You are on page 1of 12

BAB I PENDAHULUAN Morbili merupakan penyakit virus akut.

Penyakit ini sangat infeksius, menular sejak awal masa prodromal sampai lebih kurang 4 hari setelah munculnya ruam. Infeksi ditularkan secara droplet malalui udara (IDAI, 2008). Menurut Diana (2011), biasanya penyakit ini timbul pada masa anak dan menyebabkan kekebalan seumur hidup pada anak yang sudah terkena. Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang pernah menderita morbili akan mendapatkan kekebalan secara pasif melalui plasenta sampai umur 4-6 bulan. Lau kekebalan bayi tersebut akan berkurang dan bayi dapat terkena morbili. Meskipun adanya vaksin telah dikembangkan lebih dari 30 tahun yang lalu, virus morbili masih menyerang 50 juta orang setiap tahun dan menyebabkan lebih dari 1 juta kematian. Insiden terbanyak berhubungan dengan morbiditas dan mortalitas penyakit morbili yaitu pada negara berkembang. Di Indonesia,

penyakit ini menduduki tempat ke -5 dalam urutan 10 macam penyakit utama pada bayi (0,7%) dan tempat ke-5 dalam urutan 10 macam penyakit utama pada usia 1-4 tahun (o,77%) (Depkes, 2009). Dengan mengetahui diagnosis serta penatalaksaan yang tepat pada morbili sebagai kompetensi bagi dokter umum. Serta tugas untuk memenuhi penugasan pada Blok Kesehatan Anak.

genus morbilivirus. konjungtivitis. Memiliki memiliki gejala klinis yang khas yaitu terdiri dari 3 stadium yang masing-masing mempunyai cirri khusus : (1) stadium prodromal berlangsung selama 4-5 hari .  Virus dapat tetap aktif minimal 34 jam pada temperature kamar. koriza. batuk. termasuk dalam golongan paramyxovirus . 2. (2) stadium erupsi dimana koriza dan batuk-batuk bertambah berat. Morbili adalah penyakit anak menular yang biasanya lazim ditandai dengan gejala-gejala utama berupa ruam . timbulnya ruam mulai dari belakang telinga . kemudian timbulnya enamtema. menyebar ke muka. Etiologi Penyebab morbili adalah :  Virus morbili yang terdapat dalam secret nasofaring dan darah selama masa prodromal sempai 24 jam setelah timbulnya bercak-bercak. serta adanya pembesaran dan nyeri limpa nadi. Definisi : Morbili adalah suatu penyakit akut yang menular. (3) stadium konvalensi dimana gejala-gejala pada stadium sebelumnya mulai menghilang (Widjaja. scarlet. demam. .BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.  Virus ini berupa virus RNA. disebabkan oleh virus yang umumnya menyerang anak. fotofobia. malaise. disertai panas. badan dan kaki. 2006) Menurut Burnett (2007).

3. Tiga hari setelah invasi. berubah menjadi desquamasi dan hiperpigmentasi. 2007). Adanya giant cells dan proses keradangan merupakan dasar patologik ruam dan infiltrat peribronchial paru. Juga terdapat udema. virus menempel dan berkembang biak pada epitel nasofaring. Virus menyebar pada semua sistem retikuloendotelial dan menyusul viremia kedua setelah 5-7 hari dari infeksi awal. pilek makin lama makin berat dan pada hari ke 10 sejak awal infeksi (pada hari penderita kontak dengan sumber infeksi) mulai timbul ruam makulopapuler warna kemerahan. Kolonisasi dan penyebaran pada epitel dan kulit menyebabkan batuk.Virus dapat berbiak juga pada susunan saraf pusat dan menimbulkan gejala klinik encefalitis. . bendungan dan perdarahan yang tersebar pada otak. pilek. replikasi dan kolonisasi berlanjut pada kelenjar limfe regional dan terjadi viremia yang pertama. Patofisiologi : Setelah tertular Virus melalui droplet lewat udara. Setelah masa konvelesen pada turun dan hipervaskularisasi mereda dan menyebabkan ruam menjadi makin gelap. cough and conjuctivitis) dan demam yang makin lama makin tinggi. Proses ini disebabkan karena pada awalnya terdapat perdarahan perivaskuler dan infiltrasi limfosit (Burnett. batuk. Gejala panas. mata merah (3 C : coryza.

.

ke selaput lendir hidung. B. pencernaan. Selain ke kulit.  Bila proliferase sel-sel endotel kapiler di dalam korium masuk ke daerah konjungtiva sehingga terjadi peradangan dapat mengakibatkan konjungtivitis. Stadium prodromal. Diagnosis : 1) Anamnesis : Penegakan diagnosis Morbili dimulai dari anamnesis untuk mengetahui gejala dan tanda khas yang dimiliki oleh penyakit morbili. fotofobia . ditandai dengan demam yang diikuti dengan batuk. pilek. C.4. kemudian menyebar ke wajah. ditandai dengan timbulnya ruam makulo-papular yang bertahan selama 5-6 hari. stomatitis. dan akhirnya ke ekstrimitas. leher.  Jika masuk ke daerah epidermis yang menyebabkab terjadinya eksudasi mengakibatkan ruam pada kulit. Tanda patognomonik timbulnya enantema mukosa pipi di depan molar tiga disebut bercak Koplik. farings merah. berlangsung 2-4 hari. dan konjungtivitis. Manifestasi Klinis : Gejala klinis terjadi setelah masa tunas 10-12 hari. mulut. Stadium erupsi. Ruam kulit menjadi kehitaman dan mengelupas yang akan menghilang setelah 1-2 minggu. terdiri dari tiga stadium : A. nyeri menelan. (Widjaja. setelah 3 hari ruam berangsurangsur menghilang sesuai urutan timbulnya.  Demam tinggi terus menerus 3-5 hari atau lebih disertai batuk pilek  Mata merah. Timbulnya ruam dimulai dari batas rambut di belakang telinga. Stadium penyembuhan (konvalesens). 2006) 5. Berikut adalah hal-hal yang harus digali dari pasien.  Pada fase ini Virus Morbilli bisa menyebar melalui aliran darah dan menyebar ke mana-mana.

Respirasi : Batuk. Mulut dan bibir : Mukosa bibir kering. Kepala D. lengan dan kaki. febris.  Riwayat imunisasi. 2008) . Keadaan Umum : compos mentis B. 2) Pemeriksaan fisik Menurut Burnett (2007). turgor kulit menurun. TB. ruam makuler pada leher. Mata C. H. sputum. merupakan salah satu resiko tinggi terkena morbili. Dapat disertai diare dan muntah  Ruam mukolopapular menyeluruh muncul pertama pada daerah batas rambut dan dahi. BB lahir untuk mengetahui tumbuh kembang anak untuk mewaspadai timbulnya komplikasi pada anak gizi buruk. A. Hidung : terdapat konjungtivitis. batuk F. . pemeriksaan fisik biasanya didapatkan kelainan yang biasanya didapatkan dari penderita morbili. Darah tepi : jumlah leukosit normal atau meningkat apabila ada komplikasi infeksi bakteri B. serta belakang telinga. Kemungkinan dapat ditemukan beberapa tanda seperti : A. Tumbuh Kembang : BB. 3) Pemeriksaan penunjang : Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis morbili (Nursalam. koriza E. sehingga system kekebalan anak belum ada terhadap infeksi virus penyebab morbili. eritema. Pemeriksaan serologi : untuk mendeteksi antibodi IgM sebagai tanda adanya infeksi morbili akut.  Riwayat kontak. G. gatal. sesak napas. muka. Kulit : permukaan kulit kering. menyebar ke arah perifer sampai pada ekstrimitas. fotofobia : Sakit kepala :Banyak terdapat secret.

C. antitusif. Pemberian vitamin A. Pemeriksaan Sitologi : ditemukan sel raksasa pada lapisan mukosa hidung dan pipi. Antibiotik diberikan apabila terjadi infeksi sekunder 5. C. Sedangkan pada morbili dengan penyulit pasien perlu dirawat inap. atau adanya komplikasi.. B. pengobatan morbili dilakukan untuk mengobati gejalanya karena penyebab morbili adalah virus. Kalori yang sesuai dan jenis makanan yang disesuaikan dengan tingkat kesadaran dan adanya komplikasi 3. kejang. Pengobatan bersifat suportif. Pemberian cairan yang cukup 2. dehidrasi. Hindari penularan 2. Anti konvulsi apabila terjadi kejang 6. terdiri dari : 1. Penatalaksaan dapat dilakukan. Campak dengan komplikasi : 1. berupa : A. Diet makanan cukup cairan. Ensefalopati/ensefalitis . Campak tanpa komplikasi : 1. Vitamin A 100. kalori yang memadai. Tirah baring di tempat tidur 3. Indikasi rawat inap : hiperpireksia (suhu > 390 C). 4) Penatalaksaan : Menurut Alimul (2008). apabila disetai malnutrisi dilanjutkan 1500 IU tiap hari 4. Jenis makanan disesuaikan dengan tingkat kesadaran pasien dan ada tidaknya komplikasi D. Penatalaksaan pada kasus morbili yang dilalakukan untuk bersifat simtomatik. Suplemen nutrisi 4. asupan oral sulit. ekspektoran dan anti konvulsan bila diperlukan. dengan pemberian antipiretik.000 IU.

Bronkopneumonia : a. bila diperlukan sesuai dengan PDT ensefalitis c. 4. Kortikosteroid. Antibiotika bila diperlukan. Kebutuhan jumlah cairan disesuaikan dengan kebutuhan serta koreksi terhadap gangguan elektrolit 2. Antibiotika sesuai dengan PDT pneumonia b. Pantau gejala klinis serta lakukan uji Tuberkulin setelah 1-3 bulan penyembuhan. antivirus dan lainya sesuai dengan PDT ensefalitis b.a. Enteritis : koreksi dehidrasi sesuai derajat dehidrasi (lihat Bab enteritis dehidrasi).Pada kasus campak dengan komplikasi bronkhopneumonia dan gizi kurang perlu dipantau terhadap adanya infeksi TB laten. . Koreksi gangguan keseimbangan asam-basa. Oksigen nasal atau dengan masker c. gas darah dn elektrolit 3.

Anak sangat rewel. Riwayat imunisasi yang pernah diberikan adalah BCG. Demam diberikan Parasetamol 10-15 mg/kg BB. Hepatitis B 1-3.50 C. seperti makanan pendamping ASI yaitu : nasi. B. DPT 13. Farmako Terapi : 1. 2. Disertai munculnya bercak merah di sekitar tubuh. Penatalaksanaan Kasus : A. IPV. serta makanan selingan kaya gizi 2 kali sehari diantara waktu makan (biscuit. sayur. berat badan 10 kg dan panjang 75 cm. Anak tidak batuk. dibawa ke Rumah Sakit karena riwayat panas sejak 3 hari yang lalu. kalori yang memadai. Tirah baring di tempat tidur 2. lauk-pauk. Diet makanan cukup cairan. sulit minum dan tidak bisa tidur.BAB III KASUS BERCAK MERAH DI SEKITAR TUBUH Seorang anak perempuan berumur dua belas bulan . sehingga ibu pasien mengalami kepanikan. sedangkan imunisasi campak belum pernah diberikan dan anak belum pernah mendapatkan vitamin A.000 IU untuk reepitelisasi kulit. pilek atau sesak napas. buah. kue). . Non Farmako : 1. dan suhu anak 38. Pada mata tidak tampak adanya kelainan. Pemberian Vitamin A 200.

t. 11 Mei 2011 R/ Paracetamol mg 100 Sacch. pulv. A (10 kg) Umur : 1tahun . Rio Nasution SIP 08711028 Praktek/Rumah : Jl.d. XV S.r. Pro : An.n.f.s.d.d.Penulisan Resep : Dr.p. No. q. Lact. t. pulv I (febris).l. Kaliurang. d.a. Yogyakarta Yogyakarta. m.

PT Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo : Jakarta. 2006. 2008. Ed. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan. IDAI. C.DAFTAR PUSTAKA Alimul. 2008. 2007. http://www. Campak di Indonesia. Pendekatan Diagnosis Demam Disertai Ruam pada Anak.. http://www. .1. 2008. R. Ed. Konsep dan Metode Keperawatan.I.1. Ed.or. Diana.penyakitmenular.com. Penerbit Salemba Medika : Jakarta. Burnett M. A.. 2009. Asuhan Keperawatan pada Anak Sakit.e-emedicine.. http://www. Measles.info.. Depkes. 2011. Penerbit Salemba Medika : Jakarta. Widjaja. Rubeola. Penerbit Salemba Medika : Jakarta. Nursalam. Mencegah dan Mengatasi Demam pada Balita.id.2.idai.

Syaefudin Ali Ahmad FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA 2011 .LAPORAN PENUGASAN MORBILI Disusun oleh : Nama : NIM : Tutor : Rio Syahputra Nasution 08711028 dr.