1

KETERKAITAN PENERAPAN KONSEP CARING MENURUT JEAN WATSON DALAM PELAYANAN PRIMA DI RUMAH SAKIT

RUMAH SAKIT UMUM PUSAT FATMAWATI KOMITE KEPERAWATAN TAHUN 2008

1

memperbaiki status kesehatan dan memfasilitasi koping. ataukah memang ada persamaan antara konsep caring dengan pelayanan prima. ditujukan kepada individu. Banyak teori / konsep yang dapat digunakan sebagai pendekatan dalam pemberian asuhan keperawatan kepada pasien diantaranya adalah konsep caring dengan sepuluh karatifnya yang disampaikan oleh Jean Watson. Pertanyaannya apakah Keperawatan dapat mengambil peran untuk mewujudkan pelayanan prima dengan menerapkan konsep caring. Artinya keperawatan mempunyai peran yang cukup besar dalam mewujudkan pelayanan di rumahsakit yang bermutu. Disisi lain akhir – akhir ini dalam dunia pelayanan kesehatan dikenal dengan pelayana prima. Keperawatan adalah profesi yang 24 jam berada disamping pasien akan tetapi tidak mudah untuk orang / profesi lain mengakui keberadaan keperawatan jika saja keperawatan tidak dapat mewujudkan eksistensinya didepan profesi lain. 2 .2 I. Berdasarkan paparan diatas penulis bermaksud untuk menganalisa keterkaitan konsep caring dengan pelayanan prima dirumah sakit. Semua institusi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit juga dituntut untuk melaksanakan pelayanan prima yang juga memiliki sepuluh dimensi. PENDAHULUAN Melalui Lokakarya Nasional Keperawatan tahun 1983 telah dirumuskan pengertian keperawatan yaitu suatu bentuk pelayanan professional sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan meliputi aspek bio-psikososio-spiritual yang bersifat komprehensif. mencegah penyakit. Pelayanan keperawatan dilakukan dalam lingkup dan tujuan pemberian asuhan keperawatan yaitu meningkatkan status kesehatan. Berdasarkan pengertian dan lingkup serta tujuan pemberian asuhan keperawatan khusunya pada pelayanan kesehatan dirumah sakit banyak hal yang dapat dilakukan oleh keperawatan. keluarga atau masyarakat yang sehat maupun yang sakit yang mencakup siklus hidup manusia untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal.

peralatan. metode yang digunakan dalam berkomunikasi dengan pelanggan diandalkan dan akurat seperti yang dijanjikan. perhatian dan penghargaan Kredibilitas : ketulusan.Men. dalam bentuk barang maupun jasa dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat sesuai peraturan yang berlaku. ( Daviddow dan Uttal. Sementara itu Cristopher ( 1992 ) menyatakan bawha pelayanan pelanggan dapat diartikan sebagai suatu system manajemen. 1. 10. 3. Komunikasi : memberi pengetahuan yang dapat dipahami pelanggan Pengertian : berusaha mengenal pelanggan dan kebutuhannya. 8. 2. tenaga kerja dan Daya uji : kemampuan menunjukkan sebagai jasa yang dapat Daya tanggap : kemauan membantu pelanggan dengan melaksanakan Keterampilan : mempunyai keahlian dan pengetahuan dalam melakukan Keramahan : sopan dan santun. 9. Dimensi yang terkait dengan pelayanan yang bermutu ( pelayanan prima ) adalah : 1. Pelayanan Prima adalah pelayanan yang diberikan kepada pelanggan minimal sesuai pelayanan dan akan bermakna pada kepuasan pelanggan apabila pelayanan yang diberikan lebih baik dari yang diharafkan pelanggan. diorganisir untuk menyediakan hubungan pelayanan ynag berkesinambungan antara waktu pemesanan dan waktu barang atau jasa itu diterima dan digunakan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan dalam jangka panjang. kejujuran dari pemberi pelayanan Keamanan : kebebasan dari bahaya risiko atau keragu-raguan Akses : kemudahan untuk didekati dan atau dihubungi.PAN 7/2003 tentang Pedoman umum penyelenggaraan Pengertian. 1998 ). 6. TINJAUAN PUSTAKA Pelayanan Prima Berdasarkan Kep. kepercayaan. pelayanan publik disampaikan bahwa pengertian pelayanan adalah suatu bentuk kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah baik di pusat maupun di daerah. 4. layanan segera. 5. 3 . pelayanan sesuai standar. 7. Tak nyata : penampilan fasilitas fisik. A.3 II.

Mengenal siapa pelanggan kita dan apa kebutuhannya. tekanan dan sikap tubuh. Konsep caring Jean Watson 1. 3. maka strategi yang yang dapat dilakukan adalah : 3. Marriner – Tomy ( 1994 ) menjelaskan Caring adalah esensi dari keperawatan yang berarti juga pertanggungjawaban hubungan antara perawat – klien. membantu klien memperoleh pengetahuan dan meningkatkan kesehatan. Strategi Pelayanan Prima Untuk dapat mengimplementasikan pelayanan prima sesuai paradigma dari pelayanan prima. Pengertian Caring adalah kegiatan langsung untuk memberikan bantuan. 4 . 3. Membuat pelanggan merasa diperhatikan dan dapat merubah keluhan pelanggan menjadi senyuman. dimana perawar membantu partisipasi klien. Menyelaraskan antara apa yang dikatakan dengan cara mengatakannya melalui nada.1. Dengan paradigma diatas maka harus dilakukan perubahan dari “ senang dilayani “ menjadi “ gemar melayani “ dan sebagai tujuan utamanya adalah untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan pada saat memberikan pelayanan. Menciptakan citra positif dimata pelanggan dengan cara penerapan interaksi social yang baik dengan pelanggan. . psykologis dan perilaku dalam melayani. dukungan atau perilaku kepada individu atau kelompok melalui antisipasi kebutuhan untuk meningkatkan kondisi manusia atau kehidupan ( Leininger.4 2.2.5. memproyeksikan citra positif dimata pelangan serta pengelolaan lingkungan kerja yang dapat memotivasi karyawan untuk berfokus pada pelanggan.4. Paradigma pelayanan prima Paradigma pelayanan prima merupakan suatu konsep yang mendasari seseorang untuk merefleksikan keyakinannya bahwa dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan dimana pelanggan merasa dilayani. Lebih lanjut Watson ( 1988 ) dalam Goerge ( 1990 ) . Perningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan dengan memperhatikan aspekaspek komunikasi.3. B.1979 dalam George 1990). mimic dan pandangan mata. 3. diperhartikan dan tidak dipersulit. 3.

penghormatan diri. dan perkembangan pengetetahuan diri. Membantu dalam pemenuhan kebutuhan dasar.. 10. Caring merupakan sifat manusia ( human trait ) yang dipertimbangkan dari Perilaku caring berdasar ( moral imperative ) sebagai esensi mendasar dari Perilaku caring ditunjukkan dengan penuh perasaan ( affect ) yang personal. protektif dan korektif. Membentuk humanistic – altruistic. dimanifestasikan sebagai perasaan emosi atau empati dan perasaan untuk mengabdi pada kemanusiaan. Mengekspresikan perasaan positif dan negative. Mengijinkan untuk terbuka pada eksistensial – fenomenologikal dan dimensi spiritual. Meningkatkan proses belajar mengajar interpersonal 8.dkk ( 1990 ) dalam Maleis ( 1997 ) menguraikan ada lima aspek dalam caring yaitu : 1.5 Tujuan keperawatan menurut Watson adalah memfasilitasi individu mencapai tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi meliputi jiwa. 2. Sensitif terhadap diri sendiri dan orang lain. klien ( nurse client relationship ) yang merupakan esensi dari caring. Menggunakan proses pemecahan masalah tentang caring dengan kreatif. 6. 9. Menurut Watson ( 1985 ) yang dimaksud dengan caring adalah 1. 3. keperawatan dalam rangka memelihara martabat manusia. 7. 5 . Menanamkan sikap penuh pengharapan 3. 2. penyembuhan diri dan proses asuhan diri. 4. raga. 4. sosio – cultural dan spiritual yang bersifat supportif. psikologikal. mental. Memberikan lingkungan fisik. Membina hubungan saling percaya. 5. 5. Morse. perspektif cultural. Perilaku caring dimanifestasikan dalam hubungan interpersonal perawat dengan Caring adalah intervensi terapeutik dalam asuhan keperawatan.

ilmiah.6 Pandangan Jean Watson terhadap paradigma keperawatan antara lain : 1. keselamatan. Keharmonisan itu akan tercapai jika terjadi keselarasan antara persepsi dan pengalaman. personal. preventif. 4. Hal ini sejalan dengan inti dari pelayanan prima yaitu kepuasan pelanggan. tubuh dan jiwa yang dipengaruhi oleh dari diri individu itu sendiri. Watson menggunakan sepuluh faktor karatif dalam pelayanan keperawatan untuk meningkatkan keharmonisan antara pikiran – badan dan jiwa pasien. Manusia Menurut Watson manusia adalah seseorang yang berpengalaman. III. 2. Manusia memiliki eksistensi untuk hidup ( tumbuh dan berkembang ) dengan fenomena yang unik dalam kenyataan yang subyektif. kerahasiaan. Lingkungan Watson menyampaikan lingkungan terdiri dari dua yakni lingkungan internal dan eksternal yang akan mempengaruhi terhadap sehat dan sakit individu. memiliki fikiran yang tajam untuk kelangsungan hidupnya dalam setiap ruang dan waktu. estetika dan transaksi pelayanan manusia. kebersihan dan keindahan lingkungan sekitar. KONSEP CARING DALAM PELAYANAN 6 . kuratif dan rehabilitatif. Jean Watson melalui teori human caring. Sedangkan yang termasuk lingkunagn eksternal yang akan mempengaruhi sehat sakit adalah yang terlait kenyamanan.nya memberikan definisi keperawatan adalah suatu ilmu tentang manusia dengan pengalaman sehat – sakit manusia yang dimediasi elah professional. Keperawatan. dimana kepuasan adalah berkaitan dengan masalah psikologis. tetapi sehat adalah kesatuan dan keharmonisan antara pikiran. Dengan sepuluh factor karatif perawat dapat melakukan upaya pelayanan keperawatan melalui kegiatan promotif. Lingkungan internal meliputi mental dan spiritual serta kepercayaan yang terkait dengan sosiokultural. Sehat sakit Watson menyatakan sehat bukan hanya sekedar bebas dari penyakit. fisik dan jiwa. 3. Manusia terdiri dari hati. ANALISA KETERKAITAN PRIMA DIRUMAH SAKIT.

Penerimaan terhadap perasaan diri merupakan kulaitas personal yang dimilki perawat sebagai orang yang akan memberikan bantuan kepada klien. dipahami dan kebutuhan untuk dibimbing . Memberikan keyakinan akan adanya kekuatan penyembuhan atau kekuatan dan penuh pengharapan. serta meningkatkan orang lain daipda diri sendiri. Perawat yang mempunyai sifat caring dapat meningkatkan dan membangun potensi seseorang untuk membuat pilihan tindakan terbaik bagi dirinya. memiliki harga diri didalam dan dari dirinya yang memerlukan perawatan. 3.7 Jika membandingkan rentang waktu konsep caring dikemukakan oleh Jean Watson pada tahun 1985. Perawat mendorong penerimaan klien terhadap pengobatan yang dilakukan kepadanya dan membantunya memahami alternatif terapi yang diberikan. maka perawat menjadi lebih apaadanya dan lebih sinsitif kepada orang lain dan menjadi lebih tylus dalam memberikan bantuan kepada orang lain. Dalam pelayanan prima seorang pemberi pelayanan dituntut untuk mengenal pelanggannya . Faktor ini menjelaskan tentang peran perawat dalam mengembanglan hubungan timbal balik perawat – klien yang efektif dan meningkatkan kesejahteraan dengan membantu klien mengadopsi perilaku hidup sehat. kemudahan untuk didekati dan atau dihubungi. Keterkaitan sepuluh factor karatif caring dengan dimensi pelayanan prima : 1. Hal tersebut sejalan dengan dimensi dalam pelayanan prima daya tanggap yakni kemauan membantu pelanggan dengan melaksanakan layanan segera. Humanistic dan altruistic adalah sikap yang didasari pada nilai – nilai kemanusian yaitu menghormati otonomi dan kebebasan klien terhadap pilihan yang terbaik menurutnya. Dengan memiliki sensitifitas / kepekaan terhadap diri sendiri. Watson memandang manusia sebagai individu yang merupakan totalitas dan bagian – bagian. sedangkan pelayanan prima mulai dikenalkan dalam pelayanan kesehatan sekitar tahun 2000 – an dan Peraturan Pemerintah baru dikeluarkan tahun 2003 terkait dengan pelayanan public. Membentuk dan menghargai system nilai humanistic dan altruistic. Menanamkan sikap penuh pengharapan. penghormatan. 2. Menanamkan sensitifitas terhadap diri sendiri dan orang lain. 7 .

Perawat menggunakan proses keperawatan yang sistematis dan terorganisir untuk menyelesaikan masalah keperawatan klien. Hal ini sesuai dengan dimensi dari pelayanan yang bermutu dari pelayanan prima dimana pemberi pelayanan dituntut untuk memiliki keahlian dan pengetahuan dalam melakukan pelayanan sesuai standar. perhatian dan mudah untuk didekati. perhatian dan mudah didekati menunjukan bahwa perawat menunjukan sikap yang dapat meningkatkan pasien untuk menggungkapkan perasaan baik positif maupun negative. 7. kredibilitas dan adanya akses. Meningkatkan proses belajar mengajar interpersonal Perawat dalam praktik keperawatan dituntut untuk meningkatkan proses belajar mengajar interpersonal sehingga tanggung jawab tentang kesehatannya ada pada pasien. Perawat memfasilitasi proses pembelajaran dengan teknik yang telah dibuat untuk memberi kesempatan klien melakukan perawatan diri.. Daya uji. Karatif ini tercantum dalam dimensi pelayanan prima yang menyatakan pemberi pelayanan harus menunjukkan keramahan dengan sopan santun. 5. Saling berbagi perasaan adalah konsekuensi hubungan perawat – klien.. kredibilitas dan adanya akses tidak akan terwujud tanpa adanya saling percaya. 6. 8 . Menggunakan metode sistematis dalam menyelesaikan masalah caring Proses keperawatan merupakan pendekatan ilmiah dalam melkaukan praktik keperawatan professional.8 4. Mengembangkan hubungan saling percaya dan membantu. Perawat harus memahami dan menerima pemikiran dan perasaan baik positif maupun negative yang berbeda – beda pada situasi yang berbeda. Meningkatkan dan menerima ekspresi perasaan positif dan negative. Hubungan saling percaya dan saling membantu penting bagi terbentuknya “ transkultural caring “ antara perawat – klien yang dapat meningkatkan penerimaan perwujudan perasaan baik positif maupun negatif. Perawat harus disiapkan untuk menerima perasaan positif dan negative tersebut. Sikap sopan santun. menentukan kebutuhan diri dan memberikan peluang untuk pertumbuhan diri mereka. Jika dikaitkan dengan dimensi pelayanan prima dinyatakan bahwa pelayanan yang bermutu harus memiliki daya uji ( diandalkan dan akurat ). memberikan pelayanan yang professional dan bermutu.

psikososial dan interpersonal dirinya dengan kklien.. psikofisikal. Mengijinkan untuk terbuka pada eksistensial – fenomenologikal dan dimensi spiritual. kutural dan spiritual yang bersifat supportif. Watson menyatakan faktor ini sulit untuk dipahami dan yang termasuk hal ini adalah pengalaman berpikir dan memprovokasi untuk pemahaman yang lebih baik. Karatif kedelapan menjelaskan bahwa keperawatan dalam praktiknya harus dapat memberikan lingkungan fisik. misalnya : makan. protektif dan korektif. Menciptakan lingkungan fisik . serta kebutuhan psikososial yaitu kebersihan dan afiliasi. Memenuhi kebutuhan dasar Perawat harus mengenal kebutuhan biofisikal. mental. minum. 8. eliminasi. Kebutuhan yang lebih tinggi psikofisikal seperti : kemampuan aktivitas dan seksual. Kebutuhan klein pada tingkat paling rendah adalah biofisikal. Psokologi eksistensial adalah keberadaan ilme tentang manusia yang digunakan untuk menganalisis fenomenologikal. Dalam pelayanan prima dinyatakan bahwa pelayanan yang bermutu jika dilakukan dengan memperhatikan keamanan baik terbebas dari bahaya risiko dan lingkungan fisik yang digunakan dalam berkomunikasi dengan pelanggan. social . Fenomenologi menguraikan tentang situasi yang membantu pemahaman klien terhadap fenomena. ventilasi.9 Hal tersebut sejalan dengan dimensi pelayanan prima yang menyatakan bahwa pelayanan yang bermutu jika pemberi pelayanan mampu berkomunikasi untuk meningkatkan pengetahuan pelanggan dengan bahasa yang dapat dipahami oleh mereka. 9 . 9. sedangkan aktualisasi diri adalah kebutuhan yang lebih tinggi dari interpersonal dan intrapersonal. 10. protektif dan korektif. social dan spiritual yang suportif.. mental. Karatif tersebut juga sejalan dengan dimensi dari pelayanan prima dimana pelayanan yang bermutu jika pemberi pelayanan memiliki pengertian untuk berusaha mengenal pelanggan dan kebutuhannya.

Tentunya ini merupakan sumbangan profesi keperawatan dan sekaligus meningkatkan citra profesi baik dimata masyarakat maupun dimata profesi lain. Pelayanan prima adalah salah satu cara pemberian pelayanan dengan mengutamakan kepuasan pelanggan. Konsep caring menuntun keperawatan untuk memperlakukan klien secara manusiawi dan penuh kasih sayang. menghargai pasien.10 IV. bahkan ada hal yang tidak tercantum dalam dimensi pelayanan prima tetapi ada dalam konsep caring pada karatif kesepuluh. Dengan konsep caring serta kesepuluh karatifnya keperawatan akan sangat mendukung dan sejalan dengan pelayanan prima. memenuhi kebutuhan dasar pasien serta meningkatkan proses belajar mengajar interpersonal. 10 . membina hubungan saling percaya. Semua tuntunan tersebut merupakan harapan dari setiap klien yang berada pada tatanan pelayanan kesehatan. Fenomena yang terjadi saat ini bahwa keperawatan lebih kepada memperhatikan aspek fisik saja yang mengalami gangguan. sehingga klien akan menghargai keberadaan dari perawat. sensitive. Dengan demikian jika keperawatan dalam praktiknya mencoba untuk memahami dan mengaplikasikan konsep caring dalam setiap aktifitas asuhan keperawatan maka akan mendukung dari pelayanan prima. dengan konsep caring akan lebih menekankan pada aspek psikologis tanpa mengabaikan aspek fisik. meningkatkan kesejahteraan. dan perawat profesioanal tentunya dituntut untuk mewujudkan harapan klien tersebut. KESIMPULAN Berdasarkan paparan analisa diatas dapat disimpulkan bahwa ada kerterkaitan antara sepuluh karatif dari konsep caring dengan dimensi dari pelayanan prima. memberikan kepuasan. Akan tetapi Watson memberikan tuntutan yang jelas dan lebih lengkap dalam memberikan pelayanan kepada klien dibandingkan dengan dimesi pelayanan prima.

L. Keperawatan Profesional. EGC George. Nursing thoeris.Service Excelence . Analysis and application . ( 1989) Conceptual model of nursing. Lembaga Administrasi Negara. ( 1999). Jakarta.J. Tomeny. Third Edition Philadephia : Mosby. Norwlak : Appleton & Lange. the base for professional nursing practice Norwlak : Appleton & Lange.J. Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Kalbe Team ( 2000 ) ..J.. disampaikan pada pelatihan TOT Customer Service ( makalah tidak dipublukasikan ) Sampara .Y. & Wall. & Sugiyono ( 2001 ) .Second Editian . Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara nomor 63/7/2003 tentang .J. Pengembangan Pelayanan Prima. Nursing Theorist and Their Work .11 DAFTAR PUSTAKA Fitzpatrick. disampaikan pada Pelatihan Customer Service ( makalah tidak dipublikasikan ) Purnama . ( 2000 ) . Service Excelence . .L.A. ( 1995 ). 11 ..A.B. (1994 ). Gaffar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful