Kisah TKW di Arab Saudi

Kisah TKW di Negara Arab Saudi
Cerita berikut sarat dengan ilmu dan pengalaman hidup, ditulis oleh Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray. Selamat membaca, mudahmudahan bermanfaat. Sebuah pemerintahan Islam atau masyarakat Islam bukanlah sebuah kumpulan orang-orang yang tidak pernah berbuat dosa sama sekali sehingga kita bisa seenaknya menuduh para ulama yang membimbing masyarakat tersebut telah gagal atau tidak becus dalam membina negaranya. Bahkan di masa kepemimpinan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam yang masyarakatnya adalah generasi terbaik ummat ini, ada orang yang didera karena minum khamar1, ada yang dirajam karena berzina2, bahkan ada yang murtad keluar dari Islam3. Namun, tidak ada satu pun yang menuduh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam telah gagal mendidik para sahabatnya. Karena memang, tidak ada satu pun manusia yang terjaga dari kesalahan, selain para Nabi dan Rasul ‘alaihimussalam, olehnya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Setiap anak adam senantiasa berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang senantiasa bertaubat.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dihasankan Asy-Syaikh AlAlbani dalam Shohihut Targhib, no. 3139)

Pengalaman belajar di Saudi, bergaul dengan sebagian pekerja Indonesia yang kebetulan bertemu di masjid, di jalan, di toko, di majelis-majelis ilmu, dan dalam suatu bimbingan ibadah haji tahun 1431 H atas permintaan sebuah travel yang pesertanya lebih dari 90% pekerja Indonesia, sisanya India, Maroko, dan Philipina. Semua itu menyisakan banyak cerita yang mungkin sebagiannya bisa dijadikan pelajaran, terutama yang berkaitan dengan hubungan antara pekerja dan majikan, yang oleh musuh-musuh Dakwah Tauhid dijadikan senjata untuk menjatuhkan ulama Ahlus Sunnah di negeri ini. Insya Allah akan kami sarikan dalam beberapa poin berikut: Para majikan tidak semuanya memahami agama dengan baik, banyak yang awam, tidak mau belajar agama dan banyak yang zalim terhadap pekerjanya4. Kepada mereka para ulama di negeri ini telah menasihati, baik secara pribadi maupun terangterangan, seperti nasihat Asy-Syaikh Muhammad bin Ahmad Al-Fiyfiy hafizhahullah yang sangat menyentuh di www.sahab.net5 yang berjudul At-Tahdzir min Zhulmil Khudam wal ‘Ummal (Peringatan Keras dari Perbuatan Zalim kepada para Pembantu dan Pekerja). Demikian pula para khatib dan imam masjid terkadang menyampaikan khutbah tentang bahaya perbuatan zalim terhadap para pekerja

1
4

1 2

Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan dalam Shahihnya (6391)

Seperti kisah Ma’iz bin Malik radhiyallahu’anhu dalam riwayat Al-Bukhari (6438) dan Muslim (4520)
3

Seperti kisah suami Ummu Habibah radhiyallahu’anha yang murtad di negeri Habasyah

Ada juga majikan atau orang Saudi yang Sufi (murid-muridnya Alwi Al-Maliki), Syi’ah dan Hizbi Ikhwani. Salah seorang Ustadz kita, ketika diketahui oleh majikannya yang Ikhwani bahwa Ustadz kita ini pernah belajar di Darul Hadits Dammaj, majikannya mulai mempersulit ruang gerak beliau, sampai saat ini beliau dipaksa pulang ke Indonesia dengan membayar ganti rugi kepada majikannya sebesar 6000 riyal. Adakah yang mau membantu?
5

http://www.sahab.net/home/index.php?Site=News&Show=829

1

galerikata.com

6 Mutawwa’ adalah istilah orang-orang awam di Saudi untuk menyebut orang yang tampak keshalihannya dan menjalankan sunnah seperti jenggot dan memendekkan pakaian (tidak sampai menutupi mata kaki). Banyak majikan yang mensyaratkan supirnya harus disertai istrinya untuk mengantar anak-anak putri mereka ke sekolah. Jika pekerjanya mengadukan pelayanan travel yang kurang bagus. majikannya biasa mengantarnya untuk menghadiri pengajian yang diadakan oleh Kantor Dakwah untuk Orang-orang Asing. meskipun bukan dari kalangan mutawwa’6. Alhamdulillah tidak semua majikan yang zalim. Perhatian majikan kepada pekerjanya selama melaksanakan ibadah haji dalam bentuk menelepon dan menanyakan kabar serta bagaimana pelayanan travel terhadap mereka. Seorang Ikhwan dibebaskan oleh majikannya dari seluruh pekerjaannya demi untuk menuntut ilmu. apabila dia cuti pulang kampung maka majikannya biasa menitipkan uang untuk dibagi-bagikan kepada keluarga dan tetangganya yang miskin. seharusnya TKI diberikan informasi tentang keadaan calon majikannya sebelum dia memutuskan bekerja kepada majikan tersebut. semoga hal ini bisa menjadi catatan untuk semua pihak yang terkait dalam pemberangkatan TKI. atau penuntut ilmu. asalkan kamu mendapat pelayanan yang baik”. Pekerja asal Jawa Barat.com . demi untuk membiayai kegiatan-kegiatan dakwah. tidak lama kemudian majikan akan menelepon pengurus travel ini dan memarahinya habis-habisan.5 juta rupiah. Sampai-sampai ada majikan yang berkata kepada pekerjanya. biayanya sekitar 3500 riyal atau senilai kurang lebih 7. Seorang pekerja asal Sumbawa. saudarinya bekerja pada seorang masyaikh. masih ditambah dengan uang saku per bulan dikirim secara rutin oleh majikannya. langsung dikucurkan dana oleh majikannya tanpa mengecek langsung ke lokasi apakah dananya sampai atau tidak. Seorang pekerja asal Jawa Barat. Para masyaikh banyak sekali membebaskan pekerja mereka dari semua pekerjaan jika para pekerja ini benar-benar mau menuntut ilmu. Bahkan Ikhwan yang lain. Bentukbentuk kebaikan mereka yang bisa saya ceritakan di sini: Dari 100 orang yang ikut haji dalam bimbingan kami. masih banyak yang baik insya Allah. hampir semuanya dibiayai oleh majikannya. bertahun-tahun bekerja kepada keluarga masyaikh tersebut tidak pernah sekalipun dia berada dalam satu ruangan bersama majikannya yang laki-laki. Demikian pula sebaliknya. “Sampaikan kepada pengurus travel. apalagi masyaikh. 2 galerikata. pembantu wanita harus datang bersama mahramnya. akhirnya sang Ustadz menelepon dan menasihati pembantu ini. Seorang Ikhwan menceritakan. mengabarkan tentang pembangunan masjid di kampungnya yang belum selesai. berapa saja biaya yang dia minta akan saya berikan.Kisah TKW di Arab Saudi 2 3 Oleh karena itu. sampai pulang ke Indonesia masih dikirimi uang secara rutin oleh majikannya. Seorang Ustadz menceritakan bahwa seorang majikan meminta bantuannya untuk menasihati pembantu wanitanya yang sering menggodanya untuk berzina.

Sehingga jarang terdengar ada masalah antara majikan dan pekerja Philipina. Setelah tinggal di Saudi mereka tersentuh dakwah tauhid. ada majikan yang dituntut oleh pengadilan untuk membayar berapapun yang diminta oleh seorang pembantu wanita yang dizalimi oleh si majikan Seorang majikan yang membunuh pekerjanya terancam hukuman mati. Hampir semua masalah terjadi pada TKW yang tidak bersama suami atau mahramnya.com Ketika majikan berbuat zalim. Al-Bukhari dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu’anhuma) Alhamdulillah. tidak melaksanakan sholat lima waktu dan tidak memahami adab-adab Islami. sehingga dengan mudah mereka dizalimi tanpa ada yang membela mereka atau melaporkan ke kantor polisi. padahal jumlah 5 . diantara bentuknya: Banyak pekerja yang tadinya beraqidah sufiyah quburiyah dan aqidah kesyirikan lainnya dengan berbagai macam bid’ahnya. Adapun pemerintah Philipina. dan janganlah seorang laki-laki asing menemuinya melainkan wanita itu disertai mahramnya. Hindu dan Budha juga banyak sekali (sampai puluhan ribu orang) yang masuk Islam dengan sebab da’i-da’i dan buku-buku yang dicetak dengan bahasa mereka oleh Kantor-kantor Dakwah untuk Orang-orang Asing di bawah naungan Kementrian Wakaf. sangat terkenal pendampingan dan pembelaannya kepada pekerjanya. diantaranya karena kendala bahasa. tidak mengerti dengan aturan-aturan yang ada dan tidak adanya pendamping mereka yang siap siaga ketika dibutuhkan. namun pihak keluarga di Indonesia lebih memilih untuk memaafkan dan menerima ganti rugi (diyah). Padahal Nabi shallallahu’alaihi wa sallam telah melarang safar wanita tanpa mahram dalam sabda beliau: “Janganlah wanita melakukan safar (bepergian jauh) kecuali bersama mahramnya. Nepal dan Sri Lanka yang tadinya beragama Nasrani. saat itu juga majikannya langsung dijemput dan ditahan oleh polisi dan wajib diqishah atau membayar sejumlah uang kepada pekerjanya yang dizalimi Cerita seorang Ustadz. rajin melaksanakan sholat lima waktu dan mulai berhias dengan adab-adab Islami.Kisah TKW di Arab Saudi Sebenarnya aturan-aturan pemerintah Saudi sangat menjamin para pekerja asing. 6 7 3 galerikata. Pekerja-pekerja Philipina. Dakwah dan Bimbingan Saudi Arabia. sang supir ini ditemukan oleh seorang Ikhwan Saudi dan membawanya ke kantor polisi. jika ada masalah yang terjadi pada pekerjanya mereka akan langsung turun ke lokasi dan menggunakan kekuatan diplomasinya untuk menekan pemerintah Saudi agar memproses menurut hukum yang berlaku. berikut beberapa kasus yang kami dengarkan: Seorang majikan memukul supirnya. di antaranya kewajiban majikan untuk membuatkan asuransi kesehatan bagi para pekerjanya dan hukuman yang setimpal bagi para majikan yang zalim terhadap pekerjanya. dengan sebab kerja di Saudi banyak sekali pekerja yang mendapatkan kebaikan yang sangat besar.” (HR. meninggalkan semua bentuk syirik dan bid’ah. masalah terbesar para pekerja Indonesia adalah tidak mampu melapor ke kantor polisi ketika dizalimi. akhirnya uang milyaran rupiah dititipkan melalui kedutaan Indonesia 4 mereka (di luar kota suci Makkah dan Madinah) tidak kalah banyak dengan pekerja Indonesia Masalah terbesar dari sisi syari’at adalah datangnya para pekerja wanita (TKW) tanpa disertai mahram atau suami.

malah mereka lebih banyak memanfaatkan para TKI untuk bisnis pengiriman barang dan travel haji.Kisah TKW di Arab Saudi Bisa menghadiri majelis-majelis ilmu para ulama. 10 Kezaliman yang diderita sebagian TKI bukan hanya oleh majikan di Saudi tapi juga oleh PJTKI maupun calo-calonya di Indonesia. 4 . Berbeda dengan TKI yang mengikuti kajian da’i-da’i Ahlus Sunnah. Mengajak kepada perpecahan dengan menjajakan partai mereka di musim Pemilu. Ingatlah pertanggungjawabannya kelak di hari kiamat! Inilah catatan ringan kami. calon TKI maupun semua pihak yang terkait dalam pengurusan TKI.wordpress. Hal itu karena memang tidak ada perhatian mereka terhadap dakwah tauhid dan sunnah kecuali sedikit. 9 8 Sayang sekali.wordpress. alhamdulillah banyak yang berubah menjadi lebih baik. telah ikut kajian mereka bertahun-tahun namun tidak nampak adanya perubahan dalam aqidah dan ibadahnya menjadi lebih baik.com/2010/11/22/fenomenatki-di-arab-saudi/ http://antosalafy. ada seorang Ustadz terkenal. seperti yang ana singgung di atas. Ana pernah menyaksikan sendiri bagaimana para TKI ini dibentak-bentak dan diperlakukan tidak seperti manusia di tempat penampungan TKI di Jakarta. semoga bisa diambil pelajarannya baik oleh TKI.com/2010/11/22/cerita-nasibtkw-dan-negara-arab-saudi/ 7 Lebih disayangkan lagi. Kami menghimbau kepada semua pihak yang terkait dalam pemberangkatan TKI (termasuk keluarga para TKI) ataupun yang diberi amanah oleh pemerintah untuk mengurus TKI di Saudi maupun di negara lainnya. Wallahu A’la wa A’lam wa Huwal Musta’an.com http://nasihatonline. janganlah mengirim TKW tanpa disertai suami atau mahramnya dan hendaklah melaksanakan tugas pembelaan dan pengurusan TKI sesuai amanah pemerintah. banyak Kantor Dakwah untuk Orang-orang Asing disusupi oleh hizbiyyun dari sebuah partai Islam di Indonesia dengan hanya bermodalkan ijazah LC dari LIPIA7. di antara kerusakan yang mereka lakukan: Fasilitas dakwah digunakan untuk mendakwahkan kebatilan manhaj mereka. Bahkan ketika sudah bekerja di Saudi sebagian TKI masih diwajibkan mengirim sejumlah uang setiap bulan kepada calo-calo ini di Indonesia. dengan bimbingan haji yang tidak mengikuti petunjuk Nabi shallallahu’alaihi wa sallam. Artikel diambil dari: galerikata. hasil dari dialog dengan beberapa TKI. yang memberikan jalan kepada da’i-da’i hizbi ini untuk masuk menjadi pembina-pembina TKI di Kantor-kantor Dakwah untuk Orang-orang Asing di Saudi. Semoga Allah Ta’ala memperbaiki keadaan kaum muslimin dan pemerintah mereka. Beberapa orang TKI yang ana temui. Bisa melaksanakan ibadah haji dan umroh. hendaklah bertakwa kepada Allah Ta’ala. penerjemah buku Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah yang dicetak oleh Kantor Kerjasama Dakwah dan Bimbingan Islam di Riyadh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful