Pebrin Manurung 240210090132

PEMBAHASAN Sebelum melakukan praktikum lebih lanjut terlebih dahulu kita harus mengenal alat-alat yang digunakan dalam lab mikrobiologi dan memahami teknik dasar praktikum mikrobiologi. Di dalam pekerjaan mikrobiologi seringkali kita tidak terlepas dari alat-alat yang berada dalam laboratorium. Untuk itu diperlukan pemahaman tentang fungsi dan sifat-sifat dari alat yang digunakan. Peralatan yang digunakan pada laboratorium mikrobiologi hampir sama dengan peralatan-peralatan yang umumnya digunakan di laboratorium kimia yaitu berupa alat-alat gelas antara lain : tabung reaksi, cawan petri, pipet tetes, batang pengaduk, ball pipet, pipet ukur dan pipet volumetrik, labu ukur (tentukur), labu erlenmeyer, gelas piala, pH meter, gelas arloji, termometer, botol tetes, pembakar spiritus, kaki tiga dengan kawat asbes dan rak tabung. Di samping peralatan gelas tersebut pada laboratorium mikrobiologi masih ada sejumlah alat yang khusus antara lain: otoklaf, oven, mikroskop, jarum ose (inokulasi), spatula, jarum preparat, gelas objek, kaca penutup, keranjang kawat untuk sterilisasi, inkubator untuk membiakkan mikroorganisme dengan suhu yang konstan, Di dalam pekerjaan mikrobiologi dibutuhkan alat yang khusus untuk melihat mikroorganisme. Salah satu alat yang sering digunakan adalah mikroskop. Mikroskop merupakan alat bantu yang memungkinkan kita dapat mengamati objek yang berukuran kecil. Mikroskop dalam bahasa Yunani dari micron yaitu kecil dan scopos yaitu tujuan. Jadi, mikroskop adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata. Daya pembesaran mikroskop menyebabkan kita dapat melihat struktur mikroorganisme yang tidak dapat terlihat dengan mata telanjang. Pembesaran yang dapat mikroskop adalah sekitar 100 kali sampai 400.000 kali. Ada dua jenis mikroskop berdasarkan pada kenampakan objek yang diamati, yaitu mikroskop dua dimensi (mikroskop cahaya) dan mikroskop tiga

dimana oven berfungsi mensterilisasi alat-alat gelas yang tidak bersekala. pada gilirannya. Oven. mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop electron. • Otoclaf berfungsi mensterilisasikan alat-alat bersekala menggunakan uap air panas. terletak pada ujung atas mikroskop. Mikrobiologi : 1. Lensa objektif yang terdekat dengan spesimen. Tetapi yang umum kita gunakan dalam melakukan sterilisasi adalah oven dan otoclaf. dan lensa okuler. Sedangkan berdasarkan sumber cahayanya. Ozonsterilizer. .dimensi (mikroskop stereo). Saat penggunaan otoclaf penutupan harus benar-benar rapat agar uap air yang bertekanan tinggi masuk kedalam atau beruduksi ke alat. Alat-alat yang umum digunakan dalam lab. diperbesar oleh okuler untuk menghasilkan bayangan pada mikroskop. Alat-alat Sterilisasi Alat-alat sterilisasi meliputi Otoclaf. pada saat itu protein akan mengendap (denaturasi) dan menyebabkan kematian pada mikroba. Perbesaran yang dicapai oleh suatu mikroskop adalah hasil kerja dua sistem lensa yaitu lensa objektif dan lensa okuler. dan Lampu Spritus. Sistem lensa objektif memberikan perbesaran mula-mula dan menghasilkan bayangan nyata yang kemudian diproyeksikan ke atas lensa okuler. terdekat dengan mata. Perinsip dari oven ini sendiri adalah menghancurkan lisis mikroba menggunakan udara panas kering. Bayangan nyata tersebut. Dimana uap air panas akan merusak protein mikroba hingga mengalami koogulasi. • Oven merupakan alat sterilisasi dengan menggunakan udara panas kering.

maka akan semakin terang pula mikroorganisme yang dilihat. lalu diteruskan hingga lensa objektif. Prinsip kerja dari mikroskop ini adalah dengan memantulkan cahaya melalui cermin. Cawan petri berfungsi sebagai tempat pertumbuhan mikroba secara kuantitatif dan sebagai tempat pengujian sampel. Alat-alat perhitungan koloni mikroorganisme. Alat-alat yang tergolong dari alat perhitungan koloni adalah coloni counter dan cawan petri. Semakin banyak cahaya yang dipantulkan melalui cermin. 3. sehingga bayangan yang terlihat hanya memilki panjang dan lebar. Mikroskop ini digunakan saat melihat struktur . Mikroskop ini digunakan dengan satu mata.2. nyata dan diperbesar oleh mata pengamat. Mikroskop elektron (Biokuler) berfungsi untuk melihat objek dengan bantuan elektron atau cahaya lampu. Alat lainnya Mikroskop berfungsi sebagai alat bantu untuk melihat mikroorganisme yang tak dapat dilihat oleh mata. Mikroskop cahaya (Monokoler) berfungsi untuk melihat objek dengan bantuan cahaya. Saat pengunaan menggunakan pembesaran 100x. Kemudian bayangan akan diteruskan dan menghasilkan bayangan tegak. Coloni counter merupakan alat yang berfungsi sebagai penghitung jumlah mikroba pada cawan petri menggunakan sinar dan luv. maka objek yang akan diteliti. ditambahkan minyak emersi di atas gelas objek. terbalik dan diperbesar. Mikroskop yang digunakan antara lain elektron. Tujuannya adalah untuk mengurangi sudut bias akibat banyaknya cahaya yang dipantulkan. Di lensa objektif bayangan yang dihasilkan adalah maya. dan mikroskop kemera. 40x dan 100x. tidak akan terllihat. 10x. terdiri atas empat lensa objektif dengan empat pembesaran. Perhitungan mikroba dapat dilakukan dengan perbesaran menggunakan luv atau dengan menandai beberapa koloni yang terdapat pada cawan petri menggunakan bulpoint yang terdapat pada coloni counter dan juga menggunakan tombol check. Mikroskop ini memiliki pembasaran objektif (10x dan 40x) serta pembesaran okuler (10x). mikroskop cahaya. 25x. Tanpa minyak emersi. Cara penggunaan mikroskop adalah dengan membelakangi bagian belakang mikroskop. dan memberikan gambaran mengenai tingginya.

spatula digunakan untuk mengambil atau memindahkan kultur. Sama halnya seperti Ose.dan melakukan pewarnaan bakteri. Bedanya pipet tetes digunakan untuk menyedot larutan dalam skala kecil sedangkan Ball pipet dalam skala lumayan besar. Mikroskop kamera (Triokuler) berfungsi sebagai pengambil gambar (objek). Cara sterilisasinya menggunakan otoklaf. sterilisasinya dapat dilakukan dengan dibakar menggunakan lampu spiritus. terdiri dari ose lurus untuk menanam MO dan ose bulat untuk menggores MO yang biasanya berbentuk zig-zag. Cara sterilisasinya menggunakan alat otoklaf. Mikroskop ini dapat mengambil gambar dari preparat. hanya ada sedikit perbedaan dalam mengoperasikannya. digunakan untuk menyedot larutan ataupun mikroorganisme dalam medium cair. dibulatkan lalu disterilkan dengan kapas berada tetap di atasnya dan diikat. hanya saja pengambilan larutan sudah ditentukan. Batang pengaduk digunakan untuk mengaduk dan menampur larutan. Ose berfungsi untuk mengambil dan menggores MO. terdapat 3 titik pada ball pipet yaitu “E”. Sedangkan . sedangkan rak tabung sebagai tempat untuk meletakkan tabung reaksi. Pinset berfungsi untuk menjepit atau mengambil pencadang. Maka dari itu. Tabung reaksi berfungsi sebagai tempat media pertumbuhan mikroba alam bentuk media tegak atau miring yang disumbat dengan kapas. Prinsip kerjanya sama seperti mikroskop cahaya. Kegunaan daripada ball pipet adalah untuk menyedot larutan cair. mikroskop ini hanya akan digunakan bila ingin mengambil gambar objek yang akan diamati. Pipet tetes sama hanya seperti Ball pipet. “S”. “I”. Spatula memegang peranan penting dalam laboratorium mikrobiologi. Tabung Durham berfungsi untuk pengujian mikroorganisme e-coli. Lensa okuler yang terdapat dalam mikroskop ini sejumlah tiga lensa okuler. Ball pipet bentuknya seperti balon karet. Pipet volume adalah alat yang berfungsi sebagai pengambil larutan atau sampel sesuai dengan jumlah yang kita tentukan. Pipet gondok berfungsi sama seperti pipet volum.

hal 55). Pada tempat-tempat yang lebih tingginya diperlukan tekanan lebih besar untuk mencapai suhu 121 oC. . lebih baik menyatakan bahwa keadaan steril dicapai dengan cara mempertahankan suhu 121 oC selama 15 menit (2. Ukurannya yaitu diameter luar = 8 mm. Hal ini berarti mikroba kontaminan harus dimatikan. Alat ini dapat disterilisasikan dengan ditutup terlebih dahulu bagian atas dengan kapas. Sterilisasi basah Sterilisasi basah biasanya dilakukan di dalam autoklaf atau sterilisator uap yang mudah diangkat (portable) dengan menggunkan uap air jenuh bertekanan pada suhu 121 oC selama 15 menit. panjang = 10 mm. dan tempat untuk mencampurkan bahan lalu dimasukkan ke dalam labu Erlenmeyer. yaitu: 1. lalu disterilisasi dengan menggunakan otoklaf. menampung larutan. diperlukan suatu kondisi yang benar-benar aseptik dimana alat penunjang serta nutrient dan substrat harus benar-benar steril. Alat ini dapat disterilisasikan dengan dibungkus terlebih dahulu dengan kertas saring bagian atasnya lalu dibungkus dengan kertas dan diikat. Labu erlenmeyer berfungsi sebagai tempat penyimpanan medium. maka daur sterilisasi tersebut seringkali juga dinyatakan sebagai : 1 atm 15 menit. Pada pengerjaan mikrobiologi. Metode sterilisasi yang umum digunakan secara rutin di laboratorium mikrobiologi adalah yang menggunakan panas. diameter dalam = 6 mm. Karena itu daripada menyatakan besarnya tekanan. metode sterilisasi dengan menggunakan panas dibagi menjadi 2 cara. memanaskan larutan. dan menampung hasil dari penyaringan.pencadang berfungsi untuk melihat daerah hambatan atau zona halo yang diisi dengan antibiotik. Untuk memperoleh kondisi yang steril dan bersih maka dilakukan sterilisasi. Karena titik didih air menjadi 121 oC itu disebabkan oleh tekanan 1 atmosfer pada ketinggian permukaan laut. lalu dimasukkan ke dalam otoklaf. Tabung reaksi berfungsi sebagai tempat untuk melarutkan bahan. Pencadang disterilisasi dengan dimasukkan ke dalam cawan petri lalu dimasukkan ke dalam oven.

tabung reaksi. karena itu udara harus dikosongkan betulbetul dari ruang sterilisator. 3. medium tercemar.Sterilisasi basah dapat digunakan untuk mensterilkan bahan apa saja yang dapat ditembus uap air dan tidak rusak bila dipanaskan dengan suhu yang berkisar antara 110 oC dan 121 oC. dan bahan-bahan berupa bubuk. air suling. cawan petri dari kaca. 2. botol sampel. 2. Sterilisasi bergantung pada uap. 4.benar steril. dan bahan-bahan yang tidak tembus uap seperti gliserin. . minyak. menyumbat atau menaruhnya dalam suatu wadah tertutup untuk mencegah kontaminasi setelah dikeluarkan dari oven. Bahan-bahan yang disterilkan harus dilindungi dengan cara membungkus. Terlebih dahulu kita harus mengusahakan agar semua alat. Suhu sebagaimana yang terukur oleh thermometer harus mencapai 121 oC dan dipertahankan stinggi itu 15 menit. Bahan-bahan yang biasa disterilkan dengan cara ini antara lain medium biakan yang umum. vaselin. Semua bagian bahan yang disterilkan harus terkenai uap. hangus.alat yang akan digunakan untuk pengerjaan medium dan pengerjaan inokulasi benar. Sterilisasi kering Sterilisasi panas kering dapat diterapkan pada apa saja yang tidak merusak. 1. menyala. Bahan-bahan yang biasa disterilkan dengan cara ini antara lain pecah belah seperti pipet. karena itu tabung dan labu kosonga harus diletakkan dalam posisi tidur agar udara tidak terperangkap di dasarnya. Pemindahan bakteri dari medium lama ke medium yang baru atau yang dikenal dengan istilah inokulasi bakteri ini memerluakan banyak ketelitian. dan menguap pada suhu setinggi itu. hal 56). biakan yang akan dibuang. Bahan-bahan yang berpori atau berbentuk cair harus permeabel terhadap uap. Ada 4 hal utama yang harus diingat bila melakukan sterilisasi basah . juga peralatan seperti jarum suntik.peralatan laboratorium. dan bahan-bahan dari karet (2.

akan tetapi mungkin juga kita hanya akan memperoleh satu koloni saja.benar biakan murni (Dwidjoseputro. 1990) : 1. dan sampel ini kemudian di sebar di dalam suatu medium yang terbuat dari kaldu dan gelatin encer.Hal ini untuk menghindari terjadinya kkontaminasi. yaitu masuknya mikrooba lain yang tidak diinginkan sehingga biakan yang tumbuh di dalam medium adalah benar. Di dalam keadaaan yang sebenarnya dapat dikatakan bahwa tidak ada bakteri yang hidup secara tersendiri terlepas dari spesies yang lainnya. Kerap kali bakteri patogen kedapatan bersamasama dengan bakteri saprob. Jika dari pengenceran yang ketiga ini diambil 0. Setelah medium tersebut mengental maka selang beberapa jam kemudian nampaklah kolonikoloni yang masing. Dalam hal yang demikian ini dapat kita jadikan piaraan murni. Dengan demikian dia memperoleh suatu piaraan adukan. Dari hasil pengenceran ini kemudian di ambil kira.1 mL untuk disebarkan pada suatu medium padat.macam spesies diencerkan dalam suatu tabung yang tersendiri. maka kita dapat mengulang pengenceran dengan menggunakan koloni ini sebagai sampel. Untuk menyendirikan suatu spesies dikenal beberapa cara. Bahwa koloni tunggal yang kita peroleh tersebut merupakan koloni yang murni. yaitu (Dwidjoseputro. Dengan mengulang pekerjaan . Dengan pengenceran Cara ini pertama kali dilakukan oleh Lister pada tahun 1865.kira 1 mL untuk diencerkan lebih lanjut. kemungkinan besar kita akan mendapatkan beberapa koloni yang akan tumbuh dalam mdium tersebut. Jika kita belum yakin.1905) mempunyai metode yang lain.masing dapat dianggap murni. Dengan penuangan Robert Koch (1843. 1990). yaitu dengan mengambil sedikti sampel campuran bakteri yang mudah diencerkan. Ia berhasil memelihara Streptococcus lactis dalampiraan murni yang diisolasi dari sampel susu Yang sudah masam Suatu sampel dari suatu suspensi yang berupa campuran bermacam. 2.

sel mikroba di dalam eksperimen pada umumnya tidak diketahui sebelumnya. Metode cawan gores yang dilakukan dengan baik kebanyakan akan menyebabkan terisolasinya mikroorganisme yang diinginkan. Teknik tersebut dikenal dengan Isolasai Mikroba. Terdapat berbagai cara mengisolasi mikroba. Dua macam kesalahan yang umum sekali dilakukan adalah tidak memanfaatkan permukaan medium dengan sebaik. Ada beberapa metode yang biasanya dilakukan untuk menanam biakan di dalam medium diantaranya adalah (Lay. Metode ini memboroskan waktu dan bahan namun tidak memerlukan keterampilan yang terlalu tinggi. Karena konsentrasi sel. 2. yaitu (Admin. 1994) : 1. Namun untuk memperoleh hasil yang baik diperlukan keterampilan yang lumayan yang biasanya diperoleh dari pengalaman.di atas. maka akhirnya akan diperoleh piaraan murni yang lebih terjamin. Proses pemisahan/pemurnian dari mikroorganisme lain perlu dilakukan karena semua pekerjaan mikrobiologis.kurangnyya satu di antara cawan – cawan tersebut mengandung kolonikoloni terpisah baik di atas permukaan maupun di dalam agar. 2008) : . memerlukan suatu populasi yang hanya terdiri dari satu macam mikroorganisme saja. Metode cawan gores Metode ini mempunyai dua keuntungan yaitu menghemat bahan dan waktu.baiknya untuk digores sehingga pengenceran mikroorganisme menjafi kurang lanjut dan cenderung untuk menggunakan inokulum terlalu banyak sehingga menyulitkan pemisahan sel. misalnya telaah dan identifikasi mikroorganisme.sel yang digores. Metode cawan tuang Cara lain untuk mempeeroleh biakan koloni murni dari populasi campuran mikroorganisme ialah dengan mengencerkan eksperimen dalam medium agar yang telah dicairkan dan didinginkan yang kemudian di cawankan. maka pengenceran perlu dilakukan beberapa tahap sehingga sekurang.

gelas piala. jarum ose (inokulasi). Ratna Siri.id http://firebiology07. batang pengaduk. labu erlenmeyer. • Alat khusus yaitu alat yang mempunyai fungsi khusus dan sangat berperan penting misalnya otoklaf. kaki tiga dengan kawat asbes dan rak tabung.ipb. botol tetes. Misalnya : tabung reaksi. Http://bima. 1992. kaca penutup.com/2009/04/19/teknik-isolasi-mikroorganisme/ . oven. Jakarta. gelas objek. cawan petri. pH meter. termometer. Gramedia Kardiaz.wordpress. mikroskop. pembakar spiritus. ball pipet. pipet tetes. Gramedia. spatula. Mikrobiologi Pangan I. labu ukur (tentukur). hal. jarum preparat. Mikrobiologi Dasar dalam Praktek. inkubator.KESIMPULAN • Dalam laboratorium mikrobiologi terdapat alat-alat yang berperan dalam praktikum. keranjang kawat untuk sterilisasi. yaitu : alat gelas dan alat khusus. pipet ukur dan pipet volumetrik. Srikandi.ac. 1993. DAFTAR PUSTAKA Hadioetomo. 3. • Alat gelas adalah alat yang berbahan dasar kaca. gelas arloji.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful