TUGAS “JOURNAL REVIEW” MATAKULIAH MANAJEMEN BENCANA DAN KEADAAN DARURAT Oleh kelompok: “Rescuer”

Ahlam Esam Alwahdi 0906618173 Efri Meikel 0906615360 Erina Wahyu R 0906615461 Grace Ekawati Wagino 0906615732 Pianggy Oktikasara 0906616930 Susan Heyka Maharani B. 0906617662 Investigasi Bahaya Reaktif Kimia (Hazard Investigation of Reactive Chemicals, By John Murphy, Gibby Joseph, Lisa Long, Kevin Mitchell and Gerald V. Poje.)

Tujuan: Jurnal ini bertujuan untuk mengenalkan CSB (the U.S Chemical Safety and Hazard Investigation Board) sebagai suatu organisasi federal lembaga independen yang mempunyai misi untuk menginvestigasi dan mempromosikan tindakan-tindakan pencegahan insiden kimia yang besar pada sektor industri. Jurnal ini juga membahas pentingnya manfaat dari penyelidikan bahaya kimia reaktif yang dilakukan oleh CSB yang dimulai dari sebuah insiden proses di Morton International. Adapun tujuan dari penyelidikan tersebut ialah: 1). Menentukan dampak dari insiden kimia reaktif; 2). Memeriksa bagaimana industri, OSHA (the Occupational Safety and Health Administration) dan EPA (the U.S. Environmental Protection Agency) melihat dan menilai bahaya kimia reaktif; 3). Menganalisis kelayakan, mempertimbangkan alternatif, industri dan menggunakan sistem peringkat OSHA serta reaktivitas NFPA (the National Fire Protection Association) untuk proses manajemen keselamatan. Metodologi: Jurnal ini memakai metodologi deskriptif. Hasil/rekomendasi: CSB adalah sebuah agen federal independen yang memiliki misi untuk menyelidiki dan mempromosikan pencegahan insiden kimia utama di fasilitas industri. CSB mulai beroperasi pada Januari 1998. CSB

beranggotakan lima orang dewan. Material berpotensi bahaya terlepas ke komunitas dan pabrik mengalami kerusakan besar. Studi kasus: Insiden di Morton dan Investigasi Bahaya Reaktif Kimia Pada tanggal 8 April 1998 terjadi sebuah ledakan dan kebakaran saat proses produksi Automate Yellow 96 Dye di Morton Internasional. New Jersey. dan/atau evolusi gas yang berpotensi dapat menyebabkan gangguan serius pada orang. saluran pipa. Paterson. Pengusut CSB memulai usaha penyelidikan mereka dengan mencari database atau sumber data yang akan membawa mereka ke kriteria spesifik reaktivitas kimia.” Pencarian database ini tidak termasuk kecelakaaan pada transportasi. masalah studi keselamatan kimia. tingkat keparahannya dan penyebab dari kejadian kecelakaannya. • Penyimpangan pada operasional sebelumnya tidak dievaluasi kembali. • Perubahan manajemen tidak diikuti dengan perubahan yang signifikan pada keselamatan proses produksi industri. • Informasi proses keselamatan tidak memberikan peringatan terhadap bahaya reaksi kimia. Peran utama dewan adalah untuk menyelidiki kecelakaan di tempat kejadian. menentukan kondisi dan keadaan yang mengarah ke aktivitas tersebut. Pencarian kriteria untuk penyelidikan CSB berfokus pada kecelakaan dimana penyebab utamanya berhubungan dengan reaktifitas kimia seperti yang didefinisikan berikut ini: “Sebuah kecelakaan reaktif kimia adalah sebuah kejadian yang terjadi secara tiba-tiba yang dipengaruhi oleh reaksi kimia yang tak terkontrol dengan peningkatan secara signifikan dari temperatur. Kesimpulan: Investigasi bahaya reaktif kimia sangat penting dilakukan untuk: 1. merekomendasi masalah keamanan. Kecelakaan terjadi karena adanya tekanan berlebih pada reaktor kimia yang akhirnya melepas bahan peka api yang mudah menyala. laboratorium ataupun penggunaan untuk keperluan militer. tekanan. CSB kemudian melakukan penyelidikan kecelakaan dan mendapati: • Penilaian formal proses bahaya gagal mengidentifikasi bahaya reaktif. mengidentifikasi penyebab. . Setiap anggota dicalonkan oleh Presiden dan dikonfirmasi oleh Senat Amerika Serikat. properti dan lingkungan. yang mempunyai keterampilan dalam beragam disiplin ilmu keselamatan kimia yang spesifik. Menentukan dampak dari kecelakaan reaktif kimia. Tujuan dari pencarian data ini ialah untuk memahami dengan lebih baik seriusnya masalah ini dengan melihat ruang lingkupnya. dan mengevaluasi efektivitas kebijakan terkait dan tindakan-tindakan yang dilaksanakan. termasuk seorang ketua.

Menganalisis kewajaran dan mempertimbangkan alternatif dalam ketidakstabilan sistem untuk manajemen proses keselamatan. pengujian dan proses alat. jika ada. . 4. Menentukan perbedaan. Mengembangkan rekomendasi untuk mengurangi jumlah dan tingkat keparahan kecelakaan reaktif kimia. dan EPA mengidentifikasi bahaya reaktif kimia. penelitian dalam perusahaan. praktik.2. antara perusahaan besar/sedang/kecil untuk pengaplikasian peraturan reaktif kimia. OSHA. 5. 3. Menguji bagaimana suatu industry.