LAPORAN PENDAHULUAN AUTISME PADA ANAK

A.

KONSEP DASAR AUTISME 1. Pengertian Autisme adalah gangguan perkembangan pervasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial. Autism hingga saat ini masih belum jelas penyebabnya. Dari berbagai penelitian klinis hingga saat ini masih belum terungkap dengan pasti penyebab autisme. Secara ilmiah telah dibuktikan bahwa Autisme adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh muktifaktorial dengan banyak ditemukan kelainan pada tubuh penderita. Beberapa ahli menyebutkan autisme disebabkan karena terdapat gangguan biokimia, ahli lain berpendapat bahwa autisme disebabkan oleh gangguan psikiatri/jiwa. Terdapat juga pendapat seorang ahli bahwa autisme disebabkan oleh karena kombinasi makanan yang salah atau lingkungan yang terkontaminasi zat-zat beracun yang mengakibatkan kerusakan pada usus besar yang mengakibatkan masalah dalam tingkah laku dan fisik termasuk autisme. Tetapi beberapa penelitian menunjukkan keluhan autism dipengaruhi dan diperberat oleh banyak hal, salah satunya karena manifestasi alergi. Renzoni A dkk tahun 1995 melaporkan autism berkaitan erat dengan alergi. Menage P tahun 1992 mengemukakan bahwa didapatkan kaitan IgE dengan penderita Autism. Obanion dkk 1987 melaporkan setelah melakukan eliminasi makanan beberapa gfejala autisme tampak membaik secara bermakna. Hal ini dapat juga dibuktikan dalam beberapa penelitian yang menunjukkan adanya perbaikan gejala pada anak autism yang menderita alergi, setelah dilakukan penanganan elimnasi diet alergi. Beberapa laporan lain mengatakan bahwa gejala autism semakin buruk bila manifestasi alergi itu timbul.

1

a. Menurut Pendapat Lain Autisme Berasal Dari Kata Auto Yang Berarti Sendiri. 1) Autisme diartikan oleh Lei Kanner dalam penelitiannya pada tahun 1943 adalah suatu gangguan metabolisme tubuh yang dapat menyebabkan kelainan pada seseorang sehingga secara tidak langsung individu tersebut dapat dikatakan “ hidup dalam dalam dunianya sendiri” (Dr. Melly Budhiman, 2002)
2)

Autisme infatil adalah salah satu kelainan psikosis (istilah umu yang dipakai untuk menjelasakan suatu perilaku aneh dan tak dapat diprediksi berlanjut) yang berarti penarikan diri dan kehilangan kontak dengan realitas atau orang lain yang terjadi pada masa usia anak-anak (M.Sacharin, 1993).

3)

Autisme adalah ketidakmampuan anak untuk mengerti perilaku, apa yang mereka lihat, dengan yang mengakibatkan masalah yang cukup berat dalam hubungan sosialnya.

4)

Autisme merupakan istilah untuk sekumpulan gejal / masalah gangguan perkembangan pervasif pada 3 tahun pertama kehidupan karena adanya abnormalitas pada pusat otak, sehingga terjadi gangguan dalam interaksi sosialgangguan komunikasi dan gangguan perilaku.

5)

Autisme merupakan anak yang mengalami gangguan perkembangan pervasif yang ditandai dengan gangguan kualitatif dalam interaksi sosial, komunikasi dan adanya suatu pola yang dipertahankan dan diulang-ulang dalam perilaku minatdan kegiatan yang terjadi pada anak sebelum umur 3 tahun.

6) Autisme

bukanlah

penyakit

menular

namun

suatu

gangguan

perkembangan yang luas yang ada pada anak. Bahkan ada seorang ahli yang mengatakan bahwa autisme merupakan dasar dari manusia yang berkepribadian ganda (scizhophren).
b.

Jenis Kelainan Autisme : usia 3 tahun.

1) Childhood autisme yaitu kelainan pertumbuhan anak sejak lahir sampai 2) Atypical autisme yaitu kelainan pertumbuhan pada anak sesudah usia 3 tahun.
2

Raksa (Hg). 2002) : a. yang menyebabkan anak cuek terhadap lingkungannya. Rubella). Etiologi Penyebab kelainan ini masih belum diketahui secara pasti dan masih dalam tahap penelitian. ethil mercury (Thimerosal) dalam pengawetmakanan. 5) Childhood Disintegrative Disorders. Measles.3) Reff’s syndrom yang umumnya pada anak perempuan. Adanya gangguan pencernaan dan radang dinding usus karena Kelainan otak organik. 4) Overach disorder associated with Mental Retardation and Stereotyped Movement. Pada struktur sistem limbik otak yang mengatur emosi juga mengalami kelainan. jamur. perdarahan berat. Hal ini dapat menjadi pencetus autisme jika ada faktor pemicu lain yang ikut berperan. Cadmium (Cd). rubella. kelainan SSP yaitu jumlah serat Purkinje Cerebellum yang diikuti oleh dampak menurunnya jumlah serotonin sehingga jumlah rangsang informasi antar otak menurun. 7) Other persasive development Disorder. alergi berat. Faktor pemicu lain yang berperan dalam timbulnya gejala Autisme adalah : a. serta beberapa logam berat seperti Arsen (As). Lingkungan yang terpapar oleh organisme atau bahan beracun seperti virus. jamu peluntur. pewarna. tetapi dalam beberapa asumsi menyatakan bahwa penyebab dan faktor pencetus autisme dapat berasal. zat aditif yaitu MSG. b. dari (Dr. Kelainan Otak Organik Bagian otak yang mengalami kelainan adalah : 1) Lobus Parietalis otak. obat-obatan. 3 . Faktor genesis atau keturunan (yang diperkirakan menjadi penyebab utama) dan kelainan gen yang dapat menyebabkan gangguan proses sekresi logam berat dari tubuh yang dapat berdampak pada keracunan otak. c. Timbal (Pb). hal ini dimungkinkan karena adanya alergi sehingga terjadi ketidak sempurnaan pencernaan kasein dan gluten. d. Melly Budhiman. 2. muntah hebat. herpes toxoplasma dalam vaksin imunisasi MMR (Mums. 6) Asperges Syndrom.

menangis tanpa sebab dan melamun).2) Otak kecil (cerebellum) pada lobus VI dan VII yang bertanggung jawab pada proses sensoris. 4 . 3) Sistem Limbik yang disebut hippocampus dan amygdala. lalu terjadi kekacauan impuls di otak. jamu peluntur. Amygdala bertanggung jawab terhadap berbagai rangsang sensoris. Lingkungan Terjadi sesudah lahir yaitu infeksi ringan-berat pada bayi oleh karena imunisasi MMR dan Hepatitis B (masih kontroversi). perilaku sosial Perilaku autisme dapat digolongkan dalam 2 jenis : mengepak. Juga didapatkan jumlah sel purkinje di otak kecil yang sangat sedikit. menggigit. pengawet. Al. Faktor Genetika Diperkirakan adanya kelainan kromosom pada anak autisme. b. berpikir. sehingga terjadi gangguan keseimbangan serotonin dan dopamin. Cd). Gangguan Kehamilan dan Kelahiran 1) Gangguan pada ibu saat kehamilan semester pertama Faktor pemicunya adalah : infeksi (toksoplasmosis. Gejala Eksesif (berlebihan) misalnya hiperaktif. candida). rubella. Hippocampus bertanggung jawab terhadap fungsi belajar dan daya ingat. c. d. kurang sesuai. memukul. Defisit (kekurangan) misalnya gangguan bicara. alergi berat. hiperemesis dan perdarahan hebat. sehingga terjadilah kesulitan menyimpan informasi baru. daya ingat. logam berat (Pb. b. obat-obatan. protein susu sapi (kasein). mencakar. yang mengganggu fungsi kontrol terhadap agresi dan emosi. protein tepung terigu (gluten). infeksi jamur akibat pemakaian antibiotik yang berlebihan. pewarna). belajar berbahasa dan proses atensi (perhatian). zat pewarna dan pengawet. tantrum. 3. Hg. sering terjadi self abuse. a. emosi tidak tepat (tertawa tanpa sebab. logam berat. 2) Kelahiran yang lama (partus lama) dimana terjadi gangguan nutrisi dan oksigenasi pada janin serta pemakaian forcep. zat aditif (MSG. defisit sensori. menjerit.

Gangguan kualitatif dalam interaksi sosial yang timbal balik. Mungkin didapatkan adanya kelainan bentuk jari tangan dan kaki yang nantinya juga dapat mempengaruhi perkembangan mental. h. Sulit menggerakkan badan karena gangguan saraf motorik (Apraxia). i. b. Anak autis dapat menunjukkan pertumbuhan fisik normal hingga sekitar usia 2 tahun setelah itu didapati penurunan kesehatan yang drastic.Harus ada sedikitnya 6 gejala dari 1. Tangan terus bergerak dan tak terkendali (Athetoid). dan intelektual. c.Umumnya penderita autis infantil memperlihatkan pertumbuhan fisik yang wajar dan normal seperti pada tingkat kemampuan gerak (berjalan. Misalnya : a. berdiri dan berjalan secara mandiri. Sulit menggerakkan kaki dan tangan (Dyskinesia) karena kekakuan otot kaki dan tangan (Spastic) atau kelemasan ototkaki dan tangan (hipotonic) sehingga tak mampu untuk mengembangkan kemampun duduk. Anak dengan autis juga dapat meniru beberapa lagu yang didengarkannya atau dapat mengunakan panca indranya dengan normal dan luas ketika mengeksploraesi lingkungannya. dan berinteraksi dengan lingkungannya. Minimal 2 gejala : 5 . berdiri). pada anak penderita autis didapati keterbatasan dalam memfungsikan organnya. Mengalami kesulitan dalam mengucapkan kata atau kalimat yang sulit dan rumit (Dyphasia). Kriteria DSM-IV (Diagnostik dan Stastistikal Manual) autisme . merangkak. kejiwaan. Sulit berbicara (Aphasia). Terdapat kegagalan untuk memberikan respon terhadap rangsang nyeri sehingga anak sering terlihat menyakiti diri sendiri. Mengalami kesulitan membaca(Dyslexia).2 dan 3 a. f. pada pertumbuhan anak normal didapati kemampuan untuk berdiri sendiri dan berjalan pada usia 6-18 bulan. Sulit menggerakkan otot (Athaxia) d. e. kemampuan bercakap-cakap. g. pada pertumbuhan anak normal didapati kelancaran bicara pada usia 12-14 bulan. Walaupun terdapat kenormalan pada proses pertumbuhannya.

menolak suatu perubahan. kurang bisa Menggunakan bahasa aneh dan diulang. Ciri Dan Mitos Autisme Referensi baku yang dipakai untuk menjelaskan jenis autisme adalah standar Amerika DSM revisi keempat (Diagnostic and Statistical Manual) yang memuat kriteria yang harus dipenuhi dalam melakukan diagnosa autisme. Kurangnya hubungan sosial dan emosional yang timbal balik. Bicara terlambat / bahkan sama sekali tak berkembang (dan tak b. 2) 3) 4) 1) Tak mampu menjalin interaksi sosial yang cukup memadai. Bukan disebabkan oleh Reff’s Syndrom. Sebelum umur 3 tahun tampak adanya keterlambatan / gangguan dalam bidang : 1) 2) 3) 4. kurang imajinatif. Sering terpukau pada bagian benda. kontak mata kurang. Cara main kurang variatif. Gangguan kualitatif dalam komunikasi ad usaha untuk mengimbangi komunikasi dengan cara lain tanpa bicara). Tak dapat merasaka apa yang dirasa orang lain. gerak gerik kurang Tak bisa main dengan teman sebaya. Suatu pola yang dipertahankan dan diulang dari perilaku. berlebih. Gerakan aneh yang khas dan diulang. minat dan d. Diagnosa ini hanya dapat dilakukan oleh tim dokter / praktisi ahli 6 . Interaksi sosial Bicara dan berbahasa Cara bermain yang kurang variatif e. ekspresi muka kurang hidup. Bila bisa bicara tak dipakai untuk komunikasi. c. 2) 3) 4) kegiatan 1) 2) 3) 4) Pertahankan 1 minat atau lebih dengan cara yang khas dan Terpaku suatu kegiatan ritualistik/ rutinitas tidak berguna.1) tertuju. meniru.

Agar dapat membantu melihat beberapa kelompok besar spektrum autisme yang ada. Kecerdasannya berada pada tingkat normal atau diatas normal. 7 .karena begitu banyaknya jenis / ciri penyandang autisme. sehingga lebih berupa rangkaian dari kelabu muda sekali hingga kelabu tua sekali. Dikategorikan sebagai ketidak mampuan dalam bersosialisasi dan mempunyai minat dan aktifitas yang terbatas tanpa adanya keterlambatan dalam kemampuan berbicara.. (banyak nuansanya) . Seperti dikatakan oleh Ibu Dra Dyah Puspita (psikolog) quote . Sebaliknya jika dikatakan ringan/tidak parah maka orang tua merasa senang dan juga dapat berhenti berusaha karena merasa anaknya akan sembuh sendiri.bersadarkan pengamatan seksama terhadap perilaku anak autisme dan disertai konsultasi dengan orang tua anak. Sampai dengan umur 3 tahun mempunyai daya imajinasi yang tinggi dalam bermain dan mempunyai perilaku. Istilah yang lazim dipakai saat ini oleh para ahli adalah 'kelainan spektrum autisme' atau ASD (Autism Spectrum Disorder).unquote.. Penggunaan istilah autisme berat/parah dan autisme ringan dapat menyesatkan karena jika dikatakan berat/parah orang tua dapat merasa frustasi dan berhenti berusaha karena merasa tidak ada gunanya lagi. Anak yang telah didiagnosa dan masuk dalam kategori PDD mempunyai persamaan dalam hal kekurang mampuan bersosialisasi dan berkomunikasi akan tetapi tingkat kelainan-nya (spektrum-nya) berbeda satu dengan lainnya. Dengan kata lain ada 1001 jenis atau mungkin satu juta satu jenis autisme di dunia ini yang tidak dapat diperinci satu persatu. Pada kenyataanya. tanpa penanganan terpadu dan intensif. penyandang autisme sulit mandiri . Pada kenyataannya. minat dan aktifitas yang unik (aneh). Kelainan Autis Ketidakmampuan dalam bersosialisasi dan berkomunikasi. baik ringan ataupun berat. Setiap penyandang autisme mempunyai ke-'khas'-annya sendiri sendiri. sangat sulit untuk membagi kategory / jenis autisme mengingat tidak ada / jarang ditemukan antara satu dan lain penyandang autisme yang mempunyai gejala yang sama. dapat dilihat dari kategori utama dibawah ini: a.

PDD-NOS (Pervasive Developmental Disorder Not Otherwise Specified) Atau biasa disebut Autis yang tidak umum dimana diagnosis PDD-NOS dapat dilakukan jika anak tidak memenuhi kriteria diagnosis yang ada (DSM-IV) perilakunya. Kelainan Rett Ketidakmampuan yang semakin hari semakin parah (progresif). Akhir-akhir ini. kriteria DSM-IV atau ICD-9-10 sulit diterapkan. banyak ditemukan kasus-kasus yang masih sangat kecil dengan gejala yang tidak khas. Beberapa peneliti mencoba membuat klasifikasi khusus untuk anak yang masih kecil dengan fokus pada tahapan perkembangan anak.khususnya kehilangan kemampuan menggunakan tangan yang kemudian berganti menjadi pergerakan tangan yang berulang ulang dimulai pada umur 1 hingga 4 tahun. c. Pusponegoro SpA(K) "Klasifikasi autisme ditentukan berdasarkan kesepakatan para dokter dan dituangkan dalam Diagnostic and Statistical Manual IV (DSM-IV) atau International Classification of Diseases 9 dan 10 (ICD-9 dan ICD-10).b. Kelainan Disintegrasi Masa Kanak-kanak Pertumbuhan yang normal pada usia 1 sampai 2 tahun kemudian kehilangan kemampuan yang sebelumnya telah dikuasai dengan baik. ada baiknya kita mempelajarinya. Bila tidak memenuhi semua kriteria diagnosis. Khusus untuk kasus-kasus ini. ada beberapa klasifikasi untuk anak-anak yang menunjukkan gejala mirip sekali dengan autisme misalnya Regulatory Disorder dan Disorders of Relating and Communicating dengan MSDD (Multisystem Developmental 8 akan tetapi terdapat ketidakmampuan pada beberapa . diagnosis autisme harus memenuhi syarat tertentu. d. Sampai saat ini diketahui hanya menimpa anak perempuan. Hardiono D. Kutipan dari tulisan Dr. Dalam klasifikasi tersebut. digolongkan dalam PDD-NOS (Pervasive Developmental Disorders not otherwise specified). Walaupun klasifikasi ini belum diterima secara menyeluruh. Dalam DC 0-3. disebut sebagai Diagnostic Classification: 0-3 (DC 0-3). Pertumbuhan normal lalu diikuti dengan kehilangan keahlian yang sebelumnya telah dikuasai dengan baik. e.

Merekadapat menunjukkan mimik yang sesuai sekali- 9 . C paling ringan. g. " f. Istilah MSDD menggambarkan bahwa anak mengalami gangguan sensoris multipel dan interaksi sensori-motor. sehingga kasus-kasus ini lebih fleksibel dan memberi respons yang baik terhadap intervensi dini. Hanya Gangguan Autistik untuk yang memenuhi kriteria dan PDD NOS (Pervasive Developmental Disorders Not Otherwise Specified) untuk yang tidak memenuhi kriteria. 8. Mereka menunjukkan kesulitan yang menonjol dalam perencanaan gerak. B lebih ringan. DC:0-3 berpendapat bahwa ada kasus-kasus dimana gangguan interaksi dan komunikasi terjadi sekunder terhadap kesulitan pemrosesan input sensoris. Indikator Perilaku Pola B: Anak-anak ini memperlihatkan pola hubungan yang intermiten.Jadi bila berpegang pada DSM-IV hanya ada Gangguan Autistik dan PDD-NOS. Sebagian anak ini akan berkembang menjadi autisme. 3. pola A paling berat. namun banyak di antaranya yang sangat responsif terhadap terapi dan berkembang menjadi anak yang normal. 4. Kalau berpegang pada DC:0-3 ada MSDD dengan 3 pola. Pertanyaan seputar MSDD (Multisystem Developmental Disorder) Dalam klasifikasi DSM IV tidak ada istilah MSDD.Disorder) sebagai salah satu contoh. Gangguan prosesing menyebabkan gangguan komprehensi/ pengertian. dan kesanggupan melakukan ekspresi atau aksi. 2. Ada 3 pola MSDD: 1. sekali. Klasifikasi Yang Menyebut Tentang MSDD Dibuat Oleh Sekelompok Peneliti Yangdisebut Sebagai Klasifikasi 0-3 (Diagnostic Classification:03). Pola C: Anak-anak ini memperlihatkan hubungan yang lebih konsisten. Pola A: Anak tidak mempunyai tujuan dan tidak mengadakan hubungan untuk sebagian besar waktunya. sehingga tidak memperlihatkan suatu mimik yang sederhana sekalipun.

Hubungan dengan orang Tidak responsif Tidak ada senyum sosial Tidak komunikasi dengan mata Kontak mata terbatas Tampak asyik bila dibiarkan sendiri Tidak melakukan permainan giliran Menggunakan tangan dewasa sebagai alat Menarik diri Hubungan dengan lingkungan Bermain repetitif / diulang Marah atau tidak menghendaki perubahan Berkembangnya rutinitas yang kaku Memperlihatkan ketertarikan sangat dan tidak fleksibel Respon terhadap rangsangan indra Kadang seperti tuli Panik / ketakutan terhadap suara tertentu yang akan mengarah letterlik) anak mangalami gangguan mental psikotik paranoid. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) b.a. histionik (selalu ingin diperhatikan). 1) 2) 3) 4) d. schizonypal (menyendiri). 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) c. 3) 4) 5) 6) Sensitif terhadap suara Main dengan cahaya dan pantulan Memainkan jari didepan mata Tidak suka terhadap pakaian dan makanan tertentu 10 . 1) 2) Bahasa Ekspresi wajah yang datar Tidak menggunakan bahasa / isyarat tubuh Jarang memulai komunikasi Tidak meniru aksi dan suara Bicara sedikit / tidak ada mungkin cukup verbal Membeo kata / ekolia (bicara yang mengulang kata) Intonasi atau ritme vokal yang aneh Tampak tidak mengerti arti kata Mengerti dan menggunakan kata secar terbatas (Literally.

Bila kasus tidak mengalami 11 . Para terapis yang menggunakan berbagai metode berlainan harus bekerjasama dengan baik. alergi berat. zat aditif. Sehingga anak dengan autisme kurang berespon terhadap berbagai rangsang sensoris dan terjadilah kesulitan dalam menyimpan informasi baru. Selain itu bahan-bahan kimia juga dapat menyebabkan autisme. Kelainan yang dialami anak autisme terjadi pada otak bagian lobus parietalis.7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 9. logam berat. Infeksi tersebut terjadi pada saat bayi dalam kandungan maupun setelah lahir. Tapi selain itu juga faktor lingkungan misal terinfeksi oleh bahan beracunyang akan merusak struktur tubuh.karena kita ketahui bahwa bila bahan tersebut masuk dalam tubuh akan merusak pencernaan dan radang dinding usus karena alergi. fase perkembangan dan gejala yang ditemukan.obatobatan. Tertarik pola/ tekstur/ bentuk tertentu Hiper/ inaktif Memutar-mutar. membentur-benurkan kepala. Bahan racun masuk melalui pembuluh darah yang bila tidak segera diatasi bisa menuju ke otak kemudian bereaksi dengan endhorphin yang akan mengakibatkan perubahan perilaku. Anak dengan autisme mengalami gangguan pada otaknya yang terjadi karena infeksi yang disebabkan oleh jamur. mengingat dan belajar berbahasa serta dalam proses atensi. Terapi dan Penatalaksanan Terapi dan stimulasi mana yang diperlukan? Kita kembali kepada kenyataan bahwa terapi bersifat individual dan harus disesuaikan dengan umur. kasein dan gluten. menggigit pergelangan Lompat-lompat/ mengepakkan tangan Tahan / respon aneh terhadap nyeri Sering mengedipkan mata Wajah sering menyeringai Patofisiologi Diperkirakan bahwa genetik merupakan penyebab utama dari autisme. Kelainan ini menyebabkan anak mengalami gangguan dalam berpikir. 10. Tidak ada metode yang 100% paling baik untuk semua anak. otak kecil (cerebellum) dan pada bagian sistem limbik.

Hal ini juga harus mendapat obat yang tepat. Bila dokter menganggap bahwa anak memerlukan pengobatan khusus. harus dilakukan terapi kombinasi atau dicari cara terapi yang lain. dokter dan orang tua harus memahami bahwa tidak semua publikasi kedokteran atau publikasi lain adalah benar atau sahih. pasti akan di adopsi oleh dunia kedokteran sebagai terapi standar. Bila keluarga sudah memutuskan untuk memberikan terapi komplementer atau alternatif. Selanjutnya. Apakah peran obat-obatan? Karena penyebab belum diketahui dengan pasti. Bila terapi komplementer dan alternatif ini memang merupakan hasil suatu penelitian yang sahih. terutama bila teknik pengobatan tersebut memerlukan kepatuhan. testimoni. dan mendiskusikan hal tersebut dengan orang tua. Barangkali dokter dapat memberi bantuan mengenai bagaimana cara 12 . obat biasanya hanya ditujukan untuk menghilangkan gejala yang sangat mengganggu. efek samping yang mungkin terjadi dan lain-lain. Dalam bidang yang masih merupakan grey area. Dokter harus mempelajari teknik menilai Evidencebased medicine sehingga mereka dapat menentukan apakah suatu publikasi memang benar atau kurang benar.kemajuan dengan satu metode terapi. memukul kepala dengan sangat keras. karena ilmu kedokteran belum dapat memberi jawaban yang pasti. dan biaya yang berlebihan. serta berbagai klaim berlebihan mengenai kesembuhan. waktu. Ini berarti bahwa terapi obat untuk penyandang autisme bersifat sangat individual. bagaimana cara mengkonsumsi obat. lakukanlah diskusi dengan dokter anda. Dokter juga harus menghargai pendapat orang tua bila mereka tidak menginginkan terapi obat-obatan. muncul berbagai terapi komplementer dan alternatif. atau menggigit anggota tubuhnya. Orang tua harus mendapat penjelasan mengapa perlu diberikan. sebaiknya hal tersebut didiskusikan dengan orang tua. Dokter dan orang tua harus waspada terhadap laporan anekdotal. Contoh paling klasik adalah perilaku self-injurious yang sangat berbahaya karena anak mencoba melakukan hal yang menyakiti atau merusak diri sendiri misalnya membenturkan kepala ke tembok atau lantai. Dua puluh persen penyandang autisme mengalami kejang atau epilepsi. enerji.

Terapi Biomedik 13 . Wicara. Terapi perilaku misal dengan Tx. menentukan hasil yang harus diperoleh. terapis dan orang tua sangat penting demi kemajuan anak. Akhirnya. Kerjasama antara dokter. Tx. kemudian diberikan pengenalan konsep atau kognitif melalui bahasa reseptif dan ekspresif. Tetapi Menurut Beberapa Sumber Ada Terapi Yang Biasanya Digunakan Yaitu : a. sosialisasi dengan menghilangkan perilaku yang tidak benar.mengevaluasi terapi. b. menentukan kemungkinan efek samping dan menentukan apakah terapi dapat diteruskan karena bermanfaat atau dihentikan karena tidak bermanfaat atau ada efek samping. 1) Terapi Okupasi Terapi okupasi pada anak dengan autisme bertujuan untuk membantu menguatkan. Berilah kesempatan kepada dokter untuk mempelajari terapi alternatif tersebut dan mendiskusikannya dengan anda. khusus dalam bidang autisme tidak ada yang dapat mengklaim diri sebagai pakar. jangan saling merasa benar sendiri atau saling menyalahkan. 2) Speech Terapi Wicara Therapy merupakan suatu keharusan karena semua penyandang autisme mempunyai keterlambatan bicara dan kesulitan berbahasa 3) Sosialisasi dengan menghilangkan perilaku yang tidak wajar Terapi ini dimulai dari kepatuhan dan kontak mata. Terapi perilaku pada anak dengan autisme berguna untuk mengurangi perilaku yang tidak lazim dan menggantinya dengan perilaku yang bisa diterima oleh masyarakat. tidak ada juga yang dapat mengklaim bahwa autisme milik suatu subspesialisasi tertentu. Setelah itu barulah anak dapat diajarkan hal-hal yang bersangkutan dengan tata krama. Okupasi. memperbaiki koordinasi dan ketrampilan ototnya karena kadang anak autisme juga mempunyai perkembangan motorik yang kurang baik.

Sosialisasi school regular Anak dengan autisme yang telah mampu bersosialisasi dan berkomunikasi dengan baik dapat dicoba untuk memasuki sekolah normal sesuai dengan umurnya.6. TMG. c. Sekolah Khusus. dan berusaha untuk melukai diri sendiri)yaitu dengan Tionidazin dan Klorpromazin. magnesium. omega-3 dan omega. B15). Keadaan tidak bisa tidur dapat diatasi dengan Sedatif(Kloralhidrat). Pada saat ini masih belum terdapat terapi medis maupun psikologis yang dianggap efektif dalam proses penyembuhan autis ini. DMG (vit. selalu ribut. terapi wicara dan terapi okupasi dan bila perlu dapat ditambah dengan terapi obat-obatan. Di dalam pendidikan khusus ini biasanya telah diramu terapi perilaku. Farmakoterapi pada penderita auits hany a bermanfaat untuk menangani masalah penyimpangan perilaku ( gelisah. baloperidol. ritalin. kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan anak untuk menggerakkan tangan dan kaki. 14 . berbicara dan mengenali suara senormal mungkin. Tujuan umum terapi pada autis ini menurut Sacharin (1995) ialah untuk membantu mengatasi cacatnya dan mengembangkan ketrampilan sosialnya. dan hiperkinesis dapat diatasi dengan diit bebas pengawet. Jenis obat. konvulsi dapat diatasi dengan Antikonvulsant. Metode terapi non farmakologis dapat berupa dukungan Reward-punishment yaitu pemberian haida sebagai dorongan positif dan dorongan negatif berupa hukuman.Obat-obatan untuk autisme sifatnya sangat individual dan perlu berhatihati. pyridoksin (vit. food suplement dan vitamin yang sering dipakai saat ini untuk anak autisme adalah risperidone (Risperdal). vitamin dan nutrisi yang memadai.org) didapatkan 3 buah langkah terapi yang disebut dengan istilah Rehabilitasi : 1) Tahapan yang pertama adalah Rehabilitasi dasar. Sedangkan pada terapi yang diterapkan oleh Dr. Amdreas Rett (Peduliautisme. B6). sebaiknya dosis dan jenisnya diserahkan kepada dokter spesialis yang memahami autisme. d.

tepung vanir. yogurth. e. Bentuk lain dari terapi autis yang ada pada masa sekarang ini pelatihan oleh sekolah autis yang bekerja sama dengan organisasi internasional penanggulangan autis yang salah satu bentuk pengajarannya adalah dengan melatih anak dengan berbicara sambil menatap wajah lawan bicara dan car duduk yang tenang. gandum dan oath). sehingga prinsip pengobatan ialah untuk meningkatkan kekebalan tubuh klien. bulgur. Prinsip dari kelainan autis adalah kemunculannya disebabkan karena adanya daya tahan tubuh anak yang menurun. Lima Faktor Yang Mempengaruhi Kesembuhan : a. kerusakan mukosa kecil akan menyebabkan bahan masuk melalui pembuluh darah. 3) Tahap ketiga adalah tahap Rehabilitasi antisipasi Plateu or PseudoStationery Stage. metode menetapkan 40 jam perminggu d. pelatihan emosi kejiwaan. 15 . Informasi dalam bidang terapi autis yang sedang trend saat ini adalah Kasein (susu. berisikan kegiatan pelatihan fisik lanjutan. b. 11. c. Keduanya adalah semacam protein enzim yang tak dapat dipecah oleh metabolisme tubuh penderita autis. Terapi seperti ini disebut terapi biomedis yang tujuannya adalah untuk memperbaiki sistem pencernaan dan menurunkan jumlah alergen yang masuk. yang diarahkan pada terapis dan orang tua anak untuk terus mengawasi anak dari tahapan makin sulit bergerrak ( Late Motor Deterioration) walaupun pada tahap 1 dan 2 telah mengalami kemajuan. dan peningkatan intelektualitasdasar anak secara padu dalam kelompok bermain.2) Tahap kedua adalah tahap Rehabilitasi lanjutan atau tahap fungsiologis yang nantinya diarahkan untuk memulihakan kelemahan yang tak dapat diatasi pada tahap sebelumnya. krim). keju. Berat ringannya derajat Usia anak pertama tidak ditangani secara benar dan teratur Intensitas IQ anak Keutuhan pusat bahasa di otak penanganan. Bahan beracun dalam sawar darah terbawa ke otak dan kemudian beraksi dengan endhorphin sehingga muncul gangguan perilaku. dan Glutein (terigu.

c. b. a. gangguan pendengaran atau bahkan berperilaku aneh dan nyentrik. Secara sekilas. 2. Dikarenakan banyaknya perilaku autisme juga disebabkan oleh adanya kelainan kelainan lain (bukan autisme) sehingga tes klinis dapat pula dilakukan untuk memastikan kemungkinan adanya penyebab lain tersebut. Dokter ahli / praktisi profesional yang hanya mempunyai sedikit pengetahuan / training mengenai autisme akan mengalami kesulitan dalam men-diagnosa autisme. kelainan perilaku. Pengkajian Pola tingkah laku anak Cara mereka berinteraksi / berhubungan dengan orang lain Cara berkomunikasi secara verbal Perkembangan mental Diagnosa Sejauh ini tidak ditemukan tes klinis yang dapat mendiagnosa langsung autisme. Kadang kadang dokter ahli / praktisi profesional keliru melakukan diagnosa dan tidak melibatkan orang tua sewaktu melakukan diagnosa. ahli terapi bahasa. ahli psikologi anak. Kesulitan dalam pemahaman autisme dapat menjurus pada kesalahan dalam memberikan pelayanan kepada penyandang autisme yang secara umum sangat memerlukan perhatian yang khusus dan rumit. ahli penyakit anak. Karena karakteristik dari penyandang autisme ini banyak sekali ragamnya sehingga cara diagnosa yang paling ideal adalah dengan memeriksakan anak pada beberapa tim dokter ahli seperti ahli neurologis. Hasil pengamatan sesaat belumlah dapat disimpulkan sebagai hasil mutlak dari kemampuan dan perilaku seorang anak. penyandang autisme dapat terlihat seperti anak dengan keterbelakangan mental. ASUHAN KEPERAWATAN 1. Yang lebih Dalam mengkaji anak autis adalah : 16 .B. Diagnosa yang paling tepat adalah dengan cara seksama mengamati perlilaku anak dalam berkomunikasi. bertingkah laku dan tingkat perkembangannya. ahli pengajar dan ahli profesional lainnya dibidang autisme. d. Masukkan dari orang tua mengenai kronologi perkembangan anak adalah hal terpenting dalam menentukan keakuratan hasil diagnosa.

a. Gangguan komunikasi verbal b/d keterlambatan dan gangguan Intelektual c. d. c. Bina hubungan saling percaya Hindari benda yang berbahaya di sekitar klien Observasi perilaku yang membahayakan klien Berikan aktivitas yang positif untuk mengembangkan kemampuan Dorong anak agar mau bermain dengan teman-temannya Beri reinforcement bila anak dapat mengurangi perilaku yang sebagai alat untuk distraksi agar tidak menyendiri berbahaya 2. Karenanya sangatlah penting untuk membedakan antara autisme dengan yang lainnya sehingga diagnosa yang akurat dan penanganan sedini mungkin dapat dilakukan untuk menentukan terapi yang tepat Adapun Diagnosa Autis Yang Biasanya Terjadi Adalah : a. e. d. e. Gangguan interaksi sosial b/d menarik diri 3.) Tujuan : Anak dapat berkomunikasi dengan verbal sehingga ia dapat melakukan hubungan sosial engan orang lain. b. f.) Tujuan : Agar anak dapat menghindari benda-benda tajam atau benda-benda yang membahayakan dirinya.menyulitkan lagi adalah semua gejala tersebut diatas dapat timbul secara bersamaan. Bina hubungan saling percaya Berikan stimuli untuk mengadakan interaksi dengan lingkungan Gunakan kata-kata / kalimat yang mudah dimengerti Libatkan keluarga dalam melakukan tindakan Beri reinforcement bila anak berhasil 17 misal dengan alat permainan . b. a. Implementasi 1. c. Resiko terjadi trauma b/d keinginan untuk bunuh diri b.

Tumbuh Kembang Anak. Bhuana Ilmu Populer.php? isi_id=303&produk_id=4 http://www.2004.manajemenqolbu. Soetjiningsih. Jakarta : PT.puterakembara.1997:333-342.dll? prd=ie&pver=6&ar=msnhome http://www. 1998. 18 . (ABINGDON) 7(4). http://www. htpp://www. b. Mengobservasi kemampuan anak dalam berkomunikasi. Bina hibungan saling percaya Seringlah berinteraksi dengan anak Ajak anak untuk berinetraksi dengan teman sebayanya Beri sentuhan lembut pada anak REFERENSI : Handojo. 4 Evaluasi a.allergycenter/UCK/allergy. Auits. d. Ilmu Kesehatan Anak.com/new/isi/autisme/anak. htpp://www. c. J. Memantau perilaku anak apakah masih melakukan tindakan yang sekiranya membahayakan dirinya.Jakarta : EGC Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FKUI.shtml htpp://www.allergycenter/allergy Hormone.1995.Nutr..kolom.Med.allergies/wkm/behaviour.microsoft.org/milis/journal/autisme5.) Tujuan : Anak mampu mengadakan interaksi sosial dengan lingkungan a.3. b. N I.autisme/padaanak/. Assessment of chemical factors in relation to child hyperactivity. Mengobservasi anak dalam berinteraksi sosial dengan orang lain. 2003. apakah anak sudah merasa senang dan nyaman. Ward. Jakarta : Infomedika. apakah ada hambatan.com/isapi/redir/Autismepenelitian.& Env. c.

Disusun Guna Memenuhi Tugas Dari Mata Kuliah Keperawatan Anak I (KJR 212) Disusun Oleh : 19 .

A) DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN MALANG PROGRAM STUDI KEPERAWATAN MALANG JURUSAN KEPERAWATAN MALANG 2004 20 .(0201100002 / II.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful