Summary untuk tugas TKHI Nama : Robertus Aji Putro NPM : 1006773780 Sumber : Michael P.

Todaro, Economic Development (London: Wesley Longman: 2000) hlm 468-480 Teori Tradisional dari Perdagangan Internasional Transaksi dan pertukaran adalah komponen dasar dari semua kegiatan manusia di dunia. Bahkan masyarakat traditional pun sudah mengenal hal ini melalui transaksi barter. Transaksi merupakan pertukaran dua barang, suatu barang diberikan demi mendapatkan sesuatu yang lain. Dalam semua transaksi dikenal harga, nilai dari suatu barang dalam kaitannya dengan barang lain. Motif utama dari melakukan transaksi adalah demi memenuhi kebutuhan, karena kebutuhan masing-masing individu berbeda. Selain itu, kelebihan dari apa yang mereka miliki dapat ditukarkan dengan kebutuhan masing-masing yang masih kekurangan. Dari kelebihan itulah, kemudian timbul spesialisasi. Negara, seperti halnya masyarakat, berspesialisasi dalam sebuah aktivitas produksi yang paling menguntungkan mereka. Misalnya, di negara yang memiliki sumber daya modal cukup tinggi, dapat berspesialisasi di bidang industri di mana modal sangat banyak dibutuhkan. Prinsip keunggulan komparatif, menyebutkan bahwa suatu negara akan berspesialisasi dalam kegiatan produksi yang membutuhkan biaya relatif yang kecil. Misalnya suatu negara dapat memproduksi barang elektronik sekaligus barang kebutuhan primer, tetapi dalam negara itu lebih murah untuk memproduksi barang kebutuhan primer karena sumber daya alam lebih melimpah, misalnya. Teori keunggulan komparatif adalah teori lama yang hanya bergantung pada satu faktor variabel, yaitu tenaga kerja (labor). Kemudian memasuki abad 20 teori itu dimodifikasi menjadi model neoklasik dukungan faktor produksi. Teori ini menyebutkan bahwa semua negara memiliki kemungkinan akses yang sama terhadap teknologi produksi untuk semua komoditas. Jadi, pertukaran dalam perdagangan tidak terjadi karena perbedaan teknologi ataupun komoditas, tetapi karena negara didukung dengan persediaan faktor produksi yang berbeda. Misalnya negara dengan SDM yang melimpah, maka negara tersebut seharusnya

berspesialisasi dalam kegiatan produksi padat karya. Karena itu, perdagangan menjadi sarana bagi sebuah negara untuk membangun diri melalui pemanfaatan sumber daya dan memproduksinya dalam ukuran yang tepat dan menutupi kekurangan sumber daya dengan mengimpornya. Secara ringkas, teori dukungan faktor produksi didasarkan pada hal berikut: 1. Produk yang berbeda membutuhkan faktor produksi dalam proporsi relatif yang berbeda pula. 2. Negara didukung dengan persediaan sumber daya yang berbeda-beda. Teori ini berpendapat bahwa negara dengan banyak persediaan modal akan cenderung memproduksi barang-barang industri seperti kendaraan dan alat elektronik. Kemudian mereka akan mengekspornya dan menukarnya dengan barang-barang kebutuhan pokok. Teori ini juga mendorong negara-negara berkembang untuk berfokus pada faktor tenaga kerja dan lahan dalam memproduksi sehingga akan menghasilkan barang-barang kebutuhan pokok. Dengan memproduksi barang-barang seperti ini yang memang sangat cocok dilakukan di negara berkembang, mereka akan dapat menyadarai keuntungan petensial yang mereka dapat dari negara-negara yang lebih maju. Selain itu, teori ini juga mendorong pengkolonisasian demi mencari lebih banyak sumber daya untuk produksi sekaligus wilayah pasar. Kesimpulan utama dari model neoklasikal tersebut adalah semua negara mendapat keuntungan dan output dunia meningkat. Terdapat tambahan dari kesimpulan di atas, yaitu: 1. Karena meningkatnya biaya peluang, spesialisasi mutlak tidak akan terjadi. Negara akan menutupi kekurangannya dengan mengimpor dari luar negeri. 2. Dengan teknologi produksi yang sama, maka harga faktor produksi juga akan menyamakan diri. 3. Dalam negara, keuntungan ekonomis sebagai pemilik faktor produksi akan meningkat, yang berarti juga peningkatan dalam saham nasional. 4. Perdagangan diasumsikan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomidan penyebaran pengetahuan, ideologi, dan teknologi. Meskipun begitu, terdapat ketidaksesuaian antara teori tradisional tersebut dengan kehidupan nyata. Ada beberapa asumsi-asumsi yang tidak selaras dan perlu diselidiki dengan seksama, yaitu:

1. Semua faktor produksi konstan dalam jumlah dan kualitas. 2. Teknologi dalam kegiatan produksi bersifat tetap dan tersedia bagi semua negara. 3. Tidak disebutkan tentang resiko atau ketidakpastian. 4. Pemerintah tidak meminkan peranan. 5. Perdagangan stabil bagi semua negara. 6. Keuntungan perdagangan yang berkembang pada semua negara menguntungkan negara itu saja. Asumsi yang memperlihatkan kondisi dunia yang sepertinya statis dalam perdagangan adalah inti dari teori tradisional tersebut. Kenyataannya, dunia ekonomi dicirikan dengan perubahan yang cepat dan faktor produksi yang tidak tetap. Model lain dari teori tradisional yang sama adalah model perdagangan Utara-Selatan. Negara kaya dianalogikan dengan Utara, sementara negara-negara Dunia Ketiga disebut Selatan. Dalam model ini dikatakan bahwa stratifikasi yang ada dapat menghambat pertumbuhan domestik, menyebabkan penyebaran pendapatan tidak merata, dimana pendapatan hanya diterima oleh orang-orang yang memang ³sudah punya´. Negara kaya akan menguasai perdagangan dan semakin menelan usaha kecil negara berkembang. Mereka juga memiliki kecenderungan untuk tertarik berinvestasi pada negara-negara dengan

pembangunan yang maju. Untuk mengatasi hal ini, dibutuhkan kebijakan proteksi seperti tarif atau kuota. Komponen lain yang tidak dapat diabaikan dalam perdagangan internasional adalah perusahaan multinasional. Perusahaan multinasional adalah hasil pembangunan pesat dengan peningkatan dan pengaruh yang luar biasa. Saat ini, mereka adalah pembawa m odal dan keahlian yang memainkan peran penting dalam hubungan ekonomi internasional. Namun faktanya, terdapat beberapa ironi terkait eksistensi mereka. Salah satunya adalah bahwa karena fenomena perpindahan modal, sebanyak $250 miliar modal dari negara Dunia Ketiga yang lebih banyak ditransfer kepada negara maju dengan modal yang dari awal sudah melimpah. Selain itu, sebagai akibat dari stagnansi ekonomi dan keterbatasan kesempatan finansial, tenaga kerja yang terdidik dengan baik telah bergerak dari negara Selatan ke Utara. Kedua hal ini tentu dapat memperlebar stratifikasi yang telah tercipta diantara kedua kubu negara.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.