You are on page 1of 5

PRAKTIKUM 2 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Dasar Teori Untuk menumbuhkan media diperlukan suatu substrat yang disebut media. Sedangkan media itu sendiri sebelum dipergunakan harus dalam keadaan steril, artinya tidak ditumbuhi oleh mikroba lain. Agar mikroba dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di dalamnya, diperlukan persyaratan tertentu, misalnya: 1. Bahwa di dalam media harus terkandung semua unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangbiakkan mikroba. 2. Bahwa media harus mempunyai tekanan osmosa, tegangan permukaan dan pH yang sesuai dengan pertumbuhan mikroba. 3. Bahwa media harus dalam keadaan steril, artinya sebelum ditanami mikroba yang dimaksud, tidak ditumbuhi oleh mikroba lain yang tidak diharapkan. (Pengantar Mikrobiologi : Umum; halaman 60)

Derajad keasaman (pH): pH optimum pertumbuhan bagi kebanyakan bakteri terletak antara 6,5 ± 7,5. Kebanyakan bakteri lebih baik hidup di dalam suasana netral (pH=7) atau sedikit basa (pH 7,2 ± 7,4). Umumnya asam mempunyai pengaruh buruk terhadap pertumbuhan bakteri,. Namun beberapa bakteri dapat tumbuh dalam suasana sangat asam atau sangat alkalin. Bebrapa bakteri yang hidup dalam suasana asam misalnya bakteri yang hidup pada gusi manusia, yaitu Streptococcus rautains. Bagi kebanyakan spesies nilai pH

yaitu sama dengan pH darah. Artinya. Bila bakteri dikultivasi di dalam suatu medium yang mula-mula disesuaikan pHnya. Larutan penyangga ialah senyawa atau pasangan senyawa yang dapat menahan penambahan pH. pada bahan atau peralatan tersebut tidak didapatkan .4. maka mungkin sekali pH ini akan berubah sebagai akibat adanya senyawa-senyawa asam atau basa yang dihasilkan selama pertumbuhan. Suatu kombinasi garam-garam fosfat seperti KH2PO4 dan K2 HPO4 digunakan secara luas dalam media bakteriologis untuk tujuan ini. Bakteri yang pathogen pada manusia tumbuh baik pada pH 6. Beberapa bahan nutrisi medium seperti pepton. Pergeseran pH juga dapat dicegah dengan menggunakan larutan penyangga dalam medium. Pergeseran pH ini dapat sedemikian besar menghambat pertumbuhan organism. Sterilisasi : Bahan ataupun peralatan yang dipergunakan dalam bidang mikrobiologi harus dalam keadaan steril.minimum dan maksimum adalah antara 4 dan 9. perlu atau tidaknya suatu medium diberi larutan penyangga bergantung pada maksud penggunaannya dan dibatasi oleh kapasitaspenyangga yang dimiliki senyawa-senyawa yang digunakan..8 ± 7.hal ini dilakukan dengan cara menambahkan larutan NaOH jika pH suatu media dirasa terlalu rendah dan menambahkan HCl jika media dirasa ber-pH terlalu tinggi. misalnya 7. (Dasar-dasar Mikrobiologi I : Hal 140 -142) (Mikrobiologi dan Parasitologi : Hal 92) pH juga dapat diatur sedemikian hingga sesuai dengan kebutuhan untuk pertumbuhan suatu mikroorganisme di dalam suatu media. juga mempunyai kapasitas penyangga.

Cara sterilisasi ini dapat dilakukan dengan menggunakan udara panas atau uap air panas dengan tekanan tinggi. (Pengantar Mikrobiologi Umum : Hal 65 . Jika medium mengandung vitamin. Cara ini umum dipergunakan untuk mensterilkan alat gelas. tetapi juga untuk tujuan-tujuan lain.mikrobia yang tidak diharapkan kehadirannya baik yang akan menggangu atau merusak media ataupun menggangu kehidupan dan proses yang sedang dikerjakan.66) (Dasar-dasar Mikrobiologi : Hal 37-38) 1. Bejana ini mempunyai temperatur 121o dengan tekanan 15 psi yang berarti 1 atm per cm2 selama kurang lebih 15 ± 20 menit tergantung banyak sedikitnya media yang perlu disterilkan. Sterilisasi dengan uap air panas dan tekanan tinggi merupakan cara yang paling banyak digunakan misalnya dengan penggunaan alat yang sudah dikenal yang dinamakan autoclave. seleksi.2 Latar Belakang Penggunaan media bukan hanya untuk pertumbuhan dan perkembangbiakkan mikroba. dengan temperatur di dalamnya antara 170o ± 180o C. Perbuatan ini perlu untuk menghindari terurainya zat-zat tersebut. waktu yang diperlukan adalah selama 2 jam. Selama senyawa kimia yang akan disterilkan tidak akan berubah atau terurai akibat temperature tinggi dan tekanan tinggi selama itu sterilisasi secara fisik dapat dilakukan. Dengan udara panas. maka setelah sterilisasi sependek-pendeknya dalam autoclave. evaluasi. dipergunakan alat yang dinamakan bejana/ ruang panas (oven). medium tersebut haruslah segera didinginkan sesudah dikeluarkan dari autoclave. Artinya penggunaan beberapa jenis zat . dan diferensiasi biakan yang didapatkan. gelatin atau gula. misalnya untuk isolasi.

Pembenihan Gula-gula Deteksi fermentasi oleh mikroorganisme. Contoh: a. seperti Vibrio cholera. (Pengantar Mikrobiologi Umum : Hal 162) Misalnya: 1. 2. Media Identifikasi Media identifikasi bertujuan untuk mengidentifikasi mikroorganisme berdasarkan sifat-sifat biokimia dan masing-masing jenis mikroorganisme. Sehingga tiap -tiap media mempunyai sifat (spesifikasi) tersendiri sesuai dengan maksudnya. c. banyak dilakukan dan dipergunakan. Media Blood Agar Menumbuhkan bakteri yang bersifat haemolysis. Misalnya Haemophilus influenza dan Haemophilus ducreyi. Media Penyubur Media penyubur adalah media yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah mikroorganisme yang diduga terlalu sedikit dalam bahan sampel. Diplococcus pneumonia. Vibrio El-Ter Menumbuhkan bakteri yang bersifat haemodigesti. . Contoh: a.tertentu yang mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangbiakkan mikroba. b. Cooklat Agar Menumbuhkan bakteri Haemophilus sp. sehingga mudah dihitung dan dianalisa lebih lanjut. contohnya Sterptococcus haemolytics.

3. Media Selektif Media selektif yaitu media kompleks yang mengandung senyawa tertentu sehingga selektif terhadap pertumbuhan mikroorganisme tertentu pula. indol dan motilitasnya. 4. d. 2005) berdasarkan penggunaan citrate . Media Serbaguna (Universal) Pembenihan serbaguna yaitu pembenihan yang dapat ditumbuhi oleh hamper semua jenis bakteri. pemeliharaan kuman maupun untuk mengecek kemurnian kultur yang didapat dari plate. (Pengetahuan Media. Urea Agar Deteksi rapid umase activity pada golongan prosteur dan golongan enterobacteriaceae. Media untuk Tes Kepekaan (Sensitivity Test) Contoh: Muller Hinton Agar 5.b. Simone Citrat Agar Membedakan golongan Enterobacteriaceae sebagai sumber bahan karbon. Digunakan untuk subkultur. Contoh: Nutrient Agar Nutrient Agar yaitu media serbaguna (universal). SIM Medium Membedakan golongan mikroorganisme berdasarkan pada produksi sulfur. c.