You are on page 1of 39

BAB I PENDAHULUAN

Baja dan Besi sampai saat ini menduduki peringkat pertama logam yang paling banyak penggunaanya, baja dan besi mempunyai kandungan unsur utama yang sama yaitu Fe, hanya kadar karbon lah yang membedakan baja dan besi, penggunaan baja dan besi dewasa ini sangat luas mulai dari perlatan yang sepele seperti jarum, peniti sampai dengan alat ± alat dan mesin berat. Pada makalah ini akan dibahas tentang proses p engerasan pada baja.

A. Sejarah Baja
Besi ditemukan dan digunakan pertama kali pada sekitar 1500 SM. Tahun 1100 SM, bangsa hittites yang merahasiakan pembuatan baja tersebut selama 400 tahun dikuasai oleh bangsa Asia Barat, pada tahun tersebut proses peleburan besi mulai diketahui secara luas. Tahun 1000 dan SM, Asiria bangsa juga Yunani, Mesir, Jews, Roma, dan

Carhaginians

mempelajari

peleburan

menggunakan besi dalam kehidupannya. Tahun 800 SM, India berhasil membuat besi setelah di invansi oleh bangsa arya. Tahun 700 ± 600 SM, Cina belajar membuat besi. Tahun 400 ± 500 SM, baja sudah ditemukan penggunaannya di Eropa. Tahun 250 SM bangsa India menemukan cara membuat baja. Tahun 1000 M, baja dengan campuran unsur lain ditemukan pertama kali pada 1000 M pada kekaisaran fatim yang disebut dengan baja damascus. 1300 M, rahasia pembuatan baja damaskus hilang. 1700 M, baja kembali diteliti penggunaan dan pembuatannya di Eropa.

Sejak zaman dahulu kala pandai besi mengetahui bahwa sifat bahan dapat dirubah melalui pemanasan yang disusul dengan

1

pendinginan, mereka mengenal berbagai proses perlakuan panas meski tidak mengetahui dengan pasti apa yang terjadi dalam logam itu sendiri. Ilmu dan Teknologi Bahan telah tumbuh dan berkembang menjadi satu bidang tersendiri selama 50 tahun terakhir ini.

Pengembangan ini berintikan temuan tertentu yaitu konsep bahwa sifat dan kelakuan bahan berhubungan erat dengan struktur internal dari bahan tersebut. Hasilnya agar sifat dapat diubah -ubah harus diadakan perubahan yang sesuai pada struktur internal bahan. Demikian pula bila pemerosesan atau keadaan pemakaian merubah struktur, karakteristik bahan akan berubah pula.

B. Pengertian Baja dan Besi
Besi adalah logam yang berasal dari bijih besi (tambang) yang banyak digunakan untuk kehidupan manusia sehari -hari dari yang bermanfaat sampai dengan yang merusakkan. Dalam tabel unsur periodik, besi mempunyai simbol Fe dan nomor atom 26.Besi juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Sedangkan baja adalah logam paduan dengan besi (Fe) sebagai unsur dasar dan karbon (C) sebagai unsur paduan utamanya. Kandungan karbon dalam baja berkisar antara 0.2% hingga 2.1% berat sesuai grade-nya. Fungsi karbon dalam baja adalah sebagai unsur pengeras. Unsur paduan lain yang biasa ditambahkan selain karbon adalah dan mangan tungsten. (manganese), Dengan krom (chromium), kandungan

vanadium,

memvariasikan

karbon dan unsur paduan lainnya, berbagai jenis kualitas baja bisa didapatkan. Penambahan kandungan karbon pada baja dapat

2

meningkatkan

kekerasan

(hardness)

dan

kekuatan

tariknya

(tensile strength), namun disisi lain membuatnya menjadi getas (brittle) serta menurunkan keuletannya (ductility). Oleh sebab itu dibutuhkan proses tempering agar baja yang sudah dikeraskan tidak menjadi getas tetapi keras dan juga ulet.

C. Klasifikasi Baja
Berdasarkan banyaknya karbon yang dikandung baja, dapat

dibedakan menjadi dua bagian, yaitu: 1. Baja tempa yang mengandung berkisar antara 0,01 s/d 1,7 % karbon. 2. Baja tuang yang mengandung berkisar antara 2,3 s/d 3,5 % karbon, baja ini sangat tidak baik untuk ditempa.

Pengelompokan dan Standarisasi Baja Pengelompokan Baja
1) Baja Karbon
Baja karbon adalah paduan besi kar bon di mana unsure karbon sangat menentukan sifat -sifatnya, sedang unsur-unsur paduan lainnya yang biasa terkandung di

dalamnya terjadi karena proses pembuatannya. Sifat baja karbon biasa ditentukan oleh persentase karbon dan

mikrostruktur.

2)

Baja Paduan
Baja paduan adalah baja yang mengandung sebuah

unsur lain atau lebih dengan kadar yang berlebih daripada karbon biasanya dalam baja karbon.

3

tahan terhadap korosi.Menurut kadar unsur paduan. baja listrik. 3) Baja Khusus Baja khusus mempunyai unsur -unsur paduan yang karena yaitu pemakaian-pemakaian baja than karat. Unsur utama dari baja tahan karat adalah Khrom sebagai unsure terpenting untuk memperoleh sifat tahan terhadap korosi. Baja perkakas adalah baja yang dibuat tidak berukuran besar tetapi memegang paduan peranan dalam industri-industri. Standarisasi Baja 1) Amerika Serikat a) ASTM ( American Society for Testing Materials ) o Strogen Steel (H3 9M-94) o High Strength Low alloy Structure Steel (H2 42M-93a) 4 . Baja listrik banyak dipakai dalam b idang elektronika. diperlukan untuk Unsure-unsur dalam karbitnya memperoleh sifat-sifat tersebut dan kuat pada temperature tinggi. baja paduan dapat dibagi ke dalam dua golongan yaitu baja paduan rendah dan baja paduan tinggi. baja yang tahan khusus. Baja tahan panas. Baja baja tinggi khusus perkakas. baja tahan karat martensitas dan austenitis. Baja rendah unsur paduannya di bawah 10% sedangkan baja paduan tinggi di atas 10%. Baja ini harus tahan korosi pada suhu lingkungan lebih tinggi atau oksidasi. Baja tahan karat ada tiga macam menurut strukturnya yaitu baja tahan karat feritis. panas.

Quenhead and Temporal alloy steel plate euatable for andirum (A 514-94m) o Structural Steel mide 290 MPa minimum Yield point (BMM) maximum o High Strongth Low alloy alambium vanadium steel of structural quality (43. ini berarti kandungan karbonnya adalah 0.4%-1. nikel copped evanium monodin.4%) c) Menurut UNS (United Numbering System) Baja menurut standar UNS hampir sama dengan standar AISI dan SAE.72m-94a) o Structural carbon steel plate of improved longers (AS 37M-93a) o High Strength Low alloy Structural Steel 345 MPa minimum yield point 100 mm thickness (AS 88M-94a) o Normalized high Strength Low alloy Structural Steel (A633-94a) o Low carbonate hardening. Contoh baja AISI.4% dengan paduan uranium (0.o Low and Intermediate tensile Strength carbon silicon. corombium and nikel copper columbion allow steel (A710M-94) o Hot road stuktural steel high Strength Low alloy plate with improved in ability (A 610 M-93a) o Quenhead and tempered carbon steel plates for structural aniration (A 678-94a) b) AISI (Americal Iron and Steel Institute) and SAE (Society of Automotive Engineers) Baja menurut standarisasi AISI dan SAE merupakan spesifikasi dengan loxx digunakan untuk paduan yang sangat minimal. hanya saja menggunakan huruf di depan ditambah lima digit untuk 5 . steel plate for machine pane and general construction (A 284M-38) o High Steel Strength. SAE 1445.

SAE A 0.70% UNS menjadi G41070 di mana awalnya G untuk baja karbon paduan rendah.) Steel for general structural purposes (17100-80) Waldable tine astin steel (17102-83) 4) o o Standarisasi Perancis (NF) Structural Steel (A 35-501-87) Structural Steel Imprived atmosphere votection vistance (H 35-502-DA 6 .jenis tambahan lainnya misalnya baja AISI. 2) o o o Jepang (JIS = Japan Industrial Standar) Rolled Steel for general structural (G 3101-87) Rolled Steel for walled structural (G 3106-92) Hot Rolled Atmosphetle corrosion resisting steel (G 312887) o Hot Yield Strength Steel plate for walled structural (G 3128-87) o Superior atmosphere corrosion resistant steel (G 3215 87) 3) o o Standarisasi Jerman (DIN = Deutsche Industrie Norm.

Struktur Baja Bentuk struktur baja: Body Centered Cubic (BCC) kubus pusat dalam yaitu bentuk struktur yang terbuka.D. Si Baja E. Close Packed Hexagonal (CPH) yaitu benuk struktur yang sangat tertutup. ¢ ¡     7 . Face Centered Cubic (FCC) yaitu bentuk struktur tertutup.

Kita harus bisa terampil melakukan proses ± proses perlakuan panas terhadap logam dengan metode yang benar. Supaya kita bisa menentukan suatu proses perlakuan panas terhadap logam yang akan diproses .BAB II : Isi Heat treatment 1. contohnya suatu logam atau pa duan akan mempunyai sifat mekanis yang berbeda -beda struktur mikronya diubah. Untuk mengetahui dan memahami tentang seluruh proses dan metoda yag baik dan benar pada saat prktek heat treatment. Definisi Heat Treatment ( perlakuan panas ) adalah salah satu proses untuk mengubah struktur logam dengan jalan memanaskan specimen pada elektrik terance ( tungku ) pada temperature rekristalisasi selama periode waktu tertentu kemudian didinginkan pada media pendingin seperti udara. Tujuan a. b. Untuk mendapatkan hal ini maka kecepatan pendinginan dan batas temperature sangat menetukan 2. Perlakuan panas adalah proses kombinasi antara proses pemanasan aatu pendinginan dari suatu logam atau paduannya dalam keadaan padat untuk mendaratkan sifat -sifat tertentu. ai r faram. oli dan solar yang masing-masing mempunyai kerapatan pendinginan yang berbeda-beda. MENGENAL PERLAKUAN PANAS (HEAT TREATMENT) PADA BAJA 8 . c. air. Dengan adanya pemanasan atau pendinginan degnan kecepatan tertentu maka bahan-bahan logam dan paduan memperlihatkan perubahan strukturnya. Sifat-sifat logam yang terutama sifat mekanik yang sangat dipengaruhi oleh struktur mikrologam disamping posisi kimianya.

Flame hardenin g. dimulai dengan pemanasan sampai ke temperatur tertentu. Near Equilibrium (Mendekati Kesetimbangan) Tujuan umum dari perlakuan panas jenis Near Equilibrium ini diantaranya adalah untuk : melunakkan struktur kristal. Non Equilirium (Tidak setimbang) Tujuan umum dari perlakuan panas jenis Non Equilibrium ini adalah untuk mendapatkan kekerasan dan kekuatan yang lebih tinggi. Austempering. Proses laku-panas adalah kombinasi dari operasi pemanasan dan pendinginan dengan kecepatan tertentu yang dilakukan terhadap logam atau paduan dalam keadaan padat. Suatu paduan dengan komposisi kimia yang sama dapat memiliki strukturmikro yang berbeda. Jenis dari perlakukan panas Near Equibrium. Proses laku-panas pada dasarnya terdiri dari beberapa tahapan. baru kemudian dilakukan pendinginan dengan kecepatan tertentu. Normalizing dan Homogenizing. Martempering. Surface Hardening (Carburizing. sebagai suatu upaya untuk memperoleh sifat-sifat tertentu. Stress relief Annealing. Secara umum perlakukan panas (Heat treatment) diklasifikas ikan dalam 2 jenis : 1. menghilangkan tegangan dalam dan memperbaiki machineability. tidak ada salahnya jika kita sedikit mereview kembali (mengulang kembali) pengetahuan kita tentang Diagram Near Equilibrium 9 . Induction hardening) Sebelum kita membahas lebih jauh lagi tentang perlakuan panas. misalnya : Hardening. lalu diikuti dengan penahanan selama beberapa saat.Sifat mekanik tidak hanya tergantung pada komposisi kimia suatu paduan. dan sifat mekaniknya akan berbeda. Jenis dari perlakukan panas Non Equibrium. terutama proses laku-panas yang diterima selama proses pengerjaan. Strukturmikro tergantung pada proses pengerjaan yang dialami. menghaluskan butir. Spheroidizing. tetapi juga tergantung pada strukturmikronya. 2. Nitriding. Process annealing. misalnya : Full Annealing (annealing). Cyaniding.

008%C = Batas kelarutan maksimum Carbon pada Ferrite pada temperature kamar 0. Garis Solvus ialah garis yang menunjukan batas antara fasa padat denga fasa padat atau solid solution dengan solid s olution.025%C = Batas kelarutan maksimum Carbon pada Ferrite pada temperature 723 Derajat Celcius 0.Ferrite-Cementid (Fe-Fe3C) Penekanan kita terletak pada Struktur mikro. Garis Acm = garis kelarutan Carbon pada besi Gamma (Austenite) Garis A3 = garis temperature dimana terjadi perubahan Ferrit menjadi Autenite (Gamma) pada pemanasan. Garis Solidus ialah garis yang menunjukan akhir dari proses pembekuan (pendinginan).1%C = Batas kelarutan Carbon pada besi Delta pada temperature 1493 Derajat Celcius Garis-garis Garis Liquidus ialah garis yang menunjukan awal dari proses pendinginan (pembekuan). 10 . Kandungan Carbon 0. garis-garis dan Kandungan Carbon.3%C = Titik Eutectic 0.83%C = Titik Eutectoid 2%C = Batas kelarutan Carbon pada besi Gamma pada temperature 1130 Derajat Celcius 4.

83%C.025%C pada temperature 723 Derajat Celcius.Garis A1 = garis temperature dimana terjadi perubahan Austenite (Gamma) menjadi Ferrit pada pendinginan. Garis A2 = Garis temperature dimana terjadi transformasi magnetic pada Ferrite. struktur kristalnya BCC (Body Center Cubic) dan pada temperature kamar mempunyai batas kelarutan Carbon 0. Garis A0 = Garis temperature dimana terjadi transformasi magnetic pada Cementid. Struktur mikro Ferrite ialah suatu komposisi logam yang mempunyai batas maksimum kelarutan Carbon 0. Lediburite ialah campuran Eutectic antara besi Gamma dengan Cementid yang dibentuk pada temperature 1130 Derajat Celcius dengan kandungan Carbon 4. Pearlite ialah campuran Eutectoid antara Ferrite dengan Cementid yang dibentuk pada temperature 723 Derajat Celcius dengan kandungan Carbon 0.3%C.008%C. struktur kristalnya FCC (Face Center Cubic). Cementid ialah suatu senyawa yang terdiri dari unsur Fe dan C dengan perbandingan tertentu (mempunyai rumus empiris) dan struktur kristalnya Orthohombic. Austenite ialah suatu larutan padat yang mempunyai batas maksimum kelarutan Carbon 2%C pada temperature 1130 Derajat Celcius. 11 .

Tahapan dari proses Anneling ini dimulai dengan memanaskan logam (paduan) sampai temperature tertentu. Anneling ialah suatu proses laku panas (heat treatment) yang sering dilakukan terhadap logam atau paduan dalam proses pembuatan suatu produk.Dari sedikit penjelasan diatas dapat kita tarik benang merah bahwa secara umum laku panas dengan kondisi Near Equilibrium itu dapat disebut dengan anneling. Jenis Anneling itu beraneka 12 . menahan pada temperature tertentu tadi selama beberapa waktu tertentu agar tercapai perubahan yang diinginkan lalu mendinginkan logam atau paduan tadi dengan laju pendinginan yang cukup lambat.

lamanya waktu penahanan. Pendinginan secara tidak berlanjut . Sehingga kita akan mengenal dengan apa yang disebut : Full Annealing (annealing). 13 . Proses pendinginan pada diklasifikasikan menjadi 2 jenis : heat treatment dapat 1. temperature pemanasan. Jika baja terbuat dari tempratur yang sangat tinggi kemudian menangkap temperature rendah. Process annealing. Spheroidizing. dll. tergantung pada jenis atau kondisi ben da kerja. laju pendinginan (cooling rate). Itu bias di lihat dalam diagram dibawah: Diagram Isothermal Transformation y pada masing ± masing diagram komposisi di atas terutama menghitung kadar karbon pada suatu baja. maka itu akan menhasilkan struktur mikro yang berbeda.ragam. Stress relief Annealing. Normalizing dan Homogenizing.

kecepatan pendinginan akan menghasilkan ukuran benda yang lebih kecil. 14 . Perhitungan ukuran sangat terpengaruh oleh pemanasan pada suhu tinggi. maka akan didapat srukutur martensit Karbon yang terlalu tinggi. maka kedua kurva akanmengalami pergeseran ke kanan. Kecepatan pendinginan berpengaruh kepada struktur micro yang mana bentuk capat dilihat pada diagram dibawah. pendinginan secara terus menerus Pada saat melakukan proses pendinginan akan membuat material dingin dengan cara terus menerus dari suhu tinggi ke suhu rendah. 2.83% suhu yang ditangkap akan membentuk struktur perlit ferit. y y y Ketika suhu didapt dibawah garis horizontal. durasi pemanasan dan panjangnya pemansan dan akan meningkatkan benda lebih besar.y Untuk menjadi agresif dengan carcbo kurang dari 0. y Ketika suhu didapat dibawah kurva C tapi tetap disamping atas garis horizontal . maka akan didapat strukutr mikro bainit ( lebih keras dari perlit).

Case Hardening. Anealing. 15 . Carburizing. Soft Anealing. Pada proses pendinginan seperti terlihat pada garis (b) akan menghasilkan strukur micro perlit dan bainit.Flame Harden. Banyak proses yang harus dilakukan pada proses heat treatment atau perlakuan panas seperti Hardening.y y y Proses pendinginan secara pelan ± pelan seperti pada garis (a) akan menghasilkan strukur micro perlit dan ferlit. Pada proses pendinginan secar cepat seperti terlihat pada garis (c) akan menghasilkan struktur micro martensit. Normalizing. Stress Relieving.

Hardening bertujuan agar baja yang digunakan menjadi keras. Hardening dibutuhkan untuk merubah struktur dari ³the body center´ ke ³ face centered cubic ³ struktur atau bagian autenitik.1. Umunya benda yang dikeraskan adalah baja. tahan aus dan berumur panjang atau mampu berpenetrasi. Struktur ini merupakan struktur paling kuat dan ulet. ketika tiba ± tiba didinginkan . 16 .maka akan membentuk struktur martensit. Ketika pendinginan yang benar ± beanr pelan kemudian akan membentuk struktur pearlit struktur ini benar ± benar lunak.B. Baja yang dipanaskan ke bagian autenitik. Untuk lebih meningkatkan keuletan suatu baja maka harus dilakukan proses tempeing setelah melakukan proses hardening agar mencapai keuletan yang tinggi. HARDENING Hardening adalah proses peningkatan kekerasan dan keulten suatu baja. Namun ketika didinginkan secara pelan ± pelan maka akan membentuk struktur austenite dan perlit dimana sebadian keras dan sebagian lagi memiliki srtuktur yang agak lunak.

pemanasan awal . yang akan menurunkan kekerasannya. pemanasan: a. Penahanan waktu y Diberikan agar benda yang telah di panaskan memiliki suhu yang merata. penahanan waktu (waktu yang dibutuhkan agar pemanasan merata ke seluruh bagian ) a.700°C . y Apabila terlalu lama akan membuat besarnya butiran austenite dan memperbesar jumlah sisa ± austenite. b. 2. Pemanasan awal (suhu 600-700 oC ) b. y Apabila terlalu pendek waktu. karbon tidak akan larut dengan sempurna sehingga kekerasannya rendah . bertujuan agar benda tidak terkejut pada saat proses . Setelah suhu meningkat untuk mencapai suhu austenite. pemanasan akhir ini merupakan proses akhir setelah proses pemanasan awal sampai benda mulai berubah ke level austenite (kurang lebih suhu mencapai 930°C ).Langkah ± langkah yang harus diperhatikan: 1. jenis material yang akan dikeraskan. pemanasan akhir (suhu 1000 oC) c. 17 . proses ini memakai suhu 600 . diberikan agar panas menyebar ke seluruh benda. ini merupakan tahap awal pada proses hardening.

caustic soda dll. Untuk mendapatkan kehomogenan ini maka audtenit perlu waktu pemanasan yang cukup. Air yang berdekatan dengan baja panas akan menghasilkan uap. Contoh yang menggunakan cairan adalah air. Selanjutnya secara cepat baja tersebut dicelupkan ke dalam media pendingin. yaitu dengan menggunakan cairan dan dry quenching. tergantung pada kecepatan pendingin yang kita inginkan untuk mencapai kekerasan baja. imi berupa fase yang sangat keras dan bergantung pada keadaan karbon. akan terjadi kontak langsung antara air dengan baja panas. Proses ini 18 . Quenching Quenching adalah kegatan yang dilakukan agar baja yang panas menjadi dingin. Pada waktu pendinginan yang cepat pada fase austenit tidak sempat berubah menjadi ferit atau perlit karena tidak ada kesempatan bagi atom-atom karbon yang telah larut dalam austenit untuk mengadakan pergerakan difusi dan bentuk sementitoleh karena itu terjadi fase lalu yang mertensit. air garam.3. Proses quenching atau pengerasan baja adalah suatu proses pemanasan logam sehingga mencapai batas austenit yang homogen. Media yang dpakai pada proses quenching dibagi ke 2 macam. Sedangkan untuk dry quenching menggunakan udara. Air : Pendinginan dapat dilakukan dengan cara memasukan baja panas kedalam air. oli.

Air adalah media pendinginan yang baik. Tetapi. Dengan pergolakan yang baik. lebih baik daripada air. aira garam lebih memilkii sifat korosif dibandingkan air biasa. Air garam: Air garam adalah media pendinginan yang lebih baik jika dibandingkan dengan air biasa karena gelembung akan mudah pecah dan memenuhi aliran pendingin pada suatu bagian. CAUSTIC SODA : Causatic soda berisi 10% dari beratnya. Tanah : Tanah digunakan untuk mendinginkan bagian dari baja. setelah di las agar mengurangi keretakan. Meskipun aiar akan bias mengakibat kan korosi pada baja. Biasanya digunakan untuk pendinginan secara pelan ± pelan.dan aliran air kadang ± kadanag bias membuat baja menjadi retak. Contohnya: baja tuangan disimpan di box. gelombang akan mencegah baja dari lengket. Perlu diperhatikan : causatic soda harus menggunakan penanganan khusus karena akan berbahaya pada kulit dan pakaian. dan dengan mencegah bintik ± bintik kecil.dilakukan secara pelan -pelan hingga gelembung ± gelembung panas hilang. Causatic soda digunakan hanya untuk beberapa jenis da ri baja dan tidak pernah digunakan untuk mendinginkan baja nonferrous . 19 .

oli: oli adalah salah satu media yang digunakan untuk proses pendinginan. Melainkan oli khusus yang memilki titik bakar yang tinggi 1.Gambar bak pendingin. Beberapa baja paduan tinggi didinginkan di udara 20 . Oli yang digunkan bukan seprti oli yang kita kenal. Proses quenching menggunakan udara dapat dilakukan dengan cara disemburkan (Air blast). Udara Udara adalah media pendingin yang lambat..

Fabrikasi POLMAN : 1. Oven Temper 21 . Perlengkapan Untuk Proses Heat Treatment 1) Dapur Pemanas Beberapa contoh dapur pemanas yang berada di Lab. Didalam ruangan ini diletakkan benda -benda kerja yang akan dipanaskan. 2. Dapur Kamar Dapur ini mempunyai bentuk kamar yang ditutup dengan sebuah pintu.A.

Dapur Terbuka Dapur terbuka ini digunakan untuk flame hardening. Benda kerja yang akan dipanaskan ditutupi oleh arang yang bertujuan untuk mencegah terjadinya oksidasi. 22 .Gambar sebelah kanan menunjukan penampang dalam oven temper. Kotak ini terbuat dari baja tahan panas. Oven temper digunakan untuk menemper baja-baja yang sudah di´quenching´. Suhunya relatif rendah dibawah suhu ³hardening´. Untuk flame hardening ini digunakan gas elpiji dan oksigen 2) Kotak Pemanas Kotak pemanas digunakan untuk tempat pengepakan benda kerja yang akan dipanaskan. 3. selain itu arang tersebut dap at menambah kandungan karbon benda kerja sehingga semakin keraslah benda kerja yang dihasilkan.

5) Pengait Alat ini digunakan untuk memudahkan pengambilan benda kerja yang panas. Kawat yang digunakan untuk mengikat benda kerja adalah kawat beton yang mempunyai diameter 1÷1.3) Tang Pemotong Dipakai untuk memotong kawat pengikat. 23 . 4) Kawat Tali Kawat tali ini berfungsi untuk mengikat benda kerja yang akan dihardening sehingga memudahkan dalam proses pengangkatan setelahnya.5 mm dan mampu menahan suhu sampai 1300°C. juga membantu dalam proses ³Flame Hardening´.

6) Gas ELPIJI Gas ELPIJI ini digunakan sebagai bahan bakar dalam proses flame hardening. besar kecilnya nyala api yang dihasilkan diatur dengan brander ini. 7) Brander (Forch) Brander berfungsi sebagai pencampur gas (ELPIJI) dengan udara (oksigen). 24 .

2%. struktur logam adalah ferrite dan perlite.1 %. Pada suhu 6480 C dengan kompisisi karbon 0. struktur logam berbentuk Body Center Cubics Pada suhu 10000 C.4%. struktur logam menjadi Pada suhu 13000 C struktur logam kembali berbentuk Body Center Cubics Pada suhu 6480 C dengan kompisisi karbon 0.8%. struktur logam adalah pearlite dan cementite Note: Pearlite adalah dua phase yang terdiri dari bagian alpha ferrite dan cementite Cementite adalah gabungan dua unsure kimia yaitu Besi dan karbon yang menjadi F 3C £ ¤ £ 25 . dengan komposisi karbon yang sama.IRON CARBON EQ ILIBRIUM DIAGRAM Keterangan grafik : Pada suhu >13000 C logam memasuki titik cairnya ditunjukkan dengan warna putih Pada suhu antara 11000 -13000 C logam memasuki fase Astenite + Cementite Pada suhu antara 3000 ± 4000 C dengan kompisisi karbon 0. struktur logam adalah Pada suhu 6480 C dengan kompisisi karbon 1.

lH dT m TABEL HARDENING l u P 26 .

WARNA UNTUK ROSES TEMPERING 27 .

Tempering Proses temperature tempering di adalah pemanasan baja sampai kemudian sedikit bawah temperature kritis. Prinsip dari proses normalizing adalah untuk melunakkan logam. Mungkin berupa pengerasan dan ini tergantung dari kadar karbon . Menghilangkan tegangan dalam / sisa 3. Normalizing Normalizing adalah suatu proses pemanasan logam hingga mencapai fase austenit yang kemudian diinginkan secara perlahanlahan dalam media pendingin udara. didiamkan dalam tungku dan suhunya dipertahankan sampai merata selama 15 menit. Memperbaiki butir-butir logam. d. Anneling Proses anneling atau melunakkan baja adalah prose pemanasan baja di atas temperature kritis ( 723 °C )selanjutnya dibiarkan bebrapa lama sampai temperature merata disusul dengan pendinginan secara perlahan-lahan sambil dijaga agar temperature bagian luar dan dalam kira-kira samahingga diperoleh struktur yang diinginkan dengan menggunakan media pending in udara. Jika kekerasan turun. Hasil pendingin ini berupa perlit dan ferit namunhasilnya jauh lebih mulus dari anneling. Selanjutnya didinginkan dalam media pendingin.b. c. Namun pada baja karbon tinggi atau baja paduan tertentu dengan proses ini belum tentu memperoleh baja yang lunak. Dalamhal ini keuletan dan ketangguhan baja akan meningkat. Tujuan proses anneling : 1. maka kekuatan tarik turun pula. Melunakkan material logam 2. 28 .

karbonitiding Adalah suatu proses pengerasan permukaan dimana baja dipanaskan di atas suhu kritis di dalam lingkungan gas dan terjadi penyerapan karbon dan nitrogen. Dalam cara ini. kaburasi cair dan karburasi gas. baik dalan bentuk padat. mengandung karbon. Jenis-jenis pengerasan permukaan 1. 2.80 sampai 0. Nitriding 510°c dalam lingkungan gas ammonia selama beberapa adalah proses pengerasan permukaan yang dipanaskan ¥ 29 . Keuntungan karbonitiding adalah kemampuan pengerasan lapisan luar meningkat bila ditambahkan nitrogen sehingga dapat diamfaatkan baja yang relative murah ketebalan lapisan yang tahan antara 0. 4. sampai waktu. karburasi Cara ini sudah lama dikenaloleh orang sejak dulu.Meskipun proses ini akan menghasilkan baja yang lebih lemah.75 mm. Beberapa bagian dari cara kaburasi yaitu kaburasi padat. mungkin berupa pengerasan dan ini tergantung oleh kadar karbon. besi dipanaskan di atas suhu dalam lingkungan yang cair ataupun gas. 3. Proses ini berbeda dengan anneling karena dengan proses ini belum tentu memperoleh baja yang lunak. cyaniding Adalah proses dimana terjadi absobsi karbon dan nitrogen untuk memperoleh specimen yang keras pada baja karbon rendah yang sulit dikeraskan.

Percobaan pada saat praktek : mat ial yang di uji ( setelah proses hardening) Bagian depan 70 69 68 67 66 65 64 63 62 61 1st 2nd 3rd 4th 5rd 6rd HRC Percobaan Bagian belakang 30 .

6 59.2 60 59.67.4 59.5 67 66.5 59 1st 2nd 3rd 4rd 5rd 6rd 62 61 60 59 58 57 56 55 1st 2nd 3rd 4rd 5rd 6rd HRC East Testing Bagian belakang 200 oC 66 65 64 63 62 61 60 59 58 57 1st 2nd 3rd 4rd 5rd 6rd 60.5 60 59.8 59.2 59 58.5 62 61.8 58.5 64 63.4 1st 2nd HRC HRC HRC Testing 31 § § § § ¦ § 300 o C Testing 300 oC 3rd 4rd 5rd 6rd Testing .6 58.5 61 60.5 1st 2 3r 4r 5r 6r HRC Percobaan Hasil setelah proses tempering pada suhu 200 oC dan 300 oC Bagian depan 200 oC 62.5 66 65.5 63 62.5 65 64.

Proses tempering 200 oC adalah 62 HRC.  Tempe i g 0 0 o C  54 3 4 5 6 65 6 67 60 64 60 64 60 64 63 59 59 60 60 32      © 1s ¨ 3 4 5 6 .perbandingan 80 70 60 50 40 30 0 10 0    © H e i g ©  65 61 61 64 © 65 61 60 67 60 59 69 © 67 60 59 Tempe i g 00 o C Tempe i g 300 Oc  6 6 57 59 Bagian depan 68 66 64  6 60 58 56       1s     H e i g   65 65 Tempe i g 300 Oc  60 60 Bagian belakang Pada proses harden ntuk amutit standar HRC adalah 63 -65. Proses tempering 300 oC adalah58 HRC.

5 65 64.Material yang di uji 1. Dan holding time selama 30 menit. 67.5 67 66.5 1st 2nd 65 3rd 67 4rd 64 5rd 64 6rd 64 East 65 33 .5 66 65.5 63 62. Setelah itu quenching di oli Dan diperoleh hasil seperti tabel di bawah.5 64 63. Wheel Material di atas di proses dengan memasukannya ke dalam dapur kamar dengan suhu sekitar 850.

Berikut data yang di dapat: 5 5 ) 0! 5 51 5 51 0 0 50 5 ( () ( s 51 1 5 3 51 1 3. maka quenching dilakukan dengan media air.2. Nut Pin Material ini merupakan VCN. Lalu di tempering dengan suhu sekitar 250 derajat C. Tuas penarik Tuas penarik ini di proses dengan cara flame harden lalu di temper dengan suhu 300 derajat C. #$ #"! 1s ' 3 &% 34 . Karena material ini merupakan EMS 45. dengan menggunakan media pendingin oli.

. Lalu di tempering dengan suhu 200 derajat C. media pendingin yang di gunakan adalah oli. 7 . 1st r r r r 8 8 8 s 55 7 1 @ 99 @ @9 @ 9 A @ B9 2 4 3 55 7 46 9 76 Material ini barasal dari VCN. . Bush Data yang didapat: 9 @9 @9 East 7 35 9 A 9 A 9 A @ 9 7. .Data yang didapat: 58 56 54 50 2 5 48 46 44 45 4 32 1s 1 4. . di proses dengan menggunakan flame harden. .

media pendingin yang digunakan dengan menggunakan air.2 54 53. Pengunci Material ini terbuat dari EMS 45. 54. setelah itu dilkukan proses tempering dengan suhu 300 derajat C.6 53.6 54. 53. Data yang di dapat : E 55.4 54.2 55 54.4 C D 1st st 2nd 3rd 55 55 54 36 .5.

data yang di dapat : 4 41 40 9 8 7 6 5 4 F H F F F H 1st G r G F East 5. 40. dan dilakukan proses menggunakan flame harden. lokator material ini terbuat dari VCN. Setelah itu di proses tempering dengan suhu 250 derajat C.6. media pendingin yang digunakan adalah oli.5 40. 37 .

Hasil yang kurang merata. Lakukan pemanasan benda secara merata. Menggunakan metode sesuai instruksi using correct flame. Pembacaan diagram yang kurang teliti . 38 . Perlakuan panas dapat dilakukan dengan berbagai cara atau metode seperi :annealing. tempering. Serta baja tersebut dapat tahan aus dan lebih lama masa penggunaanya. Hal ± hal yang harus diperhatikan : y y y y Permukaan harus bersih dari terak. quenching dll. Perlakuan panas adalah metode dimana merubah sruktur mikro suatu baja menjadi lebih keras dan ulet. Kesimpulan. Solusi : y y Harus teliti pada saat melihat table. Menyusun langkah ± langkah penyetingan api yang benar. case hardening. Harus lah melakukan proses pembakaran yang benar. Kesalahan pada proses penyetingan api. surface have to clear of terak.BAB III : Penutupan Masalah yang di hadapi: y y y y Warna pada saat pembakaran yang kuran jelas terlihat. Nyalakan apai sesuai prosedur.

id http://www.id 39 .com http://www.multiply.ac.csu.Daftar Pustaka : http://rathocivil02.edu.com/ http://eprints.ac.scribd.ui.blogspot.com http://okasatria.ht ml http://sapuijux.hsc.wordpress.au/engineering_studies/transport/2522/heat_treat_answers.com http://repository.ums.