuluh dan briophyta terdapat di dalam kloroplas. Karotenoid alami dapat berupa likopene berwarna merah . e. yaitu klorofil a. orange dan merah dipantulkan.*Nilai dalam mikromol pergram komponen protein membran. sedang cahaya hijau. bakterioklorofil a. Seperti halnya dengan klorofil. jingga dan hijau tidak diserap sama sekali (Arbaya dan Sasmitamihardja. Apabila kita bandingkan pengaruh berbagai panjang gelombang terhadap laju fotosintesis. 1982). maka akan diperoleh spektrum Action pada kisaran panjang gelombang daerah cahaya tampak (visible light). Karotenoid adalah senyawa hidrokarbon yang terdistribusi dalam tanaman dengan kisaran warna kuning. Di alam dikenal ada sembilan jenis klorofil. c. b. Tumbuhan tinggi mengandung dua macam klorofil yaitu klorofil a dan b. Spektrum cahaya yang melewati larutan klorofil. Klorofil merupakan pigmen fotosintesis yang sangat penting.

Bentuk membran bagian dalam yang paling umum adalah satu kantung yang dipipihkan yang disebut tilakoid.Struktur Dan Fungsi Kloroplas Kloroplas berbentuk lensa dengan satu sisi/permukaan cembung dan permukaan lain cekung. Pada tumbuhan rendah dan terutama pada beberapa mikroorganisme. Kloroplas terdapat dalam daun dan organ tumbuhan hijau lainnya dan dalam algae eukariotik. Dengan demikian organel itu adalah suatu sistem tiga membran.4 µm x 5 – 10 µm. Sebagai contoh: 1. Membran dalam membentuk tilakoid. merupakan salah satu fungsi dari grana. alga. Kloroplas mengandung banyak pigmen yang membuat buah dan bunga mempunyai corak jingga dan kuning. berwarna kuning. Euglena gracilis : kurang dari 10 kloroplas/sel 2. dilihat dari atas nampak seperti elips. selain itu grana juga berfungsi sebagai mesin fotosintesis. Membran luar kloroplas mengandung porin permeable terhadap senyawa dengan ukuran BM 10.pada tomat dan ß-karoten. stroma dan lokulus. Sel sebagian besar tumbuhan tinggi umumnya mengandung antara 50 A. Chlamydomonas : satu kloroplas/sel. Membran dalam impermeable pergerakan molekul melalui transporter. Tumpukan berupa tilakoid disebut grana. bentuknya sangat berbeda dari yang terlihat pada tumbuhan tinggi dan sering jumlahnya terdapat sedikit. Tumbuhan. yang disebut plastid. Spyrogira : satu kloroplas/sel. berbentuk pita yang memanjang di seluruh inti Pada dasarnya. yang dipisahkan ruang antar membran.Reaksi-reaksi fotosintesis bergantung cahaya berlangsung . Tilakoid yang memanjang ke stroma disebut tilakoid stroma. kloroplas dibatasi oleh dua sistem membran yaitu membran luar dan membran dalam. Fungsi utama kloroplas adalah sebagai mesin fotosintesis.000 Da. Membran dalam dihubungkan dengan suatu kompleks membran yaitu membran bagian dalam yang melintasi bagian dalam kloroplas. Kloroplas mengandung klorofil pigmen hijau bersama-sama dengan enzim dan molekul lain yang berfungsi dalam produksi makanan dengan cara fotosintesis. datar atau cembung. sehingga masing-masing tilakoidnya disebut tilakoid grana. dengan ukuran 2 . berbentuk mangkuk 3. Karotenoid pada tanaman berfungsi untuk melindungi klorofil dari fotooksidasi dan dapat menyerap serta memindahkan energi cahaya ke klorofil a. Bagian dalam tilakoid disebut lokulus.Membran Kloroplas Membran-membran pada kloroplas membatasi tiga kompartemen yang terpisah yaitu ruang antar membran. KLOROPLAS K loroplas merupakan anggota khusus dari keluarga organel tumbuhan yang berkerabat dekat. yaitu serial reaksi yang dikendali kan oleh cahaya kemudian menghasilkan molekul organik dari CO2 atmosferik. Tilakoid itu disebut stroma. serta cyanobacteria menggunakan elektron dari air dan energi dari cahaya matahari untuk mengubah CO2 menjadi senyawa organik dan dari proses ini akan dihasilkan O2 ke atmosfere (proses autotrof). B.

yaitu tempat penyimpanan lipida. asam gliserat. C. fosfat dan senyawa-senyawa seperti nukleotida dan gula fosfat. Seperti pada spirogyra memiliki bentuk kloroplas yang spiral (berupa pilin). Membran dalam tidak fermeabel bagi sukrosa dan berbagai anion. dikarboksilat dan ATP. Membran dalam kurang fermeabel bagi asam amino. Membran tersebut permeabel bagi bermacam-macam senyawa dengan berat molekul rendah seperti nukleotida. Beberapa macam partikel juga terdapat seperti butir pati. Membran luar. dan asam glikolat. datar atau cembung. fosfat organik. Sistem membran bagian dalam Sistem membran bagian dalam yang terdapat dalam stroma membuat suatu jalinan yang sangat kompleks. pembawa-pembawa elektron dan faktor-faktor yang menggabungkan transpor elektron dengan fosforilasi. Bentuk-bentuk kloroplas Pada tumbuhan tinggi bentuk kloroplas berupa lensa dengan satu sisi/permukaan cembung dan permukaan lain cekung. Namun pada beberapa alga dan cyanobacteria bentuk kloroplas bervariasi.Membran dalam fermeabel bagi CO2 dan asam-asam monokarboksilat tertentu. Reaksi Fotosintesis Fotosintesis dibagi menjadi 2 yaitu: F. dihidroksiaseton fosfat. Membran tilakoid merupakan tempat klorofil. Kloroplas mempunyai tingkat otonomi di dalam sel yang dalam banyak hal sama dengan mitokondria. dan sebagainya. Lipida yang khas bagi klorofil adalah galaktolipida dan sulfolipida. Ulothrix memiliki bentuk kloroplas berbentuk panjang dan bergerombol. zignema memiliki bentuk kloroplas seperti bintang.dalam tilakoid sedang reaksi asimilasi (fiksasi) CO2 terjasi dalam stroma. yang masingmasing 45% dan 4% dari total lipida. asam karboksilat dan sukrosa. H. Membran dalam bekerja sebagai pembatas fungsional antara sitosol dan stroma.Secara umum membran pada kloroplas dibagi menjadi: 1. plastoglobulin. misal asam asetat. plastokinon dan tokoforilkinon. Dengan genom itu sejumlah protein khas kloroplas . Stroma juga mengandung ribosom dan DNA. karotenoid dan plastokinon. Struktur dan Sifat Genom Kloroplas. ada juga yang berbentuk seperti cangkir. misal didan triarboksilat. Dengan demikian ruang antar membran mengandung molekul-molekul nutrien sitosol. 2. Stroma dan Inklusinya Stroma mengandung enzim-enzim yang penting untuk melaksanakan asimilasi CO2 dan mengubahnya menjadi karbohidrat. fosfogliserat. D. Jumlah klorofil kira-kira 20% dari lipida total membran tilakoid. seperti pita. Membran tilakoid mengandung enzim lengkap untuk melaksanakan reaksireaksi fotosintesis yang bergantung cahaya. G. Membran dalam. derivat-derivat fosfat. Membran luar kloroplas tumbuhan tinggi dipisahkan dari membran dalam oleh ruang kira-kira 10 nm. E. Membran dalam mengandung protein pembawa tertentu untuk mengangkut fosfat. Komposisi Kimia Membran Kloroplas Membran tilakoid kira-kira 50% terdiri ats lipida. kurang lebih 10% dari padanya adalah fosfolipid. Dalam stroma terdapat DNA. Selain itu terdapat molekul-molekul lipida seperti klorofil.

Ukuran sel prokariotik berkisar antara 0. mesosom. dinding sel bakteri tersusun atas peptidoglikan atau mukopepetida yang dapat dipergunakan sebagai dasar penggolongan bakteri menjadi dua golongan . mikoplasma dan alga hijau-biru. misalnya protista. Berdasarkan hasil pengamatannya. Tipe pembelahan sama seperti pada mitokondria. misalnya bakteri. Penyempitan terjadi dekat tengah-tengah plastida dan kedua turunan dihasilkan dari pemisahan membran-membran di daerah itu. karena itu puncak replikasi akan terlihat apabila keadaan lingkungan optimal. Sejumlah faktor-faktor lingkungan mempengaruhi replikasi dan diferensiasi. Kloroplas juga melakukan replikasi. membran sel. sedangkan pada bakteri gram negative berkisar antara 5 – 20%. Umumnya pembelahan kloroplas tidak serempak di dalam jaringan atau sel tumbuhan. yaitu bakteri gram positif dan bakteri gram negative. para ahli menggolongkan sel menjadi dua kelompok. sehingga sel tidak mudah pecah akibat masuknya air kedalam sel.5 -3 mm. sel eukariotik memiliki struktur yang lebih kompleks. Sel prokariotik memiliki struktur yang sederhana. hamper 90% komponen dinding selnya tersusun atas peptidoglikan. sitoplasma. ganggang hijau-biru. . tumbuhan. dan mikoplasma.dibuat dengan menggunakan ribosom yang juga terdapat dalam stroma. Sedangkan. Struktur umum sel prokariotik yang diwakili oleh bakteri berturut-turut mulai dari luar ke dalam adalah dinding sel. STRUKTUR SEL PROKARIOTIK DAN EUKARIOTIK Sejak ditemukannya mikroskop elektron para ahli biologi mulai berhasil mengidentifikasi struktur internal dari berbagai macam sel. ribosom dan materi inti (DNA dan RNA).. Penggolongan ini didasarkan atas ukuran dan struktur intemal atau kandungan organel selnya. Replikasi dan Diferensiasi Kloroplas Kloroplas berasal dari kloroplas yang sudah ada selama daur hidup tumbuhan tinggi dan diteruskan ke sel-sel turunannya selama pembelahan sel. I. Struktur Sel Prokariotik Prokariotik meliputi archaebakteria (bakteri purba) dan eubakteria (bakteri modern/bakteri sejati) yang beranggotakan bakteri. yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. 1. dan hewan. fungi. Dinding sel bakteri berfungsi untuk menahan tekanan osmotic sitoplasma. Pada bajteri gram positif.

000 . polimer dinding sel dan lipid selaput. 2.30. Sel prokariotik mengandung sejumlah kecil DNA dengan total panjang antara 0. mesosom berperan dalam pembelahan sel. Antara materi inti dengan sitoplasma tidak terdapat pembatas atau tidak memiliki membrane inti. Ribosom merupakan tempat sintesis protein. Di dalam sitoplasma terdapat kurang lebih 20. pada bakteri aerob berperan dalam pengeluaran enzim hidrolitik.25 mm sampai 3 mm yang mampu mengkode 2000 – 3000 protein. Pada saat proses transaksi. Bakteri juga menyimpan cadangan makanan di sitoplasma dalam bentuk granula-granula tidak larut air. sebagai tempat enzim dan molekul pembawa yang berfungsi dalam biosintesis DNA. Struktur Sel Eukariotik . mesosom berfungsi sebagai kompleks fotosintetik yang mengadung pigmen fotosintesis. berperan dalam transfer elektron dan fosforilasi oksidatil. Membran sel bakteri dan sianobakteri membentuk lipatan ke dalam yang dinamakan mesosom. merupakan kromosom tunggal. kedua sub unit ini bersatu untuk menjalankan fungsinya. Ribosom prokariotik tersusun atas sub unit kecil dan sub unit besar yang berukuran 30 S dan 50 S (Svedberg). Sedangkan pada sianobakteri. Komponen utama membran sel tersusun atas lipid dan protein atau lipoprotein. Pada beberapa bakteri.000 ribosom yang tersusun atas RNA dan protein. Materi genetik sel prokariotik membentuk suatu struktur yang dinamakan nukleoid. Di dalam sitoplasma juga terdapat molekul protein dan enzim yang digunakan dalam setiap reaksi kimia di dalam sitoplasma.Selaput sitoplasma atau membran sel bakteri berfungsi dalam seleksi dan pengangkutan larutan ke dalam sel.

Organelorganel di dalam sel memiliki peran yang sangat penting bagi kelangsungan hidup sel tersebut. komplek golgi.Sel eukariotik biasanya merupakan penyusun struktur makhluk hidup multi seluler. 7) Untuk transduksi energi. sitoplasma. ribosom. Beberapa reaksi kimia dikatalisis oleh protein integral membran yang berfungsi sebagai katalisator. Membran dalam (inner membrane) kloroplas berfungsi untuk mengubah energi cahaya menjadi energi kimia dalam proses fotosintesis. Membran Sel Sel memiliki struktur khusus yang berfungsi untuk memisahkan isi sel dengan lingkungan luarnya. dan lisosom. 2) Menyediakan selaput atau penghalang yang bersifat selektif permeabel. Berikut ini akan diuraikan tentang struktur dan fungsi : a. 5) Untuk interaksi interseluler. nukleus. mikrotubulus dan mikro filamen. . 3) Sebagai sarana transpor larutan dari dan ke dalam sel.protein membran sel dan glikoprotein sebagai perantara sel untuk berinteraksi dengan sel lain atau dengan lingkungan luarnya. Setiap organel di dalam sel memiliki fungsi yang berbeda . lisosom. 4) Merespons terhadap sinyal dari luar. badan mikro. Membran plasma ini memiliki ketebalan antara 5 sampai 10 nm (nanometer). antara lain yaitu: 1) Sebagai pembungkus isi sel dan membentuk sistem endomembran di dalam sel. struktur ini dinamakan membrane plasma atau membran sel. retikulum endoplasma. aparatus Golgi. Protein . Membran sel berfungsi dalam membantu memasukkan dan mengeluarkan senyawa – senyawa tertentu dari dan ke dalam sel. Pada membran sel terdapat protein integral yang berfungsi sebagai reseptor untuk menerima sinyal dari lingkungan sel. sentriol. Sel eukariotik tersusun atas membrane sel.beda. Membran sel memiliki beberapa fungsi. misalnya retikulum endoplasma. 6) Tempat aktivitas biokimiawi. oleh karena itu hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. mitrokondria. Membran sel berfungsi untuk menyaring masuknya zat-zat ke dalam sel sehingga tidak semua zat dapat menembus membran sel.

Semua membran sel terdiri atas dua komponen utama. misalnya membran retikulum endoplasma berbeda dengan membran Golgi. tergantung dari tipe sel dun spesies. tergantung dari jenis membran sel. Kolesterol pada membran plasma hanya dijumpai pada sel hewan dan sekitar 50% dari lemak membran terdiri atas kolesterol. misalnya membran sel tumbuhan berbeda dengan membran sel hewan dan jenis sel. misalnya membran sel tulang berbeda dengan sel hati. Perbandingan jumlah. Ikatan antara protein perifer dengan lipid bilayer adalah non kovalen. Protein yang menyusun membran plasma tersusun atas lebih dari 50 jenis protein yang berbeda. 3) Protein yang terikat lipid membran . antara lemak dan protein bervariasi. Lembaran tersebut tersusun atas dua lapisan lemak yang dinamakan lipid bilayer. sedangkan yang terikat dengan protein dinamakan glikoprotein. jenis organisme. Baik glikolipid maupun glikoprotein berfungsi sebagai media interaksi dengan sel lainnya. Protein membran dikelompokkan menjadi tiga jenis. Karbohidrat yang terikat dengan lemak dinamakan glikolipid. yaitu permukaan yang mengarah ke lingkungan luar sel dan yang menghadap ke dalam sitoplasma 2) Protein perifer Protein ini terdapat pada permukaan luar lipid bilayer atau pada permukaan dalam-lipid bilayer. tetapi diduga berhubungan dengan tempat melekatnya beberapa mikroorganisme infektif. yaitu: 1) Protein integral Protein ini menembus lipid bilayer sehingga memiliki dua permukaan. Karbohidrat terikat secara kovalen. Fungsi kolesterol pada membrane berhubungan dengan rigiditas atau kekakuan membran. Fungsi glikolipid masih belum banyak diketahui. | enis-jenis tersebut terletak dengan orientasi tertentu pada lipid bilayer.10 ppersen glikolrotein membangun membran plasma. yaitu lemak (lipid) dan protein yang terikat secara non kovalen dan tersusun dalam suatu struktur yang menyerupai lembaran. baik dengan lemak maupun protein. sedangkan protein terletak di antara lemak atau di permukaan lapisan lipid bilayer. sekitar 2 .

Selsel yang metabolismenya aktif banyak mengandung mitokondria dibandingkan sel-sel yang tidak aktif. yaitu bagian selaput atau membran dan bagian matriks.4 mikrometer. lisosom. . bentuk mitokondrianya bulat atau oval. kloroplas.2 .Protein ini terikat secara kovalen dengan lipid bilayer dan terletak pada permukaan luar dari lipid bilayer. tetapi rata-rata ukuran diameternya antara 0. mitokondria mampu bergerak atau berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam sitoplasma. b. tergantung dari jenis selnya. asam amino. Bentuk mitokondria bervariasi. mitokondria tersebar secara acak di dalam sel dan cenderung berkumpul pada bagian sel yang banyak memerlukan energi.ion-ion dan senyawa kimia lain yang digunakan untuk metabolisme sel. Pada umumnya. misalnya membran yang membungkus mitokrondria. sitoplasma mengandung gula.7 mikrometer (pm) dan panjangnya antara 1 . misalnya pada sel-sel awal embrio. Mitokondria Ukuran mitokondria bervariasi. Bagian-bagian utama mitokondria dibedakan menjadi dua. spesies organisme. lemak. misalnya di sekitar gelendong pembelahan. Selain itu. Sitoplasma Sitoplasma merupakan cairan sel yang dibungkus oleh membrane plasma. Bagian sitoplasma yang berada di antara organel dinamakan sitosol. dan badan Golgi. Membran mitokondria ada dua yaitu membran luar dan membran dalam. atau di sekitar memmbran yang melakukan endositosis. retikulum endoplasma. peroksisom. Jumlah mitokondria di dalam sel bervariasi tergantung dari jenis sel. Di dalam sitoplasma terdapat membran intrasel yang membungkus organel sel.0. Karena ukurannya yang relatif besat mitokondria dapat terlihat cukup jelas di bawah mikroskop cahaya. sedangkan pada sel-sel lain bentuknya seperti gelendong dan ada juga yang berbentuk pipa. Mitokondria memiliki kelenturan yang tinggi sehingga bentuknya dapat berubah-ubah dari waktu ke waktu. Di dalam sitosol juga terdapat protein dan enzim-enzim untuk reaksi kimia. Ukuran mitokondria ini hampir sama dengan ukuran bakteri yang menunjukkan salah satu bukti evolusi bahwa mitokondria merupakan bakteri yang bersimbiosis dengan sel eukoriotik. Volume sitosol lebih kurang 50% dari volume sel. c. dan keadaan fisiologi sel.

Berdasarkan ada tidaknya ribosom yang menempel pada permukaan luar membran. endosom. • Tempat menyimpan ion-ion kalsium di dalam sisterna yang akan dikeluarkan jika ada rangsangan yang menyebabkan pengeluaran ion kalsium. RNA dan beberapa protein yang larut dalam air serta filamen. tubulus ginjal. • Detoksifikasi di dalam hati yang melibatkan beberapa molekul penting di dalam sel hati. RER banyak dijumpai pada sel-sel yang aktif mensekresikan protein misalnya sel – sel pancreas. dan kelenjar lainnya. • Melepaskan glukosa dari glukosa-6-fosfat di dalam sel-sel hati.8 nanometer. Ion-ion ini disimpan dalam suatu badan khusus yang dinamakan granul. Membran dalam mitokondria membentuk juluran-juluran ke arah matrik sehingga memperluas permukaan dalamnva. Pada RER permukaan luar membrannya banyak ditempeli oleh ribosom. Antara lumen RE dengan sitosol hanya dipisahkan oleh selapis membran sehingga memudahkan terjadinya pertukaran zat antara lumen RE dengan sitosol. protein-protein khusus di dalam organel. d.sebaliknya pada SER permukaan luar membrannya tidak ditempeli oleh ribosom. protein integral membran. Iuluran membran ke arah matriks ini dinamakan tristae. dan vakuola. mitokondria juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan ion kalsium di dalam sel. Selain berfungsi menghasilkan energi dalam bentuk ATP. Di dalam sel. Matriks mitokondria merupakan bagian mitokondria yang menyerupai gel. Retikulum Endoplasma Retikulum Endoplasma (RE) merupakan bentukan membran yang sangat berlipat-lipat membatasi suatu ruangan yang disebut lumen (sisterna). Aparatus Golgi atau Kompleks Golgi. e. • Sebagai tempat melekatnya granul-granul yang berisi glikogen pada sel-sel hati. Di dalam matriks mitokondria terdapat ribosom. DNA. yaitu Retikulum Endoplasma Halus (Smooth Endoplasmic Reticulumi /SER) dan Retikulum Endoplasma Kasar(Rough Endoplasmic Reticulum / RER). AG dijumpai hampir pada semua sel tumbuhan dan sel . makanan pada sel tumbuhan. sedangkan membran dalam berukuran antara 6 . SER mempunyai beberapa fungsi. yaitu: • Sintesis hormon steroid pada sel-sel kelenjar endokrin pada gonad dan adrenal. Protein yang dihasilkan dari RER antara lain adalah protein yang disekresikan keluar sel. Aparatus Golgi (AG) atau Kompleks Golgi pertama kali ditemukan oleh Camilio Golgi tahun 1898 di dalam sitoplasma sel saraf. seperti protein di dalam Golgi. lisosom. sehingga jumlahnya dapat bertambah sesuai dengan kebutuhan energi sel. dan granul. Membran luar mitokondria lebih tipis dari pada membrane dalam yaitu kurang dari 6 nanometer. misalnva kontraksi otot. Pada membran dalam (inner membrane) mitokondria terdapat beberapa jenis protein yang terlibat dalam proses pembentukan ATP. SER banyak ditemukan pada otot rangka. RE dibedakan menjadi dua. dan kelenjar endokrin yang mensekresikan hormon steroid. kelenjar ludah.Antara membran dalam dan membran luar terdapat ruang antarmembran yang berisi berbagai macam enzim. ATP merupakan molekul berenergi tinggi yang akan digunakan untuk metobolisme sel. Mitokondria di dalam sel mampu menggandakan diri.

Lisosom tergolong organel yang polimorfik karena memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi. Molekul-molekul protein dan lipid yang telah mengalami modifikasi kimiawi di dalam lumen AG akan di packing oleh membran Golgi dan ditransfer dalam bentuk vesikel. antara lain proses biosintesis. glikosidase. 2) vesikel-vesikel kecil berdiameter kurang lebih 50 mikrometer yang terletak pada sisi yang berbatasan dengan RE. kantung – kantung pipih tersebut tersusun bertumpuk membentuk diktiosom. yaitu: 1) kantung-kantung pipih yang disebut sisterna atau sakulus. Beberapa penelitian membuktikan bahwa AG tidak hanya berfungsi sebagai alai transport materi ke luar sel. Akan tetapi banyak reaksi yang berlangsung di dalam lumen AG. Enzim – enzim tersebut hanya akan dapat bekerja optimal pada pH sekitar 5. membran plasma dan protein membran organel 2) protein sekretori yang disimpan dalam bentuk vesikel 3) protein enzim yang disimpan dalam vesikel (lisosom) f. antara lain: 1) protein membran inti.membran lisosom mengandung protein transfer untuk membawa hasil pencernaan ke sitosol. ' Ada tiga macam protein yang dihasilkan oleh Golgi. vesikel ini dinamakan vesikel sekretori. Seiain itu. Di dalam AG juga terjadi proses penambaKan gugus sulfat pada karbohidrat yang dikatalisis oleh enzim sulfat tansferase. di dalam lumen AG terjadi proses sintesis proteoglikan yang merupakan komponen matriks ekstra sel. yaitu satu macam lisosom primer dan tiga macam lisosom sekunder. Lisosom Lisosom pertama kali ditemukan pada tahun 1949 oleh De Duve di dalam serpihan sel-sel hati. Organel ini berbentuk semacam kantung yang berisi enzim hidrolitik. Pada sel tumbuhan yang sedang membelah. Lisosom primer adalah lisosom yang baru terbentuk dari AG dan belum berfusi . Ada empat macam bentuk lisosom. enzim hidrolitik bersifat stabil. AG berperanan dalam pembentukan komponen dinding sel yang baru.glikoprotein dan glikolipid yang dikatalisis oleh enzim glikosil transferase. Organel ini terdiri atas setumpuk saku-saku pipih yang masing-masing dibatasi oleh selapis membian. 3) vesikel besar yang terletak pada sisi yang berhadapan dengan membrane plasma. Membran lisosom tidak akan tercerna oleh enzim yang dikandungnya sendiri karena kandungan karbohidrat yang tinggi pada membrannva. Terdapat lebih kurang 40 macam enzim hidrolitik yang ditemukan di dalam lisosom. Enzim-enzim tersebut meliputi protease. vesikel ini dinamakan vesikel tiansisi atau vesikel peralihan. Dengan menggunakan mikroskop elektron.vesikel sekretori adalah membawa protein atau lipid yang telah mengalami Pemrosesan di dalam lumen sakulus. tampak bahwa AG tersusun atas tiga bentukan membran. fungsi vesikel adalah membawa protein dan lipid dari RE ke AG dan dari sakulus satu ke sakulus lainnya.hewan. lipase. fosfolipase. Selama masih terbungkus membran. kedua proses ini sering dinamakan glikosilasi. fosfatase dan sulfatase.nuklease.

Peroksisom . ( 3) badan residu. G. misalnya menyusutnya ekor pada berudu karena dicerna oleh enzim katepsin di dalam lisosom 3) pemulihan ukuran uterus setelah kehamilan 4) proses fertiliasi. maka enzim hidrolitik pada lisosom akan keluar dan mencerna sel itu sendiri. enzim. Membran lisosom selanjutnya akan dikembalikan menuju membran plasma melalui proses eksositosis. sel tumbuhan tertentu maupun sel ragi. Badan Mikro 1) Peroksisom Organel ini ditemukan pada sel hewan. hidorolitik tidak pernah keluar dari dalam lisosom sehinggan pencernaan berlangsung optimal. jika membran lisosom pecah. Pencernaan intra sel selalu terjadi di dalam lisosom. Lisosom sekunder ada tiga macam. pencernaan bagian . Materi dari luar sel masuk ke dalam sitoplasma melalui pinositosis dan fagositosis. merupakan gabungan antara lisosom primer dengan fagosom.yaiitu: (1) heterofagosom. Akan tetapi. adalah vakuola yang berisi sisa materi yang tidak tercerna Fungsi utama lisosom adalah untuk pencernaan intra sel.(bergabung) dengan materi yang akan dicerna. seperti asam amino. glukosa dan nukleotida mampu menembus membran lisosom menuju sitosol. dimana bagian kepala sperma yang dinamakan akrosom mengandung enzim hialuronidase untuk mencerna zona pelusida pada sel telur. Beberapa peran lisosom antara lain adalah: 1) perombakan organel sel yang telah tua 2) proses metamoifosis pada katak. Hasil pencernaan lisosom. (2) Sitolisosom merupakan gabungan antara lisosom primer dengan autosom. Badan golgi g. Materi yang dicerna oleh lisosom dapat berasal dari luar sel atau dari dalam sel itu sendiri.bagian sel yang telah tua dinamakan autofagi.

oleh karena enzim .5 .Pada sel tumbuhan.enzim ini berperan dalam pembentukan katalase. menjadi substrat organik dan H2O. Jumlah peroksisom untuk tiap sel bervariasi antara 70-700.5 sampai 1. Salah satu proses utama pada biji yang sedang mengalami perkecambahan adalah perubahan dari asam lemak dalam glioksisom. 2) Glioksisom Glioksisom merupakan badan mikro yang hanya ditemukan pada sel tumbuhan. fungsi organel ini berkaitan dengan siklus glioksilat sehingga dinamakan glioksisom. Selain berfungsi untuk pembentukan dan perombakan H2O. maka organel tersebut dinamakan peroksisom.Ribosom i. Penguraian asam lemak menjadi asetil ko-A selanjutnya berubah menjadi oksaloasetat untuk membentuk sitrat.enzim ini berperan dalam pembentukan dan pembongkaran hidrogen peroksida(H2O2) . Protein dan lipid yang diperlukan ditransfer dari sitosol. Di dalam peroksisom ditemukan beberapa macam enzim oksidase dan enzim katalase. peroksisom juga berfungsi untuk merombak asam lemak yang tersimpan dalam biji menjadi glukosa untuk proses perkecambahan. Sedangkan peroksisom merupakan badan mikro yang ditemukan baik pada sel hewan maupun sel tumbuhan. Sitoskeleton .7 mikrometer. Glioksisom banyak ditemukan pada biji-bijian yang berperan sebagai tempat menyimpan asam lemak untuk pembentukan energi dalam Proses perkecambahan. Diameter glioksisom antara 0.0 mikrometer. Asam sitrat yang terbentuk akan diubah menjadi glukosa melalui serangkaian reaksi enzimatis yang terdapat di dalam glioksisom. Di dalam sel. Oleh karena enzim .pertama kali ditemukan oleh De Duve dan kawan-kawannya pada tahun 1965 di dalam sel-sel hati.0. menjadi karbohidrat atau disebut glukoneogenesis. peroksisom berbentuk bulat telur dengan diameter kurang lebih antara 0. h. Peroksisom memiliki kemampuan untuk membelah diri sehingga dapat membentuk peroksisom anak. hanya dibungkus oleh selapis membran.

1. Filamen lntermediet Filamen intermediet memiliki diameter antara 8-10 pm. Mikrotubulus ini berbentuk serabut tunggal dengan diameter lebih kurang 25 nanometer. dinamakan mikrotubulus sitoplasmik dan ada juga yang berfungsi sebagai penyusun organel . Hampir semua jenis sel hewan mengandung aktin. Contoh filamen entermediet antara lain adalah kertin. yaitu mikrotubulus stabil dan mikrotubulus labil. Sebagaian besar filamen intermediet berfungsi untuk menyokong sel dan inti sel. dengan diameter lebih kurang 7 µm. vimentin. 3. flagela. Mikrotubulus ada yang Ietaknya terbenam di dalam sitosol. dan gerak amoeboid pada Protozoa. Mikrotubulus Mikrotubulus tersusun atas molekul protein tubulin. Kedua jenis protein ini berperan untuk pergerakan. stabil. sepe'rti silia. terutama aktin dan miosin. yaitu tubulin α dan tubulin β. Mikrofilamen merupakan protein konEaktil yang berfr-rngsi untuk pergerakan di dalam sitoplasma. j. Sitoskeleton berfungsi untuk menyokong bentuk sel dan memungkin terjadinya gerakan-gerakan organel di dalam sitoplasma. lamina nuclear. mikrofilamen dan filamen intermediat. Panjang mikrofilamen bervariasi. Mikrofilamen tersusun atas protein. Letak filamen inibiasanya terpusat disekitar inti. Mikrotubulus sitoplasmik didalam sel berfungsi sebagi keranga dalam yang menetukan bentuk sel dan untuk transfer molekul di dalam sel. Pada sel epitel. dengan komposisi miosin yang lebih sedikit dibandingkan aktin. dan tersusun atas protein fibrosa. Contoh mikrotulus stabil adalah pembentuk silia dan flagela. berbentuk pembuluh. dan sentriol. Aktin dan miosin banyak ditemukan terutama pada sel otot. filamen intermediet membentuk anyaman yang berfungsi untuk menahan tekanan dari luar. bersifat liat. Sedangkan mikrotubulus labil contohnva mikrotubulus pembentuk gelendong pembelahan. tersusun atas 4-5 protofilamen yang tersusun melingkar. Inti Sel (Nucleus) . silia dan flagella. neurofilamen. Setiap mikrotubulus tersusun atas 13 protofilamen yang tersusun paralel mengelilingi suatu sumbu. Beberapa organel yang tersusun dari mikrotubulus adalah sentriol. Ada dua jenis protein tubulin penyusun tubulin. Ada dua macam mikrotubulus di dalam sel yang dibedakan atas stabilitasnya. 2. Mikrofilamen Mikrofilamen biasanya banyak terdistribusi dibawah permukaan membrane plasma.Di dalam sitosol juga ditemukan adanya sitoskeleton yang tersusun atas mikrotubulus. misalnya aliran sitoplasma cii clalanr sel tumbuhan dan gerak amoeboid pada leukosit. dan keratin. misalnya aliran sitoplasma pada sel tumbuhan (siklosis).

Sel eukariotik umumnya memiliki satu inti sel. kromatin atau kromosom. yaitu membran luar (membran sitosolik) dan membran dalam (membran nukleo-plasmik). Membran luar inti bertautan dengan membran ER. materi intinya telah diselubungi oleh suatu membran dan membentuk struktur inti sel atau nukleus. 1) Membran inti Membran inti terdiri atas dua lapis. Di antara kedua membran tersebut terdapat ruangan antar membran (perinuklear space) selebar 10 . antara lain sebagai jalan keluar atau masuknya senyawa – senyawa dari inti dan menuju inti.100 nm. Berikut ini uraian tentang bagian-bagian penyusun inti sel. dan anak inti (nukleolus). misalnya . Pada membran inti juga terdapat enzim-enzim seperti yang terdapat pada membran ER. Permukaan luar membran inti juga berikatan dengan filamen intermediet yang menghubungkannya dengan membran plasma sehingga inti terpancang pada suatu tempat di dalam sel. Fungsi pori membrane inti ini. Jumlah pori membran inti bervariasi tergantung dari jenis sel dan kondisi fisiologi sel. tetapi ada juga beberapa jenis sel yang memiliki inti lebih dari satu. pori membran.Pada sel eukariotik. misalnya sitokrom.15 nm. transferase. Diameter pori berkisar antara 40 . inti sel berbentuk bulat. 2) Pori Membran Inti Pada membran inti terbentuk pori-pori sebagai akibat pertautan antara membran luar dan membran dalam inti. Bagian –bagian yang menyusun inti sel antara lain adalah membran inti. Pada umumnya. dan glukosa-6-fosfatase. tetapi ada juga yang bentuknya seperti gelendong.matriks inti sel (matriks).

persis dengan sentriol. Kromatin yang mengalami kondensasi ini dinamakan kromosom. sentriol berfungsi sebagai bahan pembentuk sillia dan flagella . protein histon dan protein nonhiston. 3) Matriks Inti (nukleoplasma) Komponen utama dari matriks inti adalah protein vang kebanyakan berupa enzim dan sebagian adalah protein structural inti. i. nukleolus tampak sebagai suatu struktur yang merupakan tempat pembentukan dan penyimpanan prekusor ribosom dan pembentukan sub unit ribosom. sintesis proteinnya tinggi. dan proses –proses lainva di dalam inti. dan kelenjar. Selain itu. misalnya pada neuron. replikasi DNA. Pori membran inti dikelilingi oleh bentukan semacam cincin (anulus) yang bersama-sama dengan pori membentuk kompleks pori. Di dalam setiap sel mengandun sepasang sentriol yang letaknya saling tegak lurus dekat inti sel. Jadi. Hasil analisis kimia menunjukkau. k.tempat keluarnya ARN – duta dan protein ribosom. selain sebagai komponen penyusun sentrosom. 4) Materi Genetik Bagian utama dari sebuah inti sel adalah materi genetik. 5) Anak Inti (Nukleolus) Nukleolus banyak ditemukan pada sel-sel yang aktivitas . sentriol berfungsi sebagai tubuh basalis. Di dalam inti. Semua aktivitas di dalam sel dikendalikan oleh materi genetik. Bagian dalam cincin membentuk tonjolan-tonjolan ke arah lumen pori. RNA. Sentriol Sentriol merupakan organel sel berbentuk silindris dengan diameter lebih kurang 2 pm (mikrometer) dan panjang lebih kurang 4 ptm. Benang benang kromatin ini akan mengalami pemampatan (kondensasi) pada saat sel akan membelah. Silia dan Flagela . Matriks inti diduga ikut berperan dalam proses – proses pada materi inti. bahwa kromatin tersusun atas DNA. Pada waktu interfase. Pada bagian tengah pori terdapat sumbat tengah (central plug). misalnya transkripsi. struktur ini merupakan tempat terjadinya proses transkripsi gen ARN ribosom (ARN-r). materi genetik dinamakan kromatin. oosit.

Struktur aksonem sangat kompleks karetra tersusun atas mikrotubulus dan protein. yaitu memiliki sumbu yang dinamakan aksonem. air payau tanah – tanah yang basah . Berbeda dengan sentriol. pada organisme eukariotik uniseluler misalnya Paramaecium caudatum. Pada umumnya melekat pada batuan. Contoh sel-sel bersilia adalah lapisan epitel saluran telur (oviduct) pada wanita. sedangkan jumlah flagela hanya satu atau dua.meiliki banyak anggota. Jumlah silia pada umumnya banyak. ada pula yang hidup di tempat – tempat kering. Sebagian lainnya hidup bersimbiosis dengan lichenes.uni sel dan filamen.eutoriot . pigmen korofil terdapat dalam jumlah terbanyak sehingga ganggang ini berwarna hijau. Sebagian yang hidup di laut merupakan .Kedua organel ini berfungsi sebagai alat pergerakan sel yang letaknya berada pada permukaan luar membran sel. Membran silia dan flagela merupakan perluasan dari membran sel. Pigmen lain yang dimiliki adalah Karoten dan Xantofil KLASIFIKASI Chlorophyta (Green Algae) Chlorophyta (Alga Hijau) Kingdom Divisio Class Ordo Genus Species : Plantae : Chlorophyta : Chlorophyceae : Halimedales : Caulerpa : Caulepra racesmosa CIRI-CIRI UMUM CHLOROPHYTA Bewarna hijau terang. Silia berukuran lebih halus dan lebih pendek dari pada flagela. air laut. TUGAS PLANKTONOLOGI CHLOROPHYTA Chlorophyceae (Ganggang hijau) adalah salah satu kelas dari ganggang yang sel-selnya bersifat eukariotin (materi inti dibungkus oleh membran inti).ada yang koloni. dan ada yang intraseluler pada binatang rendah. dan seringkali muncul kepermukaan apabila air surut. silia dan flagella dibungkus oleh membran. Habitat Chrysophyta biasanya hidup di air tawar. epitel saluran sperma (epididimis) pada lakilaki. Sedangkan flagela dapat ditemukan pada spermatazoa dan beberapa organisme eukariotik uni seluler misalnya Euglena viridis dan lain-lain. Baik silia maupun flagella memiliki struktur yang sama.

Pigmen yang terdapat dalam kloroplas yaitu klorofil a dan klorofil b. Tiap flagella terdiri dari axonema yang tersusun oleh 9 dupklet mikrotubula mengelilingi bagian tengah terdapat dua singlet . Chlorophyta yang hidup di air tawar memiliki sifat kosmopolit. yaitu • Pergerakan dengan flagella Pada umunya sel alga hijau baik sel vegetatife maupun sel generatife ditemukan adanya alat gerak. SUSUNAN TUBUH Struktur tubuh bervariasi baik dalam ukuran. beta karoten serta berbagai macam xantifil (lutein. terutama yang hidup di tempat yang terkena cahaya matahari langsung seperti kolam.makroalga seperti Ulvales dan siphonales. sungai atau selokan. violaxanthin. maka alga hijau dapat dikelompokkan sebagai berikut: • • Sel tunggal (uniseluler) dan motil (ex:Chlamydomonas) Sel tunggal uniseluler dan non motil (ex:Chlorella) Sel senobium (koloni yanh mempunyai jumlah sel tertentu sehingga mempunyai bentuk yang relatif tetap) Koloni tak baraturan (ex:tetraspora) Filamen (ada yang bercabang dan tidak bercabang) Heterotrikus (filamen barcabang bentuknya terbagi menjadi prostate dan erect) Foliaceus atau parenkimatis (filamen yang pembelahan sel vegetatif terjadi lebih dari satu bidang).ex: ulotrix atau ditengah lumen sel ( axial. Flagella pada kelas chlorophyceae selalu bertipe whiplash (akronomatik) dan sama panjang (isokon) kecuali pada bangsa oedogoniales memiliki tipe stefanokon. Inti Chlorophyceae mempunyai inti seperti pada tumbuhan tingkat tinggi yaitu diselubungi oleh membrane inti dan terdapat nukleus serta kromstin. Cadangan makanan Cadangan makanan pada chlorophyta seperti pada tumbuhan tingkat tinggi yaitu berupa amilum. tersusun oleh amilosa (rantai glukosa tidak bercabang) dan amilopektin (rantai glukosa yang bercabang). tetapi jenis anggotayang tergolong dalam bangsa shiponales memiliki inti lebih dari satu.ex:muogotia). danau dan genangan air hujan. Untuk mencakup sejumlah besar variasi tersebut. zeaxanthin) kloroplas dalam sel letaknya mengikuti bentuk dinding sel ( parietal. Kloroplas terbungkus oleh sistem membran rangkap. Beberapa jenis ada yang hidup melekat pada tumbuhan atau hewan. bentuk maupun susunanya. Flagella dihubungkan dengan struktur yang sangat halus disebut aparatus neuromotor. Fototaksis dan bentuk mata Pada chlorophyta terdapat dua tipe pergerakan fototaksis. lapisan dalam yang tersusun atas selulosa dan lapisan luar tersusun atas pektin tetapi beberapa bangsa Volvocales dindingnya tidak mengandung selulosa. merupakan granula pada pangkal dari tiap flagella disebut blepharoplas. Tubular (talus yang memiliki banyak inti tanpa sekat melintang) • • • • • • SUSUNAN SEL Dinding sel Dinding sel tersusun atas 2 lapisan. Inti umumya tunggal. melainkan tersusun oleh glikoprotein.

dan konjugasi. Contoh: codium. Contoh: spyrogira. aplanogami. Konjugasi bentuk lateral. Contoh: mougeotia dan zygnema Konjugasi ada 3 yaitu: • • • Secara seksual secara seksual: isogami. ulva. Contoh: volvox dan oedogonium. Konjugasi. yaitu spora yang tidak dapat bergerak. yaitu perkawinan antara 2 protoplas yang saling berlekatan yang berasal dari satu filament. yaitu sel protoplas tumbuhan I ke tumbuhan II. yaitu spora yang dapat bergerak Secara aseksual secara aseksual: yaitu dengan pembentukan zoospora. Flagella tersebut dikelilingi oleh selubung plasma. Contoh: zygnema . Berdasarkan sel gamet. Selama pergerakan kedepan bagian kutub berayun dari satu sisi ke sisi lain sehingga lendir bagian belakang seperti berkelokkelok. Anisogami. bryopsis. yaitu perkembangbiakan yang berasal dari dua talus yang berbeda. perkembangbiakan dibedakan menjadi: • • Heterotalik. serta pembentukan sporik yaitu dengan membentuk: • • • Aplanospora. Perkembangbiakan Secara vegetatif Secara vegetatif perkembangbiakan dilakukan dengan cara fragmentasi tubuhnya dan pembelahan sel. yaitu pertemuan 2 protoplas di saluran konjugasi. Pergerakan tersebut disebabkan oleh adanya stimulus cahaya yang diduga oleh adanya sekresi lendir melalui porus dinding sel pada bagian apikal dari sel. Anisogami : gamet yang bentuk dan ukurannya tidak sama (gamet yang bentuk dan ukurannya tidak sama). dan gametangium spermatid). Konjugasi bentuk tangga (skalariform). ditunjukkan terjadi pergerakan pada desmid di permukaan lumpur. aplanospora. Struktur semacam ini dikenal sebagai susunan 9+2. oogami. Homotalik. Contoh: gonium. hipnospora. Contoh: spyrogira. Contoh: spyrogira. Contoh: zygnema Konjugasi silang yaitu perkawinan antara 2 protoplas yang tanpa saluran konjugasi. yaitu perkembangbiakan yang berasal dari satu talus. Oogami yaitu jenis anisogami dengan gamet jantan yang aktif (gametangium oogonium. Isogami yaitu: gamet yang bentuk dan ukurannya sama (belum dapat dibedakan mana jantan dan betina). autospora.mikrotubula. contoh: chlamydomonas Planospora. • Pergerakan dengan sekresi lender Dalam monografi tentang desmid.

edu MACAM-MACAM CHLOROPHYTA • Chlorophyta bersel tunggal dapat bergerak Chlamidomonas. Tiap sel memiliki 2 flagel dan sebuah bintik mata. satu nukleus dan kloroplas. • Chlorophyta berbentuk lembaran . Bentuk sel bulat telur. Ukuran cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. koloni berbentuk bola jumlah antara 500 sampai 5000 buah.uic. • Chlorophyta berbentuk koloni tidak bergerak Hydrodictyon. Fragmentasi dilakukan dengan cara melepas sebagian koloninya dan membentuk koloni baru. Pada kloroplas yang bentuknya seperti mangkuk terdapat stigma (bintik mata) dan pirenoid sebagai tempat pembentukan zat tepung. memiliki 2 flagel sebagai alat gerak. Hydrodictyon banyak ditemukan di dalam air tawar dan koloninya berbentuk seperti jala.sumber gambar www. Sedangkan reproduksi generatif dengan konjugasi • Chlorophyta berbentuk koloni dapat bergerak Volvox ditemukan di air tawar. Reproduksi aseksual dengan fragmentasi dan seksual dengan konjugasi sel-sel gamet. Reproduksi vegetatif dengan zoospora dan fragmentasi. terdapat 1 vacuola.

Volvocales 1. yang beruas-ruas dan bercabang-cabang. Perkembanganbiakan dengan zoospora yang mempunyai dua bulu cambuk.Chlorococcales . Berkembangbiak secara vegetatif dengan menghasilkan spora dan spora tumbuh menjadi Ulva yang haploid (n). bentuk seperti lembaran daun. 4. Pada ruasnya terdapat nukula dan globula. Perkembanganbiakan dengan isogami antara lain pada marga Pediastrum. Chlorococcales hidup sebagai plankton dalam air tawar. Kemudian secara generatif menghasilkan gamet jantan dan gamet betina. Mereka merupakan satu koloni yang bentuknya bermacam-macam. atau dengan spora yang tiddak mempunyai bulu cambuk yang dinamakan aplanospora. Ada yang hidup bersimbiosis dengan fungsi sebagai lichenes bahkan ada yang hidup dalam plasma binatang rendah. bangsa Chalmydomonas. Kedua marga ini tidakmembentuk spora aseksual. Selanjutnya mengalami mitosis dan menghasilkan gametofit haploid Chara.dan uniselular. Sedangkan pada Zygnema memiliki dua kloroplas bentuk bintang. Di dalam nukula terdapat arkegonium dan menghasilkan ovum. Pembikan seksual terjadi dengan peleburan sel vegetatif dan aseksual dengan pembelahan sel. Zygnematales Dari suku Zygnemataceae serta marga Zygnema dan Spirogyra. merupakan sel : . Spermatozoid akan membuahi ovum dan menghasilkan zigospora yang berdinding sel.Dari Suku Volvocaceae dan Marga Volvox. dimana tiap sel dalam filamen menghasilkan satu gamet tidak memiliki flagel. menyerupai batang.Perkembangan seksual melalui konyugasi. Klasifikasi Terdiri atas satu kelas:Clorophyceae Terdiri atas 4 ordo . Pertemuan gamet jantan dan gamet betina akan menghasilkan zigot (Z2n). Chlorococcales Sel-sel vegetatif tidak mempunyai bulu cambuk jadi tidak bergerak. berukuran kecil. Pada reproduksi secara vegetatif dilakukan dengan cara fragmentasi. Ulva haploid disebut gametofit haploid.Zygnematales . Selanjutnya sporofit membentuk spora yang haploid setelah mengalami meiosis. Chara hidup di air tawar terutama melekat pada batu-batuan. Ganggang ini ditemukan di dasar perairan laut dan menempel di dasar. Bentuk talus seperti tumbuhan tinggi. Zigot berkembang menjadi Ulva yang diploid disebut sporofit. Mempunyai satu inti dan satu kloroplas. dan tidak lagi melakukan pembelahan sel yang vegetatif. Di dalam globula terdapat anteridium yang memproduksi spermatozoid. misalnya Chlorella Vulgaris dam infusoria dan Hydra 2. Tetraporales 3. merupakan sel vegetatif berflagel dua dapat bergerak. kadang-kadang juga pada kulit pohonpohon dan tembok-tembok yang basah. Pada Spyrogyra memiliki piranoid yang banyak dan kloroplas bentuk spiral.Tetrasporales .Ulva. Volvocales Dari kelas Chalmydomonadaceae.

Pembiakan seksual dengan cara oogami. hidup berkoloni (senobium) setiap sel dalam senobium dihubungkan dengan benang-benang sitoplasma. terutama spesies chlorella (karena kandungan chlorelinnya banyak mengandung vitamin E) Sbagai sumber protein sel tunggal contoh chlorela Sebagai bahan makan contoh volvox sebagai sayuran Sebagai plankton.Konjugasi sel gamet Volvox PERANAN CHLOROPHYTA Chlorophyta mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. yaitu: • • • • • • Produsen dari ekosistem air Sebagai alternatif bahan pangan bagi astronot. Dalam koloni besar terdapat sel vegetatif yang besar. merupakan salah satu komponen yang penting dalam rantai makanan di perairan tawar Menghasilkan O2 (oksigen) dan hasil fotositensis yang diperlukan oleh hewan lain untuk bernafas Dapat mengganggu jika perairan terlalu subur Membuat air berubah warna dan menjadi bau Menjadi masalah dalam proses penjernihan air Menyebabkan penyumbatan pada saringan pengolahan air. sel-sel ini adalah Gonidiayang merupakan sel pemula dari koloni anak.vegetaif berflagel dua. Chloropyta juga mempunyai efek negatif yaitu: • • • • Reaksi Gelap Posted by dek Ubaid pada 30 Juli 2009 .

Bahan reaksi gelap adalah ATP dan NADPH. Selanjutnya. yang sangat diperlukan bagi reaksi katabolisme. Bagan Reaksi Gelap. dan CO2. karena itu reaksi gelap disebut juga reaksi Calvin-Benson. yang dihasilkan dari reaksi terang. Salah satu substansi penting dalam proses ini ialah senyawa gula beratom karbon lima yang terfosforilasi yaitu ribulosa fosfat. Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya. dihasilkan glukosa (C6H12O6). reduksi. Reaksi gelap terjadi pada bagian kloroplas yang disebut stroma. Secara umum. klik disini untuk bagan yang lebih besarPada fase fiksasi. 6 molekul ribulosa difosfat mengikat 6 molekul CO2 dari udara dan membentuk 6 molekul beratom C6 yang tidak stabil yang kemudian pecah menjadi 12 molekul beratom C3 yang dikenal dengan 3asam fosfogliserat (APG/PGA). Dari reaksi gelap ini. yang berasal dari udara bebas. Ribulosa difosfat ini yang nantinya akan mengikat CO2 dalam reaksi gelap. 3-asam fosfogliserat ini mendapat tambahan 12 . dan regenerasi. Jika diberikan gugus fosfat kedua dari ATP maka dihasilkan ribulosa difosfat (RDP). Reaksi ini ditemukan oleh Melvin Calvin dan Andrew Benson.Reaksi gelap merupakan reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam fotosintesis. yaitu fiksasi. reaksi gelap dapat dibagi menjadi tiga tahapan (fase).

Energi cahaya yang diserap klorofil inilah yang menggerakkan sintesis molekul makanan dalam kloroplas. dimana senyawa ini direduksi oleh H+ dari NADPH. Reaksi terang fotosintesis berlangsung di dalam membran internal kloroplas yang sudah terspesialisasi yang disebut tilakoid.gugus fosfat. termasuk batang hijau dan buah yang belum matang. Di dalam kloroplas. Energi cahaya yang terserap digunakan untuk menggerakkan transfer elektron melalui serangkaian senyawa-senyawa pemberi elektron dan penerima elektron. Sebagian besar . yang kemudian berubah menjadi NADP+. yaitu pembentukan kembali ribulosa difosfat. Konsep-konsep tersebut termasuk di dalamnya gambaran umum fotosintesis pada tumbuhan tinggi. Kedua tahap fotosintesis ini dikenal sebagai reaksi terang (bagian foto dari fotosintesis) dan reaksi karbon (bagian sintesis). Bagian ini menampilkan konsep-konsep dasar dari fotosintesis. wilayah cair yang mengelilingi tilakoid. Fotosintesis Terdiri dari Dua Tahapan Utama Secara umum. (Lihat Bagan) Baca entri selengkapnya » Fotosintesis Kehidupan di bumi sangat bergantung pada energi matahari. Warna daun berasal dari klorofil. 10 molekul fosfogliseraldehid yang tersisa kemudian masuk ke dalam fase regenerasi. dan terbentuklah 12 molekul fosfogliseraldehid (PGAL) yang beratom 3C. 1. Proses-proses sintesis ini berlangsung di dalam stroma kloroplas. Produk akhir dari reaksi terang adalah senyawa berenergitinggi ATP dan NADPH yang digunakan untuk sintesis gula pada reaksi karbon. energi cahaya diubah menjadi energi kimiawi melalui dua satuan fungsional yang berbeda yang disebut fotosistem. maka ribulosa fosfat akan berubah menjadi ribulosa difosfat (RDP). Jika mendapat tambahan gugus fosfat. Selanjutnya. dan membentuk 1. Energi fotosintesis digunakan untuk proses seluler tumbuhan dan menjadi sumber energi bagi seluruh kehidupan. kloroplas tumbuhan mengubah energi matahari menjadi energi kimiawi dalam bentuk gula dan molekul organik lainnya. Akan tetapi. Dalam suatu proses yang disebut fotosintesis.3-bifosfogliserat masuk ke dalam fase reduksi. organisasi perlengkapan fotosintesis dan sifat cahaya maupun peranan pigmen fotosintesis. fotosintesis terdiri dari dua proses yang masing-masing terdiri dari banyak langkah. 2 molekul fosfogliseraldehid melepaskan diri dan menyatukan diri menjadi 1 molekul glukosa yang beratom 6C (C6H12O6). Fotosintesis pada Tumbuhan Tinggi Semua bagian yang berwarna hijau pada tumbuhan.3-bifosfogliserat. Kemudian. pigmen berwarna hijau yang terdapat di dalam kloroplas sel mesofil. 10 molekul fosfogliseraldehid berubah menjadi 6 molekul ribulosa fosfat. daun merupakan tempat utama berlangsungnya fotosintesis pada sebagian besar tumbuhan. yang kemudian kembali mengikat CO2 dan menjalani siklus reaksi gelap. memiliki kloroplas. Pada fase ini.

Pigmen fotosintesis yang terdapat di dalam tilakoid berperan dalam menyerap cahaya dan mengawali reaksi fotosintesis. Kloroplas merupakan organel bermembran ganda yang mengandung berbagai sistem transportasi membran. semakin pendek panjang gelombangnya. Susunan membran seperti itu dikenal sebagai grana. Kloroplas juga mengandung DNA.elektron pada akhirnya mereduksi NADP+ menjadi NADPH dan mengoksidasi H2O menjadi O2. Sebagian besar protein kloroplas merupakan produk dari transkripsi dan translasi yang terjadi di dalam kloroplas itu sendiri. Cahaya sebagai gelombang dikarakteristikkan oleh adanya panjang gelombang. Jumlah energi berbanding terbalik dengan panjang gelombang cahayanya. sementara wilayah di luarnya dikenal sebagai stroma. foton cahaya ungu (violet) berisi hampir dua kali energi foton cahaya merah. Cahaya matahari memiliki sifat baik sebagai gelombang maupun sebagai partikel. Baik pigmen antena maupun klorofil pusat reaksi terhubung dengan protein-protein untuk mengoptimalkan transfer energi di dalam kompleks pigmen antena dan transfer elektron di dalam pusat reaksi. Kandungan energi cahaya tidak bersifat kontinu melainkan dihantarkan pada paket-paket diskrit berupa kuanta. Cahaya Memiliki Karakteristik-karakteristik Baik Sebagai Partikel Maupun Gelombang Salah satu keberhasilan bidang fisika pada awal abad ke dua puluh adalah adanya kenyataan bahwa cahaya memiliki sifat baik sebagai partikel maupun gelombang. Dengan demikin. Pada umumnya sel mesofil memiliki kira-kira 30-40 kloroplas yang berukuran kira-kira 2-4 µm kali 4-7 µm. dan frekuensi. . Secara umum. semakin tinggi energi setiap foton cahaya tersebut. Di dalam lamella grana terdapat ruang internal yang disebut sebagai lumen. Sel-sel mesofil memiliki banyak kloroplas yang mengandung klorofil. pusat reaksi dan enzim transpor elektron. Sifat Cahaya dan Peranan Pigmen Energi dari cahaya matahari menggerakkan fotosintesis. Keseluruhan kisaran radiasi ini terkenal sebagai spektrum elektromagnetik. RNA dan ribosom tersendiri. rumusan reaksi fotosintesis adalah: Organisasi Perlengkapan Fotosintesis Daun tumbuhan memiliki perlengkapan khusus yang terspesialisasi untuk fotosintesis. Cahaya dari frekuensi tinggi (atau panjang gelombang lebih pendek) berada di dalam wilayah spektrum ultraviolet. Cahaya juga bersifat partikel dimana kita menyebutnya sebagai foton. Kloroplas Merupakan Tempat Berlangsungnya Fotosintesis Pada tumbuhan. sementara protein-protein lainnya merupakan hasil pengkodean oleh DNA inti. Cahaya matahari seolah seperti hujan foton dari berbagai frekuensi yang berbeda-beda. Panjang gelombang merupakan jarak antara puncak gelombang yang berturut-turut. Panjang gelombang berkisar antara kurang dari satu nanometer (untuk sinar gamma) hingga lebih dari satu kilometer (untuk gelombang radio). Aspek yang paling menonjol dari struktur kloroplas adalah terdapatnya perluasan sistem membran internal yang dikenal sebagai tilakoid. Energi cahaya juga digunakan untuk membangkitkan gaya gerak proton yang melintasi membran tilakoid untuk mensintesis ATP. fotosintesis berlangsung pada organel subseluler berentuk seperti semangka yang disebut kloroplas.. disintesis pada ribosom sitoplasma dan kemudian diimpor ke dalam kloroplas. Klorofil dan pigmen-pigmen aksesoris pengumpul cahaya di dalam tilakoid selalu terhubung dengan ikatan protein secara nonkovalen. Frekuensi merupakan jumlah puncak gelombang yang melewati pengamat pada waktu tertentu. Jaringan fotosintesis yang paling aktif pada tumbuhan tinggi adalah mesofil daun. dan cahaya dari frekuensi rendah (atau panjang gelombang yang lebih panjang) di dalam wilayah spektrum infra merah. Tilakoid mengandung protein-protein membrane integral yang membentuk fungsi sebagai kompleks pigmen antenna. sambil meminimalkan proses yang tidak berguna pada saat yang bersamaan. Sebagian besar tilakoid terlihat memiliki hubungan yang sangat berdekatan satu sama lainnya. Setiap foton mengandung sejumlah energi yang disebut kuantum (jamak: kuanta). Mata kita hanya sensitif terhadap frekuensi lemah –wilayah cahaya-tampak dari spektrum elektromagnetik.

Klorofil nampak berwarna hijau karena klorofil menyerap cahaya merah dan biru sambil memantulkan cahaya hijau. Dengan demikian. Keadaan teraksitasi bersifat tidak stabil sehingga prosesnya berlangsung sangat cepat. Klorofil yang tereksitasi dapat memancarkan-ulang foton dan dengan demikian kembali ke keadaan dasarnya. klorofil yang tereksitasi mentransferkan energinya ke molekul lain. Minggu. cahaya dapat dipantulkan. Selama transfer energi. yang jika tidak dilepas akan merusak klorofil. tanpa pancaran foton.Fotosintesis terjadi di kloroplas daun dan batang yang berwarna hijau. 3. klorofil b berperan sebagai pigmen aksesoris. Proses keempat adalah fotokimia. Klorofil a dan klorofil b serta karotenoid banyak ditemukan di dalam tumbuhan hijau. pada keadaan tereksitasi klorofil memiliki empat jalur pelepasan energi. 2. Fotoeksitasi Klorofil Mengawali Reaksi Fotosintesis Ketika molekul menyerap suatu foton. karena peran inilah karotenoid-krotenoid disebut sebagai pigmen aksesoris. Cahaya yang diserap ditransferkan ke klorofil untuk fotosintesis. Namun demikian. Klorofil yang tereksitasi dapat kembali ke keadaan dasarnya melalui perubahan energi eksitasinya secara langsung menjadi panas. Karotenoid merupakan konstituen integral dari membran tilakoid dan biasanya terhubung erat dengan protein-protein pigmen antena dan pusat reaksi. Fotosintesis adalah proses pembuatan makanan tanaman hijau. klorofil a berwarna biru-hijau sementara klorofil b berwarna kuning-hijau. 4. Klorofil dapat berpartisipasi dalam transfer energi. 1. diteruskan atau diserap. Kecepatan reaksi yang luar biasa ini diperlukan untuk fotokimia agar dapat bersaing dengan tiga reaksi keadaan tereksitasi lain yang mungkin terjadi. Oleh karena itu. Klorofil a dan b memiliki spektrum penyerapan yang berbeda. energi dari foton diubah menjadi energi potensial elektron yang dinaikkan dari keadaan dasar ke keadaan tereksitasi. senyawa ini malah menyerap dan melepaskan energi cahaya yang berlebihan. Energi cahaya pertama kali diserap oleh pigmen-pigmen yang terdapat di dalam kloroplas. Dengan demikian. sebagian besar karotenoid tampaknya berfungsi terutama dalam fotoproteksi: Bukannya meneruskan energi ke klorofil. Reaksi-reaksi fotokimiawi fotosintesis merupakan reaksi tercepat diantara reaksi-reaksi kimiawi yang ada. Foton cahaya matahari diserap terlebih dahulu oleh klorofil b dan energinya disalurkan ke klorofil a. 5 September 2010 .Pigmen-pigmen Berperan dalam Penyerapan Cahaya Ketika cahaya mengenai materi. dimana di dalamnya energi dari keadaan tereksitasi menyebabkan terjadinya reaksi-reaksi kimiawi. . Pigmen yang berbeda akan menyerap cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda dan panjang gelombang yang diserap akan menghilang. Seluruh organisme mengandung campuran lebih dari satu jenis pigmen dan setiap pigmen memerankan fungsi khusus. setiap pigmen memiliki spektrum penyerapan. Proses yang dikenal sebagai fluoresensi.

Gambar 1. Dalam sistem biologi. Hidrogen yang diperoleh dengan membelah molekul air. Kloroplas memiliki struktur halus di dalamnya – kantung-kantung selaput lempeng yang disebut tilakoid. zat lainnya akan mengalami oksidasi. Proses fotosintesis Fotosintesis terjadi di dalam kloroplas (gambar 1). sintesis gula dari karbon dioksida adalah reduksi karbon dioksisa. yang pada akhirnya disimpan dalam molekul gula. Bahan baku fotosintesis adalah karbon dioksida dan air. Peristiwa penting saat fotosintesis adalah pengubahan energi cahaya menjadi energi kimia. Kapanpun suatu zat mengalami reduksi. Struktur kloroplas . Reaksi redoks berperan penting dalam fotosintesis. Masing-masing fotosistem mengandung sekitar 300 molekul pigmen yang terlibat langsung atau tidak langsung dalam proses fotosintesis. Penambahan elektron (reduksi) menyimpan energi dalam senyawa. Oksidasi adalah pembuangan sebuah elektrin dari sebuah molekul. klorofil dan pigmen aksesoris disusun menjadi kelompok-kelompok fungsi yang disebut fotosistem. pembuangan atau penambahan elektron yang diturunkan dari hidrogen adalah mekanisme reaksi reduksi oksidasi yang paling sering.Fotosintesis menjadi mungkin karena kemampuan pigmen klorofil menjebak cahaya. Persamaan kimia total fotosintesis adalah sebagai berikut: Reaksi Reduksi – Oksidasi (Redoks) Reduksi adalah penambahan sebuah elektron (e) ke sebuah molekul penerima. struktur selaput didalam sel mesofil daun. ditambahkan pada karbon dioksida untuk membentuk satuan gula. Di selaput tilakoid. Pembuangan elektron (oksidasi) melepaskan energi. Sebagai contoh.

Dari molekul penerima X. Fosforilasi Nonsiklik Energi cahaya kembali menghantam sebuah molekul klorofil a. Fosfat inorganik dari cairan stroma disertakan dalam molekul ATP saat fosforilasi sintetik. Fd melewatkan elektron ke senyawa transisi dan kemudian ke Nikotamida Adenin Dinukleotida Phosfat (NADP). Molekul pigmennya menyerap energi ini dan meneruskannya ke molekul pusat reaksi. Pada peristiwa Fotosistem I. Molekul X melewatkan elektron ke molekul penerima lainnya dan mengalami oksidasi dalam proses ini. Ion ini disimpan di wadah penyimpan di tilakoid. Masing-masing tilakoid bertumpu di stroma atau zat lantai di kloroplas. Klorofil bertindak sebagai donor elektron dan kemudian menjadi penerima (akseptor) elektron. Tiap langkah reaksi reduksi-oksidasi ini dipercepat (katalis) oleh sebuah enzim khusus. Sesungguhnya ada dua molekul P700 yang melepaskan elektron saat peristiwa ini secara serempak. Ia menyumbangkan elektron terangsang yang kaya energi dan menerima balik elektron yang lemah (miskin energi). dimana elektron diteruskan dari satu molekul penerima ke molekul penerima lainnya. Reaksi fotokimia dan transpor elektron terjadi di selaput tilakoid. Energi yang dilepaskan saat elektron melewati rantai transpor ini dipakai untuk mensintesis ATP (Adenosin Tri Posfat). Sebuah elektron di molekul pusat reaksinya. Tingkat energi sebuah elektron di P700 naik ke tingkat yang lebih tinggi. Di Fotosistem I. Energi dari NADPH2 akan menjadi sumber energi saat karbon dioksida tereduksi untuk membentuk gula. Molekul klorofil di Fotosistem II diberi nama P680 karena molekul pigmen ini (klorofil a) menyerap cahaya pada panjang gelombang 680 nanometer. atau fiksasi karbon. menjadi terangkat ke tingkat energi tinggi. kemiosmosis dan fiksasi karbon. Fotosintesis melibatkan empat peristiwa biokimia: peristiwa fotokimia. transpor elektron. Energi elektron yang bertambah ini menyebabkannya lepas dari molekul P700 (klorofil a) dan menempel sementara di sebuah molekul penerima yang disebut X. Pada akhirnya ia kembali ke P700. Dalam menerima eletron. Ada dua jenis fotosistem:Fotosistem I dan Fotosistem II. Karenanya ia berubah nama menjadi NADPre. Ion hidrogen berlebih dilepaskan saat ATP terbentuk. P700. elektron di lewatkan ke ferridoksin (Fd).Masing-masing fotosistem ini memiliki pusat reaksi atau penjebak cahaya dimana molekul klorofil a yang spesial menjebak energi cahaya. dimana re berarti tereduksi. molekul X tereduksi. Peristiwa Fotosistem I Fosforilasi Siklik – Transpor Elektron Energi cahaya menghantam sebuah fotosistem. Dengan mendapatkan dua elektron tambahan. . Fotosintesis memerlukan energi dari ATP untuk mensintesis karbohidrat. NADPH2 menyimpan kedua elektron dan tidak meneruskannya lagi. NADPH2 juga menarik sebuah proton H. sebuah senyawa yang mengandung besi. Terjadi sederetan peristiwa reaksi redoks. Elektron ini lepas dari P700 dan diterima X. Stroma adalah lokasi terjadinya fiksasi karbon. molekul klorofil a nya dinamakan P700 karena ia menyerap energi cahaya dari panjang gelombang 700 nanometer. NADP menerima kedua elektron (2e) tersebut dan menjadi NADPH2. Selaput oval tilakoid mengelilingi sebuah vakuola atau wadah penyimpan dimana ion hidrogen disimpan hingga diperlukan dalam siklus Calvin. elektron yang terangsang dapat melewati jalur yang berbeda dari yang menyusun ATP.

pada ganggang coklat klorofil c. Jalur nonsiklis: 2e dari P700 ke X ke Fd ke NADP lalu NADP menjadi NADPre Peristiwa Fotosistem II Fotosistem II melibatkan sekitar 200 molekul di pusat reaksi klorofil a. Elektron energi tinggi ini lewat menuju sebuah molekul penerima elektron yang dilambangkan Q. 2. yaitu jalur siklis atau nonsiklis. menyisakan elektron bebas dan molekul oksigen: Protonnya berhubungan dengan NADPre. Salah satu elektronnya terangkat ke tingkat energi tinggi 4. Molekul Q melewatkan elektron lagi dalam sederetan molekul penerima yang melewatkan elektron terus menuju ke lubang di Fotosistem I yang terbentuk saat sintesis nonsiklis NADPre. Foton cahaya menghantam sebuah molekul klorofil a. Molekul pusat reaksi (P700) menyerap cahaya tersebut 3. Pada ganggang hijau biru dan pada lumut (bryofita). termasuk flavoprotein dan sitokrom (cyt) . Gambar 2. mereka kehilangan energi perlahan-lahan. Jalur fotosintesis melibatkan banyak langkah dan banyak produk serta katalis perantara. tereksitasi. pigmen penjebak cahaya tanaman hijau. Diyakini kalau P680 menarik elektron pengganti dari air. Sebagian energi membentuk ATP. dan ganggang merah klorofil d.Tinjauan : Fotosistem I 1. sebuah elektron di pusat reaksi. Jalur yang diikuti oleh elektron ini ada dua kemungkinan. Jalur siklis : e dari P700 ke X ke akseptor ke ATP. Saat cahaya menyerang klorofil di Fotosistem II. P680. pigmen penjebak cahayanya adalah klorofil b. Saat elektron bergerak sepanjang rantai transpor.

oksigen. Sebagian PGAL ini dipakai untuk memperbaiki penyimpanan ribulosa bifosfat. Satu . enzim karboksilase ribulosa bifosfat (RuBP) menyatu dengan sebuah kelompok karboksil menuju ribulosa bifosfat. sebuah gula karbon-6. Aktivitas biokimia yang mengikutinya sudah dijelaskan dalam siklus Calvin. Enzim yang mempercepat siklus Calvin ada di stroma. titik awal siklus Calvin (Gambar 3). Gambar 2 menunjukkan jalur fotosintesis. Fotorespirasi Fotorespirasi adalah sederetan peristiwa aneh yang terjadi di sel tanaman hijau saat ada sinar matahari. Kedua molekul PGA mengalami reduksi menjadi dua molekul fosfogliseraldehida (PGAL) dalam dua langkah berurutan. bukannya karbon dioksida. Ikatan energi tinggi putus dan fosfat dilepaskan. Lalu. Saat karboksilase RuBP mendapatkan oksigen.Rangkuman jalur elektron di Fotosistem I dan Fotosistem II sebagai berikut: Air menyerahkan 2e ke Fotosistem I menuju X menuju rantai transpor menuju Fotosistem II menuju Q menuju rantai transpor menuju NADPre menuju siklus Calvin. membentuk sebuah senyawa karbon-6 yang tidak stabil. menunjukkan langkah rumit yang membawa dari ribulosa difosfat (bifosfat) menuju glukosa. Siklus Calvin Siklus Calvin adalah sederetan peristiwa fotosintesis dimana fiksasi karbon dioksida terjadi di stroma kloroplas. kedua molekul PGAL menyatu menghasilkan pembentukan gula karbon-6. NADPre dan ATP yang dihasilkan saat peristiwa Photosistem I dan Photosistem II sekarang dipakai untuk menempelkan karbon dioksida ke sebuah molekul organik. oksidasi ribulosa bifosfat terjadi. asam fosfogliserik (PGA). Gambar 3. Karbon dioksida bergabung dengan gula karbon-5 ribulosa bifosfat (RuBp). diganti dengan sebuah atom hidrogen dari NADPH. Siklus Calvin. yang mengikat dengan karboksilase RuBP. Senyawa ini pecah menjadi dua molekul senyawa karbon-3. Dalam peristiwa biasa. Pada saat fotorespirasi.

molekul PGA dan sebuah molekul karbon-2 dilepaskan. PGA tetap berada dalam siklus C3. Pada dasarnya inilah yang terjadi. ia justru memakai energi. malat. Namun. Karbon dioksida menyatu dengan sebuah senyawa yang disebut PEP (Phosfoenolpiruvat). diantaranya rumput kepiting. Tanaman di daerah tropis dan gurun dengan tingkat fotosintesis sangat tinggi adalah tanaman C4. juga melakukan fotosintesis C4. tebu. tiga ahli botani (Kortschak. Sel-sel lapisan buntalan diposisikan dalam bentuk lingkaran mengelilingi buntalan pembuluh (terdiri dari tabung-tabung xilem dan floem). Tanaman yang melakukan fotosintesis C4 memiliki susunan khusus di jaringan daunnya. Malat ditransfer ke sel-sel lapisan buntalan di daun. sisanya dikembalikan ke kloroplas untuk ikut serta dalam fotosintesis. Sel lapisan buntalan mengelilingi buntalan pembuluh. Jalur Fotosintesis Hatch-Slack atau C4 Di akhir tahun 1960an. millet dan sorgum. Senyawa karbon-4 ini memberikan karbon dioksida. Menariknya. Proses ini tidak menggunakan sistem transpor elektron dan karenanya tidak menghasilkan energi. Hatch dan Slack) menemukan jalur fotosintesis baru. yang disebut C4 atau jalur fotosintesis Hatch-Slack. Susunan khusus ini disebut anatomi Kranz. Sel mesofil menyusun bagian interior daun lainnya. membentuk sebuah senyawa karbon-4. karenanya tampak tidak berguna. Anatomi Kranz. jagung. Ruang udaranya sangat kecil (Gambar 4). . sebuah tanaman iklim sedang. Hingga kini ilmuan belum tahu apa manfaat dari fotorespirasi bagi sel saat fotosintesis. yang memasuki C3 atau siklus Calvin di sel lapisan buntalan fotosintetik. namun molekul karbon-2 meninggalkan kloroplas dan memasuki reaksi kimia di peroksisom dan metokondrion. Sebagian karbon dioksida yang dihasilkan dalam reaksi ini dilepaskan. Fotorespirasi mengoksidasi senyawa organik memakai oksigen dan hasilnya adalah pembuangan karbon dioksida. Gambar 4.

Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. Fotosintesis pada tumbuhan Tumbuhan bersifat autotrof. dan energi kimia. Perhatikan persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini: 6H 2 O + 6CO 2 + cahaya → C 6 H 12 O 6 (glukosa) + 6O 2 Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. karbondioksida. B. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. alga. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi. Tumbuhan menggunakan karbondioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. air. PROSES FOTOSINTESIS 1. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. PENGERTIAN FOTOSINTESIS Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi yaitu glukosa yang dilakukan tumbuhan. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis.MATERI A. gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida. Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof. yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang.[4] Pada respirasi. dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. . Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung dari senyawa anorganik. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas.

Fotosistem I (PS I) berisi pusat reaksi P700. Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan. Meskipun alga tidak memiliki struktur sekompleks tumbuhan darat. Mekanisme reaksi terang diawali dengan tahap dimana fotosistem II menyerap cahaya matahari sehingga elektron klorofil pada PS II tereksitasi dan menyebabkan muatan menjadi tidak stabil. Reaksi keseluruhan yang terjadi di PS II adalah: . Reaksi terang melibatkan dua fotosistem yang saling bekerja sama. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas. Plastokuinon ini akan mengirimkan elektron dari PS II ke suatu pompa H + yang disebut sitokrom b6-f kompleks. PS II akan mengambil elektron dari molekul H2O yang ada disekitarnya. yang berarti bahwa fotosistem ini optimal menyerap cahaya pada panjang gelombang 700 nm. Reaksi ini memerlukan molekul air dan cahaya matahari. Molekul air akan dipecahkan oleh ion mangan (Mn) yang bertindak sebagai enzim. Hanya sebagian kecil saja yang bersifat heterotrof yang berarti bergantung pada materi yang dihasilkan oleh organisme lain. C. yaitu fotosistem I dan II. 2. sedangkan fotosistem II (PS II) berisi pusat reaksi P680 dan optimal menyerap cahaya pada panjang gelombang 680 nm. selanjutnya PS II akan mereduksi plastokuinon (PQ) membentuk PQH2. menuju mesofil. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Dengan menggunakan elektron dari air. Proses diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena. Semua alga menghasilkan oksigen dan kebanyakan bersifat autotrof. Fotosintesis pada Alga dan bakteri Alga terdiri dari alga multiseluler seperti ganggang hingga alga mikroskopik yang hanya terdiri dari satu sel. Reaksi Terang Reaksi terang dari fotosintesis pada membran tilakoid Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATP dan reduksi NADPH2. Hal ini akan mengakibatkan pelepasan H+ di lumen tilakoid. Plastokuinon merupakan molekul kuinon yang terdapat pada membran lipid bilayer tilakoid. fotosintesis pada keduanya terjadi dengan cara yang sama. namun sebagian besar energi dihasilkan di daun. maka panjang gelombang cahaya yang diserapnya pun lebih bervariasi. Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan. Hanya saja karena alga memiliki berbagai jenis pigmen dalam kloroplasnya. Untuk menstabilkan kembali. REAKSI 1. tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis.klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis.

ATP sintase akan menggandengkan pembentukan ATP dengan pengangkutan elektron dan H+ melintasi membran tilakoid. Pada siklus Calvin-Benson tumbuhan mengubah senyawa ribulosa 1.5 bisfosfat menjadi senyawa dengan jumlah atom karbon tiga yaitu senyawa 3-phosphogliserat. yang dinamakan plastosianin (PC). Reaksi keseluruhan pada PS I adalah: Cahaya + 4PC(Cu + ) + 4Fd(Fe 3+ ) → 4PC(Cu 2+ ) + 4Fd(Fe 2+ ) Selanjutnya elektron dari feredoksin digunakan dalam tahap akhir pengangkutan elektron untuk mereduksi NADP+ dan membentuk NADPH. Reaksi keseluruhan yang terjadi pada reaksi terang adalah sebagai berikut: Sinar + ADP + Pi + NADP + + 2H 2 O → ATP + NADPH + 3H + + O 2 2.→ 4H + + O 2 + 2PQH 2 Sitokrom b6-f kompleks berfungsi untuk membawa elektron dari PS II ke PS I dengan mengoksidasi PQH2 dan mereduksi protein kecil yang sangat mudah bergerak dan mengandung tembaga.2H 2 O + 4 foton + 2PQ + 4H . Penambatan CO2 sebagai sumber karbon pada tumbuhan ini dibantu oleh enzim . Kejadian ini juga menyebabkan terjadinya pompa H+ dari stroma ke membran tilakoid. Reaksi ini dikatalisis dalam stroma oleh enzim feredoksin-NADP+ reduktase. Masuknya H+ pada ATP sintase akan membuat ATP sintase bekerja mengubah ADP dan fosfat anorganik (Pi) menjadi ATP.Reaksinya adalah: 4Fd (Fe 2+ ) + 2NADP + + 2H + → 4Fd (Fe 3+ ) + 2NADPH Ion H+ yang telah dipompa ke dalam membran tilakoid akan masuk ke dalam ATP sintase. Fotosistem ini menyerap energi cahaya terpisah dari PS II. Oleh karena itulah tumbuhan yang menjalankan reaksi gelap melalui jalur ini dinamakan tumbuhan C-3. yang menerima elektron yang berasal dari H2O melalui kompleks inti PS II lebih dahulu. Sebagai sistem yang bergantung pada cahaya. tapi mengandung kompleks inti terpisahkan. PS I berfungsi mengoksidasi plastosianin tereduksi dan memindahkan elektron ke protein Fe-S larut yang disebut feredoksin. Reaksi yang terjadi pada sitokrom b6-f kompleks adalah: 2PQH 2 + 4PC(Cu 2+ ) → 2PQ + 4PC(Cu + ) + 4 H + (lumen) Elektron dari sitokrom b6-f kompleks akan diterima oleh fotosistem I. yaitu siklus Calvin-Benson dan siklus Hatch-Slack. Reaksi Gelap Reaksi gelap pada tumbuhan dapat terjadi melalui dua jalur.

Tumbuhan yang reaksi gelapnya mengikuti jalur Hatch-Slack disebut tumbuhan C-4 karena senyawa yang terbentuk setelah penambatan CO2 adalah oksaloesetat yang memiliki empat atom karbon. digunakan untuk mengubah ribulosa-5-fosfat menjadi RuBP. tetapi menyebabkan munculnya triosafosfat di sitosol. Triosa fosfat digunakan sitosol untuk membentuk sukrosa.3Pgaldehida. Fiksasi CO2 ini merupakan reaksi gelap yang distimulasi oleh pencahayaan kloroplas. Sebagian digunakan kloroplas untuk membentuk pati. Tumbuhan C4 adalah tumbuhan yang umumnya ditemukan di daerah tropis. Pada akhir reaksi Calvin.2. ATP ini dapat terpakai sia-sia tanpa dihasilkannya glukosa. reaksi dari enzim ini distimulasi oleh peningkatan pH. Siklus Calvin-Benson Mekanisme siklus Calvin-Benson dimulai dengan fiksasi CO2 oleh ribulosa difosfat karboksilase (RuBP) membentuk 3-fosfogliserat. Bahan pereduksi yang sebenarnya adalah NADPH. gugus karboksil dalam 3-PGA direduksi menjadi 1 gugus aldehida dalam 3fosforgliseradehida (3-Pgaldehida). yang diubah kembali dengan cepat menjadi ATP oleh reaksi fotofosforilasi tambahan. yang memasuki stroma daun sebagai ion H+. Pada fase regenerasi. Sistem ini membuat jumlah total fosfat menjadi konstan di kloroplas. RuBP merupakan enzim alosentrik yang distimulasi oleh tiga jenis perubahan yang dihasilkan dari pencahayaan kloroplas. Pi dilepas dan digunakan kembali untuk mengubah ADP menjadi ATP. dan regenerasi. yang dihasilkan oleh fotosistem I selama pemberian cahaya. yang melibatkan enzim Rubisco sebagai penambat CO2. Tumbuhan ini menghasilkan glukosa dengan pengolahan CO2 melalui siklus Calvin. yang menyumbang 2 elektron.rebisco. sebagian lainnya dibawa keluar.3-bisPGA) dengan penambahan gugus fosfat terakhir dari ATP. 2. reduksi. terletak di permukaan luar membran tilakoid. kemudian daur dimulai lagi. Jika kloroplas dibericahaya. Tumbuhan C3 merupakan tumbuhan yang berasal dari daerah subtropis. ion H+ ditranspor dari stoma ke dalam trilakoid menghasilkan peningkatan pH stroma yang menstimulasi enzim karboksilase. jika kloroplas diberi cahaya. Enzim yang berperan adalah phosphoenolpyruvate carboxilase. Pertama. Enzim phosphophenol pyruvat carboxilase (PEPco) adalah enzim yang akan mengikat CO2 dari udara dan kemudian akan .3bifosfogliserat (1. reaksi ini distimulasi oleh NADPH. Tumbuhan C3 memerlukan 3 ATP untuk menghasilkan molekul glukosa. Reduksi ini tidak terjadi secara langsung. Namun. Ketiga. ATP ini timbul dari fotofosforilasi dan ADP yang dilepas ketika 1. Hal ini dapat terjadi jika ada fotoresfirasi. tapi gugus karboksil dari 3-PGA pertama-tama diubah menjadi ester jenis anhidrida asam pada asam 1. Kedua.1. Siklus Hatch-Slack Berdasarkan cara memproduksi glukosa. Kemudian pada fase reduksi. Karboksilasi melibatkan penambahan CO2 dan H2O ke RuBP membentuk dua molekul 3-fosfogliserat(3-PGA). Secara bersamaan.3-bisPGA terbentuk. yang diregenerasi adalah RuBP yang diperlukan untuk bereaksi dengan CO2 tambahan yang berdifusi secara konstan ke dalam dan melalui stomata. di mana enzim Rubisco tidak menambat CO2 tetapi menambat O2. Tumbuhan ini melibatkan dua enzim di dalam pengolahan CO2 menjadi glukosa. tumbuhan dapat dibedakan menjadi tumbuhan C3 dan C4. 2. reaksi ini distimulasi oleh Mg2+. Fikasasi CO2 melewati proses karboksilasi. Tiga putaran daur akan menambatkan 3 molekul CO2 dan produk akhirnya adalah 1. ATP ketiga yang diperlukan bagi tiap molekul CO2 yang ditambat.

Oksaloasetat akan diubah menjadi malat. melibatkan cahaya matahari. Malat akan terkarboksilasi menjadi piruvat dan CO2. reaksi terang dan reaksi gelap Menjelaskan proses reaksi terang dan reaksi gelap dan hasilnya. sedangkan CO2 akan masuk ke dalam siklus Calvin yang berlangsung di sel bundle sheath dan melibatkan enzim RuBP. Dalam keseluruhan proses ini. . pigmen fotosintesis dan membutuhkan bahan baku CO2 dan H2O Cahaya matahari. Proses ini dinamakan siklus Hatch Slack. Peristiwa fotosintesis. Membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum Menjelaskan tahapan reaksi fotosintesis. Piruvat akan kembali menjadi PEPco.menjadi oksaloasetet. yang terjadi di sel mesofel. digunakan 5 FOTOSINTESIS Untuk anak-anakku SMAN 81 Indikator: Menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan fotosintesis dan hasilnya.

Cahaya adalah bentuk radiasi elektromagnetik dari matahari cahaya yang tampak (visible light) adalah sebagian kecil dari total radiasi elektromagnetik yang mencapai bumi. Cahaya putih adalah gabungan dari seluruh panjang gelombang cahaya. Region merah dan biru dari spektrum cahaya yang tampak (visible light) adalah yang digunakan tumbuhan untuk fotosintesis

Pigmen Fotosintesis

1. Pigmen fotosintesis umumnya adalah klorofil dan karotenoid 2. klorofil a adalah pigmen yang jumlahnya banyak di tumbuhan. Klorofil a menyerap cahaya biru-ungu (430 nm) dan merah (662 nm) 3. Molekul klorofil mengandung hydrophobic phytol chain yang tertanam pada fosfolipid membran tilakoid dan cincin porphyrin ,yang mengandung magnesium sebagai pusat, berada diluar membran

Klorofil a Berwarna hijau kebiruan Rumus empiris C55H72O5N4Mg Mempunyai gugus samping metil (-CH3) pada organisme fotosintetik, kecuali bakteri

Klorofil b Hijau kekuningan Rumus empiris C55H70O6N4Mg Mempunyai aldehyde gugus samping (-CHO) Pada tumbuhan hijau dan alga hijau

Pigmen fotosintesis terdapat di daun(1), di Sel mesofil daun(2), jika kita ambil sebuah sel palisade (3), didalam kloroplas (4), dalam kloroplas terddapat granum (5,6)di membrane tilakoid (7) di fotosistem

Sumber: Brum and Mc. Kane, 1983

Pigmen fotosintesis dibagi menjadi pigmen primer dan pigmen aksesori Pigmen primer : terdapat di pusat reaksi. xantofil.680 dan P. merupakan pusat reaksi. ialah klorofil a yang terdiri dari P. Yaitu klorofil a yang dapat mengabsorpsi cahaya dengan panjang gelombang 680 nm dan 700 nm. klorofil b . Pigmen aksesori : pigmen yang dapat mengabsorpsi cahaya selain P680 dan P700 Contoh karotene. 700.

Hartanto.Sumber: L. Biologi dasar. PROSES FOTOSINTESIS . Setiap molekul pigmen dapat mengabsorpsi foton dari cahaya. 2004. terakhir diterima oleh pusat reaksi/pigmen primer/ klorofil a. menjadi tereksitasi dan menghasilkan energi. kemudian energi berpindah. yang mengakibatkan pigmen primer melepaskan energinya II.

akibatnya pusat reaksi mengeluarkan elektronnya. Fotoaktivasi fotosistem I (P700) cahaya diabsorpsi oleh pigmen-pigmen di fotosistem I.Sumber: Foo Yuen Kooi.2003 Fotoaktivasi fotosistem II Elektron dari fotosistem II (P. seperti di fotosistem II.680) ditransfer ke reseptor Plastoquinone dan kemudian mentransfernya ke sistem transport elektron yang disebut b6-f kompleks. elektron diterima reseptor ferredoxin. memompa proton ke ruang tilakoid. Pelangi. STPM Biology. b6-f kompleks bertindak sebagai pompa proton. menjadi tereksitasi dan energinya berpindah ke pusat reaksi. dari sini electron dapat digunakan untuk siklik maupun non siklik . sehingga peristiwa ini disebut reaksi non siklik fotofosforilasi Elektron yang kembali ke fotosistem II berasal dari air (fotolisis air) 2. elektron tidak kembali ke pusat reaksi fotosistem 2 tetapi melewati plastocyanin ke pusat reaksi fotosistem 1. proton digunakan membentuk ATP menjadi ADP yang disebut fotofosforilasi.

feredoxin terdapat di permukaan membrane tilakoid (terdapat enzim NADP reduktase) dan ketika melaluinya 2 e. energi membentuk ATP.Jika terjadi reaksi siklik elektron dari ferredoxin ke sistem transfer electron. STPM Biology.2003 SIKLUS CALVIN/ Reaksi Gelap NADPH dan ATP dari reaksi terang digunakan untuk reaksi gelap . dari ferredoxin.bergabumg dengan NADP+ dan H+ diluar membrane tilakoid membentuk NADPH Sumber: Foo Yuen Kooi. elektron menuju Fotosistem II ini merupakan tahap siklik Sedangkan jika terjadi reaksi non siklik. Pelangi. b6-f compleks.

2 molekul PGAL akan membentuk satu molekul glukosa (6C) 6. 5Cmembentuk senyawa sementara yang terdiri dari 6 C 2. STPM Biology. Reduksi ( Pengurangan) Pembentukan PGA menjadi PGAL dengan mengurangi H pada NADPH menjadi NADP dan PhosphaDP . Pelangi 1 Reaksi pengikatan/ fiksasi CO2 oleh molekul ribulose biphosphate (RuBP) . menambah satu ikatan fosfat. PGAL mengalami fosforilasi menjadi RUBP kembali. ATP. kemudian dipecah menjadi 2 molekul phosphoglycerate acid (PGA). Fiksasi ( pengikatan ) Pengikatan CO2 oleh RuBP /RDP ( Ribulosa Bi Phosphat ) 2. PGA adalah asam organic berkarbon 3. PGA kemudian mengalami fosforilasi. 5. Langkah berikutnya proses reduksi karena senyawa tersebut berikatan dengan H2 yang berasal dari NADPH2.Sumber: Foo Yuen Kooi. sumber fosfat adalah ATP 4. Hasil reaksi tersebut adalah persenyawaan diphosphoglyceraldehyde (PGAL) yang mengandung atom C 3. Reaksi ini jika di sistematikkan ada 4 tahap yaitu : 1. menjadi asam difosfogliserat (DPG). 3. Reaksi gelap merupakan reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam fotosintesis.

3. Regenerasi (pembentukan kembali) terjadi regenerasi senyawa RuBP dari sebagian besar PGAL yang telah dibentuk dari PGA 4. Sintesa ( pembentukan ) Glukosa dari PGAL, perlu diketahui satu molekul Glukosa dibentuk dari 2 PGAL. OK

Reaksi Gelap Calvin Benson • • • • • • • Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya. Reaksi gelap terjadi pada bagian kloroplas yang disebut stroma. membutuhkan enzim Rubisco untuk Fiksasi Bahan reaksi gelap adalah ATP dan NADPH, yang dihasilkan dari reaksi terang, dan CO2, yang berasal dari udara bebas. Dari reaksi gelap ini, dihasilkan glukosa (C6H12O6), yang sangat diperlukan bagi reaksi katabolisme. Reaksi ini ditemukan oleh Melvin Calvin dan Andrew Benson, karena itu reaksi gelap disebut juga reaksi Calvin-Benson. Salah satu substansi penting dalam proses ini ialah senyawa gula beratom karbon lima yang terfosforilasi yaitu ribulosa fosfat. Jika diberikan gugus fosfat kedua dari ATP maka dihasilkan ribulosa difosfat (RDP). Ribulosa difosfat ini yang nantinya akan mengikat CO2 dalam reaksi gelap. Secara umum, reaksi gelap dapat dibagi menjadi tiga tahapan (fase), yaitu fiksasi, reduksi, dan regenerasi.

• •

Pada fase fiksasi, 6 molekul ribulosa difosfat mengikat 6 molekul CO2 dari udara dan membentuk 6 molekul beratom C6 yang tidak stabil 6 molekul beratom C6 yang tidak stabil itu kemudian pecah menjadi 12 molekul beratom C3 yang dikenal dengan 3-asam fosfogliserat (APG/PGA). Selanjutnya, 3-asam fosfogliserat ini mendapat tambahan 12 gugus fosfat, dan membentuk 1,3-bifosfogliserat (PGA 1.3 biphosphat). Kemudian, 1,3-bifosfogliserat masuk ke dalam fase reduksi, dimana senyawa ini direduksi oleh H+ dari NADPH, yang kemudian berubah menjadi NADP+, dan terbentuklah 12 molekul fosfogliseraldehid (PGAL) yang beratom 3C. Selanjutnya terjadi sintesa , 2 molekul fosfogliseraldehid melepaskan diri dan menyatukan diri menjadi 1 molekul glukosa yang beratom 6C (C6H12O6). 10 molekul fosfogliseraldehid yang tersisa kemudian masuk ke dalam fase regenerasi, yaitu pembentukan kembali ribulosa difosfat.(RDP/RuBP)

• •

• •

Pada fase ini, 10 molekul fosfogliseraldehid berubah menjadi 6 molekul ribulosa fosfat. Jika mendapat tambahan gugus fosfat, maka ribulosa fosfat akan berubah menjadi ribulosa difosfat (RDP),

REAKSI TERANG DAN REAKSI GELAP
di 05:27 Diposkan oleh erfan baeh... 0 komentar

Oksigen yang dikeluarkan dari tumbuhan berasal dari air dan bukan CO2. Kloroplas menguraikan air menjadi hidrogen dan oksigen. Fotosintesis terdiri dari dua proses. Tahap tersebut adalah reaksi terang dan reaksi gelap.
Reaksi terang

Reaksi terang merupakan tahap fotosintesis yang mengubah energi matahari menjadi energi kimia. Kloroplas menyerap cahaya dan cahaya menggerakkan transfer elektron dan hidrogen ke penerima yaitu NADP+ (nikotinamida adenine dinukleotida fosfat). Pada proses ini, air terurai. Reaksi terang pada fotosintesis ini melepaskan O2. Pada reaksi terang, tenaga matahari mereduksi NADP+ menjadi NADPH dengan menambahkan sepasang electron bersama dengan nukleus hidrogen. Pada reaksi terang juga terjadi fosforilasi yang mengubah ADP menjadi ATP. Jadi energy cahaya diubah menjadi energi kimia dengan pembentukan NADPH: sumber dari elektron berenergi, dan ATP; energy sel yang serba guna. Reaksi Gelap

dimana senyawa ini direduksi oleh H+ dari NADPH. 10 molekul fosfogliseraldehid berubah menjadi 6 molekul ribulosa fosfat. Pada fase fiksasi. karena itu reaksi gelap disebut juga reaksi Calvin-Benson. dan regenerasi. yang berasal dari udara bebas. reduksi. Pada fase ini. Jika mendapat tambahan gugus fosfat. dan membentuk 1. yang kemudian berubah menjadi NADP+. Dari reaksi gelap ini. Jika diberikan gugus fosfat kedua dari ATP maka dihasilkan ribulosa difosfat (RDP). Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya. Secara umum. dihasilkan glukosa (C6H12O6). 6 molekul ribulosa difosfat mengikat 6 molekul CO2 dari udara dan membentuk 6 molekul beratom C6 yang tidak stabil yang kemudian pecah menjadi 12 molekul beratom C3 yang dikenal dengan 3-asam fosfogliserat (APG/PGA). 10 molekul fosfogliseraldehid yang tersisa kemudian masuk ke dalam fase regenerasi.Reaksi gelap merupakan reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam fotosintesis. Kemudian. yang sangat diperlukan bagi reaksi katabolisme. Salah satu substansi penting dalam proses ini ialah senyawa gula beratom karbon lima yang terfosforilasi yaitu ribulosa fosfat. Ribulosa difosfat ini yang nantinya akan mengikat CO2 dalam reaksi gelap. Selanjutnya. 2 molekul fosfogliseraldehid melepaskan diri dan menyatukan diri menjadi 1 molekul glukosa yang beratom 6C (C6H12O6). yaitu fiksasi. dan terbentuklah 12 molekul fosfogliseraldehid (PGAL) yang beratom 3C.3-bifosfogliserat.3-bifosfogliserat masuk ke dalam fase reduksi. Bahan reaksi gelap adalah ATP dan NADPH. Reaksi ini ditemukan oleh Melvin Calvin dan Andrew Benson. 3-asam fosfogliserat ini mendapat tambahan 12 gugus fosfat. dan CO2. yaitu pembentukan kembali ribulosa difosfat. Selanjutnya. yang dihasilkan dari reaksi terang. maka ribulosa fosfat akan berubah menjadi ribulosa difosfat . reaksi gelap dapat dibagi menjadi tiga tahapan (fase). Reaksi gelap terjadi pada bagian kloroplas yang disebut stroma. 1.

Reaksi gelap ini menghasilkan APG (asam fosfogliserat). Ia berpendapat faktor itu adalah udara. seorang Flandria (sekarang bagian dari Belgia). dan beberapa jenis bakteri untuk memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan energi cahaya. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis.(RDP). melakukan percobaan untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan massa tumbuhan bertambah dari waktu ke waktu. seorang ahli kimia dan pendeta. seorang dokter dan ahli kimia.unila. alga. Dari penelitiannya. Pada awal tahun 1600-an. Helmont menyimpulkan bahwa massa tumbuhan bertambah hanya karena pemberian air. ALPG (fosfogliseraldehid). ahli botani Inggris. RDP (ribulosa difosfat). menemukan bahwa ketika ia menutup sebuah lilin menyala dengan sebuah toples .id/suryantoro/2010/06/02/reaksi-terang-dan-reaksi-gelap/ You might also like: • RDP/RuBP kemudian kembali akan mengikat CO2 lagi . dan glukosa (C6H12O6). Joseph Priestley. persamaan umum fotosintesis telah diketahui sejak tahun 1800-an. Sejarah Perkembangan Fotosintesis Meskipun masih ada langkah-langkah dalam fotosintesis yang belum dipahami. yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang. begitu setrusnya. yang kemudian kembali mengikat CO2 dan menjalani siklus reaksi gelap.ac. http://blog. Tapi pada tahun 1720. Stephen Hales berhipotesis bahwa pasti ada faktor lain selain air yang berperan. Fotosintesis Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi. Jan van Helmont.

Theodore de Saussure berhasil menunjukkan hubungan antara hipotesis Stephen Hale dengan percobaan-percobaan “pemulihan” udara. dan memecah air menjadi komponen dasarnya. menunjukkan bahwa udara yang “dipulihkan” dan “merusak” itu adalah karbon dioksida yang diserap oleh tumbuhan dalam fotosintesis. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. Ia juga menunjukkan bahwa tikus dapat tetap hidup dalam toples tertutup asalkan di dalamnya juga terdapat tumbuhan. Jean Senebier. mengulangi eksperimen Priestley. Pada respirasi. yang satu dengan energi kimia dan yang lain dengan hydrogen 2. Fotosintesis pada tumbuhan Tumbuhan bersifat autotrof. Reaksi ini mengeluarkan oksigen. Peristiwa ini disebut reaksi gelap NADPH2 akan bereaksi dengan CO2 dalam bentuk H+ menjadi CH20. H2 yang terlepas akan diikat oleh NADP dan terbentuklah NADPH2. Ia kemudian menunjukkan bahwa udara yang telah “dirusak” oleh lilin tersebut dapat “dipulihkan” oleh tumbuhan. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. Perhatikan persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini: 12H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2 + 6H2O Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Ia menemukan bahwa peningkatan massa tumbuhan bukan hanya karena penyerapan karbon dioksida Pada tabun 1937 : Robin Hill mengemukakan bahwa cahaya matahari yang ditangkap oleh klorofil digunakan untak memecahkan air menjadi hidrogen dan oksigen. tikus itu akan mati lemas. Cahaya matahari bereaksi dengan klorofil. seorang pastor Perancis. Pada tahun 1778. Tidak lama kemudian. 3. nyalanya akan mati sebelum lilinnya habis terbakar. Menurut Blackman (1905) akan terjadi penyusutan CO2 oleh H2 yang dibawa oleh NADP tanpa menggunakan cahaya. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. Anak panah menggambarkan gerakan koenzim yang bermuatan ini. Ia menemukan bahwa cahaya matahari berpengaruh pada tumbuhan sehingga dapat “memulihkan” udara yang “rusak”. Karbohidrat yang dihasilkannya menjadi gula. Yang sedang menunggu ialah karbondioksida dalam senyawa penerima. hasil dasar fotosintesis . Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Ia kemudian menemukan bila ia meletakkan tikus dalam toples terbalik bersama lilin. Di sini ada satu koenzim yang bermuatan melepaskan muatan energinya untuk menggerakkan penyatuan penting antara muatan hidrogen koenzim yang satu dengan karbon yang menunggu. Dari kedua percobaan itu. dan energi kimia. sedang O2 tetap dalam keadaan bebas. gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida. air. Priestley menyimpulkan bahwa nyala lilin telah “merusak” udara dalam toples itu dan menyebabkan matinya tikus. Peristiwa ini disebut fotolisis (reaksi terang). proses matahari membuat gula 1. dokter kerajaan Austria. dan yang jauh lebih penting ialah bahwa reasi ini “memuati” dua koenzim. Jan Ingenhousz. Akhirnya di tahun 1796. dari senyawa anorganik.terbalik. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung.

Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis.4. organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun. Namun secara umum. semua sel yang memiliki kloroplas berpotensi untuk melangsungkan reaksi ini. Hasil fotosintesis (disebut fotosintat) biasanya dikirim ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu. Kedua koenzim yang muatannya dibongkar itu kemudian kembali untuk dimuati lagi dan mengulang daur tadi. Proses fotosintesis Pada tumbuhan. . tepatnya pada bagian stroma. Pada dasarnya. rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida).

satuan pertukaran energi dalam sel. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas. Proses diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena. Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Cahaya hijau ini akan dipantulkan dan ditangkap oleh mata kita sehingga menimbulkan sensasi bahwa daun berwarna hijau. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Pigmen klorofil menyerap lebih banyak cahaya terlihat pada warna biru (400-450 nanometer) dan merah (650-700 nanometer) dibandingkan hijau (500-600 nanometer). Energi dari elektron ini digunakan untuk fotofosforilasi yang menghasilkan ATP. Pada tumbuhan dan alga. Reaksi terang Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATP dan reduksi NADPH2. Fotosintesis akan menghasilkan lebih banyak energi pada gelombang cahaya dengan . Hasil ionisasi air ini adalah elektron dan oksigen.1. kekurangan elektron ini dipenuhi oleh elektron dari hasil ionisasi air yang terjadi bersamaan dengan ionisasi klorofil. Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan. Reaksi ini memerlukan molekul air. Proses ini berlangsung di grana Fotosintesis dimulai ketika cahaya mengionisasi molekul klorofil pada fotosistem II. membuatnya melepaskan elektron yang akan ditransfer sepanjang rantai transpor elektron. klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Reaksi ini menyebabkan fotosistem II mengalami defisit atau kekurangan elektron yang harus segera diganti. Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan. namun sebagian besar energi dihasilkan di daun. menuju mesofil.

menggunakan tidak menghasilkan oksigen karena menggunakan ionisasi sulfida atau hidrogen. sedangkan fotosistem I 700 nanometer. selain sianobakteri. Oksigen dari proses fotosintesis hanya dihasilkan dari air. Di dalam daun. Pendapat ini pertama kali diungkapkan oleh C.panjang tertentu. Bakteri fotosintetik. 2 H20 ——> 2 NADPH2 + O2 . Kedua fotosistem ini akan bekerja secara simultan dalam fotosintesis. cahaya juga mengionisasi fotosistem I. Tumbuhan memiliki dua jenis pigmen yang berfungsi aktif sebagai pusat reaksi atau fotosistem yaitu fotosistem II dan fotosistem I. Hal ini karena panjang gelombang yang pendek menyimpan lebih banyak energi. bukan dari karbon dioksida. cahaya akan diserap oleh molekul klorofil untuk dikumpulkan pada pusat-pusat reaksi. seperti dua baterai dalam senter yang bekerja saling memperkuat. van Neil yang mempelajari bakteri fotosintetik pada tahun 1930-an. melepaskan elektron yang ditransfer sepanjang rantai transpor elektron yang akhirnya mereduksi NADP menjadi NADPH. Pada saat yang sama dengan ionisasi fotosistem II. Fotosistem II terdiri dari molekul klorofil yang menyerap cahaya dengan panjang gelombang 680 nanometer.B.

Reaksi gelap ATP dan NADPH yang dihasilkan dalam proses fotosintesis memicu berbagai proses biokimia. Pada tumbuhan proses biokimia yang terpicu adalah siklus Calvin yang mengikat karbon dioksida untuk membentuk ribulosa (dan kemudian menjadi gula seperti glukosa).2. .. Reaksi ini disebut reaksi gelap karena tidak bergantung pada ada tidaknya cahaya sehingga dapat terjadi meskipun dalam keadaan gelap (tanpa cahaya) dan berlangsung di stroma.

. Intensitas cahaya Laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya. 5. laju fotosintesis akan naik. 4.CO2 + 2 NADPH2 + O2——>NADP + H2 + CO + O + H2 +O2 2 H2O + CO2 ——> CH2O + O2 atau 12 H2O + 6 CO2 ——> C6H12O6 + 6 O2 Faktor penentu laju fotosintesis atau Berikut adalah beberapa faktor utama yang menentukan laju fotosintesis: 1. Kadar fotosintat (hasil fotosintesis) Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang. Kadar air Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup. makin banyak jumlah bahan yang dapt digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis. laju fotosintesis akan berkurang. menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis. 3. Suhu Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya. Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim. Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh. 2. Konsentrasi karbon dioksida Semakin banyak karbon dioksida di udara.

6. Sebagian autotrof mengkonsumsi sisa-sisa organisme mati. Organisme memperoleh senyawa organik yang digunakan untuk dan rangka karbon dengan satu atau dua cara utama: nutrisi autotrofik atau heterotrofik. Sebagian besar fungi dan banyak . Organisme heterotrofik seperti ragi dan kita sendiri. Untuk tujuan praktis. Autotrof membuat molekul organik mereka sendiri dari bahan mentah anorganik yang diperoleh dari lingkuannya. hidup dan tumbuh dengan memasukkan molekul-molekul organik ke dalam sel-selnya.1999). Autotro dapat diartikan bahwa dapat menyediakan makanan bagi diri sendiri hanya dalam pengertian bahwa autotrof dapat mempertahankan dirinya sendiri tanpa memakan dan menguraikan organisme lain. Oleh karena alasan inilah. tinja dan daun-daun yang gugur. Heterotrof ini dikenak sebagai pengurai. Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh JALUR POTOSINTESIS FOTOSINTESIS Pengertian Fotosintesis Organisme dan fungsi suatu sel hidup bergantung pada persediaan energi yang tak henti-hentinya. satu-satunya sumber molekul bahan bakar yang menjadi tempat bergantung seluruh kehidupan ialah fotosintesis (Kimball. heteritrif merupakan komponen biosfer. Fotosintesis menyediakan makanan bagi hampir seluruh kehidupan di dunia baik secara langsung atau tidak langsung. menguraikan dan memekan sampah seperti bangkai. Tahap pertumbuhan Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa. menyebabkan hererotrof ini hidup tergantung pada senyawa yang dihasilkan oleh organisme lain. Organisme heterotrof memperoleh materi organik melalui cara pemenuhan nutrisi kedua. Ketidakmampuan dalam membuat makanan mereka sendiri.2002). sumber energi ini tersimpan dalam molekulmolekul organik seperti karbohidrat. para ahli biologi menyebut autotrof sebagai produsen biosfer (Campbell.

termrasuk manusia. Hampir seluruh heterotrof.2002) Dalam bakteri berfotosintesis.jenis bakteri memperoleh makana dengan cara seperti ini. H2S dan H2R (R adalah gugus organik).2002) Karbohidrat C6H12O6 ialah glukosa. benar-benar tergantung pada fotoautotrof untuk mrndapatkan makanan dan juga untuk mendapatkan oksigen. tetapi sumber itu bermacammacam (Campbell. Air muncul pada kedua sisi persamaan itu karena 12 molekul dikonsumsi dan 6 molekul terbentuk lagi selama fotosintesis.1985) Bakteri menggunakan H2R dan menggunakan hidrogen untuk membuat gula. Tempat Berlangsung Fotosintesis . Dari reaksi kimia tersebut dapat dikatakan bahwa semua organisme fotosintetik membutuhkan sumber hidrogen. sebagai pengganti H2O dipakai zat pereduksi yang lebih kuat seperti H2. Persamaan reaksinya adalah: 2CO2 + 2H2R -----> 2C2O + O2 +2R karbohidrat (Wirahadikusumah. Persamaan itu dapat disederhanakan dengan memperlihatkan selisih konsumsi air: 6CO2 + 6H2O + energi cahaya ----> C6H12O6 + 6O2 (Campbell. Dengan menggunakan rumus molekul.2002). bagian-bagian tumbuhan yang berwarna hijau menghasilkan bahan organik dan oksigen dari karbon dioksida dan air. persamaan kimia fotosintesis adalah: 6CO2 + 12 H2O + energi cahaya -----> C6H12O6 + 6O2 + 6H2O (Campbell. yang merupakan produk samping fotosintesis (Campbell.2002). Jalur Fotosintesis Dengan keberadaan cahaya.

pigmen warna hijau yang terdapat dalam kloroplas. terpacu pertumbuhan dan perkecambahan dalam keadaan terang. Namun biji juga dapat terhambat perkecambahanyya oleh cahaya. Siklus Karbon (Anonim2. termasuk batang hijau dan buah yang belum matang.Di dalam tumbuhan. Plastid mengandung senyawa. Energi cahaya yang diserap klorofil inilah yang menggunakan sintesis molekul makanan dalam kloroplas (Campbell. tetapi daun merupakan tempat utama berlangsungnya fotosintesis pada sebagian besar tumbuhan. 2011) Peranan Cahaya pada Perkecambahan Biji Sebagian besar spesies tumbuhan. Semua bagian yang berwarna hijau pada tumbuhan. yaitu klorofil (Wirahadikusumah. Panjang gelombang merah jauh dari sinar . Warna daun berasal dari klorofil.1985). proses fotosintesis pada umumnya berlangsung dalam organel khusus yang disebut plastid. memiliki kloroplas. Terdapat ± setengah juta kloroplas tiap milimeter persegi permukaan daun.2002). Gambar.

Cahaya biru juga kadang menghambat. Biji yang biasa berkecambah dalam gelap akan mengalami dormansi atau fase istirahat saat terkena cahaya dalam tingkat intensitas tertentu (Salisbury.1995). dan bukan berdasarkan energi. Di atas 760 nm foton tidak memiliki cukup energi dan di bawah 390 nm foton memiliki terlalu banyak energi. Ciri Cahaya yang Digunakan dalam Fotosintesis Cahaya tampak sebagai sumber energi yang digunakan tumbuhan untuk fotosintesis merupakan bagian spektrum energi radiasi. Biji yang biasanya berkecambah dalam gelap akan terhambat oleh cahaya.matahari hampir selalu merupakan panjang gelombang yang paling menghambat. Hanya foton dengan panjang gelombang antara 390 dan 760 nm memiliki tingkat energi yang cocok untuk fotosintesis.Sudut yang dibentuk matahari yang menuju titik tersebut . Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah radiasi yang diterima pada suatu hari : . menyebabkan ionisasi dan kerusakan pigmen.1994).Panjang hari . Biji yang membutuhkan cahaya untuk berkecambah disebut fotodorman. Karena penggiatan pigmen merupakan akibat langsung interaksi antara foton dan pigmen. Karena panjang gelombang antara 400 dan 700 nm itu paling efisien digunakan dalam fotosintesis. pengukuran cahaya untuk fotosintesis biasanya didasarkan pada densitas aliran foton dalam panjang gelombang 400 dan 700 nm tersebut (Michael. Reaksi cahaya dalam fotosintesis merupakan bagian akibat langsung penyerapan foton oleh molekul pigmen seperti klorofil. pengukuran cahaya yang digunakan dalam fotosintesis seringkali berdasarkan densitas aliran foton. Tidak seluruh foton mempunyai tingkat energi yang cocok untuk menggiatkan pigmen daun. Densitas aliran foton ialah jumlah foton yang menumbuk suatu luas permukaan tertentu per satuan waktu.

Pengantar Berdasarkan tipe fotosintesis. yang terjadi pada siang hari) . Jika konsentrasi CO2 di atmosfir ditingkatkan. tumbuhan dibagi ke dalam tiga kelompok besar.1994).Jumlah partikel di dalam atmosfer . jarak antara bumi dan matahari dan kemampuan bumi untuk memantulkan cahaya (Michael. kacang-kacangan. hasil dari kompetisi antara CO2 dan O2 akan lebih menguntungkan CO2. Sebagian besar tanaman pertanian. dan kapas merupakan tanaman dari kelompok C3. Tumbuhan C4 dan CAM lebih adaptif di daerah panas dan kering dibandingkan dengan tumbuhan C3. Lokasi terjadinya assosiasi awal ini adalah di sel-sel mesofil (sekelompok sel-sel yang mempunyai klorofil yang terletak di bawah sel-sel epidermis daun). Namun tanaman C3 lebih adaptif pada kondisi kandungan CO2 atmosfer tinggi. C4. Tanaman C3 dan C4 A. dan CAM (crassulacean acid metabolism).. kentang. Pada tanaman C3.Jumlah atmosfer yang dilewati radiasi sebagai fungsi dari sudut datang sinar matahari . CO2 diikat oleh PEP (enzym pengikat CO2 pada tanaman C4) yang tidak dapat mengikat O2 sehingga tidak terjadi kompetisi antara CO2 dan O2. yaitu C3. CO2 yang sudah terikat oleh PEP kemudian ditransfer ke . kedelai. juga dapat mengikat O2 pada saat yang bersamaan untuk proses fotorespirasi (fotorespirasi adalah respirasi. seperti gandum.proses pembongkaran karbohidrat untuk menghasilkan energi dan hasil samping. Tanaman C3 dan C4 dibedakan oleh cara mereka mengikat CO2 dari atmosfir dan produk awal yang dihasilkan dari proses assimilasi.Faktor lain seperti fluktuasi pancaran matahari. enzim yang menyatukan CO2 dengan RuBP (RuBP merupakan substrat untuk pembentukan karbohidrat dalam proses fotosintesis) dalam proses awal assimilasi. Pada tanaman C4. sehingga fotorespirasi terhambat dan assimilasi akan bertambah besar.

sehingga fotorespirasi sangat kecil dan G sangat rendah. Struktur kloroplas pada tanaman C3 homogen. 2011) B. kacang tanah. PEP mempunyai daya ikat yang tinggi terhadap CO2. sorgum dan tebu Gambar tanaman C4 (Anonim1. kentang. dll Gambar tanaman C3 Contoh tanaman C4 adalah jagung. Tanaman C3 mempunyai suatu peran penting dalam metabolisme. Tanaman C3 dapat kehilangan . sehingga reaksi fotosintesis terhadap CO2 di bawah 100 m mol m-2 s-1 sangat tinggi.sel-sel "bundle sheath" (sekelompok sel-sel di sekitar xylem dan phloem) dimana kemudian pengikatan dengan RuBP terjadi. Contoh tanaman C3 antara lain : kedele. . laju assimilasi tanaman C4 hanya bertambah sedikit dengan meningkatnya CO2 Sehingga. tanaman C3 akan lebih beruntung dari tanaman C4 dalam hal pemanfaatan CO2 yang berlebihan. tanaman C3 mempunyai kemampuan fotorespirasi yang rendah karena mereka tidak memerlukan energi untuk fiksasi sebelumnya. maka O2 tidak mendapat kesempatan untuk bereaksi dengan RuBP. Tanaman C3 Fotosintesis C3 berbeda dengan C4. Karena tingginya konsentasi CO2 pada sel-sel bundle sheath ini. pada C3 karbon dioxida masuk ke siklus calvin secara langsung. dengan meningkatnya CO2 di atmosfir.

semua jenis tanaman tidak tahan IC penuh. Naungan: • Merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi intensitas cahaya yang terlalu tinggi. tetapi sepanjang siklus hidup tanaman • Meskipun dengan semakin dewasa umur tanaman. naungan tidak hanya diperlukan pada fase bibit saja. hasil fotosintesis cukup untuk respirasi dan sisanya untuk pertumbuhan Dampak pemberian naungan terhadap iklim mikro • Mengurangi IC di sekitar sebesar 30-40% . Untuk menghasilkan satu molekul glukosa diperlukan 6 siklus C3 (Anonim1. • Pemberian naungan dilakukan pada budidaya tanaman yang umumnya termasuk kelompok C3 maupun dalam fase pembibitan • Pada fase bibit. bersih dari gulma terutama rumputan • Semakin jauh dari penaung. gulma mulai tumbuh semakin cepat • Titik kompensasi gulma rumputan dapat ditentukan sama dengan IC pada batas mulai ada pertumbuhan gulma • Tumbuhan tumbuh ditempat dg IC lebih tinggi dari titik kompensasi (sebelum tercapai titik jenuh). Konsep dasar reaksi gelap fotosintesis siklus Calvin (C3) adalah sebagai berikut : CO2 diikat oleh RUDP untuk selanjutnya dirubah menjadi senyawa organik C6 yang tidak stabil yang pada akhirnya dirubah menjadi glukosa dengan menggunakan 18ATP dan 12 NADPH. 2011).Siklus ini terjadi dalam kloroplas pada bagian stroma.20 % carbon dalam siklus calvin karena radiasi. intensitas naungan semakin dikurangi • Naungan selain diperlukan untuk mengurangi intensitas cahaya yang sampai ke tanaman pokok. diatasi dengan naungan • Pada tanaman kelompok C3. butuh 3040%. juga dimanfaatkan sebagai salah satu metode pengendalian gulma • Di bawah penaung. tanaman ini termasuk salah satu group phylogenik.

Bagian besar bumi dan makhluk hidup juga terdiri atas air. Dengan adanya air hujan diperkirakan sekitar 150 ton pupuk jatuh ke bumi setiap tahunnya. Pada tumbuhan ini senyawa pertama yang terbentuk setelah jangka waktu pelaksanaan fotosintesis yang sangat pendek. maka mungkin saat ini jumlah jenis tanaman tidak akan sebanyak yang kita ketahui. seperti material pupuk yang lengkap bagi tumbuhan. Tumbuhan yang menggunakan jalur ini disebut tumbuhan C4 atau tumbuhan 4 karbon (Anonim1. dan tumbuhan tertentu lain tidak mengikat karbon dioksida secara langsung. jagung (Zea mays). 2011). Metode alternatif fiksasi karbon dioksida untuk fotosintesis ini disebut jalur Hatch-Slack. bukanlah senyawa 3-C asam fosfogliserat (PGA). Tanaman C4 Tebu (Saccharum officinarum). kecamatan. Data curah . Air yang berasal dari hujan merupakan fenomena alam yang paling penting bagi terjadinya kehidupan di bumi. Alat pengukur curah hujan (Ombrometer) adalah alat untuk mengukur curah hujan yang terjadi pada suatu daerah baik pedesaan. atau-pun propinsi yang mengacu pada standar WMO (World Metrological Organitation). OMBROMETER Mekanisme kompleks kehidupan tidak mungkin berfungsi tanpa kehadiran cairan yang berupa air. melainkan senyawa 4-C asam oksaloasetat (OAA). Dengan adanya alat pengukur curah hujan ini kita dapat mengetahui banyaknya curah hujan yang terjadi setiap waktu. Tanpa adanya mekanisme seperti itu.• Mengurangi aliran udara disekitar tajuk • Kelembaban udara disekitar tajuk lebih stabil (60-70%) • Mengurangi laju evapotranspirasi • Terjadi keseimbangan antara ketersediaan air dengan tingkat transpirasi tanaman C. Butiran hujan selain membawa molekul air juga membawa banyak materi yang penting bagi kehidupan.

2. Software aplikasi dapat dikembangkan menjadi Sistim Informasi Monitoring banjir.kim. Mengukur curah hujan secara otomatis. 6.lipi. kelembaban udara. Memudahkan BMG dalam mengamati curah hujan pada suatu daerah. 5. Gambar alat pengukur curah hujan Keunggulan 1. Database curah hujan di setiap daerah dapat diakses secara online dan setiap saat sehingga dapat memprediksi terjadinya banjir di suatu daerah. Pencatatan waktu dalam data curah hujan menggunakan waktu yang tertelusur ke time server ntp.hujan yang dihasilkan secara otomatis dari alat pengukur curah hujan ini dapat dikirimkan secara online melalui internet dengan operating sistem IGOS dan disimpan dalam suatu database yang dapat diakses oleh siapa saja melalui internet. 3. 4.id. temperatur. SAM REAKSI GELAPFotosintesis .go. Memberikan data hidrologi untuk kepentingan depertemendepartemen yang terkait. dan sebagainya.

Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Hingga sekarang fotosintesis masih terus dipelajari karena masih ada sejumlah tahap yang belum bisa dijelaskan. Hasil fotosintesis (disebut fotosintat) biasanya dikirim ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu. Sedangkan dalam reaksi gelap terjadi seri reaksi . organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun. yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang. Pada tumbuhan. kimia. karbondioksida. rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida). terjadi konversi energi cahaya menjadi energi kimia dan menghasilkan oksigen (O2).> Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi. seperti fisika. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. Proses fotosintesis sangat kompleks karena melibatkan semua cabang ilmu pengetahuan alam utama. tepatnya pada bagian stroma. Pada dasarnya. maupun biologi sendiri. semua sel yang memiliki kloroplas berpotensi untuk melangsungkan reaksi ini. dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari. meskipun sudah sangat banyak yang diketahui tentang proses vital ini. Reaksi terang terja di pada grana (tunggal: granum). dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara.Fotosintesis ada lah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi yaitu glukosa yang dilakukan tumbuhan. sedangkan reaksi gelap terjadi di dalam stroma. Dalam reaksi terang. alga. Namun secara umum. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis. Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof.

. Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang. Membantu arus energy. Kloroplas mengandung beberapa pigmen. Pigmen yang terdapat pada membran grana menyerap cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu. sedangkan klorofil b tidak secara langsung berperan dalam reaksi terang. Proses ini merupakan awal dari rangkaian panjang reaksi fotosintesis. 2011 7:54 AM .700 nm). hanya panjang gelombang tertentu yang dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis. daun... Reaksi gelap bertujuan untuk mengubah senyawa yang mengandung atom karbon menjadi molekul gula. Serta dapat disimpan dalam akar. Proses absorpsi energi cahaya menyebabkan lepasnya elektron berenergi tinggi dari klorofil a yang selanjutnya akan disalurkan dan ditangkap oleh akseptor elektron. Masing-masing jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap fotosintesis. yaitu panjang gelombang yang berada pada kisaran cahaya tampak (380-700 nm).600 nm). Berasal dari zat makanan yang tidak dioksidasi. Disimpan dalam bentuk cadangan makanan yang berupa : zat amilum. manfaat fotosintesis antara lain Membantu metabolisme tubuh. klorofil a terutama menyerap cahaya biru-violet dan merah. semakin banyak tanaman semakin besar oksigen yang dihasilkan. science 2 comments: Faizin_heem said. April 30. Dari semua radiasi matahari yang dipancarkan. Sebagai contoh. hijau kuning (510 . protein dan lipid. 2011 6:49 AM Dian Sulist Science said.siklik yang membentuk gula dari bahan dasar CO2 dan energi (ATP dan NADPH). Klorofil b menyerap cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya kuning-hijau. Pigmen yang berbeda menyerap cahaya pada panjang gelombang yang berbeda. Pada proses reaksi gelap tidak dibutuhkan cahaya matahari. Cahaya tampak terbagi atas cahaya merah (610 . Energi yang digunakan dalam reaksi gelap ini diperoleh dari reaksi terang.. batang.500 nm) dan violet (< 400 nm). buah dan biji. sat glukosa. Download animasi Mini-lab fotosintesis disini Posted by zhy's blog at 9:27 PM Labels: khusus. Hal ini terkait pada sifat pigmen penangkap cahaya yang bekerja dalam fotosintesis. dan akan dapat mengurangi efek dari global worming May 5. fotosintesis memberikan manfaat yang besar bagi keadan suhu atau udara di bumi. biru (410 .

Post a Comment Links to this post Create a Link Newer Post » « Older Post Home Subscribe to: Post Comments (Atom) Kalender .