STATUS PASIEN 1.

IDENTITAS PASIEN Nama Umur Tanggal lahir Agama Suku Pendidikan Status Alamat Pekerjaan Tanggal masuk RS : Tn. S : 34 tahun : 28 Oktober 1977 : Islam : Jawa : Tamat S1 jurusan Administrasi bisnis komunikasi : Menikah, Memiliki 2 orang anak : Lubang buaya, Jakarta Timur : Tentara, Sersan Kepala : 4 Mei 2011

2. RIWAYAT PSIKIATRI Anamnesis diperoleh dari: Autoanamnesis pada pasien pada tanggal 5 Mei 2011 Alloanamnesis dari istri pasien 5 Mei 2011 dan kakak pasien 6 Mei 2011 Catatan rekam medis pasien

A. Keluhan Utama Pasien dibawa ke Rumah Sakit karena mengamuk 2 hari SMRS B. Keluhan Tambahan Pasien menjadi sulit tidur selama 2 minggu sebelum masuk rumah sakit dan menjadi pendiam C. Riwayat Gangguan sekarang Sekitar 20 hari yang lalu, anak seorang teman baik pasien meninggal dunia, anak tersebut perempuan dan baru berusia beberapa hari dan meninggal dunia karena keracunan air ketuban. Istri temannya tersebut menjalani proses persalinan secara operasi sectio cesaria karena adanya kelainan cairan ketuban. Sejak itu pasien
1

pasien jg selalu berada di sisi istrinya. Pasien juga menjadi sangat melindungi istrinya. Dokter tersebut jg menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan darah. Setelah itu keadaan pasien masih baik dan tidak ada perubahan tingkah laku. karena kuatir akan terjadi sakit kuning. hasil laboratorium belum jg keluar. istri pasien melahirkan anak kedua-nya. Dua hari yang lalu.menjadi sangat memperhatikan istrinya yang ketika itu sedang hamil tua. pasien sedikit kecewa tetapi pasien tidak terlalu memikirkannya karena menurut pasien hasil USG belum tentu benar dalam memprediksi jenis kelamin anak kedua pasien. Pasien jg berharap bahwa anak yang akan dilahirkan istrinya seorang anak laki-laki. pasien membuang-buang air minum yang ada di ruang perawat. meskipun pasien kemudian mengangkat anak keponakannya yang laki-laki menjadi anaknya. Pasien jg mengatakan kata-kata yang sulit dipahami. Setelah menunggu sekitar tiga jam lebih. Pasien tampak kecewa ketika mengetahui bahwa anaknya yang lahir adalah perempuan. yang penting kita rawat. karena kondisi istri dan bayi pasien sudah sehat. Suara tersebut tidak dikenal oleh pasien. Waktu kehamilan istri pasien berumur 7 bulan pasien sudah mengetahui jenis kelamin anaknya yaitu perempuan. Menurut istrinya. Pasien jg sempat membentak-bentak suster yang merawat istri dan anaknya karena menurut pasien kurang memperhatikan mereka. µtidak apa-apa anak perempuan. Pasien beberapa kali mengulang-ngulang pernyataan. mengatakan bahwa istri dan anaknya akan mati. Pasien bahkan mengamuk dan marah-marah. Pasien mengijinkan untuk dilakukan pemeriksaan. Ketika pasien 2 . Tiga hari yang lalu. Pasien marah-marah dan bahkan sampai mengambil makanan suster dan membuang-buangnya. Pasien beberapa kali menanyakan hal tersebut pada perawat. Pasien juga melihat bayangan yang seperti orang yang memandang pasien. pasien mengatakan bahwa tidak ingin ada hal yang seperti itu terjadi pada istri dan anaknya. kasihan Ibu kalau harus melewati persalinan lagi¶. Pasien mendengar suara yang tidak diketahui sumbernya. Pasien mengantar jemput dan bahkan menunggui istrinya ketika bekerja. Pasien tidak bersedia anaknya digendong oleh orang lain. Ketika itu pasien turut menemani istri selama proses persalinan. oleh dokter mereka diijinkan pulang.

pasien masih tetap berbicara sendiri dan mengulang-ngulang perkataan bahwa anaknya perempuan dengan nada kecewa. 3 . pasien semakin sering marah-marah dan berteriakteriak. Pasien berteriak-teriak terutama tentang dimana anaknya. Pasien menjadi semakin mengamuk dan berkata-kata kasar. Menurut istrinya sepanjang perjalanan pulang. Sesampainya di rumah. Pasien merasa ketakutan dan waspada. ia mendengar suarasuara yang mengatakan bahwa istrinya dan anaknya sakit. Roh yang mendiami tangan kanan dan kiri berbeda. tetapi tidak mau mandi. bahwa lebih baik ia meninggal saja. Pasien selalu terlihat waspada. Kadang tubuh pasien tampak gemetar dan bergerak-gerak sendiri. istri dan anak pasien diijinkan untuk pulang. Pasien tidak mengijinkan sang Mayor untuk menemui dan menggendong anaknya. dimana istrinya. Pasien kemudian mengamuk mencari-cari istrinya. Suara tersebut juga mengatakan bahwa anak pasien akan diambil dan dijahati. Tidak lama setelah kejadian. jika istrinya hilang dari pandangan pasien. Pasien juga mengatakan bawha ia harus memegang selalu tangan istrinya karena merasa bahwa istrinya akan meninggal. seorang Mayor (atasan pasien) yang kebetulan berkunjung menegur pasien karena tingkah laku-nya. Pasien mengatakan. Pasien juga tidak tidur ketika malam hari. Pasien jg tidak mengijinkan anaknya digendong orang lain. menurut pasien karena ada roh yang masuk dan menguasai tubuhnya.mengamuk. pasien selalu mengawasi istrinya. maka pasien akan kembali marah-marah. dan pasien kemudian dipijit dengan kasar sampai timbul lebam di badan pasien. Jika istrinya terbangun dari ranjang. pasien segera menyusul istrinya tersebut. meninggal atau jatuh dan terluka. pasien terus menerus memantau gerak gerik istrinya. Pasien masih mau makan. Satu hari sebelum masuk RS. pasien menjadi panik ketika melihat istrinya tidak ada di sampingnya. Pasien kemudian didatangkan seorang pintar yang memberikan pasien air yang telah didoakan. seperti yang diperintahkan oleh suara-suara yang tidak diketahui sumbernya.Roh tersebut ingin mecelakakan pasien. Pada malam hari-nya. Pasien selalu mengulang kata-kata bahwa anaknya perempuan. Menurut pasien. pasien kembali tampak gelisah. µAyah sayang Bunda¶. Setelah itu pasien tampak lebih tenang.

hilang nafsu makan dan keinginan untuk mengakhiri hidup. Riwayat Gangguan Psikiatri Pasien belum pernah mengalami gejala seperti ini sebelumnya. B. yang diikuti peningkatan energi dan aktivitas. Riwayat Medis Riwayat trauma kepala (-). tumor otak (-). putus asa. Pasien tidak pernah mengalami perasaan gembira berlebihan. c. Pasien adalah anak yang penurut dan pendiam pada masa kanak-kanak. Riwayat Penggunaan Zat Psikoaktif Penggunaan obat-obatan dan psikotropika disangkal pasien. C. Awalnya pasien menolak dan mengatakan bahwa dirinya sehat.Setelah dibujuk. Tidak didapatkan riwayat adanya trauma kepala. Masa Prenatal dan Perinatal Pasien lahir secara normal dan cukup bulan ditolong oleh bidan di Rumah Sakit. pasien akhirnya dibawa ke RSPAD Gatot Subroto. tidak ada yang salah dengan dirinya. riwayat nyeri kepala (-). 3. Pasien juga tidak pernah mengalami perasaan sedih yang mendalam diikuti rasa tak berguna. kejang dan kondisi medis umum lainnya sebelum pasien mengalami gejala-gejalanya saat ini. demam. RIWAYAT KEHIDUPAN PRIBADI A. Riwayat Gangguan Sebelumnya a. Pasien juga tidak merokok dan minum alkohol. penyakit saraf (-). D. Masa Kanak-Kanak (0-3 tahun) Menurut orang tuanya tumbuh kembang pasien berjalan normal sesuai usia. epilepsy (-). Masa Pertengahan (3-11 tahun) Pasien tumbuh dan berkembang normal sesuai dengan usianya. Jarang bermain keluar dengan 4 . maupun riwayat pengobatan psikiatri sebelumnya. b. Pasien merupakan anak yang diharapkan. riwayat kejang (-).

pekerjaan barunya terlalu ringan. b. Setelah lulus dari tentara pasien ditempatkan di PEKAS mengurusi bagian keuangan yang bertempat di Tomang. Riwayat Pendidikan Pasien bersekolah di SDN daerah Mandaran Kulon. Pasien mengaku sehabis pulang sekolah sering membantu ibu dan kakanya yang bekerja sebagai petani. Karena tidak disukai pada awal tahun 2011 paien dipindahkan ke provost. 5 . dan melanjutkan ke SMEA Negeri di Nganjuk atas keinginan sendiri. Karena pasien termasuk tipikal orang yang lurus dan tidak mau mengerjakan jika tidak sesuai dengan kehendak hatinya. padahal dulu pasien selalu sibuk dan senang bekerja. D. ia merasa lebih tertekan dan sering diancam oleh atasanya jika tidak mau menuruti perintah atasanya. Setelah itu pasien pindah ke Ditkeu (2010). Pasien bercita-cita ingin menjadi tentara. Masa Dewasa a. melanjutkan SMP di daerah nganjuk.teman-teman sebayanya karena pasien lebih suka untuk berada dirumah untuk belajar dan membaca buku. Menurut pasien. Pasien mengatakan kecewa dan tidak menyukai pekerjaan barunya. Riwayat Pekerjaan Setelah tamat SMEA pasien mendaftar masuk tentara namun gagal. pasien sering dimarahi oleh atasannya karena dianggap lalai saat bekerja. Masa Kanak Akhir dan Remaja Selama masa remaja. E. karena pasien menaggap atasanya menyuruhnya untuk berbuat curang dengan membuat laporan-laporan palsu. namun pasien mencoba mendaftar untuk yang kedua kalinya dan ternyata diterima. pasien merasakan perbedaan setelah bekerja di Direktorat. Pasien jarang bergaul dengan teman-teman sebayanya karena lebih sering berada dirumah. pasien merupakan pelajar yang rajin tetapi cenderung lebih pendiam dari teman-teman sebayanya. Pasien pernah masuk dalam kegiatan OSIS dan pramuka di sekolahnya. Hubungan dengan orang tua dan adik-adiknya cukup baik. Setelah pasien menjadi tentara pasien dikirim untuk melanjutkan ke jenjang sarjana dan mengambil jurusan administrasi bisnis komunikasi. Selama menunggu tes kedua pasien membantu bertani.

Pasien memilih calon istri dengan cara melihat dan meyakini saja bahwa dia adalah orang yang baik. Pasien cenderung kepala keluarga yang taat akan agama. Selama menikah tidak pernah ada masalah rumah tangga. Sebelum melamar pasien tidak menjalani proses pacaran dengan istri. ia sering menghadiri pengajian di dekat rumahnya. Aktivitas Sosial Pasien termasuk seorang yang suka bersosialisasi. f. Pasien juga menolak untuk berpacaran sebelum menikah e. Riwayat Pelanggaran Hukum Pasien tidak pernah melakukan tindakan pelanggaran hokum maupun berurusan dengan pihak berwajib. sejak berkenalan sampai menikah menurut istri pasien orang yang taat akan beribadah dan selalu menjalankan ibadah tambahan seperti puasa. Pasien tidak pernah berpacaran sebelum menikah. g.c. Pasien taat dalam menjalankan ajaran agama. pasien memilih berdiam diri di rumah berkumpul dengan anak istrinya. Pasien pertama kali melakukan hubungan seksual dengan istrinya. Ayah dan ibu pasien bukan termasuk penganut islam yang taat. Riwayat Pernikahan Pasien melamar istri pada tahun 2005. 6 . d. misalnya dengan selalu teratur sholat dan menjalankan puasa baik puasa wajib maupun puasa yang tidak wajib. Pasien pertama kali dekat dengan wanita adalah dengan istrinya. Bila sedang tidak ada kegiatan. Pasien banyak belajar tentang agama islam dari orang-orang di mesjid yang kebetulan dekat dengan rumah pasien. terkadang ia mengikuti kerja bakti di lingkungannya. Riwayat Psikoseksual Orientasi seksual pasien adalah heteroseksual. Agama Pasien dibesarkan dalam lingkungan agama Islam. mereka jarang sholat dan tidak menjalankan ibadah puasa. karena ia menganggap pacaran dalam agama islam itu lebih banyak rugi dibandingkan kebaikannya.

orang tua hanya menegur saja. meskipun ayahnya pindah tidak jauh dr tempat ibunya tetapi pasien dan kakaknya masih sering bermain ke rumah ayahnya. Jika ada yang melakukan kesalahan. Pasien tidak terlalu dekat dengan kakak perempuannya. dan kakak laki-lakinya. Orang tua pasien tidak pernah menghukum dengan keras anak-anaknya. Keluarga pasien tidak pernah membedakan antara anak laki-laki dan anak perempuannya. hubungan ayah dengan anak-anaknya masih tetap baik. jika melakukan kesalahan. pasti akan ditegur. kedua orang tua memperlakukan anaknya sama saja. Pasien dekat dengan ayah dan ibunya. Tidak ada anggota keluarga pasien lainnya yang mengalami gangguan jiwa. Ayah dan ibu pasien berpisah ketika pasien duduk di kelas 2 SD dan bercerai resmi pada saat pasien kelas 4 SD. Pasien memiliki seorang kakak tiri dari pernikahan pertama ibunya. Riwayat Keluarga Pasien adalah anak ke tiga dari tiga saudara sekandung. 7 . Setelah berpisah.h.

biasanya anak-anak dititip pada saudara istrinya atau mertua pasien yang tinggal dalam kompleks yang sama dengan pasien. Selama ini biaya kehidupan keluarga dan anak-anak ditanggung oleh penghasilan pasien dan istrinya. 8 . gangguan jiwa. Istri pasien baru saja melahirkan anak keduanya di RSPAD Gatot Subroto.Genogram Keluarga: PEDIGREE (SILSILAH KELUARGA) Keterangan : : Laki-laki : Bercerai : Wanita : Laki-laki. pasien : Wanita meninggal i. Situasi Kehidupan Sekarang Pasien saat ini tinggal bersama dengan istri dan kedua anaknya di daerah Lubang Buaya. Sehari-hari pasien dan istrinya bekerja. Pasien bahkan mengatakan akan membantu mendidik anak laki-laki dari kakak ipar pasien karena ia sangat ingin memiliki anak laki-laki.

Pasien merasa sendirian dan orang sekitarnya tidak peduli dengan dirinya. kurang terbuka pada orang tua dan adik-adiknya. keluarga pasien berkata jika ini baru pertama kali dialami oleh pasien. biasanya mimpi pasien adalah tentang hal yang baik-baik.j. Sedari dulu pasien bertekad kuat untuk masuk ke angkatan darat Pasien juga ingin sembuh dan tidak di rawat lagi di RSPAD ruang perawatan Amino agar bisa berkumpul lagi dengan keluarganya. Mimpi. sebelumnya pasien selalu bercerita tentang apa yang dialami dan terjadi dalam kehidupannya kepada istrinya namun ia kurang terbuka kepada keluarganya. Fantasi dan lain-lain Pasien jarang bermimpi. Menurut keluarga pasien. Persepsi Pasien Tentang Diri dan Lingkungannya Pasien sampai saat ini tidak merasa jika dirinya sakit. pasien merasa istrinya tidak mencintai dirinya. l. pasien selalu berkata kepada istrinya mengapa ia dibawa ke sini. Selain itu pasien berharap bisa melakukan pekerjaan dengan baik dan membantu istrinya merawat anakanaknya. Namun apabila pasien bermimpi. 9 . pasien ingin sekali melindungi keluarganya. sehingga pasien jarang menceritakan masalah-masalah yang membebaninya. pasien merupakan seseorang yang pendiam. k. selama ini tidak pernah marah atau emosi. dan tidak menggangu. Istri pasien berkata bahwa selama ini pasien baik-baik saja. Persepsi Keluarga Tentang Diri Pasien Keluarga pasien tidak mengetahui bahwa pasien mengalami gangguan jiwa. Sejak kecil pasien bercita-cita untuk menjadi tentara. Walaupun keinginan untuk memiliki anak laki-laki tidak tercapai dan pasien terlihat kecewa namun pasien tetap mau merawat anaknya tersebut.

Volume kecil. Pikiran a. mata tertutup. Mata tertutup. Perilaku dan Aktivitas Motorik Gelisah. Sikap Terhadap Pemeriksa Pasien kurang kooperatif dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pemeriksa. b. B. Proses pikiran : Asosiasi longgar 10 : disforik : tumpul. menarik-narik fiksasi. yang dirasakan oleh pasien adalah panas pada kedua lengan. sehingga pasien menutup matanya Halusinasi taktil (+) menurut pasien. Deskripsi Umum a. tidak lancar.4. mengatakan pasien bahwa anak dan istri pasien akan dicelakai. berulang kali mengatakan mau mati saja. STATUS MENTAL ( Pemeriksaan dilakukan pada tanggal 6 Mei 2011) A. Pasien menutup mata sepanjang wawancara. kadang-kadang badan memberontak dan lengan kanan-kiri berganti-ganti gemetar. hanya menjawab pertanyaan dengan kalimat singkat. sedang di fiksasi di atas ranjang. tidak serasi . Mood dan Afek a. Mood b. c. badan berkeringat. intonasi kurang jelas. Bicara Kurang spontan. Gangguan Persepsi Halusinasi auditorik (+) menyuruh pasien untuk mati saja. Halusinasi visual (+) pasien melihat bayangan orang di atas bed-nya yang memandang pasien. Afek C. Pasien jg berulang kali mengatakan µjangan tinggalkan saya¶ D. E. Memakai baju kaos lengan pendek dan celana panjang kain. Penampilan Seorang laki-laki sesuai dengan usia. tangannya bergerak karena dikendalikan oleh roh orang lain yang masing-masing berbeda. Kadang-kadang tangan terlihat gemetar.

Taraf Kesadaran Kesadaran pasien kompos mentis b. Terdapat ide kendali. Daya ingat jangka sedang Baik. Konsentrasi dan Perhatian Baik. 11 . dimana masing-masing lengan pasien dikendalikan oleh roh yang berbeda. Isi pikiran : Terdapat waham kejar. pasien dapat mengingat menu makan pagi sebelum wawancara Daya ingat jangka segera Baik. Kemampuan Membaca dan Menulis Baik. pasien dapat mengingat yang mengantarkannya ke Rumah Sakit Daya ingat jangka pendek Baik. pasien tidak melakukan kesalahan saat melakukan pengurangn 100-7 kemudian hasilnya dikurang tujuh lagi dan seterusnya. Daya Ingat Daya ingat jangka panjang Baik. Kesadaran dan Kognitif a. tanggal dan tahun saat diwawancara. pasien tidak mengetahui bahwa ia berada di bangsal perawatan jiwa di RSPAD Gatot Subroto Orang : baik.b. dapat mengingat tanggal ulang tahun pasien dan dimana pasien bersekolah. F. Tempat : buruk. pasien dapat mengenali dokter pemeriksa. pasien dapat membaca tulisan dan dapat menuliskan namanya sendiri dan nama anak pasien. dimana pasien merasa yakin bahwa anak dan istrinya akan dicelakakan dan bahwa anak dan istrinya akan mati. pasien dapat mengingat urutan benda-benda yang diberikan pemeriksa d. pasien tidak mengetahui hari. dan Keluarga c. koas. Pasien juga dapat mengeja kata dunia dengan baik dan dapat e. Orientasi Waktu : buruk.

kemampuan pengendalian impuls buruk. H. PEMERIKSAAN DIAGNOSIS LEBIH LANJUT Pemeriksaan dilakukan pada tanggal 9 Mei 2011 A.00. Kemampuan Mengendalikan Impuls Saat wawancara. Status Internis Keadaan umum Kesadaran Tekanan darah : baik : compos mentis : 120/80 mmHg 12 . Daya Nilai dan Tilikan a. pasien dapat menggambarkan jam seperti yang diminta pemeriksa. perawat. pasien dapat mengartikan peribahasa ³ tong kosong nyaring bunyinya´. pasien dapat menjawab pertanyaan Rp 1.00 dikurangi Rp 250. Penilaian Realita Terganggu c. dan kepada keluarga yang datang berkunjung. Perilaku pasien selama wawancara terlihat tidak terkendali. Penyangkalan penyakit sama sekali I. Intelegensi dan Kemampuan Informasi Baik. G. b. koas. Taraf Dapat Dipercaya Secara umum keterangan yang diberikan pasien cukup dapat dipercaya. Pasien juga dapat menyebutkan nama Presiden RI dan wakil presiden RI yang pertama.000. 5. Tilikan Derajat 1. pasien beberapa kali mencoba berdiri dan memberontak. Daya Nilai Sosial Baik. pasien bersikap sopan terhadap dokter. Kemampuan Visuospasial Baik. Pikiran Abstrak Baik.f. serta dapat memperlihatkan arah jarum panjang dan jarum pendek dengan baik. h. g.

Status Neurologis : 80x/menit : 18x/menit : 36. perawatan diri kurang baik. bising usus normal : akral hangat. Jakarta Timur. Gelisah. sclera tidak ikterik : dalam batas normal : dalam batas normal : datar. Dari pemeriksaan status mental. didapatkan seorang pria berpenampilan sesuai usianya. tidak lancar. tinggal di daerah Lubang Buaya. Pada psikomotor. Proses pikiran asosiasi longgar dan isi pikiran Terdapat waham kejar. Kurang spontan. tidak sesuai.8oC : Konjungtiva tidak anemic. hanya menjawab pertanyaan dengan kalimat singkat. bekerja sebagai tentara. pendidikan terakhir S1 jurusan administrasi bisnis komunikasi. selama wawancara. menarik-narik fiksasi.Frekuansi nadi Frekuensi napas Suhu Mata THT Thoraks Abdomen Ekstremitas B. berulang kali mengatakan mau mati saja. Mata tertutup. Pasien jg berulang kali mengatakan µjangan tinggalkan saya¶. dimana pasien merasa yakin bahwa anak dan istrinya 13 . kadang-kadang badan memberontak dan lengan kanan-kiri berganti-ganti gemetar. afek tumpul. Mood disforik. menikah dengan dua orang anak. tidak ada edema Tanda rangsang meningeal Tanda efek ekstrapiramidal Motorik Sensorik : negative : tidak ada : baik : baik 6. Pasien bersikap kurang kooperatif dalam menjawab pertanyaan yang diajukan pemeriksa. Pasien diantar keluarga karena mengamuk sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit. intonasi kurang jelas. Ikhtisar Penemuan Bermakna Telah diperiksa seorang laki-laki berusia 34 tahun. agama islam. Pasien masuk perawatan di RSPAD Gatot Subroto sejak tanggal 4 Mei 2011. Volume kecil. suku Jawa.

pikiran. mood disforik. Oleh karenanya. waham kejar. Tidak adanya riwayat perasaan senang berlebihan yang diikuti dengan peningkatan energi dan aktivitas. percepatan dan banyaknya bicara dan perasaan sedih berlebihan diikuti perasaan bersalah dan tidak berguna.akan dicelakakan dan bahwa anak dan istrinya akan mati.0) Pada pasien ini ditemukan ciri kepribadian yang spesifik sebelum sakit yaitu orang yang menyukai keteraturan. Semua gejala psikopatologi ini telah berlangsung selama 3 hari. pasien tidak pernah mengalami trauma kepala atau penyakit lainnya yang secara fisiologis dapat menimbulkan disfungsi otak sebelum menunjukkan gejala gangguan jiwa. sehingga berdasarkan PPDGJ III ditegakkan diagnosis untuk Aksis I adalah Psikotik Akut (F23. Pada pasien juga tidak didapatkan riwayat penggunaan alkohol atau zat psikoaktif sebelum timbul gejala penyakit yang menyebabkan perubahan fisiologis otak. tidak serasi. afek tumpul. kurangnya kebutuhan tidur. kebersihan dan bila 14 . terjadwal. Formula Diagnosis Berdasarkan anamnesis riwayat perjalanan penyakit dan pemeriksaan. pada pasien ini ditemukan adanya pola perilaku. Tidak terdapat gangguan sensorium dan kognitif. Dengan demikian berdasarkan PPDGJ III dapat disimpulkan bahwa pasien ini mengalami suatu gangguan jiwa. dan perasaan yang secara klinis bermakna dan menimbulkan suatu penderitaan (distress) dan hendaya (disability) dalam fungsi pekerjaan dan sosial. dan ide kendali. dimana masing-masing lengan pasien dikendalikan oleh roh yang berbeda. gangguan mental organik dapat disingkirkan (F 00-09). Pada status generalis dan neurologis tidak ditemukan kelainan. 7. suka hal-hal yang rapih. hilangnya energi dan mudah lelah. Berdasarkan anamnesis riwayat penyakit medis . RTA terganggu dengan tilikan derajat 1. sehingga kemungkinan adanya gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat psikoaktif juga dapat disingkirkan (F 10-19). Riwayat perilaku impulsif. Terdapat ide kendali. Pada pasien ini ditemukan adanya gangguan dalam penilaian realita karena adanya psikopatologi berupa halusinasi auditorik yang bersifat commanding dan commenting.

Tidak ada riwayat penyakit medis yang menjadi pencetus gejala yang dialami pasien. EVALUASI MULTIAKSIAL Aksis I Aksis II Aksis III Aksis IV Aksis V : Psikotik Akut (F23) : Ciri kepribadian anankastik : Tidak ada diagnosis : Masalah istri yang beru melahirkan anak perempuan : GAF saat masuk rumah sakit: 50-41 GAF HLPY: 80-90 9. pekerjaan dan psikologis. GAF pada saat wawancara 50-41. ide kendali : derajat 1. kesulitan dalam fungsi sosial. Pada Aksis V GAF HLPY. DAFTAR MASALAH A. Sehingga dapat dipikirkan diagnosis pada Aksis II adalah ciri Kepribadian campuran anankastik. Organobiologik Tidak adanya factor genetic dari keluarga yang mempunya keluhan yang sama dengan pasien.menginginkan sesuatu pasien selalu terpikirkan apabila belum tercapai. Pada pasien ini tidak ditemukan kondisi medis umum yang bermakna. selama 1 tahun terakhir 80-90. gejala cukup berat. Psikologis Mood Afek Proses pikiran Isi pikiran Tilikan : disforik : tumpul dan tidak serasi : asosiasi longgar : waham kejar. B. Pada Aksis IV saat ini masalah istri yang baru melahirkan anak perempuan. Lingkungan dan Sosioekonomi Masalah istri yang baru melahirkan anak perempuan 15 . RTA terganggu C. 8. sehingga diagnosis Aksis III pada pasien ini tidak ada diagnosis.

pasien belum pernah menderita gangguan jiwa dengan keluhan serupa.10.1. adanya efek samping yang bisa timbul dari pengobatan ini. halusinasi auditorik. 2. taktil. Psikofarmaka y Emergensi Serenase 3 x 5 mg Valium 1 x 1 mg y Maintenance Resperidone 2 x 2 mg y Rencana terapi selanjutnya Risperidone 2 X 2 mg B. pengobatan . waham kejar. Memberikan informasi dan edukasi kepada pasien mengenai penyakitnya. dan visual. Memberikan psikoterapi yang bersifat supportif pada pasien mengenai kondisi penyakitnya. PROGNOSIS Ad vitam Ad sanationam Ad Fungsional 11. ide kendali. afek tumpul dan gangguan daya nilai yang berlangsung 3 hari sebelum pasien dirawat. dan kemampuan mengatasi masalah. mood yang disforik. Psikoterapi 1. serta hal-hal yang dapat mencegah dan mencetuskan penyakit pasien sehingga dapat memperpanjang remisi dan mencegah kekambuhan. Memberikan informasi dan edukasi kepada pasien mengenai pentingnya minum obat secara teratur.3. dan pengaturan dosis harus berdasarkan rekomendasi dokter. TERAPI A. Diagnosis gangguan mental organik pada kasus ini masih perlu 16 : dubia ad bonam : dubia ad bonam : dubia ad bonam . menggali dan memotivasi potensi dan kemampuan yang ada pada diri pasien. 3. Sebelum tiga hari ini. DISKUSI Diagnosis psikotik akut pada pasien ditegakkan berdasarkan riwayat perjalanan penyakit dan status mental yang menunjukkan adanya perilaku impulsive dan agresif.2. 12.4.

Menurut DSM-IV TR criteria waktu untuk skizofrenia adalah 1 bulan. tetapi hal 1. trauma dan kondisi medis umum lainnya. serta gangguan mood. 5 Diagnosis banding lain seperti psikotik karena penggunaan zat dapat disingkirkan pada kasus ini karena tidak adanya riwayat penggunaan obat psikoaktif pada pasien. gejalan negatif juga tidak terlalu jelas.2. 1.4 Diagnosis banding lain yang perlu dipertimbangkan pada pasien antara lain adanya malingering. criteria waktu untuk menegakkan diagnosis skizofrenia tidak memenuhi.2.4 Diagnosis banding skizofreniform juga dapat disingkirkan pada pasien karena kriteria waktu tidak terpenuhi. 1. Diagnosis banding skizofrenia pada pasien dapat disingkirkan karena riwayat perjalanan penyakit pasien yang baru berlangsung 3 hari.3. avolition. Penegakan diagnosis pada pasien psikotik akut harus menyingkirkan diagnosis banding gangguan mental organic dan adanya penggunaan zat psikoaktif. yaitu perjalanan penyakit berlangsung paling sedikit 1 bulan. cirri kepribadian skizotipal. Selain itu kemungkinan gangguan skizotipal juga disingkirkan karena pada pasien ditemukan adanya halusinasi dan waham.4 Pada pasien ini. yaitu pada pasien tidak ditemukan adanya alogia. Pemeriksaan laboratorium rutin diperlukan untuk menyingkirkan diagnosis banding lain seperti gangguan mental organik dan delirium serta penyebab keadaan psikotik lainnya.3.2. penarikan diri. Adanya kepribadian skizotipal pada pasien juga dapat disingkirkan karena pada pasien sebelumnya tidak ada pola kepribadian skizotipal. serta anhedonia.eksplorasi lebih lanjut. Pada kasus ini ditemukan adanya keinginan untuk meninggal. Sebaiknya pada kasus ini dilakukan pemeriksaan laboratorium rutin. Pada pasien juga tidak didapatkan adanya gangguan mood yang mencolok. 17 . dan menurut PPDGJ/ICD 10 kriteria waktu untuk penegakkan diagnosis skizofrenia adalah 6 bulan. pasien tidak memperoleh apapun dari penyakit yang diderita pasien. Meskipun didahului dengan adanya sedikit perubahan perilaku pada pasien.5 Kemungkinan malingering pada pasien dapat disingkirkan karena tidak adanya kemungkinan secondary gain yang diharapkan pasien.3.2. 1. tetapi tidak mencapai 6 bulan. meskipun dari anamnesis tidak didapatkan adanya riwayat kejang.

jika terkait stress.5 Gejala yang khas pada pasien psikotik akut antara lain adanya keadaan emosi yang mudah meledak/berubah. perilaku aneh. menemani proses persalinan maka pada pasien dapat ditambahkan karakter kelima. Dengan adanya faktor stressor yang jelas pada pasien ini. yaitu adanya ketakutan karena mengetahui anak temannya meninggal. serta adanya gangguan memory untuk kejadian segera. dan ide kendali. Maintenance Risperidone dengan dosis 2 mg diberikan dua kali sehari 3. 18 . Faktor adanya stress yang terkait juga penting dalam menentukan prognosis. yaitu. serta hal-hal yang dapat mencegah dan mencetuskan penyakit pasien sehingga dapat memperpanjang remisi dan mencegah kekambuhan. maka keluaran akan lebih baik dibandingkan jika tidak ditemukan stress akut terkait. Kriteria psikotik akut memenuhi dari segi waktu. Untuk terapi psikofarmaka. pengobatan yang dipilih pada pasien ini adalah pemberian : 1. Pada pasien juga ditemukan adanya gejala khas psikotik akut seperti waham kejar. yaitu tambahan adanya stress akut yang terkait. halusinasi. yaitu berlangsung kurang dari 1 bulan. Emergensi Serenase dengan dosis 5 mg diberikan tiga kali sehari Valium dengan dosis 5 mg diberikan satu kali sehari 2. Rencana terapi selanjutnya Risperidone dengan dosis 2 mg diberikan dua kali sehari Untuk psikoterapi 1. Kemungkinan adanya keadaan mood manik maupun depresi pada pasien dapat disingkirkan. Memberikan informasi dan edukasi kepada pasien mengenai penyakitnya. berteriak maupun mutisme. 5 Pada pasien ini didapatkan adanya gejala yang memenuhi kriteria skizofrenia kecuali dari segi waktu. Diagnosis yang dipikirkan pada pasien ini adalah psikotik akut. pengobatan .ini berkaitan dengan halusinasi auditorik yang menyuruh-nyuruh pasien. sehingga pada pasien ini jenis psikotik akut yang dialami adalah gangguan psikotik lir-skizofrenia akut. perilaku kacau dan pembicaraan yang terdisorganisasi.

dan pengaturan dosis harus berdasarkan rekomendasi dokter. 19 . Memberikan psikoterapi yang bersifat supportif pada pasien mengenai kondisi penyakitnya. Memberikan informasi dan edukasi kepada pasien mengenai pentingnya minum obat secara teratur. dan kemampuan mengatasi masalah.2. menggali dan memotivasi potensi dan kemampuan yang ada pada diri pasien. 3. adanya efek samping yang bisa timbul dari pengobatan ini.