You are on page 1of 3

NAMA : PUTRI CAHYANINGTYAS (15) KELAS : X8

Dunia Tanpa Suara

Suara dan kehidupan (citraan pendengaran) kedua unsur tak terpisahkan Menghiasi setiap segi di dunia (citraan penglihatan) Meluapkan kebersamaan sosial Keadaan kini berbeda Manusia tengah meratap Terdiam namun menjerit (citraan penglihatan) Tertidur namun tetap terjaga Andai alam tak mengamuk manusia kan tetap tersenyum Menandakan kehidupan di bumi Melukiskan kisah kesenangan Kini dunia telah berduka (citraan perasaan) Para manusia telah berkabung Meratap juga terisak Menjadikan Dunia Tanpa Suara Sumber : http://www.puisiku.net/tema-umum/dunia-tanpa-suara-2.htm

kita harus mengetahui makna yang terdapat dalam puisi ini terlebih dahulu. hidup menjadi tidak tentu dan tenang. Essay AMANAT PUISI ³DUNIA TANPA SUARA´ Seperti yang dapat kita baca di atas. Suara -suara yang mewakili kebahagiaan ini hampir mengisi setiap ruang di belahan bumi ini. Kebahagiaan dan kebersamaan yang dulu sempat memenuhi bumi ini sekarang digantikan dengan kesedihan.Parafrase DUNIA TANPA SUARA Unsur-unsur kehidupan di dunia ini mencakup hal -hal yang sangat luas. Kerinduan yang begitu mendalam akan keadaan yang seperti sedia kala begitu terlihat dalam puisi ini. Kebahagiaan dan kebersamaan yang dulu terlukis sekarang telah hilang berganti dengan kesedihan. berganti dengan renungan hening. Hal ini semua disebabkan karena adanya bencana alam yang melanda bumi dimana orang-orang ini tinggal. Suara salah satunya. penuh dengan kebersamaan dan kebahagiaan. penulis menceritakan keadaan bumi pada masa sekarang ini. hal yang satu ini tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia sehari-hari. Namun sekarang suara-suara yang mewakili kebahagiaan itu hilang. Puisi ini menggunakan obyek suara sebagai satu kata yang dapat mewakili kebahagiaan dan kebersamaan yang ingin digambarkan oleh penulis.´ . puisi ³Dunia Tanpa Suara´ ini merupakan puisi umum yang bertema bencana alam. hal ini terdapat pada baris yang berbunyi ³Andai alam tak mengamuk. Melalui puisinya ini. Banyak orang bersedih. sebagai manusia kita dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain melalui suara. Kesedihan ini ditimbulkan karena banyaknya bencana alam yang terjadi di dunia ini. tak hanya itu suara juga dapat mengekspresikan kebahagiaan yang kita miliki. Sebelum mengetahui amanat dan pesan yang ingin di sampaikan penulis melalui puisi ini. manusia kan tetap tersenyum.

siapa dalang di balik ini semua? Bukankah kita yang seharusnya bertanggung jawab atas ini semua? Tidak dapat dipungkiri bahwa bencana alam yang kita rasakan dan yang merugikan diri kita juga berasal dari kita sendiri.Kembali dalam realita kehidupan kita yang sekarang. . Maka dari itu. Banyaknya bencana alam di dunia ini tidak terlepas dari ulah manusia sendiri. amanat dari puisi ini adalah himbauan bagi kita manusia yang bertanggung jawab untuk melestarikan kelangsungan hidup di bumi agar kehidupan kita ini dapat terjaga dengan baik tanpa kesedihan yang begitu mendalam. Banjir.tanah longsor dan kekeringan.