Tentang Strategi S.T.A.

D (Student Teams Achievement Division)
by R-IDJAL on 10:17 AM, 12-May-11

Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Student Teams Achievement Division (STAD) merupakan salah satu metode atau pendekatan dalam pembelajaran kooperatif yang sederhana dan baik untuk guru yang baru mulai menggunakan pendekatan kooperatif dalam kelas, STAD juga merupakan suatu metode pembelajaran kooperatif yang efektif. Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa pembelajaran kooperatif tipe STAD terdiri lima komponen utama, yaitu penyajian kelas, belajar kelompok, kuis, skor pengembangan dan penghargaan kelompok. Selain itu STAD juga terdiri dari siklus kegiatan pengajaran yang teratur. Variasi Model STAD Lima komponen utama pembelajaran kooperatif tipe STAD yaitu: a) Penyajian kelas. b) Belajar kelompok. c) Kuis. d) Skor Perkembangan. e) Penghargaan kelompok. Berikut ini uraian selengkapnya dari pembelajaran kooperatif tipe StudentTeams Achievement Division (STAD). 1. Tujuan utama dari pengajaran ini adalah guru menyajikan materi pelajaran sesuai dengan yang direncanakan. Setiap awal dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD selalu dimulai dengan penyajian kelas. Penyajian tersebut mencakup pembukaan, pengembangan dan

Timbulkan rasa ingin tahu siswa dengan demonstrasi yang menimbulkan teka-teki. 4) Memberi penjelasan mengapa jawaban pertanyaan tersebut benar atau salah. atau cara lain. 3) Ulangi secara singkat ketrampilan atau informasi yang merupakan syarat mutlak. b) Pengembangan 1) Kembangkan materi pembelajaran sesuai dengan apa yang akan dipelajari siswa dalam kelompok. 3) Mengontrol pemahaman siswa sesering mungkin dengan memberikan pertanyaanpertanyaan. 2) Pembelajaran kooperatif menekankan. c) Latihan Terbimbing 1) Menyuruh semua siswa mengerjakan soal atas pertanyaan yang diberikan. 2) Guru dapat menyuruh siswa bekerja dalam kelompok untuk menemukan konsep atau merangsang keinginan mereka pada pelajaran tersebut. masalah kehidupan nyata.latihan terbimbing dari keseluruhan pelajaran dengan penekanan dalam penyajian materi pelajaran. 5) Beralih pada konsep yang lain jika siswa telah memahami pokok masalahnya. 2) Memanggil siswa secara acak . a) Pembukaan 1) Menyampaikan pada siswa apa yang hendak mereka pelajari dan mengapa hal itu penting. bahwa belajar adalah memahami makna bukan hapalan.

guru juga perlu memberikan bantuan dengan cara menjelaskan perintah. mereview konsep atau menjawab pertanyaan. tugas anggota kelompok adalah menguasai materi yang diberikan guru dan membantu teman satu kelompok untuk menguasai materi tersebut. Belajar Kelompok Selama belajar kelompok. 4) Serahkan pada siswa untuk .untuk menjawab atau menyelesaikan soal. Pada saat pertama kali guru menggunakan pembelajaran kooperatif. Hal ini bertujuan supaya semua siswa selalu mempersiapkan diri sebaik mungkin. 2) Berilah waktu lebih kurang 10 menit untuk memilih nama kelompok. 3) Pemberian tugas kelas tidak boleh menyita waktu yang terlalu lama. 3) Bagikan lembar kegiatan siswa. Selanjutnya langkah-langkah yang dilakukan guru sebagai berikut : 1) Mintalah anggota kelompok memindahkan meja / bangku mereka bersama-sama dan pindah kemeja kelompok. Sebaiknya siswa mengerjakan satu atau dua masalah (soal) dan langsung diberikan umpan balik. 2. Siswa diberi lembar kegiatan yang dapat digunakan untuk melatih ketrampilan yang sedang diajarkan untuk mengevaluasi diri mereka dan teman satu kelompok.

5) Tekankan pada siswa bahwa mereka belum selesai belajar sampai mereka yakin temanteman satu kelompok dapat mencapai nilai sampai 100 pada kuis. Ingatkan siswa jika mereka mempunyai pertanyaan. tergantung pada tujuan yang sedang dipelajari. Pastikan siswa mengerti bahwa lembar kegiatan tersebut untuk belajar tidak hanya untuk diisi dan diserahkan. Jika siswa mengerjakan dengan jawaban pendek. guru berkeliling dalam kelas. Guru sebaiknya memuji kelompok yang semua anggotanya bekerja dengan baik. mereka seharusnya menanyakan teman sekelompoknya sebelum bertanya guru. . Jadi penting bagi siswa mempunyai lembar kegiatan untuk mengecek diri mereka dan teman-teman sekelompok mereka pada saat mereka belajar. 6) Sementara siswa bekerja dalam kelompok.bekerja sama dalam pasangan. bertiga atau satu kelompok utuh. Jika mereka mengerjakan soal. maka mereka lebih sering bertanya dan kemudian antara teman saling bergantian memegang lembar kegiatan dan berusaha menjawab pertanyaan itu. masing-masing siswa harus mengerjakan soal sendiri dan kemudian dicocokkan dengan temannya. Jika salah satu tidak dapat mengerjakan suatu pertanyaan. yang anggotanya duduk dalam kelompoknya untuk mendengarkan bagaimana anggota yang lain bekerja dan sebagainya. teman satu kelompok bertanggung jawab menjelaskannya.

menulis juga memerlukan keterampilan menyajikan isi tulisan secara teratur. keinginan. ide. Tujuan berkomunikasi berupa pengungkapan pikiran. kalimat secara efektif. dan tanda baca dalam bahasa tulis (Puskur. gagasan. Penghargaan Kelompok Langkah pertama yang harus dilakukan pada kegiatan ini adalah menghitung nilai kelompok dan nilai perkembangan individu dan memberi sertifikat atau penghargaan kelompok yang lain. kalimat. menyeleksi topik. dan mempertimbangkan bentuk tulisan sesuai dengan calon pembacanya. Alasannya. Keterampilan menulis sebagai salah satu keterampilan berbahasa perlu dimiliki oleh siswa agar mampu berkomunikasi secara tertulis. Agar tujuan tersebut dapat tercapai seperti yang diharapkan. Menulis sulit dipelajari siswa dan sulit diajarkan oleh guru (Farris. menulis merupakan kegiatan yang kompleks. 4. dan penyampaian informasi tentang suatu peristiwa. 2002:2). menggunakan diksi. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan apa saja yang telah diperoleh siswa selama belajar dalam kelompok. PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI PADA SISWA KELAS X SMKN X (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) Dipostkan oleh : MUHSYANUR. yakni keterampilan membuat perencanaan. menata dan mengorganisasikan gagasan. paragraf. Salah satu tujuan program pengajaran Bahasa Indonesia (BI) adalah meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi. Pemberian penghargaan kelompok berdasarkan pada rata-rata nilai perkembangan individu dalam kelompoknya. Kuis Kuis dikerjakan siswa secara mandiri. 1993: 180).Pd BAB I PENDAHULUAN A. baik secara lisan maupun tulis. ejaan. dan menggunakan ejaan secara tepat. salah satu upaya yang dapat . menulis memerlukan sejumlah keterampilan. Latar Belakang Masalah Dalam konteks pengajaran bahasa. Untuk menghasilkan tulisan yang baik. Hasil kuis digunakan sebagai nilai perkembangan individu dan disumbangkan dalam nilai perkembangan kelompok. pendapat. persetujuan. S. Hal tersebut disampaikan dalam aspek kebahasaan berupa kata.3.

Relevansi penggunaan strategi belajar kooperatif model STAD terhadap peningkatan kemampuan menulis terletak pada aktivitas pembelajaran yang berpusat pada siswa.dilakukan adalah melaksanakan pembelajaran menulis yang menarik. mengumpulkan berbagai detail. Dengan menulis deskripsi diharapkan siswa mampu melukiskan suatu objek dengan kata-kata. Hal yang sama juga ditegaskan oleh Ellis dkk (1989:175) bahwa deskripsi merupakan suatu cara penggambaran objek melalui pengamatan untuk memulai mengarang. Deskripsi merupakan unsur penting dalam menulis. 1988:42). dan sesuai dengan dunia siswa sehingga potensi menulis siswa dapat berkembang secara optimal. Hal itu sesuai dengan konsep pendekatan proses yang memusatkan pada aktivitas siswa (Burn dan Ross. Berkenaan dengan itu. penciuman. Pembelajaran model ini mengarah pada pembelajaran secara kolaboratif antara siswa dan siswa serta siswa dan guru sebagai cara untuk meningkatkan motivasi siswa terhadap menulis. siswa dituntut saling ketergantungan positif. Bentuk tulisan yang dipilih untuk diteliti dalam penelitian ini yakni bentuk deskripsi. Hal ini ditandai dengan : (1) sebagian besar siswa masih lambat mengawali menulis. Dalam melaksanakan belajar kooperatif model STAD. Untuk meningkatkan keterampilan menulis deskripsi sebagai salah satu bentuk tulisan yang harus dipahami dan dikuasai siswa. saling komunikasi. Pada pembelajaran model ini peran guru bergeser dari sebagai pemberi tugas ke sebagai teman kerja siswa. juga ditemukan bahwa para siswa belum dapat menulis dengan metode yang benar. dan menyeleksi ide-ide. Lewat bertanya dan merespons pertanyaan. Masalah rendahnya kompetensi menulis pada siswa tersebut perlu diberi pemecahan berupa . interaksi berbahasa dalam konteks masyarakat yang luas dimodifikasikan dalam kelompok-kelompok yang kecil. Ciri yang menonjol dari belajar kooperatif model STAD terletak pada pola belajarnya yang bersifat imitatif. dan (3) merangkai dari beberapa tema. Semi (1990:42) juga berpendapat bahwa deskripsi adalah tulisan yang bertujuan memberikan rincian suatu objek tulisan. (3) pemberian tes. 1995:249). Hal ini didasarkan pada fakta bahwa sebagian besar siswa menulis dengan metode yang kurang efektif dan efisien. Dalam kelompok kecil itu. Penulis yang baik biasanya memiliki kemampuan mengamati yang baik terhadap dunia sekitarnya. (2) kegiatan kelompok. STAD merupakan satu si stem belajar kelompok yang di dalamnya siswa dibentuk ke dalam kelompok yang terdiri dari 6-7 orang secara heterogen. Sejalan dengan uraian di atas. perasaan. Dikemukakan oleh Tompkins (1991: 227). dapat dipilih. mengorganisasikan. dan (5) penghargaan terhadap usaha kelompok. 1996: 385). menjadi perangsang bagi siswa untuk menggunakan pengetahuan kebahasaannya dalam berbagai kombinasi untuk mengungkapkan pikirannya (Hardjono. 77) mengemukakan bahwa dalam pembelajaran menulis siswa idealnya menjadi partisipan aktif dalam keseluruhan proses menulis. dan digunakan strategi Student Teams Achievement Division (STAD). (4) peningkatan nilai individu. 1989. dan pengecapan yang sensitif dan perseptif (Rubin. Hal tersebut juga sejalan dengan Ellis dkk (1987:175) yang mengemukakan bahwa mendeskripsikan suatu objek berarti melatih penulis pemula mengamati objek yang dikenal. dan bertanggungjawab. Berdasarkan pengamatan. Hal itu sesuai dengan pernyataan Tompkins (1994:108) yang mengatakan bahwa tulisan deskripsi diajarkan agar siswa dapat melukiskan sesuatu dengan kata-kata yang jelas dan multi-sensoris. Culkins (dalam Stewis dan Sabesta. yakni (1) presentasi kelas. Mereka memiliki indera penglihatan. (2) menentukan tema. bahwa pembelajaran menulis hendaknya ditekankan pada proses menulis. Suasana itu menciptakan saling bertanya dan merespons pertanyaan di antara siswa secara langsung. saling bekerja sama. bermakna. ada lima tahap yang penting dilaksanakan.

maka diharapkan peran serta guru untuk meningkatkan kreativitasnya dalam menerapkan strategi pembelajaran. atau gagasan yang dimilikinya untuk memecahkan permasalahan yang dihadapinya.usaha untuk meningkatkan kompetensi menulis tersebut. Penelitian ini mengkhususkan pada penelitian keterampilan menulis deskripsi dengan strategi pembelajaran kooperatif. perumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut. Selain itu. Dengan adanya beberapa faktor hambatan antara harapan dan kenyataan seperti yang telah dipaparkan. pengalaman. dan yang lebih penting pengalaman. kegiatan belajar siswa di dalam kelas akan lebih variatif. Terkait dengan hal tersebut perlu diperhatikan rumusan masalahnya. hal ini tampak bahwa siswa belum menunjukkan motivasi belajar yang tinggi. sebelum upaya itu dilakukan perlu diketahui terlebih dahulu permasalahan utama yang menjadi kendala dalam kompetensi menulis selama ini. dan pengetahuan yang dapat berfungsi untuk belajar. Dalam pembelajaran menulis deskripsi di SMKN X. Apakah penerapan strategi pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan keterampilan menulis deskripsi pada siswa kelas X SMKN X? . 1. Namun. Selain itu faktor guru yang sering menggunakan metode ceramah. baik secara individu maupun secara kelompok. selanjutnya perlu dilakukan penelitian tentang strategi pembelajaran kooperatif dalam pelaksanaan pembelajaran menulis deskripsi tersebut. yang tidak hanya menerima secara pasif apa yang diberikan oleh guru saja. sehingga dalam pembelajaran terlihat sangat membosankan. pemikiran. Selain itu. baik di dalam maupun di luar kelas. sehingga pada pembahasan selanjutnya terbatas pada keterampilan menulis deskripsi. pikiran. Berpijak dari uraian di atas. sikap siswa yang kurang positif dan maksimal terhadap pembelajaran ini. sehingga hasil pembelajaran menulis belum memenuhi harapan. penelitian tentang penerapan pembelajaran kompetensi menulis paragraf deskripsi dengan metode Student Teams Achievement Division (STAD) pada siswa ini perlu segera dilaksanakan. Dengan strategi belajar ini diharapkan hubungan antar siswa lebih cair. Bagaimanakah pelaksanaan kualitas pembelajaran menulis deskripsi dengan strategi pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) ? 2. strategi ini dapat mendorong siswa memanfaatkan informasi. mampu belajar dan memanfaatkan potensi-potensi seluasluasnya. Strategi yang dipilih oleh guru hendaknya yang dapat membuat siswa memiliki keyakinan dalam dirinya. Pembelajaran menulis deskripsi adalah melukiskan keadaan suatu objek yang dapat berupa bentuk atau wujud sifat maupun keadaan. Pemilihan strategi belajar mengajar harus didasarkan pada pertimbangan menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Strategi pembelajaran kooperatif memberikan solusi yang positif bagi penyelesaian persoalan yang dihadapi oleh pengajaran menulis deskripsi. B. strategi ini dapat membantu siswa bekerja sama secara efektif untuk memecahkan persoalan yang dihadapi oleh kelompok. keinginan. Strategi pembelajaran kooperatif memberikan suatu kemungkinan guru-siswa dan antar siswa berinteraksi dalam situasi yang kondusif. pengajar belum melibatkan aktivitas siswa secara maksimal. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas. Guru harus menempatkan siswa sebagai insan yang secara alami memiliki pengalaman. pengetahuan dan kreatifitas siswa dapat dimaksimalkan untuk menyelesaikan tugas-tugas pembelajaran.

Manfaat bagi guru Untuk memperkaya khazanah metode dan strategi dalam pembelajaran menulis. hasil penelitian ini bermanfaat bagi siswa untuk mengetahui peningkatan keterampilan menulis deskripsi. Manfaat bagi lembaga Segi praktis yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam rangka memajukan dan meningkatkan prestasi sekolah adalah sebagai bahan masukan atau informasi awal mengenai kondisi nyata pengajaran keterampilan menulis deskripsi di SMKN X. .C. yang pada akhirnya menjadi pilihan strategi pembelajaran menulis deskripsi di SMKN X. Manfaat teoritis lainnya adalah menambah khazanah pengembangan pengetahuan mengenai pembelajaran menulis paragraf deskripsi. agar dapat menciptakan kegiatan belajar mengajar yang menarik. tidak membosankan. Meningkatkan keterampilan menulis deskripsi pada siswa kelas X SMKN X dengan strategi pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD). Dengan mengetahui kondisi potensi siswa. Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan manfaat teoritis. khususnya dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi. b. c. Manfaat bagi siswa Secara praktis. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi dua manfaat. guru. a. 2. juga mengembangkan teori pembelajaran menulis paragraf deskripsi dengan menggunakan teknik objek gambar. Mendeskripsikan dan menjelaskan kualitas pelaksanaan pembelajaran menulis deskripsi dengan strategi pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD). yaitu dapat memberikan sumbangan pemikiran dan tolok ukur kajian pada penelitian lebih lanjut yaitu berupa alternatif yang dapat dipertimbangkan dalam usaha memperbaiki mutu pendidikan dan mempertinggi interaksi belajar mengajar. dan lembaga. Tujuan Penelitian 1. Manfaat Praktis Secara praktis manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini dibagi menjadi tiga yaitu: bagi siswa. 1. dan dapat mengembangkan keterampilan guru Bahasa Indonesia khususnya dalam menerapkan pembelajaran menulis paragraf deskripsi dengan menggunakan teknik objek gambar. Melalui informasi ini. untuk dapat memperbaiki metode mengajar yang selama ini digunakan. Selain itu. 2. D. mereka dapat mengukur seberapa baik kemampuan yang dimiliki sehingga diharapkan mereka mampu meningkatkannya bila dirasa masih kurang. yakni manfaat teoretis dan praktis. diharapkan pengelola pendidikan dapat menggunakan atau memilih model-model pembelajaran yang tepat sebagai bahan pencapaian hasil belajar yang maksimal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful