FIELD VISIT BLOK 2.

6 PSTW ABIYOSO
Laporan Disusun sebagai tugas blok 2.6

Oleh : Yohanes Arvi Primadian Kelompok 7 NIM 08/264993/KU/12629

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA

2010

maka penulis berharap adanya masukan yang membangun dari pembaca.KATA PENGANTAR Pertama kali penulis memanjatkan puji dan syukur ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa atas tersusunnya laporan mengenai field visit ke PSTW Abiyoso ini. Seperti peribahasa ³Tak ada gading yang tak retak´. Yogyakarta. Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih dan selamat membaca. Walaupun demikian penulis tetap berusaha agar laporan ini tetap dapat diselesaikan dengan baik. Penyusunan laporan ini merupakan tugas yang harus dipenuhi sebagai hasil tertulis mengenai pengamatan di lapangan. Dalam penyusunan laporan ini. namun juga dengan bantuan oleh semua pihak yang telah membantu yang tidak dapat disebutkan satu per satu. agar menjadi bahan evaluasi bagi penulis. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. penulis tidak mengalami jalan yang lurus terus menerus namun adakalanya penulis mengalami hambatan atau kendala. Di sisi lain semua itu bukan hanya karena usaha dari penulis saja. 10 Juni 2010 Penulis Yohanes Arvi Primardian .

PSTW ABIYOSO. ada yang dibawa oleh petugas. Selanjutnya dikatakan oleh pengurus PSTW Abiyoso bahwa kondisi lansia yang ada di PSTW Abiyoso bermacam-macam. sehingga dapat dilihat bahwa mereka berasal dari berbagai golongan. antara lain lansia yang akan masuk harus berumur 60 tahun ke atas. ada yang bertanggung jawab untuk mengisi blanko yang disediakan panti. dan sebagian dari keluarga mampu. tanggal 9 Juni 2010 kami mengunjungi sebuah unit pelayanan sosial yang bertempat di daerah Pakem Yogyakarta. Dari jumlah 110 lansia tersebut 80 % lansia wanita. Masing-masing wisma memiliki seorang pengasuh dengan aktivitas antara lain kegiatan kerohanian yang dilaksanakan setiap hari Senin dan Kamis. ada yang tinggal di sana atas keinginan sendiri. ada juga yang dari kalangan dosen dengan gelar profesor. Sebagian berasal dari keluarga tidak mampu. lansia tersebut dengan kemauan sendiri masuk ke panti bukan karena paksaan keluarga ataupun yang berkaitan dengannya. kegiatan ketampilan yang dilakukan tiap hari Rabu dan Jumat. Proses admisinya dilakukan dengan persyaratan yang cukup ketat. yaitu Panti Sosial Tresna Werdha Abiyoso. Dengan fasilitas 11 wisma Panti Sosial Tresna Werdha Abiyoso mampu menampung lansia sebanyak 110 orang. SURGA DUNIA BAGI LANSIA Pada hari Rabu. dan pada hari Minggu diadakan senam pagi. Ada juga dari mereka yang dulunya seorang gepeng. Bangunan panti ini terkesan kokoh dan rindang sehingga menimbulkan kesan adem ayem bagi pengunjung maupun para lansia yang tinggal di sana. tidak punya sanak keluarga (terlantar). ada yang diantar keluarga. 20% lansia laki-laki. . ada surat keterangan sehat dari dokter (sehat jasmani dan rohani). kegiatan kesenian dengan menghadirkan warga kampung sekitar dilakukan tiap hari Selasa dan Sabtu. Panti ini dibangun di daerah berhawa sejuk yang sangat mendukung fungsinya dimana Panti Sosial Tresna Werdha Abiyoso merupakan salah satu lini pelayanan sosial bagi lansia di Yogyakarta. 10% lansia dalam kondisi bedrest sedangkan sisanya dapat melakukan aktivitasnya sendiri.

sehingga tak jarang mereka jatuh miskin. Bimbingan kesehatan (Poliklinik panti dan rujukan ke RS bila perlu) 3. ada pula yang sudah mengalami demensia sehingga untuk melakukan aktifitas sehari-hari memerlukan bantuan dari petugas panti. Program pelayanan rutin 2. Bimbingan rohani (untuk semua agama) 5. Bimbingan psikologis (Permainan. psikis. dll) . sharing. Program trauma center 6. antara lain mudah tersinggung. Selain permasalahan kesehatan ada juga permasalahan psikis yang paling sering terjadi pada lansia. dll) 4. ada yang memiliki penyakit kronis. Program pelayanan khusus 3. sosial dan ekonomi. Program TETIRAH (Tinggal sementara dalam panti) Dan PSTW Abiyoso memberikan pelyanan dalam 6 aspek meliputi: 1. Sedangkan permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh lansia yaitu pendapatan beliau yang menurun drastis setelah pensiun. meliputi masalah fisik / kesehatan. PSTW Abiyoso mempunyai 6 program unggulan meliputi: 1. Bimbingan sosial 2. organ tunggal.Oleh pengelola PSWT Abiyoso dijelaskan bahwa lansia-lansia yang tinggal di sana secara umum memiliki berbagai macam permasalahan. menarik diri. bahkan halusinasi. Kondisi kesehatan (fisik) juga bermacammacam ada yang sehat. Bimbingan keterampilan 6. Program ³day care services´ 4. Untuk permasalahan sosial yang paling sering terjadi adalah perbedaan latar belakang dari masing-masing lansia yang sangat beragam sehingga mungkin saja terjadi ketidakcocokan antar lansia. Untuk melakukan fungsinya sebagai pusat bimbingan dan pelayanan untuk lansia di dalam maupun di luar panti. Program home care 5. Bimbingan kesenian (kerawitan.

ungkap beliau sambil menunjukkan lututnya yang nyeri. ³Kata dokter ini keropos tulang´. juga di tulang belakang (kifosis). Selain nyeri di lutut beliau juga mengeluhkan kram yang muncul di saat bangun tidur. Saya bersama dengan Adityo Prabowo melakukan wawancara dan pemeriksaan kepada satu lansia. Beliau juga mengeluhkan pusing-pusing yang dikarenakan adanya riwayat hipertensi. beliau sudah 2 tahun lebih berada di sana yaitu dari tahun 2007. Aktifitas fisik beliau sedikit terganggu akibat adanya gangguan di lututnya. pendengaran kencing (tidak pernah mengompol). nenek yang tidak pernah mengenyam bangku sekolah ini pernah merantau ke Jakarta sebagai pedagang sembako sampai akhirnya pada tahun 2007 beliau memutuskan untuk kembali ke Prambanan dan tinggal di PSTW Abiyoso karena memang beliau tidak memiliki anak kandung. Dari lembar penyaring problem usia lanjut dapat diketahui bahwa beliau tidak mempunyai gangguan mata. ingatan. Keluhan sistem lain yang dikeluhkan mengenai pernapasan dimana beliau merasa sesak nafas bila merasa sedih.Pada inti kegiatan field visit yang kami lakukan. Keluhan kesehatan yang paling sering beliau rasakan adalah nyeri sendi di daerah lutut terutama jika jalan ataupun berdiri. Disambut dengan senyum oleh para lansia di wisma Pangobakan menambah minat kami untuk lebih tahu semua tentang lansia yang ada di wisma tersebut. Namun dalam hal psikologi dan aktifitas fisik terdapat beberapa gangguan. nutrisi. sampai mereka berdua adu mulut. diadakan studi lapangan dengan langsung terjun ke salah satu wisma yang ada di sana. Dan pada bulan Februari 2010 suami Ibu Suratmini meninggal dunia. Terakhir kali beliau mengalami sesak nafas adalah saat punya masalah dengan teman sewismanya yang tidak sependapat dengannya. Beliau bercerita bahwa selama 2 tahun tinggal di PSTW Abiyoso. Lahir di Prambanan. Lansia yang kami wawancara bernama Ibu Suratmini (69 tahun). Dalam hal psikis beliau terkadang merasa . beliau sudah jatuh sebanyak 2 kali. Dalam menjalani kehidupannya di PSTW Abiyoso ini Ibu Suratmini sering mengalami beberapa keluhan kesehatan maupun masalah sosial. sehingga membuat beliau enggan mengikuti senam pagi.

Menjaga kesehatannya dengan rutin kontrol dan mematuhi nasehat dokternya serta medikasinya. karena dengan demikian beban pikiran beliau akan berkurang sehingga tidak memacu penyakitnya. pengelola dan pelayan sosial yang . 2. Meningkatkan kuantitas dan kualitas mengabdikan dirinya di PSTW Abiyoso. dan dua obat lainnya yang menurut beliau merupakan obat untuk gangguan lututnya. Pada saat ini beliau mengonsumsi empat jenis obat di antaranya Nifedipin. Perhatian dari saudaranya dan keponakan-keponakannya sampai sekarang masih terjaga. namun beliau enggan menceritakan penyebab perasaan sedihnya itu. saya sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM memberikan beberapa saran untuk institusi yang berkaitan: 1. Meningkatkan proses sosialisasi kepada masyarakat mengenai kepedulian terhadap lansia (dengan promosi secara lisan maupun tulisan) 2. Dari ulasan panjang di atas. Memperbaiki hubungannya dengan teman sewismanya yang sempat adu mulut dengannya. Namun beliau terkadang juga tidak rutin memakan obatnya tersebut dikarenakan beliau hanya dapat memakan obat-obat tersebut dengan pisang. Natrium Diklofenak. sehingga jika pisangnya habis dan pengasuh lupa menyediakan beliau tidak bisa memakan obatnya. Dan untuk Bu Suratmini saya menyarankan untuk: 1.sedih. dengan rutinnya kunjungan mereka ke panti tiap 3 bulan 1 kali.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful