A.

Prosedur Permohonan Pailit ke Pengadilan Niaga Undang-Undang Kepailitan membentuk suatu peradilan khusus yang berwenang menangani perkara kepailitan, yaitu Pengadilan Niaga. Kedudukan Pengadilan Niaga berada di lingkungan Peradilan Umum. Pembentukan peradilan khusus ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah kepailitan secara cepat dan efektif. Proses permohonan putusan pernyataan pailit diatur dalam Pasal 6 sampai dengan Pasal 11 Undang-Undang Kepailitan. Prosesnya dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Pendaftaran Permohonan Kepailitan Permohonan pernyataan pailit hanya dapat diajukan atas permintaan seorang atau lebih para subjek pemohon yang berwenang sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Undang -Undang Kepailitan. Permohonan ini ditujukan kepada Ketua Pengadilan Niaga yang daerah hukumnya meliputi daerah tempat kedudukan hukum Debitor. Hal ini diatur dalam Pasal 3 Undang-Undang Kepailitan tentang kompetensi relatif Pengadilan Niaga, yaitu a. Dalam hal Debitor telah meninggalkan wilayah Negara Republik Indonesia, Pengadilan yang berwenang menjatuhkan putusan atas permohonan pernyataan pailit adalah Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan hukum terakhir Debitor. b. Apabila Debitor adalah pesero suatu firma, Pengadilan yang daerah hukumnya m eliputi tempat kedudukan hukum firma tersebut juga berwenang memutuskan. c. Bagi debitur yang tidak berkedudukan di wilayah negara Republik Indonesia tetapi menjalankan profesi atau usahanya di wilayah negara Republik Indonesia, Pengadilan yang berwenang memutuskan adalah Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan atau kantor pusat Debitor menjalankan profesi atau usahanya di wilayah Negara Republik Indonesia. d. Dalam hal Debitor merupakan badan hukum, tempat kedudukan hukumnya adalah sebaga imana dimaksud dalam anggaran dasarnya. Pemohon juga harus menyertakan berkas-berkas yang menjadi syarat-syarat pengajuan, antara lain : a. Surat permohonan bermaterai yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Niaga. b. Kartu Advokat. c. Bukti yang menunjukkan adanya perikatan (perjanjian jual beli, hutang piutang, putusan pengadilan, commercial paper, faktur, kwitansi, dan lain lain. d. Surat Kuasa Khusus. e. Tanda Daftar Perusahaan yang dilegalisir oleh kantor perdagangan. f. Perincian hutang yang tidak dibayar. g. Terjemahan dalam bahasa Indonesia oleh penterjemah resmi (disumpah), jika menyangkut bahasa asing. h. Nama dan alamat masing masing kreditur / debitur. Sistematika surat permohonan pernyataan pailit pada dasarnya sama dengan surat gugatan biasa , hanya saja dalam kepailitan perlu ditambahkan pengangkatan kurator dan hakim pengawas. Surat permohonan setidaknya memuat hal-hal sebagai berikut : a Tempat dan tanggal permohonan b Alamat Pengadilan Niaga yang berwenang c Identitas Pemohon dan kuasanya d Identitas Termohon e Posita (uraian alasan permohonan), berisi : i). uraian fakta , selain mengemukakan urutan peristiwa yang mendasar sebisa mungkin juga diuraikan secara jelas unsur-unsur yang memenuhi kepailitan seperti yang tertuang dalam Pasal 2 UUK, misalnya :

lembar kedua untuk dilampirkan dalam berkas permohonan. mengangkat dan menunjuk kurator v). menyatakan termohon dalam keadaan pailit dengan segala akibat hukumnya. berisi permohonan sbb: i). bila ada iii). perlunya sita jaminan. 2. lembar ketiga untuk kasir. dengan dijelaskan supaya melengkapi surat -surat sesuai dengan kekurangan yang tercantum dalam formulir kelengkapan berkas permohonan (check-list). perlu kedua pihak yang bersengketa dibantu oleh seorang atau beberapa ahli yang memiliki kemampuan teknis. atau pihak yang berwenang. tanggal penyerahan permohonan. Kasir setelah menerima pembayaran menandatangani. Setelah proses pembayaran panjar biaya perkara selesai. menyatakan sah dan berharga sita jaminan. tidak diperlukan advokat. menunjuk hakim pengawas vi). Berkas perkara yang telah lengkap dibuatkan SKUM (Surat Kuasa Untuk Membayar) dalam rangkap tiga : a. debitor. ii). menghukum termohon untuk membayar biaya perkara g Tanda tangan kuasa hukum pemohon. Badan Pengawas Pasar Modal. Penyampaian kepada Ketua Pengadilan Berkas permohonan yang diterima oleh Panitera Muda Perdata dapat dibuatkan tanda terima sementara. nama pemohon. agar segala sesuatunya berjalan dengan layak dan wajar. dan Menteri Ke uangan. c. ii). bila dimohonkan iv). Berkas permohonan yang belum lengkap dikembalikan pada penasehat hukum. Setelah menerima pendafaran tersebut Panitera Pengadilan kemudian mendaftarkan permohona n pernyataan kepailitan pada tanggal permohonan dan kepada pemohon diberikan tanda terima tertulis yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang dengan tanggal yang sama dengan tanggal pendaftaran. Adapun dasar yang menjadi pertimbangan ketentuan tersebut adalah bahwa di dalam suatu proses kepailitan dimana memerlukan pengetahuan tentang hukum dan kecakapan teknis. Biaya perkara di Pengadilan Niaga besarnya ditentukan sesuai dengan Surat Keputusan Ketua Pengadilan Niaga. mengabulkan permohonan pemohon. b. dalam hal berkas perkara belum selesai diteliti. Pemeriksaan persyaratan serta kelengkapan permohonan dilakukan dengan cara memberikan tanda pada formulir (check-list) sehingga apabila ada kekurangan langsung dapat terlihat. nama Penasehat Hukum yang menyerahkan. apabila permohonan pernyataan pailit diajukan oleh Bank Indonesia. tanggal kembali ke Pengadilan. Hal yang perlu diingat oleh pemohon ialah bahwa Permohon pernyataan an pailit yang diajukan sendiri oleh kreditor ataupun debitor sendiri wajib memakai advokat yang memiliki izin praktik beracara. petugas mencatat data data dan memberi nomor . Panjar biaya perkara dibayar kepada kasir. lembar pertama untuk pemohon. membubuhkan cap stempel lunas pada SKUM dan sekaligus mencantumkan nomor perkara baik pada SKUM maupun pada lembar pertama surat permohonan. tentang adanya kreditor lain. iii). perlunya pengangkatan Hakim Pengawas f Petitum (tututan hukum). berupa formulir yang diisi nomor permohonan.tentang adanya utang yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih kedudukan pemohon sebagai kreditor. Namun. perlunya pengangkatan kurator iv).

dapat mengajukan-nya lagi sebagai perkara baru. Hal ini dilakukan jika terdapat keraguan bahwa persyaratan untuk dinyatakan pailit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) telah terpenuhi atau tidak. instrumen actio pauliana ini jauh lebih rumit dan dalam praktik belum pernah ada gugatan actio pauliana yang dikabulkan hakim. Penetapan hari sidang Berdasarkan Pasal 6 ayat (5) UUK. pengalihan. hanya saja proses beracara di Pengadilan Niaga hanya berlaku dengan tulisan atau surat (schiftelijke procedure). Untuk menentukan nomor perkara kasasi dan perkara Peninjauankembali. Acara dengan surat berarti bahwa pemeriksaan perkara pada pokoknya berjalan dengan tulisan. dalam hal permohonan pernyataan pailit diajukan oleh Kreditor. Ratio legis (logika ketentuan) dari norma ini adalah agar dalam proses kepailitan sebelum putusan dijatuhkan harta yang dimiliki debitor pailit tidak dialihkan atau ditransaksikan. maka perkara dinyatakan gugur. Pengadilan Niaga dalam permohonan kepailitan . Selama putusan atas permohonan pernyataan pailit belum diucapkan. Bank Indonesia. Dalam persidangan ini pemohon harus hadir. atau b. Pengadilan dapat menunda penyelenggaraan sidang tersebut sampai dengan paling lambat 25 (dua puluh lima) hari setelah tanggal permohonan didaftarkan. sedangkan apabila permohonan diajukan oleh debitor pengadilan dapat memanggil kreditor. padahal panggilan telah disampaikan secara sah (patut). Pada sidang pemeriksaan tersebut pengadilan wajib memanggil Debitor. kedua belah pihak mendapat kesempatan juga untuk menerangkan kedudukannya de ngan lisan. sehingga kemungkinan jika dialihkan atau ditransaksikan bisa merugikan kreditor nantinya. Pengadilan paling lambat 3 (tiga) hari setelah tanggal permohonan pernyataan pailit didaftarkan wajib mempelajari permohonan dan menetapkan hari sidang. Badan Pengawas Pasar Modal. Cara menentukan nomor perkara didasarkan pada tata urutan penerimaan panjar biaya perkara. Dalam hukum kepailitan memang dikenal instrumen hukum yang namanya actio pauliana. Bapepam. meletakkan sita jaminan terhadap sebagian atau seluruh kekayaan debitor . kejaksaan. Sidang Pemeriksaan Sidang pertama pemeriksaan atas permohonan pernyataan pailit diselenggarakan dalam jangka waktu paling lambat 20 (dua puluh) hari setelah tanggal permohonan didaftarkan. digunakan nomor perkara awal (nomor pendaftaran pada saat diajukan pada Pengadilan Niaga). atau Menteri Keuangan dapat mengajukan permohonan kepada pengadilan untuk : a.perkara. Panitera selanjutnya paling lambat 2 (dua) hari setelah tanggal permohonan didaftarkan harus menyampaikan permohonan tersebut kepada Ketua Pengadilan sebagaimana diatur dalam Pasal 6 ayat (4) UUK. Kejaksaan. yakni suatu gugatan pembatalan atas transaksi yang dilakukan oleh debitor pailit yang merugikan kreditor. Apabila Pemohon menghendaki. atau Menteri Keuangan. setiap kreditor. 3. menunjuk kurator sementara untuk mengawasi : 1) pengelolaan usaha debitor. Akan tetapi. Namun. Sidang ini selanjutnya berjalan sebagaimana proses beracara perdata biasa. atau pengagunan kekayaan debitor yang dalam kepailitan merupakan wewenang kurator Pengadilan hanya dapat mengabulkan permohonan tersebut apabila hal tersebut diperlukanguna melindungi kepentingan kreditor. dan 2) pembayaran kepada debitor. Jika Termohon tidak datang dan tidak ada bukti bahwa panggilan telah disampaikan kepada Termohon maka sidang harus diundur dan Pengadilan harus melakukan panggilan lagi kepada Termohon. Penundaan ini atas permohonan debitor dan harus disertai alasan yang cukup. 4. Apabila dalam sidang pertama Pemohon tidak hadir. Bank Indonesia. Menurut Pasal 6 ayat (7) UUK. Pemanggilan oleh pengadilan ini dilakukan paling paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum sidang pertama pemeriksaan dilaksanakan.

putusan pengadilan atas permohonan pernyataan pailit harus diucapkan paling lambat 60 (enam puluh) hari setelah tanggal permohonan pernyataan pailit didaftarkan. dan pertimbangan hukum dan pendapat yang berbeda dari hakim anggota atau ketua majelis (dissenting opinion). Salinan putusan Pengadilan selanjutnya wajib disampaikan oleh juru sita dengan surat kilat tercatat kepada Debitor. Tentang Pertimbangan Hukumnya f. . Tentang duduk perkaranya e. Kurator. 5. Secara umum isi dan sistematika putusan juga sama dengan putusan pada perkara perdata yang meliputi : a. lebih cepatnya waktu pemeriksaan perkara di Pengadilan Niaga antara lain dipengaruhi oleh sistem pembuktian yang dianut. yaitu bersifat sederhana atau pembuktian secara sumir. adanya kreditor yang lebih dari satu serta adanya fakta bahwa debitor atau termohon pailit telah tidak membayar utangnya. Undang-Undang Kepailitan mewajibkan kurator untuk melaksanakan segala tugas dan kewenangannya untuk mengurus dan atau membereskan harta pailit terhitung sejak putusan pernyataan pailit ditetapkan. Pembuktian hanya meliputi syarat untuk dapat dipailitkan yaitu. maka hakim dapat menyatakan bahwa kasus itu bukan kewenangan Pengadilan Niaga. dan Hakim Pengawas paling lambat 3 (tiga) hari setelah tanggal putusan atas permohonan pernyataan pailit diucapkan. Inilah yang membedakan antara Pengadilan Niaga dan Peradilan umum dimana Hakim diberi batasan waktu untuk menyelesaikan perkara. serta termohon pailit dan kuasa hukumnya d. meskipun terhadap putusan tersebut masih diajukan upaya hukum atau putusan tersebut bersifat serta merta. adanya utang yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih. ini dapat dilihat dalam ketentuan Pasal 8 ayat (4) Undang-Undang Kepailitan. Pemeriksaan perkara kepailitan di Pengadilan Niaga berlangsung lebih cepat. Selain itu. Semua kegiatan pengurusan dan pemberesan oleh kurator yang telah dilakukan terhitung sejak putusan kepailitan dijatuhkan hingga putusan tersebut dibatalkan. Putusan Hakim Menurut Pasal 8 ayat (5). Majelis hakim dalam menjatuhkan putusan harus memuat pasal tertentu dari peraturan perundang-undangan yang bersangkutan dan/atau sumber hukum tak tertulis yang dijadikan dasar untuk mengadili. Sifat pembuktian yang sederhana dapat digunakan hakim niaga sebagai alasan untuk menolak permohonan pailit yang diajukan kepadanya. Nomor putusan b. pihak yang mengajukan permohonan pernyataan pailit. hal ini dikarenakan Undang-Undang Kepailitan memberikan batasan waktu proses kepailitan. Kepala putusan Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa c. Amar Putusan g. Hakim dapat menyatakan bahwa perkara yang diajukan itu adalah perkara perdata biasa. Permohonan pernyataan pailit harus dikabulkan apabila terdapat fakta yang terbukti secara sederhana bahwa pernyataan untuk dinyatakan pailit telah terpenuhi. Meskipun putusan pailit tersebut di kemudian hari dibatalkan oleh suatu putusan yang secara hierarkhi lebih tinggi.menganut sistem pembuktian sederhana sebagaimana diatur dalam Pasal 8 ayat (4)UUK. putusan atas permohonan pernyataan pailit di Pengadilan Niaga dapat dilaksanakan lebih dahulu. Jika suatu perkara dikategorikan hakim niaga sebagai perkara yang pembuktiannya berbelit-belit. tetap dinyatakan sah oleh undang-undang. Tanda tangan Majelis Hakim dan Panitera Perlu diketahui bahwa menurut Pasal 8 ayat (7) Undang-Undang Kepailitan. Identitas pemohon pailit dan kuasa hukumnya. Putusan atas permohonan pernyataan pailit diucapkan dalam sidang yang terbuka untuk umum.

ada tiga jenis kekayaan debitor yang tidak termasuk ke dalam harta pailit. 2. Harta tersebut pengurusannya beralih ke tangan kurator. juga bahwasannya putusan pernyataan pailit tidak mengakibatkan debitor kehilangan kecakapannya untuk melakukan perbuatan hukum (volkomen handelingsbevoegd) pada umumnya. uang yang diberikan kepada Debitor untuk memenuhi suatu kewajiban memberi nafkah menurut undang-undang. yang terdapat di tempat itu. uang tunggu atau uang tunjangan. Debitor demi hukum kehilangan haknya untuk menguasai dan mengurus kekayaannya yang termasuk dalam harta pailit. diperlakukan sebagai kepailitan persatuan harta tersebut. Akibat Hukum Pernyataan Pailit Suatu Putusan Pernyataan pailit mengubah status hukum debitor menjadi tidak cakap untuk melakukan perbuatan hukum. perlengkapannya.B. 3. Kewenangan debitor itu selanjutnya diambil alih oleh kurator yang diangkat oleh pengadilan. sejauh yang ditentukan oleh Hakim Pengawas. Namun apabila perikatan itu merugikan. Sebagaimana telah disebutkan di atas tadi bahwa dengan dikeluarkannya putusan pernyataan pailit tersebut. tetapi hanya kehilangan kewenangannya untuk mengurus dan mengalihkan harta kekayaannya saja. Hibah yang dilakukan Debitor dapat dimintakan pembatalan kepada Pengadilan. debitor terhitung sejak pukul 00. dengan diawasi oleh .maka kerugian sepenuhnya di anggung oleh t debitor secara pribadi. tidak semua harta kekayaan debitor dalam disita dalam kepailitan. Pasal 22 UUK menyebutkan. benda. Harta pailit diurus dan dikuasai kurator untuk kepentingan semua para kreditor dan debitor dengan pengawasan dari Hakim pengawas 4.atau perikatan itu dapat dimintakan pembatalan. Tuntutan dan gugatan mengenai hak dan kewajiban harta pailit harus diajukan oleh atau terhadap kurator.00 waktu setempat demi hukum kehilangan haknya untuk menguasai dan mengurus kekayaannya yang termasuk dalam harta pa Namun. Perikatan selama kepailitan yang dilakukan debitor. pensiun. 8. yaitu : 1. 5. dan bahan makanan untuk 30 (tiga puluh) hari bagi Debitor dan keluarganya. Harta pailit ini meliputi seluruh kekayaan Debitor pada saat putusan pernyataan pailit diucapkan serta segala sesuatu yang diperoleh selama kepailitan. apabila perikatan tersebut menguntungkan bisa diteruskan. 7. apabila dapat dibuktikan bahwa perbuatan tersebut secara sadar dilakukan debitor untuk merugikan kreditor. Kepailitan suami atau istri yang kawin dalam suatu persatuan harta. Hak untuk menahan benda milik debitor (hak retensi) tidak hilang 10. Segala perbuatan debitor yang dilakukan sebelum dinyatakan pailit. perlu diketahui ilit. Istilah ini disebut dengan actio pauliana 6. 2. termasuk hewan yang benar-benar dibutuhkan oleh Debitor sehubungan dengan pekerjaannya. Kepailitan hanya mengenai harta pailit dan tidak mengenai diri pribadi debitor pailit. segala sesuatu yang diperoleh Debitor dari pekerjaannya sendiri sebagai penggajian dari suatu jabatan atau jasa. Hak eksekusi kreditor dan pihak ketiga untuk menuntut yang berada dalam penguasaan debitor pailit atau kurator. tempat tidur dan perlengkapannya yang dipergunakan oleh Debitor dan keluarganya. dan mengurus harta kekayaannya sejak putusan pernyataan pailit diucapkan. menguasai. Akibat lain dari putusan pernyataan pailit antara lain: 1. apabila Kurator dapat membuktikan bahwa pada saat hibah tersebut dilakukan Debitor mengetahui atau patut mengetahui bahwa tindakan tersebut akan mengakibatkan kerugian bagi Kreditor. Namun. atau 3. 9. sebagai upah. ditangguhkan dalam jangka waktu paling lama 90 (sembilan puluh) hari. alat-alat medis yang dipergunakan untuk kesehatan. maka dapat dibatalkan oleh kurator atau kreditor.

selama dalam kepailitan. Eksekusi pengadilan terhadap setiap bagian dari kekayaan debitor yang telah dimulai sebelum kepailitan harus dihentikan. bila kurator tidak mengindahkan panggilan tersebut. Kita ketahui dengan putusan pailit itu dapat dipastikan akan terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara besar-besaran. dengan izin hakim pengawas kurator dapat meneruskan pelelangan tersebut. dimana kurator tidak mau melanjutkan perjanjian itu. maka perjanjian sewa ini tidak dapat dihentikan lebih awal sebelum berakhirnya jangka watu yang telah dibayar dan sejak putusan pailit itu diucapkan maka uang sewa masuk ke dalam harta pailit. Pengangkatan tersebut harus ditetapkan dalam putusan pernyataan pailit. Sesudah pernyataan pailit tersebut maka segala perikatan yang dibuat debitor dengan pihak ketiga tidak dapat dibayar dari harta pailit. Pelaksanaan pengurusan harta pailit oleh kurator bersifat seketika. Kurator yang sangup melanjutkan perjanjian itu harus memberikan kepastian dengan memberi jaminan untuk melaksanakan perjanjian tersebut. kecuali bila perikatan-perikatan tersebut mendatangkan kuntungan bagi harta pailit atau dapat menambah harta pailit. yang secara langsung diajukan kepada debitor pailit. hanya dapat diajukan dalam bentuk laporan untuk pencocokan atau rapat verifikasi. Bila kesepakatan tentang jangka waktu itu tidak tercapai.seorang Hakim Pengawas. Bila ternyata uang sewa telah dibayar di muka. Oleh karena itu. Terhadap perjanjian timbal balik yang dilakukan oleh debitor dimana debitor sendiri belum memenuhi perjanjian atau baru dipenuhi sebagian. Bila yang terjadi sebaliknya. Di Indonesia sendiri masalah ketenagakerjaan diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. maka Hakim Pengawaslah yang menetapkan jangka waktu yang dimaksud. kecuali eksekusi itu sudah sedemikian jauh hingga hari pelelangan sudah ditentukan. gugatan-gugatan yang diajukan dengan tujuan untuk memperoleh pemenuhan perikatan dari harta pailit. pihak yang bersangkutan dapat menjadi kreditor konkuren. Segala tuntutan mengenai hak atau kewajiban yang menyangkut harta pailit harus diajukan oleh atau terhadap kurator. dimana debitor menjadi pihak yang menyewa maupun pihak yang menyewakan. maka perjanjian tersebut berakhir. Undang -Undang memberikan jaminan hak hak . Pada dasarnya dengan diucapkannya putusan pailit terhadap debitor. Namun. maka tergugat berhak memohon agar perkara itu digugurkan saja. maka di sini pihak tergugat dapat memohon agar perkara tersebut ditanguhkan terlebih dahulu untuk memanggil kurator guna mengambil alih perkara. Begitu pula mengenai segala eksekusi pengadilan terhadap harta pailit. Dalam hal perkara tersebut dilanjutkan oleh kurator. dan berlaku saat itu pula terhitung sejak tanggal putusan ditetapkan meskipun terhadap putusan itu kemudian diajukan kasasi atau peninjauan kembali. untuk menuntut haknya. Hal lain yang patut menjadi perhatian ialah tentang nasib pekerjan yang bekerja untuk debitor. maka kurator dapat mengajukan pembatalan atas segala perbuatan yang dilakukan oleh debitor sebelum debitor dinyatakan pailit. Mengenai perjanjian sewa menyewa yang dilakukan oleh debitor pailit. tentang perkara yang sedang berjalan atau suatu tuntutan hukum yang sedangberjalan dimana debitor menjadi Penggugat dimana ia sudah tidak cakap lagi. semua tuntutan hukum yang diajukan terhadapnya yang bertujuan untuk memperoleh pemenuhan kewajiban dari harta pailit dan perkara yang sedang berjalan menjadi gugur demi hukum. maka pihak pihak yang mengadakan perjanjian dengan debitor dapat meminta kepada kurator untuk memberikan kepastian tent ng kelanjutan a pelaksanaan perjanjian tersebut dalam jangka waktu yang disepakati oleh kurator dan pihak yang bersangkutan. maka perjanjian sewa menyewa itu dapat dihentikan tentu dengan syarat harus ada pemberitahuan terlebih dahulu menurut adat kebiasaan setempat. Lalu.

masa kerja 15 (lima belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 (delapan belas) tahun. i. h. b. d. 7 (tujuh) bulan upah. masa kerja 24 (dua puluh empat) tahun atau lebih. h. Uang Penggantian hak yang seharusnya diterima a. c. Uang Pesangon. 4 (empat) bulan upah. 1 (satu) bulan upah. ditetapkan sebagai berikut : a. 6 (enam) bulan upah. 5 (lima) bulan upah. 8 (delapan) bulan upah. masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun. 10 (sepuluh ) bulan upah. Uang Penghargaan masa kerja. masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih. c. Dalam Pasal 165 Undang-Undang Ketenagakerjaan menyatakan bahwa Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja/ buruh karena perusahaan pailit. d. masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih. paling sedikit sebagai berikut : a. 3 (tiga) bulan upah. masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan) tahun. peraturan perusahaan atau perjanjian kerja . 3. masa kerja 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 (dua puluh empat) tahun. cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur. b. tenaga kerja mempunyai peranan dan kedudukan yang sangat penting sebagai pelaku dan tujuan pembangunan. b. masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun. masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun. f. masa kerja 18 (delapan belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 (dua puluh satu) tahun.dasar pekerja/buruh dan menjamin kesamaan kesempatan serta perlakuan tanpa diskriminasi atas dasar apapun untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya dengan tetap memperhatikan perkembangan kemajuan dunia usaha karena dalam pelaksanaan pembangunan nasional. e. 2 (dua) bulan upah. 6 (enam) bulan upah. 8 (delapan) bulan upah. 2 (dua) bulan upah. hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja. 3 (tiga) bulan upah. masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun. penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15% (lima belas perseratus) dari uang pesangon dan/atau uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat. e. dengan ketentuan pekerja/buruh berhak atas uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2). masa kerja 12 (dua belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 (lima belas) tahun. 7 (tujuh) bulan upah. d. Dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan sendiri juga diatur mengenai masalah Pemutusan Hubungan Kerja yang terjadi karena perusahaan mengalami pailit. tetapi kurang dari 6 (enam) tahun. Itu artinya uang menjadi hak para pekerja yang PHK karena perusahaan pailit sebesar sebagai berikut : 1. g. masa kerja 9 (sembilan) tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 (dua belas) tahun. c. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (3) dan uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4). masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun. 5 (lima) bulan upah. f. 9 (sembilan) bulan upah. 4 (empat) bulan upah. biaya atau ongkos pulang untuk pekerja/buruh dan keluarganya ketempat dimana pekerja/buruh diterima bekerja. masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun . g. masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun. masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 (sembilan) tahun. 2.

setelah mempunyai alasan yang wajar untuk diberlakukan. . dan siapa pun yang terlibat dalam proses kepailitan tidak dapat memberikan andil secara langsung untuk terjadinya akibat yuridis tersebut. 2. Maksudnya adalah bahwa akibat hukum tersebut tidak otomatis berlaku. Menurut Munir Fuady. akan tetapi baru berlaku jika diberlakukan oleh pihak-pihak tertentu. Ada yang perlu dimintakan oleh pihak pihak tertentu dan ada pula persetujuan institusi tertentu. yaitu : 1. hakim pengawas. Berlaku Rule of Reason Untuk akibat-akibat hukum tertentu dari kepailitan berlaku Rule of Reason. pemberhentian tersebut setelah ada pemberitahuan paling singkat 45 (empat puluh lima) hari sebelumnya. Kepailitan suami atau istri yang dalam suatu persatuan harta. Misalnya. Pihak -pihak yang mesti mempertimbangkan berlakunya akibat-akibat hukum tertentu tersebut misalnya kurator. Dalam hal suami atau istri yang dinyatakan pailit mempunyai benda yang tidak termasuk persatuan harta maka benda tersebut termasuk harta pailit. Perlu juga diperhatikan bahwa berlakunya akibat hukum di atas tersebut tidaklah semuanya sama. akan tetapi hanya dapat digunakan untuk membayar utang pribadi suami atau istri yang dinyatakan pailit. larangan bagi debitor pailit untuk meninggalkan tempat tinggalnya. dan lain-lain. Hakim Pengawas. akibat yuridis kepailitan tersebut berlaku kepada debitor dengan dua metode pemberlakuan. Berlaku Demi Hukum Ada beberapa akibat yuridis yang berlaku demi hukum (by the operation of law) segera setelah pernyataan pailit mempunyai kekuatan hukum tetap ataupun setelah berakhirnya kepailitan. Untuk tagihan yang bersifat pribadi terhadap istri atau suami maka kreditor terhadap harta pailit adalah suami. Jika benda milik istri atau suami telah dijual oleh suami atau istri dan harganya belum dibayar atau uang hasil penjualan belum tercampur dalam harta pailit maka istri atau suami berhak mengambil kembali uang hasil penjualan tersebut. Bagaimana jika debitor pailit itu seorang suami atau istri. demikian juga kreditor suami atau istri yang dinyatakan pailit tidak berhak menuntut keuntungan yang diperjanjikan dalam perjanjian perkawinan kepada istri atau suami yang dinyatakan pailit. Menurut Pasal 39 UUK. Istri atau suami tidak berhak menuntut atas keuntungan yang diperjanjiakan dalam perjanjian perkawinan kepada harta pailit suami atau istri yang dinyatakan pailit . pekerja dapat memutuskan hubungan kerja dengan debitor atau justru ia dapat diberhentikanoleh kurator.bersama. Dalam hal seperti ini. diperlakukan sebagai kepailitan persatuan harta tersebut. Pasal 62 Undang-Undang Kepailian menyatakan bahwa dalam hal suami atau istri dinyatakan pailit maka istri atau suaminya berhak mengambil kembali semua benda bergerak dan tidak bergerak yang merupakan harta bawaan dari istri atau suami dan harta yang diperoleh masing-masing sebagai hadiah atau warisan. Pengadilan Niaga. Kepailitan meliputi semua benda yang termasuk dalam persatuan. kurator. Pengadilan Niaga. kreditor. tetapi ada juga yang berlaku karena hukum (by operation of law) begitu putusan pailti dikabulkan oleh pengadilan. sedangkan kepailitan tersebut adalah untuk kepentingan semua kreditor yang berhak meminta pembayaran dari harta persatuan. Sejak putusan pailit itu pula upah yang terutang baik sebelum maupun sesudah putusan pailit menjadi utang harta pailit.