You are on page 1of 36

Sbu2 Jaur 2 1 at , 2 nai 01

Firm A l- Hadiansyah an

Job K e : 1

A DR DE

: Netty A m lia a : Sri Prihatiningsih Nilai :
Guru

I. Pendahuluan Half adder adalah sebuah rangkaian yang bersifat penjumlahan yang tidak lengkap, yang hanya bisa menjumlahkan 2 bilangan saja. Full Adder adalah sebuah rangkaian yang akan terjadi bilamana inputnya 3. Full adder adalah penjumlahan dari 2 buah Half Adder.

II. Tujuan - Siswa dapat membuat kreasi Half Adder dan Full Addernya sendiri - Siswa dapat merangkai dari kreasi Half Adder dan Full Addernya

III. Alat dan Bahan - Trainer Digital
-

IC 7408 (Gate AND) IC 7432 (Gate OR) IC 7486 (Gate Ex-OR)

- Kabel Jumper

IV. Teori 1. Half Adder Dalam rangkaian Half Adder terdapat 2 output, yaitu Carry Out (C out) dan Sum (Σ ). Dalam setiap output tersebut ada aturannya. 2. Full Adder

Dalam rangkaian Full Adder terdapat 3 input, dan 2 output yaitu Carry Out (C out) dan Sum (Σ ). Dan perangkaiannya pun ada aturannya juga.

V. Langkah Kerja A. Half Adder 1. Buatlah rangkaian Half Adder pada buku tulis sesuai ketentuan, yaitu terdiri dari output, carry out, dan sum. 2. Jika telah sesuai dengan aturannya (diperhitungkan outputnya sesuai dengan table kebenaran), kita beralih ke prakteknya. 3. Rangkai IC dan kabel pada Trainer Digital sesuai dengan rangkaian yang telah anda buat sebelumnya.
4.

Kombinasikan switch sesuai dengan table kebenaran untuk mengujinya

B. Full Adder
1.

Buatlah rangkaian Full Adder pada buku tulis sesuai ketentuan, yaitu terdiri dari output, carry out, dan sum.

2. Jika telah sesuai dengan aturannya (diperhitungkan outputnya sesuai dengan table kebenaran), kita beralih ke prakteknya. 3. Rangkai IC dan kabel pada Trainer Digital sesuai dengan rangkaian yang telah anda buat sebelumnya.

4. Kombinasikan switch sesuai dengan table kebenaran untuk mengujinya

VI. Hasil Kerja A. Half Adder

Half Adder Truth Table Input Output A B C out S 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0

B. Full Adder

A 0 0 0 0 1 1 1 1

Full Adder Truth Table Input Output B C C out S 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1

VII. Kesimpulan Ternyata rangkaian Adder dapat kita buat dengan sederhanan dari Gate AND, Gate Ex-OR, dan Gate OR (untuk Full Adder). Dan dari percobaan ini membuktikan bahwa Full adder adalah penjumlahan dari 2 buah Half Adder
Sbu1 Fbur 2 1 at , 2 e r ai 01
Firm A l- Hadiansyah an

Job K e : 2

S br co utat r

: Netty A m lia a : Sri Prihatiningsih Nilai :
Guru

I. Pendahuluan Hampir sama dengan Adder, Subtractor juga terdiri dari Half Subtractor dan Full Subtractor. Hanya saja outpunya berbeda, yaitu Remain (R) dan Borrow Out (B)

II. Tujuan - Siswa dapat membuat rangkaian Half Subtractor dan Full Subtractor - Siswa memahami tentang rangkaian Subtractor

III. Alat dan Bahan - Trainer Digital
-

IC 7486 (Gate Ex-OR)

-

IC 7404 (Gate Inverter) IC 7408 (Gate AND) IC 7432 (Gate OR)

- Beberapa buah kabel jumper

IV. Teori A. Half Subtractor Half Subtractor terdiri dari 2 input (missal A & B) dan juga 2 output yaitu Remain & Borrow out yang dalam penggunaannya memiliki aturan B. Full Subtractor Full Subtractor berbeda dengan Half Subtractor, pada rangkaian ini terdapat 3 input (misalnya A, B, & C) tapi outpunya tetap sama yaitu Remain & Borrow Out

V. Langkah Kerja A. Half Subtractor 1. Buatlah rangkaian Half Subtractor pada buku tulis sesuai ketentuan, yaitu terdiri dari output, carry out, dan sum. 2. Jika telah sesuai dengan aturannya (diperhitungkan outputnya sesuai dengan table kebenaran), kita beralih ke prakteknya. 3. Rangkai IC dan kabel pada Trainer Digital sesuai dengan rangkaian yang telah anda buat sebelumnya. 4. Kombinasikan switch sesuai dengan table kebenaran untuk mengujinya

B. Full Subtractor 1. Buatlah rangkaian Full Subtractor pada buku tulis sesuai ketentuan, yaitu terdiri dari output, carry out, dan sum. 2. Jika telah sesuai dengan aturannya (diperhitungkan outputnya sesuai dengan table kebenaran), kita beralih ke prakteknya. 3. Rangkai IC dan kabel pada Trainer Digital sesuai dengan rangkaian yang telah anda buat sebelumnya. 4. Kombinasikan switch sesuai dengan table kebenaran untuk mengujinya

VI. Hasil Kerja A. Half Subtractor

Half Subtractor Truth Table Input Output A B R B 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0

B. Full Subtractor

A 0 0 0 0 1 1 1 1

Full Subtractor Truth Table Input Output B C R B 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1

VII. Kesimpulan Rangkaian Substractor tidak jauh berbeda dengan rangkaian Adder, pada rangkaian ini ditambahkan dengan Gate Inverter pada salah satu kaki input Gate AND sehingga outputnya pun akan berbeda yang menghasilkan ketentuan sesuai dengan Tabel Kebenaran Subtractor

Sb ,1 Mr t 2 1 atu 2 ae 01
Firm A l- Hadiansyah an

Job K e : 3

F - Fp lip lo

: Netty A m lia a : Sri Prihatiningsih Nilai :
Guru

I. Pendahuluan Flip – Flop (FF) adalah sebuah gerbang logika yang mempunyai 2 kumungkinan kedudukan yaitu Bi Stabil Memory. FF ini terbagi ke dalam 3 jenis, yaitu: 1. Flip – Flop SC / SR 2. Flip – Flop JK 3. Flip – Flop Data

FF SR dan FF JK memiliki kesamaan dengan satu pengecualian, jika dua buah input tertinggi terjadi pada saat yang berlawanan maka output FF JK akan melakukan toogle (membalikkan kedudukan outputnya). Hal ini meniadakan kedudukan yang tak dapat ditentukan seperti halnya FF SR. Sedangkan Data Flip – Flop adalah suatu jenis rangkaian Flip – Flop yang mampu menyimpan suatu data layaknya sebuah memory, walaupun data yang disimpan hanya dalam jumlah kecil.

II. Tujuan - Siswa mengerti cara kerja dari FF SR, FF JK, dan FF-D - Siswa dapat mempraktikan rangkaian FF SR, FF JK, dan FF-D - Siswa mengetahui perbedaan FF SR dan FF JK

III. Alat dan Bahan - Trainer Digital
-

IC 7400 (FF SR) IC 7402 (FF SR) IC 7476 (FF JK) IC 7475 (FF D)

- Kabel Jumper

IV. Teori 1. Flip – Flop SC / SR Jika ada suatu taraf enable pada S (C adalah lawannya) maka akan menghasilkan output Q = 1, dan jika ada taraf enable pada C (S pada kedudukan lawan) maka akan menghasilkan Q = 0 dan not Q = 1

2. Flip – Flop JK FF JK memiliki teori yang sama dengan FF SR dan table kebenarannya pun sama dengan FF SR 3. Flip – Flop Data D-FF hanya memiliki 1 input, jika inputnya low maka Q bernilai low, dan sebaliknya dengan nilai not Q yaitu high. Tapi D-FF juga dapat diberi clock sehingga bila clock nya low maka akan mengingat data seblumnya , dan jika clocknya high maka nilainya sama seperti DFF tanpa clock.

V. Langkah Kerja A. FF SR 1. Rangkailah FF SR tanpa clock sesuai dengan gambar

2. Kombinasikan switch sesuai dengan table kebenaran 3. Jika sudah berhasil, buatlah timing diagram untuk clock pada rangkaian FF SR

Timing Diagram 0 S R Q
not Q
0 1 0 1 0 1 0 1

1

0

1

0

1

0

1

4. Rangkai FF SR tersebut sesuai rencana sebelumnya

5. Kombinasikan switch sesuai dengan table kebenaran

B. FF JK 1. Rangkailah JK Flip – flop tanpa clock 2. Kombinasikan switch sesuai dengan table kebenaran

C. D-FF 1. Rangkailah Data Flip – flop tanpa clock menggunakan IC 7475

2. Kombinasikan switch sesuai dengan table kebenaran 3. Jika sudah berhasil, buatlah rangkaian D-FF dengan clock

4. Kombinasikan switch sesuai dengan table kebenaran

VI. Hasil Kerja A. Flip – Flop SR Tanpa Clock

S 0 0 1 1

FF SR Truth Table Input Output R Q not Q Tidak Berubah 0 1 0 1 0 1 0 Tidak Terdefinisi 1

Dengan Clock

FF SR With Clock Truth Table Input Output C lock S R Q not Q 1 Tidak Berubah 0 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 Tidak Terdefinisi 1 1

B. Flip – Flop JK

FF JK With Clock Truth Table Input Output C lock S R Q not Q 1 Tidak Berubah 0 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 Tidak Terdefinisi 1 1

C. Flip – Flop Data Tanpa Clock

FF Data Truth Table Output Input D Q not Q 0 0 1 1 1 0

Dengan Clock

D-FF With ClockTruth Table Input Output D clock Q not Q 0 0 Tidak Berubah 0 1 0 1 1 0 Tidak Berubah 1 1 1 0

VII. Kesimpulan Dari ketiga jenis flip – flop tersebut dapat disimpulkan bahwa flip – flop tersebut mampu menyimpan atau mengingat data sebelumnya sesuai dengan input yang diberikan.

Sbu2 A r 2 1 at , 3 pil 01
Firm A l- Hadiansyah an

Job K e : 4

Rg t r eise

: Netty A m lia a : Sri Prihatiningsih Nilai :
Guru

I. Pendahuluan Register adalah salah satu jenis rangkaian logika sekuensial untuk penyimpanan data digital. Cara ini

dilakukan melalui penyetelan keadaan kumpulan flip flop dalam register secara serentak sebagai satu kesatuan (1 flip – flop = 1 bit).

II. Tujuan - Siswa mengetahui rangkaian – rangkaian register - Siswa dapat membedakan setiap rangkaian register - Siswa dapat mempraktikan rangkaian register

III. Alat dan Bahan - Trainer Digital - 2 buah IC 7475 - Beberapa buah kabel jumper

IV. Teori Pada rangkaian register, datanya dapat disimpan / diingat, sehingga output yang keluar dari setiap flipflop akan menyala secara bergeser bergantian dan secara terus menerus

V. Langkah Kerja 1. Rangkai sesuai gambar berikut

2. Input Data, Set, dan Reset harus dalam keadaan high

3. Gunakan Clock secara terus menerus untuk menguji 4. Untuk mengembalikan ke posisi semula, gunakan switch Reset dan kembalikan lagi ke posisi high agar bisa digunakan lagi

VII. Hasil Kerja

VII. Kesimpulan Dari jenis register ini, bit – bit data dimasukkan secara serial sama. Perbedaannya adalah cara dimana bit – bit data dipindahkan dari register. Sekali data disimpan, setiap bit muncul pada masing – masing baris keluarannya, dan semua bitnya mampu secara simultan.

Sb ,7Mi 2 1 atu e 01
Firm A l- Hadiansyah an

Job K e : 5

Cut r one

: Netty A m lia a : Sri Prihatiningsih Nilai :
Guru

I. Pendahuluan

Counter merupakan serangkaian flip – flop yang dihubungkan secara seri dengan output flip – flop menjadi input berikutnya. Counter ini berfungsi untuk menghitung suatu bilangan baik menghitung maju maupun menghitung mundur. Counter terbagi 2, yaitu Counter Up dan Counter Down.

II. Tujuan - Siswa mampu mempraktikan rangkaian Counter Up dan Counter Down - Siswa mengetahui perbedaan Counter Up dan Counter Down - Siswa mengerti cara kerja dari Counter

III. Alat dan Bahan - Trainer Digital - 2 buah IC 7473 (Counter Up dan Counter Down) - Beberapa Buah kabel Jumper

IV. Teori Pulsa dari clock menjadi input untuk FF pertama dan akan menyebabkan perubahan pada kondisi output untuk saat yang dikehendaki (correct edge). Output FF ini akan mentriger input clock dari FF berikutnya, juga apabila pada saat yang dikehendaki dengan cara ini pulsa suatu input akan berdenyut / ripple dari satu FF ke FF lain sampai terakhir dari rangkaian seri tersebut.

V. Langkah Kerja A. Counter Up 1. Rangkailah seperti gambar berikut

2. Gunakan Clock untuk pengujian sesuai table kebenaran, hasilnya akan menghitung angka maju

B. Counter Down 1. Rangkailah seperti gambar berikut

2. Gunakan Clock untuk pengujian sesuai table kebenaran, hasilnya akan menghitung angka mundur

VI. Hasil Kerja A. Counter Up

Input Pulse 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

Counter Up Truth Table Output Q3 Q2 Q1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0

Q0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0

B. Counter Down

Input Pulse 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

Counter Down Truth Table Output Q3 Q2 Q1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1

Q0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1

VII. Kesimpulan Rangkaian counter ini dapat menghitung angka secara berurutan baik menghitung maju (counter up) maupun menghitung mundur (counter down)

Sb ,2 Mi 2 1 atu 1 e 01
Firm A l- Hadiansyah an

Job K e : 6

Dcdr eoe

: Netty A m lia a : Sri Prihatiningsih Nilai :
Guru

I. Pendahuluan Decoder alat yang digunakan untuk mengembalikan suatu informasi yang telah diacak. Dengan alat ini, informasi tersebut bisa tersusun seperti informasi yang sebenarnya.

II. Tujuan - Siswa memahami apa itu decoder - Siswa bisa membuat rangkaian Counter - Siswa bisa Encoder rangkaian antara Decoder Decoder dar dan

membedakan

III. Alat dan Bahan - Trainer Digital - 2 buah IC 7473 - 1 buah IC 7447

- 1 buah Seven Segment - Beberapa buah kabel Jumper

IV. Teori .Decoder merupakan perangkat yang melakukan kebalikan dari encoder, mengurai encoding sehingga informasi asli dapat diambil. Metode yang sama digunakan untuk mengkodekan biasanya hanya terbalik dalam rangka untuk memecahkan kode. Dan kali ini kami akan mengurai kode biner pada rangkaian counter agar bisa dibaca dengan sebenarnya.

V. Langkah Kerja A. Decoder untuk Counter Up 1. Buat terlebih dahulu rangkaian Counter Up dengan IC 7473 sama seperti praktikum sebelumnya.

2. Lalu tambahkan IC 7447 untuk setiap outputnya (output tidak ke LED) sesuai dengan urutan

3. Hubungkan output dari IC 7447 ke 7 Segment agar bisa ditampilkan

4. Jika sudah, kombinasikan switch sesuai table kebenaran untuk mengujinya

B. Decoder untuk Counter Down 1. Buat terlebih dahulu rangkaian Counter Up dengan IC 7473 sama seperti praktikum sebelumnya.

2. Lalu tambahkan IC 7447 untuk setiap outputnya (output tidak ke LED) sesuai dengan urutan 3. Hubungkan output dari IC 7447 ke 7 Segment agar bisa ditampilkan

4. Jika sudah, kombinasikan switch sesuai table kebenaran untuk mengujinya

VI. Hasil Kerja A. Decoder untuk Counter Down

In t pu Pu lse 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

D ecoder (Cou ter U T th T n p) ru able Ou t tpu Q3 Q2 Q1 Q0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 0

D ecoder 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
a b c d e f

0

B. Decoder untuk Counter Down

Decoder (Counter Down) Truth Table Output Input Pulse Q3 Q2 Q1 Q0 Decoder 0 1 1 1 1 f 1 1 1 1 0 e 2 1 1 0 1 d 3 1 1 0 0 c 4 1 0 1 1 b 5 1 0 1 0 a 6 1 0 0 1 9 7 1 0 0 0 8 8 0 1 1 1 7 9 0 1 1 0 6 10 0 1 0 1 5 11 0 1 0 0 4 12 0 0 1 1 3 13 0 0 1 0 2 14 0 0 0 1 1 15 0 0 0 0 0 16 1 1 1 1 f

VII. Kesimpulan Dengan Decoder kita bisa membaca kode – kode dengan mudah, sehingga informasi asli dapat diambil. Misalnya saja pada rangkaian ini kita bisa melihat langsung angka angka hexa dengan mudah, tanpa harus membaca kodenya.