You are on page 1of 168

EFEKTIVITAS PELAYANAN PUBLIK (Pengaruh Disiplin Dan Iklim Kerja Terhadap Efektivitas Pelayanan Aparat Pemerintah Kelurahan Di Kecamatan

Cilacap Utara Kabupaten Cilacap)

Oleh : RUSWATI F1B001050

Diajukan untuk menyusun skripsi Program Strata Satu (S1) Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK JURUSAN ILMU ADMINISTRASI NEGARA PURWOKERTO 2005

LEMBAR PENGESAHAN

SKRIPSI EFEKTIVITAS PELAYANAN PUBLIK
(Pengaruh Disiplin Dan Iklim Kerja Terhadap Efektivitas Pelayanan Aparat Pemerintah Kelurahan Di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap) Oleh : Ruswati F1B001050 Diterima dan disahkan Purwokerto, Pembimbing 1. Pembimbing I Drs. Andi Antono, M.Si. NIP. 131691611 2. Pembimbing II Drs. Darmanto S.S., M.Kes. NIP. 131657334 3. Penilai Pendamping Drs. M. Imron NIP. 131996098 Mengetahui Dekan FISIP UNSOED Drs. Bambang Kuncoro, M.Si. NIP. 131569011 …………………………. …………………………. …………………………. November 2005

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang tertulis diacu dalam naskah ini disebutkan dalam daftar pustaka. Dengan kata lain semua isi yang ada dalam skripsi ini menjadi tanggung jawab penulis sepenuhnya.

Purwokerto,

November 2005

( Ruswati ) F1B001050

Must ! Barakallahu… I’ll love all of you forever . Bapak and Mama Thanks for the sincerity in praying and supporting me My beloved sister ‘Wary’ thanks for your love and attentions My little sister and brother’Musliah & Agus’ Praying.Presented for My beloved parents. study hard and never stop trying.

sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat. (John Wanamaker) Tak selamanya kegagalan berakhir dengan kesedihan. Keduanya tak akan pernah datang. never giving up and face all the things with smile. maka sekiranya ada kebaikan yang bisa kita tunjukkan terhadap sesama. (William Pen) Jangan menunggu keadaan paling ideal. jangan pula menunggu kesempatan yang paling baik.MOTTO Jadikanlah Allah sebagai penolongmu dengan sabar dan mengerjakan shalat. (My Self) . Ada keajaiban yang akan membuat kita tersenyum. Albaqarah : 45) Kita hidup hanya sekali. biarlah itu kita lakukan sekarang juga dan jangan menundanya sebab kita tidak akan pernah melewati jalan ini lagi untuk yang kedua kalinya. kecuali bagi orang-orang yang khusyu’ (Qs. (Janet Erskine Stuart) Tiada kesalahan atau kegagalan yang lebih buruk selain berhenti dan tidak mencoba lagi. (Emi) Try and try. cause smile will give us The Power.

bimbingan dan petunjuk untuk kesempurnaan skripsi ini.Si. M.Si. Seluruh aparat pemerintah kelurahan yang ada di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap yang telah banyak membantu penulis dalam memperoleh data selama penelitian berlangsung. Bapak Drs. Andi Antono. Bapak Drs. do’a. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggitingginya kepada : 1. Karya ini ditujukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan tugas akhir untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.S. Seluruh staff dan dosen pengajar Jurusan Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNSOED. M. Penulis menyadari bahwa karya ini dapat diselesaikan berkat bantuan dari berbagai pihak. M. Wb. dorongan dan segalanya serta kakak dan adik-adikku tersayang atas dukungannya selama ini. . 4.Si. hidayah dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “EFEKTIVITAS PELAYANAN PUBLIK (Pengaruh Disiplin Dan Iklim Kerja Terhadap Efektivitas Pelayanan Aparat Pemerintah Kelurahan Di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap)”.. 5. Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat. 6.KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Darmanto S. Bapak Drs. 7. Bapak Drs. 3. selaku pembimbing utama yang telah memberikan bimbingan dan petunjuk dalam penulisan skripsi ini. M. Imron selaku penilai pendamping yang telah memberikan saran. selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNSOED. Bambang Kuncoro. selaku pembimbing dua yang telah menyumbangkan tenaga dan pikirannya dalam penyusunan skripsi ini. Bapak dan Mama tersayang yang telah tulus ikhlas memberikan kasih sayang. 2.

Lusi. Purwokerto. Semua pihak yang telah membantu baik materiil maupun spirituil sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat di kemudian hari. Lisna. Teman-teman AN 2001 terimakasih atas kebersamaannya selama ini. semoga harapan dan cita-cita kita tercapai. Wb. Qiah. Akhir kata penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Tamah. November 2005 Penulis . Thanks for this beautiful friendship. Hany. Keep it forever ! 9. Ria. Imung. Peni. 10. terimakasih atas perhatian dan dukungannya. Emi. Mega dan Iis. atas pesahabatan dan rasa kekeluargaan yang indah selama ini. Teman-teman kost di “Wisma An Najah” Neta. oleh karena itu penulis mengharap masukan dan kritikan yang sifatnya membangun. Astri. Vita. Bambang. Upi. Siti Diah. Mas Jay. Erni. Wassalamu’alaikum Wr.8.

Mas Momo. do’a. Jangan lupa belajar dan terus berdo’a. Tiru yang baik dari kaka. Desi. nasihat. Thanks for your attentions. My Best Friend Ika&Fitri terimakasih atas perhatian. Peni. Imung. Erni. Ika.. Mas Wiwit. Nabi besar Muhammad SAW sebagai panutan hidup Ana di dunia. Q-yah terimakasih untuk semua bantuan dan support kalian. Astri. hany. Diah. tamah. semangat. Yuli. atas persahabatan dan rasa kekeluargaan yang indah . Mas Tanjung. terimakasih sudah bersama-sama selama ini. Bapak dan Mama yang telah tulus ikhlas memberikan kasih sayang. Ria. Samsiyah. Mi’ing. rina. mega dan iis. dan buang yang jelek dari kaka. Dewi. Somad. Ahmad. Mas Jay. dorongan dan segalanya. Probo.THANKS TO…… Sujud syukurku pada Allah SWT atas segala anugerah. semoga harapan dan cita-cita kita tercapai dan teman-teman AN 2001 atas kebersamaannya selama ini. Resi. Siti. dan persahabatan yang manis ini semoga kita selalu bersama selamanya. lusi. Teman seperjuanganku Lisna. vita. Aku Bangga pada kalian. Kompak Selalu!! Teman-teman kost di “Wisma An Najah” mbak neta. Evi. dan aku berjanji tidak akan mengecewakan kalian dan akan membuat kalian bahagia! Mbak Wary…My Best sister…thanks for everything you’ve gived to me…I’ll do the best! Buat adik-adikku tersayang De’ Mus dan De’ Agus terimakasih sudah menjadi adik yang manis dan baik. Bambang. sumini. cinta dan kasih sayang yang telah diberikan sehingga Ana bisa melewati satu langkah dalam perjalanan hidup yang panjang ini. Upi.

Keep it forever ! Teman-Teman Kenanga Crew terimakasih atas kerjasama. persahabatan. Thanks for this beautiful friendship. mas burhan. mas mul. kekompakan. Untuk masa depanku…Sekarang aku bekerja keras dan terus berjuang untukmu… Terakhir kuingin mengucapkan banyak terimakasih untuk orang-orang yang telah menyakitiku dan membuatku sedih…karena kalianlah sekarang aku menjadi lebih kuat dan menjadi lebih baik. mbak liany. keceriaan. dan teman-teman yang lain terimakasih atas persahabatan. Barakallahu… . mbak ika. pengertian dan pertolongannya selama ini. kebahagiaan dan semangat yang kalian berikan untukku…Kehadiran kalian memberikan warna dalam hidupku.selama ini. Semoga kita selalu bersahabat selamanya. My Friends on cyber especially niceguy community.

Mereka menuntut pelayanan yang efektif dalam berbagai hal. Penelitian ini dilakukan di lima kelurahan yang ada di Kecamatan Cilacap Utara dengan sasaran penelitiannya adalah seulurh pegawai pada lima kelurahan tersebut.627 artinya pengaruh disiplin kerja (X1) dan iklim kerja (X2) terhadap efektivitas pelayanan (Y) sebesar 54.540.518. antara variabel disiplin kerja (X1) dan variabel iklim kerja (X2) dengan variabel efektivitas pelayanan (Y) sebesar 0. di semua tingkat pemerintahan dari pusat sampai kelurahan mendapatkan tuntutan yang sama dari publik yaitu pelayanan yang efektif. Pengujian hipotesis dianalisis dengan menggunakan teknik korelasi kendall tau dan regresi ordinal. . Ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi efektivitas pelayanan suatu organisasi.627 dan sisanya sebesar 45. koefisien korelasi kendall antara variabel disiplin kerja (X1) dengan variabel efektivitas pelayanan (Y) sebesar 0. iklim kerja dan efektivitas pelayanan. diantaranya disiplin kerja dan iklim kerja aparat. Hubungan-hubungan ini bersifat signifikan dan positif. Hasil-hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis yang dikemukakan dalam penelitian ini dapat diterima.RINGKASAN Pada saat ini pemerintah banyak mendapat sorotan publik terutama dalam hal pelayanan. Penentuan sampel menggunakan teknik Total Sampling dengan asumsi menggunakan teknik total sampel maka sampel akan representatif.373 dipengaruhi oleh variabel lain.779. antara variabel iklim kerja (X2) dengan variabel efektivitas pelayanan (Y) sebesar 0. Masyarakat Indonesia semakin kritis dan menginginkan pelayanan yang maksimal dari pemerintah. Metode yang digunakan adalah kuantitatif sehingga data-data yang ditampilkan berupa angka-angka. Untuk validitas data digunakan validitas konstruksi dan reliabilitas data menggunakan internal consistency dengan teknik belah dua (split half) dari Spearman brown. Jumlah responden sebanyak 82 pegawai. Tidak hanya di pusat pemerintahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh disiplin kerja dan iklim kerja terhadap efektivitas pelayanan aparat kelurahan di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap. Dari hasil perhitungan regresi ordinal didapatkan nilai beta (b) sebesar 54. Kata kunci : disiplin kerja. Berdasarkan hasil perhitungan secara statistik.

779. They demanded the effective service in various matters. in all the levels of the government from the center until the district got the same demand from public that is the effective service.518. such as dicipline and climate of the work from officials.627 meaning that the influence dicipline of work variable (X1) and climate of work variable (X2) toward the effectiveness of the service variable (Y) as big as 54. This research aimed to know the influence dicipline and climate of work towards the service effectiveness of district officials in the North Cilacap Subdistrict in the Cilacap Regency. the correlation coefficient kendall between dicipline of work (X1) with the effectiveness of service (Y) variabel is 0. Not only in the center of the government. The method was used quantitative so the datas that was put forward took the form of figures.540. Based on the results statistically.SUMMARY At the moment the government often received the attention of public especially in the matter of service. This research done in five districts in the Cilacap Subdistrict North. The Indonesian community increasingly critical and wanted the maximal service from the government. The key word : discipline of work.373 was influenced by the other variable. These relations were significant and positive. between the climate of work (X2) with the effectiveness of service (Y) variable is 0. . The number of respondents totalling 82 officials. For the validity of the data was used by the validity of the construction and reliabilitas the data used internal consistency technically the crack two (split half) from Spearman Brown. The determination of sample made use the Total Sampling technique with the assumption that sample will be representative. with target was all the officials of five districts. The testing of the hypothesis was analysed by use kendall tau correlation and ordinal regression technique. From these results the conclusion is the hypothesis that was raised in this research could be accepted. between the dicipline (X1) and climate of work (X2) variable with the effectiveness of service variable (Y) is 0.627 and the rest of them as big as 45. From results of ordinal regression was obtained beta (b) as big as 54. There were many factors that could influence the service effectiveness in an organization. climate of work and effectiveness of service.

...… D. PERSEMBAHAN …………………………………………………………. B... BAB I PENDAHULUAN A.DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ………………………………………………………… i LEMBAR PENGESAHAN ……………………………………………….. C. SUMMARY ………………………………………………………………… DAFTAR ISI ……………………………………………………………….… BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1 12 12 12 13 ii iii iv v vi viii ix x xiii xv xvi . Pembatasan Masalah ………………………………………………. DAFTAR GAMBAR ……………………………………………………….. Latar Belakang Masalah …………………………………………….… PERNYATAAN …………………………………………………………….. Tujuan Penelitian ………………………. KATA PENGANTAR ……………………………………………………... MOTTO ……………………………………………………………………...… E.… RINGKASAN ………………………………………………………………. DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………………………. Perumusan Masalah …………………………………………………. DAFTAR TABEL …………………………………………………………..………………………….. Kegunaan Penelitian ………………………………………………...

Hipotesis……..... Metode Penelitian……. Variabel-Variabel Yang Digunakan ………. Hipotesis Model Geometrikal ...... 5... Lokasi Penelitian ……………………………………………..... C.. B..…………………………….………………. 2.……....…….…….……... Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Efektivitas Pelayanan Aparat...... 1....……... Pengaruh Iklim Kerja Dalam Kelurahan Terhadap Efektivitas Pelayanan Aparat Kelurahan …………………………………….……... 3. 1. Iklim Kerja Organisasi …………………. 2. Definisi Operasional ……………………………………………… 3.…….....………………………. Definisi Konsep Dan Definisi Operasional……..….……………………………………………. Matriks Definisi Operasional Variabel Penelitian……...……... Efektivitas Pelayanan Aparat ….... Disiplin Kerja Aparat …………………………………….. Konsep Teori …………………………………………………….… 14 14 15 18 22 25 29 31 33 34 34 35 35 35 36 38 42 42 42 42 42 .. 4....……...……...……. Hipotesis Model Verbal ………………………………………….... Pengaruh Bersama Antara Disiplin Dan Iklim Kerja Terhadap Efektivitas Pelayanan Aparat Kelurahan ……………………….……. 6..…….. 8...…….. 2. Pelayanan Publik …. 4.. 3. 1..……. Definisi Konsep …………………………………………………..….……..…….……………………………….A...……. Landasan Teoritik……...…….……….. BAB III METODE PENELITIAN DAN ANALISIS A....……..……. 2... Sasaran Penelitian ……………………………………………... 1. 7..……. Metode Penelitian ……………………………………………...….…….……..

…….... Deskripsi Variabel Disiplin Kerja (X1)………………………. Uji Validitas….……. Penafsiran Variabel Berdasarkan Nilai Mean………………. Pengukuran Variabel ………………………………………….…….. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A..……. Karakteristik Responden………………………………………. 2.……. Uji Validitas dan Reliabilitas……...…….... Teknik Pengambilan Sampel ………………………………. Deskripsi Variabel Iklim Kerja (X2)………………………….. 2.………………………………………………. 45 8....……...…….…….. Model Analisis Yang Digunakan ……………………………...…….……... 43 44 7...... 4.. Metode Analisis…….. Deskripsi Variabel Penelitian…….......…….……. 1.……. 3..... Uji Reliabilitas………………………………………………... Keadaan Kelurahan di Kecamatan Cilacap Utara……………..……………………………………………..……. Struktur Organisasi dan Rinciann Tugas Pokok Pemerintah Kelurahan……......……………………………..……... Tabulasi Silang….……. 69 74 76 77 80 82 82 83 84 85 85 86 56 56 45 48 48 49 ..…….……..……. Deskripsi Lokasi Penelitian…….……………..... Deskripsi Variabel Efektivitas Pelayanan (Y)….…........……...…….…….……..…….……. 3.5..... C.. Pengujian Hipotesis…….. D....… 1..…….…….. 2..... 1..…….. B.. Validitas dan Reliabilitas Data ………………………………. Sumber Data ………………………………………………….. B. 1.. Metode Pengumpulan Data ……....……...… 6.…….…….. 1.. 2.…….

DAFTAR PUSTAKA 107 108 LAMPIRAN . Pembahasan …………………………………………………………. B...……......…….... Kesimpulan………………………………………………………….... 90 97 98 100 E.……. Korelasi Kendall Tau………………………………………… 3. Implikasi…………………………………………………………….2.. Koefisien Konkordasi Kendall (W)…………………………. Regresi Ordinal………………………………………………. 101 BAB V KESIMPULAN DAN IMPLIKASI A. 4.…..…….. 5..…….. Korelasi Parsial…….

... Tabel 4.. Tabel 6.. 60 59 58 50 ... Pedoman untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi…….. Jumlah Penduduk di Kelurahan Gumilir Berdasarkan Usia Tenaga Kerja………………………………………………………. Jumlah Penduduk di Kelurahan Gumilir Berdasarkan Usia Pendidikan…………………………………………………………. Jumlah Aparat Pemerintah Kelurahan di Kecamatan Cilacap Utara Berdasarkan Keadaan Data Bulan Januari-Juni 2004 ... Jenis-Jenis Pelayanan yang Diberikan Kelurahan Kepada Masyarakat…………………………………………………………... Tabel 10.....DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1.... Matriks Definisi Operasional Variabel Penelitian…………………. 8 39 7 7 Tabel 5.. Jumlah Penduduk di Kecamatan Cilacap Utara Berdasarkan Keadaan Data Bulan Desember 2004………………………………. Komposisi Penduduk Kelurahan Gumilir Berdasarkan Mata Pencaharian………………………………………………………… Tabel 9... Tabel 2.. Tabel 3...... 57 Tabel 8.. Jumlah Penduduk di Kelurahan Karang Talun Berdasarkan Usia Tenaga Kerja………………………………………………………... 57 Tabel 7.. Jumlah Penduduk di Kelurahan Karang Talun Berdasarkan Usia Pendidikan…………………………………………………….

.. Tabel 15. Tabel 23. Komposisi Penduduk Kelurahan Tritih Kulon Berdasarkan Mata Pencaharian……………………………………………………….. Jumlah Penduduk di Kelurahan Tritih Kulon Berdasarkan Usia Tenaga Kerja………………………………………………………. Jumlah Penduduk di Kelurahan Kebonmanis Berdasarkan Usia Pendidikan…………………………………………………………. Jumlah Penduduk di Kelurahan Mertasinga Berdasarkan Usia Tenaga Kerja………………………………………………………. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin……………. 62 Tabel 13. Tabel 22. Jumlah Penduduk di Kelurahan Kebonmanis Berdasarkan Usia Tenaga Kerja………………………………………………………. Tabel 19. Komposisi Penduduk Kelurahan Kebonmanis Berdasarkan Mata Pencaharian…………………………………………………. Tabel 12. Tabel 20.. Tabel 14.. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia………………………. Komposisi Penduduk Kelurahan Mertasinga Berdasarkan Mata Pencaharian………………………………………………………… Tabel 18. Tabel 16.. Tabel 21.Tabel 11. Komposisi Penduduk Kelurahan Karang Talun Berdasarkan Mata Pencaharian…………………………………………………. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan………. Jumlah Penduduk di Kelurahan Mertasinga Berdasarkan Usia Pendidikan…………………………………………………………. Jumlah Penduduk di Kelurahan Tritih Kulon Berdasarkan Usia Pendidikan…………………………………………………………. 69 74 75 76 68 68 66 65 65 63 63 61 .. Tabel 17.

.... Tabel 26... 88 90 99 86 Tabel 35.. Hasil Perhitungan Koefisien Konkordansi Kendall (W)…………… .... Distribusi Frekuensi Variabel Efektivitas Pelayanan …………….. Hasil Pengujian Validitas Disiplin Kerja…………………………. Tabel 30.. Hasil Pengujian Validitas Efektivitas Pelayanan…………………....... Tabel 33. Tabel 28.. Analisis Hasil Tabulasi Silang antara Variabel Disiplin Kerja (X1) dengan Variabel Efektivitas Pelayanan (Y)………………………. Hasil Pengujian Validitas Iklim Kerja……………………………. Tabel 29... Distribusi Frekuensi Variabel Disiplin Kerja ……………………. Penafsiran Variabel Berdasarkan Nilai Mean ……………………. Tabel 27.Tabel 24.. Distribusi Frekuensi Variabel Iklim Kerja ………………………… Tabel 31..... Tabel 25.. Tabel 34. Hasil Perhitungan Kendall c……………………………………. 77 78 79 81 82 83 84 85 Tabel 32. Analisis Hasil Tabulasi Silang antara Variabel Iklim Kerja (X2) dengan Variabel Efektivitas Pelayanan (Y)………………………... Rangkuman Hasil Pengujian Reliabilitas………………………….

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1. Hipotesis Model Geometrikal……………………………………... Gambar 2. Bagan Struktur Organisasi Pemerintahan Kelurahan………………

35 71

Gambar 3. Pengujian Hipotesis Model Geometrikal………………………….. 106

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Kuesioner Penelitian Lampiran 2. Input Data Penelitian Lampiran 3. Peruntukan dan Penggunaan Tanah di Lima Kelurahan di Kecamatan Kabupaten Cilacap Lampiran 4. Hasil Pengujian Validitas dan Reliabilitas Variabel Disiplin Kerja Lampiran 5. Hasil Pengujian Validitas dan Reliabilitas Variabel Iklim Kerja Lampiran 6. Hasil Pengujian Validitas dan Reliabilitas Variabel Pelayanan Publik Lampiran 7. Distribusi Frekuensi Variabel Penelitian Lampiran 8. Tabulasi Silang Variabel Penelitian dilanjutkan Analisis Kendall tc Lampiran 9. Hasil Pengujian Korelasi Parsial Lampiran 10. Hasil Pengujian Konkordansi Kendall (W) Lampiran 11. Hasil Pengujian Regresi Ordinal Lampiran 12. Tabel Nilai-nilai r Product Moment Lampiran 13. Tabel Nilai-nilai Chi Kuadrat Lampiran 14. Peta Lokasi Penelitian Lampiran 15. Surat Rekomendasi Penelitian Lampiran 16. Daftar Riwayat Hidup

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tujuan nasional sebagaimana ditegaskan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, diwujudkan melalui pelaksanaan penyelenggaraan negara yang berkedaulatan rakyat dan demokratis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. Pembangunan nasional dilaksanakan dalam segala aspek kehidupan oleh penyelenggara negara yaitu lembaga tertinggi dan lembaga tinggi negara bersama-sama segenap rakyat Indonesia di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia. Pembangunan pada dasarnya merupakan upaya yang dilakukan oleh masyarakat untuk memperbaiki keterbelakangan dan ketertinggalan dalam semua bidang kehidupan menuju suatu keadaan yang lebih baik dari pada keadaan sebelumnya. Tujuan pembangunan nasional bangsa Indonesia yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur baik material maupun spiritual. Pencapaian tujuan nasional di atas dilakukan dengan rangkaian upaya pembangunan berkesinambungan meliputi seluruh kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang dilaksanakan bersama oleh masyarakat dan pemerintah menuju terwujudkan masyarakat adil dan makmur. Masyarakat adalah

dan merata dalam penyelenggaraan tugas negara. . jujur. 15 Mei 2004). membimbing serta menciptakan suasana yang menunjang. juga merupakan abdi masyarakat. abdi negara dan abdi masyarakat yang tugasnya adalah untuk melaksanakan pemerintahan dan tugas pembangunan. Aparat birokrasi memang sangat diharapkan memiliki jiwa pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat (Pikiran Rakyat. Pasal 3 ayat 1 ditegaskan bahwa : Pegawai Negeri berkedudukan sebagai unsur aparatur negara yang bertugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional. pemerintahan. adil. Pendapat serupa juga dilontarkan oleh Deddy Mulyadi bahwa : Pegawai negeri sebagai aparat birokrasi selain sebagai aparatur negara dan abdi negara. Widjaja menyebutkan bahwa Pegawai Negeri Sipil bukan hanya unsur aparatur pemerintah. Dalam rangka pencapaian tujuan nasional dan tujuan pembangunan nasional tersebut diperlukan peran serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai unsur aparatur negara. Sehingga kepada kepentingan masyarakatlah aparat birokrasi harus mengabdikan diri. Keberhasilan pembangunan nasional tidak lepas dari peran dan fungsi organisasi pemerintah yang mengemban tugas-tugas pemerintah karena keberhasilan organisasi pemerintah dalam mencapai tujuan sangat mendukung tercapainya tujuan pembangunan nasional. melainkan juga abdi negara dan abdi masyarakat yang pada dasarnya adalah pelayan masyarakat. dan pembangunan. Dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian. pada Bab II.pelaku utama pembangunan dan pemerintah berkewajiban untuk mengarahkan.

akan tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat.Dengan demikian output dari pelaksanaan tugas adalah berupa jasa pelayanan kepada masyarakat sehingga pelayanan dikatakan efektif apabila aparat berhasil dalam melaksanakan tugasnya. Tugas pemerintah tidak hanya mengatur saja. Fungsi pelayanan selama ini belum mendapat perhatian dari para aparat birokrasi kita sebab fungsi mengaturnya lebih dominan dibandingkan porsi pelayanannya. Dalam penjelasan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian dinyatakan bahwa kelancaran menyelenggarakan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan nasional. Aparat kelurahan sebagai bagian dari pegawai negeri dituntut untuk dapat menjadi motor penggerak pembangunan karena aparat kelurahan bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga akan lebih memahami keadaan dan kondisi masyarakat. . Deddy Mulyadi menjelaskan bahwa aparat birokrasi merasa ada dalam posisi penguasa yang lebih menempatkan diri sebagai pengarah daripada pamong. dan kesempurnaan aparatur negara tergantung dari kesempurnaan pegawai negeri. Dari penjelasan tersebut dapat dikatakan bahwa kesempurnaan birokrasi tergantung dari kesempurnaan aparatur negara sehingga kualitas birokrasi kita tercermin dari kualitas aparatur negara. Dari penjelasan tersebut kita dapat melihat bahwa kedudukan dan peranan pegawai negeri sangat penting dan menentukan keberhasilan pembangunan nasional. Dengan kata lain keberhasilan tugas pemerintah dalam pembangunan nasional banyak tergantung pada kerja dan kemampuan pegawai negeri. terutama tergantung dari kesempurnaan aparatur negara.

kondisi birokrasi di Indonesia terkenal sangat buruk seperti inefisiensi. penyalahgunaan wewenang. Sejak masa orde baru sampai saat ini. Birokrasi pemerintah menempati posisi yang penting dalam pelaksanaan pembangunan karena merupakan salah satu instrumen penting yang akan menopang dan memperlancar usaha-usaha pembangunan. 7 Agustus 2004). Hal ini dibuktikan dengan adanya tuntutan dan keluhan masyarakat terhadap pelayanan jasa yang dinilai kurang memuaskan (Deddy Mulyadi. Seperti disebutkan dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Deddy Mulyadi bahwa : . sementara masyarakat selalu menuntut efektivitas pelayanan dari pemerintah. Karena pelayanan yang efektif akan memperlancar jalannya proses pembangunan. Untuk mewujudkan birokrasi pemerintahan yang netral kenyataannya masih menghadapi banyak rintangan. Berhasilnya pembangunan ini memerlukan sistem dan aparatur pelaksana yang mampu tanggap dan kreatif serta pengelolaan yang sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen modern dalam sikap perilaku dan kemampuan teknisnya termasuk di dalamnya adalah memberikan pelayanan yang efektif kepada masyarakat.oleh karena itu timbul kecenderungan untuk melihat warga masyarakat sebagai objek pasif dalam pelayanan publik (Pikiran Rakyat. 15 Mei 2004). Pikiran Rakyat. Dengan alasan itulah penulis mengambil efektivitas pelayanan sebagai variabel yang diteliti. Birokrasi dalam hal ini pemerintah menjadi kurang mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat. kolusi. Masyarakat semakin jauh dari harapan memperoleh pelayanan sesuai hak yang dimiliki sebagai warga negara. korupsi dan nepotisme.

Kelurahan dipimpin oleh seorang lurah yang dalam pelaksanaan tugas pokoknya memperoleh pelimpahan dari Bupati/Walikota. efektif dan efisien.Kebijakan untuk mewujudkan birokrasi yang netral dalam penyelenggaraan administrasi dan pemerintahan negara. cekatan. 15 Mei 2004). dalam arti proporsional dengan kepentingan. Aparat kelurahan harus mampu melaksanakan fungsi utamanya yaitu memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik. yaitu birokrasi yang berorientasi kepada penciptaan keseimbangan antara kekuasaan (power) yang dimiliki dengan tanggung jawab (accountability) yang mesti diberikan kepada masyarakat yang dilayani (Pikiran Rakyat. Padahal di tengah rintangan itu. Aparat kelurahan sebagai birokrat di tingkat kelurahan dituntut untuk mampu menangani kendala-kendala yang dihadapi dalam usaha-usaha pembangunan yang digalakkan pemerintah. Kemudian. ternyata dalam praktiknya memang banyak menghadapi rintangan. Dalam Peraturan Daerah Kabupaten Cilacap Nomor 61 Tahun 2003 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Kelurahan disebutkan bahwa Susunan Organisasi Pemerintahan Kelurahan terdiri dari : . Dijelaskan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah. Penjelasan tersebut di atas memberikan pengertian bahwa pemerintah kelurahan adalah organisasi pemerintahan yang berada di wilayah kecamatan. dalam ayat 2 dijelaskan bahwa kelurahan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dipimpin oleh lurah yang dalam pelaksanaan tugasnya memperoleh pelimpahan dari Bupati/Walikota. pasal 127 ayat 1 bahwa kelurahan dibentuk dalam wilayah kecamatan dengan Peraturan Daerah berpedoman pada Peraturan Pemerintah. masyarakat sangat merindukan pelayanan publik yang baik.

sekretaris kelurahan dibantu oleh beberapa orang staf. b.seksi sosial ekonomi . Akan tetapi perbandingan jumlah aparat yang tidak seimbang dengan jumlah penduduk yang harus dilayani akan menimbulkan persoalan apabila kerja aparat lamban dan tidak efisien dalam pelayanannya.seksi pemerintahan . Aparat .seksi ketentraman ketertiban d. c. Kepala Lingkungan Sekretaris kelurahan dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Lurah. Kepala Lingkungan merupakan jabatan non struktural yang mempunyai tugas pokok membantu pelaksanaan tugas-tugas operasional Lurah dalam wilayah kerjanya. Oleh karena itu birokrat di tingkat kelurahan ini dituntut untuk dapat memberikan kontribusi yang maksimal. Lurah Sekretaris Kelurahan Kepala Seksi Membawahi : .seksi pembangunan . jumlah penduduk dibandingkan dengan jumlah aparat kelurahan sangat tidak seimbang. Lurah dan aparat-aparat di pemerintah kelurahan memiliki tugas pokok dan fungsi yang berat dan kompleks. Demikian juga yang terjadi di wilayah Kecamatan Cilacap Utara.a.

Nama Kelurahan Gumilir Karang Talun Kebonmanis Mertasinga Tritih Kulon Jumlah Jumlah Penduduk 13. 5.747 63. 2. 3. Jumlah Aparat Pemerintah Kelurahan di Kecamatan Cilacap Utara Berdasarkan Keadaan Data Bulan Januari – Juni 2004 No. 3.917 14.kelurahan yang jumlahnya terbatas harus melayani penduduk yang jumlahnya ribuan. Jumlah Penduduk di Kecamatan Cilacap Utara Berdasarkan Keadaan Data Bulan Desember 2004 No.241 15. Nama Kelurahan Gumilir Karang Talun Kebonmanis Mertasinga Tritih Kulon Jumlah Aparat 13 13 17 14 25 82 Sumber : Data Monografi Desa dan Kelurahan di Kecamatan Cilacap Utara Bulan Januari – Juni 2004 Tabel 1 memperlihatkan jumlah aparat pemerintah kelurahan dalam wilayah Kecamatan Cilacap Utara secara keseluruhan adalah berjumlah 82 orang. 1. Jumlah penduduk di Kecamatan Cilacap Utara yang tersebar di lima kelurahan dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 2.083 9. 4. 5. 2. Jumlah aparat kelurahan di Kecamatan Cilacap Utara dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 1.570 10. Oleh karena itulah perlu adanya efisiensi dalam pelayanannya. 4.558 Sumber : Laporan Kependudukan di Kecamatan Cilacap Utara Bulan Desember 2004 . Jumlah ini tidak seimbang dengan jumlah penduduk yang harus dilayani. 1.

6. mengatakan bahwa pada saat beliau datang ke kantor . kelurahan juga sering menangani surat-surat perijinan pendirian bangunan. Jenis-jenis pelayanan yang diberikan aparat kelurahan kepada masyarakat antara lain dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 3. 1. 3. 2. yang semuanya itu menuntut pelayanan yang efektif agar masyarakat yang dilayani merasa puas. Jenis Pelayanan Pengantar pembuatan KTP Pengantar pembuatan akte kelahiran Pengantar pembuatan SKKB Kependudukan (nikah. Jenis-Jenis Pelayanan yang Diberikan Kelurahan Kepada Masyarakat No. juga disebabkan oleh banyaknya jenis pelayanan yang diberikan kelurahan kepada masyarakat. mati) Pelayanan pembayaran PBB Pelayanan pembayaran listrik Sumber : Kantor Kecamatan Cilacap Utara Jenis-jenis pelayanan tersebut hanya sebagian dari banyaknya pelayanan yang diberikan kelurahan kepada masyarakat. Bapak Sungkowo (nama samaran) salah seorang warga di salah satu kelurahan ada di Kecamatan Cilacap Utara. Kelurahan bertugas mendistribusikan beras kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. surat-surat keterangan tidak mampu masyarakat yang membutuhkan untuk keringanan pengobatan. karena sering ada program-program pemerintah yang biasanya diberikan kewenangan kepada kelurahan untuk menanganinya. keringanan biaya pendidikan. Selain itu. lahir. seperti misalnya program bantuan untuk masyarakat miskin. 4.Efisiensi dalam memberikan pelayanan selain disebabkan oleh jumlah aparat yang tidak seimbang dengan jumlah penduduk yang harus dilayani. cerai. 5.

Aparat juga sering datang terlambat. tugas saya kan hanya bersih-bersih disini”. Penulis juga memperoleh keluhan dari bapak Kisnaji (nama samaran) salah seorang warga yang tidak puas atas pelayanan yang diberikan aparat kelurahan pada saat beliau datang ke kantor untuk meminta surat pengantar pembuatan KTP. malah saya dimarahi suruh bersabar. saya memang dilayani. tidak sesuai dengan jam kerja. tapi kenapa tidak ada orang yang diberi wewenang untuk mengurus surat pengantar tersebut. beliau mengatakan : “Saya kan mau buat KTP untuk anak saya yang baru datang dari luar kota. ternyata disuruh datang lagi esok hari. sebab pak lurah lagi tidak ada di tempat. pada waktu saya tegur supaya cepat-cepat karena saya sedang tergesa-gesa.00 mereka berangkatnya sekitar setengah delapan sampai jam delapan. sekarang jam kerjanya jadi jam 07.30 mereka tetap sama berangkatnya sampai jam delapanan.kelurahan untuk meminta surat keterangan kelakuan baik. saya tidak punya hak apaapa untuk melayani mereka. tapi mereka belum pada datang. ini jadi membuat tidak efektif pelayanannya. saya jadi yang tidak enak sendiri sama warga. mana perilaku petugasnya tidak menyenangkan”. Beliau mengatakan : “Pada saat saya minta surat pengantar. Dari hasil wawancara terhadap beberapa warga yang membutuhkan pelayanan dari aparat kelurahan ternyata masih banyak keluhan yang muncul dari masyarakat seperti adanya . mengatakan : “Dulu jam kerja itu jam 07. pada waktu saya datang ke kantor untuk minta surat pengantar. mereka sambil ngobrol sendiri dengan petugas yang lain. Padahal sering jam tujuh itu sudah ada warga yang membutuhkan pelayanan dari aparat. Ada salah seorang penjaga di salah satu kantor kelurahan tempat penulis melakukan observasi. tapi wajah mereka sangat tidak menyenangkan dan sangat lambat dalam mengerjakannya. Saya jadi malas untuk pergi ke kantor itu lagi”. Selain itu. aparat yang melayaninya sangat lamban dan berbelit-belit. Saya maklum mungkin beliau lagi ada rapat di kecamatan.

Dari penjelasan di atas. Selain itu. dalam hal ini adalah melayani keperluan yang dibutuhkan oleh warga masyarakat. Lain halnya dengan Sondang P. dapat dikatakan bahwa pelayanan publik akan dapat terlaksana dengan baik dan memuaskan apabila didukung oleh beberapa faktor.pegawai yang sering datang terlambat dan pelayanan yang kurang adil yang menyebabkan keterlambatan penyelesaian pekerjaan. melainkan suatu proses atau kegiatan untuk mencapai sasaran tertentu yang telah ditetapkan. Hasibuan mengatakan bahwa efektivitas juga dapat diukur dari motivasi pegawai dalam melaksanakan pekerjaanya. Merujuk pada kenyataan tersebut. Pelayanan publik bukanlah suatu sasaran. Siagian yang menerangkan bahwa efektivitas dapat diukur dari tingkat disiplin pegawai. apakah pegawai dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu atau tidak. Pelayanan kelurahan tergolong dalam jenis pelayanan publik karena adanya kepentingan umum dalam masyarakat yang dilayani kelurahan. Lain halnya dengan Thoha yang menjelaskan . Manullang menambahi bahwa efektivitas dapat juga diukur melalui koordinasi yang baik dan tingkat prestasi pegawainya. Kemudian. perspektif sistematika dan tekanan pada segi perilaku manusia dalam susunan organisasi. Sebagai suatu proses. pelayanan berlangsung secara rutin dan berkesinambungan. Steers juga mengemukakan bahwa pada dasarnya cara yang terbaik untuk meneliti efektivitas ialah dengan memperhatikan secara serempak tiga buah konsep yang saling berhubungan yaitu optimasi tujuan. Ada berbagai macam faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas pelayanan. seperti yang dikemukakan oleh Weber dan Moenir bahwa efektivitas pelayanan dari birokrasi pemerintah dapat dipengaruhi oleh kepuasan masyarakat yang dilayani dan juga tingkat kedisiplinan pegawai dengan mentaati peraturan dan prosedur yang ada sehingga tujuan organisasi dapat tercapai. dapat dirumuskan masalah bahwa pelayanan yang diberikan oleh aparat kelurahan belum “efektif”. bagaimana cara pegawai mengintepretasikan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya. meliputi seluruh kehidupan dalam masyarakat. Sasaran yang dimaksudkan dalam lingkup pemerintahan adalah sasaran pembangunan. Kepentingan umum yang ada di masyarakat merupakan sasaran utama dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

kinerja. Sedangkan Kotler berpendapat bahwa efektivitas suatu organisasi dapat dipengaruhi oleh iklim kerja. penulis membatasi faktor yang mempengaruhi efektivitas pelayanan pada disiplin kerja pegawai kelurahan pada saat melayani masyarakat dan iklim kerja yang ada di kelurahan yang bersangkutan. motivasi. Apakah ada pengaruh yang signifikan antara disiplin kerja dengan efektivitas pelayanan aparat kelurahan di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap ? . Bagaimana kedisiplinan mereka terhadap pekerjaan yang mereka kerjakan sehingga dapat memuaskan masyarakat yang dilayani. Bagaimana suasana iklim organisasi yang dapat menunjang efektivitas pelayanan terhadap masyarakat. manajemen dan perilaku aparat dalam bekerja serta iklim kerja yang ada dalam organisasi tempat aparat bekerja. manajemen. Dalam penelitian ini. lingkungan dan kinerja organisasi tersebut. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : 1. disiplin. B. pemasaran. seperti perbedaan dalam mengintepretasikan tugastugas yang harus dilaksanakan. kita dapat mengetahui bahwa tercapainya efektivitas pelayanan yang diberikan kelurahan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor.bahwa efektivitas suatu organisasi juga dipengaruhi oleh perilaku-perilaku pegawai yang ada dalam organisasi tersebut. Dari beberapa teori yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh di atas.

3. Untuk mengetahui pengaruh antara iklim kerja dengan efektivitas pelayanan aparat kelurahan di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap. 2. penulis membatasi faktor yang mempengaruhi efektivitas pelayanan pada disiplin kerja pegawai kelurahan pada saat melayani masyarakat dan iklim kerja yang ada di kelurahan yang bersangkutan. Apakah ada pengaruh yang signifikan antara disiplin kerja dan iklim kerja terhadap efektifitas pelayanan aparat kelurahan di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap ? C. Untuk mengetahui pengaruh antara disiplin kerja dan iklim kerja dengan efektivitas pelayanan aparat kelurahan di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap. Apakah ada pengaruh yang signifikan antara iklim kerja dengan efektivitas pelayanan aparat kelurahan di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap ? 3. Tujuan Penelitian 1. D. Untuk mengetahui pengaruh antara disiplin kerja dengan efektivitas pelayanan aparat kelurahan di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap.2. . Pembatasan Masalah Dalam penelitian ini.

2. =============================================================== ====== BAB II . Kegunaan Penelitian 1. khususnya bagi pemerintah kelurahan yang bersangkutan dalam meningkatkan efektivitas pelayanan publik.E. Kegunaan Teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperoleh cakrawala dan wawasan pengetahuan yang lebih mendalam tentang efektifitas pelayanan publik sehingga dapat memberikan sumbangan bagi pengembangan teori ilmu-ilmu sosial khususnya Ilmu Administrasi Negara. Kegunaan Praktis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pemerintah daerah setempat.

serta sebagai dasar untuk memberi jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang diajukan (hipotesis) (Sugiyono. Namun sebelum membahas variabel-variabel tersebut terlebih dahulu akan dijelaskan pengertian landasan teori dan teori itu sendiri. Menurut definisi ini. Teori adalah serangkaian asumsi. Konsep Teori Seperti telah dikemukakan dimuka bahwa dalam penelitian ini menyajikan dua variabel bebas yaitu variabel disiplin dan iklim kerja serta variabel efektivitas pelayanan sebagai variabel terikat. Menurut Kerlinger. Dalam melakukan penelitian diperlukan landasan teori yang digunakan sebagai kerangka berfikir untuk menjelaskan fenomena-fenomena sosial yang akan diteliti.TINJAUAN PUSTAKA A. teori mengandung tiga hal : 1. dalam Singarimbun. Landasan Teoritik 1. 1989:37). 3. 2. konstrak. Teori menerangkan fenomena tertentu dengan cara menentukan konsep mana yang berhubungan dengan konsep lainnya dan bagaimana bentuk hubungannya (Kerlinger. Sugiyono mengungkapkan bahwa : Landasan Teori adalah teori-teori yang relevan yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang variabel yang akan diteliti. konsep. 2002:200). Teori menerangkan secara sistematis suatu fenomena sosial dengan cara menentukan hubungan antar konsep. . definisi dan proposisi untuk menerangkan suatu fenomena sosial secara sistematis dengan cara merumuskan hubungan antar konsep. Teori adalah serangkaian proposisi antar konsep-konsep yang saling berhubungan.

Dalam penelitian ini. penulis ingin mencoba membahas mengenai perilaku aparat pemerintah kelurahan dalam pelayanan publik. karena teori dapat memandu peneliti untuk mencoba menerangkan fenomena sosial atau fenomena alami yang menjadi pusat perhatiannya dalam penelitian tersebut. jasa kemudahan yang diberikan sehubungan dengan jual beli barang atau jasa Moenir (2000:26-27) berpendapat bahwa pelayanan adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan landasan faktor material melalui sistem. prosedur dan metode tertentu dalam rangka usaha memenuhi kepentingan orang lain sesuai dengan haknya. Pelayanan Publik Pelayanan yang diberikan kelurahan tergolong dalam jenis pelayanan publik. 2. Pendapat lain menyebutkan bahwa pelayanan adalah suatu perbuatan (deed). sekaligus dapat memperoleh pengetahuan tentang hubungan antar variabel yang mengandung fenomena-fenomena yang berkaitan dengan masalah penelitian. suatu kinerja (performance) atau suatu usaha (effort). jadi menunjukkan . 3.Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa keberadaan sebuah teori dalam penelitian sangat penting. Pelayanan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah : 1. meninjau efektivitas pelayanan yang dilakukan aparat pemerintah kelurahan yang ada di Kecamatan Cilacap Utara dari segi disiplin kerja pegawai dalam melayani masyarakat dan iklim kerja dalam organisasi tempat pegawai bekerja. perihal atau cara melayani servis. 2.

berarti produksi dan konsumsi suatu pelayanan tidak terpisahkan. Dari pengertian di atas terlihat bahwa service atau pelayanan merupakan jasa yang diberikan oleh orang perorangan organisasi swasta maupun instansi pemerintah. berarti bahwa pelayanan pada dasarnya bersifat performance dan hasil pengalaman dan bukannya suatu obyek. Menurut Reading (1986:380). 2001:61) menjelaskan bahwa jasa (service) adalah aktivitas atau manfaat yang ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak menghasilkan kepemilikan apapun. yaitu service. ada tiga karakteristik utama pelayanan jasa yaitu : 1. Kotler (dalam Nasution. Demikian pula performance sering bervariasi dari satu produser ke produser lainnya bahkan dari waktu ke waktu. 2. Kata pelayanan itu sendiri merupakan terjemahan dari istilah asing.secara inheren pentingnya penerima jasa pelayanan terlibat secara aktif di dalam produksi atau penyampaian proses pelayanan itu sendiri (Warella. Menurut Parasuraman et. Pelanggan dengan pelayanan yang sama mungkin memiliki prioritas yang berbeda. dan Haywood Farmer (dalam Warella. Suatu pelayanan akan dapat terlaksana dengan baik dan memuaskan apabila didukung oleh beberapa faktor : 1. Konsekuensinya di dalam industri pelayanan kualitas tidak direkayasa ke dalam produksi di sektor pabrik dan kemudian disampaikan kepada pelanggan. Heterogenity. al. diukur. Thoha (1989:78) menyatakan bahwa pelayanan masyarakat merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang maupun suatu instansi tertentu untuk memberikan bantuan dan kemudahan pada masyarakat dalam rangka mencapai tujuan tertentu. diraba atau ditest sebelum disampaikan untuk menjamin kualitas. Inseparability. Kebanyakan pelayanan tidak dapat dihitung. 1997:18). 1997:17-18). pengertian service adalah pekerjaan yang harus dilakukan seorang pelayan pada tuannya. biasanya selama interaksi antara klien dan penyedia jasa. kesadaran para pejabat pimpinan dan pelaksana adanya aturan yang memadai organisasi dengan mekanisme sistem yang dinamis . 3. tetapi kualitas terjadi selama penyampaian pelayanan. berarti pemakai jasa atau klien atau pelanggan memiliki kebutuhan yang sangat heterogen. Intangibility. Jadi berbeda dengan barang yang dihasilkan oleh suatu pabrik yang dapat ditest kualitasnya sebelum disampaikan kepada pelanggan. 3. 2.

Sedangkan menurut Ensiklopedi Administrasi adalah sejumlah orang (yang tidak mesti berada dalam satu tempat) yang dipersatukan oleh faktor kepentingan yang sama. 2. Dari pengertian di atas tersirat bahwa suatu pelayanan pada dasarnya melibatkan dua pihak yang saling berhubungan yaitu organisasi pemberi pelayanan di satu pihak dan masyarakat sebagai penerima pelayanan di pihak lainnya. misal dalam suatu perusahaan mulai dari penjaga malam sampai dengan presiden direkturnya. 6. adalah merupakan publik intern dari perusahaan tersebut. Publik menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah orang banyak (umum).4. Penggolongan publik dapat dilakukan dalam : 1. maka dapat dikatakan organisasi tersebut telah mampu memberikan pelayanan yang memuaskan pada masyarakat. yang berbeda dengan kelompok orang lain. pendapatan pegawai yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum kemampuan dan keterampilan yang sesuai dengan tugas/pekerjaan yang dipertanggungjawabkan tersedianya sarana pelayanan sesuai dengan jenis dan bentuk tugas/pekerjaan pelayanan (Moenir. instansi atau perusahaan yang mempunyai kepentingan dengan instansi atau perusahaan tadi (Westra dalam Ensiklopedi Administrasi. yakni publik di dalam lingkungan suatu instansi atau perusahaan. 5. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pelayanan publik adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang atau instansi tertentu untuk . 2000:123-124). Publik ekstern. Jika organisasi mampu memberikan pelayanan yang optimal dan memenuhi tuntutan dari masyarakat. Publik intern. yakni publik di luar organisasi. 1989:359).

begantung pada kerangka acuan yang dipakainya.memberikan bantuan dan kemudahan kepada masyarakat atau kelompok yang dilayani dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Pengertian efektivitas dalam suatu organisasi mempunyai arti yang berbeda-beda bagi setiap orang. Efektivitas Pelayanan Aparat Efektivitas berasal dari kata efektif yang berarti terjadinya suatu efek atau akibat yang dikehendaki dalam sesuatu perbuatan (Ensiklopedi Administrasi. maka orang itu dikatakan efektif kalau menimbulkan akibat sebagaimana yang dikehendakinya (Ensiklopedi Administrasi. Pelayanan ini diberikan kepada seluruh masyarakat atau yang berhak mendapatkan pelayanan tanpa terkecuali dengan tidak membedakan satu dengan yang lainnya. Richard M. Kalau seseorang melakukan suatu perbuatan dengan maksud tertentu yang memang dikehendaki. 3. 1989:149). berhasil guna. efektivitas seringkali ditinjau dari sudut kualitas kehidupan pekerja (Steers. Dalam kenyataannya. 1985:1). sulit sekali memperinci apa yang dimaksud dengan konsep efektivitas dalam suatu organisasi. Efektif dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti dapat membawa hasil. Efektivitas adalah suatu keadaan yang mengandung pengertian mengenai terjadinya sesuatu efek atau akibat yang dikehendaki. 1989:147). Sedangkan menurut Handoko (1993:7) efektivitas adalah kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau peralatan yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. . Steers mengemukakan bahwa pada dasarnya cara yang terbaik untuk meneliti efektivitas ialah dengan memperhatikan secara serempak tiga buah konsep yang saling berhubungan yaitu : 1. Bagi sejumlah sarjana ilmu sosial. Paham mengenai optimasi tujuan : efektivitas dinilai menurut ukuran seberapa jauh sebuah organisasi berhasil mencapai tujuan yang layak dicapai.

Berkaitan dengan konsep efektivitas. maka perbuatan itu dikatakan efektif kalau menimbulkan akibat atau mencapai maksud sebagaimana yang dikehendaki. The Liang Gie (1988:34) berpendapat : Efektivitas merupakan keadaan yang mengandung pengertian mengenai terjadinya suatu efek atau akibat yang dikehendaki. Barnard (dalam Gibson. Kalau seseorang melakukan suatu perbuatan dengan maksud tertentu yang dikehendaki. Steers. Manullang (1986:214) berpendapat : Prestasi atau efektivitas organisasi pada dasarnya adalah efektivitas perorangan. 1985:20) berpendapat bahwa konsep efektivitas kadang-kadang disebut sebagai keberhasilan yang biasanya digunakan untuk menunjukkan pencapaian tujuan. Chester I. Definisi lain yang dapat dijadikan acuan ialah menurut Emerson (dalam Handayaningrat. Perspektif sistematika : tujuan mengikuti suatu daur dalam organisasi. Tekanan pada segi perilaku manusia dalam susunan organisasi : bagaimana tingkah laku individu dan kelompok akhirnya dapat menyokong atau menghalangi tercapainya tujuan organisasi (Steers. Jelaslah bila sasaran atau tujuan telah tercapai sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya. Steers. Tingkat pencapaian sasaran itu menunjukkan tingkat efektivitas. atau dengan kata lain bila tiap anggota organisasi secara terkoordinasi . M. hal ini dikatakan efektif. mendefinisikan efektivitas sebagai pencapaian sasaran yang telah disepakati atas usaha bersama. 1985:48) berpendapat bahwa efektivitas sebagai usaha untuk mencapai suatu keuntungan bahwa efektivitas sebagai usaha untuk mencapai suatu keuntungan maksimal bagi organisasi dengan segala cara.2. Siagian (1981:151) berpendapat bahwa efektivitas terkait penyelesaian pekerjaan tepat pada waktu yang telah ditetapkan sebelumnya atau dapat dikatakan apakah pelaksanaan sesuatu tercapai sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya. Georgepoulus dan Tenenbaum (Richard M. 1985:4-7) Orientasi dalam penelitian tentang efektivitas sebagian besar dan sedikit banyak pada akhirnya bertumpu pada pencapaian tujuan. 1994:27). 1985:16) : Efektivitas ialah pengukuran dalam arti tercapainya sasaran atau tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Jadi apabila tujuan atau sasaran tidak sesuai dengan yang telah ditentukan. 3. Katz dan Kahn (Richard M. maka pekerjaan itu dikatakan tidak efektif. Sondang P.

Efektivitas lebih menekankan pada aspek tujuan dari suatu organisasi.melaksanakan tugas dan pekerjaannya masing-masing dengan baik. Kita juga melihat apakah ada keluhan yang datang dari masyarakat tentang pelayanan yang sudah diberikan pegawai atau tidak. Jadi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat harus seefektif mungkin. Dari konsep tersebut. maka dapat dikatakan telah mencapai efektivitas. Moenir (2000:vii) mengatakan bahwa pelayanan adalah kunci keberhasilan dalam berbagai usaha atau kegiatan yang bersifat jasa. efektivitas organisasi secara keseluruhan akan timbul. Maka. Dengan melihat konsep tentang pelayanan publik yang telah diuraikan di atas. Optimasi tujuan. Secara umum pelayanan yang efektif dapat berarti tercapainya tujuan pelayanan yang telah ditetapkan organisasi dan masyarakat merasa puas dengan pelayanan yang didapatnya. perspektif sistematika dan perilaku pegawai dalam organisasi. dapat dikatakan bahwa efektivitas pelayanan aparat adalah tercapainya suatu tujuan yang dilakukan oleh aparat dalam pelayanan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. 1993:9) mengatakan : Bahwa konsep birokrasi yang rasional sangat mengandalkan pada peraturanperaturan dan prosedur yang kesemuanya dimaksudkan untuk membantu tercapainya tujuan dan terlaksananya nilai-nilai dan norma-norma yang diinginkan. apakah sesuai dengan yang telah direncanakan atau tidak. Dari bermacam-macam pendapat di atas terlihat bahwa efektivitas lebih menekankan pada aspek tujuan dari suatu organisasi. Untuk mengukur efektivitas pelayanan maka kita dapat melihatnya dari optimasi tujuan. Efektivitas pelayanan dapat diukur dengan indikator optimasi tujuan yaitu bagaimana kita melihat pada pencapaian target kerja. jadi jika suatu organisasi telah berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian efektivitas pada hakekatnya berorientasi pada pencapaian tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. . Weber (dalam Azhar Kasim. bahwa pelayanan publik adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang atau instansi tertentu untuk memberikan bantuan dan kemudahan kepada masyarakat atau kelompok yang dilayani dalam rangka mencapai tujuan tertentu. sebab adanya keluhan berarti menunjukkan tujuan organisasi belum tercapai sepenuhnya. indikator-indikator efektivitas pelayanan aparat adalah sebagai berikut : a.

Indikator lain yang digunakan untuk mengukur efektivitas pelayanan adalah perspektif sistematika yaitu melihat pada kemampuan masing-masing pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kedudukannya dalam organisasi tersebut.b. yaitu bagaimana tingkat ketelitian pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya. Perspektif sistematika. . c. Perilaku pegawai dalam organisasi. 4. baik ketelitian dalam hal kebersihan maupun tingkat kesalahan yang mungkin terjadi pada saat bekerja. Ketaatan terhadap peraturan yang ada lazim disebut dengan disiplin. bagaimana konsentrasi pegawai dalam bekerja. Indikator ketiga yang digunakan untuk mengukur efektivitas pelayanan adalah perilaku pegawai dalam organisasi. Dalam rangka mencapai tujuan. disiplin berasal dari kata disiplina yang berarti latihan atau pendidikan kesopanan dan kerohanian serta pengembangan tabiat. peraturan harus benar-benar ditaati oleh setiap individu yang menjadi obyek dari peraturan tersebut. Dalam organisasi disiplin diperlukan agar jangan sampai terjadi keteledoran atau kelalaian serta pemborosan dalam pelaksanaan suatu pekerjaan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Berdasarkan asal katanya. Disiplin Kerja Aparat Peraturan sebagai salah satu sarana dalam mencapai tujuan bukan hanya satu kata yang tidak bermakna dan diabaikan tanpa ditaati. apakah pegawai mampu mengerjakan tugasnya dengan kemampuan sendiri. disiplin diartikan sebagai ketaatan atau kepatuhan kepada peraturan tata tertib dan sebagainya. apakah pegawai memiliki keterampilan atau keahlian khusus. Bagaimana kita melihat pada kecepatan dan ketepatan waktu pegawai dalam menyelesaikan pekerjaannya.

apabila mereka berpakaian serba baik pada tempat pekerjaannya. Disiplin waktu tanpa disertai disiplin kerja tidak ada artinya. Gordon S. Watkins mengartikan disiplin sebagai suatu kondisi atau sikap yang ada pada semua anggota organisasi yang tunduk dan taat pada aturan organisasi (dalam Moenir.Disiplin adalah suatu keadaan tertib dimana orang-orang yang bergabung dalam suatu organisasi. Kemudian Tjing Bing Tie (dalam Kerlinger dan Pedhazur. yaitu disiplin waktu dan disiplin perbuatan. Oleh karena itu usaha pendisiplinan tidak dapat dilakukan separuh-separuh melainkan harus serentak kedua-duanya (Moenir. 1987:160) menyatakan bahwa : Pada umumnya disiplin yang baik terdapat apabila pegawai datang ke kantor atau perusahaan dengan teratur dan tepat pada waktunya. Moenir berpendapat bahwa : Dalam pelaksanaan tugas/pekerjaan disiplin terdiri atas dua jenis disiplin. 2000:95-96). dan mengikuti cara kerja yang ditentukan oleh perusahaan dan apabila menyelesaikan dengan semangat yang baik. yang telah ditetapkan (Moenir. Kedua jenis disiplin tersebut merupakan kesatuan yang tak dapat dipisahkan serta saling mempengaruhi. dengan kata lain tidak ada hasil sesuai dengan ketentuan organisasi. baik tertulis maupun tidak tertulis. 2000:94). Sebaliknya disiplin kerja tanpa didasari dengan disiplin waktu tidak ada manfaatnya. tunduk pada peraturan-peraturan yang telah ada dengan senang hati (Kerlinger dan Pedhazur. apabila menggunakan bahanbahan dan perlengkapan dengan hati-hati. 1987:160). apabila mereka menghasilkan jumlah dan kualitet pekerjaan yang memuaskan. 2000:94). Disiplin menurut Moenir adalah suatu bentuk ketaatan terhadap aturan. Disiplin menurut Atmosudirjo adalah : .

1987) 2. . Apakah pegawai selalu melaksanakan instruksi dari atasan atau tidak. Ketepatan aparat pada jamjam kerja. Dari konsep ini indikator-indikator dari disiplin kerja dapat dikemukakan sebagai berikut : a. Bedasarkan berbagai pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja adalah suatu sikap taat pada peraturan dan tata tertib serta tanggung jawab dalam kaitannya dengan pelaksanaan pekerjaan. Ketaatan aparat terhadap peraturan. pada saat datang dan pulang apakah selalu tepat waktu.1. Apakah pegawai selalu mengikuti prosedur dalam melaksanakan tugasnya. (Atmosudirjo. pengertian kesadaran untuk mentaati segala apa yang diketahui itu secara cermat dan tertib. apakah selalu memakai seragam atau tidak dan bagaimana tingkat kehadiran pegawai pada jam kerja. mental attitude) tertentu yang merupakan sikap taat dan tertib sebagai hasil daripada latihan dan pengendalian pikiran dan watak oleh pribadi secara teratur. sistem atau norma-norma kriteria dan standar sekaligus keseluruhan dan kesadaran bahwa ketaatan akan aturan. kriteria standar struktur dan sistem organisasi tersebut itu adalah syarat mutlak untuk mencapai keberhasilan. bagaimana cara berpakaian pegawai. Suatu pengetahuan tingkat tinggi tentang sistem aturan-aturan perilaku. 3. Sikap kelakuan (behavior) yang secara wajar menunjukkan kesungguhan hati. faktor keterlambatan pegawai saat masuk kantor. Suatu sikap mental (state of mind. Indikator disiplin kerja yang digunakan untuk mengukur efektivitas pelayanan salah satunya adalah tingkat ketaatan pegawai pada peraturan dan tata tertib. Taat berarti mematuhi semua petunjuk-petunjuk atau aturan yang ada. apakah pegawai pernah melanggar aturan tata tertib yang ada di kantor. Kemudian kepatuhan pegawai pada perintah atau instruksi dari atasan.

Menurut Steers ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berhubungan dengan definisi iklim kerja organisasi. 1985:120). itu berarti kita sedang membicarakan mengenai sifat-sifat atau ciri yang dirasa terdapat dalam lingkungan kerja dan timbul terutama karena kegiatan organisasi. yang dilakukan secara sadar atau tidak dan yang dianggap mempengaruhi perilaku kemudian (Steers.b. Tanggung jawab. Tanggungjawab dalam hal ini berarti melaksanakan pekerjaannya dengan baik dan mau menanggung akibat dari semua resiko hasil kerjanya. 5. Iklim Kerja Organisasi Menurut Steers. Indikator lain dari disiplin kerja yang digunakan untuk mengukur efektivitas pelayanan dalam penelitian ini adalah rasa tanggungjawab dari para pegawainya. Apakah mereka menggunakannya hanya untuk keperluan pekerjaan atau malah mereka menggunakannya untuk kepentingan pribadi mereka sendiri. Kemudian bagaimana tanggungjawab mereka dalam menyelesaikan suatu pekerjaan sesuai dengan ketentuan dengan jumlah dan kualitas yang memuaskan serta bagaimana kesanggupan mereka untuk menanggung resiko terhadap tindakan yang sudah dilakukan. Bagaimana para aparat menggunakan dan memelihara alat-alat perlengkapan kantor yang ada. yaitu : . bila kita membahas konsep iklim kerja dalam suatu organisasi.

sehingga tidak diperlukan supervisi yang ketat dari atasannya. Kedua. iklim organisasi adalah suasana dalam suatu organisasi yang diciptakan oleh para hubungan antar pribadi yang berlaku dalam organisasi tersebut. manajemen dan penjabaran kegiatan organisasi. lingkungan tugas luar atau dari kebijakan dan praktek yang ditetapkan oleh manajemen puncak. Hal tersebut akan berjalan baik jika semua berjalan sesuai secara fungsional yaitu : Pertama. sistem penggajian dan pemberian tunjangan yang memadai dan adanya perhatian terhadap karyawan (dalam Handoko. selain memahami hal-hal teknis dari pekerjaan dan unit kerjanya. Davis dan Newstrom (1990:20). Ketiga. Faktor-faktor yang membentuk iklim organisasi menurut Steers (1985:125) yaitu struktur organisasi. Sedangkan pendapat yang senada juga diungkapkan oleh Kuncorohadi (1983:99). Iklim kerja dalam suatu organisasi menurut Widyarto pada dasarnya terbentuk karena proses menyatunya tiga unsur. juga harus menguasai kemampuan manajerial. membagi pekerjaan memimpin dan mengarahkan serta memotivasi. perencanaan. jadi tidak selalu iklim yang “sebenarnya”. kebijaksanaan organisasi berupa peraturan organisasi dan kesepakatan kerja yang dijalankan dengan baik.Pertama. iklim organisasi adalah lingkungan manusia di dalam mana para pegawai organisasi melakukan pekerjaan mereka. Selanjutnya untuk memperjelas . karyawan dapat memahami hal-hal teknis pekerjaannya. teknologi organisasi. yaitu karyawan. Kedua. iklim organisasi adalah anggapan adanya hubungan antara ciri dan kegiatan lainnya dari organisasi dan iklim. atasan sebagai bagian dari manajemen. iklim organisasi tertentu adalah iklim yang dilihat oleh para pekerjanya. 1993:34).

kebutuhan dan motivasi karyawan maka dapat mengganggu kinerja dan prestasi serta kepuasan karyawan sehingga dapat mengurangi optimalisasi dalam pencapaian tujuan organisasi. struktur tugas hubungan imbalan hukum sentralisasi keputusan tekanan pada prestasi tekanan pada latihan dan pengembangan keamanan versus risiko keterbukaan versus ketertutupan status dan semangat pengakuan dan umpan-balik 10. 8. 3. Demikian juga kelurahan-kelurahan dalam upaya meningkatkan efektivitas pelayanannya dituntut terlebih dahulu untuk melakukan upaya-upaya yang dapat mendukung ke arah iklim kerja yang lebih kondusif. 9. 6. kita dapat mengambil indikator-indikator iklim kerja sebagai berikut : . 4. 5. Apabila iklim yang ada bermanfaat bagi para pegawai maka dapat diharapkan tingkat perilaku ke arah tujuan semakin tinggi dan itu berarti efektivitas organisasi dapat tercapai. 7. Dari konsep ini. yaitu : 1.dimensi-dimensi iklim organisasi bisa dilihat dalam pendapat Campbell dan Beaty (dalam Steers. 1985:122) yang mengemukakan 10 dimensi iklim organisasi. 2. Sebaliknya bila iklim yang ada bertentangan dengan tujuan. kompetensi dan keluwesan organisasi secara umum Dari pendapat-pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa iklim kerja dalam organisasi merupakan sifat-sifat atau ciri-ciri yang dirasakan dalam lingkungan kerja dan timbul karena kegiatan organisasi yang dilakukan secara sadar maupun tidak sadar dan dianggap mempengaruhi kelancaran aktivitas organisasi.

Selain itu kita juga melihat dari terjalinnya komunikasi yang baik antara atasan dan bawahan maupun sesama rekan kerja. Karena dengan adanya gambar struktur organisasi yang jelas.hukum. apabila kita ingin mengukur efektivitas pelayanan dari variabel iklim kerja maka yang dapat kita perhatikan adalah . hal ini untuk menjaga terjadi over lapping. dan seterusnya. Salah satu indikator yang diambil dari variabel iklim kerja yang digunakan untuk mengukur efektivitas pelayanan adalah indikator Struktur tugas. Yang dimaksud hubungan imbalan hukum disini adalah tingkat batas pemberian imbalan tambahan seperti promosi dan kenaikan gaji didasarkan pada prestasi dan jasa dan bukan pada pertimbangan-pertimbangan lain seperti senioritas. b. maka masing-masing pegawai akan lebih memahami bagaimana kedudukan dan tugasnya dalam bekerja. Struktur tugas. Dari indikator pengambilan keputusan. Selain itu juga harus ada pembagian tugas / pekerjaan yang jelas dalam organisasi tersebut. Pengambilan keputusan. Dari indikator ini. Hubungan imbalan . c.a. bagaimana tingkat penghargaan bagi pegawai yang berprestasi serta adakah pemberian hukuman bagi pegawai yang melanggar peraturan. kita dapat mengukur iklim kerja dengan melihat ada tidaknya pemberian imbalan tambahan bagi pegawai yang berprestasi. favoritisme. Disini kita melihat adanya struktur organisasi yang tegas dan tergambar dalam bagan organisasi yang ada di kantor tersebut.

. e. d. Apakah ada bimbingan dan pengawasan dari supervisor / atasan supaya hasil kerja mereka sesuai dengan yang diinginkan. Selain itu kita juga akan melihat bagaimana tingkat kedisiplinan pelaksanaan evaluasi kerja pegawai dalam organisasi tersebut. Disini kita mengukur sejauh mana peraturan organisasi dijalankan oleh pegawai. Selain itu kita juga ingin mengetahui tentang ada tidaknya sistem penilaian kerja dalam organisasi tersebut. Melihat ketersediaan fasilitas dan sarana bagi kelancaran pekerjaan juga sangat penting supaya iklim kerja di kantor akan menjadi baik sehingga efektivitas pelayanan akan meningkat. seberapa besar frekuensi pengadaan pendidikan dan latihan bagi pegawainya sebab hal ini akan sangat berpengaruh terhadap kenaikan prestasi kerja pegawai.bagaimana peran atau partisipasi anggota dalam proses pengambilan keputusan dalam organisasi tersebut. Adakah aktivitas organisasi yang mempunyai orientasi pengembangan bagi pegawainya. Tekanan pada prestasi dan semangat kerja. Dari indikator ini. melihat bagaimana semangat pegawai dalam bekerja. Keamanan versus resiko. serta adakah kebebasan pegawai biasa untuk mengambil tindakan dalam situasi darurat. kita melihat bagaimana organisasi berusaha menekan prestasi dan semangat kerja para pegawainya dengan berbagai cara termasuk juga latihan dan pengembangan bagi pegawai yang sangat berguna untuk menaikkan prestasi pegawainya dalam bekerja.

Yang dimaksud dengan keamanan versus resiko disini adalah tingkat batas tekanan dalam organisasi yang menimbulkan perasaan kurang aman dan kecemasan pada para anggota. Dari indikator ini kita melihat dari segi rasa aman dan nyaman pegawai pada saat bekerja, besarnya insentif, munculnya resiko pekerjaan yang berat dan bagaimana sikap pegawai dalam menghadapi resiko pekerjaan yang ada.

6. Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Efektivitas Pelayanan Aparat Kelurahan Suatu organisasi dalam pencapaian tujuannya akan berhasil melalui usaha yang sungguhsungguh. Oleh karena itu efektivitas yang tinggi dicapai organisasi tidak diperoleh secara kebetulan. Dari sikap disiplin inilah, aparat akan taat serta patuh terhadap aturan yang ada sehingga pencapaian sasaran organisasi dapat diperoleh secara optimal. Disiplin adalah sikap mental yang tercermin dari perilaku pribadi atau kelompok berupa kepatuhan, ketaatan terhadap hukum dan norma yang berlaku dan dilaksanakan secara sadar dan ikhlas lahir batin. Birokrat di tingkat kelurahan sebagai aparat teknis harus mempunyai disiplin tinggi, karena disiplin akan menentukan keberhasilan suatu kegiatan. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Miftah Thoha bahwa birokrasi itu cirinya harus disiplin, harus menegakkan aturan yang sudah disepakati atau telah ditetapkan (Thoha, 1987:54). Dalam kehidupan sehari-hari dapat kita amati bahwa mereka yang berdisiplin tinggi, umumnya berprestasi lebih tinggi pula (Widjaja, 1990:28). Disiplin itu mutlak diperlukan untuk membuat segala urusan dapat berjalan lancar. Aturan-aturan disiplin harus diketahui, dipahami, diingat dan ditaati oleh setiap anggota organisasi, untuk mensukseskan operasi-operasi yang harus dijalankan setiap organisasi. Tidak satupun organisasi atau badan usaha yang dapat berkembang jika tidak ada disiplin.

Pentingnya disiplin diungkapkan oleh Widjaja (1990:28) bahwa disiplin adalah termasuk dalam unsur-unsur penting yang mempengaruhi prestasi suatu organisasi. Dalam penelitian ini yang dimaksud organisasi adalah organisasi pemerintah yang melaksanakan tugas-tugas negara. Widjaja kembali mengungkapkan tentang pentingnya disiplin dalam organisasi pemerintah, yaitu : “Pelaksanaan disiplin pegawai sangat penting peranannya dalam pengelolaan Departemen secara keseluruhan. Berhasil tidaknya pembangunan di bidang pendidikan sebagian besar ditentukan oleh tingkat disiplin pegawainya. Makin disiplin pegawai, makin berhasil pula dalam mengemban misinya.” (Widjaja, 1990:156).

Dari uraian tersebut terlihat arti penting dari disiplin kerja bagi pencapaian efektivitas pelayanan. Oleh karena itu aparat pemerintah kelurahan dituntut harus punya disiplin kerja yang baik agar tugas-tugas pemerintah yang menjadi kewajibannya dapat terselesaikan dengan baik. Karena tugas yang diemban oleh kelurahan bersifat kompleks, maka lurah beserta perangkatnya harus punya disiplin tinggi sehingga dapat memberikan pelayanan yang efektif atau berdaya guna bagi masyarakat. Disiplin yang baik juga berarti terlaksananya tugas-tugas yang harus dilakukan oleh aparat kelurahan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan secara bersama-sama.

7. Pengaruh Iklim Kerja Dalam Kelurahan Terhadap Efektivitas Pelayanan Aparat Kelurahan Suasana iklim kerja tempat pegawai bekerja perlu diperhatikan. Iklim kerja dalam suatu organisasi merupakan suatu sifat atau ciri yang dirasakan dalam lingkungan kerja dan timbul karena kegiatan organisasi yang dilakukan secara sadar maupun tidak sadar dan dianggap mempengaruhi kelancaran aktivitas organisasi. Bagaimana cara pegawai berinteraksi dengan masyarakat pada saat melayani, bagaimana hubungan antar pegawai dalam organisasi tersebut, sehingga pelayanannya menjadi efektif. Dalam hal ini yang dimaksud adalah iklim organisasi dalam kantor kelurahan tempat aparat kelurahan melayani kepentingan masyarakat. Hal ini sangat penting guna mendukung tercapainya pelayanan yang efektif terhadap masyarakat.

Iklim kerja yang baik dalam suatu organisasi sangat penting artinya karena efektivitas setiap organisasi sangat ditentukan oleh iklim kerja yang ada dalam organisasi setiap pegawai bekerja, dalam hal ini adalah organisasi kelurahan. Seperti diungkapkan oleh Steers bahwa : “iklim memang merupakan faktor pengaruh yang penting bagi prestasi dan kepuasan kerja.” (Steers, 1985:130). Dari pendapat Steers tersebut kita dapat melihat

bahwasannya iklim kerja sangat berpengaruh pada prestasi dan kepuasan kerja pegawai yang dalam penelitian ini adalah tercapainya efektivitas pelayanan aparat kelurahan.

Dari indikator-indikator iklim kerja yang sudah diterangkan dalam konsep iklim kerja diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa kemampuan pegawai, struktur tugas yang jelas, adanya pelatihan, kesejahteraan dan rasa aman yang semakin meningkat akan sangat mendukung kelancaran kerja dan secara otomatis meningkatkan efektivitas pelayanan pemerintah kelurahan. Selain itu juga sarana penunjang kerja yang semakin memadai akan memperlancar kerja dan tugas-tugas yang pada akhirnya akan meningkatkan efektivitas pelayanan.

Aparat pemerintah kelurahan merupakan penanggung jawab atas tugas-tugas yang diemban oleh kelurahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Masalahmasalah yang ditangani oleh kelurahan sangat kompleks sifatnya, maka dari itu diperlukan iklim kerja yang baik untuk menunjang hasil kerja pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan maupun dalam melayani masyarakat agar semua pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik dan sempurna.

Dari uraian tersebut terlihat bahwa iklim kerja yang baik dalam organisasi sangat penting dalam rangka mewujudkan efektivitas pelayanan suatu organisasi, dalam hal ini pencapaian efektivitas pelayanan kelurahan. Apabila iklim yang ada bermanfaat bagi para pegawai maka dapat diharapkan tingkat perilaku ke arah tujuan semakin tinggi dan itu berarti efektivitas pelayanan kelurahan di Kecamatan Cilacap Utara dapat tercapai.

8. Pengaruh Bersama Antara Disiplin Kerja Dan Iklim Kerja Terhadap Efektivitas Pelayanan Aparat Kelurahan Disiplin kerja yang baik dan iklim yang menunjang dalam pemerintah kelurahan akan menciptakan pelayanan yang efektif. Disiplin kerja adalah suatu sikap menghormati, menghargai, patuh dan taat pada peraturan yang berlaku baik yang tertulis maupun tidak serta sanggup menerima sanksi-sanksi apabila melanggar tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya (Siswanto, 1987:278). Sedangkan iklim kerja dalam organisasi merupakan sifat-sifat atau ciri-ciri yang dirasakan dalam lingkungan kerja dan timbul karena kegiatan organisasi yang dilakukan secara sadar maupun tidak sadar dan dianggap mempengaruhi kelancaran aktivitas organisasi (Steers, 1985:120).

Semakin baik iklim kerja yang ada dalam pemerintah kelurahan maka semakin meningkat pula efektivitas pelayanannya. b.M. efektivitas organisasi secara keseluruhan akan timbul. Terkoodinasi dengan baik berarti kedisiplinan tiap-tiap individu dalam organisasi tersebut baik. . Manullang (1986:214) mengatakan bahwa prestasi atau efektivitas organisasi pada dasarnya adalah efektivitas perorangan. B. masyarakat akan mematuhinya dengan senang hati. Suasana ini juga akan menciptakan ketertiban dalam jalannya pelayanan di kelurahan sehingga efektivitas pelayanan bisa tercapai jika kedua hal tersebut maksimal. Dari penjelasan tersebut terlihat bahwa efektivitas pelayanan akan dipengaruhi oleh disiplin aparat dan iklim kerja yang ada dalam organisasi yang bersangkutan dalam melayani kepentingan masyarakat. Hipotesis Hipotesis dalam penelitian ini adalah : 1. Dari situlah kita dapat mengetahui bahwa ada hubungan yang erat antara kedisiplinan dan iklim kerja terhadap efektivitas suatu organisasi. atau dengan kata lain bila tiap anggota organisasi secara terkoordinasi melaksanakan tugas dan pekerjaannya masing-masing dengan baik. Semakin tinggi disiplin dan iklim kerja pada pemerintah kelurahan maka semakin meningkat pula efektivitas pelayanannya. Hipotesis Model Verbal a. c. Semakin tinggi disiplin kerja aparat pemerintah kelurahan maka akan semakin meningkat efektivitas pelayanannya. Yang dimaksud koordinasi disini adalah iklim kerja yang tercipta di lingkungan kerja. Sehingga apabila ada suatu prosedur pelayanan yang harus dipatuhi oleh masyarakat. Adanya disiplin kerja dan iklim kerja yang baik akan menciptakan interaksi yang harmonis baik antara aparat dengan sesama aparat birokrasi maupun antara aparat dengan masyarakat. Hal itu disebabkan oleh karena interaksi yang baik tadi.

2. Hipotesis Model Geometrikal . Hipotesis Model Geometrikal Disiplin kerja aparat pemerintah kelurahan (X1) Iklim Kerja pemerintah kelurahan (X2) Efektivitas pelayanan aparat kelurahan (Y) Gambar 1.

Disiplin Kerja Aparat Yaitu suatu sikap taat pada peraturan dan tata tertib serta tanggung jawab dalam kaitannya dengan pelaksanaan pekerjaan. Definisi Konsep dan Definisi Operasional 1. Definisi Konsep a. Iklim Kerja Dalam Organisasi . b. Efektivitas Pelayanan Aparat Yaitu tercapainya suatu tujuan yang dilakukan oleh aparat dalam pelayanan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.Keterangan : Efektivitas pelayanan aparat kelurahan sebagai variable terikat (Y) Disiplin kerja aparat kelurahan sebagai variable bebas pertama (X1) Iklim kerja pemerintah kelurahan sebagai variable bebas kedua (X2) --------> : menunjukkan adanya pengaruh C. c.

Efektivitas pelayanan aparat Indikator untuk mengukur efektivitas pelayanan aparat antara lain : 1). meliputi : kesesuaian cara kerja pegawai dengan sistem kerja yang ada pencapaian tujuan dengan mengikuti prosedur yang ada memahami dan menguasai hal-hal teknis pekerjannya 3). Optimasi tujuan. 2. meliputi : tercapainya target kerja keluhan dari penerima hasil kerja prioritas pencapaian tujuan 2). Perilaku pegawai dalam organisasi. Perspektif sistematika. Definisi Operasional a.Yaitu sifat-sifat atau ciri-ciri yang dirasakan dalam lingkungan kerja dan timbul karena kegiatan organisasi yang dilakukan secara sadar maupun tidak sadar dan dianggap mempengaruhi kelancaran aktivitas organisasi. meliputi : partisipasi anggota dalam program-program yang dilaksanakan organisasi .

Iklim Kerja dalam Organisasi Indikator-indikator iklim kerja antara lain : .- tingkat kerjasama dalam organisasi tingkat pelanggaran terhadap peraturan organisasi b. antara lain : penggunaan dan pemeliharaan alat-alat perlengkapan kantor penyelesaian pekerjaan sesuai dengan ketentuan (tepat waktu) kesanggupan menanggung resiko tindakan yang dilakukan c. antara lain : ketepatan aparat pada jam-jam kerja kepatuhan aparat pada perintah/instruksi dari atasan taat pada peraturan dan tata tertib yang berlaku cara berpakaian absensi atau daftar hadir 2). Tanggung jawab. Ketaatan aparat terhadap peraturan. Disiplin kerja aparat Indikator-indikator disiplin kerja antara lain : 1).

meliputi : partisipasi anggota dalam mengambil keputusan kebebasan pegawai mengambil tindakan dalam situasi darurat 4). Struktur tugas. meliputi : peraturan organisasi yang dijalankan dengan baik oleh pegawai semangat pegawai dalam bekerja kejelasan sistem penilaian kerja . Pengambilan keputusan. Tekanan pada prestasi dan semangat kerja.1).hukum. Hubungan imbalan . meliputi : pemberian imbalan tambahan bagi pegawai yang berprestasi tingkat penghargaan bagi pegawai yang berprestasi pemberian hukuman bagi pegawai yang melanggar peraturan 3). meliputi : adanya struktur organisasi yang tegas tergambar dalam bagan adanya pembagian tugas/pekerjaan yang jelas dalam organisasi terjalinnya komunikasi yang baik antara atasan dan bawahan maupun sesama rekan kerja 2).

Matriks Definisi Operasional Variabel Penelitian Matriks definisi operasional variabel penelitian akan diperlihatkan pada tabel 4 berikut ini : . meliputi : rasa aman dan nyaman pada saat bekerja adanya insentif yang sesuai dengan pekerjaannya munculnya resiko pekerjaan yang berat sikap pegawai dalam menghadapi resiko pekerjaan yang ada 3. Keamanan versus resiko.- aktivitas organisasi yang mempunyai orientasi pengembangan bagi pegawai - frekuensi pengadaan pendidikan dan latihan bagi pegawai adanya bimbingan dan pengawasan dari supervisor / atasan tingkat kedisiplinan pelaksanaan evaluasi kerja pegawai ketersediaan fasilitas dan sarana bagi kelancaran pekerjaan 5).

5 6 2. 8-9 . Variabel Dimensi 1. b. Perspektif sistematika a. b. tercapainya target kerja keluhan dari penerima hasil kerja prioritas pencapaian tujuan kesesuaian cara kerja pegawai dengan sistem kerja yang ada pencapaian tujuan dengan mengikuti prosedur yang ada memahami dan menguasai hal-hal teknis pekerjaannya Item 1-2 A. Efektivitas Pelayanan 3-4 c. Optimasi tujuan Indikator a. 7 c.Tabel 4. Matriks Definisi Operasional Variabel Penelitian No.

cara berpakaian absensi dan daftar hadir 20 21-22 17 c. .3. 12-13 14 B. Disiplin Kerja 1. Ketaatan aparat terhadap peraturan a. c. b. ketepatan aparat 15-16 pada jam-jam kerja kepatuhan aparat pada perintah atau instruksi atasan taat pada peraturan dan tata tertib yang berlaku 18-19 d. e. pegawai dalam organisasi partisipasi anggota dalam program-program yang dilaksanakan organisasi tingkat kerjasama dalam organisasi tingkat pelanggaran terhadap peraturan organisasi 10-11 b. Perilaku a.

2. Tanggung jawab

a.

penggunaan dan pemeliharaan alatalat perlengkapan kantor penyelesaian pekerjaan sesuai dengan ketentuan

23-25

b.

26-27 c. kesanggupan menanggung resiko terhadap tindakan yang dilakukan 28 29

C. Iklim Kerja

1. Struktur tugas

a.

adanya struktur organisasi yang tegas dan tergambar dalam bagan adanya pembagian tugas/pekerjaan yang jelas dalam organisasi terjalinnya komunikasi yang baik antara atasan dan bawahan maupun sesama rekan kerja

b.

30

c.

31

2. Hubungan a. pemberian imbalan – hukum imbalan tambahan bagi pegawai yang berprestasi b. tingkat penghargaan bagi pegawai yang berprestasi pemberian hukuman bagi pegawai yang melanggar peraturan

32

33

c.

34

3. Pengambilan keputusan

a.

partisipasi anggota dalam mengambil keputusan kebebasan pegawai mengambil tindakan dalam situasi darurat

35

b.

36

4. Tekanan pada prestasi dan semangat kerja

a.

peraturan organisasi yang dijalankan dengan baik oleh pegawai semangat pegawai dalam bekerja

37

b.

38-39 c. d. kejelasan sistem penilaian kerja aktivitas organisasi yang mempunyai orientasi pengembangan bagi pegawai frekuensi pengadaan pendidikan dan latihan bagi pegawai adanya bimbingan dan pengawasan dari atasan tingkat kedisiplinan pelaksanaan evaluasi kerja pegawai ketersediaan fasilitas dan sarana bagi kelancaran pekerjaan 42 40

41

e.

f.

g.

43-44

h.

45

46

Metode Penelitian 1. d. 51 52 =============================================================== ====== BAB III METODE PENELITIAN DAN ANALISIS A. adanya insentif yang sesuai dengan pekerjaannya munculnya resiko pekerjaan yang berat sikap pegawai dalam menghadapi resiko pekerjaan yang ada 47-49 50 c. Keamanan versus a. rasa aman dan Resiko nyaman pada saat bekerja b. Sasaran Penelitian .5.

2. 3. Alasan pemilihan lokasi ini didasarkan pada banyaknya keluhan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan aparat kelurahan yang ada di Kecamatan Cilacap Utara. penulis juga mengadakan wawancara dengan beberapa masyarakat yang dipilih secara acak. 4. Disiplin kerja aparat sebagai variabel bebas pertama (X1) . Dan untuk melengkapi kevalidan data. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode survai yaitu penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok (Masri Singarimbun Effendi.Sasaran penelitian ini adalah seluruh aparat kelurahan yang ada di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap.Variabel Yang Digunakan 1). Lokasi Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di seluruh kelurahan yang ada di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap. Efektifitas pelayanan aparat sebagai variabel terikat (Y) 2). Variabel . 1989:3).

Iklim kerja sebagai variabel bebas kedua (X2) 5. Teknik Pengambilan Sampel Dalam penelitian ini menggunakan teknik Total Sampling yaitu dengan mengambil seluruh populasi sebagai sampel selama jumlah populasi diketahui terbatas. penulis juga mengadakan wawancara dengan beberapa masyarakat yang dipilih secara acak. jumlah populasi terbatas dan masih dalam jangkauan dalam menggunakan total sampel maka sampel akan representatif responden adalah orang yang sudah jelas diketahui Jadi dalam penelitian ini sampelnya adalah seluruh aparat kelurahan yang ada di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap yang berjumlah 82 orang. 1989:100). c. lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi (Arikunto. . Dan untuk melengkapi kevalidan data. 1998:120). b.3). Penelitian ini menggunakan sampel total atau sampel yang sebesar populasinya dengan mempertimbangkan hal sebagai berikut : a. Penentuan sampel total sebagai teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini mengacu pada pendapat Arikunto yang menyatakan apabila subyeknya kurang dari 100. Sampel yang jumlahnya sebesar populasi tersebut sering disebut sampel total (Surakhmad.

2. diajukan secara tertulis kepada responden untuk mendapatkan jawaban tertulis. Hal ini dilakukan untuk mendukung data yang sudah ada dari menyebaran kuesioner. 3. Kuesioner Suatu penelitian mengenai suatu masalah yang dilakukan dengan jalan mengedarkan suatu pertanyaan berupa formulir.6. Dari sini dapat diketahui keadaan sebenarnya dari kegiatan-kegiatan sehari-hari responden. Hal ini merupakan proses tanya jawab lisan dimana dua orang atau lebih berhadapan secara fisik. Observasi Suatu studi yang disengaja dan sistematis tentang fenomena sosial dan gejala psikis dengan jalan pengamatan dan pencatatan. Wawancara Suatu percakapan yang diarahkan pada suatu masalah tertentu. Metode Pengumpulan Data 1. Metode ini digunakan untuk mengamati keadaan responden yang tidak secara mudah dapat ditangkap melalui metode wawancara dan kuesioner. Wawancara ini akan dilakukan pada pegawai kelurahan yang lebih mengetahui tentang keadaan di kelurahan dan juga kepada masyarakat yang datang ke kelurahan untuk memperoleh pelayanan dari aparat. Dokumentasi . 4.

7. Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian . buku-buku. majalah.Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data yang ada pada instansi atau lembaga yang relevan untuk menyusun deskriptif wilayah penelitian dan untuk melengkapi bahan analisa. Dalam prakteknya diperoleh dari wawancara dan jawaban responden pada kuesioner yang telah diberikan. koran dan keterangan lainnya yang ada kaitannya dengan obyek penelitian yang penulis lakukan di kelurahan-kelurahan yang ada di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap. 8. Sumber Data Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan ada dua macam. Data Sekunder Data sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen data statistik. Data Primer Data ini bersumber dari responden secara langsung. Selain itu dari pengamatan langsung terhadap situasi lokasi penelitian. 2. yaitu : 1.

Adapun uji validitas yang dipakai dalam penelitian ini adalah validitas konstruksi (construct validity) yaitu yang membuat konstruk atau kerangka instrumen yang kemudian dikonsultasikan dengan para ahli. Untuk melahirkan definisi yang benar. Reliabilitas Instrumen Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauhmana suatu alat ukur dapat dipercaya atau diandalkan. maka hasil pengukuran dengan alat ukur (instrumen) yang berbasis pada teori itu sudah dipandang sebagai hasil yang valid”. . Sugiyono berpendapat bahwa instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama. Menurut Sugiyono. 1998:160). Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen (Arikunto. Validitas Instrumen Validitas instrumen menunjukkan sejauhmana suatu alat pengukur itu mengukur secara cermat dan tepat apa yang ingin diukur. 1999:97) menyatakan bahwa “bila bangunan teorinya sudah benar. maka didasarkan pada teori-teori atau pendapat para ahli. akan menghasilkan data yang sama (Sugiyono.Instrumen yang valid dan reliabel merupakan syarat utama untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid dan reliabel (Sugiyono. 1999:97). Instrumen dikatakan mempunyai validitas konstruksi jika instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur gelaja sesuai dengan yang didefinisikan. Sutrino Hadi (dalam Sugiyono. 1999:97). 2. 1. instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur (Sugiyono.

1998:170). yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Langkah ini akan menghasilkan dua skor total untuk masing-masing responden. kemudian dihitung validitas itemnya. Menyajikan alat pengukur kepada sejumlah responden. 4. Mengkorelasikan r x y dengan formula Spearman-Brown. Skor untuk masing-masing item pada tiap belahan dijumlahkan. 5. Menurut Masri Singarimbun dan Sofyan Effendi (1989:143) cara pengujian reliabilitas teknik belah dua adalah sebagai berikut: a. Mengkorelasikan skor total belahan pertama (X) dengan skor total belahan kedua (Y) dengan menggunakan tekhnik korelasi product moment (r x y). 1989: 144) Keterangan : . Pengujian reliabilitas yang dilakukan dalam penelitian ini adalah internal consistency dengan Teknik Belah Dua (split half). separuh masuk belahan pertama (X). 3. b. Cara mencari reliabilitas untuk keseluruhan item adalah dengan mengkoreksi angka korelasi yang diperoleh dengan memasukkannya kedalam rumus Spearman-Brown. Demikian pula yang dikatakan Arikunto bahwa instrumen yang sudah dapat dipercaya. yakni skor total untuk belahan pertama (X) dan skor total belahan kedua (Y). sedangkan yang tidak valid dibuang. Apabila datanya memang benar sesuai dengan kenyataannya maka berapa kali pun diambil.1999:97). Membagi item berdasarkan nomor genap ganjil. Item-item yang valid dikumpulkan jadi satu. untuk membelah alat pengukur menjadi dua dilakukan dengan cara: 1. sehingga akan diperoleh angka reliabilitas untuk keseluruhan item tanpa dibelah. Membagi item dengan cara acak (random). tetap akan sama (Arikunto. Membagi item yang valid tersebut menjadi dua belahan. yaitu: (Masri Singarimbun dan Sofyan Effendi. separuh lagi masuk belahan kedua (Y). 2. item bernomor ganjil dimasukkan kedalam belahan pertama (X) dan yang bernomor genap dikelompokkan dalam belahan kedua (Y).

Pengukuran Variabel Alat pengumpul data utama dalam penelitian ini adalah kuesioner. oleh karena itu untuk menganalisa hasil penelitian digunakan metode analisa kuantitatif. dengan scoring/pemberian skor terhadap jawaban yang diberikan responden sebagai berikut : .tot = angka reliabilitas keseluruhan item.tot lebih besar daripada nilai pada r tabel maka dapat dinyatakan bahwa item tersebut reliable (terandalkan). Metode Analisis Yang Digunakan Penelitian ini menggunakan metode survai.tt = angka korelasi belahan pertama dan kedua Apabila nilai r. Metode Analisis 1. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala Likert (Sugiyono.Apabila responden memilih alternatif jawaban C diberi skor 1 2.r. t. Metode analisis ini adalah dengan cara perhitungan statistik untuk menganalisis variabel-variabel . B. 2002:74) dimana pemberian skor berkisar dari nilai tertinggi 3 sampai terendah 1.Apabila responden memilih alternatif jawaban B diberi skor 2 .Apabila responden memilih alternatif jawaban A diberi skor 3 .

maka akan diperoleh koefisien korelasi. Korelasi Konkordansi Kendall digunakan untuk mengetahui derajat asosiasi semua variabel bebas secara bersama-sama.20 – 0. Untuk dapat memberikan penafsiran terhadap koefisien korelasi. Korelasi parsial digunakan untuk mengetahui pengaruh antar variabel independen dengan dependen setelah dikontrol. maka dapat berpedoman pada ketentuan yang tertera pada tabel berikut : Tabel 5. Sedangkan. Korelasi Parsial dan Konkordansi Kendall.19 0. Sifatnya lebih efisien dibandingkan dengan bahan verbal sehingga rangkuman hasil penelitian lebih singkat dan menggambarkan kesatuan yang mudah dimengerti. Kendall Tau digunakan untuk mencari hubungan dan menguji hipotesis antara 2 variabel atau lebih bila datanya berbentuk ordinal atau rangking.penelitian karena statistik bekerja dengan angka-angka.00 – 0. Pedoman untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien 0. Penelitian ini menggunakan teknik satistik non parametrik yaitu dengan menggunakan Analisa Tabulasi Silang.39 Tingkat Hubungan Sangat Rendah Rendah . Apabila hasil korelasi valid maka akan dilanjutkan dengan model Regresi Ordinal. Setelah dilakukan perhitungan data menggunakan rumus analisa yang telah disebutkan di atas. Kendall Tau. maka metode ini memungkinkan deskripsi tentang suatu kegiatan secara eksak dan obyektif.

Kendall Tau – c ( c) Korelasi kendall tau . Rumus z adalah sebagai berikut : (Sugiono.80 – 1.40 – 0.59 0.00 Sumber : Sugiyono. Rumus dasar yang digunakan adalah sebagai berikut : Keterangan: t = koefisien korelasi kendall tau yang besarnya (-1<0<1) N = jumlah anggota sampel Untuk menguji signifikansi koefisien korelasi digunakan rumus z. 2002 : 238) b. Teknik ini digunakan karena dapat dikembangkan untuk mencari koefisien korelasi parsial. 2004:216 Sedang Kuat Sangat Kuat Rumus-rumus yang digunakan untuk menganalisa data meliputi : a. Korelasi Parsial .60 – 0. karena distribusinya mendekati normal.79 0.c ( c) digunakan untuk mencari hubungan dan menguji hipotesis antara 2 variabel atau lebih bila datanya berbentuk ordinal atau rangking.0.

Koefisien Konkordansi Kendall (W) Fungsinya adalah untuk mengetahui derajat asosiasi antara variabel bebas pertama dan kedua secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Rumus korelasi parsial : Untuk mengetahui tingkat signifikansinya dengan rumus : Keterangan : rp = korelasi parsial ditemukan n = jumlah sample t = t hitung c. di mana salah satu variabel independennya dibuat tetap/dikendalikan (Sugiono. Pengukuran ini dapat bermanfaat dalam mempelajari reliabilitas saling menentukan dan menguji (Siegel. Dalam penelitian ini koefisien ini digunakan untuk mengetahui derajat asosiasi antara variabel disiplin kerja . 2004:220). 1997: 292).Korelasi parsial digunakan untuk menganalisis bila bermaksud mengetahui pengaruh atau mengetahui hubungan antara variabel independen dengan dependen.

Sementara untuk uji signifikan tidaknya digunakan koefisien kontuinitas atau chissquare. dengan rumus: Atau = k (N.aparat dengan variabel iklim kerja secara bersama-sama terhadap variabel efektivitas pelayanan aparat. T = Faktor koreksi t = Banyaknya observasi dalam suatu kelompok yang memperoleh angka yang sama untuk rangking tertentu. I2 = Angka tetap (konstanta). Keterangan : k = Banyaknya rangking penjenjangan . 1997: 292). Adapun rumusnya adalah sebagai berikut: Keterangan : W K N S T = = = = = Koefisien Konkordansi Kendall Banyaknya variabel yang diobservasi (banyaknya ranking penjenjangan) Jumlah obyek Jumlah kuadrat deviasi Menjumlahkan harga T untuk ke semua k rangking Rumus : Dimana.1) W (Siegel.

2. 2. Jika N < 7 maka hasilnya dapat langsung dibandingkan dengan tabel pada tingkat signifikansi 0. 1. Analisis Regresi Analisis regresi bermanfaat untuk menggambarkan hubungan sebab akibat (cause effect ) antara satu atau beberapa variabel explanatory dengan satu variabel respon. d. tabel untuk ini adalah tabel R Jika N < 7 maka digunakan rumus X = k (N-1)W. Hasil perhitungan tersebut (nomor 2) kemudian dibandingkan dengan nilai yang terdapat pada tabel dengan db = N-1 apabila hasilnya lebih besar daripada harga tabel. . Dengan demikian maka antara variabel disiplin kerja aparat dan iklim kerja dalam kelurahan dengan variabel efektivitas pelayanan aparat terbukti ada hubungannya. Tujuan analisis regresi adalah untuk mendapatkan model terbaik dan sederhana untuk menggambarkan hubungan antara kedua jenis variabel tersebut.05. Hasil ini baru dapat dilihat pada tabel. Untuk uji signifikansi koefisien konkordansi kendall ini tergantung pada besarnya sampel N (sampel). dan jika hasilnya lebih kecil dari harga tabel berarti tidak signifikan. Mencari koefisien konkordansi kendall antara variabel disiplin kerja aparat kelurahan dan iklim kerja dalam kelurahan. Dalam penelitian ini yang harus dilakukan sehubungan hal tersebut adalah: 1. Hasil dari analisis regresi adalah suatu persamaan matematik yang berguna untuk melakukan peramalan atau prediksi. Karena dalam penelitian ini sudah pasti N lebih besar dar 7 maka langkah selanjutnya mencari harga signifikansi dengan rumus = k(N1)W. apabila hasilnya lebih besar berarti signifikan. 3. Berarti signifikan. bila hasilnya lebih besar dari harga tabel berarti signifikan. Tabel ini adalah tabel .N = Jumlah obyek Angka koefisien konkordansi kendall Jumlah kuadrat deviasi W = S = Dengan derajat kebebasan (db) = N-1 (Siegel.1997: 292) Hasil uji signifikansi ini lalu dibandingkan dengan tabel.

Model menjadi stabil atau invariant pada kondisi timbal balik (reversal) dari kategori dimana hanya tanda koefisien regresi yang berubah. Analisis regresi ordinal digunakan bila variabel yang dianalisis memiliki skala pengukuran ordinal. Ciri-ciri nya adalah sebagai berikut : 1. Adapun persamaan PO tersebut adalah sebagai berikut : log {gj (X) / (1gj (X))} = aj + bx ¬ ® gj (X) = exp (aj + bx) / {1 + exp (aj + bx)} =============================================================== ====== . 2. 3. Keadaan model yang stabil tersebut pada kondisi pemampatan atau collapsibility dari kategori berurutan. Persamaan yang dipakai dalam penelitian ini dikenal dengan Proportional Odds Model (PO) atau Ordinal Regression Model atau disebut McCullagh’s Grouped Continuous Model. Model menghasilkan koefisien regresi yang paling mudah untuk ditafsirkan. Tujuan analisis regresi ini sebagaimana analisis regresi yang lain adalah mendapatkan model terbaik dan sederhana yang menggambarkan antar variabel.Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi ordinal.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. pemukiman/perumahan dan bangunan umum. Selain itu ada tanah yang digunakan untuk jalan umum sepanjang 18. Berdasarkan kondisi geografisnya. . Kelurahan Gumilir mempunyai sifat iklim tropis dengan musim penghujan dan kemarau yang silih berganti selama satu tahun.013 Ha atau sekitar 16. : Kelurahan Mertasinga. Jarak dari pusat pemerintah kecamatan 0. : Kelurahan Tegal Kamulyan.5 km. 1. Peruntukan dan penggunaan tanah dapat dilihat pada lampiran 3. Curah hujan ratarata 2012 mm dan suhu udara rata-rata 20°C. Berdasarkan tabel dalam lampiran 3 dapat diketahui bahwa sebagian besar lahan yang ada dipakai untuk pekarangan. kelurahan Gumilir memiliki ketinggian tanah 7 m di atas permukaan laut. Deskripsi Lokasi Penelitian Keadaan Kelurahan di Kecamatan Cilacap Utara a. batas-batas wilayah kelurahan Gumilir adalah sebagai berikut : Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur : Kelurahan Tritih Kulon. Secara administratif. : Kelurahan Kebonmanis.69 persen luas kecamatan Cilacap Utara.765 km. Kelurahan Gumilir Kelurahan Gumilir memiliki luas 310.

235 13. Sedangkan jumlah penduduk berdasarkan kelompok usia tenaga kerja dapat dilihat dalam tabel berikut ini : Tabel 7.097 803 970 801 720 9.400 1.355 2.732 orang.402 2.Penduduk kelurahan Gumilir terdiri dari 3.973 Sumber : Data Monografi Desa dan Kelurahan Bulan Januari – Juni 2005 .283 1.626 orang dengan perincian penduduk laki-laki sebanyak 6.262 10. Jumlah Penduduk di Kelurahan Gumilir Berdasarkan Usia Tenaga Kerja Usia 10 – 14 tahun 15 – 19 tahun 20 – 26 tahun 27 – 40 tahun 41 – 56 tahun 57 – ke atas Jumlah Total Jumlah 1. Jumlah Penduduk di Kelurahan Gumilir Berdasarkan Usia Pendidikan Usia 00 – 03 tahun 04 – 06 tahun 07 – 11 tahun 13 – 15 tahun 16 – 18 tahun 19 – keatas Jumlah Total Jumlah 1.626 Sumber : Data Monografi Desa dan Kelurahan Bulan Januari – Juni 2005 Berdasarkan tabel 6 dapat diketahui bahwa usia penduduk yang masih dalam usia pendidikan sebesar 13. Jumlah paling banyak adalah pada penduduk usia 19 – keatas yaitu 9.626 orang. Jumlah penduduk berdasarkan kelompok usia pendidikan dapat dilihat dalam tabel berikut ini : Tabel 6.017 KK.271 2.894 orang dan perempuan 6.235 orang. Jumlah penduduk menurut jenis kelamin sebanyak 13.

b. Jumlah paling banyak adalah pada usia 27 – 40 tahun. 4. 6. Jarak dari pusat pemerintah kecamatan 4. 9.36 1 19. Sedangkan yang bermata pencaharian sebagai swasta menduduki ranking dua yaitu sebanyak 19. Komposisi Penduduk Kelurahan Gumilir Berdasarkan Mata Pencaharian No.73 3. Sedangkan yang bermata pencaharian paling sedikit adalah sebagai ABRI. 8. yaitu sebanyak 32. 10.02 Ha atau sekitar 19 persen luas kecamatan Cilacap Utara. Secara administratif. 5.37 32. 2.56 persen.5 km. yaitu sebanyak satu persen dari keseluruhan jumlah penduduk kelurahan Gumilir.05 persen.86 100 Sumber : Data Monografi Desa dan Kelurahan Bulan Januari – Juni 2005 Berdasarkan tabel 8 di atas dapat diketahui bahwa mayoritas penduduk kelurahan Gumilir bermata pencaharian sebagai buruh. Komposisi penduduk berdasarkan mata pencaharian dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 8. 1.33 7.05 9. Penduduk kelurahan Gumilir memiliki mata pencaharian yang beraneka ragam. batas wilayah kelurahan Karang Talun adalah sebagai berikut : . Namun angka ini tidak terlalu jauh berbeda dengan jumlah tenaga kerja pada usia 41 – 56 tahun dan 57 – ke atas.7 1. Mata Pencaharian Pegawai Negeri Sipil ABRI Swasta Wiraswasta/pedagang Tani Perukangan Buruh Pensiun Nelayan Jasa Jumlah Total Jumlah 465 41 801 505 315 56 1312 370 71 158 4094 Persentase (%) 11.Berdasarkan tabel 7 di atas dapat diketahui bahwa angka tenaga kerja di kelurahan ini cukup tinggi yaitu 10.56 12.973 orang. Kelurahan Karang Talun Kelurahan Karang Talun memiliki luas 353.04 1. 3. 7.

ladang dan pemukiman/perumahan.027 km. kelurahan Karang Talun memiliki ketinggian tanah 6 m di atas permukaan laut. : Kelurahan Lomanis. Peruntukan dan penggunaan tanah dapat dilihat pada lampiran 3. Jumlah Penduduk di Kelurahan Karang Talun Berdasarkan Usia Pendidikan Usia 00 – 03 tahun 04 – 06 tahun 07 – 11 tahun 13 – 15 tahun 16 – 18 tahun 19 – keatas Jumlah 1. Curah hujan rata-rata 2000-3000 mm dan suhu udara rata-rata 26°C.615 orang dengan perincian penduduk laki-laki sebanyak 5. Kelurahan Karang Talun mempunyai sifat iklim tropis dengan musim penghujan dan kemarau yang silih berganti selama satu tahun. : Kelurahan Tegal Kebonmanis. Jumlah penduduk berdasarkan kelompok usia pendidikan dapat dilihat dalam tabel berikut ini : Tabel 9. Penduduk kelurahan Karang Talun terdiri dari 2.131 998 1.849 .627 KK. Berdasarkan kondisi geografisnya.971 1.446 orang dan perempuan 5. Jumlah penduduk menurut jenis kelamin sebanyak 10. : Kelurahan Tritih Kulon. Selain itu ada tanah yang digunakan untuk jalan umum sepanjang 1.Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur : Kelurahan Kali Donan. Berdasarkan tabel pada lampiran 3 dapat diketahui bahwa sebagian besar lahan yang ada dipakai untuk sawah.169 orang.857 2.838 2.

435 2.373 1.644 Sumber : Data Monografi Desa dan Kelurahan Bulan Januari – Juni 2005 Berdasarkan tabel 9 dapat diketahui bahwa usia penduduk yang masih dalam usia pendidikan sebesar 11. Rincian komposisi penduduk berdasarkan mata pencaharian dapat dilihat pada tabel berikut ini Tabel 11. Sedangkan jumlah penduduk berdasarkan kelompok usia tenaga kerja dapat dilihat dalam tabel berikut ini : Tabel 10.709 Sumber : Data Monografi Desa dan Kelurahan Bulan Januari – Juni 2005 Berdasarkan tabel 10 dapat diketahui bahwa angka tenaga kerja di kelurahan ini cukup tinggi yaitu 10. Jumlah Penduduk di Kelurahan Karang Talun Berdasarkan Usia Tenaga kerja Usia 10 – 14 tahun 15 – 19 tahun 20 – 26 tahun 27 – 40 tahun 41 – 56 tahun 57 – keatas Jumlah Total Jumlah 999 2.644 orang.435 orang dan 27 – 40 tahun yaitu sebanyak 2. Jumlah paling banyak adalah pada usia 20 – 26 tahun yaitu sebanyak 2.Jumlah Total 11. nelayan. Penduduk kelurahan Karang Talun memiliki mata pencaharian yang beraneka ragam mulai dari pertani.443 2.709 orang. buruh sampai dengan pegawai negeri sipil dan ABRI.838 orang dan penduduk usia 19 – keatas yaitu 2.443 orang. Jumlah paling banyak adalah pada penduduk 1618 tahun yaitu sebanyak 2.133 10.373 orang.326 1. Namun angka ini tidak terlalu jauh berbeda dengan jumlah tenaga kerja pada usia 15 – 19 tahun yaitu sebanyak 2. Komposisi Penduduk Kelurahan Karang Talun Berdasarkan Mata Pencaharian .849 orang. pertukangan.

69 persen luas kecamatan Cilacap Utara.542 348 310 986 1.436 Persentase (%) 2. Sedangkan yang bermata pencaharian paling sedikit adalah sebagai pemulung. 11. 5.07 persen dari keseluruhan jumlah penduduk kelurahan Karang Talun.198 474 377 2 66 5.14 22. Mata Pencaharian Pegawai Negeri Sipil ABRI Swasta Wiraswasta/pedagang Tani Pertukangan Buruh Pensiun Nelayan Pemulung Jasa Jumlah Total Jumlah 129 4 1. . yaitu sebanyak 1. yaitu sebanyak 2 orang atau 0. Jarak dari pusat pemerintah kecamatan 2 km.04 8.No. 6.7 18.94 0. : Kelurahan Gumilir. 9. 7. : Kelurahan Gunung Simping. c.04 persen. 3.37 6.37 0.04 persen dan ABRI sebanyak 4 orang atau sekitar 0. batas-batas wilayah kelurahan Kebonmanis adalah sebagai berikut : Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur : Kelurahan Karang Talun dan Tritih Kulon. 8.21 100 Sumber : Data Monografi Desa dan Kelurahan Bulan Januari – Juni 2005 Berdasarkan tabel 11 di atas dapat diketahui bahwa mayoritas penduduk kelurahan Karang Talun bermata pencaharian sebagai swasta.72 6.07 28.641 Ha atau sekitar 10.542 orang atau sekitar 28.04 1.4 5. 1. Sedangkan yang bermata pencaharian sebagai buruh menduduki ranking dua yaitu sebanyak 1198 orang atau sekitar 22.37 persen. 2. 10. : Kelurahan Tegal Kamulyan. 4. Kelurahan Kebonmanis Kelurahan Kebonmanis memiliki luas 198. Secara administratif.

Selain itu ada tanah yang digunakan untuk jalan umum sepanjang 2. Kelurahan Kebonmanis mempunyai sifat iklim tropis dengan musim penghujan dan kemarau yang silih berganti selama satu tahun. Dengan luas yang hampir sama. pemukiman/perumahan.030 orang dengan perincian penduduk laki-laki sebanyak 5. Kemudian lihat tabel berikut : Tabel 12. Jumlah penduduk menurut jenis kelamin sebanyak 10. tanah di Kebonmanis digunakan untuk sawah. Berdasarkan tabel dalam lampiran 3 dapat diketahui bahwa sebagian besar lahan yang ada dipakai untuk irigasi yaitu seluas 163. Curah hujan rata-rata 2000 mm dan suhu udara rata-rata 21°C.470 10.020 Sumber : Data Monografi Desa dan Kelurahan Bulan Januari – Juni 2005 Tabel 13.500 km.968 orang.062 orang dan perempuan 4.021 5. Jumlah Penduduk di Kelurahan Kebonmanis Berdasarkan Usia Pendidikan Usia 00 – 03 tahun 04 – 06 tahun 07 – 12 tahun 13 – 15 tahun 16 – 18 tahun 19 – keatas Jumlah Total Jumlah 943 703 979 904 1. dan pekarangan.Berdasarkan kondisi geografisnya. Jumlah Penduduk di Kelurahan Kebonmanis Berdasarkan Usia Tenaga Kerja . Penduduk Kebonmanis terdiri dari 2. Peruntukan dan penggunaan tanah dapat dilihat pada lampiran 3. kelurahan Kebonmanis memiliki ketinggian tanah 7 m di atas permukaan laut.286 Ha.252 KK.

91 26. Penduduk kelurahan Kebonmanis memiliki mata pencaharian yang beraneka ragam. Komposisi Penduduk Kelurahan Kebonmanis Berdasarkan Mata Pencaharian No.155 Sumber : Data Monografi Desa dan Kelurahan Bulan Januari – Juni 2005 Berdasarkan tabel 12 dapat diketahui bahwa usia penduduk yang masih dalam usia pendidikan sebesar 10. 1.36 8.42 23. Kemudian dari tabel 13 dapat diketahui bahwa angka tenaga kerja di kelurahan ini cukup tinggi yaitu 8.Usia 10 – 14 tahun 15 – 19 tahun 20 – 26 tahun 27 – 40 tahun 41 – 56 tahun 57 – keatas Jumlah Total Jumlah 851 973 1779 1874 1488 1190 8.72 2.11 100 Sumber : Data Monografi Desa dan Kelurahan Bulan Januari – Juni 2005 .43 0. 7.72 11. 3. Mata Pencaharian Pegawai Negeri Sipil ABRI Swasta Wiraswasta/pedagang Tani Buruh Pensiun Nelayan Jumlah Total Jumlah 374 46 450 215 150 500 160 2 1897 Persentase (%) 19. 2.470 orang. 8.33 7. Jumlah paling banyak adalah pada penduduk usia 19 tahun ke atas yaitu sebanyak 5.020 orang. 5. Komposisi penduduk berdasarkan mata pencaharian dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 14.155 orang. 4. 6.

194 Ha. Jarak dari pusat pemerintah kecamatan 2.114 orang dengan perincian penduduk laki-laki .52 persen luas kecamatan Cilacap Utara.Berdasarkan tabel 14 dapat diketahui bahwa mayoritas penduduk kelurahan Kebonmanis bermata pencaharian sebagai buruh.356 Ha. : Desa Menganti.72 persen.5 km.11 persen dari keseluruhan jumlah penduduk kelurahan Kebonmanis.660 Ha atau sekitar 26. yaitu seluas 317. Sedangkan yang bermata pencaharian sebagai swasta menduduki ranking dua yaitu sebanyak 450 orang atau sekitar 23.198 KK. tanah di Mertasinga digunakan untuk irigasi. Sedangkan yang bermata pencaharian paling sedikit adalah sebagai nelayan. batas-batas wilayah kelurahan Mertasinga adalah sebagai berikut : Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur : Desa Tritih Wetan. : Kelurahan Gumilir.750 km. Jumlah penduduk menurut jenis kelamin sebanyak 15. Kelurahan Mertasinga mempunyai sifat iklim tropis dengan musim penghujan dan kemarau yang silih berganti selama satu tahun. Berdasarkan kondisi geografisnya. kelurahan Mertasinga memiliki ketinggian tanah 6 m di atas permukaan laut. Secara administratif. : Samudera Indonesia.36 persen. Kelurahan Mertasinga Kelurahan Mertasinga memiliki luas 492. Peruntukan dan penggunaan tanah dapat dilihat pada tabel di lampiran 3. Selain itu ada tanah yang digunakan untuk jalan umum sepanjang 42. d. Penduduk kelurahan Mertasinga terdiri dari 4. yaitu sebanyak 2 orang atau 0. Dengan luas yang hampir sama. Curah hujan rata-rata 2000-3000 mm dan suhu udara rata-rata 27°C. yaitu sebanyak 500 orang atau sekitar 26. Berdasarkan tabel dalam lampiran 3 dapat diketahui bahwa sebagian besar lahan yang ada dipakai untuk sawah dan ladang yaitu seluas 343.

Jumlah Penduduk di Kelurahan Mertasinga Berdasarkan Usia Pendidikan Usia 00 – 03 tahun 04 – 06 tahun 07 – 12 tahun 13 – 15 tahun 16 – 18 tahun 19 – keatas Jumlah Total Jumlah 718 487 1549 845 888 10.363 3.850 orang dan perempuan 7.115 orang. Jumlah Penduduk di Kelurahan Mertasinga Berdasarkan Usia Tenaga Kerja Usia 10 – 14 tahun 15 – 19 tahun 20 – 26 tahun 27 – 40 tahun 41 – 56 tahun 57 – keatas Jumlah Total Jumlah 1.616 13.306 Sumber : Data Monografi Desa dan Kelurahan Bulan Januari – Juni 2005 Berdasarkan tabel 15 dapat diketahui bahwa usia penduduk yang masih dalam usia pendidikan sebesar 15. Jumlah penduduk berdasarkan kelompok usia pendidikan dapat dilihat dalam tabel 15 berikut ini : Tabel 15.384 1.628 15.477 2.115 Sumber : Data Monografi Desa dan Kelurahan Bulan Januari – Juni 2005 Jumlah penduduk berdasarkan kelompok usia tenaga kerja dapat dilihat dalam tabel 16 berikut ini : Tabel 16.sebanyak 7.264 orang. Jumlah paling banyak adalah pada penduduk usia 19 .237 3.229 1.

10. Secara administratif. Komposisi penduduk berdasarkan mata pencaharian dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 17.8 km. Sedangkan yang bermata pencaharian paling sedikit adalah sebagai pemulung.306 orang.309 orang atau sekitar 26. yaitu sebanyak 2 orang atau 0.48 12.04 persen dari keseluruhan jumlah penduduk kelurahan Mertasinga.45 6.16 13. Mata Pencaharian Pegawai Negeri Sipil ABRI Swasta Wiraswasta/pedagang Tani Pertukangan Buruh Pensiun Nelayan Jasa Pemulung Jumlah Total Jumlah 274 8 656 309 1.309 72 600 135 2 4. Komposisi Penduduk Kelurahan Mertasinga Berdasarkan Mata Pencaharian No.256 256 1. yaitu sebanyak 1.3 2.tahun ke atas yaitu sebanyak 10.34 25.77 0. Sedangkan yang bermata pencaharian sebagai tani menduduki ranking dua yaitu sebanyak 1.10 persen luas kecamatan Cilacap Utara.75 persen.256 orang atau sekitar 25.04 100 Sumber : Data Monografi Desa dan Kelurahan Bulan Januari – Juni 2005 Berdasarkan tabel 17 di atas dapat diketahui bahwa mayoritas penduduk kelurahan Mertasinga bermata pencaharian sebagai buruh. e. Kemudian dari tabel 16 dapat diketahui bahwa angka tenaga kerja di kelurahan ini sangat tinggi yaitu 13. 1.84 1. 9. 4. Kelurahan Tritih Kulon Kelurahan Tritih Kulon memiliki luas 503. 3. 8. Jarak dari pusat pemerintah kecamatan 1. 5.84 persen.530 Ha atau sekitar 27. 7. 2. 11.62 0. batas-batas wilayah kelurahan Tritih Kulon adalah sebagai berikut : .75 5.877 Persentase (%) 5. 6.628 orang.25 26.

Peruntukan dan penggunaan tanah dapat dilihat pada tabel di lampiran 3.830 orang dengan perincian penduduk laki-laki sebanyak 8. Berdasarkan tabel di lampiran 3 dapat diketahui bahwa sebagian besar lahan yang ada dipakai untuk pekarangan dan tegalan yaitu seluas 233.398 . : Kelurahan Karang Talun.848 1. Jumlah penduduk menurut jenis kelamin sebanyak 15.079 936 1. Curah hujan rata-rata 2000-3000 mm dan suhu udara rata-rata 29°C.570 KK.038 orang dan perempuan 7. : Kelurahan Gumilir.792 orang. Jumlah Penduduk di Kelurahan Tritih Kulon Berdasarkan Usia Pendidikan Usia 00 – 03 tahun 04 – 06 tahun 07 – 12 tahun 13 – 15 tahun Jumlah 1. Kelurahan Tritih Kulon mempunyai sifat iklim tropis dengan musim penghujan dan kemarau yang silih berganti selamas satu tahun.162 Ha dan 154. Jumlah penduduk berdasarkan kelompok usia pendidikan dapat dilihat dalam tabel 18 berikut ini : Tabel 18. Selain itu ada tanah yang digunakan untuk jalan umum sepanjang 14. kelurahan Tritih Kulon memiliki ketinggian tanah 5 m di atas permukaan laut. : Kelurahan Mertasinga. Berdasarkan kondisi geografisnya.039 km.Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur : Jeruk Legi.519 Ha. Penduduk kelurahan Tritih Kulon terdiri dari 3.

437 8.132 15.290 2.830 orang. Jumlah paling banyak adalah pada usia 15 – 19 tahun yaitu sebanyak 4.830 Sumber : Data Monografi Desa dan Kelurahan Bulan Januari – Juni 2005 Sedangkan jumlah penduduk berdasarkan kelompok usia tenaga kerja dapat dilihat dalam tabel 19 berikut ini : Tabel 19. Komposisi Penduduk Kelurahan Tritih Kulon Berdasarkan Mata Pencaharian . Jumlah paling banyak adalah pada penduduk usia 19 tahun ke atas yaitu sebanyak 8.461 4.466 1. Komposisi penduduk berdasarkan mata pencaharian dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 20.132 orang.829 orang.066 orang.16 – 18 tahun 19 – keatas Jumlah Total 2. Jumlah Penduduk di Kelurahan Tritih Kulon Berdasarkan Usia Tenaga Kerja Usia 10 – 14 tahun 15 – 19 tahun 20 – 26 tahun 27 – 40 tahun 41 – 56 tahun 57 – keatas Jumlah Total Jumlah 1.829 Sumber : Data Monografi Desa dan Kelurahan Bulan Januari – Juni 2005 Berdasarkan tabel 18 dapat diketahui bahwa usia penduduk yang masih dalam usia pendidikan sebesar 15.147 2.399 12. Penduduk kelurahan Tritih Kulon memiliki mata pencaharian yang beraneka ragam. Kemudian dari tabel 19 dapat diketahui bahwa angka tenaga kerja di kelurahan ini sangat tinggi hampir sama dengan jumlah di kelurahan Mertasinga yaitu sebanyak 12.066 1.

2. 8.02 persen.003 304 118 387 173 6 6. Sedangkan yang bermata pencaharian paling sedikit adalah sebagai pemulung.02 2. yaitu sebanyak 2.420 orang atau sekitar 22.28 0. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Cilacap Nomor 61 Tahun 2003 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Kelurahan disebutkan bahwa Susunan Organisasi Pemerintahan Kelurahan terdiri dari : a. 6. Kelurahan adalah merupakan perangkat Kecamatan yang dipimpin oleh Kepala Kelurahan yang disebut Lurah yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Camat. Dari penjelasan tersebut kita dapat mengetahui bahwa pemerintah kelurahan adalah organisasi pemerintahan terendah langsung di bawah Camat yang tidak berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri.No. 4.466 orang atau sekitar 22.13 22.466 1.09 100 Sumber : Data Monografi Desa dan Kelurahan Bulan Januari – Juni 2005 Berdasarkan tabel 20 di atas dapat diketahui bahwa mayoritas penduduk kelurahan Tritih Kulon bermata pencaharian di bidang pertukangan.74 22. 9.003 orang atau sekitar 31.04 persen dari keseluruhan jumlah penduduk kelurahan Tritih Kulon. Mata Pencaharian Pegawai Negeri Sipil ABRI Swasta Wiraswasta/pedagang Tani Pertukangan Buruh Pensiun Nelayan Jasa Pemulung Jumlah Total Jumlah 405 8 1.448 Persentase (%) 6.06 4.72 1.45 31. 5. Penduduk yang bermata pencaharian sebagai swasta dan pedagang memiliki jumlah yang hampir sama yaitu sebanyak 1. 2. 11.420 158 2.00 2. 1. Lurah .68 0. 7. Struktur Organisasi dan Rincian Tugas Pokok Pemerintah Kelurahan Disebutkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Cilacap Nomor 61 Tahun 2003 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Kelurahan dalam pasal 1.06 persen.83 6. 10.74 persen dan 1. 3. Sebuah kelurahan dipimpin oleh seorang Lurah yang menjadi penanggung jawab atas tugas pokok dan fungsi yang diemban oleh kelurahan. yaitu sebanyak 6 orang atau 0.

seksi pembangunan .seksi pemerintahan . c.seksi sosial ekonomi .seksi ketentraman ketertiban d. Bagan Struktur Organisasi Pemerintahan Kelurahan KEPALA KELURAHAN SEKRETARIS KELURAHAN KEPALA SEKSI PEMERINTAHAN KEPALA SEKSI PEMBANGUNAN KEPALA SEKSI KETENTRAMAN KETERTIBAN . Kepala Lingkungan Adapun bagan struktur organisasi kelurahan dapat ditunjukkan dalam skema gambar berikut ini : Gambar 2.b. Sekretaris Kelurahan Kepala Seksi Membawahi : .

KEPALA SEKSI SOSIAL EKONOMI KEPALA LINGKUNGAN .

pembangunan dan kemasyarakatan dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan umum dan urusan pemerintahan di wilayahnya. pelaksanaan kegiatan dalam rangka pembinaan ketentraman dan ketertiban wilayah. . pelaksanaan pembangunan dan pembinaan masyarakat. dan pembinaan pelaksanaan kegiatan dalam rangka peningkatan partisipasi dan swadaya gotong royong masyarakat. Kepala Lingkungan merupakan jabatan non struktural yang mempunyai tugas pokok membantu pelaksanaan tugas-tugas operasional Lurah dalam wilayah kerjanya. c. tugas pokok seorang Lurah adalah melakukan penyelenggaraan pemerintahan. d. pelaksanaan tugas di bidang pembangunan kemasyarakatan yang menjadi tanggung jawabnya. pengkoordinasian atas jalannya penyelenggaraan pemerintah kelurahan. Dalam pasal 5 disebutkan mengenai fungsi Lurah antara lain : a. Berdasarkan pasal 4. b.Sumber : Lampiran Peraturan Daerah Kabupaten Cilacap Nomor 61 Tahun 2003 Sekretaris Kelurahan dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Lurah. sekretaris kelurahan dibantu oleh beberapa orang staf.

c. pengadministrasian keuangan. . Dan fungsi Seksi Pemerintahan antara lain : a. kepegawaian. Untuk tugas pokok dan fungsi masing-masing seksi dijelaskan pula dalam pasal 10-15. b. Tugas Seksi Pemerintahan adalah melakukan urusan pemerintahan. pelaksana tugas lain yang dilimpahkan kepada pemerintah kelurahan. penyelenggaraan pemerintahan umum. e. pelaksanaan tugas-tugas di bidang pertanahan. c. perlengkapan dan rumah tangga. pengkoordinasian pelaksanaan tugas seksi-seksi dan lingkungan. d. tata usaha. pelaksanaan pelayanan. Fungsi Sekretaris Kelurahan antara lain : a. Dalam Peraturan Daerah Kabupaten Cilacap Nomor 61 Tahun 2003 itu juga disebutkan mengenai tugas pokok Sekretaris Kelurahan yaitu membantu pelaksanaan tugas Lurah di bidang pembinaan dan pelayanan administrasi kepada masyarakat serta memberikan pelayanan teknis administratif kepada Perangkat Pemerintah Kelurahan serta mengkoordinasikan pelaksanaan tugas seksi-seksi. penyusunan rencana dan program. pengadministrasian kependudukan dan catatan sipil. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Lurah sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.e. b. pengendalian serta pengevaluasian pelaksanaannya.

pemberdayaan wanita dan olah raga. c. . b. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Lurah sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. penyusunan program dan pembinaan kehidupan keagamaan. Tugas Seksi Sosial Ekonomi adalah mengkoordinasikan penyusunan program dan melaksanakan pembinaan sosial dan ekonomi. penyusunan program dan pembinaan perekonomian masyarakat. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Lurah sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. pendidikan. kebudayaan dan kesehatan masyarakat. pengusaha ekonomi lemah dan kegiatan ekonomi lainnya dalam rangka meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat. Seksi Sosial Ekonomi memiliki fungsi : a. d. produksi dan distribusi. penyusunan program dan pembinaan pembangunan pada umumnya serta pembinaan lingkungan hidup. penyusunan program dan pembinaan kegiatan politik. c. e. penyusunan program dan pembinaan pelayanan bantuan sosial. produksi dan distribusi serta pembinaan lingkungan hidup. ideologi negara dan kesatuan bangsa.d. Tugas Seksi Pembangunan adalah melakukan pembinaan pembangunan di bidang perekonomian. Fungsinya antara lain : a. b. pembinaan kepemudaan. penyusunan program dan pembinaan kegiatan pembangunan perkoperasian. penyusunan program dan pembinaan pembangunan prasarana dan sarana fisik.

pelaksanaan tugas Lurah dalam wilayah kerjanya. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Lurah sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. pemberian batuan pelaksanaan kegiatan pengawasan dan pengamanan akibat bencana alam dan bencana lainnya. Tugas Seksi Ketentraman dan Ketertiban adalah melakukan pembinaan ketentraman dan ketertiban wilayah. . b. penyusunan rencana dan program peningkatan kesatuan bangsa dan perlindungan masyarakat. Kepala Lingkungan memiliki fungsi sebagai berikut : a. pembinaan dan pengkoordinasian kegiatan kelompok/lembaga/ organisasi kemasyarakatan di wilayah kerjanya. Seksi Ketentraman dan Ketertiban mempunyai fungsi sebagai berikut : a. c. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Lurah sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. c. d. b. d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Lurah sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya Tugas pokok Kepala Lingkungan adalah membantu pelaksanaan tugas-tugas operasional Lurah dalam wilayah kerjanya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. e. pembinaan dalam rangka meningkatkan swadaya dan gotong royong masyarakat. penyusunan rencana dan program pembinaan ketentraman dan ketertiban umum. pelaksanaan kegiatan penerangan tentang program pemerintah kepada masyarakat.d.

dapat dilihat bahwa kebanyakan responden yang dijadikan sebagai data penelitian ini adalah laki-laki yaitu sejumlah 69 orang atau sekitar 84. Perempuan Jumlah Jumlah 69 13 82 Persentase (%) 84. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No. Responden yang dimaksud berjumlah 82 orang yang merupakan keseluruhan dari aparat kelurahan yang ada di Kecamatan Cilacap Utara.85 100 Sumber : Data Primer Diolah Berdasarkan tabel 21 di atas. Dari data hasil penelitian dapat diperoleh gambaran mengenai ciri-ciri khusus dari responden sehubungan dengan masalah yang diteliti.15 persen dari keseluruhan responden. Laki-laki 2. Karakteristik responden secara keseluruhan dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Jenis Kelamin 1. Karakteristik Responden Karakteristik responden dimaksudkan untuk mengetahui dengan jelas karakteristik dari responden penelitian.3. Sedangkan responden .15 15. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin sesuai data penelitian ditunjukkan pada tabel 21 di bawah ini : Tabel 21.

85 persen dari keseluruhan jumlah responden penelitian. 4.95 persen. Sedangkan untuk responden yang berusia di bawah 40 tahun .83 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia. 6.66 6.66 100 Sumber : Data Primer Diolah Tabel 22 di atas menjelaskan bahwa sebagian besar responden berusia antara 51 – 55 tahun yaitu sebanyak 31 orang atau sekitar 37.80 26. 3.95 37. Kemudian responden yang berusia 41 – 45 tahun sebanyak 5 orang atau sekitar 6. Kemudian responden yang berusia 46 – 50 tahun sebanyak 18 orang atau sekitar 21.perempuan hanya 13 orang atau sekitar 15. 41 – 45 tahun 46 – 50 tahun 51 – 55 tahun 56 – 60 tahun Di atas 60 tahun Jumlah Jumlah 3 5 18 31 22 3 82 Persentase (%) 3.10 persen.10 21. Di bawah 40 tahun 2. 5. Karakteristik responden berdasarkan usia/umur sesuai data penelitian ditunjukkan pada tabel 22 di bawah ini : Tabel 22. Usia 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia No. b.80 persen.

3. 1. yaitu 41 orang atau sekitar 50 persen.76 26. Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan sesuai data penelitian ditunjukkan pada tabel 23 di bawah ini : Tabel 23. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan. SMP Jenjang Pendidikan Jumlah 41 8 22 3 Persentase (%) 50 9.jumlahnya sama dengan responden yang berusia di atas 60 tahun yaitu sebanyak 3 orang atau sekitar 3.66 persen dari jumlah keseluruhan responden penelitian. Kemudian responden dengan tingkat pendidikan SMP dan S1 memiliki jumlah yang sama yaitu sebanyak 8 orang atau sekitar 9. Berdasarkan data penelitian hampir seluruh responden yang tingkat pendidikannya SD menjabat sebagai kepala lingkungan di masing-masing kelurahan. 5. 4.76 100 SMU/SMK D3 S1 Jumlah 8 82 Sumber Data Primer Diolah Dari tabel 23 di atas dapat diketahui bahwa responden tamatan SD jumlahnya paling banyak. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No.83 persen dari keseluruhan jumlah responden.65 9.76 . Untuk responden tamatan SMU/SMK cukup banyak yaitu sebanyak 22 orang atau sekitar 26.83 3. SD 2. c.

Variabel Efektivitas Pelayanan . Pengujian reliabilitas dilakukan dengan rumus Spearman Borwn. Kalau instrumen penelitiannya cukup valid dan reliabel. Pengujian validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mengkorelasikan skor butir dengan skor total dengan menggunakan rumus korelasi product moment. Suatu butir pertanyaan dikatakan valid apabila didapatkan angka korelasi lebih besar atau sama dengan r-tabel.persen. Berkenaan dengan hal itu.65 persen dari jumlah keseluruhan responden penelitian. Sedangkan responden tamatan D3 hanya ada 3 orang atau sekitar 3. makan data yang dihasilkan juga cukup valid dan reliabel. 1. B. Uji Validitas a. maka dalam penelitian ini dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas instrumen penelitian yang digunakan dalam pengambilan data. Suatu instrumen penelitian dikatakan reliabel/andal apabila didapatkan koefisien reliabilitas yang lebih besar dari tabel korelasi pada taraf siginifikansi 5 persen. Uji Validitas dan Reliabilitas Kualitas data suatu penelitian ditentukan oleh kualitas alat pengambilan data atau instrumen penelitiannya. Harga korelasi tersebut kemudian dibandingkan dengan tabel korelasi pada taraf signifikansi 5 persen.

220 0.5315 0.2232 0.Berdasarkan hasil pengujian dengan SPSS for Windows release 11.220 0. sehingga bisa dikatakan bahwa semua pertanyaan dalam kuesioner efektivitas pelayanan bersifat valid.05 didapatkan hasil sebagai berikut : Tabel 24.220 0.2456 0.220 0.2279 0.220 0.3521 0.220 0.4773 0.220 0.220 Status Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Data Primer Diolah Untuk variabel efektivitas pelayanan dengan jumlah responden 82 maka N yang didapat adalah 82 – 2 = 80 sehingga sesuai tabel maka untuk taraf signifikansi lima persen nilai r-tabel = 0.220 0. Hasil Pengujian Validitas Efektivitas Pelayanan Butir ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 r-hitung 0. Instrumen penelitian yang digunakan telah memenuhi pengujian validitas konstruksi sehingga seluruh pertanyaan tersebut disertakan dalam menganalisa data.220.220 0.4887 0.4310 0. Hal ini berarti bahwa instrumen efektivitas pelayanan tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur.4073 0.220 0.3057 r-tabel 0.5690 0.5383 0.220 0. .3902 0.220 0.220 0.5844 0.

220 0.220 0.4074 r-tabel 0.2740 0.6778 0.b.220 0.7741 0.220 0.2550 0.220 0.4658 0.05 didapatkan hasil sebagai berikut : Tabel 25.3993 0.5934 0.220 0.7571 0.220 0.7575 0. Hal ini berarti bahwa instrumen disiplin kerja tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur.3399 0.220 0.220 0. Hasil Pengujian Validitas Disiplin Kerja Butir ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 r-hitung 0.220 0.5922 0. Variabel Disiplin Kerja Berdasarkan hasil pengujian dengan SPSS for Windows release 11.220 0. sehingga bisa dikatakan bahwa semua pertanyaan dalam kuesioner disiplin kerja bersifat valid.220 0.220 Status Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Data Primer Diolah Untuk variabel disiplin kerja dengan jumlah responden 82 maka N yang didapat adalah 82 – 2 = 80 sehingga sesuai tabel maka untuk taraf signifikansi lima persen nilai r-tabel = 0.4753 0.2803 0. Instrumen penelitian yang digunakan telah memenuhi pengujian validitas .220 0.220.

4655 0.3615 0.5255 0.220 Status Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Data Primer Diolah .220 0.220 0.05 didapatkan hasil sebagai berikut : Tabel 26. Hasil Pengujian Validitas Iklim Kerja Butir ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 r-hitung 0.220 0.220 0.3278 0.6199 0.3941 0.3899 0.220 0.3740 0.220 0.3158 0.3771 0.4149 0.220 0.220 0.220 0.konstruksi sehingga seluruh pertanyaan tersebut disertakan dalam menganalisa data.220 0.4476 0.220 0.3863 0.220 0.5604 0.220 0.220 0.4203 0. Variabel Iklim Kerja Berdasarkan hasil pengujian dengan SPSS for Windows release 11.4931 0.220 0.4306 0.220 0.3148 0.220 0.4674 r-tabel 0.4168 0.220 0.220 0.4129 0. c.220 0.4185 0.220 0.220 0.3897 0.3148 0.220 0.

220. Sehingga koefisien Spearman Brown lebih besar dari r-tabel (0. Untuk variabel disiplin kerja dengan jumlah responden 82 maka N yang didapat adalah 82 – 2 = 80 sehingga sesuai tabel maka . Instrumen penelitian yang digunakan telah memenuhi pengujian validitas konstruksi sehingga seluruh pertanyaan tersebut disertakan dalam menganalisa data.9274. Artinya adalah jika instrumen-instrumen tersebut digunakan untuk menguji variabel efektivitas pelayanan beberapa kali maka akan didapatkan hasil yang relatif sama. maka kuesioner efektivitas pelayanan seluruhnya reliabel. Hal ini berarti bahwa instrumen iklim kerja tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur.8694. 2.8694>0.220).Untuk variabel iklim kerja dengan jumlah responden 82 maka N yang didapat adalah 82 – 2 = 80 sehingga sesuai tabel maka untuk taraf signifikansi lima persen nilai r-tabel = 0.05 didapatkan Spearman Brown sebesar 0. Variabel Efektivitas Pelayanan Berdasarkan hasil pengujian dengan SPSS for Windows release 11. sehingga bisa dikatakan bahwa semua pertanyaan dalam kuesioner iklim kerja bersifat valid. Variabel Disiplin Kerja Berdasarkan hasil pengujian dengan SPSS for Windows release 11. Untuk variabel efektivitas pelayanan dengan jumlah responden 82 maka N yang didapat adalah 82–2 yaitu 80 sehingga sesuai tabel maka untuk taraf signifikansi 5 persen nilai r-tabelnya adalah 0. Uji Reliabilitas a.05 didapatkan Spearman Brown sebesar 0.220. b.

220 Status Reliabel Reliabel Reliabel . Hasil pengujian reliabilitas dapat dirangkum dalam tabel sebagai berikut : Tabel 27.220 0.220.220.8682>0. Rangkuman Hasil Pengujian Reliabilitas No. 2.220 0. maka kuesioner iklim kerja seluruhnya reliabel.8694 0. Variabel Iklim Kerja Berdasarkan hasil pengujian dengan SPSS for Windows release 11. c.220). Sehingga koefisien Spearman Brown lebih besar dari r-tabel (0. Artinya adalah jika instrumen-instrumen tersebut digunakan untuk menguji variabel iklim kerja beberapa kali maka akan didapatkan hasil yang relatif sama.05 didapatkan Spearman Brown sebesar 0.9274 0. 1. 3.9274>0.8682 r-tabel 0. Variabel Efektivitas Pelayanan (Y) Disiplin Kerja (X1) Iklim Kerja (X2) Spearman Brown 0.untuk taraf signifikansi 5 persen nilai r-tabel = 0. Artinya adalah jika instrumen-instrumen tersebut digunakan untuk menguji variabel disiplin kerja beberapa kali maka akan didapatkan hasil yang relatif sama. Sehingga koefisien Spearman Brown lebih besar dari r-tabel (0. Untuk variabel iklim kerja dengan jumlah responden 82 maka N yang didapat adalah 82 – 2 = 80 sehingga sesuai tabel maka untuk taraf signifikansi 5 persen nilai r-tabel = 0.220). maka kuesioner disiplin kerja seluruhnya reliabel.8682.

Deskripsi Variabel Penelitian Langkah awal dalam menganalisis data hasil penelitian adalah melakukan deskripsi pada setiap variabel penelitian sebagai upaya untuk mengetahui kondisi variabelvariabel tersebut. Deskripsi variabel akan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekwensi karena dianggap sebagai cara yang paling sederhana guna mengatur data secara sistematis .Sumber : Data Primer Diolah C.

Deskripsi Variabel Efektivitas Pelayanan (Y) Variabel efektivitas pelayanan (Y) dalam penelitian ini diambil dengan kuesioner dengan skala 1 sampai 3. 1. Kemudian masing-masing interval kelas ditafsirkan dengan kalimat kualitatif rendah. sedang dan tinggi.dan mudah dimengerti. dan jumlah pertanyannya sebanyak 14.3 = Rendah . Adapun interval kelas dan penafsirannya adalah sebagai berikut : 14. Cara yang dilakukan adalah dengan membuat rentang kelas dengan jumlah kelas sebanyak 3 dengan rentang merupakan rentang skor. Berdasarkan hal tersebut maka rentang data teoritik adalah 14 sampai dengan 42.0 – 23.

3 23.8 persen) menilai bahwa efektivitas pelayanan yang ada di kelurahan masih rendah.4 – 32.0 – 23.8 40. Distribusi Frekuensi Variabel Efektivitas Pelayanan Interval 14.0 persen) menilai efektivitas pelayanan yang ada di kelurahan tergolong tinggi. Deskripsi Variabel Disiplin Kerja (X1) Variabel disiplin kerja (X1) dalam penelitian ini diambil dengan kuesioner dengan skala 1 sampai 3.2 50.8 – 42.8 – 42.23.4 – 32. 33 responden (40. 8 responden (9. 2.7 32.1 = = Sedang Tinggi Kemudian dari hasil penelitian yang dilakukan didapat data dengan frekuensi sebagai berikut : Tabel 28.0 100.0 Sumber : Data Primer Diolah Tabel 28 menjelaskan bahwa dari 82 responden yang diteliti.1 Jumlah Kategori Rendah Sedang Tinggi Frekuensi 8 33 41 82 Persentase (%) 9.2 persen) menilai efektivitas pelayanan yang ada di kelurahan tergolong sedang dan 41 responden (50.7 32. dan jumlah pertanyannya sebanyak 14 item. Berdasarkan .

0 – 23.hal tersebut maka rentang data teoritik adalah 14 sampai dengan 42.3 23.4 – 32.1 Jumlah Kategori Rendah Sedang Tinggi Frekuensi 6 32 44 82 Persentase (%) 7. 32 responden (39.7 32.0 persen) menilai disiplin kerja aparat kelurahan tergolong sedang dan 44 responden (53.4 – 32. 6 responden (7.7 100.3 39.3 persen) menilai bahwa disiplin kerja aparat kelurahan tergolong rendah.1 = = = Rendah Sedang Tinggi ukan didapat data dengan Kemudian dari hasil penelitian yang dilak frekuensi sebagai berikut : Tabel 29.0 53. Adapun interval kelas dan penafsirannya adalah sebagai berikut : 14. Distribusi Frekuensi Variabel Disiplin Kerja Interval 14.3 23. Deskripsi Variabel Iklim Kerja (X2) .0 – 23.8 – 42. 3.7 32.7 persen) menilai disiplin kerja aparat kelurahan tergolong tinggi.0 Sumber : Data Primer Diolah Tabel 29 di atas menjelaskan bahwa dari 82 responden yang diteliti.8 – 42.

5 persen) menilai bahwa iklim kerja yang terdapat di kelurahan tergolong rendah.0 40. Adapun interval kelas dan penafsirannya adalah sebagai berikut : 24.0 40.0 – 72.0 – 40.9 persen) menilai iklim kerja yang ada di kelurahan tergolong .0 – 40.0 – 56.0 – 56.0 Jumlah Kategori Rendah Sedang Tinggi Frekuensi 16 27 39 82 Persentase (%) 19.5 32. Berdasarkan hal tersebut maka rentang data teoritik adalah 24 sampai dengan 72.9 47.0 Sumber : Data Primer Diolah Tabel 30 di atas menjelaskan bahwa dari 82 responden yang diteliti.0 = = = Rendah Sedang Tinggi Kemudian dari hasil penelitian yang dilakukan didapat data dengan frekuensi sebagai berikut : Tabel 30. 16 responden (19.0 – 72.0 56. 27 responden (32. Distribusi Frekuensi Variabel Iklim Kerja Interval 24.0 56. dan jumlah pertanyannya sebanyak 24 soal.6 100.Variabel iklim kerja (X2) dalam penelitian ini diambil dengan kuesioner berskala 1 sampai 3.

4. Variabel 1.sedang dan 39 responden (47. Sedangkan pengaruh variabel disiplin kerja terhadap efektivitas pelayanan aparat kelurahan relatif kecil apabila dibandingkan dengan variabel iklim kerja yaitu sebesar 31. . D. Iklim Kerja (X2) Mean 31. Disiplin Kerja (X1) 2.98 Sumber : Data Primer Diolah Berdasarkan tabel 31 di atas dapat dikatakan bahwa efektivitas pelayanan aparat kelurahan lebih banyak dipengaruhi oleh variabel iklim kerja yaitu sebesar 54.6 persen) menilai iklim kerja yang ada di kelurahan tergolong tinggi. Pengujian Hipotesis Analisis data merupakan cara untuk menyajikan data yang telah diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner penelitian. Penafsiran Variabel Berdasarkan Nilai Mean No.87.87 54. Iklim Kerja (X2) dan variabel Efektivitas Pelayanan (Y). Data yang telah diperoleh kemudian diolah untuk mengetahui hubungan variabel yang dioperasionalkan yaitu variabel Disiplin Kerja (X1).98. Penafsiran Variabel Berdasarkan Nilai Mean Berdasarkan hasil perhitungan statistik dengan menggunakan SPSS for Windows release 11.05 didapatkan hasil sebagai berikut : Tabel 31.

Korelasi Kendall Tau dan Koefisien Konkordansi Kendall. sebagai berikut : 1. Kecenderungan Pengaruh Antara Variabel Disiplin Kerja (X1) dengan Variabel Efektivitas Pelayanan (Y) Kecenderungan pengaruh antara variabel disiplin kerja (X1) dengan variabel efektivitas pelayanan (Y) dapat dilihat pada tabel 32 di bawah ini : Tabel 32. Tabulasi silang digunakan untuk mengamati kecenderungan pengaruh antara dua variabel dengan memperhatikan beberapa prinsip dalam tabulasi silang kemudian dihitung persentasenya tiap kelompok untuk memperjelas dan melihat pengaruh antara dua variabel. Analisis Hasil Tabulasi Silang antara Variabel Disiplin Kerja (X1) dengan Variabel Efektivitas Pelayanan (Y) . Korelasi Kendall Tau digunakan untuk menguji hipotesis pertama yaitu pengaruh antara disiplin kerja pegawai dengan efektivitas pelayanan aparat kelurahan dan hipotesis kedua yaitu pengaruh antara iklim kerja yang ada dalam kelurahan dengan efektivitas pelayanan aparat kelurahan.Penelitian ini menggunakan teknik satistik non parametrik yaitu dengan menggunakan Analisa Tabulasi Silang. Berikut rinciannya : a. Hasil analisis dengan teknik-teknik tersebut akan dibahas satu persatu. Tabulasi Silang Pada analisa tabulasi silang data yang sudah ada dikelompokkan dalam jenjang kategori. Sedangkan Korelasi Konkordansi Kendall digunakan untuk mengetahui derajat asosiasi semua variabel bebas secara bersama-sama.

Dari 82 responden terdapat 32 responden yang disiplin kerjanya sedang. 2 responden yang disiplin kerjanya rendah cenderung berpengaruh terhadap tingginya efektivitas pelayanan.1% 33 100.8% 3 9. kecenderungan pengaruh antara disiplin kerja dengan efektivitas pelayanan menunjukkan bahwa : 1). .7% 32 39.2% 25 75. Dari 32 responden tersebut menunjukkan kecenderungan sebagai berikut : a.0% Sumber : Data Primer Diolah.0% Tinggi 37 90. 2). 3 responden yang disiplin kerjanya rendah cenderung berpengaruh terhadap efektivitas pelayanan yang sedang. b.0% 5 Sedang 62. Dari 6 responden tersebut menunjukkan kecenderungan sebagai berikut : a.3% 82 100.2% 2 4.Disiplin Kerja (X1) Tinggi 25. b. c. 25 responden yang disiplin kerjanya sedang cenderung berpengaruh terhadap efektivitas pelayanan yang sedang pula.9% 41 100.9% 2 4. Dari 82 responden terdapat 6 responden yang disiplin kerjanya rendah.0% 6 7. Merujuk tabulasi silang pada tabel 32 di atas. 5 responden yang disiplin kerjanya sedang cenderung berpengaruh terhadap rendahnya efektivitas pelayanan.0% Rendah 2 Efektivitas Pelayanan (Y) Sedang 5 15.5% 1 Rendah 12.0% Jumlah 44 53. 1 responden yang disiplin kerjanya rendah cenderung berpengaruh terhadap rendahnya efektivitas pelayanan.5% 8 Jumlah 100.

5% 6 Sedang 75.c.1% 17 51. 2 responden yang disiplin kerjanya tinggi cenderung berpengaruh terhadap rendahnya efektivitas pelayanan.8% Jumlah 39 47. b.6% 27 32.5% Tinggi 35 85. Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan bahwa variabel disiplin kerja (X1) cenderung berpengaruh terhadap variabel efektivitas pelayanan (Y). Dari 82 responden terdapat 44 responden yang disiplin kerjanya tinggi. Dari 44 responden tersebut menunjukkan kecenderungan sebagai berikut : a. 2 responden yang disiplin kerjanya sedang cenderung berpengaruh terhadap tingginya efektivitas pelayanan.0% Rendah 1 Efektivitas Pelayanan (Y) Sedang 3 9. c. b. Analisis Hasil Tabulasi Silang antara Variabel Iklim Kerja (X2) dengan Variabel Efektivitas Pelayanan (Y) Iklim Kerja (X2) Tinggi 12.9% . Kecenderungan Pengaruh Antara Variabel Iklim Kerja (X2) dengan Variabel Efektivitas Pelayanan (Y) Kecenderungan pengaruh antara variabel iklim kerja (X2) dengan variabel efektivitas pelayanan (Y) dapat dilihat pada tabel 33 di bawah ini : Tabel 33. 37 responden yang disiplin kerjanya tinggi cenderung berpengaruh terhadap efektivitas pelayanan yang tinggi pula.4% 4 9. 5 responden yang disiplin kerjanya tinggi cenderung berpengaruh terhadap efektivitas pelayanan yang sedang. 3).

kecenderungan pengaruh antara iklim kerja dengan efektivitas pelayanan menunjukkan bahwa : 1). Dari 39 responden tersebut menunjukkan kecenderungan sebagai berikut : a.0% Merujuk tabulasi silang pada tabel 33 di atas.0% Sumber : Data Primer Diolah 13 39. 3). 4 responden menyatakan iklim kerja yang sedang cenderung berpengaruh terhadap tingginya efektivitas pelayanan. Dari 82 responden terdapat 16 responden yang menyatakan iklim kerja rendah. c. 17 responden menyatakan iklim kerja yang sedang cenderung berpengaruh terhadap efektivitas pelayanan yang sedang pula.5% 82 100.0% 2 4. c.0% 16 19. . b. Dari 27 responden tersebut menunjukkan kecenderungan sebagai berikut : a.1 Rendah 12. Dari 16 responden tersebut menunjukkan kecenderungan sebagai berikut : a.5% 8 Jumlah 100. 1 responden menyatakan iklim kerja yang tinggi cenderung berpengaruh terhadap rendahnya efektivitas pelayanan. 6 responden menyatakan iklim kerja yang sedang cenderung berpengaruh terhadap rendahnya efektivitas pelayanan.9% 41 100. 2). b. 13 responden menyatakan iklim kerja yang rendah cenderung berpengaruh terhadap efektivitas pelayanan yang sedang. Dari 82 responden terdapat 39 responden yang menyatakan iklim kerja tinggi. Dari 82 responden terdapat 27 responden yang menyatakan iklim kerja sedang.4% 33 100. 2 responden menyatakan iklim kerja yang rendah cenderung berpengaruh terhadap tingginya efektivitas pelayanan. 1 responden menyatakan iklim kerja yang rendah cenderung berpengaruh terhadap rendahnya efektivitas pelayanan.

540 . Korelasi Kendal c Korelasi Kendal c digunakan untuk mencari pengaruh dan menguji hipotesis antara variabel disiplin kerja (x1) dan variabel iklim kerja (x2) sebagai variabel bebas dengan variabel efektivitas pelayanan aparat kelurahan di Kecamatan Cilacap Utara sebagai variabel terikat. Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan bahwa variabel iklim kerja (X2) cenderung berpengaruh terhadap variabel efektivitas pelayanan (Y). 35 responden menyatakan iklim kerja yang tinggi cenderung berpengaruh terhadap efektivitas pelayanan yang tinggi pula.518 0. 2. Hasil Perhitungan Kendall Korelasi X1Y X2Y Sumber : Data Primer Diolah c Keterangan Signifikan Signifikan Koefisien Korelasi 0. 3 responden menyatakan iklim kerja yang tinggi cenderung berpengaruh terhadap efektivitas pelayanan yang sedang. Hasil perhitungan secara statistik pengaruh antara variabel disiplin kerja terhadap efektivitas pelayanan aparat dan pengaruh antara variabel iklim kerja terhadap efektivitas pelayanan aparat kelurahan dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 34. c.b.

Analisis Pengaruh antara Variabel Disiplin Kerja (X1) dengan Variabel Efektivitas Pelayanan (Y) Berdasarkan tabel 39 di atas koefisien korelasi antara variabel disiplin kerja (X1) dan variabel efektivitas pelayanan (Y) adalah sebesar 0.518.05 > 0. . Artinya disiplin kerja berpengaruh terhadap efektivitas pelayanan dan diterima pada taraf signifikansi 5 persen (α lebih besar dari nilai approximate significance yaitu 0.96. Harga Z untuk variabel disiplin kerja dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : Sedangkan besarnya Z tabel untuk taraf signifikansi 5 persen dan pengujian dua sisi diketahui sebesar 1. Hasil tersebut diperkuat dengan membandingkan Z hitung dengan harga Z tabel.a. Kemudian harga ini dibandingkan dengan Z hitung. 2004:240). Koefisien ini menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan.001). dimana bila Z hitung lebih besar dari Z tabel maka koefisien korelasi yang ditemukan adalah signifikan (Sugiono.

Dari pendapat tersebut dapat ditarik pengertian bahwa seorang pegawai yang memiliki disiplin kerja yang tinggi maka akan dapat berprestasi lebih tinggi pula.sehingga Z hitung yang diperoleh lebih besar dari Z tabel (6.518 adalah signifikan.888>1. Hal ini ditujukkan dengan taatnya aparat pada peraturanperaturan yang berlaku dalam organisasi. Hal ini menunjukkan bahwa korelasi antara variabel disiplin kerja (X1) dengan variabel efektivitas pelayanan (Y) sebesar 0. tunduk pada peraturan-peraturan yang telah ada dengan senang hati.96) sehingga hipotesis diterima. dan tingkat kehadiran yang tinggi serta tanggung jawab pegawai yang tinggi dalam menggunakan peralatan kantor dan dalam menyelesaikan tugas-tugas. Prestasi pegawai yang tinggi akan . Widjaja (1990:28) berpendapat bahwa disiplin adalah termasuk dalam unsur-unsur penting yang mempengaruhi prestasi suatu organisasi. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan pendapat Kerlinger dan Pedhazur (1987:160) bahwa disiplin adalah suatu keadaan tertib dimana orang-orang yang bergabung dalam suatu organisasi. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa disiplin kerja aparat berpengaruh terhadap efektivitas pelayanan aparat kelurahan di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap. ketaatan aparat pada jam kerja. cara berpakaian yang selalu memakai baju seragam. Disiplin kerja aparat kelurahan yang ada di Kecamatan Cilacap Utara sudah baik. umumnya berprestasi lebih tinggi pula. Dengan hasil ini maka terlihat terdapat hubungan yang signifikan antara variabel disiplin kerja dengan variabel efektivitas pelayanan aparat kelurahan. dalam kehidupan sehari-hari dapat kita amati bahwa mereka yang berdisiplin tinggi.

Makin disiplin pegawai. kriteria standar struktur dan sistem organisasi tersebut itu adalah syarat mutlak untuk mencapai keberhasilan. Hal tersebut diperkuat dengan pendapat dari Atmosudirjo yang mengemukakan bahwa : Disiplin adalah suatu pengetahuan tingkat tinggi tentang sistem aturan-aturan perilaku. . Begitu pula halnya bagi kelurahan yang mempunyai tujuan memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat. sistem atau norma-norma kriteria dan standar sekaligus keseluruhan dan kesadaran bahwa ketaatan akan aturan. Tujuan tersebut dapat tercapai melalui disiplin kerja yang tinggi dari pada pegawainya dalam mengerjakan semua tugas-tugas yang telah menjadi tanggungjawabnya. pelayanan yang efektif bagi masyarakat. Pentingnya disiplin dalam organisasi pemerintah ditegaskan oleh Widjaja (1990:156) bahwa : Pelaksanaan disiplin pegawai sangat penting peranannya dalam pengelolaan Departemen secara keseluruhan.memberikan sumbangan yang optimal kepada organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Berhasil tidaknya pembangunan di bidang pendidikan sebagian besar ditentukan oleh tingkat disiplin pegawainya. makin berhasil pula dalam mengemban misinya.

Artinya iklim kerja berpengaruh terhadap efektivitas pelayanan dan diterima pada taraf signifikansi 5 persen (α lebih besar dari nilai approximate significance yaitu 0.001). Dengan demikian siginifikansinya pengaruh disiplin kerja terhadap efektivitas pelayanan aparat kelurahan dengan kenyataan di lapangan mengenai faktor disiplin kerja yang mempengaruhi efektivitas pelayanan terbukti kebenarannya. Pendapat-pendapat di atas memberikan gambaran pada kita bahwa disiplin kerja pegawai memiliki arti penting dalam mencapai pelayanan yang efektif.05 > 0. maka lurah beserta perangkatnya harus punya disiplin tinggi sehingga dapat memberikan pelayanan yang efektif atau berdaya guna bagi masyarakat. Disiplin yang baik juga berarti terlaksananya tugas-tugas yang harus dilakukan oleh aparat kelurahan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan secara bersama-sama. Karena tugas yang diemban oleh kelurahan bersifat kompleks.Aparat pemerintah kelurahan dituntut harus punya disiplin kerja yang baik agar tugas-tugas pemerintah yang menjadi kewajibannya dapat terselesaikan dengan baik. Analisis Hubungan antara Variabel Iklim Kerja (X2) dengan Variabel Efektivitas Pelayanan (Y) Berdasarkan tabel 34 di atas koefisien korelasi antara variabel iklim kerja (X2) dan variabel efektivitas pelayanan (Y) adalah sebesar 0. b. Hasil tersebut diperkuat dengan membandingkan Z hitung dengan harga Z tabel. Koefisien ini menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan.540. dimana bila Z hitung lebih besar dari Z tabel maka koefisien korelasi yang .

Kemudian harga ini dibandingkan dengan Z hitung. Hal ini menunjukkan bahwa korelasi antara variabel iklim kerja (X2) dengan variabel efektivitas pelayanan (Y) sebesar 0. Dengan hasil ini.181>1. terlihat terdapat hubungan antara variabel iklim kerja dengan variabel efektivitas pelayanan aparat kelurahan di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap. sehingga Z hitung yang diperoleh lebih besar dari Z tabel (7. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa iklim kerja aparat berpengaruh terhadap efektivitas pelayanan aparat kelurahan di Kecamatan Cilacap .96.96) sehingga hipotesis diterima.540 adalah signifikan.ditemukan adalah signifikan (Sugiono. 2004:240). Harga Z untuk variabel iklim kerja dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : Sedangkan besarnya Z tabel untuk taraf signifikansi 5 persen dan pengujian dua sisi diketahui sebesar 1.

yaitu karyawan. partisipasi dan kebebasan pegawai dalam setiap pengambilan keputusan serta adanya hukuman dan imbalan bagi pegawai yang berprestasi dan melanggar aturan. membagi pekerjaan memimpin dan mengarahkan serta memotivasi. Hal ini ditujukkan dengan terdapatnya struktur tugas di masing-masing kelurahan. adanya pembagian tugas yang jelas dalam organisasi. manajemen dan penjabaran kegiatan organisasi. Kedua. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan pendapat Widyarto (dalam Handoko. Ketiga. sehingga tidak diperlukan supervisi yang ketat dari atasannya. perencanaan. 1993:34) bahwa pada dasarnya terbentuk karena proses menyatunya tiga unsur. Iklim kerja aparat kelurahan yang ada di Kecamatan Cilacap Utara sudah baik. Hal tersebut akan berjalan baik jika semua berjalan sesuai secara fungsional yaitu : Pertama. kebijaksanaan organisasi berupa peraturan organisasi dan kesepakatan kerja yang dijalankan dengan baik. Berdasarkan pada pendapat Steers (1985:130) bahwa “iklim memang merupakan faktor pengaruh yang penting bagi prestasi dan kepuasan kerja. sistem penggajian dan pemberian tunjangan yang memadai dan adanya perhatian terhadap karyawan. karyawan dapat memahami hal-hal teknis pekerjaannya. komunikasi yang baik.Utara Kabupaten Cilacap. Iklim kerja dalam suatu organisasi merupakan suatu sifat atau ciri yang dirasakan dalam lingkungan kerja dan timbul karena kegiatan organisasi yang dilakukan secara sadar maupun tidak sadar dan dianggap mempengaruhi kelancaran aktivitas organisasi. selain memahami hal-hal teknis dari pekerjaan dan unit kerjanya.” . juga harus menguasai kemampuan manajerial. atasan sebagai bagian dari manajemen.

sehingga pelayanannya menjadi efektif. bagaimana hubungan antar pegawai dalam organisasi tersebut. Pendapat-pendapat di atas memberikan gambaran pada kita bahwa iklim kerja yang tercipta di suatu organisasi memiliki arti penting dalam mencapai pelayanan yang efektif dari suatu organisasi. Dalam hal ini yang dimaksud adalah iklim organisasi dalam kantor kelurahan tempat aparat kelurahan melayani kepentingan masyarakat. Begitu pula halnya bagi kelurahan yang mempunyai tujuan memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat. Iklim kerja dalam suatu organisasi merupakan suatu sifat atau ciri yang dirasakan dalam lingkungan kerja dan timbul karena kegiatan organisasi yang dilakukan secara sadar maupun tidak sadar dan dianggap mempengaruhi kelancaran aktivitas organisasi. Tujuan tersebut dapat tercapai apabila dalam kelurahan tercipta iklim kerja yang baik. Suasana iklim kerja tempat pegawai bekerja perlu diperhatikan. Dengan demikian siginifikansinya pengaruh iklim kerja terhadap efektivitas pelayanan aparat kelurahan dengan . Demikian pula halnya dengan organisasi kelurahan. Harus tercipta suatu iklim kerja yang baik agar kelurahan dapat memberikan pelayanan yang efektif kepada masyarakat. Hal ini sangat penting guna mendukung tercapainya pelayanan yang efektif terhadap masyarakat. Bagaimana cara pegawai berinteraksi dengan masyarakat pada saat melayani. pelayanan yang efektif bagi masyarakat.Dari pendapat tersebut dapat ditarik pengertian bahwa dalam sebuah organisasi yang memiliki iklim kerja yang baik maka organisasi akan dapat memberikan pelayanan yang efektif.

b. 3.518 sehingga pengaruhnya dapat dikatakan murni.kenyataan di lapangan mengenai faktor iklim kerja yang mempengaruhi efektivitas pelayanan terbukti kebenarannya. maka pengaruh antara disiplin kerja dengan efektivitas pelayanan lebih kuat. Korelasi Parsial Uji korelasi parsial digunakan untuk melihat tingkat kemurnian pengaruh antara variabel independen dengan dependen. Perhitungan Korelasi Antara Variabel Disiplin Kerja (X1) Dengan Variabel Efektivitas Pelayanan (Y) Dikontrol Variabel Iklim Kerja (X2) Hasil perhitungan korelasi parsial antara variabel disiplin kerja dengan variabel efektivitas pelayanan yang dikontrol oleh variabel iklim kerja sebesar 0. maka efektivitas pelayanannya akan jauh lebih tinggi. a. dimana salah satu variabel independennya dibuat tetap/dikontrol.5724. Jadi setiap subyek dalam sampel bila iklim kerjanya sama. Hal ini berarti bila pegawai yang disiplin kerjanya tinggi dan iklim kerjanya sama dengan pegawai yang disiplin kerjanya rendah. Koefisien korelasi ini lebih besar dibandingkan dengan koefisien korelasi sebelum dikontrol yaitu 0. Perhitungan Korelasi Antara Variabel Iklim Kerja (X2) Dengan Variabel Efektivitas Pelayanan (Y) Dikontrol Variabel Disiplin Kerja (X1) .

Hal ini berarti bila pegawai yang bekerja pada iklim kerja yang tinggi dan disiplin kerjanya sama dengan pegawai yang bekerja pada iklim kerja yang rendah.54 sehingga pengaruhnya dapat dikatakan tidak murni. Koefisien Konkordansi Kendall (W) Teknik analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Hasil Perhitungan Koefisien Konkordansi Kendall (W) . Hasil perhitungan data dengan analisis konkordansi kendall (W) diperoleh koefisien yang dapat dilihat pada tabel 35 berikut ini : Tabel 35. yaitu pengaruh secara bersama-sama antara variabel disiplin kerja (X1) dan iklim kerja (X2) terhadap efektivitas pelayanan (Y). maka pengaruh antara iklim kerja dengan efektivitas pelayanan menjadi lebih lemah. Koefisien korelasi ini lebih kecil dibandingkan dengan koefisien korelasi sebelum dikontrol yaitu 0. Rumus ini akan membuktikan hipotesis bahwa disiplin kerja aparat dan iklim kerja secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas pelayanan aparat kelurahan. 4. Jadi setiap subyek dalam sampel bila disiplin kerjanya sama. maka efektivitas pelayanannya justru akan jauh lebih rendah.3549.Hasil perhitungan korelasi parsial antara variabel iklim kerja dengan variabel efektivitas pelayanan yang dikontrol oleh variabel disiplin kerja sebesar 0.

X2.696 X2Tabel 5. Berdasarkan perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa nilai koefisien konkordasi kendall sebesar 0.Y yang merupakan pengaruh disiplin kerja dan iklim kerja secara bersama-sama dengan efektivitas pelayanan aparat pada tingkat kepercayaan 5 persen.Korelasi X1.991 sehingga dengan demikian X2 hitung sebesar 127.991).696 > 5. Hasil perhitungan tersebut membuktikan bahwa pengaruh antara disiplin kerja (X1) dan iklim kerja (X2) terhadap efektivitas pelayanan (Y) siginifikan diterima pada taraf signifikansi 5 persen sehingga dapat dikatakan bahwa peningkatan disiplin kerja dan iklim kerja secara bersama-sama akan diikuti pula peningkatan efektivitas pelayanan aparat kelurahan.696. Melalui pengujian signifikansi pengaruh antara tiga variabel penelitian diperoleh X2 sebesar 127.696 lebih besar dari X2 tabel (127.779.Y W 0. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh yang sangat kuat antara disiplin kerja (X1) dan iklim kerja (X2) dengan efektivitas pelayanan aparat dengah arah positif. Hal ini sesuai .991 Keterangan Signifikan Sumber : Data Primer Diolah Dari tabel 35 di atas dapat dilihat hasil perhitungan X1. Dengan demikian hipotesis pengaruh antara disiplin kerja dan iklim kerja dengan efektivitas pelayanan aparat kelurahan dapat diterima. Harga tersebut kemudian dibandingkan dengan harga X2 tabel pada taraf signifikansi 5 persen menunjukkan angka 5.779 X2 Hitung 127.X2. Dari hasil penelitian di lapangan diketahui bahwa peningkatan efektivitas pelayanan kelurahan di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap dapat dipengaruhi oleh faktor disiplin kerja aparat dan iklim kerja yang ada pada lingkungan kerja.

Yang dimaksud koordinasi disini adalah iklim kerja yang tercipta di lingkungan kerja. Melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik berarti kedisiplinan tiap-tiap individu dalam organisasi tersebut baik.627 menunjukkan arah positif sehingga model regresi ini cocok (fitting) digunakan untuk meramalkan pengaruh antara variabel disiplin kerja (X1) dan variabel iklim kerja (X2) terhadap variabel efektivitas pelayanan (Y) sehingga dapat dikatakan setiap kenaikan satu unit pada variabel disiplin kerja dan iklim kerja sebesar 54. Dengan demikian signifikansi pengaruh disiplin kerja aparat dan iklim kerja yang ada di kelurahan terhadap efektivitas pelayanan dengan kenyataan di lapangan mengenai faktor disiplin kerja dan iklim kerja terhadap efektivitas pelayanan terbukti.627 dan signifikan pada taraf 0.dengan apa yang dikemukakan oleh M.05 > 0.001).627 akan mengakibatkan kenaikan satu unit pada variabel efektivitas pelayanan sebesar 54. efektivitas organisasi secara keseluruhan akan timbul.001 (a 0. 5.627 pula. atau dengan kata lain bila tiap anggota organisasi secara terkoordinasi melaksanakan tugas dan pekerjaannya masing-masing dengan baik. . Regresi Ordinal Hasil perhitungan regresi ordinal pengaruh variabel disiplin kerja (X1) dan variabel iklim kerja (X2) secara bersama-sama terhadap variabel efektivitas pelayanan (Y) diperoleh nilai beta (b) sebesar 54. Manullang (1986:214) yang mengatakan bahwa prestasi atau efektivitas organisasi pada dasarnya adalah efektivitas perorangan. Hasil regresi ordinal sebesar 54. Dari situlah kita dapat mengetahui bahwa ada pengaruh yang erat antara disiplin dan iklim kerja terhadap efektivitas suatu organisasi.

642. bahwa disiplin kerja cenderung berpengaruh terhadap efektivitas pelayanan aparat. artinya bahwa ada pengaruh yang signifikan antara disiplin kerja aparat kelurahan dan iklim kerja yang ada di kelurahan terhadap efektivitas pelayanan aparat kelurahan. dimana didapatkan koefisien korelasi antara X1 terhadap Y adalah sebesar 0. Hal ini berarti bahwa pengaruh disiplin kerja aparat kelurahan dan iklim kerja yang ada di kelurahan terhadap efektivitas pelayanan aparat kelurahan sebesar 64.2 persen.Nilai Negelkerke R2 dalam penelitian dipakai untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara serentak terhadap variabel terikat. Pembahasan Tabulasi silang digunakan untuk mengetahui kecenderungan pengaruh dua variabel dengan memperhatikan beberapa prinsip dalam tabulasi silang kemudian dihitung presentasenya tiap kelompok untuk memperjelas dan melihat pengaruh antara dua variabel. Dengan demikian hipotesis diterima.8 persen dipengaruhi variabel di luar model. bahwa iklim kerja cenderung berpengaruh terhadap efektivitas pelayanan aparat. Hasil pengujian dengan SPSS for Windows release 11.518. Yang pertama. Adanya pengaruh ini dibuktikan melalui perhitungan korelasi kendall tau-c. 2002:129). Yang kedua. Nilai Negelkerke R2 dapat diiterpretasikan seperti nilai R2 pada multiple regression (Ghozali. E. sedangkan sisanya sebesar 35.05 didapatkan nilai Negelkerke R2 sebesar 0. Nilai koefisien . Dari hasil perhitungan tabulasi silang didapatkan dua kecenderungan.

Koefisien ini dinyatakan signifikan karena nilai approximate significance lebih kecil dari nilai a (0.8 persen. Besarnya pengaruh tersebut adalah sebanyak 51.menunjukkan disiplin kerja memiliki hubungan yang positif dan signifikan. Uji korelasi parsial digunakan untuk melihat kemurnian pengaruh antara variabel independen dengan dependen.518 .001 < 0. Dari perhitungan korelasi kendall tau-c juga didapatkan koefisien korelasi antara X2 terhadap Y yaitu sebesar 0. Artinya semakin baik iklim kerja maka efektivitas pelayanan akan cenderung meningkat.005) dan diperkuat dengan perbandingan harga Z hitung dan Z tabel.005) dan diperkuat dengan perbandingan harga Z hitung dan Z tabel. Artinya semakin tinggi disiplin kerja aparat.001 < 0. dimana salah satu variabel independennya dibuat tetap/dikontrol. Dengan demikian maka hipotesis pertama yang menyatakan bahwa semakin tinggi disiplin kerja aparat pemerintah kelurahan maka akan semakin meningkat efektivitas pelayanannya dapat diterima. Koefisien ini dinyatakan signifikan karena nilai approximate significance lebih kecil dari nilai a (0. Dengan demikian hipotesis kedua yang menyatakan bahwa semakin tinggi iklim kerja maka akan semakin meningkat efektivitas pelayanannya dapat diterima.888 > 1. Nilai koefisien ini lebih besar dari nilai koefisien setelah dikontrol yaitu sebesar 0. Besarnya pengaruh tersebut adalah sebanyak 54 persen.96). Hasil perhitungan korelasi parsial antara variabel disiplin kerja dengan variabel efektivitas pelayanan yang dikontrol variabel iklim kerja sebesar 0.96). dimana Z hitung lebih besar dari Z tabel (6.5724.181 > 1. dimana Z hitung lebih besar dari Z tabel (7.540. maka efektivitas pelayanan akan semakin tinggi pula. Nilai koefisien menunjukkan iklim kerja memiliki hubungan yang positif dan signifikan.

Nilai koefisien ini menunjukkan bahwa variabel disiplin kerja (X1) dan variabel iklim kerja (X2) memiliki pengaruh yang kuat dan positif terhadap variabel iklim efektivitas pelayanan (Y). Berdasarkan hasil perhitungan korelasi konkordansi kendall (W) didapatkan koefisien korelasi antara X1 dan X2 terhadap Y sebesar 0. maka efektivitas pelayanannya justru akan lebih rendah.627 dan signifikan pada taraf 0.991).779.05 > 0. Nilai koefisien ini lebih kecil dari nilai koefisien sebelum dikontrol yaitu sebesar 0. pegawai yang disiplin kerjanya tinggi dan iklim kerjanya sama dengan pegawai yang disiplin kerjanya rendah. Hasil perhitungan korelasi parsial antara variabel iklim kerja dengan variabel efektivitas pelayanan yang dinkontrol oleh variabel disiplin kerja sebesar 0.3549. pegawai yang bekerja pada iklim kerja yang tinggi dan disiplin kerjanya sama dengan pegawai yang bekerja pada iklim kerja yang rendah.001 (a 0. Perbandingan antara X2 hitung dengan X2 tabel menunjukkan bahwa X2 hitung lebih besar dari X2 tabel pada taraf signifikansi 5 persen (127.696 > 5. Kedua.540 sehingga pengaruhnya dapat dikatakan tidak murni.001). Berdasarkan perhitungan regresi ordinal didapatkan nilai b sebesar 54. Koefisien korelasinya dinyatakan signifikan berdasarkan perbandingan antara X2 hitung dengan X2 tabel dan juga berdasarkan hasil perhitungan regresi ordinal. Hasil perhitungan tersebut membuktikan bahwa antara X1 dan X2 mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Y diterima pada taraf signifikansi 5 persen. Hasil ini menunjukkan arah positif sehingga . Pertama. maka efektivitas pelayanannya akan jauh lebih tinggi. maka efektivitas pelayanan akan cenderung meningkat. artinya semakin tinggi disiplin kerja dan iklim kerja. Dari hasil tersebut diperoleh dua kesimpulan.sehingga pengaruhnya dapat dikatakan murni.

Disiplin kerja aparat dan iklim kerja yang ada di suatu organisasi memiliki peranan sentral dalam memacu efektivitas pelayanan dalam suatu organisasi karena keefektifan pelayanan membutuhkan dukungan kuat dari para pegawainya dan dukungan kuat dari suasana iklim kerja yang ada di organisasi tersebut. Dari situlah kita dapat mengetahui bahwa ada hubungan yang erat antara kedisiplinan dan iklim kerja terhadap efektivitas suatu organisasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Hasil perhitungan tersebut membuktikan bahwa antara X1 dan X2 mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Y. Hal ini sesuai dengan pendapat M. Manullang (1986:214) yang menyatakan bahwa prestasi atau efektivitas organisasi pada dasarnya adalah efektivitas perorangan. Adanya disiplin kerja dan iklim kerja yang baik akan menciptakan interaksi yang harmonis baik antara aparat dengan sesama . efektivitas organisasi secara keseluruhan akan timbul. Yang dimaksud koordinasi disini adalah iklim kerja yang tercipta di lingkungan kerja. atau dengan kata lain bila tiap anggota organisasi secara terkoordinasi melaksanakan tugas dan pekerjaannya masing-masing dengan baik. Terkoodinasi dengan baik berarti kedisiplinan tiap-tiap individu dalam organisasi tersebut baik.model regresi ini cocok (fitting) digunakan untuk meramalkan pengaruh antara variabel disiplin kerja (X1) dan variabel iklim kerja (X2) terhadap variabel efektivitas pelayanan (Y) sehingga dapat dikatakan setiap kenaikan satu unit pada variabel disiplin kerja dan iklim kerja akan mengakibatkan kenaikan satu unit pada variabel efektivitas pelayanan sebesar 54. Hal ini memperkuat diterimanya hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa semakin tinggi disiplin kerja dan iklim kerja maka semakin meningkat pula efektivitas pelayanannya.627.

Pengujian Hipotesis Model Geometrikal Disiplin kerja aparat pemerintah kelurahan (X1) Iklim Kerja pemerintah kelurahan (X2) . Suasana ini juga akan menciptakan ketertiban dalam jalannya pelayanan di kelurahan sehingga efektivitas pelayanan bisa tercapai jika kedua hal tersebut maksimal. Selain secara statistik yaitu yang tertera dalam hipotesis kerja model verbal. pendidikan pegawai.779.aparat birokrasi maupun antara aparat dengan masyarakat. motivasi pegawai.1 persen dipengaruhi variabel di luar model. kinerja organisasi. manajemen organisasi. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada sekam berikut ini : Gambar 3. fasilitas kerja. Dari nilai ini dapat dikatakan bahwa sumbangan disiplin kerja dan iklim kerja terhadap efektivitas pelayanan aparat kelurahan sebesar 77. perilaku aparat dalam bekerja dan sebagainya. penelitian ini juga menyajikan hipotesis secara geometrikal. seperti kemampuan aparat dalam mengintepretasikan tugas-tugas. Sehingga apabila ada suatu prosedur pelayanan yang harus dipatuhi oleh masyarakat. sedangkan sisanya sebesar 22. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan diperoleh bahwa pengaruh disiplin kerja dan iklim kerja secara serentak terhadap efektivitas pelayanan aparat kelurahan adalah sebanyak 0. hal itu disebabkan oleh karena interaksi yang baik.9 persen. masyarakat akan mematuhinya dengan senang hati.

779 0.518 .Efektivitas pelayanan aparat kelurahan (Y) 0.518 0.540 Berdasarkan gambar 3 di atas maka dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja aparat pemerintah kelurahan mempunyai pengaruh yang cukup kuat dengan efektivitas pelayanan aparat di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap yaitu sebesar 0.

540 atau 54 persen. Faktor lain tersebut misalnya kemampuan aparat dalam menginterpretasikan tugas-tugas.8 persen. =============================================================== ====== BAB V KESIMPULAN DAN IMPLIKASI . pendidikan pagawai.779 atau 77. kinerja organisasi.1 persen. Selanjutnya pengaruh variabel disiplin kerja dan iklim kerja secara bersama-sama terhadap efektivitas pelayanan aparat kelurahan di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap yaitu sebesar 0.9 persen. akan tetapi masih ada faktor lain yang mempengaruhi efektivitas pelayanan aparat kelurahan di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap sebesar 0.atau 51. fasilitas kerja.221 atau 22. Pengaruh kedua variabel ini kuat. Hal yang sama juga terjadi pada iklim kerja yang di kelurahan terhadap efektivitas pelayanan aparat kelurahan yaitu sebesar 0. manajemen organisasi. perilaku aparat dalam bekerja dan sebagainya yang mendorong peningkatan efektivitas pelayanan aparat kelurahan di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap. motivasi pegawai.

Berdasarkan perhitungan Konkordasi Kendall (W) untuk analisis pengaruh secara bersama-sama antara X1 dan X2 terhadap Y diperoleh koefisien korelasinya sebesar 0. artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara iklim kerja pegawai dengan efektivitas pelayanan aparat kelurahan di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap.540. Pengaruhnya yang sangat kuat dan positif. 2. Merujuk pada hasil korelasi kendall didapatkan pengaruhnya sebesar 0.A. Dengan demikian hipotesis pertama dapat diterima.642 menunjukkan bahwa pengaruh . 3. Kemudian berdasarkan regresi ordinal pengaruh antara variabel X1 dan X2 secara bersama-sama terhadap Y diperoleh nilai b sebesar 54. Berdasarkan tabulasi silang diperoleh kecenderungan bahwa disiplin kerja berpengaruh terhadap efektivitas pelayanan. Berdasarkan korelasi parsial didapatkan pengaruh yang murni untuk X1 terhadap Y yang dikontrol X2 sebesar 0. Merujuk pada hasil korelasi kendall didapatkan pengaruhnya sebesar 0.518. Berdasarkan tabulasi silang diperoleh kecenderungan bahwa iklim kerja berpengaruh terhadap efektivitas pelayanan.3549. artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara disiplin kerja pegawai dengan efektivitas pelayanan aparat kelurahan di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap.627. Kesimpulan Dari hasil penelitian secara kuantitatif dalam penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut : 1.779. Dengan demikian hipotesis kedua dapat diterima. Nilai Negelkerke R2 sebesar 0.5724 dan pengaruh yang tidak murni untuk X2 terhadap Y yang dikontrol X1 sebesar 0.

Banyaknya pegawai yang datang terlambat mengakibatkan pelayanan kepada masyarakat menjadi kurang maksimal. sedangkan sisanya sebesar 35. Caranya antara lain dengan memberikan hukuman kepada aparat yang datang terlambat sesuai dengan tingkat . 2. diharapkan partisipasi anggota dalam kegiatan organisasi akan meningkat dan keterampilan pegawai akan bertambah.X1 dan X2 secara bersama-sama terhadap Y sebesar 64. Dengan demikian. Kedisiplinan pegawai perlu ditingkatkan agar pelayanan aparat semakin meningkat. hipotesis ketiga yang menyatakan adanya pengaruh yang signifikan antara disiplin kerja dan iklim kerja terhadap efektivitas pelayanan aparat kelurahan di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap dapat diterima. Adanya pegawai yang masih kurang memahami dan menguasai hal-hal teknis pekerjannya membuat pekerjaan terhambat. Organisasi harus menindak lanjuti antara lain dengan mengadakan suatu pelatihan seperti pelatihan komputer. Hal ini tidak boleh dibiarkan.2 persen. B. dapat diberikan implikasi yang dapat digunakan untuk mencapai efektivitas pelayanan aparat kelurahan di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap sebagai berikut : 1. kursus pembukuan dan akuntansi. Pelatihan ini bisa dibuat wajib untuk semua pegawai. Dengan adanya pelatihan yang wajib ini.8 persen dipengaruhi variabel di luar model. Implikasi Dari hasil penelitian tentang pengaruh dari disiplin kerja dan iklim kerja terhadap efektivitas pelayanan aparat kelurahan tersebut.

seperti misalnya komputer harus ada di setiap kantor untuk memperlancar dan mempercepat pekerjaan. Tidak ada pembagian tugas yang jelas di kantor. pengguna barang juga harus memiliki kesadaran untuk memelihara dan menggunakan peralatan kantor sebagaimana mestinya.keterlambatannya dan diberikan penghargaan kepada yang datang tepat waktu. Misalnya setiap satu semester diadakan rekapitulasi daftar hadir. Pemeliharaan alat-alat kantor masih kurang. Selain itu. kemudian diberikan hadiah kepada yang selalu datang tepat waktu. Pemimpin perlu membuat deskripsi pekerjaan yang jelas agar tidak terjadi over lapping dalam pekerjaan. Selain petugas kebersihan. 4. tingkat penghargaan bagi pegawai yang berprestasi juga perlu diadakan agar para pegawai bersemangat dalam bekerja. 3. =============================================================== ====== KUESIONER . Peralatan juga perlu disesuaikan dengan perkembangan teknologi yang ada. Perlu perbaikan sistem pemeliharaan agar peralatan yang sudah usang tetap dapat digunakan secara maksimal.

Pada kesempatan yang baik ini peneliti juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesediaan bapak / ibu / saudara. Maksud dari daftar ini semata-mata hanya untuk kepentingan ilmiah.I. Hormat kami. yang telah meluangkan waktunya untuk mengisi angket ini. Ruswati . Jawaban yang anda berikan sangat berharga bagi kami sebagai bahan untuk menyusun skripsi. Oleh karena itu jawaban yang sejujur-jujurnya merupakan harapan kami. Peneliti mohon maaf apabila ada pertanyaan yang kurang berkenan di hati bapak / ibu / saudara. Pengantar Dengan Hormat. kami mohon dengan hormat kesediaan bapak / ibu / saudara meluangkan waktu sejenak. Dalam rangka menyelesaikan studi akhir pada Jurusan Ilmu Administrasi Negara FISIP UNSOED. Adapun judul skripsi yang kami susun yaitu “PENGARUH DISIPLIN DAN IKLIM KERJA TERHADAP EFEKTIVITAS PELAYANAN APARAT PEMERINTAH KELURAHAN DI KECAMATAN CILACAP UTARA KABUPATEN CILACAP”.

. Bagian kedua yang berisi daftar pertanyaan. Keterangan *) Coret yang tidak perlu * Daftar Pertanyaan Berilah tanda silang pada salah satu jawaban a. b.……………………………………………. :………………………………………………………….II. Pendidikan Terakhir Alamat :…………………………………………………. III. Petunjuk Pelaksanaan Angket yang peneliti sediakan ini terdiri dari dua bagian yaitu: bagian pertama yang berisi tentang identitas responden. 2. 5.. c. Nama / Umur :……………………… / ………………………………. Angket Penelitian * Identitas Responden 1. Pada bagian ini bapak / ibu / saudara cukup mengisi bagian yang telah disediakan. 3. Pada bagian ini bapak / ibu / saudara memilih salah satu jawaban yang dianggap paling benar.. dari pertanyaan dibawah ini : . 4. Jenis Kelamin : Laki-laki / Perempuan *) Kedudukan dalam kantor :.

jarang b. ada 2. Apakah bapak/ibu pernah menerima keluhan masyarakat yang sedang dilayani ? a. Apakah atasan bapak/ibu pernah menegur bapak/ibu berkaitan dengan hasil pekerjaan bapak/ibu ? a. Variabel Efektivitas Pelayanan 1. Apakah bapak/ibu saat ini masih memiliki tunggakan pekerjaan yang belum selesai ? a.A. sebutkan macam keluhan apa saja yang pernah bapak/ibu terima : 1). ada . ………………………………………… 4. ………………………………………… 3). sering Apabila jawaban “sering”. kadang-kadang c. sering 3. jarang b. ………………………………………… 2). kadang-kadang c. tidak ada b. Apakah di kantor bapak/ibu terdapat kotak saran ? a. ya. mungkin ada c.

………………………………………… 5. tahu b. ………………………………………… 2).b. berapa banyak kritik dan saran yang masuk dalam sebulan ? a. banyak b. membawa pekerjaan ke rumah c. Apa yang akan bapak/ibu lakukan apabila memiliki kepentingan kelurga yang sangat mendesak pada saat jam kerja ? a. tidak ada Bila jawaban “a”. sangat cocok dengan kemampuan pegawainya b. apakah bapak/ibu mengetahui alasan mengapa di kantor bapak/ibu tidak ada kotak saran ? a. ………………………………………… 3). sebutkan alasannya ? 1). tidak perduli Bila jawaban bapak/ibu “tahu”. tidak tahu c. pulang karena urusan mendesak 6. Bagaimana menurut bapak/ibu tentang sistem kerja yang berlaku di lingkungan kantor bapak/ibu saat ini ? a. sedikit Bila jawaban “b”. lumayan cocok dengan kemampuan pegawainya . menyelesaikan tugas kantor terlebih dahulu b. agak banyak c.

sangat mendorong pegawai untuk selalu patuh dan bekerja dengan baik b. Apakah bapak/ibu pernah berpartisipasi dalam program-program yang dilaksanakan organisasi (seperti diklat dan management training) ? a. cukup mendorong pegawai untuk selalu patuh dan bekerja dengan baik c. mengerjakan dengan cepat dan yakin pekerjaannya benar b. Bagaimana pandangan bapak/ibu terhadap prosedur atau peraturan yang ada di kantor bapak/ibu ? a. berhasil mengatasinya namun cara penyelesaiannya tidak tepat 10. kurang cocok dengan kemampuan pegawainya 7. sering b.c. jarang . mengerjakan dengan baik dan sesekali meminta bantuan pada rekan kerja c. kurang mendorong pegawai untuk selalu patuh dan bekerja dengan baik Bagaimana bapak/ibu mengerjakan semua tugas-tugas yang dibebankan kepada bapak/ibu ? a. 8. berhasil mengatasinya dengan baik b. berhasil mengatasinya namun butuh waktu yang lama c. kadang merasa bingung sehingga meminta bantuan kepada rekan kerja 9. kadang-kadang c. Bagaimana tindakan atasan bapak/ibu apabila timbul masalah dalam organisasi ? a.

Apakah yang bapak/ibu lakukan apabila organisasi sedang mengadakan suatu acara diklat ? a. sedikit B. Ada berapa kasus pelanggaran yang terjadi di kantor bapak/ibu dalam waktu satu bulan ? a. Variabel Disiplin Kerja 15. pagi sekali . berpartisipasi sebagai panitia b. sangat senang b. semua mudah diajak kerjasama b. biasa saja 13. sedang c. Apakah bapak/ibu merasa senang bekerja sama dengan rekan-rekan kerja bapak/ibu di kantor ? a. tidak ikut berpartisipasi 12. banyak b. berpartisipasi sebagai peserta c. Bagaimana biasanya bapak/ibu datang ke kantor ? a.11. hanya beberapa saja yang mudah diajak kerjasama 14. Apakah semua rekan kerja bapak/ibu mudah diajak kerjasama dalam rangka mewujudkan tujuan organisasi ? a. senang c. ada yang sulit diajak kerjasama c.

Apakah bapak/ibu selalu hadir setiap hari pada jam kerja kantor ? . sebelum jam kerja habis b. sering b. kadang-kadang c. jarang 19. selalu b. agak siang c. setelah jam kerja habis 17. Apakah bapak/ibu pernah melanggar tata tertib yang ada di kantor ? a. terlalu ketat b. sering b. kadang-kadang c.b. Apakah bapak/ibu pernah tidak mengerjakan perintah dari atasan ? a. biasa c. tepat pada saat jam kerja habis c. siang 16. Bagaimana pendapat bapak/ibu tentang peraturan dan tata tertib di kantor ? a. tidak pernah 21. terlalu longgar 20. kadang-kadang c. Apakah bapak/ibu selalu memakai pakaian dinas yang telah ditentukan ? a. Bagaimana biasanya bapak/ibu pulang dari kantor ? a. jarang 18.

a. kadang-kadang c. Apakah bapak/ibu pernah menggunakan peralatan dan perlengkapan kantor untuk kepentingan pribadi ? a. Bagaimana keadaan peralatan dan perlengkapan kantor tempat bapak/ibu bekerja ? a. jarang Sebutkan alasan bapak/ibu mengajukan ijin tidak masuk kerja : 1). ………………………………………… 23. selalu b. jarang 25. tidak selalu 24. tidak terpelihara dengan baik . sering ijin tidak masuk kerja 22. Berapa kali bapak/ibu ijin tidak masuk kantor dalam satu bulan ? a. kadang-kadang ijin untuk tidak hadir c. selalu hadir setiap hari b. ………………………………………… 2). sedikit terpelihara dengan baik c. kadang-kadang c. kadang-kadang c. sering b. terpelihara dengan baik b. sering b. ………………………………………… 3). Apakah bapak/ibu dalam bekerja selalu menggunakan perlengkapan kantor yang tersedia ? a.

Bagaimana tindakan bapak/ibu mengahdapi tumpukan pekerjaan yang begitu banyak di kantor ? a. pernah b. mungkin pernah c. lebih dari cukup b. mendahulukan pekerjaan yang disukai c. 3). tidak ada . cukup c. …………………………………….26. menyelesaikan semua pekerjaan dengan baik b. C. 2). hanya menyelesaikan pekerjaan yang diminta atasan saja 27. ……………………………………. Apakah waktu yang tersedia sudah cukup untuk menyelesaikan semua pekerjaan ? a. Apakah di kantor bapak/ibu terdapat bagan struktur organisasi ? a. Variabel Iklim Kerja dalam Organisasi 29. ……………………………………. ada b. Apakah bapak/ibu menanggung resiko dan kerugian yang terjadi pada saat bekerja selama ini ? a. kurang 28. tidak pernah Sebutkan kerugian yang pernah ditanggung : 1). ya.

coba bapak/ibu sebutkan : 1). Apakah bapak/ibu pernah berselisih dengan salah satu rekan kerja ataupun atasan bapak/ibu ? a. bingung c. 30. jarang 31. tidak tahu Jika jawaban “b” apakah bapak/ibu tahu alasan mengapa di kantor bapak/ibu tidak ada bagan struktur organisasi ? a. tahu betul b. ……………………………………. bingung c. jarang 32. ……………………………………. Apakah di kantor bapak/ibu sering terjadi overlap atau tumpang tindih pekerjaan ? a.Jika jawaban “a” apakah bapak/ibu mengetahui maksud dari bagan struktur organisasi tersebut ? a. 3). 2). tidak tahu Bila tahu alasannya. Bagaimana sikap organisasi terhadap pegawai yang berprestasi di kantor bapak/ibu ? . tahu betul b. sering b. ……………………………………. sering b. kadang-kadang c. kadang-kadang c.

Bagaimana sikap organisasi terhadap pegawai yang melanggar peraturan di kantor bapak/ibu ? a. ……………………………………. hanya melibatkan pegawai tertentu c. tidak diperhatikan c. melibatkan seluruh pegawai b. tidak dihukum 35. 2). sedang c.a. ……………………………………. Bagaimana sistem pengambilan keputusan di kantor bapak/ibu ? a. 3). Bagaimana tingkat penghargaan di kantor bapak/ibu terhadap pegawai yang berprestasi ? a. diberi hukuman sama rata untuk semua perbuatan c. bawahan harus menunggu instruksi dari atasan . ……………………………………. rendah 34. 33. diberi hukuman sesuai perbuatannya b. Bagaimana sikap organisasi apabila terjadi masalah yang sangat mendesak dalam situasi yang sangat darurat ? a. bawahan boleh mengambil tindakan sendiri b. tinggi b. tidak tahu Bila jawaban “a” sebutkan imbalan yang pernah diberikan organisasi : 1). diberi imbalan tambahan b. tidak melibatkan pegawai biasa 36.

Bagaimana tindakan organisasi untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki oleh pegawainya ? . ……………………………………. jarang 40. Apakah bapak/ibu sering terlambat datang ke kantor ? a. Bagaimana tingkat pelanggaran tata tertib di kantor bapak/ibu ? a. dijalankan dengan baik b. …………………………………… 2). rendah 38. tidak ada sistem penilaian kerja yang jelas 41. pekerjaan diambil alih oleh atasan 37. kadang-kadang c. ……………………………………. sering b. kadang-kadang c. tinggi b. 39. 3).c. Apakah keluarga bapak/ibu sering memotivasi bapak/ibu untuk selalu bersemangat dalam bekerja ? a. Bagaimana pendapat bapak/ibu tentang sistem penilaian kerja yang ada di kantor bapak/ibu saat ini ? a. sedang c. jarang Jika jawaban “a” sebutkan alasan mengapa sering terlambat : 1). kadang tidak dijalankan c. sering b.

hanya mengawasi bawahan dan tidak mengerjakan kewajibannya c. ……………………………………. mengadakan pelatihan seperti diklat b. tidak melakukan tindakan apapun 42. …………………………………… 2). sering b. 43. kursus komputer. jarang dilaksanakan . berapa kali organisasi mengadakan acara tersebut dalam setahun terakhir …. memberikan pengarahan pada bawahan c. memarahi bawahan 44. kali dan sebutkan jenis kegiatannya : 1). management training atau sejenisnya ? a. tidak perduli c. jarang Bila jawaban “a”. 3). mengerjakan kewajibannya dan mengawasi bawahannya dengan baik b.a. rutin dilaksanakan b.. Apakah di kantor bapak/ibu sering mengadakan pelatihan seperti diklat. Bagaimana sikap atasan apabila melihat bawahan yang tidak dapat bekerja dengan baik ? a. kadang-kadang c. Menurut bapak/ibu bagaimana atasan bapak/ibu bekerja ? a. memberikan bimbingan b. Bagaimana pelaksanaan evaluasi kerja di kantor bapak/ibu ? a. ……………………………………. mengerjakan kewajibannya tetapi tidak mengawasi bawahannya 45.

kadang-kadang c. kurang nyaman c. sangat puas b. sangat nyaman b. jarang 47. tidak ada c. tidak tahu 48. sangat nyaman b. Apakah pekerjaan bapak/ibu memunculkan resiko pekerjaan yang berat ? . tidak ada evaluasi 46. tidak nyaman 49. Apakah bapak/ibu menunda pekerjaan yang disebabkan oleh terbatasnya sarana dan fasilitas yang tersedia ? a. Apakah bapak/ibu merasa nyaman bekerja di ruangan kerja yang bapak/ibu tempati saat ini ? a. sering b. Apakah bapak/ibu merasa puas dengan besarnya insentif yang diterima ? a.c. kurang puas c. tidak puas 51. tidak nyaman 50. Apakah di ruang kerja bapak/ibu terdapat filing cabinet (lemari) untuk menyimpan berkas-berkas kerja atau dokumen penting ? a. kurang nyaman c. ada b. Apakah bapak/ibu merasa aman meletakkan kendaraan di tempat parkir yang tersedia di kantor ? a.

Bagaimana sikap bapak/ibu menghadapi resiko berat yang muncul ? a.a. melaporkan pada atasan c.500 Ha 0. ya b.965 Ha 102. 5.500 Ha 2. kadang-kadang c. 4. menghadapi dengan sabar dan berusaha sebaik-baiknya b. 7. 9. 1.783 Ha 2.365 Ha . Peruntukan dan Penggunaan Tanah Sawah dan ladang Bangunan umum Empang Pemukiman/perumahan Pekuburan Pertokoan/perdagangan Perkantoran Tanah wakaf Tanah sawah Jumlah 56. 8. 6.500 Ha 51.750 Ha 1. 2. 3. tidak 52.500 Ha 13 Ha 114. menghindari pekerjaan yang mengandung resiko ------------------------- LAMPIRAN Peruntukan dan Penggunaan Tanah di Lima Kelurahan di Kecamatan Kabupaten Cilacap " Peruntukan dan Penggunaan Tanah di Kelurahan Gumilir No.

11. 7. 12. Irigasi Pekarangan Perladangan Tegalan 51. 3.15 Ha 1. 6. 4. 5.366 Ha 1.Juni 2005 " Peruntukan dan Penggunaan Tanah di Kelurahan Karang Talun No.457 Ha 85.892 Ha 0. 10. 6.892 Ha 2. 8. 13. 2.5 Ha 20 Ha 50.20 Ha 15 Ha 116 Ha 32 Ha 204 Ha 0. 3.500 Ha Sumber : Data Monografi Desa dan Kelurahan Bulan Januari . 1.5 Ha 20 Ha Sumber : Data Monografi Desa dan Kelurahan Bulan Januari .250 Ha .286 Ha 85.1 Ha 60 Ha 20 Ha 131. 8.533 Ha 3.398 Ha 0. 12.112 Ha 163.10. 2. 7.365 Ha 212. 11.100 Ha 7. 5. Peruntukan dan Penggunaan Tanah Sawah Pemukiman/perumahan Pekuburan Petokoan/perdagangan Perkantoran Irigasi Pekarangan Jalur Hijau Jumlah 92.Juni 2005 " Peruntukan dan Penggunaan Tanah di Kelurahan Kebonmanis No. Peruntukan dan Penggunaan Tanah Sawah dan ladang Bangunan umum Empang Pemukiman/perumahan Pekuburan Industri Perkantoran Tanah wakaf Tanah sawah Irigasi Pekarangan Jalur Hijau Pasar Desa Jumlah 116. 13. 4. 9. 1.

194 Ha 1. 7.Juni 2005 " Peruntukan dan Penggunaan Tanah di Kelurahan Mertasinga No.721 Ha Sumber : Data Monografi Desa dan Kelurahan Bulan Januari . Peruntukan dan Penggunaan Tanah Sawah dan ladang Bangunan umum Jalur Hijau Pemukiman/perumahan Pekuburan Pertokoan/perdagangan Perkantoran Tanah wakaf Pasar Desa Irigasi Pekarangan Rawa Lain-lain Jumlah 343. 1.568 Ha 20. 9.094Ha 91. 9.745 Ha 5 Ha 1.595 Ha 1.356 Ha 253.565 Ha . 5. Peruntukan dan Penggunaan Tanah Sawah dan ladang Bangunan umum Jalur Hijau Pemukiman/perumahan Pekuburan Empang Perkantoran Tanah wakaf Pasar Desa Irigasi Jumlah 91.652 Ha 0. 3. Perladangan 11. Tegalan 10. Lain-lain 7. 7. 8.462 Ha 8 Ha 9. 6.860Ha 317.459 Ha 0. 3. 5.393 Ha 10.9.34 Ha 2.5 Ha 0.85 Ha 4.5 Ha 88. 12. 10.883 Ha 0. 1. 13.513 Ha Sumber : Data Monografi Desa dan Kelurahan Bulan Januari . 4. 8.284 Ha 0. 10.50 Ha 4.15 Ha 0. 2. 11.Juni 2005 " Peruntukan dan Penggunaan Tanah di Kelurahan Tritih Kulon No.5 Ha 1.544 Ha 5. 6. 4. 2.

7571 X1.7741 .S C A L E (S P L I T) Correlation Matrix X1.4753 .Juni 2005 Hasil Pengujian Validitas dan Reliabilitas Variabel Disiplin Kerja Reliability ****** Method 2 (covariance matrix) will be used for this analysis ****** R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S .13 X1.6778 .2550 .4074 1.5 X1 .1 X1.11.3399 .2803 .3 X1.0 .2740 .0000 R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S .5922 .3993 .5934 X1.10 X1 . Pekarangan 12.162 Ha 154.9 X1.519 Ha Sumber : Data Monografi Desa dan Kelurahan Bulan Januari .2 X1.8 X1.14 X1 X1 .S C A L E (S P L I T) N of Cases = 82.6 X1.4658 .4 X1.11 X1. Tegalan 233.7 X1.12 X1.7575 .

3148 X2.5 X2 .4306 .4129 .3899 .3278 .12 X2.15 X2 .13 X2.1 X2.S C A L E (S P L I T) Correlation Matrix X2.9 X2.3771 .14 X2.10 X2 .3941 .9271 Guttman Split-half = .4931 R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S .6 X2.4476 R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S .2 X2.7 X2.3148 .9274 Alpha for part 1 = .Reliability Coefficients 14 items Correlation between forms = .6199 .4185 .3 X2.8641 Equal-length Spearman-Brown = .5255 .3740 .S C A L E (S P L I T) Correlation Matrix X2.S C A L E (S P L I T) .6923 Alpha for part 2 = .7972 Unequal-length Spearman-Brown = .3615 .8 X2.11 X2.5160 7 items in part 1 7 items in part 2 Hasil Pengujian Validitas dan Reliabilitas Variabel Iklim Kerja Reliability **** Method 2 (covariance matrix) will be used for this analysis ***** R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S .4 X2.

22 X2.19 X2.16 X2.4149 .4674 1.3863 .24 X2 X2 .4655 .5315 .7668 Equal-length Spearman-Brown = .4167 12 items in part 1 12 items in part 2 Hasil Pengujian Validitas dan Reliabilitas Variabel Efektivitas Pelayanan Reliability **** Method 2 (covariance matrix) will be used for this analysis ***** R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S .3897 .4203 X2.18 X2.21 X2.17 X2.23 X2.5334 Alpha for part 2 = .20 X2 .0 Reliability Coefficients 24 items Correlation between forms = .8680 Guttman Split-half = .8682 Alpha for part 1 = .0000 N of Cases = 82.5383 .7852 Unequal-length Spearman-Brown = .Correlation Matrix X2.5690 .5604 .3902 .4168 .3158 .S C A L E (S P L I T) Correlation Matrix Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Y .5844 Y6 Y7 Y8 Y9 Y10 .

6077 Alpha for part 2 = .3057 1.Y .8694 Alpha for part 1 = .4356 7 items in part 1 7 items in part 2 Frequencies Frequency Table .3521 .2456 Y11 Y12 Y13 Y14 Y Y .4773 .2279 .4073 .0 Reliability Coefficients 14 items Correlation between forms = .7929 Unequal-length Spearman-Brown = .S C A L E (S P L I T) N of Cases = 82.4887 .2232 .8690 Guttman Split-half = .4310 .7683 Equal-length Spearman-Brown = .0000 R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S .

Crosstabs Disiplin Kerja * Efektivitas Pelayanan .

Iklim Kerja * Efektivitas Pelayanan

Partial Corr - - - PARTIAL CORRELATION COEFFICIENTS - - -

Controlling for.. X2 X1 Y X1 1,0000 ,5724 ( 0) ( 79) P= , P= ,000 Y ,5724 1,0000 ( 79) ( 0) P= ,000 P= , (Coefficient / (D.F.) / 2-tailed Significance) " , " is printed if a coefficient cannot be computed

Controlling for.. X1 X2 Y X2 1,0000 ,3549 ( 0) ( 79) P= , P= ,001 Y ,3549 1,0000 ( 79) ( 0) P= ,001 P= , (Coefficient / (D.F.) / 2-tailed Significance) " , " is printed if a coefficient cannot be computed

Hasil Pengujian Konkordansi Kendall (W) NPar Tests Kendall's W Test

Ordinal Regression .PLUM .

.

.

.

Home Gallery Biografy Story Blue Words Friends Islamic Tips Chat with your friends Get a free website at Webs.com .