Disusun oleh : Nama Kelas : Linggar G. C. M. A.

: XI TP A

Semester Genap

SMK NEGERI 1 CIMAHI
Teknik Pendingin & Tata Udara 2010/2011

yang talah mengantarkan umatnya menjadi manusia yang cerdas. yang memberikan rahmat dan hidayahnya. pertama-tama marilah panjatkan puji dan syukur kehadirat Alloh SWT. berilmu. unutk memenuhi salah satu tugas atau nilai. Dalam menyusun laporan ini. Wassalam . mudah-mudahan laporan ini dapat berguna bagi inspirasi orang lain ataupun guru-guru yang membacanya. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan karena penulis masih dalam tahap belajar. semoga laporan ini dapat bermanfaat khususnya bagi diri penulis pribadi dan umumnya bagi seluruh keluarga besar Teknik Pendinginan dan Tata Udara SMK Negeri 1 Cimahi. Laporan ini bertujuan untuk memenuhi persyaratan dalam mendapatkan nilai praktek semester pertama tahun ajaran 2010-2011 dan melaporkan segala sesuatu yang telah dipelajari selama kegiatan produktif. penulis membuatnya dengan kemampuannya sendiri dan semaksimal mungkin. adil. makalah ini juga dikerjakan sedemikian. Akhir kata.KATA PENGANTAR Allhamdulillahi rabbil alamiin. serta mampu berkembang di dunia industri. sehingga saya selaku penulis dapat menyelesaikan makalah Chiller ini tepat pada waktunya. demikianlah sedikit sambutan dari saya. shalawat serta salam saya haturkan kepada junjunan nabi Muhammad SAW. Didalam laporan ini juga berisikan tantang serangkaian praktek yang telah saya kerjakan selama satu semeseter terakhir ini.

dan jenis-jenis kompresor yang umumnya digunakan adalah :    Kompresor Piston (Reciprocating compressor) Kompresor Kisar (Rotary compressor) Kompresor Ulir (Screw compressor) . termal atau mekanis.Air Conditioning Chiller atau mesin refrigerasi adalah peralatan yang biasanya menghasilkan media pendingin utama untuk bangunan gedung.Penulis Chiller . Mesin utama dari sebuah chiller adalah Kompresor. untuk menghasilkan air dingin (chilled water) dan membuang kalor ke udara (atmosfir) melalui menara pendingin (cooling tower) atau kondensor. dengan mengkonsumsi energi secara langsung berupa energi listrik.

Air Cooled Chiller :    Efisiensi rendah Waktu pemasangan cepat. Water Cooled Chiller :    Effisiensi tinggi Waktu pemasangan lebih lama. Biaya perawatan rendah. adalah :  Air Cooled Chiller  Water Cooled Chiller Perbedaan antara Air Cooled Chiller dan Water Cooled Chiller. Air cooled Chiller (ACC) . Biaya perawatan tinggi. 1. Kompresor Sentrifugal (Centrifugal compressor) Beberapa jenis Chiller dilihat dari sistem pendinginan.

termasuk kondensornya. Udara dingin yang masuk kedalam ruangan dari AHU ini diatur dengan diffuser yang ada disetiap ruangan. 2. yang diperoleh dari hembusan melalui pipa-pipa aliran air dingin unit utama diatas. Dari AHU dengan blower besar menyalurkan udara dingin. Atau kadangkadang dengan pipa-pipa langsung keruangan melalui alat kipas koil (Fan coil unit) atau disingkat FCU. Dalam desain gedung. Water cooled Chiller . Yang sering kurang diperhatikan dalam desain atap untuk air cooled chiller adalah akses untuk pemeliharaan unit tersebut. dengan katup ekspansi dan evaporator berada dalam unit utama. tetapi dalam ukuran besar. pada prinsipnya hampir sama dengan split duct AC. keruangan yang akan dikondisikan. Tetapi perubahan seperti itu pada akhirnya berakibat fatal terhadap konstruksi air cooled chiller tersebut yang mengambil ruang (space) apa adanya. Ada kalanya terjadi perubahan desain dari water cooled chiller ke air cooled chiller. bila menggunakan air cooled chiller perlu diperhatikan lokasi dan luas atap beton untuk penempatan unit-unit chillernya.Mesin refrigerasi dengan pendinginan udara (air cooled chiller). Komponen utama dari 1 unit ACC adalah 2 kompresor atau lebih. karena terutama masalah waktu instalasi ataupun keadaan air setempat. Unit mesin ini pada umumnya berada diatas atap beton dari sebuah bangunan. Evaporator mendinginkan air dan air dingin disirkulasi kesetiap tingkat melalui alat pengatur udara (air handling unit) atau disingkat AHU.

Pendinginan air melalui menara air (cooling tower). Perbedaan utamanya adalah pendinginan refrigerannya. Sama halnya dengan Mesin refrigerasi pedinginan udara. keruangan yang akan dikondisikan. agar ruangan tersebut jangan menjadi “neraka” bagi pengerjanya. pada umumnya ditempatkan dalam lantai bawah (basement) suatu bangunan. Dalam desain yang perlu diperhatikan adalah ventilasi keruangan chiller harus dihitung dengan baik. Aliran udara dan aliran air didalam menara pendingin ini dapat berlawanan arah (counter . Dari AHU dengan blower besar menyalurkan udara dingin. pada prinsipnya hampir sama dengan Mesin refrigerasi pendinginan udara (air cooled chiller) dalam distribusi udara dingin melalui AHU atau FCU. dalam desain gedung perlu diperhatikan aliran udara yang diperoleh dari kipas udara.Mesin refrigerasi dengan pendinginan air (water cooled chiller). yang diperoleh dari hembusan melalui pipa-pipa aliran air dingin unit utama diatas. Udara dingin yang masuk kedalam ruangan dari AHU ini diatur dengan diffuser yang ada disetiap ruangan. tetapi dengan air. dimana airnya didinginkan melalui menara air atau cooling tower. bukan dengan udara. Atau kadangkadang dengan pipa-pipa langsung keruangan melalui alat kipas koil (Fan coil unit) atau disingkat FCU. Evaporator mendinginkan air dan air dingin disirkulasi kesetiap tingkat melalui alat pengatur udara (air handling unit) atau disingkat AHU. Mesin refrigerasi dengan pendinginan air. kompresor refrigeran dari ditekan melalui katup ekspansi masuk berembun dalam alat evaporator.

tetapi hal itu yang terjadi dalam suatu chiller absorpsi. Absorption Chiller. . Teknologi absorbsi ini sebenarnya mudah pengoperasiannya maupun pemeliharaannya.flow). Salah satu cara tertua untuk melakukan pendinginan suatu ruangan secara mekanis adalah teknologi absorbsi (absorption technology). arah melintang (cross flow). Kelihatan tak masuk akal dengan membakar sesuatu untuk menghasilkan pendinginan. aliran paralel (paralel flow) aliran melalui dek atau aliran pancar. 3. tetapi pada masa kini teknologi ini mulai hampir tidak digunakan karena tidak fleksibel penggunaannya.

maka seluruh unit tidak dapat difungsikan kembali. tetapi bila ada kerusakan pada peralatan ini perbaikannya memerlukan waktu lama dan biaya yang besar. Air ini mengalami perubahan fase pada waktu dicampur kembali dengan garam pada suhu yang sangat rendah. yang dikatakan sebagai Litium Bromida (lithium bromide). (pada tekanan atmosfir yang normal. Panas dibutuhkan untuk memisahkan kedua fluida ini. maka chiller jenis ini tidak dapat digunakan dalam penerapan refrigerasi dengan suhu rendah. yang kemudian dipertemukan kembali dalam lingkungan yang hampir vakum. Fluide kedua yang mengatur proses ini adalah garam. Peralatan tata udara dengan Sistem absorbsi ini sebenarnya sangat efisien dan pemeliharaanya mudah. karena perubahan fase yang terjadi dan yang memberi dampak pendinginan adalah melalui media air. Ini menyebabkan penggunaan peralatan pengkondisian udara dengan sistem absorbsi ini kurang diminati. Bahkan untuk kerusakan tertentu. dalam suatu alat absorbsi. .Refrigeran yang digunakan oleh chiller jenis ini adalah sebenarnya air. air menguap cukup dingin untuk menghasilkan air dingin pada 46F. Karena suhu air dingin yang dihasilkan oleh chiller absorbsi paling rendah adalah 46F. air menguap pada suhu 212F.