P. 1
Tugas Makalah Arcimedes Baru 4

Tugas Makalah Arcimedes Baru 4

|Views: 1,399|Likes:
Published by Etyka Ningsih

More info:

Published by: Etyka Ningsih on Jun 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/28/2012

pdf

text

original

EKSPERIMEN ARCHIMEDES MAKALAH Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Tugas Mata Kuliah Eksperimen Fisika Dasar I Jurusan

Pendidikan Fisika

Disusun oleh Rahmat Hidayatulloh (1002537) Gumilar Rahmatulloh

JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2010

i

Kata Pengantar
Puji dan syukur saya sampaikan ke hadirat Allah SWT karena berkat petunjuk dan hidayah Nya-lah, akhirnya dapat menyelesaikan tugas penyusunan makalah sebagai tugas Eksperimen Fisika Dasar I Pada kesempatan ini penulis menyampaikan penghargaan dan terimakasih yang tulus kepada semua pihak yang telah membantu dan membimbing penulis dalam menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dengan keterbatasan yang ada dalam menyusun makalah ini, pastilah akan banyak didapati berbagai kelemahan dan kekurangan di dalamnya. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, penulis sangat mengharapkan masukan baik berupa kritik maupun saran tanggapan yang berguna untuk penyempurnaan karya tulis penulis di masa yang akan datang sehingga akan dapat lebih bermanfaat. Semoga Tuhan Yang Maha Esa akan selalu melimpahkan petunjuk, bimbingan dan lindungan-Nya kepada kita semua dalam melaksanakan pendidikan yang akhirnya akan berbuah pengabdian bagi negara dan bangsa

Bandung, Mei 2011

Penyusun

i

................ ISI ............................................ 1........ PENDAHULUAN ................. I..... Tujuan II.... ...... Saran DAFTAR PUSTAKA ....... ................................................................. .... DAFTAR ISI .............................. ........ ................................. ......................................................................... ......... i ii 1 2 4 iii i .......................... Latar Belakang Masalah 2........................... III.................. 1... Simpulan 2.... ............ ......................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR . .. ............... PENUTUP .....

kami bisa mengetahui harga massa jenis zat padat. dengan pengukuran secara konfensional. Apakah yang dimaksud dengan hukum Archimedes? b. Dengan demikian pada kesempatan kali ini kami tertarik untuk meneliti fenomena tersebut melalui percobaan Archimedes. Diantaranya adalah tentang fenomena mengenai massa jenis zat padat dan zat cair.1 Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak lepas dari fenomena fisika. setelah kami menggali lebih banyak lagi mengenai hal itu. 1.BAB I PENDAHULUAN 1.2 Batasan Masalah Pada makalah ini hanya berfokus pada eksperimen hukum Archimedes. 1. kita tidak hanya menentukan massa benda tersebut di udara. ternyata untuk menentukan suatu massa jenis zat padat dan zat cair tidak semudah yang kami bayangkan. Sehingga dengan percobaan tersebut.3 Rumusan Masalah Rumusan masalahnya adalah sebagai berikut: a. dalam hal ini kita menggunakan hukum Archimedes untuk menentukan massa jenis suatu zat tersebut. namun kita juga perlu menentukan massa benda di air. zat cair. Akan tetapi. Oleh karena itu. Bagaimana cara menentukan volume benda dengan menggunakan hukum Archimedes? i . Untuk menentukan massa jenis suatu zat. serta volume bendanya melalui perumusan secara fisis. kemudian membandingkan hasil perhitungan tersebut. Di dunia ini begitu banyak fenomena yang berhubungan dengan fisika. sehingga dapat menentukan massa jenis zat padat dan zat cair. Dimana yang kami ketahui tentang konsep massa jenis hanya sebatas dari definisi massa tiap satu satuan volume.

c. g. menentukan volume benda dengan 1.3 Tujuan Makalah Tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut: a. Untuk meningkatkan pengetahuan pembaca tentang percobaan hukum Archimedes. Mengetahui perbandingan hasil perhitungan hukum Archimedes dengan perhitungan secara konfensional. Bagaimana cara menentukan massa jenis fluida dengan menyelidiki grafik hubungan (W-W¶) dengan volume benda? 1. Bagaimana cara menentukan massa jenis fluida dengan menggunakan hukum Archimedes? d.4 Manfaat Makalah Manfaat yang bisa diambil dari makalah ini adalah a. Untuk memenuhi sebagian tugas Mata Kuliah Eksperimen Fisika Dasar I. Untuk meningkatkan pengetahuan pembaca tentang konsep hukum Archimedes. Untuk mengetahui bagaimana cara menentukan massa jenis fluida dengan menggunakan hukum Archimedes? f. Untuk mengetahui bagaimana menentukan volume benda dengan dengan menyelidiki hubungan grafik W-W¶ = f ( f). Bagaimana menentukan volume benda dengan dengan menyelidiki hubungan grafik W-W¶ = f ( f). Untuk mengetahui tentang konsep hukum Archimedes? c. i . e. b. c. Untuk mengetahui bagaimana cara menentukan massa jenis fluida dengan menyelidiki grafik hubungan (W-W¶) dengan volume benda? h. b. Untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Untuk mengetahui bagaimana cara menggunakan hukum Archimedes? d.

Aerometer 1 buah 2 buah 2 buah 3 buah 3 buah 1 buah 3 buah 4.BAB II PEMBAHASAN Eksperimen Archimedes 1. 9. dan V adalah volume ( m3 ). Jangka sorong 2. adalah massa jenis benda ( kg. Alat dan Bahan 1. Benda padat homogen dan beraturan 7. Berdasarkan element rapat masa pervolume. 2.m3 ). minyak goreng. air. Benda padat dari bahan sejenis (tidak perlu beraturan). Secara umum kita akan menggunakan massa i . Beacker glass 6. ada benda yang homogen dan heterogen. dan gliserin Loop 150 ml 1 buah 3 buah 10. Tujuan Menentukan massa jenis zat padat dan zat cair berdasarkan hukum Archimedes. Lap 3. Neraca Ohaus 3. Dasar Teori Massa jenis sebuah benda adalah suatu harga yang menunjukkan perbandingan antara massa tiap satu satuan volume yang dinyatakan dengan: = Dalam hal ini. Gelas ukur 5. m adalah massa benda ( kg ). 8.

Memperhatikan skala nol alat ukur sebelum digunakan. f adalah massa jenis zat cair dan 4.1.g dengan V adalah volume zat cair yang dipindahkan oleh benda itu dan nilainya sama dengan volume benda yang tercelup dalam zat cair . Besarnya gaya keatas suatu benda yang dicelupkan dalam zat cair dapat dinaytakan dengan : FA = W-W¶ dan gaya keatas itu memenuhi hubungan FA = V. f. Dalam eksperimen ini. 2. Prosedur Percobaan 4. 1. kita akan menentukan massa jenis suatu benda melalui penerapan Hukum Archimmides: setiap benda yang tercelup sebagian atau seluruhnya ke dalam fluida. dan hitung volumenya.jenis rata-rata yang menggambarkan jumlah masssa total benda dibagi dengan jumlah volume total benda. g adalah percepatan gravitasi. perhatikan posisi pengamatan dan hindari kesalahan paralaks. i . tinggi silinder dan kedalaman lubang selinder dengan menggunakan jangka sorong. Melalui pemahaman ini kita akan membandingkan harga massa jenis yang dihitung secara konfensional (hitung massa dan volume) dan yang menggunakan menerapkan hukum Archimides. Gunakan loop agar pengamatan dapat dilakukan lebih cermat. lakukan masing-masing 5 kali pengukuran. Percobaan 1: Menentukan volume selinder berongga. Menentukan volume selinder berongga melalui pengukuran diameter dalam dan diameter luar . akan mendapat gaya ke atas sebesar berat fluida yang dipindahkan oleh benda itu.

