MAKALAH

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU EKONOMI DAN TEORI PERKEMBANGAN EKONOMI UNTUK MEMENUHI TUGAS EKONOMI PEMBANGUNAN

ABDUL MUGHNI FAHRIZAN.S 100420033 Dosen pengajar Jariah Abubakar SE.MSi FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI PROGRAM STUDI EKONOMI 2011/2012

KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur kehadirat Allah swt, yang mana atas berkat dan rahmat dan inayah NYA lah,sehingga penulis dapat membuat makalah ini Besar harapan penulis agar kiranya dengan adanya makalah ini dapat berguna dan bermanfaat sehingga pembaca dapat pengalaman serta ilmu dari sejarah perkembngan teori ekonomi.penulis juga mengucapkan terima kasih yang sebesarbesar nya kepada Dosen pengajar Ibu Jariah Abubakar SE.MSi dan semua pihak yang telah menyumbangkan waktu dan pikiran selama pembuatan makalah ini. Penulis sudah berupaya sekuat tenaga untuk menampilkan yang terbaik dalam makalah ini.Namun penulis juga menyadari sepenuhnya makalah yang berjudul “SEJARAH PERKEMBANGAN TEORI EKONOMI” ini belum sempurna oleh karena itu dengan tulus dan rendah hati,penulis mengharapkan Kritik dan Saran dari para pembaca guna memperbaiki dan penyempurnaan makalah ini dan penulis mengucapkan terima kasih. aceh, 4 april 2011
Penulis

Abdul Mughni Fahrizan.s

. . . . . . . . . 6 BAB III PENUTUP a. . . . . 1 a. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .16 DAFTAR PUSTAKA iii . . . .DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii BAB I PENDAHULUAN . .16 b. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Rumusan masalah . . . . . . . . . . . . . Tujuan . . . . . . . . . . . 1 b. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Latar Belakang . . . . . Saran . . . . . . . . . . . . . . . 5 Sejarah Perkembangan Teori ekonomi . . . . . . . . . . . . 4 Metodologi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2 Sejarah Perkembangan ilmu ekonomi . . . . . . . . . . Kesimpulan . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1 BAB II PEMBAHASAN Ilmu ekonomi . . . . . 1 c. . . .

. Agar pembaca dapat memahami dan mengerti tentang teori – teori ekonomi agar kelak dapat diterapkan dalam proses kegiatan ekonomi. Supaya pembaca bisa menerapkankan teori ekonomi. Bagaimana sejarah perkembangan teori ilmu ekonomi ? 2. Ilmu ekonomi adalah ilmu yang telah berkembang dulu hingga sekarang dan akan datang. Apa perbedaan ilmu ekonomi dengan teori ekonomi ? • Tujuan Adanya tujuan Sejarah Perkembangan Ilmu Ekonomi dan Teori Perkembangan adalah sebagai berikut.BAB 1 PENDAHULUAN • Latar Belakang Banyak ahli ekonomi yang merasa bahwa antara teori yang satu dengan yang lain berbeda dan dianggap tidak sesuai dengan apa yang terjadi sehingga menimbulkan berbagai macam pendapat serta usaha didalam memurnikan teori ekonomi dan bersifat rekonsilisasi yaitu dengan mengurangi peranan nilai dalam teori ekonomi dan memberikan jalan keluar sertakebijaksaan.suatu teori dapat berkembang karna adanya dasar-dasar serta prinsif-prinsif produksi contohnya sumber daya manusia dan sumber daya alamnya • RumusanMasalah 1.dan dapat memegang prinsif ekonomi.ilmu ekonomi. 2. 1.

Transaksi natural terkait dengan pemuasan kebutuhan dan pengumpulan kekayaan yang terbatasi jumlahnya oleh tujuan yang dikehendakinya. Transaksi un-natural bertujuan pada pengumpulan kekayaan yang secara potensial tak terbatas. Chanakya (c. Dia menulis karya yang berjudul Arthashastra (Ilmu mendapatkan materi) yang dapat dianggap sebagai pendahulu dari Machiavelli's The Prince. Pandangannya ini kelak akan banyak dipuji oleh para penulis Kristen di Abad Pertengahan. Aristotle juga membela kepemilikan pribadi yang menurutnya akan dapat memberi peluang seseorang untuk melakukan kebajikan dan memberikan derma dan cinta sesama yang merupakan bagian dari “jalan emas” dan “kehidupan yang baik ala Aristotle. termasuk diskusi tentang bagaiamana konsep manajemen yang efisien dan solid. dan juga masalah etika di bidang ekonomi. . Dia menjelaskan bahwa kekayaan unnatural tak berbatas karena dia menjadi akhir dari dirinya sendiri ketimbang sebagai sarana menuju akhir yang lain yaitu pemenuhan kebutuhan. Chanakya juga berfokus pada isu kesejahteraan seperti redistribusi kekayaan pada kaum papa dan etika kolektif yang dapat mengikat kebersamaan masyarakat. Aristoteles adalah yang pertama kali memikirkan tentang transaksi ekonomi dan membedakan diantaranya antara yang bersifat "natural" atau "unnatural". Dia adalah professor ilmu politik pada Takshashila University dari India kuno dan kemudian menjadi Prime Minister dari kerajaan Mauryan yang dipimpin oleh Chandragupta Maurya. Contoh dati transaksi ini disebutkan adalah perdagangan moneter dan retail yang dia ejek sebagai "unnatural" dan bahkan tidak bermoral. 350-275 BC) adalah tokoh berikutnya. Banyak masalah yang dibahas dalam karya itu masih relevan sampai sekarang. Dia sering mendapat julukan sebagai Indian Machiavelli.BAB II Pembahasan Sejarah Perkembangan Teori Ilmu Ekonomi Sejarah Perkembangan Teori Ekonomi adalah suatu pemikiran kapitalisme yang terlebih dahulu yang harus dilacak melalui sejarah perkembangan pemikiran ekonomi dari era Yunani kuno sampai era sekarang.

pengaturan pakaian dan perumahan meliputi gaya yang diperbolehkan. Selanjutnya pada era Reformation pada 16th century. Perintis pemikiran barat di bidang ekonomi terkait dengan debat scholastic theological selama Middle Ages. Penganut Katolik dan Protestan terlibat dalam perdebatan tentang apa itu yang disebut “harga yang adil” di dalam ekonomi pasar. Dengan cara itu maka negara akan dilihat sebagai “murah hati” karena tidak menjadi beban berat bagi warganya. ide tentang perdagangan bebas muncul yang kemudian diadopsi secara hukum oleh Hugo de Groot atau Grotius. Selama masa Early Modern . Karena pentingnya kedudukan sosial. Dia melakukannya dengan menyatakan bahwa para bangsawan dan republik harus membatasi pengeluarannya. material yang digunakan dan frekuensi pembelian bagi masing-masing kelas yang berbeda. Niccolò Machiavelli dalam karyanya The Prince adalah penulis pertama yang menyusun teori kebijakan ekonomi dalam bentuk nasihat. dan mencegah penjarahan oleh kaum yang punya maupun oleh kaum kebanyakan. ibn Khaldun dari Tunis (1332–1406) menulis masalah teori ekonomi dan politik dalam karyanya Prolegomena. Kebijakan ekonomi seperti itu didesain untuk mendorong perdagangan pada wilayah tertentu.Tokoh pemikir Islam juga memberikan sumbangsih pada pemahaman di bidang ekonomi. Masalah yang penting adalah tentang penentuan harga barang. Kaum skolastik Spanyol di abad 16 mengatakan bahwa harga yang adil tak lain adalah harga pasar umum dan mereka umumnya mendukung filsafat laissez faire. Dia juga memperkenalkan konsep yang biasa disebut dengan Khaldun-Laffer Curve (keterkaitan antara tingkat pajak dan pendapatan pajak dalam kurva berbentuk huruf U). Pertukaran ekonomi diatur dengan hukum feudal seperti hak untuk mengumpulkan pajak jalan begitu juga pengaturan asosiasi pekerja (guild) dan pengaturan religious dalam masalah penyewaan. aturan-aturan terkait kemewahan dijalankan. Kebijakan ekonomi di Europe selama akhir Middle Ages dan awal Renaissance adalah memberlakukan aktivitas ekonomi sebagai barang yang ditarik pajak untuk para bangsawan dan gereja. menunjukkan bagaimana kepadatan populasi adalah terkait dengan pembagian tenaga kerja yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi yang sebaliknya mengakibatkan pada penambahan populasi dalam sebuah lingkaran.

Mercantilism adalah sebuah sistem perdagangan untuk profit. tujuan dari mercantilism adalah : "the opening and well-balancing of trade. Babakan ini terkait dengan geographic discoveries oleh merchant overseas traders. the repressing of waste and excess by sumptuary laws. doktrin yang menekankan pada pentingnya akumulasi precious metals. seperti penjaminan monopoli protective tariffs. Mercantilists juga berpendapat bahwa bahan mentah yang tidak dapat ditambang dari dalam negeri maka harus diimport. menghasilkan kebanyakan profits dari jualbeli bermacam barang. the cherishing of manufacturers. . diperkuat oleh sistem kontrol dari negara.period. Di bawah mercantilism. European colonization of the Americas . Tahap ini kerapkali disebut sebagai tahap paling awal dari perkembangan modern capitalism yang berlangsung pada periode antara abad 16th dan 18th. subsidies. dan pertumbuhan yang cepat dari perdagangan luar negeri. Dalam kalimat Francis Bacon. Hal ini memunculkan kelas bourgeoisie dan menenggelamkan feudal system yang sebelumnya. mercantilists hampir dapat merumuskan suatu teori ekonomi tersendiri. guilds adalah pengatur utama dari ekonomi. the improvement and husbanding of the soil. and monopolies. dan mempromosikan subsidi. Karl Polanyi berpendapat bahwa capitalism belum muncul sampai berdirinya free trade di Britain pada 1830s. Perbedaan ini tercermin dari munculnya negara bangsa di kawasan Eropa Barat yang menekankan pada balance of payments. terutama dari England dan Low Countries. Mercantilists berpendapat bahwa negara seharusnya mengekspor barang lebih banyak dibandingkan jumlah yang diimport sehingga luar negeri akan membayar selisihnya dalam bentuk precious metals. kerap disebut sebagai merchant capitalism dan mercantilism. the regulation of prices…" Diantara berbagai mercantilist theory salah satunya adalah bullionism. European merchants. the banishing of idleness. meskipun produksi masih dikerjakan dengan non-capitalist production methods. untuk meningkatkan produksi dalam negeri dari manufactured goods. Dibawah mercantilism.

Richard Cantillon (1680-1734) oleh beberapa sejarawan ekonomi dianggap sebagai bapak ekonomi yang sebenarnya. dan analisis inflasi moneter “praAustrian” yang canggih yakni tentang bagaimana inflasi bukan hanya menaikkan harga tetapi juga mengubah pola pengeluaran. Jaques Turgot (1727-81) adalah pendukung laissez faire. ekonometrik. Bukunya Essay on the Naturof Commerce ini General (1755. Tokoh lain dalam periode ini adalah Richard Cantillon. diagram aliran sirkular dan model keseimbangan umum Walras. Koloni berperan bukan hanya sebagai penyedia bahan mentah tapi juga sebagai pasar bagi barang jadi. Dia terkenal dekat dengan raja meskipun akhirnya dipecat pada 1776. Sebagai seorang physiocrats. terbit setelah dia wafat) menekankan pada mekanisme otomatis dalam pasar yakni penawaran dan permintaan. multiplier Keynes. tableau economique. Diagram zig-zag ini dipuji sebagai rintisan awal bagi pengembangan banyak tabel dalam ekonomi modern. Salah satu tokoh yang terpenting adalah Francois Quesnay. analisis input-output. Jika sebuah negara tidak mempunyai supply dari bahan mentahnnya maka mereka harus mendapatkan koloni darimana mereka dapat mengambil bahan mentah yang dibutuhkan. Karyanya yang terang ini memberikan pemahaman yang baik tentang . physiocrats Perancis adalah yang pertama kali memahami ekonomi berdiri sendiri. dan Etienne Bonnot de Condillac. Diagram ciptaannya yang terkenal. Turgot membela pertanian sebagai sektor paling produktif dalam ekonomi.Para perintis mercantilism menekankan pentingnya kekuatan negara dan penaklukan luar negeri sebagai kebijakan utama dari economic policy. Jaques Turgot. Selama the Enlightenment. peran vital dari kewirausahaan. Karyanya Reflection on the Formation and Distribution of Wealth menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang perekonomian. pernah menjadi menteri keuangan dalam pemerintahan Louis XVI dan membubarkan serikat kerja (guild). Agar tidak terjadi suatu kompetisi maka koloni harus dicegah untuk melaksanakan produksi dan berdagang dengan pihak asing lainnya. menghapus semua larangan perdagangan gandum dan mempertahankan anggaran berimbang. oleh kawan-kawannya dianggap sebagai salah satu temuan ekonomi terbesar setelah tulisan dan uang.

kesetaraan dan penghormatan pada hak asasi manusia adalah jalan satu-satunya untuk kemajuan dan kebahagiaan bagi seluruh anggota masyarakat. dengan pertumbuhan manufacturing yang masih baru. Dia mengakui manufaktur sebagai sektor produktif. democracy. mercantilism masih berlanjut sebagai paham utama meskipun negara-negara lain sudah beralih ke paham yang lebih baru. bukan nilai kerja. 1776) mencakup gagasan ekonomi yang sangat maju.preferensi waktu. kapital dan suku bunga. Karyanya Commerce and Government (terbit sebulan sebelum The Wealth of Nation. ketika sekelompok economic theorists. Tokoh lainnya. Anders Chydenius (1729–1803) menulis buku The National Gain pada 1765 yang menerangkan ide tentang kemerdekaan dalam perdagangan dan industri dan menyelidiki hubungan antara ekonomi dan masyarakat dan meletakkan dasar liberalism. dan peran enterpreneur-kapitalis dalam ekonomi kompetetitif. dan mengakui bahwa harga ditentukan oelh nilai guna. dipimpin oleh Adam Smith. Menurut Chydenius. di negara-negara yang baru berkembang seperti Prussia dan Russia. Etienne Bonnot de Condillac (1714-80) adalah orang yang membela Turgot di saat-saat sulit tahun 1775 ketika dia menghadapi kerusuhan pangan saat menjabat sebagai menteri keuangan. perdagangan sebagai representasi nilai yang tak seimbang dimana kedua belah pihak bisa mendapat keuntungan. menantang dasar-dasar mercantilist doctrines yang berkeyakinan bahwa jumlah keseluruhan dari kekayaan dunia ini adalah tetap sehingga suatu negara hanya dapat meningkatkan kekayaannya dari pengeluaran negara lainnya. Pemikiran ekonomi modern biasanya dinyatakan dimulai dari terbitnya Adam Smith's The Wealth of Nations. sebelas tahun sebelum Adam Smith menulis hal yang sama namun lebih komprehensif dalamThe Wealth of Nations. walaupun pemikir lainnya yang lebih dulu juga memberikan kontribusi yang tidak sedikit. Ide utama yang diajukan oleh Smith adalah kompetisi antara berbagai penyedia barang dan pembeli akan menghasilkan kemungkinan terbaik dalam distribusi barang dan jasa karena hal itu akan mendorong setiap orang untuk melakukan spesialisasi dan peningkatan modalnya . Mercantilism mulai menurun di Great Britain pada pertengahan 18th. pada 1776. Meskipun begitu. Codillac juga merupakan seorang pendukung perdagangan bebas.

Surplus ini dihasilkan dengan peningkatan commercial agriculture sehingga mendorong peningkatan mechanization of agriculture. Peningakatan industrial capitalism juga terkait dengan penurunan mercantilism. guilds. Hasil dari proses tersebut adalah Industrial Revolution. John Stuart Mill. dengan ciri utama complex division of labor dan routinization of work tasks. dan journeymen. memberi kemungkinan bagi akumulasi modal yang luas di bawah fase perdagangan dan investasi pada mesin-mesin produksi. meningkatkan produksi dari cash crops untuk pasar lebih daripada yang digunakan untuk feudal manor. Pertengahan hingga akhir abad sembilan belas Britain dianggap sebagai contoh klasik dari laissez-faire capitalism. Smith adalah salah satu tokoh dalam era Classical Economics dengan kontributor utama John Stuart Mill and David Ricardo. capitalism menandai perubahan hubungan antara British landowning gentry dan peasants.sehingga akan menghasilkan nilai lebih dengan tenaga kerja yang tetap. Laissez-faire mendapatkan momentum oleh mercantilism di Britain pada 1840s dengan persetujuan Corn Laws dan Navigation Acts. dipimpin . Juga selam masa ini. menandai perkembangan dari the factory system of manufacturing. dan akhirnya memantapkan dominasi global dari capitalist mode of production. yang dicatat oleh Marx mulai dari pertigaan akhir abad 18th. pada awal hingga pertengahan abad 19th. Industrial capitalism. Sejalan dengan ajaran classical political economists. berfokus pada "wealth" yang didefinisikannya secara khusus dalam kaitannya dengan nilai tukar obyek atau yang sekarang disebut dengan price. Pertengahan abad 18th menunjukkan peningkatan pada industrial capitalism. Smith's thesis berkeyakinan bahwa sebuah sistem besar akan mengatur dirinya sendiri dengan menjalankan aktivits-aktivitas masing-masing bagiannya sendiri-sendiri tanpa harus mendapatkan arahan tertentu. Hal ini yang biasa disebut sebagai "invisible hand" dan masih menjadi pusat gagasan dari ekonomi pasar dan capitalism itu sendiri. dimana industrialist menggantikan posisi penting dari merchant dalam capitalist system dan mengakibatkan penurunan traditional handicraft skills dari artisans.

Karl Marx menggabungkan berbagai aliran pemikiran meliputi distribusi sosial dari sumber daya. kepemilikan dan management dari industry oleh financiers berpisah dari production process. Lebih lanjut. juga pemikiran socialism dan egalitarianism." dicirikan dengan subordination proses produksi ke dalam accumulation of money profits dalam financial system. Britain memunculkan liberalism. dan corporate memegang capital melalui kepemilikan stock. Akhir abad 19th juga muncul "marginal revolution" yang meningkatkan dasar pemahaman ekonomi mencakup konsep-konsep seperti marginalism dan opportunity cost. Carl Menger menyebarkan gagasan tentang kerangka kerja ekonomi sebagai opportunity cost dari keputusan yang dibuat pada margins of economic activity. kontrol dan arah dari industri skala besar berada di tangan financiers. . mencakup karya Adam Smith. Pemikiran Marxist beranggapan bahwa capitalism adalah berlandaskan pada exploitation kelas pekerja: pendapatan yang diterima mereka selalu lebih rendah dari nilai pekerjaan yang dihasilkannya. Ekonomi Marxist berlandaskan pada labor theory of value yang dasarnya ditanamkan oleh classical economists (termasuk Adam Smith) dan kemudian dikembangkan oleh Marx." ditandai oleh pergerakan dari laissez-faire phase of capitalism menjadi the concentration of capital hingga mencapai large monopolistic atau oligopolistic holdings oleh banks and financiers. Masa ini biasa disebut sebagai "finance capitalism. dengan menggunakan pendekatan sistematis pada logika yang diambil dari Georg Wilhelm Friedrich Hegel untuk menghasilkan Das Kapital. Pada abad 19th. Pada akhir abad 19th. Akhir 19th dan awal 20th capitalism juga disebutkan segagai era "monopoly capitalism. Tampak meningkat juga industri besar dan tanah menjadi subject of profit dan loss oleh financial speculators. dan selisih itu diambil oleh capitalist dalam bentuk profit. mendorong kompetisi dan perkembangan market economy. dan managers. Ajarannya banyak dianut oleh mereka yang mengkritik ekonomi pasar selama abad 19th dan 20th. dan pertumbuhan dari complex system banking.oleh Adam Smith dan David Ricardo. dan dicirikan oleh pertumbuhan corporations dan pembagian labor terpisah dari shareholders. sebuah equity market. owners. Penampakan utama capitalism pada masa ini mencakup establishment of huge industrial cartels atau monopolies.

U. Macroeconomics mulai dipisahkan dari microeconomics oleh John Maynard Keynes pada 1920s. terutama John Hicks. Marxist commentators seringkali meyakinkan kemungkinan penurunan atau kegagalan capitalism. dan menjadi kesepakatan bersama pada 1930s oleh Keynes dan lainnya. Karyanya "General Theory of Employment.S. Pada akhir abad 19th. Mereka mendapat ketenaran karena gagasannya dalam mengatasi Great Depression. state. Pada masa sesudah global depression pada 1930s. government (federal. economic depressions dan boom and bust business cycles menjadi masalah yang tak terselesaikan. unemployment. dan menghasilkan pembahasan tentang prospek jangka panjang capitalism. telah mencapai ratios of government expenditures dari GNP yang lebih tinggi dibandingkan United States .Perkembangan selanjutnya ekonomi menjadi lebih bersifat statistical. dengan merujuk pada kemampuan Soviet Union untuk menghindari akibat dari global depression. menjadi sentral dari penulisan ekonomi dan menjadi bahan diskusi utama dalam lapangan ekonomi." . Interest and Money" menyampaikan kritik terhadap ekonomi klasik dan juga mengusulkan metode untuk management of aggregate demand. pada 1970s mereka berjumlah mencapai sepertiga. negara memainkan peranan yang penting pada capitalistic system di hampir sebagian besar kawasan dunia. Secara berangsur-angsur. money supply dan variabel lainnya serta perbandingan antar variabel-variabel ini. Pada quarter terakhir abad 19th. federal government memainkan peranan yang lebih besar dalam menghasilkan antitrust laws dan regulation of industrial standards untuk key industries of special public concern. Pada 1929. Sistem economies ini seringkali disebut dengan "mixed economies. Long Depression dari 1870s dan 1880s dan Great Depression dari 1930s berakibat pada nyaris keseluruhan capitalist world. untuk mengurangi monopolistic tendencies dari masa ini. total pengeluaran U. and local) berjumlah kurang dari sepersepuluh dari GNP. dan studi tentang econometrics menjadi penting. Keynes adalah tokoh penting dalam gagasan pentingnya keberadaaan central banking dan campur tangan pemerintah dalam hubungan ekonomi.S. kemunculan dari large industrial trusts mendorong legislation di U. Statistik memperlakukan price. Selama masa 1930s.S. sebagai contoh. sepreti France misalnya. Peningkatan yang sama tampak pada industrialized capitalist economies.

Hal ini berlaku pada financial economics dimana risk-return tradeoffs menjadi keputusan penting yang harus dibuat. Pada akhir abad 20th terdapat pergeseran wilayah kajian dari yang semula berbasis price menjadi berbasis risk. terutama dalam pengaruh Friedrich Hayek dan Milton Friedman.S. Contoh pemikiran ini seperti yang dikemukakan oleh . keberadaan pelaku ekonomi yang tidak sempurna dan perlakuan terhadap ekonomi seperti biological science. Phase dari capitalism sejak awal masa postwar hingga 1970s memiliki sesuatu yang kerap disebut sebagai “state capitalism”. terutama oleh Marxian thinkers. monetarism. terutama dibawah kepemimpinan Ronald Reagan di U. pemikiran neoclassical mendapat bantahan dari monetarism. dan Margaret Thatcher di UK pada 1980s. lebih menyerupai norma evolutionary dibandingkan pertukaran yang abstract. mendapat dukungan yang meningkat increasing dalam capitalist world. Pemahaman akan risk menjadi signifikan dipandang sebagai variasi price over time yang ternyata lebih penting dibanding actual price. penampakan yang luasa dari new analytical tools dalam social sciences dikembangkan untuk menjelaskan social dan economic trends dari masa ini. Kombinasi ini. dibentuk pada akhir 1940s dan awal 1950s oleh Milton Friedman yang dikaitkan dengan University of Chicago dan juga supplyside economics. Area perkembangan yang paling pesat kemudian adalah studi tentang informasi dan keputusan. sebuah theoretical alternative dari Keynesianism yang lebih compatible dengan laissez-faire.Selama periode postwar boom. mencakup konsep post-industrial society dan welfare statism. “stagflation” dari 1970s mendorong banyak economic commentators politicians untuk memunculkan neoliberal policy diilhami oleh laissez-faire capitalism dan classical liberalism dari abad 19th. Masa postwar boom yang lama berakhir pada 1970s dengan adanya economic crises experienced mengikuti 1973 oil crisis. dominan pada pengajaran dan kebijakan publik pada masa sesudah World War II hingga akhir 1970s. Banyak economists menggunakan kombinasi dari Neoclassical microeconomics dan Keynesian macroeconomics. Terutama. yang sering disebut sebagai Neoclassical synthesis.

kesehatan dan pendidikan. peran pemerintah dalam pembangunan harus dibatasi dan berorientasi kepada pembangunan infrastruktur. dan pemanfaatan/penggunaan kekuatan pasar.Joseph Stiglitz. Teori Perkembangan Ekonomi Pemikiran kaum klasik telah membawa perubahan besar dalam bidang ekonomi. menjaga keamanan dan pembangunan infrastruktur. oligopoli. dan lain sebagainya. Membatasi APBN dapat mengurangi defisit. dan Third-World debt relief. Pemikiran kaum klasik ini telah menginspirasi ”Washington Consensus”. Pasar dianggap lebih efisien daripada pemerintah yang menggarap sektor perekonomian. Dalam pemikiran kaum klasik bahwa perekonomian secara makro akan tumbuh dan berkembang apabila perekonomian diserahkan kepada pasar. Oleh karena itu kebijakan pemerintah harus bersifat “Market Friendly”. Menurut ”Washington Consensus” (terdiri dari 10 paket kebijakan ekonomi makro). insurance markets. Berdasarkan “Washington Consensus” peran pemerintah di dalam pembangunan lebih dititikberatkan kepada penertiban APBN. Suku bunga dan Nilai tukar asing harus ditentukan oleh pasar. karena akan menimbulkan ketidakstabilan di dalam ekonomi. Harga yang dibentuk pasar dianggap sebagai harga yang sebenarnya. Pemanfaatan kekuatan pasar yaitu mengembangkan pasar yang efisien. dan eksternal disekonomis. KKN. sehingga perekonomian akan lebih optimal. Peran pemerintah terbatas kepada masalah penegakan hukum. seperti birokrasi yang berkelebihan. Salah satu hasil pemikiran kaum klasik telah mempelopori pemikiran sistem perekonomian liberal. Campur tangan pemerintah yang berkelebihan dalam perencanaan pembangunan dikhawatirkan menimbulkan “Government Failure”. . Masalah-masalah ketidakseimbangan informasi dan kejahatan moral dibahas disini seperti karena mempengaruhi modern economic dan menghasilkan dilema-dilema seperti executive stock options. bebas dari monopoli.

Perdagangan bebas yang telah diperjuangakan oleh para tokoh klasik mencoba mendobrak tembok proteksionisme ala merkantilisme.Perdagangan luar negeri akan menghasilkan gains from trade. Di lain pihak negara yang tidak siap dalam menghadapi persaingan . Oleh karena itu peran dari pemerintah adalah melakukan deregulasi. Jean Baptiste Say (1767-1832) berpendapat bahwa ”supply creates its own demand” sehingga tidak akan ada kelebihan produksi.915. aliran FDI yang lebih bebas akan merangsang investor luar negeri untuk menginvestasikan dananya.742. Tidak dapat dipungkiri bahwa globalisasi semakin terdorong oleh karena buah pemikiran kaum klasik. Globalisasi membuat batas negara menjadi semakin semu dan pasar menjadi semakin luas. Pemerintah Indonesia pada tanggal 12 Okt 2006 secara efektif telah melunasi seluruh pinjaman kepada IMF di bawah skim Extended Fund Facility.825. privatisasi dari BUMN dianggap akan mengefisiensikan perekonomian. yang kondisi ekonomi makronya dalam keadaan baik Pemikiran perekonomian liberal didasarkan pada pemikiran bahwa pasar sendirilah yang lebih tahu kebutuhannya sehingga pemerintah tidak perlu campur tangan di pasar.181. IMF (International Monetary Funds) dan Bank Dunia yang menganut paham liberal mencoba mengimplementasikan “Washington Consensus” dengan cara menggunakan bargaining power mereka kepada pemerintahan Indonesia .918 (USD/SDR = 1. Dengan lunasnya pinjaman kepada IMF ini berakibat pada hilangnya kekuatan IMF untuk memaksakan ”Washington Consensus” kepada Indonesia . Negara yang memiliki keunggulan kompetitif semakin dapat memperkaya negaranya. Pelunasan sebesar SDR 2. Dengan pelunasan hutang kepada IMF Indonesia sudah tidak berkewajiban lagi mengikuti post program monitoring (PPM) dan Indonesia sama dengan anggota IMF lainnya.153. Di sini pemerintah ditekankan untuk melindungi property rights. Adam Smith (1723-1790) juga berpendapat bahwa ada ”invisible hands” yang akan membimbing individu untuk mempromosikan kepentingan masyarakat.47719) merupakan sisa pinjaman yang seharusnya jatuh tempo pada akhir 2010. atau ekuivalen dengan US$ 3.

di pasar global akan semakin terpuruk. Kaum physiokrat memandang pertanian sebagai sumber segala kemakmuran. David Ricardo (1772-1823). John Stuart Mill (1806-1873) dan John Elliot Cairnes (1824-1875) memperoleh kehormatan dari Karl Marx (1818-1883) atas keklasikan dalam mengetengahkan persoalan ekonomi yang dinilai tidak kunjung lapuk. Dalam hubungan ini maka pengertian klasik diperluas kepada para ahli ekonomi yang tidak menganggap tidak mungkin adanya suatu pengangguran yang tidak dikehendaki (involuntary unemployment). Adam Smith (1723-1790) sebagai tokoh aliran klasik menyatakan pendapatnya dalam bukunya yang berjudul ”Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations” yaitu: ”Pekerjaan yang dilakukan suatu bangsa adalah modal yang membiayai keperluan hidup rakyat itu pada asal mulanya. Friedrich von Herman. Jean Baptiste Say (1767-1832). Salah satu hasil pemikiran kaum klasik yang sangat mempengaruhi dunia dalam era globalisasi adalah pemikiran mengenai perdagangan internasional. Johan Heinrich von Thunen (1780-1850). Thomas Robert Malthus (1766-1834). Kaum merkantilis meletakan tekanan pada perdagangan luar negeri. maka perlu dipahami arah penggunaan alat produksi dengan sempurna. kaum klasik memusatkan analisis ekonominya pada teori harga. Kaum klasik mencoba menyelesaikan persoalan ekonomi dengan jalan penelitian faktor permintaan dan penawaran yang menentukan harga. di sini mau tidak mau setiap negara harus mempersiapkan diri untuk memiliki keunggulan bersaing. Pemikiran kaum klasik menentang pemikiran kaum merkantilis yang hanya mementingkan masuknya logam mulia dan berorientasi ekspor dengan meminimumkan impor barang dari luar negeri. John Maynard Keynes (1883-1946) berpendapat bahwa pandangan klasik yang memusatkan perhatian analisa ekonominya pada teori harga. Berbeda dengan kaum Merkantilis dan Physiokrat. Terlepas dari sisi positif dan negatif dari globalisasi. Nassau William Senior (1790-1864). Beberapa tokoh ekonomi klasik seperti Adam Smith (1723-1790). dan dengan hasil-hasil pekerjaan tersebut dapat dibeli keperluan-keperluan hidupnya .

ada yang khusus memotongnya dan ada yang khusus meruncingkan jarumnya. Produksi masal mobil oleh Ford sendiri juga terinspirasi dari konsep pembagian pekerjaan. 2.” Kapasitas produktif daripada kerja selalu bertambah dikarenakan adanya pembagian kerja yang makin mendasar dan rapi. harga yang ditawarkan dapat lebih kompetitif dengan produk lain. konsep pembagian pekerjaan terus berkembang dan terarah kepada kegiatan pekerjaan yang terspesialisasikan. Pembagian pekerjaan sering dibedakan menjadi dua pengertian. sehingga ongkos produksi semakin murah. Adam Smith (1723-1790) menjelaskan keuntungan adanya pembagian kerja dengan memberikan contoh sebuah pabrik jarum. dengan pembagian pekerjaan yaitu ada yang khusus menarik kawat.dari luar negeri. ternyata 10 orang buruh dapat membuat 48. Dari hasil kunjungan Smith atas suatu pabrik jarum yang telah melakukan pembagian pekerjaan. Keuntungan pembagian pekerjaan adalah: 1. Dapat meningkatkan pengetahuan di dalam pekerjaan tersebut sehingga lebih mantap. Di dalam perkembangannya. Pengertian yang kedua adalah pembagian pekerjaan bersusun yang membagi pekerjaan suatu kegiatan produksi menjadi beberapa bagian. Dari keadaan tersebut dapat dikemukakan bahwa pembagiaan pekerjaan yang dilaksanakan itu dapat mempertinggi hasil produksi setiap buruh dari 20 buah menjadi 4800 buah jarum atau meningkatkan sebanyak 240 kali lipat. serta lainnya.000 buah jarum. Saat ini konsep pembagian pekerjaan telah digunakan secara luas di hampir seluruh sektor industri. Di dalam pabrik jarum tersebut seorang buruh secara pasti dapat membuat 20 buah jarum sehari. yang pertama adalah membagi pekerjaan menjadi sederhana sehingga semua buruh dengan tingkat keahlian tertentu dapat melakukan pekerjaan. Setiap orang dapat melakukan pekerjaan yang sesuai dengan bakatnya. . dan di dalam kegiatan produksi yang lebih modern terjadi pembagian pekerjaan sistem ban berjalan (”conveyor system”). Dengan ongkos produksi yang lebih efisien.

karena barang itu memiliki nilai guna yang dibutuhkan oleh orang. Sedangkan untuk barang yang dapat ditambah produksinya sesuai dengan keinginan maka nilai penukarannya berdasarkan atas pengorbanan yang diperlukan. di lain pihak ada barang yang sifatnya terbatas ataupun barang monopoli (misalnya lukisan dari pelukis ternama. Pemikiran mengenai nilai oleh kaum klasik masih relevan dengan perkembangan dunia saat ini. barang kuno. hasil buah anggur yang hanya tumbuh di lereng gunung tertentu dan sebagainya). Orang yang bersangkutan mengerjakan pekerjaan yang sama secara berkelanjutan sehingga dapat menghindarkan kehilangan waktu.3. seperti berlian. Hal ini baru diselesaikan oleh ajaran nilai subyektif. Dalam hal ini untuk barang yang sifatnya terbatas tersebut nilainya sangat subyektif dan relatif sesuai dengan kerelaan membayar dari para calon pembeli. ini berarti semakin efisien. Sedangkan di sisi lain barang yang nilai gunanya sedikit tetapi dapat memiliki nilai penukaran yang tinggi. Hal ini menimbulkan paradok nilai. Selanjutnya David Ricardo (1772-1823) juga membuat perbedaan antara barang yang dapat dibuat dan atau diperbanyak sesuai dengan kemauan orang. Malahan boleh dikatakan tidak mempunyai nilai penukaran. David Ricardo (1772-1823) seorang tokoh aliran klasik menyatakan bahwa nilai penukaran ada jikalau barang tersebut memiliki nilai kegunaan. Dengan demikian sesuatu barang dapat ditukarkan bilamana barang tersebut dapat digunakan. tetapi mempunyai nilai penukaran yang sangat rendah. . misalnya air dan udara. Sebagai contohnya di Indonesia yang memiliki masalah dalam penentuan harga jual beberapa BUMN yang dianggap terlalu murah. yaitu barang yang mempunyai nilai pemakaian (nilai guna_ yang sangat tinggi. Seseorang akan membuat sesuatu barang. Pandangan Adam Smith (1723-1790) atas konsep nilai dibedakan menjadi 2 yaitu nilai pemakaian dan nilai penukaran.

Dari situ maka Carey kemudian mengganti ajaran nilai kerja dengan ”teori biaya reproduksi. Demikian pula atas dasar pertimbangan tertentu. ada kualitas kerja terdidik dan tidak terdidik. ”Harga pasaran” dapat berbeda dengan ”harga alami” di mana akan menyesuaikan dengan keadaan penawaran dan permintaan atas barang yang bersangkutan. Kesulitan yang terdapat dalam nilai kerja itu bahwa selain kerja masih banyak lagi jasa produktif yang ikut membantu pembuatan barang itu. Hal ini sejalan dengan pandangan kaum physiokrat. Aliran yang klasik dalam hal ini tidak memperhitungkan jam kerja yang dipergunakan untuk pembuatan barang. Istilah ”harga alami” (natural price) yang dikemukakan Smith adalah sama dengan istilah Cantillon ”valeur intrinsique” (nilai intrinsik). harus dihindarkan. Atas dasar nilai kerja. Selanjutnya David Ricardo (1772-1823) menyatakan bahwa perbandingan antara kerja dan modal yang dipergunakan dalam produksi boleh dikarakan tetap besarnya dan hanya sedikit sekali perubahan.David Ricardo (1772-1823) mengemukakan bahwa berbagai kesulitan yang timbul dari ajaran nilai kerja: 1. Ricardo ”primery/natural/necessary price” (harga pokok) dan Cairnes ”normal price” (harga normal). tetapi jumlah jam kerja yang biasa dan semestinya diperlukan untuk memproduksi barang. Perlu diperhatikan adanya kualitas kerja. Say ”prix reel” (harga real). kualitas kerja keahlian dan lain sebagainya. Menurut aliran klasik (Adam Smith) ”harga alami” akan terjadi bilamana masing-masing warga masyarakat memperoleh kebebasan pilihannya untuk membuat sesuatu produk tertentu yang menurutnya lebih menguntungkan dan menukarkannya bilamana dinilai baik olehnya.” 2. dibedakan di samping ”harga alami” (natural price) ada pula ”harga pasaran” (market price). Turgot ”valeur fondamental” (harga pokok). adanya peraturan pemerintah yang dapat menghalangi .

pertukaran barang. Adam Smith telah menulis filsafat ilmu ekonominya pada tahun 1759 yang berjudul ”The Moral Sentiments. Dalam hubungan ini Paul Leautaud mendefinisikan pengertian menyimpan “l’economie c’est l’art de ne pas vivre. Adam Smith tidak mengadakan perbedaan antara bunga modal dan untung pengusaha. . harga alami akan menjadi acuan (pedoman) atas penetapan harga pasaran.” Sedangkan dalam buku The Wealth of Nations. Pentingnya menyimpan dinilai sebagai kewajiban dan sekaligus sebagai kebajikan untuk memperbanyak roti yang menjadi pokok keagamaan. sewa tanah dan laba. Adam Smith membedakan antara kerja yang produktif dan kerja yang tidak produktif. selanjutnya memberikan analisis gejala nilai dan harga. Selanjutnya juga dikemukakan bahwa sewa tanah adalah akibat dan bukan sebab daripada tingginya harga hasil pertanian. Tetapi bagaimanapun. Setelah Adam Smith menjelaskan tentang pembagian pekerjaan.” Seperti halnya kaum physiokrat.penyesuaian harga alami dengan harga pasaran. dan uang sebagai alat untuk memajukan pertukaran barang. Adam Smith beranggapan bahwa kepentingan masyarakat dan perorangan secara alami mempunyai persesuaian di mana persesuaian ini diciptakan oleh ”invisible hands.” Pendapat Adam Smith mengenai sewa tanah adalah salah satu faktor yang menetapkan harga. Ada tiga komponen harga yaitu upah. Adam Smith menulis antara lain bahwa “the nature and causes of the wealth of nations is what is properly called political economy” dan cukup menjelaskan apa yang harus menjadi tujuan ekonomi. Kerja produktif adalah kerja yang menghasilkan barang secara fisik nyata dan kerja yang tidak produktif adalah kerja yang tidak menghasilkan barang secara fisik nyata. Sebelum Adam Smith menulis bukunya The Wealth of Nations (1776). Kerja itu adalah sebab dan ukuran harga.

” Sedangkan Johan Heinrich von Thunen (1780-1850) menyatakan perbedaan tinggi rendahnya sewa tanah akibat perbedaan letak terhadap pasar penjualannya. Teori sewa tanah Ricardo (1772-1823) dikenal dengan ”Teori Sewa Tanah Diferensial” teori ini menyatakan bahwa pada tahap awal orang akan menggunakan tanah yang subur. David Ricardo (1772-1823) dan Thomas Robert Malthus (1766-1834) mengemukakan bahwa kemiskinan penduduk adalah disebabkan ”kesalahan sendiri” karena tidak membentuk keluarga kecil.” Upah bagi pemilik tanah untuk ”service foncier. sedangkan menurut Ricardo (1772-1823) sewa tanah timbul karena keterbatasan (kekurangan) tanah. Hal ini dianggap sebagai perlawanan dari undang-undang orang miskin (poor law) yang saat itu berlaku di Inggris. penggatian ”service capitaux. Jikalau kaum physiokrat menerangkan tentang sewa tanah ada dikarenakan kapasitas produktif daripada tanah. Menurut Ricardo (1772-1823) undang-undang tersebit tidak . Mengenai kemiskinan. dan karena keterbatasannya maka selanjutnya akan menggunakan tanah yang kurang subur. David Ricardo (1772-1823) menyatakan bahwa pembagian pendapatan masyarakat merupakan soal terpenting daripada soal ilmu ekonomi. Sewa tanah adalah ganti rugi yang harus dibayar kepada pemilik tanah untuk pemakaian ”Original and indestructible powers of the soil.Sedangkan Jean Baptiste Say (1767-1832) membagi ”profit de l’entrepreneur de l’industrie” (laba pengusaha): Upah mereka menyerahkan kekayaan untuk keperluan industri (jadi kaum kapitalis).” Penggantian untuk ”service industrial” yang diperoleh oleh pemimpin proses produksi. Semakin dekat letak tanah dengan pasar produk yang dihasilkan maka akan menekan/mengurangi biaya angkut produknya ke pasar. Masing-masing memiliki sewa tanah yang berbeda-beda. Akibatnya sewa tanah tersebut relatif lebih tinggi daripada tanah yang letaknya lebih jauh dari pasar.

Sedangkan menurut Keynes sebaliknya menggunakannya .” Tentang profit yang menurun sehingga merupakan suatu tendensi penurunan. Itulah sebabnya bahwa bantuan kepada orang miskin adalah merugikan dana upah. bahwa upah rata-rata sama dengan dana upah. pendapat serupa ini terdapat pula pada Stuart Mill.akan memperbaiki kemiskinan. dengan sendirinya dikurangi daripada yang lain. Menurut Nasau William Senior besarnya upah rata-rata. maka profit sekarang dapat dipandangnya sebagai ganjaran. barang-barang dipertukarkan dalam bandingan jumlah kerja. tergantung daripada perbandingan antara jumlah yang disediakan para pengusaha bagi pembayaran upah. dan tiap jumlah uang yang dibayarkan kepada yang satu. Namun teori dana upah ini adalah suatu pengulangan kata yang tak berarti. biarpun ia tidak banyak menaruh perhatian terhadap residu ini. profit turun. dibagi dengan jumlah pekerja dan sebaliknya dana upah itu harus dapat diketahui dari hasil kali upah rata-rata dengan jumlah orang upahan. Menurut teori ini permintaan tenaga kerja akan tergantung daripada dana upah yang terakumulasi. jadi juga upah-upah kerja lainnya. pertambangan dan produksi industri. sedangkan upah tetap. tidak ada yang dikemukakan selain daripada hal. Pendapat ini terutama timbul dari teori ”dana upah” yang sebelumnya telah diketengahkan oleh Cantillon. dan jumlah pekerja. Jika Ricardo (1772-1823) mengatakan bahwa dalam hal pertanian. daripada ”funds which are destined for the payment of wages” yang dihematkan. disambut oleh Marx (1818-1883) dengan pernyataannya yang dianggap sebagai bukti untuk menerangkan keruntuhan kapitalisme. yang dipergunakan untuk pembuatannya dalam keadaan marginal. sebaliknya hanya mengurangi kemakmuran si miskin dan si kaya keduanya. Turgot dan Smith. Rangkuman prognosa Ricardo (1772-1823) tentang pembagian penghasilan masyarakat dapat dirumuskan ”rent naik.

Bagi Indonesia sendiri. Adam Smith memulai mengajukan teori keuntungan absolut (absolute advantage). penelitian dianggap sebagai suatu biaya yang akan terbuang percuma. Berbeda dengan pendapat Smith yang mengajukan perdagangan akan menguntungkan apabila suatu negara memperdagangkan barang yang secara mutlak menguntungkannya Teori perdagangan internasional diketengahkan oleh David Ricardo (1772-1823) yang mulai dengan anggapan bahwa lalu lintas pertukaran internasional hanya berlaku antara dua negara yang . Kaum klasik mencoba menjelaskan keuntungan dari kerjasama perdagangan internasional. Sedangkan bagi Ricardo (1772-1823) cukup dijelaskan bahwa pengusaha-pengusaha yang pertama atau lebih awal di dalam merealisasikan pendapat barunya (invention) akan memperoleh premi kedahuluan. Hal mana sejalan dengan teori keuntungan pengusaha yang dinamis yang diketengahkan oleh Joseph Schumpeter. negara barat berlomba-lomba untuk ”menjual” penemuan dan rela untuk membiayai penelitian.untuk menunjukkan perlunya politik konjungtur (bussiness cycle) tertentu. sedangkan pengusaha yang belakangan akan memperoleh bagian yang relatif kecil. Atas dasar pemikiran kaum klasik mengenai profit yang menurun. sedangkan David Ricardo memperbaikinya dengan mengajukan teori keuntungan komparatif (comparative advantage). Perdagangan sudah menjadi isu penting sejak jaman para filusuf yang mempermasalahkan apakah perdagangan itu secara moral diterima atau tidak. sehingga Indonesia terus ketinggalan karena tidak pernah memperoleh premi kedahuluan dan hanya memperoleh bagian yang kecil atas produksi produk teknologi lama. Kaum merkantilis mengangkat citra perdagangan walaupun masih sebatas memperbanyak logam mulia masuk ke dalam suatu negara (berorientasi ekspor).

Teori comparative advantage telah berkembang menjadi dynamic comparative advantage yang menyatakan bahwa keunggulan komparatif dapat diciptakan. Globalisasi merupakan hal yang tidak terhindarkan lagi. . Kalau dahulu negara yang memiliki keunggulan absolut enggan untuk melakukan perdagangan. Bagi negara yang menguasai teknologi akan semakin diuntungkan dengan adanya perdagangan bebas ini. Oleh karena itu penguasaan teknologi dan kerja keras menjadi faktor keberhasilan suatu negara. sedangkan negara yang hanya mengandalkan kepada kekayaan alam akan kalah dalam persaingan internasional. Mau tidak mau. Pemikiran kaum klasik telah mendorong diadakannya perjanjian perdagangan bebas antara beberapa negara. Untuk itu penguasaan teknologi dan pengembangan sumber daya manusia harus diperhatikan.diantara mereka tidak ada tembok pabean. Walaupun suatu negara memiliki keunggulan aboslut. akan tetapi apabila dilakukan perdagangan tetap akan menguntungkan bagi kedua negara yang melakukan perdagangan. Ricardo (1772-1823) memanfaatkan hukum pemasaran bersama-sama dengan teori kuantitas uang untuk mengembangkan teori perdagangan internasional. Inggris mulai kembali membuka perdagangannya dengan negara lain. serta kedua negara tersebut hanya beredar uang emas. Indonesia harus siap menghadapinya. berkat ”law of comparative costs” dari Ricardo (1772-1823). Teori perdagangan telah mengubah dunia menuju globalisasi dengan lebih cepat. Kebijakan pemerintah yang salah akan membuat Indonesia semakin terpuruk.

.BAB III PENUTUP • KESIMPULAN Di dalam makalah ini kita dapat mempelajari tentang Sejarah Perkembangan Teori Ekonomi dan ilmu ekonomi serta dapat menambah wawasan didalam ilmu ekonomi dan mempunyai andaian yang dapat mendekati kenyataan tetapi mempersempit prilaku variabel sehingga dapat dikontrol dan variabel dapat dipelajari sehingga kecenderungan prilaku tersebut dapat diramalkan prilaku variabel dipengaruhi oleh situasi dan kondisi • SARAN Pentingnya mempelajari ilmu ekonomi dan sejarah perkembangan teori ilmu ekonomi untuk menambah wawasan serta menambah ilmu tentang sejarah dan asal usul perkembangan teori ekonomi dan mengetahui pendapat-pendapat para ahli.

.1955.DAFTAR PUSTAKA Zimmermen LJ.Sejarah pendapat-pendapat Ekonomi.Bandung:NV penerbitan Wikipedia Bahasa Indonesia.Ensikpedia bebas Internet.