Alergi

A
Alergi dapat timbul pada semua umur, mulai bayi hingga usia lanjut. Reaksi alergi juga merupakan interaksi antara faktor keturunan/genetik dan faktor lingkungan. Selain itu, serangan alergi seperti asma dan eksim muncul bila ada masalah emosi. Untuk mengontrol alergi, kita harus tahu alergen yang berperan sebagai faktor pencetus.

Nota Sehat

dan Pencegahannya

Sejauh mana Anda faham mengenai alergi? Dr. Iris Rengganis, SpPD-KAI, Poli Alergi Imunologi RS Pondok Indah, memaparkan apa dan bagaimana pencegahannya.

lergi dapat diartikan sebagai reaksi yang menyimpang terhadap kontak atau terekspos (terpajan) zat asing dengan akibat timbulnya gejala. Bahan-bahan yang menyebabkan hipersensitivitas disebut alergen; dapat berupa tungau debu rumah, serbuk sari, spora jamur (alergen hirup), obat, makanan dan gigitan serangga.

jeniS-jeniS AleRgi
1. Asma bronkial Disebut juga bengek adalah penyakit kronis yang ditandai adanya hipersensitivitas saluran napas yang menyebabkan penyempitan saluran napas. 2. Rinitis alergi gejala alergi yang terjadi pada hidung berupa bersin-bersin disertai gatal pada hidung dengan ingus yang encer disertai hidung tersumbat. 3. Urtikaria (biduran, kaligata) Kelainan alergi pada kulit yang berbentuk bentol berwarna merah disertai gatal. Urtikaria ini dapat tersebar di seluruh bagian kulit. 4. Dermatitis Atopi gejala eksim yang kerap timbul pada masa kanak-kanak. Sering menghinggapo pipi dan daerah lipatan. 5. Konjungtivitis Alergi Bentuk kelainan alergi pada kedua mata dan terjadi berulang. gejalanya berupa mata gatal, merah dan berair. Sering menyertai rinitis alergi. 6. Alergi Makanan Makanan yang dapat menimbulkan alergi, seperti susu sapi, telur ayam,

ikan, atau makanan laut. gejala dapat berupa bentol, gatal, bahkan sesak napas pada penderita asma. 7. Alergi Obat Berbagai jenis obat sering menyebabkan reaksi alergi. Segera hentikan obat tersebut dan konsultasi pada dokter Anda.

Mencegah Alergi
• Menjaga kebersihan diri dan lingkungan. • Tidak memelihara binatang dalam rumah. • Hindari rokok/asap rokok dan polusi asap lainnya. • Untuk penderita asma, hindari penggunaan pewangi ruangan, parfum, atau obat antinyamuk. • Jangan menggunakan pendingin udara (AC) terlalu dingin. • Hindarilah makanan, minuman, maupun obat-obatan yang diduga menimbulkan alergi.

TeS AleRgi
Tes alergi dapat dilakukan pada kulit dan darah. Tes alergi pada kulit ada 2 macam, yaitu tes tusuk kulit (skin prick test) dan tes tempel (patchtest). Tes tusuk kulit dilakukan bagi penderita asma, rinitis alergi, konjungtivitis alergi, dan eksim atopi. Tes ini dilakukan dengan menusuk kulit di area lengan bawah yang telah ditetesi ekstrak alergen. Tes tempel dilakukan untuk penderita alergi jenis eksim kontak/dermatitis kontak. Tes tempel dilakukan dengan menempel bahan-bahan tertentu di kulit punggung dan didiamkan selama 48 jam. Pemeriksaan darah dapat berupa pemeriksaan antibodi ige spesifik (ige atopi).

18

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful