Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta Lingkup Hak Cipta Pasal 2: 1. Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundangan-undangan yang berlaku. Ketentuan Pidana: Pasal 72: 1. Barangsiapa dengan sengaja melanggar dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 49 Ayat (1) dan Ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah). 2. Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran hak cipta atau hak terkait sebagai dimaksud pada Ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Dee

PERAHU KERTAS © 2009, Dee/Dewi Lestari Editor: Hermawan Aksan Proofreader: Jenny Jusuf Reza Gunawan Desain Sampul: Kebun Angan www.kebun-angan.com Tata Letak Isi: Irevitari Kontak Dee: Jenny Jusuf +62-817 992 8558 Email: j3nnyjusuf@yahoo.com Penerbit: Bentang Pustaka Truedee Pustaka Sejati Jl. Pandega Padma No. 19 Jl. Rajawali No. 2 Yogyakarta 55824 Bandung 40184 Telp. (0274) 517373/Faks. (0274) 541441 Telp/Faks. (022) 86062273 Email: bentangpustaka@yahoo.com Email: truedeepustaka@gmail.com http://www.mizan.com

Distributor: Mizan Media Utama Jl. Cinambo (Cisaranten Wetan) No. 146 Ujung Berung – Bandung 40294 Telp. (022) 7815500 / Faks. (022) 7802288 Email: mizanmu@bdg.centrin.net.id Perwakilan: Jakarta: (021) 7661724; Surabaya: (031) 60050079, 8281857; Makassar: (0411) 871369; Medan: (061) 8214910 Cetakan I: Agustus 2009 Katalog Dalam Terbitan Dee Perahu Kertas/Dee/Penyunting:Hermawan Aksan—Cetakan I— Yogyakarta: Bentang Pustaka, Agustus 2009. xii + 444 hlm. ; 20 cm ISBN: 978-979-1227-78-0 I. Judul II.Hermawan Aksan 813

Daftar Isi
Terima Kasih ... Dari Mereka, para Pembaca ... 1. Jalan yang Berputar 2. Pindah ke Bandung 3. Mother Alien 4. Lingkaran Suci 5. Sebatang Pisang Susu 6. Hunusan Pedang Es 7. Bulan, Perjalanan, Kita 8. Memulai dari yang Kecil 9. Proyek Percomblangan 10. Kurator Muda 11. Sakola Alit 12. Jenderal Pilik & Pasukan Alit 13. Rencana Besar Wanda 14. Buku Harta Karun 15. Mencari Ketulusan 16. Salah Berharap 17. Tiga Kata Saja 18. Kepergian dan Kehilangan 19. Tragedi Pesta Noni 20. Kebohongan Gigantis 21. Hampa yang Menyakitkan 22. Pulang ke Ubud 23. Menangkap Bintang 24. Pembeli Pertama 25. Hadiah dari Hati 26. Lembaran Baru
v

vii xi 1 11 23 31 41 49 57 65 72 80 88 97 106 116 126 137 145 154 164 172 180 190 198 207 216 225

27. Janji Adalah Janji 28. AdVocaDo 29. Bumi pun Berputar 30. Agen Non-Aquarius 31. Arisan Toilet 32. Ninja Asmara 33. Kekuatan Mencinta 34. Malam Terakhir di Ujung Tahun 35. Pangeran Sejati 36. Reuni Kelompencapir 37. Tabir yang Tak Bisa Ditembus 38. Penculikan Paling Indah 39. Karya Bersama 40. Menemukan Oasis 41. Buku dan Pameran 42. Kastil yang Masih Berdiri Tegak 43. Cincin Dalam Kotak Perak 44. Cinta Tak Berujung 45. Bayangan Itu Punya Nama 46. Hati Tak Perlu Memilih Epilog “Melajulah Perahu Kertasku ...” Dari Mereka, para Pembaca ... Tentang Penulis

234 243 252 262 272 282 293 304 316 325 336 345 355 365 374 385 395 406 414 423 433 435 441 443

vi

Terima Kasih …
Sebagaimana pelayaran sebuah perahu dimungkinkan karena aneka faktor pendukung dan juga awak kapal yang andal, Perahu Kertas ini pun tidak bisa berlayar ke genggaman Anda jika saya tidak didukung dan dibantu oleh: Ogin, Teh Enny, dan Berna—kru kecil Ligar Nyawang yang dengan setia mengantar, menjemput, menjaga, dan membuatkan saya makanan saat menulis selama 60 hari. Siang dan malam. Teman-teman kos di Tubagus Ismail: Dian, Anda, dan Nurul. Ibu Ninong yang sudah sudi menerima saya dan proyek “gila” ini di rumah kosnya. Para narasumber yang sudah membantu memperkaya data yang dibutuhkan cerita ini—dari mulai bahasa Bali, bahasa Belanda, peta Pantai Ranca Buaya, sampai isi perut dunia periklanan: Nyoman Sudira M.Si., Kib Roby & Diah, Anto Motulz, Mulki “Seurieus”, Paul Hehuwat, Janna Soekasah, Oom Bayu Seto. Para pihak yang, tanpa ide dan penawaran dari mereka, Perahu Kertas tidak akan tergelitik dari tidur panjangnya: Ruzie Firuzie, PT Hypermind (Mbak Verra, Berlin, Yasmin, Farid, dan kawan-kawan), PT Excelcomindo (Mas Adi, dan kawan-kawan). Dan, PT Indosat, yang telah meneruskan hidupnya versi digital Perahu Kertas. Teman-teman di Truedee: Ummy, Sigit, Ruri, Endah, Aris, Syaeful, dan Yeni. Tim “peneliti” naskah: Jenny Jusuf— yang sudah membantu proofreading, dan Hermawan Aksan—terima kasih banyak atas editan dan sarannya yang cermat. Tim desain yang tetap setia membantu lahirnya buku-buku saya: Fahmi beserta Kebun Angan, dan Evi Irevitari. vii

Mitra penerbit yang telah sudi bersinergi dalam proyek ini, Bentang Pustaka: Salman, Putri, Mas Gangsar, dan semua staf. Para pembaca awal Perahu Kertas (d/h Kugy & Keenan): anak-anak kos Patrakomala 57, Miund, Arian13, Eka Sitorus, Riko “Mocca”, dan seterusnya—maaf, saya sudah tidak ingat satu demi satu, yang jelas respons kalian yang begitu positif membuat saya terus bersemangat untuk tetap mempertahankan cerita ini. Keluarga saya tercinta: D’Simangunsong. Terima kasih ekstra untuk adik saya, Arina alias Dede, yang membantu menyiapkan print-out draft Perahu Kertas yang tebalnya nyaris lima senti. Kakakku, Key Mangunsong—yang sejak dulu imannya ekstra tebal pada naskah ini. Keluargaku yang baru: Papa John, Mama Wietje, Sharen & Kicky. Para pengunjung blog Journal of 55-Days (www.dee55days.blogspot.com) yang sudah ikut menyaksikan proses lahirnya Perahu Kertas, para pembaca yang sudah membeli versi digital, dan semua yang sudah mau bersabar menunggu versi cetaknya. Anakku tersayang, Keenan Avalokita Kirana, yang sudah bersabar menunggu ibunya pulang saat harus mengetik seharian penuh di tempat kos, yang kelembutan serta keceriaannya selalu meluluhkan hati, dan tahukah kamu, bahwa namamu diambil dari tokoh utama di buku ini? Suami sekaligus sahabatku, Reza Gunawan, yang kehadirannya tak hanya memberi inspirasi dan darah segar pada cerita ini, tapi juga penyemangat dan penyembuh selama perjalanan 60 hari yang penuh magis Namun, terkadang begitu melelahkan. Terima kasih untuk hadiah e-book Steve Manning, untuk menjadi produser dari proyek ini, untuk antusiasme dan cintanya yang tulus bagi Perahu Kertas. Dan, terima kasih telah mewujudkan sebuah hidup viii

penuh makna dan kejujuran yang bukan ada di negeri dongeng, melainkan di sini dan saat ini. I love you. Terakhir, wahai semua teman kampusku yang namanamanya sudah saya pinjam tanpa izin untuk diabadikan dalam cerita ini, inilah kesempatan kalian untuk numpang beken ... terima kasih kembali. J

D

ix

.

Tary: Perahu Kertas membuat “kertas” menjadi istimewa karena alurnya yang menyentuh hati dan menyadarkan bahwa hidup adalah tidak hanya satu warna saja.. Ringan Namun.. dah (lagi ngebayangin wujud Keenan dan Kugy kalau dijadiin film!). Perahu Kertas adalah karya Dee yang pertama saya baca. ketawa sendiri. TAPIII . Dee. para Pembaca . Ini novel inspiring banget. dan kekasih. Dan sekali lagi. ya. begitu bermakna . saya tetap pingin beli versi cetaknya. ternyata Dee juga penuh pengetahuan.. Two thumbs up! Emaknya Farah: Lebih “ringan” dari Supernova dan lebih “berat” dibanding chicklit or teenlit. dan jujur. Dwi Agustriani: Aku selalu menyenangi tiap tulisan dari Dee. I love the idea that Dee used name “Keenan” in this novel. Rahmayanti Husna: Perahu Kertas adalah kisah cinta yang tidak biasa. Saya sampai sudah baca 3x sejak pertama saya dapat novel ini di HP. semakin cerita itu menjadi cerita dari seorang Dewi Lestari secara keseluruhan. tapi semakin kita membaca. Reminds me of her lovely son. senyum sendiri.. Alur cerita yang menyayat adalah bumbu hidangan istimewa Perahu Kertas. Pertama kali membaca kita menduga ceritanya akan biasa saja seperti novel pop yang selama ini sering bermunculan. maka kita akan tahu “keistimewaannya”.Dari Mereka.. sahabat. deh. By the way. SALUT! Membaca Perahu Kertas seperti membaca sebagian kisah hidupku. menjadi sebuah hidangan ringan sekaligus padat. One thing yang aku realized. cara menulismu GUE banget. Amazing! Karakter tokoh yang kuat. penempatan titik emosional yang sangat baik. Top. Perahu Kertas membuatku terpikat. semakin dalam . xi ... Yui: Saya baca Perahu Kertas dengan nggak sengaja. Perahu Kertas membuat saya langsung memburu karya-karya Dee yang lain. Tak banyak penulis yang bisa menyatupadukan cinta keluarga. Ricas Dwi Cahyo: Nangis. saya alami saat baca novel ini. edukatif dan inspiratif. Sangat mengikat secara psikologis.. dan walaupun sudah baca.. Sebelumnya saya belum pernah baca karya Dee.

com] xii . Deeah Surya: Awal baca bagian pertama aku merasa ini bukan Dee banget. Nggak salah kalau Dee memang benar-benar penulis terfavorit.. banget! Benar-benar unik plus menyentuh! Kok ada ya. / Membuatmu berpikir dan berirama indah . Satria: Ajaiiiiiiiiiiiiib ..May’s: Perahu Kertas memiliki filosofi tentang sebuah pilihan dalam hidup. ya.. Belum pernah aku membaca novel yang bisa mengaduk-aduk emosi kayak gini.. Jadi seru bacanya. Dee. Thanks.. Bagi Anda yang tergerak untuk ikut bersuara. Atau mungkin karena tokohnya yang baru lulus SMA. sekaligus belajar melepaskan.. Dee / Selalu ada.. Seperti yang disampaikan Dee. Membantu saya untuk mengerti dan berhenti berlari. Perahu Kertas-mu benar-benar bikin emosi naik turun waktu membacanya. termasuk menjadi bukan diri kita sendiri. Benar-benar karya yang sangat enak dinikmati. Etcha: 1 kata tapi banyak alasan untuk cerita ini = inspiring. alurnya membawa kita mengalir. cerita yang unik gini? Holyshine: Ternyata menjadi diri sendiri tuh butuh banget perjuangan. Bahasanya penuh makna dan berisi. enjoyed the story :) Keren. mengena . Berkaca dalam cerita ini. / Mengalir tenang dan menyentuh .. DEE! Two thumbs up for you! Jaff: Overall. baru deh yakin kalau itu tulisan Dee. buat ceritanya yang bikin aku jadi nangis. Safar: Perahu Kertas merupakan kekuatan yang membuat hidup menjadi tidak pernah terlambat. dan selesai membaca kita bisa dapat ‘sesuatu’.. Bikin lagi cerita ringan tapi sarat emosi kayak gini. Semuanya hanya perputaran. Coz bahasanya gaya-gaya ABG gitu.. Terus berkarya. Dee .. hanya saja terkadang kita mesti melalui berbagai jalan. ya? Baca seterusnya. Astra-sima: Kertas . [Komentar-komentar ini diambil dari blog “Journal of a 55-days Novel”../ Perahu kertasmu ini tak akan melepuh oleh aliran air. That’s why it becomes so interesting. / Dijadikan ia perahu … / Perahu kertas . silakan mampir ke www... kita selalu menuju satu titik dengan diri kita sendiri...dee-55days. Night-Bug: Dee. Keren . GOOD JOB..blogspot.

Ia masih ingin duduk di pinggir pantai Blomendahl berbekal kanvas dan alat lukis. Jangan bebani kopermu dengan buku.” 1 2 Kopi susu atau café latte. 1 . atau menikmati koffie verkeerd1 di salah satu kafe di 9 Straatjes dari pagi hingga sore bersama buku sketsanya.1. JALAN YANG BERPUTAR Amsterdam.. Juni 1999 . tapi kenapa aku merasa terlalu lelah untuk semua ini? Pintu di balik punggungnya berderit pelan. Sambil mengosongkan baris terakhir bukunya dari rak yang bergantung di samping tempat tidur.. Tidak ada alasan untuk meninggalkan Amsterdam pada musim panas. Biar Oma yang kirim semua bukumu ke Jakarta. Tidak. Keenan. Inilah masa terbaik untuk bersepeda di sekitar Leidseplein dan Dam Square sambil menikmati sinar matahari yang merupakan surga tahunan bagi warga kota. “Nee2. pertanyaan yang sama seminggu terakhir ini berulang dalam kepalanya: umurku baru jalan delapan belas.

jawab ayahnya. Hanya keajaiban yang bisa membatalkannya kembali ke Indonesia. sebelum itu terjadi. Orangtuanya bertengkar hebat seminggu sebelum akhirnya memutuskan bahwa ia. Bertahun-tahun. Padahal Keenan tidak merasa di negeri orang. Dia diizinkan bersekolah di Amsterdam untuk enam tahun. Bukankah di kota ini mamanya dilahirkan dan menjadi pelukis. Oma mengatakan itu seolah-olah ia tak akan pernah kembali ke rumah ini. melukis di salah satu bangku di Vondelpark. Karena otakmu terlalu pintar untuk cuma jadi pelukis. dilepas ke negeri orang. menemani Oma yang berjuang agar tidak digusur ke panti jompo karena dianggap terlalu tua untuk hidup sendiri. tanpa ucapan tambahan yang menyiratkan kalau ia bisa terus tinggal di Amsterdam. 2 . anak pertama mereka. Hatinya terusik. justru ingin memadamkan apa yang mereka wariskan? Papa khawatir Amsterdam akan menghidupkan seorang seniman dalam diri anaknya. Keajaiban tak datang-datang. sampai akhirnya pergi ke Indonesia dan berhenti menjadi pelukis? Keenan tidak tahu persis apa yang terjadi.Keenan tersenyum tipis. untungnya. haruskah dia mulai menyabotase nilai-nilainya sendiri di sekolah agar papanya keliru? Tapi. Papa dan Mama sepakat. Keajaiban yang dimiliki Keenan punya tanggal kedaluwarsa. Kenapa Papa takut? Keenan dulu bertanya. Keenan tahu saat ini akan hadir tak terelakkan. urung membereskan buku-buku tadi. tumbuh besar menjadi seniman-seniman yang ia kagumi dan banyak berseliweran di kota ini. Keenan berharap dan berdoa keajaiban itu akan datang. sumber dari bakat melukis yang mengalir dalam darahnya. Hanya sesekali telepon dari Mama yang memuji sketsa-sketsa yang ia kirim. Hanya enam tahun. Bagaimana mungkin orangtuanya. Cukup enam tahun saja. Keenan pun bertanya-tanya.

Roti keju. Tidak bisa lupa. “Oma tunggu kamu di meja makan. 5 6 7 8 3 4 Panggilan untuk anak laki-laki. Sesuai pesananmu. Ya. “Oma jadi masak?” “Bruinebonen soep6 dan kaas brodje7. Oma selalu pegang janji. Sup kacang merah. mengencangkan jepit yang mencapit rambutnya yang sudah putih tapi masih lebat. Kamu. Oma kan niet ferget8.” Oma menyerahkan dua buah buku bertuliskan 2500 Latihan Soal UMPTN. Oma sangat mirip Mama.” Perempuan tua itu berdiri. Oma tersenyum. “Mungkin ini saja yang sebaiknya kamu bawa.” “Ja5. Keriput tidak menyusutkan kecantikan dari wajahnya. ya. “supaya jij4 bisa belajar di pesawat. Dan Keenan pun ikut berjanji tanpa tahu betapa beratnya memegang janji itu.” Satu malam pada musim dingin pertamanya di rumah ini. vent. Oma. Oma janji tidak akan menangis kalau satu saat Keenan pulang ke Indonesia. Untuk pertama kalinya juga mereka merasakan kedekatan seperti dua sahabat yang saling menjaga. membereskan blus motif paisley-nya yang berkerut. vent3. Oma mendekapnya dan membungkusnya dalam selimut tebal. Menunggu pagi. 3 . Malam itu.” Keenan menyambut dua buku tebal itu dan berencana untuk meninggalkannya di kolong tempat tidur begitu Oma keluar kamar nanti. Keenan mendadak merasakan kangen yang menjadikan kepulangannya ke Jakarta tidak terlalu buruk.Dua ribu lebih hari berlalu dan Keenan merasa enam tahun sesingkat kedipan mata. Mereka berdua bertahan seperti itu di sofa. pemanas rumah mereka rusak.

kadang melompat. Semua orang selalu bilang. seluruh ruangan itu tampak kabur. tapi selera musiknya sama dengan anak SMA lima belas tahun yang lalu. Cewek bertubuh mungil itu tak henti-hentinya bergerak. Dari celah pintu yang sedikit membuka. yang namanya Kugy itu luarannya doang up-to-date.. Sekalipun samar. Keenan memandangi Oma membereskan taplak meja yang sudah rapi dan duduk menatap sup kacang merah yang mengepul di wajahnya.” Kugy mengipasngipas sebuah buku sambil menandak-nandak.. langkahnya masih tegap meski memelan setahun belakangan ini. Keenan menutup pintu kamar. Juli 1999 . you come and go .. Keenan dapat melihat mata tua itu berkaca-kaca. Padahal kegiatannya hanyalah mengemas buku ke dalam dus... tapi air di pelupuknya seperti tidak bisa berhenti. Tak lama. tapi dalamannya out-of-date. terkecuali fashion-nya.. berjingkat. tapi dia memutuskan untuk mengombinasikannya dengan berjoget. Sudut mulut Oma selalu tampak tersenyum dan membuat air mukanya selalu ramah.. Ia berusaha 4 . you come and gooo . sangat keren dan genius. Dia baru lulus SMA sebulan yang lalu. bahkan kakinya menendangi udara. Kupingnya tersumbat earphone yang mengumandangkan musik new wave koleksi abangnya. “Karma-karma-karma-karma-karma Chameleon . dan dalam gerakan cepat Oma tampak menyusut sesuatu dari ujung matanya.Keenan memandangi neneknya yang berjalan menuju meja makan. Kugy tetap bersikeras bahwa musik tahun ’80.. Jakarta. Yang dikatai malah cuek cenderung bangga. Berkali-kali Keenan mengerjapkan mata..

Kugy melongok dengan sebelah earphone-nya menjuntai.” Terdengar penekanan pada kata ‘‘Kak’’. Terkagum-kagum sendiri. adik perempuannya.” Keshia dibuat melongo. “Punya anak lima saja manggilnya suka ketukar-tukar. Keshia. Mau Karma. kek. mengetuk-ngetuk pintu. Nanti saja kalau Mama sudah tua. Dengan logat British yang dibuat-buat. Pintu penuh stiker di hadapan Keshia membuka. Setelah semenit tidak ada hasil.keras tidak melihat cermin karena kelebatan bayangannya saja sudah membuat ia ingin terpingkal-pingkal. Keshia yang tidak sabar mulai menggedor-gedor. kan. kan?” Ibunya hanya mengangkat bahu sambil terus membaca. Who is this?” Ada beberapa detik kosong sampai terdengar jawaban dari ujung telepon. Dia mulai menyadari dari mana keanehan Kugy itu berasal. Bukannya buru-buru mengangkat telepon. “Karma Chameleon speaking. Emang lu sangka siapa yang nelepon? Ratu Inggris?” 5 . Beliau tidak bosan-bosannya mengingatkan untuk memanggil Kugy dengan tambahan “kak”. “Kak Kugy. nih. “Ma. “Kugy! Woooi! Ada telepon. ah. tuh!” Ada suara dewasa berceletuk pelan dari belakang. Keshia melirik ibunya sambil melengos. dia malah menengok ke ibunya dulu. Jadi nggak menyalahi aturan rumah ini. terserah. Jelek banget. Ma? Dia aneh banget. apalagi ada yang mau ganti nama. Dari luar. Malas. “Gy? Noni. Jadi nggak ngaruh. kelakuan kakak perempuannya yang satu itu kurang layak untuk menyandang titel ‘‘kakak’’. sudah pikun.. decaknya.” Keshia ikut menengok ke ibunya dengan tatapan putus asa.. Masalahnya. “Tuh. gimana kalau aku ganti nama jadi Karma? Kan tetap dari ‘K’. mau Karno . Kugy menjawab telepon.

lu harus udah sampai di Bandung. pokoknya nggak mau tahu. belum? Lagi penuh lho. Dialah orang yang paling menunggu-nunggu Kugy selesai berkemas supaya bisa langsung cabut ke Bandung. Noni juga orang yang paling repot. menyiapkan jemputan.. Singkatnya. “Jadi ke sini. Kamar lu udah gua sapu-sapu dari kemarin. Pokoknya tahu beres. ya? Tiket kereta api udah pesan. “Santailah sedikit. nanti nggak bakal muat. Gy? Buku-buku lu yang banyak banget itu dipaket aja ke Bandung. Sayang duit. Bu Noni. Dia yang mencarikan tempat kos bagi Kugy. Bagasi mobilnya Eko kan kecil. deh. persis seperti panitia penyambutan di kampung yang mau kedatangan pejabat tinggi.” “Kapan mulai beres-beres. Legalisasi STTB ke sekolah aja gua belum sempat . bahkan menyusun daftar acara mereka selama seminggu pertama.... Serius. Yang namanya STTB baru ada waktu angkatan abang gua sekolah . nggak? Entar kamar kos lu keburu gua lego ke orang lain!” Suara Noni yang melengking tajam begitu kontras menggantikan suara Boy George yang halus dari kuping Kugy.” “HA? Orang lain tuh sudah dari berabad-abad yang lalu legalisasi STTB-nya.” “Non. Habis itu kita langsung keliling buat belanja kebutuhan lu.. Noni adalah sahabatnya sejak kecil. Ntar terpaksa beli di calo. Lu bawa baju-baju aja.” “Minggu depan. nggak usah bawa sendiri. lu tuh lebih cerewet dari tiga nyokap gua dijadiin satu. tahu!” “Itu jelas nggak mungkin..” 6 . Mobil Eko udah gua suruh masuk bengkel dulu biar nggak mogok pas ngejemput lu ke stasiun. Noni adalah seksi sibuknya. mata Kugy langsung berbinar.Mendengar suara Noni.

. Udah capek ngurusin si Eko dan Fuad-nya yang ngadat melulu itu . “Kok lu jadi marahin diri lu sendiri!” “Iya. Kan lu udah capek bantuin gua. minimal kalian bisa jadi peternak Fiat . minggu depan pokoknya gua tunggu di Bandung. Non. “Supaya menghemat energi lu.“Tapi lu juga lebih rajin dari tiga pembantu gua dijadiin satu.. pesan tiket KA.. gua. ya?” Kugy ikut tertawa.” Kugy menjauhkan gagang telepon sebentar dari kupingnya. payung lipat yang dulu lu pinjam. Komba dan Kombi adalah pasangan hamster peliharaan Noni dan pacarnya. “Siap! Sampai ketemu minggu depan. Kugy terkikik-kikik sendiri. ya. “Ya udah.... Jangan lupa: STTB..” Noni tiba-tiba tertawa. ya!” Saat pembicaraan telepon itu usai... packing. menunggu sayup suara Noni selesai bicara sambil pindah-pindah saluran teve. Payah banget.. ya? Terus . dong! Mending kalo Fuad bisa beranak. Lebih sering si Fuad mogok daripada si Kombi kawin.” “Dasar anak gila!” “Kurang ajar lagi .” “Emang! Kadang-kadang mendingan nge-date pake sepeda kumbang daripada Fiat kuning itu...” Kugy tergelak-gelak. Eko. Pasangan Komba dan Kombi ini tidak henti-hentinya beranak sampai-sampai Noni dan Eko sempat punya profesi baru yakni pedagang hamster. “Gy? Udah dicatat semua? Kugy?” Kugy buru-buru menyambar telepon kembali. Sahabatnya yang satu itu memang luar biasa. Ke7 .” “Wuahaha! Parah banget. paketin buku-buku lu. jaket jins gua—masih di lu kan.” “Iya! Kurang ajar!” “Gimana sih.

Orangorang bilang. kedua ayah mereka pun selalu ditugaskan berbarengan. Balikpapan. 8 . Pilihannya mengambil jurusan Sastra adalah buah dari cita-citanya yang ingin jadi penulis dongeng. Di luar dari perilakunya yang serba spontan. Sejak kecil. Pada tahun itu. dan hubungan kedua keluarga itu terjalin akrab semenjak hari pertama mereka berjumpa. Seperti disengaja. Meski Noni selalu tampak lebih dewasa dan teratur ketimbang Kugy yang serampangan. Kedua ayah mereka sama-sama merintis karier di perusahaan yang sama. Noni dan Kugy tumbuh besar bersama. dan Noni kemudian disekolahkan di Bandung. yang duluan pensiun. selalu tinggal di kompleks perumahan yang sama. Sementara ayah Kugy tetap tinggal di Jakarta bersama keluarganya. sesungguhnya Kugy memiliki keteguhan yang tidak dimiliki Noni. padahal mereka seumuran. untuk pertama kalinya mereka berpisah. Kugy seolaholah bertransformasi menjadi sosok yang sama sekali berbeda. Dari mereka kecil memang selalu begitu. Noni membereskan hampir segala persiapan Kugy dengan baik dan sukarela. Kugy merencanakan dengan matang perjalanan hidupnya. dan berakhir di Jakarta saat mereka kelas 1 SMP. Pilihannya kuliah di kota lain adalah buah dari khayalannya untuk hidup mandiri.luarganya sendiri bahkan tidak usah repot mengurus ini-itu ketika Kugy harus bersiap kuliah di Bandung. Ayah Noni. memilih tinggal di Subang untuk menghabiskan hari tuanya. Noni seperti mengasuh adik. Bontang. Noni yang anak tunggal dan Kugy yang dari keluarga besar adalah sahabat karib yang saling melengkapi sejak TK. Kugy tahu apa yang dimau. pindah dari satu kota ke kota lain hampir selalu bersamaan: Ujungpandang. dan untuk hal yang ia suka.

Kugy menyusun balok demi balok mimpi9 . Tidak semua orang menganggap menjadi penulis dongeng layak disebut sebagai cita-cita. Semakin ia beranjak besar. untuk akhirnya keluar menjadi juara. yang lalu dituangkan ke dalam bentuk artikel yang serius. Untuk itu. Kugy juga tahu itu. Ia dikenal sebagai pionir dengan ide-ide segar bagi kehidupan buletin sekolah. dari mulai cergam stensilan sampai buku dongeng klasik yang mahal. Penulis dongeng bukan salah satunya. Dalam kamarnya yang bergabung dengan taman bacaan di loteng rumah. dan benar-benar serius menangani impiannya. sepanjang hidupnya Kugy berupaya membuktikan bahwa ia bisa mandiri dari buku dan menulis. sekaligus yang tergalak. ia memburu para penyewa ‘‘nakal’’ dengan sepeda mininya. dan semua hasil tabungannya dibelikan buku cerita anak-anak. Kugy sadar bahwa sebuah cita-cita yang dianggap layak sama dengan profesi yang pasti menghasilkan uang. ia nekat memburu para figur publik betulan untuk diwawancarai dengan pendekatan yang profesional. Dari SD. lalu bekerja sebaik dan sekeras mungkin. Kugy rajin menabung. Kugy menjadi Pemimpin Redaksi majalah sekolah dari mulai SMP sampai SMA. hingga mereka tersudut dan tidak ada cara lain agar berhenti dikejar-kejar selain mengembalikan buku. Seperti predator di hutan rimba. Kemudian investasi itu ia putarkan lagi melalui usaha penyewaan. Kugy melakoni dengan tekun segala kegiatan yang ia anggap menunjang cita-citanya. sampai bukunya terus bertambah banyak. Sampai-sampai Kugy hafal juri-juri mana yang biasa dipakai dan bagaimana seleranya.Ia tahu alasan di balik semua langkahnya. Dengan rajin ia mengikuti segala perlombaan menulis di majalah-majalah. Jadilah Kugy pemilik taman bacaan termuda di kompleksnya.

nya. Suatu hari ia bukan hanya seorang kolektor buku dongeng. 10 . Ia akan menulis dongengnya sendiri. kendati jalan yang ditempuhnya harus berputar-putar.

itu. “Gimana.” jawab istrinya santai.. Konsentrasinya lebih terpusat pada dua gelas berisi kopi susu panas yang sedang ia aduk. “Palingan juga masih tidur. “Eh. “Keenan mana. Ma?” tanya pria itu dengan gelisah.2. hanya berbalutkan kaus putih polos dan celana olahraga. mereka buru-buru ke pintu depan dan langsung membuka halaman tengah koran yang padat dengan barisan nama-nama. Langkah-langkah beratnya hilir mudik sedari tadi. 11 . sih. yang tinggi dan masih tegap untuk umurnya yang memasuki kepala lima.. Kok kayaknya kita yang lebih antusias menunggu pengumuman UMPTN daripada pesertanya sendiri. Agustus 1999 . Seperti balap lari. “Ini namanya! Dia masuk!” istrinya berseru dengan suara tercekat sambil menunjuk satu nama. korannya datang!” seru istrinya ketika ia mendengar gesekan kertas koran di depan pintu.” dumel suaminya. Badannya. PINDAH KE BANDUNG Jakarta.

” ujarnya tidak sabar. Kugy menyadari sesuatu ketika baru pindah ke Jakarta.” istrinya menyergah dengan senyum mengembang.” Padahal Keenan sudah tahu apa yang terjadi. mata Keenan terpaku. “Ah. Mendapatkan lembar kosong itu sebagai jawaban pertanyaan hatinya. abangnya yang paling besar. Seolaholah ada yang menginginkan agar kebiasaannya yang satu itu terus berjalan. dari kemarin begadang terus. Meski berair cokelat. Keenan menerawang di atas tempat tidur. Tidak mungkin menutup telinga dari suara apa pun di rumah mungil ini. Biar dia tidur sepuas-puasnya. arus kali itu mengalir lancar dan tidak mampat seperti kebanyakan kali di Kota Jakarta. Rumah mereka yang berseberangan dengan laut membuat Kugy kecil banyak menghabiskan hari-harinya di pantai. di mana pun ia tinggal. Kasihan Keenan. pria itu pun meyakinkan dirinya berkali-kali. bahwa memang cuma ada satu nama seperti itu: K E E N A N. “Kita bangunkan saja dia. Adalah Karel. Tercetak jelas. Kugy ingat betul bagaimana sejarah kebiasaan itu bermula. Dua belokan dari rumah Kugy. ada sebuah kali.Antara percaya dan tidak. “toh hari ini dia sudah membuat kita semua lega. Waktu itu keluarganya masih tinggal di Ujungpandang. bertanya-tanya pada dirinya sendiri: apakah ia salah karena tidak merasakan kebahagiaan yang sama? Apakah ia puas atas kesuksesannya menyenangkan orang lain? Dan apakah ia cukup berduka atas pengkhianatannya pada diri sendiri? Di depan kanvas. ia selalu menemukan air mengalir dekat rumahnya. yang pertama kali 12 . nggak usah. Sambil meringkuk dan memeluk lutut.

Barulah Kugy teryakinkan. Semua aliran air akan menuju ke laut. bahwa surat-suratnya sampai ke laut sudah dalam bentuk serpihan mikron yang tak lagi 13 . Kendati bukan lagi dekat laut. Kugy kecil lalu berkhayal dirinya adalah anak buah Dewa Neptunus yang diutus untuk tinggal di daratan. Kugy melipat surat itu menjadi perahu lalu dihanyutkan ke laut. yang artinya tak ada pantai lagi dekat rumah. Ia ngambek berkepanjangan sampai akhirnya Karel menjelaskan bahwa selama ada aliran air. Hampir setiap sore Kugy selalu mampir ke pantai. Simbolnya air. mengirimkan surat-surat berisi cerita atau gambar untuk Neptunus. Termasuk rumah mereka yang dekat kali di Jakarta. “Air sungai bakal sampai ke laut?” Karel mengangguk.memberi tahu bahwa zodiak Kugy adalah Aquarius. Kugy percaya bahwa ia harus menulis surat untuk Neptunus dan melaporkan apa saja yang terjadi dalam hidupnya. Ia mengirim suratnya yang pertama saat mulai bisa menulis sendiri. “Air empang bakal sampai ke laut?” Karel mengangguk lagi. kebiasaan itu mengendur seiring waktu. Kugy tetap bisa mengirim surat ke Neptunus. “Air selokan bakal sampai ke laut?” Karel masih mengangguk. Namun. Kugy protes keras saat keluarga mereka harus pindah kota. di mana pun itu. Kugy yang beranjak besar pun sadar bahwa besar kemungkinan Dewa Neptunus itu tidak ada. rumah mereka yang berpindah-pindah selalu dekat sesuatu yang mampu meyakinkan Kugy bahwa surat-suratnya tetap sampai pada Neptunus. Seperti mata-mata yang rutin melapor ke markas besar. begitu kata Karel sambil menyusutkan linangan air mata di pipi Kugy.

Perlahan. Sampai ketemu. Hiruk-pikuk kerumunan anak kampung dari pelosok gang berdengung di telinganya. ia mengeluarkan sesuatu dari kantong celana. I’ll find my stream. kepergiannya kali ini menggerakkan ia kembali menulis. Garis-garis mukanya yang tegas dan runcing dikombinasikan dengan kulit putih tapi gosong kemerahan akibat terpaan sinar matahari membuatnya persis seperti turis peselancar di pinggir Pantai Kuta. dan segala yang dicemplungkan tangan-tangan kecil di sebelahnya. kail. atau bahkan tidak sampai sama sekali. sebuah perahu kertas melaju tak terganggu. Berbarengan dengan batu. Ia tidak bisa menjelaskan bagaimana batinnya dibuat damai dengan menyaksikan perahuperahu kertas itu hanyut terbawa air. Saya pindah ke Bandung. Sebuah surat pendek berisi sebaris kalimat: Nus. Matanya tak lepas mengamati aliran air cokelat di bawah kakinya. Kugy tidak ingat kapan terakhir ia menghanyutkan perahu di sana. Kugy tak terganggu. daun. Namun. Rumah asri yang terletak di daerah hijau di Jakarta Timur itu tampak le14 . Pagi itu ia berdiri di tepi kali. Kugy juga tidak bisa menjelaskan bagaimana di lubuk hatinya ia masih ingin percaya. Entah kenapa.bermakna. Terlalu lama ia lupa tugasnya sebagai mata-mata dunia air. Seorang anak SMP berambut ikal tampak berlari dan bergegas memasuki pagar rumahnya yang terbuat dari kayu bercat putih. Sebuah perahu kertas. Namun.

” rengek Jeroen.” Muka Jeroen bersemu merah. Pikirannya melayang pada surat-surat dan foto-foto yang sering diselipkan di tasnya oleh cewek-cewek di sekolah. Ketemu Mas Eko. atletis. tidak menyukai keramaian. Keenan dan Jeroen saling menjaga dan mengagumi seperti magnet yang lekat erat. Tapi kamu harus mandi dulu baru bisa ikut antar abangmu ke stasiun. Mama sudah kayak resepsionis pribadi ngangkatin telepon buat dia. Napasnya baru melega ketika mobil orangtuanya ternyata masih terparkir di dalam garasi. dan lebih senang menyendiri untuk melukis. senang bergaul dan berorganisasi. adalah cetak biru dirinya. Diam-diam ia mengamati kedua anak laki-lakinya yang terpaut jarak umur enam tahun. Jeroen yang ekstrover. deh. “Belum. Permohonannya sudah 15 . Ibunya tersenyum dan menggeleng. diplomatis.” celetuk ibunya lagi. Sementara Keenan yang introver. “Ma! Keenan belum berangkat. aku bolos sehari. dan menyadari betapa berbeda keduanya. kan?” tanyanya seketika.” Keenan melangkah keluar dari kamarnya dan nyengir melihat adiknya yang dekil bermandikan keringat. Aku juga mau ke Bandung. Namun. Ma. adalah cetak biru ayahnya. dan ia menebak-nebak mana yang kira-kira ditemukan oleh abangnya. halus. “Tapi jelek-jelek gitu. Jeroen banyak yang naksir. Anak lak-laki itu melihat sekeliling dengan khawatir. dan kini ia harus melepas abangnya lagi untuk bersekolah di Bandung. Bagi Jeroen. memastikan. Dan Keenan menyayangi Jeroen lebih dari apa pun. Keenan adalah idolanya nomor satu. Nan. Jeroen seperti orang patah hati ketika Keenan harus pergi ke Amsterdam. Langkahnya pun meringan saat ia membuka pintu. “Ma. “Untung kamu tidak di sini.ngang.

Terdengar suara pintu kamar membuka. “Semua barang kamu sudah siap. “Sudah. aku nanti bisa kasih tahu Mas Eko yang mana. “Ya iyalah. “Nggak bisa. yakni lewat ibunya. Dan ujung 16 . Eko adalah sepupu Keenan yang sejak SMA bersekolah di Bandung dan kini mereka akan berkuliah di kampus yang sama. biarpun kalian tidak hafal muka. Ia pun telah minta izin dari kantornya demi melepas Keenan ke Bandung. dia juga pasti sama. Tapi Eko sudah Mama pesankan untuk bawa tulisan nama kamu. Pa.” Ibu mereka tersenyum melihat usaha keduanya. Keenan dan Eko bersahabat karib. sebelum Keenan berangkat ke Amsterdam. Sayang. dan kini ia mencoba celah lain. Roen. Mama sudah telepon langsung ke Eko. ibunya tetap menggeleng. “Nah! Itu dia. Nan. Kamu harus sekolah. Jadi.” timpal ibunya.ditolak mentah oleh ayahnya. kalian pasti akan bertemu. Baru sekarang lagi mereka akan bertemu setelah terpisah sekian lama. Semasa keduanya masih SD. Memangnya kenapa?” “Saya nggak ingat mukanya. “Alasan kamu memang masuk akal.” “Mama yakin saya dijemput Eko?” tanya Keenan.” Keenan berdiri di samping satu travel bag. Kami terakhir ketemu kan waktu SD!” Jeroen langsung menyambar senang.” jawab ibunya sambil mengerling ke arah Jeroen. Nan?” tanyanya sambil meraih kunci mobil dari meja. dan melangkahlah keluar ayahnya yang masih berkemeja dan dasi lengkap. Ma! Kalau aku ikut. “Itu saja?” “Sisanya dipaket ke Bandung.

“Penyerangaaan! Invasi ruang privaaaat!” “Nggak usah berlagak. Langkah tergesa dan suara bernada tinggi mengacaukan suasana hening yang membungkus Kugy seperti kepompong. Tidak ada yang lebih dahsyat daripada gabungan gerimis hujan di luar dan selimut hangat di dalam kamar.” Kugy terduduk dengan paksa. Ayo. “Non. Dengan gesit ia menyingkap selimut dan memercik-mercikkan air dari gelas di sebelah tempat tidur. “Gy. Si Fuad nggak bisa dimatiin. Cahaya dari luar seketika menerangi kamarnya yang temaram. entar mogok. Bandung. Sayangnya. ia lupa mengunci pintu. cepetaaan!” Kugy menyahut dengan gumaman tak jelas. Kugy menghindar.matanya menunjuk ke sudut yang penuh sesak oleh tumpukan dus berisi alat lukis. Yuk. Agustus 1999 . Eko udah di depan. Ada suasana mendung yang seketika menggantung di ruangan itu. Riak pada air mukanya tidak bisa disembunyikan. berhubung kamar kita bakal se17 . “Gy! Bangun! Pergi. yuk!” Selimut yang tampak menggunduk itu tak bergerak.. Noni terpaksa mengambil tindakan lebih ekstrem. dan Keenan melihatnya dengan jelas. Meringkuk di tempat tidur sepanjang sore sambil bermimpi indah adalah misinya sore itu. mata terpejam sebelah dan rambut semrawut. Satu demi satu pun melanjutkan kegiatannya masing-masing tanpa suara. Demikian prinsip Kugy. Ayahnya menghela napas. deh. gelagapan. bangun..

gua dibangunin dari tidur suci gua untuk jadi cadangan tenaga ngedorong si Fuad?” “Ya iyalah. lagi! Harusnya lu masuk ke sini pun jalannya pake lutut dan sungkem dulu ke kaki tempat tidur .. Si Fuad ngadat lagi. Kalo mogok harus ada yang dorong. Buat apa lagi?” “Nggak sopan. Bonus hujan..” Noni seperti tak mendengar khotbah penting Kugy. Tidur siang adalah momen sakral buat gua. Jam lima keretanya nyampe. oke. “Jadi ..” “Kita jemput sepupunya Eko ke stasiun.. dan kaus kegedean bertuliskan “Lake Toba” yang sudah tipis dan lentur seperti lap dapur. Lu ngambek. Untuk dorong kita butuh tenaga. ya?” “Oh. gua jelaskan satu aturan yang sangat penting.” Kugy menganga tak percaya. Lu mau pakai baju yang mana? Biar gua siapin. Kedua mata Kugy terbuka. Kenapa kok gua harus ikut? Itu kan sepupu si Eko. jangan gitu-gitu amat..belahan setidaknya dalam empat tahun ke depan... “Yah. bener-bener nggak sopan! Gua cuma dianggap kuli dorong mobil . cabut!” sahut Kugy seraya menyambar jaket jins di gantungan. “Mau pakai baju yang mana?” “Yang ini!” Kugy menunjuk pakaian yang menempel di tubuhnya.. lu yang pacarnya si Eko. Gua cuma berdandan sesuai kasta gua aja. nggak. Noni memandang temannya dengan khawatir. Kuli dorong mobil. kenapa gua harus dilibatkan segala?” Kugy berseru putus asa. “Soalnya . dong. Gy.” sambil menggerutu Kugy bangun. Rambut sebahu Kugy sebagian naik ke atas seperti disasak setengah 18 . Celana batik selutut yang sudah mengusam... “Bentar ... yuk. Ayo. bentar.

Kalau lu mau.. satu. “Sip. jam tangan plastik Kura-kura Ninja yang nyaris tak pernah lepas dari pergelangan tangannya. tiga. nanti gua pajang di mading kampus. dua. kan.” kata Eko penuh penekanan. Jaket jins kegombrongan milik Karel yang digondol Kugy detik-detik terakhir sebelum dia berangkat ke Bandung itu pun tentu tidak membantu.jadi. ya makin senanglah dia. “Daripada bensin lima menit lu habiskan buat tunggu gua ganti baju. Standar majalah. Gua cetak 5R.” Noni menunjuk Kugy yang sedang mematut-matut diri di spion mobil Eko. Gy? Dan gua nggak bisa matiin mesin mobil karena takut mogok. Tapi gua akan merelakan lima menit buat lu untuk ganti baju. Ko. Namun. Belum lagi. “10R lah. Lalu sandal khusus kamar mandi dari bahan plastik berwarna pink elektrik seolah menyempurnakan “keajaiban’’ penampilan Kugy sore itu. mendingan lu konversi jadi duit terus beliin gua minum. Dia sebetulnya sudah bisa menduga pilihan Kugy. Eko juga mulai khawatir. “Gy! Lu kayak gembel baru gila! Keren!” teriak Eko sembari merogoh-rogoh ransel mencari kamera.. Jadi kuli gampang haus! Yuk!” 19 .. mukanya hepi gitu . pose!” Dengan cepat Kugy langsung membengkungkan kedua lengannya seperti atlet binaraga. dan mulai tertawa-tawa bahagia tanda menikmati. disambut Eko yang kontan meringkuk-ringkuk tertawa melihat pemandangan nyentrik itu. “Lu tahu betapa gua menghargai setiap liter bensin.” “Orang gila lu layanin. Bajunya mendekati compang-camping.. Kugy berjalan mantap keluar menantang dunia.” Eko tersenyum puas.. Melihat itu. “Siap . mulai menyadari betapa aneh dandanannya. Lihat tuh. dong.

Non.. sementara Kugy bergegas ke arah muka stasiun. Noni dan Kugy sudah mulai resah. “Kok kamu nggak bawa tulisan atau apa.. Masalahnya. “Gua yakin dia pakai kereta yang ini.” “Ampun.. ya .. Kugy membalikkan badan. Noni memutuskan untuk lanjut mengomel. deh! Kalau bilang dari tadi kan aku bisa cari kertas sama pulpen!” omel Noni. tapi mereka belum juga menemukan objek jemputannya.. “Waktu SD. “Lu yakin dia pakai kereta jam lima? Kok nggak munculmuncul?” tanya Kugy pada Eko yang celingak-celinguk tiada henti.” “Kapan kalian terakhir ketemu?” tanya Kugy. “Tenang . “He-he. Kugy dan Noni langsung berpandang-pandangan. muka sepupuku tuh unik. Lautan penumpang kereta api telah melewati tiga sekawan itu sejak sepuluh menit yang lalu.. hmm . gua nggak tahu mukanya. kok . Dari jauh..Jawaban tegas Kugy menuntaskan kontroversi sore itu.” Eko menjawab setengah menggumam. “KO! Siapa nama sepupu lu?” “Keenan!” “KEENAN?” Bersamaan dengan itu muncul serombongan orang yang 20 . pokoknya gimana.” “HAH?” teriak Kugy dan Noni hampir berbarengan. ketinggalan.. kek?” cecar Noni.. Eko nyengir masam. dan meluncurlah Fiat 124S kuning itu memecah air di atas jalanan Kota Bandung yang basah.

Saya pikir tadinya kamu . “Permisi .” Keenan mulai bingung menjelaskan. seseorang merasa namanya dipanggil. maaf. Keenan . Tepatnya. Keenan mengamati dengan saksama. Tak jauh dari sana. Setengah mati Keenan menahan senyum gelinya yang spontan ingin membersit.” Kugy berhenti. menjajarkan langkahnya dengan kaki kecil yang melangkah besar-besar dan terburuburu. kedua mata membelalak seperti mengancam. Berusaha sangar. Kugy berharap ia tak salah mendengar. “Keenan .. Keenan mengamati sekali lagi.. Keenan merasa sumbernya adalah perempuan yang sedang bergerak ke arahnya. Mendadak Keenan menyesal telah memanggil. ia belum pernah menemukan orang dengan penampilan seaneh itu. dan akhirnya hanya tersenyum lebar lalu ambil langkah seribu. lalu berjalan lagi ke arah bilik informasi yang menjadi tujuannya.. tertegun menatap orang yang tahu-tahu muncul di sampingnya dan kini mengadang persis di hadapan.menghalangi pandangan keduanya. Saya salah mengenali orang. Ternyata ia berhadapan dengan anak kucing yang berusaha jadi singa.. rambut seperti orang baru kesetrum. “Ada apa. gaya berbusana tidak ada juntrungnya.” ulangnya sendirian sambil terus berjalan.. ya. Ia yakin belum pernah berkenalan dengan cewek satu itu seumur hidupnya. dalam hati ia tahu. kelihatan seperti anak SMP..... Perempuan mungil setinggi dagunya. Napasnya baru lepas setelah ia yakin orang itu sudah hilang jauh di balik 21 . ya?” tanya Kugy dengan suara dibesar-besarkan. “Nggak pa-pa. Kugy pun hanya mengangguk kecil. ia tidak akan pernah melupakan wajah itu... Ragu. emm .. Keenan mendekati. Namun.

tegas Kugy dalam hati. Laki-laki tadi adalah makhluk tertampan yang pernah ia temui sejak tokoh Therrius dalam komik Candy-Candy. Namun. ia tidak keberatan salah dikenali. harus selalu waspada dengan semua makhluk sok akrab. Lebih baik konsentrasi mencari sepupu Eko nan malang. ia pun memotivasi diri.punggungnya. 22 . Berusaha melupakan apa yang baru ia lihat. Sejujurnya.

melihat Kugy di bilik informasi sedang menguasai mikrofon. tangannya tergantung di udara. Siapa tahu memang dia pakai kereta yang lain. Namun. tinggi 175 cm. kulit cokelat sedang. sepupu dari Eko Kurniawan. “Panggilan untuk Keenan penumpang KA Parahyangan dari Jakarta. mata besar bulu mata lentik. tinggal segelintir orang yang tersisa.” Sambil memberengut. Pulsa cekak. akhirnya berjalan ke teras depan stasiun.. Non.” Noni dan Eko melongo. sekali lagi. Noni menyerahkan ponselnya. Tak lama seorang petugas datang tergopoh-gopoh untuk me23 . pakai kaus Limpbizkit. “Aku coba telepon ke rumah tanteku. Suasana mulai lengang. MOTHER ALIEN Noni dan Eko. nih. ditemani oleh dua cewek cakep . saudara Keenan. ditunggu oleh saudara Eko yang ciri-cirinya sebagai berikut: rambut cepak berjambul Tintin. karena tiba-tiba terdengar suara yang sangat ia kenal bergaung lewat speaker seantero stasiun. Keduanya menoleh ke belakang. deh. yang mulai putus asa menunggu di tempat sama.3.. Pinjam HP ya..

“Eko?” panggilnya setengah meragu. Sambil tertawa riang. “Ha-ha . Dalam koridor memori masing-masing. tampak terjurai sedikit melewati pundak. tampak satu sosok mendekati mereka bertiga.” Dari arah lain.. “Keenan?” Eko membalas sama ragunya. periang. Kugy menghampiri Noni dan Eko. tapi jarang bicara. bersorot mata teduh dan selalu tersenyum ramah. Baru saja Keenan mau mengucap “permisi” untuk yang kedua kalinya. salah sendiri posnya ditinggal . Seorang anak kurang ajar rupanya telah menjajah daerah kekuasaannya saat ia pergi sebentar ke kamar mandi barusan. bermata cantik seperti anak perempuan dengan bulu mata lebat dan lentik. rambutnya yang diikat tak lagi cokelat melainkan hitam pekat. Keenan pun tak akan mengenali sepupunya jika saja tidak menemukan kedua mata bundar yang dinaungi bulu-bulu lentik yang sejak dulu menjadi ciri khas Eko. yang sejak kecil membuat Keenan tampak lebih dewasa dari umurnya.. ingatan mereka berkejaran menuju ke sembilan tahun lalu.. matanya tertumbuk pada wajah yang kali ini rasanya ia sungguhan kenal. Eko adalah anak berbadan besar cenderung tambun. yang mem24 . kurus dengan tungkai-tungkai panjang.. Keduanya tercenung memandangi satu sama lain. Tak hanya Noni dan Eko yang ikut menoleh.. Hanya sorot matanyalah yang tak berubah. Dan sekarang Keenan menjulang tinggi dan tegap. Dalam ingatan Keenan. Dan kini orang itu yakin bahwa perempuan aneh yang kini tengah diusir petugas itu memang orang sama yang memanggil namanya tadi. Dalam ingatan Eko.ngendalikan situasi. Keenan adalah anak bule berambut kecokelatan. seorang pemuda yang berdiri tak jauh dari mereka pun ikut melongok.

. “Mungkin kita sudah ketemu di kehidupan lampau .” timpal Kugy cepat. “Hai. “Bener juga kata Tante Lena. Kugy . malas mempermasalahkan apakah dua orang itu serius atau bercanda. Akhirnya kenalan juga. “Sudah!” ralat keduanya lagi. Sekarang sepupunya sudah tidak bulat lagi seperti bola.. Kugy yang tahu-tahu melempem seperti kerupuk disiram air. Wajahnya bersemburat merah saat ia mengulurkan tangan. sementara ekspresi Keenan seperti orang yang menangkap basah sesuatu. Jarak sembilan tahun itu seketika melumer ketika keduanya berdekapan sambil tertawa bersama.” “Memangnya kalian udah ketemu?” komentar Eko melihat pemandangan ganjil itu. Noni. Betulan seperti anak kucing.” Hanya Kugy yang tampak menyimpan kepanikan saat berkenalan dengan Keenan. Ini cewek gua. “Dari dulu 25 . lu udah makin kayak seniman sekarang!” seru Eko sambil menepuk bahu Keenan.. “Gimana. Eko melengos melihat keduanya. “Belum!” Keduanya menjawab kompak.. Dan ini sahabatnya Noni ...buatnya dulu dipanggil ‘‘Si Cowok Cantik’’. “Yup. Dan dulu dia galak sekali. sih?” Eko dan Noni mulai merasa ada konspirasi di balik ini semua.” Keenan tersenyum lebar menyambut tangan mungil dengan muka yang kini merunduk malu itu. Nan. mantap. juga bersamaan. Mereka berdua berpandangan lalu tertawa. “Hai. Dan mereka tertawa lagi. “Kenalin.. malah lebih mirip pelatih fitness.” Keenan ikut menambahkan... menyadari bahwa sejak tadi mereka ternyata berdiri bersisian.

seolah mereka telah berkenalan jauh lebih lama dan bukannya barusan. Ia berteriak-teriak sekuat tenaga untuk membakar semangat.. sementara ketiga temannya mendorong di belakang. Dering telepon meraung-meraung di koridor kos-kosan itu sejak tadi.dia udah hancur gini belum dandanannya?” celetuknya sambil menunjuk Kugy. Percaya dirinya sudah kembali.” “Hah?” “Hujan-hujanan lagi. Tak lama kemudian. bersahutan dengan derap kaki yang berlari dan teriakan berulang-ulang: “Nggak usah diangkaaat! Itu buat sayaaa!” Kugy menyambar kop telepon dan terengah menyapa. Jos . Baru dorong mobil. Sebuah Fiat warna kuning terang tampak berusaha keras keluar dari parkiran stasiun. tapi jelas suara lantangnya yang berfungsi sebagai mandor. selalu!” Keenan nyengir. sementara Eko harus jem26 . Noni di belakang kemudi. “Oh. bangga.” “Bukan. Bukan manusia.” “Hai. Tubuh mungil Kugy diapit oleh kedua lelaki besar di kiri-kanan. Fuad lagi penyakitan..” “HAH? Kok bisa?” “Biasa.” “Kamu baru jogging? Tumben rajin.” “Hai.. sampai akhirnya Fiat itu berhasil kembali melaju dengan tenaga mesin.. Kugy ikut mengekeh. “Halo . Seketika ada keakraban yang juga mencairkan jarak dan waktu di antara mereka berempat.. hujan kembali mengguyur Kota Bandung. Sayang.. Gede banget.

Eeeh . kok. siiih . Yang dorong beneran kan Eko sama sepupunya. Kugy menunggu sambil memanyunkan mulut dan memeras ujung-ujung kausnya yang basah.. dan makan malam di restoran mewah bertemankan sinar lilin. Bayar kek buat dorong mobil.. dan hanya Kugy satu-satunya di dunia yang berani melakukan itu. Ia memang tak akan pernah bisa menang jika beradu mulut dengan Joshua. Keduanya bertolak belakang hampir dalam segala hal.” “Tapi tetap hujan-hujanan. membawakan seikat bunga. itu dia!” Dan banjiran kalimat berikutnya terus mengalir tanpa jeda. Bagi Kugy. dasar si Fuad.” “Gila ya si Eko! Nggak ada orang lain. Joshua pun seringkali mati kutu jika berhadapan dengan Kugy. nggak pa-pa. adalah standar prosedur 27 . Kendati begitu. dia harus merelakan namanya yang indah ‘‘dirusak’’ menjadi “Ojos”. mobilnya yang keren. Ojos yang necis dan jago basket adalah pujaan banyak cewek di sekolah karena kegantengannya. Buktinya. Tak ada satu pun temannya yang percaya bahwa keduanya bisa jadian. begitu juga dengan teman-teman Ojos. Membukakan pintu.. pacarnya sejak dua tahun terakhir. kan?” “Iya. Aku cuma nyumbang spirit sama akting ngedorong doang. dan sikapnya yang sesuai primbon Prince Charming. yang dari Belanda itu lho.put sepupunya ke stasiun. beneran mogok dia. memangnya si Eko atau si Fuad bisa gantiin kamu kuliah?” “Jos. ungkapan opposite attract adalah yang paling sempurna untuk menggambarkan dinamikanya dengan Ojos. ngemodal dikit. terus mereka butuh aku untuk dorong mobil kalau-kalau mogok.” “Nah. apa? Masa kamu yang mereka andalkan? Di stasiun kan banyak kuli. Nanti kalau kamu flu gara-gara kehujanan...

Kugy pun termasuk sosok populer di sekolah karena aktivitas dan pergaulannya yang luas. Di mata 28 . dan seikat mawar putihnya berantakan tergencet punggung orang di Metro Mini. Kugy sendiri tak pernah menganggap Ojos serius mendekatinya karena menyadari betul perbedaan mencolok di antara mereka berdua. atau Kugy. sementara cewek-cewek lain sibuk mencari muka hanya supaya Ojos mau mengajak mereka makan atau nonton barang sekali saja. Kugy melihat Ojos dengan pandangan lain. Hampir dua tahun mereka pacaran. bagaimana mungkin Prince Charming dan Mother Alien bisa bersatu? Tidak juga Ojos. Datanglah Ojos di depan pintu. Kugy tak akan pernah lupa hari mereka jadian. basah kuyup karena gengsi bawa payung. sikapnya justru membuat Ojos semakin penasaran. rambut rapinya layu ditimpa air hujan. Di mata Kugy. Pada sore itu. Di sisi yang berbeda. Dan kali itu. bukan lagi anak manja yang dipuja-puja satu sekolah. dan mereka tetap dua manusia yang bertolak belakang. tahu jawabannya. Dan hati Kugy pun akhirnya memilih. hujan pun turun sama lebatnya. Kugy tak sadar. Semuanya tak habis pikir. Ojos yang perhatian dan cerewet kadang-kadang berfungsi sebagai penata hidupnya dan kaki-kaki yang membantunya menjejak bumi saat terlalu lama berada di dunia khayal.Ojos. Dan Ojos keburu menerima tantangan Kugy untuk bertandang ke rumahnya pakai kendaraan umum. Mungkin karena Kugy begitu berbeda dengan semua cewek yang pernah dipacarinya. Ia dianggap duta besar dari semua makhluk aneh di sekolah. melainkan seseorang yang siap berkorban demi pilihan hatinya. Kugy dikenal dengan julukan Mother Alien. Ojos begitu terkesima melihat bagaimana Kugy begitu santai dan berani menjadi dirinya sendiri. Tapi Kugy berasal dari kutub yang berbeda.

nih.. Terserah. Lagian kalo buat HP kayaknya nggak akan dikasih. Oh. Kan enakan ngobrol di kamar.Ojos. Kalau dorong Fuad. dan tak berhasil menghindari telepon-telepon yang tak diinginkan karena tidak tahu siapa gerangan yang meneleponnya. Jos. Cukup banyak penyesuaian yang mereka pelajari selama dua tahun ini. Kali ini aku mau coba kirim ke majalah. produk second keluaran empat tahun yang lalu. Jadi ada penghasilan. Alhasil. “Ya udah. Kugy yang cuek dan seenaknya terkadang menjadi pengingat bagi dirinya untuk bersikap santai dan terbuka bagi segala kejutan dalam hidup. “Kenapa? Sori tadi kresek-kresek .. Ganti baju gih.” “Kamu lagi bikin cerita apa?” 29 . “Aku nabung dulu. Kugy kehabisan banyak pulsa karena salah sambung.. jangan percaya deh sama si Fuad. ya. dan kini ia masih asyik memeras ujung-ujung bajunya. Salah satu trik yang dipelajari Kugy kalau Ojos sedang kambuh cerewetnya adalah menjauhkan sedikit gagang telepon lalu mencari kesibukan lain. dari mulai urusan memencet nomor sampai menerima telepon. kapan dong kamu beli HP baru? Masa kalau mau telepon harus ke kosan terus.” “Ogah. sudah tak berfungsi lagi layarnya.” Ojos menghela napas. Malu minta sama Bokap.” Ponsel Kugy.” “Tadi aku bilang. Naik taksi mahal. lain kali kamu naik taksi aja ke manamana. Selama ini ia terpaksa menggantungkan nasib pada feeling. Putus asa. ah. Aku lagi bikin cerpen. nanti masuk angin. “Gy? Kugy? Denger nggak?” Kugy tersadar dan buru-buru mendekatkan gagang telepon. udahannya malah suka dijajanin minum sama Eko. Udah sering kamu dikerjain mobil satu itu. ya.

.“Aku lagi bikin cerpen cinta gitu. kan? Hebat nggak ceritaku? Jos? Halo?” Ojos tersadar dan buru-buru mendekatkan gagang telepon.” Kugy menelan ludah. Oooh. honornya cukupan beli HP baru. “Pakai Fuad lagi?” “Fuad tewas. ya?” tanya Noni yang sudah berdiri di depan Kugy. Jadi gini. Hmm. tahu-tahu selembar handuk telah dilemparkan ke pangkuannya. Ya. ya? Hmm. ya. ya. nanti kita jalan kaki aja cari yang dekat-dekat. tokoh utamanya Pangeran Lobak dari kerajaan Umbi. Gabung. “Nanti malam diajak makan sama Eko.. Tuhan! Makan gratis! Nggak pakai dorong!” Kugy melonjak girang dan menghilang di balik pintu kamar mandi... biasalah. “Oh. yakni menjauhkan gagang telepon sedikit dan mencari kesibukan lain. gih.. Kayak nggak tahu aja.” “Pasti dimuat. atau delivery service. “Wow! Gila. Baru saja Kugy hendak bangkit berdiri. yuk. Dia kan jelmaan lu dalam bentuk laki-laki. “Yah. aku juga lagi bikin dongeng tentang sayursayuran.” Ojos punya trik jika Kugy sedang berceloteh tentang dunia khayal yang tak ia mengerti. Ojos mulai membuka-buka tumpukan majalah otomotif di hadapannya. Kalau dimuat. Sayang. Ceweknya siapa dulu . sementara mulutnya sesekali membuka.. Oh. Rencananya Eko dan Keenan mampir ke sini pakai angkot.” “Oh.” ujar Kugy sambil terkekeh. Seru banget! Ya udah.. 30 . Besok masuk bengkel dulu. lalu tokoh antagonisnya penyihir namanya Nyi Kunyit dari negeri Rempah . Bye!” “Dah!” balas Kugy. ya? Hmm ..” “Seru.. Besok aku telepon lagi ya. “Diomelin sama Ojos. Kamu kan hebat. kamu mandi.” “Terima kasih ya.

“karena bagi Kugy semua hal nggak ada yang aneh. yang jujur. Non.” Kugy berdehem. tampak karton pipih lebar bekas pizza menganga terbuka.” 31 . Pak Raden. Ayo. LINGKARAN SUCI Di ruangan tamu yang digunakan bersama itu.. “Waktu SD gua pernah ikut drama sekolah. ya!” “Maaf. berbincang asyik sambil tertawa-tawa.” celetuk Kugy. Sebuah teve yang tak ditonton menyala dengan suara sayup. sebutkan hal paling aneh yang pernah kita lakukan.” Noni angkat tangan. “Kugy .. termasuk yang paling aneh sekalipun untuk ukuran orang normal. Noni berpikir sejenak.. termasuk Kugy.” “Oke. dengan dus pizza kosong sebagai pusat bagaikan kawanan Indian yang mengelilingi api unggun. “Itu memang apesnya lu aja. “di lingkaran suci ini.” Mereka tergelak-gelak. Lengkap dengan kumis palsu.4. dan dapat peran jadi . Empat orang duduk di lantai. sebetulnya gua kurang setuju. giliran lu kasih ide. Dan untung di gua..

” “Tapi karakter pas banget. pikirnya. “Hmm. gua diminta menyumbangkan satu kesenian yang khas Indonesia. terima kasih. cuma itu yang gua bisa. takjub. waktu rumah gua masih di dekat pantai. waktu itu ada malam kesenian di sekolah gua di Amsterdam.” “Lagu yang mana?” “Sakit Gigi. bentar. “Jadi.” Pengakuan Keenan disambut sunyi. Lengkap dengan joget. Anak itu berpikir keras. sih. Yah. “Please.” ungkap Noni sambil menahan geli. Susah banget.” Giliran Keenan. berhubung hampir semua yang ia lakukan cenderung aneh.” “Kugy suka kirim surat ke Dewa Neptunus. “Mau dibantu. dong. Alis Keenan seketika bertemu. Tak lama. Tiba-tiba terdengar suara tepuk tangan yang diprakarsai oleh Eko. “Gimana caranya?” “Oh. ya gua hanyutkan di laut. “Ayo. susah sekali memilih satu. Non. “Secara fisik lu memang kurang cocok. Mukanya berkerat-kerut tanda berpikir keras. Tapi mereka suka banget. Dulu. nih. Lipsync lagu Meggy Z. Sesudah itu dihanyutkan saja di segala aliran air. karena semua aliran air bermuara 32 . Lama banget. gampang. Keenan merasa perlu memberikan penjelasan.” gumam Kugy. “Terima kasih. Satu sekolah ikut joget.” desak Eko tak sabar. Semua terlongo.Semua terkikik-kikik. yang lain mengikuti. “Bentar. dan karena mereka tahu gua dari Indonesia. Gy?” Tahu-tahu Noni memberi usul.” Sunyi lagi.” Keenan membungkuk hormat. Giliran Kugy. Betul kata Noni. Melihat reaksi itu.

“Kamu pernah naksir Kugy? Ka—kapan?” “Yah.” kata Noni lagi. pas kelas 2 SMP. ya?” cetusnya dari dalam benaman bantal. zodiak gua Aquarius.” “Dengan segala hormat. “Terus. tujuannya lu kirim surat apa?” Eko bertanya. kok. Gua juga Aquarius. seketika memberangus mereka.. “Yo! Brotha’!” Kugy kontan menjabat tangan Keenan. Jadi nggak perlu ikut menyaksikan aib ini..” papar Kugy lagi. “tenang.. “Betul. kan? Tantangan ini memang nggak relevan buat si Kugy. sudah saatnya kalian tahu bahwa gua ini sebetulnya . “Kok gua serasa ada di tengah alien nation gini. tapi hal paling aneh yang pernah gua lakukan adalah . Ko.. Eko membelesakkan kepalanya ke dalam bantal. Eko sudah mau mati menahan semburan tawa. waktu aku kelasnya sebelahan sama dialah. Tertawa terpingkal-pingkal. Ajaib. alien.” sahut Keenan.ke laut. “ayo. Bisa naksir karena setiap ketemu Kugy selalu pas dia lagi baca buku. Untung kamu udah keburu pindah. Non. Dulu aku sering ke taman bacaannya Kugy. Sayang.” Eko menepuk bahu Noni. “Sama.. “Gua sebetulnya anak buah Neptunus yang dikirim ke Bumi untuk jadi mata-mata. giliran kamu.” Keenan terbahak keras..” Kugy menahan napas. “dan. kan?” tambahnya dengan mata berbinar-binar. Begitu ngobrol . Sementara mulut Noni menganga tak percaya. dong. Langsung menyesal.. “Teman-teman. diikuti Kugy yang sampai terguling di lantai. suaranya bergetar “. 33 .” Sunyi yang lebih mencekam.” Kugy langsung duduk tegak dan menjelaskan dengan semangat. bubar jalan!” Eko pun tergelak-gelak.. atau tepatnya mencekik. naksir Kugy. SECARA KEBETULAN SEKALI..

“Si Semprul satu ini justru orang yang paling menghalang-halangi. tahu nggak?” sambar Eko lagi. “Jadi kalian dicomblangin Kugy?” tanya Keenan lagi..“Terus. Gua udah naksir dia dari kelas 1 SMP . Yang penting hasilnya . Nan. “Dua tahun jadi anggota masa cuma pinjam Godam si Putera Petir? Dan lebih dari sepuluh kali dia pinjam yang judulnya Anak Rabaan Setan. gua kan cuma menganalisa dari statistik pengembalian buku lu.” jawab Kugy. “Masa dia pernah bilang ke Noni kalo gua itu spesies berbahaya?” “Yah. Ko. No hard feeling. “Kamu kan kenal aku justru setelah aku pindah. kok kalian bisa .. “Boro-boro!” Kali ini Eko dan Noni satu suara. “terakhir-ter34 . Namanya juga usaha.. jadian?” Keenan perlahan menunjuk Eko dan Noni. Bokis dikit kan biasa. “Sori... Kugy menggeleng. sok akrab.” “Alah! Gombal! Kenal aja belum!” semprot Noni. “Ya’elah. dong. “Sebetulnya cinta sejati gua adalah Noni. Dan judul-judul apa yang lu pinjam. Eko langsung pasang tampang serius.” sahutnya kalem.” “Tuh! Kebangetan nggak dia? Masa prospek gua dihancurkan gara-gara track record kartu anggota taman bacaan?” “Memangnya Eko pinjam buku apa aja?” tanya Keenan pada Kugy. Betulan penasaran. Non.... sih. Aku paling anti percomblangan dan segala usaha perjodohan lainnya. Dendam banget.” Eko membujuk-bujuk. sok udah naksir aku dari kelas 1. kan? Yang mungkin waktu itu kamu masih jadi pelanggan setia taman bacaannya dalam rangka pe-de-ka-te! Baru deh.” cerocos Noni sengit. Gara-gara pernah ketemu aku di rumah Kugy. padahal aku yakin kamu tahu aku aja nggak.

Kugy berdehem lagi. Saya nggak sangka. sih. tampak terkesan. ya? Nggak matching sama yang punya. Malam itu ditutup dengan Keenan yang memperagakan lipsync lagu Sakit Gigi-nya Meggy Z. Belum pulang?” tanya Kugy sambil melirik jam yang sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat.” Keenan melihat sekitar. Wajah Eko merah padam. Berhubung segala sesuatu yang berhubungan dengan gua adalah keren adanya.” “Iya. “Pinginnya. jadi gua nggak aneh.” Kugy pun segera membukakan pintu. Matanya lalu berlabuh pada sebuah pigura berisikan foto keluarga Kugy. Meneer. Cuma bingung juga bengong di luar. Dan Eko. yang harusnya lebih aneh karena bisa suka sama orang aneh bahkan jadi anggota perpustakaan orang aneh dengan pilihan buku yang aneh. “Lho. Tapi nggak enak ganggu yang pacaran. Kalau begitu. pemenang lingkaran suci kali ini adalah . Boleh masuk?” Kugy yang sedang mengetik di komputer terkejut melihat Keenan muncul di pintu kamarnya yang setengah terbuka. “Silakan masuk.akhir malah udah nggak dibalikin! Gimana aku nggak curiga?” Menyusul seketika ledakan tawa Keenan dan Noni.” “Keenan!” Mereka bertiga berseru kompak. “Nah. 35 .” jawab Keenan jujur. akhirnya juga jadi nggak aneh. “Kenapa? Kamarku rapi.. “Hai. Kali ini ia terpaksa bungkam...

umurku 18 tahun. Tangannya serta-merta menunjuk ke arah rak buku tempat koleksi komik dan buku dongengnya berbaris rapi. kepingin jadi penulis serius dan dihargai sebagai penulis serius.” Kugy tergelak. “Sejauh ini sih cuma dinikmati sendiri aja. seolah-olah hendak menjawab pertanyaan klasik yang sudah ia hafal mati jawabannya. kuliah jurusan Sastra.“Keluarga besarku. Ini abangku yang cuma beda setahun sama aku. Dan adik bungsuku. yang paling aneh. Kevin.” “Nama kamu yang paling unik. Karin. demi mengalihkan pembicaraan. kamu suka nulis dongeng. “Ini abangku paling besar.” “Kata Eko. “Ini sebagian kecil koleksiku.” “Tepatnya. Nama depannya dari ‘K’ semua. “Keenan. dan nggak harus jadi guru TK dulu untuk punya pembaca. Karel. supaya punya pembaca.” “Banyak penulis cerita dongeng yang bisa terkenal. ya?” “Iya. “Mungkin aku harus jadi guru TK dulu. Dan bukannya tulisan baru bermakna kalau ada yang baca?” Kugy tertawa kecil. tapi pembaca nggak ada.” Mendadak kerongkongan Kugy seperti tercekat. Minimal dongengku bisa dibacakan di kelas. Masih untung nggak jadi Karbol. Lima bersaudara. ya.” “Kenapa gitu?” “Siapa sih yang mau baca dongeng?” Kugy terkekeh lagi. The ‘K’ family. Yang di rumah jauh lebih banyak.” Senyum simpul mengembang di wajah Kugy. “kayaknya waktu itu orangtuaku habis bahan.” Kugy menjelaskan.” “Tapi kamu yang paling cantik.” “Tulisan kamu udah banyak?” “Kalau kuantitas sih banyak. Kakak perempuanku. Orang-orang di lingkunganku kepingin jadi 36 . Keshia. Hobi sejak kecil.

” Keenan melipat tangannya di dada. cita-citaku. kan? Artinya kamu bisa makan. aku bisa nulis dongeng sesuka-sukaku. dosen kek.” “Jadi ...” “Intinya adalah: semua itu nggak matching! Antara umurku. Baru nanti setelah mapan. pembuktian yang harus aku raih.” 37 . lalu orang-orang mulai percaya. Di umurku. kenapa nggak?” “Bukannya itu yang nggak matching?” tanya Keenan lagi.. Nggak ada masalah. dan banyak lagi tokoh-tokoh sejenis. Kebanyakan dari mereka punya pekerjaan lain. tajam.. Nggak bisa makan. kisah dewasa . Setidaknya. tapi penulis dongeng bukan pekerjaan ‘serius’. penulis dongeng terdengar konyol dan nggak realistis. profilku. punya cita-cita ingin jadi penulis dongeng masih terdengar lucu. Apalagi kalau mau jadi penulis dongeng! Sekalipun aku serius mencintai dongeng. dan isi kepala ini. kisah remaja.” “Saya masih nggak ngerti. dan itu menjadi pembuktian yang dianggap sah.” “Tadi kamu makan pizza. begitu?” “Yah. jadi wartawan kek. “Asal kamu tahu. di negara ini. “Waktu aku kecil. atau juara lomba novel Dewan Kesenian Jakarta..juara menulis cerpen di majalah dewasa. aku harus jadi penulis serius dulu. kamu ingin menjadi sesuatu yang bukan diri kamu dulu. untuk akhirnya menjadi diri kamu yang asli. Penyihir Nyi Kunyit. cuma segelintir penulis yang bisa cari makan dari nulis tok. Sementara isi kepalaku cuma Pangeran Lobak. harusnya aku nulis kisah cinta. kalau memang harus begitu jalannya. Begitu sudah besar begini. Peri Seledri. copy writer di biro iklan kek.” “Banyak cerita dongeng yang isinya kisah cinta.

Diusapnya sampul depan bundel itu dengan hati-hati.” Ia lalu membuka lemari kecil di bagian bawah meja belajarnya dan mengeluarkan bundel tebal berukuran A-4 yang dijilid ring logam. cukup lama hingga suasana di kamar itu terasa menjengahkan. Aku menulis dengan super semangat. Bertahun-tahun. Siapa tahu Eko bentar lagi mau pulang. “Saya tunggu di luar. peti itu diambil dari perahu karam. Silakan kamu baca-baca. TER-SE-RAH.” sergah Kugy. dikasih sama Karel. supaya peti itu kembali berisikan sesuatu. Di kepalanya melintas gulungan-gulungan kanvas bertorehkan lukisan yang ia tinggalkan di Amsterdam. Dan jadilah bundel itu. ya. dan isinya gulungan-gulungan naskah sejarah yang jadi hancur karena terendam air laut.“Aku harus bisa mandiri. dan aku bertekad untuk mengisinya ulang dengan naskah-naskah dongeng buatanku.” gumamnya. Bentuknya kayak peti harta karun yang ada di komik-komik. “Aku punya peti kuno.” Keenan menatap Kugy.” Keenan pun berjalan ke arah pintu. Keenan menerima bundel yang disodorkan padanya. Karel bilang.. “aku nggak tahu kamu selama ini ada di planet mana.” Keenan terdiam. Memang begitu aturan mainnya. “Barang itu belum pernah berpindah tangan sebelumnya. abangku. aturan mainnya ya begitu. Di sampul depannya tertulis: “Kumpulan Dongeng Dari Peti Ajaib—Oleh: Kugy Karmachameleon”.. “Sebentar. tapi di planet bernama Realitas ini. “aku mau kasih pinjam kamu sesuatu. Aku senang sekali dapat peti itu. 38 .” nada suara Kugy mulai tinggi. Kamu bisa kembalikan kapan pun kamu mau. Keduanya membisu. baru setelah itu . kehilangan kata-kata. “Betul. punya penghasilan yang jelas.

dan ia memutuskan untuk bertanya. ke bawah tanah tempatnya Joni Gorong si undur-undur penggali. Sama seperti Neptunus yang tidak ada. tapi ada banyak juga yang ia tulis dengan tangan. ada satu hal yang mengusik Keenan. Peti itu bukan peti harta karun.” “Jauh. Keenan terjaga hingga larut..” Kugy menatap Keenan tajam. di Jalan Surabaya. Keenan menyadari betapa berharganya bundel yang ada di tangannya itu. Sebagian besar naskah itu ditulis Kugy menggunakan komputer.. ke dunia sayur-mayur tempat Wortelina menjadi penari balet yang ternama. di Jakarta.. Namun. atau jadi sampah yang bikin sungai banjir. Setiap helai bernapaskan semangat dan rasa percaya yang begitu kuat. Kugy Alisa Nugroho. dan surat-suratku yang mungkin cuma jadi mainan ikan.” “Baru beberapa tahun yang lalu aku tahu kalau peti itu dibeli Karel dan ayahku di toko barang antik. ya?” Malam itu.” ucap Kugy pelan. Ia tenggelam dalam dunia khayal Kugy yang membawanya jauh ke Negeri Antigravitia yang menggantung di selapis langit sebelum bulan. Dan maaf kalau tadi saya . Bukan juga dari kapal karam. “Makasih. “dan itulah kenyataan di planet bernama Realitas ini. Keheningan kembali membungkus ruangan itu.Aku juga nggak tahu kenapa bisa tergerak meminjamkannya sama orang yang baru aku kenal tadi sore.” Keenan kembali kehilangan kata-kata. Bahkan beberapa kali Kugy ke39 . “Nama lengkap kamu Kugy Karmachameleon?” “Bukan.

Anak ini adalah penulis yang luar biasa. tapi dia sama sekali tidak bisa menggambar.dapatan mencoba menggambar. Keenan membuat puluhan sketsa sekaligus. Keenan baru berhenti. komentarnya dalam hati. Keenan lalu meraih buku sketsanya yang masih baru. Tersadar bahwa baru kali itulah ia menggambar begitu banyak untuk seseorang yang baru dikenalnya tadi sore. meraih peralatannya yang masih tersimpan di dalam tas. dan ia mulai menggambar dengan tekun. Ada rasa haru yang spontan membersit ketika Keenan melihat usaha Kugy itu. 40 . Sepanjang malam. Saat ayam berkokok dari kejauhan. membuat ilustrasi atas tokoh-tokohnya sendiri.

jelas sekali...” “Hey .. ya?” Kugy langsung manyun.. katanya begitu. “Segitu kelihatannyakah?” “Oh... Tubuh yang menjulang tinggi dengan rambut melewati bahu yang diikat satu. Dari kejauhan Kugy seketika bisa mengenali sosok itu. dan kamu kelihatan agak cemerlang dari biasa. “Hey. September 1999 .. Dia memilih tidak ikut opspek daripada kehilangan kuncirnya itu—satu-satunya peninggalan otentik dari Amsterdam yang terbawa sampai ke Bandung.” 41 . Dia satu-satunya yang berambut gondrong di tengah anak-anak angkatan baru yang dipotong cepak gara-gara ikut opspek.5.” Keenan tertawa lebar sambil sekilas mengacak rambut Kugy. another Kay. Kay . “Baru mandi. SEBATANG PISANG SUSU Bandung. Di punggungnya tergandul ransel merah marun dengan emblem huruf “K” warna hitam yang dijahit di tengah-tengah. Rambut kamu masih basah.

Harusnya: tergantung siapa yang bayar..” “Oh.. kayaknya aku nggak akan ketemu kamu di mana-mana lagi. tempat Keenan berkuliah.” Kugy ingin berceletuk: pantas saja..” gumam Keenan sambil mengekeh pelan. Sibuk.. mengangkat bahu sekilas. Dan hampir setiap hari ia melongok untuk melihat keberadaan ransel merah marun bertuliskan huruf “K” itu. Hampir setiap hari ia melewati Fakultas Ekonomi. ya?” Keenan menebarkan pandangannya ke sekitar. Pantesan nraktir . Kalau bukan kita berempat punya ritual nonton midnight setiap Sabtu. Nggak terlalu suka nongkrong-nongkrong. “Saya di kampus hanya seperlunya aja.” “Jadi. Kugy bahkan sempat curiga jangan-jangan Keenan sebetulnya kuliah lewat jalur Universitas Terbuka. nih?” “Ada satu tempat makan yang wajib dijajal.” “Enak banget. “Tumben aku ketemu kamu di kampus. Warung nasi dengan dinding bambu itu tampak padat.Kugy manyun lagi. Orang-orang berderet memilih makanan yang disajikan prasmanan.. Murah banget. Mereka lalu duduk di pojok dekat jendela. bersebelahan dengan pisang susu yang digantung bertumpuk. saya bakal ditraktir.” Kugy menggelengkan kepala. ya?” “Bukan. Jangan ngaku anak kampus deh kalau belum pernah ke sana . 42 . Keenan berhenti sejenak untuk membaca plang yang tergantung di pintu: “Warteg Pemadam Kelaparan”. “Kalau makan siang di kampus—masih berminat?” tanya Kugy. “Jawaban yang salah.. “Tergantung siapa yang ngajak.

” komentarnya.” sahut Kugy.. “Aku memang sudah mengusulkan ke mamaku untuk ganti nama jadi Karma.” 43 . Kugy lalu membongkar tasnya dan menyerahkan majalah yang sudah agak ringsek itu. “Baru!” Kugy tertawa lebar.” “Oh! Aku masih punya kejutan lain. pekerjaan mengkhayal dan menulis ternyata juga butuh asupan kalori tinggi. “Kugy Karmachameleon ..” Keenan menyalami Kugy... “Ini. kejutan baru lagi. Mendadak ia merasa gugup. salah satu alasan ia sering lewat-lewat fakultas Keenan adalah untuk memberikan majalah yang memuat cerpennya.” “Saya boleh kasih tahu kamu sesuatu? Menurut saya.” “Wah.” Kugy tergelak.. lalu mencabut dua pisang susu yang bergantung di sebelah kepalanya.” Muka Kugy memerah. ta-daaa!” “Handphone?” Keenan memicingkan mata. Tapi belum ada tanggapan. Sesungguhnya. “Hasil keringat sendiri! Cerpenku dimuat. jadi penulis betulan.” Keenan menerimanya dengan mata berbinar. Keenan menatap adegan itu dengan decak kagum. yang sudah ia siapkan di dalam ranselnya dan ia bawa setiap hari. “mau baca cerpennya. Hebat. “Kecil-kecil makannya banyak juga. ya. Sebentar . kamu penulis yang sangat bagus. aku sudah siapkan satu untuk kamu.. “Baca aja belum. “ . Honornya cukup buat beli HP baru dan traktir kamu makan siang sekarang..” Kugy merogoh kantong depan ranselnya. “Kamu memang makhluk penuh kejutan. “Menurut survei: selain narik becak dan gali kubur.. ya. kok bisa bilang bagus .. dong.. Selamat.” Kugy tampak gelagapan.Keenan sungguhan terpana melihat nasi yang menggunung sampai nyaris tumpah dari pinggiran piring Kugy.

Mendadak ia ingin cepat-cepat menuntaskan makan siang ini.” Kugy mengangguk. Hanya 44 . Rel-rel kawat bersaling silang di bawah plafon dengan lampu-lampu halogen kecil yang bergantungan menerangi beberapa spot tempat lukisan-lukisan Keenan yang terpaku di dinding atau didirikan begitu saja di atas lantai. yuk. Kamar-kamarnya berukuran luas dengan langit-langit yang tinggi. Ia merasa wajahnya semakin panas. Justru itu. Belum lihat aja suka. Berbeda dengan tempat kos Kugy dan Noni yang padat. Napas Kugy seketika tertahan ketika pintu besar itu terbuka dan Keenan menyalakan sakelar lampu. apalagi kalau udah lihat. Kamar dengan ubin abuabu itu tampak lengang karena tidak banyak perabot. Mati langkah. Saya mau kasih lihat lukisan-lukisan saya.” Kugy terkekeh sendiri.” “Memangnya kamu udah lihat?” “Belum. tempat kos Keenan hanya diisi oleh beberapa orang saja. sih? Lapar berat. Akhirnya Kugy mencomot satu lagi pisang susu.“Saya bukan ngomongin cerpen kamu. dan omongannya semakin ngaco. Benar-benar tidak tahu harus merespons apa. Mendadak ia mensyukuri celetukan asalnya tadi. “Kamu terakhir makan kapan. Sebuah rumah peninggalan zaman Belanda yang dikelilingi pepohonan rindang. kita ke tempat saya. satu hal langka telah terjadi: dirinya salah tingkah. Ada senyum spontan yang tak bisa ia tahan. Mengunyahnya lahap. tapi dongengdongeng kamu.” Mendadak Kugy merasa mati gaya. ya?” “Aku suka lukisan-lukisan kamu. Tempat kos Keenan terletak agak jauh dari kampus mereka. habis makan siang. Ia tersadar. “Kalau gitu.

. saya sama sekali nggak sangka kamu bisa menebak setepat itu. Ini pasti karena kita dulunya sama-sama utusan Neptunus..” Keenan garuk-garuk kepala.. “Ini judulnya: Sunset from the Rooftop . tapi Seni Rupa . dan menunjuk judul yang tertera di baliknya. dan setengah berbisik ia mengucap. Cuma ini yang nggak ada. dan ini .. ini judulnya: Heart of Bliss . namanya. tapi harus dirasa.. Lantas terdengar napasnya mengembus. Lalu ia memejamkan mata. “Nan . “dan ini lebih pantas disebut galeri ketimbang kamar kos . harusnya kamu bukan kuliah Manajemen...” “Tebak judulnya apa.. lemari pakaian kecil yang di atasnya diletakkan sebuah mini compo.” Giliran Keenan yang terpaku.” Kugy menggeleng. ia membalik lukisan yang berdiri di lantai itu. “Freedom?” “Sumpah ... itu sih mission impossible. Lama.. menunjuk lukisan yang hanya seperti gradasi warna dan garis-garis halus seperti larik-larik kapas. Perlahan. “ini kebetulan yang aneh.. “Aku nggak percaya kebetulan. dan meja belajar besar tempat alat-alat gambar Keenan berjajar rapi.” Keenan membawa Kugy berkeliling melihat lukisan-lukisannya.satu tempat tidur.. “Bebas.” “Yang ini yang paling aneh... “Yang lain ada gambar orangnya semua.. Mana mungkin ketebak.” gumam Kugy sambil pelan-pelan melangkah masuk....” Kugy menatap lukisan itu lekat-lekat.” “Gila. Kugy melongo...” potong Kugy. Apa perasaan yang muncul ketika kamu lihat lukisan ini? Itulah judulnya..” “Lukisan yang satu ini jangan dipikir. yang ini: The Shady Morning . yang ini: Silent Confession . seperti orang pameran. Wak45 .

sesungguhnya waktu itu Keenan membicarakan dirinya sendiri. dan keinginan orangtua.” ujarnya pendek.tu itu.. Boleh juga teorinya. 46 . Cuma. tapi mulutnya seperti tak bisa ditahan. Bebas. demi bisa menjadi diri kita lagi. Barulah ia mengerti. tebersit senyum getir di wajahnya. Keenan manggut-manggut. “Nggak matching. tidak terikat oleh Bumi. sementara kesempatannya tidak pernah dikasih.. cita-cita. tapi untuk pertanyaan yang satu ini aku nggak mau menggunakan kemampuan telepati.” Ingatan Kugy kembali ke momen di kamar kosnya dulu. Keenan menatap Kugy balik. Harus membuktikan bahwa saya bisa mandiri lewat melukis.” Ia lalu mengangkat bahu. “Dan . Tidak yakin apakah pertanyaan itu pantas diajukan.” “Kamu . Berputar menjadi sesuatu yang bukan kita. Dan kesunyian yang sama kembali hadir di antara mereka.” Kugy nyengir. Total. saya mau kasih hadiah. “Bisa jadi. “antara minat.. ya?” “Lukisan ini menggambarkan sudut pandang seekor burung di angkasa saat terbang. “Boleh tahu kapan kamu melukisnya?” “Waktu tahu saya lolos UMPTN. “sebetulnya ini gambar apa.” Air muka Keenan kembali menghangat. terpaksa kuliah di sini. Supaya seru. karena kamu sudah berhasil menebak judul lukisan ini. Dia tidak melihat batas apaapa.” “Ehm. ia seperti tergerak untuk menanyakan sesuatu.” katanya mantap.. sebetulnya ..” Pandangan Kugy yang tadi melekat pada lukisan perlahan beralih pada Keenan. sebelum dikirim ke Bumi. tidak melihat perintang apa-apa.. kita dibekali telepati. ya?” ucap Kugy hati-hati. “Mungkin harus dengan cara yang kamu bilang dulu. kita dibikin amnesia.

Justru .. antara rikuh dan tak tahu harus berbuat apa. Pelukan spontan itu hanya berlangsung dua detik karena Kugy langsung beringsut mundur dengan muka merah padam.. Membuka lembar demi lembar. Gambarnya kena.” Kugy sibuk menyeka air mata di pipinya.“Nggak percaya kalau kita bisa telepati. Gy.. Keenan kontan terdiam dan mendongak. tauk . Kugy terisak. boleh aku pinjam dulu?” Kugy mendekap buku itu di dadanya dengan penuh harap..” “Ini . Setetes air tiba-tiba jatuh di lembar sketsanya. Wortelina . tidak juga dirinya sendiri. kamu nggak pa-pa?” tanya Keenan khawatir.. Di hadapannya terbentang lembar pertama buku sketsa yang dibuka Keenan. Kugy meraih buku itu. Maaf.. Joni Gorong . Perlahan.. dan ini lembah tempat mereka tinggal . nggak tahu harus ngomong apa .. aku . seumur hidup belum pernah ada yang membuatkan ilustrasi buat dongengku .” Tak ada yang bisa menahan Kugy untuk memeluk Keenan..” Keenan tersenyum.. kok.. bagus banget lagi ... “Pangeran Lobak . ya? Tapi .. Aku cengeng.. antara tertawa dan menangis..?” Keenan menunjuk satu per satu sketsa tersebut.. Inspiratif. Nyi Kunyit . “Makasih . mendapatkan Kugy yang sudah berlinangan air mata...... Sampai akhirnya Kugy memecah kekakuan itu dengan merogoh saku celananya... Keduanya diam bergeming.” celotehan Kugy tahu-tahu berhenti.... Makanya saya tergerak untuk bikin sketsa. 47 . “Hi-hi... “Cerita kamu yang bagus.. nggak masalah.. Ambil aja.. ya? Aku tuh bukan nebak. Hopa-Hopi . Peri Seledri ... “Buku itu buat kamu.” dengan asyik Keenan menjelaskan. “Ini ... tapi .....” bisiknya nyaris tak terdengar. “Aduh.. ya? Sori . “Nggak pa-pa...

Sebatang pisang susu yang dibawa dari Pemadam Kelaparan.“Untuk sementara . aku cuma bisa kasih kamu ini. Saya anggap kita impas.” Keenan menerima benda yang disodorkan Kugy.” ucapnya sambil tersenyum kecil.. “Oke. 48 ..

Hidup Mas Itok!” seru Eko.. “Ini buat Mas Eko sama Mbak Noni. ini buat Mas Keenan dan pacarnya . Noni mematikan ponselnya dengan lega.” “Sebagai geng midnight yang profesional. HUNUSAN PEDANG ES Fiat kuning itu berdesakan dengan mobil-mobil lain yang menyusuri Jalan Dago pada malam Minggu.” ia menyerahkan dua tiket. Mas Itok. kita memang harus punya koneksi kayak Mas Itok. Sepuluh menit kemudian.” 49 . Tapi lumayan daripada lu manyun.. sih. barisan agak depan.6. Kugy dan Keenan di bangku belakang. mobil itu memasuki parkiran Bandung Indah Plaza. Dan keempatnya pun langsung bergegas ke lantai paling atas. Mas Itok berhasil dapat empat tiket. “Hiduuup!” Terdengar Kugy menyahut patriotik dari belakang.. “Guys. penjaga toko kaset langganan Eko yang suka menyambi menjadi pengantre tiket bioskop buat mereka. Eko mengemudi. “nah. Seorang pria kurus berkacamata menyambut mereka. di sampingnya ada Noni yang tengah bertelepon dengan seseorang.

mencari semacam petunjuk entah apa. menemukan mesin popcorn sebagai objek perhatian baru yang lebih aman. “Ko. lalu tertawa bersama. Dalam hati. Jakarta. ia melirik Keenan yang berjalan di sampingnya. Mas Itok menerima honornya lalu berlalu dari sana. Tapi Kugy sedikit merasa terusik dengan celetukan itu. “Sip!” jawab Eko. Gua beli popcorn dulu bareng Kugy. Mencari sesuatu. Oktober 1999 . jemarinya bergerak-gerak tanda 50 . “Yuk.. Kugy merasa tak punya pilihan selain mengangguk. Cepat-cepat Kugy membuang muka ke sembarang arah. “Gara-gara keseringan nonton midnight bareng. Sudah cukup lama perempuan itu berdiri dekat pesawat telepon di ruang tamunya sendiri. “Gawat. “Mau popcorn. lalu menggandeng tangannya. Tahutahu Keenan meliriknya balik.Keempatnya saling berpandangan. Kugy tak yakin apakah Keenan menyadari perubahan yang terjadi. Tangannya memegang sebuah buku telepon yang terbuka. Diam-diam.” Keenan berujar ringan pada Kugy. Ia sendiri tak mengerti.” “Amiiin!” Terdengar Keenan menyahut dari belakang. kita berempat nanti bisa jadi double date beneran. Gy?” Keenan bertanya. sungguh Kugy berharap langkahnya yang berubah tersendat dan otot tangannya yang berubah tegang tidak terdeteksi.” kata Keenan pada Eko yang berjalan di depannya.. lu duluan aja. Empat-empatnya tertawa lagi.” komentar Eko geli. ia pun melenggang menuju ruangan teater bersama Noni. tanpa tahu apa yang membuat keempat anak itu tertawa.

. Ini rumahnya juga.” Terdengar suara laki-laki remaja di ujung sana.. Apa kabar?” “Kabar baik.” Nada itu berubah tegas. selamat sore. pikirnya... Di liburan semesternya nanti. “Wayan?” panggilnya hati-hati.... 51 . Sejenak sunyi. “Halo. “Poyaaan .. “Iya. sebetulnya aku tidak harus melakukan ini.. “Lena?” Suara lelaki itu terdengar tak yakin.” Setiap kata dilontarkan dengan kaku. Puluhan tahun telah berlalu.” 9 Poyan: Panggilan singkat untuk paman yang bernama Wayan. akhirnya ia membulatkan tekad dan memencet tombol-tombol itu: 0-3-6-1 . Tumben sekali kamu telepon. Kalau bukan demi sopan santun. sudah pasti kuterima. Sambil menelan ludah. tapi tetap ia merasa hal ini tidak mudah..” potong Wayan.. dia kepingin sekali pergi ke tempatmu di Ubud . Bisa bicara dengan Pak Wayan? Ini dari Ibu Lena. Sejak dia masih di Amsterdam. Kapan pun dia ingin kemari.gelisah.. “Selamat sore. ini Lena.. “Mudah-mudahan dia tidak akan merepotkan .” “Keenan sudah lama bilang.. “Aku mau bicara soal Keenan. Jakarta.” Tak lama terdengar sayup suara itu memanggil. dia juga pernah meneleponku soal itu.” “Keenan sudah kuanggap seperti anakku sendiri.” Telepon itu kembali diangkat dan kali ini terdengar suara lelaki menyapa.9 ada telepon dari Jakartaaa . “Tapi aku tidak enak kalau tidak langsung minta izin sama kamu.

berusaha tiba di lantai paling atas secepat-cepatnya.. Adri sudah kasih izin . Right on time.. Seluruh keluargaku di sini malah senang kalau dia datang. 52 . “My man.” “Cuma satu yang ingin aku pastikan. Tiba-tiba ia tersadar sesuatu.” seloroh Noni.. ya.. Oktober 1999 .. Tidak ada masalah lagi kalau begitu. Ayahnya memberi izin Keenan kemari..” sambut Eko. “Sori banget telat. “Si Kecil mana?” “Kugy kedatangan tamu agung dari Jakarta. Saat ia sampai.” “Oke. menyusuli orang-orang yang berdiri diam di kanan-kiri.. Lena menghela napas. sudah ada Eko dan Noni berdiri sambil mengacungkan tiga lembar tiket bioskop.” Sunyi lagi. kan?” “Sudah. “Terima kasih kalau begitu. Keenan menaiki anak tangga eskalator sekaligus dua-dua.. tapi filmnya belum mulai. “Tenang. Jadi nggak mungkinlah gabung sama geng midnight kita ini. Biasaaa . menunjukkan sekantong plastik berisi minuman kotak dan makanan ringan. “Tamu agung? Maksudnya?” “Cowoknya dia.” kata Noni. si Ojos.“Keenan tidak pernah merepotkan. Kening Keenan berkerut. Lena pun tahu sudah saatnya pembicaraan itu disudahi.” ujar Keenan dengan napas yang masih terengah. Minuman buat lu udah gua beliin.” Lagi-lagi nada itu tegas memotong. kok.” timpal Eko. Bandung. Pintu bioskopnya udah dibuka. seolah Wayan ingin percakapan itu cepat usai. Tadi gua ketiduran. lagi ngapelin dia ke Bandung. Ada yang kurang di situ.

ah .” Eko terkekeh. “Ungkit teruuuus!” Eko tergelak..” dengan semangat tinggi Kugy menyerocos. tapi juga sensi kayak herdernya polisi . Gimana malam Minggu kemarin? Seru ya. kali ini Keenan agak enggan menoleh ke belakang.” sanggah Noni. entah kenapa. “KEENAN!” Suara yang ia kenal.. “Ke semua teman ceweknya nggak. “Gua baru tahu Kugy punya pacar. Derap langkah setengah berlari yang khas. Ke semua teman cowoknya? Wuiiih . tauk. Nada ceria yang ia hafal. Sori ya.. Namun.” Percakapan itu berlanjut terus hingga keduanya memasuki ruangan bioskop.. galakan Ojos daripada menwa kampus. dan Keenan hanya mengikuti dari belakang dengan mulut terkunci. ya? Itu karena Ojos bisa mendeteksi.. Satu-satunya kesempatan Kugy naik kasta dari Pemadam Kelaparan.” “Hai. aku nggak gabung.” “Galak.. Di Jakarta?” Noni mengangguk. deh . 53 .. hai. Udah makan malam belum? Pemadam Kelaparan yuk . “Berarti Ojos bukan cuma galak kayak menwa.“Kalau Ojos sih pasti candle light dinner gitu.. filmnya? Noni sampai kemimpi-mimpi gitu.. “Pacarnya dari SMA.” “Iya. cowok-cowok mana yang diam-diam naksir Kugy. Keenan terdiam sejenak.. Gy.” “Pengalaman pribadi. Ditariknya napas dalam-dalam sebelum ia akhirnya membalikkan punggung.” Eko menambahkan..” ledek Noni sambil menoyor bahu Eko.. “Hai.. “Nggak..

. Banyak tugas. nggak lebih.” Kugy tersenyum lebar.. “Maaf ya. Kalau memang kamu kepingin saya jujur. Keenan pamit pulang. Gy.. “Makasih udah jujur. Nggak pa-pa. “nggak maksa. tapi . sih .” Kugy berpikir sejenak. “No problemo. ya?” Keenan menimpali ringkas. Air mukanya seketika berubah.. Padam. tapi ya udah. meski ia berusaha tampil tenang.” Kugy mengangguk kecil.” Letupan dalam hati Kugy mendadak seperti dibanjur air dingin. Tak lama kemudian.” Keenan menarik napas panjang untuk kedua kali. Kata-kata Keenan seolah menyulapnya menjadi patung. kok. Merenungi kata demi kata yang 54 . lebih orisinal.” sambung Keenan lagi... cerpen itu mungkin bagus..” “Tentang?” “Mmm . “sebetulnya sih aku kepingin ngobrol. “Boleh jujur?” tanyanya. Yang saya temukan adalah penulis yang pintar merangkai kata-kata.” ucapnya pelan. “Harus.“Saya masih kenyang. Ia cuma bisa merasakan air ludahnya tertelan seperti bola bakso yang tak sempat terkunyah.” Kugy mesem-mesem. Tapi saya merasa dongeng-dongeng kamu jauh lebih otentik. dan Kugy tetap berdiri di tempatnya. ya itulah opini saya. kamu belum komentar. Nggak kurang. saya tidak menemukan diri kamu. “Saya nggak suka. dong!” seru Kugy mantap. “udah hampir dua minggu aku kasih majalah yang ada cerpenku itu. dan lebih mencerminkan kamu yang sebenarnya.. “Buat orang yang nggak tahu kamu. Seluruh persendian tubuh Kugy serasa dikunci. cuma penasaran aja. he-he .. tapi nggak ada nyawa. Dalam cerpen itu. nanti-nanti aja. dan harus cepat pulang.

seolah pendapat manusia satu itulah yang terpenting. Kugy mulai menyadari sesuatu. Malam itu Kugy terjaga lama di tempat tidur. Ia tak mengerti mengapa komentar Keenan meninggalkan dampak yang begitu dalam. Menyakitkan sekaligus membekukan. Setiap kata dipilihnya dengan cermat dan teliti. ia seolah berlari bebas. Seharian Kugy bertanya dan bertanya: apa yang salah? Bagaimana mungkin Keenan menyebutnya penulis yang cuma pintar merangkai kata tapi tak bernyawa? Padahal ia setengah mati mengerjakan cerita pendek itu.menusuknya bagai hunusan pedang es. Lalu ia menyalakan komputer. sesuka hati. Membuatnya bungkam tanpa bisa melawan. Dalam cerpen itu. Ia hafal mati formula dan teori dari pedoman membuat cerita yang baik dan benar. dan mulai membaca dari awal hingga akhir. Mungkinkah selera Keenan yang ‘‘salah’’? Kugy terduduk tegak. ia seperti berjalan meniti tali. Ironisnya. Membuka majalah yang memuat cerpennya. termasuk Ojos. Ia juga tak mengerti mengapa ia begitu menunggu-nunggu pendapat Keenan. berhati-hati dan penuh kendali. semua orang terdekatnya. Ia menulis dengan plot yang sudah diatur apik. Hanya Keenan yang begitu tegas dan tanpa tedeng alingaling menyatakan tidak suka. Dalam dongengnya. Setiap konflik dimunculkan dengan momen yang sudah diperhitungkan. membuka salah satu file dongengnya. Dan ada satu perbedaan yang kini menjadi sangat jelas baginya: dalam dongengnya ia ber55 . Telentang menghadap langit-langit kamar kosnya dengan pikiran yang terus berputar dan hati yang teraduk-aduk. dan juga membacanya saksama. menyukai dan memuji-muji cerpennya.

Ingatannya pun kembali mundur ke siang tadi. 56 . kali ini Kugy ikut merasakan kebenarannya. sementara dalam cerpennya ia bercerita untuk memuaskan orang lain.cerita untuk memuaskan dirinya sendiri. dan kembali ia rasakan perih sayatan kata-kata Keenan. Namun.

IP lu tertinggi satu angkatan. Udah beli tiket.” Keenan menggeleng.. selamat. Tempat kos yang lengang itu semakin terasa sepi karena hampir semua penghuninya sudah kembali ke kota masingmasing untuk menikmati liburan semester. ya .” “Untuk?” “Kata anak-anak.7. BULAN. “Nggak. seperti teringat sesuatu. teman kosnya. deh. “Hai. muncul sambil menenteng travel bag. Nggak 57 . Salam buat anak-anak.” Bimo yang sudah mau beranjak pergi mendadak menahan langkahnya. Desember 1999 . KITA Bandung. Gua pakai kereta api nanti sore. nggak? Masih ada tempat untuk satu lagi. Jadi mau ikut ke Jakarta pakai mobil gua.. Bim. Bimo.. PERJALANAN. “Oh. Hanya segelintir yang tersisa. ya. Keenan memasukkan barang-barang terakhirnya sebelum tas itu resmi diamankan dengan gembok kecil. Pintu kamarnya yang setengah terbuka tahu-tahu terbuka lebar.. Nan.

Tapi ia cukup suka sebutan itu. sebagaimana ia tahu Keenan sedang mengenakan kemeja jins 58 . Fuad dititip ke Noni dan lu pulang ke Jakarta hari ini sama gua. Oke. Ia merasa dihindari oleh Keenan.” Keenan berkata pendek. Begitu Fiat kuning itu menepi. Dengan ekor matanya. Keenan ganti menatap Eko. “Gua pikir. Nan. ia tersadar akan satu sosok yang tidak ia duga kehadirannya. “Kugy? Kamu ke Jakarta hari ini juga?” tanya Keenan heran.percuma lu disebut Siluman Kampus. kerjanya pulang melulu. Keenan mengempaskan tubuhnya di jok belakang. Siluman Kampus.” “Ternyata gua baru bisa ke Subang lusa. Tungkai kakinya yang panjang membuat lututnya selalu nyaris beradu dengan jok depan. “Oh. Keenan hanya tersenyum sekilas.” jawab Kugy berseri-seri. Tapi baru sore ini Kugy merasakan adanya alasan lain.” Bimo terkekeh. Kugy mengamati. Tadinya Kugy berasumsi bahwa sebulan ini Keenan banyak menyendiri karena belajar mati-matian. Tanpa banyak bicara. Baru setelah membuka pintu. Keenan yang sudah menunggu di teras depan langsung menghampiri bagasi mobil dan memasukkan tasnya. “Hai. Aku tukeran tiket sama Eko. yang melengkapi kecurigaannya selama ini. ngerem di kamar kayak beruang. entah harus merasa bangga atau tersindir. dan itu memang dibuktikan oleh IP tertinggi yang diraihnya. Jadi Eko nemenin gua dulu di Bandung.” Noni menjelaskan. Sebersit perasaan aneh menyusupi hati Kugy. Sebagaimana ia mengamati sepatu Keenan yang kali ini tampak baru dicuci bersih. Nan.

Penasaran. Namun. Keenan pun memutuskan untuk keluar dan bertanya langsung pada petugas. ia pun tak mengerti. Kugy mengamati dan mengingat itu semua. Ia mengedarkan pandangan. Meski dianjurkan menunggu di dalam kereta. Langit mulai remang. Ia terbangun oleh karena haus yang menggigit dan hening yang dirasakan terlalu lama dari seharusnya.” Petugas stasiun itu menjelaskan. Saat matanya membuka. sebagaimana ia hafal aroma sampo yang meruap dari rambut Keenan yang tergerai. tanpa bisa ia kendalikan. Keenan merasa tak ingin kembali ke sana cepatcepat.lengan panjang yang dulu dipakai saat menggandeng tangannya di bioskop. pertanda sore mulai menua. mungkin setengah jam sampai sejam. Jadi kita tertahan di sini. kereta itu memang sedang berhenti di sebuah stasiun kecil. Kereta itu bahkan belum menempuh separuh perjalanan. Awan mendung yang sejak tadi bergelantungan mulai merintikkan selapis gerimis tipis. Keenan memejamkan matanya sejak sepuluh menit pertama kereta api itu bertolak dari Stasiun Bandung. dan keterlambatan ini mulai menggelisahkan banyak penumpang. Ada kereta yang anjlok. Untuk apa. “Cep! Jangan jauh-jauh!” 59 . Dan Kugy tidak ada di sebelahnya. telah lama menghantuinya. Cep. Belum ada pemberitahuan. Dari kasak-kusuk orang di sekeliling. “Muhun. mencari sesuatu yang sekiranya membuat perasaannya tertarik. Di atas kepalanya tergantung plang: Stasiun Citatah. Dan matanya tertumbuk pada pelataran depan stasiun. Keenan menyimpulkan bahwa kereta itu sudah berhenti lama di sana. semua itu melekat dalam memorinya.

” tiba-tiba Kugy memotong pembicaraan. Keenan mendengar petugas tadi memperingatkannya. kecium.. “Mangga. “Sebentar . ngopi dulu. Radar Neptunus—mungkin?” cetus Keenan. belum lagi bersisirsisir pisang susu yang kuning masak tampak bergelantung di kayu penyangga tendanya. Ia pun duduk di sebelah Kugy dan memesan secangkir kopi panas. 60 . “Bau ini ... Baru saja Keenan hendak duduk di bangku kayu itu. kamu cium... Di sebuah warung.. Wajahnya tampak siaga seolah-seolah sesuatu akan menyeruak muncul. menuju jalanan pedesaan yang setengah becek. berkali-kali. dan mukanya seperti orang ekstase. “Ada apa?” Keenan ikut melihat ke sekeliling. “Kamu kentut?” “Bukan!” Kugy memberengut.Sayup. sebentar . Keduanya langsung mengobrol dan tertawa-tawa. tak habis pikir bagaimana mereka bisa berakhir di tempat yang sama tanpa janjian. Aneka gorengan yang terpajang di sana tampak menarik.” gumamnya. nggak?” Kugy lantas menghirup napas dalam-dalam. “Ini bau tanah yang baru kena hujan .. Namun. “Sedaaaaap ... “Kugy?” “Hei! Udah bangun? Kok bisa nyampe sini juga?” Kugy heran bukan main.. nggak?” Kugy mengendusendus.. ia merasa kakinya terundang untuk keluar. “Hmm. berhiaskan satu-dua warung kopi yang mulai menyalakan lampu petromaksnya untuk menyambut gelap malam.. antara geli dan takjub. tibatiba dari sisi seberangnya muncul kepala dan kedua tangan mungil yang sedang meraih pisang susu. Den. Keenan berhenti.” Ibu tua pemilik warung menyapa ramah.

kamu benar soal cerpenku itu. Keenan menyeruput kopinya perlahan.. hmmm .. warung. tanpa menyadari ibu pemilik warung sudah mulai waswas melihat kelakuan mereka.. asoooy .. Kugy termangu... Aku nggak bakal lupa kombinasi ini..” Keduanya sibuk membaui ini-itu.. “Gy . Namun.” Mendengar itu. Nggak berarti aku bakal berhenti nulis cerpen sama sekali. dahsyat. Bahwa ada keanehan yang terjadi antara mereka berdua. Aku bikin cerita itu untuk cari duit. Ia merasa tergerak untuk mengatakan sesuatu. kali ini hening itu tidak menjengahkan.. Kembali dalam keheningan. kopi. “Makasih.. dan mulai ikut menghirup.. Ia ingin bertanya.... wangi tanah kena hujan. “Stasiun Citatah.” Keenan mengangkat kepalanya. 61 ... kilau di matanya kian bersinar tertimpa sinar lampu. untuk cari pengakuan doang .” Kugy tersenyum lebar.. Kugy tak tahu harus memulai dari mana. Kalau bukan karena kamu berani jujur sama aku. tambah lagi wangi kopi. dan . Setiap detik bergulir sejuk dan khidmat. apakah intuisinya benar? Bahwa Keenan dengan halus telah menghindarinya. tapi entah apa.. “Tambah lagi nih wangi pisang . tapi lidahnya kelu. lampu templok... menatap balik pada Kugy yang tengah menatapnya lekat-lekat. Begitu juga Kugy dengan teh panasnya. mereka duduk diam. Namun. kamu. “Gerimis. “Nan . dan pisang .Keenan ikut mengendus. Saya juga nggak bakal lupa.. “aku nggak menjadi diriku sendiri.” tiba-tiba Kugy memecah sunyi. ya. seperti tetes hujan yang kini turun satu-satu. nih .. enaaak . mungkin aku nggak akan menyadari itu semua.” Kugy mencomot kulit pisang..

melukis. Tanpa terburu-buru. satu saat nanti. jalan kita mungkin berputar. entah kapan. Namun. di mana kelemahanku. seperti mengeja. kita jadi diri kita sendiri. Tanpa bisa ditahan. “Gy.” Baru ketika duduk di bangkunya yang bersebelahan dengan jendela. membaui aroma minyak wangi yang samar tercium dari kemejanya. Tapi sekarang aku bisa melihat diriku apa adanya. Saya yakin.. perjalanan. menulis . Tepat sebelum kereta berjalan. 62 .. Hangat. Satu saat. dengan jelas Kugy menangkap tiga kata yang dibisikkan Keenan: “Bulan. pandangan matanya mengembara.sih. dan pandangannya berkaca-kaca. tapi nyata ia alami saat ini. Entah Keenan berbisik untuknya. Kugy merasa pelupuk matanya menghangat. dan di mana kekuatanku. “Gerimis. Perjalanan. kita pasti punya kesempatan jadi diri kita sendiri.” Kugy menghela napas. menyimpannya di hati. Kugy dapat mendengar Keenan berbisik di sela-sela rambutnya yang berkibar ditiup angin. Ingin rasanya ia membungkus bisikan Keenan tadi. kaki mereka menjejak gerbong. atau untuk mereka berdua. Menapaki tanah becek dengan hati-hati. Di gang antargerbong yang sempit dan berguncang keras.” Senyum mengembang di wajah Keenan. Tiga kata yang tak sepenuhnya ia pahami. Mereka berdua pun beranjak dari sana. Seperti mengucap doa. Meski tempat mereka berdiri sangat berisik.” gumamnya lambat. kamu akan jadi penulis dongeng yang hebat. Kugy bisa merasakan jarak Keenan yang begitu dekat di punggungnya. Kugy menyadari bahwa bulan bersinar benderang di angkasa. Mereka berdua.. tapi satu saat. untuk dirinya sendiri. kita . dan terasa sesekali wajah Keenan menyentuh rambutnya. Dari jauh terdengar pengumuman bahwa kereta api akan segera diberangkatkan... Bulan. keduanya berdiri sejenak.

segala macam minuman dan donat aneka rasa sudah ia pesan sampai perutnya penuh sesak.. Matanya memicing. sesuatu di balik kekacauan berbusana itulah yang membuat sosok itu mencuat di mana pun ia berada. ia melepaskan ransel dari bahu Kugy lalu menyampirkan barang besar itu di bahunya. Namun. Ada seseorang yang berjalan di sebelah Kugy. Gy. Saksama.” 63 .” Ojos meraih pinggang Kugy. “Hai. Sebelah tangannya tak lepas merangkul Kugy. kenalin.. merasakan hangat kehadirannya. ya. Ini sepupunya Eko . seperti menjalankan scanning. “Jos.” Ojos menyambut tangan itu. Joshua. “Sampai ketemu semester depan.” “Keenan.” Keenan langsung mengulurkan tangan dan tersenyum ramah. Orang yang tidak ia kenal. dan mengecupnya di pipi. Sigap. Dari jarak seperti ini pun Ojos bahkan sudah bisa melihat hidupnya binar kedua mata itu. “Hi. Ojos mengamati. Dan akhirnya bergaunglah pengumuman bahwa kereta api Parahyangan yang ditumpangi Kugy telah tiba.. “Ojos!” Kugy melambaikan tangan. Segera ia beranjak dari sana dan menunggu di mulut pintu keluar. kening Ojos tahu-tahu berkerut. Dari jauh Ojos sudah bisa mengenali sosok mungil itu. Babe.Sudah sejam Ojos menunggu di kafe itu. belum lagi jaket jins yang sudah bisa dipastikan hasil minjam saking kebesarannya. Keningnya semakin berkeriut... tawanya yang lepas tanpa beban . Selamat menulis. Rambut sebahunya yang tergerai beradu dengan ransel besar yang seolah menenggelamkan tubuh kecilnya. lalu menghampirinya setengah berlari.

. Dan Ojos tidak merasa nyaman.. Seketika Keenan tertawa renyah. bahkan ketika Keenan sudah pamit pulang dan membalik pergi.” ia lalu ikut menempelkan kedua telunjuk di ubun-ubun...“Selamat melukis. situasi yang tidak aman. Jangan lupa . Mata Ojos tak lepas mengamati itu semua... Gelombang yang mengisyaratkan ketidakberesan. “Radar Neptunus . Ada gelombang yang tertangkap oleh radarnya. 64 .” Kugy menempelkan kedua telunjuknya di ubun-ubun seperti antena.

MEMULAI DARI YANG KECIL Meja makan dengan empat kursi itu baru diisi tiga orang. Terdengar suara pintu depan terbuka. tuh. seperti ragu untuk bicara.” “Tertinggi di angkatannya. tapi dia maksa datang ke sini karena udah nggak ada waktu lagi. “Mmm .7 semester ini. dan seseorang memasuki ruang makan. ya? Apa. 65 .” “It’s okay.8. Nan?” tanya ayahnya sambil meminum teh itu sedikit demi sedikit. “Hai.. Pa . katanya. duduk di kursi keempat. satu kursi masih kosong. Ibu mereka sesekali menimpali. “Keenan punya pengumuman buat kamu. Keenan melirik ibunya. Dua bersaudara laki-laki itu mengobrol tanpa henti seolah sudah tahunan tak bertemu. “Maaf ya..” “Oh.. suasana di meja makan itu terasa semarak. Tamu itu sudah Papa suruh datang ke kantor saja..” Jeroen dan Keenan menyapa. IP saya 3. Meski hanya bertiga.” Lena menambahkan dengan senyum berseri. atau ikut tertawa bersama.” Lena tersenyum sambil menuangkan teh panas ke cangkir suaminya. kalian jadi menunggu..

” Cangkir teh itu segera diletakkan di meja. ada kepuasan yang tak bisa disembunyikan membersit di wajahnya. “Aku ngerti maksudnya. “Sudah kubilang kamu memang cocok kuliah di Ekonomi.” “Dia minta waktu lebih lama di Ubud . buku-buku referensi . kamu malah minta hadiah berupa ..” “Nan. bolos kuliah?” Keenan mengangguk lagi. “Maksud kamu?” “Saya minta ekstra seminggu dari jatah liburan kuliah.. Se66 . Pa.. Saya nggak minta komputer baru. semester depan kira-kira bisa?” “Mungkin. saya nggak minta macam-macam.” sahut ayahnya datar.“Bagus. Saya nggak minta buku apa-apa..” “Saya mau minta waktu. Saya cuma bilang: mungkin. “Buat Papa. Nggak ngerti. ya ..” jawab Keenan pendek. Dan kamu sudah membuktikan itu di semester ini.” ayahnya geleng-geleng kepala. Saya nggak minta kendaraan. Lalu . gitu?” Keenan mengangguk... Saya cuma minta waktu tambahan satu minggu di tempat Pak Wayan. “Tapi minta bolos itu namanya ‘macam-macam’. 0. gimana itu bisa terjadi kalau belum apa-apa langsung bolos seminggu?” “Saya kan nggak janji. kuliah kamu harus jadi prioritas.” potong ayahnya tajam. Namun. komputer baru..3 lagi untuk IP sempurna.” “Pa. “Kamu minta izin seminggu bolos kuliah. ditambah sedikit manggutmanggut. Nanti Papa siapkan. jangan mulai sok pintar.. “Aneh. bilang saja. “lalu...” Nada bicara Keenan mulai mengeras. “Apa pun yang kamu butuh.” Lena berusaha menjelaskan. barusan kamu bilang mau meningkatkan IP kamu sampai 4..

. Jeroen mengaku bisa mati bosan di Ubud yang sepi. “Aku yakin Keenan nanti bisa mengejar ketinggalan satu minggunya. Semua perlengkapannya sudah terkemas rapi. Tawa canda yang tadi semarak seperti menguap tanpa bekas.” akhirnya Lena berkata. lalu berdiri dan pergi. Hanya ada satu hal yang Keenan ingin lakukan sebelum dia pergi ke bandara sebentar lagi. Dan sekarang saya cuma minta satu minggu .” “Memangnya kamu kuliah buat saya?” sergah ayahnya...” sahut suaminya setengah menggumam.” Suara remaja cewek menyambutnya. Keenan tak menjawab. hanya menghela napas. “Selamat pagi. “Halo . Empat orang duduk kaku tanpa suara. seolah menghadapi pertanyaan retoris yang semua orang di situ tahu jawabnya... “Kugyyy! Telepooon!” 67 .minggu lagi! Buat apa sih kamu lama-lama amat di Ubud?” “Saya udah kasih enam bulan buat Papa. berlatar belakang sekian banyak orang yang berbicara. mencari satu nama. Dia akan menemani abangnya beberapa hari di Ubud. sebelum menyusul teman-temannya yang study tour di Kuta. Dibukanya buku kecil berisikan daftar nomor telepon teman-temannya. “Terserah. Begitu juga dengan Jeroen yang bahkan sudah siap packing sejak dua hari yang lalu. tapi ia rela mengorbankan beberapa hari liburannya demi menghabiskan waktu bersama Keenan.. bisa bicara dengan Kugy?” Suara dari ujung sana terdengar riuh. berganti dengan ketegangan yang sunyi.

“Sesuatu yang nggak boleh dibeli.. “kamu . bukannya nggak boleh. Sesuatu yang harus dibikin.” Mata Kugy membundar seketika. “Mau oleh-oleh apa?” “Hmm... Apa. Kugy merasa hangat.” Terasa ada sesuatu yang mengaliri darahnya.. miniatur papan surfing ada satu . Mau pamitan. Cuma .. Kugy merasa ingin terus tersenyum. “saya janji. nggak. “Keenan?” “Iya. “Saya mau ke Bali. Lalu terdengar langkah kaki berderap menuruni tangga. ya? Telepon.” Kugy mulai salah tingkah. mungkin sampai sebulan.. “Gy! Lama amat sih? Berak.” gugup Keenan menambahkan...” “Oke. tumben telepon? He-he. apa kabar? Kok. lagi di atas. Gy. ya? Ngaku!” “Halo.. lho. “Hai. Pamitan juga.. Tiap hari memang begini. Bukan aneh gimana.” “Jadi dicuri?” Kugy tergelak.” Keenan tersenyum. Sekilas Kugy 68 . Terasa ada sesuatu yang menariki kedua ujung bibirnya. tauk! Bentaaar!” “Berarti siapa tuh yang di kamar mandi? Kok bau? Woi! Ada yang kentut. “Bukan...“Di kamar mandi kayaknya!” Terdengar ada suara perempuan yang menyahut. sih.” akhirnya terdengar suara Kugy menyapa.” Kugy tertawa kecil. yah . “Kaus barong udah punya lima. “Enak aja. tuh!” Ada suara laki-laki menimpali.” “Kacang asin?” “Aku tahu!” seru Kugy.” “Habis ini saya juga mau telepon Eko atau Noni. Lagi ada acara?” “Oh. ya?” Kugy berpikir-pikir.” “Oh .. sarung pantai ada tiga. Rame banget di rumah kamu. Cuma aneh aja.

sekaligus mengisi baterainya untuk berbulanbulan ke depan. kembali ke ruang keluarga rumahnya. Ada yang mendalami lukis. kembali bersama kegaduhan yang rutin berlangsung di sana. bahkan perajin perhiasan. semua orang di Ubud tahu keberadaan kompleks keluarga satu itu. Sampai ketemu semester depan. Ibunya adalah sahabat lama Pak Wayan.. patung. Pertemuannya dengan Pak Wayan terbilang jarang.. Seolah-olah semua ragam seni di Bali memiliki wakilnya masing-masing di keluarga tersebut. ya. ukir. udah harus cabut. Sori nggak bisa telepon lama-lama. Satu bulan di tempat keluarga Pak Wayan membayar seluruh kerinduan Keenan terhadap seni. Semua anggota keluarga itu menjadi seniman-seniman besar. Inilah kun69 . dan Keenan mengenal sosok pria itu sejak kecil. tari.melihat bayangannya di lemari kaca. lalu terduduk lama. Kugy meletakkan gagang telepon dengan hati-hati. tapi amat membekas di hati.. nih.” Dan telepon itu ditutup dari ujung sana. Dan kini perlahan Kugy mencabut jangkar tadi. Di sana tinggallah Pak Wayan dan keluarga besarnya. dan merasa tolol sendiri. di sebuah tanah berbukit-lembah yang dilewati sungai dengan luas hampir lima hektar. Baik-baik. Sampai ketemu semester depan. Ubud. “Gy . Percakapan telepon barusan tak sampai dua menit. Desember 1999 . Meski terletak di Desa Lodtunduh yang agak jauh dari pusat kota.. tapi serasa waktu telah melemparkan jangkarnya dan berhenti di sana. Ia bertemu dengan pria itu hanya jika ibunya mengunjungi pameran lukisan Pak Wayan di galeri di Jakarta.” “Sip.

Air mukanya mulai menunjukkan ketertarikan. Siapa tahu cocok . salah satu keponakan Pak Wayan.. Sejak pindah ke Amsterdam. tempat Keenan jongkok di sebelah Banyu dengan mata nyaris tak berkedip. Keenan bahkan berkorespondensi dengan beberapa keponakan Pak Wayan yang seumur dengannya. dan mereka akrab seperti saudara meski belum pernah bertemu langsung. Keenan langsung jatuh cinta pada tempat itu. Tidak setiap hari Keenan menghabiskan waktunya untuk melukis. Keduanya tak berhenti berkorespondensi.. Kedatangannya kali ini memang lebih terasa seperti mengunjungi keluarga di kampung halaman. baru kali inilah Keenan bertemu langsung dengan Pak Wayan lagi.” “Dicoba saja.jungan pertamanya ke Desa Lodtunduh. Saya belum pernah coba. Seharian ini ia cuma menguntit Banyu.” Banyu ikut menimpali. “Sudah. Bukan jari perkakas.. Nan? Serius sekali. tempat yang selama ini cuma ia lihat dari foto-foto yang dikirimi Pak Wayan. Pak Wayan berdiri tak jauh dari sana. Keenan selalu mengirimkan fotofoto lukisannya. Keenan melihat sekelilingnya. Poyan. “Ini jari kuas. begitu juga dengan Pak Wayan.” Keenan tertawa ringan. “Cuma mengagumi. “Tertarik belajar mahat. Ia merasa bisa tinggal selamanya di sana. yang sedang mengerjakan pesanan patung. Biar sajalah itu jadi jatahnya Banyu dan bapaknya. terkadang ia merasa cukup puas hanya menontoni aneka kegiatan seni yang dilakukan sanak-saudara itu. Nan. tunggu apa lagi? Mumpung bapaknya si Banyu 70 . Bonggol-bonggol kayu dan perkakas pahat yang berserakan. Poyan sendiri—bisa memahat?” Pak Wayan gantian tertawa sambil memampangkan kedua telapaknya.

kayu kamboja. pusatnya seni patung. dan beberapa elemen tambahan seperti akar. serta ranting-ranting. Hari ini saya nonton dulu aja. Ada banyak bahan mentah berbagai ukuran yang teronggok di sana.” sambil mesem-mesem Keenan berkata. menyiapkan perkakas yang ia butuhkan. Kali ini ia cuma sendirian di sana. Hanya terpisahkan sepetak taman dengan studio lukis Pak Wayan. pikirnya. Banyu. Memulai dari yang kecil. oke. Tak lama kemudian. Keenan kembali masuk ke studio patung keluarga Pak Putu. kayu suar. Keenan mengenali beberapa. Ada kayu sonokeling. Ia pun kembali menontoni Banyu dengan setia. kayu belalu. Di studio itulah Pak Putu dan anaknya.juga lagi di sini. serat. Karya mereka ini bahkan disegani di Desa Mas. Keenan mengambil posisi. kayu ketapang. Poyan.” Pak Wayan ikut memanas-manasi. Jadi kamu bisa tanya-tanya. Sampai larut malam ia tak keluar-keluar dari sana. Keenan akhirnya mengambil sepotong kayu yang berukuran agak kecil. Menjelang petang. “Oke. Setelah membolak-balik beberapa bahan. 71 . biasa bekerja. dan mulai memahat.

mencetak seluruh dokumen dongengnya. Printer kecil di kamarnya tak henti-henti berbunyi.. lalu memotongnya menjadi kotak-kotak. Dan ia mengerjakan setiap detail dengan sepenuh hati. Kugy punya kesibukan baru sekarang.. Tanggal yang hanya terpaut sehari dari ulang tahunnya sendiri.9. Ada satu tanggal yang menginspirasinya untuk membuat buku itu. Ia kembali seperti anak sekolah yang punya tugas prakarya. Desember 1999 . membuat semacam buku buatan tangan. Setelah semua siap. PROYEK PERCOMBLANGAN Jakarta. 72 . Kugy mulai menggabungkan teks-teks dongengnya dengan sketsa-sketsa Keenan. Tanggal itu jugalah yang mendorongnya untuk bekerja dengan semangat penuh. Kugy sudah melingkari tanggal itu di kalendernya. Ia memfotokopi semua sketsa dari Keenan.

kita mau ke mana?” seru Banyu pada keduanya. bisa bicara dengan Kugy?” 73 . Mobil mereka sudah diparkir di sebuah rumah dan mereka memutuskan untuk jalan kaki. berdiri di pinggir jalan saja sudah terasa sedang berpesta saking ramainya.. Hampir setiap kafe dipadati pengunjung yang sampai tumpah ruah ke trotoar jalan. Malam ini ia ikut dengan Banyu dan Agung ke Kuta untuk bertahun baru. Nggak sampai lima menit!” seru Keenan sambil memasuki wartel itu. Keenan mengangkat bahu.. malam tahun baru 2000 . Ia mencoba satu nomor lagi. Agung menunjuk satu kafe di pojokan jalan. kita pasti bisa dapat meja!” Mereka bertiga akhirnya bergerak menuju kafe temaram berhiaskan ornamen-ornamen Buddha yang hanya beberapa puluh meter dari tempat mereka berdiri tadi. mencari catatan kecil yang ia selipkan. Jalan Legian penuh sesak dengan orang-orang. Sejujurnya. turun gunung dari Ubud. Keenan memutuskan keluar dari ‘‘gua beruang’’-nya.. “Agung. Mereka bertiga bahkan harus bicara dengan berteriak-teriak. teman saya. Suara yang juga mengangkat telepon darinya terakhir kali.. Keenan segera merogoh dompetnya. Nomor telepon seluler yang ia hubungi tersambung ke kotak suara. Ada satu bilik yang kosong. Namun.. “Ke situ saja! Itu tempatnya Parta. sebentar ya.” Keenan masih ingat suara itu. mobil-mobil bahkan nyaris tak bergerak. “Halo . “Jadi. “Halo. ia malah ingin cepat pulang ke Lodtunduh. langkah Keenan sempat tersendat ketika ia melihat wartel kecil yang menyempil di antara toko-toko.Kuta. Banyu.

“Ada acara di rumah?” “Nggak juga. nih! Capek deh ngangkatin telepon buat orang lain terus! Kok nggak ada yang telepon aku sih dari tadi?” “Udah. dan kepingin nelepon.” “Keenan?” Kugy hampir melonjak dari tempat duduknya. Saya pikir kamu nggak bakal ada di rumah.” Lalu terdengar suara derap kaki menuruni tangga. suara manis itu berubah menjadi teriakan lantang. terima nasib aja!” Ada satu orang terdengar menyahut.” “Kalo teleponnya buat orang lain melulu. “Kugyyy! Buat kamu lagi. nggak usah nunggu tua.“Sebentar. Entar tuaan dikit kamu bakal males terima telepon.. Sepotong ‘‘halo’’ yang baru saja ia dengar sudah cukup membuat suasana hatinya kembali cerah. Saya lagi di Kuta. 74 .” Mata Keenan membesar. Nggak ada acara?” “Tawaran banyak.” Kugy terkekeh. “Hai! Apa kabar?” “Kabar baik. ya? Saya selalu dengar kamu lari-lari turun tangga. Tadi tiba-tiba inget kamu. tauk.” jawab Kugy sambil melirik jemarinya yang masih bersaputkan sisa lem akibat kegiatan tempel menempelnya sejak beberapa hari terakhir. “Kamar kamu di lantai atas..” suara itu menyahut manis. ya. tapi aku tolak semua. sekarang juga udah males. Aku lagi ada kerjaan. begitulah. mau tahun baruan dengan keponakan-keponakannya Pak Wayan. “Sebegitu pentingnya sampai melewatkan tahun baruan segala?” “Hmm . Sejenak kemudian telepon itu berpindah tangan. Dan saat kop telepon dijauhkan. “Dasar ABG. “Halo?” Keenan spontan tersenyum.

Jangan cepat gede.” “Kacang asin?” “Seneng amat sih sama kacang asin. Agaknya percakapan telepon ini tidak akan lebih dari dua menit lagi. plus sesuatu yang saya bikin.” Entah mengapa. yang langsung disahut gelak tawa di ujung sana.. selamat tahun baru. “Makasih. ya. bolak-balik dihaluskan dan disempurnakan setiap hari. Kugy merasakan sebersit kecewa. atau sarung pantai.. Jadi.” “Saya bakal bawain itu semua. kita tetap nge-date ke Pemadam Kelaparan. Selamat tahun baru juga. Tak lama kemudian. Sementara itu pikirannya melayang pada satu benda yang hampir tak lepas dari tangannya beberapa hari terakhir ini.. berhenti di sana. Kembali Kugy melirik jam. yang membuat Pak Wayan dan Banyu geleng-geleng kepala saking seriusnya Keenan mengulik benda satu itu. Dugaannya benar. nanti nggak seru lagi. telepon itu disudahi.” ucapnya setelah menelan ludah terlebih dulu. kan?” “Kaus barong?” gurau Keenan. atau miniatur papan surfing . Tapi begitu nelepon. ya. Jadi . Dan kembali Sang Waktu membuang sauhnya.” ujar Kugy berseri-seri. malah bingung. dan sebentar lagi udah mau jam 12.. Mungkin nanti aja kalau kita ketemu di Bandung lagi. “Oleh-oleh buatku—nggak lupa. omongan Keenan yang setengah bercanda itu malah membuat Kugy terharu.“Di sini kan lebih awal sejam.” Dalam hati. Kecil. Telepon dua menit itu kembali terjadi. Dan kembali Kugy mendapatkan dirinya 75 . Gimana?” “Setuju. “Pokoknya kamu utang Pemadam Kelaparan kalau sampai nanti cuma bawain kaus barong. “Saya sebetulnya pingin cerita banyak..

ibarat orang nyawanya diganti baru. “Fuad udah ganti mesin.. Duduknya menegak.” desisnya penasaran. “Lu ngapain aja. Bandung. dan dia juga setuju kalo rencana ini sangat brilian... “Lu ngapain aja. Gy?” tanya Noni.” celetuk Noni.” Kugy terdiam sejenak. Ketiganya juga membawa kisah masing-masing seputar kegiatan mereka berdua selama liburan semester. seperti hendak menyampaikan berita spektakuler yang disimpannya sejak tadi. tempat segala kenangan tentang mereka berdua dikristalkan..tertambat dalam ruang dan waktu yang membeku.?” “Statistik mogok Fuad akan menurun dan hidup kalian lebih tenteram. “Kayaknya seru. “Gua banyak di rumah. “Gua juga lagi bikin ..” “Yang dalam bahasa Indonesia artinya adalah . Non?” Kugy balas bertanya. nih . Merenungi nasib.. Sekarang Fuad bodinya doang 124.” celetuk Eko. merasa tidak perlu melanjutkan. Eko memulai dengan menceritakan program penyembuhan yang telah dijalani Fuad. Wajah Noni seketika cerah seperti disorot lampu. “Horeee!” Kugy dan Noni bersorak. 76 . “Gantung amat..” demikian penutup dari Eko. “Dimulai dengan Latar Belakang Masalah. cepat-cepat mengalihkan bola panas itu..” “Nggak ada yang lebih menarik?” Eko melengos. “Gua udah cerita dikit ke Eko soal ini.” Mata Kugy ikut berbinar.. tapi isinya udah Mirafiori. Tiga orang itu menduduki meja kebangsaan mereka dengan membawa piring masing-masing. Januari 2000 ..

“Jadi . Dan anak itu kayaknya terlalu antisosial untuk cari pacar sendiri. Sekarang ini dia lagi cuti kuliah.. “Lu kok pesimis gitu. tapi hubungan kita lumayan deket. gitu lho.” Eko menyambar. Ia sungguh tidak bisa memaksakan diri untuk tampak antusias dengan proyek Noni.. Tubuhnya yang tadi tegak kini kembali bersandar ke kursi. Keenan dan—siapa namanya?” “Wanda.” Noni melanjutkan.” “Kalian berdua aja..” Napas Kugy mendadak tertahan. Gua dan Noni. gua punya pacar. deh. “Bayangkan. Jeng Kugy. Semuanya harus na-tu-ral.“Oke.” Noni mulai memaparkan. Gy. Gua nggak bakat nyomblangin orang.” timpal Eko seraya menyentuh sekilas ujung hidung Noni.. nanti kita bisa triple-date. dong. “Memangnya Keenan mau dicomblangin gitu? Kok gua nggak yakin.” Noni mengeja. “Jangan ketahuan. ya. Ehm. “Terus?” tanyanya.” tukas Eko. Statistik kegagalan gua seratus persen. Dia mau main ke Bandung minggu depan. pulang ke Indonesia buat magang di perusahaan bokapnya. Lu punya pacar. cuma Keenan doang yang jomblo. “Gua punya saudara.” kata Kugy. Jadi begini. sepupu nggak langsung sih. Badan Kugy rasanya semakin tidak rileks. Dia lama tinggal di Melbourne. Latar Belakang Masalah.” sahut Kugy malas. “Terus . Neng satu ini mau mencoba peruntungannya jadi Mak Comblang. “selama ini ada ketimpangan di geng kita. Pas banget momennya dengan Keenan pulang dari Bali.. Jadi .. mereka berdua mau dipertemukan.” 77 . “yang tahu percomblangan ini cukup kita bertiga doang. lu dan Ojos..

. sudah beberapa minggu belakangan ini Kugy merasa ada yang tidak beres dengan dirinya. “Bukannya lu yang selama ini seorang pengkhayal profesional? Aneh. Namun. Gua baru teleponan sama Wanda. Kugy belum bisa menguraikan apa yang sesungguhnya terjadi. Iya . Nggak usah mengkhayal triple-date dulu.” “Oh.. weekend depan udah pasti. nanti ada teman-temanku juga. Bukan hanya karena pembicaraan di Pemadam Kelaparan tadi siang. Kugy pun duduk menunggu di sudut tempat tidur. mereka berdua ketemu aja belum. Tapi udahlah. Ia merasa sudah saatnya bicara dengan seseorang. isyarat tangannya menyuruh Kugy untuk masuk. “Kalo cuma soal nyantol.. lagi sibuk?” Noni tengah berbicara dengan seseorang di ponselnya. “Oke . Diketuknya pintu Noni yang setengah terbuka. Belum tentu nyantol. kan?” “Yah.. gua yakin mereka bakal nyantol. baru kita jalan bareng. ya! Take care . Noni terkekeh. bye!” Noni meletakkan ponselnya.. “Non . Tidak juga pada dirinya sendiri. ya? Perlu dijemput? Ya. ya?” Kugy menyahut sangsi. gua hargai optimisme lu..” komentar Eko. Gy. “Lihat aja nanti. Nanti aku sama Eko jemput kamu ke hotelmu aja. Sampai ketemu. Meski rasanya sudah di ujung lidah.“… dan Wanda.” Noni tersenyum simpul.. “Sori. Seru. Kugy berharap bisa memperoleh kejelasan dengan setidaknya memberanikan diri untuk bercerita. hampir tak bisa menutupi nada suaranya yang berubah ketus. Oke.” kata Kugy. What’s up?” 78 ..

“Hari ini lu banyak gantung. Ditatapnya Noni yang juga menatapnya dengan tatapan menunggu. kembali rasa tidak nyaman merambati tubuh Kugy.” “Mungkin udah saatnya gua bertobat dan banyak berbuat baik. “Dasar gila. Ia merasa makin tidak beres. Entah kenapa. tidak dengan adanya proyek percomblangan yang sepertinya betul-betul diseriusi sahabatnya itu.” Kugy pun bangkit berdiri.” Noni nyengir.” cetus Kugy asal sambil ngeloyor pergi. Sori. Gua lupa mau ngomong apa. deh. He-he. lalu menutup pintu kamarnya. Nggak jadi. tiba-tiba Kugy merasa Noni bukanlah orang yang tepat untuk diajak bicara masalah ini. 79 . “Nggak. Gy?” Noni bertanya lagi. “Yakin?” Noni mengamati air muka sahabatnya. “Kenapa.Mendengar nama itu.

menghitung. Ia baru saja kembali dari pertemuan Klub Kakak Asuh yang mengundangnya untuk menjadi pengajar sukarela di sebuah sekolah dasar darurat. Kugy baru sampai ke tempat kosnya. Tepatnya. “Kamu nggak percaya kan di kota secanggih Bandung ini masih ada anak-anak yang nggak bisa baca tulis. Tapi dalam satu kelas umurnya bisa bervariasi. mereka tak punya dana cukup untuk menyewa bangunan dan terpaksa melaksanakan kegiatan belajar mengajar di saung-saung ladang atau di bawah pohon. “Kita akan bagi tiap kelas sesuai kemampuan mereka masing-masing. Persis pelajaran anak TK. Sekolah itu akan dinamai “Sakola Alit” dan akan mengambil tempat di alam terbuka di daerah perbukitan Bojong Koneng. KURATOR MUDA Lewat pukul lima. dari mulai empat tahun sampai sepuluh tahun.10. dan menggambar.” 80 . “Jadi. padahal umur mereka sudah sembilan-sepuluh tahun?” kata Ami pada Kugy di pertemuan tadi. kita harus mulai dari mana?” Kugy bertanya. Kelas paling dasar hanya akan belajar membaca.

“Iya. Jadi lumayan menyita waktu. “Kamu pikirkan dulu aja. aku kabari dalam minggu ini. “Nanti malam gua sama Eko janjian mau ke tempat kosnya. “Nooon!” kontan Kugy berteriak. termasuk aku. Kita berkomitmen mengajar mereka empat hari seminggu.” “Anak yang harus diajar?” “Dua puluh dua. menatap kaus putih bergambar barong dan sarung hitam bercorak yang terlipat rapi. Gy. tadi dia mampir sama Eko. Matanya tak lepas mengamati foto-foto anak-anak yang akan dibina oleh Ami dan teman-temannya. Tak sabar rasanya menanti malam datang. tapi nggak ada. 81 . Mau ikut.” Kugy terdiam lagi.Kugy terdiam mendengar penjelasan itu. ya?” Kugy mengangguk. Tak sanggup menyembunyikan kegembiraan yang membeludak. Udah lihat. Di atasnya tergeletak papan surfing mini dan sekotak kacang asin. nggak?” “Mau! Mau!” Kugy menjawab setengah berseru. Perhatiannya baru teralih saat ia membuka pintu kamar dan melihat ada setumpuk benda asing di tempat tidur. Kugy membuka laci meja belajarnya. Sekadar mengecek buku buatan tangannya yang kini sudah rampung. “Keenan ke sini?” tanya Kugy segera. cari lu. Matanya pun terbelalak. Kugy tak bisa menanggalkan wajah anak-anak itu dari ingatannya. Kugy menyalakan lampu. Ketika Noni sudah keluar. Terdengar ada suara yang menyahut dari kamar sebelah. Tak lama. Dia titip oleh-oleh. Noni muncul di pintu. “Oke.” Sepanjang perjalanan pulang. Sesuatu serasa merekah di hatinya. tuh.” “Berapa sukarelawan yang sudah terkumpul sekarang?” “Dua orang. ya.

. Tahutahu. Rambut panjang itu tampak tertata rapi seperti baru keluar dari salon.. Perasaannya campur aduk. “Wanda.” Gugup. rusak lagi. bola mata Wanda dilapisi lensa kontak biru yang serasi dengan warna kukunya. “tapi lebih sesuai dengan fitrah lu. Setiap inci penampilan Wanda seperti direncanakan dengan matang. Kugy merapikan baju terusan hitam selututnya.. Baju terbaik yang pernah ia miliki dan tak pernah keluar lemari saking istimewanya. biasa aja.” Eko tertawa. Gy. Sepatu wedge yang tebal dan trendi tampak serasi dengan tas kecil yang ia pegang. Satu hal yang rasanya mustahil dilakukan Kugy. Kugy menerima uluran tangan Wanda.. Tampak barisan kuku terlapis cat biru metalik yang berkilau tertimpa sinar lampu.” “Nggak . Semilir parfum floral tercium di udara tiap kali perempuan itu bergerak. Dan semua itu membuat Kugy terpaku. Ini sepupu gua. Tubuh semampai itu melangkah anggun dalam jins ketat dan tank-top. 82 . Gy?” Noni melongok ke kamar Kugy dan sedikit terperanjat. deh. “Yaaah . Wanda. “Non.” ia mengulang namanya dengan nada merdu bak resepsionis kantor. “Gy.“Udah siap.” ujar Kugy. kenalin. Kugy pun menyadari. Dan ketika tiga orang itu pergi. “Gua nyusul bentar lagi. Kalian duluan aja ke depan. Kugy mengempaskan tubuhnya ke tempat tidur. kok. “tumben lu agak cakepan. Kugy menyambar jaket jins Karel dan buru-buru mengenakannya. shall we?” Wanda memutar tubuhnya menghadap Noni.” Tiba-tiba sesosok perempuan tak dikenal muncul di balik punggung Eko dan Noni.” Noni berkata.

Keenan sudah bisa mendengar Fuad menepi. membuka pintu. Kugy meringkuk di tempat tidurnya semalaman. Keenan pun segera berdiri. Tak lama. ia mendengar langkah-langkah kaki mendekati kamarnya. Kamu pernah dengar Galeri Warsita di Menteng. Terdengar suara hak sepatu beradu dengan ubin dari kejauhan. I just dropped my contact. ini Wanda. Sejenak ia menyadari detak jantungnya yang sedikit bertambah cepat. lho. seolah mengantisipasi sesuatu. Pintu terbuka.Ada kegelisahan yang nyaris tak bisa ia tahankan. Ia berlari ke depan. Tampak Noni dan Eko nyengir selebarlebarnya. seperti melumpuhkan sistemnya. membuat alasan palsu yang membatalkan kepergiannya ke tempat kos Keenan. Dan Kugy akhirnya memutuskan sesuatu. Dari dalam kamar. Dia pokoknya ngerti banget soal yang seni-seni gitu. Sebagai ganti. nggak? Nah. Untung ketemu lagi ... rencana Noni.. “Nan. Ia ganti menatap Noni dan Eko. Wanda senang lukisan juga. menuju arah mereka. Sepupu gua dari Melbourne. Gua bilang juga ke dia kalo lu hobi melukis. “Sorry. meminta penjelasan. “Si Kecil mana?” tanya Keenan langsung. 83 . ayah Wanda itu pemiliknya. Segala sesuatu tentang Wanda. guys. dan aneka kemungkinan yang bisa terjadi malam ini. menemui teman-temannya yang sudah menunggu di mobil. Wanda ceritanya lagi hunting lukisan di Bandung.” Keenan terheran-heran melihat seorang cewek tinggi tak dikenal berjalan ke arah mereka dengan mata berkedipkedip seperti orang kelilipan.” Noni menyerocos seperti tukang obat sedang promosi.

Bak seorang kurator profesional. Belum sempat beres-beres setelah pulang dari Bali . “Maaf agak berantakan. Ia mulai melangkah mendekati Wanda dan menyimak ucapannya sungguh-sungguh. Matanya sudah terkunci pada lukisan-lukisan yang menyebar di seluruh penjuru ruangan itu.” Air muka Keenan berubah seketika.” gelagapan Keenan menyilakan sambil membuka pintunya lebar. sangat berbakat. “Kamu sudah pernah pameran?” tanya Wanda pada Keenan.. masih iseng-iseng.. Sementara di belakang punggung Wanda. “kamu sangat.. Sementara dilihatnya Eko dan Noni mesem-mesem di pojok kamar.. sementara matanya terus terpaku pada lukisan. meminta diundang masuk. Perhatiannya begitu terpusat seolah yang lain sudah melesak ke perut Bumi dan tinggal ia sendiri bersama lukisan-lukisan Keenan. ya?” Alis Keenan mengangkat. tergelak halus. Keenan berkenalan dengan Wanda. Such a shame.” Wanda tersenyum tipis. ia menelaah lukisan demi lukisan dengan teliti. sori... Dengan bingung Keenan memandangi kegiatan Wanda yang menekuni lukisannya seperti hendak menelanjangi. “Belum ..” Keenan menggeleng lagi. “Oh. Wanda langsung menerobos masuk. ya. 84 .. Keenan merasakan banyak tanda tanya di udara malam ini.Dengan gestur agak kaku. “harusnya kamu cari nafkah dari melukis..” Tanpa menunggu penjelasan Keenan selesai. “Saya melukis hanya karena hobi aja.” “Ah.. Masuk... Eko mendelik-delik penuh maksud. “Menurut kamu— lukisan-lukisan ini cukup layak masuk galeri?” “Layak?” kali ini Wanda mendongak menatap Keenan.” “Lukisan kamu sudah pernah masuk galeri?” “Belum .” “Oh. yuk .

Wanda dan Keenan mengobrol soal dunia lukisan dengan asyiknya hingga tak menggubris desakan Noni dan Eko untuk makan malam di luar.. nggak seru. Tidak mungkin ada cowok normal yang tidak tertarik dengan Wanda . pelukis hanya kuat di salah satu.. Malam itu. tapi kalau secantik itu. Noni menjulurkan sebelah tangannya diam-diam. tapi kamu kuat di keduanya. tapi Keenan mungkin beda. dan benak Kugy pun tak berhenti berceloteh. siapa lagi yang peduli soal seru dan nyambung . Noni dan Eko terpaksa menggantungkan nasib perut mereka pada Mas-Mas pengantar pizza. mendetail. tapi mungkin Wanda membosankan. tapi cowok tetap saja cowok .. akurat. Baru kali itu seseorang mengomentari lukisannya dengan sangat serius. dan menciptakan seribu satu skenario tentang apa gerangan yang terjadi malam ini. 85 . Kugy tetap terjaga di kamar. Sambil menyuap potongan pizza ke mulut.“Kamu pelukis potret yang sangat bagus..” tutur Wanda dengan decak kagum. guratan dan garis kamu tegas. Keenan menelan ludah. Abstrak kamu juga sangat kuat. Dan uniknya.. Impressive. tapi pikirannya tetap terikut dengan Fuad. Misi mereka berhasil. Biasanya. Kunjungan ini mendadak menjadi menarik. mengajak Eko bersalaman.. dia melihat kualitas yang lain . dan nggak nyambung . menuju tempat kos Keenan.. Berbagai kegiatan sudah ia lakukan untuk mendistraksi... kamu menggabungkan lukisan potret dengan abstrak dalam satu frame. Semua objek kamu hidup.. Sejak tadi.

Lidahnya seperti kelu untuk memberikan tanggapan apa pun. Gy? Tadi katanya banyak kerjaan. Emangnya Keenan mau sama tipe cewek Barbie kayak Wanda gitu?” “Kugy darling. kita dianggurin kayak tembok. Ia langsung 86 .. “Optimis banget sih ente. membuatnya meringkuk memeluk guling menahan pedih. Kugy terkekeh. tapi begitu Wanda mulai ngomentarin lukisannya .Saat pintu kamar sebelahnya kedengaran membuka.” Kugy menguap lagi.” Kugy ikut tertawa. melirik buku dongeng buatannya yang kini tergeletak di meja. “awalnya memang si Keenan kayak sedikit alergi. nih. terus sakit perut. Yang 5 sisanya hanya untuk jaga-jaga siapa tahu Keenan atau Wanda mendadak amnesia. dia berubah kayak orang disirep! Saking lupadaratannya mereka berdua ngobrol.” cetus Noni mantap. “gimana debut Mak Comblang kita? Sukses?” “Dari skala 1-100. Ada sesuatu yang remuk di hati Kugy. Wanda itu kurator muda. Dan segala keresahan dan kebingungannya selama ini juga ikut memuncak.” kata Noni sambil melirik Kugy yang bersandar di dinding sambil menguap-nguap dan garuk-garuk kepala. “Belum tidur. Berdiri di dekat pintu kamarnya dengan lagak malas-malasan. melonjaklah Kugy dari tempat tidur. terus mau tidur cepat. Sejenak Kugy mengangkat mukanya. hingga kesedihan itu tak tertanggungkan lagi. cuma order pizza. Gila. dan pecahan-pecahannya seolah menyebar ke seluruh tubuh. Butir demi butir air mata pun mulai melelehi pipinya. “Baru mau tidur. Bokapnya yang punya Galeri Warsita di Menteng.” jelas Noni dengan senyum kemenangan. terasa tawar dan sumbang. dan gua sama Eko akhirnya minggat ke warnet. Namun. meledak. Akhirnya ia memilih permisi tidur. Tadi nulis dulu. yang ada kita batal makan ke luar. nilai gua 95..

mengernyit. Mendadak ia merasa bodoh. Buku itu tampak buruk. Dan Kugy pun membenamkan mukanya kembali ke dalam guling. Jengah melihat hasil karyanya sendiri. Dalam benaman guling itu, untuk pertama kalinya Kugy menyadari ... ia telah jatuh cinta pada Keenan.

Pagi itu, Kugy bangun dengan mata sembap. Terpaksa ia membungkus es batu dalam sapu tangan lalu mengompreskannya ke mata. Dengan satu mata yang terbuka, ia membuka catatannya lalu memencet sederet nomor di ponselnya. “Ami? Hai, ini Kugy. Aku udah memutuskan ... iya ... aku mau jadi pengajar di Sakola Alit. Mulai secepatnya bisa? Iya ... aku siap, kok.” Setelah pembicaraan itu selesai, Kugy mengembuskan napas lega. Ia harus berbuat sesuatu. Ia harus mencari kesibukan. Ia ingin melupakan pedih itu, apa pun caranya. Dan tawaran Ami mendadak menjadi tiket keluar yang paling baik. Ia lalu teringat sesuatu. Sebuah benda buatannya yang sudah terbungkus rapi dengan kertas kado. Kugy mengambilnya dari dalam laci. Membuka lemari pakaiannya yang bergabung dengan beberapa dus kecil berisi barang-barang bekas. Kugy membuka salah satu dus lalu menjebloskan benda itu di sana. Belum cukup puas, dibenamkannya lagi dus kecil itu di dalam tumpukan benda lain. Sementara ini, Kugy ingin sekali melupakan benda itu. Perasaan itu.

87

11. SAKOLA ALIT

Angkutan kota Colt L-300 yang sudah tua dan kepayahan nanjak itu hanya mengantarkan mereka bertiga sampai di mulut sebuah jalan setapak. Matahari pagi terasa hangat menyentuh kulit muka setelah sekian lama mereka terperangkap dalam mobil. Kugy, Ami, dan Ical sejenak saling berpandangan sebelum mereka menuruni jalan tanah itu. Ini adalah hari pertama mereka resmi mengajar di Sakola Alit. Tidak ada yang bisa membayangkan apa yang akan mereka hadapi. Sambil menenteng masing-masing sebuah papan tulis kecil dan menyandang ransel yang penuh sesak dengan alat tulis dan buku-buku, ketiga orang itu mulai melangkah memasuki jalan menurun yang dinaungi rimbunan pohon bambu di kirikanan. Setelah kurang lebih setengah jam berjalan kaki, sampailah mereka di sebuah masjid. Banyak anak kecil berlarian di sekitarnya. Seorang bapak berpeci yang sedang duduk sambil merokok, cepat-cepat bangkit berdiri dan menyambut mereka. 88

“Neng Ami ... kumaha10, Neng? Damang11?” Bapak itu menjulurkan ujung tangannya untuk menyalami Ami. “Pak Somad, kenalkan, ini teman-teman saya yang nanti ikut ngajar,” Ami memperkenalkan ketiga temannya satu per satu, “Pak Somad ini yang membantu mengumpulkan anakanak dari kampung sini,” Ami lalu gantian mengenalkan. “Muhun12,” sahut Pak Somad, “hari ini baru ada lima belas anak, Neng. Sisanya mungkin baru besok atau lusa. Maklum, banyak yang sambil kerja juga.” “Nggak apa-apa, Pak. Kita mulai sekarang aja. Saungnya di sebelah mana, ya?” “Oh, mangga, mangga.13 Diantar ku Bapa14,” buru-buru Pak Somad mematikan rokok kreteknya lalu mulai memanggili anak-anak yang tercerai-berai di sekitar masjid. Tak lama, mereka pun berjalan beramai-ramai menuju sebuah saung yang berukuran cukup besar di pinggir ladang cabai. Sekumpulan anak itu akhirnya dibagi dalam tiga kelas. Ami kebagian di saung besar, Ical mendapat tempat di sebuah saung agak kecil yang terpisah sekitar seratus meter, dan Kugy kebagian di bawah pohon. Kugy pun bergegas menyiapkan ‘‘ruang kelas’’-nya. Menggelar tikar plastik untuk mereka semua duduk, menyandarkan papan tulisnya di pohon, dan membagikan buku serta alat tulis. Di hadapannya kini sudah ada lima anak dari mulai umur empat sampai sembilan tahun. Semuanya mengaku tidak bisa membaca dan menulis. Sejenak Kugy menghela napas, mereka-reka harus memulai dari mana.
Bagaimana. Sehat. 12 Betul. 13 Silakan, silakan. 14 Oleh Bapak.
10 11

89

“Selamat pagi,” sapa Kugy semanis mungkin. Tak ada yang menjawab. Ada yang asyik mencari kutu di kepala temannya, ada yang langsung merobek kertas dari bukunya dan bikin kapal-kapalan, ada yang kerjanya teriak-teriak terus memanggili temannya di saung sebelah, dan ada juga yang menatapnya bergeming seperti melihat hantu. Keringat dingin Kugy menetes.

Laki-laki setengah baya itu berjalan menuju ruang kantornya yang terletak di bilangan Menteng, Jakarta Pusat. Ia hanya mengenakan kemeja linen dan celana kain, dan begitulah ia biasa berkantor sehari-hari. Kantornya hanya satu ruangan dari keseluruhan galeri yang luas itu. Galeri miliknya memang galeri terbesar di Jakarta. Ia menjalankannya hanya berdua dengan sahabatnya, Syahrani, yang juga sudah puluhan tahun menjadi kolektor karya seni, dan akhirnya menikah dengan seorang perupa terkenal yang karya patungnya pun menghiasi berbagai sudut galeri itu. “Selamat pagi, Pak Hans,” sekretarisnya menyapa. “Pagi, Mia. Wanda sudah di dalam?” “Sudah, Pak. Dari setengah jam yang lalu.” Laki-laki itu melirik jam tangannya, “Wah, rajin banget dia. Pantas tadi langsung hilang dari rumah sehabis sarapan.” “Morning, Hans. Morning, Mia,” seorang ibu berkacamata menghampiri mereka. Meski nyaris polos tanpa riasan, wajahnya tampak cerah. Hanya seoles tipis lipstik merah tua mewarnai bibirnya. Selendang batik membungkus lehernya seperti syal. “Met pagi, Ran. Gimana pameran patung Teguh di Jerman? Sukses?” Hans menyapa mitranya. 90

“Wonderful. They love it, those strange bules,” Syahrani tertawa ringan, “so, how’s our young and beautiful curator? Dia nelepon aku semalam. Sepertinya dia semangat banget, tuh. Katanya banyak dapat lukisan bagus di Bandung.” “Tapi kali ini dia agak aneh,” Hans geleng-geleng kepala, “dia bahkan nggak mau kasih aku sneak preview. Tadi pagi kami sarapan bareng di rumah, lalu dia langsung menghilang. Ternyata sudah duluan kemari, dari setengah jam yang lalu malah.” “Oh, ya? Let’s see what she got, then.” Syahrani tersenyum dan menggosokkan kedua telapak tangannya seolah hendak mengantisipasi sebuah kejutan. Hans pun membuka pintu kantornya yang sedari tadi tertutup, melangkah masuk bersama mitranya. Wanda menyambut keduanya dengan senyum merekah. Semuanya tampak sudah rapi ia persiapkan, termasuk proyektor yang sudah menyala dan terhubung ke laptop-nya. Wanda langsung menghampiri Syahrani dan memeluknya, “Tante Rani, I miss you so much ....” “Miss you too, dear. Papimu cerita, kamu semangat banget mau presentasi pagi ini,” kata Syahrani sambil menjawil pipi Wanda. Wanda mengangguk mantap, lalu tanpa banyak bicara ia langsung memulai mempresentasikan slide-slide foto lukisan yang sudah ia persiapkan. Wanda memulai dengan karya pelukis paling senior terlebih dahulu, hingga foto demi foto berlalu, dan Wanda tiba pada koleksi terakhirnya. Napasnya sejenak dihela sebelum mulai memberikan ulasan. Wanda tampak sedikit tegang. “Yang ini adalah karya pelukis muda. Menurut saya dia sangat gifted. Karyanya segar, otentik. Dengan manajemen yang baik, menurut saya dia bisa punya prospek luar biasa.” 91

“Siapa namanya? Keenan?” tanya Syahrani sambil membaca-baca arsip yang sudah dipersiapkan Wanda di meja. “Iya. Dia yang temannya Noni di Bandung itu, Papi.” Wanda berkata sambil melirik ayahnya. “Sudah pernah pameran?” tanya ayahnya. Wanda menghela napas. Ia sudah menduga pertanyaan itu pasti muncul. “Belum,” jawabnya. “Pernah masuk di galeri mana?” Syahrani ikut bertanya. Pertanyaan kedua yang pasti muncul. “Belum pernah,” jawab Wanda lagi. Syahrani dan Hans berpandang-pandangan. “Well,” Hans berdehem, “kalau soal dia berbakat, saya setuju. Otentik? Bisa jadi. Tapi, anak ini kelihatannya masih berproses dan belum mencapai titik kematangannya sebagai pelukis. Saya lihat dia seperti masih mencari identitas. Kasih satu-dua tahun lagi, mungkin dia baru layak masuk ke Warsita.” Ekspresi Wanda seketika berubah. Mulutnya mengerut. “Papi, tapi saya yakin dia punya sesuatu. He’s like a raw diamond ....” “Persis,” sahut ayahnya santai, “raw—mentah. Dia bagus, tapi mentah.” “Saya setuju dengan semua poin kamu, Hans,” Syahrani angkat bicara, “tapi ada faktor lain yang bisa jadi pertimbangan, yaitu kejelian Wanda melihat talenta baru. Warsita memang terkenal dengan koleksi karya-karya pelukis mapan, tapi nggak ada salahnya galeri ini juga memulai membuka peluang untuk pelukis baru. Ini bisa jadi kredit buat kita jika kelak pelukis ini berkembang bagus.” Hans tersenyum kecil, “Sudah ada berapa puluh pelukis baru yang antre ingin masuk sini dan kita tolak, lalu kenapa yang satu ini bisa mendapat perkecualian?” “Karena dia berbeda, Papi,” Wanda menyambar tegas. Syahrani sekilas memeriksa arsip Keenan sekali lagi. Ada 92

selembar foto Keenan di samping lukisannya yang ikut dilampirkan di sana. “Karena ... I think our Wanda likes him.” Muka Wanda langsung merah padam. Mulutnya siap membuka, tapi ia kehilangan kemampuannya berkata-kata. “Bercanda, Sayang,” cepat Syahrani menambahkan sambil tertawa halus. “Anak ini memang berbakat. Dan saya pikir dia layak diberi kesempatan.” Hans mengangkat bahunya ringan. “Oke. Kita lihat saja nanti perkembangannya.” Napas Wanda melega. Meski ia masih terusik dengan apa yang dilontarkan padanya barusan, senyum puas yang menyembul di wajahnya sungguh tak bisa ia tahan.

Bandung, Februari, 2000 ... Rasa pegal yang mulai menyerang kakinya menunjukkan bahwa sudah cukup lama ia berdiri di sana. Keenan mulai berpikir barangkali sudah saatnya ia menyerah dan pulang. Namun, ia mengedarkan pandangannya sekali lagi, meneliti wajah-wajah yang lalu-lalang di sekitarnya. Akhirnya, tampak sekelebat siluet yang ia cari. Rambut sebahu yang tergerai, jaket jins yang hampir setiap hari dipakai, ransel yang tampak tidak proporsional karena ukurannya terlalu besar untuk tubuh pemakainya .... “Kugy!” Keenan berseru. Yang dipanggil malah terus berjalan. Terpaksa Keenan mengejar dan menarik tangannya. Kugy memejamkan mata sebelum berbalik dan menyetel muka polos, “Heloooo! Rekan agen! Apa kabar?” Keenan menatapnya tak percaya. “Kamu ke mana aja?” “Ada ...,” jawab Kugy bergumam. 93

“Gy, saya tuh nggak pernah betah lama-lama di kampus. Tapi gara-gara nyariin kamu, hampir setiap hari saya nongkrong di sini, nunggu di tempat yang sama, dan kamu nggak pernah nongol,” ujar Keenan. “Kamu sibuk banget, ya?” Baru pertama kali itu Kugy mendengar nada bicara Keenan terdengar agak emosional, tidak lagi kalem seperti biasa. Dia seperti orang yang sungguh-sungguh kehilangan. “Yah, lumayan sibuk ...,” Kugy kembali menjawab dengan suara berkumur. “Ulang tahun kamu udah lewat,” kata Keenan dengan nada menyesal. “Ulang tahun kamu juga,” balas Kugy pelan. “Maaf ya, nggak sempat kasih selamat. Tapi waktu itu aku udah titip pesan ke Eko.” “Nggak bisa ngomong sendiri?” Kugy menelan ludah. Pertanyaan itu dilontarkan dengan halus, tapi sorot mata Keenan begitu menusuk, dan Kugy merasa seperti tertuduh. “Waktu itu kan pas Wanda lagi datang ke Bandung, dan aku nggak mau ganggu. Kalian berempat kan ada acara sendiri—” “Dan saya ngundang kamu juga,” potong Keenan, “saya nggak pernah bikin acara itu untuk eksklusif berempat, kok. Gy, kamu sahabat saya, nggak mungkin saya—” “Nan, kadang-kadang sahabat yang baik itu justru harus tahu diri,” Kugy gantian menyambar, “aku kan udah bilang, karena justru nggak mau ganggu makanya aku—” “Kamu sebetulnya kesal sama saya, ya?” “Kesal—soal apa?” tanya Kugy tegang. Keenan mengangkat bahu, “Nggak tahu. Yang jelas alasan ‘nggak mau ganggu’ itu kok kedengarannya agak basi, ya.” Kugy terdiam. Mana mungkin bisa jujur, batinnya. Justru alasan jujurnya yang bakal jadi juara basi. “Saya sebetulnya punya sesuatu buat kamu. Tadinya saya mau kasih untuk hadiah ulang tahun kamu ....” 94

“It’s okay, Nan. Kapan-kapan aja,” sahut Kugy cepat, sambil mengusahakan senyum lebar di mulutnya. “Malam minggu ini kita mau nonton midnight kayak biasa. Ikut, yuk. Kamu selalu ditanyain sama Mas Itok, tuh.” “Kita—berempat?” Kugy bertanya hati-hati. “Mungkin berlima. Katanya weekend ini Wanda mau datang lagi ke Bandung.” “Lihat nanti, ya. Aku usahain,” ucap Kugy dengan nada yang dibuat serileks mungkin. Dua ratus persen pasti nggak bakalan ikut, sambungnya dalam hati. “Lukisan saya bakal masuk ke Galeri Warsita,” Keenan menambahkan, “gara-gara itu Wanda bolak-balik terus ke Bandung.” Mata Kugy membeliak, “Wah! Selamat, ya!” kali ini ia sungguhan tulus mengatakannya. “Keenan Aquaneptuniamania ... jadi pelukis beneran. Hebat.” Keenan tergelak. “Sejak kapan nama saya jadi Keenan— apa tadi? Kleptomania?” “Aquaneptuniamania. Resmi ditahbiskan barusan,” Kugy nyengir. “Beneran ... aku ikut senang. Kamu memang pantas kok masuk galeri seperti Warsita. Cuma masalah waktu.” “Makan bareng, yuk. Saya traktir. Pemadam Kelaparan?” Kugy menghela napas. Perutnya sudah keroncongan sejak tadi. Dan tidak ada manusia lain yang paling ideal untuk menemaninya makan siang selain Keenan. “Hmm ... sori. Aku harus cabut, ada janji dengan Ami dari Klub Kakak Asuh. Kapan-kapan, ya?” Keenan sejenak terdiam mendengar respons Kugy. “Udah dua kali kamu ngomong ‘kapan-kapan’ ke saya hari ini. Moga-moga nggak ada yang ketiga kali,” ucapnya pelan. Kugy tak berani menatap Keenan langsung. Perasaan seperti tertuduh itu kembali menyerangnya. “Duluan, ya,” 95

Kalau nggak begini. Seperti merapal mantra. Kugy mengulang-ulang kalimat itu dalam hatinya. 96 . Kugy. dan cepat-cepat ia berlalu dari sana. matanya terus menekuni aspal.kembali setengah berkumur Kugy berkata. Kakinya melangkah besar-besar. kamu akan terjebak terus.

. sampai-sampai dia harus mulai mengerahkan beberapa teman untuk ikut membantu. Sejak Eko sering menitip beli tiket midnight. ini buat Mas Keenan dan ..12. “Nah. Ini sudah menjadi pekerjaan tetapnya hampir setiap malam Minggu. Pria berkacamata itu sudah siaga berdiri dengan empat tiket bioskop di tangan. Maret 2000 . 97 . Ada beberapa helai tiket lagi tersimpan di kantong belakang kiri dan kanan.. Mbak Pacar Baru. “Mas Itok!” Pria itu menoleh. banyak teman-teman Eko lainnya yang juga ikut memakai jasanya.. Tampak rombongan Eko muncul di tangga eskalator. ini buat Mas Eko dan Mbak Noni. JENDERAL PILIK & PASUKAN ALIT Bandung. Mereka berempat spontan tertawa. Itok menyerahkan tiket itu masing-masing dua lembar ke tangan Eko dan Keenan.” Tanpa beban.

“Emangnya—kamu pernah pacaran sama Kugy?” tanya Wanda pelan.” Eko menambahkan sambil terkekeh. ya. Mas. “Kugy dan Keenan pacaran itu selamanya hanya akan ada di otak Mas Itok seorang. Keenan merasa tersentil dengan ucapan Eko. Dalam hatinya. Tapi nggak pa-pa juga kalau disebut ‘Mbak Pacar Baru’. are you okay?” Keenan tersentak dengan pertanyaan Wanda yang tiba98 . ya. deh.” celetuk Wanda sambil mengerling ke arah Keenan yang berdiri di sebelahnya dengan muka memerah. “Hebat Mas Keenan. Dia jadi guru relawan buat sekolah darurat gitu. Sibuk banget sekarang. Keenan hanya menggeleng. Entah kenapa. “Tauk tuh Kugy. Mas Keenan? Resmi putus nih ceritanya?” Itok mesem-mesem dengan tatapan haus gosip.” Eko menimpali lagi.“Nama saya Wanda. Emangnya dia ngajar sampai malam? Memangnya ada layar tancap midnight di Bojong Koneng? Kalo kata gua. sekalipun tahu bahwa temannya hanya bercanda. hampir tiap hari ngajar. Transaksi pun berjalan seperti biasa. jangan aneh-aneh.” Itok masih terus berkomentar. cantik-cantik lagi. ada faktor sibuk dan sok sibuk. dan cepat-cepat mereka berlalu dari hadapan Mas Itok sebelum manusia itu terus mengorek-ngorek info tidak penting. “Nan. ia tidak berselera untuk panjang lebar menjelaskan. pacarnya ganti-ganti.” Eko mulai protes. “Mas Itok. “Mbak Kugy nggak pernah ikut lagi.” Noni bercerita. “Aneh. Mentang-mentang ganteng. Beliin tiket bioskop aja. habis itu nggak pernah keluar kamar. Pulangnya sore terus.

tiba, dan ia pun tersadar bahwa Wanda memperhatikannya saksama sejak tadi. Sebagai jawaban, Keenan tersenyum sekilas. “Beli popcorn, yuk,” Wanda tahu-tahu menggamit tangannya, dan mereka berdua berjalan menuju mesin popcorn di dekat sana. Keenan seolah terempas ke lorong waktu. Semua ini terasa seperti dejavu. Ia mengenal adegan ini. Malam Minggu, tempat yang sama, mesin popcorn yang sama. Bedanya, orang yang bergandengan dengan tangannya waktu itu adalah Kugy.

Bandung, April 2000 ... Sambil rebahan di atas karpet, Ojos mengamati wajah pacarnya sejak tadi. Rambutnya yang semakin panjang, kaus “Lake Toba”—seragam tidur favoritnya—sudah semakin lusuh, celana pendek batiknya yang berkeriut-keriut, mata bundarnya tampak serius menekuni buku J.R.R. Tolkien yang tebalnya minta ampun. Ojos pernah bercanda, buku setebal itu lebih cocok buat senjata melawan anjing galak ketimbang buat bacaan. Seumur hidupnya, Ojos tak membayangkan akan bisa membaca sepuluh persen saja dari jumlah buku yang dibaca Kugy. Mulai merasa diamati, Kugy pun mengangkat mukanya. “Mau baca juga, Jos? Aku ada Donal Bebek ....” Ojos menggeleng. Kugy pun kembali pada bacaannya. Ojos kembali mengamati. Ruangan itu kembali hening. Lama. “Gy ....” “Hmm?” “Are you okay?” 99

Kugy menatap Ojos, “I’m okay. Kenapa, Jos?” “Kamu jadi lebih diam akhir-akhir ini. Ada yang kamu pikirin?” Kugy seperti terusik mendengar pertanyaan itu, tapi cepat ia tersenyum. “Nggak ada. Paling-paling soal Sakola Alit. Murid kita tambah banyak sekarang.” “Kamu sibuk banget ngurusin sekolah itu.” “Aku betah ngajar di sana. Anak-anak itu ....” Kugy berdecak, “kadang-kadang aku yang merasa banyak belajar dari mereka.” “Tapi kamu sekali-sekali harus memperhatikan diri kamu juga, dong. Kamu tambah kurus.” “Makanku tetap sadis, kok.” “Iya, tapi aktivitas kamu juga gila-gilaan. Kamu harus istirahat. Badan kamu sampai habis, gitu.” “Bukan. Itu karena anakonda di perutku juga tambah besar ....” “Gy, aku serius.” “Jos, I’m okay,” tandas Kugy, “... oke?” Tak lama, Kugy kembali tenggelam dalam bacaannya, dan ruangan itu kembali hening. “Gy ....” “Hmm?” “Kamu butuh liburan.” “Liburan apa?” “Kita ke Singapur, yuk. Weekend aja. Omku baru beli apartemen di daerah Orchard. Kita bisa stay di sana.” “Nggak punya uang.” “Aku bayarin.” “Nggak mau.” “Waktu kamu dari Senin sampai Jumat dihabiskan buat anak-anak itu. Aku cuma minta satu weekend doang. Masa sih kamu nggak bisa kasih?” 100

“Jos, hari ini malam Minggu, dan aku bareng sama kamu. Apa bedanya?” “Kamu nggak bareng sama aku,” Ojos berkata pedas, “kamu bareng sama Tolkien!” Dan ia pun bangkit berdiri, meninggalkan ruang itu dan Kugy yang termangu.

Hari Minggu pagi. Tidak biasanya Ojos bangun sepagi itu. Tapi karena dia janji menemui Noni yang rutin lari pagi di Gasibu, Ojos pun dengan terpaksa menyeret badannya untuk menyetir ke daerah Gedung Sate. Nongkrong di dekat penjual minuman sambil menunggu Noni menyelesaikan putaran terakhirnya. Tak lama, Noni datang menghampiri, langsung menenggak air mineral botol yang sudah disediakan Ojos. “Hebat banget sih lu, Non. Baru malamnya nonton midnight, kok bisa paginya udah jogging lagi,” komentar Ojos. “Masih kurang kurus nih, Jos. Dua kilo lagi, deh. Lagi kejar target.” Ojos melengos. “Apa lagi sih yang mau dikurusin? Dasar cewek-cewek. Nggak ngerti gue. Temen lu tuh yang jadi kurus padahal nggak jogging.” “Maksud lu—Kugy?” “Itu dia yang pingin gue tanya sama lu, sampai gue belabelain bangun nyubuh begini,” air muka Ojos berangsur serius. “Dia kenapa sih, Non?” “Kenapa memangnya?” “Lu kan tiap hari ketemu dia. Merasa ada yang aneh nggak, sih?” Noni berpikir sejenak. “Mmm. Dia memang jarang jalan sama kita akhir-akhir ini. Sibuk sama Ami di Sakola Alit. 101

Tiap hari kayaknya dia kecapean kali, ya. Sama gua aja jadi jarang ngobrol. Kalo ada yang penting-penting doang.” “Selain Sakola Alit, kira-kira ada faktor lain nggak?” Noni berpikir lagi, lalu mengangkat bahu. “Dia ...,” Ojos seperti berat mengatakannya, “nggak lagi dekat sama cowok lain, kan?” Kening Noni kontan berkerut. “Cowok lain? Setahu gua nggak ada.” Ojos kelihatan menimbang-nimbang, seperti ingin mengungkapkan sesuatu yang lebih berat lagi. “Kalo dengan Keenan ... dia nggak—” Spontan, Noni tergelak, sampai hampir tersedak. “Aduuuh ... lu kena sindrom Mas Itok juga ternyata.” “Siapa tuh Mas Itok?” “Never mind,” Noni mengibaskan tangannya, “setahu gua, mereka berdua memang dekat, nyambung, tapi nggak ada apa-apa. Keenan malah lagi naksir-naksiran sama sepupu gua yang dari Melbourne itu.” “Oh, ya? Mereka udah jadian?” “Belum, sih. Paling bentar lagi,” Noni terkekeh, “gua lho Mak Comblang-nya.” Tak lupa ia menambahkan dengan nada bangga. Informasi Noni terasa membawa sedikit ketenangan bagi Ojos, tapi kecemasan itu tak sepenuhnya hilang. “Gue titip Kugy, ya, Non. Kalau ada ada apa-apa, tolong kabarin gue.” “Lu tenang aja, Jos. Mungkin Kugy memang lagi fokus banget ke kegiatan barunya itu. Kan dia memang gitu anaknya. Kalo udah suka sesuatu, suka jadi asyik sendiri.” Namun, ingatan Ojos kembali ke adegan di Stasiun Gambir malam hari itu. Sorot mata Kugy, sorot mata Keenan, dan gaya antena yang seolah-olah merupakan bahasa sandi antara mereka berdua. Dalam hatinya, Ojos yakin ia tak pernah salah. Radarnya tak pernah salah. 102

Dibutuhkan waktu delapan kali pertemuan untuk meluluhkan hati mereka, murid-murid Kugy yang kini berjumlah sebelas orang itu. Sedikit di antara mereka yang lancar berbahasa Indonesia. Hampir semuanya terus-terusan menggunakan bahasa Sunda. Sementara Kugy sama sekali tidak bisa berbahasa Sunda. Setelah dua minggu, masing-masing pihak mulai saling mempelajari. Kini, anak-anak itu mau lebih banyak memakai bahasa Indonesia, dan Kugy pun diajari secara tidak langsung istilah-istilah Sunda oleh anakanak itu. Alhasil, bahasa Sunda Kugy yang centang perenang menjadi salah satu hiburan favorit mereka. Selain menjadikan dirinya sendiri dagelan, Kugy akhirnya menemukan cara lain untuk memotivasi mereka belajar membaca. Awalnya, Kugy membawa setumpuk buku-buku dongeng klasik, termasuk koleksi Donal Bebeknya yang berjubel. Terkaget-kagetlah Kugy ketika mengetahui bahwa anak-anak itu tidak mengetahui sama sekali keberadaan Thumbelina, Putri Salju, Cinderella, Prajurit Timah, dan tokoh-tokoh dongeng klasik lainnya. Donal Bebek dan Mickey Mouse pun hanya sebatas tahu gambar di kaus saja. Dan tersadarlah ia, bahwa dunia kanak-kanaknya dan dunia anak-anak di Sakola Alit sangat jauh berbeda. Kugy akhirnya membuat perjanjian dengan anak-anak itu, setiap kali mereka berhasil naik tingkat membaca, maka Kugy membuatkan dongeng tentang mereka. Seluruh tokohnya diambil dari masing-masing anak, lengkap dengan ornamenornamen pendukung yang ada dalam kehidupan mereka. “Bu Kugy! Saya mau jadi Jenderal!” Seorang anak mengacungkan tangannya sambil membusungkan dada ketika Kugy pertama kali menceritakan rencananya itu di depan kelas. 103

Dalam hatinya, Kugy bersorak gembira. Anak itu, Pilik, adalah anak yang paling tua dan disegani di antara muridmurid lain. Usianya sembilan tahun, dan belum bisa baca tulis. Seminggu pertama, Kugy habis dipelonco oleh Pilik. Ia tak berhenti-henti berceletuk, tertawa keras-keras, mengomentari Kugy dengan bahasa Sunda yang tak dimengertinya, dan Kugy sadar sedang diperolok-olok. Walau sempat mangkel luar biasa, Kugy tahu anak itu sesungguhnya cerdas dan berjiwa pemimpin. Tak heran, Piliklah yang paling bersemangat menyambut ide dongeng Kugy, dengan catatan: ia harus jadi tokoh utama, alias jadi Jenderal. “Setuju! Jenderal Pilik! Siapa yang mau ikutan lagi?” tanya Kugy pada semua. Melihat Pilik begitu antusias, yang lain pun langsung ikut mengajukan diri. Maka hari itu, terbentuklah: Jenderal Pilik dan Pasukan Alit. Ada juga Hogi si Ayam Pelung Keramat, Palmo si Kambing Nekat, Gogog si Anjing Jago Renang, dan tokoh-tokoh hewan yang diadopsi dari peliharaan mereka di rumah. Setiap hari sepulang sekolah, Kugy menyempatkan diri bermain bersama mereka di kampung. Dan setiap hari pula, ia menuliskan petualangan mereka dalam sebuah buku tulis. Kendati dengan kemampuan baca yang terbata-bata, anak-anak itu selalu riuh bersorak-sorai dan bertepuk tangan menyemangati satu sama lain ketika mereka bergiliran membaca dongeng mereka sendiri. Sejak hari itu, Pilik menjadi sahabat setianya. Dan Kugy menjadi idola mereka semua. Sore itu, setelah semua muridnya pulang, kembali Kugy duduk di saung kecilnya, menuliskan kisah petualangan Jenderal Pilik dan Pasukan Alit. Dari kejauhan terdengar kokok ayam pelung yang lantang dan panjang. “Hogi ...,” gumam Kugy. Dan tangannya spontan mencoret-coret 104

gambar ayam jantan dengan bulu-bulu hitam berkilau yang mekar sempurna. Tiba-tiba tangannya berhenti. “Lho ... kok jadi kayak Stegosaurus ...,” gumamnya sendirian. “Ngapain, Gy?” Kugy terlonjak kaget mendengar suara yang tiba-tiba muncul dari belakang. “Eh, si Ical. Gua pikir Pak Somad lagi razia saung,” Kugy terkekeh, “gua lagi iseng-iseng bikin ilustrasi. Tapi gagal total.” “Ya, kata Ami, metode dongeng lu sukses berat,” puji Ical, lalu matanya melirik coretan tangan Kugy, “tapi jangan dipaksain pakai gambar, deh.” Kugy tergelak. “Untuk soal satu itu, gua tahu diri, kok. Gambar ayam purbakala ini cukup gua, lu, dan Tuhan aja yang tahu.” “Gua punya teman, jago banget ngegambar. Mungkin dia bisa sekali-sekali kita undang jadi guru gambar di sini.” “Anak Seni Rupa? ITB?” “Bukan. Anak kampus kita, kuliah di Manajemen. Dia satu kos sama Bimo, sobat gua.” Jantung Kugy seketika seperti ditusuk. “Nanti gua coba hubungi lewat Bimo, deh. Siapa juga yang nggak terketuk hatinya lihat gambar lu itu, Gy,” ujar Ical geli. Kugy ikut tersenyum, tapi senyuman itu sudah berubah masam. Sepertinya ia tahu siapa yang Ical maksud. Susah payah ia berlari, menghindar, dan menenggelamkan diri dalam dunia baru ini. Tiba-tiba saja, orang itu akan diundang lagi untuk bergabung. Kalau sampai itu terjadi, Kugy tak tahu harus lari ke mana lagi.

105

13. RENCANA BESAR WANDA

Jakarta, Mei 2000 ... Kugy tidak bisa lari kali ini. Gara-gara pulang ke Jakarta nebeng Fuad yang kini sudah bisa menempuh perjalanan luar kota, Kugy tak bisa menghindar ketika Noni mengajaknya mampir ke Galeri Warsita. “Apa maksud dan tujuan kita ke sana, sih?” Kugy bertanya setengah protes, “Beli lukisan? Kagak mampu. Lihat lukisan Keenan? Udah sering. Jadi, apa?” “Ini namanya: support, Sayang. Kita harus menunjukkan dukungan kita pada Keenan. Ini hari bersejarah buat dia,” Noni berpidato, “bayangin, pertama kali lukisannya masuk galeri, eeh ... langsung ke galeri besar kayak gitu. Nggak semua pelukis muda bisa punya kesempatan kayak Keenan. Masa kita nggak bangga sebagai sahabat-sahabatnya?” Meski mukanya kurang rela, dalam hati Kugy setuju dengan semua yang diucapkan Noni. Ia hanya malas menghadapi adegan-adegan yang sekiranya bakal pedas di mata. “Kita cuma mampir bentar, kan? Ngelihat lukisannya dipajang terus kita pulang?” Kugy memastikan sekali lagi. 106

Eko sedikit terbatuk, “Jadi gini, Gy. Sore ini akan ada acara high tea di galeri untuk memperkenalkan koleksi barunya Warsita, salah satunya lukisan Keenan. Nanti bakal ada pelukis-pelukis, wartawan, kolektor, kurator ....” Kugy langsung pucat pasi. “Kalian kok tega, sih! Bilangbilang, dong! Gua kayak napi buron begini ....” Kepala Eko langsung menoleh ke belakang. “Lu adalah manusia paling cuek dan pe-de yang gua tahu. Masa gentar sama acara gitu doang? Bukan acara besar, kok. Kata Wanda, cuma sekitar lima puluh orang yang diundang ....” “Lima puluh?” Kugy setengah berteriak. “Gua pokoknya tunggu di mobil!” “Yah ... jangan gitu, dong, Gy. Lu kelihatan oke, kok ....” “Kagak ada!” tukas Kugy. “Kalian aja yang turun, gua tunggu di mobil. Titik!” Namun, bukan jatahnya Kugy untuk bisa kabur hari ini. Saat Fuad tiba di pelataran parkir galeri, mereka bertiga langsung disambut oleh Wanda dan Keenan yang datang semobil dan juga baru parkir. “Hi, guys. Thanks ya udah mampir,” Wanda menyapa mereka. Kali ini baju Wanda serba silver, serasi dengan tas, sepatu, dan kuku-kuku. Riasan wajahnya lengkap seperti penyanyi mau pentas. Kugy melirik bajunya sendiri. Ada sebersit penyesalan di hatinya. Kalau saja ia tahu akan dibawa ke Galeri Warsita dulu, ia pasti akan lebih membenahi dandanannya. Namun, bukan jatahnya untuk tampil siap hari ini. Ia harus pasrah dengan kaus eks-panitia Fun Bike yang sablonannya sudah memudar dan resmi tercantum dalam daftar “calon lap mobil” Ojos yang siap diculik dari lemari pakaiannya setiap saat. Keenan langsung menghampiri Kugy dengan sumringah, “Hai, Gy. Saya nggak nyangka kamu ikut.” 107

dari pemandangan jemari Wanda yang melingkar di lengan Keenan. meminum bercangkir-cangkir teh dan mengenyangkan perutnya dengan kue-kue yang tinggal comot dari tempat ia berdiri. tapi aku nggak ngerti apa-apa soal lukisan.” Kugy tersenyum masam. yah. Buatku. dari Noni dan Eko yang tampaknya sangat bangga dengan keberhasilan proyek perjodohan mereka. bukan jatahnya untuk bisa minggat hari ini. Selalu ada kesejukan yang mengaliri tubuhnya tiap kali melihat tatapan itu.. lukisan kamu yang paling bagus dari semua yang ada di galeri ini. Minggat dari Wanda yang seperti artis Ibu Kota siap naik panggung.. dan mungkin. Ini sih cuma selera. 108 . terdapat meja besar tempat berbagai aneka teh dan minuman dihidangkan. “mmm . dari Keenan yang berkemeja rapi dan terlihat sangat tampan. mendapatkan Keenan yang sudah berdiri di sampingnya.” Kugy menyahut susah payah. “Ini modus operasi standar mahasiswa kurang gizi . “Aku terharu lihat lukisan kamu dipajang tadi.” tambahnya sambil mesem-mesem. bikin rugi panitia. lengkap dengan penganan kecil yang ditata apik di nampan-nampan perak.. “Memang kamu nggak boleh dikasih makan gratis.” Kugy mau tak mau tersenyum. Keenan menatapnya hangat. Di pojokan itu.” ucap Kugy polos.“Aku juga nggak.. Di sanalah Kugy bercokol. mulutnya masih penuh dengan kue. Namun. Rasanya ingin ia menciut jadi semut lalu minggat dari situ.. karena kamu sahabatku.” Kugy menoleh. “Saya senang kamu bisa datang.

. kamu—” Namun. tapi berangsur hambar.. Darah Kugy terasa berdesir.” “Sekarang. Sori. saya tinggal dulu. Dan kini mereka berdua menatap objek yang sama. “Mas Itok nyangka kita putus.. “Kalo aku jadi cowok . Matanya beralih pada Wanda yang berdiri di ujung ruangan dan tampak sibuk berbicara dengan orang-orang. Kita berdua aja nggak tuh .. arah mata Keenan mendadak berubah..” gumam Kugy..” Tawa Kugy masih berlanjut. “Siapa tahu Mas Itok itu sebenarnya cenayang. Gy .. “Ha-ha-ha . “Kamu—nggak tertarik pacaran sama Wanda?” Keenan tak langsung menjawab..” Kugy terpaksa mengangguk..” gumam Keenan balik. hingga akhirnya surut sama sekali.Keenan balik tersenyum. dan membiarkan Keenan melesat ke arah pintu depan... napas Kugy langsung menghela. Pakai hati saja. “Kamu nggak perlu ngerti lukisan untuk suka lukisan. Ada yang melonjak dalam hatinya. Dia bisa melihat apa yang terjadi di masa depan . Ibunya yang orang Belanda tampak lebih cantik 109 .. di jagat raya ini mungkin cuma Mas Itok yang tahu kapan kita jadian...” Kugy menelan ludah. bego banget kalo nggak suka sama Wanda . Kugy sudah pernah melihat keluarga Keenan dari foto. “Keluarga saya datang. dia nyangka saya pacaran sama Wanda. ya. menelan apa yang ingin ia ucapkan.” Mendengar kalimat Keenan. “Jadi .... Matanya ikut mengamati. Kugy mengikuti arah mata Keenan...” ia pun menimpali pelan. tapi baru kali inilah ia melihat langsung. “Mungkin aja cowok sebego itu ada.” Teh yang baru diseruput Kugy nyaris tersembur lagi keluar dari mulutnya. Cukup pakai hati aja. “Setuju.

Wanda. Eko. Tante .” desis Kugy sendirian.. Om. kecuali Wanda.. Tante. “Jeroen ... Ada seorang anak remaja laki-laki berambut ikal yang ikut bersama mereka. Bersamaan dengan itu. Tahu-tahu tangan Kugy ada yang menarik.. plus Wanda.. berbaju serba putih.” Semua orang di situ ikut tertawa.dari foto. Tante.” Eko memperkenalkan Kugy yang berdiri di belakangnya. dengan rambut panjang yang digelung ke atas. ha-ha . apa kabar?” Eko menyapa ketiganya. tampak seseorang yang ikut bergabung. “hai.” sapa Lena sambil memeluk keponakannya. yang lain nggak . antara gugup dan senang.. “Hai. juga tampak gagah dengan jas biru tua yang dipadu dengan jins. Noni . mari saya antar keliling.. Kugy. “Iya. “Itu ortunya Keenan. ini yang namanya Kugy?” Ketiga anak itu. “Ooh . “Ehm. Om Adri. ya? Kugy nyengir lebar... mukanya mirip Keenan tapi dengan kulit lebih gelap. Ayahnya menjulang tinggi seperti Keenan.” Kugy pun kontan berdehem. Lena langsung menoleh ke arah Keenan. Dia memang fans saya... Tapi sayangnya sampai sekarang cuma dia doang yang nge-fans. Sini... menyalami mereka satu-satu dengan senyuman cantik.” “Keenan kagum sekali dengan cerita-cerita buatan kamu..” ajaknya sambil menarik le110 . Jeroen. “Keenan cerita banyak tentang kamu. Mulut Kugy langsung manyun. “Tante. Katanya kamu suka menulis cerita. “Tante Lena.. Sahabatnya Noni.” “Ini Kugy. langsung berpandang-pandangan mendengar nada mencurigakan yang terlontar dari ibunya Keenan.” kata Eko yang muncul di sampingnya bersama Noni. gua kenalin.

” ujar ayah Keenan lagi. Mungkin Om dan Tante mau minum? Kita ada teh. Om. “Mmm . aku mau jalan-jalan sama Mas Eko dulu. 111 .” Suasana tak nyaman itu diselamatkan oleh seorang pelayan yang hadir di antara mereka dan menawarkan makanan dan minuman. dan Jeroen langsung menyibukkan diri dengan kegiatan mengunyah. Ada ketegangan yang seketika merembet dan menginfeksi semua. Pa..” Lena berkata pada suaminya... dan mata itu berkaca-kaca. “Jeroen. Aku nanti ikut Keenan..” sambar Keenan. “Kamu duluan saja. Kalau Papa mau duluan. vent. Dri. “Ik ben erg trots op jou. lima belas menit lagi kita jalan. Silakan saja lihat-lihat.. ya? Kita harus ke mana lagi sekarang?” tanya ayah Keenan pada Wanda.. silakan saja.” “Ada agenda apa lagi. “Mmm .ngan Keenan hingga semua orang terpaksa ikut bergerak. Wanda menatapnya bingung. Kugy. “Lena. Mata Kugy tak bisa lepas dari kuku-kuku bercat perak yang melingkar erat di lengan Keenan bagaikan rantai besi.15 Mama bangga sekali. Eko.. Noni. Jeroen tampak gelagapan. saya nggak bisa terlalu lama. Tibalah mereka di depan empat lukisan Keenan yang sudah terbingkai indah dan tergantung rapi di panel. “aku mau lihat-lihat lebih lama di sini. Sementara suaminya hanya berdiri bergeming. wine . Seketika Lena merangkul Keenan dan berbisik. kamu nanti ikut saya?” tanya ayahnya. ya?” “Mama bisa pulang dengan saya. Keempatnya tampak berkilau disorot oleh lampu halogen. nggak ada apaapa lagi. Terdengar suara Lena yang tercekat.” “Maaf.” 15 Saya selalu bangga padamu.

Papa nggak kepingin saya tinggal terus di Amsterdam karena takut saya jadi seniman.. Mama juga dulu pelukis. Papa kayak alergi sama segala sesuatu yang ada hubungannya dengan lukisan. semua yang di sana merasakan perubahan sikapnya. Wanda tak langsung beranjak sesudah mengantar ibu dan adik Keenan pulang. bahkan hingga acara sore hari itu selesai. Kunyahan Kugy langsung berhenti mendengar itu.” “Kamu malah ketemu aku.. ia benar-benar berlalu dari tempat itu.. hobi melukis bisa hilang dengan sendirinya.” Wanda menyambung. Meski Keenan berusaha bersikap wajar. nggak tahu kenapa. Getir. Tapi. Tak lama.” Wanda cepat menimpali. Terserah kalian. “Papa kamu nggak setuju kamu melukis. “Oke. di bawah pergola yang beratapkan tanaman merambat Mandevilla dengan bunga-bunga putih yang menjuntai.“Naik apa kalian nanti? Memangnya Keenan ada kendaraan?” “Nanti pakai mobil saya.” kata ayahnya singkat. Papa pikir dengan saya kuliah Manajemen. Ia dan Keenan duduk di beranda depan. “Dan ketika lukisan saya bisa masuk ke galeri seperti Warsita. saya yakin Papa shock. ya?” tanya Wanda memecah keheningan. Tahunya . yang saya suka cuma melukis. Mungkin dia merasa terancam. Om. bertemankan dua gelas air yang sedari tadi tak mereka sentuh. Seolah ada awan mendung yang menggantungi Keenan dan tak kunjung-kunjung pergi. Keenan menggeleng. “Dari kecil.” 112 . Keenan menghela napas. tapi sejak menikah Mama berhenti.

kalau boleh aku tahu. Tersusunlah sebuah rencana yang akan ia jalankan secepatnya.” Wanda tersenyum. tapi otaknya berputar keras memikirkan sesuatu.” ucapnya setengah berbisik. “Yah.” Keenan tersenyum sekilas. semalaman Wanda terbaring di tempat tidurnya. “Begitu ada kesempatan. Dari pukul setengah sepuluh pagi. Dan aku pingin banget serius di bisnis seni. aku suka dengan bisnisnya Papi. Wanda sudah tiba di galeri. Sekembalinya dari rumah Keenan. Wanda meletakkan tangannya di atas tangan Keenan. Cuma masalah waktu.” “Dengan melukis. saya nggak takut ninggalin ini semua. Aku yakin sama kemampuan kamu.” Wanda mengangguk.” Perlahan. Tapi tetap saja. Saya belum mandiri. menatap Wanda lekat-lekat. Berpikir dan berpikir. berarti tinggal tunggu siapa yang mau beli lukisan-lukisan itu. “untungnya. kamu tahu?” “Papiku juga sama. “Nan. aku juga harus kerja keras membuktikan sama Papi dan Tante Rani kalau aku sanggup ikut menjalankan Warsita. kan?” “You’re absolutely right. Satu-satunya yang bikin saya bertahan cuma karena saya masih bergantung pada Papa. Wanda tak sabar menunggu pagi tiba. dia punya perusahaan trading. Ia lantas terdiam dan matanya menerawang. ya?” “Iya. ekspor-impor. “Kita sebetulnya senasib.” jawabnya tegas. Menelusuri daftar panjang jaringan kolektor dan pe113 . apa yang sebenarnya paling kamu inginkan?” Keenan menoleh.“Papa kamu pasti punya bisnis sendiri. I know the pressure. “Menjadi diri saya sendiri. Kok. kamu bisa mandiri. Dan aku anak tunggal. Dia bangun semuanya sendiri dari nol.

Om. kira-kira sreg sama yang mana. Tapi prospeknya bagus. Jemarinya yang lentik mulai menari-nari di atas tuts telepon. Wanda. Nggak . sudah sempat dilihat? Iya. Tak satu pun dari mereka yang tertarik untuk berinvestasi pada lukisan Keenan. “Om Halim? Ini Wanda. Ayahnya benar. Wanda menggigiti bibirnya. tapi ceritanya elo yang beli. Barulah Wanda menyadari tantangan yang dimaksud ayahnya. menghubungi nama-nama itu satu per satu. Mmm. Alasannya semua sama.. Keenan masih terlalu muda dan belum punya rekor yang meyakinkan. Ia harus mengubah strateginya. tapi kali ini ia tak lagi melihat daftar yang sudah disusunnya. ada di bagian belakang. “Pasha. lo nggak perlu beli lukisan . Belum. Boleh. hingga akhirnya ia menyerah.” Seharian.. Katalog Warsita yang baru sudah diterima? Di bagian belakang ada koleksi dari pelukis baru.. menandai sederet nama.. namanya Keenan.. Tante.” “Apa kabar.. setidaknya untuk masa sekarang ini. Jemarinya kembali menari di atas tuts telepon..... Dari katalog baru kita. Om. Say? Thanks . Wanda dengan tekun meneleponi satu-satu orang yang ada dalam daftarnya...langgan Warsita. tapi . Wanda menelaah daftarnya sekali lagi. Ia meneleponi teman-temannya sendiri. otaknya pun berputar lagi. yang namanya Keenan. ini gue. kok . Tante? Kalau aku sih rekomen pelukis baru. Galeri Warsita bukanlah tempat yang cocok untuk lukisan Keenan. Semua orang yang ia kontak adalah pemain-pemain lama yang sudah terbiasa mengoleksi lukisan pelukis ternama. dia belum pameran.” 114 . Gue minta tolong. Tante Lien? Ini Wanda dari Warsita.. dia memang masih baru. ya? Gue cuma butuh data lo doang buat customer list gue. ya.

“Virna? Dear. would like to ask you for a favor. kok . kesemuanya dibayar oleh satu orang yang sama: Wanda.. Jadi. empat lukisan Keenan terjual sudah. Namun. atas nama lo boleh.. Gue mau beli lukisan. ya? Gue cuma pinjam data doang..” Dalam waktu singkat. tapi gue nggak bisa pakai data gue sendiri. 115 . Dibeli oleh empat orang yang berbeda.

Jip CJ-8 yang dikendarai Bimo dan Keenan berhenti di sebuah puskesmas kecil yang punya parkiran cukup untuk satu mobil.14. Hatinya mendadak terenyuh. kita ikutin jalan ini. 116 . Di masjid yang dimaksud.. Ical sudah menunggu mereka. “Kata Ical. mereka tiba di sebuah saung bambu. Di kepalanya. “Gila.” ujarnya seraya sesekali menyibak dedaunan bambu yang menggempur mereka dari kiri-kanan. Tak lama. BUKU HARTA KARUN Bandung. terus nanti ada masjid..” celetuk Bimo sambil mengedarkan pandangan. Juni 2000 . Ical nunggu kita di sana. kira-kira setengah jam. Keenan membayangkan si kecil Kugy yang menempuh jalan ini setiap harinya demi mengajar. Sempit dan curam. Dan mereka berjalan kaki lagi menuju ladang cabai tempat saung mereka mengajar. Ada Ami yang langsung menyambut Keenan dan Bimo. Matanya berhenti di satu bukaan jalan. ini sih tempat gua biasa pergi off-road sama anakanak klub.

Keenan bisa melihat siluet Kugy yang memunggunginya. “Kugy ngajar di sana. Nan.” Ami menjelaskan. kapan pun kamu mau ngajar. “Kita nggak ada ikatan apa-apa. Tempat yang paling ingin ia datangi sejak tadi. Masih dalam posisi menungging dengan kedua tangan membentuk tanduk. tapi kita satu pun nggak ada yang bisa.” Ical menambahkan. Cepat-cepat. lho.“Itu tempat gua ngajar. Asal lu muncul sekalisekali aja. mereka pasti udah senang. “Bebas. Ical dan Ami saling berpandangan. Keenan muncul tepat saat Kugy sedang beraksi sebagai domba Garut siap ngamuk yang ceritanya akan dikalahkan oleh Jenderal Pilik dan Pasukan Alit. “Anak-anak ini semangat banget pingin belajar gambar. Kugy berdiri. Tidak ada keharusan waktu atau apa pun.” tangan Ical lalu menunjuk pohon beringin besar yang di bawahnya terdapat sepuluhan anak lesehan di atas tikar. kamu bisa datang. “Saya ngajar di kelas siapa dulu. Kugy terpaku saat mengenali ransel marun berinisial “K” yang tahu-tahu muncul di depan mukanya. Dari kejauhan. Karena ceritanya kamu pengajar tamu.” Ical menunjuk saung kecil yang terletak di tengah bukit. Kedua tungkai kaki yang rasanya tak asing. “Saya ke sana dulu.” jawab Ami. 117 . mendapatkan Keenan yang tersenyum simpul sambil membuat tanda antena dengan kedua jarinya. Sepasang sepatu yang ia kenal. Terserah kamu aja.” Keenan menunjuk ke arah pohon beringin. Tangan kecilnya bergerak-gerak lincah seperti sedang memperagakan sesuatu. ya. nih?” tanya Keenan seraya menyandangkan ransel berisi peralatan gambar yang sudah ia bawa.

Oke?” Kugy 16 17 Sejenis makanan ringan khas Jawa Barat terbuat dari beras. “Apa tuh ‘Hogi’?” bisiknya pada Kugy. Dia bisa gambar apa saja yang kalian mau—dalam waktu tidak lebih dari satu menit!” Keenan mengernyit lagi. Siaaap?” “SIAAAP!” Anak-anak itu menjawab serempak. Namanya . “Hmm. besar. Baiklah.” Mukanya berubah cerah seperti biasa. Tapi semua harus ikut menghitung. ayo?” Keenan bertanya seraya bersiaga di samping kertas besar dan spidol yang sudah berdiri tegak di atas sandaran kayu yang ia bawa. “Satu menit teh sakumaha17?” Pilik bertanya kembali.. “Ayam jago. 118 . “Kalian mau dibuatkan gambar apa. “Rangginang16?” Seorang anak berceletuk. Kamu belum tahu Kang Keenan ini bisa apa. “Kata sandi?” tanya Kugy.. Keenan mengernyit untuk yang ketiga kali. disambut pekik tawa yang lain. Seberapa. “Satu menit itu enam puluh detik. pokoknya ganteng. Yang belum bisa. “AnakAnaaak! Kita kedatangan guru tamu. Mukanya serius. bareng-bareng semuanya. Pilik. “Gambar si Hogi!” seorang anak berteriak.” Kugy tampak berpikir keras.“Agen Keenan Klappertaartmania siap beroperasi. Kang Keenan!” Keenan mengernyit. “Pisang susu. Silakan bergabung. hitam. “Eh.” sapa Keenan dengan posisi tegap seperti perwira. Nama itu terdengar aneh di kupingnya. ikuti saya. Jadi kalian harus berhitung satu sampai enam puluh.

Di hitungan keempat puluhan. dong.. Keenan sudah ongkangongkang kaki.” Beramai-ramai mereka menghitung sampai enam puluh.. Tiap gambar selalu disambut cengangan kagum dan sorak-sorai. “Oh... Tong hilap19!” Pilik membusungkan dadanya lalu menjabat tangan Keenan dengan mantap. Tercenganglah anak-anak itu melihat gambar ayam yang tampak hidup muncul di hadapan mereka dalam waktu singkat. dua . kehadiran Keenan di tengah mereka bak seorang superstar di antara para pemuja.. tapi tak urung ia mengangguk.. Dan mereka menerimanya dengan bangga seolah baru mendapat tanda tangan dari bintang film terkenal. tiga . Langsung terlontarlah bertubi-tubi permintaan berikutnya untuk Keenan. Gambar ayam pesanan mereka sudah siap. “Pasukaaan .. empat . Mereka bersorak-sorai kesenangan. 18 19 119 .. Gambar-gambar yang ia buat terpaksa dibagi-bagikan untuk mereka bawa pulang. “Siap berhitung.lalu beralih lagi pada murid-muridnya. barudak18! Satu .. Jangan lupa.. “Gambar robot!” “Gambar pesawat!” “Gambar Pak Somad!” Seharian itu Keenan meladeni permintaan mereka... ya. ya?” pinta Pilik sambil memasukkan gulungan gambar dari Keenan ke dalam tasnya yang terbuat dari karung bekas tepung terigu. dagoan euy!20” Anak-anak.” Keenan tak sepenuhnya paham apa yang dimaksud Pilik. “Kang Keenan sering-sering datang. Ia lantas berlari-lari kecil menyusul teman-temannya. “Nanti bikinin gambar saya sama Pasukan Alit.. 20 Tunggu. Saya Jenderal Pilik. lima . Hari itu.

Tokohnya adalah murid-muridku sendiri.. Nan. Dulu kami sempat jadi musuh bebuyutan.. “Anak itu memang ‘ajaib’. “Saya nggak ngerti. ada Hogi si Ayam Pelung Keramat . supaya nanti mereka bisa baca kisah petualangan mereka sendiri. Dan mereka cuma bengong waktu aku kasih tahu soal Snow White. Semua tokoh dalam serial ini aku ambil dari kehidupan mereka sendiri. terus aku bikin perjanjian dengan mereka. Dan jadilah ide ini: Jenderal Pilik dan Pasukan Alit.. Red Riding Hood ... “anak-anak ini nggak kenal yang namanya Teddy Bear. Agen Karmachameleon?” Keenan bertanya dengan tampang serius. “Ini rahasianya. “Apa itu? Manual Manusia Aneh?” Kugy langsung duduk di samping Keenan. Gogog si Anjing Jago Renang .. Dengan tak kalah serius. Nih.” Kugy memperlihatkan halaman demi halaman dengan semangat.Keenan menoleh ke arah Kugy. tapi mereka harus mau belajar baca. Ini adalah seri petualangan yang kubuat selama aku mengajar di sini. begitu aku 120 . di tangannya tergenggam sebuah buku tulis lecek. atau Elmo. Dulu mereka males banget belajar baca. atau memang kamu selalu berjodoh dengan orang-orang aneh.. Palmo si Kambing Nekat . Peter Pan. Somad Sang Pendekar Tanpa Tanda-Tanda .” “Apa rahasianya. entah kamu yang selalu berhasil membuat orang-orang jadi kebawa aneh. Kugy menyambar sesuatu dari dalam tasnya bagaikan menghunus pedang. sekarang malah jadi kompak banget sama aku.. Matanya berkilat-kilat pertanda semangatnya menyala-nyala. karena mereka semua nurut sama Pilik. tapi. Satu kelas juga ikutan kompak. “Lihat. Aku janji akan membuatkan dongeng tentang mereka.” Kugy terkikik. Tapi begitu berhasil kutaklukkan.. Barney... Agen Poffertjesmania!” seru Kugy.

Hanya angin yang berbunyi lewat gemerisik daun. Sebentar lagi kamu bakal jadi pelukis profesional. harapan. anak-anak tadi nyaman banget dengan diri mereka sendiri. yang seolah hendak menjebol dadanya. Kamu berhasil memancing karakter mereka keluar. aku sempat dengar Wanda cerita. Seperti ada kebanggaan.” decaknya. Kugy merasa matanya akan berkaca-kaca. “seperti ada keajaiban.” Kugy menggeleng. Kugy memilih untuk menunduk. Akhirnya. Dan Kugy menatap balik kedua mata jernih itu tanpa ada rasa jengah. semangat . Dia bilang. Mereka berdua hanya saling menatap tanpa suara. “Mereka yang hebat. Sorot mata Keenan seperti merenggut semua perbendaharaan kata di benaknya. ia tidak tahu harus merespons apa. Aku cuma saksi mata yang kebetulan numpang lewat. “itu memang keajaiban.” Keenan pun menghela napas panjang. Nggak tahu Sakola Alit bisa bertahan di sini sampai kapan. Tersadar bahwa napasnya sedari tadi ikut tertahan karena terhanyut cerita Kugy. Dan. sesuatu yang mereka kenal.” Keenan menatap kilauan di bola mata Kugy. Tapi aku merasa bersyukur banget punya kesempatan ini.bisa membuat sesuatu dari dunia mereka sendiri.” Kugy sampai berhenti mengatur napasnya. punya harga diri. seiring dengan arus perasaan yang begitu kuat.” ucap Keenan akhirnya. kalo kamu me121 .. Waktu aku di Warsita. “Kamu hebat. Lama mereka terdiam. mendadak kayak ada sesuatu yang dihidupkan dalam diri mereka. sungguh. nyaris berbisik. “Saya kehilangan kamu.. “Sesama agen harus saling mendukung.. Saya bisa merasakan. Punya kebanggaan. Mereka jadi percaya diri. Hanya serangga-serangga pohon yang terdengar bersahut-sahutan.

Kembali menemukan tatapan Keenan yang menembus jantung. “Gy.” Kugy mulai merasa kata-kata itu membebani mulut. Ami muncul dari arah belakang. kok.” Kugy menelan ludah. Kita ini punya misi. “Gy.mang ingin serius jadi pelukis. Kamu sudah ketemu orang yang bisa mendukung impian kamu. saya kehilangan kamu. Jangan sampai rusak di tengah jalan hanya gara-gara kita cuma menuruti keinginan sendiri doang.” Terdengar suara langkah kaki mendekati mereka. “Aku nggak ke mana-mana. Kamu nggak akan sempat lagi gambar di bawah pohon seperti begini. Dan sebentar lagi kamu berhasil.” jawab Kugy lirih sembari mengusahakan sebuah senyum. “makasih kamu udah mau ngertiin soal impian saya. “Yuk!” Kugy bangkit berdiri. “perjalananku masih panjang dibanding kamu. dan kesempatan yang sekarang ini sedang datang untuk saya. “yang namanya bus satu perusahaan itu tidak boleh saling menyalip. tak tahu harus bilang apa lagi. saya nggak ngerti kamu ngomong apa. Tapi di luar itu semua. yuk? Mumpung Bimo masih nungguin di depan. Kugy menjauhkan wajahnya. 122 . hingga genggaman jari Keenan di dagunya lepas.” Tiba-tiba Kugy merasa dagunya diangkat. “sekarang kamu tahu di mana markasku. tapi ia harus tetap mengucapkannya.” ajak Ami sambil terkekeh. “cita-cita hidup kamu lebih penting dari apa pun.” ucap Keenan lembut.” Halus. keliling-keliling. kamu harus pameran. Kamu menghilang akhir-akhir ini. Makanya kita dikirim ke sini oleh Neptunus. Nan. Kita sesak-sesakan aja berlima kayak pindang. Nan. Tinggal cari aku di bawah pohon ini. pulang. Terus. cita-cita saya.” tutur Kugy dengan nada yang dibuat setenang mungkin. kamu harus meluangkan waktu banyak untuk nambah koleksi lukisan kamu.

“Kecil.. Hari ini sangat.Tahu-tahu tangan Keenan menahannya. Mi. jadi bisa dapat harga murah. Keenan melepaskan genggamannya. “Gy .” ucap Keenan. Ami!” Setelah bayangan Ami menjauh. hingga akhirnya Keenan mengantar Kugy pulang ke kosannya. ngopi sore di Jalan Dago. Kita naik angkot aja. Sahut-sahutan serangga malam lamatlamat terdengar. Sisa hari itu mereka habiskan di jalan. Jadi nggak perlu kayak pindang..” 123 . Keenan tampak terkejut menerimanya. “Yakin. “Sebagai upah kamu ngilang..” “Coba kontak ke manajer saya dulu. Dilihatnya kontras antara Keenan yang tampak yakin dan Kugy yang ragu. Oke?” “Yakin?” tanya Ami lagi. namanya Mami Noni. sangat menyenangkan. ya. tapi ini harta karun kamu . iseng-iseng ke Kebun Binatang di Taman Sari.. Sebetulnya Kugy sudah ingin protes. Langit mulai gelap dan lampu-lampu di taman depan mulai menyala. Nadanya terasa berat. saya pulang dulu. Mereka berjalan-jalan ke toko buku. “Dah. hari ini saya mau seharian booking kamu. “Saya dan Kugy pulang naik angkot. Makasih untuk semuanya. aku ada kenang-kenangan untuk kamu. Mumpung sekarang lagi low-season.” Kugy akhirnya bersuara.. “Sebagai bonus sudah booking aku seharian ini. Kalian duluan aja pakai mobil Bimo. bersama-sama. tapi genggaman tangan Keenan yang mencengkeram kuat di pergelangannya seperti mengisyaratkan dia untuk diam di tempat.” Kugy menyerahkan buku lecek berisikan kisah petualangan Pilik.” Kugy nyengir sambil mendorong bahu Keenan pelan. Kakinya terasa berat untuk bergerak. Di depan gerbang besi bercat putih itu mereka berdua berdiri.

pelukan itu melonggar. ya. Keenan membuka buku tulis pemberian Kugy.” Kugy menggumam balik. “Cuma itu yang bisa aku kasih. Keenan tersenyum samar dan mengacak rambut Kugy sekilas. Buku itu udah habis. Tulisan Kugy mampu menghadirkan pertunjukan sinema di otaknya. Kecil. masa buku yang lama ini dikasih ke saya?” Keenan masih tak percaya.” ucap Kugy berseri-seri. Pikirannya bertanya-tanya. mencairkan otot-otot Kugy yang tadi terkunci. Di bawah sinar lampu mejanya. ia yakin degup jantungnya terdengar saat tubuhnya direngkuh oleh Keenan tadi. Berderetlah tulisan tangan kecil-kecil dan rapi seperti dicetak. “Kamu baik-baik. lalu lepas. apa gerangan yang terjadi? Hingga perlahan panas tubuh Keenan mulai merambat.. Beberapa detik kemudian. Tergelakgelak sendiri. Ia membaca kisah demi kisah. Namun. ia membalikkan punggung dan pergi. Serta-merta lengan Keenan terentang. Mulai salah tingkah.” “Tapi . memejamkan kelopak matanya yang tadi terbuka.. Matanya pun masih membelalak. Aku juga seneng banget hari ini.“Nggak pa-pa. dan dengan segenap hati ia mulai meresapi bahwa dirinya sedang dipeluk.” gumam Keenan. 124 . Cepat. “Kamu juga. Sejenak sekujur tubuh Kugy kaku bagai papan. Aku lagi nulis di buku baru. sebagaimana ia juga mendengar degup jantung Keenan. Tidak yakin Keenan mendengar suaranya atau tidak. dan Kugy terpana ketika ia sudah ada dalam rengkuhan Keenan. Keenan tak bisa berhenti membaca. yang memutar alur cerita dan menghidupkan tokoh-tokohnya seolah mereka semua mewujud nyata.

belum pernah lagi Keenan tergerak untuk membuat lukisan baru. 125 . hingga sesuatu itu mewujud perlahan di atas kanvasnya. Sejak ia pulang ke Indonesia. Sudah lama kanvas itu kosong. Rasa haru tahu-tahu merembesi hati Keenan. Seolah ada sesuatu yang meminta dijemput olehnya. dan di bawahnya tercantum keterangan “Somad Sang Pendekar”. Keenan tak tahu pasti. Keenan tak bisa menebak makhluk apa itu yang berusaha digambar Kugy kalau saja ia tak melihat tulisan “Hogi” di bawahnya. malam ini ia merasakan dorongan itu. Dari guratannya. tampak Kugy mencoba lagi. Ia bisa membayangkan air muka Kugy yang serius. Ia hanya memasrahkan tangan-tangannya bergerak. hingga pagi tiba. Buku itu pun ditutup. Menggambar manusia berpeci dengan struktur tak proporsional.Perhatiannya tahu-tahu tertumbuk pada coretan tangan Kugy. menari dan menoreh di atas kekosongan. Keenan bisa membayangkan betapa Kugy berusaha keras untuk menggambar. Namun. seolah sedang mencipta lukisan mahakarya. Apa itu. Keenan melukis dan melukis. Lalu Keenan menggeser kursinya ke depan kanvas kosong yang stand by di sebelah meja. Di beberapa halaman berikutnya.

kos-kosan baru kembali berpenghuni setelah sore. Lazimnya. MENCARI KETULUSAN Pukul dua siang. Kenapa bisa gitu. Lukisan baru? Ck-ck-ck . “Kata Bimo udah beberapa hari ini lu nggak kuliah. Eko tidak kaget melihat betapa sepinya tempat kos itu..” Eko berdecak kagum. “Gile. Lukisan belum selesai yang keren gila. Baru bangun lu?” “Hmm. “Yang itu belum selesai . Pintu kamar itu dibukakan dari dalam.” Keenan menggumam. lalu kembali mengempaskan tubuhnya ke tempat tidur. Bahkan sudah berhari-hari tidak muncul di kampus sama sekali. Yang aneh justru ketika salah satu penghuni di kosan itu malah ada di tempat... sadis.15. Bos?” Tangan Keenan menunjuk ke arah kanvas. apalagi penghuninya memang cuma lima orang. Keenan berdiri di hadapannya..” Eko cenge126 . Lukisan keren gila.” “Wah. “Wow. masih dengan rambut acak-acakan dan mata setengah terbuka..

” “Males. gua datang ke sini sebetulnya sebagai pengantar pesan dari Wanda yang udah beberapa hari ini nyariin lu. “Gua sebetulnya lebih tertarik dengan . Wanda. “Oke. udah saatnya lu jujur sama gua. Belum butuh. bahkan dialah orang yang paling berjasa buat karier lu. ia duduk tegak di atas tempat tidur. Dia juga bilang. Kening Eko kontan berkerut. sungguh absurd adanya kalo lu nggak punya HP. “Well. udah hampir lima bulan kalian kenal dan jalan bareng.” Keenan menjawab dengan suara berkumur karena mulutnya masih membenam di bantal. oke?” “Ogah. Gua ralat pertanyaan gua.” “Anyway yang kedua: lu sebetulnya udah jadian belum sama Wanda?” Kali ini Keenan melepaskan mukanya dari bantal. ya?” Eko mengangkat bahu. “Anyway. udah saatnya lu punya HP. dia punya kabar superpenting buat lu. kenapa lu bisa tahu-tahu nanya gitu?” Keenan bertanya balik. oke. Di era milenium ini. siang ini gua nganterin lu ke toko HP. lu suka nggak sih sama dia?” Eko bertanya lagi.. Tapi kayaknya penting banget. tapi lu nggak bisa dihubungi. Jadi.. Dan. dia . “Nan... Dia bilang. Perlahan. sore ini Wanda bakal datang ke Bandung khusus buat nemuin lu.. gitu! Kurang apa lagi sih cewek satu itu? Cowok sehat mana yang nggak ngiler ngacak-ngacak tanah lihat dia?” tutur Eko berapi-api. “Dasar seniman gaptek.” “Ada apa. Dan jelas-jelas .. Are you straight?” 127 .ngesan. Jelas-jelas dia selalu bela-belain nemuin lu. “Mana gua tahu. “Sooo?” “So—what?” Keenan menyahut polos. Jelas-jelas kalian nyambung. Sebetulnya.

Gua sadar itu. pintar.. untuk jadian . Apa yang bikin lu nggak yakin..” Keenan menghela napas. deh. Namun. 128 . “Terakhir gua cek sih iya. Nggak fair buat Wanda. “Man! Kalo ternyata lu bukan gay.” Eko mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi. dewasa. “Nggak tahu. gua ngerasa nyambung banget. apalagi ngasih harapan. lu adalah cowok hetero yang sangat nggak tahu diri! Nan. Tapi . Untuk pertama kalinya Keenan dipaksa berhadapan dengan perasaannya.” Siang itu. jangan juga lu ngegantungin.. Ada sesuatu tentang dia yang gua belum yakin.” “Harus ada sesuatu yang nggak beres kalo lu sampe nggak suka sama Wanda.” Eko menatapnya tak percaya.” “Gua bukannya nggak suka. Pokoknya ada sesuatu yang rasanya belum . Dia baik.. dan lu bener. sepulangnya Eko. Sama sekali gua nggak ada masalah dengan Wanda.Keenan tergelak pelan. Nyerah!” ia pun bangkit berdiri. udah berapa malam Minggu dia yang datang ke Bandung ngapelin lu? Lu bertapa di gua beruang berapa hari doang aja. Mereka tak lagi membahas masalah tadi.. pas. dia yang bela-belain nyusulin. kalo lu ternyata nggak punya feeling sama dia.. untuk urusan seni. Dia juga banyak bantu gua. akhirnya Keenan pergi makan ditemani sepupunya. Urusan cantik? Nggak usah diperdebatkan. ia jadi terpicu untuk merenungkan lebih dalam perihal hubungannya dengan Wanda. “Yang jelas. sih?” Keenan menggeleng. Akibat pembicaraan itu. ya. “nggak tahu.. barulah Keenan termenung di kamarnya. Orang buta juga mungkin tahu kalo dia cantik. “Nyerah.

Saya ada kejutan buat kamu. Wanda memberanikan diri untuk pergi ke tempat Keenan sendirian tanpa dipandu Eko dan Noni. Lama Wanda mematung. Bajunya kali ini serba merah. “this is the real YOU. menyambutnya dengan senyum lebar. Menatap lukisan di hadapannya tanpa berkedip.” ucapnya malu-malu. Riasannya masih sempurna. senyum senangnya tak bisa dibendung. “You look very handsome as well. 129 . Keenan. pintu itu terbuka. Wanda tersenyum sendiri saat tiba di depan pintu gerbang tempat kos Keenan. this is it.” panggilnya merdu. lalu mengarahkan langkah gadis itu ke hadapan kanvas. Napas Wanda sontak tertahan. Beberapa detik kemudian.” Wanda memekik kecil. barulah Keenan melepaskan tangannya. Semuanya tampak beres. “Dan kalo digabung. Setelah itu.Malam itu.” “Nan . Kamu cantik banget. yuk. Ia hanya menangkupkan kedua tangannya di atas mata Wanda.” Keenan tertawa renyah. Siap dikerek. kita berdua kayak bendera. Wanda. yang mengenakan kemeja putih dengan wajah bersih sehabis mandi.” “Maksud kamu?” Wanda memegangi dadanya yang sesak oleh rasa kagum. “Keenan? It’s me. Wanda. “Kejutan buatku?” Keenan tak menjawab. Dan akhirnya ia berhasil. dengan rok jins mini yang memamerkan tungkainya yang jenjang. Wanda mengecek bayangannya di kaca sebelum masuk. ia berharap-harap cemas tidak tersasar. “masuk. Sepanjang jalan. “Hai.” bisik Wanda. “Kamu suka? Baru banget saya selesaikan..” puji Keenan tulus. Wanda tersipu.. Tak sabar rasanya ia mengumumkan kabar baik itu. Diketuknya pintu itu hati-hati. Tak lupa.

. “Well.. Lukisannya . Keenan melepaskan jemarinya yang digenggam Wanda.” “Memangnya Papi kamu sempat berkomentar apa soal lukisan saya?” “Oh.” desisnya.. “Makasih untuk kesempatan yang kamu kasih. Ia tahu betul apa artinya itu.. your signature.. “Mmm . 130 . Empatempatnya.” “Kamu kok nggak pernah cerita soal itu?” Cepat Wanda mengutas sebuah senyum lalu menggenggam tangan Keenan..... Tak ada yang bisa mengukur kebahagiaan yang ia rasakan. Sebagai ganti. Keenan mengulang-ulang kalimat itu dalam hatinya. aku punya kabar yang lebih penting lagi buat kamu. tenggelam lebih dalam ke pelukan Keenan. Berusaha mencerna kata-kata Wanda yang rasanya sangat sulit dipercaya. Langkah terakhir menuju impiannya terwujud sudah.. Perlahan.” Di tangan Keenan. kamu menemukannya di lukisan ini. empat-empatnya ..” bisiknya lembut. Dan menurutku. apa. dan ia berbisik tepat di kuping Keenan. Ready?” Keenan mengangguk. ia mendekap Wanda sepenuh hati. tapi Papi bilang kamu masih harus menggali potensi kamu lagi untuk menemukan .. “saya nggak bisa bilang apa-apa lagi. Sesuatu yang benar-benar menjadi kekuatan kamu. laku terjual.“Oh. gosh. Kali ini Keenan yang mematung lama. “Lukisan kamu di Warsita .” Wanda merapatkan tubuhnya. Wanda menyelipkan selembar cek atas nama Galeri Warsita. Kaki Wanda pun berjinjit. ya?” Wanda langsung kelihatan gelisah. “Ini sudah lebih dari cukup. Papi suka lukisan kamu. Your ‘X’ factor.. laku terjual. nggak. Papi pasti akan berkomentar lain kalau lihat lukisan kamu yang ini .

Saya nggak mau kamu salah paham. Tubuhnya beringsut menjauh. “Lumayan.. Wanda mulai merasakan sinyal itu..” ucapnya hati-hati.. rasanya. Tapi . kita belum pernah sepakat untuk pacaran. Air muka Wanda langsung berubah. Meski duduk di bagian dalam restoran. “Never mind. ya. dan tanpa ragu lengannya langsung melingkar memeluk pinggang Keenan. Maksud saya. Wanda sudah duluan beranjak ke sebelah Keenan. Risi dengan posisi Wanda yang tahu-tahu menempel seperti anak kanguru. Sedari tadi dilihatnya Wanda mengusap-usap lututnya yang terbuka.Keenan dan Wanda memilih makan malam di salah satu restoran di puncak Kota Bandung. Saat itu juga Keenan langsung merasa tubuhnya berubah kaku. “Well . Namun. kalau memang kamu kedinginan. “Ehm. Di bangku panjang itu. sori banget. Wanda leluasa menumpangkan setengah tubuhnya. nggak semua pacaran harus dimulai de131 .” sahut Wanda seraya mempererat pelukannya.” Wanda mengangguk. “Kamu kedinginan?” tanya Keenan khawatir. Begini lebih hangat. “Are you okay? Kamu risi ya kalo pacaran di depan umum?” Seketika Keenan melepaskan lengan-lengan Wanda yang membelit tubuhnya. poros tubuhnya tetap tegang pertanda tak nyaman. “aku boleh pindah duduk di dekat kamu.” Sebelum diiyakan. kamu bisa pakai jaket saya.” ujar Keenan kikuk. “Wanda. di daerah pegunungan yang berpemandangan lampu kota.. Keenan kehilangan argumen. Pelukannya pun melonggar. angin dingin tetap terasa menusuk saat semilirnya menyentuh kulit.

Jelas dan tegas. “Selama ini kamu bantu saya karena lukisan saya—atau karena saya?” Wanda menelan ludah. Lama sudah Keenan berusaha menyelami dua bola mata yang selalu dilapisi lensa kontak berwarna-warni itu. prospek kamu luar biasa. “Have I been embarassing myself? Jadi . perasaan kamu sendiri gimana?” tanyanya. Sesuatu yang be132 . kamu banyak banget bantuin saya .ngan proses nyatain.. kamu ... memang . gugup.. nggak suka sama aku?” “Bukan gitu. Tak siap mengantisipasi. Keenan merasa ada sesuatu yang barusan muncul dalam diri Wanda. “I’m in love with you. “Nan.” Kalimat Wanda mulai tersendat... Sesuatu terasa bergetar dalam hati Keenan. Namun. Wanda pun memberanikan diri menentang sorot mata Keenan. tapi.” Mendengar itu. “Lukisan kamu sangat bagus. Tatapan matanya melunak. aku udah kerja keras untuk kamu dan lukisan kamu.. Sudah tak bisa mundur..” ia akhirnya berkata. rahangnya tampak mengeras. serta-merta Keenan merangsak mendekat. Tapi itu semua nggak ada hubungannya dengan perasaan aku. Sekalipun masih samar.. kamu perhatian. Ketulusan. I’m a professional. ia berusaha keras mengendalikan kegentarannya. “Keenan. memangnya kita harus langsung pacaran?” Bibir Wanda kontan mengatup. pikirnya. Tenang dan tajam.” Tatapan Keenan yang menghunjam sama sekali tidak berkurang intensitasnya.” desisnya. “Terus. matanya berkaca-kaca. bahkan lebih dari yang kamu sadari. selama ini kita berdua . Wanda sampai terlonjak kaget. Ditatapnya mata Wanda dalam-dalam sambil bertanya.. Semua ucapan kamu barusan bikin hati aku sakit. mencari sesuatu yang selama ini belum ia temukan.” sergah Keenan cepat. “gimana mungkin saya nggak suka sama kamu? Kamu baik.. kan? Aku pikir.

lum pernah ia temui sebelumnya. Kombinasi antara langit malam. Jos.” “Maksud kamu ke Singapur?” Kugy melengos.. senyumnya berangsur terbit melihat tampang Ojos yang cemberut.” Kugy menggeleng. ya? Maaf. Bedanya. Namun. dan cahaya lilin. ya.. Akhir-akhir ini aku memang lagi agak tulalit. “Nggak. “tepatnya.” “Ada hubungannya dengan aku?” Kugy lama menatap Ojos sebelum akhirnya menjawab. gimana?” 133 . Wajah pacarnya itu juga kelihatan sendu..” “Nggak . perasaan kamu sendiri gimana?” Wanda mengulang pertanyaan persis sama yang diajukan Keenan tadi. nggak tahu. Barangkali.. “Kenapa? Aku sering ngelamun. Pingin banget deh kita jalan bareng ke mana. Cahaya lilin yang kekuningan menerpa wajah Kugy. aku nggak mau.. “Aku kan udah bilang. nggak harus Singapur. Kalo ke Bali aja. liburan kek . “Mikirin apa. Perasaanku suka agak aneh aja belakangan ini. “Terus. aku merasa kita kurang banget quality time berdua.. ia mengutarakannya dengan lebih tenang dan percaya diri. Sorot matanya melayang jauh entah ke mana. sih?” Kugy sedikit tersentak. Giliran Keenan yang menelan ludah. itulah ketulusan yang dicarinya.” “Gy. remang kafe tenda itu. membuat ia tampak sangat cantik di mata Ojos yang tak lepas mengamati sejak tadi.” “Kamu ada masalah?” “Nggak.

. Gy? Wuf . wuf . Nanti aku langsung antar kamu ke Bandung pakai mobil.” Tiba-tiba. Dilihatnya ekspresi Ojos yang sangat berharap.” potong Kugy. Dua lembar tiket pesawat. Perapian yang menyala di sana tampak mulai menyurut apinya. Bentar lagi taksi saya juga datang. aku yang arrange. “Please.“Berdua?” “Kita bisa pergi rame-rame. Keenan menemaninya berjalan hingga ke lobi. Aku mau nabung beli laptop. Ojos lantas mengambil tiket itu dari meja lalu menempelkannya di jidat.” Kugy menghela napas. Pokoknya semua beres.. Yang jelas. Piano grand hitam yang semalaman tadi berdenting pun sudah terkunci. Sofa-sofa kosong tanpa tamu. tapi bukan buat liburan..” kata Keenan.. Anak-anak di Jakarta pada pingin cabut. Ojos meletakkan sesuatu di atas meja. “Jos .. di sana kita berdua bisa bener-bener rileks. Memasang muka memelas seperti anak anjing hilang induk. “Kamu ke kamar aja duluan. Hampir tengah malam saat sedan hitam itu kembali memasuki halaman parkir hotel di daerah Ciumbuleuit tempat Wanda menginap. “Memangnya—mau berangkat kapan?” “Kita berangkat awal bulan depan. wuf . Mata Kugy memicing. Oke?” tegas Ojos dengan senyum mengembang. Saya tunggu di sini... 134 . pulang Minggu. kok. have fun—” “Aku nggak punya uang.. dan mengangguk.. Cabut hari Jumat.” Kugy pun tertawa. kamu beliin aku tiket?” “Nggak ada lagi alasan untuk kamu ngomong nggak. Kamu tinggal bawa tas sama badan doang. “tabunganku sih ada. Tak habis akal.

daripada kehilangan momen sama kamu. “Pelan-pelan.” ujarnya pelan. Keenan pura-pura berpikir dengan muka jahil.” 135 . “Mmm. kedua tangannya lantas digantungkan di leher Keenan. Baru saja ia mau berbalik melangkah.” Keenan hanya tersenyum lalu mengecup halus keningnya. Kamu bisa di sini sama aku. Lembut. Wanda. Dinginnya malam bahkan sirna. Seluruh tubuhnya dijalari hawa bahagia yang terasa begitu hangat. Terdengar suara mobil memasuki pelataran lobi. Pakai rok mini malam-malam gini hanya disarankan bagi yang udah kebal dan terlatih nahan angin kayak bencong di Jalan Veteran. “Cuma ngingetin aja.” “Lain kali itu kapan?” pancing Wanda lagi. “So. kita—pacaran?” Keenan tersenyum simpul. siapa yang nyamain?” Keenan tergelak pelan. kok nggak romantis banget sih sama aku. bawa jaket atau sweater. tampak jelas mata Wanda berbinar benderang. mengecup jemarinya pelan. “masa aku malah disamain sama bencong?” “Lho. ya. Malam Minggu depan?” Wanda langsung berseri-seri.” rajuk Wanda manja. lain kali kamu lebih baik pakai celana panjang.” “Kamu tuh. Taksi yang dipesan Keenan sudah datang. tahu-tahu tangannya ditahan. “Lain kali. “Kamu nggak perlu pulang malam ini ke kos. “Aku mendingan kedinginan di sini. “You know what?” Wanda berkata lirih.Wanda menggeleng. “Kita jalani pelanpelan. Kakinya berangsur maju. ingat-ingat kalo ini Kota Bandung. ia menarik lepas tangan Wanda.” Meski api perapian berada beberapa meter di belakang.

136 . Malam ini juga. taksi itu melaju pergi meninggalkan hotel. Rasanya ingin ia melesat menembus atap saking gembiranya. Wanda masih terpaku di tempatnya. Ia harus menelepon Noni. Tiba-tiba ia teringat seseorang.Tak lama. Noni.

. aduh. bahkan terdengar suara bernada tinggi khas Noni yang sedang mengobrol dengan terpekik-pekik.. Mata sahabatnya itu membelalak segar seperti baru makan rujak cabe. gila. Aduuuh . “Bukan.. seneng banget gua . pintu Noni terbuka. membuka sendiri gembok pagar tempat kosnya. Terus.. Baru saja tangannya mau mendarat di handel pintu kamarnya.. pokoknya Wanda akhirnya nembak si Keenan . ya? Nggak kuat niiih . “Gy! Tebak apa yang baru saja terjadi! Tadiii . barusaaan ..” “Lu kebelet pipis?” tanya Kugy.. Namun... tirai-tirai sudah tertutup..... SALAH BERHARAP Kugy merogoh kantongnya dan mengambil anak kunci kecil itu. Gua baru ditelepon sama Wanda. dilihatnya lampu kamar Noni masih menyala. Ia sudah mengantisipasi kepulangannya yang larut malam dan sudah mengajukan dirinya sebagai juru kunci malam ini. 137 . malam iniii ..16. Deretan kamar di koridor itu sudah gelap.. gitu.” Noni terkikik-kikik sendiri. nggak boleh berisik. melihat Noni yang sampai membungkuk-bungkuk seperti menahan sesuatu. “Tadi Wanda sama Keenan kencan berdua. nggak tahu gimana..

“Terus?” tanyanya lagi. Mak Comblang Milenium..” Noni menempelkan kedua tangannya di pipi. Kok bukan si Keenan yang nembak duluan. Terus.. cuma mereka berdua .. coba? Emang dia makhluk aneh sih. Terus . Oh my God . Gy .. duh. Eko payah. gila..’ Ya iyalaah! Lucu banget deh si Keenan. Non?” desak Kugy. Di tempat yang segitu romantis. Sementara itu mulut Kugy seperti memahit. Geli gua dengernya.monyong. “Di dekat perapian. Jantungnya terasa berdebar lebih kencang menunggu kelanjutan cerita Noni. pakai perapian segala.” Noni mengambil napas.. “Mereka jadian. Yang ada Pemadam Kelaparaaan ‘mulu!” “Terus. Terus. “Congrats.. ini romantis banget .” tuturnya 138 . ya? Dasar cowok-cowok sekarang. lu kok nggak kasih selamat atau apa gitu ke gua?” Noni bertanya heran melihat reaksi Kugy yang dingin. Bikin susah aja.. mulai tak sabar.. “Ta-daaaa! Proyek berhasil! Canggih banget gua jadi Mak Comblang!” ia lalu menari-nari kecil.” kata Noni berseri-seri. Kugy merasa sebagian dari dirinya menguap. apa lagi ceritanya?” “Lu bayangin aja sendiri. “Seingat gua. lagi jatuh cinta. Nggak bisa ditebak maunya apa. kayak elu... Hampa. “Terus. itu proyek lu dan Eko. habis ditembak gitu. nih! Nggak pernah ngajak gua ke tempat kayak gitu.” Kugy menggeleng kecil.. Keenan ngomong gini ke Wanda: ‘nggak mungkin saya nggak suka sama kamu.. mereka pulang ke hotelnya Wanda. sih? Ini kan proyek kita bersama. Tapi apa pun yang terjadi gua ikut senang. “Lu kok nggak antusias. nggak ada siapasiapa lagi . cuma berdua. “Gy. mengatur antara tawa dan kata-kata yang berbalapan di mulutnya. Ngapain lagi gua tanya-tanya?” ujar Noni sewot..

apa yang diucapkan Keenan . Selama ini ia salah. Dan terlintaslah petang di pintu gerbang. melintas jelas di kepalanya siang hari di bawah pohon beringin dekat ladang cabe.. Kugy pun menggeleng. Kugy langsung melangkah masuk ke kamarnya. atau lagilagi salah berharap. yang ia kenang hampir setiap malam. Membayangkannya saja terasa begitu pedih di mata.. ia berdiri mematung.. Wajah Wanda sekonyong-konyong cerah bagai matahari siang bo139 .. Namun. perjalanan. Jakarta. Terakhir. Bulan. barangkali waktu itu ia salah. rasanya lain sekali. Dua kali. Layar ponselnya yang berwarna tiba-tiba menyala.. saat Keenan dan ia sama-sama memandangi Wanda dari kejauhan.. Kugy takkan lupa cara Keenan menatapnya ... dan terdengar jelas di kupingnya waktu itu.” Tanpa menunggu reaksi lebih panjang lagi dari Noni. Bahkan untuk menyalakan lampu saja. Kugy pun menggeleng. “Gua masuk duluan. Tiga kata yang selalu menjadi penyejuk bagi hatinya.. Kugy menggeleng lagi. Juli 2000 . Nite. barangkali waktu itu ia salah menangkap.. saat ia mendapatkan dirinya dipeluk. nite. Terlintas jelas di kepalanya sore hari di Galeri Warsita. degup jantung yang terasa berdenyut bersama . Kugy tak punya daya. saat Keenan berkata bahwa ia kehilangan dirinya. Kugy mengusap matanya yang basah. kita.. Sekali. air mata itu tak kunjung berhenti mengalir. barangkali waktu itu ia salah melihat. Dalam gelap.. Dan berapa kali pun ia mengusap. ingatannya berlabuh pada bisikan Keenan yang ia simpan. ya.. atau ia salah berharap . Kugy menggeleng. Menutup pintu. Bulan yang sama ada di angkasa malam ini. Capek banget.ringkas.

” “Saya memang nggak main-main. Mungkin sudah saatnya saya mempertimbangkan untuk benar-benar mandiri. kamu telepon aku untuk urusan bisnis doang?” Keenan kontan nyengir. Kamu harus rajin melukis di Bandung.” Di ujung sana. kalau saya bikin lukisan serial dengan tema yang sama. Saya cuma mau minta pendapat kamu aja. Keenan pun tertawa. “Jadi. Mau ngomongin apa?” tanya Wanda ketus.long. Ia ingin menikmati telepon itu tanpa diganggu. 140 .” “Ya. Sayang. Katanya profesional. Selesai semester ini saya akan coba bicara sama Papa untuk nggak usah meneruskan kuliah. gimana?” “Ide bagus. “Sejak tahu lukisan saya laku. Karena. udah. perspektif saya benarbenar berubah. ditutupnya pintu kamarnya yang tadi setengah membuka. “Saya kepikir apa yang pernah kamu bilang.” Wanda tertawa ringan. Kamu lagi ngapain? I miss you already. Kamu ke sini. dong. “Jangan sensitif gitu. Sigap. “just kidding. “Hai. Kamu nggak bisa main-main.” komentar Wanda pendek. “Jalan apa maksud kamu?” “Saya cuma mau melukis. kan. Aku lagi bengong di kamar. Sweetie.” “Kamu tahu apa artinya itu. “Justru karena itu saya telepon kamu sekarang. bentar lagi aku mau atur supaya kamu bisa pameran.” Duduk Wanda menegak.” tegas Keenan. Nan?” ujar Wanda dengan penekanan. “Kamu akan menggantungkan diri sepenuhnya ke penjualan lukisan kamu.” Tawa Wanda pudar. Saya juga ngerasa gitu. dong. bahwa di lukisan saya yang terbaru ada karakter yang berbeda dengan lukisan saya yang lain. Saya merasa makin yakin untuk mengambil jalan ini.

separuh menyindir. Wanda sedikit gondok.. Semangatnya memuncak. Bayangan akan pameran membuat darah Keenan terpompa adrenalin.” jawabnya mantap.. aku nggak akan tanggung-tanggung. “Aku kasih kamu waktu enam bulan. just .” Terdengar napas panjang Keenan mengembus.. love me.” Wanda berkata.. saya ngerasa nggak enak . “Kamu mau ngomong sesuatu . “Wanda. “Nggak pa-pa.. speechless?” “Sori. Demi kamu. saya beneran nggak tahu mau ngomong apa.. pembicaraan mereka lancar lagi seperti aliran sungai. aku mau panjangin cuti kuliahku satu semester lagi.” sambung Wanda. “Oke. Aku nggak minta apa-apa. kayaknya aku malah bikin kamu nggak nyaman.” jawab Keenan akhirnya. “kalo aku sayang dan yakin sama seseorang. Dan walau akhirnya percakapan telepon itu ditutup dengan manis.. Dari pertama kali mereka 141 .“Dan aku juga nggak main-main soal pameran. Ia mulai terganggu dengan sikap Keenan yang seolah jengah setiap kali percakapan mereka mulai menyinggung soal perasaan. Okay?” Terdengar sunyi di ujung sana. Lama-lama aku biasa.. “Ya udah. kok. Sunyi lagi di ujung sana.” Tanpa menunggu terlalu lama. this is how I am. kamu udah banyak banget bantuin saya . “Nan?” panggil Wanda... atau .” potong Wanda. Kamu nggak perlu merasa nggak enak. siap. Kamu harus siapkan dua puluhan lukisan. Seolah-olah kata ‘‘cinta’’ dan ‘‘sayang’’ ada dalam daftar tabu Keenan. Tapi nggak di depan aku. kadang-kadang. Kita ngomongin yang lain aja kalo gitu. Mungkin kamu ekspresifnya hanya di depan kanvas..” “Nan. tiga puluh lebih bagus. Wanda melengos.

lo bikin gue tambah bete. “Ya udah. ketiganya berkumpul. It’s okay. “di tempat lo masa nggak ada space? Rumah lo kan segede-gede apaan tauk. Dan pencariannya pun berakhir di kamarnya sendiri: kolong tempat tidur. nenek-kakek gue . “Cuma nitip gitu aja masa nggak bisa... Wanda berkeliling rumahnya sendiri.” sahut Virna. deh . Ponsel Wanda berdering lagi. Besok gue suruh orang untuk ambil lagi.. ya. gue emang lagi bete. Dia nggak demen lukisan modern. Ami bahkan seperti ingin menangis ketika hendak menyampaikan kabar yang sudah ia simpan sejak tadi. 142 . Sekalian lukisan yang ada di Pasha. kek. Perihal ini cukup dia sendiri yang tahu.” Selepas telepon dari Virna usai..” “Sori banget. What? Duh. Di saung tempat Ami mengajar. sih? Lo taro di kamar tidur lo.. “gue bener-bener nggak ada tempat buat nyimpan lukisan itu..” Wanda berdecak kesal. Say.dekat hingga resmi jadian pun. Sebetulnya Pasha juga sama. Gantung di kamar mandi. Sori. lukisan kudalah .” “Lo pikir itu poster ukuran A3? Lagian dinding rumah gue itu dikuasai nyokap gue. belum pernah satu kali pun Keenan mengungkapkan perasaannya secara terbuka. ikan koi .. Mencari ‘‘tempat persembunyian’’ yang aman.. kek.. Dia nggak enak aja sama lo. deh. Masalahnya—” Wanda cepat-cepat menelan kembali kata-katanya. Jadi kita berdua samasama nggak bisa nampung. Tahu sendiri seleranya kayak apa.” “Bukan gitu.” Virna membela diri. Virna? What’s up? Hmm.. “Ya.

Kalau tanpa kamu.. Hari ini kita tentukan siapa-siapa yang ikutan. mereka pasti nggak semangat.” Kugy bertepuk-tepuk tangan saking gembiranya. dan lomba mengarang.. “Siap tempur!” Kugy berseru. “aku nggak ambil pusing. Di Taman Lalu Lintas. Gy.“Kugy. Jadi.” Beberapa saat kemudian. “Aku tahu. Kenapa?” “Aku—ada janji mau ke luar kota. kita diizinkan ikut karena mereka simpati. Bukan cuma soal menemani. lomba menyanyi pupuh Sunda.” “Please. Ical bahkan sampai berlari mengelilingi saung sambil bersorak-sorai. “Wah.” Kugy dan Ical langsung melonjak kegirangan. tapi kalau anak-anak tahu kamu nggak akan ikut. Gy. Tapi aku usahakan banget untuk ikut. Ini akan menjadi pengalaman yang baru buat mereka. Tapi ketika anak-anak Alit bisa partisipasi dan ketemu dengan peserta dari sekolah lain. Sakola Alit akhirnya diloloskan untuk ikut perlombaan antar-SD se-Kecamatan. Ical .” Ami terkekeh... ekspresi mukanya berubah. atau karena mereka juga yakin kita nggak bakal menang. Ini bukan soal kalah dan menang. Mi?” “Hari Sabtu minggu depan. “Lombanya kapan dan di mana. kita berdua pasti kerepotan. ya.” Kugy berpikir keras. “Kasih waktu sampai Senin. Gy. ikutan di belakangnya. Kamu tuh panutan mereka. Sabtu depan?” “Iya.” lanjut Ami lagi. “Sebentar . ya. 143 . ya. Karena hari Senin kita udah harus mulai nyiapin anak-anak. “Asyiiik! Mereka semua pasti senang banget bisa sekalian main di sana. kita akan ikut lomba baca puisi.” kata Ami penuh harap. Kugy pun tak kalah. pasti semangat mereka terpacu lagi untuk serius sekolah. Kugy teringat sesuatu. atau kasihan.” Ami menggigit bibirnya.

Keenan menuliskan judul: “Jenderal Pilik dan Pasukan Alit”. Lukisan ini begitu berenergi. Kugy telah mewariskan sesuatu yang sangat berharga. Keenan berdiri memandangi lukisannya sendiri. Matanya lantas tertumbuk pada satu benda di meja belajarnya. Di bagian belakang kanvas. Lukisan dengan objek sebelas anak kecil. dan seorang anak dengan topi caping hadir di depan barisan sebagai pemimpin. Ojos sedang dalam perjalanan ke Bandung. pikirnya. mengamati sekali lagi. Sesuatu yang membangkitkan gejolak dalam batin siapa pun yang melihatnya. Ada kehidupan yang dipancarkan dengan sangat kuat dan menyentuh. 144 . dirinyalah yang menjadi penemu harta karun itu. Ini bukan masalah teknik. Sesuatu yang meremangkan bulu kuduk. Keenan memperhatikan guratan kuasnya sendiri. Tak pernah ia sangka. Sepuluh sedang berbaris melingkar. Keenan akhirnya menyimpulkan dalam hati. Ada sesuatu dalam objekobjek itu yang membuat lukisan yang satu ini mencuat dibandingkan lukisan-lukisannya yang lain. Jika ia memutuskan untuk membatalkan kepergiannya ke Bali. entah apa yang akan terjadi malam ini. Buku tulis kumal yang diberikan Kugy beberapa bulan yang lalu. bahwa buku tulis itu merupakan harta yang harusnya disimpan Kugy sendiri. melebihi perkiraan mereka berdua. Keenan teringat apa yang pernah ia ucapkan.Kugy melirik jam tangannya. Ia melangkah mundur. Kehidupan.

sampai bubaran bioskop. makan malam. “Kirain gara-gara Mbak Kugy sama Mas Keenan putus. Sepanjang malam. agen pengantre tiket langganannya Eko. Ini pacar barunya. dari mulai saat perjalanan. melambaikan tangan dengan tawa lebar. Sekarang seringnya main gapleh rame-rame. Mbak? Kok udah nggak pernah nonton midnight rame-rame lagi? Mas Eko seringnya berdua doang sama Mbak Noni. Terus meraba-raba momen yang kira-kira tepat untuk menjadi celahnya bicara pada Ojos.” “Kita udah ganti aktivitas.” jawab Kugy asal.17. Mas Itok. Mbak!” Mas Itok terbahak. TIGA KATA SAJA Film komedi yang ditonton mereka barusan bahkan tak sanggup membuat tawanya lepas seperti biasa. Kugy berada dalam status siaga. Kugy menoleh. “Saya diajak dong. “Ke mana aja. Mas. “Mbak Kugy!” Tiba-tiba terdengar seseorang memanggilnya. Mbak?” 145 . terus pada punya pacar baru. Kugy pun balas melambai. kelompoknya jadi pecah.

Aku juga udah punya pacar. Nggak ada urusan punya pacar atau nggak. Kami berdua cuma sahabatan. “Gue mungkin orang paling cemburuan di dunia. berarti anak itu marah betulan. Duluan. Lo suka sama dia. Nggak lebih. Kita liburannya kapan-kapan aja ya—” 146 .” tiba-tiba Kugy menceplos.” “Suka ya suka aja. “What?” Ojos tersentak. “Aku nggak bisa ikut ke Bali. Mas. Perasaannya mulai tidak enak. nggak kurang. “Jos. “Tentang apa?” balas Kugy pelan. “Bukan. Jujur aja.” tandas Ojos lagi. “Nggak ada apa-apa. Memangnya ada apa antara kamu dan Keenan?” Kugy diam sejenak. “Sakola Alit ikut perlombaan antar-SD hari Sabtu depan. Mas Itok itu mungkin orang paling sok tahu sedunia. Ojos memasang muka cemberut. Aku tahu kamu udah beli tiket dan udah siapin semuanya. Ia bahkan kaget sendiri begitu kata-kata itu terlontar begitu saja dari mulutnya. Saat mobilnya sampai di depan tempat kos Kugy.Ojos dan Kugy serentak membeku kaku mendengar omongan Mas Itok yang tanpa tedeng aling-aling itu. Kalau Ojos sudah mulai memakai ‘gue-lo’ padanya. Bungkam seribu bahasa. Ini edisi lama. barulah Ojos bersuara. ya!” Kugy buru-buru menyudahi. Nggak mungkin kalau aku sampai nggak ikut. dan aku perlu tahu?” tanyanya. Udah. “Ada sesuatu yang belum pernah kamu bilang ke aku. Ojos menggeleng. tapi radar gue nggak pernah salah. kan? Dia juga suka sama lo?” Hati Kugy terasa menciut. “Gy. Keenan udah punya pacar. Sepanjang perjalanan. Tapi aku benarbenar nggak bisa. tapi aku yakin dia punya alasan sampai bisa bilang begitu. lalu menggandeng tangan Ojos pergi dari situ.” jawabnya pendek. deh.

tapi prioritas buat gue di hidup lo. ia menggeleng.. Banyak hal berkecamuk di benaknya. Gy? Lagi-lagi gue yang harus berkorban.” Mata Kugy mulai terasa panas. Gimana kita bisa terus jalan kalo tempat kita berpijak aja beda. nada itu terdengar perih. atau lo tetap di Bandung. Pilih yang mana?” Ojos bertanya lugas. Sejak lo di Bandung..“Gue kok nggak yakin yang namanya ‘kapan-kapan’ itu bakal ada. “Lo suka sama Keenan. aku sayang banget sama kamu . 147 .. Lo kayak punya dunia sendiri.. Berangkat hari Jumat depan sama gue. Air mata Kugy mulai merembesi pipi. mulutnya masih belum bisa berkata-kata. lo tuh terbang. tapi aku bener-bener nggak bisa berangkat. Terdengar Ojos menghela napas berat. Gy. Gy? Lo jatuh cinta sama dia?” Linangan air mata di pipi Kugy makin deras. Dan lo suka lupa. “Dari pertama kita jadian. apa kita nggak bisa pergi hari lain—” “Sederhana. kita bikin semuanya sederhana aja. Tapi lo bukan cuma lari. “Apa pun perasaanku sama Keenan. “Tapi . Satu demi satu. gue selalu berusaha ngejar dunia lo. kan. Gy.” “Ini memang bukan cuma soal Keenan.” gumam Ojos pahit. Namun. Sekarang. Tidak tahu harus bereaksi apa. Kugy terdiam. Kaki gue masih di tanah. Sabtunya kan aku harus . tapi lidahnya seperti kelu. “Gue capek jadi nomor kesekian dalam hidup lo. Namun.” tutur Ojos getir. Cuma gue yang usaha buat kita berdua.. Dadanya mulai terasa sesak.. suara itu bergetar. gue masih di Bumi. Kayaknya cuma gue yang usaha buat ngertiin lo. gue ngerasa makin terpinggir.” potong Ojos dengan nada tinggi. Perlahan..

Jos. “Kenapa harus pakai ultimatum begini. Ia sudah tahu apa yang akan ia putuskan. Ojos menatap pacarnya dalam-dalam. Pesawat kita take-off jam tiga. lalu berkata pelan. Sebelum keluar dari mobil. dan Kugy menangis sepuasnya. sih? Kenapa nggak bisa diundur aja? Ini bukan pilihan. menerobos kamarnya. semua kenangan mereka selama hampir tiga tahun terkilas balik. Kedua pasangan itu akhirnya memutuskan untuk menghabiskan malam Minggu mereka dengan berkumpul bersama di tempat kos Keenan. Dan ia menangis untuk perpisahan yang belum terjadi. akan terjadi. sekarang juga lo bisa tahu jawabannya. Gy. “Pergi dengan gue hari Jumat. Bahkan dari tadi harusnya lo udah tahu. Namun. Hanya terdengar isakan pelan. Sesak di dadanya tak tertahankan lagi. Pembicaraan ini nggak perlu ada.” Ojos menandaskan ulang. atau semuanya selesai sampai di sini. suasana di dalam mobil itu pengap oleh berbagai macam emosi dan perasaan.Kugy terdiam lagi. Kugy pun berlari masuk. “Gue tunggu lo di airport hari Jumat siang. Ini namanya memojokkan!” seru Kugy putus asa. Dua kotak martabak asin dan manis yang sudah hampir ludes isinya mengambil tempat di tengah lingkaran mereka duduk.” ucapnya lirih. Ojos membukakan pintu Kugy. Noni dan Wanda tampak serius 148 . “Karena kalo lo emang sayang sama gue. Kugy menatap Ojos sekali lagi dengan matanya yang basah. Dalam waktu yang sedemikian singkat. berarti semuanya selesai. Kalo lo nggak datang.” Meski keduanya sama-sama membisu. Akhirnya.

“Mmm . Karena acara itu cukup besar. gua perhatiin. Namun. Penampilannya juga makin lama makin kayak mandor. Rumah di daerah Kebayoran Baru itu punya taman yang luas. “Coba perjelas. Noni berencana untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-20 bulan September depan di rumah Wanda. Wanda sibuk mencatat ini-itu.” “Excuse me?” Wanda mendelik. Nggak perlu sewa EO. cocok dengan konsep garden party yang ingin dibuat Noni.” Sambil memetik gitar dan berselonjor santai. “Bikin acara beginian doang sih makanan gue sehari-hari.” “Jaket yang tadi lu pake punya siapa?” 149 ... terus sekarang baju lu kayaknya kegedean semua—kalo dulu kekecilan.. lalu menyerahkan catatannya pada Noni. “Buset . lu gape banget. Noni mempersiapkan dari jauh-jauh hari. Eko pun ikut berceletuk. nanti gue yang atur. yakni masalah penampilan. makin hari dandanan lu makin santai. apa yang dimaksud dengan ‘penampilan mandor’?” Permainan gitar Eko langsung memelan. “Diam-diam ternyata Wanda punya bakat mandor.berdiskusi. sementara dulu kan lu Miss Matching abis. Kaus gede banget itu lu dapet dari mana.” Noni terkagum-kagum membaca catatan Wanda. dibantu oleh Wanda yang terkenal sebagai party maker andal.” Wanda tersenyum bangga. kabarin aja. “Pokoknya kalo lo ada detail tambahan lagi. mulut jahil Eko tak sanggup diberangus. coba?” “Punya Keenan.. he-he. Hampir semua acara di Warsita gue yang koordinasi. “kuku lu udah nggak warna-warni. sih.” Eko cengengesan. Tersadar bahwa dirinya baru saja menyenggol dawai Wanda yang paling sensitif.

. suasana hatinya rusak berantakan sudah.. bener banget kata Eko. 150 . “Nyebelin banget sih Eko! Sok ngerti fashion. sementara Eko dan Noni pamit pulang duluan.. formulanya udah sama. dia lebih cocok di kategori yang kedua. Pantes aja. kalau di Bandung mendingan pakai baju yang praktis-praktis aja. Noni juga. Apalagi melihat Eko yang langsung terbahak-bahak mendengar celetukan Noni.. Melihat itu.” “Woi! Ada perbedaan besar antara berdandan praktis dan berdandan a la Kugy. jadi trademark!” cibirnya sewot. kan dingin . Gila aja . Sepanjang sisa malam itu. Ia memilih membuka buku sketsa lalu asyik mencorat-coret.” “Ngapain sih masalah gitu doang diributin?” Keenan mendongak.. Wan. Namun. Keenan cepat-cepat berusaha menetralisasi. Memangnya aku separah itu?” gerutu Wanda panjang lebar. Muka Wanda kontan memerah. Sudah hampir sejam topik omelan Wanda tidak berubah.. Meski ia berusaha ikut tertawa. Kalo kata gua. Itu juga kalo memang kepepet. sebetulnya gua juga udah pingin komentar. Kayak dia aja yang paling bener pakai baju. “Aku cuma sekali-sekali doang pakai baju kamu. “Sebetulnya gua yang minta ke Wanda. Sementara kalo Kugy itu udah jadi style. Baju-baju dapet minjem!” Ekspresi Wanda berubah drastis.“Punya Keenan. tinggal Keenan yang kena getahnya. “Inget nggak waktu Kugy datang ke Warsita? Emangnya mungkin aku pakai baju kayak gitu? Idih. Keenan tak berkomentar dan membiarkan Wanda melampiaskan kekesalannya. “Hi-hi .. Wanda seperti tak mau berhenti. mukanya menunjukkan bahwa ia mulai terganggu.” Noni pun tak dapat menahan tawa kecilnya.” Eko ngakak-ngakak lagi.. nyama-nyamain aku sama Kugy. Menjadi pendengar sekaligus tempat sampah yang baik. Dandanan lu makin mirip Kugy.

” potong Keenan tegas. dan sekarang lukisan itu.. Aku lihat gimana cara kamu melihat dia. ini mulai konyol. “Aku cuma sebel aja. Kok. Terus?” “Nan. “Aku udah lihat judul lukisan kamu yang baru.” “Tapi Kugy kan—” “Sebenarnya kamu ada apa sih sama Kugy?” Keenan bertanya agak keras. dongkol. You have feelings for her. kamu juga baik-baik aja. memang saya buat lukisan itu dari cerita yang Kugy buat tentang anakanak di sekolahnya. Memangnya kamu pikir aku nggak tahu kalo kamu sebenarnya sedang berusaha mengubah aku jadi dia? Well. saya nggak ambil pusing. Kali ini Keenan terdiam. dia baik-baik aja. ‘Alit’ itu nama sekolah tempat Kugy ngajar. “Kamu ada apa sama Kugy?” Wanda malah bertanya balik. “Buat saya. I’m not blind. “Don’t you?” cecar Wanda lagi. dibandinginnya sama Kugy. Dadanya turun naik saking emosinya. mau nggak. Merajuk. Kamu cuma cemburu berlebihan—” “You’re damn right I am! Dan udah selayaknya aku cemburu. Baju-baju yang kamu suruh aku pakai . Kugy kan ancur banget—” “Buat saya.. I tell you this: you will fail! Karena aku bukan dia. don’t you?” Wanda bertanya tajam. Keenan menghela napas.” ujar Wanda sinis. but I’m not stupid. 151 . aku mungkin kolokan. Mau Miss Matching. dan nggak akan pernah mau jadi dia!” Wanda menandaskan. kan? Kamu terinspirasi gara-gara dia? Hebat banget itu anak sampai dibikinkan lukisan segala.Wanda terdiam. “Iya. Keenan mengerutkan kening. “Wanda.

tetap tak ada sepatah kata keluar.. setelah sekian lama. “It’s so simple. Wanda menggigit bibirnya yang bergetar menahan tangis. Nan.. “Maaf? Damn it. Hanya embusan udara kosong yang terbata-bata. Jarak mereka hanya terpaut sekian senti. Hanya kamu sendiri yang bisa.” ucapnya datar. Keenan! Aku nggak butuh maaf kamu.” Keenan tampak terkejut mendengar tantangan Wanda. “Wanda . saya terima.” Bercampur dengan senggukan. Kalau kamu merasa begitu soal saya dan Kugy. and say that you love me. kamu bebas percaya apa pun yang kamu mau. dan tak bisa lagi Keenan menghindar. “Mau saya antar pulang?” Keenan bangkit berdiri. I just want you to love me. kedua mata mereka telanjur beradu. saya mohon. Saya nggak bisa mengubah anggapan kamu. Air matanya pun tak terbendung lagi. “Ada yang bisa kamu lakukan supaya aku yakin. Why can’t you just love me?” 152 . Wanda menepis tangan Keenan yang mencoba menggamit bahunya. “Wanda. jangan pergi . Dalam sekejap. maafin saya . Mulut Keenan tampak setengah membuka. Aku hanya mau dengar kamu bilang tiga kata itu.” desis Wanda. Namun. Keenan menahan tangannya.. Sorot matanya memburu Keenan ke dasar hatinya yang terdalam. Saya nggak bisa bikin kamu yakin sama saya.Keenan menatap Wanda lama. otot-otot mukanya tegang seperti bersiap mengatakan sesuatu. Secepat kilat..” bisik Wanda. “lihat ke mataku.. isakannya meledak.. Namun.” Wanda lantas menentang mata Keenan lurus-lurus. “Bullshit. Wanda langsung menyambar tasnya dan berlari menuju pintu. Wanda berteriak.. Hanya kamu sendiri yang bisa.

berusaha menenangkan isakannya yang terus menjadi. jemarinya tak henti membelai rambut Wanda. hingga akhirnya Wanda menyerah. berusaha memeluk Wanda yang meronta. menghiraukan kepalan-kepalan tinju lemah yang dilancarkan Wanda dengan frustrasi. 153 . meski desakan itu begitu kuat. Hanya lengannya yang semakin erat mendekap.Lagi. tetap Keenan tak bisa memaksakan mulutnya mengatakan apa-apa. Menangis sejadi-jadinya di dalam pelukan Keenan. Baru kali itu Keenan merasa sedemikian pilu. Rasa bersalah yang sangat kuat terasa memenuhi seluruh rongga tubuhnya sampai ke tulang. Keenan terus berharap dalam hati. semoga itu cukup. dan ia merasa sesak luar biasa. Ia hanya menarik Wanda ke arahnya. Dan yang membuat hatinya lebih pedih lagi. Keenan tak bisa menjawab.

KEPERGIAN DAN KEHILANGAN Bandung. Kugy menatap Noni tanpa bersuara. Kenapa? Kok bisa? Gua baru teleponan sama Ojos. Dia sedih banget. Non.. “Kok jawaban lu gitu sih. “Lu putus sama Ojos?” tembaknya tanpa basa-basi. “Masuk . Terdengar langkah kaki berlari di koridor. “Gy!” Noni menerobos masuk. lalu mengangguk kecil. Kok lu nggak langsung bilang sama gua? Sebetulnya kalian ada apa.” kata Kugy. Kugy benar-benar tak tahu harus menjawab apa. mukanya panik.. Menyusul ketukan bertubi di pintu.. “Ya.18. Agustus 2000 . dan ternyata langkah itu berhenti di depan pintu kamarnya. Gy? Kok lu nggak terbuka sama 154 . semakin lama semakin dekat. sih? Lu kenapa?” Pertanyaan Noni berentet seperti peluru senapan otomatis. ampun.. matanya tak lepas dari layar komputer. “Memang udah saatnya kali. Ia hanya mengangkat bahu.” sahutnya pendek..

. kali ini gua ngelihat lu memang jadi berubah. Gua dan Eko juga ngerasa kehilangan lu. lu sahabat gua. Dia ngerasa ada sesuatu yang aneh.. Terserah.” Jelas terlihat ekspresi protes di muka Noni. Kugy termenung di kursi komputernya. gua harus jujur sama lu. Eko. dan dia udah lama ngomong ke gua. Kugy tak tahu harus ke mana mencari.” kata Kugy akhirnya. tauk. Ojos. Tapi terus terang.” Lama Kugy membisu. Menurut gua.” Noni terdiam sejenak. Noni pun bangkit berdiri. ia pun merasakan kehilangan itu. Sama seperti gua menerima lu. Semua sudah bercampur aduk. Ojos juga ngerasa gitu. “Kalian kan pasangan legendaris. itu yang bisa kita lakukan sebagai sahabat. kok. apa adanya. Gua ikut sedih. “Gy.gua? Gua kan sayang banget sama kalian berdua. Gua nggak tahu Kugy yang dulu itu yang mana. “gua nggak enak ngomong gini. deh. tapi yang ia temukan hanya sebongkah benang kusut.” Tampang Noni langsung berubah serius.” ujarnya dingin. bikin orang-orang ngiri. Gua pasti belain lu. Ia tak tahu lagi harus memulai dari mana. Namun. “tapi gua baik-baik aja. Tapi inilah gua. Non. Kita semua kehilangan Kugy yang dulu. Semua ini kayak bom waktu yang tinggal tunggu meledak. Sekilas ia melihat bayangannya di cermin. Semua terlalu kusut baginya.. Kalau memang ternyata berubah. Dalam benaknya ia berusaha keras untuk merangkai penjelasan demi penjelasan. “Whatever.. tapi kata-kata Kugy seperti membungkam mulutnya. Ia mengerti kehilangan yang dimaksud Noni. Gua sama Ojos itu bedanya kayak langit dan sumur.” Kugy tersenyum getir. Tapi sebagai sahabat. Keenan . Lu kayak sengaja menarik diri.. 155 . kalian tuh cocok banget . “Thanks for your concern. Gy. ya terimalah gua apa adanya.” kata Noni kecewa. Pintu kamar itu kembali menutup. Sama seperti sahabatnya. “Please. Non.

Saya nggak kuat meneruskan sesuatu yang saya nggak suka. “Inilah yang membuat saya nggak pernah setuju dia pergi ke Amsterdam! Ini!” ayah Keenan berkata lantang. mengeraskan rahangnya kuat-kuat. Dia nggak mikir bahwa saya. menggeleng-gelengkan kepalanya. Atmosfer di ruangan itu terasa mengimpit..” Adri tertawa kecil. bapaknya.Jakarta. Sementara Jeroen mengurung diri di kamar. Tapi saya benar-benar nggak kuat lagi untuk pura-pura betah kuliah. Agustus 2000 .” ayahnya lalu menoleh pada Keenan. “Sampai kapan pun saya nggak bisa menggantikan semua yang sudah Papa kasih. Bisa nggak kamu bayar Papa untuk menggantikan uang sekolah kamu dari cek yang kamu terima dari Warsita? Ayo! Kita hitung!” Dari wajahnya. Keenan tampak sudah mau meletus. “bawa sini kalkulator! Kita hitung-hitungan siapa yang keluar biaya paling besar.. tapi ia menahan diri. Pa. “Lena ..” ujarnya tertahan. lihat anak kamu. ia paling tidak tahan mendengar orang bertengkar. “Itu bukan dunia saya. Sementara hati saya ada di tempat lain. Ibunya duduk di tengahtengah seumpama wasit tinju yang mengamati pertarungan dengan tegang. “bukan itu jalan hidup yang saya mau.” “Apa sih masalah kamu? Tanpa banyak usaha saja kamu bisa dapat IP paling tinggi! Apa susahnya kamu teruskan kuliah?” tanya ayahnya gemas.” Keenan menyahut pelan. Keenan dan ayahnya duduk berhadap-hadapan. “Ini bukan soal uang.. sudah setengah mati banting tulang buat bayar seluruh biaya sekolahnya dari dia kecil sampai sekarang. Pa. Di meja makan segi empat yang kosong tanpa makanan itu. dia pikir dia siapa? Berani-berani minta berhenti kuliah hanya gara-gara lukisannya laku segelintir. 156 .

lalu pulang ke Bandung. Berhenti bicara. Silakan kamu rasakan sendiri hidup yang sebenarnya. “Sudah. “Mulai detik ini.22 Jangan asal ngomong kamu . Kamu nggak tahu apa-apa!” “Saya cukup tahu bahwa hidup yang sekarang ini saya jalankan adalah hidup yang Papa mau. Jangan kelewatan. Lena sudah ingin berbicara. 23 Kalau memang begitu. “Adri! Kamu juga jangan ikutan ngawur. tapi saya betul-betul nggak bisa maksain diri lagi. Het is goed zo23. Dan saya tidak akan membebani Papa lagi.. Ma.” Adri pun sontak bangkit berdiri.” “Keenan! Let op je woorden!21” Lena menyambar seketika. Kalau memang itu yang kamu mau. tapi tangan suaminya terangkat menahannya. Kamu urus diri kamu sendiri.” Suara Adri terdengar tegas dan garang..” kata Keenan getir. Saya akan cari uang dan membiayai hidup saya sendiri. “ga niet al te ver.” sela Keenan tegas. silakan. “Oke. Saya tidak mau tahu lagi. bukan yang saya mau. 21 22 157 . Saya mau beresberes sekarang..“Kamu tahu apa tentang hidup? Kamu masih dua puluh tahun.” Lena pun tak bisa menahan diri lagi. tidak apa-apa. “Saya ingin berhenti kuliah mulai dari semester depan. saya bukannya mau menyakiti kalian berdua dengan keputusan saya ini.” Keenan malah ikut bangkit berdiri.. Mandirilah sana. Kamu nggak tahu apa yang kamu hadapi di luar sana—” “Maaf.. “Kamu—kamu belum tahu seujung kuku pun tentang hidup! Jangan pikir saya terkesan dengan usaha kamu yang sok kepingin mandiri itu. Memang itu yang saya inginkan. menatap anaknya tak percaya.” ujarnya tenang. saya berhenti membiayai kamu.. Kita bicarakan lagi semua ini baikbaik .

158 . Dibantu Bimo. merengek minta maaf.“Ya. “Ya. Cek dari Warsita tak disentuhnya sama sekali. kita lihat saja nanti. Perasaannya bercampur antara semangat sekaligus gentar. Agustus 2000 . Sekembalinya ke Bandung. bolak-balik Keenan mengurus surat pengunduran dirinya ke bagian administrasi kampus.. Pasti ada jalan keluar yang lebih baik.. dan menelan kembali semua ucapannya.” Bandung. duduk lagi. yang ongkos sewanya berkali lipat lebih murah dibandingkan tempat kosnya yang dulu. Keduanya tetap berdiri di tempat masing-masing dengan sorot mata beradu. Ia hanya berniat 24 Biarlah kita tunggu dulu.” Namun. “jangan ditahantahan. Namun. Ia sadar bahwa ia tengah melakukan perombakan hidup besar-besaran.” “Adri! Keenan! Kalian berdua sama saja. siapa yang akan kembali ke pintu rumah ini. Keenan mulai menata ulang hidupnya di Bandung.” Adri menyahut. Keenan tahu ia tak bisa mundur lagi. Kita lihat saja nanti. bukan begitu cara menyelesaikan masalah ini. Keenan tak menunda-nunda lagi rencananya. baik Keenan maupun ayahnya tidak tertarik untuk duduk kembali. Lena. Biarkan dia pergi. “Ayo. Selama libur jeda semester ini. di dalam sebuah gang di daerah Sekeloa. “Laat maar zitten24. Keenan tersenyum samar. keras kepala dan gengsi tinggi!” protes Lena.” ucap Adri dingin. Keenan pun pindah dari tempat kosnya dulu ke tempat kos yang jauh lebih kecil.

gua pasti bisa bantuin lu. tapi Bimo merasa lebih baik menunda hingga saat yang tepat. 159 . Segalanya berubah sekarang.” Bimo tergelak. ia tahu dirinya tidak bisa lagi bergaya hidup seperti dulu. inilah rasanya hal paling benar yang pernah gua lakukan.. kek. Sebagai konsekuensinya. “Tenang. kan?” Keenan tersenyum. Banyak pertanyaan yang muncul di kepalanya. ee . Kasihani orang-orang kayak gua yang IP-nya satu koma gini. Selama gua masih di Bandung. Yang jelas. “Lu adalah orang paling gila yang pernah gua tahu. “entah itu karena lu nekat atau bloon. tapi gua salut sama keberanian lu. Buru-buru Bimo membuka pintu agar udara segar masuk.” “Eko?” Keenan menggeleng. Bimo meletakkan dus yang terakhir ke lantai.” Keenan hanya nyengir sambil mengusap-usap kepalanya sendiri.” “Lu emang sinting nggak kepalang.. itu menjadi petunjuknya untuk tidak perlu bilang pada siapa-siapa soal kepindahan Keenan. “Siapa aja yang udah tahu lu di sini?” “Belum ada siapa-siapa lagi. Kamar kos kecil itu bahkan terlalu sesak rasanya menampung mereka berdua. IP terbaik dua semester berturut-turut. Keenan hanya mengandalkan sisa tabungan pribadi yang ia miliki. malah cabut! Transfer ilmu dulu. Bagi Bimo. “Gua juga nggak ngerti ini gila atau malah waras.” Bimo menggeleng-gelengkan kepalanya.mencairkannya jika kelak kondisinya sudah sangat kepepet. “Angkatan kita akan kehilangan silumannya. Udah tahu harus cari gua ke mana.” Bimo menghela napas seraya menepuk bahu Keenan.

Keenan termenung di kamar barunya yang terletak sendirian di loteng. Kugy benar-benar penat dan ingin langsung cepat mendarat di kasur. Sepeninggal Bimo. dan perasaan bersalahnya pada Ojos yang belum surut-surut juga. ia merasa keputusannya itu adalah usaha pelarian dari suasana tidak enak yang mengungkungnya ketimbang melulu keputusan akademis. Juntaian tali jemuran yang saling silang di depan jendelanya akan menjadi pemandangan rutin setiap hari. Nan. Bentar lagi ada cewek-cewek angkatan baru. Terkadang. Barangbarangnya yang padahal tak banyak itu bahkan terasa menyesaki saking kecilnya kamar itu. Kucing-kucing yang berjemur santai di atap tetangga akan menjadi teman setianya. Eko yang juga ikut menghilang. langkahnya yang gegap gempita berangsur menjadi pelan dan berjingkat ketika ia melihat si Fuad terparkir di halaman tempat kosnya.” “Gua mohon jangan. Kugy menyelinap masuk menuju kamarnya. dan tak lama kemudian ia pamit pulang. dan gua ogah bersaing sama lu. Namun. Lebih baik membenamkan diri dalam pelajaran dan tugas menumpuk ketimbang berhadapan dengan Noni yang menjaga jarak. Namun. “Gy!” Eko muncul di hadapannya dari balik pintu kamar 160 .“Siapa tahu setelah nggak jadi mahasiswa. Sepulang dari kampus dan mengajar di Alit siang itu. monyong!” Bimo tergelak lagi. Kugy memutuskan mengambil semester pendek bulan ini. Keenan merasakan kebebasan. Sehati-hati mungkin. Udara panas ini akan ia hirup sampai entah berapa lama. Keenan yang lebih tak tentu rimbanya. gua malah jadi macan kampus. untuk pertama kalinya setelah pulang ke Indonesia.

. tanpa memedulikan pelototan dari kedua perempuan itu. “Sibuk boleh sibuk.Noni. “Lu kali yang ngilang.. Jangankan untuk main dengan Eko dan teman-temannya yang lain. ya?” “Datang ke mana?” tanya Kugy. Mukanya tampak berubah ketika tahu orang yang ngobrol dengan Eko ternyata Kugy. tidur siang pun sudah jadi kesempatan langka baginya. Mau tak mau Kugy melayani dulu basa-basi itu. Bertepatan dengan Kugy yang sudah membuka handel pintu kamar. lu ambil SP.” sambung Eko lagi. tapi minggu depan sempatkan datang. Tiap gua ajak pergi lu nggak pernah mau. lama ngilang. ya? Seru. “Masa? Kok.” Mendengar Eko berbicara dengan seseorang.. tiap kali gua ke sini lu juga nggak pernah ada. Ko. ya? Pingin cepat lulus terus ninggalin kita. sih?” Eko berdecak gemas. Gy. Masa lu belum tahu. Kita justru mau berangkat ke Jakarta sore ini. curang. gua juga kangen. Gua kan di sini terus. “Manusia satu ini . deh. “Katanya minggu depan mau bikin acara. dia mau siapsiapin acaranya .” Ia pun langsung melenggang dari sana.” Kugy mencoba membuka pembicaraan. Gua tunggu di depan aja.” katanya sambil nyengir lebar. “Ultah Noni. Non. Baru pulang?” sapanya enggan.. sih? Kangen tauk.. “Hai. Kata anakanak.” jawab Kugy jujur. “Dia kan mau bikin acara di Jakarta. 161 . Kaku. Eko melihat Noni dan Kugy bergantian.” “Iya. Noni ikut menongolkan diri. gede-gedean. “Huuuh .. dong. Ke mana aja. ya.. “Hei. ya?” Eko menoyor jidat Kugy pelan. Tapi gua sibuk banget belakangan ini. “Kayaknya kalian berdua perlu bicara.” jawab Kugy setengah bergumam.

” bisiknya. Seulas senyum mulai terbit di wajahnya. gua boleh request sesuatu. Jantungnya terasa mengkeret se162 . nggak?” “Anything. dan tak mungkin ia marah berlama-lama. Please?” Noni memohon. Mudah-mudahan. “Sori ya. Lu tahu gua dari kecil sampai umur kepala dua begini. Gua yakin lu pasti punya alasan lu sendiri. Ia pun menyadari dirinya terlalu sayang pada makhluk aneh di hadapannya itu. Noni langsung menghambur memeluk Kugy. Sangat berarti buat gua kalo lu bisa hadir. Noni tertawa.” Kugy membalas tersenyum. gua juga nggak nyaman jadi dingin-dinginan sama lu begini. sama kalian.” kata Noni. Gy. Gua tunggu minggu depan di rumah Wanda. ya!” Kugy menelan ludah. dan gua nggak berhak ngutak-ngatik. Non.” Noni mengangkat mukanya dan menatap Kugy. “Jangan ngilang lagi ya. gua tahu pembicaraan kita terakhir agak kurang enak. ya. “It’s okay. ‘Nyet. Semua teman gua udah pada tahu. Kugy menyadari betul maksud yang tersimpan di balik intonasi Noni. Jujur. “Gua pasti datang. Sebagian anak-anak dari Bandung juga pada ikut. “Tapi. lu tetap sahabat gua. Lu adalah sobat gua terlama.” sahut Noni dengan penekanan. Sekali lagi maaf ya. “Gua cabut ke Jakarta dulu.” jawab Kugy mantap. “Kecuali kalo lagi berburu pisang. “Gua minta lu datang ke pesta ultah gua minggu depan. kok.” bisik Kugy lagi. seolah-olah menunjukkan fakta bahwa Kugy secara ironis malah menjadi orang yang belakangan tahu. Anak-anak yang dari Jakarta udah mau datang. Gimanapun juga. Gua juga minta maaf kalo terlalu nyampurin urusan lu sama Ojos. Gy.“Iya. Kayaknya memang gua yang nggak sensitif dan jadi terlalu cuek sama lu.

Gy! See you next week!” Kugy balas melambai. oke?” kata Noni ceria. “Dah. Kugy masuk ke kamarnya dengan langkah terseret. Gua bikin garden party. minjem halaman rumahnya Wanda yang segede setan. Wanda yang jadi EO-nya. Tugas lu tinggal datang dan have fun. “Rumah Wanda?” ia berusaha meyakinkan pendengarannya. Pokoknya bakal mantap banget. dan aneka pemandangan yang sekiranya akan menusuk mata. Benaknya seketika bergerak maju. 163 . Terasa ada beban baru yang menghunjam pundak Kugy begitu tahu di mana pesta itu diadakan. Lama memandangi Noni yang berlari-lari kecil dengan riang gembira sampai bayangan sahabatnya itu menghilang di balik pintu gerbang. membayangkan suasana pesta itu nanti. Sore ini terasa semakin penat. “Yup.kian senti.

tapi .” ujar Keenan sambil membuka jendela dan pintu lebar-lebar agar ada angin yang berembus masuk. ini . TRAGEDI PESTA NONI Wanda nyaris pingsan ketika dibawa masuk ke tempat kos Keenan yang baru.. “Nan. Wan. Untung saja ia masih sanggup mengumpulkan kekuatan untuk bertahan duduk di atas kasur tipis di situ.19... “Saya lebih baik di Bandung..” bujuk Wanda sambil sesekali mengelap wajahnya sendiri dengan tisu. ekstrem namanya! Kamu ke Jakarta aja. Dan saya bisa mempersiapkan diri untuk melukis tanpa banyak diganggu. kamu ngapain sampai harus tinggal di tempat kayak gini? Aku hargai banget keberanian kamu untuk berhenti kuliah demi serius melukis. Nanti aku yang carikan tempat. “Gimana mungkin kamu melukis di tempat busuk begini?” 164 . Biaya hidup di sini lebih murah. Bandung memang lebih sejuk dibandingkan Jakarta. tapi kamar Keenan yang berada di loteng dan beratapkan asbes itu terpanggang sinar matahari siang hingga terasa panas dan pengap.

Aku mau pulang sendiri aja. mengumpulkan kesabaran. Keenan tahu Wanda sedang merajuk.” “Nggak usah. Bisa lihat langit luas. Aku bukain kamar di hotel. “mau coba?” Wanda melengos.tukas Wanda. terserah. ya?” kata Wanda ketus seraya melipat tangannya di dada. melukis sebanyakbanyaknya. “Keluargaku punya villa di Puncak. “Mau berapa lama kamu tinggal di sini?” Keenan mengangkat bahu. tinggal selonjoran aja di luar. Kita ketemu besok. saya pasti cari tempat tinggal yang lebih baik. tahu-tahu Wanda berbalik. Yang penting saya mempersiapkan diri untuk pameran. Mukanya merah padam. “Ya udah.” katanya pendek. jadi kamu harus ikut-ikutan melarat. Aku yakin Papi bakal kasih izin. begitu saya sudah punya cukup modal dari hasil penjualan lukisan. Yang pasti. Kita ketemu besok untuk bareng ke Jakarta. Antara kepanasan dan kesal. Namun.” Mendengar jawaban Keenan. Gimana?” “Nggak usah.” Keenan tersenyum. Tapi saya nggak mikirin itu dulu sekarang. ya? Aku nanti temenin kamu. Oke?” “Kamu nanti nginap di mana kalau di Jakarta? Kamu kan nggak bisa pulang ke rumahmu. Keenan mengeraskan rahangnya. ia memilih untuk tidak menahannya dan membiarkan Wanda pergi. “You know what. Di sini enak juga kok kalo sudah malam. Saya tinggal di tempat Bimo. Nanti aku bisa bilang Papi kalo kamu mau tinggal di situ dulu buat melukis. 165 . Wanda pun bangkit berdiri. Di depan pintu. “Nggak tahu.” “Mentang-mentang objek lukisan kamu anak-anak melarat. tangannya tak henti-henti mengipas-ngipas muka. “Saya bisa antar kamu pulang ke hotel kalau memang kamu udah nggak betah di sini.

bergegas pergi. Wanda sedang berjalan lurus ke arahnya. Sambil bersenandung. Wanda sudah tak mau dengar apa-apa.” Terdengarlah suara batok kepala beradu dengan kayu. Terperanjatlah ia melihat Wanda sedang berbelanja. Setelah seharian bermalas-malasan dan main ke warnet. Tepat di belakangnya. Kamu memang . Kugy mencomot segagang sapu. perasaannya mengatakan bahwa Wanda juga berjalan ke arah yang sama. Kugy memanfaatkan waktu luang itu sebaik-baiknya. Mungkin Eko dan Noni memang benar. Walaupun cuma sehari. “Wan . Kesempatan untuknya libur akhirnya tiba. Kugy berusaha mengingat-ingat mimpi sial apa yang 166 . Kugy pun terpojok.. Keenan kontan meringis. Tak bisa menghindar lagi. Di area perabot rumah tangga. Kugy sibuk berdoa supaya Wanda tidak mengenali sosoknya. Kugy pergi ke supermarket sendirian untuk mengisi lemari makanannya yang sudah kosong. Spontan. Suara hak sepatunya terdengar beradu buru-buru dengan tangga.. Kamu harus nunduk—” Namun.. Langkah itu terdengar semakin dekat.Nan? Aku udah nggak bisa ngitung berapa cowok yang setengah mati berjuang ngedeketin aku hanya untuk dapat sepuluh persen perhatian yang aku kasih ke kamu. Namun. “Atap di atas tangga itu rendah banget. Melindungi mukanya di balik ijuk hitam. mengambil minuman yang sama. Kugy cepat-cepat kabur ke area lain.. aneh!” Punggung itu lantas berbalik sekaligus. hati-hati …. Kugy menenteng keranjang belanjanya ke bagian minuman untuk memborong jus buah kesukaannya. Kekesalannya dengan tempat itu lengkap sudah.

” Wanda tersenyum manis. “Kamu nggak tahu. dengan jalur belanja yang sama pula. Menghadapi Wanda dengan tawa selebar mungkin. Dan dia pindah kos.” 167 . dia kan suka kerja sampai malam. “Kugy?” Suara itu menyapa sekaligus bertanya. Kasihan. Buat nyapu jalan?” “Buat terbang. Nanti aku bantu ngabisin deh.” ujar Wanda sambil mengangkat bahu. Dia mau total melukis. “Kalo sebanyak itu sih dia pasti butuh bantuan. bareng sama aku. Sesudah itu dia akan pindah ke Jakarta. ya?” ucapnya terbata. Karena sesudah itu kami berdua harus keliling bareng untuk promosi lukisannya.dialaminya tadi malam hingga hari ini bisa berbelanja di supermarket yang sama dengan Wanda.” tuturnya ringan. Kugy menurunkan gagang sapu itu. “dia masih ribut sama keluarganya gara-gara keputusannya berhenti kuliah. Wanda! Belanja sapu juga?” “Nggak. Terpaksa. “Keenan berhenti kuliah? Kok—dia—nggak kasih tahu. nih. “Sampai kapan di Bandung?” “Nanti juga udah pulang ke Jakarta. suka nggak ada makanan. “Memangnya kamu tahu tempat tinggal dia yang baru?” “Memangnya dia pindah dari tempat kosnya?” Kugy gantian terheran-heran. Senyum manis kembali menghiasi muka Wanda. ya? Keenan udah berhenti kuliah. “Kayaknya dia cuma kasih tahu orang-orang dekat aja.” Kugy terkekeh. Kening Wanda berkerut. Aku cuma lewat aja.” Wanda lantas menunjukkan keranjangnya yang sudah penuh sesak. Bareng Keenan. “sapunya gede banget. “Hai.” Mulut Kugy otomatis menganga. Makanya …. dia lagi sibuk mempersiapkan diri buat pameran. Aku lagi belanja buat dia. “Anyway.” Kugy membalas dengan senyum yang lebih manis. Gy.

Benang kusut itu terasa tambah kusut. Noni menyaksikan persiapan acaranya sendiri dengan muka tegang.” jawab Kugy ringkas. selain Wanda yang dijuluki “Miss Matching”.Wanda mengembuskan napas panjang. “Salam buat Keenan. segala sesuatu harus sempurna dan bebas error. Wanda mengangguk. dan Kugy yang dikenal sebagai “Mother Alien”. Berusaha mencerna keterangan Wanda satu per satu. ya. Noni menyandang gelar sebagai “Madam Perfect”. Di kelompok perkawanan mereka. Kugy berjalan pulang untuk menenangkan hatinya yang bergejolak. Ternyata ia salah.” Kugy lama terdiam. dia nggak punya siapa-siapa lagi sekarang. 168 . “Kamu datang ke acaranya Noni. Ia tak bisa mendefinisikan perasaannya. Ia pun pamit pergi dari situ. Selama ini ia menyangka punya tempat spesial dalam hidup Keenan..” Kugy akhirnya berkata pelan. Wanda tampak yang paling sibuk hilir mudik mengatur ini-itu. Halaman luas dengan kolam renang itu mulai dipenuhi orang-orang yang berseliweran. dan meja-meja berisi makanan mulai mengambil posisi. “selain aku. dan Keenan. mukanya tampak prihatin. Bagi Noni. Kugy sungguhan kaget dengan keputusan Keenan. akan jadi host-nya. Jakarta. Eko. September 2000 . kan? It’s going to be fun. Kugy merasa bodoh. Ia pun patah hati mengetahui kedekatan Wanda dan Keenan yang sedemikian dalam. Tahu-tahu sikutnya disenggol oleh Eko. sekaligus kecewa karena tak diberi tahu langsung. aku. Mendadak. Noni.. Obor-obor mulai dipancangkan di taman. Dirinya kini tak lebih dari figuran tak berarti.” “Aku usahakan.

“Kamu tuh, rileks dong, Sayang. Jangan segalanya dipikirin. Kan udah banyak yang bantuin. Ada aku, Wanda, Keenan …,” celetuk Eko. “Anak-anak pasti datang nggak, ya? Kalo tahu-tahu nanti sepi gimana, Ko? Kok, sampai jam segini masih belum ada yang nelepon atau kasih kabar. Yang dari Bandung kalo tahu-tahu pada ngebatalin pergi gimana, ya?” rentet Noni gelisah. “Ya udah, kita pesta sendiri aja. Makan sampai bego,” Eko tertawa. “Kamu jangan bikin tambah tegang, dong!” Noni cemberut. “Soalnya, aku udah tahu kamu! Ditanggapin kamu tetap stres, dibercandain kamu stres juga, ya mendingan bercandalah. Minimal aku yang hepi.” “Kugy datang kan, ya?” kata Noni sambil menggigit kukunya. “Pastilah. Gila aja kalo sampai dia nggak muncul.” “Medalinya udah siap, kan, Ko?” “Beres!”

Bandung, September 2000 ... Sudah setengah jam lebih Kugy memandangi ransel besarnya yang tergeletak di lantai dalam keadaan kosong. Sudah sedari tadi seharusnya ransel itu terisi. Sudah sedari tadi pula dirinya harus bersiap dan berangkat ke stasiun kereta api. Namun, sedari tadi Kugy diam di tempat duduknya. Membayangkan apa yang terjadi jika ia tidak datang, sekaligus apa yang terjadi ia jika hadir di pesta itu. Jika ia tidak datang, Noni pasti kecewa. Dan makin genaplah kesimpulan sahabatnya itu bahwa ia memang ber169

ubah, menghindar, dan menjauh. Jika ia datang, hatinyalah yang remuk. Kugy membuka jaketnya, melemparkannya ke lantai, lalu mengempaskan tubuhnya ke kasur. Setengah dari dirinya kesal sendiri, menyadari betapa manusia satu itu telah mengacaukan hidupnya, membuat ia kehilangan kemampuannya untuk cuek dan berlagak tak peduli. Keenan telah membuatnya seperti orang lumpuh. Setengah dari dirinya pun takjub dan terpana. Baru kali itu ia menyadari betapa dalam perasaannya untuk Keenan dan betapa jauh hatinya telah jatuh. Dan sebagai kesimpulan, Kugy tahu bahwa ia akhirnya memilih tidak pergi. “Maaf ya, Non …,” bisiknya sendirian.

Jakarta, September 2000 ... Halaman itu kini dipadati manusia. Lilin dan obor menyala di segala sudut. Musik berdegup dari pengeras suara. Semua orang tampak menikmati suasana. Namun, muka Noni masih seperti baju tak disetrika. Untuk kesekian kalinya, Noni mendatangi Eko. “Udah telepon ke rumahnya? Dia udah sampai?” tanyanya resah. “Kata orang rumahnya, dia nggak jadi ke Jakarta. Kalaupun iya, pasti langsung ke sini, dan nggak pulang dulu,” jawab Eko, berusaha setenang mungkin. “Nggak jadi ke Jakarta?” Mata Noni membelalak. “MUNGKIN, Noni. Mungkin nggak jadi. Nggak ada yang tahu pasti, oke?” Eko berusaha meredam kegelisahan pacarnya, “HP-nya mati dari tadi. Telepon di tempat kos juga nggak ada yang angkat.” “Keterlaluan deh Kugy …,” Noni berkata lirih. Kekecewaan tak bisa disembunyikan dari wajahnya. 170

Terdengar suara seseorang memanggil mereka dari kejauhan. “Noni! Eko! Bentar lagi tiup lilin! Siap-siap di dekat sini, yuk!” seru Wanda. Lunglai, Noni berjalan ke dekat meja tempat kuenya nanti dipajang. Wanda berdiri di sana sambil senyumsenyum.“Hi, guys. Aku punya bonus buat kalian,” Wanda menyambut mereka dengan dua gelas berisi champagne. “Dom Perignon. Aku ambil satu botol dari lemarinya Papi. Ssst, diam-diam ya, ini khusus buat kita doang, lho,” Wanda cekikikan sendiri. Eko mengambil satu gelas. Sementara Noni menggeleng, “Buat lu aja, Wan,” katanya dengan muka enggan. “Oh, come on, girl! Have fun! Kenapa sih muka lo kusut banget?” tanya Wanda seraya menenggak isi gelas yang ditolak Noni. “Kita mulai aja tiup lilinnya, yuk?” ajak Noni langsung. “Oke. Semuanya udah siap, kan?” Wanda pun meletakkan gelasnya yang sudah kosong dalam sekejap itu. “Medali yang mau dikasih ke Kugy udah ada, Ko?” Tangan Eko spontan merogoh ke kantong belakangnya. Memastikan barang itu ada. Noni punya ide sejak lama ingin mengalungkan medali-medalian untuk Kugy pada pesta ulang tahunnya yang ke-20 ini sebagai tanda persahabatan mereka. Sebuah medali emas yang mereka berdua pesan di toko olahraga, bertuliskan: Sahabat Terbaik dan Terawet. Eko menelan ludah. Meski medali itu telah terparkir dengan baik di kantongnya, ia tidak yakin benda satu itu akan punya manfaat malam ini. “Pakai aja medalinya buat ganjal meja,” gumam Noni seraya ngeloyor pergi.

171

20. KEBOHONGAN GIGANTIS

Tidak ada yang tahu bahwa sebetulnya pesta ulang tahun Noni itu sudah rusak berantakan. Sebagian besar tamu yang diundang dari luar Jakarta tidak datang. Dan yang paling fatal adalah ketidakhadiran Kugy. Prosesi penyerahan medali “Sahabat Terbaik dan Terawet” yang telah disiapkan matang oleh Noni tidak terjadi. Namun, keempat sekawan itu mampu bersandiwara dengan baik, hingga tamu-tamu yang hadir merasa pesta itu berjalan baik-baik saja. Yang ganjil hanyalah Noni yang menghilang dengan cepat, mengakibatkan acara usai lebih dini dari yang diperkirakan. Pukul sepuluh, hampir semua tamu sudah pulang. Segelintir orang saja yang tersisa, dan sebagian besar adalah pegawai-pegawai dari rumah Wanda sendiri. Keenan mendatangi Eko yang sedang ikut gotong-royong membereskan kursi. “Ko, Noni mana, sih?” tanyanya. “Migraine,” Eko melengos, “biasalah, si Madam Perfect satu itu. Nggak tahan stres. Masih untung larinya cuma tiduran, nggak ngadu-ngaduin kepala ke tembok.” “Lu yakin Noni nggak apa-apa?” 172

Eko mengangguk, “Tadi udah tidur, kok. Dan ada kakaknya yang nemenin juga,” jawabnya, “kayaknya justru lu yang harus ngejagain seseorang.” “Siapa?” Eko tak langsung menjawab. Dari bawah kolong meja, ia mengeluarkan sebotol Dom Perignon yang sudah tiga perempat kosong. “Kalo tadi nggak gua sita, udah pasti botol ini kering sampai tetes terakhir. Tinggal jadi vas bunga.” “Wanda ...?” Keenan terenyak. “Dia di mana?” Eko mengangkat bahu. “Mendingan lu cari dia sekarang dan langsung antar ke kamarnya. Kalau sampai Om Hans lihat anaknya mabok champagne hasil curian, wah ... kita semua pasti kena.” Keenan cepat mengedarkan pandangannya. “Oke, gua cari dia.”

Tampak siluet dua orang sedang berjoget di pojokan dekat kolam renang, diiringi alunan musik dari plat yang masih aktif berputar. Keenan seketika mengenali keduanya: Wanda dan Ivan, DJ pesta malam itu. “Hi, babe ... kamu ke mana aja?” Berseri-seri, Wanda menyapa Keenan. Gerakannya tampak terhuyung-huyung. Justru Ivan yang kelihatan tersentak, dan langsung buruburu melepaskan tangannya yang melingkar di pinggang Wanda. “Hai, Nan. Whassup ...,” sapanya, berusaha santai. Keenan tak menjawab. Tangannya langsung merentang, mengajak Wanda pergi. “Wanda, kamu mabok,” tandasnya langsung. “Saya antar kamu ke kamar. Sekarang.” Wanda menyambut tangan Keenan sambil sempoyongan. Berat tubuhnya seketika dijatuhkan ke dekapan Keenan. “I can’t walk ...,” bisiknya di kuping Keenan. 173

“Kalau kamu masih bisa joget, kamu pasti masih bisa jalan. Ayo,” dengan nada tegas, Keenan melepaskan rangkulan Wanda lalu menggandengnya. Susah payah, Wanda pun berusaha mengikuti langkah Keenan. “Nan ... jangan cepat-cepat dong,” rajuknya. Namun, Keenan tak menghiraukan, ia terus berjalan dengan irama yang sama, dan tangannya tak lepas menggiring Wanda. Sesampainya di depan kamar Wanda, Keenan baru menghentikan langkahnya. “Kamu nggak seharusnya minum sebanyak itu. Kontrol sedikit, kenapa sih?” tegurnya pedas. Wanda menatap lurus-lurus mata Keenan, dan malah tersenyum. “Kamu marah karena aku minum, atau karena— Ivan?” tanya Wanda, dan senyumnya terus melebar, “Are you jealous?” “Dari yang saya lihat, Ivan cuma efek samping. Penyebab utamanya karena kamu kebanyakan minum. Kamu beruntung ayah kamu belum pulang,” tandas Keenan lagi. Wanda tertawa ringan, “Ah, he wouldn’t know the difference. Papi lebih jago membaca lukisan daripada anaknya sendiri ....” “Kamu harus istirahat, Wanda. Minum air putih yang banyak. Mandi air panas dulu kalau perlu,” ujar Keenan seraya membukakan pintu kamar itu. “Saya pulang dulu, ya.” “What?” Wanda langsung menarik Keenan masuk, lalu menutup pintu kamarnya. “Kamu nggak boleh pulang!” Sejenak Keenan melirik pintu yang sudah tertutup di balik punggungnya. Dan seperti membaca gerak mata Keenan, Wanda cepat menyelinap dan bersandar menghalangi pintu. “Wanda ... please ... jangan kayak anak kecil ... saya harus pergi,” ujar Keenan setengah mengeluh. “Why? Kenapa harus pergi? Aku mau kamu temenin aku. Dan kamu kan pacarku. I want you to stay.” 174

“Karena kamu lagi nggak sober, that’s why,” Keenan berkata lagi, “dan saya nggak mau kita melakukan hal yang bodoh hanya karena kamu mabok.” Mendengar perkataan Keenan, Wanda tertawa lepas. “Aku tuh kayak pacaran sama homo, tahu nggak!” katanya lantang. Dengan gerakan sekaligus, Wanda merangkul leher Keenan, “Kamu bisa bayangin apa yang dilakukan cowok kayak Ivan kalau dia punya kesempatan ini? Di kamar ini, berdua sama aku?” bisiknya dengan bibir yang ditempelkan di atas bibir Keenan. Sontak, Keenan menahan napas, menarik jauh lehernya. “Wanda, tolong dengar baik-baik. Bukannya saya nggak mau, dan bukannya saya nggak ngerti kesempatan apa yang saya punya. But you’re drunk. This is not right.” “Taik! You’re such a hypocrite!” teriak Wanda kesal. “Gue nggak mabok aja lo nggak pernah mau! Nggak usah pakai alasan sober atau nggak. You never wanted me. You never loved me. You never did! Padahal gue udah mati-matian mengusahakan segalanya buat lo! Gue udah mau kasih semuanya buat lo!” Keenan terdiam. Walaupun ia tahu Wanda tidak sedang dalam keadaan sepenuhnya sadar, tak urung kata-kata itu kembali mengusik rasa bersalahnya. Lembut, ia berusaha menarik Wanda dan mendekapnya. Namun, Wanda sudah terlalu emosional. Ditepiskannya tangan Keenan dengan kasar. “Gue nggak butuh dihibur! Gue nggak butuh dikasihani! Gue ogah terus ngemis-ngemis perhatian sama lo kayak orang nggak punya harga diri! Pergi, sana!” Wanda berteriak marah, tangannya mengacung tegas menunjuk ke arah pintu. “Pulang aja ke Bandung, balik ke kotak sabun busuk itu! Pergi!” Keenan berusaha mencamkan pada dirinya sendiri bahwa Wanda sedang dipengaruhi alkohol, bahwa ia tidak sungguh175

sungguh mengucapkan itu semua. Dengan nada sewajar mungkin, Keenan mencoba pamit dengan sopan, “Ya, udah. Kamu istirahat malam ini, ya. Saya akan mampir ke sini lagi besok ....” “Apa bedanya besok sama malam ini? Memangnya kalau besok lo jadi mau sama gue?” sambar Wanda dengan nada yang semakin tinggi, “Forget it, Keenan! There will be no tomorrow for you!” Dengan gerakan sempoyongan, Wanda lantas membungkuk, menyibak bed cover tempat tidurnya yang menjuntai menyentuh lantai, lalu menarik keluar gulungan-gulungan karton besar. “Ambil ini! Bawa pulang lagi!” Wanda mengempaskan benda-benda itu. Kerongkongan Keenan seperti tercekat. Perasaannya langsung tak enak. Diambilnya satu gulungan itu, membuka sedikit lapisan karton pembungkusnya. Begitu Keenan tahu bahwa gulungan itu adalah kain kanvas, seketika lututnya terasa lemas. Jantungnya berdegup kencang. Keenan menyadari jumlah gulungan karton itu pun persis sama ... empat. Jumlah lukisannya yang dipajang di Galeri Warsita dan dilaporkan telah laku terjual. Dengan sedikit gemetar, Keenan menghampiri Wanda. “Tolong jelaskan sebisa kamu, kenapa lukisan saya bisa ada di sini?” tanyanya dengan suara tertahan. “Karena ... lukisan lo dibeli sama GUE! Puas?” Keenan mematung. Berusaha mencerna kalimat Wanda. Berusaha memahami apa yang sesungguhnya terjadi. Pikirannya merangkaikan semua kejadian selama ini, menghubungkannya dengan intuisi yang selama ini tak pernah bisa ia jelaskan. Peristiwa demi peristiwa terhubung, dan ia seolah menyaksikan sebuah kebohongan menggelembung, merekah kian besar, dan kini berdiri lurus-lurus di hadapan. Keenan serta-merta memalingkan muka, tak kuat melihat Wanda. 176

Saat menyaksikan perubahan air muka Keenan, mulai timbul rasa panik di hati Wanda. “Nan ..., aku nggak bermaksud jahat. Aku cuma ingin nolong kamu ...,” katanya terbata. Keenan merasa kebohongan ini terlalu gigantis untuk ia cerna. Kepalanya berputar. Hatinya teraduk-aduk. Galeri Warsita, cek itu, rasa percaya dirinya, keyakinannya untuk melukis ... impiannya musnah satu demi satu dalam hitungan detik. Seiring dengan kedoknya yang ikut meluruh, air mata pun mulai membasahi mata Wanda. Kemarahannya yang tadi meledak-ledak berganti dengan esktrem menjadi tangis tersengguk-sengguk. “Nan ... I’m sorry ... aku tahu itu salah. Please understand, aku sayang banget sama kamu ... don’t leave ... please ....” Wanda tahu-tahu melorot, bersimpuh di atas kedua lututnya, memeluk kaki Keenan. Kembali Keenan hanya mematung. Matanya melirik Wanda yang menangis menjadi-jadi sambil merangkul erat pahanya. Terasa celana panjangnya melembap karena air mata. Namun, Keenan tak mampu bereaksi apa-apa, ingin bicara pun tidak. Kegalauan yang ia rasakan ternyata melampaui amarah, melampaui segala reaksi emosi yang ia kenal. Lama Keenan membiarkan Wanda tersedu-sedan sambil meratapkan segala penyesalannya, hingga perlahan, Keenan melepaskan rangkulan tangan Wanda di kakinya, lalu menariknya lagi untuk kembali berdiri. “Keenan ... please, say something, anything ... kamu boleh marah-marah kayak apa aja, aku rela, aku siap terima, tapi jangan pergi ....” Keenan memungut gulungan-gulungan itu dengan hati remuk redam. “Uang kamu akan saya kembalikan. Utuh. 177

Dilihatnya sekali lagi kelima silinder yang sudah tergulung dan terikat rapi itu. “Nan .” 178 . Ada lima silinder karton yang sudah dibawanya ke kantor ekspedisi itu: empat lukisan yang ia bawa dari rumah Wanda.” katanya lirih. “Pak .” “Kamu bisa beli lukisan-lukisan ini.. ya? Tigaempat hari sudah sampai. “Ubud—Bali. “Sebentar.. Pak.... “bisa tolong ditempel stiker ‘fragile’? Dan jangan sampai kena air. Pak .” jawab Keenan. berjalan pergi dan tak menoleh lagi. akhirnya ia melengkapi formulir pengiriman paket tersebut. jangan pergi . Dengan berat. tolong hati-hati. September 2000 . Makasih.Dan saya akan bawa pulang lagi semua lukisan ini.” desis Keenan sambil membuka pintu.. Petugas lain pun datang untuk mengambil gulungangulungan itu. “tapi kamu nggak akan pernah bisa membeli saya.. Setelah formulir dikembalikan.. Wanda menatapnya pilu.” sela Keenan cemas. “Ada yang bisa dibantu lagi?” Keenan menggeleng... Bandung.” gumamnya. “Formulirnya sudah selesai?” Petugas itu bertanya sambil melirik formulir yang sedari tadi diberikannya pada Keenan tapi tak kunjung diisi. dan satu ikut ditambahkannya: lukisan “Jenderal Pilik dan Pasukan Alit”. Tolong ya. Wanda... petugas tadi mengecek sekali kelengkapan isian Keenan.” Dipanggulnya keempat lukisan itu.

Dalam hati. itulah yang lebih penting. ia telah mengucapkan selamat tinggal pada impiannya. apakah ia sungguhan siap. Keenan tak berani lagi memeriksa. Sampai kelima benda itu dimasukkan ke gudang. mata Keenan tak lepas mengawasi.Sambil tersenyum maklum. Entah kapan bisa melihatnya lagi. Yang ia tahu dan yakini. pada lukisannya. Namun. dan Keenan merasa benarbenar seperti hendak melepaskan mereka ke khayangan. lukisan-lukisan itu akan berada di tangan yang baik. Saat ini. 179 . Sejenak lagi. kelima lukisannya akan berlayar ke Pulau Dewata. petugas itu menyiapkan stiker-stiker petunjuk yang diminta Keenan.

“Hai. mata Noni berpaling ke arah lain. Sekarang cahaya lampu sudah membayang dari tirai jendela. sudah terlambat untuk bergerak ke mana-mana.. menyadari bahwa ada Kugy sedang berdiri di koridor. Sudah tiga hari sejak pesta ulang tahun itu. Cepat. Kugy memandangi kamar itu dengan hati kecut. Kugy tak punya cukup keberanian untuk menghubungi Noni.21. Kugy menyapa. Mereka belum bicara lagi sejak itu. Kugy pun tersentak. Pintu itu membuka. tak tahu harus bilang apa. dan papan berhuruf warna-warni yang tergantung di pintu sudah bertuliskan: NONI ADA. melirik pun tidak. 180 . Tepatnya.” Dengan suara pelan dan sedikit bergetar. Noni keluar dari dalam membawa kantong sampah yang siap dibuang. Ia berjalan keluar seolah Kugy tak punya wujud. Noni tak menjawab. Namun. Noni mengangkat mukanya sedikit... dan baru malam ini Noni kembali dari Jakarta. HAMPA YANG MENYAKITKAN Setengah jam yang lalu. kamar itu masih gelap. Non . Sampai hari ini pun lidahnya masih kelu.

Jangan masuk angin dulu. ya. Dan rasa kosong ini lebih menyakitkan dari apa pun. dan tampaknya lambungnya tak akan mendapat olahan baru sampai besok siang lagi. Baginya. langit tampak berhiaskan saling-silang tali jemuran. Sesungguhnya. sebuah perang dingin resmi dimulai. Memandang angkasa malam adalah pelipur sederhana yang membantunya sedikit merasa lebih baik. itulah bagian dari konsekuensi yang harus ditanggungnya dengan mengirit setiap rupiah dari sisa uangnya yang tak seberapa lagi. Tidak apa-apa. Ia tak punya cukup nyali. Keenan tak keberatan dengan rasa lapar ini.Sempat melintas di pikiran Kugy untuk mengejar Noni dan berbicara lebih panjang. tapi rasa percaya? Seluruh uang di dunia ini tidak cukup membelinya. tapi kakinya terasa kaku. Di sana ia bisa memandang hamparan atap rumah lain beserta pendarpendar lampu di rimba gang yang padat ini.” Terduduklah Keenan di dekat jemuran yang bisa ia datangi dengan cuma membuka jendela kamar. karena saya harus lihat langit. pikirnya. Keenan menepuk-nepuk pelan perutnya. Uang me181 . Namun. Keenan menengadah. Dan entah kapan akan berakhir. “Sabar. berbisik sendirian. Dari tempat ia duduk. pikir Keenan getir. Akhirnya Kugy masuk ke kamarnya. Pukul sepuluh malam. Terakhir dia makan adalah tadi siang. Lambungnya riuh rendah seolah tengah berlangsung pertandingan bola. tak ada yang bisa mengobati kekosongan jiwanya. beberapa kolor dan jins tidak kering yang tampak masih diangin-anginkan. Nasi bisa dibeli. Ia sadar.

Termasuk rasa sakit. Tak punya rasa percaya . your last dramatic scene against a night sky stage..mang tidak akan pernah bisa jadi ukuran. Ingatan akan Oma dan langit malam berbaur. Keenan teringat hari terakhir mereka bersama. Tidak ada apa-apa harusnya berarti tidak ada masalah. Kini ia yakin itu. Keenan mengkhayalkan bisa kembali ke sana malam ini.. Rasa percaya dan uang ada di dimensi yang sama sekali lain. brilliant miracle dive that which I looked up to and I clung to for dear life . dan tak lebih dari sebuah drama besar. meninggalkan semuanya tanpa kecuali. hampa. Tiba-tiba wajah neneknya di Amsterdam melintas. kedua kakinya hanya sanggup mengantarkannya ke atap itu. tak ada kebanggaan . Sayup-sayup terdengar lagu dari kaset yang diputar di kamarnya: “Fare thee well my bright star It was a brief. ia ingin mengirim kembang tanda dukacita. Dan kembali Keenan merenung: bagaimana hampa bisa menyakitkan? Hampa harusnya berarti tidak ada apa-apa. Semuanya lebur dan tampak kabur dari mata yang basah oleh air mata. Namun.. Rasa sedih. sekejap. Ludahnya terasa memahit. Tak bisa lebih jauh lagi.. Dan Keenan merasa seperti aktor malang yang bermimpi melampaui skenarionya.” Mendadak sesuatu menyusupi hampanya. Kalau bisa. Baru kali ini ia merasa prihatin pada dirinya sendiri. Kesedihan yang mereka berdua simpan dan tak tuntas terungkapkan.. Masa gemilang itu datang. saat Oma memasakkannya sup kacang merah yang mereka nikmati dalam hening.. 182 .

. “Halo. sementara mereka tahu bahwa ada kelas yang selama ini dijalankan di bawah pohon. Untuk pertama kalinya ia pindah mengajar ke saung baru yang dibangun oleh orangorang kampung. satu saung baru didirikan. Tawanya merekah. Kugy mengamati anak didiknya yang tampak mutung dan tak bergairah. berlari ke arah saung dengan tergesa. Mereka khawatir kegiatan belajar mengajar di Sakola Alit terganggu karena musim hujan sudah tiba. sadarlah ia siapa yang dimaksud anak itu. Ia sendiri mulai ikut putus asa.. Keenan menamakannya “tawa pengampun”. Berkat gotong-royong warga. tawa segar muncul di wajahnya. Pak Guru! Selamat datang di kelasku yang baru!” Keenan tersenyum. Belum berhasil mendapatkan cara yang lebih kreatif untuk mengajar. karena layaknya 183 . Dan sungguhan Kugy tak siap.. dan ia pun menyapa dengan ceria. Meski semua anak senang dan bersemangat dengan tempat baru mereka. Wajahnya berseri-seri. Ada kehangatan yang seketika memenuhi rongga hatinya melihat tawa lebar Kugy yang khas.Bandung. Tiba-tiba seorang muridnya. “Keenan …. Oktober 2000 . “Bu Ugiiii .. tangannya menunjuk ke arah belakang.. Keberadaan Sakola Alit serta konsistensi Ami dan kawan-kawan akhirnya menarik simpati penduduk sekitar.. memampangkan gigi serinya yang ompong.” desisnya. ada Pak Guru Rangginang . memejamkan mata. Dadi. Kugy tak bisa melupakan pagi ini. tak urung muka anak-anak pagi itu kusut karena hari ini mereka belajar perkalian dan pembagian.. berusaha mengumpulkan tenaga dan kekuatan. Rangginang? Kugy bertanya dalam hati. Dalam sekejap.” serunya lantang. Saat ia melongok ke arah yang ditunjuk Dadi. Sejenak Kugy menunduk.

Dan kedua matanya menunjukkan bahwa ia lelah. Pilik langsung menandak-nandak kegirangan sambil berteriak... Pilik punya berapa. Dengan cepat.. “Nggak. dan Dadi punya berapa?” “Tiga!” Mereka menjawab serempak. “Ayo. Kehangatan yang lahir tanpa pretensi..” Kugy terkekeh. Kehadiran Keenan seketika membawa suasana berbeda.” Keenan menarik garis.matahari yang tak menyimpan memori ataupun dendam dan senantiasa memandikan Bumi dengan sinarnya. Setelah Keenan mendekat. Pilik ceritanya harus bagi dua layang-layang ini dengan Dadi. Keenan mengambil sepotong kapur dan mulai menggambar. “Apa kabar.. “Lumayan.” jawabnya singkat. Kamu baik-baik?” Keenan mengangkat bahu sambil nyengir. Kecil?” sapa Keenan. nggak! Kalian tetap harus belajar Matematika . jadi asupan makanan ke badanku agak berkurang. “Sekarang . Semua anak merasa Keenan adalah penyelamat yang akan membebaskan mereka dari pelajaran yang memusingkan pagi itu.” Ucapan Kugy disambut riuh protes. perubahan yang sama juga terjadi pada dirinya sendiri.. “Kamu juga kurusan... barulah Kugy menyadari perubahan yang terjadi. “Kamu kok tambah kecil . Tanpa perlu usaha. tawa itu pun membawa efek yang sama bagi dirinya.” “Pemadam Kelaparan baru naikin harga soalnya. ia menggambar enam layang-layang. Keenan tampak lebih kurus. layang-layangnya ada berapa?” Anak-anak itu berhitung dari satu sampai enam. “Jadi. Pengampunan murni. 184 . dihitung. “Gambar! Gambar! Gambar!” Kugy menggeleng-gelengkan kepala. Kugy pun menyadari.

” kata Kugy.” “Oh. Persis seperti kunjungan Keenan sebelumnya. Kirain biar kita tiap hari ketemu.. “Saya udah nggak kuliah lagi dari awal semester. dan sepertinya lewat gambar banyak sekali cara pengajaran kreatif yang bisa kamu lakukan. “Supaya?” “Ya. itu boleh juga jadi bonus.” celetuk Keenan jahil.” tegas Kugy sambil duduk bersila. Kugy dan Keenan gotong royong membereskan saung. 185 . Gy. Saya mengundurkan diri. Nan?” “Ada.Di sudut saung Kugy tersenyum. Sebubarnya anak-anak. Aku nggak keberatan ketemu kamu tiap hari. Kugy tergelak..” sahut Keenan setengah menggumam. yang aku sendiri nggak sanggup . Kelas Kugy bubar agak lebih siang dari biasanya.” Keenan bertutur sekenanya. “Kamu ke mana aja sih. supaya anak-anak ada yang mengajarkan menggambar. layaknya penggemar bertemu idola. “Kok nggak bilang-bilang kamu pindah tempat kos?” “Ceritanya panjang..” “Saya juga nggak. “Kadang-kadang aku berharap kamu jadi pengajar tetap di sini. Tampaknya hari itu ia harus membiarkan kelasnya diambil alih oleh Keenan.” Keduanya terdiam sejenak. “Ya. Kugy tahu-tahu meletakkan ransel yang tadinya sudah siap disandangkan di bahu.” “Kamu bisa mulai cerita sekarang. dengan berbagai cara anak-anak itu menahan Keenan lebih lama agar lebih banyak menggambar.

“Saya salah selama ini.” “Iya .. “Ke—kenapa?” tanyanya terbata. Dari Wanda . Aku salut.. lukisan saya bisa lolos. tapi kan . “Saya nggak melukis lagi. demi melukis kamu mengambil keputusan sebesar itu...” Lama Kugy termenung. Dia yang kelepasan gara-gara mabok waktu ulang tahun Noni.” jelas Keenan dengan datar. aku tahu.. lukisan kamu pada akhirnya laku. dan dia cerita kalau kamu lagi konsentrasi melukis.” Kugy nyaris mencelat dari lantai. Pameran..” Keenan berkata getir...“Ya. “Kamu berani banget. Akhirnya.. “Wanda.. galeri...” 186 ..” “Aku nggak ngerti . semuanya cuma bercanda. Saya nggak sengaja tahu.. terus kamu bakal keliling-keliling. rencana pameran itu nggak pernah ada?” “Om Hans sejak awal sebetulnya nggak setuju lukisan saya masuk ke Warsita..” ucapnya tulus..” Kugy menggelengkan kepala..” Keenan tersenyum samar. “Keluarga kamu gimana? Mereka setuju?” “Saya belum ketemu mereka lagi. Dia yang ternyata membeli semua lukisan saya. pindah ke Jakarta .” Kugy menyahut lirih. karena menurutnya karya saya belum matang. bukannya kamu mau pameran? Aku sempat ketemu Wanda. “Dia cuma bercanda. Tapi karena Wanda yang minta. dan disembunyikan di rumahnya. tapi ternyata bukan. Nan. “Tapi .. keliling-keliling . “maksud kamu . Empat-empatnya dibeli orang! Itu kan berarti bukti kalau lukisan kamu memang diminati!” “Oleh satu orang tepatnya. saya pikir melukis adalah jalan hidup saya.. Ayah saya sangat tidak setuju pastinya. Segaris senyum lalu membersit di wajahnya.

Nggak perlu Wanda yang sampai pura-pura beli. kamu mengorbankan semua mimpi kamu. “Warsita bukan sekadar galeri. buatku.. waktu pameran katalog barunya Warsita sudah pasti ada yang membeli lukisan saya. “kamu bisa bayangin? Saya sudah mengundurkan diri dari sekolah.. Terserah Om Hans mau ngomong apa. saya sudah keluar dari rumah. cuma gara-gara penilaian satu galeri.. Dan kalau memang saya pelukis yang sebagus yang kamu kira. kalau saya mampu mandiri dari melukis—” “Ya kalo gitu buktikan. Tapi ini bukan salah siapa-siapa kok. “saya nggak menyalahkan Wanda.. “Nan. apalagi Om Hans. “Wake up. Dan orang-orang itu adalah kolektor lukisan 187 . Wanda punya motivasi apa.” “Jadi...” “Bukan berarti kamu harus mengorbankan impian kamu gitu aja dong. kamu adalah pelukis paling hebat yang aku tahu. Gitu?” Nada bicara Kugy kian meruncing. dan sekelompok orang yang entah siapa. dong!” Kugy balas memotong.. Dengan naif dan yakinnya saya merasa bisa membuktikan sama keluarga saya.” Keenan melengos. “Kenapa malah berhenti?” Kugy menatap Keenan tak mengerti.. “Jadi . kalau saya memang pelukis yang sehebat yang kamu kira. selama ini . Gy.. Nan. Masa cuma gara-gara seorang Wanda kamu jadi berhenti melukis . Nggak usah pakai dibujuk-bujuk sama Wanda segala.” Keenan tersenyum samar. Gy. Saya yang terlalu bego.” “Selama ini semuanya nggak lebih dari cerita cewek kaya yang jatuh hati sama seorang pemimpi. sama orang-orang.Kugy menatapnya tak percaya. udah dari dulu-dulu Om Hans langsung meloloskan lukisan saya...” potong Keenan keras.. “Ini bukan masalah Wanda. kamu melukis dengan seluruh jiwa kamu.” protes Kugy tak tertahankan. dan itu yang penting!” “Gy . kolektor-kolektor itu punya penilaian apa .

” balas Keenan tegas.” “Kamu bilang ini bukan masalah Wanda. “No. Tak lama.. selama ini kamu yang menginspirasi aku untuk tetap yakin pada impian-impianku. Bersiap pergi dari sana. lalu ia menyandangkan tasnya di bahu... nggak peduli orang-orang itu punya pengalaman apa. Namun. Banyak kata yang ia sesali tapi telanjur terucap. “Ternyata selama ini aku ketinggian menilai kamu . Dan ini realitasnya.” Kugy menggeleng lagi.” “Bener banget. langkah-langkahnya yang besar membawa Kugy dengan cepat menghilang di balik rimbunan bambu. Tapi orangorang itu lebih tahu. tangannya membereskan sisa barangnya yang tercecer. “Saya harus bangun dan lihat kenyataan. tapi dari tadi kamu bolak-balik selalu kembali mengungkit dia dan galerinya. Setengah membentak. Di tempatnya. Ia berjalan buru-buru tanpa menoleh. Lukisan saya cuma jadi sarana seorang Wanda yang cuma mau pe-de-ka-te. Keenan duduk diam dan hanya sanggup menatapi. Ini adalah soal kamu dan keyakinan kamu!” ujar Kugy setengah mengeluh. Justru aku yang nggak melihat bahwa ini soal Wanda atau Warsita.. Seketika Kugy bungkam. Gara-gara kamu aku semangat bikin dongeng lagi. YOU wake up! Nggak peduli galeri bilang apa. Dan ketololan sayalah yang memungkinkan dia melakukan itu semua. Kamu atau Eko bisa aja bilang lukisan saya bagus karena kalian teman-teman saya.yang berpengalaman. Dengan sedikit gemetar.. harusnya kamu yakin sama diri kamu sendiri. Aku nggak rela kamu menyerah gitu aja—” “Saya nggak pernah minta jadi panutan siapa-siapa! Nggak usah menambah beban saya dengan omongan seperti itu!” Keenan menukas.” desisnya tanpa lagi menatap Keenan. untuk menahan Kugy. “Nan . ia bahkan tak punya percaya 188 .

dan meninggalkan perasaan kehilangan yang menjalar ke seluruh tubuh. Keenan menggigil. Tak hanya kehilangan. 189 . ia pun merasa ditinggalkan. Angin dingin yang berembus menyentuh kulitnya seolah menembusi pori. Mendadak. memasuki nadi.diri yang cukup untuk itu.

190 . Kugy tak tahu itu air mata sedih atau marah. Kugy mulai menulis seperti orang kesetanan. dan ia tak lagi peduli. Perasaan yang tadi campur aduk mulai menunjukkan wajah aslinya. Hatinya pernah hancur ketika tahu Keenan harus bersama orang lain. Seharusnya ia lega ketika tahu Keenan tidak jadi pindah ke Jakarta dan meninggalkan dirinya gara-gara harus mempromosikan lukisan. Sambil menulis. kecepatan menulisnya mulai melambat. Baru pada lembar ketiga. bidang petak putih itu terisi penuh oleh tulisan tangannya. Seharusnya ia bersukacita saat tahu hubungan Keenan dan Wanda usai. meninggalkan jejak-jejak tinta yang memecah di atas kertas. PULANG KE UBUD Sendirian di kamarnya. Kugy pun tersadar. Dalam sekejap. tak jarang air matanya ikut terselinap. Malam itu ia berniat menumpahkan semuanya dalam lembaran-lembaran kertas kosong. Tapi ternyata tidak. tapi hatinya baru benar-benar patah ketika tahu bahwa Keenan bukanlah sosok yang selama ini ia cinta. inilah patah hati yang sesungguhnya.22.

Tak hanya ia kehilangan cintanya. Satu demi satu. dan malah lebih tertarik pada barang yang ingin ia hanyutkan. Di seberang kampus. Tak lama. hanya Neptunus. tak ada teman bicara lain . Kugy menyempatkan diri mampir ke kali. Kenyataannya. ia mengeluarkan tiga perahu kertas. ada sebuah permukiman yang dilewati kali. ia mengapungkan perahu-perahu kertasnya ke kali. batinnya.. Terdapat beberapa anak kecil yang sedang asyik menangkapi kecebong. dibentuknya menjadi tiga perahu kertas. Itulah aliran air terdekat yang bisa Kugy temukan. Kugy menyadari. menjauhi mereka. Keenan rapuh dan lemah. selama ini ia telah menciptakan sendiri ilusi tentang Keenan dan mencintai ilusi itu. Sesuatu seperti lepas dari hatinya seiring dengan melajunya perahu-perahu tadi. Terdengar suara pintu di kamar sebelah membuka. Mendengar suarasuara itu. barulah Kugy berhenti dan mendekat ke tepi kali. Ia tak ingin misi pentingnya gagal secara prematur hanya karena anak-anak tadi tak jadi menangkapi kecebong. terdengar langkah Noni di koridor. Orang-orang yang ia cinta. Kugy merasa lebih lega bernapas.Pada lembar ketiganya. dan dibutuhkan 191 . Pagi itu. Hanya beberapa baris penyesalan. Dari dalam ranselnya. Kugy menelan ludahnya yang terasa pahit.. Tak ada saluran lain. Setelah merasa berada di jarak aman. Sekian lama sudah ritual ini terkubur. ia pun telah kehilangan Noni dan Ojos gara-gara cinta itu. Kugy mulai menangis sedih. sebelum kuliah. Dilipatnya lembar-lembar kertas tadi. Tidak banyak lagi yang ia tulis. Kugy beringsut maju.

“Lha! Lu bisa tahu adanya surat ini dari mana? Telepati? HP lu kagak punya.” sapa Keenan seraya membuka pintu kamarnya lebih lebar. hanya tersenyum. yang berdiri di pintu. “Gua mau ngasih ini. menyilakan Bimo masuk.” jelas Bimo. “Nggak apa-apa... Nan . apa kab—?” Bimo sampai menghentikan kalimatnya ketika sepenuhnya menyadari apa yang ia lihat. Nan. Bim.” Bimo tergelak. Tapi baru sampai ke tangan gua semingguan yang lalu. Surat dari Pak Wayan di Ubud.. Bandung. yuk. Thanks. Nan. lu kurus banget. Keenan dikagetkan oleh kedatangan Bimo yang muncul di tempat kosnya pagi-pagi. Nggak perlu sampai lu ke sini .” Keenan.. “Hai. dikirimkan ke alamat kosnya yang lama. Alamat pengirim di sampul belakang amplop itu mengonfirmasi dugaannya. Masuk. Dan baru sekarang gua baru sempat ke sini. kapan sampai?” tanya Keenan. “gila. November 2000 .. Bim. Keenan menerima surat itu dan seketika mengenali tulisan tangan yang tertera. ya. Betapapun jauhnya perjalanan itu. Sori. “Surat ini .sekian banyak peristiwa untuk membangkitkannya kembali. Itu adalah komentar klasik yang selalu ia terima setiap kali bertemu dengan teman kampusnya.. Kugy lupa betapa melegakannya perasaan ini.. saat cerita dan beban hatinya dihanyutkan air menuju lautan.. Hari pertama di bulan November.. “Sebetulnya udah cukup lama. Harusnya gua aja yang ambil ke sana.” Bimo menyerahkan sepucuk amplop putih. kosan ini kagak punya 192 . “Hai. Mungkin hampir dua minggu.

kayaknya lu udah kekurusan sampai otak lu agak ciut . Keenan tersadar betapa ia merindukan kebersamaan semacam itu.. “Sarapan. Setelah selesai. Ia menimang-nimang amplop itu.” “Oh..” Keenan ikut mesem-mesem.. Keenan membuka jendela kamar kosnya lebar-lebar. gua sampai udah nggak inget terakhir kapan. Keenan kembali menjenguk kampus dan nongkrong seharian bersama teman-teman lamanya. “Kalau soal enak. seolah menyesali pikirannya sendiri. ia lama menyendiri dan mengurung diri bak seorang pertapa. bertanya-tanya adakah surat itu menjadi angin segar berikutnya. nan .. Lama. Tempat ini pun butuh angin segar setelah seharian tertutup dan terpapar panas matahari siang. Kedatangan Bimo benarbenar terasa bagai angin segar di tengah atmosfer jiwanya yang pengap. Gua yang traktir.. kayaknya sih makanan gua enak-enak aja. “Siap! Mahal dan enak it is then!” Acara sarapan bersama Bimo ternyata berlanjut hingga menjelang sore. Keenan menggeleng sendirian. lalu menggelengkan kepala.. Ia lelah berharap. Seketika Keenan terenyak ketika menyadari apa kertas itu.telepon! Nan . Keenan memandangi kertas-kertas di pangkuannya. Keenan pun mematung. Terdapat dua lembar kertas surat bertulis tangan dan selembar kertas tambahan. Tapi kalau enak dan mahal . Langsung ia membaca dengan tergesa-gesa. iya. yuk. Tanpa pikir panjang lagi.. Keenan membuka surat itu. Pikirannya masih berusaha mencerna dan hatinya berusaha 193 ... hmm . Bener juga . Sejak insiden di rumah Wanda.... Otak udah ciut!” Bimo terkekeh. Kapan lu terakhir makan enak?” Keenan berpikir...

” Keenan lanjut membaca: “Lukisan yang satu itu memang sangat bagus dan rohnya kuat. Keenan membaca surat tersebut. Dia membelinya bukan semata-mata untuk investasi. makanya saya yakin lukisan itu berada di tangan yang tepat. Pak Wayan menceritakan betapa kagetnya dia ketika dikirimi lukisan-lukisan Keenan yang seperti jatuh dari langit saking tak terduganya. Pak Wayan tidak berhasil menghubungi Keenan untuk bertanya langsung. Sekalipun di surat pengantarnya Keenan menuliskan sejelas-jelasnya bahwa itu semua adalah kenang-kenangan sekaligus tanda terima kasih untuk apa yang didapatnya selama di Bali. orang itu seperti terkena cinta buta. Salah satu lukisan Keenan yang paling disuka oleh Pak Wayan lantas diberi rangka kayu dan dipajang begitu saja di studionya. tapi kata hatinya mengatakan untuk melepaskan lukisan Keenan pada orang tersebut. saya juga tidak mau meng194 . tapi orang itu benar-benar gigih dan bersikeras ingin membeli. Kali ini dengan lebih lambat. Jatuh hati habis-habisan pada lukisan Keenan.. tapi karena cinta. lukisan itu mencuri perhatian seorang kolektor lukisan dan ia tertarik ingin membeli. Untuk kedua kalinya. Pak Wayan bilang.. Namun. saya merasa lukisan itu menemukan jodohnya. Pak Wayan sudah mengatakan bahwa lukisan itu tidak dijual. Pak Wayan menulis: “. seperti cinta yang satu hari bertalian tanpa bisa dijelaskan. Pak Wayan merasa ada sesuatu yang luar biasa yang telah terjadi dalam hidup Keenan. Pak Wayan lalu minta maaf jika dirinya lancang. Saya kenal baik dengan orang yang membeli lukisan kamu itu. Sekalipun saya sendiri ingin sekali menyimpannya.beradaptasi dengan berbagai lonjakan perasaan yang sontak muncul ketika membaca surat dari Pak Wayan. Dalam suratnya. Beberapa minggu kemudian.

sehat-sehat kan. Mam. Nan?” Lena kemudian bertanya patah-patah. Mereka berjanji bertemu pada jam tatkala ia hanya sendirian dan semua orang lain sedang berada di luar rumah.. Biarpun jadi kurus gini. Namun. Semoga uang ini bisa bermanfaat banyak. 195 . kalimat satu itu terus mengiang-ngiang: Kapan kamu pulang ke rumahmu di Ubud? Jakarta. Keenan pun terpaksa membiarkan ibunya menghabiskan seperempat jam pertama pertemuan mereka untuk menangis. saya nggak pernah sakit. November 2000 .hambat rezeki kamu. Banyak yang berkecamuk di benaknya. kamu . Selembar cek senilai tiga juta rupiah. berusaha santai. “Tapi .. Hal-hal yang tadinya tak terlintas dan tak digubris. Tolong beri kabar secepatnya setelah kamu menerima surat ini. trauma. “Sehat. Hatinya seketika tersayat dan teriris melihat anaknya sendiri muncul sembunyi-sembunyi seperti narapidana kabur dan takut tertangkap.” Kembali Keenan memandangi selembar kertas yang diselipkan di dalam dua lembar surat tadi.. Di sana dituliskan keterangan: Pembelian lukisan: “Jenderal Pilik dan Pasukan Alit. Dan ia masih merenung.” jawab Keenan. Kapan kamu pulang ke rumahmu di Ubud? Saya dan keluarga besar di sini selalu mengharapkan kamu pulang. kok... Langit jingga berganti hitam. Perempuan itu tidak sanggup menahan aliran air matanya. Sore berganti malam. dan gentar.. Ada keraguan.” Sisa hari itu dihabiskan Keenan dalam perenungan.

. Tidak dirinya.” Keenan tersenyum tipis. saya justru ingin pamit..” ujar Keenan mantap. “Baik-baik di sana..“Kamu bisa pulang kapan pun kamu mau.” Keenan menelan ludah.. Sejenak lagi Keenan terbang dengan sayapnya. Bahkan Jeroen nggak perlu tahu. “lusa saya berangkat. Perpisahan yang kedua kali akan segera terjadi.. tapi sebenarnya dia kehilangan sekali sama kamu .” Lena pun mulai membaca.. Cukup Mama yang tahu. Ma. menuju tempat dan kehidupan yang ia pilih. Percaya sama Mama. Sangat kentara ibunya berusaha kelihatan tegar demi dirinya. Namun. ya? Jangan bikin susah Pak Wayan.” Lena menatap anak sulungnya dari matanya yang tersaput air. Keenan terpaksa mengatur napasnya terlebih dahulu sebelum bisa lanjut berkata-kata. yang mampu membendung kepakan sayapsayap itu.” “Apa itu?” “Tolong jangan bilang siapa-siapa saya ada di Ubud. ada semacam kelegaan karena ia tahu anaknya akan terjaga dengan baik. Pandangannya mulai mengabur. “Pamit? Ke mana?” Keenan tak segera menjawab. Ia mengeluarkan amplop berisi surat dari Pak Wayan dan menyerahkannya pada ibunya. Suara Lena bergetar saat ia mengucap.. “Tolong baca ini.” 196 . “Saya akan tinggal dengan Pak Wayan. Menyadari betapa bocah kecilnya telah tumbuh besar menjadi seorang laki-laki dewasa yang memiliki jalan hidup sendiri.. Ia seketika tahu arti pertemuan ini. “Saya ada satu permintaan lagi. Ma . “Saya ingin ketemu Mama hari ini bukan karena saya kepingin pulang ke rumah. Di luarnya saja dia keras. Mata Keenan mulai panas. kali ini. atau siapa pun. Napas panjangnya menghela ketika ia sampai pada akhir surat.” Lena langsung tersentak. Tapi . Papa kamu pasti melunak.

Lena merasa dadanya sesak. Mengecup kening ibunya. Dari nol lagi. “Saya benar-benar ingin memulai halaman baru. Dan saya nggak mungkin kembali ke penjara yang sama. Setiap bulir detik bergulir penuh arti. Hanya hening dan air mata yang jatuh sesekali dari mata keduanya. Berat. Ini jalan hidup saya. Perlahan.” Lama Lena tercenung. 197 . Keenan bangkit berdiri. Ma. dan mendekapnya erat. sampai akhirnya kepalanya mengangguk.

ini adalah salah satu keputusan terbesar yang pernah dibuatnya selama hidup. Keenan menyadari. tampak Pak Wayan dan keponakannya. sesuatu yang besar akan menantinya di Ubud. Dari jendela bus. Keenan langsung mengenali dua sosok yang sama-sama tinggi besar itu hilir mudik memakai setelan lengkap: sarung. menunggu di terminal. Dalam hati ia pun merasa. matanya tetap membeliak terjaga. November 2000 . Agung.. 198 . Serta-merta terbit tawa cerah di wajah Pak Wayan.. Selama dua puluh jam. Seperti habis baru selesai upacara. Dua puluh jam Keenan terduduk dalam bus yang mengantarkannya dari Bandung hingga terminal Ubung. Sesuatu dalam perjalanan ini membuatnya gelisah sekaligus bersemangat. MENANGKAP BINTANG Ubud. “Poyan! Agung!” Keenan melambaikan tangan begitu menginjakkan kaki ke tanah. dan udeng.23. sementara Agung dengan gesit langsung berlari menghampiri Keenan dan membantu membawakan tasnya. kemeja.

apalagi kalau dalam waktu dekat. Terdapat pula sekurang-kurangnya tiga studio kerja besar yang menampung segala macam aktivitas dan barang-barang seni yang digarap oleh keluarga seniman itu. Keenan harus terenyak haru ketika melihat keluarga Pak Wayan berkumpul di teras saat mobil mereka tiba di halaman depan kompleks itu.” Hati Keenan berdesir mendengarnya. Lagi-lagi. keluarga. Di lahan hektaran itulah tinggal keluarga besar Pak Wayan dalam beberapa rumah terpisah. Di balik gerbang kayu itu langsung terlihat puncak pura yang mencuat hingga tampak dari jalan.” Pak Wayan terkekeh.“Agung. Keenan ikut terkekeh.” Pak Wayan tergelak seraya merangkul Keenan erat-erat.. rupanya ada yang harus cepat-cepat kita kasih makan sebelum dia dilirik sama anjing-anjing seluruh Bali karena disangka tulang berjalan. “Saya senang sekali kamu pulang ke sini. Pak Wayan tidak melebih-lebihkan ketika mengatakan bahwa seluruh keluarganya telah menunggu. “Setuju. Haru. dan . Ia tak bisa membendung senyum yang menyungging otomatis di mulutnya. Ia pun tersadar betapa ia merindukan konsep itu: pulang. Rumahnya yang baru.. Keluarga di Ubud sudah menunggu. Napas Keenan sontak tertahan melihat gerbang kayu itu lagi. Poyan. 199 . Saya nggak nolak dikasih makan. Mobil itu tiba di sebuah gerbang kayu tinggi yang diapit pohon-pohon rindang dan semak-semak tanaman rambat yang tumbuh besar dan rapat.

kok. “Di jalan saya nggak bisa tidur. “Wah! Kamu harus cepat istirahat kalau gitu.” Alis Keenan sedikit berkerut.” Keenan menjawab dengan anggukan semangat. “Mata kamu kelihatan capek sekali.” jawab Keenan dengan tawa lebar. “Tolong kamu antar Keenan dulu. 200 . tertutup 25 Beli: Panggilan untuk laki-laki (saudara/umum).” sahut Keenan. Saya belum tidur dari kemarin. Nan. “Kamar kamu yang dulu sudah dibersihkan. ayah Banyu.” celetuk Pak Nyoman. Nama itu asing. saya bawakan oleh-oleh sedikit dari Bandung. “Tidur dulu saja. lalu yang lainnya. adik Pak Wayan yang juga sama-sama pelukis. jangan lupa nanti siapkan minum. Terima kasih banyak. salah satu keponakan Pak Wayan yang akrab dengan Keenan. Dan sesosok asing yang sedari tadi berdiri malu di pojok. Sekarang ditambah lemari pakaian. Bu. Bu. Bu. Pak. hingga lelah tubuhnya pun akhirnya terasa. Buat semua yang di sini.” sambar Ibu Ayu. Rencananya begitu. Wajah-wajah yang tak asing. Begitu kakinya kembali ke rumah ini. “Ini. “Iya. ya?” ujar Ibu Ayu berseri. Nanti malam baru dibangunkan untuk makan sama-sama. ya?” “Boleh. “Luhde!” panggil Ibu Ayu.” Keenan pun menyerahkan sekantong besar aneka makanan yang ia sempatkan beli di toko oleh-oleh sebelum menaiki bus kemarin.“Beli25! Apa kabar?” Banyu. Disusul Pak Putu. seluruh sistemnya seolah melepas beban dan ketegangan yang menumpanginya sejak berangkat. karena katanya Keenan sudah mau tinggal terus di sini. Tapi rasanya masih oke. Ia sama sekali tidak keberatan dengan ide itu. langsung menyongsong dan merangkul Keenan dengan hangat. adik ipar Pak Wayan sekaligus ibu kandung dari Agung.

dan sikap malu-malunya membuat ia tampak makin ringkih. “Panggilnya ‘Keenan’ saja. Nanti malam kita bicara-bicara lagi.” ucap Luhde sambil cepat-cepat berjalan. Kamu tidak perlu ke mana-mana lagi. Menatap Keenan sambil setengah menunduk. Santai saja. Luhde seperti remaja perempuan pada umumnya. Memastikan bahwa ia tidak sedang bermimpi. Beli.” ujar Pak Wayan sambil menepuk bahu Keenan. menyeruak keluar.” jelas Pak Wayan. 201 .” sahut Keenan. Sudah terlalu lelah ia bermimpi. Ingat?” Keenan mengangguk. Waktu kamu liburan terakhir kali kemari. ini Luhde Laksmi. kenalkan. Entah apa. Tubuhnya mungil. Ia ingat Pak Made. Pak Made Suwitna. Luhde mengangguk. Yang mencuat adalah rambut panjangnya yang dibiarkan terurai melewati bahu hingga menyerupai selendang hitam yang menggantung hingga pinggul. meski tampak ringkih dan pemalu. “Keenan. Keenan tertegun. “Istirahat dulu. tapi terdengar jelas suara itu begitu bening seperti embun. Padahal dia banyak tahu. “Luhde juga akan tinggal di sini. Ada sesuatu yang tak asing dari sosok yang baru pertama kali ia temui itu. Meski ia berkata dengan volume pelan. kedua mata besar itu berbinar penuh rasa ingin tahu. “Lagaknya saja pemalu. Dia dititipkan oleh bapaknya. Nan. sepupu Pak Wayan yang juga koreografer tari Bali yang sangat terkenal. Saya antar.” sambung Pak Wayan lagi sambil terkekeh. Sejenak ia mengamati Luhde. Muka Luhde langsung memerah. Sekilas. Keponakan saya dari keluarga di Kintamani. Dengan sungkan. Keenan menatap wajah-wajah itu sekali lagi. “Mari. Namun. yang datang berkunjung waktu tahun baru.orang-orang.

Noni terpaku sejenak.Bandung. seakan-akan beban dunia ada di pundaknya. Masih ada beberapa kelompok teman yang sering jalan bareng dengan mereka. Kugy sahabatku. “Habis mau gimana? Apa kamu nggak lihat kayak apa dia sekarang? Negurnya aja males. “Memangnya enak kayak begini? Padahal kalian satu kos. Eko memandangi Noni yang sedang membereskan isi lemari pakaiannya. muram.” jawab Eko setengah melengos. terus putus sama Ojos.” celetuk Noni lagi. dia jadi berubah banget. Ko. “Males nggak lu kalo dia tampangnya kayak gitu tiap hari. Kamu pacarku.” Dagu Noni menunjuk ke arah jendela. November 2000 . Mukanya yang lucu kini mengeras sehingga kelihatan judes. Ia dan Noni lebih banyak menghabiskan waktu berdua. “Mau sampai kapan sih kalian diem-dieman begini?” Tiba-tiba Eko berceletuk.” Noni mengangkat bahu. Ya. Aku juga nggak ngerti.” 202 . Tapi dengan cepat. “Udah deh. Aku kan jadi serba salah mau menempatkan diri. Udah pasti kita nggak akan bisa balik lagi kayak dulu. Dan dia kayaknya nggak mau terbuka sama aku. Ia lebih mirip rumah angker.. “Maksud kamu—aku dan Kugy?” “Iya. Pendiam. Kugy tuh udah berubah banget. udah. dilihatnya Kugy baru saja pulang. Belakangan ini kegiatan mereka sudah banyak bergeser. Aku sih merasa percuma. Eko menengok sedikit ke luar. tapi kalian nggak saling ngomong.. tapi rasanya tidak pernah lagi sama. Matanya cekung seperti orang kelelahan.” “Kenapa ya dia?” “Sejak ngajar di Alit. ia kembali meneruskan kegiatannya melipat baju.

saking merasa bersalahnya Kugy sama kamu. Dari dulu kamu memang selalu ngebelain dia. Di mata kamu. Lalu. dan menutup diri. Dia jadi kaku. ia pun bergumam. hubungannya apa dengan aku?” “Pernah nggak kamu kepikir. “Kamu nggak kehilangan.. saking merasa salah sama kamu. kek. Tapi itu refleks yang nggak bisa dia lawan. diam. dia yang coba ngedeketin aku. “Non .. minta maaf karena nggak datang ke acaraku. “kamu tahu nggak.” Dan usai berkata demikian.. saking ketakutannya kijang itu sama singa.. apa gerangan yang ia lakukan hingga Noni jadi korslet begitu. Bukan sebaliknya!” Eko terdiam. Ko.” ucapnya pelan setelah sekian lama hening.Eko menatap Noni lurus-lurus. Kugy memang nggak pernah salah.” Noni balik menatap Eko.... Tajam. ngajak aku ngobrol pelan-pelan..” Noni gantian terdiam lama. ngajak ngobrol pelan-pelan..” “Kamu nggak nyambung!” “Maksudku. Nggak usah sok nganalisis kayak psikolog.. “Please deh. Dia malah nggak bisa gerak sama sekali.. Meninggalkan Eko yang terbengong-bengong sendiri. Dibiarkannya Noni kembali sibuk dengan mulutnya yang memberengut. Bertanya-tanya. dia jadi kayak kijang itu. “Harusnya. 203 . Dia malah nggak bisa ngapa-ngapain. bisa beku kayak patung kalau ketemu singa . dia malah kehilangan kemampuannya untuk lari. Dia jadi takut ngedeketin kamu. sambil melipat bajunya yang terakhir. Noni bergegas pergi meninggalkan kamarnya. kek . bukan karena dia yang kepingin. kijang yang larinya cepat kayak kilat. apa? Kenapa sih kamu nggak coba ngedeketin dia.” “Terus .

Tuan Putri.. terdengar sesuatu bergesek dengan lantai kayu. Barangkali Pak Wayan cuma membutuhkan kehadiran mereka. Ini adalah minggu ketiga ia tinggal di Lodtunduh.. hanya dibiarkan saja berkeliaran bebas sampai tua. Di hadapannya sudah ada kanvas polos. Kok bisa parkir di situ? Kapan munculnya?” Keenan menyapa sambil tertawa. November 2000 . dijual telurnya tidak. Dan bukan untuk itu ia seharusnya di sini. “Hai. Disembelih tidak. Sekalipun setiap hari ia berusaha membantu pekerjaan rumah apa pun sebisanya. “Sudah—dari tadi. berkarya. suara mereka. Keenan otomatis menoleh ke belakang. ia hanya menumpang tidur dan makan.. gerak-gerik mereka untuk menghidupkan suasana. Seharusnya ia . Keenan merasa gerombolan ayam itu bahkan lebih berguna dari dirinya. Keenan diam mematung. Keenan mulai merasa tak ada bedanya dengan gerombolan ayam kampung yang dipelihara Pak Wayan di halaman belakang. Kebaikan dan ketulusan Pak Wayan beserta seluruh keluarganya justru membuat ia semakin tidak enak hati.” 26 Balai. Luhde pun sama kagetnya. Namun. “Saya mau lihat Keenan melukis. Selama tiga minggu. Di bawah naungan bale26.. tetap ia tidak merasa berguna. Tiba-tiba. Tampangnya langsung pucat seperti maling tertangkap basah. Terkadang.Ubud. Kaget melihat Luhde sudah duduk bersimpuh di tangga bale. Keenan mulai merasa lelah dan frustrasi dengan semua ini. Tiap pagi ia menyiapkan perangkat yang sama di tempat yang sama. di sampingnya berserakan semua peralatan melukis.” jawab Luhde terbata. dari belakang punggungnya. belum ada secercah pun dorongan di hatinya. 204 .

inspirasinya adalah sesajen. mereka bisa mencapai tingkat penjiwaan paling tinggi.” Kembali Keenan terpana mendengar kata-kata Luhde.” dengan suaranya yang lembut dan lirih Luhde berkata. tapi sekalinya ngomong kok pintar banget. Mungkin hal seperti itu yang perlu Keenan cari. Kalau mereka mau bertekun sekaligus berserah. pasti tangannya langsung lancar. Jodoh? “Setiap pelukis pasti memiliki ‘jodoh’-nya masing-masing. Luhde berceloteh. “Seperti Poman. mereka akan melukis berdasarkan sumber yang sama. “Kalau Keenan sudah dapat ‘jodoh’-nya. Sama sekali tidak menyangka ucapan sedemikian bijak dan bernas akan meluncur dari mulut gadis tujuh belas tahun di hadapannya. Kadang-kadang kanvas kosong juga bersuara. Perhatikan saja semua lukisannya. pendiam. “Kalau pelukis-pelukis di sini biasanya punya satu sumber inspirasi. “Pelukis yang baik bisa mengungkapkan semuanya. tapi sumber inspirasinya sebenarnya adalah corak kain Bali. termasuk kekosongan sekalipun. bukan melukis. Iya. apa? Karena dari tadi berarti kamu cuma melihat saya melamun. kan?” dengan asyik.. Tanpa kekosongan.Keenan tergelak lagi. Tapi justru dengan begitu. 205 . pasti mereka akan menemukannya. sih.” Luhde pun beringsut. inspirasinya adalah upacara adat. Keenan jangan cepat putus asa. “Kamu nggak sayang waktu.. duduk di sebelah Keenan. Beli Banyu. Sejenak. Dan lukisannya dari ke hari akan semakin bagus. Keenan tertegun.” Keenan melongo. siapa pun tidak akan bisa memulai sesuatu.” lanjut Luhde lagi. “Kamu tuh . Jadi.” Luhde tersenyum. Sepanjang hayatnya melukis. akhirnya semua lukisannya adalah gambar sesajen. sekalipun lukisannya abstrak. Kalau Poyan.

” katanya seraya menyentuhkan jemarinya di kanvas. Luhde tak langsung merespons. Sampai senja. meninggalkan Keenan sendirian lagi di bale... Keenan tak beranjak dari sana. Dan dari sekian banyak bintang. Tapi kita tahu..” susah payah Keenan berkata..” ucap Luhde sambil menundukkan kepala dan menangkupkan tangannya di depan dada. Langit ini cuma tertutup awan.. Berbaring telentang menghadap langit.. mencari sesuatu di sana.. hari ini Luhde muncul seperti malaikat penolong yang mengetuk pintu pertahanannya.. langit tidak pernah kosong. dan mencoba melihat jauh ke balik awan. Ada banyak bintang. “sepertinya langit ini kosong. Ia mendekati kanvas kosong di hadapan Keenan.. akan ada satu yang berjodoh dengan kita. Sesuatu menyesak di dadanya. “Ini . “Saya akan berdoa supaya Keenan cepat menemukan bintangnya.. ia beringsut menuju tangga. saya benar-benar nggak tahu harus mulai dari mana . “Luhde .. bahkan nggak yakin saya bisa melukis lagi . 206 . Keenan harus percaya itu. saya . Tak lama. Dan mendadak. Keenan akan menemukan banyak sekali bintang... Bahkan tidak terhingga banyaknya.. anggaplah ini langit . Sudah lama ia ingin bicara dengan seseorang tentang kesulitan dan tekanan yang ia alami.Kali ini Keenan tidak tahan lagi. Kalau Keenan bisa menyibak awan-awan itu.

207 .. Kugy pun merasa sudah berada di puncak ketidaknyamanan tinggal di tempat kosnya. selain kampus dan Sakola Alit. Desember 2000 . PEMBELI PERTAMA Bandung.. Kugy berjalan cepat meninggalkan tempat kos yang sepi ditinggal para penghuninya untuk berlibur. Pagi-pagi. Ia terlalu lelah untuk itu. Ia benarbenar tidak buang waktu. Sebagian besar impiannya. Tidak mungkin selamanya ia berlagak seolah-olah Noni tidak tampak. Tidak ada lagi liburan di agendanya. Hubungannya dengan Noni tidak mengalami perbaikan.24. Ia kembali mengambil mata kuliah sebanyak-banyaknya di semester pendek. masa-masa bahagia persahabatannya sudah tidak ada lagi. Kini fokusnya hanya satu: cepat lulus. sambil menyandang ransel besar yang gemuk terisi buku. Diam-diam. Sahabat yang dikenalnya sejak kecil sekarang telah menjadi orang asing. Hampir tidak ada lagi yang menahannya di Bandung. dengan jarak hanya satu kamar dengan Noni yang sudah tak pernah bicara dengannya.

. Kugy bahkan merasa surat-surat itulah yang membuat dirinya mampu bertahan waras dan kuat. Desember 2000 . semua nelayan yang sedang mencari arah akan diberi petunjuk oleh bintang di langit. Jari dan kuas itu tak pernah berhenti menari-nari. Semoga dia menemukan bintangnya dan kembali menemukan jalannya pulang. Ia bercerita soal keluh-kesahnya. Satu perahu kertas terlipat di dalam kantongnya. Kugy kembali bisa bernapas lega. menorehkan garis dan warna. di bale yang sama. Tak jadi masalah. dan hanya belajar. Termasuk kerinduannya pada Keenan. kanvas demi kanvas mulai terisi. Ubud. dan kerinduannya pada semua yang dulu begitu indah. dan setiap harinya Keenan bertemu dengan langit bersih yang siap dilukisi. 208 . maka hanya akan terbaca satu paragraf pendek: Neptunus.Kugy mulai mencari tempat kos baru yang akan segera ia tempati begitu semester baru dimulai. belajar. Kugy pun nyaris berhenti menulis. Setiap pagi. Awan-awan itu akhirnya berhasil tersibak. Cerita hatinya pada Neptunus yang entah ada entah tidak. Tak peduli lagi dengan ambisinya menjadi penulis dongeng. Setiap kali melihat perahu kertasnya bergerak terbawa arus kali. Hatinya kembali lapang. Satu-satunya kegiatan menulis yang tersisa hanyalah perahu-perahu kertas yang diapungkannya di kali. Akan ia apungkan di kali nanti sebelum pergi ke kampus.. keresahan batinnya. Daya khayalnya tergantikan oleh rangkaian pikiran logis yang bekerja mekanis bagai robot untuk belajar. Andai perahu itu dibuka.

bangun! Di galeri ada tamu yang mau ketemu kamu. Luhde diam mengamati bale itu. Lukanya juga mulai sembuh.. termasuk Ubud. seolah mengetahui arah pikiran Luhde. Dulu... bangun!” Dengan berat. Sebuah buku tulis lecek penuh tulisan tangan.. Bali mulai dipenuhi oleh turis. Perjalanan dari rumah Pak Wayan ke galeri hanya tiga menit. Ia mulai merasa harus sejenak mengambil ‘‘cuti’’ singkat dari aktivitas kreatifnya yang sangat menggebu-gebu selama sebulan terakhir. Kisah-kisah petualangan Jenderal Pilik dan Pasukan Alit. “Keenan .. sore itu. Keenan membuka matanya. Dia mulai kembali seperti Keenan yang dulu. Keenan bahkan belum sempat mengumpulkan nyawa209 . Badannya tiba-tiba diguncang oleh Luhde. dan tampak Banyu sudah siap dengan sepeda motor untuk mengantarkannya ke galeri.” komentar Pak Wayan. ia lebih sering tertidur di bale ketimbang melukis. “Dia luar biasa berbakat.Satu benda yang sama selalu menemaninya. “Saya nanti nyusul!” teriak Luhde berbarengan dengan suara deruan motor Banyu yang segera melesat menuju galeri dengan Keenan terbonceng di belakang.” bisiknya pada Pak Wayan.” Akhir Desember tiba.. Ayo . Hawa liburan pun ikut merasuk pada Keenan. tidur siangnya terganggu. Tanpa bisa mengurai apa gerangan yang terjadi.. ya. tangan mungil Kugy yang menari-nari di tiap lembarnya. Luhde tersenyum menatap pamannya. Dari teras rumah utama. Namun. “Poyan . Belakangan. tangannya sudah ditarik oleh Luhde. Wajahnya berseriseri.. “Keenan sudah menemukan bintangnya.

Saya yang beri tahu kalau kamu sudah kembali tinggal di sini. Necis meski hanya memakai kaus polos dan jins.” puji pria itu. Luar biasa. “Nah. “Jujur.” Pak Wayan malah menertawainya keras-keras. Masih sambil agak terhuyung.. Ada seorang laki-laki muda yang berdiri di sampingnya.. Wajah itu bersih dan tampan. saya nggak bisa memilih. Untuk pertama kalinya ia melihat ada orang yang menyukai lukisannya dengan tulus. Tubuhnya tegap dan terawat. sebenarnya semua lukisan ini rangkaian cerita.” Tergopoh-gopoh. ikut senyum-senyum. kemungkinan besar Jakarta. menemui Pak Wayan. menyapu lukisan-lukisan Keenan yang terpajang mengitari tempat mereka berdiri. Tema lukisan yang saya buat 210 . “saya terkagum-kagum sejak tadi. yang membeli lukisanmu pertama kali.” sahut Keenan sambil tersenyum lebar. Keenan langsung memperkenalkan diri. Pria itu menebar pandangannya. Baru bangun tidur! Ha-ha-ha . Poyan?” tanyanya sembari menggosok-gosok mata.” “Terima kasih. “Lukisan kamu makin matang sekarang. ya?” Keenan mengangguk-anggukkan kepala bersemangat. Saya terinspirasi oleh seri petualangan anak-anak karya sahabat saya. tak mampu menyembunyikan rasa senang dan bangga yang seketika menyeruak di hatinya. Dari pengamatan sekian detik. Kalau boleh saya tanya. Tokoh-tokohnya sama. cuma petualangannya saja yang beda-beda. Keenan bisa menyimpulkan ia pasti datang dari kota besar di luar Bali.. “Betul sekali. “Lukisan mana yang kira-kira Mas suka?” tanyanya sopan. “Keenan. ini dia pelukisnya. “Ada tamu siapa.nya. Datang jauh-jauh dari Jakarta untuk menanyakan karyamu yang baru. dia memasuki galeri. ini penggemar fanatik lukisanmu.

jadinya. lukisan yang bagus adalah lukisan yang bisa membuat orang merenung.” “Kalau beli banyak. tapi tidak terasa seperti ilustrasi. Rasanya tetap seperti monumen tersendiri. saya kepingin beli semuanya. tulus. nanti dapat diskon menarik. saya harus mengambil dua lukisan saja hari ini. sambil berjalan ke arah lukisan yang ia pilih. Itu pengalaman apresasi yang luar biasa. Tidak umum. Kamu perlu tahu. Saya sudah hobi koleksi lukisan sejak lama. lukisan kamu punya roh yang kuat. “tapi. dan bukan pelengkap sesuatu. Tidak tahu harus bagaimana menanggapi itu semua. Tapi pastinya saya akan mengoleksi lebih banyak lukisan kamu. Orisinal. dan ini yang paling penting. menurut saya. “saya jadi nggak bisa milih. ilustratif. gaya melukis kamu itu fresh.disesuaikan dengan ceritanya. Matanya melirik ke arah Pak Wayan.” “Itu dia masalahnya. “Dengan sangat terpaksa. dan tanpa pretensi. Hanya saja dalam bentuk lukisan. “Pertama. meratap minta tolong. “berapa harganya?” Keenan menelan ludah lagi. Rapi. malah bisa mengundang orang untuk masuk ke dunia kamu. kalau boleh tanya balik.” sambung pria itu lagi. Kalau bisa. tema lukisan kamu unik.” Keenan menelan ludah. Dan bagi saya. Kedua. Seolah mengantisipasi pertanyaan yang sudah lama ia siapkan jawabannya. Jadi saya punya koleksi lengkap. jarang sekali ada lukisan yang punya ketiga unsur tadi sekaligus.” canda Keenan sambil terkekeh.” pria itu tertawa ringan. 211 . Tapi lukisan kamu bukan cuma membuat orang merenung. Mas. Ketiga. sebetulnya apa sih yang membuat Mas tertarik dengan lukisan saya?” Pria itu mengambil ancang-ancang bicara. Lebih mirip ilustrasi.

” Pak Wayan tertawa kecil. Kalau Poyan nggak keberatan. “Nggak. Ganteng. panik. sini kamu. cinta seni lagi!” celetuk Pak Wayan sambil terbahak.. Keenan geleng-geleng kepala.” Dengan cepat. Kamu pelukis baru. sukses. ya?” goda Keenan. Tampak Luhde keluar pelan-pelan sambil tersenyum malu. masih muda . cari yang seperti itu. kok.. atau melakukan apa. Tapi tidak sekarang. nggak ada itu...” Tiba-tiba Keenan mengambil tangan Pak Wayan. “Tidak terlalu susah kan menentukan harga karya sendiri? Butuh pembiasaan.” Pak Wayan memanggil keponakannya yang sedari tadi hanya berdiri mengamati dari balik partisi. dan kamu sudah seperti anak saya sendiri. tapi makin lama nanti kamu makin pintar. Oke?” ujarnya tegas. benar itu si Keenan. Pak Wayan menggeleng. “Eh. saya ingin membagi setengah dari penjualan ini dengan galeri.. Kok malah ngintip dari situ. “Ng . Saya bisa cari rezeki dari karya saya sendiri. Kalau memang saya benar-benar butuh bantuanmu. Kantongnya sakit asma. “Luhde.Selembar cek bertuliskan 10 juta tergeletak di atas meja. napasnya satu-satu!” 212 .. Berjalan menghampiri mereka. menggenggamnya sambil menundukkan kepala. Jangan pikirkan dulu soal keuntungan galeri. Nanti kalau kamu cari jodoh. saya akan bilang. terima kasih sekali buat semuanya. Saya nggak tahu harus bilang apa. Ini pertama kalinya saya lihat langsung ada orang yang beli lukisan saya. “Jangan mau sama yang kayak kita-kita ini. “Kenapa ngintip? Naksir sama tamu tadi. Kamu butuh uang itu untuk bekalmu. Poyan. “Poyan . “Saya masih nggak percaya. Keenan merasa tak punya pilihan selain mengangguk. nggak!” bantah Luhde.

. Namun. ia sama sekali tidak sepakat dengan pamannya. Sebagian besar keluarganya tengah berkumpul di depan teve.Wajah Luhde kian merah jambu. Keenan melirik jam di layar ponselnya.. Kecil? Mendadak Keenan gelisah.. Disconnecting. Suara di belakangnya makin ingarbingar. Lima menit sebelum pergantian tahun. jempolnya memencet tombol merah. Jakarta. ia memencet tombol hijau bergambar simbol telepon .. malam tahun baru 2001 . Akibat desakan semua orang. Dalam hatinya..? Tidak. ia tertegun sendiri.. connecting. ada desakan kuat untuk . Dan begitu nama itu muncul di layar. Sebagian yang beracara sedang asyik bermalam tahun baru di berbagai tempat. berlomba dengan suara ombak yang terdengar dari depan. Tidak banyak data nomor telepon yang tersimpan di ponselnya. Bisakah ia berbicara? Sanggupkah ia . mencari satu nama itu. Ia tidak yakin apakah nomor itu masih berlaku. Keenan akhirnya setuju membeli ponsel. Sambil duduk di tepi pantai Jimbaran. Keenan mengamati lekat satu kata itu berkedip dan berpendar di layarnya. Hanya keluarga di Bali dan beberapa nama yang ia pindahkan dari buku alamatnya yang lama. entah mengapa... Jempolnya bergerak. malam tahun baru 2001 .. Batinnya menyapa spontan: Apa kabar kamu.. ia menimang-nimang benda kecil yang masih terasa asing di tangannya. Keenan memejamkan mata. Kugy termasuk yang berkumpul di 213 . Ubud.

“Adri. Namun. bener. Nomor yang tak ia kenal. Tiba-tiba Kugy terduduk tegak. Rasanya ada sesuatu di sana.depan teve. ia memang malas keluar.” katanya sambil menguap. ayo berdiri bentar.” Kugy mendorong tubuh kakaknya. Itu suara dari teve. “HP aku bunyi. Kugy pun mengirim pesan: Ini siapa? Satu jam berlalu. “Kev. Kamu 214 . kamu belum mau tidur? Sudah jam dua pagi. Pesan itu tidak dibalas. “Aduh. tauk!” omel Kevin. ya?” “Bukan. Gy! Apaan sih. “HP aku di mana. mendapatkan suaminya masih terduduk di depan teve yang menyala.” komentar Kevin pendek. matanya tak lepas mengamati deretan angka itu. sih?” Kugy mulai membongkari bantalbantal sofa. lho. kan? Huuuh! So much for sensitivity! Diet aja dulu biar pantatnya kecilan!” Kugy langsung mengecek ponselnya yang ditemukan persis di bawah Kevin. Tapi Kugy tidak menyerah. Lena membuka pintu kamarnya. Pria itu mendongak sejenak. Kening Kugy berkerut. nih! Nyodok-nyodok nggak jelas! Ganggu. “Sebentar lagi. “kayaknya didudukin sama kamu. Ia terus mendorong tubuh Kevin dan mencari-cari di sela-sela sofa. “Nih.” cetus Kevin asal. makan cemilan.” “Nggak mungkin! Pantatku sensitif. Rasanya tidak ada yang lebih menyenangkan selain selonjoran kaki di sofa. sambil mengomentari apa pun yang muncul di layar kaca lalu tertawa-tawa sendiri. Selain karena tidak ada undangan apa-apa untuknya. mendapatkan istrinya sudah berkimono dengan muka mengantuk. Pasti kerasa kalo ada yang ganjal.

seperti yang ia lakukan sedari berjamjam yang lalu. pertanyaan. Tidak yakin dengan arti ‘‘bagus’’ yang dimaksud oleh suaminya. Nanti saya nyusul kalau sudah selesai. oke?” jawabnya lugas. Keenan.. di mana kamu sekarang. Di dalam kepalanya ada program yang berjalan sendiri.duluan saja tidur. Hingga pada satu titik rasanya tidak lagi tertahankan. Lena mengintip layar teve sekilas. Dan sebutir air mata pun bergulir di pipinya. Nak? Bertahun baru di mana? Apakah kamu kesepian? Kelaparan? Kedinginan? Dan ia hanya bisa menyapa dan menanyakan itu semua dalam hati. 215 . Adri berusaha menahan. Kenangan.. Dalam kesunyian. Dalam ketiadaan. Setengah mati. Sepeninggal istrinya. Tapi ia memilih untuk tidak mempermasalahkan dan kembali ke kamar. Acara tevenya bagus. Adri kembali menatap teve dengan pandangan kosong. Keenan . lamunan tentang satu orang.

. ia mulai menikmati kesendirian ini. Pas dengan programnya yang ingin secepat-cepatnya lulus. “Spada! Yu-huu! Kulonuwun!” Terdengar teriakan manusia yang mengganggu gendang telinga. Jadi kepingin nengok. Dan. HADIAH DARI HATI Bandung. Jarak tempat kosnya kini lebih dekat ke kampus. Mother Alien!” “EKO?” Kugy tercengang seperti betulan melihat alien. Belum genap seminggu kepindahannya ke tempat kos baru. “gua tadi tiba-tiba inget lu. Eko? Benar saja.25. Sepi ini. Setiap sore. Kugy mencicil beres-beres sendirian. “Hai. Januari 2001 . “Kok—tahu gua di sini?” “Tanya sama anak-anaklah. sehingga Kugy makin leluasa untuk bolak-balik. Kangen gua.” jawab Eko ringan. Kugy segera meletakkan buku-bukunya dan bergegas menuju pintu.. Belum semua barang-barangnya tertata dengan rapi. Begitu pintu dibuka. tampaklah Eko dengan cengiran lebarnya yang khas.” 216 . entah mengapa. Kugy masih menyesuaikan diri dengan lingkungan dan suasana yang berbeda.

“Selamat datang di jebakan Batman!” Tak lama kemudian.” sahutnya sungguh-sungguh.” dumelnya. “Tapi. “Gua seneng dan lega lu akhirnya pindah kos. “Nggak. Gy?” Eko menatapnya lurus-lurus. “Ada yang perlu gua bantu. kan?” “Bantuin beresin buku sambil bayarin gua makan nanti malam. gila!” Dengan gerakan cepat Eko merangkulkan tangannya ke leher Kugy dan mengacak-acak rambutnya. yuk. Ko?” Tiba-tiba Kugy bertanya.” jelas Kugy lirih. Gua bisa temenan sama lu. Karena setidaknya gua punya jarak yang lumayan netral untuk bisa dekat sama lu lagi. “Gua juga kangen sama elu. gua kehilangan banget sama kalian berdua. “Noni tahu lu ke sini.” jawab Eko. keduanya sudah berjongkok sambil membereskan sisa barang Kugy yang masih berserakan di lantai.. menimbang-nimbang apakah akan meneruskan kalimatnya atau tidak. Tapi nanti gua bilang ke dia. ngunjungin lu sekali-se217 .” Kugy menghentikan kegiatannya sejenak. jujur. dan mau nggak mau harus mempertimbangkan perasaan dia. “Yes?” tanya Eko lagi. dibarengi senyum cerah yang langsung mengembang. “Monyet. Walaupun gua sebetulnya pingin banget bisa ngobrol dan dekat sama lu kayak dulu.” Eko langsung memonyongkan mulut. Mmm . nggak.Kugy menghela napas. Mereka berdua tertawa-tawa. “kenapa?” “Nggak pa-pa. tapi yah.” “You know what. gua ngerti posisi lu yang serba sulit. “Sini lu.. “Selama ini gua ngira. “yang begini nih yang bikin orang nyesel. karena lu pacarnya Noni.. Gy? Lu pasti masih beres-beres.” Kugy terbahak keras. lu ikut ngejauhin gua.

tanpa gua harus keseret-seret konflik lu sama Noni. Lapar. tapi . Noni pacar gua.. Apa pun yang terjadi di antara kalian berdua. Gua nggak tahu sampai berapa lama. “Eh. “Makasih. “Sialan . disuruh traktir lu makan. Gua juga kehilangan banget sama lu. senyumannya sirna. nggak?” “Lu nggak bawa Fuad?” 218 . lagi! Keparaaat!” Tawa mereka berdua pecah seketika. Ko .. monyong! Udah gua bantuin lu beres-beres. Gua percaya kalian akan punya jalan sendiri untuk menyelesaikan masalah kalian.. “Yup. gua nggak pernah bisa membayangkan jadi melankolis di depan lu..” ucapnya setengah berbisik.. Yang penting buat gua sekarang.” Kugy tergelak-gelak di lantai. dan mimpi buruk gua sudah akan dimulai sebentar lagi. yuk!” Eko bangkit berdiri. “Sekarang ini Noni masih berproses menyembuhkan sakit hatinya. dan apa yang barusan lu bilang. “Lho. “seumur hidup. Kehilangan kata-kata. “Lu aja sama keluarga melankolis lu yang beresin. ada recehan buat angkot. Namun. dalam hitungan detik.” Eko tersenyum kecil.kali.. nggak akan mengubah arti lu dan Noni buat gua. kamar gua kan belum beres?” protes Kugy. kedatangan lu hari ini. Makan.. nih. gua nggak mau mencampuri urusan kalian berdua.” Eko terkekeh. dan gua temenan sama lu dari kita ABG.” lanjut Eko tegas. Dan walaupun dia pacar gua. “Tahun ini baru jalan sepuluh hari. gua bisa tetap dekat dengan kalian berdua. Ko. Kugy terdiam. adalah hal terindah dalam hidup gua sepanjang tahun ini. tahun ini kan baru jalan sepuluh hari! Terang aja gua jadi yang paling indah. dan lu udah berhasil gua jebak dua kali! Ini pertanda buruk buat hidup lu. dan lu sahabat baik gua. sesuai dengan apa yang selama ini kita semua jalankan.

Ketika lukisan Keenan dipuji-puji orang. Bahkan kemampuannya melebihi seniman-seniman muda setempat yang sering berlatih di studio keluarga Pak Wayan. ternyata bisa memahat dengan halus. taluh kakul. Dengan cepat.. layaknya anggota keluarga yang lain. gua minta tolong lu buat dorongin dikit. gua mulai merasa gua yang sial?” Ubud.. Kini. “Kok. Namun. Jika tak sibuk melukis. Sepanjang hari kegiatannya tak pernah lepas dari berkesenian dan berupacara. dengan fasih Keenan memakai udeng dan sarung Bali ke mana-mana. Pak Wayanlah yang paling bahagia dengan kehadiran anggota keluarga baru ini. Tanpa ragu dan permisi dulu. nanti pas mau pulang. seorang anak yang selalu ia dambakan dan bisa ia banggakan. yang tak hanya berbakat di seni lukis. Sebuah halaman baru resmi terbuka untuknya. ia selalu mengenalkan Keenan dengan berkata: “Niki 219 . Keenan sudah dianggap putranya sendiri. Ia lebih banyak berteman dengan pemuda-pemuda asli. dari semua orang. ia mempelajari ukiran-ukiran dasar Bali seperti patra kuta mesir. Jadi. membaur bersama mereka tanpa merasa risi dan canggung. Februari 2001 . ia tak pernah luput membantu keluarga Pak Wayan. dan pungelan. paling gua titip Fuad dulu di depan. sesekali ikut nonton sabung ayam.“Ada. Keenan. Tapi begitu nyampe di depan kos lu. dari mulai upacara ngagah hingga ngaben. Pak Wayanlah yang merasa paling tersanjung. Keenan menjalani hidup dengan ritme baru. dia langsung mogok gitu. Ya?” Kugy memandang Eko geram.

iya. lalu terbahak-bahak sendiri. Jika tak sedang pergi ke mana-mana.” “Cang bojok . Keenan gantian manggut-manggut. “Oooh . Nanti seperti Keenan dan temannya.. “Artinya apa?” tanya Keenan.29” Dengan patuh dan serius. “Udah deh.. I Wayan Keenan. Saya jelek. “Boleh. Memang. Tawa Luhde menyembur. “Makanya. sih. “Iya.. Melukis.putran titiange ane lanang27. Luhde mulai menasihati. “Cang bojok28 .” “Pintar.” Dengan gayanya yang dewasa.” Ucapan Luhde seperti membekukan udara. dong. Keenan yang terbengong-bengong mendengar nama barunya itu.” Alhasil. 27 28 220 . care bojog. Keenan hanya menghabiskan waktunya di bale. Kan katanya mau jadi penulis terkenal. lalu Keenan buatkan lukisan. nulis aja. 29 Seperti monyet.. ya!” Luhde berdehem. “Coba ikuti saya.” Luhde tersenyum. Keenan mengikuti. Ajarin.” tantang Keenan.. “Keenan harus mulai belajar bahasa Bali.” Keenan terkekeh. atau sekadar mengobrol dengan Luhde yang selalu setia menemaninya..” “. Keenan pun terpaku. kamu tuh nggak pantes jahilin orang. “Artinya: saya jelek seperti monyet!” serunya. Ini anak laki-laki saya yang paling besar..” Tawa Luhde kontan berhenti.” Luhde manggut-manggut sambil menahan senyum. “Cang bojok care bojog. Saya menulis cerita..

siapa sih yang menulis buku itu?” tanyanya sehati-hati mungkin.” “Kenangan itu cuma hantu di sudut pikir. saya tetap bisa melukis kata-kata seindah lukisan.” ucap Luhde cepat. diukir. selamanya dia tetap jadi hantu. Begitu juga dengan Luhde. “Sahabat kamu itu perempuan. boleh nggak saya dikenalkan sama dia?” 221 . kalau boleh tahu. Selama kita cuma diam dan nggak berbuat apa-apa. Tapi. “Maaf. menurut Poyan..” jawab Keenan pendek.” komentar Luhde lagi. “Di keluarga saya. “tapi . Beli Agung pandai melukis. Saya bukan bermaksud lancang. Nggak akan pernah jadi kenyataan.” “Dia sahabat saya waktu kuliah.. Keenan nggak bisa melukis kalau buku itu nggak ada di dekat-dekat Keenan. Kamu punya bakat itu. Jadi. tanpa harus banyak usaha.Luhde yang tidak menyadari perubahan itu. mengukir kata-kata secantik ukiran. semua kakak kandung saya penari hebat.. yang sepertinya pun tidak berencana untuk melontarkan kalimat itu. ya?” “Dulu sih iya. semua orang bisa bikin macammacam. kamu sering mengingatkan saya pada seseorang.” puji Keenan tulus. “Dan . “Soalnya. “Orangnya pasti pintar dan jiwanya halus. ya. saya perhatikan. ya?” “Iya.” “Kalian pasti sangat dekat. terus berceloteh.” “Kapan-kapan. Beli Banyu pandai memahat.” Keenan tersentak dengan ucapan Luhde yang sama sekali tidak ia duga. Saya sendiri sering terpesona dengan kata-kata kamu. bahkan ditarikan.. Cuma saya yang tidak seperti mereka. Keenan tidak menjawab.” “Saya setuju dengan Poyan. sesungguhnya kata-kata juga bisa dilukis. dan membuat kata-kata menari gemulai seperti tarian.

” Masih banyak pertanyaan yang terpendam dalam benak Luhde. Sekeluarnya dari ruang itu. saya nggak bisa janji. “Memangnya ada sesuatu yang aku nggak tahu?” Adri menyalakan mesin mobil. Aku nggak ngerti. “Maksud kamu?” “Tadi dokter bilang.” sahutnya ketus. kok.” Lena geleng-geleng kepala sendiri. yang membuat suaminya diolehi-olehi sederet resep obat dan beraneka petuah ini-itu. Hanya memahami. Karena tanpa perlu berkata-kata. Namun. Mungkin memang tak perlu ia mengetahui.” 222 .Kali ini Keenan mendongak. dari kesehariannya. Lena membaca lagi lembaran hasil laboratorium yang baru saja dianalisis dokter beberapa menit yang lalu. Jakarta. “Ah. dan kamu belum cerita ke aku?” tanya Lena lagi. “Nggak ada apa-apa. pertanyaan yang sudah ia tumpuk dan simpan sejak lama. “Untuk soal yang satu itu. stres apa? Sekarang semua penyakit dibilangnya gara-gara stres. bisa begini.” komentar suaminya sambil melengos.. Mungkin nggak kamu stres tentang sesuatu. sih? Padahal kamu selalu dibawakan makan dari rumah. nada pahit yang terlontar dari kalimat terakhir Keenan tadi membuat ia urung mengungkapkannya. Keenan telah bercerita banyak dari lukisannya. Februari 2001 . dari diamnya. “Kenapa?” “Karena saya nggak yakin akan ketemu dia lagi. bisa jadi karena faktor stres. Kegiatan kamu juga nggak banyak berubah. deh. “Kok. Lebih dari yang Keenan sadari. mengadu matanya langsung dengan Luhde..

Maret 2001 .” Luhde tambah kuat menggelengkan kepala. Satu senyum yang mengubah wajah lucunya menjadi cantik dan . Ardi menyadari sesuatu. bahkan istrinya. Wajahnya sekonyong-konyong cerah.” godanya. setiap sore.” Keenan pun tersenyum. “Lho. Ubud. “Nggak. menggerogotinya dari dalam secara pelan-pelan. Dan ia nyaris menumpahkan termos berisi air panas yang sedang ia pegang. Pelan-pelan. “Saya sudah tahu.. Jadi.. ya?” tembak Keenan langsung. “Oke. oke. Luhde membalik badan. kenapa? Kan biasanya perempuan seusia kamu mulai kepingin dandan. dalam kompartemen pikirannya. Luhde sedang menyeduhkan kopi kayu manis bagi seluruh keluarga. tapi ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri. memegang kedua bahunya. Dan Luhde pun mengutas senyum. “Keenan kok tahu? Diberi tahu siapa?” “Banyu. Kegiatan rutinnya setiap hari. Ia bisa memilih tidak terbuka pada dokter. “Hei. karena tiba-tiba Keenan muncul dari belakang.” ujarnya sambil menangkupkan kedua tangannya di pipi.. minggu depan kamu ulang tahun. Berpikir. Saya nggak mau yang seperti itu. 223 . ya? Udah bukan anak kecil lagi. nggak mau!” Tangannya sekarang sudah menutup muka. nih..Sepanjang perjalanan.. “Kamu mau kado apa? Lipstik? Parfum?” Luhde tersipu. “Mau delapan belas tahun..” katanya pelan. maunya apa? Buku?” Luhde terdiam sejenak. dewasa. Satu hal tidak pernah lepas dari pikirannya. “Nggak . Atau mau dibeliin baju? Nanti kita cari ke Kuta. yuk. Keenan. ia menurunkan kedua tangannya dari pipi.

kamu boleh pilih yang mana aja. Kalau memang tidak mungkin.” Luhde menggeleng lembut. satu karya Keenan yang dibuat dengan sepenuh hati. Dan kedua. Yang satu itu . Dilema yang sebelumnya tak pernah ada. Pertama. 224 . “Semua lukisan saya dibuat dengan sepenuh hati. oleh kecantikan Luhde yang tak pernah ia sadari sebelumnya. Begitu saya melihatnya. Luhde berubah menjadi gadis remaja yang pemalu. Dalam sekejap... Maaf ya kalau saya sering lancang sama Keenan. rasanya tak sanggup ia penuhi. Satu dilema besar menyerang hatinya. indah sekali. Keenan terenyak. juga tidak apaapa. Tidak ada maksud lain. Jernih dan jelas.” Kali ini Keenan kehilangan kemampuan untuk merespons. Keenan menelan ludah.” ucap Luhde.“Saya ingin. Luhde mengangkat baki berisi cangkir-cangkir kopi itu dan berlalu dari sana. oleh kalimat yang meski ia pahami betul maksudnya. Tapi ada satu yang berbeda. “Saya cuma ingin menyimpannya. Dan dia menjadi indah karena Keenan membuatnya dengan cinta yang lebih dalam dari sekadar cinta Keenan pada seni. “Semua lukisan itu dibuat dengan cinta Keenan pada seni. saya sampai menitikkan air mata. Keenan tertegun di tempat. saya juga bersedia melukis untuk kamu. Cepat. Kalau kamu menginginkan salah satu di antaranya. Atau kalau kamu mau dibuatkan khusus.” tuturnya dengan nada sesal.

menikmati jernih dan luasnya angkasa. LEMBARAN BARU Ubud. tapi cuma bisa dinikmati sendiri. Keenan duduk sendirian dengan posisi menengadah. Pahatan itu berbentuk hati yang dipenuhi relief abstrak menyerupai gelombang air di seluruh permukaannya. Ketika membuatnya. Begitu rapi dan detail. seseorang masih berada di luar kamarnya. memikirkan orang yang sama. Di tangannya tergenggam sebuah pahatan kayu sebesar genggaman tangan.. Malam menjelang petang. yang memunculkan serakan bintang tak terhingga banyaknya. saat ia berbaring di atap kamarnya di Bandung.26. Ia tersenyum sendirian mengingatnya. 225 . Sesuatu yang ia buat setahun lebih yang lalu. leher Keenan sampai sakit selama satu minggu.. Menatap langit malam yang jernih. Sesuatu yang tak pernah ia sempat berikan. Maret 2001 . Ia ingin mengenang malam-malam seperti ini. saat semua orang sudah terlelap. Sesuatu yang ia bersihkan hampir setiap hari.

Baru sekali itu Keenan merasakan perihnya perpisahan yang dilakukan sendirian. Keenan memejamkan mata.Diamati dan dirabanya lagi relief itu. sudah saatnya ia melepaskan bayangan itu. Lagu yang selalu mengingatkannya pada orang yang sama.. Pelan. mungkin ini memang bukan untuk kamu. yang seketika melantunkan bebunyian merdu. ia pun tahu. tersembunyilah dua inisial yang kalau diamati dengan saksama baru terbaca: K & K. Ia teringat bebunyian itu. Namun. Keenan mengecup pelan pahatannya. Mendadak. ia telah memelihara sebuah cinta pada kenangan. Lebih dari setahun yang lalu.” Nada terakhirnya menggantung di udara. Di antara motif gelombang air tadi. Menyisakan suara bambu dan suara-suara dalam kepalanya.. 226 . Keenan mulai bersenandung: “And my bitter pill to swallow is the silence that I keep/ That poisons me. ia masih belum ingin beranjak. Menggoyangkan kentungan-kentungan bambu yang tergantung di tepi atap. Namun. I can’t swim free/ The river is too deep/ I am no worse in love with your ghost/ In love with your ghost . bercampur dengan satu lagu yang dulu ia putar hampir tiap malam saat memahat sendirian di sini.. pada wujud yang tak lebih dari bayangan. Meresapi perih yang merasuki seluruh sel tubuh. terdengar bunyi angin yang bertiup bagai seruling. Dan selama ini. Kenangan hanyalah hantu di sudut pikir.” bisiknya. “Kecil . Keenan teringat kata-kata Luhde. Keenan bergidik kedinginan saat angin itu mengembusi kulitnya. sekalipun Kugy adalah bayangan terindah yang pernah hidup dalam hatinya... hanya untuk didengar dirinya sendiri.

Semburat matahari mulai terlihat. “Coba tolong diperjelas. semester depan lu udah bisa skripsi?” Kugy mengangguk sambil tersenyum-senyum kecil. Tampak Luhde tertidur pulas dengan wajah damai. Dengan gerakan serba lambat karena tak ingin menimbulkan suara.. “Terus . Nggak sopan! Dan ini nggak elu banget!” Kugy memperlebar cengirannya. maksudnya ‘nggak elu banget’ itu. Mei 2001 .. Kokok ayam sudah terdengar dari berbagai jurusan. Siang itu. ia membuka pintu kayu itu. Dan ia pun tidak berniat membangunkan si empunya kamar. “Wah.. apa?” 227 . “Selamat ulang tahun . Gy .... tubuhnya terbungkus selimut sampai leher. Sebuah ritme baru yang benar-benar menjadi oasis bagi Kugy setelah sekian lama. Apa yang ia rencanakan membuat Eko tercengang-cengang. dan rambutnya yang panjang tergerai bebas di atas bantal. Melangkah sepelan mungkin. Keenan meletakkan pahatan kayu tadi di sebelah Luhde. “Ini kurang ajar namanya...” Eko geleng-geleng kepala... Hati-hati. seperti yang biasa mereka lakukan setidaknya dua kali seminggu belakangan ini. lalu berkata lirih. Kugy membahas rencana pengambilan SKS-nya dua semester ke depan. “Bangké tokek! Jadi lu ngajuin seminar dari semester ini?” Mata Eko seperti mau lompat keluar dari wadahnya.” Bandung. Eko kembali janjian dengan Kugy di Pemadam Kelaparan. Keenan tahu kamar itu tidak dikunci. perlahan menggeser jernih langit malam dan bintang-bintang. Makan siang bersama.. waaah .Hari hampir pagi. Ekolah satu-satunya sahabat terdekat baginya sekarang..

“Berarti. selama ini gua lebih banyak nunggu bola.. tanpa bisa bersuara.. ya. “tapi gua juga nggak ke228 . tauuuk!” omel Eko panjang lebar.. “Jadi . Gua masih belum bisa cerita. suka rajin nggak kira-kira. Gua tahu lu bukan tipe orang yang dikit-dikit curhat. Jadi. Kalo nggak. sih.. gua juga nggak akan maksa. gua cuma mau tanya satu hal: ada apa dengan lu sejak setahun yang lalu? Lu berubah drastis.” Lama Kugy menatap Eko. lu kalo udah terobsesi sama sesuatu memang kayak orang kesurupan jin Prambanan. Gy! Mana pernah lu segila ini sama sekolah? Napsu banget sih pingin cepet beres! Ini nggak normal. Tapi . ceritanya ada yang mau kabur dari sesuatu. “Gy. Air muka Eko berubah serius.” jawab Kugy pelan. selama ini kita temenan sejak SMP masih belum cukup untuk lu memahami gua luar dalam. Namun. Gua napsu pingin cepet lulus bukan karena gua cinta kuliah.. dan kita nggak pernah tahu kenapa. ya syukur. nih?” Kugy mengerutkan kening. menarik diri. “Lu nggak kangen masamasa geng midnight kita zaman dulu. Kugy pun menggeleng sambil tersenyum tipis. makanya gua ngebut gila-gilaan. sesuatu tersentil di dalam hatinya oleh ucapan Eko barusan. Matanya mendelik penuh arti. Di tenggorokannya sudah membuncah aneka cerita yang siap muntah keluar. “Kabur apaan. Ko. apa?” “Kangen. Tapi.“Gua tahu. ia merasa lumpuh.” Namun. gua nggak pernah mau tanya macem-macem sama lu karena gua menghargai privacy lu. Kalo lu mau cerita.” Eko menghela napas panjang.” Eko mengeluarkan ‘‘ooh’’ panjang. ini . bidang akademis formal. please. “Sori. Kugy terbahak.. Justru gua pingin cepat-cepat keluar. lagi-lagi.

atau mungkin karena pada dasarnya gua hobi mengoleksi spesies langka dan jelek kayak lu.” “Oh.” kata Eko tiba-tiba.. Mungkin karena sayang. ya?” Hati Kugy seperti kena setrum di gardu listrik begitu mendengar nama itu disebut.” sahut Eko sambil manyun. “Lu kan sepupunya..” “Diem!” Ubud.. Lebih lega. Keduanya terdiam. ia berusaha tampak tenang dan tak terpengaruh. Sebisa mungkin. “Itu anak kayak hilang diculik UFO.” “Terserah. “Dia ke mana. tauk. “I love you. tapi timbul gelombang besar dalam hatinya. Kadang-kadang.” gumam Kugy pendek.” sahut Eko seraya mengangkat bahu.” Tahu-tahu Eko mendongak menatap Kugy. ya.” “Sayang-sayang . Oktober 2001 . “Gua kangen Keenan. Kok bisa gitu. Lukisan Keenan mulai ramai dibicarakan orang. Keenan belum berminat untuk masuk 229 . too. yang satu niat kabur! Kenapa sih lu pada?” Kugy tak kuat menahan senyum melihat sewotnya Eko. “Tapi gua masih berminat kok jadi temen lu lamaan dikit. deh. Namun.. Tidak sampai setahun. sih? Gua nggak ngerti ..” Kugy tertawa. Meski air mukanya tak berubah. Nggak ada bekas! Gila.beratan dengan kondisi sekarang. nggak bisa tanya keluarganya yang di Jakarta?” “Keluarganya aja nggak tahu dia di mana.. rasanya lebih enak malah. Namanya mulai beredar di kalangan galeri dan kolektor. “Lu berdua tuh emang orang aneh! Yang satu udah minggat. Gy.. “Marah-marah kayak gitu pertanda sayang. nyebelin lu.

ia tak pernah bermimpi akan punya uang sebanyak itu.. Mereka itu musiman seperti buah. Kering. “Kita memang tidak pernah bisa menduga selera kolektor. gimana kalau orang-orang itu yang bosan dengan lukisan saya?” Pak Wayan terkekeh pelan mendengar pertanyaan itu. “tapi. Dan tibatiba Keenan tergerak untuk bertanya.ke pasaran galeri Jakarta. Ia menarik kursi lalu duduk di hadapan Keenan. Sama seperti jodoh. Beberapa kolektor yang pernah membeli karyanya dengan rajin menanyakan lukisannya yang terbaru.. Setelah mengalami masa-masa tersulitnya di Bandung. “Akan ada satu saat kamu akan bertanya: pergi ke mana semua inspirasiku? Tiba-tiba kamu merasa ditinggal pergi. Pembeli lukisannya yang pertama. Sepertinya ia terobsesi untuk mengumpulkan seri lengkap dari lukisan serial Keenan yang sekarang mulai digunjingkan di mana-mana. kekhawatiran kamu ada benarnya. Keenan sendiri merasa lucu ketika tahu lukisannya menjadi perebutan dan perbincangan. kan? Tapi rasa cinta kamu yang harus diperbarui. apa jadinya kalau saya tahu-tahu mentok? Jenuh? Atau . Tapi tidak selalu itu berarti kamu harus mencari objek atau sumber inspirasi baru. Kita juga tidak pernah bisa mengendalikan pendapat kurator. “Poyan . Hanya bisa diam. Cinta bisa tumbuh sen230 .. Sebenarnya diri kita sendirilah yang paling susah diduga. Namun. Jarang sekali ia keduluan oleh pembeli lain. tidak berarti harus cari pacar baru. Kalau punya masalah.” jawab Pak Wayan sambil tersenyum lebar.. Di hadapannya terbuka buku tabungan yang baru dibukakan oleh Pak Wayan. ia bertahan di galeri Pak Wayan di Ubud. tidak ada yang segesit kolektor yang satu itu. Ia bahkan seolah-olah membaca siklus kreativitas Keenan. dan peminat baru yang tertarik pada karyanya juga terus bertambah. tidak lagi berkarya. Nan.

Cerita-cerita itu menjadi sumber inspirasi kamu. betapa dalam makna yang tersembunyi dari percakapan sore itu. yang sedari tadi tertidur santai di kakinya. Mengerti kamu?” Karena tidak yakin. Pak Wayan berpikir sejenak. selama itu kamu harus selalu hati-hati.. Mengerti?” Kali ini Keenan mengangguk. tapi bukan jaminan bakal langgeng selamanya. Supaya Jenderal Pilik bukan cuma hidup di buku tulis itu. “Begini. Saat semua orang rumahnya sudah tertidur. Jakarta. Dua kali tahun baru ia lewatkan tanpa resolusi apa-apa. anjing basset cokelatnya. di hadapannya terletak secarik kertas dan pulpen. Selama Jenderal Pilik belum benar-benar hidup dan mendarah daging bersama kamu. Namun. melainkan di hati kamu. Persis seperti Santai yang gemar menyembunyikan tulang di satu tempat. Namun. Keenan memilih untuk menggeleng. Kugy memilih tetap terjaga di teras depan. malam tahun baru 2002 . Hanya saja bukan untuk resolusi. Setelah sekian lama merenung. ia tak menduga. Sekarang kamu sedang menjalin cinta dengan Jenderal Pilik. untuk satu hari kembali ia gali dan nikmati. Berbeda dengan kebiasaannya yang gemar melakukan ritual menulis target dan khayalan di atas kertas lalu menyembunyikannya di satu tempat untuk dibaca lagi pada malam tahun baru berikutnya. cinta itu harus dipelihara. Kugy pun menyambar pulpen dan mulai menulis: 231 . Jodohmu. Bertemankan obat nyamuk bakar dan Santai.. apalagi kalau tidak dipelihara.diri.

Keenan melamun menatap ombak laut. Keenan kembali diingatkan. ia sedang berada di tengah-tengah pesta tahun baru di rumah milik teman baik Pak Wayan. Awas kalo nggak disampein. Kecil? “Keenan!” Suara seorang pria memanggilnya. Khusus untuk malam ini. Saya kehilangan sekali. Dan. ya. kali ini saya benar-benar berharap surat ini betulan sampai ke laut. suara ombak adalah lagu alam yang paling merdu. Memejamkan mata. Sanur.. Kamu pasti senang sekali kalau bisa di sini . Saya mogok jadi agen. malam tahun baru 2002 . dekat dengan laut . Ia pernah bilang pada Keenan. Diikuti dengan suara perempuan yang juga memanggil namanya. memikirkan sosok satu itu. ia harus memikirkan cara lain. kamu pernah bilang. suara ombak adalah lagu alam yang paling merdu.Neptunus. Kenapa begitu? Karena saya kepingin jujur: saya kangen sekali. Halaman belakang yang langsung menghadap pantai memungkinkannya untuk sejenak menikmati keluasan ini tanpa perlu diusik kerumunan orang. Kugy lalu mendekapkan surat itu di dadanya.. 232 . meski tanpa perahu .. Mengkhayalkan bentangan laut luas dan suara ombak. Baru siang nanti ia bisa menghanyutkannya di kali dekat rumah.. Sedang apa kamu sekarang.. Dan Kugy kini merasa mendengar ombak bersahutan.. saya merasa. Kugy melipat kertas itu menjadi perahu. Di tepi pantai.. aku sangat kehilangan kamu.. Titip salam. Di mana pun kamu . Menyadari bahwa akan selalu ada saat di mana ia merasa harus berhenti. semoga pesan ini sampai. Napas Keenan menghela panjang.. malam ini dia dekat sekali dengan laut..

Meninggalkan pantai di belakangnya. pria itu selalu mampir ke galeri. “Maaf. Hampir otomatis. Dari kejauhan. Seru kok ngobrol sama Luhde. Keenan tertawa kecil. Lembaran baru telah dibuka. Namun. dari tadi saya ditemani ngobrol. Sambil berjalan. Nggak pa-pa.“Nan. Dan malam ini. kan?” kata Keenan seraya mengelus pelan punggung tangan Luhde. ke dalam sebentar. sisa tiupan terompet kertas masih terdengar. Dialah pembeli lukisan Keenan yang pertama. Namun. Keenan menyempatkan diri untuk menoleh ke arah laut untuk terakhir kalinya. Pintar. Untuk pertama kalinya. dalam hatinya. Mereka bertiga lalu kembali ke rumah. Kembali mengingatkannya bahwa tahun baru telah dimulai. 233 . Kepalanya pun berputar. Luhde langsung menunduk tersipu.” sahut pria itu sambil melempar senyum. Setiap kali datang ke Bali. pria itu bukan orang sembarangan. Mas.” Luhde melirik pria di sebelahnya. menyempatkan waktu untuk berjalan-jalan dan ngobrol bersama Keenan dan keluarganya. Kamu dicari Pak Wayan. Luhde tahu. Semoga nggak kapok. Luhde menghadiri sebuah pesta. Sementara Luhde langsung beringsut ke sisi Keenan dan merangkul lengannya. dan banyak kejutan. ia senang bukan main. “Tidak apa-apa. Saya sempat keluar sebentar dan ninggalin kamu. dan kini pria itu dan Keenan tak ubahnya dua orang sahabat. ya. Menghadap ke depan. “Terima kasih udah mau dititipin Luhde. Ia begitu bersinar dan ceria malam ini.” ajak pria itu. yang paling membahagiakannya adalah semata-mata ia bisa melewatkan pengalaman pertama ini dengan Keenan. ayo. seperti refleks putri malu yang langsung menguncup jika tersenggol.” “No problem. pria itu bahkan memilih bertahun baru bersama mereka di Bali.

. Nggak ada kegiatan lain. kok lu lelet. Kalah sama Kugy yang S1. Gy?” tanya kakak perempuannya.” timpal Karin lagi sambil menjitak kepala Kevin. Ya terang aja dia cepet kuliahnya. Keriuhan dan lemparan celetukan menjadi ciri khas setiap kali “The K Family” berkumpul. “Yup!” “Keviiin ... JANJI ADALAH JANJI Jakarta.. Kugy kan nerd.. Karin.27... seluruh anggota keluarganya komplet berkumpul di ruang teve. gue kan gaul. adik laki-lakinya. Januari 2002 . penuh prestasi.. “Heh! Yang penting hasil akhir!” balas Kevin.. “Jadi. Kugy telah lulus seminar dengan nilai A.” “Koleksi T-shirt panitia aja lu bilang prestasi! Kev . Dan ia merayakannya dengan pulang ke Jakarta setelah berbulan-bulan tidak pernah pulang. 234 . siiih? D3 tapi udah mau empat tahun dan masih belum menunjukkan gejala kelulusan. “Lu lihat dong. Kev . Pada Minggu siang itu.” celetuk Kugy. semester depan kamu tinggal skripsi.

.” “Iya. terus!” Kugy terpingkal-pingkal.” Kevin membela diri. kejuaraan bulutangkis .. “Gy . Tapi kurang tinggi.” Kevin gantian geleng-geleng. dong!” “Kerja apa?” Ibunya bertanya. fashion show .. Keshia. entar hasilnya kayak Karin. bilangnya karena jadi panitia gerak jalanlah . “Kerja. tauk. “Kamu berminat kerja di bidang apa. Kev. nggak ada habisnya.. Gy .. sambil cekikikan.” “Lu bukannya mau jadi ...” “Lu yang obesitas!” Karin mendelik ke arah Kevin. kastanya segitu terus. “Gue bukannya gemuk. “Hmm .... pameran motor . “Itu namanya nggak menikmati hidup .” Karin menambahkan sambil terkekeh.” komentar ayahnya sambil lalu. Enakan juga kuliah..” cetus adik bungsunya.. Pa..” 235 ..” “Memangnya sesudah lulus nanti.... Nanti acara apa pun lu cukup pakai satu kaus itu aja... Gy?” tanya Karel.. lomba caturlah . “Lu tuh yang aneh! Nggak asyik jadi manusia! Baru kuliah tiga tahun udah mau skripsi! Apaan. yang pasti harus ada nulis-nulisnya. tapi kalau bisa bukan wartawan.. tuh?” protes Kevin.. kok. “Nah. gih. Tuh. Panitiaaa . badannya tinggal tulang sama dosa doang. Kamu tuh kok jadi panitia terus toh? Bentarbentar minta izin nggak kuliah.... lu bikin kausnya. “Jadi panitia.” Kevin berusaha mengingat-ingat. apa dulu... kamu mau ngapain..“Kevin—Si Panitia Sejuta Event. karena aku nggak terlalu bakat di jurnalistik. kakakku sayang. abangnya yang paling besar.. “tukang . “emangnya enak cepet kerja? Kerja tuh capek. Gy?” tanya Karel lagi.. tuh? Tukang . “Terus.

” ujarnya. Gy! Mana bisa kaya?” komentar Kevin sambil tertawatawa.” kata Kugy sambil tersenyum sekilas.” kata Karel. Ada rasa getir di mulutnya saat kalimat itu terucap. Dasar lu mental relawan. yang penting ia bisa keluar dan membuka halaman baru. “Baru semenit yang lalu ngaku-ngaku realistis. sekarang lu udah punya rumah sendiri kaliii .. “Tumben Kugy mikirin duit.. sambil nunggu wisuda.“Tukang ban.” cetus Keshia lagi. di mana pun itu .... Ada temanku yang lagi set-up perusahaan advertising sendiri. “Tukang dongeng!” Kevin menepukkan tangan. Apa pun . aku akan bantu cariin. “Mau! Mau! Nggak digaji dulu juga nggak apa-apa!” sahut Kugy bersemangat. Namun. Yang penting kamu selesaikan skripsi kamu dulu semester ini. menuju kelulusannya...” Karel mengangkat alis. “Itu dia!” “Juru dongeng. menuju hari pertamanya bekerja. Kalo dikerjain sekarang. siapa tahu dia butuh copy writer.” ralat Kugy sebal. pikiran Kugy sudah terbang jauh. Mungkin kamu bisa magang dulu.. kalo udah tua. “Entar aja.” Karin tertawa lebih keras lagi. sekarang udah ngomong nggak usah digaji. mana ada duitnya. kayak panitia ada uangnya aja! Kalo dari kepanitiaan lu yang seabrek itu ada duitnya. “Oke. udah pensiun. Nanti aku tanyakan. 236 .. seratus ribu aja sekali. “Sekarang aku udah realistis. ya. “Lagak lu .

Maret 2002 . Kedua orang itu lantas duduk berhadapan. Hatimu sudah ingin pergi ke satu tempat. Meskipun sudah dibelikan satu set komputer. dan tangannya terus menulis. seraya duduk depan Luhde. “De. Poyan. “Maksud Poyan apa?” 30 Poyan ingin bicara sebentar. Tangan mungil itu tampak asyik mencorat-coret di atas notes tebal yang selalu dibawanya ke mana-mana. Poyan ka ngomong kejep. berlabuh. Dipandanginya lagi Luhde dengan matanya yang berbinar penuh semangat.. Luhde tetap lebih suka menuliskan cerita dengan tangan. “Cerita anak-anak. Pak Wayan memandangi keponakan perempuannya yang tengah tekun menulis di bale. sedang nulis cerita apa kamu?” tanya Pak Wayan lembut.” kata Luhde. perjalanan hati itu bukannya tanpa risiko. “Kamu masih serius ingin jadi penulis. Jika Pak Wayan sudah mulai bicara dalam bahasa Bali padanya. “Poyan mengerti. Tapi. seolah-olah ia tengah mencurahkan seluruh hidup dan jiwanya ke dalam kertas. nanti Keenan yang buatkan gambarnya. berarti pamannya itu sedang ingin membicarakan sesuatu yang serius. Poyan. 237 .” Pak Wayan tertegun. Saya mau menulis cerita anak-anak.” Wajah Luhde seketika bersemburat merah.30” Luhde langsung meletakkan pulpennya.Ubud. Refleks yang selalu terjadi ketika ia malu atau risi. dan menetap. menutup bukunya. keseriusan dalam nadanya. ya?” “Iya.. kamu sudah mulai dewasa. “De ...

. Namun. Eko terlambat datang lagi. Poyan yang paling dekat dengan kalian berdua. Padahal Noni sudah harus berangkat dari tempat kosnya sejak sepuluh menit yang lalu. Mei 2002 . Setengah tahun terakhir ini. “Siapa—?” “… kamu dan Keenan. Merenungi sekian banyak hal yang otomatis berseliweran di dalam kepalanya jika hal satu itu disentuh. Luhde mematung lama di tempatnya... Luhde tak bersuara lagi. Poyan bisa merasakan perubahan di antara kalian . Luhde mengangguk. De. Pelan-pelan. Menyadari apa yang selama ini telah ia usahakan dan upayakan dengan sepenuh hati. Belajar dari pengalaman pamanmu sendiri .” ujar Pak Wayan lembut.. Menyadari bayang-bayang apa yang dimaksud oleh pamannya. Bandung. Lebih baik. “Hati-hati.. tunggu sampai hatinya sembuh dan memutuskan dalam keadaan jernih. “Tidak mudah menjadi bayang-bayang orang lain. Terakhir..“Dari semua orang di rumah ini. Ditepuknya bahu Luhde pelan. Matanya pun terasa panas. senyum samar di wajahnya itu terlihat getir.. matanya berlabuh pada buku tulisnya sendiri. jangan sekaligus. Ia tahu kisah yang dimaksud pamannya. Perlahan.” Kening Luhde berkerut tanda protes. Tanpa bayang-bayang siapa pun.” Pak Wayan dengan lugas berkata. Noni mengajar les privat bahasa 238 .” lanjut Pak Wayan lagi.. Jatuh sedikit-sedikit. Hanya matanya saja yang mengerjap gugup. lalu beranjak pergi dari sana.

Aku udah telat banget. soriii .” sambar Noni ketus. Tapi kalo gini kan jadwalku jadi berantakan. langsung pergi aja.. Beberapa tasnya yang berisi kertaskertas dan buku-buku sudah terparkir di dekat kaki kursi.” “Kalo kamu memang nggak sanggup jemput.” Eko memohon-mohon ampun. Melihat pemandangan itu. Noni diam membisu. Dengan wajah memberengut dan tangan melipat di dada. atau nebeng sama siapa kek. dan aku nolongin dia bawain komputernya ke tempat servis. “Emergency apa?” “Komputernya Kugy sempat crashed. Gila.. Untung datanya bisa selamat.” “Nggak usah. “Sini. 239 . Kamu ke mana. “Non—” Noni mengangkat semua barang bawaannya.” Noni ingat... sudah beberapa minggu belakangan ini. Kasihan murid-muridku jadi nungguin. Jadi tadi dia panik banget. atau naik taksi. sih?” “Tadi ada emergency.. Bahkan pernah satu kali Eko terpaksa membatalkan janji kencannya dengan Noni karena membantu Kugy mengetik sampai malam.. nih.Inggris untuk anak-anak SMP.. Non ... sementara dia kan udah mau sidang dua minggu lagi. bilang dong! Aku bisa naik angkot kok. Eko sudah langsung membaca nasib apa yang akan menimpanya. Nggak tahu apa jadinya deh kalo sampai harus ngetik ulang lagi. Eko bolak-balik ke tempat kos Kugy dengan alasan membantu anak itu skripsi. Seminggu sekali ia pergi ke rumah salah satu murid lesnya untuk mengajar. “Udah. Noni menunggu di teras depan. Non..” “Sori banget. Soriii .. aku bawain . Sepanjang jalan dari tempat kosnya menuju rumah murid lesnya. Bergegas menuju Fuad dengan mulut terkunci rapat.

“Eh. termasuk catatan-catatan yang sudah ia buat untuk menjawab aneka pertanyaan saat sidang. kita bikin koreografi. Kamu kan biasanya maki-maki. Hatinya siap. Ia lalu mengembuskan napas panjang. apa kek . ngomong. dong! Aku bantuin! Kamu kenapa. sih?” Eko buru-buru keluar dari mobil menyusul Noni yang berjalan cepat seperti orang minggat. Gy. Eko mematikan mesin dan menatap Noni dengan putus asa. Musik ini pun terasa makin sedap. Buang-buang waktu.. Kayak joget prajurit gitu. Juni 2002 . jangan diam gitu. Gua nggak nyangka 240 ... baru ketemu aku lagi. “Non! Tunggu. Bandung. “Lihat nih. juga sambil berjoget kecil.. gua ceritanya goyang-goyang kagum gitu. Lebih baik kamu marah-marahin aku daripada aksi bisu gitu.Fuad berhenti di tepi pagar rumah yang dituju.” Kugy menjawab mantap sambil mengacungkan jempol. Memastikan segala sesuatunya siap... “Aman terkendali?” tanya Eko. Kugy mengecek lagi kelengkapan dokumennya untuk presentasi besok. “Delapan-enam. kamu tungguin aja tuh Kugy selesai sidang. “Lebih baik. Ko. “Non . yuk.” Sambil menenteng tas-tasnya sendirian dengan susah payah. dong.” “Siapa takut?” kata Eko sambil mengentak-entakkan kepala. Malah bikin hidupku tambah repot!” tukas Noni pedas seraya terus berjalan. ngomelngomel. termasuk dirinya. dong. Noni keluar dari mobil. Maksud gerakan kepala ini nih. Sambil diiringi album Duran Duran dan berjoget-joget kecil. Percuma kalo sekarang-sekarang. Komandan.

” Eko berubah serius.” 241 .” “Besok dia sidang. Ada apa?” “Kamu masih marah. Kugy paling enggan membayangkan yang satu itu. please let me know. gih. “Kalo ada apa pun yang bisa gua bantu buat lu.” “Anything. “kamu bisa datang untuk kasih support. ya. gila. Eko pun berhenti bergoyang. Non?” tanya Eko hati-hati..” Eko terkekeh. “Buat gua? Please?” Dari semua kemungkinan permintaan Eko.. “selama Kugy belum sidang.” jawab Noni pendek. berpikir. Dia pasti seneng banget kalo kamu ada.” “Gua minta lu bicara sama Noni setelah lu sidang... ada.” sela Eko.” “Udah gua bilang. Oke?” katanya lembut. Pintu itu membuka. Tapi janji adalah janji.” Mendengar itu..” kata Kugy lagi. “Ko .” ia berkata sungguh-sungguh. Ia pun mengangguk. Nggak tahu apa jadinya skripsi ini kalo nggak ada lu. “Gua serius. I owe you one. Yang ada gua pingin nyolok mata lu. “Sebetulnya . “Gua bener-bener berutang budi sama lu. jangan sok melankolis di depan gua. Diam.sobat gua jadi salah satu segelintir gerombolan laknat yang lulus di bawah empat tahun... makasih. Baikan lagi. “Ya. “Gua juga nggak jamin kalian langsung bisa akur. Tapi setidaknya lu nyoba satu kali untuk bicara sama dia. sih. “Nggak penting. ya.” Mendadak Kugy menghentikan joget prajuritnya. Gua pingin minta tolong sesuatu. apa pun jadi nggak penting . dan Noni langsung menyambutnya dengan ucapan datar.

sih?” “Tanya sama diri kamu sendiri! Kamu tuh KENAPA?” seru Noni putus asa. Eko menganga tak percaya. “Dan yang bikin semua ini makin-makin menyebalkan adalah karena kamu selalu ada di pihak dia!” “Noni . Iya. yaitu: dia NGGAK JELAS! That’s it!” tegas Noni.. tapi sebagian hati kamu selalu ada buat Kugy. itu nggak benar sama sekali. kan?” Noni setengah mati menahan tangis.“Dia atau kamu yang seneng?” “Non! Kalian tuh temenan udah berapa tahun. Jauh sebelum kita pacaran. Kamu kenapa. “Non! Dia sahabatku! Aku sayang banget sama manusia gila itu! Tapi bukan sayang yang seperti kamu sangka. Ko?” Noni berdecak tidak sabar.” Eko mulai dongkol. deh. pintu itu tak membuka. “Ngaku aja. dan kamu pacarku. sih. 242 . Pintu itu membanting di depan muka Eko. kan? Dan sebagian dari diri kamu yang tergila-gila sama Kugy tuh nggak berubah.. “Ngaku apa?” “Kamu naksir dia dari SMP. “Buatku. Aku nggak berpihak. Apa yang selama ini ia tahan-tahan akhirnya keluar juga. tahu-tahu diem-dieman. masalahnya selalu jelas. Aku tahu kamu sayang banget sama aku. Ampun. Iya. Dia nggak pernah salah buat kamu. terus dua-duanya sama-sama keras kepala. Kamu selalu memuja dia. justru aku kepingin kalian—” “Kamu tuh naif atau pura-pura polos. sih? Masa kalah sama masalah beginian doang? Masalahnya apa juga nggak jelas. Dan seberapa kali pun dia mengetuk dan memanggil-manggil. Suaranya bergetar-getar. Heran. kenapa sih?” Eko mengerutkan alis.

Eko..28.. Dengan dua gelas jus buah di tangan masing-masing. tahu-tahu melongokkan kepalanya dari dalam kantor. dengan cepat 243 .” bisik Eko yang berjalan di belakang Kugy. Bimo. saya tempel.. nih. Ada Ami. gua malah ngelihat di mukanya tergambar huruf C . Ko . Mereka berdua duduk di bangku taman dekat ruang sidang. Berhubung hanya ada tiga nama di sana. pandangan yang sama-sama kosong. menunggu dengan tegang.” kata Mas Danar sambil merekatkan kertas hasil nilai pengumuman tiga sidang yang digelar tadi pagi. ya.. “Dari muka Mas Danar kayaknya lu dapet A.. petugas administrasi yang sudah akrab dengan Kugy. pengumumannya udah keluar!” panggilnya.. “Kok.. “Nih. Gy . Ical. Mas Danar. dan beberapa teman lain. Silakan baca sendiri. ADVOCADO Sidang yang dilakukan secara terbuka itu ditonton oleh teman-teman terdekat Kugy. atau bahkan nggak lulus? Huuu . Hanya Eko yang menunggu sampai pengumuman sidang.. tegang. “Gy. Tidak banyak bicara..” Kugy melangkah sambil meringis-ringis..

ia merasa menyesal atas tuduhannya pada Eko. Saya kasih makan. “eh. “Thank you. jangan pakai acara nangis segala. Ko. ia pun mendekap Kugy balik.. “Sesudah ini.Kugy menemukan namanya.” tahu-tahu satu tangannya menjitak kepala Kugy pelan.. Eko sempat tersentak kaget dengan reaksi yang tiba-tiba itu. Ia dan Eko sama-sama tercengang. lambat laun badannya yang mengunci mulai mengendur. Gy. “Lu bisa mulai dengan jadi sopir. “Mari.. saya antar. ia juga tergerak untuk menemui Kugy ke kam244 .. Memeluk Eko erat. jangan sampai bikin gua malah terharu atas kesialan gua selama ini .” “Anak buah ngehe emang lu!” semprot Eko sambil tergelak. gua nggak percaya . Namun. “A—plus?” teriak Eko. menyerahkan kunci mobil. Eko merogoh kantong...” “Nilai lu paling tinggi. Kugy melepaskan pelukannya. Spontan. “Sama-sama. Pagi tadi.. tiba-tiba.. Gua hepi banget buat lu . seseorang mengamati keduanya berjalan berangkulan. gua nggak akan mungkin bisa berhasil hari ini. Dan.” Perlahan... Saya kasih minum. Kugy membalik badan. gua yang mengabdi jadi kacung lu.” “Delapan-enam. Noni. Matanya sudah mau terjun bebas keluar..” katanya berseri. ya. Kugy menutup mulutnya dengan kedua tangan.” bisiknya terharu. Kalo bukan karena lu. monyong! Kampret! Bangsat! Hebat banget sih luuu!” Eko berteriak kesenangan sambil menggoyang-goyang bahu Kugy.” Kugy menyahut sigap. Tapi nanti tetap saja Komandan yang bayar.. “Kooo . Komandan. Dari kejauhan. awas lu ya. Udah cukup gua jadi kacung lu dua bulan.

apa yang dilihatnya barusan memupuskan keduanya. “Helo. pintu membuka. sepertinya cinta itu tidak hanya searah. Noni berusaha keras untuk tetap kuat berjalan pergi dengan tegak. Tempat yang dihuninya dua tahun bersama Noni. Dengan segala kegentaran dan keengganan yang padahal masih membebani hatinya. Noni berhasil melawan itu semua untuk akhirnya datang ke kampus dan mencari Kugy ke ruang sidang. Ia tidak kuat lagi. Ia berharap seandainya saja bisa terbang dan cepat-cepat pergi dari tempat itu. Kugy lalu menggeleng kepala sendirian. dari apa yang ia lihat barusan. Kugy mengetuk pintu. 245 . Sebagian dirinya remuk ketika melihat satu hal yang paling ia takutkan ternyata menjadi kenyataan. dan tampaklah Noni yang terkejut bukan main. Sama sekali tidak menyangka kedatangan Kugy. seolah-olah ingin menepis sesuatu. Namun. Dan tak lama lagi ia akan meninggalkan kota ini. Kembali melangkah menuju kamar itu. Dan. Sudut-sudut yang membangkitkan rentetan kenangan di benaknya. Tak lama. tersenyum selebar mungkin. Sekilas membaca tulisan: NONI ADA. Eko memang mencintai Kugy. Dadanya naik turun. Kugy berdiam sebentar.pus demi memberikan dukungan. Kugy mengangkat kedua sudut bibirnya tinggi-tinggi. Hanya menatap Kugy dengan tatapan tidak mau diganggu. Rumah pertamanya di Bandung. memandangi sudut-sudut di tempat kos itu. Non! Apa kabar?” Noni tidak bereaksi sama sekali. Rasanya sudah lama sekali Kugy tidak ke tempat itu. menahan tangis.

semua itu udah jadi sejarah. nggak?” Kugy menawarkan diri. “Ada yang bisa gua bantu. Berusaha mencerna. Dan Karel udah cariin gua kerja di Jakarta. karena lu memanfaatkan semua kelebihan lu untuk kepentingan lu sendiri .. Gua pingin kita temenan lagi kayak dulu. “Gy... karena gua sayang banget sama lu. gua hargai maksud lu. memahami. 246 . Ingin sekali rasanya ia muntahkan semua kekesalannya selama ini seperti berondongan peluru.. Gy. “Hmm. Jadi.” sela Noni. Boleh masuk?” tanyanya hati-hati. Namun. Kugy terlongo mendengar kalimat-kalimat itu. dan tetap belum ia temukan maksud Noni yang sebenarnya.” terbata-bata Kugy berusaha menjelaskan. Sori. “Kenapa gitu.” Sesuatu seperti menyodok hatinya tiba-tiba. Gua mau minta maaf atas semuanya. Dan mungkin buat Eko..“Gua lulus sidang tadi pagi. Tapi baru kali ini gua sakit hati sama lu. Kugy tidak tahu pasti apa. lebih pintar.. “tapi buat gua. lu serba bisa. Noni bergeming di tempatnya.” dengan nada secerah mungkin Kugy bercerita.” Noni berkata dengan suara tertahan. Namun.” katanya dengan nada datar. sebenarnya gua pingin bicara sesuatu sama lu.. Dan gua merasa lebih baik hubungan kita kayak gini aja. ia pun tak tahu harus memulai dari mana. tapi gua nggak mau sirik sama lu. sekalian pingin ngobrolngobrol aja. Non?” Rahang Noni mengencang. “Non . gua mau pamitan. Namun.. Tapi gua lagi banyak kerjaan. Noni hanya menggeleng. Buat elu. Non. “Seumur hidup gua temenan sama lu. Jauh lebih mudah buat gua. gua mulai coba magang sambil nunggu wisuda. gua harus mengakui lu lebih cantik. Selama ini gua bingung mulai dari mana . “Selamat buat kelulusan lu.

Sekarang tinggal gimana elunya aja. dua tahun ke belakang. tiga tahun ke belakang . selain posisi itu. Mana bisa lu samain hubungan gua dan Eko dengan hubungan lu dan Ojos?” “Kalo lu memperhitungkan perasaan gua. 247 .” “Oke. “pernah nggak Ojos menemani gua dengan setianya berminggu-minggu? Pernah nggak gua meluk-meluk Ojos di depan umum?” Kugy terkesiap.” potong Noni tajam.. Dia sayang sama lu.” Kugy nyaris kehilangan kata-kata. total!” Kugy sampai menahan napas saking kagetnya. tapi makan temen. Nah..... mengingat perjalanannya setahun ke belakang. “Itu adalah hal paling tolol yang pernah gua denger dari lu. Kalo lu memang punya hati. tapi nggak makan temen. Lu cuma perlu tahu diri. Dulu kita semua juga gitu.” Kugy menunduk lunglai. Tapi jangan garagara cuma tinggal dia sendirian yang masih nganggap lu.“Gua tahu Eko memang simpati sama kondisi lu.. Atau jadi orang asing..” “Non . Karena gua nggak punya tempat buat lu lagi. Eko selalu punya hati buat lu. “gua sobatan sama Eko udah hampir sepuluh tahun.. lu nggak perlu membela diri kayak gitu. ya ampun. sekarang giliran gua mau tanya sama lu..... Berusaha setengah mati memahami apa yang tengah terjadi. lu salah sangka . apa yang Noni kira. “tadi siang gua datang ke kampus. “Astaga.. Jangan sok polos. Gua mau mengaku satu hal sama lu... “Gua nggak ada niatan kayak gitu sama sekali . Gy. mendadak ia lelah luar biasa. Gua sarankan lu pilih yang kedua. terus lu merasa lebih.. nggak pernah ada apa-apa di antara gua dan Eko selain temenan doang .” muka Noni semakin kencang. maksud lu kejadian tadi siang di kampus? Gua tuh .. mau kasih support untuk lu sidang. lu bakal tahu menempatkan posisi lu di mana. Non . Non . Masih nganggap gua ada atau nggak. Belagak temen.” ucapnya pelan. apa yang Noni lihat.. kita udah kayak kakak-adik.

Sama sekali.. dengan sepatu hak lima senti yang menempel di kakinya.” Pintu itu pun ditutup. Noni resmi menjadi satu di antaranya. dengan rambutnya yang mendadak bervolume karena di-roll sejak pagi tadi. Agustus 2002 . Barangkali inilah rekor terlama ia bercermin. Kugy pun mengangguk. Kugy mematut-matut diri di kaca. Ada yang salah dengan rok selutut yang dikenakannya. Namun. Begitu sampai di tempat kosnya. “Nah. Malam itu Kugy pun memutuskan. sih?” keluhnya pada Karin. segala kenangan dan perkara yang hanya akan membebani hatinya. Selama ini bahkan ia jarang menggunakan jasa cermin karena tidak terlalu peduli apa yang dilihatnya di sana.Hati Noni langsung tertusuk mendengarnya. Tidak ada lagi yang menahannya di sini. Malam itu juga. Kalo orang mau ngantor. “Yang ancur adalah mata lu dan wawasan busana lu selama ini. Jakarta.. “Gua kok ancur banget. Ia akan pulang ke Jakarta secepat mungkin. deh. ia buang jauh-jauh. yang merupakan penyalur semua barang yang kini ada di badannya itu. Namun. ia berkemas-kemas.” cetusnya dingin. ia berusaha tampak tegar. Pulang. dengan clutch bag itu. Kugy tidak buang waktu. ia merasa ada yang benar-benar tidak beres. Kegiatan yang telah dilakukannya bolak-balik sejak setengah jam yang lalu. kan? Kenapa gua tadi bilang nggak ada yang perlu diubah dari hubungan kita? Lebih baik gini. lebih baik gini. hari ini. “Iya. sekarang lu ngerti. Kugy pun membalikkan badan. Kugy. supaya tampak 248 .

249 . yuk—” Kalimatnya terhenti. Tak lama Kugy kembali dari kamarnya. masalahnya di sini adalah kesenjangan selera. meminta pertolongan.. “Kamu—nggak salah info. “udah jelas.” eja Karel penuh penekanan. please?” “Karin. dan profesional. please. I am the expert. berdiri dengan rok panjang hitam yang dibelinya untuk sidang skripsi. aku udah sering ke kantor advertising tempat Kugy nanti kerja. ya begini dandanannya!” Karel. “bukan fa-shion e-di-tor! Juga bukan re-sep-sio-nis! Dan bukan S-P-G!” Karin mendelik sewot. dan tak lupa. “Gy. Dalam hal ini.” Karin melengos. berangkat. “Kalo gini gimana?” ia berdiri di ruang makan. “Fine. Gy? Kamu bakal jadi copy-wri-ter. kemeja putih peninggalan penataran P-4. melongok dari pintu. Dan Kugy bakal ditempatkan di bagian kreatif. “Karel. So . ya?” Ia pun berlari-lari masuk kamar untuk ganti baju. ini namanya STYLE. enak dilihat. So. jaket jins Karel yang nyaris menutup tubuhnya seperti sarung HP. oke? Sesuatu yang bukan keahlian kamu.” Giliran Kugy bersorak girang. Bosnya aja ngejins kalo ke kantor. jam tangan Kura-kura Ninja-nya yang mencuat hingga rasanya menggaplok mata.. Karel menelan ludah. leave it to the expert. oke?” balas Karel tegas.menarik. yang baru selesai sarapan. Karel bengong menatap adik perempuannya. Kugy. fine. kembali melirik Karin. kan. jangan jadikan adik kita kelinci percobaan fashion-mu. meminta pendapat semua. “Hore! Jadi aku pakai bajuku aja.

Interiornya tidak kalah memukau. Tapi ternyata pemilik biro iklan AdVocaDo ini masih sangat muda. jins hitam. “Remi. Kugy spontan ikut berdiri. ini adik gua. dengan mudah Kugy menyimpulkan bahwa pemilik kantor ini seorang pencinta seni yang bukan sembarangan.” 250 . Namun. kehadiran orang itu memang seketika mengubah atmosfer ruangan. Kaku. tapi ada aksen warna-warna berani seperti pintu dan kusen serba merah. Tak lama. “panggil aja Remi.Sebelum masuk. berpenampilan gaul dengan kemeja lengan pendek. Kugy membayangkan sosok Remigius Aditya yang jauh lebih tua. Sambil menunggu bersama Karel di sofa depan. Ia menyadari sesuatu. gedung mungil dua lantai itu sangat artistik dan bergaya galeri. seseorang berjalan keluar menghampiri mereka. Kugy mengamati kantor itu sejenak. Dari mulai pencahayaan hingga furnitur. Kugy segera tahu bahwa selera pemiliknya di atas rata-rata. Jarang sekali ia terkesiap melihat seseorang. kenalin. mata Kugy tak henti-hentinya jelalatan ke sana kemari. “Remigius. Segalanya masih serba baru. Kantor itu pun dilingkungi taman tropis bergaya Bali yang rimbun dan asri. Tertera tulisan besar berwarna hijau daun di dinding batu: AdVocaDo. Dalam benaknya. dan keduanya berangkulan akrab. Kugy.” ia berkata ramah sambil menjabat tangan Kugy. Dan dari terlihatnya barang-barang seni di mana-mana. dengan wajah tampan dan segar seperti baru keluar dari spa. Desainnya serba minimalis. patung-patung logam dengan lapis aluminium cemerlang. Berlokasi di derah perumahan Jakarta Selatan. mengagumi calon kantor barunya. “Karel! Hai!” Karel langsung bangkit berdiri.” Karel menyorongkan Kugy ke muka.

“Mudah-mudahan dia nggak malu-maluin. ya?” Kugy terlongo. “No. 251 . “resume kamu juga sangat bagus.” ia memperkenalkan diri.. deh. Sakola Alit. Please. media campaign. Remi.” Kugy ikut tersenyum. Saya kenalin dulu sama tim yang lain.” Remi tergelak. “dan kamu masuk pada saat yang tepat. “Kugy. Rasanya semua itu baru kemarin ia alami. Sudah bisa dipastikan kamu langsung sibuk.” kata Karel lagi.” Remi tertawa renyah. no.Karel menggeleng cepat. Masih terbayang jelas suasana kampus.” “Oh.” “The K family? Gua percayalah. kamu bisa mulai sekarang.” tambahnya pada Kugy.” ujar Remi santai.” Kugy bisa merasakan telapak tangannya berkeringat pertanda gugup. “No . Kugy ingin terbang kembali ke Bandung saat itu juga. pokoknya kenyang. “Kita lagi banyak banget proyek baru. Karel. kok.. tempat kosnya. “yuk. Mendadak. Dan sekarang ia sudah memulai sesuatu yang sama sekali baru. ya. “Makasih banget ya buat kesempatannya. panggil ‘Pak’ Remi.

dan lebih berantakan. September 2002 . urakan. Suasana lantai bawah lebih tertib dengan orang-orang yang berbaju lebih rapi. Ia memang langsung sibuk luar biasa. Lantai bawah menjadi lantai area untuk bagian account.. Tim yang ia tumpangi terdiri dari seorang art director bernama Siska. Ia resmi menyandang titel pegawai termuda karena dialah satu-satunya yang bekerja dengan status magang sambil menunggu ijazah. Kugy ditempatkan di satu tim yang dikepalai seorang creative director yang juga membawahkan beberapa tim lain di AdVocaDo. Remi benar. sementara lantai dua ingar-bingar. Kugy adalah bagian dari lantai dua. Sebentar-sebentar ada yang nongol di balik partisinya. menempati satu pojok berpartisi. BUMI PUN BERPUTAR Jakarta. dan seorang copy writer senior bernama Iman.29. tolong 252 . sementara departemen kreatif menghuni lantai dua. dengan sebuah meja dan satu set komputer. “Gy. Kugy tak percaya bisa lolos dari sebulan pertamanya di AdVocaDo..

“Gy. Kadang. “Gy. Kadang-kadang. Dan semua itu kelak berguna jika ia memutuskan untuk bikin kios fotokopi sendiri. satu-satunya pekerjaan yang belum diperintahkan padanya adalah membuat kopi atau teh. tolong diguntingin. memotong. “Gy. nggak?”. “Gy. Sementara para office boy dan office girl sudah bisa pulang dari pukul enam sore. Kugy pun harus menghadapi berondongan pertanyaan dari keluarganya yang begitu bersemangat dengan karier barunya. Hari yang paling ditunggu oleh Kugy karena berarti selepas hari ini ia akan punya dua hari untuk bermalasmalasan. Begitu sampai di rumah. Sebentar-sebentar ada saja yang mengusiknya untuk bertanya. Kugy kadang harus menetap sampai pukul sebelas malam. nih?”. ya. Kugy merasa.di-scan ya. menggeletak di sofa ruang tamu dan tertidur sampai pagi. gimana kerjaan lu? Betah. tolong fotokopi ini semua. Setidaknya. padahal saat presentasinya nanti ia tidak pernah diikutsertakan. Jam kerjanya pun tak tentu. udah bikin iklan apa aja. di akhir pekan besok. bahwa selama bekerja di AdVocaDo ia semakin ahli menggunting. apalagi kalau sudah menjelang presentasi pada klien. dan itu pun hanya karena sudah ada office boy dan office girl. Kugy selalu menjawab apa adanya. semua pertanyaan itu ia jawab dengan dengkuran. dan cekatan memfotokopi. ya?”. gambar yang udah ditandain. ia terbebas tugas 253 .” sambil menyerahkan setumpuk gambar.” sambil menyerahkan setumpuk majalah dan gunting kecil. ya.” sambil menyerahkan setumpuk dokumen. kita mau buat dummy storyboard. Kugy merasa lebih tepat disebut senior office girl ketimbang seorang junior copy writer. “Denger-denger bos lu ganteng. Jumat.

. karamelnyalah. hazelnut crème. Udah banyak iklan produk sejenis yang pakai angle sama. kita push aja semua keterangan itu. kenapa.karena belum ada lagi pitching yang mendesak. dan melalap tumpukan komik Jepangnya yang sudah begitu banyak tertunda. Namun. tanpa bermaksud bikin kalian tambah stres. ah. gambar kemasannya. sih. Tapi. kan mau kliennya gitu. ke tempat tidur. apa lagi?” desak Iman. saya cuma mau ngingetin kalo mereka memang sengaja pitching dengan produk yang susah. berdehem.” Remi berpikir. account director. “Iya. tapi.. Pikirannya sudah melayang ke akhir hari. Sementara Kugy tahu keterlibatannya tak akan lebih dari menggunting dan men-scan. “Basi. crispy wafer. Dan kayaknya nggak cocok buat profil segmen yang mereka tembak. Dia pingin kualitas cokelatnya tersampaikan. bla-bla-bla . supaya ada ruang buat visual. Iman berusaha keras meyakinkan Remi atas usulan konsepnya. tapi sebenarnya iya. dari tim lain. wafernya. begitu yang satu 254 . real caramel..” “Iya. Bos. Memang banyak yang terpaksa dipersingkat. supaya mengakomodasi maunya klien yang kepingin fitur produknya bisa maksimal keluar. kena. Gina. ya? Saya kok merasa belum . “Tapi teks ini catchy banget. Kugy berusaha memasang tampang menyimak. rasanya.. siang ini ia harus terjebak dalam rapat internal. Tapi . bermain dengan Santai... Remi menggeleng. membahas sebuah produk permen cokelat yang berencana akan kampanye besar-besaran. padahal ia sudah mau mati bosan. Tammies Bar—cokelat Swiss. Kalo bukan narasi atau teks grafis. Tapi pesannya kan tetap jelas. Sambil mengaduk-aduk secangkir kopinya.” “Kalo konsep tim kita sih lebih condong ke narasi.” usul Fani. “Teman-teman.

menurut kamu gimana?” Mendengar namanya disebut. pikir mereka semua. tim terakhir yang juga presentasinya ditolak mentah-mentah oleh Remi. pendapat? Tentang apa. nih? Tim saya. dengan satu siku menopang dagunya yang sudah mau roboh. Mata Remi tertumbuk pada Kugy yang tampak mengaduk-aduk kopi di ujung meja sana. dengan Remi yang bagaikan guru killer siap menghukum. ya?” Yang lain langsung cekikikan melihat pemandangan komikal itu. Tapi sekaligus yang paling menentukan. Apa pendapat kamu?” Remi mengulang.” “Jadi.. semua produk mereka bakal lari ke kita. Kugy. Saya masih belum puas. Kerja keras mereka beberapa hari bisa jadi percuma. tatapan-tatapan gelisah yang menunggu keputusannya. seketika kantuknya melesat kabur. Antara Kugy yang bagaikan murid tertangkap basah tidur di kelas. Remi menebarkan pandangan. dan kelopak setengah menggantung pertanda ngantuk nyaris pingsan. Tammies Bar cuma kasus uji coba doang. “Iklan Tammies Bar. “Kenapa .” Muka-muka protes langsung bermunculan. “Sorry. Remi menghela napas. Tahun ini produsennya mau launching empat produk di Indonesia.. Cekakak-cekikik di ruang itu makin menjadi. Kecuali yang satu itu. kita maju pakai yang mana. Suara itu menajam. bahkan harus mengulang lagi dari awal. Kugy terduduk tegak. 255 . Benar-benar hiburan. Iman. atau Fani?” tanya Tasya.ini gol. guys. “Saya pingin tahu pendapat yang belum bicara. “Oh! Masih ngomongin yang tadi?” sahut Kugy polos.

“Teori sih gampang. Muka-muka jahil tadi berubah serius dalam sekejap. Suara ketawa-ketiwi sontak lenyap. yang . dan Kugy mulai sadar apa yang barusan ia utarakan.. Tapi realisasi konsepnya gimana?” cetusnya dengan nada tinggi.” Iman tidak tahan lagi.. tanpa musik. Dan akhirnya. seolah menjelaskan pada anak kecil. bayangkan: tiba-tiba muncul background hitam. Kugy terdiam. Kugy diam sejenak. Alasan kamu?” tanya Remi penasaran. tapi cerewet. dari ketiga konsep tadi ... balasnya dalam hati. mana .” Suasana yang sudah hening tadi sekarang beku. Kali ini kantuknya benar-benar sirna.. Terpaksa ia melanjutkan.” akhirnya ia berkata. tiga-tiganya memenuhi syarat tapi nggak nendang. “Gini .. tanpa suara. Biasa-biasa aja soalnya. aku juga nggak tahu. Kugy memilih untuk menceletukkan apa pun yang lewat di pikirannya pertama kali.. Kalau saya jadi penonton. Secara visual. sunyi. Kita harus membuat Tammies Bar ini bikin orang penasaran dan kepingin coba. saya nggak suka tiga-tiganya. paling mengena?” Remi sengaja melambatkan tempo bicaranya. “Oke. “Menurut saya.. Tapi sudah kepalang basah untuk mundur. Namun.“Menurut kamu . seperti teve kita mendadak 256 . Terlalu ganas dan buas untuk diberi jawaban ‘‘tidak tahu’’. saya nggak kepingin beli. tiga-tiganya standar. “Tiga konsep tadi memang padat info. Sumpah. semua orang di ruangan itu sudah menanti jawabannya seperti singa-singa kelaparan. plus konsekuensinya. “Mmm . yang mudah-mudahan masih tersimpan di kepalanya. tuh.. Tatapan tajam menghunjam Kugy dari kiri-kanan. Nggak bikin ngiler.. memeras otaknya agar memutar balik memori tentang rapat yang sudah berlangsung sejak sejam yang lalu itu...

Dengan efek bunyi yang dramatis. “… and good job. tapi gua optimis bisa banget dikejar. Seperti waktu Iceman mau membekukan satu Gotham City. Siap-siap presentasi. Remi menepukkan tangannya ke meja.” celetuk Siska. ya? Khusus untuk pitching ini. “Nggak standar. Tammies Bar. Kelezatan Tanpa Banyak Kata. Nggak usah pakai jingle. lalu mengalirlah hazelnut crème. Done.” Iman melirik ke arah Remi.” “Jujur. “Saya suka efek teve mendadak mati itu. Dan ketegangan yang tadi mengunci tubuhnya berangsur mencair. menutupi semuanya. lalu cokelat itu membeku. “Tagline-nya oke. Good luck.. Ngebayanginnya aja ngiler. lalu melelehlah caramel. Namun. lalu mencairlah lapisan cokelat. Langsung jalan. lalu selapis wafer lagi. Terakhir. “Pe-er berat memang jadi di visual. “Sip. “dan efek Iceman tadi— whatever it is. Tinggal dia yang belum bersuara. Semuanya hanyut bersama visualisasi ide Kugy dalam pikiran mereka masing-masing.” Remi pun berdiri. tuh.” Tasya mengakui. efek dan visual persis dengan apa yang dideskripsikan Kugy. saya mau Kugy jadi project leader. tapi tidak .” Kugy merasa darahnya mendadak hangat. Mukanya masih tidak rela. “Ekonomis pula. dan sebagainya. muncullah selapis wafer. Gy. deal.” Gina terkekeh.” Fani berkata lirih. cokelat itu terbungkus. Tammies Bar.. But it’s memorable. 257 . gua kayaknya jadi pingin beli. ya. menatap Kugy hangat dan menepuk ringan bahunya. Dan muncul satu kalimat: Kelezatan Tanpa Banyak Kata. sunyi yang kali ini lain. lalu berjatuhanlah butiran rice crispy.mati. tapi ia sungguhan suka.” lanjutnya lagi. Diikuti oleh semua mata. overdub.” Ruangan itu tetap sunyi.

Betul. sekaligus hari pertamanya sungguhan “bekerja”. mencari kamar tempat Adri diobservasi. tampak jelas ia berusaha kelihatan baik-baik saja. berusaha menenangkan anaknya. Tapi sebentar juga normal lagi kok..” Ia mengulang. “Nggak pa-pa . Jeroen .. Lena . atau ...” Lena bahkan tak sanggup menyelesaikan kalimatnya karena masih terengah dan shock. lebih seperti untuk menenangkan dirinya sendiri.” sambutnya dengan senyum yang dipaksakan muncul. Adri bisa melihat itu. Bisa karena terlalu capek. “Papa kenapa? Sakit apa?” tanya Jeroen panik. Jeroen pun datang menyusul.. kakinya melangkah terburu-buru di koridor.. kekhawatiran mendalam yang terpancar di mukanya tak bisa disembunyikan.. meski ia juga berusaha tampak tenang.. Ini udah mulai bisa gerakin jari dikit-dikit. cuma stroke ringan. “Hai. Tak lama.. Fisioterapi beberapa minggu aja pasti udah bisa normal lagi.” jawab Adri. masih dengan seragam sekolah. suaminya terbaring dalam posisi setengah duduk. Setengah berlari. “Aku nggak pa-pa.. tangan yang kanan tahu-tahu aja nggak bisa gerak. “Macam-macam. Ma?” Jeroen gantian bertanya pada ibunya. Wajahnya pucat. Lena langsung melesat ke rumah sakit begitu ia mendapat kabar dari kantor suaminya.” ucapnya lagi sambil mengelus lengan istrinya dengan sebelah tangan. Di kamar itu. 258 .. Nih . barangkali inilah akhir kariernya menjadi petugas prakarya AdVocaDo... “Stroke itu kenapa sih. atau stres. Kugy sadar. Sayang.Mukanya berangsur berseri. “Semuanya akan normal lagi .. Namun.

kian merasuk. Sedari tadi tangannya sudah menggenggam kuas blok.. Ia lebih mengkhawatirkan apa yang tak terucap. ya?” “Dia tadi pergi ke pura kota.. dan menunggu. Keenan mulai resah. dan menunggu . Namun. Baginya. badannya bolak-balik terus seperti kepanasan. Kanvas putih sudah siap di hadapannya. mukanya lega bukan main. Biasanya jika dia ada di sini.. Namun. tak sesapu pun warna tergores di sana. September 2002 . “De. rasanya tak bisa menunjuk apa-apa. kamu cari saya. Barangkali karena belum ada Luhde.” jawab Banyu sambil terus melenggang. Keenan langsung memanggilnya. siapa-siapa. Namun. Tangannya seperti lumpuh. Lambat laun. “Keenan . kamu kok lama banget sih perginya?” ujar Keenan seraya menarik tangan Luhde. “Banyu! Luhde ke mana. ini lebih dari sekadar masalah fisioterapi.. apa yang tersembunyikan. Sejak ia kembali melukis lagi dua tahun lalu. Sebentar lagi pulang. dan apa yang masih akan terus membayangi keluarga mereka dari hari ke hari.. Keenan dapat merasakan energi kegelisahan yang bergerak menyusupi tubuhnya. Akhirnya ia memutuskan untuk berbaring. 259 .. baru kali ini Keenan merasa buntu.Lena termenung. Langit sore yang cerah pun tak ada makna baginya hari ini. Tampak Banyu berjalan melewati bale. Perasaan itu sungguh asing. Keresahan itu makin tidak tertahankan. Serta-merta Keenan bangkit. semuanya baik-baik saja. Ubud. ya?” Suara Luhde muncul dari belakang. Ada yang salah. Keenan hanya menunggu.. Bahkan menakutkan. pikir Keenan.

. memangnya kita janjian?” Keenan tertawa lepas. ia dikejutkan lagi dengan Keenan yang tahu-tahu merebahkan kepala di pangkuannya. ya?” sahut Keenan. “Kadang-kadang langit bisa kelihatan seperti lembar hitam yang kosong.” ucap Luhde.” Luhde melanjutkan dengan lembut.. Tapi hari ini rasanya aneh. Pelan-pelan. saya merasa kehilangan kamu. Tak pernah membayangkan katakata itu akan terlontar dari mulut Keenan. pemandangan itu. Bumi hanya sedang berputar.. ya?” Tiba-tiba Keenan bersuara. Tubuh Luhde menegang. Padahal sebenarnya tidak.” bisiknya. “Nggak. “Hati saya hampa. Seperti ada yang kurang. dibiarkannya Keenan yang tampak begitu rileks beralaskan simpuhan kakinya. Luhde berusaha membiasakan dirinya dengan kondisi itu. Aneh rasanya kamu nggak ada menemani saya di sini. 260 . Belum usai kagetnya. Sudah berbulan-bulan hampir tidak pernah berhenti berkarya. Matanya memejam.” Luhde menelan ludah.. Bintang kamu tetap ada di sana. “Keenan sudah menunggu dari tadi? Maaf.Luhde terkejut dengan sambutan ekstra hangat itu. Keenan mengembuskan napas panjang. ya. kita memang nggak janjian. Mmm ... kepala saya kosong. gimana kalau ternyata bukan sekadar jenuh? Mungkin nggak saya—” Dan Keenan rasanya tidak bisa meneruskan ucapannya. kok saya nggak bisa melukis hari ini. “Damai sekali rasanya kalau sudah begini . lalu diletakkan di atas dadanya. “Nggak tahu apa jadinya kalau nggak ada kamu. Digenggamnya tangan Luhde. Namun. “tapi .. “Mungkin saya jenuh. berharap bahwa memang benar demikian.” “Wajar kalau Keenan jenuh. Dan nggak tahu kenapa. Nggak ada yang mengalir keluar seperti biasanya. “De.” gumam Keenan.

Perlahan. sejelas itu. Keenan dapat merasakan apa yang ia rasakan. Namun. Belum pernah Luhde merasa sebahagia ini. satu tangannya bergerak. Luhde berharap. 261 .Mereka berdua kembali ke dalam keheningan. Membelainya dengan penuh perasaan. Belum pernah ia mendengar Keenan mengutarakan perasaannya segamblang itu. dalam setiap gerakan jemarinya. menelusuri rambut Keenan. sepotong bisikan itu terasa bergaung memenuhi seluruh pelosok ruang batin Luhde.

Saya agak telat. Kemarin. Soalnya . sudah empat hari terakhir ia masuk kantor di atas pukul sebelas siang. Gy. sesudah presentasi. “Sori.30. Di dalam ruangan itu ternyata juga sudah ada Gina.. Silakan masuk.. “Oh. ya.” Remi menyambutnya dengan ceria. takut sakit. ia melirik Remi.. ya. Kugy langsung mendapat pesan untuk menemui Remi di ruangannya. 262 . Begitu kakinya melangkah ke lobi kantor.” Gina tersenyum simpul. Kamu memang harus jaga kesehatan. Kugy. Jadi. AGEN NON-AQUARIUS Jakarta. badan saya rasanya capek banget.. dan Kugy benar-benar tidak sanggup membuka mata sebelum pukul delapan pagi. Kugy melirik jam. Akibat persiapan presentasi Tammies Bar. “Siang. Kugy tidak heran kalau hari ini ia bakal dapat teguran. account director. Benerbener jangan sampai sakit. Setiap malam ia harus bekerja sampai larut..” jelas Kugy polos. September 2002 . di rumah saya sengaja tidur terus.

.. Dia—punya tim? Dari tukang fotokopi. saya pikir.” Kugy ternganga. “Tapi .” Remi melanjutkan. kamu belum banyak distorsi ini-itu. out of the box. mereka pasti bantu kamulah. bingung mau berkomentar apa. ia sudah ingin melorot ke lantai.... fresh. kenapa saya?” “Karena..” Gina berdehem. Kugy berusaha mencerna ucapan yang barusan ia dengar.” Kugy menghela napas. tiba-tiba sekarang dia punya tim sendiri? Dalam hatinya.. semua ini terlalu lucu baginya.” Remi langsung menyambar. “Kita mau kamu yang jadi project leader untuk produk-produk mereka. “Saya? Tapi . Tapi ... sinergi mereka dan kamu bakal cocok banget. Mereka mau launch kampanye besar-besaran. dan justru karena kamu anak baru.” “Kan kamu punya tim. konsep yang out of the box.“Tammies Bar gol. Jadi. Ide kamu fresh. jadi . Dan jarang-jarang juga kita punya klien yang memilih untuk nggak ‘main aman’.. Namun. “mereka kepingin ide yang secemerlang Tammies Bar. saya belum pengalaman . “Oke. presentasi aja baru ikutan sekali . saya pikir kamu punya syarat itu semua. terpingkal-pingkal. 263 .. kok .. kamu punya kerjaan lain selain ngelamun dan nahan ngantuk. Walaupun ia tahu Remi dan Gina tidak main-main.” cetus Remi dibarengi senyum kecil.” ujar Gina sambil tertawa ringan. Klien kita suka banget sama konsep kamu.” papar Remi lugas. kalau kita meeting lagi. ia berusaha setengah mati menunjukkan muka serius... Kamu punya karakter yang pas untuk spirit klien ini. “jadi—” “Jadi. “Mereka juga kepingin jalan dengan kita untuk semua produk barunya.... darling? Ya.

“mau ada acara lagi. “Taksi saya belum datang-datang. Kembali ke pojok kecilnya.” Sebentar kemudian. Tak lama. untuk membatalkan pesanan taksi Kugy. Kugy tetap sungkan jika harus diantar pulang 264 . dia sudah menghilang. “Tadinya memang mau ada appointment. ya. ya? Saya antar sekalian.“Congrats. pintu depan yang sudah dibukakan. Dan sebelum Kugy merancang basa-basi untuk merespons ajakan tersebut. yaaa!” Gina menambahkan. Saya ambil mobil. yakni kompetisi kendaraan umum yang sangat ketat. Inilah risiko jika pulang pada waktu standar orang-orang bubaran kantor. Berpakaian lebih rapi dari biasa. Remi tengah berdiri di sisinya. Remi sudah keburu berkata. Tapi dibatalkan. Kugy terlalu lelah untuk mencoba alternatif lain selain taksi. “Katanya mau pulang cepat. Kugy keluar dari ruangan itu. Walaupun Remi senantiasa bersikap rileks kepada para bawahannya. Ia hanya ingin duduk tenang di jok belakang. tinggal menunggu Kugy melangkah masuk.” Kugy menoleh ke samping. ya? Rabu gaul?” Kugy terkekeh. Namun. Remi sudah keburu berbicara pada Anita.” Dan sebelum Kugy sempat membuka mulut. Sudah setengah jam Kugy menunggu taksinya yang tak kunjung datang. Kembali lagi bersama mobilnya di pelataran lobi. Kamu mau pulang. bahkan kalau mungkin tertidur. yuk? Taksinya di-cancel aja. Kugy memasuki mobil Remi dengan sedikit canggung. “Tunggu di sini. resepsionis kantor. dan tahu-tahu sudah sampai di rumah.” jawab Kugy. Cekakak-cekikik sendirian sepuasnya di sana.

round round .oleh bosnya sendiri. kata ‘unik’ itu seringnya merupakan ungkapan halus dari kata ‘aneh’. baby. Nggak bisa dengar yang lain.” Remi berkata tenang.” Kugy tergelak.” “Dalam kasus saya. “tapi saya nggak terlalu kaget. mendadak telinga Kugy siaga.” Remi pun manggut-manggut setuju... “Dead Or Alive?” tanyanya langsung. “You spin me right round . Dan.” Senyum Kugy melebar tanpa bisa ia tahan. Alunan musik berkumandang sayup. Saya orang yang sangat apresiatif terhadap segala sesuatu yang unik. Dan ternyata betul.. “Memang dulu kamu udah lahir waktu zamannya lagu ini?” “Ya udahlah. dan nggak biasa. Wangi jok kulit meruap bercampur pengharum mobil. “Remi. Kugylah yang akhirnya memutuskan untuk meredam kecanggungannya sendiri. 265 .. “Kalau kamu menang lotere. itu baru namanya cuma modal beruntung. Itu unik. modal saya sebetulnya cuma beruntung—” Remi langsung menggeleng. Saya kayak stuck di musik ’80.” “Kok—kamu tahu grup ini? Suka New Wave juga?” tanya Remi.. Karel sudah bilang kalau kamu memang unik. Namun. Ini tuh musik yang saya dengar dari kecil. dari dulu nggak berubah-ubah sampai sekarang. “Iya. aneh. Tapi kamu lain. right round. nggak tahu kenapa. takjub. Saya sadar banget. saya nggak salah pilih. right round. hidup terlalu singkat untuk dilewatkan dengan biasa-biasa saja. Intuisi saya bisa membaui ‘keanehan’. “mungkin karena itu juga saya mau terima kamu kerja di AdVocaDo. baby. Remi tampak datar dan biasabiasa saja. dan selera musik saya. Mulutnya pun langsung ikut bernyanyi.” Kugy menjelaskan.” “Bagi saya. “Tapi orang-orang bilang saya memang kelainan. Mobil itu bersih sekali. makasih ya untuk kesempatannya jadi project leader. like a record.

ia juga diantar pulang dan diajak nongkrong oleh bos nomor satunya. Mendingan kita tunggu sampai agak lengang baru jalan lagi. Remi menunjuk sebuah kafe yang terletak di tepi jalan. Tak sabar rasanya ingin menulis surat laporan untuk Neptunus. Tak hanya ia tiba-tiba naik pangkat drastis.kamu memang punya bakat alam. nih. “Kamu buru-buru banget harus pulang?” Remi bertanya. “Memangnya kenapa?” “Macetnya parah. yuk? Kopinya lumayan enak. Hari yang aneh. mengamati lalu lintas yang padat dan nyaris tidak bergerak pada jam bubaran kantor ini. Kugy melempar pandangannya ke jendela sebagai distraksi. Kugy bercerita dari mulai masa kecilnya hingga ter266 . yang satunya lagi pemilik perusahaan. dan sepiring besar kentang goreng. Kamu hanya tinggal jadi diri kamu sendiri. “Kita mampir ke sana dulu aja.” Kugy mengangkat bahu ringan. nggak?” “Nggak …. dalam hatinya ia tercengang-cengang sendiri. Keberatan. mereka tak ubahnya dua teman sebaya yang berbincang asyik tanpa jarak dan hierarki. Kugy lupa perbedaan umur mereka yang terpaut delapan tahun.” “Oke. Selepas dua cangkir cappuccino. dua porsi es krim. Namun.” Kugy menggeleng pelan.” Kugy cuma bisa manggut-manggut pelan tanpa suara. dan jadilah kamu di posisi kamu yang sekarang. Terlalu salah tingkah untuk berkata apa-apa. hanya seratus meter dari posisi mobil mereka. dan kasta pangkat mereka yang bagaikan bumi dan langit— yang satu anak magang lulus kemarin sore. pikirnya. Yang orang-orang seperti kamu butuhkan sebenarnya cuma kesempatan.

dampar di AdVocaDo karena kesenangannya berurusan dengan kata-kata. Besok malam. Salah satu syarat dasar jadi agen Neptunus adalah berzodiak Aquarius. Saya kasih kamu nasi. tuh?” “Oke.” “Boleh. Dan Kugy kalah telak. Gimana? Keren nggak.” “Zodiak kamu apa?” “Libra.. toh? Apalagi aku. Karena agen Neptunus juga butuh makan nasi.” Kugy menggeleng dengan tampang serius. jadi agen apa ya cocoknya?” “Agen BULOG ..” Kugy merasa kejadian di lobi tadi berulang. melongo. ia bercerita dengan gaya pendongengnya yang bersemangat dan berapi-api. “Sebagai pegawai. tersenyum. Kalau Libra... Jika diibaratkan permainan silat. Ia sudah benarbenar nyaman menjadi dirinya sendiri di hadapan Remi. sampai terpingkal-pingkal. Gy. Ada yang enak banget di Radio Dalam. Kita jalan jam 6-an aja dari kantor. “Mulai menyesal kan merekrut aku jadi pegawai?” Kugy bertanya kocak sambil berkacak pinggang. kerjanya nimbang beras.” Remi terkekeh geli. “tapi saya juga mau dong jadi agen rahasia Neptunus . Seperti biasa.. tanpa ia sempat mengambil kudakuda.” jawab Kugy mantap... kamu kasih saya apa? Air laut?” “Seafood.” “Kayaknya nggak imbang. iya. ya? Kita dinner di restoran seafood. Remi bereaksi dari mulai mendengarkan serius. dengan sigap dan lihai Remi sudah memasukkan serangan berkali-kali. Tak sempat 267 . “Susah. kayaknya saya mulai menyesal . Sebagai teman. saya tetap merasa kamu salah satu aset paling menjanjikan yang pernah saya temukan. “buat teman makan nasi.. Jadi kita asas saling membutuhkan aja.

Benda itu cukup tebal dan berat. sih. Nanti kalau ketemu orangnya akan saya tanyakan. Noni menyambutnya dengan kening berkerut. Terus ada satu dus yang ketinggalan. tapi untungnya aku sempat periksa lagi.” Noni mengangkat bahu. “Iya. Mbak Noni?” Noni yang sedang menyapu kamarnya langsung menyandarkan sapunya ke dinding dan menghampiri pintu.. September 2002 . Dan Noni merasa ketiban sial karena mau tak mau menjadi orang yang harus ketitipan barang Kugy yang ketinggalan. ya? Mungkin itu punya dia. Aku menemukan ini. Bentuknya mirip buku atau album foto. pikirnya.. Kenapa?” “Mbak. Mbak .bersiap dan tak sanggup melawan. Bandung. “tapi nggak pa-pa. Kotak persegi panjang berlapis kertas kado warna biru polos..” Sepeninggal tetangga barunya.. Perlahan. Isinya cuma kertas-kertas sama barang-barang bekas gitu. Mbak. Mahasiswa angkatan baru bernama Ellen yang sekarang menghuni kamar sebelahnya sedang berdiri sambil memegang sesuatu di tangannya. kepalanya mengangguk. saya simpan saja. “Yang dulu tinggal di kamar ini kan temannya Mbak Noni..” Ellen menyerahkan benda yang dipegangnya. “Saya belum pernah lihat barang ini sebelumnya.. Tadinya mau kubuang.” kata Ellen lagi. 268 . “Permisi . Ellen. Makasih ya. Sudah pasti barang ini milik Kugy. tadi aku baru beres-beres lemari. Menerima ajakan Remi.. Noni menimang-nimang benda itu di pangkuannya sambil merenung. Ellen.

andaikan agen non-Aquarius ingin bergabung. ia melipat-lipat kertas itu.” balas Remi yang sedari tadi menghitungi cangkang kerang. “Jadi. Kalo di piringku ada ekstra sepuluh kerang. boleh. Kugy memandangi lagi piring-piring kosong hasil perjuangan mereka sejam terakhir.” Kugy berpikir. Kugy menghitungi cangkang udang di kedua piring mereka.” “Yang itu udah lolos. tapi Noni ragu. nggak?” “Sebentar. Jakarta.. September 2002 . “Oke. tauk.. Syarat pertama lolos. pasti semuanya juga kumakan...” protes Kugy. “Dalam primbon peraturan agen. dan tak lama kemudian jadilah sebuah perahu.” katanya pada Remi. Noni pun kembali menyambar sapu yang tersandar di dinding.Selintas tebersit keinginan untuk membuka bungkusan itu. “Wah! Hebat!” Kugy bertepuk tangan. Dengan cekatan. dong. kamu kalah tiga. sebentar. nih. Kedua. maka syarat-syaratnya adalah: pertama.. Nggak usah dipikirin. saya buktikan. “Itu namanya nasib!” Remi nyengir. Apa syarat berikutnya?” 269 . “Tapi di klasemen kerang rebus.” sela Remi. makan saya udah cukup banyak buat jadi agen Neptunus. tapi ketimpangan porsi dari restoran ini. harus bisa bikin perahu kertas .” kata Remi seraya menyambar selembar pamflet menu yang tergeletak sebagai alas makan di atas meja... Akhirnya ia membuka laci meja belajarnya. “Kalo itu bukan salahku.. menyimpan benda itu di sana. “Syarat kedua lolos!” Remi menggosokkan kedua telapak tangannya dengan mata berbinar.” “Sini. “Kamu kalah dua. harus jago makan seafood . “Saya mulai optimis. deh.

ia tersenyum lebar-lebar. Keduanya pun tersadar. Tiba-tiba Remi menahannya. nih!” “Secepatnya saya bawa perihal persyaratan ini ke forum departemen HRD Kerajaan Bawah Laut. diikuti sorot mata yang menghangat. menulis sebentar di atas dashboard. membuka lipatan kertas. mengambil pulpen dari tasnya. ya.. Sabar . keduanya beranjak dari sana.. Ia menyalakan lampu.” kata Remi sebelum Kugy keluar dari mobil.. Mendadak. ya.” ujar Kugy sok serius. “Salam untuk Karel. “Gy.. “Padahal udah semangat.. pesan? Well. sabar. sekaligus ingin mengusir.” Remi menjawab halus. ya.” ujar Remi santai. “makasih ya makan malamnya. Beberapa lampu dimatikan. Sambil menahan tawa geli. ya. saya tulis dulu.” Pintu pun membuka.” “HRD-nya payah!” omel Remi bercanda.Kugy berpikir lagi. “Belum disusun sampai syarat ketiga . Nanti dikabari lagi. “Ini buat apa?” tanya Kugy heran. menyusul. hehe. ruangan itu jadi temaram. Sopan. “Nanti aku sampaikan. 270 . berarti kamu harus nulis sesuatu di kertas ini. Kugy tiba di rumahnya pukul sebelas lebih. “Buat kamu hanyutkan besok.” sahutnya cepat. melipat ulang perahu itu dan memberikannya kepada Kugy. Kugy menyadari dirinya mulai gugup. bentar. Terakhir.” Kugy mengangguk. Titip ini. restoran itu sudah mau tutup. dan berpikir. sini. “No problem. Kugy tertegun melihat gradasi perubahan itu.. Para pelayan sudah berdiri memandangi mereka dengan senyum dipaksakan. Saya ingin kirim pesan buat Neptunus. Mas. dan setengah kaki Kugy sudah melangkah keluar. “Mmm .” katanya sambil menyerahkan perahu kertas yang tadi ia lipat di restoran.

diperbantukan penerangan lampu jalan: Makasih sudah mengirimkan agen Kugy ke kantor saya. tapi ... kegugupan. Kugy tak bisa menentukan mana yang lebih dominan.. aku coba. dan juga . Mudah-mudahan dia mau. Kugy merasa satu-satunya penawar yang jitu adalah . Cuma nggak janji lhooo . kok. Entah namanya apa. dibukanya lipatan-lipatan perahu kertas itu. Tanpa menunggu lebih lama.” “Bye!” Kugy melambaikan tangan. Di hatinya terasa ada kebingungan. Memandangi mobil itu melaju hingga hilang di tikungan jalan. dan membuat malam ini menjadi malam yang sangat menyenangkan. Dan sorot mata itu.. “namanya juga usaha. Saya nggak kepingin-kepingin amat kok jadi agen. Bye. ya. saya lebih kepingin ditemani makan lagi sama agen kamu yang satu itu. Gy.. 271 ..“Dan karena kamu kurirnya.. entah kenapa. “Sebetulnya dilarang melakukan surat-menyurat sampai lamaran kerja positif dikabulkan. Sampai besok. Ketiganya bercampur jadi satu. kian membuat Kugy gugup.” Remy mengangkat bahu. siap menutup pintu. kamu boleh baca isi pesan saya. “It’s okay. tidur.” tambah Remi lagi..” Kugy tertawa. rasa senang. Kugy pun mematung bersama selembar kertas di tangannya. membaca tulisan Remi yang tertera di bagian belakang pamflet restoran..

. dari mulai yang senior sampai sesama anak bawang. serta makanan-makanan ringan berukuran mungil yang diedarkan di atas baki. Neng. Iman kontan tertawa. Perut Kugy yang belum diisi nasi mulai menunjukkan reaksi pemberontakan.. dan berkenalan dengan orang-orang dari berbagai kantor. Sebagai anak baru dan anak bawang. ARISAN TOILET Jakarta. melihat langsung tokoh-tokoh yang selama ini hanya ia kenal namanya saja. Oktober 2002 . di sini nggak bisa pesan nasi. ya?” bisiknya pada Iman.31. Dan kalo 272 . Acara yang berlangsung di sebuah wine lounge itu dihadiri hampir seratus orang. Untuk pertama kalinya Kugy ikut acara gathering biro-biro periklanan. Sedari tadi penganan yang disuguhkan adalah gelas-gelas berisi anggur merah dan putih. inilah malam pertamanya bergaul dan berinteraksi dengan sesama pekerja periklanan.. “Ini wine lounge. “Iman ..

atau apa pun. Namun. Tampak jelas mereka berusaha sekali mencuri perhatian Remi dengan mengobrol. mereka kembali harus menunggu giliran. Dan Kugy tambah gelisah ketika menyadari bahwa Remi keluar dari lingkaran lebahnya. Thanks infonya. Matanya lantas tertumbuk pada Remi. “Kok sendirian. Kugy menontoni itu semua sampai akhirnya tersenyum geli. berjalan menuju tempat ia berdiri. Manusia satu itu seperti madu yang dikerubungi para lebah. deh. Kecuali kalo lu keluar dan cari nasi goreng di pinggir jalan. Buru-buru. Yang jelas. Yang melingkarinya semua perempuan. Gy? Nggak mingle?” tanya Remi yang sekarang sudah berdiri di sampingnya. Jantungnya seperti menciut mendadak. tiba-tiba saja matanya menemukan Kugy yang tengah mengamatinya. sambil melingkarkan tangan mereka sejenak di pinggang Remi. sesudah satu ‘‘tiket sosial’’ itu berlalu.” jawab Kugy masam. pikirnya. Entah apa yang mengarahkan tatapan Remi. cium pipi kiri-kanan.” Kugy menjawab dengan cengiran lebar. tidak baginya. Mereka yang baru bergabung berkesempatan untuk sejenak menyerobot. Kugy membuang muka. 273 . Semua orang kelihatannya tidak ada yang bermuka kelaparan seperti dirinya.” “Oke.udah jam segini kayaknya mereka udah nggak menyediakan makan besar. “Lagi cari makanan. Ia menebar pandangan. hanya sekadar supaya Remi mengalihkan sebentar tatapannya dan meladeni barang satu atau dua kalimat. Entah karena mereka lebih berpengalaman sehingga sudah mengantisipasi dengan makan malam duluan. atau pergaulan dan wine kadangkadang bisa mengenyangkan perut. Malu-maluin. atau melucu.

deh. Di depan cermin. “Haa? Sandy?” “Damn! Lucky girl!” “Faktor bemper depan.” Remi menunjuk baki berisi roti-roti mungil dan .. ya. Ia berdecak takjub atas kegesitan Remi. Namun. Kayaknya nggak mungkin lagi disumpal makanan basa-basi. ya.keripik yang disajikan sejumput-sejumput di mangkok kertas. segede-gedenya toket..” Beberapa dari mereka langsung mangap. nggak sampai pacaran. Kugy bisa mengikuti pembicaraan massal yang sedang terjadi di sana. sekumpulan perempuan sedang berjajar memperbaiki dandanan mereka. Kugy pergi ke toilet. “Fisik lo!” “Tapi. “Cari yang porsinya lebih niat. ngomong ‘‘iya’’ aja belum. Semuanya tidak ada yang ia kenal. Makin ganteng tuh orang!” “Gua mau dikerem seminggu sama dia. Mau cari makan aja.” “Iyalah. dengan cepat. Dinding sekarang pada punya kuping. Sambil menunggu Remi.” sahut Kugy sambil menepuk perutnya.. cuma sebatas kencan doang. please.” “Bo. nih.” Mereka tergelak bersama. sih? Akhirnya kan yang ngaruh tetap faktor kepala.. Ketemu di pintu depan.” 274 . Kugy tergagap mau mengatakan sesuatu.” “Saya temani. tuh .” “Gua sebulan. AE-nya ViaAd? Dia sempat sukses lho nge-date sama Remi. “Sialan. ya? Lima belas menit? Saya pamitan dulu sama orang-orang.” Remi pun melesat pergi. “anakonda-ku mulai aksi huru-hara.. Aku pamit duluan. tapi manusia itu sudah lenyap di kerumunan orang.“Tuh . Hayo?” “Lu tahu Sandy. mau dibawa sampai mana. Gila.

Andaikan perempuan-perempuan itu tahu bahwa dalam lima menit dirinya akan keluar makan bersama Remi. kan?” Tiba-tiba satu orang berceletuk. Ini kan zaman inner beauty. “Jadi. “Bo.” “Eh. Hawa di dalam toilet itu pengap rasanya. 275 . tapi karena persaingan ketat demi atensi seorang Remigius Aditya. sekarang Remi lagi nggak deket sama siapa-siapa? Still eligible?” “Kayaknya masih. Mata-mata gua di Alpukat sih belum ngelapor apa-apa. kompetisi tetap terbuka! Haha!” “Najis lo!” Seusai mendapat gilirannya masuk ke kamar mandi. Sungguh ia tidak sangka. Kugy bersyukur dengan status anak barunya sehingga mukanya belum dikenal dalam lingkup pergaulan tersebut. Kugy ragu bisa keluar dari toilet tadi dalam keadaan utuh. manusia itu sebegitu populernya. Sebelum janur kuning berdiri. diikuti semua temannya. Diam-diam. siapa pun yang cuma modal bodi doang. kompetisi masih terbuka!” “Hari giniii .” “Iye.. Kugy cepat-cepat menyelinap keluar. “Jadi. Kugy langsung memalingkan kepalanya ke arah tembok. Sandy nggak punya otak? Oops!” Tawanya langsung berderai. maksudnya apa yang ada di ‘inner’-nya baju elo!” Mereka tertawa lagi. Kugy tidak bisa memutuskan haruskah ia merasa beruntung atau justru sial. janur kuning udah nggak ngaruh! Sebelum BENDERA KUNING berdiri.seseorang berceletuk dengan setengah berbisik. nggak ngaruhlah kalo pun dia lagi ada pacar. nggak ada anak Alpukat. Melihat bagaimana Remi begitu diminati. Bukan karena temperatur.. nggak bakalan lama. “Well. ‘‘Alpukat’’ adalah julukan gaul untuk AdVocaDo. maksud lo.

Nggak penting. “Malam ini aku bisa bilang kalo ucapan kamu ada benarnya.... “Memang.Kugy baru saja melahap tandas sepiring nasi goreng. dan ia sudah ngiler melihat roti bakar yang dipesan Remi. betapa berharganya kesempatan ini. tapi bukan karena faktor makanku.” Kugy menahan napas.” sahut Kugy. Remi menatap Kugy. Spontan... “Cewek-cewek pasti ngiri sama kamu. “Ususku di mana-mana.. “sampai ada forum arisan yang bahas kamu di toilet tadi. “Aku mau pesan juga. makan kamu. “Maksud kamu?” “Aku baru sadar aku sedang makan dengan the most wanted eligible bachelor yang dipuja-puja dan diperebutkan hampir semua cewek di acara tadi.” seloroh Kugy.” katanya seraya celingak-celinguk mencari pelayan. “Dahsyat.” komentar Remi lagi. “Apa. larinya ke mana semua.” Remi tersenyum sambil melengos. tawa Kugy menyembur. Tak lama.” cepat-cepat ia menambahkan.. ia memesan setampuk roti bakar dan segelas cokelat panas. Tapi saya bingung. “tapi lucu aja. Tatapan yang sama ketika Remi memberikan perahu kertas di mobilnya beberapa minggu 276 .” Kugy terkikik geli. Tapi ..” Kugy mencoba menelan tawanya. antara melanjutkan atau tidak.” Remi mengerutkan keningnya.” katanya seraya mengibaskan tangan.. “justru karena teman makanku.. Kalo tanganku dibelek. ya? Badan mungil tapi kok muat sih makanan sebanyak gitu?” Remi tak habis pikir.” nada itu meragu. ketemunya juga usus.. ya. “setidaknya dari kacamata mereka. “. sih. ah . Karena kayaknya cuma aku satu-satunya yang nggak nyadar betapa .

Antara masih lapar dan upaya mengompensasi salah tingkah.. Keenan duduk bersandar pada tiang kayu. Dengan dirinya.” ia menyahut sekenanya.” Bertepatan dengan itu. Kamu bisa jadi diri sendiri. Meski seluruh keluarganya selamat karena tak ada yang tinggal di Kuta. saya juga. “Saya lebih senang kalau kamu nggak nyadar. Remi pun berkata ringan.. ia mulai merasa ada yang tidak beres dengan ini semua. menjadi diri sendiri itu memang yang paling enak. Masa suram yang akan menjelang. Ubud. Seolah ada kabut asap yang terus tersisa. roti bakarnya datang. Dan menurut saya itulah yang paling menyenangkan dari pertemuan kita selama ini. “Mereka yang justru nggak tahu betapa berharganya kesempatan ini buat saya. Termasuk 277 . Tak ada yang luput dari sihir itu. bertengger. Bom yang meledak di Kuta sebulan yang lalu tak hanya meledakkan satu tempat saja. Bali tak lagi sama. duka yang sama tetap terasa di rumah besar Pak Wayan. Di bale tempat ia menghabiskan ratusan harinya. Kugy langsung menyantap dengan lahap. Sambil menyeruput teh panas. Kugy menelan ludah. Sama seperti hari-hari sebelumnya. Dalam hatinya. Menyihir pulau bahagia ini menjadi pulau kecemasan. November 2002 . “Setuju. Namun.yang lalu. segalanya tak lagi sama. Semua orang bicara tentang masa depan Bali. dan menyelimuti seisi Bali.” kata Remi lembut. Dan kembali Kugy merasakan kegugupan sama menyerangnya. Dengan Remi.

habislah inspirasinya. tapi tetap saja tidak bisa. Bagaimana bisa ia menjelaskan bahwa semua yang ia lukis adalah karya Kugy di sebuah buku tulis kumal. Kanvas kosong. Dan semua pujian yang orang sampaikan untuk lukisannya kini justru terasa menyudutkan. Semua halaman sudah habis ia baca. membawanya pada satu kesimpulan. bahwa ia tidak ada apa-apanya tanpa buku itu. dan ketika semua kisah dalam buku itu habis . bahkan berkali-kali dan tak terhitung lagi. bukan dirinya yang menulis semua cerita itu. Hatinya gentar membayangkan bahwa segalanya pun bisa berakhir di sini.. Kamu kembali seperti waktu pertama kali datang 278 .Keenan. Keenan membolak-balik buku tulis itu dengan resah. “Ada apa dengan kamu. Bedanya. Yang tersisa dari buku itu hanyalah selembar terakhir yang kosong. Bukan dirinya yang ikut dalam petualangan itu. Tepat dua tahun sejak kedatangannya ke Lodtunduh. Keenan telah merasakan kesuraman dalam batinnya bahkan sebelum bom meledak di Kuta dan mengubah segalanya. Sudah ratusan kali ia coba. Dan itu jugalah yang sudah ia hadapi beberapa bulan terakhir ini. Untuk kesekian kali. Satu kenyataan yang begitu mengerikan. Kenapa kamu harus bingung mau melukis apa?” Dan dirinya hanya bisa diam. “Objek lukisan kamu selama ini sudah senyawa dengan kamu. Tepat dua tahun ia memulai segalanya di bale ini. Semua cerita sudah habis ia wujudkan ke dalam lukisan. Bukannya Keenan tidak mencoba berimajinasi di luar buku Kugy. Gus? Kenapa kondisimu menurun sekali.. Hampir semua orang berkomentar senada.

” Pak Wayan menepuk lembut bahu Keenan.. menggoyang kentungan bambu. Ngerti? Jangan bebankan hal seperti itu pada dirimu sendiri. Segala sesuatu diawali dengan tidak tahu.. Keenan tampak seperti boneka kaca yang pecah jika sedikit saja tersentil. melewati mereka berdua. “Kamu bisa cerita apa saja pada Poyan. “sebenarnya saya ingin bicara. Semuanya! Begitu saja! Saya nggak bisa melukis.. Saya benar-benar buntu. Hanya menunduk dan memandangi lantai kayu di bawah kakinya.” Keenan menunjuk dadanya sendiri. ikuti saja . Poyan. semua orang di sini sudah menganggap kamu keluarga.” Setengah meratap.” matanya mengerjap-ngerjap bingung. “Gus. Poyan. “Semuanya hilang.” ucap Pak Wayan sehati-hati mungkin.” kata Pak Wayan lagi..” “Kamu tidak sendirian..” “Sebenarnya—” susah payah Keenan berusaha menguraikan kebekuan yang mengadangnya selama ini.” Keenan menggeleng keras. Melukis atau tidak. Tapi tidak tahu mulai dari mana . Saya tidak akan memaksa. Seperti ada yang mati di dalam sini.kemari. saya merasa nggak berguna tinggal di sini. Semua orang sedang berkabung di pulau ini. Poyan!” sergahnya.. Saya nggak tahu harus melukis apa lagi . “Sudah lama saya nggak bisa melukis. Semilir angin mengembus. ia berkata. “Ketidaktahuan adalah awal yang baik. tidak apa-apa. “tapi kalau kamu belum merasa siap.. saya …. Nan. “Bukan cuma karena itu. Bebunyian yang kini bahkan terasa perih menusuk hatinya. Tidak satu kali pun saya pernah mensyaratkan sesuatu su279 . kehadiranmu berarti buat kami. Keenan rasanya tak sanggup berkata-kata.. “dan kalau saya nggak menghasilkan apa-apa.

Rumahmu di sini. Namun. Saya juga pernah.. terimalah saja kalau kamu belum bisa melukis lagi. buku itu harus ada yang meneruskan. Puluhan tahun yang lalu. Ini rumahmu. semua pelukis pun pernah mengalami apa yang kamu hadapi sekarang. Pak Wayan terkesiap. Jangan bebani dirimu seperti ini. Sejak pagi tadi. Kamu tidak usah lari lagi. Gus. Adri merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya. ia sadar. Ia bangun pagi dengan rasa lelah yang luar biasa. Jalan itu akan terbuka dengan sendirinya.” tegas Pak Wayan. “Buku itu habis. Bahkan bertahun-tahun. Pak Wayan sangat memahami kepedihan Keenan. tertatih-tatih. Pak Wayan pun berkata pelan. Kini ia sudah kembali berdiri tegak. Dan bukannya itu juga jalan yang kamu pilih?” Kepala Keenan semakin dalam merunduk. Dan ingat. Susah payah. bersabar. “Mau tidak mau. ia berusaha bangkit. Poyan. 280 . saya tahu. jodoh saya. Tapi bukan berarti kita harus menyerah. November 2002 . Gus.. kamulah yang berusaha mencari ‘bintang’ baru. Hatinya tambah remuk mendengar itu semua. nanar menatap pria yang sudah dianggapnya ayah sendiri. bintang yang sama tak akan pernah kembali untuk yang kedua kali. Jakarta.paya kamu bisa tinggal di sini. Setergantungkah itu dia? Setelah diam beberapa saat. Melukis adalah jalan yang saya pilih. Keenan mendongak.” Jauh di dalam hatinya. Mengerti maksudku? Tidak mudah. Sekarang ini. memohon pertolongan. mencari sesuatu yang baru untuk menggantikan bintang hatinya.” bisiknya. Atau. “Gus. inspirasinya. Luka yang sama pernah dialaminya.

Meskipun begitu.. Dan dalam hitungan detik. seperti yang biasa ia lakukan setiap hari untuk menyegarkan badannya.. Ia tidak ingin Lena curiga dan mempertanyakan soal kesehatannya jika ia memilih beristirahat di rumah. “Pak Adri.” Dan tiba-tiba sesuatu seperti menyapu seluruh tubuhnya.” Suara sekretarisnya terdengar dari interkom telepon.. sepertinya saya harus menelepon Anda kembali . gemetar itu berubah menjadi bergetar.Dan lelah itu tak kunjung pergi meskipun ia sudah sarapan dan senam ringan. “Maaf. Dalam kekagetannya. Adri mengangkat telepon dan mulai berbicara dengan relasinya. Tak bergerak lagi. Tubuhnya terbujur kaku. Adri tetap memilih pergi ke kantor.. Adri melorot jatuh ke lantai. tangan kanannya yang memegang gagang telepon tahu-tahu gemetar. Pak Ong. ada telepon dari Pak Ong dari Malaysia. mengisap kekuatannya.. Adri segera memencet tombol speaker karena tangannya tak bisa lagi memegang telepon. Dalam sekejap. saya . Setelah dua menit berbicara. 281 .

” kata gadis itu sambil mengambili kuas-kuas Keenan yang sudah mengeras. Ia ingin terbebas dari buku itu. mengamati Luhde yang dengan tekun mencuci kuas-kuasnya. Keenan pun melukis.” Kalimat itu terlontar begitu saja tanpa bisa ia tahan.32. Sudah saatnya. “Kamu seperti malaikat . bukan jiwa yang terpenjara atau tergantung.” sahut Keenan.. Benar-benar berusaha. “Kuas-kuasnya saya bersihkan. Buku tulis itu disimpannya di kamar dan tak pernah ia bawa lagi ke mana-mana.. ya. De. Desember 2002 . Ekspresi murni yang bergerak dari hati. Satu pekerjaan yang sudah biasa ia lakukan sejak kecil dengan telaten karena sering membantu saudara-saudaranya yang pelukis. Kali ini Keenan berusaha. Memutuskan bahwa ia tidak akan menyerah kalah pada kebuntuannya.. Dan sejenak ia berhenti. 282 .. Keenan mencamkan pada dirinya sendiri bahwa jiwa seorang seniman adalah jiwa yang bebas. Ada Luhde yang duduk setia di sampingnya. dan melukis.. NINJA ASMARA Ubud. “Makasih.

dan tersipu. Dan sesuatu menggerakkannya untuk terus mendekat. bibirnya tak kuasa membentuk senyuman. Menatap mata Keenan dengan perasaan campur aduk. Luhde mengangkat mukanya perlahan-lahan. Keenan berkata. Mengecup lembut bibir Luhde. “Saya melukis untuk kamu. mencurahkan apa pun yang ia mampu dan ia sanggup berikan. Keenan menahan napas melihat keindahan yang terbentang di hadapannya.” ucapnya tulus. Dengan pelan dan khidmat.” Tangan Luhde yang tadinya sibuk bergerak langsung berhenti. Sesuatu mendorongnya untuk bergerak mendekati Luhde. Dua tahun ia berharap. Tidak hanya populer karena dianggap prodigy atas ide-idenya yang gila. Jantungnya seperti berhenti berdegup. Dua tahun ia mendekat. dan kapan pun: Kugy. Namun. “Titiang tresne teken Luhde31.” Cepat. Pipinya bersemu merah. tapi Keenan juga melukis untuk diri Keenan sendiri. haru.Luhde mendongak. Dua tahun ia menanti. AdVocaDo kini punya topik hangat yang selalu diulas siapa pun. Desember 2002 . Langsung dan sederhana. Keenan tersenyum. Ju31 Saya cinta pada Luhde. Antara bahagia. “Ya. 283 . Baru kali itulah ia mendengar Keenan mengungkapkan perasaannya. “Saya senang melihat Keenan melukis lagi.. Duduk di hadapan gadis itu.” katanya setengah berbisik. Kugy juga punya julukan baru. Luhde menunduk. Jakarta.. yakni “Si Ninja Asmara”. di mana pun. Keenan meletakkan kuas yang sedang ia pegang.

Malam itu. mereka pergi bersama untuk makan malam. Meski tadinya enggan. Kugy. Dan urat cueknya terlalu kuat untuk memusingkan apa kata orang. tugasnya yang bertumpuk terlampau menyita waktu dan tak sempat lagi ia memikirkan lejitan kariernya yang mengagetkan semua orang. Kedekatan Remi dan Kugy selama dua bulan terakhir sudah terlalu kentara untuk diabaikan. Bagi Kugy. Sementara itu. Dirinya tidak merasa punya target atau agenda untuk dekat dengan Remi.lukan itu khusus diperolehnya karena tidak ada satu pun yang menyangka sarjana kemarin sore berjam tangan Kurakura Ninja telah berhasil mematahkan hati banyak perempuan yang selama ini mengincar Remi. lewat dua jam. teman-teman kantornya berencana untuk clubbing ramai-ramai. duduk di jok depan mobil Remi. Hampir setiap hari Remi terlihat mengantar Kugy pulang. Kugy tidak merasa ada dalam sebuah kompetisi apa-apa. menjadi sebuah pemandangan yang disaksikan hampir setiap hari oleh satu kantor. Kugy menjuluki dalam hati. Arisan Toilet. Kugy bisa bertahan agak lama kali ini karena ia sudah datang dengan persiapan makan malam sebelumnya. Semuanya mengalir begitu saja. Akhirnya bergabunglah ia dengan segerombolan orang dalam gelap remang diiringi dentuman musik yang menekan jantung. Si Ninja Asmara sendiri tak ambil pusing. Kugy didaulat untuk ikut. Ada sekelompok perempuan yang juga ia kenali. Perut kenyang 284 . Dan baginya. Namun. Setidaknya dua atau tiga kali dalam seminggu. Kebanyakan ia temui waktu acara gathering bulan lalu. ia mulai gelisah. bahkan tak menyadari bahwa dirinya tengah jadi sorotan. Remi adalah teman jalan yang begitu menyenangkan hingga membuatnya tak lagi peduli akan kompetisi di luar sana. Banyak wajah yang tak asing.

. sudah ada sosok baru yang menghalangi jalannya. Pelan-pelan ia beringsut. Kugy mengamati muka itu. yaa!” Ucapan itu dibarengi dengan senyum. jangan jadi minder gitu. “Iya. “Ng—nggak. kok . “Kalo iya juga nggak pa-pa. “Iya. “Udah lama pacaran sama Remi?” Nada itu ketus dan menusuk. Kugy. “Yang lagi magang di AdVocaDo. “Remi ke mana? Kok nggak bareng?” Seseorang yang lain lagi bertanya. Curiga. kok bisa. kan?” Ada yang bertanya lagi. Kugy mengangguk. Senyum yang tidak menyenangkan. saya Kugy .. badannya berbenturan dengan bahu seseorang.” katanya sambil mengangguk. dong. Tahu-tahu.. Selamat. “Sori. “Nggak pacaran. nggak tahu. sih? Susuknya keluaran dari dukun mana.. Sementara hampir semua orang sudah pindah medan kesadaran. dan ternyata berbenturan lagi dengan badan seseorang.” Kugy refleks meminta maaf. Bingung.. sori . Akhirnya Kugy tersadar. Kugy mencoba mundur. dengan rencana kabur secara bertahap. Jeng?” Yang bertanya pun tergelak sendiri.. 285 . “Kamu yang namanya Kugy?” Salah satu dari mereka bertanya.. yang cuma numpang berdiri sejak tadi.” jawab Kugy.tidak berarti menjadi betah. Baru saja ia mencoba melangkah ke arah lain. menjadi pihak terasing karena “nggak nyambung”.. Kugy benar-benar tidak tahu apa maksud mereka. ia sedang dikepung..” Kugy menggelengkan kepala. dan mengenalinya sebagai anggota Arisan Toilet. Ia mulai tidak nyaman dengan interogasi ini.

ada lengan yang menyeruak lingkaran itu. Namun. Remi berdiri dengan senyuman karismatiknya. pandangannya pun beralih ke Arisan Toilet. baginya semua itu mulai tidak lucu... ya. keduanya tertawa terpingkal-pingkal. “duluan.. yuk. dan Kugy tak bisa bergerak. Jimat dese tuh jam tangannya. lu Superman.. Lu cari jam Spiderman. Cari di Pasar Baru. Dan jemarinya membelai rambut depan Kugy. merapatkan tubuh Kugy ke arah tubuhnya. jangan salah. langkahnya dibendung dari kanan-kiri. nih. Namun.” Lalu. “Yuk. Sesampainya di luar. Makan bubur dulu. “Baru jam satu. pinjam Kugy-nya.” 286 . menatap mereka semua dengan sopan. “Pulang. menggamit dan menarik tangan Kugy keluar. gih.” katanya dengan anggukan kecil. Kugy mulai merasa terintimidasi dengan percakapan setengah bercanda setengah cari gara-gara tersebut. Ia kepingin kabur secepatnya. pokoknya jam plastik yang norak!” “Menurut majalah Vogue. yuk. Remi memeluk pinggang Kugy dengan luwes. ya .” ia berkata dengan nada seramah mungkin seraya berlalu dari sana. Tahu-tahu.. “Lihat nggak muka cewek yang tadi berdiri di sebelahku? Asli kayak cecak buntutnya copot!” seru Kugy sambil memegangi perutnya yang terkocok. ia menjaga agar kekagetannya tidak terbaca. “What a show! Benarbenar brilian!” Remi melihat jam tangannya. you know!” Dan mereka tertawa.“Eh. Kugy lalu tersenyum manis pada Remi. lho! Makanya lu semua pada beli. Kugy pun kaget bukan main. “Sori. Yang jelas. lu cari jam Barbie .” katanya ringan. seolah sudah ratusan kali melakukannya. menggenggam balik tangan Remi yang melingkar di pinggangnya. that is so 2002. Tak hanya mereka yang terlongo.

tangan Remi tak lepas-lepas dari pinggangnya. Saya mulai magang seperti kamu. Terus saya pernah nggak sengaja jadi project leader satu produk. dan sesudahnya hampir setiap tahun dapat penghargaan terus. dari dalam club tadi sampai mobil. “Sejak kapan sih kamu tertarik ke dunia advertising?” tanyanya penasaran. Mereka semua bilang. Dan saya cuma minta kamu makan persis kayak gitu di depan pengunjung.” Kugy manggut-manggut. “Dasar orang iklan.” ujar Remi yang sedari tadi memperhatikan Kugy. saya bakal jadikan kamu brand ambassador. makanya AdVocaDo bisa seperti sekarang. dan mereka suka banget sama ide saya. Untungnya klien-klien saya yang lama terus mendukung.“Boleh. yang tersisa hanyalah lapisan tipis. dulu Remi dianggap prodigy dunia periklanan. Mereka pasti ngiler luar biasa. “Dari lulus kuliah. Barulah Kugy menyadari sesuatu.” kata Kugy riang. Saya malah dapat award tahun itu. Ia ingat sederet plakat penghargaan Remi terpajang di dinding kantor. Kamu dapat omzet sepuluh persen dan makan gratis sesering dan sebanyak apa pun yang kamu mau. Bubur yang tadi menggunung di mangkok sudah lenyap. Saya lalu keluar dari tempat kerja saya yang lama. dan kepingin nambah biarpun udah kenyang. dapat klien yang gede banget. “Kalau saya jadi tukang bubur. coba-coba bikin sendiri. yang itu pun masih disendoki Kugy dengan semangat. Dan mereka berjalan menuju parkiran. Iklan yang saya buat juga sukses. jadi junior art director. Gantian mengamati Remi yang masih menghabiskan buburnya. 287 .” celetuk Kugy.

Gy. Orangtua saya. “kamu orang yang sangat. mau jadi apa?” Kugy menjawab mantap..” 288 . semuanya sukses. Dan saya puas banget mengerjakannya. “Kalau kamu? Kalau dilahirkan lagi. Remi menggeleng. “kalau saya dilahirkan kembali.... “para pelukis itu bisa melahirkan dunia baru lewat jiwa mereka .” “Mungkin.” Remi menjelaskan.. semuanya berhasil.. dan kamu juga sukses di bidang yang kamu cintai... Waktu sekolah dan kuliah juga sama.” “Wow..” Kugy seperti tersentil mendengarnya. warna .” ia menghela napas panjang. saya sering bantu event sekolah atau kampus. Pasti banyak banget yang ngiri sama kamu. Kamu mencintai pekerjaan kamu.” Kugy terdiam. terus saya kasih ide-ide untuk bisnis mereka. “Ini dunia saya. Dari kecil saya tuh udah jago bikin dagangan orang laku. “yang jelas saya cuma ngiri sama satu. saya kepingin jadi pelukis. ini memang pekerjaan yang selalu kamu inginkan? Atau ada passion lainkah?” tanya Kugy lagi.. eh . berkata-kata dengan gambar . Semua yang diceritakan Remi mengingatkannya pada seseorang. tiap mereka bikin apa saja. komposisi .” “Siapa?” “Pelukis.“Tapi. “Pelukis? Kok— bisa?” “Lukisan adalah hiburan saya yang paling menyenangkan.. matanya berbinar.” Remi mengangkat bahu. mereka suka iseng tanya sama saya. saudara-saudara saya. sangat beruntung.” Kugy berdecak kagum. “Ikan paus.

. saya nggak bisa melukis seperti dulu lagi.. “Tapi . lukisan itu ... “Kata siapa? Keenan nggak boleh ngomong begitu! Kamu harus kasih kesempatan pada diri kamu sendiri! Kenapa lukisannya harus dirusak?” desak Luhde bercampur tangis. Perasaannya tak enak. itu lukisan Keenan yang pertama lagi setelah sekian lama . Tiba-tiba saja ia terlonjak dari tempat tidur. Dari arah bale. “Karena .. “Lukisan ini nggak bagus.. “Kenapa dirusak?” tangisnya lagi.. Namun.. lukisan itu bagus . “Keenan!” seru Luhde sambil tergopoh berlari naik ke bale. Tangannya masih menggenggam kanvas yang sudah tercabik menjadi dua. Dan terkejutlah Luhde ketika melihat apa yang terjadi.” jawab Keenan datar. Saat ia mendekat.” kata Keenan lirih.. dan menurutku. “Kenapa kamu?” Keenan tertegun melihat Luhde yang muncul tanpa diduganya. Luhde terbangun lebih pagi dari biasanya. Pelan-pelan. apanya yang salah?” ratap Luhde kebingungan. barulah jelas suara apa itu. Belum ada siapa-siapa yang terlihat... tak bisa menjelaskan. Berjalan ke luar.. Keenan tengah berdiri .. Desember 2002 .Ubud... cemas dan takut. ia bangkit dari tempat tidur. kupingnya mendengar sesuatu. “De. Lukisan yang baru dibuatnya beberapa hari lalu. “Ke—kenapa lukisannya disobek?” Luhde bertanya. Entah kenapa.” Keenan tergagap. Bagaimana bisa ia mengungkapkannya tanpa menghancurkan hati Luhde? Bahwa lukisan itu tak memiliki nya289 . Direbutnya cabikan kanvas itu dari tangan Keenan. menyobek lukisannya sendiri.

Ia sungguh tak mengerti. Anginnya dingin.wa dan kekuatan yang sama? Bahwa lukisan itu tak sanggup menggerakkan dan mewakili hatinya sebagaimana lukisanlukisannya yang dulu? Dan Luhde pun tak bisa lagi berkata-kata. Pertama kalinya Keenan melukis . Hati-hati. didekatinya sosok laki-laki yang amat dicintainya itu. Dan lukisan itu berakhir dengan tercabik menjadi dua. dan hari ini ia sudah mulai siuman. Dibutuhkan keajaiban. “Masih pagi sekali. yang jauh lebih mudah dihadapi ketimbang wajah Luhde yang pilu. Jakarta. De. Berbulan-bulan fisioterapi pun paling hanya akan mengembalikan tujuh puluh sampai delapan puluh persen kondisi suaminya. Dokter bahkan meragukan kondisinya akan kembali seratus persen seperti semula. “Saya ingin di sini.. Sesekali terjaga dan membuka mata. Desember 2002 .. Membenamkan air matanya di sana. kenyataan bahwa Adri masih hidup pun sudah harus dikategorikan sebagai keajaiban. dan sebagian dirinya tidak terima.” bisik Luhde. Kamu masuk ke kamar lagi saja. Mudah-mudahan keajaiban ini berlanjut. Memeluknya perlahan dari belakang. untuknya. Bahkan. Adri baru melewati masa kritis selama dua hari.. 290 . meski tubuh itu tetap kaku seperti papan. kata mereka lagi. Stroke yang kali ini menyerangnya jauh lebih kuat dibandingkan serangan yang pertama. menatap pekarangan yang sepi.” Cuma itu yang bisa Keenan bilang.. Ia pun membalikkan punggungnya. Lena termenung di pinggir tempat tidur rumah sakit. mereka bilang.

Membelai-belai rambut suaminya. “Aku di sini .. Memohon. Lena membelai wajah suaminya. Adri? Kamu mau bilang apa?” Lena mendekatkan kupingnya ke depan mulut Adri agar bisa mendengar lebih jelas.. kee ... Lena bangkit berdiri. “Apa yang bisa aku bantu.” Mata itu mengerjap lebih cepat. Mulut itu bergetar. Di ruangan itu. kamu akan baik-baik lagi seperti dulu . Lena segera menatapnya.. Tapi tak ada satu bunyi pun yang keluar. apa.. otot-otot muka Adri mulai bergerak. Mata itu mengerjap. Sedikit demi sedikit. terus membelai-belai halus... Tangannya langsung memencet tombol untuk memanggil perawat.. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang selama ini belum terjawab: ada apa sebenarnya? Apa yang selama ini kamu sembunyikan? Apa yang bisa kubantu? Lama Lena berdiri seperti itu. Semakin sarat dengan pesan. Dri?” Dengan segala daya yang entah dari mana. Dan ia putuskan untuk berbisik di telinga suaminya. 291 . Jeroen baru akan kembali ke rumah sakit setelah jam sekolahnya usai nanti siang. kk ...Saat seperti inilah baru sepi itu terasa. kamu akan sehat lagi . Kelopak mata Adri kembali membuka. “Kkk ... sampai akhirnya ekor matanya menangkap sesuatu. lantas menggenggam tangan yang terasa kaku bagai kawat itu. “Hai . mengeluarkan bunyi kerongkongan yang tertahan... Bercerita.. “Iya. tersenyum.” sapanya lembut.. Lena mulai membaca sorot yang gelisah itu.” Lena terkesiap. hanya dirinya dan suaminya yang terbaring tak bersuara. dan berbisik di telinga suaminya.

Dialah satu-satunya yang tahu pasti bahwa anak itu baik-baik saja. Dialah satu-satunya yang tahu ke mana Keenan pergi. dalam sikap tak mau tahu dan tak mau peduli. Keenan? Itukah penyebabnya? Selama ini. Ia harus menjemput Keenan pulang. kee . 292 . Sejak Keenan pergi. mungkin saja Adri terus bertanya-tanya. nan . pikir Lena.” Begitu kata itu terucap. dan akhirnya tergerogoti dari dalam oleh pertanyaan yang tak ada jawaban: di mana Keenan? Tak ada jalan lain.. Adri tidak menunjukkan kepedulian sama sekali tentang keberadaan Keenan... sampai anak itu yang menghubungi mereka duluan.. Otot-otot wajahnya kembali menegang... Sementara. suaminya bertahan dalam ketidaktahuan.. tak satu kali pun Adri membahas masalah Keenan. Lena pun terenyak di tempat duduknya. saat Keenan yang kembali ke rumah dan memohon maaf. Padahal. Seolaholah memorinya sudah ia ringkus dan bekukan hingga satu hari nanti. Mendadak. bahkan menyebut namanya pun tidak. mata Adri kembali memejam.Dengan suara terimpit dan belenggu fisik yang tak memungkinkannya untuk berbicara. selama ini. Lena diserang perasaan bersalah yang mendalam. Adri berusaha setengah mati untuk mengucapkan satu kata itu: “Kkk . Sesuai dengan apa yang dimauinya. bahkan mengingatkannya berkali-kali untuk tidak pernah mencari Keenan.

33. Dua puluh satu tahun yang lalu adalah terakhir kalinya. perasaan menyesal. Lena belum pernah menginjakkan kakinya lagi di Pulau Bali. sekaligus rasa rindu yang hebat. Tibalah ia di Bandara Ngurah Rai. Sebelum melangkahkan kaki ke gerbang luar. Lena tidak pernah tahu apakah dirinya siap kembali ke sini. siap mendarat. saat ia masih bersama Wayan. Perasaan yang luar biasa asing meliputinya begitu pesawat yang ditumpanginya bersisian dengan laut. Lena tak sanggup membayangkan apa rasanya di perjalanan nanti. Lena duduk terlebih dahulu untuk menenangkan diri. Mengingatkan dirinya untuk tidak terbelenggu perasaan-perasaan yang tak 293 . Ada perasaan ingin berbalik pulang ke Jakarta. KEKUATAN MENCINTA Sejak pernikahannya dengan Adri. disambut alunan gending Bali yang sayup-sayup berkumandang dari kotak-kotak pengeras suara. saat ia masih melukis. Kenangan saat ia masih tinggal di pulau ini. melihat begitu banyak hal yang dapat membangkitkan kenangan-kenangan yang selama ini sudah berhasil ia kubur rapat-rapat.

” ucap Lena lagi. Nanti malam. Meski limbung. Lama. Cukup itu yang perlu ia ingat. Pak Wayan berjalan ke belakang. Lena tidak tahu kekuatan mana yang bisa menggiring dirinya kembali ke sana. Tak lama. “Halo. ia sudah kembali pulang. Lepas dari tempat ini. Lepas dari kenangan ini.” sapanya dengan senyum. Bahkan dari tempo berjalannya. Mencamkan dalam hatinya bahwa ia datang kemari hanya untuk menjemput anaknya. Perjalanan yang mencabik-cabik hatinya sejak tadi akhirnya tiba di puncak.” jelas Lena pendek. Pijakan kakinya seolah ingin membelesak menembus lantai. Sampailah ia di gerbang depan rumah itu. Lena sudah tahu siapa gerangan yang datang menghampiri. Pak Wayan tertegun sejenak. “Saya mau ketemu dengan Keenan. Kekuatannya. Sesaat. Pak Wayan tertegun. ia bahkan merasa sedang bermimpi. Penjaga rumah yang membukakan pintu meminta Lena untuk menunggu di teras depan. memanggil Keenan. Wayan. Menit demi menit. terdengar langkah-langkah yang mendekati. “Adri masuk rumah sakit. saya panggilkan Keenan. Ia merasa tersesat di rumahnya sendiri. pertahanannya. bahkan dirinya tak lagi sama jika Lena ada. yang hanya akan menjebaknya ke dalam perangkap masa lalu.” desisnya. “Sebentar. Segalanya meluruh di hadapan perempuan itu. Kena stroke. “Apa ada masalah?” tanya Pak Wayan dengan suara tertahan.menentu. untuk sekadar mampu berdiri tegak menunggu pintu itu terbuka. Meter demi meter. 294 .

” tegas Lena. Di sini pun saya nggak bisa melukis lagi.” Hati Keenan remuk redam mendengarnya. akan saya penuhi sebisa saya. “Saya pasti pulang. Keenan bangkit dan merangkul ibunya. bertemankan angin dan suara kentungan bambu. ia membantu Keenan bersiap. “Mama ingat. “saya hanya nggak kebayang apa yang saya kerjakan nanti di Jakarta. Tapi. berat.Tak pernah terlintas di benak Keenan. “Saya beres-beres sekarang juga. Cuma kamu yang dia tunggu.” Lena menggenggam tangan anaknya. ibunya akan duduk bersama dia di bale. Nan. tapi dia bisa mengucapkan nama kamu. “Apa pun.” “Kita berangkat malam ini pakai pesawat terakhir. Dengan tegar dan tenang. Ma. Ma.” ujarnya pelan. Perpisahan yang terjadi begitu cepat tak diduga-duga ternyata sanggup membuat seorang Luhde bertransformasi. Tak 295 . Keenan mengangguk. Saya udah nggak kuliah. inilah rumahmu sekarang. Mama. kamu tidak mau pulang ke penjara yang sama. yang Papa butuhkan dari saya. dan Jeroen. Seluruh badannya lumpuh.” bisiknya. Kangen dan pilu bercampur jadi satu. Itu saja. kamu pernah bilang. ya? Mama nggak bisa tinggal lebih lama lagi. Cuma nama kamu yang dia sebut. Nggak mungkin saya membiarkan Papa.” “Mama cuma butuh kamu ada. Mama nggak mungkin pulang ke Jakarta tanpa kamu. Saya nggak bisa apa-apa untuk bantu Mama. “dan itu juga yang dibutuhkan papamu.” Lena berkata. Mama juga ngerti. Apa pun yang Papa minta.

Ia menyerahkan setumpuk baju yang sudah dilipat rapi pada Keenan. Hari itu Luhde menjelma menjadi perempuan dewasa pada usianya yang baru sembilan belas tahun. Kalau memang tidak terlalu berat. Diletakkannya kembali tas yang sudah diangkat Luhde. De.” “Kamu sudah pernah ada juga sudah cukup. dibandingkan dengan semua yang sudah kamu kasih selama saya di sini . saya bantu bawa sebagian.” ucap Keenan sungguh-sungguh. bahkan pertanyaan. nanti bisa menyusul. atau rajukan. Kalau tidak. saya nggak bisa kasih apa-apa . sekalian dengan barang-barang yang lain. saya janji akan pulang kemari. dan keluarga saya sudah kembali baik-baik.” Luhde menebarkan pandangannya.. suaranya mulai gemetar. matanya mulai berkaca-kaca.” potong Luhde. Kalau memang masih ada yang ketinggalan. Hati tidak bisa bohong. “kalau memang kamu tidak kembali.ada rengekan.” Keenan menerimanya dengan pilu.. nanti saya kirim ke Jakarta. Luhde menatap Keenan.” ulang Keenan lagi. “Ikuti saja kata hati kamu.” ia mengangguk mantap. “Saya akan kembali ke sini. Saya janji. Ke mana pun itu. Sikap Luhde yang demikian justru membuat hatinya tambah hancur.” 296 . bisa Keenan bawa malam ini juga. “Semuanya sudah siap. Saya akan kembali untuk kamu. mencari barang-barang yang masih terlupa. Begitu ayah saya sembuh. saya mengerti. mengecek kamar itu sekali lagi.. Seolah ia sudah bersiap untuk hari itu tiba. “Ini yang terakhir dari lemari. “Semua barang Keenan yang ada di studio sudah dibereskan oleh Beli Agung..” ucapnya lirih. “Maaf.. “Saya akan kembali. “mari.” Keenan tak tahan lagi.

Luhde ikut tersenyum.” Keenan pun tersenyum. Lembut seolah mendekap kapas putih yang halus. Perlahan.” “Luhde Laksmi.” Keenan mengangkat dagu Luhde. Tanpa perlu dibuktikan. selalu saya merasa benda ini bukan milik saya. benar-benar sudah lebih dari cukup untuk saya. Saya berikan pada kamu untuk yang kedua kalinya.” ucap Keenan sungguh-sungguh. sekaligus erat seolah ia tak ingin melepas. dibukanya telapak tangan Luhde.. Ia meraih sesuatu yang sejak tadi dibawanya dalam bungkusan kain.” bisik Keenan tepat di kupingnya. Ia pun terperanjat. Sebentar saja Keenan ada di sini. “Ini. Titiang me janji32. ya. 297 . jangan bicara seperti itu.” ucap Keenan seraya mengelus rambut Luhde. lihat ini baik-baik. Mengecup bibirnya. Luhde melepaskan pelukan Keenan.. “Keenan nggak percaya. “Tunggu saya. tolong. Perih sekali rasanya harus jujur.” Keenan mendekap Luhde. Seutas senyum haru muncul di wajah Luhde. menatapnya lurus-lurus. sudah membuat diri saya lebih berarti.” Luhde menyerahkan benda itu ke genggaman tangan Keenan.“Luhde. Biarpun Keenan sudah lama kasih ini untuk saya. dan mendekapnya sekali lagi. 32 Saya sudah berjanji. “Saya tahu.” Luhde menunduk. “Kenapa dikembalikan ke saya? Ini kan untuk kamu. “Ini . Seketika Keenan mengenali benda yang diberikan Luhde. Sebulir air mata mengalir di pipinya. Dibukanya bungkusan kain yang menutupi ukiran itu. “Saya pergi. Entah kenapa. ya. Tidak akan ada yang ketiga kali. kamu bisa bawa lagi. ya? Mendengar Keenan punya niat begitu. kemudian ia letakkan ukiran itu di atasnya.

Erat. Wayan merasa hatinya melega. dan Lena tengah menunggu sendirian di serambi rumah utama. Meski seluruh sel tubuhnya tergetarkan oleh perasaan gentar. Lena. kamu. seolah tak mau berpisah. terlepas dari darahnya yang seperti berhenti mengalir hanya dengan duduk sedekat ini dengan perempuan yang begitu dicintainya. Ia tahu waktunya tak banyak. hati tidak pernah bisa berbohong. 298 . Aku berterima kasih untuk kesempatan yang kamu dan Adri berikan. Dan apa yang ingin kusampaikan tidak banyak. langsung menoleh ke belakang. Wayan berjalan menghampirinya. sehingga dia bisa menjadi bagian hidupku seperti sekarang. Tapi tidak sedetik pun aku menyesal. “kamu hanya perlu mendengar. Wayan sadar ia tak punya kesempatan lain selain saat ini. Keenan masih membereskan barang-barangnya di kamar. perempuan itu akan kembali hilang dari hidupnya.” Seiring dengan aliran kalimat yang telah dipendamnya puluhan tahun. Keenan. karena ia tahu. Aku menyayangi dia seperti anakku sendiri. “Dua puluh tahun aku habiskan cuma untuk melupakan kamu. Dalam beberapa jam. “Kamu tidak perlu bicara apa-apa.Dalam dekapan Keenan. Lena. dan semua yang dulu kita lalui.” kata Wayan segera. aku belajar memaafkan diriku. dan duduk di hadapannya. Luhde mendekap ukiran itu di dadanya. Adri. adalah cinta kedua terindah yang pernah kualami setelah kamu. Dan ia lebih kaget lagi ketika mendapatkan Wayan sedang berjalan mendekatinya.” Wayan memberanikan diri menatap ke dalam mata Lena. yang mendengar suara langkah kaki. Lewat kehadiran Keenan. menggeser kursi.

Sesuatu seolah membuncah ingin keluar dari dadanya. tapi karena kandunganku .. “Kami semua mendoakan kalian dari sini.” Lena merasakan kedua matanya panas. tapi ia pun tahu kesempatan ini mungkin tak akan ada lagi. Biar saja dia memandang aku tak lebih dari sekadar sahabat lama orangtuanya. Aku mengerti.” kata Pak Wayan. Kadang. Ia mengelus sekilas punggung tangan Lena di atas meja. meski hatinya kembali menangiskan 299 .” Wayan tersenyum tipis.. Dan aku bahagia kamu memilih untuk mempertahankan Keenan. seperti juga hatiku selalu memilihmu..“Jangan pernah beri tahu Keenan kalau aku sangat mencintai ibunya.” Wayan pun beranjak berdiri. begitu saja sudah cukup. Tetap tak ada air mata yang keluar...” “Wayan . sudah.” “Antara aku dan Adri waktu itu—” “Apa pun yang terjadi antara kalian berdua. Aku senang dia mampu menyayangi dan mengurusmu dengan baik. “Aku harus meninggalkan kamu waktu itu.. Ia harus bicara. “aku .” “Lena ... “hati kamu mungkin memilihku..... Tapi hati bisa bertumbuh dan bertahan dengan pilihan lain. Dan keputusanku bukan karena Adri . Sekarang aku pun merasa cukup. Semuanya aku lepaskan untuk kamu. bukan karena hatiku yang memilih dia . “semoga Adri cepat sembuh.” sergah Lena. minta maaf. Aku tahu. Lena nyaris tak bisa berdiri dan berucap. lalu berbalik pergi.. Lena kembali duduk sendirian di serambi. Lena. tidak lagi penting buatku sekarang.” Wayan mengatur napasnya yang menyesak. tapi tak ada air mata yang keluar.” “Kamu nggak perlu minta apa-apa. Kalian sudah membuktikannya dengan bertahan bersama sekian lama.. Aku tidak mungkin mengorbankan Keenan dalam perutku.

Sama cantiknya dengan yang di lukisan Poyan. “tidak ada gunanya lagi.. hanya karena tak sanggup menahan diri untuk bertanya.” sela Pak Wayan. Satu-satunya lukisan potret Lena yang masih disimpan oleh pamannya.” Laki-laki itu pun berdiri dan berjalan menjauh. Ia tidak bermaksud membuat pamannya bertambah sedih. Lebih baik hidup 300 . Baginya. Tangisan yang harus kembali dikuburnya dalam-dalam.. Sesuatu telah hilang. Semenjak pamannya berpisah dengan Lena. tinggallah Luhde dan Pak Wayan. Lena adalah yang terakhir dan tak tergantikan. Tangisan yang selamanya harus terkurung dalam kesunyian. Berselimutkan kabut tebal perasaan mereka masing-masing. Ia menyesal telah menambahkan duka yang tak perlu. pria itu tidak pernah jatuh cinta lagi. Ia memilih hidup sendiri dan tidak menikah dengan perempuan mana pun. itu meme-nya Keenan.tangisan panjang yang telah menghantuinya puluhan tahun.” “Sudahlah.. Luhde memandangi punggung pamannya dengan perasaan sesal. “Jadi . Lena puluhan tahun yang lalu.. “Kenapa Poyan tidak kasih lihat lukisan itu ke meme-nya Keenan? Kapan lagi dia datang kemari? Bagaimana kalau dia tidak pernah ke sini lagi .” ujar Luhde. menguak luka-luka berumur puluhan tahun. Suasana di rumah itu tak lagi sama. menyesah kabut yang bergantung sejak mereka pertama kali duduk di sana.” lanjut Luhde sambil membayangkan wajah di lukisan pamannya. De. Semua orang bisa merasakannya.. “Cantik. Selepas kepergian Keenan dan Lena. duduk di bale. ya. Kedatangan Lena tadi pastinya sudah memorak-porandakan hati pamannya.

begitu kata pamannya selalu. Yang jelas. Poyan hanya melukis perempuan. Entah ke mana lukisan-lukisan itu sekarang. Satu perempuan yang sama. Jakarta. Sambil menunggu taksi pesanannya. pamannya tidak pernah lagi melukis seperti dulu.sendiri daripada hidup dalam kebohongan. Cintanya pada Lena cukup untuk menemaninya sekali dan selamanya. Lekat. Dulu. Dan sepanjang hidupnya. tapi orang-orang terdekatnya tahu. pamannya pernah berkata. Poyan berdiam dalam kesendirian dan kenangan. Dan hari ini. Lena. ia nyaris tidur duduk di sofa lobi 301 . Bahkan cukup bagi Poyan untuk mencintai Keenan seperti anaknya sendiri. begitu kata mereka yang tahu.. Desember 2002 . objek itu hanyalah pelarian belaka. Dari pria itulah ia belajar tentang kekuatan hati. Kugy terpaksa pulang larut lagi dari kantor. Tersebar di kolektor atau tersimpan entah di mana. begitulah definisi Poyan atas kisah cintanya dengan Lena. Dari semua lukisan yang dulu ia buat. Bintang jatuh yang menggelincir pergi dari tangannya dan tak pernah lagi bisa ia tangkap. hatinya ikut diuji.. meski karena kehadiran Keenanlah ia harus berpisah dengan Lena. Poyan terkenal dengan lukisan-lukisan upacara Balinya. Perempuan yang begitu dicintai Poyan dan tak pernah bisa dimilikinya. hanya satu yang masih disimpannya. Luhde memandangi punggung pamannya yang kian menghilang di gelap malam dan bersatu dengan bayangan pepohonan. Lukisan Poyan yang dulu jauh lebih bagus. Ia bahkan sempat berhenti bertahun-tahun. Dan dari satu lukisan yang tersisa itulah Luhde mengenalnya. kekuatan mencinta.

. Dalam hati. stop! Cukup! Mantap!” “Wuih . “Ini—ini lukisan dari mana. dan terperangkaplah ia dalam magis sebuah kehidupan lain. tapi begitu bernyawa dan bersuara. katanya.saking letihnya. Kegaduhan pun berlanjut. Mereka membawa lukisan besar yang terbungkus karton. Tiba-tiba pintu terbuka. “Dari rumah Pak Remi. sih .” Kugy terkaget sendiri. cakepan gambar yang baru. Sederhana. ya! Ya! Kasih kanan bawah . “Aduh. bermain bersama.. Tampak satpam kantor mengarahkan empat orang itu untuk mencopot lukisan besar di dinding belakang meja resepsionis. belum pernah ia terpana seperti ini. Bu. Sesuatu dalam lukisan itu terasa tak asing. Sengaja malam-malam supaya nggak ganggu orang kerja.. Menatap lukisan yang diterangi lampu spot itu sepuasnya.. kebanyakan . merasakan kebahagiaan dan cerahnya dunia mereka. rombongan pengangkut tersebut pergi.. 302 .. Pak Satpam dengan semangat memberi komando. nih.. Dan tiba-tiba hatinya dilanda rindu yang luar biasa dalam.. lalu memasangkan lukisan yang baru di sana. “kok jadi nangis.. Seolah hatinya direnggut oleh lukisan itu.” omelnya pelan seraya menyeka matanya yang tahu-tahu basah.. Seakan-akan dirinya ada di sana. Mulutnya pun menganga.” satpam itu lantas berkomentar diiringi decak kagum. Kugy bersyukur semua orang itu cepat berlalu dan ia bisa berdiri sendirian di sana. Ia teringat Sakola Alit. Kawanan anak kecil. Pilik.. bermain bersama hewan-hewan. empat orang masuk dengan suara gaduh. Pak?” tanyanya tergagap. Murid-muridnya. “Ya! Ya! Geser kiri sedikit . Tak lama. Disuruh dipindahin ke sini. Kugy tergerak untuk berdiri dan ikut melihat. Seumur hidupnya.” satpam itu menjelaskan.

303 . Tidak ada nama tertulis. Hanya inisial kecil di ujung kanan bawah: KK.Mata Kugy lalu mencari-cari nama pelukis di bidang besar indah itu.

pria yang begitu gagah. Ia telah menjemputnya pulang. kehadiran Keenan seolah menyulut api semangat hidupnya.34.. bisa terbaring tak berdaya seperti itu. Tak pernah ia bayangkan. telah hadir. Tak lepas mengamati dan mengawasi. Keenan ingin memastikan dirinya ada setiap kali ayahnya membuka mata dan memanggil dengan suara lemah yang lebih berupa 304 . dan gesit. semua orang seketika melihat perbaikan yang pesat dari kondisi ayahnya. Lena sedang mengurus izin agar suaminya bisa dibawa pulang ke rumah. Baru sehari Keenan tiba di Jakarta dan langsung menunggui di rumah sakit terus-menerus. keajaiban yang dulu disebutsebut oleh dokter. Keenan duduk sejak kemarin malam. dan hampir selalu ada perkembangan baru dalam hitungan jam. Keluarganya kembali utuh. energik. Desember 2002 . Ia yakin. Di tepi tempat tidur ayahnya berbaring. Meski Adri belum bisa bicara dan bergerak banyak. MALAM TERAKHIR DI UJUNG TAHUN Jakarta. Air mukanya tampak mulai segar..

” katanya berseriseri. “Nan. Entah berapa lama kantor itu bisa bertahan tanpa kehadiran ayahnya. Fisioterapinya juga sudah bisa dimulai pelan-pelan. kalau nggak ... Berharap dirinya tak perlu mengucapkan satu permintaan itu.” Keenan ingin bertanya sesuatu. Namun. Ma. Termasuk kita. Keenan mengembuskan napas lega. ia pun menghindari pembahasan mengenai hal satu itu. Harus ada yang mau mengambil alih. duduk di hadapan Keenan. menggenggam tangan anaknya. “Mama sudah dapat rekomendasi suster yang bisa bantu merawat Papa di rumah. semuanya berantakan. Lena lalu menggeser kursi. Tak ada yang bisa menggantikan posisinya. Dialah orang nomor satu dan penentu di kantor tersebut.” potong Keenan. meski tahu bahwa cepat atau lambat mereka berdua harus membicarakannya. Keenan tahu namanyalah yang selalu disebut. Pintu membuka pelan. Satu hal yang selama ini meng305 . besok Papa boleh kita bawa pulang.erangan. “kantornya Papa siapa yang ngurus?” Itulah satu pertanyaan yang paling enggan ia tanyakan.... Ekspresi Lena kontan berubah drastis. Mama tahu kita tidak punya banyak pilihan. “Nan .” Lena pun menunduk. Kamu nggak perlu terlalu memikirkan soal kantor—” “Papa sudah satu minggu lebih di sini. tapi untuk sekarang. Keenan tahu persis bagaimana kantor itu bergantung pada ayahnya.. Lena masuk dengan hati-hati. “Waktu berjalan terus tanpa mau tahu. lebih baik kita fokus saja pada kesehatan Papa. ragu..” “Ma . Usaha trading yang dijalankan ayahnya itu murni miliknya seorang. tapi cepat atau lambat pasti akan terungkap. Sama seperti Keenan.

Berdasarkan inisiatif beberapa orang. Kakinya mengayuh setengah menyeret. Kugy duduk di ayunan. tapi ia tak pernah tega memintanya pada Keenan. Semilir angin pantai mengembus halus.” Keenan tiba-tiba berujar lirih. mereka bertahun baru bersama di Ancol. malam tahun baru 2003 . dan cintanya. cita-citanya. bersamaan dengan mengucapkan kalimat itu. menunjuk cottage yang ingar-bingar oleh anak-anak kantor. “Saya akan menggantikan Papa. Ia tahu betapa mahal pengorbanan yang diberikan anaknya. Jakarta.ganjal dan sudah menyesak ingin keluar. 306 . terasa hangat di kulit. Menanggalkan kuas. Kamu pasti bisa. Menyewa satu cottage besar dan membuat acara sendiri. Tapi saya akan coba sebisa saya. “Kamu jadi kelihatan kayak anak kecil kalau duduk di ayunan. “Saya nggak tahu harus mulai dari mana. Lena mendongak.” Namun. walaupun waktu sudah bergerak lebih sejam dari tengah malam... Keenan lagi-lagi terpaksa membunuh semua mimpinya. yang disambut oleh sebagian besar lainnya yang kebetulan tidak punya acara khusus. “Hei. Dengan kaki telanjang. Nan.” cetus Remi yang berdiri di belakangnya. hanya kamu orangnya. kanvas. Terperangah. memainkan pasir dengan jemarinya. hati Lena pun tersayat. Lena mempererat genggaman tangannya.” lanjut Keenan. kok nggak di dalam?” Kugy membalikkan badan. “Dari semua orang di dunia ini yang bisa Papamu percaya untuk menggantikan dirinya. Ma.

” “Tengah tahun?” “Ayo. “Tahun ini kesampaian. Ombaknya jauh lebih merdu dari ini. dari mulai hari ini sampai nggak tahu kapan. Dan tiba-tiba kursi ayunannya berputar.” “Mmm . sih? Kamu nih.” Kugy tergelak.” 307 . dengar suara laut. “Minggu depan?” “Ayo. Tahun lalu saya juga tahun baruan di pantai. Akhirnya bisa ke pantai juga. Remi lalu membungkukkan badannya.” Kugy terkekeh. selama bisa bareng sama kamu. saya mau. Ancol dulu.” jawab Remi pendek. kapan pun itu. dong. “Ke mana pun itu. Mudahmudahan tahun depan bisa upgrade jadi Sanur.“Sumpek.” “Tahun lalu.” “Oh. enak di sini..” “Setuju. Remi telah memutarnya hingga mereka berdua kini berhadapan. Mau kapan? Yuk. mendorong ayunannya pelan..” kata Remi sambil tersenyum. dari mulai warung nasi goreng sampai Pantai Sanur .. aku mengkhayal kepingin tahun baruan di pantai—dari teras rumah..” “Nggak usah nunggu tahun depan kalo cuma mau ke Sanur. Lagu alam paling merdu. mendekatkan wajahnya pada wajah Kugy. bulan depan?” “Ayo. saya temenin.” “Kok ‘ayo’ terus. lalu berjalan menghampiri Kugy.” Kugy mengangguk lucu. “Iya. ya? Di mana?” “Di Sanur. nggak ada perlawanan banget. “Yup.

.” Giliran Kugy yang kehilangan pertahanan. sekalipun hatinya sudah tahu.. kamu . Mendengar kata “pacaran”. ter308 .” ujarnya terbata. bikin saya nyaman . Mulutnya setengah membuka. buat saya itu lebih nggak masuk akal.... Remi mengangguk. bukan cuma bikin saya kagum.. Kamu bikin saya semangat . Tegang.. Kugy berusaha menenangkan hatinya. temannya Karel ... menenangkan jantungnya yang juga berdebar tak keruan. “Kamu ... Manusia yang biasanya selalu tampil rileks dan luwes itu kini terlihat gelisah.. Saya mempersulit posisi kamu... Dalam hatinya.” “Kamu ada masalah kalau pacaran sama cowok yang lebih tua? Pacaran sama teman abang kamu?” Remi tersenyum simpul.. kamu itu .. seolah mengumpulkan kekuatan untuk bicara.” suara itu bergetar. Berusaha sebisa mungkin menatap Remi dengan tenang dan berkata tanpa gemetar.. “Remi . kehilangan kemampuan untuk berpura-pura tenang. tapi tak ada kata-kata yang terlontar. “Tapi .” Remi berhenti sejenak.” Tampak air muka Remi berubah.... Juga mempersulit diri saya sendiri. “kamu . “… kamu adalah alasan baru saya ke kantor setiap hari.. Sudah lama tahu. tapi juga jatuh cinta.. saya tahu ini semua menyalahi etika perkantoran mana pun.” Kugy menelan ludah.. bikin saya ketawa . “Iya... Pikirannya berusaha mengejar apa yang dikatakan Remi. mengatur napasnya. atasanku . bikin saya kepingin melakukan banyak hal . ia membuang pandangannya sebentar ke arah lain. kalau cuma karena itu saya jadi nggak jujur pada hati saya sendiri. Dengan gugup. “Aku ada masalah pacaran dengan siapa pun kalau aku belum benar-benar tahu apa yang sebenarnya dia rasakan. jantung Kugy berdegup lebih kencang dan tubuhnya mengunci..Kugy terkesiap.. Tapi..

Melepaskannya pada angin dan ombak. Sebelum ini. Merelakannya lepas bersama malam terakhir di ujung tahun. Suara ombak yang menyapu dari belakang menyelimuti mereka berdua dalam alunan merdu yang tak berkesudahan. Hatinya telah memilih. nyata. Yang ia tahu. bukan mimpinya. Dalam hati. Remi begitu dekat. Menghanyutkannya di air laut. suara yang sama seolah mengingatkan Kugy akan sesuatu. Ia hanya berharap Remi bisa melihat itu. menghampiri wajah Kugy. Dilema hatinya telah usai. “Kamu sadar nggak. dan harapkan. Keenan berdiam sendirian. dan terjangkau. Kugy melihat sosok di hadapannya itu dalam makna yang berbeda. Menimangnimang telepon selulernya di genggaman. Remi hadir dalam hari-harinya. sih? Saya tergila-gila sama kamu.jadi perseteruan hebat. ia tahu persis siapa yang ia idamkan. Namun. impikan. tanpa pernah tahu apakah nomor itu masih berlaku atau 309 . Seakan mendengar apa yang tak terucap. untuk pertama kalinya. Untuk pertama kalinya ia berhadapan dengan sebuah dilema yang sebelumnya tak pernah ada. Nomor satu itu selalu disimpannya. Namun. ia mengucapkan selamat tinggal pada satu nama yang begitu lama melekat di hatinya.” bisik Remi halus. Remi pun tersenyum lembut. Menciumnya dengan segala perasaan yang selama ini ia pendam. Kugy tidak yakin dirinya bisa berkata-kata. kini semuanya tak jelas lagi. mendaratkan bibirnya di atas bibir Kugy. Namun. Melihat sederet nomor yang sedari tadi terpampang di layar ponselnya dan tak kunjung ia hubungi. Ia bergerak mendekat. Membaca dari matanya. Di teras rumahnya.

yang tertinggal atau sengaja ditinggal oleh Kugy. Hari pertama dari semester terakhir bagi Noni. Seperti malam ini.. Keenan malah merasa mereka menjauh. Januari 2003 . Kamarnya sudah seperti gudang yang sesak dengan barang-barang yang bertahun-tahun tak terpakai tapi dibiarkan bertahan hanya karena ia selalu sayang membuang barang. tetap ini urusan pribadi Kugy.tidak. Pasti ini kado dari Ojos. duganya dalam hati. tiba-tiba matanya terbentur pada satu barang yang ia jebloskan di laci berbulan-bulan yang lalu tanpa pernah dilirik lagi. yakni: “Tukang Pulung”. Ia hanya ingin menyimpannya. tidak lagi terpisah lautan. Sebuah bingkisan berwarna biru yang tertinggal di kamar Kugy lalu dititipkan padanya.. kamu jauh sekali rasanya. Noni mulai menyortir dan mengepak buku-buku perkuliahan awal yang sudah tidak dibutuhkannya lagi. Hari pertama perkuliahan setelah liburan selesai. melihatnya sesekali. Meski kini jarak mereka mendekat. masa aku mau simpan terus di sini? Akhirnya. Semoga kamu masih mengingat saya. Biarpun barang ini tercecer bahkan gelagatnya seperti dibuang. Noni mengambil benda itu dan meletakkannya di pangkuan. tanpa pikir panjang. Tangannya bergerak ingin membuka. Noni membukanya. Kecil. pikir Noni. Sudah hampir setengah jalan ia menyortir.. Entah kenapa. Penyakit yang selalu diprotes Eko dan memberinya predikat tambahan. dan juga Eko. 310 . Bandung. Tapi . tapi Noni mengurungkan niat itu..

terutama pada buku-buku yang ia anggap spesial. Siapa yang ulang tahun? Noni lantas membuka kartu itu dan membaca tulisan Kugy: Hari ini aku bermimpi. terdapat selipan yang bisa dipakai untuk menyimpan sesuatu. Di dalamnya direkatkan potongan-potongan gambar. Noni tidak akan mengeceknya jika saja ujung kertas putih yang diselisipkan di sana tidak menyembul keluar. 311 . hanya dipamerkannya ke beberapa orang. aku ingin jadi Juru Dongeng. Di halaman pertama. Segala sesuatunya ada. Tanpa judul.Sebuah scrapbook. Noni pun hafal tulisan itu. Kumpulan cerita yang dibuat Kugy bertahun-tahun tanpa pernah ia publikasikan. termasuk dirinya. berisi sehelai kartu. “Non. Dan Bumi hanyalah sebutir debu di bawah telapak kaki kita. Sebuah amplop putih.B Yeats: “Mari terus maju. terlekatlah fotokopi tulisan tangan Kugy sewaktu kecil. Waktu itu Kugy bilang padanya. hai Juru-Juru Dongeng! Tangkaplah setiap sasaran tujuan hati. Noni pun mengenali ceritacerita yang ditulis di sana. Aku bermimpi menuliskan buku dongeng pertamaku.” Sementara Noni sendiri belum mengerti maksud tulisan itu apa. Di sampul paling belakang. “Happy Birthday?” gumam Noni sendirian.” Noni ingat. Diambilnya kertas itu. Tapi Kugy sudah. Sebuah kutipan dari W. Tulisan tangan Kugy. Noni seketika mengenali tulisan itu. Dan jangan takut. Kugy kecil amat bangga dengan kutipan itu. segala sesuatunya benar. Kugy sering menuliskannya di buku-buku dongeng koleksinya. Setiap gambar bersebelahan dengan cerita yang ditulis tangan.

Aku bermimpi bisa selamanya menulis dongeng. Karena hanya bersama kamu. aku ingin memberi judul bagi buku ini. Bersama kamu. 312 . Keenan! Noni langsung menduganya. segalanya terasa dekat. Tak mungkin salah lagi. Noni melihat tanggal yang tertera di sudut kanan atas: 31 Januari 2000. Dan Bumi hanyalah sebutir debu di bawah telapak kaki kita. mengapa Kugy akhirnya memilih pisah dengan Ojos. Hari ini aku juga bermimpi. Aku bermimpi bisa berbagi dunia itu bersama kamu dan ilustrasimu. ia paham. Diselipkannya lagi kartu itu dengan hati-hati. Noni cukup mengenal Kugy untuk mengetahui kedalaman kata-kata yang ditulisnya. Pelan-pelan. mengapa Kugy seperti orang tertekan. Belum pernah sedekat ini. Selamat Ulang Tahun. Tiga tahun bukanlah waktu yang singkat untuk memendam dan diam. Semuanya. Bersama kamu. aku merasa mimpiku semakin dekat. Tangannya yang memegang kartu itu mendadak melemas.Sejak kamu membuatkanku ilustrasi-ilustrasi ini. Pelan-pelan. mengapa Kugy tidak datang ke pestanya. Noni tahu. Pelan-pelan. Buku ini pasti diperuntukkan bagi Keenan. segala sesuatunya benar. perasaan sedahsyat apa yang mendorongnya. aku tidak takut lagi menjadi pemimpi. mengapa dulu Kugy selalu menghindar. segala sesuatunya ada. Noni merangkaikan semuanya. Noni sampai ingin menangis karena miris.

Keenan udah di Jakarta!” Noni terenyak. kemeja rapi. pokoknya aku acak-acak tuh anak!” Eko berteriak kegirangan. Ko?” “Barusan Nyokap kasih tahu..Eko berlari tergopoh-gopoh menuju kamar Noni seusai memakirkan Fuad di halaman depan..” “Ko . “Kenapa.. “Pas banget ya dia pulang? Jadi. sepatu loafer. aku juga mau ke Jakarta.. selama ini ternyata dia di Bali. “Kamu . ia bahkan mengantongi sehelai dasi yang kadang-kadang dibutuhkan. “Aku mau minta maaf.” Jakarta. Asli. “aku pokoknya harus ketemu manusia itu.” Giliran Eko yang terenyak. Noni segera keluar kamar.. yakin? Kamu udah siap?” Noni mengangguk. “Kamu mau ikut ketemu Keenan?” “Aku mau ketemu Kugy. Januari 2003 .” Eko menjelaskan dengan semangat.. “Dia—di Jakarta? Pulang ke rumahnya?” “Iya. Ia bangun setiap pagi dan bekerja di kantor ayahnya. Sudah seminggu ini ia menjalani rutinitas yang sama. Dia pulang karena Oom Adri kan sakit parah... Celana kain. Kata Nyokap.” Noni berkata lirih.. dia bisa dateng ke acara kita bulan depan... Berkendara bersama jutaan manusia Jakarta lain yang pergi 313 . Menatap bayangannya yang terbungkus dalam kostum yang terasa asing. Nooon . “Noon . Keenan memandangi bayangannya sendiri dalam cermin yang tergantung di tembok kamarnya.” panggilnya sambil berlari.

Satu-satunya hiburan yang membuat hatinya sejuk hanyalah pemandangan ayahnya yang kian membaik dari hari ke hari. Ia teringat sepupunya satu itu.. Selain keluarganya.. segalanya cukup. yang mem314 . Keputusannya untuk segera mengambil alih tugas ayahnya telah menyita semua energi dan fokusnya. Keenan meraupkan tangannya ke muka. ia sudah merasa dihadapkan lagi dengan segala kenangan tentang Kugy. bahkan menetes. Setiap pagi. Jeroen selalu menyempatkan diri untuk menungguinya. di jalanan . begitu banyak yang harus ia pelajari. Selain untuk menyiasati macet. bersama orangtua dan adiknya.. tak satu pun teman dan saudaranya yang sempat ia temui. semua memori dan perasaan seolah berlomba-lomba untuk bangkit. Dan jika ia pulang. Di angkasa . Jauh berbeda dengan hari-harinya di Ubud di mana waktu terasa hanya berjalan. Dan mamanya yang selalu memastikan segalanya baik. Keenan pun terduduk di tempat tidur. sebersit perasaan yang selalu bercokol dan mengusiknya dari waktu ke waktu. di kursi roda. Dan betapa ia merindukannya. Terlalu lama ia hilang hingga Keenan tidak tahu harus memulai dari mana. ia melepas Keenan pergi dengan senyum. Sedapat mungkin tidak menginginkannya.. Ia bahkan belum merasa meluangkan waktu yang cukup untuk hidup di rumah.. Betapa waktu berjalan cepat di sini. demi mengobrol sebentar sebelum tidur.. di awan . tetap Keenan tidak menginginkannya. Tak jarang ia pulang setelah makan malam. Berharap andai ada satu cara. Berlari dan membanjir.bekerja dan pulang pada waktu yang sama. Eko. Ia bahkan belum mengontak siapa pun. Napasnya mendadak menghela. Begitu keluar dari Pulau Bali.. Walaupun kini kemungkinan untuk bertemu Kugy jauh lebih besar.. Kugy . satu penghapus besar yang bisa membersihkan otaknya dari kenangan itu.

Keenan gemas sendiri. Berharap dengan demikian.buatnya terkadang merasa bersalah pada Luhde. bayangan Kugy terenyahkan jauh-jauh. Masuk ke pusaran waktu Jakarta yang cepat. Mengapa manusia satu itu begitu susah dilupakan? Ia lalu bangkit berdiri. Mendadak. Kemudian berangkat pergi. 315 . Mengecek bayangannya sekali lagi.

tiba-tiba. gua udah jauh-jauh dateng. “Gyyy . banguuun! Banguuun! Wooiii!” Kugy seketika curiga dirinya masih mimpi. dooong! Tega banget sih. Sori banget untuk semuanya. ya. Ia terduduk langsung. tapi .35. Hari kemerdekaan bagi Kugy. “Gyyy!” Suara itu kian melengking. nih!” Kugy memaksakan kelopak matanya membuka.. ia bisa tidur semerdeka-merdekanya. mana mungkin! Kugy lantas menarik selimutnya lebih tinggi. “Non. Namun. maafin gua.. Lengkaplah mimpi aneh ini. Noni mendekapnya. pikir Kugy. lu kenapa?” Kugy bertanya bingung. PANGERAN SEJATI Hari Minggu. “Gy .” bisik Noni di kupingnya.. Dan mengukur dari matanya yang masih sangat berat. bahunya diguncang-guncang seseorang.. Dalam arti.. Ia hafal betul teriakan-teriakan barbar itu. 316 . Masih linglung. “Bangun. Dan tak lama. Noni mulai tersengguk-sengguk.. “Non?” gumamnya tak percaya. Kugy tahu bahwa hari masih terlalu pagi untuk bangun. Dan sertamerta.

gua bingung mau bilang apa..” Tangis Noni meledak tak tertahan..” Mata Kugy mulai berkaca-kaca.” “Sebetulnya gua selalu pingin kasih tahu. Gy. Non . gua yang harus minta maaf soal itu. Gy? Kalau dulu gua tahu tentang perasaan lu. gua selalu merasa ada di bawah bayang-bayang lu .. sori.. ngelihat kalian tetap deket. “Kenapa lu nggak pernah ngomong.. Lu ambil lagi aja.. 317 . Non. “Tiga tahun—apaan?” Kugy tambah bingung.. Hanya memeluk Noni dan mengusap-usap punggung sahabatnya. lebih baik gua jauh sekalian dari kalian semua ..” Kugy tercengang melihat benda itu kembali ke hadapannya.“Gua baru ngerti sekarang. Kugy tak sanggup bicara lagi... sementara gua sendiri masih pacaran sama Ojos .. “Gy . Gua cemburu ngelihat persahabatan kalian. Gua kepaksa buka. Gy.. Barang ini ketinggalan di kamar kos lu yang lama. terserah. “Nggak semestinya buku ini kembali ke gua. Siap meledakkan tangis berikut.. Sementara gua sama lu malah jauh. pasti nggak begini . atau diapain kek. “Maaf. Sebegini lama kita sahabatan. mau bersikap apa ... Noni melepaskan rangkulannya.. gua nggak pernah mau mengakui kalau gua selalu cemburu sama lu. menyerahkan sebuah bungkusan pada Kugy. Badai besar seketika menyapu hatinya. ya . reaksi gua jadi berlebihan .. disimpan. lalu meraih tasnya. kok. padahal dia nggak ada maksud apa-apa. Noni menggeleng. tapi gua ngerasa nggak bisa apa-apa ketika lu dan Eko berencana untuk mengenalkan Wanda ke Keenan ... Ini gua bungkus ulang. makanya.. Dan gua baru ngerti . Tiga tahun.” kata Noni di sela isakannya.. begitu Eko kelihatannya masih merhatiin dan dekat sama lu.... Perlahan...” Noni menerangkan sambil berurai air mata. dan gua lihat misi kalian berhasil ..... “Dan soal Eko .” katanya getir. Kepala Kugy pelan menggeleng.

. So happy for you. “Berita serius.. “Gua juga mau kasih tahu sesuatu . yah. Gua bahagia. “Bahwa lu sebenarnya Batman?” Noni nyaris tersedak karena ledakan tawa yang bentrok dengan isak tangis.“Lu maafin gua kan. you know lah...” “Makasih. Gy?” “Asal lu juga maafin gua. Non. gua dan Eko tunangan.” bisik Noni.. “Monyong!” makinya pelan. “Gua . dari dulu. “Jadi. “kalian memang pasangan paling serasi. “Dasar orang gila . jadi .” Noni berdehem. kalau satu saat kesempatannya ada..” sahut Noni.. kayaknya lebih siap dengar kalo lu sebenarnya Batman. You guys truly deserve it. gua dan Eko merasa lu dan Keenan adalah pasangan paling serasi.. siap mendengar. Tergerak sekali lagi untuk memeluk Noni. Non? Yang jelas.. tepat pada hari Valentine.” kata Kugy lirih.” “Oke. Gy.. Kalian tuh sama-sama aneh . “but. dua sahabat gua bisa jalan bareng sejauh ini. kok .” Kugy melongo... oke. Keduanya berpelukan lama.. “bulan Februari depan.” Noni terpingkal-pingkal sambil menghapusi air matanya.. Mencairkan apa yang sudah membeku selama hampir tiga tahun... lu akan kasih buku itu ke Keenan?” 318 . dong! Jangan setengah-setengah gitu!” tukas Kugy sok galak. nggak jelas—” “Lu memuji atau menghina sih. “Selamat ya..” selorohnya. ancur . Non. Apa?” Kugy melipat tangannya. you know what? Sebetulnya. “Berhubung ortu-ortu udah mendesak. Noni nyengir. gua kangen banget sama lu!” Kugy tersenyum. Emang udah jatah kalian berdua untuk saling menghancurkan hidup satu sama lain.. nih .

.. Ia kelihatan berbunga-bunga.” Kugy tersenyum cerah. Setengah mati menahan haru. Napasnya langsung tertarik ulur panjangpanjang. lu Inem Pelayan Seksi! Bisa-bisanya jadian sama bos sendiri. Sahabat Terbaik dan Terawet. sepertinya orang itu bukan dia..” desis Kugy. “Siapaaaa?” “Bos gua sendiri! Ha-ha!” Kugy tertawa-tawa. “Sekarang.” “Pastilah. gua ajak dia.. gua tetap lebih siap kalo lu sebenarnya Batman . Namun. “Selamat. “Kalo gua Batman. “I’m happy for you. Tiba-tiba. giliran gua mau kasih tahu sesuatu. Tidak ada yang menggeser posisi lu buat gua. Ngehe emang lu!” Tapi tak lama Noni ikut tertawa.” Noni terdiam. lidahnya kelu. “Serius. bahwa Keenan telah pulang. dong. kegirangan. Biarlah Kugy tahu sendiri satu saat nanti.. ya?” “Asyiiik!” Noni bertepuk tangan. Kugy membaca tulisan di medali emas itu. dengan gerakan gesit ia mengalungkan sesuatu di leher Kugy. too. Non . 319 . Ia lalu menggeleng. Gy.. Kamu berhasil jadi juara satu. Kenalin. hayo? Bilang!” “Non . “Lu— lagi jatuh cinta.Wajah Kugy berubah serius. eh.. “Buku itu hanya bisa gua kasih ke seseorang yang bakal mengisi hati gua selamanya. batinnya. ya? Sialan. bahwa Kugy kini berada satu kota dengannya.. “Eh. Nanti pas acara tunangan lu. Dan. Noni menyadari perubahan air muka sahabatnya. Ingin rasanya mengatakan pada Kugy. apaan.. eh . gua punya pacar!” Kugy lalu jingkrak-jingkrak sendiri. Sama siapa.” ucap Noni sambil tersenyum ceria. Noni mengernyit. nih?” Kugy kaget dengan benda asing yang tahu-tahu tergantung di lehernya. Noni menjerit histeris.

. tapi ungkapan sayang—” Sebelum kalimatnya selesai. sepanjang siang keduanya bertukar cerita. Keenan dan Eko. Eko langsung bertemu muka dengan tantenya yang sedang menyirami tanaman pot di sekitar gazebo taman. “TOKAI BERANTAKAN!” Spontan. maap.” Eko balas merangkul tantenya. “Maap. Masih ada yang lebih gila daripada gua..” tutur Eko. tuh. ya. ke kamar Keenan.. Eko sudah keburu ditubruk dan dirangkul. Tak lama kemudian. dan menghampiri Eko dengan tangan membentang. Lena meringis-ringis sendiri mendengar pertukaran makian antara kedua anak itu. lu skripsi semester ini? Tengah tahun lulus? Yeah! Welcome to the real world!” Keenan menepuk bahu Eko. dan tak henti-hentinya saling mengumpat. 320 . tertawa-tawa. Setelah kenyang bertukar makian. “Tante Lena!” panggilnya.Sesampainya di depan pagar rumah itu. tapi standarlah. Apa kabar kamu?” “Baik. Kugy udah lulus dari tahun lalu. sih.. Udah kerja. “Biasa aja kali. berpelukan. Eko membalas. Saling tercengang dan takjub atas cerita masing-masing. ampun. Tepat waktu. Sukses pula. Tante . “Jadi. Refleks berikutnya adalah meminta maaf pada tantenya. “Ekooo . Tante. mereka masuk ke rumah. katanya Keenan—” “SETAN ALAS KEPARAT!” Tahu-tahu ada suara keras yang berteriak dari arah rumah. “Mama kasih tahu aku. Rekan alien lu. Lena segera meletakkan penyemprot di tangannya. itu bukan memaki.

” “Siap! Apalagi Noni dan Kugy baru rujukan. man. Nyaris tiga tahun! Bayangin aja. berat. Kan pas.” Keenan berkata. Keluarga gua nggak punya pilihan.. “Kapan. gua nggak ada pilihan. “Jangan ge-er. rasanya hidup gua kembali normal. “sejak kapan juga hidup lu normal?” “Good point.. ya?” gumamnya. “Kenapa Noni dan Kugy bisa sampai gitu. Hari gini nulis dongeng! Lu kata kita hidup di negeri peri?” Eko terbahak. Ajaib nggak.Ada sentakan dalam hatinya begitu mendengar nama itu disebut. Badannya langsung menegak. gitu. oke?” Keenan tersenyum. 321 . ya. tuh. siapa yang bakal nyangka seorang Keenan bisa jadi businessman di Ibu Kota?” Sentakan kedua dalam hatinya. “Kugy? Kerja di mana dia?” tanya Keenan. gua bisa ketemuan sama lu dan Noni? Kita jalan ke mana kek . Keenan masih belum bisa bereaksi netral dengan memori malam satu itu.” Eko memonyongkan mulut. “Gua ngerti. Jadi copywriter. “Di perusahaan advertising. “Gua pikir bidang dia adalah nulis dongeng.” Sentakan yang ketiga kali. ya.” Keenan mengangkat alis.. let me know.” “Gombal gila. tanpa lu perlu ngapa-ngapain. “Lu nggak tahu? Sejak pesta ultahnya Noni mereka nggak pernah ngomongan lagi. tuh. deh. “Well. Eko gantian menepuk bahu sepupunya.. untuk sekarang ini. Tapi ngelihat lu doang. Sesuailah dengan bidangnya.. Apa pun yang bisa gua bantu. Yang jelas. gua sih berharap ini cuma sementara. “Lha elu .” “Rujukan? Memangnya mereka kenapa?” tanya Keenan.” “Nan? Hello? Please.” Keenan mengangguk sepakat. Ko.

Kalaupun Keenan harus tahu. Kugy bersyukur. gua bakal membiarkan lu CUMA hadir?” Eko melengos. dan isu utamanya justru bukan dalam rangka perayaan ulang tahun. Tapi. Ulang tahunnya hanyalah alat tumpangan strategis di mana 322 . Alias . “Hadir? Setelah ngilang segitu lama.. melainkan gara-gara ia kini resmi menjadi pacar Bos Besar. dan bagaimana perasaan tersebut menjadi alasan utamanya untuk menyingkir dari pertemanan mereka waktu itu. tukang cincin. Kugy sudah punya kehidupan sendiri. Namun. Keenan sudah punya kekasih di Ubud. Ia ingin bilang bahwa Noni telah bercerita padanya soal kado ulang tahun yang tak pernah sempat Kugy berikan. Eko juga ragu.” Tawa Keenan menyembur. Gua pasti hadir.” ujar Keenan seraya merangkul bahu Eko. “Anyway..” Eko berpikir sejenak. “Jadi. tentang perasaan yang Kugy pendam bertahun-tahun. harusnya . Itu saja sudah cukup.. dong?” “Lu bakal jadi best man gua di sana. Kugy terpaksa meringkuk di tempat tidur karena sakit flu. Jika ada satu hal yang ia dambakan. Ia sudah mendengar desas-desus bahwa satu kantor bermaksud mengerjainya habis-habisan hari ini. Pada hari ulang tahunnya. good luck buat Februari.Eko tak menjawab.. hanyalah mereka berempat bisa bersahabat lagi. tubuh Kugy menyerah kalah. Dalam hati. “Satu kehormatan buat gua. apakah hal itu ada gunanya. batin Eko. “Abis ngapain. ya. ‘ring man’?” Setelah berminggu-minggu kerja lembur. hanya mengangkat bahu. biarlah ia tahu sendiri. asal lu tahu. ‘best man’ dan ‘tukang cincin’ itu adalah dua hal yang nggak nyambung.

Usai lilin itu padam. ternyata masih. Tiba-tiba terdengar suara ketokan di pintu. dan kemudian meniup lilin yang disorongkan ke mukanya. Entah itu sekadar mengucapkan selamat. membawa kue tar cokelat kecil dengan satu lilin yang menyala. 323 .. pintu itu tetap membuka. ia terpaksa menunggu Remi menyelesaikan dulu lagunya. kok. Namun. “tukang khayal tapi kena jurus cemen gini aja kikuk. “Happy birthday to you .. dan seterusnya.. Kugy menikmati betul istirahat ini.” balas Remi geli. bertimbunkan bantal dan guling. Remi? Kue tar? Remi masuk hati-hati. tuh! Apa-apaan. Kikuk kalo diperlakukan kayak gini.. ya?” ia lantas mengecup kening Kugy. “Masih kenyang! Aku makan malamnya nanti aja!” seru Kugy tanpa beranjak dari kasur. pipinya merah padam. “Aneh. Bahkan belum pukul tujuh malam. seikat bunga aster segar. Kugy melirik jam.” Kugy menempelkan telapak tangannya di keningnya sendiri. “Selamat ulang tahun ya.semua kawannya punya kesempatan untuk meluapkan emosi dan ekspresi apa pun atas hubungan barunya dengan Remi. Namun. Apalagi setelah kamu muncul bawa kue dan bunga barusan. “Iya. Dan muncullah Remi.” Kugy langsung terduduk tegak. dengan wajah bersinar diterangi lilin kecil. Lumayan ada bahan ledekan. Seharian penuh ia hanya teronggok di tempat tidur. membanjur air. Badan kamu masih hangat. Kugy-ku.. Kugy mengangkat badannya sedikit.” Kugy terkekeh. tawa Kugy langsung lepas. bernyanyi pelan. happy birthday to you . Antara kaget dan ingin tertawa. menimpuk pakai telur. pakai prosesi ginian segala?” “Kenapa memangnya? Ada masalah?” Kugy menggeleng cepat. “Kamu. Kelamaan jomblo. “Aku malu. sih. Tapi rasanya aku udah baikan.” ujarnya pelan.

“Ini namanya batu lapis lazuli.” lantas Remi mengeluarkan kotak hitam ramping dari kantong celananya. “warna birunya paling menyerupai biru laut.” Kugy terbengong-bengong melihat kotak yang terbuka di hadapannya. Namun. Gy. Aku akan pakai tiap hari. hadiah ulang tahun untuk kamu.” bisik Kugy.” Kali ini Kugy hanya dimampukan untuk diam dan menelan ludah.” Remi balas berbisik. inilah kenyataan sederhana yang membangunkannya dari tidur panjang dalam alam dongeng. ya?” Remi lalu memasangkan gelang itu di pergelangan kiri Kugy. kamu bisa lihat warna birunya di gelang ini. Remi nyata.. kangen laut... “ini . Ia lalu menggerakkan tubuhnya yang masih lemah untuk mendekap Remi seerat mungkin. Seuntai gelang yang terdiri dari batu-batu mungil berwarna biru cemerlang. tolong dipakai. Jadi. “Benda ini barangkali nggak akan matching dengan jam Kura-kura Ninja kamu. “I just love you. Kugy menyadari sesuatu. ya.. Sesederhana itu.” “Saya nggak pakai jurus apa-apa. aku belum pernah dapat hadiah seindah ini. Keenan mungkin adalah Pangerannya saat ia masih berumur 18 tahun. ada.” ia menerangkan. Remilah Pangeran Sejatinya.“Saya punya sesuatu yang bisa bikin kamu sejukan. 324 . “Kenapa lagi sekarang?” Remi tersenyum seraya mengelus pipi Kugy. Sebuah dongeng indah. tapi . Tapi. “Aku nggak tahu kamu sedang pakai jurus apa.” Dalam dekapan Remi. “Makasih. dan mencintainya. kalau kamu kangen pantai.

36. Jumat sore. mengecek penampilannya sekali lagi. Kugy jatuh cinta pada gaun itu karena potongannya yang sederhana hingga ia tak canggung untuk berangkat dari kantor dengan gaun itu. 325 . Ia mengenakan gaun beledu selutut warna biru tua. Kugy pun tersenyum puas. Berhubung tak sempat lagi pulang ke rumah. sekaligus cukup mewah hingga ia tidak perlu merasa minder untuk menghadiri resepsi pertunangan sekalipun.. Terakhir. Acara pertunangan Noni dan Eko dimulai dua jam dari sekarang. Februari 2003 . Kugy sudah membawa semua perlengkapannya ke kantor. Cukup satu benda mungil itu saja melingkar di pergelangannya. ia langsung merasa segalanya sempurna.. REUNI KELOMPENCAPIR Jakarta. Dan ia baru saja keluar dari toilet untuk berganti baju dan berdandan sebisanya. Gaun pertama yang dibelinya lagi setelah bertahun-tahun. Kugy mematut diri di kaca. ia mengenakan gelang lapis lazuli yang dihadiahkan Remi.

Pertama. Tapi saya benar-benar nggak bisa. Kugy mengangguk. mereka ingin saya presentasi final ke klien kita hari ini. I’ll make it up to you. “Dan yang kedua?” “Saya nggak bisa ikut. kamu .. sumpah. dan Remi menggigit bibirnya gelisah. kalau memang saya bisa. Bos mereka harus ke luar negeri besok pagi. “Remi.” “Gy. dan acara ini penting buatku . yuk. “Yuk?” Kugy mengajak sekali lagi sambil tersenyum lebar. “Kok bengong?” Napas panjangnya menghela.Kugy lalu menghampiri Remi ke ruangannya..... Macet lho di jalan. sori. Perlahan. lalu menatap Kugy sambil tercekat.” Kugy sudah mau nangis rasanya. barusan banget agency dari Vector Point telepon.” Senyum Kugy tambah sumringah.. 326 .” Remi... Acaranya kan mulai setengah tujuh. yang sedang berbicara di ponsel. aku kepingin banget ngenalin kamu ke mereka . saya bengong karena dua hal. Saya janji... “Oke.. langsung menyudahi pembicaraannya cepat-cepat.. nih. “Remi .. tapi ini sobatsobatku dari kecil . cantik banget .” ujarnya sambil mengusap gelang yang melingkar di pergelangan Kugy. “Malam ini saya diwakili oleh si biru ini aja. ya. “Tapi—tapi kan kamu udah janji mau nemenin aku! Kita kan janjian dari dua minggu yang lalu!” Remi menghampiri Kugy. meremas kedua bahunya. Remi tidak bisa ikut dan dirinya harus mencoba realistis.” Kugy merasa keputusan itu sudah final dan tak ada gunanya lagi dia merengek dan berkeluh kesah. Remi mengambil tangan Kugy dan menciumnya.” “Ha?” Kugy berseru kaget.. “Gy. udah jam lima. Jadi nggak ada waktu lagi. saya pasti pergi.

hanya saling lempar senyum dan kode-kode jarak jauh. Kugy menarik napas haru. dan Eko terlihat gagah dengan setelan jasnya. Demi apa pun. ya? Untung masih keburu. berjuang untuk bisa menembus kerumunan tamu. Pertukaran cincin pun akan segera dimulai. Tapi mereka sudah tak sempat lagi mengobrol. meyakinkan bahwa dirinya tidak sedang berhalusinasi atau kena tipuan optik. napasnya tertahan. Tak terbayang jika Kugy kembali menghilang dan melewatkan pertunangannya. Giliran otot muka Noni yang melonggar ketika melihat Kugy tahu-tahu menyeruak muncul dari kerumunan orang. Dan seketika . Seluruh otot muka Eko langsung melonggar ketika melihat Keenan akhirnya hadir tepat waktu. “Nan! Oalah! Kena macet. Ayo.. Noni terlihat begitu cantik dalam kebaya merah jambu. pikirnya lega. yang juga baru datang. Semua orang menanti keluarnya kotak kecil yang akan dibuka oleh Eko. Ini. dan langsung melesat memasuki rumah Eko.” seru Tante Erni seraya menyerahkan kotak kecil ke tangan Keenan. Acaranya sudah mulai. Kugy. Namun.Keenan tergopoh-gopoh keluar dari mobil. Kugy mengerjapkan mata. melambai-lambai kecil.. kotak cincinnya. Tante Erni—ibunya Eko—sudah menunggunya di pintu belakang. yang 327 . masuk dari sini. Ia ingin melihat pertukaran cincin itu dari dekat. Kugy tak mau kehilangan momen. Keenan menyusup dan menyisip di sela-sela punggung orang-orang hingga akhirnya tiba di sebelah Eko dan Noni. Apalagi kerumunan sanak saudara yang berbaris di paling depan adalah lapisan yang paling alot untuk ditembus. Dari pintu depan. Manusia satu itu muncul juga. Kugy sangat mengenali orang yang berdiri di sebelah Eko. kamu pegang.

. Namun. kedua kakinya seperti beku. kerumunan orang mendesak mereka. Panik. Seluruh rongga tubuhnya seketika teraliri oleh hawa hangat... Namun. Juga tidak yakin dengan penglihatannya. secepat-cepatnya dan sejauh-jauhnya. pada saat yang bersamaan. dan bagaimana orang itu tertawa . Apa yang ia lihat terlalu indah untuk dipercaya. kakinya terus digerakkan untuk mendekat. matanya yang bersinar hangat . Kugy menggelengkan kepala sendirian. Para tamu mulai bergerak menyalami Eko dan Noni.... Keenan masih terlalu sukar memercayai matanya. Rasanya utuh dan damai. Ini nggak mungkin. “Apa kabar?” Hanya itu yang sanggup ia katakan. barulah keduanya yakin bahwa mereka tidak berhalusinasi. Keenan bagai melangkah di lautan kala badai. cara ia menatap Eko dan Noni .” jawab Kugy pendek. Dan orang itu tak perlu melakukan apa-apa lagi selain hadir dan ada. Tertancap kaku di lantai tempat ia berdiri. Ia tertegun. 328 . “Kugy?” panggilnya pelan. Namun. Tiba-tiba. membuat anak itu berseru kaget karena tiba-tiba badannya tertarik maju.menyerahkan kotak cincin padanya. Detik itu juga Kugy rasanya ingin lari. sebuah intuisi menggiring mata Keenan memandang ke arah tempat Kugy berdiri. Keenan terperanjat dengan kehilangan tiba-tiba itu. Dan Kugy tetap mematung seperti itu ketika Keenan akhirnya bergerak mendekat. Pada saat yang bersamaan. “Baik. ia lantas meraih tangan Kugy. Cuma satu orang yang mampu membuatnya seperti itu. seperti terhipnotis. Pandangan keduanya terhalangi orang-orang yang lalu lalang di antara mereka berdua. Hanya itu yang sanggup ia jawab. Ketika kedua mata mereka akhirnya saling menemukan.

. nih. yuk.” Keenan mendelik penuh arti ke arah Eko dan Noni. Sebuah perasaan kehilangan yang rasanya tak siap dialaminya lagi.” Eko langsung menggamit tangan Noni. ya! Kita ngumpul lagi berempat!” Noni berseru gembira. Rasa laparnya sudah mencelat hilang begitu ia melihat Kugy tadi. enggan.” “Iya. tahu-tahu kita berempat lagi. Kamu kaget. tak ada ruang lagi untuk memikirkan makanan.. bersosialisasi dululah.. Kebingungan sendiri atas reaksinya tadi. “panitia reuninya canggih. “Woi! My Ring Man! Dan lu . “my ring worm. Muka keduanya cerah bukan main. Keenan meminta maaf. Gy?” Keenan menawarkan.” jawab Keenan jujur. Kamu lapar. Eko dan Noni sudah melambai-lambai melihat Kugy dan Keenan yang berjalan menghampiri. “Nggak pa-pa. “Makan.” Eko merangkul Kugy. basa-basi. kita berdua keliling-keliling dulu.. Dalam ruang batinnya yang kini berkecamuk.” “Aduh! Senang. ya?” Buru-buru.” ajak Keenan sambil terus menggandeng tangan Kugy. ya?” Dan cepat-cepat. Kugy menggeleng. 329 . Nan.. Saya juga nggak kepingin makan. ngobrol kek. “Iya. Keenan ikut tersenyum. biasaaa . Senyuman mereka pertama kali lagi setelah sekian lama.. deh. “Bentar lagi. setuju. “Oke. “kalian makan dulu kek.“Sori. Gy. ya? Nggak nyangka! Nggak ada pertanda nggak ada berita. Kugy memandangi keduanya dengan tawa lebar sekaligus tatapan penuh tanya. Eko dan Noni berlalu dari hadapan Kugy dan Keenan. nanti kalo udah agak sepi kita ngumpul berempat. Meninggalkan mereka berdua dengan segala kecanggungan yang ada. ya?” “Nggak.” ujar Eko sambil cengengesan.” Kugy mencoba tersenyum. “Kita salamin mereka.

“Kamu membuat saya yakin bahwa Charles Darwin memang benar. yang dulu dibiarkan tumbuh panjang. “akan ketemu kamu dengan format kayak begini. Namun.. memecah kecanggungan yang sudah mulai terasa melumpuhkan.” “Monyet!” semprot Kugy sambil tertawa. mereka kembali terdiam. Rambut Keenan. “Ke Bali. Kamu makin cantik. Ia tak tahu lagi harus mengawali dari mana. sambungnya dalam hati. “Nggak pantes. 330 . setelah sekian lama pertanyaan itu menggantung di benaknya. karena ia tak mungkin mengatakan jawaban yang jujur: bahwa Keenan kelihatan begitu lain. tapi begitu susah untuk diungkap. Itu dia.” Kugy membuka suara. gaun.Akhirnya mereka berdua duduk di taman belakang rumah Eko. “Ke Bali. Begitu saja? Semudah itu kamu ngilang. dengan cepat.. Kugy tak menjawab. Suarasuara yang menderu dalam batin masing-masing masih terlampau bising. “Ya. “Saya juga nggak nyangka ketemu kamu dalam .” seloroh Keenan diikuti gelakan tawa.” Keenan berkomentar ragu-ragu. Dari monyet berantakan sampai jadi manusia cantik bergaun velvet.” ia tersenyum lalu mengerling pada Keenan yang mengenakan jas tiga kancing warna hitam dengan dasi berwarna perak tua. berbekalkan dua gelas es buah yang juga tak kunjung disentuh. nggak ada kabar. Evolusi itu memang bisa terjadi. ya?” sahut Keenan diikuti tawanya yang renyah. Kugy tersenyum pahit mendengar jawaban itu. kini pendek dan rapi.” jawab Keenan lugas. persis. bahwa Keenan tak pernah berhenti membuatnya terpukau. “Aku nggak nyangka. “Kamu ke mana aja?” tanya Kugy akhirnya. Terlalu banyak kisah yang tertunda.

Saya nggak menyesal sedikit pun. “Nggak semudah itu. Aku benar-benar nggak tahu kalau papa kamu sakit. Tidak ada yang salah.” jawab Keenan pahit. saya mungkin nggak akan pernah kembali ke sini lagi. “saya sekarang kerja di kantor papa saya.” Kugy menimpali datar. Dan gimana pun cara saya pergi dulu. “Terus . Keenan telah memilih untuk meninggalkan mereka semua.” lanjutnya tegas. Saya pergi ke mana suara hati saya memilih. kalau papa kamu baikan. kenapa kamu kembali lagi ke sini? Apa karena pilihan hati kamu juga?” tanya Kugy pelan. “Bukan. tapi sesuatu dalam nada suaranya terasa tajam menukik. perlahan ia menatap Keenan. Gy.. tanpa kabar. Saya nggak sekadar pergi.” kata Kugy sungguh-sungguh. Papa saya sakit. bukan kesalahannya. Mungkin aku yang memang terlalu berharap. Kalau bukan karena itu. Gy. buat apa kembali ke sini?” Suara Kugy kini terdengar perih. ya. itu adalah pilihan yang terbaik waktu itu. Papa sedang terapi terus. ngilang dan liburan.” Keenan menatap Kugy balik. mudah-mudahan nggak untuk selamanya. “Saya pergi untuk memulai sesuatu yang baru. batin Kugy. sesudah itu kamu akan pergi lagi? Ikut suara hati kamu lagi?” 331 .” Keenan menjawab. getir. Apa adanya.” “Aku turut prihatin. Nan. “tapi.. Itu adalah pilihannya. Kondisinya udah jauh lebih baik. “Kenapa malah ninggalin pilihan hati kamu?” “Saya pulang untuk keluarga saya. jujur. Kugy rasanya tak sanggup untuk lanjut bertanya. “Kalau gitu. Lumpuh gara-gara stroke.terus kamu tinggal ngomong ‘ke Bali’ kayak orang baru pulang liburan. Kalaupun saya sekarang harus mengambil alih posisinya. meninggalkan dirinya.

Teman kerja?” “Iya. “berarti dia memang memahami kamu dengan baik. Dan meski hatinya telah ia jaga rapi untuk seseorang yang menantinya nun jauh di sana. “Oh.” ucap Keenan sambil tersenyum kecil. dong?” 332 . “Gelang kamu bagus. “Ini gelang yang paling cocok buat agen rahasia Neptunus. mengamati gelangnya lebih saksama.Keenan terdiam.” Keenan membunyikan “oh” pendek yang kedua kali. Melihat Keenan yang membisu. ia melirik Kugy. Ia cuma mengangguk. Batinnya berteriak semakin menjadi-jadi.” jawabnya spontan.” “Copy writer juga?” “Dia atasanku. Lapis lazuli?” Kugy tersentak mendengar komentar Keenan yang tak terduga. berusaha menyamarkan getaran dalam suaranya.” sahut Keenan pendek. Buat apa dia kembali? Buat apa muncul sejenak lalu menghilang lagi nanti? Sementara sejenak saja kehadiran Keenan mampu mengobrak-abrik seluruh tatanan hatinya. dan tak bisa menolak ketika Keenan meraih pergelangannya. “bukan Neptunus yang kasih. “Pacarku yang kasih. Lebih cepat dia tahu. “Lebih tua. berusaha mencari kekuatan di sana. menggenggam untaian batu kecil yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. lebih baik. pertemuan singkat dengan Kugy langsung menjungkirbalikkan apa yang selama ini ia bangun dengan hati-hati dan susah payah. Tatapan Kugy menyadarkannya bahwa hatinya ingin berada di dua tempat. Jemari Kugy bergerak. Kugy menghela napas. kan?” Kugy menggeleng.

Ia menimang-nimang dari celah mana pertanyaan ini bisa dilontarkan. ada yang nyantol. “dia sastrawati yang sangat alami. Tanpa sepenuhnya ia sadari. Dia suka menulis. Setengah mati cari mitra kerja. tapi kepribadiannya sangat dewasa. Ngobrol dengan dia . cuma 333 . “Nah. nih. tapi ia tidak sanggup. Pedih.” “Pelukis juga?” timpal Kugy. “Bukan. “Perempuan Bali kan ayu-ayu. sekadar untuk memberikan kesan wajar.” Keenan menerawang. Seperti kamu.” Ingin rasanya Kugy berkomentar. Ada sayatan di hatinya.. Kehidupan agen rahasia tidak lagi seru tanpa kehadiranmu!” Mendadak. ya. Keenan mengangguk. sekarang kamu pikir. menggenggam gelang birunya.. aku nggak pernah main-main. berusaha antusias. Keponakannya Pak Wayan. jemarinya kembali bergerak. ya? Dia suka nulis apa?” “Dia . “Pacar saya sekarang memang orang Bali asli.” Kugy merasa mulutnya mendadak pahit. rasanya kayak lagi baca buku petuah-petuah bijak. Kugy berkata riang.” Kali ini Keenan bahkan tak tergerak untuk menyahuti apa pun..“Iya. “Yang jelas. Gimana caranya saya bisa eksis terus jadi agen. Keenan menatap Kugy sejenak. sementara satu-satunya orang di dunia yang menganggap saya agen rahasia Neptunus.” ujarnya langsung. Dia bisa menulis apa saja. Kugy menghela napas.” “Dia serius sama kamu?” Kugy mengangkat bahu. “Aku senang kamu pulang. “Oh. Tapi sekarang ini dia kepingin menulis cerita anak-anak.. nggak?” tanyanya dengan nada yang diupayakan terdengar ringan. secara tulisan dan lisan.. Gilirannya. “Dia masih muda.

Tak terasa.. “Terus minum kopi tubruk sama singkong goreng. Kembali lagi membawa empat kaus dan empat sarung. dan pembicaraan mereka seakan tak ada habisnya. Selama mereka tidak lagi menyentuh urusan hati mereka yang paling dalam. “Gimana kalo reuni ini kita buat dengan tema . cerita pekerjaan Kugy di kantor . Dan kini mereka bebas berbicara apa pun. dan langsung lari ke dalam rumah. Empat cangkir minuman panas.” Keenan melanjutkan. tamu di rumah Eko sudah menyusut setengah...kamu doang? Tanpa kamu. ya?” “Aku setuju dengan ide Kelompencapir! Aku pinjam kostum ke Mama kamu.. Tak lama. ya!” Noni berkata pada Eko. Akhirnya. “Gerah ya pake baju begini? Coba bisa pake kaus oblong sama sarung. dengerin radio AM. status agen rahasia saya nggak berlaku. Tampak Noni datang menyusul. “Gua kok lebih setuju memakai tema ‘Alien Ressurection’.” Keenan menjawil ujung hidung Kugy. Malam berlalu 33 Singkatan dari: Kelompok Pendengar. “Woi. dan Pirsawan. 334 . “Genius!” seru Kugy. Suasana menjadi lengang. semua baik-baik saja. Mereka berempat kini duduk bersama di atas ubin. Kelompencapir33?” Eko mengernyit melihat keduanya. Pembaca.. semua kembali normal. Kugy tersenyum lebar.” Eko mengeluh sambil membuka jasnya.. semua pakaian mereka berganti. Siaran informasi bagi petani dan nelayan di Indonesia yang sempat rutin ditayangkan di TVRI pada masa pemerintahan Presiden Suharto. Perkumpulan Orang Aneh! Udah ngabisin nasi berapa piring?” Eko tiba-tiba menepak punggung keduanya dari belakang. tentang perjalanan dan kehidupan Keenan di Lodtunduh. bahas harga sayur-mayur dan jadwal panen ladang .. Sepiring makanan kecil.

Terlalu singkat untuk mengiringi obrolan mereka dan kerinduan mereka akan satu sama lain. 335 . Tanpa terasa. ayam jantan berkokok dari kejauhan. membuktikan bergulirnya malam yang terlalu cepat untuk mereka berempat.terlalu cepat.

Sudah lama ia tidak melihat Keenan bergaul dengan teman-teman lamanya. Empat-empatnya bengong melihat meja makan yang penuh sesak itu. rumah Keenan yang mendapat giliran. Dan minggu ini. Dan baginya itu pertanda bahwa Keenan mulai kerasan hidup di Jakarta.. saya pelihara 336 . “Kugy pelihara anakonda. “Ini sih makanan buat skala kendurian!” “Keenan lupa memperhitungkan peliharaan kita semua.37. TABIR YANG TAK BISA DITEMBUS Jakarta. Setidaknya dua minggu sekali mereka menyempatkan untuk bertemu. Kegiatan Noni dan Eko di kampus yang mulai melonggar memungkinkan mereka berempat cukup sering berkumpul. Lena sangat gembira menyambut mereka semua. Saking senangnya. Maret 2003 . kita kan cuma berempat?” tanya Keenan.. “Ma. Tante.” sambar Eko. Lena rela membikinkan begitu banyak makanan sampai-sampai meja makannya nyaris tak muat lagi.

” Lena menerangkan dengan bangga. Kugy memilih untuk tidak mengindahkan.” “Lho. Mendadak muncul sayatan pedih lagi di hatinya. Tante. Noni punya keluarga singa. Keenan ngasuh rombongan tunawisma—” “Mas Eko!” Jeroen keluar dari kamarnya. Tante di rumah merangkap resepsionis. Ini rupanya pengorbanan Keenan. Tiba-tiba terdengar suara roda berputar. Ia tersenyum ramah menyapa semuanya. “Jeroen?” Eko benar-benar pangling. Dan orangnya beda-beda semua. artikulasinya sudah jelas dan mendekati normal. Telepon krang-kring terus nyariin Jeroen. Adri pun minta dibantu berdiri. Kugy mengamati semua itu dengan saksama. Namun.” Lena mendelik. Itu untuk mengimbangi abangnya yang nasibnya agak lain. Ayah Keenan keluar dari kamarnya. “Ayahnya Keenan sekarang sudah bisa jalan lagi. Jeroen sudah masuk SMA sekarang. Pusing deh. hampir menyamai tinggi badannya. 337 . Walaupun bicaranya agak pelan. Tangannya sudah bergerak lancar memutar roda. nggak pa-pa. Anak SMP yang kecil itu kini sudah menjulang tinggi. “Kamu— pelihara apaan bisa jadi segede gini?” Jeroen terkekeh.ular naga. “Memang nih anak satu. Sesampainya di dekat meja. tapi masih pelan-pelan.” timpal Eko lagi. Ia berjalan hati-hati menuju kursi. Malam seperti ini terlalu berharga untuk dilewatkan dengan kepedihan. Mudah-mudahan memang tidak untuk selamanya—sekalipun itu berarti Keenan mungkin akan pergi lagi entah ke mana. hampir semua sudah bisa kembali seperti dulu. Pacarnya banyak bener. “Pelihara grup ronggeng.

saya sebenarnya pingin ngomong sesuatu. Jantungnya berdegup kencang.” “Untuk?” Dan Kugy melihat Keenan mengeluarkan sesuatu dari balik punggungnya. “Buku ini pernah menjadi bagian terpenting dalam hidup saya. hal ini sangat pribadi. Biar gua yang nganterin Kugy. Tinggal ia.” Kugy tambah bingung. saya harus berterima kasih sama kamu. Keenan menatap Kugy dalam-dalam.” Meski tetap tampil tenang. Buku kumal itu diterimanya dengan perasaan campur aduk.. deh. Tapi barang ini harus saya kembalikan lagi. dan bebunyian serangga malam. “dan kamu akan tahu kenapa. tak percaya ia akan melihat buku itu lagi. “Jenderal Pilik?” tanyanya bergetar. “Kamu sudah meminjamkan sesuatu yang sangat berharga buat saya. karena ini memang milik kamu. Kugy tercengang.“Kalian duluan. Kugy kontan tidak keruan. selama ini. Besok pagi kan kalian masih harus ke Bandung. lalu melepas keduanya pulang. kamu menyimpan buku ini terus? Waktu kamu di Bali juga?” “Dan saya baca hampir tiap hari.” Keenan berkata lembut. dan hanya menyangkut kita berdua.” ujar Keenan di beranda depan. Tapi saya nggak mau ngasih tahu dengan cara yang biasabiasa aja.” Keenan menambahkan. “Gy. 338 . Bagi saya. Keenan menggeleng mantap. “Gy. Kugy. “Jadi . Benda yang ia bawa sejak mereka beranjak ke serambi tadi.” Keenan lalu menyerahkan sebuah buku tulis yang kini sudah kumal. “Nggak ngerepotin?” Kugy menyusul bertanya. Makanya saya nggak pingin ngomong di depan Noni dan Eko. “Yakin?” tanya Noni dan Eko hampir berbarengan..

Keenan sudah nongkrong di ruang tamu Kugy. Saya ingin mengajak kamu ke satu tempat.” ucap Keenan separuh berbisik. membawa beberapa baju cadangan. tapi tak urung kepalanya mengangguk. Pukul tujuh kurang lima. Nanti kamu akan ngerti kenapa buku itu begitu penting buat hidup saya. Kapan kamu bisa. “aturan saya.” ujar Keenan sok tegas.” “Aku mau diperbudak seperti Eko dan Fuad memperbudakku bertahun-tahun.” Kerongkongan Kugy tercekat. “Saya ingin minta satu hari saja. Udah?” Keenan mengecek.” “Bagus. Gy: percaya sama saya. kasih tahu saya. ya?” tanya Kugy lunglai. Tak lama kemudian. Hari Sabtu pagi. Oke. saya ingin meminta satu hal lagi dari kamu. “Udah.” 339 . Dari mulai ruang tamu ini. sampai nanti kamu kembali lagi ke sini. Aturan pertama.Ia tersenyum. “Kamu sadar nggak? Kamu akan jadi penulis dongeng yang luar biasa. Termasuk dirinya sendiri. “Pokoknya hari ini tugas kamu cuma satu. “Ternyata kamu memang serius gilanya. “Kali ini. Aturan kedua: HP mati. Kugy keluar. Masih dengan rambut basah dan mata yang melek terpaksa. ya?” sapa Kugy dengan jalan yang masih sedikit sempoyongan. bahkan menyinggung secuil pun tentang dunia satu itu.” Kugy tak paham apa yang Keenan maksud. Sudah lama sekali tidak ada yang mengatakan hal itu padanya. Bener-bener harus jam tujuh. “Hari ini cuma ada satu aturan yang berlaku.

“Nan. Sudah tiga jam mereka menempuh perjalanan. “ngomong-ngomong. “Saya harus parkir di sini kan.” “Udah.” Keenan menyahut santai. ya?” Kugy celingukan. sih?” Keenan nyengir. Saung kayu yang biasanya digawangi oleh Mang Sukri kini sudah tak ada.” kata Kugy. “Nan.” Mobil Keenan mendekati lokasi kampung Pilik. setelah mendeteksi keanehan yang terjadi. Nggak usah tanya-tanya. “kok. mereka berangkat dari rumah Kugy. kamu kepikir buat jenguk Pilik segala. Jalan setapak menuju Sakola Alit sudah kelihatan. menembusi jantung Kota Bandung. aku nggak ngerti. Kugy keasyikan mengobrol sampaisampai tak sadar mobil itu sudah sampai di mulut tol Cikampek. ya?” tanya Keenan ketika melihat plang puskesmas yang dulu menjadi patokannya. di sebelah puskesmas itu ada saung dari kayu yang merangkap pos ronda. terus ke arah utara.. biasanya ada pos jaga Mang Sukri di sini . Puskesmas 340 . “Horeee!” teriaknya sambil melompat-lompat di tempat duduknya.” “Ke Bandung? Pilik?” Kugy terperangah. Dulu. ke mana. “Iya . kita mau ke mana.” Beberapa menit kemudian.. Kita jenguk Pilik. deh. guru mereka.” gumamnya. “itu juga bagian dari kejutan hari ini. Mereka berdua keluar dari mobil. sih? Padahal kamu cuma dua kali ketemu mereka. Satu mobil terguncang-guncang. Harusnya ide menjenguk ini munculnya dari aku.“Siap. Sepanjang jalan. tapi.. “Tujuan pertama pagi ini: Bandung.. yang hampir ketemu tiap hari selama dua tahun.

Semuanya sudah digusur. Seperti sudah tak terpakai berbulan-bulan. semen. membuat semuanya kelihatan lebih gersang. “Ke mana?” desak Kugy lagi. Sekumpulan pohon bambu rimbun yang biasanya meneduhi mobil yang parkir di tempat itu sudah tidak ada lagi. Dan terkejutlah mereka ketika setengah kampung tempat Pilik bermukim sudah rata dengan tanah. Jalan setapak menuju Sakola Alit menjadi lebih besar. Pak?” tanya Keenan. batu-batu. Mereka mulai menapaki jalan. tak terawat. Sakola Alit hilang tanpa bekas. 341 .” gumam Keenan sambil melihat sekeliling. 35 Sudah pindah. Seorang pengangkut kayu bakar. “Gy. seperti sering dilalui kendaraan. Mereka berpapasan dengan banyak pekerja yang mengangkuti pasir. 34 Akan dijadikan perumahan. Sinar matahari menerpa langsung. Sadayana atos digusur35. Pemandangan yang mereka temui kian asing saja. dan bertanya sana sini. “Bade didamel janten perumahan34. Keenan benar.” jawab salah satu orang yang berhasil Kugy cegat. Kugy dan Keenan melongo melihat itu semua.kecil itu pun tampak sepi. Hamparan tanah merah terbentang luas. Daerah itu sudah berubah. Tak ada rumah penduduk. Tak ada ladang. daerah ini kayaknya berubah. mesin backhoe. mereka mencari penduduk yang masih tersisa. rumput-rumput pun sudah gundul. Kugy ikut menebarkan pandangan. dan para pekerja yang hilir mudik di lahan besar itu. “Atos ngaralih. Tanpa buang waktu. “Rumah-rumah di sini pada ke mana. mesin pengaduk semen. Hanya truk-truk besar.” Bapak itu menjawab seraya merentangkan tangannya.

. “Oh. “Itu Pak Usep!” Kugy berseru. 41 Kemari. Yang anaknya bernama Pilik. Non. Anu putrana namina Pilik39. “Kita susul ke sana.. Sebuah kali kecil yang nyaris kering dan kotor. Kugy tahu benar “susukan” yang dimaksud. Da paburencay . Soalnya berpencar.” gumamnya.” Dengan prihatin.. Tempat itu tidak terlalu jauh dari pembuangan sampah.. kadieu. “Neng Ugi!” Pak Usep tak kalah terkejut.. Seolah me Tidak tahu. cepat! Ini ada guru-gurunya Pilik! 36 37 342 . Ia sudah bisa membayangkan kondisi seperti apa yang dihadapi Pilik dan keluarganya. Gy?” tanya Keenan. 39 Betul. Setelah mengucapkan terima kasih. Kalau Bapak tahu nggak Pak Usep sekarang ada di mana? 38 Yang punya kebon singkong. Ada beberapa gubuk yang berdiri di pinggir kali tersebut. enggal! Ieu. Ia langsung melongok ke dalam gubuknya.. Kugy berusaha berkomunikasi dalam bahasa Sunda. “Kamu tahu tempatnya..“Duka atuh.” Kugy mengangguk-angguk antusias. yuk. bu . Neng. Satu-dua orang tampak lalu lalang di sekitar gubuk. Neng. aya guru-guruna Pilik41!” Seorang ibu berdaster lusuh keluar dari situ. betul.36” Ia mengangkat bahu. Malah lebih buruk. keduanya bergegas pergi. Dan bayangan Kugy tidak salah. “Bu . 40 Pak Usep tergusur ke dekat kali. bapak itu berkata. Kugy mengangguk. “Pak Usep mah kagusur ka caket susukan40. muhun. “Upami Bapa terang teu Pak Usep ayeuna di mana37?” Dengan agak terbata-bata. Gubukgubuk reyot yang tak layak disebut rumah. Pak Usep anu gaduh kebon sampeu38?” “Muhun.

Pak Usep bilang. Seketika itu juga.. Sementara seribu satu penyesalan muncul di benak Keenan. Pilik beristirahat di sana. Yang tersisa hanya kenangan suaranya yang gaduh. Tubuhnya berguncang.. Dari tempat mereka berdiri. dan sinar matanya yang cerdas. Kugy dan Keenan tahu. menyadari betapa ironisnya realitas saat harus bersanding dengan dunia dongeng. rambutnya yang gundul. serta kenyataan hidup seorang anak bernama Pilik bin Usep yang harus tergusur karena keluarganya tak punya bukti kepemilikan tanah. Keenan menggenggam sebuah buku tabungan. Kembali hanya mereka berdua ditemani embusan angin dan gemeresik bambu. Bu .. Puskesmas sudah lama ditutup. larinya yang gesit. kebisingan pembangunan real estate itu hanya terdengar sayup-sayup. si Pilik.lihat malaikat.. ada sesuatu yang tidak beres.. Di tangannya. memeluknya erat. Dengan getir ia memandangi nisan itu. yang akan dihadiahkan bagi Pilik dan Sakola Alit. Semuanya berputar bagaikan film dalam kepala Kugy. “Bu Ugi .” tangisnya serta-merta. Keindahan dunia Jenderal Pilik dan Pasukan Alit yang terwujudkan dalam semua karyanya. Sesekali burung berseliweran. ia menghambur ke arah Kugy. Sebuah makam seadanya. berkicau. lalu hinggap di atas nisan kayu yang terpancang di hadapan mereka berdua. tak sampai se343 . harus tinggal dalam sebuah gubuk di pinggir pembuangan sampah. Uang yang ia sisihkan dari hasil penjualan lukisannya selama ini. dan menderita tifus tiga bulan yang lalu tanpa mampu mencari pertolongan medis. Pak Usep hanya bisa diam dan tertunduk sedih.

. Nan .” sahut Keenan lirih... Keenan terduduk pilu... sama anak-anak .. Menangiskan semua penyesalan yang tersisa dalam hatinya.. Saat yang mereka butuhkan hanyalah alam dan satu sama lain. membawa mereka begitu jauh. “Suatu saat mereka pasti baca. padahal .” tangis Kugy lagi. Harusnya kesempatan itu ada. Keenan merasa terempas kembali ke masa lalu. kondisi Pilik turun drastis. aku masih punya satu buku tulis petualangan Pasukan Alit yang bahkan mereka belum sempat baca . Kala ia dan Kugy masih berbagi mimpi yang sama.. mestinya dia punya kesempatan . Pilik pergi membawa mimpinya untuk bisa masuk SMP.” Sesaat.. 344 . lalu membenamkan kepalanya dalam rengkuhan Keenan. dan akhirnya tubuh kecilnya menyerah... Saat sebuah momen sederhana bersama Kugy dapat mengkristal dan hidup lestari dalam hatinya..minggu. Pilik ... “Aku sering kangen sama Pilik .. Gy...” Kugy berkata tersendat-sendat.. waktu berjalan dan Bumi berputar. aku beneran nggak tahu.. aku juga hilang kontak dengan Ami . “kamu jangan berhenti menulis.. Realitas dan dongeng terpisahkan tabir yang rasanya tak akan pernah bisa ia tembus.. Namun. merangkul Kugy yang bersimpuh sambil terisak. “Coba kalau aku sempat nengokin dia ... tapi aku udah nggak pernah sempat lagi nengok mereka .. anak itu pintar .

“Ya. Namun. Pak Somad. Nan?” tanya Kugy. Beraneka ragam perasaan melanda hatinya.” Keenan tersenyum sambil mengusap pelan tangan Kugy.. dan getir. pada Sakola Alit. Penat. kita mau ngapain lagi sekarang?” Kugy mengusap wajahnya. dan semua keluarga Pasukan Alit yang kena gusur. 345 . PENCULIKAN PALING INDAH Kugy termenung melihat buku tabungan yang dibawa Keenan. Ia terharu dengan kesungguhan Keenan untuk berterima kasih padanya. Gy.. Aturan hari ini masih berlaku. terkejut. Kugy tak menyangka betapa kisah yang ia tulis telah berperan begitu besar dalam hidup Keenan. Uang ini sudah saya anggap menjadi hak mereka. “Kamu akan kasih uang ini ke mereka. Ke Pak Usep. Antara haru.38.” jawab Keenan tegas. dan Pasukan Alit. ia juga getir melihat kenyataan bahwa niat baik mereka semua tak sanggup menolong Jenderal Pilik. “Saya masih mau mengajak kamu ke suatu tempat. “saya nggak mungkin menyimpannya lagi.” “Lalu .

Cepat-cepat. Terkesiap dengan semua keindahan yang mendadak hadir di depan matanya. Matanya terbuka ketika mobil Keenan akhirnya berhenti. mobil SUV itu pergi meninggalkan daerah Bojong Koneng. Arakan-arakan awan tampak merona jingga ditelan ufuk Barat. Di hadapannya terhampar laut luas. Ia hanya tahu bahwa mobil mereka pergi mengarah Kota Garut. tampak ombak berputar dan berpusar. Tak cukup kemauan. Tak lama. Hal kedua yang disadarinya adalah deburan ombak yang dahsyat dari arah bawah. Sisanya ia tak sadarkan diri. Kugy keluar dari mobil. Kugy tertidur separuh terakhir perjalanan entah ke mana itu. Hal ketiga. Menyala bagai disulut api. Dan di bawah sana. lalu keluar dari Kota Bandung. membentuk segomplok awan hitam yang sejenak memenuhi langit. ia hanya ingin diam di mobil dan mengikuti ke mana arah nasib membawanya. Kugy menyadari bahwa Keenan tidak ada di sampingnya. saling memecah dan mengempas. 346 . Belum tuntas rasa kagetnya. Tersadarlah ia bahwa mobil itu tengah terparkir di atas tebing berumput hijau. lalu terus ke Selatan menuju Pameungpeuk. Ia tak punya cukup tenaga untuk protes. Tertidur pulas dengan sandaran jok merebah ke belakang. Pertama-tama. Langit berwarna kemerahan. Kugy hanya bisa terduduk di atas rumput. Sontak. Kugy masih harus terpana melihat ratusan kelelawar yang tiba-tiba mengepak bersamaan dari bawah tebing. menyapu hamparan karang dengan buih putih. Kugy melihat angkasa luas yang terbentang dari kaca mobil. Apa pun rencana Keenan. Kugy terduduk.Kugy mengangguk pasrah.

Malam yang masih muda terlihat jernih.” Kugy terkekeh. “Selamat datang di Ranca Buaya. Saya pernah ke pantai ini nggak sengaja. “cheers. Agen Keenan Simalakamania. yaitu kamu harus rela diculik ke mana pun. Muka protesnya perlahan berubah. bareng Bimo dan anak-anak kampus. Menjelang gelap.” “Cheers. menikmati matahari terbenam hingga pupus ditelan malam.“Kecil!” Suara Keenan berteriak memanggilnya. So. Tampak Keenan melambaikan tangan dari sebuah saung beratapkan ilalang. Kugy menoleh ke samping. Ia sudah memasuki mangkuk yang kedua.. Kugy langsung berlari-lari menghampirinya.” Keenan tersenyum lebar. sih?” Kugy bertanya keras.” Keduanya lalu duduk di pinggir tebing. Menghayati keluasan Samudra India yang membentang dari tempat mereka duduk. Kugy mengambil minuman yang disodorkan Keenan. “Ini . Sama kamu. Saya langsung jatuh cinta. adalah mi instan paling enak yang pernah aku coba seumur hidup. enjoy. Taburan bintang muncul tanpa perlawanan awan. 347 . Bertahun-tahun pingin ke sini lagi. ini adalah penculikan yang sangat menyenangkan. “Nan? Kita sebenarnya di mana. Dan bulan bersinar megah dalam masa purnamanya. “ini bagian dari peraturan saya hari ini.” Ia lalu menyorongkan minuman dingin yang dibawanya dalam cool box. beralaskan rumput dan bertemankan dua minuman kaleng dingin.” komentar Kugy seraya melahap mi rebus yang dipesannya. menuju bagian pantai landai tempat beberapa pedagang makanan berjualan. SUV itu turun dari tebing. aku harus mengakui. Baru sekarang bisa kembali lagi. tapi nggak pernah sempat. “Well..

kita masih pindah tempat lagi?” Keenan mengangguk. “Emang. ada bedanya. Karang-karang kecil bermunculan. “Jadi . Selain mereka berdua.. yang letaknya persis di depan warung-warung makanan. di atas pasir pecahan kerang berwarna krim kekuningan. faktor kedua adalah . nggak nyesel kan diculik?” Kugy berhenti mengunyah.Keenan melirik bungkusan bekas mi instan yang masih tergeletak di meja. tampak mengilap disepuh buih ombak.” Pantai Ranca Buaya hampir seluruhnya dibingkai oleh hamparan karang.. Tapi nggak sekarang. “Kalo boleh tahu. Kugy dan Keenan akhirnya berkesempatan untuk merendam kaki mereka dalam air laut. 348 . Restoran paling mahal di Jakarta aja kalah sama warung ini. “Beresin dulu makannya. “faktor pertama adalah nggak makan dari siang. Ratusan anak ombak berkilau perak ditimpa sinar bulan. masih tersisa sebagian kecil pantai kosong yang tidak diparkiri perahu. ini warung dengan pemandangan terindah yang pernah aku kunjungi.. “jadi. sejenak menatap Kugy. tak ada lagi orang di sana. dan nggak di sini. Nan?” Keenan ikut berhenti. ya?” “Jelas ada. Iya..” kata Kugy yakin. nggak?” “Setuju. Di bagian itu. Dekat dari sana. “Dua puluh meter ke depan. kecuali satu cerukan yang dipakai sebagai pelabuhan kapal nelayan.” Mata Kugy langsung membeliak. maksud kamu hari ini sebetulnya apa sih. Nanti saya kasih tahu.” Keenan pun bergerak ke mangkoknya yang kedua.

. malah terkikik-kikik geli. kembali membawa ember kecil dan sekop. Beberapa detik kemudian. Mendadak.. Tempat tidur pasir.” desah Kugy seraya memejamkan mata.. ke dalam sebuah lubang dangkal.” Keenan menjawab santai. Kecil? Asyik. “Gimana caranya?” Keenan melesat ke mobilnya. “Ini tempat tidur yang nggak bisa didapatkan di hotel termahal sekalipun. “Naaan! Kamu ngapaiiin?” teriak Kugy. tubuhnya mengempas kembali ke pasir. “Mau dibikinin tempat tidur nggak?” Keenan bertanya. bawa sekop segala?” Kugy tergelak. Butiran pasir yang menghambur menggelitik saraf-saraf kulitnya.. spontan. Kugy bertanya. lalu sibuk mengerjakan sesuatu. tubuhnya terangkat. sih?” Masih dalam posisi telentang menghadap langit.. “Kamu ngapain.” seperti tukang obat Keenan menerangkan. Keenan lalu ikut berbaring di sebelahnya. ampun! Kamu mau bertani? Kok. “Hotel bintang lima lewaaat . 349 . “Gimana tempat tidurnya. Kugy mendamparkan tubuhnya di atas pasir. Setelah tubuhnya tertimbun pasir. “Ya. sambil terus menimbuni Kugy dengan pasir yang disendoknya dengan ember. “Nggak usah banyak tanya adalah salah satu aturan yang berlaku hari ini. kan?” Keenan tersenyum penuh kemenangan. “Kenyang begini .” celetuknya. Yang dikubur tidak protes. Alamiah dan juga terapeutik karena punya efek refleksiologis. paling enak tidur.Setelah kenyang bermain ombak. Keenan menggendongnya tanpa disangka-sangka.

Oke? Sekarang. di sini. ia dapat jelas merasakan wajah Keenan mendekat. “Kecil . suara ombak.” Keenan beringsut mendekat.” sahut Keenan. Moga-moga kamu senang. Aturannya juga sama. tempat tidur refleksi. Dan timbunan pasir yang mengurungnya semakin membuat ia merasa tak berdaya. “Saya yang berterima kasih.” Kugy menurut meski gugup bukan main.. Ini namanya hotel bintang sejuta. Gy. Dan saya masih punya satu hadiah lagi. ya. Kamu paling suka sama suara ombak.“Jelas lewatlah.” Mendengar kalimat Keenan yang terakhir..” lanjut Keenan lagi. kamu boleh menganggap ini perayaan kecil reuni kita berdua. hanya menatap balik wajah Keenan yang memayunginya dengan jarak yang begitu dekat. “ini hadiah paling indah yang pernah aku terima seumur-umur. kamu boleh menganggap ini apa pun . dan live music nonstop . “yang jelas.. “Ini—” Kugy hampir tak sanggup melanjutkan. Tak bisa bergerak. menatap lekat Kugy yang telentang tertutup pasir.. “Kamu kok—?” “Kamu boleh menganggap ini hadiah ulang tahun tertunda. luas kamar seluas-luasnya... “room service-nya Indomie rebus sama teh tawar.” Kugy merasa sekujur tubuhnya kaku. Makasih. Lagu alam paling merdu. Napasnya yang terasa hangat meniupi kulit mukanya. kamu harus nurut apa pun yang saya suruh.. ya. 350 .” Keenan menggeleng. Dalam kondisi mata terpejam. tutup mata. Kugy sontak menoleh. saya selalu ingat kata-kata kamu. tak juga bicara. ini ungkapan terima kasih untuk semua inspirasi berharga yang sudah kamu kasih untuk saya.

Saya penculik bertanggung jawab.. Keenan meminta. Nona Kecil. perjalanan ke sini kan butuh enam jam dari Bandung..” Dengan lembut. Ragu. Gimana kalau kita pulang besok subuh menjelang sunrise?” “Terus.. Nan?” Keenan menempelkan kedua telunjuknya di ubun-ubun menyerupai antena. ya?” “Aman. Kugy hafal bau itu. Tapi ia tak bisa bicara lagi karena mulutnya sudah penuh terjejal. aman nggak. Tiga jam lagi ke Jakartanya. “panitia penculikan juga sudah mengantisipasi soal keamanan. terus apa lagi sesudah ini?” tanya Kugy.. hmmm .. tapi Kugy sungguhan tidak sanggup bergerak..” Kugy berpikir-pikir. kok. “Gy. Kugy membuka mulutnya perlahan. nih. Kamu kok ingat semuanya sih. Kalau kita paksakan pulang malam ini pasti capek banget.” celetuknya ringan.” Sambil mengunyah. Terserah kamu. kita tidur di mana? Nggak beneran di ‘tempat tidur’ ini. dan memasuki rongga mulutnya. tapi. kembali membawa dua sleeping bag. Napasnya yang tadi tertahan seketika melega. tuh.” “Hmm .” Keenan tertawa kecil. kan?” “Tenang.. “kalau aku sih pinginnya di sini.” 351 . sekarang dessert. “Oke. “Saya bawa sesisir. atau di pantai juga boleh. “Panitianya canggih.” Keenan pergi lagi ke mobilnya. Main course udah.” jawab Keenan mantap. “Kita bisa gelar ini di saung belakang.. “Radar Neptunus. Sesuatu menyentuh bibirnya. “Buka mulut kamu . Air muka Keenan berubah serius. rekan agenku.Jantungnya berdebar kencang dan rasanya ia ingin mencelat keluar dari tempat tidur pasirnya. Kugy berkomentar. “Pisang susu kesukaanmu.

” kata Noni jujur.. “Kata adiknya. pacarnya Kugy.” Noni mengerutkan kening saat melihat nomor tak dikenal menghubungi ponselnya.” “Oh!” Noni kaget sendiri.. ya? Gimana caranya?” “Berdoa. betul. Belakangan memang lumayan sering main bareng lagi.” kata Noni. Mas Remi. “Iya. Kugy lagi sering ngumpul sama temanteman kampusnya.” sahut Noni sambil nyengir. Dia 352 . “Halo?” “Hai..“Oh. Nama itu tidak asing. Ini dengan Noni?” Suara cowok yang tidak ia kenal. ia memutuskan untuk mengangkatnya. sih. saya juga nggak tahu. ya. Namun. kalo kata aku. “mmm . dan orang rumahnya nggak ada yang tahu dia pergi ke mana. Mau tanya. Tapi hari ini setahu saya nggak ada jadwal ngumpul. Kugy pasti baik-baik aja. “Mas Remi. saya tadi dapat nomor telepon kamu dari adiknya Kugy.. “ini dengan siapa?” “Ini Remi . “Maaf. Pukul sebelas malam. tuh. kira-kira kamu tahu nggak Kugy di mana? Seharian ini HP-nya nggak aktif..” “Ke mana. Yang ia tidak sangkasangka adalah Remi meneleponnya tanpa hujan tanpa angin. Kugy sudah menyebutkannya berkali-kali. ya.” “Wah. Barangkali Noni tahu sesuatu?” “Sebetulnya yang dimaksud Keshia dengan ‘teman kampus’ itu ya termasuk saya juga.” Remi berpikir sejenak. dia? Kok sampai ngilang tanpa kabar?” tanya Remi cemas. “kita dulu punya geng berempat gitu. ganggu malam-malam.

kepalanya justru makin pusing. Mendapatkan Kugy yang samar diterangi cahaya langit. dan sebagian lagi masih biru tua. Kugy pun berjalan mendekati pantai. Sebaliknya. Rambutnya yang halus berkibar ditiup angin. lalu perlahan Keenan bergerak ke belakang punggung Kugy. Besok paling juga udah muncul lagi. Menyadari Kugy yang ada di dekatnya. 353 . Entah mengapa. Di matanya. omongan Noni tidak membuat Remi bertambah tenang. “aturan terakhir yang nggak boleh kamu protes. deh. merangkulkan kedua tangannya. Kugy membuka mata dan menemukan langit yang sudah semu kemerahan. Meneer Penculik.” “Pagi. menyisakan jejak malam dan kawanan bintang. “Selamat pagi. Tinggal ia sendirian di saung itu. tampak siluet Keenan tengah berdiri menghadap pantai. Sementara bulan masih menyala perak.” bisiknya. Tak ada yang membangunkannya. dan penghuninya entah ada di mana.” Keenan menarik tangan Kugy lembut. Keenan pun menoleh. Cepatcepat ia mengeluarkan diri dari sleeping bag. Semu kemerahan di ufuk timur. bundar bagaikan sebutir mutiara yang bertengger di tepi langit.” Noni terkekeh. keindahan pagi yang sejak tadi ia nikmati tiba-tiba memperoleh saingan.kan memang suka aneh. Nona Kecil. sleeping bag Keenan sudah tergulung rapi. siap jatuh ditelan mulut fajar. Saat ia menoleh ke samping. tersenyum padanya. Izinkan saya seperti ini sebentar aja. Tak jauh darinya. Angkasa seperti terbelah dua.” Kugy menyapa balik seraya berjalan ke sisi Keenan. “Sini.

” “Aku mau. 354 . Kecil. lalu bagaikan gelombang air bisikan itu mengalir. Sejenak berayun di udara. “Demi Pilik.” bisik Keenan. Di kupingnya. Kalau boleh. Meski hanya sesaat. Karena hanya saat mereka bersama.memeluk Kugy dari belakang. Kugy. Keenan berkata. Keenan mempererat pelukannya. Tanpa disadari. Dan demi kamu. membawa apa yang tak terucap. saya ingin terus berbagi karya dengan kamu. sampai akhirnya berlabuh di hati.” Kugy balas berbisik. saya harus jujur. “Aku mau. “Ke mana pun hidup membawa kita berdua. mau nggak kamu nulis dongeng lagi?” Kugy menelan ludah. Menikmati denyutan hening. asal kamu mau melukis lagi. Demi kamu. karya kamu menjadi inspirasi terbesar saya. Denyutnya terasa satu-satu. Keheningan seakan memiliki jantung. Demi Pilik. ia bisa mencicipi keabadian.

barangkali ia sudah berkata-kata dengan nada tinggi.. bikin saya stres. Gy.. tapi menusuk.” Remi berkata dingin.. yang pertama kali Kugy lakukan adalah menelepon Remi.” “Kamu sadar..” “Iya .... Jelas ia berusaha meredam emosinya.. selain nunggu kabar dari kamu yang saya tungguin sampai subuh dan nggak ada juga.. akan membuat keadaan ini jauh berbeda.. nggak bisa ngapa-ngapain selain nyariin kamu ke siapa pun yang saya bisa. “Kamu sadar apa yang kamu perbuat pada saya?” tanya Remi dengan suara tertahan. Dan reaksi pertama yang ia terima adalah dimarahi.” “Kamu keterlaluan. tapi .39.” Kugy terkesiap. nggak? Satu menit telepon dari kamu. aku tahu . “Kamu udah nyiksa saya. 355 .. yang andai saja bisa dilepas. bahkan tiga puluh detik aja. KARYA BERSAMA Sesampainya di rumah. “Remi . sori ..

Aku tunggu.. aku nggak kenapa-napa kok .“Semuanya mendadak. “Gy. apa pun alasan kamu. Sori. Apa yang bikin kamu sampai nggak kasih kabar sama sekali? Apa yang terjadi sampai HP kamu nggak aktif sehari semalam?” “Soalnya . berusaha meredam jejak tangisnya. “Ya. Gy. Gy. Remi. dan tahu-tahu bekas muridku meninggal .. terlalu berharga buat saya. ya. Tolong. Nggak ada yang lebih penting dari itu.” “Dan gimana caranya saya tahu itu kalau kamu nggak bisa dihubungi? Percuma.” Kugy memejamkan mata kuat-kuat.. Kamu nggak bisa membayangkan betapa kesiksanya saya kemarin. Sayang? Capek? Masih sedih?” “Aku baik-baik.” “Oke..” Kugy menyahut. “Soalnya HP-ku ketinggalan di kamar. “Sekali lagi kamu ngilang begitu. Aku ke Bandung . dan ada apa-apa dengan kamu.” “Iya. Gy. saya nggak yakin bisa memaafkan diri saya sendiri... “dalam keadaan mati. Dan begitu tele356 . Tapi bukan itu yang jadi masalah. Yang penting kamu udah pulang. Kamu ... Aku nggak mungkin bilang.” Tanpa bisa Kugy kendalikan.. seolah menasihati dirinya sendiri.” Kugy tak bisa berkata apa-apa lagi..” Remi berkata. Ucapan Remi menyadarkannya akan sesuatu.” Terdengar sunyi dari ujung sana. lalu helaan napas panjang.” Kugy berkata dengan nada tertekan. “kamu sehat. ya.. jadi aku .” kata-kata itu akhirnya meluncur..... saya terima... air mata tahu-tahu saja merembesi pipinya. satu hari kamu akan sadar kalau saya nggak bisa kehilangan kamu. jangan pernah lagi kamu ngilang kayak gitu. Aku memang teledor. udah.” “Remi . “Nanti malam saya ke rumah.

Dekat. nanti kasih tahu pen357 . saya punya ide. tawanya. Kisah mereka berdua hidup dalam khayalan indah yang tak mungkin terwujud. Nona Kecil. Ia menyadari. terjangkau. Bola mata Keenan seketika berbinar-binar. ya. “hari ini . Lagi ngapain?” “Meneer Penculik!” Suara itu terdengar begitu riang. inilah kenyataan yang sesungguhnya. ia terduduk lama. Ia lantas menghubungi ponselnya. Pahit. Tadinya aku mau SMS. tapi dirinya sudah memilih. Remi adalah kenyataannya. “Gy. Setelah menahan berjam-jam tidak menghubungi anak satu itu. Hari Senin. Kugy kembali menyadari bahwa Keenan hanyalah pangeran negeri dongengnya. Keenan tidak tahan lagi. aku nulis lagi! Serial Jenderal Pilik is baaack!” teriaknya.” “Oh.” Kugy berdehem. sistem tubuhnya seolah mengisyaratkan kehausan yang amat sangat. Sebuah dunia yang sempurna dan perasaan cinta yang rasanya abadi. Ketidakjujurannya kali ini sudah lebih dari cukup. dan jelas-jelas mencintainya.pon dari Remi berakhir. Kugy pun tidak yakin bisa memaafkan dirinya sendiri jika ia harus menyakiti Remi. Sekadar untuk mendengar suaranya.. “Hai. Namun. dengar baik-baik ya. ya?” Gantian suara Keenan yang menjadi riang. Dan baru mikirin kamu. semalam ia telah berkesempatan untuk pulang ke negeri dongengnya. Gy?” “Siap-siap. Inilah hidup yang ia jalani.. “Aku masih di kantor. Menjelang pulang kantor. mengusapi air matanya yang turun satu-satu dan seperti tak mau berhenti. “Ada apa. Sesuatu tersulut dalam hatinya begitu mendengar teriakan Kugy. Meski tak seindah negeri dongeng. cekikiknya.

Gy. Dan itu mengharuskan Keenan untuk menjemput naskah baru setiap minggunya. Menurut saya. “Jadi—kita—punya karya bersama?” ucapnya tak percaya. yang jelas kita kerja bareng.” Kugy terenyak. Jakarta. Baru setelah itu. Keenan menyuruh sekretarisnya 358 . Ia butuh waktu untuk mencerna semua itu.. Itu pun kalau kamu memang bersedia. Akan jadi satu kehormatan besar buat saya. Dan yang ia butuhkan hanya keberanian untuk melangkah. Lama Kugy tidak menyahut. Kugy menulis dengan tangan dalam buku tulis. kita sudah berkarya bersama. Dibutuhkan seminggu untuk Kugy menyelesaikan setiap seri Jenderal Pilik dan Pasukan Alit. April 2003 . tapi orangorang nggak tahu ide pelopornya apa. “Kecil. tiba-tiba membumi. Khusus untuk serial satu ini.. Bedanya. Mendadak. Saya nggak tahu persis gimana bentuk akhirnya. Sesuatu yang tadinya ia pikir terlalu tinggi dan muluk. “Oke. saya akan membuatkan ilustrasinya dalam bentuk lukisan. sudah saatnya kamu juga tampil keluar. sebagaimana yang dilakukannya di Sakola Alit dulu. impiannya terasa mendekat.dapat kamu. Berada tepat di hadapan.” Dengan penuh kesungguhan. sebagai pencipta serial cerita Jenderal Pilik dan Pasukan Alit.. terasa mungkin. kali ini kita melangkah barengbareng. entah jadi buku atau pameran.” kata Keenan serius. Keenan berkata. atau keduanya. “Setiap kamu selesai menulis satu kisah. sebelum kamu tahu pun. Kugy akhirnya bersuara.. bagi saya. Selama ini Jenderal Pilik cuma dikenal lewat lukisan saya aja. sejujur-jujurnya . Kapan kita mulai?” Mantap..

tidak terus-terusan menjadikannya project leader. satu tim kamu berantakan. Banyak jam kantor yang Kugy bajak untuk berkhayal dan menulis serialnya. Sindiran-sindiran halus menjadi rutinitas baru yang ia terima setiap hari. semua pekerjaannya akan kelar dalam sekejap mata. konsepnya juga masih gonta-ganti melulu.” Kugy bergeming menatap Remi. storyboard belum ada. Jika di kantor. Entah bagaimana harus mengatakannya. semangatnya juga tai-tai ayam. Entah bagaimana bisa mengungkapkan bahwa Remi sudah saatnya untuk tidak terlalu bergantung padanya. “Yah. Rasanya ia seperti zombie di kantor. Kalau saja anak itu sedikit berusaha. Kugy selalu kedapatan bekerja di mejanya dengan sungguh-sungguh. Kalo kamu nggak bisa fokus. fenomena anak bau kencur. tapi tugasnya tidak ada yang selesai. Hari ini Remi terpaksa menegur Kugy. fokus Kugy tersedot tanpa sisa untuk sesuatu yang ia tidak tahu. Kamu kan project leader. gitu deh. Mereka udah harus syuting seminggu lagi. Tubuh359 . Ia tahu persis kemampuan Kugy.untuk mentranskrip naskah Kugy ke dalam dokumen komputer. Masalahnya. karena Kugy sendiri tidak bisa mengendalikan energi dan perhatiannya yang terisap ke dalam pusaran kuat dimensi Jenderal Pilik. Tapi sampai sekarang. bahwa ia memang belum mengerjakan apa pun sampai detik ini. Nggak bisa nggak.” “Otak brilian tapi nggak didukung profesionalisme sama aja bo’ong. “Gy.” Dan kuping Remilah yang paling panas mendengar semua itu. ya. Omongan-omongan sumbang mulai muncul dari sana sini.” “Prodigy ternyata punya jadwal kedaluwarsa juga. Keputusan harus datang dari kamu. saya udah nggak bisa minta waktu tambahan lagi ke klien.

kamu bisa. Yang saya khawatirkan. kalau memang kamu mau. “Aku sedang bikin serial dongeng.. Kamu udah cukup gede untuk bisa menyusun skala prioritas kamu sendiri.” Tegas.. Tapi bukan di sini. mengerjakan hal lain.nya ada di sana tapi hanya cangkang kosong belaka.. hobi. kayaknya saya nggak perlu mengingatkan kamu soal prioritas. ia jelas bersalah karena mengesampingkan pekerjaannya. Tidak ada gunanya membela diri. kamu nggak bisa memilah antara profesi dan . Sebelum jam enam. sih?” tanya Remi lagi.. “Kamu ada masalah apa. Kugy menyerahkan hasil pekerjaannya. “Gy. 360 ..” ujarnya tajam.” katanya pelan. Mata Kugy mulai berkedip-kedip. tepat waktu. “Aku sedang ada proyek baru . Tugas kamu di sini adalah memenuhi target dan deadline kamu . Terserah kalau di rumah kamu mau menghabiskan semalam suntuk untuk bikin dongeng. Pukul setengah enam sore. “Ternyata . tanda ia berpikir keras. kan?” katanya sambil tersenyum kecil. Remi menutup pembicaraan mereka.” Remi seketika mengembuskan napas panjang. “Jadi kapan storyboard bisa beres?” “Secepatnya.. Remi membolak-balik sketsa-sketsa itu. Dari kacamata apa pun.. bukan jadi penulis dongeng. Ia sadar diri. “saya nggak kepingin ngomong begini. Tapi kamu digaji di sini untuk menciptakan konsep iklan... mengusapusap wajahnya. posisinya sangat lemah.” “Sore ini.” Kugy hanya bisa diam. Sementara isinya berada di tempat lain. “Proyek?” Remi mengerutkan alis.

infantil. Mungkin aku juga kedengaran nggak tahu diri. bego. Samar.” jawab Kugy lagi. Remi memutuskan untuk mendesak Kugy agar bicara sejujur-jujurnya.” gumamnya.. kok. Aku punya kerjaan sebagus ini.. Ia merasakan kebenaran dalam kalimat Remi. Mana ada orang sampai umur segini masih punya cita-cita kayak gitu. tapi nggak pernah jadi masalah buatku. Digenggamnya kedua tangan Kugy erat-erat. tapi malah disia-siakan. Kamu benar. kembali dengan tatapan yang sama. “aku tahu. sama sekali. Aku nggak bisa maksain diri menyukai apa yang sebetulnya bukan 361 . kamu harus terbuka. Tawar.Kugy balas tersenyum. kedengarannya pasti konyol. Aku cuma keasyikan nulis dongeng. “Kali ini.” akhirnya Kugy berusaha menguraikan kejujuran yang selama ini begitu sukar ia bagi. aku menyadari sesuatu. “Kamu udah nggak betah kerja?” Kali ini Kugy tertohok. Begitu banyak yang ingin terucap. Masalahku barangkali hanya nggak bisa memilah mana hobi dan mana profesi.” “Gy. sebenarnya kamu masalah nggak dengan kondisi kita yang sekantor?” Kugy menggeleng perlahan. tapi tidak bisa diungkap. di restoran seafood langganan mereka. satu-satunya yang aku kepingin hanyalah jadi penulis dongeng.” ucapnya sungguh-sungguh. “Kamu nggak ada masalah dengan siapa pun di kantor?” “Nggak. “Nggak ada masalah. Ia tidak yakin Remi akan mengerti. belakangan ini. “sebetulnya kamu punya masalah apa?” Kugy menatap Remi. ya. “Malam ini kita dinner. yuk? Seafood?” Kugy mengangguk. “Dari kecil. Malam itu. “Sekantor dengan kamu memang mengundang banyak tantangan. Masalahnya .

” Kugy mengangguk pasti. kamu mau mengorbankan karier kamu?” Remi bertanya hati-hati. Gy?” Tatapan Kugy berubah nanar.” sergah Remi. Barangkali uangnya nggak banyak. apa yang sekarang kamu bilang hobi. “mungkin kamu nggak bakalan pernah ngerti—” “Saya ngerti. walaupun aku mampu... Setahun terakhir kariernya di AdVocaDo. pertemuannya dengan Remi. yang jelas. “Kalau memang perlu. semua proyek yang berhasil ia pimpin.” ia berkata nyaris berbisik.. begadang bermalam-malam. Tapi. “Remi. tapi aku nggak peduli. Arisan Toilet.. perahu kertas yang dititipkan Remi padanya.. Dan aku rela ninggalin pekerjaanku sekarang . pasti aku akan kejar.minatku. dan kini ia harus kembali berhadapan dengan Remi untuk satu keputusan besar. semua yang telah ia lewati terkilas balik dalam benaknya. Dalam sekejap. “Kamu mau resign. Aku juga nggak bisa purapura lupa dengan cita-citaku. “Saya justru sangat mengerti. Meninggalkan AdVocaDo. hari-hari kurang tidur. celah itu akhirnya ada . iya... nggak berubah. suatu saat. Dari dulu sampai sekarang . akhirnya bisa jadi profesiku yang baru. aku mau. “Aku yakin.” ulangnya penuh penekanan. “Kalau ada satu celah kecil untuk aku bisa mewujudkan impianku.” “Jadi.. semua konsep yang berhasil ia cetuskan. malam bersejarah di pinggir Pantai Ancol. Aku pingin jadi penulis dongeng.” Kugy menghela napas. tapi memang ini yang aku mau. impianku. 362 . Tempat ia bersuaka saat ingin meninggalkan kehidupan lamanya di Bandung. aku nggak mau menyia-nyiakan kesempatan itu.” “Kamu yakin?” desak Remi lagi. “Aku memang belum bisa cerita banyak.” sejenak Kugy berhenti. Biarpun satu dunia ngegoblok-goblokin aku. demi cita-cita itu.

Senyum cerah terbit alamiah di wajahnya..” “Oho-ho. Sisa malam pun mengalir dengan indah. buat tim yang lain. Tapi sebagai orang yang mencintai kamu. lebih baik juga buatku. Remi sendiri tersadar akan sesuatu malam ini. Sebagai atasan. udah nggak jadi pegawai pun aku dengan nggak tahu malunya bakal tetap ikutan.” “Saya nggak akan menghalangi kamu.. saya bahagia karena kamu berhasil memilih yang terbaik untuk hidup kamu. Kalo gitu gimana. “Kalo cuma itu patokannya. mengecupnya. Keputusan Kugy untuk keluar dari AdVocaDo ternyata melegakan hatinya. Untuk pertama kalinya. Bulan Mei ini..” “Kamu memang nggak perlu bilang apa-apa.. Kugy sendiri tidak menyangka sedemikian besar arti keputusannya itu. Baru sesudah itu aku resmi mengundurkan diri. hmm.Dengan berat. seminggu lagi juga kamu udah bisa kelarin semuanya.” Remi senyum-senyum kecil. makasih kamu udah mengerti. Remi merasa bebas untuk mencintai Kugy tanpa ada beban apa-apa.” Remi tersenyum lembut. “Aku merasa lebih baik tidak bertahan. kalo urusan outing sih.” Kugy terbahak. Remi menggeleng. “Aku akan menyelesaikan semua proyek yang udah setengah jalan. Rasanya ini lebih baik buat kamu. Ia menggenggam balik tangan Remi. ia terbebas dari keterikatan profesional yang 363 .” Seketika. Untuk pertama kalinya. Sayang?” Kugy bertanya dengan ekspresi jenaka. “sampai outing kantor ke Bali. dan yang pasti . Kamu akan aku tahan sampai .. Kugy mengangguk.. saya sedih karena kehilangan salah satu anak buah terbaik. “Remi . tanpa ia duga-duga. ada beban raksasa yang terangkat dari hatinya. Aku nggak tahu lagi harus bilang apa.

Lebih baik di sini. 364 . tekadnya semakin bulat untuk membahagiakan dan mendukung Kugy.” kata Wayan lagi.” katanya langsung. “Jakarta itu seberapa jauh dari sini. Hatinya tersiksa bukan main. “Kamu mau ke Jakarta? Buat apa? Nggak ada gunanya. ia menyelinap keluar dari studio pamannya. Luhde terperanjat mendengar omongan yang tak disangka-sangka itu. Remi belum pernah sebahagia dan seringan ini melangkah.. Namun. selama setahun kemarin mereka bertemu setiap hari tanpa kecuali. Dan malam itu. Sudah berbulan-bulan ia tidak melihat Keenan. rasanya Luhde tak mampu bertahan sebegini lama tanpa bertemu Keenan.. Ubud.. “Poyan . Sementara.” kata pamannya sambil terus melukis. menunggu Keenan yang datang. Rindunya seolah tak terperi.. Cepat-cepat. “Ada apa.” Luhde memanggil pamannya hati-hati. Dari sekian bulan mereka resmi berpacaran.selama ini membayangi hubungan mereka. Dalam hati. De?” Luhde sejenak ragu untuk meneruskan atau tidak.. Luhde teringat tabungannya yang tak seberapa. April 2003 . Dan ia menyadari segala keterbatasan kondisi mereka. Ia lantas melirik keponakannya. Poyan?” “Kalau naik pesawat hanya satu setengah jam. “Kalau dengan bus?” “Sehari semalam. ke mana pun kekasihnya ingin melangkah dan menggapai impiannya.

Luhde meringkuk sendirian di atas kursi kayu di dek kapal. sambil memandangi lautan dari atas feri yang menyeberangkannya ke Pulau Jawa. Hanya satu carik kertas bertuliskan alamat rumah Keenanlah yang menjadi patokannya. Berusaha tidak memikirkan hal-hal lain kecuali berada di rumah Keenan sore nanti.40. Luhde hanya bisa berdoa ia terlindungi selama perjalanan ini. Luhde berangkat naik bus ke Jakarta. Poyan sedang pergi ke Lombok selama seminggu. Dini hari. Matanya dipejamkan kuat-kuat. MENEMUKAN OASIS Selat Sunda.. Dengan mengandalkan semua tabungannya. dan itulah kesempatannya untuk melaksanakan perjalanan nekat ini. Ia tidak punya secercah bayangan pun tentang kondisi Kota Jakarta selain apa yang dilihatnya di teve.. Seumur hidupnya. belum pernah ia menginjakkan kaki di luar Pulau Bali. 365 . Menutupi kakinya yang kedinginan dengan jaket. Tekad hatinya bulat sudah. Mei 2003 .

Gadis itu tersenyum.” sapanya sopan. Uangnya hanya tersisa seratus ribu rupiah. Luhde kenal betul wajah itu. Tergopoh-gopoh. Luhde bahkan tak mampu bergerak. Lena menatap gadis di hadapannya. Mei 2003 . “Luhde?” desis Keenan. Seorang perempuan membuka pintu. Luhde memencet bel rumah serba putih itu. kan? Luhde?” “Betul. lalu mengambil tas komputer yang 366 . seolah-olah ingin meyakinkan sekali lagi bahwa Luhde memang ada. “Selamat sore. Nyaris tak percaya. Melihat Keenan kembali di hadapannya. Nasibnya terselamatkan sudah. satu tangannya lagi menenteng kantong plastik berisi oleh-oleh. Hanya bola matanya saja yang kian bersinar mengikuti setiap gerak Keenan yang melangkah mendekatinya. Satu tangannya menenteng tas berisi baju.Jakarta. Bu. ia turun dari mobil. Ibu Lena. “Kamu—kenapa bisa ada di sini?” tanya Keenan takjub.. Luhde tak tahu lagi apa yang harus ia perbuat jika ia sampai tidak menemukan alamat rumah Keenan.. Perlahan. berdiri santun menyambut kedatangannya. mengelus pipi Luhde. Dengan segala keletihan akibat perjalanan panjang dan jantung yang berdebar-debar tegang. Sementara Keenan hampir saja menabrak tembok garasi saking kagetnya. “Kamu—keponakannya Wayan. Lega bukan main.” Luhde menjawab. Keenan seperti melihat hantu ketika mendapatkan Luhde berdiri di teras depan rumahnya.

Maaf.” Suara Keenan terdengar kaku.” Detik itu juga Keenan langsung mendekap Luhde. Gy. “Halo. biar saya yang bawakan. kalau boleh tahu. Minggu malam. kenapa kamu nggak bisa datang malam ini? Ada urusan?” “Saya ada tamu dari Bali.” 367 . Keenan akan muncul di depan pintu. Kugy sendiri diam-diam punya kesempatan mengisi baterai hati untuk seminggu ke depan.” Kugy tiba-tiba merasa dadanya sesak. ya.. “Hai. “Malam ini saya nggak bisa. “pacar saya yang dari Ubud. Hari ini telah menjadi hari penjemputan naskah. Sebuah ritual yang ditunggu-tunggu Kugy setiap minggunya. adiknya. Tak sabar rasanya menunggu Minggu malam tiba.” Keenan berkata. “Jam berapa mau ke sini. Tapi. Suara Keenan terdengar begitu jauh sekarang. Namun..tersampir di bahu Keenan. minggu depan juga nggak apa-apa. Gy. Udah siap bertugas belum?” Kugy menyapa ceria.. “Mmm . dan Kugy akan punya sejuta bahan ejekan baru yang bisa dipakainya untuk mengerjai Keshia. Kugy merasa ada yang aneh dengan hari Minggu ini. rekan agen. Akhirnya Kugy memutuskan untuk menelepon duluan. seolah terpisahkan banyak sekat. dan Keshia. ia belum mendapat kabar apaapa dari Keenan. Sejak pagi hingga petang.” Keenan mengembuskan napas berat dan panjang. Mungkin baru minggu depan. canggung. “Oke. “Mari. langsung mengeluarkan sejuta gaya demi menarik perhatian Keenan yang ditaksirnya diam-diam. Nan?” tanya Kugy lagi.

. “mungkin sesudah kamu pulang. Salam buat Luhde.” Kugy menutup telepon rumahnya pelan-pelan. Gy. berarti kita agak mulur. ia bahagia bukan main mendengar kabar dari Keenan tentang kemungkinan serialnya diterbitkan menjadi buku. “tapi. nih. Kecil. “Oke. Kalau memang ternyata dia tertarik menerbitkan... Dia sangat tertarik waktu saya kasih tahu soal proyek kita. ya? Ke mana?” “Ada acara outing bareng kantor. Dah. Dan dia fans berat Jenderal Pilik sejak lama. Ia tahu.. Salam buat . “Ya udah. sekarang aku udah meledak.” “Untung bukan. “Nan. saya bisa kasih kamu kabar baik. Sampai ketemu dua minggu lagi. mencari kekuatan. Jangan-jangan . minggu depan malah aku yang pergi. deh.” kata Keenan dengan nada serileks mungkin. ya. ke Bali.” “Dah. Soalnya. Sama sekali tidak menyangka.” Keenan terkekeh. pada saat yang bersamaan.” “Ya. andaikan aku mercon. berarti. Kugy merasa tertampar oleh 368 .. katanya? Kugy menjerit dalam hati.. “Saya berhasil menghubungi salah satu kolektor lukisan saya yang punya penerbitan buku.” Otot Kugy menegang.” Keenan menerangkan dengan semangat.” “Oh. proyek ini juga bubar jalan. Matanya terpejam sebentar. “Nggak masalah.. berarti kita makin dekat lagi dengan impian kita punya karya bareng.“Oooh . Namun. Kabar baik.” Kugy ikut tertawa.” gumam Kugy panjang. Lagi-lagi. percakapan tadi juga membuatnya sedih..?” “Luhde. “No problemo!” dalam hati Kugy bangga dengan nada suaranya yang terdengar wajar.” Kugy mengulang.” Bali? Keenan menelan ludah. Senyum lebar seketika menghiasi wajah Kugy. “kalo kamu hancur berantakan.

“Saya masih 369 . “Kamu kepanasan. Saya sering diajak jalan-jalan di sekitar sini.. Tapi rasanya malah lebih enak.” ucapnya sambil melirik Keenan malu-malu. sudah lebih dari cukup.” “Luhde. Kita bisa bareng terus seharian. Kamu udah hampir tiga hari di Jakarta. mereka duduk berdua.” “Sama sekali saya nggak keberatan. Luhde . Jeroen juga baik...” ujar Keenan sambil menyeka butir keringat di pelipis Luhde. di hari kerja. Saya yang datang mendadak. “soalnya bisa dekat dengan kamu. “Angin di sini nggak seperti di Ubud. Menikmati tiupan angin malam Jakarta yang hawanya sedang suam-suam.” “Saya merasa bersalah sama kamu. jadi memang sudah risiko saya.” “Memang nggak. bahkan sampai hari Sabtu. Nggak seperti di Ubud. Hati mereka telah memilih. Keenan jangan merasa bersalah. Dan ia hanya bisa menerima dan mengikhlaskannya. Seakan hidup terus-terusan ingin mengingatkannya bahwa ada sekat antara mereka berdua yang tak ditembus. belum satu kali pun saya sempat ngajak kamu jalan-jalan.” sela Luhde. “saya senang di sini. Di gazebo taman rumah Keenan.kenyataan.” Keenan geleng-geleng kepala seraya mengelus-elus rambut Luhde yang tergerai. saya di sini ngantor. Dan. “De.” “Kenapa?” Luhde bertanya heran. Kamu cuma nungguin saya pulang kantor setiap hari. Bisa bantu meme-nya Keenan. biar hanya tiga-empat jam sehari saya bisa ketemu Keenan. ya.

sekarang ini saya sudah meledak saking bahagianya. Mata Luhde membundar. Sudah seharian ia dijemur. lebih baik saya yang ke Bali.. Biar saya di sana cuma sebentar. Kita ke Bali pakai pesawat. “Kamu akan saya antar. Sanur. Gimana kalau Poyan tahu?” “Saya akan pulang sebelum Poyan kembali dari Lombok. tapi anak itu tidak terganggu. Saya janji. kamu kok bisa nekat ke Jakarta sendirian. Matahari yang terik membuat pipi Kugy seperti tomat ranum. Sehabis melayang-layang di udara dengan parasailing. “Kapan Poyan pulang?” “Tiga hari lagi. tapi kita akan punya waktu seharian. “Keenan—akan ikut ke Bali?” Keenan tertawa kecil sambil mengangkat bahu. Lusa saya pulang. Mei 2003 . ia mendengar kalimat serupa terlontar dari mulut Kugy. Entah apa artinya ini. Pipinya bersemu merah.” Keenan melanjutkan. Baru semalam. Bagaimana mungkin.” “Kalau saya petasan. Keenan terkesiap. Luhde menatap cemas. pakai bus. Tapi tidak boleh lagi pakai bus. “Daripada kita di Jakarta berhari-hari dan cuma punya waktu bareng tiga-empat jam. Asal kamu mengizinkan saya mengantar ke Lodtunduh. jadi sebelum Poyan sampai—” “Lusa kamu pulang.” potong Keenan tegas.” sahut Luhde cepat.. uangnya bahkan tak cukup untuk naik bus yang nyaman. ia mencemplung ke laut dengan banana boat 370 . Ia tetap lincah ke sana kemari mencoba segala macam permainan. nggak akan membocorkan rahasia ini pada Poyan.nggak habis pikir.” cetus Luhde.

dilanjutkan dengan makan malam di Jimbaran. riang.. terus cabut. dong?” “Aku pingin motret. Udah berat-berat pinjam kamera dari Karel. hari-hari bersantai di bale sambil mengobrol seharian dengan Keenan pun kembali lagi. Mei 2003 . Beberapa hari ini tampak perubahan besar pada Pak Wayan.” Dani.” ia berbisik balik. tapi dari tadi belum sempat hunting objek foto. “Kita kabur aja. Semua orang tahu penyebabnya: Keenan. Tak hanya Luhde yang me371 . dan apa saja yang tersedia. kita pergi ke mana?” Remi hanya tersenyum tanpa menjawab. “Gimana caranya?” “Gampang. kembali berbicara melalui pengeras suara. seperti mendapat ide. Kita cari transport di pinggir jalan. acara kita adalah shopping di Kuta. “Asyik!” Ide itu langsung disambut gembira oleh Kugy. Di Kuta sih mau motret apa? Toko?” Bola mata Remi berkilat. teman-teman semua. “Tapi .” Pengumuman itu langsung disambut dengan riuh rendah. Semenjak Keenan menginjakkan kaki lagi ke Lodtunduh. Kugy dengan semangat mencoba semuanya. dan bersemangat. Ia kelihatan bergembira. ah.. mencoba jet ski.. “Perhatian.yang terguling dua kali. “sehabis dari sini. Ubud. “Males belanja. panitia rombongan.” Kugy berbisik pada Remi. yuk. Gimana?” “Laksanakan!” seru Kugy berapi-api.. Nanti malam tinggal nyusul mereka ke Jimbaran. “Pinginnya ngapain.

Dan betapa kagetnya ia ketika mengenali sosok yang keluar dari pintu depan. “Eh. sembari Pak Wayan menerangkan satu demi satu lukisan yang terpampang. Kalau rombongan yang lain sekarang sedang di Kuta. mari. jadi saya bisa kabur sebentar mampir ke Ubud. Kebetulan aja kantor saya lagi outing ke Bali. Remi pun bertanya.” Remi tertawa. Masuk dulu. Keenan dan Banyu sedang pergi ke Denpasar. Sementara Luhde sedang pergi ke pura. Pak?” 372 . Sendirian. Meski ia sadar semua itu hanya akan berlangsung dalam hitungan hari saja. mengurus tiket pulangnya ke Jakarta yang mengalami penundaan.” ajak Pak Wayan segera. sekalian lihat-lihat. Pak. Mereka lalu berjalan bersama mengitari galeri itu. akrab.” “Mari. Pak Wayan keluar menghampiri. Siang itu.” jelas Remi seraya melangkah masuk ke dalam galeri. Sebuah mobil Kijang yang tidak ia kenal tahu-tahu menepi di depan galeri. Pak. Kedua pria itu saling berangkulan. Usai melihat semua. Tapi teman saya mau jalan-jalan sendiri sambil foto-foto.” kata Pak Wayan lagi. “Remi? Apa kabar? Kapan sampai di Bali? Kok nggak kasih kabar sebelumnya?” tanyanya langsung memberondong. “Memang rencananya mau kasih kejutan untuk Pak Wayan.rasa bahagia dengan kepulangan Keenan. Wayan pun menemukan oasis yang selama ini ia rindukan. Pak Wayan menikmati sore harinya di galeri. “Ke mana saja? Lama sekali nggak muncul. kamu sendirian kemari?” “Berdua. “Tahun ini pekerjaan di kantor banyak sekali. “Lukisan Keenan belum ada lagi.

kok dia menghilang begitu saja.” Pak Wayan tampak raguragu. hmmm . “Sebenarnya dia menghilang ke mana sih. Keenan bukan sekadar pelukis yang lukisannya saya beli..” akhirnya Pak Wayan berkata. dia .Pak Wayan menghela napas.” Remi menatap lelaki itu lekat. Pak. dan berhenti berkarya. Saya sangat menunggu kabar tentang Keenan. Jadi. Sudah berbulan-bulan Wayan menutupi kabar tentang Keenan dari semua kolektor yang menghubunginya. Tergugah melihat kesungguhan Remi. ditambah dengan kenyataan bahwa sekarang Keenan juga ada di Bali. Dulu dia pernah berpesan agar saya tidak memberi tahu siapa pun tentang kepergiannya.. bagi saya. saya minta maaf. Remigius memang berbeda. “Pak.. Dalam hatinya.” jawabnya singkat. Ia berharap Remi dan Keenan dapat bertemu kembali. dia sudah saya anggap adik saya sendiri.” “Ya. “Terima kasih. Namun. sudah. Wayan tidak nyaman dengan semua ini. Kalau dia setuju. “Belum ada. saya akan menghubungi kamu secepatnya. Pak?” “Keenan . saya menghargai janji Bapak. “dia ada urusan keluarga yang sangat mendesak akhir tahun kemarin. dan harus kembali ke rumahnya. Hampir setahun dia berhenti melukis. Tapi. Remi.” kata Remi lagi... Sudah lama sekali sejak terakhir karya dia dijual di sini. Saya heran. Ini masalah janji. Remi belum menyerah juga. Saya akan minta izin dulu untuk memberi tahu nomor kontaknya ke kamu. Begini saja. entah bagaimana caranya... 373 . pikirnya.

. intuisinya terusik ketika melihat pura ini di perjalanan tadi. Entah mengapa. Menyadari kemampuannya yang minus dalam menggambar. Namun. Matanya terkatup. Saking indahnya. sejenak Kugy tak bisa bereaksi apa-apa selain melongo. membiarkan Remi pergi ke galeri langganannya sendirian.. 374 . dan mengayunkannya pelan di udara dengan penuh perasaan. terletak persis di tepi jalan. mengambil sepucuk bunga. Kugy merasa harus berhenti di sana. yakni fotografi. Gadis itu lalu menyalakan dupa. belakangan ini Kugy mulai terpikir untuk mengompensasinya dengan bentuk lain. Kugy mulai mencari-cari sudut-sudut menarik yang bisa menjadi objeknya. Tidak ada yang istimewa jika diamati sekilas pintas. Mei 2003 . Seorang gadis Bali tengah bersimpuh sambil menata sesajen yang dibawanya.41. Gayanya sudah seperti fotografer profesional. Seperti seorang penari. Dengan kamera pinjaman yang bergantung di leher. BUKU DAN PAMERAN Ubud. Sebuah pura yang kecil dan sepi. Tiba-tiba lensanya berhenti pada satu objek.

Kugy aja. saya Kugy.” ucap Kugy sungguh-sungguh. Ia lantas mengulurkan tangannya dan tersenyum ramah. Bagaikan sebuah simbol hidup pengorbanan dan pengabdian. Ramai-ramai dengan satu kantor. ya. Cuma iseng. Ada perasaan haru yang menyerbunya ketika melihat pemandangan itu. “Oh.” jelas Kugy. ya. “Saya tinggal dengan keluarga paman saya.” ucapnya pelan. Kugy belum pernah melihat sesuatu yang sebegitu menggugah. saya punya teman yang nama pacarnya Luhde lho. “tapi. bergegas pergi.” sahut Luhde sambil tertawa kecil. “Nama saya Luhde. Ia tengah berdoa. dong. atau singgah saja?” “Saya menginap di Sanur. saya nggak permisi dulu. Ia baru tersadar ketika gadis itu mulai membuka mata. Wajah ayu gadis itu tampak begitu tulus.” kelakarnya. memotretnya. “Maaf ya. Langkah gadis itu menyurut. dari Jakarta. Mbak! Jangan pergi dulu!” Kugy segera mengejarnya. Kalau Mbaknya menginap di Ubud. “Kenalkan. Malu-malu. jangan panggil ‘Mbak’. Seperti tahu sedang diamati. Maaf sekali lagi.” Gadis itu ikut tersenyum seraya menyambut uluran tangan Kugy. “Orang Bali yang namanya Luhde kan banyak. Buru-buru ia berdiri. Hati Kugy terlonjak mendengar nama itu. gitu. gadis itu menoleh. “kamu tinggal di desa ini?” Luhde mengangguk.” 375 . tak mau kehilangan satu momen pun. Cepat-cepat Kugy membidik kameranya. Aslinya saya dari Kintamani.” timpal Kugy polos. “Hei. Saya lagi belajar motret.mulutnya merapalkan sesuatu. Sekarang sih hanya singgah sebentar saja. kok. Nanti malam ada acara lagi di Jimbaran. berkali-kali. “Luhde? Kebetulan. Mendapatkan Kugy yang sedang berlutut tak jauh dari situ. Bukan saya saja.

Semua kualitas yang ia dambakan.” sahut Luhde lirih. “kapan diterbitkan?” “Masih belum tahu kapan. sih.” jawab Kugy bersemangat. tapi dikemas lagi dalam kisah kanak-kanak. Ia tak menyangka gadis yang terlihat lugu itu mempunyai pemikiran yang bijak dan mendalam. Tapi mudah-mudahan sudah ada kabar minggu depan. seperti dua teman lama. Tapi saya tidak tahu karya saya mau diapakan. Bukan cuma melayani turis. Sebaliknya. Kamu jangan berhenti nulis.” Luhde menjelaskan. Kugy tersentuh dengan kehalusan. Saya ingin mengangkat hikayat kuno Bali. Mengobrol ini-itu dengan luwesnya. “Kugy sedang membuat buku cerita? Wah. Banyak hal baik dari kebudayaan Bali yang bisa diangkat. “Kita nggak pernah tahu kalau nggak dicoba. “Nah.” mata Luhde berbinar-binar. Kugy 376 . “Saya juga punya cita-cita sama dari kecil. mungkin hanya akan saya simpan sendiri. Luhde terkesan dengan Kugy yang begitu ceria.” Kugy tergelak. Kugy menggeleng. mengeluarkan pulpen dan secarik kertas. Tak lama. hebat sekali.” Luhde ikut tertawa. kedua perempuan itu duduk bersama di pelataran pura.“Kugy?” Dengan canggung. gitu. Luhde mencoba. menyenangkan. pintar. Tapi sepertinya orang-orang tidak tertarik untuk tahu.” lalu Kugy merogoh ranselnya. Ini cita-cita saya dari kecil. kecerdasan. dan mandiri. perasaannya halus sekaligus tajam. Keduanya makin antusias ketika tahu bahwa mereka berbagi hobi yang sama. mau dikemanakan. dan kedewasaan Luhde. “Kamu menulis apa? Fiksi juga?” “Saya juga lagi senang bikin cerita anak-anak. “kamu lucu banget. yakni menulis. Yah. dan Luhde punya banyak keinginan untuk maju. semoga aja gol.

jangan lupa mampir.” “Kugy perempuan tercantik yang pernah saya lihat. Biar saya nyeberang ke depan. tolong jangan segan-segan untuk mengirimkannya ke saya. Kamu di sini aja. “Luhde. tulus. supaya kamu nggak nyasar. Kugy sangat baik. Pas dengan orangnya. Jangan sampai lupa. kalau ada sesuatu yang ingin kamu kirimkan. Terima kasih banyak. Sampai ketemu lagi. Ia lalu gantian menuliskan alamatnya.” Kugy tertawa lepas. Saya senang sekali kenalan dengan kamu hari ini. ya. Jangan lupa hubungi saya kalau ada apa-apa. “Lengkap sekali.” dengan serius Kugy menuliskan semuanya dengan lengkap. “Luhde Laksmi. perlahan mendekapkan carikan kertas dari Kugy ke dadanya. cerita-cerita kamu atau apa saja. “Nanti. Ini. Mau?” “Mau! Betul.. kamu akan saya kirimkan satu kopi. Kugy segera bangkit berdiri. mata kamu normal. dan email. Ia menahan napas melihat tulisan itu. “Saya udah dijemput. “Makasiiih .” balas Luhde. mengemasi ransel dan kameranya. kan?” Luhde hanya tersenyum dan mengangguk. saya juga tuliskan patokan jalannya sekalian.” pinta Luhde penuh harap.. ya.” katanya dengan suara bergetar. kalau buku saya benar-benar jadi terbit. Atau kalau kamu suatu hari berencana ke Jakarta. “ngomong-ngomong.lantas menuliskan alamat lengkap. Luhde terpana melihat tangan Kugy yang menari-nari di atas kertas. Tiba-tiba tampak sebuah mobil berhenti di seberang jalan. ya. Suara klakson berbunyi pendek satu kali.” Kugy lalu merangkul Luhde.” gumam Kugy membaca kertas yang diberikan Luhde.. nomor telepon. “Nama kamu cantik sekali. 377 .

“Terima kasih apa? Saya belum kasih apa-apa sama kamu. Begitu melihat tulisan tangan tadi. Bagaimana bisa ia tidak hafal tulisan tangan itu. dipandanginya dari jauh Kugy yang melambaikan tangan. Luhde bersyukur karena kini ia tahu apa yang menjadi alasan Keenan bisa menjangkarkan hatinya begitu dalam. Luhde berterima kasih atas pertemuan mereka. berterima kasih atas kesempatan melihat sosok itu secara langsung. Luhde ingin berlari rasanya. Tanpa berkedip. Sampai ketemu lagi.” ucap Luhde. Bagaimana bisa ia tidak hafal. Memandangi punggung mobil itu hingga menghilang. Luhde lalu berjalan ke depan. menyeberangi jalan.“Saya juga sangat senang. Kugy.” Kugy tertawa kecil. Dan tetap ia berdiri di tempatnya. Hanya tangannya kian erat menggenggam carikan kertas itu. “Terima kasih. Luhde langsung tahu siapa yang ia hadapi.” Luhde tak bisa berkata apa-apa lagi. Dan. bertahun-tahun ia membacanya. 378 . dengan hati dan nyawa. menatap ke arah yang sama. lalu masuk ke dalam mobil yang langsung melaju itu. Tubuhnya kaku. ya. Tak mungkin salah lagi. Keenan selalu membawa buku itu ke mana-mana. entah ke mana. Kugy tidak akan menyangka betapa dalam rasa terima kasihnya tadi. Keenan melukis dengan penuh cinta. menjadikannya bintang inspirasi selama karier melukisnya yang cemerlang di Ubud. Justru saya yang harus terima kasih sama kamu. Detik ini. meski dengan susah payah. Luhde berusaha mensyukuri kepedihan yang menyayat hatinya sekarang. meresapi berlembar-lembar cerita yang dituliskan oleh tangan yang sama dalam sebuah buku tulis usang. Udah mau saya foto. walau yang dilihatnya kini tinggal debu jalanan saja.

“Beberapa jam lagi saya udah harus ke airport. sih? Kamu marah? Kesal sama saya? Bilang. “Kamu kenapa. Ia kelihatan lebih pendiam. Luhde menghindarinya sejak kemarin. Kalau kamu punya unek-unek. “Lebih baik saya nggak ikut mengantar.” ucap Luhde separuh berbisik. Namun. Keenan belum pernah melihat ekspresi semacam itu di wajah Luhde. kamu kenapa? Sakit?” Luhde menggeleng. seperti memendam sesuatu. Begitu berjarak.” bujuk Keenan. “melepas kepergian kamu. Tak sebutir air mata pun sanggup ia bendung. hingga akhirnya pintu itu dibukakan.. dan apakah kamu mau kembali . Lama Keenan mengetuk-ngetuk pintu. Kekuatannya lenyap. “De. Luhde malah tersenyum padanya. Dan Luhde memutuskan untuk membiarkan segalanya mengalir.. Jangan malah aksi bisu gitu. Keenan bisa merasakan. “Saya nggak mungkin begini terus. Di mana-mana Luhde tidak kelihatan. Apa adanya. Kembali bersembahyang. Begitu selesai berkemas. kan?” Luhde menggeleng lagi. Sore nanti.Luhde berbalik.. Setelah mencari ke sana kemari. kamu ikut ke airport.. Keenan menemukannya mengurung diri di kamar. Kembali ke pura. dong. ia keliling-keliling mencari Luhde. Dan kali ini ia tak menahan apa-apa.” gumamnya.” 379 . Saya nggak tenang pergi dari sini. Hari terakhirnya di Ubud.. Keenan sudah harus terbang kembali ke Jakarta. tanpa tahu kapan kamu akan kembali. Nanti . Senyuman yang asing. sampaikan sekarang. “Jadi?” Luhde cuma diam.

. saya tidak mau kehilangan kamu. selama ini kita bertahan karena kita saling percaya.. Tolong. “Saya memang egois.“Luhde. Tiba-tiba gadis itu menghambur. mulai gusar. Kamu nggak percaya lagi sama saya?” tanya Keenan. Saya nggak akan kuat kalau hanya berusaha sendirian.. tapi. memeluk Keenan erat. Badannya gemetar halus. bantu saya. Tidak mau .” pinta Keenan lagi.” Keenan berkata putus asa. Justru aku ingin membantumu. Mei 2003 . Jangan terbeban oleh janji Keenan pada saya.. 380 .. Minggu Malam. ia sekaligus menjemput Kugy untuk pergi makan malam.” tangisnya pilu. Namun.. “kalau kamu percaya sama saya.” Jakarta. Sementara kata-kata yang sama terus berulang dari mulut Luhde..” “De. Ia hanya ingin menghibur dan menenangkan Luhde. Saatnya Keenan menjemput naskah Jenderal Pilik yang sempat tertunda. “Saya percaya kamu akan selalu berusaha menepati janji kamu . menahan sesuatu. mengisi segala ruang yang ada di antara mereka. di kamar itu: “Saya tidak mau kehilangan kamu . berarti kamu juga harus percaya bahwa janji itu bisa bertahan. “Keenan tidak harus kembali lagi kalau memang tidak mau. Apa jadinya kalau kamu sendiri mulai ragu-ragu seperti ini. ia tak ingin mempersoalkannya lagi. Luhde tampak tercekat. jangan nangis. malam ini. Luhde tergagap. sampai kapan Keenan bisa bertahan begitu terus?” “Kamu kayak nggak kenal saya... ngomong apa sih kamu?” protes Keenan. “De.” bisik Keenan lembut. Namun.. Keenan tetap tidak mengerti apa yang membuat Luhde begitu galau.

Ia tampak begitu segar dan .” Kugy menatap dirinya sendiri yang hanya memakai kaus oblong dan jins. “Ganti baju bentar.” kata Kugy waswas. sementok itulah evolusiku. tauk. “Nan.” kata Keenan kalem. “Yang jelas bukan di warung Indomie. mencurigakan. ternyata evolusi itu memang ada! Tumben-tumben seorang Kugy Karmachameleon mengenal konsep ‘salah kostum’. Jangan sampai salah kostum.” ujarnya sambil ngeloyor pergi. Kugy langsung pucat. “Sayang Karel udah tinggal di rumahnya sendiri sekarang. ya.” sahut Keenan ringan.. “Hidup Darwin! Sekali lagi.“Dari baju kamu.” 381 . “Awas kalo nggak bawa duit cukupan.” komentar Keenan geli.. Terdengar sayup-sayup Keshia yang menjerit histeris. Sedari tadi anak satu itu sudah nongkrong untuk mengintip kedatangan Keenan. nih. Udah pernah mengunjungi hotel bintang sejuta. Rambut Keenan yang sudah agak panjang masih terlihat basah. tuh. Kugy langsung manyun. tampan. “Dasar mental Pemadam Kelaparan. “kasih tahu tuh sama Darwin. tapi masih minder ngelihat tempat beginian doang. kok. sih? Memangnya kita mau makan di mana?” tanya Kugy melihat Keenan yang muncul dengan sweater turtle neck hitam.” Keenan memilih sebuah restoran Jepang terkenal di Hotel Mulia. Jadi jaketnya nggak ada yang bisa dibajak. “Kamu. kamu yang bener aja! Ini sih langit sama sumur bedanya dengan warung Indomie!” omelnya. ya.

. apakah itu?” Kugy menggosokkan kedua tangannya. setengah menunduk.” “Dan . Kugy. “Gy. Gini. “Aku pesan . dan bagaimana penerangan di restoran itu menyentuh wajahnya membuat ia kelihatan amat cantik. alisnya hitam seperti arang. matanya berkilau. Bibirnya merah tanpa pulasan lipstik. Seusai memesan. Kugy memang tak pernah berubah. tengah asyik membaca menu. Sementara jemarinya yang mungil asyik bermain-main dengan ujung rambutnya yang sehalus rambut bayi itu. Setelah sekian lama. di mana pun ia berada... ngerti nggak mau pesan apa? Atau mau saya yang—” Mulutnya tiba-tiba terkunci. karena rasanya kita layak merayakan sesuatu. “Saya sengaja bawa kamu ke sini. dan pameran sekaligus. Dari balik buku menu Keenan melirik dan bertanya. “Kamu .” Kugy berpikir keras.” 382 . saat ia dijemput di stasiun kereta... kalikan dua. “Kita sudah punya penerbit ... Bahkan sejak pertama kali mereka bertemu. ia menyadari bahwa ia sudah menyukai Kugy sejak perjumpaan mereka yang pertama. “Saya ngajak ke sini cuma buat ngebo’ongin kamu doang? Come on.” Keenan nyengir. Keenan lantas memberikan cangkir berisi ocha panas ke tangan Kugy. Lima tahun silam. “hmm..Mereka berdua mendapat tempat duduk di dekat jendela. dan semuanya itu seperti dilukis di atas kulit pucatnya yang jernih dalam remang sinar lampu.” Kugy terlonjak dari tempat duduknya. deh.” “Strategi bagus. Ia seolah-olah mencuat dari lautan banyak orang. Apa yang ia lihat membekukan segalanya. lama. kamu nggak bo’ongin aku. bersemangat.. kan?” Keenan menebarkan pandangannya ke sekeliling restoran. Kugy yang unik. Apa pun yang kamu pesan. Keenan tak pernah lupa saat itu.

..” Keenan menggeleng.” Keenan tersenyum sambil menghela napasnya. tapi . formatnya seperti buku cerita biasa. ya?” lalu Keenan mengangkat cangkir ocha-nya. Pak Ginanjar punya ide untuk bikin dua macam buku..” “Dan peluncuran bukuku yang pertama. aku nggak percaya! Naaan! This is a dream come true!” “It is. Pak Ginanjar tertarik banget waktu tahu saya melukis serial Jenderal Pilik lagi. “Gilaaaa . bahkan punya saham di beberapa galeri. dia juga kolektor lukisan. Pak Ginanjar ingin ketemu kamu. Kita nanti pergi barengan. akan berkolaborasi langsung dengan saya. Yang satu untuk konsumsi umum. Rangkaian pameran bakal dibuat untuk mempromosikan buku ini.. dia salah satu pembeli awal lukisan saya.. tercekat.. Semua ini rasanya sukar dipercaya.. ilustrasinya akan dibuat lebih ringan—mungkin saya akan coba pakai cat air. Saya sempat kasih lihat juga foto-foto lukisan Jenderal Pilik yang baru dan sebagian naskah kamu. Nah. Dan. yang membuat dia mati-matian tertarik dengan proyek ini adalah ketika tahu bahwa kamu. “Minggu depan.” Kugy berkata.” 383 .” Kugy gantian menghela napas panjang. remember? Dua buku kamu akan diluncurkan berbarengan. yang satu lagi formatnya buku seni. “Orang yang saya temui namanya Pak Ginanjar. menjerit dalam bekapan telapaknya. Gy. “cheers. Gy. yang isinya adalah cerita kamu plus lukisan saya dari awal sampai yang terbaru. ini akan menjadi pameran tunggal saya yang pertama . bentuknya coffee table book. Gy. Selain punya penerbitan. “dua buku sekaligus. pencipta dan penulis serial Jenderal Pilik dan Pasukan Alit. Untuk Pilik. Mimpi kita berdua jadi kenyataan.Kugy menutupkan tangannya ke muka. “No. Terlalu indah untuk dipercaya.

” 384 . “dan ..“Untuk Pilik. untuk kita.” Kugy tersenyum hangat.” “Untuk kita..

. Sudah lewat lima menit dari janji pertemuannya.42.. “Sori . Ia tidak punya alasan kuat untuk muncul tidak tepat waktu. “Oke . “Mas Remi?” Remi yang sedari tadi menunduk.. “Keenan?” Ia bertanya.. coffee shop . nyaris berbarengan dengan pria yang ditubruknya. KASTIL YANG MASIH BERDIRI TEGAK Remi melirik jam tangannya. Apalagi ini hari Minggu.. Namun.” gumamnya sendirian. Terkesiap bukan kepalang ketika mengenali pria di hadapannya. Bertubrukan dengan seseorang yang mau masuk ke lift...” katanya cepat. ragu. Tak biasanya ia terlambat. sontak mendongak mendengar namanya dipanggil. Dan pintu lift membuka. perjalanannya menuju hotel ini sempat terhambat karena ada keramaian lalu lintas tak terduga akibat parkiran mobil yang berbondong-bondong ke pameran besar dekat sana.. 385 . yang sama-sama juga mengucap maaf. Remi bergegas melangkah keluar. Ia membuka pesan di ponselnya. memastikan sekali lagi lokasi meeting-nya.

. Tapi begitu sampai di Jakarta.” jelas Keenan lagi. ia merangkul Keenan. Mas. Ayah saya sudah mulai membaik. masih banyak banget kerjaan.” Keenan menjabat tangan Remi eraterat. curang kamu. “tapi saya harus cari waktu yang tepat untuk ketemu Mas Remi. dong. di perusahaan trading?” “Nggak ada pantes-pantesnya. Tapi masih belum tahu berapa lama lagi saya harus terus kerja di kantor.“Apa kabar.” “Masih melukis?” Keenan tertawa lebar. “Kamu . jadi saya tunda. Dan sekarang saya menjalankan perusahaannya. Mas. Beliau lagi sakit. ya. mudah-mudahan cuma sementara. Lupa ya sama pembeli pertama?” seloroh Remi.” Remi melongo untuk yang kedua kali. hampir setahun saya cari kamu. 386 . Mas?” Keenan nyengir. waktu Pak Wayan kasih tahu kalau Mas Remi datang ke galeri. Mas. Sejak akhir tahun kemarin. sejak minggu lalu. bisa di sini?” “Saya sekarang tinggal di Jakarta. Remi langsung menepuk bahunya..” “Kamu kerja apa di sini?” “Saya sedang bantu ayah saya. saya sudah kepingin sekali mengontak. Tak lama. kok. Mas. Sebetulnya. Trading company.. “Nggak mungkin lupalah. “Yah. Sekarang ini saya malah mau mempersiapkan pameran. Kamu—kok.. “Bagus! Bagus! Itu yang saya tunggu-tunggu. “Baru mulai lagi. dibantu oleh Pak Ginanjar..” “Wah.” jawabnya sumringah. “Saya yang lebih nggak nyangka lagi . Mas? Saya benar-benar nggak nyangka bisa ketemu di sini ..” “Boleh. Kok. Remi masih bengong.” Keenan terkekeh. Pak Ginanjar duluan yang dikontak.. Saya mau lihat-lihat.

” “Oke. Sekian lama berusaha menutupi jejak.” Keenan lantas mengejakan nomor telepon selulernya. pikir Keenan.“Keenan. Barangkali memang sudah waktunya. Masih sulit memercayai apa yang terjadi. kita harus janji ketemuan. Makanya sekarang saya mau ke mobil dulu untuk ngambil. ini nomor saya. Mas. Keenan geleng-geleng kepala. Tidak ada yang kebetulan. terlepas dari kesanggupan dirinya memahami makna besar di balik pertemuan itu. dalam perjalanannya menuju coffee shop. Dalam minggu ini. Mas?” “Saya ada meeting di coffee shop. “Lagi ada acara di sini. malam ini ia harus bertemu dengan Remi dengan cara yang sama sekali tidak diduga. pikir Remi. kartu nama saya juga habis. Takjub sendiri. Saya tunggu kabar dari kamu. “No problem. Sementara itu. “Setelah berbulan-bulan nungguin kabar kamu. “tapi kartu nama saya ketinggalan. nggak bisa nggak. padahal sekian lama sudah ia mencari Keenan dengan segala macam cara. Hidup dengan tak tertebaknya mengantarkan Keenan begitu saja di depan mukanya pada suatu malam. ya? Minggu ini?” “Boleh. 387 . pikiran Remi masih terpaku pada pertemuannya dengan Keenan tadi. Di dalamnya. ya. setidaknya saya berhak untuk satu kali ngopi bareng.” Keenan mengangguk mantap. Bareng dompetnya. Dicatat di HP aja. ya. Lift itu lalu kembali menutup.” “Pasti.” Remi gantian menyebutkan nomornya. Kamu?” “Saya sedang dinner dengan teman saya.” kata Remi tegas.” kata Keenan.

“Memang Mas sangka apa? Satpam?” Keenan tertawa kecil.” jawab Keenan. Ia menelepon Keenan. kamu benar-benar direktur.” bujuk Remi. “ah. “Udah. 388 . Alhasil. cerita yang luar biasa. “Itu . Dan Remi memang menepati janjinya. plus. saya selalu merasa ada sesuatu yang istimewa dalam proses hidup kamu. Terlongo-longo. kalau kamu ada waktu kosong. “Nanti sore kebetulan saya akan pergi ke daerah kantor kamu. ia memasuki ruangan kerja Keenan.” Lagi-lagi. kok.. kamu kelihatannya nggak punya masalah apa-apa.. sampai sekarang sebetulnya juga masih gitu. “selama di Bali. “Ternyata. “Hmm . “Saya masih nggak habis pikir. Keenan tersenyum kecut. Ayolah.” katanya sambil mengibaskan tangan. saya ingin mampir sekitar sejam. nggak banyak yang bisa saya ceritakan. Ia tiba tepat waktu. sebentar lagi saya juga udah harus jalan. Bukannya dulu kamu pernah bilang.. Ngomongin yang lain aja.” Remi mengangkat bahu. deh. Tapi sejujurnya. kamu nggak suka dan nggak bakat bisnis?” “Well. Saya sama sekali nggak nyangka.” “Tentang pekerjaan. Saya yakin. antusias ingin bertemu. bisa?” “Oke. Saya nggak ke mana-mana. menceritakan semua.” “Waktu saya juga masih sejam. telepon aja. Akhirnya Keenan menyerah. Mas..Remi tidak main-main dengan niatnya. Remi tambah terlongo-longo.” celetuknya terkesima. “lebih baik sekarang dengar cerita Mas Remi. sesuatu yang besar pasti terjadi.” Keenan tersenyum kecut. kok. udah deh.” Remi geleng-geleng. mungkin? Love life?” Keenan nyengir. Termasuk waktu kamu tahu-tahu lenyap dari peredaran. Nanti kalau udah dekat kantor. ceritanya panjang. Dari mulai kisah Galeri Warsita sampai ayahnya yang jatuh sakit.

” “Dan. nggak akan saya lupakan bantuan Mas Remi dulu. sebetulnya saya punya cerita. dia ikut dengan saya ke Ubud. Dia sangat menyenangkan.. kamu juga pasti cocok sama dia.” Remi tersenyum lebar. Siapa tahu saya bisa bantu. Atau. “belum pernah merasa seperti ini. Termasuk yang bersangkutannya sendiri.. dia cewek yang sangat beruntung. ya.” Keenan terkekeh. waktu saya ke Bali menemui Pak Wayan kemarin. wah . “dia sangat istimewa buat saya. seru.. You must be so in love.” “Sebetulnya.” Remi sampai harus mengatur napasnya.” Alis Keenan mengangkat. Tanpa tahu betapa besar persamaan di antara mereka berdua.. “Hmm. ya. air muka Remi berubah. mungkin saya sudah berhenti melukis. untuk yang terakhir kamu sebut barusan. nih.” Keenan tersenyum lebar. lagi terpikir untuk tunangan. Kamu . sebuah rencana. atau apa pun. Yang pasti. cerdas.” ujar Remi seraya merangkul hangat bahu Keenan. Kalau bukan karena Mas Remi tertarik sama lukisan Jenderal Pilik saya yang pertama.. soal rencana besar itu.” “I am. Dan saya belum pernah kasih tahu siapa-siapa soal ini. yah. Justru satu kehormatan bisa punya karya pertama kamu. Tepatnya. kasih tahu.. “Keenan. Tak lama kemudian. melamar dulu. pokoknya . kamu nggak berutang apa pun. dua orang itu berpisah. Mas. Seumur hidup saya. kenalin. sepanjang hidup saya.” “Wah. Tapi sayangnya nggak ikut mampir ke galeri gara-gara dia mau memotret di pura.” ucap Keenan sungguh-sungguh. “Saya . 389 . Berseri-seri.. “Saya percaya. kalau Mas Remi butuh bantuan apa pun. Mas. Jadi. “Wow! Selamat ya. Kapan-kapan.Mendadak.. Biarpun saya belum kenal orangnya..

saya masih terus-terusan memikirkan orang yang sama. Pak Wayan berbalik. Sudah beberapa hari ini. apakah itu menyerah.” “Ada apa. sejujurnya. dua puluh tahun dari hari ini. dan kapan waktunya untuk bertahan?” Mendengar pertanyaan Luhde.. Dan. Tapi dalam apa yang disebut menyerah. Ia ingin mengucapkan sesuatu.... Kapan Poyan merasa bahwa itulah keputusan yang tepat?” “De. sama seperti pamannya..” Luhde menggigit bibirnya. tapi . “Poyan juga tidak pernah tahu. Namun. Hatinya resah.” jawabnya lugas. “Poyan . Poyan tidak pernah tahu. sekaligus gentar dengan reaksi pamannya nanti. De?” “Bagaimana kita bisa tahu kapan waktunya untuk menyerah. itu pun disebabkan kedatangan Keenan.. Atau seperti meme-nya Keenan. “Dulu... Sudah beberapa hari ini pamannya giat melukis. saya nggak mau jadi seperti Poyan. atau justru bertahan .. Poyan tidak tahu. jangan marah kalau saya ngomong begini. Nyaris tidak pernah tenang. Tapi hidup yang tahu.” Wayan terdiam mendengar luncuran kalimat dari mulut keponakannya. Ia seperti dicekoki segenggam pil pahit sekali390 .. desakan itu sangat kuat. Luhde malah tidak bisa tidur. Poyan terus bertahan. Luhde menyandarkan kepalanya di dinding. “Poyan . Poyan memutuskan untuk menyerah. Apakah ini menyerah namanya? Barangkali betul begitu. Bingung di antara penyesalan dan penerimaan. Mei 2003 . memandangi pamannya yang duduk memunggunginya. Bahkan sampai hari ini..Ubud. Mungkin karena baterainya sempat terisi dengan kedatangan Keenan beberapa waktu lalu. Membiarkan meme-nya Keenan memilih orang lain. Sepuluh.

391 . Tidak ada. pedih.” Wayan berkata lembut. tapi ia merasakan kebenaran dalam katakata Luhde. Namun. Getir. Karena malam ini mungkin akan menjadi malam yang bersejarah. semua sudah disiapkan bagi kita. Badannya tiba-tiba menggigil sejenak.gus. Sebingung dan sesakit apa pun. Menyembunyikan matanya yang berkaca-kaca. semua yang ada di teras itu.. Kamu pasti tahu jawabannya.. Kamu tinggal merasakan saja. “Pada akhirnya. Remi menyempatkan diri untuk sejenak menatap langit-langit. bagaimana saya bisa memutuskan itu?” ratap Luhde. tidak ada yang bisa memaksa. “rasakan saja. Poyan percaya hidup ini sudah diatur. “Tapi. Ia memahami apa yang diucapkan pamannya. mengapa harus sesakit ini rasanya? Jakarta. ubin. Sekalipun akhirnya dia memilih untuk tetap bersamamu. oleh siapa pun. mendadak perut Remi terasa mulas. hampir setiap malam Minggu. “De. apakah Keenan memang untuk kamu atau . De. Jangan jadi seperti Poyan. Tidak ada yang bisa memaksakan. untuk orang lain. ia menginjakkan kaki di teras rumah ini. Seperti biasanya. Dan saat Kugy keluar dengan tawa cerianya. “Kamu benar. dan teras ini menjadi saksinya. meja. Tidak juga janji.” ujarnya lirih. kursi. atau kesetiaan... Begitu juga dengan dia. Yang belum ia pahami adalah. Poyan sudah tahu.” Jantung Luhde serasa berhenti berdegup.” Luhde menunduk. Mei 2003 . malam ini terasa lain. hatinya tidak bisa dipaksa oleh apa pun. Kita tinggal melangkah.

“Wow . iya ..” Kugy menjajarkan foto-foto itu. yang ini memang . “Saya udah kenal keluarga itu lumayan lama. kita lihat nanti ya. “saya kenal sama perempuan ini.. Remi sibuk bertanya-tanya dalam hati. “Kamu kenal Luhde?” “Ya! Luhde! Dia itu keponakannya Pak Wayan yang galerinya saya datangi waktu di Ubud.. Harus sekarang. Mungkin bukan di rumahnya. Dengan semangat.” “Jadi .. “rasanya sih..” kening Remi berkerut. “Oh. “Aku mau kasih lihat foto-fotoku di Bali. Remi mengamati sambil mengomentari. Di mana? Kapan? Malam ini? “Nah! Yang ini masterpiece-nya!” Tiba-tiba Kugy menahan sejumlah foto. sebentar. Remi terkagetkan dari lamunannya. Tapi. 392 .” gumamnya.. saya ketemu pamannya. siapa tahu lebih baik. tangannya menggenggam setumpuk foto. pikirannya tidak melekat pada foto Kugy barang satu pun. tahun . ya... nggak pa-pa juga.. “kita mau jalan-jalan ke mana malam ini?” “Belum tahu. bagus.. yang ini juga bagus . Kalau cuma di sini. “Luhde?” sebut Kugy ragu-ragu.. setelah menelan ludah berkalikali. hmm. “tahun 2000.” sapa Kugy. ya.. Sayang. Waktu itu saya malah sempat tahun baruan dengan Luhde dan keluarganya. “jadi. Apakah sekarang saat yang tepat? Ya.. Lumayan lho hasilnya. Atau minggu depan? Jangan. kamu kenal Luhde ini?” Kugy masih tak percaya.“Hai.” Namun. kan?” “Nggak masalah.. Tapi.. Di tempat lain.” kata Remi. Lucu.” lanjutnya sambil cengengesan.” sahut Kugy ringan. kamu malah ketemu keponakannya.” Remi tertawa sendiri. Kugy memperlihatkan hasil karyanya satu per satu. “Eng-ing-eng ... diamatinya lagi objek foto-foto itu lebih saksama.” Remi mengingat-ingat. saya lagi agak malas ke mana-mana.

siapa sih pelukisnya?” tanya Kugy tegang. Ia ingin itu semua.. miris. Orangnya juga nggak tahu di mana.. Rasanya dia hafal kisah itu. “kamu nggak pa-pa?” Kugy menatap Remi. Dan meski selama ini ia yakin bahwa 393 . minggu lalu saya ketemu dia. Bahkan.Waktu itu dia masih ABG. tanpa beban. Kugy kelihatan tegang. “Lukisan dia sempat menghilang dari peredaran hampir setahun.” Dengan hati-hati sekali. sebetulnya. Ia ingin berusaha mengatakan “tidak apa-apa” dengan nada sewajar mungkin. Kugy ingat perasaan ini. kali ini ia begitu menyukai Luhde.. Remi mengamati perubahan air muka Kugy dan bingung sendiri. benar-benar nggak sengaja! Ternyata dia sudah pindah ke Jakarta. Ia ingin berusaha agar apa yang baru saja didengarnya dapat lewat tanpa bekas bagai semilir angin. “Gy. Dia bilang.” Remi menjelaskan. “Gy?” panggil Remi lembut. Lukisannya semua tentang anak-anak. Sama seperti ketika ia tahu soal Wanda dulu. Luhde. itu lho. Ia ingin berusaha malam ini kembali normal. memelototinya tanpa suara.” “Namanya Keenan. Namun. “seingatku. Bedanya. Keenan dan Luhde. malam ini ada yang ingin saya sampaikan ke kamu. Padahal dulu kami cukup sering ketemu. Lukisan itu.” Ada gempa yang mengguncang hatinya seketika. kalau boleh tahu. Pandangan Kugy berubah nanar. Tiba-tiba. Keenan. “Remi.. cuma ada inisial KK di lukisan itu. aku mengenalnya.” Tiba-tiba sesuatu menusuk hati Kugy. Saya penggemar fanatiknya. Saya sempat main ke kantornya sebentar. Bahkan katanya mau pameran. Otototot muka Kugy masih tampak kaku.. Remi berkata. “dia pacaran sama pelukis favoritku. Selama ini . jatuh sayang. lancar. baru-baru ini dia melukis lagi.” Remi terkekeh. yang lukisannya saya pajang di foyer kantor. Lebih dari sekadar hafal . ia tidak sanggup. Bakatnya luar biasa.

Dan Kugy tak punya pilihan lagi. Luhde seperti seorang malaikat. ya. “Oke. kalau memang itu yang kamu butuhkan. Di hatinya. “Sayang. ternyata Keenan masih menjadi Pangeran. kamu kenapa?” Suara Remi menggugahnya. maaf ya. bertakhta dalam sebuah kastil impian yang masih berdiri tegak hingga detik ini. Kastilnya hancur rata dengan bumi.” sahutnya lirih. “Remi .. Aku nggak marah sama kamu. atau apa pun. aku ingin sendirian dulu malam ini. pasti ada saatnya. mungkin minggu depan .. 394 . Tak lama kemudian. Pasti akan ada saatnya.hatinya sudah berubah.. Mereka pasti sangat mencintai.. Namun... berusaha berbesar hati. Maaf sekali lagi. Mereka pasti akan sangat bahagia berdua. Remi pulang. Mungkin minggu besok .” Remi lama menatap Kugy. Dengan berat. ia membatin. kehadiran Luhde meruntuhkan segalanya bagi Kugy. Tapi. lagi-lagi ia harus menyadari dengan cara yang getir. aku benar-benar butuh waktu sendiri dulu. Kugy terpaksa berkata. bahwa hatinya belum berubah.

Hari ini ia janji membawa Kugy untuk menemui Pak Ginanjar. Seperti biasa.. Keenan memakai kemeja linen putih lengan pendek dan jins biru. yang juga sama-sama sudah tidak sabar ingin bertemu Kugy. Tak lama. Kugy keluar menemui Keenan. Keenan tampak rileks sekaligus bersemangat. Sore itu. CINCIN DALAM KOTAK PERAK Jakarta. Keenan muncul di ruang tamu rumah Kugy lebih awal. dan di dalam sana ia jingkrak-jingkrak kegirangan sendirian. Jika semuanya berjalan sesuai rencana. Cukupan untuk membuat Keshia kabur ke kamarnya dengan muka merah padam.. dalam minggu ini mereka bahkan sudah bisa menandatangani kontrak kerja sama untuk penerbitan dongeng serial Jenderal Pilik dan Pasukan Alit. Juni 2003 . Wajahnya agak lebih pucat dari biasa. 395 .43. Keshia yang mengkhususkan diri untuk membuka pintu.

duduk di tepi jendela.” sapanya. ada apa. Ia lalu memesan menu reguler mereka berdua. Kugy membuang pandangannya ke jendela. Sesampainya di parkiran restoran es krim favorit mereka di Kemang. kembali melempar senyum. Mereka berdua lantas memasuki restoran. “Beneran. mengamati hujan.” Kugy tersenyum cepat. Perutnya mendadak kehilangan sensor lapar. “Pesanan seperti biasa?” tanya Keenan. 396 . Keenan mengamati Kugy diam-diam. Sinar mata itu tampak sedang berlari dari sesuatu. Nan. Untungnya. Kugy juga merasa langkah kakinya bertambah berat.” cetus Keenan berseri-seri. beban di hatinya terasa kian menyesak. Kugy tersenyum samar. “Gy. cepat amat datangnya? Bukannya baru jam tujuh kita janji sama Pak Ginanjar?” “Saya pingin ngajak kamu makan es krim dulu. dan ia hanya menanggapi sekenanya. ia mencamkan dalam hati. yang dibalas anggukan bisu dari Kugy. sih?” Keenan bertanya setelah hening meliputi mereka sekian lama. Kugy mengambil sendok kecilnya dengan sedikit enggan. Sepanjang jalan. Keenan menyadari sepenuhnya keganjilan yang berlangsung sejak tadi. piring itu datang bersama dua sendok kecil dan dua gelas air putih. Kugy lebih banyak diam. kamu beneran nggak pa-pa?” tanyanya.“Hai. Segalanya harus terkendali. memastikan sekali lagi. Hanya Keenan yang aktif melempar berbagai topik obrolan. Sepuluh menit kemudian. Sepiring besar waffle dengan empat macam es krim dan saus cokelat. lalu mengangguk. “kok. Gerimis kecil turun di luar sana. ia terselamatkan oleh buku menu yang datang ke meja mereka. Ketika mereka melangkah keluar mobil. “Kugy. “Kamu baik-baik aja?” Kugy kembali mengangguk.

“aku nggak tahu pasti. seperti ada sebongkah durian menyumbat lehernya.. aku cuma mau pulang. kita pasti ketemu lagi. “Nggak sekarang. Sekarang . Kugy menggeleng. “Kecil. “Kugy Karmachameleon. “dengan diriku sendiri. nggak mau ketemu kamu dulu untuk beberapa waktu. “Mungkin lebih. Berusaha menerjemahkan badai di batinnya ke dalam kata-kata.” 397 .” napasnya tertahan. gelisah. Nanti kalau udah waktunya. “kamu butuh waktu berapa lama kira-kira? Seminggu?” Kugy menatap Keenan.. Lama Kugy menunduk..“Kamu yang kenapa. “Nan . boleh nggak aku minta istirahat menulis dulu?” akhirnya Kugy berkata. Nggak masalah.” lanjut Keenan.. “Boleh aja. “Menulis Jenderal Pilik maksud kamu?” sahut Keenan.” Kugy tersentak mendengar ucapan Keenan.. nanya itu melulu dari tadi.... ia meletakkan sendoknya. Gy..” Kugy berusaha santai. Ada beberapa hal yang harus aku bereskan . “Sebulan?” pintanya. “aku . Ini kan proyek kamu juga.” sahutnya lirih.. Keenan menatap kedua mata Kugy. “Sebulan? Kamu yakin?” Kugy menggeleng.” susah payah Kugy berkata. Kok. Kamu sesuaikan saja dengan kenyamanan kamu.” Keenan ikut meletakkan sendoknya.. kali ini kamu harus jujur. kamu nggak pernah pintar bersandiwara.. Saya bisa minta waktu yang lebih mundur ke Pak Ginanjar. “Aku . Kening Keenan kontan berkerut.” “Boleh tahu apa yang harus kamu bereskan?” tanya Keenan lembut. Ada masalah apa sebenarnya?” Kerongkongan Kugy tercekat. Perlahan.

Kamu boleh marah sama aku. rumahnya sebelah mana.... Nan. mengingat janji dengan Pak Ginanjar dalam dua jam lagi.” “Kugy.. Mbak ..Keenan menatap sepiring penuh es krim di hadapannya... disambarnya HP dari dalam tas.” Kugy menggeleng lagi.” Keenan menyela dengan nada yang mulai mengeras. Mbak?” Sopir taksi itu memanggil-manggil Kugy yang tertidur di jok belakang. Tapi aku benar-benar harus pergi. mencegat taksi.” Kugy langsung balik badan. melesat pergi ke tepi jalan. Tapi ... Kugy meratap dalam hati. “Yang ada sedan hitam itu. Aku mau pulang sendiri pakai taksi. Maaf ya aku udah bikin kamu repot. “Oh.. Aku mau pulang sendiri. Nan. sori . Maaf ya . Sekarang. langsung mematikannya. impitan di dadanya seketika melonggar. Kugy terbangun dengan kaget.. ini udah sampai di kompleksnya.. “Mbak . Langit sudah menggelap ketika taksi itu memasuki perumahan tempat Kugy tinggal.. Mbak?” tanyanya seraya menunjuk sebuah mobil hitam yang terparkir di depan rumah Kugy. sori . saya antar kamu pulang.. sebelum Keenan sempat mengejarnya. berulangulang. Ia bahkan bangkit berdiri..” Sopir itu menurut.. Pak. “Oke. ia lalu mengembuskan napas berat. “Nggak usah. Begitu duduk di dalam taksi. Ia hanya ingin sepi. Ternyata aku tidak kuat . Gelengan kepala Kugy tambah kuat. Kugy kembali bisa bernapas.. Ia hanya ingin sendiri. belokan pertama langsung kanan. Rumah kedua sebelah kiri. Saya antar kamu pulang. aku tidak kuat . setengah berlari menuju pintu restoran. 398 . “Nggak. Sigap. Aku juga nggak bermaksud bikin kamu bingung..

” jawabnya singkat. “Tadi. punggungnya mundur. Tubuh itu kaku. saya nggak tahu apakah cincin ini pas dengan jari kamu atau nggak. Tapi sudah terlambat.” Kugy tersenyum. “Saya nggak tahu apakah malam ini saat yang tepat atau bukan. Ini saatnya. “Ada apa. atau tahun depan. Dan kapan pun saat yang disebut ‘tepat’ itu.. ini saatnya.Sedan hitam? Tubuh Kugy sontak lemas lunglai. tapi tidak menemukan apa-apa. Rasa keselak itu datang lagi. lalu duduk di kursi. Pak.” Remi tahu-tahu berlutut di hadapan Kugy. Hari ini atau minggu depan. tolong dengar kata-kata saya . Gy. Sejenak Remi mengatur napas. pada akhirnya saya pasti harus bicara sama kamu. Remi mengeluarkan sebuah kotak berwarna perak. “Kugy Alisa Nugroho. “Sebetulnya ada yang ingin saya sampaikan ke kamu malam ini. Tidak ingin bertemu dengan siapa-siapa. Remi? “Ya.” Kugy keluar dari taksi dengan enggan. akhirnya saya mengandalkan feeling aja. Dari kantong celananya. Untung kamu cepat pulang. Cepat atau lambat. Ia mengamati ekspresi Kugy. “Kamu—nggak pa-pa?” tanyanya. Gempa itu terulang kembali. Kugy rasanya ingin meledak mendengar pertanyaan itu lagi. “Nggak apa-apa. “Kamu mau ganti baju dulu?” Remi bertanya lagi. “Sayang.. sudah melihat kedatangan Kugy. Kerongkongan Kugy tercekat.” Remi memeluk Kugy. Sama aja. yang menunggu di teras depan. Rasanya ingin meloncat masuk lagi dan pergi entah ke mana. Jadi. Remi?” Remi agak terkejut dengan reaksi yang tidak biasanya itu. Langsung mampir ke sini. Tanpa disadari. atau bulan depan. berusaha mencari perbedaan. saya 399 .” dengan hati-hati sekali Remi berkata. Kalau ingin jadi kejutan. Remi. Di sini aja.. kok HP kamu mati?” tanyanya langsung. menempel pada sandaran kursi. “Nggak usah.

Meraih jari manisnya.” tanya Remi sehalus mungkin. Oke?” Kugy masih tidak bereaksi. Remi mendongak. Kalau kamu mau berbagi itu semua. Kugy memejamkan mata. “Gy .” Cincin itu telah Remi sodorkan. Nanti saya akan ke sini lagi. Hati-hati.nggak sempat ngukur. Namun..” ujarnya gugup. Lembut. hidup saya. Mulai merasa panik. Napasnya mulai satu-satu. 400 . begitu dekat dengan jemari Kugy. Dan cincin berkilau yang tersemat di jarinya itu bagaikan hantaman godam yang menjadi gong dari rangkaian balok beton yang menghunjaminya. Semua yang ia alami dan ia dengar hari ini berada di luar kesiapannya. ia mengecup jari Kugy yang kini dilingkari sebuah cincin bermatakan berlian rose cut. Punggungnya terus menjauh hingga melekat erat pada sandaran kursi. Remi mulai membaca gelagat aneh itu. saya nggak bermaksud bikin kamu shock. Gelagapan. Masih menatap Remi dengan nanar dan tubuh kaku. sori. “Look. Remi mengambil tangan kiri Kugy. cincinnya pas. Setiap kata yang diucapkan Remi seperti balok beton yang mengimpit dadanya. Bibirnya mengunci. Masih tanpa suara. “Gy . lalu memasukkan cincin itu perlahan-lahan. cuma ngira-ngira. Kalau nanti kamu sudah siap. please let me know. mendapatkan Kugy yang tampak terkesiap. “Kamu butuh waktu sendiri dulu? Saya bisa pergi sebentar. Apa pun yang kamu butuhkan. yang saya tawarkan adalah hati saya. Tapi yang saya tahu.. Kugy mengangguk pelan. Kamu mungkin butuh waktu. cinta kitalah yang paling pas untuk hidup saya. Tapi sebetulnya.” bisik Remi tertahan. Kugy tak bereaksi. Cincin ini saya tawarkan untuk kamu terima. untuk kamu pakai. kamu nggak perlu jawab apa-apa sekarang. tolong terima cincin ini.. Dia sungguhan kaget.. Saya ngerti. kekuatannya. kasih tahu aja. Dada Kugy menyesak.

. Tidak keluar lagi.” Remi lalu berdiri. tanpa pemberitahuan. patut diwaspadai. Kugy langsung menghambur masuk ke rumah. Karel mengintip sekilas dari tirai. ya?” Sudah tiga hari sejak kejadian di restoran es krim itu. Kepalanya melongok untuk mengintip lebih jauh.. mengecup kening Kugy. Saya tinggal dulu. Boleh. Baru tiga bulan ia pindah ke rumah barunya itu. Kenapa.. Tahu-tahu bel rumahnya berbunyi. membawa satu tas. Tamu yang berkunjung selarut ini. mengunci diri di kamar. Tidak ada mobil. “Kugy . Keenan tidak tahu lagi siapa yang bisa ia mintai keterangan.. Cepat-cepat ia membuka pintu. Belum banyak yang tahu alamat tempat tinggalnya yang sekarang.. Pukul sebelas malam. kapan ke Jakarta?” Pertanyaan pertama Keenan begitu telepon itu diangkat. “Non . lusa. Matanya memicing. “Kugy?” Karel terperanjat.. ya? Please call me. menghadap abangnya dengan mengiba. suara lu tegang banget?” tanya Noni curiga. ngapain? Kamu sama siapa?” Kugy.“Oke. Begitu mobil Remi menghilang dari depan rumahnya.. berusaha mengenali sosok yang tengah berdiri di depan pintu. Noni adalah upaya terakhirnya. “Karel . aku mau jadi parasit dulu di sini.. Nan? Kok. 401 . “Mmm . Karel bergegas keluar kamar. dan beranjak dari sana. Kugy masih belum bisa dihubungi. dengan muka kusut.

“Gua mau ketemuan sama lu. Kugy benar-benar berbeda dari biasanya. tapi lebih dari cukup untuk Karel huni sendirian. Belum pernah ia mendengar Keenan begitu bersikukuh. Rumah dengan model townhouse itu hanya punya dua kamar. ya. Anak itu jadi pendiam. “Kalo cuma soal pulang lagi sih. Lagi nyepi kali. “Lu udah tanya orang rumahnya?” “Udah. Tapi bukan cuma itu masalahnya. Noni menelan ludah. Mungkin Kugy yang sengaja nggak kepingin dicari. Entar juga pulang lagi. dan lebih banyak mengurung diri. Ada yang pingin gua tanya. Lu tahu dia di mana?” “Nggak. teringat kejadian Remi yang juga pernah meneleponnya. melaporkan hal serupa. murung.” “Kenapa Kugy?” “Dia ngilang. gua juga yakin dia bakal pulang sendiri. Kehadiran satu orang tambahan saja seharusnya menjadikan rumah itu semarak. Kayaknya ada sesuatu yang perlu kita obrolin soal Kugy.” timpal Noni santai. Kenapa sih tuh anak? Kayaknya lagi hobi ngilang. Kayaknya mereka kompakan untuk nggak kasih tahu. ya?” desak Keenan lagi. Tempat kesukaannya adalah balkon kecil di bagian belakang rumah. biarin ajalah. apalagi kalau manusianya adalah Kugy. Oke? Lusa. Namun.” “Soal?” “Kugy. luas bangunannya pun tidak terlalu besar. kehadiran adiknya selama tiga hari di sana malah membuat suasana jadi mendung. kalo gitu. Gua tetap pingin ketemu lu. ya?” Noni tertawa kecil.” “Yah. tempat menjemur pakaian. Kugy 402 .

” Ia lantas melipat tangannya di dada. “Nggak. berseliweran begitu banyak pertanyaan. “Kamu mau sampai berapa lama di sini?” tanyanya kalem. matanya menangkap kilauan cincin 403 . kemudian mengambilkan piring dan sendok. Kugy mengangkat bahu.” kata Kugy pendek.. Kugy pun sudah lelah menyimpan semuanya sendirian. Setelah itu. “Nggak mungkin banget kamu belum lapar. Kugy hanya menghabiskan setengah. Sekarang. yuk. Gy. Kenapa? Kamu mulai sebel ya lihat aku di sini?” Karel tertawa kecil. Tapi aku mulai sebel karena kamu nggak ngomong-ngomong. makan malam dulu. Ogah-ogahan. Jadi. “Belum tahu. menyuap beberapa sendok.” kata Kugy setengah berbisik.” Karel menaruh bungkusan itu langsung ke atas piring Kugy. Karel mulai makan duluan.” ajaknya lagi.. barulah Karel angkat bicara. Terdengar suara langkah kaki beradu dengan anak tangga besi. lalu berhenti. Tatapan orang meratap minta tolong.bisa berjam-jam nongkrong di sana. “Kamu harus tanya aku sesuatu dulu .. Karel mengamatinya tanpa berkomentar. “Aku nggak akan sebel lagi kalau kamu mau cerita. cepetan cerita. makan. Ayo. Entah melamunkan apa. Begitu banyak yang ingin ia muntahkan keluar. Kembali diam. Dengan lunglai.” Kugy menatap abangnya. Dalam kepala Karel. Bukan itu masalahnya.” ajak Karel. “Makan. “Gy. “Belum lapar. Tahu-tahu. Kugy membuka bungkusannya. Aku bawain nasi goreng. Adiknya baru turun dari balkon belakang. membungkus kembali sisa nasi gorengnya. nih. Setelah menghabiskan nasinya.

kok. Padahal kan. Dengerin aja hati kamu. Harusnya aku bahagia untuk Keenan karena dia punya seseorang kayak Luhde.. aku senang.. Ia hanya ingin dibantu untuk membuka pintu bendungan yang sudah ingin jebol... dari mulai Keenan. Tapi . Benda mungil yang melingkar di jari manis kiri adiknya itu serta-merta mencuri perhatian Karel.. aku bingung. Berhenti berpikir pakai kepala. Aku nggak 404 .. “Kok. “Harusnya . Luhde.. “Ini urusan hati..” “Tapi?” “Tapi . hingga cincin di jarinya. “Karel . Dari mulutnya.. tapi yang namanya hati selalu punya aturan sendiri. Harusnya . “Cincin itu dari Remi?” ia pun bertanya spontan.. aku senang dapat cincin ini.. Aku bingung sama diriku sendiri.yang terterpa sinar lampu. kepala kamu akan selalu berpikir menggunakan pola ‘harusnya’. Secerdas-cerdasnya otak kamu. Pertanyaan apa saja..” kata Karel sambil tersenyum. aku bingung banget. Kugy memang hanya butuh satu pertanyaan. Gy. harusnya ..” Tertegun Kugy mendengar kalimat Karel.” “Menurut kamu. “aku juga nggak ngerti kenapa aku sampai kayak begini waktu tahu soal Luhde. Ojos. Harusnya aku juga bahagia karena punya seseorang kayak Remi. mengalirlah lancar semua cerita. nggak mungkin bisa dipakai untuk mengerti hati. Apa yang salah dengan dia?” kata Kugy putus asa. Kisah yang sudah berusia empat tahun lamanya. Tidak jadi masalah. Remi. aku malah di sini?” ratap Kugy. harusnya . aku malah kabur?” “Kugy. “Karel... Perlahan. kepalanya menggeleng. yang harusnya terjadi gimana?” tanya Karel lembut.. Aku nggak ngerti kenapa aku bereaksi begini ketika Remi kasih cincin ini.

Kembali hanya memandangi abangnya dengan sorot meratap yang penuh makna dan tanya.. lalu beranjak masuk ke kamarnya. Siapa tahu ada jawaban....tahu lagi hatiku bilang apa.. Kalau memang betul itu kata hati kamu.. Dan aku nggak akan pernah rela kalau Keenan sampai nyakitin Luhde.” Ia lalu berdiri. Karel menghampiri adiknya.” “Pokoknya apa?” “Pokoknya . Gy?” Kugy tak tahu harus bilang apa. Sebaris kalimat Karel terus mengiang..” Karel mengangguk. Kugy memandangi abangnya yang mengambili piring-piring kotor dari meja. Meninggalkan Kugy sendirian di meja makan... ikuti saja. “Di belakang kompleks ini ada sungai kecil. “Kenapa. Curhat ke Neptunus.” panggilnya. “Karel . gih. ikuti saja.. 405 . nggak mungkin aku nyakitin Remi. Nggak akan pernah mungkin salah. “Oke. “pokoknya . Kamu bikin perahu kertas.” ucapnya tertahan. Kalau itu memang betul kata hati kamu. menepuk pipi adiknya. pokoknya .” Ia tersenyum kecil.

Non. Tak sampai lima menit menunggu. gua baru selesai pameran di galeri anu’ atau kalaupun harus pakai istilah ‘meeting’: ‘Non. “Yang gua banget apa.” sapa Noni. gua baru begadang semaleman gara-gara ngelukis’ atau ‘Non. Tadi ada meeting. sori. nggak Keenan banget. dong?” tanya Keenan sambil nyengir. Pak Direktur Muda. CINTA TAK BERUJUNG Noni sudah sampai duluan di restoran es krim di bilangan Kemang. gua baru selesai meeting sama Kugy untuk pe406 . “Nggak sempet ganti baju. Tampak Keenan keluar dari mobil. Ganteng amat. “Hai. sori. “Gua masih harus menyesuaikan diri dengan Keenan yang Direktur.” ia tergelak.44. “Misalnya. mobil SUV Keenan memasuki parkiran. masih memakai setelan kantor. terus langsung ke sini. sori. Noni geleng-geleng kepala. ‘Non.” kata Keenan seraya mengempaskan tubuhnya ke sofa. tempat ia janjian dengan Keenan. Aneh banget rasanya denger lu baru meeting.

” Keenan membuang pandangannya ke jendela. ada apa dengan Kugy sebenarnya? Lu tahu sesuatu?” “Seminggu ini gua belum teleponan lagi sama dia. Ekspresi Keenan langsung berubah begitu nama satu itu disebut. lantas menggelengkan kepala... Akhirnya.” Lama Noni terdiam.” Noni meralat.ngembangan alien nation cabang Jakarta Timur. kayaknya ada sesuatu yang lebih lama dari itu.” Lantas. jadi. “Memangnya . ingatannya kembali ke sore itu. ada satu hal yang berhubungan dengan itu. Kartu ucapan itu. “Bukan cuma soal seminggu ini. mendingan gua tembak langsung aja: Kugy cinta sama lu. Teringat kado bersampul biru yang tertinggal di kamar kos Kugy. saat Kugy tahu-tahu meninggalkannya. dan .” sahut Noni. sedikit enggan. ini nggak gampang gua omongin. Nggak tahu kenapa. Noni terkikik-kikik sendiri. lu dan Kugy sempat nggak saling ngomong selama hampir tiga tahun. Boleh tahu ada apa antara kalian waktu itu?” Noni terkesiap mendengar permintaan Keenan.” 407 .” Napas Keenan langsung tersendat. Non. “Nggak tahu. udah saatnya gua harus jujur. ia memutuskan. Tapi gua merasa akan sangat terbantu kalau lu bisa cerita soal itu. perasaan dia masih nggak berubah. “Cerita gua dan Kugy bisa menyusul belakangan. “Eko pernah cerita. “Nan.” Noni berhenti sebentar. “Eh. Dari sebelum lu ketemu Wanda. Tapi.. “Non. dan tak pernah ada kabar lagi sesudah itu. lu ngerasa ada hubungannya dengan Kugy ngilang?” tanya Noni. Feeling gua. di tempat dan meja yang sama. Dan gua yakin. Keenan mengangkat bahu. salah. “Kugy cinta mati sama lu. sampai hari ini.” Tampak ia tertegun sendiri sesudahnya.. berlari mencegat taksi. salah. “Dari waktu dia masih pacaran sama Ojos.

. kita kok bego banget. “Ini berarti bukan soal bego atau nggak bego. 408 .. “Lho.. Lama.Gantian. nanti gua yang ngomong. Pandangannya kembali menerawang ke jendela. Noni ikut terdiam.. Tanya cowoknya aja!” “Lu kenal?” “Kenal. “Hubungan dia dengan cowoknya gimana?” tanya Keenan. Gua ada nomor teleponnya. ya. Tapi lu bener.” Noni berdehem. “pulsa gua yang nggak ada. gih!” “Nah. “dan mungkin justru karena ada beberapa hal langka di dunia ini yang susah berubah. muncullah sebaris nama di layarnya: Remigius Aditya.” Keenan menghela napas. Nan. “Gua nggak tahu persis apa yang terjadi sampai dia ngilang. Keenan membisu. Kosong . Mendadak. delapan . Waktu gua datang ke rumahnya lagi sejak kita diem-dieman... Noni kembali menggeleng. Tapi. Jempolnya lalu menekan tombol “call”.” sambungnya pelan. masalahnya . But who knows? Segala sesuatunya bisa berubah. “Nan . “Nggak tahu persis. satu ..” “Pakai HP lu aja. Kemungkinan besar ada hubungannya dengan itu semua. Non?” tanya Keenan... alisnya terangkat.” lanjut Noni lagi.” Noni terdiam sebentar.. “Nih...” Keenan memencet nomor yang Noni sebutkan. Pantesan dari tadi lu cuma missed call doang bisanya. ya.” “Ya udah! Telepon. Ini masalah kesejahteraan sosial. she seemed to be so in love. Lu kenal?” Noni ikut bertanya. “Dia di mana. Tampak berpikir keras. gua dikte. Tiba-tiba. oke?” Noni lalu membuka buku alamat di ponselnya. “Remi?” gumamnya tak percaya.

Nada itu tersambung. Tak lama, terdengar ucapan ‘halo’ di ujung sana. Refleks, Keenan menyerahkan ponselnya pada Noni. “Halooo? Mas Remi? Hai, ini Noni, Mas. Temannya Kugy. Iya ... ini memang pakai HP-nya Keenan. Aku juga baru tahu kalau Mas Remi ternyata kenal sama Keenan. Lha, kita semua memang teman-teman kuliahnya Kugy, Mas. Ih, baru pada tahu, ya! Ampuuun ....” Noni tertawatawa. “Naaah, itu dia. Kita juga lagi nyariin Kugy, Mas. Kirain Mas Remi tahu dia di mana ....” Keenan termenung. Celotehan bernada tinggi khas Noni seolah memantul ke ruang hampa. Ia tak lagi peduli apa yang dibicarakan Noni di telepon. Hanya ia sendirian di dalam ruang hampa itu, berpusar dalam kenangan dan potongan ingatan. Rekaman kalimat-kalimat Remi saat mampir ke kantornya kembali menggaung di benak Keenan ... kamu juga pasti cocok sama dia ... dia sangat istimewa buat saya ... belum pernah merasa seperti ini, seumur hidup saya ... Keenan menunduk, memejamkan matanya. Remi, orang yang sangat ia hormati, ternyata adalah kekasih Kugy. Keenan lalu teringat rencana besar yang dibicarakan Remi. Ludah di mulutnya terasa getir. Pembicaraan mereka kembali berulang, termasuk kalimat yang ia lontarkan pada Remi ... kalau Mas Remi butuh bantuan apa pun, kasih tahu, ya. Siapa tahu saya bisa bantu. Noni tahu-tahu mengembalikan ponselnya. Menyadarkan Keenan dari lamunan dalam ruang hampanya. “Mas Remi juga kelimpungan nyariin dia. Nggak tahu dia ada di mana. Gawat nih, Kugy.” Noni berdecak. “By the way, gimana caranya kok lu bisa kenal sama Mas Remi?” Keenan tersentak. Teringat sesuatu. “Non ... gua harus cabut. Nanti gua telepon dan ceritain semua. Oke?” “Lu mau ke mana?” 409

“Kalo orang rumahnya nggak mau bilang Kugy ada di mana, nggak jadi masalah. Yang perlu gua cari tahu sebetulnya adalah alamat rumah barunya Karel. Dan itu pasti nggak akan terlalu susah. Dah!” Secepat kilat, Keenan melesat pergi dari sana. “Kumpeni gila.” Noni menyadari sepiring besar es krim akan menuju meja itu, dan harus ia habiskan sendirian.

Sudah hampir gelap ketika Keenan sampai di rumah itu. Karel sendiri yang membukakan pintu. Ia tampak terkejut melihat kedatangan Keenan. “Mas Karel, Kugy-nya ada?” tanya Keenan sopan. Pasti ada. Karel tak langsung menjawab. Ia kelihatan sedang berpikir. “Kamu aja yang nyusulin dia, ya,” akhirnya ia berkata sambil membalik badan, menunjuk satu pintu, “dia lagi di tempat jemuran belakang. Kamu ke pintu itu. Ada tangga besi di dekat sana. Kamu naik aja. Kugy ada di atas.” Keenan mengangguk. Langsung menuju tangga yang dimaksud Karel, menaikinya hati-hati. Balkon belakang itu hanya berbentuk dak beton. Sebuah kursi dan meja plastik terparkir di sana. Tampak siluet Kugy duduk memunggunginya. Kepalanya menengadah, menatap langit senja. Rambutnya tergerai di sandaran kursi, berkibar halus ditiup angin. Keenan menahan napas. “Kecil ....” Siluet itu terduduk tegak seketika. Kugy menoleh, mendapatkan Keenan sudah berdiri di hadapannya. “Kamu ... kok ... bisa ada di sini?” ia bertanya, terbata. “Radar Neptunus,” jawab Keenan ringkas seraya tersenyum sekilas. Ia lalu berjalan mendekati Kugy. Berjongkok di depannya. “Kenapa harus ngilang, Gy?” tanyanya halus. 410

“Aku juga nggak tahu kenapa,” Kugy menggelengkan kepala, “tiap hari aku di sini, cuma untuk cari tahu kenapa. Dan masih belum tahu jawabannya.” “Saya mau bantu kamu. Boleh?” Keenan lantas meraih tangan Kugy. “Empat tahun saya kepingin bilang ini: Kugy Karmachameleon, saya cinta sama kamu. Dari pertama kali kita ketemu, sampai hari ini, saya selalu mencintai kamu. Sampai kapan pun itu, saya nggak tahu. Saya nggak melihat cinta ini ada ujungnya.” Kugy terenyak. Pandangannya mulai mengabur. Matanya terasa panas oleh air mata yang ingin bergulir turun tapi masih ia tahan. “Itu satu hal. Masih ada lagi yang harus saya bilang,” Keenan mengatur napasnya, “saya sudah tahu soal Remi, Gy. Kalau saya harus merelakan kamu untuk seseorang, cuma dialah orangnya. Nggak ada lagi. Dia orang yang sangat, sangat baik. Kamu beruntung.” “Kamu juga,” desis Kugy, “aku nggak sengaja ketemu Luhde di Ubud. Kami sempat mengobrol di pura. Dia ... dia seperti malaikat turun dari langit. Kamu beruntung, Nan. Jangan pernah melepaskan dia.” Keenan terkesiap mendengar Kugy menyebut nama Luhde. Namun, pembicaraan Remi di kantornya kembali berulang ... waktu saya ke Bali menemui Pak Wayan kemarin, dia ikut dengan saya ke Ubud, tapi sayangnya nggak ikut mampir ke galeri gara-gara dia mau memotret di pura. Kali ini, Keenan akhirnya mengerti. Sikap Luhde yang berubah drastis setelah pulang dari pura. Sikap Kugy yang juga berubah setelah kembali dari Bali. Akhirnya ia memahami. “Luhde nggak layak disakiti,” desis Kugy lagi. “Remi juga,” timpal Keenan lirih. 411

Kugy menunduk, mengerjapkan mata. Ia hampir tidak bisa melihat apa-apa lagi dari matanya yang kian mengabur. Hari semakin gelap. Angin semakin halus. Hatinya semakin perih. “Banyak sekali yang ingin saya lakukan bareng kamu, Gy,” bisik Keenan. Kugy mendongak. Tersenyum sebisanya. “Bisa. Pasti bisa. Kita tetap bisa bikin buku bareng, kan? Dan aku tetap bisa jadi sahabatmu.” Kugy nyaris tersedak mengucapkan kata terakhir barusan. Menyadari bahwa persahabatan barangkali adalah muara terakhir yang harus ia paksakan untuk menampung seluruh perasaannya pada Keenan. Tak bisa lebih dari itu. Begitu luas laut yang membentang dalam hatinya. Namun, lagi-lagi, harus ia tahan. “Iya. Kita tetap bisa bikin karya bersama. Dan kita selalu menjadi sahabat terbaik,” Keenan menelan ludah. Kalimat itu begitu susah diucapkan. Apalagi ketika segenap hatinya berontak, menolak. Namun, ia teringat janjinya, pada Luhde, pada Remi. Jika ini memang bantuan yang Remi butuhkan, sama seperti ketika Remi menolongnya dulu, maka ia akan menggenapkannya. “Nan ...,” Kugy menggenggam balik tangan Keenan, suaranya makin lirih, “banyak yang aku ingin bilang ke kamu. Banyak yang ingin aku kasih. Tapi, nggak apa-apa, nggak usah. Mungkin memang bukan jatahku. Bukan jatah kita. Kamu turun, ya, Nan. Pulang.” Keenan mengangguk. Memang tak ada lagi yang perlu dibicarakan. Hanya akan membuat hatinya makin terluka. “Kamu juga jangan kelamaan di sini, Gy. Udah malam.” Keenan menyentuh pipi Kugy sekilas. Perlahan, berjalan pergi. Air mata Kugy akhirnya jatuh bergulir, membuat pandangannya kembali terang, meski langit sudah gelap, dan 412

Keenan tinggal bayangan hitam yang berjalan menjauh. “Nan ...,” panggilnya. “Ya?” Keenan berbalik. “Aku nggak kepingin, sepuluh ... dua puluh tahun lagi dari sekarang, aku masih merasa sakit di sini tiap kali ingat kamu.” Kugy merapatkan tangannya di dada. Keenan tercekat mendengarnya. “Nggak, Gy. Nggak akan. Kalau saya bisa, kamu juga bisa.” “Dan kamu yakin bisa?” tangis Kugy. “Pasti ....” Suara Keenan bergetar. Penuh keraguan, kebimbangan, dan kegentaran. Namun, ia tak mungkin lagi mundur. Satu-satu, dituruninya tangga besi itu. Lenyap dari pandangan Kugy. Harus ada yang bisa, batinnya, kalau tidak .... Keenan menggosok matanya yang berkaca-kaca. Ia tak bisa mengingat, kapan hatinya pernah sepilu ini. Di tempat yang sama, Kugy menangis bisu. Ia berjanji, inilah tangisan terakhirnya untuk Keenan, sekaligus tangisan yang paling menyakitkan. Ia bahagia sekaligus patah hati pada saat yang bersamaan. Saat ia tahu dan diyakinkan bahwa mereka saling mencintai, dan selamanya pula mereka tidak mungkin bersama.

413

45. BAYANGAN ITU PUNYA NAMA

Keesokan harinya, Kugy memutuskan keluar dari tempat persembunyiannya. Berhenti menjadi parasit di rumah Karel. Kembali pulang ke rumah. Dan orang paling pertama yang ia hubungi adalah Remi. Hanya dibutuhkan satu telepon untuk mendaratkan Remi ke rumahnya. Pria itu tak menunggu lebih lama lagi. Begitu Kugy menghubunginya, Remi langsung berangkat malam itu juga menemui Kugy. Remi datang membawa seberondong pertanyaan yang sudah siap ia gencarkan. Namun, semuanya buyar pada detik pertama ia melihat Kugy. Sebagai ganti, ia hanya mendekap Kugy. Lama. Ribuan pertanyaannya mengkristal menjadi satu tanya, “Kamu kenapa, Gy?” Segala sesuatu yang dipersiapkan Kugy ikut buyar. Meleleh dan meluruh dalam dekapan Remi. Segalanya mengkristal menjadi satu pernyataan, “Maafkan aku, ya.” Remi melonggarkan dekapannya, meraih tangan kiri Kugy. Cincin itu masih di sana. Ia mengembuskan napas lega. 414

“Remi, sekarang aku siap,” kata Kugy, tegas. “Waktu itu, aku memang kaget. Nggak siap. Tapi sekarang, aku siap buat ngejalanin apa saja sama kamu. Buatku, ini adalah babak baru.” Remi menatap Kugy lurus-lurus. Mengadu bola matanya. Mencari keyakinan di sana. “Kamu yakin, Gy?” tanyanya memastikan. Kugy menghela napasnya. “Yakin,” jawabnya mantap. Remi terus mengejar sesuatu dalam kedua bola mata Kugy. “Gy, saya menghargai konfirmasi kamu. Tapi ... saya nggak mungkin bohong sama kamu. Saya masih perlu kamu yakinkan. Saya juga nggak tahu gimana caranya,” dengan berat Remi berkata, “keputusan kamu untuk tahu-tahu lenyap bikin saya kaget banget. Dan, jujur, saya masih bingung sampai sekarang. Tapi saya juga janji sama diri saya sendiri untuk menghargai proses kamu. Saya nggak akan maksa kamu untuk bicara atau cerita. Hanya kalau kamu siap. Tapi, sekali lagi, saya butuh diyakinkan. Saya nggak yakin sanggup menghadapi situasi seperti kemarin lagi. Tidak untuk kedua kalinya, Gy.” Kugy menelan ludah. Ia paham pembuktian apa yang dimaksud Remi. Namun, ia juga tidak tahu harus memulai dari mana. “Kalau gitu, apa yang bisa aku lakukan? Apa yang perlu kamu dengar supaya kali ini kamu bisa yakin?” tanya Kugy setengah memohon. Remi menggeleng. “Saya juga nggak tahu, Gy,” sahutnya pelan. “Mungkin cuma kamu yang bisa tahu.” Mendengar kalimat Remi, seketika sesuatu berkecamuk dalam hati dan benak Kugy. Namun, Kugy sadar, pada babak baru ini, ia tak punya banyak pilihan. Ia tahu apa yang akan ia putuskan pada akhirnya. Sejernih berlian yang berkilau di jarinya. Dan Kugy tak mau buang waktu lagi. 415

“Aku ingin kasih kamu sesuatu,” ucap Kugy. Jantungnya terasa berdegup lebih kuat. Remi mengernyitkan kening. “Sesuatu—?” “Tunggu sebentar, ya.” Kugy pergi beranjak dari sana. Masuk ke kamar tidurnya. Di sebelah tempat tidurnya, ada sebuah meja kecil. Kugy membuka laci paling atas. Sesuatu yang belum lama kembali padanya, setelah bertahun-tahun menghilang, dan kini akan meninggalkannya lagi. Dan semoga ia berada di tangan yang tepat, Kugy berdoa dalam hati. Kugy lalu kembali menemui Remi. Menyerahkan benda itu ke tangannya. Sejenak Kugy memejamkan mata. Inilah saatnya. “Remi, dongeng adalah segalanya buat aku. Impianku yang paling tinggi. Dan ... ini adalah sesuatu yang paling mendekati impian itu. Sekarang, aku masih membuatnya pakai tangan. Entah kapan, tapi mudah-mudahan, suatu saat nanti aku bisa berbagi sebuah buku dongeng betulan dengan kamu. Tapi, sebelum buku itu ada, inilah benda paling berharga buatku. Belum pernah berpindah tangan satu kali pun.” Kugy menelan ludah lagi. “Hari ini, aku ingin membaginya dengan kamu. Karena, aku juga berharap bisa berbagi hidupku dengan—” Kugy rasanya tak bisa melanjutkan. Dadanya makin sesak. “Hanya dengan kamu,” akhirnya Kugy berkata. Remi terkesiap. Lama. Sepanjang ingatannya, tak pernah ada yang mengatakan hal seindah itu padanya. Ia baru tersadar ketika melihat Kugy menangis. Remi langsung merengkuh tubuh mungil itu lagi, “Kenapa nangis, Gy? Saya paling nggak bisa lihat kamu nangis ....” Dalam isakannya, Kugy membisik, “Aku nangis bukan karena sedih ....” Dengan lembut, Remi membelai-belai rambut Kugy, “Apa 416

pun alasannya, saya di sini untuk kamu. Makasih untuk buku ini. Makasih kamu sudah membagi milik kamu yang paling berharga. Makasih sudah meyakinkan saya.” Saat itu Kugy memang bukan menangis karena sedih, tapi bukan juga karena bahagia. Sejujurnya, Kugy sendiri tidak tahu kenapa.

Enam bulan sudah semenjak kedatangannya kembali ke Jakarta. Ayahnya telah berubah drastis. Manusia itu telah menjadi bukti hidup bahwa mukjizat itu ada. Seseorang yang terkapar lumpuh sama sekali, dengan prediksi kerusakan fatal di sana sini, berhasil sembuh dan berfungsi seperti sedia kala. Ia telah lama meninggalkan kursi roda dan alat bantu apa pun. Setiap pagi, ia bahkan sudah melakukan aktivitas senam ringan, sesuatu yang dilakukannya setiap hari saat ia masih sehat dulu. Segala sesuatunya memang sudah hampir seperti dulu, kecuali satu. Kembali ke kantor. Itulah satu-satunya hal yang masih belum disarankan dokter. Semua orang tahu, Keenanlah penyebab sekaligus penawar yang kemudian mendatangkan keajaiban tersebut. Tak hanya mendampingi ayahnya kapan pun ia bisa, Keenan bahkan menggantikan fungsi operasional ayahnya setiap hari di kantor. Memastikan perekonomian keluarga mereka masih bisa berjalan seperti biasa. Namun, Keenan pun tahu, saat ini pasti tiba. Keajaiban yang satu hari harus berhadapan dengan kejujuran. Dan tak ada yang tahu pasti, mana yang akan keluar sebagai pemenang. Hati-hati, Keenan membuka pintu kamar orangtuanya. Tampak ayahnya sedang duduk sendirian di tempat tidur, membaca buku. 417

intinya . “Nggak ada masalah. Tapi. Berat. Dan akhirnya. Tentang pekerjaan. Ada apa?” Adri meletakkan buku yang ia pegang. lalu menggeleng.. yang setiap harinya ia tahan. Atau sampai ada orang lain yang bisa menggantikan saya. “Pa. kalau bukan kamu.” “Jadi?” “Saya yang punya masalah.. Kamu memang selalu ingin melukis. Pa.. Keenan mengangguk. saya ingin kembali melukis.“Pa . “Masuk. “Papa tahu. ia mengatakan sesuatu yang selama ini sudah mengganjal lama di tenggorokannya.” “Kenapa? Apa masalahnya?” desak Adri lagi. “saya nggak tahu sampai kapan bisa bertahan—” Keenan berhenti sejenak.” Keenan menelan ludah untuk yang kesekian kali. siapa lagi yang bisa menjalankan—” “Saya akan tetap menjalankan tugas saya sampai Papa benar-benar pulih. Berusaha membaca ekspresi di wajahnya.” “Ada masalah apa di kantor?” tanya Adri langsung. tak berkedip... sekaligus menanggalkan kacamata bacanya. Adri menggeleng.” Adri berusaha mencerna kalimat anaknya.. yang setiap harinya ia tunda. Keenan lantas duduk di samping ayahnya. “Tapi . “saya nggak mungkin selamanya bertahan di kantor.” 418 . Cuma Papa yang selalu susah menerima. dan sekarang tak bisa ia membendungnya lagi: “Pa. Saya mau melukis lagi.. Nan. Berusaha mengerti konsekuensi apa yang mengikuti pernyataan Keenan.” panggilnya pelan. saya harus bicara tentang sesuatu.. “Papa masih perlu tahu alasannya?” Perlahan. Keenan menatap ayahnya. Keenan menelan ludah.” Keenan berkata lirih. “Kamu ingin berhenti dari kantor?” tanya Adri dengan nada ragu.

Cerita yang sudah berkarat tapi menghantuinya selama puluhan tahun. dan benar-benar nggak mau tahu. kamu sudah berani mengorbankan impian kamu.. mengurus keluarga ini. Itulah diri kamu. berusaha mengurung kamu.Keenan gantian bertanya. Nan.” Mata Keenan mengerjap. Napasnya tercekat. Kamu nggak perlu memilih untuk melukis. Papa menutup mata. Dunia lukisan adalah penghubung Lena dengan cinta lama yang seperti tak mengenal kata mati.. bukan juga pengorbanan. atau justru karena perasaan tersaingi. demi bisa kembali ke sini. Selamanya. Adri tidak punya kesanggupan untuk menceritakannya. pertanyaan yang tahunan ia tunda. menutup telinga.” Adri mengucap lirih. Dunia lukisan kembali menjadi penghubung anaknya dengan seseorang yang selalu ingin ia hindari entah karena perasaan bersalah. “Semua salah Papa.” “Selamanya. “tapi sekarang. pulang ke sini bukanlah pilihan bagi saya.” Adri tersenyum. Pa? Apa masalahnya? Sejak kecil saya selalu berusaha membuktikan sama Papa. bahwa melukis adalah dunia saya. Saya nggak pernah mengerti kenapa. “Di mata Papa. Sementara kamu . saya akan tetap melakukan hal yang sama. dan sekarang tak bisa ia membendungnya lagi. ia tahan. Tapi Papa selalu menanggapi seperti tembok. Namun. Nan. saya boleh—?” 419 . semua itu terbalik. “Kenapa.” sergah Keenan. Dengan situasi Papa waktu itu. dan nggak pernah memberi kamu kebebasan menjadi diri kamu sendiri. “Papa yang nggak berusaha memahami kamu. “Jadi .. saya ingin kembali memilih. Dan semua itu pernah begitu membutakannya hingga ia ingin membunuh potensi Keenan dengan cara apa pun.. Kenapa?” Adri tak tahu dari mana harus menjelaskan.

“Kapan pun kamu siap. Ayahnya. Ia akan ke Bali. kamu bisa berhenti. kasih sayang itu.” Adri berkata lembut. “kamu bahkan bisa kembali ke Bali. berdiri melepas kepergiannya.” Darah Keenan berdesir mendengarnya. tak pernah terbayangkan ia akan mengucapkan hal yang satu ini. ia tak pernah berani membayangkan ayahnya akan sampai pada kerelaan seperti itu. Yang jelas. dan Jeroen.” napas Adri mengembus panjang. Untuk pertama kalinya dalam belasan tahun. 420 . Tubuh Keenan pun bergerak maju. merengkuh ayahnya. Keenan tidak ingin menuntut penjelasan lebih lanjut. Ia bebas sudah. Tekadnya bulat sudah. Bahwa apa yang tak terucap terkadang tak lagi penting. Sehari sebelum akhir pekan. Tak ada lagi yang bisa mengikatnya kembali ke sini. Entah untuk berapa lama. Papa yakin. Bahkan dalam mimpi sekalipun. Papa pasti bisa cari jalan lain. Keenan sudah tuntas mengepak barang-barangnya. kalau itu yang kamu mau. dan kebebasan yang akhirnya lahir dalam hubungan mereka berdua. “jangan khawatir tentang apa-apa. ibunya. Mereka semua mengikhlaskan. Semuanya sudah cukup. Hatinya berguncang hebat. Akhirnya Keenan bisa merasakan cinta itu. Tanpa kecuali. Keenan menoleh ke belakang sebelum memasuki taksi. Memastikan kembali tiket pesawat yang tersimpan di kantong depan ranselnya. Dan memahami. kembali ke Lodtunduh. ia merasa dipahami. sesuatu yang baru akan berawal di sana. Sayap-sayapnya membentang tanpa penghalang. ke Ubud. mereka semua tersenyum. lengannya membuka. Dan kali ini.

Dan betapa Kugy membuat setiap jengkal dari buku itu dengan cinta. Mendadak. Menjelang tengah malam. Satu-satunya buku dongeng yang ia punya. Kata Kugy Nugroho. mengambil kartu di dalamnya. ia juga merasa tergerak untuk membuka amplop itu. Cerita yang hidup. Kugy bahkan sudah setuju dengan rencananya besok. tidur yuk cepat tidur. Dikasih buat dibaca. Mematikan laptop yang sedari tadi memang dipakainya untuk browsing. ada sesuatu yang kelihatan menyembul keluar. Tibalah ia pada halaman terakhir. Entah kapan rencana besar itu terwujud. dan beberapa venue yang kata orang-orang bagus dan unik. Remi tertawa kecil membacanya. Selapis kertas putih yang hanya terlihat ujungnya saja. Remi bisa merasakannya. Sampul tebal yang tampak polos. Sebuah amplop. See you tomorrow. Trenyuh. tapi tak ada salahnya melihat-lihat dan mempelajari. Jangan lupa baca buku dongeng dulu. Remi menyusun tempat-tempat yang ingin ia kunjungi dengan Kugy esok hari. Remi pun berdecak kagum. masuk lagi sebuah pesan dari Kugy: Kata Rhoma Irama. ia mengambil buku dongeng buatan Kugy. begadang jangan begadang. Ada pameran wedding. Namun. Entah kenapa. 421 . Remi menarik kertas itu keluar. ia masih belum berani mendesak Kugy. tauk! Met bobo. ada keraguan yang muncul dalam hatinya. Tanpa beban. Iseng. Ilustrasi yang indah. Sayang. Dari SMS terakhir yang ia terima. Apalagi kalo cuma gara-gara keasyikan browsing. Namun.Malam ini. pada saat yang sama. Halaman demi halaman. Remi tersenyum puas. Remi merasa tidak yakin benda itu sengaja diletakkan di sana untuk ia temukan.

hanya bersama kamu . Reaksi dramatis Kugy ketika melihat foto Luhde. Tanggal itu.Keningnya seketika mengerut.. Tapi mengapa ia menemukan sebuah kartu ucapan selamat ulang tahun? Remi lalu membaca. mencari sebuah nama. semuanya jelas. Sekarang. 31 Januari 2000. Remi membalik amplop itu. dan terakhir.. berbagi . Kugy pernah berkata.. Kepala Remi jatuh menunduk.. Tanpa pernah ia bisa beri nama.. Semua ini terlalu pahit dan sakit. baris demi baris tulisan Kugy yang berjejer rapi seperti pasukan semut. Kebimbangannya selama ini. Perasaan Remi semakin tidak enak. Ia tidak bisa lupa. ia tertumbuk pada satu tanggal. Semuanya mendadak jelas. Bayangan itu sudah punya nama. Namun. ilustrasi . Dan ia yakin kini... Tahun itu. ia akhirnya bisa memahami sesuatu yang membayangi hubungan mereka tanpa pernah bisa ia sentuh.. Pikirannya tersangkut dan terantuk pada beberapa kata . Keenan. benda itu belum berpindah tangan sebelumnya. Pembicaraan terakhirnya dengan Noni dari satu nomor telepon seolah mengonfirmasi kecurigaannya sejak tadi. Happy Birthday? batinnya. 422 . Tidak ada. Sekali lagi.

ada yang bersiul-siul tanpa sebab.46. Kugy menyadari itu semua tanpa tahu harus merespons apa. Sederhana saja. Kalau sampai dia ikutan juga . nih.” Tahu-tahu ayahnya ikut berkomentar sambil berjalan lalu. menatapnya dengan nakal. “Jangan yang mewah-mewah. ada yang cekikik-cekikik. dong.. EO-nya in-house aja. Ada yang mesem-mesem. “Gy.” cetus anak itu ringan. Keshia duduk di ujung sofa. “Kalo gitu Keenan boleh buatku. barulah Karin bersuara. Oke? Oke? Oke?” Mata Kugy langsung mencari Keshia. 423 . ya?” Kakak perempuannya itu berceletuk. kok. sih?” protes Kugy segera. Gue udah punya tim sendiri. ada yang mau ke wedding exhibition. “Denger-denger. “gue sanggup. HATI TAK PERLU MEMILIH Semua anggota keluarganya berkelakuan aneh sejak tadi pagi.” tiba-tiba Kevin menyambar. yang penting bermakna. Nak. Tinggal si bungsu satu itu yang belum ikut berkomentar. ya.. Sejam sebelum ia dijemput. “Papa apaan.

Gy. “Hai. tapi justru yang paling berantakan yang dapat jodoh duluan. lalu dia terpingkal-pingkal sendiri. Tepat pada saat bola panas sedang berpindah ke Karin. siap memuntahkan protes. “Lu sangka siapa yang paling panik di rumah ini begitu tahu adik gue berencana untuk melangkahi gue!” “Jelas paniklah! Dia yang ngeluarin modal paling besar buat kecantikan di rumah ini. ke temannya Mama aja. “Booo . pindah ke ruang tamu. Cepat-cepat ia angkat kaki dari ruang keluarga.. Kugy tertegun. kamu mau pakai kebaya atau gaun? Kalau kebaya. “Mama kok ikut terlibat juga.” ledek Kevin. Bu Sugianto. Kugy mengembuskan napas lega. Kalau kita janjian langsung ketemu aja gimana?” Remi menyahut di ujung sana.. Aku bisa bawa mobil. Udah dekat rumah. ketemu di mana?” 424 . sih?” tukasnya. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. “Lagi pada kenapa sih orang-orang di rumah ini? Norak!” “Gy.. kita semua kan ingin mendukung!” sahut ibunya. sori. “Nggak pa-pa. murah lagi . please. “Belum. Kita ketemu di pameran?” “Kalau hari ini nggak jadi ke pameran.. saya nggak bisa jemput. Bagus deh buatannya... Remi. “Jadi . ya?” tanya Kugy. “Lho . deh!” sambar Karin.Muka Kugy langsung merah padam. “Ma!” ia memanggil ibunya... “Mendukung apa?” tanya Kugy lagi.” Mulut Kugy menganga.. nggak pa-pa?” Remi balas bertanya.

” Remi akhirnya bicara. sore ini sepertinya akan ditutup oleh hujan.. tell me.. Kok. Dengan lembut. ia tidak tahu apa.. “Kenapa harus ketemu di sini?” tembak Kugy langsung. tangan kanannya menjinjing satu kantong kertas. tangannya mulai mendorong.. Malam pergantian tahun.” Remi susah payah berbicara. Kugy membalik badan. Mengayun Kugy ke depan dan ke belakang tanpa suara..” Kugy berbalik badan... mau mengembalikan sesuatu. Kugy menanggalkan kedua sandalnya..Ia tak akan lupa tempat itu. Remi tak menjawab. Namun.. mengibarkan rok panjang yang ia kenakan. Angin pantai yang hangat berembus meniup kulit. “saya . “Hampir setahun saya kenal kamu. ya. “Gy . “Saya . Wajahnya setengah menunduk. Ia menggandeng tangan Kugy. berlutut di depan Kugy.” Tangannya lalu meraih kantong kertas yang disandarkan di tiang ayunan. Langit tampak digantungi tumpukan awan mendung. Di sanalah segalanya bermula. Kaki Kugy yang tadinya menggantung tahu-tahu menancap kukuh di pasir. please. Cukup lama untuk membuat Kugy tambah curiga dengan semua ini. Gy. Hanya bunyi derit engsel besi ayunan dan bunyi ombak-ombak kecil yang beradu dengan benteng tembok dekat kaki mereka. “Remi . kamu tiba-tiba aja pingin ke sini?” Remi melepaskan pegangannya pada tali ayunan. 425 . Dan ia membisu. Ayunan itu. “Remi ... Kembali. membiarkan telapak kakinya menyentuh pasir. ada apa?” tanya Kugy sekali lagi. perlahan mendudukkannya di atas ayunan. Ayunan itu berhenti mengayun. Remi berjalan ke arahnya dengan senyum samar.. Ada sesuatu yang ganjil dengan ini semua.

“Lalu . Ia hanya bisa menggeleng. “Buku ini harusnya untuk Keenan. Cukup sedetik yang ia butuhkan untuk kembali mengenalinya. “Apakah kamu pernah minta cincin ini dari saya?” Butir kedua.. Sebutir air mata.. Dan Kugy kembali menggeleng. Menembus kebisuan dan kebekuan yang mengunci Kugy. Isak pelan kini berhasil menembus kebisuan dan kebekuan. ini.. dengan teramat halus Remi menggenggam telapak kiri Kugy.. Ia hanya bisa menatap benda satu itu. Gy. “Saya ingin tanya sama kamu.. tapi ternyata tidak. “Kenapa dikembalikan?” tanyanya bingung.. Kugy . 426 . ia tidak berhasil.” ucap Remi.. Mengingat apa yang ia tulis. gerik dan gerak.” Remi menyerahkan selembar amplop putih berisi kartu. Segala sesuatu terasa berhenti bagi Kugy. dan kepada siapa tulisan itu ditujukan. kenapa harus sampai kabur segala?” Segala sesuatu terasa berhenti bersuara bagi Kugy. Sekilas. “Karena .. detak. tempat cincin pemberiannya melingkar. Tercenganglah Kugy saat mengenali buku dongeng pemberiannya. ia mengintip isinya. Sesuatu yang hampir ia lupa. kan?” tanya Remi lembut. kenapa saya yang harus minta supaya kamu mau pakai?” Kugy hampir tak bisa bernapas. Seolah menyentuh boneka porselen.Kugy menerimanya dengan ragu. Detik. “Lalu .. Namun. Kecuali suara Remi yang berbicara padanya sehalus angin. kenapa saya harus meminta untuk bisa kamu kasih?” Sesuatu berhasil bergerak.. Berusaha menekan isaknya sekuat tenaga. “Apakah Keenan pernah meminta buku ini dari kamu?” Kugy bahkan tak bisa menemukan suaranya sendiri. “Kugy .

” Bahu Kugy berguncang tanpa bisa lagi ia tahan. “Saya yang belum .” Remi mengangguk sambil mengusap air mata di pipi Kugy.” ucapnya lagi. saya akan selalu meminta kamu untuk mencintai saya. Gy.Masih dengan kehalusan yang sama. Kejujuran.. di sela isakan dan desakan yang begitu kuat menyesak di dadanya. “Iya..” suara Remi mulai bergetar. Gy.. tapi ....... Hati-hati.. tapi kamu mau memberikan segala-segalanya. Saya yang belum.. “Tapi .. dan ia melangkah pergi. separuh berbisik. “kamu mungkin sudah ketemu. Luhde tampak terkejut melihat kehadiran Keenan yang sudah menunggunya di bale. Dan seolah bergerak bersamasama. Meski segalanya tampak mendung dan murung.” Kugy berkata terengah.. Juni 2003 . sesuatu berhasil mencair di antara mereka. 427 . Remi lalu bangkit. Kebekuan dan kebisuan runtuh sudah. Apa yang lama tak terungkap akhirnya pecah.... kali ini Remi menarik lepas cincin di jari Kugy.. Seolah ia sedang memberi tahu dirinya sendiri. dan Bumi melebur bersamanya. orang itu kan kamu . Dan baru sore inilah Luhde kembali dari Kintamani. aku nggak pernah minta apaapa . tapi. langit pun mulai merintikkan hujan. sejenak mendekap Kugy yang masih terisak. aku . “Kalau nggak begini. Sudah dua malam Keenan tiba di rumah Pak Wayan. Carilah orang yang nggak perlu meminta apa-apa. meretas. Semua yang kamu lakukan adalah karena saya meminta.. kamu kasih semuanya . Ubud.

Namun. Kamu mau?” 428 . Keenan mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres.” katanya lugas. “De.” ucapnya lirih. Wajahnya berseri.. ya. jauh di dalam hatinya. Keenan pun melanjutkan apa yang tak sempat ia ucapkan karena keburu buyar oleh pertanyaan Luhde barusan. Dan ia bergegas pergi. “saya nggak perlu jauh lagi dari kamu. Lama akhirnya ia baru bisa menjawab.Keenan sontak berdiri melihat Luhde. Tak lama. sampai akhirnya . Kenapa Keenan ingin bersama saya?” Keenan tergagap mendengar pertanyaan yang sama sekali tak diduganya. “Saya akan mengurus kepindahan saya pelan-pelan. Saat ia mendongak. saya sudah memilih kamu. seperti mengumpulkan kekuatan. sorot mata itu berubah total. saya ingin kamu ikut ke Jakarta. Luhde hanya berdiri di tempatnya. Luhde kembali... dan setengah mati ia berusaha tetap tegak berdiri. saya akan kembali di sini. siap mendekap. “De. Luhde sudah siap mendengar jawaban itu. Tapi mulai minggu depan.” dengan sumringah Keenan berkata. “Keenan tunggu di sini sebentar. Tersenyum dan mengangguk sopan. Malam ini saya akan pulang dulu ke Jakarta dengan pesawat terakhir. Temani saya dulu di sana. Dalam kebingungannya. Nanti kita kembali ke sini bareng-bareng. “Kamu kenapa. saya akan tinggal lebih lama lagi. Saya akan tinggal lagi di Ubud. “Saya ikut berbahagia.” Senyum Luhde melebar. Namun. Tangannya merentang.” Sekujur tubuh Luhde terasa melunglai.. “Karena .. De?” Luhde menunduk sebentar.” Keenan menangkupkan kedua tangannya di pipi Luhde. “Saya perlu tahu sesuatu. Ada yang perlu saya ambil di kamar.

“Saya tidak siap ikut Keenan. Atau bersama-sama cuma karena menghargai. Dan perlahan kepalanya menggeleng. Mau dibuang ke mana lagi? Konsep ‘buang-buang waktu’ nggak berlaku lagi sekarang. “Saya. Begitu tegar. Luhde hanya tersenyum.” jawabnya lembut. “Keenan cuma buang-buang waktu. tapi tegas. “tolong ambil ini lagi. semua waktu saya sekarang untuk kamu.” “Oke.” ujar Keenan putus asa. yang bisa ia miliki hanyalah pahatan kayu berbentuk hati. Bukan hati yang sebenarnya. Luhde berkata. ingin melepas Keenan pergi. “De. maksud kamu apa? Kamu nggak mau saya di sini?” Dengan runut dan seperti mengurut.. 429 .” Keenan menatap Luhde. sesuatu yang pernah ia minta dan akhirnya diberikan..” “Keenan yang tolong saya. Sesuatu yang pernah ia begitu dambakan. kapan kamu siap? Saya akan nunggu kamu. Namun. karena ia sungguhan tak mengerti. Pahatan berbentuk hati dengan relief gelombang air.” sela Luhde. ya.” kata Keenan lagi. berusaha mengerti apa yang dipancarkan di sana. Apa yang Keenan cari bukan di sini.” Sebuah pahatan kayu sebesar genggaman tangan ia selipkan kembali ke genggaman sang pembuatnya... tolong .Lagi.” sahutnya. “De . Belum pernah ia melihat Luhde begitu tegas. “Keenan lebih baik pulang ke Jakarta. Sebelum kita berdua berontak. Itu jauh lebih berguna. Keenan mengerti?” Kali ini Keenan benar-benar terenyak. “De . melainkan sesuatu yang tidak pernah bisa ia miliki seutuhnya. Senyum itu tak surut dari wajah Luhde. Dan nada itu menegas. “Malam ini saya mau kembali ke Kintamani.. Luhde sadar kini.. Kalau gitu. Semuanya buat kamu.. dan jadi saling benci. Sementara yang sesungguhnya ia damba bukanlah pahatan itu.

” Keenan terdiam. Keenan telah memilih saya.” Kembali senyuman yang sama menghiasi wajah Luhde. “De . saya rela.” Luhde menggenggam tangan Keenan sejenak.Pahit. menggoyangkan kentungan bambu yang tergantung di tepi atap bale. menolak. kalau memang saya harus pergi.. Ia hanya memilih untuk memberikan seonggok kayu berukir. Tubuhnya gemetar halus.. sementara apa yang mendorongnya untuk mengukir tak pernah bisa ia berikan. Keenan mengatupkan matanya erat-erat. Segalanya seperti jalan buntu. kalau Keenan bilang.. maafkan saya .. Tak ada yang dimaafkan. “yang Keenan cari bukan di sini. Ucapan Luhde menyadarkannya. Malam di mana ia membuat pilihan... 430 .. Jadi. Setidaknya kamu sudi untuk sekadar menyimpan barang ini. Luhde tak menjawab.” Keenan tak tahu lagi harus berkata apa. “Saya belajar dari kisah hidup seseorang. Tak ada kesedihan.” bisik Keenan.. Kembali ke malam saat ia mendengar angin berbunyi serupa. Bola matanya berkaca-kaca. selamanya Keenan tidak akan pernah tulus mencintai saya. Sorot matanya jernih bagai mata air. meratap. “tapi . saya sudah kasih ini untuk kamu. Hati dipilih. kenapa?” desaknya. Ia selalu tahu ke mana harus berlabuh. Seiring angin yang bertiup serupa tiupan seruling.. Hanya geraian rambut hitamnya yang melambaikan perpisahan. Keenan baik sekali sudah pernah mau meminjamkan. Ia lalu berbalik pergi. “De . Semua ini terlalu getir untuk ia telan. Karena hati tidak perlu memilih. Tak ada dendam. tolong kasih tahu saya sekali lagi .. Hati tidak pernah memilih. “Bahkan bukan nama saya yang kamu ukir. Hanya seutas senyum hangat yang terus mengembang. Tapi. Terima kasih. Namun. mendadak benaknya terisap ke masa lalu.” desisnya. Tolong. inilah kejujuran.. “De. Keenan menggeleng.

Hati selalu tahu. Bebas. seolah tanpa tujuan. Ke mana pun itu. Sebagian dirinya hancur bersama Luhde. Dan sebagian lagi bahagia tak terhingga untuk Keenan. bersiap menyambut gua kelelawar di bawah sana memuntahkan isi perutnya sejenak lagi. Akhirnya. Dari kejauhan. ia memutuskan untuk pergi bersama angin. Sejenak Keenan menengadah melihat langit pagi yang cerah. 431 . Keenan menyiapkan ranselnya. Tidak di sini.. Diusapnya pelan. Juli 2003 . Jawa Barat. Hari sudah sore saat ia tiba ke tempat ini. Keenan mendapat kesempatan yang tak pernah ia miliki dua puluh tahun yang lalu.. seseorang memandangi mereka berdua. Dan hari ini. Tak ada lagi yang mengikatnya di mana pun. Mendudukkannya di jok depan. Sementara ia duduk di belakang kemudi. dan berserah pada aliran yang membawanya.. Namun. Sebutir air matanya mengalir. Ransel marun berinisial “K” yang ia pakai sejak kuliah. Dan ia pun beranjak dari sana.Keenan berdiri termangu menatap itu semua. Jakarta. Keenan langsung memarkirkan mobilnya di tebing. Kembali untuk yang ketiga kalinya. Juli 2003 . Pak Wayan merasa dirinya terpecah menjadi dua.. Tak ada lagi tempat yang lebih tepat untuk ia kunjungi. Keenan mencicipi penuh arti kebebasan. Tidak di Bali. Kesempatan untuk dipilih cinta. Untuk pertama kalinya. angin selalu bergerak ke satu tempat.

Kugy. “Kata sandi?” Orang itu bertanya pelan. Keenan tersenyum. Tapi kayaknya kita berdua sudah tahu jawabannya. ia bisa di sana selamanya. Mata Keenan memicing. Keenan tak lagi berencana. Mencoba mengenali sosok yang berdiri di atasnya. Tempat ini begitu sepi.Deburan ombak yang berderu dan bertempur di bawah sana menggetarkan sekaligus mendamaikan.” Keenan tersenyum lebar.” “Oke.” “Radar Neptunus. kamu bisa sampai di sini?” tanya Keenan. “Aku juga mau tanya hal yang sama.” “Hah? Keparat?” “Pisang susu. dan terus-menerus mengembang seolah tiada tepi. Hanya alam dan dirinya yang berbaring hingga entah kapan.” “Kok. Orang itu kini ikut berbaring di sebelahnya. langit tak pernah seindah itu. 432 . Lolos. Secerah hatinya yang mendadak merekah. Rasanya. Dan sepanjang ingatan Keenan. pandangannya menggelap. Keenan telentang menghadap angkasa hingga warnanya mulai berubah jingga. “Klapertaart. Pandangannya kembali tak terhalang. Sebuah ransel jatuh tepat di samping kepalanya. Tiba-tiba saja.

Ia sengaja ikut menumpang demi menghanyutkan perahu kertasnya. Suratnya terakhir untuk Neptunus. Tidak ada lagi mimpi.. Selama-lamanya. K&K. Tapi kami memang mau berhenti jadi agen. Kali ini ia ingin melepaskannya di tengah laut. ya. Tidak dari sungai kecil. Karena mimpi itu sudah kami jalani. Tidak ada lagi rahasia. segugus tangan mungil meluncur keluar dari bibir kapal nelayan.EPILOG Hari ini . (dan satu lagi K kecil . Tahunan nggak nulis surat ke markas.. Tidak dari empang. Nus. Di tengah laut biru yang beriak tenang. Sekarang.. Jangan marah.. Tidak dari kali. masih di perut) 433 .

Seseorang sudah berdiri menunggunya dengan tangan terentang.Perahu kertas bergoyang sendirian.. mengantarkan Kugy yang segera berlari turun memecah air. Keenan. . Perahu kertas bergoyang sendirian.. Perlahan ditinggalkan perahu kayu yang bertolak kembali ke bibir pantai. 434 . siap merengkuh lalu mengangkat tubuh mungilnya ke udara.

Saya. Yang pertama adalah penulis tahun ’80-an yang pernah terkenal dengan karya-karyanya di majalah remaja. Yang kedua adalah judul komik Jepang sepanjang 26 seri yang ditulis oleh Yoko Shoji. salah satunya majalah HAI. dan ikut jingkrak kegirangan ketika kakak saya berhasil mengoleksi lengkap cerbung tersebut dan membundelnya jadi satu. yang saat itu sudah hobi menulis. Yang keempat adalah judul film produksi tahun 1994. Keempat-empatnya jelas berbeda satu sama lain dan tersebar dalam rentang waktu yang cukup panjang. jika memang isinya mengikat dan menarik. Namun..“Melajulah Perahu Kertasku . Indigo Girls. Saya masih SD saat membaca cerbung “Ke Gunung Lagi” karya Katyusha di majalah HAI. sebetulnya masih terlalu kecil untuk bisa mengapresiasi isi ceritanya.. Kelincahan dan keluwesan Katyusha menjadi daya tarik utama dari cerbung “Ke Gunung Lagi”. Tapi dalam hidup saya.. akan menjerat 435 . keempatnya bermakna luar biasa. mengikuti dengan setia setiap minggu. Cerita bersambung. dibintangi oleh Winona Ryder dan Ethan Hawke. ada satu faktor lagi yang menjadi candu terkuat bagi saya: formatnya. Namun. dan Reality Bites? Dalam pengertian umum mungkin tak ada. Popcorn.” Apakah kira-kira hubungan antara Katyusha. Namun. ada magnet yang menarik saya untuk membacanya. Yang ketiga adalah duo penyanyi/gitaris perempuan asal Amerika. terdiri dari Emily Saliers dan Amy Ray. keempat-empatnya sama-sama “bertanggung jawab” dalam menghadirkan novel ini ke tangan Anda. yang dikenal luas dengan lagu-lagu berlirik cerdas sekaligus puitis. ataupun serial.

Dan hasilnya? Sebuah adiksi baru.k. Termakan bujuk rayunya. bagaimana kita secara bertahap ikut tumbuh bersama para tokoh dan berempati pada kisah mereka. teman sebangku saya. saya akan menulis kisah dengan format cerbung. penyusunan plot. saya ingin menulis kisah dengan spirit yang serupa. saya lalu mulai mengikuti satu demi satu dari ke-26 buku karya Yoko Shoji itu. saya bertekad dalam hati: satu saat. Saya baru memulai kuliah di Unpar saat saya mendengarkan kaset Indigo Girls untuk pertama kali. Gaya penuturan. meyakinkan saya berulang-ulang bahwa komik Popcorn sangat seru dan wajib dibaca. ditutup dengan helaan napas panjang saat baris terakhir usai kita baca. Album yang saya beli berjudul Swamp Ophelia. menyaksikan mereka bertransformasi dari remaja ingusan sampai menjadi manusia-manusia dewasa. menangis. Dari pengalaman membaca “Ke Gunung Lagi”. plus rasa puas saat penantian panjang kita berakhir. jatuh cinta. Yasep (a.pembacanya dalam sebuah pengalaman adiksi yang menyenangkan. seiring dengan perjalanan para tokohnya. Kedahsyatan lirik lagu Indigo Girls—khususnya lagu-lagu yang diciptakan 436 . Sebagaimana yang ditimbulkan oleh komik-komik Jepang berkualitas dan bergenre sejenis. yang bersamanya saya bisa ikut tumbuh bersama tokoh-tokoh saya. lagi-lagi. sebuah kisah berseri. serta pengembangan drama dalam komik tersebut sangat memukau saya. sensasi yang ditimbulkan oleh rasa penasaran dan menunggu. Waktu SMA. Dari Popcorn. bahagia. patah hati. haru. saya bertekad lagi: suatu saat. Belum lagi debat dan diskusi berjam-jam yang saya habiskan bersama Joshep demi mendiskusikan dan bertukar pengalaman masing-masing saat membaca Popcorn. bersama Popcorn saya hanyut dalam perjalanan bak rollercoaster di mana saya tertawa.a Joshep). Dan.

saat itu hadirlah film yang cukup jadi perbincangan. Sebagai penggemar Winona Ryder. yang berdiri di dua kutub berlawanan dan pada akhirnya harus bertemu di tengah segala kemustahilan.Emily Saliers—berefek kuat bagi saya. Lirik Indigo Girls adalah jenis lirik yang setiap kali kita simak ulang selalu memunculkan lapisan dan makna baru. equal partners in a mystery.” Melalui baris-baris itu. Dan dari sana. dan di album itulah Lisa Loeb muncul perdana dengan lagunya “Stay”. Di Indonesia. Ada banyak lagu mereka yang saya kagumi. Reality Bites mengisahkan tentang pergelutan sarjana-sarjana kemarin sore yang harus menghadapi realitas hidup antara mencari kerja demi eksistensi dan mempertahankan mimpi demi idealisme. Barangkali timing yang tepat karena pada saat itu pun saya sedang jadi mahasiswa. Masih dari bangku kuliah. Setiap dari 437 . Saya merasa terketuk dengan isi film itu. Tipe lirik yang memang saya gemari. Tepatnya. Standing at opposite poles. saya menulis kisah panjang berjudul Perahu Kertas yang terdiri dari sekurang-kurangnya 86. saya merasa cukup terpanggil untuk menonton filmnya. Berikut potongan liriknya: “Maybe that’s all that we need is to meet in the middle of impossibilities. dua baris kalimat. Lebih spesifik lagi. Dewi. Kugy dan Keenan. sebetulnya yang lebih terkenal adalah soundtrack-nya.500 kata. 23 potong kata. yang waktu itu baru mulai serius mencipta lagu sembari berkarier musik bersama trio Rida. ada satu lagu berjudul “Mystery” yang dengan misteriusnya mampu menginspirasi saya untuk menulis. saya pun menciptakan kedua tokoh utama saya. tapi entah mengapa. Sita.

saya 438 . akhirnya saya memang punya pembaca: orang-orang rumah saya sendiri.kita punya mimpi. anak-anak kos. Terpaksa saya mensimulasinya sendiri di dalam benak saya. Dari Reality Bites. berdasarkan bekal inspirasi empat unsur tadi saya mulai menulis sebuah cerita bersambung berjudul “Kugy & Keenan”. saya mengetik dengan tekun lalu mengirimkan hasil print out-nya door to door. Tidak tahu kapan. dan pada akhirnya para pembaca bisa membaca novel saya melalui layar ponsel mereka. punya hobi. racun itu mulai bekerja. Mereka ingin mengonversi buku-buku saya ke dalam format digital. Yang tersisa hanyalah keyakinan bahwa suatu saat saya pasti akan menyelesaikannya. tapi tak semua dari kita berkesempatan untuk menjadikannya profesi. Dalam pembicaraan siang itu. Tahun 1996. Dan benar. Tiba-tiba malah saya yang kemudian ditagih untuk menyetor cerita lanjutan. Menjadi penulis merangkap tukang pos. Seolah-olah saya punya pembaca di luar sana yang menanti kisah demi kisah saya muncul setiap minggunya di sebuah majalah imajiner. diperdagangkan lewat perusahaan telekomunikasi seluler. lalu mencekoki mereka dengan “Kugy & Keenan” secara rutin. Tepat di bab ke-34 dari 40 bab yang direncanakan. dan punya kata hati. saya berhenti. sebuah perusahaan content provider bernama Hypermind menghubungi saya. Dengan bersemangat saya pun menulis dan menulis. Saya mengetuki pintu kamar kakak-kakak saya. saya bertekad ingin bercerita tentang pergelutan yang serupa. tren cerbung sudah memudar dari majalah-majalah remaja. Tahun 2007. Tanpa tahu ramuan persisnya. Bensin saya habis. “Kugy & Keenan” pun memasuki tidur panjang. Dalam arti sebenarnya. Dan. Saat itu. tanpa bisa merunut pasti mata rantai kimiawi yang terjadi.

saya menawarkan pada Hypermind untuk tidak fokus pada buku-buku saya yang sudah ada.tiba-tiba teringat “Kugy & Keenan”. kondisi yang serba kepepet karena deadline yang diminta oleh Hypermind. Tidak. Namun. Saya lalu mencari “markas besar”. saya sama sekali skeptis dengan panduan tersebut. termasuk saya—yang membutuhkan insentif alias pemicu untuk menyelesaikan utang yang begitu lama tertunda. wacky experiment. Nyaris bersamaan dengan itu. mereka pun tertarik. Yang belum ada di pasaran. yakni menulis novel sepanjang 75. Spontan. memublikasikan proses kreatifnya hari per hari lewat blog. Naskah yang terbaring mati suri selama sebelas tahun. Panduan menulis buku dalam waktu 14 hari oleh Steve Manning. Dikelilingi mahasiswi-mahasiswi betulan sebagai tetangga sangatlah membantu saya untuk menghidupkan suasana kemahasiswaan dalam Perahu Kertas. Spontan.500 sekian kata. Sebuah kamar kos di daerah Tubagus Ismail berhasil ditemukan. Saya lantas meresmikan sebuah proyek “bunuh diri”. 439 . Terbiasa menulis novel dalam waktu bulanan bahkan tahunan. atau semacam “kantor” tempat saya bisa menulis tenang tanpa diganggu apa pun. Alhasil. saya dihadiahi sebuah ebook oleh Reza. melainkan naskah yang sama sekali baru. saya pun memutuskan untuk bereksperimen dengan “Kugy & Keenan” dan metode Steve Manning. Saya menuliskannya ulang dari nol. Dan. Tentu saja hal itu menjadi nilai lebih bagi semua pihak. A total. 60 hari bekerja dan novel ini selesai dengan konten 86. saya tidak meneruskan dari bab 34 sebagaimana yang saya tinggalkan sebelas tahun yang lalu. Saya pun memutuskan mengubah judulnya.000 kata dalam waktu 55 hari kerja. dari Kugy & Keenan menjadi Perahu Kertas—menyoroti objek metaforik yang saya rasa lebih cocok menjadi benang merah untuk menjahit potongan kisah di dalamnya.

Di mata saya. dan masih tercatat sebagai novel digital terlaris hingga kini. Perahu Kertas resmi dilansir sebagai novel digital pertama oleh XL. Semoga Anda menikmati Perahu Kertas sebagaimana saya menikmati setiap detik proses penulisannya hingga ia akhirnya “melaju” dalam bentuk kertas dan cetakan tinta.blogspot. Namun. Saya sadar. bagi saya pribadi. setapak ini masih panjang dan berwarna-warni. Ikuti proses kelahiran Perahu Kertas hari per hari di blog: Journal of a 55-days Novel (www. lintas segmen. com). tapi saya memang tidak pernah berminat untuk terperangkap dalam satu lintasan tertentu saja.Pada April 2008. D 440 . prestasi yang lebih besar lagi adalah: inilah salah satu tapak langkah saya untuk menjadi penulis lintas usia.dee-55days. genre maupun karakteristik novel ini barangkali akan menjadi kejutan bagi banyak pembaca saya.

. novel sejenis yang menceritakan tokoh utama ceweknya urakan. para Pembaca . Nggak cuma cerita cinta aja. terharu. 441 . Bandung. tampak standar (temanya: cinta). suasana di Ubud. tapi tidak menjadikan ceritanya penuh dengan detail-detail yang ga perlu.. Jadi semangat lagi. Aku bisa memahami Keenan bahwa Kugy seperti drug baginya. rumah mereka. Rasanya setiap Kugy sedih aku jadi ikut berkacakaca. kadang tertawa sendiri. Lucu. sampai Pantai Ranca Buaya. tapi ada makna supaya setiap orang yakin sama impiannya. kadang membuatku merasa romantis. dan unik. Malah sebaliknya. Dee seakan menciptakan dunia baru bagiku untuk setiap karyanya! Tidak terlalu berat.. Cel: Saya membaca Perahu Kertas lewat Blackberry saya. Jadi ingat sama cita-cita dan khayalan yang belum sempat diwujudkan. Sejak halaman pertama. Sekilas. berkarakter. saya tidak bisa berhenti dan terus membaca sampai bab terakhir. EsdoubLeU: Seru. lukisan-lukisan Keenan.. dan merasa dirinya agen Neptunus? Seolah. gengsi dan citra diri jadi sesuatu yang ga terlalu penting lagi. jadi ingat sama mimpi-mimpi yang tertunda. bercitacita jadi penulis dongeng. Meski latar belakang kotanya banyak (Jakarta.. dan mengharapkan si dia bahagia. cerita Perahu Kertas seperti membuka cakrawala baru. membayangkan kos Kugy dan Keenan. kantor mereka. bahkan menangis . Amazing Fietha: Mbak Dee. Mana ada sih coba.. Stella: I just wanna say that I love your Perahu Kertas... Bali. dan membuat ketagihan. Rieez88: Perahu Kertas membuatku seharian tak menghiraukan hal-hal penting lain yang harus aku lakukan. makasih udah bikin Perahu Kertas. Big applause for Dee yang menyelesaikan cerita luar biasa ini dalam 55++ days . tapi bagi saya. cerita seperti mengalir.Dari Mereka. dan Belanda). I was addicted.. Gaya bahasa yang ringan dan penggambaran yang jelas membuat saya bermain dengan “theatre of mind” saya. Aku terharu banget. Congrats! Clariss: Bagus banget. Had a hard time not to fall in love with Keenan. Ingin rasanya mengejar mimpi itu kembali. yang ada hanyalah kerelaan hati untuk menerima. Ketika cinta ga kesampaian.

Dian: Menarik juga ceritanya. Yoeyha: Ada kesedihan. terus ada Wanda yang naksir Keenan tapi Keenan ga ada minat. Seperti dongeng Kugy.. Seperti lukisan Keenan. Ada jiwa di dalamnya.” That inspires me.Dyah: Suka banget dengan karakter Kugy. ada kegembiraan. Cuma itu yang bisa gue bilang setelah membaca Perahu Kertas. bikin senyum-senyum sendiri. Ada Pasukan Alit.blogspot. tapi untuk urusan masa depan dia rencanakan dengan baik.. Wanda yang cantik sempurna. Cantik.com] 442 . ada kebahagiaan. seperti kelakuan Keshia.. Archrein Kee: This book makes me not giving up. yang membuat Kugy minder karena ada hati sama Keenan. Bagi Anda yang tergerak untuk ikut bersuara. Kugy yang pintar bikin cerita tapi ga bisa gambar. Begitu kuat. Bumbu ceritanya. cuek. Keenan yang pintar melukis tapi ga bisa bikin cerita. Yang udah beli atau nebeng baca nggak bakal nyesel. thanks for giving this spirit. ada kegalauan. jangan tanya. Lainnya. hmm. [Komentar-komentar ini diambil dari blog “Journal of a 55-days Novel”.dee-55days. berkaca-kaca deh mata :) Novel yang mengharukan dan memberikan semangat untuk meraih impian. Perahu Kertas awesome . dech! Pii: Keren.. Keren abies. silakan mampir ke www.. Good story . anak orang kaya... Aku paling suka quote: “berputar menjadi sesuatu yang bukan kita demi menjadi diri kita lagi. By the way. keren. [RICKOFTHETIME]: Perahu Kertas . bercampur dan mengalir menuju Sang Neptunus.

20 Januari 1976. Perahu Kertas adalah karya Dee yang keenam sesudah Supernova: Ksatria. Filosofi Kopi. Dee dan keluarga mungilnya menetap di Jakarta. Kini. Nama Dee juga muncul sebagai peringkat pertama dalam polling nasional “Penulis Perempuan Paling Dikenal di Indonesia” tahun 2009. Novel Perahu Kertas ini sudah lebih dulu dilansir dalam versi digital (WAP) pada April 2008. 443 . Kiprah Dee dalam dunia kepenulisan telah membawanya ke berbagai ajang sastra bergengsi di dalam maupun luar negeri. dan Bintang Jatuh. yang bernama pena Dee. Puteri.Tentang Penulis Dewi Lestari. lahir di Bandung. Kecintaan Dee pada format cerbung dan komik drama serial telah menginspirasinya untuk menuliskan cerita memikat ini. dan Rectoverso. dan kini diterbitkan atas kerja sama antara Truedee Books dan Bentang Pustaka. Naskah yang awalnya ditulis pada 1996 dan sempat “mati suri” selama 11 tahun ini akhirnya ditulis ulang oleh Dee pada akhir 2007. The Most Outstanding Woman 2009 (Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Kantor Berita Antara). Beberapa prestasi dan penghargaan yang baru-baru ini diperolehnya antara lain: Top 88 Most Influential Women in Indonesia (Globe Asia). menjadikan Perahu Kertas sebagai novel pertamanya yang bergenre populer. Supernova: Petir. Supernova: Akar.

Berinteraksilah dengan Dee di: dee-idea.blogspot.com Fanpage: Dewi Lestari ID: deelestari 444 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful