P. 1
Bhs Ind SMP 9 Penerbit CV Cahaya Dipersada Buana Padang

Bhs Ind SMP 9 Penerbit CV Cahaya Dipersada Buana Padang

|Views: 61|Likes:
Published by CV Cahaya Dipersada
Bahan Ajar Bahasa Indonesia SMP 9 Penulis: MGMP Bhs Ind SMP Kota Bukittinggi, Penerbit CV Cahaya Dipersada Buana Padang.
Bahan Ajar Bahasa Indonesia SMP 9 Penulis: MGMP Bhs Ind SMP Kota Bukittinggi, Penerbit CV Cahaya Dipersada Buana Padang.

More info:

Published by: CV Cahaya Dipersada on May 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/20/2011

pdf

text

original

Dialog Interaktif

BAHAN AJAR I I. I. II. 1. 2. 3. MENDENGARKAN Standar Kompetensi: Memahami dialog interaktif pada tayangan TV / Radio Kompetensi Dasar : 1.1. Menyimpulkan isi dialog interaktif beberapa narasumber pada tayangan televisi/siaran radio Indikator Dengan barkhirnya pembelajaran ini peserta didik dapat : Menentukan hal-hal penting dalam dialog interaktif Menentukan tema dialog interaktif Menyimpulkan isi dialog interaktif

Uraian Materi
Dialog interaktif adalah percakapan yang dilakukan dua orang atau lebih dengan tujuan membahas suatu topik. Dialog interaktif dapat disaksikan dalam siaran televisi atau didengarkan melalui siaran radio. Peserta dialog dipilih dari pihak-pihak yang memiliki pengetahuan atau pengalaman hidup yang sesuai dengan topik yang dibahas. Misalnya, dialog dengan topik pengembangan industri rumah tangga dapat melibatkan seorang pemilik usaha mi basah, ahli pemasaran, analis gizi, pedagang mi pangsit, dan konsumen. Dialog interaktif sering ditayangkan di televisi dan radio. Dialog merupakan bentuk tanya jawab antara pembawa acara dengan narasumber. Narasumber dalam dialog biasanya lebih dari satu. Hal ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan informasi yang disajikan. Di sampan itu, banyak media elektronik yang menggelar dialog interaktif. Dialog interaktif adalah dialog yang melibatkan peran pendengar untuk ikut menanggapi atau menanyakan seputar isi pembicaraan dalam dialog itu. Pendengar atau pemirsa dapat memberi masukan, saran, atau usul mengenai topik yang sedang dibahas dalam dialog. Dengan demikian, topik yang dibahas akan semakin tajam dan mendalam. Dialog interaktif penting untuk diikuti sesuai denga topik yang sedang dibicarakan. Apabila kamu sering mengikuti dialog interaktif, kamu tidak akan ketinggalan informasi terkini tentang berbagai hal. Informasi terkini merupakan masalah yang sedang hangat dibicarakan di masyarakat. Hal ini merupakan salah satu faktor pentingnya kamu menguasai kompetensi dasar menyimpulkan isi dialog interaktif beberapa narasumber pada tayangan televisi atau radio. Cara mendapatkan informasi lengkap sebagai berikut. 1. Menyimak dengan cermat dialog yang disiarkan secara utuh. 2. Mencatat informasi yang terdapat dalam dialog. Informasi yang kamu butuhkan dapat ditemukan dalam pokok-pokok informasi dialog. Pokok-pokok informasi merupakan masalah, peristiwa, atau kejadian yang dibicarakan dalam dialog. Dialog interaktif memuat beberapa informasi.

Bahasa Indonesia IX Semester 1

3

3. Merangkum jawaban berdasarkan informasi yang ditemukan dalam dialog interaktif. 4. Membuat simpulan dari kalimat utama dalam rangkuman. 5. Melaporkan informasi secara tertulis atau lisan.

Aktivitas.

(Peserta didik mendengarkan rekaman atau teks dibacakan) Bacalah dialog di bawah ini dengan baik, kemudian perankan di depan kelas bersama temanmu!

Penyiar : Selamat sore, sobat muda pendengar Radio "Swara Muda". Kali ini, telah hadir kawankawan kalian dari SMP "Putra Mandiri". Kami akan berdialog bersama mereka dengan topik Bisakah Lirik Lagu Member! Sumbangan bag/ Remaja untuk Tumbuh Kembang ke Alam Dewasa? Man kita dengar gagasan pikiran, kesan, dan harapan mereka. Halo, apa kabar semua? Semua : Baik, Kak. Penyiar : Sudah tahu topik dialog kita ini? Saskia : Sudah, Kak. Bisakah Lirik Lagu Memberikan Sumbangan bagi Remaja untuk Tumbuh Kembang ke Alam Dewasa? Nih, Kak Anton sudah membawa beberapa tabloid musik. Penyiar : Oh, jadi, kita akan berusaha menemukan rumusan tentang karakteristik atau ciri-ciri musik yang dapat memberikan sumbangan bagi kaum remaja untuk tumbuh dan berkembang ke alam dewasa. Anton : Ya, Kak. Musik merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari kita. Musik menemani kita belajar, menghibur, dan mendorong munculnya inspirasi. Penyiar : Aliran musik yang biasa kalian dengar, apa? Saskia : Saya menyukai musik jazz dan pop, Kak. Mitha : Saya juga suka jenis pop, tap! kadang juga mendengarkan R&B. Firman : Untuk jenis aliran musik, saya pilih klasik. Penyiar : Oke. Kita tahu lirik lagu-lagu yang kita dengarkan ditulis dalam berbagai tema. Menurut kalian, adakah sumbangan lirik lagu bagi kehidupan kalian? Firman : Saya pikir, setiap lirik lagu ditulis dengan tujuan tertentu. Misalnya, menyampaikan informasi tentang pengalaman hidup seseorang, mengajak orang lain untuk merenungkan kehidupan, atau bahkan mengajak untuk melakukan sesuatu. Penyiar : Oke. Pengalaman kehidupan seperti apa yang pernah kalian pahami dari lagu? Saskia : Dalam lagu-lagu yang dinyanyikan kaum muda, biasanya pengalaman cinta, Kak. Tapi, kalau kita mau mendengar lagu-lagu Ebiet G. Ade, ada pengalaman kerohanian yang sangat kaya. Misalnya, dalam lagu "Berita kepada Kawan". Lagu itu mengisahkan pengalaman Ebiet bertemu seorang anak kecil yang ayah-ibunya meninggal dalam bencana alam. Mita : Aku suka mendengarkan lagu-lagu Bimbo yang mengajak kita merenungkan kembali tentang hubungan kita dengan Tuhan, kisah para rasul, dan peristiwa sehari-hari yang sarat dengan pesan keagamaan.

Anton
Saskia

: Ya, pesan-pesan sosial dalam lagu Iwan Fals mengajak kita untuk ikut merasakan penderitaan orang-orang kecil. Mit ha : Saya juga suka lirik lagu yang dinyanyikan Melly Goeslaw dan Ari Lasso yang berisi pesan tentang keindahan cinta yang tulus. Saskia : Lirik lagu pop Indonesia dibanjiri tema-tema cinta. Kadang saya berpikir, andai 40 persen lagu Indonesia ditulis dengan pesan moral dan sosial maka para penulis lagu dapat memberikan sumbangan besar untuk membangun jiwa kaum muda.

: Menurut saya, lagu-lagu Iwan Fals belum pernah tertandingi dalam menyampaikan pesan-pesan sosial dan kemanusiaan.

4

PELANGI

Firman : Ya, saya setuju. Penulis lirik lagu Indonesia harus punya wawasan kebangsaan, sehingga ia bisa mengambil peran yang lebih besar dalam membangun bangsa melalui musik. Musik, kan, tak pernah lepas dari kehidupan remaja. Anton : Indonesia perlu memiliki 10 Iwan Fals. Saskia : Wah, harusnya lebih banyak lagi! Penyiar : Nan, kita sudah tahu sumbangan musik, khususnya lirik lagu bagi remaja untuk tumbuh kembang ke alam dewasa. Sekarang kita simpulkan, yuk! Apa, sih wujud sumbangan itu? Anton : Kita menginginkan lagu dengan lirik yang berisi pesan sosial. Ya, agar kita tumbuh menjadi anak yang peka terhadap masalah sosial di sekitar kita. Saskia : Kita memerlukan lagu yang tidak hanya menghibur, tapi juga membantu kami tumbuh lebih dewasa. Lirik lagu dapat menambah wawasan tentang kehidupan yang luas dan sikap-sikap yang lebih bijaksana. Firman : Penulis lagu dan lirik juga harus punya komitmen moral, Kak. Kita ingin menjadi remaja yang menjunjung nilai-nilai kebenaran dan peka terhadap masalah kemanusiaan Saskia : Ya, kita pun tidak ingin menjadi remaja cengeng yang merintih-rintih karena masalah cinta. Tema cinta, ya, jangan hanya bicara rindu dan putus cinta melulu. Mitha : Lagu-lagu dengan tema ketuhanan juga amat penting, Kak. Kadang kita lebih bisa menghayati kebesaran Tuhan melalui lagu. Penyiar : Mudah-mudahan dialog kita ini didengar para pencipta lagu dan penulis lirik, ya. Nah, kita tunggu prestasi mereka. Terima kasih atas kehadiran kalian, semoga sukses. Selamat sore sobat muda. Sampai jumpa minggu depan!

a. Berdasarkan teks di atas, jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. Siapa saja peserta dialog di atas? 2. Apa topik dialog yang mereka bicarakan? 3. Di mana mereka berdialog? 4. Apa tujuan mereka berdialog? 5. Bagaimana suasana selama dialog berlangsung? 6. Jika dilihat dari topik dan peserta dialog, siapakah kelompok pendengar acara tersebut? 7. Apakah topik yang mereka bicarakan cukup menarik? Apa alasannya? 8. Apakah dialog tersebut cukup bermanfaat bagi pendengar yang dituju? Pada bagian yang mana? 9. Apakah penyiar sebagai moderator dapat mengarahkan peserta dialog sehingga topik yang dibahas menjadi jelas? 10. Apa saranmu mengenai topik lain yang penting untuk dibahas dalam dialog remaja? b. Catatlah hal-hal penting yang terdapat dalam dialog tersebut! c. Simpulkan isi dialog dengan merangkaikan hal-hal penting yang telah dicatat! d. Tuliskan informasi apa saja yang dapat kalian tangkap dari dialog itu!

Bahasa Indonesia IX Semester 1

5

I. I. II. 1. 2. 3.

BAHAN AJAR 2 MENDENGARKAN Standar Kompetensi : Memahami dialog interaktif pada tayangan TV / Radio Kompetensi Dasar : 1.2. Mengomentari pendapat narasumber dalam dialog interaktif pada tayangan televisi/siaran radio Indikator Dengan berakhimya pembelajaran ini peserta didik dapat: Menentukan informasi tersirat atau tersurat dalam dialog Mendata pendapat tiap-tiap narasumber Mengomentari pendapat narasumber dengan alasan yang meyakinkan

Uraian Materi
Komentar atau tanggapan dapat berupa pernyataan setuju atau tidak setuju dengan Pendapat narasumber. Dapat pula dengan memberi penilaian terhadap pendapat yang dikemukakan. Komentar dapat disampaikan sebagai berikut. • Saya setuju dengan pendapat (nama narasumber) sebab fakta yang dikemukakan sesuai kenyataan/pendapatnya lebih masuk akal • Saya kurang setuju dengan pendapat (nama narasumber) sebab fakta yang dikemukakan tidak sepenuh nya benar/logika berpikirnya sukar dipahami. • Pendapat (nama narasumber) didukung oleh fakta dan alasan yang meyakinkan. • Pendapat (nama narasumber) disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami Saat ini, salah satu acara yang marak disiarkan di televisi dan radio adalah dialog interaktif. Dialog interaktif dilaksanakan untuk membahas sebuah topik. Dialog interaktif melibatkan narasumber dan pihak-pihak tertentu yang relevan dengan topik yang dibahas.

Aktivitas.
Dengarkan pembacaan dialog berikut ini, yang akan diperankan oleh temanmu! Penyiar : Selamat sore, para pendengar. Selamat sore, Nadhifa dan Bapak Rahmat Basuki Semua : Selamat sore. Penyiar : Para pendengar dan hadirin di studio, sore ini telah hadir di antara kita, Nadhifa Astuti. Nadhifa baru saja meraih juara iomba penulisan esa; SMP tingkat nasional dengan topik "Proyeksi Diri Menjemput Hidup Sukses Tahun 2020". Nadhifa hadir di studio didampingi oleh guru pembim bingnya, yaitu Bapak Rahmat Basuki. Pertanyaan yang pertama akan saya ajukan kepada Nadhifa sejak kapan Nadhifa gemar menulis? Nadhifa : Sejak saya belajar menulis. Ibu sayalah yang menanamkan kebiasaan menulis. Setiap hari, saya dibiasakan mencatat berbagai pengalaman, kebutuhan, dan rencana. Jadi, kegemaran itu tidak muncul tiba-tiba, tetapi ditanamkan oleh Ibu sejak kecil. Penyiar : Wah, hebat. Ibu dan anak yang kompak untuk mengasah keterampilan diri di bidang menulis. Pertanyaan saya sekarang kepada Bapak Rahmat Basuki. Apa keistimewaan tulisan-tulisan Nadhifa, Pak?

6

PELANGI

Guru pembimbing :

Sebelum saya kemukakan keistimewaannya, perlu diketahui bahwa pena atau tuts-tuts pada keyboard komputer itu ibarat lidah bagi Nadhifa. la memiliki kemampuan yang luar biasa dalam mengungkapkan gagasan secara tertulis. Keistimewaan tulisan Nadhifa, topik karangannya dibahas dengan runtut lengkap, jelas, dan menggunakan bahasa yang komunikatif. Penyiar : Bagaimana jika dibandingkan dengan kemampuan menulis para pelajar lainnya yang sebaya dengan Nadhifa? Guru pembimbing : Kebanyakan siswa kita kurang lancar dalam mengungkapkan gagasan secara tertulis. Secara umum, kemampuan menulis siswa kita belum berkembang maksimal atau masih lemah. Nah, muncul pertanyaan lain. Mengapa kemampuan menulis siswa kita belum berkembang maksimal atau lemah? Penyiar : Nah, muncul pertanyaan saya kembali kepada Bapak. Apa faktor penyebab kemampuan menulis siswa kita belum berkembang maksimal atau lemah? Guru pembimbing : Saya membagi faktor penyebab ini menjadi dua, yakni faktor inter¬nal dan faktor eksternal. Faktor internal, antara lain lemahnya motivasi dan kesadaran bahwa kemampuan menulis sangat dibutuhkan dalam berbagai aktivitas kehidupan misalnya pengembangan ilmu, penyebarluasan informasi, mengembangkan hubungan sosial, bah-kan untuk menekuni sebuah profesi sebagai penulis atau wartawan. Faktor eksternal, misalnya kurangnya kesadaran lingkungan untuk memberikan fasilitas, dukungan, dan kesempatan bagi para siswa untuk mengembangkan kemampuan menulis. Akibatnya, pengem¬bangan kemampuan menulis terabaikan sebagai salah satu kebutuhan vital manusia untuk berkembang. Penyiar : Bagaimana pendapat Nadhifa? Nadhifa : Menulis belum disadari sebagai kebutuhan pengembangan diri. Kebanyakan siswa lebih tertarik untuk mengerjakan soal-soal latihan untuk meraih nilai yang tinggi. Padahal, menulis justru menarik dan menantang karena kemampuan menyelesaikan soal-soal latihan ditetapkan untuk memecahkan masalah yang bersifat praktek. Misalnya, teori yang dipelajari dalam mata pelajaran Biologi tidak sekadar untuk menjawab soal latihan, tetapi diterapkan untuk memecahkan masalah kehidupan yang nyata. Teori ekosistem bisa digunakan sebagai bahan penulisan artikel tentang lingkungan hidup Penyiar : Baiklah. Para pendengar dan hadirin di studio, di ujung telepon sana, di Kota Banjarmasin, telepon kami telah terhubung dengan Ibu Rahma Nuraini, ibunda Nadhifa Astuti. Halo, Ibu ... selamat sore. Rahma Nuraini : Selamat sore ... Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Penyiar : Waalaikum salam. Ibu, Nadhifa telah memenangkan lomba penulisan esai pelajar tingkat nasional. Kami ingin tahu, apa peran keluarga dalam mendukung keberhasilan Nadhifa? Rahma Nuraini : Pertama, kami di rumah memang membiasakan diri untuk menjalani hidup sehari-hari dengan rencana yang jelas dan tertulis. Begitu juga Nadhifa. Saat ia memutuskan untuk mengikuti lomba penulisan esai, kami sekeluarga berdiskusi untuk membuat rencana tertulis agar Nadhifa bisa menyiapkan diri dengan baik. Penyiar : Apa bentuk rencana itu, Bu? Rahma Nuraini : Kami ajak Nadhifa menyusun jadwal persiapan pemilihan topik, pengumpulan bahan, penulisan draf, diskusi, konsultasi dengan guru, pakar yang relevan dengan topik yang dibahas, revisi, dan pengiriman naskahnya. Penyiar : Wah, membuat jadwal yang sangat sistematis, ya? Rahma Nuraini : Kami berpendapat, sukses itu akan diperoleh dengan usaha yang tekun dan serius.

Bahasa Indonesia IX Semester 1

7

Penyiar

: Baik, Bu, terima kasih telah bergabung dengan kami. Sampai jumpa. Nah, saya kembali kepada Bapak Rahmat Basuki. Apakah di sekolah terdapat banyak siswa yang berbakat menulis seperti Nadhifa? Rahmat Basuki : Begini. Sebenarnya, setiap anak memiliki bakat. Tantangan kita adalah bagaimana menciptakan kesempatan agar setiap anak dapat mengembangkan bakat dan memiliki motivasi untuk terus belajar menulis. Penyiar : Bisa dijelaskan lebih lanjut, Pak? Rahmat Basuki : Tahun lalu, saya berkesempatan berkunjung ke beberapa sekolah di Malaysia. Di sana, saya menyaksikan dan berdiskusi dengan guru tentang pengembangan kegiatan pembelajaran. Kemampuan menulis dikembangkan melalui berbagai lini. Artinya, tagihan atau pengukuran hasil belajar tidak selalu melalui ujian atau tes, melainkan melalui tulisan yang dihasilkan siswa dalam proses pembelajaran. Ini artinya, setiap anak secara tetap diberi kesempatan belajar menulis melalui kegiatan pembelajaran di kelas. Hasilnya, tidak ada siswa yang tidak bisa menulis. Penyiar : baik. sekarang, asya berikan kesempatan kepada hadirin di studio untuk menyampaikan penapt. Silakan, sebut anam dan asalnya. Penonton : nama saya Dody Aditia, pelajar SMP Bakti Bangas. Saya berpendapat, Nadhifa sangat beruntung akrena dibesarkan di tengah keluarga dan sekolah yang dapat mendukung pengembangan bakatnya.s emoga penanan Pak Rahmat dan ibu Rahma menjadi inspirasi bagi para orang tua dan guru untuk membimbing kami dan menyongsong masa depan yang lebih baik. Penyiar : baik, tampaknya waktu juga yang harus memisahkan kita. Terima kasih atas kehadiran bapak Rahamt Basuki Nadhifa, juga rekan-rekan pelajar, Ibu Rahma di Bajarmasin, dan juga para pendengar di rumah. Mari kita songsong hari depan yang lebih baik dengan menciptakan kesempatan bagi para siswa untuk mengembangkan potensi diri secara optimal. Selama sore, sampai jumpa.

a. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ! 1. Siapakah Nadhifa? Apa keistimewaan seorang Nadhifa? 2. Apa yang dibahs Nadhifa dalam lomba penulisan esai tersebut? 3. Siapa yang bejral menanamkan kebiasaan menulis Nadhifa? 4. Siapa yang mendampingi Nadhifa saat wawancara dengan penyiar? Apa yang dilakukannya untuk melatih Nadhifa Astudi menulis? 5. Siapakah nama ibunda Nadhifa Astuti? Apa pendapatnya tentang kesuksesan? 6. Apa pendapat Dody aditya tentang Nadhifa astute? 7. Jelaskan faktor-faktor yang mendukung keberhasilan Nadhifa untuk meraih prestasi di bidang kepenuliasn! 8. Berdasarkan pengalaman Nadhifa, kebiasaan apa yang patut ditanamkan di lingkungan rumah untuk mengembangkan kemampuan menulis? 9. Menurut pandangan guru sebagai narasumber, jelaskan hal-hal yang menyebabkan kurang berkem bang nya kemampuan menulis di lingkungan para siswa di sekolah! 10. Bagaimana pendapat salah seorang wakil siswa dalam dialog interaktif dia tas terhadap prestasi yang diraih Nadhifa? Apa harapannya? b. Kemukakan komentar kamu terhadap pendapat yang disampaikan narasumber dalam dialog interaktif tersebut dengan mengisi tabel berikut!
8 PELANGI

No 1. 2. 3. 4. 5.

Aspek yang dikomentari Ketepatan pendapat nara-sumber terhadap topik Kelengkapan pendapat nara-sumber terhadap topik Kedalaman pendapat nara-sumber terhadap topik Keakuratan pendapat nara-sumber Manfaat pendapat nara-sumber bagi peserta dialog

Nadhifa ..........................

Narasumber Guru pembimbing ..........................

Ibu Rahma Nuraini ................................. ................................. ................................. ................................ ................................

........................... ...........................

........................... ......................... .......................... ......................... ......................... .........................

Aktivitas Rumah

1. Dengarkan dialog yang ditayangkan oleh televisi atau disiarkan oleh radio ! 2. Catatlah pokok-pokok isi dialog tersebut ! 3. Uraikan pokok-pokok isi dialog tersebut dengan jelas ! 4. Simpulkan isi dialog tersebut ! 5. Berilah tanggapan terhadap pendapat narasumber !

A. Pilihlah jawaban yang tepat dengan memberi tanda silang ( x ) huruf s, b, c, atau d ! Simaklah dialog berikut ini (Dialog ini fiktif) Pemandu : Akhir-akhir ini banyak pengusaha tahu dan tempe mengeluhkan mahalnya harga kedelai. Mengapa harga kedelai bisa naik begitu tajamnya? Narasumber : kenaikan harga kedelai tidak bisa dihindari karena menyesuaikan harga minyak mentah dunia. Pemandu : Apa hubungan mahalnya kedelai dengan luar negeri? Narasumber : Maaf, kedelai yang kita konsumsi ini sebagian besar impor dari asing. Pemandu : Bukankah Negara kita Negara agraris. Mengapa kita haru membeli dari luar neger? Narasumber : Produksi kedelai dari dalam negeri ternyata belum mencukupi kebutuhan masyarakat Indonesia. Untuk itu kita harus impor. 1. a. c. b. d. Topik dialog tersebut adalah …. Kenaikan harga kedelai Produksi kedelai dalam negeri perlu ditingkatkan Harga kebutuhan pokok melambung Negara kita adalah Negara agraris

a. Mahalnya harga kedelai membuat resah pengusaha tahu tempe. b. Kenaikan harga kedelai memnyebabkan masyarakat tidak bisa mengonsumsi tahu dan tempe. c. Kedelai yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia sehari-hari ternyata impor. d. Produksi kedelai dalam negeri belum mencukupi kebu tuhan masyarakat. 3. Kesimpulan dialog tersebut adalah …. a. Pengusaha tahu tempe menuntut pemerintah agar segera mengatasi masalah kelangkaan kedelai di pasaran. b. Harga kedelai ternyata sangat dipengaruhi oleh harga minyak mentah dunia. c. Rendahnya produksi kedelai dalam negeri mengakibat kan mengimpor dari asing sehingga harganya menye suaikan dengan harga minyak mentah dunia. d. Negara kita adalah Negara agraris sehingga produksi kedelai dapat diingatkan dalam beberapa tahun mendatang. 4. Kalimat yang berisi komentar terhadap pendapat nara sumber adalah …. a. Harga kedelai sangat dipengaruhi oleh harga minyak mentah dunia. b. Harga kedelai tidak mahal tetapi karena memang biaya produksinya mahal. c. Mestinya harga kedelai tidak tergantung pada harga minyak mentah dunia. d. Maaf, kedelai yang kita konsumsi sehari-hari ini selain dari impor juga produksi dalam negeri. Bahasa Indonesia IX Semester 1 9

2. Pernyataan yang tidak sesuai dengan isi dialog tersebut adalah ….

5. (1) Setiap pagi saya memahami ayah jalan-jalan. (2) Udara pagi yang segar dapat membantu proses penyembuhan penyakitnya. (3) Dengan santai kami selalu ngobrol sambil berjalan. (4) Hubungan kani sangat erat seperti teman seusia. Kata tidak baku terdapat pada kalimat nomor …. a. (1) c. (3) b. (2) d. (4) 6. Kata tidak baku terdapat pada kalimat …. a. Bertahun-tahun saya merantau ke luar negeri, tetapi hasilnya nihil. b. Sejak kegagalan itulah saya tidak mempunyai semangat hidup lagi. c. Dunia ini seolah-olah tidak menyediakan tempat lagi untukku. d. Tetapi, sekarang semangatku timbul kembali jalaran nasihat temanku yang baru data dari Amerika. Dialog dengan pengurus koperasi Andi : Sudah berapa lama Bapak menjadi ketua koperasi di kantor ini? Bpk. Hasan : Sudah 2 periode yang setiap periodenya mempunyai masa jabatan 2 tahun, jadi sudah hampir 4 tahun. Andi : Bagaimana tanggapan Bapak terhadap pegawai di kantor ini dalam menjadi anggota koperasi. Bpk. Hasan : Hampir semua pegawai di kantor sini menjadi anggota koperasi. Lebih dari 90% sudah masuk menjadi anggota koperasi. Mereka tidak meminjam uang di bank tetapi di koperasi ini karena bunganya nanti akan kembali menjadi SHU para anggota. Koperasi di sini juga bergerak di bidang konsumsi yaitu menyediakan kebutuhan sehari-hari para anggota. Memang koperasi banyak manfaatnya. 7. Hal-hal penting yang dikemukakan oleh narasumber di atas adalah ….. a. Keuntungan menjadi ketua pengurus anggota koperasi. b. Setiap pegawai harus menjadi anggota koperasi. c. Bapak hasan menjadi ketua koperasi untuk periode yang kedua. d. Koperasi selalu menyediakan simpan pinjam bagi para anggotanya. 8. Pernyataan yang sesuai dengan isi dialog di atas adalah …. a. Bapak Hasan selalu menjadi ketua koperasi di kantornya. b. Seluruh teman Bapak Hasan sudah menjadi anggota koperasi. c. Menjadi anggota koperasi tidak boleh meminjam uang di bank. d. Koperasi sangat bermanfaat bagi anggotanya. 10 PELANGI

9. Simpulan dialog di atas adalah …. a. Bapak Hasan sudah dua periode menjadi ketua koperasi dan bermanfaat koperasi banyak sekali. b. Wawancara antara Andi dengan Bapak Hasan mengenai koperasi. c. Teman-teman sekantor Bapak Hasan tidak lagi memin jam uang di bank. d. Koperasi yang dipimpin Bapak Hasan bergerak di bidang simpan pinjam dan konsumsi. : “Wan, bagaimana! Jadi tidak kita tonton!” : “Pasti Jes. Sayang kalau kita lewatkan begitu saja.” Jesica : “Baik, ku tunggu kau di rumah, Jangan lupa!” Iwan : “Oke, aku akan jemput kau pukul 10.00. Siapsiap ya, Daaa…” 10. Simpulan dialog di atas adalah …. a. Dua sahabat yang bersepakat untuk nonton bareng. b. Pembicaraan lewat telepon yang sangat menyenang kan. c. Janji mau bermain di rumah sahabatnya yang menyenangkan. d. Dua sahabat yang sangat rukun dan penuh kekeluar gaan. Jesica Iwan 11. Kalimat kritikan yang tepat adalah …. a. Puisi ini sangat bagus. Tetapi akan lebih bagus lagi bila sajaknya disesuaikan. b. Puisi ini sangat jelek. Sajaknya acak-acakan. c. Pernbaikilah sajak dalam puisi ini kalau ingin mendapatkan nilai. d. Puisi lama terikat oleh berbagai aturan, maka kamu harus banyak latihan. 12. Kritikan yang tepat terhadap patung dari tanah liat buatan temanmu adalah …. a. Ini patung apa ini! Kepalanya terlalu besar, maka kelihatan jelek. b. Wah, ini sangat tidak menarik karena kepalanya terlalu besar. c. Jangan membuat patung kalau belum bisa. d. Alangkah baiknya apabila kepala patung ini diperkecil sedikit.

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jawaban yang benar! Dengarkan dialog wartawan TEEN dengan pemeran film “Hantu Jeruk Purut” berikut ini!

Dialog dengan pemeran film “Hantu Jeruk Purut” Wartawan: Kalian percaya nggak sih dengan mitos hantu jeruk purut itu? Shelia : Aku sih tahunya udah lama tentang mitos itu. Percaya sih, tapi gak tahu cerita yang sebenarnya itu kayak gimana. Abis banyak versinya. Tapi yang pasti TPU Jeruk Purut itu memang sangat menyeramkan. Angie : Tadinya percaya gak percaya. Tapi sekarang percaya banget. Soalnya aku pernah ngeliat orang kayak pastur gitu. Gak begitu mengerikan sih, tapi tinggi dan gede banget dan ngak ada kepalanya. Banyak juga orang yang tinggal di sekitar situ ngeliat kejadian atau sosok kayak gitu. Wartawan: Cerita dong peran dan karakter kalian di film ini? Shelia : Aku berperan sebagai Nadine, sahabat Airin yang sangat setia kawan dan rela melakukan apa saja buat sahabatnya. Angie : Aku berperan sebagai Airin. Cewek cuek ambisius, keras kepala, penulis dan punya sic sense. Wartawan: Berapa lama sih syutingnya? Shelia : 25 hari, termasuk cepat kan? Angie : Iya cepat, karena gak pakai reading kayak film lain. Tapi pakai latihan fisik. Soalnya sebagian film ini adalah aktion. Kami banyak lari-larian dan teriak-teriak. Snagat menguras tenaga banget.

(TEEN No. 38/14/2006)

1. Tulislah pokok-pokok isi dialog tersebut ! …………………………………………………………………………………………………………… 2. Tulislah kesimpulan isi dialog tersebut ! …………………………………………………………………………………………………………… 3. Daftarlah kata tidak baku dalam dialog tersebut ! Tentukan bentuk baku dari kata-kata tersebut ! …………………………………………………………………………………………………………… 4. Buatlah kalimat dengan kata-kata berikut ! a. Cuma : ………………………………………………………………………………………….. b. Hanya : ………………………………………………………………………………………….. c. Ngeliat : ………………………………………………………………………………………….. d. Melihat : ………………………………………………………………………………………….. 5. Buatlah kalimat majemuk dengan konjungsi berikut ini ! a. Lalu : ………………………………………………………………………………………….. b. Lagipula : ………………………………………………………………………………………….. 6. Buatlah kalimat dengan kata ualng berikut ! a. Menggaruk-garuk : ……………………………………………………………………………… b. Tending-menendang : ……………………………………………………………………………… c. Baju-baju : ……………………………………………………………………………… d. Rumah-rumahan : ……………………………………………………………………………… 7. Ardi : “Maaf Nang, saya tidak merokok. Sebaiknya kamu hentikan kebiasaanmu merokok itu. Kita kan
masih anak sekolah.” Nanang : “Mari terima saja nggak usah macam-macam.” Ardi : “Bukan begitu, maksudku selain anak sekolah tidak pantas, nanti bisa mencemarkan nama jelek bagi sekolah kita, dan kita masih termasuk anak-anak.” Nanang : “Ngapain bingung, kan pak guru tidak ada di sini. Anak-anak dan orang tua mempunyai hak yang sama. Justru kita merokok menunjukkan bahwa kita pria sejati dan jantan.” Ardi : “Kejantanan seseorang tidak bisa dilihat dari merokok.” Nanang : “Kamu ini kayak nenekku saja, menasehati melulu.” Ardi : “Kita khan sebagai sahabat sejati, harus saling mengingatkan.” Nanang : “Nasihat lainnya tidak ada lagi, Nek!” Bahasa Indonesia IX Semester 1 11

Ardi

: “Ah, kamu ini bercanda, oh ya saya tambahkan, kita tidak pantas merokok karena kita belum bisa mencari uang sendiri dan juga rokok dapat mengganggu kesehatan kita sendiri serta mengganggu orang lain di sekitar kita.” Nanang : “Ya Nek, sekarang sisa rokok ini akan saya berikan pada abang becak itu.”

a. Catatlah hal penting dalam dialog tersebut ! Jawab : ……………………………………………………………………………………………… b. Simpulkan isi dialog tersebut ! Jawab : ……………………………………………………………………………………………… c. Tuliskan informasi yang tersirat dalam dialog tersebut ! Jawab : ……………………………………………………………………………………………… d. Berilah komentar pendapat Ardi ! Jawab : ………………………………………………………………………………………………

Pengayaan

1. Baca dan pahami dialog di bawah ini !

A : “Menurut Bapak apa yang bisa dilakukan untuk menghemat bahan bakar minyak yang lazim disebut BBM?” B : “Penghematan dapat dilakukan dengan mengurangi penggunaan BBM. Misalnya dengan mengurangi penggunaan mobil pribadi. Kita bisa melihat saat ini jumlah kendaraan pribadi semakin banyak. Setiap orang ingin naik mobil pribadi. Otomatis mereka memerlukan BBM agar kendaraannya bisa digunakan. Oleh karena itu, kita mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kendaraan umum sebagai sarana transportasi.” A : “Adakah cara lain, Pak?” B : “Ada. Kita akan mengembangkan jenis energi lain. Oleh karena itu, kita harus mengurangi subsidi BBM kepada masyarakat.” A : “Apakah keputusan mengurangi subsidi BBM ini sudah tepat?” B : “Menurut saya sudah. Pertama, dengan adanya pengurangan bantuan BBM akan membantu masyarakat untuk menggunakan BBM secara tepat dan tidak berkelebihan. Kedua, harga BBM yang relatif murah akan membuat energi-energi lain tidak berkembang. Padahal untuk jangka panjang energi-energi lain, seperti energi uap, energy gas alam, energi panas bumi dan energi panas matahari harus dikembangkan. Jadi, pelan tetapi pasti bantuan BBM akan dikurangi.” A : “Bagaimana dengan masyarakat yang selama ini menggunakan minyak tanah dan para pengemudi angkutan yang menggunakan solar?” B : “Selama ini jika kita bicara tentang bantuan BBM selalu berkaitan dengan harga. Padahal yang paling penting bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Bantuan BBM memang akan dikurangi, tetapi tidak berarti kita tidak akan membantu masyarakat.” A : “Bagaimanakah cara memberikan bantuan kepada masyarakat jika bantuan BBM benar-benar dikurangi, bahkan dihilangkan?” B : “Itu mudah saja, tetapi kita juga harus bekerja keras untuk mendaftar masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan. Misalnya, buruh pabrik atau sopir angkot. Masyarakat yang akan mendapat bantuan akan diberikan kupon bantuan.” A : “Apakah tidak takut terjadi pemalsuan kupon bantuan?” B : “Tentu tidak. Kupon yang kita berikan akan berganti setiap bulannya.” A : “Apa maksud berganti tiap bulan, Pak?” B : “Warna kupon dan nomor serinya akan diganti tiap bulan. Bentuknya pun akan diganti tiap bulan. Dengan peraturan yang seperti ini orang tidak akan bisa memalsukan kupon bantuan.” A : Apakah pengurangan bantuan BBM mampu menghemat penggunaan energi bahan bakar minyak itu sendiri, Pak?” B : “Saya harap begitu juga. Karena sumber minyak kita juga mulai berkurang. Yang tidak kalah penting, kita juga harus menghemat energi listrik?” A : Terima kasih atas informasi yang bapak berikan semoga bermanfaat.”

Disadur dari: http://www.kontak-online.com

12

PELANGI

Catatan : A : Pembawa acara dialog B : Narasumber b. Berilah komentar terhadap pendapat yang diungkapkan oleh narasumber dalam dialog tersebut! c. Tulislah 5 hal penting yang disampaikan oleh narasumber!
1. Simaklah acara dialog yang disiarkan televisi atau radio! Misalnya, kamu dapat menyimak acara “Dialog Interaktif”. 2. Catatlah informasi yang ada dalam dialog yang kamu simak! 3. Berilah komentar terhadap pendapat narasumber dalam dialog tersebut! 4. Laporkan pekerjaan rumahmu secara tertulis! Hal-hal yang kamu laporkan: a. judul acara yang kamu dengarkan; d. narasumber dalam dialog tersebut! b. waktu penayangan acara dialog; e. informasi dari dialog yang kamu dengarkan; dan c. topik dialog; f. komentarmu terhadap informasi yang kamu dapatkan.

Kerjakan kegiatan-kegiatan berikut ini!

Aktivitas Rumah

Bahasa Indonesia IX Semester 1

13

Fakta dan Opini
BAHAN AJAR 3 II. BERBICARA Standar Kompetensi : Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk komentar dan laporan. I. Kompetensi Dasar : (2.1) Mengkritik/memuji berbagai karya seni (seni atau produk) dengan bahasa yang lugas dan santun II. Indikator 1. Peserta didik mampu mengidentifikasi kalimat fakta pada iklan 2. Peserta didik mampu mengidentifikasi pendapat pada iklan 3. Peserta didik mampu membedakan antara fakta dan pendapat.

Uraian Materi
Kritik adalah kecaman atau tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya, dan sebagainya. Kritik yang baik sebenarnya bersifat membangun dan bukan menjatuhkan. Kritik yang baik adalah kritik yang objektif, artinya pengaruh perasaan tidak terlalu dalam masuk dalam pertimbangan. Sebelum mengkritik karya kita harus tahu banyak tentang karya tersebut. Sehingga dalam memberikan kritik atau tanggapan kita tidak hanya sekedar memberi kecaman tetapi juga memberikan solusi demi perbaikan karya tersebut. Selain itu, bahasa yang digunakan juga harus santun dan tidak menyinggung perasaan pembuat karya tersebut.

Aktivitas. 1.
Perhatikan kalimat berikut ! 1. Lukisan ini sangat jelek, tidak pantas untuk ditampilkan di depan umum. (kurang baik) 2. Lukisan ini cukup baik. Bahasanya runtut, pilihan katanya tepat. Hanya masih ada beberapa kesalahan tanda baca dan ejaan. Untuk itu alangkah baiknya apabila tanda baca dan ejaannya diperbaiki. (baik) 3. Cerpen yang kamu tulis ini jelek sekali, karena ceritanya terlalu luas. Sebaiknya kamu menulis lagi pada kertas lain. (kurang baik) 4. Puisi ini bagus. Pilihan katanya sangat tepat. Iramanya juga cukup baik. Tetapi masih adal kelemahannya, yaitu sajaknya. Oleh karena itu perlu diadakan perbaikan lagi tentang sajak dalam puisi tersebut agar lebih indah. (baik) a. Berilah kritikan terhadap pantun berikut ini ! Jalan-jalan ke Surabaya Singgah sebentar ke Tanjung Perak Kalau kanda tidak percaya Belah saja isi hatiku
14 PELANGI

Kritikan : …………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… b. Berilah kritikan terhadap pernyataan berikut ! 1. Jeda semester nanti, kelas kita harus berkemah di kaki Gunung Bromo. ………………………………………………………………………………………………………. 2. Setiap siswa kelas IX D harus membayar uang kas Rp. 15.000,- per bulan. ………………………………………………………………………………………………………. 3. Ulang tahu ke-17 harus dirayakan dengan meriah. ………………………………………………………………………………………………………. 4. Ujian tahun ini sangat mengerikan. ………………………………………………………………………………………………………. 5. Siswa yang tidak lulus harus mengulang satu tahun. ………………………………………………………………………………………………………. c. Berikan tanggapan terhadap kejadian berikut ini ! 1. Harga gula melambung. ………………………………………………………………………………………………………. 2. Bencana gempa di Yogyakarta dan sekitarnya sangat menyedihkan. ………………………………………………………………………………………………………. 3. Semburan lumpur panas di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur belum bisa diatasi. ………………………………………………………………………………………………………. 4. Bencana tanah longsor do Karanganyar menyedihkan. ………………………………………………………………………………………………………. 5. Banjir terjadi di beberapa daerah di Indonesia. ……………………………………………………………………………………………………….

Aktivitas. 2.
1. Bacalah pendapat di bawah ini ! Generasi Muda Bermasalah Saat ini mental dan kegiatan generasi muda bangsa Indonesia sudah hancur. Banyak remaja yang terlibat perkelahian antar pelajar, banyak pemuda yang melakukan tindak criminal, corat-coret tembok, mabukmabukkan, dan bahkan banyak yang terlibat narkoba. Apa jadinya masa depan bangsa Indonesia ini bila generasi muda tunas harapan bangsanya bermoral rendah seperti itu. Arwah para pahlawan tentu akan kecewa melihat tingkah para pemuda sekarang ini. 2. Berikan kritikan dengan alasan yang logis terhadap pendapat tersebut secara berkelompok
No 1. 2. 3. Kritikan ................................... .................................. ................................. Alasan .................................... ................................... ...................................

3. Berikan saran atau jalan pemecahan terhadap pendapat tersebut ! Jawab : …………………………………………………………………………………………………..

Bahasa Indonesia IX Semester 1

15

Memuji Suatu Karya Dengan Alasan dan Pilihan Kata Yang Tepat Memuji berarti melahirkan keheranan dan penghargaan kepada sesuatu yang dianggap baik, indah dan sebagainya. Suatu saat apabila kita menemui karya seni, produk atau informasi yang kita anggap bagus, maka timbul niat untuk memuji. Dalam memuji apabila bahasa yang digunakan kurang tepat, maka akan timbul kesan mengejek sehingga bisa membuat sakit hati orang, karya seni atau produk yang kita puji. Memuji suatu karya seni maupun produk harus menggunakan kalimat yang lugas, singkat, jelas, serta dengan alasan yang tepat. 1. Bacalah bacaan di bawah ini ! NINGRAT Belum lama ini Arswendo Atmowiloto (55) menerima gelar kebangsawanan dari Keraton Kesunanan Surakarta, di Solo. Nama barunya sekarang Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Wilotodipuro. Wendo, demikian panggilan akrabnya, yang memang asalnya dari Solo, di lingkungan komunitas seniman kota Solo tahun 1970-an dikenal sebagai pengarang yang kreatif dan inovatif, baik saat menggunakan medium bahas Indonesia maupun Jawa. Wendo dikenal sebagai sosok yang suka berlagak seenaknya, urakan, cengengesan. Ia seorang seniman modern dengan daya hidup meletup-letup. Tokoh selebriti lain yang mendapat gelar kebangsawanan dari Sinuhun Paku Buwono XII dari Keraton Surakarta pada saat yang sama antara lain Menteri Sekretaris Negara Moerdiono dan Pengusaha Setiawan Djody. Moerdiono pada zaman orde baru dikenal sebagai sosok yang “keras”. Karena posisinya yang strategis di struktur kekuasaan, ia bisa diibaratkan “idu geni” (menakutkan) di kalangan media massa. Adapun Setiawan Djody dahulu teman satu bangku dengan KGPH Hangabeni, putra sulung PB XII ketika sekolah di SMP Kesatriyan Solo. “Saya belajar menabuh gamelan dan menari juga di keraton sini,” katanya. Djody konon juga punya ikatan dengan “trah” (keturunan) PB XII. Dan jangan lupa, ia adalah cucu Wahidin Sudirohusodo, tokoh pergerakan nasional. Akhir-akhir ini makin banyak warga awam menerima gelar bangsawan dari Keraton Surakarta. Gejala apakah ini? Bagi pihak keraton, motif pemberian gelar kebangsawanan kepada warga awam lebih diartikan untuk meneguhkan eksistensinya di tengah zaman yang telah berubah.
(dikutip dari Kompas 10 November 2005 dengan perubahan seperlunya)

1. Buatlah kalimat memuji pada karya tersebut disertai dengan alas an yang logis !
No 1. 2. No. 1. 2. 3. Pernyataan Memuji ................................ ................................ Pernyataan Memuji .............................. ............................. ............................ Alasan ............................. ............................. Alasan ................. ................ ................

2. Bagaimana pendapatmu terhadap wacana tersebut ?

16

PELANGI

BAHAN AJAR 4 II. BERBICARA Standar Kompetensi : Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk komentar dan laporan. I. Kompetensi Dasar : (2.2) Melaporkan secara lisan berbagai peristiwa dengan menggunakan kalimat yang jelas. II. Indikator 1. Peserta didik mampu mendeskripsikan kejadian/peristiwa secara terperinci dengan menggunakan kalimat yang lugas dan santun. 2. Peserta didik mampu melaporkan berbagai peristiwa dengan kalimat yang jelas.

Uraian Materi
Ketika kamu menonton televisi atau mendengarkan radio, kamu sering menyaksikan atau menyimak laporan peristiwa yang disampaikan seorang reporter (pelapor). Misalnya, laporan pertandingan olahraga, pertunjukan musik, perayaan malam tahun baru, bencana alam, dan pengajian umum. Hal itu dilakukan dengan tujuan agar pendengar memperoleh informasi yang dibutuhkan secara mutakhir. Kemampuan seorang reporter untuk menyampaikan laporan peristiwa secara lisan dengan menggunakan kalimat yang jelas sangat dibutuhkan. Jika reporter tidak menguasai kemampuan itu, ia tidak akan berhasil menyampaikan informasi yang dibutuhkan pemirsanya. Sebuah peristiwa layak untuk dilaporkan jika peristiwa tersebut aktual dan bermanfaat untuk diketahui oleh penonton atau pendengar. Sebuah peristiwa dilaporkan berdasarkan fakta-fakta yang terjadi di lapangan atau di tempat kejadian. Dalam sebuah laporan mengenai kegiatan seni dan budaya, harus disampaikan informasi-informasi tentang tempat, waktu, nama kegiatan, keunikan kegiatan, para penonton, dan manfaatnya bagi masyarakat.

Aktivitas. 1 Bacalah berita berikut ini! Berita (1)

Warga Dukuh Purwoyoso, Desa Jeron, Kecamatan Nogosari yang lahan pertanian mereka rusak akibat terkena tumpahan solar dari Kereta Api BBM yang tergultng di sekitar Stasiun Kaliyoso, belum mengajukan ganti rugi. Pihak desa juga masih melakukan inventarisasi kerusakan yang terjadi akibat musibah tersebut. Kepala Desa Jeron, Joko Supono menjelaskan pihak warga dan desa juga tdah melakukan pertemuan dengan pihak FT KS terkait musibah tersebut. Dalam pertenuun itu, jelas Joko, pihaknya diminta untuk mendata kerusakan yang terjadi akibat musibah tergulingnya kereta api pengangkut bahan bakar minyak jenis solar itu. Luas lahan yang rusak berat seluas 6.000 meter persegi Lahan tersebut merupakan lahan kas desa yang telah disewakan kepada tiga orang warga Desa Jeron. Saat ini, lahan itu ditanami padi. Saat terjadi musibah tsrsebut, padi sudah mulai rr.engeluarkan bulir padi dan isinya. Akibat musibah itu, padi rusak dan tidak bisa cumbuh lagi.
(SOLOPOS, 25 Januari 2008)

Solar Mencemari Tanah Persawahan

Bahasa Indonesia IX Semester 1

17

Berita (2)

Ancaman Abrasi di Tegal Masih Berlangsung Kerusakan lingkungan di Pantai Kola legal yang disebabkan oleh abrasi hingga saat ini masih berlangsung. Apabila tidak segera mendapat penanganan secara tepat, keberadaan kawasan pantai di Kota Tegal semakin terancam. Penanganan kerusakan pantai akibat abrasi harus dilakukan secara terpadu dengan meminimalkan abrasi dan membuat kawasan sabuk hijau. Ketua Paguyuban Penyelamat Lingkungan atau PPL Kota legal, Riyanto, Senin tanggal 17 September 2007 mengatakan, abrasi di Kota Tegal sudah berlangsung lebih sejak dari lima tahun lalu. Hingga saat ini, abrasi masih terus terjadi. Menurutnya, abrasi telah mengikis dan menghilangkan sebagian pantai di kota Tegal sepanjang 7,5 kilometer. Selain itu, ratusan hektar tambak milik petani di sana juga hilang. Kerusakan tambak hingga saat ini juga masih terjadi. Bahkan, sekitar 65 persen pohon bakau yang sudah ditanam di pinggir pantai ikut rusak akibat terkena abrasi. Kerusakan kawasan pantai terparah terdapat di Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat dan di Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur.

Jawablah pertanyaan di bawah ini a. Tulislah detil-detil peristiwa pada berita (1) b. Deskripsikan detil-detil peristiwa berita (1) tersebut dengan bahasamu! c. Laporkan peristiwa pada berita (1) tersebut secara lisan! d. Tulislah detil-detil peristiwa pada berita (2) e. Deskripsikan detil-detil peristiwa berita (2) tersebut dengan bahasamu! f. Laporkan peristiwa pada berita (2) tersebut secara lisan! Laporkan peristiwa penting di sekolah, kampung atau di kotamu yang terjadi selama satu bulan terakhir! Ikutilah langkah-langkah berikut! 1. Tuliskan detil-detil peristiwa yang terjadi! 2. Deskripsikan detil-detil peristiwa tersebut secara rinci! 3. Laporkan secara lisan Menyusun Paragraf yang Menyatakan Hubungan Sebab – Akibat Perhatikan kalimat berikut ini ! • Warga Dukuh Purwoyoso, Desa Jeron, Kecamatan Nogosari yang lahan pertanian mereka rusak akibat terkena tumpahan solar dari Kereta Api BBM yang terguling di sekitar Stasiun Kaliyoso, belum mengajukan ganti rugi. Di dalam kalimat tersebut terdapat hubungan sebab – akibat. 1. Warga Dukuh Purwoyoso, Desa Jeron, Kecamatan Nogosari yang lahan pertanian mereka rusak (akibat) 2. Terkena tumpahan solar dari Kereta Api BBM yang terguling di sekitar Stasiun Kaliyoso, belum mengaju kan ganti rugi (sebab) Kalimat yang menyatakan hubungan sebab akibat ditandai dengan konjungsi karena, oleh, karena itu, sebab, oleh sebab itu, dan sehingga.

Aktivitas. 2.
1. Daftar kalimat yang menyatakan hubungan sebab-akibat pada kedua ters berita tersebut ! a. Teks berita (1) : …………………………………………………................................................................... …………………………………........................................................................................... b. Teks berita (2) : …………………………………………………..................................................................... ………………………………….............................................................................................
18 PELANGI

2. Gabungkan kalimat-kalimat berikut sehingga terdapat hubungan sebab-akibat ! a. 1) Sampah berserakan di pinggir jalan hingga membusuk. 2) Sebagian warga menderita penyakit kulit. …………………………………………………………………….........................................................

b. 1) Setiap Minggu warga kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar rumah masing-masing. 2) Warga ingin hidup sehat. …………………………………………………………………………………………………... c. 1) Semua siswa bekerja membersihkan dan menghiasi ruang kelas. 2) Sekolah akan mengadakan lomba kebersihan antar kelas. …………………………………………………………………………………………………... d. 1) Kami tidak mengikuti upacara bendera. 2) Kami tidak boleh mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia. …………………………………………………………………………………………………... e. 1) Ratusan warga terpaksa tidur di tenda-tenda darurat. 2) Mereka takut terjadi gempa susulan. …………………………………………………………………………………………………... 3. Buatlah kalimat tentang lingkungan yang menyatakan hubungan sebab-akibat! …………………………………………………………………………………………………………… 4. Buatlah sebuah kalimat tentang lingkungan yang menyatakan hubungan sebab-akibat! …………………………………………………………………………………………………………… 5. Susunlah paragraf dengan kata-kata kunci berikut ini ! (Dikerjakan pada buku tugas) a. Banjir melanda Jakarta b. Membuang sampah c. Tidak sedap dipandang mata - Warga bingung sembarangan - Bau tidak enak - Mengungsi - Kotor - Penyakit - Penyakit - Bau tak enak - Membuang sampah sembarangan - Bantuan - Penyakit

A. Pilihlah jawaban yang tepat dengan memberi tanda silang ( x ) huruf a, b, c, atau d ! Bacalah kutipan berita berikut ! Bencana Angin Ribut Sedikitnya dua belas rumah rusak akibat angin rebut melanda Kampung Galon, Kecamatan Jebres, Solo. Peristiwa itu terjadi pada hari Senin 12 Februari 2007. Sebagian besar rumah rusak atapnya dan satu rumah mengalami roboh dinding. Menurut keterangan Slamet Supriyadi, salah satu warga desa, kejadian tersebut tidak lebih dari satu menit, bermula saat dia bermain voli pada pukul 17.50 WIB. Suasana saat itu sedang mendung, tiba-tiba dari arah utara bergulung-gulung angin rebut bergemuruh dengan banyak debu, asbes, dan batang-batang kayu. Tidak biasanya angin rebut dibarengi dengan hujan gerimis.

1. Peristiwa angin rebut tersebut terjadi di …. a. Seluruh kota Solo c. Kecamatan Jebres b. Kampung Gulon d. Lapangan Voli 2. Peristiwa pokok dalam berita tersebut adalah …. a. Angin ribut merusak beberapa rumah warga b. Rumah warga Solo dan sekitarnya diporakporandakan angin rebut c. Slamet Supriyadi rumahnya roboh d. Angin bergulung-gulung 3. Informasi yang tidak sesuai dengan isi berita tersebut adalah …. a. Sedikitnya dua belas rumah rusak akibat angin ribut b. Angin ribut melanda Kampung Gulon, Kecamatan Brebes c. Angin rebut bergemuruh dengan membawa banyak debu, asbes, dan batang-batang kayu d. Angin ribut selalu dibarengi hujan gerimis

Bahasa Indonesia IX Semester 1

19

4. Hal yang tidak mempengaruhi keberhasilan seseorang ketika melaporkan peristiwa secara lisan adalah …. a. Kejelasan suara c. Intonasi b. Kejelasan lafal d. Tanda baca 5. Keberhasilan seseorang dalam melaporkan peristiwa kepada orang lain secara lisan ditandai dengan …. a. Isi harus lengkap dan jelas b. Pendengar mengerti dan memahami seluruh informasi yang disampaikan c. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh semua pendengar d. Menggunakan suara keras dan lafal yang jelas 6. Kalimat yang menyatakan hubungan sebab-akibat adalah …. a. Banjir terjadi karena sebagian besar hutan di wilayah itu gundul b. Karena sebagian besar hutan di wilayah itu gundul, banjir pun tak dapat dielakkan lagi. c. Flu burung adalah virus yang ditularkan oleh unggas d. Ia terpaksa diopname di rumah sakit karena menderita demam berdarah 7. Kalimat yang menyatakan hubungan akibat-sebab adalah …. a. Pembuangan sampah di sungai menyebabkan air sungai meluap sampai ke jalan b. Banjir terjadi karena hujan terus-menerus selama tiga hari c. Karena banjir tidak segera surut, sebagian warga mau dievakusi d. Setelah diadakan pengasapan oleh petugas daerah ini dinyatakan bebas demam berdarah

8. Memuji dan mengkritik berbagai karya (produk dan seni) sebaiknya dengan cara …. a. Santun, dilengkapi alas an yang logis, menyebutkan kelebihan dan kekurangannya b. Menyebutkan kekurangan, disertai dengan data yang lengkap dan santun c. Subjektif, menggunakan bahasa yang baku, tidak menyinggung perasaan d. Berdasarkan penilaian pribadi, membandingkan dengan yang lainnya, santun 9. Kritikan terhadap karya seni yang santun adalah …. a. Lukisan itu abstrak tidak bisa dipahami b. Pekerjaan tanganmu ini masih agak kasar c. Puisimu itu cukup bagus hanya pilihan katanya yang kurang tepat d. Karanganmu itu bahasanya monoton Akhir-akhir ini media massa sering memuat foto seksi artis, tetapi para artis tersebut membantah bahwa hal itu sebenarnya hanya teknik canggih yang dikuasai fotografer. 10. Kalimat kritikan terhadap ilustrasi di atas adalah …. a. Artis-artis yang berfoto seksi itu seharusnya dipanggil ke kepolisian karena telah melanggar kesusilaan b. Para artis yang berfoto seksi tidak semuanya mengaku bahwa yang terlihat pada foto tubuh asli mereka c. Artis-artis ternyata sangat berani berfoto seperti itu. Padahal foto seperti itu akan membuat namanya tercemar d. Saya sudah sering melihat dan membaca berita seperti itu dalam media massa, baik di koran maupun majalah

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar ! 1. Sebutkan hal-hal yang dapat mempengaruhi keberhasilan melaporkan peristiwa secara lisan! Bacalah teks berita berikut ! Pengungsi Mengalami Depresi
Jumlah korban banjir di lokasi pengungsian yang terserang penyakit melonjak tajam. Beberapa pengungsi juga diketahui mengalami depresi sehingga harus mendapat penanganan khusu di rumah sakit. Dinas Kesehatan Kota (DKK) mencatat, hingga Sabtu (29/12) jumlah penderita mencapai sebanyak 4.080 orang. Sementara sebelumnya Jumat (28/12), penderita penyakit hanya tercatat sebanyak 2.919 orang. Kasi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit DKK, Triman Drayatno mengatakan bahwa korban banjir rawan terkena berbagai penyakit. Penyakit yang paling sering muncul adalah infeksi saluran pernafasan, diare, gatal-gatal, gangguan oto dan penyakit kulit lain. Biasanya penyakit ini mulai dirasakan setelah banjir. Dengan kondisi ini, dia menambahkan tentunya jumlah korban banjir yang terserang penyakit akan terus bertambah.

(SOLOPOS, 30 Desember 2007)

2. Mengapa beberapa pengungsi harus mendapatkan penanganan secara khusus di rumah sakit ? …………………………………………………………………………………………………………… 3. Beberapa jumlah korban yang menderita penyakit hingga Sabtu 29 Desember 2007 ? ……………………………………………………………………………………………………………
20 PELANGI

4. Sebutkan jenis penyakit yang sering diderita oleh para pengungsi ? …………………………………………………………………………………………………………… 5. Tulislah pokok-pokok berita tersebut ! …………………………………………………………………………………………………………… 6. Laporkan secara lisan peristiwa tersebut ! (tes lisan) …………………………………………………………………………………………………………… 7. Suntinglah paragraf berikut ini ! (kerjakan pada buku tugas) Berkunjung di perpustakaan SMP Bintang Kejora Surabaya, Jawa Timur memang sangat menyenangkan ruangan yang berukuran 10 x 16 meter mampu menampung sekitar 55 pengunjung. Ventilasi daripada udaranya cukup membuat pengunjung sangat betah sekali tinggal beberapa saat selain koleksi bukubukunya yang lengkap perpustakaan juga dilengkapi dengan sebuah televisi. Beberapa siswa malas untuk berkunjung ke perpustakaan. Sehingga perpustakaan di sekolah ini selain sebagai tempat untuk membaca, menulis, dan belajar juga dapat dijadikan tempat wisata bagi siswa dan guru. …………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………

Pengayaan
1. Simaklah salah satu hasil seni di televisi! Kamu boleh menonton pergelaran music, tari atau drama (sinetron). 2. Buatlah pujian dan kritikan atas karya seni yang kamu tonton! Ingatlah, pujian atau kritikan yang kamu sam paikan sebaiknya disertai dengan alasan yang tepat.

3. Laporkan dengan format seperti berikut! Jenis karya seni Judul penayangan Waktu penayangan Pujian Kritikan : : : : :

4.Tulislah peristiwa di atas dengan kalimat yang jelas! 5. Kemudian laporkan peristiwa itu di depan kelas! Bahasa Indonesia IX Semester 1 21

Informasi
BAHAN AJAR 5 III. MEMBACA Standar Kompetensi : Memahami ragam wacana tulis dengan membaca intensif dan membaca memindai. I. Kompetensi Dasar : (3.1). Membedakan antara fakta dan opini dalam teks iklan di surat kabar melalui kegiatan membaca intensif

II. Indikator 1. Peserta didik mampu mengidentifikasi kalimat fakta pada iklan 2. Peserta didik mampu mengidentifikasi pendapat pada iklan 3. Peserta didik mampu membedakan antara fakta dan pendapat

Uraian Materi
Dalam iklan disajikan sejumlah fakta-fakta produk yang diiklankan secara lengkap, yang mencakup identitas produk yang ditawarkan (nama, jenis, produsen), komposisi, kegunaan dan saran penggunaan produk secara lengkap. Fakta-fakta itu harus disajikan secara jujur dan jelas. Pemasangan iklan harus menyediakan informasi yang berimbang antara kepentingan perusahaan dengan kepentingan konsumen. Fakta merupakan peristiwa atau keadaan yang benar-benar terjadi. Pendapat atau opini adalah pikiran atau anggapan yang dikemukakan oleh seseorang yang kebenarannya belum pasti. Contoh fakta 1. Banyak penumpang yang bergelantungan pada saat jam-jam sibuk, sedangkan mobil pribadi hanya mengangkut penumpang rata-rata dua orang. 2. Sidang umum MPR dilaksanakan sekali lima tahun. Contoh pendapat 1. Angkutan umum harus ditambah lagi dan diperhatikan kenyamanannya karena yang ada sekarang ini tidak memadai. 2. Masalah itu tidak akan berakibat buruk jika dihadapi dengan kepala dingin. Iklan adalah berita pesanan untuk mendorong dan membujuk khalayak ramai agar memenuhi permintaan di dalam iklan. Dalam iklan disajikan sejumlah fakta produk yang diiklankan secara lengkap, yang mencakup identitas produk ditawarkan (nama, jenis, produsen), komposisi, kegunaan, dan saran penggunaan produk secara lengkap. Fakta-fakta itu harus disajikan secara jujur dan jelas. Pemasangan iklan harus menyediakan informasi yang berimbang antara kepentingan perusahaan dengan kepentingan konsumen. Selain mengandung fakta, produk iklan juga mengandung opini. Opini merupakan kalimat yang digunakan untuk menarik minat pembeli. Pemasang iklan tidak boleh memberikan opini yang melebih-lebihkan produk. Opini harus didukung fakta-fakta yang ada di dalam produk. Ciri-ciri opini adalah disajikan dengan bahasa yang persuasif.
22 PELANGI

Fakta adalah perisitiwa atau kejadian yang kenyataannya atau kebenarannya diragukan. Opini merupakan pikiran, tanggapan tentang sesuatu hal yang dikemukakan seseorang yang kebenarannya masih diragukan. Contoh : Pernyataan yang tergolong fakta dalam teks iklan di atas adalah: 1. Kamera 2,0 Mega Pixels 2. 4 x perbesaran 3. Wallpaper terinspirasi alam 4. Multimedia (MP3 dan MP4) 5. Bluetooth A2DP Penyataan yang tergolong opini dalam teks iklan di atas adalah: 1. Manjakan diri dalam harmoni warna alam dengan SEGA-CELL 2. Dengan sentuhan inspirasi unsur-unsur alam, SEGA-CELL diciptakan untuk mendekatkan Anda dengan ketenangan suasana, membebaskan diri dari beban kesibukan sehari-hari.

Aktivitas. 1.
Perhatikan ilustrasi berikut ini ! Pada suatu hari ada tiga anak kecil mandi di sungai. Tiba-tiba arus sungai bertambah deras. Dua dari ketiga anak itu hanyut terseret arus dan menghilang dari pandangan. Satu anak selamat karena berhasil memegang akar pohon di tepi sungai itu. Warga yang tinggal segera berhamburan menuju sungai, setelah anak yang selamat itu memberitahukan kejadian tersebut. Mereka berusaha mencari dan menyelamatkan kedua anak tersebut. Sebagian warga yang tidak bisa berenang hanya menanti di pinggir sungai dengan perasaan was-was. “Mungkin mereka terseret jauh ke hilir.” Gumam salah satu warga. “Atau kira-kira dibawa setan penjaga sungai ini?” sela warga yang lain. “Tak tahulah ! Yang jelas kedua anak itu kira-kira masih di sekitar tempat ini.” Celetuk yang lain. Pada ilustrasi tersebut terdapat fakta dan pendapat. • Fakta : 1. Tiga anak mandi di sungai. 2. Dua anak tersebut arus sungai. • Pendapat : 1. “Mungkin mereka terseret jauh ke hilir.” Gumam salah satu warga. 2. “Atau kira-kira dibawa setan penjaga sungai ini?” sela warga yang lain. 3. “Tak tahulah ! Yang jelas kedua anak itu kira-kira masih di sekitar tempat ini.” Celetuk yang lain. Berdasarkan uraian di atas diskusikan hal-hal berikut ! 1. Jelaskan pengertian fakta ! …………………………………………………………………………………………………………… 2. Jelaskan pengertian opini ! …………………………………………………………………………………………………………… 3. Jelaskan perbedaan fakta dengan opini ! …………………………………………………………………………………………………………… 4. Berilah contoh kalimat yang menyatakan fakta ! …………………………………………………………………………………………………………… 5. Berilah contoh kalimat yang menyatakan opini ! ……………………………………………………………………………………………………………

Bahasa Indonesia IX Semester 1

23

Aktivitas. 2.
a. Tulislah pendapat berdasarkan fakta berikut ! 1. Harga beras masih stabil. Pendapat : ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… 2. Suku bunga bank menurun. Pendapat : ……………………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………………….. 3. Bank Indonesia memberikan kredit bunga lunak kepada pengusaha kecil dan menengah. Pendapat : ……………………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………………….. b. Bacalah teks berikut ! Landasan pacu Bandar Udara Adisumarmo Surakarta akan diperpanjang menjadi 3.000 meter. Panjang landasan saat ini 2.600 meter. Ini bagian dari rencana Induk Bandara Adisumarmo hingga 20 tahun ke depan. Rencana Induk ini sekarang sedang dimintakan rekomendasi Gubernur Jawa Tengah agar bisa segera diajukan ke Menteri Perhubungan. Setelah diperpanjang Bandar Udara Adisamarmo akan lebih leluasa menerima pesawat Boeing 747. Selama ini sudah bisa menerima pesawat Boeing 747, tetapi dibatasi, misalnya, tidak bisa langsung ke Arab Saudi. Bila panjang sudah bertambah, perjalanan haji juga akan lebih lancer karena bisa langsung ke Arab Saudi. Paling lambat 15 tahun mendatang panjang landasan sudah bertambah menjadi 3.000 meter dan 450 meter untuk area keamanan dan alat navigasi. 1. Daftarlah kalimat yang menyatakan fakta pada teks bacaan tersebut ! ……………………………………………………………………………………………………….. 2. Daftarlah kalimat yang menyatakan opini dalam teks bacaan tersebut ! ………………………………………………………………………………………………………..

Aktivitas. 3.
Bacalah iklan berikut ! Iklan (1)
Hanya dengan 2.500 rupiah Anda memperoleh 1 kilogram sabun colek “SUPER BERSIH” Plus satu sabun mandi Ayo buruan ???!!!!! Hanya dalam satu menit pakaian Anda akan rampak putih cemerlang. Cobalah !!!!!

Iklan (2)

Lowongan Pekerjaan Dibutuhkan segera Pria / Wanita Ingin Sukses ? Bergabung dengan kami !!! Syarat-syarat : 1. Ijazah S-1, pengalaman minimal 3 tahun 2. Umur max. 27 th 3. Berkelakuan baik 4. Memiliki sepeda motor sendiri + SIM 5. Sanggup bekerja keras Penghasilan 2 – 2,5 juta per bulan Kirim lamaran ke : P.T. Pasti Sukses, Jl. Berhasil 27 Padang

a. Diskusikan dengan kelompokmu hal-hal berikut ! 1. Carilah pengungkapan yang berupa fakta dalam iklan (1) dan (2) tersebut !
24 PELANGI

• Iklan (1) : …………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………….. • Iklan (2): …………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………….. 2. Carilah pengungkapan yang berupa opini dalam iklan (1) dan (2) tersebut ! • Iklan (1) : …………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………….. • Iklan (2) : …………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………….. 3. Jelaskan perbedaan fakta dan opini dalam iklan ! ……………………………………………………………………………………..

b. Ungkapan opini terhadap fakta berikut ini ! 1. Lomba menulis karya ilmiah dimenangkan oleh SMP Jantung Sehat Madiun, Jawa Tengah. ………………………………………………………………………………………………………. 2. Indonesia mengimpor beras dari luar negeri. ………………………………………………………………………………………………………. 1. Carilah iklan pada surat kabar yang memuat ungkapan berupafakta ! 2. Daftarlah pengungkapan yang berupa fakta ! 3. Carilah iklan pada surat kabar yang memuat pengungkapan berupa opini ! 4. Daftarlah pengungkapan yang berupa opini !

Aktivitas Rumah

BAHAN AJAR 6 III. MEMBACA Standar Kompetensi : Memahami ragam wacana tulis dengan membaca intensif dan membaca memindai. I. Kompetensi Dasar : (3.2). Menemukan informasi yang diperlukan secara cepat dan tepat dari indeks buku melalui kegiatan membaca memindai

II. Indikator 1. Mampu menemukan kata dalam buku yang dirujuk dalam indeks 2. Mampu menemukan informasi yang diperlukan secara cepat dan tepat melalui halaman indeks

Uraian Materi
Kita selalu membutuhkan informasi. Ketika mengerjakan tugas-tugas sekolah, mengunjungi daerah bam, melakukan perjalanan wisata, membeli atau menjual sesuatu, atau saat mencari acara hiburan yang sesuai, informasi sangat diperlukan. Informasi akan menunjang keberhasilan pelaksanaan tugas atau kegiatan.

Dengan informasi yang cukup, rencana yang kita susun atau pelaksanaan kegiatan yang kita adakan menjadi lebih efektif dan efisien. Sebagai contoh, informasi tentang alamat lengkap, cirriciri khusus rumah, kendaraan yang menuju ke sana, dan beberapa lama perjalanan sangat dibutuhkan dalam mencari rumah teman yang belum pernah kita kunjungi.
Bahasa Indonesia IX Semester 1 25

Dengan informasi itu, kita dapat lebih mudah menemukan rumah tersebut dan juga menghemat waktu. Itulah contoh kegunaan informasi. Bayangkan jika informasi di atas tidak ada. Saat ini, dapat mudah kita temukan. Sumber informasi yang ada sangat beragam. Ada yang berbentuk media cetak dan ada pula yang berbentuk media elektronik. Buku, majalah, brosur, atau iklan adalah informasi yang berbentuk cetak. Radio, televisi, internet, atau buku elektronik adalah contoh informasi media elektronik. Dengan demikian, mencari informasi dapat kita lakukan dengan banyak cara. Membaca memindai adalah salah satu cara efektif untuk menemukan kata atau makna kata tertentu dalam buku maupun dalam kamus atau ensiklopedi. Untuk mendapatkan informasi, kata atau istilah penting dalam buku kita dapat membaca indeks buku. Indeks buku adalah daftar kata atau istilah penting yang terdapat dalam buku cetakan (biasanya di bagian akhir buku) tersusun menurut abjad yang memberikan informasi mengenai halaman tempat kata atau istilah ditemukan.

Aktivitas. 1.

Perhatikan contoh indeks buku Tata Bahasa Baku Indonesia terbitan Balai Pustaka tahun 1998 berikut ini ! Apabila kalian akan mencari kata analogi dalam buku tersebut langsung saja dibuka halaman 50 dan 51. Pada kedua halaman tersebut akan kamu dapatkan kata yang kamu cari. Untuk me nemukan kata dental dengan cepat, langsung saja dibuka halaman 44.

INDEKS A : analogi 50,51 anarkis 120, 160, 162 asimulasi bunyi 254 aspek 129, 131 B : benefaktif 12, 13, 241 Beslit 110, 111, 275 C : Ciri-ciri hubungan koordinasi dan sub ordinasi 311 Ciri-ciri suprasegmental 44, 71 D : dasar 77 dental 44

1. Carilah sebuah buku yang berindeks dan tentukan kata-kata tertentu dalam buku tersebut dengan cara membaca memindai indeks buku ! 2. Bacalah indeks berikut !
INDEKS M : majemuk 78, 104, 109 makna, dasar 76 leksikal 80, 84, 102 pokok 76 milik 177 morfem 24 ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………................................

Aktivitas. 2.
Carilah sebuah buku yang memiliki indeks, kemudian kerjakan latihan berikut! a. Tuliskan judul, pengarang, kota tempat penerbitan, penerbit, tahun terbit buku yang kalian gunakan untuk mengerjakan tugas ini! b. Bagaimana cara penulis menyusun daftar indeks? c. Tulislah sebuah indeks topik yang disertai dengan rincian! d. Tulislah sebuah contoh indeks pengarang! e. Tulislah sebuah contoh indeks topik yang kalian temukan, seandainya kalian membutuhkan informasi tentang sebuah definisi!
26 PELANGI

f. Tulislah sebuah contoh indeks topik yang kalian temukan seandainya kalian membutuhkan informasi tentang ciri-ciri atau karakteristik suatu benda atau konsep! g. Tulislah sebuah contoh indeks topik, seandainya kalian membutuhkan informasi tentang judul sebuah karya tulis yang dibahas atau dirujuk oleh pengarang! h. Tulislah sebuah contoh indeks topik, seandainya kalian membutuhkan informasi tentang pengelompokan atau klasifikasi sebuah data atau fakta! i. Tulislah sebuah contoh indeks pengarang, seandainya kalian membutuhkan informasi tentang sebuah defenisi!

A. Pilihlah jawaban yang tepat dengan memberi tanda silang ( x ) huruf, a, b, c, atau d ! Bacalah kutipan berita berikut ! (2) Sejumlah sopir truk angkutan berat khawatir kendaraan mereka terguling ketika melewati Jalan Pantura Pati-Juwana. (2) Hampir seluruh bagian jalan nasional itu berlubang cukup panjang dan dalam. (3) Jalan rintisan Dandeles itu juga tergenang air di dua titik sehingga kerusakan jalan itu tidak terlihat dan membahayakan pengguna jalan. (4) Pemerintah memperkirakan pembangunan jalan itu memakan waktu satu tahun. 1. Kalimat yang menyatakan pendapat ditandai dengan nomor …. a. (1) dan (2) c. (1) dan (4) b. (1) dan (3) d. (4) 2. Kalimat yang menyatakan fakta ditandai dengan nomor …. a. (1), (2), dan (3) c. (3) dan (4) b. (2) dan (3) d. (2) dan (4) 3. Yang merupakan pernyataan fakta adalah …. a. Harga sabun ini murah sekali. c. Rumahnya sangat mewah. b. Harga sabun ini Rp. 5.000,00 d. Pemandangan di Pantai Kuta sangat indah. 4. Iklan berikut ini yang bukan pendapat adalah …. a. Anda pasti puas menggunakan produk kami. b. Produk kami berkualitas tinggi. c. Harganya terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. d. Perusahaan kami berdiri tahun 1918. 5. (1) Bagi Pak Radi, laut merupakan penghidupannya. (2) Ia mengais rezeki dari hasil laut. (3) Menurut beliau, dalam sehari tak kurang dari sepuluh ton ikan yang dapat ditangkapnya. (4) Dari ikan-ikan itulah tampaknya kehidupan keluarga Pak Radi berjalan lancar. Kalimat yang berisi fakta pada paragraf tersebut ditandai nomor …. a. (1) c. (3) b. (2) d. (4)

6. Konjungsi yang tidak menyatakan pengandaian adalah …. a. Jikalau c. Seandainya b. Daripada d. Sekiranya 7. (1) Toni akan memaafkanmu. (2) Kamu harus minta maaf. Kalimat pengandaian yang tepat hasil penggabungan kedua kalimat tersebut adalah …. a. Toni akan minta maaf kepada kamu asalkan kamu memohon. b. Toni akan memaafkanmu asalkan kamu minta maaf. c. Asalkan Toni minta maaf kamu harus memaafkannya. d. Seandainya kamu minta maaf Toni belum tentu memaafkannya. 8. Paragraf berikut yang menggunakan hubungan pengandaian adalah …. a. Jika berwisata ke Tawangmangu tampaknya kurang lengkap jika Anda belum menikmati wisata berkuda. Wisata berkuda itu disuguhkan oleh ratusan pemilik kuda tunggang wisata yang tergabung dalam Paguyuban Turangga Karya. b. Dibeberapa tempat mangkal seperti Taman Balaikam bang, Grojongan Sewu, dan diberbagai sudut di samping vila maupun hotel mereka akan selalu menawarkan dengan ramah kepada para wisatawan yang ingin menggunakan jasa tunggangan tersebut. Dengan berkuda mereka bisa menikmati udara sejuk dan pemandangan alam. c. Dengan membayar Rp. 10.000 hingga Rp. 15.000 parawisatawan dapat menikmati liburannya di atas punggung kuda dengan jarak sejauh kurang lebih 3 – 4 km. Cukup murah untuk suatu perjalanan unik dan menarik, di mana dapat dirasakan suatu persahabatan antara manusia, hewan, dan alam. d. Itulah potert para penyewa kuda tunggang di Tawang mangu. Mereka dengan sabar mengais rupiah di punggung kuda yang masih bertahan hingga kini. 9. Liburan sekolah tiba. Malang dan Batu di Jawa Timur kebanjiran wisata domestic. Rombongan murid-murid sekolah dari berbagai penjuru di Jawa Timur dan Jawa Bahasa Indonesia IX Semester 1 27

Tengah dengan menggunakan bus besar muncul silih berganti. Lalu lintas menjadi padat dan sering meningkat menjadi kemacetan. Kata yang mengalami pergeseran makna pada paragraf tersebut adalah …. a. Kebanjiran c. Meningkat b. Menggunakan d. Kemacetan 10. Makna ameliorasi terdapat dalam kalimat …. a. Ia telah menikah setahun yang lalu. b. Mereka kawin muda karena terpaksa. c. Hati-hati berteman dengannya. Ia sangat licik. d. Bininya telah mengandung lima bulan. Bacalah indeks buku berikut ini ! A : arbitrer 20, 21 artukilasi 34, 52 B : bidak 12, 76 biduk 53 C : centil 56, 122 Cermat 67, 87, 89 D : dikualifikasi 57, 58 Diversifikasi 87, 90 E : era 91 Erosi 23, 211, 215 11. Pernyataan yang sesuai dengan indeks buku tersebut adalah ….

a. Kata cermat terdapat pada buku halaman 56 dan 122 b. Kata biduk terdapat pada buku halaman 12 c. Kata bidak hanya terdapat pada buku halaman 76 d. Kata centil terdapat pada buku halaman 67, 87, dan 89 12. Buku yang berindeks tersebut terdiri dari …. a. 211 halaman c. 214 halaman b. Lebih dari 211 halaman d. Lebih dari 215 halaman 13. Kalau kamu akan mencari kata diversivikasi pada buku tersebut, langsung dibuka pada halaman …. a. 57 c. 87 b. 58 d. 89 14. Indeks buku membantu kita untuk …. a. Mencari arti kata c. Mencari kata dengan cepat b. Mencari makna kata d. Mencari kalimat 15. Kelebihan buku yang berindeks adalah …. a. Pembaca dapat dengan cepat menemukan kata atau istilah yang dicari. b. Pembaca dapat dengan cepat memahami yang terdapat pada buku tersebut. c. Pembaca dapat membuat kalimat dengan cepat karena banyak contoh dalam buku tersebut. d. Pembaca menjadi nyaman membaca karena ada daftar kata-kata yang digunakan dalam buku tersebut.

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan benar ! 1. Daftar kalimat yang menyatakan fakta pada paragraf berikut ! (2) Lebaran tahun ini di Stadion Jeruksari, Wonosari akan digelar music dangdut dengan tema ‘Gelar Musik Gebyar Dangdut Lebaran 2004 Damai Negeriku’. (2) Acara ini terselenggara berkat kerja sama antara Rio Entertainment Organizer dengan Sumber Sound System. (3) Pertunjukan ini dimeriahkan oleh sederetan penyanyi papan atas dari Yogyakarta dan diiringi oleh dua orkes melayu kondang yaitu Orkes Melayu Bianglala 76 dan Orkes Melayu New Kharisma. (4) Menurut ketua panitia Gani Marsana, Gebyar Dangdut Lebaran bertujuan untuk memberikan hiburan menarik bagi warga Gunungkidul dan para pemudik yang pulang ke kampong halaman. ………………………………………………………………………………………………………….... ………………………………………………………………………………………………………….... 2. Buatlah iklan yang mengungkapkan fakta ! ………………………………………………………………………………………………………….... ………………………………………………………………………………………………………….... 3. Buatlah kalimat dengan kata-kat berikut sehingga mengalami pergeseran makna ! a. Panas : ………………………………………………………………………………………….. b. Dingin : ………………………………………………………………………………………….. c. Turun : ………………………………………………………………………………………….. d.Kasar : ………………………………………………………………………………………….. 4. Jelaskan kelebihan buku yang berindeks ! ………………………………………………………………………………………………………….... ………………………………………………………………………………………………………….... 5. Jelaskan maksud indeks buku berikut ! E : edit 47 K : kompleks 90, 119, 120 Elevasi 23, 69 Konsep 36, 83 ………………………………………………………………………………………………………….... 28 PELANGI

Iklan Baris
IV. MENULIS Standar Kompetensi BAHAN AJAR 7 : Mengungkapkan informasi dalam bentuk iklan baris, resensi dan karangan.

I. Kompetensi Dasar : 4.1. Menulis iklan baris dengan bahasa yang singkat, padat, dan jelas. II. Indikator 1. Peserta didik mampu menentukan objek yang akan diiklankan. 2. Peserta didik mampu menyingkat kata-kata sesuai dengan kebiasaan iklan baris 3. Peserta didik mampu menulis iklan baris dengan bahasa yang singkat, padat, dan jelas. 4. Peserta didik mampu menyunting iklan baris.

Uraian Materi
Syarat-syarat iklan a. Bahasa 1. Merancang keingintahuan, ingin mencoba, dan ingin memiliki barang yang diiklankan. 2. Berkesan, bernilai b. Isi 1. Singkat dan jelas 2. Jujur dan sopan atau objektif 3. Berdaya persuasi 4. Tidak menyinggung golongan atau masyarakat tertentu

c. Ilustrasi 1. Menarik perhatian umum 2. Menggunakan komposisi warna yang cocok sekaligus mencolok

Iklan adalah berita atau pesan untuk mendorong dan membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang atau jasa yang ditawarkan. Iklan dapat kita temui hamper pada semua media cetak atau elektronik. Kedua media tersebut dianggap paling efektif untuk itu. Penampilannya pun semakin variatif. Mula-mula iklan televisi menjengkelkan karena mengurangi kenyamanan kita sedang menikmati acara yang ditayangkan. Tetapi, sekarang beberapa iklan justru menjadi tontonan atau bacaan yang menarik. Pada pembelajaran ini marilah kita belajar menulis iklan baris. Iklan baris adalah iklan kecil yang terdiri dari beberapa baris saja dalam sebuah kolom. Agar iklan baris yang kita tulis dapat menarik, perhatikan hal-hal berikut ini : - Kalimatnya singkat, padat, jelas, dan komunikatif - Merangsang keingintahuan - Bersifat persuasif - Tidak menyinggung pihak lain - Menggunakan singkatan yang lazim Penulisan iklan baris pada umumnya banyak menggunakan singkatan. Karena biaya iklan tergantung lokasi yang digunakan. Iklan yang hanya terdiri dari tiga baris biayanya lebih murah dibandingkan dengan yang lima baris. Iklan yang disertai gambar warna biayanya juga lebih mahal disbanding dengan yang polos.
Bahasa Indonesia IX Semester 1 29

Singkatan yang banyak digunakan dalam iklan adalah sebagai berikut : BU : butuh uang TP : tape recoder JL, CPT: jual cepat BR : ban radial ng : nego AC : menggunakan AC istw : istimewa Lt. : luas tanah hg : harga Lb. : luas bangunan jt : juta Km : kamar tg.l : tangan pertama Hub. : hubungi ‘08 : tahun2008 Ph : nomor telepon yang bisa dihubungi VR : velg racing Contoh iklan baris :
BU. New Shogun 125 Th 06mbiru, Tg.I,lst.9,5 jt nego. JL. Nanas 19 Hub. 081329355627

Keterangan : Nama barang : Sepeda motor New Shogun 125 cc Identitas barang : Tahun Pembuatan 2006, warna biru Alamat : JL. Nanas 19 Hub. 081329355627

Aktivitas. 2.
a. Setelah mempelajari contoh iklan baris tersebut, diskusikanlah hal-hal berikut ! 1. Sebutkan ciri-ciri iklan baris ! ……………………………………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………………………………….. 2. Sebutkan hal-hal yang harus tercantum dalam iklan baris ! ……………………………………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………………………………….. b. Tulislah iklan baris berdasarkan ilustrasi berikut ! (kerjakan pada buku tuga) 1. Karena membutuhkan uang dengan segera, Ibnu yang beralamat di Jalan Muria 25 Bukittinggi akan menjual sepeda motor Supra X 125 cc miliknya melalui iklan baris. Sepeda motor berwarna biru buatan tahun 2006. Ditawarkan dengan harga 7,5 juta. Yang berminat supaya menghubungi nomor telepon 081393355627. 2. Pak Abdurrahman akan menjual mobil sedan Toyota Altis warna silver tahun pembuatan 2006. Mobil bernomor polisi B xxxx F tersebut keadaannya masih seperti baru karena jarang dipakai maka ditawarkan dengan harga 175 jt. Alamat yang bisa dihubungi adalah Jl. Sudirman nomor 16 Bukittinggi atau menghubungi telepon (0752) 892910. 3. Bu Irna akan mejual rumah di Kawasan Belakang Balok nomor 78. Bangunan yang bervolume 220 meter persegi tersebut berdiri di atas tanah 400 meter persegi. Rumah tersebut ditawarkan dengan harga Rp. 750 juta. Bagi yang berminat harap menghubungi nomor telepon 081329366527. 4. Menjelang tahun baru, sebuah took elektronik di Jalan Hasanudin 34 Padang, menawarkan aneka produk unggulan antara lain TV, Kulkas, Mesin Cuci, VCD, Tape, Kompor Gas, dan lain-lain dengan harga spesial. 5. Lembaga bimbingan belajar Al Fathan yang berlokasi di Jalan Sukarno Hatta nomor 33 Bukittinggi membutuhkan tenaga pendidik untuk siswa SD, SMP, dan SMA. Lulusan PGSD untuk SD, Sarjana Matematika untuk SMP, dan Sarjana Kimia dan Matematika untuk SMA.

30

PELANGI

c. Jelaskan maksud iklan baris berikut ini !
BU. Jual Espass ’04 silver, AD-N Tg.I,Istw.60 jt nego Hub. 0271892910 OBRAL Komputer. P4-3-2-1 Monitor, HD. CDR, CDRW dll. Kont/Krd. Jl. Kenanga 44 Bukittinggi

1.

………………………………………………….. ………………………………………………….. ………………………………………………….. ……………………………………….................. ………………………………………………….. …………………………………………………..

2.

d. Suntinglah iklan baris berikut ini ! Butuh uang mendadak, jual sebuah kendaraan Roda dua, sepeda tersebut Biru, harga 70.000.000,Alamat: Jl. A. Yani 46 Bukittinggi BU. Jual. Tanah strategis. L.3000M2 disekitar Jalan Tamrin Jakarta 750 jt BU. Jual. Vega ’05 Merah. istw, Tg.I, AB-Y VR, 8 jt nego. Siapa cepat pasti dapat. Heboh Cell : Jual aneka HP, Br/Bks Super murah, Kont/Krd. SEGERA Dicari orang yang bisa menjalankan mobil Pa/Pi Pengl, Gaji 1,5-2 jt per bl. Bisa lebih 1. Hasil Suntingan : ……………………………………………….. ……………………………………………….. 2. Hasil Suntingan : ……………………………………………….. ……………………………………………….. 3. Hasil Suntingan : ……………………………………………….. ……………………………………………….. 4. Hasil Suntingan : ……………………………………………….. ……………………………………………….. 5. Hasil Suntingan : ……………………………………………….. ………………………………………………..

Aktivitas Rumah

1. Carilah iklan elektronik, motor, tanah, dan lowongan dalam surat kabar ! 2. Catatlah singkatan yang digunakan dalam iklan tersebut ! 3. Jelaskan maksud singkatan tersebut !

Bahasa Indonesia IX Semester 1

31

Resensi Buku
IV. MENULIS Standar Kompetensi BAHAN AJAR 8 : Mengungkapkan informasi dalam bentuk iklan baris, resensi dan karangan.

I. Kompetensi Dasar : 4.2. Meresensi buku pengetahuan II. Indikator 1. Peserta didik dapat menulis data buku yang dibaca 2. Peserta didik dapat menulis ikhtisar buku 3. Peserta didik dapat mendaftar buku-buku yang merupakan kelebihan dan kekurangan buku 4. Peserta didik dapat menuliskan pendapat pribadi sebagai tanggapan atas isi buku 5. Peserta didik dapat memadukan ikhtisar dan tanggapan pribadi ke dalam tulisan yang utuh.

Uraian Materi
Meresensi buku merupakan kegiatan mendata buku, merangkum isi buku, dan menilai keseluruhan isi buku. Namun, resensi buku ada juga yang tidak menyertakan penilaian terhadap buku, hanya mengungkapkan data dan isi buku. Tujuan resensi adalah memberi informasi kepada pembaca mengenai buku tersebut, lengkap dengan penilaian kelebihan dan kekurangan buku Sebuah resensi harus memuat hal-hal seperti berikut ini! 1. Identitas buku a. Judul buku Jika buku yang akan diresensi adalah buku}) terjemahan, akan lebih baik dituliskan judul asli buku. b. Penulis buku Jika buku yang akan diresensi adalah buku terjemahan, kita harus menyebutkan penulis buku asli dan penerjemah. c. Jenis buku Penulis resensi harus menunjukkan jenis buku yang diresensi misalnya, buku flksi (buku sastra, novel, dan puisi) atau nonfiksi (buku ilmiah, buku ilmu pengetahuan, dan buku umum), 2. Bahasa Bahasa buku juga diulas dalam resensi karena berhubungan dengan pemahaman terhadap isi buku. Bahasa merupakan media untuk menyampaikan pesan. Oleh sebab itu, bahasa menjadi salah satu unsur penting dalam resensi. Unsur bahasa yang diulas mencakup kelancaran bahasa, kata-kata yang digunakan, kalimat yang digunakan, gaya penyajian, dan keluwesan pemakaiannya. 3. Organisasi Organisasi buku berkaitan dengan cara-cara pengaturan ide buku. Organisasi dapat diulas dari segi kepaduan, urutan, keruntutan, kelogisan, dan kesistematisan. 4. Pengarang Latar belakang penulis juga menjadi sorotan, terutama latar belakang pengetahuan dan kreativitasnya. Perlu diingat bahwa tidak semua aspek acau bagian buku diulas oleh penulis resensi. Aspek yang diulas umumnya dibatasi pada bagian yang menarik atau menonjol menurut pertimbangan penulis resensi. Untuk itu, penulis juga membandingkannya dengan pengarang dan buku sejenis.
32 PELANGI

Contoh resensi Senyum untuk Calon Penulis Judul : Senyum untuk calon penulis Penulis : Eka Budianta Penerbit : Pustaka Alvabet Cetakan : 1 September 2005 Tebal : 274 halaman ISBN : 979-3064-17 X
Judul buku ini sangat menarik dan sangat spesifik dalam menentukan siapa kira-kira target pembaca buku ini. Dari judulnya saja, pembaca akan segera mengetahui apa yang terdapat dalam isi buku ini. Buku ini diharapkan dapat menjawab berbagai pertanyaan yang selalu muncul dalam benak seseorang ketika ia akan menulis. Ini menjadi kendala bagi para calon penulis. Buku ini memang bukan buku panduan praktis bagaimana menulis dengan benar. Akan tetapi, lebih dari itu! Buku ini mengajak, memotivasi, dan menginspirasi siapa saja yang ingin agar tulisan-tulisannya lebih "menyala" seperti lampu, dapat mengeluarkan berbagai "aroma" dan "bau", menyalurkan bermacam perasaan takut, member! semangat, dan mengejutkan pembaca. Buku ini terdiri dari 25 tulisan yang disusun dari berbagai tulisan Eka Budianta. Tulisan-tulisan tersebut dirangkum dari setiap makalah yang disajikannya di berbagai seminar dan diskusi dalam kurun waktu 4 tahun (19992002). Berbagai tema seputar dunia tulis-menulis, buku, lingkungan hidup, sastra, dan lain-lain mewarnai tulisan-tulisannya dalam buku ini. Salah satu tulisan yang judulnya diangkat menjadi Judul buku ini yaitu '"Senyum untuk Calon Penulis". Dalam bukunya, Eka menyampaikan beberapa pokok masalah dalam menulis. Kesatu, selalu ingat mengapa Anda menulis? Dalam hal ini, Dalam bukunya, Eka menegaskan bahwa menentukan tujuan menulis merupakan hal yang paling penting dalam karya sastra. Bukan teknik, keindahan bahasa, plot, tetapi intinya yaitu isi cerpen, isi novel, isi puisi, itulah yang "bicara" (hal 195). Kedua, pentingkah kapan Anda menulis? Bagi Eka. kapan menulis bukanlah masalah, yang lebih penting adalah melihat isi atau pesan setiap pengarang. Bagi penulis-penulis besar, pesan-pesan yang disampaikan biasanya akan abadi. Daram-drama Shakespeare tetap abadi hingga kini. Walmiki dan Epos Ramayana telah menulisnya 2500 tahun lalu di India. Dari segi usia, kapan mulai menulis pun tidak menjadi persoalan. Jika tulisannya mengandung nilai-nilai abadi maka akan bertahan alam. Kartini, Chairil Anwar, Moh. Hatta menulis di usia yang sangat muda, namun apa yang ditulisinya tetap dibaca orang hingga kini. Dalam benak seorang yang ingin menulis, biasanya akan selalu timbul pertanyaan-pertanyaan seperti: Mengapa harus menulis?, Apa yang harus ditulis?, Untuk siapa, di mana? dan Bagaimana menulis dengan baik? Penulis buku ini adalah Eka Budianta. Beliau seorang penulis sekaligus penyair senior, la menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang selama Ketiga, jiwa merdeka dan gembira. Modal utama seorang pengarang adalah jiwa yang merdeka. Dengan bebas berpikir dan berimajinasi, setiap penulis dapat melahirkan karya-karyanya. Akan tetapi, Eka meng-ingatkan bahwa semakin besar kemerdekaan seorang penulis maka semakin besar juga tanggung jawabnya dan semakin perlu hati-hati. Keempat, Bagaimana menulis dan apa isinya? Dalam hal ini, Eka menceritakan pengalamannya menjadi asisten HB. Jasin dalam menyeleksi karya-karya sastra. Walaupun suatu karya dinilai bagus oleh HB. Jasin, namun tidak berarti karya tersebut dapat dipublikasikan. Menurut Jassin seorang penulis membawa tugas sebagai "guru" bagi pembacanya, melalui tulisan, manusia dapat membongkar pikiran orang lain. Akan tetapi, jika penulis berhasil "membongkar", tentu penulis harus dapat merapikannya. Jika membaca semua tulisan yang terdapat dalam buku ini, akan terlihat bahwa buku ini sangat kaya akan cakupannya. Selain itu, bahasanya mudah dimengerti karena ditulis dengan gaya personal, tidak hanya persoalan tulismenulis yang dibahasnya, namun mencakup bidang sastra, budaya, lingkungan, politik, dan lainnya. Dari segi keterbacaannya, buku ini sangat mudah untuk dipahami karena Eka menulisnya dengan gaya yang khas. Kesimpulannya, buku ini dapat memberikan inspirasi bagi mereka yang bergerak dalam dunia tulis menulis. Kritik terhadap buku ini terdapat pada pemilihan judul bukunya Senyum untuk Calon Penulis. Judul buku ini seolah membatasi bagi siapa buku ini diperuntukkan (calon penulis), padahal jika membaca seluruh tulisan yang terdapat dalam buku ini, bukan hanya untuk calon penulis saja melainkan bagi siapa saja yang berprofesi dan bergerak dalam dunia tulis menulis. Resensi ditulis oleh @h_tanzil Bahasa Indonesia IX Semester 1 33

Sumber: http://www.ruangbaca.com, dengan pengubahan)

Aktivitas.

Bacalah contoh resensi berikut ini ! Komik dalam Telaah yang Bijak Hafiz Ahmad, dkk, Histeria Komikita (Jakarta : PT Alex Media Komputindo) 270 Halaman Oleh : Donny Anggoro

Dimulai dari penjelasan menolak anggapan komik bukan hanya “hiburan dan bacaan anak” (hal. 11) sampai contoh karya komikus muda yang masih dalam proses di halaman terakhir (Komikita dan Komikamu, hal. 208), buku ini terbilang lengkap sebagai satu dari kumpulan catatan telaah komik terkini. Dalam satu hal, buku ini secara bijak menyatakan gagasan untuk tak segan-segan mengikuti pola kerja kolaborasi studio yang lazim dilakukan komik impor, demi menghasilkan komik yang bermutu. Selain menyoroti dari sisi creator, buku ini juga mencoba meluruskan pandangan keliru dari sisi penganut komik. Tengoklah bagian Look Who’s Reading ! (hal. 160). Di sini mereka mengkritik para pengamat komik sendiri yang sialnya tak sungguh-sungguh membekali diri dengan sejarah komik yang memadai. Akibatnya, telaah yang ada cenderung repetitive (mengulang pernyataan pengamat, sejarawan, atau budayawan yang lebih dahulu menilai) jika enggan disebut sebagai kilasan gosip, selain ternyata ada juga yang tak sungguh-sungguh membaca komik klasik Indonesia. Pada bagian ini mereka menyebut dapak terburuk tatkala mereka mengkritik karya komikus muda, yaitu kritik yang cengderung menghakimi atau mematikan semangat lantaran menilai komik yang hanya sepotong. Satu hal lain yang perlu direnungkan, buku ini juga menggugat identitas bangsa –hal lain akibat generation gap- yang umumnya sering mendiskreditkan karya komik “kurang Indonesia”. Di halaman 107 dengan memberi contoh komik antar bangsa Batman Child of Dreams karya Kia Asamiaya yang mengolah Batman menjadi bangga tanpa menanggalkan rasa aslinya dari Amerika, sebenarnya memberi bukti memang ada keterpengaruhan yang memperkaya daripada hanya merasa karya yang baik harus lokal – kontekstual – orisinil dari negeri sendiri – satu hal yang juga menjadi problem dalam membuat karya seni lainnya di Indonesia. Penggunaan ilustrasi dalam buku juga tidak hanya menjadi dekor karena sebagian menyatu dalam teks – mirip yang dilakukan komikolog Scott Mc Cloud dalam buku Understanding Comics – sebuah buku telaah komik yang sampai kini menjadi referensi paling memadai sebagai upaya menilai komik sebagai karya seni. Meskipun penyajian buku ini cukup berhasil bahkan bijaksana dalam menilai komik, ternyata masih ditemukan kekurangan elementer yang mungkin tidak disadari penulis (juga penerbitnya) tidak ada daftar isi, walau buku ini memuat daftar kepustakaan. Barangkali ini masalah kecil, tetapi agak merepotkan bagi pembaca yang sudah melangkah kesebuah halaman, ternyata di halaman berikut dalam buku ada himbauan untuk menengok pembahasan lain dihelai halaman sebelumnya. Terlepas dari kekurangannya, buku ini patut dihargai sebagai ikhtiar mulia menghargai seni komik di Indonesia dengan caranya sendiri jenaka dan bijak tanpa harus meninggalkan kesungguhan menilainya sebagai karya seni.
(Disadur dari KOMPAS, 9 Juli 2007)

a. Setelah membaca dan mempelajari contoh resensi tersebut, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ! 1. Sebutkan judul buku yang diresensi ! ……………………………………………………………………………………………………… 2. Sebutkan nama penerbit dan tahun terbit buku tersebut ! ……………………………………………………………………………………………………… 3. Siapa pengarang buku tersebut ? ……………………………………………………………………………………………………… 4. Siapa yang meresensi buku tersebut ? ……………………………………………………………………………………………………… 5. Tunjukkan bagian yang berisi ulasan terhadap isi buku ! ………………………………………………………………………………………………………

34

PELANGI

6. Tunjukkan bagian yang menunjukkan kelemahan buku tersebut ! ……………………………………………………………………………………………………… 7. Tunjukkan bagian yang menunjukkan kelebihan buku tersebut ! ……………………………………………………………………………………………………… 8. Tunjukkan bagian yang berisi kesimpulan ! ……………………………………………………………………………………………………… b. Seandainya kamu meresensi novel, komponen apa saja yang diulas ? Mengapa ? ………………………………………………………………………………………………………….. c. Seandainya kamu meresensi kumpulan puisi, komponen apa saja yang diulas ? Mengapa ?\ ………………………………………………………………………………………………………….. 1. Carilah sebuah buku diperpustakaan sekolah ! 2. Buatlah resensi buku tersebut ! 3. Ketiklah yang rapi disertai fotokopi sampul buku yang kamu resensi ! 4. Diskusikan hasil resensi yang kamu buat dengan teman sekelompok ! 5. Lakukan revisi ! 6. Publikasikan hasil resensi tersebut ke majalah dinding atau majalah sekolah !

BAHAN AJAR 9 IV. MENULIS Standar Kompetensi : Mengungkapkan informasi dalam bentuk iklan baris, resensi dan karangan. I. Kompetensi Dasar : 4.3. Menyunting karangan dengan berpedoman pada ketepatan ejaan, tanda baca, pilihan kata, keefektifan kalimat, keterpaduan paragraf, dan kebulatan wacana. II. Indikator 1. Mampu menentukan kesalahan ejaan, pilihan akta, keefektifan kalimat, keterpaduan paragraf dan kebulatan wacana. 2. Mampu memperbaiki kesalahan ejaan, pilihan kata, keefektifan kalimat, keterpaduan paragraf, dan kebulatan wacana. 3. Mampu menulis karangan dengan memperhatikan ketepatan ejaan, tanda baca, keterpaduan paragraf, dan kebulatan wacana.

Uraian Materi
Karangan ditulis dengan tujuan dan maksud tertentu, misalnya digunakan sebagai bahan dalam forum ilmiah, dipublikasikan melalui surat kabar, dan untuk kepentingan dokumentasi. Teks karangan harus ditulis dengan ejaan dan tanda baca yang benar, agar tidak terjadi kesalahan pemahaman isi teks. Gagasan atau informasi dalam karangan disajikan dengan kalimat efektif, sehingga isi karangan mudah dipahami pembaca. Karangan dikembangkan dengan sejumlah paragraf yang idenya ditata secara sistematik dan padu, sehingga menjadi utuh (bulat) gagasannya. Sebuah karangan akan disunting (diperiksa ketepatannya) terlebih dahulu, sebelum diperbanyak atau disajikan di hadapan peserta diskusi atau seminar. Penyuntingan dilakukan dari dua segi, yakni penyuntingan isi dan bahasa. Penyuntingan isi dilakukan oleh penulis sendiri atau diserahkan kepada pihak yang memiliki keahlian yang sesuai dengan topik yang dibahas. Adapun penyuntingan bahasa dikerjakan oleh ahli bahasa. Seorang penyunting (editor) yang baik akan bekerja secara teliti memeriksa kesalahan penulisan teks.
Bahasa Indonesia IX Semester 1 35

Kesalahan akan diperbaiki atau dikoreksi dengan cara membubuhkan tanda-tanda yang menunjukkan kesalahan tanpa atau dengan menyertakan perbaikannya. Berdasarkan tanda-tanda perbaikan yang dibubuhkan pada teks tersebut, penulis dapat melakukan revisi (perbaikan) penulisan teks. Menyusun karangan adalah mengungkapkan idea atau gagasan secara tulis. Untuk itu perlu memperhatikan beberapa hal, yaitu : 1. Ejaan yang digunakan dalam karangan harus benar. 2. Menggunakan tanda baca secara benar. 3. Kalimat yang digunakan harus efektif agar mudah dipahami. 4. Hubungan antar kalimat dalam paragraf harus padu, artnya terdapat keterkaitan yang saling mendukung. 5. Paragraf satu dengan yang lain harus saling mendukung. Menyunting termasuk langkah yang harus dilakukan sebelum karangan dipublikasikan. Menyunting adalah memperbaiki karangan. Ruang lingkup penyuntingan anatara lain sistematika penyajian, isi, dan bahasa. Pada pembelajaran ini kita akan belajar menyunting karangan. Hal-hal yang perlu diperbaiki antara lain ejaan, tanda baca, pilihan kata, keefektifan kalimat, keterpaduan paragraf, dan kebulatan wacana. Contoh: • Sebelum disunting Kasus flu burung semakin meluas dipelosok tanah air. Korban meninggal dunia akibat flu burung semakin bertambah meskipun dibeberapa daerah telah mengadakan tindakan penertiban unggas, terutama ayam. Warga diharapkan agar supaya mengandang ayamnya agak jauh dari tempat tinggal. Namun, demikian masih banyak warga yang nekat tidak mengandangkan ayamnya meski sosialisasi bahaya flu burung baru akan dilakukan dimana-mana. • Setelah disunting Kasus flu burung semakin meluas keseluruh pelosok tanah air. Korban meninggal akibat flu burung semakin bertambah walaupun dibeberapa daerah telah diadakan tindakan penertiban unggas, terutama ayam. Warga dihimbau mengandangkan ayamnya agak jauh dari tempat tinggal. Namun, masih banyak warga yang nekat tidak mengandangkan ayamnya meskipun sosialisasi flu burung telah dilakukan dimana-mana.

Aktivitas.
a. Suntinglah kalimat-kalimat berikut ! 1. Pemerintah di kota jakarta terus berupaya akan menyelesaikan masalah sampah. ……………………………………………………………………………………………………. 2. Surabaya mendapat anugerah dari presiden susilo bambang yudoyono sebagai kota terbersih tahun ini. ……………………………………………………………………………………………………. 3. Peletakkan batu pertama gedung itu dilakukan oleh bupati karanganyar rina iriani. ……………………………………………………………………………………………………. 4. Menjaga kebersihan lingkungan sekitar memang jadi tanggung jawab warga. ……………………………………………………………………………………………………. 5. Sebagian besar warga buang sampah gitu saja secara semabarangan. ……………………………………………………………………………………………………. 6. Usaha daripada pemerintah kota untuk membuat kota terbersih dan terindah perlu dukungan daripada masyarakat. ……………………………………………………………………………………………………. 7. Sampah yang mengambang di sungai ciliwung menjadi pandangan yang tidak menarik. ……………………………………………………………………………………………………. 8. Pulau samosir banyak singgahi turis asing dan domestik. …………………………………………………………………………………………………….
36 PELANGI

b. Suntinglah paragraf berikut ini ! 1. untuk mengatasi masalah sampah yang volumenya terus bertambah tak diikuti penambahan areal penampungan sampah, pengelolaan sampah jadi solusi yang harus dilakukan. Masyarakat pun harap ikut terlibat kelola sampah, bukan lagi membuang sampah. Hasil suntingan : ……………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………. 2. Minimnya kesadaran masyarakat akan dampak negatif terhadap pembuangan sampah tidak pada tempat nya menyebabkan menjadi masalah, terutama di kota-kota besar. Banyak warga yang tidak memperdulikan tentang cara membuang sampah. Mereka sering membuang sampah dengan cara melemparkan begitu saja ke sungai, dengan harapan bisa hanyut oleh air sungai. Bahkan tak jarang mereka membuang ke selokan, meskipun selokan itu sangat sempit dan tidak ada lagi air mengalir di sana. Membuang sampah yang tidak pada tempatnya memberikan banyak dampak negatif. Hasil suntingan : ……………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………. a. Susunlah sebuah karangan tentang lingkungan ! b. Tukarkan karangan tersebut dengan karangan temanmu untuk disunting ! c. Daftarkan jumlah kesalahan yang terdapat dalam karangan tersebut ! 1. Carilah kesalahan ejaan, tanda baca, pilihan kata, kepaduan paragraf, dan kebulatan wacana yang terdapat dalam media cetak ! 2. Perbaikilah kesalahan tersebut !

Aktivitas Rumah

A. Pilihlah jawaban yang tepat dengan memberi tanda silang ( x ) huruf a, b, c, atau d ! Bacalah iklan berikut ! BU JUAL CPT TANPA PERANTARA Taruna’2002 Plt No. AB-E, AC, VR, TP, Biru, Istw, 81 jt Nego 081329355627 1. Iklan tersebut termasuk ikaln …. a. Mobil c. Rumah b. Motor d. Komputer 2. Uraian yang sesuai dengan iklan tersebut adalah …. a. Dijual cepat tanpa melalui perantara sebuah mobil Taruna tahun 2002 dengan nomor polisi AB-E ditawarkan dengan harga 81 juta. Kondisi mobil tersebut istimewa, dan dilengkapi dengan beberapa fasilitas,

yaitu AC, Velg Racing, dan Tape. Bagi yang berminat bisa menghubungi nomor telepon 081329355627. b. Dijual cepat tanpa melalui perantara sebuah mobil tahun 2002 dengan nomor polisi AB-E ditawarkan dengan harga 81 juta. Kondisi mobil tersebut istimewa, dan dilengkapi dengan beberapa fasilitas, yaitu AC, Velg Racing, dan Tape. Bagi yang berminat bisa menghubungi nomor telepon 081329355627. c. Dijual cepat tanpa melalui perantara sebuah mobil Taruna warna biru tahun 2002 dengan nomor polisi AB-E kondisi mobil tersebut istimewa, dan dilengkapi dengan beberapa fasilitas, yaitu AC, Velg Racing, dan Tape. Bagi yang berminat bisa menghubungi nomor telepon 081329355627. d. Dijual cepat tanpa melalui perantara sebuah mobil Taruna warna biru tahun 2002 dengan nomor Bahasa Indonesia IX Semester 1 37

polisi AB-E ditawarkan dengan harga 81 juta. Kondisi mobil tersebut istimewa, dan dilengkapi dengan beberapa fasilitas, yaitu AC, Velg Racing, dan Tape. Bagi yang berminat bisa menghubungi nomor telepon 081329355627. 3. PO BISMO BUS AC NON AC PARIWISATA 27/31/44/59 Seat, Armada Th,2005-2006 Crew Bus Terlatih & Ramah Utk Anda. Jl. Kawi1/3 Ph.(024)8318454-8504071 Bkt.

Iklan tersebut termasuk kelompok iklan baris …. a. Otomotif c. Biro Perjalanan b. Elektronik d. Lain-lain 4. Yang termasuk iklan baris Biro Jasa adalah …. a. HILANG BPKB HONDA SUPRA TH. 2005 AD5972 TN a/n Dino Jl. Nanas 2 Bkt b. SERVICE TV, AC, KULKAS, VCD SEGALA MERK Panggilan (081) 329355669 c. BERSAMA TEMAN KELUARGA Nikmati Pancingan DEA Tigo Baleh Alami (0752) 888019 d. Dijual Rumah Lt-Lb 200/70 Strategis dkt pasar 240 jt Nego (031) 907788 5. Dicari S-1 Pengalaman Marketing Penghasilan 2 jt lebih per bulan Fc. Pengalaman Lam. Kirim Lsg Ke Jl. Sudirman 36 Bkt

Bagi yang berminat bisa menghubungi Pak Yusuf dengan alamat perumahan Indah Permai gang 7 nomor 15 Bukittinggi. c. Dijual sebuah rumah dengan luas 100 meter persegi dan luas bangunan 70 meter persegi. Rumah tersebut memiliki 2 kamar tidur, satu kamar mandi, dilengkapi dengan garasi. Bagi yang berminat harganya pas Rp 130.000.000 dan bisa menghubungi Pak Yusuf dengan alamat perumahan Indah Permai gang 7 nomor 15 Bukittinggi. d. Dijual sebuah rumah dengan luas 100 meter persegi. Harga Rp. 130.000.000 bisa ditawar. Rumah tersebut memiliki 2 kamar tidur, satu kamar mandi, dilengkapi dengan garasi. Bagi yang berminat bisa menghubungi Pak Yusuf dengan alamat perumahan Indah Permai gang 7 nomor 15 Bukittinggi. 7. Resensi sebuah buku adalah …. a. Timbangan dan ulasan sebuah buku b. Menilai sebuah buku c. Membaca sebuah buku d. Merangkum sebuah buku 8. Memberi ulasan buku harus didasarkan pada …. a. Bukti yang dapat dipertanggung jawabkan c. Alasan yang logis b. Argumentasi d. Emosional 9. Yang tidak dibahas dalam meresensi antologi puisi adalah …. a. Struktur kalimat c. Amanat b. Tema d. Imajinasi Bagaimana dengan posisi Tohari ? Agaknya, apa pun posisi yang dipilihnya, Tohari, lewat kesepuluh cerpen yang terhimpun dalam buku ini memberikan kesan bahwa ia sangat akrab dan menguasai dunia orangorang yang diceritakan.
(Susno Wasono)

Iklan tersebut termasuk iklan baris …. a. Rupa-rupa c. Pendidikan b. Biro Jasa d. Lowongan 6. JL. RMH,HM,LT 100 M-2 LB 70 M-2 2 km Tdr 1 km md garasi 130 jt ng Hub.P.Yusuf Permh Indah Permai Gg 7 / 15 Bukittinggi

Maksud iklan tersebut adalah …. a. Dijual sebuah rumah dengan luas 100 meter persegi. Rumah tersebut memiliki 2 kamar tidur, satu kamar mandi, dilengkapi dengan garasi. Bagi yang berminat bisa menghubungi Pak Yusuf dengan alamat perumahan Indah Permai gang 7 nomor 15 Bukittinggi. b. Dijual sebuah rumah dengan luas 100 meter persegi dan luas bangunan 70 meter persegi. Rumah tersebut memiliki 2 kamar tidur, satu kamar mandi, dilengkapi dengan garasi. Rumah tersebut ditawarkan Rp 130.000.000.

10. Kutipan resensi buku tersebut adalah bagian….sebuah resensi. a. Pendahuluan c. Kesimpulan b. Pembahasan d. Penutup
Walaupun begitu, lepas dari persoalan itu, buku ini patut kita sambut, bukan karena kebetulan ditulis oleh seorang Tohari, melainkan karena apa yang ditampilkan – suara Tohari “masih” merupakan bagian dari isi kehidupan masyarakat kita.

38

PELANGI

11. Kutipan resensi tersebut adalah bagian …. sebuah resensi. a. Pembahasan c. Saran b. Pendahuluan d. Kesimpulan 12. Komponen yang tidak dalam meresensi novel adalah …. a. Rima c. Alur cerita b. Tema d. Sudut pandang 13. Penyuntingan dilakukan …. a. Setelah karangan dibaca oleh orang lain. b. Setelah diterbitkan. c. Setelah dipublikasikan d. Sebelum dipublikasikan

14. Yang tidak termasuk dalam objek penyuntingan dalam karangan adalah …. a. Struktur kalimat c. Ejaan b. Diksi d. Bentuk tulisan 15. Kesalahan pemakaian huruf capital terdapat pada kalimat …. a. Pasa ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur. b. Pemilihan Gubernur di jawa Timur berlangsung tertib. c. Saudaranya diangkat menjadi camat di Kabupaten Batulicin. d. Rapat hari ini dipimpin oleh Camat Kradenan.

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar ! 1. Sebutkan hal-hal yang harus ada dalam iklan baris ! ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… 2. Tulislah iklan baris yang menawarkan : a. Rumah : …………………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………………. b. Motor : …………………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………………. 3. Pada suatu hari istri Pak Banu diopname di rumah sakit menderita usus buntu. Dokter menganjurkan agar operasi. Pada hal untuk operasi membutuhkan biaya cukup besar. Satu-satunya jalan yang harus ditempuhnya adalah menjual sepesa motor Smash berwarna biru miliknya yang dibeli pada tahun 2006. Tulislah iklan baris berdasarkan ilustrasi tersebut ! ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… 4. Suntinglah paragraf berikut ! berkunjung di perpustakaan smp bintang kejora Surabaya, Jawa timur memang sangat menyenangkan ruangan yang berukuran 10 x 16 meter mampu menampung sekitar 55 pengunjung. Ventilasi daripada udaranya cukup membuat mengunjung sangat betah sekali tinggal beberapa saat selain koleksi bukubukunya yang lengkap perpustakaan juga dilengkapi dengan sebuah televisi. Beberapa siswa malas untuk berkunjung ke perpustakaan. Sehingga perpustakaan di sekolah ini selain sebagai tempat untuk membaca, menulis, dan belajar juga dapat dijadikan tempat wiasata bagi siswa dan guru. ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… 5. Jelaskan pengertian resensi ! ………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………

Bahasa Indonesia IX Semester 1

39

6. Sebutkan komponen yang dibahas dalam meresensi buku ilmu pengetahuan ! ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… 7. Sebutkan komponen yang harus dibahas dalam meresensi buku kumpulan puisi ! ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… 8. Buatlah contoh sebuah paragraf untuk menjelaskan kelebihan buku yang diresensi ! ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… 9. Buatlah contoh sebuah paragraf untuk menjelaskan kekurangan buku yang diresensi ! ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… 10. Dalam menulis resensi pada bagian isi buku apa yang harus dijelaskan ! ………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………

Pengayaan
PELUANG USAHA Mau Usaha Jualan Tiket Pesawat ??? Hanya dengan Modal 3.750 rb Bisa buka usaha tours travel System reservasi online, cetak tiket pesawat langsung, buka 24 jam Silahkan datang langsung MMBC Padang Jl. Veteran No. 73 Padang Telp. 0751-811478 081363755040 www.klikmbc.co.id

1. Cermatilah iklan baris di bawah ini! 2. Jelaskanlah isi dari iklan baris itu!
DIKONTRAKKAN Ruko Baru 3 Petak 4x10 M2, Lok. Jln. Raya Indarung 200 m dari Gerbang Se-men Padang. Hub: Linda 08126641054

3. Suntinglah karangan di bawah ini!
Diskusi Seni Rupa Jawa Timur

Sebuah diskusi yang memfokuskan untuk peta seni rupa Jawa Timur dilangsungkan Minggu 19/12/04, jam 10.00 di Taman Budaya Jawa Timur, Jalan Gentengkali 85 Surabaya. Tampil sebagai pembicara pengamat seni Agus Dermawan T serta Dosen Seni Rupa dari Universitas Surabaya Djuli Jatiprambudi. Diskusi ini menurut salah satu penggasa acara, Agoes Koecink, serangkaian dengan Pameran Gelar Akbar Perupa Jawa Timur “Membaca Peta Seni Rupa Jawa Timur”. Pameran itu sendiri telah dibuka Sabtu (18/12) dan akan berlangsung sampai dengan 24 Desember mendatang. Pameran menampilkan seni lukis, keramik, grafis, patung, kriya, instalasi serta multimedia. “Ada upaya untuk melakukan penggalian terhadap potensi seni rupa Jawa Timur yang selama ini nyaris dilewati melulu di dalam pembicaraan seni rupa nasional”, kata Agoes Koecink. Para perupa yang tampil berasal dari daerah-daerah seputar Jawa Timur seperti Surabaya, Malang, Mojokerto, Tulungagung, Gresik, Sidoarjo, serta beberapa daerah lainnya. Dalam diskusi nanti, ujar Agoes, akan digulirkan wacana rencana melakukan Bienalle Seni

40

PELANGI

Syair
BAHAN AJAR 10 V. MENDENGARKAN Standar Kompetensi : Memahami wacana sastra jenis syair melalui kegiatan mendengarkan syair. I. Kompetensi Dasar : 5.1.. Menemukan tema dan pesan Syair yang diperdengarkan II. Indikator Dengan berakhirnya pembelajaran peserta didik dapat : 1. Mampu menemukan tema syair dan pesan syair berdasarkan inti pengungkapan syair 2. Mampu menangkap 2 pesan syair dengan bukti pada teks syair

Uraian Materi
Pembacaan syair termasuk salah satu kesenian tradisional Nusantara. Pada abad ke-18 hingga awal abad ke-19, kesenian ini berkembang pesat di wilayah Sumatra. Selain sebagai hiburan, pembacaan syair dimaksudkan sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan nasihat. Dalam syair terkandung pesan atau nasihat kepada pihak-pihak tertentu. Nasi¬hat disampaikan secara langsung dan tak langsung. Nasihat langsung disampaikan dengan menguntai gagasan (nasihat) dalam setiap bait. Bait-bait tersebut secara keseluruhan akan membentuk sebuah nasihat yang utuh. Nasihat tak langsung disampaikan dengan cara menceritakan kisah kehidupan seorang tokoh. Melalui peristiwa yang dialami tokoh, pembaca diharapkan dapat menyimpulkan sendiri nasihat kehidupan yang bcrguna bagi dirinya. Berdasarkan isinya, syair dapat dibagi menjadi lima golongan, yaitu: 1. Syair panji yang berisi/ bercerita tentang keadaan yang terjadi dalam istana (kerajaan), keadaan orangorang yang ada atau berasal dari dalam istana. Contohnya , " Syair Kentambuhan" menceritakan seorang putrid bernama Ken Tambuhan yang kemudian dijadikan persembahan kepada sang Ratu Kauripan. 2. Syair romantis yang berisi tentang percintaan pelipur lara, cerita rakyat. 3. Syair kiasan yang berisi kisah percintaan antara ikan, burung, bunga, dan buah-buahan yang semuanya itu hanyalah simbolik yang terkandung di dalamnya, kiasan atau sindiran kepada peristiwa tertentu. 4. Syair sejarah adalah syair yang berdasarkan peristiwa sejarah terpenting, tentang peperangan. Contoh, "Syair Perang Makasar" yang dahulu bernama Syair Sipelman, yaitu syair sejarah yang berisi perang antara orang Makassar dan orang Belanda. 5. Syair agama tergolong syair terpenting, tetapi menjadi empat, yaitu pertama, syair sufi oleh Hamzah Fansuri dengan penyair-penyair sezaman; kedua, syair tentang ajaran Islam, contoh Syair Sifat Dua Puluh; ketiga syair riwayat nabi (Syair Anbia), antara lain Syair Nabi Allah dengan Firaun; dan keempat syair nasihat berisi nasihat bagi pembaca. Contohnya, Syair nasihat Laki-laki dan perempuan.

Bahasa Indonesia IX Semester 1

41

Ciri-ciri syair 1. Terdiri atas empat baris sebait. 2. Tiap baris terdiri atas empat kata, sekurang-kurannya terdiri atas dua belas suku kata. 3. Berima a-a-a-a ( di akhir larik adlam satu bait berbunyi sama, lihat bait pertama diakhiri oleh, bait kedua I, dan bait ketiga a). 4. Merupakan satu kesatuan yang utuh (semua larik berupa isi/cerita/kiash/berunsur nasehat). Contoh syair


Aktivitas.
Syair (1) SYAIR PERAHU


SYAIR BIDADARI LAHIR Beberapa lama di dalam kerajaan Senantiasa ia bersuka-sukaan Datanglah masa beroleh kedudukan Baginda meninggalkan tahta kerajaan Datanglah kepada suatu masa Melayangkan unggas dari angkasa Unggas garuda burung perkasa Menjadi negeri rusak binasa

Bacalah dua buah syair berikut kemudian jawab pertanyaannya!

Syair (2)

Wahai muda, kenali dirimu, Ialah insan tamsil tubuhmu, Tiadakah berapa lama hidupmu, Ke akhirat jua kekal diammu Hai muda arif budiman Hasilkan kemudi dengan pedoman, Alat perahumu jua kerjakan Itulah jalan membetuli insan Perteguh jua alat perahumu, Hasilkan bekal air dan kayu, Dayung pengayh taruh di situ Supaya laju perahumu itu

SYAIR BURUNG PUNGGUNG

Bersyairlah burung cendrawasih Punggung ini rindukan kekasih, Melihat bulan cahaya bersih, Cinta yang lain banyak menyisih. Di atas kayu pungguk merindu, Paksi mendengar tersedu-sedu, Mendengarkan bunyi burung peladu, Tersedarkah kekasih dalam peradu. Abang ann tuan tidak ketahuan Sianr dan silam igau-igauan Jikalau tidak kekasih tuan, Mairatlah abang di dalam rawan

1. 2. 3. 4.

Tentukan tema syair 1 dan 2 Tentukan isi syair 1 dan 2 Tentukan pesan syair 1 dan 2 Tentukan jenis syair 1 dan 2

42

PELANGI

BAHAN AJAR 11 V. MENDENGARKAN Standar Kompetensi : Memahami wacana sastra jenis syair melalui kegiatan mendengarkan syair. I. Kompetensi Dasar : 5.2.. Menganalisis unsur-unsur syair yang diperdengarkan. II. Indikator Dengan berakhirnya pembelajaran peserta didik dapat : 1. Peserta didik mampu menentukan 4 syarat-syarat syair. 2. Peserta didik mampu menganalisis syair yang diperdengarkan berdasarkan unsur-unsur syair.

Uraian Materi
Syair biasanya adalah lukisan-lukisan panjang yang berisi cerita. Mendengarkan pembacaan syair tidak semata-mata mendengarkan keindahan bahasanya, tetapi lebih cenderung pada alur cerita. Pada masa sekarang ini keberadaan syair hamper dilupakan orang. Oleh karena itu sebagai pelajar tentunya kita memiliki kewajiban melestarikan seni, budaya, dan karya seni lain yang diciptakan oleh orang-orang dahulu. Syair dibentuk dari beberapa unsur, yaitu tema, pilihan kata (diksi), suasana, gaya bahasa, dan amanat. a. Tema, merupakan gagasan pokok yang dikemukakan oleh penyair merupakan landasan utama dalam mengekspresikan gagasan atau pikiran melalui kata-kata. b. Pilihan kata, kekuatan kata dalam puisi untuk menggugah berbagai asosiasi perasaan yang sangat penting. Kata yang dipilih dalam puisi harus memiliki bobot dan gaya. c. Susasana, keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi. Suasana merupakan efek psikoligis yang muncul setelah pembaca selesai membaca keseluruhan. d. Gaya bahasa, gaya bahasa (majas) sangat penting di dalam puisi, karena gaya bahasa dapat memberi andil yang besar dalam membangun konsentrasi dan intensifikasi dari sebuah puisi. e. Amanat adalah tujuan yang hendak dimaksud penyair dalam menciptakan syairnya. Amanat tersirat dibalik kata-kata yang disusun dan berada dibalik tema yang diungkapkan.


Aktivitas.
Karangan ini suatu madah mengarangkan syair tempat berpindah, di dalam dunia janganlah tam’ah, di dalam kubur bershalawat sudah. Kenal dirimu di dalam kubur, badan seorang hanya tersungkur, dengan siapa lawan bertutur, di balik papan badan hancur. Di dalam dunia banyaklah mamang, ke akhirat jua tempatmu pulang, janganlah disusahi emas dan uang, itulah membawa badan terbuang. Tuntutlah ilmu jangan kepalang, di dalam kubur terbaring seorang, Munkar wa Nakir ke sana datang, Menanyakan jikalau ada engkau sembayang. (Syair Perahu)

Dengarkanlah syair berikut ini !

Keterangan : 1. tama’ah : loba 2. mamang : kabur, kacau 3. Munkar wa Nakir : kedua malaikat yang menanyai di dalam kubur. Bahasa Indonesia IX Semester 1 43

a. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ! 1. Mengapa di dunia kubur kita tidak boleh tama’ah ? ……………………………………………………………………………………………………. 2. Dengan siapa manusia di dalam kubur bertutur ? ……………………………………………………………………………………………………. 3. Mengapa di dunia kita tidak boleh mamang ? ……………………………………………………………………………………………………. 4. Tentukan tema syair ! ……………………………………………………………………………………………………. 5. Sebutkan pesan yang dalam syair tersebut ! ……………………………………………………………………………………………………. b. Seperti hanya pantun, syair juga memiliki beberapa syarat. Sebutkan 4 syarat-syarat syair ! 1. ……………………………………………………………………………………………………. 2. ……………………………………………………………………………………………………. 3. ……………………………………………………………………………………………………. 4. ……………………………………………………………………………………………………. c. Analisislah syair tersebut atas unsur-unsurnya ! 1. Tema : ………………………………………………………………………………….. 2. Diksi : ………………………………………………………………………………….. 3. Gaya bahasa : ………………………………………………………………………….............. 4. Isi : ………………………………………………………………………….............. 5. Amanat : …………………………………………………………………………………..

Aktivitas Rumah Dengarlah tuan mula rencana Disuratkan oleh dagang yang hina Karangan janggal banyak tak kena Daripada paham belum sempurna Daripada hari sangatlah morong Dikarang syair seekor burung Sakitnya kasih sudah terdorong Gila merawat segenap lorong Pertama mula pungguk merindu Berbunyilah pungguk mendayu-dayu Hatinya rawan bercampur pilu Seperti diiris dengan sembilu Pungguk bernadah seraya merawan Wahai bulan, terbitlah Tuan Gundahku tidak berketahuan Keluarlah bulan tercelalah awan

Dengarkanlah pembacaan syair berikut dengan baik dan kerjakan tugas berikutnya. Jika ada kata-kata yang tidak kamu pahami, carilah maknanya dalam kamus. a. Menurutmu, mengapa karya sastra tersebut disebut syair? Kemukakan jawabanmu berdasarkan ciri-ciri syair yang telah kamu pelajari! b. Tentukan tema dan pesan dari syair tersebut! c. Tentukan isi dari syair tersebut! d. Menurutmu, termasuk jenis apakah syair tersebut! e. Bahaslah pekerjaanmu itu bersama teman-teman sekelasmu!

44

PELANGI

A. Pilihlah jawaban yang paling tepat ! Dengarkan syair berikut ! Wahai muda, kenali dirimu, Ialah insane tamsli tubuhmu, Tiadakah berapa lama hidupmu, Ke akhirat jua diammu. 1. Tema syair tersebut adalah …. a. Keagamaan c. Percintaan b. Kepahlawanan d. Perjuangan 2. Pesan yang tersirat dalam syair tersebut adalah …. a. Kita gunakan sisa umur kita untuk berbuat baik agar hidup kita nyaman kelak. b. Kita harus berusaha hidup di jalan yang benar karena hidup itu tidak kekal. c. Hidup ini harus kita isi dengan hal-hal yang serba baik dan indah. d. Kesenangan harus kita raih di dunia dan di akhirat. Dengarkan syair berikut ! Kenal dirimu hai anak adam Tatkala di dunia terangnya alam Sekarang di kubur tempatmu kelam Tiadalah berbeda siang dan malam 3. Tema syair tersebut adalah …. a. Kepahlawanan c. Keagamaan b. Percintaan d. Perjuangan 4. Pesan yang tersirat dalam syair tersebut adalah …. a. Kita haru siap menghadapi siksa kubur yang kejam dan pedih. b. Berbuatlah baik ketika masih hidup karena kalau sudah meninggal kita tidak mampu berbuat apa-apa. c. Percayalah kepada Tuhan sebagai pencipta, niscaya segala rintangan akan sama. d. Setiap orang yang meninggal pasti di kubur di tempat yang sepi dan sunyi. 5. Pernyataan yang tidak benar tentang syair adalah …. a. Bersajak silang b. Isi bait satu dengan lainnya terkait c. Tiap bait terdiri atas 4 baris d. Semua baris mengandung isi 6. Pernyataan yang benar tentang syair adalah …. a. Ada sampiran c. Isi bait satu dengan yang lain tidak berhubungan b. Bersajak silang d. Isi bait satu dengan yang lain berhubungan Hai muda arif budiman, Hasilkan kemudi dengan pedoman,

Alat perahumu jua kerjakan, Itulah jalan membetuli insane 7. Pesan yang terdapat dalam syair tersebut terdapat pada baris …. a. Pertama c. Ketiga b. Kedua d. Keempat 8. Yang termasuk syair adalah …. a. Ingat sungguh siang dan malam Lautnya deras bertambah dalam Anginpun keras, ombaknya recam Ingatilah perahu jangan tenggelam c. Ditenun kain dengan kapas Bermacam-macam warna ragi Perahu lilin layar kertas Berani kulanggar lautan api b. Berburu ke padang datar Mendapat rusa belang kaki Berburu kepalang ajar Bagai bunga kembang tak jadi d. Orang padang mandi ke gurun Mandi berlimau bunga lada Hari petang matahari turun Dagang berurai air mata 9. a. c. b. d. Berikut ini bukan merupakan ciri-ciri syair adalah …. Tiap bait terdiri atas 4 baris Mempunyai sampiran isi Bersajak (rima) sama Keempat baris berupa isi

10. Persamaan syair dengan pantun adalah …. a. Semua baris merupakan isi c. Persajakkannya atau rimanya sama b. Setiap bait terdiri dari empat baris d. Adanya sampiran pada setiap bait 11. Perbedaan syair dengan pantun adalah …. a. Termasuk puisi lama c. Banyaknya suku kata setiap baris b. Banyaknya baris setiap bait d. Ada tidaknya sampiran 12. Pergeseran makna terdapat pada kalimat …. a. Masyarakat kecil seperti kami ini bisanya hanya menerima takdir. b. Ketika masih kecil saya sering diajak ayah dan ibu bermain di tempat ini. c. Badannya besar tetapi umurnya baru 6 tahun. d. Setelah dioperasi, benjolan itu ternyata sebesar bola ping pong. Bahasa Indonesia IX Semester 1 45

(1)Bertahun-tahun ia menekuni bidang pahat. (2) Kegagalan demi kegagalan dilaluinya dengan sabar dan tabah. (3) Ternyata usahanya selama ini tidak sia-sia. (4) Pada akhirnya ia berhasil menjadi pemahat terkenal. (5) Bahkan namanya tercatat sebagai musisi papan atas. 13. Pergeseran makna terdapat pada kalimat nomor …. a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 14. Berikut ini puisi yang berbentuk syair adalah …. a. Padinya semilir hijau Orang memandang diri terpukau Pipit pagi ramai berkicau Begitu jernihnya air danau c. Aku ingin seperti bumi dan rembulan Yang saling berbagi menerima surya Tapi, aku sering memonopoli semua perhatian Tanpa menyisakan sedikit bagi yang membutuhkan

b. Berkelap kelip pelita menara Jauh di tengah segara biru Di pulau batu tempat berdirinya Pemberi isyarat kapal lalu d. Pagiku hilang sudah melayang Hari mudaku sudah pergi Sekarang petang sudah membayang Batang usiaku sudah tinggi 15. Syair sejarah bercerita tentang …. a. Perang dan kerajaan c. Agama b. Nasehat d. Percintaa

B. Bacalah sayir berikut ! Sampailah ahad dengan masanya, datanglah angin dengan paksanya, belajar perahu sidang budiman(-nya), berlayar itu dengan kelengkapannya. Tulislah pesan yang tersirat dalam syair di atas ! ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………

Pengayaan
A. Bacalah syair berikut!


Berhantilah kisah raja Hindustan Tersebutlah pula suatu perkataan Abdul Hamid Syah Panduka Sultan Duduklah Baginda bersuka-sukaan Abdul Hamid putera Baginda Besarlah sudah bangsa muda Cantik menjelis usulnya syahda Tiga belas tahun umurnya ada Parasnya elok amanat sempurna Petak majelis bijik laksana Memberi bati bombing gulana Kisah kepadanya mulia dan hina 46 PELANGI

B. Tentukan tema dan pesan yang terdapat dalam syair tersebut! C. Tentukan isi syair tersebut menurut pemahamanmu! D. Tentukan jenis syair tersebut!

Cerpen Dan Puisi
BAHAN AJAR 12 VI. BERBICARA (SASTRA) Standar Kompetensi : Mengungkapkan kembali cerpen dan puisi dalam bentuk yang lain. I. Kompetensi Dasar : (6.1) Menceritakan kembali secara lisan isi cerpen. II. Indikator Dengan berakhirnya pembelajaran peserta didik dapat : 1. Mampu menentukan bagian-bagian cerita dengan panduan tahap-tahap dalam alur. 2. Mampu menceritakan kembali secara lisan isi cerpen sesuai dengan alur aslinya.

Uraian Materi
Cerpen merupakan salah satu hasil karya sastra yang modern yang mendapat tempat di masyarakat. Hal itu dapat dibuktikan bahwa hamper semua media cetak memberikan tempat khusu untuk cerita pendek. Itu membuktikan bahwa keberadaan cerpen masih dibutuhkan. Selain merupakan hiburan ringan, cerpen juga mengandung nilai-nilai kehidupan yang luhur. Kadang-kadang dimanfaatkan untuk mengisi kejenuhan. Tentunya salah satu dari kalian juga ada yang sering membaca cerpen, meskipun hanya sekedar pengisi waktu luang. Pembelajarn ini marilah kita menceritakan isi cerpen secara lisan. Cerpen adalah hasil karya sastra yang berbentuk prosa singkat yang mempunyai ciri-ciri : 1. Menceritakan satu peristiwa penting atau berpusat pada satu persoalan, 2. Peristiwa yang terjadi tidak mampu mengubah nasib tokoh, 3. Berpusat pada satu tokoh, dan 4. Kurang dari 10.000 kata. 1. Menemukan Bagian-bagian Cerita Secara umum cerpen dibangun dari beberapa tahap. Tahapan dalam cerpen adalah sebagai berikut : 1. Eksposisi. Tahap ini disebut juga tahap perkenalan, karena pembaca mulai diperkenalkan dengan tokoh secara awal.(tahap penyituasi) 2. Konflik. Tahap ini ditandai dengan mulai terlibatnya tokoh dalam masalah. (pertikaian) 3. Komplikasi. Tahap ini ditandai dengan masalah mulai berkembang. (masalah mulai memuncak) 4. Krisis. Masalah memuncak. (klimaks) 5. Resolusi. Tahap ini ditandai dengan adanya gejala penyelesaian terhadap konflik. 6. Keputusan. Semua masalah berakhir. Akhir masalah bisa menyedihkan dan bisa menyenangkan. (penyelesaian)

Bahasa Indonesia IX Semester 1

47

Aktivitas.1.

Bacalah kutipan cerpen berikut dengan memperhatikan alur ceritanya !
“Kita sudah bertunangan dan sebentar lagi dikawinkan. Bukankah itu baik?” Nurhayati terhenyak. Napasnya bersikejaran. Aziz melihat perubahan wajah Nurhayati. Maaf, Ati. Aku sangka kau masih seperti dulu, suka berterus terang. Besok atau lusa aku kembali. Mudah-mudahan kau tak ada janji!” Aziz meninggalkan ruangan itu dengan perasaan tanda tanya, sedangkan Nurhayati berlari ke majalah, membalik halaman demi halaman dengan berbagai keindahan luar negeri. Sesungguhnya, setelah ia bekerja di kedutaan itu, hatinya terpaut sangat dengan salah seorang anggota diplomatik, Slaughter. Hati yang telah terpaut ini telah mendapatkan balasan hangat pula. Diam-diam ia menyebut cinta. Slaughter ramah dan pintar bicara. Ia juga suka akan lagu-lagu kampungnya. Bahkan ia pernah meminta catatannya. Diam-diam ia pun bernyanyi, lagu kesukaan Salughter. Tapi mendadak lagu itu ia hentikan. Ia seakan teringat akan sesuatu. Kemudian ia ingat bahwa lagu itu kegemaran Aziz. Bahkan Nurhayati dan Aziz pernah berbareng menyanyikan lagu itu di bawah serumpun bambu di sebelah rumahnya ketika masih kanak-kanak, masa lampau sehabis main pengantin-pengantinan. “Ah, lagu itu lagu celaka!” Ia termangu-mangu. Cermin wajahnya menggelisahkan. Lari mengejar cinta hati ke hati anak mudakah atau ikut tata kekeluargaan? Ketika pintu diketuk. Slaughter menyembul di ambang pintu. Memandang senyumnya, Nurhayati lupa segala. Malam itu mereka berdansa di wisma Nusantara sampai jauh malam. Dan malam itu malam yang aneh bagi Nurhayati karena Slaughter mengajukan lamaran kawin dengannya. Malam itu seolah-olah Tuhan menjodohkan Nurhayati dengan memerangi diri sendiri. Antara Slaughter yang dicintai dengan Aziz berikut seluruh keluarga. “Setelah kita kawin, kita berangkat ke negeri saya dan menetap di sana. Sebab dinas saya di Indonesia bulan depan berakhir. Pikirlah, Ati. Besok saya datang lagi.” Slaughter pamit dengan kecupan di kening. Nurhayati sendiri masih termangu di ambang pintu dengan pikiran bercabang-cabang. “Ke luar negeri?” ia tersentak Malam itu ia habisi dengan berbaring bolakbalik dan dengan perasaan gelisah.

Nurhayati membalik-balik sebuah majalah luar negeri. Mengamat-amati gambar yang indah dan tempat pariwisata yang menarik di luar negeri, gedung bertingkat dan kehidupan yang maju di daerah asing itu. Tapi di hati Nurhayati berkecamuk pikiran akan keindahan luar negeri itu dan surat yang datang dari orang tuanya seminggu lalu. Surat itu mengharuskan Nurhayati pulang ke kampung untuk dikawinkan dengan Aziz yang telah dipertunangkan sejak kecil, sesuai adat kampung itu. Aziz sendiri telah tiba di Jakarta ini, dua hari yang lalu, khusus untuk menjemput Nurhayati. Juga bermaksud melihat-lihat Jakarta. Dan , selama dua hari itu Aziz terus-menerus mengunjunginya. Ketika masih anak-anak, mereka berdua memang teman baik. Mereka sering bermain masak-masakan atau pun pengantin-pengantinan di bawah serumpun pohon bambu di samping rumah Nurhayati. Menjelang dewasa, Nurhayati menuju Jakarta dan tinggal di Harmoni. Karena sekolahnya tak maju, Nurhayati pun bekerja di salah satu kedutaan. Aziz sendiri bekerja di Medan dan ia masih melanjutkan studi pada sore hari. Entah kenapa, Aziz meninggalkan Medan dan kembali ke kampung. Kabarnya, ia tak menyukai kota yang penuh kepalsuan dan lebih menyukai suasana pepohonan bambu dengan angin sejuk di atas dataran subur dan persawahan makmur. Ketika pertama kali Nurhayati menerima Aziz, ia merasa ada kelucuan, seorang perjaka melamar seorang gadis dengan ucapan tak langsung dan janggal. Ia melihat Aziz yang sehat, kuat, dan berwajah simpatik. Tapi di balik wajah itu terpancar semacam keluguan yang cenderung ketololan. Memang sukar menolak kenyataan pertunangan sejak kecil antara mereka. Aziz menerima dan Nurhayati menganggap kontradiksi. Sore tadi Aziz mengajak Nurhayati. Nurhayati merasa tersinggung. “Betul!” Aku ingin menonton di Jakarta ini, Ati, terutama dengan kau!” “Sorry, aku ada janji.” “Besok?” “Mengapa mesti dengan aku ,sih?” Ia menunduk. Ia berharap sekali. Tapi Nurhayati tampak tak suka. “Aku merasa, aku berhak!” ucap Aziz polos sekali. Apa hakmu? Kita bukan anak kecil lagi, Aziz!”

48

PELANGI

Esok hari menjelang senja, Aziz datang. Seperti biasa, Nurhayati menerimanya dengan sikap dingin. “Rumpun bambu di sebelah rumah itu masih rindang dan nyaman, Ati?” seru Aziz. “Aku tak begitu suka cerita tentang kampung!” “Karena suasana kota sudah menggairahkanmu!” potong Aziz. “Bukan itu soalnya. Cuma lantaran kekolotan orang kampung.” “Tepat!” seru Aziz. Nurhayati mengangkat alis dan mengenyutkan kening. “Tapi mestikah mereka terus-menerus hidup dalam kekolotan?” Tanya Aziz. Nurhayati merasa digurui. Wajahnya cemberut. Matanya bersinar penuh was-was. “Lembah di kaki kampung kita masih tetap di selimuti awan. Hawanya dingin. Pemandangannya tetap kekal!” “Sekekal kekolotan itu! Potong Nurhayati. “Tradisi!” “Kuno!” “Tapi tetap kekunoan itu sumber kemajuan kebudayaan!” bela Aziz. “Tapi tetap mencerminkan kecengengan.” “Yah, karena itu kita angkatan muda mesti berani merombaknya, asal jangan merusak kepribadian,” kata Aziz dengan senyum lebar. “Jangan bertingkah terhadapku. Aku bukan anak kecil lagi!” bentak Nurhayati. “Maaf. Kau sudah taidak rindu akan kampungmu sebab hatimu telah dirantai kota. Cintamu di sini! Apa boleh buat, aku pun tidak memaksa,” kata Aziz. Suasana sepi. Nurhayati lebih menghayati dirinya dan tidak peduli pada segala. Ketika Aziz akan pamit, pintu diketuk. Dengan sebuah senyuman, Slaughter telah berdiri di ambang pintu. Nurhayati memperkenalkan Aziz pada Slaughter, sebagai teman masa kanak-kanak dulu, lalu mempersilahkan duduk. Nurhayati berbicara asyik sekali dengan Slaughter dengan menggunakan bahasa asing yang kurang dimengerti Aziz. Pembicaraan itu diselang-selingi tawa berderai sehingga Aziz merasa tersiksa. Aziz permisi pulang lalu keluar memasuki malam di bawah lampu neon kota. “Bagaimana dengan pembicaraan kemaren?” Tanya Slaughter. Nurhayati tersentak sebab tanya itu bagai badai yang menghanyutkan kegembiraan sejenak bersua dan bergembira sebentar tadi. Ia gelisah karena ia belum memutuskan apa-apa.

“Masih ada waktu. Besok pun bisa!” sela Slaughter. Dengan Slaughter ia bercinta. Lelaki itu menarik hatinya, karena menarik dan simpati, juga tampaknya punya persesuaian. Dalam segala hal, Salughter memahami jalan pikirannya. Yang menjadi keraguan baginya sekarang, mengapa ia harus ke negeri asing? Mengapa harus tinggal di Negara Salughter? Dulu ia pernah mengangankan agar bisa berkunjung ke luar negeri. Melihat keramaian kota, keindahan alam, dan pedesaan di sana. Melihat rumah yang menjulang ke langit dan salju yang memutih. Tapi ia tak pernah mengangankan untuk menetap di suatu bagian dunia selain Indonesia, biarpun kemulukan meraja di situ. “Apakah yang kau beratkan?” ambo Slaughter di senja hari berikut. “Aku ‘kan ada?” “Orangtuaku dan kampungku. Keluargaku dan kebiasaanku!” “Ah, itu Cuma pendambaan. Karena keasyikan dan kesibukan, kita bisa lupa semua,” bisik Slaughter. “Aku ragu.” “Mengapa?” “Aku takut.” “Takut?” “Ya, takut pada rindu. Lahirku, besarku, dan manjaku di sini. Mengapa kita tidak di sini?” “Ah, kau!” “Sungguh, darling!” Slaughter terdiam dan dalam hatinya timbul juga cetusan, mungkin selama ini ia kesepian saja. Hanya karena tanggung jawab, ia memang menjelajahi jejak bumi. Hati kecil bergumam, bagaimana pun ia punya tanah leluhur yang harus dicintainya. Kemudian, Nurhayati berjalan sendiri. Slaughter pun berjalan sendiri untuk tugas baru di negaranya sendiri. Dalam hati keduanya, pendaman cinta sudah bersemi, ternyata dikalahkan alam dan kebiasaan. Aziz sendiri telah kembali ke kampung. Di jantung kota ia temukan kegersangan. Karena rindu, Nurhayati pulang ke kampung. Yang ditemuinya, hanyalah proses kehidupan seperti yangdirasakan dulu-dulu. Namun kini, ia merasakan dengan kewajiban untuk membangunnya. Keindahan itu harus sesuai sepanjang abad. Bila senja, ia tetap duduk-duduk di bawah serumpun amboo yang rindang di sebelah rumahnya. Majalah luar negeri itu dibolak-baliknya. Tapi hatinya bukan pada gambar, tapi jauh melambung ke kelembutan angin lembah. Namun, Aziz tak pulang jua.

(HARMONI, Ras Siregar)

Bahasa Indonesia IX Semester 1

49

a. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ! (Kerjakan pada buku tugas) 1. Siapakah penulis cerpen tersebut ? 2. Di mana Nurhayati tinggal ? 3. Apa yang selalu dibayangkan Nurhayati ? 4. Siapakah Aziz ? 5. Ada hubungan apa Nurhayati dengan Aziz ? 6. Di mana Nurhayati dengan Aziz sering bermain pengantin-pengantinan ? 7. Bagaimana tanggapan Nurhayati terhadap kedatangan Aziz ? 8. Apakah yang menyebabkan Nurhayati bersikap dingin terhadap Aziz ? 9. Apa yang dilakukan Aziz setelah mengetahui Nurhayati tidak sepaham lagi dengannya ? 10. Apa yang dilakukan Nurhayati sepeninggal Aziz ? b. Tentukan bagian-bagian yang menjadi alur cerita cerpen tersebut ! • Pengenalan cerita (intro) : ……………………………………………………………………….. • Awal konflik (complication) : …………………………………………………………………… • Menuju konfilk (rising action) : ………………………………………………………………… • Konflik memuncak (climax) : …………………………………………………………………... • Penyelesaian (ending) : ………………………………………………………………………….. c. Hal-hal yang menarik dari cerpen “Di Bawah Serumpun Bambu” Dari segi kisahnya : ……………………………………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………………………………….. Dari segi penokohannya : ……………………………………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………………………………….. Dari segi pesan yang disampaikan kepada pembaca : ……………………………………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………………………………….. 2. Menceritakan kembali isi cerpen yang dibaca secara lisan. Bercerita adalah kegiatan yang ditujukan kepada orang lain. Untuk itu kita harus menggunakan beberapa cara agar orang yang mendengarkan tertarik dan terbawa ke dalam suasana cerita seingga dapat memahami isi cerpen yang kita ceritakan sesuai dengan alur aslinya. Hal-hal yang perlu diperhatikan agar cerita yang kamu sampaikan dapat menarik pendengar antara lain: 1. Kesesuaian isi dengan cerita asli 4. Ketepatan intonasi 7. Kesesuain ekspresi 2. Keruntutan alur cerita 5. Ketepatan jeda 3. Kejelasan lafal 6. Ketepatan tempo

Aktivitas.
a. Bacalah sekali lagi cerpen tersebut ! b. Ceritakan secara lisan dengan memperhatikan kesesuaian isi dengan cerita asli, keruntutan alur cerita, kejelasan lafal, ketepatan intonasi, ketepatan jeda, ketepatan tempo, dan kesesuaian ekspresi!
50

PELANGI

Berilah penilaian kepada temanmu dengan format berikut ! NO 1. 2. 3. 4 5. Nama ........................ ........................ ........................ ........................ ........................ 1 ...... ...... ...... ...... ...... 2 ...... ...... ...... ...... ...... Unsur yang dinilai 3 4 5 ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... Jumlah 6 ...... ...... ...... ...... ...... 7 ...... ...... ...... ...... ...... .............. .............. .............. .............. ..............

Keterangan : 1. Kesesuaian isi dengan cerita aslinya 2. Keruntutan alur ceritanya 3. Kejelasan lafal

4. Ketepatan intonasi 5. Ketepatan jeda 6. Ketepatan tempo

7. Kesesuaian ekspresi

1. Buatlah kelompok empat orang ! 2. Carilah cerpen dalam media cetak ! 3. Tunjukkan baiagn-bagian yang menjadi tahapan dalam cerita ! 4. Tukarkan pekerjaan tersebut dengan pekerjaan kelompok lain untuk dibahas ! 5. Tulislah beberapa kekurangan pekerjaan tersebut !
BAHAN AJAR 13 VI. BERBICARA (SASTRA) Standar Kompetensi : Mengungkapkan kembali cerpen dan puisi dalam bentuk yang lain. I. Kompetensi Dasar : 6.2.Menyanyikan puisi yang sudah dimusikalisasi dengan berpedoman pada kesesuaian isi puisi dan suasana/irama yang dibangun. II. Indikator Dengan berakhirnya pembelajaran peserta didik dapat : 1. Menentukan suasana puisi 2. Menghubungkan suasana puisi dengan irama musikalisasi puisi 3. Menyanyikan puisi yang sudah dimusikalisasi dengan berpedoman pada kesesuaian isi puisi dan suasana/irama yang dibangun

Uraian Materi
Musikalisasi puisi juga merupakan karya seni. Penciptaan karya seni ini dimulai dari memahami isi puisi. Kemudian, ditampilkan dalam bentuk musikal. Pengertian musik adalah bunyi yang dihasilkan oleh instrument tertentu atau suara yang disusun atau dimainkan untuk menciptakan efek yang menyenangkan atau menggugah perasaan. Dalam musikalisasi puisi, musik digunakan untuk memperindah penampilan puisi dan memperkuat makna puisi. Inti utama musikalisasi puisi adalah menampilkan puisi. Ada yang berpendapat bahwa musikalisasi itu lebih mendekati pementasan drama atau teater. Musikalisasi puisi bukanlah membaca puisi dengan iringan musik, melainkan melagukan sebuah puisi menjadi nyanyian. Sebagai contoh, seorang musisi memiliki puisi yang akan dijadikan musikalisasi puisi.
Bahasa Indonesia IX Semester 1 51

Kemudian, ia menciptakan nada-nada. Setelah nada-nada tercipta puisi tersebut disusun bersamaan. Dengan kata. lain, sebenarnya musikalisasi selalu diawali dengan penciptaan puisi. Namun, hasil karya musisi adalah lagu sehingga yang ditangkap dan diingat orang adalah dendang-lagu. Banyak puisi yang telah dinyanyikan leh musisi dan lagu tersebut popular. Sebagai contoh, puisi Taufik Ismail yang dinyanyikan kelompok Bimbo, puisi Ebiet G. Ade yang dinyanyikannya sendiri, puisi Chairil Anwar dan Armyn Pane yang dijadikan lagu oleh Ismail Marzuki, karya-karya Leo Kristi yang dinyanyikannya sendiri, puisi “Perahu Retak” yang dinyanyikan Franky Sahilatua. Agar kamu dapat memusikalisasi puisi dengan baik, sebelumnya bacalah puisi yang akan dimusikalisasi tersebut dengan cermat. Kemudian temukan tema, suasana, dan keseluruhan isi puisi tersebut. Setelah itu, larik-larik puisi tersebut dijadikan bentuk syair dengan menyatakan nada-nada musik yang sesuai dengan suasana puisi. Langkah-langkah yang dilakukan untuk menampilkan musikalisasi puisi adalah : 1. Memilih puisi yang cocok untuk ditampilkan. Lalu, pertimbangkan tema atau bahasa puisi tersebut, apakah dapat ditambah unsure musik atau tidak. 2. Memahami makna puisi agar kita dapat menampilkan puisi yang lebih berjiwa, enak didengar, dan enak untuk dicerna maknanya. 3. Memilih musik yang sesuai dengan makna puisi dan kemampuan kelompok yang membawakan. 4. Merancang penampilan gerak di panggung untuk mendapatkan efek tontonan yang memikat. 5. Memperbanyak latihan dan terus menyempurnakan semua rancangan penampilan. Pilihlah salah satu puisi berikut ini yang paling disukai. Diskusikanlah makna dari puisi yang kalian pilih. Rancanglah musik dan gerak untuk menampilkan musikalisasi puisi yang enak didengar dan enak ditonton!

 
Ibu kini aku tahu padamu tahu pada pengorbananmu tahu pada kasih sayangmu Ibu kini aku rindu padamu rindu pada senyum manismu rindu pada belai tanganmu Ibu aku mencintaimu sepenuh hati jangan tinggalkan diriku tanpa ibu disisiku Ibu kembalilah sayangi aku kembalilah di dekapanku kembalilah untuk diriku Oh ibuku… ku cinta ibu
Karya Nevy Ulfah Hanawati

Aktivitas.1.

IBU

Seraut Wajah
Ebiet G. Ade

Wajah yang slalu dilumuri senyum Legam tersengat matahari Keperkasaan nyata memudar Terbaca garis-garis didagu Waktu te lah menggilas semua Ia tinggal …. punya jiwa Pengorbanan yang tak sia-sia Reff. Tangan dan kaki rela kauserahkan Darah keringat rela kau cucurkan Bukan hanya ukur namamu saja Iklas demi langit dan bumi

52

PELANGI

A. Pilihlah salah satu jawaban yang tepat ! 1. Yang mempengaruhi keberhasilan seseorang apabila menceritakan cerpen secara lisan adalah …. a. Kehidupan sosial pencerita c. Keruntutan cerita b. Pendidikan terakhir pencerita d. Tema dan alur Di muka barisan berdiri seorang orang Indonesia, pakaiannya compang-camping. Tangannya yang kudisan itu dimasukkannya ke dalam lubang loket dan berkali-kali katanya, “Jakarta satu kelas empat.” 2. Kutipan cerpen tersebut merupakan tahap …… dalam cerita. a. Eksposisi c. Krisis b. Konflik d. Resolusi Tukang jual karcis melihat agak marah kepada orang itu dan katanya, “Kalau tak bisa menunggu boleh pergi” 3. Kutipan cerpen tersebut merupakan tahap …… dalam cerita. a. Komplikasi c. Krisis b. Konflik d. Keputusan “Terima kasih, Pak,” ujar Dawam. Pak Kolil memang menganggap Dawam seperti anak sendiri. Pak Kolil pernah bercerita kepada Zulham, anak satu-satunya. Jika saja anak itu dikaruniai umur panjang, sekarang pasti sudah sebaya dengan Dawam. Sayang Zulham waktu masih kecil menderita polio hingga akibatnya meninggal. Sampai sekarang Pak Kolil belum dikaruniai lagi seorang anak pun. Truk itu pun kemudian beranjak perlahan-lahan berjalan meninggalkan kota. 4. Kutipan cerpen tersebut merupakan tahap …… dalam cerita. a. Resolusi c. Krisis b. Komplikasi d. Konflik “Ini kan radio siaran langsung jadi lain dong dengan radio biasa,” kata Lupus sambili melototi Lulu. “Maaf Saudara-saudara, berita saya lanjutin lagi. Kemarin di Senayan ada seorang loncat indah, ketika loncat tak berani nongol dari kolam renang, sebab ketika ia sudah loncat ke kolam renang, celana renangnya tertinggal di atas.” Lulu setengah mati menahan tawanya…! Tapi ia lupa menutup mulutnya. 5. Bahasa penceritaan pengarang pada penggalan cerita di atas ….

a. Serius c. Sentimentil b. Santai d. Ringan dan lucu Jongos itu membersihkan meja dengan serbet lalu menggoyangkan kepalanya. Orang tua itu berdiri dengan lambat, menghitung piring, keluarkan dompet kulit dari kantung dan dibayarnya makanan dan minuman, ditinggalkannya setengah buat persenan. Jongos itu memperhatikan dia turun ke jalan, seorang yang tua, tetapi ada gagahnya. 6. Penggalan cerita di atas menggunakan alur …. a. Maju c. Campuran b. Mundur d. Flash back Sebagai petani Pak Maman tidak membiarkan sejengkal tanahnya tidak bermanfaat. Oleh karena itu halaman rumahnya dimanfaatkan untuk berkebun sayur. Panas matahari yang terik tidak dihiraukan. Sebagian hasil panennya dimasak sendiri dan sebagian lagi dijual ke pasar. 7. Amanat pada penggalan cerpen di atas adalah …. a. Kita hendaknya selalu bekerja keras. b. Pekerjaan seorang petani memang menanam apa saja. c. Halaman rumah harus ditanami berbagai macam sayuran. d. Keluarga Pak Maman hidup bahagia karena tidak pernah membeli sayur. Roni mengidap penyakit TBC. Badannya kurus kering dengan kaki bengkok dan punggung bengkok. Pekejaan di kantor menjadi terhambat. Karena sakitnya ini, Roni bersikap pasrah. Ia rela mati kapan saja. Juga nasib istrinya Suwanti dan dua anaknya Rio dan Santi tidak menjadi bahan pikirannya. Roni tawakal menerima basib dan penantiannya. 8. Alur yang digunakan dalam penggalan cerpen di atas adalah …. a. Flash back c. Mundur b. Campuran d. Maju Dedy jatuh cinta kepada Ayu. Bunga desa di kampungnya. Dedy meminta Ayahnya untuk melamar Ayu pada Ayah Ayu. Lamaran itu ditolak oleh Ayah Ayu karena tidak suka dengan kelakuan Dedy yang sering minum minuman keras. Dedy mendendam pada keluarga Ayu. Ada-ada saja kelakuan Dedy yang membuat gusar keluarga Ayu bahkan sering meneror keluarga Ayu. 9. Amanat yang tepat sesuai dengan penggalan cerpen di atas adalah …. a. Orang tua Ayu tidak berhak menolak lamarannya. b. Kita harus memiliki semangat untuk mendapatkan sesuatu. Bahasa Indonesia IX Semester 1 53

c. Janganlah memaksakan kehendak kepada orang yang dicintai. d. Di dunia ini tidak setiap keinginan dipenuhi. Kemesraan ini janganlah cepat berlalu Hatiku damai jiwaku tentram di sampingmu 10. Suasana dalam puisi tersebut adalah …. a. Gelisah c. Mencekam b. Takut d. Damai Aku berdiri memaku Keringat dingin melicinkan tanganku Bu guru terus saja ngoceh Lama kelamaan kata-katnya tak bisa lagi kupahami Bahkan suaranya tak terdengar Dia melemparkan tirai hitam Gelap… Aku terjaga 11. Peristiwa yang terjadi pada puisi tersebut adalah …. a. Seseorang yang sedang dihukum b. Seseorang yang pingsan saat berbaris c. Seseorang yang sedang diberi pelajaran tambahan d. Seseorang yang sedang sakit di rumah sakit Karena itu jangan mengerdip, tetap dan penamu asah. Tulis karena kertas gersang, tenggorokan kering sedikit mau basah ! 12. Kutipan puisi Chairil Anwar tersebut memiliki ke indahan dalam hal …. a. Diksi dan maknanya c. Maknanya b. Irama dan rimanya d. Judulnya

Teratai …… Biarpun engkau tidak dilihat Biarpun engkau tidak diminat Engkaupun turut menjaga zaman

(Sanusi Pane) 13. Maksud dari kutipan puisi tersebut adalah …. a. Pahlawan sejati c. Pahlawan yang berjasa meskipun tidak dikenang b. Pahlawan yang gagah berani d. Pahlawan yang tidak dikenang Angin pulang menjenguk bumi Menepuk tepuk mengempas emas …… 14. Keindahan bahasa kutipan puisi tersebut terdapat pada …. a. Pengulangan bunyi c. Persamaan bunyi akhir baris b. Pengulangan kata d. Jumlah suku kata Sepi di luar. Sepi menekan-mendesak Lurus kaku pohonan. Tak bergerak Sampai ke puncak. Sepi memagut Segala menanti. Menanti. Menanti Chairil Anwar 15. Tema dari puisi di atas adalah …. a. Kerinduan seseorang c. Kesepian seseorang b. Kejujuran seseorang d. Penantian seseorang

 
Karena Wanita Ingin Dimengerti
(Ada Band)

B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat ! 1. Jelaskan tahapan-tahapan alur cerita dalam cerpen beserta contohnya ! 2. Jelaskan 7 hal yang harus diperhatikan saat bercerita agar cerita kamu menarik ! 3. Bacalah puisi berikut !

Lekuk indah hadirkan pesona Kemuliaan bagi yang memandang Setiamu simbol keanggunan khas perawan Yang kau miliki Akulah pengagum ragamu Tak ingin kumenyakitimu Lindungi dari sengat dunia yang mengancam, nodai...... Sucinya lahirmu

Karena wanita ingin dimengerti Lewat tutur lembut dan laku agung Karena wanita ingin dimengerti Manjakan dia dengan kasih saying Ingin kuajak engkau menari Bermandi hangat cahaya bulan Sebagai tanda kebahagiaan Bagi semesta cinta kita

54

PELANGI

Jelaskan suasana yang tergambar dalam puisi tersebut ! ……………………………………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………………………………….. ...............................................................................................................................................................

Pengayaan
A. 1. Carilah dan bacalah salah satu cerpen yang terdapat dalam buku kumpulan cerpen! 2. Tentulanlah tema cerpen yang kamu baca! 3. Tentukanlah latar cerpen dengan bukti yang faktual! 4. Jelaskanlah karakteristik masing-masing tokoh dengan bukti yang sesuai! 5. Jelaskanlah urutan peristiwa dari cerpen tersebut! 6. Pesan apa yang dapat diambil dari cerpen tersebut! B. Pilihlah sebuah puisi yang kamu sukai, kemudian tampilkanlah puisi itu dengan music dan gerak yang sesuai sehingga menarik untuk ditonton!

Bahasa Indonesia IX Semester 1

55

Membaca Cerpen
BAHAN AJAR 14 VII. MEMBACA (SASTRA) Standar Kompetensi : Memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca buku kumpulan cerpen. II. Kompetensi Dasar : (7.1) Menemukan tema, latar, penokohan pada cerpen-cerpen dalam satu buku kumpulan cerpen. III. Indikator Dengan berakhirnya pembelajaran ini diharapkan peserta dapat : 1. Menentukan tema cerpen 2. Menentukan latar cerpen dengan bukti yang faktual 3. Menentukan karakter tokoh cerpen dengan bukti yang sesuai 4. Menentukan alur cerpen 5. Menentukan pesan cerpen

Uraian Materi
Unsur-unsur Cerpen Buku yang berisi kumpulan cerpen disebut dengan istilah antologi cerpen. Dalam sebuah antologi cerpen, dimuat cerpen yang ditulis oleh seorang pengarang atau beberapa pengarang. Buku antologi cerpen mengambil salah satu judul cerpen yang pernah dimuat di dalamnya sebagai judul. Biasanya cerpen-cerpen itu pernah dimuat di media massa. Cerpen yang diterbitkan kembali dalam antologi cerpen mempunyai maksud sebagai dokumentasi dan sebagai sarana bacaan bagi masyarakat. Semakin sering membaca cerpen, akan semakin memperkaya wawasan hidupmu. Dalam cerpen, pengarang juga menyampaikan pesan-pesan kehidupan. Pesan-pesan kehidupan tersebut dapat memperkaya batin pembaca, sehingga pembaca dapat bersikap lebih arif dalam menjalani hidup. a. Tema Tema sebuah cerpen diperoleh dari hasil perenungan terhadap peristiwa, atau gagasan, yang disampaikan dalam sebuah peristiwa, dan keputusan pengarang terhadap nasib tokoh utama. Dalam tema juga terkandung pesan kehidupan yang disampaikan pengarang. Pesan kehidupan pun dapat membuat kita menjadi lebih bijaksana. b. Latar Latar disebut juga dengan istilah setting. Latar merujuk pada satuan tempat, waktu, dan suasana terjadinya sebuah peristiwa dalam cerpen. Latar dibedakan menjadi dua, yakni latar fisik dan latar metaforik. Latar fisik adalah latar tempat dan waktu yang bersifat nyata, misalnya di sekolah, pukul 07.00; di pinggir pantai pada sore hari, dan di ruang makan pada pukul 08.30. Latar metaforik adalah latar suasana yang dibangun melalui penggunaan metafora (kiasan). Latar metaforik berhubungan dengan kondisi kejiwaan tokoh. Misalnya, jika tokoh berada di ruang tamu pada sore hari dan dalam suasana bati yang gembira, penults memaparkan bahwa di atas meja ada sebuah jambangan bunga dengan rangkaian bunga mawar yang amat indah. Bunga mawar itu menebarkan aroma yang harum ke seluruh ruangan.
56 PELANGI

c. Watak tokoh Manusia hidup di dunia dengan watak yang berbeda-beda. Watak, dipengaruhi oleh pandangan dan sikap hidup, latar belakang pendidikan, lingkungan budaya, dan cita-cita hidup. Watak tokoh dalam cerpen dapat disimpulkan dari dialog tokoh, dialog tokoh lain tentang tokoh tertentu, respons tokoh terhadap masalah, perilaku tokoh, interaksi tokoh dengan lingkungan dan alam, serta narasi (penjelasan) pengarang. Pengarang memilih tokoh dan menyematkan watak sesuai dengan kepentingan tema cerpen. Berdasarkan sikap tokoh terhadap tema, tokoh-tokoh tersebut dapat dikelompokkan menjadi tokoh protagonis (tokoh yang digunakan pengarang untuk mendukung tema) dan tokoh antagonis (tokoh yang menentang tema yang disampaikan oleh pengarang). Tokoh antagonis maupun protagonis dapat diperankan seorang atau beberapa orang tokoh. Jika tokoh tersebut terdiri atas beberapa orang, tokoh-tokoh tersebut ada yang berperan sangat dominan dalam pengembangan cerita (tokoh utama) dan ada yang bersifat mendukung saja (tokoh pembantu). Pemahaman terhadap tokoh cerpen dapat membantu pembaca memahami makna cerpen secara lebih menyeluruh. d. Penokohan dalam cerpen Istilah penokohan dapat diartikan sebagai teknik (cara) pengarang mengembangan watak tokoh dalam prosa fiksi (cerpen, roman, novel). Ada dua teknik penokohan, yakni naratif dan dramatik. Teknik naratif adalah penuturan watak tokoh secara langsung melalui paparan narasi. Adapun teknik dramatik adalah pengembangan watak tokoh secara tidak langsung melalui pemaparan sebuah peristiwa dramatik yang mengandung perilaku dan dialog para tokoh. Pembaca diharapkan dapat menyimpulkan sendiri watak tokoh melalui adegan dramatik yang digambarkan pengarang. Teknik naratif Dalam narasi, pengarang secara langsung: o Mengenalkan sosok tokoh o Pekerjaan tokoh o Kehidupan sehari-hari tokoh Teknik dramatik Pengarang memaparkan adegan dramatik untuk mengembangkan watak tokoh melalui: o Keadaan fisik tokoh o Perilaku tokoh o Dialog tokoh

e. Pesan/amanat Dalam cerpen terkandung pesan-pesan kehidupan yang berguna. Akhir kehidupan tokoh cerpen yang tragis bermula dari gaya hidup atau perilaku yang salah. Sebaliknya, kesuksesan diperoleh dari usaha keras menaklukkan tantangan, ketekunan, dan kesabaran. Pesan kehidupan dapat disimpulkan melalui pengalaman hidup tokoh dalam cerpen. Bacalah cerpen berikut !
Become Their Manager 'Waah, cekatan juga manajer klub kita yang baru ini. Datang dari jam berapa, Li?" tanya Vina pada Olivia. "Dari jam tujuh pagi, sebagai manajer gue kan harus datang lebih awal dari kalian "' jawab Olivia dengan mata berbinar-binar. “Waah, handuk-handuk ini baru ya Li?” tanya Sabrina sambil menciumi handuk berwarna putih yang berada di dalam loker perlengkapan mandi. “Yup, semua handuknya baru! Minggu lalu gue buat proposal ke kepsek buat nyuplai handuk-handuk dan seragam baru buat kalian semau”. “What?’. Seragam baru?” tanya Ruri dan Sara bersamaan. “lya, seragam baru. Untuk bertanding melawan tim voli SMU Harapan, kita membutuhkan seragam baru dan semangat baru!” “Lho, kapan? Kok, kita nggak tahu kalo kita bakal landing lawan rival berat kita itu?” tanya Vina. “I just said that straight to you, guys! Pertandingan tanggal 1 bulan depan. So, selama sebulan penuh ini, lo semua kudu latihan dengan semangat, okay?” Sejak masuk SMU Bangsa, Olivia Aisyah Kobayashi sudah mengincar jabatan sebagai manajer klub voli, ekskul andalan sekolah yang sudah tersohor sampai ke tingkat nasional. Gadis blasteran Jepang ini sebenarnya pandai bermain voli, tetapi kondisi tubuhnya tidak mengizinkan. Bahasa Indonesia IX Semester 1 57

Aktivitas.

Dia mengidap penyakit asma. Waktu SMP di Jepang, dia pernah mengikuti ekskul voli sebagai anggota tim reguler dan posisinya sebagai pemain depan kanan. Akan tetapi, saat pertandingan melawan SMP Fujiyama, asmanya kambuh dan harus dirawat di rumah sakit selama dua minggu. Setelah kejadian itu, orang tua Olivia tidak mengizinkan anak semata wayang mereka mengikuti ekskul olahraga apapun. Alangkah senangnya ketika Oli begitu Olivia biasa dipanggil-mengetahui bahwa SMA yang akan dia masuki ada ekskul volinya dan setiap ekskul di sekolah ini ada manajernya. Sebagai wujud kecintaannya pada voli, dia mengincar posisi manajer klub voli. "Jadi manajernya aja gue udah cukup puas, kok," jawab Oli ketika bercerita kepada Runa sahabat Oli yang bersekolah di Jepang tentang kegiatannya sekolah. “Sst... tapi jangan sampe ketauan Oli,” bisik Vina pada anggota tim reguler yang lain. “lya, iya... tapi lo dapet dari mana? tanya Sarah sambil mengambil VCD yang berisi rekaman latihan voli tim SMU Harapan dari tangan Vina. “Ehem, ade gue kan ekskul di sana. Dia gue suruh ngerekam latihan mereka secara diam-diam. Gue udah ngeliat ini semalem. Gila deh, makin tangguh aja mereka!” seru Vina tapi dengan suara perlahan. “Vin, sori ya, lo kan kapten tim, kok lo ngelakuih cara licik kayak gini, sih? Cara kayak gini kan bukan kita banget!” Fitrah angkat bicara Vina menatap tajam ke arah Fitrah. “Denger ya, Fit, ini adalah pertandingan pertama kita semenjak gue jadi kapten. Di pertandingan yang pertama ini, kita udah dapet lawan yang berat banget, Fit! Gue nggak mau kita kalah. Terserah lo mau mikir apa tentang gue, tapi inget, jangan sampe hal ini bocor ke Oli. Pokoknya kita harus menang!” Latihan voli yang biasanya seminggu sekali tidak membuat anggota tim keberatan ketika Olivia mengubahnya menjadi dua kali seminggu, setiap Sabtu dan Minggu. Maklum, kan mau landing. Seperti biasa, Olivia bersemangat sekali menjalani hari-harinya sebagai manajer klub. “Li, lo ada waktu, nggak?” tanya Fitrah, ketika Oli sedang mengeluarkan air mineral kemasan gelas dari dalam kardus dan menaruhnya di meja. “Memangnya ada apa, Fit?” “Gue mo ngomong sesuatu. Ngobrolnya di ruangan aja deh,” kata Fitrah sambil masuk ke dalam ruangan klub. Oli mengekor di belakangnya. “Ada apa, nih?” “Hmm, sebenernya gue nggak tau juga apa gue harus bilang ke elo apa nggak, tapi gue tahu ini salah dan gue....”

“Aduh, udah deh langsung aja ke pokok pembicaraan!” Fitrah menghela napas. “Vina punya rekaman tim voli SMU Harapan pas lagi latihan, Li.” “What?! Gimana ceritanya?” tanya Oli setengah berbisik. Tentu saja ia terkejut sekali. Lalu Fitrah menceritakan semuanya. "Well, gue ngerti sih kenapa Vina berbuat seperti itu. Dia adalah kapten tim voli yang baru dan dia pengen dipertandingannya yang | pertama menang ngelawan rival berat kita itu," komentar Oli. Dia menghela napas berat. "Tapi lo jangan bilang lo tau dari gue ya, Li?" pesan Fitrah pada Oli ! *** "Pasti Fitrah kan yang ngasih tau lo?!" seru Vina. Dia sangat gusar ketika Oli membicarakan tentang rekaman itu. "Nggak penting siapa yang ngasih tau ! ke gue, Vin!" jawab Oli sambil mengusap-usap punggung Vina, berharap supaya dia lebih tenang. "Gue ngerti perasaan lo, Vin, karena gue juga pernah ngalamin hal itu dulu walaupun gue bukan kapten tim. Yang lo lakuin jelas nggak sportif sama sekali. Ironis banget, padahal kita bergelut dalam dunia olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas." Vina menyeruput air mineral yang diberi-kan oleh Olivia. Wajahnya merah karena marah campur malu. la tidak berani menatap Olivia. "Apa yang lo lakukan adalah cerminan bahwa lo nggak percaya sama kekuatan tim yang kita punya dan itu juga berarti kita udah kalah sebelum berperang. Tim kita hebat Iho, Vin, semua orang tau itu. Olivia tersenyum pada Vina. "Gue yakin lo tau tentang hal ini, tapi sekedar ngingetin lo aja, bahwa yang terpenting dalam sebuah pertandingan, apapun pertandingannya, adalah perasaan kita. Kalo kita udah ngerasa kita nggak mampu dan takut kalah maka kita akan kalah. Lo hebat, Vin. Permainan voli lo hebat dan lo punya semangat yang luar biasa, that's why you are choosen as capten di tim voli ekskul kita. Jadi, nggak ada alesan lo nglakuin hal licik kayak gitu." "Maafin gue, Li...," kata Vina lirih. Lalu mereka berpelukan "Semuanya sudah siaaap?!" seru Oli ._. bersemangat. "Siaaaap!" jawab semua anggota tim voli SMU Bangsa. Hari ini adalah hari pertandingan melawan tim voli SMU Harapan. Pertandingan diadakan di lapangan voli indoor SMU Harapan.

58

PELANGI

"Vin, gawat!" seru Rani, panik. "Gawat kenapa?" tanya Vina. "Tadi Tarra nelpon gue, dia bilang nyokapnya... meninggal." "Innalillahi wa inna ilaihi raajiun..." "Ya udah, sehabis pertandingan kita ngelayat. Tapi... aduh, pengganti Tarra siapa?" kata Vina. Anggota tim mulai panik. Masalahnya, Tarra adalah salah satu pemain andalan tim. Posisinya dalam tim adalah pemain depan - kanan. “Kita kan masih ada Tia, Mitha, dan Indah, sebagai cadangan,” Run’ angkat bicara. “Ta... tapi, aduuh....” Vina mulai bingung. Tia, Mitha, dan Indah adalah pemain yang baru masuk di dalam tim. Bukannya Vina meragukan kemampuan mereka, tapi dia merasa posisi ini “ bukan untuk mereka. “biar gue ayng gantiaan tarra,” kata Olivia. Suasana yang tadinya ramai oleh kepanikan, menjadi hening ketiak Olivia memutuskan dia yang akan menggantikan tarra. Kamu serius, Li? Tanya ruri. Vina hanya diam terpaku. “lya, gue serius,” jawab Oli, santai. “Posisi gje dulu sama kayak Tarra, pemain depan kanan, dan... gue termasuk pemain andalan Iho.” “Well, kalo itu mau lo kita seneng banget,” jawab Vina, senang bercampur ragu. “OK, kalo gitu gue ganti kostum dulu!” “Vin...,” kata Linda dan Sara, bersama-ar. Vina tersenyum pada mereka semua. “Well, the show must go on.” Pertandingan kali ini sangat seru. Kedua tim sama-sama tangguh dan memiliki pemain-pemain yang andal. Tim voli SMU Bangsa bermain dengan lincah. Semuanya bersemangat. Begitupun dengan Olivia, la kelihatan bersemangat sekali. Vina dan anggota tim yang lain, yang awalnya mengkhawatirkan kondisi Olivia, jadi lupa akan hal itu begitu melihat Olivia yang begitu enerjik. Dia bermain bagus sekali. Skor set pertama adalah 19 untuk Bangsa dan 15 untuk Harapan. Pada set kedua, 13 untjk Bangsa dan 19 untuk Harapan. Pada set ketiga, 0 untuk Bangsa dan 11 untuk Harapan. Bu Astrid, pelatih tim voli SMU Bangsa meminta waktu istirahat. Lalu, saat istirahat itu dipergunakan untuk menyusun strategi. “Li, lo nggak apa-apa, kan?” tanya Vina, khawatir. Walaupun bersemangat, tetapi wajah pucat Oli tetap tidak bisa disembunyikan. “Gue nggak apa-apa. Don’t worry, Ok” jawab

Oli sambil tersenyum. Waktu istirahat habis dan kedua tim beraksi kembali. "AYO VOGUE, SEMANGATH!" seru tim penclukung SMU Bangsa. Vogue singkatan dari Volley Groupies. Hehe... tidak nyambung, ya? Pokoknya, itu adalah sebutan anak-anak SMU Bangsa untuk anggota tim voli SMU mereka. Pertandingan semakin ketat dan sulit saat SMU Harapan menambah penjagaan di dekat net. Olivia lalu melakukan serangan terbuka, i memukul tajam seperti gunung. Namun, serangan Oli sia-sia. Setelah itu SMU Harapan bermain gila-gilaan. Mereka mengerahkan semua kekuatan. "Masih kuat, Li?" tanya Sara. Olivia mengangguk. Sebenarnya, dia sudah tidak kuat lagi, sudah tidak bisa bertahan. Namun, rasanya ia sudah sulit bernapas. Tetapi, entah mengapa ada kekuatan dalam dirinya yang membuatnya bertahan. "OLI, BERTAHAN, OLIII!" seru tim suporter. Akhirnya, sekali lagi, dengan sisa kekuatan yang dia punya, Oli melakukan serangan terbuka dan kali ini membuat semua orang tercengang karena Olivia melompat lebih tinggi daripada net. Tim lawan melakukan posisi melebar untuk mencegah serangan, tetapi semuanya siasia karena kali ini Olivia berhasil. Pertandinagn usai dengan skor 20-25 untuk SMU Bangsa. Semua bersorak-sorai. Begitupun Olivia. Semua anggota tim mengerubungi Olivia untuk memeluknya. "Kita berhasil, Li!" seru Vina, lalu merangkul Oli. Oli tidak bereaksi apa-apa. "Li? Oli?" bisik Vina. Perlahan. Vina I melepaskan pelukannya dan membaringkan Oli di pangkuannya. Semua anggota tim diam terpaku. Mata mereka basah. Tak lama, tim medis langsung membawa Olivia ke rumah sakit terdekat. *** Bunga tabur di atas gundukan tanah merah itu masih segar. Di dalamnya terbaring seorang gadis cantik bernama Olivia Aisyah Kobayashi. la telah meninggalkan semua orang yang mencintainya. Banyak hal yang telah Oli ajarkan kepada teman-temannya hingga sangat membekas. Bagi orang tua, temanteman, dan guru-gurunya. Olivia adalah seorang anak, murid, sahabat, manajer, sekaligus pemain voli terbaik yang pernah ada.

(Dikutip dari kumpulan cerpen Muslimah; Desember 2005, hlm. 33-35)

Bahasa Indonesia IX Semester 1

59

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut bersama teman berdiskusi ! 1. Apakah tokoh Olivia digambarkan sebagai manajer yang baik dalam tim voli Harapan? Jelaskan! 2. Tokoh Vina diceritakan mempunyai rekaman latihan tim voli lawan supaya bisa menang di pertandingan. Setujukah kamu dengan cara yang dilakukan Vina tersebut? Mengapa? 3. Tindakan apakah yang dilakukan Olivia untuk menyelamatkan kemenangan tim volinya? Apa akibatnya? 4. Apakah kamu setuju dengan tindakan Olivia tersebut? 5. Berdasarkan penggambaran latar fisik dan latar sosial dalam cerpen, jelaskanlah hubungan sosial yang terjalin antara Olivia dan teman-temannya di sekolah! 6. Jelaskan tema cerpen di atas 7. Tentukanlah latar, dan tokoh-tokohnya 8. Jelaskanlah watak Olivia dan vina! 9. Tulislah 3 pesan yang disampaikan pengarang!
BAHAN AJAR 15 VII. MEMBACA (SASTRA) Standar Kompetensi : Memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca buku kumpulan cerpen. II. Kompetensi Dasar : 7.2. Menganalisis nilai-nilai kehidupan pada cerpen-cerpen dalam satu buku kumpulan cerpen. III. Indikator Dengan berakhirnya pembelajaran ini diharapkan peserta dapat : 1. Mampu menemukan nilai-nilai kehidupan yang positif maupun negatif dalam kumpulan cerpen. 2. Mampu membandingkan nilai kehidupan dalam cerpen dengan nilai kehidupan siswa. 3. Mampu menyimpulkan nilai kehidupan dalam cerpen yang dapat menjadi teladan siswa.

Uraian Materi
Karya fiksi dapat diibaratkan sebagai potret kehidupan yang disampaikan melalui bahasa. Meskipun peristiwa dan tokoh dalam fiksi bersifat khayalan ('imajinatif), tetapi kebenaran nilai kehidupan yang disampaikan pengarang tidak dapat disangkal. Nilai kebenaran dalam fiksi menjadi bahan renungan untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Perenungan nilai kebenaran dapat dilakukan dengan cara menemukan makna peristiwa yang dialami oleh tokoh. Cara berpikir, sikap, dan respons tokoh dalam setiap satuan peristiwa mencerminkan watak tokoh.

Aktivitas.

Bacalah cerpen berikut ini !
Tampaknya tentang buah duku menjadi pembicaraan yang sangat menarik. “Kurang ajar benar,….sudah dua mala mini buah dukuku yang masih hijau dipetik orang,” ujar Daus menumpahkan perasaan kesalnya. “Duku yang masih hijau, sudah dipetik orang? Wah, untuk apa duku-duku muda itu?” sahut Muhtar heran.

Merah Sumba Seminggu berikutnya, seperti hari-hari biasa anakanak kelas dua itu berkumpul-kumpul bercengkrama lagi di situ. Kedai Pak Amat yang sangat strategis letaknya, dan menyediakan beragam penganan anak tapi murah itu memang menjadi tempat paling nyaman bagi anak-anak menikmati jam istirahat. Fahmi, Muhtar, Dudun, Daus dan anak-anak kelas dua lainnya kembali terlibat pembicaraan tentang duku. 60 PELANGI

“Rasanya pasti sangat kecut, pahit, dan heee!” sambung Dudun pula serta meringis. “Tapi yang jelas, duku-duku muda itu dipetik bukan untuk dimakan,” kata Daus. “Lantas untuk apa?” sambung Muhtar heran. Iya, untuk apa duku-duku muda itu? Akan dijual atau dibawa ke mana?” Tanya Fahmi tak mengerti arah pembicaraan sahabatnya. “Tampaknya duku-duku muda itu sengaja dipetik hanya untuk mengganggu atau merusak. Buktinya buah duku yang masih hijau itu dengan sengaja direnggut dari tangkainya dan dicampakkan begitu saja di atas tanah,” kata Daus pula. “Eh, kurasa itu bukan perbuatan orang. Jangan berprasangka buruk dulu, sebelum terbukti. Aku yakin, itu ulah binatang pengganggu, …. mungkin kera,” ujar Dudun berpendapat. “Kera memang ada di sekitar kebun duku kami itu, tetapi biasanya hanya terlihat berlompatan di siang hari, lagi pula binatang berekor panjang itu sepertinya tak tertarik dengan buah duku yang masih muda.” Daus menolak pendapat sahabatnya. “Wah, kalau begitu, itu pasti perbuatan kalong!” ujar Dudun pula berulang-ulang meyakinkan Daus. “Boleh jadi, tapi aku tak dapat mengusirnya di gelap malam begitu, apalagi tempatnya yang agak jauh dari rumah kami,” kata Daus dengan nada pasrah. “Tapi kelakuan binatang malam itu tak dapat dibiarkan terus-menerus, Daus. Ntar bisa habis buah dukumu,” Dudun mengingatkan bersungguh-sungguh. “Betul, Dun. Tapi bagaimana caranya?” “Yaaa,… kamu atau ayahmu harus ronda malam menjaganya,” kata Dudun sambil tertawa-tawa seraya menepuk-nepuk pundak Daus. “Hmmm, … usulmu itu sudah ada dalam benakku, Dun. Tapi masalahnya aku dan ayahku tak dapat melakukannya. Ayahku sedang sakit-sakitan, sedang aku sendiri tak dizinkannya.” “Aah, katakana saja kamu takut keluar malam, Daus!” seru Fahmi seraya tergelak menertawakan. Dan diiringi derai tertawaan yang bernada mengejek dari sahabatsahabatnya. “Silahkan kalian menertawakanku, tapi aku punya kiat tersendiri utuk menangkap kera atau kalong itu,” ucap Daus seraya beranjak meninggalkan tempat itu diiringi teman-temannya. Hari itu Daus merasa betul-betul tak tenang. Di kelas, ia tak dapat menerima pelajaran dengan baik gara-gara duku itu. Alangkah sedihnya bila menyaksikan buah duku yang masih hijau berhambuaran di atas tanah. “Hmmm,…jika setiap malam duku-duku muda itu berjatuhan, tentulah buahnya akan habis, dan tinggal

dahannya yang merana dengan tangkai-tangkai kering,” gumamnya seorang diri. Daus termenung sendirian sambil memandangi pohon-pohon dukunya yang tumbuh berjejer. “Aku harus menyelidiki dan menghentikannya,” gerutunya pula sambil mengepal tinju. Cukup lama mondar-mandir di bawah pohon duku itu. Dicermatinya satu per satu buah dan tangkai duku muda yang berserakan di situ. Aneh,…tak ada bekas gigitan. Tapi sangat jelas tangkai-tangkai duku itu bekas direnggut dengan paksa. “Hmmm, ini bukan perbuatan binatang atau kera. Tapi ini pasti ulah tangan jahil seseorang karena iri hati melihat pohon dukuku berbuah lebat. Kurang ajar!” Sore itu juga Daus bergegas ke warung. Di situ ia membeli sumba warna merah menyala. Bu Ijah penjaga warung sedikit heran, sebab tak biasanya anak itu membeli sumba. Namun akhirnya ia menduga bahwa anak itu hendak membuat layang-layang. Daus yang hanya mengangguk-angguk sambil tersenyum. Di rumah, sumba warna merah menyala itu segera dilarutkan ke dalam ember besar air. Maka jadilah air sumba merah menyala. Diambilnya seutas tai. Lalu dengan langkah bergegas pula ia pergi ke kebun dukunya yang jauhnya kurang dari dua ratus meter di belakang rumahnya. Apakah gerangan yang dilakukan anak itu? Untuk apa pula sumba warna merah menyala itu? Perlahan Daus memanjat duku yang buahnya paling lebat. Ia yakin, pohon duku inilah malam nanti yang menjadi sasaran makhluk misterius itu. Maka dengan cermat dan hati-hati sekali seember air sumba itu diangkatnya dengan tali. Ember air sumba itu kemudian diletakkannya sedemikian rupa di puncak. Seutas tali yang terikat di tangkai ember sengaja dijulurkan di sisi sepanjang batang hingga ke pangkal pohon. Jika tali itu tersentuh apalagi tersentak sedikit saja,…maka air sumba itu pasti akan tumpah, dan pasti akan mengguyur siapa saja yang berada di bawahnya. Daus tersenym sendirian membayangkan rupa orang yang terkena guyuran air sumba berwarna merah. Heee…. pasti seluruh tubuhnya merah seperti hantu api, dan pasti sulit menghilangkannya sekalipun mandi berkali-kali dengan sabun. Perlahan Daus beranjak pulang meninggalkan kebun dukunya, dengan satu keyakinan, besok makhluk misterius itu pasti akan ketahuan, paling tidak jera melakukannya lagi. Pikiran Daus terasa tenang. Ia dapat tidur dengan pulas. Dan ia dapat bangun lebih pagi dari biasanya. Wajahnya cerah seperti matahari pagi. Betapa tidak, manakala ia menjenguk pohon-pohon dukunya, nyata benar bahwa tadi malam jebakannya telah bekerja sempurna. Dan Daus tersenyum bahagia manakala diketahuinya tak satu tangkai pun dukunya jatuh malam tadi. Mungkin pengganggu itu Bahasa Indonesia IX Semester 1 61

terkejut dan terusik oleh tumpahan air sumba sehingga membatalkan niat buruknya memetik tangkai duku. Di sekolah, Daus tak banyak bicara tentang dukunya itu. Tapi seperti biasa ia ikut berkumpul-kumpul mengobrol sesame teman-temannya sekelas, seperti Fahmi, Muhtar, Ramdan, Karim, Basir, dan lain-lainnya. Tapi tak terlihat Dudun, hingga lonceng tanda masuk kelas berbunyi. Mana Dudun? Sudah jam setengah delapan begini belum juga tampak batang hidungnya? Apa dia sakit?” ujar Muhtar sambil sesekali memandang kea rah pintu pagar. “Aah, mengapa heran? Tidakkan kalian lihat akhir-akhir ini kesehatan Dudun menurun? Mungkin ia sakit,” ujar Fahmi.

Diam-diam Daus berniat akan singgah ke rumah Dudun. Ia ingin menjenguk kalau-kalau temannya itu sakit. Maka sesuai pelajaran terakhir, Daus bergegas menuju rumah temannya itu. Alangkah terperanjatnya Daus, dan betapa terkejut pula Dudun, manakala tanpa diduga keduanya bertemu pandang berhadap-hadapan di ambang pintu. Dudun terkejut luar biasa seperti bertemu pencuri bertemu polisi. Sementara itu betapa terkejutnya pula Daus, karena melihat dari ujung rambut hingga ujung kaki Dudun berwarna merah. “Du! Engkaukah yang kena jebakan air sumba itu?” Dudun mengangguk perlahan sambil menunduk malu. Daus menggeleng-gelengkan kepalanya seraya tersenyum.

(LUKSADA oleh Iwan Lusi)

a. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ! 1. Siapakah penulis cerpen tersebut ? ………………………………………………………………………………………………………. 2. Di mana, Siapakah para tokoh dalam cerita tersebut ? ………………………………………………………………………………………………………. 3. Apa yang menyebabkan Daus merasa tidak senang ? ………………………………………………………………………………………………………. 4. Dari mana Daus mengetahui bahwa yang merusak dukunya iu bukan binatang ? ………………………………………………………………………………………………………. 5. Apa yang dilakukan Daus untuk mengetahui si perusak duku tersebut ? ………………………………………………………………………………………………………. 6. Berhasilkah Daus menjebak perusak duku tersebut ? ………………………………………………………………………………………………………. 7. Mengapa Dudun tidak masuk sekolah? Sakitkah Dudun? ………………………………………………………………………………………………………. 8. Tunjukkan bagian cerita yang menunjukkan bahwa Daus termasuk anak yang baik hati ? ………………………………………………………………………………………………………. 9. Siapakah yang terkena jebakan Dudun ? ………………………………………………………………………………………………………. 10. Mengapa Dudun merasa malu ketika bertemu Daus ? ………………………………………………………………………………………………………. b. Bagaimana sikapmu terhadap Daus ? …………………………………………………………………………………………………………. c. Bagaimana sikapmu terhadap Dudun ? …………………………………………………………………………………………………………. d. Apa yang kamu lakukan seandainya kamu menjadi Daus ? …………………………………………………………………………………………………………. e. Apa yang kamu lakukan seandainya kamu menjadi Dudun ? …………………………………………………………………………………………………………. f. Sebutkan nilai-nilai kehidupan yang dapat kamu teladani dalam kehidupan sehari-hari dari cerpen tersebut ! …………………………………………………………………………………………………………. g. Sebutkan nilai-nilai yang tidak patut dicontoh dalam kehidupan sehari-hari dari cerpen tersebut ! ………………………………………………………………………………………………………….
62 PELANGI

h. Pernahkah peristiwa yang terjadi dalam cerpen tersebut terjadi dalam kehidupan sehari-hari ? …………………………………………………………………………………………………………. i. Tanggapi menurut pandanganmu nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam cerpen tersebut ! …………………………………………………………………………………………………………. j. Hubungkan nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam cerpen tersebut dengan kehidupan sebenarnya ! ………………………………………………………………………………………………………….

A. Pilihlah jawaban yang tepat dengan memberi tanda silang ( x ) huruf a, b, c, atau d ! Bacalah kutipan cerita berikut ! “Orang-orang yang sudah menjual jiwa dan kehormatannya kepada fasis Jepang disingkirkan dari pimpinan revolusi kita (orang-orang yang pernah bekerja di dalam propaganda polisi rahasia Jepang, umumnya di dalam usaha kolone 5 Jepang). Orang-orang ini harus dianggap sebagai pengkhianat perjuangan dan harus diperbedakan dari kaum buruh biasa yang bekerja hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.” 1. Menurut cerita tersebut yang dianggap pengkhianat adalah …. a. Kaum buruh yang bekerja hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. b. Orang-orang Jepang yang dengan bengisnya mengin jak-injak harga diri bangsa Indonesia. c. Orang-orang yang pernah bekerja dalam propaganda polisi rahasia Jepang. d. Semua orang yang bekerja pada masa pemerintahan Jepang.

4. Nilai kehidupan yang tidak dapat diteladani adalah …. a. Meskipun usia mereka mulai lanjut, semangatnya tidak akan pudar. b. Mereka berkumpul di tengah hutan untuk memper juangkan Negara. c. Tidak sejengkal tanah pun ia relakan untuk penjajah. d. Mereka harus mati untuk mempertahankan tumpah darahnya. Bacalah kutipan cerpen berikut !\ “Besok pagi,” kata Pak Brownlow. “Datanglah ke sini besok pagi jam sepuluh. Oliver akan bercerita semua.” “Ya, Pak.” “Saya akan mengatakan sesuatu kepada Anda,” kata Pak Grimwig membisikkan sesuatu kepada Pak Brownlow. “Anak itu tidak akan datang untuk mengatakan siapa dirinya besok. Anda terlalu mudah percaya kepada orang. Anak laki-laki itu akan menipu Anda, temanku yang baik.” “Dia tidak akan begitu,” kata Pak Brownlow. “Jika tidak begitu,” kata Pak Grimwig, “Aku akan memakan kepalaku.” 5. Tokoh yang memiliki watak suka buruk sangka adalah …. a. Pak Brownlow c. Pak Grimwig b. Oliver d. Pak Brownlow dan Pak Grimwig 6. a. b. c. d. Nilai positif dalam cerita tersebut adalah …. Sikap Pak Grimwig yang selalu curiga. Sikap Pak Brownlow yang percaya kepada orang lain. Prasangka buruk Pak Brownlow. Prasangka buruk Pak Grimwig.

(AMAL HAMZAH, Salinan Pengkhianat)

2. Cerita tersebut mengisahkan kehidupan pada zaman …. a. Penjajahan c. Pembangunan b. Kemerdekaan d. Milenium Bacalah kutipan cerpen berikut ! “Saudara-saudara sekalian. Sudah sekian lama kita bergerilya. Terima kasih saya sampaikan kepada saudara-saudara yang terus berjuang seperti saya. Semangat seperti inilah yang saya harapkan. Sekaliun usia mulai lanjut, namun semangat tidak akan pudar.” “Saudara-saudara sekalian. Kita berkumpul di hutan ini tidak untuk sia-sia, tetapi untuk memperkuat tekad kita bersama. Saya berharap tidak sejengkal pun kalian surut langkah menghadapi penjajah. Jika kita harus mati, akulah yang di depan akan mati lebih dulu.” 3. Latar cerita tersebut adalah …. a. Di tengah kota c. Di tengah hutan b. Di pinggir desa d. Di tengah kampung

(Ensiklopedi Indonesia 6, Cut Nyak Dien)

Bacalah kutipan cerpen berikut ! Akhirnya mereka tiba kembali di tepian sungai Serayu, akan tetapi jauh di hulu, di kaki pegunungan daerah Banjarnegara. Kini tiada jembatan, tiada titian. Mereka harus terjun ke dalam air. Samar-samar Sersan Kasim mendengar derau sungai di bawah. Dia bayangkan kesunyian malam yang aman, dirobek-robek oleh letusan senjata. Dia bayangkan kompinya terjebak di tengah-tengah sungai, tiada berdaya.

(Sungai,Nugroho Notosusanto)

Bahasa Indonesia IX Semester 1

63

7. Tema cerpen tersebut adalah …. a. Perjuangan c. Keagamaan b. Kepahlawanan d. Penderitaan 8. Latar cerita tersebut adalah …. a. Di tengah sungai c. Di tepi sungai b. Di muara sungai d. Di dalam pertempuran Sonia meniti jembatan kecil di seberang kantor pos itu dengan langkah dipelan-pelankan. Diliriknya jam tangannya, ah, baru pukul 14.15. toni pasti belum tiba di sana pikirnya…. 9. Setting atau latar tempat pada penggalan cerpen di atas adalah …. a. Kantor pos c. Di seberang kantor pos b. Pagi hari d. Di sana pukul 14.15 “Kakak tetap saja penggembira, awet muda, bajunya potongan Cina.” Mereka tertawa berderai-derai. Tapi lakilaki yang bernama Pak Pong menangkap sesuatu yang lain dari wajah adiknya :ketidakwajaran. Maka hilanglah kegembiraannya. Kerinduan yang hendak dituangkan dalam banyak cerita, berhenti sampai di tenggorokan. Dia tenggelam dalam keasingan. 10. Tokoh utama dalam penggalan cerpen tersebut adalah …. a. Kakak c. Mereka b. Adik d. Pak Pong Ketika tembakan pertama di Gang Jaksa memecahkan kesunyian pagi, Guru Isa sedang berjalan kaki menuju sekolahnya, di Tanah Abang.
(Jalan Tak Ada Ujung, Mochtar Lubis)

Lonceng Berbunyi (oleh Subarjo) Sunyi di dalam rumah …. Suwarni bernyanyi, suaranya halus, tenang, mengurai kesunyian. Ia bernyanyi, seraya berjalan lambat-lambat. Nyanyian yang memancar dari dalam lubuk hatinya. Berirama mesra seorang ibu lemah lembut. Suwarni sedang menidurkan anaknya. Suaranya menggenang di udara. Membelai-belai si kecil nakal di dadanya. Sehingga tangan yang kecil montok itu tiada lagi bergerak-gerak, kakinya tak lagi meronta-ronta. Rianto berdiam diri. Hanya matanya mengedip-ngedip, memandang wajah ibunya. Wajah yang senatiasa jernih lebut pada pemandangannya itu. 13. Isi penggalan cerita pendek di atas adalah …. a. Seorang ibu dan anak pada malam hari c. Kasih sayang seorang ibu kepada anaknya b. Seorang ibu yang mempunyai anak kecil d. Seorang ibu yang montok dan nakal “Enggak, Pa…,” isak Bimo. “Bimo mau ikut Papa dan Mama ke Australia.” “Tanggung, Nak. Sebentar lagi Bimo ujian. Setelah ujian, Mama jemput Bimo,” kata Bu Haris. “Iya, Nak. Nanti Mamamu segera kembali untuk menjemputmu,” sambung Pak Haris. “Enggak. Pokoknya Bimo ikut. Bimo gak mau ditinggal.” 14. Suasana kutipan cerpen tersebut yang tepat adalah … a. Sedih c. Tegang b. Ramai d. Haru Sepuluh tahun yang lalu hidup mereka bergelimang harta. Rumah besar, mobil mewah, jabatan terhormat suaminya di pemerintahan dan seorang anak yang manis. Namun, setelah suaminya pension, semuanya berubah. Harta yang dikumpulkan bertahun-tahun ludes untuk biaya pengobatan ginjal, kencing manis, paru-paru, jantung, darah tinggi. Terakhir suaminya terserang stroke. Hanah ikhlas hidup melarat demi kesembuhan suaminya. Kini tinggal di rumah bambu. Melarat.
(Aku Datang Menjemputnya karya Sri Lestari)

11. Latar waktu penggalan cerpen di atas adalah …. a. Di Gang Jaksa c. Ketika tembakan pertama b.Di sebelah sekolah d. Pada pagi hari ….. Aku berjongkok di muka makam itu. Bungkusan daun pisang berisi bunga melati yang kubeli di pasar distrik, aku buka …. 12. Sudut pandang pengarang dalam penggalan cerpen di atas ialah sudut pandangan …. a. Orang pertama pelaku sampingan b. Orang pertama pelaku utama c. Orang kedua d. Orang kedua pelaku utama

15. Nilai yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah …. a. Ikhlas hidup apa adanya demi kesembuhan suami. b. Ikhlas meninggaklan harta demi kesembuhan suami. c. Mau melepas jabatan terhormatnya demi kesehatan. d. Mau meninggalkan rumah besarnya demi kesehatan.

64

PELANGI

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar ! 1. Bacalah kutipan cerpen berikut ! Dengan sangat terperanjat dan terburu-buru yang empunya rumah pun keluar. Didapatnya si Togop sedang menghantam Sutan Menjinjing, lalu ditolakkannya sambil berkata dengan gusar. “Tidak tahu adat Engkau ini, berani menjatuhkan tangan kepada rajamu!” “Ia bukan raja, bukan kepala kampung, tetapi penipu . . ., ia mengajak kami menipu Engku, menyuruh kami menyebut dia kepala kampung . . .” “Engkau pun penipu,” kata kepala kampung palsu itu terengah-engah sebab ketakutan. “O, sekarang aku sudah mengerti, kamu ini bertiga bangsat . . .” penipu . . .” menyungkahkan nasiku dengan akal busuk . . . Ayo kamu orang kampung ini, tangkap ketiga bangsat ini, boleh kita bawa kepada Engku Jaksa di Batangtoru. “Kata yang empunya rumah kepada orang banyak, yang sementara itu datang berkerumunan ke tempat itu. Akan tetapi sebelum orang banyak dapat melakukan perintah itu, Sutan Menjinjing Alam dan kedua pengiringnya telah dapat meloloskan diri, melompat dari jendela dan hilang di tempat yang kelam . . . . . 2. Sebutkanlah 3 nilai-nilai positif dalam cerita tersebut ! ……………………………………………………………………………………………………….. 3. Sebutkanlah 3 nilai-nilai negatif dalam cerita tersebut ! ……………………………………………………………………………………………………….. 4. Jelaskan watak : a. Togo : ..……………………………………………………………………. b. Sutan Menjinjing Alam : ..……………………………………………………………………. c. Empunya rumah : ..……………………………………………………………………. d. Kepala kampung : ..……………………………………………………………………. 5. Tulislah latar cerpen di atas ! ……………………………………………………………………………………………………….. Di batas desa yang rindang, aku berhenti sebentar. Kuikuti jalan setapak dengan pandanganku, mula-mula turun kemudian naik, mendaki lereng sebuah bukit penuh tegalan singkong. Aku memandang langit biru dengan koyakan mega putih. Kemudian kacamat Ray Ban ku pakai dan pemandanganku menjadi sejuk seperti suasana dusun di belakangku. “Makamnya di atas bukit itu, Pak,” kata bocah kecil yang Cuma pakai celana kolor hitam dan membawa pecut. ”Di bawah pohon-pohon kelapa gading di tengah itu!” aku tersenyum sambil membelai kepala botaknya. “Bapak sudah tahu,” kataku. “Berapa umurmu Gus!” “Lima tahun, Pak,” jawabnya lancer dan tak malu-malu. 6. Jelaskan hal-hal yang menarik pada penggalan cerita pendek tersebut ! ………………………………………………………………………………………………………... 7. Apakah maksud ungkapa “langit biru dengan koyakan mega putih”? ………………………………………………………………………………………………………... 8. Ceritakan secara singkat penggalan cerita pendek tersebut ! ………………………………………………………………………………………………………... ………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………… Hari cerah. Sang surya memancar dengan leluasa ke seluruh pelosok desa kami. Anak-anak sekolah sedang riuh bermain-main di bawah pohon beringin yang rindang. Dari sebuah rumah bambu yang sudah agak menceng, terdengar bunyi mesin ketik yang menderak-derak.
Bahasa Indonesia IX Semester 1 65

A. 1. a. c. b. d. 2. a. b.

Ibu

Ha Ibu Ha Ibu

Ha 3. a. b.

Tiga orang pemuda sibuk menarikan jarinya di atas mesin tulis. Wajah mereka sedikitpun tak nampak bimbang atau letih. Semalam-malaman mereka bekerja. Dari paginya terus juga mereka menyelesaikan pekerjaannya. “Sudah siapkah, Bung Ali!”, tegur seorang laki-laki yang agak tua kepada salah seorang yang sedang mengetik tadi. “Belum, Pak, sedikit lagi”, sahut orang yang dipanggil Bung Ali tadi, pak camat segera meneruskan pekerjaannya pula. Tiba-tiba masuklah seorang anak laki-laki ke dalam kantor kecamatan yang remang-remang itu. “Pak, lekas bersiap, patrol musuh sedang menuju kemari!”, kata penjaga itu dengan terengahengah. 9. Jelaskan latar penggalan cerita pendek tersebut ! ……………………………………………………………………………………………………….. 10. Jelaskan tokoh utama dalam cerpen tersebut ! ………………………………………………………………………………………………………... 11. Apakah yang kamu sukai dalam penggalan cerpen tersebut? Berilah alasan yang jelas! ………………………………………………………………………………………………………...

Pengayaan
1. Bacalah cerpen di bawah ini! Bila Hati Mulai Bernyanyi
Ruang pameran itu tidak begitu penuh dikunjungi orang hingga tempat yang kecil tak hendak meledak. Berulang kali Pri melayangkan pandangannya ke sudut sana. Pokoknya, gadis itu punya pesona tersendiri, punya magnet yang bisa mengajak mata untuk selalu menatapnya. Sebenarnya, sih, sederhana saja penampilannya. Tetapi, ia tampak istimewa dengan pakaian seragam itu. Kadang-kadang pandang mata Pri terhalang beberapa pengunjung, kadang juga asap rokok mengaburkan pandangannya. Gadis itu juga sering beringsut hingga mata Pri tidak bisa menelannya bulat-bulat. Siang itu, Pri mendapat giliran menjaga majalah dinding sekolahnya. Barangkali gadis itu juga begitu, menjaga majalah dinding sekolahnya, bersama temannya yang ada di situ. Mungkin, dia malah pemimpin redaksinya, piker Pri dalam hati. Ya, ini memang pameran majalah dinding yang pertama kali diadakan di kota ini. pesertanya berasal dari sekolah menengah atas atau yang sederajat, termasuk Majalah Dinding Bayu, dari sekolah Pri. “Kau lupa, nggak?” Tanya Kris setengah berbisik. “Mau nraktir?” Pri balik bertanya. Kris tertawa. Begitulah memang Kris. Sering ia hadir dengan guyon-guyonnya. Dan Kris, meskipun berwajah agak kasar, tidak termasuk laki-laki pemalu. Lalu, Pri mengalihkan perhatian. “Kris, kau lihat cewek itu?” kata Pri sambil melempar matanya kea rah gadis itu berdiri. Pri memasang senyuman. Rupanya, pandangan Kris masih terhalang beberapa orang, hingga ia Cuma melihat punggung-punggung, rambut-rambut. “Mana?” Yang jaga majalah dinding itu?” Sebelum Pri menunjukkan mana yang dimaksud, tibatiba Agus muncul. Lalu, majalah dinding mereka mendapat giliran dilihat-lihat pengunjung. Pembicaraan jadi terhenti sejenak. .... Dalam hati Pri memaki. Tetapi, lewat Agus pulalah, Pri kemudian tahu siapa nama gadis itu. Juga Kris. Ternyata nama itu cukup singkat: Ranti. Selain singkat juga kedengaran puitis. Ranti. “Gila kau, Gus. Benar-benar tak kuberi kau kesempatan untuk mengenalnya,” ujar Kris, yang merasa banyak berjasa di antara mereka namum tak seberuntung Agus. Pri juga bilang. “Coba kalau Pak Kur tidak menyuruh kami, pasti kita bisa mengenal.” Pri lalu meninju Agus sambil tertawa. Agus malah jadi semakin bernafsu menceritakan siapa Ranti itu. “Kalau tidak ada yang memacari, aku juga mau jadi pacarnya,” kata Agus lagi, sambil ketawangakak. Seakan dirinyalah yang lebih beruntung di antara keduanya. “Kalau kau mau, kenapa aku tidak mau?” ujar Pri. “Dia memang cocok sebagai guru,” sela Kris. “Calon guru tentu paham bagaimana mendidik anakanak, bagaimana mengajarkan sesuatu yang baik.” Mereka ketawa lagi.

66

PELANGI

Pengunjung pameran majalah dinding sore hari ternyata lebih banyak disbanding siang hari. Tetapi,Ranti tidak ada di situ. Penjaga majalah dinding sekolahnya bukan Ranti, tetapi murid lain. Hal ini mengurangi semangat Pri, Agus dan Kris. Di sudut kiri, Pri melihat rombongan guru beserta keluarganya, anaknya, istrinya, melihat-lihat kreasi anak-anak es-el-te-a. Ada pula wartawan yang menyertai rombongan itu, lalu mendahului, memotret-motret suasana, juga beberapa majalah dinding. “Bagaimana kalau kita tanyakan pada teman Ranti?” “Ayo.” Kris membuntuti mereka, menuju kea rah teman-teman Ranti. Di situ mereka ngobrol dengan teman-teman Ranti yang ada. Agus menanyakan Ranti. Kris menggoda salah seorang. Pri melihat-lihat karya-karya di situ. Ada puisi Ranti yang dipasang. Pri agak kaget, ternyata Ranti seorang penyair juga. Pri membaca sajak itu. Pri tersenyum-senyum. Ternyata gadis itu tak bisa dipandang enteng. Ternyata gadis itu mempunyai keistimewaannya sendiri. Pri kemudian dikenalkan dengan yang lain oleh Agus. Tiba-tiba, ketika sore sudah bergeser di ruang pameran itu dan lampu ruangan sudah menyala putih, Ranti muncul dengan seorang temannya. Inilah gadis itu, piker Pri. Inilah penyair itu, yang menggoreskan kata dalam majalah dinding yang ini ikut dipamerkan.

Beberapa lama pesona itu, daya tarik itu, magnet itu, mampu menggoda pikirannya. Dan, ketika tangan mereka saling bergenggaman: wujud format dari sebuah perkenalan, wajah yang dari jauh tampak memesona itu pun masih tetap terjaga dengan kuatnya. “Sajakmu bagus, Ranti,” kata Pri. “Wah, terima kasih.” “Aku tak pernah menyangka, ada penyair yang begitu cantik,” kata Pri lagi setengah menyanjung gadis itu. Ranti tersipu, tetap dengan senyuman itu tersungging di bibirnya. Saat gadis itu mendesah, seakan ada bau wangi yang tiba-tiba tercipta di ruangan itu. Pri seperti sedang menghadapi seseorang yang paling dikaguminya selama ini. Kris dan Agus, yang tadi bersama-sama, kini sudah berada di bagian lain, entah bicara dengan siapa Pri tidak tahu. Lalu, Pri mengajak Ranti melihat-lihat majalah dinding yang lain yang ikut dipamerkan. Seakan terjadi begitu tibatiba, bagai sudah ada perintah dari hati mereka masingmasing. Seakan, mereka tengah menjalankan perintah atau skenario film yang ditulis Teguh Karya, orang yang paling disenangi Pri. Pri pun mendadak jadi agresif. Selebihnya adalah: kesempatan ini begitu manisnya. Tak pernah tercipta sebelumnya. Hingga pameran itu usai, seakan ada yang masih terus berjalan, melintasi waktu, meniti kehidupan. Entah apa namanya.
Dikutip dari: Laut Masih Gemuruh,Arwan Tuti Artha; Grasindo, 2003.

2. 3. 4. 5.

Tentukan tema cerpen tersebut! Jelaskan latar cerpen tersebut disertai dengan bukti yang terdapat dalam cerpen tersebut! Jelaskanlah watak tokoh yang terdapat dalam cerpen tersebut! Jelaskanlah nilai-nilai kehidupan yang terdapat dalam cerpen tersebut!

Bahasa Indonesia IX Semester 1

67

Menulis Cerpen
BAHAN AJAR 16 VIII. MENULIS (SASTRA) Standar Kompetensi : Mengungkapkan kembali pikiran, perasaan, dan pengalaman dalam cerpen II. Kompetensi Dasar : 8.1 Menuliskan kembali dengan kalimat sendiri cerita pendek yang pernah dibaca. III. Indikator Dengan berakhirnya pembelajaran ini diharapkan peserta dapat : 1. Mampu menentukan ide-ide pokok cerpen sesuai tahap-tahap alur dalam cerpen. 2. Mampu mengembangkan ide-ide pokok menjadi cerpen. 3. Mampu menyunting cerpen.

Uraian Materi
Cerpen atau cerita pendek adalah kisah pendek(biasanya kurang dari 10.000 kata) yang memiliki kesan tunggal yang menonjol dan terpusat pada satu tokoh atau situasi. Cerpen memiliki kesan tunggal, artinya sebuah cerpen menyajikan satu cerita dan ide tertentu. Ciri-ciri utama cerita pendek adalah singkat, padu, dan intensif. Dalam cerite pendek harus ada tokoh utama atau pelaku utama. Tokoh tersebut ada yang disajikan secara langsung (diceritakan jalan pikirannya oleh pengarang) dan ada yang tidak (dilukiskan melalui dialog, tindakan, dan reaksi tokoh tersebut). Untuk menceritakan kembali sebuah cerpen dapat dilakukan dengan cara mengubah sudut pandang pengarang. Berikut ini teknik penceritaan yang dapat digunakan dalam sebuah cerita. 1. Sudut pandang orang pertama. Cara penulisan dengan teknik ini, yaitu sang tokoh bercerita langsung kepada pembaca. Cara ini sering digunakan dengan tujuan menciptakan suasana akrab dalam menyampaikan pemikiran dan perasaan. Kelemahan penceritaan sudut orang pertama ini bagi pembaca adalah bahwa peristiwa hanya dilihat dari satu sisi. Ciri utama adalah penggunaan kata ganti orang pertama, saya atau aku, dalam bercerita. Contoh: Saya duduk di atas puncak batu cadas yang dingin. Menatap cakrawala sambil merasa cemas jika saya jatuh dan terluka. 2. Sudut pandang orang kedua Sebenarnya, teknik ini sangat jarang digunakan dalam penulisan naratif. Teknik ini lebih banyak digunakan dalam tulisan nonfiksi. Melalui teknik ini, pengarang seakan-akan melakukan percakapan langsung dengan pembaca. Contoh: Anda dapat melihatnya duduk di sana. Anda mungkin bertanya-tanya apa yang ada dalam pikirannya. Anda membayangkan ia bisa saja jatuh.

68

PELANGI

3. Sudut pandang orang ketiga Teknik ini sering digunakan dalam penulisan naratif. Melalui teknik ini pengarang seakan-akan mengetahui semua tentang tokoh-tokoh cerita. Pengarang dapat melihat dan membaca jalan pikiran para tokoh. Selain itu, pengarang juga mengetahui apa yang mereka pikirkan dan rasakan. Ciri utama teknik sudut pandang orang ketiga adalah penggunaan kata dia.

Aktivitas.
Bacalah cepern berikut !
Dering Lonceng di Tengah Malam Ia menggeser badannya yang penuh lemak. Sambil memegang tali piama yang melilit di perut buncit, ia beranjak ke pintu. Sandalnya tergeser-geser menyayat di malam yang sepi itu. Disingkapnya hording pintu, lalu mengintip ke luar. Dedaunan pepohonan kecil di halaman rumahnya bergiyang ditiup angin malamyang merendah. Bencah bias lampu jalan berpindah-pindah, karena lampu itu lampu itu digoyang angin malam. Sepi. Kedua bola matanya menyapu beranda muka. Tampak bayangan pohon yang bergoyang. Dahinya pun berkerut dan wajah yang gempal gemuk itu penuh Tanya. Perlahan dirapatkannya kembali hordeng pintu. Lalu sandalnya bergeser di lantai : di malam sepi begini, suara seretan sandal itu menyayat-nyayat. “Siapa, Pap?” Tanya istrinya yang masih bergolek di ranjang jati. Ketika lelaki gendut itu akan menjawab, terdengar kembali dering bel, panjang dan memekik-mekik memecah kesepian malam. Ia tersentak mendengar dering lonceng malam itu. Dadanya turun naik, seirama dengan denyutan jantung yang berdebar. Ia pun bergegas keluar kamar, lalu menuju pintu. Disingkapnya hordeng, lalu mengintip keluar. Tampak bayangan pohon bergoyang di beranda muka. Di halaman muka pepohonan kecil melambai-lambai. Dan lampu jalan bergoyang. Sepi! “Siapa Pap?” Tanya istrinya. Ia tenangkan degup jantungnya. Setelah itu baru ia menggelengkan kepala. Istrinya menoleh ke jam dinding. “Sudah pukul dua malam, Pap!” bisiknya. Mereka berdua beranjak menuju kamar. Masing-masing dengan pikiran sendiri-sendiri. Ketika mereka akan rebah di ranjang, bel telepon ber dering merobek-robek malam yang memangsudah larut. Lelaki itu terkejut keras. Jantungnya berdebar kera. Lalu ia tergoler lemah dan rebah di ranjang. Dengan tenang, istrinya menuju pesawat telepon dan mengangkat gagang telepon. “Ya, hallo!” seru istrinya dan mendengarkan. “Ada, tunggu sebentar!” “Siapa, Mam!” Tanya si lelaki. “Entah!” Lelaki gendut itu menuju pesawat telepon lalu mengangkat gagang telepon. “Ya, Salim di sini!” serunya ditenang-tenangkan. Yang terdengar hanya suara tertawa hambar lalu telepon di seberang ditutup. “Hallo! Hallo!” teriak Salim. Tak ada jawaban dan Salim meletakkan gagang telepon. “Siapa, Pap?” Tanya istrinya gugup. “Tawanya aneh!” bisiknya. “Aneh?” Ia hempaskan badannya di ranjang jati. Istrinya mendekati dan rebah di sampingnya. Ia tatap istrinya. “Tawanya aneh,” bisik Salim. Kemudian terdengar lagi dering bel panjang memekikmekik merobek malam. Ia melompat. Tapi badannya yang berat itu terjerembab ke ranjang dengan napas tersengalsengal. Lalu napas itu lemah dan tangannya meremas piama, di tentangan dada. “Jantungku, Mam!” bisiknya lirih. Istrinya meraba dada itu. Setelah itu ia melompat ke buffet dan menjemput dua butir tablet dari kotak obat. Dengan segelas air teh, Salim meminum obat itu. Kemudian badannya tergumpal di atas ranjang. Lemah. Setelah itu. Istrinya beranjak ke pintu untuk menyingkaphordeng. Di atas meja beranda muka tampak secarik kertas. Ia membuka pintu sambil mengawasi halaman depan. Sepi. Kertas dipungutnya, lalu mengunci pintu. Sandalnya menggesek lantai menuju kamar. “Surat untukmu, Pap!” bisi istrinya. “Jantungku lemah sekali, Mam,” bisiknya sambil terus memakukan matanya di wajah istrinya yang mungi dan manis itu. Istrinya tersenyum. Senyumnya mematahkan semangat lelaki gendut itu. Istrinya membaca. Akhirnya ajalmu makin dekat. Serahkan sepuluh juta. Kalau tidak, saya kan membongkar segala kecuranganmu di perusahaan! Bahasa Indonesia IX Semester 1 69

“Hanya sebegitu, Pap,” ujar istrinya. Tapi ia sudah tak mendengarkan. Napasnya tersengal satusatu. Pikirannya dipusatkan kepada napas ini. Malam itu pun berlalu. Pagi hari sadar kembali. Tapi istrinya masih nyenyak tidur sambil memeluk guling. Ia pungut surat itu lalu membacanya. Ia menggeleng-gelengkan kepala. Orang yang kemarin dulu juga, keluhnya. Ia menenangkan dirinya. Dan ia pun berpikir bahwa orang yang kurus kemarin dulu datang padanya dan mengancam akan membongkar kecurangannya. Ia heran sepanjang hidupnya belum pernah berbuat curang. Kalau pun ia memiliki ratusan juta, semata-mata karena dimodali warisan orangtua. Orang biasa memang tak tahu sejak lima tahun lalu ia dimodalkan warisan yang cukup besar. Sejak kecil ia telah mengecap hidup senang dan berkecukupan. Bukan mustahil karena orangtua memang kaya. Empat tahun lalu istrinya meninggal dunia tanpa seorang keturunan. Dan sejak itu penyakit jantungnya kambuh kembali setelah beberapa tahu sebelumnya mereda. Ketika ia terlelap tidur, bel telepon bordering-dering menyayat-nyayat sisa denyut jantungnya. Ia tersentak. “Brengsek!” gerutunya sambil bangkit. Dering bel telepon itu masih saja memekik-mekik. Ketika ia akan menjangkau gagang telepon, ia terbanting dan jatuh. Tapi gagang telepon sudah terlepas dari pesawatnya. Dan, sempat ia mendengar tawa hamabr yang aneh. Lalu ia lupa segala. Ketika ia siuman, ia lantas tahu ia berada di rumah sakit. Badannya sangat lemah dan mata agak berkunang-kunang. Juru rawat menghampiri dan mengusap dahinya. “Sudah berapa lama?” tanyanya. “Tiga hari.”

Tak lama, pintu kamar terbuka dan seorang komisaris polisi menghampirinya dengan melempar senyum manis. Kemudian dokter pribadinya telah hadir pula. Ia mencoba tersenyum, tapi napasnya perlahan sekali. “Peristiwa telepon dan bel tengah malam yang mengejutkan Tuan, seperti cerita Tuan, telah saya laporkan kepada polisi!” Ia mendengar. Terbayang masa yang lewat. Dan ia tak menduga dokternya akan melaporkan peristiwa itu kepada polisi. “Lelaki itu telah ditangkap. Tapi maaf, istrimu pun juga ditangkap!” tukas polisi. Ia kaget dan jantungnya berdenyut keras. “Lelaki itu tunangan istrimu!” “Tapia pa maksud istri saya?” tanyanya perlahan. “Ia ingin memiliki hartamu. Dan karena itu ia tahu kau berpenyakit jantung, maka ia ingin membunuhmu dengan mengejutkanmu, Tuan!” polisi menerangkan. Ia merasa dirinya tersiksa. Doter pun mendekati lalu menginjeksinya. Ia lupa apa pun! Keesokan harinya ia sadar kembali. Tapi ia merasa sudah sangat lemah. Lalu ia meminta kertas pada juru rawat. Di atas kerta itu ia menuliskan bahwa bila ia meninggal seluruh harta kekayaannya agar diserahkan kepada rumah fakir miskin. Lalu ia memejamkan mata. Perlahan matanya terbuka dan ia melihat istrinya telah berdiri di sisinya. “Maafkan saya, Pap!” Hanya itu yang didengarnya. Matanya berkunang-kunang. Denyutan jantung bagai tak terasa. Sakit mengiris di uluh hati. Ia pejamkan mata dan pasrahkan semua. Ia pun lupa pada segala.
(HARMONI, Ras Siregar)

a. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ! 1. Siapakah yang mondar-mandir dengan gelisah di dalam kesunyian malam dalam cerita tersebut ? ……………………………………………………………………………………………………. 2. Mengapa ia gelisah dan denyut jantungnya makin cepat ? ……………………………………………………………………………………………………. 3. Apa yang menyebabkan jantung lelaki itu berdebar keras ? ……………………………………………………………………………………………………. 4. Siapa yang mengambil secarik kertas di atas meja beranda rumah lelaki gendut tersebut ? ……………………………………………………………………………………………………. 5. Ditujukan kepada siapa isi kertas tersebut ? Apa isinya ? ……………………………………………………………………………………………………. 6. Apakah lelaki itu sudah membaca keganjilan sikap istrinya menanggapi terror yang dilakukan padanya ? Tunjukkan kalimat yang menjadi bukti ! ……………………………………………………………………………………………………. 7. Apa yang menyebabkan lelaki gendut itu terbaring di rumah sakit ? …………………………………………………………………………………………………….
70 PELANGI

8. Berita apa yang disampaikan komisaris polisi dengan dokter pribadi lelaki itu ? ……………………………………………………………………………………………………. 9. Apa reaksi lelaki itu setelah mengetahui bahwa istrinya di balik semua itu ? ……………………………………………………………………………………………………. 10. Jelaskan pesan terakhir lelaki itu sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir ? ……………………………………………………………………………………………………. b. Tulislah pokok-pokok cerita dalam cerpen tersebut ! 1. ……………………………………………………………………………………………………. 2. ……………………………………………………………………………………………………. 3. ……………………………………………………………………………………………………. 4. ……………………………………………………………………………………………………. 5. ……………………………………………………………………………………………………. c. Kembangkan pokok-pokok tersebut menjadi cerita pendek dengan bahasamu sendiri ! ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… d. Sebelum kamu sampaikan kepada temanmu, suntinglah cerita pendek yang kamu tulis tersebut ! Objek penyuntingan antara lain : 1. Kesesuaian dan kelengkapan isi dengan cepern aslinya. 2. Keruntutan jalan cerita sesuai dengan aslinya. 3. Kelengkapan ide sesuai dengan aslinya. 4. Kepaduan antar kalimat dan antar paragraf. 5. Ketepatan pemilihan kata yang digunakan. 6. Ejaan dan tanda baca. 7. Kebulatan cerita. e. Ceritakan secara lisan di depan kelas cerita pendek tersebut dengan memperhatikan hal-hal berikut : 1. Kelengkapan isi 2. Keruntutan alur cerita 3. Kepaduan antar kalimat dan antar paragraf 4. Volume suara 5. Ketepatan lafal 6. Ketepatan intonasi dan jeda 7. Kesesuaian mimik dengan isi cerita f. Tentukanlah tahapan alur dari cerpen di atas yang meliputi : 1. Pengenalan cerita 2. Awal perselisihan/menuju masalah 3. Menuju konflik 4. Konflik memuncak (klimaks) 5. Penyelesaian g. Tentukanlah latarnya, meliputi : 1. Latar tempat 2. Latar waktu 3. Latar suasana h. Jelaskan watak tokohnya ! ………………………………………………………………………………………………………… ................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................
Bahasa Indonesia IX Semester 1 71

BAHAN AJAR 17 VIII. MENULIS (SASTRA) Standar Kompetensi : Mengungkapkan kembali pikiran, perasaan, dan pengalaman dalam cerpen II. Kompetensi Dasar : 8.1 Menulis cerita pendek bertolak dari peristiwa yang dialami. III. Indikator Dengan berakhirnya pembelajaran ini diharapkan peserta dapat : 1. Mampu mengidentifikasi peristiwa-peristiwa yang pernah dialami 2. Mampu menentukan konflik yang ada dalam peristiwa yang dipilih 3. Mampu menentukan alur verita 4. Peserta didik mampu menulis cerita pendek bertolak dan peristiwa yang dialami 5. Peserta didik mampu menyunting cerita pendek

Uraian Materi
Salah satu teknik yang dapat kamu gunakan untuk merralis cerpen adalah merekayasa rangkaian cerita menjadi unik, baru, dan tentu saja tidak ada duanya. Dari objek yang sama pasti ada sudut-sudut yang unik yang dapat kamu tulis, misalnya cerita pendek yang ditulis dari peristiwa yang pernah dialami. Kamu dapat membumbui peristiwa yang ditulis menjadi kisah dengan fantasi dan pengalaman pribadi kita yang tentunya tidak akan sama dengan pengalaman yang dimiliki orang lain. Hal-hal yang perlu diperhatikan apabila menulis cerpen antara lain : I. A. Tema harus jelas C. Setting E. Sudut pandang G. Gaya penceritaan B. Alur cerita D. Penokohan F. Amanat II. Jangan terlalu terikat pada teori-teori teks saja menulis. Biarkan ide-idemu mengalir di lembar-lembar kertas, karena pada bagian akhir kamu akan menemukan beberapa hal pada point I di atas. III. Buka kembali catatan kecil, atau diary yang berisikan kisah-kisah/peristiwa yang berkesan untuk menambah fakta tulisanmu. Langkah-langkah dalam menulis cerita pendek 1. Paragraf pertama yang mengesankan Paragraf pertama merupakan kunci pembuka. Paragraf pertama langsung masuk ke pokok persoalan dan tidak terkesan menggurui. 2. Pertimbangkan pembaca dengan baik Pembaca adalah konsumen, sedangkan pengarang adalah produsen. Produsen harus senantiasa mempertimbangkan mutu prodtiknya agar bisa Apalagi melihat persaingan pasar yang semakin tajam. Pembaca sebagai konsumen jelas memerlukan bacaan yang baru, segar, apik, menarik, dan menyentuh rasa kemanusiaan. Untuk mendapatkan cerpen hasil yang baik, perlu dipelajari teknik-teknik, kiat-kiat, atau trik-trik untuk menyiasati alur hingga tidak gampang ditebak. 3. Menggali suasana Melukiskan suasana suatu latar kadang-kadang memerlukan detail yang apik dan kreatif, karena penggambaran suasana yang biasa-biasa yang sudah dikenal umum tidak menarik begi pembaca. 4. Menggunakan kalimat efefctif Kalimat-kalimat dalam sebuah cerpen adalah kalimat berkategori kalimat efektif. Kalimat demi kalimat, baik dalam dialog maupun narasi, disusun seefektif mungkin sehingga pembaca merasa mudah untuk menangkap maksud dari setiap bagian cerita itu hingga tamat. Di samping efektif pengarang juga dituntut memiliki kekayaan kosakata dan gaya bahasa agar cerita itu mengalir dengan lancar dan tidak kering serta membosankan.
72 PELANGI

5. Revisi kembali cerita yang telah kamu susun.

Aktivitas.
1. Tulislah sebuah cerita pendek berdasarkan peristiwa yang kamu alami ! Ikutilah langkah-langkah berikut ! a. Mengingat-ingat peristiwa-peristiwa penting yang pernah dialami. b. Memilih satu peristiwa yang paling berkesan. c. Menggunakan kalimat Tanya sebagai penuntun ingatanmu akan peristiwa tersebut. - Apa yang terjadi ? - Siapa saja yang terlibat ? - Mengapa hal itu terjadi ? - Bagaimana kejadiannya ? - Kapan peristiwa itu terjadi ? - Di mana peristiwa itu terjadi ? 2. Menentukan pokok-pokok cerita. 3. Mengembangkan pokok-pokok cerita menjadi cerita utuh. 4. Menyunitng cerita sebelum dipublikasikan

Pengayaan
1. Tulislah pengalamanmu dalam bentuk cerpen! 2. Kamu bisa memulai cerita dengan beberapa contoh di bawah ini! a. Sore ini kembali ku berada di jalan yang begitu takkan pernah terlupakan….. Ya jalan ini menjadi saksi bisu tentang peristiwa 3 tahun yang lalu….. b. Tono….. Tono….. jadi ngak hykingnya. Suara panggilan ibu membuyarkan lamunanku. Itu kali terakhirnya kudengar suara Ibu….. c. Kamu adalah 4 sekawan yang terkenal dengan kekompakkannya dan keunikannya masing-masing. Fi….. suka menangis, cengeng dan suka jajan, Fe…... d. Kota Bukittinggi adalah kota kelahiranku. Bila ingin berkunjug ke kotaku……

Bahasa Indonesia IX Semester 1

73

A. Pilihlah jawaban yang paling tepat ! 1. Perhatikan dialog berikut ! a. Rino : “Bagaimana Bud, apakah rapat ini bisa kita mulai?” b. Budi : Sebentar, masih ada yang perlu dipersiapkan. c. Rino : Soalnya begini Bud, agar para tamu tidak geli sah, ada baiknya rapat segera kita mulai. d. Budi : “Baiklah, mari kita mulai rapat ini.” e. Rino : “Dalam rapat nanti, sebaiknya kamu mengu tarakan masalah itu dengan kepala dingin.” Dialog di atas yang berisi penyelesaian sesuatu adalah terdapat pada huruf …. a. a dan b c. c dan d b. b dan c d. c dan e 2. Bapak : “Mereka datang. Cepatlah pergi, ikutlah bersama bakaL suamimu.” Bungsu : “Bapak juga…” Bapak : “Tidak! Aku tidak akan pergi. Aku akan tetap di sini. Mereka akan segera ke mari.” Bungsu : “Tidak! Bapak mesti ikut kami,” (terde ngar ledakan bom-bom bergemuruh, bersusul tembakan meriam-meriam) Bapak : “Cepat, pergilah! Cepat!” Komentar yang tepat terhadap penggalan dialog di atas adalah …. a. Seorang anak gadiS yang keras kepala karena tidak mau menuruti perintah ayahnya. b. Seorang anak yang ingin selalu bersama bapaknya karena sifat kurang mandirinya. c. Seorang ayah yang sangat mencintai anaknya sehingga mengusirnya agar selamat. d. Seorang ayah yang menyuruh anaknya agar maju ber juang untuk berperang. 3. “Bagaimana keadaan anakmu sekarang Dani?” “Robi meninggal setahun yang lalu,” jawab Dani sambil menghela nafas panjang. “Oh, maaf …..,” kata Ismi lembut. “Tidak apa-apa Ismi. Musibah itu telah mengubah hidupku menjadi lebih berarti. Aku menjadi sukarelawan untuk memberi penerangan mengenai AIDS. Kami berkeliling dari kota ke kota, dari sekolah ke sekolah, organisasi pemuda untuk menyadarkan mereka.” Informasi yang tersirat dari dialog tersebut …. a. Robi sudah setahun meninggal dunia. b. Robi meninggal dunia karena AIDS. c. Dani telah menjadi sukarelawan AIDS. d. Musibah telah mengubah hdup Dani menjadi lebih berarti. 74 PELANGI 4. Ambu: “Abah teh kesal sama Ambu! Cemburu!” Abah : “Cemburu? Abah cemburu sama Ambu? Tidak, tidak, tidaaak…” Ambu : “Kalau tidak, kenapa atuh tidak mau makan?” Abah : “Abah sudah tahu segalanya tentang Ambu.” Ambu : Tahu apa!” Abah : “Pokoknya rahasia Ambu sudah Abah Pegang.” Ambu : “Rahasia apa tea?” Abah : “Ada aja!”
(Saingan Abah dalam serial Si Kabayan)

Hal penting yang terdapat dalam dialog tersebut adalah …. a. Seorang suami yang tidak boleh mencemburui istrinya. b. Seorang suami dilarang menyimpan sebuah rahasia. c. Konflik antara tokoh Abah dan Ambu. d. Tokoh Abah cemburu pada istrinya. 5.Hedi : “Ke mana Reni” Reny : “Mau menengok Dani di rumah sakit.” Hedi : “Lho, mengapa Dani? Kan kemarin masih pergi ke sekolah?” Reny : “Iya. Tapi sore harinya tiba-tiba ia sakit perut. Kata dokter, ia keracunan.” Komentar yang tepat dari dialog di atas adalah …. a. Sesama teman di sekolah itu harus hidup rukun. b. Bila bertemu teman di jalan harus menyapa. c. Jiwa kekeluargaan sesame teman cukup baik. d. Dani kemungkinan keracunan makanan di sekolah. 6. Indeks merupakan daftar kata yang terdapat dalam buku tersebut. Indeks terdapat pada halaman akhir buku itu. Indeks disusun secara …. a. Urutan BAB c. Acak/bebas b. Urutan abjad d. Kata tersulit 7. Pada indeks buku tertulis “Anabolisme 7 – 35 – 353 – 413”. Indeks tersebut mempunyai arti …. a. Pengertian anabolisme terdapat pada halaman tersebut. b. Kata “anabolisme” terdapat pada halaman 7 – 35 – 353 – 413. c. Anabolisme mempunyai komposisi angka 7 – 35 – 353 – 413 d. Kata anabolisme berhubungan dengan hasil penjum lahan angka tersebut.

Ayah Tulang-tulangmu yang telah tua Tetap kau paksakan untuk bekerja Guna mencari nafkah keluarga Untuk masa depan anakmu semua 8. Isi penggalan puisi di atas adalah …. a. Tanggung jawab seorang ayah b. Penderitaan seorang ayah c. Kerentaan seorang ayah d. Pekerjaan seorang ayah yang berat

(Muh. Ardhy)

12. Isi penggalan laporan peristiwa di atas …. a. Laporan tentang sisa uang perpisahan. b. Laporan tentang gedung dan sarananya. c. Laporan kegiatan kepala sekolah. d. Laporan pertanggungjawaban perpisahan. Aku tidak peduli pokoknya Ani menjadi istriku. Kata Herman sambil bertolak pinggang, tak seorang pun berani menghadapi Herman yang tegap itu. Akhirnya Budi diam melihat tingkah Herman. Budi kemudian membatalkan niatnya bertunangan dengan Ani. 13. Gambaran watak Budi berdasarkan cerpen di atas …. a. Pendiam c. Pemalas b. Sabar d. Pemarah Sore itu aku dengan sengaja duduk terus dalam kamar merenungi nasibku. Sejak dua hari kemarahanku bertambah. Aku semakin bosan dan benci tinggal di rumah yang cukup besar dengan perabotan yang cukup mahal. 14. Sudut pandang penggalan cerita di atas adalah …. a. Orang kedua pelaku utama c. Orang pertama pelaku utama b. Orang ketiga d. Orang pertama pelaku sampingan BURSA ELEKTRONIK DI KOTA SOLO Datang saja ke …. TAKSIMURA ELEKTRONIK Semua barang kebutuhan Anda tersedia di sini. Sedia : TV, Kulkas, Tape recorder Vcd/Dvd, Kipas angin, dll Buktikan Harga Jalan 370 Ahmad Yani No. Paling Murah Telp.(0271) 714939 Solo 15. Fakta yang terdapat dalam iklan di atas adalah …. a. Toko TAKSIMURA terdapat di Jalan Ahmad Yani 370 Solo. b. Semua kebutuhan Anda tersedia di sini. c. Toko Takasimura memberikan harga paling murah. d. Berbagai merek TV, Kulkas, Tape recorder, dll, tersedia di took Takasimura. 16. Opini yang terdapat dalam iklan di atas adalah …. a. Di kota Solo terdapat toko elektronik TAKASIMURA. b. Toko TAKASIMURA memberikan harga paling murah. c. Berbagai TV, Kulkas, Tape recorder, dll. Tersedia di toko TAKASIMURA. d. Toko TAKASIMURA menyediakan berbagai barang elektronik.

9. Membaca puisi yang sudah dimusikalisasi maksudnya …. a. Membaca puisi yang diiringi musik kesukaan kita b. Membaca puisi dengan dilagukan dan dengan diiringi musik c. Mendeklamasikan puisi tanpa naskah, tetapi dengan hafalan d. Membaca puisi dengan irama yang tepat dan gaya yang sesuai 10. Hari : Jangan lupa, kalau ada kesempatan berkunjunglah ke rumahku sekali waktu. Kapan saja. Pukul berapa saja saya selalu di rumah memelihara tanaman hias. Itu kegemaran saya. Riska : Saya pasti akan ke sana. Saya betul-betul ter tarik untuk melihat koleksi tanaman hias itu. Maksud dialog tersebut adalah …. a. Cara-cara memelihara dan membudidayakan tanaman hias. b. Ajaran untuk melihat koleksi tanaman hias. c. Koleksi tanaman hias dapat mejadi suatu kegemaran d. Kegemaran mengembangkan berbagai macam tanaman hias. Sahabatmu menjadi salah satu anggota grup band sekolahmu. Pada saat memperingati HUT sekolahmu tersebut, grup band temanmu tampil. 11. Kalimat kritikan yang santun terhadap pementasan grup band tersebut adalah …. a. Suara vokal penyanyi kurang sesuai dengan musiknya. b. Musiknya cukup bagus, tetapi vokal penyanyinya agak fals. c. Musik tersebut tidak sesuai dengan situasi saat ini. d. Musiknya bagus hanya kostumnya kurang sopan pada hal ada bapak ibu guru. Kami laporkan kepada kepala sekolah bahwa kegiatan perpisahan kami telah dilaksanakan dengan sukses. Semua kegiatan berjalan sesuai dengan rencana. Dana yang terkumpul masih tersisa Rp. 150.000,00. Keadaan gedung dan sarana tidak ada yang rusak.

Bahasa Indonesia IX Semester 1

75

17. Suasana penggalan cerpen di atas adalah …. a. Hening c. Damai b. Duka d. Galau 18. Pada indeks tertulis analogi 23 – 46 – 69 Maksud indeks tersebut …. a. Kata “analogi” mengandung kode 24, 46, dan 69 b. Kata “analogi” dapat kita temui pada halaman 23, 46, dan 69 c. Angka 23, 46 dan 69 dapat diganti dengan kata “analogi” d. Rumus kata “analogi” adalah 23 ditambah 46 dan ditambah lagi 69 ….. Dokter spesialis itu lalu tersenyum. Benda yang dia operasi kecil itu ditepisnya dengan ujung jarinya. Dan anak sunatan itu terbujur di depannya membalas senyum dokter itu dengan tawa kecil. “Besok pagi Buyung, kalau ada ‘lawan’ yang berani menggodamu, layani saja. “Ia sudah bisa dipakai bertempur.” 19. Watak dokter pada kutipan di atas adalah …. a. Suka humor c. Teliti b. Sembrono d. Suka mengada-ada 20. PT Toyota mengeluarkan mobil baru buatan dalam negeri dengan merek Hero. PT Toyota menyusun iklan yang tujuannya agar mobil Hero dapat terjual sebanyakbanyaknya dan masyarakat mencintai produksi dalam negeri. Iklan yang menggunakan bahasanya sesuai dengan maksud tersebut adalah …. a. Hero, mobil para eksekutif Indonesia. b. Pada medan apa pun Hero mobil yang mantap. c. Mobil Hero lambang kebanggan bangsa. d. Belilah Hero tidak akan rugi. Aspin (2) Bimbingan belajar bagi anak bangsa yang ingin sukses adalah Aspin. (3) Dibimbing 30 guru berpengalaman. (4) Biaya sangat murah dan terjangkau. (5) Sudah terbukti berani bersaing dalam prestasi. (6) Segera datanglah kepada kami. 21. Pernyataan berikut yang terdapat pada iklan tersebut ditandai nomor …. a. (2) c. (4) b. (3) d. (5) 22. Kalimat opini pembaca yang menerima isi iklan terse but adalah …. a. Bimbingan belajar bagi siswa tidak perlu ditanggapi serius. 76 PELANGI

b. Para siswa akan terbantu belajarnya jika mengikuti bimbingan belajar. c. Meskipun mengikuti bimbingan belajar kalau tidak belajar, siswa akan gagal. d. Tidak usah terpengaruh terhadap iklan bimbingan belajar. ….. Ibu relakan Tapi jangan di saat terakhir Kau teriakkan kebencian dan dendam kesumat Pada seseorang walaupun betapa zalimnya orang itu 23. Pesan yang terkandung dalam kutipan puisi tersebut adalah …. a. Jangan menjadi orang yang zalim, pembenci, dan pendendam! b. Nasihatilah anak agar tidak menjadi pembenci dan pendendeam! c. Didiklah anak agar tidak menjadi pembenci, penden dam, dan zalim! d. Jangan membenci dan mendendam kepada orang zalim sekalipun! (1) Bunda menuntun Ra menyusuri jalan kecil di kompleks perumahan, lalu berbelok di beberapa persimpangan. (2) Akhirnya, mereka berhenti di depan rel karena sebuah kereta api lewat dengan kencang. (3) Ra merasakan tanah di sekitarnya bergetar, setelah kereta berlalu, mereka menyeberang rel dan masuk ke sebuah yang sempit dan becek. (4) Di depan sebuah rumah kecil yang kumuh, mereka berhenti. 24. Berdasarkan kutipan cerita tersebut, suasana latar ceritanya suasana kumuh ditunjukkan nomor …. a. (1) dan (2) c. (2) dan (3) b. (1) dan (4) d. (3) dan (4) Bunda mengetuk pintu. “Assalamu alaikum”, salam Bunda. Seorang wanita yang rambutnya sudah memutih menjawab salam dan mepersilahkan mereka masuk. Di dalam ruangan kecil itu seorang lelaki tua tergeletak tak berdaya. 25. Latar kutipan cerita tersebut adalah …. a. Di rumah sakit c. Di ruangan kecil b. Di rumah d. Di balik pintu TANAH KELAHIRAN Seruling di pasir ipis, merdu antara gundukan pohon pina tempat menggema di dua kaki Burang-rang-Tangkuban perahu Jamrut di pucuk-pucuk Jamrut di air tipis menurun Membelit tangga di tanah merah

Dikenal gadis-gadis dari bukit Nyanyian kentang sudah digali Kenakan kebaya merah ke pewayangan Jamrut dipucuk-pucuk Jamrut di hati gadis menurun 26. Suasana puisi tersebut adalah …. a. Ceria c. Gaduh b. Menakutkan d. Damai BURUNG-BURUNG ENGGAN BERNYANYI LAGI Bising gergaji mengoyak sepi dan hutan pohon-pohon tumbang Mobil-monil besar menggendongnya Tergesa-gesa ke kota Gunung dan lembah luka parah Kulitnya terkelupas Erang sakitnya merambah ke mana-mana Burung-burung kehilangan dahan dan ranting Enggan bernyanyi lagi Bila pun ada tegur sapa di antara mereka tentulah pertanyaan yang menyesakkan: Ke mana kita harus mengungsi? Pohon-pohon perdu dan melata itu bukanlah tempat tinggal yang ideal Kita perlu gunung yang teduh lembah yang indah Bukan yang luka parah begini 27. Tema puisi tersebut adalah …. a. Lingkungan hidup c. Pelestarian lingkungan b. Kerusakan lingkungan d. Habitat burung-burung 28. Isi bait pertama puisi tersebut adalah …. a. Pemanfaatan alam c. Pembalakan hutan b. Konservasi hutan d. Fungsi hutan 29. Hal yang tergamabar pada bait kedua puisi tersebut adalah …. a. Keseimbangan alam c. Keasrian alam b. Keteduhan alam d. Kelestarian alam 30. Amanat puisi tersebut adalah …. a. Perintah memanfaatkan hutan b. Anjuran merusak hutan c. Harapan membuka hutan baru d. Harapan permohonan pelestarian hutan

Mereka bertiga memang belum memiliki pakaian baru untuk lebaran nanti. “Kasihan kalian, Nak !” Pak Tarjo menghela nafas sedih. “Waktu Ridwan bermain, Ridwan melihat Bapak melamun di jendela. Ada apa, Pak?” Tanya Ridwan setelah mengerjakan salat Ashar. 31. Pertanyaan yang sesuai dengan isi kutipan cerita terse but adalah …. a. Mengapa ketiga anak Pak Tarjo bersedih ? b. Kapan Ridwan melamun ? c. Bagaimana Pak Tarjo merayakan lebaran ? d. Mengapa Pak Tarjo bersedih ? 32. Berdasarkan kutipan cerita tersebut, siapakah tokoh yang taat beragama ? a. Pak Tarjo c. Anto b. Ridwan d. Erna Pak Budi akan menjual tanah di daerah Merunda, Jakarta Utara. Tanahnya terletak di pinggir jalan, sudah bersertifikat, dengan luas 1500 meter. Dia mengharapkan yang berminat datang langsung ke rumahnya di Jalan Barokah RT 009/05 Merunda Telepon 44851009. 33. Iklan baris yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah …. a. Dijual tanah seluas + 1500 meter sertifikat,pinggir jalan, tnp perantara hubungi 44851009 b. Dijual tanah seluas + 1500 meter, lokasi pinggir jalan tnp perantara hubungi Jalan Barokah RT 009/05 c. Dijual tanah seluas + 1500 meter, pinggir jalan hubungi 44851009 atau ketua RT setempat tanah sudah sertifikat d. Dijual tanah seluas + 1500 meter, pinggir jalan tnp perantara hubungi 44851009 atau Jalan Barokah Rt 09/ 05 dari Cilincing nak KWK 02 (1) Pemerintah Kabupaten Tangerang mulai membangun dan memperbaiki 42 sekolah. (2) Dana diperoleh dari pinjaman Bank Jabar. (3) Menurut rencana sekolah pasti dapat digunakan pada tahun pelajaran 2007-2008. (4) Hidayat selaku pimpro mengatakan bahwa kecil kemungkinan proyek tersebut molor dari jadwal.

34. Kalimat yang beisi fakta ditandai dengan nomor …. a. (1), (2) c. (3), (4) PAKET LEBARAN Ida Bachrun Sholahuddin b. (2), (3) d. (4), (1) Lebaran tinggal 4 hari lagi, Pak Tarjo amat sedih. Di luar, 35. Kalimat yang berisi opini ditandai dengan nomor …. anak-anak ramai menceritakan pakaian baru mereka. a. 3 c. 2 Ketiga anaknya, Ridwan, Anto, dan si bungsu Erna, hanya b. 1 d. 4 mendengarkan saja. Bahasa Indonesia IX Semester 1 77

W Catur W Catur W Catur

: Siapa saja yang antri air bersih? : Warga Citra Garden I dan Citra Ekstension I. : Berapa kira-kira jumlah warga yang antri? : Sekitar 300-an warga. : Selain antri apa ada usaha lain? : Beli air keliling ukuran jerigen!

36. Dialog tersebut bertema …. a. Antri air dan beli eceran c. Kekurangan air b. Warga sekita 300-an d. Warga Citra Garden Dialog dengan penguru koperasi Andi : “Sudah berapa lama Bapak menjadi ketua ko perasi di kantor ini?” Bpk. Hasan : “Sudah 2 periode yang setiap periodenya mempunyai masa jabatan 2 tahun, jadi sudah hampir 4 tahun.” Andi : “Bagaimana tanggapan Bapak terhadap pe gawai di kantor ini dalam menjadi anggota koperasi?” Bpk. Hasan: “Hampir semua pegawai di kantor sini menjadi anggota koperasi. Lebih dari 90% sudah masuk menjadi anggota koperasi. Mereka tidak meminjam uang di bank tetapi di koperasi ini karena bunganya nanti akan kembali mejadi SHU para anggota. Koperasi di sini juga bergerak di bidang konsumsi yaitu menyediakan kebutuhan sehari-hari para anggota. Memang koperasi banyak manfaatnya. 37. Hal-hal penting yang dikemukakan oleh narasumber di atas adalah …. a. Keuntungan menjadi ketua pengurus koperasi. b. Setiap pegawai harus menjadi anggota koperasi c. Bapak Hasan menjadi ketua koperasi untuk periode yang kedua d. Koperasi menyediakan simpan pinjam bagi para anggotanya 38. Pernyataan yang sesuai dengan isi dialog di atas adalah …. a. Bapak hasan selalu menjadi ketua koperasi di kantornya. b. Seluruh teman Bapak Hasan sudah menjadi anggota koperasi. c. Menjadi anggota koperasi tidak boleh meminjam uang di bank. d. Koperasi sangat bermanfaat bagi anggotanya. Jesica : “Wan, bagaimana? Jadi tidak kita menonton?” Iwan : “Pasti Jes. Sayang kalau kita lewatkan begitu saja.” Jesica: “Baik, kutunggu kau di rumah. Jangan lupa, ya?” Iwan : “Oke, aku akan jemput kau pukul 16.00. siapsiap ya. Daaa…”

39. Simpulan dialog di atas adalah …. a. Dua sahabat yang bersepakat untuk menonton bareng. b. Pembicaraan lewat telepon yang sangat menyenangkan. c. Janji mau bermain di rumah sahabatnya yang menyenangkan. d. Dua sahabat yang sangat rukun dan penuh kekeluargaan. P : “Bagaimana masa kecil kak Candra?” C.W. : “Saya hidup sederhana dari dulu. Sejak kecil saya diajarkan untuk hidup prihatin. Karena kalau kita malas, kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Karena dunia ini keras. Keluarga saya sering memperhatikan. Mereka memberi dukungan saya yang kuar biasa.” 40. Simpulan dari ilustrasi di atas adalah …. a. Keluarga Kak Candra selalu mendidik anak-anaknya selalu hidup sederhana. b. Kak Candra selalu dididik hidup yang keras untuk meng hadapi dunia. c. Kak Candra dididik keluarganya untuk hidup prihatin dan rajin segala hal. d. Keluarga Kak Candra memberi dukungan pada semua anaknya untuk maju. BURSA ELEKTRONIK DI KOTA SOLO Datang saja ke …. TAKSIMURA ELEKTRONIK Semua barang kebutuhan Anda tersedia di sini. Sedia : TV, Kulkas, Tape recorder Vcd/Dvd, Kipas angin, dll Jalan 370 Ahmad Yani No. Telp.(0271) 714939 Solo Buktikan Harga Paling Murah

41. Fakta yang terdapat dalam iklan di atas adalah …. a. Toko TAKSIMURA terdapat di Jalan Ahmad Yani 370 Solo b. Semua kebutuhan Anda tersedia di sini. c. Toko Takasimura memberikan harga paling murah. d. Berbagai merek TV, Kulkas, Tape recorder, dll. tersedia di toko Takasimura. 42. Opini yang terdapat dalam iklan di atas adalah …. a. Di kota Solo terdapat toko elektronik TAKASIMURA. b. Toko TAKASIMURA memberikan harga paling murah. c. Berbagai merek TV, Kulkas, Tape recorder, dll. Tersedia di toko TAKASIMURA. d. Toko TAKASIMURA menyediakan berbagai barang elektronik. Kala Hujan Turun Pernah kami gelisah menanti ibu pulang. Sudah dua hari Minggu belum pulang sedang biasanya jarang melewati

78

PELANGI

hari Sabtu di rumah. Dan pada suatu sore yang lembab pada waktu kami menghibur dari kegelisahan, tiba-tiba ibu muncul di pintu dengan tidak membawa apa-apa. Tetapi ibu tiba-tiba menangis dan berlari ke kamar. 43. Tema penggalan cerita di atas adalah …. a. Menanti ibu pulang c. Kegelisahan keluarga b. Sore yang lembab d. Ibu yang tidak pulang “Untuk iseng Pak, mari main catur!” tantang Muhdi kepada Pak Bajuri juara catur pertama tingkat kecamatan tahun lalu. “Saya tidak bisa main catur, Nak! Sahut Pak Bajuri. “Ah, masa!” ujar Muhdi. “Ajari jalannya, ya!”
(Surjono H.R. Sang Juara)

46. Amanat penggalan di atas seperti di bawah ini, kecuali …. a. Perjuangan dilakukan di hutan-hutan b. Perjuangan terus dilaksanakan c. Berjuang jangan takut mati d. Kita harus bertekad mengusir penjajah 47. Mengomentari pendapat narasumber pada dialog artinya …. a. Memberikan tanggapan c. Merangkum jawaban b. Meringkas pendapat d. Memberikan nasihat 48. Mengomentari pendapat narasumber bisa berupa …. a. Kritikan saja yang subjektif c. Masukan, kritikan, tanggapan b. Masukan, nasihat, jawaban d. Mengecam, mengkritik, sinis 49. Memberikan komentar bisa dengan memberikan tanggapan mengenai hal-hal yang baik atau kurang baik, tetapi harus dengan bahasa yang santun. Kalimat komentar di bawah ini yang kurang baik adalah …. a. Jawaban narasumber itu cukup bagus, cuma ….. b. Pendapat narasumber sangat picik karena ….. c. Jawaban narasumber salah, seharusnya belajar lagi ….. d. Pendapat narasumber benar menurutnya sendiri, tetapi …. 50. Bank sentral 148, 445 Maksud indeks di atas adalah …. a. Bank sentral berjumlah kira-kira 148 – 445 buah. b. Buku bank sentral terdiri dari 148 – 445 halaman. c. Kata bank sentral terdapat di halaman 148 dan 445. d. Istilah bank sentral terdapat di halaman 148 dan hala man 445 di buku yang berjudul bank sentral.

44. Kutipan cerpen di atas menggambarkan watak pelaku Pak Bajuri sebagai …. a. Seorang yang sombong namun bodoh c. Seorang yang angkuh karena juara b. Seorang rendah hati yang ramah d. Seorang yang suka merendahkan orang lain Lepas salat Subuh, Amar sudah kembali duduk di kursinya. Ia mulai menggambar. Ibunya membuatkan teh hangat lalu diletakkannya di dekatnya. Amar hanya melirik, terus menekuni pekerjaannya. 45. Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam penggalan cerpen di atas adalah …. a. Orang pertama c. Orang ketiga b. Orang kedua d. Orang pertama pelaku sampingan “Saudara-saudara sekalian, kita berkumpul di hutan ini tidak untuk sia-sia, tetapi untuk memperkuat tekad kita bersama. Saya harap tidak sejengkal pun kalian surut langkah menghadapi penjajah. Jika kita harus matilah, akulah yang ada di depan, akan mati lebih dahulu.” Cut Nyak Dien

B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat ! 1. Kepala Desa : “Selamat siang, Pak Sukri ada Bu !” Bu Sukri : “Selamat siang, ada apa Pak, suami saya salah apa Pak?” Kepala Desa : “Tidak salah apa-apa Bu. Saya memberitahukan bahwa pak Sukri menjadi petani teladan tingkat nasional. Dan ini wajib kita syukuri karena warga di desa kita ada orang yang ber prestasi.” Pak Sukri : “Benar pak lurah, sebagai petani teladan saya akan selalu berusaha meningkatkan hasil pertanian kita. Ini semua adalah demi kemakmuran bersama.” a. Simpulkan isi dialog di atas ! Jawab : …………………………………………………………………………………………… b. Berikan komentar terhadap jawaban Pak Sukri pada dialog di atas ! Jawab : ……………………………………………………………………………………………

Bahasa Indonesia IX Semester 1

79

2. Setiap hari Senin tentu di sekolahmu diadakan upacara bendera. Anda perhatikan secara cermat dari awal sampai akhir pelaksanaan upacara bendera tersebut. a. Laporkan secara tertulis dan rinci dengan menggunakan kalimat yang jelas di depan kelas! Jawab : …………………………………………………………………………………………… b. Laporkan secara lisan peristiwa atau kegiatan upacara yang sudah kamu ikuti tersebut ! Jawab : …………………………………………………………………………………………… 3. Matahari Jakarta menyengat dengan teriknya. Ubun-ubun bagai terbakar dan peluh mengalir di lehernya. Namun, ia melangkah tenang menyusuri pinggir jalan raya yang ramai itu menuju rumahnya yang hanya dua ratus meter lagi di depannya. Setiap hari ia lebih suka berjalan kaki seperti itu daripada diantar jemput oleh ayah atau ibunya. Teriknya Jakarta seakan telah menjadi sahabatnya. Di pintu depan rumahnya, Fahmi, ayahnya, telah menunggu dengan senyum lebar. “Kalau tadi Bapak jemput, kan tidak berpanas-panasan seperti itu,” kata ayah. Mila menyunggingkan senyumnya yang manis sambil mencium kedua pipi ayahnya yang segaja membungkuk. “Tidak apa-apa Pak, biar lebih sehat”, kata Mila. Fahmi memegang bahu kanan Mila dan membimbing masuk. “Ganti baju dulu, cuci tangan, dan cuci kaki. Bapak sengaja menunggumu”, ujar Fahmi. “Bapak belum makan?” kata Mila. “Biar sama-sama saja dengan kamu,” ujar Fahmi. a. Jelaskan karakter tokoh Mila pada penggalan novel di atas ! Jawab : …………………………………………………………………………………………… b. Jelaskan tema pada penggalan novel di atas ! Jawab : …………………………………………………………………………………………… c. Jelaskan latar waktu pada penggalan novel di atas ! Jawab : …………………………………………………………………………………………… d. Jelaskan latar suasana penggalan novel di atas ! Jawab : …………………………………………………………………………………………… 4. Anda berminat untuk menjual motor Anda. Motor tersebut bermerek Nuvo tahun 2002. Kondisi motor tersebut masih bagus. Anda memiliki motor tersebut sejak baru dari dealer atau merupakan tangan pertama. Motor tersebut baru saja Anda bayar pajaknya 2 bulan yang lalu. Anda ingin menjualnya langsung kepada pembeli atau tanpa perantara. Motor tersebut Anda tawarkan Rp. 6.700.000,00 dan bisa kurang sedikit atau ditawar (nego). Nomor telepon Anda (021) 7651290. Buatlah iklan baris yang sesuai dengan ilustrasi di atas ! Jawab :…………………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………………….. 5. Suntinglah dan betulkan kalimat di bawah ini sehingga menjadi kalimat yang efektif ! a. Tadi pagi aku sama Hendrik duduk di sini. b. Kita harus saling hormat-menghormati. c. Kenapa kamu kemarin tidak masuk sekolah? d. Rudi bertanya: “Rani, mengapa engkau menangis.” e. Sudah lama rumah itu akan dikontrakkan namun sampai saat ini belum laku juga. Jawab :…………………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………………………..
80 PELANGI

DAFTAR

PUSTAKA

Ara, L. K. Belajar Berpuisi dari Para Penyair Indonesi. Bandung : Syaamil Cipta Media Chaer, Abdul. 1989. Penggunaan Imbuhan Bahasa Indonesia. Ende Flores. Nusa Indah Anipudin dkk. 2005. Cermat Berbahasa 3. Solo : Tiga Serangkai Lestari, Endang Dewi. dkk. 2005. Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Klaten: Intan Pariwara. Pardjimin .2005. Bahasa dan Sastra Indonesia 3. Bogor: Yudhistira Sadikin, Asep Ganda dkk. 2005. Kompeten Berbahasa Indonesia 3. Bandung Subagio, Sugeng. 2005. Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta : Bumi Aksara. Supriatma, Agus .2007. Bahasa Indonesia 3. Jakarta : Grafindo. Trianto, Agus. 2007. Pembahasan Tuntas Kompetensi Bahasa Indonesia. Jakarta: Esis.

Bahasa Indonesia IX Semester 1

81

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->