1.

PENDAHULUAN Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai bagian dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) secara umum adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan kemajuan teknologi dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi (RISTEK, 2006). Tercakup dalam definisi tersebut adalah semua perangkat keras, perangkat lunak, kandungan isi, dan infrastruktur komputer maupun telekomunikasi. Istilah TIK atau Information and Communication Technology (ICT), muncul setelah berpadunya teknologi komputer, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya, dan teknologi komunikasi sebagai sarana penyebaran informasi pada paruh kedua abad ke-20. Pada bidang pendidikan, perkembangan TIK tentunya dapat memberikan dimensi baru dalam hal kemampuan untuk mendapatkan literasi atau referensi bagi para pengajar maupun mahasiswa. Berbagai sumber yang dapat dijadikan referensi bagi kalangan akademik pada saat ini terasa lebih mudah untuk didapatkan. Berbeda jika kita bandingkan pada era sekitar 10 atau 15 tahun yang lalu, ketika kita akan mencari bahan penelitian yang akan dijadikan sebagai referensi, akan terasa sulit dan kita hanya bergantung pada buku-buku dan penelitian-penelitian sebelumnya. Perkembangan ilmu yang terjadi selama ini tidaklah berlangsung secara tiba-tiba, melainkan terjadi secara bertahap. Perkembangan ilmu terjadi karena manusia selalu dihadapkan pada tantangan alam, situasi dan kondisi yang memacu daya kreativitasnya. Selalu terdapat dorongan untuk membuat manusia melangkah ke arah kemajuan dan dorongan tersebut adalah rasa ingin tahu. Untuk membangun sistem pendidikan Indonesia yang berkualitas diperlukan adanya dukungan seluruh komponen secara menyeluruh dan berkesinambungan. Perkembangan global saat ini menuntut adanya perkembangan dari segi kualitas sumber daya manusia. Dunia pendidikan Indonesia telah mengalami banyak transformasi, mulai dari metode, fokus, kurikulum, dan lainnya. Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di Indonesia telah memiliki sejarah yang cukup panjang. Inisiatif menyelenggarakan siaran radio pendidikan dan televisi

pendidikan sebagai upaya melakukan penyebaran informasi ke satuan-satuan pendidikan yang tersebar di seluruh nusantara, merupakan wujud dari kesadaran untuk mengoptimalkan pendaya-gunaan teknologi dalam membantu proses pembelajaran masyarakat. Kelemahan utama siaran radio maupun televisi pendidikan adalah tidak adanya interaksi imbal-balik yang seketika. Siaran bersifat searah, dari nara sumber belajar atau fasilitator kepada pembelajar. Teknologi komputer dengan kemampuan-nya mengolah dan menyajikan tayangan multimedia (teks, grafis, gambar, suara, dan movie) memberikan peluang baru untuk mengatasi kelemahan yang tidak dimiliki siaran radio dan televisi. Bila televisi hanya mampu memberikan informasi searah (terlebih-lebih bila materi tayangannya adalah materi hasil rekaman), pembelajaran berbasis teknologi internet memberikan peluang berinteraksi baik secara sinkron (real time) maupun asinkron (delayed). Pembelajaran berbasis Internet memungkinkan terjadinya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus berada di satu tempat yang sama. Pemanfaatan teknologi video conference yang dijalankan berdasar teknologi Internet, memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjang terhubung ke jaringan komputer. Selain aplikasi puncak seperti itu, beberapa peluang lain yang lebih sederhana dan lebih murah juga dapat dikembangkan sejalan dengan kemajuan TIK saat ini. Pada penelitian ini akan dibahas tentang beberapa alternatif media yang dapat dimanfaatkan oleh dosen, mahasiswa, ataupun masyarakat umum dalam melakukan penyebaran ilmu pengetahuan (sharing of knowledge) seperti Electronic Book (e-Book), Electronic Learning (e-learning), dan beberapa aplikasi lainnya. 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teknologi Web Teknologi World Wide Web (WWW) atau singkatnya web, seakan-akan telah menghilangkan batasan tempat dan waktu dalam berkomunikasi antar berbagai komunitas di segala penjuru dunia. Dengan begitu pesatnya arus internet, perkembangan teknologi web pun semakin hari semakin canggih saja. Pertama kali diperkenalkan dan

dikembangkan oleh Tim Berners-Lee pada tahun 1989, Web versi 1.0 adalah langkah awal dunia internet (El Diablue, 2009). Dengan teknologi ini, Internet dapat digambarkan layaknya sebuah papan pengumuman raksasa yang menyediakan berbagai informasi dari berbagai penjuru dunia. Disini konsumen hanya diberikan hak untuk mencari (search) and read (mencari dan membaca), sedangkan otoritas untuk menampilkan dan merubah content tetap dipegang oleh pemilik website sepenuhnya. Istilah Web 2.0 pertama kali digemborkan oleh Tim O’Reilly dan dikembangkan sekitar tahun 2004. Sebenarnya Web 2.0 bukan merupakan teknologi baru, karena sama dengan Web 1.0, Web 2.0 masih dibangun dengan menggunakan HyperText Markup Language (HTML). Tidak seperti pendahulunya, Web 2.0 memungkinkan adanya komunikasi dua arah. Seorang pembaca dapat menayangkan kontennya sendiri atau memberikan tanggapan terhadap konten pengguna lain melalui aplikasi guestbook, comment, polling, dan lain-lain. Dengan teknologi ini kehidupan sosial di dunia maya benar-benar terasa. Jaringan sosial seperti Friendster, MySpace, Facebook dan lainnya membuat internet semakin terasa hidup. Pengguna internet tidak hanya dapat mencari informasi, tetapi juga dapat mencari teman, relasi bisnis atau bahkan pasangan hidup. Jaringan Luas. Konten Web yang awalnya sedikit, dapat berkembang dalam waktu yang sangat cepat. Setiap orang dapat memberikan kontribusinya dalam suatu website. Hal ini menciptakan suatu jaringan informasi yang lebih luas dan dinamis. Jaringan Luas. Konten Web yang awalnya sedikit, dapat berkembang dalam waktu yang sangat cepat. Setiap orang dapat memberikan kontribusinya dalam suatu website. Hal ini menciptakan suatu jaringan informasi yang lebih luas dan dinamis. Inilah terobosan terbaru dalam WWW. Web 3.0 menyempurnakan aspek interaksi dari Web 2.0. Teknologi ini menawarkan adanya interaksi lebih nyata yang bersifat virtual 3D. Dengan demikian, pengguna internet akan diberikan semua fasilitas layaknya dalam kehidupan nyata. Pengguna akan diberlakukan layaknya pengunjung butik dalam mendapatkan apa yang diinginkannya. Bukan seperti pengunjung supermarket yang harus mencari dan mendapatkan barangnya sendiri.

Sebagai teknologi yang masih dikembangkan, Web 3.0 memberikan gambaran yang cukup menjanjikan bagi industri WWW di masa depan. Perusahaan di dunia seperti Google Co-Ops dan Secondlife merupakan contoh beberapa perusahaan yang mulai melirik Web 3.0. Bukan hanya di negara-negara maju, di Indonesia pun ada yang mulai mengembangkan Web 3.0, yaitu Li’L Online (LILO) Community. Namun, di Indonesia, perkembangan Web 3.0 mungkin akan sedikit terseok. Perlu diketahui, bahwa untuk mendukung Web 3.0 dibutuhkan kecepatan akses internet yang memadai dan spesifikasi komputer yang tidak enteng, dengan harga yang tentunya tidak murah. Untuk itu, kita hanya bisa berharap agar kelak harga komputer dan biaya koneksi internet di Indonesia jadi lebih terjangkau oleh masyarakat. Ditambah lagi dengan pertumbuhan jasa provider Intenet di Indonesia juga sangat mempengaruhi bagi masyarakat kita untuk lebih kompetitif dalam memilih layanan provider tersebut. Namun kondisi ini juga sangat diperlukan peranan pemerintah untuk lebih bijaksana dan profesional, terutama dalam mengatur dan mengeluarkan regulasi tentang pelaksanaan TIK di masyarakat luas (Loyalty, 2009). 2.1.1. Membuat Web Sederhana Dalam membuat website ada 2 komponen yang harus dipersiapkan yaitu domain dan web hosting. Domain adalah nama dan alamat dari sebuah website contohnya namadomain.co.cc dan Web Hosting adalah tempat Anda meletakkan file-file website pada server yang terhubung dengan jaringan internet. Saat ini banyak sekali perusahaan di indonesia maupun di luar negeri yang bergerak di bidang jasa pendaftaran domain dan penyediaan paket web hosting. Dengan tingkat persaingan yang ketat saat ini, sampaisampai ada beberapa perusahaan domain dan hosting yang memberikan layanannya secara gratis dan Anda dapat memanfaat hal tersebut untuk membuat website Anda dengan biaya hampir nol, sebab biaya normal untuk pembelian domain kira-kira Rp.80.000,- per tahun dan untuk web hosting kira-kira Rp. 360.000,- pertahun untuk paket pemula. Bila Anda membuat website untuk kepentingan personal atau bisnis kecil, Anda bisa mengambil domain dan web hosting gratis dan bila Anda membuat website untuk kepentingan bisnis besar, tentunya sebaiknya Anda menggunakan domain dan web hosting yang berbayar, hal ini dikarenakan dengan kebutuhan spesifikasi web hosting

yang diberikan untuk menunjang kebutuhan website Anda. Dan setelah Anda mempersiapkan domain dan hosting, langkah selanjutnya Anda baru membuat website. Website Anda tersebut dapat Anda buat dengan menggunakan website builder yang disediakan oleh perusahaan tempat Anda membeli web hosting atau bisa juga menggunakan fasilitas fantastico pada cpanel web hosting untuk menginstall software seperti blog wordpress, CMS, forum phpbb dan lain-lainnya, dan selain itu Anda juga bisa membuat website sendiri baik melalui template atau membuatnya dari dasar dengan menggunakan software seperti FrontPage, Dreamweaver atau software lainnya. Ada banyak cara, dan pada tutorial yang saya tuliskan kali ini, Anda dapat mempelajari membuat website dengan website builder yang disediakan oleh penyedia web hosting dan juga menggunakan domain dan web hosting yang gratis. Silahkan Anda mencobanya, dengan mencobanya Anda akan belajar banyak. Mari kita mulai... Langkah-Langkah Mendaftar Domain Gratis: 1. Buka http://www.co.cc 2. Selanjutnya ketikkan nama domain yangAnda inginkan.

3. Bila nama domain masih tersedia, klik ”Continue to registration”.

4. Kemudian buat account baru, klik ”Create an account now”. Dan bila Anda sudah pernah membuat account sebelumnya, Anda tinggal ”sign in” memasukkan username (email) dan password yang pernah Anda buat sebelumnya. Catatan: 1 account Anda bisa memiliki sampai 3 nama domain .co.cc.

5. Kemudian isi data diri Anda dengan lengkap dan benar, data” organization name” bisa Anda kosongkan.

6. Proses pendaftaran domain sudah berhasil selanjutnya klik ”Set up”.

7. Kemudian Anda perlu memasukkan data Name Server yang disediakan oleh Web Hosting Anda. Anda biarkan dahulu halaman website ini , jangan Anda tutup dan ikuti langkah selanjutnya untuk mendaftar web hosting gratis.

Langkah-Langkah MendaftarWeb Hosting Gratis: 1. Buka halaman baru pada browser Firefox atau Internet Explorer Anda dan ketikkan alamat website: http://www.000webghost.com 2. Kemudian Klik tombol ”Sign Up” untuk memulainnya. 3. Anda benar. 4. Selanjutnya Anda perlu melakukan konfirmasi melalui email Anda, cek pada inbox maupun bulkmail account Email Anda. isikan namadomain yang Anda pilih sebelumnya contoh

namadoman.co.cc, kemudian isikan data-data lainnya dengan lengkap dan

5. Pada Email Anda klik Link Konfirmasi pembuatan account pada web hosting gratis tersebut.

6. Kemudian Klik “Setup My Account”.

7. Proses Setup web hosting sedang dilakukan, Anda biarkan sampai proses setup selesai. 8. Proses Setup Hosting sudah selesai, sebaiknyaAnda catat data-data untuk mengakses member area dan account detail Anda, untuk mudahnya simpan saja halaman ini (File>Save Page as pada browser Anda). Selanjutnya catat NameServer yang diberikan, dan masukkan data tersebut pada account domain Anda untuk mengupdate data DNS (Domain Name Server), Catat nameservers yang diberikan: dns1.000webhost.com dan dns2.000webhost.com. 9. Kembali ke halaman account domain Anda, masukkan dataDNS (Domain Name Server) yang diberikan oleh web hosting tersebut pada account domain Anda, kemudian klik ”Set up”. 10. Proses pendaftaran dan menghubungkan domain dan hosting gratis sudah selesai. Anda bisa menunggu sampai proses penyebaran DNS selesai, proses ini bisa cepat dan bisa lambat sampai dengan 2x24jam. Bila proses penyebaran DNS sudah selesai Anda bisa mengeceknya dengan mengetikkan nama domain Anda pada browser, dan bila proses penyebaran DNS sudah selesai maka akan ditampilkan halaman seperti ini:

Selanjutnya Anda bisa menggunakan website Builder yang sudah disediakan oleh web hosting tersebut untuk membuat website Anda, atau menggunakan fasilitas fantastico (site software) atau membuat website sendiri dari template atau

membangun dari dasar menggunakan software FrontPage, Dreamweaver dan lainlainnya. Catatan: • Anda bisa memiliki nama domain sampai dengan 3 buah nama domain .co.cc untuk 1 account Anda, Anda bisa manfaatkan sebagai nama domain untuk nama domain blog Anda di blogger.com, account friendster Anda, account multiply Anda dan lain-lainnya. Sehingga Anda akan mendapatkan nama domain seperti namaanda.co.cc menjadi lebih simpel dan mudah diingat. Prosesnya sama, Setelah mendaftarkan nama domain Anda, pada halaman manage domain, Anda hanya perlu memilih pilihan ke-3 URL Forwarding. (Pada tutorial ini Anda memilih pilihan ke-1 Manage DNS, karena Anda menggunakan layanan web hosting).

Untuk web hosting gratis tersebut, Anda hanya bisa menggunakan 1 account web hosting untuk 1 alamat email Anda.

Langkah-Langkah MembuatWebsite Proses membuat website bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, bisa menggunakan website builder yang sudah disediakan oleh perusahaan web hosting, bisa menggunakan cpanel melalui fasilitas fantastico (site software) atau bisa juga membuat website sendiri secara manual melalui frontpage, dreamweaver atau software lainnya.Untuk mudahnya Anda bisa menggunakanWebsite Builder yang sudah disediakan oleh perusahaan web hosting. Langkah –langkah membuat website menggunakan website builder yaitu: 1. Buka pada browser Anda http://000webhost.com

2. Pada Langkah pertama, Anda masukkan nama domain Anda contoh namadomain.co.cc dan masukkan juga username cpanel dan password cpanelAnda, dan klik ”Next -> Step 2”.

3. Pada Langkah kedua, Anda pilih template website yang Anda sukai dan klik pada Template yang disukai kemudian klik ”Next -> step 3”.

4. Masukkan Data yang diperlukan untuk website Anda, bila sudah selesai Klik ” Go -> Install my website!”.

5. Proses pembuatan website Anda sedang dilakukan, biarkan beberapa saat sampai proses selesai.

6. Proses Pembuatan Website sudah selesai, Anda bisa melakukan preview website Anda dan juga mengakses admin area website anda. Untuk mengupdate website Anda, Anda bisa mengakses admin area tersebut, sedangkan bila ingin mengedit account web hostingAnda, Anda bisa mengakses pada halaman member web hosting tersebut di http://www.000webhost.com/members/

Contoh

Tampilan

Website

Anda,

(Anda

dapat

mengupdate

isinya

di

AdminAreaAnda):

2.1.2. Membuat blog Gratis dengan wordpress dan blogspot A. Membuat Blog dengan Wordpress Syarat membuat blog: • • • • Memiliki email, jika Anda belum memiliki email, Anda bisa membuat email gratis di http://mail.yahoo.com atau http://gmail.com Koneksi Internet, minimal butuh waktu sekitar 10 menit untuk melakukan pendaftaran dan menulis artikel atau posting. Anda bisa mengoperasikan komputer minimal Microsoft Word atau program lain yang serupa. Anda tidak harus memakai komputer yang selalu terkoneksi Internet, karena Anda bisa menulis artikel Anda secara offline (tanpa koneksi Internet) dengan menggunakan Notepad, Microsoft Word, atau Microsoft Frontpage. Kemudian pada saat online, Anda tinggal copy-paste dari tulisan yang sudah Anda buat. Hal ini dapat menghemat pengeluaran biaya online Anda. Sekarang Anda bisa memulai dengan membuat blog versi gratis di Wordpress.com, dan jika suatu saat Anda menginginkan, Anda bisa meng-upgrade blog Anda menjadi versi bayar dengan feature yang lebih komplit. a. Pendaftaran di Wordpress.com Langkah-langkah pendaftaran cukup sederhana, yaitu: 1. Buka http://wordpress.com 2. Klik pada tulisan Sign Up Now

3.

Isikan data-data Anda. Lihat contoh di bawah ini. Blog Anda nantinya mempunyai alamat: http://username.wordpress.com

Jangan lupa cek pada pilihan bahwa Anda menyetujui syarat-syarat (Term of Service) dan pilih Gimme a blog (berikan saya blog). Setelah data-data diisi lengkap, klik next. Jika username sudah diambil orang, Anda dipersilahkan untuk membuat username yang baru. Pilihlah yang unik tetapi mudah diingat. 4. Jika username tersedia, pilih bahasa blog Anda, misalnya Bahasa Indonesia. Selanjutnya Anda dapat meneruskan dengan mengklik sign-up.

5. Anda akan segera menerima email dari Wordpress.com. Buka email dan klik link aktivasi yang ada di email tersebut, maka Anda akan melihat halaman seperti ini:

6. Selamat, Anda sudah mendaftar blog di Wordpress.com, selanjutnya Anda dapat login di http://wordpress.com atau melihat blog Anda di http://username.wordpress.com (misalnya http://unnes.info) b. Login di Wordpress.com Buka http://wordpress.com, masukkan username dan password Anda kemudian klik login atau enter. Anda dapat mulai masuk ke Dashboard (dasbor) dengan cara mengklik nama blog Anda yang terlihat pada kiri halaman atau menu atas halaman.

c. Masuk ke Dasboard (Dasbor) Setelah Anda login, Anda akan masuk ke dashboard (Dasbor). Halaman dashboard inilah yang merupakan halaman control panel blog Anda. Sekarang klik pada username Anda yang terletak pada bagian kanan gambar di bawah ini). atas atau menu Pengguna -> Profil Anda atau Users -> Your Profile di kiri bawah halaman (lihat

Jika Anda mengklik menu ini, maka Anda akan masuk ke halaman Profil. d. Mengganti bahasa interface Di halaman Profil (dapat dibuka melalui menu Pengguna -> Profil Anda atau Users -> Your Profile) Anda dapat mengubah bahasa Interface ke Bahasa Inggris.

Bahasa interface adalah bahasa control panel. berbeda dengan BAHASA ISI BLOG. • •

BAHASA INTERFACE

Bahasa interface adalah bahasa control panel ketika Anda login ke Wordpress.com Bahasa isi blog adalah bahasa artikel blog itu sendiri. Bahasa Interface ada di menu Pengguna -> Profil Anda atau Users -> Your

Profile, sedangkan Bahasa Isi Blog ada di menu Settings -> General. Anda dapat menggunakan interface Bahasa Inggris meskipun blog Anda isinya Bahasa Indonesia atau sebaliknya. Untuk memudahkan Anda mempelajari tutorial ini, settinglah Bahasa Interface menjadi Bahasa Inggris (en – English). Kemudian klik di tombol “Perbarui Profil”. Mengapa bahasa interface menggunakan bahasa Inggris? • Ketika saya mencoba bahasa interface menggunakan Bahasa Indonesia, banyak kata-kata yang terjemahannya terkesan aneh, misalnya “Kepala Gambar” untuk menggantikan “Header Image”. Atau mungkin saya lebih nyaman menggunakan kata “Link” daripada “Taut”. • Sambil membuka-buka control panel, Anda bisa sekalian belajar bahasa Inggris dan menguasai istilah-istilah blog dalam bahasa Inggris. Jangan lupa klik pada tombol “Perbarui Profil” di bagian bawah halaman setelah melakukan perubahan bahasa interface. Sekarang coba menuju Dashboard kembali. Anda akan melihat Dashboard dalam bahasa Inggris.

e. Penjelasan menu dan sub menu Pada halaman sebelah kiri, terdapat menu Dashboard, Post, Media, dan lainlain. Menu ini jika diklik akan muncul sub menu yang ada di bawahnya misalnya jika Anda mengklik menu Post maka akan muncul sub menu Edit, Add New, Tags, dan Categories. Sekarang Anda perlu mengetahui fungsi menu-menu tersebut tanpa harus mencobanya sekarang, karena nanti kita akan lebih lanjut.

• o o o o o

Dashboard, adalah pusat control panel blog Anda, berisi sub menu: Blog Stats, berisi statistik blog Anda, misalnya jumlah pengunjung blog Anda. Blog Surfer, Anda dapat melihat isi blog lain dari dalam control panel Anda. My Comments, berisi komentar-komentar Anda yang pernah Anda tulis, baik di blog sendiri atau blog lain. Tag Surfer, menjelajah blog lain dengan kata kunci. Readomattic, menampilkan blog yang terdaftar pada blog surfer dan tag surfer.

• Post, adalah menu untuk membuat dan mengedit tulisan atau artikel: o o o Edit, digunakan untuk mengedit tulisan atau artikel yang sudah ada. Add New, digunakan untuk membuat tulisan atau artike baru (ini yang nantinya paling sering Anda lakukan). Tags, digunakan untuk mengedit kata kunci.

o

Categories, digunakan untuk mengedit ketegori.

• Media, adalah tempat menyimpan file JPG, JPEG, PNG, GIF, PDF, DOC, PPT, dan ODT. o Library, berisi daftar file-file Anda. o Add New, jika akan meng-upload file dari komputer atau Internet ke blog Anda.

• Links, pada blog Anda dapat ditambahi link atau yang disebut blogroll. o Edit, digunakan untuk mengedit link yang sudah ada. o Add New, digunakan untuk menambah link. o Link Categories, digunakan untuk mengedit kategori link.

Pages, adalah menu untuk membuat dan mengedit halaman statis (seperti halaman about/contact pada blog Anda).

o Edit, untuk mengedit Page yang sudah ada. o Add New, untuk menambah page baru.

• Comments, digunakan untuk mengedit komentar dalam blog Anda.

• Pools, digunakan untuk membuat dan mengedit pool dalam blog Anda. Pool adalah jajak pendapat untuk pengunjung blog Anda. • Appearance, adalah menu yang digunakan untuk mengganti tampilan blog Anda. o Themes, untuk mengganti tema blog Anda. o Widgets, untuk mengganti hiasan blog Anda. o Extras, Anda bisa mengganti setting tambahan tampilan blog Anda. o Custom Image Header, jika themes blog Anda mendukung, Anda bisa mengganti gambar header (gambar yang ada pada atas halaman blog). o Edit CSS, Anda bisa mengedit tampilan dengan kode-kode (untuk versi yang bayar).

• Users, menu untuk setting identitas penulis atau pemilik blog. o Author & Users, untuk setting penulis blog yang bisa lebih dari satu.

o Your Profile, untuk mengganti profil Anda. o Invites, untuk mengajak teman Anda menggunakan Wordpress.com (via email). • Tools, fasilitas tambahan untuk blog Anda, diantaranya adalah fasilitas install turbo agar komputer Anda lebih cepat saat membuka blog di Wordpress.com o Import, digunakan untuk memasukkan isi blog lain yang sudah Anda simpan (Export) ke blog Anda. o Export, digunakan untuk menyimpan blog Anda, sehingga dapat di-import ke blog lain.

• Settings, adalah menu pengaturan blog Anda. o General, setting umum seperti judul blog Anda. o Writing, setting yang berhubungan dengan tulisan Anda. o Reading, setting yang efeknya ada pada pembaca blog Anda. o Discussion, setting komentar blog Anda. o Media, setting media dalam blog Anda. o Privacy, setting agar blog Anda masuk ke dalam search engine atau tidak. o Delete Blog, untuk menghapus blog Anda. o Open ID, untuk menggunakan satu ID yang bisa digunakan pada banyak layanan. o Domains, untuk membuat blog Anda dengan domain tersendiri. Misalnya: http://nama-anda.com (berbayar) http://nama-anda.wordpress.com (gratis).

• Upgrades, untuk meng-upgrade versi blog Anda dari yang semula gratis menjadi berbayar.

B. Membuat blog dengan Blogspot Tutorial pembuatan blog ini menggunakan blogspot(blogger) sebagai tempat pembuatannya. Sebelum kita belajar membuat blog, kita harus mempunyai satu alamat e-mail yang masih aktif. Karena kita membuat blog di blogspot, maka sebaiknya kita memiliki satu alamat e-mail di gmail. Cara Membuat E-Mail di GMAIL 1. Masuk ke www.gmail.com

2. Pilih Signup ke Gmail untuk mendaftar, kemudian isi formulir dengan lengkap

3. Jika sudah selesai mengisi formulir, silakan klik tombol “saya menerima, buat akunku”

4. Jika Muncul tampilan seperti di bawah ini, berarti anda sudah berhasil membuat e-mail

5. Untuk meyakinkan bahwa anda sudah membuat e-mail, klik link saya siap, tampilkan account saya.

6. Silakan Sign Out kalau sudah selesai melihat e-mail Cara Membuat Blog di Blogspot Ada beberapa cara membuat blog di blogspot diantaranya dengan masuk ke www.blogspot.com atau masuk melalui google(khusus bagi yang mempunyai alamat e-mail di gmail). Untuk tutorial kali ini akan dimulai dari www.blogspot.com 1. Masuk ke www.blogspot.com

2. Klik tombol tombol “Ciptakan Blog Anda”, maka akan muncul tampilan berikut :

3. Isi formulir dengan benar

4. Jangan lupa isi tanda rumput pada “saya menerima persyaratan dan layanan”

5. Tekan Tombol Lanjutkan

6. Isi judul blog dan alamat blog

7. Untuk mengetahui apakah blog tersebut tersedia atau tidak, klik “cek ketersediaan” 8. Silakan Klik lanjutkan dan kemudian pilih salah satu template

9. Jika sudah keluar tampilan berikut, berarti anda sudah berhasil membuat blog

10. Selanjutnya silakan klik mulai blogging untuk mengatur blog anda.

2.2. Content Management System (CMS) 2.2.1. Latar Belakang dan Pengertian Content Management System (CMS) Content Management System atau lebih populer dengan singkatan CMS, pertama kali muncul sebagai jawaban atau solusi dari kebutuhan manusia akan penyediaan informasi yang sangat cepat. Masih segar dalam ingatan kita, betapa sederhananya sebuah website di era tahun 90-an. Dengan hanya mengandalkan bahasa pemograman HTML dan beberapa gambar serta informasi yang statis,

sebuah perusahaan berusaha sebaik mungkin menampilkan informasi secukupnya kepada para pengunjung. Setiap kali ada perubahan informasi dalam perusahaan, pihak manajeman mau tak mau haruslah berhubungan terlebih dahulu dengan pihak Humas sebelum akhirnya semua bahan diserahkan kepada pihak webmaster. Pihak inilah yang nantinya akan mengadakan perubahan terhadap isi website. Dapat dibayangkan bila hal yang sama terjadi terus-menerus, berulang kali dan dalam kuantitas yang besar, seberapa banyak waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk memproses semuanya. Selain tidak efisien, biaya operasional yang harus dikeluarkan juga sangatlah besar. Tentu saja situasi seperti ini tidak diinginkan oleh setiap orang. Dapat dikatakan sebuah metode atau sistem yang dapat meningkatkan tingkat produktivitas dan efisiensi dalam pengembangan website sangatlah dibutuhkan. Dan salah satu solusi yang tepat untuk ini adalah dengan menerapkan Content Mangement System atau CMS. CMS secara sederhana dapat diartikan sebagai berikut: Sebuah sistem yang memberikan kemudahan kepada para penggunanya dalam mengelola dan mengadakan perubahan isi sebuah website dinamis tanpa sebelumnya dibekali pengetahuan tentang hal-hal yang bersifat teknis. Dengan demikian, setiap orang, penulis maupun editor, setiap saat dapat menggunakannya secara leluasa untuk membuat, menghapus atau bahkan memperbaharui isi website tanpa campur tangan langsung dari pihak webmaster. Bukankah ini suatu hal yang efisien? Karena CMS memisahkan antara isi dan desain, konsistensi tampilan dapat senantiasa dijaga dengan baik. Setiap bagian dari website dapat memiliki isi dan tampilan yang berbeda-beda, tanpa harus khawatir kehilangan identitas dari website secara keseluruhan. Oleh karena semua data disimpan dalam satu tempat, pemanfaatan kembali dari informasi yang ada untuk berbagai keperluan dapat dengan mudah dilakukan. CMS juga memberikan kefleksibelen dalam mengatur alur kerja atau ‘workflow’ dan hak akses, sehingga memperbesar kesempatan berpartisipasi dari pengguna dalam pengembangan website. Hal ini akan sangat menguntungkan bila website yang dikelola memiliki kompleksitas yang tinggi dan mengalami kemajuan yang cukup pesat.

2.2.2. Manfaat Content Management System (CMS) Selain dari beberapa hal yang telah disebutkan di atas, CMS juga dapat memberikan sejumlah manfaat kepada penggunanya yang dapat dijabarkan sebagai berikut:

Manajemen Data Ini merupakan fungsi utama dari CMS. Semua data/informasi baik yang

telah ditampilkan ataupun belum dapat diorganisasi dan disimpan secara baik. Suatu waktu data/informasi tadi dapat dipergunakan kembali sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, CMS juga mendukung berbagai macam format data, seperti XML, HMTL, PDF, dll., indexing, fungsi pencarian, dan kontrol terhadap revisi yang dilakukan terhadap data/informasi. Untuk menggunakan CMS biasanya pengetahuan tentang bahasa pemograman tidaklah terlalu dibutuhkan, karena semua proses berjalan dengan otomatis (WYSIWYG). Begitupula dengan proses ‘update’, dapat dilakukan dengan cepat sehingga menjamin kemutakhiran informasi yang ditampilkan. • Mengatur Siklus Hidup Web Banyak CMS memberikan fasilitas kepada para penggunanya untuk mengelola bagian atau isi mana saja yang akan ditampilkan, masa/waktu penampilan dan lokasi penampilan di website. Tak jarang sebelum ditampilkan, bagian atau isi yang dimaksud terlebih dahulu di-review oleh editor sehingga dijamin kevaliditasannya. • Mendukung Web Templating dan Standarisasi Setiap halaman website yang dihasilkan berasal dari template yang telah terlebih dahulu disediakan oleh CMS. Selain dapat menjaga konsistensi dari tampilan secara keseluruhan, para penulis dan editor dapat berkonsentrasi secara penuh dalam melaksanakan tugasnya menyediakan isi website. Bila isi telah tersedia, maka proses publikasi dapat berjalan dengan mudah karena sudah ada

template sebelumnya. Beberapa bagian dari website biasanya telah ditetapkan sedemikian rupa sehingga tidak dapat diubah begitu saja. Hal ini dilakukan untuk memberikan standarisasi kepada seluruh bagian dari website. • Personalisasi Web Sekali sebuah isi ditempatkan ke dalam CMS, isi tersebut dapat ditampilkan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan dari penggunanya. Terlebih lagi dengan kelebihan CMS yang dapat memisahkan antara desain dan isi, menyebabkan proses personalisasi dapat berjalan dengan mudah. • Sindikasi Sindikasi memberikan kemungkinan kepada sebuah website untuk membagi isinya kepada website-website yang lain. Format data yang didukung juga cukup variatif, mulai dari rss, rdf, xml hingga ‘backend scripting’. Sama halnya dengan personalisasi, sindikasi juga dapat dilakukan dengan mudah karena isi dan desain telah dibuat terpisah. • Akuntabilitas Oleh karena CMS mendukung alur kerja dan hak akses yang jelas kepada para penggunanya, data/informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Setiap penulis ataupun editor memiliki tugas masing-masing dengan hak akses yang berbeda-beda pula. Dengan demikian setiap perubahan yang terjadi di website dapat ditelusuri dan diperbaiki seperlunya dengan segera. • Pemanfaatan CMS CMS pada prinsipnya dapat dipergunakan untuk berbagai macam keperluan dan dalam berbagai kondisi, seperti untuk: a. Mengelola website pribadi. b. Mengelola website perusahaan/bisnis. c. Portal atau website komunitas. d. Galeri foto, dan lain sebagainya.

e. Forum. f. Aplikasi E-Commerce. g. Dan lain-lain. 2.2.3. Memilih CMS Dengan tersedianya berbagai solusi CMS di pasaran, sudah menjadi suatu keharusan bagi kita untuk memilih sebuah CMS yang akan dipakai dengan bijaksana. Sama halnya dengan produk software lainnya, setiap penyedia jasa/produsen CMS tentunya akan menawarkan produk andalan mereka dengan sejumlah feature yang terkadang hampir mirip satu sama lainnya. Tidak jarang pula mereka menawarkan solusi yang lain daripada yang lain, tapi apakah itu yang benar-benar kita inginkan?

Ibarat membeli sebuah mobil, kepuasan dalam pemakaian juga memegang peranan penting. Bukan radio, CD player atau AC yang menjadi daya tarik kita membeli mobil tersebut, tapi lebih kepada seberapa jauh mobil tersebut bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Demikian pula dalam memilih sebuah CMS. Tidak mudah memang menemukan CMS yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan kita. Bahkan sudah menjadi suatu hal yang biasa, bila kita senantiasa berganti dari satu CMS ke CMS yang lainnya untuk sekedar mencari tahu atau bereksperimen. Bagi dunia bisnis dan dagang, membeli sebuah CMS adalah sebuah investasi yang harus dapat dihitung ' Return On Investment'(ROI) -nya. Hal ini berarti sebuah CMS itu harus dapat memenuhi Kebutuhan saat ini dan kebutuhan di masa yang akan datang dengan segala fungsionalitasnya dan juga memberikan keuntungan. Namun, tidak jarang

dikarenakan kurangnya informasi dan pengalaman, investasi tersebut menjadi siasia belaka. Suatu hal yang tentunya sangat tidak kita harapkan terjadi. Untuk dapat memilih CMS yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan anda sekaligus memperoleh manfaat yang optimal darinya, beberapa langkah berikut mungkin dapat membantu. 1. Kenalilah terlebih dahulu tujuan dan target yang hendak dicapai dengan penerapan CMS beserta strategi-strategi yang dibutuhkan. Bila dapat ajaklah semua pihak yang berkepentingan. Kemudian rumuskanlah di atas kertas dan usahakan memiliki proyeksi jauh ke depan. 2. Mengidentifikasi kebutuhan dan kemampuan yang anda miliki secara organisatoris, seperti berapa jumlah penulis/editor/pengguna yang ada, lokasi geografis dari pengguna, kemampuan teknis yang dikuasai, jenis isi yang akan dipublikasikan, dan lain sebagainya. Perlu diingat juga, setiap orang memiliki kebutuhan dan kemampuan yang berbeda-beda. Cobalah untuk mencari jalan tengah guna menjembatani perbedaan ini. 3. Menjabarkan kebutuhan teknis yang diinginkan dan yang telah dimiliki, serta waktu yang dialokasikan untuk mengelola CMS. Yang termasuk di sini antara lain berapa jumlah personal IT yang bekerja di organisasi anda beserta keahlian yang dikuasai, hardware dan software yang dimiliki, dan lain sebagainya. 4. Sebuah prinsip yang harus diperhatikan untuk dua poin di atas, ‘lebih baik lebih dari pada kurang’. Hal ini diperlukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diduga di masa yang akan datang. 5. Menentukan jumlah biaya yang akan dikeluarkan. Jangan sampai besar pasak daripada tiang nantinya. 6. Setelah tujuan, strategi dan kebutuhan baik secara organisatoris maupun teknis telah teridentifikasi dengan baik, inilah saatnya untuk menentukan jenis CMS apa yang akan dipakai. Saat ini terdapat dua jenis CMS di pasaran, CMS Komersial dan CMS Open Source.

a. CMS Komersial. Dibuat dan dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan software yang menjalankan usahanya dengan motif mencari keuntungan. CMS jenis ini memiliki dan menyediakan hampir semua feature yang diharapkan dari sebuah CMS dan tentu saja tidak tersedia secara gratis. Setiap pengguna yang ingin memanfaatkan CMS komersial untuk mengelola website-nya haruslah membeli lisensi dari perusahaan pembuatnya. Lisensi yang tersedia sangat bervariasi, mulai dari lisensi yang berdasarkan kepada jumlah pengguna sampai kepada lisensi yang sifatnya multiserver dan dari yang berharga ratusan dollar AS sampai kepada jutaan dollar AS. Semua dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan implementasi yang diharapkan oleh pengguna. Sebagai layanan purna jual, biasanya penyedia CMS akan memberikan pelatihan dan dukungan teknis berkelanjutan kepada para penggunanya. Tidak hanya itu, versi terbaru dari produk yang dipakai juga dapat diperoleh dengan leluasa, dengan cara mengunjungi area anggota dari website penyedia CMS yang dimaksud. b. CMS Open Source. Dibuat dan dikembangkan oleh sekelompok orang atau perusahaan yang intinya memberikan sebuah alternatif murah dan terjangkau kepada para pengguna. Tersedia secara gratis dan dapat dipergunakan sesuai dengan kebutuhan tanpa ada batasan. CMS jenis ini juga memberikan akses kepada penggunanya akan kode-kode

pemograman, sehingga memudahkan pengguna untuk memodifikasi CMS di masa-masa yang akan datang. Karena kode pemograman terbuka untuk umum, secara tidak langsung para pengguna bahu-membahu dalam hal melacak dan memperbaiki bugs yang ada, menambah dan meningkatkan fungsi dan kemampuan CMS dan memberikan dukungan teknis dan nonteknis kepada yang membutuhkan. Sehingga prinsip dari komunitas, oleh komunitas dan untuk komunitas tidaklah terlalu berlebihan untuk menggambarkan situasi pengembangan CMS Open Source ini. Walaupun gratis, bukan berarti CMS Open Source tidak memerlukan lisensi dalam pemakaiannya. Bedanya, lisensi di sini berbentuk sebuah pernyataan yang biasanya menerangkan bahwasanya software CMS tersebut dapat dimodifikasi dan dikembangkan lebih lanjut dengan syarat semua kredit dihormati dan kode tetap terbuka untuk umum. Lalu, apakah seseorang bisa memanfaatkan teknologi ini untuk keperluan komersial? Tentu saja bisa. Asalkan tidak mengenakan biaya atas CMS yang dipakai kepada klien, tapi lebih kepada biaya pembuatan dan perawatan website. Saat ini sudah banyak pihak yang beralih ke CMS Open Source, setelah mengingat dan menimbang kemampuan yang ditawarkan CMS Open Source tidak berbeda jauh dengan CMS komersial dan biaya yang terjangkau. 7. Pilihlah CMS yang paling dapat memenuhi semua kriteria yang telah anda tentukan sebelumnya. Tentunya setelah disesuaikan dengan kemampuan finansial anda, mengingat implementasi dari CMS bukanlah suatu hal yang murah. Hal ini dapat dilakukan dengan cara: a. Mengadakan tender, undanglah penyedia CMS yang anda minati untuk mengikuti tender dan minta mereka memberikan penawaran terbaiknya kepada anda sebagai bahan pertimbangan. b. Melalui demonstrasi langsung dari produk CMS yang ada di pasaran. Dari sini anda dapat melihat dengan mata kepala sendiri, produk mana yang terbaik bagi anda.

c. Berdasarkan

survey

yang

dilakukan

oleh

organisasi

profesional

independen/konsultan CMS. Secara periodik mereka menyusun daftar CMS beserta kelebihan dan kekurangannya, sehingga memudahkan anda mengadakan seleksi tanpa harus berhubungan langsung dengan para penyedia CMS yang terdapat di daftar tersebut. d. Melalui search engine, mailing list, atau dari mulut ke mulut. Metode ini merupakan metode yang paling mudah untuk dilakukan dan juga tidak mahal. Kekurangannya adalah informasi yang anda peroleh bisa jadi kurang lengkap atau tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Jadi adakan juga pemeriksaan silang, bila dibutuhkan. 8. Bila anda memilih CMS komersial, perhatikan bahwa anda membeli lisensi yang sesuai dengan kondisi organisasi anda. Tidak kurang dan tidak pula berlebihan. Pergunakanlah pelayanan purna jual dari penyedia CMS anda sebaik mungkin, karena dengan demikian biaya yang telah anda keluarkan dapat berbanding lurus dengan hasil yang diperoleh. Mintalah selalu garansi terhadap produk yang dibeli. 9. Bila anda memilih untuk menggunakan CMS Open Source, perlu disadari bahwa untuk jenis CMS yang satu ini tidak menyediakan pelayanan purna jual seperti halnya CMS komersial. Jadi setiap kali ada permasalahan dalam implementasinya, anda diharapkan dapat mencari jalan keluarnya sendiri. Atau dengan mengunjungi berbagai forum yang telah disediakan. Singkat kata, untuk menggunakan CMS Open Source terkadang membutuhkan usaha lebih keras dan memakan waktu yang banyak. Tapi semuanya dikembalikan kepada anda sendiri sebagai pengguna. 10. Usahakan secara periodik memperbaharui software CMS yang anda pakai, dengan demikian dapat menjamin kemutakhiran software dan anda dapat menikmati semua feature yang ditawarkan dengan baik.

3. INFORMASI Pada prinsipnya penelitian ini memberikan sharing pengetahuan dan pengalaman tentang pemanfaatan dan penerapan media Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terutama dalam menggunakan teknologi web yang meng-khususkan diri sebagai media pembelajaran seperti Electronic Book (e-Book), Electronic Learning (e-learning), Electronic Magazine (e-Zine), e-Laboratory, Web Blog, dan Content Management System. 3.1 Electronic Book (e-Book) Buku elektronik atau e-Book adalah salah satu teknologi yang memanfaatkan komputer untuk menayangkan informasi multimedia dalam bentuk yang ringkas dan dinamis. Pada e-Book dapat diintegrasikan tayangan suara, grafik, gambar, animasi, maupun movie sehingga informasi yang disajikan lebih kaya dibandingkan dengan buku konvensional. e-Book tidak lain adalah sebuah bentuk buku yang dapat dibuka secara elektronis melalui komputer (Wibawanto, 2007). e-Book ini berupa file dengan format beragam, ada yang berupa pdf (portable document format) yang dapat dibuka dengan program Acrobat Reader atau sejenisnya. Ada juga yang dengan bentuk format htm, yang dapat dibuka dengan browsing atau internet eksplorer secara offline. Ada juga yang berbentuk format executable (exe). Jenis e-Book paling sederhana adalah yang sekedar memindahkan buku konvensional menjadi bentuk elektronik yang ditayangkan oleh komputer. Dengan teknologi ini, ratusan buku dapat disimpan dalam satu keping CD atau compact disk (kapasitas sekitar 700MB), DVD atau digital versatile disk (kapasitas 4,7 sampai 8,5GB), ataupun flashdisk (saat ini kapasitas yang tersedia sampai 4GB). Bentuk yang lebih kompleks dan memerlukan rancangan yang lebih cermat ada pada misalnya Microsoft Encarta dan Encyclopedia Britannica yang merupakan ensiklopedi dalam format multimedia. Format multimedia memungkinkan e-Book menyedia-kan tidak saja informasi tertulis tetapi juga suara, gambar, movie dan unsur multimedia lainnya. Penjelasan tentang satu jenis musik, misalnya, dapat disertai dengan

cuplikan suara jenis musik tersebut sehingga pengguna dapat dengan jelas memahami apa yang dimaksud oleh penyaji. Pada kebanyakan e-Book menggunakan bentuk format pdf, karena lebih mudah dalam mempergunakannya dan mudah dalam mengolah security. Cara membuka e-book ini sangat mudah. Anda dapat mendownload program tersebut (Acrobat Reader 5.0 dan WinZip 8.0) di berbagai situs, seperti www.download.com. 3.2 Electronic Learning (e-learning) Beragam definisi dapat ditemukan untuk e-learning. Victoria L. Tinio, misalnya, menyatakan bahwa e-learning meliputi pembelajaran pada semua tingkatan, formal maupun nonformal yang menggunakan jaringan komputer (intranet maupun ekstranet) untuk pengantaran bahan ajar, interaksi, dan/atau fasilitasi. Untuk pembelajaran yang sebagian prosesnya berlangsung dengan bantuan jaringan internet, sering disebut sebagai online learning. Definisi yang lebih luas dikemukakan pada working paper SEAMOLEC, yakni elearning adalah pembelajaran melalui jasa elektronik (Seamolec, 2003). Meski beragam definisi namun pada dasarnya disetujui bahwa e-learning adalah pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi elektronik sebagai sarana penyajian dan distribusi informasi. Dalam definisi tersebut tercakup siaran radio maupun televisi pendidikan sebagai salah satu bentuk e-learning. Meskipun per definisi radio dan televisi pendidikan adalah salah satu bentuk e-learning, pada umumnya disepakati bahwa e-learning mencapai bentuk puncaknya setelah bersinergi dengan teknologi internet. Internet-based learning atau web-based learning dalam bentuk paling sederhana adalah web-site yang dimanfaatkan untuk menyajikan materi-materi pembelajaran. Cara ini memungkinkan pembelajar mengakses sumber belajar yang disediakan oleh nara sumber atau fasilitator kapanpun dikehendaki. Bila diperlukan, dapat pula disediakan mailing-list khusus untuk situs pembelajaran tersebut yang berfungsi sebagai forum diskusi. Fasilitas e-learning yang lengkap disediakan oleh perangkat lunak khusus yang disebut perangkat lunak pengelola pembelajaran atau LMS (learning management

system). LMS mutakhir berjalan berbasis teknologi internet sehingga dapat diakses dari manapun selama tersedia akses ke internet (Wibawanto, 2007). Fasilitas yang disediakan meliputi pengelolaan siswa atau peserta didik, pengelolaan materi pembelajaran, pengelolaan proses pembelajaran termasuk pengelolaan evaluasi pembelajaran serta pengelolaan komunikasi antara pembelajar dengan fasilitatorfasilitatornya. Fasilitas ini memungkinkan kegiatan belajar dikelola tanpa adanya tatap muka langsung di antara pihak-pihak yang terlibat (administrator, fasilitator, peserta didik atau pembelajar). ‘Kehadiran’ pihak-pihak yang terlibat diwakili oleh email, kanal chatting, atau melalui video conference.

Sumber: http://www.elearning.ac.uk/features/whyped

Gambar 2. Model Rancangan Akifitas e-learning

3.3 Media Aplikasi Lainnya Selain e-Book dan fasilitas e-learning, berbagai aplikasi lain bermunculan dan kadang saling berintegrasi sehingga menimbulkan sinergi sebagai dampak ikutan

perkembangan TIK terutama internet. E-zine dari kata e-magazine, merupakan bentuk digital dari majalah konvensional. Penerbitan majalah berformat digital memungkinkan ditekannya ongkos produksi karena tidak perlu mencetak dan distribusi karena sekali diupload ke server, seluruh dunia bisa mengaksesnya. Pemutakhiran isinya juga dapat dilakukan dengan sangat cepat sehingga perkembangan mutakhir dapat disajikan dengan lebih cepat. Termasuk dalam kategori ezine ini adalah e-newspaper yang berfokus pada berita terkini dan e-journal yang memfokuskan diri pada laporan hasil-hasil penelitian. E-laboratory, merupakan bentuk digital dari fasilitas dan proses-proses laboratorium yang dapat disimulasikan secara digital. Pada dasarnya, perangkat lunak ini adalah perangkat lunak animasi dan simulasi yang dapat dikemas dalam keping CD, DVD maupun disajikan pada web-site sebagai web-based application (perangkat lunak yang berjalan pada jaringan internet). Blog atau weblog adalah perkembangan mutakhir di bidang web-based application. Ide semula adalah menyediakan fasilitas electronic diary atau buku harian elektronik untuk remaja. Pengguna dapat mengisi buku harian tersebut semudah menulis email, mengunggah (upload) ke server hanya dengan meng-klik ikon, dan hasilnya adalah tayangan tulisan di layar browser. Pemakai internet di manapun berada dapat melihat publikasi tersebut dengan mengakses alamat situs, misalnya: http://www.unnes.info Dari sisi kandungan isi, blok sekarang banyak berisi gagasan, ide, dan opini pribadi tentang satu masalah yang menarik secara subyektif. Meskipun akurasi informasi yang tersaji masih bisa diperdebatkan, tetapi yang penting adalah blog memungkinkan seseorang tanpa pengetahuan desain website dapat dengan mudah membuat website pribadi dan mengelola maupun memutakhirkan isinya dengan sangat mudah. Kemudahan lain adalah tersedianya banyak server blog gratis. Dalam konteks pemanfaatannya bagi proses pembelajaran, kandungan isi blog pembelajar, misalnya, dapat menjadi umpan balik bagi fasilitator. 3.4 Pengaruh Penggunaan Media TIK

3.4.1 Pemanfaatan Media E-Learning Dibandingkan dengan proses belajar mengajar yang konvensional atau tradisional, e-learning memang memiliki beberapa kelebihan diantaranya (Santosa, 2005): 1) Elearning dapat mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih, 2) Ekonomis (dalam kasus tertentu), 3) E-learning dapat mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis (dalam kasus tertentu), 4) Elearning dapat mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis (dalam kasus tertentu), dan 5) E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan/ materi, peserta didik dengan guru maupun sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang, dengan kondisi yang demikian itu peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran. Dari sisi pengajar atau dosen, e-learning memiliki keunggulan diantaranya adalah: 1) Melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang mutakhir, 2) Mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna meningkatkan wawasannya, dan 3) Mengontrol kegiatan belajar peserta didik. 3.4.2 Pemanfaatan Media Web Blog Berbeda dengan e-learning, pemanfaatan Web Blog lebih kepada memberi kemampuan dosen dan mahasiswa dalam hal menulis baik dalam tulisan ilmiah maupun tulisan non-ilmiah. Seperti kita ketahui bahwa salah satu titik lemah bagi mahasiswa adalah dalam hal menulis terutama dalam bentuk karya ilmiah. Sehubungan dengan peningkatan kemampuan menulis, pemanfaatan media blog sangatlah sesuai dengan karakteristik pembelajaran menulis. Dengan blog, mahasiswa bisa menulis apapun pada bagian blog yang telah ada, termasuk memberi tambahan penekanan atau informasi dengan media lain yang juga telah tersedia, seperti audio, video, atau link ke alamat laman (situs) relevan lainnya.

Secara teknis, membuat blog tidaklah sulit, karena tidak memerlukan pengetahuan pemrograman dan sintaks yang rumit. Mahasiswa hanya tinggal mengisi slot-slot yang sudah ada, seperti halnya mengetik, kemudian tinggal dipublikasikan dan blog mereka sudah bisa dilihat oleh seluruh orang didunia. Jika ada kesalahan, hal tersebut bisa langsung diperbaiki. Jadi, membuat blog sangatlah mudah, sepanjang ada koneksi. Blog sebagai wadah curahan ide dan tulisan mahasiswa akan sangat bermanfaat bagi mereka karena blog sebagai media online mampu memberikan audiens riil bagi tulisan mahasiswa. Jika selama ini, dosen adalah satu-satunya orang yang membaca tulisan mahasiswa, dengan media blog, tulisan mereka dapat dibaca oleh teman-teman mereka, baik yang sekelas maupun di luar kelas, bahkan di tempat-tempat lain, orang tua mereka, dan mereka yang memiliki akses ke internet. Tanpa disadari, potensi audiens riil ini memberikan ‘tuntutan’ sekaligus kesempatan bagi mahasiswa untuk menunjukkan hasil karya mereka yang terbaik. Diharapkan hal ini juga akan memberikan motivasi yang lebih baik bagi peningkatan kompetensi menulis mahasiswa. Lebih lanjut, sesuai dengan beberapa faktor yang telah disebutkan sebelumnya, blog dipercaya akan sangat membantu peningkatan prestasi mahasiswa dalam pembelajaran menulis. Rasional tindakan tersebut adalah sebagai berikut (Santosa, 2005): 1) Mahasiswa akan dibiasakan untuk berkerja melewati proses kegiatan menulis, mulai dari outline, membuat draft, sampai tulisan final dimana di setiap proses tersebut. Hasil tulisan mahasiswa dari outiline, draft sampai tulisan final yang telah disetujui atau dikoreksi di-upload di blog mereka sehingga memberi kebanggaan dan dorongan untuk berbuat yang terbaik untuk ditunjukkan ke semua orang yang memiliki akses ke blog mereka, 2) Mahasiswa diberikan kesempatan untuk melakukan peer correction, dimana mereka bisa saling melihat dan memberi komentar pekerjaan temannya untuk hasil yang lebih baik sebelum dikoreksi oleh dosen. Hal ini sudah barang tentu akan membantu dosen juga mengingat mengoreksi tulisan mahasiswa tidaklah mudah mengingat jumlah kelas dan mahasiswa yang diajar, 3) Dari awal, standar penilaian yang akan digunakan untuk mengoreksi pekerjaan mahasiswa diberikan dan dijelaskan sehingga masingmasing pihak paham akan apa yang semestinya ditekankan atau diperbaiki, dan 4) Untuk memberi kreativitas dan inovasi, media blog akan digunakan. Mahasiswa akan dijelaskan terlebih dahulu bagaimana membuat blog, kemudian mengisi tulisan di dalamnya, dan

bagaimana memberi komentar atas tulisan teman-temannya melalui media tersebut. Kemudian, seluruh blog mahasiswa didaftarkan oleh dosen dalam suatu wadah blog baru. Hal ini bertujuan mirip seperti mailing list (hal yang sama bisa dilakukan dengan media RSS/Rich Summary Site Feed/Really Simple Syndicate) dimana ketika seseorang yang meng-upload tulisan, sistem blog itu akan secara otomatis ‘memberi tahu’ pemilik blog lainnya yang sudah tergabung dalam suatu wadah tadi. Ini akan jauh memudahkan mahasiswa dan dosen. Jika tidak, agak sulit tampaknya untuk mengetahui apakah seseorang sudah menulis sesuatu atau belum kecuali yang bersangkutan memang sengaja masuk ke blog temannya. Dalam pembelajaran menulis, mahasiswa juga harus memahami pengetahuan akan elemen-elemen dasar tulisan, pengetahuan akan komponen-komponen yang membentuk suatu tulisan yang padu (unity) dan koheren (coherence), serta kompetensi menulis berdasarkan jenis-jenis tulisan. Dalam hal ini, mahasiswa dapat menuangkan ide-idenya dan mengekspresikan perasaannya dalam bentuk tulisan yang baik dan efektif. Baik artinya paragraf tersebut merupakan suatu kesatuan yang padu dan koheren. Efektif dimaksudkan bahwa tulisan mereka nantinya mampu menarik perhatian pembaca sekaligus mampu menyampaikan pesan yang ingin dituangkan secara tepat dan baik. Dengan memanfaatkan blog sebagai media jurnal online dalam pembejaran menulis, kompetensi menulis mahasiswa dapat ditingkatkan. Peningkatan kompetensi ini diharapkan berimbas pada peningkatan kompetensi berbahasa Inggris mahasiswa yang meliputi aspek-aspek keterampilan bahasa lainnya, yaitu menyimak, membaca, dan berbicara serta komponen-komponen bahasa, seperti pelafalan, struktur, pilihan kata, kosakata, dan lainnya. 3.4.3 Pemanfaatan Jejaring Sosial untuk Pembelajaran

Pemanfaatan internet dekade terakhir ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Media internet tidak lagi menjadi hanya sekedar media berkomunikasi semata, namun juga sebagai bagian tak terpisahkan dari dunia bisnis, industri, pendidikan dan pergaulan sosial. Khusus mengenai jejaring pergaulan sosial atau pertemanan melalui dunia internet, atau dikenal sebagai

social network, pertumbuhannya cukup mencengangkan. Salah satu contoh, situs Facebook yang kini telah memiliki sekitar 200 juta pengguna dengan hampir 1,5 juta penggunanya ada di Indonesia. Tren pemanfaatan sosial network ini sebenarnya menjadi peluang yang cukup menarik untuk dimanfaatkan sebagai salah satu media pembelajaran. Ada banyak sarana dan fitur-fitur facebook yang bisa dipakai untuk penunjang sarana pembelajaran. Berikut beberapa contohnya: 1. Facebook Share. Ini merupakan fitur dasar di facebook. Fitur ini pastinya juga bisa digunakan sebagai sarana untuk membantu pembelajaran. Siapapun bisa men-share apapun (tulisan singkat, link, gambar, video dsb) ke semua temantemannya. 2. Facebook Quiz. saat ini sudah banyak quiz-quiz yang beredar di facebook. Rata-rata hanya quiz yang dibuat untuk sekedar iseng. Fitur ini sejatinya bisa dipakai untuk melakukan quiz online. Sang guru bisa membuat quiz-nya dengan mudah kemudian menyuruh seluruh muridnya untuk mengerjakan quiz tersebut. 3. Facebook Note. Dengan sarana ini sang guru bisa memancing murid-muridnya saling berdiskusi mengenai topik tertentu. Sang guru cukup membuat note disana kemudian men-tag (”men-tag” bahasa Indonesianya yang enak didenger apa ya??) seluruh muridnya untuk memancing diskusi. 4. Facebook Apps. Dengan fitur ini hampir segalanya bisa dilakukan. Salah satunya adalah dengan membuat sebuah game edutainment pada platform facebook Apps ini. Salah satu contoh Facebook Apps game edutainment yang cukup terkenal dan banyak dimainkan adalah 5. Geo Challenge. Sebuah aplikasi game untuk menguji pengetahuan geografis dari pemain-pemainnya. Paling tidak itu 5 contoh pemanfaatan facebook sebagai media bantu pembelajaran. Tentunya pemanfaatan facebook ini pasti akan digandrungi oleh para murid karena disana mereka bisa belajar sambil bersenang-senang.

4. SIMPULAN Berdasarkan hasil penjelasan dan uraian sebelumnya, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1) Perkembangan teknologi informasi sangat mempengaruhi pola pikir dan kebiasaan masyarakat dalam hal mencari informasi yang dibutuhkan. 2) Teknologi Web menjadi garda terdepan dalam jembatan penyampaian dan penyebaran informasi. 3) Adanya media e-learning, e-Book, dan Web Blog telah terbukti menjadi alternatif bagi kalangan pendidikan dalam berinteraksi dalam proses pembelajaran. 4) Media TIK juga telah dianggap berhasil dalam meningkatkan motivasi dan minat belajar bagi para siswa atau mahasiswa.

DAFTAR PUSTAKA
El Diablue, Perkembangan Teknologi Web, http://eldiablue.wordpress.com, diakses Mei 2009. Hari Wibawanto, Teknologi Informasi dan Komunikasi: Konsep dan Perkembangannya. Seminar Tantangan dan Peluang Pembelajaran TI&K di Sekolah di Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, 2007. Idwan, Pembelajaran berazas media teknologi media.com/tik/~idwan.pdf, diakses Mei 2009. informasi, http://jurnal-

Kementerian Negara Riset dan Teknologi. 2006. Buku Putih. Penelitian Pengembangan dan Penerapan IPTEK Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Tahun 20052025. Jakarta: Kementerian Negara Riset dan Teknologi. Loyalty Build, Loyaltybuild winning customer, http://loyaltybuild.com/approach/loyaltybuild-approach.html, diakses Mei 2009. Made Santosa, Pemanfaatan Blog (Jurnal Online) Dalam Pembelajaran Menulis, Universitas Pendidikan Ganesha, 2007. Norton, Priscilla; dan Spargue, Debra; (2001), “Technology Teaching”, Allyn and Bacon, Boston, USA. Rahayu, 2008. Penerapan Pembelajaran Berbasis Teknologi Multimedia. Jurnal Pendidikan dan Budaya (EDUCARE). antosa, M. H. 2005. Pengembangan Model Pembelajaran Diktatori Berbasis Multimedia (Multimedia-Based Dictatory Learning) untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Dictation pada Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris IKIP Negeri Singaraja. Singaraja: IKIP Negeri Singaraja. SEAMOLEC. 2003. e-Learning di Indonesia dan Prospeknya di Masa Mendatang. Makalah. Disajikan pada Seminar Nasional E-Learning perlu E-Library di Universitas Kristen Petra Surabaya pada 3 Februari 2003.

www.google.co.id

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful