UN

 Ternyata, UN itu tidak sekedar masalah setuju dan tidak pak, namun lebih pada masalah politis. Seorang Widyaiswara dari Depdiknas pernah mengatakan ketika menjelaskan tentang UN di LPMP Semarang waktu aku TOT, aku juga pernah tanya, mengapa UN tetap diadakan? Jawab beliau : 1. Untuk mengukur pencapaian rerata pendidikan secara nasional di Indonesia (aspek kognitif tentunya). 2. Agar tetap terjalin hubungan erat antara pemerintahan Pusat dengan Pemda. (inilah alasan politisnya). 3. UN itu sebuah proyek nasional. Jadi meskipun ada kafilah menggonggong, anjing tetap berlalu n.b. Widyaiswara itu berasal dari Solo, seorang dosen dan sebagai kepala widyaiswara Indonesia yang juga bekerja di Depdiknas, dengan jam terbang secara nasional. Kalau kita pernah mendengar nama pak Mul, nah beliau orangnya. Sayangnya aku tidak memiliki email/blognya. Namun jika ada TOT lagi mungkin ketemu, karena beliau pembicara tetap/favorit di LPMP Jawa Tengah. Blognya bagus sekali dan isinya menantang. Kalawo pengin banyak pengunjung, silakan dolandolan ke blogger lain dan taruh komeng di sana, entar dia lari ke sini. 5af pak, komengku terlalu pendek Kalawo bisa tidak usah dimoderasi dulu pak komengnya, biar pada senang. ^O^ Balas Kami menghargai komentar-komentarnya wandi, salah satu orang cerdasnya indonesia, jago matematika, jago nge blog. Guru Teuladan Atuh Balas 1. Saya tetap setubuh adanya UN, namun dengan sistem yang berbeda/perlu di edit, misalkan UN bukan satu-satunya alat penentu kelulusan dengan alasan sudah berapa puluh ribu anak bangsa (nggak pakai te pak) ini sudah menjadi korban “kekejaman rezim UN” , namun bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan kelulusan dan untuk menentukan studi lanjut anak bangsa (nggak pakai t) itu sendiri. 2. Penyelenggaraan UN tetap secara nasional, namun soalnya harus dari guru masing-masing, dengan demikiman tidak mematikan roh kurikulum sekarang yang katanya KTSP itu. Pelaksanaan KTSP tidak bisa maksimal jika UN tetap seperti sekarang, yang telah mematikan roh KTSP. 3. Kalau boleh usul, aku sendiri cocok jika guru yang membantu siswa belajar, namun ada Tim Independen yang bekerja untuk menyusun/memberikan tes, sehingga guru akan lebih bersemangat untuk berkompetisi secara fair dengan Tim Independen tadi. Tim Independen tetap diambilkan dari guru, dan disetiap Pemda ada, sehingga ada kompetisi antar Tim Independen antar kab/kota. Terima kasih pak Muklis tidak sedang memoderasi komeng dan libur show thing, sehingga sangat bersemangat untuk apdet blognya.

Balas Komennya bagus pak wandi. lainnya tuh hanya kembang lambe eh kembang-kembang ajah Balas Kalau kayak gitu bukan ujian nasional lagi namanya pak. Tapi saya kurang setuju dengan poin no. kita smwa tau klo nilai yg dlm dipakai dlm standar UN a/standar nasional. 2.!! Balas Kalau gitu gimana pendapat anda tentang saran Mas Wandi yang setuju dengan UN asalkan ada perubahan? Setujukah anda? Menurut anda bisakah Ada perubahan seperti yang diharapkan oleh Mas Wandi? Balas I dont agree with national exam. Ms’ org tdk lulus hanya krn 1mt pelajaran…. nah itu alhamdulillah….. because this exam only make students headache and sick.. waktunya aja yang serentak. ada yg pendidikan sangat berkualitas. kita jg smwa sdh tau klo pendidikan di indonesia tdk merata. bagaimana dgn sekolah sma yg berada di daerah ygs angat tertinggal ? apa smuanay bisa mengikuti pelajaran anak” yg sudah meng’global ?? sementara fasilitas tdk memadai……………………. . artinya ujian nasional tetap harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan “peri” kemanusiaan dan “peri” keadilan…. Alasannya gak bisa dong penyelenggaraan UN secara nasional kalau soalnya beda-beda tiap daerah pak.. Balas Kalawo UN yang membuat pusat berarti menyalahi KTSP pak yang notabene gurulah yang paling berhak membuat/merencanakan dan melaksanan 5 kewajiban utama guru. jadi bingung bin bengong Balas sy salah1 warga indonesia yg tdk stuju dgn adanya UN. Tuh kan. itu namanya kan bukan nasional pak. tapi ujian sekolah. Balas Pokok komengku yang nomor 1 pak jane. yang diantaranya adalah penilaian. Bagi yg bisa mendptkan pendidikan berkualitas pasti mereka mampu u/bersaing secara global. ada yg biasa saja dan bahkan ada pendidikan sangat mengharukan biasanya itu terdapat di bagian daerah yg sangat tertinggal.

. Balas jancok kon. knpa kta yang hnya mngerjkan test UAN ini para pejabat dan pemerintah nyobain donk…bsa ap gag Balas hm…thats true ^^ …coz…un …ll be killing student T_T …. mestinya ada pemerataan pembagian Guru. gw rasa .id. bahkan didaerah-daerah ada sekolah-sekolah yang gurunya terbatas.... UAN harus tetep ada… Balas aku pikir Ujian Nasional dihapus aja mas… Balas Kenapa dihapus mba? mana argumennya? Balas Mangnya napa harus tetap ada? bicara tuh yang jelas dong mas… Balas bagi sekolah2 yang baik.. i2 sih blum cukup bukti buat ngeyakinin smua org kl ujian i2 hrs dhentikan.add aku ke facebook aku. Bandung. sbg org yg brpndidikan.co. Surabaya. bajingan. Ini yang seharusnya diubah.* yg bikin uan sp si? pemerintah kan? coba suruh dy kerjain. bs apa kaga. tapi sekolah didaerah-daerah yang kurang terurus? guru2 yang terbaik disebarkan di kota2 . dsb…lalu bagi yang kurang. ditempatkan di daerah. Jakarta. huuu Balas ziska. bs gak lo ngasih sdkt bukti dr argumen lo i2? Balas betul…betul…betul….and me so crazy now … kalau mau debat lagi .. mungkin UAN nggak jadi masalah...nih alamatnya…misa_kahochan@yahoo.

ketakutan. sementara yang di daerah tetep kesulitan. tekanan dll. tertekan dan seolah-olah hanya ujian nasional adalah solusi yang terakhir. pendapat gw sih.kalo masih kaya gini. tapi mental kita yang kurang siap wat itu… jadi soal segampang apa pun pasti susah dijawab cz mental kita yang masih lemah jadi kenapa un harus ditiadakan? padahal soalnya itu” aja cuma angka ma rumus dituker” Balas . namun itu tidak bisa dijadikan tolak ukur kelulusan bagi siswa. kita sebagai penerus bangsa harus mencari solusinya bukan HANYA denga cara menghapuskan UN.. ternyata un tuh gag seserem yang kita bayangin. Balas ya gimana ya mas…. Aku sama skali gagg setuju dengan adax UAN.itu maslahnya…. soal”nya juga gag begitu sulit kok…. akan tetapi bagaimana untuk meraih hasil itu. yang dikota bisa ngikutin. Balas esensi dasar dari sebuah pendidikan adalah melepaskan manusia dari lembah pembelengguan. Rasax gagg adil aja.. karena dalam usaha dan do’a akan meraih hasil Balas in my opinion… Aku gagg bisa munafik ya.. akan tetapi fakta telah menjawab bahwasannya ujian nasional membuat kita takut. tugas kita bukan untuk berhasil. Seperti alasan orang2 pada umumnya. akan tetapi untuk berusaha dan berdo’a. sebagai seorang siswi yg dah klas 3 sma. yang kita butuhkan dalam hidup ini adalah bukan sebuah hasil. yang masih banyak lagi. Gimana kalo anak itu pintar dan karena adax elahgangguan misalx sedang sakit lalu anak itu tidak konsentrasi dalam melaksanakan Ujian?? Tidak menutup kemungkinan anak itu tidak dapat menyelesaikan ujianx dengan maksimal. saya juga berani bilang ” masa gara2 waktu beberapa jam saja bisa merusak tiga tahun seorang pelajar?” Tentu itu bisa dijadikan alasan yang sangat logis. siswa yang berkompeten tidak lulus hanya karena nilaix tidak mencapai standar yang telah ditentukan. Bisa saja ujian nasional tetap ada.

. kenapa tidak ada variasi bobot penilaian kelulusan saja? misalnya dengan UAN sebesar 30%...kenapa indonesia malah mau menghilangkan uan ??????????? menurt saya sebagai siswa sebenarnya uan itu egois karena hanya melihat nilai akhir dengan tidak memperhitungkan kognitif dan psikomotorik siswa/siswi di sekolah .. tetapi outputnya banyak diprihatinkan oleh banyak pihak. saya udah lulus sih dr SMA. 3. karena dalam pelaksanaan proses pembelajaran menggunakan KTSP sehingga perlu adanya kriteria secara nasional untuk menentukan kualitas pendidikan agar ketika nanti siswa berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional tidak terjadi ketimpangan. karena dari mana kita bsa taw standart kelulusan . makasih.. karena gurulah yang mengajar mereka dan tau berapa besar kemampuan mereka. tapi saya sendiri tidak setuju dihapuskannya UAN. negara lain sudah semakin meningkatkan SKL nya . tanpa ujian nasional pada masa. 2.hehe..saya ttp stuju uan d adakan ..melainkan karena kekacauan mesin atau yg lainnya. karena dari bidang ilmu yang saya jalani. terbukti pada era 1960-an.. Tetapi sebagai guru yang cukup lama bergelut di dunia pendidikan saya merasa ujian nasional sangat penting...masa sebelumnya lulusan bisa dipastikan 100% ( karena bisa dimainkan ). Balas Sebenarnya kita tak harus disibukkan dengan persoal ada dan tidaknya ujian nasional.. termasuk dunia kerja Balas . sebagai contoh : banyak anak-anak yang tergolong pintar justru tidak lulus .gurulah yang sebenarnya paling mengetahui siswanya yang mana yang layak lulus.UAS 30% dan nilai raport sebesar 40%? mungkin itu akan jauh lebih adil dalam penentuan kelulusan... Balas yg nolak Un tu bisanya anak2 yg malezzz kayak gw nich……………. 1970-an ketika ujian hanya meluluskan beberapa siswa dari sekian puluh siswa. uan sebaiknya tidak dijadikan sebagai satu2nya penentu kelulusan. TAPI. yang mungkin ketidaklulusannya itu bukan disebabkan karena kwtidakmampuan siswa. justru menghasilkan lulusan yang berkualitas.. tapi saya memang merasakan sekali kecemasan yang sangat besar dan juga degdegan ga karuan saat menjelang UAN. Balas saya mau gabung dengan situs ini karena merasa agak tertarik dengan topik yang dibahas. terasa kurang fair jika kita menempuh pendidikan selama 3 tahun dengan berbagai proses “jatuh bangun” selama tiga tahun tersebut namun bisa tidak lulus karena satu mata pelajaran yang tidak lulus. bukan rahasia lagi. Alasannya : 1. UAn bagus diadakan karena dijadikan sebagai standar penyamarataan mutu sekolah.

masalah diadain ataupun gx.buku dll. They argue that not all students achieved the subjects that will be . jadi kita gx akn bingung.kalo menurut saya ya. ada yang membeli kunci jawaban. dosen saya pernah berkata untuk menilai kualitas suatu sekolah jangan menilai dari tingkat kelulusan pada saat UN. pemerintah juga harus bisa nentuin buku yang pas dan tepat untuk murid. Balas saya seorang yang tidak setuju dengan keberadaan UN di indonesia. It is still not fair after all they have spent almost 3 years for studying at school and finally it is only assessed by the final examination which just lasts for a couple days. sebenarnya tujaun Un itu sendiri baik. sekarang ini banyak siswa yang lulus dengan nilai baik namun bukan dari jawabannya sendiri. emank sih UN dah nyusahin baget. tp itulah kenyataan yang dihadapi siswa-siswa sekarang. and the government only assessed some of the subjects not all the subjects. maka dari itu unas tidak dapat dijadikan penentu kualitas murid. untuk lebih memotivasi siswa untuk menigkatkan intelektualnya. malah ada anak yang berprestasi namun tidak lulus ujian nasional. jika memang seperti itu mengapa pelaksaan UN tidak disamakan saja dengan pelaksaan SNMPTN?? Balas kalau menurut saya tentang UN. tapi ini gx akn ssah kalau semua merata. tapi nilai dari seberapa persen siswa sekolah tersebut yang lulus SNMPTN. sungguh ironis memang. it gx jadi masalh. hanya saja tujuan agung UN itu dinodai dengan adanya kecurangan-kecurangan upaya untuk meluluskan siswa 100%.UN juga menuntut kemampuan siswa untuk merangkum materi yang telah diajarkan selama 3 tahun menjadi 5 hari. gtu aj yaw NATIONAL EXAMINATION National examination in Indonesia Everyone is thinking of national examination is not fair for students. dari segi guru. dll.

Incentive funds were awarded to districts with a graduation percentage of students less than 80 percent. junior high schools. The second argument is if all the materials or the subjects are assessed in national examination. 2011. So. Furthermore. the government will get difficulties in grading the scores. the school sends the school values to be combined with the results of the National exam to ministry of national education. 2011 and graduation announcements education unit at April 18. Schools combine value with other subjects. If all the subjects are assessed by the government. so it is not fair.National exam competence vocational school held no later than one month before the examination begins Before graduation was announced. What students learned had been assessed at the school examination. The first is each school has the examination itself. and it had been assessed in the school every 6 month. maybe they achieved the other subjects. In April next has used a new formula for determining graduation of the combined value of the UN with the school. The government only assesses some of the main subjects and the other subjects are assessed by the school. but much of people’s arguments are irrelevant. it does not mean that what students learned is useless. the map value analysis will be conducted each school. What determines the fixed graduation educational unit. 2011. the value is returned to the school. In addition to funding. it will take a long time and complex mechanism of grading the scores. after combined with the formula of 60 percent of the UN plus the 40 percent value of the school. upper secondary school level. National Exam for senior high schools. vocational high school will be held 18 to 21 April 2011. While the National exam Supplementary SMP held 3 to 6 May 2011. including school exams and the value of report cards. There are seven other subjects must be passed. While the level of junior high school will be held 25 to 28 April 2011. So. Schools that low value such interventions will be carried out in 2011 which provides incentive funds amounting to Rp 1 billion as a stimulus to the 100 districts that have a low value of the National exam.examined. the government also intervened in the program to improve . while the National exam announcement of SMP by the educational unit on June 4. it would be easy to pass the National examination. The third and the last argument is the materials that be assessed are the materials that students got for three years. National examination Supplementary SMA / MA / SMK will be held April 25 to 28.

they represents the student’s achievement. The other argument why national examination is very useful is that national examination can be the standard of the quality of the students. Conclusion Although half of us believe that national examination is not effective. national examination should not be abolished because it is a useful thing to know the achievement. and standard of the students. National examination is the best way to know the grade of the students. Is there is any educational people in Indonesia? Without a doubt. if school A’s graduation level is 98% and graduation level of school B is 95%. The target is the implementation of National exam honesty. If there is no national examination what will happen in the future. but national examination is still very useful for an education map not only for the government but also for the schools and the students. the answer is no.teacher competency and remedial. There is no specific target students' graduation. people will choose and judge that school A is better. In conclusion. so the quality of the students is good. We can see the quality of the students from the grade or achievement that students get from national examination. For example. Many people demonstrate about national examination because they do not know the benefits of national examination. If the average of students’ achievement is high so it means that the quality of Indonesian students is high also. grade. If the grade or achievement is high. So the government should not abolish national examination. Eventhough there are only some subject that are being assessed. It also can be argued that with national examination people can know the best and the most appropriate school to choose for their children based on the result of the national examination. It is more expensive because of the graduation rate last year was 99 percent. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful