Permintaan mekanisme keran yang hemat air saat ini menjadi isu yang hangat.

Kepedulian masyarakan terhadap bumi semakin meningkat karena kampanye penyelamatan lingkungan yang sering digalakan. Permintaan terhadap keran yang awet dan memiliki desain yang simple dan minimalis menginspirasi banyak designer untuk membuat desain keran yang eco-friendly sekaligus elegan. Penulis akan menguraikan proses manufacturing keran untuk berbagai keperluan. Keran yang handal untuk segala macam tingkat kesadahan dan kekuatan yang baik memungkinkan keran ini dapat diterima masyarakan dengan baik.

Keputusan Perancangan untuk proses manufaktur dapat mempengaruhi waktu ancang pengembangan produk, biaya pengembangan produk dan kualitas produk. Kadang diperlukan trade off pemilihan diantara biaya manufaktur dan permasalahan yang lebih luas yang sama pentingnya. Metode perancangan untuk proses manufaktur :
Usulan rancangan

Perkiraan biayabiaya manufaktur

Mengurangi biaya-biaya komponen

Mengurangi biaya-biaya perakitan

Mengurangi biayabiaya penunjang produksi

Mempertimbangkan pengaruh thd keputusan PPM terhadap faktor lain

Menghitung ulang biaya manufaktur

Cukup baik ? Desain yang diterima

Desain yang dipilih untuk keran air yang akan dibahas pada makalah ini adalah seperti pada gambar dibawah ini.

1

kebutuhan anggota staff. o Rancangan struktur matriks (DSM) dapat digunakan untuk menggambarkan ketergantungan. Ideide utama yang dibahas disini adalah : o Proyek terdiri dari tugas-tugas yang mempunyai hubungan ketergantungan satu sama lainnya. o Pengevaluasian kinerja proyek mendorong peningkatan organisasi dan perorangan. pararel atau berpasangan. yang menentukan waktu penyelesaian proyek yang paling minimum. jadwal proyek. 2 . Tabel-tabel ini adalah elemen kunci dari buku kontrak. o Panjangnya rantai ketergantungan menggambarkan pola kritis. o Pelaksanaan proyek melibatkan koordinasi. o Sebagian besar untuk mempercepat pelaksanaan proyek akan timbul selama tahap pengembangan proyek. dana proyek. Ada beberapa cara untuk menyelesaiakn proyek pengembangan lebih cepat. Bagan PERT menggambarkan ketergantungan dan waktunya.Pengembangan produk yang sukses membutuhkan manajemen proyek yang efektif. o Hasil perencanaan proyek dibuat dalam bentuk gambar. Tugas-tugas itu dapat secara berurutan. dan perkiraan resikonya. Gant Chart digunakan untuk menjelaskan waktu pengerjaan tugas-tugas itu. perkiraan perkembangan dan pengambilan tindakan untuk mengurangi penyimpangan dari rencana. biasanya digunakan untuk menghitung pola kritisnya.

45 jam Peralatan : Washer Setup : 0. Harga material diasumsikan untuk volume rendah sudah termasuk biaya pemotongan 2.Ada 5 komponen yang tampak Biaya Tetap Setup : 0.25 jam Peralatan : Valve Setup : 2 jam Peralatan : Body 8 cetakan 1M 10K 100K 1M 10K 100K 1M 10K 100K 1M Catatan : 1. 3 . Biaya proses sudah termasuk biaya overhead.75 jam Peralatan: Biaya Variabel Material : Stainless steel Proses : Proses permesinan CNC Material : keramik Proses : Proses cetak tekan Material : Karet Sintetis Proses : RSS Material : Aluminium paduan Proses : Pencetakan stamping/die Material : Kuningan paduan Proses : Cetakan Pasir Basah Volume Biaya Total Per Unit 10K 100K Handle Setup : 1 jam Peralatan : 1M 10K 100K Stem Setup : 0.

Ausimont. Extrusion/Forming/Premolding Setelah selesai di mixing. pada tahap ini sisa-sisa tersebut dipisahkan sehingga didapat produk akhir yang sesusai dengan cetakan. sehingga untuk menghabiskan sisa-sisanya dilakukan proses curing. maka akan didapat produk akhir yang sempurna. Molding Proses inilah yang menentukan akan berbentuk seperti apakah produk akhir. Pengalaman dan pengetahuan compounder pada tahap ini sangat krusial untuk menghasilkan material yang berkualitas. Daikin and Dyneon. material tersebut dibentuk menyerupai kabel panjang. backbone polymers diisolasi. 4 . dan dibersihkan. Post Curing Terkadang pada tahap molding tidak semua proses kimia dapat terjadi dengan sempurna. maka material yang masih berbentuk lembaran dibentuk lagi menyerupai produk akhir supaya dapat dengan mudah diproses pada molding nantinya. GE. microemulsion. Setelah tahap ini. pada tahap ini ada tiga motode yang digunakan yaitu emulsion. Compounding (mixing) Tahap ini merupakan tahap yang paling penting dalam menentukan sifat2 tambahan dari suatu polimer/karet. and suspension polymerization. Flash Removal Setelah dari proses molding. biasanya pada produk masih terdapat sisa-sisa material yang menempel. maka polimer tersebut sudah siap untuk diolah oleh compounder. dengan kombinasi panas dan tekanan yang sesuai.Proses Pembuatan karet sintetis Polymerization Polymerisasi ialah merupakan proses awal dari pembuatan karet sintetik. Proses ini dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar sekelas Du Pont. Karena pada tahap inilah compounder meracik resepnya untuk menghasilkan bahan baku yang sesuai keinginannya/pesanan. misalnya untuk O-Ring. dikeringkan. Isolation Pada tahap ini. Dow.

sehingga pada proses percetakan cetakan umumnya dibuat dari loga. Berat coran itu sendiri berbeda.Finishing & Inspection Setelah selesai diproses. lebih dikenal sebagai G-Code. Pada proses pengeceron tidak digunakan tekanan sewaktu mengisi rongga cetakan. mulai dari beberapa ratus gram sampai beberapa ton dengan komposisi yang berbeda dan hamper semua logam atau paduan dapat dilebur dan dicor. Programer membuat program CNC sesuai produk yang akan dibuat dengan cara pengetikan langsung pada mesin CNC maupun dibuat pada komputer dengan software pemrogaman CNC. Program CNC tersebut. Pada proses pengecoran cetakan biasanya dibuat dari pasir meskipun ada kalanya digunakan pula plaster. 5 . keramik atau bahan tahan api lainnya. pembersihan coran dan proses daur ulang pasir cetakan. dan siap untuk dikirim/disimpan. lempung. Produk pengecoran disebut coran atau benda cor. sebaiknya dimasukan kemasan agar tidak terkontaminasi dari lingkungan luar. 2. Proses pengecoran secara garis besar dapat dibedakan dalam proses pengecoran dan proses percetakan. Packaging Setelah produk akhir sudah bersih. penuangan logam cair ke dalam cetakan. maka produk akhir hendaknya dibersihkan dan dilakukan pengetesan apakah sudah sesuai dengan harapan atau tidak. cetakan pun berbeda. Proses Pengecoran Logam Proses pengecoran meliputi: pembuatan cetakan. mulai dari beberapa ratus gram sampai beberapa ton dengan komposisi yang berbeda. Cleaning Semua proses telah selesai dan produk akhir yang didapat telah sempurna. persiapan dan peleburan logam. seterusnya dikirim dan dieksekusi oleh prosesor pada mesin CNC menghasilkan pengaturan motor servo pada mesin untuk menggerakan perkakas yang bergerak melakukan proses permesinan hingga menghasilkan produk sesuai program. Proses Permesinan CNC Prinsip kerja NC/CNC secara sederhana dapat diuraikan sebagai berikut : 1. maka produk tersebut dicuci bersih dari kotoran-kotoran yang mungkin menempel pada proses produksi sebelumnya. sedang pada proses pencetakan logam cair ditekan agar mengisi rongga cetakan. Karena pengisian logam berbeda.

kekuatan dan kualitas yang bagus. Kran inipun juga memiliki beragam ukuran. Production Training Centre merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi mebel. jenis dan bahan yang digunakan. Karena metode ini lebih mudah dan murah serta hasilnya juga bagus tak kalah dengan metode yang lain. Tetapi meskipun kelihatannya gampang pembuatan kran dengan bahan kuningan ini. Bahan yang banyak dipakai adalah kuningan karena bahan ini memiliki ketahanan. terkadang saluran logam cair macet sehingga cairan logam tidak bisa memenuhi cetakan. Transpotasi 6 . Dari hasil pengamatan awal ke Production Training Centre. sementara itu kondisi pasir cetak yang terlalu basah mengakibat terjadinya cacat pada coran yaitu berupa lubang-lubang kecil pada coran. maka dapat dilihat permasalahan yang ada yaitu pembagian elemen kerja masih belum seimbang sehingga menyebabkan bobot waktu setiap work center berbeda-beda. 2. Banyak pengusaha merugi karena tersendat di pemasaran. selain itu warna aslinya juga lebih menarik dibanding dengan bahan lain. 4. ukurannya lebih kecil dari yang diinginkan. 3. Ketidakseimbangan bobot waktu setiap work center Membuat sistem produksi yang efisien masih menjadi masalah penting bagi kebanyakan industri manufaktur di Indonesia. terdapat penumpukan bahan di beberapa work center karena adanya satu work center yang telah selesai tetapi di work center lain belum selesai dan terdapat keterlambatan order delivery. model. Cacat Pada coran setelah dingin (cacat produksi) Kran air sudah tak asing lagi bagi kita karena produk ini begitu banyak dipakai oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Metode pengecoran yang mereka gunakan adalah dengan cetakan pasir basah (green sand molds). Itulah beberapa kendala yang sering timbul dalam pengecoran kran air ini. Production Training Centre mempunyai proses produksi yang masih belum terstruktur secara rapi dan efisien sehingga terjadi pemborosan (waste). bahkan tak jarang diantaranya yang terpaksa gulung tikar karena hasil usahanya tak diminati pasar atau karena harga yang anjlok dalam jangka waktu yang cukup panjang. Berbagai jenis kran yang beredar dipasaran kebanyakan adalah produk lokal yang dibuat oleh tangantangan terampil. Cukup banyak industri yang terpaksa harus menutup usahanya karena tidak mampu mengendalikan beban kerja perusahaan.Masalah yang mungkin timbul 1. Over Produksi Masalah overproduksi merupakan kendala besar bagi perkembangan usaha. ternyata ada beberapa kendala yang sering timbul pada saat proses pembuatan yaitu benda hasil coran setelah dingin. Sementara biaya produksi terus mengalir.

Kemacetan ini banyak sekali penyebabnya antara lain: pembangunan sarana jalan yang asalasalan.Inefisiensi waktu. adanya pengerjaan proyek baik swasta maupun dari pemerintah yang terkesan gali lobang tutup lobang pada lokasi yang sama atau berdekatan.Biaya bahan bakar yang digunakan ikut meningkat karena kendaraan yang sering berhenti-berhenti akan memakan BBM lebih besar jika dibandingkan dengan kecepatan konstan. Ketika macet sangat beresiko terkena pemalakan/segala macam pungli akibat jalan yang tersendat bahkan bisa jadi rawan tindak kejahatan. Selain itu karakter jakarta sebagai pusat ekonomi menyebabkan jakarta seolah menjadi madu bagi semut-semut (penduduk di luar jakarta) sehingga jakarta pada siang hari akan menampung beban penduduk yang luar biasa hebatnya. Hal-hal yang menjadi dampak ekonomi antara lain: 1. Berbagai dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh kemacetan mulai dari dampak sosial. kesehatan dan lainnya. sedangkan meminimalkan biaya pemesanan harus dilakukan dengan melakukan pemesanan persediaan dalam jumlah yang relatif besar. 2. ekonomi.Untuk distribusi barang tentu akan sering mengalami delay atau keterlambatan karena hambatan macet ini. sedangkan untuk meminimalkan biaya pemesanan dapat dicapai dengan melakukan pesanan yang besar dan jarang.Membengkaknya beban biaya. Tidak jarang kita mendengar kawanan preman yang beraksi ditengah kemacetan. Membengkaknya biaya distribusi barang-barang produksi karena bertambahnya waktu akibat macet. 3. 5. Namun meminimalkan biaya persiapan dapat dicapai dengan memesan atau memproduksi dalam jumlah yang kecil. Tingkat Persediaan Barang Laba yang maksimal dapat dicapai dengan meminimalkan biaya yang berkaitan dengan persediaan. Meningkatnya resiko ketidakamanan. 7 .dampaknya tentu macet yang luar biasa. sehingga mendorong jumlah persediaan yang besar. Coba kita perhatikan hanya dampak ekonominya saja. harus rela berangkat sepagi dan semalam mungkin untuk menghindari macet akibatnya si pegawai akan mengalami kelelahan dan menurunkan kinerjanya. Untuk mencapai suatu tempat kerja misalnya seorang pegawai di daerah-daerah satelit sekitar jakarta. Dan tidak kalah pentingnya adalah karakter pengguna jalan yang egois tidak mau antri sehingga sering main serobot. Jadi meminimalkan biaya penyimpanan mendorong jumlah persediaan yang sedikit atau tidak ada. pembangunan sarana busway yang serentak. Dampak delay dari distribusi barang tentu akan menyebabkan terkenanya pinalti/denda akibat keterlambatan pengiriman barang.

komponen. Just In Time adalah suatu keseluruhan filosofi operasi manajemen dimana segenap sumber daya. dan fasilitas dipakai sebatas dibutuhkan. SISTEM PRODUKSI TEPAT WAKTU (JUST IN TIME-JIT) A. di luar kebutuhan minimum atas peralatan. Just In Time (JIT) adalah filofosi manufakturing untuk menghilangkan pemborosan waktu dalam total prosesnya mulai dari proses pembelian sampai proses distribusi. Kemudian diperoleh rumusan yang lebih sederhana pengertian pemborosan: Kalau sesuatu tidak memberi nilai tambah itulah pemborosan. tempat. Pengertian Just In Time (JIT) Sistem produksi tepat waktu (Just In Time) adalah sistem produksi atau sistem manajemen fabrikasi modern yang dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan Jepang yang pada prinsipnya hanya memproduksi jenis-jenis barang yang diminta sejumlah yang diperlukan dan pada saat dibutuhkan oleh konsumen. Dalam sistem pengendalian produksi yang biasa. sehingga akan sangat menghemat bahkan meniadakan biaya persediaan barang / penyimpanan barang / stocking cost. personalia. B. dan waktu kerja yang mutlak diperlukan untuk proses nilai tambah suatu produk. Proses manufaktur suku cadang menghasilkan suku 8 . berbagai metode telah dikembangkan untuk mengatasi masalah manufactur. termasuk bahan baku dan suku cadang. Konsep Dasar Just In Time Konsep dasar JIT adalah sistem produksi Toyota. dengan cara membuat semua proses dapat menghasilkan produk yang diperlukan. syarat di atas dipenuhi dengan mengeluarkan berbagai jadwal produksi pada semua proses. yaitu suatu metode untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan akibat adanya gangguan dan perubahan permintaan. pada waktu yang diperlukan dan dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan . Fujio Cho dari Toyota mendefinisikan pemborosan (waste) sebagai: Segala sesuatu yang berlebih. Tujuannya adalah untuk mengangkat produktifitas dan mengurangi pemborosan. Just In Time didasarkan pada konsep arus produksi yang berkelanjutan dan mensyaratkan setiap bagian proses produksi bekerja sama dengan komponen-komponen lainnya. Konsep just in time adalah suatu konsep di mana bahan baku yang digunakan untuk aktifitas produksi didatangkan dari pemasok atau suplier tepat pada waktu bahan itu dibutuhkan oleh proses produksi. baik itu pada proses manufaktur suku cadang maupun pada lini rakit akhir. Beberapa metode tampaknya dapat mengatasi permasalahan permasalahan diatas.Solusi Permasalahan Dari berbagai macam literature yang ada. bahan.

dan lain-lain. artinya proses sebelumnya memasok suku cadang pada proses berikutnya. maksudnya adalah mengubah-ubah jumlah pekerja sesuai dengan fluktuasi permintaan. Berpikir kreatif dan menampung saran-saran karyawan Guna mencapai empat konsep ini maka diterapkan sistem dan metode sebagai berikut : ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Sistem kanban untuk mempertahankan produksi Just In Time (JIT). Produksi Just In Time (JIT). 9 . Terdapat empat konsep pokok yang harus dipenuhi dalam melaksanakan Just In Time (JIT): 1. penyetelan mesin. Memisahkan pekerjaan set up yang harus diselesaikan selagi mesin berhenti (internal set up) terhadap pekerjaan yang dapat dikerjakan selagi mesin beroperasi (eksternal set up). Penyingkatan waktu penyiapan untuk mengurangi waktu pesanan produksi. Pemilahan kegiatan set up Kegiatan set up bisa dipilah menjadi: 1) Kegiatan eksternal set up: persiapan cetakan & alat bantu. 2. dengan menggunakan sistem dorong. Metode pelancaran produksi untuk menyesuaikan diri dengan perubahan permintaan. Elemen-elemen Just In Time 1. Tenaga kerja fleksibel. pemindahan cetakan. Langkah mengurangi waktu set up: 1. Sistem manajemen fungsional untuk mempromosikan pengendalian mutu ke seluruh bagian perusahaan C. Aktifitas perbaikan lewat kelompok kecil dan sistem saran untuk meningkatkan moril tenaga kerja. 4. dan lain-lain b. Tata letak proses dan pekerja fungsi ganda untuk konsep tenaga kerja yang fleksibel. 2) Kegiatan internal set up: bongkar pasang pada mesin. 3. Pengurangan Waktu set up dan ukuran lot a.cadang yang sesuai dengan jadwal. adalah memproduksi apa yang dibutuhkan hanya pada saat dibutuhkan dan dalam jumlah yang diperlukan. Autonomasi merupakan suatu unit pengendalian cacat secara otomatis yang tidak memungkinkan unit cacat mengalir ke proses berikutnya.

Pemborosan yang berkaitan dengan process Layout 1. menambah personil pembantu. 3. 5. Mengurangi total waktu untuk seluruh pekerjaan set up. 4. Aliran produksi lancar (layout) a. pemindahan cetakan. 2. Mengurangi internal set up dengan mengurangi kegiatan penyesuaian (adjustment). 8. Aliran Produksi pada Process Layout 10 . 3. menyederhanakan alat bantu dan kegiatan bongkar pasang. 6. dan lain-lain. 7. baik internal maupun eksternal.2. Kesulitan koordinasi dan jadwal produksi Pemborosan transportasi dan material handling Akumulasi persediaan dalam proses Penanganan material berganda bahkan beberapa kali Lead time produksi yang sangat panjang Kesulitan mengenali penyebab cacat produksi Arus material dan prosedur kerja sulit dibakukan Sulitnya perbaikan kerja karena tidak ada standardisasi b. peralatan. 4. dan lain-lain. contohnya: persiapan cetakan. 2. Mengurangi internal set up dengan mengerjakan lebih banyak eksternal set up. Menuju ke Product Layout Gambar 1.

3. Proses layout. Aliran Produksi pada Product Layout c. 2. Gangguan mesin dan penanggulangannya dapat dilihat pada gambar 5. Preventive Maintenance 1) Pendekatan untuk mencegah kerusakan dan gangguan mesin dapat dilihat pada gambar 3. maka proses selanjutnya akan berhenti dan persediaan akan menumpuk. Absensi. Aliran Produksi 1. Kalau cacat produksi ditemukan. Jika proses tidak terkoordinir maka komponen akan terakumulasi sebagai persediaan. Kerusakan dan gangguan mesin. Waktu simpan komponen lama. Jika seorang operator ada yang berhalangan kerja dan penggantinya sulit ditemukan. Persediaan komponen akan menumpuk. Ketidakseimbangan jalur. Set up atau penggantian alat yang makan waktu. b. Total Productive Maintenance 11 . Masalah kualitas. Produksi tanpa kerusakan mesin a. Jalur akan berhenti dan akan terjadi penumpukan barang dalam proses. 5. 2) 3) Faktor penyebab gangguan mesin dapat dilihat pada gambar 4. 3. dan prioritas kerja sulit ditentukan. maka jalur produksi akan terhenti. dan pengaturan kerja akan sulit dilakukan. 6. 4. tingkat persediaan tinggi.Gambar 2. sementara proses berikutnya akan tertunda.

dan penyesuaian atau penyetelan kembali. dan lain-lain. penyetelan. 3) Menentukan kelemahan dalam rancang bangun mesin. Belajar bagaimana melakukan pemeliharaan rutin mesin.1. misalnya: pelumasan. 2. merencanakan dan melakukan tindakan perbaikan. 3. dan lain-lain. dengan melakukan perawatan yang mudah. menentukan kondisi wajar operasi mesin. pembersihan. bisa melakukan antara lain 1) Membantu operator produksi mempelajari kegiatan perawatan yang dapat dilakukan sendiri. dan sebagainya. pengencangan baut. Guna mencegah penurunan daya kerja mesin. 12 . Sementara karyawan bagian pemeliharaan. Mengembangkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap tanda-tanda awal penurunan kemampuan mesin. Melaksanakan petunjuk penggunaan mesin secara wajar. 4) Membantu operator menaikan kemampuan perawatan. 2) Memperbaiki penurunan kemampuan peralatan melalui inspeksi berkala. bongkar pasang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful