You are on page 1of 20

FREUD, Id-Ego-Superego

Pada pertengahan abad 19, ahli fisika Jerman, Hermann Von Helmholtz merumuskan prinsip tentang pengawetan energi. Prinsip ini menegaskan bahwa energi itu adalah suatu kumpulan, sebagai halnya massa adalah suatu kumpulan. Ia dapat dirubah bentuknya tapi tidak dapat dihancurkan. Kalau energi menghilang dari satu bagian dalam suatu system, ia harus muncul kembali di lain tempat dalam system itu. Misalnya, kalau suatu barang menjadi lebih dingin, sebuah barang lainnya yang berdekatan menjadi lebih panas. Penyelidikan tentang perubahan-perubahan energi dalam suatu system fisika secara berturut-turut menghasilkan penemuan-penemuan penting dalam lapangan dinamika. Masa limapuluhtahun antara pernyataan Helmholtz tentang pengawetan energi dari teori Albert Einstein tentang relativitas merupakan suatu jaman keemasan bagi soal energi. Tokoh-tokoh seperti James Maxwell, Heinrich Hertz, Max Planck, Sir Joseph Thompson, Marie and Pierre Curie, James Joule, Lord Kelvin, Josiah Gibbs, Rudolph Clausius, Dmitri Mendeleyev adalah beberapa tokoh besar dalam ilmu fisika modern sesungguhnya telah merubah dunia dengan penemuanpenemuannya mengenai rahasia energi. Dalam semangat di atas, Sigmund Freud (1856-1939), mengembangkan ilmu jiwa yang dinamis. Ilmu jiwa yang dinamis ini adalah ilmu jiwa yang mempelajari perubahan serta pertukaran energi dalam kepribadian. Seluruh kepribadian, seperti yang dirumuskan oleh Freud, terdiri dari tiga system yang penting, id, ego dan super-ego

Id Fungsi satu-satunya dari id adalah untuk mengusahakan segera tersalurkannya kumpulan-kumpulan energi atau ketegangan, yang dicurahkan dalam jasad oleh rangsangan-rangsangan, baik dari dalam maupun dari luar. Fungsi id ini menunaikan prinsip kehidupan yang asli atau yang pertama yang dinamakan prinsip kesenangan (pleasure principle). Tujuan dari prinsip kesenangan ini adalah untuk mengurangi ketegangan. Ketegangan dirasakan sebagai penderitaan. Tujuan dari prinsip kesenangan ini dapat dikatakan terdiri dari usaha mencegah dan menemukan kesenangan. Dalam bentuk paling mulanya, id adalah suatu alat refleksi, seperti ketika cahaya sampai mata dan menyakitkan maka reflek adalah menutup mata. Jika ketegangan yang terjadi dalam jasad dapat dihilangkan oleh tindakan refleksi, maka tidak perlu perkembangan rohaniah yang lebih tinggi. Tetapi,

banyak ketegangan yang tidak dapat ditampung oleh alat refleksi untuk meghilangkannya, mislanya jika terjadi kontraksi lapar dalam perut bayi, kontraksi itu tidak secara otomatis menimbulkan makanan. Setiap bayi lapar, ia akan diberi makanan. Selama diberi makanan ini, bayi ini melihat, mencicip, mencium, dan merasa makanan itu, dan pengamatan-pengamatan ini disimpan dalam ingatannya. Melalui ulanganulangan, makanan menjadi terhubung dengan peredaan ketegangan. Proses yang menimbulkan suatu kenangan dari suatu ketegangan disebut proses primer (primary process). Proses primer ini mencoba meredakan ketegangan dengan mendirikan apa yang oleh Freud disebut suatu identitas pengamatan (an identity of perception). Dengan identitas pengamatan ini Freud maksudkan, bahwa id menganggap suatu kenangan itu identik denan pengamatan sendiri. Menurut Freud, id adalah sumber primer dari energi rohaniah dan tempat berkumpul naluri-naluri. Id lebih dekat hubungannya dengan tubuh dan proses-prosesnya daripada dengan dunia luar. Energinya berada dalam keadaan bergerak (mobil) sehingga energi itu dapat diredakan dengan segera atau dipindahkan dari suatu benda ke benda lain. Ia tidak berubah menurut masa; ia tidak dapat diubah oleh pengalaman, karena ia tidak ada hubungan dengan dunia luar. Akan tetapi id dapat dikontrol dan diawasi oleh ego. Freud berbicara tentang id sebagai suatu kenyataan rohaniah yang sebenarnya. Yang dimaksudkan ialah, bahwa id adalah kenyataan subyektif yang primer, dunia batin yang ada sebelum seorang individu mempunyai suatu pengalaman tentang dunia luar. Freud percaya, bahwa pengalaman-pengalaman yang diulangi secara berkali-kali dan secara intensif dalam banyak individu dari generasi turun temurun menjadi simpanan-simpaan yang tetap dalam id. Id adalah dunia kenyataan yang subyektif dalam mana pengejaran kesenangan dan pencegahan penderitaan merupakan satu-satunya perbuatan yang berarti. Freud mengakui bahwa id adalah bagian kepribadian yang tersembunyi dan tidak dapat dimasuki, dan sebagian kecil yang diketahui mengenai hal itu didapat sebagai hasil penyelidikan tentang impian dan gejala-gejala penyakit syaraf. Seseorang misalnya yang bertindak secara impulsive untuk melempar batu ke jendela berada di bawah pengaruh id. Bersamaan dengan itu, seseorang yang mebuang banyak waktu untuk berkhayal dan bergerak dala awangan cita-cita, dikuasai oleh id-nya. Id tidak berpikir, ia hanya mengangankan atau bertindak.

Ego

Penghargaan dan hukuman ini diberikan kepada ego. Agar superego itu mempunyai pengawasan terhadap anak seperti yang dmiliki orang tuanya. Proses sekunder tidak melakuka kesalahan seperti proses primer. disebabkan pengawasannya atas tindakan seseorang. ego ideal dan hati nurani. Proses sekunder terdiri dari usaha menemukan atau menghasilkan kenyataan dengan jalan suatu rencana tindakan yang telah berkembang melalui pikiran dan akal (pengenalan) Proses sekunder biasa disebut pemecahan soal atau pemikiran. Tujuan prinsip kenyataan adalah untuk menangguhkan peredaan energi sampai benda nyata yang akan memuaskan telah diketemukan atau dihasilkan. karena ego. Penghargaan dan hukuman rohaniah yang dipergunakan oleh super ego masing-masing adalah perasaan bangga dan perasaan bersalah atau perasaan kurang harga diri. latihan dan pendidikan. Ego merasa bangga jika ia telah . Berlainan dengan id yang dikuasai oleh prinsip kesenangan. ialah: menganggap gambaran suatu benda dan itu sendiri. yaitu untuk memisahkan dunia pikiran yang subyektif dari dunia kenyataan wujud yang obyektif. oleh karena proses ini berkembang sesudah dan melingkupi proses primer dari id. dianggap bertanggung jawab untuk terjadinya tindakan-tindakan yang moril dan immoral. adalah penting bagi superego untuk mempunyai kekuatan untuk mendesakkan ukuran-ukuran morilnya. Penangguhan suatu tindakan berarti bahwa ego harus dapat menahan ketegangan sampai ketegangan itu dapat diredakan dengan suatu bentuk kelakuan yang wajar. Setiap orang memiliki potensi-potensi pembawaan untuk berpikir dan menggunakan akalnya. Superego terdiri dari dua anak system. Superego lebih mewakili alam ideal daripada alam nyata. Prinsip kenyataan diladeni oleh suatu proses yang disebut Freud sebagai proses sekunder (secondary process).Kedua proses yang dilalui id untuk meredakan ketegangan. Superego Superego adalah cabang moril atau cabang keadilan dari kepribadian. yaitu ego. Proses sekunder menunaikan apa yang tidak dapat dilakukan oleh proses primer. Hubungan timbale balik antara seseorang dengan dunia memerlukan pembentukan suatu system rohaniah baru. dengan jalan penghargaan dan hukuman. Ego ideal sesuai dengan pengertian-pengertian anak tentang apa yang secara moril dianggap baik oleh orang tuanya. yaitu gerak-gerik impulsive dan pembentukan gambaran (pemuasan keinginan) tidak cukup untuk mencapai tujuan evolusi yang besar menuju kelangsungan dan perbiakan. Pelaksanaan potensi ini dicapai melalui pengalaman. ego dikuasai oleh prinsip kenyataan (reality principle).

kebanyakan dari soal-soal yang dahulu diletakkan pada alam tak sadar itu telah menjadi id. Disamping orang tua. Dengan perantaraan mekanisme identifikasi. dan siapa saja yang mempunyai kedudukan berkuasa atas anak . tetapi pencerminan dari superego orang tua. . Alam sadar hanyalah suatu irisan yang tipis dari keseluruhan jiwa. ¥saya takut¦. Dalam tahun-tahun permulaan dari perumusan psikoanalisa yang menjadi pusat konsep teori Freud adalah alam tak sadar. yaitu id. alat-alat masyarakat lainnya memberi bantuan dalam pembentukan superego anak. Energi dari id dipergunakan untuk memuaskan naluri-naluri poko dari kehidupan dan kematian. ego dan superego yang bekerja sama untuk menciptakan perilaku manusia yang kompleks. bahwa superego anak itu bukanlah pencerminan dari kalakuan orang tua.berkelakuan baik atau telah mengandung pikiran-pikiran yang baik. Ketiga unsur kepribadian itu dikenal sebagai id. Darimana datangnya energi itu ? Ia datang dari energi rohaniah. pendeta. dan perbedaan structural antara alam sadar dan alam tak sadar diganti dengan susunan yang terdiri dari tiga bagian. dan ego berkata. sebagaimana halnya dengan gunung es. Jika id dianggap sebagai hasil dari evolusi dan sebagai wakil rohaniah dari pembawaan biologis. maka superego dapat dianggap hasil sosialisasi dan adaptasi tradisi kebudayaan. Ego dibentuk dari id dan super ego dibentuk dari ego. bagian yang terbesar daripadanya terletak di bawah sadar. ego dan superego. polisi. energi ditarik dari tempat simpanan dan dipergunakan untuk mendorong ego dan superego. Dalam rumusan kemudian. Gerak hati itu adalah seks dan agresi. Superego adalah wakil dalam kepribadian dari ukuran-ukuran dan cita-cita tradisional masyarakat sebagai yang disampaikan oleh orang tua kepada anak-anak. kepribadian terdiri dari tiga elemen.*** Menurut teori psikoanalitik Sigmund Freud. maka dapat dilihat bahwa kepribadian sebagai suatu system energy yang rumit dan bentuk energi yang mengatur kepribadian dan memungkinkannya melakukan pekerjaan disebut energi rohaniah. Id berkata. dan ia merasa malu tentang dirinya sendiri kalau ia telah mengalah pada godaan. dan ego sebagai hasil hubungan timbale baki dengan kenyataan yang obyektif dan ligkungan proses rohaniah yang lebih tinggi. Bagaimana terjadinya perubahan ini tidak diketahui. Ketiganya saling mempengaruhi. Guru. Tujuan apakah yang diladeni oleh superego ini? Superego terutama meladeni tujuan untuk mengontrol dan mengatur gerak hati yang kalau dinyatakan secara sewenang-wenang akan membahayakan kemantapan masyarakat. ¥saya mau itu¦. superego berkata ¥alangkah buruknya¦. Tempat simpanan dari energi rohaniah itu adalah id. Dalam hubungan ini harus diingat. Dari uraian di atas.

impuls id itu dapat dipenuhi melalui proses menunda kepuasan ± ego pada akhirnya akan memungkinkan perilaku. Menurut Freud. Ego Ego adalah komponen kepribadian yang bertanggung jawab untuk menangani dengan realitas. id ini sangat penting awal dalam hidup. tetapi hanya dalam waktu yang tepat dan tempat. Menurut Freud. segera memuaskan kebutuhan ini tidak selalu realistis atau bahkan mungkin. hasilnya adalah kecemasan negara atau ketegangan. yang berusaha untuk kepuasan segera dari semua keinginan. oleh prinsip kesenangan melalui proses utama. peningkatan rasa lapar atau haus harus menghasilkan upaya segera untuk makan atau minum. Jika kita diperintah seluruhnya oleh prinsip kesenangan. prasadar. karena itu memastikan bahwa kebutuhan bayi terpenuhi. yang melibatkan pembentukan citra mental dari objek yang diinginkan sebagai cara untuk memuaskan . dan kebutuhan. Id Id adalah satu-satunya komponen kepribadian yang hadir sejak lahir. Id didorong oleh prinsip kesenangan. id adalah sumber segala energi psikis. kita mungkin menemukan diri kita meraih hal-hal yang kita inginkan dari tangan orang lain untuk memuaskan keinginan kita sendiri. sehingga komponen utama kepribadian. Fungsi ego baik di pikiran sadar. yang berusaha untuk memuaskan keinginan id dengan cara-cara yang realistis dan sosial yang sesuai. Sebagai contoh. ego berkembang dari id dan memastikan bahwa dorongan dari id dapat dinyatakan dalam cara yang dapat diterima di dunia nyata. dan tidak sadar. Dalam banyak kasus. Aspek kepribadian sepenuhnya sadar dan termasuk dari perilaku naluriah dan primitif. Prinsip realitas beratnya biaya dan manfaat dari suatu tindakan sebelum memutuskan untuk bertindak atas atau meninggalkan impuls.1. Jika bayi lapar atau tidak nyaman. id mencoba untuk menyelesaikan ketegangan yang diciptakan kebutuhan. Menurut Freud. Jika kebutuhan ini tidak puas langsung. Perilaku semacam ini akan baik mengganggu dan sosial tidak dapat diterima. ia akan menangis sampai tuntutan id terpenuhi. Ego bekerja berdasarkan prinsip realitas. keinginan. Namun. 2.

Ego juga pelepasan ketegangan yang diciptakan oleh impuls yang tidak terpenuhi melalui proses sekunder. ego. nilai dan prestasi. Mematuhi aturan-aturan ini menyebabkan perasaan kebanggaan. Seseorang dengan kekuatan ego yang baik dapat secara efektif mengelola tekanan ini. konsekuensi atau hukuman perasaan bersalah dan penyesalan. mudah untuk melihat bagaimana konflik mungkin timbul antara ego. Hati nurani mencakup informasi tentang hal-hal yang dianggap buruk oleh orang tua dan masyarakat. superego adalah aspek kepribadian yang menampung semua standar internalisasi moral dan cita-cita yang kita peroleh dari kedua orang tua dan masyarakat ± kami rasa benar dan salah. Perilaku ini sering dilarang dan menyebabkan buruk. Superego hadir dalam sadar. Menurut Freud. id dan superego. Id dan superego Dengan kekuatan bersaing begitu banyak. Ia bekerja untuk menekan semua yang tidak dapat diterima mendesak dari id dan perjuangan untuk membuat tindakan ego atas standar idealis lebih karena pada prinsip-prinsip realistis. Freud menggunakan kekuatan ego istilah untuk merujuk kepada kemampuan ego berfungsi meskipun kekuatan-kekuatan duel. dan superego. Superego bertindak untuk menyempurnakan dan membudayakan perilaku kita. Interaksi dari Ego. sedangkan mereka dengan kekuatan ego terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat menjadi terlalu keras hati atau terlalu mengganggu. kunci kepribadian yang sehat adalah keseimbangan antara id. Superego Komponen terakhir untuk mengembangkan kepribadian adalah superego. di mana ego mencoba untuk menemukan objek di dunia nyata yang cocok dengan gambaran mental yang diciptakan oleh proses primer id¶s. Tags: Biografi Sigmund Freud id ego dan superego Id Ego Superego Sigmund Freud Teori Kepribadian Sigmund Freud Teori psikoanalitik Teori Sigmund Freud . Ada dua bagian superego: Yang ideal ego mencakup aturan dan standar untuk perilaku yang baik. 3. Superego memberikan pedoman untuk membuat penilaian. Perilaku ini termasuk orang yang disetujui oleh figur otoritas orang tua dan lainnya. prasadar dan tidak sadar.

July 8 Ego . Jika Ego tidak banyak tersaring oleh Super Ego -. Namun demikian rasa menang yang didorong oleh semangat Ego tanpa sentuhan Super Ego tentu akan bertabrakan langsung dengan nilai yang dipercaya suatu masyarakat dimana kita menjalani hidup. Dari ID inilah akan dapat dilakukan penilaian.dengan berdasar keseimbangan hubungan yang melibatkan Ego dan Super Ego ini ± menjadi bagian dari diskursus pembentukan nilai-nilai yang kemudian akan diserap kembali oleh Super Ego dan memaklumkan keberadaan ID. Keinginan bawah sadar kita (Ego) saat itu adalah sebuah pengakuan publik akan kemampuan yang kita miliki. Namun menyampaikan Ego secara telanjang seperti ini tidaklah mudah..yang mungkin mendukungnya. Personality.yang pada akhirnya memunculkan ID --.Sunda y. pada dasarnya manusia adalah makhluk individu dan sekaligus sosial. -. apakah hubungan antar manusia sudah cukup seimbang.Super Ego . Super Ego dan ID ini pada hubungan sosial? Ego adalah keinginan yang terlahir dari diri kita yang ingin diwujudkan pada kehidupan nyata. Tanpa kita sadari seringkali Ego ini nyelonong begitu saja. dan ini dapat dilihat dari ID sebagai pernyataan µjadi¶. norma dan aturan). Adakalanya kita sebagai manusia merasa tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan yang lain. betapa kita dapat lakukan apa saja berdasarkan keinginan dasar kita. namun yang harus diingat adalah bahwa kita tidaklah hidup sendirian saja. namun di sisi lain kita juga tak dapat begitu saja mengabaikan kepentingan diri sendiri yang paling pribadi. melainkan disebabkan juga oleh µcampurtangan¶ faktor-faktor ± termasuk orang lain -. Kita menilai dan dinilai dalam berbagai perspektif yang berkembang yang mengantarkan kita selanjutnya-. melompat tanpa kendali Super Ego. and Stage Theories . Misal saja. Keseimbangan antara kepentingan pribadi dan yang bersifat umum ini baik langsung maupun tidak pada akhirnya berpengaruh pada pola hubungan inter-manusiaEgo Jika keseimbangan tersebut belum dapat tercapai maka sebagai akibatnya hubungan antar manausia pun akan pula belum dapat dikatakan proporsional (ideal) disebabkan oleh dominasi ego yang berlebih (egoisme-?). mungkin! Kebanggaan tidaklah salah dan kegembiraan meraih kemenangan bisa jadi daya dorong prestasi ke depan. Chapter 3: Personality Development Section 1: Introduction to Development. maka kepentingan pribadi (individual) akan menjadi lebih dominan tanpa pertimbangan kepentingan bersama (sosial).ID Seperti yang kita ketahui. yang berfungsi sebagai filter atas Ego. Ego yang berisi keinginan murni tersebut selanjutnya akan µbertemu¶ dulu dengan Super Ego yang berisi nilai nilai yang hidup di tengah masyarakat. karena urusan eksistensi kita lantas menepuk dada dan berjalan dengan pongah tatkala sedang merasa lebih mampu melakukan sesuatu dibanding orang lain. Apa hubungan antara Ego. Pada titik ini kita dapat refleksikan bersama. Setelah Ego disaring oleh Super Ego maka pada fase selanjutnya akan termanifestasikan sebagai identitas diri (ID). maka dipastikan akan berpengaruh pada pernyataan identitas diri (ID) di hadapan realitas sosial. Padahal bisa jadi keberhasilan tersebut tidak semata mata tercapai ansich oleh diri kita sendiri.yang menurut ilmu psikologi berarti bawah sadar ± jika tidak dapat dikendalikan oleh Super Ego (yang berisi serapan nilai.

the id wants whatever feels good at the time. If you think about it. superego) According to Freud. ego. or bathing. in pain. Its the ego's job to meet the needs of the id. we are born with our Id. The id doesn't care about reality. or just wants attention. They have no care for time. whether their parents are sleeping. Freud called this part the Ego. about the needs of anyone else. In other words.Section 2: Motor and Cognitive Development Section 3: Erikson¶s Stages of Psychosocial Development Section 4: Freud¶s Stages of Psychosexual Development Section 5: Freud's Structural and Topographical Model Section 6: Freud's Ego Defense Mechanisms Section 7: Kohlberg¶s Stages of Moral Development Freud's Structural and Topographical Models of Personality Sigmund Freud's Theory is quite complex and although his writings on psychosexual development set the groundwork for how our personalities developed. only its own satisfaction. it was only one of five parts to his overall theory of personality. and therefore the child cries. it allows us to get our basic needs met. babies are not real considerate of their parents' wishes. nothing else is important. as the child interacts more and more with the world. the second part of the personality begins to develop. Freud believed that the id is based on our pleasure principle. When the id wants something. He also believed that different driving forces develop during these stages which play an important role in how we interact with the world. too cold. When the child needs to be changed. the id speaks up until his or her needs are met. Structural Model (id. When the child is uncomfortable. the id wants food. eating dinner. relaxing. the id cries. When a child is hungry. The ego is based on the reality principle. . too hot. while taking into consideration the reality of the situation. The ego understands that other people have needs and desires and that sometimes being impulsive or selfish can hurt us in the long run. with no consideration for the reality of the situation. Within the next three years. The id is an important part of our personality because as newborns.

beliefs. feelings. The Superego is the moral part of us and develops due to the moral and ethical restraints placed on us by our caregivers. the Superego develops. but if the id gets too strong. the ego is the strongest so that it can satisfy the needs of the id.By the age of five. out of our awareness due to the extreme anxiety they caused. impulses and self gratification take over the person's life. He believed that most of what drives us is buried in our unconscious. If you remember the Oedipus and Electra Complex. and impulses are not available to us at a conscious level. Many equate the superego with the conscience as it dictates our belief of right and wrong. the underlying emotions. according to Freud. In a healthy person. The role of . the person would be driven by rigid morals. Topographical Model Freud believed that the majority of what we experience in our lives. If the superego becomes to strong. and still take into consideration the reality of every situation. they continue to impact us dramatically according to Freud. Wh ile buried there. Not an easy job by any means. not upset the superego. or the end of the phallic stage of development. would be judgmental and unbending in his or her interactions with the world. however. they were both pushed down into the unconscious. You'll learn how the ego maintains control as you continue to read.

or bite his or her nails. This theory is probably the most well known as well as the most controversial. the child if focused on oral pleasures (sucking). and that has not been integrated into our personalities. or the name of your best childhood friend is stored in the preconscious. drink alcohol. Its right below the surface. at any given time. Too much or too little gratification can result in an Oral Fixation or Oral Personality which is evidenced by a preoccupation with oral activities. Oral Stage (Birth to 18 months). Personality wise. The final part is the preconscious or subconscious. would represent everything that we are not aware of.the unconscious is only one part of the model. In other words. but still buried somewhat unless we search for it. by the way. Freud also believed that everything we are aware of is stored in ourconscious. over eat. Information such as our telephone number. like other stage theories. Because the unconscious is so large. have not experienced. as Freud believed that we develop through stages based upon a particular erogenous zone. Freud¶s Stages of Psychosexual Development are. and because we are only aware of the very small conscious at any given time. The water. most of what we are is buried and inaccessible. where the vast majority is buried beneath the water's surface. some childhood memories. Our conscious makes up a very small part of who we are. This is the part of us that we can access if prompted. but is not in our active conscious. this theory has been likened to an iceberg. During each stage. leading to an unhealthy personality. we are only aware of a very small part of what makes up our personality. completed in a predetermined sequence and can result in either successful completion or a healthy personality or can result in failure. During the oral stage. these individuals may become overly . referred to as the nonconscious Section 6: Freud's Ego Defense Mechanisms Section 7: Kohlberg¶s Stages of Moral Development Freud¶s Stages of Psychosexual Development Sigmund Freud (1856-1939) is probably the most well known theorist when it comes to the development of personality. an unsuccessful completion means that a child becomes fixated on that particular erogenous zone and either over± or under-indulges once he or she becomes an adult. This type of personality may have a stronger tendency to smoke.

Through society¶s pressure. boys also develop a fear that their father will punish them for these feelings. they may become messy and disorganized (anal expulsive). the boy develops masculine characteristics and identifies himself as a male. boys eventually decide to identify with him rather than fight him. Although Freud Strongly disagreed with this. the child has to learn to control anal stimulation. developing unconscious sexual attraction to their father. Personality. A fixation at this stage could result in sexual deviancies (both overindulging and avoidance) and weak or confused sexual identity according to psychoanalysts. Through the lessons learned during the previous stages. Phallic Stage (ages three to six). they may also fight these urges and develop pessimism and aggression toward others. adolescents direct their sexual urges onto opposite sex peers. out of fear of castration and due to the strong competition of his father. On the other hand. Anal Stage (18 months to three years). On the opposite end of the spectrum. The final stage of psychosexual development begins at the start of puberty when sexual urges are once again awakened. The pleasure zone switches to the genitals. with the primary focus of pleasure is the genitals Chapter 3: Personality Development Section 1: Introduction to Development. he becomes rivals with his father and sees him as competition for the mother¶s affection. Genital Stage (puberty on). Freud believed that during this stage boy develop unconscious sexual desires for their mother. According to Freud. it has been termed the Electra Complex by more recent psychoanalysts. mainly via parents. perfection. gullible. and represses his sexual feelings toward his mother. Later it was added that girls go through a similar situation.dependent upon others. after effects of an anal fixation during this stage can result in an obsession with cleanliness. In terms of personality. Latency Stage (age six to puberty). This group of feelings is known as Oedipus Complex ( after the Greek Mythology figure who accidentally killed his father and married his mother). By identifying with his father. such as by castrating them. It¶s during this stage that sexual urges remain repressed and children interact and play mostly with same sex peers. During this time. and perpetual followers. and control (anal retentive). The child¶s focus of pleasure in this stage is on eliminating and retaining feces. Because of this. and Stage Theories Section 2: Motor and Cognitive Development Section 3: Erikson¶s Stages of Psychosocial Development Section 4: Freud¶s Stages of Psychosexual Development Section 5: Freud's Structural and Topographical Model .

then you could learn to walk. this psychological conflict is an intrinsic and pervasive part of human experience. social development. Ego. theEgo and the Superego. It contains all the basic needs and feelings. THE ID ( It ): functions in the irrational and emotional part of the mind. such as Erikson's psychosocial and Freud's psychosexual. development. Think about how you learned to run. Id equates to "Child". which work together to produce all of our complex behaviours: the Id. This failure. In other words. However. is one of the fundamental psychological battles all people face. The way in which a person characteristically resolves the instant gratification vs. running would be an impossibility. a person can fail to complete the stage while still continuing. will result in difficulties later in life according to the theories. All 3 components need to be well-balanced in order to have good amount of psychological energy available and to have reasonable mental health. At birth a baby s mind is all Id . The following offers an overview of development according to the principles of psychology tructure of Mind: Freud's Id. . most theorist break it down into specific stages.want want want. Personality. although in some. The conflict between the Id and Superego. Most of these stage theories are progressive. first you had to learn to crawl. and finally you could develop the skills needed to run. And it has only one rule --> the pleasure principle : I want it and I want it all now . In this chapter we will discuss the most prominent stage theories in regard to motor and cognitive. and moral development. you must pass through one stage before you can get to the next. The Id is the primitive mind. however. It is the source for libido (psychic energy). Without the first two stages. longer-term reward dilemma in many ways comes to reflect on their "character". & Superego Last updated: 28 Jul 2004 Freud came to see personality as having three aspects. the Ego has a difficult time dealing with the competing demands of the Superego and the Id. and Stage Theories When discussing any type of development. According to the psychoanalytic view. In transactional analysis.Section 6: Freud's Ego Defense Mechanisms Section 7: Kohlberg¶s Stages of Moral Development Introduction to Development. These stages are typically progressive. negotiated by the Ego.

The Ego relates to the real world and operates via the reality principle . The Ego denies both instant gratification and pious delaying of gratification. the Ego uses some of the Id's libidinal energy. The Ego ideal is basically what the child s parents approve of or value. Superego too strong = feels guilty all the time. & conscious (see below). Ego. The Superego has two subsystems: Ego Ideal and Conscience. boring and distant THE SUPEREGO ( Over-I ): The Superego is the last part of the mind to develop. It stores and enforces rules. Ego equates to "Adult". The Conscience is basically all those things that the child feels mum or dad will disapprove of or punish. but cold. It might be called the moral part of the mind. The Conscience is the rules about what constitutes bad behaviour. . and standards of excellence towards which the Ego must strive. It constantly strives for perfection. may even have an insufferably saintly personality The Id.Id too strong = bound up in self-gratification and uncaring to others THE EGO: ( I ): functions with the rational part of the mind. Superego structure of mind complements Freud s structural or topographical ("iceberg") model of the unconscious. To undertake its work of planning. The term ego-strength is the term used to refer to how well the ego copes with these conflicting forces. thinking and controlling the Id. The Ego develops out of growing awareness that you can t always get what you want. pre-conscious. The Ego's job is to get the Id's pleasures but to be reasonable and bear the long-term consequences in mind. Ego too strong = extremely rational and efficient. The Superego becomes an embodiment of parental and societal values. Note that the Ego and Superego play roles in each of the three levels of consciousness. Its power to enforce rules comes from its ability to create anxiety. The Ego Ideal provides rules for good behaviour. but the Id is entirely played out in the Unconscious. The Ego realises the need for compromise and negotiates between the Id and the Superego. In transactional analysis. even though this perfection ideal may be quite far from reality or possibility.

or desire so strong that it just had to be satisfied ever overpowered you? A new car. It's that little devil that sits on your shoulder. we are simply actors in the drama of our minds. whispering temptations and spurring you on. therefore I am The initial structural component and first character in Freud's drama of personality is the id. our personalities represent the power struggles going on deep within us. Jekyll. look at your boss. pushed by desire. Their struggles are fueled by powerful motives. and freedom. and look deep within. The ancient Greeks thought that all people were actors in the drama of the gods above. Whenever you see a selfish. The id contains all of our most basic animal and primitive impulses that demand satisfaction. Underneath that quiet. Hyde emerging from the restrained Dr. and each one is out for itself. spoiled child in the grocery store . a dream job? The answer is probably a resounding "Yes!" Where does such desire come from? According to Freud. Our personalities represent a drama of sorts. His "story" of personality is one of desire. even the quiet old lady at the bus stop. Has an urge. Three main players carry all of this drama out: y Id: The seat of our impulses y Ego: Negotiates with the id. It's the Mr. So look around. grandmotherly demeanor lurks a seething cauldron of desire. desire comes from the part of your personality called the id. It's in all of us. power. control. sexual desire. acted out in our minds. pulled by conscience. The plot is complex and the characters compete.Understanding the Id. impulse. and Superego in Psychology By Adam Cash Sigmund Freud would have been a great Hollywood screenwriter. Underneath the surface. Ego. For Freud. "You" are a product of how competing mental forces and structures interact. pleases the superego y Superego: Keeps us on the straight and narrow Each of these characters has its own idea of what the outcome of the story should be. Look at your co-workers. located in the expanses of our mind. I want.

we would be a lot more satisfied. Well. When a baby gets hungry. does she sit quietly and wait until someone remembers to feed her? Anyone who's ever gotten out of bed in the middle of the night to feed a baby knows the answer to that. its performance is under constant scrutiny by a relentless judge. it leads you to seek the things you need to survive. We all know how frustrating it can be when a desire goes unmet or gets stifled. The ego is like a sports agent for a really talented athlete. you can blame your ego for that. The ego is Freud's second mental apparatus of personality. Enter the ego Wouldn't it be nice if you could get everything you wanted. It's unregulated and untouched by the constraints of the world outside of our minds. The ego accomplishes this important task by converting. if it wasn't for reality. satisfaction is not abandoned. Does the Rolling Stones' song "You Can't Always Get What You Want" come to mind? So far. the id must be satisfied! We're all born with the id in full force. Without it we'd die.demanding a toy and throwing a tantrum if he doesn't get his way. you'll know that's the id in action! The id is a type of "container" that holds our desires. The ego's main function is to mediate between the id's demands and the external world around us ² reality in other words. and transforming the powerful forces of the id into more useful and realistic modes of satisfaction. the agent reminds him that he could price himself out of a job. But don't give the id a bad rap. Relentlessly driven by a force Freud called the libido. or at the very least. So the ego negotiates with the id in order to get it what it wants without costing it too much in the long run. It attempts to harness the id's power. we'd be really boring! So keep in mind that a large part of your personality consists of your desires and your attempts to satisfy them. playing referee between the id and reality. most of us know otherwise. regulating it in order to achieve satisfaction despite the limits of reality. the collective energy of life's instincts and will to survive. Even though the athlete may demand a multimillion-dollar contract. Even though the ego finds itself in conflict with the id. diverting. the . whenever and however you wanted it? Unfortunately. The final judgment As if the ego's job wasn't hard enough. it seems that. Where would you be without desire? Your desire pushes you through life.

It expects your ego to be strong and effective in its struggles against the libido's force. Freud mengemukakan tiga struktur spesifik kepribadian yaitu Id. Ego merupakan sebuah pengatur agar id dapat dipuaskan atau disalurkan dalam lingkungan sosial. our conscience comes from our parents or a parental figure.dummies. so nothing really prevents them from acting out their violent fantasies. the superego judges the performance. Hasil kolektif tulisan tulisan yang luas merupakan sebuah sistem rinci tentang perkembangan kepribadian. Ketiga struktur tersebut diyakininya terbentuk secara mendasar pada usia tujuh tahun Struktur ini dapat ditampilkan secara diagramatik dalam kaitannya dengan aksesibilitas bagi kesadaran atau jangkauan kesadaran individu. Sistem kerjanya . A famous psychiatrist once said that evil men do what good men only dream of. Superego is another name for your conscience. Pandangan pandangan freud terus berkembang selama kariernya yang panjang. Usually.html#ixzz1NeoL6VDP Teori Freud. Psikoanalisis hampir diidentikan dengan sosok seorang Freud. those same standards that make us feel so guilty when we tell a lie or cheat on our taxes. Sigmund Freud (1856-1939) lahir pada tanggal 6 Mei 1856 di Freiberg Moravia yang pada masa itu merupakan provinsi di bagian utara Kekaisaran Autro Hongaria dan sekarang adalah wilayah Republik Ceska. But does everyone have a conscience? There are certain people throughout history who have committed such horrible acts of violence that we sometimes wonder if they are void of conscience.superego. Read more: http://www. Ego dan Superego. trying to prevent another tantrum. How can serial killers such as Ted Bundy or Wayne Williams commit such horrible crimes? A strong bet is that they lack the basic capacity to feel guilt. As we grow. Id merupakan libido murni atau energi psikis yang bersifat irasional.com/how-to/content/understanding-the-id-egoand-superego-in-psycholog. While the ego negotiates with the id. we internalize their standards. Id merupakan sebuah keinginan yang dituntun oleh prinsip kenikmatan dan berusaha untuk memuaskan kebutuhan ini.

kunci untuk memahami perilaku dan problema kepribadian bermula dari hal tersebut. (1) Kecemasan realita adalah rasa takut akan bahaya yang datang dari dunia luar dan derajat kecemasan semacam itu sangat tergantung kepada ancaman nyata.pada lingkungan adalah menilai realita untuk mengatur dorongan-dorongan id agar tidak melanggar nilai-nilai superego. dimana bongkahan es itu lebih besar di dalam ketimbang yang terlihat di permukaan. neurotik dan moral. sistem ego terpaksa mengambil tindakan ekstrim untuk menghilangkan tekanan itu. salah. Kesadaran dan Ketidaksadaran Pemahaman tentang kesadaran dan ketidaksadaran manusia merupakan salah satu sumbangan terbesar dari pemikiran Freud. karena perilaku yang muncul itu merupakan konsekuensi logisnya. Sedangkan kesadaran itu merupakan suatu bagian terkecil atau tipis dari keseluruhan pikiran manusia. disebut . Kecemasan ini menurutnya berkembang dari konflik antara sistem id. Ketidakasadaran itu tidak dapat dikaji langsung. Mekanisme Pertahan Ego Untuk menghadapi tekanan kecemasan yang berlebihan. dan (3) Kecemasan moral adalah rasa takut terhadap hati nuraninya sendiri. Demikianlah juga halnya dengan kepribadian manusia. Sedangkan Superego sendiri adalah bagian moral dari kepribadian manusia.benar. (2) Kecemasan neurotik adalah rasa takut kalau-kalau instink akan keluar jalur dan menyebabkan sesorang berbuat sesuatu yang dapat mebuatnya terhukum. boleh. Tindakan yang demikian itu. semua pengalaman dan memori yang tertekan akan dihimpun dalam alam ketidaksadaran. Menurutnya. Kecamasan Bagian yang tidak kalah penting dari teori Freud adalah tentang kecemasan. Menurut Freud kecemasan itu ada tiga: kecemasan realita. Orang yang hati nuraninya cukup berkembang cenderung merasa bersalah apabila berbuat sesuatu yang bertentangan dengan norma moral. karena ia merupakan nilai baik-buruk. Hal ini dapat diibaratkan seperti gunung es yang ada di bawah permukaan laut. ego dan superego tentang sistem kontrol atas energi psikis yang ada.tidak sesuatu yang dilakukan oleh dorongan Ego yaitu Id.

ini suatu cara untuk mengalihkan energi seksual kesaluran lain. e. yang secara sosial umumnya bisa diterima. f. atau dilihat seseorang dalam situasi traumatik. d. kepribadian orang terbentuk pada usia sekitar 5-6 tahun. Dalam teori Freud setiap manusia harus melewati serangkaian tahap perkembangan dalam proses menjadi dewasa. ini berarti memantulkan sesuatu yang sebenarnya terdapat dalam diri kita sendiri ke dunia luar. sublimasi. dirasakan. yaitu mekanisme untuk mengundang serta menelaah sistem nilai atau standar orang lain. rasionalisasi. mulai dari lahir sampai dewasa. g. b. ini merupakan sarana pertahanan yang bisa mengusir pikiran serta perasaan yang menyakitkan dan mengancam keluar dari kesadaran. memungkiri. sebab tujuannya adalah untuk mempertahankan ego terhadap tekanan kecemasan. ini cara beberapa orang menciptakan alasan yang masuk akal untuk menjelaskan disingkirnya ego yang babak belur. Tahap-tahap ini sangat penting bagi pembentukan sifat-sifat kepribadian yang bersifat menetap. Menurut Freud. ini adalah menukar suatu impuls atau perasaan yang menimbulkan kecemasan dengan melawannya dalam kesadaran. ini adalah cara mengacaukan apa yang dipikirkan. c. dan tahap genital. i. yaitu berbalik kembali kepada prilaku yang dulu pernah mereka alami. introjeksi. tahap phalik. tahap laten. j. ritual dan penghapusan. k. proyeksi. Tahap Perkembangan Kepribadian Perkembangan manusia dalam psikoanalitik merupakan suatu gambaran yang sangat teliti dari proses perkembangan psikososial dan psikoseksual. pembentukan reaksi. konpensasi. tahap anal. penggeseran.mekanisme pertahanan. Dalam teori Freud. merupakan suatu cara untuk menangani kecemasan dengan menyalurkan perasaan atau impuls dengan jalan menggeser dari objek yang mengancam ke sasaran yang lebih aman . bentuk-bentuk mekanisme pertahanan yang penting adalah: a. h. meliputi beberapa tahap yaitu tahap oral. bahkan ada yang dikagumi. Diposkan oleh iqbal di 19:39 0 KOMENTAR: POSKAN KOMENTAR . regresi. represi.

Teori PSIKOANALISIS KLASIK SIGMUND FREUD oleh: emma90 Pengarang : alwisol y y Sum ary rating: 2 st ars m (15 Tinjauan) Kunjungan : 3077 y y kata:300 Mekasnisme pertahanan (defense mekanism). sehingga kecemasan menjadi kurang mengancam. mekanisme pertahanan selalu menolak. sekaligus melindungi individu dari kecemasan yang berlebihan. Membentengi impuls sehingga tidak dapat muncul menjadi tingkah laku sadar 2. ciri-ciri mekanisme perlahan. memalsu. Freud membagi insting menjadi dua . kecemasan adalah fungsi ego untuk . represi. kecemasan. Adapun mekanisme pertahanan yang biasa dilakukan adalah identifikasi. Membelokkan impuls itu sehingga intensitas aslinya dapat dilemahkan atau diubah Selain itu. haus. Sedangkan insting mati meerupakan dorongan yang bekerja secara sembunyisembunyi. teori ini menjelaskan bagaimana jenis-jenis insting. dan sebagainya. Mekanisme pertahanan itu mengubah persepsi nyata seseorang. Mekanisme pertahanan adalah Dalam dinamika kepribadian. yaitu insting hidup dan insting mati. dan penyaluran agresi seseorang agar tidak membunuh dirinya sendiristrategi yang dipakai individu untuk bertahan melawan ekspresi id serta menentang tekanan super ego. fiksasi dan agresi. Ego akan mereaksi dengan dua cara. yaitu: 1. pada ego membantu dapat dilaksanakannya fungsi penolakan. Selain itu. yaitu: 1. seperti lapar. Dorangan agresif yang mendorong orang untuk merusak diri sendiri. Mekanisme pertahanan itu beroperasi pada tingkat tak sadar 2. energi psikis dalam insting. dan segala sesuatu yang berhubungan dengan keabnormalitasan kejiwaan. dan seks. atau memutarbalikkan kenyataan 3. Insting hidup merupakan dorongan yang menjamin survival dan reproduksi. mekanisme pertahanan (defense mechanism).

neurotic anxiety. Freud mengemukakan ada tiga jenis kecemasan.shvoong.com/social-sciences/psychology/2013100-teori-psikoanalisis-klasiksigmund-freud/#ixzz1NjfCNDQX . yaitu realistic anxiety. Kecemasan akan timbul manakala orang tidak siap menghadapi ancaman. Diterbitkan di: 13 Juni. dan moral anxiety. 2010 Mohon dinilai : 1 2 3 4 5 Sumber:http://id.memperingatkan individu tentang kemungkinan datangnya suatu bahaya sehingga disiapkan reaksi adaptif yang sesuai.