gunakan gelas ukur yang berbeda untuk setiap zat cair yang digunakan. yaitu batas skala airometer yang tercelup dalam zat cair . 2. Menggunakan loop bila Anda melihat skala yang ditunjukkan oleh aierometer. Melakukan langkah 1 ± 5 untuk sejumlah zat cair yang tersedia. Mencatat berat silinder di udara dan di dalam zat cair. Membersihkan semua alat yang telah digunakan. 4. Memasukkan zat cair dalam gelas ukur. Megukur massa jenis tiap zat cair yang tersedia dengan menggunakan airometer. 3. Mengukur massa jenis air dengan menggunakan airometer untuk satu kali pengukuran. 4. 6. 5. i . Menimbang massa benda di udara dan di dalam zat cair. Menimbang berat silinder tersebut di udara dan di dalam zat cair (5 kali pengukuran). Membersihkan semua alat yang telah dipergunakan. 6. 7. 5.2. Mengguunakan loop bila kurang jelas melihat skala yang ditunjukkan oleh neraca pegas. Membersihkan airometer setelah digunakan pada setiap gelas dengan zat cair yang berbeda. Membandingkan nilai massa jenis yang diperoleh melalui penerapan hukum Archimedes dan menggunakan airometer 7. 8. 4. Menertukan volume benda dengan menggunakan jangka sorong. Membandingkan volume selinder melalui dua cara pengukuran di atas. Membersihkan benda dan gunakan beacker glass yang berbeda untuk setiap zat cair yang berbeda. gunakan loop agar pengamatan tampak lebih jelas. Percobaan 2 : Menentukan massa jenis zat cair melalui hukum Archimedes 1.3. perhatikan skala nol neraca ohauss sebelum digunakan.

000 1.000 2.490 2.480 2.3.00 : (26.480 i . lakukan 5 kali pengukuran.500 : (68.5000 Kedalaman (h 0. Percobaan 3 : Menentukan massa jenis fluida dengan menyelidiki hubungan antara (W-W¶) dan volume benda.25) cmHg 0.005) cm (t 0.435 1.005) gram 94.000 1.25) ºC 0.890 Mfluida (m¶ 0.005) cm 2. Dengan menggunakan jangka sorong.400 83.25) cmHg g Percobaan 1 : Menentukan volume silinder berongga No (Dd 0.005)gram 83.485 2.005) cm (Dl 0.80 m/s 2 Suhu Awal Suhu Akhir Tekanan Awal Tekanan Akhir : (26.5000 2.430 1.005) cm 1.400 0.5000 2.25) ºC 0.900 94.435 Mudara (m 0. 2.390 83.000 1. 1. Mengukur massa jenis fluida dengan menggunakan airometer.00 : (68. 4. Menyediakan macam-macam benda homogen yang bentuknya berbeda-beda tapi terbuat dari jenis bahan yang sama (anggap -nya sama).400 1 2 3 4 1.5000 2.430 1.920 94. menentukan masing-masing volume dari benda yang akan dipergunakan.410 83. 3.910 94. Data Hasil Percobaan : 9. Menimbang berat benda di udara (W) dan dalam zat cair (W¶). 5.

55 17.400 79.5 1.890 83.000 1.004 4 5 1 2.920 Massa di fluida (m¶ 0.9960 1.40 59.490 2.005)cm 1.430 94.0025) gr cm-3 0.95 67.480 ( 0.005)cm 2.900 94.005)gram 1 2 Kubus (s 0.45 67.45 59.2000 0.5000 1.000 Silinder kecil 67.910 94.9100 Massa di udara (m 0.000 (Dl 0.40 i .005)gram 94.002)cm 67.996 0.700 84.005)gram 83.960 3 2.005)gram Massa di fluida (m¶ 0.480 2.000 1.000 2.45 67.485 2.40 19.cm-3 No Jenis Benda Massa di udara (m 0.60 1.W¶ ) dengan volume benda Massa jenis air ( 0.40 59.45 59.55 59.070 1 2 3 Air Gliserin Minyak Percobaan 3 : Menentukan massa jenis fluida dengan menyelidiki hubungan antara ( W.001 ) gram.410 Percobaan 2 : Menentukan massa jenis zat cair melalui Hukum Archimedes No Jenis Fluida Jenis Benda Silinder Berongga (Dd 0.

000 cm 2.002) 0.00 74.500 Silinder Besar 0.00 1.119 12.064 1.002) 3.500 83.50 17.98 3.444 1.002 ) (d 0.940 5 1.000 1.005) 0.51 17.002 ) cm (d 0. Pengolahan Data | Vtotal (Dd (Dl (t 0.123 1.25 74.060 0.87 0.65 17.944 10.005) cm 2.480 2.500 74.98 3.005) cm 1 2 3 4 5 1.121 6.925 |VtotalVrerata| cm3 0.168 12.435 1.993 10.430 1.000 1.490 2.05 74.123 total cm3 11.430 1.947 10.480 2.844 19.95 83.90 83.045 10.90 83.485 2.996 54.126 1.940 6.00 74.000 1.123 1.430 Volume silinder cm3 12.5000 2.5000 Kedalaman (h 0.681 0.2 3 (t 0.041 0.910 No 0.480 Jumlah i .5000 2.000 5 3.008 0.126 1.070 12.90 17.435 1.119 Volume Volume rongga cm3 1.830 19.600 0.005) cm 1.038 0.5000 2.91 0.52 3.040 4 3.011 Vrerata|2 cm3 X 10-3 3.95 19.000 1 2 3 4 1.960 (t 19.000 1.846 83.070 12.5000 2.

81732 0.11280 0.11260 0.900 x 10-4 N Gaya Archimedesnya adalah ( 0.Rerata 10. Jadi volume benda yang menggunakan jangka sorong adalah V = ( 10.985 1.08341 Fa (W N 0.93022 0.08340 0.000 9.000 16.11250 0.09492 0.93002 0.92992 0.000 1.000 2.000 1.000 |Fa .11270   W(N) 0.81722 0.08341 0.09490 0.81732 0.000 4.986 dengan presisi kesalahan  x 100% = 1.005)kg 0.81742 0.86 cm3 0. volume benda dengan hukum Archimedes adalah i .200 ¨Fa =    = = 0.382 Percobaan 1 : Menentukan volume silinder berongga V=   Ketidakpastiannya = ¨V =   = = 0.000 1.11270 0.09489 0.000 1.81742 W¶) |Fa-Fa| X 10-4 N 1.11260 0.Fa|2 X 10-8 N 1.09491 0.09489 (m 0.9 x 10-4 ) N Maka.000 3.000 3.56350 0.005 )kg 1 2 3 4 5 0.08340 0.69% # Volume benda dengan menggunakan Hukum Archimedes No (m 0.92992 Jumlah Rerata W¶ (N ) 0.11300 0.186 ) cm3.93012 0.08339 0.

Fa = V f g V=      V= = 11.343 x 10-3 cm3 i .55 cm3 Ketidakpastiannya adalah ˜v = ( )d f+ ( ) dFa V= ˜v = ˜v = =_ = =| | +| | = ]2 + ]2  = ]2 +     ]2   = = = 1.55 x 10-6 m3 = 11.

55 cm3.1063 Jenis Benda fluida 0.55 x 10-6 m3 = 11.0000 0.1127 0.001%.8173 0.9300 0.000 0.370 kg/m3 i . 1.9301 W¶ ( N ) 0. perumusannya adalah F = W ± W¶ f g V = W ± W¶ f =  Massa jenis air  air =     = 995.0000 1370.Maka volume benda dengan menggunakan hukum Archimedes adalah (11.34 x 10-3) Percobaan 2 : Menentukan massa jenis zat cair melalui Hukum Archimedes Jenis Fluida Air Gliserin Minyak Silinder Berongga 3 910.7811 (W W¶ ) N 996.1490 Vbenda = f Vb g  Vb =    = 11.8239 0.0025 3 No 1 2 kg/m W(N) 0.9302 0.55 cm3 Massa jenis benda.671 kg/m3 Massa jenis gliserin gliserin =     = 1316. dengan presisi kesalahan sebesar 0.

2 x 10-4 x 10-3 = 0.Massa jenis minyak minyak =     = 939. dengan presisi kesalahan sebesar x 100% = 23.51 ± 2.25 x 10-4  Volume benda = =    = 10.128 kg/m3 Grafik hubungan W-W¶ = f ( f) 1=       x 10-3 =1.97% i .52) x 10 -6 m3.51 x 10 -6 m3 = 2.51 x 10-6 m3 ¨v = xV=   x 10.5 x 10-4 =0  2= 1± 3| rerata =  = 0.7 x 10-4 x 10-3 =1.52 x 10-6 m3 Maka volume benda yang diperoleh dari grafik hubungan W ± W¶ = f ( f) adalah ( 10.2 x 10-4   2=   3=     rerata = = 1.03 x 10-4 2| ¨ ¨ ¨ 1= | | 1- = 0.

583 0.725 W-W.195 0.582 0.196 Silinder Kecil 0.823 y Volume kubus V = r3 = (1.660 0.023 0.196 0.097 0.840 cm i .097 0.174 0.822 Silinder Besar 0.173 0.584 0.W¶ ) dengan volume benda No 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Jenis Benda W(N) 0.584 0.077 0.077 N y Volume silinder kecil trerata = 3.023 0.661 0.077 0.726 0.172 0.172 0.728 0.822 0.023 0.857 cm3 (W-W¶)rerata = 0.077 0.172 0.823 0.988)3 = 7.098 Kubus 0. ( N ) 0.097 0.660 0.725 0.661 W¶ ( N ) 0.022 0.195 0.823 0.582 0.195 0.077 0.023 0.077 0.095 0.725 0.013 cm drerata = 0.661 0.Percobaan 3 : Menentukan massa jenis fluida dengan menyelidiki hubungan antara ( W.

V= =  = 1.33 x 102 12| 1=     1= rerata = ¨ ¨ 1= | | = 0.12 kg/m3 ¨ air = x air i .669 cm3 (W-W¶)rerata = 0.49 x 104 = 0.752 cm3 (W-W¶)rerata = 0.023 N y Volume silinder besar trerata = 1.46 x 104 air =  =  = = 891.89 x 104 x 104 = 0.097 N Grafik hubungan W-W¶ dengan volume benda 1=   x 104 = 0.95 cm drerata = 3.33 x 104 x 104 = 87.44 x 104  2= 1± 3| ¨ rerata =   = 0.50 cm V=  = = 18.40 x 104 x 104 = 1.

34 x 10-3 ) cm3.68 %.12 kg/m3 = 463.001) 0.986 dengan presisi kesalahan sebesar 1. Adanya faktor pembulatan dalam perhitungan.01%. yaitu: Kalibrasi neraca ohauss yang kurang tepat ( tidak tepat dalam posisi nol ) Kesalahan paralaks dalam membaca alat ukur. Dari hasil di atas dapat dilihat bahwa pengukuran volume dengan kedua metode menunjukan angka yang berbeda. Perbedaan hasil pengukuran di atas.0025 ) 3 Dengan Hukum Archimedes ( kg/m3 ) 996.0000 0. Dari hasil percobaan 2.diperoleh sebagai berikut : a.55 dengan presisi kesalahan sebesar 0. yaitu menentukan massa jenis zat cair melalui hukum Archimedes. Bentuk silinder tidak tepat bulat sempurna. 7. data yang diperoleh adalah sebagai berikut: 1.46 ) x 104 kg/m3. Analisis Data Dari hasil eksperimen di atas.000 ( 1370. namun kalau kita amati. 0.38 kg/m3 Jadi massa jenis air dengan perumusan di atas diperoleh sebesar ( 0.=     x 891. Dengan menggunakan jangka sorong V = ( 10. diantaranya disebabkan oleh beberapa factor. 0. pada percobaan 1 unntuk menentukan volume benda.69 %.89 dengan presisi kesalahan sebesar 51. sehingga memengaruhi massa jenis zat cair. Adanya pengaruh suhu dan tekanan dalam zat air.000 1316. perbedaannnya tidak terlalu signifikan. Dengan menggunakan hukum Archimedes V = ( 11.370 i .186 ) cm3 No 1 2 Jenis Fluida Air Gliserin Dengan Aerometer ( kg/m ) ( 996. b.

Adanya faktor pembulatan dalam perhitungan.diperoleh massa jenis air sebesar ( 0. Namun kalau kita cermati. Kesalahan dalam penggambaran grafik. kita juga bias menentukan harga volume benda yang digunakan. namun faktor paling berpengaruh menurut saya adalah dimana percobaan ini hanya 1 kali. Berdasarkan grafik di atas diperoleh besar volume benda.0000 0. Kalibrasi neraca ohauss yang kurang tepat ( todak tepat nol ). menentukan massa jenis fluida dengan menyelidiki hubungan antara W±W¶ dan volume bemda. sehingga dalam menggambar grafik hanya ada 3 titik.001) kg/m3 memang berbeda. Kalibrasi neraca ohauss yang kurang tepat (tidak tepat nol). yaitu dengan cara menggunakan grafik hubungan (W ± W¶).1280 Berdasarkan tabel di atas. dengan presisi kesalahan sebesar 51. Perbedaan ini disebabkan oleh faktor ± faktor yang dijelaskan sebelumnya. Akan tetapi kalau kita analisis lebih lanjut. Begitu pula presisi kesalahannya juga signifikan. Karena faktor ± faktor kesalahannya cenderung lebih kecil.51 2.46 ) x 103 kg/m3. ini diantarnya disebabkan oleh beberapa faktor: Kesalahan paralaks dalam membaca alat ukur.68%. tetapi perbedaannya tidak begitu signifikan.99 X 10-6 m3. Kalau kita bandingkan dengan volume benda dengan jangka sorong ( 10. yaitu sebesar (10.52) X 10-6 m3. perbedaannya tidak begitu signifikan masih di bawah 5%. dll. Dari perbedaan tersebut.97%. i . kalau kita bandingkan terdapat perbedaan besar massa jenis dengan pengukuran aerometer dan menggunakan hukum Archimedes. dll. Sedangkan dari hasil percobaan 3. Pada percobaan 2.000 0. Adanya faktor pembulatan dalam perhitungan. perbedaan itu mungkin disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya: Kesalahan paralaks dalam membaca alat ukur.0025 ) 939. Memang berbeda. dengan presisi kesalahan sebesar 23. Terlalu terburu-buru dalam pengamatan. maka kurang akurat dalam menggambarkannya.89 ± 0.3 Minyak ( 910. Kalau kita bandingkan dengan hasil pengukuran massa jenis air dengan aerometer sebesar (996. maka alangkah baiknya kita menggunakan data dari hasil pengukuran dengan aerometer.

8.370) Kg/m3 : (939.Dari berbagai faktor di atas yang menurut saya paling signifikan pengaruhnya adalah penggambaran grafik.463) x 103 Massa jenis fluida (air) dengan menggunakan Aerometer: (996.186) 1. Maka dalam penganbilan 2 titik inilah yang sangat memengaruhi nilai tan .671) Kg/m3 : (1316. sehingga memengaruhi pula terhadap besar massa jenis yang diperoleh dan angka ketidakpastiannya.34 x 10-3 ) Percobaan 2 Massa jenis zat cair dengan menggunakan Aerometer: Air Gliserin Minyak : (996 0.891 Kg/m3 i . Kesimpulan Percobaan 1 Volume silinder berongga dengan menggunakan jangka sorong: V = (10. Sebab 1 titik yang lain letaknya kalau dihubungkan masing-masing satu sama lain tidak linear.001) Kg/m3 0.0025) Kg/m3 0.986 cm3 .0000 : (910. Karena disini hanya ada 3 titik. Sehingga nilai tan yang didapat sangat berpengaruh dari menghubungkan ke 2 titik tersebut.001) Kg/m3 0.55 cm3 0.0025) Kg/m3 : (1370.128) Kg/m3 Percobaan 3 0.000 Massa jenis fluida dengan menggunakan Hukum Archimedes: (0.0000 Massa jenis zat cair dengan menggunakan Hukum Arcimedes: Air Gliserin Minyak : ( 995. Volume silinder dengan menggunakan Hukum Archimedes: V = (11.

jilid 1 ( Terjemahan Pantur Silaban Ph.D). Edisi ketiga. Daftar Pustaka Halliday & Resnick. Fisika. Jakarta: Erlangga. i . 1978.9.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->