KONSEP DASAR MEMBUAT PERENCANAAN PEMBELAJARAN DI PAUD

BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Bagi seorang tenaga pengajar atau guru, aktifitas kegiatannya tidak dapat dilepaskan dengan proses pembelajaran. Sementara proses pembelajaran merupakan suatu proses yang sistematis, yang tiap komponennya sangat menentukan keberhasilan belajar anak. Peran seorang guru sangat penting dalam proses pembelajaran. Seorang guru harus mampu memotivasi siswa dengan sebaik-baiknya dalam proses pembelajaran, karena inti suatu pembelajaran terletak pada interaksi guru dengan siswa. Dimana guru melakukan kegiatan mengajar sedang siswa melakukan kegiatan belajar. Sehingga interaksi guru dengan siswa disebut juga proses belajar mengajar. Oleh karena itu, penting sekali bagi setiap guru memahami sebaik-baiknya tentang proses belajar murid melalui perencanaan pembelajaran yang disusun oleh guru agar dapat memberikan bimbingan dan menyediakan lingkungan belajar yang tepat dan serasi bagi para siswa. Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi banyak faktor, salah satu diantaranya adalah proses pelaksanaan. Pelaksanaan pembelajaran yang baik, di pengaruhi oleh perencanaan yang baik pula. Perencanaan pembelajaran merupakan tahapan penting yang harus dilakukan guru sebelum mereka melaksanakan kegiatan belajar-mengajar. Oleh karena itu, ia harus dikerjakan secara sungguh-sungguh dan sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditentukan. Perencanaan pembelajaran memainkan peran penting dalam memandu guru untuk melaksanakan tugas sebagai pendidik dalam melayani kebutuhan belajar siswanya. Perencanaan pembelajaran juga dimaksudkan sebagai langkah awal sebelum proses pembelajaran berlangsung

Dengan demikian betapa pentingnya tujuan itu diperhatikan dan dirumuskan dalam setiap pembelajaran agar pembeljaran itu benar-benar dapat mencapai tujuan sebagaimana yang tertuang dalam kurikulum. .B. TUJUAN Tujuan menyusun perencanaan pembelajaran dalam proses belajar mengajar antara lain : Sebagai pedoman atau petunjuk guru serta mengarahkan dan membimbing kegitan guru dan siswa dalam proses pembelajaran Menguasai sepenuhnya bahan dan materi ajar. Tujuan pembelajaran itu memungkinkan guru memilih metode yang sesuai sehingga proses pembeljaran itu mengarah dan dapat mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Bagi guru setiap pemilihan metode berarti menentukan proses belajar mengajar mana yang dianggap efektif untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan Mengarahkan bagaimana guru mengorganisasikan kegiatan -kegiatan siswa dalam proses pembelajaran yang telah dipilihnya Memperjelas arah yang ingin dicapai dalam kegiatan pembelajaran Memberdayakan potensi peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan Maka tujuan yang paling mendasar dari sebuah perencanaan pembelajaran adalah sebagai pedoman atau petunjuk guru serta mengarahkan dan membimbing kegitan guru dan siswa dalam proses pembelajaran. metode dan penggunaan alat dan perlengkapan pembelajaran Menyampaikan kurikulum atas dasar bahasan dan mengelola alokasi waktu yang tersedia serta membelajarkan siswa sesuai yang diprogramkan.

PERUMUSAN MASALAH Keberhasilan belajar dapat dicapai oleh peserta didik maupun guru apabila proses kegiatan pembelajaran telah direncanakan dan disusun sebelumnya oleh tenaga pengajar atau guru. sebagai alat ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan. alat-alat. Sebagai landasan pokok bagi guru dan siswa dalam mencapai kompetensi dasar dan indikator yang telah ditetapkan. untuk menghemat waktu. sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar di lingkungan belajar. D. baik unsur guru maupun unsur murid.C. Memberikan gambaran mengenai acuan kerja jangka pendek Karena disusun dengan menggunakan pendekatan sistem memberikan pengaruh terhadap pengembangan individu siswa Manfaat perencanaan pembelajaran berbasis kompetensi : . sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan. sehingga tujuan kegiatan pembelajaran akan mudah tercapai sesuai dengan perencanaan yang telah disusun. dan biaya. Namun. sebagai pedoman kerja bagi setiap unsur. rendahnya kemampuan dalam memahami pentingnya perencanaan pembelajaran masih kerap terjadi pada seorang guru. yang di dalamnya mencakup dasar perlunya perencanaan pembelajaran. MANFAAT Manfaat membuat suatu perencanaan pembelajaran dalam proses kegiatan belajar mengajar antara lain : Sebagai landasan pokok bagi guru dan siswa dalam mencapai kompetensi dasar dan indikator yang telah ditetapkan. sehingga setiap saat diketahui ketepatan dan kelambatan kerja. prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran dan langkah-langkah membuat perencanaan pembelajaran. guru terlebih dahulu mengetahui konsep tentang perencanaan pembelajaran. Oleh karena itu. sebagai bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja. tenaga. sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan.

yaitu guru dan orang tua peserta didik.Menghindari persamaan materi yang telah diberikan sebelumnya. grafik minat anak) . Pelaksanaan akreditasi akan mempermudah dengan menggunakan tolok ukur standar kompetensi. Memperjelas komunikasi dengan peserta didik melalui sharing/tanya jawab. grafik emosi/ perasaan anak. Meningkatkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan. Mengupayakan konsistensi yang ingin dicapai dalam mengajarkan suatu pelajaran secara tematik. bercerita. usia dan perkembangan anak. Meningkatkan akuntabilitas publik. Memperbaiki sistem sertifikasi (development story perkembangan anak. review. Kompetensi yang telah disusun divalidasikan dan dikomunikasikan kepada publik. Memperbaharui sistem evaluasi dan laporan hasil belajar.

. Ibrahim 1993:2 Kegiatan yang merumuskan tujuan apa yang ingin dicapai oleh suatu kegiatan pengajaran. Ritchy Ilmu yang merancang detail secara spesifik untuk pengembangan. alat atau media apa yang diperlukan.BAB II LANDASAN TEORI A. evaluasi dan pemeliharaan situasi dengan fasilitas pengetahuan diantara satuan besar dan kecil persoalan pokok. Zook (2000) Proses berfikir sistematis untuk membantu pelajar memahami (belajar) R. (1999) Proses sistematis dan berfikir dalam mengartikan prinsip belajar dan pembelajaran kedalam rancangan untuk bahan dan aktifitas pembelajaran. Smith & Ragan (1993) Proses sistematis dalam mengartikan prinsip belajar dan pembelajaran kedalam rancangan untuk bahan dan aktifitas pembelajaran. sumber informasi dan evaluasi. diantaranya yaitu : Branch (2002) Suatu sistem yang berisi prosedur untuk mengembangkan pendidikan dengan cara yang konsisten dan reliable. cara apa yang akan dipakai untuk menilai pencapaian tujuan tersebut. bagaimana cara menyampaikannya. materi/bahan apa yang akan disampaikan. KAJIAN TEORI Terdapat beberapa pendapat tokoh mengenai konsep perencanaan pembelajaran yang rumusannya berbeda satu sama lain.

Oleh karena itu. yakni mengenai apa isi pembelajaran yang harus dipelajari siswa agar dapat tercapainya tujuan. terlebih dahulu seorang guru mengetahui konsep dasar membuat perencanaan pembelajaran. disertai dengan berbagai langkah yang antisipatif guna memperkecil kesenjangan yang terjadi sehingga kegiatan tersebut mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Uno. PEMBAHASAN MASALAH Sebelum tenaga pengajar melakukan kegiatan pembelajaran. Uno Hamzah (1998) Perancangan (desain) sebagai upaya membelajarkan siswa untuk lebih aktif. menetapkan. Sedangkan yang dimaksud pembelajaran memiliki hakikat perencanaan atau perancangan (desain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. mengembangkan materi. dan bukan pada ³apa yangdipelajari siswa´. siswa tidak hanya berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. 2008:2). isi guna mencapai hasil pembelajaran). .  Definisi Perencanaan Pembelajaran Perencanaan adalah suatu cara yang memuaskan untuk membuat kegiatan dapat berjalan dengan baik. tetapi mungkin berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Adapun perhatian terhadap apa yang dipelajari siswa merupakan bidang kajian dari kurikulum. pembelajaran memusatkan perhatian pada "bagaimana membelajarkan siswa". Reigeluth (1983) Sebagai suatu disiplin ilmu untuk memperbaiki kualitas belajar dengan menggunakan teori pembelajaran diskriptif dan prospektif (maju). Itulah sebabnya dalam belajar. metode.Degeng Upaya untuk membelajarkan siswa (ada kegiatan memilih. B.

sedangkan rancangan pembelajaran mendekati tujuan yang sama dengan berpijak pada teori pembelajaran prespektif. Isi Pembelajaran. Pembelajaran yang akan direncanakan memerlukan berbagai teori untuk merancangnya agar rencana pembelajaran yang disusun benar-benar dapat memenuhi harapan dan tujuan pembelajaran. Tyler (1975) komponen pembelajaran meliputi empat unsur: Tujuan Pembelajaran. Dalam desain pembelajaran. adalah suatu yang ingin dicapai dalam kegiatan pembelajaran. akan memberikan peluang yang lebih besar dalam mengintegrasikan semua variabel yang mempengaruhi belajar. Menurut Ralph W. baik dari segi pengetahuan. Upaya perbaikan pembelajaran ini dilakukan dengan asumsi sebagai berikut: 1) Untuk memperbaiki kualitas pembelajaran perlu diawali dengan perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan adanya desain pembelajaran. Dengan pendekatan sistem.Pembelajaran lebih menekankan pada bagaimana cara agar tercapai tujuan tersebut. ketrampilan dan sikap. tahapan yang akan dilakukan oleh guru dalam mengajar telah terancang dengan baik. Untuk itu pembelajaran sebagai suatu disiplin ilmu menaruh perhatian pada perbaikan kualitas pembelajaran dengan menggunakan teori pembelajaran deskriptif. termasuk keterkaitan . merupakan isi atau bahan yang akan dipelajari siswa Kegiatan pembelajaran Evaluasi  Dasar Perlunya Perencanaan Pembelajaran Perlunya perencanaan pembelajaran dimaksudkan agar dapat dicapai perbaikan pembelajaran. yaitu gambaran perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih positif. Dalam kaitan ini hal-hal yang tidak bisa dilupakan untuk mencapai tujuan adalah bagaimana cara menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. 2) Untuk merancang suatu pembelajaran perlu menggunakan pendekatan sistem. mulai dari mengadakan analisis dari tujuan pembelajaran sampai dengan pelaksanaan evaluasi yang tujuannya untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapakan.

Akibatnya proses pembelajaran yang dilakukan dalam suatu kelompok tertentu akan banyak mengalami hambatan karena perbedaan karakteristik siswa yang tidak diperhatikan. . Seseorang belajar memiliki potensi yang perlu dikembangkan.antarvariabel pengajaran yakni variabel kondisi pembelajaran. gaya belajar. Jika bersifat intuitif. sehingga rancangan pembelajaran yang dihasilkan disesuaikan dengan pengalaman empiris yang pernah ditemukan pada saat melaksanakan pembelajaran yang dikembangkan pula deng an penggunaan teori-teori yang relevan. Rancangan pembelajaran biasanya dibuat berdasarkan pendekatan perancangnya. dan lain-lain. dan yang cepat berpikir makin maju pembelajarannya. Tindakan atau perilaku belajar dapat ditata atau dipengaruhi. rancangan pembelajaran tersebut banyak diwarnai oleh kehendak perancangnya. tetapi tindakan atau perilaku belajar itu akan tetap berjalan sesuai dengan karakteristik siswa. tingkat motivasi. Berdasarkan karakteristik ini. Apakah bersifat intuitif atau ilmiah. rancangan pembelajaran tersebut diwarnai oleh berbagai teori yang dikemukakan oleh para ilmuwan pembelajaran. gaya kognitif. Siswa yang lambat dalam berpikir. 4) Untuk merencanakan suatu desain pembelajaran diacukan pada siswa secara perorangan. Sedangkan pendekatan bersifat ilmiah. Di samping itu. pendekatan intuitif ilmiah akan dapat menghasilkan pembelajaran yang lebih sahih dari dua pendekatan lainnya bila hanya digunakan secara terpisah. maka besar kemungkinan bahwa siswa yang lambat belajar akan akan makin tertinggal. pendekatan lain adalah pembuatan rancangan pembelajaran bersifat intuitif ilmiah yang merupakan paduan antara keduanya. Hal lain yang merupakan karakteristik siswa adalah perkembangan intelektual siswa. kemampuan awal. kemampuan berpikir. Berdasarkan tiga pendekatan ini. 3) Perencanaan desain pembelajaran diacukan pada bagaimana seseorang belajar. Sebaliknya siswa yang memiliki kemampuan berpikir tinggi tidak mungkin dipaksa bertindak dengan cara lambat. maka rancangan pembela mau tidak mau harus diacukan pada pertimbangan ini. Dalam hal ini jika perencanaan pembelajaran tidak diacukan pada individu yang belajar seperti ini. variabel metode dan variabel hasil pembelajaran. tidak mungkin dapat dipaksa segera bertindak secara cepat.

dan harus diterima apa adanya. Padahal ketercapaian ranah sikap biasanya terbentuk setelah secara komulatif dan dalam waktu yang relatif lama terintegrasi keseluruhan hasil langsung pembelajaran. karakteristik bidang studi dan karakteristik siswa. Dalam kondisi yang ditata dengan baik. metode dan hasil pembelajaran. Kondisi pembelajaran mencakup semua variabel yang tidak dapat dimanipulasi oleh perencana pembelajaran. Perancang pembelajaran seringkali merasa kecewa dengan hasil nyata yang dicapainya karena ada sejumlah hasil yang tidak segera bisa diamati setelah pembelajaran berakhir terutama hasil pembelajaran yang termasuk pada ranah sikap. strategi penyampaian pembelajaran dan strategi pengelolaan pembelajaran. 6) Sasaran akhir dari perencanaan desain pembelajaran adalah mudahnya siswa untuk belajar. dalam hal ini akan ada tujuan langsung pembelajaran dan tujuan tak langsung (pengiring) dari pembelajaran. dan hasil pembelajaran yang dapat terukur setelah melalui keseluruhan proses pembelajaran atau hasil pengiring. Jika hal ini dilakukan dengan baik. Yang termasuk dalam variabel ini adalah strategi pengorganisasian pembelajaran.5) Pembelajaran yang dilakukan akan bermuara pada ketercapaian tujuan pembelajaran. Metode pembelajaran mencakup semua cara yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran dalam kondisi tertentu. Dengan desain pembelajaran setiap kegiatan yang dilakukan guru telah terencana. strategi yang direncanakan akan memberikan peluang dicapainya hasil pembelajaran. yaitu variabel kondisi. Ada 3 variabel pembelajaran yang perlu dipertimbangkan dalam merancang pembelajaran. 7) Perencanaan pembelajaran harus melibatkan semua variabel pembelajaran. Yang termasuk dalam variabel ini adalah tujuan pembelajaran. Adapun variabel hasil pembelajaran mencakup semua akibat yang muncul dari penggunaan metode pada kondisi . Perancangan pembelajaran perlu memilah hasil pembelajaran yang langsung dapat diukur setelah selesai pelaksanaan pembelajaran. sudah tentu sasaran akhir dari pembelajaran adalah terjadinya kemudahan belajar siswa dapat dicapai. peran guru sebagai sumber belajar telah diatur secara terencana. dan guru dapat dengan mudah melakukan kegiatan pembelajaran. pelaksanaan eva luasi baik formatif maupun sumatif telah terencana memberikan kemudahan siswa untuk belajar. Di samping itu.

efisiensi pembelajaran dan daya tarik pembelajaran.  Prinsip-prinsip Umum tentang Mengajar Prinsip-prinsip umum yang harus dijadikan pegangan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar adalah sebagai berikut. Pemilihan metode pembelajaran harus didasarkan pada analisis kondisi dan hasil pembelajaran. tingkat kemampuan siswa sebelum proses belajar mengajar berlangsung harus diketahui guru. Entry behaviuor dapat diketahui di antaranya dengan melakukan pretes. seperti keefektifan pembelajaran. Tingkat kemampuan semacam ini disebut entry behavior. Fokus utama perancangan pembelajaran adalah pada pemilihan.  Mengajar harus berdasarkan pengalaman yang sudah dimiliki siswa. Analisis akan menunjukkan bagaimana kondisi pembelajarannya dan apa hasil pembelajaran yang diharapkan. Setelah itu. Apa yang telah dipelajari merupakan dasar dalam mempelajari bahan yang akan diajarkan. Oleh karena itu. 8) Inti dari desain pembelajaran yang dibuat adalah penetapan metode pembelajaran yang optimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini sangat penting agar proses belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien. penetapan dan pengembangan variabel metode pembelajaran.tertentu. Ada 3 prinsip dalam menetapkan metode pembelajaran : Tidak ada satu metode pembelajaran yang unggul untuk semua tujuan dalam semua kondisi Metode pembelajaran yang berbeda memiliki pengaruh yang berbeda dan konsisten pada hasil pembelajaran Kondisi pembelajaran bisa memiliki pengaruh yang konsisten pada hasil pengajaran. barulah menetapkan dan mengembangkan metode pembelajaran yang diambil dari setelah perancang pembelajaran mempunyai informasi yang lengkap mengenai kondisi nyata yang ada dan hasil pembelajaran yang diharapkan. .

dengan menggunakan prinsip induksi ke induksi atau sebaliknya. dalam mengajar haruslah mempersiapkan bahan yang bersifat gradual. yaitu dari sederhana kepada yang kompleks (rumit). dari yang bersifat sederhana kepada yang lebih komplek. sekaligus dapat memotivasi belajar. Kesiapan adalah kapasitas (kemampuan potensial) baik bersifat fisik maupun mental untuk melakukan sesuatu. Kesiapan (readiness) dalam belajar sangat penting dijadikan landasan dalam mengajar.   Mengajar harus memperhatikan perbedaan individual setiap siswa. harus dirumuskan secara khusus. .  Prinsip-Prinsip Perencanaan Pembelajaran - Memperhatikan karakteristik siswa.  Mengajar harus mengikuti prinsip psikologis tentang belajar. Hal ini dapat menarik minat. - Lengkapi Perencanaan Pembelajaran dengan lembar kerja dan lembar tugas/petunjuk untuk observasi sesuai dengan kebutuhan dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan. dari umum (general) kepada yang kompleks. Apabila tujuan pengajaran diketahui. Berorentasi pada kurikulum yang berlaku. Untuk kegiatan pembelajaran dikembangkan secara sistematis dengan mempertimbangkan urutan dari yang mudah menuju yang lebih sulit.  Tujuan pengajaran harus diketahui siswa. sering menggunakan reinforcement (penguatan). Bahan pelajaran yang bersifat praktis berhubungan dengan situasi kehidupan. Para ahli psikologi merumuskan prinsip bahwa belajar itu harus bertahap dan meningkat. siswa mempunyai motivasi untuk belajar. Oleh karena itu. dari konkret kepada yang abstrak. dari yang sudah diketahui (fakta) kepada yang tidak diketahui (konsep yang bersifat abstrak). - Berdasarkan pendekatan sistem. Pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan harus bersifat praktis. Agar tujuan mudah diketahui. - Perencanaan Pembelajaran harus bersifat fleksibel untuk disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat berlangsungnya pembelajaran.

 Belajar Stimulus-Respons (Stimulus Respons Learning) Tipe belajar S±R. seperti gerakan dalam mengikat sepatu. Robert M. penggunaan suatu dasar teori untuk segala situasi merupakan tindakan kurang bijaksana. Setiap tipe belajar merupakan prasyarat bagi tipe belajar di atasnya. Jadi. respons bersifat spesifik. Menutup mulut dengan telunjuk dan lambaian tangan adalah isyarat. Gagne mencoba melihat berbagai teori belajar dalam satu kebulatan yang Baling melengkapi dan tidak bertentangan. isyarat untuk datang mendekat. Tipe belajar semacam ini dilakukan dengan merespons suatu isyarat. sedangkan diam dan datang adalah respons. kabur. Hal ini terjadi dalam rangkaian motorik. Seperti menutup mulut dengan telunjuk. Jadi. dan emosional. Artinya. Karena masing-masing mempunyai landasan yang berbeda dan cocok untuk situasi tertentu. . Mencium bau masakan sedap. keluar air liur. atau gerakan verbal seperti selamat-tinggal. Menurut Gagne. Setiap respons dapat diperkuat dengan reinforcement. 2 x 3 = 6 adalah bentuk suatu hubungan S± R. Kedelapan tipe 1tu bertingkat. makan-minum-merokok. Tidak ada suatu teori belajar pun cocok untuk segala situasi. itu pun ikatan S±R. bapak-ibu.  Belajar Isyarat (Signal Learning) Belajar isyarat mirip dengan conditioned respons atau respons bersyarat. belajar stimulus respons sama dengan teori asosiasi (S±R bond). Kedelapan tipe itu adalah sebagai berikut. dalam mengajar atau membimbing siswa belajar pun terdapat tingkatan sebagaimana tingkatan belajar di atas. Tipe-tipe Belajar Dalam praktik pengajaran. belajar mempunyai delapan tipe. respons yang dilakukan itu bersifat umum.  Belajar Rangkaian (Chaining) Rangkaian atau rantai dalam chaining adalah semacam rangkaian antara berbagai S ±R yang bersifat segera. ada hierarki dalam masing-masing tipe. Tipe belajar dikemukakan oleh Gagne pada hakikatnya merupakan prinsip umum baik dalam belajar maupun mengajar. Hal ini berlaku pula pada tipe belajar stimulus respons.

Misal "pyramids itu berbangun limas" adalah contoh tipe belajar asosiasi verbal.  Belajar Pemecahan Masalah (Problem Solving) Tipe belajar yang terakhir adalah memecahkan masalah.  Belajar Diskriminasi (Discrimination Learning Tipe belajar ini adalah pembedaan terhadap berbagai rangkaian seperti membedakan berbagai bentuk wajah. Juga sering kali harus melalui berbagai langkah. hukum.  Belajar Aturan (Rule Learning) Belajar aturan adalah lebih meningkat dari tipe belajar konsep. Sebaliknya tiap tipe belajar memerlukan penguasaan pada tipe belajar di tingkat bawahnya. Kedelapan tipe belajar di atas tampaknya para ahli sepakat. Setiap tipe belajar merupakan prasyarat bagi tipe belajar selanjutnya. seseorang dipandang telah memiliki berbagai konsep yang dapat untuk mengemukakan berbagai formula. seperti balok. Hubungan atau asosiasi verbal terbentuk bila unsur-unsurnya terdapat dalam urutan tertentu. seperti mengenal tiap unsur dalam masalah itu. yang satu mengikuti yang lain. dan kerucut. Tipe belajar ini dapat dilakukan oleh seseorang apabila dalam dirinya sudah mampu mengaplikasikan berbagai aturan yang relevan dengan masalah yang dihadapinya. tumbuhan. Dalam segala langkah diperlukan pemikiran sehingga dalam memecahkan masalah akan diperoleh hasil yang optimal. dan hubungan antara berbagai fakta. Dalam belajar aturan. atau dalil. hewan. bahkan ada yang memakan waktu terlalu lama. Asosiasi Verbal (Verbal Assosiation) Tipe belajar ini adalah mampu mengaitkan suatu yang bersifat verbalisme kepada sesuatu yang sudah dimilikinya. kubus. Dalam memecahkan masalah diperlukan waktu yang cukup. dan lain-lain. Hal ini diperoleh dari hasil memuat tafsiran terhadap fakta atau realita. Tipe belajar yang memiliki hierarki. Seseorang dapat menyatakan bahwa piramida berbentuk limas kalau ia mengetahui berbagai bangun.  Belajar Konsep (Concept Learning) Konsep merupakan simbol berpikir. Belajar memecahkan masalah misalnya harus menguasai sejumlah aturan yang .

agar siswa belajar mencapai taraf yang lebih tinggi. Dalam kaitan dengan perencanaan pembelajaran. tipe belajar ini perlu mendapat perhatian. Dengan kata lain. diperlukan kemampuan guru dalam menerapkan prinsip-prinsip sebagaimana yang telah diuraikan di atas. Kegiatan Pembelajaran. media dan sumber rujukan. Menentukan prosedur evaluasi. seterusnya untuk belajar aturan perlu penguasaan beberapa konsep yang digunakan pada aturan.relevan. Materi pembelajaran. Menentukan alat. Tuliskan standar kompetensi. sebab hal ini menjadi salah satu fakto yang turut menentukan keberhasilan r pengajaran yang diberikan kepada siswa. Langkah-langkah dalam mendesain pembelajaran menurut Dick dan Carey (1985) : Mengidentifikasi tujuan umum pembelajaran Melaksanakan analisis pembelajaran Mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik siswa Merumuskan tujuan performansi Mengembangkan butir-butir tes acuan patokan Mengembangkan strategi pembelajaran Mengembangkan dan memilih material pembelajaran Mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif Merevisi bahan pembelajaran Mendesain dan melaksanakan evaluasi sumatif  Hal-hal yang Perlu Dipahami dalam Perencanaan Pembelajaran .  Langkah-Langkah Membuat Perencanaan Pembelajaran Tuliskan identitas mata pelajaran.

Menyusun program pengajaran .Menilai program pengajaran dan hasil belajar mengajar yang telah dilaksanakan  Metodologi Pembelajaran dalam Penyusunan Perencanaan . FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT Faktor pendukung :  Kesiapan fisik dan psikis dari guru  Tersedianya fasilitas dan sumber belajar  Suasana belajar yang demokratis  Pendekatan belajar (strategi dan metode pembelajaran) Faktor penghambat : . lingkungan keluarga anak Pengetahuan guru tentang kelas tertentu berdasarkan minat. kebutuhan. karakteristik.Pengamatan terhadap setiap peserta didik karakteristik. kelebihan. kebutuhan. kompetensi dasar.Menguasai bahan ajar . indikator) .Memahami kurikulum (kurikulum yang digunakan saat ini. buku komunikasi/penghubung Guru harus mengerti perencanaan jangka panjang dan jangka pendek y Perencanaan jangka panjang : guru harus memperhatikan program belajar sepanjang 1 tahun y Perencanaan jangka pendek : tim pengajar mendiskusikan minat dan masalah yang dimiliki setiap murid (biasanya dilakukan mingguan) C. kepentingan dan situasi murid Pengetahuan guru tentang murid dan perkembangannya anekdot..

kebutuhan dan minat setiap peserta didik Sangat memperhatikan pembelajaran yang telah direncanakan dengan tanpa menyimpangnya Alokasi waktu mengajar sesuai dengan perencanaan Pokok bahasan harus relevan dengan tema . Karakteristik. kebutuhan dan minat masing peserta didik  Profesionalitas/kemampuan guru  Kekurangan dalam fasilitas  Kurikulum yang digunakan  Ketidakpuasan/keluhan peserta didik D. IMPLIKASI (DAMPAK) Dampak bagi peserta didik : Aspek perkembangan setiap peserta didik dapat terpenuhi Tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik Menyesuaikan diri dengan srategi atau metode yang digunakan oleh guru Dampak bagi guru : Mempermudah guru dalam memulai proses belajar mengajar Memiliki tanggung jawab penuh terhadap pembelajaran yang direncanakan Mengetahui dan memahami setiap karakteristik.

oprasional. strategi atau metode pembelajaran serta tujuan yang akan dicapai oleh peserta didik. Oleh karena itu. Perencanaan pembelajaran juga merupakan tahapan penting yang harus dilakukan guru sebelum mereka melaksanakan kegiatan belajar-mengajar. Perbedaan karakteristik setiap peserta didik membuat hasil belajar yang berbeda pula. Pembelajaran dirancang mencakup aspek perkembangan bagi anak. sehingga dalam kegiatan pembelajaran guru harus memperhatikan pedoman dan acuan yang telah ditetapkan agar tujuan dan hasil pembelajaran dapat tercapai dengan baik serta maksimal.BAB III KESIMPULAN DAN SARAN A. ia harus dikerjakan secara sungguh-sungguh dan sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditentukan. yang pada dasarnya perencanaan pembelajaran merupakan patokan bagi setiap guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. oleh karena itu seorang guru harus mampu memahami kondisi tersebut dan dapat dirancang sedemikian rupa. kebutuhan dan minat setiap peserta didik yang berbeda-beda. B. sistematis sebagai pedoman guru dan siswa dalam pembelajaran yang akan dilakukan. Sering terdapat guru yang telah merancang perencanaan pembelajaran namun tidak sesuai dengan yamg direncanakan. . KESIMPULAN Perencanaan Pembelajaran merupakan acuan jelas. SARAN Perencanaan pembelajaran dirancang dan disusun memperhatikan berbagai karakteristik.

Hamzah. Remaja Rosdakarya : Bandung. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bumi Aksara : Jakarta.2006.com . Perencanaan Pembelajaran.shvoong. Majid. Alfabeta : Bandung. 2007. Model Pembelajaran. PT.DAFTAR PUSTAKA Uno. http://id. 2007. Uno. Syaiful.com/writing-and-speaking/presenting/2035422-defenisi-perencanaanpembelajaran-menurut-para/#ixzz1K3QlpzS8 http://deri. Perencanaan Pembelajaran. PT. CV. Abdul. PT.blogspot.web.id/ http://rusmiatyputri. Bumi Aksara : Jakarta. Hamzah. Sagala. 2005.